Isolasi Patogen LAPORAN PRAKTIKUM ILMU PENYAKIT TUMBUHAN “Isolasi Patogen Tanaman” Oleh : Nama NIM Kelompok Asisten

: Arif Hermanto : 0910480021 : Jum’at, 7.30 WIB : Eko famuji A.

JURUSAN ILMU HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sebelum melakukan pengamatan terhadap patogen baik berupa bakteri maupun jamur di laboratorium, terlebih dahulu kita harus menumbuhkan atau membiakan patogen tersebut. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Dengan berbagai teknik isolasi kita akan coba mengetahui teknik mana yang paling tepat dan paling baik untuk pertumbuhan patogen atau mikroorganisme. Isolasi mikroorganisme mengandung arti proses pengambilan mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium (Sarles, 1956).

1. Sedangkan pengujian sifat-sifat tersebut di alam terbuka sangat mustahill untuk dilakukan. Mangetahui dan memahami tentang pengertian dan teknik isolasi patogen dengan benar. 1. Untuk itu. Untuk dapat mengidentifikasi gejala mikroskopis beberapa patogen tanaman.1986) • Isolasi merupakan tindakan karantina bagi tanaman yang terserang penyakit baik cendawan. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. fisiologi. Untuk mengetahui pengertian isolasi patogen tanaman. 2.Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia. fisiologi. Mampu melakukan identifikasi terhadap gejala serangan patogen secara mikroskopis maupun secara makroskopis. (Pelczar. Manfaat Manfaat dari praktikum yang telah dilakukan adalah: 1. 2.1. Sejumlah kecil patogen ini didapat dari bermacam-macam tempat tergantung dari tujuan inokulasi. Prinsip kerja isolasi patogen cukup sederhana yakni dengan menginokulasikan sejumlah kecil patogen pada suatu medium tertentu yang dapat menyusun kehidupan patogen. • Pengertian Isolasi Patogen Tanaman Isolasi mikroorganisme ialah proses pengambilan mikroorganisme dari lingkungannya untuk kemudian ditumbuhkan dalam suatu medium di laboratorium. virus maupun jamur agar dapat diteliti dan praktikum isolasi patogen ini .2. 3.3. dalam praktikum “Ilmu Penyakit Tumbuhan” ini akan dilakukan isolasi terhadap beberapa patogen tanaman. dan serologi (Soetarto. 2010). dan serologi. Proses isolasi ini menjadi penting dalam mempelajari identifikasi mikrobia. uji morfologi. Tujuan Tujuan praktikum kali ini adalah : 1. Untuk mengetahui teknik isolasi yang tepat. uji morfologi.

Proses pemisahan atau pemurnian dari mikroorganisme lain perlu dilakukan karena semua pekerjaan mikrobiologis. 1985). 2011). Aseptik berarti bebas dari sepsis. 2. yaitu kondisi terkontaminasi karena mikroorganisme lain. Patogen dipindahkan dari satu tempat ke tempat lainnya harus menggunakan prosedur aseptik. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. Kemudian ditumbuhkan sebagai bahan murni dalam media buatan dengan metode aseptis. Deskripsi Gejala Makroskopis Marssonina coronaria + Gambar . • Isolasi adalah mengambil mikroorganisme yang terdapat di alam dan menumbuhkannya dalam suatu medium buatan. memerlukan suatu populasi yang hanya terdiri dari satu macam mikroorganisme saja.2. (Sutedjo dalam krisno. (Nursyam. misalnya telaah dan identifikasi mikroorganisme.dilakukan untuk mengetahui patogen penyebab penyakit pada tanaman dari golongan bakteri. 2006). 2012) • Isolasi patogen adalah proses mengambil patogen dari medium atau lingkungan asalnya dan menumbuhkannya di medium buatan sehingga diperoleh biakan yang murni. (Anonymous. (Singleton dan Sainsbury. • Isolasi secara definitif adalah memisahkan suatu mikroba dari lingkungannya di alam.

2010) BAB III METODE PRAKTIKUM 3. sehingga tanaman dapat menjadi gundul. Bunsen 6. : Sebagai tempat media (isolasi). Alkohol 4. : Untuk mebilas bahan yang telah dicuci. Bahan dan Fungsi a. Daun apel bergejala : Objek pengamatan (diambil bagian bergejala dan diisolasi) 2. Cutter 3. Khlorox : Untuk membersihkan permukaan daun dari mikroorganisme lain. khloroks dan aquadest. Pada buah yang masih kecil. penyakit menyebabkan timbulnya bercak – bercak kecil berwarna coklat. : Untuk tempat alkohol (sterilisasi alat) : Untuk meng-cover hasil isolasi di cawan petri. : Untuk memindahkan potongan sampel bagian yang bergejala. Gunting 2. . yang meluas menjadi bercak – bercak bulat dengan garis tengah 5 – 10 mm. Kamera b. alat 1. Mula – mula pada daun ke – 4 dan ke.5 dari pucuk timbul bercak – bercak coklat kehitaman. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN : Untuk memotong bagian tanaman yang terkena serangan patogen.(Gambar gejala makroskopis Marssonina coronaria) Gejala pada daun apel umumnya tampak 5-6 minggu setelah defoliasi (perompesan) buatan. bahan 1. Akhirnya daun – daun kering dan rontok. (Semangun. Bercak berwarna coklat kelabu dengan tepi keunguan. 3. : Untuk mengambil gambar patogen hasil isolasi. Buah yang sakit tidak dapat berkembang biasa dan sering gugur sebelum masak. : Media pertumbuhan patogen yang diisolasi. Aquadest 5. Pinset 4. Wrapping 8. Media PDA : Untuk mensterilkan bahan. : Untuk menciptakan kondisi aseptis. : Untuk memotong bagian tanaman yang terkena serangan patogen.1. Cawan Petri 5. alkohol. bercak – bercak dapat bersatu sehingga membentuk bercak yang besar yang bentuknya tidak teratur. Alat. Gelas ukur 7.

1 HASIL HARI 1 Gambar Keterangan Muncul miselium berwarna putih kekuningan (pada potongan 1) .4. dan miselium berwarna putih disekitar potongan 3. . 3 Pada potongan 1. warna kuning tampak lebih dominan. 2 Miselium berkembang dengan ukuran yang semakin membesar.

Sedangkan pengamatan harian dimulai pada hari senin. warna kekuningan tampak di bagian tepi. sedangkan pada potongan ketiga juga tidak nampak perkembangan miselium jamur. Pengamatan selanjutnya. tampak bahwa pada potongan daun 1 muncul miselium jamur yang berwarna putih kekuning – kuningan.coronaria. miselium bertambah besar. ukuran miselium semakin membesar dan warna kuning semakin mencolok. yaitu pada hari ketiga cendawan pada .2 PEMBAHASAN Pada praktikum Ilmu Penyakit Tumbuhan tentang isolasi patogen . mulai muncul miselium berwarna hitam kecoklatan. Pada potongan 3. Nampak kontaminasi dari jamur Aspergillus niger (tanda kotak merah) 4. Isolasi dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui teknik isolasi yang tepat serta mengidentifikasi patogen yang menyerang tanaman. Pada pengamatan hari kedua. Isolasi terhadap cendawan Marssonina coronaria telah dilakukan pada hari jum’at. Dari pengamatan tersebut yang terlihat adalah perkembangan dua jenis cendawan yang sebelumnya sudah tumbuh pada pengamatan pertama. yang terserang cendawan Marssonina coronaria. ada beberapa jenis patogen yang akan diisolasi ke dalam media buatan. tetapi miselium berwarna putih tumbuh disekitar potongan daun ke 3 dengan jarak ± 1 cm dari potongan tersebut. tidak nampak jenis cendawan baru yang muncul. 5 Pada potongan 1. Pada potongan 2 tidak menunjukkan adanya perkembangan spora jamur. Pada pengamatan hari pertama . dengan masing – masing cawan petri berisi media PDA diisi 3 potong bagian tanaman (daun apel). Patogen yang menjadi objek yang akan saya isolasi dan selanjutnya akan diidentifikasi adalah cendawan Marssonina coronaria penyebab karat pada daun apel. Pada potongan 3.4 Pada potongan 1. pada potongan daun 2 tidak menunjukkan adanya tanda – tanda perkembangan jamur M.

Pada potongan daun kedua. Prinsip dari isolasi mikroba adalah memisahkan satu jenis mikroba dengan mikroba lainnya yang berasal dari campuran bermacam-macam mikroba. juga nampak adanya kontaminasi dari jamur Aspergillus niger yang berwarna kehitaman. bercak – bercak dapat bersatu sehingga membentuk bercak yang besar yang bentuknya tidak teratur. sedangkan warna kekuningan yang sebelumnya merata di bagian tengah. sehingga masih ada kemungkinan adanya kontaminasi maupun perkembangan mikroorganisme lain yang tidak diinginkan. Pada pengamatan hari keempat. pada potongan daun 2. Sedangkan cendawan kedua. Pada buah yang masih kecil. masih juga belum nampak adanya pertumbuhan mikroorganisme. Hal ini dapat dilakukan dengan menumbuhkannya dalam media padat sel-sel mikroba sehingga akan membentuk suatu koloni sel yang tetap pada tempatnya. Sedangkan pada potongan daun 3. Pada pengamatan hari kelima. Pada potongan daun 2. sampai pengamatan kelima belum juga menunjukkan adanya perkembangan mikroorganisme. coronaria. hanya saja ukurannya bertambah lebih besar dan warna kekuningan tampak semakin mencolok. Cendawan berwarna putih yang sebelumnya ditemukan juga berukuran semakin besar. penyakit menyebabkan timbulnya bercak – bercak .5 dari pucuk timbul bercak – bercak coklat kehitaman. Akhirnya daun – daun kering dan rontok. Pada potongan daun 3. coronaria juga tumbuh semakin membesar.potongan daun pertama berkembang dan menunjukkan warna kuning yang lebih dominan terutama di bagian tepi. Bercak berwarna coklat kelabu dengan tepi keunguan. Miselium ini memiliki ciri – ciri yang sama dengan ciri – ciri cendawan M. kini berada di bagian tepi miselium. yang sebenarnya muncul pada pengamatan hari keempat. belum semuanya dapat diketahui jenisnya karena belum diidentifikasi secara mikroskopis. BAB V KESIMPULAN 1. sehingga tanaman dapat menjadi gundul. Karena untuk upaya isolasi hanya didasarkan pada gejala makroskopis yang ada pada tanaman. yang meluas menjadi bercak – bercak bulat dengan garis tengah 5 – 10 mm. Pada pengamatan kelima. Isolasi patogen tanaman adalah proses pengambilan patogen dari medium atau lingkungan aslinya dan menumbuhkannya patogen tersebut pada medium buatan secara aseptik agar tidak terjadi kontaminasi dari mikroorganisme lain sehingga diperoleh biakan yang murni. perkembangan cendawan yang diduga sebagai cendawan M. Pada cendawan berwarna putih yang berada di dekat potongan daun 3 juga tumbuh semakin membesar. Beberapa jenis cendawan yang tumbuh pada media. cendawan pada potongan daun 1 berubah menjadi berwarna putih dominan di tengah. cendawan pada potongan daun 1 kondisinya masih sama dengan pada saat pengamatan sebelumnya. 1. Gejala serangan Marssonina coronaria ialah mula – mula pada daun ke – 4 dan ke. hanya menunjukkan pertambahan ukuran menjadi lebih besar. muncul miselium baru berwarna hitam kecoklatan. masih belum tampak adanya pertumbuhan mikroorganisme sampai pengamatan keempat ini.

UI Press. Chan Eement of Microbiology. Singleton dan Sainsbury. Identifikasi secara mikroskopis belum dilakukan sehingga belum dapat dipastikan apakah gejala tersebut adalah Marssonina coronaria atau bukan. 1. tepatnya pada pengamatan hari ke empat. Dictionary of Microbiology and Molecular Biology 3rd Edition. Nursyam. John Wiley and Sons.com/2011/04/11/bakteri diunduh 18 April 2012. Semangun. http://ahahermanto. http://aguskrisno. Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA Anonymous. Penyakit.penyakit tanaman hortikultura di Indonesia. Agus. Isolasi Mikroorganisme Dalam Proses Pembuatan Enzim Sebagai Hasil Produk Di Bidang Industri.blogspot.com/2012/04/29/laporan-praktikum-ipt-isolasipatogen-tanaman/ . Malang. http://monroetiboti. McGraw-Hill book company. 2007. Penerjemah Ratna sri Hadioetomo et. Sedangkan cendawan lain yang juga ditemukan pada media tersebut.wordpress. Buku Penuntun Praktikum Mikrobiologi. Isolasi Patogen.wordpress.kecil berwarna coklat. Universitas Brawijaya. Happy. M. al. 2011. 1985.com/2011/10/isolasipatogen.html diunduh tanggal 18 April 2012. Edisi Kedua. Ahmad Soewarso dan Murachan. 2012. Pelczar. J. 2006. Gadjah Mada University Press. England. [diunduh tanggal 18 April 2012]. Haryono. Edisi 1. 1986. Hasil pengamatan harian menunjukkan bahwa gejala Marssonina coronaria diduga muncul pada potongan daun ke 3. belum diketahui jenisnya secara pasti karena belum diidentifikasi secara mikroskopis. Sussex. Buah yang sakit tidak dapat berkembang biasa dan sering gugur sebelum masak. Krisno.

Patogen yang diidentifikasi berasal dari pengambilan sampel tanaman yang terserang penyakit.“IDENTIFIKASI PATOGEN TANAMAN” OLEH: ARIF HERMANTO 0910480021 MINAT HAMA DAN PENYAKIT TUMBUHAN PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 BAB I PENDAHULUAN 1. perlu dilakukan praktik secara langsung untuk mengidentifikasi patogen tanaman. Untuk itu. Identifikasi menjadi sangat penting karena pada tahapan tersebut ditekankan beberapa hal pokok seperti untuk pengendalian khususnya untuk uji antagonis ataupun hanya sekedar untuk mengetahui jenis patogen yang menyerang tanaman.3. Dari hasil identifikasi. Latar Belakang Salah satu tahapan yang penting dalam mendiagnosa gejala serangan penyakit tanaman adalah identifikasi terhadap patogen tanaman. 1.1.2. Salah satunya melalui uji antagonismu dari jamur antagonis. Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengadakan determinasi terhadap jenis patogen yang menyerang tanaman melalui identifikasi secara langsung. Sampel tanaman yang terserang penyakit kemudian diisolasi dan ditumbuhkan pada media aseptik buatan.Manfaat . 1. dapat diperoleh suatu kesimpulan mengenai jenis patogen yang menyerang tanaman kemudian lebih lanjut upaya tersebut juga dapat diarahkan untuk mempelajari upaya – upaya pengendalian yang tepat untuk mencegah serangan patogen tersebut. Hal ini menyebabkan proses identifikasi patogen tanaman menjadi sangat penting untuk memastikan jenis patogen yang menyerang tanaman secara akurat.

Fragmen DNA. c. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. Teknik Molekuler Identifikasi patogen penyebab penyakit dilakukan dalam rangka menentukan spesies penyebab penyakit yang terbawa oleh media pembawa. Indeksing memberi peluang untuk menerapkan secara cepat strategi pengendalian dan mengurangi kemungkinan berkembangnya wabah penyakit.2. Indeksing adalah istilah yang digunakan untuk suatu prosedur pengujian keberadaan patogen yang diketahui. Polymerase Chain Reaction (PCR) Polymerase chain reaction (PCR) merupakan sebuah metode yang digunakan untuk memperbanyak suatu fragmen DNA yang spesifik secara invitro. Mengetahui jenis patogen yang menyerang tanaman. Metode Identifikasi patogen Tanaman a. (Dewianti. (Nurhayati. . Dari hasil identifikasi dapat diarahkan untuk menentukan aras pengendalian yang tepat. terutama virus. Posisi fragmen DNA yang spesifik tersebut ditentukan oleh sepasang primer yang akan menjadi cetakan awal untuk proses perbanyakan fragmen DNA selanjutnya dengan bantuan enzim polimerase dan deoxyribonucleotide triposphate (dNTPs) yang dikondisikan pada suhu tertentu. Mampu melakukan identifikasi terhadap jenis patogen yang menyerang tanaman. 2011) b. 2012) 2. Pengertian Identifikasi Identifikasi adalah usaha pengenalan terhadap suatu hal dengan mengamati sifat – sifat khasnya.1. b. 2008) Pengertian identifikasi (penyakit) secara umum adalah membuat kepastian terhadap suatu penyakit berdasarkan gejala yang tampak.Manfaat yang bisa diperoleh dari praktikum ini antara lain: a. (Tim Penyusun. Pengelolaan sampel kerja (Media Pembawa) dalam identifikasi penyebab menggunakan metode molekuler akan memudahkan Petugas Karantina melakukan tindakan pengujian di laboratorium. atau suatu proses untuk mengenali suatu penyakit tanaman melalui gejala dan tanda penyakit yang khas termasuk faktor-faktor lain yang berhubungan dengan proses penyakit tersebut. pada tanaman.

Lepas tahap 3. 2. Akhirnya terdapat berkas DNA yang panjangnya dibatasi oleh primer yang dipakai dalam jumlah yang melimpah karena penambahan terjadi secara eksponensial. Setiap siklus terdiri dari tiga tahap. Biasanya pada tahap awal PCR tahap ini dilakukan agak lama (sampai 5 menit) untuk memastikan semua berkas DNA terpisah.Salah satu metode pengujian serologi adalah Enzyme Linked Immunosorbent Assay (ELISA) Metode pengujian ini mulai berkembang sejak tahun 1971. Tahap penempelan atau annealing. (Sadatin. 1998): 1. Teknik Serologi Prinsip kerja serologi didasarkan pada reaksi spesifik antara antigen dan antibodi (antiserum) sehingga terbentuk reaksi conjugate antibody-enzyme (Hunter D. siklus diulang kembali mulai tahap 1. ELISA merupakan suatu metode pengujian serologi yang melekatkan kompleks ikatan antara antibodi dengan antigen di dalam sumuran plate ELISA yang terbuat dari bahan plastik (Dijkstra et al. Primer menempel pada bagian DNA templat yang komplementer urutan basanya. Dapat mendeteksi virus padakonsentrasi rendah (1-10 ng/ml). 1998). 2001). Pada tahap ini (berlangsung pada suhu tinggi. Tahap pemanjangan atau elongasi. Pemisahan ini menyebabkan DNA tidak stabil dan siap menjadi templat (“patokan”) bagi primer. 94– 96°C) ikatan hidrogen DNA terputus (denaturasi) dan DNA menjadi berberkas tunggal. Suhu yang tidak tepat menyebabkan tidak terjadinya penempelan atau primer menempel di sembarang tempat. PCR merupakan proses yang diulang-ulang antara 20–30 kali. Dengan Taq-polimerase. Durasi tahap ini 1–2 menit. Akibat denaturasi dan renaturasi. Ini dilakukan pada suhu antara 45–60°C. Jika terjadi reaksi kompatibel antara antibodi dengan antigen akan ditunjukkan dengan adanya perubahan warna yang terjadi. Pada denaturasi awal (1) Dna akan dipisah menjadi untai tunggal. 3. . Keunggulan metode ini (Dijkstra et al. Setelah itu taq polimerase melakukan ekstensi DNA dari ujung 3’ primer pada tahap ekstensi. beberapa berkas baru (berwarna hijau) menjadi templat bagi primer lain. Tahap 4 pada gambar menunjukkan perkembangan yang terjadi pada siklus-siklus selanjutnya. 2011) c. Durasi tahap ini biasanya 1 menit. Berikut adalah tiga tahap bekerjanya PCR dalam satu siklus: 1. Penempelan ini bersifat spesifik. Kemudian primer melekat pada posisi target dari masing-masing untai DNA (2) pada saat annealing. Suhu untuk proses ini tergantung dari jenis DNApolimerase yang dipakai. 2. proses ini biasanyadilakukan pada suhu 76°C. Hasil pengujian pada sap tanaman sama baiknya dengan pengujian pada suspensi virus yang dimurnikan.yang pada awalnya terdapat dalam konsentrasi yang sangat rendah akan diperbanyak menjadi cetakan fragmen DNA baru yang cukup untuk dapat divisualisasi pada gel agarosa . Secara prinsip. Durasi tahap ini 1–2 menit. 3. Tahap peleburan (melting) atau denaturasi. Penggunaan antibodi dalam jumlah sedikit.

prosedur kerjanya dapat dilakukan secara langsung dengan cara pengamatan terhadap sampel patogen yang telah diisolasi dan ditumbuhkan pada media buatan. Konidiofor tegak atau agak melengkung. Metode ini terbilang paling sederhana diantara metode yang lain. Konidium bersel 2. dan . Postulat koch Dalam Postulat Koch dijelaskan bahwa mikroorganisme dikatakan sebagai penyebab penyakit bila memenuhi kriteria berikut: (1) mikroorganisme penyebab penyakit selalu berasosiasi dengan gejala penyakit yang bersangkutan. hialin. 6. 2012) 2.4.3 µm.3. Teknik ini lebih mudah apabila digunakan untuk mengidentifikasi patogen yang dapat dibiakkan pada media buatan misalnya jamur. tetapi bila konjugasi enzim dilakukan pada imunoglobulin dari serum darah hewan maka metode tersebut diklasifikasikan sebagai Indirect ELISA. (3) mikroorganisme penyebab penyakit hasil isolasi harus dapat menimbulkan gejala yang sama dengan gejala penyakitnya.5-21 x 3.setelah diletakkan diatas preparat lalu lakukan pengamatan dengan mikroskop kemudian hasil identifikasinya diambil gambarnya. Perbedaan kedua metode ini adalah pada tempat enzim terikat. lebih kurang berukuran 14. Aservulus membentuk konidium yang setelah masak akan bebas dengan menembus epidermis.5-5.5-7 µm. (2) mikroorganisme penyebab penyakit harus dapat diisolasi pada media buatan secar murni. diantaranya adalah pengujian standar (direct) DAS ELISA dan indirect ELISA. (Sadatin. Memungkinkan untuk mendapatkan hasil secara kuantitatif (nilai absorbansi) disamping hasil kualitatif (perubahan warna). 2011) d. 5.(Anonymous.4. Pengujian dapat distandarkan dengan menggunakan kit bahan pengujian . 2. dengan ukuran 10. metode ini mengalami modifikasi dalam prosedur pelaksanaan pengujian. Deskripsi Gejala makroskopis Spesimen Menurut Semangun (2007) jamur membentuk aservulus di bawah epidermis tumbuhan inang. Pengujian dapat diaplikasi pada sampel pengujian dalam jumlah besar. Dalam perkembangannya. Bila konjugasi enzim dilakukan pada imunoglobulin antivirus maka metode itu termasuk DAS ELISA. hialin. apabila diinokulasikan. Mikroskop Menggunakan mikroskop elektron payar Scanning Electron Microscope (SEM) untuk menghasilkan gambar.5-24 x 3.

2. : digunakan untuk mendokumentasikan hasil identifikasi Biakan murni patogen : spesimen yang diamati. Postulat Koch ini oleh Smith (1906) dimodifikasi. preparat yang telah berisi sampel patogen kemudian diamati dibawah mikroskop dengan perbesaran 10 x. Setelah kenampakan mikroskopisnya terlihat maka segera didokumentasikan hasilnya dan dibandingkan dengan literatur. Hasil . (Cut Putria.1. Pelaksanaan Identifikasi patogen Tanaman Biakan patogen yang sudah dipurifikasi. tetapi harus dapat dibiakkan secara murni sekalipun pada inang. Langkah berikutnya. untuk parasit obligat. 2010) BAB III METODE PRAKTIKUM 3. BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4. Jarum ose Kamera : digunakan untuk mengambil spesimen.(4) mikroorganisme penyebab penyakit harus dapat direisolasi dari gejala yang timbul hasil lnokulasi. dan setelah itu diletakkan di preparan yang sudah ditetesi air kemudian ditutup dengan cover glass. kemudian diambil dengan jarum ose. tidak perlu pada media buatan. Mikroskop : digunakan untuk mengidentifikasi kenampakan mikroskopis patogen Objek glass dan Cover glass : digunakan sebagai tempat spesimen yang diamati. Alat dan Bahan Alat Bahan Aquades Alkohol : untuk membersihkan alat. 3.1. : untuk mensterilkan alat.

Berdasarkan hasil pengamatan patogen secara mikroskopis menunjukkan bahwa kenampakan mikroskopis yang diperoleh tidak sama dengan gejala mikroskopis dari Marssonina coronaria yang disebutkan pada literatur.2.5-7 µm. Menurut Lee et al (2011) Marssonina sp. agak sulit untuk dibiakkan secara in vitro karena pertumbuhan patogen ini sangat lambat. hialin. Koloni berwarna coklat gelap sampai hitam tanpa daerah miselium. Pembahasan Dari hasil pengamatan mikroskopis dan dibandingkan dengan literatur ternyata hasilnya menunjukkan kenampakan yang tidak sama.3 µm. berbentuk keriput pada permukaan. lebih kurang berukuran 14. dan dengan diameter 5-7 mm pada permukaan PDA setelah masa inkubasi 30 hari pada suhu 200C. dengan ukuran 10. umumnya menggunakan media PDA. DAFTAR PUSTAKA . Menurut Semangun (2007) jamur membentuk aservulus di bawah epidermis tumbuhan inang. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa patogen yang diisolasi bukan Marssonina coronaria. dan dengan diameter 5-7 mm pada permukaan PDA setelah masa inkubasi 30 hari pada suhu 200C. Konidiofor tegak atau agak melengkung. berbentuk keriput pada permukaan. diantaranya adalah karena masa inkubasi dari biakan Marssonina coronaria yang singkat (7 hari). BAB V KESIMPULAN Identifikasi adalah usaha pengenalan terhadap suatu hal dengan mengamati sifat-sifat khasnya.Gambar Identifikasi Gambar Literatur Keterangan Miselium Tampak kumpulan hifa pada hasil pengamatan mikroskopis 4. Hasil yang tidak sesuai ini dikarenakan beberapa hal. Koloni berwarna coklat gelap sampai hitam tanpa daerah miselium. Menurut literatur Marssonina coronaria agak sulit untuk dibiakkan secara in vitro karena pertumbuhan patogen ini sangat lambat.5-21 x 3.5-24 x 3. Konidium bersel 2. hialin. Aservulus membentuk konidium yang setelah masak akan bebas dengan menembus epidermis. umumnya menggunakan media PDA.5-5.

ac. Lee et al. Haryomo. Identifikasi Pengganggu Tumbuhan. Yogyakarta Tim Penyusun S. Sadatin.html diunduh 30 mei 2012. http://sadatin091089.com/2011/03/diagnosis-penyakit-tanaman Diunduh 30 Mei 2012.blogspot. Penebar Swadaya. 2010. Dewianti. 2007. 2011. http://dewiantib.blogspot. Biological Characterization of Marssonina coronaria Associated with Apple Blotch Disease. Gadjah Mada University Press. Ghurri.student.com/2012/06/03/laporan-praktikum-ilmu-penyakittumbuhan-identifikasi-patogen-tanaman/ .http://nurhayatisite. 2011.ipb.com/2011/04/diagnosis-virus-patogen-tanaman-tugas. Mycobiology. Postulat koch. Kamus Pertanian Umum.id/2010/06/20/postulat-kochpart-2/ diunduh 30 mei 2012. http://ahahermanto.com/2011/06/makalah-identifikasi-pengganggu.wordpress. Diagnose Virus Patogen Tanaman.blogspot. Diagnose Penyakit Tumbuhan . Penyakit-Penyakit Tanaman Hortikultura Di Indonesia. 2012.Cutputria. Jakarta. 1997. 39 (3) : 200-205 Nurhayati. http://cutputrias08. Semangun. Diunduh 30 mei 2012. 2011.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful