Karya Tulis Ilmiah Pergaulan Bebas DAMPAK PERGAULAN BEBAS (SEX BEBAS) TERHADAP MENTALITAS DAN KESEHATAN PADA

USIA 12-15 TAHUN

KARYA TULIS ILMIAH
DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XI SEMESTER GENAP

DISUSUN OLEH
MARYAM MARLINA YULIANA EVI NARULITA RIRIN ANGGRAENI KELAS XI IPA 2

SMA NEGERI 3 SUNGGUMINASA TAHUN PELAJARAN 2012-2013

Tarmo. oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari berbagai pihak yang sifatnya membangun demi kesempurnaan karya tulis ilmiah ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih jauh dari sempurna karena keterbatasan pengetahuan penulis . Sungguminasa. M. selaku guru pembimbing yang telah memberi dorongan dan pengarahan kepada penulis. S.Pd. dorongan dan dukungan moril. 4. Akhirnya penulis berharap . 2.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT . 7Juni 2013 Penulis . memotivasi serta menantikan keberhasilan saya. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita. Drs. Dengan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya maka melalui kesempatan ini penulis menyampaikan rasa hormat kepada: 1. Karya tulis ilmiah ini disusun dengan harapan dapat menambah pengetahuan dan wawasan kita semua. M. sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini.Pd selaku kepala SMA Negeri 3 Sungguminasa. Segenap Bapak dan Ibu guru yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ilmiah ini. semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau yang membutuhkannya. yang telah memberikan arahan. Kedua orang tua yang tercinta yang selalu mendoakan . sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini dengan judul “ Dampak Pergaulan Bebas (Sex Bebas) Terhadap Mentalitas dan Kesehatan pada Usia 12-15 tahun”. Ibu Rosniati. 3.

..... 6 1........ 2. Istilah …………………………. 16 DAFTAR PUSTAKA ………………………….Saran …………………………. 2 KATA PENGANTAR ………………………….. 16 5.... 11 3... Dampak Pergaulan Bebas …………………………............2.. Manfaat Penelitian …………………………..... 14 BAB V PENUTUP ………………………….. 6 1......... Prosedur Penelitian ………………………….........1.......... 9 2... 17 ... 7 2. Tempat Dan Waktu Penelitian ………………………….............1.....2. Pembahsan …………………………..1.......... 13 4.... 4.... Batasan Masalah …………………………...1.. Latar Belakang ………………………….....3.4...... Hipotesis …………………………..... Metodelogi Penelitian ………………………….... 5.... 1 HALAMAN PENGESAHAN ………………………….... 5 1.1... 10 BAB III METODELOGI PENELITIAN ………………………….. 11 BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN …………………………..Kesimpulan ………………………….... 3 DAFTAR ISI …………………………..... Subjek Penelitian …………………………......2....... Hasil Penelitian ………………………….... 3............... 11 3......... 4 BAB I PENDAHULUAN …………………………......2......3. 1...... Tujuan Penelitian ………………………….... 6 BAB II LANDASAN TEORI …………………………........4.......3. 11 3..........2.DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ………………………….

Remaja pada umur 12. Pergaulan bebas jaman sekarang semakin meresahkan dengan didukungnya teknologi yang canggih dan informasi yang dapat member berbagai hal seperti yang seharusnya di gunakan untuk fasilitas pendidikan. sehingga menimbulkan dampak negatif. kekecewaan. yang mana “bebas” yang dimaksud adalah melewati batas-batas norma ketimuran yang ada. banyak hal yang negatif dapat terjadi jika remaja melakukan hal yang tidak seharusnya dilakukan sebelum remaja tersebut menikah. untuk memberikan batasan atau ruang lingkup. pengetahuan yang minim. di salah gunakan oleh para remaja usia 12-15 tahun untuk melihat hal-hal yang seharusnya tidak mereka lihat seperti video atau gambar yang tidak senonoh. Keingintahuan yang seharusnya dapat digunakan untuk kebaikan menjadi berbanding terbalik.BAB I PENDAHULUAN 1. anggapan remaja sekarang yang sudah mengatakan bahwa pergaulan bebas (sex bebas) itu sudah biasa dan merupakan tren menurut mereka. Dari hal tersebut. dan ajakan teman-teman yang bergaul bebas membuat makin berkurangnya potensi generasi muda Indonesia dalam kemajuan bangsa. Membuat para remaja tidak berfikir secara logika tentang apa yang tidak seharusnya mereka lakukan.2 1. Rumusan Masalah Rumusan masalah yang dapat di gunakan untuk menjadi pusat perhatian dan kejadian adalah: 1. dikhawatirkan para remaja menjadi berbuat yang menyalahi normanorma agama dan sosial.3 . Namun. Maka penulis menegaskan bahwa materi karya tulis ilmiah ini hanya pada dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap mentalitas dan kesehatan pada usia 12-15 tahun. Apa dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap kesehatan remaja usia 12-15 thn ? 2. Masalah pergaulan bebas ini sering kita dengar baik di lingkungan maupun dari media massa.15 tahun adalah individu labil yang emosinya rentan tidak terkontrol oleh pengendalian diri yang benar. Masalah keluarga.1 Latar Belakang Kita tentu tahu bahwa pergaulan bebas itu adalah salah satu bentuk perilaku menyimpang. Selain itu. Pemahaman remaja yang belum begitu mengerti terhadap penyimpangan dalam pergaulan bebas yang berbahaya terutama sex bebas. Batasan Masalah Sesuai dengan uraian di atas. Apa dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap mentalitas remaja usia 12-15 tahun? 1.

2. Manfaat Penelitian Berdasarkan uraian-uraian serta fakta-fakta dari penelitian pergaulan bebas (sex bebas) dalam pergaulan bebas adalah: 1. Menambah pengetahuan kepada para remaja dan orang tua tentang dampak pergaulan bebas terhadap mentalitas remaja.4 Tujuan Penelitian Berdasarkan masalah yang telah di rumuskan tujuan yang dicapai adalah: 1. Menambah pengetahuan kepada para remaja dan para orang tua terhadap dampak kesehatan pergaulan bebas (sex bebas).5 . Mengetahui dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap mentalitas dan kesehatan remaja usia 12-15 tahun. 2.1. 1. Mengetahui dampak pergaulan bebas (sex bebas) terhadap kesehatan remaja usia 1215 tahun.

Abortus terbagi dua. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. berteriak-teriak histeris (51%). Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II. ingin bunuh diri (28%). Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja. terjerat obat-obat terlarang (41%).Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual. Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama.kenapa bisa begitu. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat. Dampak pergaulan bebas (sex bebas) dalam mentalitas remaja adalah. tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir. Seperti tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). budaya dan adat bangsa. pergaulan bebas ( sex bebas) mempunyai dampak terhadap kesehatan remaja tersebut. Pertama. salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas. (sebelum dapat lahir secara alamiah). 155 orang atau 23. terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Selain mempengaruhi mentalitas. Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya. Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami . penderitaan mentalitas seperti kehilangan harga diri (82%). .1 Dampak Pergaulan Bebas Pergaulan bebas (sex bebas) mempunyai dampak terhadap mentalitas remaja dan kesehatan. penyebabnya. dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).karena menonjolnya perilaku hewani pada seseorang menyebarkan sifat egoisme dan sifat masa bodoh tanpa batas. Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan. mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%). Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.4% mempunyai pengalaman hubungan seksual. khususnya pada kelompok umur remaja.BAB II LANDASAN TEORI 2. Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. sex bebas dapat meruntuhkan moral dan akhlaq. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia. Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia.

 Rahim yang sobek (Uterine Perforation).  Kanker hati (Liver Cancer).  Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. Kedua. .  Kanker leher rahim (Cervical Cancer). Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang . pola makan yang salah dan keracunan. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut. Dan dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes. Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja.kandungan lemah. terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Phd.  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).  Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan.  Kanker indung telur (Ovarian Cancer).  Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis. Tentunya dalam melakukan aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita.  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy). Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita.  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis) 2.  Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).  Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.2 Hipotesis Menurut pendapat penulis bahwa pergaulan bebas (sex bebas) menimbulkan banyak bahaya negative daripada bahaya positif terhadap mentalitas dan kesehatan remaja pada usia 12-15 tahun. Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi ( karena melakukan sex bebas) dan setelah melakukan aborsi adalah :  Kematian mendadak karena pendarahan hebat.

2.  Kanker leher rahim (Cervical Cancer).  Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations)  Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja.  Kanker hati (Liver Cancer).3 Istilah  Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS)  Kanker indung telur (Ovarian Cancer). .  Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)  Rahim yang sobek (Uterine Perforation).  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).  Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).

Metodologi Penelitian Metode yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian dilaksanakan di Sungguminasa. Subjek penelitian. Kabupaten Gowa pada hari Kamis 30 Mei 2013. 2. 3. Dalam tahap ini: a) Menanyakan kepada subjek penelitian sesuai daftar pertanyaan yang telah dibuat sebelum wawancara. Mencari dan menemukan sumber untuk melakukan wanwancara. Dalam tahap ini dilakukan : a) Menyiapkan daftar pertanyaan yang di gunakan untuk wawancara b) Membuat table untuk di isi hasil penelitian 3.1. Tahap Persiapan. c) Menyalin pokok-pokok informasi dan mengambil hal-hal yang penting saja dari hasil wawancara. Tahap Perencanaan. Metode wawancara 2. Tahap Pelaksanaan.Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa tahap yaitu : 1. Orang yang menjadi subjek penelitian adalah seorang perawat yang bernama suster sulis Prosedur penelitian. Metode kajian pustaka 3.BAB III METODE PENELITIAN 3.4 .2 3. b) Mencatat rangkuman tentang pokok-pokok informasi setiap jawaban dari subjek pelitian.

 Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).  Kanker indung telur (Ovarian Cancer).BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.  Kanker leher rahim (Cervical Cancer).  Terjerat obat-obat terlarang dan tidak bisa menikmati hubungan seksual  Perasaan dihantui dosa  Perasaan takut hamil.  Berteriak-teriak histeris  Mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi .  Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.  Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.  Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita).  Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease)  Inveksi rahim  Sifilis/Raja Singa  Gonore/GO .  Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.1 Hasil Penelitian Setelah melakukan wawancara kepada dokter sulis.  Ingin bunuh diri .  Lemahnya ikatan kedua belah pihak yang menyebabkan kegagalan setelah menika  Penghinaan terhadap masyarakat.  Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan. Dan sebagai berikut dampaknya. -Kematian mendadak karena pendarahan hebat.  Rahim yang sobek (Uterine Perforation). penulis memperoleh hasil sebagai berikut : NARASUMBER: Suster Sulis Menurut Suster Sulis banyak sekali dampaknya terutama mentalitas dan kesehatan.  Kanker hati (Liver Cancer).  Penderitaan kehilangan harga diri .

mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi . Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya. Dan kesehatan seperti Kematian mendadak karena pendarahan hebat. Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease). dan tidak bisa menikmati hubungan seksual. Kanker indung telur (Ovarian Cancer). ingin bunuh diri .      4. karena penyakit ini menyerang alat kelamin. Trichomoniasis jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart). semua keturunan ( orang yang terinfeksi ) akan mengidap virus yang sama begitu juga dengan orang yang menerima darah dari orang yang telah terinfeksi HIV/AIDS juga akan terinfeksi HIV/AIDS.Terjerat obat-obat terlarang . berteriak-teriak histeris . Kanker hati (Liver Cancer). HIV/AIDS . Selain dari penyakit HIV/AIDS terdapat penyakit lain seperti penyakit kelamin yang termasuk penyakit yang tidak bisa dianggap remeh.2 Herpes Genitalis HIV/AIDS Trichomoniasis Jengger Ayam atau Kutil di kelamin (Genital wart) Klamidia Herpes Genital Pembahasan Pada penelitian.herpes genital Dari hasil penelitian terhadap dampak mentalitas dan kesehatan remaja pada usia 12-15 tahun ditemukan banyak hal negative yang berpengaruh seperti pada mentalitas. Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita). Dan dampak pergaulan bebas (sex bebas) pada kesehatan adalah HIV/AIDS ( yang paling dominan dan paling berbahaya).mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi . Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy). ingin bunuh diri .Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal. lamidia. kehilangan harga diri yang ratingnya paling tinggi menunjukkan mentalitas yang turun akibat pergaulan bebas( sex bebas ) begitu juga dengan penurunan mentalitas lain seperti berteriak-teriak histeris . dan tidak bisa menikmati hubungan seksual .Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.Rahim yang sobek (Uterine Perforation). Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.Terjerat obat-obat terlarang .tentu sudah pasti dalam penyakit ini menjadi dampak yang sangat mematikan karena jika sudah terinfeksi oleh virus ini. dampak terhadap mentalitas dan kesehatan remaja pada usia 1215 tahun seperti dampak mentalitas penderitaan kehilangan harga diri. Kanker leher rahim (Cervical Cancer). . Inveksi rahim. Semua itu dampak dari pergaulan bebas ( sex bebas ) yang dilakukan oleh para remaja sebelum pada waktu yang seharusnya dimana remaja tersebut dapat melakukannya dengan cara yang benar.

BAB V PENUTUP 5. 5. Selain itu telah banyak korban yang di sebabkan oleh pergaulan bebas (sex bebas ) seperti terinfeksinya orang oleh penyakit HIV/AIDS yang merupakan penyakit yang sangat mengerikan dan sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan orang yang sudah terinfeksi penyakit ini. Dan walaupu terkena penyakit lain yang mungkin ada obatnya lebih baik para remaja untuk mencegah sebelum terlambat. Dan para orang tua disarankan untuk lebih memperhatikan anaknya sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.2 .1 Kesimpulan Pergaulan Bebas ( sex bebas ) mempunyai banyak dampak yang negative daripada positifnya bagi para remaja. Saran Sebaiknya para remaja menjauh dari pergaulan bebas(sex bebas) dan harus lebih mengerti bahwa pergaulan bebas ( sex bebas ) bukanlah budaya timur dan tidak ada dampak positif untuk kaum remaja.

com/2012/07/dampak-negatif-seks-bebas-untuk-remaja.html http://www.kaskus.com/akibat-terjadinya-pergaulan-bebas/ http://www.net/082163646064/dampak-prilaku-seks-bebas-bagi-kesehatan-remajakelompok-periadi .com/2013/03/kumpulan-contoh-karya-ilmiah-remajalengkap.slideshare.co.blogspot.DAFTAR PUSTAKA http://contoh-karya-tulis.id/thread/51a39f346112432d3100000f/dampak-seks-bebas-pada-remaja http://ninahamzah.blogspot.html http://konsling.wordpress.