BAB 1 INTRODUCTION

A. Sekilas Tentang Autodesk Inventor Autodesk Inventor 2010 adalah salah satu dari produk Autodesk Corp. yang diperuntukan untuk engineering design and drawing. Autodesk Inventor merupakan pengembangan dari produk-produk CAD setelah AutoCAD dan Autodesk Mechanical Desktop. Autodesk Inventor memiliki beberapa kelebihan yang memudahkan anda dalam design serta tampilan yang lebih menarik dan riil , karena fasilitas material yang disediakan. Beberapa kelebihan dari Autodesk Inventor tersebut diantaranya :

1. Memiliki kemampuan parametric solid modeling , yaitu kemampuan untuk melakukan design serta pengeditan dalam bentuk solid model dengan data yang telah tersimpan dalam data base. Dengan adanya kemampuan tersebut designer / enginer dapat direvisi atau memodifikasi design yang ada tanpa harus mendesign ulang sebagian atau secara keseluruhan. 2. Memiliki kemampuan animation , yaitu kemampuan untuk menganimasikan suatu file assembly mengenai jalannya suatu alat yang telah diassembly dan dapat disimpan dalam file AVI 3. Memiliki kemampuan automatic create technical 2D drawing serta bill of material dan tampilan shading dan rendering pada layout 4. Adaptive yaitu kemampuan untuk menganalisa gesekan dari animasi suatu alat serta dapat menyesuaikan dengan sendirinya 5. Material atau bahan yang memberikan tampilan suatu part nampak lebih nyata 6. Kapasitas file yang lebih kecil.

1

Dari beberapa kelebihan tersebut maka pemakaian Autodesk Inventor sangat memberikan keuntungan dari segi efisiensi serta efektivitas waktu untuk produktivitas pekerjaan yang akan dilakukan.

B. Syarat Hardware & Memori Agar dapat menjalankan dan menggunakan program Autodesk Inventor 2010 dengan baik maka dibutuhkan 1. Hardware Processor Pentium IV atau AMD Athlon 2.0 GHz atau yang lebih tinggi 1 GB RAM ( Minimum ) atau lebih tinggi Hard disk 40GB ( Minimum ) atau lebih tinggi VGA Card 128 MB dengan kemampuan openGL Monitor SVGA dengan resolusi minimal 1024 x 768 Scroll Mouse 2. Software Windows XP Professional Windows Vista 32 Bit Selain software windows di atas ada software pendukung lainnya seperti Microsoft Excel yang dibutuhkan untuk pembuatan iParts , iFeature , serta Spread Sheet Driven Design kemudian Internet Explorer 6 serta Net Meeting 3.01 untuk Web Collaboration. :

2

C. Memulai Autodesk Inventor 2010 1. Pastikan program Autodesk Inventor 2010 telah teristall pada komputer anda 2. Selanjutnya, klik tombol Start pada windows taskbar

3. Klik Programs | Autodesk | Autodesk Inventor 2010 | Autodesk Inventor Professional 2010 `

Gambar 1.1 Membuka jendela Autodesk Inventor 2010 4. Maka akan muncul jendela Autodesk Inventor 2010 , kemudian klik toolbar New atau tekan CTRL+N , perhatikan gambar 1.2 !

Toolbar New

Gambar 1.2 Tampilan awal Autodesk Inventor 2010 3

Klik salah satu template sesuai dengan kebutuhan pekerjaan. Gambar 1.ipt Template ini dioperasikan untuk pembuatan part berupa pelat Standart(mm). Setelah itu akan muncul kotak dialog New File .ipt Template ini dioperasikan untuk pembuatan sebuah part Sheet Metal (mm).iam Template ini dioperasikan untuk perakitan beberapa file (assembly) 4 : . kemudian pilih tab English (satuan Inchi) atau Metric ( satuan mm ).3 Kotak Dialog New File Pada kotak dialog New File terdapat beberapa template diantaranya sebagai berikut Standard (mm).5.

6.Weldment(ISO).iam Template ini dioperasikan untuk perakitan dengan proses pengelasan.4 Jendela Kerja Autodesk Inventor 2010 5 . ISO. Standart(mm).idw Template ini dioperasikan untuk membuat drawing orthogonal atau gambar 2D secara otomatis yang kemudian akan di cetak atau di print.4 Toolbar Standart Menu Bar Browser Bar Panel Bar Graphic Windows 3D Indicator Navigation Status Bar Gambar 1.ipn Template ini dioperasikan untuk menguraikan komponen-komponen assembly ( exploded view ) serta dapat dianimasikan untuk presentasi perakitan dari suatu assembly dan dapat disimpan dalam file AVI. Maka akan muncul jendela kerja Autodesk Inventor 2010 seperti tampak pada gambar 1.

6 .

pada browser ini kita bisa melakukan pengeditan dari suatu file 3D Indicator Status Bar Menampilkan teks berupa pesan untuk mempermudah langkah dalam bekerja menggunakan Autodesk Inventor Navigation Bar Pada bagian ini terdapat semua toolbar untuk mengatur arah tampilan / pandangan saat bekerja menggunakan Autodesk Inventor : merupakan tanda letak bidang gambar D. Toolbar Sketch Kelompok toolbar ini berfungsi untuk pembuatan sketch dasar yang akan dijadikan kedalam bentuk 3D pada pembuatan part.5 ! 7 .New.Keterangan Menu Bar : Lokasi pemilihan kelompok toolbar yang akan dipergunakan untuk pembuatan file Graphic Windows Merupakan area bidang kerja untuk pembuatan object Toolbar Standart Merupakan kelompok toolbar umum seperti Save.Open. perhatikan gambar 1.Undo.Redo dan sebagainya Panel Bar Pada bagian ini seluruh toolbar Autodesk Inventor diaktifkan untuk melakukan pembuatan part Browser Bar Menunjukan urutan langkah pembuatan file (history). Mengenal Toolbar Autodesk Inventor 2010 Berikut ini adalah toolbar – toolbar dalam Autodesk Inventor 2010 : 1.

Toolbar Model Kelompok toolbar ini berfungsi untuk pembentukan solid model pada pembuatan file.5 Kelompok Toolbar Sketch 2. 8 .Gambar 1.

7 Kelompok Toolbar Sheet Metal 4. Toolbar Assemble & Design Kelompok toolbar ini berfungsi untuk proses perakitan dari file-file komponen / part yang telah dibuat. Gambar 1.6 Kelompok Toolbar Model 3. Toolbar Sheet Metal Kelompok toolbar ini berfungsi untuk pembuatan part-part dari plat / sheet metal. 9 .Gambar 1.

Toolbar Weldment Kelompok toolbar ini berfungsi untuk melakukan pekerjaan-pekerjaaan perakitan dengan proses pengelasan.9 Kelompok Toolbar Weldment 6. Gambar 1.Gambar 1. 10 . Toolbar Presentation Kelompok toolbar ini berfungsi untuk proses presentasi atau menguraikan file assembly yang telah dibuat kemudian presentasi tersebut dianimasikan dan disimpan dalam file AVI.8 Kelompok Toolbar Assemble & Design 5.

11 . Toolbar Place Views Di dalam kelompok toolbar ini terdapat toolbar-toolbar yang berfungsi untuk melakukan konversi dari gambar 3D menjadi gambar 2D secara otomatis. Toolbar Tool Di dalam kelompok toolbar ini terdapat fasilitas untuk melakukan pengaturan terhadap aplikasi Autodesk Inventor seperti pengaturan shortcut toolbar serta melakukan pengukuran jarak.11 Kelompok Toolbar Tool 8. Gambar 1.sudut maupun luas komponen.Gambar 1.10 Kelompok Toolbar Presentation 7.

Toolbar Annotate Di dalam kelompok toolbar ini terdapat toolbar – toolbar yang berfungsi untuk melakukan pemberian ukuran .keterangan sesuai dengan aturanaturan dalam menggambar.Gambar 1.12 Kelompok Toolbar Place Views 9. memperbesar dan memperkecil layar kerja. 12 . Toolbar Navigate Di dalam kelompok toolbar ini terdapat toolbar – toolbar yang berfungsi untuk mengatur arah pandangan . Gambar 1.13 Kelompok Toolbar Annotate 10.

& Autoproject Part Origin On Sketch Creation. Berikan Check list pada pilihan Edit Dimension When Created . 4. Look at Sketch Plane On Sketch Creation. langkahnya adalah sebagai berikut 1. terlebih dahulu kita seting sketch dan part option dalam Autodesk Inventor 2010. Klik Apply 5. Klik menu Tools | Application Options 2.Gambar 1. maka sebelum membuat sebuah sketch.14 Kelompok Toolbar Navigate E. Close ( Lihat gambar 1. Sketch & Part Applications Options Untuk mempermudah pada saat pembuatan komponen . Klik tab Sketch 3.15 ) : 13 . Untuk Sketch Option . Autoproject Edges For Sketch Creation And Edit.

15 Kotak Dialog Application Options tab Sketch Keterangan : Edit dimension when created Saat dipilih maka nilai pada dimensi box tersebut akan dapat dirubah secara langsung dengan nilai yang baru Autoproject edges for sketch creation and edit Menampilkan project geometri secara otomatis saat permukaan object dijadikan sebagai sketch plane.Gambar 1. Look at Sketch Plane On Sketch Creation 14 .

16 Kotak Dialog Application Options tab Part Keterangan : Sketch on new part creation a. 3. Sketch on X-Z Plane : tidak ada bidang kerja yang di tentukan : menentukan bidang kerja pada sumbu X-Y : menentukan bidang kerja pada sumbu Y-Z : menentukan bidang kerja pada sumbu X-Z Auto hide in line work feature 15 . Sketch on Y-Z Plane d.16 ! ) : Gambar 1. Klik Apply | Close ( perhatikan gambar 1. Sketch on X-Y Plane c. langkahnya adalah sebagai berikut 1. No new sketch b. 2.Menampilkan arah pandangan object sesuai dengan arah sketch plane. pilih option Sketch on x-y plane 4. Klik menu Tools | Application Options Klik tab Part Pada pilihan Sketch on new part creation . Untuk Part Option . Autoproject part origin on sketch create Menampilkan center origin secara terus menerus secara otomatis.

Mengubah Satuan ( Unit ) Kita dapat mengubah jenis unit / satuan yang dipakai sesuai dengan kebutuhan untuk pembuatan file part . assembly maupun drawing.Jika dipilih maka yang akan ditampilkan hanya bidang kerjanya saja F. Klik menu Tools | Document Settings 2.17 ! ) : Gambar 1. Dalam keadaan standar Autodesk Inventor 2010 menggunakan satuan desimal dalam menentukan jarak maupun sudut.17 Kotak Dialog Application Options tab Part Keterangan : Unit Length Berfungsi untuk menentukan sistem satuan ( unit ) yang akan dipergunakan Unit Angle : berfungsi untuk menentukan sistem satuan sudut Unit Time : berfungsi untuk menentukan satuan waktu Unit Mass : berfungsi untuk menentukan satuan massa Linear Dim Display Precision 16 . Adapun untuk mengubah jenis satuannya itu adalah sebagai berikut 1. Setelah melakukan pengaturan klik Apply | Close ( lihat gambar 1.

maka pada Autodesk Inventor 2010 kita dapat mengatur sendiri Shortcut toolbar sehingga lebih mempermudah pada saat menggambar.xml lalu Save ( lihat gambar 1. Setelah melakukan pengaturan klik Close ( lihat gambar 1. Setelah mengganti shortcut kemudian klik 4.Berfungsi untuk menentukan tingkat kepresisian dari unit yang berhubungan dengan jarak. Adapun langkah untuk mengubah shortcut toolbar adalah sebagai berikut : 1. G. Klik menu Tools | Customize | Keyboard 2. Mengubah Shortcut Toolbar Untuk mempermudah penggunaan Toolbar.18 ! ) 5. Setelah anda merubah keseluruhan shortcut yang anda butuhkan. Misal Categories : Sketch . Anda bisa menyimpan shortcut tersebut dengan mengklik Export lalu tentukan File name : setinganInventorku. kemudian ubah command-command yang anda inginkan dengan cara merubah / menambahkan shortcut sesuai dengan keinginan anda 3.19 ! ) 17 . Angular Dim Display Precision Berfungsi untuk menentukan tingkat kepresisian dari unit yang berhubungan dengan sudut.

19 Export Customization Settings 6. Shortcut tersebut bisa anda pergunakan kembali di komputer lain dengan syarat jendela kerja Autodesk Inventor belum dibuka.18 Kotak Dialog Customize Gambar 1. Klik menu Tool | Customize | Import | setinganinventorku | Open ( lihat gambar 1.20 ! ) 18 .Gambar 1.

Dengan menampilkan dan bekerja pada Center Point akan memberikan banyak manfaat terutama dalam efisiensi waktu dalam proses pembuatan file. terlebih dahulu kita tampilkan Center Point ( Origin ) dari layar kerja Autodesk Inventor. Buka lembar kerja baru Standard(mm). Klik toolbar Project Geometry pada kelompok toolbar Sketch : 3. Memunculkan Titik Origin Untuk mempermudah pada saat proses pembuatan file komponen .Gambar 1.21 ) dan dapat dilihat pada layar kerja akan tampil titik ( center origin ) seperti tampak pada gambar 1.ipt 2.22 Center Point 19 .22 Center Origin Gambar 1. Adapun langkahnya adalah sebagai berikut 1.20 Import Customization Settings H. Kemudian expand Origin pada Browser Bar. lalu klik Center Point ( lihat gambar 1.21 Browser Bar Center Point Gambar 1.

c. Klik General Dimension b.BAB 2 BASIC SKETCH Sebelum bekerja membuat gambar 3D. maupun Aligned. Presentasi dan Assembly. Kemudian masukkan besar ukuran | klik gambar 2a. seperti tampak pada Gambar 2a. terlebih dahulu anda harus menguasai dasar-dasar pembuatan sketch.1 Menggunakan Linier Dimension 20 . Radius . baik Linier . Toolbar General Dimension Toolbar ini berfungsi untuk memberikan ukuran / dimensi pada sketch yang kita buat .1 . Adapun dasar-dasar yang harus diketahui adalah sebagai berikut : A. 1. klik titik ke titik . Linier Dimension Langkah untuk membuat Linier Dimension : a. Orthogonal . Klik garis (vertikal / horizontal ) yang ingin diberikan ukuran . atau titik ke garis. Diameter . Angular .

Kemudian masukkan besar sudut | klik gambar 2a. Klik kanan | Aligned d.3 Menggunakan Aligned Dimension 21 .2 Menggunakan Angular Dimension 3. Klik garis miring yang akan diberi ukuran c. Aligned Dimension Langkah untuk membuat Aligned Dimension : a.2 .3 . seperti tampak pada Gambar 2a.2. seperti tampak pada Gambar 2a. Klik garis pertama dan klik garis kedua c. Klik General Dimension b. Kemudian masukkan besar ukuran | klik gambar 2a. Angular Dimension Langkah untuk membuat Angular Dimension : a. Klik General Dimension b.

Klik General Dimension b.4 Menggunakan Diameter Dimension 5. seperti tampak pada Gambar 2a. Klik lingkaran yang akan diberi ukuran c.5 .4. Kemudian masukkan besar radius | klik gambar 2a.5 Menggunakan Radius Dimension 22 . Radius Dimension Langkah untuk membuat Diameter Dimension : a. Klik General Dimension b.4 . Diameter Dimension Langkah untuk membuat Diameter Dimension : a. seperti tampak pada Gambar 2a. Kemudian masukkan besar diameter | klik gambar 2a. Klik lingkaran yang akan diberi ukuran | klik kanan | radius c.

Cara membuatnya adalah dengan mengklik titik awal dan titik akhir untuk membuat sebuah garis. seperti tampak pada gambar 2a. Circle Toolbar Circle dipergunakan untuk membuat sketch berbentuk lingkaran. Toolbar Draw 1. 23 .Dapat juga dengan langsung mengklik bagian yang mempunyai radius lalu mengubah besar radiusnya.6 Gambar 2a. horizontal maupun dengan arah yang lain.6 Menggunakan Radius Dimension B. Line Toolbar Line dipergunakan untuk membuat sebuah garis dengan berbagai arah baik secara vertikal. Gambar 2b. Ada 2 cara pembuatan circle yaitu Circle Center Point dan Circle Tangent.1 Membuat garis dengan toolbar line 2.

seperti pada gambar 2b.a. Circle Center Point Tentukan center point dari circle kemudian secara dinamis tentukan radius circle dengan mengarahkan kursor dan mengkliknya. Circle Tangent Tentukan tiga sisi untuk menentukan diameter circle.3 Membuat Circle Tangent 24 .3 Gambar 2b.2 Membuat Circle Center Point b. seperti pada gambar 2b.2 Gambar 2b.

4 Membuat Rectangle Two Point b. a. Rectangle Three Point Tentukan titik pertama sebagai titik awal rectangle. Rectangle Two Point Tentukan titik pertama sebagai titik awal dari rectangle kemudian tentukan titik kedua untuk menentukan panjang serta lebar rectangle tersebut . kemudian tentukan titik kedua sebagai arah dan jarak untuk sisi pertama lalu tentukan titik ketiga untuk menentukan jarak 25 . Ada 2 cara membuat Rectangle yaitu Rectangle Two Point dan Rectangle Three Point.4 Gambar 2b.3. seperti tampak pada gambar 2b. Rectangle Toolbar Rectangle dipergunakan untuk membuat sketch berbentuk persegi.

Three Point Arc Yaitu membuat sebuah busur ( Arc ) dengan 3 titik yaitu dengan mengklik titik awal lalu titik akhir kemudian tentukan besar radius nya. a.7 Membuat Tangent Arc 26 . 2 1 Gambar 2b. ada 3 cara pembuatan busur yaitu Three Point .5 Membuat Rectangle Three Point 4. Tangent dan Center Point.6 Membuat Arc Three Point b. secara otomatis busur akan bersinggungan dengan titik awal . kemudian titik kedua untuk menempatkan arc. Gambar 2b. Arc Toolbar Arc dipergunakan untuk membuat busur. Tangent Arc Cara pembuatannya adalah dengan mengklik titik akhir dari sebuah garis sebagai titik awal busur.Gambar 2b.

Untuk mengakhiri pembuatan spline .c.9 Membuat Spline 27 . klik kanan dan pilih Create Gambar 2b. Center Point Arc Tentukan center point dari arc kemudian klik di titik 2 dan di titik 3 maka akan terbentuk busur. kemudian tentukan titik tambahan jika dibutuhkan.8 Membuat Center Point Arc 5. Gambar 2b. Spline Untuk membuat spline dapat dilakukan dengan menentukan titik awal untuk memulai pembuatan spline.

Ellipse Tentukan center point ellipse kemudian dengan menggeser kursor tentukan jarak sumbu ( axis ) pertama dari center point.6. Point Toolbar point umumnya dipergunakan untuk pembuatan titik center pada saat akan melakukan pelubangan. Lalu tentukan jarak sumbu kedua dari center point.10 Membuat Ellipse 7. Gambar 2b. Gambar 2b.11 Membuat sketch point untuk proses pembuatan lubang 28 .

8.12 Membuat Radius 9. a. Fillet Toolbar fillet berfungsi untuk membuat bentuk radius / setengah lingkaran pada sketch. Chamfer Ada 3 cara membuat chamfer yaitu equidistance. Equidistance Chamfer ini mempunyai jarak yang sama antara garis pertama dan garis kedua. 29 . Tentukan chamfer method and parameter kemudian klik garis pertama dan garis kedua. Gambar 2b. two distances dan distance and angle. Langkahnya adalah dengan memilih garis pertama dan garis kedua atau bisa dengan langsung mengklik titik pertemuan dari garis pertama dan kedua.

Two Distances Chamfer ini dibuat apabila membutuhkan chamfer dengan jarak yang berbeda. 30 . Gambar 2b.Gambar 2b. Distance and Angle Chamfer ini dibuat dengan menentukan sudut dari garis pertama dan jarak dari perpotongan garis kedua yang dipilih.13 Membuat Fillet Equidistance b.14 Membuat Fillet Two Distance c.

Fungsi dari 31 . Text Toolbar Text berguna untuk menyisipkan teks pada gambar.16 Circumscribed Gambar 2b.17 Inscribed 11.18 Menggunakan toolbar Text 12.15 Membuat Fillet Distance and Angle 10. Project Geometry Feature dari Autodesk Inventor yang sangat penting guna mempermudah proses pembuatan obyek 3D adalah toolbar Project Geometry. Kemudian gunakan dua titik untuk menentukan center poligon dan luas poligon.Gambar 2b. circumscribed atau inscribed. Gambar 2b. Polygon Toolbar polygon dapat membuat sampai dengan 120 sisi. Gambar 2b. langkahnya adalah dengan menentukan jumlah sisi poligon dan creation method .

Project Cut Edge Toolbar Project Cut Edge menampilkan sisi / garis ke dalam sketch plane yang aktif dari sebuah komponen.20 Menggunakan toolbar Project Cut Edge 32 .Project Geometry adalah menampilkan edge. Gambar 2b. Gambar 2b.19 Menggunakan toolbar Project Geometry 13.vertex.work geometry atau sketch geometry.

1 Contoh 1 Penggunaan Toolbar Coincident B B sebelum sesudah 33 .1 dan 2c.perhatikan gambar 2c. klik titik A kemudian klik titik center origin (B) A B sebelum sesudah Gambar 2c. Coincident Constraint Toolbar Coincident berfungsi untuk memindahkan / menempelkan 2 buah obyek dengan menggabungkan kedua titik dari kedua obyek tersebut.C.2 ! Cara menggunakan toolbar Coincident yaitu sebagai berikut : a. klik toolbar Coincident b. Toolbar Constrain 1.

Cara menggunakan toolbar Tangent yaitu sebagai berikut : a. baik antara lingkaran dengan lingkaran ataupun lingkaran dengan garis. klik toolbar Tangent b.Gambar 2c. Parallel Constraint Toolbar parallel berfungsi untuk mensejajarkan sebuah garis terhadap obyek lainnya. klik obyek1 kemudian klik obyek2 Obyek1 Obyek2 34 . klik toolbar Parallel b.2 Contoh 2 Penggunaan Toolbar Coincident 2. Cara menggunakan toolbar Parallel yaitu sebagai berikut : a. Tangent Constraint Toolbar Tangent berfungsi untuk menyinggungkan 2 buah obyek. klik line1 kemudian klik line2 Line1 Line2 Gambar 2c.3 Contoh Penggunaan Toolbar Parallel 3.

klik line1 kemudian klik line2 Line1 Line2 Gambar 2c.4 Contoh 1 Penggunaan Toolbar Tangent Obyek1 Obyek2 Gambar 2c. Colinier Constraint Toolbar Colinier berfungsi untuk menempelkan atau meratakan 2 buah garis. klik toolbar Colinier b.6 ! Cara menggunakan toolbar colinier yaitu sebagai berikut : a.5 Contoh 2 Penggunaan Toolbar Tangent 4.Gambar 2c.6 Contoh Penggunaan Toolbar Colinier 5. perhatikan gambar 2c.7 ! Cara menggunakan toolbar Perpendicular yaitu sebagai berikut : 35 . untuk lebih jelasnya perhatikan gambar 2c. Perpendicular Constraint Toolbar Perpendicular berfungsi untuk men tegak luruskan 2 buah garis.

klik toolbar Concentric b.8 ! Cara menggunakan toolbar Concentric yaitu sebagai berikut : a.7 Contoh Penggunaan Toolbar Perpendicular 6. klik toolbar Perpendicular b.8 Contoh penggunaan toolbar Perpendicular 7. Horizontal Constraint Cara menggunakan toolbar Horizontal yaitu sebagai berikut : 36 . Concentric Constraint Toolbar concentric berfungsi untuk men centerkan 2 buah lingkaran atau radius. klik circle1 kemudian klik circle2 Gambar 2c.a. klik line1 kemudian klik line2 Line2 Line1 Gambar 2c. perhatikan gambar 2c.

klik garis yang diinginkan Gambar 2c. klik toolbar Horizontal b.9 Contoh Penggunaan Toolbar Horizontal 8. Symmetric Constraint Toolbar symmetric berfungsi untuk men simetriskan 2 buah lingkaran atau 2 buah garis. klik toolbar Symmetric b. klik line1 . lalu klik line2 kemudian klik line3 3 2 1 Gambar 2c. perhatikan gambar 2c.10 Contoh Penggunaan Toolbar Symmetric 9. Vertical Constraint Cara menggunakan toolbar Vertical yaitu sebagai berikut : a.a.10 ! Cara menggunakan toolbar Symmetric yaitu sebagai berikut : a. klik toolbar Vertical 37 .

Equal Constraint Toolbar Equal berfungsi untuk menyamakan besar dan panjang obyek baik lingkaran maupun garis.b. klik circle1 kemudian klik circle2 Gambar 2c.12 ! Cara menggunakan toolbar Equal yaitu sebagai berikut : a.11 Contoh Penggunaan Toolbar Vertical 10. perhatikan gambar 2c. klik garis yang diinginkan Gambar 2c. klik toolbar Equal b.12 Contoh penggunaan toolbar Equal 38 .

Toolbar Modify 1.1 Cara menggunakan toolbar Move yaitu sebagai berikut : a. Pada kotak dialog move. Move Toolbar move berfungsi untuk memindahkan obyek yang dipilih dari suatu titik tertentu ke titik yang lain dengan option copy juga apabila dibutuhkan. perhatikan gambar 2d. Copy Toolbar copy berfungsi untuk mengkopi sketch geometry yang dipilih dan mengkopinya satu atau lebih dari satu. dan pada pilihan Base Point : klik titik Base Point . tentukan Select : Klik obyek yang akan di pindahkan. Apabila di butuhkan check list option Copy BasePoint Gambar 2d. Cara menggunakan toolbar Copy yaitu sebagai berikut : a.1 Menggunakan Toolbar Move 2. Klik toolbar copy 39 . Klik toolbar move b.1 ! c. perhatikan gambar 2d.D.

Masukkan besar sudut perputaran pada kotak Angle 40 . Cara menggunakan toolbar Rotate yaitu sebagai berikut : a. Pada kotak dialog Rotate.3 c.2 Menggunakan Toolbar Copy 3. dan pada pilihan Base Point : klik titik Base Point . perhatikan gambar 2d. perhatikan gambar 2d.b. Rotate Toolbar Rotate berfungsi untuk memutar obyek dengan kemiringan tertentu terhadap suatu titik (center putar). tentukan Select : Klik obyek yang akan di rotate.2 ! BasePoint Gambar 2d. tentukan Select : Klik obyek yang akan di copy. Klik toolbar Rotate b. dan pada pilihan Center Point Select : klik titik Center Point . Pada kotak dialog copy.

perhatikan gambar 2d. Trim Toolbar Trim berfungsi untuk memotong bagian obyek / garis sampai pada batas perpotongan atau pada bagian yang dipilih lainnya. Langkahnya sangat mudah sekali .CenterPoint Gambar 2d.3 Menggunakan toolbar Rotate 4. Cara menggunakannya adalah dengan cara mengklik bagian obyek yang akan diperpanjang. cukup mengklik bagian yang akan dipotong saja. Extend Toolbar Extend berfungsi untuk memperpanjang obyek / garis sampai pada batas perpanjangan yang paling dekat dengan obyek tersebut. 41 .4 ! Gambar 2d.4 Menggunakan Toolbar Trim 5.

Masukkan besar perbandingan pada kotak Scale Factor BasePoint Gambar 2d. perhatikan gambar 2d.6 Menggunakan Toolbar Scale 7. tentukan Select : klik obyek dan pada pilihan Base Point : klik titik BasePoint .5 Menggunakan Toolbar Extend 6.6 ! c. Scale Toolbar Scale berfungsi untuk memperbesar atau memperkecil suatu obyek dengan skala perbandingan tertentu Cara menggunakan toolbar Scale yaitu sebagai berikut : a. Pada kotak dialog Scale. Offset 42 .Gambar 2d. Klik toolbar Scale b.

7 Menggunakan Toolbar Offset 8. perhatikan gambar 2d.7 ! X Gambar 2d. Gambar 2d. caranya adalah klik obyek yang akan diduplikat kemudian klik bagian luar atau dalam obyek.9 ! 43 .Toolbar offset berfungsi untuk membuat duplikat dari suatu obyek.8 Menggunakan Toolbar Insert Image 9. Insert Image Toolbar Insert Image berfungsi untuk memasukkan / menyisipkan image. perhatikan gambar 2d. Construction Toolbar Construction berfungsi untuk membuat garis-garis konstruksi atau merubah garis-garis biasa menjadi garis konstruksi.

klik General Dimension lalu klik Line1 dan centerline d.9 Menggunakan Toolbar Construction 10. klik garis yang akan dirubah menjadi garis centerline b. klik garis yang akan dirubah menjadi garis konstruksi b. 44 . kemudian klik toolbar centerline c. Finish Sketch Toolbar Finish Sketch berfungsi untuk mengakhiri pembuatan sketch.10 Cara menggunakan toolbar Centerline yaitu sebagai berikut : a. kemudian klik toolbar Construction Garis Konstruksi Gambar 2d. Centerline Toolbar Centerline berfungsi untuk membuat Centerline atau merubah garisgaris biasa menjadi centerline. edit ukuran sesuai kebutuhan Centerline Gambar 2d.Cara menggunakan toolbar Construction yaitu sebagai berikut : a. perhatikan gambar 2d.10 Menggunakan Toolbar Centerline 11.

45 .

Caranya adalah dengan memposisikan kursor pada lokasi awal kemudian klik dan tahan mouse. Untuk penggunaan toolbar viewcube dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Pan Toolbar Pan berfungsi menggeser graphic window view pada jendela kerja dengan mendrag pandangan tersebut. 1. Gambar 2e.E. Gambar 2e. View Cube Toolbar viewcube adalah toolbar navigasi yang dapat didrag dan dapat diklik untuk mengatur arah pandangan baik standard view maupun isometric view. Toolbar Navigate Toolbar Navigate adalah sekelompok toolbar yang dipergunakan untuk mengatur arah pandang pada saat menggambar.1 Menggunakan Toolbar ViewCube 2.2 Menggunakan Toolbar Pan 46 . Lalu drag kursor ke lokasi baru.

3 Menggunakan Toolbar Rotate 4. 47 . Zoom Selected . Zoom Toolbar Zoom adalah toolbar yang dipergunakan untuk memperbesar dan memperkecil pandangan pada layar kerja. perhatikan gambar di bawah ini! Gambar 2e.3. perhatikan gambar di bawah ini ! Gambar 2e. Caranya adalah cukup dengan mengklik permukaan yang akan dilihat.4 Menggunakan Toolbar View Face 5. Toolbar Zoom terdiri dari Zoom In/Out . dan Zoom Extent. Rotate Toolbar Rotate berfungsi untuk memutar obyek secara bebas / free rotation terhadap center dari kursor . View Face Toolbar View Face berfungsi untuk memposisikan suatu permukaan obyek atau plane sehingga menjadi sejajar dengan layar kerja.

F. Edit Feature Apabila kita melakukan kesalahan dalam proses penggambaran obyek 3D, kita tidak perlu mengulangi pekerjaan dari awal atau di Undo , karena dalam Autodesk Inventor terdapat fasilitas Edit Feature sehingga kita bisa melakukan pengeditan pada bagian yang mengalami kesalahan tersebut. Adapun caranya adalah sebagai berikut : 1. 2. pada browser bar, klik feature / bagian yang mengalami kesalahan klik kanan | Edit Feature , perhatikan gambar 2f.1 !

Gambar 2f.1 Menggunakan Fasilitas Edit Feature 3. ubah bagian yang diperlukan , lihat contoh pada gambar 2f.2 ! klik OK

48

Gambar 2f.2 Menggunakan Fasilitas Edit Feature G. Edit Sketch Selain fasilitas Edit Feature , pada Autodesk Inventor juga terdapat fasilitas Edit Sketch yang berfungsi untuk melakukan pengeditan apabila kita mengalami kesalahan dalam pembuatan sketch dasar yang telah dibuat kedalam bentuk 3D.

Gambar 2g.1 Menggunakan fasilitas Edit Sketch

49

BAB 3 BASIC FEATURES

Pada bab ini , kita akan membuat berbagai jenis komponen dengan menggunakan dan mengaplikasikan toolbar-toolbar toolbar pada Autodesk Inventor 2010. I. Membuat Brass Step

4. Buka lembar kerja baru Standard(mm).ipt 5. Pastikan titik origin telah ditampilkan dan application option telah di setting ( lihat bab sebelumnya ). 6. Buatlah sebuah persegi disembarang tempat dengan toolbar Rectangle pada kelompok toolbar sketch seperti pada gambar 3a.1 !

Gambar 3a.1 Menggunakan Toolbar Rectangle dan General Dimension 50

3 Menggunakan Toolbar Extrude 51 . Klik kanan kemudian klik Home View atau tekan tombol F6 pada keyboard 9. Klik Toolbar Coincident pada kelompok toolbar Sketch panel Constrain. Untuk tampilan Isometric view .7. untuk mengakhiri pembuatan sketch pada kelompok toolbar Model .2 Memindahkan Object Dengan Toolbar Coincident 8. klik titik C ( midpoint dari line ) lalu klik titik F ( Center Point Origin ) . Klik toolbar Finish Sketch 10.2 ) F C Gambar 3a. maka sketch akan berpindah ke Center Point ( lihat Gambar 3a. lalu klik OK ( lihat Gambar 3a.3 ! ) Profile1 Gambar 3a. Klik Toolbar Extrude . tentukan Profile : klik profile1 dan ubah categories Extents menjadi Distance : 75 mm.

11. serta ganti Operation : Cut dan ganti direction . tentukan Profile : klik profile2 dan ubah categories Extents menjadi Distance : 22 mm. Klik Toolbar Extrude . lalu klik OK ( lihat Gambar 3. Klik toolbar Create 2D Sketch seperti tampak pada Gambar 3.5 Menggunakan Fasilitas Extrude Cut 52 . Profile2 Gambar 3a.4 Membuat sketch pada permukaan object 12. klik permukaan X dan buatlah sketch X Gambar 3a.5 ! ).4 ! .

6 ! Y Gambar 3a.7 Menggunakan Fasilitas Extrude Cut 53 .6 Membuat Sketch Pada Permukaan Object 14. Klik toolbar Create 2D Sketch dengan toolbar Line . Profile Gambar 3a. Klik toolbar Extrude kemudian pilih Profile dan ubah categories . klik permukaan Y dan buatlah sketch seperti tampak pada Gambar 3a. lalu klik OK ( lihat Extents : All . direction . Operation : Cut Gambar 3a.13.7 ! ).

9 Menggunakan Fasilitas Mirror 54 . Mirror Plane : klik Workplane | klik OK ( lihat gambar 3a. Klik toolbar Mirror pada kelompok toolbar Model bagian Pattern . Features : klik extrusion2 dan extrusion3 (lihat pada browser bar ) .15.8 Menampilkan Workplane dengan Visibility 16. Kemudian expand Origin pada Browser Bar lalu klik kanan YZ Plane kemudian klik Visibility ( lihat gambar 3a.9 ! ) Workplane Gambar 3a.8 ! ) Gambar 3a.

11 Menggunakan Fasilitas Extrude Cut 2 Arah 55 . lalu klik OK ( lihat gambar Gambar 3a.10 Membuat Sketch pada Workplane 18. Extents : Distance = dan direction .11 ! ). Klik toolbar Create 2D Sketch .10 ! Gambar 3a. Klik toolbar Extrude 32mm .17. Profile kemudian tentukan Profile. Operation : Cut 3a. klik Workplane kamudian klik kanan Slice Graphics atau tekan tombol F7 dan buatlah sketch dengan toolbar Line Workplane seperti tampak pada gambar 3a.

19.12 ! ) Gambar 3a.13 Merubah jenis material object dengan Color 56 .12 Menyembunyikan Workplane dengan Fasilitas Visibility 20. Untuk merubah jenis material yang digunakan yaitu dengan merubah Color : Metal-Steel(Machined_02) ( lihat Gambar 3a.13 ! ) Gambar 3a. Klik kanan pada workplane kemudian pilih Visibility ( lihat Gambar 3a.

Extents = Full.2 ! ) 57 . Membuat Dudukan Tegak 1.ipt 2. lalu klik OK ( lihat gambar 3b. Buka lembar kerja baru Standard(mm). Klik toolbar Revolve pada kelompok toolbar Model .1 Membuat Sketch Awal 3.J. Buatlah sketch seperti tampak pada gambar 3b.tentukan Profile : klik Profile1 dan Axis : klik AxisLine.1 ! Center Origin Gambar 3b.

Extents : To. Klik Toolbar Create 2D Sketch seperti tampak pada gambar 3b. tentukan Select : Select Surface ( lihat gambar 3b.Axis Line Profile Gambar 3b.tentukan Profile nya.4 ).3 ! . Klik toolbar Extrude Surface lalu klik OK . Operation : Join 58 .2 Menggunakan Toolbar Revolve 4. klik permukaan Z dan buatlah sketch Z Gambar 3b.3 Membuat Sketch Pada Permukaan Obyek 5.

6 !). lalu Termination : Through All 8. Plane: klik face1 dan Concentric Reference : klik face2 (lihat gambar 3b. tentukan Placement : Concentric . tentukan diameter = 50mm .5 ! ) Extrusion2 Gambar 3b. Buat pula lubang di bagian sebelahnya dengan cara yang sama ! 59 . Mirror Plane : klik YZ Plane pada browser bar | OK ( lihat gambar 3b.4 Menggunakan toolbar Extrude To 6.Profile Select Surface Gambar 3b. tentukan Features : klik extrusion2 ( lihat pada browser bar ) . Klik toolbar Hole pada kelompok toolbar Model bagian Modify. Klik toolbar Mirror .5 Menggunakan Toolbar Mirror 7.

Face1 Face2 Gambar 3b.7 Menggunakan akan Sketch dengan bantuan Project Cut Edges 60 .7 ! Gambar 3b. klik YZ Plane pada browser bar .6 Menggunakan Toolbar Hole 9. Klik toolbar Create 2D Sketch . tekan pada menu Sketch dan buatlah tombol F7 lalu klik Project Cut Edges sketch seperti tampak pada gambar 3b.

Operation : Cut .9 Membuat sketch dengan toolbar Point 12. Designation : M12x1. tentukan Profile dan Axis nya.Termination : Distance = 25mm. tentukan Placement : From Sketch . Buatlah sketch dengan toolbar Point tampak pada gambar 3b.10 ! ) 61 .8 Menggunakan Fasilitas Revolve Cut 11. Klik toolbar Hole .10.9 ! Point Y pada permukaan Y seperti Gambar 3b. lalu klik OK ( lihat gambar 3b. Klik Toolbar Revolve .8 ! ) Profile Axis Line Gambar 3b. klik OK ( lihat gambar 3b. Full Depth. Klik pilihan Tapped Hole . Size : 12 .75 . Extents = Full. Thread Type : ISO Metric Profile .

11 ! ) Hole2 Individual Features Face1 Gambar 3b. Tentukan pula Placement : 6 serta Occurrence Angle : 360 deg ( lihat gambar 3b.11 Menggunakan Fasilitas Circular Pattern 62 .10 Membuat lubang berulir dengan Fasilitas Tapped Hole 13.Tapped Hole Gambar 3b. Klik toolbar Circular Pattern . pilih Pattern Individual Features lalu tentukan Features = klik Hole2 ( lihat pada browser bar ) dan Rotation Axis = klik Face1.

pilih tab Constant tentukan Radius : 15mm .14. klik Edge : klik edge A dan B | Apply (perhatikan gambar 3b. Klik toolbar Fillet pada kelompok toolbar Model .12 Menggunakan Fasilitas Fillet 15.13 Mengubah Color Obyek 63 .12 !) A B Gambar 3b. Ubah jenis material dengan merubah Color : Aliminum(Cast) Gambar 3b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful