Panduan Kuliah dan Praktikum

ENDAPAN MINERAL

Sutarto Hartosuwarno 
Laboratorium Petrologi dan Bahan Galian Teknik Geologi  Fakultas Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”  YOGYAKARTA 
48

Lindgren (1911) secara garis besar membagi endapan mineral menjadi dua macam yaitu a). diseminasi dan lain sebagainya. Sehubungan dengan munculnya teori tektonik lempeng yang dapat menjelaskan proses magmatisme dan keberadaan endapan bijih. Sebagai contoh Bateman (1950) dalam bukunya “ Economic Mineral Deposit” mengelompokkan bijih berdasarkan control strukturnya. Terdapat klasifikasi yang didasarkan pada genesanya.1 Perkembangan konsep dan klasifikasi endapan mineral Pada kenyataannya tidak mudah membuat pengelompokan atau klasifikasi endapan mineral. Tetapi pada para ahli geologi tidak menggunakan klasifikasi tersebut. Sebenarnya klasifikasi secara diskriptif berdasarkan komoditi logamnya relatif mudah untuk dipahami. endapan oleh proses kimiawi (Tabel 3. Sedangkan endapan Mesotermal terbentuk pada kedalaman dan temperature diantara endapan 49 . umumnya berdasarkan pada bentuk endapannya. pada kontak batuan beku. Endapan Mesotermal. dan Endapan epitermal (Tabel 1). endapan epitermal merupakan endapan yang terbentuk di dekat permukaan. Pengelompokan yang sering digunakan oleh para ahli geologi. diantaranya tersebarnya banyak unsure logam pada beragam tatanan geologinya dan pembagian ini mungkin dirasa kurang ilmiah. berturut-turut dari bagian yang paling dalam adalah: Endapan hipotermal. ada juga klasifikasi secara diskriptif. karena berbagai alasan. Endapan yang disebabkan oleh proses kimiawi. diantaranya bijih yang terbentuk pada sesar. dibagi menjadi 3. endapan oleh proses mekanik dan b). atau diseminasi sepanjang kontak batuan beku. misal berdasarkan komoditi logamnya. atau control strukturnya.BAB 4 KLASIFIKASI ENDAPAN MINERAL 4. atau berdasarkan batuan yang ditempatinya (host rocks-nya).1). maka klasifikasi secara genetic makin sering digunakan. karena naiknya air magmatik. Tokoh penting yang memulai membangun konsep dan klasifikasi endapan mineral adalah Waldemar Lindgren (1860-1939). Endapan hipotermal terbentuk pada wilayah yang cukup dalam pada temperature yang relative panas. Masalahnya terdapat juga bijih yang terbentuk pada lipatan yang tersesarkan. pada lipatan. dengan kondisi temperature yang rendah. wall rocknya.

Endapan magmatik P tinggi P tinggi P menengah 2).Sering ditemukan pada sesar naik Fracture-filling dan replacement. TANPA AKTIVITAS BATUAN BEKU B 0-100° C p menengah 0-100° C 0-100° C 0-400° C P menengah P menengah P tinggi 0-70° C P menengah-tinggi b. pirhotit. arsenopirit. tormalin. tubuh bijih umumnya tidak beraturan.Zn. pirit. karbonat Albitisasi. Di dalam tubuh air Tabel 4. kasiterit. berhubungan dengan aktivitas batuan beku”. plagioklas.biotit.Cu. inklusi fluida hadir pada kuarsa Tekstur dan mineralogy makin kedalam berubah secara gradual. ENDAPAN OLEH PROSES KIMIAWI Oleh reaksi A Evaporasi 1. 50 Zona bijih Logam bijih Mineral bijih Mineral penyerta (gangue) Ubahan batu samping Tekstur dan struktur Zonasi .Mesitermal dan hipotermal.W. tourmalinisasi. OLEH EMANASI LANGSUNG BATUAN BEKU Pyrometasomatic Sublimates Endapan magmatik C Pegmatik P tinggi P rendah-menengah P tinggi P tinggi A. seritisasi pada batuan silikaan Kristal kasar. bornit. topas. sfalerit-Fe. BERHUBUNGAN DENGAN AKTIVITAS BATUAN BEKU 1) KARENA NAIKNYA AIR Hypothermal Mesothermal Epitermal 500-600° C 150-300° C 50-150° C 500-800° C 100-600° C 700-1500° C 575° C B. Oleh air tanah c.As Magnetit. tetapi hanya disebut dengan istilah “ karena naiknya air. spekularit.Pb. kloorit-fe. scheelite.Pada umumnya pada batuan prakambrium. Au telurida kadang hadir sebagai bonanza. Sn. kalkopirit.1. Kadang terdapat ore disseminated pada batuan samping Au. jarang pada batuan muda. epidot. kuarsa.15000 m 300-600 Pada atau dekat batuan plutonik asam. Garnet. Di dalam tubuh batuan C. Klasifikasi Lindgren (1911) I. ENDAPAN OLEH PROSES MEKANIK I. Tabel 4. Mo. kadang berlapis.galena. kloritisasi. kadang tabular. Oleh metamorfosa 2. KONSENTRASI KOMPONEN YANG BERASAL DARI TUBUH BATUAN SENDIRI a. Dalam klasifikasi ini belum muncul istilah hidrotermal. wolframit. muskovit. Oleh pelapukan b.2 Ciri-ciri umum endapan Hipotermal (Lingren 1933) Kedalaman Temperatur Pembentukan 3000. PENAMBAHAN KOMPONEN DARI LUAR a. molibdenit.

kloritisasi Crustification (banding) sangat umum. argentite. Zn. topas dll). cockade. Zona bijih Logam bijih Mineral bijih Mineral (gangue) penyerta Ubahan batu samping Tekstur dan struktur Zonasi Niggli (1929) menyampaikan konsep pengelompokan mineral. monmorilonit. realgar.Tabel 4. klorit rendah-Fe. menggabungkan konsep stadia magmatisme dengan jenis-jenis komoditi logamnya. U Native Au. argentite. terutama yang berasosiasi dengan batuan intrusiv dekat permukaan atau ekstrusiv. Mungkin berasosiasi dengan rekahan tektonik regional.Zn. Ag. adularia. Au. tourmaline. beberapa tidak beraturan dengan pembentukan kantong-kantong bijih. Gradual. sering sebagai fine banding.4 Ciri-ciri umum endapan epitermal (Lingren 1933) Kedalaman Temperatur Pembentukan Permukaan hingga 1500 m 50-200 Pada batuan sedimen atau batuan beku. Cinnabar.As. albit. rhodochrosite. zeolit sering sedikit. karbonisasi atau seritisasi. Ag. stibnite. fluorit.Ni. urat terbreksikan. urat-urat yang simpel. pirit. Au. siderite. jamesonite. orpiment. galena.cobaltite. piritisasi. markasit. kalkopirit. biasanya disertai oleh sesar turun. sfalerit. kaolinisasi. Kloritisasi intens. Hg. seringkali kisaran vertikalnya sangat kecil. chertification (silisifikasi). Umum pada sesar normal maupun sesar naik Sebagai endapan replacement yang luas dan fracture-infilling.U.3 Ciri-ciri umum endapan Mesotermal (Lingren 1933) Kedalaman Temperatur Pembentukan 1200-4500 m 200-300 Umumnya pada atau di dekat batuan beku intrusive. Ag. stockwork. Bi Pirit. klorit. saddle-reefs. barite. Strike dan dip Fissure agak teratur. bornit. Kristal lebih halus dibamding hipotermal.Ag. kekar dsb. pitchblende. Kelompok pertama adalah endapan endapan yang terkait dengan batuan plutonik. Mineral temperature tinggi jarang (garnet. Jarang terbentuk sepanjang permukaan lapisan.Mo. kalsedon. elektrum. beddingsurface. Ukuran butir(kristal) sangat bervariasi Makin ke dalam akin tidak beraturan. Sb. dickite. 51 . karbonat. Cu. niccolite. ametis. selenides. serisit. karbonat. epidot. kalkopirit.Co. bournonite. dll Native Au. tetrahedritesulphosalt. Cu. secara pasti terjadi perubahan mineralogy kearah kedalaman Zona bijih Logam bijih Mineral bijih Mineral penyerta (gangue) Ubahan batu samping Tekstur dan struktur Zonasi Tabel 4. Bi. pipa. lensa yang besar bisanya massif. galena enargit. dan sedikit kenampakan replacement (penggantian) Pb. tellurides kuarsa. kalkosit. pirit jika hadir sangat halus. epidot. sfalerit. juga seringkali terdapat pada pipa dan stockwork. vugs. dolomitisasi.Seing membentuk bijih tabular. Batas tubuh bijih bergradasi dari massif ke diseminasi. Se. kuarsa serisit. ruby silvers. chert.Cu.Pb. alunit.W.

fosforus-titanium 2. Antimoni-merkuri E. Kelompok Pneumatolitik dibagi menjadi Logam berat-alkanine earthsfosforus-titanium. Belakangan. Klasifikasi endapan bijih Niggli (1929) I. dan epitermal.yang kemudian dibagi menjadi Kelompok Orthomagmatik. yang dibagi menjadi empat golongan komoditi logam. Nikel-kobal-arsenik-perak 4. Pada kenyataannya sulit dibedakan kenampakan hasil ubahan atau endapan mineral yang disebabkan oleh proses pneumatolitik dengan hidrotermal. Emas-peral D. Kelompok Othomagmatic dibagia Kelompok Intan-Platinum-kromium dan Kelompok Titanium-besi-nikeltembaga. kelompok Silikon-alkali-fluorin-boron-tin-molibdenum-tungsten. Endapan subaquatic-volcanic and biochemical Pengertian Pneumatolitik yang disampaikan Niggli (1929) adalah stadia magmatisme yang didominasi oleh fase gas. Tabel 4. Niggli (1929) tidak membagi hidrotemla menjadi hipotermal. dan Kelompok Tourmalin-kuarsa. Intan. akan dibagi lagi menjadi kelompok komoditi logam (Tabel 2). Titanium-besi-nikel-tembaga B. para ahli geologi banyak menggunakan istilah fluida hidrotermal (hydrothermal fluid) untuk mewakili baik fase gas pneumatolitik maupun fase cair hidrotermal. mesotermal. Tembaga murni (native) F.5. Besi-tembaga-emas-arsenik 2. alkaline earths. Sehingga penggolongan ini menjadi kurang relevan lagi. PLUTONIK ATAU INTRUSIV A. VOLKANIK ATAU EKSTRUSIV A. Tin-perak-bismut B. dan kelompok Hidrotermal. platinum-kromium 2. Hydrothermal 1. Orthomagmatic 1. sedangkan hidrotermal didominasi oleh fase cair. Lead-Zinc-silver 3. Pneumatolytic sampai pegmatitic 1. Logam berat. diketahui ada banyak jenis komoditi logam seperti emas yang didapatkan pada beberapa kelompok. Logam-logam berat C. Demikian halnya dengan Kelompok lain seperti hidrotermal dan volkanik. Setelah banyak dilakukan eksplorasi dan eksploitasi endapan mineral di banyak tempat di dunia. Karbonat-oksida-sulfat-fluorida I. Pada klasifikasi ini telah muncul istilah hidrotermal.Silikon-alkali-fluorin-boron-tin-molibdenum-tungsten 3Tormalin-asosiasi kuarsa C. 52 . Kelompok Pneumatolitik-Pegmatik.

injeksi. kedalaman sedang 300-500° C 200-300° C 50-200° C T rendah T tinggi-rendah T 100° C P sangat tinggi P tinggi P menengah P rendah P sedang-atmosfer B Epitermal. Reaksi organik II. segregasi . ENDAPAN YANG DIHASILKAN OLEH PROSES MEKANIK A. ENDAPAN YANG DIHASILKAN OLEH PROSES KIMIAWI Endapan magmatik (proper/komplit. oleh proses diferensiasi tubuh air T rendah P rendah. Di dalam magma. mengenalkan istilah xenotermal. dangkal Telethermal. saluran Xenothermal. Tabel 4. untuk endapan mineral pada daerah dangkal. fumarola Dari tubuh intrusi.6. yang terbentuk jauh dari sumbernya (T dan P rendah). ) Pegmatik KOMPONEN EPIGENETIK KARENA ERUPSI BATUAN BEKU 700-1500° C T sedang-tinggi P sangat tinggi P sangat tinggi A Volkanogenik subaerial asosiasi dengan volcanic piles Dari tubuh efusif. endapan metamorfik batuan beku KARENA NAIKNYA AIR MAGMATIK 100-600° C 100-600° C 500-800° C P atmosfer-menengah P atmosfer P sangat tinggi Hypothermal. Di dalam 53 . Di dalam tubuh batuan C. Hal ini disebabkan oleh adanya intrusi pluton didekat permukaan. EPIGENETIK ATAU SINGENETIK Metamorfosa regional dan dinamik Sirkulasi air tanah bagian dalam Peluruhan batuan dan residu pelapukan dekat permukaan Volcanogenic berasoiasi volkanisme 400° C 0-100° C 0-100° C T tinggi 0-70° C P tinggi P menengah P menengah-atmosfer P rendah-menengah P menengah C Interaksi banyak larutan Evaporasi zat terlarut a. Reaksi inorganik b. Sedangkan Buddington (1935). Klasifikasi Lindgren (1933) yang dimodifikasi oleh Graton (1933) dan Buddington (1935) I. untuk endapan pada daerah dangkal tetapi terbentuk pada temperatur tinggi (T tinggi P rendah). dekat permukaan. permukaan di B. dangkal KARENA SIRKULASI AIR METEORIK DI ZONE DANGKAL-MENENGAH P menengah KOMPONEN TERKANDUNG DALAM BATUAN ITU SENDIRI. sangat dalam Mesothermal. sublimasi.Graton (1933) mengusulkan istilah teletermal.

Bijih berasosiasi dengan batuan metamorf Berapa ahli geologi melakukan pengelompokan endapan bijih didasarkan pada lingkungan tektoniknya. sfalerit (miskin Fe.Tabel 4. Bijih yang berafiliasi batuan sedimen Konsentrasi bijih besi Konsentrasi bijih mangan Strata-bound 3. dll Dolomitisasi. lava. diantaranya yang telah dilakukan Mitchell dan Garson (1981). kekar. Endapan pada lingkungan Oceanic 4. Stratiform sulpide yang berasosiasi dengan volkanik laut 4.7 Ciri-ciri umum endapan teletermal (Graton. Pengelompokkan tersebut meliputi: 1. chertification Seperti epitermal - Stantan (1972) membuat klasifikasi endapan bijih didasrkan pada asosiasi batuan sampingnya (host rock). 1933 dari Evans . Endapan pada Transform Faults dan lineamentnya pada Continental 54 .Ge Galena(miskin Ag). Endapan pada lingkungan yang terkait dengan collision 6. Sering terbentuk pada wilayah yang tidak ditemukan batuan plutonik Dalam rekahan terbuka. Endapan pada Passive Continental Margins dan Interior Basins 3. 1993) Kedalaman Temperatur Pembentukan Zona bijih Logam bijih Mineral bijih Mineral penyerta (gangue) Ubahan batu samping Tekstur dan struktur Zonasi Dekat permukaan 100 Pada batuan sedimen. dolomite miskin Fe. fissure. Tidak ditemukan replacement. Endapan di Continental Hot Spots. Bijih berasosiasi dengan urat 5.Cd. Cinabar Kalsir. yang membagi endapan bijih menjadi: 1. Pb. baik pada batuan beku. cavities. sedimen hingga metamorf. Rifts dan Aulacogens 2. pirit. Endapan pada lingkungan subduksi 5. Bijih pada batuan beku • • • • • Bijih berasosiasi dengan mafik dan ultramafik Bijih berasosiasi dengan felsik 2. mungkin kaya Cd). markasit.Zn.

di permukaan II. dangkal-menengah KARENA REMOBILISASI LARUTAN. a.Tabel 4. injeksi. Black shale hosted? Interaksi banyak larutan a. a. Manganese-nickel-copper nodules Volcanogenic asosiasi sedimen a. EPIGENETIK ATAU SINGENETIK Metamorfosa regional dan dinamik Sirkulasi air tanah bagian dalam. kimberlit Anortosit. Logam dasar b. Reaksi organik Evaporasi Sedimentasi kimiawi . endapan kerak samodra. contoh: Athabasca uranium Peluruhan batuan dan residu pelapukan dekat permukaan Volcanogenic asoiasi volkanisme. ENDAPAN YANG DIHASILKAN OLEH PROSES T rendah MEKANIK III. Klasifikasi endapan bijih Lindgren.smokers. ENDAPAN YANG DIHASILKAN OLEH PROSES KIMIAWI Segregasi magmatik. ENDAPAN YANG DIHASILKAN OLEH PENGARUH METEORIT 55 . SIRKULASI AIR METEORIK Mississipi Valley Western state uranium KARENA SIRKULASI AIR LAUT 25-200° C 25-75° C P rendah P rendah Endapan-endapan samodra. gabro Endapan logam dasar porphyry in part Pegmatik KOMPONEN EPIGENETIK KARENA ERUPSI BATUAN BEKU 700-1500° C P sangat tinggi T sedang T sedangtinggi P sedang P tinggi Volkanogenik subaerial asosiasi dengan volcanic piles Sublimasi. di modifikasi tahun 1985 I. red Sea Volcanic exhalites in part kerak 25-350° C P rendah KOMPONEN TERKANDUNG DALAM BATUAN ITU SENDIRI. Massive sulfide-Cyprus b.8. fumarola KARENA NAIKNYA LARUTAN HIDROTERMAL 100-1200° C 100-600° C P atmosfer-menengah P atmosfer Logam dasar porfir Urat Cordilleran Batuan metamorfik Epitermal 200-800° C P menengah dangkal-menengah 300-800° C 50-300° C P rendah-menengah P rendah. Reaksi inorganik b. Fosfat 25-600° C 0-150° C 25-50° C 25-350° C 25-75° C 0-70° C 25-75° C 25-75° C P tinggi P menengah P atmosfer P hydrospheric P hydrospheric P menengah P atmosfir P rendah P rendah. intrusi mafik berlapis Karbonatit.

gravity settling): (Fe). endapan residual laterit. endapan supergen. Sn 56 kromit (Cr). skarn. Secara Genetik. Fe-Ti Oksida d. ilmenit. Evans 1993) a. Endapan magmatik . Istilah mesotermal. Ca-Plagioklas. urat Cordilleran. dan Buddington. maupun xenotermal. walaupun pengertiannya sudah mengalami modifikasi dari konsep aslinya. proses hidrotermal. Mississipi Valey dan sebagainya. jarang digunakan. piroksen. dibagi menjadi endapan yang disebabkan proses gravitational settling. sedangkan istilah hipotermal. proses metamorfisme.. maupun endapan volkanik-exhalative. Proses kristalisasi (diseminasi). tetapi menunjukkan temperature pembentukan yang tinggi. Variasi endapan magmatic makin bervariasi. terutama untuk kategori endapan epitermal. magnetit . teletermal. jarang digunakan lagi. Proses Magmatik Mineral-mineral bijih seperti magnetit.Sejalan dengan berkembangnya konsep tektonik lempeng pada dasa warsa 60-70an. kadang masih digunakan. Liquid immiscibility : : Cu-Ni sulfide. serta prosesproses dipermukaan. yang disampaikan oleh Lindgren (1911). seperti endapan logam dasar porifir. stilah-istilah yang banyak digunakan dalam eksplorasi endapan mineral adalah klasifikasi yang didasarkan pada pembentukan serta tatanan geologinya. Proses pembentukan bijih logam secara umum dapat di bagi menjadi empat kelompak. Graton. bersamaan dengan pembentukan mineral olivine. Pegmatik : Fe. yaitu proses magmatik. endapan greisen. beberapa istilah yang dikemukakan oleh Lindgren. intan (C ) pada kimberlit b. 1983. platinum (Pt) c. epitermal (low sulphidation dan high sulphidation) dll. kromit terbentuk pada fase awal diferensiasi magma. endapan evaporasi. Endapan skarn kadang juga digolongkan sebagai endapan metamorfik. sampai sekarang ini masih digunakan. endapan mineral dibagi menjadi endapan yang disebabkan oleh proses magmatik. proses metamorfik dan proses permukaasn (disarikan dari Hutchison. Endapan hidrotemal meliputi endapan porfir (porphyry deposit). liquid immisvibility. Sedangkan endapan-endapan permukaan meliputi endapan palcer. proses hidrotermal. Istilah epitermal. Guilbert dan Pak. Semua mineral bijih yang terbentuk pada fase ini disebut sebagai endapan magmatik. maupun pegmatik. massive sulphide deposit. Proses segregasi (kumulat. Beberapa proses pada fase magmatisme diantaranya meliputi: a.

dan mengendapkan mineral-mineral baru sebagai respon terhadap perubahan kondisi fisik maupun kimiawi (Pirajno. di bawah permukaan bumi (Pirajno. Interaksi antara fluida hidrotermal dengan batuan yang dilewatinya (batuan dinding). Tidak berhubungan dengan batuan beku 5. baik kimiawi maupun fisik.Pb. b. sampai sekarang belum menunjukksan nilai ekonomi yang signifikan. Ag. M. 1992). Porfiri : Cu. 4. Sistem ini mengandung dua komponen utama. W. akan menyebabkan terubahnya mineral-mineral primer menjadi mineral ubahan (alteration minerals. 2. Contoh di Grasberg. yaitu: a. Lateral secretion (Missisippi valley type) : Au.Bangka Epitermal (low and high sulphidation type. Batuhijau Skarn : Cu. Zn. Contoh Ertzberg complex Greisen : Sn. yaitu sumber panas dan fase fluida.Zn 57 .Fe. yang dikenal sebagai alterasi (ubahan) hidrotermal. Semua mineral bijih yang terbentuk sebagai mineral ubahan pada fase ini disebut sebagai endapan hidrotermal. Berhubungan dengan batuan beku 1.Au. Endapan bijih hidrotermal terbentuk karena sirkulasi fluida hidrotermal yang melindi (leaching). Carlyn type) : Au. Konsentrasi bijih besi (Fe) atau nikel (Ni) lebih disebabkasn oleh proses pelapukan.Proses hidrotermal Sistem hidrotermal dapat didifinisikan sebagai sirkulasi fluida panas (50° sampai >500°C). Cu. Mo . Contoh di P. 5. Contoh Wetar b. membentuk endapan residusal atau placer. Pb. menstranport. Pb. Sirkulasi fluida hidrotermal menyebabkan himpunan mineral pada batuan dinding menjadi tidak stabil.Di Indonesia endapan-endapan bijih yang disebabkan oleh proses magmatik. Au. dan cenderung menyesuasikan kesetimbangan baru dengan membentuk himpunan mineral yang sesuasi dengan kondisi yang baru. Endapan hidrotermal dapat dibagai menjadi beberapa kelompak. 3. Contoh di Pongkor. secara lateral dan vertikal pada temperatur dan tekanan yang bervarisasi.Muro Massive Sulphide Volcanogenic : Au. 1992).

kaitannya dengan mineralisasi bijih logam Greisen didefinisikan agregat granoblasti dari kuarsa dan muskovit (atau lipidolit) dengan sejumlah mineral asesori seperti topas. berasosiasi dengan kegiatan magmatisme kalk-alkali sub-aerial.1. 1988 dalam Evans. Stemprok 1987 dalam Evans 1993).Gambar 4. Endapan bijih epitermal adalah endapan yang terbentuk pada lingkungan hidrotermal dekat permukaan. Mineraliasi umumnya sebagai tubuh besar yang tak beraturan atau sebagai lembaran di bawah kontak bagian atas dengan lebar sekitar 10-100 m. mempunyai temperatur dan tekanan yang relatif rendah. sebagian besar endapannya dijumpai di dalam batuan volkanik (beku dan klastik). dan fluorit yang dibentuk oleh ubahan metasomatik post-magmatik granit (Best 1982.. yang kadang disertai oleh pembentukan stockwork. Greisen adalah tipe endapan penghasil utama logam timah dan tungsten. Diagram proses magmatisme-hidrotermal-vulkanisme. tourmalin. Endapan epitermal berdasarkan karakter fluidanya dibagai menjadi epitermal sulfidasi rendah 58 . umumnya salah satu unsur hadir lebih dominan. yang bergradasi melalui zona ubahan felspatik (albitisasi dan mikroklinisasi) ke arah granit segar (Pollard dkk.1993). Endapan tersebut umumnya di bentuk pada kontak bagian atas dari intrusi granit.

Seringkali kita mendapati kenampakan endapan. serta meteorik ikut terlibat. tetapi juga dapat terbentuk pada jenis batuan lainnya. 59 . Istilah metamorfosa kontak dan metasomatosa kontak sangat terkait dengan proses-proses di atas. Metamorfosa dan metasomatosa kontak yang melibatkan batuan samping terutama batuan karbonat seringkali menghasilkan skarn dan endapan skarn. alterasi. dan tipe Sullivan. Endapan yang berasosiasi dengan volkanik sering dikenal sebagai endapan sulfida vulkanogenik.dan epitermal sulfidasi tinggi Pada kenyataannya tidak mudah untuk membatasi ciriciri endapan yang termasuk bahagian epitermal dari sistem hidrotermal lainnya. Dalam proses ini berbagai macam fluida seperti magmatik. Klasifikasi skarn pada umumnya banyak mempertimbangkan tipe batuan dan asosiasi mineral dari batuan yang di-replace. Pengertian endo-skarn dan exo- skarn mengacu pada skarnifikasi batuan beku dan batugamping yang terkait. Walaupun sebagian besar skarn ditemukan pada batuan karbonat. tipe Cyprus. Pada kenyataannya sebagian besar bijih skarn hadir sebagai exo-skarn. sedangkan exoskarn adalah skarnifikasi pada batugampiong sekitar batuan beku. Fe b. seperti serpih.. yang terutama banyak mengandung tembaga dan timah maupun emas dan perak sebagai by-product. penggantian (replacement). batupasir maupun batuan beku. Fluida yang mengandung bijih ini sering tercebak dan terakumulasi antara tubuh pluton dan sesar-sesar disekitar pluton dengan batuan disekitarnya. Endapan sulfida masif sering berasosiasi dengan batuan-batuan pelite sampai semipelite atau berasosiasi dengan endapan volkanik bawah laut . a. mineralisasi. Perubahan ini disebabkan oleh adanya panas dan fluida yang berasal dari aktifitas magma tersebut. Endoskarn adalah proses skarnifikasi yang terjadi pada batuan beku. C. pada bagian kontaknya. Metamorfosa menyebabkan bijih terkonsentrasi : Au Kata "skarn" pertama kali digunakan di pertambangan Swedia untuk sebuah material gangue kalk-silikat yang kaya akan bijih-Fe dan endapan-endapan sulfida terutama yang telah me-replace kalsit dan dolomit pada batuan karbonat. Au. metamorfik. Proses metamorfisme-hidrotermal Suatu tubuh batuan yang diterobos magma (batuan beku) umumnya akan mengalami rekristalisasi. Sawkind(l 976) membagi endapan massive sulphide volcanogenic menjadi tipe Kuroko. baik mineralogi maupun teksturnya merupakan gradasi dari endapan epitermal dengan endapan hidrotermal lain. Kontak pirometasomatik (skarn): Cu. tipe Besshi.

profilitik ±anvanced argillic Serisit.W Diseminasi.klorit. Cu ± Au. tonase besar dg kadar rendah SKARN Sub vulkanik granitikandesitik karbonat Potasik.ilit.alunit Bornit. kalkosit kalkopirit. Sn.alunit. klorit Bornit. kuarsa. Ag Urat.internedietarg illic Barit.turmalin Kasiterit. argillic. Cu. anhidrit.S andesitik Vulkanik.S.Profilitik.9. stockwork Equivalen dengan geotermal aktif M. Pt Diseminasi. adularia ± kaolinit Sfalerit. Au. kalkopirit Au.profilitik±an vanced argillic Biotit. Mo.sc heelite Sn. Dasitik/granitik Vulkanik dasitik Silisik.epidot. epidot. Karakteristik berbagai tipe endapan bahan galian logam ENDAPAN MAGMATIK MAGMATIK Basaltik-Ultra basa Basaltik-ultra basa ENDAPAN HIDROTERMAL GREISEN Pluton granitik Pluton granitik greisen Topas.tremolit. W Diseminasistockwork. tonase besar dg kadar rendah EPITERMAL H. Pb. KF. urat Zona ubahan umumnya konsentris.V.profiliti k Garnet. Mo. sedimen Filik. biotit.kuarsa Sfalerit. Sn. sedimen advanced argillic . molibdenit Cu.pirofilit. pendlandit. Au. Andesitik Vulkanik.kuarsa.diopsit.S. gipsum. kalkosit kalkopirit.ilit. filik. W Diseminasistockwork. kalsit. muskovit. diaspor.Ag Diseminasireplacement masif Equivalen dg sistem gunung api aktif EPITERMAL L.wolastonit.wolframit. galena. luzonit.galena. kalkopirit Zn.klorit.ilit.Tabel 4. argillic. berlapis Berasosiasi dengan vulkanisme bawah laut Intrusi Host rocks Tipe ubahan Mineral ubahan Mineral bijih utama Komoditi logam Tekstur utama Keterangan lain Kromit. tenantit Au. berlapis Kristalisasi langsung dari magma 60 . stockwork PORFIRI Sub vulkanik granitik-andesitik Garanitik-andesitik Potasik.serisit.magne tit. Ni. As Masif. magnetit Cr. ilit Enargir..kal sit±kaolinit.pir it. argillic Kaolinit. urat Zona ubahan umumnya konsentris. molibdenit Cu.skarn.

Sedangkan permukaan.Komoditi penting yang terbentuk sebagai endapan placer adalah emas (Au). beberapa penulis menyebut endapan ini terbentuk di dasar suatu tebing (cliff) dan sering diartikan sama dengan endapan talus. yang dipengaruhi oleh pelapukan dan pergerakan air tanah. Telah dikenal secara luas. platina (Pt) Timah (Sn). Mineralmineral berat akan terkonsentrasi di lereng-lereng dekat batuan sumber. Endapan Placer Endapan placer secara umum dapat dibagi menjadi empat golongan. yaitu endapan pengkayaan supergen (supergen enrichment) walaupun tidak terbentuk di dekat permukaan. Endapan residual Endapan-endapan placer. sedangkan endapan autohton adalah endapan yang terbentuk secara insitu. seperti yang telah dibahas di atas terbentuk dari material yang terlepas dari batuan sumbernya baik secara mekanik maupun kimiawi. Secara tradisional juga sering digunakan istilah endapan placer residual. Endapan placer eluvial umumnya terbentuk pada daerah yang memiliki morfologi bergelombang. endapan placer colluvial. Endapan ini umumnya terbentuk pada daerah yang mempunyai morfologi yang relatif datar. tetapi pembentukannnya terkait dengan proses-proses di placer eluvial.Proses-proses di permukaan Endapan permukaan merupakan endapan-endapan bijih yang terbentuk relatif di permukaan. dan endapan placer aeolian (Macdonald. untuk endapan yang terbentuk dan berada di atas batuan sumbernya. bahwa endapan (sedimen} permukaan dibagi menjadi endapan alohton (allochthonous) dan endapan autohton (autochthonous). Sedangkan endapan autohton yang terkait dengan bijih biasa dikenal sebagai endapan residual dan endapan presipitasi kimia atau evaporasi. Endapan alohton yang terkait dengan bijih atau secara ekonomi sering disebut sebagai endapan placer. Endapan alohton merupakan endapan yang ditransport dari tempat lain (dari luar lingkungan pengendapan). Penggunaan istilah endapan placer colluvial tidak begitu populer.d. endapan placer aluvial. Seringkali material atau unsur yang tertinggal oleh karena proses tersebut mempunyai nilai dan 61 . 1983 dalam Evans .1993).

Dalam kondisi tersebut sebagian besar batuan akan menghasilkan soil yang kehilangan materialmaterial yang mudah larut. kemudian logam-logam tersebut mengendap kembali membentuk sulfida sekunder. Di bawah zona pengkayaan supergen terdapat daerah dimana mineralisasi primer tidak terpengaruh oleh proses oksidasi maupun pelindian. Proses tersebut menyebabkan banyak unsur logam (Cu2+. Besi (Fe) dan aluminium (Al) hidroksid adalah sebagaian dari material yang paling tidak mudah larut. Soil seperti ini dikenal sebagai laterit (laterites). Endapan-endapan sisa tersebut dikenal sebagai endapan residual. Beberapa endapan bauxite mengalami melapukan dan terendapkan kembali membentuk bauxite sedimen (sedimentary bauxites). Zona ini dikenal sebagai zona pengkayaan supergen. tetapi kemudian secara cepat mengalami presipitasi kembali ke dalam mineral-mineral oksida besi pada zona laterit atau zona limonit (12% Ni) atau dalam garnierit pada zona saprolit (2-3%. Zn2+ dll. zona lapuk di bawah zona laterit) Pengkayaan supergen Selama berlangsung pengangkatan dan erosi.ekonomi yang tinggi. pelapukan kimia yang intensif terutama untuk daerah tropis dengan curah hujan yang tinggi sangat diperlukan. Laterit yang sebagian besar mengandung aluminium hidroksid disebut sebagai bauxite dan merupakan bijih aluminium yang paling penting. nikel yang terkandung dalam batuan peridotit dan serpentinit (0. Untuk dapat terjadi endapan residual. maupun oksidasi pada mineral-mineral bijih. dan laterit umumnya mengandung material ini.) akan terlarut (umumnya sebagai senyawa sulfat) dalam air yang bergerak ke dalam air tanah atau bahkan sampai ke kedalaman dimana proses oksidasi tidak berlangsung. Selama lateritisasi. pelindian (leaching).25% Ni) pada awalnya terlarut. suatu endapan bijih terekspos di dekat permukaan. Sebagian larutan yang mengandung logam-logam yang terlarut bergerak terus hingga di bawah muka air tanah. kemudian mengalami proses pelapukan. yang disebut sebagai zona hipogen. Logam yang paling banyak terbentuk karena proses ini adalah tembaga (Cu) 62 . Daerah dimana terjadi proses oksidasi disebut sebagai zona oksidasi. Pb2+.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful