Pengertian dan Kecendrungan Afinitas Elektron- Afinitas elektron adalahperubahan energi atom ketika elektron ditambahkan kepada atom

itu dalam keadaan gas . Contoh: Cl(g) + e– →Cl–(g) Berbeda dengan energi ionisasi, afinitas elektron dapat berharga positif atau negatif. Jika satu elektron ditambahkan kepada atom yang stabil dan sejumlah energi diserap maka afinitas elektronnya berharga positif. Jika dilepaskan energi, afinitas elektronnya berharga negatif. Secara umum, nilai afinitas elektron dalam golongan yang sama dari atas ke bawah menurun, sedangkan pada periode yang sama dari kiri ke kanan meningkat. Nilai afinitas elektron umumnya sejalan dengan jari-jari atom. Makin kecil jari-jari atom, nilai afinitas elektron makin tinggi. Sebaliknya, makin besar jari-jari atom, nilai afinitas elektron kecil. Contoh Menentukan Kecenderungan Afinitas Elektron Urutkan atom-atom berikut menurut kenaikan afinitas elektronnya: S, Cl, dan P. Jawab Afinitas elektron adalah perubahan energi ketika atom menerima elektron. Pada periode yang sama, dari kiri ke kanan dalam tabel periodik, afinitas elektron umumnya meningkat. Jadi, dapat disimpulkan bahwa afinitas elektron untuk P < S < C

Pengertian Energi Ionisasi
Definisi energi ionisasi (Ei) adalah energi yang diperlukan untuk mengeluarkan elektron dari tiap mol spesies dalam keadaan gas. Energi untuk mengeluarkan satu elektron pertama (dari atom netralnya) disebut sebagai energi ionisasi pertama dan untuk mengeluarkan satu elektron ke dua disebut energi ionisasi kedua, dan begitu seterusnya untuk pengeluaran satu elektron berikutnya. Mudah dipahami bahwa mengeluarkan satu elektron pertama dari atom netralnya akan lebih mudah daripada mengeluarkan satu elektron kedua dan seterusnya dari kation yang bersangkutan karena pengaruh muatan inti menjadi semakin lebih efektif terhadap elektron yang semakin berkurang jumlahnya.

Energi Ionisasi
Ditulis oleh Jim Clark pada 03-01-2009

Halaman ini menjelaskan apa yang dimaksud dengan energi ionisasi pertama, dan kemudian mengamati kecenderungannya pada tabel periodik – dalam satu periode dan golongan. Anda dianggap

Sebagai contoh.telah memahami tentang orbital atom sederhana. Variasi pada energi ionisasi pertama ini dapat dijelaskan melalui struktur dari atom yang terlibat. unsurnya harus dalam wujud gas. Yang perlu diperhatikan pada persamaan di atas Simbol wujud zat – (g) – penting. Semua unsur memiliki energi ionisasi pertama – bahkan atom yang tidak membentuk ion positif pada tabung reaksi. lihatlah pola dari Li ke Ne. Hal ini lebih mudah dipahami dalam bentuk simbol. energi ionisasi pertama diartikan sebagai energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan per mol X. Pada saat anda membahas energi ionisasi. Energi ionisasi dinyatakan dalam kJ mol-1 (kilojoules per mole). Itu artinya bahwa energi ionisasi bervarisi dalam suatu pengulangan jika anda bergerak sepanjang tabel periodik.I pertama = 2370 kJ mol-1) secara normal tidak membentuk ion positif karena besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron. Mendefinisikan energi ionisasi pertama Definisi Energi ionisasi pertama merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar (paling mudah lepas) dari satu mol atom dalam wujud gas untuk menghasilkan satu mol ion gas dengan muatan 1+. dan kemudian bandingkan dengan pola yang sama dari Na ke Ar. Helium (E. Pada penggambaran di atas. Nilainya bervariasi dari 381 (yang sangat rendah) hingga 2370 (yang sangat tinggi). dan dapat menuliskan struktur elektron untuk atom yang sederhana. Pola energi ionisasi pertama pada tabel periodik 20 unsur pertama Energi ionisasi pertama menunjukkanperiodicity. Faktor yang mempengaruhi energi ionisasi .

Hal ini mengurangi tarikan inti. Jumlah elektron yang berada diantara elektron terluar dan inti Perhatikan atom natrium. Antara elektron terluar dan inti ada dua lapis elektron pada tingkat pertama dan kedua. Pengaruh 11 proton pada inti natrium berkurang oleh adanya 10 elektron yang lebih dalam. 8. Menjelaskan pola pada sebagian unsur-unsur pertama Hidrogen memiliki struktur elektron 1s1. makin positif muatan inti. Elektron dilepaskan dari orbital yang sama seperti pada contoh hidrogen. Jarak elektron dari inti Jarak dapat mengurangi tarikan inti dengan cepat. . tidak akan terlihat oleh inti dengan jelas. Apakah elektron berdiri sendiri dalam suatu orbital atau berpasangan dengan elektron lain Dua elektron pada orbital yang sama mengalami sedikit tolakan satu sama lain. Helium memiliki struktur 1s2. Besarnya tarikan dipengaruhi oleh: Muatan inti Makin banyak proton dalam inti. sehingga el ektron yang berpasangan dapat dilepaskan dengan lebih mudah dari yang anda perkirakan. Anda mungkin berpendapat akan lebih dekat dengan adanya tambahan proton pada inti. Elektron yang dekat dengan inti akan ditarik lebih kuat daripada yang lebih jauh. Tidak ada elektron yang menyaring tarikan dari inti sehingga energi ionisasinya tinggi (1310 kJ mol-1). Energi ionisasinya (2370 kJ mol -1) lebih besar dari hidrogen. Energi ionisasi yang tinggi menunjukkan tarikan antara elektron dan inti yang kuat. Merupakan atom yang sangat kecil.Energi ionisasi merupakan ukuran energi yang diperlukan untuk menarik elektron tertentu dari tarikan inti. Litium memiliki struktur 1s22s1. Elektronnya dekat dengan inti dan tidak tersaring. Oleh karena itu elektron terluar hanya merasakan tarikan bersih kira-kira 1+ dari pusat. dan elektron tunggalnya dekat dengan inti sehingga dapat tertarik dengan kuat. Pengurangan tarikan inti terhadap elektron yang lebih dalam disebut dengan penyaringan (screening) atauperlindunga (shielding). karena elektronnya ditarik oleh dua proton pada inti. 1 (tak ada alasan mengapa anda tak dapat menggunakan notasi ini jika ini sangat membantu!) ika elektron terluar mengarah ke inti. dan makin kuat tarikannya terhadap elektron. lebih jauh dari inti. tetapi elektron tidak mengalami tarikan yang penuh dari inti – tersaring oleh elektron 1s2. dengan struktur elektron 2. Elektron terluarnya berada pada tingkat energi kedua. bukan satu seperti pada hidrogen.

. tetapi pada litium jaraknya lebih jauh. Pola pada periode 2 dan 3 Membahas 17 atom pada saat bersamaan akan memakan waktu. Energi ionisasi pertama litium turun menjadi 519 kJ mol-1 sedangkan hidrogen 1310 kJ mol-1.Anda dapat membayangkan elektron seperti merasakan tarikan bersih +1 dari pusat (3 proton dikurangi oleh dua elektron 1s2 electrons). elektron hidrogen juga mengalami tarikan 1+ dari inti. Jika anda membandingkan litium dengan hidrogen (bukan dengan helium). Kita dapat melakukannya dengan lebih terarah dengan menjelaskan kecenderungan utama pada dua periode ini. dan kemudian menjelaskan pengecualian yang ada. Secara umum pola pada kedua periode sama – perbedaannya energi ionisasi periode ketiga lebih rendah daripada periode kedua.

I.Menjelaskan kecenderungan umum pada periode 2 dan 3 Kecenderungan yang umum adalah energi ionisasi meningkat dalam satu periode dari kiri ke kanan. kecenderungannya sama. Pada semua unsur periode 2. Pada periode 3. Semuanya memiliki jarak yang sama dari inti. pertama = 799 kJ mol-1 Anda mungkin mengharapkan energi ionisasi boron lebih besar dari berilium karena adanya tambahan proton. Kenaikan energi ionisasi itu berada dalam satu periode. Hal itu juga mengurangi tarikan dari inti sehingga energi ionisasinya lebih rendah. Orbital 2p memiliki energi yang sedikit lebih tinggi daripada orbital 2s.   Bertambahnya jarak menghasilkan berkurangnya tarikan inti sehingga mengurangi energi ionisasi Orbital 2p tidak hanya disaring oleh elektron 1s2 tetapi. Be B 1s22s2 1s22s22px1 E. dan tersaring oleh elektron 1s2. I. Penjelasan terhadap turunnya energi ionisasi antara magnesium dan aluminium sama. Mengapa terjadi penurunan antara golongan 2 dan 3 (Be-B dan Mg-Al)? Penjelasannya didasarkan pada struktur boron dan aluminium. Mg Al 1s22s22p63s2 1s22s22p63s23px1 E. sedikit. dan elektronnya. I. berada lebih jauh dari inti. Hal itu menyebabkan makin kuatnya tarikan inti terhadap elektron sehingga menaikkan energi ionisasi. pertama = 736 kJ mol-1 E. Semua elektron yang dilepaskan berada pada tingkat ketiga dan tersaring oleh elektron 1s22s22p6. I. juga oleh elektron 2s2. elektron terluar berada pada orbital tingkat 2 – 2s atau 2p. Pada kenyataannya elektron terluar boron berada pada orbital 2p bukan pada 2s. tetapi muatan intinya makin meningkat. hanya saja terjadi pada tingkat ke-3 bukan tingkat ke-2. pertama = 577 kJ mol-1 . Semuanya memiliki lingkungan yang sama. Pada kenyataannya kenaikan muatan inti menyebabkan elektron terluar lebih dekat ke inti. rata-rata. Hal ini memberikan dua pengaruh. Perbedaan pentingnya adalah terjadi kenaikan jumlah proton pada inti dari litium sampai neon. pertama = 900 kJ mol-1 E. Elektron terluar kedua atom ini lebih mudah dilepaskan dibandingkan dengan kecenderungan umum pada atom-atom periode 2 dan 3 lainnya.

oleh elektron 2s2). dan elektron dilepaskan dari orbital yang sama. sedikit. Perbedaannya adalah pada oksigen elektron dilepaskan dari salah satu pasangan 2px2. Anda telah melihat bukti untuk hal ini bahwa energi ionisasi pada periode 3 lebih rendah dari periode 2. Kedua faktor ini mengurangi pengaruh bertambahnya proton. energi ionisasi secara umum akan menurun. I. Pertama = 1310 kJ mol-1 Penyaringannya sama (oleh 1s2 dan. tetapi kenaikan muatan inti tidak dapat mengimbangi jarak elektron dari inti yang makin jauh dan lebih tersaring. tetapi pada atom litium hanya 3. Li 1s22s1 E. Jadi muatan inti natrium lebih besar. I. Apa yang terjadi? N O 1s22s22px12py12pz1 1s22s22px22py12pz1 E. anda mungkin mengharapkan energi ionisasi unsur golongan 6 akan lebih tinggi daripada golongan 5 karena adanya tambahan proton. I. pertama = 519 kJ mol-1 . Anda mungkin memperkirakan energi ionisasi natrium lebih besar. Penurunan energi ionisasi pada sulfur dijelaskan dengan cara yang sama.Elektron 3p pada aluminium sedikit lebih jauh dari inti dibandingkan 3s. pertama = 1400 kJ mol-1 E. Kecenderungan turunnya energi ionisasi dalam satu golongan Jika anda bergerak ke bawah dalam satu golongan pada tabel period ik. Sebagai contoh pada golongan 1: Mengapa energi ionisasi natrium lebih rendah dari litium? Pada atom natrium terdapat 11 proton. dan sebagian tersaring oleh elektron 3s2 sebagai elektron yang lebih dalam. Mengapa terjadi penurunan diantara golongan 5 dan 6 (N-O dan P-S)? Sekali lagi. Adanya tolakan antara dua elektron pada orbital yang sama menyebabkan elektron tersebut lebih mudah dilepaskan dibandingkan yang lain.

tetapi seng memiliki satu tambahan proton pada inti sehingga daya tariknya lebih besar. Kecenderungan energi ionisasi pada golongan transisi Selain seng pada bagian akhir. Energi ionisasi dan reaktivitas . pertama = 494 kJ mol-1 Elektron terluar litium berada pada tingkat kedua. Kenaikan pada seng mudah untuk dijelaskan. Pada seng terdapat tolakan antar pasangan elektron orbital 4s. proton tambahan dan elektron 3d tambahan dapat menambah atau mengurangi pengaruh tarikan dari pusat atom yang diamati. dan terhalangi dari 11 proton pada inti oleh 10 elektron yang berada lebih dalam. Sehingga energi ionisasi natrium lebih rendah. energi ionisasi semua unsur relatif sama. Elektron 3s1 juga mengalami tarikan bersih 1+ dari pusat atom. elektron yang dilepaskan berasal dari orbital yang sama. Elektron 3d mengalami beberapa pengaruh penyaringan. atau. pertama = 908 kJ mol-1 Pada contoh di atas. Faktor yang tersisa hanyalah jarak tambahan antara elektron terluar dan inti pada natrium. I. Jika anda bergerak dari kiri ke kanan. Penjelasan yang sama berlaku jika anda bergerak ke bawah pada unsur lain pada golongan tersebut. pertama = 745 kJ mol-1 E. dari satu atom ke atom lainnya dalam deretan golongan transisi. pada golongan yang lain. jumlah proton pada inti meningkat. I. Elektron 2s1 mengalami tarikan dari 3 proton dan disaring oleh 2 elektron – tarikan bersih dari pusat adalah +1. Cu Zn [Ar]3d104s1 [Ar]3d104s2 E. tetapi pada kasus ini tolakannya tidak cukup untuk mengimbangi pengaruh bertambahnya proton. I.Na 1s22s22p63s1 E. elektron pada 3d juga bertambah. Elektron terluar natrium berada pada tingkat 3. Semua unsur memiliki struktur elektron [Ar]3dn4s2 (or 4s1 pada kromium dan tembaga). dengan penyaringan yang sama. dan hanya memiliki elektron 1s2 yang menyaringnya. Elektron yang terlepas selalu dari orbital 4s.

yaitu efisiensi. . dengan energi ionisasi yang lebih rendah. Bahaya dari pendekatan ini adalah pembentukan ion positif terjadi hanya satu tahap dalam beberapa langkah proses. Ada beberapa karakteristik detektor yang membedakan satu jenis detektor dengan detektor lainnya. Sebagai contoh. dan resolusi. kecepatan. Secara ideal anda perlu mempertimbangkan semua hal dan tidak hanya mengambil sebagian saja. anda tidak mungkin memulai dengan atom gas. Dengan energi aktivasi yang lebih rendah. Na. Cs) dari atas ke bawah dalam satu golongan karena turunnya energi ionisasi. ion lebih mudah terbentuk. Penurunan energi ionisasi dari atas ke bawah dalam satu golongan akan menyebabkan energi aktivasi lebih rendah dan reaksi menjadi lebih cepat. Namun demikian. Peristiwa ini dapat terjadi secara langsung oleh radiasi alpha atau beta. Ingat bahwa energi aktivasi merupakan energi minimum yang diperlukan sebelum reaksi berlangsung. Proses ionisasi Ionisasi merupakan peristiwa terlepasnya elektron dari ikatannya karena menyerap energi eksternal. Prinsip kerja dari detektor radiasi adalah merubah energi radiasi menjadi pulsa listrik dengan ketinggian yang sebanding dengan energi radiasinya. perubahan ini lebih mudah terjadi: Anda dapat menjelaskan kenaikan reaktivitas logam golongan 1(Li. Perubahan energi pada proses ini juga bervariasi dari satu unsur ke unsur lainnya. gamma dan neutron.Pada energi ionisasi yang lebih rendah. walaupun pada kenyataan sebenarnya tidaklah demikian. energi ionisasi unsur merupakan faktor utama yang berperan dalam energi aktivasi suatu reaksi. tidak juga mengakhirinya dengan gas ion positif – anda akan mengakhiri dengan ion dalam padatan atau larutan. Secara teoritis metode ini sangatlah ideal. Bereaksi dengan apapun. Rb. K. maupun secara tidak langsung oleh radiasi sinar-x. logam-logam tersebut akan membentuk ion positif. reaksi akan lebih cepat – tanpa mengabaikan seluruh energi yang berubah pada reaksi tersebut.

Mendefinisikan energi ionisasi pertama Definisi Energi ionisasi pertama merupakan energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar (paling mudah lepas) dari satu mol atom dalam wujud gas untuk menghasilkan satu mol ion gas dengan muatan 1+. Pada penggambaran di atas. Hal ini lebih mudah dipahami dalam bentuk simbol.Pada ionisasi. Yang perlu diperhatikan pada persamaan di atas Simbol wujud zat – (g) – penting. energi ionisasi pertama diartikan sebagai energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan perubahan per mol X. sehingga dapat menginduksikan arus atau tegangan listrik. energi radiasi diubah menjadi pelepasan sejumlah elektron (energi listrik). Semakin besar energi radiasi maka arus atau tegangan listrik yang dihasilkan akan semakin besar pula. Bila terdapat medan listrik maka elektron akan bergerak menuju kutub positif. Pada saat anda membahas energi ionisasi. unsurnya harus dalam wujud .

I pertama = 2370 kJ mol-1) secara normal tidak membentuk ion positif karena besarnya energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron. Helium (E. Energi ionisasi yang tinggi menunjukkan tarikan antara elektron dan inti yang kuat. ESI. antara lain EI. dan kemudian bandingkan dengan pola yang sama dari Na ke Ar. Energi ionisasi dinyatakan dalam kJ mol-1 (kilojoules per mole). CI. Variasi pada energi ionisasi pertama ini dapat dijelaskan melalui struktur dari atom yang terlibat. . MALDI.gas. Secara umum dalam spectrometer massa suatu molekul diuapkan dan selanjutnya mengalami ionisasi. Sebagai contoh. A. Pada proses pengionan (ionisasi) terdapat berbagai macam metode yang digunakan. Semua unsur memiliki energi ionisasi pertama – bahkan atom yang tidak membentuk ion positif pada tabung reaksi. lihatlah pola dari Li ke Ne. Pada tulisan ini kita hanya akan membahas electron ionisasi (EI) yang menurut penulis lebih sering dipakai. Faktor yang mempengaruhi energi ionisasi Energi ionisasi merupakan ukuran energi yang diperlukan untuk menarik elektron tertentu dari tarikan inti. Nilainya bervariasi dari 381 (yang sangat rendah) hingga 2370 (yang sangat tinggi). Itu artinya bahwa energi ionisasi bervarisi dalam suatu pengulangan jika anda bergerak sepanjang tabel periodik. Mass Spectrometry Theory (Teori Spektrometri Massa) dan Spektrometer Massa Secara umum spektrometri merupakan suatu teknik yang digunakan untuk mengetahui berat molekul dan menentukan rumus molekul dari suatu senyawa kimia. FAB. Instrumentasi yang diguanakan adalah spectrometer massa. Pola energi ionisasi pertama pada tabel periodik 20 unsur pertama Energi ionisasi pertama menunjukkanperiodicity.

Komponen Spektrometer Massa (Pavia. Sebagai contoh pada tulisan ini ditampilkan beberapa fragmentasi dari CH3OH CH3OH CH3OH+ CH3OH  CH2O=H+ + H CH3OH  +CH3 + OH CH2O=H+  CHO=H+ + H Jadi ketika molekul CH3OH ditembak oleh electron berenergi tinggi. Contoh Spektra Fragmentasi Isobutane Sampai disini dahulu tulisan tentang mass spektrometri ini. . Ionisasi ini dilakukan dengan cara menembak molekul tersebut dengan electron berenergi tinggi (sekitar 1600 kcal). ditempat ini akan dibelokkan berdasarkan berat yang dikenal dengan ratio of mass to charge (m/z). Sumber materi ini penulis ambil dari buku Pavia: Introduction to Spectrometry dan dari materi kuliah penulis (terima kasih kepada Bu Dosen atas materinya ). berkas electron berenergi tinggi diemisikan dari suatu filament yang dipanaskan beberapa ribu derajat Celsius. Ion bermuatan positif melaju dengan cepat melalui plate bermuatan negative dan kemudian melalui suatu pipa kurva dalam magnetic field. Tembakan electron tersebut menyebabkan kation radikal yang tidak stabil yang selanjutnya terdekomposisi menjadi fragment-fragment. maka akan mengalami fragmentasi seperti tersebut diatas. semoga memberikan manfaat bagi yang membaca dan mohon koreksi jika ada kesalahan penulisan. Introduction to Spectroscopy) Dalam EI-MS.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful