SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM DI INDONESIA

Pendahuluan
Kurikulum sekaligus merupakan alat untuk dalam mencapai tujuan pendidikan, pendidikan.

sebagai

pedoman

pelaksanaan

Kurikulum mencerminkan falsafah hidup bangsa, ke arah mana dan bagaimana bentuk kehidupan itu kelak akan ditentukan oleh kurikulum yang digunakan oleh bangsa masyarakat kemajuan tersebut sekarang.Nilai sosial, kebutuhan dan tuntutan

cenderung/selalu mengalami perubahan antara lain akibat dari ilmu pengatahuan dan teknologi. Kurikulum harus dapat

mengantisipasi perubahan tersebut, sebab pendidikan adalah cara yang dianggap paling strategis untuk mengimbangi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut. Kurikulum dapat (paling tidak sedikit) meramalkan hasil

pendidikan/pengajaran yang diharapkan karena ia menunjukkan apa yang harus dipelajari dan kegiatan apa yang harus dialami oleh peserta didik. Hasil pendidikan kadang-kadang tidak dapat diketahui dengan segera atau setelah peserta didik menyelesaikan suatu program pendidikan.Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan sebab tidak ada satu kurikulum yang sesuai dengan sepanjang masa, kurikulum harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman yang senantiasa cenderung berubah. Perubahan kurikulum dapat bersifat sebagian (pada kompoenen tertentu), tetapi dapat pula bersifat keseluruhan yang menyangkut semua komponen kurikulum. Perubahan kurikulum menyangkut berbagai faktor, baik orang-orang yang terlibat dalam pendidikan dan faktor-faktor penunjang dalam pelaksanaan pendidikan.Sebagai konsekuensi dari perubahan kurikulum juga akan

mengakibatkan perubahan dalam operasionalisasi kurikulum tersebut, baik
1

dapat orang yang terlibat dalam pendidikan maupun faktor-faktor penunjang dalam pelaksannaan kurikulum. Pembaharuan kurikulum perlu dilakukan mengingat kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan harus menyesuaikan dengan perkembangan masyarakat yang senantiasa berubah dan terus berlangsung. Pembaharuan kurikulum biasanya dimulai dari perubahan konsepsional yang fundamental yang diikuti oleh perubahan struktural. Pembaharuan dikatakan bersifat sebagian bila hanya terjadi pada komponen tertentu saja misalnya pada tujuan saja, isi saja, metode saja, atau sistem penilaiannya saja. Pembaharuan kurikulum bersifat menyeluruh bila mencakup perubahan semua komponen kurikulum. Menurut Sudjana (1993 : 37) pada umumnya perubahan struktural kurikulum menyangkut komponen kurikulum yakni. (a) Perubahan dalam tujuan. Perubahan ini didasarkan kepada pandangan hidup masyarakat dan falsafah bangsa. Tanpa tujuan yang jelas, tidaka akan membawa perubahan yang berarti, dan tidak ada petunjuk ke mana pendidikan diarahkan. (b) Perubahan isi dan struktur. Perubahan ini meninjau struktur mata pelajaran -mata pelajaran yang diberikan kepada siswa termasuk isi dari setiap mata pelajaran. Perubahan ini dapat menyangkut isi mata pelajaran, aktivitas belajar anak, pengalaman yang harus diberikan kepada anak, juga organisasi atau pendekatan dari mata pelajaran-mata pelajaran tersebut. Apakah diajarkan secara terpisah-pisah (subject matter curriculum), apakah lebih mengutamakan kegiatan dan pengalaman anak (activity curriculum) atau diadakan pendekatan interdisipliner (correlated curriculum) atau dilihat proporsinya masing-masing jenis ; mana yang termasuk pendidikan umum, pendidikan keahlian, pendidikan akademik dan lain-lain. (c) Perubahan strategi kurikulum. Perubahan ini menyangkut pelaksanaan kurikulum itu sendiri yang meliputi perubahan teori belajar mengajar, perubahan sistem administrasi, bimbingan dan penyuluhan, perubahan sistem penilaian hasil belajar. (d) Perubahan sarana kurikulum. Perubahan ini menyangkut ketenagaan baik
2

dari segi kualitas dan kuantititas, juga sarana material berupa perlengkapan sekolah seperti laboraturium, perpustakaan, alat peraga dan lain-lain. (e) Perubahan dalam sistem evaluasi kurikulum. Perubahan ini menyangkut metode/cara yang paling tepat untuk mengukur/menilai sejauh mana kurikulum berjalan efektif dan efesien, relevan dan produktivitas terhadap program pembelajaran sebagai suatu system dari kutikulum.

Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 1999, 2004 dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya. Lebih spesifik, Herliyati (2008) menjelaskan bahwa setelah Indonesia merdeka dalam pendidikan dikenal beberapa masa pemberlakuan kurikulum yaitu kurikulum sederhana (1947-1964), pembaharuan kurikulum (1968 dan 1975), kurikulum berbasis keterampilan proses (1984 dan 1994), dan kurikulum berbasis kompetensi (2004 dan 2006).

SEJARAH PERKEMBANGAN KURIKULUM
Rencana Pelajara n 19471968 Kurikulum Berbasis Tujuan 1975-1984

KBK dan KTSP 2004/2006

2

Gambar. 1 1. Sejarah Perkembangan Kurikulim

3
3

Kurikulum Rencana Pelajaran (1947-1968)
Kurikulum yang digunakan di Indonesia dipengaruhi oleh tatanan sosial politik Indonesia. Negara-negara penjajah yang mendiami wilayah Indonesia ikut juga mempengaruhi sistem pendidikan di Indonesia. Pada masa penjajahan Belanda, setidaknya ada tiga sistem pendidikan dan pengajaran yang berkembang saat itu. Pertama, sistem pendidikan Islam yang diselenggarakan pesantren. Kedua, sistem pendidikan Belanda. Sistem pendidikan Belanda diatur

dengan prosedur yang ketat dari mulai aturan siswa, pengajar, sistem pengajaran, dan kurikulum. Sistem prosedural seperti ini sangat berbeda dengan sistem prosedural pada sistem pendidikan islam yang telah dikenal belanda sebelumnya. pun bersifat Sistem pendidikan Sekolah-sekolah dibentuk dengan

diskriminatif.

membedakan pendidikan antara anak Belanda, anak timur asing, dan anak pribumi. Golongan pribumi ini masih dipecah lagi menjadi masyarakat kelas bawah dan priyayi. Susunan persekolahan zaman kolinial adalah sebagai berikut (Sanjaya, 2007:207). a) Persekolahan anak-anak pribumi untuk golongan non priyayi menggunakan pengantar bahasa daerah, namanya Sekolah Desa 3 tahun. Mereka yang berhasil menamatkannya boleh melajutkan ke Sekolah Sambungan (Vervolg School) selama 2 tahun. Dari sini mereka bisa melanjutkan ke Sekolah Guru atau Mulo Pribumi selama 4 tahun, inilah sekolah paling atas untuk bangsa pribumi biasa. Untuk golongan pribumi masyarakat bangsawan bisa
4

Dalam bahasa Belanda. kurikulum saat itu diberi nama Rentjana Pelajaran 1947. dan Algemene Middlebare School (AMS) selama 3 tahun. dan kedokteran gigi 5 tahun. b) Untuk orang timur asing disediakan sekolah seperti Sekolah Cina 5 tahun dengan pengantar bahasa Cina. Maddelbare Meisjeschool 5 tahun. sehingga hanya meneruskan yang pernah digunakan sebelumnya. Karena suasana kehidupan berbangsa saat itu masih dalam semangat juang merebut kemerdekaan 5 . Rentjana Pelajaran 1947 boleh dikatakan sebagai pengganti sistem pendidikan kolonial Belanda. Kurikulum ini terus berjalan dengan beberapa perubahan terkait dengan orientasinya. di awal-awal pemerintahannya pemerintah secara bertahap mulai mengkonstruksi kurikulum sesuai dengan kondisi dan situasi saat itu. Tiga tahun setelah Indonesia merdeka mulailah pemerintah membuat kurikulum yang sederhana yang disebut dengan “Rencana Pelajaran”. Mulo selama 3 tahun. c) Sedangkan untuk orang Belanda disediakan sekolah rendah sampai perguruan tinggi. Perubahan kisi-kisi pendidikan lebih bersifat politis: dari orientasi pendidikan Belanda ke kepentingan nasional. Pada saat itu. artinya rencana pelajaran. Siswa HCS dapat melanjutkan ke Mulo. Setelah Indonesia merdeka. arah dan kebijakanyang ada. Asas pendidikan ditetapkan Pancasila. yaitu Eropese Legere School 7 tahun. kurikulum pendidikan di Indonesia masih dipengaruhi sistem pendidikan kolonial Belanda dan Jepang. Tahun 1947. Hollandch Chinese School (HCS) yang berbahasa Belanda selama 7 tahun. Sekolah kedokteran tinggi 8. Recht Hoge School 5 tahun. yakni tahun 1945. Awalnya pada tahun 1947. sekolah lanjutan HBS 3 dan 5 tahun Lyceum 6 tahun.5 tahun. lebih popular ketimbang curriculum (bahasa Inggris). hingga bertahan sampai tahun 1968 saat pemerintahan beralih pada masa orde baru.memasuki His Inlandsche School selama 7 tahun. Apa isi yang terkandung dalam kurikulum Rencana Pelajaran tersebut? Anda simak dalam uraian berikut ini : Rencana pelajaran 1947 Kurikulum pertama yang lahir pada masa kemerdekaan memakai istilah leer plan.

e) Moral. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. attitude). seorang guru mengajar satu mata pelajaran. Bentuknya memuat dua hal pokok: a) Daftar mata pelajaran dan jam pengajarannya b) Garis-garis besar pengajaran (GBP) Rencana Pelajaran 1947 mengurangi pendidikan pikira dalam arti kognitif. Ketika itu. Direktur Pendidikan Dasar Depdiknas periode 1991-1995. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Rencana Pelajaran 1947 baru dilaksanakan sekolah-sekolah pada 1950. d) Karya.” kata Djauzak Ahmad.maka pendidikan sebagai development conformism lebih menekankan pada pembentukan karakter manusia Indonesia yang merdeka dan berdaulat dan sejajar dengan bangsa lain di muka bumi ini. pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. c) Karsa. Fokusnya pada pengembangan Pancawardhana. meliputi : a) Kesadaran bernegara dan bermasyarakat b) Materi pelajaran dihubungkan dengan kejadian sehari-hari c) Perhatian terhadap kesenian dan pendidikan jasmani. di usia 16 tahun Djauzak adalah guru SD Tambelan dan Tanjung Pinang. namun yang diutamakan pendidikan watak atau perilaku (value . muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi. b) Rasa. Rencana Pelajaran Terurai 1952 Setelah Rentjana Pelajaran 1947.Di penghujung era Presiden Soekarno. Sejumlah kalangan menyebut sejarah perkembangan kurikulum diawali dari Kurikulum 1950. Kurikulum ini lebih merinci setiap mata pelajaran yang disebut Rencana Pelajaran Terurai 1952. yaitu :a) Daya cipta. Riau. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. 6 .

Menggambar 9. Pekerjaan Tangan 12. Pada perkembangannya. yang dikenal dengan istilah Rencana Pelajaran Terurai 1952. Mata Pelajaran yang ada pada Kurikulum 1954 yakni untuk jenjang Sekolah Rakyat (SD) menurut Rencana Pelajaran 1947 adalah sebagai berikut. Seni Suara 11. Berhitung 4. rencana pelajaran lebih dirinci lagi setiap pelajarannya. Ilmu Alam 5. seperti pertanian. Pekerjaan kepurtian 13. Ilmu Bumi 7. bisa langsung bekerja. Pada masa itu juga dibentuk Kelas Masyarakat. Kebersihan dan kesehatan 15. pertukangan. 1. yaitu sekolah khusus bagi lulusan SR 6 tahun yang tidak melanjutkan ke SMP. Sejarah 8. Didikan budi pekerti 16. “Silabus mata pelajarannya jelas sekali. dan perikanan. Menulis 10. Bahasa Daerah 3. Pendidikan agama 7 . Tujuannya agar anak tak mampu sekolah ke jenjang SMP. Ilmu Hayat 6. Kelas masyarakat mengajarkan keterampilan.1) Moral 2) Kecerdasan 3) Emosional/artistik 4) Keprigelan (keterampilan) 5) Jasmaniah. Bahasa Indonesia 2. Gerak Badan 14. Seorang guru mengajar satu mata pelajaran”.

kecerdasan. dan produktif. Selain itu pemerintah menerapkan hari sabtu sebagai hari krida. Kurikulum 1964 adalah alat untuk membentuk manusia pacasialis yang sosialis Indonesia. emosional/artisitk. C. Maksudnya. sesuai minat siswa.Kurikulum Rencana Pendidikan 1964 Pada akhir era kekuasaan Soekarno. Pendidikan kemasyarakatan 2. dan jasmaniah. karsa. Konsep pembelajaran ini mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan persoalan (problem solving). B. yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana. dan permainan. Pendidikan agama/budi pekerti II Perkembangan kecerdasan 1. Pengetahuan Alamiah 8 . Disebut Pancawardhana karena lima kelompok bidang studi. karya. pada hari Sabtu. Rencana Pendidikan 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada pengembangan daya cipta. rasa. siswa diberi kebebasan berlatih kegitan di bidang kebudayaan. dengan sifat-sifat seperti pada ketetapan MPRS No II tanun 1960. kreatif. I. olah raga. yang disesuaikan dengan perkembangan anak. dan D. Isu yang berkembang pada rencana pendidikan 1964 adalah konsep pembelajaran yang bersifat aktif. yang memisahkan mata pelajaran berdasarkan lima kelompok bidang studi (Pancawardhana). kurikulum pendidikan yang lalu diubah menjadi Rencana Pendidikan 1964. Sedangkan bagi kelas II hingga VI tetap menggunakan skor 10 – 100. keprigelan (keterampilan). Kurikulum 1964 bersifat separate subject curriculum. Pengembangan Moral 1. kesenian. Bahasa Indonesia 3. Berhitung 4. Pada saat itu pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis. yaitu kelompok perkembangan moral. Penyelenggaraan pendidikan dengan kurikulum 1964 mengubah penilaian di rapor bagi kelas I dan II yang asalnya berupa skor 10 – 100 menjadi huruf A. dan moral. Mata Pelajaran yang ada pada Kurikulum 1968 adalah. Bahasa Daerah 2. Cara belajar dijalankan dengan metode disebut gotong royong terpimpin.

tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. kecerdasan. dan keyakinan beragama. dan kecakapan khusus. sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik. Muatan materi pelajaran bersifat teoritis.Kelahiran Kurikulum 1968 bersifat politis: mengganti Rencana Pendidikan 1964 yang dicitrakan sebagai produk Orde Lama. 2004). moral. yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila. dan jasmani. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja. dan sehat jasmani. yaitu pengembangan moral. Dari segi tujuan pendidikan. Tujuannya pada pembentukan manusia Pancasila sejati. budi pekerti. Isi pendidikan diarahkan pada kegiatan mempertinggi kecerdasan dan keterampilan. emosional/artistik. Djauzak menyebut Kurikulum 1968 sebagai kurikulum bulat. serta mengembangkan fisik yang sehat dan kuat. Pendidikan kesenian IV Pengembangan keprigelan Pendidikan keprigelan V Pengembangan jasmani Pendidikan jasmani/Kesehatan Kurikulum 1968 Usai tahun 1952. menjelang tahun 1964. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani.III Pengembangan emosional atau Artistik 1. Jumlah pelajarannya 9.” katanya. Kurikulum 1968 menekankan pendekatan organisasi materi pelajaran: kelompok pembinaan Pancasila. keprigelan. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. kuat. Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964. pengetahuan dasar. dan kecakapan khusus. pengetahuan dasar. Kurikulum 1968 bertujuan bahwa pendidikan ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap 9 . pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia.

Kurikulum 1968 bersifat correlated subject curriculum. artinya materi pelajaran pada tingkat bawah mempunyai korelasi dengan kurikulum sekolah lanjutan. Salah satunya adalah teori psikologi unsur. pendidikan pada masa ini lebih ditekankan untuk membentuk manusia pancasila sejati. Bahasa Daerah 5. IPA 8. Pendidikan agama 2. Berhitung 7. Pendidikan olahraga II. yang memuat hanya mata pelajaran pokok saja. tiga tahun setelah itu. pengetahuan dasar. dan kecakapan khusus. “anak belajar melalui unsur-unsurnya dulu”. Pengembangan pengetahuan dasar 6. Pendidikan kejuruan Rangkuman  Pada awal Indonesia merdeka tahun 1945. yakni 10 . I. Tujuan pendidikan pada kurikulum 1964 yang bertujuan menciptakan masyarakat sosialis Indonesia diberangus. tak lagi mengkaitkannya dengan permasalahan faktual di lingkungan sekitar. Pembinaan Jiwa Pancasila 1. Pendidikan kesenian 9. Muatan materi pelajarannya sendiri hanya teoritis. Bahasa Indonesia 4. Kurikulum 1968 lahir dengan pertimbangan politik ideologis. Bidang studi pada kurikum ini dikelompokkan pada tiga kelompok besar: pembinaan pancasila. Begitu juga pada mata pelajaran lain. Contoh penerapan metode pembelajarn ini adalah metode eja ketika pembelajaran membaca.jenjang pendidikan. Struktur kurikulum 1968 dapat dilihat pada tabel berikut ini. Pendidikan kewarganegaraan 3. Metode pembelajaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pendidikan dan psikologi pada akhir tahun 1960-an. Pendidikan kesejahteraan keluarga III Pembinaan kecakapan khusus 10. Jumlah mata pelajarannya 9.

Unsur pokok kurikulum adalah: (1) daftar jam pelajaran atau struktur program. • Struktur program dibagi menjadi: (1) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Daerah.tahun 1947 Indonesia baru memiliki kurikulum yang disebut dengan ieer plan atau rencana pelajaran. Istilah yang digunakan adalah Rencana Pelajaran. Istilah yang dipakai adalah Rencana Pelajaran. (5) meningkatkan pendidikan jasmani. (3) memberikan perhatian kepada kesenian. (2) garis-garis besar program pengajaran. • Merupakan kurikulum pertama di Indonesia. (4) meningkatkan pendidikan watak. Kurikulum ini menggunakan konsep Panchawardhana yang digagas oleh Presiden Soekarno. dan krida. dan (6) meningkatkan kesadaran bernegara dan bermasyarakat. dan Kebudayaan. • Digunakan sampai dengan tahun 1968. No. • Merupakan kurikulum dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). • Digunakan sampai dengan tahun 1964 • Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1958. 11 4 Rencana Pelajaran 1964 . karsa. • Kurikulum ini masih relatif sama dengan Rencana Pelajaran 1947 • Istilah kurikulum masih belum digunakan. • Kurikulum ini merupakan kurikulum masih dengan mata pelajaran terpisah-pisah (separated curriculum). rasa. Suwandi. • Lahir karena tunturan UU Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-dasar Pendidikan dan Pengajaran di sekolah. (1) mengurangi pendidikan pikiran. Pengajaran. 1 Kurikulum Rencana Pelajaran 1947 Keterangan • Menteri Pendidikan. 2 Rencana Pelajaran 1950 3 Rencana Pelajaran 1958 • Merupakan penyempurnaan dari Rencana Pelajaran 1950. (2) struktur program yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Indonesia. Mr. Rencana Pelajaran yang disusun harus memperhatikan.Tahun 1950 Rencana Pelajaran baru diterapkan di sekolah-sekolah dan kemudian disempurnakan dalam kurikulum di tahun 1952 dengan nama Rencana Pelajaran Terurai. Tahun 1964 dan 1968 Rencana Pelajaran dikembangkan lebih luas dan diganti dengan istilah Rencana pendidikan. • Istilah kurikulum belum digunakan. membentuk Panitia Penyelidik Pengajaran. • Terdapat pembagian kelompok cipta. (2) menghubungkan isi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

(4) Bahasa Daerah. dan (3) kecakapan khusus. o Untuk program pengetahuan dasar meliputi mata pelajaran (1) Berhitung. Ilmu Alam. o Untuk pertama kalinya istilah kurikulum dipakai di Indonesia. Beberapa mata pelajaran Ilmu Hayat. dan (5) Pendidikan Olahraga. o Untuk program kecakapan khusus meliputi mata pelajaran Pendidikan Khusus.5 Kurikulum 1968 o Kurikulum ini merupakan kurikulum terpadu pertama di Indonesia. (3) Pendidikan Bahasa Indonesia. o Struktur program untuk Sekolah Dasar. (3) Pendidikan Kesenian. dan (4) Pendidikan Kesejahteraan Keluarga. program pembinaan jiwa Pancasila meliputi mata pelajaran (1) Pendidikan Agama. 12 . o Struktur program dibagi menjadi (1) pembinaan jiwa Pancasila. (2) Pendidikan Kewargaan Negara. (2) pengetahuan dasar. (2) IPA. dan sebagainya mengalami fusi menjadi Ilmu Pengetahun Alam (IPA) atau yang sekarang sering disebut Sains.

menjelaskan tentang latar belakang ditetapkanya 13 .Kurikulum Berorientasi Pencapaian Tujuan (1975-1994) Setelah Indonesia memasuki masa orde baru maka tatanan kurikulmpun mengalami perubahan dari “Rencana Pelajaran” menuju kurikulum berbasis pada pencapaian tujuan. perenalisme pada dan lalu. Menteri Pendidikan Republik Indonesia Sjarif Thajeb. praktis. sejak sekolah yang pertama dulu berdiri. merupakan model konsep kurikulum yang paling tua. Bagaimana sesungguhnya isi dari kurikulum berbasis pada pencapaian tujuan (goal oriented) ini? Simak pada uraian di bawah ini. Dalam konteks ini adalah kurikulum subjek akademik. kurikulum subjek akademik tidak berarti terus tetap hanya menekankan materi yang disampaikan. Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1975 Dalam Kata Pengantar Kurikulum 1975. Kurikulum ini mulai dikembangkan sejak tahun 1975 hingga 1984. Semua proses pembelajaran diarahkan dalam upaya untuk mencapai tujuan pembelajaran. dalam sejarah perkembangannya secara berangsur-angsur memperhatikan juga proses belajar yang dilakukan peserta didik. dan nilai-nilai budaya masa lalu kepada generasi yang baru. fungsi pendidikan adalah berorientasi masa memeliharadan mewariskan ilmu pngetahuan. Penyusunannya relatif mudah. klasik. Kurikulum ini bersumber dari pendidikan esensialisme. Proses belajar yang dipilih tergantung pada segi apa yang dipentingkan dalaam materi pelajaran tersebut. belajar adalah berusaha menguasai isi atau materi pelajaran sebanyak-banyaknya. Menurut kurikulum ini. Kurikulum ini menekankan pada isi atau materi pelajaran yang bersumber dari disiplin ilmu. Kurikulum 1975 A. dan mudah digabungkan dengan model yang lain. tehnologi.

1. telah banyak timbul gagasan baru tentang pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Berorientasi pada tujuan. Hal-hal yang mempengaruhi program maupun kebijaksanaan pemerintah yang menyebabkan pembaharuan itu adalah :(a) Selama Pelita I. Dalam hal ini pemerintah merumuskan tujuan-tujuan yang harus dikuasai oleh siswa yang lebih dikenal dengan 14 .(c) Adanya hasil analisis dan penilaian pendidikan nasional oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaaan mendorong pemerintah untuk meninjau kebijaksanaan pendidikan nasional. yang mempunyai dampak baru terhadap program pendidikan nasional. Prinsip Pelaksanaan Kurikulum 1975 Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan prinsip-prinsip di antaranya sebagai berikut.(b) Adanya kebijaksanaan pemerintah di bidang pendidikan nasional yang digariskan dalam GBHN yang antara lain berbunyi : “Mengejar ketinggalan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempercepat lajunya pembangunan.(e) Keluhan masyarakat tentang mutu lulusan pendidikan untuk meninjau sistem yang kini sedang berlaku. yang dimulai pada tahun 1969.Kurikulum 1975 sebagai pedoman pelaksanaan pengajaran di sekolah. Sejak Tahun 1969 di Negara Indonesia telah banyak perubahan yang terjadi sebagai akibat lajunya pembangunan nasional. sehingga diperlukan peninjauan terhadap Kurikulum 1968 tersebut agar sesuai dengan tuntutan masyarakat yang sedang membangun. Penjelasan tersebut sebagai berikut : 1. Atas dasar petimbangan tersebut maka dibentuklah kurikulum tahun 1975 sebagai upaya untuk mewujudkan strategi pembangunan di bawah pemerintahan orde baru dengan program Pelita dan Repelita. B. Pada Kurikulum 1968.(d) Adanya inovasi dalam system belajar-mengajar yang dianggap lebih efisien dan efektif yang telah memasuki dunia pendidikan Indonesia. hal-hal yang merupakan faktor kebijaksanaan pemerintah yang berkembang dalam rangka pembangunan nasional tersebut belum diperhitungkan. 2.

yaitu tujuan yang harus dicapai setelah mengikuti 15 . tujuan instruksional umum dan tujuan instruksional khusus. tujuan kurikuler. 2. Struktur Program Kurikulum.khirarki tujuan pendidikan. Pembelajaran lebih banyak menggunaan teori Behaviorisme. Dipengaruhi psikologi tingkah laku dengan menekankan kepada stimulus respon (rangsang-jawab) dan latihan (Drill). Komponen Kurikulum 1975. Menekankan kepada efisiensi dan efektivitas dalam hal daya dan waktu. tujuan institusional. SMP maupun SMA. 2. Tujuan institusional. yang meliputi : tujuan pendidikan nasional. Berlaku mulai SD. Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif. Kurikulum 1975 memuat ketentuan dan pedoman yang meliputi unsur-unsur : 1. 4. 3. Struktur program adalah kerangka umum program pengajaran yang akan diberikan pada tiap sekolah. Garis-Garis Besar Program Pengajaran. Sistem yang senantiasa mengarah kepada tercapainya tujuan yang spesifik. yaitu. C. 3. a. 5. Menganut pendekatan sistem instruksional yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI). pada bagian ini dimuat hal-hal yang berhubungan dengan program pengajaran. yakni memandang keberhasilan dalam belajar ditentukan oleh lingkungan dengan stimulus dari luar. Garis-Garis Besar Program Pengajaran Sesuai dengan namanya. Tujuan Kurikuler. dalam hal ini sekolah dan guru. dapat diukur dan dirumuskan dalam bentuk tingkah laku siswa.Tujuan Institusional adalah tujuan yang hendak dicapai lembaga dalam melaksanakan program pendidikannya.

c.program pengajaran yang bersangkutan selama masa pendidikan. 16 . yaitu tujuan yang hendak dicapai dalam setiap satuan pelajaran baik dalam satu semester maupun satu tahun. d. Pokok bahasan yang harus dikembangkan untuk dijadikan bahan pelajaran bagi para siswa agar mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. b. Urutan penyampaian bahan pelajaran dari tahun pelajaran satu ke tahun pelajaran berikutnya dan dari semester satu ke semester berikutnya. Tujuan Instruksional Umum.

Pedoman perumusan tujuan memberikan petunjuk bagi guru dalam merumuskan tujuan-tujuan khusus. Komponen PPSI meliputi. Oemar Hamalik mendefinisikan PPSI sebagai pedoman yang disusun oleh guru dan berguna untuk menyusun satuan pelajaran. Sistem PPSI ini berpandangan bahwa proses belajar-mengajar sebagai suatu system yang senantiasa diarahkan pada pencapaian tujuan. Pedoman program kegiatan guru 17 . Pedoman prosedur pengembangan alat penilaian memberikan petunjuk tentang prosedur penilaian yang akan ditempuh. c) Pedoman proses kegiatan belajar siswa. d) Pedoman program kegiatan guru. PPSI adalah sistem yang saling berkaitan dari satu instruksi yang terdiri atas urutan.4. Pedoman proses kegiatan belajar siswa merupakan petunjuk bagi guru untuk menetapkan langkah-langkah kegiatan belajar siswa sesuai dengan bahan pelajaran yang harus dikuasai dan tujuan khusus instruksional yang harus dicapai oleh para siswa. Perumusan tujuan khusus itu berdasarkan pada pendalaman dan analisis terhadap pokok-pokok bahasan/ subpokok bahasan yang telah digariskan untuk mencapai tujuan instruksional dan tujuan kurikuler dalam GBPP. Tes yang digunakan dalam PPSI disebut criterion referenced test yaitu tes yang digunakan unuk mengukur efektifitas program/ pelaksanaan pengajaran. tentang tes awal (pre test) dan tes akhir (post test). Sistem Penyajian dengan Pendekatan PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional). a) Pedoman perumusan tujuan. desain tugas yang progresif bagi individu dalam belajar (Hamzah B. Sistem pembelajaran dengan pendekatan sistem instruksional inilah yang merupakan pembaharuan dalam system pengajaran di Indonesia. b) Pedoman prosedur pengembangan alat penilaian. 2007).Uno. tentang jenis tes yang akan digunakan dan tentang rumusan soal-soal tes sebagai bagian dari satuan pelajaran.

7. Pedoman perbaikan atau revisi yang merupakan pengembangan program setelah selesai dilaksanakan. f) Pedoman perbaikan atau revisi.merupakan petunjuk-petunjuk bagi guru untuk merencanakan program kegiatan bimbingan sehingga para siswa melakukan kegiatan sesuai dengan rumusan TIK. administrator teknik pada dan 18 sekolah. Supervisi dan Administrasi Sebagai suat lembaga pendidikan memerlukan pengelolaan yang terarah. maupun para supervisi Pedoman dan pengamat sekolah sekolah. Sistem Penilaian Dengan melaksanakan PPSI. Petunjuk-petunjuk itu berkenaan dengan dimulainya pelaksanaan tes awal dilanjutkan dengan penyampaian materi pelajaran sampai pada dilaksanakannya penilaian hasil belajar. Di samping itu mereka mereka memerlukan pengarahan yang akan mengembagkan mereka menjadi manusia yang mampu meraih masa depan yang lebih baik. penilaian diberikan pada setiap akhir pelajaran atau pada akhir satuan pelajaran tertentu. Dalam kaitan ini maka perlu adanya bimbingan dan penyuluhan bagi para siswa dalam meniti hidupnya meraih masa depan yang diharapkanya. ini Bagaimana administrasi dapat dipelajari supervise pelaksanaan kurikulum tentang . 6. baik yang digunakan oleh para guru. Pedoman pelaksanaan program merupakan petunjuk-petunjuk dari program yang telah disusun. e) Pedoman pelaksanaan program. Inilah yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya yang memberikan penilaian pada akhir semester atau akhir tahun saja. 5. Perbaikan dilakukan berdasarkan umpan balik yang diperoleh berdasarkan hasil penilaian akhir. Sistem Bimbingan dan Penyuluhan Setiap siswa memiliki tingkat kecepatan belajar yang tidak sama.

Bahasa Indonesia 4. 3. Pendidikan agama 2. Terdapat beberapa unsur dalam GBHN 1983 yang belum tertampung ke dalam kurikulum pendidikan dasar dan menengah. Keterampilan khusus Kurikulum 1984 A. Bahkan sidang umum MPR 1983 yang produknya tertuang dalam GBHN 1983 menyiratakan keputusan politik yang menghendaki perubahan kurikulum dari kurikulum 1975 ke kurikulum 1984. Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1984 Kurikulum 1975 hingga menjelang tahun 1983 dianggap sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan masyarakat dan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.administrasi. 4. Mata Pelajaran dalam Kurikulum tahun 1975 adalah 1. Terdapat ketidakserasian antara materi kurikulum berbagai bidang studi dengan kemampuan anak didik. Terlalu padatnya isi kurikulum yang harus diajarkan hampir di setiap 19 . 1. Kesenian 9. IPA 7. 2. Pendidikan Moral Pancasila 3. Terdapat kesenjangan antara program kurikulum dan pelaksanaannya di sekolah. IPS 5. Matematika 6.Secara umum dasar perubahan kurikulum 1975 ke kurikulum 1984 di antaranya adalah sebagai berikut. Olah raga dan kesehatan 8. Karena itulah pada tahun 1984 pemerintah menetapkan pergantian kurikulum 1975 oleh kurikulum 1984.Ketujuh unsur tersebut merupakan satu kesatuan yang mewarnai Kurikulum 1975 sebagai suatu sistem pengajaran.

Berorientasi kepada tujuan instruksional. Atas dasar perkembangan itu maka menjelang tahun 1983 antara kebutuhan atau tuntutan masyarakat dan ilmu pengetahuan/teknologi terhadap pendidikan dalam kurikulum 1975 dianggap tidak sesuai lagi. Ciri-ciri Kurikulum 1984. Pengadaan program studi baru (seperti di SMA) untuk memenuhi kebutuhan perkembangan lapangan kerja. Pelaksanaan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa (PSPB) sebagai bidang pendidikan yang berdiri sendiri mulai dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah tingkat atas termasuk Pendidikan Luar Sekolah. 5. Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional 20 . 6. B. Kurikulum 1984 memiliki ciri-ciri sebagai berikut. 1. Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975.jenjang. oleh karena itu diperlukan perubahan kurikulum.

Keterampilan proses adalah pendekatan belajar-mengajar yang memberi tekanan kepada proses pembentukkan keterampilan memperoleh pengetahuan dan 21 . intelektual. Konsep-konsep yang dipelajari siswa harus didasarkan kepada pengertian.dan efektif. Menanamkan pengertian terlebih dahulu sebelum diberikan latihan. Semakin tinggi kelas dan jenjang sekolah. CBSA adalah pendekatan pengajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk aktif terlibat secara fisik. 3. semiabstrak. 2. mental. sebelum memilih atau menentukan bahan ajar. 5. Spiral adalah pendekatan yang digunakan dalam pengemasan bahan ajar berdasarkan kedalaman dan keluasan materi pelajaran. maupun psikomotor. Pendekatan pengajarannya berpusat pada anak didik melalui cara belajar siswa aktif (CBSA). 6. semakin dalam dan luas materi pelajaran yang diberikan. baik dalam ranah kognitif. 4. Oleh karena itu. afektif. Materi pelajaran dikemas dengan nenggunakan pendekatan spiral. semikonkret. dan abstrak dengan menggunakan pendekatan induktif dari contoh-contoh ke kesimpulan. Pemberian materi pelajaran berdasarkan tingkat kematangan mental siswa dan penyajian pada jenjang sekolah dasar harus melalui pendekatan konkret. Materi disajikan berdasarkan tingkat kesiapan atau kematangan siswa. Menggunakan pendekatan keterampilan proses. Untuk menunjang pengertian alat peraga sebagai media digunakan untuk membantu siswa memahami konsep yang dipelajarinya. Dari yang mudah menuju ke sukar dan dari sederhana menuju ke kompleks. baru kemudian diberikan latihan setelah mengerti. dan emosional dengan harapan siswa memperoleh pengalaman belajar secara maksimal. yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa.

1. Pendidikan Moral Pancasila. Kebijakan Dalam Penyusunan Kurikulum 1984. maka dalam Kurikulum 1984 jurusan dinyatakan dalam program A dan B. C. a. penekanan pada mata pelajaran Fisika b. Pendekatan keterampilan proses diupayakan dilakukan secara efektif dan efesien dalam mencapai tujuan pelajaran. Geografi Dunia. Tetapi mengngat program B memerlukan 22 . IPS. Program A terdiri dari. Adanya perubahan dalam perangkat mata pelajaran inti. Kalau semula pada Kurikulum 1975 terdapat 3 jurusan di SMA. Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Kimia. Kalau pada Kurikulum 1975 terdapat delapan pelajaran inti. Penambahan mata pelajaran pilihan yang sesuai dengan jurusan masing-masing. Mata pelajaran yang termasuk kelompok inti tersebut adalah : Agama. Perubahan program jurusan. Keterampilan. 3.mengkomunikasikan perolehannya. Sedangkan program B adalah program yang mengarah kepada keterampilan kejuruan yang akan dapat menerjunkan siswa langsung berkecimpung di masyarakat. penekanan pada mata pelajaran Bahasa dan Budaya. 2. Pendidikan Jasmani dan Olahraga. Fisika. penekanan pada mata pelajaran Biologi c. Kesenian. Geografi Indonesia. A4. Bahasa dan Kesusasteraan Indonesia. A1. yaitu IPA. Matematika. penekanan pada mata pelajaran Ekonomi d. Sejarah Dunia dan Nasional. A3. A2. Kebijakan dalam penyusunan Kurikulum 1984 adalah sebagai berikut. Bahasa. Ekonomi. Bahasa Inggris. pada Kurikulum 1984 terdapat enam belas mata pelajaran inti. Biologi.

Kurikulum 1984 dilaksanakan secara bertahap dari kelas I SMA berturut tahun berikutnya di kelas yang lebih tinggi. 4. Hal ini terjadi karena berkesesuaian suasan pendidikan di LPTK (Lembaga 23 . yaitu kurikulum 1984. 2. Pada kurikulum sebelumnya.sarana sekolah yang cukup maka program ini untuk sementara ditiadakan. 1. Pentahapan waktu pelaksanaan. serta kebutuhan pembangunan. yang disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kesenian. proses pembelajaran menekankan pada pola pengajaran yang berorientasi pada teori belajar mengajar dengan kurang memperhatikan muatan (isi) pelajaran. Dengan berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional maka Kurikulum Sekolah Menengah Umum perlu disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan tersebut. Latar Belakang Diberlakukanya Kurikulum 1994 Adapun yang menjadi latar belakang diberlakukanya kurikulum 1994 adalah sebagai berikut. diperlukan peningkatan dan penyempurnaan pentelenggaraan pendidikan nasional. Bahwa sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa serta agar pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pengajaran nasional yang diatur dengan Undang-Undang. perkembangan masyarakat. Kurikulum 1994 A. Bahwa untuk mewujudkan pembangunan nasional di bidang pendidikan. 3.

pada saat itu dibentuklah Tim Basic Science yang salah satu tugasnya ikut mengembangkan kurikulum di sekolah. yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan.Pendidikan Tenaga Kependidikan) pun lebih mengutamakan teori tentang proses belajar mengajar. baik secara mental. fisik. Akibatnya. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pembagian tahapan pelajaran di sekolah dengan sistem caturwulan. 4. B. Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. di antaranya sebagai berikut. 2. Pembelajaran di sekolah lebih menekankan materi pelajaran yang cukup padat (berorientasi kepada materi pelajaran/isi) 3. Dalam mengaktifkan siswa guru dapat memberikan bentuk soal yang mengarah kepada jawaban konvergen. dan sosial. 1. Dalam pelaksanaan kegiatan. Kurikulum ini bersifat kurikulum inti sehingga daerah yang khusus dapat mengembangkan pengajaran sendiri disesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat sekitar. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran. yaitu yang memberlakukan satu sistem kurikulum untuk semua siswa di seluruh Indonesia. Pokok Kurikulum 1994 Terdapat ciri-ciri yang menonjol dari pemberlakuan kurikulum 1994. sehingga siswa selesai mengikuti pelajaran pada periode tertentu akan mendapatkan materi pelajaran yang cukup banyak. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak. Kurikulum 1994 bersifat populis. guru hendaknya memilih dan menggunakan strategi yang melibatkan siswa aktif dalam belajar. 24 . Tim ini memandang bahwa materi (isi) pelajaran harus diberikan cukup banyak kepada siswa.

Pengulangan-pengulangan materi yang dianggap sulit perlu dilakukan untuk pemantapan pemahaman siswa. 5. 2. dan dari hal yang sederhana ke hal yang komplek. 1. Permasalahan di atas terasa saat berlangsungnya pelaksanaan kurikulum 1994. Dalam pengajaran suatu mata pelajaran hendaknya disesuaikan dengan kekhasan konsep/pokok bahasan dan perkembangan berpikir siswa.divergen (terbuka. dan kurang bermakna karena kurang terkait dengan aplikasi kehidupan sehari-hari. dan penyelidikan. Hal ini mendorong para pembuat kebijakan untuk menyempurnakan kurikulum tersebut. dimungkinkan lebih dari satu jawaban). Selama dilaksanakannya kurikulum 1994 muncul beberapa permasalahan. 3. 7. Pengajaran dari hal yang konkrit ke hal yang abstrak. terutama sebagai akibat dari kecenderungan kepada pendekatan penguasaan materi (content oriented). 6. Beban belajar siswa terlalu berat karena banyaknya mata pelajaran dan banyaknya materi/substansi setiap mata pelajaran. Materi pelajaran dianggap terlalu sukar karena kurang relevan dengan tingkat perkembangan berpikir siswa. di antaranya sebagai berikut. dari hal yang mudah ke hal yang sulit. Penyempurnaan tersebut dilakukan dengan tetap mempertimbangkan prinsip penyempurnaan kurikulum. sehingga diharapkan akan terdapat keserasian antara pengajaran yang menekankan pada pemahaman konsep dan pengajaran yang menekankan keterampilan menyelesaikan soal dan pemecahan masalah. Salah satu upaya penyempurnaan itu diberlakukannya Suplemen Kurikulum 1994. yaitu : (a)) Penyempurnaan 25 .

5. (2) Pendidikan Moral Pancasila. Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk memperoleh kebenaran substansi materi pelajaran dan kesesuaian dengan tingkat perkembangan siswa. potensi siswa. dan keadaan lingkungan serta sarana pendukungnya. 6. (3) Bahasa Indonesia.kurikulum secara terus menerus sebagai upaya menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. RANGKUMAN No 1 Kurikulum Kurikulum 1975 Tahun • Lahir sebagai tuntutan Ketetapan MPR Nomor IV/MPR/1973 tentang GBHN 1973. pembelajaran. dengan tujuan pendidikan ”membentuk manusia Indonesia untuk pembangunan nasional di berbagai bidang. seperti tujuan materi. (7) Olahraga 26 . dan sarana/prasarana termasuk buku pelajaran. serta tuntutan kebutuhan masyarakat. Penyempurnaan kurikulum 1994 di pendidikan dasar dan menengah dilaksanakan bertahap yaitu tahap penyempurnaan jangka pendek dan penyempurnaan jangka panjang. evaluasi. (4) Ilmu Pengetahuan Sosial. (6) Ilmu Pengetahuan Alam. • Struktur program untuk SD meliputi bidang studi (1) Agama. Penyempurnaan kurikulum mempertimbangkan berbagai aspek terkait. (b) Penyempurnaan kurikulum dilakukan untuk mendapatkan proporsi yang tepat antara tujuan yang ingin dicapai dengan beban belajar. Penyempurnaan kurikulum tidak mempersulit guru dalam mengimplementasikan dan tetap dapat menggunakan buku pelajaran dan sarana prasarana pendidikan lainnya yang tersedia di sekolah. 4. (5) Matematika.

No Kurikulum Tahun dan Kesehatan. baik IPA dan IPS. • Untuk SMA sudah barang tentu ada bidang studi berdasarkan jurusan. (3) pemilihan kemampuan dasar serta keterpaduan dan keserasian antara ranah kognitif. 2 Kurikulum 1984 • Kurikulum ini merupakan penyempurnaan dari kurikulum 1975. dan Pendidikan Keterampilan. • Kurikulum 1984 berlaku berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1983 tanggal 22 Oktober 1983 tentang Perbaikan Kurikulum Pendidikan Dasar dan Menengah di Lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan • Ada empat aspek yang disempurnakan dalam Kurikulum 1984. afektif. baik yang pilihan terikat atau pilihan bebas. • GBPP untuk kurikulum 1975 dikenal dengan format yang sangat rinci. (2) penyesuaian tujuan dan struktur program kurikulum. yakni: (1) pelaksanaan PSPB. Oleh karena itu Kurikulum 1984 dikenal juga sebagai Kurikulum 1975 Yang Disempurnakan. • Untuk SMK dikenal dengan Kurikulum 1976. Bahasa Inggris. dan psikomotorik. dan (9) Keterampilan Khusus. • Untuk SMP ditambah dengan bidang studi Bahasa Daerah. (8) Kesenian. (4) pelaksanaan pelajaran berdasarkan kerundatan belajar yang disesuaikan dengan 27 .

No Kurikulum Tahun kecepatan belajar masing-masing peserta didik. • Kurikulum 1994 dilaksanakan berdasarkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993. • Kurikulum 1994 berisi 3 lampiran: (1) Landasan. (2) GBPP. 3 Kurikulum 1994 • Kurikulum 1994 merupakan pelaksanaan amanat UU Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Program. dan (3) Pedoman Pelakskanaan Kurikulum. 28 . dan Pengembangan Kurikulum.

Kurikulum Berbasis Kompetensi dan KTSP (2004/2006) Kurikulum yang berorientasi pada pencapaian tujuan (1975-1994) berimpilkasi pada penguasaan kognitif lebih dominan namun kurang dalam penguasaan keterampilan (skill). olah raga. menyesuaikan diri. aspek-aspek akhlaq. Pengembangan aspek-aspektersebut bermuara pada peningkatan dan pengembangan kecakapan hidup(life skill) yang diwujudkan melalui pencapaian kompetensi peserta didikuntuk bertahan hidup.keterampilan. Undang-undang tentang Sistem Pendidikan Nasional. danjati diri yang dikembangkan melalui pembelajaran dan atau pelatihan yangdilakukan secara bertahap dan berkesinambungan. pengetahuan.dengan demikian peserta didik memiliki ketangguhan. Perubahan keempat UUD 1945 Pasal31 tentang Pendidikan. Sehingga lulusan pendidikan kita tidak memiliki kemampuan yang memadai terutama yang bersifat aplikatif. dimensi budi manusia pekerti. kemandirian.Untuk itu upaya peningkatan mutu pendidikan harus dilakukan secaramenyeluruh Indonesiaseutuhnya. yang yakni mencakup pengembangan moral. Tap MPR No. sehingga diperlukan kurikulum yang berorientasi pada penguasaan kompetensi secara holistik. IV/MPR/1999 tentang GBHN tahun 1999-2004. dan bernegara di Indonesia tidak terlepas dari pengaruhperubahan global. seni. sertaseni dan budaya. dan perilaku. Kemampuan secara holistik ini sejalan dengan perkembangan dan perubahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. 1. 3. Perubahan secara terus menerus ini menuntut perlunyaperbaikan sistem pendidikan nasional termasuk penyempurnaan kurikulumuntuk mewujudkan masyarakat yang mampu bersaing dan menyesuaikandiri dengan perubahan zaman.Penyempurnaan kurikulum untuk mewujudkan peserta didik yangdimaksudkan itu telah diamanatkan dalam kebijakan-kebijakan nasionalsebagai berikut. dan berhasil di masa datang. perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2.berbangsa. 29 .

30 . penilaian nasional. Lahir sebagai respon dari tuntutan reformasi. Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Daerah sebagai Daerah Otonom. Atas dasar itulah maka Indonesia memilih untuk memberlakukan Kurikulum KBK sebagai pedoman penyelenggaraan pendidikan serta penyempurnaannya dalam bentuk Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).1. Kurikulum Berbasis Kompetensi Kurikulum 2004 lebih populer dengan sebutan KBK (kurikulum Berbasis Kompetensi). A.dan kalender pendidikan. Pemberlakuan OtonomiDaerah Undang-Undang Nomor 22 tahun 1999 tentang 2. kurikulum dan materi pokok. yangantara lain menyatakan pusat berkewenangan dalam menentukan:kompetensi siswa.

j pendidikan nasional. keterampilan. dan bertindak. mengusai. nilai. Seseorang telah memiliki kompetensi dalam bidang tersebut yang tercermin dalam pola perilaku sehari-hari. understanding. value. kompetensi kultural (adaptasi terhadap lingkungan dan budaya masyarakat Indonesia). dan menerapkan dalam kehidupan sehari-hari materi-materi yang telah dipelajarinya. UU No 25 tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan propinsi sebagai daerah otonom. dam Tap MPR No IV/MPR/1999 tentang arah kebijakan. Adapun kompentensi sendiri diklasifikasikan menjadi: kompetensi lulusan (dimilik setelah lulus).diantaranya UU No 2 1999 tentang pemerintahan daerah. keterampilan. KBK tidak lagi mempersoalkan proses belajar. proses pembelajaran dipandang merupakan wilayah otoritas guru. kompetensi okupasional (kesiapan dan kemampuan beradaptasi dengan dunia kerja). skill. Sedangkan Kurkikulum Berbasis Kompetensi (KBK) merupakan perangkat rencana dan pengaturan tentang 31 . kompetensi dasar (dimiliki setelah menyelesaikan satu topik/konsep). dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Pengertian Secara umum kompetensi diartikan sebagai pengetahuan. Kompetensi mengandung beberapa aspek. kompetensi standar (dimiliki setelah mempelajari satu mata pelajaran). Kompetensi dimaknai sebagai perpaduan pengetahuan. dan kompetensi temporal (memanfaatkan kemampuan dasar yang dimiliki siswa 1. dan interest. dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir. kompetensi akademik (pengetahuan dan keterampilan dalam menyelesaikan persoalan). attitude. yang terpenting pada tingkatan tertentu peserta didik mencapai kompetensi yang diharapkan. yaitu knowledge. Dengan mengembangkan aspek-aspek ini diharapkan siswa memahami.

Balitbang Depdiknas. 4. 02 2. Kompetensi Utama Mengacu pada kompetensi yang dikembangkan Anderson dan Krathwhol (2001:ii). penilaian. Kerangka dasar KBK dapat digambarkan sebagai berikut. Jenis kompetensi ini terdiri dari dua. Conceptual knowledge meliputi kompetensi yang menunjukkan pemahaman tata hubungan antar fitur dasar dalam suatu struktur yang lebih luas dan yang memungkinkan berfungsinya fitur-fitur tersebut. yaitu: pengetahuan tentang terminologi. 3) procedural knowledge. maka Kompetensi Utama dapat dikelompok menjadi 4 (empat) gugus. kegiatan belajar mengajar. dan 4) metacognitive knowledge . dan pemberdayaan sumber daya pendidikan dalam pengembangan kurikulum sekolah (Pusat Kurikulum. 2) conceptual knowledge. Factual knowledge menyangkut pengetahuan tentang fitur-fitur dasar yang harus diketahui oleh pebelajar dalam sebuah disiplin keilmuan dan dapat digunakan dalam memecahkan masalah. dan 2) pengetahuan tentang detil spesifik (specific details) dan fiturfitur dasar (basic elements). yaitu: 1) factual knowledge. Termasuk ke dalam kompetensi ini adalah:1) pengetahuan 32 . Kurikulu m & Hasil Belajar Penilaian Berbasis Kelas Kurikulum Berbasis Kompetensi Pengelola an Berbasis Sekolah Kegiatan Belajar Mengajar Gambar.kompetensi dan hasil belajar yang harus dicapai pebelajar. 2002:3).

pengembangan keahlian dan keterampilan pengembangan (MKK). Termasuk dalam kompetensi ini. pengemabngan berkarya keahlian (PPB). termasuk pengetahuan tentang kontekstualitas dan kondisi khusus. Ke-empat gugus kompetensi utama tersebut perlu dijembatani dengan lima unsur pokok yang diamanatkan dalam Kepmen 045/U/2002. perilaku pengembangan berkehidupan bermasyarakat (PBB). dan berkarya (MKB). yaitu: Pengembangan kepribadian (MK). yaitu: 1) pengetahuan strategis. Dan. teknik. 33 . model. dan metode. 2) pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif.tentang klasifikasi dan kategori. metacognitive knowledge merupakan kompetensi yang menyangkut tentang pengetahuan terhadap kognisi secara umum dan kesadaran serta memahami kognisi diri sendiri. maka akan tampak sebagai berikut. 2) pengetahuan tentang prinsi-prinsip kerja dan generalisasinya. 2) pengetahuan tentang teknik dan metode khusus (subject-specific techniques and methods). dan 3) pengetahuan tentang diri sendiri. dan kriteria dalam menggunakan keterampilan. 3) pengetahuan tentang kriteria penggunaan sebuah prosedur yang tepat. Procedural knowledge meliputi pengetahuan dan pemahaman bagaimana melakukan sesuatu (technical know how). paradigma dan struktur dasar. Kompetensi ini meliputi 3 hal. 3) pengetahuan tentang teori. algotima. metode inkuiri. Bila unsur-unsur kompetensi utama ini diwujudkan ke dalam sebuah matrik. yaitu: 1) pengetahuan tentang keterampilan khusus (subject-specific skills) dan perhitungan- perhitungan (algorithm).

c. a. Metode pembelajaran Keterampilan proses dengan melahirkan 34 . d. peran serta guru dan siswa dalam proses pembelajaran. b. learning to live together.learning to do. Jumlah jam pelajaran 40 jam per minggu 32 jam perminggu. silabus menjadi kewenagan guru.Tabel Matrik Kompetensi Gugus Kompetensi Unsur Kompetensi Pengembangan Kepribadian Pengembangan Keilmuan Keterampilan Pengembangan Keahlian Berkarya Pengembangan Perilaku Berkarya Pengembangan Berkehidupan Bermasyarakat dan Factual knowledge Conceptual Procedural Metacogntive knowledge knowledge knowledge X X X X X X X X X X X X Keterangan: X – persilangan antar gugus dan unsur yang perlu dikembangkan sebagai kompetensi utama. dan learning to be. Silabus ditentukan secara seragam. KBK yang dikedepankan Penguasaan materi Hasil dan kompetenasiParadigma pembelajaran versi UNESCO: learning to know. Keunggulan KBK Beberapa keunggulan KBK dibandingkan kurikulum 1994 adalah.(Hanya contoh!!) 3. tetapi jumlah mata pelajaran belum bisa dikurangi.

penilaian berbasis kelas (PBK). yaitu kurikulum dan hasil belajar (KHB). kinerja. f. tetapi sebagai motivator yang dapat menciptakan suasana yang memungkinkan siswa dapat belajar secara penuh dan optimal B. produk. dan pencil test. dengan menggunakan instrumen tes dan non tes. PBK adalah melakukan penilaian secara seimbang di tiga ranah. dengan penekanan penilaian berbasis kelas. yang berupa portofolio. penilaian memadukan keseimbangan kognitif. KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. psikomotorik. dan afektif. KBK memiliki empat komponen. KBM diarahkan pada kegiatan aktif siswa dala membangun makna atau pemahaman. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan di Indonesia. e. dan pengelolaan kurikulum berbasis sekolah (PKBS).metode pembelajaran PAKEM dan CTL. KHB berisi tentang perencaan pengembangan kompetensi siswa yang perlu dicapai secara keseluruhan sejak lahir sampai usia 18 tahun. guru tidak bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar. kegiatan belajar mengajar (KBM). Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri 35 . Sistem penilaian Lebih menitik beratkan pada aspek kognitif.

KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI. Standar isi merupakan pedoman untuk pengembangan kurikulum tingkat satuan pendidikan yang memuat. Pada prinsipnya. Pemberlakuan KTSP.  SKL digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan. namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. Standar isi adalah ruang lingkup materi dan tingkat kompetensi yang dituangkan dalam persyaratan kompetensi tamatan.  Kurikulum tingkat satuan pendidikan yang dikembangkan di tingkat satuan pendidikan. struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan.Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006.SKL meliputi kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan. sebagaimana yang ditetapkan dalam peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. dan keterampilan sesuai dengan standar nasional yang telah disepakati. dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL.  Beban belajar. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan 36 . kompetensi bahan kajian kompetensi mata pelajaran. serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. dan  Kalender pendidikan.Kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap. kalender pendidikan. dan silabus pembelajaran yang harus dipenuhi peserta didik pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. pengetahuan.  Kerangka dasar dan struktur kurikulum.

dalam arti tidak ada intervensi dari Dinas Pendidikan atau Departemen Pendidikan Nasional. potensi daerah/ karakteristik daerah. Penyusunan kurikulum tingkat satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP dimana panduan tersebut berisi sekurang-kurangnya model-model kurikulum tingkat satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. 1. dan peserta didik. Tujuan diadakannya KTSP Terdapat beberapa tujuan mengapa pemerintah memberlakukan KTSP pada setiap jenjang pendidikan. Dengan keterlibatan komite sekolah dalam penyusunan KTSP maka KTSP yang disusun akan sesuai dengan aspirasi masyarakat. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tersebut dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan. Tujuan tersebut dijabarkan sebagai berikut : Secara umum tujuan diterapkannya KTSP adalah untuk memandirikan dan memberdayakan satuan pendidikan melalui pemberian kewenangan (otonomi) kepada lembaga pendidikan dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif dalam pengembangan kurikulum. 37 .SKL. situasi dan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Dengan kata lain. ditetapkan oleh kepala sekolah setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah. sosial budaya masyarakat setempat. pemberlakuan KTSP sepenuhnya diserahkan kepada sekolah. Penyusunan KTSP selain melibatkan guru dan karyawan juga melibatkan komite sekolah serta bila perlu para ahli dari perguruan tinggi setempat.

khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan.Secara khusus tujuan diterapkannya KTSP adalah. kelemahan. Berpusat pada potensi. (f) Sekolah dapat melakukan persaingan yang sehat dengan sekolah-sekolah lain dalam meningkatkan mutu pendidikan. peluang dan ancaman bagi dirinya. (b) Sekolah lebih mengetahui kebutuhan lembaganya. a. Meningkatkan kompetisi yang sehat antar satuan pendidikan tentang kualitas pendidikan yang akan dicapai. Mulyasa (2006: 22-23) KTSP perlu diterapkan pada satuan pendidikan berkaitan dengan tujuh hal berikut : (a) Sekolah lebih mengetahui kekuatan. (e) Sekolah dapat bertanggung jawab tentang mutu pendidikannya masing-masing. a. perkembangan. mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia. c.(d) Keterlibatan warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum dapat menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat.Pengembangan kurikulum didasarkan atas prinsip 38 . (g) Sekolah dapat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah secara cepat serta mengakomodasikannya dengan KTSP. serta kebutuhan peserta didik dan lingkungannya. Adapun prinsip-prinsip pengembangan KTSP menurut Permendiknas nomor 22 tahun 2006 sebagaimana dikutip dari Mulyasa (2006: 151-153) adalah sebagai berikut. b. Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengembangkan kurikulum. Meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam pengembangan kurikulum melalui pengambilan keputusan bersama. (c) Pengambilan keputusan lebih baik dilakukan oleh sekolah karena sekolah sendiri yang paling tahu yang terbaik bagi sekolah tersebut.

c. Visi dan misi satuan pendidikan 39 . Substansi kurikulum direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antar semua jenjang pendidikan.bahwa peserta didik adalah sentral proses pendidikan agar menjadi manusia yang bertakwa. a. Beragam dan terpadu. serta status sosial ekonomi dan gender. KTSP memiliki enam komponen penting sebagai berikut. nasional. kondisi daerah dengan tidak membedakan agama. muatan lokal. teknologi. e. dan lokal untuk membangun kehidupan masyarakat. kebutuhan.Kurikulum dikembangkan atas kesadaran bahwa ilmu pengetahuan. 2. b. Seimbang antara kepentingan global. Menyeluruh dan berkesinambungan. dan pengembangan diri secara terpadu. Relevan dengan kebutuhan. berakhlak mulia. dan lokal. Belajar sepanjang hayat. d. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum. f.Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan global. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Komponen KTSP Secara garis besar. g. nasional. berilmu. dan seni. dan lingkungan peserta didik. teknologi. dan seni berkembang secara dinamis. suku. dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. perkembangan. pembudayaan. adat. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman peserta didik. kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan. Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan relevansi pendidikan tersebut dengan kebutuhan hidup dan dunia kerja. budaya. h. serta warga negara yang demokratis sehingga perlu disesuaikan dengan potensi.

materi pembelajaran. akhlak mulia. penilaian. Tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan untuk pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. pengembang kurikulum harus mampu menghitung jam belajar efektif untuk pembentukan kompetensi peserta didik. c. alokasi waktu. serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. kompetensi dasar. 40 . dan kelulusan 6) Pendidikan kecakapan hidup 7) Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global. dan menyesuaikan dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang harus dimiliki peserta didik. Silabus Silabus merupakan rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengan tema tertentu. penjurusan. yang mencakup standar kompetensi. indikator. d. Tujuan pendidikan satuan pendidikan Tujuan pendidikan satuan pendidikan merupakan acuan dalam mengembangkan KTSP. dan sumber belajar yang dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Kalender pendidikan Dalam penyusunan kalender pendidikan. Struktur muatan KTSP Struktur muatan KTSP terdiri atas. e. b.Visi merupakan suatu pandangan atau wawasan yang merupakan representasi dari apa yang diyakini dan diharapkan dalam suatu organisasi dalam hal ini sekolah pada masa yang akan datang. kepribadian. 1) Mata pelajaran 2) Muatan lokal 3) Kegiatan pengembangan diri 4) Pengaturan beban belajar 5) Kenaikan kelas. pengetahuan.

25 Tahun 2000 tentang pembagian kewenangan Implementasi /Pelaksanaan Kurikulum • Bukan dengan Keputusan/ Peraturan Mendiknas RI • Peraturan Mendiknas RI No. 20/2003 Permendiknas No. 24/2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri No. 20/2003 – Sisdiknas PP No. 19/2005 – SPN Permendiknas No. 23 tentang SKL • Keputusan Dirjen Dikdasmen No. 41 . Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus. 20/1999 – Pemerintah-an Daerah • • • • KURIKULUM 2006 UU No. 22/2006 – Standar Isi • UU Sisdiknas No 2/1989 kemudian diganti dengan UU No. RANGKUMAN Perbandingan Kurikulum 2004 dan 2006 ASPEK Landasan Hukum • • KURIKULUM 2004 Tap MPR/GBHN Tahun 1999-2004 UU No. 23/2006 – Standar Kompetensi Lulusan • PP No. 22 tentang SI dan No.399a/C.f.C2/Kep/DS/2 004 Tahun 2004.

KURIKULUM 2006 deologi Pendidikan yang Dianut • Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. kompeten. dan No. Daerah dan Sekolah dapat mengembangkan lebih lanjut. profesional dan kompetitif Sifat (1) • Cenderung Sentralisme Pendidikan : Kurikulum disusun oleh Tim Pusat secara rinci.ASPEK • KURIKULUM 2004 Keputusan Direktur Dikme-num No. profesional dan kompetitif • Liberalisme Pendidikan : terciptanya SDM yang cerdas. 766a/C4/MN/2003 Tahun 2003. Daerah/Sekolah hanya melaksanakan • Cenderung Desentralisme Pendidikan : Kerangka Dasar Kurikulum disusun oleh Tim Pusat. kompeten. Sifat (2) • Kurikulum disusun rinci oleh Tim Pusat (Ditjen Dikmenum/ Dikmenjur dan Puskur) • Kurikulum merupakan kerangka dasar oleh Tim BSNP 42 . 1247a/ C4/MN/2003 Tahun 2003.

MP dan Indikator Pencapaian • • KURIKULUM 2006 Berbasis Kompetensi Hanya terdiri atas : SK dan KD.ASPEK Pendekatan • • KURIKULUM 2004 Berbasis Kompetensi Terdiri atas : SK. Komponen lain dikembangkan oleh guru Struktur • Berubahan relatif banyak dibandingkan kurikulum sebelumnya (1994 suplemen 1999) • Penambahan mata pelajaran untuk Mulok dan Pengem-bangan diri untuk semua jenjang sekolah • Ada perubahan nama mata pelajaran • Ada pengurangan mata pelajaran (Misal TIK di SD) • Ada penambahan mata pelajaran (TIK) atau penggabungan mata pelajaran (KN dan PS di SD) • • Ada perubahan nama mata pelajaran KN dan IPS di SD dipisah lagi • Ada perubahan jumlah jam pelajaran setiap mata pelajaran Beban Belajar • • • • Jumlah Jam/minggu : SD/MI = 26-32/minggu SMP/MTs = 32/minggu SMA/SMK = 38-39/minggu • • Jumlah Jam/minggu : SD/MI 1-3 = 27/minggu • SD/MI 4-6 = 32/minggu • Lama belajar per 1 JP: • SMP/MTs = 32/minggu 43 . KD.

dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya  Beragam dan terpadu  Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.   44 . Budi Pekerti Luhur. perkembangan. Logika. dan Kinestetika  Kesamaan Memperoleh Kesempatan  Perkembangan  Berpusat pada potensi. kebutuhan. • Pengembanga n Kurikulum lebih lanjut • Hanya sekolah yang mampu dan memenuhi syarat dapat mengembangkan KTSP.ASPEK • • • KURIKULUM 2004 SD = 35 menit SMP = 40 menit SMA/MA = 45 menit • • • • • KURIKULUM 2006 SMA/MA= 38-39/minggu Lama belajar per 1 JP: SD/MI = 35 menit SMP/MTs = 40 menit SMA/MA = 45 menit Semua sekolah /satuan pendidikan wajib membuat KTSP. • Silabus merupakan bagian tidak terpisahkan dari KTSP • Guru membuat silabus atas dasar Kurikulum Nasional dan RP/Skenario Pembelajaran • Guru harus membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Prinsip Pengembanga n Kurikulum  Keimanan. Estetika. dan Nilai-nilai Budaya  Penguatan Integritas Nasional  Keseimbangan Etika.

Penegakkan lima pilar belajar:  belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.ASPEK KURIKULUM 2004 Pengetahuan dan Teknologi Informasi  Pengembangan Kecakapan Hidup  Belajar Sepanjang Hayat  Berpusat pada Anak  Pendekatan Menyeluruh dan Kemitraan KURIKULUM 2006 teknologi. dan seni  Relevan dengan kebutuhan kehidupan  Menyeluruh dan berkesinam-bungan  Belajar sepanjang hayat  Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah Prinsip Pelaksanaan Kurikulum Tidak terdapat prinsip pelaksanaan kurikulum Didasarkan pada potensi.  belajar untuk memahami dan menghayati.  belajar untuk mampu melaksanakan dan 45 . perkembangan dan kondisi peserta didik untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi dirinya.

 belajar untuk hidup bersama dan berguna bagi orang lain.  belajar untuk membangun dan menemukan jati diri.      Bimbingan & Konseling Nilai-nilai Pancasila Budi Pekerti Tenaga Kependidikan Sumber dan Sarana Belajar         Tahap Pelaksanaan Pengembangan Silabus Pengelolaan Kurikulum 46 . Pedoman Pelaksanaan Kurikulum     Bahasa Pengantar Intrakurikuler Ekstrakurikuler Remedial. kreatif & menyenangkan. aktif. akselerasi Tidak terdapat pedoman pelaksanaan kurikulum seperti pada Kurikulum 2004. melalui proses pembela-jaran yang efektif.ASPEK KURIKULUM 2004 KURIKULUM 2006 berbuat secara efektif. pengayaan.

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Manajemen Berbasis Sekolah. Ronald H. Sudjana. Nana dan Ibrahim. Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat satuan Pendidikan Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. 2004. 1983. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Pendidikan Dasar dan Menengah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Standar Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Sudjana.DAFTAR PUSTAKA Anderson. Hamalik. Bandung: PT Sinar Baru 47 . 1990. New York: Van Nastrand Reinhold Company.Jakarta: Depdiknas. Oemar. 1989. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum di Sekolah Kejuruan. Bandung: Mandar Maju Mulyasa. Bandung:PT Remaja Rosdakarya. 2006. 2006. 1989. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Selecting and Developing Media for Instruction. Departemen Pendidikan Nasional. Penelitian dan Penilaian Pendidikan. Badan Standar Nasional Pendidikan. Pengembangan Kurikulum. E. 2003. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan: Suatu Panduan Praktis. Bandung: PT SInar Baru. Dasar-dasar dan Pengembangannya. R. Jakarta:BSNP. Nana. Jakarta:Dirjen Dikdasmen.

proses pembelajaran yang mengaktifkan belajar siswa dengan situasi pembelajaran kondusif dan menyenangkan. Aktif. GBPP : Garis-garis Besar Program Pengajaran. suatu program pengajaran kurikulum untuk tahunan atau semester PPSI : Program Pengembangan Sistem Instruksional. CTL : Contextual Teaching and Learning.GLOSARIUM Subject Matter Curriculum : pengorganisasian bahan atau materi pembelajaran secara terpisah-pisah Activity Curriculum : model kurikulum yang menekankan pada kegiatan atau pengalaman peserta didik Correlated Curriculum : pengorganisasian bahan atau materi pembelajaran dengan menggabungkan yang memiliki kesamaan karekteristik. model kurikulum yang berorientasi pada kemampuan atau kompetensi PAKEM : Pembelajaran. 48 . sifat. Efektif dan Menyenangkan. suatu program pendidikan tahun atau semester KBK : Kurikulum Berbasis Kompetensi. suatu proses pembelajaran yang menghubungkan dengan kondisi aktual. Kreatif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful