• •

1. JENIS-JENIS AUDIT LINGKUNGAN Disusun : Dito (41610110029)Krisna (41610110028)Galih (41610110013) 2. Audit lingkunganadabeberapajenis, yang pelaksanaannyasangattergantungpadakebutuhanmanajemen/ perusahaan. Jenis-jenis audit ituantara lain adalah (Tardandkk, 1997) : 3. 1. Audit PentaatanAudit Pentaatanmemilikisifat :Menilaiketaatanterhadapperaturan, standardanpedoman yang ada.Meninjaupersyaratanperizinandanpelaporan.Melihatpembatasanpadap embuanganlimbahudara, air danpadatan.Menilaiketerbatasanperaturandalampengoperasian, pemantauandanpelaporansendiriataspelanggaran yang dilakukanperusahaan.Sangatmengarahpadasemuahal yang berkaitandenganpentaatan.Dapatdilakukanolehpetugas (kelompok/perusahaan) setempat. 4. 2.Audit ManajemenAudit jenisinimempunyaisifat :Menilaikefektifansistemmanajemen internal, kebijakanperusahaandanresiko yang berkaitandenganmanajemenbahan.Menilaikeadaanumumdariperalatan, bahanbangunandantempatpenyimpangan.Mencari bukti/ kenyataan tentang kebenaran dan kinerja proses produksi.Menilai kualitas pengoperasian dan tata laksana operasi.Menilaikeadaancatatan/ laporantentangemisi, tumpahan, keluaran, danpenangananlimbah.Menilai tempat pembuangan secara rinci.Meninjau pelanggaran atau pertentangan dengan petugas setempat atau dengan masyarakat. 5. 3. Audit ProduksiBersihdanMinimisasiLimbahJenisaudit inimempunyaisifat:Mengurangijumlahtimbunandanproduksibuanganlimba h.Menggunakananalisiskualitasdaankuantitatif yang rinciterhadappraktekpembelian, prosesproduksidantimbunanlimbah.Mencaritindakanalternatifpengurangan produksi, danpendaurulanganlimbah. 6. 4. Audit Konservasi AirSifataudit iniadalah :Mengidentifikasisumber air penggunaan air danmencariupayauntukmengurangipenggunaan air total melaluiusahapengurangan, penggunaanulangdanpendaur-ulangan 7. 5. Audit KonservasiEnergi Sifataudit iniadalah :Melacakpolapemakaiantenagalistrik, gas danbahanbakarminyakdanmencobauntukmengkuantifikasikansertamemini malkanpenggunaannya. 8. 6. Audit Pengotoran/ Kontaminasi Lokasi UsahaSifat audit iniadalah :Menilaikedaanpengotoranlokasiperusahaanakibatpengoperasian yang dilakukanolehperusahaan yang bersangkutan.Melakukanpengambilancontohdarilokasidanmelakukanpeng

analisaancontohsampeltersebutuntukjangkawaktu yang cukuppanjangdanmerupakanhal yang khususpada audit jenisini (audit lain tidakmelakukanpengambilansampel).Melakukanpengelolaansecarastatistik terhadaphasil audit, jikadiperlukan.

9. 7. Audit KeselamatandanKesehatanKerjaJenisaudit inimemilikisifat :Menilaitatalaksanaoperasionalpekerjaan, pengelolaanbahandanlimbahberbahaya, pembuanganbahanpencemardansejenisnya, yang berhubunganeratdengankeselamatandankesehatankerja.Audit inimemungkinkanpimpinanperusahaanuntukmenetapkanapakahperusahaan tersebutsudahmentaatiperaturantentanfkeselamatandankesehatankerja. 10. 8. Audit Perolehan (Procurement Audit)Sifataudit iniadalah :MeninjaupraktekpembelianMengidentifikasihasilproduksidaanperalatanalt ernatif.Dapatdilakukanterpisahatausebagaibagian audit minimisasilimbahatau audit produksibersih.Biasanyamelibatkanpegawaibagianpembelian.Melihatalter natifdari yang sederhanasampaigenting (cradle to grave) 11. Terima kasih

BAB I PENDAHULUAN Dalam dunia yang modern ini banyak akan permasalahan yang dihadapi setiap pribadi atau organisasi, salah satu dari permasalahan tersebut adalah lingkungan hidup, Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia, bahkan saat ini masalah lingkungan telah menjadi isu global dan penting untuk dibicarakan karena menyangkut kepentingan seluruh umat manusia. Empat puluh tahun terakhir ini telah terjadi perubahan cara pandang dalam melihat masalah lingkungan. Pada tahun enam puluhan masalah lingkungan hanya dipandang sebagai masalah lokal, pencemaran udara di perkotaan, masalah limbah industri dan sebagainya. Pada tahun tujuh puluhan masalah lingkungan di pandang sebagai masalah global seperti hujan asam, kerusakan lapisan ozon, pemanasan global dan perubahan iklim. Pada tahun delapan puluhan timbul kesadaran bahwa masalah lingkungan global dapat mengancam kelangsungan pembangunan ekonomi. Pada tahun sembilan puluhan munculah kesadaran masyarakat akan perlunya suatu alat analisis yang obyektif untuk menilai kinerja operasional perusahaan terhadap lingkungan.Salah satu isu utama yangmendapat perhatian besar masyarakat dunia adalah. pencemaran lingkungan hidup oleh perusahaan industri. Pengusaha industri dituntut untuk merubah sistem manajemen lingkungan agar sesuai dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan. Audit lingkungan merupakan alat untuk memverifikasi secara obyektif upaya manajemen lingkungan dan dapat membantu mencari langkahlangkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja lingkungan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. Audit lingkungan merupakan salah satu upaya proaktif perusahaan untuk perlindungan lingkungan yang akan membantu meningkatkan kinerja operasional perusahaan terhadap lingkungan, dan pada akhimya dapat meningkatkan citra positif perusahaan. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan yang melatar belakangi audit lingkungan sebagai dasar evaluasi. Yaitu evaluasi kinerja perusahaan terhadap lingkungan disekitarnya, dengan demikian perusahaan akan dinilai positif dari lembaga yang bersangkutan.

BAB II LANDASAN TEORI 2.1 Pengertian Audit Lingkungan Pengertian audit lingkungan sangat luas, dibawah ini adalah berbagai pengertian dari audit lingkungan : ♣ Audit lingkungan adalah alat pemeriksaan komprehensif dalam sistem manajemen lingkungan untuk memverifikasi secara objektif upaya manajemen lingkungan dan dapat membantu mencari langkahlangkah perbaikan guna meningkatkan performasi lingkungan, berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dan merupakan upaya proaktif suatu perusahaan untuk perlindungan lingkungan yang akan membantu perusahan meningkatkan efisiensi dan pengendalian emisi, polutan yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra positif dari masyarakat terhadap perusahaan. (blog.mercubuana.co.id 2010) ♣ Suatu penilaian yang sistematis, didokumentasikan, berkala, dan obyektif bagaimana organisasi, manajemen, dan semua aktiva memiliki kontribusi untuk mengamankan lingkungan dengan melakukan pengendalian manajemen terhadap lingkungan termasuk memenuhi persyaratan dan standar-2 yang berlaku. (Menurut A.H.

Falsafah manajemen lingkungan 1. Audit lingkungan harus sistematis (bukan semarangan). ♣ Audit Lingkungan adalah suatu alat manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik.Millichamp). Mengetahui kinerja • Organisasi • Sistem manajemen • Peralatan • Pentaatan Peraturan Perundangan 2. Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya. Tujuan audit lingkungan adalah memberi kontribusi untuk mengamankan lingkungan. 28. didokumentasikan. terdokumentasi. Mengelola kepastian lingkungan (The International Chamber of Commerce 1989) Dari banyaknya definisi diatas dapat diambil intisarinya yaitu adalah : 1. periodik dan obyektif) b. Pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan (wikipedia) ♣ Proses menemukan tingkat yang dipilih dari suatu organisasi untuk mentaati persyaratan peraturan dan kebijakan serta standar internal. Pemecahan masalah 2. terdokumentasi. a. 29 UU No 23/1997 ). . ♣ Audit lingkungan hidup adalah suatu proses evaluasi yang dilakukan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan untuk menilai tingkat ketaatan terhadap persyaratan hukum yang berlaku dan/atau kebijaksanaan dan standar yang ditetapkan oleh penanggung jawab usaha dan/atau kegiatan yang bersangkutan. 3. Mengelola ketaatan 3. berkala (bukan hanya sekali).( Pasal 1 (23). akan tetapi dapat juga digunakan sebagai alat dari badan pengatur dan setiap kelompok yang berhubungan dalam menilai kinerja lingkungan. dan obyektif (tidak menutupi kesalahan). Alat manajemen Berisi evaluasi (sistematik. periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan menfasilitasi kontrol manajemen terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian pemanfaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang undangan tentang pengelolaan lingkungan. Sasaran 1. Audit lingkungan merupakan alat manajemen. 2. Audit lingkungan meningkatkan kinerja / performa. 4.

antara lain adalah : ♣ Untuk meningkatkan efektifitas manajemen dan rasa memperbaiki aktifitas pengelolaan lingkungan yang ada Audit lingkungan di Indonesia.” ♣ Dasar hukum upaya pelestarian lingkungan hidup adalah Undang undang no 4 tahun 1982 tentang ketentuan pokok pengelolaan lingkungan hidup. ♣ Auditing sebagai komponen dari manajemen lingkungan: – Manajemen lingkungan merupakan kerangka kerja atau metode untuk menuntun organisasi dalam mencapai dan mempertahankan kinerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Sesuai dengan GBHN 1993. 3. Audit lingkungan merupakan bagian dari sistem manajemen. ♣ Pelaksanaan audit lingkungan hidup bersifat sukarela dan pemerintah tidak mewajibkan semua perusahaan melakukan audit lingkungan.5. 6. yaitu perusahaan dan semua manajemen serta stafnya menyadarinya. tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. sistem yang dianut dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan.2 Manfaat Audit Lingkungan Dari definisi diatas dapat juga dimengerti apa manfaat dari audit lingkungan tersebut. “Pembangunan yang dilakukan untuk mengolah sumber daya alam. namun pemerintah berhak melakukan pemeriksaaan. Suatu penilaian apakah pengaturan yang direncanakan secara efektif dimplementasikan dan apakah mereka cocok untuk memenuhi kebijakan lingkungan perusahaan. Audit lingkungan berhubungan dengan menilai kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan persyaratan peraturan. 2. ¬ Inisiatif∼ manajemen tingkat yang lebih rendah atau menengah untuk memperbaiki aktivitas pengelolaan lingkungan yang ada dan mengejar apa yang perusahaan lain sedang lakukan. Audit lingkungan menyatakan secara tidak langsung gagasan berikut : 1. ¬ Tanggapan∼ terhadap suatu keinginan untuk mengantisipasi dan menghadapi masalah potensial. ¬ Kejadian∼ dari masalah atau kecelakaan lingkungan. Mengapa audit lingkungan dilakukan ? ¬ Keinginan∼ dewan direksi atau CEO untuk mendapatkan kepastian bahwa perusahaan bertanggung jawab dan secara memadai menangani tanggung jawab lingkungannya. . Sekumpulan pengaturan lingkungan yang direncanakan dan prosedur-prosedur. akan tetapi juga dengan standar yang sesuai menurut pandangan manajemen. 2. Termasuk persyaratan legal dan juga tujuan manajemen.

2. ♣ Menurut The International Chamber of Commerce : Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya. d. Perusahaan mentaati hukum dan peraturan lingkungan. Mengidentifikasi resiko lingkungan.Dan dapat disimpulkan juga manfaat sebenarnya adalah : a. Individual.Kesimpulan dari manfaat audit lingkungan adalah : audit lingkungan merupakan suatu system manajemen lingkungan kerangka kerja atau untuk menuntun suatu organisasi untuk mencapai dan mempertahankan kinerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. bahwa audit lingkungan mempunyai 3 tujuan yang luas. Dibawah ini adalah pendapat para ahli terhadap tujuan audit lingkungan : ♣ Menurut Grant Ledgerwood. ♣ Apabila beroperasi secara efektif. pembatasan usaha. Elizabeth Street. h. Menjadi dasar pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan. yaitu : 1. Risiko korporat yang berasal dari risiko lingkungan dinyatakan dan berada dibawah pengendalian. f. e. tergantung sudut pandang yang kita lihat. Mencegah tekanan sanksi hukum. c. 4. Menyediakan informasi. Pengembangan korporat terhadap misi penghijauan. Meningkatkan efektivitas manajemen. Ketaatan terhadap peraturan.tahap evolusi dalam manajemen dari aktivitas lingkungan : pemecahan masalah. g. 3. 2. dan dapat mengendalikan masa depan suber daya tersebut. dan Riki Therivel. dan mengelola kepastian lingkungan. Siapa yang menerima manfaat dari audit lingkungan? 1. Perasaan dari kesenangan atau keamanan yang meningkat. publikasi pencemaran nama). mengelola ketaatan . b. Bantuan untuk akuisisi dan penjualan aktiva. 2. 2. Kebijakan & prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke seluruh organisasi.3 Tujuan dan Fungsi Audit Lingkungan Tujuan audit lingkungan sangatlah luas. Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dalam proses peradilan. 3. Sistem manajemen lingkungan terdiri dari beberapa fungsi yang saling . Entitas korporat (reputasi perusahaan diperbaiki). Perusahaan mempunyai sumber daya dan staf yang tepat untuk pekerjaan lingkungan. menggunakan sumber daya tersebut. suatu sistem manajemen lingkungan korporat memberikan manajemen pengetahuan yaitu : 1. Menghindari kerugian finansial (penutupan usaha.

Realisasi dan keabsahan prakiraan dampak dalam dokumen AMDAL. Penyebab dari kondisi industri yang berisiko adalah : 1. 2. Fasilitas fisik yang tidak memadai. Menuntuk & mengarahkan. Tekanan internal yang bersaing (memperoleh laba sebanyakbanyaknya). Jaminan menghindari kerusakan lingkungan. e.sehingga tidak memperhatikan setiap detil pekerjaan. Pengorganisasian. identifikasi proses daur hidup). Mengkomunikasikan. c.berkaitan : 1. • Tanggap Darurat. • Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan. 5. Perencanaan. 2. tidak sesuai atau kuno. kerusuhan / huru-hara.yaitu : a. d. 4. Dokumen suatu usaha pelaksanaan : • SOP (Prosedur Standar Operasi). seperti gempa bumi. Upaya peningkatan pentaatan terhadap peraturan : misal baku mutu lingkungan. Perbaikan penggunaan sumberdaya (penghematan bahan. minimasi limbah. Kekuatan eksternal. angin topan/badai. Prosedur yang tidak memadai. Dengan fungsi manajemen lingkungan yang saling berkaitan tersebut dapat disimpulkan fungsi audit lingkungan. 6. Sistem manajemen yang terbatas. . Orang yang tidak memahami peraturan dan prosedur secara baik. 5. 4. 3. 3. Mengendalikan & menelaah. b. dan sabotase.

Metodologi Komprehensif. [Arimbi]. Kemandirian dan obyektifiktas auditor. Gaung Audit Lingkungan mulai menggema ketika WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) berpendapat bahwa sistem AMDAL yang ada sepatutnya dilengkapi dengan audit lingkungan. 4. Dalam Standar Nasional Indonesia. Pengukuran dan standar yang sesuai. 3. Melihat tidak pentingnya audit lingkungan dalam tataran kebijakan. 2. akan tetapi disini terdapat prinsip yang mendasar yaitu adalah : a. Kunci Keberhasilan. .BAB III PEMBAHASAN 3. yaitu KepMenLH No 30/2001 [p].1 Prinsip Dasar Audit Lingkungan. Hal ini juga lebih dikarenakan tidak ada kewajiban pelaku usaha untuk melakukan audit lingkungan. terlihat jelas bahwa audit lingkungan hanya merupakan sebuah kesukarelaan. Namun kenyataannya masih sangat sulit melihat terjadinya proses audit lingkungan terhadap pelaku usaha. yang ada hanyalah kesukarelaan. b. Laporan tertulis. 1. 3. Karakteristik. 4. Konsep pembuktian dan pengujian. Bahkan yang dibelajarkan adalah audit lingkungan dalam ISO 14000. Dalam pembelajaran. Diantaranya adalah SNI 19-140101997 tentang Pedoman audit lingkungan – Prinsip umum. 2. 3. pedoman audit lingkungan telah diabolisi (tidak dipergunakan lagi). 1. Keikutsertaan semua pihak.2 Pelaksanaan Audit Lingkungan di Indonesia. kadang terpikir ini adalah sebuah ruang untuk menjaga tetap berkualitasnya kondisi lingkungan hidup. bukan pada audit lingkungan yang termaktub dalam perundang-undangan negeri ini. Kesepakatan tentang tata laksana dan lingkup audit. SNI 1914011-1997 tentang Pedoman untuk pengauditan lingkungan – Prosedur audit – Pengauditan sistem manajemen lingkungan dan SNI 19-14012-1997 tentang Pedoman audit untuk lingkungan – Kriteria kualifikasi untuk auditor lingkungan. juga sebelumnya pada KepMenLH No 42/1994. Sebenarnya prinsip dalam audit lingkungan tergantung pelaksana atau auditor masing masing. Ketika melihat audit lingkungan. Dukungan pihak pimpinan. Kementerian Lingkungan Hidup sendiri telah mengeluarkan turunan UU mengenai audit lingkungan.

yaitu RKL (Rencana Pengelolaan Lingkungan) dan RPL (Rencana Pemantauan Lingkungan) suatu kegiatan. Yang menjadi perdebatan. termasuk pula manajemen komunikasi dan kursus-kursus yang diberikan kepada staffnya. atau semata-mata kerelaan sang pengusaha untuk menjalankannya sebagai bagian dari manajemen internal mereka ? . Menteri Negara Lingkuan Hidup.maka tidak salah bila telah terjadi pengarahan negeri bencana ini ke arah ecosida. apakah audit lingkungan itu bersifat keharusan (mandatory) sehingga dapat dipaksakan berlakunya oleh pemerintah. dengan memberi informasi aktifitas organisasi mengelola lingkungan dari database diatas. juga berlaku untuk perusahaan bisnis. Baru pada era 1980-an negara maju seperti kanada mulai memikirkan dan menerapkan Audit Lingkungan. Apa yang dievaluasi biasanya termasuk pengelolaan lingkungan dari organisasi itu. Secara ringkas Audit Lingkungan adalah evaluasi sistematis dan obyektif dari dampak yang ada maupun potensial dampak dari kegiatan suatu organisasi atas lingkungan. Pengujian secara berkala ini. 3. Sebenarnya apakah audit lingkungan itu ? Bidang ini dapat dikatakan masih baru di dunia pengelolaan lingkungan di bumi ini. Apalagi Audit Lingkungan haruslah menjamin adanya database lingkungan yang menyeluruh untuk pengelolaan kewaspadaan serta pengambilan keputusan untuk pemantauan fasilitas yang telah dan akan dibangun. Gaung Audit LIngkungan mulai menggema ketika WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) berpendapat bahwa sistem AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup) yang ada sekarang sepatutnya dilengkapi dengan audit lingkungan. Audit Lingkungan berlaku bukan saja bagi departemendepartemen di pemerintahan. bahkan termasuk kelompok-kelompok lingkungan. pembungan ke air. Database lingkungan yang tersedia. pengelolaan limbahnya. yang bisa jadi terjadi tidak lebih dari 7 tahun lagi. Audit Lingkungan juga membantu pihak yang berwenang di bidang lingkungan. akan memperkuatpenerapan rekomendasi dalam dua dokumen penting di proses AMDAL. akan mendongkrak citra perusahaan sebagai perusahaan yang bonafid dan dapat dipercaya dengan tumbuhnya kesadaran lingkungan dari masyarakat.3 Perkembangan Audit Lingkungan di Indonesia Ketika geger kebocoran pipa PT. sebaliknya. pentaatan pada peraturan dalam pengelolaan lingkungan seperti emisi ke udara. Inti Indorayon Utama.Karena salah satu kehunaan Audit Lingkungan adalah untuk mengecek dan menguji kinerja program lingkungan dari suatu organisasi secara berkala. Sarwono Kusumaatmaja segera menyerukan untuk melakukan AuditLingkuna atas aktivitas perusahaan ini (Kompas 10 November 1993).

meminta para ahli lingkungan menerapkan Audit Lingkungan bagi PT.Karena itu ada pendapat jika memang audit Lingkungan merupakan urusan intern perusahaan. merupakan dua hal berikutnya dari elemen Audit Lingkungan. IIU (kompas 16 November 1993). Agar Audit Lingkungan dapat berjalan dengan efektif. agaklah riskan untk dijawab. Apakah ini suatu pengakuan atas langkanya tenaga Auditor Lingkungan di Indonesia. Jika tidak. Ini penting untuk menjaga keobyektifan penilaian. kemandirian Auditor harus pula dijaga agar tidak terpengaruh oleh situasi atau tekanan lainnya ketika mereka melakukan kunjungan lapangan. Dalam perkembangan lebih jauh. setidaknya masalah transparansi menjadi penting disini. Pertama diperlukan Komitmen dari perusahaanitu agar ia mau terbuka dan jujur dalm memberikan data. Sepanjang tahun 1994 ide tentang Audit Lingkungan terus digodog dengan mengundang pihak terkait. Nampaknya ini merupakan 'barang baru' di Indonesia sehingga Bapedal (Badan Pengendalian Dampak Lingkungan) perlu berkirim surat ke Kedutaan-kedutaan Besar mancanegara. harus ad mekanisme tindak lanjut dari rekomendasi yang didapat selama Audit Lingkungan. Tetapi dalam hal ini. Terakhir. adanya Auditor yang mandiri yang tidak mempunyai kepentingan apapun atas fasilitas yang sedang diaudit. nampaknya Bapedal sangat berminat untuk mengembangkan Audit Lingkungan sebagai salah satu alat pengelolaan lingkungan di Indonesia. Verifikasi prosedur dan pengukuran kinerja. Sayangnya perdebatan tentang Audit Lingkungan masih berpijak pada Audit Lingkungan yang biasa diterapkan di negara barat. Hal diatas agak riskan mengingat pengusaha biasanya enggan untuk membuka 'jatidirinya' karena persaingan bisnis misalnya. maka usaha Audit Lingkungan yang telah dilakukan akan menjadi sia-sia. Proses yang dijalankan untuk melakukan Audit Lingkungan haruslah dilakukan secara menyeluruh termasuk melakukan audit organisasi dan personalnya. setidaknya ada elemen penting yang harus diperhatikan. Hal ini penting dilakukan agar ada kepastian bahwa informasi yang didapat memang benar-benar akurat. Kedua. sehinga pihak luar dapat menjalankan fungsinya sebagai eksternal kontrol. penyelidikan lapangan (on-site investigation) dengan mewancarai staff dengan variasi jabatannya. tetapi juga masyarakat lainnya. Malaysia selangkah lebih maju dari Indonesia dangan membuat Konperensi Audit Lingkungan (Februari 1993) untuk mengkaji dan mensosialisasikan Audit Lingkungan dinegaranya. . menganalisis dokumendokumen terkait. yang pada akhirnya dilakukan pelaporan Audit dan rekomendasi tindak-lanjut kegiatan. Apalagi mengingat kesalahan perhitungan dalam mengelola lingkungan tidak hanya ditanggung oleh pengusaha.

Sehingga dapat dipahami para praktisi. Kep-42/Menlh/11/94 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan telah menegaskan sikap pemerintah dan mengakhiri perdebatan apakah audit lingkungan bersifat sukarela atau kewajiban.blogspot.1 Daftar Pustaka http://www.blog.html http://timpakul.ac. maka audit lingkungan dipandang hanya sebagai tambahan pekerjaan dan biaya tanpa kejelasan makna perlindungan lingkungan lagi. sehingga yang diperlukan adalah pengawasan dan penegakan agar hasil studi AMDAL dapat dilaksanakan oleh pemrakarsa (terungkap dalam diskusi tentang Audit Lingkungan. Jika.com/2010/02/audit-lingkungan. Kata mereka masalh utama adalah bagaimana rekomendasi-rekomendasi AMDAL dapat diterapkan.html http://industri16victor.web. setelah lebih dari setahun berjalan tidak ada penjelasan lebih lanjut tentang kemajuan proses audit tersebut dan sialnya tidak ada satu lembagapun yang dapat memaksa PT. bahwa audit lingkungan menjadi tidak bermakna. Nampaknya pemerintah lebih suka untuk melepaskan perdebatan tentang Audit Lingkungan. Jika sudah begini. Keluarnya SK. BAB IV DAFTAR PUSTAKA 4.blogspot. Jelas.com/2010/10/definisi-danpengertian-audit.org/Audit%20lingkungan. hal ini sangat memerlukan 'niat baik' dari sang pemrakarsa audit lingkungan untuk mau terbuka atas aktivitas mereka. Menteri Negara Lingkungan Hidup NO. Menyimak audit lingkungan yang dilakukan oleh PT.id/2010/12/17/definisiaudit-lingkungan/ http://pengertian-definisi. Surat keputusan tersebut jelas menyebutkan bahwa audit lingkungan adalah sukarela dan dengan ruang lingkup yang fleksibel. Berbeda dengan visi WALHI bahwa Audit Lingkungan adalah enforcement tool agar RKL dan RPL dapat dilaksanakan.html http://nunung-bgr.id/audit.com/2010/05/audit-lingkungan. dan pembuat studi AMDAL banyak yang pesimis akan kegunaan Audit Lingkungan. maka apa yang disinyalir para praktisi Amdal akan mendekati kenyataan. masalah penegakan tidak dapat diselesaikan.mercubuana. Jakarta 21 Oktober 1994).html http://grhoback. IIu.yaitu sebagai management tool yang lemah segi penegakannya. IIU untuk mengumumkan hsail Audit Lingkungannya.html .elaw-ino.blogspot.

.

Kegunaan. terdokumentasi secara periodik dan objektif berdasarkan aturan yang ada terhadap fasilitas operasi dan praktek yang berkaitan dengan pentaatan kebutuhan lingkungan (Tardan dkk. Audit lingkungan merupakan satu alat untuk memverifikasi secara objektif upaya manajemen lingkungan dan dapat membantu mencari langkahlangkah perbaikan guna meningkatkan performasi lingkungan. berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan (Bratasida. 1997). yang menyediakan kerangka kerja bagi suatu organisasi untuk mengendalikan dampak lingkungan dari kegiatan. dan Lingkup Audit Lingkungan . polutan yang pada akhirnya dapat meningkatkan citra positif dari masyarakat terhadap perusahaan. Tujuan.Definisi Audit Lingkungan dan Definisi ISO 14001 Audit lingkungan adalah alat pemeriksaan komprehensif dalam sistem manajemen lingkungan. produk dan jasa. Standar lain untuk isu-isu lingkungan hidup adalah ISO 1OOO. Menurut United States Environmental Protection Agency (US EPA). Dasar hukum pelaksanaan audit lingkungan di Indonesia adalah UU RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan KEPMEN LH Nomor KEP-42 MENLH/11/1994 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan ISO 14001 adalah standar lingkungan terhadap organisasi yang dinilai.1996). Audit lingkungan merupakan upaya proaktif suatu perusahaan untuk perlindungan lingkungan yang akan membantu perusahan meningkatkan efisiensi dan pengendalian emisi. Audit Lingkungan adalah suatu pemeriksaan yang sistematis. pentaatan terhadap peraturan perundang-undangan dan minimisasi limbah. Dalam perkembangan selanjutnya audit lingkungan mencakup beberapa bidang antara lain sistem manajemen lingkungan pelaksanaan produksi bersih. Ini menentukan persyaratan untuk EMS.

2. Manfaatnya : a. Menjadikan audit lingkungan sebagai suatu cerminan atau potret tentang kinerja perusahaan atau oraganisasi terhadap lingkungan. identifikasi melalui proses daur ulang atau penerapan produksi bersih dan efisiensi energy. Jaminan untuk menghindari terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan.-Tujuan Audit Lingkungan 1. Upaya untuk meningkatkan penataan perusahaan/organisasi terhadap peraturan perundangan di bidang lingkungan. prosedur pengelolaan lingkungan termasuk rencana tanggap darurat. 3. Mengidentifikasi risiko lingkungan b. pemantauan dan pelaporan serta rencana perubahan pada proses produksi. misalnya standar emisi udara. Menghindari kerugian finansial seperti penutupan / pemberhentian operasi oleh pemerintah c. d. Menghindari kerugian finansial untuk tujuan akuisisi perusahaan lain. -Kegunaan Audit Lingkungan 1. Untuk memperoleh gambaran tentang keadaan kondisi lingkungan dari suatu perusahaan atau kegiatan dan mengukur kinerja lingkungan suatu kegiatan. bahan penolong. 4. . limbah. 2. Dokumen suatu usaha atau kegiatan tentang pelaksanaan standar prosedur operasi. Menghindari adanya sanksi hukum karena pelanggaran peraturan perundangan dan standar – standar lingkungan. Upaya perbaikan dalam penggunaan sumber daya melalui efisiensi penggunaan bahan baku.

Meningkatkan keperdulian staff suatu perusahaan atau unit usaha / organisasi lingkungan. pencemaran dan kerusakan lingkungan. terhadap kebijakan dan tanggung jawab terhadap . Identifikasi penanganan dan penyimpanan bahan kimia. proses produksi. Penggunaan inputdan sumber daya alam. standar dan pedoman yang ada.e. 4. yang pelaksanaannya sangat tergantung pada kebutuhan manajemen/ perusahaan. B3 serta potensi pencemaran dan kerusakan yang mungkin akan timbul. rona lingkungan. · Meninjau persyaratan perizinan dan pelaporan. Penataan terhadap perizinan. 6. Ruang Lingkup Audit Lingkungan 1. Audit Pentaatan Audit Pentaatan memiliki sifat : · Menilai ketaatan terhadap peraturan. 1997) : 1. standar – standar dan pengelolaan B3 dan limbah B3. 5. Sejarah berdirinya organisasi . termasuk energy. Perubahan rona dan kualitas lingkungan sejak kegiatan dibangun sampai dengan waktu pelaksanaan audit lingkungan. produk yang dihasilkan dan limbah-limbah yang dihasilkan. Penataan terhadap hasil AMDAL ( RKL dan RPL) Jenis – jenis Audit Lingkungan Audit lingkungan ada beberapa jenis. 3. 7. Kajian resiko lingkungan. upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan dan isu – isu lingkungan yang terkait. 2. (Tardan dkk.

keluaran. · Menilai keadaan catatan/ laporan tentang emisi. dan penanganan limbah. 3. proses produksi dan timbunan limbah. · Menilai tempat pembuangan secara rinci. pemantauan dan pelaporan sendiri atas pelanggaran yang dilakukan perusahaan.· Melihat pembatasan pada pembuangan limbah udara. · Mencari tindakan alternatif pengurangan produksi. Audit Konservasi Air Sifat audit ini adalah : . dan pendaur ulangan limbah. · Menilai kualitas pengoperasian dan tata laksana operasi. 2. · Dapat dilakukan oleh petugas (kelompok/perusahaan) setempat. tumpahan.Audit Manajemen Audit jenis ini mempunyai sifat : · Menilai kefektifan sistem manajemen internal. · Menggunakan analisis kualitas daan kuantitatif yang rinci terhadap praktek pembelian. · Menilai keadaan umum dari peralatan. · Menilai keterbatasan peraturan dalam pengoperasian. air dan padatan. Audit Produksi Bersih dan Minimisasi Limbah Jenis audit ini mempunyai sifat : · Mengurangi jumlah timbunan dan produksi buangan limbah. · Sangat mengarah pada semua hal yang berkaitan dengan pentaatan. · Mencari bukti/ kenyataan tentang kebenaran dan kinerja proses produksi. 4. bahan bangunan dan tempat penyimpangan. kebijakan perusahaan dan resiko yang berkaitan dengan manajemen bahan. · Meninjau pelanggaran atau pertentangan dengan petugas setempat atau dengan masyarakat.

6. jika diperlukan. · Melakukan pengelolaan secara statistik terhadap hasil audit. penggunaan ulang dan pendaur-ulangan 5. pengelolaan bahan dan limbah berbahaya. Audit Pengotoran/ Kontaminasi Lokasi Usaha Sifat audit ini adalah : · Menilai kedaan pengotoran lokasi perusahaan akibat pengoperasian yang dilakukan oleh perusahaan yang bersangkutan. Audit Konservasi Energi Sifat audit ini adalah : · Melacak pola pemakaian tenaga listrik. pembuangan bahan pencemar dan sejenisnya. Audit Perolehan (Procurement Audit) Sifat audit ini adalah : · Meninjau praktek pembelian .· Mengidentifikasi sumber air penggunaan air dan mencari upaya untuk mengurangi penggunaan air total melalui usaha pengurangan. 8. gas dan bahan bakar minyak dan mencoba untuk mengkuantifikasikan serta meminimalkan penggunaannya. yang berhubungan erat dengan keselamatan dan kesehatan kerja. · Audit ini memungkinkan pimpinan perusahaan untuk menetapkan apakah perusahaan tersebut sudah mentaati peraturan tentanf keselamatan dan kesehatan kerja. 7. · Melakukan pengambilan contoh dari lokasi dan melakukan penganalisaan contoh sampel tersebut untuk jangka waktu yang cukup panjang dan merupakan hal yang khusus pada audit jenis ini (audit lain tidak melakukan pengambilan sampel). Audit Keselamatan dan Kesehatan Kerja Jenis audit ini memiliki sifat : · Menilai tatalaksana operasional pekerjaan.

· Biasanya melibatkan pegawai bagian pembelian. · Melihat alternatif dari yang sederhana sampai genting (cradle to grave) Prinsip – Prinsip Dasar 1. · Dapat dilakukan terpisah atau sebagai bagian audit minimisasi limbah atau audit produksi bersih. Prosedur yang sistematis dan terdokumentasi b. Pengawasan Mutu Hasil Audit Lingkungan dan Kualifikasi Auditor 5. Laporan audit 2. Peran dan tanggung jawab tim audit .· Mengidentifikasi hasil produksi daan peralatan alternatif. Karakteristik dasar a. Pembuktian dan pengujian fakta e. Kriteria Audit d.sertaan semua pihak · Kemandirian dan obyektivitas auditor · Kesepakatan tentang metodologi dan lingkup audit antara auditee dan auditor 3. Kunci keberhasilan · Dukungan Pimpinan · Keikut . Obyektif dan independent c. Sifat Kerahasiaan 4.

Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. Sebagai bagian dari proses ISO 14001. Binajaya Rodakarya telah memperoleh akreditasi ISO 14001. BVQI (Bureau Veritas Quality International) melaksanakan audit sertifikasi dan akan terus melaksanakan audit-audit eksternal EMS pada interval enam bulanan. dan . perusahaan telah melaksanakan dan akan terus melaksanakan audit internal untuk memastikan EMS diimplementasikan secara efektif. standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan (EMS). Akreditasi diberikan pada tanggal 20 Maret 2000 dan berlaku selama tiga tahun dari tanggal tersebut “sesuai dengan implementasi berkesinambungan yang memuaskan dari sistem manajemen operator” (BVQI ISO 14001 Sertifikat # 66596). Selama audit juga banyak contoh pelaksanaan manajemen tidak bagus yang didapat dari laporan foto. ternyata masih dijumpai di lingkungan perusahaan. Juga sebagai bagian dari proses tersebut. dan untuk mengidentifikasi cara-cara yang menjamin perbaikan berkesinambungan dari penyelenggaraan lingkungan perusahaan. Laporan ini didistribusikan kepada kepala-kepala departemen dengan instruksi agar memperbaiki keadaan ini. Meskipun Tinjauan Lingkungan Awal (Initial Environmental Review) yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses ISO 14001. Audit internal dilaksanakan bulan Juli 2000 yang berlaku sebagai mekanisme untuk menjamin bahwa semua perbaikan telah dilakukan dan mengidentifikasi perbaikan yang masih belum selesai atau baru. departemen lingkungan perusahaan mengeluarkan laporan foto yang memperinci contoh-contoh dari kegiatan manajemen tidak baik yang mendapat perhatian selama pemeriksaan. Tetapi sejauh ini belum tercapai. Tujuannya adalah untuk membuat laporan foto lanjutan berdasarkan audit bulan Juli.Contoh kasus Audit Lingkungan: PT. Audit berikutnya dijadwalkan pada bulan Februari 2001. BVQI melaksanakan audit eksternal EMS selama bulan Agustus 2000. perusahaan ini memperbaiki penyelenggaraan lingkungan perusahaannya dan menyusun prosedur kerja untuk mencapai tujuan ini.

terutama di tempat. Barito Pacific Timber Tbk. dan PT. yang menghasilkan saran perbaikan dan mengidentifikasi orang-orang yang bertanggung jawab melaksanakan perbaikan tersebut. • Mengurangi limbah kayu dan memperbaiki tingkat pemulihan kayu di areal utama yang memerlukan perbaikan segera. kegiatan Namun demikian. Selama tinjauan lapangan terdapat banyak buangan dari sumber alamiah. dan diidentifikasi BVQI sebagai salah satu dari persoalan-persoalan utama yang memerlukan perhatian melalui EMS ISO 14001. Penerimaan ISO 14001 seharusnya dipandang sebagai langkah positif dalam menjamin peningkatan penyelenggaraan lingkungan PT. yaitu kayu. di yang harus secara dilaksanakan untuk menjaga akreditasi adalah mengambil langkah untuk meningkatkan perhatian. bau atau pengawasan vibrasi. Semenjak audit eksternal telah ada tinjauan internal dari persoalan-persoalan ini. yaitu: • Kontrol debu yang tidak layak. dan PT. Temuan Audit : 1. Hal ini meliputi: • kayu yang dibuang selama proses penggergajian dalam jumlah banyak • jumlah kayu gelondongan yang membusuk sebelum dipakai.tempat dimana limbah kayu menjadi . Binajaya Rodakarya. Rencanarencana kerja untuk mengurangi polusi log pond perlu diperbaiki.selama itu ada beberapa poin persoalan yang mendapat perhatian. selama proses produksi. dan • Tidak adanya bukti pengawasan emisi cerobong asap. Binajaya kegiatanRodakarya. Barito Pacific Timber Tbk. Masih belum ada tindakan sampai sekarang dan persoalan-persoalan ini masih terbuka. Limbah Kayu Limbah kayu merupakan persoalan kritis di PT. Kebijakan manajemen lapangan berkesinambungan. • Total Padatan Tersuspensi (TSS) di log pond masih terlalu tinggi.

regenerasi 2. anak sungai kecil dari sungai Barito. ditumpuk di tempat terbuka dalam jangka waktu yang lama dan kemungkinan tidak bisa dijual. • kerusakan kayu gelondongan karena kulit kayu dibiarkan melekat. pabrik berbatasan dengan. Areal ini kelihatannya tidak memiliki tumbuhan dan dari segi estetika tidaklah menarik. Air Fasilitas perusahaan PT. terutama kayu papan. Kebanyakan kulit kayu dan beberapa limbah kayu lain saat ini dibuang ke tanah rawa untuk mereklamasi tanah tersebut. Keseimbangan air menunjukkan bahwa sebagian air pengolahan dipompa dari sungai Barito. dan PT. selama tinjauan ke lokasi tercatat adanya kontaminasi hidrokarbon sungai Barito di sekitar log pond dan areal penggergajian. Areal pabrik dan daerah luar kota di sekelilingnya rendah letaknya dan mudah kebanjiran. pertama diolah” (first in first out) harus diimplementasikan agar kayu digunakan sebelum rusak. rel conveyor dan chainsaw tarik. Di sebelah utara adalah sungai Andjir Soebardjo. Sabun dan dengan cepat. mengalir ke arah timurlaut dari pabrik. Binajaya Rodakarya letaknya berdekatan dengan sejumlah anak sungai. Handil Sungai Barito. dan pembakaran secara bebas menimbulkan persoalan kualitas udara. Terdapat sejumlah minyak dan pelumas di bawah peralatan ini. dan • sejumlah besar produk akhir. . arealareal yang sebelumnya dipakai untuk pembuangan limbah kayu nampaknya tidak ber. Barito Pacific Timber Tbk. Sungai Barito juga dipakai para staf untuk mandi dan mencuci. Lapisan minyak di permukaan air berasal dari derek. Staf lapangan menunjukkan bahwa mereka tidak menemukan adanya kontaminasi air permukaan yang berhubungan dengan pabrik. Kepada auditor ditunjukkan keseimbangan air semua areal pengolahan pabrik (kecuali penggergajian yang tidak menggunakan air dalam aktifitasnya). yang tidak mempunyai tempat pengeringan lain selain log pond dan sungai.“pertama datang. Selain itu. Di sebelah timur. membiarkan vetebrata merusak log-log yang menyebabkan tingkat pemulihan rendah. sungai Barito. dan menggunakan. Namun demikian.

Tidak jelas darimana asalnya. Program pengawasan cerobong asap telah tertinggal oleh program EMS saat audit. baik di pabrik kayu lapis atau di areal pembuatan particleboard menimbulkan persoalan kualitas udara. pembakaran limbah kayu dan debu gergajian. Limbah kayu Manajemen seharusnya menanggapi persoalan limbah kayu sebagai sesuatu yang bersifat mendesak karena hal ini merupakan persoalan yang berhubungan langsung dengan kelangsungan akreditasi ISP 14001. dibakar. Selain itu. Areal luas yang sebelumnya digunakan sebagai lahan penimbunan kulit kayu dan limbah kayu. sebagai bagian dari upaya reklamasi sebagian tanah rawa di lokasi. Tidak ada pengawasan debu yang dilaksanakan saat ini. Sejumlah cerobong asap di lapangan berhubungan dengan ketel yang menjalankan diesel. BVQI mencatat tidak ada pengawasan vibrasi atau bau yang dilaksanakan saat ini. Aktifitas ini menyebarkan banyak asap ke atmosfer. Kualitas Udara Debu merupakan persoalan diberbagai lokasi.deterjen akan mengkontaminasi sungai. Rekomendasi : 1. Cerobong-cerobong ini menghasilkan asap pencemar dalam jumlah yang besar dan karenanya memerlukan pengawasan. Perusahaan mengalami kesulitan dalam mengorganisasi pengawasan karena hanya dua organisasi di Indonesia yang dianggap mampu melakukan monitoring jenis ini. Tetapi pada rapat selanjutnya dengan staf lapangan (tanggal 19 Oktober 2000) program pengawasan cerobong asap direkomendasikan pada tanggal 11 Oktober 2000. tetapi yang terparah terdapat di areal pembuatan particleboard dan pabrik kayu lapis. 3. bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan lem dan penggunaan lem. bisa saja berasal dari lokasi-lokasi lain. Pengawasan dilakukan oleh BPPI tetapi hasilnya belum tersedia. Hal . dan juga tempat pembakaran buangan limbah. Selain itu. Organisasi-organisai ini didekati dan diminta untuk melaksanakan pengawasan tersebut pada tanggal 20 Oktober 2000. Tanggal itu telah berlalu tetapi monitoring tersebut tidak pernah dilaksanakan. di sungai juga ditemukan sampah. walaupun debu membahayakan lingkungan dan kesehatan serta keamanan.

dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan.Pengujian Kualitas Air di Saluran Air Pengujian kualitas air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan menunjukkan tingkat polutan yang meninggi. dan langkahlangkah lanjutan harus diambil untuk menjamin bahwa saluran-saluran ini tidak tercemar.Debu Debu dipandang sebagai masalah di lapangan. penutup betonnya harus diperbaiki. Persoalan ini memerlukan perhatian segera untuk mengembalikan tingkatan tersebut ke batas-batas yang diperbolehkan. Akibatnya. 3. 2. karena sejumlah besar kayu olahan di lapangan nampaknya ditimbun dalam jangka waktu lama. Distribusi kayu harus juga diperhatikan. yang terbuka bagi elemen-elemen tersebut. . tumpukan-tumpukan ini akan berkurang nilainya. Kualitas udara . Direkomendasikan agar pengawasan debu . Hasil-hasil tinjauan ini bisa dipakai untuk mengidentifikasikan areal-areal yang mempunyai buangan terbesar dan bisa dipakai untuk meningkatkan rata-rata pemerolehan. Sebagai alternatif.ini harus menggabungkan tinjauan menyeluruh dari rata-rata pemerolehan kayu berdasarkan semua proses dari saat kedatangan kayu sampai pada pengolahan akhir. Jika terdapat polusi di saluran-saluran ini.Pemeliharaan Saluran Air Permukaan Saluran air permukaan di lokasi pabrik diketahui memiliki kotoran dan lapisan berminyak di beberapa tempat. Dimana saluran ini ditutup. baik selama audit ini dan selama audit BVQI. Air . Saluran-saluran ini langsung berhubungan ke sungai Barito dan mudah kebanjiran. air limbah dari paritparit penampungan ini harus menjadi bagian dari sistem drainase yang tertutup dan dialihkan ke pusat pengolahan limbah cair di lapangan untuk perlakuan. air limbah harus dipindah dan diolah di pusat pengolahan air limbah.

terutama formalin.com/2010/03/audit-lingkungan. dan PT. 2008 http://renalkrenz. Binajaya Rodakarya.Pengawasan Kualitas Udara Pengawasan kualitas udara harus dilaksanakan dan hasilnya ditindaklanjuti seperti yang ditentukan. Barito Pacific Timber Tbk. Metoda Pelaksanaan dan Pelaporan AuditLingkungan.blogspot. sumber : Chafid Fandeli.dilaksanakan dengan mengimplementasikan prosedur-prosedur pengurangan emisi debu di udara . Prosedur. dengan mengurangi jumlah bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer. REP016 Audit Lingkungan Kegiatan PT. Prinsip Dasar Audit Lingkungan. 2001 . Barito P_Gareth_Jan 01. 2006 PT.html Bambang Purwono. Prinsip Dasar.

FUNGSI AUDIT LINGKUNGAN a. Alat manajemen Berisi evaluasi (sistematik. Jaminan menghindari kerusakan lingkungan d. . LATAR BELAKANG a. identifikasi proses daur hidup). Audit lingkungan dapat membantu menemukan penyelesaian masalah lingkungan hidup 3. DEFINISI AUDIT LINGKUNGAN (Kep. terdokumentasi. periodik dan obyektif) b. Sasaran (1) Mengetahui kinerja (a) Organisasi (b) Sistem manajemen (c) Peralatan (d) Pentaatan Peraturan Perundangan (2) Pelaksanaan pengendalian dampak lingkungan 5. Audit lingkungan suatu perangkat pengelolaan lingkungan c. PENGERTIAN AUDIT LINGKUNGAN a. Perbaikan penggunaan sumberdaya (penghematan bahan. Men. e.2. minimasi limbah. Realisasi dan keabsahan prakiraan dampak dalam dokumen AMDAL. Setiap bidang usaha wajib memelihara kelestarian lingkungan b. TERDOKUMENTASI. PERIODIK DAN OBYEKTIF TENTANG BAGAIMANA SUATU KINERJA ORGANISASI SISTEM MANAJEMEN DAN PERALATAN DENGAN TUJUAN MENFASILITASI KONTROL MANAJEMEN TERHADAP PELAKSANAAN UPAYA PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAN PENGKAJIAN PEMANFAATAN KEBIJAKAN USAHA ATAU KEGIATAN TERHADAP PERATURAN PERUNDANG UNDANGAN TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN. 4. Dokumen suatu usaha pelaksanaan : (a) SOP (Prosedur Standar Operasi) (b) Pengelolaan dan Pemanfaatan Lingkungan (c) Tanggap Darurat c.LH 42/1994) AUDIT LINGKUNGAN ADALAH SUATU ALAT MANAJEMEN YANG MELIPUTI EVALUASI SECARA SISTEMATIK. Upaya peningkatan pentaatan terhadap peraturan : misal baku mutu lingkungan b.

webs. Karakteristik (1) Metodologi Komprehensif (2) Konsep pembuktian dan pengujian (3) Pengukuran dan standar yang sesuai (4) Laporan tertulis b.pdf . Menjadi dasar pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan c. Mengidentifikasi resiko lingkungan b.com/audit_lingkungan. publikasi pencemaran nama) d. Menyediakan informasi 7. Menghindari kerugian finansial (penutupan usaha.6. pembatasan usaha. MANFAAT AUDIT LINGKUNGAN a. Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan dalam proses peradilan f. Mencegah tekanan sanksi hukum e. PRINSIP DASAR a. Kunci Keberhasilan (1) Dukungan pihak pimpinan (2) Keikutsertaan semua pihak (3) Kemandirian dan obyektifiktas auditor (4) Kesepakatan tentang tata laksana dan lingkup audit Sumber : http://saveforest.

dan pada akhimya dapat meningkatkan citra positif perusahaan. Kini hutan rindang tak mudah ditemukan lagi. karena dapat dijadikan salah satu indikator kemajuan perekonomian dan teknologi. itupun sudah tercampur dengan berbagai limbah yang mengandung kimia membahayakan untuk kesehatan manusia. . Men. tetapi justru jumlah penduduk miskin bertambah. dengan demikian perusahaan akan dinilai positif dari lembaga yang bersangkutan. Latar belakang audit lingkungan menurut Kep. Bahkan tragisnya. Dulu hutan-hutan di Indonesia masih rindang. bukan hanya untuk memasak dan mencuci. bahkan banyak orang di sekeliling kali menggunakannya. Hutan dibabat dan tanahnya digali. karena di dalam tanah terdapat tambang minyak. kini hampir tidak ada lagi. Oleh karena itulah audit lingkungan merupakan alat untuk memverifikasi secara obyektif upaya manajemen lingkungan dan dapat membantu mencari langkahlangkah perbaikan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Permasalahan lingkungan hidup telah menjadi bagian dalam kehidupan manusia. Audit lingkungan sebagai proses menentukan apakah semua tingkat atau tingkat yang dipilih dari suatu organisasi menaati persyaratan peraturan dan kebijakan serta standar internal yang merupakan suatu komponen yang berkekuatan dari program manajemen lingkungan. bahkan saat ini masalah lingkungan telah menjadi isu global dan penting untuk dibicarakan karena menyangkut kepentingan seluruh umat manusia. Negara berkembang seperti Indonesia ikut terjebak dengan teori itu. Air yang mengalir di kali relatif jernih.LH 42/1994 : 1. perekonomian tak beranjak maju. Audit lingkungan juga merupakan salah satu upaya proaktif perusahaan untuk perlindungan lingkungan yang akan membantu meningkatkan kinerja operasional perusahaan terhadap lingkungan.1 Latar Belakang Audit Lingkungan Dalam dunia yang modern ini banyak akan permasalahan yang dihadapi setiap pribadi atau organisasi. Tambang segera diambil. Hal inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan yang melatar belakangi audit lingkungan sebagai dasar evaluasi. 2. Berbagai jenis tumbuh-tumbuhan kian hari kian merana. Jika terdapat air mengalir. salah satu dari permasalahan tersebut adalah lingkungan hidup. Tambang-tambang itu dijadikan sebagai salah satu obyek untuk dikuras. Kali yang dulu mengalir dengan air bersih. di saat tambang sudah dikuras. Setiap bidang usaha wajib memelihara kelestarian lingkungan. Audit lingkungan suatu perangkat pengelolaan lingkungan. sekalipun di Kalimantan dan Papua. berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan. tetapi juga untuk diminum.Makalah tentang audit lingkungan BAB PENDAHULUAN I 1. meskipun dengan mengorbankan hutan-hutan yang rindang tersebut. Yaitu evaluasi kinerja perusahaan terhadap lingkungan disekitarnya. Apa yang terjadi kemudian? Hutan yang dulu rindang kini menjadi gundul. emas dan batu bara.

c. Pengembangan korporat terhadap misi penghijauan. 2. a Total Quality Approach” (1992. Men.1 Definisi dan Sifat Audit Lingkungan 2. “assessment”. Ketaatan terhadap peraturan. BAB PEMBAHASAN AUDIT II LINGKUNGAN 2.1. Bantuan dalam akuisisi dan penjualan aktiva. “review”.LH 42/1994. • Rob Gray. yaitu : a.1. b. Beberapa definisi yang diberikan mengenai audit lingkungan adalah sebagai berikut: • Menurut The International Chamber of Commerce 1989 Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya. “Apa pengertian. periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan menfasilitasi kontrol manajemen terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian pemanfaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan. manfaat.3 Tujuan Audit Lingkungan Dalam buku “The Environmental Audit and Bussiness Strategy.3. “survey”. 1. Jan Bebbington dan Diane Walters Dalam buku “Accounting for the Enviroment” (1993. cara kerja dalam manajemen serta pengaplikasian dari audit lingkungan?” 1. hal 104) Audit lingkungan merupakan suatu penilaian yang sistematis.2 Sifat Audit Lingkungan Apapun nama yang digunakan untuk mendeskripsikan suatu program audit lingkungan -“audit”.2 Rumusan Masalah Audit Lingkungan Audit lingkungan hidup mempunyai cakupan yang luas dalam pembahasannya. terdokumentasi. hal 72 & 73). Oleh karena itu kelompok kami sudah membatasi masalah yang akan dibahas dengan rumusan masalah yaitu.1 Definisi Audit Lingkungan Menurut Kep. objektif dan didokumentasikan mengenai dampak dan aktivitas usaha anda terhadap lingkungan. “surveillance”. Audit lingkungan dapat membantu menemukan penyelesaian masalah lingkungan hidup. . Grand Ledgerwood mengemukakan bahwa audit lingkungan mempunyai 3 tujuan yang luas. Audit lingkungan adalah suatu alat manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik.

Perusahaan mempunyai sumberdaya dan staff yang tepat untuk pekerjaan lingkungan. Sistem akuntansi keuangan yang rinci dan terkoordinasi yang berjalan dapat menjadi sasaran audit keuangan. dan dengan kelompok eksternal. Salah satu perbedaan utama antara audit lingkungan dan tipe audit yang lain adalah eksistensi dan ketiadaan standar. dan menetapkan anggaran program. • Mengorganisasi Menetapkan struktur organisasi. dan dapat mengendalikan masa depan sumber daya tersebut. menyatakan kinerja. Resiko korporat yang berasal dari resiko lingkungan dinyatakan dan berada dibawah pengendalian.“evaluation”. keuangan.poin penting ialah program demikian mengaudit dan menelaah status lingkungan dari fasilitas individual. Terdapat sedikit standar untuk audit lingkungan. • Mengendalikan dan Menelaah Mengukur hasil. menentukan kebijakan. Perbedaan yang lain adalah jumlah sistem yang ada. Audit keuangan mempunyai standar yang disebarluaskan oleh badan standar akuntansi yang berwenang. melukiskan peranan dan tanggung jawab. dalam divisi. atau appraisal”. menetapkan prioritas. termasuk pengatur apabila sesuai. yaitu: − Perencanaan Menetapkan tujuan. sacara tipikal terdapat sedikit informasi lingkungan relative yang dapat diaudit. yaitu: a. mendiagnosis masalah. mendelegasi dan mengelola perubahan. . ekonomi dan tekanan kompetitif. mengambil tindakan korektif dan secara sengaja mencari cara-cara untuk belajar dari kesalahan masa lalu serta dengan demikian menciptakan perbaikan dalam sistem. Namun. menciptakan deskripsi posisi. Kebijakan dan prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke seluruh organisasi. 2. persetujuan dan MOU (Memorandum of Understanding). Perusahaan menaati hukum dan peraturan lingkungan. sosial. dan resiko lingkungan. d. memotivasi. suatu sistem manajaemen lingkungan korporat memberikan manajemen dan dewan direksi pengetahuan. mengembangkan standar kinerja. mendefinisi prosedur. • Mengkomunikasikan Mengembangkan dan mengimplementasikan saluran komunikasi yang efektif dalam korporat. Sistem manajemen lingkungan terdiri dari beberapa fungsi. menetapkan kualifikasi posisi dan melatih staff.6 Auditing sebagai Komponen dari Manajemen Lingkungan Suatu sistem Manajemen Lingkungan merupakan metode untuk menuntun suatu organisasi untuk mencapai dan mempertahankan kinerja sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dan sebagai tanggapan terhadap peraturan yang secara konstan berubah. diluar hal-hal seperti data pengendalian polusi. c. menggunakan sumber daya tersebut. • Menuntun dan Mengarahkan Mengkoordinasi. Apabila beroperasi secara efektif. b.

dan tanggung jawab untuk manajemen lingkungan sebagian besar terletak pada pengacara. insinyur dan spesialis lain yang cenderung memfokuskan pada masalah dan perhatian pabrik.8 Auditing dalam Konteks Resiko Lingkungan Salah satu pendekatan untuk membedakan tipe dari resiko lingkungan adalah mengidentifikasi penyebab dari kondisi industri yang berisiko. sistem manajemen lingkungan cenderung tidak formal. • Pemecahan Masalah Fokus utamanya pada pemecahan masalah lingkungan yang segera dan paling dikenal dan menghindari biaya yang tidak perlu. Fokus utama dari sistem manajemen lingkungan. 2.7 Falsafah Manajemen Lingkungan Dasar Menurut J. • Prosedur yang tidak memadai • Kekuatan Eksternal • Tekanan internal yang bersaing 2. selain menilai masalah dan memverifikasi ketaatan. Mereka cenderung hanya menekankan hukum dan peraturan “yang perlu” yaitu apa yang tidak mempunyai peluang untuk interprestasi dan resiko yang paling signifikan. Perusahaan pada program audit lingkungan sering menilai kesesuian dari sistem manajemen lingkungan dan memverifikasi efektifitasnya. Greno dan kawan-kawan. Tidak hanya resiko yang berhubungan dengan ketaatan penting bagi perusahaan. • Mengelola ketaatan Suatu perusahaan membangun suatu sistem yang lebih formal untuk mengelola tingkat yang diinginkan atau tingkat ketaatan. Disini.9 Sebab dan Manfaat Audit Lingkungan . yaitu : • Orang yang tidak secara penuh memahami peraturan dan prosedur. Fokus utamanya pada membangun sistem manajemen lingkungan yang menekankan. akan tetapi juga penentuan dan/ atau verifikasi ketaatan yang dicapai. melindungi sumber daya internal dan lingkungan eksternal dari kerugian dengan mencari dan mengantisipasi resiko dan juga mengelola resiko yang disebabkannya. dan keamanan adalah mencapai dan memelihara tingkat ketaatan yang diinginkan dengan berbagai persyaratan peraturan. akan tetapi juga resiko lain yang belum dicakup oleh persyaratan peraturan atau standar eksternal yang ada adalah penting. falsafah manajemen lingkungan dasar dibedakan menjadi 3 hal seperti berikut. yang diakibatkan oleh staff yang meningkat atau pengeluaran modal. Pergeseran ini dapat berasal dari keinginan manajemen untuk mengelola dengan lebih baik mengenai apa yang ditentukan oleh hukum atau kebijakan dan prosedur perusahaan. Disini program audit lingkungan cenderung memasukkan tidak hanya penilaian masalah (dan mungkin praktik yang sehat). kesehatan. • Sistem manajemen yang terbatas dalam ruang lingkup dan tidak lentur/fleksibel. • Fasilitas fisik yang tidak secara memadai didesain.2. Ladd. • Mengelola Kepastian Lingkungan Falsafah manajemen dasar adalah bahwa resiko lingkungan yang potensial terhadap perusahaan dan terhadap lingkungan harus dikelola.

Audit korporat (Corporate audits). yaitu audit yang terjadi dalam siklus kejadian yang dijadwalkan. Audit demikian dapat dilakukan oleh spesialis dalam perusahaan atau kosultan luar. d. Perasaan dari kesenangan dan keamanan yang meningkat • Ada kepastian bahwa identifikasi dan pendokumentasian status ketaatan dari fasilitas individual. b. yang mempertimbangkan satu instalasi tunggal. yang menguji liabilitas lingkungan yang dapat timbul dari aktivitas tersebut. operasional.9. c. yang menelusuri energy dan/atau material dari masuknya material tersebut kedalam perusahaan sampai keluar. Meningkatkan efektivitas manajemen lingkungan • Mengklarifikasi masalah yang mungkin sebaiknya diinterprestasikan secara berkala pada fasilitas yang berbeda. Bentuk audit ini merupakan produk sentral dari suatu unit lingkungan. 2. yaitu: a. 2. • Adanya inisiatif dari manajemen tingkat bawah atau menengah untuk memperbaiki aktivitas pengelolaan lingkungan dan mengejar apa yang perusahaan lain lakukan. • Dimotivasi oleh kejadian dari masalah atau kecelakaan lingkungan. f. Audit tempat (site audits). • Mengembangkan suatu pendekatan yang lebih seragam untuk mengelola aktivitas melalui pembagian informasi atau belajar dari fasilitas yang lain.9. Audit ketaatan (compliance audits). . resiko terhadap karyawan dan public. Audit resiko (risk audits). g. yang mempertimbangkan satu aktivitas dari korporasi. yang memepertimbangkan keamanan. e. Program pemeriksaan siklikal (cylical auditing programs). b.2. b. yang mempertimbangkan pekerjaan dari korporasi secara keseluruhan. Audit tunggal untuk maksud khusus (single audits for special purposes). Audit aktivitas (Activity audits). audit demikian lebih cocok dilakukan oleh konsultan luar.10 Tipe Audit Menurut Grant Ledgerwood dan kawan-kawan (1992) tipe audit termasuk : a. Namun secara luas. Audit akuisisi (acquisition atau divesture audits). yang menguji ketaatan industry terhadap lingkungan yang relevan dan standar keamanan. audit dapat dibagi dalam 2 kategori. • Ada kepastian bahwa sistem pengendalian berjalan dan beroperasi dengan tanggung jawab dan etis terpenuhi. kesehatan. Audit produksi (production audits).2 Manfaat audit lingkungan a.1 Sebab audit lingkungan • Keinginan dari dewan direksi untuk mendapatkan kepastian bahwa perusahaan bertanggungjawab dan secara memadai menangani lingkungannya.

c. Informasi yang diperlukan pada tahap ini meliputi informasi rinci mengenai aktifitas di lapangan. struktur organisasi. Perencanaan yang baik pada tahap ini akan menentukan keberhasilan pelaksanaan audit dan tindak lanjut audit tersebut. tim auditor dapat . • Pemeriksaan lapangan Pemeriksaan di lapangan dilaksanakan setelah pertemuan pendahuluan. pelaksanaan. penentuan tim auditor. Melakukan audit lingkungan hidup yang meliputi tahap perencanaan. Aktifitas pra-audit juga meliputi pemilihan tata laksana audit. Memahami prinsip. Audit lingkungan biasanya diluar kompetensi akuntan dan diharapakan bahwa audit lingkungan dilaksanakan oleh tim kecil yang jumlahnya sekitar 3 atau 4 orang. b. status hukum. Pra-audit Kegiatan pra-audit merupakan bagian yang penting dalam prosedur audit lingkungan. Pada saat ini. c. dan tata laksana audit lingkungan hidup b. pengambilan kesimpulan dan pelaporan. dan jadwal kegiatan audit. 2. tujuan dan ruang lingkup audit harus telah disepakati. dan lingkup usaha atau kegiatan yang akan diaudit. jenis usaha atau kegiatan dan pelaksanaan oleh tim auditor. Pendahuluan Penerapan audit lingkungan akan tergantung kepada jenis audit yang dilaksanakan.11 Auditor Lingkungan Audit laporan keuangan dilaksanakan oleh akutan yang berkualifikasi dan disupervisi dengan memadai. Orang berkualifikasi yang siap dan dapat melaksanakan audit lingkungan adalah yang sudah berada dalam usaha dan auditor lingkungan yang telah terdaftar dan terakreditasi. Tim tersebut akan terdiri dari orang yang secara teknis berkualifikasidari dalam atau luar perusahaan dengan seorang pemimpin yang independen dari perusahaan. Merumuskan rekomendasi langkah perbaikan sebagai tindak lanjut audit lingkungan hidup. Kegiatan Lapangan • Pertemuan pendahuluan Tahap awal yang harus dilaksanakan oleh tim audit adalah mengadakan pertemuan dengan pimpinan usaha atau kegiatan untuk mengkaji tujuan audit. tata laksana. metodologi. dan pendanaan pelaksanaan kegiatan audit.2. Tim audit akan mendapatkan gambaran tentang kegiatan usaha atau kegiatan yang akan menjadi dasar penetapan areal kegiatan yang memerlukan perhatian secara khusus. Kriteria untuk memperoleh sertifikasi auditor lingkungan hidup meliputi kemampuan: a.12 Tahapan Pelaksanaan Audit Lingkungan Tahapan pelaksanaan audit lingkungan adalah sebagai berikut : a. Pasal 51 Ayat (2) UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dinyatakan bahwa auditor lingkungan hidup wajib memiliki sertifikat kompetensi auditor lingkungan hidup yang berlaku mulai tanggal 3 Oktober 2010. Dengan melaksanakan pemeriksaan lapangan.

Dokumentasi penunjang harus dikaji secara teliti sehingga semua hasil temuan telah ditunjang oleh data dan diuji secara tepat. memodivikasi program audit dan mengalokasi sumber daya tim audit. pengembangan dari suatu rencana audit. kertas kerja dan hal-hal lain yang berkaitan. atau harus ditentukan oleh tim auditor.13 Aktivitas Pra dan Setelah Audit 2. Informasi tersebut harus terdokumentasi dengan baik agar mudah ditelusuri kembali. Aktivitas-aktivitas tersebut yaitu pemilihan fasilitas yang diaudit. • Pertemuan akhir Setelah penelitian lapangan selesai. • Pengumpulan data Data dan informasi yang dikumpullkan selama audit lingkungan akan mencakup tata laksana audit. atau telah teruji melalui pengamatan langsung oleh tim auditor. pemilihan topik yang prioritas untuk dimasukkan. Dalam menguji hasil temuan audit. foto-foto.menemukan hal-hal yang terkait erat dengan kegiatan audit namun belum teridentifikasi dalam perencanaan. tim auditor harus memaparkan hasil temuan pendahuluan dalam suatu pertemuan akhir secara resmi. Seluruh dakumentasi selama penelitian harus dikembalikan kepada penanggung jawab usaha atau kegiatan. d. Tujuan utama pengumpulan data adalah untuk menunjang dan merupakan dasar bagi pengujian hasil temuan audit lingkungan. tim auditor harus menjamin bahwa dokumen yang dihasilkan merupakan dokumen yang asli dan sah. • Evaluasi hasil temuan Hasil temuan audit harus dievaluasi sesuai dengan tujuan audit dan tata laksana yang telah disetujui untuk menjamin bahwa semua isu/masalah telah dikaji. catatan dan hasil pengamatan tim auditor. . Dokumentasi yang dihasilkan oleh tim auditor harus menunjang semua pernyataan. Tim auditor harus mengkaji hasil temuannya secara garis besar dan menentukan waktu penyelesaian laporan akhir. dokumentasi yang diberikan oleh pemilik usaha atau kegiatan. hasil sampling den pemantauan. jadwal dari fasilitas yang diaudit. • Pengujian Prinsip utama audit lingkungan adalah bahwa informasi yang disajikan oleh tim auditor telah diuji dan dikonfirmasikan. peta. pemilihan tim audit. diagram. mendefinisikan ruang lingkup audit. 2. Oleh karena itu tata laksana audit harus menentukan tingkat pengujian data yang dibutuhkan. Pertemuan ini akan mendiskusikan berbagai hal yang belum terpecahkan atau informasi yang belum tersedia.1 Aktivitas Pra Audit Proses audit lingkungan dimulai dengan sejumlah aktivitas sebelum audit ditempat aktual terjadi.13. Laporan tersebut juga mencakup pemaparan tentang rencana tindak lanjut terhadap isu-isu lingkungan yang telah diidentifikasi. Pasca Audit Tim auditor akan menyusun laporan tertulis secara lengkap sebagai hasil pelaksanaan audit lingkungan. rencana.

Auditor biasanya mencatat pemahamannya dalam suatu bagan arus. dokumentasi dan pencatatan. Bukti audit dapat dikumpulkan melalui penyelidikan (seperti kuesioner formal dan kuesioner tidak formal). suatu pengujian verifikasi terbatas dilakukan untuk membantu mengkonfirmasikan pemahaman awal auditor. . maka langkah audit berikutnya dapat memfokuskan pada efektifitas yaitu disain diimplementasikan.indikator seperti tanggungjawab yang secara jelas didefinisikan. Namun sistem manajemen yang terpilih dapat didokumentasikan dalam detail yang cukup untuk memberikan suatu pemahaman dan prosedur-prosedur dasar rencana. Dalam menilai temuan audit. serta verifikasi internal. memverifikasi jejal kertas). 3. kunjungan pabrik dan dalam kasus tertentu. banyak aspek dari sistem manajemen lingkungan internal tidak didokumentasikan secara tertulis. 4. dokumen atau keadaan. tujuannya dapat dimengerti dan mengintegrasikan temuan-temuan dan observasi dari setiap anggota tim. Menilai temuan audit Pengamatan audit dan temuan dinilai. Tim audit harus mengidentifikasi dan kemudian memverifikasi aktivitas tersebut dalam proses manajemen lingkungan yang dapat memberikan pandangan secara mendalam mengenai fungsi sistem secara keseluruhan. Menyimpulkan bukti audit Kelemahan-kelemahan yang dicurigai dalam sistem manajemen dikonfirmasi dalam tahap ini. Temuan audit dan observasi dapat diorganisasikan untuk menentuka temuan yang umum. Bukti audit dapat berupa dalam bentuk fisik. 2. 1. Tujuan dasar dalam langkah ini untuk memahami berbagai cara memperhatikan lingkungan yang dikelola. anggota tim khususnya pemimpin tim. menentukan apakah bukti audit yang dimiliki cukup untuk mendukung temuan audit. Jika disain manajemen lingkungan internal dinilai sehat (yaitu hasil yang diterima tercapai. yaitu: Memahami sistem dan prosedur manajemen internal Pemahaman auditor biasanya dikumpulkan dari berbagai sumber. pengamatan dan pengujian (seperti menelusuri kembali data. kesioner. misalnya diskusi staff. apabila disain dari sistem intrenal tidak cukup sehat untuk memastikan hasil yang dikehendaki. kemudian menentukan disposisi akhir temuan dan observasi akan dimasukkan ke dalam laporan audit yang formal atau hanya membawa pada perhatian dari manajemen fasilitas. dapat mempunyai signifikasi yang lebih besar daripada bila dipandang secara individual. Namun.Audit ditempat aktual secara tipikal terdapat 5 langkah dasar. Menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan-kelemahan Auditor mencari indikator. Dalam kelanyakan organisasi. dan sejauhmana system dalam kenyataan telah dilaksanakan seperti yang dikehendaki. uraian naratif atau gabungan dari keduanya agar dapat mempunyai suatu deskripsi yang tertulis. langkah audit berikutnya harus memfokuskan pada hasil lingkungan daripada sistem manajemen internal. sistem yang tampak sehat diuji untuk membuktikan bahwa sistem tersebut berfungsi sesuai dengan yang direncanakan dan digunakan secara konsisten. suatu sistem otorisasi yang memadai. apabila sistem berfungsi seperti yang didisain). kesadaran dan kapabilitas personil.

2 Aktivitas setelah audit (post audit activities) Proses audit tidak hanya berakhir pada simpulan dari audit ditempat. Pemimpin tim audit menyiapkan suatu laporan sementara mengenai temuan dan observasi dalam dua minggu dari audit ditempat.14 Audit lingkungan di Indonesia Sesuai dengan GBHN 1993. 2. (KEP-30/MENLH/2001). dan menyediakan dokumentasi audit. sistem yang dianut dalam pelaksanaan pembangunan nasional adalah pembangunan yang berwawasan lingkungan.” Jenis v lingkungan berdasarkan Peraturan Nasional.9. Temuan lebih jauh akan diklarifikasi ketika audit sedang berlangsung dan kemudian dilaporkan kepada manajemen fasilitas selama penyelesaian audit atau konferensi penutupan. 2. Laporan audit memberikan kaitan yang cukup untuk seluruh penelaahan yang dilakukan sehinggam kerangka kerja manajemen yang ada dapat menentukan apa. Ketika laporan akhir disiapkan. v Audit Lingkungan Sukarela Audit lingkungan adalah suatu alat manajemen yang meliputi evaluasi secara sistematik. “Pembangunan yang dilakukan untuk mengolah sumber daya alam. tindakan-tindakan yang diperlukan. Melaporkan temuan audit Proses pelaporan audit lingkungan sering dimulai dengan diskusi yang tidak formal antara auditor dan koordinator lingkungan fasilitas ketika penyimpanan diketahui. Langkah terakhir dalam proses audit secara keseluruhan dimulai dengan tindak lanjut terhadap rencana tindakan untuk memastikan bahwa seluruh kekurangan dalam kenyataannya telah diperbaiki. memprakarsai tindakan korektif. apabila ada. Selama pertemuan. terdokumentasi. Proses mencangkup menentukan lokasi yang potensial. proses perencanaan tindakan biasanya dimulai. menyiapkan rekomendasi. memberikan tanggung jawab untuk tindakan korektif dan menetapkan jadwal. periodik dan obyektif tentang bagaimana suatu kinerja organisasi sistem manajemen dan peralatan dengan tujuan menfasilitasi kontrol audit . tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. yaitu : Audit Lingkungan Wajib Audit lingkungan adalah suatu proses evaluasi yang dilakukan oleh penanggungjawab usaha dan/atau kegiatan berdasarkan perintah Menteri Lingkungan Hidup dan ketidakpatuhan penganggungjawab usaha dan atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan lingkungan hidup yang terkait dengan kegiatan tersebut. Laporan sementara ini dapat ditelaah oleh manajemen fasilitas. dan lain-lain sebelum suatu laporan akhir diterbitkan. Tujuan pengunaan laporan audit mencakup memberikan informasi kepada manajemen. tim audit mengkomunikasikan semua temuan dan pengamatan yang diketahui selama audit dan menunjukkan item-item mana yang akan muncul dalam laporan audit yang formal.5.

Dibandingkan dengan negara lain. yang menyediakan kerangka kerja bagi suatu organisasi untuk mengendalikan dampak lingkungan dari kegiatan. SNI 19-14011-1997 tentang Pedoman untuk pengauditan lingkungan – Prosedur audit – Pengauditan sistem manajemen lingkungan dan SNI 19-14012-1997 tentang Pedoman audit untuk lingkungan Kriteria kualifikasi untuk auditor lingkungan. Banyak perusahaan di Indonesia yang telah melaksanakan aktivitas CSR (corporate social responsibility/ pertanggungjawaban sosial perusahaan) di lapangan. Dalam pembelajaran. terlihat jelas bahwa audit lingkungan hanya merupakan sebuah kesukarelaan. Melihat tidak pentingnya audit lingkungan dalam tataran kebijakan. (KEP42/MENLH/111994). Ketika melihat audit lingkungan.manajemen terhadap pelaksanaan upaya pengendalian dampak lingkungan dan pengkajian pentaatan kebijakan usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan lingkungan hidup. yang ada hanyalah kesukarelaan. Namun kenyataannya masih sangat sulit melihat terjadinya proses audit lingkungan terhadap pelaku usaha. Dalam Standar Nasional Indonesia. sedangkan untuk laporan keberlanjutan belum ada ketentuan perundang-undangan yang . Dasar hukum pelaksanaan audit lingkungan di Indonesia adalah UU RI Nomor 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan KEPMEN LH Nomor KEP-42 MENLH/11/1994 Tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan ISO 14001 adalah standar lingkungan terhadap organisasi yang dinilai. Beberapa di antaranya membuat laporan CSR tersendiri. Hanya beberapa perusahaan yang telah mengungkapkan informasi lingkungan dan tanggungjawab sosial di dalam laporan tahunan perusahaan. yang bisa jadi terjadi tidak lebih dari 7 tahun lagi. Gaung Audit Lingkungan mulai menggema ketika WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) berpendapat bahwa sistem AMDAL yang ada sepatutnya dilengkapi dengan audit lingkungan. pedoman audit lingkungan telah diabolisi (tidak dipergunakan lagi). harus diakui bahwa perkembangan praktik laporan keberlanjutan di Indonesia berjalan lambat. Diantaranya adalah SNI 19-14010-1997 tentang Pedoman audit lingkungan – Prinsip umum. bukan pada audit lingkungan yang termaktub dalam perundang-undangan negeri ini. produk dan jasa. Ini menentukan persyaratan untuk EMS. kadang terpikir ini adalah sebuah ruang untuk menjaga tetap berkualitasnya kondisi lingkungan hidup. Bahkan yang dibelajarkan adalah audit lingkungan dalam ISO 14000. Kementerian Lingkungan Hidup sendiri telah mengeluarkan turunan UU mengenai audit lingkungan. maka tidak salah bila telah terjadi pengarahan negeri bencana ini ke arah ecosida. Akan tetapi belum banyak yang mengungkapkan aktivitas tersebut dalam sebuah laporan. Audit lingkungan adalah proses jalan panjang yang harus dimulai dan dikampayekan oleh semua pihak demi keselamatan umat manusia. yaitu KepMenLH No 30/2001 juga sebelumnya pada KepMenLH No 42/1994. Jika penyusunan laporan keuangan diwajibkan oleh Undang-undang Perseroan Terbatas. terpisah dari laporan tahunan. Hal ini juga lebih dikarenakan tidak ada kewajiban pelaku usaha untuk melakukan audit lingkungan. Standar lain untuk isu-isu lingkungan hidup adalah ISO 1OOO.

perusahaan telah melaksanakan dan akan terus melaksanakan audit internal untuk memastikan EMS diimplementasikan secara efektif. Rencanarencana kerja untuk mengurangi polusi log pond perlu diperbaiki. danselama itu ada beberapa poin persoalan yang mendapat perhatian. dan PT. departemen lingkungan perusahaan mengeluarkan laporan foto yang memperinci contoh-contoh dari kegiatan manajemen tidak baik yang mendapat perhatian selama pemeriksaan. dan • Tidak adanya bukti pengawasan emisi cerobong asap. Audit internal dilaksanakan bulan Juli 2000 yang berlaku sebagai mekanisme untuk menjamin bahwa semua perbaikan telah dilakukan dan mengidentifikasi perbaikan yang masih belum selesai atau baru. Juga sebagai bagian dari proses tersebut. STUDI KASUS PT. Barito Pasific Timber Tbk. Meskipun tinjauan lingkungan awal (Initial Environmental Review) yang dilaksanakan sebagai bagian dari proses ISO 14001. • Total Padatan Tersuspensi (TSS) di log pond masih terlalu tinggi. yang menghasilkan saran perbaikan dan mengidentifikasi orang-orang yang . bau atau pengawasan vibrasi. Sebagai bagian dari proses ISO 14001. terutama kesiapan dalam sistem pendukung seperti adanya standar pelaporan yang bisa diterima secara umum dan ketersediaan tenaga yang berkompeten untuk menyusun laporan tersebut. Laporan ini didistribusikan kepada kepala-kepala departemen dengan instruksi agar memperbaiki keadaan ini. termasuk tenaga yang melakukan fungsi assurance. yaitu: • Kontrol debu yang tidak layak. perusahaan ini memperbaiki penyelanggaraan lingkungan perusahaannya dan menyusun prosedur kerja untuk mencapai tujuan ini. Binajaya Roda Karya telah memperoleh akreditasi ISO 14001. BVQI melaksanakan audit eksternal EMS selama bulan Agustus 2000. ternyata masih dijumpai di lingkungan perusahaan. Audit berikut nya dijadwalkan pada bulan February 2001. Selama audit juga banyak contoh pelaksanaan manajemen tidak bagus yang didapat dari laporan foto. Tetapi sejauh ini belum tercapai. untuk mengidentifikasi cara-cara yang menjamin perbaikan yang berkesinambungan dari penyelenggaran lingkungan perusahaan. Akreditasi diberikan pada tanggal 20 maret 2000 dan berlaku selama 3 tahun dari tanggal tersebut “sesuai dengan implementasi berkesinambungan yang memuaskan dari sistem manajemen operator” (BVQIISO 14001 Sertifikat 66596). Tujuannya adalah untuk membuat laporan foto lanjutan berdasarkan audit bulan Juli. standar internasional untuk sistem manajemen lingkungan (EMS).mewajibkan pembuatan laporan tersebut. BVQI (Bureau Verlitas Quality Internasional) melaksanakan audit sertifikasi dan akan terus melaksanakan audit-audit eksternal EMS pada interval 6 bulanan. • Mengurangi limbah kayu dan memperbaiki tingkat pemulihan kayu di areal utama yang memerlukan perbaikan segera. Khusus untuk mewajibkan penyusunan laporan keberlanjutan di Indonesia nampaknya masih perlu waktu. Semenjak audit eksternal telah ada tinjauan internal dari persoalan-persoalan ini.

Kebijakan “pertama datang. sungai Barito. Selain itu. Lapisan minyak dipermukaan air berasal dari derek. Namun demikian. dan PT. pabrik berbatasan dengan. yang harus dilaksanakan untuk menjaga akreditasi adalah mengambil langkah untuk meningkatkan kegiatan-kegiatan manajemen di lapangan secara berkesinambungan. Binajaya Roda karya. Selama tinjauan lapangan terdapat banyak buangan dari sumber alamiah. pertama diolah” (first in first out) harusdiimplementasikan agar kayu digunakan sebelum rusak. Handil Sungai Barito.terutama di tempat. Barito Pacific Timber Tbk.tempat dimana limbah kayu menjadi perhatian. dan PT.dan • Sejumlah besar produk akhir. • Jumlah kayu gelondongan yang membusuk sebelum dipakai. rel conveyor dan chainsaw tarik. mengalir ke arah timur laut dari pabrik. Barito Pacific Timber Tbk. anak sungai kecil dari sungai Barito. arealareal yang sebelumnya dipakai untuk pembuangan limbah kayu nampaknya tidak ber-regenerasi dengan cepat. Limbah Kayu Limbah kayu merupakan persoalan kritis di PT. • Kerusakan kayu gelondongan karena kulit kayu dibiarkan melekat. ditumpuk di tempatterbuka dalam jangka waktu yang lama dan kemungkinan tidak bisa dijual. Temuan Audit : 1. Keseimbangan air menunjukkan bahwa sebagian air pengolahan dipompa dari sungai Barito. yaitu kayu. Air Fasilitas perusahaan PT. terutama kayu papan. Binajaya Roda karya letaknya berdekatan dengan sejumlah anak sungai. Binajaya Roda karya. selama proses produksi. dan PT. membiarkan vetebrata merusak log-log yang menyebabkan tingkat pemulihan rendah. 2. Hal ini meliputi: • Kayu yang dibuang selama proses penggergajian dalam jumlah banyak. Kepada auditor menunjukkan keseimbangan air semua areal pengolahan pabrik (kecuali penggergajian yang tidak menggunakan air dalam aktifitasnya). Areal ini kelihatannya tidakmemiliki tumbuhan dan dari segi estetika tidaklah menarik. selama tinjauan ke lokasi tercatat adanya kontaminasi hidrokarbon sungai Barito di sekitar log pond dan areal penggergajian. Di sebelah utara adalah sungai Andjir Soebardjo. dan diidentifikasi BVQI sebagai salah satu dari persoalan-persoalan utama yang memerlukan perhatian melalui EMS ISO14001. Masih belum ada tindakan sampai sekarang dan persoalan-persoalan ini masih terbuka. dan menggunakan. Staf lapangan menunjukkan bahwa mereka tidak menemukan adanya kontaminasi air permukaan yang berhubungan dengan pabrik. Kebanyakan kulit kayu dan beberapa limbah kayu lain saat ini dibuang ketanah rawa untuk mereklamasi tanah tersebut. Namun demikian. Barito Pacific TimberTbk.bertanggung jawab melaksanakan perbaikan tersebut. Di sebelah timur. Areal pabrik dan daerah luar kotadi sekelilingnya rendah letaknya dan mudah kebanjiran. Penerimaan ISO 14001 seharusnya dipandang sebagai langkah positif dalam menjamin peningkatan penyelenggaraan lingkungan PT. Terdapat sejumlah minyak . dan pembakaran secara bebas menimbulkan persoalan kualitas udara.

BVQI mencatat tidak ada pengawasan vibrasi atau bau yang dilaksanakan saat ini. Akibatnya. Hal ini harus menggabungkan tinjauan menyeluruh dari rata-rata pemerolehan kayu berdasarkan semua proses dari saat kedatangan kayu sampai pada pengolahan akhir. Limbah kayu Manajemen seharusnya menanggapi persoalan limbah kayu sebagai sesuatu yang bersifat mendesak karena hal ini merupakan persoalan yang berhubungan langsung dengan kelangsungan akreditasi ISP 14001. Tidak jelas dari mana asalnya. Perusahaan mengalami kesulitan dalam mengorganisasi pengawasan karena hanya dua organisasi di Indonesia yang dianggap mampu melakukan monitoring jenis ini. Aktifitas ini menyebarkan banyak asap ke atmosfer. Tidak ada pengawasan debu yang dilaksanakan saat ini. dan juga tempat pembakaran buangan limbah. baik di pabrik kayu lapis atau diareal pembuatan particle board menimbulkan persoalan kualitas udara. 3. Kualitas Udara Debu merupakan persoalan diberbagai lokasi. Areal luas yang sebelumnya digunakan sebagai lahan penimbunan kulit kayu dan limbah kayu. Rekomendasi : 1. Selain itu. walaupun debu membahayakan lingkungan dan kesehatan serta keamanan. bahan kimia yang digunakan dalam proses pembuatan lem dan penggunaan lem. tetapi yang terparah terdapat diareal pembuatan particle board dan pabrik kayu lapis.dan pelumas di bawah peralatan ini. Sungai Barito juga dipakai para staf untuk mandi dan mencuci. Sabun dan deterjen akan mengkontaminasi sungai. karena sejumlah besar kayu olahan di lapangan nampaknya ditimbun dalam jangka waktu lama. sebagai bagian dari upaya reklamasi sebagian tanah rawa dilokasi. pembakaran limbah kayu dan debu gergajian. yang terbuka bagi elemen-elemen tersebut. Tanggal itu telah berlalu tetapi monitoring tersebut tidak pernah dilaksanakan. di sungai juga ditemukansampah. dibakar. dan juga keefektifan mesin pengolahan yang digunakan. yang tidak mempunyai tempat pengeringan lain selain log pond dan sungai. Program pengawasan cerobong asap telah tertinggal oleh program EMS saat audit. tumpukan-tumpukan ini akan berkurang . Cerobong-cerobong ini menghasilkan asap pencemar dalam jumlah yang besar dan karenanya memerlukan pengawasan. Tetapi pada rapat selanjutnya dengan staf lapangan (tanggal 19 Oktober2000) program pengawasan cerobong asap direkomendasikan pada tanggal 11Oktober 2000. Distribusi kayu harus juga diperhatikan. Sejumlah cerobong asap di lapangan berhubungan dengan ketel yang menjalankan diesel. Hasil-hasil tinjauan ini bisa dipakai untuk mengidentifikasikan areal-areal yang mempunyai buangan terbesar dan bisa dipakai untuk meningkatkan rata-rata pemerolehan. Pengawasan dilakukan oleh BPPI tetapi hasilnya belum tersedia. bisa saja berasal dari lokasilokasi lain. Selain itu. Organisasi-organisai ini didekati dan diminta untuk melaksanakan pengawasan tersebut pada tanggal 20 Oktober 2000.

Jika terdapat polusi di saluran-saluran ini. baik selama audit ini dan selama audit BVQI. 3. pentaatan terhadap peraturan dalam pengelolaan lingkungan seperti emisi ke udara. pembuangan ke air. air limbah harus dipindah dan diolah di pusat pengolahan air limbah. 1994) : • Mengidentifikasi resiko lingkungan • Menjadi dasar bagi pelaksanaan kebijakan pengelolaan lingkungan atau . komunikasi dan kursus-kursus yang diberikan kepada staffnya. dan langkah-langkah lanjutan harus diambil untuk menjamin bahwa saluran-saluran ini tidak tercemar. Direkomendasikan agar pengawasan debu dilaksanakan dengan mengimplementasikan prosedur-prosedur pengurangan emisi debu di udara Pengawasan Kualitas Udara Pengawasan kualitas udara harus dilaksanakan dan hasilnya ditindaklanjuti seperti yang ditentukan. terutama formalin. Dimana saluran ini ditutup. Apa yang dievaluasi biasanya termasuk pengelolaan lingkungan dari organisasi itu. sistim tanggap darurat termasuk pula tanggung jawab manajemen. sistim dokumentasi. pengelolaan limbahnya. KESIMPULAN DAN SARAN Ø Kesimpulan Secara ringkas Audit Lingkungan adalah sistim evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan obyektif terhadap pengelolaan dampak yang ada maupun potensial dampak dari kegiatan suatu organisasi atas lingkungan yang juga berpengaruh terhadap kinerja suatu organisasi. pelaporan. Air Pengujian Kualitas Air di Saluran Air Pengujian kualitas air di saluran air permukaan dekat areal-areal pemrosesan menunjukkan tingkat polutan yang meninggi. Saluran-saluran ini langsung berhubungan ke sungai Barito dan mudah kebanjiran. Persoalan ini memerlukan perhatian segera untuk mengembalikan tingkatan tersebut ke batas-batas yang diperbolehkan. 2. indikator kinerja. dengan mengurangi jumlah bahan kimia yang dilepaskan ke atmosfer. Pemeliharaan Saluran Air Permukaan Saluran air permukaan di lokasi pabrik diketahui memiliki kotoran dan lapisan berminyak di beberapa tempat. Kualitas udara Debu Debu dipandang sebagai masalah di lapangan. penutup betonnya harus diperbaiki. Sebagai alternatif.nilainya. Manfaat yang dapat diperoleh suatu perusahaan dari kegiatan audit lingkungan adalah (BAPEDAL. air limbah dari parit-parit penampungan ini harus menjadi bagian dari sistem drainase yang tertutup dan dialihkan ke pusat pengolahan limbah cair di lapangan untuk perlakuan.

• Menghindari kerugian finansial seperti penutupan/ pemberhentian suatu usaha atau kegiatan atau pembatasan oleh pemerintah. PT. Binajaya Rodakarya. Pertama diperlukan komitmen dari perusahaan itu agar mau terbuka dan jujur dalam memberikan data.upaya penyempurnaan rencana yang ada. http://novaoshiin. harus ada mekanisme tindak lanjut dari rekomendasi yang didapat selama Audit Lingkungan.com/2010/03/audit-lingkungan.html 7. Ini penting untuk menjaga keobyektifan penilaian. http://renalkrenz. 2007.mercubuana.%20Barito%20P. Barito Pacific Timber Tbk. • Membuktikan pelaksanaan pengelolaan lingkungan apabila dibutuhkan dalam proses pengadilan. 2001 (http://www. Verifikasi prosedur dan pengukuran kinerja. REP016 Audit Lingkungan Kegiatan PT. adanya Auditor yang mandiri yang tidak mempunyai kepentingan apapun akan fasilitas yang sedang diaudit. Ø Saran Agar audit lingkungan dapat berjalan dengan efektif.dephut. kemandirian auditor harus pula dijaga agar tidak terpengaruh oleh situasi atau tekanan lainnya ketika mereka melakukan kunjungan lapangan. Barito P_Gareth_Jan 01.blogspot.ac. setidaknya ada lima elemen penting yang harus diperhatikan. Jakarta: Harvarindo.com/2010/05/audit-lingkungan.blogspot. Hal di atas agak riskan mengingat pengusaha biasanya enggan untuk membuka 'jati dirinya' karena persaingan bisnis misalnya. • Mengidentifikasi kemungkinan penghematan biaya melalui upaya konservasi energi dan pengurangan.id/HALAMAN/PDF/REP016%20Audit%20Lingkungan %20Kegiatan%20PT.com/2011/06/audit-lingkungan.pdf ) 4. dan PT. Kedua. Hal ini penting dilakukan agar ada kepastian bahwa informasi yang didapat memang benar-benar akurat. maka usaha Audit Lingkungan yang telah dilakukan menjadi sia-sia.or. • Mencegah tekanan sanksi hukum terhadap suatu usaha atau kegiatan atau terhadap pimpinannya berdasarkan pada peraturan perundangundaangan yang berlaku.blog. • Meningkatkan kepedulian pimpinan/ penanggung jawab dan staf suatu badan usaha atau kegiatan tentang pelaksanaan kegiatannya terhadap kebijakan dan tanggung jawab lingkungan. www.id/data/referensi/ai_edisi_03.html 3.Gareth.html 5. merupakan dua hal berikutnya dari elemen Audit Lingkungan.iaiglobal. http://industri10ikhwan. pemakaian ulang dan daur ulang limbah. DAFTAR PUSTAKA 1.pdf . atau publikasi yang merugikan akibat pengelolaan dan pemantauan lingkungan yang tidak baik. Terakhir.blogspot.Jan%2001(. Amin Widjaja Tunggal. http://grhoback. 2.go. Jika tidak. Dasar-Dasar Audit Manajemen.id/ 6.

.

yaitu perusahaan dan semua manajemen serta stafnya menyadarinya. Tujuan audit lingkungan adalah memberi kontribusi untuk mengamankan lingkungan. 3. 2.Menurut A. 6. Termasuk persyaratan legal dan juga tujuan manajemen. berkala. Audit lingkungan berhubungan dengan menilai kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan persyaratan peraturan. dan Riki Therivel. Audit lingkungan merupakan alat manajemen. Beberapa catatan dari definisi diatas. bahwa audit lingkungan mempunyai 3 tujuan yang luas. didokumentasikan. didokumentasikan. Menurut Grant Ledgerwood. Audit lingkungan harus sistematis (bukan semarangan).H. akan tetapi juga dengan standar yang sesuai menurut pandangan manajemen. Audit lingkungan merupakan bagian dari sistem manajemen. Audit lingkungan meningkatkan kinerja / performa. : 1. 3. berkala (bukan hanya sekali). dan obyektif bagaimana organisasi. 2. manajemen. Audit lingkungan menyatakan secara tidak langsung gagasan berikut : 1. yaitu : 1. dan obyektif (tidak menutupi kesalahan). Ketaatan terhadap peraturan . dan semua aktiva memiliki kontribusi untuk mengamankan lingkungan dengan melakukan pengendalian manajemen terhadap lingkungan termasuk memenuhi persyaratan dan standar-2 yang berlaku. Sekumpulan pengaturan lingkungan yang direncanakan dan prosedur-2. Millichamp : Suatu penilaian yang sistematis. Elizabeth Street. akan tetapi dapat juga digunakan sbg alat dari badan pengatur dan setiap kelompok yang berhubungan dalam menilai kinerja lingkungan. Suatu penilaian apakah pengaturan yang direncanakan secara efektif dimplementasikan dan apakah mereka cocok untuk memenuhi kebijakan lingkungan perusahaan. 5. 4.

Pengorganisasian 3. Perusahaan mentaati hukum dan peraturan lingkungan 2. Perusahaan mempunyai sumber daya dan staf yang tepat untuk pekerjaan lingkungan. dan sabotase 6. 2. dan 3. tidak sesuai atau kuno.2. menggunakan sumber daya tersebut. Kekuatan eksternal. Mengkomunikasikan 5. Perencanaan 2. Kebijakan & prosedur secara jelas didefinisikan dan diumumkan ke seluruh organisasi 3. Sistem manajemen yang terbatas 4. Apabila beroperasi secara efektif. Orang yang tidak memahami peraturan dan prosedur secara baik. seperti gempa bumi. suatu sistem manajemen lingkungan korporat memberikan manajemen pengetahuan yaitu : 1. sehingga tidak memperhatikan setiap detil pekerjaan. dan dapat mengendalikan masa depan suber daya tersebut. Pengembangan korporat terhadap misi penghijauan. Menuntuk & mengarahkan 4. Mengendalikan & menelaah Penyebab dari kondisi industri yang berisiko adalah : 1. fasilitas fisik yang tidak memadai. kerusuhan / huru-hara. Bantuan untuk akuisisi dan penjualan aktiva. 5. Sistem manajemen lingkungan terdiri dari beberapa fungsi yang saling berkaitan : 1. 3. Menurut The International Chamber of Commerce : Audit lingkungan merupakan pengujian yang sistematis dari interaksi antara setiap operasi usaha dengan keadaan sekitarnya. angin topan/badai. Prosedur yang tidak memadai. Risiko korporat yang berasal dari risiko lingkungan dinyatakan dan berada dibawah pengendalian 4. Tekanan internal yang bersaing (memperoleh laba sebanyakbanyaknya Mengapa audit lingkungan dilakukan ? .

∼ Keinginan dewan direksi atau CEO untuk mendapatkan kepastian bahwa perusahaan bertanggung jawab dan secara memadai menangani tanggung jawab lingkungannya. Meningkatkan efektivitas manajemen 2. Individual . ∼ Tanggapan terhadap suatu keinginan untuk mengantisipasi dan menghadapi masalah potensial. Manfaat audit lingkungan : 1. Entitas korporat (reputasi perusahaan diperbaiki) 2. ∼ Kejadian dari masalah atau kecelakaan lingkungan. ∼ Inisiatif manajemen tingkat yang lebih rendah atau menengah untuk memperbaiki aktivitas pengelolaan lingkungan yang ada dan mengejar apa yang perusahaan lain sedang lakukan. Perasaan dari kesenangan atau keamanan yang meningkat Siapa yang menerima manfaat dari audit lingkungan? 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful