DAFTAR OBAT ESSENSIAL NASIONAL (DOEN

)

Drs. WAKIDI. Apt. MSi
DEPARTEMEN FARMAKOLOGI DAN TERAPEUTIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

PENGERTIAN DOEN: Berdasarkan Keputusan Mentri Kesehatan RI No 791/Menkes/ SK/VIII/2008: Daftar Obat Essensial Nasional(DOEN), merupakan daftar obat terpilih yang paling dibutuhkan dan yang harus tersedia di Unit Pelayanan Kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.

Konsep Obat Essensial: Konsep Obat Essensial di Indonesia mulai diperkenalkan dengan dikeluarkannya Daftar Obat Essensial Nasional (DOEN) yang pertama tahun 1980, dan dengan terbitnya Kebijakan Obat Nasional pada tahun 1983. DOEN direvisi secara berkala setiap 3-4 tahun. DOEN yang terbit sekarang ini merupakan revisi tahun 2008.

Obat Essensial Nasional: Obat essensial adalah obat terpilih yang paling dibutuhkan untuk pelayanan kesehatan, mencakup upaya diagnosis, profilaksis, terapi dan rehabilitasi, yang diupayakan tersedia pada unit pelayanan kesehatan sesuai dengan fungsi dan tingkatnya.

Nama generik adalah nama obat yang berlaku diseluruh dunia. Merupakan komposisi dari obat dengan nama dagang. .DOEN disusun berdasarkan kelas terapi memakai nama generik.

Antipiretik. Anastetik Lokal 2.3. Antipirai 1.2. Antipirai 2. Analgesik Non Narkotik 1. Analgesik Narkotik 1.dst .2. Analgesik.Contoh DOEN 2008: 1.1.1. Anastetik Umum dan Oksigen ………………. Anastetik 2. Aniimflamasi Non Steroid.

m/i. 0.v. ANALGESIK NARKOTIK fentanil Injeksi.dst .05 mg/ml (sebagai sitrat). Sediaan. ANTIPIRETIK ANTIINFLAMASI NON STEROID ANTIPIRAI 1. kotak 5 ampul @2ml Penggunaan Perlu Diperketat Kodein Tab 10 mg.. Kekuatan dan Kemasan) Kemasan) 1. ANALGETIK. btl 250 tab ……….1.KELAS TERAPI.i. NAMA GENERIK FORMULASI RESTRIKSI (Bentuk Sediaan.

OBAT GENERIK PerMenkes RI No : 085 Menkes/ Per/ I/ 1989 tentang kewajiban menuliskan Resep dan / atau menggunakan obat Generik difasilitas pelayanan kesehatan pemerintah. Obat generik adalah Obat dengan nama resmi yang ditetapkan dalam Farmakope Indonesia untuk zat berkhasiat yang dikandungnya. . Obat paten adalah Obat dengan nama dagang dan menggunakan nama yang merupakan milik produsen obat yang bersangkutan.

1. 6. 4. Hal – hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan DOEN adalah : Keuangan dan anggaran RS Penyediaan obat Jaminan kualitas Penyimpanan pada unit unit pelayanan kesehatan Seleksi Peresepan Penyaluran Penggunaan oleh pasien . 8. 7. 3. 2. 5.

Manfaat penggunaan DOEN : Memberi keleluasaan bagi dokter untuk memilih obat yang tepat bagi pasien Rasionalisasi dalam peresepan Menjamin ketersediaan obat bagi masyarakat Memudahkan dokter memilih obat Menyediakan obat dengan harga yang ekonomis dan terjangkau oleh setiap lapisan masyarakat Menghindari tindakan pemberian obat paten tertentu secara terus menerus kepada pasien Memberikan gambaran anggaran pengeluaran obat bagi instansi – instansi seperti RS. 2. 3.1. 5. dll. . 4. 7. Puskesmas. 6.

Apotik wajib menyediakan Obat Esensial dengan nama Generik. Dokter yang bertugas di Instalasi Kesehatan Pemerintah wajib menulis resep obat esensial dengan nama Generik bagi semua pasien. .Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota wajib menyediakan obat esensial dengan nama generik untuk kebutuhan Puskesmas dan Unit Pelaksana Teknis Lain diwilayahnya. Dokter dapat menulis resep untuk diambil diapotik luar Instalasi Kesehatan Pemerintah dalam hal obat Esensial tidak tersedia disana. Instalasi Farmasi Rumah Sakit wajib mengelola obat rumah sakit secara berdaya guna dan berhasil guna.

MSi DEPARTEMEN FARMAKOLOGI DAN TERAPEUTIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA . Apt.UNDANG – UNDANG FARMASI Drs. WAKIDI.

Obat Narkotika ( Daftar O = Opium ) 2. ditetapakan dengan peraturan perundang – undangan.Undang – Undang No. Penguasaan perbekalan kesehatan dibidang Farmasi yang berbahaya. baik dipandang dari sudut kesehatan maupun keamanan umum.Obat Psikotropika ( OKT = Obat keras terbatas) 3. antara lain : 1.7 tahun 1963 tentang Farmasi : Pasal 6. berbahaya) 4.Obat bebas terbatas ( Daftar W = Waarschuwing.Obat bebas .Obat Keras ( Daftar G = Gevaarlijk. waspada) 5.

SK Menkes No. yaitu program pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan. maka ditunjang dengan sarana yang dapat meningkatkan pengobatan sendiri secara tepat. Untuk itu maka keluar SK Menkes RI yaitu : a.925 / Menkes / Per/ X /1993 tentang daftar perubahan golongan obat No 1. aman dan rasional. yaitu perubahan beberapa jenis obat Daftar G menjadi Obat Daftar W .Dalam rangka Pengobatan Sendiri ( Self Medication).

yaitu beberapa jenis obat Daftar G yang dapat diserahkan oleh Apoteker di apotik tanpa resep Dokter. Obat Psikotropika ( OKT = Obat Keras Terbatas) 3. Disebut juga Obat G No 1. Sk Menkes No 924/ Menkes/ Per / X/ 1993 tentang obat wajib apotik No 2. Penggolongan Obat berubah menjadi : 1. SK Menkes No 347/ Menkes/ SK/VII/1990 tentang Obat wajib apotik 1. Obat wajib Apotik ( G No 1 dan G No 2 ) 5. Obat Bebas.b. c. Obat Keras ( Daftar G ) 4. Obat Narkotika ( Daftar O ) 2. .

ketepatan penggunaan dan pengamanan distribusi obat. Obat bebas terbatas dan Obat wajib Apotik dimaksudkan Pemerintah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menolong dirinya sendiri guna mengatasi masalah kesehatan ( Self Medication ) . Obat bebas.Tujuan Penggolongan Obat adalah untuk meningkatkan keamanan.

1. Obat Bebas Obat bebas adalah obat – obat yang telah digunakan dalam pengobatan secara ilmiah ( modern ) dan tidak mempunyai bahaya yang menghawatirkan. SK Menkes RI No 2380/ A/ SK/ IV/1983. Tanda obat bebas adalah Lingkaran Hijau dengan garis tepi berwarna hitam tertera pada kemasan obat tersebut. . berlaku efektif tanggal 15 juni 1983.

Contoh Obat Bebas : 1. Minyak Kayu Putih 3. Rivanol Oplosing 4. Tjing Tjau Balsem 2. Vitamin B1 Tab. Vitacimin Tab hisap 7. Multivitamin Sirup 8. Vit C Tab 6. Balsem Cap Kaki Tiga. dll . Panadol Tab 5.

2. Pada penyerahannya selalu disertai tanda peringatan. ditambah dengan tanda Linkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam. . yaitu “ P No 1 – P No 6 ”. Obat Bebas Terbatas Obat bebas terbatas adalah obat – obat keras yang tidak begitu berbahaya nagi si pemakainya dan penyakit yang diobatinya dianggap telah dapat ditetapkan sendiri oleh rakyat.

2. Awas Obat Keras. 4.P. Awas Obat Keras. No. No. Hanya Untuk Kumur. Hanya Untuk Dibakar .. 6. Tidak Boleh Ditelan . No. Bacalah Aturan Memakainya . 5.P. Awas Obat Keras. 1. No. 3.P. No. Obat Wasir.P. Awas Obat Keras.P.P. Jangan Ditelan . Hanya Untuk Bagian Luar Dari Badan . No. Awas Obat Keras. Jangan Ditelan . Awas Obat Keras.

6355/ Dirjen/ SK/ 1969. Dengan persetujuan Khusus dari Departemen Kesehatan ukuran dan warna tanda peringatan dapat diubah menurut keadaan bungkusan.Tanda Peringatan berwarna hitam. berukuran Panjang = 5 cm. Berlaku sejak 28 oktober 1969. . SK No. Lebar 2 cm dan Huruf Berwarna Putih.

1.Contoh Obat Bebas Terbatas : 1.No. No. Suppositoria untu wasir (P. dll . Antimo (P.3.No. Rokok Asma ( P. Gargarisma Kan ( P.6.) Contoh : Anusol Suppositoria untuk obat wasir. 4. 7.) 3. No. No.No. Amonia 10 % kebawah ( P.) 5. 5.) 2. Aqua Plumbii Goulardi (P.) 6.) 4. 2.

garis tepi lingkaran warna hitam. membunuh kuman dan lain – lain pada tubuh manusia. K . menguatkan. membaguskan.3. Obat Keras : Obat Keras adalah Obat atau obat – obatan yang dianggap berbahaya terhadap kesehatan manusia. Tanda Obat Keras Lingkaran Merah didalamnya tertulis huruf K berwarna hitam. yang mempunyai khasiat mengobati.

kecuali dipakai sebagi obat luar atau sulfonamida yang tidak direabsorbsi disaluran pencernaan. yaitu semua obat yang tidak tercantum dalam Farmakope Indonesia dan daftar Obat Keras atau obat yang hingga saat dikeluarkannya surat keputusan ini secara resmi belum pernah diimport atau digunakan di Indonesia. Semua obat injeksi.1. . 4. Yang Termasuk Obat Keras : Semua Antibiotika Semua Antihistamin kecuali yang dipakai sebagai obat luar dan obat mabuk perjalanan Antikoagulansia Sulfonamida & Derivatnya. 3. Semua obat baru. 6. 2. 5.

yaitu : 1. . misalnya Amphetamin & derivatnya yaitu Methylen dioxy Methamphetamine( Ekstasi). Veronal. Pentobarbital ). 2. Obat Psikotropika : Obat Psikotropika adalah Obat Keras yang kerjanya mempengaruhi Psikis. obat yang merangsang kegiatan saraf dan fungsi tubuh sehingga mengurangi rasa ngantuk.4. Obat yang meredakan kegiatan syaraf dan fungsi tubuh antara lain : Golongan Barbiturat ( Luminal. Stimulansia. lapar serta menimbulkan rasa gembira dan semangat yang berlebihan. Antidepresensia.

Obat yang dapat menimbulkan perubahan perasaan. kesadaran diri. . Misalnya : Tetrahydrocennabinol (THC). Lysergic aci dietylamide (LSD). Psilosibin. Halusinogen. pemikiran.3. Tanda Obat Psikotropika = Tanda Obat Keras. dan tingkat emosional terhadap orang lain sehingga tidak mampu membedakan yang realitas dan yang fantasi.

Misalnya : Jamur tahi lembu ( Psylocybe mexicana). keduanya berisi Psilosibin.Disamping obat Psikotropika ada zat yang tergolong berbahaya yang disebut dalam undang – undaneg kesehatan ZAT ADIKTIF LAINNYA. yaitu bahan aktif yang pemakaiannya secar berulang kali dapat menimbulkan ketagihan dan ketergantungan. Jamur Topi liberty ( Psilocide semilanceata). .

disamping Khasiatnya untuk pengobatan juga sangat merusak dan membahayakan kesehatan dan kehidupan manusia. . ditambah lagi karena sifatnya yang dapat menimbulkan ketagihan. Tanda obat narkotika adalah Palang Merah didalam Lingkaran Merah.Obat Narkotika : Obat Narkotika adalah Obat yang dapat membius.

1. Contoh Obat Narkotika : Codein tab : 10 mg. 9. 3. 10. 20 mg. 5. 6. . 8. 15 mg. Morfin atropin injeksi Pethidin tab Pethidin injeksi Sirup dionin Sirup kosilan Dll. 12. 11. 4. 2. & 20 mg Codipront cap Codipront sirup Codipront cum expectorant cap Codipront cum expectoran sirup Morfin injeksi : 10 mg. 7.

MSi DEPARTEMEN FARMAKOLOGI DAN TERAPEUTIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA . Apt. WAKIDI.PENGADAAN DAN DISTRIBUSI OBAT Drs.

Badan – Badan Yang Bergerak Dalam Distribusi Obat : 1. 4. 3. 2. . Importir Pedagang Besar Farmasi Apotik Toko Obat Berizin (Pedagang Eceran Obat Berizin).

2. IMPORTIR : .Pabrik Farmasi untuk digunakan sendiri PBF ( Padagang Besar Farmasi ) PBF adalah Badan Hukum yang memiliki izin untuk menyimpan obat untuk dijual dalam jumlah besar disuatu tempat tertentu.PBF penyalur bahan baku obat . Penanggung jawab Apoteker atau Asisten Apoteker.1. .

dengan syarat surat pesanan harus ditandatangani oleh Apoteker atau Asisten Apoteker Penanggung Jawab PBF. Hanya boleh menjual obat keras kepada: a.Tugas dan Fungsi PBF : 1. Apotik. Hanya boleh menjual / menyerahkan obat dan bahan obat dalam bungkusan asli dari pabrik yang membuatnya. dengan syarat surat pesanan harus ditandatangani oleh Apoteker Pengelola Apotik b. . PBF lain. 2.

Tidak boleh melayani resep dokter. Tidak boleh menjual langsung kepada Dokter – Dokter. 7. Obat – obat keras dan Obat Bebas Terbatas harus disimpan di suatu ruangan terkunci tidak boleh dicampur dengan barang dagangan lainnya. . Dilarang menyimpan dan memperdagangkan obat – obat Narkotika apabila tidak memiliki izin khusus (Izin Khusus hanya diberikan pada PBF Kimia Farma). 5. Tidak boleh menjual obat secar eceran baik ditempat kerjanya maupun ditempat lain 4. 6. Harus mengusahakan agar setiap penyerahan obat bebas terbatas kepada toko obat berizin selalu disertai dengan tanda peringatan.3.

Sarana penyalur perbekalan Farmasi yang harus menyebarkan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata. . Sarana Farmasi yang melakukan peracikan.3. pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat 3. Pasal 2 : Tugas dan Fungsi Apotik : 1. pengubahan bentuk. 2. APOTIK PP No 25 tahun 1980 tantang perubahan atas PP No 26 tahun 1965 tentang Apotik. Tempat pengabdian profesi seorang Apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan.

1. 4. Apoteker harus berda ditempat selama Apotik buka. 3. 2. . selama bekerja dapat dibantu oleh asisten apoteker atas tanggung jawab Apoteker Apoteker harus bertempat tinggal dalam kota tempat letaknya Apotik atau berjarak radius 30 KM. Syarat – Syarat Apotik : Surat Izin Apotik (SIA) dikeluarkan oleh Dinkes Kota / Kabupaten SIA dikeluarkan atas nama Apoteker yang telah mempunyai Surat Izin Kerja (SIK) yang dikeluarkan Dinkes Propinsi.

Tembusan Dinkes Provinsi dan Balai POM. 3. . 5. 4. Penyerahan tanpa resep dokter harus dalam wadah asli dari pabrik yang membuatnya Apoteker dilarang bekerjasama dengan dokter dalam pemberian obat kepada pasien Melaporkan pemakaian obat narkotika setiap bulan dan obat psikotropika setiap tahun kepada Dinkes Kota / Kabupaten tempat apotik berada. 2. Ketentuan dan Tata Cara Pengelolaan Apotik : Apotik hanya mengeluarkan obat – obat berdasarkan resep yang telah diracik secara teliti Obat – obat yang diserahkan atas dasar resep harus dilengkapi dengan etiket berwarna putih untuk obat dalam dan berwarna biru untuk obat luar.1.

Penaggung jawab tehinis farmasi adalah seorang asisten apoteker 3. . Syarat – syarat dan Fungsi Toko Obat Berizin : 1. Harus menjaga agar obat – obat yang dijual bermutu baik dan berasal dari pabrik – pabrik Farmasi atau PBF yang mendapat izin dari Depkes RI. TOKO OBAT BERIZIN Toko obat berizin adalah orang / badan hukum Indonesia yang memiliki izin untuk menyimpan obat – obat bebas dan obat bebas terbatas untuk dijual secara eceran ditempat tertentu. Harus memasang papan nama dengan tulisan “ TOKO OBAT BERIZIN “ tidak menerima resep dokter.4. 4. Mempunyai izin dari kepala daerah setempat dengan memperhatikan saran – saran kepala Dinkes Kota / Kabupaten 2.

6. Menjual obat – obat bebas dan obat bebas terbatas dalam bungjkusan asli dari pabrik yang membuatnya secar eceran. Dilarang membuat obat.5. Dilarang melayani resep dokter 7. . membungkus obat. Obat – obat yang masuk Daftar Obat bebas Terbatas harus disimpan dalam lemari khusus dan tidak boleh dicampur dengan obat – obat atau barang – barang lain. membungkus kembali obat 8.

Importir bahan baku Obat bebas/OBT Pabrik Farmasi Distributor Agen tunggal / PBF Pabrik bahan baku dalam negeri Importir obat jadi Toko Obat Berizin Apotik Rumah sakit. Konsumen / Pasien Resep Dokter . Klinik. Puskesmas.

MSi DEPARTEMEN FARMAKOLOGI DAN TERAPEUTIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA . WAKIDI.PENGOBATAN SENDIRI Drs. Apt.

baik itu pemakaian obat bebas ( OTC = Over The Counter ).Pengobatan sendiri adalah suatu tindakan Swamedikasi terhadap gejala abnormal tubuh akibat manifestasi suatu penyakit. . pemakaian obat / cara tradisional bahkan alternatif lainnya. Artinya orang sakit tersebut tidak berkonsultasi lebih dahulu dengan profesional dibidang medis. tetapi langsung menggunakan pilihan lain.

Pengobatan sendiri hanya boleh menggunakan obat yang termasuk golongan obat bebas & obat bebas terbatas.Obat – obat yang dipakai untuk Pengobatan Sendiri : Pemerintah telah mengeluarkan peraturan mengenai pengobatan sendiri. Semua kemasan obat yang dipergunakan untuk Pengobatan Sendiri wajib mencantumkan tanda peringatan “ APABILA SAKIT BERLANJUT SEGERA HUBUNGI DOKTER “. .

Pedoman Periklanan : Dalam periklanan obat – obat yang digunakan untuk Pengobatan Sendiri harus : .Lengkap .Objektif .Bermanfaat bagi Masyrakat dalam pemilihan obatnya .Tidak menyesatkan .

3. 2. Faktor – faktor yang mempengaruhi Pengobatan Sendiri : Ekonomi Iklan Kepercayaan dan kebudayaan Sosial dan demografis Geografi Pribadi . 4.1. 5. 6.

. Kini digencarkan penggunaanya karena lebih mudah dijangkau masyarakat baik harga maupun ketersediaannya.1. Metoda Pengobatan Sendiri : Pengobatan tradisional Menggunakan obat – obat tradisional baik bersifat magic maupun pengetahuan trdisional catt : Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping (masih bisa dicerna oleh tubuh).

Meditasi.Pijat reflexi . Pemerintah mengharapkan agar pengobatan sendiri menggunakan gol obat bebas & bebas terbatas. Pengobatan Alternatif : . dll.Kebatinan .2. Pemakaian obat bebas (Golongan obat bebas & obat bebas terbatas ). 3.Aura . .Yoga .

7. 4. 6. 8. Gejala penyakit / penyakit yang sering dilakukan dengan Pengobatan Sendiri : Obat penghilang rasa sakit Obat penurun demam Obat flu Obat batuk Obat rematik Obat sakit gigi Obat tetes mata Dll. 5. 2. .1. 3.

Beberapa hal yang perlu diketahui sebelum menggunakan Obat bebas dan Obat bebas terbatas : . .Bahan tambahan .Bahan aktif .Kontra indikasi .Indikasi .dll.Cara pakai .Efek samping .Peringatan terjadinya alergi .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful