P. 1
Makalah Konsep Dasar Keperawatan 2

Makalah Konsep Dasar Keperawatan 2

|Views: 406|Likes:
thyank's to read my task
thyank's to read my task

More info:

Published by: Aulia Mbembem Sii'ndutdut on Jun 20, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $49.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/24/2015

$49.99

USD

pdf

text

original

MAKALAH KONSEP DASAR KEPERAWATAN 2 Perspektif Transkultural dalam Keperawatan dan Komunikasi Transkultural

KELAS B KELOMPOK 4

Nama Kelompok: Afif Ni’matul Khoiriyah (1106014210) Azhari Putri Cempaka (1106053426) Dina Wulandari (1106053224) Ratna Susiyanti (1106053363) Paramudita Tri Hardani (1106000842)

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNVERSITAS INDONESIA 2011

KATA PENGANTAR Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan petunjuk-Nya, penulis dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Seringkali perawat harus menangani klien yang berasal dari Negara. kepercayaan. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa penulisan makalah ini masih jauh dari sempurna. sehat. 6 November 2011 Penulis ABSTRAKSI Di era globalisasi dimana migrasi sudah menjadi suatu hal yang lazim. besar kemungkinan perawat dihadapkan pada situasi yang lebih rumit. untuk itu perkenankanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. Orang tua penulis yang telah memberikan dorongan dan motivasi kepada penulis 3. Transkultural Nursing adalah suatu areal wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan. Tujuannya dari keperawatan transkultural sendiri adalah untuk mengidentifikasi. mengerti dan menggerakkan pemahaman . Disinilah dibutuhkan pemahaman dan penguasaan konsep keperawatan transkultural agar perawat mampu mengimplementasikan asuhan keperawatan dengan baik. Makalah ini tidak akan selesai tanpa bantuan dari berbagai pihak baik secara langsung maupun tidak langsung. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Konsep Dasar Keperawatan 2. Depok. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian karya tulis ini. Untuk itu. Seluruh teman-teman yang telah membantu 4. dan tindakan. dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia. kritik dan saran yang membangun dalam perbaikan karya tulis ini sangat penulis harapkan. Penulis berharap semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Ibu Ibu Enie Novieastari 2.Makalah ini kami susun berdasarkan data-data yang telah kami kumpulkan dari berbagai sumber. latar belakang budaya dan pola komunikasi yang berbeada. menguji. Ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keluhan budaya kepada manusia (Leininger 2002).

sekalipun terdapat perbedaan baik dalam hal latar belakang klien. sehingga dapat melakukan tindakan yang semestinya dilakukan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. kami mengharapkan kritik dan saran yang yang membangun dari pembaca sekalian. negara dan bahasa yang berbeda. Latar Belakang Profesi perawat di bidang kesehatan membutuhkan kemampuan dalam berinteraksi dengan baik. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk pembaca sekalian.keperawatan trnskultural untuk meningkatkan kebudayaan yang spesifik dalam pemberian asuhan keperawatan. Bab I Pendahuluan a. Bahkan. khususnya perbedaan bahasa yang akan kami bahas lebih lanjut dalam makalah kami. Terima kasih. maka perawat tidak dapat menyamaratakan implementasi asuhan keperawatan pada semua klien. agar dapat lebih memahami bahwa perawat mampu untuk menentukan tindakan yang tepat dan sesuai dengan situasi di lapangan. Tujuan Pembuatan makalah ini bertujuan untuk :  Mengetahui perspektif transkultural dalam keperawatan. . Oleh karena itu penting bagi perawat memahami konsep perspektif transkultural dalam keperawatan dan komunikasi transkultural.Perawat dituntut untuk secara tanggap menentukan tindakan yang tepat dalam menangani klien dengan perbedaan-perbedaan yang ada. kami membahas topik konsep keperawatan transkultural. dan terutama interaksi dengan klien dan keluarganya. perawat harus dapat mengelola situasi yang tidak terduga. yaitu saat klien berasal dari latar belakang budaya. Untuk itu. Mengingat setiap orang memiliki pola komunikasi yang berbeda serta menganut nilai dan norma budaya dalam berkomunikasi yang juga berbeda. misalnya.Tidak ada gading yang tak retak.Baik interaksi antar perawat.Perawat juga dituntun untuk secara tanggap memahami kebutuhan klien. . interaksi dengan anggota kesehatan lain. dan mampu menerapkan implementasi asuhan keperawatan dengan baik dalam kondisi apapun. begitu juga dengan tulisan ini yang masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu. Komunikasi patut menjadi fokus perhatian dalam memberikan asuhan keperawatan. b.  Mengetahui tentang komunikasi transkultural. maupun perbedaan pola komunikasi yang digunakan oleh klien.

Teori ini berasal dari ilmu Antropologi dan dikembangkan dalam konteks keparawatan. 2002). dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia. Leninger beranggapan bahwa sangatlah penting memperhatikan keanekaragaman budaya dan nilai-nilai dalam penerapan asuhan keparawatan kepada klien. sehat. kepercayaan. Salah satu teori yang diungkapkan pada middle range theory adalah Transcultural Nursing theory. Transcultural Nursing adalah suatu areal wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang fokus memandang perbedaan dan kesamaan diantara budaya dengan menghargai asuhan. termasuk tuntutan terhadap asuhan keperawatan yang berkualitas akan semakin besar dengan adanya globalisasi. menguji. ketika dihadapkan dengan kllien yang berbeda budaya tetap akan memberikan asuhan keperawatan yang tinggi. demi terpenuhinya kebutuhan dasar klien tersebut. grand theory. dan tindakan. Ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperawatan khususnya budaya atau keluhan budaya kepada manusia (Leininger. Keperawatan Transkultural dan Globalisasi Dalam Pelayanan Masyarakat dan Konsep dan Prinsip dalam Asuhan Keperawatan Tuntutan kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan pada abad ke-21. yaitu metha theory. dan practice theory. Bila hal tersebut diabaikan oleh perawat. maka akan mengakibatkan terjadinya cultural shock. dimana perpindahan penduduk antar negara (migrasi) dimungkinkan sebagai penyebab adaanya pergeseran terhadap tuntutan asuhan keperawatan. . Tujuannya dari keperawatan transkultural sendiri adalah untuk mengidentifikasi. Cultural shock akan dialami ileh klien disaat perawat tidak mampu beradaptasi dengan perbedaan nilai budaya dan kepercayaan. Perkembangan teori keperawatan terbagi menjadi empat. mengerti dan menggerakkan pemahaman keperawatan transkultural untuk meningkatkan kebudayaan yang spesifik dalam pemberian asuhan keperawatan. Perspektif Trasnkultural dalam Keperawatan a. Sebagai seorang perawat yang profesional.Bab II Perspektif Transkultural dalam Keperawatan dan Komunikasi Transkultural 1.

. Budaya adalah keyakinan dan perilaku yang diturunkan atau diajarkan manusia kepada generasi berikutnya (Taylor. keluarga.a. bulu pada tubuh dan bentuk kepala. yaitu kaukasoid. dengan adanya kejadian untuk memenuhi kebutuhan baik actual maupun potensial untuk meningkatkan kondisi dan kualitas kehidupan. Etnosentris adalah persepsi yang dimiliki oleh individu yang menganggap bahwa kebudayaannya adalah yang trbaik antara budaya-budaya yang dimiliki orang lalin. Etnis berakitan dengan manusia dari ras tertentu atau kelompok budaya yang digolongkan menurut cirri-ciri dan kebiasaan yang lazim. dukungan. Ada tiga jenis ras yang umumnya dikenal. emnjelaskan dasat observasi untuk mempelajari lingkungan dan orang-orang. negroid. kepercayaan dan tindakan termasuk kepekaan terhadap lingkungan dari individu yang datang dan individu yang mungkin kembali lagi (Leininger. Ras adalah perbedaan macam-macam manusia didasarkan pada mendiskreditkan asal muasal manusia. Nilai budaya adalah keinginan individu atau tindakan yang lebih diinginkan atau sesuatu tindakan yang dipertahankan pada suatu waktu tertentu dan melandasi tindakan dan keptutusan. 2. keprcayaan dan pola ekspresi yang digunakan untuk membimbing. Konsep dalam Transkukltural Nursing 1. Pendekatan metodologi pada penelitian etnografi memnungkinkan perawat untuk mengembangkan kesadaran yang tinggi pada perbedaan budaya setiap individu. adalah norma atau aturan tindakan dari anggota kelompok yang dipelajari dan dibagi serta memberikan petunjuk dalam berfikir. kelompok. bentuk wajah. Perbedaan budaya dalam asuhan keperawatan merupakan bentuk yang optimal dari pemberian asuhan keperawatan. 7. 5. Caring adalah tindakan langsung yang diarahkan untuk membimbing. Care adalah fenomena yang berhubungan dengan bimbingan. mendukung dan mengarahkan individu. 6. mengacu pada kemungkinan variasi pendekatan yang dibutuhkan untuk memberikan asuhan budaya yang menghargai nilai budaya individu. bantuan. dan saling memberikan timbale balik diantara keduanya. perilaku pada individu. Etnografi adalah ilmu yang mempelajari budaya. 1989). 10. Ras merupakan sistem pengklasifikasikan manusia berdasarkan karakteristik fisik pigmentasi. 9. keluarga atau kelompok pada keadaan yang nyata atau antisipasi kebutuhan untuk meningkatkan kondisi manusia. Budaya. bertindak dan mengambil keputusan. Cultural care berkenaan dengan kemampuan kognitif untuk mengetahui nilai. 8. mendukung atau member . bentuk tubuh. 1985). Mongolid. 3. 4.

kesempatan individu. folk) dan professional (etik engetahuan dan praktek perawatan sering memiliki pengetahuan dan pengalaman yang berbeda dasar yang perlu dinilai dan dipahami sebelum menggunakan informasi dalam perawatan klien. nilai dan pola kepedulian dan pemyembuhan yang perlu ditemukan. nilai dan pola budaya perawatan sumber dasar pengetahuan keperawatn lintas untuk menntun keputusan. Komperatif pengalaman perawatan budaya. bahasa. ekonomi dan faktor-faktor politik. Berikut ini beberapa prinsip penting keprawatan transkultural yang memberikan bimbingan kepada pelayan perawatan transkultur untuk berinteraksi. 4. berkembang dan bertahan hidup. Generic (etnik. sehat. dan kesejahteraan individu. penyembuhan. makna. 6. 3. 2. kelompok dan lembaga. 8. 1. Cultural imposition berkenaan dengan kecenderungan tenaga kesehatan untuk memaksakan kepercayaan. keluarga atau kelompok untuk mempertahankan kesehatan. Keperewatan transkultural pengetahuan dan kompetnsi yang imperative untuk memberikan makna. keuarga. dipahami dan digunakan dalam merawat orang-orang dari berbeda-beda atau mirip. 11. teknoligi. kongruen. agama. Human caring dengan keperawatan transkultur berfokus untuk kepentingan kesehatan. kepercayaan dan praktek-praktek di hormati. Transkultural membutuhkan pemahaman perspektif emik dan etik yang yang terkait dengan padnangan dunia. aman. etnohistory. Pengetahuan yag holistik dan komprehensif dan keperawatan. praktik dan nilai di atas budaya orang lain karena percaya bahwa ide yang dimiliki oleh perawat lebih tinggi daripada kelompok lain. Ini adalah hak asasi manusia yang kebudayaan memiliki nilai-nilai peduli budaya mereka. dan menguntungakn praktek perawat kesehatan. Setiap budaya memiliki keprcayaan tertentu. 5. kekerabatan. Budaya dan kesehatan perawatan berdasarkan keprcayaan dan praktek-praktek kesehatan. 7. .

Kosep yang dikembangkan Leininger merupakan konsep yang dikembangkan dari ilmu Antropologi yang di integrasikan dengan ilmu keperwatan. 10. jenis kelamin. . penelitian dan praktek keperawatan transkultur. alasan mencari bantuan kesehatan. Sehingga perawat mampu melakukan tindakan keprawatan yang sesuai dengan perilaku sosial seseorang. satu budaya dan cara seseorang memasuki budaya lain. tipe keluarga. Perawat perlu mengkaji: persepsi sehat sakit. c. Pengkajian dirancangkan berdasarkan tujuh komponen yang ada pada ‘Sunrise Model’. dan kebiasaan agama yang berdampak positif terhadap kesehatan. a.Faktor agama dan falsafah hidup Faktor agama yang harus dikaji oleh perawat adalah: agama yang dianut. cara pandang klien terhadap penyebab penyakit. status pernikahan. cara pengobatan. nama panggilan.Faktor teknologi Teknologi kesehatan memungkinkan individu untuk memilih atau mendapat penawaran menyelesaikan masalah dalam pelayanan kesehatan. yaitu: a.Faktor sosial dan keterikatan budaya Pada tahap ini perawat harus mengkaji faktor-faktor: nama lengkap.9. Pengkajian Asuhan keperawatan Budaya Pengkajian adalah proses mengumpulkan data untuk mengidentifikasi kesehatan klien sesuai dengan latar belakang budaya klien (Giger dan Davidhizar. dan hubungan klien dengan kepala keluarga. Keperawatan transkultural membutuhkan pemahaman tentang diri sendiri. umur dan tempat tanggal lahir. status. b. Cara belajar yang berbeda. hidup dan budaya transmisi perawatan dan kesehatan siklus hidup adalah fokus utama dari pendidikan. pengambilan keputusan dalam keluarga. alasan klien memilih pengobatan alternatif dan persepi klien tentang penggunaan dan pemanfaatan teknologi untuk mengatasi permalahan ini. kebiasaan berobat atau mengatasi masalah kesehatan. 1995). Konsep tentang keperawatan tarnskultural berfokus pada kebudayaan yang memberikan pelayanan kepada seseroang dengan pendekatan latar belakang jebudayaan.

dan biaya dari sumber lain misalnya asuransi. terdapat prinsip-prinsip pengkajian budaya:  Janngan menggunakan asumsi  Jangan membuat sreotip karna dapat menimbulkan konflik  Menerima dan memahami metode komunikasi  Menghargai perbedaan individual  Menghargai kebutuhan personal dari setiap individu  Tidak boleh membeda-bedakan keyakinan klien .Faktor ekonomi Faktor ekonomi yang harus dikaji oleh perawat diantaranya pekerjaan klien. sumber biaya pengobatan klien. makanan yang dipantang dalam kondisi sakit. jumlah anggota keluarga yang boleh menunggu. Yang perlu dikaji pada tahap ini adalah: peraturan dan kebijakan yang berkaitan dengan jam kunjung. penggantian biaya dari kantor klien atau patungan antar anggota keluarga klien g. tabungan yang dimiliki oleh keluarga klien. jenis pekerjaan serta kemampuan belajar secara aktif mandiri tentang pengalaman sakitnya sehingga tidak terulang kembali.Nilai-nilai budaya dan gaya hidup Yang perlu dikaji dalam faktor ini adalah: posisi dan jabatan yang dipegang oeh kepala keluarga.d. kebiasaan makan. e. kebijakan dan peraturan rumah sakit yang berlaku adalah segala sesuatu yang mempengaruhi kegiatan individu dalam asuhan keperawatan lintas budaya. Dalam pengkajian asuhan keperawatan budaya. f.Faktor pendidikan Hal yang perlu dikaji pada tahap ini adalah tingkat pendidikan klien.Faktor kebijakan dan peraturan yang berlaku Menurut Andre dan Boyle. cara pembayaran untuk klien yang dirawat. persepsi sakit berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kebiasaan membersihkan diri. bahasa yang digunakan.

 Religi Religi atau keyakinan dalam diri seseorang yang berada di luar kekuatan manusia yang harus dihadapi. misalnya agama dan bahasa. Dalam budaya etnik. Dengan dalamnya religi eksinitas dapat dikaji ulang untuk mendapatkan klasifikasi yang kongkrit. Namun seseorang dapat juga mengadopsi dari kebudayaan lain. 2. Komunikasi Transkultural c. Etnisitas juga berpengaruh pada pola perkerjaan dan tempat tinggal. Religi juga dapat digunakan untuk merumuskan filosopi dan sistem melalui sistem keyakinan. Beberapa Instrumen Pengkajian Budaya Budaya adalah instrument yang mendasari seseorang dalam membentuk kepribadian manusia untuk melakukan aktivitasnya sehari-hari. Nilai dan Norma Budaya dalam Berkomunikasi . Instrumen-instrumen pengkajian budaya meliputi etnisitas dan religi.  Etnisitas Latar belakang yang dimiliki oleh seseorang sangat berpengaruh terhadap apa yang dia butuhkan dan apa yang ia lakukan. masyarakat biasanya menganut asas yang terlalu berlebihan dalam memeluk suatu paham. Menyediakan privacy terkait kebutuhan pribadi klien b.

atau komunitas bahasa. Kp.).id / Hj. karena pola komunikasi adalah unik. mengenakan pakaian yang tidak disukai pasangannya. Komunikasi Adalah Paket Isyarat Perilaku komunikasi. Semua bagian dari sistem pesan biasanya bekerja bersama-sama untuk mengkomunikasikan makna tertentu. bangsa. Puerto Rico. b. budaya Timur lebih terbuka terhadap perasaan mereka. Efy Afifah. apakah ini melibatkan pesan verbal. dan banyak menyentuh.Budaya mempengaruhi bagaimana perasaan diekspresikan. atau tidak saling menyentuh. Prinsip-Prinsip dalam Komunikasi Komunikasi transkultural adalah komunikasi/interaksi antara orang-orang yang berbeda budaya. sedangkan orang Inggris dikenal dengan budaya yang tidak saling menyentuh satu sama lain. isyarat tubuh. S.Orang Amerika lebih menyembunyikan perasaan mereka. menghindari kontak mata. terjadi sangat sedikit sentuhan. Adapun prinsip-prinsip itu yaitu : 1. M. ( staff. Sebuah budaya bisa dibatasi dan dicetak oleh praktik komunikasi. Kita tidak mengungkapkan rasa marah sambil tersenyum. biasanya terjadi dalam "paket".ui. ras. dibutuhkan kesigapan bagi perawat dalam menangani klien dengan pola komunikasi yang berbeda dengan pola komunikasi yang digunakan oleh perawat itu sendiri. atau kombinasi dari keduanya. Dilaporkan bahwa sentuhan antar pasangan terjadi sekitar 180 kai dalam satu jam di San Juan. Kita menyaksikan pesan yang kontradiktif (juga dinamai "pesan berbaur" oleh beberapa penulis) pada pasangan yang mengatakan bahwa mereka saling mencintai tetapi secara nonverbal melakukan hal-hal yang saling menyakiti. Kes. Seluruh tubuh—baik secara verbal maupun nonverbal—bekerja bersama-sama untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan kita.Komunikasi dan budaya adalah dua hal yang saling terkait.Perawat harus peduli terhadap pandangan bahwa pola komunikasi tertentu tidak dapat digeneralisasikan kepada semua orang. Orang ini mengirimkan pesan yang kontradiktif. misalnya datang terlambat untuk suatu janji penting. perilaku verbal dan nonverbal saling memperkuat dan mendukung. Selanjutnya kita akan menggali sifat atau hakikat atau karakteristik komunikasi dengan menyajikan delapan prinsip komunikasi. Memahami prinsip-prinsip ini sangat penting untuk memahami komunikasi dalam segala bentuk dan fungsinya. Sebagai contoh. Pesan yang Kontradiktif Bayangkanlah seseorang yang mengatakan "Saya begitu senang bertemu dengan anda. Biasanya. yaitu 2 dua kali per jam di Florida. dan 110 kali per jam di Paris. " tetapi berusaha menghindari kontak mata langsung dan melihat kesana-kemari untuk mengetahui siapa lagi yang hadir.Di kota lain. Kita tidak mengutarakan rasa takut dengan kata-kata sementara seluruh tubuh kita bersikap santai. Pesan-pesan tersebut ada juga yang mengatakan sebagai "diskordansi" (discordance) merupakan akibat dari keinginan untuk mengkomunikasikan dua emosi atas perasaan yang berbeda. dan tidak sama sekali terjadi di London. Sebaliknya.Maka. .ac.

Ini jelas kelihatan pada orang-orang yang menggunakan bahasa berbeda. jika yang satu menampakkan rasa cemburu. yang lain memperlihatkan rasa cemburu. Hasilnya adalah anda mengkomunikasikan kedua perasaan itu. seorang atasan mungkin berkata kepada bawahannya. jika yang satu pasif. Hubungan ini bersifat setara (sebanding). berkaitan dengan dunia nyata atau sesuatu yang berada di luar (bersifat ekstern bagi) pembicara dan pendengar. bawahan menemui atasan setelah rapat. bukan sekadar mengerti apa yang dikatakan atau dilakukannya. atau content) dan aspek hubungan (relational). Jika salah seorang mengangguk. Orang tua dan anak. Sebagai contoh. "Datanglah ke ruang saya setelah rapat ini. Hal ini akan terasa janggal dan tidak layak karena melanggar hubungan normal antara atasan dan bawahan. Hubungan simetris bersifat kompetitif. Bahkan penggunaan kalimat perintah yang sederhana sudah menunjukkan adanya perbedaan status di antara kedua pihak Atasan dapat memerintah bawahan. 3. yang lain mengangguk. sekaligus. yang lain pasif. 4. Ini barangkali akan lebih jelas terlihat bila kita membayangkan seorang bawahan memberi perintah kepada atasannya." Pesan sederhana ini mempunyai aspek isi (kandungan. Tetapi. 2. komunikasi juga menyangkut hubungan di antara kedua pihak. Sebagian dari seni komunikasi adalah mengidentifikasikan isyarat orang lain. dengan penekanan pada meminimalkan perbedaan di antara kedua orang yang bersangkutan. Komunikasi Melibatkan Transaksi Simetris dan Komplementer Hubungan dapat berbentuk simetris atau komplementer. satu secara verbal dan lainnya secara nonverbal. bukan hanya memiliki perbedaan kata yang berbeda. Mereka yang hubungannya akrab akan menyadari bahwa mengenali isyarat-isyarat orang lain memerlukan waktu yang sangat lama dan seringkali membutuhkan kesabaran. Perilaku salah . setidak-tidaknya sampai batas tertentu. Aspek isi mengacu pada tanggapan perilaku yang diharapkan-yaitu. Komunikasi Mencakup Dimensi Isi Dan Hubungan Komunikasi. mengenali bagaimana isyarat-isyarat tersebut digunakan. Perilaku satu orang tercermin pada perilaku yang lainnya. dan memahami apa artinya. Jika kita ingin benar-benar memahami apa yang dimaksud seseorang. tetapi anda juga tidak menyukai orang itu dan ingin mengkomunikasikan perasaan negatif ini juga. Dalam hubungan simetris dua orang saling bercermin pada perilaku lainnya. Komunikasi Adalah Proses Penyesuaian Komunikasi hanya dapat terjadi bila para komunikatornya menggunakan sistem isyarat yang sama. masing-masing pihak berusaha mempertahankan kesetaraan atau keunggulannya dari yang lain. misalnya. Tetapi. kita harus mengenal sistem isyarat orang itu. melainkan juga mempunyai arti yang berbeda untuk istilah yang mereka gunakan.anda mungkin menyukai seseorang dan ingin mengkomunikasikan perasaan positif ini. Aspek hubungan menunjukkan bagaimana komunikasi dilakukan. Dalam hubungan komplementer kedua pihak mempunyai perilaku yang berbeda. prinsip ini menjadi sangat relevan bila kita menyadari bahwa tidak ada dua orang yang menggunakan sistem isyarat yang persis sama.

Artinya. yang lain lemah. tidak mungkin ada sumber tanpa penerima. Sebagai contoh. Sebagai pemeran serta atau sebagai pengamat tindak komunikasi. Segala hal dalam komunikasi selalu berubah -kita. Komunikasi adalah Proses Komunikasi merupakan suatu proses. yang lain pasif. Kita menamai beberapa di antaranya sebagai sebab atau stimulus dan lainnya sebagai efek atau tanggapan. dan tidak akan umpan balik tanpa adanya penerima. 5. suatu kegiatan. atau ke dalam stimulus dan tanggapan. Komunikator bertindak sebagai satu kesatuan . yang satu aktif. Komponen-komponen Komunikasi Saling Terkait Dalam setiap proses transaksi. Orang menempati posisi yang berbeda. Dalam hubungan komplementer perbedaan di antara kedua pihak dimaksimumkan. yang dikenal baik oleh banyak mahasiswa. Sementara hubungan komplementer antara seorang ibu yan melindungi dan membimbing dengan anaknya yang sangat bergantung kepadanya pada suatu saat sangat penting dan diperlukan untuk kehidupan si anak. Tidak ada awal dan akhir yang jelas. yang diam. yang lain bawahan. hahwa komponen-komponennya saling terkait. tidak akan ada pesan tanpa sumber. Dengan transaksi dimaksudkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses. dan lingkungan kita-. Salah satu masalah dalam hubungan komplementer. Rangkaian Komunikasi Dipunktuasi Peristiwa komunikasi merupakan transaksi yang kontinyu. Komunikasi adalah proses transaksional Komunikasi adalah transaksi. kita mensegmentasikan arus kontinyu komunikasi ini ke dalam potongan-potongan yang lebih kecil. yang satu atasan. yang satu kuat. dan bahwa para komunikatornya beraksi dan bereaksi sebagai suatu kesatuan atau keseluruhan. adalah yang disebabkan oleh kekakuan yang berlebihan. tidak pernah independen: Masing-masing komponen dalam kaitannya dengan komponen yang lain. komunikasi tidak pernah seperti itu. Komponen komunikasi saling bergantung. Walaupun kita mungkin membicarakan komunikasi seakan-akan ini merupakan suatu yang statis. hubungan yang sama ketika anak ini beranjak dewasa menjadi penghambat bagi pengembangan anak itu selanjutnya. kita membagi proses kontinyu dan berputar ini ke dalam sebab dan akibat.seorang berfungsi sebagai stimulus perilaku komplementer dari yang lain. Perubahan yang begitu penting untuk pertumbuhan tidak dimungkinkan terjadi. orang yang kita ajak berkomunikasi. setiap komponen berkaitan secara integral dengan setiap komponen yang lain.

saya tidak benar-benar bermaksud mengatakan seperti itu. M. (Ada pepatah Indonesia yang mengatakan. Ners. dua orang yang mendengarkan sebuah pesan seringkali menerimanya dengan arti yang sangat berbeda. Tentu saja.Setiap orang yang terlibat dalam komunikasi beraksi dan bereaksi sebagai satu kesatuan yang utuh." Tetapi apa pun yang dilakukan untuk mengurangi atau meniadakan dampak dari pesan itu sendiri. Akibat terpenting dari karakteristik ini adalah bahwa aksi dan reaksi kita dalam komunikasi ditentukan bukan hanya oleh apa yang dikatakan. tidak bisa dibalikkan. Dalam situasi interaksi. Jadi. ribuan.Kep) Komunikasi transkutural pada prinsipnya sama dengan komunikasi biasa namun komunikasi transkultural lebih cenderung dan terlihat ketika seorang perawat menghadapi klien dengan perbedaan latar belakang budaya. Sebagai contoh. melainkan juga oleh cara kita menafsirkan apa yang dikatakan. Walaupun kata-kata dan simbol yang digunakan sama. bertujuan. Tetapi ada sistem lain yang bersifat tak reversibel (irreversible). 7. dia dapat berusaha mengurangi dampak dari pesan yang sudah terlanjur anda sampaikan. Komunikasi Tak Terhindarkan Seseorang mungkin menganggap bahwa komunikasi berlangsung secara sengaja. sangatlah penting kita menyadari bahwa komunikasi kita bersifat tak reversibel. c. seringkali pula komunikasi terjadi meskipun seseorang tidak merasa berkomunikasi atau tidak ingin berkomunikasi. misalnya. Proses seperti ini dinamakan proses reversibel. seseorang. Komunikasi termasuk proses seperti ini. dan dapat mengulang-ulang proses dua arah ini berkali-kali.Bentuk-Bentuk Komunikasi . (Rahayu Iskandar. misalnya. proses tak reversibel. tidak bisa dibalik. dia tidak bisa tidak mengkomunikasikannya. bahkan jutaan orang. Di sini komunikasi transkultural sangat dibutuhkan agar dapat terwujud asuhan keperawatan yang optimal melaui pendekatan-pendekatan baik personal maupun budaya. 6. ketika seseorang dapat mengubah air menjadi es dan kemudian mengembalikan es menjadi air. nasi telah menjadi bubur. mengatakan. tetapi tidak bisa mengembalikan sari anggur menjadi buah anggur. setiap orang menafsirkannya secara berbeda. Sekali seseorang mengkomunikasikan sesuatu. dapat mengubah buah anggur menjadi minuman anggur (sari anggur). di mana pesan-pesan didengar oleli ratusan. Secara biologis kita dirancang untuk bertindak sebagai makhluk yang utuh.) Dalam situasi komunikasi publik atau komunikasi masa. Komunikasi Bersifat Tak Reversibel Seseorang dapat membalikkan arah proses beberapa sistem tertentu. dan termotivasi secara sadar. Prosesnya hanya bisa berjalan dalam satu arah. Tetapi. seseorang tidak bisa tidak berkomunikasi. "Saya sangat marah waktu itu. sekali telah dikirimkan dan diterima.

Namun.Untuk menangani klien dengan baik. 1.Sementara itu jenis komunikasi yang kedua adalah komunikasi non verbal yang meliputi sentuhan. perawat harus memastikan bahwa pesan yang disampaikan diterima dan dimengerti dengan baik oleh klien. Perbendaharaan Kata Kata mempunyai dua makna.Kata adalah alat yng digunaka untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan atau menjelaskan suatu objek.Oleh karena itu.Teknik atas intonasi kata juga berbeda-beda. dalam merawat klien. perlu diperhatikan penggunaan kata yang tepat bagi klien.Kadang. akan menimbulkan interpretasi sebagai perawat yang tidak ramah. kontak mata.Sebaliknya.Beberapa praktik komunikasi mengkombinasikan keduanya dengan adanya kehangatan dan humor. 3. -Bentuk Komunikasi Verbal(Bahasa) Bahasa mutlak diperlukan dalam berkomunikasi. 4. 2.Banyak makna tersembunyi yang terkandung dalam kata yang dintonasikan berbeda. pelan dan tanpa adanya penekanan pada kata tertentu menimbulkan kesan yang terlalu basa-basi.Ada tiga bentuk komunikasi. kata yang sama seringkali mengandung makna yang berbeda. ketika perawat berbicara terlalu keras dan lantang. gaya bicara yang halus. kecepatan bicara. kualitas suara. struktur gramatikal.Kata yang sama bisa bermakna negatif atau positif. termasuk nada dan jeda antar kalimat adalah elemen penting dalam komunikasi. dan bahasa tubuh. tergantung budaya yang dianut oleh masing-masing individu. yaitu makna denotatif dan makna konotatif. Ritme .Kata dengan makna konotatif biasanya membutuhkan interpretasi yang lebih mendalam. Kualitas Suara Kualitas suara. mimik wajah. yaitu komunikasi verbal(bahasa) yang melingkupi penggunaan perbendaharaan kata. dan pelafalan. Intonasi Adalah aspek penting alam menyampaikan pesan. tergantung pada konteks kalimatnya.

Untuk meginterpretasikan pesan secara akurat. orang menyampaikan sesuatu yang tidak bisa diungkapkan melalui katakata. dan menambah konsep diri. kehangatan. Pelafalan Orang dari beberapa kelompok budaya dapat dikenali dari dialeknya.Penting bagi perawat untuk memperhatikan tidak hanya perilaku verbal.Sentuhan memiliki banyak makna. Kecepatan Bicara Kecepatan bicara menggambarkan suasana hati si pembicara. 5. atau untuk menyembunykan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang lain.Seseorang yang depresi lebih berbicara dengan pelan. -Komunikasi Non Verbal Enam puluh lima persen pesan diterima dalam bentuk komuniksasi non verbal. 7.Di lain pihak. dapat dilihat dari mimic wajah dan intonasi. karena setiap orang memiliki penafsiran yang berbeda.Sebaliknya. orang yang agresif dan bersemangat berbicara dengan cepat dan keras. sehingga dapat merawat tanpa ada kesalahpahaman. .Pada umumnya. petinggi Negara di Amerika dan Afrika memainkan ritmenya dalam berbicara. namun juga perilaku non verbal. membagi kesendirian.Mungkin saja diam berarti si pembicara tidak tahu apa yang harus dikatakan.Melalui bahasa tubuh. sedangkan lainnya tidak demikian. kemarahan. 1. Beberapa orang brbicara dengan ritme yang jelas dan teratur.Perawat harus memahami apa makna diam dari si klien.Untuk memahami klien.Ritme juga berbeda-beda pad tiap-tiap budaya. dan komunikasi dapat terus berjalan dengan baik. sentuhan juga dipandang sebagai frustasi. perawat perlu mengkomunikasikan dengan tim kesehatanlain. Sentuhan Adalah aspek yang dapat meniadakan jarak antara perawat dengan klien.Dialek juga digunakan sebagai ekspresi solidaritas. baik itu sebagai perhatian. keagresifan. 6. Diam Arti atau makna dari diamnya seseorang berbeda. atau bisa juga menunjukan ketidak nyamanan.

-Komunikasi yang Menggabungkan Keduanya Beberapa komunikasi interpersonal menggabungkan komunikasi verbal dan non verbal. dan jenis kelamin. biasanya alis seseorang bergerak naik turun dengan mata menatap tajam.Kehangatan dan humor adalah dua diantaranya. pertemanan atau kesenangan.Biasanya pada interaksi sosial. Kehangatan Adalah kualitas yang mengungkapkan perasaan. 3.Walaupun demikian. biasanya mata terbuka lebar. Mimik Wajah Biasanya digunakan untuk menunjukkan perasaan seseorang.Ketika dalam kondisi takut. 2. tergantung budaya yang dianut. alis naik. 2. mengganggu privasi. kehangatan secara verbal lebih diartikan positif dan lebih dibutuhkan. rendah diri. atau memiliki derajat yang lebih tinggi. budaya klien.Komunikasi hangat dari perawat adalah aspek dinamis dalam komunikasi terapeutik.hukuman. tidak jujur. Humor . tidak sopan. Kontak Mata Pergerakan mata adalah aspek penting dalam komunikasi interpersonal. dengan senyuman atau tepukan bahu.Semua budaya mempunyai aturan tentang siapa yang dianggap layak menyentuh mereka. setap orang sering melihat satu sama lain dalam waktu yang singkat.Ketika marah. 1. dan bibir menjadi kehitaman. kapan dan dimana sentuhan layak dilakukan.Penggunaan mimik wajah juga bervariasi. dan berkesan negatif.Kehangatan dapat dikomunikasikan secara verbal.Kurangnya kontak mata mungkin diartikan sebagai tanda bahwa seseorang merasa malu. Perawat harus paham tentang cara dalam memberikan sentuhan yang tepat berdasarkan profesi klien.

kata-kata memasuki saluran pendengaran. Individu akan memahami suatu pesan dengan lebih baik jika pengirim menggunakan berbagai media. Hambatan terjadi dalam menafsirkan sandi oleh si penerima  Hambatan dari penerima pesan. adalah hambatan yang terjadi dalam penggunaan media komunikasi.  Hambatan dalam memberikan balikan. surat elektronik. memberikan informasi tertulis pada klien. dan situs informatif. Sebagai contoh. e. d. hal ini dipengaruhi oleh perasaan atau situasi emosional.Oleh karena itu. pendengaran. Media Komunikasi Transkultural Media (channels) merupakan alat penyampaian dan penerimaan pesan melalui indra penglihatan.  Hambatan dalam penyandian/simbol Hal ini dapat terjadi karena bahasa yang dipergunakan tidak jelas sehingga mempunyai arti lebih dari satu. komputer interaktif. penting juga bagi perawat melakukan sedikit humor untuk menjalin kerjasama yang baik dengan klien.Humor dapat menciptakan suasana berbagi keceriaan. dan taktil. mengurangi kekakuan dan tekanan. misalnya pesan yang akan disampaikan belum jelas bagi dirinya atau pengirim pesan. perawat menjelaskan dan mendemonstrasikan tekniknya. dan sentuhan menggunakan saluran taktil. memotivasi. Perawat menggunakan media komunikasi verbal.  Hambatan dalam bahasa sandi. Ekspresi wajah akan mengirimkan pesan visual. dan mendorong latihan langsung dengan vial dan jarum suntik. simbol yang dipergunakan antara si pengirim dan penerima tidak sama atau bahasa yang dipergunakan terlalu sulit. non verbal dan alat/ teknologi. Balikan yang diberikan tidak menggambarkan apa . sikap prasangka tanggapan yang keliru dan tidak mencari informasi lebih lanjut. misalnya kurangnya perhatian pada saat menerima /mendengarkan pesan. Hambatan Komunikasi Hambatan dari Proses Komunikasi  Hambatan dari pengirim pesan.Adalah komponen kuat dari verbal dan non verbal komunikasi.  Hambatan media. dan menimbulkan sikap kooperatif. mesin faksimili. Mereka mengirim dan menerima informasi melalui tulisan formal ataupun non formal. misalnya gangguan suara radio dan aliran listrik sehingga tidak dapat mendengarkan pesan. saat mengajarkan penyuntikan insulin.

kata yang digunakan tidak sepenuhnya dipahami secara benar. Hadirnya istilah-istilah yang hanya belaku pada bidang tertentu. Faktor-faktor penyebab terjadinya hambatan semantik antara lain: 1. tidak jelas atau berbelit-belit antara pemberi pesan dan penerima. gangguan alat komunikasi dan sebagainya. Hambatan Fisik Hambatan fisik dapat mengganggu komunikasi yang efektif. misalnya: gangguan kesehatan. misalnya bidang bisnis. tidak tepat waktu atau tidak jelas dan sebagainya. dan sebagainya. Bab III . dan lain lain. nasional. misalnya. 3. kedokteran. 1. Kata. perbedaan nilai-nilai serta harapan yang berbeda antara pengirim dan penerima pesan.adanya akan tetapi memberikan interpretatif. atau internasional). Perbedaan pemahaman makna kata antara si penulis/pembicara dengan si pembaca/pendengar. Hambatan Semantik Kata-kata yang dipergunakan dalam komunikasi kadang-kadang mempunyai arti mendua yang berbeda. 5. 2. Penggunaan kata-kata abstrak dan popular secara tidak tepat. Hambatan Psikologis Hambatan psikologis dan sosial kadang-kadang mengganggu komunikasi. Adanya perbedaan bahasa (daerah. industri. 2. cuaca gangguan alat komunikasi. 3. 4.

menguji.J & David Hizar.afc. dan tindakan. http://staff. mengerti dan menggerakkan pemahaman keperawatan transkultural untuk meningkatkan kebudayaan yang spesifik dalam pemberian asuhan keperawatan. (1995).convdocs.ui. (1995). sehat. Sedangkan komunikasi transkultural adalah komunikasi yang melibatkan banyak orang dari latar belakang budaya pola komunikasi dan bahasa yang berbeda. Daftar Pustaka Referensi: Andrew.S. J.unikom.M&Boyle.id/transkultural. R.ac. 2nd Ed. Giger.J. Jb.n6.pdf.Kesimpulan Jadi dapat disimpulkan bahwa transkultural nursing adalaha suatu areal wilayah keilmuan budaya pada proses belajar dan praktek keperawatan yang focus memandang perbedaan dan kesamaaan diantara budaya dengan menghargai asuhan.id/internal/132051049/material/transculturalnursing.html . Philadelphia.dalam. 21oktober20111 http://10107141. Lippincot Company.org/docs/index-86854. 2nd Ed. Missouri Mosby Yearbook Inc. dan sakit didasarkan pada nilai budaya manusia. Transcultural Concepts in nursing care.E. Ilmu ini digunakan untuk memberikan asuhan keperwatan khususnya budaya atau keluhan budaya kepada manusia dan bertujuan untuk mengidentifikasi. Terdapat banyak hambatan dalam berkomunikasi sehingga perawat harus mampu menyelesaikan permasalahan dalam berkomunikasi agar proses asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik. 22oktober2011 http://be. kepercayaan. Transcultural Nursing: Assesment and Intervention.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->