DAYA AKTIF, REAKTIF & NYATA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah tugas mata kuliah Teknik Tenaga Listrik

Disusun oleh : Alto Belly Asep Dadan H Candra Agusman Budi Lukman 0806365343 0806365381 0806365583 0806365513

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2010

DAFTAR ISI
I. PENDAHULUAN II. PEMBAHASAN
2.1. Dasar Teori 2.1.1 Pengertian Daya 2.1.2 Daya Aktif 2.1.3 Daya Reaktif 2.1.4 Daya Nyata 2.1.5 Segitiga Daya 2.1.6 Faktor Daya 2.2 Sifat Beban Listrik 2.2.1 Beban Resistif 2.2.2 Beban Induktif 2.2.3 Beban Kapasitif 2.3 Kompensasi Daya 2.3.1 Metoda Perhitungan Biasa 2.3.2 Metoda Tabel Kompensasi 2.3.3 Metoda Diagram 2.3.4 Metoda Kwitansi PLN 2.3.5 Metoda Segitiga Daya 2.4 Cara Pemasangan Kapasitor 2.4.1 Koneksi Langsung 2.4.2 Koneksi Tidak Langsung

III. PERENCANAAN
3.1 Aplikasi Pada Jaringan Listrik Industri

IV. EVALUASI
4.1 Tanya Jawab

V. KESIMPULAN VI. DAFTAR PUSTAKA VII. BIOGRAFI

PENDAHULUAN
Dengan semakin tingginya tarif listrik, maka tuntutan efisiensi dalam pemakaian daya listrik adalah menjadi pertimbangan utama. Efisiensi penggunaan daya listrik dipengaruhi oleh banyak faktor. Diantaranya adalah kualitas daya listrik. Kualitas daya listrik sangat dipengaruhi oleh penggunaan jenis-jenis beban tertentu yang mengakibatkan turunnya efisiensi. Jenis-jenis beban yang mempengaruhi kualitas daya listrik adalah beban-beban induktif, seperti; motor induksi, kumparan, ballast, lampu TL. Demikian juga beban-beban non linier seperti; konverter dan inverter untuk drive motor, mesin las, furnace, komputer, ac, tv, lampu TL dan lain-lain. Baban-beban induktif akan menurunkan faktor daya sehingga dapat menyebabkan denda apabila faktor daya kurang dari 0.85 lag, sedangkan beban-beban non linier tersebut menimbulkan harmonisa yang dampaknya akan mempengaruhi kualitas daya, sehingga menimbulkan kerugian - kerugian. Kerugian yang disebabkan oleh harmonisa umumnya adalah berupa : - Panasnya mesin-mesin listrik karena rugi histerisis dan arus eddy meningkat - Turunnya torsi motor yang diakibatkan oleh harmonisa urutan negatif - Kegagalan fungsi relay (kadang-kadang trip sendiri) sehingga mengganggu kontinuitas produksi - Terjadinya resonansi antara kapasitor bank dan generator/trafo yang dapat menyebabkan gangguan-gangguan pada sistem. - Turunnya efisiensi sehingga menyebabkan rugi daya. - Kesalahan pembacaan pada meter-meter listrik konvensional seperti kwh meter (tidak berbasis thrue RMS) - Panasnya trafo sehingga menurunkan efiensi maupun bisa menyebabkan terbakarnya trafo. - Panasnya kabel/kawat netral akibat harmonisa urutan nol sehingga mengganggu sistem instalasi Sedangkan gangguan lain adalah gangguan yang disebabkan karena adanya fluktuasi pemakaian beban, terutama untuk beban-beban yang bersifat on/off seperti crane, furnace, pompa, welding dll. Gangguan ini dapat mengakibatkan kerusakan-kerusakan antara lain adalah; - Kerusakan pada sistem instalasi, - Terganggunya peralatan lain, - Terputusnya suplai daya, - Lepas sinkron, Kerusakan pada prime mover generator, terutama Diesel genset dengan pembebanan sampai 80%, sehingga pada akhirnya akan memperpendek usia pemakaian, seringnya maintenance dan akan memakan biaya pemeliharaan yang cukup besar. Untuk mendapatkan kualitas tenaga listrik yang baik, maka perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan kualitas daya.

1 Dasar Teori 2. daya merupakan jumlah energi yang digunakan untuk melakukan kerja atau usaha. Satuan daya aktif adalah Watt.2 Daya Aktif Daya aktif (Active Power) adalah daya yang terpakai untuk melakukan energi sebenarnya. Dari 2. Daya reaktif adalah jumlah daya yang diperlukan untuk pembentukan medan magnet. I . Tegangan dinyatakan dalam V dan Arus dinyatakan dalam I.1. Sedangkan Watt merupakan unit daya listrik dimana 1 Watt memiliki daya setara dengan daya yang dihasilkan oleh perkalian arus 1 Ampere dan tegangan 1 Volt.3 Daya Reaktif pembentukan medan magnet maka akan terbentuk fluks medan magnet. Misalnya energi panas.PEMBAHASAN 2.1. Daya listrik biasanya dinyatakan dalam satuan Watt atau Horsepower (HP). mekanik dan lain – lain. Contoh daya yang menimbulkan daya reaktif adalah transformator. VL. Satuan daya reaktif adalah Var.1 Pengertian Daya Daya adalah energi yang dikeluarkan untuk melakukan usaha. Dalam sistem tenaga listrik. sehingga besarnya daya dinyatakan : P=VxI P = Volt x Ampere x Cos φ P = Watt Gambar 1 Arah aliran arus listrik 2. motor. cahaya. Cos φ Daya ini digunakan secara umum oleh konsumen dan dikonversikan dalam bentuk kerja. IL . Daya dinyatakan dalam P. Cos φ P = 3 .1. . lampu pijar dan lain – lain. Horsepower merupakan satuan daya listrik dimana 1 HP setara 746 Watt atau lbft/second. P = V.

Q = V. IL.1. VL.4 Daya Nyata Daya nyata (Apparent Power) adalah daya yang dihasilkan oleh perkalian antara tegangan rms dan arus rms dalam suatu jaringan atau daya yang merupakan hasil penjumlahan trigonometri daya aktif dan daya reaktif. reaktif dan semu S = P + jQ. I Sin φ S1φ = V.Sin φ Q = 3 . I Sin φ maka : S1φ = V. maka dapat diturunkan persamaannya seperti di bawah ini : φ .I. Gambar 2 Penjumlahan trigonometri daya aktif.I Cos φ Q = V. I. I S1 φ = V. mempunyai nilai/ besar dan sudut S=S φ φ S = √P2 + √Q2 S = P + jQ Dari gambar 2 terlihat bahwa P = V. Sin φ 2. Cos φ + j V. (Cos φ + j Sin φ) S1φ = V. I * Sedangkan untuk rangkaian tiga phasa mempunyai 2 bentuk hubungan yaitu : φ Untuk mendapatkan daya satu phasa. ej S1 φ = V. I. Satuan daya nyata adalah VA. I.

untuk mendapatkan daya tiga phasanya maka dapat digunakan rumus : .Hubungan Wye (Y) Gambar 3 Hubungan bintang dimana : VRS = VRT = VST = VL . maka akan berlaku hubungan : IL = I P VL = 3 VP Hubungan Delta (∆) Gambar 4 Hubungan delta Di mana : IRS = IST = ITR = IP . Tegangan phasa IR = IS = IT = IL (IP) . Arus phasa /Arus saluran Bila IL adalah arus saluran dan IP adalah arus phasa. I P Dari kedua macam rangkaian di atas. Arus saluran VRS = VST = VTR = VL (VP) . Arus phasa IR = IS =IT = IL . Tegangan antar phasa Bila VL adalah tegangan antar phasa dan VP adalah tegangan phasa maka berlaku hubungan : VL = VP IL = 3 . Tegangan antar phasa VRN = VSN =VTN = VP .

Tan φ = Daya Reaktif (Q) / Daya Aktif (P) = kVAR / kW karena komponen daya aktif umumnya konstan (komponen kVA dan kVAR berubah sesuai dengan faktor daya). Faktor daya yang bagus apabila bernilai mendekati satu.6 Faktor Daya Faktor daya (Cos ) dapat didefinisikan sebagai rasio perbandingan antara daya aktif (Watt) dan daya nyata (VA) yang digunakan dalam sirkuit AC atau beda sudut fasa antara V dan I yang biasanya dinyatakan dalam cos φ .1. VL. Active Power dan Reactive Power) berdasarkan prinsip trigonometri. rating kapasitor yang dibutuhkan untuk memperbaiki faktor daya sebagai berikut : Daya reaktif pada pf awal = Daya Aktif (P) x Tan φ1 Daya reaktif pada pf diperbaiki = Daya Aktif (P) x Tan φ2 sehingga rating kapasitor yang diperlukan untuk memperbaiki faktor daya adalah : Daya reaktif (kVAR) = Daya Aktif (kW) x (Tan φ1 . IL 2.I Cos φ / V.Tan φ2) φ . Gambar 4 Diagram faktor daya dimana berlaku hubungan : S = √P2 + √Q2 P = S / Cos φ Q = S / Sin φ 2.1.I = Cos φ Faktor daya mempunyai nilai range antara 0 – 1 dan dapat juga dinyatakan dalam persen. Faktor Daya = Daya Aktif (P) / Daya Nyata (S) = kW / kVA = V.5 Segitiga Daya Segitiga daya merupakan segitiga yang menggambarkan hubungan matematika antara tipetipe daya yang berbeda (Apparent Power. maka dapat ditulis seperti berikut : Daya Reaktif (Q) = Daya Aktif (P) x Tan φ sebuah contoh.S(3) = 3 .

Akibat menurunnya pf maka akan timbul beberapa persoalan diantaranya : # Membesarnya penggunaan daya listrik kWH karena rugi – rugi # Membesarnya penggunaan daya listrik kVAR # Mutu listrik menjadi rendah karena jatuh tegangan (voltage drops) Denda atau biaya kelebihan daya reaktif dikenakan apabila jumlah pemakaian kVARH yang tercatat dalam sebulan lebih tinggi dari 0. Kapasitor menyuplai kVAR dan melepaskan energi reaktif yang dibutuhkan oleh induktor.62 jumlah kWH pada bulan yang bersangkutan sehingga pf rata – rata kurang dari 0. Jika pf lebih kecil dari 0. .Beberapa keuntungan meningkatkan faktor daya : # Tagihan listrik akan menjadi kecil (PLN akan memberikan denda jika pf lebih kecil dari 0.85.85 maka kapasitas daya aktif (kW) yang digunakan akan berkurang. Kapasitas itu akan terus menurun seiring dengan menurunnya pf sistem kelistrikan. reaktif dan kapasitansi Seperti terlihat pada gambar 5.85) # Kapasitas distribusi sistem tenaga listrik akan meningkat # Mengurangi rugi – rugi daya pada sistem # Adanya peningkatan tegangan karena daya meningkat. sedangkan perhitungan kelebihan pemakaian kVARH dalam rupiah menggunakan rumus sebagi berikut : Kelebihan pemakaian kVARH = [ B – 0. Ini menunjukan induktansi dan kapasitansi mempunyai beda fasa 180°. daya reaktif yang dibutuhkan oleh induktansi selalu mempunyai beda fasa 90° dengan daya aktif.62 ( A1 + A2 )] Hk dimana : B = pemakaian kVARH A1 = pemakaian kWH WPB A2 = pemakaian kWH LWBP Hk = harga kelebihan pemakaian kVARH Gambar 5 Hubungan daya aktif.

segitiga daya menunjukan faktor daya 0. Pada gambar 6. # Memasang kapasitor pada jaringan AC untuk menurunkan medan dari daya reaktif. Energi listrik digunakan berbanding lurus dengan biaya produksi yang dikeluarkan. sehingga mengurangi rugi – rugi. pemasangan kapasitor dapat menghindari : # Trafo kelebihan beban (overload). Selain itu. dengan pengaturan daya tumpuk kapasitor (Capasitor Bank) otomatis # Kontaktor. Motor ini harus dioperasikan sesuai dengan kapasitas rat – ratanya untuk memperoleh faktor daya tinggi. Semakin besar energi listrik yang digunakan maka semakin besar biaya produksi yang dibutuhkan. Meskipun dengan energi efisien motor. dengan jenis yang cocok dengan kondisi jaringan # Regulator. untuk proteksi tumpuk kapasitor. Dengan menggunakan power monitoring system dapat diketahui pemakaian energi listrik dan kondisi energi listrik dari peralatan listrik sehingga menigkatkan efisiensi dari energi listrik yang digunakan dalam pekerjaan dan meminimalkan rugi – rugi pada sistem untuk penyaluran energi listrik yang lebih efisien dari sumber listrik ke beban. Hasilnya terjadi penurunan arus 26% dan faktor daya meningkat menjadi 0.Beberapa strategi untuk koreksi faktor daya adalah : # Meminimalkan operasi dari beban motor yang ringan atau tidak bekerja # Menghindari operasi dari peralatan listrik diatas tegangan rata – ratanya # Mengganti motor – motor yang sudah tua dengan energi efisien motor.95. Dengan memasang 67 kVAR kapasitor. Untuk pemasangan Capasitor Bank diperlukan : # Kapasitor. bagaimanapun faktor daya diperngaruhi oleh beban yang variasi.70 untuk 100 kW (daya aktif) beban induktif. daya nyata akan berkurang dari 142 menjadi 105 kVA. Daya reaktif yang dibutuhkan oleh beban adalah 100 kVAR. untuk switching kapasitor # Pemutus tenaga. sehingga memberikan tambahan daya yang tersedia # Voltage drops pada line ends # Kenaikan arus / suhu pada kabel. .

Gambar 6 Kompensasi daya reaktif Faktor daya terdiri dari dua sifat yaitu faktor daya “leading” dan faktor daya “lagging”. . Faktor daya ini memiliki karakteristik seperti berikut : Faktor Daya “leading” Apabila arus mendahului tegangan. synchronocus generators. seperti capacitor. synchronocus motors dan synchronocus condensor. Faktor daya leading ini terjadi apabila bebannya kapasitif. maka faktor daya ini dikatakan “leading”.

Gambar 7 Faktor daya “leading” Gambar 8 Segitiga daya untuk beban kapasitif Faktor Daya “lagging” Apabila tegangan mendahului arus. AC dan transformator. Gambar 9 Faktor daya “lagging” . maka faktor daya ini dikatakan “lagging”. seperti motor induksi. Faktor daya lagging ini terjadi apabila bebannya induktif.

maka sifat beban hanya bersifat resistif murni. contoh : lampu pijar. induktor dan transformator. karena frekuensi sumber DC adalah nol.2. Bila sumber listrik AC maka beban dibedakan menjadi 3 sebagai berikut : 2. Reaktansi induktif (XL) akan menjadi nol yang berarti bahwa induktor tersebut akan short circuit.2. Bila sumber listrik DC. contoh : motor – motor listrik. Beban ini menyerap daya aktif (kW) dan daya reaktif (kVAR). Jadi sumber DC akan mengakibatkan beban beban induktif dan beban kapasitif tidak akan berpengaruh pada rangkaian.Gambar 10 Segitiga daya untuk beban induktif 2. Beban ini mempunyai faktor daya antara 0 – 1 “lagging”.2 Beban Induktif Beban induktif adalah beban yang mengandung kumparan kawat yang dililitkan pada sebuah inti biasanya inti besi. Beban ini hanya menyerap daya aktif dan tidak menyerap daya reaktif sama sekali. Tegangan mendahului arus sebesar φ°. Secara matematis dinyatakan : R=V/I Gambar 11 Arus dan tegangan pada beban resistif 2.1 Beban Resistif Beban resistif yang merupakan suatu resistor murni. Secara matematis dinyatakan : . Reaktansi kapasitif (XC) akan menjadi tak berhingga yang berarti bahwa kapasitif tersebut akan open circuit. pemanas.2 Sifat Beban Listrik Dalam suatu rangkaian listrik selalu dijumpai suatu sumber dan beban. Tegangan dan arus se-fasa.

cara – cara yang biasa digunakan adalah sebagai berikut : 2. Beban ini menyerap daya aktif (kW) dan mengeluarkan daya reaktif (kVAR). tegangan dan GGL induksi-diri pada beban kapasitif 2. Power factor lama (Cos θ1) dan Power factor baru (Cos θ2).3.3 Beban Kapasitif Beban kapasitif adalah beban yang mengandung suatu rangakaian kapasitor. tegangan dan GGL induksi-diri pada beban induktif 2.3 Kompensasi Daya Terdapat beberapa cara untuk melakukan koreksi daya reaktif.XL = 2πf. Secara matematis dinyatakan : XC = 1 / 2πfC Gambar 13 Arus. Arus mendahului tegangan sebesar φ°.L Gambar 12 Arus. Beban ini mempunyai faktor daya antara 0 – 1 “leading”. Daya yang diperoleh dari persamaan : S = P / Cos θ1 keterangan : S = Daya nyata (kVA) P = Daya aktif (kW) Daya reaktif dari pf lama dan pf baru diperoleh dari persamaan : QL = P Tan θ1 QB = P Tan θ2 keterangan : QL = Daya reaktif pf lama (kVAR) QB = Daya reaktif pf baru (kVAR) .1 Metoda Perhitungan Biasa Data yang diperlukan antara lain adalah daya aktif (kW).2.

95 lag Perhitungan : Cos θ1 = 0.Tan θ1 = 1. Tegangan 20 kV. 50 Hz.3.5 ----------------------------.95 ---------------------------. tabel ini menyajikan suatu data dengan input faktor daya mula – mula sebesar Cos θ1 dan faktor daya yang diinginkan Cos θ2 maka besarnya faktor pengali dapat dilihat melalui tabel kompensasi.Tan θ2 = 0.Tan θ2 ] QC = 11 x 106 [ 1.732 Cos θ2 = 0. Cos θ1 = 0. Cos θ2 = 0.Daya reaktif yang dikompensasi oleh capacitor bank adalah : QC = QL .5 P = 11 MVA maka : QC = QL .3287 P = S Cos θ1 P = 22 x 106 x Cos 0. 3 Phasa.QB QC = P [ Tan θ1 . 4363 MVAR 2.732 – 0. Berikut data tabel kompensasi : .QB keterangan : QC = Daya yang dikompensasi kapasitor (kVAR) contoh perhitungan : Data yang diketahui : Daya nyata 22 MVA.5 lag.3287 ] QC = 15.2 Metoda Tabel Kompensasi Untuk menghitung besarnya daya reaktif dapat dilakukan melalui tabel kompensasi.

95 lag perhitungan : Dari nilai Cos θ1 = 0.95 lag yang diinginkan maka dilihat dalam Tabel . Tegangan 20 kV.Tabel 1 Cos θ Untuk Kompensasi dengan kasus yang sama tetapi diselesaikan dengan Tabel Cos θ Untuk Kompensasi. 50 Hz.5 lag sebelum dan Cos θ2 = 0. 3 Phasa. Cos θ1 = 0.5 lag. Cos θ2 = 0. Data semula adalah : Daya nyata 22 MVA.

Ditunjukkan dalam gambar 14. power faktor 0.4 P = 15.Tan θ2 ] Sebagai contoh. yaitu : P = 11 MVA x faktor pengali P = 11 MVA x 1.8 lag sebelum diberi kapasitor bank.3 Metoda Diagram Dalam menentukan besarnya kapasitor yang dibutuhkan diperlukan diagram sebelum kompensasi dan sesudah kompensasi.3. Maka kapasitas kapasitor bank yang terpakai dapat dihitung sebagai berikut : Perhitungan : Sebelum kompensasi : . Maka besar daya kapasitor yang diperlukan adalah : QC = kW [ Tan θ1 . Besarnya daya yang terpakai sekitar 845 kVA.9 lag. Kemudian tentukan nilai beban daya aktif : P = S Cos θ1 P = 22 x 106 x Cos 0.4 MVAR Dari hasil perhitungan yang berbeda didapat diperoleh hasil yang sama. Daya total yang didapatkan dari PLN sebesar 1100 kVA tidak terpakai semua oleh beban. sebelum ada perbaikan power Gambar 14 Diagram daya untuk menentukan daya kapasitor faktor.Cos θ nilainya adalah 1. dengan θ1 dan setelah dilakukan perbaikan sesuai yang diinginkan ditunjukkan dengan θ2. diinginkan power faktor diperbaiki menjadi 0. 2.5 P = 11 MVA setelah nilai beban aktif diketahui maka tinggal dikalikan dengan hasil pengali yang diperoleh dari Tabel Cos θ.4.

4 Metoda Kwitansi PLN Metoda ini memerlukan data dari kwitansi PLN selama satu periode (misalnya 1 tahun).8 lag ---------------------------. Maka diperlukan capasitor bank dengan nilai : QC = kVARH tertinggi / waktu pemakaian QC = 63.Sin θ2 = 0.Q2 QC = 660 – 484 QC = 176 kVAR ≈ 200 kVAR 2. membayar denda pemakaian kVARH tertinggi pada tahun yang lalu untuk 63504 kVARH. 2. Daya nyata 1790 kVA. Contoh : Suatu pabrik yang beroperasi 8 jam/hari.S = 1100 kVA Cos θ1 = 0.3.9 lag Perhitungan : Kerugian (kVARH)1 = √S2 . Kemudian data penghitungan diambil dari pembayaran denda kVARH yang tertinggi.√12532 Q1 = 1278.504 kVARH / 8 jam x 30 hari QC = 264.6 kVAR.44 Q2 = S x Sin θ2 Q2 = 1100 x 0.Sin θ1 = 0. Bila diinginkan Cos θ2 = 0. Perhitungan metoda ini dilakukan dengan segitiga daya. Cos θ2 = 0.√P2 Q1 = √17902 . Contoh : Daya aktif = 1253 kW.9 lag maka besarnya .5 Metoda Segitiga Daya Metoda ini dipakai jika data yang diketahui adalah Daya aktif (P) dan Daya nyata (S).3.6 Q1 = S x Sin θ1 Q1 = 1100 x 0. 32 kVAR data Q1 merupakan daya reaktif sebelum diperbaiki. Data lain yang diperlukan adalah jumlah pemakaian.44 Q2 = 484 kVAR Kapasitas kapasitor bank adalah : QC = Q1.6 Q1 = 660 kVAR Sesudah kompensasi : S = 1100 kVA Cos θ2 = 0.9 lag ---------------------------.

08 kVAR Jadi.P2 adalah : P2 = P1 / 0.08 QC = 153.2 Koneksi Tidak Langsung Metoda ini digunakan apabila terdapat beban induktif yang bervariasi besarnya di dalam suatu sistem distribusi listrik. contohnya pada motor – motor besar dengan power faktor yang jelek dan beroperasi dalam jangka waktu yang panjang.22 kW sehingga daya reaktif yang baru adalah : Q2= √S2 . Metoda ini memiliki keuntungan yaitu menghemat biaya dan tidak memerlukan regulator untuk mengatur kapasitor saat masuk dan keluar. .9 P2 = 1392.√1392. besarnya kapasitas kapasitor yang dibutuhkan adalah : QC = Q1.√P2 Q2= √17902 .Q2 QC = 1278. Kapasitor dipasang paralel dengan beban dan dihubungkan dengan kontaktor/switch ON/OFF bersama – sama dengan beban. sehingga harus dipasang suatu alat pengatur power faktor yang diinginkan. Alat ini dinamakan automatic power factor regulator (APFR) yang dapat diatur secara manual atau otomatis.32 – 1125.4. Beban yang berubah akan menyebabkan suatu over compensation.4 Cara Pemasangan Kapasitor Metoda pemasangan kapasitor dapat dibedakan menjadi 2 cara pemasanga. Gambar 15 Kapasitor dipasang secara direct connetion 2.222 Q2= 1125. yaitu : 2.1 Koneksi Langsung Metoda ini digunakan pada beban – beban yang besar dan mantap.4.9 P2 = 1253 / 0. 24 kVar ≈ 150 kVAR 2. Pada metoda ini kapasitor dipasang paralel dengan dengan distribution panel atau biasanya dipasang paralel dengan main distribution panel (MDP).

Gambar 16 Kapasitor dipasang secara indirect connection .

1 Aplikasi Pada Jaringan Listrik Industri .PERENCANAAN 3.

.

.

.

Biaya Pemakaian (kWH): Adalah biaya pemakaian energi. seperti diketahui. I-4 untuk tanur busur dan I-5 Biaya Beban dihitung berdasarkan pembacaan kVA Max. hal.12). Besarnya pajak juga ditentukan oleh Perda. hal. jika faktor daya rata-rata bulanan pelanggan kurang dari 0.1 Tanya Jawab 4. Besarnya Biaya Kelebihan kVARh ini juga dapat dilihat pada Tabel 3.2. Biaya Kelebihan kVARh: Adalah biaya yang dikenakan untuk pelanggan-pelanggan Golongan Tarif S-4. Pajak Penerangan Jalan (PPJ): Adalah pajak yang dipungut oleh Pemerintah Daerah (Pemda) berdasarkan Peraturan Daerah (Perda). H-3. dihitung berdasarkan daya kontrak (lihat Tabel 3.EVALUASI 4. SS-4. 3. 5.2 4. Untuk golongan tarif tertentu.12) 2. Khususnya untuk golongan tarif H-3. . hal. H-2. 2. Biaya Materai: Besarnya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Biaya Beban: Adalah biaya yang besarnya tetap. dihitung berdasarkan jumlah pemakaian energi yang diukur dalam kWh (lihat juga Tabel 3. Pemakaian WBP dan pemakaian LWBP (lihat juga Tabel 3. Biaya Pemakaian Trafo/Sewa Trafo: Adalah biaya yang dikenakan untuk pelanggan tertentu.85 induktif. 6.2. Untuk golongan tarif R-2 Biaya Pemakaian dihitung berdasarkan sistem blok (lihat hal 10).2. Komponen ini disetorkan ke Kas Pemda.1 Bagaimanakah cara menghitung rekening listrik? Jelaskan! Jawab : Rekening listrik. I-5 dan G-2.12). I-3. Ada beberapa komponen dalam menghitung rekening listrik: 1. U-3. dan masuk sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD). merupakan biaya yang wajib dibayar pelanggan setiap bulan. yang tidak dapat menyediakan trafo sendiri.1. I-4. pemakaian energi ini dipilih menjadi dua bagian yaitu: 1.

00 11.260.00 ke atas LWBP= 117.200VA 2.3 Usaha Besar Sambungan Sementara TM 187.060.00 TR - 150.50 5.00 TR - 150.00 59.080.3 Tangga Menengah Rumah 9.1 Tangga Kecil Rumah 7.1 2.00 150.00 125.320.00 ke atas 250 VA s/d 2.005 47.00 ke atas LWBP=1 44. S .2 Pemakai Sangat Kecil Badan Sosial Kecil Badan Sosial Sedang Badan Sosial Besar TR TR Bata Daya Biaya Kelebihan Biaya Pemakai Pem.50 5.4 Tangga Besar 10. S .180.00 43. R .200 3.00 TR - 200.020.00 Badan Sosial Besar.Tabel 3.360.2 Tangga Sedang Rumah 8.2 TR - 200. R .00 TR - 150.50 kVA WBP=24 201 kVA 0.640.00 Va 2.00 ke atas LWBP= 178. S .00 200kVA WBP=15 201 kVA 8.020.00 66.50 6.00 125.00 12.00 77.3 TR 4.00 78.00 VA 6601 VA 8.50 WBP=19 201 kVA 4. Dikelola 5.$ TM s/d 200 *) VA 250 VA s/d 2.980.00 31.201 VA s/d 4. U .00 *2) 500VA 501 VA s/d 4.00 239.1 Usaha Kecil Usaha Sedang TM 149. R . BP Beban UJL an kVARH (RP/VA (Rp/kVA (RP/VA) (Rp/kW (Rp/kVAR ) ) H) H) *5) *6) *9) 3.2Tarif Dasar Listrik 1994 Golon Sambung Penjelasan gan an No.00 56.201 VA s/d 200 7. SS .00 56.4 TR - - - . U .200 6.00 124.00 *3) 2.00 - 200. U .00 13.00 58.00 622.50 125.00 309.00 45.00 179.600 8. R . S .00 227.00 76.00 105. Golongan TR/TM/T Tarif T Tarif 1.4 Swasta.201 VA s/d 6.00 250 VA s/d 3. Untuk Komersial Rumah 6.00 TR - 200.760.50 VA 2. U .

00 118.00 93. H .00 132.00 134.760. G . H .00 43.500.2 TR 19.Pada WBP = Rp.1 Kantor Pemerintah Gedung Kantor 23.00 LWBP kVA =125.00 WIB) LWBP : Luar Waktu Beban Puncak (Pukul 18.00 *4) keatas 30.50/kWh >60 jam nyala per bulan = Rp.00 3.100. H .300.00 450 VA s/d 2.00 41.200 4.00 5.50/kWh Untuk pemakaian > 350 jam nyala per bulan : WBP = LWBP = Rp.00 164.00 -22. I . 109.00 39.3 TM 17.00 TR - *8) *9) 1 *2) s/d 60 jam nyala per bulan = Rp.005 48..50/kWh *3) s/d 60 jam nyala per bulan = Rp. 142.00/kWh *4) Untuk pemakaian < 350 jam nyala per bulan : .00 4. I . I .00 80.060.00/kWh >60 jam nyala per bulan = Rp. G .00 171.50 165.50/kWh *5) Dengan faktor daya kurang dari 0.080.400.00 125. 147.50 VA 2.00 200.Pada LWBP = Rp. I .00/kWh .150.00) BP : Biaya Penyambungan UJL : Uang Jaminan Langganan TR : Tegan gan Rendah (220 V/380 V) .600. Per Bulan 2.50 201 kVA 5.220.50 114.00 6.750.550. 117.00 TR TM 250 VA s/d 99 4.000 kVA ke 4.85 (rata-rata per bulan ) WBP : Waktu Beban Puncak (Pukul 22.00 125.50 atas 250 VA s/d 200 8.14.00 188.00-18.1 Perhotelan Kecil Perhotelan Sedang Perhotelan Besar Industri Rumah Tangga Industri Kecil Industri Sedang Industri Menengah Industri Besar TR 15. 81.500.00 kVA 100 kVA s/d 200 6.00 ke atas LWBP= 130.50 kVA WBP=17 201 kVA 6.760.00 109.9 4.4 21.00 - *7) 70.780.00 21.00 kVA WBP=21 201 kVA 2.50 s/d 200 5. 96.750.00 171.00 5.00 125.00 122.2 Pemerintah Besar Peneranga 24. I .00 25.5 TM TT Gedung 22. J Jalan Umum KETERANGAN : No Gol Batas Tarif Daya 60 75 100 S-1 *) 125 150 175 200 Harga Langganan Rp.201 VA s/d 13.00 - 150.560.50 kVA WBP=16 14 kVA 9.00 6.00 - *7) 46.2 TR 16.00 41.00 100. 117.00 ke atas LWBP= 157.1 TR 18.00 - 200.00 200.00 62.50 4.3 TR 20.00 2.

Stand kWh - . 5. 9. PLN (PERSERO) itu dapat dilihat pada Tabel 3.3 Tuan Singgodimedjo pelanggan tarif R2 dengan daya tersambung 2200 VA. 13.1.2 Sebutkan golongan pelanggan menurut PT.TM : Tegangan Menengah (20kV) TT : Tegangan Tinggi (150 kV) 4. 15. 2. maka kita mengenal ada 24 golongan pelanggan PT. GOLONGAN TARIF S-1 S-2 S-3 S-4 SS .1 di bawah ini. 20.000 kVA KEATAS 250 VA S/D 200 kVA 201 KVA KEATAS 4. 7. 17. 14. 11. 22. 24 golongan pelanggan PT. 10. 3.9 kVA 14 kVA S/D 200 kVA 201 kVA KEATAS 30. Secara lengkap. 18. 4. PLN (PERSER). 19. 6.4 R-1 R-2 R-3 R-4 U-1 U-2 U-3 U-4 H-1 H-2 H-3 I-1 I-2 I-3 I-4 I-5 G-1 G-2 J PENJELASAN PEMAKAI SANGAT KECIL BADAN SOSIAL KECIL BADAN SOSIAL SEDANG BADAN SOSIAL BESAR BADAN SOSIAL BESAR DIKELOLA SWASTA UNTUK KOMERSIAL RUMAH TANGGA KECIL RUMAH TANGGA SEDANG RUMAH TANGGA MENENGAH RUMAH TANGGA BESAR USAHA KECIL USAHA SEDANG USAHA BESAR SAMBUNGAN SEMENTARA PERHOTELAN KECIL PERHOTELAN SEDANG PERHOTELAN BESAR INDUSTRI RUMAH TANGGA INDUSTRI KECIL INDUSTRI SEDANG INDUSTRI MENENGAH INDUSTRI BESAR GEDUNG PEMERINTAH KECIL/SEDANG GEDUNG PEMERINTAH BESAR PENERANGAN JALAN UMUM SISTEM TEGANGAN TR TR TR TM TM TR TR TR TR TR TR TM TR TR TR TM TR TR TR TM TT TR TM TR BATAS DAYA S/D 200 VA 250 VA S/D 2200 VA 201 kVA KEATAS 201 kVA KEATAS 201 kVA KEATAS 250 VA S/D 200 VA 501 VA S/D 2200 VA 2201 VA S/D 6600 VA 6601 VA KEATAS 250 VA S/D 2200 VA 2201 VA S/D 200 kVA 201 kVA KEATAS 250 VA S/D 99kVA 100kVA S/D 200 kVA 201 kVA KEATAS 450 VA S/D 2200VA 2201 VA S/D 13.1. 8. 21. NO 1. 16. 12. PLN (PERSERO)? Jawab : Berdasarkan Golongan Tarif Tenaga Listrik itu. 24. 23.

= Rp.-/kVA = Rp.760.- 3.. 103.4.5. Berapa rekening listrik yang harus dibayar untuk periode tersebut? Jawab : Pemakaian Kwh = Stand meter akhir .50 = 132 x Rp. 12. 103.147. 82. 5.375.= (691 .020. 107.Biaya Beban = Biaya Pemakaian = Rp.- Rekening Listrik Pelanggan Tarif R-2 milik Tuan Singgodimejo .760. 12.020. 82.2 kVA x Rp.Stand meter yang lalu = 70016 .175. 3. 4. 96.50 = Rp.845.69325 = 691 kWh 1. 8. Pajak Penerangan Jalan = 3 % x Rp.dibulatkan = Rp. Biaya Materai = Rp.dibulatkan = Rp.173.844. 8.= Rp.pemakaian Blok I) x Rp. Biaya Beban = 2200 VA x Rp.738.00.147.- = Rp.-/kVA = 2. Biaya Pemakaian Blok II=(Pemakaian Total . 4.740.115. Biaya Pemakaian Blok I = 60 jam x 2. dan yang dicatat bulan sebelumnya adalah 069325.Total rekening yang harus dibayar = Rp. 96. dibulatkan 2..2 x Rp.Meter yang dicatat pada akhir Pebruari 93 adalah 070016.132) x Rp.

936) x 800 kWh = kWh LWBP= (3531 . Pajak Penerangan Jalan = 3 % x Rp.664.= Rp.200 kWh 52.kWh .62 x 60. 10.800 kWh 60.400.50 =Rp. 9. 142. 291.20 dibulatkan 6.3465) x 800 kWh = kWh Total= 7. Sewa Trafo = 329 kVA x Rp.800 x Rp.140.50. Beban = 329. Biaya materai Total Rekening Yang harus Dibayar = Rp. dengan daya 329 kVA dipasok dengan tegangan 380 V/220 V (sewa trafo).kelebihan pemakaian kVARh = 6.=Rp.Rp. 1225.022.822.000 kVARh 6. 9.5.142.724.740.1. 291.1.- .200 x Rp.4 PT Maju Mundur.-/kVA 7. 2.=Rp.000.724.800 kVARh 1.Meter adalah 800.000 kWh 44. 2.=Rp.915.204.1475) x 800 kVARh = Pemakaian kVARh = (44.kVARh . 4.800 x Rp.= Rp. 1.200 kWh + 52.- Biaya Beban + Biaya Pemakaian +Biaya kelebihan kVARh = Rp.-/VA Pemakaian kWh LWBP = 52. 117.000) kVARh= 7.1. pelanggan PT. 3.Meter : stand yang lalu = 03465 *) stand akhir = 03531 **) : stand yang lalu = 00936 *) stand akhir = 00945 **) stand yang lalu = 01475 *) stand akhir = 01530 **) Faktor meter untuk kWh .Meter dan kVARh .000 VA x Rp. Berapa rekening listrik yang harus dibayar untuk periode tersebut? *) Lihat rekening bulan sebelumnya **) Dibaca pada pengukur bulan ini Jawab : Pemakaian Pemakaian Pemakaian Pemakaian Kelebihan Biaya Biaya Biaya Biaya kWh WBP = (945 .-/kVA Pemakaian kWh WBP = 7. 833. 5.4.450.0.Meter seperti berikut: .800 kWh = kVARh = (1530 .000. 806.Meter : LWBP : WBP . Data pencatatan stand kWh .000 .Meter dan kVARh .= Rp. PLN (PERSERO) tarif I-4.724.725.050.6.000.060.

1. induktif dan kapasitif ? Jawab : Kelebihan Pemakaian Beban Resistif Tegangan dapat diatur Mengurangi overload Beban Induktif Menyerap daya aktif Menyerap daya reaktif Menghemat daya aktif Beban Kapasitif Menyerap daya aktif Mengeluarkan daya reaktif Meningkatkan pf Mengurangi kerugian . Maju Mundur 4.Rekening listrik pelanggan tarif ganda untuk tarif 1-4 dengan sewa trafo milik PT.5 Jelaskan kelebihan dan kekurangan pemakaian beban resistif.

Kekurangan Pemakaian Beban Resistif Menyebabkan panas Kenaikan arus/suhu kabel Menyebabkan overload Beban Induktif Menyebabkan harmonik Tegangan menjadi unstable Beban Kapasitif Pemborosan daya aktif Efisiensi menurun Menyebabkan drop tegangan Merusak faktor daya .

Dalam segi tiga siku-siku. Q adalah garis tegak dihadapan sudut dan S adalah garis sisi miring dan mengapit sudut. Daya aktif dilambangkan oleh huruf P dan diukur dalam satuan W (Watt). P adalah garis mendatar yang mengapit sudut. baik dihamburkan.KESIMPULAN Energi yang disipasi atau dihamburkan oleh beban disebut sebagai daya aktif. Energi total dalam rangkaian arus bolak-balik. diserap ataupun yang kembali disebut sebagai daya semu.Ketiga jenis daya secara trigonometri terkait satu sama lain. Daya semu dilambangkan dengan huruf S dan diukur dalam satuan VA (Volt-Amps).Energi hanya terserap dan kembali ke sumbernya karena sifat beban yang reaktif ini maka disebut sebagai daya reaktif. Sudut yang diapit garis adalah sudut phasa rangkaian impedansi (Z). Daya reaktif dilambangkan dengan huruf Q dan diukur dalam satuan VAR (Volt-Amps-reaktif). .

A.id/pln [2]. www.net.plnjaya. 2007. 2000. Tinus. Distribusi dan Utilisasi Tenaga Listrik. Studi Pengaruh Capasitor Bank Switching Terhadap Kualitas Daya Listrik Di Gardu Induk Waru PLN P3B.. Instalasi Motor.DAFTAR PUSTAKA [1]. 2000. Sumardjati.co. Kadir. . A. [5].id/pelayanan [3]. Surabaya : Universitas Kristen Petra.. PUIL 2000 [4].. P. Bandung : POLBAN. [6]. www. Indo. Jakarta : UI – Press.

BIOGRAFI Alto Belly Asep Dadan H NO PICTURE Budi Lukman Candra Agusman .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful