P. 1
Materi+Kultum+Ramadhan+II

Materi+Kultum+Ramadhan+II

|Views: 272|Likes:
Published by Anton Prio Wahyudi
ramadhan
ramadhan

More info:

Published by: Anton Prio Wahyudi on Jun 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2014

pdf

text

original

Sections

  • Materi 2
  • Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad
  • Materi 4
  • Materi 5
  • Materi 6
  • Materi 7
  • Materi 8
  • Materi 9
  • Materi 10
  • Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir
  • Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul)
  • Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama)
  • Materi 14
  • Materi 15
  • Materi 16 Meraih Rahmat Allah
  • Materi 17 Ukhuwah Islamiyah
  • Materi 18
  • Materi 19
  • Materi 20 Pengertian Al Qur’an
  • Materi 21
  • Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an
  • Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah
  • Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia
  • Materi 25
  • Materi 26
  • Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah
  • Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah
  • Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup
  • Materi 30 Kunci Keberkahan

Materi Kultum Ramadhan

Materi I Merajut Pakaian Taqwa Pada hakekatnya, pakaian adalah segala yang “melekat” di badan ini; entah baju, celana, segala aksesoris yang “melekat” lainnya, termasuk perhiasan. Selaras dengan pengertian ini, bahkan Allah membahasakan suami sebagai “pakaian” dari istri; dan istri adalah “pakaian” dari suami (Q.S. Al-Baqarah: 187: hunna libaasul lakum wa antum libaasun lahunna). Mungkin karena suami dan istri pun “melekat” satu sama lain, hingga mereka tak ubahnya seperti pakaian. Setidaknya ada 3 macam fungsi pakaian yang disebut di dalam AlQur’an. Pertama, pakaian sebagai penutup aurat (Q.S. An-Nuur: 58 dan Al-A’raf: 26). Kedua, pakaian sebagai perhiasan (Q.S. Al-A’raf: 26). Dan ketiga, pakaian sebagai pelindung, yakni dari panas dan hujan, juga dari serangan musuh (Q.S. An-Nahl:81). Tak kurang dari 20 ayat ditemukan di dalam Al-Qur’an yang berbicara tentang pakaian. Entah memakai bahasa “libaasun”, “kiswatun”, “saraabil”, maupun “tsiyab”. Namun, semuanya berbicara tentang pakaian lahiriah. Pakaian dunia. Hanya ada satu yang menyebutkan tentang pakaian ruhani. Pakaian ruhani adalah sebenar-benar pakaian, yang menunjukkan baik buruknya seseorang. Meski seseorang mengenakan pakaian lahiriah yang mewah dan mahal, tetapi jika pakaian ruhaninya rusak, jelek, terhina, maka dirinya akan terhina pula. Pakaian lahiriahnya tidak bermanfaat apa-apa. Pakaian lahiriahnya tak bisa melindungi kejelekannya. Mungkin ia akan mulia dalam pandangan manusia, tetapi tidak dalam pandangan Allah. Apakah pakaian ruhani yang dimaksud? sebagai pakaian taqwa (libaasut taqwa). “Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan mereka selalu ingat.” (Q.S. Al-A’raf: 26). Al-Qur’an menyebutnya Sebagaimana firmannya, Yang demikian itu adalah Allah, mudah-mudahan

Tentang taqwa, imam Ali karramallahu wajhah berkata: ُ ‫م‬ ‫ل‬ َ ْ ‫ا َل‬ ِ ‫ر‬ ُ ْ ‫خو‬ ِ ‫ف‬ َ ْ‫ست ِع‬ ْ ْ ‫بلالت َن‬ َ ْ ‫ن ال‬ ْ ِ ‫و ا ْل‬ ِ ‫ل‬ َ َ‫و ال ْع‬ ِ ْ ‫حي‬ ّ ‫داد ُ ل ِي َوْم ِ ال‬ َ ‫ل‬ ِ ِ ‫زي‬ َ ‫ل‬ ِ ْ ‫جل ِي‬ َ ‫م‬ (Takut kepada Zat Yang Mahaagung; mengamalkan apa yang diturunkan (al-Qur’an); dan menyiapkan diri untuk menyambut datangnya hari yang kekal [akhirat]).

Menuju Kembali Kepada Fitrah

1

Materi Kultum Ramadhan
Ramadan adalah hari-hari dimana kita memintal benang-benang pakaian takwa itu. Hari demi hari kita memintalnya, dengan harapan pada akhir Ramadan, hari kemenangan Idul Fitri, pakaian itu telah sempurnalah sudah dan bisa kita kenakan di hari yang berbahagia itu. Bukan untuk dipakai sekali, setelah itu dilepas kembali. Bukan. Tetapi, pakaian takwa itu seharusnya kita pakai seterusnya sampai tiba kembali Ramadan berikutnya, dimana kita akan memeriksa pakaian takwa itu kembali barangkali ada lubang, kotor, sobek dsb yang perlu kita cuci, jahit dan rajut kembali. Bagaimana kita merajutnya? Barangkali di sinilah relevannya sabda Nabi Saw., “Jika datang bulan Ramadan, maka dibuka pintu-pintu syurga, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu semua syaitan.” (muttafaq ‘alaih). Semua tidak lain sebagai motivasi buat kita untuk memperbanyak amal kebaikan kita. Mumpung kesempatan itu dibuka lebar-lebar oleh Allah. Allah sedang membuka “Big Sale”. Obral besar-besaran. Tarawih, tadarus, sadaqah, membayar zakat, menolong orang, memberi ta’jil orang berbuka puasa, menghentikan menggunjing orang. Semuanya adalah jalan-jalan kebaikan; jalan-jalan merajut pakaian takwa kita.

Menuju Kembali Kepada Fitrah

2

Materi Kultum Ramadhan
Materi 2 Hakikat Ramadhan Sudah berapa kali kita berjumpa Ramadhan? Bagaimana kita memaknai Ramadhan selama ini? Apakah kita biasa melaluinya begitu saja? Ataukah kita menjalaninya dengan biasa-biasa saja? Ataukah kita benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkannya untuk mengubah diri kita menjadi lebih baik lagi? Jika kita ingin benar-benar mengistimewakan dan mengoptimalkan Ramadhan, tidak bisa tidak kita harus memahami hakikat Ramadhan. Berikut ini beberapa makna dan hakikatnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Bercermin Diri (Syahrul Muhasabah) Seberapa bersemangat dan seberapa mampu kita memanfaatkan Ramadhan pada setiap menit dan detiknya, merupakan indikasi ketaqwaan kita kepada Allah. Dari sini kita bisa menilai diri kita, apakah kita termasuk hamba Allah yang dzalimun linafsihi (masih suka menganiaya diri sendiri), atau yang muqtashid (yang pas-pasan saja), ataukah yang sabiqun bil khairat (yang bergegas dalam melaksanakan berbagai kebaikan). Disamping itu, Ramadhan juga merupakan sarana yang sangat tepat bagi kita untuk bercermin diri. Sebuah hadits muttafaq ‘alaih menyatakan bahwa selama bulan Ramadhan syetan-syetan dibelenggu. Nah, jika syetan-syetan telah dibelenggu tetapi kita masih saja melakukan dosa dan kemaksiatan maka seperti itulah diri kita yang sebenarnya. Bulan Ramadhan adalah Bulan Limpahan Rahmat (Syahrur Rahmah) Rasulullah bersabda, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kamu berpuasa di bulan ini … Barangsiapa tidak mendapat bagian kebaikannya, maka sungguh berarti ia telah dijauhkan dari rahmat Allah.” Pada bulan Ramadhan, Allah mencurahkan segenap rahmat-Nya melebihi pada bulan-bulan lainnya. Pada bulan ini, Allah melipatgandakan pahala amal kebaikan, memberikan semangat ketaatan kepada hamba-hamba-Nya, dan bahkan memberikan bonus satu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu Lailatul Qadr. Karena itu, rugilah kita jika selama bulan ini kita tidak memanfaatkan limpahan rahmat Allah yang sedemikian besar. Bulan Ramadhan adalah Bulan Taubat (Syahrut Taubah) Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

3

Akan lebih baik lagi jika kita juga berusaha untuk menghafalnya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. tangan. Bulan Ramadhan adalah Bulan Infaq dan Sedekah ( Syahrul Infaq wash Shadaqah) Ramadhan bukan hanya kesempatan untuk beribadah secara vertikal saja. dengan cara berinfaq dan bersedekah kepada mereka. yakni mempuasakan seluruh anggota tubuh kita: akal pikiran.” Bulan Ramadhan adalah Bulan Al-Qur’an (Syahrul Qur’an) Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. “Barangsiapa berpuasa lalu tidak berkata-kata buruk dan tidak mengumpat maka ia akan keluar dari dosa-dosanya seperti keadaannya pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. mata. Rasulullah bersabda. Lebih dari itu. Interaksi ini meliputi banyak hal: membacanya. minum dan hubungan suami isteri pada siang hari. dan mendakwahkannya. Sudah semestinya kita kemudian mampu berempati kepada mereka yang selama ini biasa kelaparan dan kehausan. Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk banyak berinfak dan bersedekah. apa lagi yang kita tunggu.” Beliau bahkan berkata. maka dosa-dosanya yeng telah lalu akan diampuni. memahami maknanya. Jika kita telah memahaminya maka selanjutnya kita harus bergegas untuk mengimplementasikannya dalam hari-hari Ramadhan kita.Materi Kultum Ramadhan diampuni. Ia juga kesempatan emas untuk beribadah secara horisontal. telinga. Sebuah riwayat menyatakan bahwa kedermawanan beliau di bulan Ramadhan sampai menyerupai angin yang bertiup. shalat tarawih) pada bulan Ramadhan atas dasar iman dan berharap pahala dari Allah. Mari kita banyak-banyak beribadah dan memohon ampunan kepada Allah. Pada setiap bulan ini. maka sekali-kali Allah tidak butuh dengan puasanya yang hanya meninggalkan makan dan minum saja. Menuju Kembali Kepada Fitrah 4 . Demikianlah beberapa makna dan hakikat Ramadhan. puasa yang sejati adalah puasa yang bersifat total. agar Ramadhan ini dapat menjadi penghapus dosa-dosa kita.” Beliau juga bersabda. hati. Semuanya harus kita puasakan dari berbagai bentuk dosa dan kemaksiatan. Harapan kita. lidah. Bulan Ramadhan adalah Bulan Puasa (Syahrush Shiyam) Puasa yang sejati tidaklah cukup hanya dengan meninggalkan makan. dan anggotaanggota tubuh kita yang lainnya. kaki. Beliau ingin memberikan teladan kepada kita semua agar kita berinteraksi seakrab mungkin dengan Al-Qur’an selama bulan Ramadhan. Kita telah merasakan bagaimana rasanya kelaparan dan kehausan. “Barangsiapa berdiri (menegakkan shalat malam. Demikianlah yang telah dicontohkan oleh Rasulullah.” Jadi. “Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan yang keji. melakukan berbagai kebaikan kepada sesama. Rasulullah selalu melakukan tadarrus Al-Qur’an bersama malaikat Jibril. mengamalkannya.

Pastinya. sambut dan hormatilah Ramadhan. yang pertama adalah Perang Badar yang terjadi di tahun kedua setelah hijrah. selain Allah SWT. dan yang kedua Penaklukan Mekkah (futuh Makkah) sekitar 6 tahun kemudian. Rasulullah SAW.. setelah kehidupan Rasulullah SAW. keluarga. ini merupakan bukti bahwa dia sungguhsungguh ikhlas beribadah hanya kepada Allah SWT. semata. Untuk memahami lebih dalam hubungan ini maka seseorang haruslah memahami esensi jihad sebaik dia memahami esensi shaum. kesehatan. rajanya bulan. Beberapa kejadian penting yang berhubungan antara bulan Ramadhan dan jihad terus terjadi dalam kehidupan bersejarah kaum muslimin. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan. Selama kehidupan Rasulullah saw. Untuk beberapa alasan. keinginannya. selalu memotivasi para sahabat dengan kabar gembira akan datangnya Ramadhan. termasuk hidupnya. Jihad adalah aktualisasi dari ibadah seorang muslim untuk membuktikan tidak ada kecintaan baginya kecuali hanya Allah SWT saja. Dia tidak menyembah materi apa pun dalam kehidupannya. Mereka masih membutuhkan atau mengharapkan sesuatu yang lain meskipun mereka tahu bahwa mereka adalah hamba Allah SWT. Tentunya. dan semua semata-mata ditujukan untuk menggapai keridloan-Nya. yakni kaitan antara Ramadhan dan jihad kepada kaum muslimin. terdapat hubungan yang penting antara jihad dan Ramadhan. Seorang Mujahid dengan bersungguh-sungguh memberikan semua apa pun miliknya di dunia. dan segala sesuatu yang merupakan kenikmatan dunia.Materi Kultum Ramadhan keluar dari Ramadhan kita telah menjadi pribadi yang jauh lebih bertaqwa. dengan upaya sekuat tenaga untuk menggapai Ridho Ilahi. Dia tidak memiliki keinginan lain. Menuju Kembali Kepada Fitrah 5 . banyak muslim tidak mampu melakukan keikhlasan dalam beribadah tersebut. dua buah peperangan terjadi di bulan Ramadhan. Inilah tujuan seorang Mujahid dan tidak ada selain itu. bulan Ramadhan tetap menjadi bulan konfrontasi militer penting bagi kaum muslimin. sebagaimana firman Allah SWT. Bahkan. Salah satu jalan untuk mencapai tingkat ketulusan ibadah tersebut adalah taqwa. Allah SWT sajalah yang mengetahui hikmah itu semua dan memberikan indikasi dan tanda-tanda tersebut. Materi 3 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Pertama): Memahami Makna Jihad Rasulullah SAW. Allah SWT yang paling mengetahui hikmah yang besar mengapa bulan Ramadhan begitu memiliki kaitan erat dengan jihad. la’allakum tattaqun.” Lintasan sejarah Islam berbicara. mereka masih lebih mementingkan pekerjaan. sebagaimana sabdanya.

Allah mewajibkan atas kamu puasa di bulan itu. pada bulan ini umat Islam mendapatkan panen pahala karena ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. dosa umat Islam terbakar oleh banyaknya pahala amalan kebajikan yang diraih pada bulan Ramadhan. “Allahumma baarik lanaa fi Rajaba wa Sya’baan wa ballighnaa Ramadlan” (Ya Allah berkati kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan antarkan kami sampai ke bulan Ramadhan. sehingga berdoa. Di dalamnya terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. amalan puasa adalah ibadah istimewa dan berpahala istimewa yang mampu meningkatkan ketakwaan dan menepis semua bentuk kemunkaran dan maksiat. dan ketiga. dilipatgandakannya pahala semua amalan muslim dan muslimah. Kedua.” Konotasi “pintu-pintu surga terbuka lebar dan pintu neraka tertutup rapat dan syetan-syetanpun dibelenggu”. yaitu lailatul qadar. Ramadhan adalah bulan kesempatan umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan dengan bulan lain.). di sinilah rahasianya mengapa Rasulullah senantiasa menanti bulan Ramadhan. Ramadhan Bulan Istimewa. Pada bulan itu semua pintu neraka terbuka lebar dan semua pintu neraka Jahim tertutup rapat serta syetan-syetanpun dibelenggu. Selain dari pada itu. maksudnya bahwa orang yang berpuasa berkesempatan besar untuk masuk surga dan jauh dari Menuju Kembali Kepada Fitrah 6 . Mengapa membakar dosa? Pertama.Materi Kultum Ramadhan “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” (QS 2 : 183) Materi 4 Ramadhan Bulan Jihad (Bagian Kedua) 1. Barangkali. Beliau senantiasa berkhutbah ketika menyambut awal Ramadhan. Yang wajib dilipatgandakan 70 kali dan yang sunnah disamakan dengan pahala amalan wajib. penuh berkah. maka sesungguhnya orang yang tidak beramal kebaikan pada bulan ini sungguh amat merugi. Barangsiapa yang tidak mendapatkan kebaikannya. Dengan keistimewaan ini. Di antara isi khutbahnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan An Nasa’i adalah sebagai berikut: “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan.

Orang yang tidak bisa menahan nafsu syahwatnya. nafsu seksualnya. umat Islam diperintahkan juga berjihad melawan kekafiran dan kesyirikan. Kedua: Mempertahankan dakwah Islamiyah dan ajaran-ajaran Ilahi sekaligus melindungi para pembawa panji-panjinya. umatnya telah menghadapi jihad besar melawan kezhaliman dalam menegakkan keadilan. Ibadah puasa penuh dengan kebaikan dan sumber pengkaderan untuk menyiapkan generasi yang mau berkorban lii’laai kalimatillah. Rasulullah pernah menegaskan dengan sabdanya: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta. Namun. Jihad yang disyariatkan Islam bertujuan mencapai dua sasaran: Pertama: Untuk mempertahankan diri dari serangan asing dan mempertahankan tanah air di mana mereka tinggal. Ramadhan dan Jihad Puasa adalah ibadah yang bernuansa jihad melawan hawa nafsu.” Inilah jihad muslim yang tiada hentinya. nafsu amarahnya. Sejak Islam datang menembus gelapnya kekufuran dan kesyirikan menuju cahaya Islam. selain jihad melawan hawa nafsu ini. Jihad disyariatkan Islam agar ajaran Islam tetap tersebar ke seantero dunia. Tahun demi tahun dilewati umat Islam dan Ramadhan penuh dengan kenangan peristiwa besar yang menggambarkan jihad kaum muslimin. karena nafsu al ammarah bis suu’ senantiasa menyertainya. demi menebarkan ajaran Islam dengan al-hikmah. Jihad untuk mempertahankan diri dari serangan kaum kufar ini sering disebut dengan jihad qitali. telah mensyariatkan jihad melawan kekufuran sebagai sarana ibadah dan perjuangan untuk menyiapkan individu muslim yang mampu membawa beban untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Dakwah bagaikan air yang harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh umat manusia. almau’izhah al hasanah dalam suasana penuh aman dan kedamaian. baik di kala jaga atau tidur. 2.Materi Kultum Ramadhan neraka. Bila tidak disyariatkan jihad. maka kebatilan akan menggusur yang hak. maka Allah tidak butuh darinya untuk meninggalkan makanan dan minumannya. berarti puasanya akan ditolak Rabbul Izzati. Karena dengan puasanya ia berpahala besar dan pasti tidak bisa digoda oleh syetan yang terkutuk. Menuju Kembali Kepada Fitrah 7 . dan nafsu-nafsu lainnya selama berpuasa. Allah swt.

dan panji-panji Islam akan tumbang diserang kekufuran. Apalagi sekolah-sekolah yang dikelola pendidikan non Islam sarat dengan unsur-unsur yang bisa memadamkan semangat keislaman siswa. Jihad qitaali adalah wajib bila umat Islam diserang dengan senjata seperti di Palestina. sebanyak aneka ragam serangan musuh. c. dan kesejukan. Jihad maali ini sering disebut Al-Qur’an lebih daripada jihad binnafsi. Jihad Maali. Jihad tablighi. karena: Menuju Kembali Kepada Fitrah 8 . karena sekolah-sekolah unggulan umat Islam masih perlu peningkatan kualitas dan kuantitas. Jihad terhadap hawa nafsu adalah jihad setiap saat bagi setiap muslim yang masih waras dan sehat. Selain jihad nafsiy dan jihad qitaali. masih banyak lagi tuntutan jihad lainnya. yaitu jihad dengan harta dalam rangka menebarkan Syiar Islam. dan belahan bumi lainnya. Bosnia. b. Irak. yaitu jihad melalui pendidikan. melindungi kaum fuqara’ dan masakin dari kekufuran yang mengintai mereka.Materi Kultum Ramadhan kerusakan akan menghantui dunia. yaitu jihad dengan lisan untuk menyampaikan ajaran Islam dengan penuh hikmah. Kita diwajibkan tablighi ini sebagai jihad bil-lisan untuk meluruskan berbagai penyimpangan yang terjadi dalam masyarakat. Saat ini umat Islam sangat dituntut untuk menekuni jihad ta’limi ini. Tuntutan Jihad Sekarang Lebih Luas Ketika musuh-musuh Islam menyerang dengan berbagai macam cara untuk memadamkan cahaya agama Allah. Jihad ta’limi. Di antara jihad-jihad yang dituntut sekarang adalah: a. baik formal atau Non formal. 3. kondisi ini menuntut umat Islam agar melakukan jihad dalam berbagai aspek kehidupan. kelembutan. Afghanistan.

sikap. alam kubur. Seluruh perintah tersebut sudah tercatat dalam Al-Quran dan Hadist. adab dan sopan santun sesama ciptaan Allah yang terdiri atas ciptaan Allah yang gaib dan ciptaan Allah yang nyata. dan lain sebagainya. Yang kedua yaitu ciptaan Allah yang nyata. dan benda serta alam gaib lainnya. benda hidup dan benda mati. jin. diri sendiri. namun diharapkan akan bisa memberikan gambaran cakupan akhlak mulia yang sudah dicontohkan dan diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. serta benda mati (bumi dan segalanya serta benda angkasa). qada dan qadar. 2. Sedangkan gaib dalam arti negatif di antaranya iblis. Gaib dalam arti positif di antaranya malaikat. Akhlak mulia kepada Allah berati mengikuti seluruh perintah yang telah disampikan Allah kepada Rasul yang Maha Mulia Muhammad SAW. kerabat jauh. Akhlak kepada Ciptaan Allah. Mengingat sangat luasnya cakupan akhlak ini karena menyangkut seluruh aspek kehidupan manusia. perbuatan. akhlak mulia itu dapat dikelompokkan kedalam dua kelompok yaitu: 1. syetan. tetangga dekat dan tetangga jauh. orang tua.Materi Kultum Ramadhan Materi 5 Akhlak Mulia Secara garis besar. non muslim). kiamat. Tinggal bagaimana kita bisa mempelajarinya secara benar dan teliti serta mengamalkannya. kerabat dekat. sorga dan neraka beserta penghuninya. Akhlak terhadap ciptaan Allah meliputi segala prilaku. padang mashar. Walau struktur yang disampaikan masih sangat jauh dari lengkap dan sempurna. Akhlak kepada Allah. Ciptaan Allah yang nyata meliputi sesama manusia (nabi dan rasul. selain manusia (tumbuhan dan hewan). Menuju Kembali Kepada Fitrah 9 . Seluruh sikap dan perilaku serta adab sopan santun terhadap semua ciptaan Allah sudah termuat dan tercantum dalam Al-Quran dan Hadist. sesama muslim. meliputi gaib dalam arti positif dan gaib dalam arti negatif. maka secara garis besar struktur akhlak mulia terhadap seluruh ciptaan Allah itu dapat digambarkan seperti struktur sederhana berikut ini. Yang pertama yaitu ciptaan Allah yang gaib.

Sebagai pengamalan syariat Islam. Allah telah mewajibkan kita untuk hidup berinteraksi dengan masyarakat. kita adalah makhluk sosial. Sebagai pengamalan Syariat Islam. Dengan akhlak mulia ini tatanan sosial yang terbentuk semakin memberikan makna dan nilai yang tidak saling merugikan. Tidak ada manusia di dunia ini yang memiliki kesamaan seratus persen. Allah SWT telah menciptakan seluruh manusia dalam keberagaman. Akhlak Mulia Sebagai Perlindungan Diri dan Hak Azazi Manusia ( HAM ) berarti dengan menjalin hubungan yang baik berdasarkan hukum dan syariat agama akan terbentuk hubungan yang saling menghargai dan saling menguntungkan. pengamalan akhlak yang mulia itu insya Allah akan menjadi ibadah bagi umat islam yang mengamalkanya. atau pun sifat dan karakter pasti akan berbeda. Akhlak Mulia Sebagai Pengatur Tatanan Sosial berarti dengan pengamalan akhlak mulia yang sudah dicontohkan oleh yang Mulia Saydina Muhammad SAW mengukuhkan bahwa manusia sebagai makhluk sosial tidak akan pernah bisa dan lepas dari pengaruh lingkungannya.Materi Kultum Ramadhan Pembahasan masalah Akhlak adalah pembahasan yang sangat luas. Perbedaan yang khas dari milyaran umat manusia di dunia ini seharusnya makin menyadarkan manusia akan Maha Agung dan Maha Besar-nya Sang Maha Pencipta. 3. Sebagai seorang muslim. 2.e. Hingga anak-anak yang kembar siam pun tetap memiliki perbedaan. Secara garis besar fungsi dan tujuan pengamalan akhlak mulia bagi umat manusia adalah : 1. bentuk tubuh. Saat Menuju Kembali Kepada Fitrah 10 . Islam sebagai agama rahmat bagi seluruh alam semeste telah . Sebagai Identitas. 5. Akhlak mulia ini diperuntukkan oleh Allah kepada manusia yang berakal budi karena dengan tuntunan akhlak yang mulia akan bisa membedakan antara manusia denga hewan. Akhlak Mulia Sebagai Rahmat Bagi Seluruh Alam berarti akhlak mulia yang diperuntukkan bagi manusia tidak hanya mengatur tatanan hubungan manusia dengan manusia lainnya tetapi juga hubungan antara manusia dengan makhluk – makluk lain selian manusia dan alam sekitarnya. Perlindungan diri dan HAM. Sebagai Identias. 4.berikan tuntunan prilaku dan etika secar sempurna. Baik suara. sama luasnya dengan seluruh asoek kehidupan manusia serta variasi variasinya. sehingga dengan niat karena Allah SWT. Rahmat bagi seluruh alam. Pengatur tatanan Sosial.

pada bulan Ramadhan umat Islam diperintahkan untuk banyak memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun. Berbuat salah memang sudah sunnatullah. Dosa merupakan konsekuensi dari perbuatan maksiat kepada Allah SWT. di stasiun. di bandara. (HR al-Bukhari dan Muslim). Materi 6 Meraih Ampunan Di Bulan Ramadhan Siapa saja yang berpuasa pada bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan hanya mengharapkan pahala Allah semata maka diampunilah dosanya yang telah berlalu. di kantor. lalu memohon ampunan atas dosa-dosa mereka—dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu. Di rumah. Sebab. siang maupun malam hari. di pabrik dan dimana saja seseorang sangat mungkin berbuat kesalahan. melalui sabda Nabi saw. Rasul sendiri telah menyatakan bahwa manusia itu tempat salah dan lupa. Menuju Kembali Kepada Fitrah 11 .Materi Kultum Ramadhan berinteraksi dengan masyarakat tentu saja kita harus dapat menempatkan diri di tengah-tengah masyarakat dengan baik. Agar tidak terjadi masalah yang akan membuat suasana hubungan yang harmonis menjadi terganggu. mereka segera mengingat Allah. Oleh sebab itu. di kampus. di kereta api. Allah SWT memerintahkan hamba-Nya untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pengampunan. di terminal. tersebut. Allah SWT Yang Maha Pemurah dan Maha Penyayang. Manusia sering berbuat dosa. di angkot. di bis. ini adalah bentuk kebesaran dan kasih sayang Sang Pencipta kepada makhlukNya. di masjid. baik karena mengabaikan kewajiban ataupun melakukan keharaman. Untuk itu. sedangkan mereka mengetahui. Sungguh. (QS Ali Imran [3]: 135). di kendaraan pribadi. telah menegaskan kepada kaum Muslim tentang berita pengampunan pada bulan Ramadhan. di sekolah. Allah SWT berfirman: Orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri.

Rasulullah saw. Rasul pernah bersabda:”Demi Allah. Memang. Katakanlah. dia akan senantiasa melakukan muhâsabah (instrospeksi diri). khususnya pada bulan Ramadhan.Materi Kultum Ramadhan Selain itu. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. jika Allah SWT menghendaki. Dia akan mengampuninya. diberikannya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Allah memiliki Menuju Kembali Kepada Fitrah 12 . atau terpelihara dari dosa." (QS az-Zumar [39]: 53). Allah SWT akan mengampuninya. beliau tetap terus memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. ”Berlomba-lombalah kalian mendapatkan ampunan dari Tuhan kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi. (QS an-Nisa [4]: 48). Karena itu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Siapa saja yang mempersekutukan Allah. Itulah karunia Allah. Muslim yang menjadikan Baginda Rasul sebagai suri teladannya akan berupaya untuk sering meminta ampunan. dengan mengajukan banyak pertanyaan kepada dirinya sendiri tentang berbagai hal. Dia sendiri memerintahkan kepada manusia untuk sering meminta ampunan kepada-Nya. Apapun dosanya. dapat saja suatu dosa seseorang langsung Dia ampuni. Dalam hadisnya. Allah SWT sendiri pasti akan mengampuni semua dosa manusia. tentu selama manusia tidak mau bertobat sampai akhir hayatnyaAllah SWT berfirman: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. kecuali dosa syirik. adalah seorang yang maksum. Di samping Allah SWT telah menyuruh setiap Muslim untuk sering memohon ampunan kepada-Nya. pada kesempatan Ramadhan yang penuh ampunan ini. yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. maka ia sungguh telah berbuat dosa yang besar. Namun. "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri sendiri. Baru kemudian. seorang Muslim sudah seharusnya banyak meminta ampunan kepada Allah SWT. nash di atas juga menggambarkan bahwa kaum Muslim harus senantiasa memohon ampunan kepada Allah SWT. Namun. (HR al-Bukhari dan Muslim) Padahal Rasulullah saw. berapapun banyaknya. sesungguhnya aku benar-benar meminta ampunan kepada Allah dan bertobat kepada-Nya lebih dari tujuh puluh kali sehari. janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Allah SWT Maha Penyayang tidak pilih kasih dalam memberikan ampunan kepada hamba-Nya. Untuk itu. juga telah memberikan teladan kepadanya. selama hamba mau bertobat. Di samping itu. Beliau dijamin masuk surga.

ia berkata. “Aku mendengar Rasulullah saw. maupun politik. budaya. baik aktivitas di bidang dakwah. maka Ia akan mempermudah semua aspek kehidupan hambaNya. menghapus dosa. “Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat. Rasulullah saw. menolak penyakit. ekonomi. sosial. menganjurkan kepada kita.. bertasbih. dan menjadi penghuni surga yang disediakan untuknya. pendidikan. Sang hamba akan dekat dengan Rabbnya. dan pencegah dari dosa. dihormati oleh sesama.” (HR. akan mencintai hamba yang mendekat kepadanya. dan itu setiap malam. Dan memberi berkah atas semua aktivitas sang hamba. Kalau Allah swt. (QS al-Hadid [57]: 21). diampuni dosanya. Dan Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. dan memuji Sang Pencipta.Materi Kultum Ramadhan karunia yang agung. beristighfar. mencintai seorang hamba. “Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang shalih sebelummu. mendekatkan diri kepada Allah. bersabda. pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya). sesuai dengan janjinya. Muslim dan Ahmad) Qiyamullail adalah sarana berkomunikasi seorang hamba dengan Rabbnya. Sang hamba merasa lezat di kala munajat dengan Penciptanya. Seorang muslim yang kontinu mengerjakan qiyamullail.a. Karena itu. pasti dicintai dan dekat dengan Allah swt. Ahmad) Menuju Kembali Kepada Fitrah 13 . Ia berdoa. Materi 7 Keutamaan Qiyamullail Dari Jabir r.” (HR.

mengulurkan bantuan. dan shalat malamlah pada waktu orang-orang tidur. Semoga kita termasuk kelompok yang sedikit ini dan berhak masuk surga tanpa dihisab. dan pada malam hari memohon kepada Allah diawali dengan qiyamulail. Hal itu dapat digapai dengan wajah yang berseri-seri. amalkanlah qiyamullail secara kontinu.” Kiat Mudah Qiyamullail Qiyamullail memerlukan kesungguhan dan kebulatan tekad. Kemuliaan orang mukmin dapat diraih dengan melakukan shalat malam. akhirnya pun kamu akan mati. pasti akan dapat balasan.. dan ruhani. Jika ada tekad. “Malaikat Jibril a. serta Anda wajib memenuhinya dengan seimbang. Tapi sayang.” Seorang dai yang ingin berhasil dakwahnya.a. ia berkata.’” Orang yang shalat kala orang lain lelap tertidur. Tiba-tiba ada panggilan dikumandangkan dimana orang yang meninggalkan tempat tidurnya. diganjar dengan masuk surga. dan harga dirinya dapat ditemukan dengan tidak minta tolong orang lain. sebarkanlah salam. lalu masuk surga tanpa hisab. berikanlah makanan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap. “Wahai manusia. (2)Pahamilah bahwa Anda punya kebutuhan jasmani. yang melaksanakan qiyamulail secara kontinu sangat sedikit jumlahnya. silaturahim. Sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri. (3)Hindari maksiat. beliau bersabda. kalian akan masuk surga dengan selamat.. harus mennabur kasih sayang kepada seluruh lapisan masyarakat. Kabar ini sampai kepada kita dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abdullah bin Salam dari Nabi saw.s. Baru kemudiaan seluruh manusia diperintah untuk diperiksa. datang kepada Nabi saw. mengucapkan salam. akan sangat mudah merealisasikannya dengan izin Allah. aqli. Rasululah saw. ‘Wahai Muhamad. “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan. Dari Sahal bin Sa’ad r. (1)Programlah aktivitas Anda di hari yang malamnya Anda rencanakan untuk qiyamulail agar memungkinkan Anda tidak kelelahan. hiduplah sebebas-bebasnya. Berbuatlah semaumu. lalu berkata. Berikut ini kiat-kiat pendorong meninggalkan tempat tidur untuk bermunajat kepada Yang Maha Pengasih. Cintailah orang yang engkau mau.” Menuju Kembali Kepada Fitrah 14 .Materi Kultum Ramadhan Jika Anda ingin mendapat kemuliaan di sisi Allah dan di mata manusia. maka berdirilah mereka jumlahnya sangat sedikit. “Seluruh manusia dikumpulkan di tanah lapang pada hari kiamat. bersabda. pasti kamu akan berpisah.

kapan waktu istirahat dan kapan waktu ibadah. Tarbiyah adalah sarana yang sangat urgen bagi kehidupan insan dan umat. dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur. kapan waktu bekerja. Materi 8 Ramadhan:Syahrut Tarbiyah Kenapa bulan Ramadhan disebut dengan syahrut Tarbiyah (bulan pembinaan dan pendidikan)?? Karena pada bulan ini umat Islam dididik langsung oleh Allah SWT. berdoa untuk bisa bangun malam. ujian dan cobaannya. (6)Makan malam jangan kekenyangan. karena dengan tarbiyah akan lahir Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah (kepribadian islami yang utuh dan seimbang) yang siap menjawab tantangan zaman dengan segala problematika. (7)Baik juga jika Anda janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone yang Anda miliki. (9)Berdoalah kepada Allah swt. dan diajarkan oleh-Nya supaya bisa mengatur waktu dalam kehidupan secara baik. untuk menghasilkan kader-kader yang memiliki Syakhshiyah islamiyah mutakamilah mutawazinah Menuju Kembali Kepada Fitrah 15 . (5)Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Kapan waktu makan. (8)Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program qiyamullail bersama sekali atau dua malam dalam sepekan. Dengan begitu Anda termotivasi untuk melaksanakannya.Materi Kultum Ramadhan (4)Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dalam kontek tarbiyah itu sendiri. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

Dalam bulan romadhan. mutawazinah (seimbang). Allah SWT ingin memberikan tarbiyah kepada kaum muslimin. Orang Arab dahulu ketika memindahkan namanama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab. menguasai dan tidak menganggap mereka sebagai musuh walaupun perlakuan mereka keras. sosial. Dalam rangka mencetak generasi sholih yang bisa bergaul dengan masyarakat luar. berakhlak dan berpengetahuan yang lurus serta komitmen di jalan da’wah untuk menggapai ridho Allah. agar tercetak sosok yang shalih. murunah (fleksibel) dan waqi’iyyah (realistis) serta robbaniyyah (bersumber dari Allah). Kebetulan bulan Ramadhan masa itu sedang melalui musim panas akibat sengatan terik matahari apalagi bagi pejalan kaki di atas padang pasir pada masa itu. Oleh karena itu diperlukan ta-shil syari (pengokohan hukum syar’i’) dalam berinteraksi dengan orang lain (fiqhu ta’amul ma’al ghoir) dan manhaj tarbiyah haruslah dibuat di atas landasan ini. Istilah Ramadhan itu sendiri berasal dari kata ramadla-yarmudluramadlan artinya panas membakar. komunikasi dan interaksi dengan prinsip-prinsip Islam. alamiyah (global). mampu mempengaruhi. mereka menamakan bulan-bulan itu menurut masa yang dilaluinya. kondisi. Panas membakar ini bisa berasal dari sinar matahari. maka pembinaan dalam Islam harus mampu merealisasikan tujuan-tujuan berikut ini: (1) Memahami Islam sebagai manhaj atau pedoman hidup bagi Manusia yang bersifat syumiliyah (universal). sehingga semua nazhoriyah (teori) dapat teraplikasikan di dalam kehidupan yang nyata. pendidikan dan lain-lainnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 16 . (4)Memperhatikan tanggung jawab pendidikan Islam. Semua itu harus disesuaikan dengan situasi. (2) Memiliki komitmen pada Islam dalam semua aspeknya. meningkat keimanannya. waktu dan tempat. politik. Apakah dengan kaum muslimin ataukah dengan non muslim dan baik dalam ta’amul da’awi (interaksi da’wah) maupun ta’amul siyasi (interaksi politik). kasar dan menyakitkan. karena memang tidak mungkin mengaplikasikan Islam hanya dengan satu model. Selain itu juga perlu dilihat apakah di dalam masyarakat yang monoloyalitas ataukah multi-loyalitas. ekonomi. (3) Memperhatikan kondisi obyektif masyarakat dalam hal aplikasi.Materi Kultum Ramadhan (kepribadian islami yang utuh dan seimbang). mutakamilah (integral).

sehingga tidak ada satu ibadahpun yang lepas dari arah tersebut. Pada bulan yang sangat istimewa ini. selain merupakan kewajiban dan alasan diciptakannya manusia dan makhluk lainnya. Materi 9 Sarana-sarana Tarbiyah Ramadhan Secara garis besar dapat kita temui bahwa Ramadhan merupakan sarana tarbiyah yang meliputi : 1. sedekah. juga merupakan sarana untuk membersihkan diri manusia itu sendiri dari kotoran dan dosa yang melumuri jiwa. terdapat sekian banyak wahana yang bisa dimanfaatkan dalam rangka penggemblengan dan pemanasan diri itu. Begitupun Menuju Kembali Kepada Fitrah 17 . tarawih. tadarus. shalat misalnya merupakan sarana untuk mencegah diri dari perbuatan keji dan mungkar. Zakat yang dikeluarkan oleh orang kaya merupakan sarana untuk membersihkan diri dan hartanya dari kotoran yang terdapat dalam hartanya. seperti yang tersirat dalam surat At-Taubah (9) ayat 103 dan Al-Lail (92) ayat 18.Materi Kultum Ramadhan Ramadhan bermakna panas membakar juga di dasarkan karena perut orang-orang yang berpuasa tengah terbakar akibat menahan makan minum seharian. tawakal. Panas membakar bulan Ramadhan bisa juga berarti karena bulan Ramadhan memberikan energi untuk membakar dosadosa yang dilakukan manusia. Ramadhan merupakan sarana Tarbiyah Ruhiyah (pembinaan spiritual) Pada dasarnya setiap ibadah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya. Dari yang wajib seperti puasa dan zakat fitrah hingga yang sunaah seperti i’tikaf. amanah. Dari yang berbentuk fisik seperti memberi makanan berbuka kepada fakir miskin hingga yang psikis seperti sabar. dan sebagainya. jujur dan sebagainya.

apalagi dalam kewajiban puasa ramadlan. maka katakanlah: “Aku ini sungguh sedang puasa”. dan sama dalam ketundukan terhadap perintah Allah. wanita yang sedang hamil tua atau menyusui serta orang yang sedang musafir (dalam perjalanan). baik yang kaya atau miskin. orang sakit.: “Apabila seorang dari kamu sekalian berpuasa. karena ketidak mampuan. cinta keadilan dan persamaan. dimana orang yang berpuasa selain menjaga diri untuk tidak makan dan minum. Puasa juga dapat membiasakan umat untuk hidup dalam kebersamaan. membersihkan tubuh dari sisa-sisa endapan makanan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah ijtima’iyah (pembinaan sosial) Selain melatih diri. berfungsi sebagai sarana tazkiyatunnafs (perbersihan jiwa). yang mana kesemua itu merupakan keringanan (rukhsah) bagi mereka. mereka sama dihadapan perintah Allah. maka janganlah ia berkata kotor dan berteriak. 3. seluruh umat islam di dunia diwajibkan berpuasa. sehingga orang-orang yang mampu dan kaya merasakan apa yang di derita oleh orang-orang fakir dan miskin dan mau memberi dari rizki yang Allah anugrahkan kepadanya. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jasadiyah (pembinaan jasmani) Ibadah puasa merupakan ibadah yang tidak hanya membutuhkan pengendalian hawa nafsu tapi juga membutuhkan kekuatan fisik. Bila dicela orang lain atau dimusuhi. tanpa terkecuali. 2. Selain itu juga dengan puasa dari segi kesehatan akan membersihkan usus-usus. 4. mengurangi kegemukan dan menenangkan kejiwaan atas aspek materil yang ada dalam diri manusia. pria atau wanita. kecuali bagi mereka yang ada udzur. puasa juga memiliki sisi pendidikan sosial. disinilah letak pendidikan sosial. karenanya puasa tidak diwajibkan bagi mereka yang kesehatannya tidak prima. juga dituntut untuk mematuhi perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Dalam hadits lain disebutkan: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan perkataan Menuju Kembali Kepada Fitrah 18 . (Lihat surat al-baqarah ayat 184). Sehingga dari sinilah di harapkan timbul rasa persaudaraan dan solidaritas. atau karena kesehatan janin dan bayi dan menjaga kesehatan bagi orang yang sedang musafir. seperti orang tua yang telah renta.Materi Kultum Ramadhan dengan bulan ramadhan yang di dalamnya terdapat ibadah puasa. begitupun juga melahirkan kasih sayang kepada orang-orang miskin.a. memperbaiki kerja pencernaan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah khuluqiyah (pembinaan akhlak) Rasulullah SAW bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r. bersatu. sama dalam merasakan lapar dan dahaga.

karena dengan puasa kesehatan qalb (hati) dan jasad (jasmani) terjaga. mengikis hawa nafsu. Sebagaimana puasa juga menumbuhkan semangat jihad yang nyata. Dan berdasarkan hadits ini. terutama jihad dalam memerangi musuh yang ada dalam jiwa setiap muslim.Materi Kultum Ramadhan dusta. 29 ayat 69) Dan puncak tarbiyah yang dapat di raih oleh seorang muslim pada bulan ramadhan adalah mencapai maqam taqwa disisi Allah SWT. Mengenai hadits yang terakhir. karenanya peperangan yang terjadi dan dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabatnya kebanyakan di bulan puasa. Hanya saja masingmasing orang mempunyai pandangan yang berbeda ketika memahami hakikat keduanya. Al’Allamah Asy-Syaukani berkata: “Menurut Ibnu Bathal. Perbedaan inilah yang mendasari munculnya bermacam ragam gaya hidup manusia. sebagaimana yang telah difirmankan Allah dipenutup perintah-Nya untuk berpuasa. maksud hadits ini ialah bahwa puasa seperti itu tidak berpahala. dan melakukan perbuatan dusta. Sedangkan menurut Ibnu Arabi. maka Allah tidak membutuhkan lapar dan dahaga mereka” (HR Bukhari dan Abu Dawud). Materi 9 Kehidupan Jahiliyah (Bagian I): Gaya hidup Islami Vs Jahiliyah Ada dua hal yang umumnya dicari oleh manusia dalam hidup ini. “Barangsiapa yang bersungguh-sungguh dijalan kami maka Kami akan tunjukkan jalan-jalan Kami (jalan yang lurus)” (QS. dan berusaha menghilangkan dominasi jiwa yang selalu membawanya kepada perbuatan yang menyimpang. dan yang kedua ialah kebahagiaan (as sa’adah). maksud hadits di atas bukan berarti orang itu disuruh meninggalkan puasa. Dalam pandangan Islam gaya hidup tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua golongan. Ramadhan merupakan sarana tarbiyah jihadiyah Puasa juga merupakan sarana dalam menumbuhkan semangat jihad dalam diri umat. Menuju Kembali Kepada Fitrah 19 . dan 2) gaya hidup jahiliyah. tetapi merupakan peringatan agar jangan berkata bohong atau melakukan perbuatan yang memuat dusta. dan justru dengan berpuasa mereka dapat lebih semangat dalam berjihad. “agar kamu bertaqwa”. Ibnu ‘arabi mengatakan pula bahwa perbuatanperbuatan buruk tersebut di atas dapat mengurangi pahala puasa 5. Yang pertama ialah kebaikan (al-khair). yaitu: 1) gaya hidup Islami.

Maha Suci Allah. “Ya Rasulullah. Ada orang yang bertanya. Kiranya tak ada kehilangan yang patut ditangisi selain dari kehilangan kepribadian dan gaya hidup Islami. Inilah gaya hidup orang yang beriman. yaitu Tauhid. Hadits tersebut menggambarkan suatu zaman di mana sebagian besar umat Islam telah kehilangan kepribadian Islamnya karena jiwa mere-ka telah terisi oleh jenis kepribadian yang lain.‫ن‬ ‫ قت‬. “Siapa lagi kalau bukan mereka?” (HR. (QS.(‫ صحيح‬، ‫البخَعاري عن أبي هريرة‬ “Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku mengikuti jejak umat beberapa abad sebelumnya. sebab justru gaya hidup jahili (yang diharamkan) itulah yang melingkupi sebagian besar umat Islam.”Ya Rasulullah. dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta. dan gaya hidup jahili adalah haram baginya. landasannya bersifat relatif dan rapuh.‫ع‬ ‫عت‬ ‫هت‬ ْ َ ‫ي ب ِأ‬ ُ ْ ‫تت ى ت َأ‬ ً ‫را‬ ُ ‫ع‬ َ ‫سَعا‬ ّ ‫ح‬ ِ ‫تَعا ب ِت‬ ِ ‫و‬ ِ ِ ‫را ب‬ ِ ‫تَعا‬ ِ ‫خت‬ َ ‫ة‬ ُ ‫و‬ َ َ ‫قب ْل‬ ّ ‫م ال‬ ّ ‫ذأ‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ر‬ ً ْ ‫ش تب‬ ِ ‫و‬ ْ ‫ر‬ ُ ‫قت‬ ْ ‫ق‬ ْ ‫مت ِت‬ ٍ ْ ‫ش تب‬ ٍ ‫را‬ ُ َ َ َ ّ َ َ َ َ َ َ َ ‫ )رواه‬. Materi 10 Kehidupan Jahiliyah (Bagian Kedua): Tasyabbuh (menyerupai suatu kaum) Menuju Kembali Kepada Fitrah 20 . Hal ini sejalan dengan firman Allah: “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku. Berdasarkan ayat tersebut jelaslah bahwa bergaya hidup Islami hukumnya wajib atas setiap Muslim.‫ى‬. AlBukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri z. Beliau bersabda: ُ َ ‫خ‬ َ ‫ن‬ ُ ْ ‫ذ ال‬ ُ َ‫ل َ ت‬ . bahkan kalau mereka masuk ke lubang biawak. aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata. yaitu syirik. niscaya kamu mengikuti mereka”. Inilah gaya hidup orang kafir. Yusuf: 108). shahih). Setiap Muslim sudah menjadi keharusan baginya untuk memilih gaya hidup Islami dalam menjalani hidup dan kehidupan-nya. orang Yahudi dan Nasrani?” Jawab Nabi. Hanya saja dalam kenyataan justru membuat kita sangat prihatin dan sangat menyesal. Kami bertanya.‫س إ ِل أولت تئ ِك‬ ‫ن الن ّت‬ ‫ فقت‬. shahih).‫م‬ ‫ كفت‬، ‫ه‬ ‫ ي َت‬:‫قي ْتل‬ ِ ‫ف‬ ِ ‫ول الل ت‬ ُ ‫ر‬ َ ‫و‬ ُ ‫تَعا‬ َ ‫ر‬ َ :‫تَعال‬ ْ ‫ر‬ ّ ‫وال ت‬ َ ‫س‬ ْ ‫ست‬ َ ‫تَعا‬ ِ ‫تَعا‬ ِ ‫مت‬ ِ ‫و‬ .‫ر‬ ُ ‫و‬ َ ‫ قل‬.(‫ صحيح‬، ‫أبي سعيد الخدري‬ “Sesungguhnya kamu akan mengikuti jejak orang-orang yang sebelum kamu.Materi Kultum Ramadhan Gaya hidup Islami mempunyai landasan yang mutlak dan kuat. Mereka kehilangan gaya hidup yang hakiki karena telah mengadopsi gaya hidup jenis lain. Adapun gaya hidup jahili.‫م‬ ِ ‫ل الل‬ ُ ‫و‬ َ :‫نَعا‬ ْ ِ ‫ت َب‬ ُ َ ‫ الي‬، ‫ه‬ ُ ‫ر‬ ْ ‫مت‬ َ ‫ ف‬:‫ل‬ ْ ‫ه‬ ُ ُ ‫عت‬ َ ّ ‫والن‬ َ ‫صَعا‬ َ ‫د‬ ْ ‫ه‬ ْ ‫س‬ َ ‫يَعا‬ ْ ‫م‬ . Fenomena ini persis seperti yang pernah disinyalir oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam . “Siapa lagi?” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah z. mengikuti orang Persia dan Romawi?” Jawab Beliau. sejengkal demi sejengkal dan sehasta demi sehasta”. َ ‫ن‬ َ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫حت ّت‬ ‫عت‬ َ َ‫و د‬ ً ‫را‬ َ ‫ر‬ ِ ‫تَعا ب ِت‬ ِ ‫و‬ ِ ِ ‫را ب‬ ِ ‫م‬ َ ‫كَعا‬ ّ ‫ضت‬ ْ ‫ج‬ ُ ‫وا‬ َ ‫ع‬ َ ِ ‫ل َت َت ّب‬ َ ‫ن‬ ْ ‫م‬ َ َ ‫سن‬ ّ ‫ع‬ ْ ُ ‫قب ْل َك‬ َ ‫ن‬ َ ‫حت‬ ْ ‫خل ُت‬ ْ ‫تت ى ل َت‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ذ‬ َ ‫ر‬ ً ْ ‫شب‬ ٍ ْ ‫ش تب‬ ٍ ‫را‬ ْ َ ْ َ َ ُ َ ‫تَعا‬ َ ‫و‬ ‫تن‬ ‫تَعاري عت‬ ‫ )رواه البخت‬.

Materi Kultum Ramadhan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda: َ ٍ ‫وم‬ َ ِ‫ه ب‬ َ َ‫ن ت‬ .(‫ )رواه أبو داود وأحمد عن ابن عبَعاس‬. jalannya berlenggak-lenggok (berpenampilan menggoda). Na’udzubillahi min dzalik. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam pernah bersabda: "Dua golongan ahli Neraka yang aku belum melihat mereka (di masaku ini) yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor sapi. Mereka itu tak akan masuk Surga bahkan tak mendapatkan baunya. Kalau tidak memper-tontonkan aurat karena terbuka. Abu Dawud dan Ahmad. Adapun yang lebih memprihatinkan lagi adalah busana wanita kita pada umumnya. maka tidak ada alasan bagi kita untuk tinggal diam. Hanya saja masih sering kita menjumpai busana Muslimah yang tidak memenuhi standar seperti yang dikehendaki syari’at. (HR.‫م‬ ِ ‫و‬ ُ ْ ‫من‬ ُ ‫ف‬ ْ ‫م‬ ْ ‫ه‬ َ ّ ‫شب‬ َ َ ‫ه‬ ْ ‫ق‬ Artinya: “Barangsiapa menyerupai suatu kaum. mempertontonkan dan menonjolkan aurat. Menurut hadits tersebut orang yang gaya hidupnya menyerupai umat yang lain ( tasyabbuh) hakikatnya telah menjadi seperti mereka. Belum lagi kejahilan ini secara otomatis dilengkapi dengan tingkah laku yang -kata mereka. Mungkin kita boleh bersenang hati bila melihat berbagai mode busana Muslimah telah mulai bersaing dengan mode-mode busana jahiliyah. nyaris tak kita jumpai mode pakaian umum tersebut yang tidak mengekspose aurat. Sebab di luar sana sudah nyaris seluruh aspek kehidupan umat bertasyabbuh kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas bergaya hidup jahili. Satu di antara berbagai bentuk tasyabbuh yang sudah membudaya dan mengakar di masyarakat kita adalah pakaian Muslimah. Materi 10 Pengertian Jahiliyah: Masa Sebelum Islam Menuju Kembali Kepada Fitrah 21 . maka ia termasuk golongan mereka” (HR. Jika tasyabbuh dari aspek busana wanita saja sudah sangat memporakporandakan kepribadian umat. Lalu dalam hal apakah tasyabbuh itu?Al-Munawi berkata: “Menyerupai suatu kaum artinya secara lahir berpakaian seperti pakaian mereka. padahal baunya Surga itu tercium dari jarak sedemikian jauh”. Muslim. yang mayoritas beragama Islam ini. maka ekspose itu dengan menonjolkan keketatan pakaian. Bahkan malah ada yang lengkap dengan dua bentuk itu. berlaku/ berbuat mengikuti gaya mereka dalam pakaian dan adat istiadat mereka”. (Yang kedua ialah) kaum wanita yang berpakaian (tapi kenyataannya) telanjang (karena mengekspose aurat). shahih). dari Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu hasan). Busana-busana itu masih mengadopsi mode ekspose aurat sebagai ciri pakaian jahiliyah. kepala mereka seolah-olah punuk unta yang bergoyang.selaras dengan mode pakaian itu. mereka memukuli manusia dengan cambuk itu. dari Abu Hurairah z.

yaitu sebuah sistim yang besar yang selalu menjadi tumpuan semua orang-orang kafir. bahwa agama mereka (orang-orang jahiliyah) terbangun oleh beberapa pondasi yang menjadi akar dan pijakan. Mereka menjawab: “(Tidak). Kami tidak mengutus sebelum kamu seorang pemberi peringatan pun dalam suatu negeri. “Wa idzaa qiila lahumuttabi’uu maa anzalallahu. melainkan orang-orang yang hidup mewah di negeri itu berkata: “Sesungguhnya kami mendapati bapakbapak kami menganut suatu agama dan sesunguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka”(QS.” Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaithan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)? (QS.w tersebut disebabkan oleh sifat keras kepala. sedari dahulu kala hingga akhir zaman. Periode ini sering juga disebut dengan istilah Pra-Islam. “Ittabi’uu maa unzila ilaikum min rabbikum walaa tattabi’uu min duunihi awliyaa’a. akhirnya terwarisi dengan kebiasaan generasi berikutnya yang tidak malu mempertontonkan auratnya di depan publik. sehingga hal seperti itu dianggap lumrah bahkan dianggap sebagai modernisasi. “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Seperti kebiasaan dahulu orang-orang jahiliyah yang mengitari ka’bah dengan bertelanjang tanpa busana. Yang terbesar diantaranya ialah “TAQLID”. istilah ini juga melekat erat pada sifat orang-orang yang tidak taat pada aturan agama yang telah diproyeksikan oleh Al-Qur’an dan AsSunnah.a. Syeikh Muhammad ibn Abdul Wahab dalam Masail Al-Jahiliyyah mengatakan. Kebiasaan-kebiasaan kaum jahiliyah yang realitasnya berseberangan dengan anjuran Rasulullah s. apriori dan ta’assub (fanatik yang berlebihan) terhadap peninggalan dan tradisi para leluhur yang mengental rekat dalam ritual yang selalu disakralkan. Seiring dengan perkembangan dan akulturasi bahasa. “Dan demikianlah.Luqman:21). tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapat dari bapak-bapak kami mengerjakannya. awalaw kaanasy-syaythaanu yad’uuhum ilaa ‘adzaabis-sa’iir”.Materi Kultum Ramadhan Masa Jahiliyah adalah era ketika kondisi dan situasi masyarakat belum terjamah oleh risalah dan dakwah Islam. Qaliilan maa tadzakkaruun”: “Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu. dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selainnya (pemimpin yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 22 . Sebagaimana Allah SWT berfirman di berbagai ayat di dalam Al-Qur’an: “Wa kadzaalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa qaala mutrafuuha innaa wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin wa innaa ‘ala aatsaarihim muqtaduun”.Az-Zukhruf:23). qaaluu bal nattabi’u maa wajadnaa ‘alaihi aabaa’ana.

dan tiada keinginan menerima kebenaran. sombong.Al-A’raf:3). Kaum yang mengagung-agungkan harta. yaitu sebagian orang meniru cara-cara yang kelompok individu lain lakukan. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wakadzalika maa arsalna min qablika fi qaryatin min nadziirin illaa mutrafuuha inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah penganut jejak-jejak mereka.Materi Kultum Ramadhan membawa kepada kesesatan). Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (dari padanya)” (QS. Kata “mutrafuuha” dalam ayat ini adalah “mereka (para penduduk) yang hidup mewah sejahtera dan bergelimang harta pada umumnya. sedangkan objek yang ditiru itu tidak sepatutnya untuk menjadi percontohan (maslahat).” Dengan kata lain (secara tidak langsung) mereka bermaksud: Kami tidak butuh peran dan kehadiranmu wahai Rasul. yang pada umumnya bersikap tawadhu’ dan ikhlas menerima kebenaran. Materi 11 Pengertian Jahiliyah (Bagian Kedua): Tidak Mau Berpikir 23 Menuju Kembali Kepada Fitrah . yang dahulu ketika para Rasul memberi peringatan dan mengajak mereka kepada jalan yang benar. kami lebih percaya dengan apa yang telah dibudayakan oleh leluhur kami. sesunguhnya mereka mengkonstruksi agama mereka dengan dasar-dasar yang mereka mengada-adakannya sendiri sekehendak hati mereka. Berbeda halnya dengan kaum faqir dan dhuafa. Hal inilah yang di dalam literatur Islam disebut dengan istilah “at-taqlid ala’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). tahta dan garis keturunan leluhurnya inilah. atau dalam istilah Arab juga akrab dengan sebutan “al-muhakah”. dan mereka enggan merobah diri serta beranjak dari kebiasaan itu. mereka selalu membantah dengan ucapan” “Inna wajadnaa aabaa-ana ‘ala ummatin. wa innaa ‘alaa aatsaarihim muqtaduun”. karena mereka adalah orang-orang yang cenderung berbuat jahat.Shalih ibn Fauzan ibn Abdillah Al-Fauzan dalam Syarhul Masaa’il Al-Jahiliyyah menjelaskan bahwa mereka (orang-orang jahiliyah) tidak menegakkan agama mereka sesuai dengan apa yang telah para Rasul sampaikan kepada mereka. Syeikh DR. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah. Perihal inilah yang dalam dunia Islam disebut sebagai “at-taqlid”.

As-Syaikh Ali Mahfudz.Materi Kultum Ramadhan Allah SWT berfirman: “Qul Innamaa A’idzhukum biwaahidatin. Daarul Bayan Al-‘Arabi.a. yang mana hidayah (petunjuk) dan yang mana dhalalah (kesesatan). dan senantiasa menyelimuti diri mereka dengan hawa nafsu. “Katakanlah: “Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepadamu satu hal saja.w. Maka dari itu. kemudian kamu fikirkan (tentang Muhammad). Hal inilah yang menjadi sebab mengapa dahulu Rasulullah s. Menuju Kembali Kepada Fitrah 24 . tidak ada penyakit gila sedikitpun pada kawanmu itu” (QS. tanpa berpikir terlebih dahulu dan membuktikan bahwa perkataannya itu sesuai dengan realitas yang hakiki.a. Mereka lebih memilih untuk menjawab: “Kami telah berpegang teguh terhadap apa yang telah dilakukan oleh para leluhur kami. menuding bahwa Rasulullah adalah orang gila. An taquumuu lillaahi matsnaa wa furaadaa tsumma tatafakkaruu. “Sesungguhnya dahulu aku mencegahmu untuk berziarah kubur. pendongeng sejati. yang senantiasa memutarbalikkan fakta. fazuuruhaa fa innahaa tudzakkirukumul aakhirah”. An-Nasa’i. Orang-orang Jahiliyah yang mendengar ayat ini tidak mau berpikir sejenak seraya mempertimbangkan kandungan dan arti dari ayat yang menarik ini.Abu Daud. (sekarang) berziarahlah kamu. dan Ahmad) (“Al-Ibdaa’u fi Madhaaril Ibtidaa’ ”. yaitu supaya kamu menghadap Allah (dengan ikhlas) berdua-dua atau sendiri-sendiri. karena tidak sedikit kesesatan yang terbungkus oleh kamuflase hidayah. Kairo). Turmudzi. hendaknya ini menjadi titik sentral perhatian orang-orang yang beriman agar cermat memilah dan memilih.Saba’: 46). Tidak jarang orangorang menyangka sesuatu itu hidayah (hal yang benar-benar sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh syariat). dan orang yang tidak tahu diri. Muhammad s. sesungguhnya hal itu akan mengingatkanmu akan kematian (kehidupan akhirat)” (HR. sebelum akhirnya beliau me-mansukh-kan hadits itu dengan ucapan: “Inni kuntu nahaytukum ‘an ziyaaratil qubuur. Maa bishaahibikum min jinnatin”. Ibnu Majah. tidak sudi berpikir dengan akal sehatnya. Hal ini diakibatkan karena diri mereka yang tidak mau mendengar.” Demikianlah kaum jahiliyah. namun hakikatnya adalah kesesatan yang nyata. yang mengantarkan mereka pada kesesatan yang nyata.w melarang para sahabat untuk berziarah kubur. Kami tidak sudi mematuhi orang ini.

Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka. dan mereka tak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah) (QS. padahal pada dasarnya adalah kesesatan yang teramat nyata. dan mereka suka memutarbalikkan fakta yang ada di dalam AlQur’an dengan menukar-nukar kandungan tafsir Al-Qur’an sekehendak hawa nafsunya. niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. “Wamaa wajadnaa li aktsarihim min ‘ahdin. In yattabi’uuna illadzh-dzhonna wa in hum illa yakhrushuun”. Sesungguhnya kami mendapati kebanyakan mereka orang-orang yang fasik”(QS. “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Wa in tuthi’ aktsara man fil ardhi yudhilluuka ‘an sabiilillah. Nabi s. yang turun temurun terwarisi dari para leluhur mereka. Satu hal yang perlu menjadi perhatian umat Islam. wa saya’uudu ghariiban kamaa bada-a”. yang hanya bersandar pada dugaandugaan dan hawa nafsu. Mereka mengambil kesimpulan bahwa sesuatu itu salah (batil) karena asing (aneh) dan sedikit penganut atau pengikutnya. itulah yang benar.a.AlAn’am: 102). Wa in wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin” “Dan kami tidak mendapati kebanyakan mereka berjanji. bahwa kebaikan itu sedikit pengikutnya dan kesesatan itu banyak peminatnya. Itulah prinsip dasar yang mereka pegang.w bersabda: “Bada-al Islaamu ghariiban. Menuju Kembali Kepada Fitrah 25 . Allahu A’lam bishawaab.Al-An’am:116). Mereka berhujjah bahwa yang banyak pelaku dan pengikutnya. “Islam pada mulanya (hadir) dianggap sebagai hal yang aneh (asing). “Tertipu oleh Kebanyakan” (deceived by the most).Materi Kultum Ramadhan Itulah beberapa praktek jahiliyah. bahwa perangai Jahiliyah menganut satu kaidah (asas): “Al-Ightirar bil Aktsar”. Sudah menjadi sunnatullah. yang dianggap sebagai sebuah petunjuk dan tuntunan yang benar. dan kelak ia akan kembali sebagai hal yang asing sebagaimana dahulu ia datang”.

Ishaq dan Ya’qub.” (Apakah mereka akan mengikuti juga). Maka dari itu Allah berfirman dalam hal perangai jahiliyah: “Wa idzaa qiila lahumut-tabi’uu maa anzalallahu qaaluu bal nattabi’u maa alfayna ‘alaihi aabaa-ana awalaw kaana aabaa-uhum laa ya’qiluuna syai’an walaa yahtaduun.Al Baqarah: 170). dalam istilah Islam disebut Ittiba’ dan Iqtida’ yakni mengikuti dan meneladani. Itulah kemenangan yang besar. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. “Orang-orang yang terdahulu yang pertama-tama (masuk Islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. mereka kekal di dalamnya selamalamanya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 26 . walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun. Wa a’adda lahum jannaatin tajrii min tahtihaal anhaaru khaalidiina fiiha abadan.At-Taubah:10 “Wassaabiquunal awwaluuna minal muhaajiriina wal anshaari walladziinat-taba’uuhum bi ihsanin. Maka dari itu. tatapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapat dari (perbuatan) nenek moyang kami.Yusuf:38). Sesungguhnya tidak akan mendatangkan maslahat (kebaikan). dan tidak mendapat petunjuk? (QS. Sebagaimana yang termaktub dalam (QS. yang tergolong dalam salah satu perangai kaum jahiliyah adalah “at-taqlid fil khair”. Dan di dalam QS. karena pada dasarnya.”(QS. dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.s: “Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku Ibrahim.”(QS.Yusuf:38).Materi Kultum Ramadhan Materi 12 Mengikuti Rasul (Ittiba’ur Rasuul) Lawan dari istilah “at-taqlid al-a’maa” atau dalam istilah kita: “fanatisme buta” (blind obedience). kebenaran yang hakiki dan teladan yang terbaik hanya ada pada diri Rasulullah dan para pengikutnya. yakni mengikuti dalam ruang lingkup kebaikan. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah. firman Allah SWT tentang kisah Nabi Yusuf a. fanatisme yang berlebihan memantik untuk menolak kebenaran yang hakiki.” “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah.At-Taubah:100).” mereka menjawab: “(Tidak). jika orang yang tidak berpikir dan tidak pula mendapat petunjuk (hidayah) dijadikan sebagai teladan dan panutan. Pada dasarnya teladan itu hanyalah tertuju pada orang yang mau berpikir dan mendapat hidayah. Dzalikal fawzul adhziim”. radhiyallahu ‘anhu wa radhuu ‘anhu.

Ini berbeda sama sekali dengan api di dunia. Bahaya yang mengerikan itu adalah api neraka yang sangat besar. tidak sama dengan api yang biasa kita kenal. jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu. Api neraka ini bahan bakarnya adalah tubuh-tubuh manusia dan batu-batu.” (Al –Isra’:97) “Setiap kali kulit mereka hangus. yang dapat dinyalakan dengan kayu bakar dan dipadamkan oleh air. “Setiap kali nyala api Jahannam itu akan padam.” (An-Nisa’: 56) “Mereka tidak dibinasakan dengan siksa yang dapat mengantarkan mereka kepada kematian (mereka tidak mati dengan siksaan di neraka bahkan mereka terus hidup agar terus merasakan siksa) dan tidak pula diringankan azabnya dari mereka. karena hanya mereka yang mau mencurahkan pendengaran kepada ajakan Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (AtTahrim: 6) Sebuah seruan dari Dzat Yang Maha Agung kepada orang-orang yang beriman. Asy-Syaikh Menuju Kembali Kepada Fitrah 27 . berisi perintah dan peringatan berikut kabar tentang bahaya besar yang mengancam. yang keras. na’udzubillah.Materi Kultum Ramadhan Materi 13 Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka (Bagian Pertama) Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam kitab-Nya yang mulia: “Wahai orang-orang yang beriman. yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan . Beda halnya bila seseorang dibakar dengan api neraka. ia pun meninggal berpisah dengan kehidupan dan tidak lagi merasakan sakitnya pembakaran tersebut. supaya mereka terus merasakan azab. berpegang dengan perintah-Nya dan mengambil manfaat dari ucapan-ucapan-Nya. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Kami tambah lagi nyalanya bagi mereka. Seruan ini ditujukan kepada insan beriman.” (Fathir: 36) [AlKhuthab Al-Minbariyyah fil Munasabat Al-‘Ashriyyah . Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan mereka agar menyiapkan tameng untuk diri mereka sendiri dan untuk keluarga mereka guna menangkal bahaya yang ada di hadapan mereka serta kebinasaan di jalan mereka. Bila orang terbakar dengan api dunia. Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain. penjaganya malaikat-malaikat yang kasar.

Sebagaimana ayat ini mengharuskan seseorang menjaga keluarga dan anak-anak dari api neraka dengan cara memberikan pendidikan dan pengajaran kepada mereka. Kekuatan salah seorang dari mereka adalah bila ia memukul dengan alat pukul niscaya dengan sekali pukulan tersebut tersungkur 70. keras terhadap mereka. dan bertaubat dari perbuatan yang Allah Subhanahu wa Ta’ala murkai serta perbuatan yang menyebabkan azab-Nya. Ayat ini menunjukkan perintah menjaga diri dari api neraka tersebut dengan ber-iltizam (berpegang teguh) terhadap perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. yang tidak mendurhakai Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka serta selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. kaku. 18/218) Al-‘Allamah Asy-Syaikh Abdurrahman ibnu Nashir As-Sa’di rahimahullahu berkata menafsirkan ayat ke-6 surah At-Tahrim di atas. َ ِ Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata. َ ‫شش‬ para malaikat itu kasar ucapannya dan keras perbuatannya. ٌ ‫ل‬ َ ‫غ‬ Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan ‫ظ‬ ِ adalah sangat besar tubuh mereka.000 manusia ke dalam jurang Jahannam. yang disebutkan dengan sifat-sifat yang mengerikan. Ada yang berpendapat. yang keras. Bila dalam bahasa Arab dinyatakan: “Fulanun Syadiidun ‘alaa fulaanin” maksudnya Fulan menguasainya dengan kuat. “Jarak antara dua pundak salah seorang dari malaikat tersebut adalah sejauh perjalanan setahun. malaikat tersebut sangat kasar dalam menyiksa penduduk neraka. 2/164-165] Orang yang masuk ke dalam api yang sangat besar ini tidak mungkin dapat lari untuk meloloskan diri. yang keras ” (AtTahrim: 6) Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu menjelaskan. menjauhi larangan-Nya. karena yang menjaganya adalah para malaikat yang kasar. “Penjaganya adalah para malaikat Zabaniyah yang hati mereka keras. “Jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka. Ada yang mengatakan.Materi Kultum Ramadhan Shalih Al-Fauzan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Penjaganya adalah malaikat-malaikat yang kasar. dengan subjudul Fit Tahdzir minan Nar wa Asbab Dukhuliha. menyiksanya dengan berbagai macam siksaan. menunaikan perintah-Nya.” (Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an. tidak mengasihi jika dimohon kepada mereka agar menaruh iba… Kata ٌ ‫داد‬ ِ maksudnya keras tubuh mereka. serta Menuju Kembali Kepada Fitrah 28 . sedangkan maksud ٌ ‫داد‬ ‫ش‬ adalah kuat.

” (Taisir Al-Karimir Rahman. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “…yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu…” (At-Tahrim: 6) Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. Di sini juga ada pujian untuk para malaikat yang mulia dan terikatnya mereka kepada perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala serta ketaatan mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam seluruh perkara yang diperintahkan-Nya. Dalam ayat ini pula Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan neraka dengan sifat-sifat yang mengerikan agar menjadi peringatan terhadap manusia jangan sampai meremehkan perkaranya. kalian sungguh akan mendatangi Jahannam tersebut.Materi Kultum Ramadhan memberitahu mereka tentang perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. dan selain mereka dari orang-orang yang berada di bawah kekuasaan dan pengaturannya. di mana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memastikan azab atas penghuni neraka ini dan mengharuskan azab yang pedih untuk mereka. Mereka membuat kaget dengan suara mereka dan membuat ngeri dengan penampilan mereka.”1 Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras. hal. Mereka tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkankanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan . Seorang hamba tidak dapat selamat kecuali bila ia menegakkan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala perintahkan terhadap dirinya dan orang-orang yang di bawah penguasaannya. 874) Menuju Kembali Kepada Fitrah 29 . “Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allah (patung-patung) adalah bahan bakar/kayu bakar Jahannam. Mereka melemahkan penghuni neraka dengan kekuatan mereka dan menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap penghuni neraka. Yaitu akhlak mereka kasar dan hardikan mereka keras. anakanaknya. baik istri-istrinya.

suatu malam Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam terbangun dari tidur beliau. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi rumah Ali dan Fathima radhiyallahu Materi 14 Menuju Kembali Kepada Fitrah 30 .” (HR Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma).” (Sanad hadits ini shahih kata Asy-Syaikh Ahmad Syakir rahimahullahu dalam tahqiqnya terhadap Al-Musnad). Suatu malam. beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam membangunkan Aisyah radhiyallahu ‘anha.” (Asy Syu’ara: 214) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi bukit Shafa dan menaikinya. Bila suaminya enggan untuk bangun. Al-Bukhari) Tidak luput pula putri dan menantu beliau juga mendapatkan perhatian beliau. wahai para pemilik kamar-kamar (istri-istri beliau yang sedang tidur di kamarnya masing-masing)!” (HR. Maka orang-orang pun berkumpul di sekitar beliau.Materi Kultum Ramadhan Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Penjagaan Rasulullah SAW terhadap Keluarganya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai uswah hasanah bagi orang-orang yang beriman telah memberikan arahkan dan peringatan kepada kerabat beliau dalam rangka menjaga mereka dari api neraka.” Beliau melanjutkan. “Sungguh aku memperingatkan kalian sebelum datangnya azab yang pedih. Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha mengabarkan. (Adapun di kehidupan dunia ini) maka mintalah harta dariku semau kalian. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memanggil kerabat-kerabatnya. Muslim) Al-Imam Muslim radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha. “Iya. Bila istrinya enggan untuk bangun. bahwa bila hendak shalat witir. Aisyah radhiyallahu ‘anha memberitakan bahwa ketika turun ayat di atas. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bangkit seraya berkata. Beliau pun membangunkan istri-istri beliau untuk mengerjakan shalat. istri Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sendiri telah bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad rahimahullahu: “Semoga Allah merahmati seorang lelaki yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan istrinya lalu si istri mengerjakan shalat. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di waktu malam lalu mengerjakan shalat dan ia membangunkan suami lalu si suami mengerjakan shalat. Adakah kalian akan membenarkan aku?” Mereka serempak menjawab. “Wahai Bani Abdil Muththallib! Wahai Bani Fihr! Wahai Bani Lu’ai! Apa pendapat kalian andai aku beritakan kepada kalian bahwa ada pasukan berkuda dari balik bukit ini akan menyerang kalian. Kata beliau: “Bangunlah. “Wahai Fathimah putri Muhammad! Wahai Shafiyyah putrid Abdul Muththalib! Wahai Bani Abdil Muththalib! Aku tidak memiliki kuasa sedikit pun di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk menolong kalian kelak.” (HR. ia percikkan air di wajah istrinya. lalu menyeru manusia untuk berkumpul. ia percikkan air di wajah suaminya . Tatkala turun perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam ayat: “Berilah peringatan kepada kerabatmu yang terdekat. Sampai-sampai yang tidak dapat hadir mengirim utusannya untuk mendengarkan apa gerangan yang akan disampaikan oleh Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam.

karena ia adalah pemimpin mereka yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala kelak dalam urusan mereka. anakanaknya. dan orang-orang yang tinggal di rumahnya. ” (AtTahrim: 8) Seorang suami sekaligus ayah ini bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya. ‘Wahai Rabb kami. sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu’. dan mengembalikan hak-hak orang lain yang ada pada kita. ia juga bertanggung jawab menjaga istri. Beliau berkata. sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Taubat yang seperti itu tentunya menggiring pelakunya untuk beramal shalih. menyesalinya. berketetapan hati untuk tidak mengulanginya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Buah yang dihasilkannya adalah dihapuskannya kesalahan-kesalahan yang diperbuat. Menuju Kembali Kepada Fitrah 31 . kepada istri dan anak-anaknya. Mudah-mudahan Rabb kalian menghapuskan kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke dalam surgasurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. dan diselamatkan dari kerendahan serta kehinaan yang biasa menimpa para pendosa dan pendurhaka. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits ‘Ali radhiyallahu ‘anhu) Materi 15 Jagalah Dirimu dan Keluargamu dari Api Neraka (Bagian Ketiga): Suami sebagai Kepala Rumah Tangga Seorang suami sebagai kepala rumah tangga selain menjaga dirinya sendiri dari api neraka. dimasukkan ke dalam surga. sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Ia punya hak untuk memaksa mereka agar taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak berbuat maksiat. Salah satu cara penjagaan diri dan keluarga dari api neraka adalah bertaubat dari dosa-dosa. seraya mereka berdoa. Taubat yang dilakukan disertai dengan meninggalkan dosa. kemudian ia membimbing keluarganya untuk bertaubat. sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka. bertaubatlah kalian kepada Allah dengan taubat nashuha. “Tidaklah kalian berdua mengerjakan shalat malam?” (HR.Materi Kultum Ramadhan ‘anhuma. Seorang kepala rumah tangga menerapkan perkara ini dalam keluarganya. taubat yang murni. pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersamanya.

Anak diperintahkan untuk mengerjakan yang ma’ruf dan dilarang dari mengerjakan yang munkar. Al-Bukhari dari hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu) Maksud hadits di atas. gambar bernyawa. Abu Dawud dari hadits Abdullah ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma. dan majalah yang merusak. siapa yang meninggal dalam keadaan bermaksiat maka ia akan dimasukkan ke dalam neraka. dijauhkan dari teman duduk yang jelek dan teman yang rusak. Sebaliknya. film. surat kabar. Orangtua harus membersihkan rumah mereka dari sarana-sarana yang merusak berupa video.” (HR. berdasar sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka telah berusia tujuh tahun dan pukullah mereka bila enggan melakukannya ketika telah berusia sepuluh tahun serta pisahkanlah di antara mereka pada tempat tidurnya.” (HR. dikatakan oleh Al-Imam AlAlbani rahimahullahu dalam Shahih Abi Dawud. Hendaknya ia tahu bahwa neraka itu dekat dengan seorang hamba. Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma) Ia harus memaksa anaknya mengerjakan shalat bila telah sampai usianya. sebagaimana surga pun dekat. ” (HR. (Al-Khuthab Al-Minbariyyah. 2/217) Menuju Kembali Kepada Fitrah 32 . “Hadits ini hasan shahih. Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Surga lebih dekat kepada salah seorang dari kalian daripada tali sandalnya dan neraka pun semisal itu.”) Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman: “Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan bersabarlah dalam mengerjakannya.Materi Kultum Ramadhan “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya. buku-buku yang menyimpang. siapa yang meninggal di atas ketaatan maka ia akan dimasukkan ke dalam surga. baik di dalam maupun di luar rumah. Anak harus terus mendapatkan pengawasan di mana saja mereka berada.” (Thaha: 132) shalat dan Seorang ayah bersama seorang ibu harus bekerja sama untuk menunaikan tanggung jawab bersama anak. musik.

niscaya kamu tergolong orang-orang yang rugi (QS 2:64). harus tolong menolong dalam kebaikan. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Dan orang-orang yang beriman. mendirikan shalat sehingga memberi pengaruh yang besar dalam bentuk menhindari perbuatan keji dan munkar serta menunaikan zakat agar menjadi suci jiwa kita. melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Allahumma sallim! Materi 16 Meraih Rahmat Allah Sebagai manusia apalagi sebagai muslim. maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmt-Nya atasmu. kita tentu amat mengharapkan rahmat dari Allah Swt sehingga kita selalu berdo’a. tantangan dan rintangan selalu Menuju Kembali Kepada Fitrah 33 . maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Kiat Meraih Rahmat Pertama.Materi Kultum Ramadhan Bagaimana seseorang dapat menjaga keluarganya dari api neraka sementara ia membiarkan mereka bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan meninggalkan kewajiban? Maka. sebelum datang jemputan dari utusan Rabbul Izzah. baik di dalam shalat maupun di luar shalat untuk bisa memperoleh rahmat Allah. mencegah dari yang munkar. Iman yang kokoh sehingga bisa dibuktikan dengan amal shaleh yang sebanyak-banyak meskipun hambatan. menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Dan itulah keberuntungan yang nyata (QS 6:16). kalau mau memperoleh rahmat Allah kita harus taat kepada Allah dan rasul-Nya dalam situasi dan kondisi yang bagaimanapun juga. mendirikan shalat. Hal ini karena orang yang mendapat rahmat Allah tentu saja tergolong kedalam kelompok orang yang beruntung sebagaimana firman Allah yang artinya: Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu. Bersegeralah sebelum datang akhir hidup kita. Allah berfirman yang artinya: Barangsiapa yang diajuhkan azab daripadanya pada hari itu. waktu sendiri atau bersama orang lain. terjembatani hubungan antara yang kaya dengan yang miskin serta kemiskinan bisa diatasi secara bertahap. keuntungan orang yang mendapat rahmat Allah itu akan dijauhkan dari azab-Nya. berat maupun ringan. marilah kita berbenah diri untuk menjaga diri kita dan keluarga kita dari api neraka. Mereka menyuruh (mengerjakan yang ma’ruf. apatah lagi meninggalkan ‘bekal’ yang memadai untuk keluarga yang ditinggalkan. Tegasnya. sebagian mereka adalah menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Kedua. sementara kita tak cukup ‘bekal’ untuk bertameng dari api neraka. taat kepada Allah dan Rasul-Nya. lelaki dan perempuan. sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (9:71) Ketiga. baik dalam keadaan susah maupun senang. hal ini terdapat dalam firman Allah yang artinya: Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat (3:132). Bahkan di dalam ayat lain.

sebab jangankan Allah. niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (syurga) dan limpahan karunia-Nya. Kelima. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (QS 7:56). lihat juga QS 2:218).Materi Kultum Ramadhan menghadang. mengikuti Al-Qur’an dan selalu bertaqwa kepada Allah serta menunaikan zakat. Ini berarti. taubat dari segala dosa yang telah dilakukan. Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Ny. pembicaraan sesama manusia saja harus kita dengarkan atau kita perhatikan. berbuat baik. yakni perbuatan apa saja yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang datang dari Allah dan Rasul-Nya serta tidak mengganggu orang lain. iman dan istiqomah harus disertai dengan hijrah. Al-Qur’an merupakan kalamullah atau perkataan Allah. yakni meninggalkan segala bentuk larangan Allah dan berjihad dalam arti bersungguhsungguh dalam perjuangan menegakkan nilai-nilai Islam dalam segala aspeknya. bahkan orang lain bisa merasakan manfaat baiknya. Keempat. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Adapun orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya. maka Allah senang pada orang tersebut sehingga Allah mau memberi rahmat kepadanya. manusia berarti mau mendekati Allah lagi dan Allah senang kepada siapa saja Menuju Kembali Kepada Fitrah 34 . yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami QS 7:156) Keempat. apalagi kalau ucapan Allah yang tentu harus lebih kita perhatikan. kesusahan hidup tidak membuatnya harus berputus asa sedang kesenangan hidup tidak membuatnya menjadi lupa diri. sekecil apapun manfaat yang bisa dirasakannya. Keenam. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya (QS 4:175). Dalam kaitan ini Allah berfirman yang artinya : Dan Al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat (QS 6:155). Allah berfirman yang artinya: Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi. karenanya untuk meraih rahmat Allah manusia harus bertaqwa kepada-Nya. Allah berfirman yang artinya: Dan apabila dibacakan Al-Qur’an. hal ini difirmankan Allah yang artinya: Orang-orang yang beriman. berhijrah dan berjihad adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Maka Aku akan tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertaqwa. hal ini karena secara harfiyah. Disamping itu. Dengan taubat. amat mustahil bagi manusia untuk bisa bertaqwa kepada Allah apabila Al-Qur’an tidak diikutinya. keridhaan dan syurga. hal ini karena. mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal (QS 9:20-21. mendengarkan bacaan Al-Qur’an apabila sedang dibacakan. yakni kembali kepada Allah. namun dia tetap Istiqomah dalam keimanannya sehingga dengan keimanannya yang mantap itu. sedang untuk bisa bertaqwa harus mengikuti petunjuk-petunjuk yang terdapat di dalam Al-Qur’an. sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo’alah kepadanya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Manakala seorang muslim telah mendengarkan Al-Qur’an bila dibacakan. hal ini karena Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia apabila ia ingin memperolah ketaqwaan kepada Allah Swt. dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat (QS 7:204). taubat berarti kembali. dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. maka dengarkanlah baik-baik.

cinta-Ku pasti akan mereka peroleh bagi orang yang saling memadu cinta karena Aku. Materi 17 Ukhuwah Islamiyah “Tidaklah dua orang muslim berjumpa. Jika Mereka berselisih tentang sesuatu maka mereka mengembalikan kepada pemuda tersebut dan meminta pendapatnya. bertekad untuk tidak mengulanginya dan membuktikan bahwa dia betul-betul telah meninggalkan segala perbuatan salahnya dengan menggantinya kepada segala kebaikan.’Bergembiralah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah saw. sebanyak apapun dosa yang sudah dilakukannya. menyadari terhadap kesalahan yang dilakukan.’Apakah Alloh tidak lebih kau cintai?’ Aku jawab.’Ini Muadz bin Jabal. lalu dikatakan oleh mereka.’Demi Alloh aku mencintaimu. Tiba-tiba aku jumpai seorang pemuda yang murah senyum yang dikerumuni banyak orang. Lalu ia bertanya.’ Keesokan harinya . Makna ukhuwah menurut Imam Hasan Al Banna: Ukhuwah Islamiyah Menuju Kembali Kepada Fitrah 35 .Materi Kultum Ramadhan yang mau bertaubat.’Ya Alloh aku cintai’.” (H. berabda. hal ini difirmankan Allah yang artinya : Dia (Nabi Shaleh) berkata: Hai kaumku mengapa kamu minta disegerakan keburukan sebelum (kamu minta) kebaikan?. inilah yang membuat Allah cinta kepadanya sehingga rahmat Allah akan diberikan kepadanya. Lalu ia memegang ujung selendangku dan menariknya seraya berkata. misalnya dalam kalimat “akha fulanun shalihan”. Aku berkata. pagi-pagi sekali aku dating ke masjid itu lagi dan kudapati dia telah berada di sana tengah melakukan shalat. Kutunggu ampai dia selesai melakukan shalat kemudian aku temui dan kuucapkan salam kepadanya. Ayat yang menyebutkan kecintaan Allah kepada orang yang bertaubat adalah yang artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang membersihkan diri” (QS 2:222).”Alloh berfirman. Menyesali. lalu keduanya berjabat tangan..” Makna Ukhuwah Islamiyah Kata ukhuwah berakar dari kata kerja akha. agar kamu mendapat rahmat (QS 27:46). saling mengunjungi karena Aku.R. Abu Daud) Diriwayatkan oleh Imam Malik dalam Al Muwatha’ dari abi Idris Al Khaulany rahimahullah bahwa ia berkata: “Aku pernah masuk Masjid Damaskus. Aku bertanya tentang dia. kecuali keduanya diampuni sebelum keduanya bepisah . (Fulan menjadikan Shalih sebagai saudara). dan saling memberi karena Aku. Hendaklah kamu minta ampun kepada Allah.

a. niscaya Allah akan menghilangkan satu kesusahannya di hari kiamat..Perumpamaan tali tasbih (Q.Materi Kultum Ramadhan adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah. yaitu ikatan selain ikatan akidah (missal:ikatan keturunan orang tua-anak. 8:63) 4.Merupakan cermin kekuatan iman (Q. Abu Hurairah r.R.Merupakan arahan Rabbani (Q. Ta’aruf adalah saling mengenal sesama manusia.S. karena pertolongan merupakan salah satu hak saudaranya yang harus ia tunaikan. “Barangsiapa menghilangkan kesusahan seorang muslim. 3:103) 2. Al Hujurat: 13) 2.. Tafahum adalah saling memahami.’ Lalu Nabi menjawab: ‘Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?’ Orang tersebut menjawab: ‘Belum. perkawinan. Hendaknya seorang muslim memperhatikan keadaan saudaranya agar bisa bersegera memberikan pertolongan sebelum saudaranya meminta. ya Rasullah.43:67) 3.S. Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik bahwa Rasulullah bersabda: “ Ada seseorang berada di samping Rasulullah lalu salah seorang sahabat berlalu di depannya.S.” (H. adalah saling menanggung kesulitan yang dialami saudaranya Hal-hal yang menguatkan ukhuwah islamiyah: 1. Takaful.49:10) Ukhuwah Islamiyah bersifat abadi dan universal karena berdasarkan akidah dan syariat Islam. Ta’awun adalah saling bekerja sama dan membantu tentu saja dalam kebaikan dan meninggalkan kemungkaran 4. kesukuan.’ Kemudian orang yang dicintai itu Menuju Kembali Kepada Fitrah 36 . beliau bersabda.S. dan kepentingan pribadi) Materi 18 Peringkat-Peringkat Ukhuwah Peringkat-Peringkat Ukhuwah: 1. Orang yang disamping Rasulullah tadi berkata: ‘Aku mencintai dia. Saling mengenal antara kaum muslimin merupakan wujud nyata ketaatan kepada perintah Allah SWT (Q. Ukhuwah Jahiliyah bersifat temporer (terbatas waktu dan tempat). Muslim) 3. nasionalisme. Barang siapa menutupi aib di hari kiamat.Nikmat Allah (Q.’ Kemudian Rasulullah bersabda: ‘Beritahukan kepadanya.S. kebangsaan.’ Lalu orang tersebut memberitahukan kepadanya seraya berkata: ‘ Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah. dari Nabi Muhammad saw. Allah selalu menolong seorang hamba selama dia menolong saudaranya. Hakekat Ukhuwah Islamiyah: 1. Memberitahukan kecintaan kepada yang kita cintai.

Muslim) Berjabat tangan bila berjumpa (kecuali non muhrim) “Tidak ada dua orang mukmin yang berjumpa lalu berjabatan tangan melainkan keduanya diampuni dosanya sebelum berpisah. Mendapatkan perlindungan Allah di hari kiamat (termasuk dalam 7 golongan yang dilindungi) 3. Sebagaiman firman Allah Swt dalam Q. Ia rela berjaga demi tidurnya orang lain. Ia rela bersusah payah demi 37 Menuju Kembali Kepada Fitrah . Itsar adalah mendahulukan kepentingan saudaranya atas kepentingan diri sendiri dalam segala sesuatu yang dicintai. benci.” Memohon didoakan bila berpisah “Tidak seorang hamba mukmin berdo’a untuk saudaranya dari kejauhan melainkan malaikat berkata: ‘Dan bagimu juga seperti itu” (H. Ia rela haus demi puasnya prang lain. 9. 7.S. yaitu itsar.Materi Kultum Ramadhan menjawab: ‘Semoga Allah mencintaimu karena engkau mencintaiku karena-Nya. Ia rela lapar demi kenyangnya orang lain. 8. Muslim) Menunjukkan kegembiraan dan senyuman bila berjumpa “Janganlah engkau meremehkan kebaikan (apa saja yang dating dari saudaramu). 15:45-48) Di antara unsur-unsur pokok dalam ukhuwah adalah cinta. 3.R.” (H. Merasakan lezatnya iman 2. Materi 17 Manfaat Ukhuwah Islamiyah Manfaat Ukhuwah Islamiyah 1. Mendapatkan tempat khusus di surga (Q.R Abu Daud dari Barra’) Sering bersilaturahmi (mengunjungi saudara) Memberikan hadiah pada waktu-waktu tertentu Memperhatikan saudaranya dan membantu keperluannya Memenuhi hak ukhuwah saudaranya Mengucapkan selamat berkenaan dengan saat-saat keberhasilan 2.R.” (H. Al-Ma’idah:14 Ada lagi derajat (tingkatan) yang lebih tinggi dari lapang dada (Salamatus shadr)) dan cinta. dan jika kamu berjumpa dengan saudaramu maka berikan dia senyum kegembiraan. 6. 5. dengki. dan bersih dari sebab sebab permusuhan. Tingkatan cinta yang paling rendah adalah husnudzon yang menggambarkan bersihnya hati dari perasaan hasad. Al-Qur’an menganggap permusuhan dan saling membenci itu sebagai siksaan yang dijatuhkan Allah atas orang0orang yang kufur terhadap risalahNya dan menyimpang dari ayat-ayatNya. 4.S.

Berdasarkan laporan tersebut.. Allah SWT akan melakukan perhitungan yang teliti dan meminta pertanggungjawaban mereka Menuju Kembali Kepada Fitrah 38 .. antara sebagian dengan sebagian yang lain. Misalnya. Dalam ajaran Islam. bahasa. warna kulit. dalam sebuah Hadits riwayat Imam al-Ashbahani dari Imam Thabrani.Materi Kultum Ramadhan istirahatnya orang lain. infak dan sedekah (ZIS). salah satu mekanisme distribusi pendapatan dan kekayaan ini adalah melalui instrumen zakat. sehingga tidak ada kesempatan untuk bertikai atau saling dengki. 10% kelompok kaya dunia menguasai 54% total kekayaan dunia.. meskipun berbedabeda dalam harta dan kedudukan. sebagaimana dikemukakan dalam Human Development Report 2006 yang diterbitkan oleh UNDP (United Nations Development Programme). Salah satu faktor utama yang menyebabkan besarnya kesenjangan pendapatan tersebut adalah karena ketiadaan mekanisme distribusi kekayaan yang mencerminkan prinsip keadilan dan keseimbangan. Islam tidak bisa dipecah-belah dengan perbedaan unsure. sebagaimana yang dinyatakan-Nya dalam QS Al-Hasyr: 7: “. bahwa kegiatan ekonomi sekarang adalah melahirkan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar dan semakin besar..” (QS. menyatakan: “Sesungguhnya Allah SWT telah mewajibkan atas hartawan muslim suatu kewajiban zakat yang dapat menanggulangi kemiskinan. dan atau batas negara.supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. 2006). Ingatlah. sehingga kekayaan terkonsentrasi di tangan segelintir kelompok. iklim. Materi 18 Mengatasi Kesenjangan Sosial Dalam Islam Adalah sudah menjadi fakta. kecuali oleh sebab kebakhilan yang ada pada hartawan muslim. Sedangkan sisanya 90% masyarakat dunia menguasai 46% total kekayaan dunia (Beik.. Rasulullah SAW. Ia pun rela ditembus peluru dadanya demi selamatnya orang lain. Tidaklah mungkin terjadi seorang fakir menderita kelaparan atau kekurangan pakaian. Padahal Allah SWT sangat menentang perputaran harta di tangan kelompok elit masyarakat saja. Islam menginginkan dengan sangat agar cinta dan persaudaraan antara sesama manusia bisa merata di semua bangsa. al-Hasyr: 7).

Materi Kultum Ramadhan
dan selanjutnya akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih” (HR. Thabrani dalam Al Ausath dan Ash Shoghir ). Hadits tersebut memberikan dua isyarat. Pertama, kemiskinan bukanlah semata-mata disebabkan oleh kemalasan untuk bekerja (kemiskinan kultural), akan tetapi juga akibat dari pola kehidupan yang tidak adil (kemiskinan struktural) dan merosotnya kesetiakawanan sosial, terutama antara kelompok kaya dan kelompok miskin. Lapoe dan Colin (1978) serta George (1981) menyatakan bahwa penyebab utama kemiskinan adalah ketimpangan sosial ekonomi akibat adanya sekelompok kecil orang-orang yang hidup mewah di atas penderitaan orang banyak, dan bukannya disebabkan oleh semata-mata kelebihan jumlah penduduk (over population). Kedua, jika zakat, infak, dan sedekah dapat dilaksanakan dengan penuh kesadaran dan dikelola dengan baik, apakah dalam aspek pengumpulan ataupun dalam aspek pendistribusian, kemiskinan dan kefakiran ini akan dapat ditanggulangi, paling tidak dapat diperkecil (Hafidhuddin, 1998). Dalam Alquran dan Hadits, zakat, infaq dan sedekah di samping sering digandengkan dengan salat, juga digandengkan dengan kegiatan riba, misalnya dalam QS. Ar-Rum: 39 dan QS. Al-Baqarah: 276. Hal ini mengisyaratkan bahwa optimalisasi ZIS akan memperkecil kegiatan ekonomi yang bersifat ribawi. Karena itu, gerakan penyadaran zakat hakikatnya adalah gerakan untuk menghilangkan kesenjangan, baik kesenjangan pendapatan maupun kesenjangan sosial, yang berbahaya bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Materi 19 Al Qur’an Terjaga Keasliannya
Walaupun terjadi penyimpangan di sana-sini terhadap Al-qur’an, tetapi pada akhirnya penyimpangan tersebut akan terkalahkan dan Allah akan meluruskan kembali. Sungguh Allah telah menentukan hal demikian, sebagai sunatullah, agar kita berlomba-lomba dalam beramal dan nyata antara yang benar dan yang salah. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Quran, dan Kami tentu menjaganya.” (QS 15:9) Di satu sisi banyak umat mendustakan, di satu sisi lain akan banyak umat yang membenarkan. Telah dibuktikan secara ilmiah oleh ilmuwan-ilmuwan kaliber dunia bahwa Al-qur’an adalah ayat-ayat yang berlaku sepanjang masa dan penemuan-penemuan ilmiah mereka ternyata hanya membenarkan dan memperjelas kandungan-kandungan dan hukum-hukum yang telah dicantumkan dalam Al-qur’an. ”Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar (sumber sinar) dan bulan bercahaya (memantulkan cahaya) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat, garis edar yang tetap) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan

Menuju Kembali Kepada Fitrah

39

Materi Kultum Ramadhan
tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada (berilmu)”. (Surat 10: Yunus ayat 5). orang-orang yang mengetahui

Al-qur’an adalah proyek Allah berisi tuntunan keselamatan kehidupan universal, dan dengan keterbatasan manusia yang hanya diberikan ilmu dan kemampuan sedikit dan dipenuhi nafsu serakah dan selalu dikelilingi setan (manusia dan jin) akan menjadi tersesat jika menafsirkan Al-qur’an dengan hawa nafsunya. Banyak cara Allah menjaga Al-Qur’an. Sejak zaman rosulullah, ada ribuan penghafal-penghafal Al-qur’an sehingga tidak akan ada kekeliruan penyalinan ayat, dan jika ada akan langsung terbongkar. Apalagi sekarang, ada jutaan penghafal Al-Qur’an. Disamping itu, telah ditemukan rumus-rumus matematika sangat menakjubkan, jelas diluar kemampuan manusia apalagi Muhammad yang buta huruf, dengan temuan tersebut akan menjadikan sangat memudahkan “menemukan Al-Qur’an Palsu”. Setiap muslim pasti meyakini kebenaran Quran sebagai kitab suci yang tidak ada keraguan sedikitpun, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa. Namun kemukjizatan Quran tidak hanya dibuktikan lewat kesempurnaan kandungan, keindahan bahasa, ataupun kebenaran ilmiah yang sering mengejutkan para ahli. Suatu kode matematik yang terkandung di dalamnya misalnya, tak terungkap selama berabad-abad lamanya sampai seorang sarjana pertanian Mesir bernama Rashad Khalifa berhasil menyingkap tabir kerahasiaan tersebut. Hasil penelitiannya yang dilakukan selama bertahuntahun dengan bantuan komputer ternyata sangat mencengangkan. Betapa tidak, ternyata didapati bukti-bukti surat-surat/ayat-ayat dalam Quran serba berkelipatan angka 19. Penemuannya tersebut berkat penafsirannya pada surat ke-74 ayat : 30-31, yang artinya : " Di atasnya ada sembilanbelas (malaikat penjaga). (QS. 74:30)

Materi 20 Pengertian Al Qur’an

Secara Bahasa (Etimologi) Merupakan mashdar (kata benda) dari kata kerja Qoro-’a ( ‫ )قققرأ‬yang bermakna Talaa (‫[ )تل‬keduanya bererti: membaca], atau bermakna Jama’a (mengumpulkan, mengoleksi). Anda dapat menuturkan, Qoro-’a Qor’an Wa Qur’aanan (‫ )قققرأ قققرءا وقرآنققا‬sama seperti anda menuturkan, Ghofaro Ghafran Wa Qhufroonan ( ‫)غفقر غفقرا وغفرانقا‬. Berdasarkan makna pertama (Yakni: Talaa) maka ia adalah mashdar (kata benda) yang semakna dengan Ism Maf’uul, ertinya Matluw (yang dibaca). Sedangkan berdasarkan makna kedua (Yakni: Jama’a) maka ia adalah mashdar dari Ism Faa’il, ertinya Jaami’ (Pengumpul, Pengoleksi) kerana ia mengumpulkan/mengoleksi berita-berita dan hukum-hukum.* 40

Menuju Kembali Kepada Fitrah

Materi Kultum Ramadhan
Secara Syari’at (Terminologi) Adalah Kalam Allah ta’ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya, Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam, diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Allah ta’ala berfirman, “Sesungguhnya Kami telah menurunkan alQur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan beransur-ansur.” (alInsaan:23) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa alQur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya.” (Yusuf:2) Allah ta’ala telah menjaga al-Qur’an yang agung ini dari upaya merubah, menambah, mengurangi atau pun menggantikannya. Dia ta’ala telah menjamin akan menjaganya sebagaimana dalam firmanNya, “Sesunggunya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (al-Hijr:9) Oleh kerana itu, selama berabad-abad telah berlangsung namun tidak satu pun musuh-musuh Allah yang berupaya untuk merubah isinya, menambah, mengurangi atau pun menggantinya. Allah SWT pasti menghancurkan tabirnya dan membuka tipudayanya. Allah ta’ala menyebut al-Qur’an dengan sebutan yang banyak sekali, yang menunjukkan keagungan, keberkatan, pengaruhnya dan keuniversalannya serta menunjukkan bahawa ia adalah pemutus bagi kitab-kitab terdahulu sebelumnya. Allah ta’ala berfirman, “Dan sesunguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan al-Qur’an yang agung.” (al-Hijr:87) Dan firman-Nya, “Qaaf, Demi al-Quran yang sangat mulia.” (Qaaf:1) Dan firman-Nya, “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayatayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shaad:29) Dan firman-Nya, “Dan al-Qur’an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati, maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat.” (al-An’am:155) Dan firman-Nya, “Sesungguhnya al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (al-Waqi’ah:77) Menuju Kembali Kepada Fitrah 41

“Dan Kami telah turunkan kepadamu al-Qur’an dengan membawa kebenaran.Materi Kultum Ramadhan Dan firman-Nya. maka surah ini menambah imannya sedang mereka merasa gembira.” (al-Isra’:9) Dan firman-Nya. “Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir. dan berjihadlah terhadap mereka dengan al-Qur’an dengan jihad yang benar.” (al-Hasyr:21) Dan firman-Nya.? ‘ Adapun orang-orang yang beriman.” (at-Taubah:124-125) Dan firman-Nya. ‘Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini. membenarkan apa yang sebelumnya. “Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan khabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri. “Dan apabila diturunkan suatu surah maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata. Allah ta’ala berfirman. agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia). maka dengan surah ini bertambah kekafiran mereka. “Kalau sekiranya kami menurunkan al-Qur’an ini kepada sebuah gunung. “Dan al-Qur’an ini diwahyukan kepadaku supaya dengannya aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orangorang yang sampai al-Qur’an (kepadanya)…” (al-An’am:19) Dan firman-Nya.” (an-Nahl:89) Dan firman-Nya. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan…” (al-Maa’idah:48) Al-Qur’an al-Karim merupakan sumber syari’at Islam yang kerananya Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam diutus kepada seluruh umat manusia. Dan perumpamaanperumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. “Maha suci Allah yang telah menurunkan al-Furqaan (al-Qur’an) kepada hamba-Nya. pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan takut kepada Allah. “Sesungguhnya al-Qur’an ini memberikan petunjuk kepada (jalan ) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu’min yang menjajakan amal saleh bahawa bagi mereka ada pahala yang benar. di samping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.” (al-Furqan:52) Dan firman-Nya. Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit.” (al-Furqaan:1) Menuju Kembali Kepada Fitrah 42 . iaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian* terhadap kitab-kitab yang lain itu. Dan firman-Nya.

nampaknya harus lebih banyak lagi mengetahui manfaat dan perannya. Ketika membaca al-Qur'an. 2. Bacaan al-Qur'an yang melibatkan emosi akan memberikan kedamaian dan ketenangan yang tidak bisa dilukiskan. maka sungguhlah dia telah sesat. sesat yang nyata. tentu al-Qur'an memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri bagi para pembaca dan penggemarnya. Allah memberikan tempat istimewa bagi para pecintanya.” (Ali ‘Imran:31) Materi 21 Manfaat Membaca Al Qur’an Sebagai wahyu yang Allah turunkan kepada nabi-Nya. 3. terutama untuk kehidupan. Oleh karena bagi anda yang ingin memaksimalkan peran al-Qur'an dalam kehidupan. tinggalkanlah…” (al-Hasyr:7) maka maka Dan firman-Nya.Materi Kultum Ramadhan Sedangkan Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam juga merupakan sumber Tasyri’ (legislasi hukum Islam) sebagaimana yang dikukuhkan oleh al-Qur’an. “Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan RasulNya. Allah menegur diri kita pada setiap ayat-ayat Nya. Di antara manfaat itu adalah: 1. seperti yang dialami dan dirasakan oleh Sayyid Quthb Rahimahullah. sesungguhnya ia telah menta’ati Allah. ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari keta’atan itu).” (an-Nisa’:80) Dan firman-Nya. terimalah dia. Karena saking istimewanya al-Qur'an ini dari kitab-kitab samawi lainnya. Ayat-ayat al-qur'an yang kita baca sehari-sehari tidak lepas dari karunia Allah untuk setiap muslim yang demikian besar. “Katakanlah.’ Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Allah ta’ala berfirman. “Barangsiapa yang menta’ati Rasul itu. Ayat-ayat al-Qur'an yang dibaca setiap hari akan memberikan motivasi dan penyemangat bagi si pembacanya. maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.” (alAhzab:36) Dan firman-Nya. ikutilah aku. nescaya Allah mengasihi dan mengampuni dosadosamu. Menuju Kembali Kepada Fitrah 43 . “Apa yang diberikan Rasul kepadamu. Dan apa yang dilarangnya bagimu.

oleh karena itu Allah SWT berfirman: "Dan bacalah Al Qur'an itu dengan perlahan-lahan. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kegembiraan dan penuh harapan. karena ia telah menjaga ayat-ayat-Nya. di saat orang lain merasakan kesedihan. Orang yang membaca dan menjaga al-Qur'an selalu berada dalam lindungan dan penjagaan Allah. kecemasan dan rasa pesimis.. 9. 10.. Yang dituntut di dalam membaca Al Qur'an adalah bertemunya antara keindahan suara dan tajwidnya sampai keindahan bayan dan susunannya. Karena diri mereka selalu dipompa dengan siraman ayat-ayatNya yang lembut. sehingga membuatnya ingin selalu beramal. kerapian susunan dan uslubnya. 8. Orang yang selalu akrab dengan ayat-ayat akan diberikan jiwa yang sejuk. Ia telah membuat bangsa Arab tidak mampu berkutik. inovatif dan produktif. Orang yang paham al-Qur'an adalah orang yang memiliki banyak ilmu. 11. yaitu dengan keindahan bayannya. Ayat-ayat al-Qur'an mengajak pembacanya untuk senantiasa berpikir. sehingga sebagian mereka menamakannya "Sihir. Orang yang rajin membaca al-Qur'an akan selalu diberikan jalan kemudahan dan petunjuk sehingga tidak mudah untuk menyimpang dan menyerah karena ayat-ayat Allah akan selalu mengingatkan dirinya ketika dirinya 'tersandung dosa dan maksiat. Bukhari) Menuju Kembali Kepada Fitrah 44 . kreatif." (HR. 7. merenung dan beramal sebanyak-banyaknya. 5. Orang yang membaca al-Qur'an akan senantiasa ingat Allah dan kembali kepada-Nya. Dan masih banyak manfaat-manfaat lainnya yang terus update dengan kondisi kehidupan kita. dan mengambil manfaat darinya. Ayat-ayat Alloh akan menjadi penjaganya selama ia hidup di dunia. Orang yang membaca al-Qur'an bagaikan orang yang sedang menyelami samudera kehidupan." Para ulama balaghah dan para sastrawan bangsa Arab sejak masa Abdul Qahir sampai Ar-Raf"i dan Sayyid Quthb dan selain mereka pada zaman kita ini telah menjelaskan sisi I'jaz bayani (kejelasan mu'jizat) atau sisi keindahan dalam kitab ini.Materi Kultum Ramadhan 4.' 12. dan keunikan suaranya apabila dibaca. hati yang damai dan pikiran yang jernih." (Al Muzzammil:4) Rasulullah SAW bersabda "Bukanlah termasuk ummatku orang yang tidak melagukan Al Qur'an. 6..Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu belajar dan meningkatkan diri untuk lebih dekat lagi dengan al-Qur'an.Amiin Materi 22 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Pertama): Membaguskan Bacaan Al Qur’an Al Qur'an Al Karim merupakan mu'jizat Rasul yang agung termasuk mu'jizat yang indah selain juga mu'jizat yang logis. Orang yang membaca al-Qur'an akan selalu berada dalam kecukupan dan nikmat Allah meski ia merasakan serba kurang di dunia..

Tapi ternyata tidak seorang pun dari mereka yang bisa membuat seperti Al-Qur'an. ilmu. Abu Dawud dan AnNasa'i) Rasulullah SAW juga bersabda kepada Abu Musa Al Asy'ari RA. sungguh kamu telah diberi seruling dari seruling keluarga Dawud. atau seperti surah di antara surahsurahnya ). kepada seorang rasulNya. sebagai bukti yang membenarkan bahwa ia benar-benar utusan Allah. "Seandainya aku mengetahui hal itu. memberikan kenikmatan pada perasaan dan memperlancar lisan. Bahkan mereka sendiri mengakui bahwa Al-Qur'an memang bukan karangan manusia. "Hiasilah Al Qur'an itu dengan suaramu.Materi Kultum Ramadhan Tetapi dengan lagu yang khusyu' bukan main-main atau merubah. "Seandainya kamu melihatku. memberikan kepuasan akal." (HR. Dia mampu memberikan siraman ruhani." (HR. sastra dan seni secara bersamaan. maka aku akan membacakan untukmu dengan bacaan yang lebih baik. Muslim) Dalam riwayat lainnya disebutkan "Sesungguhnya suara yang baik itu menambah Al Qur'an menjadi baik. Tapi usaha mereka gagal." Abu Musa berkata. Berbagai usaha telah dilakukan oleh sebagian penyair mereka. Ahmad. orang-orang Arab berada di puncak kefasihan berbahasa. Muslim) Rasulullah SAW juga bersabda: "Apa yang diizinkan Allah pada sesuatu. sampai seperti surah yang paling pendek pun masih belum ada yang bisa mendatangkannya. Ahmad. membangunkan perasaan." (HR. Al-Qur’an merupakan mu’jizat ( tidak ada seorangpun yang bisa mendatangkan sepertinya." (HR. apa yang dizinkan Allah kepada Nabinya (adalah) untuk membaguskan dalam melagukan Al Qur'an yang dia baca dengan keras. Mu’jizat ini hanya diberikan oleh Allah. aku mendengarkan suaramu tadi malam. Sebagai Mu'jizat Al-Qur'an tentu dari Allah. Dan memang sampai sekarang tidak ada seorangpun yang bisa mengarang sepertinya. Imam Az Zarkasyi menyebutkan bahwa mu’jizat Al-Qur'an Menuju Kembali Kepada Fitrah 45 . Bukhari dan Muslim) Dalam Al Qur'an terkandung unsur agama. Pada waktu Al-Qur'an diturunkan. Materi 23 Al Qur’an Mu’jizat (Bagian Kedua): Kalamullah Bagaimanakah kita membuktikan Al-Quran itu adalah Kalam Allah? Pertama.

memang ada tuduhan bahwa Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. susunan ayat-ayat dan surahsurahnya. Kalau memang karangan Nabi Muhammad SAW. Darul Ma'rifah. sunan surahsurahnya. Para Ulama sepanjang sejarah telah membuktikan hakikat kesatuan Al-Qur'an dengan susunannya yang ada. mencoba membandingkan antara hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al-Qur'an. Pada (QS:Al Baqarah:23) juga demikian. Di tambah lagi bahwa di dalam Al-Qur'an banyak " khitab " yang ditujukan kepada Rasulullah. Di permulaan surat " Abasa " juga teguran kepada Rasulullah kerena beliau bermuka masam kepada Ibn Ummi Maktum yang pada waktu itu minta Rasulullah untuk mengajarkannya Al-Qur'an. Bahkan ada yang berupa teguran seperti yang terdapat dalam surat " Al Tahrim ". Bandingkan dengan Al-Qur'an. untuk menjaga perasaan istrinya yang tidak suka bau madu yang diminumnya. oleh Az Zarkasyi :Jilid:2. namun kemudian Imam Al-Baqillani dalam bukunya Ijazul Qur'an. Dalam (QS: Hud:13) perintah untuk Nabi agar menantang mereka supaya mendatangkan sepuluh surah.hal:237. Ketiga. Kedua. hasilnya sebuah kesimpulan bahwa Al-Qur'an bukan karangan Nabi. Al-Qur'an sendiri menyuruh Rasulullah SAW untuk menantang siapa saja yang dari mahluk yang ada. Padahal ia diturunkan secara berangsurangsur. Rasulullah ditegur langsung karena mengharamkan madu pada dirinya. Al-Qur'an kalam Allah. anda akan menemukan susunan yang tidak berkaitan antara satu hadits dengan lainnya. Bahkan dalam (QS:Al Isra':88) Al-Qur'an menegaskan bahwa sekalipun jin dan manusia berkumpul untuk mengarang seperti Al-Qur'an tidak akan bisa. sementara Rasulullah sedang sibuk dalam sebuah pertemuan dengan pemukapemuka Quraisy. mengapa pakai perintah? Dan bentuk Menuju Kembali Kepada Fitrah 46 .Materi Kultum Ramadhan nampak dari segala sisi ( lihat Al Burhan fi ulumil Qur'an. Kalau masih belum percaya silahkan kumpulkan hadits-hadits Nabi – ujar Al Baqillani -. kebenaran isinya. jin dan manusia untuk membuat sepertinya. Dalam (QS:Yunus:38) perintah agar menantang mereka untuk mendatangkan satu surah. Bairut1990) : dari rangkaian katanya yang indah " balaghah ". Dan sampai sekarang Al-Qur'an masih terus menantang. lalu susunlah sebagaimana susunan Al-Qur'an. Sampai-sampai Al Baqillani menantang. teliti susunan ayatnya. Masuk akalkah seorang menegur dirinya senidiri dalam buku yang dikarangnya? Kalau memang benar Al-Qur'an karangan Muhammad SAW. anda akan menemukan suatu keterpaduan. kesesuaian informasinya dengan penemuan final ilmu pengetahuan. tapi tidak ada seorangpun yang bisa menjawab. saling berkaitan dari awal sampai akhir.

telah memuliakan kita dengan mengutus nabi yang terbaik yang pernah diutus kepada manusia. adanya hari kiamat.Materi Kultum Ramadhan perintah kepada Nabi Muhammad SAW. atau tentang tubuh manusia dan lain sebagianya. Suatu bukti bahwa yang mempunyai informasi seperti ini hanya Dia yang menciptakan alam. Adakah akal manusia sejak sekian abad silam. di dalam Al-Qur'an begitu banyak. Sesuai firman Allah SWT: Menuju Kembali Kepada Fitrah 47 . bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik. Dan kalau Al-Qur'an karangan manusia. dan Al-Qur'an kalamNya. dan yang menentukan akhir hidup manusia. anda pasti akan mendapatkan hakikat yang sama. Silahakan anda bandingkan antara penemuan ilmu pengetahuan yang sudah final ( bukan teori ). Keempat. di dalam Al-Qur'an banyak informasi mengenai alam ghaib. Sudah demikian banyak para ulama mengungkap hal ini dalam pembahasan "al i'jazul ilmi lilqur'an". seperti adanya surga dengan segala keindahannya. Sementara Al-Qur'an akan terus menantang sampai hari Kiamat. lalu bandingkan dengan penegasan Al-Qur'an. dan seterusnya yang semuanya ini tidak mungkin dijangkau oleh akal manusia. dan neraka dengan segala kepedihannya.dengan menganugerahkan kitab suci yang terbaik yang diturunkan kepada manusia. dan yang membagi ada yang ke surga dan yeng ke neraka. Perhatikan saja tiga surah terkahir : Al Ikhalsh. Semuanya dimulai dengan perintah " qul " ( katakan hai Muhammad ). Ini semua menunjukkan bahwa Al-Qur'an kalam Allah. sebagai bimbingan yang lurus. tentu tidak akan sampai sejauh ini berani menantang." ( Al Kahfi: 1-3) Rabb kita telah memberikan kemuliaan kepada kita --sebagai kaum Muslimin-. Mengapa. yang mengatur kehidupan setelah matinya semua mahluk. Suatu bukti bahwa ia kalam Allah yang mu'jiz. yang mengerjakan amal saleh. tentang alam. karena alam ini ciptaan Allah. Materi 24 Al Qur’an Membentuk Umat Mulia "Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya. untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman. Al Falaq dan An Nas. bisa menjangkau penemuan ilmu yang baru saja didapatkan tanpa sebuah penelitian? Kelima. Rabb kita juga. mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.

satu-satunya umat yang memeliki manuskrip langit yang paling autentik." (Huud: 1) "Dan sesungguhnya Al Qur'an itu adalah kitab yang mulia. hingga mereka juga menghitung ayat-ayatnya --bahkan kata-katanya. kecuali Al Qur'an ini. tidak ada tempat bagi akal untuk campur tangan. Maka tidak aneh jika kita menemukan banyak orang. baik itu lelaki maupun perempuan. Ia tidak dimulai dengan basmalah. dan malah hurup-hurupnya--. telah menjamin untuk memeliharanya. Dan tidak ada seorang pun yang berani untuk menambahkan basmalah ini pada surah at Taubah. Ayat-ayatnya dibaca. Al Quran berisikan seratus empat belas surah. yaitu surah at Taubah. Maka apakah kamu tiada memahaminya?" (Al Anbiyaa: 10). Seluruhnya dimulai dengan basmalah (bismillahirrahmanirrahim). baik dengan tulisan atau bacaan. dihapal dan dijelaskan. didengarkan. Dan anugerah itu terus terpelihara dari perubahan dan pemalsuan kata maupun makna. baik itu kitab agama atau kitab biasa. Maka bagaimana mungkin seseorang dapat menambah atau mengurangi suatu kitab yang dihitung kata-kata dan hurup-hurupnya itu?! Tidak ada di dunia ini suatu kitab yang dihapal oleh ribuan dan puluhan ribu orang. Kitalah. Karena Allah SWT. dan tidak dibebankan tugas itu kepada siapapun dari sekalian makhluk-Nya: "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an. yang terjaga dari perubahan dan pemalsuan. Perhatian kaum muslimin terhadap Al Quran sedemikian besarnya. Karena. di dalam hati mereka. Kecuali satu surah saja." ( Fushshilat: 41-42) Tidak ada di dunia ini. dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. yang mengandung firman-firman Allah SWT yang terakhir.Materi Kultum Ramadhan "Sesungguhnya telah Kami turunkan kepada kamu sebuah kitab yang di dalamnya terdapat sebab-sebab kemuliaan bagimu. kaum muslimin." (Al Hijr: 9). yang telah dimudahkan oleh Allah SWT untuk diingat dan dihapal. Yang tidak datang kepadanya (Al Qur'an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya. kecuali Al Qur'an. Tidak ada seorangpun yang dapat menambah atau mengurangi satu hurup-pun darinya. dalam masalah Al Qur'an ini. dengan perantaraan ruh yang terpercaya (Jibril). yang Menuju Kembali Kepada Fitrah 48 . sebagaimana bentuknya saat diturunkan oleh Allah SWT kepada nabi Muhammad Saw. yang diberikan untuk menjadi petunjuk bagi umat manusia. yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. suatu kitab. Al Qur'an adalah kitab Ilahi seratus persen: "(Inilah) suatu kitab yang ayatayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci yang diturunkan dari sisi (Allah) yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu.

Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan. Seperti kata mana yang harus madd (panjang). jika Anda tanya: "siapa namamu?" --dengan bahasa Arab-.. dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita Menuju Kembali Kepada Fitrah 49 . Ia menghapal Kitab Suci Rabbnya semata untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. dan jalan yang paling lurus. koran dan lainnya yang ditulis dan dicetak. penj. media cetak."(Al Israa: 9) "Sesungguhnya telah datang kepadamu cahaya dari Allah. izhhar (jelas). tidak ada suatu pemerintah muslim atau suatu organisasi ilmiah pun. dan kitab yang menerangkan. Hingga saat ini. Hingga rasam (metode penulisan) Al Qur'an. yang berani merubah metode penulisan Al Qur'an itu. idgham (digabungkan). dan menerapkan kaidah-kaidah penulisan yang berlaku bagi seluruh buku. kalimat-kalimat serta lafazhlafazhnya saja. mana yang harus ghunnah (dengung). Atau seperti yang digarap oleh suatu ilmu khusus yang dikenal dengan "ilmu tajwid Al Qur'an". dan mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu.Materi Kultum Ramadhan menghapal Al Qur'an dalam mereka. meskipun metode dan kaidah penulisan telah berkembang jauh. Al Qur'an tidak semata dijaga makna-makna.). namun juga cara membaca dan makhraj hurup-hurupnya.niscaya ia tidak akan menjawab! (Karena tidak paham bahasa Arab!. bagi Al Qur'an. ikhfa (disamarkan) dan iqlab (dibalik). namun mereka tidak melewati satu hurup-pun dari Al Qur'an itu. masih tetap tertulis dan tercetak hingga saat ini. meskipun ia tidak memahami apa yang ia baca dan ia hapal. Dan salah seorang dari mereka."Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus. karena ia tertulis dengan bukan bahasanya. Ia juga dihapal oleh anak-anak kecil kaum Muslimin. Materi 25 Al Qur’an Cahaya Allah menurunkan Al Qur'an untuk memberikan kepada manusia tujuan yang paling mulia.a. seperti tertulis pada era khalifah Utsman bin Affan r. Demikian juga dilakukan oleh banyak orang non Arab.

membongkar kebatilan-kebatilan. dalam banyak ayat. (Al Maaidah: 44) Demikian juga mendeskripsikan Injil seperti itu." Seperti dalam firman Allah SWT: "Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi)". dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus. sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu. Dan jika Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sebagai "cahaya". Seperti dalam firman Allah SWT: "Hai manusia. serta menambah jelas dan menambah petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan petunjuk." (An Nuur: 35). di samping cahaya fithrah dan akal: "Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis). sesungguhnya agama Muhammad Dan kitab sucinya adalah kitab suci yang paling lurus dan paling teguh Jangan sebut kitab-kitab suci lainnya di Menuju Kembali Kepada Fitrah 50 ." (An Nisaa: 174) "Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada cahaya (Al Qur'an) yang telah Kami turunkan. seperti dalam firman Allah SWT tentang Nabi 'Isa: "Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi) . menjelaskan hakikat-hakikat.Materi Kultum Ramadhan kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya." (At Taghaabun: 8). dan dia adalah "cahaya yang istimewa". Dan berfirman kepada para sahabat Rasulullah Saw dengan firmanNya: "Dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an). (Muhammad dengan mu'jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur'an). Dan Al Qur'an mendeskripsikan dirinya sendiri sebagai cahaya. ia juga mendeskripsikan Taurat dengan kata yang lain: "Di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang menerangi). kemudian ia memperjelas yang lain. menunjukkan jalan bagi orang-orang yang sedang kebingungan saat mereka gamang dalam menapaki jalan atau tidak memiliki petunjuk jalan." (Al A'raaf: 157) Di antara karakteristik cahaya adalah: Dirinya sendiri telah jelas." ( Al Maaidah: 15-16) Al Qur'an adalah "cahaya" yang dianugerahkan Allah SWT kepada hamba-hamba-Nya. Ia membuka hal-hal yang samar. Seperti diungkapkan oleh Al Bushiry dalam Lamiah-nya: "Maha Besar Allah." (Al Maidah: 46) Perbedaan dalam dua pengungkapan itu menunjukkan perbedaan antara Al Qur'an dengan kitab-kitab suci lainnya. menolak syubhat (kesamaran).

Yaitu yang berkaitan dengan pokokpokok aqidah dan akhlak. membentuk keluarga. membangun umat yang saleh. Tentang hal ini Allah SWT berfirman: "Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Qur'an dengan membawa kebenaran. yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. dan balasan atas amal perbuatan. membaca dan mendengarkannya. pagi telah bersinar. memahami rahasia-rahasianya. saat mentari memadamkan pelita-pelita". Materi 26 Interaksi Dengan Al Qur’an Sebagai seorang Muslim kita berkewajiban untuk berlaku baik dan benar terhadap Al Qur’an dalam memahami dan menafsirkannya. sebelum kitab-kitab itu dipalsukan dan diubah tangan manusia. serta untuk bekerja sama dalam kebaikan dan ketaqwaan. Tidak ada yang lebih baik dari usaha kita untuk mengetahui kehendak Allah SWT terhadap kita. menghubungkan manusia dengan Rabbnya. Al Qur'an juga mengungguli kitab-kitab suci sebelumnya. serta Menuju Kembali Kepada Fitrah 51 . ia akan Hal itu karena Al Qur'an ini datang untuk membenarkan kitab-kitab suci yang telah turun sebelumnya. yaitu dengan mengoreksi dan meluruskan tambahantambahan dan perubahan-perubahan yang telah disisipkan oleh manusia dalam kitab-kitab itu. Dan Allah SWT menurunkan kitab-Nya agar kita mentadabburinya. mengajak untuk menciptakan dunia manusia yang saling kenal mengenal dan tidak saling mengisolasi diri." (Al Maaidah: 48) Al Qur'an juga mempunyai maksud dan tujuan diturunkanya. kenabian. serta mentadabburi dan merenungkannya. membenarkan apa yang sebelumnya. kemuliaannya dan menjaga hak-haknya. saling memberi maaf dan tidak saling membenci secara fanatik. yang dianugerahkan amanah untuk menjadi saksi bagi manusia.Materi Kultum Ramadhan depannya Karena. membersihkan jiwa manusia. bukan dalam kejahatan dan permusuhan. serta meluruskan pola pandangan tentang manusia. Kita berkewajiban untuk memperlakukan Al Qur'an ini secara baik: dengan menghapal dan mengingatnya. di antaranya: meluruskan kepercayaan-kepercayaan dan pola pandang manusia tentang Tuhan.

karena ia adalah objek kita. dalam bidang-bidang kehidupan yang beragam. mengerjakan ajarannya. Kehidupan mereka telah diubah oleh Al Quran dengan amat drastis dan revolusioner. mengetahui tujuantujuannya. menghukum dengan syari'atnya serta mengajak manusia mengikuti petunjuknya.Materi Kultum Ramadhan mengeksplorasi mutiara-mutiara terpendamnya. Tidak selayaknya umat Al Qur'an mengalami hal yang sama yang pernah terjadi dengan umat Taurat. memberikan kedudukan bagi mereka di atas bumi. Al Qur'an telah merubah mereka dari perilaku-perilaku jahiliyah menuju kesucian Islam. berlaku baik dalam mengimplementasikannya secara massive dalam kehidupan mereka. dengan bertumpu --terutama-. yang menjadikan Al Qur'an terlupakan. yang dapat berakibat patal jika dilanggar. dalam bidang ini telah terjadi kerancuan yang berbahaya. Kemudian mereka diikuti oleh murid-murid mereka dengan baik. untuk selanjutnya murid-murid generasi berikutnya mengikuti murid-murid para sahabat itu dengan baik pula. Melalui mereka itulah Allah SWT memberikan petunjuk kepada manusia.telah berinteraksi dengan baik terhadap Al Qur'an. serta berlaku baik pula dalam mendakwahkannya." (Al Jumu'ah: 5). Inilah yang berusaha dilakukan buku ini dalam empat bab utamanya. Umat kita pada abad-abad pertama --yang merupakan abad-abad yang paling utama-. undang-undang bagi aturan politik. mereka menghapal hurup-hurupnya. Oleh karena itu harus dibuat rambu-rambu dan petunjuk yang mampu menjaga dari kekeliruan dalam usaha ini. Ia adalah manhaj bagi kehidupan individu. Dan setiap orang berusaha sesuai dengan kadar kemampuannya. Kemudian datang generasi-generasi berikutnya. sehingga mereka kemudian mendirikan negara yang adil dan baik. yang diungkapkan oleh Al Qur'an dalam firman-Nya: "Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. yaitu dalam memahami dan menafsirkan Al Qur'an. membebaskan negeri-negeri. serta peradaban ilmu dan iman. serta petunjuk dalam berdakwah kepada Allah SWT. serta perlu diberikan peringatan tentang ranjau-ranjau yang menghadang di jalan. namun tidak Menuju Kembali Kepada Fitrah 52 . Kita juga harus berlaku baik terhadap Al Qur'an dengan mengikuti petunjuknya. Namun yang disayangkan. dan mengeluarkan mereka dari kegelapan ke dalam cahaya. namun ia juga petunjuk itu. Mereka berlaku baik dalam memahaminya.pada Al Qur'an itu sendiri. Contoh terbaik hal itu adalah para sahabat.

Materi Kultum Ramadhan memperhatikan ajaran-ajarannya." (Al An'aam: 155) Tidak ada jalan untuk membangkitkan umat dari kelemahan. tidak menganggap besar apa yang dinilai besar oleh Al Qur'an serta tidak menganggap kecil apa yang dinilai kecil oleh Al Qur'an. Meskipun mereka mengambil berkah dengan membawanya serta menghias dinding-dinding rumah mereka dengan ayat-ayat Al Qur'an. Mereka tidak mampu berinteraksi secara benar dengannya. Dengan menjadikannya sebagai panutan dan imam yang diikuti. Mereka tidak mampu berinteraksi secara baik dengan Al Qur'an. namun kafir dengan sebagiannya lagi. seperti yang dilakukan oleh Bani Israel sebelum mereka terhadap kitab suci mereka." (An Nisaa: 122) Materi 27 Bahaya Rumor/Ghibah (Bagian Pertama): Pengertian Ghibah Islam merupakan agama sempurna yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam. Dan cukuplah Al Qur'an sebagai petunjuk: "Dan siapakah yang lebih benar perkataannya daripada Allah?. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala telah Menuju Kembali Kepada Fitrah 53 . Kesempurnaan Islam ini menunjukkan bahwa syariat yang dibawa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam itu adalah rahmatal lil’alamin. maka ikutilah dia dan bertakwalah agar kamu diberi rahmat. ketertinggalan dan keterpecah-belahan mereka selain dari kembali kepada Al Qur'an ini. Seperti difirmankan oleh Allah SWT: "Dan Al Qur'an itu adalah kitab yang Kami turunkan yang diberkati. Di antara merek ada yang beriman dengan sebagiannya. seperti yang dikehendaki oleh Allah SWT. namun mereka lupa bahwa keberkahan itu terdapat dalam mengikut dan menjalankan hukum-hukumnya. tidak memprioritaskan apa yang menjadi prioritas Al Qur'an.

Tahukah anda apa itu ghibah? Sesungguhnya kata ini tidak asing lagi bagi kita. meremehkan. Ghibah adalah menyebutkan. harkat dan martabat manusia secara adil dan sempurna. yaitu ghibah (menggunjing). adalah Islam benar-benar agama yang dapat menjaga.” (Al Anbiya’: 107) Diantara wujud kesempurnaan agama Islam sebagai rahmatal lil’alamin. dan juga hartanya.” Kemudian beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Menuju Kembali Kepada Fitrah 54 . yang akan menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya. harga diri.” (H. dan membongkar aib saudaranya dengan maksud jelek. Demikian pula setiap muslim diharamkan melakukan perbuatan yang dapat menjatuhkan. Karena hal ini dapat menjatuhkan dan merusak harkat dan martabatnya di hadapan orang lain. Karena tidak ada seorang pun yang sempurna dan ma’shum (terjaga dari kesalahan) kecuali para Nabi dan Rasul. atau pun merusak kehormatan saudaranya seiman. 2564) Hadits di atas menjelaskan tentang eratnya hubungan persaudaraan dan kasih sayang sesama muslim. memelihara dan menjunjung tinggi kehormatan. padahal akibatnya cukup besar dan membahayakan. Karena dengan perbuatan ini akan tersingkap dan tersebar aib seseorang. membuka. Setiap orang pasti berusaha untuk menjaga dan mengangkat harkat dan martabatnya. Kehormatan dan harga diri merupakan perkara yang prinsipil bagi setiap manusia. Ghibah ini erat kaitannya dengan perbuatan lisan. sehingga sering terjadi dan terkadang di luar kesadaran. kehormatannya. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Setiap muslim terhadap muslim lainnya diharamkan darahnya. Bahwa setiap muslim diharamkan menumpahkan darah (membunuh) dan merampas harta saudaranya seiman. sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Apakah kalian mengetahui apa itu ghibah? Para shahabat berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu. Suatu fenomena yang lumrah terjadi di masyarakat kita dan cenderung disepelekan.R Muslim no. Sebaliknya selain para Nabi dan Rasul termasuk kita tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan.Materi Kultum Ramadhan mengkhabarkan di dalam firman-Nya (artinya): “Tidaklah Aku mengutusmu melainkan sebagai rahmatal lil’alamin. Ia tidak rela untuk disingkap aib-aibnya atau pun dibeberkan kejelekannya. Al Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

jika yang engkau sebutkan tadi benar-benar ada pada saudaramu sungguh engkau telah berbuat ghibah.Materi Kultum Ramadhan “Engkau menyebutkan sesuatu yang ada pada saudaramu yang dia membecinya.” (Al Hujurat: 12) Al Imam Ibnu Katsir Asy Syafi’i berkata dalam tafsirnya: “Sungguh telah disebutkan (dalam beberapa hadits) tentang ghibah dalam konteks celaan yang menghinakan. Sesungguhnya ancamannya lebih dahsyat dari permisalan itu. demikian pula hal itu dibenci dalam syari’at. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala menyerupakan orang yang berbuat ghibah seperti orang yang memakan bangkai saudaranya. ” (Lihat Mishbahul Munir) Materi 28 Bahaya Ghibah (Bagian Kedua): Kriteria Ghibah 1.” (H. Tentunya itu perkara yang kalian benci dalam tabi’at. Apakah kalian suka salah seorang diantara kalian memakan daging saudaramu yang sudah mati? Maka tentulah kalian membencinya. sedangkan jika itu tidak benar maka engkau telah membuat kedustaan atasnya.R. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat dan Maha Pengasih. Maka beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sungguh engkau telah berkata dengan suatu kalimat yang kalau seandainya dicampur dengan air laut niscaya akan merubah air laut itu. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala … (pada ayat di atas).” Di dalam Al Qur’anul Karim Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat mencela perbuatan ghibah. Dan bertaqwalah kalian kepada Allah. disebabkan betapa busuk dan kotornya perbutan ghibah. karena ayat ini sebagai peringatan agar menjauh/lari (dari perbuatan yang kotor ini -pent). sebagaimana firman-Nya (artinya): “Dan janganlah kalian mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kalian menggunjing (ghibah) kepada sebagian yang lainnya. Menggambarkan keburukan bentuk tubuh seseorang Suatu hari Aisyah radhiyallahu’anha pernah berkata kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tentang Shafiyyah bahwa dia adalah wanita yang pendek. Abu Dawud 4875 dan lainnya) Asy Syaikh Salim bin Ied Al Hilali berkata: “Dapat merubah rasa dan aroma air laut. Hal ini Menuju Kembali Kepada Fitrah 55 .

Lalu aku bertanya: “Siapakah mereka itu wahai malaikat Jibril?” Malaikat Jibril menjawab: “Mereka adalah orang-orang yang memakan daging-daging manusia dan merusak kehormatannya. lihat Nashihati linnisaa’ hal. Ahmad 3/351) Dari shahabat Sa’id bin Zaid radhiyallahu ‘anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar (dalam riwayat lain: termasuk dari sebesar besarnya dosa besar) adalah memperpanjang dalam membeberkan aib saudaranya muslim tanpa alasan yang benar. Dari shahabat Ibnu Umar radhiyallahu’anhu. Abu Dawud no. bahwa beliau Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Wahai sekalian orang yang beriman dengan lisannya yang belum sampai ke dalam hatinya. janganlah kalian mencari-cari aibnya. Abu Dawud no.R. Asy Syaikh Al Qahthani dalam kitab Nuniyyah hal. Membicarakan sesuatu yang tidak disukai saudaranya Konteks dalam hadits: “Engkau menyebutkan sesuatu pada saudaramu yang dia membecinya. sebagaimana asal kata ghibah (yaitu dari kata ghaib yang artinya tersembunyi-pent) yang ditegaskan oleh ahli bahasa. beliau berkata: “Suatu ketika kami pernah bersama Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mencium bau bangkai yang busuk. 48664967) Dari ancaman yang terkandung dalam ayat dan hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan ghibah ini termasuk perbuatan dosa besar. Lalu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam berkata: ‘Apakah kalian tahu bau apa ini? (Ketahuilah) bau busuk ini berasal dari orang-orang yang berbuat ghibah. 4878 dan lainnya).” Hadits di tersebut secara zhahir mengandung makna yang umum.” (H. 39 berkata: Janganlah kamu tersibukkan dengan aib orang lain.” (H. 32) 3. Yang dimaksud dengan ‘memakan daging-daging manusia’ dalam hadits ini adalah berbuat ghibah (menggunjing). Barang siapa yang Allah mencari aibnya niscaya Allah akan menyingkapnya walaupun di dalam rumahnya. tapi hal itu termasuk perbuatan mencela dan menghina. 1583. yang seharusnya setiap muslim untuk selalu berusaha menghindar dan menjauh dari perbuatan tersebut. Barang siapa yang mencari-cari aib saudaranya sesama muslim niscaya Allah akan mencari aibnya.” (Lihat Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 3/25) 2. sesungguhnya itu dua keaiban (Lihat Nashihati linnisaa’ hal. 29) Menuju Kembali Kepada Fitrah 56 . janganlah kalian menjelek-jelekkannya.R.” (H. Namun Al Hafizh Ibnu Hajar menguatkan bahwa ghibah ini khusus di luar sepengetahuannya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Ketika aku mi’raj (naik di langit). yaitu mencakup penyebutan aib dihadapan orang tersebut atau diluar sepengetahuannya. At Tirmidzi dan lainnya) Dari shahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu. aku melewati suatu kaum yang kuku-kukunya dari tembaga dalam keadaan mencakar wajah-wajah dan dada-dadanya.” (H. justru kamu lalai Dengan aib yang ada pada dirimu.Materi Kultum Ramadhan menunjukkan suatu peringatan keras dari perbuatan tersebut.R. sebagaimana permisalan pada surat Al Hujurat ayat: 12. Membicarakan keburukan orang lain Dari shahabat Anas bin Malik radhiyallahu’anhu. janganlah kalian mengganggu kaum muslimin.” (Fathul Bari 10/470 dan Subulus Salam hadits no.R. Kemudia Al Hafizh berkata: “Tentunya membeberkan aib di hadapannya itu merupakan perbuatan yang haram.

Materi Kultum Ramadhan 4. Semestinya ia menasehatinya. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang melihat kemungkaran hendaknya dia mengingkarinya dengan tangan. justru bila ia memberi tahu kepada yang dighibahi dikhawatirkan akan terjadi mudharat yang lebih besar. Oleh karena itu sebagian para ulama lainnya berpendapat tidak perlu ia memberi tahukan kepada yang dighibahi tapi wajib baginya beristighfar (memohan ampunan) kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menyebutkan kebaikan-kebaikan orang yang dighibahi itu di tempat-tempat yang pernah ia berbuat ghibah kepadanya. Pendapat ini ada sisi benarnya jika dikaitkan dengan hak seorang manusia. Insyaallah pendapat terakhir lebih mendekati kebenaran. bukan justru ikut larut dalam perbuatan tersebut. 1931 dan lainnya) Demikian juga semestinya ia tidak ridha melihat saudaranya terjatuh dalam kemaksiatan yaitu berbuat ghibah. At Tirmidzi no. Secara harfiyah. ini berarti Berkah adalah kebaikan Menuju Kembali Kepada Fitrah 57 .” (Al Qashash: 55) Dari shahabat Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu. Karena itu kita selalu berdo’a dan meminta orang lain mendo’akan kita agar segala sesuatu yang kita miliki dan kita upayakan memperoleh keberkahan dari Allah Swt.” (Muttafaqun ‘alaihi) Namun bila ia ikut larut dalam perbuatan ghibah ini berarti ia pun ridha terhadap kemaksiatan. Misalnya mengambil harta orang lain tanpa alasan yang benar maka dia pun wajib mengembalikannya. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan lisannya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (artinya): “Dan orang-orang yang beriman itu bila¬ mendengar perkataan yang tidak bermanfaat. bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mencegah terbukanya aib saudaranya niscaya Allah akan mencegah wajahnya dari api neraka pada hari kiamat nanti. Dari shahabat Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu. Tetapi dari sisi lain. Kalau sekiranya ia tidak mampu menasehati atau mencegahnya dengan cara yang baik. Bisa jadi orang yang dighibahi itu justru marah yang bisa meruncing pada percekcokan dan bahkan perkelahian. maka hendaknya ia pergi dan menghindar darinya. yang demikian ini selemahlemahnya iman. Mendengar pembicaraan ghibah tapi tidak melarangnya Demikian pula bagi siapa yang mendengar dan ridha dengan perbuatan ghibah maka hal tersebut juga dilarang.” (H. Semestinya dia tidak ridha melihat saudaranya dibeberkan aibnya. dan mereka berkata: “Bagi kami amalamal kami dan bagimu amal-amalmu. mereka berpaling darinya. kami tidak ingin bergaul dengan orang-orang jahil. semoga kesejahteraan atas dirimu. berkah berarti an nama’ waz ziyadah yakni tumbuh dan bertambah. tentunya hal ini pun dilarang dalam agama.R. (Lihat Nashiihatii linnisaa’: 31) Materi 29 Menggapai Keberkahan Hidup Setiap orang tentu saja ingin memperoleh keberkahan dalam hidupnya di dunia ini. Bertaubat dari Ghibah Lalu bagaimana cara bertaubat dari perbuatan ghibah? Apakah wajib baginya untuk memberi tahu kepada yang dighibahi? Sebagian para ulama’ berpendapat wajib baginya untuk memberi tahu kepadanya dan meminta ma’af darinya. Bila ia tidak mampu maka cegahlah dengan hatinya.

tapi juga Ishak dan Ya’kub. sedang ilmu dan amalnya selalu memberi manfaat yang besar dalam kehidupan. Di dalam Al. ini merupakan sesuatu yang amat penting. Generasi semacam itu juga memiliki jasmani yang kuat. maka kita berarti tidak memperoleh keberkahan yang diidamkan itu. Generasi yang shaleh adalah yang kuat imannya. Kelangsungan Islam dan umat Islam salah satu faktornya adalah adanya topangan dari generasi yang shaleh. tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu.Materi Kultum Ramadhan yang bersumber dari Allah yang ditetapkan terhadap sesuatu sebagaimana mestinya sehingga apa yang diperoleh dan dimiliki akan selalu berkembang dan bertambah besar manfaat kebaikannya. baik secara pribadi maupun kelompok atau masyarakat memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Apabila manusia. apalagi terwujudnya generasi yang berkualitas memang dambaan setiap manusia. Janji Allah SWT untuk memberikan keberkahan kepada orang yang beriman dan bertaqwa dikemukakan dalam firman-Nya yang artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa. bahkan tidak hanya Ismail yang shaleh. rizki yang diperolehnya cukup bahkan melimpah. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" (QS 11:71-73). yakni dengan lahirnya generasi yang shaleh. Pertama. maka kehidupannya akan selalu berjalan dengan baik. Keberkahan semacam ini telah diperoleh Nabi Ibrahim as dan keluarganya yang ketika usia mereka sudah begitu tua ternyata masih dikaruniai anak. sehat dan cerdas. memiliki kemandirian termasuk dalam soal harta dan bisa menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Para malaikat itu berkata: "Apakahkamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya. Maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang kelahiran Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya’kub. Namun. dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?.Qur’an keberkahan semacam ini diceritakan oleh Allah yang artinya: “Dan isterinya berdiri (di balik tirai) lalu dia tersenyum. Ternyata. pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi. Allah SWT hanya akan memberi keberkahan itu kepada orang yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh". Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan. luas ilmunya dan banyak amal shalehnya. Disilah letak pentingnya bagi kita memahami apa sebenarnya keberkahan itu agar kita bisa berusaha semaksimal mungkin untuk meraihnya. Menuju Kembali Kepada Fitrah 58 . Bentuk Keberkahan Secara umum. maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS 7:96). keberkahan yang diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang beriman bisa kita bagi kedalam tiga bentuk. Allah Swt tidak sembarangan memberikan keberkahan kepada manusia. hai ahlul bait. dicurahkan atas kamu. Kalau sesuatu yang kita miliki membawa pengaruh negatif. berkah dalam keturunan. apakah aku aka melairkan anak. padahal aku adalah perempuan seorang perempuan tua.

maka Kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Allah Swt berfirman yang artinya: “Hai anak Adam. misalnya Ibnu Katsir menjelaskan bahwa keberkahan dari langit dan bumi sebagaimana yang disebutkan dalam firman surat Al A’raf: 96 di atas adalah rizki yang diantara rizki itu adalah makanan. tapi bagi orang yang diberkahi Allah maka dia bisa memanfaatkan waktu yang 24 jam itu semaksimal mungkin sehingga pencapaian sesuatu yang baik ditempuh dengan penggunaan waktu yang efisien. yakni yang sehat dan bergizi sehingga makanan yang halal dan tayyib itu tidak hanya mengenyangkan tapi juga dapat menghasilkan tenaga yang kuat untuk selanjutnya dengan tenaga yang kuat itu digunakan untuk melaksanakan dan menegakkan nilai-nilai kebaikan sebagai bukti dari ketaqwaannya kepada Allah Swt. baik dalam bentuk mencari harta. makanan yang diberkahi juga adalah yang thayyib. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS 103:1-3). bagi seorang muslim yang diberkahi Allah. Sesungguhnya usaha kamu memang berbeda-beda. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Karena itu. hal ini karena ulama ahli tafsir. yakni 24 jam setiap harinya. dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya (QS 5:88). makan dan minumlah dan janganlah berlebih-lebihan. meskipun dalam berbagai bentuk usaha yang berbeda. keberkahan dalam soal makanan yakni makanan yang halal dan thayyib. Allah berfirman yang artinya: “Demi masa. dan siang apabila terang benderang. karena salah satu karakteristik waktu adalah tidak akan bisa kembali lagi bila sudah berlalu. karena itu Allah menganugerahi kepada kita waktu. hal ini karena Allah sangat melarang manusia berlebih-lebihan dalam makan maupun minum. pakailah pakaianmu yang indak di setiap memasuki masjid. dia tidak akan menghalalkan segala cara dalam memperoleh nafkah.” (92:1-7). Karena itu. memperluas ilmu maupun memperbanyak amal yang shaleh. sehingga bagi orang yang diberkahi Allah. meskipun sudah halal dan thayyib. agar apa yang dimakan juga membawa keberkahan yang lebih banyak lagi. Allah berfirman yang artinya: Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rizkikan kepadamu. Yang dimaksud makanan yang halal adalah disamping halal jenisnya juga halal dalam mendapatkannya. Adapun orang yang memberikan (harta di jalan Allah) dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga). makanan itu harus dimakan sewajarnya atau secukupnya. berkah dalam soal waktu yang cukup tersedia dan dimanfaatkannya untuk kebaikan. waktu digunakan untuk bisa membuktikan pengabdiannya kepada Allah Swt. dan penciptaan laki-laki dan perempuan.Materi Kultum Ramadhan Kedua. Di samping itu. Allah berfirman yang artinya: “Demi malam apabila menutupi. Ketiga. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (7:31). Materi 30 Kunci Keberkahan Menuju Kembali Kepada Fitrah 59 . baik siang maupun malam dalam jumlah yang sama.

dalam keadaan sendiri maupun bersama orang lain. masyarakat maupun bangsa. Berpedoman kepada Al-Qur’an Al-Qur’an merupakan sumber keberkahan sehingga apabila kita menjalankan pesan-pesan yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan berpedoman kepadanya dalam berbagai aspek kehidupan. Iman dan Taqwa Yang Benar Di dalam ayat di atas. maka setiap kita harus mengimani kebenaran Al-Qur’an bahwa dia merupakan wahyu dari Allah Swt sehingga tidak akan kita temukan kelemahan dari Al-Qur’an. Karena itu. sudah dikemukakan bahwa Allah akan menganugerahkan keberkahan kepada hamba-hambanya yang beriman dan bertaqwa kepada-Nya. Karena harus kita jalankan dan pedomani dalam kehidupan ini. Materi Tambahan Halal Bi Halal Menuju Kembali Kepada Fitrah 60 . ada dua faktor yang menjadi kunci keberkahan itu. selanjutnya bisa dan suka membaca serta menjalankannya dalam kehidupan sehari-hari. ada kunci yang harus kita miliki dan usahakan dalam hidup ini. lihat juga QS 38:29. baik dalam keadaan senang maupun susah. Keimanan dan ketaqwaan yang benar selalu ditunjukkan oleh seorang mu’min dalam bentuk melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya. maka semakin besar keberkahan yang Allah berikan kepada kita. memperolehnya harus dengan berdo’a dan berusaha yang sungguh-sungguh. Akhirnya menjadi jelas bagi kita bahwa. yakni dalam bentuk memantapkan iman dan taqwa serta selalu menjadikan Al. keberkahan dari Allah untuk kita merupakan sesuatu yang amat penting.Qur’an sebagai pedoman dalam hidup ini. 2. bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenarbenar taqwa dan jangan sampai kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri/muslim (QS 3:102).6:155). Allah berfirman yang artinya: Dan Al-Qur’an ini adalah suatu kitab (peringatan) yang mempunyai berkah yang telah kami turunkan. keberkahan dari Allah yang kita dambakan itu. Tegasnya keimanan dan ketaqwaan itu dibuktikan dalam situasi dan kondisi yang bagaimananpun juga dan dimanapun dia berada. Semakin mantap iman dan taqwa yang kita miliki. baik menyangkut aspek pribadi. 1. Salah satu ayat yang amat menekankan peningkatan taqwa kepada orang yang beriman adalah firman Allah yang artinya: Hai orang-orang yang beriman. Maka mengapakah kamu mengingkarinya? (QS 21:50. keluarga. nicaya kita akan memperoleh keberkahan dari Allah Swt. Karena itu menjadi keharusan kita bersama untuk terus memperkokoh iman dan taqwa kepada Allah Swt.Materi Kultum Ramadhan Sebagai seorang muslim. Sekurang-kurangnya.

” Ada dua hal yang perlu digarisbawahi di sini: 1. falyatahallal.Materi Kultum Ramadhan Sebenarnyalah istilah Halalbihalal tidak dikenal oleh kalangan bangsa Arab. para ulama mendasarkan juga pada QS. Justru ‘halalbihalal’ masuk dan diserap Bahasa Indonesia dan diartikan sebagai “hal maaf-memaafkan setelah menunaikan ibadah puasa Ramadhan. hendaknya dikembalikan. dan para sahabat. Al-Baqarah: 133-134.” Para ulama kita terdahulu mendasarkan kegiatan halal bihalal tersebut pada sebuah hadits shahih dari Imam Bukhari seperti di bawah ini: Artinya: “Barangsiapa yang berbuat kezhaliman (kesalahan) kepada saudaranya sehingga merendahkan derajatnya. jangan ditunda-tunda.’ Karena itu. Maka jadilah tradisi halalbihalal sebagaimana berkembang seperti sekarang ini. Rasulullah saw. al-yauma. tidak pula ada pada zaman Nabi saw. ketika pada ramadhan kita memperbaiki hubungan vertikal dengan Allah (hablun minallah). Jika itu berupa barang. maka terjadilah ‘halal-halalan’. saling meminta halal atas kesalahan kita masing-masing. biasanya diadakan di sebuah tempat (auditorium. ‘Hari ini’ yang dimaksud tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. Ada pula yang mengartikan ‘pada hari ini (juga)’. Menuju Kembali Kepada Fitrah 61 . 2. itu berarti bukan sekedar meminta maaf. Yakni bahwa ketika kita membuat kesalahan pada seseorang. yakni dengan cara saling memaafkan. yang kemudian diArab-kan menjadi ‘halal-bi-halal’. mengucapkan hadits itu saat hari raya Idul Fitri. yang khas Indonesia. kamus bahasa Arab juga tak mengenal istilah itu. Acara ini kemudian berkembang menjadi sangat bervariasi ragam bentuk dan acaranya hingga saat ini. maka ketika Syawal tiba saatnya kita melengkapinya dengan memperbaiki hubungan horisontal dengan sesama manusia (hablun minannas). yakni meminta halal. Ketika orang saling meminta halal. hendaknya kita meminta halal kepadanya hari ini juga. tetapi juga harus mengembalikan hak saudaranya yang telah ia langgar. Mengapa halalbihalal dilaksanakan pada Syawal selepas Ramadhan? Selain dasar hadits tersebut. karena menurut sebagian riwayat. bahwa al-yauma itu tidak lain adalah hari raya Idul Fitri. yakni ‘memaafkan kesalahan manusia. Karenanya. aula. maka hendaklah ia meminta halal hal tersebut dari saudaranya itu pada hari ini. yakni pada hari ini. bahwa ciri orang yang bertakwa (sebagai output dari ibadah ramadhan) salah satunya adalah al-kaazhimiinal gaidh. Halal dengan halal. dsb) oleh sekelompok orang dan merupakan suatu kebiasaan khas Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->