P. 1
Teori Hukum Responsif Adalah Teori

Teori Hukum Responsif Adalah Teori

|Views: 73|Likes:
Published by Avic I'aquila

More info:

Published by: Avic I'aquila on Jun 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2013

pdf

text

original

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ.

Narotama Surabaya/V/2005

1

Teori hukum responsif adalah teori hukum yang memuat pandangan kritis. Teori ini berpandangan bahwa hukum merupakan cara mencapai tujuan. Hukum tidak hanya rules (logic & rules), tetapi juga ada logika-logika yang lain. Bahwa memberlakukan jurisprudence saja tidak cukup, tetapi penegakan hukum harus diperkaya dengan ilmu-ilmu sosial. Dan ini merupakan tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penegakan hukum,(nonet) BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT HUKUM

Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 1. Memahami pengertian filsafat. 2. Memahami pengertian hukum. 3. Mengetahui pengertian filsafat hukum.

Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 1. Membedakan pengertian Ilmu Filsafat dan Agama. 2. Menyebutkan ruang lingkup Ilmu Filsafat. 3. Menyebutkan pengertian hukum dari berbagai sarjana. 4. Mengetahui pengertian Filsafat Hukum dari berbagai sarjana.

1. Pengertian Filsafat dan Agama Adakalanya orang mengatakan bahwa orang harus berfilsafat. Sehingga untuk dapat berfilsafat, terlebih dahulu orang harus mengetahui apa yang disebut dengan

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

2

filsafat. Sesungguhnya, istilah “filsafat” merupakan suatu istilah dari bahasa Arab yang terkait dengan istilah dari bahasa Yunani, yaitu: Filosofia.1 Secara etimologis, kata “filsafat” berasal dari kata majemuk, yakni: filo dan sofia. Filo artinya „cinta‟ dalam arti yang seluas-luasnya, yaitu ingin dan karena ingin itu, lalu berusaha mencapai yang diingini. Sedangkan Sofia artinya „kebijaksanaan‟. Bijaksana inipun merupakan kata asing, yang artinya ialah „pandai‟: mengerti dengan mendalam. Jadi secara etimologis, filsafat dapat dimaknakan: “Ingin mengerti dengan mendalam” atau “cinta kepada kebijaksanaan”. Dengan demikian, rumusan tersebut di atas dapat disebut sebagai suatu definisi atau pembatasan yang semata-mata berdasarkan atas keterangan nama atau pembatasan nama. Dari sudut isinya, terdapat banyak perumusan yang dikemukakan para penulis filsafat. Filsafat dapat diartikan sebagai pandangan hidup manusia, yang tercermin dalam berbagai pepatah, slogan, lambang dan sebagainya. 2 Filsafat dapat juga diartikan sebagai ilmu. Dikatakan sebagai ilmu karena filsafat adalah pengetahuan yang metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan dengan kata lain filsafat memiliki objek, metode, dan sistematika tertentu, terlebih-lebih bersifat universal. Dalam kaitannya dengan salah satu unsur yang dipenuhi filsafat sebagai suatu ilmu, yaitu adanya objek tertentu yang dimiliki filsafat. Menurut Poedjawijatna, objek suatu ilmu dapat dibedakan menjadi dua, yakni objek materia dan objek forma. Objek materia adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu, sedangkan objek forma adalah sudut pandang tertentu yang menentukan jenis suatu ilmu. Objek materia filsafat adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. Pada intinya objek materia filsafat dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tentang hakikat Tuhan, hakikat alam, dan hakikat manusia. Barangkali, objek materia filsafat sama dengan objek ilmu lainnya, tetapi yang membedakan adalah objek formanya. Objek forma filsafat terdapat pada sudut

I.R. Poedjawijatna, Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 1990, halaman 1. 2 Lihat Darji Darmodiharjo dan Shidarta, Pokok-pokok Filsafat Hukum, Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995, halaman 4.

1

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

3

pandangnya yang tidak membatasi diri dan hendak mencari keterangan sampai sedalam-dalamnya atau sampai kepada hakikat sesuatu, sehingga terdapat kebenaran, jika filsafat dikatakan sebagai ilmu tanpa batas.3 Jika ditelaah lebih mendalam, filsafat memiliki sedikitnya tiga sifat pokok, yaitu: menyeluruh, mendasar, dan spekulatif.4 Menyeluruh, artinya cara berfikir filsafat tidak sempit, dari sudut pandang ilmu itu sendiri (fragmentaris atau sektoral), senantiasa melihat persoalan dari tiap sudut yang ada. Mendasar, artinya bahwa untuk dapat menganalisa suatu persoalan bukanlah pekerjaan yang mudah, mengingat pertanyaan-pertanyaan yang dibahas berada di luar jangkauan “ilmu biasa”. Untuk itu, ciri ketiga dari filsafat yang berperan, yaitu spekulatif. Langkahlangkah spekulatif yang dijalankan oleh filsafat tidak boleh sembarangan, tetapi harus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Di samping ketiga ciri filsafat tersebut di atas, ada ciri lain yang perlu ditambahkan, yaitu sifat refleksif kritis dari filsafat.5 Refleksi berarti pengendapan dari pemikiran yang dilakukan secara berulang-ulang dan mendalam

(contemplation). Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang lebih jauh lagi dan dilakukan secara terus-menerus. Kritis berarti analisis yang dibuat filsafat tidak berhenti pada fakta saja, melainkan analisis nilai. Sebab, jika yang dianalisis hanya fakta saja, maka subjek (manusia) tersebut baru melakukan observasi, dan hasilnya ialah gejala-gejala semata. Lain halnya, jika yang dianalisis nilai, maka hasilnya bukan gejala-gejala melainkan hakikat. Ada beberapa sarjana penulis filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang filsafat, antara lain: a. b. Plato : filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. Aristoteles : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmuilmu matematika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik, dan estetika.

I. R. Poedjawijatna, Op. Cit., halaman 6-9. Jujun S. Suriasumantri, Filsafat Ilmu, Sebuah Pengantar Populer, Penerbit Pustaka Sinar Harapan, Jakarta, 1998. 5 Darji Darmodiharjo & Shidarta, Op. Cit., halaman 7.
4

3

yaitu metafisika. Bandung. karena agama merupakan sesuatu yang ada. dan antropologi. pikiran belaka. melainkan diterima dengan penyelidikan sendiri. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Narotama Surabaya/V/2005 4 c. dan sebagainya. Tentu saja perbedaan itu tidak berlaku pada kedudukan filsafat dengan agama. sehingga agama juga masuk ke dalam lingkungan filsafat. oleh akrena itu agama ada dan disebut kepercayaan. kebenaran tergantung kepada diwahyukan atau tidak. Pada uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa filsafat dapat diartikan sebagai ilmu. Yang diwahyukan Tuhan harus dipercayai. Hk. Di satu sisi. Citra Aditya Bakti./Modul/Fils. baik dan buruk. 1990. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. Lili Rasjidi. e. kebajikan. sudut pandang penyelidikan agama didasarkan atas wahyu Tuhan atau firman Tuhan. filsafat berdasarkan pikiran belaka. namun antara filsafat dan agama memiliki dasar penyelidikan yang berbeda. Descartes : Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan. Immanuel Kant : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup di dalam empat persoalan. sedangkan agama berdasarkan wahyu. agama. kebenaran diterima oleh filsafat bukan karena kepercayaan./Univ. Di sisi lain.Doc. etika. tetapi tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu. Pada agama. Dengan kata lain. Penerbit PT. meskipun demikian antara filsafat dengan keseluruhan ilmu yang bertemu pada obyek materia (segala yang ada dan mungkin ada) tetap berbeda. karena perbedaan itu terletak pada obyek formanya.6 Dari perumusan filsafat sebagaimana dikemukakan oleh para penulis filsafat tersebut dapat ditarik intisarinya bahwa filsafat merupakan karya manusia tentang hakikat sesuatu. Filsafat tidak mengingkari atau mengurangi wahyu. d. Al Farabi : Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekat yang sebenarnya. misalnya: Tuhan. karena hal-hal tersebut ada atau paling tidak mungkin ada. Dalam agama ada beberapa hal penting yang diselidiki oleh filsafat. 6 . halaman 5. dari sini muncul apa yang dinamakan filsafat agama.

Pada ada-tidak mutlak terdapat banyak macamnya ke golongan ini yang harus diselidiki oleh filsafat darti sudut pandang tertentu. sehingga memunculkan filsaft bagian yang bermacammacam pula. ada dipandang dari sudut pandang tertentu yang lain dari umum. 2) Filsafat Khusus (Ada-Khusus): Dalam filsafat khusus (ada-khusus). ada mungkin dipandang dari sudut keumumannya. yang terdiri dari: a) Theodicea (Ada-Mutlak): Kekhususan dari ada itu mungkin terdapat dalam mutlaknya. misalnya sifat-sifatnya. yang hendak dicari . yang lazim disebut sebagai Theodicea. sehingga filsafat ada-umum disebut Ontologia atau Metaphysica generalis. Oleh karena itu./Univ. Ruang Lingkup Ilmu Filsafat Objek materia filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. b) Ada-Tidak-Mutlak: Di samping ada-mutlak terdapat ada-tidak mutlak. kemampuannya. Hk. Adapun ada ini dapat ditinjau atau dilihat dari berbagai penjuru sudut pandang. Narotama Surabaya/V/2005 5 2. Padahal di dunia terdapat ada yang tidak mutlak. Segala sesuatunya itu ada. terdapat ada yang bermacam-macam dan ada-umum. sehingga muncul bermacam-macam bagian filsafat. dengan kata lain objek filsafat itu ada. Dengan demikian.Doc. yang dibedakan menjadi dua: 1) Filsafat Umum (Ada-Umum): Pada filsafat umum. maka harus diselidiki sifat-sifatnya. Pembagian filsafat dapat dibedakan menjadi dua golongan besar. Berdasarkan Objek. yang semuanya mungkin ditangkap dalam adanya. Oleh karena itu sudut pandang tersebut banyak macamnya. terdapat bermacam-macam hal. filsafat yang mempersoalkan ada-mutlak disebut filsafat ada-mutlak. yaitu: a. Jadi. Ada menjadi dasar dari segala yang ada./Modul/Fils. apabila nanti terdapat ada yang mutlak. Dalam realitas. dan hubungannya dengan ada-khusus-tak mutlak.

yang terdorong oleh kehendaknya dan diternagi budinya. yang dapat dibagi lagi ke dalam tiga kelompok sebagaimana diuraikan dalam uraian di bawah ini: a)) Filsafat Manusia (Anthropologia-Metaphysika): Dengan sendirinya. dan lain-lain. 2)) Manusia: Alam merupakan ada-tidak mutlak. sehingga dapat disebut sebagai ada-tidak mutlak. b)) Filsafat Tingkah Laku (Ethica): Pada filsafat tingkah laku (ethica) yang diselidiki adalah tindakan-tindakan manusia. Tindakan manusia sendiri dapat dibedakan lagi menjadi tindakan yang baik atau buruk sehingga untuk menilai tindakan tersebut diperlukan tolok ukur . apa sifat-sifat pendorong hidup itu. karena ada-nya tidak dengan niscaya. apakah kemampuan-kemampuannya. dan apakah hubungannya satu dengan yang lain serta hubungannya dengan ada-mutlak. yang dapat dibagi-bagi lagi ke dalam: 1)) Filsafat Alam (Cosmologia): Alam semesta dan isinya merupakan ada yang tidak harus ada. seperti: apakah manusia itu sebenarnya. Narotama Surabaya/V/2005 6 sebabnya yang terakhir atau sebab yang sedalam-dalamnya./Modul/Fils. yaitu: manusia. apakah isi alam pada umumnya. apakah hubungannya satu sama lain.Doc. apa pendorong hidupnya. dengan demikian filsafat alam disebut kosmologia. apakah sebenarnya itu. namun alam mempunyai kedudukan yang istimewa yang menyelidiki semuanya. Hk. Sehingga filsafatnya disebut filsafat manusia atau anthropologia metphysica. Alam dicari intinya oleh filsafat inti alam itu./Univ. Segala isi alam mungkin lenyap dan pernah tidak ada. kekhususan ada-tidak mutlak merupakan manusia yang mempunyai kemanusiaan yang tercakup di dalamnya soal-soal tentang manusia.

b. Hk./Univ./Modul/Fils. yang terdiri dari 3 (tiga) bidang. ia harus mentaati aturan-aturan yang ada. manusia memerlukan alat penyelidikan yang disebut budi yang harus diselidiki. seluruh isi budi diselidiki oleh filsafat yang disebut filsafat budi (logika). Dari sini timbul persoalan menganai: bagaimanakah cara mencapai pengetahuan itu? Adakah bawaan yang dibekalkan kepada manusia waktu lahir ataukah itu hasil dari usaha . yaitu manusia. serta putusan-putusan. Penyelidikan tentang bahan dan aturan berfikir merupakan bagian dari logika dan disebut logika minor. Pembagian filsafat berdasarkan Subjek: Selain pembagian filsafat berdasarkan objek. karena dalam filsafat tentu ada yang berfilsafat. yaitu pengetahuan bermacam-macam yang tidak tetap dan pengeatahuan yang berlaku umum. dalam bekerjanya budi. Namun. c)) Filsafat Budi (Logika): Untuk melakukan penyelidikan. Narotama Surabaya/V/2005 7 yang terdiri dari norma (aturan) subyektif maupun yang obyektif (terlepas dari subyek yang menilai) dan ini dilakukan dalam ethica atau filsafat tingkah laku. yang tidak beruba-ubah dan tetap satu macam. dan itu dilakukan oleh subjeknya. Oleh karena itu dicari jawabannya mengenai persoalan-persoalan sebagai berikut: adakah manusia mempunyai budi dan akal.Doc. sampai di mana kebenaran itu dapat dicapai budi. Sedangkan penyelidikan terhadap isi berfikir disebut logika mayor. sehingga perlu dikenali pembagian filsafat menurut subjeknya. dapatkah budi mencapai kebenaran? Dari sini timbul persoalan baru: apakah kebenaran itu. seluruh kebenaran ataukah hanya sebagian saja? Dengan kata lain. sebab tanpa budi tidak akan ada penyelidikan. jalan pikiran. seperti: pengertian. yaitu: 1) Soal Tahu (Pengetahuan): Soal pengetahuan ada 2 macam menurut sifatnya. dalam filsafat juga dikenal pembagian filsafat berdasarkan subjek.

Jadi./Univ. Sehingga. tingkah laku (ethica) .Doc. Menurut Objek: Ada-umum (fils. 3) Soal Pernilaian: Dalam berfikir dan mengadakan putusan./Modul/Fils. Tentu saja untuk melakukan pernilaian harus ada tolok ukurnya (kriteria). secara garis besar. Narotama Surabaya/V/2005 8 kemampuan yang ada padanya dan merupakan pengambilan dari objek yang dikenalnya itu. theodicea) Alam (filsafat alam. jika ia tidak ada maka dia tidak berfikir. ada-umum. misalnya: ada yang tinggi dan rendah. Oleh karena itu. dan ini dijawab oleh filsafat tentang ada (ontologia. apakah yang dipakai ukuran untuk menentukan baik buruknya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ethica. kosmologia. timbul pertanyaan-pertanyaan tentang ada yang memiliki bermacam-macam sudut pandang. Mungkinkah itu hanya gambaran samar-samar atau namanama belaka yang tidak ada hubungannya dengan realitas? Tentu saja semua pertanyaan tersebut harus dijawab sebagian oleh Logika dan sebagian oleh Anthropologia. ontologia. indah lawan jelek. Hk. theodicea. setiap orang akan memiliki pernialaian yang berbeda dan saling bertentangan. dan anthropologia). metaphysica generalis) Ada Ada-khusus Ada-mutlak (filsafat ada-mutlak. 2) Soal Ada: Orang berfikir tentu ada. manusia (anthropologia) Tidak-ada mutlak Manusia Fils. baik lawan buruk. pembagian filsafat menurut obyek dan subyek dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: a. kosmologia) Fils. sehingga timbul pertanyaan seperti: apakah sebetulnya nilai itu dan lebihlebih dalam tingkah laku manusia. dan sebagainya.

Menurut Subjek: Logika Mayor & Minor Soal Pengetahuan Anthropologia Ontologia Theodicea Soal Ada Kosmologia Anthropologia Soal Penilaian Ethica 3./Modul/Fils.8 Dari ke-4 kaedah/norma tersebut hanya kaedah hukum-lah yang lebih melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang sudah dan belum mendapat perlindungan dari ketiga kaedah tersebut. 1988. Yogyakarta. Suatu Pengantar. kaedah sopan santun (adat). Remaja Rosdakarya. terutama anatara kepentingan-kepentingan yang saling berlawanan. Mengenal Hukum. 7 . dan kaedah hukum.7 Kaidah/norma sengaja diciptakan agar tidak terjadi benturan-benturan dalam masyarakat. Filsafat Hukum. Penerbit Liberty. karena di dalamnya terdapat berbagai kaidah yang mengatur hubungan antarindividu yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian. yaitu: kaedah kepercayaan (keagamaan). kaedah kesusilaan. Dengan adanya kepentingan-kepentingan yang berbeda dan saling berlawanan. terciptalah 4 (empat) kaedah/norma. Apakah Hukum Itu?. halaman 31./Univ. 1991. Penerbit PT. Pengertian Hukum Bagi mahasiswa yang baru belajar tentang hukum tentu sangat bermanfaat jika disodori definisi atau pengertian hukum sebelum mengetahui dan mempelajari filsafat hukum. Hk. Bandung. halaman 5. budi (logika mayor & minor) b. dengan alasan sebagai berikut: Lili Rasjidi. 8 Sudikno Mertokusumo.Doc. dan kesejahteraan. MacIver menggambarkan masyarakat sebagai sarang laba-laba. ketertiban. Narotama Surabaya/V/2005 9 Fils.

Ketiga.. dan Lex Positivis yang nantinya akan dikupas dalam bagian lain dari tulisan ini mengenai berbagai aliran dalam filsafat hukum. c. kekuasaan gereja sedemikian besar sehingga turut melakukan intervensi ke dalam masalah duniawi. Sebagai contoh pertama. karena memang tidak ada satu pun sarjana yang dapat membuat pengertian atau definisi hukum secara sempurna. berasal dari masyarakat secara resmi./Modul/Fils. membebani kewajiban dan memberikan hak. berasal dari kekuasaan luar yang memaksa. . termasuk mengatur pemerintahan. Lex Divina. kaedah hukum ditujukan kepada sikap lahir. Op. Dari segi asal-usul. e. halaman 29-30. sehingga pada masa ini lahirlah aliran positivisme (analitis maupun murni) yang menekankan pentingnya kedudukan negara sebagai 9 Lili Rasjidi. Dari segi daya kerja. Narotama Surabaya/V/2005 10 a. sehingga hukum yang dihasilkan pada waktu itu bernafaskan keagamaan dengan mengaitkan inti pemikiran hukum dengan ajaran-ajaran gereja./Univ. Dari segi isi. kaedah hukum ditujukan kepada pelaku yang konkrit. Lex Naturalis. Dari segi tujuan. b. Dengan melihat gambaran mengenai kaedah hukum sebagaimana telah diuraikan tersebut.Doc. pada abad ke-19 hukum dipengaruhi oleh perkembangan dunia ekonomi yang dibarengi dengan kedudukan negara yang semakin kuat dan kukuh dalam hal melakukan kontrol dan mengarahkan masyarakat ke arah yang dikehendakinya. pada Zaman Pertengahan. yaitu:9 Lex Aeterna. rasanya masih terlalu sulit untuk mendefinisikan hukum. Tentu saja. Hk. yang membagi hukum ke dalam 4 (empat) golongan. untuk ketertiban masyarakat. d. para pemikir hukum lebih banyak dituntut untuk memberikan sumbangan pemikiran ke arah pembentukan hukum yang dapat diberlakukan secara luas di semua wilayah Romawi. untuk mendefinisikan hukum bukanlah pekerjaan yang mudah dan ini terkait dengan perkembangan sejarah hukum dan aliran-aliran dalam filsafat hukum yang tentunya dapat mempengaruhi pengertian dari hukum. misalnya saja Thomas Aquino. pada zaman Romawi. Dari segi sanksi. Kedua. agar jangan sampai jatuh korban. Cit.

Hk. filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Jadi. dapat disimpulkan bahwa filsafat hukum adalah sub dari cabang filsafat manusia yang disebut dengan etika atau filsafat tingkah laku. Penerbit PT. filsafat hukum adalah hukum dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut hakikat. Citra Aditya Bakti. yaitu etika mempelajari hakikat hukum. Bandung. Pengertian Filsafat Hukum Untuk mengupas pengertian filsafat hukum. Cit./Univ. pemikiran dari John Austin dan Hans Kelsen sangat berpengaruh pada dunia ilmu maupun teori hukum. tepat dikatakan bahwa filsafat manusia berkedudukan sebagai genus. halaman 10. Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum terkait dengan tingkah laku/perilaku manusia. terlebih dahulu kita harus mengetahui di mana letak filsafat hukum dalam filsafat. Dengan kata lain. juga yang lainnya yang nantinya akan dibahas dalam madzab filsafat hukum. Hakikat dari hukum dapat dijelaskan dengan jalan memberikan Lihat Darji Darmodiharjo & Shidarta. etika sebagai species dan filsafat hukum sebagai subspecies. Narotama Surabaya/V/2005 11 pembentuk hukum. halaman 4.Doc. Dengan demikian./Modul/Fils. Op. seperti Carl von Savigny dan Puchta. Rasionya. masih banyak pendapat dari pemikir-pemikir hukum lain. 10 . 3. Bandingkan juga dengan Lili Rasjidi. baik pada masa tersebut maupun sesudahnya. 1988.10 Hal ini dapat dilihat dalam bagan di bawah ini: Umum Ada Ada Khusus Ada Tidak Mutlak Manusia Ada Mutlak Alam Anthropologia Etika Filsafat Hukum Logika Filsafat hukum sebagai sub dari cabang filsafat manusia. Di samping itu. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. terutama untuk mengatur perilaku manusia agar tidak terjadi kekacauan.. Pada masa ini.

Dengan mengetahui definisi hukum yang luas tersebut kita dapat menguraikan definisi dari filsafat hukum.J. Meuwissen berpendapat bahwa filsafat hukum adalah pemikiran sistematis tentang masalahmasalah fundamental dan perbatasan yang berhubungan dengan fenomena hukum. Definisi hukum sangat bervariasi tergantung dari sudut pandang para ahli hukum melihatnya seperti yang dikemukakan oleh beberapa sarjana dalam uraian di bawah ini. Pendapat tersebut didukung oleh salah seorang ahli hukum Indonesia Wirjono Prodjodikoro yang menyatakan hukum adalah serangkaian peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat. halaman 5. Von Schid menyatakan filsafat hukum merupakan suatu perenungan metodis mengenai hakekat dari hukum (Metodische bebezinning over het wezen van he recht)./Univ. dan tata tertib dalam masyarakat. over de werkelijkheid van het recht als de realisatie van de rechtsidee).11 Uraian lainnya tentang definisi dari filsafat hukum dikemukakan oleh Kusumadi Pudjosewojo yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar Soehardjo Sastrosoehardjo. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. 11 .H. J. Pendapat ini senada dengan pendapat Rudolf von Jhering yang menyatakan bahwa hukum adalah keseluruhan norma-norma yang memaksa yang berlaku dalam suatu negara. J. dan/atau hakekat kenyataan hukum sebagai realisasi dari cita hukum (het systematisch nadenken over alle fundamentele kwesties en grensproblemen het verschijnsel recht samenhangen. van Kan mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan ketentuan-ketentuan kehidupan yang bersifat memaksa./Modul/Fils. 1997. Sedangkan D. Narotama Surabaya/V/2005 12 definisi dari hukum. Sementara itu Hans Kelsen menyatakan hukum terdiri dari norma-norma bagaimana orang harus berperilaku. kebahagiaan. Definisi-definisi hukum tersebut menunjukkan betapa luasnya hukum itu. Hk.M. Semarang. yang melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat.Doc. Uraian tentang definisi filsafat hukum dikemukakan oleh Rudolf Stammler yang menyatakan bahwa definisi filsafat hukum adalah ilmu dan ajaran tentang hukum yang adil. Sementara itu. Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro. sedangkan satusatunya tujuan dari hukum ialah menjamin keselamatan.

1990. Rasjidi. Suriasumantri. Jakarta. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat. Hk. dan pada saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Sastrosoehardjo. Apakah Hukum Itu?. Penerbit PT. Darji & Shidarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. filsafat hukum berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu hukum./Univ. Yogyakarta. Remaja Rosdakarya. 1988. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Bandung. Suatu Pengantar. 1990. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. 1991. Penerbit PT. Poedjawijatna. DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Semarang. Penerbit Rineka Cipta. Filsafat Hukum. Jujun S. Jakarta. Sudikno. Universitas Diponegoro. orang sudah menginjakkan kakinya ke lapangan filsafat hukum... I. dengan sendirinya orang melewati batas-batas jangkauan ilmu hukum. Narotama Surabaya/V/2005 13 tentang hukum yang tidak bisa dijawab oleh ilmu hukum mengenai pertanyaanpertanyaan sebagai berikut: Apakah tujuan dari hukum itu? Apakah semua syarat keadilan? Apakah keadilan itu? Bagaimanakah hubungannya antara hukum dan keadilan? Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar. Gramedia Pustaka Utama. 1995. Mengenal Hukum. 1997. 1998. Jakarta./Modul/Fils. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Sebuah Pengantar Populer. Dengan kata lain. Citra Aditya Bakti. Bandung.R.Doc. Penerbit Pustaka Sinar Harapan. ________________. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Penerbit PT. Lili. Mertokusumo. Penerbit Liberty. Filsafat Ilmu. Soehardjo. .

Doc. Hal ini berlaku juga pada saat membicarakan sejarah perkembangan filsafat hukum yang diawali dengan zaman Yunani (Kuno). Kaum sofis inilah yang berperan dalam perkembangan sejarah filsaft hukum pada zaman Yunani. antara lain: Anaximander. karena waktu yang sangat menentukan terjadinya sejarah. Herakleitos. dan Aristoteles. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman modern. dan masa depan. dan Parmenides (540-475 SM) tetap meyakini adanya Darji Darmodiharjo. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman pertengahan. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Yunani (Kuno) Berbicara sejarah tidak akan terlepas dari dimensi waktu./Univ. 1 . Plato. 1995. yaitu dimensi waktu yang terdiri waktu pada masa lampau. Hk. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 1. Tokoh-tokoh penting yang hidup pada zaman ini. Herakleitos (540-475 SM). Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman sekarang. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 1./Modul/Fils. 2. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Narotama Surabaya/V/2005 14 BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat membedakan sejarah perkembangan filsafat hukum dari zaman Yunani sampai dengan abad dewasa ini. Gramedia Pustaka Utama. 4. Socrates.1 Para filsuf alam yang bernama Anaximander (610-547 SM). Parmenides. Pada zaman Yunani hiduplah kaum bijak yang disebut atau dikenal dengan sebutan kaum Sofis. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman Yunani (Kuno). 3. Penerbit PT. Jakarta. sekarang. halaman 70-71.

Socrates berpendapat bahwa hukum dari penguasa (hukum negara) harus ditaati. kaum sofis tersebut berpendapat bahwa kebenaran objektif tidak ada.Doc. Socrates menyatakan bahwa untuk dapat memahami kebenaran objektif orang harus memiliki pengetahuan (theoria). maka timbullah keadilan (dike)./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 15 keharusan alam ini. Kondisi masyarakat pada saat kaum sofis ini hidup sudah terkonsentrasi ke dalam polis-polis. Logos menciptakan bentuk . Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah./Univ. Tetapi Socrates tidak setuju dengan pendapat yang demikian ini. Ia berpendapat bahwa logos membimbing arus alam. Untuk itu diperlukan keteraturan dan keadilan yang hanya dapat diperoleh dengan nomos yang tidak bersumber pada dewa tetapi logos (rasio). karena manusialah yang menjadi ukuran untuk segala-galanya. bahwa keteraturan hidup bersama harus disesuaikan dengan keharusan alamiah. Yogyakarta. sekalipun ia meyakini bahwa hukum negara itu salah. Ia tidak menginginkan terjadinya anarkisme. Sementara itu. ukuran. dari sini mulai dikenal pengertian demokrasi. Kaum sofis tersebut menyatakan bahwa rakyat yang berhak menentukan isi hukum. 1993. 2 . Penerbit Kanisius. Dalam mempertahankan pendapatnya. Aturan ini terwujud dalam polis di mana warga-warga polis memberi bentuk kepada hidupya sesuai dengan logos (Theo Huijbers. yakni ketidakpercayaan terhadap hukum. sehingga alam dan hidup mendapat suatu keteraturan yang terang dan tetap. dan harmoni yang menghasilkan aturan. Apabila hal ini terjadi. Herakleitos berpandangan bahwa hidup manusia harus sesuai dengan keteraturan alamiah. Dengan kata lain. Ini terbukti dari kesediaannya untuk dihukum mati. Sedangkan Parmenides sudah melangkah lebih jauh lagi. Tetapi jelas baginya. karena dalam negara demokrasi peranan warga negara sangat besar pengaruhnya dalam membentuk undang-undang. terlepas dari hukum itu memiliki kebenaran objektif atau tidak. halaman 20).2 Anaximander berpendapat bahwa keharusan alam dan hidup kurang dimengerti manusia. Pendapat ini dikembangkan oleh Plato murid dari Socrates. Hk. yang ada hanyalah kebenaran subjektif. tetapi dalam hidup manusia telah digabungkan dengan pengertian-pengertian yang berasal dari logos.

Plato menyarankan agar dalam setiap undang-undang dicantumkan dasar (landasan) filosofisnya.Doc. pengertian hukum alam dan hukum positif muncul. Menurut Aristoteles. Hukum alam berbeda dengan hukum positif yang seluruhnya tergantung pada ketentuan manusia. Pemikiran Plato inilah yang menjadi cerminan bayangan dari hukum dan negara yang ideal. hukum alam menuntut sumbangan warga negara bagi kepentingan umum. Dari gagasan Aristoteles ini. Aristoteles berpendapat bahwa hakikat dari sesuatu ada pada benda itu sendiri. . yang baru berlaku setelah ditetapkan dan diresmikan isinya oleh instansi yang berwibawa. yakni hukum alam dan hukum positif. jenis dan besarnya sumbangan ditentukan oleh hukum positif. hukum alam ditanggapi sebagai suatu hukum yang selalu berlaku dan di mana-mana. murid dari Plato tidak sependapat dengan Plato. manusia tidak dapat hidup sendiri karena manusia adalah mahkluk yang bermasyarakat (zoon politikon). Hk. Oleh karena itu./Modul/Fils. Kedua aliran ini menekankan filsafatnya pada bidang etika. perlu ketaatan terhadap hukum yang dibuat penguasa polis. Pemikiran Aristoteles sudah membawa kepada hukum yang realistis. lenyap dan berlaku dengan sendirinya. karena hubungannya dengan aturan alam. sehingga hukum tidak pernah berubah. Pada zaman Yunani (Kuno) muncul masa Hellenisme. Meskipun demikian. Oleh karena itu./Univ. yakni undang-undang negara. yaitu puncak keemasan kebudayaan Yunani yang dipelopori oleh aliran Epikurisme (berasal dari nama filsuf Epikuros) dan Stoisisme (berasal dari kata Stoa yang dicetuskan oleh Zeno). sehingga hukum ditafsirkan menurut selera dan kepentingan penguasa. Misalnya. Hukum yang harus ditaati dabagi menjadi dua. dari Epikurisme muncul konsep penting tentang undang-undang (hukum posistif) yang mengakomodasi kepentingan individu sebagai perjanjian antar individu. Aristoteles. kedua hukum tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Menurut Aristoteles. Narotama Surabaya/V/2005 16 Plato berpendapat bahwa penguasa tidak memiliki theoria sehingga tidak dapat memahami hukum yang ideal bagi rakyatnya. Tujuannya tidak lain agar penguasa tidak menafsirkan hukum sesuai kepentingannya sendiri.

3 dan mulai berkembangnya agama Islam. yakni Budi Ilahi yang menjiwai segalanya. 2. halaman 13. telah timbul keterikatan antara manusia dengan logos.Doc./Modul/Fils. Tentu saja pemikiran Augustinus bersumber dari Tuhan atau Budi Allah yang diketemukan dalam jiwa manusia. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Pertengahan Perkembangan sejarah filsafat hukum pada zaman pertengahan dimulai sejak runtuhnya kekuasaan kekaisaran Romawi pada abad ke-5 SM (masa gelap/the dark ages) yang ditandai dengan kejayaan agama Kristen di Eropa (masa scholastic). antara lain Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino/Thomas Aquinas (1225-1275). Citra Aditya Bakti. Dalam perkembangannya. bukan menurut hukum positif. tujuan hukum adalah keadilan menurut logos. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. misalnya saja Augustinus mendapat pengaruh dari Plato tentang hubungan antara ide-ide abadi dengan benda-benda duniawi. sehingga tidak ada satupun peninggalan peradaban bangsa Romawi yang tersisa. yang selanjutnya diartikan sebagai rasio. terjadi pada saat Kekaisaran Romawi runtuh dihancurkan oleh suku-suku Germania. menurut Stoisisme. 1990. Ide dasar aliran ini terletak pada kesatuan yang teratur (kosmos) yang bersumber dari jiwa dunia (logos). Sehingga ketaatan menurut hukum positif baru dapat dilakukan sepanjang hukum positif sesuai dengan hukum alam. Narotama Surabaya/V/2005 17 sehingga pemikiran dari penganut Epikurisme merupakan embrio dari teori perjanjian masyarakat. Tokoh-tokoh filsafat hukum yang hidup di zaman ini. Bandung./Univ. Penerbit PT. Stoisisme mencoba meletakkan prinsip-prinsip kesederajatan manusia dalam hukum. Sebelum ada zaman pertengahan terdapat suatu fase yang disebut dengan Masa Gelap. Hk. pemikiran para filsuf di zaman pertengahan tidak terlepas dari pengaruh filsuf pada zaman Yunani. 3 . Dengan kata lain. sehingga masa ini dikenal sebagai masa gelap. Sedangkan Thomas Aquinas sebagai seorang rohaniwan Katolik telah meletakkan perbedaan secara tegas antara hukum-hukum yang berasal dari wahyu Lihat Lili Rasjidi. Oleh karena itu.

. Cit.. hukum yang dijangkau akal budi manusia (Lex Divina). Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Modern Pada zaman ini para filsuf telah meletakkan dasar bagi hukum yang mandiri. J. berdirinya negara-negara baru. Rousseau (17121778). lahirnya segala macam ilmu baru. Francis Bacon (1561-1626). Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Sekarang 4 Lihat Theo Huijbers. Wolf (1679-1754). John Locke (1632-1704). Hk. dan sebagainya. Terlepasnya alam pikiran manusia dari ikatan-ikatan keagamaan menandai lahirnya zaman ini. Tokoh-tokoh yang berperan sangat penting pada abad pertengahan ini. 3. Demikian juga terhadap dunia pemikiran hukum. Thomasius (1655-1728). perkembangan teknologi yang sangat pesat. Samuel Pufendorf (1632-1694).J. yang terlepas sama sekali dari hukum abadi yang berasal dari Tuhan.Doc. Zaman modern ini juga disebut Renaissance. 4. Pandangan ini jelas dikumandangkan oleh para penganut hukum alam yang rasionalistis dan para penganut faham positivisme hukum. hukum yang berdasarkan akal budi manusia (Lex Naturalis)./Modul/Fils. George Berkeley (1685-1753). ditemukannya dunia-dunia baru. Op. Montesquieu (1689-1755). rasio manusia tidak lagi dapat dilihat sebagai penjelmaan dari rasio Tuhan. Thomas Hobbes (1588-1679). halaman 39.4 Pembagian hukum atas keempat jenis hukum yang dilakukan oleh Thomas Aquinas nantinya akan dibahas dalam pelbagai aliran filsafat hukum pada bagian lain dari tulisan ini. Rasio manusia ini dipandang sebagai satu-satunya sumber hukum. Tentu saja zaman Renaissance membawa dampak perubahan yang tajam dalam segi kehidupan manusia. David Hume (17111776). dan Immanuel Kant (1724-1804). Narotama Surabaya/V/2005 18 Tuhan (Lex Aeterna). dan hukum positif (Lex Positivis). antara lain: William Occam (1290-1350)./Univ. Rene Descartes (1596-1650). sehingga rasio manusia sama sekali terlepas dari ketertiban ketuhanan.

Menurut teori dialektika Hagel. artinya setiap pengertian mengandung lawan dari pengertian itu sendiri. sehingga faktor sejarah juga mendapat perhatian dari para pemikir hukum pada waktu itu. Op.F. . Tritunggal tersebut terdiri dari these-antithese-synthese. Namun. Schelling (1775-1854). Cit. rasio tidak hanya rasio individual melainkan juga rasio Keilahian. yang pada akhirnya dari setiap synthese merupakan titik tolak dari tritunggal yang baru. yang popularitasnya mengalahkah ahli pikir di zamannya./Univ. Perkembangan dari yang ada kepada yang tidak ada atau sebaliknya mengandung katagori yang ketiga. seperti Hobbes. yaitu akan menjadi. setiap fase dalam perkembangan dunia merupakan rentetan dari fase berikutnya. Hegel merupakan tokoh utama dalam idealisme Jerman. Teorinya disebut Dialektika. maka pada zaman sekarang rasionalisme yang berkembang dilengkapi dengan empirisme. Fichte (1762-1814) dan F. Filsafat hukum yang berkembang di zaman modern berbeda dengan filsafat hukum yang berkembang pada zaman modern.J. ia merupakan penerus rasionalisme yang dikembangkan oleh Immanuel Kant. Karl Marx (18181883). halaman 37. seperti Hegel (1770-1831).Doc. aliran ini berkembang pesat pada abad ke-19.W. masih ada beberapa ahli pikir lain. juga von Savigny yang menyatakan bahwa hukum tidak dibuat tetapi tumbuh bersama-sama dengan perkembangan masyarakat. Hk.. Di samping Marx dan Engels. juga von Savigny sebagai pelopor mazhab sejarah. Menurut Hegel. Jika pada zaman modern berkembang rsionalisme.5 Teori dialektika Hegel ini dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: Ada Tidak Ada Negara diktator Negara Anarkhis Ide Menjadi Negara demokratis konstitusional Selain Hegel. seperti Karl Marx dan Engels yang menyatakan bahwa hukum dipandang sebagai pernyataan hidup dalam masyarakat./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 19 Yang dimaksud dengan zaman sekarang dimulai pada abad ke-19. Pandangan Savigny ini telah memasukkan faktor sejarah ke dalam 5 Lili Rasjidi. seperti J.

Mengapa zaman modern dikatakan sebagai zaman Renaissance? Jelaskan! 5. Hobbes Schelling J. Modern Z. Sehingga pandangan dari Savigny melahirkan Mazhab Sejarah.. Jelaskan teori dialektika Hegel? 6 Darji Darmodiharjo & Shidarta. Bacon Wolf Montesquieu J.6 Dari beberapa fase perkembangan filsafat hukum yang diawali sejak zaman Yunani (Kuno) dapat digambarkan dalam suatu ikhtisar berikut ini: Z.Doc. Locke von Savigny G. Di mana letak pengaruh pemikiran filsuf zaman Yunani terhadap pemikiran para filsuf di zaman pertengahan? Bagaimana pula Thomas Aquinas membagi hukum? 4. Op. Mengapa kaum Sofis (Anaximander. dan Parmenides) berpendapat untuk dapat menciptakan keteraturan dan keadilan diperlukan nomos yang bersumber pada logos (rasio)? 2. Rousseau Immanuel Kant 5. halaman 82./Modul/Fils. Hk. Herakleitos. Descartes Fichte T. Narotama Surabaya/V/2005 20 pemikiran hukum yang selanjutnya melahirkan pandangan relatif terhadap hukum. Occam Hegel R. Hume F. Mengapa Hegel dikatakan sebagai penerus Immanuel Kant? 6. Latihan Soal 1. Mengapa Socrates tidak percaya terhadap kebenaran subjektif sebagaimana dikemukakan oleh kaum Sofis? 3. Pertengahan Z. Berkeley D. Cit.J./Univ. Sekarang Masa Gelap Anaximander Herakleitos Parmenides Socrates Plato Aristoteles Augustinus Thomas Aquino W. . Yunani (Kuno) Z.

Doc./Modul/Fils. Bandung. Gramedia Pustaka Utama. Theo. . Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Penerbit Kanisius. 1993. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Citra Aditya Bakti. Hk. Penerbit PT. Jakarta. Darji & Shidarta. 1990. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Huijbers. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Narotama Surabaya/V/2005 21 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. 1995. Penerbit PT. Rasjidi. Lili. Yogyakarta./Univ.

c./Modul/Fils.G. Legal Positivism. Hk. e. d. yaitu: a. antara lain F. Neo Kantian and Kelsenian Ethical Jurisprudence. Penerbit PT. Mahasiswa dapat membandingkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. 1990. g. Aliran Sejarah. 1 . Northrop dan Lili Rasjidi. Naturalistic Jurisprudence. Functional Anthropological or Sociological Jurisprudence. Aliran Sociological Jurisprudence. Aliran Legal Realism./Univ. Berbagai Aliran Dalam Filsafat Hukum dan Perbedaannya Dalam filsafat hukum dikenal pembagian pelbagai aliran atau mazhab. Aliran Hukum Alam. 1. halaman 26-27.S. 2. Lili Rasjidi. Citra Aditya Bakti Bandung. d. Narotama Surabaya/V/2005 22 BAB III ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: 1. Aliran Utilitarianisme. Mahasiswa dapat memahami berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. yang dikemukakan oleh beberapa orang sarjana. Tujuan Instruksional Khusus: 1. e.Doc. f. yaitu: a.1 Northrop membagi aliran atau madzhab filsafat hukum ke dalam 5 (lima) aliran. c. Aliran Hukum Positif. Mahasiswa dapat menyebutkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. Alian Positivisme. b. b. Pragmatic Legal Realism.

Sociological Jurisprudence. Aliran Positivisme. c. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Aliran Hukum Positif: 1) Analitis. Hk. i. g. Aliran Sosiologi Hukum. 2 . Aliran Sejarah. Semarang. Pragmatic Legal Realism. Universitas Diponegoro. h./Modul/Fils. Aliran Utilitarianisme. yaitu Soehardjo Sastrosoehardjo yang membagi filsafat hukum ke dalam 9 (sembilan) aliran atau madzhab. Aliran Ajaran Hukum Umum. Aliran Hukum Kodrat/Hukum Alam.Doc. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. masing-masing: a. f. yaitu:2 a. 1997. f. Aliran Idealisme Transendental (Kantianisme). Aliran Hukum Bebas. d. Aliran Neo Kantianisme. Aliran Realisme Hukum. Soehardjo Sastrosoehardjo. e. b. halaman 1. Narotama Surabaya/V/2005 23 Sedangkan Lili Rasjidi membagi aliran/madzhab filsafat hukum ke dalam 6 (enam) aliran besar. d. karena memang tergantung pada penafsiran masing-masing orang dalam memilah-milahkan aliran dalam filsafat hukum. c. Aliran Hukum Alam: 1) Yang Irrasional. 2) Yang Rasional. Madzhab Sejarah. Selain kedua orang tokoh tersebut ada juga sarjana lain./Univ. Ketiga sarjana tersebut dalam membagi-bagi aliran dalam filsafat hukum tidak sama. b. e. 2) Murni.

Daante. inilah yang dikenal sebagai hukum alam dan merupakan penjelmaan dari rasio manusia.3 Gagasan mengenai hukum alam didasarkan pada asumsi bahwa melalui penalaran. Jakarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. aliran ini timbul karena kegagalan manusia dalam mencari keadilan yang absolut. c) Lex Naaturalis.Doc. seorang guru besar imu hukum dari Universitas Padjadjaran. yaitu: a) Lex Aeterna. Aliran hukum alam ini dibagi menjadi 2 (dua). Bandung dengan penjelasan sebagai berikut: a. halaman 102. Pendukung aliran ini antara lain: Thomas Aquinas (Aquino). Marsilius Padua. Hk. dan John Wyclife. Menurut Friedman./Univ. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. yaitu: 1) Irrasional: Aliran ini berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi bersumber dari Tuhan secara langsung. Penerbit PT. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. Hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia. Thomas Aquinas membagi hukum ke dalam 4 golongan. Narotama Surabaya/V/2005 24 Dalam tulisan ini. bagia dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya./Modul/Fils. hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh Darji Darmodiharjo & Shidarta. 1995. merupakan rasio Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari segala hukum. d) Lex Posistivis. penulis menggunakan pembagian aliran/madzhab filsafat hukum menurut pendapat dari Lili Rasjidi. 3 . John Salisbury. Piere Dubois. sehingga hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku secara universal dan abadi. hakikat mahkluk hidup akan dapat diketahui dan pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi tertib sosial serta tertib hukum eksistensi manusia. Gramedia Pustaka Utama. Aliran Hukum Alam: Aliran ini berpendapat bahwa hukum berlaku universal (umum). b) Lex Divina.

buruk atau jahat dan baik atau jujur. antara lain: Hugo de Groot (Grotius). sehingga rasio . Penulis lain. dan Samuel Pufendorf. Pandangan ini muncul setelah zaman Renaissance (pada saat rasio manusia dipandang terlepas dari tertib ketuhanan/lepas dari rasio Tuhan) yang berpendapat bahwa hukum alam muncul dari pikiran (rasio) manusia tentang apa yang baik dan buruk penilaiannya diserahkan kepada kesusilaan (moral) alam. Narotama Surabaya/V/2005 25 keadaan dunia. c) Hukum yang juga bersumber dari prinsip-prinsip alam tetapi dapat diubah oleh penguasa. aliran ini mengatakan bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi adalah rasio manusia. Tuhan adalah pencipta hukum alam yang berlaku di semua tempat dan waktu. William Occam dari Inggris mengemukakn adanya hirarkis hukum. sedang selebihnya adalah hasil dari akal (rasio) manusia./Univ. manusia yang bersusila dalam pergaulan hidupnya diatur oleh suatu peraturan umum yang harus memuat unsusr-unsur kemauan dan akal. dengan penjelasan sebagai berikut: a) Hukum Universal. sehingga manusia dapat membedakan antara yang adil dan tidak adil./Modul/Fils. Christian Thomasius. Berdasarkan akalnya manusia dapat menerima hukum alam tersebut. Occam juga berpendapat bahwa hukum identik dengan kehendak mutlak Tuhan Sementara itu Fransisco Suarez dari Spanyol berpendapat demikian.Doc. ia menekankan adanya peranan rasio manusia dalam garis depan. b) Apa yang disebut sebagai hukum yang mengikat masyarakat berasal dari alam. Hk. 1) Rasional: Sebaliknya. Hukum ini diwujudkan ke dalam kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia. yaitu hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang bersumber dari rasio alam. Tokoh-tokohnya. Immanuel Kant. Hukum alam yang dapat diterima oleh manusia adalah sebagian saja. Pendasar hukum alam yang rasional adalah Hugo de Groot (Grotius).

Ajaran Kant tersebut ada korelasinya dengan tiga macam aspek jiwa manusia. .. tidak dogmatis (trancendental). yaitu cipta. Dan hukum berfungsi untuk menciptakan situasi kondisi guna mendukung perjuangan tersebut. yaitu: Kritik Akal Budi Manusia (kritik der reinen Vernunft yang terkait dengan persepsi). Hakekat manusia (homo noumenon) tidak terletak pada akalnya. Kritik Daya Adirasa (kritik der Urteilskraft yang terkait dengan estetika dan harmoni)./Modul/Fils. Hk. lawan dari filsafat dogmatis. tetapi justru pada manusia ideala berkepribadian humanistis. Katagori imperatif Kant mewajibkan semua anggota masyarakat tetap mentaati hukum positif negara sekalipun di dalam hukum terebut terdapat 4 Soehardjo Sastrosoehardjo. Tokoh penting lainnya dalam aliran ini ialah Immanuel Kant.Doc. Filsafat dari Kant dikenal sebagai filsafat kritis. halaman 12. dan karsa (thinking. Hakekat hukum bagi Kant adalah bahwa hukum itu merupakan keseluruhan kondisi-kondisi di mana kehendak sendiri dari seseorang dapat digabungkan dengan kehendak orang lain di bawah hukum kebebasan umum yang meliputi kesemuanya. Kritik Akal Budi Praktis (kritik der praktischen Vernunft yang terkait dengan moralitas). Ajaran Kant dimuat dalam tiga buah karya besar. tetapi pada kebebasan jiwa susila manusia yang mampu secara mandiri menciptakan hukum kesusilaan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. Salah satu karya Kant yang berjudul Metaphysische Anfangsgruende der Rechtslehre (Dasar Permulaan Metafisika Ajaran Hukum merupakan bagian dari karyanya yang berjudul Metaphysik der Sitten) pokok pikirannya ialah bahwa manusia menurut darma kesusilaannya mempunyai hak untuk berjuang bagi kebebasan lahiriahnya untuk menghadirkan dan melaksanakan kesusilaan./Univ.4 Metode kritis tidak skeptis. Oleh karena itu rasio manusialah sebagai satu-satunya sumber hukum. rasa. and feeling). Op. Cit. volition. Narotama Surabaya/V/2005 26 manusia sama sekali terlepas dari Tuhan. Yang penting bukan manusia ideal berilmu atau ilmuwan. beserta corak berfikir yang bersifat teoritis keilmuan alamiah (natuurweten schappelijke denkwijze).

dan apa yang nyata adalah menurut nalar (Was vernunftig ist. What is reasonable is real. penampilan dan esensinya juga dikuasai oleh hukum dialektika. das ist vernunftig. yang dikenal dengan ajaran Positivisme Hukum dari John Austin. yaitu Analytical Jurisprudence. Negara merupakan perwujudan jiwa mutlak. telah berkembang suatu pemikiran dalam ilmu hukum yang disebut dengan Legisme yang memandang tidak ada hukum di luar undangundang. seluruh kenyataan kodrat alam dan kejiwaan merupakan proses perkembangan sejarah secara dialektis dari roh/cita/spirit mutlak yang senantiasa maju dan berkembang. Jiwa mutlak mengandung dan mencakup seluruh tahap-tahap perkembangan sebelumnya jadi merupakan permulaan dan kelahiran segala sesuatu. and what is real is reasonable). san sintesa yang berlangsung secara berulang-ulang dan terus-menerus. Yang dijadikan motto oleh Hegel ialah: Apa yang nyata menurut nalar adalah nyata. di sini sudah terdapat larangan mutlak bagi perilaku yang tergolong melawan penguasa negara. demikan juga dengan hukum. berkembang bentuk yang agak lain. yaitu: a) Hukum yang diciptakan oleh Tuhan untuk manusia. Jadi. Bagi Hegel. Pertumbuhan dan perkembangan dialektis melalui tesa. Narotama Surabaya/V/2005 27 unsur-unsur yang bertentangan dengan dasar-dasar kemanusiaan. 1) Analitis Pemikiran ini berkembang di Inggris namun sedikit ada perbedaan dari tempat asal kelahiran Legisme di Jerman. das ist wirklich ist. . Filsafat hukum dalam bentuk maupun isinya. Hk. Di Inggris.Doc. antitesa. Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah Hegel dari Jerman. Austin membagi hukum atas 2 hal. Aliran Hukum Positif Sebelum aliran ini lahir. Tidak ada antimoni antara nalar/akal dengan kenyataan atau realitas. sehingga dengan katagori imperatif ini ajaran dari Immanuel Kant juga dapat digolongkan ke dalam aliran positivisme./Modul/Fils. Pendapat Kant ini diikuti oleh Fichte yang mengatakan bahwa hukum alam itu bersumber dari rasio manusia. dalam hal ini satu-satunya sumber hukum adalah undang-undang./Univ. b.

Ajaran tersebut dikenal dengan nama Reine Rechtslehre atau ajaran hukum murni. dalam hukum yang nyata pada point pertama. sanksi. contoh hak wali terhadap perwaliannya. Hukum dalam arti yang tidak sebenarnya. Jenis ini disebut sebagai hukum positif yang terdiri dari hukum yang dibuat penguasa. peraturan pemerintah. Adapun pokok-pokok ajaran Kelsen adalah sebagai berikut: . dan sebagainya. sejarah. walaupun Kelsen mengemukakan adanya asas-asas hukum umum sebagaimana tercermin dalam Grundnorm/Ursprungnormnya. etika./Modul/Fils. yang terdiri dari: hukum dalam arti yang sebenarnya. Ajaran Kelsen juga dapat dikatakan mewakili aliran positivisme kritis (aliran Wina). karena pandangan-pandangannya tidak jauh berbeda dengan ajaran Auistin./Univ. Perbedaannya terletak pada penggunaan hukum alam. kewajiban. Hans Kelsen seorang Neo Kantian. Ilmu (hukum) adalah susunan formal tata urutan/hirarki norma-norma. hukum yang dibuat atau disusun rakyat secara individuil yang dipergunakan untuk melaksanakan hakhaknya. Sedang Hans Kelsen secara tegas mengatakan tidak menganut berlakunya suatu hukum alam. Stanmmler masih menerima dan menganut berlakunya suatu hukum alam walaupun ajaran hukum alamnya dibatasi oleh ruang dan waktu. dan kedaulatan. Sehingga ketentuan yang tidak memenuhi keempat unsur tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hukum. namun pemikirannya sedikit berbeda apabila dibandingkan dengan Rudolf Stammler. seperti: undang-undang. Menurut Austin. Menurut ajaran tersebut. contoh: ketentuan-ketentuan dalam organisasi atau perkumpulan-perkumpulan. karena hal-hal ini oleh Kelsen dianggap tidak ilmiah. dalam arti hukum yang tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum. 2) Murni Ajaran hukum murni dikatagorikan ke dalam aliran positivisme. dan sebagainya. Hk. di dalamnya terkandung perintah. sosiologi. Idealisme hukum ditolak sama sekali.Doc. hukum harus dibersihkan dari dan/atau tidak boleh dicampuri oleh politik. Narotama Surabaya/V/2005 28 b) Hukum yang disusun dan dibuat oleh manusia.

yang sekaligus berfungsi sebagai penjelasan atau pembenaran ilmiah bahwa keseluruhan norma- 5 Bandingkan dengan Lili Rasjidi. . Fungsi hukum tersebut bukan dalam arti hukum kodrat./Modul/Fils. masalah cipta. Teori konkretisasi hukum menganggap suatu sistem hukum sebagai atau susunan yang piramidal.5 yang kemudian diambil alih oleh Hans Kelsen. Cit. yaitu dalil yang secara transendental menentukan bahwa norma dasar terakhir/tertinggi secara logis harus ada lebih dahulu. demikian seterusnya hingga sampai pada suatu Grundnorm. Kekuatan berlakunya hukum tertentu tergantung pada norma hukum yang lebih tinggi. tetapi tidak menentukan apakah norma dasar itu baik atau tidak. Fungsi teori hukum ilah menjelaskan hubungan antara norma-norma dasar dan norma-norma lebih rendah dari hukum. seorang murid dari Rudolf von Jhering. b) Teori filsaft hukum adalah ilmu.Doc. e) Teori hukum adalah formal. Hk. teori tentang ara atau jalannya mengatur perubahan-perubahan dalam hukum secara khusus. bukan karsa dan rasa. Stufentheorie diciptakan pertama kali oleh Adolf Merkl (1836-1896). bukan masalah apa yang dikehendaki. bukan ilmu ke-alaman (natuurwetenschap) yang dikuasai oleh hukum kausalitas. Yang disebut belakangan adalah tugas ilmum politik. c) Hukum adalah ilmu normatif. tetapi sebagai suatu Transcendental Logische Voraussetzung.. etiika atau agama. halaman 43. d) Teori/filsafat hukum adalah teori yang tidak bersangkut paut dengan kegunaaan atau efektivitas norma-norma hukum./Univ. Op. f) Hubungan kedudukan antara tori hukum dengan sistem hukum positif tertentu adalah hubungan antara hukum yang serba mungkin dan hukum yang senyatanya. Narotama Surabaya/V/2005 29 a) Tujuan teori ilmu hukum sama halnya dengan ilmu-ulmu yang lain adalah meringkas dan merumuskan bahan-bahan yang serba kacau dan keserbanekaragaman menjadi sesuatu yang serasi. yang berfungsi sebagai dasar terakhir/tertinggi bagi berlakunya keseluruhan hukum positif yang bersangkutan.

Apabila ilmu hukum meneliti dan mengkaji. Penulis lain bernama Rudolf Stammler (1856-1938) merupakan tokoh kebangkitan kembali filsafat c. Bentham berpendapat bahwa alam memberikan kebahagiaan dan kesusahan. verbinden. meneliti secara transendental kritis (metode yang berasal dari Kant) bentuk-bentuk kesadaran manusia hingga menerobos sampai pada landasan/dasar transendental logis penghayatan hukum yang berujud hakekat pengertian hukum. Hakekat pengertian hukum atau pengertian hukum yang transendental ini mempunyai unsur-unsur: kehendak/karsa. Narotama Surabaya/V/2005 30 norma c. maka tugas dan fungsi filsafat hukum ialah dengan abstraksi bahan-bahan variabel tersebut. yaitu hukum kodrat yang senantiasa berubah yang mengajarkan bahwa filsafat hukum adalah ilmu/ajaran tentang hukum yang adil (die lehre vom richtigen recht). tidak termasuk pengertian hukum tetapi tergolong pada cita hukum.q. kekuasaan hukum. Asasasas hukum umum yang menentukan kebaikan isi atuan hukum. Pengertian dasar atau kategori hukum itu berupa metode pikiran formil yang adanya tidak ditentukan oleh atau digantungkan pada isi atau aturan hukum. dasar hukum. Hukum yang adil adalah hukum yang memenuhi syarat atau tertentu “social-ideal”.q. John Stuart Mill (1806-1873). Hk.Doc. selbstherrlichkeit unverletzbarkeit). Cita hukum yang sosial ini berfungsi regulatif terhadap sistem hukum positif. dan Rudolf von Jhering (1818-1889). peraturan-peraturan dalam hukum positif yang bersangkutan itu pada hakekatnya merupakan satu kesatuan yang serasi. c. secara positif. dan melawan hukum. Dari hakekat ini lebih lanjut ditarik 8 (delapan) macam kategori hukum. Aliran Utilitarianisme Aliran ini dipelopori oleh Jeremy Bentham (1748-1832). mengikat. yaitu: subjek hukum. menurut hukum (rechtmatigeheid). tidak semata-mata pada bentuk hukumnya./Univ. hubungan hukum. hukum kodrat gaya baru. Manusia selalu berusaha . objek hukum./Modul/Fils. penundukan hukum. berkuasa atas diri dan tidak bisa diganggu (wollen. yakni ujud dari manusia dalam kehidupan masyarakat yang memiliki kehendak bebas (Gemeinschaft frei wollender Menschen).

Kebaikan adalah kebahagiaan dan kejahatan adalah kesusahan.Doc. Mill juga menolak pandangan Kant yang mengajarkan bahwa individu harus bersimpati pada kepentingan umum. jadi merupakan gabungan antara teori yang dikemukakan oleh Bentham. Pada hakekatnya. dengan melukiskannya sebagai pengejaran kesenangan dan menghindari penderitaan tetapi kepentingan individu dijadikan bagian dari tujuan sosial dengan menghubungkan tujuan pribadi seseorang dengan kepentingan-kepentingan orang lain. Pendapat lain dilontarkan Rudolf von Jhering yang menggabungkan antara utilitarianisme yang individual maupun yang sosial./Univ. ia mengikuti Bentham. Hk. Dalam mendefinisikan kepentingan. Bagi Jhering. perasaan individu akan keadilan dapat membuat individu itu menyesal dan ingin membalas dendam kepada tiap yang tidak menyenangkannya. ajaran Bentham dikenal sebagai utilitarianisme yang individual. untuk memelihara kegunaan. Mill. Dengan kata lain. Keberadaan hukum diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan kepentingan individu dalam mengejar kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Kemudian Mill lalu menganalisis hubungan antara kegunaan dan keadilan. tujuan hukum adalah untuk melindungi kepentingankepentingan. Narotama Surabaya/V/2005 31 memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi kesusahannya. dan positivisme hukum dari John Austin. karena Jhering dikenal sebagai pandangan utilitarianisme yang bersifat sosial. jikas tidak demikian. maka akan terjadi homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain)./Modul/Fils. Ia menyatakan bahwa tujuan manusia ialah kebahagiaan. untuk itu perlu ada batasan yang diwujudkan dalam hukum. Aliran Sejarah Tokoh-tokohnya antara lain Friedrich Carl von Savigny (1778-1861) dan Puchta (1789-1846). Oleh karena itu. Tugas hukum adalah memelihara kebaikan dan mencegah kejahatan. Sebagian dari pokok ajarannya ialah bahwa hukum itu tidak . Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah John Stuart Mill yang lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan psikologis. d. Manusia berusaha memperoleh kebahagiaan melalui hal-hal yang membangkitkan nafsunya.

termasuk penganut aliran sejarah dan sebagai murid von Savigny berpendapat bahwa hukum dapat berbentuk: 1) Langsung. es wachst mit dem volke vort. tetapi pada hakekatnya lahir dan tumbuh dari dan dengan rakyat./Modul/Fils. Tantangan von Savigny terhadap kodifikasi Perancis itu telah menyebabkan hampir satu abad lamanya Jerman tidak memiliki kodifikasi hukum perdata. Von Savigny berkeinginan agar hukum Jerman itu berkembang menjadi hukum nasional Jerman. Hk. tetap saja perlu ada yang menyusunnya kembali untuk diproses menjadi bentuk hukum. 2) Tidak selamanya peraturan perundang-undangan timbul begitu saja. karena dalam kenyataannya banyak ketentuan mengenai serikat kerja di Inggris yang tidak akan terbentuk tanpa perjuangan keras. Sumber hukum intinya adalah hukum kebiasaan adalah volksgeist jiwa bangsa atau jiwa rakyat. Narotama Surabaya/V/2005 32 dibuat.Doc. Tulisan von Savigny sebenarnya merupakan reaksi langsung terhadap Thibaut . manakala rakyat kehilangan kepribadiannya (das recht wirdnicht gemacht./Univ. Banyak bangsa yang dengan sadar mengambil alih Hukum Romawi dan mendapat pengaruh dari Hukum Perancis. 4) Dalam banyak kasus peniruan memainkan peranan yang lebih besar daripada yang diakui oleh penganut Mazhab Sejarah. und strirbt endlich ab sowie das volk seineen eigentuum lichkeit verliert). . karena walaupun volksgeist itu dapat menjadi bahan kasarnya. namun ia akan mati. berkembang bersama dengan rakyat. berupa adat-istiadat. Pengaruh pandangan von Savigny juga terasa sampai jauh ke luar batas negeri Jerman. di samping itu juga hendak memberi tempat yang terhormat bagi hukum rakyat Jerman yang asli di negara Jerman sendiri. Paton memberikan sejumlah catatan terhadap pemikiran Savigny sebagai berikut: 1) Jangan sampai kepentingan dari golongan masyarakat tertentu dinyatakan sebagai volksgeist dari masyarakat secara keseluruhannya. bilden sich aus mit diesem. Sedang Puchta. 3) Jangan sampai peranan hakim dan ahli hukum lainnya tidak mendapat perhatian.

sedangkan “bangsa alam” memiliki hukum sebagai keyakinan belaka. Adapun yang memiliki hukum yang sah hanyalah bangsa dalam pengertian nasional (negara). Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Lebih lanjut. 3) Melalui ilmu hukum dalam bentuk karya para ahli hukum. keyakinan hukum yang hidup dalam jiwa bangsa harus disahkan melalui kehendak umum masyarakat yang terorganisasi dalam negara. Menurut Puchta. Puchta membedakan pengertian “bangsa” ke dalam dua jenis. 1993. yakni praktik hukum dalam adat-istiadat bangsa dan pengolahan ilmiah hukum oleh ahli-ahli hukum. Puchta mengutamakan pembentukan hukum dalam negara sedemikian rupa. yaitu bangsa dalam pengertian etnis yang disebut “bangsa alam” dan bangsa dalam arti nasional sebagai kesatuan organis yang membentuk satu negara. 6 . halaman 120-121. Aliran Sociological Jurisprudence Theo Huijbers.6 Buku Puchta yang terkenal berjudul Gewohnheitsrecht. Dengan adanya pemikiran dan pandangan puchta yang demikian ini. Narotama Surabaya/V/2005 33 2) Melalui undang-undang. tanpa menghiraukan apa yang hidup dalam jiwa orang dan dipraktikkan sebagai adatistiadat. Di lain pihak. Sama halnya dengan pengolahan hukum oleh kaum Yuris. Adat-istadat bangsa hanya berlaku sebagai hukum sesudah disahkan oleh negara. Namun ketika pembentukan hukum tersebut masih berhubungan erat dengan jiwa bangsa (volksgeist) yang bersangkutan. pikiran-pikiran mereka tentang hukum memerlukan pengesahan negara supaya berlaku sebagai hukum. e. yang berkuasa dalam negara tidak membutuhkan dukungan apapun. sehingga akhirnya tidak ada tempat lagi bagi sumber-sumber hukum lainnya./Univ./Modul/Fils.Doc. Negera mengesahkan hukum itu dengan membentuk undang-undang. Ia berhak membentuk undang-undang tanpa bantuan kaum yuris. menurut Theo Huijbers dikatakan tidak jauh berbeda dengan Teori Absolutisme negara dan Positivisme Yuridis. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Hk.

atau secara konkritnya lebih memikirkan keseimbangan 7 Lili Rasjidi. 7 Kata “sesuai” diartikan sebagai hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat. antara lain: Roscoe Pound. Primat logika dalam hukum digantikan dengan primat “pengkajian dan penilaian terhadap kehidupan manusia (Lebens forschung und Lebens bewertung). Aliran ini berkembang di Amerika. . yaitu pengaruh hukum terhadap masyarakat. cara pendekatannya bertolak dari hukum kepada masyarakat.Doc. sedang Sociological Jurisprudence merupakan suatu mazhab dalam filsafat hukum yang mempelajari pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat dan sebaliknya. Sociological jurisprudence. Dari 2 (dua) hal tersebut di atas (sociological jurisprudence dan sosiologi hukum) dapat dibedakan cara pendekatannya./Univ. Keadilan adalah lambang usaha penyerasian yang harmonis dan tidak memihak dalam mengupayakan kepentingan anggota masyarakat yang bersangkutan. halaman 47. Aliran Sociological Jurisprudence berbeda dengan Sosiologi Hukum. sedang sosiologi hukum cara pendekatannya bertolak dari masyarakat kepada hukum.. Narotama Surabaya/V/2005 34 Pendasar aliran ini. Dengan rasio demikian. Cit. Roscoe Pound menganggap bahwa hukum sebagai alat rekayasa sosial (Law as a tool of social engineering and social controle) yang bertujuan menciptakan harmoni dan keserasian agar secara optimal dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat. pada intinya aliran ini hendak mengatakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. Gurvitch dan lain-lain. Kontorowics. Op. Sosiologi hukum sebagai cabang sosiologi yang mempelajari pengaruh masyarakat kepada hukum dan dan sejauh mana gejala-gejala yang ada dalam masyarakat dapat mempengaruhi hukum di samping juga diselidiki juga pengaruh sebaliknya. Benjamin Cardozo. Hk. Pendapat/pandangan dari Roscoe Pound ini banyak persamaannya dengan aliran Interessen Jurisprudence. Untuk kepentingan yang ideal itu diperlukan kekuatan paksa yang dilakukan oleh penguasa negara./Modul/Fils. Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mempelajari hukum sebagai gejala sosial. Eugen Ehrlich.

f. Maksudnya. 2) Realisme adalah suatu konsep mengenai hukum yang berubah-ubah dan sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial. Gray. Sementara itu. Pragmatic Legal Realism Salah seorang sarjana bernama Friedman membahas aliran ini dalam kaitannya sebagai salah satu subaliran dari positivisme hukum. Yang menjadi unsur-unsur kekal dalam hukum itu hanyalah pernyataan-pernyataan akal yang terdiri dari atas pengalaman dan diuji oleh pengalaman. Hal ini disebabkan oleh pendapat atau pandangan Roscoe Pound yang mengatakan bahwa hukum itu adalah a tool of social engineering. Hanya hukum yang sanggup menghadapi ujian akal agar dapat hidup terus. Oliver Wendell Holmes. maka tiap bagiannya harus . yang diumumkan dengan wibawa oleh badan-badan yang membuat undangundang atau mensahkan undang-undang dalam masyarakat yang berorganisasi politik dibantu oleh kekuasaan masyarakat itu. Realisme adalah suatu gerakan dalam cara berpikir dan cara bekerja tentang hukum./Univ. Pendasar mazhab/aliran ini ialah John Chipman. Narotama Surabaya/V/2005 35 kepentingan-kepentingan (balancing of interest. Hukum adalah pengalaman yang diatur dan dikembangkan oleh akal. kedua liran tersebut ada kebenarannya.Doc. William James dan sebagainya. Sebab. Hk. Pengalaman dikembangkan oleh akal dan akal diuji oleh pengalaman ./Modul/Fils. Roscoe Pound juga berpendapat bahwa living law merupakan synthese dari these positivisme hukum dan antithese mazhab sejarah. Jerome Frank. Friedman juga berpendapat bahwa Roscoe Pound juga dapat digolongkan ke dalam Pragmatic Legal Realism di samping masuk ke dalam Sociological Jurisprudence. Karl Llewellyn. Tidak ada sesuatu yang dapat bertahan sendiri di dalam sistem hukum. private as well as public interest). pangkal pikir dari aliran ini bersumber pada pentingnya rasio atau akal sebagai sumber hukum. Llewellyn berpendapat bahwa Pragmatic Legal Realism bukan aliran tapi suatu gerakan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1) Realisme bukanlah suatu aliran/mazhab.

maka hendaknya diperhatikan adanya nilai-nilai dan observasi terhadap nilai-nilai itu haruslah seumum mungkin dan tidak boleh dipenuhi oleh kehendak observer maupun tujuan-tujuan kesusilaan. Hal ini berarti bahwa keadaan sosial lebih cepat mengalami perubahan daripada hukum. 3) Realisme mendasarkan ajarannya atas pemisahan sementara antara sollen dan sein untuk keperluan suatu penyelidikan agar penyelidikan itu mempunyai tujuan. 3) Menggantikan katagori-katagori hukum yang bersifat umum dengan hubungan-hubungan khsusus dari keadaan-keadaan yang nyata. Untuk itu dirumuskan definisidefinisi dalam peraturan-peraturan yang merupakan ramalan umum tentang apa yang akan dikerjakan oelh pengadilan-pengadilan.Doc. Hk. 2) Mengadakan perbedaan antara peraturan-peraturan dengan memperhatikan relativitas makna peraturan-peraturan tersebut. 4) Cara pendekatan seperti tersebut di atas mencakup juga penyelidikan tentang faktor-faktor/unsur-unsur yang bersifat perseornagan maupun umum dengan penelitian atas kepribadian sang hakim dengan disertai data- . Narotama Surabaya/V/2005 36 diselidiki mengenai tujuan maupun hasilnya. 4) Realisme telah mendasarkan pada konsep-konsep hukum tradisional oleh karena realisme bermaksud melukiskan apa yang sebenarnya oleh pengadilan-pengadilan dan orang-orangnya. 5) Gerakan realisme menekankan pada perkembangan setiap bagian hukum haruslah diperhatikan dengan seksama mengenai akibatnya. Sesuai dengan keyakinan ini./Univ./Modul/Fils. maka realisme menciptakan penggolongan-penggolongan perkara dan keadaan-keadaan hukum yang lebih kecil jumlahnya daripada jumlah penggolongan-penggolongan yang ada pada masa lampau. Pendekatan yang harus dilakukan oleh gerakan realisme untuk mewujudkan program tersebut di atas telah digariskan sebagai berikut: 1) Keterampilan diperlukan bagi seseorang dalam memberikan argumentasinya yang logis atas putusan-putusan yang telah diambilnya bukan hanya sekedar argumen-argumen yang diajukan oleh ahli hukum yang nilainya tidak berbobot.

sedang “Law in the modern mind” berasal dari Jerome Frank. Walaupun istilah realisme sering dipergunakan untuk gerakan cara berfikir di Skandinavia akan tetapi persamaan nama dengan gerakan cara berfikir di Amerika Serikat. yakni Roscoe Pound dan benjamin Cardozo dalam bukunya yang berjudul “The nature of the juridical process” mengambil pendirian yang lebih moderat. di samping faktor-faktor lain.Doc. hukum dapat dibagi menjadi dua. Bagian I. “The path of Law” berasal dari Holmes./Univ. simpati maupun antipati pribadi (Frank). prasangka politis. yaitu hukum yang senyatanya dan hukum yang mungkin (actual law and probable law). para sarjana hukum modern mengembangkan cara berfikir tentang hukum yang memiliki ciri khas ala Skandinavia yang tidak ada persamaannya di negara-negara lain. Filsafat Hukum. Sifat normatif hukum agak dikesampingkan. Penerbit PT. Narotama Surabaya/V/2005 37 data statistik tentang ramalan-ramalan apa yang akan diperbuat oloeh pengadilan dan lain-lain. 1997. Pradnya Paramita. yaitu: 1) Aliran Realisme Hukum Amerika Tokoh-tokohnya adalah Oliver Wendell Holmes dan Jerome Frank. Peraturan-peraturan hukum dan asas-asas hukum tidak lain adalah semacam stimuli yang mempengaruhi perilaku hakim yang dapat dilihat dalam putusan-putusan hakim. hanyalah sebatas persamaan nama saja. yakni wawasan sosiologis. dan moril. 2) Aliran Realisme Skandinavia Di Skandinavia. Realisme Skandinavia adalah dasar-dasar filsafat yang memberikan kritik-kritik terhadap dasar-dasar metafisika hukum (Skandinavian Soetiksno. Bagi Frank. Hukum pada hakekatnya adalah berupa pola perilaku/tindakan (pattern of behaviour) nyata dari hakim dan petugas/pejabat hukum (law officials) lainnya. halaman 77. yakni. Terhadap sikap yang agak ekstrim dari kedua tokoh tersebut./Modul/Fils. 8 .8 Mengenai aliran Pragmatic Legal Realism yang berkembang pada waktu itu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam. ekonomis. Hk. Pendorong utama perilaku Hakim atau pejabat-pejabat hukum segarusnya berpijak pada moral positif dan kemaslahatan masyarakat (social advanrage). Jakarta.

/Univ. Adanya persamaan cara pendekatan antara penganut-penganut gerakan relaisme Skandinavia diusebabkan oleh pengaruh dari Axel Hagestrom terhadap tokoh-tokoh gerakan realisme Skandinavia pada waktu itu. Gerakan ini menolak cara pendekatan yang dipergunakan oleh kaum realis Amerika Serikat yang mempunyai nilai rendah. yaitu Oliverscrona. Mengenai nilai-nilai hukum gerakan realisme Skandinaviamempunyai pendirian yang sama dengan filsafat relativisme. Latihan Soal 9 Ibid. Dalam caranya memberi kritik dan pengupasan prinsip-prinsip pertama yang seringkali sangat abstrak. grakan realis mempunyai ciri-ciri yang mirip sekali dengan ciri-ciri Filsafat Hukum Eropa. Menurut Hargerstrom dan kawan-kawan. Menureut Friedman. mereka menolak pendirian yang mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan tentang hukum dapat disalurkan secara memaksa dari prinsip-prinsip tentang keadilan yang tidak adapat diubah. halaman 86. 2. . pengertian-pengertian tersebut adalah semacam satu pengertian gaib yang dipergunakan mereka untuk memberi dasar hukum pada kemahakuasaan orang-orang yang memegang perintah negara. dan cara mereka membuktikan legitimitas (dasar hukum) kekuasaan negara tersebut menurut Hargerstrom dan kawan-kawan adalah pada dasarnya sama dengan cara-cara yang dipergunakan filsafat hukum kodrat.9 keberadaan realisme Skandinavia telah memberikan sumbangan yang amat besar kepada teori hukum. satu kehendak umum atau kehendak negara (a collective or general will or of the state) oleh ilmu hukum analitis. sekalipun pengaruh Axel tidak sebesar Ross./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 38 realism is essentialy a philosophical critique of the metaphysical foundations law). Hk. Lundstedt. Para ahli hukum tersebut di atas menolak adanya pengertian-pengertian mutlak tentang keadilan yang menguasai dan yang memberi pedoman pada sistem-sistem hukum positif.Doc. yaitu tentang penggunaan pengertian kehendak kolektif..

/Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 39 a. serta sebutkan dan jelaskan ke-4 hukum menurut Thomas Aquinas? c.! f. Adakah perbedaan pendapat antara Karl von Savigny dan Puchta? Jelaskan jawaban Sdr. Mengapa dalam aliran hukum positif timbul aliran analitis dan murni dan bagaimana pula perbedaan yang menonjol antara dua liran tersebut? Jelaskan! d.Doc./Univ. Hk. Siapakah pendasar aliran Utilitarianisme dan bagaimana pula pendapat atau pandangan para ahli hukum penganut aliran Utilitarianisme terhadap hukum? Sebut dan jelaskan! e. Apa yang melatarbelakangi Thomas Aquinas membagi hukum menjadi 4. Mengapa hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia? Jelaskan! b. Ada berapa pandangan realisme hukum? Di manakah pertama kali realisme hukum itu timbul? Jelaskan perbedaannya masing-masing! .

Pradnya Paramita. Penerbit PT. Universitas Diponegoro. Bagian I. Penerbit PT. Hk. Citra Aditya Bakti Bandung. Penerbit PT. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Narotama Surabaya/V/2005 40 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Soetiksno. Semarang. Huijbers./Univ. Rasjidi. 1995. 1997. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Yogyakarta.Doc. Penerbit Kanisius. Jakarta. Lili./Modul/Fils. Soehardjo Sastrosoehardjo. Filsafat Hukum. Theo Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 1993. 1990. Jakarta. halaman. . Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. 1997. Darji & Shidarta. Gramedia Pustaka Utama.

/Univ.) Muhammad radjab. Hk. karena gagasan untuk apa hukum itu terkandung sebagian besarnya di dalam gagasan tentang apa hukum itu. karena hukum merupakan satu kekangan terhadap kebebasan manusia. Menyebutkan dan menjelaskan konsepsi hukum menurut Roscoe Pound. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara tradisional. halaman 28-32. 1. Penerbit Bhratara./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 41 BAB IV PENGERTIAN DAN TUJUAN HUKUM SECARA FILOSOFIS Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 1. (Terj. 1 . Pengantar Filsafat Hukum. 2. Adapun ke-12 konsepsi Pound tentang hukum tersebut terdiri dari:1 Roscoe Pound. dan menunjukkan bahwa seberapa mungkin harruslah sedikit hukum itu. Jakarta. Konsepsi Hukum Menurut Roscoe Pound Roscoe Pound sebagai salah seorang pendasar aliran Sociological Jurisprudence yang tumbuh dan berkembang di Amerika Serikat.Doc. Memahami berbagai pengertian hukum secara filosofis. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara modern. Tujuan Instruksional Khusus: 1. 3. 1996. 2. Memahami berbagai tujuan hukum secara filosofis. memiliki 12 (dua belas) konsepsi tentang hukum. dan kekangan itu walaupun hanya sedikit menuntut pembenaran yang kuat. Kedua belas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Pound tersebut dipergunakan untuk menjelaskan gagasan tentang hak-hak asasi yang sebenarnya berguna untuk menerangkan untuk apa sebenarnya hukum itu. maka satu tinjauan pendek mengenai gagasan tentang sifat hukum dipandang dari pendirian ini akan sangat berguna dalam mepelajari tujuan hukum dari segi filososfis. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya 12 konsepsi Pound tentang hukum.

Pertama. atau jalan kelakuan manusia yang disetujui oleh Tuhan. . terus-menerus dalam ketakutan kalau-kalau ia melanggar sesuatu yang dilarang oleh mahkluk gaib. Kesalahan umum menuntut supaya orang melakukan hanya apa yang diperbolehkan. yang di alam kebiasaan itu dipelihara dan dinyatakan. Demosthenes yang hidup dalam abad kekempat sebelum Masehi dapat melukiskan hukum Athena dengan katakata tadi. yang diturunkan oleh Dewa Matahari setelah selesai disusun. Dengan demikian ia dan orang sekampungnya akan dimarahi oleh mahkluk gaib tersebut. setidaknya jangan melakukan apa yang tidak disenangi oleh dewa-dewa. Sebab manusia primitif. boleh jadi ia akan dianggap sebagai tradisi golongan.Doc. Gagasan ini rapat dengan yang kedua. misalnya undang-undang Nabi Musa. dan melakukan menurut cara yang digariskan oleh kebiasaan yang sudah lama dituruti. Jalan yang selamat. Hukum adalah himpunan perintah yang tradisional akan dicatat. Hk. Bhrigu namanya. Ada satu gagasan tentang hukum sebagai satu tradisi dari kebiasaan lama yang ternyata dapat diterima oleh dewa-dewa dan karena itu menunjukkan jalan yang boleh ditempuh manusia dengan amannya. yakni memahamkan hukum sebagai kebijaksanaan yang dicatat dari para budiman di masa lalu yang telah dipelajari. Narotama Surabaya/V/2005 42 a. Bilamana kita menjumpai sehimpunan hukum primitif yang merupakan tradisi golongan dipunyai oleh satu oligarchi politik. Apabila satu kebiasaan tradisional dari keputusan dan kebiasaan tindakan telah dituliskan dalam kitab undang-undang primitif. yang menganggap dirinya dilingkungi oleh kekuatan gaib di dalam alam yang banyak tingkah dan suka membalas dendam. di depan Manu sendiri dan atas petunjuknya. mungkin dia akan dianggap sebagai hukum. atau undang-undang Manu yang didiktekan kepada para budiman oleh putra Manu. persis seperti sehimpunan tradisi yang sama tetapi dipelihara oleh ulama atau pendeta./Univ. c. atau undang-undang Hammurabi. boleh kita kemukakan gagasan tentang satu kaidah atau sehimpunan kaidah yang diturunkan oleh Tuhan untuk mengatur tindakan manusia./Modul/Fils. b. pasti akan dipandang sebagai yang telah diwahyukan oleh Tuhan.

yang ditujukan kepada mahkluk lain selain manusia. yang sebenarnya merupakan cangkokan dari gagasan kedua dan ketiga tadi. Narotama Surabaya/V/2005 43 d. Setelah diolah oleh ahli-ahli filsafat ini. g. Sudah sewajarnyalah Demosthenes menganjurkan kepada satu juri di Athena. satu gagasan filsafat akan menyokong gagasan politik dan kewajiban moril yang melekat pada suatu janji akan dipergunakan untuk menunjukkan mengapa orang harus menepati persetujuan yang mereka buat di dalam majelis rakyat. ditafsirkan . yang menyatakan sifat benda-benda. dan semuanya dirukunkan dengan memahamkan tradisi dan kebijaksanaan yang tercatat dan perintah bangsa-bangsa yang semata-mata sebagai pernyataan atau pencerminan dari asas-asas yang dicari kepastiannya secara filsafat./Univ./Modul/Fils. Ini adalah suatu pandangan demokratis tentang identifikasi hukum dengan kaidah hukum. Ada satu gagasan mengenai hukum sebagai satu himpunan persetujuan yang dibuat manusia di dalam masyarakat yang diatur secara politik. Demikianlah. dibentuk. dan karena itu manusia harus menyesuaikan kelakuannya dengan sifat benda-benda itu. yang berbeda dengan yang masih dilakukan. Hk. Hukum dipikirkan sebagai satu pencerminan dari akal Illahi yang menguatkan alam semesta ini. harus diukur. dan karena itu dengan pengundangan dekrit dari negara kota yang diperbincangkan di dalam buku Minos dari Plato. Begitulah konsepsi Thomas .Doc. konsepsi yang tersebut tadi kerapkali mendapat bentuk lain. satu pencerminan dari bagian yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai satuan yang berkesusilaan. Hukum dapat dipahamkan sebagai satu sistem asas-asas yang ditemukan secara filasaft. gagasan sarjana hukum Romawi. dan ditambah oleh yang tigta tadi. persetujuan yang mengatur hubungan antara yang seorang dengan yang lainnya. e. f. Sehingga kelima hukum dipandang sebagai satu himpunan penegasan dan pernyataan dari satu undang-undang kesusilaan yang abadi dan tidak berubah-ubah. Sangat mungkin dengan teori serupa itu. dan dari satu teori politik tentang hukum sebagai perintah dari bangsa Romawi.

Satu gagasan yang menganggap hukum sebagai satu sistem pemerintah. Demikianlah dia dicocokkan dengan satu teori politik tentang kedaulatan rakyat yang menurut teori itu. Hukum telah dipahamkan sebagai satu himpunan perintah dari penguasa yang berdaulat di dalam satu masyarakat yang disusun menurut satu sistem kenegaraan. Menurut anggapan pada masa itu. Hk. Rupanya dia sesuai dengan keadaan di sekitar kekuasaan tertinggi Parlemen di tanah Inggris sesudah tahun 1688 dan menjadi teori hukum Inggris yang kolot. maka Institutiones dari Kaisar Justinianus dapat menetapkan bahawa kemauan kaisar mempunyai keuatan satu undang-undang. yang mempunyai penganut banyak sampai abad ke-17 dan semenjak itu masih besar pengaruhnya. atau sebagai pengganti Raja Perancis pada waktu Revolusi Perancis. yang diberikan kepada kemauan orang-orang lain. dan hal in terjadi hampir di sepanjang abad yang lalu. rakyat dianggap sebagai pengganti parlemen untuk memegang kedaulatan pada waktu Revolusi Amerika. telah membagi ksetiaan sarjana hukum kepada teori hukum sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. Dan karena Kaisar memegang kedaulatan rakyat Romawi yang diserahkan kepada baginda. bahwa kemauan tiap manusia perseorangan akan mencapai kebebasan sesempurna mungkin yang sejalan dengan kebebasan serupa itu pula. Gagasan ini yang dianut dalam salah satu bentuk oleh mazhab sejarah./Univ. dan dengan perantaraan ahli-ahli hukum itu masuklah cara berfikir itu ke dalam hukum publik. Narotama Surabaya/V/2005 44 Aquino. i./Modul/Fils. tentang bagaimana orang harus bertindak di dalam masyarakat itu.Doc. dan perintah itu pada tingkat terakhir berdasarkan apa saja yang dianggap terdapat di belakang wewenang dari yang berdaulat. Demikianlah anggapan-anggapan sarjana-sarjana Romawi pada masa republik dan masa klasik mengenai hukum positif. ditemukan oleh pengalaman manusia yang menunjukkan. h. pengalaman manusia yang menemukan prinsip hukum ditentukan dengan sesuatu cara . Cara berfikir serupa itu cocok dengan pikiranpikiran ahli-ahli hukum yang giat menyokong kekuasaan raja dalam memusatkan kerajaan Perancis pada abad ke-16 dan ke-17.

j. k. yang kemudian menghasilkan sistem hukum daru suatu masa dan suatu bangsa yang bersangkutan. Di dalam betuk Positivistis-Analistis. Narotama Surabaya/V/2005 45 yang tak dapat dielakkan lagi. yang ditemukan secara filsafat dan dikembangkan sampai pada perinciannya oleh tulisan-tulisan sarjana hukum dan putusan pengadilan. Ini bukanlah soal daya upaya manusia yang dilakukannya dengan sadar. pikirannya dihadapkan pada perjuangan kelas atau satu perjuangan untuk hidup di lapangan perekonomian. Interpretasi ekonomis dari hukum ini banyak bentuknya. Hukum dipahamkan sebagai sehimpunan atau sistem kaidah yang dipikulkan atas manusia di dalam masyarakat oleh satu kelas yang berkuasa untuk sementara buat memajukan kepentingan kelas itu sendiri. atau pada taraf lain. Cara berfikir ini muncul pada abad ke-19 sesudah ditinggalkan teori hukum alam dalam bentuk yang mempengaruhi pikiran hukum selama dua abad. dengan tulisan dan putusan itu kemauan tiap orang yang bertindak diselaraskan dengan kehendak orang lain./Modul/Fils. dan filsafat diminta untuk memberikan satu terhadap kritik susunan sistematik dan perkembangan detail. pada gilirannya ditentukan oleh kepentingan mereka sendiri. hukum dipandang sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. dan hukum adalah akibat dari pekerjaan tenaga atau hukum yang terlibat atau menentukan perjuangan serupa itu./Univ. Di dalam satu bentuk sosiologis mekanis. tetapi perintah itu seperti yang ditentukan isi ekonomisnya oleh kemauan kelas yang berkuasa. atau oleh kerja-kerja hukum yang biologis atau psikologis atau tentang sifat-sifat jenis bangsa. baik dilakukan dengan sadar maupun tidak sadar. yang dengan perantaraan tulisan dan putusan itu kehidupan lahir manusia diukur oleh akal. Di dalam satu bentuk yang idealistis. satu gagasan tentang kebebasan yang mewujudkan dirinya di dalam pelaksanaan peradilan oleh manusia. Semua bentuk ini terdapat dalam masa .Doc. yang dipikirkannya adalah pengembangan satu gagasan ekonomi yang tak dapat dihindarkan. Hk. Prosesnya ditentukan oleh pengembangan suatu gagasan mengenai hak dan keadilan. Orang menganggap hukum itu sebagai satu sistem asas-asas.

Doc. yang dapat ditemukan oleh pengamatan. Satu bentuk lain menemukan satu kenyataan sosial yang terakhir dengan pengamatan dan mengembangkan kesmpulan yang logis dari kenyataan itu. yang lebih besar kepada teori-teori sosiologi. Teori type ini terdapat pada akhir abad ke-19. dinyatakan dalam perintah yang disempurnakan oleh pengalaman manusia mengenai apa yang akan terpakai dan apa yang tidak terpakai di dalam penyelenggaraan peradilan. halaman 129130. dan bukan lagi dasar metafisik. dan satu percobaan hendak membentuk satu teori tentang pembuatan undang-undang oleh badan legislatif dianggap memberikan uraian tentang semua hukum. Tambahan lagi pada masa undang-undang banyak dibuat peraturan perundang-undangan yang dundangkan mudah dianggap orang sebagai type darimperintah hukum. 2 . yang ditemukan oleh pengamatan. dan orang mulai mencoba menghubungkan ilmu hukum dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Pound membuat penggolongan atas kepentingan-kepentingan yang harus dilindungi oleh hukum sebagai berikut:2 1) Kepentingan Umum (Public Interest). Jakarta. mirip seperti yang dilakukan oleh sarjana hukum metafisika. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 46 peralihan dari stabilitas kematangan hukum ke satu masa pertumbuhan baru. Keduabelas konsepsi tentang hukum tersebut terkait dengan teorinya yang dikenal dengan “Law as a tool of social engineering”. yang lebih dulu menonjol ialah hubungan dengan ilmu ekonomi. 1995./Modul/Fils. Apabila gagasan bahwa hukum dapat mencukupkan keperluan sendiri telah ditinggalkan. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. terdiri dari: Darji Darmodiharjo & Shidarta. Penerbit PT. tatkala orang mulai mencari dasar fisik dan biologis. l. yang ditemukan oleh perenungan filsafat. Ini adalah akibat lagi dari suatu kecenderungan dalam tahun mutakhir yang hendak mempersatukan ilmu-ilmu sosial. Untuk itu. Pokok-Pokok Filsafat Hukum./Univ. Akhirnya ada satu gagasan tentang hukum sebagai perintah dari undangundang ekonomi dan sosial yang berhubungan dengan tindak-tanduk manusia di dalam masyarakat. Gramedia Pustaka Utama.

pengacara. Penggolongan kepentingan tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Jhering. tujuan hukum yang demikian ini . 2.Doc. a. Kedua. yaitu berupa pendekatan terhadap hukum sebagai ke arah tujuan sosial dan sebagai alat dalam perkembangan sosial. kita mengenal tiga gagasan dalam sejarah hukum. yaitu: Pertama. b) kepentingan keluarga. hakim. e) kesejahteraan sosial. Dengan kata lain. 3) Kepentingan Pribadi (Private Recht): a) kepentingan individu. b) kepentingan negara sebagai penjaga kepentingan masyarakat. Ketertiban Hukum Tujuan hukum yang paling sederhana ialah hukum diadakan supaya terjaga ketenteraman dalam masyarakat tertentu./Univ. klasifikasi tersebut membantu menghubungkan antara prinsip hukum dan praktiknya. dan pengajar hukum menyadari prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkait dalam tiap-tiap persoalan khusus. Pound mengikuti garis pemikiran yang berasal dari von Jhering dan Bentham. c) pencegahan kemerosotan akhlak. klasifikasi tersebut membantu menjelaskan premis-premis hukum. d) pencegahan pelanggaran hak. b) perlindungan lembaga-lembaga sosial. Narotama Surabaya/V/2005 47 a) kepentingan negara sebagai badan hukum. dilihat dari hal tersebut. c) kepentingan hak milik. Hk. Dari klasifikasi tersebut dapat ditarik dua hal penting. Tujuan Hukum Secara Tradisional Tujuan hukum sudah timbul di dalam pemikiran yang sadar./Modul/Fils. 2) Kepentingan Masyarakat (Social Interest): a) kepentingan akan kedamaian dan ketertiban. sehingga membuat pembentuk undng-undang. Oleh karena itu. Pound dapat pula digolongkan ke dalam alairan Utilitarianisme dalam kapasitasnya sebagai penerus Jhering dan Bentham.

sehingga gagasan mengenai tujuan hukum ketiga dapat juga disebut untuk menjaga ketertiban sosial. 3. b. Oleh karena itu. Sehingga dimungkinkan terjadi benturan-benturan kepentingan. c./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 48 sangat penting artinya bagi masyarakat./Univ. semakin terasa akan adanya perlindungan hukum untuk kegiatan yang terkait ekonomi. yaitu: a. Tujuan Penyingkiran Pembatasan Kegiatan Ekonomi yang Bebas: Hukum ditujukan untuk menyingkirkan pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang bebas. dan dipelihara dengan mengorbankan apa saja. yang menilik niat bukan di tempatnya . Hk. antara orang-orang yang sekutu. yang acapkali di dalamnya terjadi benturanbenturan kepentingan sehingga timbul perselisihan. Hal ini disebabkan sistem kekerabatan semakin hilang dan digeser oleh orang-orang yang kehilangan kekerabatan serta para pendatang. Mencegah Pergeseran dalam Masyarakat: Tujuan hukum ketiga ini timbul. dan penduduk yang bertambah banyak. karena dalam masyarakat yang disusun dalam suatu kekerabatan. alasannya ialah bahwa perdamaian antara kekerabatan yang satu dengan kekerabatan lain .Doc. Tujuan Konstruktif: Tujuan ini berkembang pada saat hukum dagang memberikan efek kepada apa yang dilakukan orang menurut kehendaknya. Pengertian hukum yang demikian ini disebut sebagai hukum yang primitif. untuk mencegah pergeseran anatar sesama masyarakat. yang bertumpuk-tumpuk selama jaman pertengahan sebagai insiden dari sistem kewajiban di dalam hubungan antar manusia dan sebagai pengucapan dari gagasan tentang penetapan orang masing-masing di dalam suatu masyarakat yang statis. sementara itu orang-orang yang memiliki kekerabatan masih berkuasa. hukum dibentuk. Menjaga Perdamaian: Tujuan hukum ialah untuk menjga perdamaian dalam keadaan bagaimana saja. b. Tujuan Hukum Secara Modern Seiring dengan perkembangan ekonomi dalam masyarakat.

Menjaga Kestabilan: Pada akhir abad ke-19. Di mana letak perbedaan tujuan hukum yang tradisional dan yang modern? ./Modul/Fils./Univ. Tujuan konstruktif ini dikembangkan dari hukum Romawi dan kebiasaan saudagar dengan perantaraan teori hukum mengenai hukum alam. Sebut dan jelaskan secara singkat keduabelas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound! c. karena pada hakekatnya hukum mengekang kebebasan orang. Ada berapa konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound? b. Oleh karena itu pada akhir abad ke-19 gagasan hukum yang ada dipergunakan untuk mencapai kebebasan secara maksimum. Latihan Soal a. Mengapa Roscoe Pound juga digolongkan ke dalam tokoh aliran Utilitarianisme? Jelaskan! d. 3. Narotama Surabaya/V/2005 49 bentuknya.Doc. sehingga para sarjana hukum dan pembuat undang-undang dengan senang hati membiarkan masyarakat melakukan kemauannya untuk mencapai kesenangannya maupun kesengsaraannya. yang menafsirkan keamanan umum sebagai keamanan bagi transaksi dan mencoba melaksanakan kemauan tiap orang untuk menciptakan akibat hukum. Hk. timbul pandangan hukum adalah keburukan. c.

Pengantar Filsafat Hukum. Penerbit PT. Jakarta. 1996. Penerbit Bhratara. Roscoe. Gramedia Pustaka Utama.Doc. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia.) Muhammad radjab./Modul/Fils./Univ. (Terj. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 50 DAFTAR PUSTAKA Pound. Darmodiharjo. Jakarta. . Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Darji & Shidarta. 1995.

yaitu sifat baik. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 1. 1 . Dengan perkataan lain. Narotama Surabaya/V/2005 51 BAB V KEADILAN DAN HUKUM YANG BENAR DAN ADIL Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat : 1. Jakarta. keadilan merupakan pengertian yang tercipta pada perpaduan antara keimbangan dan harmoni sebagai suatu ukuran. 2. Concept of virtue inilah yang menghadirkan pengertian keimbangan (balance) dan harmoni sebagai suatu ukuran pada masyarakat maupun perorangan yang adil.1 Plato mencoba mengemukakan konsepsinya tentang keadilan dari “inspirasi”. Memahami pengertian hukum yang benar dan adil. sehingga dari sini tidak jarang pula antara keimbangan dan harmoni terpisah jalan keadilannya./Univ. Hk. Bagian I. Arti Keadilan Membicarakan hukum tidak lepas dari kata “keadilan” yang sudah ada sejak jaman Yunani Kuno. sedang Aristoteles mencoba mendekatinya dan menganalisis berdsarkan ilmu dan prinsip-prinsip rasional dengan latar belakang type masyarakat politik dan peraturan-peraturan hukum yang ada pada waktu itu. Menyebutkan kriteria hukum yang benar dan adil. Penerbit PT. Memahami bermacam-macam arti keadilan.Doc. Hal yang menghubungkan mereka adalah concept of virtue. Masalah keadilan sudah mulai disinggung pada saat Plato dan Aristoteles melontarkan pemikiran-pemikirannya yang menjadi latar belakang perenungan tentang keadilan yang menguasai filsafat hukum. Pradnya Paramita. Menyebutkan bermacam-macam arti keadilan. Soetiksno. 2. 1997./Modul/Fils. yang meliputi suatu pengertian yang sudah mencakup segala-galanya dan darimana keadilan merupakan suatu bagiannya. halaman 11. Filsafat Hukum. 1.

yaitu diusahakan supaya dalam mengejar keuntungan tercipta keseimbangan antara dua belah pihak. b.terutama untuk ukuran prinsip-prinsip teknis yang mengatur administrasi hukum.Doc. Untuk mengutamakan dimanakah letak keseimbangan yang tepat antara orang-orang digunakan ukuran kesamaan yang dihitung secara aritmetis dan geometris. 1993. harmoni adalah suatu keadaan dari dalam yang tidak dapat dianalisis dengan akal. Hk. Keadilan Korektif (Corrective Justice/Commutative Justice). yang ditandai dengan sifat-sifat berikut ini:3 a. halaman 154. Penerbit Kanisius. Dalam menganalisis keadilan. Pertanyaan tentang apa keadilan mulai dijawab oleh Ulpianus (200 M) yang mengatakan bahwa keadilan adalah kehendak yang ajeg dan tetap untuk memberikan kepada masing-masing bagiannya. harmoni adalah suatu yang ada di tengah-tengah antara dua keadaan yang ekstrem. c. oleh karena itu keadilan menurut hukum dikatakan sebagai keadilan umum. halaman 29. Sedang menurut Aristoteles. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Cit. Gramedia Pustaka Utama. Darji Darmodiharjo & Shidarta. halaman 155. b.2 Keadilan dapat pula diartikan sebagai keutamaan moral khusus. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Aristoteles membagi keadilan menjadi dua. Keadilan berada di tengah dua ekstrem. Kata adil dapat berarti menurut hukum dan apa yang sebanding. Demikian pula kata tidak adil dapat ditujukan kepada orang yang mengabaikan hukum. 1995. Keadilan distributif (Distributive Justice). Hal senada juga dikatakan oleh Aristoteles bahwa seorang dikatakan berlaku tidak adil apabila orang tersebut mengambil lebih dari bagian yang semestinya ia terima. 3 Theo Huijbers. Narotama Surabaya/V/2005 52 Menurut Plato. Jakarta. yaitu: 4 a. Yogyakarta. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 2 . Penerbit PT./Modul/Fils. yang menentukan sikap manusia pada bidang tertentu. Op./Univ. Keadilan menentukan bagaimanakah hubungan yang baik antara orangorang yang satu dengan yang lain. yaitu memberi petunjuk tentang pembagian barang-barang dan kehormatan pada masing-masing orang menurut tempatnya.. 4 Bandingkan dengan Darji Darmodiharjo & Shidarta.

adil atau tidak adil. b. adlah keadilan menurut kehendak masing-masing yang harus ditunaikan menurut kepentingan umum. dan seringkali bertindak kejam terhadap soal-soal perseorangan. yaitu hukum yang keras akan dalam melukai kecuali keadilan dapat menolongnya./Modul/Fils. Hukum kodrat mendasrkan kekuatannya pada pembawaan manusia yang sama di manapun juga dan untuk waktu kapanpun. yaitu kepastian hukum. Pemikir aliran hukum alam lainnya ialah Thomas Aquino. yang dibedakan lagi menjadi 3. Kaum Positivis (aliran Positivisme) memandang keadilan sebagai tujuan hukum. Keadilan Khusus. karana hal ini adalah masalah keabadian dari filsafat hukum. memberi penjelasan adanya bermacam-macam hukum positif. 2) keadilan komutatif. Perbedaannya ialah. yaitu: a. summa crux”. yaitu: 1) keadilan distributif. Hk. Sedang hukum positif mendapat kekuatannya karena ditentukan sebagai hukum. Keadialan Umum (Justitia Generali)./Univ. Kontribusi Aristoteles berikutnya.Doc. membagi keadilan menjadi 2. summa injuria. Ungkapan tersebut berawal dari ketidakpercayaan . Narotama Surabaya/V/2005 53 untuk itu harus ada ukuran umum guna memperbaiki akibat-akibat tindakan tanpa memperhatikan siapa orangnya yang berkepentingan. Oleh karena itu tindakan-tindakan tersebut harus diukur dengan ukuran yang obyektif. ialah pembedaan antara keadilan abstrak dan kepatutan (equity). Hal ini sesuai dengan adagium “Summun jus. summa lex. Namun relativitas keadilan sering mengaburkan tujuan hukum lain. Selain membagi keadilan menjadi dua. Sedang equity melunakkan kekerasan dengan memperhatikan halhal yang benar tentang sesuatu undang-undang. yaitu keadilan atas dasar kesamaan. yatu membuat perbedaan antara keadilan menurut hukum kodrat dan hukum poisitif. hukum terpaksa membuat aturanaturan yang berlaku umum. 3) keadilan vindikatif. Aristoteles juga memberikan kontribusi lain.

/Univ. Hk. tetapi menggabungkan kedua bidang itu juga. aspek ini menentukan isi hukum. bidang kebudayaan tidak hanya terletak di antara dua bidang tersebut. Cit. Radbruch membagi keadilan menjadi 3 (tiga) aspek. artinya keadilan merupakan persamaan hak untuk semua orang di depan pengadilan.5 Alasan yang dipergunakan Radbruch ialah bahwa hukum merupakan unsur kebudayaan. Menurut Radbruch. b. Op. Hukum Yang Adil dan Benar Gambaran mengenai hukum yang adil dan benar dapat diketemukan dalam pemikiran yang dikemukakan oleh Gustav Radbruch. yakni nilai keadilan. karena ada dasar lain. maka seperti unsur-unsur kebudayaan lain. . sedikitnya merupakan usaha ke arah terwujudnya keadilan.Doc.. Keadilan dalam arti sempit. Dalam mewujudkan adanya hukum yang benar dan adil ini. 3. 5 Theo Huijbers. Sehingga hukum merupakan perwujudan dari keadilan. hukum diwujudkan dalam satu nilai./Modul/Fils. yaitu: a. sebab kebudayaan merupakan perwujudan dari nilai-nilai realitas alam. c. Tujuan keadilan atau finalitas. Ia berusaha menyeberangi jurang bidang “ada” (sein) dan bidang “harus” (sollen) dengan menerima bahwa suatu bidang terkandung kedua bidang tersebut untuk mencapai apa yang disebut dengan kebenaran. namun tolok ukur tersebut belumlah cukup. karena keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilannyang tertinggi pula. aspek ini menjamin bahwa hukum dapat berfungsi sebagai peraturan yang harus ditaati. Narotama Surabaya/V/2005 54 kaum positivis terhadap keadilan yang sebenarnya. Kepastian hukum atau legalitas. dan Radbruch hendak menerapkan teori ini pada hukum. yaitu dasar hukum sebagai hukum. seorang politikus dan sarjana hukum dari Jerman. Sedangkan tolok ukur adil atau tidak adilnya tata hukum dibentuk dalam masyarakat. halaman 162. sebab isi hukum sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai.

Latihan Soal a. maka suatu peraturan yang tidak adil tetap merupakan hukum walaupun buruk./Univ.6 Apabila adil merupakan unsur konstitutif hukum. 4. Sebaliknya apabila adil merupakan unsur regulatif bagi hukum. Penerbit Kanisius. Filsafat Hukum. dan tetap berlaku dan mewajibkan masyarakat untuk mentaatinya./Modul/Fils. 23 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia jika dikaitkan dengan teori tentang hukum yang benar dan adil? Jelaskan! 6 Theo Huijbers. halaman 48. seperti politik.Doc. maka suatu peraturan tidak adil bukan hanya hukum yang buruk. 1995. Yogyakarta. Tentang suatu hukum yang adil dan benar? Bagaimana pula kaitannya dengan keberadaan UU No. Narotama Surabaya/V/2005 55 Dengan adanya pembagian keadilan ke dalam tiga aspek tersebut. tetapi karena faktor non hukum (non yuridis). Hk. Sebutkan pengertian keadilan menurut para penganut aliran hukum alam dan positivisme ! b. kita dapat mengetahui bahwa suatu hukum yang adil haruskah hukum memenuhi unsur konstitutif hukum atau hanya unsur regulatif sebagimana dikatakan oleh Huijbers. . Bagaimana pendapat Sdr.

1995. Bagian I. Yogyakarta. Pradnya Paramita. 1993. Yogyakarta. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Penerbit Kanisius. Hk. Soetiksno. Jakarta. Penerbit PT. Jakarta. _________________. 1997. . Darji & Shidarta. Penerbit Kanisius./Univ. Penerbit PT. Narotama Surabaya/V/2005 56 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia.Doc. Filsafat Hukum./Modul/Fils. Filsafat Hukum. Theo. Huijbers. Gramedia Pustaka Utama. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 1993.

Narotama Surabaya/V/2005 57 BAB VI FILSAFAT HUKUM BERDASARKAN PANCASILA Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini./Modul/Fils. Sejalan dengan konsep tersebut maka fungsi hukum dalam masyarakat adalah untuk terwujudnya ketertiban dan kepastian sebagai prasarana yang harus ditujukan ke arah peningkatan pembinaan kesatuan bangsa. mahasiswa mampu: 1. yaitu:1 a. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini. b./Univ. Soehardjo Sastrosoehardjo. 1997. Hk. Menjelaskan filsafat hukum dan Pancasila. serta sebagai sarana penunjang perkembangan modernisasi dan pembangunan yang menyeluruh. Pemahaman ukum yang bersifat normatif sosiologis yang melihat huku tidak hanya sekumpulan kaidah dan asas yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. tetapi juga meliputi lembaga-lembaga dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan berlakunya hukum itu.Doc. Tujuan hukum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang sekaligus juga merupakan perwujudan sila-sila Pancasila. Semarang. Falsafah Hukum Nasional Usaha pengembangan falsafah hukum nasional di Indonesia bertumpu kepada 3 konsep dasar. 1. Menjelaskan falsafah hukum nasional. halaman 44. 1 . 2. Universitas Diponegoro. mahasiswa dapat memahami filsafat hukum berdasarkan Pancasila. Program Pascasarjana Ilmu Hukum.

Pancasila harus tetap terbuka . membina dan mengembangkan falsafah hukum yang konsisten dan relevan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Narotama Surabaya/V/2005 58 c. apa hakekat kebenaran. dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan. Sehubungan dengan itu. 2) Persamaan kedudukan setiap orang di hadapan hukum menentukan bahwa hukum tidak membeda-bedakan antara orang berdasarkan status. melainkan sekaligus juga menjadi acuan dalam penyusunan. sosial. tidak difahami secara doktriner dan dogmatis tanpa kehilangan substansi . Untuk itu. dan sebagainya. Pengembangan filsafat hukum nasional harus diarahkan menjadi falsafah hukum Pancasila. c. Setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan dan melakukan pembelaan di muka pengadilan. Pancasila sebagai dasar negara yang juga merupakan dasar falsafah hukum nasional mempunyai sifat imperatif yang tidak saja dijadikan dasar dan arah pengembanganfalsafah hukum nasional kita. meliputi nilai-nilai normatif parameter bagi apa yang disebut kebenaran atau kenyataan dalam konteks dunia simbolik. falsafah hukum mempunyai peranan penting dalam memberikan dasar dan arahan melalui aspek-aspek: a. mengandung arti: 1) Indonesia sebagai negara yang berdasarkan atas hukum menentukan bahwa dalam hubungan antara hukum dan kekuasaan. Aksiologi. meliputi permasalahan apa hakekat ilmu. maka falsafah Pancasila melalui tafsiran falsafatinya harus dikembangkan agar mampu menunjukkan nilai-nilai yang aktual dan relevan dengan kemajuan dan mengarahkan kemajuan itu sesuai dengan apa yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila itu sendiri. Hk. kekuasaan./Modul/Fils. meliputi berbagai sarana dan tata cara dan sumber pengetahuan untuk mencapai kebenaran atau kenyataan. atau keturunan. Ontologi./Univ.Doc. kekuasaan tunduk pada hukum sebagai kunci kestabilan politik yang berkesinambungan. b. agama. Epistemologi. Cita-cita falsafah yang telah dirumuskan oleh para pendiri Kenegaraan dalam Konsep Indonesia adalah Negara Hukum dan setiap orang sama di depan hukum. Dalam pengembangan hukum dan ilmu hukum.

yaitu suatu masyarakat akademik yang mau dan mampu menukik ke dalam masalah-masalah yang bersifat falsafati untuk bersikap kritis. Penerbit Kanisius. 2 . Dalam suasana yang demikian.Doc. 1993. Yogyakarta.3 mengemukakan teorinya yang Woro Winandi & Sri Hartini. halaman 106. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas. 1997. Hukum dan kekuasaan dalam kenyataan masih sering tidak saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Adapun pendekatan filosofis yang digunakan ialah metode dialektis dan analitis. Untuk itu. Semarang. 3 Theo Hujibers. Mengenai asas persamaan kedudukan di muka hukum ada yang melihat bahwa pembinaan perlakuan yang sama dalam kondisi yang berbeda adalah sebuah ketidakadilan. perlu dikembangkan kondisi yang makin kondusif untuk mengembangkan falsafah hukum Pancasila tersebut. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Dalam hubungan dengan perkembangan filsafat hukum nasional. Hk. perlu dipahami mengenai hakekat dari Pancasila sampai sedalamdalamnya. sehingga untuk hal-hal tertentu adanya berbagais tudi masih sangat diperlukan. dan eksploratif. 2. Di dalam mengupas hakekat Pancasila sampai kedalamannya. perlu dikembangkan critical mass. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. kreatif. dapat dipergunakan pendekatan filosofis. radikal./Modul/Fils.2 Metode deduktif paralel dengan metode sintesis sebagaimana dikemukakan oleh Hegel pada abad XIX (zaman Modern). Universitas Diponegoro. Filsafat Hukum dan Pancasila Untuk mengetahui keterkaitan antara Pancasila dengan berbagai aliran dalam filsafat hukum. halaman 9. Sistem hukum nasional yang juga merupakan sistem hukum Pancasila harus merupakan penjabaran dari seluruh sila-sila Pancasila secara keseluruhan./Univ. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. Narotama Surabaya/V/2005 59 falsafahnya ditafsirkan secara kreatif dan dinamis dalam perspektif ke masa kini dan masa depan. maka nilainilai falsafati universal perlu digali untuk menentukan unsur-unsur yang relevan bagi sumber hukum pada umumnya dan falsafah hukum pada khususnya.

sebab Pembukaan UUD 1945 yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI dimaksudkan sebagai dasar filsafat negara. yang menurut Hegel ide-ide saling berlawanan dan sekalian rohani melemah untuk menjadi kesatuan dalam suatu ide baru. Dalam Teorinya. akan tetapi belum ada secara menyeluruh. Causa Finalis. dan agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. sehingga cara berfikir yang demikian ini disebut dialektis. Adat kebiasaan di sini ialah adat kebiasaan dalam arti luas yang meliputi adat kebiasaan politik. anti tesis. Pancasila adalah calon dasar filsafat negara.Doc. kemudian diperkirakan sesuatu yang ada. ide tadi berawal daru suatu yang “ada”. kewarganegaraan. Pancasila berdasar adat kebiasaan. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Causa Finalis Pancasila ialah dasar filsafat negara. ialah anggota BPUPKI. yaitu Soekarno dan Hatta yang kemudian disebut sebagai pembentuk negara. lebih lanjut dikemukakan pula. Causa Formalis Pancasila. yakni ide “menjadi” mempunyai pikiran melalui tesei. berdasarkan teori causalis. Pancasila yang kita kenal sebagai dasar negara Indonesia sebagaimana dikemukakan oleh Notonegoro yang menggunakan teori Causalis untuk menyelesaikan Pancasila. dan yang paling banyak adalah bidang sejarah./Modul/Fils. dan sintesis. kebudayaan. dan sebagainya./Univ. Sebagai contoh. Hal ini berlangsung secara terus-menerus. Menurut Hegel pula. . menurut Notonegoro. yang merangkap kebenaran yang terkandung dalam dua ide tadi. Hal ini dapat juga disebutkan untuk Pancasila dalam Piagam Jakarta yang ditandatangani pada tanggal 22 Juni 1945 yang selanjutnya dipakai sebagai Pembukaan UUD 1945. Hal ini tertuang dalam pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang secara tegas menyebutkan bahwa tujuan dari pidatonya tentang Pancasila ialah untuk merumuskan dasar Indonesia merdeka yang disebut sebagai Filosofische Grondslag. sosial. Pancasila juga dapat dipahami secara mendalam. Hk. teori dialektis berlaku tidak hanya bidang logika. Hegel berpendapat bahwa proses perkembangan rohani berjalan dialektis. Narotama Surabaya/V/2005 60 disebut “Teori Dialektika”. yaitu: Pertama. ekonomi. Teori ini mengatakan bahwa semua yang ada mempunyai sebab. tetapi juga dalam bidang realitas. dilihat dari causa materialis.

Namun mengenai bentuk piramid dapat dijelaskan bahwa tiap-tiap sila yang berada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila-sila yang ada di depannya. ditegaskan bahwa sila ketuhanan dan kemanusiaan meliputi seluruh hidup manusia dan menjadi dasar dari sila-sila persatuan. Ideologi Nasional dan Dasar Negara pada esensinya adalah perwujudan dari pelaksanaan hak dan kewajiban individu sebagai anggota masyarakat untuk mengejawantahkan pola perilaku sebagaimana tercermin dalam masing-masing kelima sila tersebut. dan nilai kerakyatan lebih tinggi daripada nilai keadilan sosial. Dikatakan hirarkis. karena jika dilihat dari isinya. Narotama Surabaya/V/2005 61 Causa Efficient Pancasila ialah PPKI. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan.Doc. berpersatuan. Persatuan Indonesia. Selanjutnya. Demikian pula sebagai . kerakyatan. urut-urutan lima sila tersebut menunjukkan satu rangkaian tingkatan dalam luas dan isinya. Mengenai susunan hirarki Pancasila bahwa nilai-nilai Ketuhanan lebih tinggi dari nilai kemanusiaan. karena tiap-tiap sila yang ada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila/sisla-sila yang ada di depannya. Jadi kalau diterapkan dalam sila-sila pada Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut: Bahwa sila kemanusiaan merupakan pengkhususan dari sila Ketuhanan. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berperikemanusiaan. Dengan demikian. berkerakyatan. causa efficient Pancasila sebagai dasar filasafat negara ialah pembentuk negara Indonesia. dan berkeadilans osial. keadilan sosial. karena PPKI secara resmi menetapkan Pembukaan UUD 1945 yang berintikan Pancasila sebagai dasar filsafat negara. demikian seterusnya. nilai kemanusiaan lebih tinggi daripada nilai kerakyatan. Pancasila sebagai pandangan hidup. dikatakan piramidal. Hk. Kecuali itu. Pancasila merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dijungkirbalikkan tanpa mengubah inti dari isinya./Modul/Fils. karena susunan Pancasila berbentuk hirarkis piramidal. sila kerakyatan merupakan pengkhususan dari sila persatuan Indonesia dan sila keadilan sosial merupakan pengkhususan dari sila kerakyatan. dalam hal ini PPKI. Sehingga tiap-tiap sila yang ada di dalamnya terkandung sila-sila lainnya./Univ. Sebaliknya. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari Kemanusiaan. dan Keadilan Sosial. Penjelasan selanjutnya.

Hk. yaitu Sociological Jurisprudence. Kepentingan Individu. dan dasar negara. Oleh karena itu dalam kaitannya dengan Pancasila sebagai pandangan hidup. Pada aliran Positivisme Hukum. sedang mazhab Sejarah mengutamakan pengalaman. karena adanya kesamaan tujuan yang ingin dicapainya. maupun penjelasannya. pencerminan kedua aliran tersebut terdapat kesesuaian dengan apa yang terkandung di dalam UUD 1945. Latihan Soal a./Univ. b. yaitu: Positivisme mementingkan logika. Namun Sociological Jurisprudence mementingkan keduanya. yaitu: a. Mengapa Pancasila disebut sebagai dasar falsafah negara? Jelaskan! b. ideologi negara./Modul/Fils. Kepentingan Masyarakat. memandang tidak ada hukum kecuali perintah yang diberikan penguasa. sebagaimana keinginan dan tujuan dari tiga dimensi Pancasila yang bertujuan menciptakan harmoni berupa keserasian pelaksanaan hak dan kewajiban sehingga secra optimal kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat dapat terpenuhi secara tidak memihak. Mengapa ada keterkaitan antara Pancasila dengan mazhab sejarah dan dialektika Hegel? Jelaskan! c. c. terdapat kesamaan dengan mazhab Sociological Jurisprudence. Seperti yang dikatakan Roscoe Pound yang menganggap hukum sebagai alat untuk rekayasa sosial/masyarakat. Kepentingan Umum.Doc. yang di dalamnya terkandung cita-cita untuk mewujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur. Narotama Surabaya/V/2005 62 bangsa Indonesia dan warga negara. 3. Kedua mazhab tersebut dapat dilihat pada kepentingannya. Aliran Sociological Jurisprudence timbuld ari proses dialektika antara positivisme hukum dan mazhab sejarah. batang tubuh. yang oleh Roscoe Pound dikatakan terdapat 3 kepentingan hukum yang perlu mendapat perlindungan. Pancasila dengan dimensinya pada hakekatnya selaras dengan aliran dalam filsafat hukum. Dengan demikian. dan ini tercermin dalam kelima sila dari Pancasila. sebaliknya Mazhab Sejarah menyatakan hukum timbul dan berkembang bersama masyarakat. baik pembukaan. Jelaskan pula tentang teori causalis untuk mendalami Pancaila! .

Winandi. 1993. Universitas Diponegoro. Semarang. Penerbit Kanisius. 1997. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah./Modul/Fils. Penerbit Kanisius. Semarang. Yogyakarta. Yogyakarta. Universitas Diponegoro. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 1993 Theo Hujibers. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 63 DAFTAR PUSTAKA Hujibers. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas.Doc. Soehardjo Sastrosoehardjo. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. 1997 . Theo./Univ. Woro & Sri Hartini.

/Modul/Fils.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 64 . Hk./Univ.

Memahami pengertian filsafat. Hk. Sehingga untuk dapat berfilsafat. yaitu: Filosofia. 4. 5. Hukum tidak hanya rules (logic & rules). Pengertian Filsafat dan Agama Adakalanya orang mengatakan bahwa orang harus berfilsafat. 6. 1990. Poedjawijatna. Penerbit Rineka Cipta. Dan ini merupakan tantangan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam proses penegakan hukum. tetapi penegakan hukum harus diperkaya dengan ilmu-ilmu sosial. Narotama Surabaya/V/2005 65 Teori hukum responsif adalah teori hukum yang memuat pandangan kritis. istilah “filsafat” merupakan suatu istilah dari bahasa Arab yang terkait dengan istilah dari bahasa Yunani.Doc. tetapi juga ada logika-logika yang lain. Memahami pengertian hukum. Jakarta. Sesungguhnya. terlebih dahulu orang harus mengetahui apa yang disebut dengan filsafat. 7. Mengetahui pengertian Filsafat Hukum dari berbagai sarjana.4 I.(nonet) BAB I PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 4. 6. Bahwa memberlakukan jurisprudence saja tidak cukup./Modul/Fils. Membedakan pengertian Ilmu Filsafat dan Agama./Univ. halaman 1. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 5. Teori ini berpandangan bahwa hukum merupakan cara mencapai tujuan. 4 . 8. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat. Menyebutkan pengertian hukum dari berbagai sarjana. Menyebutkan ruang lingkup Ilmu Filsafat.R. Mengetahui pengertian filsafat hukum.

Menurut Poedjawijatna. dan sistematika tertentu.6 Lihat Darji Darmodiharjo dan Shidarta.. halaman 4. yaitu tentang hakikat Tuhan. Jakarta. Hk. yang artinya ialah „pandai‟: mengerti dengan mendalam./Univ. Cit. hakikat alam. yaitu ingin dan karena ingin itu. 5 . kata “filsafat” berasal dari kata majemuk. Dalam kaitannya dengan salah satu unsur yang dipenuhi filsafat sebagai suatu ilmu. objek materia filsafat sama dengan objek ilmu lainnya. Barangkali. Narotama Surabaya/V/2005 66 Secara etimologis. Op. Pokok-pokok Filsafat Hukum. Poedjawijatna. terdapat banyak perumusan yang dikemukakan para penulis filsafat. R. yang tercermin dalam berbagai pepatah. Filsafat dapat diartikan sebagai pandangan hidup manusia. dan koheren tentang seluruh kenyataan dengan kata lain filsafat memiliki objek. Objek materia adalah lapangan atau bahan penyelidikan suatu ilmu. Sedangkan Sofia artinya „kebijaksanaan‟. 1995. tetapi yang membedakan adalah objek formanya. Bijaksana inipun merupakan kata asing.Doc. lalu berusaha mencapai yang diingini. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. filsafat dapat dimaknakan: “Ingin mengerti dengan mendalam” atau “cinta kepada kebijaksanaan”. lambang dan sebagainya. yakni: filo dan sofia. Objek materia filsafat adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. rumusan tersebut di atas dapat disebut sebagai suatu definisi atau pembatasan yang semata-mata berdasarkan atas keterangan nama atau pembatasan nama. metode. Filo artinya „cinta‟ dalam arti yang seluas-luasnya. yakni objek materia dan objek forma. terlebih-lebih bersifat universal. jika filsafat dikatakan sebagai ilmu tanpa batas. sistematis. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. objek suatu ilmu dapat dibedakan menjadi dua. yaitu adanya objek tertentu yang dimiliki filsafat. Dikatakan sebagai ilmu karena filsafat adalah pengetahuan yang metodis. sedangkan objek forma adalah sudut pandang tertentu yang menentukan jenis suatu ilmu./Modul/Fils. Jadi secara etimologis. slogan. Dengan demikian.5 Filsafat dapat juga diartikan sebagai ilmu. dan hakikat manusia. Dari sudut isinya. Objek forma filsafat terdapat pada sudut pandangnya yang tidak membatasi diri dan hendak mencari keterangan sampai sedalam-dalamnya atau sampai kepada hakikat sesuatu. Pada intinya objek materia filsafat dapat dibedakan menjadi tiga macam. sehingga terdapat kebenaran. 6 I. halaman 6-9.

i.Doc. halaman 7. jika yang dianalisis nilai. yaitu sifat refleksif kritis dari filsafat. Op. yaitu: menyeluruh. tetapi harus memiliki dasar-dasar yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. 7 . artinya bahwa untuk dapat menganalisa suatu persoalan bukanlah pekerjaan yang mudah./Modul/Fils. Ada beberapa sarjana penulis filsafat yang mengemukakan pendapatnya tentang filsafat. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 67 Jika ditelaah lebih mendalam. mendasar. yaitu spekulatif. jika yang dianalisis hanya fakta saja.. Cit. ekonomi. Lain halnya. ciri ketiga dari filsafat yang berperan. retorika. Mendasar. alam dan manusia menjadi pokok penyelidikan. melainkan analisis nilai. Jakarta. Descartes : Filsafat adalah kumpulan segala pengetahuan di mana Tuhan. dan estetika. ada ciri lain yang perlu ditambahkan. maka hasilnya bukan gejala-gejala melainkan hakikat. 8 Darji Darmodiharjo & Shidarta.7 Menyeluruh. dan spekulatif. etika. Langkahlangkah spekulatif yang dijalankan oleh filsafat tidak boleh sembarangan. Kritis berarti analisis yang dibuat filsafat tidak berhenti pada fakta saja. Sebuah Pengantar Populer. Untuk itu. maka subjek (manusia) tersebut baru melakukan observasi. dan hasilnya ialah gejala-gejala semata. logika. senantiasa melihat persoalan dari tiap sudut yang ada. filsafat memiliki sedikitnya tiga sifat pokok./Univ. politik. Plato : filsafat adalah ilmu pengetahuan yang berminat mencapai kebenaran yang asli. antara lain: f. Sebab. Aristoteles : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran yang terkandung di dalamnya ilmuilmu matematika. mengingat pertanyaan-pertanyaan yang dibahas berada di luar jangkauan “ilmu biasa”. Filsafat Ilmu. Suriasumantri. g. dari sudut pandang ilmu itu sendiri (fragmentaris atau sektoral). 1998. Jujun S. Penerbit Pustaka Sinar Harapan. artinya cara berfikir filsafat tidak sempit. Di samping ketiga ciri filsafat tersebut di atas. Hal ini dimaksudkan untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan yang lebih jauh lagi dan dilakukan secara terus-menerus. Al Farabi : Filsafat ialah ilmu pengetahuan tentang alam maujud bagaimana hakekat yang sebenarnya. h.8 Refleksi berarti pengendapan dari pemikiran yang dilakukan secara berulang-ulang dan mendalam (contemplation).

Bandung. Pada uraian terdahulu telah dikemukakan bahwa filsafat dapat diartikan sebagai ilmu. sedangkan agama berdasarkan wahyu. 9 . Yang diwahyukan Tuhan harus dipercayai. dan antropologi. sehingga agama juga masuk ke dalam lingkungan filsafat. tetapi tidak mendasarkan penyelidikannya atas wahyu. Immanuel Kant : Filsafat adalah ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dan pangkal dari segala pengetahuan yang tercakup di dalam empat persoalan. Adapun ada ini dapat ditinjau atau dilihat Lili Rasjidi. meskipun demikian antara filsafat dengan keseluruhan ilmu yang bertemu pada obyek materia (segala yang ada dan mungkin ada) tetap berbeda. sudut pandang penyelidikan agama didasarkan atas wahyu Tuhan atau firman Tuhan. baik dan buruk. Penerbit PT.Doc. Di sisi lain. Pada agama. 1990. melainkan diterima dengan penyelidikan sendiri. pikiran belaka. Narotama Surabaya/V/2005 68 j. dari sini muncul apa yang dinamakan filsafat agama. 5. karena agama merupakan sesuatu yang ada. namun antara filsafat dan agama memiliki dasar penyelidikan yang berbeda.9 Dari perumusan filsafat sebagaimana dikemukakan oleh para penulis filsafat tersebut dapat ditarik intisarinya bahwa filsafat merupakan karya manusia tentang hakikat sesuatu./Modul/Fils. oleh akrena itu agama ada dan disebut kepercayaan. kebenaran diterima oleh filsafat bukan karena kepercayaan. Filsafat tidak mengingkari atau mengurangi wahyu. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. agama. kebenaran tergantung kepada diwahyukan atau tidak. yaitu metafisika. misalnya: Tuhan. karena perbedaan itu terletak pada obyek formanya. Dalam agama ada beberapa hal penting yang diselidiki oleh filsafat. Di satu sisi. filsafat berdasarkan pikiran belaka. Citra Aditya Bakti./Univ. kebajikan. etika. karena hal-hal tersebut ada atau paling tidak mungkin ada. halaman 5. Hk. dan sebagainya. Ruang Lingkup Ilmu Filsafat Objek materia filsafat adalah segala sesuatu yang ada dan mungkin ada. Tentu saja perbedaan itu tidak berlaku pada kedudukan filsafat dengan agama. Dengan kata lain. dengan kata lain objek filsafat itu ada.

terdapat ada yang bermacam-macam dan ada-umum. filsafat yang mempersoalkan ada-mutlak disebut filsafat ada-mutlak. Ada menjadi dasar dari segala yang ada. yang lazim disebut sebagai Theodicea. Berdasarkan Objek. Pada ada-tidak mutlak terdapat banyak macamnya ke golongan ini yang harus diselidiki oleh filsafat darti sudut pandang tertentu. yang dibedakan menjadi dua: 3) Filsafat Umum (Ada-Umum): Pada filsafat umum. sehingga filsafat ada-umum disebut Ontologia atau Metaphysica generalis./Modul/Fils. yang semuanya mungkin ditangkap dalam adanya. Dalam realitas. Segala sesuatunya itu ada. kemampuannya. apabila nanti terdapat ada yang mutlak. sehingga dapat disebut sebagai ada-tidak mutlak. Oleh karena itu. Oleh karena itu sudut pandang tersebut banyak macamnya. Padahal di dunia terdapat ada yang tidak mutlak. dan hubungannya dengan ada-khusus-tak mutlak. Pembagian filsafat dapat dibedakan menjadi dua golongan besar. terdapat bermacam-macam hal. Hk. Alam dicari . misalnya sifat-sifatnya. Narotama Surabaya/V/2005 69 dari berbagai penjuru sudut pandang. d) Ada-Tidak-Mutlak: Di samping ada-mutlak terdapat ada-tidak mutlak. maka harus diselidiki sifat-sifatnya. sehingga muncul bermacam-macam bagian filsafat./Univ. yang terdiri dari: c) Theodicea (Ada-Mutlak): Kekhususan dari ada itu mungkin terdapat dalam mutlaknya. yang hendak dicari sebabnya yang terakhir atau sebab yang sedalam-dalamnya. yang dapat dibagi-bagi lagi ke dalam: 1)) Filsafat Alam (Cosmologia): Alam semesta dan isinya merupakan ada yang tidak harus ada. Dengan demikian. 4) Filsafat Khusus (Ada-Khusus): Dalam filsafat khusus (ada-khusus). Jadi. sehingga memunculkan filsaft bagian yang bermacammacam pula. ada mungkin dipandang dari sudut keumumannya. yaitu: b. ada dipandang dari sudut pandang tertentu yang lain dari umum.Doc.

yang dapat dibagi lagi ke dalam tiga kelompok sebagaimana diuraikan dalam uraian di bawah ini: a)) Filsafat Manusia (Anthropologia-Metaphysika): Dengan sendirinya. apakah kemampuan-kemampuannya. Narotama Surabaya/V/2005 70 intinya oleh filsafat inti alam itu. dan apakah hubungannya satu dengan yang lain serta hubungannya dengan ada-mutlak./Univ. 2)) Manusia: Alam merupakan ada-tidak mutlak. apakah isi alam pada umumnya. namun alam mempunyai kedudukan yang istimewa yang menyelidiki semuanya. Hk. Sehingga filsafatnya disebut filsafat manusia atau anthropologia metphysica. yaitu: manusia. kekhususan ada-tidak mutlak merupakan manusia yang mempunyai kemanusiaan yang tercakup di dalamnya soal-soal tentang manusia. seperti: apakah manusia itu sebenarnya. b)) Filsafat Tingkah Laku (Ethica): Pada filsafat tingkah laku (ethica) yang diselidiki adalah tindakan-tindakan manusia. karena ada-nya tidak dengan niscaya./Modul/Fils. apa pendorong hidupnya. Segala isi alam mungkin lenyap dan pernah tidak ada. apakah sebenarnya itu. apa sifat-sifat pendorong hidup itu. apakah hubungannya satu sama lain. c)) Filsafat Budi (Logika): . dengan demikian filsafat alam disebut kosmologia. Tindakan manusia sendiri dapat dibedakan lagi menjadi tindakan yang baik atau buruk sehingga untuk menilai tindakan tersebut diperlukan tolok ukur yang terdiri dari norma (aturan) subyektif maupun yang obyektif (terlepas dari subyek yang menilai) dan ini dilakukan dalam ethica atau filsafat tingkah laku.Doc. yang terdorong oleh kehendaknya dan diternagi budinya. dan lain-lain.

yang terdiri dari 3 (tiga) bidang. yaitu: 4) Soal Tahu (Pengetahuan): Soal pengetahuan ada 2 macam menurut sifatnya. Namun.Doc. dalam filsafat juga dikenal pembagian filsafat berdasarkan subjek. ia harus mentaati aturan-aturan yang ada. Narotama Surabaya/V/2005 71 Untuk melakukan penyelidikan. Dari sini timbul persoalan menganai: bagaimanakah cara mencapai pengetahuan itu? Adakah bawaan yang dibekalkan kepada manusia waktu lahir ataukah itu hasil dari usaha kemampuan yang ada padanya dan merupakan pengambilan dari objek yang dikenalnya itu. sampai di mana kebenaran itu dapat dicapai budi. karena dalam filsafat tentu ada yang berfilsafat. Oleh karena itu dicari jawabannya mengenai persoalan-persoalan sebagai berikut: adakah manusia mempunyai budi dan akal. serta putusan-putusan. seluruh kebenaran ataukah hanya sebagian saja? Dengan kata lain. seluruh isi budi diselidiki oleh filsafat yang disebut filsafat budi (logika). dalam bekerjanya budi. dapatkah budi mencapai kebenaran? Dari sini timbul persoalan baru: apakah kebenaran itu. Sedangkan penyelidikan terhadap isi berfikir disebut logika mayor. seperti: pengertian. dan itu dilakukan oleh subjeknya. sebab tanpa budi tidak akan ada penyelidikan. Hk. Pembagian filsafat berdasarkan Subjek: Selain pembagian filsafat berdasarkan objek. sehingga perlu dikenali pembagian filsafat menurut subjeknya. yang tidak beruba-ubah dan tetap satu macam. manusia memerlukan alat penyelidikan yang disebut budi yang harus diselidiki. b. Mungkinkah itu hanya gambaran samar-samar atau namanama belaka yang tidak ada hubungannya dengan realitas? Tentu saja . Penyelidikan tentang bahan dan aturan berfikir merupakan bagian dari logika dan disebut logika minor. yaitu pengetahuan bermacam-macam yang tidak tetap dan pengeatahuan yang berlaku umum. jalan pikiran. yaitu manusia./Univ./Modul/Fils.

Jadi. Tentu saja untuk melakukan pernilaian harus ada tolok ukurnya (kriteria). Narotama Surabaya/V/2005 72 semua pertanyaan tersebut harus dijawab sebagian oleh Logika dan sebagian oleh Anthropologia. theodicea) Alam (filsafat alam. theodicea. Hk. kosmologia./Modul/Fils. Oleh karena itu. ontologia. Menurut Subjek: . secara garis besar. misalnya: ada yang tinggi dan rendah. sehingga timbul pertanyaan seperti: apakah sebetulnya nilai itu dan lebihlebih dalam tingkah laku manusia. tingkah laku (ethica) Fils. Sehingga. dan anthropologia). metaphysica generalis) Ada Ada-khusus Ada-mutlak (filsafat ada-mutlak. dan ini dijawab oleh filsafat tentang ada (ontologia. setiap orang akan memiliki pernialaian yang berbeda dan saling bertentangan. indah lawan jelek. baik lawan buruk. apakah yang dipakai ukuran untuk menentukan baik buruknya? Pertanyaan tersebut dijawab oleh Ethica. 6) Soal Pernilaian: Dalam berfikir dan mengadakan putusan. 5) Soal Ada: Orang berfikir tentu ada. pembagian filsafat menurut obyek dan subyek dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: g./Univ. ada-umum.Doc. budi (logika mayor & minor) h. Menurut Objek: Ada-umum (fils. manusia (anthropologia) Tidak-ada mutlak Manusia Fils. dan sebagainya. timbul pertanyaan-pertanyaan tentang ada yang memiliki bermacam-macam sudut pandang. kosmologia) Fils. jika ia tidak ada maka dia tidak berfikir.

Bandung.10 Kaidah/norma sengaja diciptakan agar tidak terjadi benturan-benturan dalam masyarakat. dengan alasan sebagai berikut: f. terciptalah 4 (empat) kaedah/norma. Suatu Pengantar. kaedah kesusilaan. Lili Rasjidi. Penerbit PT.11 Dari ke-4 kaedah/norma tersebut hanya kaedah hukum-lah yang lebih melindungi kepentingan-kepentingan manusia yang sudah dan belum mendapat perlindungan dari ketiga kaedah tersebut./Univ. 1991. Dari segi tujuan. Apakah Hukum Itu?. Pengertian Hukum Bagi mahasiswa yang baru belajar tentang hukum tentu sangat bermanfaat jika disodori definisi atau pengertian hukum sebelum mengetahui dan mempelajari filsafat hukum. karena di dalamnya terdapat berbagai kaidah yang mengatur hubungan antarindividu yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian. Dengan adanya kepentingan-kepentingan yang berbeda dan saling berlawanan. g.Doc. dan kaedah hukum. MacIver menggambarkan masyarakat sebagai sarang laba-laba. halaman 5. terutama anatara kepentingan-kepentingan yang saling berlawanan. Filsafat Hukum. dan kesejahteraan. Narotama Surabaya/V/2005 73 Logika Mayor & Minor Soal Pengetahuan Anthropologia Ontologia Theodicea Soal Ada Kosmologia Anthropologia Soal Penilaian Ethica 3. untuk ketertiban masyarakat. Hk. 1988. Remaja Rosdakarya. 11 Sudikno Mertokusumo. yaitu: kaedah kepercayaan (keagamaan). Mengenal Hukum. Dari segi isi. ketertiban. Penerbit Liberty. kaedah hukum ditujukan kepada sikap lahir. kaedah hukum ditujukan kepada pelaku yang konkrit. agar jangan sampai jatuh korban./Modul/Fils. kaedah sopan santun (adat). Yogyakarta. halaman 31. 10 .

yaitu:12 Lex Aeterna. Narotama Surabaya/V/2005 74 h.Doc. kekuasaan gereja sedemikian besar sehingga turut melakukan intervensi ke dalam masalah duniawi. Ketiga. termasuk mengatur pemerintahan. i. Dari segi asal-usul. berasal dari masyarakat secara resmi. pada abad ke-19 hukum dipengaruhi oleh perkembangan dunia ekonomi yang dibarengi dengan kedudukan negara yang semakin kuat dan kukuh dalam hal melakukan kontrol dan mengarahkan masyarakat ke arah yang dikehendakinya. sehingga pada masa ini lahirlah aliran positivisme (analitis maupun murni) yang menekankan pentingnya kedudukan negara sebagai pembentuk hukum.. pada Zaman Pertengahan. Dari segi daya kerja. Tentu saja. halaman 29-30. para pemikir hukum lebih banyak dituntut untuk memberikan sumbangan pemikiran ke arah pembentukan hukum yang dapat diberlakukan secara luas di semua wilayah Romawi. membebani kewajiban dan memberikan hak. pada zaman Romawi. rasanya masih terlalu sulit untuk mendefinisikan hukum. Kedua. . misalnya saja Thomas Aquino. berasal dari kekuasaan luar yang memaksa. Dengan melihat gambaran mengenai kaedah hukum sebagaimana telah diuraikan tersebut. dan Lex Positivis yang nantinya akan dikupas dalam bagian lain dari tulisan ini mengenai berbagai aliran dalam filsafat hukum. karena memang tidak ada satu pun sarjana yang dapat membuat pengertian atau definisi hukum secara sempurna. j. 12 Lili Rasjidi. Op. Dari segi sanksi. Hk. baik pada masa tersebut maupun sesudahnya. Lex Divina. pemikiran dari John Austin dan Hans Kelsen sangat berpengaruh pada dunia ilmu maupun teori hukum. Lex Naturalis. Cit./Univ. sehingga hukum yang dihasilkan pada waktu itu bernafaskan keagamaan dengan mengaitkan inti pemikiran hukum dengan ajaran-ajaran gereja. Pada masa ini. untuk mendefinisikan hukum bukanlah pekerjaan yang mudah dan ini terkait dengan perkembangan sejarah hukum dan aliran-aliran dalam filsafat hukum yang tentunya dapat mempengaruhi pengertian dari hukum. yang membagi hukum ke dalam 4 (empat) golongan. Sebagai contoh pertama./Modul/Fils.

Op. halaman 10. tepat dikatakan bahwa filsafat manusia berkedudukan sebagai genus. halaman 4. 13 ./Modul/Fils.Doc. 6. Cit. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Sebagaimana telah diketahui bahwa hukum terkait dengan tingkah laku/perilaku manusia. terlebih dahulu kita harus mengetahui di mana letak filsafat hukum dalam filsafat. juga yang lainnya yang nantinya akan dibahas dalam madzab filsafat hukum. filsafat hukum adalah ilmu yang mempelajari hukum secara filosofis. Rasionya. Dengan kata lain. Definisi hukum sangat bervariasi tergantung dari sudut pandang para ahli hukum melihatnya seperti yang dikemukakan oleh beberapa sarjana dalam uraian di bawah ini. Hakikat dari hukum dapat dijelaskan dengan jalan memberikan definisi dari hukum. yaitu etika mempelajari hakikat hukum. etika sebagai species dan filsafat hukum sebagai subspecies. Pengertian Filsafat Hukum Untuk mengupas pengertian filsafat hukum. Lihat Darji Darmodiharjo & Shidarta. Narotama Surabaya/V/2005 75 Di samping itu.. terutama untuk mengatur perilaku manusia agar tidak terjadi kekacauan. Citra Aditya Bakti. Penerbit PT.13 Hal ini dapat dilihat dalam bagan di bawah ini: Umum Ada Ada Khusus Ada Tidak Mutlak Manusia Ada Mutlak Alam Anthropologia Etika Filsafat Hukum Logika Filsafat hukum sebagai sub dari cabang filsafat manusia. Bandung. seperti Carl von Savigny dan Puchta. 1988. Hk. filsafat hukum adalah hukum dan objek tersebut dikaji secara mendalam sampai kepada inti atau dasarnya yang disebut hakikat. masih banyak pendapat dari pemikir-pemikir hukum lain./Univ. Dengan demikian. Bandingkan juga dengan Lili Rasjidi. dapat disimpulkan bahwa filsafat hukum adalah sub dari cabang filsafat manusia yang disebut dengan etika atau filsafat tingkah laku. Jadi.

Sedangkan D. halaman 5. Dengan mengetahui definisi hukum yang luas tersebut kita dapat menguraikan definisi dari filsafat hukum.14 Uraian lainnya tentang definisi dari filsafat hukum dikemukakan oleh Kusumadi Pudjosewojo yang mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendasar tentang hukum yang tidak bisa dijawab oleh ilmu hukum mengenai pertanyaanpertanyaan sebagai berikut: Apakah tujuan dari hukum itu? Apakah semua syarat keadilan? Apakah keadilan itu? Bagaimanakah hubungannya antara hukum dan Soehardjo Sastrosoehardjo.Doc. Hk. Sementara itu. Pendapat ini senada dengan pendapat Rudolf von Jhering yang menyatakan bahwa hukum adalah keseluruhan norma-norma yang memaksa yang berlaku dalam suatu negara. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. J. Meuwissen berpendapat bahwa filsafat hukum adalah pemikiran sistematis tentang masalahmasalah fundamental dan perbatasan yang berhubungan dengan fenomena hukum. 1997. Von Schid menyatakan filsafat hukum merupakan suatu perenungan metodis mengenai hakekat dari hukum (Metodische bebezinning over het wezen van he recht)./Modul/Fils.H. kebahagiaan. 14 .M. Semarang./Univ. Narotama Surabaya/V/2005 76 J. sedangkan satusatunya tujuan dari hukum ialah menjamin keselamatan. Definisi-definisi hukum tersebut menunjukkan betapa luasnya hukum itu. van Kan mendefinisikan hukum sebagai keseluruhan ketentuan-ketentuan kehidupan yang bersifat memaksa. Program Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Diponegoro. dan/atau hakekat kenyataan hukum sebagai realisasi dari cita hukum (het systematisch nadenken over alle fundamentele kwesties en grensproblemen het verschijnsel recht samenhangen. over de werkelijkheid van het recht als de realisatie van de rechtsidee). Sementara itu Hans Kelsen menyatakan hukum terdiri dari norma-norma bagaimana orang harus berperilaku.J. yang melindungi kepentingan-kepentingan orang dalam masyarakat. Uraian tentang definisi filsafat hukum dikemukakan oleh Rudolf Stammler yang menyatakan bahwa definisi filsafat hukum adalah ilmu dan ajaran tentang hukum yang adil. Pendapat tersebut didukung oleh salah seorang ahli hukum Indonesia Wirjono Prodjodikoro yang menyatakan hukum adalah serangkaian peraturan mengenai tingkah laku orang-orang sebagai anggota suatu masyarakat. dan tata tertib dalam masyarakat.

Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Suriasumantri. I. 1988. Yogyakarta. Bandung. Suatu Pengantar. Filsafat Hukum. 1990. dengan sendirinya orang melewati batas-batas jangkauan ilmu hukum.R. Semarang. Jakarta. 1991. Jakarta. ________________. Jakarta. dan pada saat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Lili./Modul/Fils. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Sebuah Pengantar Populer. Gramedia Pustaka Utama. filsafat hukum berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tidak dapat dijawab oleh ilmu hukum. Penerbit Rineka Cipta. orang sudah menginjakkan kakinya ke lapangan filsafat hukum. Poedjawijatna. 1998. Remaja Rosdakarya. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Sudikno./Univ. Penerbit PT. Universitas Diponegoro. Mertokusumo. Jujun S.. Mengenal Hukum. . Sastrosoehardjo. Filsafat Ilmu. Rasjidi. Penerbit PT. Darji & Shidarta. Soehardjo. Pembimbing Ke Arah Alam Filsafat. Citra Aditya Bakti. Narotama Surabaya/V/2005 77 keadilan? Dengan adanya pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya mendasar. Penerbit PT. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Penerbit Pustaka Sinar Harapan. Bandung. DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Hk. 1997. Dengan kata lain.Doc.. 1990. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Apakah Hukum Itu?. Penerbit Liberty. 1995.

Pada zaman Yunani hiduplah kaum bijak yang disebut atau dikenal dengan sebutan kaum Sofis. karena waktu yang sangat menentukan terjadinya sejarah. Jakarta. halaman 70-71. Plato. 8. Hk. Parmenides. Tokoh-tokoh penting yang hidup pada zaman ini. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Yunani (Kuno) Berbicara sejarah tidak akan terlepas dari dimensi waktu.Doc. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman sekarang. Hal ini berlaku juga pada saat membicarakan sejarah perkembangan filsafat hukum yang diawali dengan zaman Yunani (Kuno). 7./Univ. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman pertengahan. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman modern. Mengetahui dan menjelaskan Sejarah Filsafat Hukum pada zaman Yunani (Kuno). dan Parmenides (540-475 SM) tetap meyakini adanya Darji Darmodiharjo. Socrates. Gramedia Pustaka Utama. antara lain: Anaximander. dan Aristoteles. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 6. Narotama Surabaya/V/2005 78 BAB II SEJARAH PERKEMBANGAN FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat membedakan sejarah perkembangan filsafat hukum dari zaman Yunani sampai dengan abad dewasa ini. sekarang. 1 ./Modul/Fils. Herakleitos (540-475 SM).1 Para filsuf alam yang bernama Anaximander (610-547 SM). Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 5. Herakleitos. Kaum sofis inilah yang berperan dalam perkembangan sejarah filsaft hukum pada zaman Yunani. dan masa depan. 1995. 6. Penerbit PT. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. yaitu dimensi waktu yang terdiri waktu pada masa lampau.

Socrates menyatakan bahwa untuk dapat memahami kebenaran objektif orang harus memiliki pengetahuan (theoria). dari sini mulai dikenal pengertian demokrasi. sehingga alam dan hidup mendapat suatu keteraturan yang terang dan tetap. Pendapat ini dikembangkan oleh Plato murid dari Socrates. Untuk itu diperlukan keteraturan dan keadilan yang hanya dapat diperoleh dengan nomos yang tidak bersumber pada dewa tetapi logos (rasio). sekalipun ia meyakini bahwa hukum negara itu salah. bahwa keteraturan hidup bersama harus disesuaikan dengan keharusan alamiah. Socrates berpendapat bahwa hukum dari penguasa (hukum negara) harus ditaati. Sedangkan Parmenides sudah melangkah lebih jauh lagi.Doc. Aturan ini terwujud dalam polis di mana warga-warga polis memberi bentuk kepada hidupya sesuai dengan logos (Theo Huijbers. Herakleitos berpandangan bahwa hidup manusia harus sesuai dengan keteraturan alamiah. Narotama Surabaya/V/2005 79 keharusan alam ini. Ia tidak menginginkan terjadinya anarkisme. Logos menciptakan bentuk . 2 . Kondisi masyarakat pada saat kaum sofis ini hidup sudah terkonsentrasi ke dalam polis-polis. Sementara itu.2 Anaximander berpendapat bahwa keharusan alam dan hidup kurang dimengerti manusia. kaum sofis tersebut berpendapat bahwa kebenaran objektif tidak ada. Tetapi jelas baginya. ukuran. Ia berpendapat bahwa logos membimbing arus alam. maka timbullah keadilan (dike). Yogyakarta. tetapi dalam hidup manusia telah digabungkan dengan pengertian-pengertian yang berasal dari logos. Kaum sofis tersebut menyatakan bahwa rakyat yang berhak menentukan isi hukum. Apabila hal ini terjadi. Tetapi Socrates tidak setuju dengan pendapat yang demikian ini. terlepas dari hukum itu memiliki kebenaran objektif atau tidak. karena dalam negara demokrasi peranan warga negara sangat besar pengaruhnya dalam membentuk undang-undang./Modul/Fils. dan harmoni yang menghasilkan aturan. karena manusialah yang menjadi ukuran untuk segala-galanya. 1993./Univ. Hk. Ini terbukti dari kesediaannya untuk dihukum mati. halaman 20). Penerbit Kanisius. yang ada hanyalah kebenaran subjektif. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Dalam mempertahankan pendapatnya. yakni ketidakpercayaan terhadap hukum. Dengan kata lain.

pengertian hukum alam dan hukum positif muncul. kedua hukum tersebut memiliki pengertian yang berbeda. Kedua aliran ini menekankan filsafatnya pada bidang etika. . yakni hukum alam dan hukum positif. manusia tidak dapat hidup sendiri karena manusia adalah mahkluk yang bermasyarakat (zoon politikon). yakni undang-undang negara. Oleh karena itu. dari Epikurisme muncul konsep penting tentang undang-undang (hukum posistif) yang mengakomodasi kepentingan individu sebagai perjanjian antar individu. lenyap dan berlaku dengan sendirinya. yang baru berlaku setelah ditetapkan dan diresmikan isinya oleh instansi yang berwibawa. Misalnya.Doc. Menurut Aristoteles. Narotama Surabaya/V/2005 80 Plato berpendapat bahwa penguasa tidak memiliki theoria sehingga tidak dapat memahami hukum yang ideal bagi rakyatnya. Pemikiran Plato inilah yang menjadi cerminan bayangan dari hukum dan negara yang ideal./Modul/Fils. yaitu puncak keemasan kebudayaan Yunani yang dipelopori oleh aliran Epikurisme (berasal dari nama filsuf Epikuros) dan Stoisisme (berasal dari kata Stoa yang dicetuskan oleh Zeno)./Univ. Aristoteles. hukum alam ditanggapi sebagai suatu hukum yang selalu berlaku dan di mana-mana. Pada zaman Yunani (Kuno) muncul masa Hellenisme. Oleh karena itu. hukum alam menuntut sumbangan warga negara bagi kepentingan umum. Hukum alam berbeda dengan hukum positif yang seluruhnya tergantung pada ketentuan manusia. Dari gagasan Aristoteles ini. Menurut Aristoteles. Tujuannya tidak lain agar penguasa tidak menafsirkan hukum sesuai kepentingannya sendiri. sehingga hukum ditafsirkan menurut selera dan kepentingan penguasa. Meskipun demikian. murid dari Plato tidak sependapat dengan Plato. Hk. karena hubungannya dengan aturan alam. Pemikiran Aristoteles sudah membawa kepada hukum yang realistis. Hukum yang harus ditaati dabagi menjadi dua. jenis dan besarnya sumbangan ditentukan oleh hukum positif. sehingga hukum tidak pernah berubah. Plato menyarankan agar dalam setiap undang-undang dicantumkan dasar (landasan) filosofisnya. Aristoteles berpendapat bahwa hakikat dari sesuatu ada pada benda itu sendiri. perlu ketaatan terhadap hukum yang dibuat penguasa polis.

Sedangkan Thomas Aquinas sebagai seorang rohaniwan Katolik telah meletakkan perbedaan secara tegas antara hukum-hukum yang berasal dari wahyu Lihat Lili Rasjidi. Dalam perkembangannya.3 dan mulai berkembangnya agama Islam. sehingga masa ini dikenal sebagai masa gelap. misalnya saja Augustinus mendapat pengaruh dari Plato tentang hubungan antara ide-ide abadi dengan benda-benda duniawi. Tokoh-tokoh filsafat hukum yang hidup di zaman ini. antara lain Augustinus (354-430) dan Thomas Aquino/Thomas Aquinas (1225-1275). 3 . Narotama Surabaya/V/2005 81 sehingga pemikiran dari penganut Epikurisme merupakan embrio dari teori perjanjian masyarakat. 7. menurut Stoisisme. Bandung. halaman 13. Sehingga ketaatan menurut hukum positif baru dapat dilakukan sepanjang hukum positif sesuai dengan hukum alam. Stoisisme mencoba meletakkan prinsip-prinsip kesederajatan manusia dalam hukum. pemikiran para filsuf di zaman pertengahan tidak terlepas dari pengaruh filsuf pada zaman Yunani. Oleh karena itu. Citra Aditya Bakti. Dengan kata lain. yakni Budi Ilahi yang menjiwai segalanya. Penerbit PT. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Pertengahan Perkembangan sejarah filsafat hukum pada zaman pertengahan dimulai sejak runtuhnya kekuasaan kekaisaran Romawi pada abad ke-5 SM (masa gelap/the dark ages) yang ditandai dengan kejayaan agama Kristen di Eropa (masa scholastic). sehingga tidak ada satupun peninggalan peradaban bangsa Romawi yang tersisa. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Hk. tujuan hukum adalah keadilan menurut logos. Ide dasar aliran ini terletak pada kesatuan yang teratur (kosmos) yang bersumber dari jiwa dunia (logos). yang selanjutnya diartikan sebagai rasio. terjadi pada saat Kekaisaran Romawi runtuh dihancurkan oleh suku-suku Germania./Modul/Fils. Sebelum ada zaman pertengahan terdapat suatu fase yang disebut dengan Masa Gelap. bukan menurut hukum positif. 1990. telah timbul keterikatan antara manusia dengan logos./Univ. Tentu saja pemikiran Augustinus bersumber dari Tuhan atau Budi Allah yang diketemukan dalam jiwa manusia.Doc.

Thomas Hobbes (1588-1679). George Berkeley (1685-1753). rasio manusia tidak lagi dapat dilihat sebagai penjelmaan dari rasio Tuhan. Tentu saja zaman Renaissance membawa dampak perubahan yang tajam dalam segi kehidupan manusia. perkembangan teknologi yang sangat pesat. Demikian juga terhadap dunia pemikiran hukum. . dan hukum positif (Lex Positivis).J. David Hume (17111776). dan sebagainya. Cit. lahirnya segala macam ilmu baru. hukum yang berdasarkan akal budi manusia (Lex Naturalis). Samuel Pufendorf (1632-1694). Rene Descartes (1596-1650). Rousseau (17121778). Thomasius (1655-1728). Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Modern Pada zaman ini para filsuf telah meletakkan dasar bagi hukum yang mandiri. sehingga rasio manusia sama sekali terlepas dari ketertiban ketuhanan. ditemukannya dunia-dunia baru. dan Immanuel Kant (1724-1804). Narotama Surabaya/V/2005 82 Tuhan (Lex Aeterna). Zaman modern ini juga disebut Renaissance.4 Pembagian hukum atas keempat jenis hukum yang dilakukan oleh Thomas Aquinas nantinya akan dibahas dalam pelbagai aliran filsafat hukum pada bagian lain dari tulisan ini. Op. Rasio manusia ini dipandang sebagai satu-satunya sumber hukum. J. hukum yang dijangkau akal budi manusia (Lex Divina). Francis Bacon (1561-1626). 8. Wolf (1679-1754).. Sejarah Filsafat Hukum Pada Zaman Sekarang 4 Lihat Theo Huijbers.Doc./Univ. 9. berdirinya negara-negara baru. yang terlepas sama sekali dari hukum abadi yang berasal dari Tuhan. antara lain: William Occam (1290-1350)./Modul/Fils. Tokoh-tokoh yang berperan sangat penting pada abad pertengahan ini. John Locke (1632-1704). Terlepasnya alam pikiran manusia dari ikatan-ikatan keagamaan menandai lahirnya zaman ini. Hk. Montesquieu (1689-1755). Pandangan ini jelas dikumandangkan oleh para penganut hukum alam yang rasionalistis dan para penganut faham positivisme hukum. halaman 39.

juga von Savigny yang menyatakan bahwa hukum tidak dibuat tetapi tumbuh bersama-sama dengan perkembangan masyarakat. seperti J. Fichte (1762-1814) dan F. maka pada zaman sekarang rasionalisme yang berkembang dilengkapi dengan empirisme.J. sehingga faktor sejarah juga mendapat perhatian dari para pemikir hukum pada waktu itu.Doc. setiap fase dalam perkembangan dunia merupakan rentetan dari fase berikutnya. Hegel merupakan tokoh utama dalam idealisme Jerman. aliran ini berkembang pesat pada abad ke-19./Univ. rasio tidak hanya rasio individual melainkan juga rasio Keilahian. masih ada beberapa ahli pikir lain./Modul/Fils. Teorinya disebut Dialektika. yaitu akan menjadi. Perkembangan dari yang ada kepada yang tidak ada atau sebaliknya mengandung katagori yang ketiga. Di samping Marx dan Engels. . Karl Marx (18181883). seperti Hobbes. Filsafat hukum yang berkembang di zaman modern berbeda dengan filsafat hukum yang berkembang pada zaman modern. Narotama Surabaya/V/2005 83 Yang dimaksud dengan zaman sekarang dimulai pada abad ke-19.W. yang pada akhirnya dari setiap synthese merupakan titik tolak dari tritunggal yang baru.5 Teori dialektika Hegel ini dapat digambarkan dalam ikhtisar berikut ini: Ada Tidak Ada Negara diktator Negara Anarkhis Ide Menjadi Negara demokratis konstitusional Selain Hegel. Namun. Schelling (1775-1854).F. Menurut Hegel. ia merupakan penerus rasionalisme yang dikembangkan oleh Immanuel Kant. juga von Savigny sebagai pelopor mazhab sejarah. Tritunggal tersebut terdiri dari these-antithese-synthese. halaman 37. Pandangan Savigny ini telah memasukkan faktor sejarah ke dalam 5 Lili Rasjidi. Menurut teori dialektika Hagel. Cit.. seperti Karl Marx dan Engels yang menyatakan bahwa hukum dipandang sebagai pernyataan hidup dalam masyarakat. Hk. Op. Jika pada zaman modern berkembang rsionalisme. yang popularitasnya mengalahkah ahli pikir di zamannya. seperti Hegel (1770-1831). artinya setiap pengertian mengandung lawan dari pengertian itu sendiri.

halaman 82. Yunani (Kuno) Z. Rousseau Immanuel Kant 10. Occam Hegel R. Descartes Fichte T. Sekarang Masa Gelap Anaximander Herakleitos Parmenides Socrates Plato Aristoteles Augustinus Thomas Aquino W. Pertengahan Z. Cit. Bacon Wolf Montesquieu J./Univ. Hobbes Schelling J. Mengapa Socrates tidak percaya terhadap kebenaran subjektif sebagaimana dikemukakan oleh kaum Sofis? 9. Mengapa zaman modern dikatakan sebagai zaman Renaissance? Jelaskan! 11. Latihan Soal 7. dan Parmenides) berpendapat untuk dapat menciptakan keteraturan dan keadilan diperlukan nomos yang bersumber pada logos (rasio)? 8. Mengapa kaum Sofis (Anaximander. Berkeley D. Mengapa Hegel dikatakan sebagai penerus Immanuel Kant? 12. Locke von Savigny G. Op. Hume F..Doc.6 Dari beberapa fase perkembangan filsafat hukum yang diawali sejak zaman Yunani (Kuno) dapat digambarkan dalam suatu ikhtisar berikut ini: Z. Modern Z. Jelaskan teori dialektika Hegel? 6 Darji Darmodiharjo & Shidarta. Herakleitos./Modul/Fils.J. Di mana letak pengaruh pemikiran filsuf zaman Yunani terhadap pemikiran para filsuf di zaman pertengahan? Bagaimana pula Thomas Aquinas membagi hukum? 10. Sehingga pandangan dari Savigny melahirkan Mazhab Sejarah. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 84 pemikiran hukum yang selanjutnya melahirkan pandangan relatif terhadap hukum. .

/Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 85 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. 1995. Theo. . Gramedia Pustaka Utama. Citra Aditya Bakti. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Penerbit Kanisius. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Huijbers. 1990. Yogyakarta. Bandung. Darji & Shidarta. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Penerbit PT. Rasjidi. Jakarta.Doc. 1993. Lili. Penerbit PT./Univ. Hk.

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

86

BAB III ALIRAN-ALIRAN DALAM FILSAFAT HUKUM Tujuan Instruksional Umum: 3. Mahasiswa dapat memahami berbagai aliran dalam Filsafat Hukum. 4. Mahasiswa dapat membandingkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum.

Tujuan Instruksional Khusus: 2. Mahasiswa dapat menyebutkan berbagai aliran dalam Filsafat Hukum, yaitu: a. Aliran Hukum Alam. b. Aliran Hukum Positif. c. Aliran Utilitarianisme. d. Aliran Sejarah. e. Alian Positivisme. f. Aliran Sociological Jurisprudence. g. Aliran Legal Realism.

3. Berbagai Aliran Dalam Filsafat Hukum dan Perbedaannya Dalam filsafat hukum dikenal pembagian pelbagai aliran atau mazhab, yang dikemukakan oleh beberapa orang sarjana, antara lain F.S.G. Northrop dan Lili Rasjidi.1 Northrop membagi aliran atau madzhab filsafat hukum ke dalam 5 (lima) aliran, yaitu: f. Legal Positivism. g. Pragmatic Legal Realism. h. Neo Kantian and Kelsenian Ethical Jurisprudence. i. Functional Anthropological or Sociological Jurisprudence. j. Naturalistic Jurisprudence.

Lili Rasjidi, Dasar-Dasar Filsafat Hukum, Penerbit PT. Citra Aditya Bakti Bandung, 1990, halaman 26-27.

1

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

87

Sedangkan Lili Rasjidi membagi aliran/madzhab filsafat hukum ke dalam 6 (enam) aliran besar, masing-masing: g. Aliran Hukum Alam: 3) Yang Irrasional. 4) Yang Rasional. h. Aliran Hukum Positif: 3) Analitis. 4) Murni. i. Aliran Utilitarianisme. j. Madzhab Sejarah. k. Sociological Jurisprudence. l. Pragmatic Legal Realism. Selain kedua orang tokoh tersebut ada juga sarjana lain, yaitu Soehardjo Sastrosoehardjo yang membagi filsafat hukum ke dalam 9 (sembilan) aliran atau madzhab, yaitu:2 j. Aliran Hukum Kodrat/Hukum Alam. k. Aliran Idealisme Transendental (Kantianisme). l. Aliran Neo Kantianisme. m. Aliran Sejarah. n. Aliran Positivisme. o. Aliran Ajaran Hukum Umum. p. Aliran Sosiologi Hukum. q. Aliran Realisme Hukum. r. Aliran Hukum Bebas. Ketiga sarjana tersebut dalam membagi-bagi aliran dalam filsafat hukum tidak sama, karena memang tergantung pada penafsiran masing-masing orang dalam memilah-milahkan aliran dalam filsafat hukum.

Soehardjo Sastrosoehardjo, Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum, Program Pascasarjana Ilmu Hukum, Universitas Diponegoro, Semarang, 1997, halaman 1.

2

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

88

Dalam tulisan ini, penulis menggunakan pembagian aliran/madzhab filsafat hukum menurut pendapat dari Lili Rasjidi, seorang guru besar imu hukum dari Universitas Padjadjaran, Bandung dengan penjelasan sebagai berikut: a. Aliran Hukum Alam: Aliran ini berpendapat bahwa hukum berlaku universal (umum). Menurut Friedman, aliran ini timbul karena kegagalan manusia dalam mencari keadilan yang absolut, sehingga hukum alam dipandang sebagai hukum yang berlaku secara universal dan abadi.3 Gagasan mengenai hukum alam didasarkan pada asumsi bahwa melalui penalaran, hakikat mahkluk hidup akan dapat diketahui dan pengetahuan tersebut menjadi dasar bagi tertib sosial serta tertib hukum eksistensi manusia. Hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia. Aliran hukum alam ini dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: 2) Irrasional: Aliran ini berpendapat bahwa hukum yang berlaku universal dan abadi bersumber dari Tuhan secara langsung. Pendukung aliran ini antara lain: Thomas Aquinas (Aquino), John Salisbury, Daante, Piere Dubois, Marsilius Padua, dan John Wyclife. Thomas Aquinas membagi hukum ke dalam 4 golongan, yaitu: e) Lex Aeterna, merupakan rasio Tuhan sendiri yang mengatur segala hal dan merupakan sumber dari segala hukum. Rasio ini tidak dapat ditangkap oleh pancaindera manusia. f) Lex Divina, bagia dari rasio Tuhan yang dapat ditangkap oleh manusia berdasarkan waktu yang diterimanya. g) Lex Naaturalis, inilah yang dikenal sebagai hukum alam dan merupakan penjelmaan dari rasio manusia. h) Lex Posistivis, hukum yang berlaku merupakan pelaksanaan hukum alam oleh manusia berhubung dengan syarat khusus yang diperlukan oleh

Darji Darmodiharjo & Shidarta, Pokok-Pokok Filsafat Hukum, Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia, Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 1995, halaman 102.

3

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

89

keadaan dunia. Hukum ini diwujudkan ke dalam kitab-kitab suci dan hukum positif buatan manusia. Penulis lain, William Occam dari Inggris mengemukakn adanya hirarkis hukum, dengan penjelasan sebagai berikut: d) Hukum Universal, yaitu hukum yang mengatur tingkah laku manusia yang bersumber dari rasio alam. e) Apa yang disebut sebagai hukum yang mengikat masyarakat berasal dari alam. f) Hukum yang juga bersumber dari prinsip-prinsip alam tetapi dapat diubah oleh penguasa. Occam juga berpendapat bahwa hukum identik dengan kehendak mutlak Tuhan Sementara itu Fransisco Suarez dari Spanyol berpendapat demikian, manusia yang bersusila dalam pergaulan hidupnya diatur oleh suatu peraturan umum yang harus memuat unsusr-unsur kemauan dan akal. Tuhan adalah pencipta hukum alam yang berlaku di semua tempat dan waktu. Berdasarkan akalnya manusia dapat menerima hukum alam tersebut, sehingga manusia dapat membedakan antara yang adil dan tidak adil, buruk atau jahat dan baik atau jujur. Hukum alam yang dapat diterima oleh manusia adalah sebagian saja, sedang selebihnya adalah hasil dari akal (rasio) manusia. 2) Rasional: Sebaliknya, aliran ini mengatakan bahwa sumber dari hukum yang universal dan abadi adalah rasio manusia. Pandangan ini muncul setelah zaman Renaissance (pada saat rasio manusia dipandang terlepas dari tertib ketuhanan/lepas dari rasio Tuhan) yang berpendapat bahwa hukum alam muncul dari pikiran (rasio) manusia tentang apa yang baik dan buruk penilaiannya diserahkan kepada kesusilaan (moral) alam. Tokoh-tokohnya, antara lain: Hugo de Groot (Grotius), Christian Thomasius, Immanuel Kant, dan Samuel Pufendorf. Pendasar hukum alam yang rasional adalah Hugo de Groot (Grotius), ia menekankan adanya peranan rasio manusia dalam garis depan, sehingga rasio

4 Metode kritis tidak skeptis./Modul/Fils. Ajaran Kant dimuat dalam tiga buah karya besar.Doc. tidak dogmatis (trancendental). Katagori imperatif Kant mewajibkan semua anggota masyarakat tetap mentaati hukum positif negara sekalipun di dalam hukum terebut terdapat 4 Soehardjo Sastrosoehardjo. Ajaran Kant tersebut ada korelasinya dengan tiga macam aspek jiwa manusia. dan karsa (thinking. rasa. lawan dari filsafat dogmatis. Hakekat manusia (homo noumenon) tidak terletak pada akalnya. tetapi justru pada manusia ideala berkepribadian humanistis. Kritik Akal Budi Praktis (kritik der praktischen Vernunft yang terkait dengan moralitas). Oleh karena itu rasio manusialah sebagai satu-satunya sumber hukum. Tokoh penting lainnya dalam aliran ini ialah Immanuel Kant. tetapi pada kebebasan jiwa susila manusia yang mampu secara mandiri menciptakan hukum kesusilaan bagi dirinya sendiri dan juga orang lain. volition. Hk./Univ. Filsafat dari Kant dikenal sebagai filsafat kritis. yaitu: Kritik Akal Budi Manusia (kritik der reinen Vernunft yang terkait dengan persepsi). Kritik Daya Adirasa (kritik der Urteilskraft yang terkait dengan estetika dan harmoni). . yaitu cipta. Op. and feeling). Yang penting bukan manusia ideal berilmu atau ilmuwan. Dan hukum berfungsi untuk menciptakan situasi kondisi guna mendukung perjuangan tersebut. halaman 12.. beserta corak berfikir yang bersifat teoritis keilmuan alamiah (natuurweten schappelijke denkwijze). Hakekat hukum bagi Kant adalah bahwa hukum itu merupakan keseluruhan kondisi-kondisi di mana kehendak sendiri dari seseorang dapat digabungkan dengan kehendak orang lain di bawah hukum kebebasan umum yang meliputi kesemuanya. Cit. Narotama Surabaya/V/2005 90 manusia sama sekali terlepas dari Tuhan. Salah satu karya Kant yang berjudul Metaphysische Anfangsgruende der Rechtslehre (Dasar Permulaan Metafisika Ajaran Hukum merupakan bagian dari karyanya yang berjudul Metaphysik der Sitten) pokok pikirannya ialah bahwa manusia menurut darma kesusilaannya mempunyai hak untuk berjuang bagi kebebasan lahiriahnya untuk menghadirkan dan melaksanakan kesusilaan.

Doc. san sintesa yang berlangsung secara berulang-ulang dan terus-menerus. Yang dijadikan motto oleh Hegel ialah: Apa yang nyata menurut nalar adalah nyata. Negara merupakan perwujudan jiwa mutlak. 3) Analitis Pemikiran ini berkembang di Inggris namun sedikit ada perbedaan dari tempat asal kelahiran Legisme di Jerman. sehingga dengan katagori imperatif ini ajaran dari Immanuel Kant juga dapat digolongkan ke dalam aliran positivisme. dalam hal ini satu-satunya sumber hukum adalah undang-undang. das ist wirklich ist. Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah Hegel dari Jerman. Filsafat hukum dalam bentuk maupun isinya. Austin membagi hukum atas 2 hal. das ist vernunftig. Pendapat Kant ini diikuti oleh Fichte yang mengatakan bahwa hukum alam itu bersumber dari rasio manusia. dan apa yang nyata adalah menurut nalar (Was vernunftig ist. . demikan juga dengan hukum. Pertumbuhan dan perkembangan dialektis melalui tesa. b. antitesa. telah berkembang suatu pemikiran dalam ilmu hukum yang disebut dengan Legisme yang memandang tidak ada hukum di luar undangundang. Hk. seluruh kenyataan kodrat alam dan kejiwaan merupakan proses perkembangan sejarah secara dialektis dari roh/cita/spirit mutlak yang senantiasa maju dan berkembang. and what is real is reasonable). Jadi. Di Inggris. Bagi Hegel. berkembang bentuk yang agak lain. yaitu Analytical Jurisprudence. Tidak ada antimoni antara nalar/akal dengan kenyataan atau realitas. di sini sudah terdapat larangan mutlak bagi perilaku yang tergolong melawan penguasa negara. Aliran Hukum Positif Sebelum aliran ini lahir. What is reasonable is real. yang dikenal dengan ajaran Positivisme Hukum dari John Austin. yaitu: c) Hukum yang diciptakan oleh Tuhan untuk manusia./Modul/Fils./Univ. Jiwa mutlak mengandung dan mencakup seluruh tahap-tahap perkembangan sebelumnya jadi merupakan permulaan dan kelahiran segala sesuatu. Narotama Surabaya/V/2005 91 unsur-unsur yang bertentangan dengan dasar-dasar kemanusiaan. penampilan dan esensinya juga dikuasai oleh hukum dialektika.

etika. Jenis ini disebut sebagai hukum positif yang terdiri dari hukum yang dibuat penguasa. Sedang Hans Kelsen secara tegas mengatakan tidak menganut berlakunya suatu hukum alam. dan sebagainya. Menurut ajaran tersebut. hukum harus dibersihkan dari dan/atau tidak boleh dicampuri oleh politik. dan sebagainya. namun pemikirannya sedikit berbeda apabila dibandingkan dengan Rudolf Stammler. kewajiban. Hk. hukum yang dibuat atau disusun rakyat secara individuil yang dipergunakan untuk melaksanakan hakhaknya./Modul/Fils. Ajaran Kelsen juga dapat dikatakan mewakili aliran positivisme kritis (aliran Wina). Sehingga ketentuan yang tidak memenuhi keempat unsur tersebut tidak dapat dikatakan sebagai hukum./Univ. sanksi. Idealisme hukum ditolak sama sekali. dalam hukum yang nyata pada point pertama. Adapun pokok-pokok ajaran Kelsen adalah sebagai berikut: . Ilmu (hukum) adalah susunan formal tata urutan/hirarki norma-norma. 4) Murni Ajaran hukum murni dikatagorikan ke dalam aliran positivisme. karena pandangan-pandangannya tidak jauh berbeda dengan ajaran Auistin. Hukum dalam arti yang tidak sebenarnya. sosiologi. Menurut Austin.Doc. dan kedaulatan. Narotama Surabaya/V/2005 92 d) Hukum yang disusun dan dibuat oleh manusia. Stanmmler masih menerima dan menganut berlakunya suatu hukum alam walaupun ajaran hukum alamnya dibatasi oleh ruang dan waktu. seperti: undang-undang. peraturan pemerintah. Perbedaannya terletak pada penggunaan hukum alam. contoh hak wali terhadap perwaliannya. di dalamnya terkandung perintah. contoh: ketentuan-ketentuan dalam organisasi atau perkumpulan-perkumpulan. sejarah. yang terdiri dari: hukum dalam arti yang sebenarnya. karena hal-hal ini oleh Kelsen dianggap tidak ilmiah. walaupun Kelsen mengemukakan adanya asas-asas hukum umum sebagaimana tercermin dalam Grundnorm/Ursprungnormnya. Hans Kelsen seorang Neo Kantian. dalam arti hukum yang tidak memenuhi persyaratan sebagai hukum. Ajaran tersebut dikenal dengan nama Reine Rechtslehre atau ajaran hukum murni.

h) Teori filsaft hukum adalah ilmu. Narotama Surabaya/V/2005 93 g) Tujuan teori ilmu hukum sama halnya dengan ilmu-ulmu yang lain adalah meringkas dan merumuskan bahan-bahan yang serba kacau dan keserbanekaragaman menjadi sesuatu yang serasi. yang sekaligus berfungsi sebagai penjelasan atau pembenaran ilmiah bahwa keseluruhan norma- 5 Bandingkan dengan Lili Rasjidi. Hk. Fungsi hukum tersebut bukan dalam arti hukum kodrat. j) Teori/filsafat hukum adalah teori yang tidak bersangkut paut dengan kegunaaan atau efektivitas norma-norma hukum. bukan masalah apa yang dikehendaki. tetapi sebagai suatu Transcendental Logische Voraussetzung. k) Teori hukum adalah formal. Fungsi teori hukum ilah menjelaskan hubungan antara norma-norma dasar dan norma-norma lebih rendah dari hukum./Univ./Modul/Fils. etiika atau agama.. demikian seterusnya hingga sampai pada suatu Grundnorm. l) Hubungan kedudukan antara tori hukum dengan sistem hukum positif tertentu adalah hubungan antara hukum yang serba mungkin dan hukum yang senyatanya.5 yang kemudian diambil alih oleh Hans Kelsen. Stufentheorie diciptakan pertama kali oleh Adolf Merkl (1836-1896). Cit. bukan karsa dan rasa. yaitu dalil yang secara transendental menentukan bahwa norma dasar terakhir/tertinggi secara logis harus ada lebih dahulu. tetapi tidak menentukan apakah norma dasar itu baik atau tidak. Kekuatan berlakunya hukum tertentu tergantung pada norma hukum yang lebih tinggi. yang berfungsi sebagai dasar terakhir/tertinggi bagi berlakunya keseluruhan hukum positif yang bersangkutan. Op. Yang disebut belakangan adalah tugas ilmum politik. teori tentang ara atau jalannya mengatur perubahan-perubahan dalam hukum secara khusus. bukan ilmu ke-alaman (natuurwetenschap) yang dikuasai oleh hukum kausalitas.Doc. halaman 43. seorang murid dari Rudolf von Jhering. . Teori konkretisasi hukum menganggap suatu sistem hukum sebagai atau susunan yang piramidal. i) Hukum adalah ilmu normatif. masalah cipta.

tidak termasuk pengertian hukum tetapi tergolong pada cita hukum. Aliran Utilitarianisme Aliran ini dipelopori oleh Jeremy Bentham (1748-1832). berkuasa atas diri dan tidak bisa diganggu (wollen. peraturan-peraturan dalam hukum positif yang bersangkutan itu pada hakekatnya merupakan satu kesatuan yang serasi. Pengertian dasar atau kategori hukum itu berupa metode pikiran formil yang adanya tidak ditentukan oleh atau digantungkan pada isi atau aturan hukum. dan melawan hukum./Modul/Fils. mengikat. secara positif. Hk. penundukan hukum. Bentham berpendapat bahwa alam memberikan kebahagiaan dan kesusahan. selbstherrlichkeit unverletzbarkeit). Hakekat pengertian hukum atau pengertian hukum yang transendental ini mempunyai unsur-unsur: kehendak/karsa. dan Rudolf von Jhering (1818-1889). Hukum yang adil adalah hukum yang memenuhi syarat atau tertentu “social-ideal”. Dari hakekat ini lebih lanjut ditarik 8 (delapan) macam kategori hukum. objek hukum. i. maka tugas dan fungsi filsafat hukum ialah dengan abstraksi bahan-bahan variabel tersebut. hukum kodrat gaya baru. dasar hukum./Univ.q. tidak semata-mata pada bentuk hukumnya. yaitu hukum kodrat yang senantiasa berubah yang mengajarkan bahwa filsafat hukum adalah ilmu/ajaran tentang hukum yang adil (die lehre vom richtigen recht). yakni ujud dari manusia dalam kehidupan masyarakat yang memiliki kehendak bebas (Gemeinschaft frei wollender Menschen). Penulis lain bernama Rudolf Stammler (1856-1938) merupakan tokoh kebangkitan kembali filsafat c. Apabila ilmu hukum meneliti dan mengkaji.Doc. kekuasaan hukum. Asasasas hukum umum yang menentukan kebaikan isi atuan hukum. hubungan hukum. verbinden. Manusia selalu berusaha . Cita hukum yang sosial ini berfungsi regulatif terhadap sistem hukum positif. menurut hukum (rechtmatigeheid). Narotama Surabaya/V/2005 94 norma c.q. John Stuart Mill (1806-1873). meneliti secara transendental kritis (metode yang berasal dari Kant) bentuk-bentuk kesadaran manusia hingga menerobos sampai pada landasan/dasar transendental logis penghayatan hukum yang berujud hakekat pengertian hukum. yaitu: subjek hukum.

ajaran Bentham dikenal sebagai utilitarianisme yang individual. Dalam mendefinisikan kepentingan. jadi merupakan gabungan antara teori yang dikemukakan oleh Bentham. Tugas hukum adalah memelihara kebaikan dan mencegah kejahatan. Manusia berusaha memperoleh kebahagiaan melalui hal-hal yang membangkitkan nafsunya. karena Jhering dikenal sebagai pandangan utilitarianisme yang bersifat sosial. Oleh karena itu. Keberadaan hukum diperlukan untuk menjaga agar tidak terjadi bentrokan kepentingan individu dalam mengejar kebahagiaan yang sebesar-besarnya. Hk. perasaan individu akan keadilan dapat membuat individu itu menyesal dan ingin membalas dendam kepada tiap yang tidak menyenangkannya. Bagi Jhering. Mill. tujuan hukum adalah untuk melindungi kepentingankepentingan. Narotama Surabaya/V/2005 95 memperbanyak kebahagiaan dan mengurangi kesusahannya./Modul/Fils. untuk memelihara kegunaan. jikas tidak demikian. Kemudian Mill lalu menganalisis hubungan antara kegunaan dan keadilan. dengan melukiskannya sebagai pengejaran kesenangan dan menghindari penderitaan tetapi kepentingan individu dijadikan bagian dari tujuan sosial dengan menghubungkan tujuan pribadi seseorang dengan kepentingan-kepentingan orang lain. maka akan terjadi homo homini lupus (manusia menjadi serigala bagi manusia yang lain). Pendapat lain dilontarkan Rudolf von Jhering yang menggabungkan antara utilitarianisme yang individual maupun yang sosial. Sebagian dari pokok ajarannya ialah bahwa hukum itu tidak ./Univ. untuk itu perlu ada batasan yang diwujudkan dalam hukum. Aliran Sejarah Tokoh-tokohnya antara lain Friedrich Carl von Savigny (1778-1861) dan Puchta (1789-1846). Kebaikan adalah kebahagiaan dan kejahatan adalah kesusahan. j. ia mengikuti Bentham. dan positivisme hukum dari John Austin. Ia menyatakan bahwa tujuan manusia ialah kebahagiaan. Dengan kata lain. Mill juga menolak pandangan Kant yang mengajarkan bahwa individu harus bersimpati pada kepentingan umum.Doc. Penulis lain yang tidak kalah pentingnya ialah John Stuart Mill yang lebih banyak dipengaruhi oleh pertimbangan psikologis. Pada hakekatnya.

Doc. Tantangan von Savigny terhadap kodifikasi Perancis itu telah menyebabkan hampir satu abad lamanya Jerman tidak memiliki kodifikasi hukum perdata. termasuk penganut aliran sejarah dan sebagai murid von Savigny berpendapat bahwa hukum dapat berbentuk: 4) Langsung. Von Savigny berkeinginan agar hukum Jerman itu berkembang menjadi hukum nasional Jerman. 6) Tidak selamanya peraturan perundang-undangan timbul begitu saja. bilden sich aus mit diesem. karena dalam kenyataannya banyak ketentuan mengenai serikat kerja di Inggris yang tidak akan terbentuk tanpa perjuangan keras. es wachst mit dem volke vort. Hk. 7) Jangan sampai peranan hakim dan ahli hukum lainnya tidak mendapat perhatian. 8) Dalam banyak kasus peniruan memainkan peranan yang lebih besar daripada yang diakui oleh penganut Mazhab Sejarah./Modul/Fils. Paton memberikan sejumlah catatan terhadap pemikiran Savigny sebagai berikut: 5) Jangan sampai kepentingan dari golongan masyarakat tertentu dinyatakan sebagai volksgeist dari masyarakat secara keseluruhannya. Tulisan von Savigny sebenarnya merupakan reaksi langsung terhadap Thibaut . und strirbt endlich ab sowie das volk seineen eigentuum lichkeit verliert). Narotama Surabaya/V/2005 96 dibuat. tetap saja perlu ada yang menyusunnya kembali untuk diproses menjadi bentuk hukum. . tetapi pada hakekatnya lahir dan tumbuh dari dan dengan rakyat. namun ia akan mati. manakala rakyat kehilangan kepribadiannya (das recht wirdnicht gemacht. Sumber hukum intinya adalah hukum kebiasaan adalah volksgeist jiwa bangsa atau jiwa rakyat. di samping itu juga hendak memberi tempat yang terhormat bagi hukum rakyat Jerman yang asli di negara Jerman sendiri. berkembang bersama dengan rakyat./Univ. karena walaupun volksgeist itu dapat menjadi bahan kasarnya. berupa adat-istiadat. Sedang Puchta. Pengaruh pandangan von Savigny juga terasa sampai jauh ke luar batas negeri Jerman. Banyak bangsa yang dengan sadar mengambil alih Hukum Romawi dan mendapat pengaruh dari Hukum Perancis.

Penerbit Kanisius. Puchta mengutamakan pembentukan hukum dalam negara sedemikian rupa. Sama halnya dengan pengolahan hukum oleh kaum Yuris. Adat-istadat bangsa hanya berlaku sebagai hukum sesudah disahkan oleh negara. k. Namun ketika pembentukan hukum tersebut masih berhubungan erat dengan jiwa bangsa (volksgeist) yang bersangkutan. Negera mengesahkan hukum itu dengan membentuk undang-undang. Adapun yang memiliki hukum yang sah hanyalah bangsa dalam pengertian nasional (negara). sedangkan “bangsa alam” memiliki hukum sebagai keyakinan belaka. Hk. 1993. keyakinan hukum yang hidup dalam jiwa bangsa harus disahkan melalui kehendak umum masyarakat yang terorganisasi dalam negara. Dengan adanya pemikiran dan pandangan puchta yang demikian ini. Menurut Puchta. tanpa menghiraukan apa yang hidup dalam jiwa orang dan dipraktikkan sebagai adatistiadat.Doc. menurut Theo Huijbers dikatakan tidak jauh berbeda dengan Teori Absolutisme negara dan Positivisme Yuridis. Aliran Sociological Jurisprudence Theo Huijbers. 6) Melalui ilmu hukum dalam bentuk karya para ahli hukum. yakni praktik hukum dalam adat-istiadat bangsa dan pengolahan ilmiah hukum oleh ahli-ahli hukum. Ia berhak membentuk undang-undang tanpa bantuan kaum yuris. Puchta membedakan pengertian “bangsa” ke dalam dua jenis. yaitu bangsa dalam pengertian etnis yang disebut “bangsa alam” dan bangsa dalam arti nasional sebagai kesatuan organis yang membentuk satu negara. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah./Univ. pikiran-pikiran mereka tentang hukum memerlukan pengesahan negara supaya berlaku sebagai hukum. yang berkuasa dalam negara tidak membutuhkan dukungan apapun./Modul/Fils. Lebih lanjut. Narotama Surabaya/V/2005 97 5) Melalui undang-undang. Yogyakarta. Di lain pihak. sehingga akhirnya tidak ada tempat lagi bagi sumber-sumber hukum lainnya. 6 . halaman 120-121.6 Buku Puchta yang terkenal berjudul Gewohnheitsrecht.

sedang sosiologi hukum cara pendekatannya bertolak dari masyarakat kepada hukum. Dengan rasio demikian. . Primat logika dalam hukum digantikan dengan primat “pengkajian dan penilaian terhadap kehidupan manusia (Lebens forschung und Lebens bewertung). Aliran ini berkembang di Amerika. Sosiologi Hukum merupakan cabang sosiologi yang mempelajari hukum sebagai gejala sosial. Hk. 7 Kata “sesuai” diartikan sebagai hukum yang mencerminkan nilai-nilai yang hidup di dalam masyarakat. yaitu pengaruh hukum terhadap masyarakat./Univ. Eugen Ehrlich. pada intinya aliran ini hendak mengatakan bahwa hukum yang baik adalah hukum yang sesuai dengan hukum yang hidup dalam masyarakat. Benjamin Cardozo. Aliran Sociological Jurisprudence berbeda dengan Sosiologi Hukum. Dari 2 (dua) hal tersebut di atas (sociological jurisprudence dan sosiologi hukum) dapat dibedakan cara pendekatannya. Roscoe Pound menganggap bahwa hukum sebagai alat rekayasa sosial (Law as a tool of social engineering and social controle) yang bertujuan menciptakan harmoni dan keserasian agar secara optimal dapat memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat.Doc. Sosiologi hukum sebagai cabang sosiologi yang mempelajari pengaruh masyarakat kepada hukum dan dan sejauh mana gejala-gejala yang ada dalam masyarakat dapat mempengaruhi hukum di samping juga diselidiki juga pengaruh sebaliknya. Untuk kepentingan yang ideal itu diperlukan kekuatan paksa yang dilakukan oleh penguasa negara.. atau secara konkritnya lebih memikirkan keseimbangan 7 Lili Rasjidi. Keadilan adalah lambang usaha penyerasian yang harmonis dan tidak memihak dalam mengupayakan kepentingan anggota masyarakat yang bersangkutan. antara lain: Roscoe Pound. Sociological jurisprudence. Op. cara pendekatannya bertolak dari hukum kepada masyarakat. Cit. Gurvitch dan lain-lain. halaman 47./Modul/Fils. Kontorowics. sedang Sociological Jurisprudence merupakan suatu mazhab dalam filsafat hukum yang mempelajari pengaruh timbal balik antara hukum dan masyarakat dan sebaliknya. Pendapat/pandangan dari Roscoe Pound ini banyak persamaannya dengan aliran Interessen Jurisprudence. Narotama Surabaya/V/2005 98 Pendasar aliran ini.

/Modul/Fils. yang diumumkan dengan wibawa oleh badan-badan yang membuat undangundang atau mensahkan undang-undang dalam masyarakat yang berorganisasi politik dibantu oleh kekuasaan masyarakat itu. pangkal pikir dari aliran ini bersumber pada pentingnya rasio atau akal sebagai sumber hukum.Doc. 7) Realisme adalah suatu konsep mengenai hukum yang berubah-ubah dan sebagai alat untuk mencapai tujuan sosial. Hal ini disebabkan oleh pendapat atau pandangan Roscoe Pound yang mengatakan bahwa hukum itu adalah a tool of social engineering. Sebab./Univ. Jerome Frank. Realisme adalah suatu gerakan dalam cara berpikir dan cara bekerja tentang hukum. Karl Llewellyn. Pendasar mazhab/aliran ini ialah John Chipman. Llewellyn berpendapat bahwa Pragmatic Legal Realism bukan aliran tapi suatu gerakan yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 6) Realisme bukanlah suatu aliran/mazhab. Pragmatic Legal Realism Salah seorang sarjana bernama Friedman membahas aliran ini dalam kaitannya sebagai salah satu subaliran dari positivisme hukum. private as well as public interest). kedua liran tersebut ada kebenarannya. Oliver Wendell Holmes. Friedman juga berpendapat bahwa Roscoe Pound juga dapat digolongkan ke dalam Pragmatic Legal Realism di samping masuk ke dalam Sociological Jurisprudence. Maksudnya. maka tiap bagiannya harus . Pengalaman dikembangkan oleh akal dan akal diuji oleh pengalaman . Sementara itu. Hanya hukum yang sanggup menghadapi ujian akal agar dapat hidup terus. Hk. Hukum adalah pengalaman yang diatur dan dikembangkan oleh akal. Narotama Surabaya/V/2005 99 kepentingan-kepentingan (balancing of interest. William James dan sebagainya. Tidak ada sesuatu yang dapat bertahan sendiri di dalam sistem hukum. Roscoe Pound juga berpendapat bahwa living law merupakan synthese dari these positivisme hukum dan antithese mazhab sejarah. Yang menjadi unsur-unsur kekal dalam hukum itu hanyalah pernyataan-pernyataan akal yang terdiri dari atas pengalaman dan diuji oleh pengalaman. l. Gray.

Doc. 8) Realisme mendasarkan ajarannya atas pemisahan sementara antara sollen dan sein untuk keperluan suatu penyelidikan agar penyelidikan itu mempunyai tujuan. Narotama Surabaya/V/2005 100 diselidiki mengenai tujuan maupun hasilnya./Univ. 7) Menggantikan katagori-katagori hukum yang bersifat umum dengan hubungan-hubungan khsusus dari keadaan-keadaan yang nyata. 9) Realisme telah mendasarkan pada konsep-konsep hukum tradisional oleh karena realisme bermaksud melukiskan apa yang sebenarnya oleh pengadilan-pengadilan dan orang-orangnya. 8) Cara pendekatan seperti tersebut di atas mencakup juga penyelidikan tentang faktor-faktor/unsur-unsur yang bersifat perseornagan maupun umum dengan penelitian atas kepribadian sang hakim dengan disertai data- . maka realisme menciptakan penggolongan-penggolongan perkara dan keadaan-keadaan hukum yang lebih kecil jumlahnya daripada jumlah penggolongan-penggolongan yang ada pada masa lampau. 10) Gerakan realisme menekankan pada perkembangan setiap bagian hukum haruslah diperhatikan dengan seksama mengenai akibatnya. Hk./Modul/Fils. Untuk itu dirumuskan definisidefinisi dalam peraturan-peraturan yang merupakan ramalan umum tentang apa yang akan dikerjakan oelh pengadilan-pengadilan. Pendekatan yang harus dilakukan oleh gerakan realisme untuk mewujudkan program tersebut di atas telah digariskan sebagai berikut: 5) Keterampilan diperlukan bagi seseorang dalam memberikan argumentasinya yang logis atas putusan-putusan yang telah diambilnya bukan hanya sekedar argumen-argumen yang diajukan oleh ahli hukum yang nilainya tidak berbobot. 6) Mengadakan perbedaan antara peraturan-peraturan dengan memperhatikan relativitas makna peraturan-peraturan tersebut. Hal ini berarti bahwa keadaan sosial lebih cepat mengalami perubahan daripada hukum. maka hendaknya diperhatikan adanya nilai-nilai dan observasi terhadap nilai-nilai itu haruslah seumum mungkin dan tidak boleh dipenuhi oleh kehendak observer maupun tujuan-tujuan kesusilaan. Sesuai dengan keyakinan ini.

Sifat normatif hukum agak dikesampingkan. yaitu: 3) Aliran Realisme Hukum Amerika Tokoh-tokohnya adalah Oliver Wendell Holmes dan Jerome Frank. 1997. Jakarta. sedang “Law in the modern mind” berasal dari Jerome Frank. Pendorong utama perilaku Hakim atau pejabat-pejabat hukum segarusnya berpijak pada moral positif dan kemaslahatan masyarakat (social advanrage). di samping faktor-faktor lain. simpati maupun antipati pribadi (Frank). yakni. prasangka politis.8 Mengenai aliran Pragmatic Legal Realism yang berkembang pada waktu itu dapat dibedakan menjadi 2 (dua) macam. Penerbit PT. ekonomis./Univ. dan moril. 8 . Filsafat Hukum. halaman 77. Walaupun istilah realisme sering dipergunakan untuk gerakan cara berfikir di Skandinavia akan tetapi persamaan nama dengan gerakan cara berfikir di Amerika Serikat. Peraturan-peraturan hukum dan asas-asas hukum tidak lain adalah semacam stimuli yang mempengaruhi perilaku hakim yang dapat dilihat dalam putusan-putusan hakim. “The path of Law” berasal dari Holmes. yakni Roscoe Pound dan benjamin Cardozo dalam bukunya yang berjudul “The nature of the juridical process” mengambil pendirian yang lebih moderat. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 101 data statistik tentang ramalan-ramalan apa yang akan diperbuat oloeh pengadilan dan lain-lain. para sarjana hukum modern mengembangkan cara berfikir tentang hukum yang memiliki ciri khas ala Skandinavia yang tidak ada persamaannya di negara-negara lain. yakni wawasan sosiologis. Bagian I. Pradnya Paramita. yaitu hukum yang senyatanya dan hukum yang mungkin (actual law and probable law). 4) Aliran Realisme Skandinavia Di Skandinavia.Doc. Hukum pada hakekatnya adalah berupa pola perilaku/tindakan (pattern of behaviour) nyata dari hakim dan petugas/pejabat hukum (law officials) lainnya./Modul/Fils. Bagi Frank. hukum dapat dibagi menjadi dua. Realisme Skandinavia adalah dasar-dasar filsafat yang memberikan kritik-kritik terhadap dasar-dasar metafisika hukum (Skandinavian Soetiksno. Terhadap sikap yang agak ekstrim dari kedua tokoh tersebut. hanyalah sebatas persamaan nama saja.

grakan realis mempunyai ciri-ciri yang mirip sekali dengan ciri-ciri Filsafat Hukum Eropa./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 102 realism is essentialy a philosophical critique of the metaphysical foundations law). Gerakan ini menolak cara pendekatan yang dipergunakan oleh kaum realis Amerika Serikat yang mempunyai nilai rendah. Mengenai nilai-nilai hukum gerakan realisme Skandinaviamempunyai pendirian yang sama dengan filsafat relativisme. Menureut Friedman. Dalam caranya memberi kritik dan pengupasan prinsip-prinsip pertama yang seringkali sangat abstrak.. Menurut Hargerstrom dan kawan-kawan. yaitu tentang penggunaan pengertian kehendak kolektif. halaman 86. sekalipun pengaruh Axel tidak sebesar Ross.Doc. Lundstedt. Para ahli hukum tersebut di atas menolak adanya pengertian-pengertian mutlak tentang keadilan yang menguasai dan yang memberi pedoman pada sistem-sistem hukum positif. satu kehendak umum atau kehendak negara (a collective or general will or of the state) oleh ilmu hukum analitis. dan cara mereka membuktikan legitimitas (dasar hukum) kekuasaan negara tersebut menurut Hargerstrom dan kawan-kawan adalah pada dasarnya sama dengan cara-cara yang dipergunakan filsafat hukum kodrat./Univ. Adanya persamaan cara pendekatan antara penganut-penganut gerakan relaisme Skandinavia diusebabkan oleh pengaruh dari Axel Hagestrom terhadap tokoh-tokoh gerakan realisme Skandinavia pada waktu itu. yaitu Oliverscrona. mereka menolak pendirian yang mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan tentang hukum dapat disalurkan secara memaksa dari prinsip-prinsip tentang keadilan yang tidak adapat diubah. . 4.9 keberadaan realisme Skandinavia telah memberikan sumbangan yang amat besar kepada teori hukum. Latihan Soal 9 Ibid. pengertian-pengertian tersebut adalah semacam satu pengertian gaib yang dipergunakan mereka untuk memberi dasar hukum pada kemahakuasaan orang-orang yang memegang perintah negara. Hk.

Hk./Univ. Mengapa dalam aliran hukum positif timbul aliran analitis dan murni dan bagaimana pula perbedaan yang menonjol antara dua liran tersebut? Jelaskan! d. Siapakah pendasar aliran Utilitarianisme dan bagaimana pula pendapat atau pandangan para ahli hukum penganut aliran Utilitarianisme terhadap hukum? Sebut dan jelaskan! e. Narotama Surabaya/V/2005 103 a. Ada berapa pandangan realisme hukum? Di manakah pertama kali realisme hukum itu timbul? Jelaskan perbedaannya masing-masing! ./Modul/Fils. Adakah perbedaan pendapat antara Karl von Savigny dan Puchta? Jelaskan jawaban Sdr.! f. Mengapa hukum alam dianggap lebih tinggi dari hukum yang sengaja dibentuk oleh manusia? Jelaskan! b.Doc. serta sebutkan dan jelaskan ke-4 hukum menurut Thomas Aquinas? c. Apa yang melatarbelakangi Thomas Aquinas membagi hukum menjadi 4.

Hk. Universitas Diponegoro. Filsafat Hukum. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Darji & Shidarta. Soehardjo Sastrosoehardjo./Univ. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum.Doc. Semarang. 1997. Soetiksno. 1995. Penerbit PT. 1993. Huijbers. Pradnya Paramita. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. 1997. 1990. . Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Jakarta. Dasar-Dasar Filsafat Hukum. Narotama Surabaya/V/2005 104 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Penerbit PT. halaman. Theo Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Jakarta. Penerbit PT. Rasjidi. Bagian I. Lili. Citra Aditya Bakti Bandung./Modul/Fils. Gramedia Pustaka Utama.

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

105

BAB IV PENGERTIAN DAN TUJUAN HUKUM SECARA FILOSOFIS Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat: 1. Memahami berbagai pengertian hukum secara filosofis. 2. Memahami berbagai tujuan hukum secara filosofis. Tujuan Instruksional Khusus: 1. Menyebutkan dan menjelaskan konsepsi hukum menurut Roscoe Pound. 2. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara tradisional. 3. Menyebutkan dan menjelaskan tujuan hukum secara modern.

2. Konsepsi Hukum Menurut Roscoe Pound Roscoe Pound sebagai salah seorang pendasar aliran Sociological

Jurisprudence yang tumbuh dan berkembang di Amerika Serikat, memiliki 12 (dua belas) konsepsi tentang hukum. Kedua belas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Pound tersebut dipergunakan untuk menjelaskan gagasan tentang hak-hak asasi yang sebenarnya berguna untuk menerangkan untuk apa sebenarnya hukum itu, dan menunjukkan bahwa seberapa mungkin harruslah sedikit hukum itu, karena hukum merupakan satu kekangan terhadap kebebasan manusia, dan kekangan itu walaupun hanya sedikit menuntut pembenaran yang kuat. Hal inilah yang melatarbelakangi adanya 12 konsepsi Pound tentang

hukum, karena gagasan untuk apa hukum itu terkandung sebagian besarnya di dalam gagasan tentang apa hukum itu, maka satu tinjauan pendek mengenai gagasan tentang sifat hukum dipandang dari pendirian ini akan sangat berguna dalam mepelajari tujuan hukum dari segi filososfis. Adapun ke-12 konsepsi Pound tentang hukum tersebut terdiri dari:1

Roscoe Pound, Pengantar Filsafat Hukum, (Terj.) Muhammad radjab, Penerbit Bhratara, Jakarta, 1996, halaman 28-32.

1

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

106

a. Pertama, boleh kita kemukakan gagasan tentang satu kaidah atau sehimpunan kaidah yang diturunkan oleh Tuhan untuk mengatur tindakan manusia, misalnya undang-undang Nabi Musa, atau undang-undang Hammurabi, yang diturunkan oleh Dewa Matahari setelah selesai disusun, atau undang-undang Manu yang didiktekan kepada para budiman oleh putra Manu, Bhrigu namanya, di depan Manu sendiri dan atas petunjuknya. b. Ada satu gagasan tentang hukum sebagai satu tradisi dari kebiasaan lama yang ternyata dapat diterima oleh dewa-dewa dan karena itu menunjukkan jalan yang boleh ditempuh manusia dengan amannya. Sebab manusia primitif, yang menganggap dirinya dilingkungi oleh kekuatan gaib di dalam alam yang banyak tingkah dan suka membalas dendam, terus-menerus dalam ketakutan kalau-kalau ia melanggar sesuatu yang dilarang oleh mahkluk gaib. Dengan demikian ia dan orang sekampungnya akan dimarahi oleh mahkluk gaib tersebut. Kesalahan umum menuntut supaya orang melakukan hanya apa yang diperbolehkan, dan melakukan menurut cara yang digariskan oleh kebiasaan yang sudah lama dituruti, setidaknya jangan melakukan apa yang tidak disenangi oleh dewa-dewa. Hukum adalah himpunan perintah yang tradisional akan dicatat, yang di alam kebiasaan itu dipelihara dan dinyatakan. Bilamana kita menjumpai sehimpunan hukum primitif yang merupakan tradisi golongan dipunyai oleh satu oligarchi politik, boleh jadi ia akan dianggap sebagai tradisi golongan, persis seperti sehimpunan tradisi yang sama tetapi dipelihara oleh ulama atau pendeta, pasti akan dipandang sebagai yang telah diwahyukan oleh Tuhan. c. Gagasan ini rapat dengan yang kedua, yakni memahamkan hukum sebagai kebijaksanaan yang dicatat dari para budiman di masa lalu yang telah dipelajari. Jalan yang selamat, atau jalan kelakuan manusia yang disetujui oleh Tuhan. Apabila satu kebiasaan tradisional dari keputusan dan kebiasaan tindakan telah dituliskan dalam kitab undang-undang primitif, mungkin dia akan dianggap sebagai hukum. Demosthenes yang hidup dalam abad kekempat sebelum Masehi dapat melukiskan hukum Athena dengan katakata tadi.

Doc./Modul/Fils. Hk./Univ. Narotama Surabaya/V/2005

107

d. Hukum dapat dipahamkan sebagai satu sistem asas-asas yang ditemukan secara filasaft, yang menyatakan sifat benda-benda, dan karena itu manusia harus menyesuaikan kelakuannya dengan sifat benda-benda itu.

Demikianlah, gagasan sarjana hukum Romawi, yang sebenarnya merupakan cangkokan dari gagasan kedua dan ketiga tadi, dan dari satu teori politik tentang hukum sebagai perintah dari bangsa Romawi; dan semuanya dirukunkan dengan memahamkan tradisi dan kebijaksanaan yang tercatat dan perintah bangsa-bangsa yang semata-mata sebagai pernyataan atau pencerminan dari asas-asas yang dicari kepastiannya secara filsafat, harus diukur, dibentuk, ditafsirkan , dan ditambah oleh yang tigta tadi. Setelah diolah oleh ahli-ahli filsafat ini, konsepsi yang tersebut tadi kerapkali mendapat bentuk lain, e. Sehingga kelima hukum dipandang sebagai satu himpunan penegasan dan pernyataan dari satu undang-undang kesusilaan yang abadi dan tidak berubah-ubah. f. Ada satu gagasan mengenai hukum sebagai satu himpunan persetujuan yang dibuat manusia di dalam masyarakat yang diatur secara politik, persetujuan yang mengatur hubungan antara yang seorang dengan yang lainnya. Ini adalah suatu pandangan demokratis tentang identifikasi hukum dengan kaidah hukum, dan karena itu dengan pengundangan dekrit dari negara kota yang diperbincangkan di dalam buku Minos dari Plato. Sudah

sewajarnyalah Demosthenes menganjurkan kepada satu juri di Athena. Sangat mungkin dengan teori serupa itu, satu gagasan filsafat akan menyokong gagasan politik dan kewajiban moril yang melekat pada suatu janji akan dipergunakan untuk menunjukkan mengapa orang harus menepati persetujuan yang mereka buat di dalam majelis rakyat. g. Hukum dipikirkan sebagai satu pencerminan dari akal Illahi yang menguatkan alam semesta ini; satu pencerminan dari bagian yang menentukan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia sebagai satuan yang berkesusilaan, yang berbeda dengan yang masih dilakukan, yang ditujukan kepada mahkluk lain selain manusia. Begitulah konsepsi Thomas

Demikianlah dia dicocokkan dengan satu teori politik tentang kedaulatan rakyat yang menurut teori itu. Gagasan ini yang dianut dalam salah satu bentuk oleh mazhab sejarah. Narotama Surabaya/V/2005 108 Aquino. Rupanya dia sesuai dengan keadaan di sekitar kekuasaan tertinggi Parlemen di tanah Inggris sesudah tahun 1688 dan menjadi teori hukum Inggris yang kolot. h. ditemukan oleh pengalaman manusia yang menunjukkan.Doc. dan perintah itu pada tingkat terakhir berdasarkan apa saja yang dianggap terdapat di belakang wewenang dari yang berdaulat. Dan karena Kaisar memegang kedaulatan rakyat Romawi yang diserahkan kepada baginda. Satu gagasan yang menganggap hukum sebagai satu sistem pemerintah. i. rakyat dianggap sebagai pengganti parlemen untuk memegang kedaulatan pada waktu Revolusi Amerika. Hukum telah dipahamkan sebagai satu himpunan perintah dari penguasa yang berdaulat di dalam satu masyarakat yang disusun menurut satu sistem kenegaraan. maka Institutiones dari Kaisar Justinianus dapat menetapkan bahawa kemauan kaisar mempunyai keuatan satu undang-undang. dan hal in terjadi hampir di sepanjang abad yang lalu. atau sebagai pengganti Raja Perancis pada waktu Revolusi Perancis. Hk. Cara berfikir serupa itu cocok dengan pikiranpikiran ahli-ahli hukum yang giat menyokong kekuasaan raja dalam memusatkan kerajaan Perancis pada abad ke-16 dan ke-17. tentang bagaimana orang harus bertindak di dalam masyarakat itu./Modul/Fils./Univ. pengalaman manusia yang menemukan prinsip hukum ditentukan dengan sesuatu cara . yang diberikan kepada kemauan orang-orang lain. Menurut anggapan pada masa itu. telah membagi ksetiaan sarjana hukum kepada teori hukum sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. bahwa kemauan tiap manusia perseorangan akan mencapai kebebasan sesempurna mungkin yang sejalan dengan kebebasan serupa itu pula. yang mempunyai penganut banyak sampai abad ke-17 dan semenjak itu masih besar pengaruhnya. Demikianlah anggapan-anggapan sarjana-sarjana Romawi pada masa republik dan masa klasik mengenai hukum positif. dan dengan perantaraan ahli-ahli hukum itu masuklah cara berfikir itu ke dalam hukum publik.

Orang menganggap hukum itu sebagai satu sistem asas-asas. atau oleh kerja-kerja hukum yang biologis atau psikologis atau tentang sifat-sifat jenis bangsa. satu gagasan tentang kebebasan yang mewujudkan dirinya di dalam pelaksanaan peradilan oleh manusia. baik dilakukan dengan sadar maupun tidak sadar. yang dengan perantaraan tulisan dan putusan itu kehidupan lahir manusia diukur oleh akal. dan hukum adalah akibat dari pekerjaan tenaga atau hukum yang terlibat atau menentukan perjuangan serupa itu. Di dalam satu bentuk yang idealistis. dengan tulisan dan putusan itu kemauan tiap orang yang bertindak diselaraskan dengan kehendak orang lain. hukum dipandang sebagai perintah dari pemegang kedaulatan. yang dipikirkannya adalah pengembangan satu gagasan ekonomi yang tak dapat dihindarkan. k. yang kemudian menghasilkan sistem hukum daru suatu masa dan suatu bangsa yang bersangkutan. Di dalam satu bentuk sosiologis mekanis. atau pada taraf lain. Prosesnya ditentukan oleh pengembangan suatu gagasan mengenai hak dan keadilan. Di dalam betuk Positivistis-Analistis. Cara berfikir ini muncul pada abad ke-19 sesudah ditinggalkan teori hukum alam dalam bentuk yang mempengaruhi pikiran hukum selama dua abad. tetapi perintah itu seperti yang ditentukan isi ekonomisnya oleh kemauan kelas yang berkuasa. Ini bukanlah soal daya upaya manusia yang dilakukannya dengan sadar. Hukum dipahamkan sebagai sehimpunan atau sistem kaidah yang dipikulkan atas manusia di dalam masyarakat oleh satu kelas yang berkuasa untuk sementara buat memajukan kepentingan kelas itu sendiri. j. Hk. pada gilirannya ditentukan oleh kepentingan mereka sendiri./Univ. Narotama Surabaya/V/2005 109 yang tak dapat dielakkan lagi. Interpretasi ekonomis dari hukum ini banyak bentuknya. Semua bentuk ini terdapat dalam masa . pikirannya dihadapkan pada perjuangan kelas atau satu perjuangan untuk hidup di lapangan perekonomian. dan filsafat diminta untuk memberikan satu terhadap kritik susunan sistematik dan perkembangan detail.Doc. yang ditemukan secara filsafat dan dikembangkan sampai pada perinciannya oleh tulisan-tulisan sarjana hukum dan putusan pengadilan./Modul/Fils.

yang lebih dulu menonjol ialah hubungan dengan ilmu ekonomi. terdiri dari: Darji Darmodiharjo & Shidarta. yang ditemukan oleh pengamatan. Satu bentuk lain menemukan satu kenyataan sosial yang terakhir dengan pengamatan dan mengembangkan kesmpulan yang logis dari kenyataan itu. 1995. Untuk itu. tatkala orang mulai mencari dasar fisik dan biologis. dinyatakan dalam perintah yang disempurnakan oleh pengalaman manusia mengenai apa yang akan terpakai dan apa yang tidak terpakai di dalam penyelenggaraan peradilan. Pound membuat penggolongan atas kepentingan-kepentingan yang harus dilindungi oleh hukum sebagai berikut:2 4) Kepentingan Umum (Public Interest). dan satu percobaan hendak membentuk satu teori tentang pembuatan undang-undang oleh badan legislatif dianggap memberikan uraian tentang semua hukum. halaman 129130. Penerbit PT. Tambahan lagi pada masa undang-undang banyak dibuat peraturan perundang-undangan yang dundangkan mudah dianggap orang sebagai type darimperintah hukum. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. yang ditemukan oleh perenungan filsafat. dan orang mulai mencoba menghubungkan ilmu hukum dengan ilmu-ilmu sosial lainnya. Keduabelas konsepsi tentang hukum tersebut terkait dengan teorinya yang dikenal dengan “Law as a tool of social engineering”. Hk. 2 . mirip seperti yang dilakukan oleh sarjana hukum metafisika. yang dapat ditemukan oleh pengamatan. Akhirnya ada satu gagasan tentang hukum sebagai perintah dari undangundang ekonomi dan sosial yang berhubungan dengan tindak-tanduk manusia di dalam masyarakat.Doc./Modul/Fils. dan bukan lagi dasar metafisik. Gramedia Pustaka Utama. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Apabila gagasan bahwa hukum dapat mencukupkan keperluan sendiri telah ditinggalkan. yang lebih besar kepada teori-teori sosiologi./Univ. Teori type ini terdapat pada akhir abad ke-19. l. Narotama Surabaya/V/2005 110 peralihan dari stabilitas kematangan hukum ke satu masa pertumbuhan baru. Jakarta. Ini adalah akibat lagi dari suatu kecenderungan dalam tahun mutakhir yang hendak mempersatukan ilmu-ilmu sosial.

2. Penggolongan kepentingan tersebut sebenarnya merupakan kelanjutan dari apa yang telah dilakukan Jhering. f) kepentingan hak milik. Kedua. i) pencegahan pelanggaran hak. Oleh karena itu. pengacara. dilihat dari hal tersebut.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 111 c) kepentingan negara sebagai badan hukum. 5) Kepentingan Masyarakat (Social Interest): f) kepentingan akan kedamaian dan ketertiban./Modul/Fils. Dengan kata lain. h) pencegahan kemerosotan akhlak. Pound mengikuti garis pemikiran yang berasal dari von Jhering dan Bentham. Hk. hakim. tujuan hukum yang demikian ini . g) perlindungan lembaga-lembaga sosial./Univ. yaitu: Pertama. klasifikasi tersebut membantu menghubungkan antara prinsip hukum dan praktiknya. yaitu berupa pendekatan terhadap hukum sebagai ke arah tujuan sosial dan sebagai alat dalam perkembangan sosial. e) kepentingan keluarga. kita mengenal tiga gagasan dalam sejarah hukum. d. dan pengajar hukum menyadari prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang terkait dalam tiap-tiap persoalan khusus. 6) Kepentingan Pribadi (Private Recht): d) kepentingan individu. sehingga membuat pembentuk undng-undang. d) kepentingan negara sebagai penjaga kepentingan masyarakat. Pound dapat pula digolongkan ke dalam alairan Utilitarianisme dalam kapasitasnya sebagai penerus Jhering dan Bentham. j) kesejahteraan sosial. Ketertiban Hukum Tujuan hukum yang paling sederhana ialah hukum diadakan supaya terjaga ketenteraman dalam masyarakat tertentu. Tujuan Hukum Secara Tradisional Tujuan hukum sudah timbul di dalam pemikiran yang sadar. Dari klasifikasi tersebut dapat ditarik dua hal penting. klasifikasi tersebut membantu menjelaskan premis-premis hukum.

Hk. yang bertumpuk-tumpuk selama jaman pertengahan sebagai insiden dari sistem kewajiban di dalam hubungan antar manusia dan sebagai pengucapan dari gagasan tentang penetapan orang masing-masing di dalam suatu masyarakat yang statis. 3. Narotama Surabaya/V/2005 112 sangat penting artinya bagi masyarakat. yang menilik niat bukan di tempatnya . alasannya ialah bahwa perdamaian antara kekerabatan yang satu dengan kekerabatan lain . Pengertian hukum yang demikian ini disebut sebagai hukum yang primitif. yaitu: d. sehingga gagasan mengenai tujuan hukum ketiga dapat juga disebut untuk menjaga ketertiban sosial./Modul/Fils. karena dalam masyarakat yang disusun dalam suatu kekerabatan. Tujuan Hukum Secara Modern Seiring dengan perkembangan ekonomi dalam masyarakat. Mencegah Pergeseran dalam Masyarakat: Tujuan hukum ketiga ini timbul. dan dipelihara dengan mengorbankan apa saja. dan penduduk yang bertambah banyak.Doc. yang acapkali di dalamnya terjadi benturanbenturan kepentingan sehingga timbul perselisihan. e. Tujuan Penyingkiran Pembatasan Kegiatan Ekonomi yang Bebas: Hukum ditujukan untuk menyingkirkan pembatasan terhadap kegiatan ekonomi yang bebas. Tujuan Konstruktif: Tujuan ini berkembang pada saat hukum dagang memberikan efek kepada apa yang dilakukan orang menurut kehendaknya. antara orang-orang yang sekutu. hukum dibentuk. untuk mencegah pergeseran anatar sesama masyarakat. e./Univ. f. Menjaga Perdamaian: Tujuan hukum ialah untuk menjga perdamaian dalam keadaan bagaimana saja. Hal ini disebabkan sistem kekerabatan semakin hilang dan digeser oleh orang-orang yang kehilangan kekerabatan serta para pendatang. sementara itu orang-orang yang memiliki kekerabatan masih berkuasa. Oleh karena itu. Sehingga dimungkinkan terjadi benturan-benturan kepentingan. semakin terasa akan adanya perlindungan hukum untuk kegiatan yang terkait ekonomi.

Menjaga Kestabilan: Pada akhir abad ke-19./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 113 bentuknya. Mengapa Roscoe Pound juga digolongkan ke dalam tokoh aliran Utilitarianisme? Jelaskan! d.Doc. Tujuan konstruktif ini dikembangkan dari hukum Romawi dan kebiasaan saudagar dengan perantaraan teori hukum mengenai hukum alam. Ada berapa konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound? b./Univ. Di mana letak perbedaan tujuan hukum yang tradisional dan yang modern? . Oleh karena itu pada akhir abad ke-19 gagasan hukum yang ada dipergunakan untuk mencapai kebebasan secara maksimum. Sebut dan jelaskan secara singkat keduabelas konsepsi hukum yang dikemukakan oleh Roscoe Pound! c. 3. f. yang menafsirkan keamanan umum sebagai keamanan bagi transaksi dan mencoba melaksanakan kemauan tiap orang untuk menciptakan akibat hukum. timbul pandangan hukum adalah keburukan. Hk. karena pada hakekatnya hukum mengekang kebebasan orang. sehingga para sarjana hukum dan pembuat undang-undang dengan senang hati membiarkan masyarakat melakukan kemauannya untuk mencapai kesenangannya maupun kesengsaraannya. Latihan Soal a.

1996. 1995. Darji & Shidarta. Roscoe./Univ. Pengantar Filsafat Hukum. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Jakarta. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. . Penerbit Bhratara. Jakarta./Modul/Fils.) Muhammad radjab. Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama.Doc. Narotama Surabaya/V/2005 114 DAFTAR PUSTAKA Pound. Hk. (Terj. Darmodiharjo.

Hk. Dengan perkataan lain. sehingga dari sini tidak jarang pula antara keimbangan dan harmoni terpisah jalan keadilannya.Doc. 1997. Pradnya Paramita./Univ. Bagian I. Penerbit PT. sedang Aristoteles mencoba mendekatinya dan menganalisis berdsarkan ilmu dan prinsip-prinsip rasional dengan latar belakang type masyarakat politik dan peraturan-peraturan hukum yang ada pada waktu itu. Memahami bermacam-macam arti keadilan. Narotama Surabaya/V/2005 115 BAB V KEADILAN DAN HUKUM YANG BENAR DAN ADIL Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat : 1. 1 . 4. keadilan merupakan pengertian yang tercipta pada perpaduan antara keimbangan dan harmoni sebagai suatu ukuran. Concept of virtue inilah yang menghadirkan pengertian keimbangan (balance) dan harmoni sebagai suatu ukuran pada masyarakat maupun perorangan yang adil.1 Plato mencoba mengemukakan konsepsinya tentang keadilan dari “inspirasi”. Memahami pengertian hukum yang benar dan adil. Masalah keadilan sudah mulai disinggung pada saat Plato dan Aristoteles melontarkan pemikiran-pemikirannya yang menjadi latar belakang perenungan tentang keadilan yang menguasai filsafat hukum./Modul/Fils. yaitu sifat baik. Menyebutkan bermacam-macam arti keadilan. Soetiksno. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini mahasiswa mampu: 3. halaman 11. Hal yang menghubungkan mereka adalah concept of virtue. Filsafat Hukum. yang meliputi suatu pengertian yang sudah mencakup segala-galanya dan darimana keadilan merupakan suatu bagiannya. 2. Arti Keadilan Membicarakan hukum tidak lepas dari kata “keadilan” yang sudah ada sejak jaman Yunani Kuno. Menyebutkan kriteria hukum yang benar dan adil. Jakarta. 2.

Doc./Univ. 3 Theo Huijbers. Keadilan Korektif (Corrective Justice/Commutative Justice). halaman 154. Dalam menganalisis keadilan. 2 . Gramedia Pustaka Utama. halaman 155. Sedang menurut Aristoteles. Yogyakarta. Kata adil dapat berarti menurut hukum dan apa yang sebanding. Penerbit Kanisius. 4 Bandingkan dengan Darji Darmodiharjo & Shidarta. Untuk mengutamakan dimanakah letak keseimbangan yang tepat antara orang-orang digunakan ukuran kesamaan yang dihitung secara aritmetis dan geometris. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Aristoteles membagi keadilan menjadi dua. yang menentukan sikap manusia pada bidang tertentu. Demikian pula kata tidak adil dapat ditujukan kepada orang yang mengabaikan hukum. yaitu: 4 c. yang ditandai dengan sifat-sifat berikut ini:3 a. Narotama Surabaya/V/2005 116 Menurut Plato. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. yaitu diusahakan supaya dalam mengejar keuntungan tercipta keseimbangan antara dua belah pihak. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. 1995. Keadilan menentukan bagaimanakah hubungan yang baik antara orangorang yang satu dengan yang lain.terutama untuk ukuran prinsip-prinsip teknis yang mengatur administrasi hukum. yaitu memberi petunjuk tentang pembagian barang-barang dan kehormatan pada masing-masing orang menurut tempatnya.2 Keadilan dapat pula diartikan sebagai keutamaan moral khusus. Jakarta. Darji Darmodiharjo & Shidarta. Op. Keadilan berada di tengah dua ekstrem. Pertanyaan tentang apa keadilan mulai dijawab oleh Ulpianus (200 M) yang mengatakan bahwa keadilan adalah kehendak yang ajeg dan tetap untuk memberikan kepada masing-masing bagiannya. harmoni adalah suatu keadaan dari dalam yang tidak dapat dianalisis dengan akal. d. oleh karena itu keadilan menurut hukum dikatakan sebagai keadilan umum. 1993. harmoni adalah suatu yang ada di tengah-tengah antara dua keadaan yang ekstrem. Hk./Modul/Fils. b. Keadilan distributif (Distributive Justice). halaman 29. c. Penerbit PT.. Cit. Hal senada juga dikatakan oleh Aristoteles bahwa seorang dikatakan berlaku tidak adil apabila orang tersebut mengambil lebih dari bagian yang semestinya ia terima.

hukum terpaksa membuat aturanaturan yang berlaku umum. yaitu: c. summa crux”. Aristoteles juga memberikan kontribusi lain. Pemikir aliran hukum alam lainnya ialah Thomas Aquino. Perbedaannya ialah. Namun relativitas keadilan sering mengaburkan tujuan hukum lain. yatu membuat perbedaan antara keadilan menurut hukum kodrat dan hukum poisitif. memberi penjelasan adanya bermacam-macam hukum positif. Selain membagi keadilan menjadi dua. membagi keadilan menjadi 2. karana hal ini adalah masalah keabadian dari filsafat hukum. Kaum Positivis (aliran Positivisme) memandang keadilan sebagai tujuan hukum. Keadilan Khusus. d. Ungkapan tersebut berawal dari ketidakpercayaan . dan seringkali bertindak kejam terhadap soal-soal perseorangan. yaitu keadilan atas dasar kesamaan. Oleh karena itu tindakan-tindakan tersebut harus diukur dengan ukuran yang obyektif./Modul/Fils. Hk. Hukum kodrat mendasrkan kekuatannya pada pembawaan manusia yang sama di manapun juga dan untuk waktu kapanpun. Keadialan Umum (Justitia Generali). Sedang hukum positif mendapat kekuatannya karena ditentukan sebagai hukum. Sedang equity melunakkan kekerasan dengan memperhatikan halhal yang benar tentang sesuatu undang-undang./Univ. adil atau tidak adil. Hal ini sesuai dengan adagium “Summun jus.Doc. 6) keadilan vindikatif. adlah keadilan menurut kehendak masing-masing yang harus ditunaikan menurut kepentingan umum. yaitu hukum yang keras akan dalam melukai kecuali keadilan dapat menolongnya. 5) keadilan komutatif. Kontribusi Aristoteles berikutnya. summa injuria. yaitu: 4) keadilan distributif. summa lex. yaitu kepastian hukum. yang dibedakan lagi menjadi 3. ialah pembedaan antara keadilan abstrak dan kepatutan (equity). Narotama Surabaya/V/2005 117 untuk itu harus ada ukuran umum guna memperbaiki akibat-akibat tindakan tanpa memperhatikan siapa orangnya yang berkepentingan.

Ia berusaha menyeberangi jurang bidang “ada” (sein) dan bidang “harus” (sollen) dengan menerima bahwa suatu bidang terkandung kedua bidang tersebut untuk mencapai apa yang disebut dengan kebenaran. maka seperti unsur-unsur kebudayaan lain. Hk. halaman 162. seorang politikus dan sarjana hukum dari Jerman. c. karena keadilan yang tertinggi adalah ketidakadilannyang tertinggi pula. aspek ini menentukan isi hukum. Narotama Surabaya/V/2005 118 kaum positivis terhadap keadilan yang sebenarnya. Kepastian hukum atau legalitas. b. hukum diwujudkan dalam satu nilai.5 Alasan yang dipergunakan Radbruch ialah bahwa hukum merupakan unsur kebudayaan. yaitu: a. Dalam mewujudkan adanya hukum yang benar dan adil ini. namun tolok ukur tersebut belumlah cukup. Radbruch membagi keadilan menjadi 3 (tiga) aspek. sedikitnya merupakan usaha ke arah terwujudnya keadilan. tetapi menggabungkan kedua bidang itu juga. yakni nilai keadilan. Keadilan dalam arti sempit.Doc. Sehingga hukum merupakan perwujudan dari keadilan. yaitu dasar hukum sebagai hukum. Hukum Yang Adil dan Benar Gambaran mengenai hukum yang adil dan benar dapat diketemukan dalam pemikiran yang dikemukakan oleh Gustav Radbruch. Cit../Modul/Fils. 5 Theo Huijbers. sebab isi hukum sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai. sebab kebudayaan merupakan perwujudan dari nilai-nilai realitas alam. bidang kebudayaan tidak hanya terletak di antara dua bidang tersebut. dan Radbruch hendak menerapkan teori ini pada hukum. Menurut Radbruch. aspek ini menjamin bahwa hukum dapat berfungsi sebagai peraturan yang harus ditaati. . 3. Tujuan keadilan atau finalitas. karena ada dasar lain. Sedangkan tolok ukur adil atau tidak adilnya tata hukum dibentuk dalam masyarakat. Op./Univ. artinya keadilan merupakan persamaan hak untuk semua orang di depan pengadilan.

Sebutkan pengertian keadilan menurut para penganut aliran hukum alam dan positivisme ! b. Latihan Soal a. Yogyakarta. maka suatu peraturan tidak adil bukan hanya hukum yang buruk. kita dapat mengetahui bahwa suatu hukum yang adil haruskah hukum memenuhi unsur konstitutif hukum atau hanya unsur regulatif sebagimana dikatakan oleh Huijbers. . Hk. tetapi karena faktor non hukum (non yuridis). Penerbit Kanisius./Modul/Fils. seperti politik. Narotama Surabaya/V/2005 119 Dengan adanya pembagian keadilan ke dalam tiga aspek tersebut. Bagaimana pendapat Sdr./Univ. 4. Sebaliknya apabila adil merupakan unsur regulatif bagi hukum. maka suatu peraturan yang tidak adil tetap merupakan hukum walaupun buruk.Doc. 23 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia jika dikaitkan dengan teori tentang hukum yang benar dan adil? Jelaskan! 6 Theo Huijbers. 1995. Tentang suatu hukum yang adil dan benar? Bagaimana pula kaitannya dengan keberadaan UU No.6 Apabila adil merupakan unsur konstitutif hukum. halaman 48. Filsafat Hukum. dan tetap berlaku dan mewajibkan masyarakat untuk mentaatinya.

Penerbit PT. Hk. Pokok-Pokok Filsafat Hukum. Narotama Surabaya/V/2005 120 DAFTAR PUSTAKA Darmodiharjo. Penerbit PT. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah.Doc. 1993. 1993. Gramedia Pustaka Utama. Penerbit Kanisius. Apa dan Bagaimana Filsafat Hukum Indonesia. Huijbers. 1995. Jakarta. Theo. Yogyakarta. Pradnya Paramita. Darji & Shidarta. . Penerbit Kanisius. _________________. 1997. Filsafat Hukum./Univ. Yogyakarta. Bagian I. Jakarta. Filsafat Hukum./Modul/Fils. Soetiksno.

2. Menjelaskan falsafah hukum nasional. Hk. Narotama Surabaya/V/2005 121 BAB VI FILSAFAT HUKUM BERDASARKAN PANCASILA Tujuan Instruksional Umum: Setelah mempelajari pokok bahasan ini. tetapi juga meliputi lembaga-lembaga dan proses yang diperlukan untuk mewujudkan berlakunya hukum itu. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. mahasiswa mampu: 1. Tujuan hukum yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 yang sekaligus juga merupakan perwujudan sila-sila Pancasila. 4. Universitas Diponegoro. Menjelaskan filsafat hukum dan Pancasila. Semarang. halaman 44. Falsafah Hukum Nasional Usaha pengembangan falsafah hukum nasional di Indonesia bertumpu kepada 3 konsep dasar. Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari bahasan ini. 1997. yaitu:1 a. Sejalan dengan konsep tersebut maka fungsi hukum dalam masyarakat adalah untuk terwujudnya ketertiban dan kepastian sebagai prasarana yang harus ditujukan ke arah peningkatan pembinaan kesatuan bangsa. Pemahaman ukum yang bersifat normatif sosiologis yang melihat huku tidak hanya sekumpulan kaidah dan asas yang mengatur hubungan manusia dalam masyarakat. b./Modul/Fils. Soehardjo Sastrosoehardjo. 1 . Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum./Univ. mahasiswa dapat memahami filsafat hukum berdasarkan Pancasila.Doc. serta sebagai sarana penunjang perkembangan modernisasi dan pembangunan yang menyeluruh.

2) Persamaan kedudukan setiap orang di hadapan hukum menentukan bahwa hukum tidak membeda-bedakan antara orang berdasarkan status.Doc. apa hakekat kebenaran. Aksiologi./Univ. membina dan mengembangkan falsafah hukum yang konsisten dan relevan dengan nilai-nilai Pancasila itu sendiri. atau keturunan. Pancasila sebagai dasar negara yang juga merupakan dasar falsafah hukum nasional mempunyai sifat imperatif yang tidak saja dijadikan dasar dan arah pengembanganfalsafah hukum nasional kita. Epistemologi. Cita-cita falsafah yang telah dirumuskan oleh para pendiri Kenegaraan dalam Konsep Indonesia adalah Negara Hukum dan setiap orang sama di depan hukum. meliputi berbagai sarana dan tata cara dan sumber pengetahuan untuk mencapai kebenaran atau kenyataan. dan sebagainya. sosial. meliputi permasalahan apa hakekat ilmu. Pengembangan filsafat hukum nasional harus diarahkan menjadi falsafah hukum Pancasila. agama. Hk. Sehubungan dengan itu. meliputi nilai-nilai normatif parameter bagi apa yang disebut kebenaran atau kenyataan dalam konteks dunia simbolik./Modul/Fils. Narotama Surabaya/V/2005 122 c. dan kenyataan yang inheren dengan pengetahuan. tidak difahami secara doktriner dan dogmatis tanpa kehilangan substansi . melainkan sekaligus juga menjadi acuan dalam penyusunan. mengandung arti: 1) Indonesia sebagai negara yang berdasarkan atas hukum menentukan bahwa dalam hubungan antara hukum dan kekuasaan. Pancasila harus tetap terbuka . kekuasaan tunduk pada hukum sebagai kunci kestabilan politik yang berkesinambungan. Untuk itu. Ontologi. Dalam pengembangan hukum dan ilmu hukum. c. maka falsafah Pancasila melalui tafsiran falsafatinya harus dikembangkan agar mampu menunjukkan nilai-nilai yang aktual dan relevan dengan kemajuan dan mengarahkan kemajuan itu sesuai dengan apa yang terkandung dalam nilai-nilai Pancasila itu sendiri. kekuasaan. b. Setiap orang mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan bantuan dan melakukan pembelaan di muka pengadilan. falsafah hukum mempunyai peranan penting dalam memberikan dasar dan arahan melalui aspek-aspek: a.

halaman 9. 3 Theo Hujibers. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. 2 ./Modul/Fils. Penerbit Kanisius. Hukum dan kekuasaan dalam kenyataan masih sering tidak saling melengkapi antara satu dengan yang lain. Universitas Diponegoro.Doc.3 mengemukakan teorinya yang Woro Winandi & Sri Hartini. perlu dipahami mengenai hakekat dari Pancasila sampai sedalamdalamnya. halaman 106. Sistem hukum nasional yang juga merupakan sistem hukum Pancasila harus merupakan penjabaran dari seluruh sila-sila Pancasila secara keseluruhan. kreatif./Univ. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Untuk itu. Semarang. 5. Mengenai asas persamaan kedudukan di muka hukum ada yang melihat bahwa pembinaan perlakuan yang sama dalam kondisi yang berbeda adalah sebuah ketidakadilan. Adapun pendekatan filosofis yang digunakan ialah metode dialektis dan analitis. Dalam suasana yang demikian. Di dalam mengupas hakekat Pancasila sampai kedalamannya. sehingga untuk hal-hal tertentu adanya berbagais tudi masih sangat diperlukan. 1997.2 Metode deduktif paralel dengan metode sintesis sebagaimana dikemukakan oleh Hegel pada abad XIX (zaman Modern). dapat dipergunakan pendekatan filosofis. maka nilainilai falsafati universal perlu digali untuk menentukan unsur-unsur yang relevan bagi sumber hukum pada umumnya dan falsafah hukum pada khususnya. yaitu suatu masyarakat akademik yang mau dan mampu menukik ke dalam masalah-masalah yang bersifat falsafati untuk bersikap kritis. Dalam hubungan dengan perkembangan filsafat hukum nasional. perlu dikembangkan critical mass. dan eksploratif. Hk. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas. Narotama Surabaya/V/2005 123 falsafahnya ditafsirkan secara kreatif dan dinamis dalam perspektif ke masa kini dan masa depan. Yogyakarta. Filsafat Hukum dan Pancasila Untuk mengetahui keterkaitan antara Pancasila dengan berbagai aliran dalam filsafat hukum. perlu dikembangkan kondisi yang makin kondusif untuk mengembangkan falsafah hukum Pancasila tersebut. radikal. 1993.

yang merangkap kebenaran yang terkandung dalam dua ide tadi. berdasarkan teori causalis. Pancasila yang kita kenal sebagai dasar negara Indonesia sebagaimana dikemukakan oleh Notonegoro yang menggunakan teori Causalis untuk menyelesaikan Pancasila. Pancasila berdasar adat kebiasaan./Univ. teori dialektis berlaku tidak hanya bidang logika. dan sintesis. sehingga cara berfikir yang demikian ini disebut dialektis. yakni ide “menjadi” mempunyai pikiran melalui tesei. akan tetapi belum ada secara menyeluruh. ekonomi. sosial. kemudian diperkirakan sesuatu yang ada. yaitu: Pertama. Dalam Teorinya. ide tadi berawal daru suatu yang “ada”. . sebab Pembukaan UUD 1945 yang telah ditetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945 oleh PPKI dimaksudkan sebagai dasar filsafat negara. Pancasila juga dapat dipahami secara mendalam. Hk. Hal ini tertuang dalam pidato Soekarno pada tanggal 1 Juni 1945 yang secara tegas menyebutkan bahwa tujuan dari pidatonya tentang Pancasila ialah untuk merumuskan dasar Indonesia merdeka yang disebut sebagai Filosofische Grondslag. Hal ini dapat juga disebutkan untuk Pancasila dalam Piagam Jakarta yang ditandatangani pada tanggal 22 Juni 1945 yang selanjutnya dipakai sebagai Pembukaan UUD 1945. ialah anggota BPUPKI. Hegel berpendapat bahwa proses perkembangan rohani berjalan dialektis. kebudayaan. Narotama Surabaya/V/2005 124 disebut “Teori Dialektika”. lebih lanjut dikemukakan pula. dan sebagainya.Doc. Teori ini mengatakan bahwa semua yang ada mempunyai sebab. Hal ini berlangsung secara terus-menerus. tetapi juga dalam bidang realitas. dan yang paling banyak adalah bidang sejarah. Adat kebiasaan di sini ialah adat kebiasaan dalam arti luas yang meliputi adat kebiasaan politik./Modul/Fils. Causa Finalis. Menurut Hegel pula. Pancasila adalah calon dasar filsafat negara. Causa Formalis Pancasila. anti tesis. dan agama yang dianut oleh bangsa Indonesia. dilihat dari causa materialis. kewarganegaraan. yang menurut Hegel ide-ide saling berlawanan dan sekalian rohani melemah untuk menjadi kesatuan dalam suatu ide baru. Sebagai contoh. Sehingga dalam hal ini dapat dikatakan bahwa Causa Finalis Pancasila ialah dasar filsafat negara. yaitu Soekarno dan Hatta yang kemudian disebut sebagai pembentuk negara. menurut Notonegoro.

karena jika dilihat dari isinya. Selanjutnya. karena PPKI secara resmi menetapkan Pembukaan UUD 1945 yang berintikan Pancasila sebagai dasar filsafat negara./Univ. Dengan demikian. Sehingga tiap-tiap sila yang ada di dalamnya terkandung sila-sila lainnya. urut-urutan lima sila tersebut menunjukkan satu rangkaian tingkatan dalam luas dan isinya. karena tiap-tiap sila yang ada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila/sisla-sila yang ada di depannya. dan berkeadilans osial. sila kerakyatan merupakan pengkhususan dari sila persatuan Indonesia dan sila keadilan sosial merupakan pengkhususan dari sila kerakyatan. kerakyatan. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. Jadi kalau diterapkan dalam sila-sila pada Pancasila dapat dijelaskan sebagai berikut: Bahwa sila kemanusiaan merupakan pengkhususan dari sila Ketuhanan. Pancasila sebagai pandangan hidup.Doc. berkerakyatan. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjadi basis dari Kemanusiaan./Modul/Fils. causa efficient Pancasila sebagai dasar filasafat negara ialah pembentuk negara Indonesia. dikatakan piramidal. berpersatuan. Dikatakan hirarkis. Hk. Pancasila merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan dijungkirbalikkan tanpa mengubah inti dari isinya. Mengenai susunan hirarki Pancasila bahwa nilai-nilai Ketuhanan lebih tinggi dari nilai kemanusiaan. dan Keadilan Sosial. Ideologi Nasional dan Dasar Negara pada esensinya adalah perwujudan dari pelaksanaan hak dan kewajiban individu sebagai anggota masyarakat untuk mengejawantahkan pola perilaku sebagaimana tercermin dalam masing-masing kelima sila tersebut. demikian seterusnya. keadilan sosial. Ketuhanan Yang Maha Esa adalah Ketuhanan yang berperikemanusiaan. dalam hal ini PPKI. Demikian pula sebagai . Narotama Surabaya/V/2005 125 Causa Efficient Pancasila ialah PPKI. Namun mengenai bentuk piramid dapat dijelaskan bahwa tiap-tiap sila yang berada di belakang sila lainnya merupakan pengkhususan dari sila-sila yang ada di depannya. Persatuan Indonesia. ditegaskan bahwa sila ketuhanan dan kemanusiaan meliputi seluruh hidup manusia dan menjadi dasar dari sila-sila persatuan. Kecuali itu. dan nilai kerakyatan lebih tinggi daripada nilai keadilan sosial. karena susunan Pancasila berbentuk hirarkis piramidal. nilai kemanusiaan lebih tinggi daripada nilai kerakyatan. Sebaliknya. Penjelasan selanjutnya.

yaitu Sociological Jurisprudence. Kepentingan Individu. dan ini tercermin dalam kelima sila dari Pancasila./Modul/Fils. Latihan Soal a. Oleh karena itu dalam kaitannya dengan Pancasila sebagai pandangan hidup. Narotama Surabaya/V/2005 126 bangsa Indonesia dan warga negara. Kedua mazhab tersebut dapat dilihat pada kepentingannya. sebaliknya Mazhab Sejarah menyatakan hukum timbul dan berkembang bersama masyarakat. Dengan demikian. 6. e. Seperti yang dikatakan Roscoe Pound yang menganggap hukum sebagai alat untuk rekayasa sosial/masyarakat. yang oleh Roscoe Pound dikatakan terdapat 3 kepentingan hukum yang perlu mendapat perlindungan. Kepentingan Umum. Pancasila dengan dimensinya pada hakekatnya selaras dengan aliran dalam filsafat hukum. Pada aliran Positivisme Hukum. Namun Sociological Jurisprudence mementingkan keduanya. yang di dalamnya terkandung cita-cita untuk mewujudkan kehidupan masyarakat adil dan makmur. sebagaimana keinginan dan tujuan dari tiga dimensi Pancasila yang bertujuan menciptakan harmoni berupa keserasian pelaksanaan hak dan kewajiban sehingga secra optimal kebutuhan dan kepentingan manusia dalam masyarakat dapat terpenuhi secara tidak memihak./Univ. f. pencerminan kedua aliran tersebut terdapat kesesuaian dengan apa yang terkandung di dalam UUD 1945. Aliran Sociological Jurisprudence timbuld ari proses dialektika antara positivisme hukum dan mazhab sejarah. batang tubuh. Kepentingan Masyarakat. ideologi negara. yaitu: d. maupun penjelasannya.Doc. terdapat kesamaan dengan mazhab Sociological Jurisprudence. Mengapa Pancasila disebut sebagai dasar falsafah negara? Jelaskan! b. Mengapa ada keterkaitan antara Pancasila dengan mazhab sejarah dan dialektika Hegel? Jelaskan! c. Jelaskan pula tentang teori causalis untuk mendalami Pancaila! . memandang tidak ada hukum kecuali perintah yang diberikan penguasa. yaitu: Positivisme mementingkan logika. dan dasar negara. sedang mazhab Sejarah mengutamakan pengalaman. Hk. baik pembukaan. karena adanya kesamaan tujuan yang ingin dicapainya.

Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. Semarang. Narotama Surabaya/V/2005 127 DAFTAR PUSTAKA Hujibers. Yogyakarta. Hk. Woro & Sri Hartini. Dialektika Hegel dan Sociological Jurisprudence Dalam Filsafat Hukum dan Pancasila. Penerbit Kanisius. 1997 .Doc. 1997. Soehardjo Sastrosoehardjo. Penerbit Kanisius. Semarang. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Universitas Diponegoro. Program Pascasarjana Ilmu Hukum. Yogyakarta. 1993 Theo Hujibers./Univ. Universitas Diponegoro. Silabus Mata Kuliah Filsafat Hukum. Filsafat Hukum Dalam Lintasan Sejarah. 1993. Makalah disampaikan dalam diskusi kelas./Modul/Fils. Winandi. Theo.

Narotama Surabaya/V/2005 128 ./Modul/Fils./Univ.Doc. Hk.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->