MAKALAH KEPEMIMPINAN, GAYA KEPEMIMPINAN DAN PENGEMBANGAN KEMAMPUAN PEMIMPIN

Oleh : Sri Ratri Purwoningsih
P2CC11051

MAGISTER MANAJEMEN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO 2012

1 Latar Belakang Kepemimpinan merupakan salah satu fungsi manajemen yang sangat penting untuk mencapai tujuan organisasi. kepemimpinan dapat menjadi alat pemecahan terhadap beberapa persoalan dalam organisasi. Dalam semua kelompok dalam masyarakat.2 Topik Pembahasan 1. perkumpulan olah raga. terdapat seseorang yang paling berpengaruh dan dapat dikatakan sebagai pemimpin. maupun organisasi lainnya. organisasi ataupun lingkungan kerja agar kepemimpinan yang ideal dapat tercapai. unit kerja. kekuasaan dankondisi lingkungan. Karena sentralnya peran kepemimpinan tersebut maka pengembangan kemampuan pemimpin perlu dikaji lebih dalam agar setiap individu dapat mengembangkan diri untuk menjadi pemimpin yang ideal. Kepemipinan menghadapi berbagai faktor dalam organisasi seperti struktur. 4. baik itu keluarga. masyrakat.BAB I PENDAHULUAN 1. Dalam sejarah pertumbuhan peradaban manusia. koalisi. maka kepemimpinan menjadi perhatian para ahli. disamping itu. banyak ditunjukkan bahwa salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dan kelangsungan organisasi adalah kuat tidaknya kepemimpinan. 2. Kepemimpinan perlu memadukan bebarapa konsep dan gaya kepemimpinan yang sesuai dengan kondisi keluarga. tatanan. kelompok. kegagalan dan keberhasilan suatu organisasi banyak ditentukan oleh sosok pemimpin karena pemimpin merupakan pengendali penentu arah yang hendak ditempuh olehsuatu organisasi menuju tujuan yang hendak dicapai. 3. 1. Konsep kepemimpinan masih menjadi suatu misteri dan belum ada kesepakatan diantara para ahli tentang apa sebenarnya kepemimpinan dan bagaimana cara menganalisa kepemimpinan. Perilaku pemimpin yang positif dan cukup ideal dapat mendorong kelompok dalam mengarahkan dan memotivasi individu untuk bekerjasama dalam kelompok dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi. Organisasi akan kurang efisien tanpa pemimpin. Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini adalah: Definisi dan hakikat kepemimpinan Teori-teori kepemimpinan Gaya kepemimpinan Pengembangan kemampuan pemimpin . Karena pentingnya kepemimpinan inilah. bahkan tidak mampu mencapai tujuan yang ditentukan.

Unsur-unsur kepemimpinan menurut Shegdill adalah: (1) adanya keterlibatan anggota organisasi sebagai pengikut. pemimpin. Konsep yang lebih modern. yaitu konsep yang memandang kepemimpinan sebagaifungsi kelompok. dan (4) pemimpin mempengaruhi pengikut melalui berbagai cara. dan melibatkan pemimpin dan pengikut yang bekerjasama untuk mewujudkan tujuan umum yang direncanakan. Kapabilitas. Kepemimpinan juga diartikan sebagai kemampuan mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan. (3) legitimasi diberikan kepada pengikut. (2) distribusi kekuasaan di antara pemimpin dengan anggota organisasi. pengikut. kepemimpinan dapat dikategorikan ke dalam beberapa bagian yaitu: (1) melibatkan pengaruh pemberian contoh dan persuasi. yang sukses tidaknya suatu organisasi tidak hanya .BAB II PEMBAHASAN 2. Sebagai proses. Gardner berpendapat bahwa kepemimpinan merupakan suatu atau sekumpulan aktivitas yang teramati oleh pihak lain. Sesuai definisi kepemimpinan pakar di atas dapat dipahami bahwa kepemimpinan memiliki berbagai makna. politik dan sumber daya lainnya untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Sedangkan Hary S. (3) interaksi dipengaruhi situasi dimana interaksi itu berlangsung. (2) interaksi di antara berbagai aktor baik sebagai pemimpin maupun sebagai pengikut. organisasi atau lembaga. memelihara dan mengembangkan budaya organisasi (Shegdill dalam Stoner dan Freeman 1989). Truman mengartikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk memperoleh orang-orang agar mengabaikan apa yang tidak disukai dan melaksanakan apa yang disukai. yaitu . a. penggerakan.1 Definisi dan Hakikat Kepemimpinan Kepemimpinan diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan berbagai tugas yang berhubungan dengan aktivitas anggota kelompok. dan tergantung pula pada konteksnya. kerjasama dan tujuan merupakan unsur-unsur penting kepemimpinan. (4) proses meraih berbagai luaran seperti pencapaian tujuan. dorongan atau perubahan budaya organisasi (Philip. Konsep yang menganggap bahwa kepemimpinan merupakan kemampuan yang berupa sifat-sifat yang dibawa sejak lahir yang ada dalam diri seorang pemimpin b. pengaruh. Selanjutnya. berlangsung dalam kelompok. tergantung pada sudut pandang pakar. kohesi kelompok. Beberapa pendapat pakar mengenai kepemimpinan juga disajikan oleh Philip (2003) sebagai berikut. Kepemimpinan merupakan suatu proses menggerakan berbagai sumber daya dan mempengaruhi orang lain agar bekerjasama untuk pencapaian tujuan. dan kemampuan mempengaruhi kelompok agar mengidentifikasi. kemampuan mempengaruhi komitmen dan ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan bersama. Menurut Burns bahwa kepemimpinan merupakan proses hubungan timbal balik pemimpin dan pengikut dalam memobilisasi berbagai sumber daya ekonomi. Menurut Purwanto (2004:24). 2003). proses. dapat dikemukakan bahwa terdapat tiga teori kepemimpinan ditinjau dari sejarah perkembangannya.

tetapi juga atas konsep ekonomis dan politis. untuk mencapai tujuan atau tujuan-tujuan tertentu. dalam suatu situasi melalui proses komunikasi. c. Kepemimpinan menurut Tannenbaum. (Wahjosumidjo. siapa yang menggunakan pengaruh b. dalam Mulyasa (2004:107) merumuskan kepemimpinan sebagai prosesmempengaruhi kegiatan seseorang atau kelompok dalam usaha kearah pencapaian tujuan dalam situasi tertentu. yaitu: a. membimbing. melarang. kepemimpinan adalah suatu upaya penggunaan jenis pengaruh bukan paksaan untuk memotivasi orang-orang mencapai tujuan tertentu. dimana pengaruh yang sengaja digunakan oleh pemimpin terhadap bawahan. Konsep yang lebih maju lagi. biasanya melalui human relation dan motivasi yang tepat. Menentukan bagaimana pemimpin diseleksi e. Mengadakan identifikasi para pemimpin b. Untuk membandingkan efektifitas pemimpin (Wahyosumidjo. Adapun tujuan dari para peneliti diantaranya: a. 2002:18) Oleh karena itu. unsur lain dalam definisitersebut adalah terfokus pada pencapaian tujuan. Definisidefinisi yang berbeda-beda tersebut mengandung kesamaan asumsi yang bersifat umum .seperti: a. menemui adanya definisi kepemimpinan yang tunggal sangatlah sulit. menyuruh. Selain itu. Keefektifan pemimpin khususnya dipandangdengan ukuran tingkat pencapaian satu atau kombinasi tujuan tersebut. mempengaruhi.Adapun menurut Ivanchevich (1995: 334). memerintah. Definisi-definisi yang bermacam-macam ini menunjukkan bahwa kepemimpinan melibatkan pengaruh dan pentingnya proses komunikasi. Para peneliti biasanya mendefinisikan kepemimpinan menurut pandangan pribadi merekaserta aspek-aspek fenomena dari kepentingan yang paling baik bagi para pakar yang bersangkutan. dan bahkan menghukum bila perlu. yaitu konsep yang tidak hanya didasari oleh pandangan psikologis dan sosiologis. mengarahkan. Sedangkan menurut Atmosudirdjo dalam Fattah (2004:25) menyebutkan bahwa kepemimpinan merupakan suatu bentuk persuasi seni (art) pembinaan kelompok-kelompok orang-orang tertentu. menasehati. Menemukan apa yang dikerjakan para pemimpin d.dipengaruhi oleh kemampuan atau sifat-sifat yang ada pada seseorang. dalam melibatkan proses mempengaruhi. mengajak. 2002: 17) Selain kesamaan asumsi tersebut. terdapat perbedaan pula. Mulyasa juga menyebutkan bahwa menurut Supardi (1988) mendefinisikan kepemimpinan sebagai kemampuan untuk mengerakkan. memotivasi. Di dalam satu kelompok melibatkan interaksi antara dua orang atau lebih (pemimpin dan pengikutnya) b. Melatih para pemimpin c. namun lebih mengutamakan sifat-sifat maupun cirri-ciri kelompok yang dipengaruhinya. tujuan dari usaha untuk mempengaruhi . serta membina dengan maksud agar manusia sebagai media manajemen mau bekerja dalam rangka mencapai tujuan administrasi secara efektif dan efisien. Sutisna (1993). Wesler dan Massarik dalam Wahjosumidjo (2002:17) adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain dengan sengaja.

Atas dasar pemikiran tersebut timbul anggapan bahwa untuk menjadi seorang pemimpin yang berhasil. Seorang ahli (expert) 4. dan kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakannya. Purwanto (2004:65) menyatakan bahwa menurut ahli ilmu jiwa. cara pengaruh itu digunakan Adapun menurut Fattah (2004:88).c. Mengawasi hubungan antar anggota kelompok 6. rasa kohesi yang tinggi. rasa tepat waktu. fleksibilitas. Merupakan bagian dari kelompok 9. – kemampuan untuk bertumbuh dan berkembang. Sebagai pencipta/memiliki cita-cita 12. pemimpin yang baik memiliki peran: 1. Pemimpin memiliki peranan yang sangat penting.2 Teori Kepemimpinan a) Teori Sifat Teori ini bertolak dari dasar pemikiran bahwa keberhasilan seorang pemimpin ditentukan oleh sifat-sifat. Sebagai kambing hitam 2. perangai atau ciri-ciri yang dimiliki pemimpin itu. Bertindak sebagai wasit dan pengarah 8. kapasitas integratif. naluri relevansi. keterampilan mendidik. Bertindak sebagai pemberi ganjaran dan hukuman 7. dan berkomunikasi secara efektif. Ciri-ciri ideal yang perlu dimiliki pemimpin menurut Sondang P Siagian (1994:75-76) adalah: – pengetahuan umum yang luas. daya ingat yang kuat. – sifat inkuisitif. perangai atau ciri-ciri di dalamnya. Bertindak sebagai ayah 13. rasionalitas. pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Walaupun teori sifat memiliki berbagai kelemahan (antara lain : terlalu bersifat deskriptif. menentukan skala prioritas. orientasi masa depan. tidak selalu ada relevansi antara sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas . sikap yang antisipatif. analitik. pragmatisme. keberanian. membedakan yang urgen dan yang penting. ketegasan. Dan kemampuan pribadi yang dimaksud adalah kualitas seseorang dengan berbagai sifat. adaptabilitas. keteladanan. Pemegang tanggung jawab 11. Sebagai pelaksana (executive) 2. Mewakili kelompoknya 5. Perencana (planner) 3. sangat ditentukan oleh kemampuan pribadi pemimpin. Lambang kelompok 10. kesediaan menjadi pendengar yang baik. obyektivitas.

Pemimpin memiliki ciri-ciri kepribadian & karaktek yang berbeda dengan orang kebanyakan Contoh: kemampuan adaptasi terhadap situasi. keinginan untuk mendominasi. dapat diandalkan. justru sangat diperlukan oleh kepemimpinan yang menerapkan prinsip keteladanan. Di samping itu terdapat pula kecenderungan perilaku pemimpin yang lebih mementingkan tugas organisasi. Dalam hal ini. mendukung. seorang pemimpin yang berhasil mempunyai emosi yang matang dan stabil. Sedangkan perilaku pemimpin yang berorientasi pada produksi memiliki kecenderungan penekanan pada segi teknis pekerjaan. o Kedewasaan dan Keluasan Hubungan Sosial Umumnya di dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan internal maupun eksternal. Ø Berorientasi kepada bawahan dan produksi perilaku pemimpin yang berorientasi kepada bawahan ditandai oleh penekanan pada hubungan atasan-bawahan.mau berkonsultasi. percaya diri. Pada sisi lain. perilaku . o Sikap Hubungan Kemanusiaan Adanya pengakuan terhadap harga diri dan kehormatan sehingga para pengikutnya mampu berpihak kepadanya b) Teori Perilaku Dasar pemikiran teori ini adalah kepemimpinan merupakan perilaku seorang individu ketika melakukan kegiatan pengarahan suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan. membela. Dorongan yang kuat ini kemudian tercermin pada kinerja yang optimal. energik. ambisius. o Motivasi Diri dan Dorongan Berprestasi Seorang pemimpin yang berhasil umumnya memiliki motivasi diri yang tinggi serta dorongan untuk berprestasi. pemimpin yang mempunyai kecerdasan yang tinggi di atas kecerdasan rata – rata dari pengikutnya akan mempunyai kesempatan berhasil yang lebih tinggi pula. decisive. namun apabila kita renungkan nilai-nilai moral dan akhlak yang terkandung didalamnya mengenai berbagai rumusan sifat. Keith Devis merumuskan 4 sifat umum yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan organisasi. perhatian pribadi pemimpin pada pemuasan kebutuhan bawahan serta menerima perbedaan kepribadian. kemampuan dan perilaku bawahan. menerima usul dan memikirkan kesejahteraan bawahan serta memperlakukannya setingkat dirinya. mendengarkan. pemimpin mempunyai deskripsi perilaku: Ø Perilaku seorang pemimpin yang cenderung mementingkan bawahan memiliki ciri ramah tamah. resistance terhadap stres & mau mengemban tanggung jawab. pengutamaan penyelenggaraan dan penyelesaian tugas serta pencapaian tujuan.kepemimpinan) dan dianggap sebagai teori yang sudah kuno. kepekaan sosial. kooperatif. antara lain : o Kecerdasan Berdasarkan hasil penelitian. Karena pemimpin pada umumnya memiliki tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pengikutnya. asertif. Hal ini membuat pemimpin tidak mudah panik dan goyah dalam mempertahankan pendirian yang diyakini kebenarannya. ciri atau perangai pemimpin. efektif dan efisien.

Siagian (1994:129) adalah * Jenis pekerjaan dan kompleksitas tugas. * Bentuk dan sifat teknologi yang digunakan. * Tingkat stress. Kecenderungan perilaku pemimpin pada hakikatnya tidak dapat dilepaskan dari masalah fungsi dan gaya kepemimpinan (JAF. * Norma yang dianut kelompok. sikap dan gaya kepemimpinan. karakteristik hubungan antara atasan bawahan. 1978:442-443) c) Teori Situasional Keberhasilan seorang pemimpin menurut teori situasional ditentukan oleh ciri kepemimpinan dengan perilaku tertentu yang disesuaikan dengan tuntutan situasi kepemimpinan dan situasi organisasional yang dihadapi dengan memperhitungkan faktor waktu dan ruang. sifat dasar kelompok dan anggotanya serta peristiwa yang diharapkan kepada kelompok.Stoner. organisasi informal. pemimpin perlu bantuan(rekayasa) untuk dapat muncul f) Teori lingkungan Mumtord. Tead dan Kilbourne menerangkan kepemimpinan berkenaan dengan sifat-sifat dasar kepribadian dan karakter. perubahan dan . 1981). Kepemimpian dipengaruhi oleh situasi dimana faktor-faktor tertentu dari situasi menentukan ciri-ciri pemimpin yang sesuai untuk situasi tersebut Munculnya pemimpin dalam suatu organisasi tergantung pada aspek karakteristik birokrasi. rancangan tugas yang memungkinkan individu mencapai aktualisasi diri dan aspek kesesuaian antara sasaran organisasi dengan sasaran individual para anggotanya (Bennis. * Ancaman dari luar organisasi. Setiap jaman memiliki pemimpin besar. * Iklim yang terdapat dalam organisasi. * Rentang kendali. 1980). d) Teori orang-orang terkemuka Bernard. Perubahan sosial terjadi karena para pemimpin besar memulai & memimpin perubahan & menghalangi orang lain yang berusaha membawa masyarakat kearah yang berlawanan (James. Bingham. e) Teori personal situasional Case (1933) menyatakan bahwa kepemimpinan dihasilkan dari rangkaian tiga faktor. yaitu sifat kepribadian pemimpin. Sedangkan berdasarkan model grafik kepemimpinan. Situasi tidak memadai untuk memunculkan pemimpin. Faktor situasional yang berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan tertentu menurut Sondang P. * Persepsi. menyatakan bahwa pemimpin muncul oleh kemampuan dan keterampilan yang memungkinkan dia memecahkan masalah sosial dalam keadaan tertekan. perilaku setiap pemimpin dapat diukur melalui dua dimensi yaitu perhatiannya terhadap hasil/tugas dan terhadap bawahan/hubungan kerja.pemimpin menurut model leadership continuum pada dasarnya ada dua yaitu berorientasi kepada pemimpin dan bawahan.

Dalam gaya kepemimpinan ini. 2. g) Teori interaksi harapan Homan (1950) menyatakan semakin tinggi kedudukan individu dalam kelompok maka aktivitasnya semakin meluas dan semakin banyak anggota kelompok yang berhasil diajak berinteraksi. pemimpin . Studi kepemimpinan Universitas Michigan yang dipelopori oleh Gibson dan Ivancevich (2004) mengidentifikasikan dua bentuk perilaku pemimpin yaitu : 1. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada bawahan (The Employee Centered). menyatakan kepemimpinan tidak terletak dalam dari individu melainkan merupakan fungsi dari suatu peristiwa. Istilah gaya secara kasar adalah sama dengan cara yang dipergunakan pemimpin di dalam mepengaruhi para pengikutnya. Gaya kepemimpinan yang berorientasi pada tugas (The Job Centered). Manajer yang mempunyai gaya kepemimpinan ini lebih mengutamakan keberhasilan dari pekerjaan yang hendak dicapai daripada perkembangan kemampuan bawahannya. h) Teori humanistik Likert (1961) menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan proses yang saling berhubungan dimana seseorang pemimpin harus memperhitungkan harapan-harapan. maka ia perlu memikirkan gaya kepemimpinan. seorang manajer akan mengarahkan dan mengawasi bawahannya agar sesuai dengan yang diharapkan manajer. gaya kepemimpinan banyak mempengaruhi keberhasilan seorang pemimpin dalam mempengaruhi prilaku pengikut-pengikutnya. Manajer yang mempunyai gaya kepemimpinan ini berusaha mendorong dan memotivasi pekerjaannya untuk bekerja dengan baik. dan ia merasa perlu mengembangkan staf dan membangun iklim motivasi yang mampu meningkatkan produktivitasnya. Mereka mengikutsertakan pekerjaannya dalam mengambil suatu keputusan. Sedangkan Murphy. 2. i) Teori pertukaran Blau (1964) menyatakan pengangkatan seseorang anggota untuk menempati status yang cukup tinggi merupakan manfaat yang besar bagi dirinya. Pemimpin cenderung akan kehilangan kekuasaaanya bila para anggota tidak lagi sepenuh hati melaksanakan segala kewajibannya. Jika kepemimpinan tersebut terjadi dalam suatu organisasi tertentu. nilainilai dan keterampilan individual dari mereka yang terlibat dalam interaksi yang berlangsung. Pada saat bagaimanapun jika seorang berusaha untuk mempengaruhi prilaku orang lain. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini. sebagaimana sudah dipaparkan sebelumnya kegiatan semacam itu telah melibatkan seseorang kedalam aktivitas kepemimpinan. Gaya Kepemimpinan Otoriter Adalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh.adaptasi.3 Gaya Kepemimpinan Menurut Thoha (1996). Jenis – jenis Gaya Kepemimpinan 1.

Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi. Kepemimpinan ini pada umumnya negatif. cara untuk mencapai sasaran. dan menata situasi kerja yang rumit bagi pegawai sehingga mau melakukan apa saja yang diperintahkan.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja. yang berdasarkan atas ancaman dan hukuman. Otokratis Kepemimpinan seperti ini menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja. . Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. 2.mengendalikan semua aspek kegiatan.Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi 3. anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Dengan demikian. Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire ( Kendali Bebas ) Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi. anggota yang menentukan. ada juga beberapa manfaatnya antaranya memungkinkan pengambilan keputusan dengan cepat serta memungkinkan pendayagunaan pegawai yang kurang kompeten. anggota memiliki peranan yang lebih besar. Dengan kata lain. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya. Pada kepemimpinandemokrasi. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut. baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya. tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut. Kekuasaan sangat dominan digunakan. Selain gaya kepemimpinan di atas masih terdapat gaya lainnya. dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Partisipasif Lebih banyak mendesentrelisasikan wewenang yang dimilikinya sehingga keputusan yang diambil tidak bersifat sepihak. Meskipun demikian. Gaya Kepemimpinan Demokratis Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Selain itu. Memusatkan kekuasaan dan pengambilan keputusan bagi dirinya sendiri.

serta mendengarkan saran – saran mereka mengenai peningkatan kinerja. ~ Coaching Pemimpin tidak hanya memberikan detil proses dan aturan kepada bawahan tapi juga menjelaskan mengapa sebuah keputusan itu diambil.Demokrasi Ditandai adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. ~ Supporting Sebuah gaya dimana pemimpin memfasiliasi dan membantu upaya bawahannya dalam melakukan tugas. kemudian menggantungkannya kepada kelompok baik dalam menetapkan tujuan dan menanggulangi masalahnya sendiri. dengan meluangkan waktu membangun hubungan dan komunikasi yang baik dengan mereka. struktur organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif. Kendali Bebas Pemimpin memberikan kekuasaan penuh terhadap bawahan. Gaya kepemimpinan ini dipengaruhi oleh bagaimana cara seorang pemimpin memberikan perintah. dan juga menerima barbagai masukan dari bawahan. Atau apabila anda berada di bawah tekanan waktu penyelesaian. Gaya ini akan berhasil apabila karyawan telah mengenal teknik – teknik yang dituntut dan telah mengembangkan hubungan yang lebih dekat dengan anda. Disini kita perlu memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengerti tentang tugasnya. Pelaksanaan di lapangan harus menyesuaikan dengan detil yang sudah dikerjakan. dan sisi lain adalah cara mereka membantu bawahannya. Salah satunya yang terkenal adalah yang dikemukakan oleh Blanchard. pemimpin memberikan aturan –aturan dan proses yang detil kepada bawahan. ~ Delegating . Yaitu Pemimpin menghindari kuasa dan tanggung – jawab. yang mengemukakan 4 gaya dari sebuah kepemimpinan. Dalam hal ini kita perlumeluangkan waktu untuk berbincang – bincang. mendukung proses perkembangannya. untuk lebih melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan kerja. Kita menjelaskan apa yang perlu dan apa yang harus dikerjakan. mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri. Banyak studi yang sudah dilakukan untuk melihat gaya kepemimpinan seseorang. biasanya terjadi over-communicating (penjelasan berlebihan yang dapat menimbulkan kebingungan dan pembuangan waktu). Dalam situasi demikian. pemimpin tidak memberikan arahan secara detail. Di bawah kepemimpinan pemimpin yang demokrasis cenderung bermoral tinggi dapat bekerjasama. Dalam hal ini. Gaya yang tepat apabila staf kita telah lebih termotivasi dan berpengalaman dalam menghadapi suatu tugas. Keempat gaya tersebut adalah ~ Directing Gaya tepat apabila kita dihadapkan dengan tugas yang rumit dan staf kita belum memiliki pengalaman dan motivasi untuk mengerjakan tugas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan. tetapi tanggung jawab dan proses pengambilan keputusan dibagi bersama dengan bawahan.

Selalu belajar dari pekerjaan sehari-hari terutama dari cara kerja anggotanya 2. 2004: 61). serta sangat tergantung dari lingkungan di mana seorang pemimpin berada. Berfikir untuk masa yang akan dating 6. Gaya Delegating akan berjalan baik apabila staf kita sepenuhnya telah paham dan efisien dalm pekerjaan. 2004: 127) Fiedler. Seleksi (selection) b. sifat-sifat dan kepribadiannya.Sebuah gaya dimana seorang pemimpin mendelegasikan seluruh wewenang dan tanggung jawabnya kepada bawahan.4 Pengembangan Kemampuan Kepemimpinan Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pemimpin. serta kekuatan-kekuatan yang dimilikinya (Purwanto. Melakukan observasi kegiatan manajemen secara terencana 3. dan cukup sulit untuk yang berorientasi tugas. sifat-sifat dan kepribadian pengikutnya. jenis pekerjaan atau lembaga yang dipimpinnya. seorang pemimpin dapat melakukanhal-hal yang dapat mengembangkan kemampuannya. yaitu untuk kepemimpinan yang berorientasi pada hubungan. Pelatihan (Training) c. Situational leadership mengindikasikan bagaimana seorang pemimpin harus menyesuaikan keadaan dari orang – orang yang dipimpinnya. Merumuskan ide-ide yang dapat diuji cobakan (Mulyasa. yaitu: a. sehingga kita dapat melepas mereka menjalankan tugas atau pekerjaan itu atas kemampuan dan inisiatifnya sendiri. 2. Adapun menurut Wahjosumidjo (2002:54). Faktor-faktor ini tentunya juga memiliki pengaruh dalam pengembangan kemampuannya. Rekayasa situasi (situational engineering) . dan juga kesiapan dari bawahannya. Keempat gaya ini tentu saja mempunyai kelemahan dan kelebihan. diantaranya: 1. Membaca berbagai hal yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang sedang dilaksanakan 4. Secara internal. terdapat tiga macam cara untuk memperbaiki kepemimpinan. diantaranya keahliandan pengetahuan yang dimilikinya. Maka kemudian timbul apa yang disebut sebagai ” situational leadership”. Memanfaatkan hasil-hasil penelitian orang lain 5. dalam Ivancevich (1995:352) menyebutkan bahwa program pelatihan dan pengalaman dapat meningkatkan kekuasaan dan pengaruh seorang pemimpin jika situasinyasangat menguntungkan.

mengkoordinasi. sebab musabab munculnya pemimpin. 3. Beberapa definisi kepemimpinan menggambarkan ‘asumsi’ bahwa kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang. hendaknya selalu bekerjasama dan bahu membahu melakukan yang terbaik untuk kelompoknya. hendaknya kita senantiasa meningkatkan pengetahuan dan ilmu kepemimpinan maupun bidang keilmuan lainnya. dengan demikian. agar nantinya dapat menjalankan roda organisasi secara professional. bekerjasama secara sinergis dengan atasan maupun rekan. dan kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harusdilaksanakannya. . tipe dan gaya kepemimpinan serta syarat-syarat kepemimpinan. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif membuat rencana-rencana. tujuan kelompok dan organisasi yang diinginkan dapat tercapai.1 Kesimpulan Kepemimpinan dapat dipandang sebagai suatu instrument untuk membuat sekelompok orang mau bekerja sama dan berdaya upaya menaati segala aturan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sebagai anggota suatu kelompok dan organisasi. diantaranya melalui pelatihan atau training. baik individu maupun kelompok. melakukan percobaan dan memimpin pekerjaan untuk mencapai tujuan bersama dengan menggunakan kekuasaan.BAB III PENUTUP 3. Kualitas pemimpin dapat ditingkatkan melalui bebagai cara.2 Saran Sebagai seorang pemimpin atau calon pemimpin. Kepemimpinan merupakan sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian termasuk di dalamnya kewibawaan. Teori kepemimpinan adalah penggeneralisasian satu seni perilaku pemimpin di konsep kepemimpinannya dengan menonjolkan latar belakang sejarah kepemimpinan.

Pengaruh Gaya Kepemimpinan Dan Efektivitas Komunikasi Terhadap Kinerja Pegawai Badan Promosi Dan Perizinan Penanaman Modal Daerah (BP3MD) Provinsi Sumatera Selatan.pdf http://septianhputro. 2012. Analisis Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Spbu Pandanaran Semarang.com/doc/95143120/Pengaruh-Gaya-Kepemimpinan-Dan-Disiplin-KerjaTerhadap-Kinerja-Karyawan http://file.com/2012/01/07/definisi-kepemimpinan-dan-macam-macam-gayakepemimpinan/ http://www.com/2011/06/06/adi/ .wordpress._PEND.blogspot.DAFTAR PUSTAKA Fahmi.upi. Skripsi.html http://diecahyouinyogya.html http://felixdeny. Skripsi.scribd.com/2009/10/macam-gaya-kepemimpinan-kepemimpinan.blog.edu/Direktori/FIP/JUR._LUAR_SEKOLAH/194505031971091MUHAMMAD_KOSIM_SIRODJUDIN/DEFINISI_DAN_TEORI_KEPEMIMPINANx.wordpress. F.com/2012/05/definisi-kepemimpinan-tipekepemimpinan. 2009.com/2012/01/14/teori-kepemimpinan/ http://khaerunisaekaoktari. Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Palembang http://jurnal-sdm. N. Fakultas Ekonomi Universitas Gunadarma Melvani.blogspot.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful