P. 1
akuntansi-ijarah

akuntansi-ijarah

|Views: 43|Likes:
Published by Njo Xianling

More info:

Published by: Njo Xianling on Jun 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/31/2013

pdf

text

original

Akuntansi Ijarah

Sartini, SE, MSc, Ak

Overview
 Transaksi sewa menyewa atas sebuah asset.  Penggunaan manfaat atas asset yang disewa.  Terdapat dua jenis:
Ijarah (Operational Leasing) Ijarah Muntahiya Bittamlik (Financial Lease)

.

.

Penjualan bertahap (harga disepakati di awal).  Cara transfer of title: Hadiah (hibah). Penjualan pada akhir masa sewa (pembayaran tertentu sebagai referensi yang disepakati dalam akad). Penjualan sebelum masa akad selesai (harga sisa cicilan).IMBT  Ada transfer of title atas asset. .

Aspek Akuntansi (PSAK 107)  Pengakuan dan Pengukuran Akuntansi pemilik obyek sewa (lessor) Akuntansi penyewa (lessee) Jual dan Ijarah Ijarah Lanjut  Penyajian  Pengukuran .

 Ijarah muntahiyah bittamlik adalah ijarah dengan wa’ad perpindahan kepemilikan obyek ijarah pada saat tertentu. .Important Terms  Ijarah adalah akad pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu aset dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan kepemilikan aset itu sendiri.

Important Terms  Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untuk mempertukarkan suatu aset antara pihak-pihak yang berkeinginan dan memiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksi dengan wajar (arms length transaction).  Umur manfaat adalah suatu periode dimana aset diharapkan akan digunakan atau jumlah produksi/unit serupa yang diharapkan akan diperoleh dari aset.  Wa’ad adalah janji dari satu pihak kepada pihak lain untuk melaksanakan sesuatu. .  Obyek ijarah adalah manfaat dari penggunaan aset berwujud atau tidak berwujud.

Akuntansi Pemilik Objek sewa  Bank sebagai Lessor  Pengakuan dan pengukuran Biaya perolehan Penyusutan Pendapatan Biaya perbaikan Perpindahan Kepemilikan .

 Jurnalnya: 1 Jan Aktiva Ijarah Rp 150 jt Kas Rp 150 jt .  Contoh: tanggal 1 Jan 2008.Biaya Perolehan  Diakui saat obyek ijarah diperoleh sebesar biaya perolehannya. bank membeli mobil untuk disewakan dengan harga Rp 150 juta.

Penyusutan  Sesuai dengan kebijakan penyusutan atau amortisasi untuk aset sejenis selama umur manfaatnya (umur ekonomis).  Asset tetap didepresiasi (PSAK 16)  Asset tidak berwujud (PSAK 19)  Metode penyusutan:  Metode garis lurus (Straight line method)  Metode saldo menurun (Diminishing balance method)  Metode jumlah unit (Sum of the unit method) .

Aktiva Ijarah Rp 27 jt . Dep. diperkirakan akan memiliki umur ekonomis selama 5 tahun dengan nilai residu sebesar 10% .Penyusutan Ijarah  Mengikuti kebijakan umum  Contoh:  Mobil seharga Rp 150 juta tadi.  Biaya depresiasi per tahun (SLM) = {150 juta –( 10% x 15 juta)}/5 = 27 juta  Jurnal penyesuaian akhir periode (31 Des 2008): Biaya depresiasi aktiva ijarah Rp 27 jt Akm.

dengan nilai residual 20%. Dep.  Ketentuan lainnya sama. Aktiva Ijarah Rp 30 jt .  Contoh:  Mobil seharga Rp 150 juta diawal disewakan dengan akad IMBT selama 4 tahun.  Biaya depresiasi per tahun (SLM) = {Rp 150 jt – (20% x Rp 150 jt)}/4 = Rp 30 jt Jurnalnya: Biaya depresiasi aktiva ijarah Rp 30 jt Akm.Penyusutan IMBT  Umur ekonomisnya sesuai dengan masa sewa.

 Piutang pendapatan sewa diukur sebesar nilai yang dapat direalisasikan (NRV) pada akhir periode pelaporan.  Contoh Mobil yang dibeli diawal tadi. .Pendapatan  Pendapatan sewa selama masa akad diakui pada saat manfaat atas aset telah diserahkan kepada penyewa. pada tanggal yang sama disewakan dengan sewa per bulan Rp 5 juta dan dibayar tiap tanggal 1 bulan berikutnya.

 Jurnal penerimaan pendapatan 1 Jan Kas Rp 8 jt Pendapatan Ijarah Rp 8 jt  Jurnal penyesuaian akhir tahun 31 Des Piutang Pendapatan Ijarah Rp 8 jt Pendapatan Ijarah Rp 8 jt  Jurnal Pembalik tahun berikutnya 1 Jan Piutang Pendapatan Ijarah Rp 8 jt Pendapatan Ijarah Rp 8 jt  Jurnal pengakuan penerimaan pendapatan sewa 1 Jan Kas Rp 8 jt Pendapatan Ijarah Rp 8 jt .

: a.  Biaya perbaikan obyek ijarah merupakan tanggungan pemilik. . Jika penyewa melakukan perbaikan rutin obyek ijarah dengan persetujuan pemilik. Biaya perbaikan tidak rutin obyek ijarah diakui pada saat terjadinya b. biaya perbaikan obyek ijarah yang dimaksud dalam huruf a dan b ditanggung pemilik maupun penyewa sebanding dengan bagian kepemilikan masingmasing atas obyek ijarah. Perbaikan tersebut dapat dilakukan oleh pemilik secara langsung atau dilakukan oleh penyewa atas persetujuan pemilik.Biaya Perbaikan  Pengakuan biaya perbaikan adl. sbb. c. maka biaya tersebut dibebankan kepada pemilik dan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Jika IMBT melalui penjualan secara bertahap.

bank mengeluarkan biaya perbaikan tidak rutin pada 8 Juni 2008 sebesar Rp 1 juta. Kemudian pada 2 Oktober 2008 penyewa melakukan perbaikan atas seijin bank dengan biaya Rp 1 juta.Contoh Biaya Perbaikan  Untuk mobil yang disewakan sebelumnya. 8 Juni Biaya perbaikan Rp 1 juta Kas Rp 1 juta 2 Okt Biaya perbaikan Rp 1 juta Kas Rp 1 juta .

Penjualan sebelum berakhirnya masa  Jumlah tercatat objek ijarah diakui sebesar sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati  Selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian . Hibah  jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai biaya. 2.Perpindahan Kepemilikan  Pengakuannya tergantung dari cara pemindahan kepemilikan: 1.

Penjualan objek ijarah secara bertahap (i) selisih antara harga jual dan jumlah tercatat sebagian objek ijarah yang telah dijual diakui sebagai keuntungan atau kerugian (ii) bagian objek ijarah yang tidak dibeli penyewa diakui sebagai aset tidak lancar atau aset lancar sesuai dengan tujuan penggunaan aset tersebut. Penjualan setelah selesai masa akad  selisih antara harga jual dan jumlah tercatat objek ijarah diakui sebagai keuntungan atau kerugian 4.3. .

Akuntansi Penyewa  Bank sebagai Lessee (Musta’jir)  Pengakuan dan Pengukuran: Beban Perpindahan Kepemilikan .

 Biaya pemeliharaan obyek ijarah.  Biaya pemeliharaan obyek ijarah yang disepakati dalam akad menjadi tanggungan penyewa diakui sebagai beban pada saat terjadinya.  Utang sewa diukur sebesar jumlah yang harus dibayar atas manfaat yang telah diterima. .Beban  Beban sewa diakui selama masa akad pada saat manfaat atas aset telah diterima. akan meningkat sejalan dengan peningkatan kepemilikan obyek ijarah. dalam IMBT melalui penjualan obyek ijarah secara bertahap.

Hibah  bank mengakui aset dan keuntungan sebesar nilai wajar objek ijarah yang diterima 2. pencatatan perpindahan dilakukan sesuai dengan cara perpindahannya: 1. Pembelian sebelum masa akad berakhir bank mengakui aset sebesar pembayaran sisa cicilan sewa atau jumlah yang disepakati 3. Pembelian setelah masa akad berakhir  bank mengakui aset sebesar pembayaran yang disepakati 4. Pembelian objek ijarah secara bertahap  bank mengakui aset sebesar biaya perolehan objek ijarah yang diterima .Perpindahan Kepemilikan  Untuk IMBT.

maka bank mengakui keuntungan atau kerugian pada periode terjadinya penjualan dalam laporan laba rugi dan menerapkan perlakuan akuntansi penyewa.Jual-dan-Ijarah  Transaksi jual-dan-ijarah harus merupakan transaksi yang terpisah dan tidak saling bergantung (ta’alluq) sehingga harga jual harus dilakukan pada nilai wajar.  Jika bank menjual obyek ijarah dan nasabah menyewanya.  Keuntungan atau kerugian tersebut tidak dapat diakui sebagai pengurang atau penambah beban ijarah .

Ijarah-Lanjut  Jika suatu entitas menyewakan lebih lanjut kepada pihak lain atas aset yang sebelumnya disewa dari pemilik. maka entitas tersebut menerapkan perlakuan akuntansi pemilik dan akuntansi penyewa.  Perlakuan akuntansi penyewa diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai penyewa) dengan pemilik. dan perlakuan akuntansi pemilik diterapkan untuk transaksi antara entitas (sebagai pemilik) dengan pihak penyewa-lanjut .

Penyajian  Pendapatan ijarah disajikan secara neto setelah dikurangi beban-beban yang terkait. misalnya beban penyusutan. dan sebagainya. beban pemeliharaan dan perbaikan. .

keberadaan wa’ad. agunan. agunan. pembatasanpembatasa).  Penyewa  Penjelasan umum isi akad yang signifikan (total pembayaran. pembatasan-pembatasan)  Nilai perolehan dan akumulasi penyusutan untuk setiap kelompok aktiva ijarah  Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah (jika ada).Pengungkapan  Pemilik Objek Sewa:  Penjelasan umum isi akad yang signifikan (keberadaan wa’ad.  Keberadaan transaksi jual-dan-ijarah dan keuntungan atau kerugian yang diakui (jika ada) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->