MAKALAH BAHASA INDONESIA UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN HAK ASASI MANUSIA “Pemberdayaan Perempuan Indonesia”

Disusun Oleh :

Yolanda Nova Febiola Patty 12700107
FAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS BOROBUDUR JAKARTA 2013

KATA PENGANTAR

penulis banyak mengalami kesulitan akan tetapi berkat bantuan dari berbagai pihak.serta semua pihak yang ikut membantu baik bantuan data informasi dan lainnya.penulis ucapkan terimakasih kepada: 1. dengan judul “Upaya Pemberdayaan Perempuan Dan Hak Asasi Manusia” Dalam penyelesaian makalah ini. Oleh karena itu. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan bentuk penyusunan maupun materinya.Pd yang senantiasa memberi arahan dalam penyelesain tugas ini. 2. Orangtua dan keluarga tersayang yang telah memberi dukungan atau motivasi baik secara moral maupun materil. Adapun tujuan penulisan karya ilmiah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah bahasa indonesia pada semester II. Narasumber dan rekan-rekan yang telah membantu. 3.M.karena atas berkat dan karunianyalah karya ilmiah ini dapat terselesaikan dengan baik. akhirnya makalah ini dapat terselesaikan dengan cukup baik.Puji syukur saya panjatkan ke-hadirat Tuhan YME. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua . Ibu Eko Agushening Purwaningsih. Kritik kostruktif dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. terimakasih atas semuanya.

............................ Metode Penelitian ................. i PRNGESAHAN ..................................................................... ............................ 1 B......................................5 BAB III PEMBAHASAN A.......................... iv BAB I PENDAHULUAN A....................................................................... Hukum.... 4 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A............................ 4 D.............. ........ 13 ..................... ...............................................................................................DAFTAR ISI Halaman JUDUL ..................... Latar Belakang ......... ................................................. ................................. Tujuan dan Manfaat Penulisan .................... ................................................................................. 3 C.. Jender dan Diskriminasi Terhadap Perempuan .................................................................... ................................................................................................................................. iii DAFTAR ISI ..................... ii KATA PENGANTAR ......... Perumusan Masalah ...................... Pengertian Kekerasan .....

.......... 22 DAFTAR PUSTAKA ..................... Saran .................................. pengamatan terhadap praktek-praktek yang diskriminatif serta penyebarluasan isi dari konvensi perempuan tersebut......... 22 B..................................................... LATAR BELAKANG Banyak pertanyaan berkaitan dengan masalah diskriminasi terhadap perempuan baik pada tingkat regional maupun dunia.. Namun para pemerhati masalah perempuan menganggap bahwa adanya konvensi perempuan sesungguhnya bisa dijadikan alat untuk memajukan kesetaraan gender.................B.................. ............................. Kesimpulan .................................................................. Segala bentuk yang sudah ada sampai saat ini belum efektif dan maksimal....... 17 BAB IV PENUTUP A...... Hasil dari semua studi bisa diimplementasikan kepada ......... Caranya adalah dengan melakukan kajiankajian terhadap berbagai peraturan yang ada................................... Pendekatan Hukum Dalam Upaya Pemberdayaan Perempuan dan Hak Asasi Manusia ........ 24 BAB I PENDAHULUAN A................. ....... ............................. dengan demikian perlu ada pembenahan-pembenahan hak-hak perempuan dan penghapusan diskriminasi.............

B. Hak perempuan yang dimaksudkan adalah hak-hak yang melekat pada diri perempuan yang dikodratkan sebagai manusia sama halnya dengan laki-laki yang diutamakan adalah hak untuk mendapatkan kesempatan dan tanggung jawab yang sama dengan laki-laki di segala bidang kehidupan. Selain itu dengan memperluas jaringan hubungan dengan lembaga-lembaga serta pemerhati masalah perempuan. TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN . Bagaimanakah perlindungan hukum terhadap jender dan diskriminasi terhadap perempuan? b. Bagaimanakah pendekatan hukum perspektif perempuan mengakomodirnya? C. PERUMUSAN MASALAH Bertitik tolak dari latar belakang tersebut di atas maka saya merumuskan masalah sebagai berikut : a. bahwa hak-hak yang melekat dalam diri perempuan. diharapkan akan semakin banyak orang yang menaruh perhatian terhadap ketimpangan jender dan upaya untuk memperjuangkan keadilan jender akan lebih berdaya guna. Tentang hak perempuan adalah hak asasi perempuan memberikan pengalaman sebagai suatu pernyataan dan penegasan.para pengambil kebijakan untuk mengingatkan pemerintah akan komitmen yang telah dibuat sehingga dapat memberi motivasi bagi percepatan terwujudnya keadilan jender. perempuan adalah manusia juga yang dilahirkan merdeka dan mempunyai martabat sama halnya dengan laki-laki sehingga tidak ada diskriminasi dalam bidang apapun.

Sedangkan yang menjadi manfaat penulisan ini adalah : a. pemukulan. METODE PENELITIAN Dalam penyusunan karangan ini digunakan metode penelitian hukum normatif yaitu melalui studi kepustakaan untuk meneliti hal-hal yang meliputi peraturan perundang-undangan di bidang hukum jender dan diskriminasi terhadap hak-hak asasi manusia. BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. b. Bahwa dari judul karya tulis ini dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pemerintah agar kesetaraan jender (perempuan) yang merupakan hakhak asasi diberikan perhatian. Membahas upaya-upaya hukum jender dan diskriminasi terhadap perempuan. b. serta literatur-literatur lain yang ada hubungannya dengan judul karangan ini. Diharapkan peran perempuan serta hak-hak asasi dapat disetarakan dengan laki-laki untuk mendapatkan pekerjaan. pemerkosaan.Adapun yang menjadi tujuan penulisan adalah sebagai berikut : a. dan lain-lain) yang menyebabkan atau dimaksudkan untuk menyebabkan penderitaan atau menyakiti orang lain. PENGERTIAN KEKERASAN Kekerasan merupakan tindakan agresi dan pelanggaran (penyiksaan. . jangan di diskriminatif. D. sehingga tidak terjadi dikotomi diskriminatif yang menimbulkan kesenjangan. Membahas upaya-upaya penghapusan diskriminasi dan pemberdayaan perempuan dalam perspektif hak-hak asasi manusia.

tidak ada upaya sistematik untuk mencegahnya. di pelanggaran lemahnya terjadi. Dalam perspektif HAM. tergantung pada situasi dan nilai-nilai sosial yang terkait dengan kekejaman terhadap binatang. Perilaku kekerasan semakin hari semakin nampak. Kita akan menuai akibat buruk dari maraknya perilaku kekerasan di masyarakat baik dilihat dari kacamata nasional maupun internasional. menangani permasalahan jawab masyarakat.dan hingga batas tertentu tindakan menyakiti binatang dapat dianggap sebagai kekerasan. Kekerasan telah menimbulkan tidak saja kerugian materil tapi lebih dari itu. Jika hal ini dibiarkan. Kekerasan pada dasarnya tergolong ke dalam dua bentuk kekerasan sembarang. dampak psikis hingga merenggut nyawa akibat dipergunakannya pola-pola kekerasan. yang dilakukan oleh kelompokkelompok baik yang diberi hak maupun tidak seperti yang terjadi dalam perang (yakni kekerasan antarmasyarakat) dan terorisme. dan kekerasan yang terkoordinir. yang mencakup kekerasan dalam skala kecil atau yang tidak terencanakan. hak asasi Kekerasan manusia. Kerusakan harta benda biasanya dianggap masalah kecil dibandingkan dengan kekerasan terhadap orang. Kesepuluh hak tersebut adalah : . HAM diklasifikasikan menjadi sepuluh hak dasar yang terbagi lagi ke dalam beberapa turunannya. dan sungguh sangat mengganggu ketentraman hidup kita. tidak mustahil kita sebagai bangsa akan menderita rugi oleh karena kekerasan tersebut. Istilah “kekerasan” juga mengandung kecenderungan agresif untuk melakukan perilaku yang merusak. penegakan Berlanjutnya kekerasan dan tiadanya jawaban atas pertanyaan itu seakan pemerintah Padahal. Masyarakat seolah harus menghadapi sendiri kekerasanyang negara bertanggung untuk melindungi hak-hak warganya dari segala bentuk aksi kekerasan. Kekerasan merupakan tindakan agresif yang langsung berakibat merupakan menunjukkan kekerasan dibatasi atau dirampasnya terhadap hak-hak manusia.

hak anak yang rentan. hak atas pekerjaan. aman dan damai dan lingkungan hidup. kebebasan memeluk agama dan keyakinan politik. 9. hak atas keutuhan pribadi. dan perlindungan bagi kelompok rentan. 2. hak atas manfaat iptek. Hak untuk hidup dan meningkatkan taraf hidup. Hak hidup untuk anak. HUKUM. jaminan sosial. 4.1. Hak Anak. dan status kewarganegaraan. 10. status warga negara. hidup tentram. kebebasan untuk menyampaikan pendapat. 7. Hak untuk hidup. Hak berkeluarga dan melanjutkan keturunan. Hak untuk bebas dari perbudakan pribadi. Hak atas rasa aman: hak mencari suaka dan perlindungan diri pribadi. dan hak atas hukum yang adil. 5. dan hak jaminan sosial anak. hak pengembangan pribadi dan perlindungan hukum. Hak mengembangkan kebutuhan dasar: hak untuk pemenuhan diri.2 BAB III PEMBAHASAN A. JENDER DAN DISKRIMINASI TERHADAP PEREMPUAN . 3. kebebasan untuk menyampaikan pendapat. kebebasan untuk berserikat dan berkumpul. hak pengembangan pribadi. Hak perlindungan hukum. 6. Hak pengembangan pribadi dan persamaan dalam hukum dan hak perlindungan reproduksi. Hak atas kesejahteraan: hak milik. hak untuk bertempat tinggal layak. hak keadilan dalam proses hukum. Hak memperoleh keadilan. Hak untuk membentuk suatu keluarga melalui perkawinan yang sah. Turut serta dalam pemerintahan: hak pilih dalam pemilihan umum dan hak untuk berpendapat. Hak perempuan. dan hak atas komunikasi. 8. Hak atas kebebasan dari perbudakan.

100. Ketentuanketentuan tersebut mengandung makna. Kemudian ada lagi pasal dalam Undang-undang Perkawinan itu yang mengemukakan. bahwa pembuat undang-undang di negara kita memang menyetujui prinsip kesetaraan laki-laki dan perempuan. Pasal 31 ayat (1) memuat kalimat-kalimat yang mengatakan. negara kita telah meratifikasi Konvensi ILO No. bahwa harta benda yang diperoleh selama perkawinan menjadi harta bersama (Pasal 35 ayat (1)). Jadi sejak Tahun 1945 di negara kita prinsip kesetaraan laki-laki dan perempuan di depan hukum telah diakui. Undang-undang Perkawinan (UU No. Ketentuan dalam GBHN 1993-1998 juga mengemukakan prinsip kesetaraan laki-laki dan perempuan seperti yang dapat dibaca berikut ini: “perempuan. Semua ketentuan undang-undang serta ketentuan dalam GBHN yang telah dikutip tadi menjadi bukti yang nyata. yaitu mengenai pengupahan yang sama untuk laki-laki dan perempuan pekerja untuk pekerjaan yang sama nilai. bahwa semua orang mempunyai kedudukan yang sama di muka hukum. Di bidang hukum yang mengatur tentang hak-hak tenaga kerja. bahwa hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dan pergaulan hidup bersama di masyarakat. dan mengenai harta bersama suami atau isteri dapat bertindak atas persetujuan kedua belah pihak (Pasal 36 ayat (1)). baik sebagai warga negara maupun sebagai sumberdaya insani pembangunan. 1 Tahun 1974. sehingga kita terikat untuk mengintegrasikannya ke dalam perundang-undangan kita. . bahwa terhadap isteri harus diberi penghargaan yang setara dengan suami.Undang-undang Dasar kita yang dirumuskan pada Tahun 1945 sejak semula telah mencantumkan dalam Pasal 27 (1). mempunyai hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam pembangunan di segala bidang”.

apakah perempuan tidak ikut diperhitungkan dalam hukum? Dengan cara bagaimana? Bagaimana tidak diperhitungkannya perempuan tersebut dapat dikoreksi? Perbedaan apakah yang dapat dibuat untuk dapat melakukan koreksi tersebut? Dalam hukum. Beberapa faktor memberi sumbangan kepada lahirnya pendekatan ini. dan praktek mengenai bagaimana hokum berdampak kepada perempuan.B. Di antaranya adalah sebagai akibat dari adanya. dan Feminist Legal Scholarship. pengajaran. Feminist Perspectives on Law. menjawab pertanyaan perempuan di atas berarti menguji apakah hukum telah gagal memperhitungkan pengalaman dan nilainilai yang tipikal perempuan. Sebenarnya apakah yang dilakukan kaum feminis berkaitan dengan hukum? Katherine Bartlett yang dikutip oleh Brenda Cossman menjawab pertanyaan tersebut: Pertanyaan perempuan mengenai implikasi jender dan praktek sosial atau praktek hukum adalah. Dengan demikian. akibat dari reaksi para feminis yang berperkara di pengadilan dan mengadakan tuntutan terhadap masalah-masalah hukum yang khas. para sarjana hukum feminis mulai melancarkan kritik terhadap hukum melalui pandangan yang didasarkan pada pengalaman-pengalaman perempuan. Feminist Legal Theory. Beberapa sebutan melekat pada pendekatan ini. seperti Feminist Jurisprudence. gerakan perempuan dua dekade yang lalu yang menghasilkan tulisan-tulisan di berbagai lapangan studi yang kemudian mempengaruhi para sarjana hukum. Feminist Analysis of Law. banyaknya perempuan yang memasuki sekolah hukum menjelang Tahun 1960-an. atau bagaimana standar hukum dan konsepkonsep yang ada telah merugikan perempuan. pada suatu bidang teori. sebagai akibat dari pengaruh pemikiran Critical Legal Studies (Teori Hukum Kritik)4. Women and the Law. PENDEKATAN HUKUM DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN HAK ASASI MANUSIA Pendekatan hukum berperspektif perempuan muncul sekitar akhir tahun 1970-an atau awal 1980-an dan merupakan salah satu aliran terpenting dalam aliran pemikiran ilmu hukum hari ini. Pertanyaan tersebut berasumsi bahwa ciri-ciri hukum bukan hanya tidak netral dalam arti yang .

eksploitasi dan kritik pada tataran teoretik terhadap interaksi antara hukum dan jender. Pertama. tidak berasal dari teori dasarnya yang dan muluk-muluk. Kedua. mempersoalkan perempuan dalam hukum adalah menguji apakah hukum telah gagal memperhitungkan pengalaman perempuan. inti gagasan dari pendekatan hukum berperspektif perempuan meliputi beberapa hal. Tujuan dari pertanyaan perempuan itu adalah untuk mengungkapkan ciri-ciri tersebut dan bagaimana hukum beroperasi.5 Secara singkat. Bagi kaum feminis teori there”. tidaklah ketika “out kita memahami tetapi dan menghargai pada perbedaan maupun individual persamaan di antara situasisituasi yang konkret. yang kemudian dimunculkan sebagai pengalaman yang dianut bersama melalui obrolan perempuan. didasarkan pengalaman perempuan sehari-hari yang biasa dan konkret. melihat bagaimana perempuan dapat menikmati hak-hak perlindungan Mengapa kaum feminis membutuhkan teori? Teori dibutuhkan untuk dapat memahami hakikat dari banyak permasalahan yang dialami perempuan dalam menghadapi hukum. Kedua. memperoleh tetapi berdasarkan hukum. dan memberi saran mengenai bagaimana hukum tersebut dapat dikoreksi. Dengan kata lain. Generalisasi didasarkan pada pengalaman masa lalu yang dibutuhkan dalam rangka memberi perhatian kepada konteks dan detail. mempersoalkan perempuan dalam hukum adalah dalam rangka menerapkan metode kritis terhadap penerapan hukum. pengalamanpengalaman perempuan. Secara garis besar pendekatan hukum berperspektif perempuan ini mempunyai dua komponen utama. atau betapa standar ganda dan konsep hukum telah merugikan perempuan. adalah penerapan analisis dan perspektif feminis (perempuan) terhadap lapangan hukum .umum. pendekatan ini mempertanyakan tentang implikasi jender dari hukum yang mengabaikan perempuan. tetapi juga bersifat kelaki-lakian dalam arti khusus. yaitu: Pertama.

kesehatan reproduksi dan pelecehan seksual. Ia menolak asumsi mengenai berdasarkan inferioritas jender perempuan yang diakui dan dalam menghapuskan hukum. Pendekatan ini mengangkat pemikiran mengenai inti konsep dari teori politik liberal. dengan tujuan mengupayakan terjadinya reformasi dalam bidang hukum. dan berpendapat bahwa perempuan juga sama rasionalnya dengan laki-laki. hukum. dan berupaya untuk menggali pertanyaan-pertanyaan tentang hubungan antara perempuan. hukum perburuhan. hubungan antara hukum dan negara. Dalam bidang hukum pidana. Pada tahap ini analisis dilakukan jauh melampaui analis doktrinal. yaitu: rasionalitas. persamaan kesempatan. Oleh karena itu. Tujuan utama pendekatan ini adalah persamaan formal perempuan. hal-hal yang berkaitan dengan pidana. hak. Feminisme Radikal dan Feminisme Sosialis. Tuntutannya adalah perempuan harus diperlakukan sama dengan laki-laki. mereka harus mendapat kesempatan yang sama untuk menentukan pilihan. hokum kesejahteraan sosial dan sebagainya. meskipun berbeda dalam hal asumsi awal. Analisis tahap ketiga berkaitan dengan tantangan kaum feminis terhadap tuntutan epistemologi hukum mengenai netrali-tas. dan hubungan-hubungan penindasan. hukum keluarga. tempat kerja. Beberapa kaum feminis akan berpendapat bahwa kritik feminis terhadap sistem hukum secara nyata dimulai dengan dekonstruksi mengenai mitos objektivitas dan netralitas. antara hukum dan ideologi. Sebagian sarjana memberi perhatian kepada dikembangkannya argumentasi hukum yang khusus bagi tantangan konstitusional terhadap hukumhukum yang bersifat diskriminatif. . dengan perbedaan demikian memungkinkan perempuan untuk bersaing secara sama di dunia pasar. pornografi. memunculkan pertanyaan berkaitan dengan misalnya. sarjana hukum feminis melakukan advokasi terhadap reformasi hukum dan perubahan dalam pendekatan interpretatif dari pengadilan. dan berusaha membuat teori mengenai dampak dari hubungan-hubungan tersebut terhadap perempuan.yang konkret seperti: keluarga.

agama dan kepercayaan. . Salah satu masalah terbesar yang muncul sejak lama di tengah umat manusia adalah kekerasan dan diskriminasi serta ketidakadilan. Upaya penghapusan diskriminasi.Tampak strategi-strategi yang berfokus kepada pertanyaan tersebut beranggapan bahwa hukum dapat digunakan untuk mencapai perubahan sosial. tetap menjadi permasalahan bagi teori berperspektif perempuan selama bertahun-tahun.mencantumkan azas persamaan dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (1). Pasal 281 ayat (2). ras.Undang-undang No. yang telah mengakomodir antara lain: . Namun. 7 Tahun 1984. BAB IV PENUTUP A. KESIMPULAN a. b. sosial budaya. Diskriminasi dianggap sebagai suatu yang tidak adil berdasarkan prinsip “Setiap manusia harus diberikan hak dan peluang yang sama ( equal opportunity)”. pertanyaan mengenai apakah hukum dalam kenyataannya merupakan alat yang berguna bagi perubahan sosial. Pasal 28A. pemerintah telah meratifikasi: – Convention of Elimination all Forms of Discrimination Against Women (CEDAW) dengan UU No. . Jika seseorang diperlakukan secara tidak adil karena karakteristik gender. politik. 39 Tahun 1999 tentang HAM bagian kesembilan Pasal 45-51 mengenai Perempuan.

.Pasal 65 Undang-undang No. b. . . Di alam reformasi sekarang ini yang sedang berlangsung menuju proses demokratisasi hendaknya melibatkan juga proses reformasi mewujudkan “gender equality” dalam pelbagai aspek kehidupan negara. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Partai Politik tentang Keterwakilan Perempuan 30% tiap daerah pemilihan. SARAN a. 9 Tahun 2000 tentang Pengarusutamaan Gender. agar diskriminasi terhadap perempuan tidak menimbulkan kesenjangan (gap) baik dalam pemenuhan pekerjaan. jaminan sosial. dll.Undang-undang No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan.Instruksi Presiden No. Diperlukan suatu upaya yang mendasar yang berkaitan dengan perlindungan HAM bagi perempuan yang dirasakan perlu sehingga akan terwujud derajat yang sama antara pria dan wanita. Di era reformasi sepatutnya juga melakukan revisi hukum dan aturan main politik yang bisa menjuarakan belbagai kegiatan termasuk perempuan. B. upah. Untuk itu penting bagi perempuan untuk ikut serta dalam proses sehingga suara perempuan dapat diakomodir..

Otoritas Siapa?. Dimensi-dimensi HAM. Temple University Press. Refika Aditama. Weisberg. Nursyahbani.DAFTAR PUSTAKA Brenda Cossman. Kajian Wanita dalam Pembangunan. Jakarta. 12. 1990. Hakekat. 1994. 1995. Yayasan Obor. Ihromi. Muladi. Efendy. .A. Juli/Agustus. Keabsahan Perkawinan. Konsep dan Implikasinya dalam Perspektif Hukum dan Masyarakat. Katjasungkana. Bandung. What is Feminist Legal Theory. Jakarta. The Thatched Patio No. 1997. Feminist Theory Foundation. Kompas 12 Mei 1997. Hak Asasi Manusia. 2005. Kelly D. Masyhur H. Ghalia Indonesia. Philadelphia.

Pasal 9 Undang-undang No.Statuta Roma. 26 Peradilan HAM. Hermawan. Grafika Indah. 2006 . Anti Kekerasan. Jakarta. ELSAM. 2000 Sulistyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.