P. 1
Matematika SMA Kelas 1 - X

Matematika SMA Kelas 1 - X

|Views: 1,308|Likes:
Published by Mudzrika Fariana

More info:

Published by: Mudzrika Fariana on Jun 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/10/2015

pdf

text

original

Sections

  • Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma
  • A.Bentuk Pangkat
  • B.Bentuk Akar
  • C.Logaritma
  • D.Aplikasi Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma
  • A.Persamaan Kuadrat
  • B.Fungsi Kuadrat
  • Ulangan Bab 2
  • Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
  • A.Sistem Persamaan Linear
  • Ulangan Bab 3
  • A.Pertidaksamaan Linear
  • B.Pertidaksamaan Kuadrat
  • C.Pertidaksamaan Pecahan
  • D.Pertidaksamaan Bentuk Akar
  • E.Pertidaksamaan Bentuk Nilai Mutlak
  • F.Aplikasi Pertidaksamaan
  • A.Pernyataan dan Kalimat Terbuka
  • B.Ingkaran (Negasi)
  • C.Pernyataan Majemuk
  • D.Pernyataan Majemuk yang Ekuivalen
  • E.Ingkaran dari Pernyataan Majemuk
  • F.Ingkaran Pernyataan Berkuantor
  • G.Penarikan Kesimpulan
  • Ulangan Bab 5
  • A.Ukuran Sudut dalam Radian
  • D.Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi
  • F.Grafik Fungsi Trigonometri
  • G.Persamaan Trigonometri
  • H.Aturan Sinus, Aturan Kosinus, dan Luas Segitiga
  • H.Aplikasi Trigonometri
  • Ulangan Bab 6
  • A.Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang
  • D.Irisan Bangun Ruang
  • E.Jarak dan Sudut
  • Ulangan Bab 7
  • PUSTAKA ACUAN

Literatur Media Sukses

Jl. Madrasah No. 38, Pekayon
Pasar Rebo, Jakarta Timur
Jilid 1
untuk
SMA Kelas X
Ma Ma
Ma Ma Matema tema
tema tema tematika tika
tika tika tika A A
A AAplikasi plikasi
plikasi plikasi plikasi
Matematika Aplikasi
Jilid 1
Untuk SMA Kelas X
Kurikulum 2004 Standar Kompetensi
Hak cipta © 2005 pada Penulis
Hak penerbitan pada Penerbit Literatur Media Sukses
Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Matematika Aplikasi, disusun oleh Pesta E. S., Alfarabi, Editor, Christiani S.
Napitupulu, -- Jakarta: Literatur Media Sukses
Hak cipta dilindungi oleh undang-undang. Tidak diperkenankan memperbanyak
isi buku ini dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Penerbit Literatur
Media Sukses.
Penulis
Pesta E. S.
Alfarabi
Editor
Christiani S. Napitupulu, S.Si
Desain Sampul
Tim Literatur Media Sukses
Setting/Tata Letak
Tim Literatur Media Sukses
Ilustrator
Andie Anakota
Cetakan Pertama, 2005
Kebijakan pemerintah dengan memberlakukan Kurikulum 2004 yang berbasis
kompetensi merupakan upaya menyeluruh untuk meningkatkan mutu pendidikan. Upaya
ini meliputi aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap, dan nilai-nilai. Pengembangan
aspek-aspek tersebut dilakukan untuk meningkatkan dan mengembangkan kecakapan
hidup (life-skills) melalui seperangkat kempetensi agar siswa dapat bertahan hidup,
menyesuaikan diri, dan berhasil di masa datang.
Kebijakan pemerintah ini telah menyulut pemikiran penulis untuk ikut meningkatkan
mutu pendidikan. Upaya yang penulis lakukan adalah dengan menyusun perangkat
buku pelajaran Matematika Aplikasi untuk siswa SMA. Buku ini berbalur ungkapan
santun dengan bahasa yang komunikatif sehingga mudah dipahami oleh siswa. Selain
itu, buku ini juga didukung dengan tampilan tata letak yang baik, disain dan ilustrasi
yang menarik dengan memperhatikan tingkat pemahaman siswa.
Dengan mengusung pendekatan induktif-dedukatif konstruktif, konsep dalam buku
ini mengakar ke dalam pemikiran siswa karena pengenalan konsep-konsep ini disajikan
dengan memberikan masalah yang memiliki makna dalam kehidupan sehari-hari.
Kebermaknaan ini dapat dirasakan dari awal mempelajari setiap pelajaran dalam buku
ini.
Sebagai buku siswa, buku ini dilengkapi dengan bagian pelatihan yang terdiri atas
dua kelompok soal. Masing-masing diberi nama Asah Kompetensi dan Alfarabi Mengujimu.
Bagian pelatihan ini dimaksudkan untuk mengukur penguasaan siswa terhadap konsep
yang diberikan. Melalui pelatihan ini, diharapkan siswa mampu mencapai kompetensi
belajar yang diinginkan dalam Kurikulum 2004.
Dalam buku ini, siswa juga dapat menemukan bagian pengayaan seperti Aktivitas di
Kelas yang berisi kegiatan untuk dilakukan oleh siswa, Sahabat Alfarabi yang berisi
informasi tentang tokoh matematika, GameMath yang berisi pemainan matematika, dan
Siapa Berani yang berisi soal-soal menantang khusus diberikan bagi siswa penggemar
matematika.
Terbitnya buku ini diharapkan seperti matahari yang mampu menjadi energi dan
penerang dalam pendidikan bangsa kita.
Buku ini masih jauh dari sempurna, kritik dan saran yang ada hubungannya dengan
penyempurnaan buku ini sangat penulis harapkan untuk perbaikan pada edisi berikutnya.
Jakarta, April 2005
Penulis
KATA Pengantar
70
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Suatu pertidaksamaan linear dapat kamu selesaikan dengan membentuk
pertidaksamaan lain yang ekuivalen dengan pertidaksamaan tersebut.
Untuk membentuk pertidaksamaan yang ekuivalen, kamu
membutuhkan sifat-sifat berikut:
1. Sifat penjumlahan dan pengurangan
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan ditambah atau dikurangi
dengan bilangan yang sama maka tanda ketidaksamaan tetap.
• x < y ⇒ x ± z < y ± z
• x < y ⇒ x ± z < y ± z
2. Sifat perkalian dan pembagian dengan bilangan positif
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan
bilangan positif yang sama maka tanda ketidaksamaan tetap.
• x < y dan z > 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
• x < y dan z > 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
3. Sifat perkalian dan pembagian dengan bilangan negatif
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan
bilangan negatif yang sama maka tanda ketidaksamaan berubah.
• x < y dan z < 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
• x < y dan z < 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut di
mana x adalah bilangan real!
1. −3x + 4 < x + 8 2.
1 2
3 4
2 3
x x − +
+ ≥ − 3. x − 5 < 2x − 3 < x + 4
Jawab:
1. −3x + 4 < x + 8
Kedua ruas dikurang 4, tanda ketidaksamaan tetap.
−3x + 4 − 4 < x + 8 − 4
−3x < x + 4
A. Pertidaksamaan Linear
Pertidaksamaan linear adalah suatu persamaan di mana ruas kiri dan
ruas kanan dihubungakn oleh salah satu dari tanda ketidaksamaan
”<, ≤, >, ≥ ” atau ”≠”
DEFINISI
Catatan
Notasi pada pertidak-
samaan:
• < : kurang dari
• ≤ : kurang dari atau
sama dengan
(tidak kurang dari)
• > : lebih dari
• ≥ : lebih dari atau
sama dengan (tidak
lebih dari)
CONTOH
48
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
A. Sistem Persamaan Linear
1. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Di kelas VIII SMP telah dipelajari persamaan-persamaan linear seperti
berikut:
a. x − y = 1
b. x + y = 3
Jika kedua persamaan tersebut digabung maka akan terbentuk sebuah
sistem persamaan, yaitu sistem persamaan linear. Perhatikan sistem
persamaan tersebut.
Sistem persamaan tersebut melibatkan dua variabel, yaitu x dan y,
sehingga dikatakan sebagai sistem persamaan linear dua variabel. Bentuk
umum sistem persamaan linear dua variabel:
a1x + b1y = c1
a2x + b2y = c2
di mana a1, b1, c1, a2, b2 dan c2 bilangan real.
Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear ini, dapat digunakan
empat cara, yaitu:
a. Metode Grafik
b. Metode Substitusi
c. Metode Eliminasi
d. Gabungan Metode Eliminasi dan Substitusi
a. Metode Grafik
Di kelas VIII SMP telah dipelajari cara menggambar grafik persamaan
linear. Sekarang, lakukanlah aktivitas berikut dengan menggunakan
kemahiran yang telah kamu miliki tersebut.
1. Gambarlah garis x − 3y = −3 dan x + y = 1 pada satu sistem koordinat!
2. Apakah kedua garis tersebut berpotongan? sejajar? atauberimpit? Jika berpotongan, tentukanlah
titik potongnya!
3. Gambarkan pula garis x + y = −1 dan x + y = 3 pada satu sistem koordinat yang lain.
4. Apakah kedua garis tersebut berpotongan? sejajar? atauberimpit? Jika berpotongan, tentukanlah
titik potongnya!
5. Sekarang, gambarlah garis x − y = 1 dan 3x − 3y = 3 pada satu sistem koordinat yang lain!
6. Apakah kedua garis tersebut berpotongan? sejajar? atauberimpit? Jika berpotongan, tentukanlah
titik potongnya!
ktivitas di elas A K
122
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Identitas trigonometri untuk setiap sudut adalah sebagai berikut.
• sin2 θ + cos2 θ = 1
• tan θ =
sin
cos
θ
θ
1. Tentukanlah nilai dari sin2 25° + sin2 65°!
Jawab:
sin2 25° + sin2 65° = sin2 25° + sin2 (90° − 25°)
= sin2 25° + cos2 25°
= 1
2. Buktikan bahwa 3 cos4θ + 6 sin2θ = 3 + 3 sin4θ !
Jawab:
3 cos4θ + 6 sin2θ = 3 (cos2θ)2 + 6 sin2θ
= 3 (1 − sin2θ)2 + 6 sin2θ
= 3 (1 − 2 sin2θ + sin4θ) + 6 sin2θ
= 3 − 6 sin2θ + 3 sin4θ + 6 sin2θ
= 3 + 3 sin4θ
Asah Kompetensi 4
1. Jika θ di kuadran IV dan sin θ =
1
3
− , tentukanlah nilai cos θ dan tan θ !
2. Jika p − q = cos A dan = 2pq sin A, tentukanlah p2 + q2!
3. Jika tan B =
3
7
, tentukan
14sin 3cos
7 sin 5cos
B B
B B


!
4. Buktikan bahwa
2 2
4
2
tan sin
tan
1 sin
θ θ
θ
θ

=

!
5. Buktikan bahwa
tan 1 sin cos
tan 1 sin cos
θ θ θ
θ θ θ
− +
×
+ −
= 1!
CONTOH
Trigonometri pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa
Yunani Kuno. Tetapi bukti sejarah menunjukkan bahwa
kebudayaan Mesir Kuno telah menggunakan trigonometri
dalam membangun piramida.
Info sains
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
1
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B
Berapakah berat bumi kita ini? Berat bumi kita adalah 6 × 1021 ton.
Bentuk penulisan dengan menggunakan bilangan berpangkat ini
sangat membantu kamu dalam ketelitian melakukan perhitungan.
Bayangkan, jika bilangan tersebut ditulis dalam bentuk panjang.
Jangankan melakukan perhitungan, menuliskannya saja sulit.
Bentuk Pangkat, Akar,
dan Logaritma
Bentuk Pangkat, Akar,
dan Logaritma
♦ Kamu dapat mengubah bentuk pangkat
negatif kepangkat positif dansebaliknya.
♦ Kamu dapat mengubah bentuk akar ke
bentuk pangkat dan sebaliknya.
♦ Kamu dapat mengubah bentuk pangkat
ke bentuk logaritma dan sebaliknya.
♦ Kamu dapat melakukan operasi aljabar
pada bentuk pangkat, akar, dan
logaritma.
♦ Kamu dapat menyederhanakan bentuk
aljabar yang memuat pangkat.
♦ Kamu dapat merasionalkan bentuk
pangkat.
♦ Kamu dapat membuktikan sifat-sifat
yang sederhana tentang bentuk
pangkat, akar, dan logaritma.
11
Pada setiap awal bab terdapat tujuan pembelajaran
untuk mengetahui isi dan manfaat setelah mempelajari
bab tersebut dan diberikan juga pengantar bab berupa
uraian singkat dan gambar yang berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari.
Ada Aktivitas di Kelas yang merupakan kegiatan di
mana kamu dapat mengembangkan ketrampilan dalam
merencanakan melaksanakan dan menyimpulkan
aktivitas.
Catatan disajikan berupa informasi yang berguna
untuk memperjelas konsep Matematika.
Info sains disisipkan sebagai informasi untuk
membuka wawasan sehingga tidak buta terhadap
informasi Matematika dan perkembangan teknologi.
Bab 6 Trigonometri
131
Jawab:
Dari gambar berikut dapat diketahui besar dua sudut dan panjang sisi
yang diapitnya.
∠CAB = 40° dan ∠ABC = 180° − 60° = 120°
Jadi, ∠ACB = 180° − 40° − 120° = 20°.
Panjang sisi AB = 100 m.
Dengan menggunakan aturan sinus diperoleh
Sin
BC

=
Sin
AB
C
Sin
BC

=
100
Sin20°
BC = 100 ×
Sin 40
Sin 20
D
D " Persamaan 1
Tinggi bangunan, yaitu CD dapat dihitung
menggunakan perbandingan trigonometri.
Sin 60° =
CD
BC
CD = BC × Sin 60° " Persamaan 2
Substitusi Persamaan 1 ke Persamaan 2
CD = 100 ×
Sin 40
Sin 20
D
D × Sin 60°
= 100 ×
Sin 40
Sin 20
D
D ×
1
3
2
= 162,76 m
Jadi, tinggi bangunan adalah 162,76 m
400 600
A D
C
B 100
600
B D
C
400 1200
200
A
C
B 100
Salah satu ujung dari batang sepanjang 8 kaki dihubungkan ke
piston yang bergerak naik dan turun. Ujung lainnya dihubungkan
ke roda dengan cara lengan horizontalnya disesuaikan dengan
pegas P. Dimulai pada posisi awal
4
π
θ = , roda dengan jari-jari 2
kaki berputar 3 radian per detik. Temukan rumus untuk d, jarak
vertikal dari piston ke roda, setelah t detik.
d = y + 8 p(x,y) 8
Y θ
x
Bab 5 Logika Matematika
105
Siapakah orang yang pertama kali memperkenalkan penggunaan simbol-
simbol aljabar dalam penarikan sebuah kesimpulan?
Dia adalah George Boole, Matematikawan Inggris yang lahir pada tahun 1815.
Dalam teorinya, Boole menyatakan bahwa premis-premis dan kesimpulan
dalam sebuah argumen dapat diwakili oleh simbol-simbol aljabar dan
dihubungkan oleh simbol-simbol lain untuk membentuk sebuah argumen
logis. Teori Boole ini sering digunakan para ahli untuk memecahkan sebuah
teka-teki sains. Boole meninggal tahun 1864.
Sumber: Ensiklopedi Matematika dan Peradaban Manusia
Buktikan bahwa jika p > 0, p ≠ 1, a,b > 0 berlaku plog (ab) = plog a + plog b!
Jawab:
Misalkan, x = plog a maka a = px
y = plog b maka b = py
plog (ab) = plog px. py
= plog px + y
Dengan menggunakan definisi logaritma, kamu akan memperoleh
plog (ab) = x + y = plog a + plog b
Jadi, plog (ab) = plog a + plog b
1. Bukti Langsung
Bukti langsung dilakukan dengan memperlihatkan suatu kebenaran
sebagai akibat pernyataan lain yang telah diterima sebagai hal yang benar,
seperti definisi, aksioma, dan dalil-dalil yang telah dibuktikan.
CONTOH
2. Bukti Tak Langsung
a. Bukti Tak Langsung dengan Kontrapositif
Misalkan, harus dibuktikanp →q benar. Andaikanlah ∼q benar, kemudian
dengan langkah logis turunkanlah supaya ∼p benar sehingga ∼q →∼p benar.
Oleh karena p →q ≡ ∼q →∼p dan ∼q →∼p benar maka p →q benar.
Untuk setiap n bilangan bulat, buktikanlah bahwa jika n2 bilangan ganjil
maka n + 1 bilangan genap!
Bukti:
Misalkan, n + 1 bilangan ganjil. Ini mengakibatkan n bilangan genap
sehingga n dapat ditulis sebagai n = 2a.
Akibatnya, n2 = (2a)2 = 4a2 = 2.(2 a2)
Ini berarti, n2 bilangan genap.
Jadi, “jika n + 1 bilangan ganjil maka n2 bilangan genap.” Pernyataan ini
ekuivalen dengan pernyataan,”jika n2 bilangan ganjil maka n + 1 bilangan
genap.”
)Gunakan sifat perkalian bilangan berpangkat
Sahabat Alfarabi
CONTOH
K. Bukti dalam Matematika
Sahabat Alfarabi merupakan informasi latar belakang
matematikawan yang telah berjasa dengan menemukan
berbagai macam teori yang sekarang ini digunakan
dan dirasakan manfaatnya.
Siapa Berani merupakan soal-soal yang menantang.
Soal-soal ini khusus diberikan buat kamu yang gemar
Matematika dan telah memahami materi.
Asah Kompetensi digunakan untuk mengukur
kemampuan dalam menguasai materi yang telah
dibahas.
Alfarabi Mengujimu digunakan untuk menguji kamu
dalam menyelesaikan soal-soal relatif lebih sulit yang
berkaitan dengan materi yang telah dibahas.
92
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Asah Kompetensi 3
1. Tentukanlah konjungsi dari pernyataan-pernyataan tunggal berikut. Kemudian, tentukan
nilai kebenarannya!
a. p : Roda mobil berbentuk persegi
q : Petak-petak pada papan catur berbentuk lingkaran
b. r : a0 = 1 untuk a bilangan real
s : 1n = 1 untuk n bilangan real
c. t :
6
9
merupakan bentuk lain dari
2
3
u :
2
3
merupakan bentuk sederhana dari
6
9
d. v : Jakarta ibu kota Amerika
w : Jakarta terletak di pulau Jawa
2. Tentukanlah disjungsi dari pernyataan tunggal-pernyataan tunggal berikut. Kemudian,
tentukan nilai kebenarannya!
a. p : Bandara Soekarno-Hatta ada di Banten
q : Bandara Adi Sucipto ada di Semarang
b. r : Faktor dari suatu bilangan asli lebih besar daripada kelipatannya
s : Faktor dari suatu bilangan asli adalah bilangan yang dapat membagi habis bilangan itu
c. t : 11 merupakan faktor dari 6.161.617
u : 11 merupakan bilangan komposit
d. v : Imelda Fransisca adalah Miss Indonesia tahun 2005
w : Michael Jackson adalah seorang penyanyi
3. Tentukanlah nilai x bilangan real sehingga konjungsi atau disjungsi berikut benar!
a. 269 dan x2 + x + 17 merupakan bilangan prima
b. 0 habis dibagi 2 atau x2 − 2 = 2x + 17
c. Soeharto adalah presiden Indonesia terlama atau ⏐x2 − 1⏐< 3
d. 930 cm + 7 dm = 10 m dan ⏐3x − 1⏐ < 2⏐x + 6⏐
e. Surabaya dijuluki kota buaya atau x = 0
Bab 5 Logika Matematika
107
Waktu: 60 menit
1. Dengan bukti langsung, buktikan bahwa akar-akar persamaan
kuadrat
ax2 + bx + c = 0 adalah
2
1
4
2
b b ac
x
a
− + −
= atau
2
2
4
2
b b ac
x
a
− − −
=
2. Dengan bukti tak langsung, buktikan bahwa
1
0
tidak terdefinisi!
3. Buktikanlah bahwa:
a. 1 + 21 + 22 + . . . + 2n − 1 = 2n − 1
b. 1 + 3 + 5 + . . . + (2n − 1) = n2
c. 12 + 22 + . . . + n2 =
1
6
n(n + 1)(2n + 1)
d. 2 + 4 + 6 + . . . + 2n = n(n + 1)
ASAH KEMAMPUAN
5
Bobot soal: 40
Bobot soal: 30
Bobot soal: 30
=
1
4
(k + 1)2(k + 2)2
=
2
1
( 1)( 2)
2
k k
⎛ ⎞
+ + ⎜ ⎟
⎝ ⎠
Pada ruas kanan persamaan, didapat ( 1
2 (k + 1) (k + 2))2.
Untuk n = k + 1, ruas kiri dan ruas kanan menghasilkan bilangan yang
sama.
Jadi, 13 + 23 + 33 + … + n3 = ( 1
2 n (n + 1))2 berlaku untuk n = k dan untuk
n = k + 1 atau untuk semua n bilangan asli.
Buktikan bahwa 12001 + 2 2001 + 3 2001 + . . . + 20012001 adalah kelipatan 13!
Sumber: Olimpiade Matematika SMU
Apakah Keunggulan Buku ini??
v
vi
vi
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
82
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Pertidaksamaanlinear adalahpertidaksamaandenganpangkat tertinggi danvariabelnya satu.
2. Sifat-sifat untuk menyelesaikan pertidaksamaan:
a. Sifat-sifat untuk menyelesaikan pertidaksamaan adalah
• x y x z y z < → ± < ±
• x y x z y z > → ± > ±
b. Sifat perkalian dan pembagian dengan bilangan positif:
• dan 0 dan
y x
x y z xz yz
z z
< > ⇒ < <
• dan 0 dan
y x
x y z xz yz
z z
> > ⇒ > >
3. Bentuk umum pertidaksamaan kuadrat

2 2
0 atau 0 ax bx c ax bx c + + < + + >

2 2
0 atau 0 ax bx c ax bx c + + ≤ + + ≥
4. Pertidaksamaan pecahan merupakan pertidaksamaan yang memuat variabel pada
penyebutnya.
5. Bentuk umum pertidaksamaan bentuk akar
f g <
dengan syarat terdefinisi 0 dan 0 f g ≥ ≥
6. Definisi nilai mutlak dari suatu bilangan real x adalah
, jika 0
, jika 0
x x
x
x x
≥ ⎧
= ⎨
− < ⎩
7. Sifat-sifat nilai mutlak
a.
2
p p = d. p q p q + ≤ +
b. pq p q = e. x p p x p < ⇔− < <
c. , 0
p p
q
q q
= ≠ f. atau x p x p x p > ⇔ <− >
Rangkuman Rangkuman
Bab 6 Trigonometri
121
GaMeMath
Utut tersesat di sebuah hutan.
Di tengah hutan tersebut, ia menemukan pohon-pohon yang
bertuliskan perbandingan trigonometri. Ia bingung. Namun
kemudian, ia menemukan batu yang bertuliskan petunjuk
untuk keluar dari hutan itu, yaitu harus melewati pohon-
pohon yang nilai perbandingan trigonometrinya 1. Bantulah
Utut menemukan jalan pulang tersebut!
Pohon-pohon tersebut bertuliskan seperti pohon berikut ini.
pohon mana sajakah yang sama dengan 1?
Perhatikan Gambar 6.7!
Telah diketahui bahwa sin θ =
y
r
dan cos θ =
x
r
.
Dari sin θ =
y
r
⇒ y = r sin θ.
Dari cos θ =
x
r
⇒x = r cos θ.
Pada segitiga siku–siku, berlaku teorema Pythagoras, yaitu:
x2 + y2 = r2
(r cos θ)2 + (r sin θ)2 = r2
r2 cos2 θ + r2 sin2 θ = r2
r2 (cos2 θ + sin2 θ) = r2
cos2 θ + sin2θ = 1 atau sin2 θ + cos2 θ = 1
Perhatikan kembali segitiga di atas!
Dari segitiga di atas diperoleh tan θ =
y
x
.
Bagilah pembilang dan penyebut dengan r.
tan θ =
y
r
x
r
=
sin
cos
θ
θ
Jadi, tan θ =
sin
cos
θ
θ
.
y
x
r
θ
E. Identitas Trigonometri
Gambar 6.7 Segitiga siku-
siku.
1
,
sin 30D sin 90°
1
,
sin0D tan 45
1
cos0D sin 60°
1
tan 45D cos 90° tan 90° cos 0°
Sumber: New Syllabus Mathematics 3
GameMath berisi soal berupa permainan matematika.
Jawabannya dapat dicari dengan menggunakan logika
sehingga dapat mengasah logika dan cara berpikir
kritis.
Rangkuman disajikan di akhir materi bab supaya kamu
dapat dengan cepat mengingat kembali materi-materi
yang telah dipelajari pada bab tersebut.
Ul angan Bab di saj i kan untuk mengukur
kemampuan kamu dalam menguasai semua materi
yang telah dibahas dalam bab tersebut.
Tugas Akhir digunakan untuk mengukur kemampuan
kamu mengingat dan menguasai semua materi yang
telah dipelajari selama dua semester.
Bab 6 Trigonometri
135
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Jika sin α = 4
5 dan 0º < α < 90º, maka nilai
tan α adalah . . . .
a.
4
5
d.
3
4
b.
4
3
e.
3
5
c.
5
4
2.
cos
sin cos
α
α α ⋅
sama dengan . . . .
a.
1
sinα
d. cosec2
α
b. cos2
α e. cosα
c. sec2
α
3. Segitiga ABC siku-siku di A. Jika BC = p,
AD tegak lurus BC, DE tegak lurus AC, dan
sudut B = x, maka panjang DE = . . . .
a. p sin β cos2 β
b. p sin2 β cos β
c. p sin2 β cos β
d. p sin β tan β
e. p sin β cos β
4. Jika x + y = 270º maka . . . .
a. cos x + sin y = 0
b. cos x − sin y = 0
c. cos x + cos y = 0
d. sin x − sin y = 0
e. sin x + sin y = 0
5. Nilai dari 2
2tan
1 tan
q
q +
= . . . .
a. 2 sin q cos q d. 1 − 2 sin q
b. sin q cos q e. 2 sin q
c. 2 sin q − 1
6. Jika tan x = a, maka sin 2x sama
dengan . . . .
a. 2
2
1
a
a +
d.
2
2
1
1
a
a

+
b.
2
2
1
2
a
a
+
e.
2
2
1
1
a
a
+

c.
2
2
1
2
a
a

7. Jika x + y =
π
4
, maka tan x adalah . . . .
a.
2tan
1 tan
y
y +
d.
1 tan
1 tan
y
y

+
b.
1 tan
1 tan
y
y
+

e.
2tan
1 tan
y
y −
c.
1 2tan
1 tan
y
y
+
+
8. Pada suatu segitiga siku-siku ABC berlaku
cos A cos B = 1
2 maka cos (A − B) sama
dengan . . . .
a. −1 d.
1
2
b.
1
2
− e. 1
c. 2
9. Bila x memenuhi persamaan
2(sin x)2 + 3 sin x − 2 = 0
dan
2
π
− < x <
2
π
, maka cos x adalah . . . .
a.
1
2
c.
1
3
2
b.
1
2
− d.
1
3
2

c.
1
2
2
Ulangan Bab 6 Ulangan Bab 6
Tugas Akhir
159
1. Nilai dari (0,04)−0,05 + (0,25)0,5 adalah . . . .
a. 0,5 d. 4,5
b. 0,7 e. 5,5
c. 2,5
2. Bentuk (p−1 + q−1)−1 identik dengan . . .
a. p + q d.
p q
pq
+
b. p e.
1
pq
c.
+
pq
p q
3. Jika a = 25 dan b = 81, dan c = 8 maka nilai
2 1 1
3 2 4 , , a b c adalah . . . .
a. 3 d. 40
b. 5 e. 60
c. 20
4. Nilai dari
48 45
7 2 10
+
+
adalah . . .
a. 3 d. 2 3
b. 6 e. 2 6
c. 3 2
5. Nilai dari
32 90
7 2 10
+
+
adalah . . . .
a. 1 d. 4
b. 2 e. 16
c. 3
6. Bentuk sederhana dari 10 2 21 + ada-
lah . . . .
a. 7 3 + d. 3 7 −
b. 7 3 − e. 7 3 +
c. 5 3 −
7. Diketahui log 2 = p dan log 3 = q nilai
3 2
log 15 sama dengan . . . .
a.
( ) 2
3
p q +
d.
( ) 2 1
3
p q + −
b.
( ) 2
3
p q −
e.
( ) 3 1
3
p q − +
c.
( ) 2 1
3
p q − +
8. Nilai dari
16 48
1 1
30
log10 log10
+ − adalah
. . . .
a. 0 d. log 60
b. 1 e. 10
c. log 18
9. Jika
3
log 3 dan log 3
a a
y x = = nilai
x
y
sama
dengan . . . . .
a. 1 d. 27
b. 3 e. 81
c. 9
10. Persamaan (p − 1)x2− 4px + 4p + 7 = 0
mempunyai akar-akar positif. Akar-akar
positif itu adalah . . . .
a. 3 dan 5 d.
7 7
dan
3 2
b.
7
3 dan
2
e.
7
dan 3
2
c.
7
dan 5
2
11. Selisih akar-akar persamaan kuadrat 2x2 +
px + 16 = 0 adalah 4. Nilai p yang positif
adalah . . . .
a. 2 3 d. 8 3
b. 3 3 e. 12 3
c. 6 3
12. Akar-akar persamaan kuadrat 3x2 + 5x + a = 0
adalah 2 2
5 α β + = α dan β. Jika 2 2
5 α β + =
maka nilai a sama dengan . . . .
a.
2
6
3
− d.
1
3
3
b.
2
3
3
− e.
2
6
3
c.
1
3
3

13. Himpunan penyelesaian dari
2 1
4 5 23
x y
x y
− = ⎧

+ = ⎩
adalah . . . .
a. {2,3} d. {4,2}
b. {3,2} e. {3,4}
c. {2,4}
14. Himpinan penyelesaian dari
1 2
8
2 1
1
a b
a b

− =
⎪⎪

⎪ + =
⎪⎩
adalah . . . .
Tugas Akhir
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ................................................................................................................... iii
Apakah Keunggulan Buku Ini?? .............................................................................................. iv
BAB 1 BENTUK PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA............................ 1
A. Bentuk Pangkat .......................................................................................... 2
B. Bentuk Akar ............................................................................................... 10
C. Logaritma................................................................................................... 16
D. Aplikasi Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma ........................................... 19
Rangkuman ........................................................................................................ 21
Ulangan Bab 1 ................................................................................................... 22
BAB 2 PERSAMAAN KUADRAT DAN FUNGSI KUADRAT................................ 25
A. Persamaan Kuadrat .................................................................................. 26
B. Fungsi Kuadrat .......................................................................................... 38
Rangkuman ........................................................................................................ 44
Ulangan Bab 2 ................................................................................................... 45
BAB 3 SISTEM PERSAMAAN LINEAR DAN KUADRAT.................................... 47
A. Sistem Persamaan Linear ......................................................................... 48
B. Sistem Persamaan Non - Linear ............................................................... 62
Rangkuman ........................................................................................................ 65
Ulangan Bab 3 ................................................................................................... 67
BAB 4 PERTIDAKSAMAAN ................................................................................. 69
A. Pertidaksamaan Linear .............................................................................. 70
B. Pertidaksamaan Kuadrat ........................................................................... 73
C. Pertidaksamaan Pecahan ......................................................................... 75
D. Pertidaksamaan Bentuk Akar .................................................................... 78
E. Pertidaksamaan Bentuk Nilai Mutlak .......................................................... 79
F. Aplikasi Pertidaksamaan............................................................................ 81
Rangkuman ........................................................................................................ 80
Ulangan Bab 4 ................................................................................................... 82
viii
viii
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
BAB 5 LOGIKA MATEMATIKA ............................................................................ 85
A. Pernyataan dan Kalimat Terbuka ............................................................... 86
B. Ingkaran (Negasi) ....................................................................................... 88
C. Pernyataan Majemuk ................................................................................. 89
D. Pernyataan Majemuk yang Ekuivalen ........................................................ 97
E. Ingkaran dari Pernyataan Majemuk ............................................................ 97
F. Ingkaran Pernyataan Berkuantor ............................................................... 100
G. Penarikan Kesimpulan............................................................................... 101
H. Bukti dalam Matematika ............................................................................. 104
Rangkuman ........................................................................................................ 108
Ulangan Bab 5 ................................................................................................... 109
BAB 6 TRIGONOMETRI .................................................................................... 111
A. Ukuran Sudut dalam Radian ...................................................................... 112
B. Perbandingan Trigonometri Sudut Segitiga Siku-Siku................................ 113
C. Perbandingan Trigonometri Sudut-Sudut Istmewa (0
0
,30
0
,45
0
,60
0
,90
0
) ..... 116
D. Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi ............................................... 118
E. Identitas Trigonometri ................................................................................ 120
F. Grafik Fungsi Trigonometri ......................................................................... 124
G. Persamaan Trigonometri ........................................................................... 126
H. Aturan Sinus, Aturan Kosinus, dan Luas Segitiga ..................................... 127
I. Aplikasi Trigonometri .................................................................................. 130
Rangkuman ........................................................................................................ 133
Ulangan Bab 1 ................................................................................................... 135
BAB 7 DIMENSI TIGA.......................................................................................... 137
A. Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang. .................................... 138
B. Menggambarkan Bangun Ruang ............................................................... 141
C. Volume Bangun Ruang .............................................................................. 142
D. Irisan Bangun Ruang ................................................................................ 151
E. Jarak dan Sudut ......................................................................................... 152
Rangkuman ........................................................................................................ 156
Ulangan Bab 7 ................................................................................................... 157
Tugas Akhir ........................................................................................................ 159
Pustaka Acuan ................................................................................................... 162
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
1
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B
Berapakah berat bumi kita ini? Berat bumi kita adalah 6 × 10
21
ton.
Bentuk penulisan dengan menggunakan bilangan berpangkat ini
sangat membantu kamu dalam ketelitian melakukan perhitungan.
Bayangkan, jika bilangan tersebut ditulis dalam bentuk panjang.
Jangankan melakukan perhitungan, menuliskannya saja sulit.
Bentuk Pangkat, Akar,
dan Logaritma
Bentuk Pangkat, Akar,
dan Logaritma
♦ Kamu dapat mengubah bentuk pangkat
negatif ke pangkat positif dan sebaliknya.
♦ Kamu dapat mengubah bentuk akar ke
bentuk pangkat dan sebaliknya.
♦ Kamu dapat mengubah bentuk pangkat
ke bentuk logaritma dan sebaliknya.
♦ Kamu dapat melakukan operasi aljabar
pada bentuk pangkat, akar, dan
logaritma.
♦ Kamu dapat menyederhanakan bentuk
aljabar yang memuat pangkat.
♦ Kamu dapat merasionalkan bentuk
pangkat.
♦ Kamu dapat membuktikan sifat-sifat
yang sederhana tentang bentuk
pangkat, akar, dan logaritma.
1
1
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
2
1. Pangkat Bulat Positif, Negatif dan Nol
Di kelas VII SMP, telah dijelaskan bahwa 3
n
= 3 × 3 × … × 3.
Bilangan 3 disebut bilangan pokok, sedangkan n disebut pangkat.
n faktor
A. Bentuk Pangkat
Jika n bilangan bulat positif dan a bilangan real maka a
n
didefinisikan
sebagai perkalian n faktor bilangan a.
a
n
= a × a × … × a
n faktor
Jika a

0, a bilangan real dan n bilangan bulat negatif maka
a
−n
didefinisikan sebagai berikut :
faktor
0
1
1 1 1 1
. . .
dan
1
n
n
n
a
a
a a a a
a

=
= × × × ×
=
¸¸¸¸¸_¸¸¸¸¸
1. Tuliskan dalam bentuk perkalian berulang!
a. 2
5
= . . . . c.
3
1
5
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . . e. n
9
= . . . .
b. (−5)
5
= . . . . d.
3
1
5
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . . f. (−r)
7
= . . . .
Jawab:
a. 2
5
= 2 × 2 × 2 × 2 × 2 = 32
b. (−5)
5
= (−5) × (−5) × (−5) × (−5) × (−5) = −3.125
c.
3
1 1 1 1 1
5 5 5 5 125
⎛ ⎞
= × × =
⎜ ⎟
⎝ ⎠
d.
3
1 1 1 1 1
5 5 5 5 125
⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞
− = − × − × − = −
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
e. n
9
= n × n × n × n × n × n × n × n × n
f. (−r)
7
= (−r) × (−r) × (−r) × (−r) × (−r) × (−r) × (−r)
CONTOH
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
3
2. Tuliskan dalam bentuk pangkat!
a. 5 × 5 × z × z × z = . . . .
b. (−1) × (−1) × (−1) × (−1) = . . . .
c.
1 1 1 1
4 4 4 4
⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞
− × − × − × −
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= . . . .
Jawab:
a. 5 × 5 × z × z × z = 5
2
× z
3
b. (−1) × (−1) × (−1) × (−1) = (−1)
4
= 1
c.
4
1 1 1 1 1 1
4 4 4 4 4 256
⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞
− × − × − × − = − =
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
3. Tuliskan dalam bentuk perkalian berulang!
a. 4
−3
= . . . . c. 14
0
= . . . .
b.
2
1
7

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . . d.
3
1
2

= . . . .
Jawab:
a. 4
-3
= == ==
3
1
4
= == ==
1
4
× ×× ××
1
4
× ×× ××
1
4
= == ==
1
64
b.
2
1
7

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
2
1
1
7
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
1
1
7
×
1
1
7
=
1
1
49
= 49
c. 14
0
= 1
d.
3
1
2

=
3
1
1
2
= 2
3
= 2 × 2 × 2 = 8
1. Nyatakan ke dalam bentuk perkalian berulang!
a. −3
6
= . . . . c. (7 + 3)
7
= . . . . e. 3y
3
= . . . .
b. (−3)
6
= . . . . d. 7
7
+ 3
7
= . . . . f. (x − y)
2
= . . . .
2. Tuliskan dalam bentuk pangkat!
a. 11 × 11 × 11 × 11 × 11 = . . . .
b. 2 × 2 × 2 × 2 × 2 × 3 × 3 × 3 × 3 × 3 × 3 = . . . .
c. t × t × t × t × t × t = . . . .
Asah Kompetensi
1
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
4
Pada 1940, sebuah komputer dapat mengerjakan sekitar
100 operasi per detik. Sejak itu, kecepatan komputer telah
berlipat ganda 10 kali setiap 5 tahun. Sekitar berapa
operasi per detikkah yang dapat dikerjakan komputer
pada tahun 2005?
Sumber: Teaching Mathematics
1. Buatlah pola bilangan 7
t
dari t = 1!
2. Tentukan angka satuan 7
t
untuk setiap nilai t! Amati pola yang terbentuk!
3. Tentukan angka puluhan 7
t
untuk setiap nilai t! Amati pola yang terbentuk!
4. Berdasarkan pola yang kamu buat, tentukan angka satuan dan angka puluhan dari 7
1999
!
2. Sifat-Sifat Bilangan Berpangkat Bulat
a. Sifat Perkalian Bilangan Berpangkat
Ambil a 5 sebarang bilangan real , kemudian hitung a
3
× a
4
= …
a
3
× a
4
= (a × a × a) × (a × a × a × a)
3 faktor 4 faktor
= a × a × a × a × a × a × a = a
7
7 faktor
Jadi, a
3
× a
4
= a
7
.
Catatan
Menentukan pangkat dari
bi l angan bul at adal ah
dengan menggunakan
pohon faktor.
Contoh:
452 = 2 × 2 × 113
= 2
2
× 113
226
113 2
2
452
3. Hitunglah!
a. 10
−8
= . . . . c. 0
−3
= . . . .
b.
2
1
1
5

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . . d. ( ) 5 −
0
= . . . .
4. Nyatakan ke dalam bentuk pangkat!
a. 800 = . . . . c. 200 = . . . .
b. 64 = . . . . d. 450 = . . . .
ktivitas di elas
A K
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
5
Hitunglah nilai pangkat berikut:
a. 5
3
×5
4
b. 8n
7
× n
3
c.
3
1 1 1
3 3 3
⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞
− × − × −
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Jawab:
a. 5
3
× 5
4
= 5
3 + 4
= 5
7
= 78.125
b. 8n
7
× n
3
= 8n
7 + 3
= 8n
10
c.
1
3
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
×
1
3
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
×
3
1
3
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
1 1 3
1
3
+ +
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
5
1
3
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
1
243

Untuk setiap a bilangan real tak nol, m dan n bilangan bulat, berlaku
m
n
a
a
= a
m − n
Dengan mengambil bilangan bulat m = n, buktikan bahwa a
0
= 1! Hasil
dari pembuktian akan menghasilkan sifat berikut ini.
Untuk setiap a bilangan real tak nol, berlaku a
0
= 1
Pangkat dari hasil perkalian merupakan penjumlahan pangkat kedua
bilangan, yaitu 7 = 3 + 4.
Untuk setiap a bilangan real, m dan n bilangan bulat, berlaku
a
m
× a
n
= a
m +n
b. Sifat Pembagian dan Pangkat Nol Bilangan Berpangkat
Ambil a sebarang bilangan real, a ≠ 0 m dan n bilangan bulat positif
sebarang, kemudian hitunglah
5
3
a
a
!
5
3
a
a
=
5 faktor
2
2 faktor
3 faktor
a a a a a
a a a
a a a
× × × ×
= × =
× ×
¸¸¸¸¸¸¸¸¸
¸¸_¸¸
¸¸_¸¸
Jadi,
5
3
a
a
= a
2
.
Pangkat dari hasil pembagian merupakan pengurangan pangkat
pembilang oleh penyebut kedua bilangan, yaitu 2 = 5 − 3.
CONTOH
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
6
Hitunglah nilai dari:
a.
3
2
( 3)
( 3)


b.
6
2
y
y
c. (−123)
0
Jawab:
a.
3
2
( 3)
( 3)


= (−3)
3 − 2
= (−3)
1
= −3
b.
6
2
y
y
= y
6 − 2
= y
4
c. (−123)
0
= 1
CONTOH
c. Sifat Pemangkatan Bilangan Berpangkat
Ambil a bilangan real, m dan n bilangan bulat positif. Kemudian hitunglah
(a
m
)
n
!
(a
m
)
n
= (a
m
) × (a
m
) × . . . × (a
m
)
n faktor
= (a × a × … × a) × (a × a × … × a) × … × (a × a × … × a)
m faktor m faktor m faktor
n faktor
= a × a × … × a × a × a × … × a × … × a × a × … × a
m × n faktor
= a
mn
Jadi, (a
m
)
n
= a
mn
.
Untuk setiap a bilangan real, m dan n bilangan bulat positif, berlaku
(a
m
)
n
= a
mn
1. (r
3
)
2
= r
3 × 2
= r
6
2. (x + y)
3
= (x + y)(x + y)(x + y)
CONTOH
d. Sifat Pemangkatan Bentuk dengan Beberapa Faktor
Misalkan a dan b bilangan real sebarang. Kemudian hitunglah (a × b)
3
!
(a × b)
3
= (a × b) × (a × b) × (a × b)
3 faktor
= a × b × a × b × a × b
= a × a × a × b × b × b
3 faktor 3 faktor
= a
3
× b
3
Jadi, (a × b)
3
= a
3
× b
3
.
" Ayo, gunakan sifat asosiatif
perkalian, yaitu a × b = b × a
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
7
Untuk setiap a dan b bilangan real, n bilangan bulat positif, berlaku
(a × b)
n
= a
n
× b
n
1. Hitunglah nilai (2a
2
)
4
!
Jawab:
(2a
2
)
4
= 2
4
(a
2
)
4
= 16a
8
2. Jika
x
y
= 1, x dan y bilangan real tak nol, hitunglah
3
3
4
y
x
!
Jawab:
Oleh karena
x
y
= 1, maka
y
x
= 1
3
3
4
y
x
=
1
4
3
y
x
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
1
4
⋅ 1
3
=
1
4
⋅ 1 =
1
4
Dari sifat tersebut, coba buktikan bahwa
n
a
b
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
n
n
a
b
, b ≠ 0!
Untuk setiap a dan b bilangan real, n bilangan bulat positif, berlaku:
n
a
b
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
n
n
a
b
, b ≠ 0
CONTOH
1. Sederhanakanlah setiap perkalian berikut ini!
a.
3
4

3
4

3
4
= . . . . c. 4x
7
y
7
× 4xy × 10 yx
3
= . . . .
b. 2 × 3
2
× 5 × 3
2
× 2
2
× 5
2
= . . . . d. a
3
× 3a
2
b × 3ab
2
× b
3
= . . . .
2. Sederhanakanlah setiap pembagian berikut ini!
a.
8
4
9
81
= . . . . c.
4
4
4
2( )
xy
xy
= . . . .
b.
( )
5
4
1
( 1)


= . . . . d.
8 3 4
2 2
r s t
r s t
= . . . .
3. Tunjukkan bahwa untuk setiap a bilangan real tak nol dan n bilangan bulat positif, berlaku
a
−n
=
1
n
a
!
Asah Kompetensi
2
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
8
4. Mari sederhanakan!
a. 2005
0
= . . . . c. (−1)
−7
= . . . .
b.
3
1
1
5

⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . . d.
( )
5
4
1
( 1)


= . . . .
5. Mari sederhanakan!
a. (6
5
)
−3
= . . . . c. (7
−2
)
−1
= . . . .
b.
3
2
3
5
⎡ ⎤
⎛ ⎞

⎢ ⎥ ⎜ ⎟
⎝ ⎠
⎣ ⎦
= . . . . d. (y
3
)
−1

3
1
1
y

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . .
6. Mari sederhanakan!
a. (−3a × 3b)
5
= . . . . c.
2
2 3
3 4
a b
⎛ ⎞ ⎛ ⎞
× −
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= . . . .
b. (x
3
⋅ y
−2
)
4
= . . . . d.
2
2
2
1
2
2

⎡ ⎤
⎛ ⎞
⎢ ⎥ ⎜ ⎟
⎝ ⎠
⎣ ⎦
= . . . .
7. Buktikan bahwa untuk setiap a bilangan real, m dan n bilangan bulat, berlaku a
m
× a
n
= a
m +n
!
Coba pikirkan berapa banyak angka pada hasil perkalian 2
1999
× 5
2000
!
Sumber: Olimpiade Matematika tingkat Kota/ Kabupaten, 2002
Bobot soal: 6
1
ASAH KEMAMPUAN
Waktu: 60 menit
1. Tuliskanlah dalam perkalian berulang!
a. (−3a)
5
= . . . . c. (3
5
)
4
= . . . . e. (−1)
12
= . . . .
b. −3a
6
= . . . . d. (a
2
)
−7
=. . . . f.
2
3
1
6

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . .
2. Tuliskan dalam bentuk pangkat!
a. 4r × 3r × 2r × r = . . . .
b. 9a × 6ab × 3abc = . . . .
c.
1 1 1 1 1
2 4 8 16 32
⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞ ⎛ ⎞
× − × × − ×
⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
= . . . .
Bobot soal: 6
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
9
Bobot soal: 12
Bobot soal: 16
3. Tentukanlah nilai a, b dan c dari bentuk berikut ini!
a. 13.475 = 5
a
× 7
b
× 11
c
c. 75.625 = 5
a
× 7
b
× 11
c
b. 15.125 = 5
a
× 7
b
× 11
c
d. 41.503 = 5
a
× 7
b
× 11
c
Kemudian, tentukan pula FPB dan KPK dari bilangan-bilangan
tersebut!
4. Sederhanakanlah!
a. 9x
2
y
-3
× y
4
x
-1
= . . . . c.
5 3
1
25
a b
− − ⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
× (5a
5
b
3
) = . . . .
b. −2y
-2
× (−2xy
−1
)
2
= . . . . d.
2 2
1 1
( 3 ) ( 3 )
3 3
a a b ab × − × × −
= . . . .
5. Sederhanakanlah!
a.
3 6 2
4
125 3
5
a a b
ab

×
= . . . . c.
2 3 4
4 3 2
9
27
x y z
x y z
− − −
− − −
2 3 4
4 3 2
9
27
x y z
x y z
− − −
− − − = . . . .
b.
2 6 4
4
16
8
a b ab
ab
×
= . . . . d.
( )
2
2 2
3
4 4
3
:
x y
xz
z yz



= . . . .
6. Untuk x dan y bilangan real tak nol, tentukanlah:
a.
0
2 6 4
4
16 8
8
x y xy
xy
⎛ ⎞ +
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . . b.
4 0 0 2
3 2
27 9
2
x y x y
x y

+
= . . . .
7. Mari sederhanakan!
a.
3
2
3
4


⎡ ⎤
⎛ ⎞
− −
⎢ ⎥ ⎜ ⎟
⎝ ⎠
⎣ ⎦
c.
1
12 2
6
8
32
n
m n
m

− −

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
b. −p ( )
3
3
p p


⎡ ⎤ − −
⎣ ⎦
= . . . . d.
4
4 2
6 3
( )
a b c
ab c


⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= . . . .
8. Jika k = 3, l =
1
3
− , dan m = 5, tentukanlah nilai dari:
a.
( )
( )
3
2 2 4
2
1 2 3
3
2
k l m
k l m

− −
b.
2
3 3 5
1 2 3
2 3 ( ) k l l m
k l m

− − −
⎛ ⎞ − − + −
⎜ ⎟
⎝ ⎠
9. Sebuah kubus memiliki panjang rusuk (4r + 3)
3
.
a. Tentukanlah volume kubus tersebut!
b. Jika kubus tersebut dapat memuat 6 buah limas beraturan yang
masing-masing kongruen, tentukanlah volume limas!
10. Hambatan total R dari sebuah rangkaian seri-paralel diberikan oleh
persamaan
R =
1
4
1 2 3
1 1 1
R
R R R

⎛ ⎞
+ + +
⎜ ⎟
⎝ ⎠
Hitung nilai hambatan tersebut jika R
1
= 5 Ω, R
2
= 6,5 Ω, R
3
= 5,5 Ω,
dan R
4
= 6Ω!
Bobot soal: 10
Bobot soal: 6
Bobot soal: 12
Bobot soal: 6
Bobot soal: 10
Bobot soal: 16
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
10
Gambar suasana pabrik
Untuk memahami bentuk akar, lakukanlah aktivitas berikut ini.
Produksi semen tiga segitiga memenuhi persamaan
h = 5 × 2
−4
× t
2
× 10
6
di mana h dalam ton dan t bilangan
bulat yang menyatakan waktu. Jika keuntungan
perusahaan dinyatakan oleh u (dalam rupiah) dari
persamaan
u
h
= 2
−5
× 10
5
Berapakah keuntungan perusahaan tersebut selama
5 tahun?
B. Bentuk Akar
1. Gambarlah segitiga siku-siku samakaki dengan panjang sisi siku-sikunya 1 cm!
2. Ukurlah panjang sisi miringnya dengan menggunakan penggaris sentimeter. Berapa
sentimeterkah panjangnya? Catatlah hasil pengukuranmu!
3. Sekarang, hitunglah panjang sisi miring tersebut dengan menggunakan teorema Pythagoras.
Berapa sentimeterkah panjangnya?
ktivitas di elas
A K
Pada langkah ke-2 aktivitas tersebut, kamu akan mendapatkan panjang
sisi miring segitiga siku-siku samakaki 1,4 cm lebih. Dengan tingkat
ketelitian berapapun, kamu tidak akan dapat mengukur dengan tepat
panjang sisi miring ini.
Pada langkah ke-3, dengan menggunakan teorema Pythagoras yang
telah dipelajari di SMP kelas VII, kamu akan mendapatkan panjang sisi
miring tersebut
2
cm.
1 cm
1 cm
h
Cara memperolehnya:
h
2
= 1
2
+ 1
2
= 1 + 1 = 2
h =
2
cm
Dengan menggunakan kalkulator, diperoleh
2
= 1,414213562…, suatu
bentuk desimal yang tidak berulang dan tanpa akhir. Bentuk seperti
2
ini disebut bilangan irasional dalam bentuk akar, karena tidak dapat
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
11
Bentuk akar adalah akar pangkat m dari suatu bilangan yang bukan
pangkat m sempurna.
dinyatakan sebagai perbandingan dua bilangan bulat
a
b
, b ≠ 0. Bilangan
lain yang merupakan bilangan irasional bentuk akar, di antaranya
3 5 4
7, 16, 9, dan 30 − − , sedangkan bilangan-bilangan seperti 9, 36,
3
64 −
dan
5
32
bukan bentuk akar karena:

9 3 =
merupakan akar pangkat dua dari bilangan pangkat dua
sempurna, yaitu 9 = 3
2

36 6 =
merupakan akar pangkat dua dari bilangan pangkat dua
sempurna, yaitu 36 = 6
2

3
64 −
merupakan akar pangkat tiga dari bilangan pangkat tiga
sempurna, yaitu -64 = (-4)
3

5
32 2 =
merupakan akar pangkat lima dari bilangan pangkat lima
sempurna, yaitu 32 = 2
5
1.
15
adalah bentuk akar karena 15 bukan pangkat dua sempurna.
2.
3
27 −
bukan bentuk akar karena −27 merupakan pangkat tiga
sempurna.
3.
10
adalah bentuk akar karena 10 bukan pangkat lima sempurna.
CONTOH
Buktikan bahwa 3 merupakan bilangan irasional!
1. Sifat-Sifat Bentuk Akar
Untuk setiap a, b, p, q bilangan real, m dan n bilangan asli, berlaku:
1.
m
n m
n
a a =
4.
.
n n n
ab a b =
2.
n n
p a q a + = ( )
n
p q a + 5.
n
n
n
a a
b b
=
, b ≠ 0
3.
n n
p a q a − = ( )
n
p q a − 6.
m n mn
a a =
Dari sifat 1 diperoleh
m
n m
n
a a =
Catatan
Menyederhanakan akar
dari bi l angan bul at
diselesaikan dengan
cara memfaktorkan
bilangan tersebut.
Contoh:
1800
900
450
225
45
9
3 3
2
5
5
2
2
= ⋅ ⋅
= ⋅ ⋅ ⋅
= ⋅ ⋅ ⋅
= ⋅ ⋅ ⋅
=
3 2 2
3 2 2
1800 2 5 3
2 2 5 3
2 2 5 3
2 5 3 2
30 2
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
12
Jika m = n, maka
n
n n
n
a a =
= a.
Nilai a ini lebih dari atau sama dengan nol untuk n bilangan genap dan semua
bilangan real untuk n bilangan ganjil.
1. = ⋅ = ⋅
3 3
3 3
81 27 3 3 3 = 3
3
3
2. a b a a b a b a ab a − = − ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ = − ⋅ ⋅ ⋅ = −
5 7 5 5 5 2 5 5 5 5 5 5 5 2 5 2
5 5
160 ( 2) 5 ( 2) 5 2 5
3. ( ) ( ) ( )
⋅ − = − = − = − ⋅ = −
2
2 3 15 2 3 5 3 2 3 5 2 3 5 6 5
4.
= =
15 15
5
3 3
5.
x y x y
x x x x x
x y
x y
= = = =
5 5
3 2
2
2
25 25
5 5 5
6.
3 3.2 6
x x x = =
CONTOH
1. Manakah yang merupakan bentuk akar?
a.
45
e.
3
300
h.
15
1 −
b. −
3
8 −
f.
5
16.807
i. 1, 21 −
c.
3
0, 27 g. 0, 81 j.
2.025
d. 2, 25
2. Kerjakan operasi hitung berikut ini!
a.
3 3
40 6 5 +
f.
3 27 81 − +
b.
4 12 9 27 +
g.
375 192 648 + −
c.
4 7 3 7 2 7 x x x + +
h. ( ) ( )
1 3 2 4 50 243 + − − +
d.
4 4
9 48 18 32 −
i.
2 2 4
9 5 12 x y xy x y x + − −
e.
29 7 10 63 −
j.
3 5
6 2 3 2
3 3 3
1
27 2
x y
x y x y + −
3. Sederhanakanlah!
a.
72
e.
5
25.000
h.
3 3
54x y
b.
250
f.
9 2
x y i.
6 5
3
1.458x y
c.
3
1.512
g.
16 12
8
1
8
x y
j.
20 100
5
243x y
d.
3
80
Asah Kompetensi
3
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
13
4. Sederhanakanlah!
a.
128
2
f.
5
5 128
50
x
x
b.
6
6
128
1.458
g.
3
10 13
8 27
xy
x y
⎛ ⎞
+
⎜ ⎟
⎝ ⎠
c.
6
2 3
h.
( )
2 2
3
5 3
x y x y
x y
d.
196
169
i.
( )( )
3 2 2 3
3 3 3
x y
x y x xy y

+ − +
e.
4
0, 0625 j.
( )( )
x y y x
x y
− +

Sederhanakan bentuk akar berikut ini!
1.
2 2 2 ... + + +
3
20 20 20 ... + + +
2.
6 6 6 ... + + + 6 6 6 ... + + +
4.
42 42 42 ... + + +
2. Merasionalkan Penyebut Pecahan
Merasionalkan penyebut pecahan artinya mengubah bentuk akar pada
penyebut pecahan menjadi bilangan rasional. Dapat dilakukan dengan cara
mengalikan pembilang dan penyebut pecahan dengan akar sekawan dari
penyebutnya. Bentuk-bentuk akar sekawan tersebut adalah sebagai berikut:
• a sekawan dengan a
• ( )
a b +
sekawan dengan ( )
a b −
• ( )
a b +
sekawan dengan ( )
a b −
Dalam buku ini hanya akan dibuktikan bahwa ( )
a b +
sekawan dengan
( )
a b −
. Untuk membuktikan pernyataan tersebut, kamu harus menunjukkan
bahwa hasil kali ( )
a b +
dengan ( )
a b −
merupakan bilangan rasional.
Bukti:
( )
a b +
( )
a b −
= a
2
− a ( )
2
b a b b + − = a
2
− b
a
2
− b merupakan bilangan rasional sehingga ( )
a b +
sekawan dengan
( )
a b −
.
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
14
Asah Kompetensi
4
1.
2
3
=
2 3
3 3

"Perkalian dua bentuk akar sekawan
=
2 3
3
2.
3
4 7


=
3 4 7
4 7 4 7
− +
×
− +
"Perkalian dua bentuk akar sekawan
=
3(4 7)
16 7
− +

=
12 3 7 4 1
7
9 3 3
− −
= − −
3.
2
3
x
x
+

=
2 3
3 3
x x
x x
+ +
×
− +
"Perkalian dua bentuk akar sekawan
=
( )( )
( )( )
2 3
3 3
x x
x x
+ +
− +
=
( )
3 2 6
3
x x
x
+ + +

Dengan cara yang sama, coba kamu buktikan bahwa
a
sekawan dengan
a
dan ( )
a b +
sekawan dengan ( )
a b −
.
CONTOH
Rasionalkan penyebut pecahan-pecahan berikut. Kemudian, nyatakan dalam bentuk sederhana!
1.
8
10
3.
5 48
11

5.
3
2 x
7.
7 2
7 2


9.
x y
x y
+

2.
7 5
15

4.
2
2
x
x
6.
3
4 5 −
8.
24 216
2 6 9


10. 2 2
1
x x y − −
Tunjukkan bahwa jika x =
5 1
5 1
+

maka (x
2
+
2
1
)
x
merupakan bilangan irasional!
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
15
Waktu: 60 menit
1. Gambarlah garis yang panjangnya
7
cm,
17
cm, dan
2 6
cm!
2. Kerjakan operasi hitung berikut ini!
a.
2 3 192 +
f.
3 12 27 48 x x x x + + +
b.
567 11 7 −
g.
3
3
9
x
+
3
18
x
c.
125 50 175 + −
h.
3 4 4 3 6
3 3
24 3 81 x x y xy + −
d.
6 54 404 − + +
i.
2 3 3 3
2 128 16 x x x − +
e.
27 2 162 −
j.
25 2 126 19 336 − − −
3. Kerjakanlah operasi hitung berikut ini!
a.
6 18 ×
f.
14
15
24
35
b. 2 ( )
3 3 3 6 +
g.
42
35
56
15
c. ( )
3
2 3 + h.
3
2
2
x
x
d. ( )
3 3
2 4 3 2 16 +
i.
3 2
2 3
x x
x x
e.
3 5 2 2 2
x x x
j.
x
y
xy
4. Rasionalkan penyebut pecahan berikut ini. Kemudian, nyatakanlah
ke dalam bentuk yang lebih sederhana!
a.
30
20
c.
1
10 4 −
b.
9
2
d.
3
3 2 2 −
2
Bobot soal: 18
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bobot soal: 25
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
16
ktivitas di elas
A K
e.
1 1
3 5 80

h.
2 2
2 2 3
− +

f.
2
1 5
2 2 2

⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
i.
2 3
3 3 2 2 3
+
− +
g.
5 4
1
x
j.
4 5 2
7 7 2 3 7
+ −
+ +
5. Aplikasi Geometri
A
D E
C
B
2
3
Bobot soal: 17
Pada langkah ke−2 aktivitas di atas, dengan mencoba-coba mensubstitusi
nilai x, didapatkan nilai x sebagai berikut:
Pada persamaan y = 3
x
tersebut, kamu dapat mencoba-coba men-
substitusi nilai x untuk memperoleh nilai y tertentu. Namun, tidak demikian
pada langkah ke−3.
C. Logaritma
1. Tuliskan persamaan y = 3
x
pada bukumu!
2. Substitusilah nilai y = 1, y = 3, y = 27, dan y =
1
3
sehingga kamu mendapatkan nilai x!
3. Sekarang, substitusilah nilai y = 4 dan y = 10. Dapatkah kamu menentukan nilai x?
y = 1
y = 3
y = 27
y =
1
3
x = 0
x = 1
x = 3
x = –1
y = 3
x
Pada gambar segitiga ABC di samping, panjang
AE : EC = 2 : 3 . Jika DE sejajar dengan BC dan
luas segitiga ABC 400 cm
2
, hitunglah:
a. Perbandingan luas segitiga ADE dengan luas
segitiga ABC.
b. Luas segitiga ADE.
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
17
Pada langkah ke−3, kamu akan kesulitan jika harus mencoba-coba
mensubstitusi nilai x yang memenuhi y = 3
x
. Untuk menyelesaikan masalah
tersebut, seorang Matematikawan asal Skotlandia, John Napier telah
menemukan suatu cara yang tepat, yaitu dengan logaritma. Logaritma
ditemukannya pada tahun 1614.
Untuk p > 0 dan p ≠ 1, berlaku
p
log a = n jika dan hanya jika p
n
= a,
dengan p adalah bilangan pokok.
a adalah numerus, yaitu bilangan yang akan dicari logaritmanya.
(a > 0)
n adalah logaritma dari a dengan bilangan pokok p
Definisi ini sangat berguna untuk menentukan nilai x yang memenuhi
y = 3
x
, khususnya seperti permasalahan pada langkah ke-3 aktivitas 3.
Untuk y = 4, didapat 3
x
= 4. Akibatnya, x =
3
log 4.
Untuk y = 10, didapat 3
x
= 10. Akibatnya, x=
3
log 10.
1. log 100 = 2 karena 100 = 10
2
2.
2
log 16 = 4 karena 16 = 2
4
3.
3
log
3
9
=
2
3
karena
3
9
=
2
3
3
4.
6
log
36 = 4 karena 36 = ( )
4
6
Pada contoh tersebut, kamu mudah menentukan logaritmanya karena
bilangan yang kamu hadapi tergolong istimewa. Bagaimana menentukan
6
log 50,
9
log 2, atau
27
log 11?
Untuk memudahkanmu dalam menentukan logaritma seperti itu, kamu
harus mempelajari sifat-sifat berikut.
Untuk bilangan pokok positif, tidak sama dengan satu, dan numerus
positif, berlaku
1.
p
log (ab) =
p
log a +
p
log b
2.
p
log
a
b
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
p
log a −
p
log b
3.
p
log a
n
= n
p
loga
4. a.
p
log a =
log
log
q
q
a
p
c.
a
log a = 1 e.
p
log 1 = 0
b.
p
log a =
1
log
a
p
d.
a
loga
n
= n
5.
p
log a ×
a
log q =
p
log q
6. a.
log log
n
p m p
m
a a
n
=
b.
p
log a =
log
n
p n
a
7. a.
log
p
a
p a =
b.
( )
log
n
p
m
a
m
n
p a =
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
18
Pembuktian dalam buku ini hanya akan dijelaskan untuk sifat 1, 3, dan 6a.
p
log (ab) = == ==
p
log a +
p
log b
Misalkan x =
p
log a maka a = p
x
y =
p
log b maka b = p
y
p
log (ab) =
p
log p
x
. p
y
=
p
log p
x + y
Dengan menggunakan definisi logaritma akan diperoleh
p
log (ab) = x + y =
p
log a +
p
log b
Jadi,
p
log (ab) =
p
log a + plog b.
p
log a
n
= == == n
p
log a
Misalkan x =
p
log a maka a = p
x
.
Jika kedua ruas persamaan dipangkatkan n maka
a
n
= p
xn
p
log an = xn
= n ·
p
log a
Jadi,
p
log a
n
= n
p
loga.
p log a = == ==
log
log
q
q
a
p
Misalkan
p
log a = x maka a = p
x
Logaritma dari kedua ruas dengan bilangan pokok q adalah
q
log a =
q
log p
x
= x
q
log p
Didapat, x =
log
log
q
q
a
p
.
Oleh karena x =
p
log a, maka
p
log a =
log
log
q
q
a
p
.
=
n
p p m
m
a a
n
log log
Dengan menggunakan sifat 4a dan 3, didapatkan
log
log
log
n
q m
p m
q n
a
a
p
=
=
log
log
q
q
m a
n p
=
log
p
m
a
n
Jadi,
log log
n
p m p
m
a a
n
=
.
Untuk sifat lainnya, coba kamu buktikan sendiri.
" Gunakan sifat perkalian bilangan
berpangkat
"Ayo, gunakan sifat 3
CONTOH
Pembuktian sifat 4a
Pembuktian sifat 3
1. Tulislah
7
log 45 sebagai penjumlahan beberapa bentuk logaritma!
2. Tulislah
3
log 12 sebagai selisih dua bentuk logaritma!
3. Tulislah
9
log 32 sebagai perkalian bilangan cacah dengan bentuk
logaritma!
4. Jika log 2 = a dan log 3 = b, nyatakan
27
log 8 dalam a dan b!
5.
2
log 3 ⋅
3
log 4 ⋅
4
log 5 = ….
Pembuktian sifat 1
Pembuktian sifat 6a
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
19
Asah Kompetensi
5
CONTOH
Jawab:
1. Soal ini termasuk soal terbuka (open ended question). Salah satu
jawabannya adalah
7
log 45 =
7
log 9 +
7
log 5.
(Jika jenis soalnya seperti ini, mungkin jawabanmu dengan jawaban teman
berbeda tetapi kedua jawaban tersebut benar.)
2. Soal ini juga termasuk soal terbuka (open ended question). Salah satu
jawabannya adalah
3
log 12 =
3
log 24 −
3
log 2.
3. Oleh karena 32 = 2
5
, maka kamu dapat menyatakan
9
log 32 =
9
log 2
5
= 5
9
log 2.
4.
27
log 8 =
3
3 3
log2
=
3
3
log2
3
=
log2
log3
a
b
=
"Ayo, gunakan sifat 6a dan 4a
5.
2
log 3 ⋅
3
log 4 ⋅
4
log 5 =
2
log 5 "Ayo, gunakan sifat 5
1. Tuliskan dalam bentuk perkalian berulang!
a.
9
log 64 = . . . . c.
6
log 126 = . . . .
b.
3
log 125 = . . . . d.
5
log81 = . . . .
2. Sederhanakanlah!
a.
2
log 6 ⋅
6
log 8 ⋅
8
log 9 = . . . . c.
5
log 7 ⋅
7
log 8 ⋅
8
log 10 = . . . .
b.
2
log 4 ⋅
4
log 3 ⋅
3
log 5 = . . . . d.
6
log 2 ⋅
2
log 3 ⋅
3
log 6 = . . . .
D. Aplikasi Bentuk Pangkat, Akar, dan Logaritma
Konsep-konsep bentuk pangkat, akar, dan logaritma sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari. Bilangan berpangkat digunakan untuk
menuliskan bilangan yang sangat kecil sampai pada bilangan yang sangat
besar.
Bentuk akar dikembangkan sampai merasionalkan penyebut pecahan
berbentuk akar. Sedangkan logaritma dapat digunakan untuk menentukan
besarnya gempa bumi. Lebih jelasnya, pelajari contoh berikut ini.
Dari seismograf diketahui suatu gempa menghasilkan 0,1 milimeter pada
jarak 100 km dari pusat gempa. Tentukan besarnya gempa tersebut!
Jawab:
M (x) = M (0,1)
= log
0
x
x
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= log
0, 1
0, 001
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= log
1
3
10
10


⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= log 10
2
= 2
Jadi, besarnya gempa bumi tersebut adalah 2 Skala Richter.
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
20
Waktu : 60 menit
1. Tentukanlah nilai logaritma berikut. Kemudian, berikan alasannya!
a.
1
2
1
log
8
= …, karena . . . . d.
1
3
log9
= …, karena . . . .
b.
5
log 0,0016 = …, karena . . . . e.
x
log x = …, karena . . . .
c. log
10
= …, karena . . . . f.
4
log
x
x
= …, karena . . . .
2. Tulislah dalam bentuk penjumlahan atau pengurangan beberapa
bentuk logaritma!
a. log 57 d.
5
log 36
b.
9
log 5 e.
2
log (x
3
+ x
2
y)
c.
12
log 6 f. log
3 4
3
2
a b
c
3. x
1
dan x
2
memenuhi persamaan
(log (x − 1) ⋅ log(x + 1))
1
log10
x = log 10
Tentukanlah x
1
⋅ x
2
!
4. x
1
dan x
2
memenuhi persamaan
log
log
log log
x
x
x x
× =
5
100
100
100 100
5
100
Tentukanlah
5
1 2
x x
!
5. Jika x dan y memenuhi persamaan
x
log xy
y
log xy +
x
log(x − y) ylog(x − y) = 0 dan x > y > 0
tentukanlah x + y!
1. Jika x
1
dan x
2
memenuhi persamaan
100x
log 0,1 =
1
3

x
log 100, tentukanlah nilai
1 2
log log x n x
2. Jika y
1
dan y
2
memenuhi persamaan
y + 3
log 8 = log
2.000
3 y+
, tentukanlah nilai dari (y
1
+ 3)(y
2
+ 3)!
3
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 8
Bobot soal: 13
Bobot soal: 12
Bobot soal: 18
Bobot soal: 14
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
21
6. Jika
5
log 3 = a dan
3
log 4 = b, nyatakanlah
12
log 75 dalam a dan b!
7. Jika
2
log 3 = p dan
2
log 5 = q, nyatakanlah
6
log 50 dalam p dan q!
8. Sederhanakanlah!
a.
2
log 27 ×
5
log 64 ×
3
log
1
5
b.
12 12
log4 log 4 +
c.
4
log 12 + 2
4
log 3 – 3
4
log 6
9. Jika a = b
r
, b = c
s
dan c = a
t
, tentukan nilai 2r + st!
10. Jika log
a
b
+ log
b
a
= log (a + b) maka a
2
+ b
2
= . . . .
1. Jika n bilangan bulat positif dan a bilangan real maka:
faktor
n
n
a a a a = × × ×
¸¸¸_¸¸¸
2. Sifat-sifat bilangan berpangkat bulat dan nol.
a.
m n m n
a a a
+
× =
b.
, 0
m
m n
n
a
a a
a

= ≠
c.
0
1, 0 a a = ≠
3. Sifat pemangkatan bilangan berpangkat
a. ( )
m n mn
a a = c.
n
n
n
a a
b b
⎛ ⎞
=
⎜ ⎟
⎝ ⎠
b. ( )
n n n
a b a b × = × d.
1
m
m
a
a

=
4. Sifat-sifat bentuk akar
a.
m
m n
n
a a =
d.
n n n
ab a b = ⋅
b. ( )
n n n
p a q a p q a + = + e.
, 0
n
n
n
a a
b
b b
= ≠
c. ( )
n n n
p a q a p q a − = − f.
m n mn
a a =
Bobot soal: 5
Bobot soal: 5
Bobot soal: 8
Bobot soal: 8
Bobot soal: 9
Rangkuman Rangkuman
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
22
5. Bentuk-bentuk akar sekawan

a
sekawan dengan −
a

( )
a b + sekawan dengan
( )
a b −

( )
a b + sekawan dengan
( )
a b −
6. Jika n adalah logaritma dari a dengan bilangan pokok p, maka berlaku:
log ; 0, 0 dan 1
p n
a n p a a p p = ⇔ = > > ≠
7. Sifat-sifat logaritma
a. log ( ) log log
p p p
ab a b = +
b.
log log log
p p p
a
a b
b
⎛ ⎞
= −
⎜ ⎟
⎝ ⎠
c. log log
p p n
a n a =
d. •
log
log log
log
q
p p n
q
a
a n a n
p
⎛ ⎞
= =
⎜ ⎟
⎝ ⎠

log
p
a
p a =
• log 1
a
a =
• log
a n
a n =
• log1 0
p
=
e. log log log
p p a
a q q ⋅ =
f. •
log log
n
p p m
m
a a
n
=
• log log
n
p p n
a a =
Bab 1 Bentuk Pangkat Akar dan Logaritma
23
Ulangan Bab 1
Ulangan Bab 1
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Jika 25.125 = 3
x
⋅ 5
y
. 67
z
, maka nilai x, y, dan
z adalah . . . .
a. x = 3, y = 1, z = 1
b. x = 2, y = 3, z = 1
c. x = 3, y = 2, z = 1
d. x = 1, y = 3, z = 1
e. x = 2, y = 1, z = 1
2. Jika x > 0, maka
2
1 1 1 1
2 2 2 2
x x x x
− − ⎛ ⎞⎛ ⎞
− +
⎜ ⎟⎜ ⎟
⎝ ⎠⎝ ⎠
= . . . .
a. ( )
2
2
2
1
1 x
x

d. ( )
4 2
2
1
1 x x
x
− +
b. ( )
4
2
1
1 x
x

e.
( )
4
2
1
1 x
x

c. ( )
3
2
1
1 x
x

3. Jika n adalah bilangan cacah dan
3
2 512
n n +
=
, maka n adalah . . . .
a. −1 dan 9 d. 1
b. −9 e. 1 dan −9
c. 9
4. Nilai x yang memenuhi 2 10 2 x x + − + > −
adalah . . . .
a. x > −1 d. x < −1
b. x > −2 e. −1 < x < 1
c. x < −2
5.
4 2 2
3
( log ) log 0
4
x x − − =
, maka x = . . . .
a. 8 atau
1
2
d.
1
2
atau 16
b. 16 atau 4 e. 8 atau 4
c. 2 atau 4
6.
10
log 6
2
2
1000
1000
x
x
x

= , maka x = . . . .
a. 10
0
d. 10
3
b. 10
1
e. 10
4
c. 10
2
7. Jika ( )
2
4 4
2 log 6 log 1 0
2
x
x
⎛ ⎞
− + =
⎜ ⎟
⎝ ⎠
maka
x
1
+ x
2
= . . . .
a. 20 d. 16
b. 4 e. 12
c. 8
8. Nilai x yang memenuhi 8
x + 1
= 24
x−1
adalah . . . .
a. 1 + 6
2
log 3 d. 1 + 4
2
log 3
b. 1 − 6
3
log 2 e. 1 + 6
3
log 2
c. 1 + 4
3
log 2
9. Jika 1 < a < b dan 4a
2
+ b
2
= 12ab, maka
( )
( )
2
2
2
log
-2
a b
y b
+
+
= . . . .
a. log 4 d. log 2
b. 4 e. 2
c. 2log 2
10. Nilai dari
( )( )
2 3 2 5 2 3 2 5 − + + − + + +
adalah . . . .
a.
2 3 10 −
d.
4 3 2 10 −
b.
4 10
e.
10 2 3 +
c.
2 3
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. Tentukanlah massa jenis rata-rata bumi jika
massa bumi 5,98 × 10
24
kg dan volum
1,08 × 10
21
m
3
!
2. Hambatan total R dari sebuah rangkaian seri-
paralel diberikan oleh persamaan
R = (
1
1
R
+
2
1
R
)
−1
+ R
3
Jika R
1
= 7,5 Ω , R
2
= 5 Ω dan R
3
= 6,5 Ω,
maka R = . . . Ω
3. Hitunglah nilai dari
3
5 3
1 1
289
343 512
+ +
!
4. Jika {
a
log (6x − 5)}(
3
log a) =20, tentukanlah
nilai x!
5. Energi diam E sebuah proton dengan massa
diam m dihubungkan oleh persamaan
Einstein E = mc
2
, di mana c = kecepatan
cahaya. Jika m = 1,7 × 10
−27
kg dan
c = 3 × 10
8
m/s, tentukanlah energi diam
proton tersebut!
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
25
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B
Gambar orang melempar batu ke atas
Sebuah batu yang dilempar vertikal ke atas memiliki
ketinggian h meter di atas tanah setelah t detik, dinyatakan
dengan persamaan h = 30t – 5t
2
. Kapankah batu itu
berada pada ketinggian 40 m di atas tanah?
Untuk menjawabnya, kamu harus mempelajari sebuah
fungsi yang dikenal dengan nama fungsi kuadrat. Sebelum
mempelajari fungsi tersebut, kamu juga harus mempelajari
persamaan kuadrat.
Persamaan
Kuadrat dan
Fungsi Kuadrat
Persamaan
Kuadrat dan
Fungsi Kuadrat
♦ Kamu dapat menentukan akar-akar
persamaan kuadrat.
♦ Kamu dapat menentukan jumlah dan
hasil kali akar-akar persamaan kuadrat.
♦ Kamu dapat menyusun persamaan
kuadrat yang akar-akarnya memenuhi
kondisi tertentu.
♦ Kamu dapat menggambarkan grafik
fungsi kuadrat.
♦ Kamu dapat menentukan syarat fungsi
kuadrat definit positif dan negatif.
♦ Kamu dapat menentukan akar-akar
persamaan kuadrat dengan
melengkapkan bentuk kuadrat.
♦ Kamu dapat menentukan sumbu
simetri, titik puncak, sifat definit positif
atau negatif fungsi kuadrat.
♦ Kamu dapat menentukan fungsi
kuadrat yang melalui tiga titik yang
tidak segaris.
♦ Kamu dapat menjelaskan karakteristik
masalah yang mempunyai model
matematika persamaan atau fungsi
kuadrat.
♦ Kamu dapat menentukan besaran
masalah yang dirancang sebagai
variabel persamaan atau fungsi
kuadrat.
♦ Kamu dapat merumuskan persamaan
atau fungsi kuadrat yang merupakan
model matematika dari masalah.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
dari model matematika.
♦ Kamu dapat memberikan tafsiran
terhadap solusi dari masalah.
2
2
26
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Panjang suatu kandang yang berbentuk persegi panjang adalah 3 m lebih
panjang daripada lebarnya. Jika luas kandang tersebut 40 m
2
, berapakah
ukurannya?
Untuk menyelesaikan masalah ini, kamu harus menggunakan rumus
luas persegi panjang, yaitu L = pl. Misalkan, lebarnya x maka panjangnya x
+ 3, sehingga diperoleh persamaan berikut.
(x + 3)x = 40
x
2
+ 3x − 40 = 0
Pangkat terbesar variabel x pada persamaan tersebut adalah 2 dan
pangkat terkecilnya 0. Persamaan seperti ini disebut persamaan kuadrat.
Persamaan kuadrat x
2
+ 3x − 40 = 0 telah ditulis dalam bentuk umum.
Bentuk umum persamaan kuadrat adalah ax
2
+ bx + c = 0; a, b, c ∈ R dan
a ≠ 0, dengan :
• x adalah variabel
• a adalah koefisien dari x
2
• b adalah koefisien dari x
• c adalah konstanta
Jika kamu menyelesaikan persamaan kuadrat tersebut, berarti kamu
mencari nilai variabel x yang memenuhi persamaan kuadrat. Nilai variabel
x ini disebut akar persamaan kuadrat.
1. Menentukan Akar-Akar Persamaan Kuadrat
Ada tiga cara untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat, yaitu
dengan memfaktorkan, melengkapkan kuadrat, dan rumus.
a. Memfaktorkan
Jika persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 dapat difaktorkan maka kamu
dapat menuliskannya sebagai berikut.
ax
2
+ bx + c =
1
a
(ax + p)(ax + q)
ax
2
+ bx + c = (x +
p
a
)(ax + q)
ax
2
+ bx + c = ax
2
+ (p + q)x +
pq
a
Jadi, p + q = b dan pq = ac.
Dengan demikian, untuk menentukan akar-akar persamaan kuadrat
ax
2
+ bx + c = 0, kamu harus mencari dua bilangan yang jika dijumlahkan
hasilnya b dan jika dikalikan hasilnya ac.
A. Persamaan Kuadrat
Catatan
6x
2
–x –15 = (2x + 3) (3x –5)
Bentuk umum:
ax
2
+ bx+ c = (mx+ p) (nx+q)
maka: m × n = a
mq + np = b
p × q = c
Sebaliknya,
m p n q
(2x + 3) (3x − 5)
= (2x)(3x) + (2x)(−5) + 3(3x)
+ 3(−5)
= 6x
2
−10x + 9x −15
= 6x
2
−x − 15
1
2
4
3
Tentukan nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat berikut!
1. x
2
+ 3x = −2
2. 2x
2
− 5x − 12 = 0
CONTOH
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
27
Jawab:
1. Ubah persamaan x
2
+ 3x = −2 ke dalam bentuk umum, yaitu
x
2
+ 3x + 2 = 0
(x + …)(x + …) = 0
(x + 1)(x + 2) = 0
x + 1 = 0 atau x + 2 = 0
x = −1 x = −2
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan x
2
+ 3x = −2 adalah x = −1
atau x = −2.
2. Faktorkan 2x
2
− 5x − 12 = 0
(x + …)(2x + …) = 0
(x − 4 )(2x + 3) = 0
x − 4 = 0 atau 2x + 3 = 0
x = 4 atau x =
3
2

Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan adalah x = 4 atau x =
3
2

.
b. Melengkapkan Kuadrat
Melengkapkan bentuk kuadrat persamaan ax
2
+ bx + c = 0 dilakukan
dengan mengubah persamaan tersebut menjadi bentuk (x + h)
2
= k, k ≥ 0.
Untuk jelasnya, pelajari contoh berikut ini.
Tentukanlah nilai x yang memenuhi persamaan kuadrat berikut!
1. x(x + 2) = 195
2. 2x
2
− 11x + 15 = 0
Jawab:
1. x(x + 2) = 195
• Gunakan sifat distributif perkalian terhadap penjumlahan.
x
2
+ 2x = 195
• Tambahkan kuadrat dari setengah koefisien x, yaitu
2
1
. 2
2
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
pada kedua ruas persamaan.
x
2
+ 2x +
2
1
. 2
2
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 195 +
2
1
. 2
2
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
x
2
+ 2x + 1 = 195 + 1
x
2
+ 2x + 1 = 196
(x + 1)
2
= 196
x + 1 = ±
196
= ± 14
x = −1 + 14 atau x = −1 − 14
= 13 = −15
Jadi, nilai x yang memenuhi adalah 13 atau −15.
CONTOH
28
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
2. 2x
2
−11x + 15 = 0
• Tentukan persamaan kuadrat yang ekuivalen dengan
2x
2
− 11x + 15 = 0 dan koefisien x
2
adalah 1.
Untuk itu, bagi 2x
2
− 11x + 15 = 0 dengan 2, didapat
x
2

11
2
x +
15
2
= 0
• Tambahkan
15
2

pada kedua ruas persamaan.
x
2

11
2
x +
15
2
+
15
2
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 0 +
15
2
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
x
2

11
2
x =
15
2

• Tambahkan kuadrat dari setengah koefisien x, yaitu
2
1 11
.
2 2
⎛ ⎞ ⎛ ⎞

⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
pada kedua ruas persamaan.
x
2

11
2
x +
2
1 11
.
2 2
⎛ ⎞ ⎛ ⎞

⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
=
15
2

+
2
1 11
.
2 2
⎛ ⎞ ⎛ ⎞

⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
x
2

11
2
x +
2
1 11
.
2 2
⎛ ⎞ ⎛ ⎞

⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
=
15
2

+
121
16
2
11
4
x
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= −
120
16
+
121
16
2
11
4
x
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
1
16
x −
11
4
= ±
1
16
x −
11
4
= ±
1
4
x =
11
4
+
1
4
=
12
3
4
=
atau x =
11
4

1
4
=
10 1
2
4 2
=
Dengan demikian, nilai x yang memenuhi persamaan adalah x =
1
2
2
atau 3.
c. Rumus
Rumus untuk menentukan akar persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0
diperoleh melalui langkah-langkah yang sama seperti menentukan akar
persamaan kuadrat dengan cara melengkapkan kuadrat. Langkah-langkah
tersebut adalah sebagai berikut:
• Bagi persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 dengan a, didapat x
2
+
b
a
x +
c
a
= 0.
• Tambahkan kedua ruas dengan −
c
a
.
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
29
Didapat, x
2
+
b
a
x +
c
a
+
c
a
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 0 +
c
a
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
x
2
+
b
a
x = −
c
a
• Tambahkan kedua ruas dengan kuadrat dari setengah koefisien x, yaitu
2
1
2
b
a
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
.
x
2
+
b
a
x +
2
1
2
b
a
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= −
c
a
+
2
1
2
b
a
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
2
1
2
b
x
a
⎛ ⎞
+ ⋅
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
2
1
2
b
a
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠

c
a
2
1
2
b
x
a
⎛ ⎞
+ ⋅
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
2
2
4
b
a

c
a
2
1
2
b
x
a
⎛ ⎞
+ ⋅
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
2
2
4
b
a

2
4
4
ac
a
• Tentukan akar kuadrat dari kedua ruas sehingga diperoleh nilai x.
1
2
b
x
a
+
=
2
2
4
4
b ac
a

±
x =
2
b
a
− ±
1
2a
2
4 b ac −
x =
2
4
2
b b ac
a
− ± −
Dari rumus akar persamaan kuadrat tersebut, tentukanlah rumus untuk
x
1
+x
2
dan x
1
x
2
.
x
1
+ x
2
=
2
4
2
b b ac
a
− + −
+
2
4
2
b b ac
a
− − −
=
2
b b
a
− −
=
2
2
b
a

=
b
a

Jadi, x
1
+ x
2
=
b
a

.
Rumus umum menentukan akar persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0;
a, b, c ∈ R dan a ≠ 0 adalah
2
1
4
2
b b ac
x
a
− + −
= atau
2
2
4
2
b b ac
x
a
− − −
=
30
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
x
1
x
2
=
2
4
2
b b ac
a
− + −
×
2
4
2
b b ac
a
− − −
=
( )
( )
( )
2
2
2
2
4
2
b b ac
a
− − −
=
( )
2 2
2
4
4
b b ac
a
− −
=
2
4
4
ac
a
=
c
a
Jadi, x
1
x
2
=
c
a
.
Perhatikan kembali rumus akar persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0, yaitu
2
1
4
2
b b ac
x
a
− + −
= atau
2
2
4
2
b b ac
x
a
− − −
=
Jenis kedua akar tersebut bergantung dari nilai b
2
− 4ac yang ada di bawah
tanda akar. Nilai b
2
− 4ac disebut diskriminan, dilambangkan dengan D.
Diskriminan berarti membedakan jenis akar.
Jika x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0; a, b, c ∈ R
dan a ≠ 0 maka jumlah akar-akar tersebut adalah x
1
+ x
2
= −
b
a
dan hasil
kalinya adalah x
1
x
2
=
c
a
.
CONTOH
Dari persamaan kuadrat 3x
2
− 5x + 2 = 0 tentukanlah:
a. jenis akarnya
b. akar-akar tersebut
c. x
1
+ x
2
, x
1
x
2
, x
1
2
+ x
2
2
,
1 2
1 1
x x
+
dan x
1
− x
2
D kuadrat sempurna
D bukan kuadrat sempurna
mempunyai dua akar yang sama
Dua akar bilangan real dan rasional
Dua akar bilangan real dan irasional
Tidak mempunyai akar bilangan real
D = 0
D > 0
D < 0
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
31
Jawab:
a. Diskriminan persamaan kuadrat 3x
2
− 5x + 2 = 0 adalah
D = (−5)
2
− 4 ⋅ 3 ⋅ 2
= 25 − 24
= 1
Berarti D > 0 maka merupakan kuadrat sempurna.
Sehingga persamaan kuadrat tersebut mempunyai dua akar
bilangan real dan rasional yang berbeda.
b. Pada persamaan kuadrat 3x
2
− 5x + 2 = 0, diketahui a = 3, b = −5,
dan c = 2. Dengan menggunakan rumus akar persamaan kuadrat,
maka akan diperoleh nilai x
1
dan x
2
sebagai berikut.
1,2
( 5) 1 5 1
2 2 3 6
b D
x
a
− ± − − ± ±
= = =

Jadi, nilai x
1
= 1 dan x
2
=
4 2
6 3
= .
c. Dengan menggunakan rumus.
• x
1
+ x
2
=
b
a

=
( 5) 5
3 3

− =
• x
1
x
2
=
c
a
=
2
3
• (x
1
+ x
2
)
2
= x
1
2
+ 2x
1
x
2
+ x
2
2
x
1
2
+ x
2
2
= (x
1
+ x
2
)
2
- 2x
1
x
2
=
2
5 2
2
3 3
⎛ ⎞
− ⋅
⎜ ⎟
⎝ ⎠
=
25
9

4
3
=
25
9

12
9
=
13
9

1 2
1 1
x x
+
=
2 1 1 2
1 2 1 2
x x x x
x x x x
+ +
=
5
5 3
3
2
3 2
3
5
2
= ⋅
=
• (x
1
− x
2
)
2
= x
1
2
− 2x
1
x
2
+ x
2
2
= x
1
2
+ x
2
2
− 2x
1
x
2
=
13
9
− 2 ·
2
3
=
1 3 1 2
9 9

=
1
9
x
1
− x
2
=
1
9
±
x
1
- x
2
=
1
3
±
Jadi, x
1
− x
2
=
1
3
atau x
1
- x
2
= −
1
3
" Gunakan sifat komutatif
penjumlahan, yaitu
x
2
+ x
1
= x
1
+ x
2
"Gunakan sifat komutatif
penjumlahan, yaitu
- 2x
1
x
2
+ x
2
2
= x
2
2
- 2x
1
x
2
32
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Asah Kompetensi
1
1. Dengan menggunakan diskriminan, tentukan jenis-jenis akar persamaan kuadrat berikut.
Kemudian, tentukan akar-akar tersebut dengan cara memfaktorkan!
a. x
2
− 7x − 30 = 0 e. 3x
2
= 7 − 4x
b. y
2
− 6y − 16 = 0 f. 2y
2
−( − y ) = 0
c. z
2
− 12z + 36 = 0 g. −8z − 30 + 5z
2
= 0
d. p
2
+ 7 = 4p h. (2p + 1)(5p − 4) − (3p −2)
2
= 0
2. Dengan menggunakan diskriminan, tentukan jenis-jenis akar persamaan kuadrat berikut.
Kemudian, tentukanlah akar-akar tersebut dengan cara melengkapkan kuadrat!
a. 2x
2
− 2x − 1 = 0 e. 3x
2
− 4 = (x + 1)
2
b. 3y
2
− 6y + 1 = 0 f.
1
3
(y − 1) = y
2
c. 5p
2
− 5p + 2 = 0 g. (p + 1)(2p − 1) = y + 2
d. − h + 4 = 0 h.
2
1 2
4 6
y y − +
=
3. Dengan menggunakan diskriminan, tentukanlah jenis-jenis akar persamaan kuadrat berikut.
Kemudian, tentukan akar-akar tersebut dengan menggunakan rumus!
a. 5x
2
− 16x + 2 = 0 c. (x − 1)(x + 1) = 20
b. y
2
+ 5y − 24 = 0 d.
4 4 10
4 4 3
y y
y y
+ −
+ =
− +
e. (z − 1)(z − 1) = 12 g. 2 +
2
7 4
z z
=
f. (p − 1)
2
− 2p = 0 h.
1 1 1
0
1 2 3 x x x
+ + =
− − −
4. Akar-akar persamaan kuadrat ax
2
− 3ax + 5(a − 3) = 0 adalah x
1
dan x
2
.
Jika x
1
3
+ x
2
3
= 117, tentukanlah nilai a
2
+ a!
5. Jika x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 dan 1 +
1 2
1 1
x x
+
= 0, buktikan
bahwa b = c!
6. Akar-akar persamaan kuadrat x
2
− 2x + m = 0 adalah x
1
dan x
2
.
Jika
1 2
2 2
2 1
1
1
9
x x
x x
+ = −
, tentukanlah nilai m!
7. Selisih akar-akar persamaan x
2
− nx + 24 = 0 adalah 5. Tentukanlah jumlah akar-akar
persamaan tersebut! UMPTN 1994*
8. Tentukanlah nilai ab jika a dan b merupakan akar-akar real persamaan
x
2
+ x =
2
2
1 x x + +
! Olimpiade Matematika SMU*
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
33
Nini Sentera dan Cendikia mencoba mencari akar-akar
persamaan kuadrat. Saat mengerjakannya, Cendikia
melakukan kesalahan ketika menyalin konstanta persamaan
kuadrat itu. Ia pun mendapatkan akar persamaan kuadrat 2
dan 8. Sedangkan Nini Sentera melakukan kesalahan ketika
menyalin koefisien x sehingga mendapatkan akar −9 dan −1.
Coba cari akar persamaan kuadrat yang benar. Tentukan pula
persamaan kuadratnya!
Persaman kuadrat
(2x + 3)(3x − 5) dapat
dibentuk dengan
men-galikan (2x + 3)
dan (3x − 5)
2x + 3
3x − 5
--–––––––––––×
−10x − 15
6x
2
+ 9x
--–––––––––––--––– ×
6x
2
− x − 15
2. Membentuk Persamaan Kuadrat
Suatu persamaan kuadrat dapat dibentuk apabila diketahui nilai akar-
akarnya atau nilai akar-akar persamaan kuadratnya berelasi dengan akar-
akar persamaan kuadrat lain.
Pada bagian sebelumnya, kamu telah mengetahui jika akar-akar
persamaan kuadrat ax
2
+ bx + c = 0 adalah x
1
dan x
2
maka kamu dapat
menyatakan persamaan kuadrat itu sebagai a(x − x
1
)(x − x
2
) = 0.
Sekarang, pernyataan tersebut dibalik, jika kamu mengetahui akar-akar
persamaan kuadrat maka kamu dapat menyusun persamaan kuadrat
tersebut melalui persamaan berikut.
a(x − x
1
)(x − x
2
) = 0 ⇔a(x
2
− (x
1
+ x
2
)x + x
1
x
2
) = 0
CONTOH
1. Bentuklah persamaan kuadrat yang akar-akarnya 2 dan 5!
2. Bentuklah persamaan kuadrat yang jumlah akar-akarnya −16 dan hasil
kali akarnya 63!
3. x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat 2x
2
+ 6x − 1 = 0. Bentuklah
persamaan kuadrat yang akar-akarnya x
1
+ x
2
dan x
1
2
+ x
2
2
!
Jawab:
1. Akar-akar persamaan kuadrat tersebut x
1
= 2 dan x
2
= 5.
a(x − 2)(x − 5) = 0
a(x
2
− 7x + 10) = 0
Pilih a = 1 sehingga didapat persamaan kuadrat x
2
− 7x + 10 = 0.
2. x
1
+ x
2
= −16 dan x
1
x
2
= 63.
a(x
2
− (−16)x + 63) = 0
a(x
2
+ 16x + 63) = 0
Pilih a = 1 sehingga didapat persamaan kuadrat x
2
+ 16x + 63 = 0.
34
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
3. x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat 2x
2
+ 6x − 1 = 0,
berarti x
1
+ x
2
=
6
3
2
− = −
dan x
1
x
2
=
1
2

.
x
1
2
+ x
2
2
diperoleh dengan cara berikut:
(x
1
+ x
2
)
2
= x
1
2
+ 2x
1
x
2
+ x
2
2
x
1
2
+ x
2
2
= (x
1
+ x
2
)
2
− 2x
1
x
2
= (−3)
2
− 2.
1
2
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 9 + 1
= 10
Persamaan kuadrat yang akan dibentuk memiliki akar-akar
x
1
+ x
2
= −3 dan x
1
2
+ x
2
2
= 10, adalah:
a(x − (x
1
+ x
2
))(x – (x
1
2
+ x
2
2
)) = 0
a(x − (−3))(x − 10) = 0
a(x
2
− 7x − 30) = 0
Pilih a = 1 sehingga didapat persamaan kuadrat x
2
− 7x − 30 = 0.
Asah Kompetensi
2
1. Bentuklah persamaan kuadrat dengan ketentuan sebagai berikut.
a. Akar-akarnya adalah
1
2
2
dan
1
1
2

.
b. Akar-akarnya adalah
3 15
2
+
dan
3 15
2

c. Jumlah dan hasil kali akar-akarnya berturut-turut
2
1
3
dan
1
3
.
d. Hasil kali dan jumlah kuadrat akar-akarnya berturut-turut
7
4

dan
25
2
.
e. Kebalikan akar-akarnya adalah
3 1
7
2 2

dan
3 1
7
2 2
+
2. Bentuklah persamaan kuadrat yang akar-akarnya dua kali akar-akar persamaan kuadrat
x
2
+ 8x + 10 = 0! (UMPTN1996)*
3. Akar-akar persamaan kuadrat x
2
+ ax + 1 = 0 adalah m dan n. Bentuklah persamaan kuadrat
yang akar-akarnya
3 3
m n
+
dan m
3
+ n
3
! (UMPTN 1998)*
4. Akar-akar persamaan kuadrat x
2
− 3x + 1 = 0 adalah x
1
dan x
2
. Bentuklah persamaan kuadrat
yang akar-akarnya 2 2
1 2
1 1
x x
+
dan
1 2
2 1
x x
x x
+
!
5. Persamaan kuadrat 3x
2
− (a − 1)x − 1 = 0 mempunyai akar-akar m dan n, sedangkan persamaan
kuadrat yang akar-akarnya
1
m
dan
1
n
adalah x
2
− (2b + 1)x + b = 0. Tentukanlah 2a + b!
(UMPTN 2001)*
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
35
3. Aplikasi Persamaan Kuadrat
Bu Cindy akan membuat taman seluas 36 m
2
di halaman rumahnya. Di
sekeliling taman itu, ia ingin membuat jalan yang lebarnya sama. Jika tanah
di halaman rumahnya itu berukuran 10 m
×
5 m, berapakah lebar jalan yang
akan dibuatnya?
Misalkan lebar jalan tersebut x, maka persoalan ini dapat digambarkan
seperti berikut.
Perhatikan sketsa taman di atas!
10 − 2x
5 − 2x Taman
x x
x x
x x
x x
" Gunakan cara memfaktorkan
Panjang taman (10 − 2x) m dan lebarnya (5 − 2x) m.
Luas taman adalah (10 − 2x)(5 − 2x) m
2
.
Karena luas taman 36 m
2
, maka akan diperoleh persamaan berikut.
(10 − 2x)(5 − 2x) = 36
50 − 30x + 4x
2
= 36
4x
2
− 30x + 14 = 0
2x
2
− 15x + 7 = 0
(2x − 1)(x – 7) = 0
x =
1
2
atau x = 7
Jika x = 7 maka panjang taman adalah 10 − 2 ⋅ 7 = −4 < 0.
Berarti, x = 7 bukan penyelesaian.
Jika x =
1
2
maka panjang taman adalah 10 − 2
1
2
= 9 > 0 dan lebar taman
adalah 5 − 2
1
2
= 4 > 0.
Berarti, x =
1
2
merupakan penyelesaian.
Jadi, lebar jalan di sekeliling taman yang akan dibuat Bu Cindy adalah
1
2
m.
36
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Mari kerjakan soal-soal cerita berikut!
1. Di halaman sebuah gedung yang berukuran 80 m × 60 m
akan dibuat taman yang luasnya seperenam kali luas
halaman gedung. Di sekeliling taman tersebut harus
disediakan tempat parkir yang lebarnya sama.
Tentukanlah lebar tempat parkir tersebut!
2. Nicky Sentera dan Claudia membutuhkan waktu 4 jam
untuk mengetik sebuah naskah cerpen bersama-sama. Jika
Nicky Sentera dan Claudia mengetik sendiri-sendiri
naskah tersebut maka Claudia akan lebih lama 6 jam
dibandingkan Nicky Sentera. Berapa lamakah waktu yang
dibutuhkan Claudia jika ia mengetik sendiri naskah cerpen
tersebut?
3. Sekelompok siswa sepakat untuk membeli satu unit
komputer seharga Rp6.120.000,00 dengan cara
patungan(membagi rata pembayaran). Setelah masing-
masing membayar, mereka baru menyadari ada tiga
temannya yang harusnya ikut bergabung. Jika ketiga
teman tersebut ikut maka masing-masing akan membayar
Rp340.000,00 kurang dari yang telah mereka bayar.
Tentukanlah banyak siswa yang berencana membeli
komputer tersebut!
4. Niko Sentera membengkokkan sepotong kawat yang
panjangnya 56 cm untuk membuat sebuah persegi panjang
yang luasnya 171 cm
2
. Tentukanlah ukuran persegi
panjang yang dibuat Niko Sentera tersebut!
Asah Kompetensi
3
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
37
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 30
1. Dengan menggunakan diskriminan, tentukanlah jenis akar-akar
persamaan kuadrat berikut. Kemudian, tentukan pula akar-akar itu
dengan cara yang menurutmu paling mudah!
a. 5x
2
+ 15x + 1 = 0 f. 5x(x + 1) = −2
b. 2a
2
+ 3a − 2 = 0 g. (3t + 2)(4t − 3) − 10t(t + 1) = 0
c. t
2
− 7t + 15 = 0 h. (2k − 3)(3k + 1) − 2k
2
+ 22k = 0
d. 3m
2
− 2m − 4 = 0 i. 2
2 45
0
3 3 4( 9)
x x
x x x
+ − =
+ − −
e. 176 − 3y − 35y
2
= 0 j.
( ) ( )
2 2
3 11 2 60
36
5 7
x x − −
− =
2. mdan n akar-akar persamaan kuadrat 3x
2
+ ax + b = 0. Jika m
2
+
2
1
n
= 7,
tentukanlah nilai a dan b!
3. Jika x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat x
2
+ px + q = 0, tentukanlah
2
1 2
1 1
x x
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
!
4. x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat x
2
+ (p −1)x − (4 − 5p) = 0,
x ∈ R. tentukanlah x
1
100
+ x
2
100
!
5. Jika x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat x
2
− 3x + 1 = 0, tentukanlah
persamaan kuadrat yang akar-akarnya
2
1 2
1 1
x x
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
dan
2
1
1 x +
!
6. Diketahui a = 2,545454… dan b = 0,636363…. Tentukanlah persamaan
kuadrat yang akar-akarnya
a
b
dan
b
a
!
7. p dan q akar-akar persamaan kuadrat 2x
2
− 6x + c = 0. Jika p
2
− q
2
= 15,
tentukanlah persamaan kuadrat yang akar-akarnya (p + q) dan
(p − q)!
8. Sebuah segitiga memiliki luas 40 cm
2
. Jika alasnya 2 cm lebih panjang
daripada tingginya, berapakah ukuran segitiga tersebut?
ASAH KEMAMPUAN
1
38
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Menggambar Grafik Fungsi Kuadrat
Sebuah peluru ditembakkan ke atas sehingga ke- tinggiannya setelah x
detik dinyatakan dengan fungsi h(x) = 50x − 5x
2
. Bagaimanakah bentuk
lintasan gerak peluru tersebut? Ceritakan pula tentang gerak peluru itu?
Untuk itu, kamu harus menggambar grafik fungsi h(x) = 50x − 5x
2
.
Sebelum kamu menggambarnya, pelajari dulu langkah-langkah untuk
menggambar grafik fungsi kuadrat secara umum, yaitu grafik fungsi
f(x) = ax
2
+ bx + c.
a. Tentukan titik potong grafik terhadap sumbu y.
Syaratnya, x = 0 sehingga f(0) = a ⋅ 0
2
+ b⋅ 0 + c
= c
Jadi, titik potong terhadap sumbu y adalah (0,c).
b. Tentukan titik potong grafik terhadap sumbu x.
Syaratnya, f(x) = 0 sehingga ax
2
+ bx + c = 0.
Nilai x yang memenuhi merupakan akar-akar persamaan kuadrat ax
2
+
bx + c = 0. Kamu akan memperoleh nilai x dengan menggunakan cara
memfaktorkan, cara melengkapkan kuadrat, ataupun dengan rumus
yang telah kamu pelajari pada subbab A. Misalkan, nilai x yang diperoleh
adalah x
1
dan x
2
, maka titik potong terhadap sumbu −x adalah (x
1
, 0)
dan (x
2
, 0).
c. Perhatikan koefisien x
2
, yaitu a.
Jika a > 0 maka grafik fungsi terbuka ke atas.
Jika a < 0 maka grafik fungsi terbuka ke bawah.
d. Tentukan nilai diskriminannya (D).
Jika D = 0 maka grafik menyinggung sumbu −x.
Jika D > 0 maka grafik memotong sumbu –x pada dua titik.
Jika D < 0 maka grafik tidak memiliki titik potong dengan sumbu −x.
Koefisien x
2
dan diskriminan ini menentukan posisi grafik fungsi
f(x) = ax
2
+ bx + c pada bidang koordinat.
• a > 0 dan D = 0 • a < 0 dan D = 0
• a > 0 dan D > 0 • a < 0 dan D > 0
• a > 0 dan D < 0 • a < 0 dan D < 0
B. Fungsi Kuadrat
x
x
1
= x
2
x
x
1
= x
2
x
x
1
x
2
x
1
x
2
x
x
x
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
39
1 11 11 Untuk a > 0 dan D < 0, grafik seluruhnya berada di atas sumbu -x.
Dikatakan, fungsi f(x) definit positif. Artinya, selalu bernilai positif.
1 11 11 Untuk a < 0 dan D < 0, grafik seluruhnya berada di bawah sumbu-x.
Dikatakan, fungsi f(x) definit negatif. Artinya, selalu bernilai negatif.
e. Tentukan koordinat titik balik, yaitu menentukan titik maksimum atau
minimum fungsi. Caranya sebagai berikut.
Dengan melengkapkan kuadrat, kamu dapat menyatakan fungsi
f(x) = ax
2
+ bx + c dalam bentuk lain, yaitu:
ax
2
+ bx + c = a(x
2
+
b
a
x) + c
= a
2
2
2
2 4
b b
x
a a
⎧ ⎫
⎪ ⎪ ⎛ ⎞
+ −
⎨ ⎬ ⎜ ⎟
⎝ ⎠
⎪ ⎪
⎩ ⎭
+ c
= a
2
2
b
x
a
⎛ ⎞
+
⎜ ⎟
⎝ ⎠

2
4
b
a
+ c
= a
2
2
b
x
a
⎛ ⎞
+
⎜ ⎟
⎝ ⎠
+
2
4
4
b ac
a


= a
2
2
b
x
a
⎛ ⎞ ⎛ ⎞
− −
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
+
4
D
a −
x =
2
b
a

merupakan persamaan sumbu simetri dari grafik fungsi f(x),
sedangkan
4
D
a −
merupakan nilai maksimum atau minimum dari fungsi
f(x).
Jadi, koordinat titik balik fungsi f(x) adalah
,
2 4
b D
a a
⎛ ⎞
− −
⎜ ⎟
⎝ ⎠
.
Sekarang, kamu akan menggambar grafik fungsi h(x) = 50x − 5x
2
.
• Titik potong dengan sumbu-h, syaratnya x = 0 sehingga h(0) = 0.
Jadi, titik potong dengan sumbu-h adalah (0,0)
• Titik potong dengan sumbu-x, syaratnya h(x) = 0
Gunakan cara memfaktorkan:
50x − 5x
2
= 0
5x(10 − x) = 0
5x = 0 atau 10 − x = 0
x
1
= 0 atau x
2
= 10
Jadi, titik potong dengan sumbu-x adalah (0, 0) dan (10, 0).
• Koefisien x
2
pada fungsi h(x) adalah a = −5
Karena a < 0 maka grafik terbuka ke bawah. Akibatnya, titik balik fungsi
merupakan titik balik maksimum.
• Persamaan sumbu simetri fungsi h(x) adalah
x =
50 50
5
2.( 5) 10
− = =

Jadi, sumbu simetri fungsi h(x) adalah garis x = 5.
Nilai maksimum fungsi adalah
h
maksimum
=
2
50 4 ( 5) 0 2500
125
4 ( 5) 20
⎛ ⎞ − ⋅ − ⋅
⎛ ⎞
− = − =
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⋅ − − ⎝ ⎠
⎝ ⎠
Ingat
D = b
2
– 4ac
Titik balik
maksimum
Sumbu
simetri x = 5
h
(5,125)
125
0 5 10
x
40
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
CONTOH
Asah Kompetensi
4
Dengan demikian, titik balik maksimum fungsi h(x) adalah (5,125).
Dari grafik tersebut, kamu dapat mengetahui hal-hal berikut.
• Grafik berbentuk parabola sehingga lintasan gerak peluru berbentuk
parabola.
• Titik puncak grafik (5,125). Berarti, peluru mencapai ketinggian
maksimum 125 m pada saat 5 detik setelah ditembakan.
• Titik potong terhadap sumbu-x adalah (0,0) dan (10,0). Berarti, peluru
mencapai tanah 10 detik setelah ditembakkan.
1. Gambarlah grafik fungsi kuadrat berikut!
a. f(x) = x
2
− 5x + 6 k. f(z) = −
1
2
z
(z − 3)
b. f(x) = x
2
+ 6x − 5 l. f(m) = 2m
2
− 8m + 1
c. g(x) = 3x + x
2
+ 10 m. g(n) = 1 − 12n + 3n
2
d. f(y) = 2y
2
+ y − 10 n. h(x) = 2x
2
− 6x + 4
e. h(t) = (3 + 2t)(2t + 1) o. f(x) = − 2 2 x
2
+ 2 x − 2
f. f(t) = t − 4 + 3t
2
p. g(n) =
2
n
2
+ 3
g. f(z) = 4z
2
− 7z – 2 q. h(t) = −2t
2
− 8t + 18
h. h(x) = (x − 2)
2
+ (x − 2) + 2 r. f(y) = 18 − 3y − y
2
i. g(t) = 1 + 5t + 4t
2
s. h(n) = n
2
+ 2n + 8
2. Berikan contoh fungsi kuadrat yang definit positif dan definit negatif. Kemudian gambarkan
grafiknya!
2. Menentukan Fungsi Kuadrat
Untuk menentukan suatu fungsi kuadrat, kamu harus memperhatikan
hal-hal berikut.
a. Jika diketahui titik potong terhadap sumbu−x, misalnya (x
1
,0) dan (x
2
,0),
maka fungsi kuadratnya adalah f(x) = a(x − x
1
)(x – x
2
).
b. Jika diketahui titik balik fungsi, misalnya (h,k), maka fungsi kuadratnya
adalah f(x) = a(x − h)
2
+ k.
c. Jika diketahui tiga titik yang dilalui grafik, maka fungsi kuadratnya
adalah f(x) = ax
2
+ bx + c.
1. Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu−x pada
titik (0,0) dan (4,0) serta melalui titik (1,3)!
Jawab:
Misalkan, fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu−x pada
titik (0,0) dan (4,0) itu adalah f(x) = ax(x − 4).
Karena grafik f(x) melalui titik (1, 3) maka
3 = a ⋅ 1 ⋅ (1 − 4)
Diperoleh a =
3
3
− = −1
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
41
Dengan mensubstitusi nilai a ke fungsi f(x), akan diperoleh
f(x) = −x(x − 4)
Jadi, fungsi kuadrat tersebut adalah f(x) = −x(x − 4).
2. Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya melalui titik (0,−35) dan
mempunyai titik balik (4,−3)!
Jawab:
Misalkan, fungsi kuadrat tersebut f(x) = a(x − h)
2
+ k dengan koordinat
titik balik (h,k) = (4, −3).
Fungsi itu adalah f(x) = a(x – 4)
2
− 3.
Grafik fungsi f(x) melalui titik (0, −35), sehingga diperoleh nilai a.
a(0 − 4)
2
− 3 = −35
(−4)
2
a − 3 = −35
16a = −32
a = −2
Jadi, fungsi kuadrat tersebut adalah f(x) = −2(x − 4)
2
− 3.
3. Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya melalui titik (0,6), (2,13), dan
(−1,−2)!
Jawab:
Misalkan, fungsi kuadrat tersebut f(x) = ax
2
+ bx + c.
Grafik melalui titik (0,6), didapat c = 6 …… (a)
Grafik melalui titik (2,13), didapat 4a + 2b + c = 13 …… (b)
Grafik melalui titik (−1,−2), didapat a − b + c = −2 …… (c)
Substitusi persamaan (a) ke persamaan (b), didapat
4a + 2b + 6 = 13
4a + 2b = 7 …… (d)
Substitusi persamaan (a) ke persamaan (c), didapat
a − b + 6 = −2
a − b = −8
a = b − 8 …… (e)
Substitusi persamaan (e) ke persamaan (d), didapat
4(b − 8) + 2b = 7
4b − 32 + 2b = 7
6b = 39
b =
39 13
6 2
=
…… (f)
Substitusi persamaan (f) ke persamaan (e), didapat
a =
13
2
− 8
=
13
2

16
2
=
3
2

Sekarang, substitusilah nilai a, b, dan c yang telah didapat pada fungsi
f(x) = ax
2
+ bx + c
42
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Asah Kompetensi
5
Sehingga kamu memperoleh fungsi kuadrat:
f(x) =
3
2

x
2
3
2

x + 6
1. Titik balik grafik fungsi kuadrat f(x) adalah (3,19). Jika fungsi f(x) dinyatakan sebagai
f(x) = −x
2
+ px + q, tentukanlah fungsi f(x) tersebut!
2. Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu−x pada titik (−1,0) dan mempunyai
titik balik (1,4)!
3. Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu−x pada titik (−1,0) dan (5,0) serta
mempunyai nilai minimum −4!
4. Tentukan fungsi kuadrat yang grafiknya memotong sumbu−x pada titik (
1
2
,0) dan (1,0) serta
melalui titik (
4
5
,2)!
5. Tentukanlah fungsi kuadrat yang grafiknya melalui titik-titik berikut!
a. (−3,6), (1,−6), dan (−1,−4)
b. (−2,9), (−1,4), dan (5,16)
c. (4,24), (1,6), dan (−4,16)
d. (0,−15), (4,33), dan (1,−15)
e. (−4,−3), (0,5), dan (4,13)
3. Aplikasi Fungsi Kuadrat
Pada bagian ini akan dibahas tentang beberapa masalah aplikasi yang
dapat diubah menjadi model matematika dengan persamaan kuadrat.
Untuk lebih jelas, pelajarilah contoh berikut.
CONTOH
Tentukanlah hasil kali maksimum dari dua bilangan yang jumlahnya 50!
Jawab:
Misalkan dua bilangan tersebut adalah x dan y, maka x + y = 50.
Sehingga diperoleh y = 50 − x.
Misalkan pula, hasil kali kedua bilangan tersebut dinyatakan dengan
fungsi f(x), maka f(x) = xy
= x(50 – x)
= 50x − x
2
Supaya diperoleh hasil kali sebesar-besarnya, kamu harus menentukan
sumbu simetri fungsi f(x), yaitu x =
2
b
a

Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
43
Asah Kompetensi
6
1. Jika sisi miring sebuah segitiga siku-siku adalah 50 cm dan kelilingnya 112 cm, tentukanlah
panjang sisi siku-sikunya!
2. Dua buah roda berputar, dan setiap menit sebuah roda melakukan 1 putaran lebih banyak
daripada yang lainnya. Jika roda yang lebih kecil memerlukan waktu 1 detik lebih cepat
daripada roda yang lebih besar untuk melakukan
1
4
putaran, berapa banyaknya putaran
yang dilakukan tiap roda dalam 1 menit?
Petunjuk : Kelajuan roda besar = x putaran/menit
Kelajuan roda kecil = (x + 1) putaran/menit
3. Jumlah kuadrat sebuah bilangan dan bilangan lain yang dua lebih besar daripada bilangan
tersebut adalah 36. Tentukanlah bilangan tersebut!
x =
50
2( 1)


= 25
Substitusi nilai x = 25 ke persamaan y = 50 − x
y = 50 − 25
= 25
Jadi, kedua bilangan tersebut adalah 25.
2
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 10
Bobot soal: 60
Waktu: 120 menit
1. Gambarlah grafik fungsi kuadrat berikut.
a. f(x) = x
2
+ 4
b. f(x) = 2 − 3x − x
2
c. g(z) = z + z
2
− 3
d. g(h) = 25 + 4h
2
− 3
e. g(m) = −3 + 2m − m
2
f. h(r) = 1 − (2 − r)
2
2. Fungsi f(x) mempunyai nilai minimum 21 dan memotong sumbu-y
pada titik yang berordinat 25. Jika fungsi f(x) dinyatakan dengan
f(x) = (x − 2a)
2
+ 3b, tentukanlah fungsi f(x) tersebut!
44
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
3. Tentukan titik balik fungsi f(x) yang grafiknya melalui titik (2,5) dan
(7,40) serta mempunyai persamaan sumbu simetri x = 1!
4. Tentukanlah batas nilai m agar grafik fungsi f(x) = mx
2
+ (2m− 1)x + m− 2
definit negatif!
5. Sebuah pintu berbentuk parabola terbuka ke bawah. Titik tertinggi
pintu tersebut terletak 2 m di atas lantai, sedangkan lebarnya di lantai
1,5 m. Tentukanlah fungsi yang menyatakan bingkai pintu tersebut!
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
1. Bentuk umum persamaan kuadrat
+ + = ∈ ≠
2
0 ; , , dan 0 ax bx c a b c R a
2. Rumus menentukan akar persamaan kuadrat + + = ∈ ≠
2
0 ; , , dan 0 ax bx c a b c R a adalah
2
1,2
4
Rumus
2
b b ac
x abc
a
− ± −
= ⇒
3. Jika x
1
dan x
2
akar-akar persamaan kuadrat + + = ∈ ≠
2
0 ; , , dan 0 ax bx c a b c R a maka
• Jumlah akar-akar :
1 2
b
x x
a
+ = −
• Hasil kali :
1 2
c
x x
a
⋅ =
4. Menentukan jenis-jenis akar persamaan kuadrat dengan diskriminan D
a. D = 0 ⇒ memiliki dua akar yang sama dan real
b. > ⇒ ≠
1 2
0 memiliki dua akar bilangan real yang berbeda ( ) D x x
c. 0 tidak memiliki akar bilangan real D < ⇒
5. Persamaan kuadrat yang memiliki akar-akar x
1
dan x
2
adalah:
2
1 2 1 2 1 2
( )( ) 0 ( ( ) ) 0 a x x x x a x x x x x x − − = ⇔ − + + =
6. Langkah-langkah untuk menggambar grafik fungsi
a. Tentukan titik potong terhadap sumbu-x
b. Tentukan titik potong terhadap sumbu-y
c. Perhatikan koefisien x
2
, yaitu a.
• 0 : Grafik terbuka ke atas a >
• 0 : Grafik terbuka ke bawah a <
d. Menentukan nilai diskriminan D
• 0 : Grafik menyinggung sumbu- D x =
• 0 : Grafik memotong sumbu- pada dua titik D x >
• 0 : Grafik tidak memiliki titik potong dengan sumbu- D x <
Rangkuman Rangkuman
Bab 2 Persamaan Kuadrat dan Fungsi Kuadrat
45
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Jika a dan b adalah akar-akar persamaan
kuadrat x
2
+ 4x − 2 = 0, maka persamaan
kuadrat yang akar-akarnya a
2
b dan ab
2
adalah . . . .
a. x
2
− 8x + 6 = 0 d. x
2
− 6x + 6 = 0
b. x
2
− 8x − 8 = 0 e. x
2
− 6x + 8 = 0
c. x
2
− 6x − 6 = 0
2. Akar-akar persamaan kuadrat
x
2
+ 6x + c = 0 adalah x, dan x
2
. u dan v
adalah akar-akar persamaan kuadarat
x
2
+ (x
1
2
+ x
2
2
)x + 4 = 0. Jika uv = −u−v, maka
x
1
x
2
3
+ x
1
3
x
2
= . . . .
a. −64 d. 64
b. 16 e. −16
c. 4
3. Jika x adalah bilangan asli dan
2x
2
− 3x − 5 = 0, maka x = . . . .
a. a dan 2
1
2
d. 1
b. 2
1
2
e. −16
c. 16
4. Grafik di bawah ini berbentuk parabola
dengan persamaan . . . .
a. y = −x
2
− 4x + 3 d. y = x
2
− 4x + 3
b. y = −x
2
− 4x − 3 e. y = x
2
+ 4x − 3
c. y = x
2
+ 4x + 3
5. Bentuk pemfaktoran dari persamaan kuadrat
(4x + 1)
2
= x(8x − 1) adalah . . . .
a. (4x + 1(x + 1) d. (x − 1)(4x + 1)
b. (x − 1)(8x + 1) e. (8x + 1)(x + 1)
c. (x + 1)(4x − 1)
6. Jika x
1
dan x
2
merupakan akar-akar
persamaan kuadrat 3x
2
+ 6x + 2 = 0 maka
(x
1
2
− x
2
2
) + x
1
2
+ x
2
2
= . . . .
a.
32
3
d. 4
b.
23
3
e. 8
c. 22
7. Jika akar-akar persamaan 3x
2
+ 8x + 4 = 0
adalah p dan q, maka persamaan kuadrat
yang mempunyai akar-akar p
2
dan q
2
adalah . . . .
a. 9x
2
−40x + 16 = 0
b. 3x
2
+ 40x + 4 = 0
c. 9x
2
− 64x + 16 = 0
d. 9x
2
+ 64x + 16 = 0
e. 3x
2
− 40x − 4 = 0
8. Akar-akar positif dari
(m + 3)x
2
+ 2(m − 7)x + m − 3 = 0
adalah . . . . .
a. −3 < m < 3 d. −3 < m < 7
b. 3 < m <
29
7
e. −7 < m < 3
c. −3 < m < −7
9. Grafik suatu fungsi kuadrat memotong
sumbu-x di titik A(−1, 0), B(4, 0) dan memo–
tong sumbu-y di titik C(0, 8). Persamaan
grafik fungsi tersebut adalah . . . .
a. y = 2x
2
+ 10x + 8
b. y = −2x
2
− 10x + 8
c. y = −2x
2
+ 4x + 8
d. y = −2x
2
+ 6x + 8
e. y = 2x
2
− 10x − 8
y
x
O 1 2 3 4
4
3
2
1
−1
−2
Ulangan Bab 2
Ulangan Bab 2
46
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
10. Luas suatu bidang dibatasi oleh kurva
y = x
2
−5x + 6 dan sumbu-x adalah . . . .
a.
1
2

d.
1
6
b.
1
3

e.
1
3
c.
1
6

II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. Etrick akan membuat sebuah kotak yang
alasnya berupa bujur sangkar dan volumenya
187,5 cm
3
. Biaya bahan untuk pembuatan
alas kotak adalah Rp500,00/cm
2
, untuk
bagian atasnya Rp700,00/cm
2
, dan untuk
bagian sisinya Rp400,00/cm
2
. Berapakah
ukuran yang harus ia buat agar biaya
pembuatan kotak sekecil mungkin?
2. Seekor semut merayap pada bidang XOY
sampai berada di titik (x, y) dengan
x =
1
2
(t + 1) dan y = t
2
+ 2. Jika lintasan
semut itu membentuk kurva, berapakah
panjang lintasan yang ditempuh pada
saat t?
3. Sebuah jendela berbentuk parabola terbuka
ke bawah. Tinggi jendela terbuka ke bawah.
Tinggi jendela tersebut 1 m dan lebarnya 0,75
m. Tentukanlah fungsi yang menyatakan
bingkai jendela tersebut!
4. Sebuah triplek berbentuk segitiga siku-siku.
Jika sisi miring triplek adalah 61 cm dan
kelilingnya 132 cm, tentukanlah panjang sisi
siku-siku triplek tersebut!
5. Rita akan membuat sebuah taplak meja yang
berbentuk persegi panjang. Jika penjumlahan
panjang dan lebar taplak meja tersebut
150 cm, berapakah luas maksimum taplak
meja?
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B
Mr. Delon, seorang pedagang buah. Ia menjual 2 kg melon
dan 3 kg semangka dengan harga Rp37.000,00. Kemudian,
ia juga menjual 3 kg melon dan 2 kg semangka ini dengan
harga Rp38.000,00. Berapakah harga melon dan semangka
tersebut perkilogramnya? Masalah ini adalah salah satu
masalah yang dapat diselesaikan dengan menggunakan
sistem persamaan linear. Untuk lebih jelas mengenai sistem
persamaan linear ini dan penerapannya, pelajarilah bab
berikut dengan baik.
Gambar Pak Delon menjual
melon dan semangka
(cari di majalah)
Sistem Persamaan
Linear dan Kuadrat
Sistem Persamaan
Linear dan Kuadrat
♦ Kamu dapat menj el askan arti
penyelesaian suatu sistem persamaan.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
sistem persamaan linear dua variabel.
♦ Kamu dapat memberi kan tafsi ran
geometri dari penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
sistem persamaan linear tiga variabel.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
sistem persamaan linear kuadrat dua
variabel.
♦ Kamu dapat menjelaskan karakteristik
masalah yang model matematikanya
sistem persamaan linear.
♦ Kamu dapat menentukan besaran
dal am masal ah yang di rancang
sebagai variabel sistem persamaan
linear.
♦ Kamu dapat merumuskan si stem
persamaan linear yang merupakan
model matematika dari masalah.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
dari model matematika.
♦ Kamu dapat memberi kan tafsi ran
terhadap solusi dari masalah.
3
3
48
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
A. Sistem Persamaan Linear
1. Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
Di kelas VIII SMP telah dipelajari persamaan-persamaan linear seperti
berikut:
a. x − y = 1
b. x + y = 3
Jika kedua persamaan tersebut digabung maka akan terbentuk sebuah
sistem persamaan, yaitu sistem persamaan linear. Perhatikan sistem
persamaan tersebut.
Sistem persamaan tersebut melibatkan dua variabel, yaitu x dan y,
sehingga dikatakan sebagai sistem persamaan linear dua variabel. Bentuk
umum sistem persamaan linear dua variabel:
a
1
x + b
1
y = c
1
a
2
x + b
2
y = c
2
di mana a
1,
b
1
, c
1
, a
2
, b
2
dan c
2
bilangan real.
Untuk menyelesaikan sistem persamaan linear ini, dapat digunakan
empat cara, yaitu:
a. Metode Grafik
b. Metode Substitusi
c. Metode Eliminasi
d. Gabungan Metode Eliminasi dan Substitusi
a. Metode Grafik
Di kelas VIII SMP telah dipelajari cara menggambar grafik persamaan
linear. Sekarang, lakukanlah aktivitas berikut dengan menggunakan
kemahiran yang telah kamu miliki tersebut.
1. Gambarlah garis x − 3y = −3 dan x + y = 1 pada satu sistem koordinat!
2. Apakah kedua garis tersebut berpotongan? sejajar? atau berimpit? Jika berpotongan, tentukanlah
titik potongnya!
3. Gambarkan pula garis x + y = −1 dan x + y = 3 pada satu sistem koordinat yang lain.
4. Apakah kedua garis tersebut berpotongan? sejajar? atau berimpit? Jika berpotongan, tentukanlah
titik potongnya!
5. Sekarang, gambarlah garis x − y = 1 dan 3x − 3y = 3 pada satu sistem koordinat yang lain!
6. Apakah kedua garis tersebut berpotongan? sejajar? atau berimpit? Jika berpotongan, tentukanlah
titik potongnya!
ktivitas di elas
A K
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
49
Kedua garis tersebut berpotongan pada satu titik, yaitu titik (0,1). Ini
menunjukkan bahwa sistem persamaan linear tersebut memiliki tepat satu
penyelesaian.
Sekarang, amati grafik yang digambar pada langkah 3 dan langkah 5!
Gambar grafik pada langkah 1
Gambar grafik pada langkah 3 Gambar grafik pada langkah 5
x − y = 1
3x − 3y = 3
x + y = 1
x + y = 3
Pada langkah 3, kedua garis yangdigambar akan sejajar satu sama lain
sehingga menyebabkan sistem persamaan linear tersebut tidak memiliki
penyelesaian.
Sedangkan, pada langkah 5, kedua garis tersebut berimpit sehingga
menyebabkan sistem persamaan linear tersebut memiliki tak berhingga
penyelesaian.
Aktivitasmu ini menggambarkan tiga kemungkinan penyelesaian sistem
persamaan linear dua variabel, yaitu sebagai berikut:
• Sistem persamaan linear dua variabel memiliki tepat satu penyelesaian.
Kamu telah mengetahui bahwa dua garis akan berpotongan dalam satu
sumbu koordinat jika kedua garis tersebut memiliki gradien yang
berbeda. Ini berarti, sistem persamaan linear dua variabel memiliki tepat
satu penyelesaian jika gradien kedua garis berbeda.
Jika digambarkan dalam bentuk grafik seperti Gambar 3.1.
• Sistem persamaan linear dua variabel tidak memiliki penyelesaian.
Kedua garis sejajar jika memiliki gradien yang sama dan titik potong
yang berbeda terhadap sumbu-y. Ini berarti, sistem persamaan linear
dua variabel tidak memiliki penyelesaian jika gradien kedua garis sama
sedangkan titik potong terhadap sumbu-y berbeda.
Jika digambarkan dalam bentuk grafik seperti Gambar 3.2.
Pada langkah 1 aktivitas tersebut, akan diperoleh grafik berikut.
Gambar 3.1 Kedua garis
berpotongan di satu titik
Gambar 3.2 Kedua garis
sejajar
x + y = 1
x

3
y
=

3
3
2
1
−1
−2
−3
−4 −3 −2 −1
O
1 2
3
2
1
y
x
y
−2 −1 1 2 3
x
−1
−2
−3
3
2
1
y
−2 −1 1 2 3 4
x
−1
−2
−3
y
x
k
1
O O
O
k
2
titik
potong
O
l
2
l
1
y
x
50
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
• Sistem persamaan linear dua variabel memiliki tak berhingga
penyelesaian.
Jika digambarkan dalam bentuk grafik seperti Gambar 3.3.
Kedua garis berimpit jika memiliki gradien yang sama dan titik potong
yang sama terhadap sumbu-y. Ini berarti, sistem persamaan linear dua
variabel memiliki tak berhingga penyelesaian.
Dengan metode grafik, dapat diselesaikan suatu sistem persamaan linear.
Namun, metode ini tidak efektif, efisien, dan tidak akurat. Berikut ini akan
dibahas metode metode substitusi dan eliminasi yang lebih efektif, efisien,
dan akurat.
b. Metode Substitusi
Metode substitusi dilakukan dengan mensubstitusi salah satu peubah.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
Misalkan, diketahui sistem persamaan linear berikut ini.
ax + by = k … Persamaan 1
cx + dy = h … Persamaan 2
bc − ad ≠ 0
Langkah 1
Pada salah satu persamaan, nyatakan salah satu variabel dalam variabel yang
lain.
Misalnya dari persamaan 1, nyatakanlah y =
k ax
b

, b ≠ 0 … Persamaan 3
Langkah 2
Substitusi Persamaan 3 ke Persamaan 2, sehingga akan diperoleh nilai variabel
x.
cx + d
k ax
b

⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= h
bcx dk adx
h
b
+ −
=
Kalikan kedua ruas dengan b sehingga diperoleh
bcx + dk – adx = bh
Sekarang, kurangkan kedua ruas dengan dk.
bcx − adx = bh − dk
(bc − ad)x = bh − dk
Karena bc − ad ≠ 0, maka dapat dibagi kedua ruas dengan bc − ad sehingga
diperoleh
x =
bh dk
bc ad


… Persamaan 4
Langkah 3
Nilai variabel x ini, substitusikan ke salah satu persamaan, misalkan di
substitusikan ke Persamaan 3 akan diperoleh
y =
bh dk
k a
bc ad
b

⎛ ⎞

⎜ ⎟
− ⎝ ⎠
=
bck adk abh adk
bc ad
b
− − +

Gambar 3.3 Kedua garis
berhimpit
y
x
O
m
2
m
1
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
51
=
( )
bck abh
b bc ad


=
( )
( )
b ck ah
b bc ad


=
ck ah
bc ad


Jadi, himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel tersebut
adalah
,
bh dk ck ah
bc ad bc ad
− − ⎧ ⎫ ⎛ ⎞
⎨ ⎬ ⎜ ⎟
− − ⎝ ⎠ ⎩ ⎭
.
c. Metode Eliminasi
Dalam metode eliminasi, salah satu variabelnya dihilangkan dengan cara
menjumlahkan atau mengurangkan kedua persamaan linear. Agar variabel
tersebut dapat dihilangkan saat dijumlahkan atau dikurangkan maka
koefisien variabel tersebut harus sama atau disamakan.
Langkah-langkahnya sebagai berikut.
Misalkan diketahui sistem persamaan linear dua variabel berikut.
ax + by = k … Persamaan 1
cx + dy = h … Persamaan 2
di mana bc − ad ≠ 0
Langkah 1
Misalkan, kamu ingin menghilangkan variabel x. Perhatikan koefisien
variabel x tersebut. Oleh karena koefisiennya berbeda, maka kalikan
Persamaan 1 dengan c dan Persamaan 2 dengan a.
acx + bcy = ck … Persamaan 3
acx + ady = ah … Persamaan 4
Langkah 2
Kurangkan Persamaan 3 dengan Persamaan 4.
acx + bcy = ck
acx + ady = ah
−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− −
(bc − ad)y = ck − ah
Oleh karena bc − ad ≠ 0, kamu dapat membagi kedua ruas dengan bc − ad
sehingga memperoleh y =
ck ah
bc ad


.
Langkah 3
Untuk mendapatkan nilai variabel x, maka dapat dilakukan dengan cara
menghilangkan variabel y seperti cara menghilangkan variabel x pada
langkah 1 dan 2.
Kita akan coba mengulangi langkah 1 dan 2 untuk menghilangkan variabel y.
Untuk itu, kalikanlah persamaan 1 dengan d dan persamaan 2 dengan b.
adx + bdy = dk …… Persamaan 5
bcx + bdy = bh …… Persamaan 6
Langkah 4
Kurangkanlah Persamaan 5 dengan Persamaan 6.
adx + bdy = dk
bcx + bdy = bh
−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−
(ad − bc)x = dk − bh
TTS
Isilah lingkaran-ling-
karan kosong di bawah
ini sehingga bilangan-
bilangan pada setiap
garis mempunyai jum-
lah yang sama.
7
12 14
8
3
20
(Final Kompetisi Matematika
SMU XVIII Jakarta September
2001)

52
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. x + y = 3
2x + y = 4
Jawab:
x + y = 3 … Persamaan 1
2x + y = 4 … Persamaan 2
• Titik potong terhadap sumbu-x adalah (2, 0) dan (3, 0)
• Titik potong terhadap sumbu-y adalah (0, 4) dan (0, 3)
Karena ad – bc ≠ 0, kedua ruas dapat dibagi dengan ad − bc sehingga diperoleh
x =
dk bh
ad bc


Jadi, himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel tersebut
adalah
,
bh dk ck ah
bc ad bc ad
− − ⎧ ⎫ ⎛ ⎞
⎨ ⎬ ⎜ ⎟
− − ⎝ ⎠ ⎩ ⎭
.
CONTOH
Selesaikan dengan metode grafik!
Selesaikan dengan metode substitusi!
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(1, 2)}.
2. 2x − y = 11
x + 4y = 1
Jawab:
2x − y = 11 … Persamaan 1
x + 4y = 1 … Persamaan 2
Dari Persamaan 2 diperoleh
x = 1 − 4y … Persamaan 3
Substitusi nilai x ke Persamaan 1
2(1 − 4y) − y = 11
2 − 8y − y = 11
−9y = 11 − 2
−9y = 9
y = −1
Substitusi y = −1 ke Persamaan 3 sehingga diperoleh nilai x
x = 1 − 4 (−1)
= 1 + 4
= 5
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah ( ) { } 5, 1 − .
2x + y = 4
x + y = 3
y
x
4
3
2
1
1 2 3
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
53
3. −5x − 2y = 4
x + y = 1
Jawab:
−5x − 2y = 4 … Persamaan 1
x + y = 1 … Persamaan 2
Misalkan, kamu terlebih dahulu ingin mengeliminasi variabel y.
Caranya, kalikan Persamaan 1 dengan 1 dan Persamaan 2 dengan 2.
Jika mengeliminasi variabel x, kalikan Persamaan 1 dengan 1 dan
Persamaan 2 dengan 5.
−5x − 2y = 4 × 1 −5x – 2y = 4 × 1
x + y = 1 × 2 x + y = 1 × 5
−5x – 2y = 4 −5x – 2y = 4
2x + 2y = 2 5x + 5y = 5
−3x = 6 3y = 9
x = −2 y = 3
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah ( ) { } 2, 3 − .
1. Selidiki, apakah sistem persamaan linear berikut memiliki penyelesaian? Kemudian,
tentukanlah himpunan penyelesaiannya dengan menggunakan metode grafik!
a. 3x − y = 0 f.
5
x
+ y = −2
2x + y = 5
3
x
− y = 10
b. 3x − 5y = 6 g.
3
x y +
= 3
2x − 3y − 5 = 0 3x + 3y − 27 = 0
c. 3y + 5x − 11 = 0 h.
3 2
y x
+
= 4
−5x − 3y = 9 2x + 3y = 4
d. 6y − 2x = 8 i. 4y = x + 1
x − 3y + 4 = 0 2y =
3 2
2
x +
e. 2x − 3y = 4 j. 5x + 5y = 3
x − 5y = 9 4y − x = 6
2. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear berikut dengan metode substitusi!
a. 7x + 2y = 10 c. 2x + 0,4y = 8
5x + 2y = 6 1,2y − 5x − 9 = 0
b. −2x + y = 4 d. 2(x − 1) + 3(y + 1) = 4
8x − 4y + 16 = 0 5(x − 2) + 2(2 + y) = 7
Selesaikan dengan metode eliminasi
+ +
Asah Kompetensi
1
54
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
e. 2x + 3y = 12 h. 2x + 3y = 5
3x + y = 11 7x − 4y = 3
f. 5x − 3y = 2 g. 4x + 3y = 0
9y − 15x = 8 5y + 53 = 11x
g.
5
x

3
y
= 1 j.
4 15
x y
+
= 15
17 30
x y
+
= 16
7 6
5x y

= 3
3. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear berikut dengan metode eliminasi!
a. 2x + 3y = 11 f.
8 3
x y
+
= 3
5x + 3y = 23
9 4
y x
+
= 4
b. 7y + 3x = 25 g.
9 8
11
x y y x
+ =
+ −
4x + 6y = 20
3 5
6
y x x y
+ =
+ −
c. 3x − 4y = 5 h.
2
2 5 15
x x x
y + = +
12x − 16y = 20
2 5 2 3
6 4 8
y x − −
− =
d.
2
3 5
y x
+ =
i. 3x + 2y = −2
6y + 10x = 60
2 3 2
0
2 3
y x − +
+ =
e. 3x + 2y = 17 j.
4
5 3
y x
+ =
6x + 4y − 21 = 0 x −
2
y
= 7
4. Jika garis (x − 2y) + a(x + y) = a sejajar dengan garis (5y − x) + 3a(x + y) = 2a, tentukanlah
nilai a! (Soal Olimpiade Matematika SMU)*
5. Jika perbandingan 2x − y dengan x + y adalah 2 : 3, berapakah perbandingan x dengan y?
(Soal Olimpiade Matematika SMU)*
d. Gabungan Metode Eliminasi dan Substitusi
Gabungan metode eliminasi dan substitusi dapat digunakan untuk
menyelesaikan sistem persamaan linear sehingga mengerjakannya lebih
singkat dan mudah.
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
55
Asah Kompetensi
2
Carilah himpunan penyelesaian dari sistem persamaan berikut!
1. x + 4y = 18 4.
30 17
16
x y
+ =
4x + 3y = 20
6 5
1
x y

+ =
2. 3x + 4y = 11 5.
1 2
1
a b
+ =
−2x + 5y = 8
2 1
8
a a
− + =
3. 3x + 2y = 21
7x − 3y = 26
CONTOH
Tentukanlah himpunan penyelesaian dari:
x + 3y = 10 … Persamaan 1
3x + 4y = 15 … Persamaan 2
Jawab:
Untuk mendapatkan nilai y eliminasi nilai x
3 10
3 4 15
x y
x y
+ =
+ =
3
1
×
×
3 9 30
3 4 15
x y
x y
→ + =
→ + =
5y = 15
y = 3
Subtitusikan y = 3 pada salah satu, Persamaan 1 atau Persamaan 2.
Misalkan dipilih Persamaan 2, sehingga diperoleh
3x + 4y = 15
3x + 4(3) = 15
3x + 12 = 15
3x = 3
x = 1
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {(1,3)}.

2. Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel
Penyajian tiga persamaan linear yang masing-masing memuat paling
banyak tiga variabel disebut sistem persamaan linear tiga variabel. Bentuk
umumnya adalah sebagai berikut:
a
1
x + b
1
y + c
1
z = d
1
a
2
x + b
2
y + c
2
z = d
2
a
3
x + b
3
y + c
3
z = d
3
56
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Pasangan (x,y,z) yang memenuhi sistem persamaan di atas disebut
himpunan penyelesaian sistem persamaan.
a. Metode Substitusi
Metode substitusi dilakukan dengan mensubstitusi salah satu peubah.
Untuk lebih jelas pelajarilah contoh berikut:
Tentukanlah himpunan penyelesaian Sistem Persamaan Linear Tiga
Variabel (SPLTV) berikut!
2x + y − 3z = −5 . . . Persamaan 1
x + 2y + z = 8 . . . Persamaan 2
x − 2y + 3z = 6 . . . Persamaan 3
Jawab:
Nyatakan z pada Persamaan 1 dalam x dan y.
2x + y − 3z = − 5 ⇔ 3z = 2x + y + 5
z =
2 5
3
x y + +
. . . Persamaan 4
Substitusi nilai z ke salah satu persamaan asli yang belum digunakan
(Persamaan 2 atau Persamaan 3)
x + 2y +
2 5
3
x y + +
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 8 . . . kedua ruas dikali 3
⇔ 3x + 6y + (2x + y + 5) = 24
5x + 7y = 19 . . . Persamaan 5
Nyatakan y pada Persamaan 5 dalam x
5x + 7y = 19 ⇔ 7y = −5x + 19
y =
5 19
7
x − +
. . . Persamaan 6
Substitusi Persamaan 6 ke Persamaan 4.
z =
5 19
2 5
7
3
x
x
− +
⎛ ⎞
+ +
⎜ ⎟
⎝ ⎠
. . . penyebut dan pembilang dikali 7
z =
14 ( 5 19) 35
21
x x + − + +
z =
9 54
21
x +
z =
3 18
7
x +
. . . Persamaan 7
Substitusi Persamaan 6 dan Persamaan 7 ke dalam persamaan asli yang
belum digunakan, yaitu Persamaan 3.
x − 2
5 19
7
x − +
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
+ 3
3 18
7
x +
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 6
⇔ x +
10 38
7
x −
+
9 54
7
x +
= 6
CONTOH
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
57
⇔ 7x + 10x − 38 + 9x + 54 = 42 . . . kedua ruas dikali 7
26x + 16 = 42
26x + 16 − 16 = 42 − 16
26x = 26
x = 1
Substitusi nilai x = 1 ke Persamaan 6 dan Persamaan 7
5(1) 19 5 19
2
7 7
y y y
− + − +
= ⇔ = ⇔ =
3(1) 18 3 18
3
7 7
z z z
+ +
= ⇔ = ⇔ =
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah {1, 2, 3}.
Tentukanlah himpunan penyelesaian SPLTV berikut!
2x + y − 3z = −5 … Persamaan 1
x + 2y + z = 8 … Persamaan 2
x − 2y + 3z = 6 … Persamaan 3
Jawab:
Eliminasi variabel x pada Persamaan 1 dan Persamaan 2
2x + y − 3z = −5 × 1 … Persamaan 1
x + 2y + z = 8 × 2 … Persamaan 2
2x + y − 3z = −5
2x + 4y + 2z = 16
−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− −
−3y − 5z = −21 … Persamaan 4
Eliminasi variabel x pada Persamaan 2 dan Persamaan 3
x + 2y + z = 8 … Persamaan 2
x − 2y + 3z = 6 … Persamaan 3
−−−−−−−−−−−−−−−−−−−−− −
4y − 2z = 2 … kedua ruas dibagi 2
2y − z = 1 … Persamaan 5
Nyatakan z pada Persamaan 5 dalam y
z = 2y − 1 … Persamaan 6
Substitusi nilai z ini ke Persamaan 4
−3y − 5(2y − 1) = −21
−3y − 10y + 5 = −21
−13y = −26
y = 2
CONTOH
b. Gabungan Metode Eliminasi dan Substitusi
Untuk menentukan sistem persamaan linear tiga variabel (SPLTV), kamu
dapat menggunakan gabungan metode substitusi dan metode eliminasi.
Lebih jelasnya, pelajarilah contoh berikut:
58
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Asah Kompetensi
3
Substitusi nilai y = 2 ini ke Persamaan 6
z = 2 (2) − 1
z = 3
Substitusi nilai y = 2 dan z = 3 ke Persamaan 2
x + 2 (2) + 3 = 8
x + 7 = 8
x = 8 − 7
x = 1
Jadi, himpunan penyelesaiannya adalah ( ) { } 1, 2, 3 .
Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem persamaan linear berikut!
1. 2x + 3y − z = 5
4x − y + 2z = 8
3x − y + 3z = 10
2. 2x – 3y + z = 6
x + 2y + 2z = −6
4x − 5y + 3z = 10
3. 3x + 2y − z = 11
x + 3y + z = 15
9x + 6y − 3z = 33
4.
6 3 4
x y z
+ +
= 7
3 5 6
x y z
+ +
= 9
3 4 2
x y z
+ +
= 6
5.
4 5 3
1 3 4 x y z
+ +
+ + +
= 6
8 10 5
1 3 4 x y z
− +
+ + +
= 7
6 15 2
1 3 4 x y z
+ +
+ + +
= 8
Diketahui :
a + 3b + 2d = 6160
6a + 2b = 7680
6c + 3d = 8820
Tentukanlah a + b + c + d!
Sumber: Olimpiade Matematika SMU
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
59
1. Forte Farma adalah sebuah
pabrik farmasi yang mem-
produksi dua jenis sirup obat
flu yang diberi nama Fluin
dan Fluon. Satu botol Fluin
mengandung 20 ml Aspirin
dan 30 ml Kodein sedangkan
satu botol Fluon mengan-
dung 10 ml Aspirin dan 20 ml
Kodein. Forte Farma menjual
Fluin dan Fluon masing-
masing dengan harga Rp14.000,00 dan Rp8.000,00 per botol.
Berapakah harga maksimal 1 ml Aspirin dan 1 ml Kodein sebagai
bahan untuk membuat kedua jenis obat tersebut?
Jawab:
Misalkan, harga 1 ml Aspirin = x rupiah dan harga 1 ml Kodein = y
rupiah.
Maka masalah di atas dapat dimodelkan seperti berikut:
20x + 30y = 14.000 … Persamaan 1
10x + 20y = 8.000 … Persamaan 2
Selesaikan sistem persamaan linear tersebut dengan metode eliminasi,
yaitu dengan mengeliminasi variabel x. Untuk itu, kalikan persamaan
2 dengan 2.
20x + 30y = 14.000 … Persamaan 1
20x + 40y = 16.000 … Persamaan 2
−10y = −2.000
y = 200
Substitusi y = 200 ke Persamaan 2
10x + 20 (200) = 8.000
10x + 4000 = 8.000
10x = 4.000
x = 400
Jadi, harga 1 ml Aspirin Rp400,00 sedangkan 1 ml Kodein Rp200,00.
2. Jika uang Anton, Bella dan Cindy digabung maka hasilnya adalah
Rp 800.000,00. Apabila uang Bella diambil Rp50.000,00 dan diberikan
kepada Anton maka uang Anton akan sama dengan uang Bella. Jika
uang Cindy ditambah Rp100.000,00 maka uang Cindy akan sama
dengan jumlah uang Anton dan Bella. Berapakah uang mereka
masing-masing?
3. Aplikasi Sistem Persamaan Linear
Dalam kehidupan sehari-hari banyak masalah yang dapat diselesaikan
dengan sistem persamaan linear . Langkah yang harus dilakukan adalah
membuat model matematika dari permasalahan tersebut menjadi bentuk
umum persamaan linear. Lebih jelasnya pelajari contoh berikut ini.
CONTOH

60
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Jawab:
Misalkan, uang Anton = x rupiah, uang Bella = y rupiah, dan uang
Cindy = z rupiah.
Maka masalah di atas dapat dimodelkan
x +y +z = 800.000
y − 50.000 = x + 50.000
z + 100.000 = x + y
Kemudian diubah ke bentuk umum SPL
x + y + z = 800.000 . . . Persamaan 1
x − y = −100.000 . . . Persamaan 2
x + y − z = 100.000 . . . Persamaan 3
Eliminasi variabel x pada Persamaan 1 dan Persamaan 2
x + y + z = −800.000
x − y = −100.000
2y + z = −900.000 . . . Persamaan 4
Eliminasi variabel x pada Persamaan 2 dan 3
x − y = −100.000
x + y − z = −100.000
−2y + z = −200.000 . . . Persamaan 5
Nyatakan z pada Persamaan 5 dalam y
z = 2y − 200.000 . . .Persamaan 6
Substitusi nilai z ke Persamaan 4
2y + (2y − 200.000) = 900.000
4y = 1.100.000
y = 275.000
Substitusi nilai y = 275.000 ke persamaan 6
z = 2 (275.000) − 200.000
= 350.000
Substitusi nilai y = 275.000 dan z = 350.000 ke persamaan 1
x + 275.000 + 350.000= 800.000
x = 175.000
Jadi, uang Anton Rp175.000,00, uang Bella Rp275.000,00 dan uang
Cindy Rp350.000,00.


1. Bu Jasmin dan Pak Sportivo adalah dua guru olahraga di SMA
Alfarabi. Suatu hari, Bu Jasmin membeli 3 bola voli dan 2 bola basket
dengan harga Rp210.000,00. Karena keperluan terhadap kedua jenis
bola tersebut belum mencukupi maka Pak Sportivo membeli 2 bola
voli dan 5 bola basket lagi dengan harga Rp305.000,00. Berapakah
satuan bola voli dan bola basket yang dibeli SMA Alfarabi?
4
Asah Kompetensi
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
61
2. Seorang penjual permen telah menjual 16 bungkus permen merah
dan putih. Harga sebungkus permen merah Rp200,00 dan sebungkus
permen putih Rp250,00. Ia memperoleh uang Rp3700,00 dari
penjualan permen-permen ini. Berapa banyakkah masing-masing
permen yang terjual?
3. Penonton sebuah bioskop ada 95 orang yang terdiri dari bapak-bapak,
ibu-ibu, dan anak-anak. Harga tiket bioskop untuk bapak-bapak
Rp7.500,00, untuk ibu-ibu Rp7.000,00, dan untuk anak-anak
Rp4.000,00. Total pendapatan bioskop dari penjualan tiket
Rp525.000,00. Jika setiap satu ibu membawa dua anak, tentukanlah
banyak bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak yang menonton bioskop
tersebut!
Waktu: 90 menit
1. Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan linear berikut
dengan cara yang menurutmu paling mudah!
Asah KEMAMPUAN
1
a. 5x – y = 5
3x + 2y = 29
b.
2
5 4
y x
+
= −2
1
5
x
+
= y
c. 5y + 2x = 12
4x + 3y = −4
d.
2 1
1 2
x
y
+
=
+
2 3
2 5
x
y
+
=

e. 3x + 4y − 5z = 2
2x + 5y + z = 8
6x − 2y + 3z = 7
f. 2x + 3y + 5z = 33
4x + 2y + z = 11
2x + y + 2z = 16
g.
4 3 1
9
x y z
+ + =
3 4 2
3
x y z
− + =
2 5 1
5
x y z
+ − =
h.
2 1 3
1
x y z
− − = −
2 1 1
9
x y z
− + = −
1 2 4
17
x y z
+ − =
Bobot soal: 32
Bobot soal: 18 2. Perhatikan sistem persamaan linear berikut!
123x + 321y = 345
321x + 123y = 543
Tentukanlah nilai x
2
+ y
2
!
62
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
3. Sebuah segitiga samasisi memiliki panjang sisi−sisi 2x – 7, y + 5, dan
x + y – 9 . Tentukanlah keliling dan luasnya!
4. Tentukan keliling dan luas persegi panjang dan jajarangenjang berikut!
a. b.
5. Suatu bilangan x terdiri atas dua angka. Jika bilangan itu ditambah
dengan 45, didapat bilangan yang terdiri dari angka itu dalam urutan
terbalik. Jika di antara angka puluhan dan angka satuan disisipkan
angka nol maka diperoleh bilangan yang nilainya
2
7
3
kali nilai bilangan
x. Tentukanlah nilai x tersebut!
Bobot soal: 10
Bobot soal: 20
x + y + 2
x + 2
2y
2x + 1
x + y + 1
x + 2
2y – x
3x – 4
Bobot soal: 20
Ketika Pak Nyoto berumur dua kali umurnya sekarang,
maka ia akan empat kali lebih tua dari anak gadisnya,
Maya dalam lima tahun berikutnya. Jika empat tahun yang
lalu umurnya empat kali umur Maya, tahun berapakah
Maya dilahirkan?
1. Sistem Persamaan Linear-Kuadrat
Bentuk umum sistem persamaan linear-kuadrat adalah sebagai berikut.
y = px + q … persamaan linear
y = ax
2
+ bx + c … persamaan kuadrat
Penyelesaian sistem persamaan linear-kuadrat tersebut dapat kamu
tentukan dengan metode grafik dan metode substitusi.
a. Metode Grafik
Dengan metode grafik, kamu akan memperoleh gambar grafik pada
koordinat Cartesius yang terdiri dari garis lurus dan parabola. Posisi garis
B. Sistem Persamaan Non-Linear
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
63
y
x
y
x
dan parabola ini menentukan banyak penyelesaian sistem persamaan linear-
kuadrat tersebut.
Jika garis memotong parabola,
maka sistem persamaan memiliki
dua penyelesaian.
Jika garis tidak menyinggung dan tidak
memotong parabola, maka sistem persamaan
linear-kuadrat tidak memiliki penyelesaian.
y
x
b. Metode Substitusi
Seperti halnya pada sistem persamaan linear dua variabel, kamu akan
kesulitan jika menentukan penyelesaian sistem persamaan linear-kuadrat
menggunakan metode grafik. Untuk itu, sebaiknya kamu menggunakan
metode substitusi. Agar lebih jelas, pelajarilah contoh berikut.
Jika garis menyinggung parabola,
maka sistem persamaan memiliki
satu penyelesaian.
Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem persamaan linear-kuadrat
berikut!
y = 3x
y = x
2
+ 2
Jawab:
Substitusilah nilai y persamaan linear ke nilai y persamaan kuadrat.
3x = x
2
+ 2
x
2
− 3x + 2 = 0
Faktorkanlah persamaan kuadrat tersebut.
x
2
− 3x + 2 = 0
(x − 1)(x − 2) = 0
x
1
= 1 atau x
2
= 2
Substitusi x
1
= 1 ke persamaan y = 3x, didapat y
1
= 3 (1) = 3
Substitusi x
2
= 2 ke persamaan y = 3x, didapat y
2
= 3 (2) = 6
Jadi, himpunan penyelesaian sistem persamaan linear-kuadrat tersebut
adalah ( ) ( ) { } 1, 3 , 2, 6 .
CONTOH
2. Sistem Persamaan Kuadrat Dua Variabel
Bentuk umum sistem persamaan kuadrat dua variabel adalah sebagai
berikut:
y = ax
2
+ bx + c
y = px
2
+ qx + r
64
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Tentukan himpunan penyelesaian sistem persamaan kuadrat dua variabel
berikut:
y = 2x
2
+ 3x + 4
y = x
2
+ 4x + 10
Jawab:
Substitusilah nilai y dari kedua persamaan tersebut.
2x
2
+ 3x + 4 = x
2
+ 4x + 10
2x
2
– x
2
+ 3x – 4x + 4 – 10 = 0
x
2
− x − 6 = 0
Faktorkanlah persamaan kuadrat tersebut.
x
2
− x − 6 = 0
(x + 2)(x − 3) = 0
x
1
= −2 atau x
2
= 3
Substitusi x
1
=−2 ke persamaan y =x
2
+ 4x + 10, didapat y
1
= (−2)
2
+ 4(−2) + 10 = 6.
Substitusi x
2
= 3 ke persamaan y = x
2
+ 4x + 10, didapat y
2
= 3
2
+ 4 . 3 + 10 = 31.
Jadi, himpunan penyelesaian sistem persamaan kuadrat tersebut adalah
( ) ( ) { } 2, 6 , 3, 31 − .
Seperti saat menentukan penyelesaian sistem persamaan linear-kuadrat,
kamu dapat menentukan penyelesaian sistem persamaan kuadrat dua
variabel ini dengan metode substitusi. Untuk lebih jelasnya, pelajarilah contoh
berikut.
CONTOH
1. Tentukanlah himpunan penyelesaian sistem persamaan berikut!
a. y = 2x 1 f. y = x
2
− 4
y = x
2
− x + 3 y = 8 − 2x
2
b. 2x + y − 3 = 0 g. y = (x + 2)
2
y = 4x
2
− 4x + 1 10 − x
2
= y
c. y = 9 − x
2
h. y = 4x − x
2
y – x − 3 = 0 y = − x
2
+ 4x − 6
d. y = x
2
− 7x + 10 i. y = (1 − 3x)
2
y = 2 − x y = (x − 3)
2
e. y = 4x − x
2
j. y = −x
2
− 3x + 6
y = 4 − 6x y = −x
2
+ 5x − 4
Asah KEMAMPUAN
2
Bobot soal: 60
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
65
Rangkuman Rangkuman
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 20
2. Gambarlah grafik y = −2x
2
− 3x + 2 dan y = −x − 2 pada satu sistem
koordinat. Tentukan titik potongnya!
3. Gambar grafik y = x
2
+ 6x + 8 dan y = −x
2
− 8x − 15 pada satu sistem
koordinat. Tentukan titik singgungnya!
4. Selisih dua bilangan positif adalah 5, sedangkan jumlah kuadratnya
2100 kurangnya dari kuadrat jumlah kedua bilangan itu. Tentukanlah
jumlah kedua bilangan tersebut!
(Soal Olimpiade Matematika SMU)*
1. Bentuk Umum Sistem Persamaan Linear Dua Variabel
1 1 1
2 2 2
a x b y c
a x b y c
+ =


+ =

1 1 1 2 2 2
di mana , , , , , a b c a b c R ∈
2. Penyelesaian SPL ada empat cara, yaitu:
• Metode Grafik: dilakukan dengan menggambar grafik dari SPL
• Metode Substitusi: dilakukan dengan mensubstitusi salah satu peubah
• Metode Eliminasi: salah-satu variabelnya dihilangkan dengan cara menjumlahkan atau
mengurangkan kedua persamaan linear
• Gabungan Metode Eliminasi dan Substitusi
3. Bentuk Umum SPL Tiga Variabel
a
1
x + b
1
y + c
1
z = d
1
a
2
x + b
2
y + c
2
z = d
2
a
3
x + b
3
y + c
3
z = d
3
4. Bentuk Umum Sistem Persamaan Linear-Kuadrat
y px q = +
… Persamaan Linear
2
y ax bx c = + + … Persamaan Kuadrat
5. Menentukan banyaknya penyelesaian SPL Kuadrat adalah sebagai berikut :
a. Jika garis memotong parabola, maka sistem persamaan memiliki dua persamaan.
SPL
SPK
y
x
66
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
b. Jika garis menyinggung parabola, maka sistem persamaan memiliki satu penyelesaian.
c. Jika garis tidak menyinggung parabola, maka persamaan linear-kuadrat tidak memiliki
penyelesaian.
6. Bentuk Umum Sistem Persamaan Kuadrat Dua Variabel
2
2
y ax bx c
y px qx r
⎫ = + +

= + +

dengan , , , , , a b c p q r R ∈
SPK
SPL
y
x
y
SPL
SPK
x
Bab 3 Sistem Persamaan Linear dan Kuadrat
67
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Penyelesaian dari persamaan
3
3 2
4
8 (16)
x+
=
adalah . . . .
a. 0 d. −9
b.
7
18
e.
1
3

c. 18
2. Penyelesaian dari persamaan
3x − 2y + 4z = 1
2x − y + z = 3
x + 3y − 2z =11
adalah . . . .
a. x = 3, y = 2, z = −1
b. x = 2, y = 3, z = −1
c. x = 3, y = 2, z = 3
d. x = 3, y = −1, z = 3
e. x = −3, y = −1, z = −3
3. Garis yang melalui titik potong dua garis
x + 2y + 1 = 0 dan 2x − y + 5 = 0 dan tegak
lurus pada garis x + y + 1 = 0 adalah . . . .
a. x − y = 0
b. x − y + 14 = 0
c. x − y +
14
5
= 0
d. x − y −
14
5
= 0
e. x − y + 5 = 0
4. Himpunan penyelesaian sistem persamaan
x + y = 7
x
2
+ y
2
= 25
adalah ( ) ( ) { }
1, 1 2, 2
, x y x y .
Nilai x
1
+ x
2
= . . . .
a. –7 d. 8
b. –1 e. 15
c. 7
5. Jika x dan y memenuhi persamaan
2
1
y x
xy
+
=
1 2
8
x y
− =
maka
1
x y +
= . . . .
a.
3
2

d.
5
6
b. 5 e. 6
c.
6
5
6. Garis lurus melalui titik (−2, −4) dan sejajar
dengan garis 8x + 2y − 3 = 0 mempunyai
persamaan . . . .
a. 4x − y + 4 = 0 d. 2x + y + 2 = 0
b. x − 2y = 0 e. x + 3y + 4 = 0
c. x + y + 2 = 0
7. Persamaan garis yang melalui (4, 3) dan sejajar
dengan garis 2x + y + 7 = 0 adalah . . . .
a. 2x + 2y – 14 = 0 d. y + 2x – 11 = 0
b. y – 2x + 2 = 0 e. 2y – x – 2 = 0
c. 2y + x – 10 = 0
8. Persamaan garis lurus yang melalui titik
potong garis x − y − 5 = 0 dan tegak lurus garis
x + 2y = 0 adalah . . . . .
a. 2x – y = 0 d. 2x – y + 7 = 0
b. x – y + 1 = 0 e. 2x – y – 7 = 0
c. 2x – y – 1 = 0
9. Himpunan penyelesaian persamaan
( )
2
3 x − = 3 – x
adalah . . . .
Ulangan Bab 3
Ulangan Bab 3
68
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
a. Ø d. { }
3 x x ≥
b. { }
3 x x = e. { }
0 x x =
c. { }
3 x x ≤
10. Himpunan penyelesaian dari persamaan
3p +2q + r = −11
3p +q – 2r = 23
–p +3q + r = 6
adalah ( ) { }
, , p q r . Nilai pqr adalah . . . .
a. – 70 d. 49
b. – 21 e. 52
c. 14
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. Harga tiket kereta api dari Bogor ke Depok
Rp2.000,00 dan dari Bogor ke Jakarta
Rp3.000,00. Hasil penjualan 180 tiket dalam
seminggu Rp420.000. Berapakah tiket kereta
api ke Depok dan Jakarta yang terjual dalam
seminggu?
2. Sebuah mobil melaju dari kota P ke kota Q
dengan kecepatan 40 km/jam. Jika jarak dari
P ke R melalui Q adalah 200 km dan
ditempuh 4 jam maka tentukanlah jarak kota
P ke Q!
3. Sebuah toko kue memproduksi tiga jenis kue
yaitu Risoles, Donat dan Bakpau. Sebuah
Risoles dibuat dengan menggunakan satu
satuan bahan x , dua satuan bahan y, dan
dua satuan bahan z. Sebuah Donat dibuat
dengan menggunakan satu satuan bahan x,
tiga satuan bahan y, dan dua satuan bahan
z, sedangkan untuk membuat sebuah Bakpau
digunakan dua satuan bahan x, dua satuan
bahan y dan a satuan bahan z. Toko kue itu
mempunyai bahan x sebanyak 400 satuan,
bahan y sebanyak 700 satuan, dan bahan z
sebanyak 900 satuan bahan. Berapa
banyaknya masing-masing kue yang dibuat
agar semua bahan habis terpakai ?
4. Rokok Asoy harganya Rp2.000,00 per
bungkus dan dijual dengan laba Rp400,00
per bungkus. Rokok Bibes harganya
Rp1.000,00 per bungkus dan dijual dengan
laba Rp300,00 per bungkus. Seorang peda-
gang mempunyai modal Rp800.000,00. Jika
warungnya dapat menampung 500 bungkus
rokok, tentukanlah banyaknya rokok Asoy
dan Bibes yang harus ia beli agar mendapat
keuntungan yang sebesar-besarnya!
5. Berat sebuah emas balok ditentukan dengan
suatu neraca yang lengannya tidak sama
panjang, dengan piringan-piringan P
1
dan P
2
yang sangat ringan (anggap beratnya nol),
yang digantung pada ujung-ujung lengan
neraca. Supaya neraca seimbang maka emas
balok diletakkan pada piring P
1
dan P
2
harus
diletakkan anak timbangan seberat 25 kg.
Berapakah berat emas balok tersebut?
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B Perti daksamaan
Perti daksamaan
Utut memiliki sebuah penggaris yang panjangnya 30 cm. Angka-
angka pada penggaris ini semuanya tidak lebih dari 30. Pernyataan
“tidak lebih dari” ini menunjukkan sebuah pertidaksamaan,
dilambangkan dengan “≤”. Untuk lebih jelas mengenai
pertidaksamaan ini, pelajarilah bab berikut.
♦ Kamu dapat menjelaskan arti penye-
lesaian pertidaksamaan satu variabel.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
pertidak-samaan yang memuat bentuk
linear dan kuadrat satu variabel.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
pertidaksamaan pecahan yang memuat
bentuk linear atau kuadrat.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
pertidaksamaan yang memuat bentuk
akar linear.
♦ Kamu dapat menjelaskan sifat dan
aturan yang digunakan dalam proses
penyelesaian pertidaksamaan.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
pertidaksamaan linear yang memuat
nilai mutlak.
♦ Kamu dapat menjelaskan karakteristik
masalah yang model matematikanya
berbentuk perti daksamaan satu
variabel.
♦ Kamu dapat menentukan besaran
dalam masalah yang dirancang sebagai
variabel pertidaksamaannya.
♦ Kamu dapat merumuskan pertidak-
samaan yang merupakan model
matematika dari masalah.
♦ Kamu dapat menentukan penyelesaian
dari model matematika.
♦ Kamu dapat memberi kan tafsi ran
terhadap solusi dari masalah.
4
4
70
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Suatu pertidaksamaan linear dapat kamu selesaikan dengan membentuk
pertidaksamaan lain yang ekuivalen dengan pertidaksamaan tersebut.
Untuk membentuk pertidaksamaan yang ekuivalen, kamu
membutuhkan sifat-sifat berikut:
1. Sifat penjumlahan dan pengurangan
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan ditambah atau dikurangi
dengan bilangan yang sama maka tanda ketidaksamaan tetap.
• x
<
y ⇒ x ± z
<
y ± z
• x < y ⇒ x ± z < y ± z
2. Sifat perkalian dan pembagian dengan bilangan positif
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan
bilangan positif yang sama maka tanda ketidaksamaan tetap.
• x < y dan z > 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
• x < y dan z > 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
3. Sifat perkalian dan pembagian dengan bilangan negatif
Jika kedua ruas suatu pertidaksamaan dikali atau dibagi dengan
bilangan negatif yang sama maka tanda ketidaksamaan berubah.
• x < y dan z < 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
• x < y dan z < 0 ⇒ xz < yz dan
x
z
<
y
z
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut di
mana x adalah bilangan real!
1. −3x + 4 < x + 8 2.
1 2
3 4
2 3
x x − +
+ ≥ −
3. x − 5 < 2x − 3 < x + 4
Jawab:
1. −3x + 4 < x + 8
Kedua ruas dikurang 4, tanda ketidaksamaan tetap.
−3x + 4 − 4 < x + 8 − 4
−3x < x + 4
A. Pertidaksamaan Linear
Pertidaksamaan linear adalah suatu persamaan di mana ruas kiri dan
ruas kanan dihubungakn oleh salah satu dari tanda ketidaksamaan
”<, ≤, >, ≥ ” atau ”≠”
DEFINISI
Catatan
Notasi pada pertidak-
samaan:
• < : kurang dari
• ≤ : kurang dari atau
sama dengan
(tidak kurang dari)
• > : lebih dari
• ≥ : lebih dari atau
sama dengan (tidak
lebih dari)
CONTOH
Bab 4 Pertidaksamaan
71
Kedua ruas dikurang x, tanda ketidaksamaan tetap.
−3x – x< x + 4 − x
−4x< 4
Kedua ruas dikali
1
4
− , tanda ketidaksamaan berubah.
−4x
1
4
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
> 4
1
4
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
x > −1
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan adalah {x|x > −1,
x ∈ R}.
2.
1 2
3 4
2 3
x x − +
+ ≥ −
Kedua ruas dikurang 3 dan tanda ketidaksamaan tetap.
1 2
3 3 4 3
2 3
x x − +
+ − ≥ − −
1 2
7
2 3
x x − +
≥ −
Kedua ruas dikali dengan KPK dari 2 dan 3, yaitu 6. Tanda
ketidaksamaan tetap.
1 2
(6) 7 (6)
2 3
x x − +
⎛ ⎞
≥ −
⎜ ⎟
⎝ ⎠
3x – 3 ≥ 2x + 4 – 42
3x – 3 ≥ 2x – 38
Kedua ruas ditambah 3, tanda ketidaksamaan tetap.
3x − 3 + 3 ≥ 2x − 38 + 3
3x ≥ 2x − 35
Kedua ruas dikurang 2x, tanda ketidaksamaan tetap.
3x − 2x ≥ 2x − 35 − 2x
x ≥ − 35
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan adalah {x|x ≥ − 35,
x ∈ R}.
3. x − 5 < 2x − 3 < x + 4
Ketiga ruas ditambah 3, tanda ketidaksamaan tetap
x − 5 + 3 < 2x – 3 + 3 < x + 4 + 3
x − 2 < 2x < x + 7
Ketiga ruas dikurang x , tanda ketidaksamaan tetap
x − 2 − x < 2x − x < x + 7 − x
−2 < x < 7
Jadi, himpunan penyelesaian pertidaksamaan tersebut adalah {x|−2
< x < 7, x ∈ R}.
−1
−35
72
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Asah Kompetensi
1
Waktu: 60 menit
1. Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut!
a. 3x – 2 > 18 – 2x e. −4 ≤ 2x ≤ 3x - 2
b. 7 – 2x < 11 + x f. 1 − x < −2 ≤ 3 − x
c. 2(3x + 5) ≥ 2(2x + 2) + 8 g. 3x + 5 > x + 6 ≥ 2x
d. 5x + 3 < 3(2 + x)
2. Tentukanlah himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan-
pertidaksamaan berikut di mana x adalah bilangan real!
a.
1
3
(2x − 1) ≥
3
5
x
d.
1
2
(2 − x) ≤
1
4
(3 − x) +
1
2
b.
1 2
2 5 5
x x
+ ≥ >
x − 5 e.
1 3 3 1
2
2 3 4
x x x + + −
− < +
3. Jika −5 < 2x ≤ 7, tentukanlah:
a. nilai x bilangan bulat terbesar
b. nilai x bilangan bulat terkecil
c. nilai x bilangan rasional terbesar
4. Untuk setiap a, b, c, dan d bilangan real, tunjukkan bahwa:
a. Jika a < b dan c < d maka a + c < b + d.
b. Jika a > 0 maka
1
0
a
>
ASAH KEMAMPUAN
1
Tentukanlah himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut di mana x adalah
bilangan real!
1. 4x + 5 > −3x −6 6.
7 2
3
x −
< 4x − 6
2. 2x − 7 ≤ 4x − 27 7. x + 3 < 2x + 1 < 3x + 4
3.
2 3
4
x +
> 3 8.
2 1
3
x +
≤ 4x − 1 ≤
10
6
x +
4.
4 5
7
x −

3 2
3
x −
9.
7
3
x +
>
7
2 1 x +
5.
6
4
3
x +
+

2 3
5
4
x −

10.
8 3
2
x +
<
4
1 x +
<
2 3
5
x +
Bobot soal: 25
Bobot soal: 25
Bobot soal: 20
Bobot soal: 30
Bab 4 Pertidaksamaan
73
Utut mengerjakan soal ulangan Matematika yang terdiri atas
20 soal pilihan ganda. Setiap jawaban yang benar dari soal-
soal ini mendapatkan nilai 3 dan setiap jawaban yang salah
mendapat pengurangan nilai 1. Jika Utut mengerjakan 19 soal,
berapakah minimal jawabannya yang harus benar supaya dapat
nilai paling kecil 32?
Sumber: New Syllabus Mathematics 3
Persamaan kuadrat memiliki bentuk umum ax
2
+ bx + c = 0. Jika tanda
“=” pada persamaan tersebut diganti dengan tanda-tanda ketidaksamaan
(<, ≤, >, atau ≥) maka kamu memperoleh pertidaksamaan kuadrat yang
bentuk umumnya seperti berikut:
• ax
2
+ bx + c < 0 • ax
2
+ bx + c > 0
• ax
2
+ bx + c ≤ 0 • ax
2
+ bx + c ≥ 0
Untuk menyelesaikan pertidaksamaan kuadrat, kamu terlebih dahulu
dapat mengubahnya menjadi bentuk persamaan, kemudian menentukan nilai
variabel yang memenuhi persamaan tersebut. Nilai variabel ini disebut titik
pembuat nol. Setelah itu, gambarkan titik pembuat nol ini pada garis bilangan.
Ujilah tanda ketidaksamaan pada setiap interval yang dibatasi oleh titik
pembuat nol tersebut.
1. Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan x
2
– 3x – 10 > 0!
Jawab:
Terlebih dahulu, ubah menjadi bentuk persamaan.
x
2
− 3x − 10 = 0
Tentukan nilai x dengan cara memfaktorkan.
(x + 2)(x – 5) = 0
Didapat x = −2 dan x = 5 sebagai titik pembuat nol.
Titik-titik ini membagi garis real menjadi tiga interval, yaitu (−∞, −2),
(−2, 5), dan (5, ∞). Untuk menentukan tanda ketidaksamaan pada tiap
interval, pilihlah titik-titik uji sebarang pada tiap interval. Misalnya,
−3, 0, dan 6.
Catatan
Penyelesaian pertidak-
samaan kuadrat dapat
dicari dengan menggu-
na kan garis bilangan.
B. Pertidaksamaan Kuadrat
Titik pembuat nol Titik pembuat nol
−3 −2 0 5 6
Titik uji Titik uji Titik uji
CONTOH
74
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Untuk x = −3, diperoleh:
x
2
− 3x − 10 = (−3)
2
− 3(−3) – 10 = 8 > 0 …(bertanda +)
sehingga pada interval
(−∞, −2), x
2
− 3x − 10 > 0
Untuk titik uji x = 0, diperoleh:
x
2
− 3x − 10 = (0)
2
− 3 (0) − 10 = −10 < 0 … (bertanda −)
sehingga pada interval (–2, 5)
x
2
− 3x − 10 < 0
Sedangkan untuk x = 6 diperoleh
x
2
− 3x − 10 = (6)
2
− 3 (6) − 10 = 8 > 0 …(bertanda +)
sehingga pada interval (5, ∞), x
2
− 3x − 10 > 0
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan x
2
− 3x − 10 > 0 adalah semua
nilai x pada interval (−∞, −2) ∪ (5, ∞) atau x < −2 atau x > 5.
2. Tentukan nilai p supaya persamaan kuadrat x
2
− px + p = 0 memiliki
akar-akar real!
Jawab:
Syarat agar persamaan kaudrat memiliki akar-akar real adalah jika
D ≥ 0, maka diperoleh
b
2
− 4ac ≥ 0
(−p)
2
− 4 (1) p ≥ 0
p
2
− 4p ≥ 0
p(p − 4) ≥ 0
Untuk menentukan titik pembuat nol, ubah pertidaksamaan tersebut
menjadi persamaan p(p − 4) = 0. Dari persamaan tersebut didapat,
p = 0 dan p = 4 sebagai titik pembuat nol yang membagi garis real
menjadi tiga interval, yaitu (−∞, 0], [0, 4], dan [4, ∞).
Untuk menentukan tanda ketidaksamaan pada tiap interval, pilihlah
titik-titik uji sebarang pada tiap interval. Misalnya, −1, 1, dan 5.
Titik pembuat nol Titik pembuat nol
−1 0 1 4 5
Titik uji Titik uji Titik uji
Oleh karena p
2
– 4p ≥ 0, maka interval nilai p yang memenuhi adalah
(−∞, 0] ∪ [4, ∞).
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan p
2
– 4p ≥ 0 adalah x ≤ 0 atau x ≥ 4.
Bab 4 Pertidaksamaan
75
Waktu: 60 menit
1. Tentukan penyelesaian pertidaksamaan–pertidaksamaan berikut!
a. x
2
− 2x − 24 > 0 e. 3x
2
+ 5x − 1 < 2x
2
+ 5x + 15
b. x
2
− 2x − 8 < 0 f. 2x
2
+ 5x + 1 > 7 + x
c. 2x
2
− x − 1 ≥ 0 g. (x − 1)
2
> (x + 1)(x − 3)
d. −x
2
+ 2x + 15 ≤ 0 h. 6(x
2
− 1)
2
+ 5(x
2
− 1) + 1 ≤ 0
2. Tentukan nilai m supaya persamaan kuadrat mx
2
− (m + 4)x −
1
2
= 0
tidak memiliki akar real!
3. Tentukan nilai n supaya persamaan kuadrat x
2
− nx + 9 = 0 mempunyai
dua akar real yang berbeda!
4. Tentukan nilai t supaya persamaan kuadrat tx
2
− (t − 2)x + t = 0 tidak
memiliki akar real!
5. Tentukan nilai m supaya fungsi kuadrat f(x) = m
2
x
2
− 2m
2
x + 3 definit
positif. Kemudian, tentukan pula nilai m supaya fungsi kuadrat
tersebut definit negatif!
6. Tentukan nilai x supaya fungsi kuadrat f(m) = m
2
x
2
− 2m
2
x + 3 definit
positif. Kemudian, tentukan pula nilai x supaya fungsi kuadrat
tersebut definit negatif!
Bobot soal: 50
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Asah Kompetensi
2
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut!
1. 2x
2
− 3x − 9 > 0 6. 12x
2
> 24x + 15
2. x
2
+ 14x − 15 > 0 7. 16x
2
≤ 9
3. 8x
2
+ 18x + 5 < 0 8. x
2
− 7x ≤ 18
4. 9x
2
+ 6x ≤ 8 9. 20x
2
+ x ≥ 12
5. −x
2
≥ 7x + 6 10. 23x + 5 < 10x
2
ASAH KEMAMPUAN
2
Pertidaksamaan pecahan merupakan pertidaksamaan yang memuat
variabel pada penyebut, contohnya
1
0
3
x
x
+
<

dan
2
4
0
2 3
x
x x


+ −
.
Untuk menentukan penyelesaian dari kedua pertidaksamaan pada
contoh tersebut, kamu dapat mengerjakannya seperti berikut.
C. Pertidaksamaan Pecahan
76
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Tentukanlah penyelesaian dari pertidaksamaan
1
0
3
x
x
+
<

, x ≠ 3!
Jawab:
Titik pembuat nol pertidaksamaan adalah x = −1 dan x ≠ 3.
Titik pembuat nol Titik pembuat nol
−2 −1 0 3 4
Titik uji Titik uji Titik uji
CONTOH
Dengan mengambil titik uji sebarang di sekitar titik pembuat nol,
misalnya –2, 0, dan 4, kamu akan mendapatkan penyelesaian
pertidaksamaan tersebut.
Karena
1
0
3
x
x
+
<

, maka nilai x yang memenuhi adalah –1 < x < 3.
2. Tentukanlah penyelesaian dari pertidaksamaan
2
4
0
2 3
x
x x


+ −

4
0
( 3)( 1)
x
x x


+ −
Jawab:
Titik pembuat nol pertidaksamaan adalah x = 4, x ≠ −3, dan x ≠ 1.
Titik
pembuat nol
Titik
pembuat nol
Titik
pembuat nol
−4 −3 0 1 2 4 5
Titik uji Titik uji Titik uji Titik uji
Dengan mengambil titik uji sebarang di sekitar titik pembuat nol,
misalnya –4, 0, 2, dan 5, maka akan diperoleh penyelesaian pertidaksa-
maan tersebut.
Karena
2
4
0
2 3
x
x x


+ −
, maka nilai x yang memenuhi adalah –3 ≤ x ≤ 1
atau x ≥ 4.
Bab 4 Pertidaksamaan
77
Waktu: 60 menit
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut!
1. x ≤
1
x
9.
2
5
1 x −
> 1
2.
2
1
x
x

+
≤ 0 10.
2
2
4 4
5 4
x x
x x
− +
− +
≤ 0
3.
3
2 1
x
x

+
< −1 11.
2
2
5 6
5 4
x x
x x
− +
− +
≥ 0
4.
3
1
1
1
x
x
+

> 0 12.
2
2
3 10
0
2
x x
x x
+ −
>
− +
5. 2
( 2)
x
x −
+ 16 < 0 13.
8
1
4 3
x x +
+ >
6.
2
1
1
x
x x
+
+ +
≤ 0 14.
1 3
2 4
x x
x x
− −
>
− −
7.
2
3
4
x
x


≥ 0 15.
2
2
4 2
7 x x
x x
⎛ ⎞ ⎛ ⎞
+ − +
⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ ⎠ ⎝ ⎠
+ 16 < 0
8.
2
2
2
x
x x
+
− −
< 0
Bobot soal: 100
Asah Kompetensi
3
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut!
1. 2x ≥
1
x
6.
3 1
2
a −
≤ a
2
2.
2
3
k

9 k
k

7.
1
2
y
2
≥ 2 − y
3. x
2
+
5
x

0 8.
3
4
l
+
<
4
l
4.
2
2 5
3
p
p


1
2
9.
2
1
b
> 4 −
1
b
5.
2
3 8 y
y
+
> 14 10. 2r
3
r
r
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
< 12 r
3
ASAH KEMAMPUAN
78
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
D. Pertidaksamaan Bentuk Akar
1. Untuk bilangan real a, b, dan c yang memenuhi a ≥ b ≥ c > 0, buktikan bahwa
a b c b a c
a b c
c a b
− − −
+ + ≥ − +
2 2 2 2 2 2
3 4 !
2. Untuk setiap a, b, c, dan d bilangan real positif, jika a + b + c + d = 1, tunjukkan
bahwa
a b c d
+ + + ≥
1 1 1 1
16
!
3 33 33. Untuk setiap a, b, c, dan d bilangan real positif, jika
a c
b d
<
, tunjukkan bahwa
a a c c
b b d d
+
< <
+
!
4. Buktikan bahwa
1 3 5 99 1
2 4 6 100 10
⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ ⋅ <
!
Sumber: Soal Olimpiade Matematika SMU
Bentuk umum pertidaksamaan bentuk akar adalah sebagai berikut:
f g < )Menggunakan salah satu tanda ketidaksamaan
Syarat terdefinisi adalah f ≥ 0 dan g ≥ 0.
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan x < 5 x + !
Jawab:
Syarat terdefinisi x ≥ 0
x + 5 ≥ 0
x ≥ −5.
Karena x < 5 x + maka dengan mengkuadratkan kedua ruas
x < x + 5 yang dipenuhi untuk setiap x bilangan real.
x ≥ –5
x ≥ 0
–5 0
Daerah yang berwarna abu-abu menyatakan penyelesaian pertidaksamaan.
Jadi, penyelesaiannya adalah x ≥ 0.
CONTOH
Bab 4 Pertidaksamaan
79
Bobot soal: 100
Asah Kompetensi 4
Tentukan penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut!
1.
2
2 3 x x − < 3 4.
2 15 4 x x ≥ +
2. 3x <
6 8 x − −
5. 2 15 4 x x ≥ +
3. 2x > 8 3 x −
Waktu: 30 menit
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan-pertidaksamaan berikut!
1.
2 3 3 x − >
6.
2 8 8 2 x x − > −
2.
1 2 x − <
7.
3 2 4 x x + > −
3.
6 10 x − ≤ −
8.
7 7 x x − ≤ +
4. 5 ≥
5 9 x +
9.
2 4 5 6 5 x x − + − > +
5. 0 > 0, 5 0, 4 x + 10. 1 +
1
3 1 3
2
x x − ≥ +
4
Asah KEMAMPUAN
Diketahui x, y, dan z bilangan real positif yang berbeda, buktikan bahwa
1 1 1 1 1 1
x y z xy xz yz
+ + > + +
Sumber: Soal Olimpiade Matematika SMU
Nilai mutlak dari suatu bilangan real x didefinisikan sebagai
x, jika x ≥ 0
|x| =
−x, jika x < 0
E. Pertidaksamaan Bentuk Nilai Mutlak
80
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Sifat-sifat nilai mutlak yang dapat kamu gunakan untuk menye-
lesaikan suatu pertidaksamaan adalah sebagai berikut.
Untuk setiap p dan q bilangan real, berlaku:
1. |p| =
2
p 4.|p+q|≤|p|+|q|(ketidaksamaan segitiga)
2. |pq| = |p||q| 5. |x| < p ⇔ −p < x < p
3.
p p
q q
=
, q ≠ 0 6. |x| > p ⇔ x < −p atau x > p
Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan |x – 2| > 2!
Jawab:
Berdasarkan sifat 6, jika |x – 2| > 2 maka x – 2 < −2 atau x – 2 > 2
Untuk x – 2 < −2, didapat x < 0
Untuk x – 2 > 2, didapat x > 4
Jadi, penyelesaian pertidaksamaan tersebut adalah x < 0 atau x > 4.
CONTOH
Waktu: 45 menit
1. Tentukanlah penyelesaian pertidaksamaan−pertidaksamaan berikut!
a. |2x − 7| > 3 e.
1
2
x
x
+

< 1
b. 2|x − 7| < 3 f.
2 7
1
1
x
x
+


c. |5 − 3x| > 4 g. 8 x x + <
d. |x
2
− 10| < 6 h.
2
3 4 3 12 x x − > − +
2. Jika x < −2, tentukanlah 1 1 x − + !
ASAH KEMAMPUAN
5
Bobot soal: 80
Bobot soal: 20
Sumber: Soal Olimpiade Matematika SMU
Berapakah bilangan real x terkecil yang memenuhi sekaligus
x
2
≥ 4 dan ⏐x - 1⏐ ≤ 2?
Bab 4 Pertidaksamaan
81
Pertidaksamaan sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih
jelsnya, perhatikanlah contoh berikut ini.
F. Aplikasi Pertidaksamaan
Selisih kuadrat dua bilangan asli berurutan adalah antara 17 dan 21.
Tentukanlah kedua bilangan asli tersebut!
Jawab:
Misalkan, kedua bilangan asli tersebut x dan x + 1.
Selisih kuadrat antara 17 dan 21, berarti 17 < (x + 1)
2
– x
2
< 21.
17 < (x + 1)
2
– x
2
< 21
17 < x
2
+ 2x + 1 − x
2
< 21
17 < 2x + 1 < 21
17 – 1 < 2x + 1 – 1 < 21 – 1
16 < 2x < 20
8 < x < 10
Jadi, x adalah bilangan asli antara 8 dan 10, yaitu 9 sehingga x + 1 = 10.
Dengan demikian, kedua bilangan asli tersebut adalah 9 dan 10.
CONTOH
Waktu: 45 menit
1. Tentukan dua bilangan yang berjumlah 66 agar hasil kali yang paling
besar dari dua bilangan tersebut!
2. Jumlah dua bilangan adalah 2n. Tentukanlah kedua bilangan itu agar
jumlah kuadrat minimum!
3. Dalam empat kali ulangan Matematika, Utut mendapatkan nilai 90,
35, 45, dan 60. Tentukanlah nilai ulangan yang kelima agar nilai rata-
rata Utut lebih besar atau sama dengan 60!
Bobot soal: 40
Bobot soal: 30
Bobot soal: 30
ASAH KEMAMPUAN
6
Sebuah saluran air seharusnya dibuat dengan menggunakan pipa berdiameter 10 cm. Akan tetapi
yang tersedia hanyalah pipa-pipa kecil yang berdiameter 3 cm. Supaya kapasitas saluran tidak
lebih kecil daripada yang diinginkan, berapakah banyaknya pipa 3 cm yang perlu dipakai sebagai
pengganti satu pipa 10 cm?
Sumber: Soal Olimpiade Matematika SMU
82
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Pertidaksamaan linear adalah pertidaksamaan dengan pangkat tertinggi dan variabelnya satu.
2. Sifat-sifat untuk menyelesaikan pertidaksamaan:
a. Sifat-sifat untuk menyelesaikan pertidaksamaan adalah

x y x z y z < → ± < ±

x y x z y z > → ± > ±
b. Sifat perkalian dan pembagian dengan bilangan positif:

dan 0 dan
y x
x y z xz yz
z z
< > ⇒ < <

dan 0 dan
y x
x y z xz yz
z z
> > ⇒ > >
3. Bentuk umum pertidaksamaan kuadrat

2 2
0 atau 0 ax bx c ax bx c + + < + + >

2 2
0 atau 0 ax bx c ax bx c + + ≤ + + ≥
4. Pertidaksamaan pecahan merupakan pertidaksamaan yang memuat variabel pada
penyebutnya.
5. Bentuk umum pertidaksamaan bentuk akar
f g <
dengan syarat terdefinisi 0 dan 0 f g ≥ ≥
6. Definisi nilai mutlak dari suatu bilangan real x adalah
, jika 0
, jika 0
x x
x
x x


=

− <

7. Sifat-sifat nilai mutlak
a.
2
p p = d. p q p q + ≤ +
b. pq p q = e. x p p x p < ⇔− < <
c.
, 0
p p
q
q q
= ≠
f. atau x p x p x p > ⇔ <− >
Rangkuman Rangkuman
Bab 4 Pertidaksamaan
83
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Jika p < q maka . . . .
a. p
3
> q
3
c. −2p > −2q
b. p
2
>q
2
d. p < q
c. −p > −2q
2. Jika bilangan-bilangan real a, b, dan c
memenuhi pertidaksamaan a > b dan b > c
maka . . . .
a. a + b > a + c c. b + c > 2a
b. a
2
> b
2
> a d. a < c
c. b + c < 2a
3. JIka ab > 0 maka . . . .
a. a < 0
b. a < 0 dan d < 0
c. b < 0
d. a > 0 dan d < 0
e. a dan b bertanda sama
4. Apabila a < x < b dan a < y < b, maka
berlaku . . . .
a. a < x − y < b
b. b − a < x − y < a − b
c. a − b < x − y < b − a
d.
1
2
(b − a) < x − y < (b − a)
e. a < x + y < b
5. Himpunan penyelesaian dari pertidak-
samaan x
2
− 2x − 3 > 0 adalah . . . .
a. { 1 atau 3} x x x > >
b. { 1 atau 3} x x x < − >
c. { }
1 atau 3 x x x < >
d. { }
1 atau 3 x x x > − >
e. { 1 atau 3} x x x < − <
6. Nilai x yang memenuhi pertidaksamaan
−x
2
+ x + 6 > 0 adalah . . . .
a. x > 3
b. −2 < x < 3
c. x > −2
d. x < 3 atau x < −2
e. −2 > x > 3
7. Himpunan penyelesaian dari pertidak-
samaan
3 2
2 x x
>

adalah . . . .
a. { }
4 0 atau 2 x x x − < < <
b. { }
2 atau 0 4 x x x < − < <
c. { }
2 atau -4 0 x x x > − < <
d. { }
0 4 atau 2 x x x < < <
e. { }
0 4 atau 2 x x x < < <
8. Nilai x yang memenuhi pertidaksamaan
+ + + +
≤ ≤
82 63 78 90
80 90
5
x
adalah . . . .
a. 80 90 x ≤ ≤
b. 87 137 x − ≤ ≤ −
c. 87 137 x ≤ ≤
d. 137 87 x − ≤ ≤
e. −80 90 x ≤ ≤
9. Himpunan penyelesaian dari pertidak-
samaan |3x − 2| < 4| adalah . . . .
a. 2 < x < 6 d. −2 < x < 6
b.
2
2
3
x − < <
e.
2
2
3
x < <
c. 2 < x < 16
10. Nilai-nilai x yang memenuhi pertidak saman
|x − 3|2 > 4|x − 3| + 12 adalah . . . .
a. −2 < x < 9
b. −3 < x < 9
c. x > −9 atau x < 2
d. x > 9 atau x < −3
e. x < −9 atau x < −3
11. Himpunan penyelesaian pertidaksamaan
2
3 2
2
1 1
x x
x x

< +
− −
adalah . . . .
Ulangan Bab 4
Ulangan Bab 4
84
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
a. { }
1 1 4 atau x x x < < <
b. { }
1 4 x x < <
c. { }
4 1 x x − < < −
d. { }
4 x x <
e. { }
4 4 x x − < < −
12. Jika 2 3 x − < 1 dan 2x < 3, maka . . . .
a.
1 2 x < <
d.
3
2
x >
b.
3
2
x <
e. x > 2
c.
3
1
2
x < <
13. Nilai x yang memenuhi pertidaksamaan
2
2
0
9
x
x
>

adalah . . . .
a. 0 x ≠ d. 3 < x
b. 0 3 x < < e. 3 x ≠ ±
c. 3 3 x − < <
14. Himpunan penyelesaian pertidaksamaan
2x − 1 < x + 1 < 3 − x adalah . . . . .
a. { }
1 x x < d. { }
2 x x >
b. { }
2 x x > e. { }
1 x x >
c. { }
1 x x >
15. Himpunan nilai x yang memenuhi pertidak-
samaan
2
2 4 2 12 x x − < − +
adalah . . . .
a. Ø
b. { }
8 x x <
c. { }
4 8 x x − < <
d. { }
8 4 x x − < <
e. { }
x x R ∈
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. Ibu membeli permen untuk Tika, Diah, dan
Erik. Jumlah permen Tika dan Diah lebih
banyak daripada dua kali permen Erik,
sedangkan permen Diah lebih sedikit
daripada permen Erik. Siapakah yang
mendapatkan permen lebih banyak?
2. Diketahui suhu Celcius antara 10° C dan
30° C. Jika hubungan antara Fahrenheit (F)
dan Celcius (C) adalah
C =
5
9
(F − 32)
tentukanlah batas suhu yang akan
ditunjukkan oleh suhu Fahrenheit!
3. Sebuah perusahaan memproduksi boneka
Barbie. Untuk suatu model tertentu
diperkirakan bahwa
B = 60.000 − 100 ⋅ b
P = 400b − b
2
di mana B adalah biaya, P adalah
pendapatan, dan b adalah harga boneka
Barbie per satuan. Tentukanlah harga satuan
boneka Barbie agar perusahaan memperoleh
keuntungan!
4. Dalam delapan kali ulangan matematika,
Desi mendapatkan nilai 75, 80, 75, 70, 85, 90,
65, 70. Tentukanlah nilai ulangan yang
kesembilan agar nilai rata-rata Desi lebih
besar atau sama dengan 78!
5. Lili ingin membeli selang yang berdiameter
3 cm. Tetapi persediaan di toko sudah habis,
yang tersedia hanyalah selang yang
berdiameter 2 cm. Supaya kapasitas selang
tidak lebih kecil daripada yang diinginkan,
berapakah banyaknya selang 2 cm yang perlu
dipakai sebagai pengganti satu selang 3 cm?
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B Logika Matematika Logika Matematika
Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sepenuhnya kita sadari, kita
sering mengambil keputusan. Pengambilan keputusan ini
didasarkan pada pernyataan yang benar. Prinsip-prinsip
pengambilan keputusan ini dipelajari dalam logika matematika.
Agar kamu lebih memahami tentang logika matematika ini,
pelajarilah bab berikut dengan seksama.
♦ Kamu dapat menentukan ni l ai
kebenaran dan i ngkaran suatu
pernyataan.
♦ Kamu dapat menentukan ni l ai
kebenaran dari disjungsi, konjungsi, dan
ingkaran.
♦ Kamu dapat menentukan ni l ai
kebenaran dari implikasi, konvers,
i nvers dan kontraposi si beserta
ingkaran.
♦ Kamu dapat menjelaskan arti kuantor
uni versal dan eksi stensi al beserta
ingkaran.
♦ Kamu dapat membuat ingkaran dari
suatu pernyataan berkuator.
♦ Kamu dapat menari k kesi mpul an
dengan silogism, modus ponen dan
modus tolen.
♦ Kamu dapat membukti kan si fat
matematika dengan bukti langsung.
♦ Kamu dapat membukti kan si fat
matematika dengan bukti tak langsung
(kontraposisi dan kontradiksi).
♦ Kamu dapat membuktikan sifat dengan
induksi matematika.
5
5
86
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Pernyataan
Utut dan Samson adalah dua sahabat yang hobi menonton pertandingan
tinju di televisi. Ketika sedang menonton sebuah pertandingan tinju, Samson
berkata kepada Utut: ”Sekarang, kita memiliki juara tinju dunia, namanya
Chris John. ”
“Ya, dulu juga petinju kita, Ellyas Pical pernah jadi juara dunia,” kata Utut
menanggapi. Samson menyangkal perkataan Utut ini, ”Kamu yang benar
aja, Ellyas Pical itu pecatur. ”
Perhatikan perkataan-perkataan dua sahabat tersebut.
1. Sekarang, kita memiliki juara tinju dunia, namanya Chris John.
2. Dulu juga petinju kita, Ellyas Pical pernah jadi juara dunia.
3. Ellyas Pical itu pecatur.
Kalimat 1 dan 2 bernilai benar berdasarkan fakta yang ada, sedangkan
kalimat 3 bernilai salah. Kamu dapat mengecek kebenarannya dari berbagai
media massa. Kalimat-kalimat yang sudah pasti bernilai benar atau salah
ini disebut pernyataan.
Pernyataan adalah kalimat tertutup yang memiliki nilai benar saja atau
salah saja, tetapi tidak sekaligus benar dan salah.
Pernyataan yang muncul dalam pembicaraan antara Utut dan Samson
tersebut disebut juga pernyataan Empiris karena nilai kebenarannya
didasarkan pada fakta yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Selain
pernyataan empiris, ada juga pernyataan tidak empiris yaitu pernyataan yang
nilai kebenarannya berdasarkan bukti atau perhitungan dalam matematika.
Contoh pernyataan tidak empiris ini seperti berikut.
1. Persamaan kuadrat memiliki tepat satu akar real jika diskriminannya 0.
(pernyataan yang benar).
2. Fungsi kuadrat f(x) = x
2
+ 2x + 5 definit negatif.(pernyataan yang salah)
Pernyataan yang benar memiliki nilai kebenaran B (benar) sedangkan
pernyataan yang salah memiliki nilai kebenaran S (salah). Sebuah
pernyataan biasanya dilambangkan dengan huruf kecil, misalnya:
p, q, r, …
2. Kalimat Terbuka
Saat istirahat di sekolah, tampak Utut dan Ling Ling sedang mengobrol.
“Ling, aku dengar rumahmu kemalingan? Siapa pelakunya?” tanya Utut.
“Aku nggak enak mengatakannya, sebut sajalah pencuri itu si x.” jawab Ling
Ling.
“Si x? si x itu si Baron?” tebak Utut.
“Bukan,” jawab Ling Ling.
Perhatikan pembicaraan antara Utut dan Ling Ling di atas!
Ling Ling mengatakan pencuri itu si x.
Ini merupakan kalimat yang belum pasti kebenarannya karena memuat
variabel. Kalimat seperti ini disebut kalimat terbuka.
A. Pernyataan dan Kalimat Terbuka
Bab 5 Logika Matematika
87
Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum pasti nilai kebenarannya.
Kemudian, Utut menebak si x itu si Baron dan dijawab ‘bukan’ oleh Ling-
Ling sehingga tebakan Utut salah.
Tebakan Utut ini membuat kalimat terbuka tersebut menjadi sebuah
pernyataan, yaitu “pencuri itu si Baron”. Nilai kebenaran pernyataan ini
adalah salah.
Jadi, kalimat terbuka akan menjadi pernyataan jika variabel pada kalimat
terbuka tersebut kamu ganti dengan konstanta tertentu.
CONTOH
CONTOH 1. Pada tahun 2005, x adalah presiden Indonesia. Bagaimana jika x
diganti dengan Gusdur?
Jawab:
Jika x diganti dengan Gusdur
maka diperoleh pernyataan
yang salah. Namun, jika x
kamu ganti dengan Susilo
Bambang Yudhoyono, kamu
akan memperoleh pernya-
taan yang benar.
2. x + 5 < 9 merupakan kalimat terbuka. Untuk x bilangan cacah,
tentukanlah nilai x sehingga diperoleh pernyataan yang benar!
Jawab:
Kalimat terbuka tersebut menjadi pernyataan yang benar jika x diganti
dengan 0, 1, 2, dan 3.
Asah Kompetensi
1
1. Manakah yang merupakan kalimat terbuka atau pernyataan dari kalimat-kalimat berikut.
Jika merupakan pernyataan, tentukanlah nilai kebenarannya!
a. Apakah
2
bilangan rasional?
b. Kucing adalah hewan berkaki empat.
c. Penjumlahan dua bilangan prima menghasilkan bilangan genap.
d. ⏐x⏐ = 6.
e. Sebutkan alat untuk mengukur panjang!
f. x
2
+ y
2
= 16
g. x
2
≤ 0
h. ‘Dewa’ grup band asal Surabaya
2. Untuk setiap x ∈ R, tentukanlah nilai x sehingga kalimat terbuka berikut menjadi pernyataan
yang benar!
a. x
2
+ (x − 1)
2
= x d.
13 39
0
12
x
x
+
<
+
b. 2x = 30 e.
2
2
2
x
x
+ =
c.
x
log 3 = 3 f. |x – 2|
2
> 4
88
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Seorang wartawan dari tabloid olah raga mewawancarai Kurniawan Dwi
Julianto, pemain sepakbola Indonesia,” Kurniawan, saya dengar kabar tahun
depan anda akan bermain di Persib.” Mendengar pernyataan ini, Kurniawan
langsung menyangkalnya, ”Tahun depan saya tidak bermain di Persib, saya
akan tetap di Persebaya.”
Sangkalan Kurniawan ini disebut ingkaran dari pernyataan wartawan itu.
Jika Kurniawan berkata benar maka nilai kebenaran sangkalannya benar.
Akibatnya, nilai kebenaran pernyataan wartawan tersebut salah.
B. Ingkaran (Negasi)
Ingkaran suatu pernyataan p adalah pernyataan ∼p yang bernilai benar
jika p bernilai salah dan bernilai salah jika p bernilai benar.
Pada tabel kebenaran, sifat tersebut disajikan sebagai berikut.
1. p: Indonesia negara terkaya di dunia (Nilai kebenarannya salah)
Ingkarannya adalah:
∼p: Indonesia bukan negara terkaya di dunia (Nilai kebenarannya benar)
atau
∼p: Tidak benar Indonesia negara terkaya di dunia (Nilai kebenarannya benar)
2. q: 2x bilangan genap untuk x bilangan asli (Nilai kebenarannya benar)
Ingkarannya adalah:
∼q: 2x bilangan ganjil untuk x bilangan asli (Nilai kebenarannya salah)
atau
∼q: Tidak benar 2x bilangan genap untuk x bilangan asli
(Nilai kebenarannya salah)
Buatlah ingkaran dari pernyataan-pernyataan berikut. Kemudian, tentukanlah nilai kebenarannya!
1. Buaya adalah reptilia.
2. Kalkulator adalah satu-satunya alat hitung.
3. Jumlah dari suatu bilangan rasional dengan bilangan irasional merupakan bilangan irasional.
4. p merupakan bilangan irasional.
5. Bilangan desimal berulang 0,999… sama dengan 1.
6. Grafik fungsi f(x) = 3x
2
+ x − 5 terbuka ke bawah.
p
∼ ∼∼ ∼∼p
S
B
B
S
CONTOH
Asah Kompetensi
2
Bab 5 Logika Matematika
89
7. Tahun 2004 merupakan tahun kabisat.
8.
1
5
n
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
> 0 untuk x bilangan real.
1. Konjungsi
Sebuah perusahaan otomotif membuka lowongan untuk posisi sales.
Syarat yang harus dipenuhi oleh pelamar adalah harus seorang laki-laki dan
memiliki motor. Jika seorang pelamar seorang laki-laki dan memiliki motor
maka pelamar tersebut berkesempatan untuk mengikuti tes tahap berikutnya.
Jika pelamar tersebut seorang laki-laki tapi tidak memiliki motor atau
memiliki motor tapi seorang perempuan maka lamarannya tidak akan
diproses. Apalagi, jika ia tidak memenuhi kedua syarat tersebut.
Sekarang, uraikan pernyataan majemuk seorang pelamar harus seorang
laki-laki dan memiliki motor menjadi dua pernyataan tunggal yang
dilambangkan dengan p dan q. seperti berikut:
p : Seorang pelamar harus seorang laki-laki.
Pernyataan ini bernilai benar (B), jika pelamar tersebut laki-laki dan
bernilai salah (S), jika pelamar tersebut perempuan.
q : Pelamar harus memiliki motor.
Pernyataan ini benar (B), jika pelamar tersebut memiliki motor dan
bernilai salah (S), jika pelamar tersebut tidak memiliki motor.
Tabel kebenaran dari pernyataan tersebut adalah sebagai berikut.
C. Pernyataan Majemuk
Uraian tersebut menggambarkan nilai kebenaran konjungsi, di mana p ∧ q
dibaca p dan q.
Konjungsi bernilai benar jika dan hanya jika pernyataan-pernyataan
tunggalnya bernilai benar.
Pernyataan majemuk adalah gabungan dua buah pernyataan dengan
menggunakan kata penghubung “dari, atau, jika . . . maka . . . , jika dan
hanya jika”.
DEFINISI
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
p ∧ ∧ ∧ ∧ ∧ q
B
S
S
S
90
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Perhatikan pernyataan-pernyataan tunggal berikut!
a. p : Kang Ibing pelawak asal Jawa Barat. (Pernyataan yang benar)
q : Kang Ibing pernah bermain film. (Pernyataan yang benar)
Maka p ∧ q : Kang Ibing pelawak asal Jawa Barat dan pernah bermain
film. (Pernyataan yang benar)
b. r : 9 merupakan bilangan kuadrat sempurna. (Pernyataan yang benar)
s : 9 tidak habis dibagi 9. (Pernyataan yang benar)
Maka r ∧ s : 9 merupakan bilangan kuadrat sempurna dan tidak habis
dibagi 9. (Pernyataan yang benar)
2. Tentukan nilai n sehingga konjungsi berikut benar.
Jakarta ibu kota Indonesia dan n
2
= 100.
Jawab:
Terlebih dahulu, uraikan konjungsi tersebut menjadi pernyataan-
pernyataan tunggal.
p : Jakarta ibu kota Indonesia (Pernyataan yang benar)
q : n
2
= 100 (Kalimat terbuka)
Supaya konjungsi benar haruslah kedua pernyataan tunggal yang
membentuknya benar. Jadi, kalimat terbuka n
2
= 100 harus menjadi
pernyataan yang benar. Nilai n haruslah 10.
2. Disjungsi
a. Disjungsi Inklusif
Malam ini, Utut belajar di kamarnya.
Ia membaca buku pelajaran atau mengerjakan PR.
Arti dari pernyataan ini adalah sebagai berikut:
• Utut membaca buku pelajaran sambil mengerjakan PR.
• Utut membaca buku pelajaran, tetapi tidak mengerjakan PR.
• Utut tidak membaca buku pelajaran, tetapi mengerjakan PR.
Jika Utut tidak membaca buku pelajaran dan tidak mengerjakan PR, berarti
ia tidak belajar.
Pernyataan seperti itu disebut disjungsi inklusif.
Perhatikanlah tabel kebenaran disjungsi inklusif!
CONTOH
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
p ∨ ∨ ∨ ∨ ∨ q
B
B
B
S
Uraian tersebut menggambarkan nilai kebenaran disjungsi inklusif, di mana
p ∨ q dibaca: p atau q
Bab 5 Logika Matematika
91
Disjungsi inklusif bernilai benar jika salah satu pernyataan tunggalnya
bernilai benar.
Disjungsi eksklusif bernilai benar hanya jika salah satu pernyataan-
pernyataan tunggalnya bernilai benar.
1. Perhatikan pernyataan-pernyataan tunggal berikut!
a. p: Sempoa merupakan alat untuk menghitung. (Pernyataan yang benar)
q: Sempoa sebuah alat elektronik. (Pernyataan yang salah)
maka p ∨ q : Sempoa merupakan alat untuk
menghitung atau alat elektronik. (Pernyataan yang benar)
b. r: Fungsi kuadrat x
2
− 4 definit positif (Pernyataan yang benar)
s: Grafik fungsi kuadrat x
2
− 4 berupa
garis lurus (Pernyataan yang salah)
maka r ∧ s : Fungsi kuadrat x
2
− 4 definit
positif atau grafiknya berupa garis lurus. (Pernyataan yang salah)
2. Tentukan nilai x bilangan real sehingga disjungsi berikut salah!
x
= 0 atau −1 merupakan bilangan asli
Jawab:
Terlebih dahulu, uraikan disjungsi tersebut menjadi pernyataan-
pernyataan tunggal.
p :
x
= 0 (Kalimat terbuka)
q : −1 merupakan bilangan asli (Pernyataan yang salah)
Supaya disjungsi salah haruslah kedua pernyataan tunggal yang
membentuknya salah.
Jadi, kalimat terbuka
x
= 0 harus menjadi pernyataan yang salah.
Nilai x adalah x ≠ 0.
CONTOH
b. Disjungsi Eksklusif
Utut pergi ke sekolah menggunakan motor atau angkot.
Arti dari pernyataan ini adalah Utut pergi ke sekolah menggunakan salah
satu kendaraan tersebut, tapi tidak kedua-duanya.
Pernyataan seperti itu disebut disjungsi eksklusif.
Perhatikan tabel kebenaran disjungsi eksklusif berikut ini!
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
p ∨ ∨∨ ∨∨ q
S
B
B
S
92
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Asah Kompetensi
3
1. Tentukanlah konjungsi dari pernyataan-pernyataan tunggal berikut. Kemudian, tentukan
nilai kebenarannya!
a. p : Roda mobil berbentuk persegi
q : Petak-petak pada papan catur berbentuk lingkaran
b. r : a
0
= 1 untuk a bilangan real
s : 1
n
= 1 untuk n bilangan real
c. t :
6
9
merupakan bentuk lain dari
2
3
u :
2
3
merupakan bentuk sederhana dari
6
9
d. v : Jakarta ibu kota Amerika
w : Jakarta terletak di pulau Jawa
2. Tentukanlah disjungsi dari pernyataan tunggal-pernyataan tunggal berikut. Kemudian,
tentukan nilai kebenarannya!
a. p : Bandara Soekarno-Hatta ada di Banten
q : Bandara Adi Sucipto ada di Semarang
b. r : Faktor dari suatu bilangan asli lebih besar daripada kelipatannya
s : Faktor dari suatu bilangan asli adalah bilangan yang dapat membagi habis bilangan itu
c. t : 11 merupakan faktor dari 6.161.617
u : 11 merupakan bilangan komposit
d. v : Imelda Fransisca adalah Miss Indonesia tahun 2005
w : Michael Jackson adalah seorang penyanyi
3. Tentukanlah nilai x bilangan real sehingga konjungsi atau disjungsi berikut benar!
a. 269 dan x
2
+ x + 17 merupakan bilangan prima
b. 0 habis dibagi 2 atau x
2
− 2 = 2x + 17
c. Soeharto adalah presiden Indonesia terlama atau ⏐x
2
− 1⏐< 3
d. 930 cm + 7 dm = 10 m dan ⏐3x − 1⏐ < 2⏐x + 6⏐
e. Surabaya dijuluki kota buaya atau
x
= 0
Bab 5 Logika Matematika
93
1
Waktu: 30 menit
1. Manakah yang merupakan kalimat terbuka, pernyataan tunggal, dan
pernyataan majemuk? Jika merupakan pernyataan majemuk,
tentukanlah pernyataan-pernyataan tunggalnya!
a. Utut seorang remaja yang pintar meskipun jarang belajar.
b. x
2
+ 2x + 3 = 0 merupakan persamaan kuadrat.
c. p adalah faktor dari 24.
d. Penampang buku selalu berbentuk persegi panjang.
e. Yusril Ihza Mahendra tidak mungkin lahir di Belitung walaupun
orang tuanya di sana.
2. Tentukanlah nilai kebenaran pernyataan berikut. Kemudian, buat
ingkarannya!
a. Indonesia adalah negara agraris.
b. 4 + 4 : 4 = 2
c. Jumlah dua sudut berpelurus adalah 180°.
d. Indonesia terdiri dari 33 propinsi.
e. Tim nasional sepakbola Indonesia pernah ikut Piala Dunia.
3. Diketahui pernyataan-pernyataan berikut.
p: Deddy Corbuzier seorang pesulap.
q: Deddy Corbuzier selalu berpakaian hitam-hitam.
Buatlah pernyataan-pernyataan dengan lambang berikut ini!
a. p ∧ q f. p ∨ q
b. p ∧ ∼q g. ∼p ∨ q
c. ∼p ∧ q h. ∼p ∨ ∼q
d. p v q i. ∼(p ∨ q)
e. ∼ (p ∧ q) j. ∼(p ∨ ∼q)
4. Lengkapilah tabel kebenaran berikut!
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 30
Bobot soal: 30
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
∼q
p ∧ ∧∧ ∧∧ ∼q p ∨ ∨∨ ∨∨ ∼q (p ∧ ∧∧ ∧∧ ∼q) ∨ ∨∨ ∨∨ (p ∨ ∨∨ ∨∨ ∼q)
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
. . .
94
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
3. Implikasi
Dari pernyataan p dan q dapat dibuat pernyataan majemuk dalam bentuk
“Jika p maka q” yang disebut implikasi atau kondisional. Implikasi “jika p
maka q” ditulis “p ⇒q”. Pernyataan p disebut hipotesa atau alasan, sedangkan
q disebut konklusi atau kesimpulan. Implikasi “p ⇒ q” dapat juga dibaca
sebagai berikut.
• p hanya jika q
• q jika p
• p syarat cukup bagi q
• q syarat perlu bagi p
Perhatikan uraian berikut!
Ketika sedang berolahraga pagi, ayah mengatakan kepada Jack: ”Jika kamu
giat berolahraga, maka tubuhmu akan bugar.”
Pernyataan tersebut mengandung arti sebagai berikut:
• Jack giat berolahraga sehingga tubuhnya menjadi bugar. Ini membuat
ayahnya senang.
• Jack giat berolahraga, tetapi tubuhnya lemas. Ini membuat ayahnya
kecewa.
• Jack jarang berolahraga, tetapi tubuhnya tetap bugar. Ini membuat
ayahnya tetap senang.
• Jack jarang berolahraga sehingga tubuhnya menjadi lemas. Ini wajar
menurut ayahnya.
Dengan menguraikan pernyataan majemuk,”Jika kamu giat berolahraga,
maka tubuhmu akan bugar.”menjadi pernyataan-pernyataan tunggal berikut:
p: Kamu giat berolahraga.
q: Tubuhmu akan bugar.
Dapat dibuat tabel kebenaran implikasi seperti berikut.
Suatu implikasi bernilai salah hanya jika hipotesa bernilai benar dan
konklusi bernilai salah.
1. Perhatikan pernyataan tunggal-pernyataan tunggal berikut.
p : Jumlah sudut segitiga 240° (Pernyataan yang salah)
q : Besar masing-masing sudut segitiga (Pernyataan yang salah)
samasisi 80°
Selidikilah nilai kebenaran pernyataan di atas!
Jawab:
p ⇒q : Jika jumlah sudut segitiga 240° maka besar masing-masing
sudut segitiga samasisi 80°
CONTOH
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
p ⇒ ⇒⇒ ⇒⇒q
B
S
B
B
Bab 5 Logika Matematika
95
Oleh karena p dan q bernilai salah, maka p ⇒q bernilai benar.
q ⇒p: Jika besar masing-masing sudut segitiga samasisi 80° maka
jumlah sudut segitiga 240°
Oleh karena p dan q bernilai salah, maka q ⇒p bernilai benar.
2. Selidikilah nilai kebenaran pernyataan berikut!
Jika x
1
dan x
2
akar-akar persamaan x
2
+ 2x + 3 = 0 maka x
1
+ x
2
= 2.
Jawab:
Jumlah akar-akar persamaan x
2
+ 2x + 3 = 0 adalah x
1
+ x
2
= −2.
Jadi, hipotesa benar dan konklusinya salah sehingga implikasinya
bernilai salah.
4. Biimplikasi
Dari pernyataan p dan q dapat dibuat pernyataan majemuk dalam bentuk
“p jika dan hanya jika q” yang disebut biimplikasi atau bikondisional.
Biimplikasi “p jika dan hanya jika q” ditulis “p ⇔ q”, yang merupakan
gabungan dari dua implikasi, yaitu p ⇒ q dan q ⇒ p. Dengan demikian,
p ⇔ q ekuivalen dengan (p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p), artinya p ↔ q dan
(p ⇒q) ∧ (q ⇒ p) memiliki nilai kebenaran yang sama.
Perhatikan tabel kebenaran biimplikasi p ⇔ q yang dibentuk dari
(p ⇒q) ∧ (q ⇒p)!
Dari tabel tersebut dapat disimpulkan nilai kebenaran (p ⇒q) ∧ (q ⇒p).
Suatu biimplikasi p ⇔q bernilai benar jika pernyataan p dan q memiliki
nilai kebenaran yang sama.
1. Perhatikan pernyataan tunggal-pernyataan tunggal berikut!
p : Becak adalah kendaraan beroda tiga
q : Bus adalah kendaraan beroda empat
Jawab:
p ⇔q : Becak adalah kendaraan beroda tiga jika dan hanya jika bus
adalah kendaraan beroda empat.
Oleh karena p bernilai benar dan q bernilai salah, maka p ⇔q bernilai
salah.
q ⇔p : Bus adalah kendaraan beroda empat jika dan hanya jika becak
adalah kendaraan beroda tiga.
Oleh karena q bernilai salah dan p bernilai benar, maka q ⇔p bernilai
salah.
CONTOH
q
B
S
B
S
p ⇒q
B
S
B
B
q ⇒p
B
B
S
B
p
B
B
S
S
(p ⇒ q) ∧ ∧∧ ∧∧ (q ⇒ p)
B
S
S
S
96
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
2. Selidikilah nilai kebenaran pernyataan berikut!
x adalah bilangan prima jika dan hanya jika x bilangan bulat.
Jawab:
Pernyataan-pernyataan tunggal dari biimplikasi tersebut adalah
sebagai berikut.
p : x adalah bilangan prima
q : x bilangan bulat
Selidiki nilai kebenaran p ⇒q dan q ⇒p.
p ⇒q : Jika x adalah bilangan prima maka x bilangan bulat.
Kamu telah mengetahui bahwa setiap bilangan prima adalah bilangan
bulat sehingga implikasi p ⇒ q bernilai benar.
q ⇒p : Jika x bilangan bulat maka x adalah bilangan prima.
Karena ada bilangan bulat yang bukan bilangan prima, misalnya 4
maka implikasi q ⇒p bernilai salah.
Akibatnya, p ⇔q bernilai salah.
1. Pehatikanlah pernyataan-pernyataan tunggal berikut!
a. f : Rudi Hartono atlet bulutangkis
g : Rudi Hartono pernah menjadi juara All England 7 kali berturut-turut
Tentukanlah f ⇒g, g ⇒f, f ↔g, dan g ⇔f. Kemudian, tentukan pula masing-masing
nilai kebenarannya!
b. h : 2 bilangan prima
i : 2
n
bilangan prima untuk n bilangan prima
k : 1 tahun =
1
100
abad
Tentukanlah h ⇒ i, i ⇒ h, h ⇔ i, dan i ⇔h. Kemudian, tentukan pula masing- masing
nilai kebenarannya!
Tentukan juga j ⇒k, k ⇒j, j ⇔k, dan k ⇔j. Kemudian, tentukan pula masing- masing
nilai kebenarannya!
d. l : log 2 = log 10 − log 5
m : log 8 = log 4 + log 4
Tentukanlah l ⇒m, m ⇒l, l ⇔m, dan m ⇔l. Kemudian, tentukan pula masing-masing
nilai kebenarannya!
e. n : Astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit
o : Geografi adalah ilmu yang mempelajari bumi
Tentukanlah n ⇒o, o ⇒n, n ↔ o, dan o ⇔n. Kemudian, tentukan pula masing-masing
nilai kebenarannya!
2. Selidiki nilai kebenaran pernyataan-pernyataan berikut.
a. Jika x + 1 > 0 maka x
2
+ 4x + 3 > 0
b. Jika x > 0 dan y > 0 maka x, y > 0
c. Jika 1 + x + 5 + … adalah deret aritmetika maka x + 6 + 12 + … adalah deret geometri
d. 1 + 2 + 3 + … adalah deret geometri jika dan hanya jika 1
2
+ 2
2
+ 3
2
+ … adalah deret
aritmetika.
e. Akar-akar persamaan kuadrat x
2
− 3x − 5 = 0 adalah x
1
dan x
2
jika dan hanya jika 2x
1
= x
2
dan 2x
2
= x
1
Asah Kompetensi 4
Bab 5 Logika Matematika
97
D. Pernyataan Majemuk yang Ekuivalen
Dari suatu implikasi p →q dapat dibentuk pernyataan majemuk berikut.
• q →p disebut konvers dari implikasi p →q
• ∼p → ∼q disebut invers dari implikasi p →q
• ∼q → ∼p disebut kontraposisi dari implikasi p →q
Sekarang, perhatikan tabel kebenaran keempat bentuk pernyataan tersebut.
Dari tabel kebenaran tersebut dapat disimpulkan hubungan berikut.
• p → q

∼q → ∼p, artinya implikasi ekuivalen dengan kontrapositifnya
• q →p

∼p → ∼q, artinya konvers dari implikasi ekuivalen dengan invers
dari implikasi tersebut.
Tuliskanlah konvers, invers dan kontraposisi dari pernyataan berikut!
“Jika hewan itu kuda maka hewan itu berkaki empat”
Jawab:
Konvers : Jika hewan itu berkaki empat maka hewan itu kuda.
Invers : Jika hewan itu bukan kuda maka hewan itu tidak berkaki
empat.
Kontraposisi : Jika hewan itu tidak berkaki empat maka hewan itu bukan
kuda.
∼ ∼∼ ∼∼p ∼ ∼∼ ∼∼q p → →→ →→q q → →→ →→ p p q ∼ ∼∼ ∼∼p → →→ →→ ∼ ∼∼ ∼∼q ∼ ∼∼ ∼∼q → →→ →→ ∼ ∼∼ ∼∼p
S
B
S
B
S
S
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
B
S
B
B
B
B
S
B
B
B
S
B
B
S
B
B
Ekuivalen
Ekuivalen
Perhatikanlah tabel kebenaran berikut!
∼ ∼∼ ∼∼p ∼ ∼∼ ∼∼q p ∧ ∧ ∧ ∧ ∧ q ∼ ∼∼ ∼∼(p ∧ ∧ ∧ ∧ ∧ q) p q ∼ ∼∼ ∼∼p∨ ∨∨ ∨∨ ∼ ∼∼ ∼∼q
S
B
S
B
S
S
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
B
S
S
S
S
B
B
B
S
B
B
B
Ekuivalen
Tampak bahwa, ∼(p ∧ q) ≡ ∼p ∨ ∼q. Artinya, ingkaran dari p ∧ q adalah ∼p ∨ ∼q.
CONTOH
E. Ingkaran dari Pernyataan Majemuk
98
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Sekarang, perhatikan tabel kebenaran berikut!
1. Ingkaran dari pernyataan,”Mama panggilan untuk ibu dan papa
panggilan untuk ayah” adalah “Mama bukan panggilan untuk ibu atau
papa bukan panggilan untuk ayah.”
2. Ingkaran dari pernyataan,”Jika harga motor turun saya akan membeli
motor.” adalah “Meskipun harga motor turun, saya tidak akan membeli
motor.”
Asah Kompetensi
5
∼ ∼∼ ∼∼p ∼ ∼∼ ∼∼q p ∨ ∨∨ ∨∨ q ∼ ∼∼ ∼∼ (p ∨ ∨ ∨ ∨ ∨ q) p q ∼ ∼∼ ∼∼p ∧ ∧∧ ∧∧ ∼ ∼∼ ∼∼q
S
B
S
B
S
S
B
B
B
S
B
S
B
B
S
S
B
B
B
S
S
S
S
B
S
S
S
B
Ekuivalen
Tampak bahwa, ∼(p ∨ q) ≡ ∼p ∧ ∼q. Artinya, ingkaran dari p v q adalah ∼p ∧ ∼q.
Dengan cara yang sama, akan diperoleh ingkaran dari implikasi dan
biimplikasi.
• ∼(p →q) ≡ p ∧∼q. Artinya, ingkaran dari p →q adalah p ∧ ∼q.
• ∼(p ↔q) adalah (p ∧ ∼q) ∨ (q ∧ ∼p). Artinya, ingkaran dari p ↔q adalah
(p ∧ ∼q) ∨ (q ∨ ∼p).
1. Tentukanlah konvers, invers, dan kontrapositif dari pernyataan-pernyataan berikut!
a. Jika x bilangan genap maka 2x bilangan genap dan 2x − 1 bilangan ganjil.
b. Jika ABC sebuah segitiga samasisi maka besar masing-masing sudutnya 60°.
c. Jika ayam berkokok tiga kali maka hari sudah siang.
d. Jika nenek memakai tongkat maka nenek sudah tua
e. Jika 8 habis 2 maka 2 tidak habis dibagi 8.
2. Tentukanlah ingkaran dari pernyataan majemuk-pernyataan majemuk berikut!
a. Persamaan kuadrat x
2
+ 3x + 4 = 0 dan x
2
+ 2x + 3 = 0 mempunyai akar-akar real.
b. Katak hidup di air atau di darat.
c. Jika bunga itu melati maka banyak orang menyukainya.
d. 7 + 3 ≠ 10 jika dan hanya jika 10 bilangan genap.
Dengan tabel kebenaran, tunjukkan bahwa untuk implikasi [( p →q) ∧ p] →q, konversnya
adalah q → [( p →q) ∧ p], inversnya adalah ∼[( p →q) ∧ p] → ∼q, dan kontrapositifnya adalah
∼q → ∼[( p →q) ∧ p].
CONTOH
Bab 5 Logika Matematika
99
Waktu: 60 menit
1. Selidiki nilai kebenaran implikasi-implikasi berikut. Manakah yang
dapat diubah menjadi biimplikasi? Buatlah biimplikasi itu!
a. Jika sepakbola olahraga terpopuler di Indonesia maka sepakbola
ditemukan di Inggris.
b. Jika Arifin C. Noor seorang penyair maka Farhan seorang penyiar.
c. Jika 5 bilangan ganjil maka 0,5 merupakan pecahan.
d. Jika –x bilangan real positif maka x bilangan real negatif.
e. Jika hujan tidak turun maka Jakarta banjir.
f. Jika besar sudut berpenyiku adalah sama maka besar sudut
bertolak belakang juga sama.
g. Jika 4
2
= 2
4
maka x
y
= y
x
, untuk x dan y bilangan real.
h. Jika 1 < log x < 2 maka 10 < x < 100
2. Diketahui konvers (p ∧ q) → ∼p, tentukanlah implikasi, invers, dan
kontraposisinya!
3. Diketahui kontraposisi (∼p ∨ q) →∼p, tentukanlah implikasi, konvers,
dan inversnya!
4. Diketahui invers (p ∧ q) → p, tentukanlah implikasi, konvers, dan
kontraposisinya!
5. Tunjukkan bahwa:
a. Invers dari konversnya implikasi adalah kontraposisi dari
implikasi
b. Invers dari kontraposisinya implikasi adalah konvers dari
implikasi
c. Konvers dari inversnya implikasi adalah kontraposisi dari
implikasi
d. Konvers dari kontraposisinya implikasi adalah invers dari
implikasi
e. Kontraposisi dari konversnya implikasi adalah invers dari
implikasi
f. Kontraposisi dari inversnya implikasi adalah konvers dari
implikasi
6. Tentukanlah ingkaran dari pernyataan berikut. Kemudian, selidiki
dengan menggunakan tabel kebenaran!
a. (∼q ∧ r) →r
b. ∼ (∼p → ∼q)
c. (p →q) ∧ (p ∨ ∼q)
ASAH KEMAMPUAN
2
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 10
Bobot soal: 30
Bobot soal: 30
100
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Kuantor adalah imbuhan di depan suatu kalimat terbuka yang dapat
mengubah kalimat terbuka itu menjadi suatu pernyataan. Ada dua macam
kuantor, yaitu kuantor universal dan kuantor eksistensial.
1. Kuantor Universal
Kuantor universal dilambangkan dengan

x, dapat dibaca untuk setiap
x atau untuk semua x. Jika M(x) menyatakan suatu kalimat terbuka, maka

x
M(x) memiliki arti “untuk setiap x, berlaku M(x).” Dengan penambahan
kuantor

x di depan M(x), maka M(x) menjadi sebuah pernyataan.
F. Ingkaran Pernyataan Berkuantor
1.

x bilangan cacah, x + 2

2
Bilangan cacah paling kecil adalah 0 sehingga

x bilangan cacah, x

0.
Dengan menambahkan 2 pada kedua ruas, akan diperoleh x + 2

2.
Jadi,

x bilangan cacah, x + 2 ≥ 2 merupakan pernyataan yang benar.
2.

x ∈ R,
2
log x > 0.
Merupakan pernyataan yang salah karena ada x ∈R yang menyebabkan
2
log x ≤ 0, salah satunya x = 1.
2. Kuantor Eksistensial
Kuantor eksistensial dilambangkan dengan ∃x, dapat dibaca ada x atau
beberapax atau terdapat x. Jika M(x) menyatakan suatu kalimat terbuka maka
∃x M(x) memiliki arti “Ada x, sehingga berlaku M(x)” atau “Beberapa x,
sehingga berlaku M(x)” Dengan penambahan kuantor ∃x di depan M(x),
maka M(x) menjadi sebuah pernyataan.
Τentukanlah nilai kebenaran dan ingkaran dari ∃x ∈ R, 2x + 1 = 0!
Jawab:
Ada x ∈ R yang memenuhi 2x + 1 = 0, yaitu x =
1
2

.
Jadi, ∃x ∈ R, 2x + 1 = 0 merupakan pernyataan yang benar.
Jika kamu menentukan ingkaran pernyataan tersebut, kamu mendapatkan
∼(∃x ∈ R, 2x + 1 = 0) ≡ ∀x ∈ R, 2x + 1 ≠ 0.
Artinya, “tidak ada x bilangan real yang menyebabkan 2x + 1 = 0”.
Pernyataan ini ekuivalen dengan pernyataan “untuk setiap x bilangan real
berlaku 2x + 1 ≠ 0”.
Karena nilai kebenaran pernyataannya benar maka nilai kebenaran
ingkarannya salah.
Ingkaran pernyataan berkuantor eksistensial adalah pernyataan
berkuantor universal dengan kalimat terbukanya menjadi ingkaran.
Secara matematis, ditulis ∼[∃x M(x)] ≡ ∀x [∼M(x)].
Sebaliknya,
Ingkaran pernyataan berkuantor universal adalah pernyataan
berkuantor eksistensial dengan kalimat terbukanya menjadi ingkaran.
Secara matematis, ditulis ∼[∀x M(x)] ≡ ∃x [∼M(x)].
CONTOH
CONTOH
Bab 5 Logika Matematika
101
3
ASAH KEMAMPUAN
Waktu: 30 menit
Tentukanlah ingkaran masing-masing pernyataan berikut. Kemudian,
tentukan nilai kebenarannya!
1. ∀x ∈ R, 5x > 0
2. ∃x ∈ R,
x
log
1
5
< 1
3. ∀x ∈ R, ⏐x⏐ ≥ 0
4. ∃x ∈ R,
1 1 x x − = −
5. ∀x ∈ R, x
2
< 1 + x
2
6. Semua supir mematuhi peraturan lalu lintas dan jalan tidak macet.
7. Ada pejabat yang korupsi atau masyarakat akan sejahtera.
8. Semua siswa berdemonstrasi sehingga semua kelas kosong.
9. Semua bilangan cacah merupakan bilangan bulat.
10. Tidak ada bilangan komposit yang lebih dari 100.
Bobot soal: 100
CONTOH
Ingkaran dari pernyataan “x ∈ R, 1 < x < 2 adalah ∃x ∈ R, x ≤ 1 atau x ≥ 2.
Suatu kesimpulan atau konklusi dapat ditarik dengan menggunakan
sejumlah pernyataan yang disebut premis. Penarikan kesimpulan dengan
menggunakan sejumlah pernyataan ini disebut argumen. Suatu argumen ini
dikatakan sah jika dan hanya jika konjungsi dari premis-premisnya benar.
1. Modus Ponens
Modus ponens adalah argumen yang merupakan implikasi dari
[(p → q) ∧ p] → q atau [p ∧ (p → q)] → q. Argumen ini sah. Kamu dapat
membuktikannya dengan menggunakan tabel kebenaran.
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
p → →→ →→q (p → →→ →→q) ∧ ∧∧ ∧∧ p [(p → →→ →→q) ∧ ∧∧ ∧∧ p] → →→ →→q
B
S
B
B
B
S
S
S
B
B
B
B
G. Penarikan Kesimpulan
102
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Nilai kebenaran [(p →q) ∧ ∼q ] → ∼p adalah benar.
Jadi, terbukti bahwa [(p →q) ∧ ∼q ] → ∼p valid atau sah.
Begitu juga dengan [∼q ∧ (p →q)] → ∼p. Silahkan kamu buktikan sendiri.
Modus tollens ini dinyatakan sebagai berikut.
Premis (1) : p →q (Pernyataan yang benar)
Premis (2) : ∼q (Pernyataan yang benar)
–––––––––––––––––––––
Konklusi : ∼p (Pernyataan yang benar)
atau
Premis (1) : ∼q (Pernyataan yang benar)
Premis (2) : p →q (Pernyataan yang benar)
–––––––––––––––––––––
Konklusi : ∼p (Pernyataan yang benar)
Nilai kebenaran [(p → q) ∧ p] → q adalah benar. Jadi, terbukti bahwa
[(p →q) ∧ p] →q sah. Begitu juga dengan [p ∧ (p →q)] →q. Silahkan kamu
buktikan sendiri.
Modus ponens ini dinyatakan sebagai berikut.
Premis (1) : p →q (Pernyataan yang benar)
Premis (2) : p (Pernyataan yang benar)
–––––––––––––––––––––
Konklusi : q (Pernyataan yang benar)
atau
Premis (1) : p (Pernyataan yang benar)
Premis (2) : p →q (Pernyataan yang benar)
–––––––––––––––––––––
Konklusi : q (Pernyataan yang benar)
Penarikan
kesimpulan
p → q
q → r
∴p → q
p → q
p
∴q
p → q
∼q
∴∼p
Tentukanlah penarikan kesimpulan yang benar berdasarkan modus ponens!
Premis (1) : Jika saya gemar membaca buku maka saya akan pintar
Premis (2) : Saya gemar membaca buku
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Konklusi : Saya akan pintar
2. Modus Tollens
Modus tollens adalah argumen yang merupakan implikasi dari
[(p →q) ∧ ∼q ] → ∼p atau [∼q ∧ (p →q)] → ∼p. Argumen ini sah. Kamu dapat
membuktikannya dengan menggunakan tabel kebenaran.
CONTOH
p q
B
S
B
S
B
B
S
S
p → →→ →→q ∼ ∼∼ ∼∼q [(p → →→ →→q) ∧ ∧∧ ∧∧ ∼ ∼∼ ∼∼q ]
B
S
B
B
S
B
S
B
S
S
S
B
[(p → →→ →→q) ∧ ∧∧ ∧∧ ∼ ∼∼ ∼∼q ] → →→ →→ ∼ ∼∼ ∼∼p
B
B
B
B
Bab 5 Logika Matematika
103
Nilai kebenaran [(p →q) ∧ (q →r)] → (p →r) adalah benar.
Jadi, terbukti bahwa [(p →q) ∧ (q →r)] → (p →r) valid atau sah.
Silogisme ini dinyatakan sebagai berikut.
Premis (1) : p →q (Pernyataan yang benar)
Premis (2) : q →r (Pernyataan yang benar)
–––––––––––––––––––––––––––
Konklusi : p →r (Pernyataan yang benar)
Tentukanlah penarikan kesimpulan yang benar berdasarkan modus tollens!
Jawab:
Premis (1) : Jika ia juara Olimpiade Matematika maka ia termasuk siswa
yang cerdas
Premis (2) : Ia bukan siswa yang cerdas
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Konklusi : Ia bukan juara Olimpiade Matematika
3. Silogisme
Silogisme adalah argumen yang merupakan implikasi dari
[(p →q) ∧ (q →r)] → (p →r)
Argumen ini sah. Kamu dapat membuktikannya dengan menggunakan tabel
kebenaran.
p
B
B
B
B
S
S
S
S
B
S
B
B
B
S
B
B
(p → →→ →→q) ∧ ∧∧ ∧∧ (q → →→ →→r)
B
S
S
S
B
S
B
B
q → →→ →→r
B
S
B
S
B
B
B
B
p → →→ →→ r (p → →→ →→q) ∧ ∧∧ ∧∧ (q → →→ →→r)
B
B
B
B
B
B
B
B
Tentukanlah penarikan kesimpulan yang benar berdasarkan silogisme!
Premis (1) : Jika kita rajin belajar maka kita akan berprestasi
Premis (2) : Jika kita berprestasi maka kita akan sukses
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Konklusi : Jika rajin belajar maka kita akan sukses
CONTOH
CONTOH
q
B
B
S
S
B
B
S
S
r
B
S
B
S
B
S
B
S
B
B
S
S
B
B
B
B
p → →→ →→ q
104
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Waktu: 45 menit
1. Tentukanlah penarikan kesimpulan yang benar!
a. Jika Mike Tyson seorang petinju maka ia pernah menjadi juara
dunia
Mike Tyson seorang petinju
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, …
b. Jika ab = 0 maka a = 0 atau b = 0
a ≠ 0 dan b ≠ 0
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, …
c. Jika bunga itu tidak berduri maka bunga itu bukan mawar
Jika bunga itu berduri maka bunga itu harum baunya
Jadi, …
d. Utut tidak suka memancing atau Utut suka lari pagi
Utut tidak suka lari pagi
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, …
e. Jika saya pegawai maka saya akan mendapat gaji bulanan
Jika saya mendapat gaji bulanan maka saya akan menabung tiap
bulan
Saya tidak menabung tiap bulan
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, …
2. Dengan menggunakan tabel kebenaran, periksa sah atau tidakkah
argumen berikut!
a.
p q
q
p
→∼
∴∼
c.
p q
r q
p r
∼ →
∼ →∼
∴ →
e.
p q
q
p
∼ →∼

b.
v p q
q
p


∴∼
d.
v p q
p
q


∴∼
4
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 75
Bobot soal: 25
Bab 5 Logika Matematika
105
Siapakah orang yang pertama kali memperkenalkan penggunaan simbol-
simbol aljabar dalam penarikan sebuah kesimpulan?
Dia adalah George Boole, Matematikawan Inggris yang lahir pada tahun 1815.
Dalam teorinya, Boole menyatakan bahwa premis-premis dan kesimpulan
dalam sebuah argumen dapat diwakili oleh simbol-simbol aljabar dan
dihubungkan oleh simbol-simbol lain untuk membentuk sebuah argumen
logis. Teori Boole ini sering digunakan para ahli untuk memecahkan sebuah
teka-teki sains. Boole meninggal tahun 1864.
Sumber: Ensiklopedi Matematika dan Peradaban Manusia
Buktikan bahwa jika p > 0, p ≠ 1, a,b > 0 berlaku
p
log (ab) =
p
log a +
p
log b!
Jawab:
Misalkan, x =
p
log a maka a = p
x
y =
p
log b maka b = p
y
p
log (ab) =
p
log p
x
. p
y
=
p
log p
x + y
Dengan menggunakan definisi logaritma, kamu akan memperoleh
p
log (ab) = x + y =
p
log a +
p
log b
Jadi,
p
log (ab) =
p
log a +
p
log b
1. Bukti Langsung
Bukti langsung dilakukan dengan memperlihatkan suatu kebenaran
sebagai akibat pernyataan lain yang telah diterima sebagai hal yang benar,
seperti definisi, aksioma, dan dalil-dalil yang telah dibuktikan.
CONTOH
a. Bukti Tak Langsung dengan Kontrapositif
Misalkan, harus dibuktikan p →q benar. Andaikanlah ∼q benar, kemudian
dengan langkah logis turunkanlah supaya ∼p benar sehingga ∼q →∼p benar.
Oleh karena p →q ≡ ∼q →∼p dan ∼q →∼p benar maka p →q benar.
Untuk setiap n bilangan bulat, buktikanlah bahwa jika n
2
bilangan ganjil
maka n + 1 bilangan genap!
Bukti:
Misalkan, n + 1 bilangan ganjil. Ini mengakibatkan n bilangan genap
sehingga n dapat ditulis sebagai n = 2a.
Akibatnya, n
2
= (2a)
2
= 4a
2
= 2.(2 a
2
)
Ini berarti, n
2
bilangan genap.
Jadi, “jika n + 1 bilangan ganjil maka n
2
bilangan genap.” Pernyataan ini
ekuivalen dengan pernyataan,”jika n
2
bilangan ganjil maka n + 1 bilangan
genap.”
)Gunakan sifat perkalian bilangan berpangkat
Sahabat Alfarabi
CONTOH
H. Bukti Dalam Matematika
106
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Buktikanlah bahwa jumlah dari suatu bilangan rasional dengan bilangan
irasional adalah bilangan irasional!
Bukti:
Misalkan, x bilangan rasional maka x dapat dinyatakan sebagai x =
p
q
, p,
q bilangan bulat dan q ≠ 0. Jika x dijumlahkan dengan bilangan irasional
y, haruslah x + y irasional. Untuk membuktikan ini, misalkanlah x + y
rasional sehingga dapat ditulis x + y =
m
n
, m, n bilangan bulat dan n ≠ 0.
Dari x + y =
m
n
, didapat y =
m
n
− x = −
p
q
=
mq np
nq

.
Ini berarti, y bilangan rasional.
Hal ini bertentangan dengan pemisalan. Jadi, jumlah dari suatu bilangan
rasional dengan bilangan irasional adalah bilangan irasional.
Buktikan bahwa 1
3
+ 2
3
+ 3
3
+ … + n
3
= (
1
2
n (n + 1))
2
!
Jawab:
Misalkan p(n) =
1
2
(n (n + 1))
2
• Untuk n = 1 ⇒p(1) = (
1
2
⋅ 1 ⋅ (1 + 1))
2
= (
1
2
⋅ 2)
2
= 1
2
= 1.
Untuk n = 1, rumus berlaku sebab ruas kiri dan ruas kanan menghasilkan
bilangan yang sama, yaitu 1.
• Misalkan rumus tersebut berlaku untuk n = k, maka
1
3
+ 2
3
+ 3
3
+ … + k
3
= (
1
2
k (k + 1))
2
• Selidiki, apakah rumus berlaku untuk n = k + 1?
Untuk n = k + 1, didapat ruas kiri persamaan,
1
3
+ 2
3
+ 3
3
+ … + k
3
+ (k + 1)
3
(
1
2
k (k + 1))
2
+ (k + 1)
3
= (
1
2
k)
2
(k + 1)
2
+ (k + 1) (k + 1)
2
=
2
1
1
4
k k
⎛ ⎞
+ +
⎜ ⎟
⎝ ⎠
(k + 1)
2
=
1
4
(k
2
+ 4k + 4) (k + 1)
2
CONTOH
CONTOH
b. Bukti Tak Langsung dengan Kontradiksi
3. Induksi Matematika
Induksi matematika adalah proses pembuktian rumus umum dari beberapa
hal khusus. Rumus ini harus berlaku untuk setiap bilangan asli.
Tahap-tahap pembuktian dengan induksi matematika sebagai berikut.
1. Buktikan rumus tersebut berlaku untuk n = 1.
2. Misalkan rumus tersebut berlaku untuk n = k, buktikanlah bahwa rumus
tersebut berlaku juga untuk n = k + 1.
Bab 5 Logika Matematika
107
Waktu: 60 menit
1. Dengan bukti langsung, buktikan bahwa akar-akar persamaan
kuadrat
ax
2
+ bx + c = 0 adalah
2
1
4
2
b b ac
x
a
− + −
= atau
2
2
4
2
b b ac
x
a
− − −
=
2. Dengan bukti tak langsung, buktikan bahwa
1
0
tidak terdefinisi!
3. Buktikanlah bahwa:
a. 1 + 2
1
+ 2
2
+ . . . + 2
n − 1
= 2
n
− 1
b. 1 + 3 + 5 + . . . + (2n − 1) = n
2
c. 1
2
+ 2
2
+ . . . + n
2
=
1
6
n(n + 1)(2n + 1)
d. 2 + 4 + 6 + . . . + 2n = n(n + 1)
ASAH KEMAMPUAN
5
Bobot soal: 40
Bobot soal: 30
Bobot soal: 30
=
1
4
(k + 1)
2
(k + 2)
2
=
2
1
( 1)( 2)
2
k k
⎛ ⎞
+ +
⎜ ⎟
⎝ ⎠
Pada ruas kanan persamaan, didapat (
1
2
(k + 1) (k + 2))
2
.
Untuk n = k + 1, ruas kiri dan ruas kanan menghasilkan bilangan yang
sama.
Jadi, 1
3
+ 2
3
+ 3
3
+ … + n
3
= (
1
2
n (n + 1))
2
berlaku untuk n = k dan untuk
n = k + 1 atau untuk semua n bilangan asli.
Buktikan bahwa 1
2001
+ 2
2001
+ 3
2001
+ . . . + 2001
2001
adalah kelipatan 13!
Sumber: Olimpiade Matematika SMU
108
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Pernyataan adalah kalimat tertutup yang memiliki nilai benar saja atau salah saja, tetapi tidak
sekaligus benar dan salah.
2. Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum pasti nilai kebenarannya karena memuat variabel.
3. Ingkaran suatu pernyataan p adalah pernyataan ~p yang bernilai benar jika p bernilai salah dan
bernilai salah jika p bernilai benar.
4. Konjungsi bernilai benar jika dan hanya jika pernyataan-pernyataan tunggalnya bernilai benar.
5. Disjungsi inklusif bernilai benar jika kedua pernyataan bernilai benar atau salah satu pernyataan
tunggalnya bernilai benar.
6. Disjungsi eksklusif bernilai benar hanya jika salah satu pernyataan tunggalnya bernilai benar.
7. Suatu implikasi bernilai salah hanya jika hipotesa bernilai benar dan konklusi salah.
8. Suatu biimplikasi
p q ↔
bernilai benar jika pernyataan p dan q memiliki nilai kebenaran yang
sama.
9. Pernyataan majemuk yang ekuivalen
"
q p →
disebut konvers dari implikasi
p q →
"
~ ~ p q →
disebut invers dari implikasi
p q →
"
~ ~ q p →
disebut kontraposisi implikasi
p q →
"
~ ~ p q q p → ≡ →
artinya implikasi ekuivalen dengan kontraposisi
"
~ ~ q p p q → ≡ →
artinya konvers dari implikasi ekuivalen dengan invers dari impliksi
tersebut
10. Ingkaran dari pernyataan majemuk
" ~ ( ) ~ p q p q → ≡ ∧ artinya ingkaran dari
p q →
adalah ~ p q ∧
" ~ ( ) ( ~ ) ( ~ ) p q p q q p ↔ ≡ ∧ ∨ ∧ artinya ingkaran dari adalah
p q ↔
adalah
( ~ ) ( ~ ) p q q p ∧ ∨ ∧
" ~ ( ) ~ ~ p q p q ∧ ≡ ∨ artinya ingkaran dari
p q ∧
adalah
~ ~ p q ∨
" ~ ( ) ~ ~ p q p q ∨ ≡ ∧ artinya ingkaran dari p q ∨ adalah
~ ~ p q ∧
11. Ingkaran pernyataan berkuator eksistensial adalah pernyataan berkuator universal dengan kalimat
terbukanya menjadi ingkaran. Dinotasikan dengan, [ ] ~ ( ) [~ ( )] x M x x M x ∃ ≡ ∀
12. Ingkaran pernyataan berkuator universal adalah pernyataan berkuator eksistensial dengan kalimat
terbukanya menjadi ingkaran. Dinotasikan dengan, [ ] ~ ( ) [~ ( )] x M x x M x ∀ ≡ ∃
Rangkuman Rangkuman
Bab 5 Logika Matematika
109
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Nilai kebenaran dari ~p ⇒ q adalah . . . .
a. p ∨ q d. q ⇒ ~p
b. p ∧ q e. ~p ∨ ~q
c. q ⇒ p
2. Jika pernyataan p bernilai salah dan
pernyatan q bernilai benar, maka pernyataan
berikut yang bernilai salah adalah . . . .
a. ~p ∨ q d. ~p ⇒ ~q
b. p ⇒ q e. ~p ∧ q
c. p ∧ q
3. Pernyataan (~p ∨ q) ∧ (p ∨ ~q) ekuivalen
dengan pernyataan . . . .
a. p ⇒ q d. ~p ⇒ q
b. p ⇒ ~q e. p ⇔ q
c. ~p ⇒ ~q
4. Jika ~p menyatakan ingkaran p dan ~q
menyatakan ingkaran q, maka kalimat p⇒q
ekivalen dengan . . . .
a. ~p ∨ q d. ~p ⇒ q
b. ~q ⇒ p e. q ⇒ p
c. q ⇒ ~p
5. Perhatikan kalimat berikut!
“Meskipun hari ini hujan pak Dodi harus
berangkat bekerja.”
Pernyataan tersebut ekuivalen dengan . . . .
a. Hari ini hujan sehingga Pak Dodi tidak
berangkat bekerja
b. Memang benar hari ini hujan dan Pak
Dodi tidak berangkat bekerja
c. Hari ini tidak hujan dan Pak Dodi
berangkat bekerja
d. Hari ini tidak hujan dan Pak Dodi tidak
berangkat bekerja
e. Memang hari ini hujan dan Pak Dodi
tidak berangkat bekerja.
6. Ingkaran yang benar dari kalimat majemuk
“Saya lulus SPMB dan saya senang.”
adalah . . . .
a. saya lulus SPMB dan saya tidak senang
b. Saya tidak lulus SPMB dan saya senang
c. Tidak benar saya lulus SPMB dan saya
tidak senang
d. saya tidak lulus SPMB atau saya tidak
senang
e. saya tidak lulus SPMB atau saya senang
7. Perhatikan kalimat ”Jika ia berusaha, maka
ia berhasil”
Kontraposisi kalimat tersebut adalah . . . .
a. Jika ia tidak berusaha, maka ia tidak
berhasil
b. Jika ia berhasil maka ia berusaha
c. Jika ia berhasil maka ia tidak berusaha
d. Jika ia tidak berhasil, maka ia tidak
berusaha
e. Ia tidak berusaha, tetapi ia berhasil
8. Perhatikan kalimat berikut!
“Sepertinya Andini lulus Matematika dan
mendapat nilai 10 jika dan hanya jika tidak
pernah bolos sekolah.”
p: Andini lulus Matematika
q: Andini mendapat nilai 10
r: Andini pernah bolos sekolah
Maka pernyataan tersebut ekuivalen
dengan . . . .
a. (p ∨ q) ⇔ r d. (p ∨ q) ⇔ ∼ r
b. r ⇔ (p ∧ q) e. (p ∧ q) ⇔ ∼ r
c. (p ∨ q) ⇔ r
9. Pasangan pernyataan p dan q yang
memenuhi p ⇔ q adalah . . . .
a. p : x ganjil, q : 3x genap
b. p : x ganjil, q : 2x + 1 genap
c. p : x genap, q : −3x genap
Ulangan Bab 5
Ulangan Bab 5
110
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
d. p : x
2
− x < 2, q : −1 < x < 2
e. p : x
2
− x < 2, q : −6 < x < -3
10. Diberikan pernyataan
“Jika x = 3 maka x
2
= 9”
Ingkaran dari pernyatan tersebut adalah . . . .
a. x ≠ 3 dan x
2
= 4
b. x ≠ 3 atau x
2
= 4
c. x = 2 dan x
2
≠ 4
d. x ≠ 2 atau x
2
≠ 4
e. x ≠ 3 atau x
2
= 2
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. “Jika saya rajin belajar maka saya akan lulus
ujian”
Dari pernyatan tersebut, tentukanlah:
a. Kontraposisi
b. Invers
c. konvers
2. Nyatakan tiap pernyataan berikut ke dalam
bentuk lambang dan tentukanlah nilai
kebenarannya!
a. Pemenangnya Jelita atau Selly
b. Sumbangan diharapkan berupa uang
atau barang
c. 1 > 3 jika dan hanya jika 1 > 4
d. Jika 4 < 2 maka 7 < 10
e. Syarat perlu dan cukup supaya segitiga
ABC samasisi adalah ketiga sisinya sama
panjang
3. Misalkan
p: Dedi siswa SMA
q: Dedi tidak suka Matematika
Tuliskan lambang-lambang penyataan
berikut menjadi kalimat yang sederhana!
a. p ∧ q d. ~(p ∨ q)
b. p ∨ q e. ~p → ~q
c. ~(p ∧ q)
4. Buktikan bahwa untuk semua bilangan asli
n, 1 + 2 + . . . + n =
1
2
n +
5. Buktikan bahwa untuk setiap bilangan
asli n, (2n + 1)
2
− 1 habis dibagi 8!
6. Tentukan ingkaran dari tiap pernyataan
berikut!
a. Ada siswa yang bolos sekolah
b. Setiap orang suka olah raga
c. Semua peserta seminar mendapatkan
setifikat
d. Beberapa guru berasal dari Solo
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B
Utut bermain layang-layang tepat pukul 12.00. Pada ketinggian
tertentu,ia ingin mengetahui tinggi layang-layangnya. Untuk itu, ia
mengulur benangnya dan mengukur sudut yang dibentuk oleh
benang dengan tanah menggunakan busur derajat. Setelah itu,
dengan menggunakan salah satu perbandingan trigonometri, ia
mengukur tinggi layang-layangnya. Perbandingan trigonometri
apakah yang digunakan Utut? Untuk mengetahuinya dan memahami
konsep-konsepnya, marilah kita pelajari bab berikut dengan baik.
Trigonometri
Trigonometri
♦ Kamu dapat mengubah ukuran Sudut
dari derajat ke radian dan sebaliknya.
♦ Kamu dapat menentukan si nus,
kosinus, dan tangen suatu sudut.
♦ Kamu dapat menentukan besarnya
suatu sudut yang nilai sinus, kosinus
dan tangennya diketahui.
♦ Kamu dapat menggunakan kalkulator
untuk mentukan nilai perdekatan fungsi
trigonometri dari besar sudutnya.
♦ Kamu dapat menggunakan rumus sinus
dan kosinus dalam penyelesaian soal.
♦ Kamu dapat mengkontruksi grafik fungsi
sinus dan kosinus menggambarkan
grafik fungsi tangen.
♦ Kamu dapat menggunakan identitas
trigonometri dalam penyelesaian soal.
♦ Kamu dapat membuktikan beberapa
identitas trigonometri yang sederhana.
♦ Kamu dapat menghitung luas segitiga
yang komponennya diketahui.
♦ Kamu dapat membuktikan rumus sinus
dan rumus kosinus.
♦ Kamu dapat menjelaskan karakteristik
masalah yang model matematikanya
memuat ekspresi trigonometri.
♦ Kamu dapat menentukan besaran
dalam masalah yang dirancang sebagai
variabel yang berkaitan dengan ekspresi
trigonometri.
♦ Kamu dapat merumuskan model
matematika dari masalah yang berkaitan
dengan fungsi trigonometri, rumus
sinus, dan rumus kosinus.
6
6
112
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Dalam trigonometri, selain menggunakan ukuran sudut dalam derajat,
dapat juga digunakan ukuran sudut yang lain, yaitu radian.
Ukuran suatu sudut dalam radian adalah perbandingan antara panjang
busur di depan sudut itu dengan panjang jari–jari lingkaran dari busur itu.
Dengan demikian, dapat didefinisikan ukuran sudut satu radian sebagai
ukuran sudut yang terbentuk pada lingkaran dengan panjang busur sama
dengan jari–jarinya.
Besar sudut satu putaran penuh dalam derajat adalah 360°. Jika dinyatakan
dalam radian, 360° =
Kelilinglingkaran
Jari-jari lingkaran
=
2 r
rad
r
π
= 2π rad
Dari uraian tersebut, diperoleh:
2π rad = 360°
π rad =
360
2

= 180°
1 rad =
180
π

Jika π = 3,14 maka 1 rad =
180
3, 14

= 57,3°.
Karena 1° = 60’ (60 menit) maka 1 rad = 57,3° = 57°18’.
Dari 1 rad = 57,3°, bagilah kedua ruas dengan 57,3 .
1 57, 3
57, 3 57, 3
rad =

⇒ 0,017 rad = 1°
Satuan sudut dalam radian biasa disingkat rad atau biasanya tidak ditulis.
1 rad
A B
O
r
r
• π rad = 180°
• 1 rad = 57,3° = 57°18’
• 1° = 0,017 rad
Jadi, 1° = 0,017 rad.
1. 30 rad = 30 ⋅ 1 rad = 30 ⋅ 57,3° = 1719°
2. 30° = 30 ⋅ 1° = 30 ⋅
180
π
rad =
6
π
rad
3. 286°28’48’’ = 286° +
28 48
60 3600
+

= 286° + 0,467° + 0,013°
= 286,48° = 286,48 ⋅ 1°
= 286,48 ⋅ 0,017 rad
= 4,87 rad
CONTOH
A. Ukuran Sudut dalam Radian
Bab 6 Trigonometri
113
Asah Kompetensi
1
Perhatikan segitiga ABC di samping! Segitiga ABC siku–siku di A. BC
disebut sisi miring dengan panjang r. AB disebut sisi di depan sudut C dengan
panjang y, sedangkan AC disebut sisi di samping sudut C dengan panjang x.
Pada segitiga siku–siku ABC ini didefinisikan perbandingan trigonometri
sebagai berikut.
• sin ∠C =
sisi di depan
sisi miring
C y
r

=
• cos ∠C =
sisi di samping
sisi miring
C x
r

=
• tan ∠C =
sisi di depan
sisi di samping sudut
C y
x θ

=
B. Perbandingan Trigonometri dari suatu Sudut
Segitiga Siku-siku
1. Ubahlah dari derajat ke radian!
a. 5° e. 175°
b. 25° f. 120°
c. 45° g. 310°
d. 220° h. 130°
2. Ubahlah dari radian ke derajat. Nyatakanlah jawabannya sampai ke menit dan detik!
a. 1
1
4
π rad e. 3,2 rad
b. 1
5
6
5
6
π rad f. −0,9 rad
c. 1 − π rad g. −11,4 rad
d. 0,3 π rad h. 69,96 rad
3. Pagi ini, Utut terbangun karena mendengar
weker berdering. Weker tersebut berdering
tepat pukul 05.00. Berapa derajat dan berapa
radiankah besar sudut yang dibentuk oleh
jarum panjang dan jarum pendek jam weker
tersebut ketika berdering?
C A
B
r y
x
θ
114
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
CONTOH
P Q
R
13 cm
5 cm
1. Perhatikan segitiga PQR yang siku–siku di Q berikut!
Hitunglah nilai sin ∠P, cos ∠P, tan ∠P, dan besar ∠P!
Jawab:
Pada segitiga PQR yang siku–siku di Q, kamu dapat menentukan
panjang PQ dengan teorema Pythagoras.
PR
2
= PQ
2
+ QR
2
13
2
= PQ
2
+ 5
2
169 = PQ
2
+ 25
PQ
2
= 169 − 25
PQ
2
= 144
PQ = 12 cm
sehingga,
sin ∠P =
5
13
QR
PR
=
cos ∠P =
12
13
PQ
PR
=
maka
tan ∠P =
5
12
QR
PQ
=
∠P = tan
–1
5
12
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 22,62°.
Nilai tan
–1
5
12
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
= 22,62° diperoleh dengan menggunakan kalkulator.
Tekan tombol 5 : 12 = inv tan
Pada layar kalkulator akan tampil angka 22,61986495
Pembulatan sampai dua desimal menghasilkan 22,62.
Jadi, besar ∠P adalah 22,62°.
2. Perhatikan segitiga ABC yang siku-siku di B berikut!
Jika ∠C = 40° dan panjang sisi AB = 20 cm, tentukanlah panjang sisi
AC dan BC!
B
C
A
40°
20 cm
Bab 6 Trigonometri
115
Asah Kompetensi
2
Jawab:
Karena segitiga ABC siku-siku, maka pada segitiga ABC berlaku
perbandingan trigonometri, yaitu sin 40° =
AB
AC
dan tan 40° =
AB
BC
.
• sin 40° =
AB
AC
⇒AC =
20
sin 40 0, 64
AB
=
= 31,25
Jadi, panjang sisi AC adalah 31,25 cm.
• tan 40° =
AB
BC
⇒BC =
20
tan 40 0, 84
AB
=
= 23,81
Jadi, panjang sisi BC adalah 23,81 cm.
1. Perhatikan segitiga ABC yang siku-siku di C di bawah!
Tentukanlah:
a. Panjang sisi BC
b. sin ∠A, cos ∠A, tan ∠A
c. sin ∠B, cos ∠B, tan ∠B
d. sin ∠C, cos ∠C, tan ∠C
e. Besar ∠A, ∠B, dan ∠C
24 cm
Dua pos pengamat hutan terletak di sisi jalan.
Pengamat di pos pertama melihat kebakaran dengan sudut
38°, sedangkan pengamat di pos kedua melihat kebakaran
tersebut dengan sudut 53° arah barat. Jika jarak pengamat
kedua pos tersebut 25 km, tentukanlah:
a. jarak lokasi kebakaran dengan masing–masing
pengamat!
b. jarak terpendek lokasi kebakaran dengan jalan!
3. Perhatikan segitiga DEF yang siku-siku di E di samping!
Tentukanlah:
a. Panjang sisi DE dan DF
b. sin ∠F, cos ∠F, tan ∠F
c. Besar ∠F
2. Perhatikan gambar di samping!
Coba tentukanlah besar sudut θ dan
panjang PQ!
B C
7 cm
A
D
F
E
61°
17 cm
θ
6 cm
14 cm
45°
R
Q
P
S
y
θ
116
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
• Jika α = 0° maka segitiga PQO menjadi garis lurus sehingga titik P dan
titik Q berimpit di titik A. Akibatnya, x = r dan y = 0.
Perbandingan trigonometri untuk a = 0° adalah:
sin 0° =
0
0
y
r r
= =
, cos 0° =
1
x r
r r
= =
,
tan 0° =
0
0
y
x r
= =
.
Jadi, sin 0° = 0, cos 0° = 1, dan tan 0° = 0.
• Jika α = 90° maka titik P berimpit dengan titik B dan titik Q
berimpit dengan titik O sehingga x = 0 dan y = r.
Akibatnya, sin 90° =
1
y r
r r
= =
cos 90° =
0
0
x
r r
= =
tan 90° =
0
y r
x
=
(tidak terdefinisi)
Jadi, sin 90° = 1, cos 90° = 0, dan tan 90° tidak terdefinisi.
Sekarang, perhatikan Gambar 6.1!
Besar ∠BAC = 30° sehingga besar ∠ACB = 60°. Pencerminan segitiga ABC
terhadap sisi AB menghasilkan segitiga ABD yang kongruen dengan segitiga
ABC. Sisi AB pada segitiga ABC berimpit dengan sisi AB pada segitiga ABD
sehingga menghasilkan segitiga ADC yang merupakan segitiga samasisi.
Akibatnya, besar ∠DAC = 60° dan sisi AC = DC = AD. Misalkan, panjang sisi
AC = r maka BC =
1
2
DC =
1
2
r.
Dengan menggunakan teorema Pythagoras, kamu dapat menentukan
panjang sisi AB.
AB
2
= AC
2
– BC
2
AB
2
= r
2
– (
1
2
r)
2
⇒ AB
2
= r
2

2
1
4
r
AB
2
=
2
3
4
r
AB =
2 3
4
r
AB =
1
3
2
r
Akibatnya, sin 30° =
1
1
2
2
r
BC
AC r
= =
cos 30° =
1
3
1
2
3
2
r
AB
AC r
= =
C. Perbandingan Trigonometri Sudut-sudut Istimewa
(0°, 30°, 45°, 60°, 90°)
Gambar 6.1 Segitiga ABC
yang siku-siku di B.
30º
30º
60º
60º
B
C
A
D
X
Y
B
O Q
r
y
x
α
A
P (x, y)
Bab 6 Trigonometri
117
tan 30° =
BC
AB
1
1 1
2
3
1
3 3
3
2
r
r
= = =
Jadi, sin 30° =
1
2
, cos 30° =
1
3
2
, dan tan 30° =
1
3
3
.
Perhatikan kembali segitiga ABC dengan ∠C = 60°.
sin 60° =
1
3
1
2
3
2
r
AB
AC r
= =
cos 60° =
1
1
2
2
r
BC
AC r
= =
tan 60° =
1
3
2
3
1
2
r
AB
BC
r
= =
Jadi, sin 60° =
1
3
2
, cos 60° =
1
2
, dan tan 60° =
3
.
Perhatikan Gambar 6.2!
Segitiga DEF siku–siku di E. Dapat digunakan teorema Pythagoras untuk
menentukan panjang sisi DF.
DF
2
= DE
2
+ EF
2
= x
2
+ x
2
= 2x
2
DF = x 2
Dengan menggunakan perbandingan trigonometri akan diperoleh
sin 45° =
1 1
2
2 2 2
EF x
DF x
= = =
cos 45° =
1 1
2
2 2 2
DE x
DF x
= = =
tan 45° =
1
EF x
DE x
= =
Jadi, sin 45° =
1
2
2
, cos 45° =
1
2
2
, dan tan 45° =1.
Untuk memudahkanmu menggunakan perbandingan trigonometri sudut
istimewa ini, berikut disajikan dalam bentuk tabel.
Sinus
Kosinus
Tangen
Fungsi Trigonometri Sudut
0° 30° 45° 60° 90°
0
1
2
1
2
2
1
3
2
1
1
1
3
2
1
2
2
1
2
0
0
1
3
3
1
3

Gambar 6.2 Segitiga DEF
siku-siku samakaki.
45º
D
45º
x E
F
118
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
2. Relasi di Kuadran II
Perhatikan Gambar 6.4!
Sudut(180°− θ) pada gambar di samping merupakan pelurus sudut θ.
Titik A(x,y) dicerminkan terhadap sumbu–y menghasilkan bayangan A’(–
x,y).
Dengan perbandingan trigonometri, kamu dapat:
sin (180° − θ) =
y
r
= sin θ
cos (180° − θ) =
x
r

= −cos θ
tan (180° − θ) =
y
x −
= −tan θ
Jadi, sin (180° − θ) = sin θ , cos (180° − θ) = −cos θ, dan tan (180° − θ) = −tan θ.
C
α
B
A
y
x
r
θ
Gambar 6.3. Segitiga ABC.
1. Relasi di Kuadran I
Perhatikan Gambar 6.3!
Karena jumlah sudut–sudut pada segitiga 180°, maka pada segitiga ABC di
samping, haruslah 90° + θ + α = 180°.
Jadi, α = 90° − θ
Dengan perbandingan trigonometri, kamu dapatkan:
sin (90° − θ) = sin α =
x
r
= cos θ
cos (90° − θ) = cos α =
y
r
= sin θ
tan (90° − θ) = tan α =
x
y
=
1
tan α
Jadi, sin (90° − θ) = cos θ, cos (90° − θ) = sin θ, dan tan (90° − θ) =
1
tanθ
.
Tentukanlah nilai tan 25° ⋅ tan 65° −
sin25
cos65

!
Jawab:
tan 25°⋅ tan 65° −
sin25
cos65

= tan 25°⋅ tan (90° – 25°) −
sin25
cos(90 25 ) −

= tan 25°⋅
1
tan 25


sin25
sin25 )

= 1 − 1
= 0
CONTOH
Tentukanlah nilai dari: sin 60° cos 45° + cos 60° sin 45°!
Jawab:
sin 60° cos 45° + cos 60° sin 45° = ( )
1 1 1 1 1
3 2 2 2 1 3
2 2 2 2 4
⋅ + ⋅ = +
D. Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi
x
180º – θ
O
θ
y
P
y
A′(–x,y)
−x x
A(x,y)
r r
Gambar 6.4. Titik A(x, y)
dicerminkan terhadap
sumbu-y.
CONTOH
Bab 6 Trigonometri
119
3. Relasi di Kuadran III
Perhatikan Gambar 6.5!
Titik A(x,y) diputar setengah putaran terhadap titik O menghasilkan bayangan
A’(−x,−y).
Dengan perbandingan trigonometri akan diperoleh
sin (180° + θ) =
y
r

= −sin θ
cos (180° + θ) =
x
r
= −cos θ
tan (180° + θ) =
y
x

= tan θ
Jadi, sin (180° + θ) = −sin θ, cos (180° + θ) = −cos θ, dan tan (180° + θ) = tan θ.
4. Relasi di Kuadran IV
Perhatikan Gambar 6.6!
Titik A(x,y) dicerminkan terhadap sumbu-x menghasilkan bayangan
A′(x,−y).
Dengan perbandingan trigonometri akan diperoleh
sin (360° − θ) =
y
r

= −sin θ
cos (360° − θ) =
x
r
= cos θ
tan (360° − θ) =
y
x

= −tan θ
Jadi, sin (360° − θ) = −sin θ, cos (360° − θ) = cos θ, dan tan (360° − θ) = − tan θ.
5. Relasi Antara Sudut Positif dan Sudut Negatif
Perhatikan kembali Gambar di atas!
Pada gambar, tampak sudut (360° − θ) = sudut (−θ)
Akibatnya, sin (−θ) = sin (360° − θ) = −sin θ
cos (−θ) = cos (360° − θ) = cos θ
tan (−θ) = tan (360° − θ) = −tan θ
Jadi, sin (−θ) = −sin θ , cos (−θ) = cos θ, dan tan (−θ) = −tan θ.
Gambar 6.5. Titik A(x,y)
diputar setengah putaran
terhadap titik O.
Tentukanlah nilai cos 120°!
Jawab:
cos 120° = −cos (180° − 60°) = −cos 60° = −
1
2
Tentukanlah nilai dari: cos 240°!
Jawab:
tan 240° = tan (180° + 60°) = tan 60° = 3
CONTOH
CONTOH
A′(−x, −y)
O
X
Y
r
y
A(x, y)
180º + θ
−x x
θ
Y
X
A(x, y)
A′(x, –y)
O
r
y
360° − θ
−θ
r
θ
Gambar 6.6. Titik A di-
cerminkan terhadap sumbu-x.
120
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
CONTOH
Tentukanlah nilai sin (−315°)!
Jawab:
sin (−315°) = −sin 315° = −sin (360° − 45°) = −(−sin 45°) =
1
2
2
1. Tentukanlah nilai dari:
a. sin 240° e. tan 390° i. sin
5
( )
3
π

b. cos 225 ° f. tan 315° j. tan
1
2
(1 ) π
c. tan 120° g. cos (–45°)
d. sin (−225°) h. cos
7
4
π
2. Diketahui perbandingan trigonometri berikut. Tentukanlah perbandingan trigonometri
lainnya!
a. sin α =
4
5
, α di kuadran II
b. cos β = −
4
5
, β di kuadran III
c. tan γ = 2,4, γ di kuadran III
3. Sederhanakanlah!
a. cos (270° + θ) + cos (270° −
θ
) + tan (270° + θ)
b. sin x + cos (
3
2
π
– x)
c.
sin 45 sin15
cos 135 cos 105


d. (sin 20° − cos 110°)(sin 20° + cos 110°)
4. Selidiki kebenaran pernyataan berikut!
a. tan θ + tan (180° − θ) +
1
tan(90 ) θ +
= tan (360° − θ)
b. Jika x + y =
3
2
π
, maka cos x − sin y = 0
c. sin 0,7π − sin 0,3π = 0
d. sin (π + x) + cos (x − 0,5π) = 0
Asah Kompetensi
3
Bab 6 Trigonometri
121
GaMeMath
Utut tersesat di sebuah hutan.
Di tengah hutan tersebut, ia menemukan pohon-pohon yang
bertuliskan perbandingan trigonometri. Ia bingung. Namun
kemudian, ia menemukan batu yang bertuliskan petunjuk
untuk keluar dari hutan itu, yaitu harus melewati pohon-
pohon yang nilai perbandingan trigonometrinya 1. Bantulah
Utut menemukan jalan pulang tersebut!
Pohon-pohon tersebut bertuliskan seperti pohon berikut ini.
pohon mana sajakah yang sama dengan 1?
Perhatikan Gambar 6.7!
Telah diketahui bahwa sin θ =
y
r
dan cos θ =
x
r
.
Dari sin θ =
y
r
⇒ y = r sin θ.
Dari cos θ =
x
r
⇒x = r cos θ.
Pada segitiga siku–siku, berlaku teorema Pythagoras, yaitu:
x
2
+ y
2
= r
2
(r cos θ)
2
+ (r sin θ)
2
= r
2
r
2
cos
2
θ + r
2
sin
2
θ = r
2
r
2
(cos
2
θ + sin
2
θ) = r
2
cos
2
θ + sin
2
θ = 1 atau sin
2
θ + cos
2
θ = 1
Perhatikan kembali segitiga di atas!
Dari segitiga di atas diperoleh tan θ =
y
x
.
Bagilah pembilang dan penyebut dengan r.
tan θ =
y
r
x
r
=
sin
cos
θ
θ
Jadi, tan θ =
sin
cos
θ
θ
.
y
x
r
θ
E. Identitas Trigonometri
Gambar 6.7 Segitiga siku-
siku.
1
,
sin 30
sin 90°
1
,
sin0

tan 45
1
cos0
sin 60°
1
tan 45

cos 90° tan 90° cos 0°
Sumber: New Syllabus Mathematics 3
122
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Identitas trigonometri untuk setiap sudut adalah sebagai berikut.
• sin
2
θ + cos
2
θ = 1
• tan θ =
sin
cos
θ
θ
1. Tentukanlah nilai dari sin
2
25° + sin
2
65°!
Jawab:
sin
2
25° + sin
2
65° = sin
2
25° + sin
2
(90° − 25°)
= sin
2
25° + cos
2
25°
= 1
2. Buktikan bahwa 3 cos
4
θ + 6 sin
2
θ = 3 + 3 sin
4
θ !
Jawab:
3 cos
4
θ + 6 sin
2
θ = 3 (cos
2
θ)
2
+ 6 sin
2
θ
= 3 (1 − sin
2
θ)
2
+ 6 sin
2
θ
= 3 (1 − 2 sin
2
θ + sin
4
θ) + 6 sin
2
θ
= 3 − 6 sin
2
θ + 3 sin
4
θ + 6 sin
2
θ
= 3 + 3 sin
4
θ
Asah Kompetensi
4
1. Jika θ di kuadran IV dan sin θ =
1
3
− , tentukanlah nilai cos θ dan tan θ !
2. Jika p − q = cos A dan = 2pq sin A, tentukanlah p
2
+ q
2
!
3. Jika tan B =
3
7
, tentukan
14sin 3cos
7 sin 5cos
B B
B B


!
4. Buktikan bahwa
2 2
4
2
tan sin
tan
1 sin
θ θ
θ
θ

=

!
5. Buktikan bahwa
tan 1 sin cos
tan 1 sin cos
θ θ θ
θ θ θ
− +
×
+ −
= 1!
CONTOH
Trigonometri pertama sekali diperkenalkan oleh bangsa
Yunani Kuno. Tetapi bukti sejarah menunjukkan bahwa
kebudayaan Mesir Kuno telah menggunakan trigonometri
dalam membangun piramida.
Info sains
Bab 6 Trigonometri
123
1
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 25
Bobot soal: 25
Waktu: 60 menit
1. Gambarlah segitiga siku–siku dengan ukuran
tertentu sesuai dengan perbandingan
trigonometri berikut!
a. tan ∠A = 1,2
b. cos ∠E = 0,35
c. sin ∠H = 0,7
2. Pada gambar berikut, panjang OA = AB = BC =
CD = DE = x cm. Tentukanlah cos ∠DOE!
3. Hitunglah!
a. sin
2
120° × cos
2
45° × (cos
2
45°)
b.
2 2 2
2
cos 120 sin 240 tan 60
tan ( 315 )
×

D D D
D
c. cos
2
32 + cos
2
58
4. Buktikan bahwa
2
2
2
1 tan
1 2sin
1 tan
t
t
t

= −
+
!
5. Buktikan bahwa
1 cos
sin
sin tan
t
t
t t
− =
!
Pada gambar berikut, AP dan CQ masing–masing tegak
lurus terhadap BC dan AB. Jika AP : CQ= 3 : 4, tentukan
nilai dari AP dan BC?
Sumber: New Syllabus Mathematics 2
A
Q
B P
C
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bobot soal: 10
O
A
B
C
D
E
124
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
F. Grafik Fungsi Trigonometri
1. Grafik Fungsi Sinus
Untuk menggambar grafik fungsi sinus, tuliskan dulu nilai sinus sudut–
sudut istimewa pada kuadran I sampai kuadran IV seperti pada tabel
berikut.
Gambar 6.8 Grafik f(x) = sin x
Dengan nilai–nilai fungsi sinus ini, buatlah grafik f(x) = sin x, 0 ≤ x ≤ 2π.
Gambar grafik fungsi f(x) = sin x, domainnya 0 ≤ x ≤ 2π (dalam radian)
Dari grafik tersebut, kamu dapat menyimpulkan sifat–sifat fungsi sinus
sebagai berikut:
a. Titik balik maksimum pada interval 0 ≤ x ≤ 2π adalah titik
, 1
2
π
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
.
b. Titik balik minimum pada interval 0 ≤ x ≤ 2π adalah titik
3
, 1
2
π
⎛ ⎞

⎜ ⎟
⎝ ⎠
.
c. Titik potong dengan sumbu–x adalah (0, 0), (π, 0), dan (2π, 0).
d. Untuk 0 < x < π, f(x) > 0 dan untuk π < x < 2π, f(x) < 0.
2. Grafik Fungsi Kosinus
Untuk menggambar grafik fungsi kosinus, tuliskan dulu nilai kosinus
sudut–sudut istimewa pada kuadran I sampai kuadran IV seperti pada tabel
berikut.
f(x) = cos x, 0 ≤ ≤≤ ≤≤ x ≤ ≤≤ ≤≤ π ππ ππ
x 0
6
π
4
π
3
π
2
π 2
3
π 3
4
π 5
6
π
π
f(x) 1
1
3
2
1
2
2
1
2
0 −
1
2

1
2
2

1
3
2
−1
f(x) = sin x, 0 ≤ ≤≤ ≤≤ x ≤ ≤≤ ≤≤ π ππ ππ
x 0
6
π
4
π
3
π
2
π 2
3
π 3
4
π 5
6
π
π
f(x) 0
1
2
1
2
2
1
3
2
1
1
3
2
1
2
2
1
2
0
f(x) = sin x, π ππ ππ < x ≤ ≤≤ ≤≤ 2π ππ ππ
7
6
π 5
4
π 4
3
π 3
2
π 5
3
π 7
4
π 11
6
π


1
2

1
2
2

1
3
2
–1 –
1
3
2

1
2
2

1
2
0

1
2
3
2
π
3
2
π
0
π
1
-1
1
2
2
1
2
1
2
2
1
2
1
2
f(x) sin x
Gambar 6.9 Grafik f(x) = cos x
f(x) cos x
1
2
0
1
-1
1
2
2
1
2
2
1
2
2
1
2
3
1
2
2
π
π
3
2
π

Bab 6 Trigonometri
125
Dengan nilai–nilai fungsi kosinus ini, buatlah grafik f(x) = cos x, 0 ≤ x ≤ 2π.
f(x) = tan x, 0 ≤ ≤≤ ≤≤ x ≤ 2π ≤ 2π ≤ 2π ≤ 2π ≤ 2π
f(x) = cos x, π ππ ππ < x ≤ ≤≤ ≤≤ 2π ππ ππ
7
6
π 5
4
π 4
3
π 3
2
π 5
3
π 7
4
π 11
6
π


1
3
2

1
2
2

1
2
0
1
2
1
2
2
1
3
2
1
Dengan nilai–nilai fungsi tangen ini, buatlah grafik f(x) = tan x, 0 ≤ x ≤ 2π.
Gambar grafik fungsi f(x) = tan x, domainnya 0 ≤ x ≤ 2π (dalam radian)
Dari grafik tersebut, kamu dapat menyimpulkan sifat–sifat fungsi tangen
sebagai berikut.
a. Tidak mempunyai titik balik
b. Garis x =
2
π
dan x =
3
2
π
disebut asimtot
c. Titik potong dengan sumbu–x adalah (0, 0), (π, 0), dan (2π, 0)
d. Untuk 0 < x <
2
π
dan π < x <
3
2
π
, f(x) > 0
e. Untuk
2
π
< x < π dan
3
2
π
< x < 2π , f(x) < 0
Gambar grafik fungsi f(x) = cos x, domainnya 0 ≤ x ≤ 2π (dalam radian)
Dari grafik tersebut, kamu dapat menyimpulkan sifat–sifat fungsi kosinus
sebagai berikut:
a. Titik balik maksimum pada interval 0 ≤ x ≤ 2π adalah titik (0, 1) dan (2π, 1).
b. Titik balik minimum pada interval 0 ≤ x ≤ 2π adalah titik (π, –1).
c. Titik potong dengan sumbu–x adalah
, 0
2
π
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
dan
3
, 0
2
π
⎛ ⎞
⎜ ⎟
⎝ ⎠
.
d. Untuk 0 ≤ x <
2
π
dan
3
2
π
< x ≤ 2π, f(x) > 0 dan untuk
2
π
< x <
3
2
π
, f(x) < 0.
3. Grafik Fungsi Tangen
Nilai–nilai tangen untuk sudut–sudut di kuadran I sampai kuadran IV
disajikan pada tabel berikut.
x 0
4
π
2
π 3
4
π
π
5
2
π 3
2
π 7
4
π

f(x) 0 1 ∞ −1 0 1 ∞ −1 0
2
π 3
2
π
π

f(x) = tan x
Gambar 6.9 Grafik f(x) = tan x.
126
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Persamaan trigonometri adalah persamaan yang variabelnya merupakan
besar sudut dalam trigonometri tersebut. Misalnya, sin x =
1
2
2 dan
sin x = tan x. Menyelesaikan persamaan trigonometri berarti menentukan
besar sudut yang memenuhi persamaan tersebut.
2
ASAH KEMAMPUAN
Waktu: 90 menit
Gambarlah grafik fungsi trigonometri berikut untuk 0 ≤ x ≤ 2π. Kemudian,
tentukanlah ciri-cirinya!
1. f(x) = 2 sin x 4. f(x) = −2 cos 2x
2. g(x) = 1 + sin 2x 5. g(x) = 1 + 2 tan x
3. h(x) = 2 cos x
G. Persamaan Trigonometri
1. Tentukanlah nilai x yang memenuhi persamaan
3
tan x = 1!
Jawab:
3 tan x = 1
tan x =
1
3
3
tan x = tan
6
π
Jika x pada kuadran I dan III maka tan x > 0.
Pada kuadran I, didapat x =
6
π
.
Pada kuadran III, tan x = tan (π +
6
π
) = tan
7
6
π
. Didapat x =
7
6
π
.
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah
6
π
atau
7
6
π
.
2. Tentukanlah nilai x yang memenuhi persamaan 8 sin
3
x = 1!
Jawab:
8 sin
3
x = 1
sin
3
x =
1
8
sin x =
1
2
Untuk sin x =
1
2
didapat sin x = sin
6
π
Jika x pada kuadran I dan II maka sin x > 0.
Pada kuadran I, didapat x =
6
π
.
Pada kuadran II, sin x = sin (π −
6
π
) = sin
5
6
π
. Didapat x =
5
6
π
.
Jadi, nilai x yang memenuhi persamaan tersebut adalah
6
π
atau
5
6
π
.
CONTOH
Bobot soal: 100
Bab 6 Trigonometri
127
Waktu : 60 menit
Untuk 0 ≤ x ≤ 2π, tentukan nilai variabel yang memenuhi persamaan-
persamaan berikut!
1. 4 cos
2
x =3 5. (sin y + cos y )
2
= 1
2. 2 cos (3x +
6
π
) =
3
6. 2 cos
2
2x + cos 2x − 3 = 0
3.
3
cos r − 3 sin r = 0 7. 3 tan
2
x − tan x = 2
4. tan
2
2x − 3 = 0 8. sin
2
t = 2 cos t
3
ASAH KEMAMPUAN
1. Aturan Sinus
Perhatikan segitiga ABC di samping!
Pada segitiga ADC, sin A =
t
b
. Didapat t = b sin A.
Pada segitiga BDC, sin B =
t
a
. Didapat t = a sin B.
Dari t = b sin A dan t = a sin B, diperoleh:
b sin A = a sin B
sin sin
a b
A B
=
Dengan cara yang sama, akan diperoleh
sin sin
a c
A C
=
sehingga
sin sin sin
a b c
A B C
= =
Aturan ini disebut aturan sinus.
Pada setiap segitiga, perbandingan antara panjang sebuah sisi dengan
sinus sudut di depannya sama dengan perbandingan panjang sisi lain
dengan sinus sudut di depan sisi itu pula.
Bobot soal: 100
A D B
C
b
t
a
c
H. Aturan Sinus, Aturan Kosinus, dan Luas Segitiga
128
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Aturan kosinus untuk menentukan panjang sisi AB adalah
c
2
= a
2
+ b
2
− 2ab cos C
sedangkan aturan kosinus untuk menentukan panjang sisi AC adalah
b
2
= a
2
+ c
2
− 2ac cos B
Aturan kosinus untuk segitiga ABC sebarang adalah sebagai berikut.
2. Aturan Kosinus
Perhatikan segitiga ABC berikut ini.
Segitiga ABC adalah segitiga sebarang dengan panjang sisi AB = c, panjang
sisi BC = a, dan panjang sisi AC = b.
Dengan menggunakan teorema Pythagoras, kamu dapat menentukan panjang
garis tinggi seperti berikut.
t
2
= b
2
− x
2
…Persamaan 1
t
2
= a
2
− (c − x)
2
… Persamaan 2
t
2
pada Persamaan 1 substitusi ke Persamaan 2, didapat
b
2
− x
2
= a
2
− (c − x)
2
b
2
− x
2
= a
2
− c
2
+ 2cx − x
2
b
2
= a
2
− c
2
+ 2cx
b
2
= a
2
− c
2
+ 2cb cos A
a
2
= b
2
+ c
2
− 2bc cos A
Persamaan tersebut adalah aturan kosinus untuk menentukan panjang
sisi BC atau a. Dengan cara yang sama, kamu dapat menurunkan aturan
kosinus untuk menentukan panjang sisi AB dan AC.
Segitiga PQR memiliki panjang sisi PQ = 7,6 cm. Jika besar sudut
PQR = 45,5° dan besar sudut PRQ = 66,9°, tentukanlah panjang sisi PR!
Jawab:
Panjang sisi PQ adalah r = 7,6 cm.
Dengan menggunakan aturan sinus, didapat:
sin sin
q r
Q R
=
7, 6
sin 45, 5 sin66, 9
q
=
D D
q =
7, 6
. sin 45, 5
sin66, 9
D
D = 5,89
Jadi, panjang sisi PR adalah q = 5,89 cm.
CONTOH
B
C
D
b
t
a
x A
c
A
B
C
c
a
b
• a
2
= b
2
+ c
2
− 2bc cos A
• b
2
= a
2
+ c
2
− 2ac cos B
• c
2
= a
2
+ b
2
− 2ab cos C

2 2 2
cos A
2
b c a
bc
+ −
=

2 2 2
cos B
2
a c b
ac
+ −
=

2 2 2
cos C
2
a b c
ab
+ −
=
Bab 6 Trigonometri
129
CONTOH
3. Luas Segitiga
Perhatikan segitiga ABC di samping!
Segitiga ABC adalah segitiga sebarang dengan tinggi t dan luas
L =
1
2
× alas × tinggi.
Dengan demikian, luas segitiga ABC di samping adalah L =
1
2
⋅ c ⋅ t.
Perhatikan segitiga ADC.
Pada segitiga ADC, sin A =
t
b
⇒t = b sin A
Dengan mensubstitusi nilai t ke persamaan L =
1
2
⋅ c ⋅ t akan diperoleh
L =
1
2
⋅ c ⋅ b ⋅ sin A
Dengan cara yang sama akan diperoleh
L =
1
2
⋅ a ⋅ b ⋅ sin C
L =
1
2
⋅ a ⋅ c ⋅ sin B
Luas segitiga ABC sebarang adalah sebagai berikut.
• L =
1
2
⋅ c ⋅ b ⋅ sin A
• L =
1
2
⋅ a ⋅ c ⋅ sin B
• L =
1
2
⋅ a ⋅ b ⋅ sin C
A B
C
D
b a
c
t
Pada segitiga ABC diketahui panjang sisi AB = 12 cm, AC = 9 cm, dan
BC = 8 cm. Tentukanlah besar sudut BAC!
Jawab:
Besar sudut BAC ditentukan sebagai berikut.
a
2
= b
2
+ c
2
− 2bc cos A
cos A =
2 2 2 2 2 2
8 9 12 161
0, 745
2 2 9 12 216
a b c
bc
− − − − −
= = =
− − ⋅ ⋅ −
Jadi, besar sudut A = 41,84°
Dengan demikian, besar sudut BAC adalah 41,84°.
Tentukan luas segitiga ABC, jika besar sudut B = 45°, panjang sisi AB dan
BC berturut-turut 6 cm dan 8 cm!
Jawab:
Luas =
1
2
⋅ a ⋅ c ⋅ sin A
=
1
2
⋅ 8 ⋅ 6 ⋅ sin 45°
= 24 ⋅
1
2
2
= 12
2
Jadi, luas segitiga ABC =
12 2
cm
2
.
CONTOH
130
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan dengan
permasalahan yang berhubungan dengan trigonometri. Lebih jelasnya,
perhatikan contoh berikut.
4
ASAH KEMAMPUAN
Asah Kompetensi
5
1. Pada
Δ
PQR diketahui 30 , 120 , dan panjang 8cm. P R R ∠ = ° ∠ = ° = Tentukanlah:
a. Besar ∠Q
b. Panjang sisi q
c. Panjang sisi p
2. Diketahui Δ PQR dengan q = 6 cm, r = 12 cm dan ∠P = 45°. Tentukanlah panjang sisi p!
3. Diketahui Δ PQR diketahui panjang sisi-sisinya 3 cm, 5 cm, dan 7 cm. Tentukanlah besar
sudut terbesar dari Δ PQR!
4. Tentukanlah luas daerah Δ ABC jika diketahui besar ∠A = 45°. Panjang AC = 5 cm, dan
AB = 6 cm!
1. Sukiman berada sejajar dengan dasar sebuah bangunan. Ia memandang
ke puncak bangunan tersebut dengan sudut pandang 40°. Kemudian,
ia mendekat ke arah puncak bangunan tersebut. Setelah berjalan
100 m, sudut pandangnya ke puncak bangunan menjadi 60°. Berapakah
tinggi bangunan tersebut?
(Untuk menentukan tinggi bangunan, terlebih dahulu buatlah gambar
supaya lebih mudah dalam membuat model matematika dari masalah
tersebut)
CONTOH
Bobot soal: 40
Bobot soal: 30
Bobot soal: 30
1. Pada segitiga PQR, diketahui panjang sisi QR = 7 cm, besar
∠PQR = 45° dan besar ∠PRQ = 30°, tentukanlah panjang sisi PQ!
2. Pada segitiga DEF, panjang sisi EF = 7 cm, sisi DF = 5 cm, dan
DE = 3 cm. Tentukanlah besar sudut ABC, BAC, dan ACB!
3. Tentukanlah luas daerah segitiga jika diketahui besar ∠B = 60°,
AB = 12 cm dan BC = 15 cm!
H. Aplikasi Trigonometri
Bab 6 Trigonometri
131
Jawab:
Dari gambar berikut dapat diketahui besar dua sudut dan panjang sisi
yang diapitnya.
∠CAB = 40° dan ∠ABC = 180° − 60° = 120°
Jadi, ∠ACB = 180° − 40° − 120° = 20°.
Panjang sisi AB = 100 m.
Dengan menggunakan aturan sinus diperoleh
Sin
BC

=
Sin
AB
C
Sin
BC

=
100
Sin20°
BC = 100 ×
Sin 40
Sin 20

Persamaan 1
Tinggi bangunan, yaitu CD dapat dihitung
menggunakan perbandingan trigonometri.
Sin 60° =
CD
BC
CD = BC × Sin 60° Persamaan 2
Substitusi Persamaan 1 ke Persamaan 2
CD = 100 ×
Sin 40
Sin 20

× Sin 60°
= 100 ×
Sin 40
Sin 20

×
1
3
2
= 162,76 m
Jadi, tinggi bangunan adalah 162,76 m
40
0
60
0
A D
C
B
100
60
0
B D
C
40
0
120
0
20
0
A
C
B 100
Salah satu ujung dari batang sepanjang 8 kaki dihubungkan ke
piston yang bergerak naik dan turun. Ujung lainnya dihubungkan
ke roda dengan cara lengan horizontalnya disesuaikan dengan
pegas P. Dimulai pada posisi awal
4
π
θ =
, roda dengan jari-jari 2
kaki berputar 3 radian per detik. Temukan rumus untuk d, jarak
vertikal dari piston ke roda, setelah t detik.
d = y + 8
p(x,y) 8
Y θ
x
132
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
contoh
5
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Kerjakanlah soal-soal berikut!
1. Dari suatu posisi, seorang pengamat mengetahui bahwa sudut
pandang ke puncak antena 45°. Setelah berjalan 1 km ke arah kaki
antena, sudut pandang pengamat itu ke puncak antena menjadi
60°.Berapakah tinggi antena?
2. Tentukanlah panjang penopang d, yang diperlukan untuk
menopang lampu jalan seperti ditunjukkan pada gambar berikut!
3. Sebuah balon udara diterbangkan dalam suatu keramaian. Dua
pengamat yang berjarak 2,32 km masing-masing dapat melihat balon
dengan sudut pandang 28° dan 37°. Berapakah tinggi balon saat itu?
4. Sebuah kapal pesiar berlayar ke timur sejauh 96 km. Kemudian,
berbelok dengan arah 075°
.
Setelah menempuh 128 km pada arah ini,
berapa jauhkah jarak kapal tersebut dari tempat berangkat semula?
5. Suatu tiang telepon berdiri tegak di pinggir jalan yang mendaki dengan
kemiringan sinar 15° terhadap arah horizontal. Jika pada sudut
kemiringan sinar matahari 62°, tiang telepon memberikan bayangan
sepanjang 16 m arah turun. Tentukanlah tinggi tiang telepon!
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
30
0
d
3m
3 3 m
Bab 6 Trigonometri
133
1. Perbandingan trigonometri dari suatu sudut segitiga siku-siku B
sin
y
C
r
∠ =
y r
cos
x
C
r
∠ =
B x C
tan
y
C
r
∠ =
2. Perbandingan trigonometri sudut-sudut Istimewa
3. Perbandingan Trigonometri Sudut Berelasi
a. Relasi di Kuadran I (semua bernilai positif)
sin (90 ) cos
cos (90 ) sin
tan (90 ) tan
θ θ
θ θ
θ θ
° − =
° − =
° − =
b. Relasi di Kuadran II (sinus bernilai positif)
sin (180 ) sin
cos (180 ) cos
tan (180 ) tan
θ θ
θ θ
θ θ
° − =
° − = −
° − = −
c. Relasi di Kuadran III (tangen bernilai positif)
sin (180 ) sin
cos (180 ) cos
tan (180 ) tan
θ θ
θ θ
θ θ
° + = −
° + = −
° + =
d. Relasi di Kuadran IV (cosinus bernilai positif)
sin (360 ) sin
cos (360 ) cos
tan (360 ) tan
θ θ
θ θ
θ θ
° − = −
° − =
° − =−
A
Rangkuman Rangkuman
Trigonometri
0° 30° 45° 60° 90°
Sinus 0
1
2
1
2
2
1
3
2
1
Kosinus 1
1
3
2
1
2
2
1
2
0
Tangen 0
1
3
3
1
3 ∞
Fungsi
Sudut
134
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
4. Identitas Trigonometri untuk setiap sudut
"
2 2
sin cos 1 θ θ + =
"
sin
tan
cos
θ
θ
θ
=
5. Aturan sinus C
sin sin sin
a b c
A B C
= =
b a
Aturan kosinus

2 2 2
2 cos a b c b c A = + − ⋅ ⋅ ⋅

2 2 2
2 cos b a c a c B = + − ⋅ ⋅ ⋅

2 2 2
2 cos c a b a b C = + − ⋅ ⋅ ⋅

2 2 2
cos
2
b c a
A
bc
+ −
=

2 2 2
cos
2
a c b
B
ac
+ −
=

2 2 2
cos
2
a b c
C
ab
+ −
=
6. Luas segitiga sebarang
1
alas tinggi
2
L = × ×
Jika tinggi segitiga tidak diketahui, pergunakanlah rumus berikut:

1
sin
2
L c b A = ⋅ ⋅ ⋅

1
sin
2
L a c B = ⋅ ⋅ ⋅

1
sin
2
L a b C = ⋅ ⋅ ⋅
A c B
C
a
b
t
A
D B
c
Bab 6 Trigonometri
135
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Jika sin α =
4
5
dan 0º < α < 90º, maka nilai
tan α adalah . . . .
a.
4
5
d.
3
4
b.
4
3
e.
3
5
c.
5
4
2.
cos
sin cos
α
α α ⋅
sama dengan . . . .
a.
1
sinα
d. cosec
2
α
b. cos
2
α e. cosα
c. sec
2
α
3. Segitiga ABC siku-siku di A. Jika BC = p,
AD tegak lurus BC, DE tegak lurus AC, dan
sudut B = β , maka panjang DE = . . . .
a. p sin β cos
2
β
b. p sin
2
β cos β
c. p sin
2
β cos β
d. p sin β tan β
e. p sin β cos β
4. Jika x + y = 270º maka . . . .
a. cos x + sin y = 0
b. cos x − sin y = 0
c. cos x + cos y = 0
d. sin x − sin y = 0
e. sin x + sin y = 0
5. Nilai dari 2
2tan
1 tan
q
q +
= . . . .
a. 2 sin q cos q d. 1 − 2 sin q
b. sin q cos q e. 2 sin q
c. 2 sin q − 1
6. Jika tan x = a, maka sin 2x sama
dengan . . . .
a. 2
2
1
a
a +
d.
2
2
1
1
a
a

+
b.
2
2
1
2
a
a
+
e.
2
2
1
1
a
a
+

c.
2
2
1
2
a
a

7. Jika x + y =
π
4
, maka tan x adalah . . . .
a.
2tan
1 tan
y
y +
d.
1 tan
1 tan
y
y

+
b.
1 tan
1 tan
y
y
+

e.
2tan
1 tan
y
y −
c.
1 2tan
1 tan
y
y
+
+
8. Pada suatu segitiga siku-siku ABC berlaku
cos A cos B =
1
2
maka cos (A − B) sama
dengan . . . .
a. −1 d.
1
2
b.
1
2

e. 1
c. 2
9. Bila x memenuhi persamaan
2(sin x)
2
+ 3 sin x − 2 = 0
dan
2
π

< x <
2
π
, maka cos x adalah . . . .
a.
1
2
d.
1
3
2
b.
1
2

e.
1
3
2

c.
1
2
2
Ulangan Bab 6
Ulangan Bab 6
136
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
B
p
A C
2p p
45º
10. tan x sin x − cos x = sin x, maka tan x sama
dengan . . . .
a.
1 1
3
2 2
− +
atau
1 1
3
2 2
− −
b.
1 1
3
2 2

atau
1 1
3
2 2

c.
1 1
5
2 2
− +
atau
1 1
5
2 2
− −
d.
1 1
5
2 2
+
atau
1 1
5
2 2

e.
− −
1 1
3
2 2
atau
1 1
3
2 2

11. Dari sebuah segitiga ABC, sisi AB = 6, BC = 5,
dan AC = 4. Nilai tangen sudut ABC sama
dengan . . . .
a.
4
6
d.
1
7
3
b.
3
4
e.
1
7
4
c.
7
16
12. Sisi-sisi sebuah segitiga adalah 3 cm, 8 cm,
dan 10 cm. Maka luas segitiga tersebut
adalah . . . .
a.
15
7
16
cm
2
d.
15
7
4
cm
2
b.
15
7
4
cm
2
e.
45 7
cm
2
c.
15
7
2
cm
2
13. U, W, R terletak pada suatu garis lurus. Dalam
segitiga SRW panjang RS = RW, dalam segitiga
STW panjang ST = SW, dalam segitiga TUW
panjang WT = WU. Jika ∠WRS = ∠TSW = x
o
,
maka . . . .
a. ∠TSW = = = = = ∠TUW d. ∠TUW = = = = = x
°
b. ∠WTU = = = = = x
°
e. ∠SWR = = = = = x
°
c. ∠TWU = = = = = x
°
14. Dalam segitiga ABC, AC= 5, AB = 8, dan
∠CBA = 60°. Jika γ = ∠ACB, maka cos γ = . . . .
a.
1
3
7
d.
1
7
b.
3
3
7
e.
3
7
c.
4
3
7
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. Seorang siswa berdiri sejajar dengan sebuah
tiang bendera Ia memandang ke puncak
bangunan tersebut dengan sudut pandang
30º. Setelah ia berjalan 50 m, sudut pandang
kepuncak menjadi 60º. Berapakah tinggi tiang
bendera tersebut?
2. Sebuah kotak yang berbentuk kubus diberi
nama kubus ABCD.EFGH. Jika q adalah sudut
antara bidang FHA dan FHE, hitunglah nilai
sin q!
3. Dua buah kertas berpotongan tegak lurus
sepanjang garis k. Garis l membentuk sudut
45º dengan kertas I dan 30º dengan kertas II.
Tentukanlah sinus dari sudut antara k
dan l !
4. Dua buah uang logam menyinggung
sumbu-y dan garis y =
1
3
3 . Jika pusat kedua
uang logam terletak pada garis y = 3 ,
tentukanlah jarak kedua pusat uang logam
tersebut!
5. A dan B titik-titik ujung sebuah terowongan
yang dilihat oleh micky dari titik C dengan
sudut lihat 45º. Jika garis CB = p dan
CA = 2p 2 , tentukanlah panjang tero-
wongan!
TUJUAN
PEMBELAJARAN
B
A
B
Pernahkah kamu menempelkan selembar kertas pada selembar
karton?
Bagaimanakah kedudukan kertas tersebut terhadap karton?
Kertas tersebut berimpit dengan karton karena jika kamu
membuat sembarang titik pada kertas tersebut maka titik itu
juga terletak pada karton atau pada perpanjangan karton .
Dalam geometri, hal ini menunjukkan kedudukan dua bidang,
yaitu dua bidang berimpit.
♦ Kamu dapat menentukan kedudukan
titik, garis, dan bidang dalam ruang.
♦ Kamu dapat menentukan volum benda-
benda ruang.
♦ Kamu dapat menghitung perbandingan
volum dua benda dalam suatu bangun
ruang.
♦ Kamu dapat menj el askan bi dang
frontal, sudut surut, dan perbandingan
proyeksi dal am menggambarkan
bangun ruang.
♦ Kamu dapat menggambar dan
menghitung jarak titik ke garis dan titik
ke bidang.
♦ Kamu dapat menggambar dan
menghitung jarak dua garis bersilangan
pada benda ruang.
♦ Kamu dapat mengambar dan
menghitung jarak dua bidang sejajar
pada benda ruang.
♦ Kamu dapat menggambar dan
menghitung sudut antara garis dan
bidang.
♦ Kamu dapat menggambarkan dan
menghitung sudut antara dua bidang.
♦ Kamu dapat menggambarkan irisan
suatu bidang dengan benda ruang.
7
7
Di mensi Tiga
Di mensi Tiga
138
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Kedudukan Titik pada Garis Dalam Bidang
Perhatikan Gambar 7.1!
• Titik P dan T terletak pada garis PQ. Ini menunjukkan melalui dua titik
dapat dibuat sebuah garis.
• Titik S terletak di luar garis PQ. Titik-titik S, P, dan Q berada pada bidang
ABCD. Ini menunjukkan bahwa melalui sebuah garis dan sebuah titik di
luar garis tersebut dapat dibuat tepat sebuah bidang.
Perhatikan kembali titik-titik S, P, dan Q. Titik-titik ini tidak segaris.
Sebagai akibat kaidah sebelumnya, kamu dapat mengatakan melalui tiga titik
yang tidak segaris dapat dibuat tepat sebuah bidang.
2. Kedudukan Titik pada Bidang Dalam Ruang
Perhatikan letak titik-titik pada Gambar 7.2!
• Titik-titik A, D, H, dan E terletak pada bidang ADHE.
• Titik-titik B, C, G, dan F terletak di luar bidang ADHE.
Titik B di luar bidang ADHE dan titik B berada pada bidang BCGF. Bidang
ADHE sejajar dengan bidang BCGF. Ini menunjukkan bahwa melalui sebuah
bidang dan sebuah titik di luar bidang tersebut dapat dibuat tepat sebuah
bidang yang sejajar dengan bidang tersebut.
3. Kedudukan Dua Garis dalam Ruang
a. Dua garis sejajar
Pada Gambar 7.3 tampak EF//HG. Kedua garis ini terletak pada bidang
EFGH, sehingga dapat dikatakan melalui garis EF dan HG yang sejajar dapat
dibuat bidang EFGH. Secara umum dapat dikatakan, melalui dua garis yang
sejajar dapat dibuat tepat satu bidang.
b. Dua garis berpotongan
Pada Gambar 7.3 tampak garis AC berpotongan dengan garis BD di titik T.
Kedua garis ini terletak pada bidang ABCD sehingga dapat berpotongan.
Jadi, kamu dapat mengatakan bahwa melalui dua garis yang berpotongan dapat
dibuat tepat satu bidang.
c. Dua garis bersilangan
Pada Gambar 7.3 tampak garis AC dan BH bersilangan dan tidak
sebidang. Kamu dapat mengatakan bahwa melalui dua garis yang
bersilangan seperti AC dan BH ini tidak dapat dibuat sebuah bidang. Jadi
secara umum, melalui dua garis yang bersilangan tidak dapat dibuat sebuah bidang.
4. Kedudukan Garis terhadap Bidang dalam Ruang
Kedudukan sebuah garis terhadap bidang dalam ruang dapat terletak
pada bidang, sejajar, atau berpotongan dengan bidang tersebut.
a. Garis terletak pada bidang
Pada Gambar 7.4 tampak garis g terletak pada bidang ABCD. Semua
titik pada garis g terletak pada bidang ABCD, sehingga kamu dapat
A
B
C
G H
E
D
F
A. Kedudukan Titik, Garis, dan Bidang dalam Ruang
A B
C
D
F
E
H G
A
B
C
D
Gambar 7.1 Kedudukan titik
pada garis dalam bidang.
Gambar 7.2 Kedudukan titik
pada bidang dalam ruang.
Gambar 7.3 Kedudukan dua
garis dalam ruang.
Gambar 7.4 Garis terletak
pada bidang
T
A B
C D
P
T
Q
S
g
Bab 7 Dimensi Tiga
139
mengatakan sebuah garis terletak pada sebuah bidang jika semua titik pada garis
tersebut terletak pada bidang itu.
b. Garis sejajar dengan bidang
Pada Gambar 7.5 garis g terletak pada bidang ABCD. Garis g ini sejajar
dengan garis l yang terletak di luar bidang ABCD. Akibatnya, garis l sejajar
dengan bidang ABCD. Jadi, dapat dikatakan bahwa sebuah garis sejajar dengan
sebuah bidang jika garis tersebut sejajar dengan salah satu garis pada bidang itu.
c. Garis menembus bidang
Pada Gambar 7.6 garis TE menembus bidang ABCD di titik E. Titik E
terletak pada garis g sedangkan garis g pada bidang ABCD. Oleh karena itu,
Titik E merupakan titik potong antara garis TE dan bidang ABCD. Garis TE
ini disebut menembus bidang ABCD. Jadi, sebuah garis menembus sebuah bidang
jika terdapat titik persekutuan(titik potong) antara garis dan bidang tersebut.
5. Kedudukan Dua Bidang Dalam Ruang
Dua bidang dalam ruang dapat sejajar, berpotongan, atau berimpit.
a. Dua bidang sejajar
Pada Gambar 7.7 tampak garis AH//BG. Bidang ABGH merupakan
persegi panjang. AH pada bidang ADHE, sedangkan BG pada bidang BCGF.
Dikatakan bahwa bidang ADHE sejajar bidang BCGF.
b. Dua bidang berpotongan
Pada Gambar 7.8 garis g merupakan garis potong antara bidang α dan
bidang β sehingga dikatakan bidang α berpotongan dengan bidang β. Garis
potong ini disebut garis tumpuan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dua bidang
berpotongan jika memiliki garis persekutuan atau garis perpotongan.
c. Dua bidang berimpit
Dua bidang berimpit jika semua titik pada salah satu bidang terletak
pada bidang lainnya.
A B
A B
g
D
F E
H G
α
β
Pada gambar berikut ini, titik P pada bidang DCFE, titik Q dan R pada
bidang ABCD. Lukislah garis potong antara bidang DCFE dan bidang yang
melalui titik-titik P, Q, dan R.
Gambar 7.5 Garis sejajar
dengan bidang
A B
C
D
T
E
g
Gambar 7.6 Garis menembus
bidang
Gambar 7.7 Dua bidang
sejajar
Gambar 7.8 Dua bidang
berpotongan
C
CONTOH



A B
C
D
E F
P
R
Q
l
C D
g
➤ ➤➤ ➤➤
➤ ➤➤ ➤➤
140
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Jawab:
a. Buat garis QR memotong garis CD yang merupakan garis tumpuan bidang
ABCD dan bidang DCFE. Perpotongan garis ini adalah titik H.
b. Buatlah garis PH.
c. Terbentuklah bidang PQR. Bidang ini berimpit dengan bidang UQST.
d. Garis g pada gambar merupakan garis potong antara bidang DCFE
dan bidang yang melalui titik-titik P, Q, dan R.
1
Waktu: 45 menit
1. Gambarlah sebuah kubus. Kemudian, jawab pertanyaan berikut!
a. Tulislah pasangan garis yang saling sejajar
b. Tulislah pasangan garis yang saling berpotongan
c. Tulislah pasangan garis yang saling bersilangan
d. Tulislah pasangan bidang yang saling sejajar
e. Tulislah pasangan bidang yang saling berpotongan
2. Pada gambar berikut ini, titik P dan Q pada bidang DCFE, titik R
pada bidang ABCD. Lukislah garis potong antara bidang ABCD dan
bidang yang melalui titik-titik P, Q, dan R. Lukislah juga garis potong
antara bidang DCFE dan bidang yang melalui titik-titik P, Q, dan R!
ASAH KEMAMPUAN
A B
D C
E F
P
Q
R
A B
C
D
E F
g
U
P
T
S
R
Q
H
Bobot soal: 50
Bobot soal: 50
Bab 7 Dimensi Tiga
141
Kamu dapat menggambar bangun ruang, seperti kubus dan balok dengan
bentuk-bentuk yang berlainan. Dalam menggambar bangun-bangun tersebut,
kamu sebaiknya mengikuti aturan-aturan yang benar. Berikut ini akan
dibahas aturan-aturan tersebut beserta beberapa istilah yang harus kamu
ketahui.
• Bidang gambar
Bidang gambar adalah bidang datar yang akan digunakan untuk
menggambar bangun ruang, misalnya buku gambar.
• Bidang frontal
Bidang frontal adalah bidang gambar itu sendiri atau bidang lain yang
sejajar dengan bidang gambar. Bidang frontal digambar dengan ukuran
sebenarnya. Pada bidang frontal, terdapat garis yang membatasi bidang
frontal ini. Garis ini disebut garis frontal. Garis frontal ini terdiri atas
garis frontal horizontal dan garis frontal vertikal.
• Bidang ortogonal
Bidang ortogonal adalah bidang yang tegak lurus terhadap bidang
frontal. Bidang ortogonal ini terdiri atas bidang ortogonal vertikal, yaitu
bidang ortogonal yang menghadap ke kiri atau ke kanan dan bidang
ortogonal horizontal, yaitu bidang ortogonal yang menghadap ke atas
atau ke bawah.
• Perbandingan proyeksi
Perbandingan proyeksi =
panjang garis ortogonal pada gambar
panjang garis ortogonal sebenarnya
• Sudut surut
Sudut surut adalah sudut pada gambar yang dibentuk oleh garis frontal
horizontal arah ke kanan dengan garis ortogonal arah ke belakang yang
berpotongan.
Pada kubus di samping,
♦ Bidang frontalnya, bidang ABFE dan DCGH
♦ Bidang ortogonal horizontalnya, bidang ABCD dan EFGH
♦ Bidang ortogonal vertikalnya, bidang ADHE dan BCGF
Gambarlah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm, ABFE frontal
dan AB frontal horizontal, sudut surut 40° dan perbandingan proyeksi
3
4
!
Jawab:
Langkah-langkahnya:
1. Gambarlah bidang frontal ABFE berbentuk persegi dengan panjang sisi
4 cm. Sisi AB frontal horizontal.
2. Tentukan panjang garis ortogonal, yaitu panjang AD.
Panjang AD =
3
4
× 4 cm = 3 cm.
Gambarlah garis AD ini dengan panjang 3 cm dan membentuk sudut
40° terhadap garis frontal AB.
B. Menggambar Bangun Ruang
CONTOH
A B
C
D
F E
H G
Sudut surut
142
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Waktu: 60 menit
1. Gambar kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm, bidang ABFE
frontal dengan AF vertikal, sudut surut 120° dan perbandingan
proyeksi
2
3
!
2. Gambarlah kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 3 cm, bidang
ACGE frontal dengan AC horizontal, sudut surut 45° dan
perbandingan proyeksi
9
4
!
3. Gambarlah balok ABCD.EFGH dengan panjang 8 cm, lebar 6 cm, dan
tinggi 4 cm. ABFE frontal dan AB frontal horizontal, sudut surut 20°
dan perbandingan proyeksi
1
3
!
2
ASAH KEMAMPUAN
3. Gambar bidang sisi alas ABCD berbentuk jajargenjang.
4. Gambarlah garis-garis vertikal CG dan DH yang masing-masing sejajar
dan sama panjang dengan AE, yaitu 4 cm.
5. Hubungkan titik-titik E, F, G, dan H sehingga membentuk jajargenjang
EFGH. Terbentuklah gambar kubus ABCD.EFGH.
Untuk menggambar bangun ruang lain seperti balok, caranya sama seperti
menggambar kubus tersebut.
A B
C D
G
F
H
E
3

c
m
4 cm
40°
Bobot soal: 30
Bobot soal: 40
Bobot soal: 30
Bab 7 Dimensi Tiga
143
)Karena alas prisma ini berbentuk segitiga,
maka luas alasnya L =
1
2
× p × l
CONTOH
Alas sebuah prisma berbentuk belahketupat dengan panjang diagonalnya
masing-masing 12 cm dan 8 cm. Jika tinggi prisma 9 cm, tentukanlah
volume prisma tersebut!
Jawab:
Alas prisma berbentuk belahketupat sehingga luas alasnya adalah luas
belahketupat.
Pada bab 7, kamu telah mengetahui bahwa luas belahketupat adalah
L =
1
2
× d
1
× d
2
.
Dengan pengetahuanmu ini, kamu dapat menentukan
luas alas prisma, yaitu:
L =
1
2
× 12 cm × 8 cm = 48 cm
2
.
Volume prisma = Luas alas × tinggi
= 48 × 9
= 432 cm
3
Jadi, volume prisma adalah 432 cm
3
.
1. Volume Prisma
Butet memiliki sebuah keju batangan.Keju ini dibelahnya menjadi dua
bagian yang berbentuk prisma yang sama dan sebangun.
Dari peragaan ini, Butet dapat mengetahui volume prisma, yaitu
setengah volume keju. Oleh karena keju berbentuk seperti balok, maka
volume prisma sama dengan setengah volume balok.
C. Volume Bangun Ruang
A
B
G
E
H
B
C
D
F
Volume prisma =
1
2
× volume balok
=
1
2
× p × l × t
Luas alas
= Luas alas × t
Volume prisma = Luas alas × t
Rumus ini berlaku untuk semua jenis prisma.
144
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Suatu kolam renang mempunyai ukuran panjang 20 m dan
lebar 5 m. Kedalaman air pada ujung yang dangkal 1 m
dan terus melandai sampai 3 m pada ujung yang paling
dalam. Berapa literkah banyak air dalam kolam itu?
2. Volume Tabung
Perhatikan gambar bangun ruang-bangun ruang berikut!
prisma segienam prisma segi-24 tabung
)Karena alasnya berbentuk
lingkaran, maka luas alasnya π × r
2
Asah Kompetensi
1
Jika rusuk pada sisi alas dan sisi atas prisma segienam ditambah terus-
menerus, kamu akan mendapatkan sebuah prisma yang sisi alas dan sisi
atasnya menyerupai lingkaran. Hingga akhirnya, kamu akan mendapatkan
sebuah tabung.
Dari uraian tersebut, kamu dapat menyatakan volume tabung sebagai
volume prisma yang alasnya berbentuk lingkaran.
Jadi, volume tabung = luas alas × tinggi
= π × r
2
× t
Volume tabung = π × r
2
× t
No Alas Prisma Tinggi Prisma Volume Prisma
1. Persegi panjang dengan panjang 6 cm dan lebar 4 cm …cm 9 cm
3
2. Segitiga samasisi dengan panjang sisi 6 cm …mm 124,8 cm
3
3. Persegi yang panjang sisi-sisinya 8 cm
6
5
dm ... cm
3
4. Segienam beraturan dengan luas …
3
2 dm 900 cm
3
5. Segitiga siku-siku dengan panjang sisi- 0,1 m . . .cm
3
sisinya 9 cm, 12 cm, dan 15 cm.
Bab 7 Dimensi Tiga
145
Tentukan volume tabung berdiameter 14 cm, jika tingginya 5 cm!
Jawab:
Diameter tabung 14 cm, berarti jari-jarinya =
14cm
2
= 7 cm.
Volume tabung = π × r
2
× t
= π × (7 cm)
2
× 5 cm
Untuk memudahkan perhitungan, coba ambil π =
22
7
.
Volume tabung =
22
7
× 49 cm
2
× 5 cm
= 22 × 7 cm
2
× 5 cm
= 770 cm
3
Jadi, volume tabung adalah 770 cm
3
.
CONTOH
Asah Kompetensi
2
Tentukanlah volume tabung dengan ukuran seperti berikut!
1. Panjang jari-jari alas 0,7 cm dan tinggi 3,5 cm.
2. Panjang jari-jari alas 20 mm dan tinggi 7 mm.
3. Diameter alas 28 cm dan tinggi 2,2 dm.
4. Diameter alas dan tinggi 125 cm.
5. Luas alas 321 cm
2
dan tinggi 12,3 cm.
Lengkapilah titik-titik pada tabel berikut dengan jawaban yang tepat pada buku tugas!
1. Sediakan selembar kertas berbentuk persegi panjang berukuran 3,14 cm × 6,28 cm!
2. Buatlah dua macam tabung yang berbeda dengan mempertemukan sisi-sisi kertas tersebut!
3. Amati kedua tabung itu. Menurutmu, tabung manakah yang volumenya lebih besar?
4. Coba cari volume kedua tabung tersebut dengan menggunakan rumus!
5. Ayo, bandingkan volume yang telah kamu hitung tersebut. Berapakah perbandingannya?
ktivitas di elas
A K
No. Diameter Jari-jari Tinggi Volume
Tabung Tabung Tabung Tabung
1. …cm 16 cm 14 cm …cm
3
2. 56 cm …cm 9 cm …cm
3
3. …cm …cm 15 cm 6.782,4 cm
3
4. … cm … cm 8 mm 7.392 mm
3
5. … cm 2 cm …dm 176 cm
3
146
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
)Karena limas beralaskan
sisi kubus
)Karena panjang rusuk kubus
dua kali tinggi limas
3. Volume Limas
Di dalam sebuah kubus dapat dibuat enam buah limas yang sama dan
sebangun. Masing-masing limas ini beralaskan sisi kubus dan tingginya
setengah panjang rusuk kubus.
Limas Enam buah limas di dalam kubus
Berdasarkan uraian ini, kamu dapat menemukan volume limas dengan
menggunakan volume kubus.
Volume 6 limas = Volume kubus
= rusuk × rusuk × rusuk
Luas alas
= Luas alas × rusuk
= Luas alas × 2 × tinggi
= 2 × Luas alas × tinggi
Volume untuk sebuah limas adalah V =
2
6
× Luas alas × tinggi
=
1
3
× Luas alas × tinggi
Alas sebuah limas berbentuk persegi panjang dengan panjang 12 cm dan
lebar 8 cm. Jika volumenya 320 cm
3
, tentukanlah tinggi limas tersebut!
Jawab:
Volume limas =
1
3
× luas alas × tinggi
320 cm
3
=
1
3
× (12 cm × 8 cm) × tinggi
320 cm
3
= 32 cm
2
× tinggi
tinggi =
3
2
320cm
32 cm
= 10 cm
Jadi, tinggi limas 10 cm.
Volume limas =
1
3
× Luas alas × tinggi
CONTOH
Bab 7 Dimensi Tiga
147
Asah Kompetensi
3
Lengkapilah titik-titik pada tabel berikut dengan jawaban yang tepat pada buku tugas!
1. Segitiga siku-siku dengan panjang sisi-sisi
3 cm, 4 cm, dan 5 cm.
2. Segitiga sama sisi dengan panjang sisi 6 cm
3. Trapesium dengan luas 350 cm
2
4. Segidelapan beraturan dengan luas …
5. Persegi dengan panjang sisi 10 cm
9 cm …cm
3
14 cm …cm
3
…dm 1.400 cm
3
3
2
dm 450 cm
3
17 cm …mm
3
4. Volume Kerucut
Kerucut dapat dipandang sebagai limas yang alasnya berbentuk
lingkaran sehingga kamu dapat menenmukan volume kerucut dari volume
limas.
Volume kerucut = Volume limas
=
1
3
× Luas alas × tinggi
=
1
3
× π × r
2
× tinggi
=
1
3
× π × r
2
× t
Volume kerucut =
1
3
× π × r
2
× t
Panjang jari-jari alas sebuah kerucut 7 cm. Jika tinggi kerucut 30 cm,
tentukanlah volumenya!
Jawab:
Volume kerucut =
1
3
× π × r
2
× t
=
1
3
× π × (7 cm)
2
× 30 cm
Untuk memudahkan perhitungan, coba ambil π =
22
7
.
Jadi, volume kubus =
1
3
×
22
7
× 49 cm
2
× 30 cm = 1.540 cm
3
.
) Karena alas kerucut berbentuk
lingkaran maka luas alasnya π x r
2
CONTOH
No Alas Limas Tinggi Liams Volume Limas
148
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
setengah bola dengan jari-jari r
kerucut dengan jari-jari r dan tinggi r
5. Volume Bola
Gambar berikut merupakan gambar kerucut yang memiliki tinggi dan
panjang jari-jari yang sama, yaitu r dan gambar setengah bola yang memiliki
panjang jari-jari yang sama dengan jari-jari kerucut.
Asah Kompetensi
5
Tentukanlah volume kerucut dengan ukuran seperti berikut!
1. Panjang jari-jari alas 21 cm dan tinggi 20 cm
2. Panjang jari-jari alas 10 mm dan tinggi 14 mm
3. Diameter alas 24 cm dan tinggi 14 cm
4. Diameter alas dan tinggi 3 dm
5. Luas alas 456 cm
2
dan tinggi 65,4 cm
Lengkapilah titik-titik pada tabel berikut dengan jawaban yang tepat pada buku tugas!
Kerucut diisi air hingga penuh. Kemudian, air dari kerucut dituangkan
ke dalam setengah bola, ternyata setengah bola tersebut dapat menampung
dua kerucut berisi air. Ini menunjukkan volume setengah bola sama dengan
volume dua kerucut yang memiliki tinggi dan panjang jari-jari yang sama
dengan panjang jari-jari setengah bola.
Volume setengah bola = 2 × Volume kerucut
Volume satu bola = 4 × Volume kerucut
= 4 ×
1
3
× π × r
2
× t
Karena tinggi dan panjang jari-jari kerucut sama (t = r), maka
Volume satu bola = 4 ×
1
3
× π × r
2
× r
=
3
4
3
r π
r
r
r
No. Diameter Kerucut Jari-jari Kerucut Tinggi Kerucut Volume Kerucut
1. 560 mm … cm 330 mm … mm
3
2. … mm …mm 9 mm 462 mm
3
3. 70 mm …cm 15 cm … cm
3
4. … cm … cm 12 dm 1.256 dm
3
5. … cm 7 cm … dm 308 cm
3
Bab 7 Dimensi Tiga
149
Volume bola =
3
4
3
r π
Tentukanlah volume bola yang memiliki panjang jari-jari 10 cm!
Jawab:
Volume bola =
3
4
3
r π
=
3
4
10
3
π ⋅
Untuk memudahkan perhitungan, ambillah π = 3,14.
Volume bola =
4
3

3,14 ⋅ 10
3
= 4186,66 cm
3
Jadi, volume bola adalah 4186,66 cm
3
.
Utut mengukur ketinggian 1 cm
3
cairan menggunakan gelas ukur
berdiameter 3 cm. Berapakah
ketinggian air tersebut?
Jawab:
Diameter gelas 3 cm sehingga
panjang jari-jari gelas
3
2
cm = 1,5 cm.
Volume air = Volume tabung
= π × r
2
× t
1 cm
3
= π × (1,5 cm)
2
× t
Untuk memudahkan perhitungan, coba ambil π = 3,14.
1 cm
3
= 3,14 x 2,25 cm
2
× t
1 cm
3
= 7,065 cm
2
× t
t =
3
2
1cm
7, 065cm
= 0,14 cm
Jadi, ketinggian air tersebut adalah 0,14 cm.
6. Aplikasi Volume Bangun Ruang
Dalam kehidupan sehari-hari banyak sekali bangun ruang yang
volumenya dapat dihitung untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut
ini.
CONTOH
CONTOH
150
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
Gambar Utut
menuangkan
minyak ke
dalam
kaleng
Gambar
atap
rumah
3
Waktu: 30 menit
1. Atap suatu rumah berbentuk limas dengan
panjang 25 m, lebar 15 m, dan tinggi 7 m.
Berapa meter kubikkah udara yang ada
dalam ruangan atap?
2. Sebuah bandul berbentuk kerucut terbuat
dari timah dengan jari-jari alas 5 cm dan
tinggi 10 cm. Jika 1 cm
3
timah beratnya 8
gram, berapa gramkah berat bandul
tersebut?
3. Utut menuangkan minyak ke sebuah
kaleng yang berbentuk tabung hingga
penuh. Jika jari-jari dan tinggi kaleng
berturut-turut 28 cm dan 50 cm, berapa
literkah minyak yang dituangkan Utut ke
kaleng tersebut?
4. Sebuah pabrik obat memproduksi obat
demam yang berbentuk tablet dengan tebal
3 mm dan diameter 1 cm.
Berapakah volume obat ini?
5. Sebuah mangkuk berbentuk setengah bola.
Jika mangkuk itu dapat memuat 486 π cm
3
sop, berapakah diameter mangkuk
tersebut?
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bobot soal: 20
Bab 7 Dimensi Tiga
151
Sebuah bidang datar dapat digunakan untuk memotong sebuah bangun
ruang sehingga menghasilkan bidang datar lain yang merupakan irisan antara
bidang datar itu dengan bangun ruang. Bidang datar hasil irisan ini disebut
bidang irisan.
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm. Titik k pada
rusuk AE sehingga panjang Ak = 3 cm. Titik pada rusuk BF sehingga panjang
BL = 1 cm. Bidang α melalui titik H, K, dan L. Gambarlah irisan antara
bidang α dengan kubus ABCD.EFGH.
Langkah-langkah untuk melukis irisan tersebut sebagai berikut:
1. Gambarkan sumbu efinitasnya seperti pada gambar (a).
• Garis HL dan KL menembus bidang alas ABCD di titik P dan Q
• Garis PQ adalah sumbu efinitasnya
2. Gambar garis potong bidang α dengan bidang sisi BCGF seperti pada
gambar (b).
• Garis GB memotong sumbu efinitas PQ di titik R
• Garis RL memotong rusuk CG di titik M, sehingga garis LM adalah
garis potong bidang α dengan bidang sisi BCGF
3. Gambarkan garis potong bidang α dengan bidang sisi CDHG, yaitu
garis HM.
4. Garis potong HK, KL, LM, dan HM membentuk segi empat HKLM. Segi
empat HKLMadalah irisan antara bidang a dengan kubus ABCD.EFGH
yang diminta seperti bagian yang diarsir pada gambar (b).
D. Irisan Bangun Ruang
CONTOH
(a) (b)
sumbu efinitas
H G
E F
D C
K
A B
H G
E F
D C
K
A B
K M
Q
P
R
Waktu: 60 menit
1. Diketahui kubus ABCD.EFGH. Titik P di tengah-tengah rusuk EH,
titik Q pada pertengahan bidang ABFE, dan titik R terletak pada
rusuk BF sehingga BR : BF = 1 : 4. Lukislah irisan bidang dengan
kubus melalui titik-titik P, Q, dan R!
ASAH KEMAMPUAN
4
Bobot soal: 30
152
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
1. Jarak
a. Jarak antara dua titik
Jarak antara dua titik adalah panjang ruas garis yang menghubungkan
kedua titik tersebut. Misalnya, ruas garis PQ menunjukkan jarak antara titik
P dan titik Q.
2. Pada limas T. ABC di samping, titik P pada
rusuk TA, titik Q pada bidang TAC, dan titik R
pada perluasan bidang ABC. Lukislah irisan
bidang yang melalui titik-titik P, Q, dan R
dengan limas!
3. Diketahui kubus ABCD.EFGH. Titik P pada rusuk CG sehingga
CP : CG = 4 : 5, dan titik Q pada pertengahan rusuk BF. Lukislah
irisan bidang dengan kubus melalui titik-titik P, Q, dan H!
Bobot soal: 40
Bobot soal: 30
B
A
C
T
P
Q
E. Jarak dan Sudut
m
r
n
Gambar 7.12. Jarak antara
garis sejajar.
Gambar 7.9. Jarak antara titik
P Q
A
r
Gambar 7.10. Jarak antara
titik dan garis.
T
g
A
Gambar 7.11. Jarak antara
titik dan bidang.
b. Jarak antara titik dan garis
Jarak antara titik dan garis adalah panjang ruas garis tegak lurus yang
ditarik dari titik tersebut ke garis.
Pada gambar di samping, jarak antara titik A dan garis g ditunjukkan
oleh ruas garis AT yang tegak lurus garis g.
c. Jarak antara titik dan bidang
Jarak antara titik dan bidang adalah panjang ruas garis tegak lurus yang
menghubungkan titik tersebut dengan bidang.
Pada gambar di samping, jarak antara titik A dan bidang ditunjukkan
oleh ruas garis r yang tegak lurus bidang.
d. Jarak antara dua garis sejajar atau bersilangan
Jarak antara dua garis sejajar atau bersilangan adalah panjang ruas garis
yang tegak lurus terhadap kedua garis tersebut.
Pada gambar di samping, jarak antara garis m dan n ditunjukkan oleh
ruas garis r yang tegak lurus terhadap garis m dan n.
Bab 7 Dimensi Tiga
153
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm. Tentukanlah
jarak garis EB dengan bidang CDHG!
Jawab:
Perhatikan kubus di samping!
Garis CH pada bidang CDHG sejajar dengan
garis EB. Garis BC tegak lurus EB dan tegak lurus
CH. Oleh karena itu, jarak EB dengan bidang
CDHG sama dengan panjang rusuk BC = 4 cm.
CONTOH
A B
C
D
F
E
H G
4 cm
Gambar 7.14. Jarak antara
dua bidang.
B
A
s
Gambar 7.13. Jarak antara
garis dan bidang yang saling
sejajar.
A
B
r
g
e. Jarak antara garis dan bidang yang saling sejajar
Jarak antara garis dan bidang yang sejajar adalah panjang ruas garis yang
tegak lurus terhadap garis dan tegak lurus terhadap bidang tersebut.
Pada gambar di samping, ruas garis r yang tegak lurus terhadap garis g
dan tegak lurus terhadap bidang menunjukkan jarak antara garis g dan
bidang.
2. Sudut Antara Garis dan Bidang
Jika suatu garis menembus bidang maka garis dan bidang tersebut akan
membentuk sebuah sudut. Besar sudut yang terbentuk sama dengan besar
sudut yang dibentuk oleh garis tersebut dengan proyeksinya pada bidang.
Pada gambar di samping, garis g menembus bidang pada titik A. Titik B
pada garis g diproyeksikan pada bidang. Didapat proyeksinya B′. Jadi,
proyeksi garis g pada bidang tersebut adalah AB′.
Akibatnya, sudut antara garis g dan bidang tersebut adalah ∠ BAB’.
Gambar 7.15. Sudut antara
garis dan bidang
A
B
B′
g
f. Jarak antara dua bidang
Jarak antara dua bidang adalah panjang ruas garis yang tegak lurus
terhadap kedua bidang tersebut.
Pada gambar di samping, ruas garis s yang tegak lurus terhadap kedua
bidang menunjukkan jarak antara kedua bidang tersebut.
154
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
A B
C
D
F E
H G
CONTOH
Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 4 cm. Tentukanlah
besar sudut yang dibentuk oleh garis CE dengan bidang ABCD!
Jawab:
Perhatikan gambar kubus di samping!
Proyeksi garis CE pada bidang ABCD adalah
garis AC sehingga sudut yang dibentuk oleh
garis CE dengan bidang ABCD adalah ∠ ACE.
Perhatikan segitiga ACE yang tegak lurus di A.
Pada segitiga ACE, AE= 4 cm, AC=
4 2
karena
CE = 4 3 merupakan diagonal bidang.
sin ∠ACE =
4 1 1
3
3 4 3 3
AE
CE
= = =
∠ACE= arc sin
1
3
3
= 35,26°
Jadi, besar sudut yang dibentuk oleh garis CE dengan bidang ABCD adalah
35,26°.
3. Sudut Antara Dua Bidang
Dua bidang yang berpotongan akan membentuk sebuah sudut. Sudut
yang dibentuk kedua bidang dapat diwakili oleh sudut yang dibentuk oleh
dua garis. Garis pertama terletak pada bidang pertama, garis kedua terletak
pada bidang kedua. Kedua garis tersebut tegak lurus dengan perpotongan
kedua bidang pada titik tertentu.
CONTOH
Diketahui limas T.ABC, dengan TA tegak lurus ABC. TA = 2 6 cm,
AC = AB = 4 cm, dan AC tegak lurus AB. Tentukanlah besar sudut yang
dibentuk oleh bidang TBC dengan bidang ABC!
Jawab:
Bidang ABC berpotongan dengan bidang
TBC pada garis BC. Garis AE pada bidang
ABC tegak lurus BC. Garis TE pada
bidang TBC tegak lurus BC. Dengan
demikian, sudut antara bidang TBC dan
bidang ABC sama dengan sudut yang
dibentuk oleh garis AE dan garis TE, yaitu
∠AET.
Terlebih dahulu, perhatikan segitiga ABC
yang siku-siku di A.
Dengan menggunakan teorema
Pythagoras, didapat:
BC
2
= AB
2
+ AC
2
= 4
2
+ 4
2
= 32
BC = 4 2
Titik E di tengah-tengah BC sehingga BE =
1
2
BC =
1
2
⋅ 4
2
= 2 2 cm
Perhatikan segitiga ABE yang siku-siku di E!
A
B
E
C
T
4 cm
2 6 cm
➤ ➤➤ ➤➤
4 cm
Bab 7 Dimensi Tiga
155
Dengan menggunakan teorema Pythagoras, didapat:
AE
2
= AB
2
− BE
2
= 4
2
− (2
2
)
2
= 16 − 8 = 8
AE = 2 2 cm
Sekarang perhatikan TAE yang siku-siku di A.
Dengan menggunakan perbandingan trigonometri, didapat:
tan ∠AET =
=
2 6
2 2
TA
AE
=
6
2
=
3
∠AET = arc tan 3 = 60°
Jadi, besar sudut yang dibentuk oleh bidang TBC dengan bidang ABC
adalah 60°.
1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk 3 cm. Titik P
terletak pada garis BC dengan BP : PC = 1 : 2 dan titik Q terletak pada
diagonal ruang BH dengan BQ : QH = 2 : 1. Tentukanlah jarak titik P
ke titik Q!
2. Diberikan limas beraturan T. ABCD dengan ABCD persegi dengan
panjang rusuk 4 cm. Jika TA = 6 cm, tentukanlah jarak titik C ke garis
AT!
3. Diketahui bidang empat beraturan T.ABC dengan panjang rusuk
4 cm. Tentukanlah jarak titik C ke bidang TAB!
4. Dalam kubus ABCD.EFGH, AB = 6 cm. Titik S dan R berturut-turut
pada pusat bidang EFGH dan ABCD. Tentukanlah jarak antara garis
RF dan DS!
Garis h yang bergradien 2 sejajar dengan garis k. Jarak antara garis h dan garis k adalah 2 satuan.
Jika garis h melalui titik (2,3), tentukanlah persamaan garis k!
ASAH KEMAMPUAN
Bobot soal: 12,5
5
Waktu: 120 menit
Bobot soal: 12,5
Bobot soal: 12,5
Bobot soal: 12,5
156
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
5. Diketahui balok ABCD.EFGH dengan AB = 5 cm, BC = 2 cm, dan
BF = 3 cm. Titik P pada AE dengan EP = 1 cm. Titik Q pada BF dengan
FQ = 1 cm. Titik R pada HD dengan HR = 2 cm. Tiitk S pada CG
dengan SG = 2 cm. Tentukanlah jarak antara bidang PQGH dengan
bidang ABSR!
6. Diketahui balok ABCD.EFGH dengan AB = 8 cm, BC = 3 cm, dan
BF = 6 cm. Titik P terletak pada pertengahan GH dan titik Q pada
pertengahan CD. Tentukanlah besar sudut yang dibentuk garis oleh
AF dengan bidang AQPE!
7. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan panjang rusuk a cm. Misalkan
a sudut yang dibentuk oleh bidang BDE dengan bidang BDG,
tentukanlah nilai sin a!
8. Pada kubus ABCD.EFGH, tentukanlah kosinus sudut terkecil yang
dibentuk oleh garis AG dan BH!
Bobot soal: 12,5
Bobot soal: 12,5
Bobot soal: 12,5
Bobot soal: 12,5
1. Bidang gambar adalah bidang datar yang akan digunakan untuk bangun ruang. Bidang frontal
adalah bidang gambar yang sejajar dengan bidang gambar lain. Bidang ortogonal adalah bidang
yang tegak lurus terhadap bidang frontal.
2. Bidang ortogonal terdiri atas bidang ortogonal vertikal dan bidang ortogonal horizontal. Bidang
ortogonal vertikal adalah bidang ortogonal yang menghadap ke kiri atau ke kanan. Bidang
ortogonal horizontal adalah bidang ortogonal yang menghadap ke atas atau ke bawah.
3.
Panjang garis ortogonal pada gambar
Perbandingan Proyeksi =
Panjang garis ortogonal sebenarnya
4. Sudut surut adalah sudut pada gambar yang dibentuk oleh garis frontal horizontal arah ke
kanan dengan garis ortogonal arah ke belakang yang berpotongan.
5.
Rangkuman Rangkuman
1. Prisma Luas alas × t
2. Tabung
2
r π
× t
3. Limas
1
Luas alas
3
t × ×
4. Kerucut
2
1
3
r t π
5. Bola
3
4
3
r π
No.
Bangun Ruang Volume
Bab 7 Dimensi Tiga
157
I. Pilihlah jawaban yang paling tepat!
1. Diketahui kubus ABCD.EFGH dengan
panjang rusuknya 2a. Jika p titik tengah BF
dan Q titik tengah EH, maka panjang PQ
adalah . . . .
a.
3 a
d.
5 a
b. 2a e.
6 a
c.
2 a
2. Panjang rusuk kubus ABCD.EFGH adalah a.
Jarak G ke diagonal BH adalah . . . .
a.
1
6
2
a
d.
1
6
4
a
b.
1
6
3
a
e.
1
6
5
a
c.
6 a
3. Segitiga ABC samakaki pada bidang horizon-
tal dan BCDE persegi panjang pada bidang
vertikal dengan AC = AB, AD = 17 cm,
CD = 8 cm, dan ED = 18 cm. Maka jarak titik
A ke bidang BCDE adalah . . . .
a. 12 cm d. 9 cm
b. 15 cm e. 17 cm
c. 11 cm
4. Limas T.ABCD mempunyai alas ABCD
yang berbentuk persegi panjang
dengan AB = 12 cm, BC = 5 cm, dan TA = TB
= TC = TD = 7 cm. Tinggi limas tersebut
adalah . . . .
a. 12 cm d.
3
3
2
cm
b.
3 3
cm e. 13 cm
c. 3 cm
5. Garis g dan h bersinggungan. Bidang v
melalui g dan sejajar dengan garis h. Bidang
w melalui h dan berpotongan dengan bidang
v . Jika k adalah garis potong kedua bidang
tersebut maka . . . .
a. k memotong g dan h
b. k dan h bersilangan
c. k sejajar h dan memotong g
d. k sejajar dengan g dan memotong h
e. g memotong k dan h
6. Diketahui limas T.ABCD. Pada rusuk TA
dipilih titik P, pada rusuk TB dipilih titik Q,
dan pada rusuk TC dipilih titik R, sehingga
TP : PA = 1 : 2
TQ : QB = 2 : 3
TR : RC = 3 : 4
Maka perbandingan isi limas T.ABCD dan
T.PQR adalah . . . .
a. 3 : 2 d. 5 : 1
b. 35 : 98 e. 4 : 1
c. 5 : 2
7. Kubus ABCD.EFGH mempunyai rusuk a cm.
P, Q, R adalah titik tengah dari AD, AB, dan
BF. Penampang bidang PQR dengan kubus
berupa . . . .
a. bujur sangkar
b. segitiga samasisi
c. segi empat beraturan
d. segi lima beraturan
e. segi enam beraturan
8. Jarak antara titik C dengan bidang BDG
dalam kubus ABCD.EFGH yang panjang
rusuknya 6 cm adalah . . . .
a.
3 2
d.
3
b. 2 6 e. 2 3
c. 3 3
9. Pada suatu kubus ABCD.EFGH sudut antara
garis AH dan bidang diagonal BFHD sama
dengan . . . .
a. 15° d. 45°
b. 30° e. 60°
c. 90°
Ulangan Bab 7
Ulangan Bab 7
158
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
10. ABCD adalah persegi panjang pada bidang
horizontal. ADEF adalah persegi panjang
pada bidang vertikal. Panjang AF = 3 cm,
BC = 4 cm, dan CE = 7 cm. Jika α adalah
sudut antara BE dengan bidang ABCD dan
β adalah sudut antara BE dengan bidang
ADEF, maka tan α tan β = . . . .
a.
3
35
d.
5
35
b.
4
35
e.
4
21
c.
3
21
II. Jawablah pertanyaan berikut dengan jelas
dan tepat!
1. Sebuah kotak berbentuk kubus memiliki
panjang rusuk 5 cm. Kotak tersebut disebut
kubus ABCD.EFGH. Titik P terletak pada
garis BC dengan BP : PC = 2 : 3 dan titik Q
terletak pada diagonal ruang BH dengan
BQ : QH = 3 : 2.
Tentukanlah:
a. Jarak titik P ke titik Q
b. Kosinus sudut terkecil yang dibentuk
oleh garis AG dan BH
2. Hitunglah luas plat seng yang diperlukan
untuk membuat kaleng berbentuk silinder
(termasuk alas dan atas) yang berisi satu liter
dengan tinggi x dm!
3. Sebuah bola dimasukkan ke dalam kotak
berbentuk kubus. Kemudian sebuah kotak
yang berbentuk kubus dimasukkan ke dalam
bola. Tentukanlah perbandingan antara isi
bola dalam dan isi bola luar kubus!
4. Sebuah topi ulang tahun berbentuk kerucut.
Tinggi topi tersebut 16 cm, sedangkan
diameter alasnya 24 cm. Apabila sebuah
bola dimasukkan ke dalam topi tersebut,
tentukanlah perbandingan antara isi bola
dalam topi dan isi topi tersebut!
5. Perhatikan gambar berikut!
H G
E F
D C
A B
Tentukan tangen sudut antara CG dengan
bidang BDG!
Tugas Akhir
159
1. Nilai dari (0,04)
−0,05
+ (0,25)
0,5
adalah . . . .
a. 0,5 d. 4,5
b. 0,7 e. 5,5
c. 2,5
2. Bentuk (p
−1
+ q
−1
)
−1
identik dengan . . .
a. p + q d.
p q
pq
+
b. p e.
1
pq
c.
+
pq
p q
3. Jika a = 25 dan b = 81, dan c = 8 maka nilai
2 1 1
3 2 4
, , a b c
adalah . . . .
a. 3 d. 40
b. 5 e. 60
c. 20
4. Nilai dari
48 45
7 2 10
+
+
adalah . . .
a. 3 d.
2 3
b. 6 e.
2 6
c.
3 2
5. Nilai dari
32 90
7 2 10
+
+
adalah . . . .
a. 1 d. 4
b. 2 e. 16
c. 3
6. Bentuk sederhana dari
10 2 21 +
ada-
lah . . . .
a.
7 3 +
d.
3 7 −
b.
7 3 −
e.
7 3 +
c.
5 3 −
7. Diketahui log 2 = p dan log 3 = q nilai
3 2
log 15 sama dengan . . . .
a.
( ) 2
3
p q +
d.
( ) 2 1
3
p q + −
b.
( ) 2
3
p q −
e.
( ) 3 1
3
p q − +
c.
( ) 2 1
3
p q − +
8. Nilai dari
log
16 48
1 1
30
log10 log10
+ −
adalah . . . .
a. 0 d. log 60
b. 1 e. 10
c. log 18
9. Jika
3
log 3 dan log 3
a a
y x = = nilai
x
y
sama
dengan . . . .
a. 1 d. 27
b. 3 e. 81
c. 9
10. Persamaan (p − 1)x
2
− 4px + 4p + 7 = 0
mempunyai akar-akar positif. Akar-akar
positif itu adalah . . . .
a. 3 dan 5 d.
7 7
dan
3 2
b.
7
3 dan
2
e.
7
dan 3
2
c.
7
dan 5
2
11. Selisih akar-akar persamaan kuadrat
2x
2
+ px + 16 = 0 adalah 4. Nilai p yang positif
adalah . . . .
a.
2 3
d.
8 3
b.
3 3
e.
12 3
c.
6 3
12. Akar-akar persamaan kuadrat 3x
2
+ 5x + a = 0
adalah α dan β. Jika
2 2
5 α β + = maka nilai
a sama dengan . . . .
a.
2
6
3

d.
1
3
3
b.
2
3
3

e.
2
6
3
c.
1
3
3

13. Himpunan penyelesaian dari
2 1
4 5 23
x y
x y
− =


+ =

adalah . . . .
a. {2,3} d. {4,2}
b. {3,2} e. {3,4}
c. {2,4}
Tugas Akhir
160
Matematika Aplikasi SMA Kelas X
14. Himpunan penyelesaian dari
1 2
8
2 1
1
a b
a b

− =




+ =


adalah . . . .
a.
{ }
1 1
,
2 3

d.
{ }
1 1
,
3 2

b.
{ }
1 1
,
2 3
e.
{ }
1 1
,
2 3

c.
{ }
1 1
,
2 3

15. Sebuah kolam ikan berbentuk persegi
panjang, jika lebarnya ditambah 10 m, dan
panjangnya ditambah 5 m maka luas akan
bertambah 350 m
2
. Tetapi jika lebarnya
dikurangi 5 m dan panjangnya ditambah
10 m, maka luasnya akan berkurang 25 m
2
.
Luas daerah persegi panjang mula-mula
adalah . . . m
2
.
a. 14 d. 322
b. 23 e. 422
c. 37
16. Himpunan penyelesaian dari
1 3
2 4
x x
x x
− −
>
− −
adalah . . . .
a. x < 2 d. x > 0
b. x > 4 e. x < 0
c. 2 < x < 4
17. Himpunan penyelesaian dari
3 2 4 x x + > − adalah . . . .
a.
1
4
2
x − < ≤
d.
1
4
2
x − ≤ < −
b.
1
4
2
x − < ≤ −
e.
1
4
2
x − ≤ <
c.
1
4
2
x < ≤
18. Himpunan penyelesaian
3 2 1 x x − + ≤ +
adalah . . . .
a.
2
3
3
x ≤ ≤
d.
3 x ≤
b.
2
3
3
x − ≤ ≤
e.
1
2
x ≥ −
c.
2
3
3
x − ≤ ≤ −
19. Jika
: p q p q → =
maka p + r = q + r,
: q p q q r + ≠ + ~ kongruensi dari pernyataan
di atas adalah . . . .
a.
p q ≠
d.
p r q r + ≠ +
b.
q r ≠
e. p + r = q + r
c.
p r ≠
20. Misalkan terdapat beberapa trang dan
beberapa tring dan beberapa trung. Misalkan
pula semua trang adalah tring, dan beberapa
trung adalah trang.
X = Semua trang adalah trung
Y = Beberapa trang adalah trung
Z = Beberapa trung adalah tring
Berdasarkan informasi tersebut yang mana
saja dari pernyataan X, Y, Z yang pasti
benar?
a. X saja d. X dan Y saja
b. Y saja e. Y dan Z saja
c. Z saja
21. Ingkaran dari pernyataan 16 + 9 = 25 dan
25 = 5
2
adalah . . . .
a.
2
16 9 25 atau 25 5 + ≠ ≠
b. 16 + 9= 25 atau 25 = 5
2
c.
2
16 9 25 atau 25 5 + ≠ =
d.
2
16 9 25 dan 25 5 + ≠ ≠
e.
2
16 9 25 dan 25 5 + ≠ =
22. Sin 225° = . . . .
a.
1
2
2

d.
2
b.
1
2
2
− −
e.
1
2
c.
2 −
23. cos
2
45° + sin
2
45° = . . . .
a. 0 d.
1
2
2
b. 1 e.
1
2
c. 2
24.
( ) α α α α + − =
2
2cos sin cos sin . . . .
a. 0 d. cosα
b. 1 e.
tanα
c.
sinα
Tugas Akhir
161
25. Diketahui segitiga siku-siku PQR dan siku-
siku di Q. Jika panjang PQ = 4 cm dan
PR = 5 cm, maka tan ∠QPR adalah . . . .
a.
4
3
d.
5
4
b.
3
4
e.
4
3
c.
3
4

26. Diketahui
4
cos
5
p = − dan 90° < p < 180°
nilai tan p adalah . . . .
a.
9
25
d.
3
5
b.
3
5

e.
4
5

c.
3
4

27. Pada segitiga ABC diketahui panjang sisi-
sisinya adalah 3 cm, 5 cm, dan 7 cm. Besar
sudut terbesar dari segitiga ABC adalah . . . .
a. 30° d. 120°
b. 45° e. 180°
c. 60°
28. Jika diameter alas sebuah tabung sama
dengan tingginya yaitu 8 cm maka luas
permukaan tabung adalah . . . .
a. 4π cm
2
d. 48π cm
2
b. 256π cm
2
e. 128π cm
2
c. 266π cm
2
29. Luas permukaan kerucut jika jari-jari 6 cm
dan garis pelukis 8 cm adalah . . . .
a. 14π cm
2
d. 128π cm
2
b. 64π cm
2
e. 288π cm
2
c. 20π cm
2
30. Volume kerucut dengan jari-jari lingkaran
6 cm dan tinggi 8 cm adalah . . . .
a. 12π cm
2
d. 144π cm
2
b. 72π cm
2
e. 288π cm
2
c. 96π cm
2
Sumber Gambar:
Microsoft Encarta Reference Library 2005.
www.google.com
Arsyad, M. 2004. Contextual Mathematics. Jakarta: Literatur
Aminulhayat. 2004. Matematika. Bogor: Regina
Bostock, L., cs. 2002. STP National Curriculum Mathematics 7A . United Kingdom: Nelson
Thornes
Collins, W. 2001. Mathematics Aplications and Connection. New York: Mc Graw-Hill
Daiman, E. 2004. Penuntun Belajar Matematika. Bandung: Ganesha Exact
Demana, F. and Waits, B. 1990. College Algebra and Trigonometri. New York: Addison
Wesley
Keng Seng, T. , dan Chin Keong, L. 2002. New Syllabus. Singapura: Shinglee
Nasution, A. H. 1995. Matematika. Jakarta: Balai Pustaka
Neswan, O. dan Setya Budhi, W. 2003. Matematika. Bandung: ITB
Phillips, D., cs. 2000. Maths Quest for Victoria. Australia: John Wiley
Purcell, E. J., dan Varberg, D. 1995. Kalkulus dan Geometri Analitik. Jakarta: Erlangga
Swee Hock , L., cs. 2001. Matematik Tingkatan 4. Kuala Lumpur: Darul Fikir
Sobel, M. A., dan Maletsky, E. M. 2001. Teaching Mathematics. New York: Pearson
Sembiring, S. 2002. Olimpiade Matematika. Bandung: Yrama Widya
Simangunsong, W. dan Poyk. F. M. 2002. Matematika Program Pemantapan Kemampuan
Siswa. Jakarta: Gematama
Soka, Y. 1986. Logika Matematika Elementer. Bandung: Tarsito
Tampomas, H. 1999. Seribu Pena Matematika SMU. Jakarta: Erlangga
, 2004. Matematika Plus. Bogor: Yudhistira
Wahyudin, H. 2002. Ensiklopedi Matematika dan Peradaban Manusia. Jakarta: Tarity
Samudra Berlian
PUSTAKA ACUAN
C
atatan

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->