• ALPlAKA'r • ANGGREK • ANGGlAR • APeL • nAf.lLIA • nlAKlA • GLAnl~L • f.leRSA§ • JAGlANG • JAf.

le • JAMSlA AIR • JAMSlA SIJI • JAMSlA Me're • JeRlAK • KACANG 'rANAf.I • KeneLAI • Ken~Nn~NG • KINA • KRI§AN • KlAMI§ KlACING • KlANfl'r • MANGGA • MANGGI§ • MA(f)AR • MeLA'r1 • MeL~N • NANA§ • PAnl • PALA • PePAfA • PI§ANG • RAMSlA'rAN • §AGlA • §ALAK • §A(f)~ • §eMANGKA • §INGK~NG

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

ALPUKAT / AVOKAD
( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1.

SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 19201930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Ranales Keluarga : Lauraceae Marga : Persea Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 1/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m. b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 2/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong). f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering. g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm. h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm. i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3.

MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4.

SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim Hal. 3/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. 3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat. 4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C. 5.2. Media Tanam 1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. 2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. 5.3. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 2) Penyiapan Bibit Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok. Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama Hal. 5/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane. Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja. 6.2. Pengolahan Media Tanam Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Penanaman Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietasvarietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain. 2) Pembuatan Lubang Tanam a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam. 3) Cara Penanaman Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut: a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh. c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin. 2) Penggemburan Tanah Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus. 3) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi. 4) Pemangkasan Tanaman Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. 5) Pemupukan Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akarakar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl Hal. 8/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter. 2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat. 3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas. Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter. 4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hal. 9/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula. 5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha. 7.2. Hama pada Buah 1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 10/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara. 7.3. Hama pada Cabang/Ranting 1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf). Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter. 7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur 1) Antraknosa Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter. 2) Bercak daun atau bercak cokelat Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintikbintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux. 3) Busuk akar dan kanker batang Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 11/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. 8.go. yaitu dipetik menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat.ristek. Saat dipanen.3. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu.H. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan. M. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah: a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap. tunas mudanya jarang tumbuh. 021 316 1952. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang.1. dan musim Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yang kemudian menjalar ke bagian buah. Fax. http://www. Untuk memastikannya. c) bila buah digoyang-goyang. 4) Busuk buah Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. menimbulkan bunyi yang nyaring. akan terdengar goncangan biji. perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki. PANEN 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .5 gram/liter. tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen. karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. Jl. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik. 021 316 9166~69. Cara Panen Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual.2. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. 8. luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. b) bila buah diketuk dengan punggung kuku. jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb. Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. dengan dosis 2-2.

H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan Februari. Fax. M. Januari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember.ristek. Jl. Di Hal. http://www.go. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952.

http://www. Untuk keperluan ekspor. 021 316 1952. dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya). 3. Jl. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng. Penyortiran Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani. Bentuk buah seragam.H. kulit buah harus mulus tanpa bercak. tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. PASCAPANEN 9. M.id . 8. Tidak cacat. musim panen dapat terjadi setiap bulan. Cukup tua tapi belum matang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat.3. buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut: 1.4. 4. Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat. Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g. Pencucian Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. 9.1. Ukuran buah seragam. 9. Prakiraan Produksi Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun.2. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. 021 316 9166~69. 9. Pemeraman dan Penyimpanan Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak. maka buah harus diperam terlebih dulu.

021 316 1952. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. http://www. Fax. M.

1. 10.000.ristek.500.Rp. Peralatan .Rp. 14. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. http://www. Untuk pemasaran di dalam negeri. 021 316 1952.000.600. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.10. Pupuk . 70.100.400. 14. Dengan cara tersebut.000. 2. 1. 9.500. 1. Jl. kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton.701.166.Sprayer Rp.. 1) Biaya produksi 1. Rp.4. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi.210. Fax. 19. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor.Rp. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana.Rp.H. buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang. Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi). 3.000.1.317 kg @ Rp.500.250. 021 316 9166~69.097. 9. 9.936 kg @ Rp. 150.Rp.Cangkul .200. maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C.Rp.id .Urea Tahun ke-1-4.Tahun ke-5-10.. 2.694 kg @ Rp. 240. kemudian ujungnya diikat rapat.Tahun ke-5-10.904.801 kg @ Rp.2. 1.600. 11.KCl Tahun ke-1-4.Hal. Pestisida dan fungisida 5. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni.go. yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat. 1.450. Rp.-/ton .650.Tahun ke-5-10.000.616 kg @ Rp. Bibit okulasi: 121 batang @ Rp.650. 1.000.TSP Tahun ke-1-4. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.000. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih. umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.907.4.- Rp.Pupuk kandang 3 ton@ Rp.936 kg @ Rp. alpukat dibungkus kertas tissue. 1.600.000. lalu diangkut dengan menggunakan truk.795.Rp. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton. 1. M.

.Rp.175. 22 HOK @ Rp.000.500.Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) . 43.000.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.800 kg @ Rp.500. 7.000.000.Rp. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.300 kg/ha. 10.000. Fax. Tahun ke-7.2..Pemangkasan 4 HOK @ Rp.000. 11.Rp. Tahun ke-9.000.Rp.700.Rp.5. Jl.7.Penanaman 7 HOK @ RP.750.id .Rp. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. 64.500 kg @ Rp. 3.000. 7.3.Rp.000. 35 HOK @ Rp. 336.000. 3.000. 42.500 kg @ Rp.000.000.Rp.Rp.000. 7. 7.- Rp. 7.Tahun ke-9.H.ristek.280. 021 316 1952. 7..Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp. 3.4. Rp.Penyiraman 15 HOK @ Rp.Tahun ke-6.000.Rp. 3.000. 48 HOK @ Rp.500 kg @ Rp.105. 22. Rp.6. 7.000. 336. 3. Tenaga kerja .000.000. 12. Tahun ke-8.49. Rp. 12. Rp.300.700.Rp. 154. Rp.000. 18 HOK @ Rp.000.000. 43.550.. 3. 48 HOK @ Rp..7.500.000. 336.200 kg @ Rp. M.000.- Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3. 34.Rp.500.Rp.000.750.000.300 kg @ Rp.000 kg @ Rp. 12.000. Panen dan pascapanen Tahun ke-4.000..000.500.Tahun ke-10.Rp. Rp. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar. 7.958.Rp. http://www.28. 48 HOK @ Rp.Tahun ke-5. 7.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan 1.841. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 126. 7.000. 7.Tahun ke-7. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12. Tahun ke-6.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.400.500. 7. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah.000.1.000.Jumlah pendapatan dalam 10 tahun 3) Keuntungan dalam 10 tahun Rp.300. Rp.240.Rp.000.000. 6. 400. 7.000. 245.500.800. 336. Tahun ke-5. Tahun ke-4.000.105. 021 316 9166~69.go.000 kg/ha. 12. 9. 3. 7. Tahun ke-10. 42.000. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7).700.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.2 Gambaran Peluang Agribisnis Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif.Tahun ke-8.750. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500. 48HOK @ Rp.

id . Jl.go. http://www.ristek.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

876 US$. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.-. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara pengujian organoleptik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. STANDAR PRODUKSI 11. 11. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3.ristek.790 kg dengan nilai 379 US$. Selain di pasar lokal.3. M. Mutu Klasifikasi dan Standar Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat. Perancis. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua.id . 021 316 1952. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda.2. cara pengujian mutu. 11. dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran. baik di pasar lokal maupun eksportir. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. 021 316 9166~69. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil.H. yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam.. utuh. Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun 1991 berkisar antara Rp 200. http://www. seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor.sampai Rp 1. 11. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya.1. Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer.sampai Rp 600. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi. Jl. mutu II seragam. Sebagai contoh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN belum tergali. segar dan bersih. Fax. dan harga bisa mencapai Rp 700.750. kemudian menyusul Saudi Arabia..749 kg dengan nilai 10.-/kg. dan Brunei Darussalam.

b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M.H. 021 316 1952.go. mutu II tua tapi tidak terlalu matang.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek. http://www. cara pengijian organoleptik TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

021 316 9166~69. mutu II 10%. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. golongan ukuran. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. jenis mutu. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100.6.H. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. daerah asal. cara pengujian organoleptik 11. mutu II kurang normal. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras. 021 316 1952. tengah dan bawah.go. minimum jumlah contoh yang diambil 10.id . nama/kode perusahaan/eksportir. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Fax. cara pengujian SP-SMP3091981 f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Bentuk: mutu I normal. 11. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II keras. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain.ristek. Jl. M. mutu II kurang seragam. minimum jumlah contoh yang diambil 7. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas.5. minimum jumlah contoh yang diambil 9. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. mutu II bebas. cara pengujian SPSMP310-1981 g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%. mutu II 2%. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. minimum jumlah contoh yang diambil 5. minimum jumlah contoh yang diambil 15. berat bersih. cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. cara pengujian SP-SMP3111981 h) Kotoran: mutu I bebas.

021 316 1952. http://www. Jl. M.go.ristek.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. DAFTAR PUSTAKA Hal. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.

R. (1951). K. (ed. H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). New York: D. 10) Purseglove. http://www. 192 hal. Arry (1989).id . "Tropical agriculture. Fax. Washington. J. 5) Lawrence. Cal.H. D. Bandung: Sinar Baru 39 hal. "Diseases of the avocado".M. 875 Jakarta. Economic Botany. Hal. London: Longman. cultural methods. J. "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies". 253 3) Indriani. (1950). Mangunsudarso. 31 hal. I. 7) Ochse. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. hal. D. 11) Rismunandar (1981). Emi (1997). "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya". 14) Tohir. 96 hal. "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III. Jakarta: Karya Wreda. Rismunandar (1981). crops. Batavia: G. Kolff and Co. Jakarta: Penebar Swadaya. "Tropical and subtropicak agriculture". 55 hal. 021 316 9166~69.H. Hetty.. Departemen pertanian." Trubus. 6) Mardisiswojo. J.E. Suminarsih.. 112 hal. 512 hal. soils. Warta Pertanian (10) hal. G. (1961). Baga (1997). R. (1931). 8) Ochse.). The climate. "The avocado a gift from the middle Americas".A. Bandung: Sinar Baru. Yogyakarta: Kanisius. J.J. H.. Year Book. "Avocado fertilization. 15) Wirasmanto (1971). Vol. 13) Supriyanto.F. (Nov..J. 20 ed.W. (1978). 021 316 1952.) hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 24. "Tropical crops dicotyledons". I. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". 4) Kalie.C. Appleton and company. "Taxonomy of vasculer plants" New York: The Mac Millan Company. (4) hal. Moehd. Jakarta: Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi. 12) Sunaryo. 192. New York : The Mac Millan Company. (1937). 617 hal. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. commercial importance and opportunities of tropics".go. live stock. "Bibit alpukat sambung dini.A. 112 hal. (1974). 19. G.ristek. 2) Hodson. "Penggunaan alpukat". S. Avocado Ass'n. 16) Zentmeyer.W. "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan". M. th 9) Palmer. Coit. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 235 hal. "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura". (1953). (1968). Y. Jl. Dalam: The year book of agriculture United States Departement of Agriculture. "Alpukat".

2. anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis. 021 316 9166~69.go. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Vanda hookeriana. M.H. http://www. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. Jl. 021 316 1952. berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia. JENIS TANAMAN Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang. Fax. SEJARAH SINGKAT Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis. anggrek Apple Blossom.id . Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGREK 1. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya.ristek.

6. baunya yang khas. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu. Pecahan genting/batu bata. Jl.1. 7. Kulit kayu yang dibuang getahnya. SYARAT PERTUMBUHAN 5. akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. Jawa Tengah. Ijuk.7 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. 5. anggrek banyak terdapat di Jawa Barat. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yaitu: 1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng). 3. Sumatra ataupun di Irian Jaya. bahan minyak wangi/minyak rambut. Potongan batang pohon enau. Fax. 5. M.id . Jika suhu udara malam berada di bawah 12. Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan.go. Di Indonesia. 5. 3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12. Iklim 1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. 3. SENTRA PENANAMAN Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi.H. Serat Pakis yang telah digodok.7 derajat C. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah. 2. 4. 4. Arang kayu . 2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. sedangkan di Asia adalah Muangthai. Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek. http://www. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek. 4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus.2.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. Fax. 021 316 1952.go. Jl. M.H. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

sekam. perlu diberi makanan tambahan seperti kompos. pupuk kandang/daundaunan. serabut kayu. 2) Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos. Jl. pupuk kandang.3. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. Dipakai media pecahan genting. Contoh: anggrek jenis Cymbidium.2. daun subur. dengan ketinggian 150-1500 m dpl. serat pakis dan lainnya. 3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia. 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit anggrek yang baik. dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl. 021 316 1952.id . Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan. 21 derajat C pada malam hari. sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri. pertumbuhan pesat. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek. Onchidium Papillo 3. dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. 3) Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.1. serat pakis dan lainnya. yaitu: bentuk batang kuat.go.H. Phaphilopedillum Bellatum 2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C. darah binatang. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5. pada malam hari. ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. http://www. bunga lebat dan indah. Contoh jenis anggrek ini adalah: 1. tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari. PEDOMAN BUDIDAYA 6. M. 6. Dendrobium phalaenopsis 2.

http://www.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Fax.ristek. Jl. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

H. yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain. dimasukkan ke dalam botol. KH2PO4 : 0. 021 316 1952. b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat. Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi. digojog berulang kali (2–3 kali). c) Penyebaran biji anggrek Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. Sebelum botol dibuka. Ca(NO3)2H2O : 1. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyebaran Biji Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan.25 gram 4.25 gram 5.00 gram 2. Fax. M. Agar-agar : 15–17. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali. baik atau tidaknya biji anggrek. FeSO4 4H2O : 0. 021 316 9166~69. atau kain sisa yang dipotong potong. Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades.25 gram 7. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Memeriksaan dengan mikroskop. MnSO4 : 0. (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). MgSO47H2O : 0. c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras. Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut: a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih. (NH4)2SO4 : 0. Jl. leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. Saccharose : 20 gram 6.ristek. Aquadest : 1000 cc Hal. e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu: 1.25 gram 3.go. http://www. b) Mensterilkan biji Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter.0075 gram 8. ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali. d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 gram 9.

id . Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U. di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam. dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N. 5) Pemindahan dari Pot Penyemaian Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi. Jl. Siapkan pecahan genting. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.50 mg b) DS. http://www. kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). dengan posisi miring.H. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin. 4) Pemindahan Bibit Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar. Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm.ristek. yang berisi potongan genting/batu bata Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.25 mg d) Air : 1000 cc Alaternatif lain sebagai alas makanan. direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa: a) Urea atau ZA : 0. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. P. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah. 021 316 1952. Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu).go. M. sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna. maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm. Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. Akar pakis setelah dicuci.25 mg c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0. TS atau ES : 0.2. dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. dan akar pakis warna coklat. Fax. 12 cm atau 16 cm yang berlubang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat bersih. tumbuh akar.

ristek. Fax. http://www. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.

Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek. Fax. Teknik Penanaman Penanaman tanaman anggrek. disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek.3. 6.id . Jl. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing 1. 2) Penyiangan Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis anggrek. 021 316 1952. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan. yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN merah. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin. 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel. kemudian batang anggrek diikat pada tiang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Anggrek di letakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot. M. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.5 m.4. http://www. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian. di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot. kemudian pot diisi pecahan genting. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris. Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. Pengolahan Media Tanam Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan: a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman).H.ristek. 021 316 9166~69.2. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. 6.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.id . 021 316 9166~69. Jl. M.

N.H. M. P. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea. DS. Jl. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. K.1 gram untuk 1 liter air b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N. 021 316 1952. cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya. H.6 gram untuk 1 liter air 2. yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. kerbau. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk. maka akarnya ditutup plastik.3 gram untuk 1 liter air 2. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Si. Mg. K. Urea : 0. maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N.00 sore. Ca. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan. dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C. Zn. b) Disiramkan. Teknik pemberian pupuk buatan adalah: a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. antara lain: Cu.3 gram untuk 1 liter air 3. Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda. O. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk P dipakai pupuk ES. K2SO4 : 0. dst. Sc.3 gram untuk 1 liter air 3. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air. P. K dengan cara misalnya : 1. P. jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar. P. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5. DS : 0. Perbandingan N:P:K=6:3:1. P. Mo. Mn. ZK : 0. yaitu: a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N.go. apalagi pada musim kemarau. TS. K: 1.id . 021 316 9166~69. sapi. K. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana. B. S. Urea : 0. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. http://www. Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N. ES : 0.3 gram untuk 1 liter air c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. c) Penyemprotan. ayam dan lain-lain. Fax. V. berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya.ristek. kambing.

Jl.id . 021 316 1952.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek. Fax.H.

Jl.id . Fax. penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. b) Air sumur. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. Jika potongannya besar. tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air. c) Air hujan.00. lebih baik pada sore hari sekitar jam 5. baik untuk menyiram karena jernih dan steril. d) Potongan kulit pakis. http://www. yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman. mudah terjadi penguapan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari: a) Air Ledeng.ristek. d) Air kali/air selokan. keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air. tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk. kumbang. 021 316 9166~69. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. setelah beberapa bulan banyak menyerap air. PH yang baik sekitar 5. M. tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur. baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari.6-6. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut: a) Pecahan genting/pecahan batu merah. 021 316 1952. kutu d) Kelthane dosis 2 gram/liter air. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit. Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan. b) Potongan sabut kelapa. pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air. untuk kutu Hal. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat. c) Remukan akar pakis yang hitam. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan.go. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air.H.

Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali. Fax. apabila serangan sudah parah. perlu pengamatan cermat. Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Metadeks dosis dibasahi air. tapi tidak menyerang tunas daun. 2) Semut Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung.H. 7. harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. Hama 1) Tungau/kutu perisai Gejala: menempel pada pelepah daun. http://www.605 dosis dibasahi air. untuk keong dan bekicot air Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu: a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit. 021 316 9166~69. berwarna kemerahan jumlahnya banyak. Jl. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik. Untuk jenis belalang berukuran kecil. menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. 3) Belelang Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek. untuk keong dan bekicot air f) Falidol E. 021 316 1952. 5) Kutu babi Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Trips Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda. HAMA DAN PENYAKIT 7.1. b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Keong Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh. tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. seperti ulat. kumbang dan trips.id . Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan. Fax. apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon. sehingga menyebabkan bintik putih/kuning. 11) Kutu tudung Gejala: daun menjadi kuning.go. 10) Kepik Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek. lalu botol ditutup kembali. Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot. 9) Ulat daun Gejala: menyerang daun.H. M. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8) Kumbang Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. lalu berwarna coklat dan mati. bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. 021 316 1952. http://www. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol. 7. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya. tidak sehat. kuncup bunga. Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol.2. 021 316 9166~69. tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. kalau kecambah anggrek terlanjur besar. 7) Red Spinder Gejala: bercak putih di bagian bawah daun. dilakukan dengan steriil. dicofol. Penyakit 1) Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam. kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. Jl. bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik. bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula.ristek. Hal.

Pada serangan berat. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang. 021 316 9166~69. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman terlambat tumbuh. 3) Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5) Penyakit busuk akar Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani.H. kecambah anggrek akan membusuk dan mati. menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar. Jl. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida. http://www. alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. berkeriput. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. daun dan umbi batang menguning. atau lingkaran berwarna ungu. kerdil dan mengakibatkan kematian. karena mematikan dan cepat menular. 4) Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang. Pada serangan yang parah. tanaman sangat tidak sehat. M. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot.id . terutama pada cuaca sangat lembab. tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. 7) Penyakit busuk Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi. bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate). namun pada rhizoma terdapat garis-garis. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida. tanaman kerdil dan tidak sehat. Media tanaman dan seluruh pot Hal. tipis dan bengkok. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang. daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. 021 316 1952. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Penyakit ini sangat ganas.ristek. dibakar sampai musnah. Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. 6) Penyakit layu Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium. Fax. diikuti pembusukan pada umbi batang.go. Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. yang masih segar dan bersih. lalu melebar. Penyebaran penyakit ini lewat air. Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun. seluruh rizhoma menjadi ungu.

lalu melunak dan busuk.H. 8. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. tergantung jenisnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung.ristek. 021 316 9166~69. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau. Fax. Tangkai bunga yang dihasilkan kirakira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai. lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Benlate. 10) Penyakit bercak bercincin Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum). Physan. Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. Truban atau Banrot. Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45. Ferban. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit. M. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga Umur tanaman anggrek berbunga. 11) Penyakit Cymbidium Penyebab: virus Mozaic Cymbidium.1. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Penanggulangan: peralatan kebun harus steril.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN didesinfektan dengan Natrippene 0. penyebarannya agak lambat. Umumnya tanaman angrek dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. 9) Penyakit busuk lunak Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora. bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit. 12) Penyakit busuk hitam Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora.go. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik.5 % selama 1 jam. bergaris atau lingkaran. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun. serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang. 021 316 1952. http://www. Semprotkan Physan 20. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik 8) Penyakit bercak coklat Gejala: bercak coklat pada permukaan daun. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. Jl. Khusus pada Cattleya. akhirnya daun mati. PANEN 8. lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20.

Fax.H.ristek. Jl. 021 316 1952. M. http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. 021 316 1952.3. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain: Hal.3. Cara Pemetikan Bunga Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan. Pengumpulan Pengumpulan bunga anggrek dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud untuk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya.1. http://www. Penyortiran dan Penggolongan Bunga dipilih yang bagus. sehingga dilakukan pada saat: a) Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai. Untuk bunga potong dipilih tangkai yang kuntumnya paling banyak sudah mekar (kuncup tersisa 1–3 kuntum). Fax. 021 316 9166~69.H. pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dari pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih. 9. b) Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman sudah berbunga.2. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dalam larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam. c) Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen. PASCAPANEN 9. 9. Jl. 8.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak kena penyakit ataupun luka.2. 9. Jenis anggrek Dendrobium dapat dipanen dalam bentuk: a) Tanaman muda untuk bibit b) Tanaman dewasa untuk tanaman hias c) Bunga potong Tanaman muda untuk bibit biasa dijual dalam bentuk pot kecil. Prakiraan Produksi Bibit anggrek yang sudah dewasa dan sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai.

pemilihan dan pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara: 1) Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis. 5) Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape. dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga. http://www.4. 021 316 1952.000.000.250. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai.Rp. b) 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. 021 316 9166~69. 40. kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm. 1) Biaya produksi 1. ke 4 di atas umur 8 bulan.4.Arang: 80 kg @ Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1. 750.2 gram quinolin per liter.000. 4) Bungkusan-bungkusan bunga disusun bersilang di dalam kotak karton yang berlubang sampai cukup padat.2. M.Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9. c) 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. Untuk satu pohon/pot dapat menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 100. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah dilakukan pembersihan. 1000. 750. Bibit .Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go.000.sampai Rp.25 m x 12 m. Perlengkapan . Fax.Kantor Deputi Bidang dan Pemasyarakatan Ilmu PengetahuanRp.500.Pot ukuran 15 Menegristek cm: 400 bhPendayagunaan @ Rp. Jl.Bibit: 8 botol @ Rp. Pada panen ke 2 s.-.Rp. 320. 10..000. d) Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp. 75..id . dan Teknologi .H.1. Pengawetan untuk bunga yang dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dalam larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dalam kantong plastik dan kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau disimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C. 1. 3) Pembungkus bunga dan pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang. 2) Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Larutan seven up dengan kadar 30 %.d.

021 316 9166~69.H.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.

http://www.5 cm.500.500.750.150.000. 021 316 1952.Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp. 20. 7.Gandasil: 2 pak @ Rp.000.207.= 1. 11.Rp. 11.. 11.- Rp. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. Mutu Klasifikasi dan Standar Bunga angrek potongan antara lain terdiri dari 3 jenis “Arathera James Storie” yang digolongkan dalam empat jenis mutu.793.ristek. 10. maka akan dapat mengurangi biaya operasional.Kerangka: 1 unit bambu 3.000. mutu II=67.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.Pupuk Urea: 5 kg @ Rp.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. STANDAR PRODUKSI 11.3.Azodrin: 1 botol . Rasio output/input 10.Rp.000. cara pengambilan contoh.Rp.000.Rp. mutu III=60 cm. Panjang tangkai: mutu I=75 cm.73 Dalam usaha anggrek ini sangat visibel dan modal akan kembali dalam waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman dan apabila penjualan dimulai dari sejak dalam botol. cara uji. 12.2.NPK: 2. syarat mutu.000. 3. kebutuhan bunga potong dalam negeri per tahun untuk berbagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai.id . 5..TTG BUDIDAYA PERTANIAN .1. a) Aranthera James Storie 1.000. 15. syarat penandaan dan pengemasan.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.Furadan .000. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi. Jumlah tersebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor.5 kg @ Rp. Selain dari segi biaya modal. “Arachin Maggie Oie” dan “Oncidium Golden Shower” yang masing-masing digolongkan dalam tiga jenis mutu. Pupuk . Diskripsi Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia tercantum dalam SNI 01– 3171– 1992. Fax. 2.Rp.000.2. Jl. 5.000. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.go. 2. 021 316 9166~69. M. 9.H.

Fax. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id . 021 316 1952.

mutu III=32. mutu III=27. 3. mutu III=lengkap. c) Contoh yang diambil 6. Minimum jumlah bunga: mutu I=7.H. mutu II=6. Jl. c) Onchidium Goldian Varientas Golden Shower 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Minimum jumlah kuncup: mutu I=5. mutu II=42. b) Contoh yang diambil 3. mutu II=60 cm. mutu III=1 . Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201 – lebih. cara uji dengan organoleptik. mutu III=8. Panjang tangkai: mutu I=60 cm. 3. jumlah kuncup: mutu I=2. mutu III=5. mutu II=tidak ada.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. cara uji dengan organoleptik. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. b) Arachnis Maggie Oei 1. mutu II=2. mutu III=7. cara uji dengan SPSMP-288-1980.go. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1 – 3. 4. 6. mutu II=tidak ada.ristek. e) Contoh yang diambil 10. M. mutu II=7. Minimum jumlah bunga: mutu I=8. g) Contoh yang diambil 15. cara uji dengan organoleptik. 2. cara uji dengan organoleptik.id . mutu II=7. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4 – 25. cara uji dengan organoleptik. mutu III=tidak ada. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26 – 50. cara uji dengan organoleptik.4. 3. cara uji organoleptik. mutu III=2. 2. Minimum.5 cm. f) Contoh yang diambil 12.5 cm. cara uji dengan organoleptik. cara uji dengan organoleptik. 4.5 cm. cara uji organoleptik. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. mutu II=2. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151 – 200. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu III=tidak ada. mutu II=5. Fax. Minimum jumlah cabang: mutu I=9. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101 – 150. 021 316 1952. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51 – 100. mutu II=2. 11. 4. 5. cara uji dengan SPSMP-288-1980. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2. mutu II=lengkap. 5. Panjang tangkai: mutu I=67. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. mutu III=lengkap. mutu II=lengkap. http://www. 021 316 9166~69. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. d) Contoh yang diambil 8. Minimum jumlah cabang: mutu I=3. mutu III=6. mutu III=35 cm. mutu II=8. mutu III=2.

ristek. 021 316 9166~69. M. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go. 021 316 1952. http://www. Jl.H.

http://www. 11. Negara/tempat tujuan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Nama barang/varietas anggrek.H. Fax. 6. Sri Wahyuni. 021 316 9166~69. Trubus (1997) Jakarta. Produksi Indonesia. 021 316 1952. 87 hal. 3) Agribisnis Tanaman Hias. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penerbit Yayasan Kanisius. Nurcahyo. Soeryowinoto. Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal. Nama atau kode produsen/eksportir. Sutarni M.ristek. F. Fiyanti.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 2) Tim Red.Rahardi.5. Jl. DAFTAR PUSTAKA 1) Osman.id . Jumlah isi. Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium. 5) Merawat Anggrek . M. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. 5. 4.go. 3. Jenis mutu. 12. 63 hal. 2. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal. Jakarta. Eko M. Penerbar Swadaya 1993 4) Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987.

021 316 9166~69. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Fax.go. Jl.ristek. http://www.

Jl. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico. 021 316 9166~69. tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Asia termasuk Indonesia dan Australia. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur. Prancis dan Austria. Jerman. Fax. Anggur berasal dari Armenia.go. Hal.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGUR ( Vitis ) 1. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol. 2. Amerika Selatan.id . b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. Afrika selatan. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika. M. 021 316 1952. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. rasa manis dan segar. yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

c) Termasuk jenis ini adalah Brilliant. 5) Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. Jl. 4) Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. terutama di tepitepi pantai. Delaware. Probolinggo Putih. Alphonso Lavalle dan Golden Champion.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Situbondo Kuning. Isabella. Bali dan Kupang (NTT). 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Termasuk jenis ini adalah Gros Colman. Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunya ciri: a) Kulit tebal.id . Dari kedua jenis ini yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. MANFAAT TANAMAN Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine. rasa masam dan kurang segar. dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Probolinggo Biru dan Putih. Chifung dan Australia. Beacon dan Isabella. Iklim 1) Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah. Pasuruan. dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. Namun ada juga yang dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman. 4. SYARAT TUMBUH 5.H. Carman. 5. 021 316 9166~69. 3. http://www. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl. Situbondo).ristek. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo. Delaware.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M. 021 316 1952. Fax. Jl. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. http://www.

Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. 2) Teknik Penyemaian Benih Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. 6. 5.H. stek cabang.1. 021 316 9166~69. berair dan bebas dari noda-noda hitam. Jl.2. Cara vegetatif (stek) yaitu : a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah. 2) Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral). Fax. penyambungan). Pembibitan 1) Pengadaan Benih Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok.id . Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.3. stek mata. lempung berpasir. b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl.ristek. http://www. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. 021 316 1952.go. subur dan gembur. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir. M. d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Bibit stek yang baik adalah : a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun. c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau.

go. Jl.ristek. 021 316 9166~69. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan. c) Mengatur jarak tanam. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari.ristek. 021 316 9166~69. 6. pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.H. 3 Kantor x 4 m. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang perlu dilakukan adalah: a) Menentukan lokasi penanaman. d) Membuat lubang tanam. Jl. 4) Pemupukan Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang. Fax. 4) Pemindahan Bibit a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya. 4Menegristek x 5 m.id . Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu. 6. http://www. M. b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi. 3 x 5 m. 4 x 4 m.Bidang 4 x Pendayagunaan 5 m. e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan. 3) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam.2. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya.3. b) Menentukan luas areal tanam.go. 021 316 1952. 3 x 5 m dan 4 x Ilmu 6m Deputi dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm.

id .go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H. 021 316 9166~69. Fax. M. http://www.

(4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam.4.go.ristek.111 pohon b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam. Untuk menjaga kualitas buah. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang. pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak. tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Hal. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur. M. (3) buah yang ada di sebelah dalam. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran. 6. Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para. tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas : a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1. 021 316 1952. juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. (2) tidak sempurna bentuknya. 021 316 9166~69. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu.H. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman dan Penjarangan Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati. sekitar Juni dan Juli. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. isi lubang berupa campuran tanah. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap.id . Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

interval 15 hari 3. b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan.ristek. tetapi bila tidak harus ditunda. 50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm. Umur 0-3 bulan. dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. c) Menjelang pemangkasan. 10 gram urea. Perempalan dilakukan dengan memotong ranting-ranting. Umur 11 hari sebelum perempalan.id . b) Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun. Umur 7 hari sebelum perempalan. bila meneteskan air perempalan dilaksanakan. tahap ini sering gagal Perempalan antara bulan November-Desember. Umur 3-6 bulan. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram. Umur 21 hari sebelum perempalan. M. Tahap II : Juli-Agustus. 021 316 9166~69. TSP 300 gram. bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik. http://www. 90-110 hari 2.go. 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempalan a) Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun. ZK 450 gram. Tujuannya hanya untuk memelihara tingkat kesuburan tanaman sampai musim hujan berakhir dan tanaman tidak rusak. 15 gram urea. b) Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1. 80 gram TSP/100 gram ZK 3. Fax. Umur 6-12 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun. tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng. Dalam 1 tahun dilakukan 3 kali perempalan: 1. Jl. Tahap III : Nov-Des. 4) Pemupukan Ada dua masa pemupukan: a) Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tidak memperoleh hasil.5 m. 5) Pengairan dan Penyiraman Yang perlu diperhatikan adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang. Sebelum perempalan diperiksa dahulu dengan memotong ujung salah satu cabang. Hal. 90-110 hari 3. Tahap I : Maret-April.H. interval 10 hari 2. dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul. 021 316 1952. 5 kaleng pupuk kandang 2.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Setelah masa pemangkasan.id . Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG. Hama 1) Phylloxera Vitifolia Menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua berakibat anggur jadi kering dan mati. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi. e) Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak.ristek. 021 316 1952.H. Menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu. 7. 4) Kutu putih Dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil. cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7) Pengaturan Bunga Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja. M. 2) Kumbang Apogonia destructor Bentuk kumbang kecil dan warna hitam mengkilat. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air.go. setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk. 3) Wereng daun Serangan wereng ini menyebabkan daun anggur berbintik putih. 4 dan 5.1. Yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. kemudian menjadi kuning coklat dan gugur. Hama ini menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar. 021 316 9166~69. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil. Jl. Fax. HAMA DAN PENYAKIT 7.

Menyerang pucuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Ulat daun Menyerang daun untuk dijadikan makanannya. M. Sedang untuk penyakit busuk hitam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Powdery Mildew Pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. kalong.id . bajing dan musang Menyerang buah makanannya. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan. 7. Penyakit 1) Downy Mildew (jamur) Gejalanya daun nampak kuning bagian bawah terlihat ada tepung warna putihkuning.2. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman. Untuk memberantas penyakit anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dengan waktu a sebelum masa berbunga. 021 316 1952. Daun. bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi. yang mulai masak untuk dijadikan Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan.ristek. 4) Phakospora Vitis Daun sebelah bawah sporanya). setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga. Jl. busuk dan gugur.H. 3) Penyakit busuk hitam Menyebabkan buah jadi keriput. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax. 021 316 9166~69. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam. setelah tanam/setelah panen. tertutup tepung berwarna orange (massa 5) Peronospora Bila udara terlalu lembab jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. 6) Rayap Serangan yang paling parah bila menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati.go. 7) Burung. bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak.

Fax. Jl. M. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.go.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952.

H. daerah dataran tinggi umur buah antara 105–110 hari. 021 316 9166~69. Hal yang penting bedak yang terdapat pada anggur dijaga agar tidak hilang. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah warna dalam satu tandan telah rata. 9. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Prakiraan Produksi Dari areal tanaman anggur 1 ha dengan rasio jarak tanam 4 x 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga.go. Untuk daerah rendah umur buah 90-100 hari setelah pangkas. saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik. Ciri dan Umur Panen Umur panen anggur tergantung jenis yang ditanam. 8. iklim dan tinggi tempat. 8. M.2.1.3. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. 8.id . jumlah tanaman 500 batang dengan hasil panen per tahun rata-rata 7. Jl.4.2. Hasil pemetikan dimasukkan keranjang/dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk. 9. Hal. PANEN 8. PASCAPANEN 9.500 kg anggur. Fax. Pengumpulan Pengumpulan anggur tidak boleh ditumpuk karena dapat merusak buah di bawahnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. butir buah mudah lepas dari tandan dan keadaan buah kenyal serta lunak. agar buah yang terletak di bawah tidak rusak dan pecah. 021 316 1952. http://www. Periode Panen Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami dua kali panen. Cara Panen Cara panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati (jangan sampai bedak hilang). 8.1.ristek.

go. 3.000.Rp. 5. 60. 7.id . Pengemasan dan Pengangkutan Cara menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas koran.- Rp.Upah menanam kayu jaran 412 batang @ Rp. 9.000. Rp.000.000.000.442.1.Rp.Upah menanam pohon @ Rp.000.000.Rp. Rp.Tutu kayu jaran 412 batang @ Rp.790.Rp. 3.000.2. Lahan .000.500. Rp. M.500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.4. 500.000.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. Rp..000. 2.Pengolahan tanah/penanaman Buat lubang tanam 500 pohon @ Rp.3.Rp. http://www.5 kg @ Rp. 900.250.000.2. 1.500. 3.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Sewa tanah 5 tahun @ Rp.H. Rp. 500.Rp.000.000.. 4. cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak. Jl.500.000.750. 1.TSP tiap pohon 0.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.000. Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan.Rp. ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk.Tali ijuk 200bendel @ Rp.2.000.Pupuk kandang @ Rp.Pupuk Kandang untuk 500 pohon@ Rp. Rp. 206.Rp. Cara terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan..700. 2.000. 10.Mencampur pupuk untuk lubang tanam @Rp.Menanam bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.000. Fax.564.Pembuatan Para-para dan pagar keliling : Pembelian ajir dan upah Bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.Bambu duri/atap para-para 1396 batang @ Rp.Kawat tali para-para 2 ton @ Rp.000.000.000.1.1.470. 1.Ongkos pasang para-para Pembuatan pagar keliling .3. 1) Biaya produksi tahun pertama 1.425.Rp. 779.500. 021 316 1952.000.000. tetapi cara yang mudah. 2.Rp.000. 1. 021 316 9166~69. Bibit 500 pohon @ Rp 5000. 7.000.500.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 1000. Pupuk .000.000. 12. 500. Rp.500.000.Rp. 10. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya anggur dengan rasio jarak tanam 4 x 5 luas (500 pohon) dan luas lahan 1 ha di daerah Malang tahun 1999. 9.000. 1.

Jl.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek.

65.000.560. 250.000.000. 65. Rp.425.000.000.000.- Hal. Obat dan pestisida . 72.. 240.000.000. 750.000.000. 1.000. ketiga.000.Rp..000.000.. 152. 1000. 3.-/bulan .192. 021 316 9166~69.Rp.Rp. 280. Rp. 50..-/bulan .6.Rp.2.000.000.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.2.2.Pengawas 1 orang @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1.- Rp.000.500.101.000.999.000.id .000.000.Pompa air 3. 7. Rp.Paralon 20 buah @ Rp.000. Rp.000. Obat dan Pestisida : .-/bulan 5.2.000.000.2. 400.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp. 70. Pupuk .5 kg @ Rp.000.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.000. 63. Rp. Rp. Rp. Fax.500. 9.Rp.Rp. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.Rp.000. 8.4.1. Tenaga kerja .000.Rp.000.Pipa air 2 batang @ Rp..BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.Pupuk kandang @ Rp. Tahun ke-5: 500 pohon x 2 x 9 kg x Rp.140.-/bulan 8.192.Insektisida 5 liter .280..3. 9.000.000.000. Tahun ke-1: 500 pohon x 2 x 4 kg x Rp.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.040. 35. Jl.880.000. Rp. M.000.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp.ristek. 240.000.Pengawas 1 orang @ Rp. 2.000. Peralatan . Rp.000. 42.560.. 52. Tahun ke-2: 500 pohon x 2 x 6 kg x Rp. Penyiraman .700.500.000. Rp.972.401. 1000.H. 35.Fungisida Profit 8 kg @ Rp. http://www.5 Pk Merk Honda ..000.397.- Rp.000.000. Lain-lain/Ipeda Jumlah biaya produksi tahun ke-1 2) Biaya produksi tahun kedua.Rp.000.Pasang Pipa air @ Rp.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp. 250.go.5.500.3. Rp.000. Rp. Rp.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp. 7. 2. Rp.Rp.000. Rp.000.Rp.TSP tiap pohon 0. Tahun ke-3: 500 pohon x 2 x 7.7. 7.000.5 Jumlah biaya produksi 3) Pendapatan ( hasil panen 1 tahun 2 kali ) 1.5.972.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.500.880. Rp.- Rp.Jumlah pendapatan Rp.000.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.000. 19. Tahun ke-4: 500 pohon x 2 x 8 kg x Rp. 241. 021 316 1952. 250.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp.000. Rp.5 kg x Rp.. 400. Tenaga kerja .Insektisida 5 liter .000.4. Penyiraman . 250. keempat dan kelima 1.040.000.000. 7.000.000.Rp.000.000.1. 35.000. 8.000.Oli pompa air 24 l @ Rp.Rp. Lain-lain /Ipeda Jumlah biaya produksi/tahun untuk tahun ke-2 .700. 56.1. 28..000. 7.Oli pompa air 24 l @ Rp.500.000.

11. B/C rasio Rp. 89. Keuntungan/tahun 5) Parameter kelayakan usaha 1. Jenis buah import yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia antara lain anggur.300.go. Fax.525.000. Jl. http://www.746. STANDAR PRODUKSI 11.305.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Keuntungan 1. 021 316 9166~69.2.4 kg senilai US $ 7. Sedang ukuran buah yang seragam dan rasa akan menaikkan nilai jual dalam pemasaran.820.= 1. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Impor anggur Indonesia tahun 1991-1995 mencapai 26.032. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.418. 11.H. jeruk.406. Produk anggur dalam negeri belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik.374.103.600. Indonesia mengimport lima jenis buahbuahan.937.300 atau rata-rata pertahun sebesar 5. M.id .973. 77.395. namun ditingkat petani sudah ada standar mutu berdasar dompolan. .604 (1991). dan 116.612 (1992). Sehingga saat ini telah mulai dikembangkan budidaya anggur dengan skala besar dan pengolahan yang intensif.Dalam kenyataan produksi 1 pohon dapat mencapai 20–30 kg dan dalam 1 tahun bisa 3 kali panen.527.977 kg senilai US $ 36. pir.029 kg senilai US $ 33. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 40.58 Catatan : .1. Dengan kondisi tersebut maka pada masa kini dan yang akan datang budidaya anggur sangat menjanjikan bagi para produsen.2. meliputi apel. Keuntungan dalam 5 tahun 2. 68.ristek. Ruang Lingkup Standar mutu anggur di Indonesia masih belum.Umur tanaman anggur semakin lama semakin produktif dan dapat mencapai 25– 30 tahun. 10. Import buah tersebut sebesar 17. Diskripsi Banyaknya buah dalam dompolan menjadi ukuran mutu yang menunjukkan tingginya produksi. 17. 021 316 1952.231 kg senilai US $ 81. sehingga tiap tahun masih mengimpor. Dalam tahun 1991-1995.557.878 kg senilai US $ 60. namun untuk beberapa jenis tertentu masih mengimpor.325 kg senilai US $ 13.846.578 kg senilai US $ 50.501. Gambaran Peluang Agribisnis Indonesia telah mengeksport buah-buahan.Rp.141 (1994). kurma dan anggur.797.365 (1995). (1993). ukuran buah dan rasa.270.

M. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.ristek.go. 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id .

Jakarta. 4) _. Penebar Swadaya. Usaha Nasional. Vitis vinifera Terbaik Untuk Wine. Penebar Swadaya. 1992. 2) Mutu B: dompolan renggang. buah kecil. Jakarta. 11. 1990. Perjalanan Anggur Bali. Anggur impor Menyerbu Indonesia. 021 316 9166~69. Chip Budding Untuk Membibitkan Anggur. Perbanyakan Anggur dengan Stek Satu Mata. 3) Mutu C: di luar ketentuan mutu A dan B.go. 5) _. Jakarta. Penebar Swadaya.id . Jakarta.ristek. Jl. buah besar dan seragam. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh yang berfungsi untuk penanganan berikutnya diambil saat dilakukan pemanenan.1992. rasa manis. Jakarta. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. DAFTAR PUSTAKA 1) Sauri H dan Martulis. 3) Trubus 272. Mutu Klasifikasi dan Standar Standar mutu yang berlaku di petani: 1) Mutu A: dompolan rapat. Penebar Swadaya. Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Surabaya. rasa manis. penebar Swadaya. Jakarta. Jakarta. Penebar Swadaya. 10) Widyastuti YE dan Paimin FB. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Anggur yang diambil sebelum umur panen mempunyai mutu rendah. 1993. M. 2) Trubus 33. Penebar Swadaya.5. 12. 1992.H. 1991. Jakarta. 6) . Penebar Swadaya. 8) Trubus 275.3.4. Budidaya Anggur. Fax. Mengunjungi Sentra Anggur Di RRC. 021 316 1952. 7) Trubus 274. Februari 2000 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengemasan terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi serbuk gergaji sehingga anggur tetap terjaga keutuhannya. Penebar Swadaya. Jakarta. Pengemasan Standar pengemasan anggur adalah buah dalam baik saat pengangkutan sampai ke tempat tujuan. 9) . Cara Mengepak Anggur yang Benar. http://www. 11. Membuat Anggur Berbiji Menjadi Tak Berbiji.

M. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. 021 316 1952. Jl. http://www.

021 316 9166~69. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty. terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo. Fax. Jl.ristek.id . http://www. tanaman apel termasuk dalam: 1) Divisio : Spermatophyta 2) Subdivisio : Angiospermae 3) Klas : Dicotyledonae 4) Ordo : Rosales 5) Famili : Rosaceae 6) Genus : Malus 7) Spesies : Malus sylvestris Mill Dari spesies Malus sylvestris Mill ini.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Hal. 2. SEJARAH SINGKAT Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN Menurut sistematika. Anna.TTG BUDIDAYA PERTANIAN APEL ( Malus sylvestris Mill ) 1. M. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. Manalagi. 021 316 1952.

Jatim. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah. M. mempunyai aerasi. Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. http://www. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selain itu apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi. Andosol dan Regosol. 5. Media Tanam 1) Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam.000-2. 4. MANFAAT TANAMAN Apel mengandung banyak vitamin C dan B.600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun. 2) Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya. Jl. Nusa Tenggara Barat. 5) Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman. Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.id . dan porositas baik. 2) Tanah yang cocok adalah Latosol. sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami. dan struktur tanahnya remah dan gembur. Banyuwangi). 3) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. mempunyai lapisan organik tinggi. 021 316 1952. Fax. 4) Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia.ristek. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950. apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Iklim 1) Curah hujan yang ideal adalah 1. Amerika. 3) Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C.2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. SYARAT TUMBUH 5. terutama pada saat pembungaan. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar). Bali (Buleleng dan Tabanan). 5. sehingga pertukaran oksigen.1. 021 316 9166~69. penyerapan air. 4) Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 7585%. dan Australia. Jawa Tengah (Tawangmangu).

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69.H.

bila sudah cukup kuat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Anakan / siwilan 1.ristek. perakaran luas dan kuat. mempunyai daya adaptasi tinggi. sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding). Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah.id . http://www. M. Ketinggian Tempat Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl.H. 021 316 9166~69. tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya.Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah. Hal. lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm. b) Rundukan (layering) 1. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul. Pembibitan Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. penimbunan dilakukan tiap 2 mata.go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. bentuk pohon kokoh. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm.5 cm dan kulit batang kecoklatan. anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong. 6.3. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Jl. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon. diameter 0. 1) Persyaratan Benih Syarat batang bawah: merupakan apel liar. sambungan (grafting) dan stek.1. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu: . 3. 2. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl. Setelah anakan dicabut.

5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). 2. Pada okulasi yang jadi. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. 2. sekitar 2 cm diatas tempelan. Fax.id .go. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. 6. Jarak penanaman 30 x 25 cm. 3) Teknik Pembiitan a) Penempelan 1. b) Penyambungan 1. 3. Jl. 021 316 9166~69.Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah denngan panjang 2-5 cm. http://www. 5. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2. 4. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan. M. bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. 2. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas. kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. tiap bedengan ditanami dua baris.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan. c) Stek Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus). Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu. ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya. Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral). Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hatihati agar matanya tidak rusak 3. Bekas luka diolesi defolatan. diameter batang ± 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat. diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu.ristek.H. Setelah 2-3 minggu. sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar.

M.go.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.

tetapi hanya peninggian alur penanaman. 6. keadaan tanah. 021 316 9166~69. daunnya dibuang. ditambah perekat Agristic.H. 5. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal 3) Pembentukan Bedengan Pada tanaman apel bedeng hampir tidak diperlukan. menentukan kebutuhan tenaga kerja. Setelah berumur 2-3 minggu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma. http://www. c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan) d) Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan.ristek. 5) Pemindahan Bibit Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah. Fax.id . Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang diperlukan adalah persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. Hal. lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji. Cabang entres dippotong sepanjang ± 15 cm (± 3 mata). 4) Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan batang bawah meliputi a) Pemupukan: dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman. bahan paralatan dan biaya yang diperlukan. Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes.2. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan. 6. M. kemiringan tanah.go. sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Jl. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik. 7. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane. 021 316 1952. sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis.

Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6. 6. 021 316 1952. setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3.go. Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam antara 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x 1 m.3.H. Setelah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatar perakarannya agar menyebar.5 x 3. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam. c. Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut: a.5 m. masing-masing dicampur pupuk kandang sekurangkurangnya 20 kg. sirkulasi udara kurang. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman apel dapat ditanam secara monokultur maupun intercroping. Intercroping hanya dapat dilakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun atau sebelum 2 tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5-3 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengapuran Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah.id . 2. Jl. b. sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2. Untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. bawang dan lain-lain. Tapi pada saat ini. M. seperti cabai. http://www. Tanaman apel tidak dapat ditanam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban tinggi. setelah itu dibiarkan selama 2 minggu. Cara Penanaman Penanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau (di sawah). dan menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya. 3. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas.ristek. 021 316 9166~69. 5) Pemupukan Pupuk yang diberikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah. Fax. Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan.

Jl.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. 021 316 9166~69. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M. 021 316 1952.go.

4-6 mata dan bekas tangkai buah. tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk. KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). knop yang tidak subur. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. ranting atau daun yang menutupi buah. 5) Pemupukan a) Pada musim hujan/tanah sawah 1. 3) Pembubunan Penyiangan biasanya diikuti dengan pembubunan tanah. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan sampai didapat bentuk yang diinginkan(4-5 tahun). 4) Perempalan/Pemangkasan Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 cm. sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau dimatikan kerena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan hanya bila disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap dapat mengganggu tanaman. peniangan hampir tidak perlu dilakukan karena tajuk daun menutupi permukaan tanah sehingga rumput-rumput tidak dapat tumbuh. http://www. Pada kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3x3 m). Fax. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan penyulaman Penjarangan tanaman tidak dilakukan. yaitu bila buah lebat (2. NPK (15-15-15) 1 kg/pohon atau campuran Urea. TSP dan KCl/ZK ± 1 kg/pohon (1:2:1) Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id Hal. 6. Untuk menahan angin.5-3 bulan setelah rompes.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d. Melihat situasi buah. Pembubunan biasanya dilakukan setelah panen atau bersamaan dengan pemupukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. cabang yang menyulitkan pelengkungan. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman agar tidak tergenang air dan juga untuk menggemburkan tanah. tanah ditekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar bibit tertanam kuat dan lurus. 2. cabang yang berpenyakit dan tidak produkrif. 021 316 1952. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan.go. 7/ 18 .ristek. TSP.4. Bila semua tanah telah masuk. Bersamaan rompes daun (< 3 minggu).H. tunas yang tumbuh di bawah 60 cm. 021 316 9166~69. M.

Fax. Jl. TSP. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. tanaman apel memerlukan pengairan yang memadai sepanjang musim. dan KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). tetapi harus diperhatikan jangan sampai tanaman terendam air. Pada musim penghujan. Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air). penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat.H. 021 316 9166~69. Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut. 021 316 1952. 2-3 bulan setelah rompes (ada hujan). 8) Pemeliharaan Lain a) Perompesan Perompesan dilakukan untuk mematahkan masa dorman didaerah sedang. pengendalian secara lebih terinci akan dijelaskan pada poin hama dan penyakit. Krena itu perlu drainase yang baik.5 bulan) dari rompes Gandasil D (1 gram/liter). penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. M. agar hama dapat segera ditanggulangi.id . Selain itu perlu digunakan zat pengatur tumbuh Dormex sekali setahun setelah rompes (jangan sampai 10 hari setelah rompes) sebanyak 2600 liter larutan dengan dosisi 3 liter/200 literair.ristek. http://www. Untuk pupuk kandang cukup diberikan sekali setahun (2 x panen) 1-2 pikul setiap pohon pada musim kemarau setelah panen. masalah kekurangan air tidak ditemui. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. Sedangkan pada musim kemarau masalah kekurangan air harus diatasi dengan cara menyirami tanaman sekurang-kurangnya 2 minggu sekali dengan cara dikocor. Di darah tropis perompesan dilakukan untuk menggantikan musim gugur di daerah iklim sedang baik secara manual oleh manusia (dengan tangan) 10 hari setelah panen maupun dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Urea 10%+Ethrel 5000 ppm 1 minggu setelah panen 2 kali dengan selang satu minggu). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara pemupukan disebar di sekeliling tanaman sedalam ± 20 cm sejauh lebar daun. 6) Pengairan dan Penyiraman Untuk pertumbuhannya. Untuk meningkatkan pertumbuhan perlu diberikan pupuk daun dan ZPT pada 5-7 hari sampai menjelang bunga setelah rompes (Gandasil B 1 gram/liter) + Atonik/Cepha 1 cc/liter diselingi dengan Metalik-Multi Mikro dan 5-7 hari sekali sampai menjelang panen (2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7) Penyemprotan Pestisida Untuk pencegahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Musim kemarau/tanah tegal 1. Untuk penanggulangan. lalu ditutup tanah dan diairi.go. 2.

H. Jl.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go. http://www. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M.

M. (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Pelengkungan cabang Setelah dirompes dilakukan pelengkungan cabang untuk meratakan tunas lateral dengan cara menarik ujung cabang dengan tali dan diikatkan ke bawah.a. daun berubah bentuk. HAMA DAN PENYAKIT 7. bunga. c) Penjarangan buah Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam.8 mm.6 liter.7 mm berwarna hitam. Hama 1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan. Tujuan buah terhindar dari serangan burung dan kelelawar dan menjaga warna buah mulus.ristek. 021 316 1952. cara penyemprotan dari atas ke bawah. terlambat berbunga.H. perkembangbiakan sangat cepat. Jl.id . terutama ujung tunas muda. e) Perbaikan kualitas warna buah Peningkatan warna buah dapat dilakukan dengan bahan kimia Ethrel. panjang tubuh 1. (5) Convidor 200 SL (b. dan sehat. (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya. mengkerut. ada yang bersayap ada pula yang tidak. antena pendek. Fax. panjang sayap 1. leriting. Imidakloprid) dosis 0.go. 7. Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda.250 cc/liter air. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat). tangkai cabang. d) Pembelongsongan buah Dilakukan 3 bulan sebelum panen dengan menggunakan kertas minyak berwarna putih sampai keabu-abuan/kecoklat-cokltan yang bawahnya berlubang. (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga). http://www. kulit baik. telur dapat menetas dalam 3-4 hari. (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali. 021 316 9166~69. buah-buah muda gugur. Tunas lateral yang rata akan memacu pertumbuhan tunas yang berarti mamacu terbentuknya buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa. dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). 2. dan buah.125-0. Paklobutrazol. Penyemprotan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk memdapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3-5 buah.jika tidak mutu buahpun jelek.1.4 D baik secara tunggal maupun kombinasi.

id . 021 316 1952.ristek. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69. M. http://www.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

buram. cokelat.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. 5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah. Gejala: menyerang daun. kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal. Spinder mite. 021 316 9166~69. 2) Tungau. (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning.a. (2) pada daun terlihat berbintik. Gejala: menyerang pada pagi. daun yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Serabgga berukuran kecil. (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu. (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu.bintik putih. http://www. kuncup/tunas.a. Fax. berbunga. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat. Gejala: (1) menjerang daun. 10/ 18 . dan mengering. (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel. sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih.go. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas. dan pembentukan buah. dan buah yang masih sangat muda. Monocrotofos). nimfa berwarna putih kekuningkuningan.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b. dan panjang 0. mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa. sore atau pada saat keadaan berawan.a.H.ristek. 4) Ulat daun (Spodoptera litura) Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. cambuk merah (panonychus Ulmi) Ciri: berwarna merah tua.id Hal. menyerang daun muda. meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar. 021 316 1952. 3) Trips Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum. (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.6 mm. M. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun. Jl. (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm.5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen.

a.ristek. tunas tidak normal. Panjang larva 50 mm.5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0. (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0. (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b. 7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) Ciri: larva tidak berkaki.H. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. yang dilakukan pada sore atau pagi hari. kering dan akhirnya mati.2.1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. Jl.5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1. (2) pada buah berwarna coklat. setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. tanaman yang terserang tinggal tulang daun. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. Warna lalat hitam.a. BPMC). maka jantan tertarik dan menhisap kapas. 021 316 9166~69. kerdil dan tidak berbuah. Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC. (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2. 6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala. http://www. Metomyl).5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari. Gejala: bentuk buah menjadi jelek.a. (2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.id . 021 316 1952. bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat. pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telurtelur yang biasanya diletakkan pada daun. Baycarb 500 EC (b. M. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. berkutil coklat. dan apabila buah membesar. Fax. terlihat benjol-benjol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris. tunas yang terserang menjadi coklat. Gejala: menyerang daun tua dan muda. nekrose. Penyakit 1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) Penyebab: Padosphaera leucotich Salm.daunnya dengan kerusakan 30%. 7. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah. Monocrotofos) dan Matador 25 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

http://www. 021 316 1952.id . Fax. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

ristek. permukaan atas timbul titik hitam. mengelembung. bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun.) Gejala: menyerang batang/cabang (busuk.5 gram/liter air. 021 316 1952. http://www. 5) Busuk buah (Gloeosporium Sp. Jl. (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air. warna coklat kehitaman. menghilangkan bagian tanaman yang sakit. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat.H. M. 8.id . (5) disemprot Benomyl 0. dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air.5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan. (3) membuang bagian yang sakit. berwarna coklat. yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya. (2) mengurangi kelembapan kebun.1. 6) Busuk akar (Armilliaria Melea) Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz. daun muda hingga seluruh bagian gugur. 4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp. dan buah (becak kecil warna cokelat muda. dimulai dari daun tua. terkadang mengeluarkan cairan). Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Henlate 0.J. busuk. gugur. ditandai dengan layu daun. Fax. Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0. Pengendalian: (1) tidak memanen buah terlalu masak. PANEN 8. Antracol 70 WP 2 gram/liter air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. 3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun. bagian yang terserang dibuang dan dibakar. Davis) Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur.) Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. Pengendalian: dengan eradifikasi. 021 316 9166~69. dan kulit akar membusuk.5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu. berair dan warna buah pucat. tergantung pada varietas dan iklim.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id . 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. M. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. 021 316 1952.

yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. umur buah lebih panjang. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.1. aroma mulai terasa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 120-141 hari dari bunga mekar. Hal. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. 8. PASCAPANEN 9. ukuran dan kualitas buah. 021 316 9166~69.3. secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening). Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari.H. 9. http://www.id .2.4.ristek. 8. 9. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar. agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas.2. Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. 8. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres. Fax. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Pengumpulan Setelah dipetik. Jl. Tetapi. lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun.

105. 222 kg .000.625..Tahun ke-4.2. 166 kg Rp.000. 145 kg . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 9. Jl.1.228.000.Tahun ke-1. Rp.800. 100 kg .2 derajat C.3.875.Tahun ke-3.530.Tahun ke-1.Tahun ke-5. 67 m @ Rp.Tahun ke-6. Rp. 65 kg @ Rp. Rp. 1.1.410. Rp. a) Biaya produksi 1. 021 316 9166~69. 10.Tahun ke-3. http://www.575.000.450.H..Tahun ke-4. Pupuk kandang 3 .205. Rp. Fax. Rp.000. M.000. Pupuk SP 36 . 100 kg .000.130.000. Sewa lahan 10 tahun @ Rp. Rp. misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127141 hari).Rp.4.020. Rp.Tahun ke-5.341. Penyimpanan Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain. 15.Tahun ke-3. Rp.2.005.Tahun ke-2.469.1.Tahun ke-6. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Jawa Timur tahun 1999.112.174.141. 1.000. Rp. Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.245.Tahun ke-1. 3. Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan). Rp.2. Rp.500. 175 m 4. 111 kg .000.133. 85 kg .000.214. 150 m 3 . Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah. 83 m 3 .Rp.1. 125 m 3 . 1. 2.3 . Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak). 1. Bibit 400 tanaman @ Rp.go.400. 152 kg . Rp.3. Pupuk Urea .500. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel.250.Tahun ke-5. harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2. 100 m 3 .055.Tahun ke-4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.675.id .000.Tahun ke-2.205.500. 80 kg @ Rp. 10. 100 kg .320.313. Rp. 333 kg 5.500.Tahun ke-2. Rp.000. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.204.ristek.Tahun ke-6.

ristek. M.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. Jl. Fax.

000. 333 kg Rp.go.000.000..Rp.000.Tahun ke-2. 30 HOK @ Rp.Tahun ke-3. 10 liter Rp.000.Rp.000. 10 liter Rp.Rp.Tenaga tetap 1 orang Rp.Tahun ke-5. 5. 26 kg @ Rp. 10 liter Rp.Pengendalian HPT . 387. Obat dan Pestisida (Antracol..Rp.000.000... 186. 432.Rp. Dimecron. 4. 325. 5.Rp.000..000.Tahun ke-6.000.Tahun ke-4 Rp.Tahun ke-1. 350.H. 5.. 200.Pengolahan lahan tahun ke-1 15 HOK @ Rp..Tahun ke-2.id .Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.Tahun ke-3 Rp. 24 HOK @ Rp.000.Rp.000.400.000.000.Tahun ke-6.000..Rp. Karathane.7. 50 HOK @ Rp. 5. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi..Pemupukan .. 200.000..Penyiangan 20 HOK/thn @ Rp.000. 15.150.Rp. Fax.Rp.000. 150.Tahun ke-3 40 HOK @ Rp.Rp.000. 50.000.000..104. Jl.000. 4.Tahun ke-4.000.550..Sprayer 3 buah @ Rp. 5.Tahun ke 5. 180.9. 5.000. 021 316 9166~69. 5.Rp. 5.Nimrod. Pupuk daun . 60 HOK @ Rp.000.150.000. dll) .000. 325.. 8.000.Tahun ke-1. 8 liter Rp.Tahun ke-1 Rp.840.Rp.000. Peralatan .Tahun ke-6. 600. 65 HOK @ Rp.000.000. Pupuk KCl .Tahun ke-2 Rp.. 300. http://www.Tahun ke-3. 1. 6 liter Rp. 48 HOK @ Rp.Cangkul 20 buah @ Rp.Tahun ke-2. 300..Tahun ke-3.000.Rp. 127. 54... 3.000.000..000.275.000. 240.000.000. 1.300. 75 HOK @ Rp. 300.. 5.000.000.000.400.000...600.760. 75.Tahun ke-5.. 50 kg Rp. 150. 960.Tahun ke-1. 324.Tahun ke-4. 540. 250... 73 kg Rp.000.000.Tahun ke-2. 250.. 500 kg Rp. 100. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp. 36 HOK @ Rp.. 40 HOK @ Rp.000. 65 HOK @ Rp. 375. 250.Penanaman 30 HOK @ Rp.Tahun ke-3.Gunting Pangkas 5 buah @ Rp.000. 5.000.Rp.Rp.000.ristek. 540..000. 2.Buat lubang tanam 70 HOK @ Rp. 540. M.Tahun ke-6 Rp.Penyemprotan Hama .000. 900..Tahun ke-5 Rp. 66..Penyemprotan penyakit Hal. 152 kg Rp.Rp.500. 50 HOK @ Rp.000. Tenaga kerja .Tahun Ke-1.000.000. 11. 5.Rp. 849. 162. 300.Tahun ke-4. 5. 021 316 1952.000. 5. 5..668.000..Rp.Pengolahan lahan tahun ke-2-6.Tahun ke-1 dan ke-2. 120.Rp.10... 3 liter @ Rp.. 5.8.

5. 92.Penyabutan batang .000.000.000 dan untuk tanah tegal Rp.164 ha (sawah) dan 0.Tahun ke-6.250. 45. 14. 150.. M. 5.950.000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.825 kg @ Rp.000. Tahun ke-3: 2.Tahun ke-4.Rp. 2.- Rp.Tahun ke-1. 150.Pemangkasan . Rp.80. 9.000. Fax.249.000 dapat dicapai pada skala minimum seluas 0.150.2.000. 30 HOK @ Rp.916.000. 50 HOK @ Rp.000.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Tahun ke-1..125.000. Tahun ke-5: 4.000.000. apel tergolong tanaman yang sangat komersial.000.000.000.000.Tahun ke-6. petani telah mendapatkan keuntungan.695. 250. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yaitu: 1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif.Rp.39 ha (tegal). 5. Rp. 30 HOK @ Rp. 5. 5. 60 HOK @ Rp.Pengairan . 5. 300. Gambaran Peluang Agribisnis Dari segi agribisnis. 5.000.Tahun ke-2. 30 HOK @ Rp. 300.Tahun ke-3. Jl. 021 316 9166~69. Tahun ke-6: 6.Rp.125. 3: 30 HOK/tahun @ Rp. 33.Rp.450.760 kg @ Rp.150.Tahun ke-5.. 19. Tahun ke-4: 3.Total pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. Di dunia tanaman apel banyak diproduksi oleh negara-negara empat musim.000. Rp. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah-daerah tertentu yang iklimnya menunjang. 5.Rp.Tahun ke-2.000. 5..000.4.. Hal ini berarti bahwa bila petani menanam apel lebih dari skala minimum tersebut.800.Rp.000.000. 6: 40 HOK @ Rp.Tahun ke-3.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 50 HOK @ Rp.1 Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) dalam Bambang Sularso menunjukan bahwa BEP usaha tani apel pada tanah sawah Rp. Rp.000. Rp. 33.250.900 kg @ Rp.375. 100.H.000.000.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) 1. 60 HOK @ Rp. 110. 5.= 1.000.Tahun ke-5. http://www.Tahun ke-2.000. 5..000. 83. 22 HOK @ Rp. 5.305.Rp.3. Rp.000. Rp.. 5.000.ristek. 10. Rp.990 kg @ Rp.id . 20 HOK @ Rp.2..000.500. 24.000. B/C ratio Rp. 16 HOK @ Rp.... 5..Tahun ke-4. 5.000.000.000. 50 HOK @ Rp. 20 HOK @ Rp.Tahun ke-4.Rp. 021 316 1952. Rp.100.000..150..600.Rp. 5. sedangkan didaerah tropis hanya beberapa daerah yang berhasil misalnya Malang.go. 5. 5.000. 200.Rp.Tahun ke-3.000.034. 30 HOK @ Rp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 1952. Jl.go. 021 316 9166~69.ristek.H.id . 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

yaitu pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel. STANDAR PRODUKSI 11. contoh yang diambil 10.4. c.9% (31-4 buah/kg) b) Grade B = 45.2. tengah dan bawah.6% (8-10 buah/kg) d) Grade D = 7. selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia.H.0% (11-15 buah/kg) 11. a.303. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Klasifikasi dan Standar Mutu Standar mutu yang selama ini berlaku: a) Grade A = 15. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pasar apel Indonesia. http://www. cara pengujian mutu. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300.id .3. e. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.046. contoh yang diambil 15 (minimum).2% (5-7 buah/kg) c) Grade C = 29. Diskripsi … 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini.5%. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. 021 316 9166~69. Fax. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas.go. contoh yang diambil 7. contoh yang diambil 9. Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit diambil alih oleh produksi dalam negeri. Hal ini dapat dilihat data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi apel nasional 7. 021 316 1952.372 ton (1984) menjadi 9. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.1. b. d.276 ton (1988) atau meningkat 17. M. Jl. 3) Faktor lain. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000.ristek. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. contoh yang diambil 5. 11.

http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Jl.id . 021 316 1952.go.ristek.

nama/kode perusahaan. 2) Soelarso. 1996. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. http://www. Pertanian. DAFTAR PUSTAKA 1) Notodimedjo. berat bersih. 021 316 9166~69.go. Fak. 1993. hasil Indonesia.ristek. FB. YE dan Paimin. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PT.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 3) Sunarjono. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kanisius. Hendro. Fax. 1987. negara/tempat tujuan.H. Jakarta. 4) Widyastuti. M. 021 316 1952. Pengemasan Buah apel dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Universitas Brawijaya. Penebar Swadaya dan Trubus. Soewarno. 12. Jakarta. “Budidaya Tanaman Hortikultura” Khususnya Tanaman Buah-Buahan. 1995. golongan ukuran. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Sinar Baru. jenis mutu. Malang. Mengenal Buah Unggul Indonesia. daerah asal. R bambang. ILMU Produksi Tanaman dan Buah-Buahan.5.id . Yogyakarta. Bandung. Budidaya Apel. Jl.

go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.id .H. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789. Fax. Di luar negeri.ristek. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India.H.id . SEJARAH SINGKAT Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak. http://www. ) 1. Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat. 021 316 9166~69.go. dari Royal Botanical Garden di Madrid. Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. L. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 1/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.200 varietas. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. pada tahun 1841 sudah terdapat 1. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DAHLIA ( Dahlia spp. Walaupun perkembangannya sangat lambat. Jl. M.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. variabilis. D. jingga. Bunga dahlia memiliki warna : putih. Dahlia adalah tanaman berubi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. L. Iklim Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan. D. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup. ungu atau campurannya. MANFAAT TANAMAN Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita.1. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. M. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. Jl. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia untuk tujuan komersil. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Compositae Genus : Dahlia Spesies : Dahlia spp. Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah. coccinea. 021 316 1952. Karena itu. D. 021 316 9166~69. juarezii.go. Fax. http://www. pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah. merah. 5. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. inulin akan berubah menjadi fruktosa. 3.id . 4. dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat). kuning. pinnata. violet.

go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek. http://www. M. 021 316 9166~69. Jl. 2/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. Fax. penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. 021 316 9166~69.H. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Bibit a) Perbanyakan generatif dengan benih Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tinggi bedengan 5 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.id . Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.0. Jl. memiliki tata udara baik dan gembur.ristek. 6.5-2 bulan dan siap untuk dijual.go. b) Perbanyakan vegetatif dengan stek Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji.000 m dpl. pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1).0-8.3. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Bedengan dibuat dari campuran humus. Media Tanam 1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus.1. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai. 5. 2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6. dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. M. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. 021 316 1952. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1. Setelah tanaman berdaun 6 helai. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 7001.2. Untuk menghindari penyakit. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan. http://www. PEDOMAN BUDIDAYA 6.

3/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id .ristek. Jl.

2) Pemeliharaan Penyemaian a) Tanaman di Persemaian Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan.id . Untuk mendapatkan ubi. 021 316 9166~69. tambahkan 1 gram pupuk NPK. Fax. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak. e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. 021 316 1952. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali. Jl. Kriteria penjarangan bunga adalah: 1. 4/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Perbanyakan vegetatif dari ubi Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini. Siram sampai lembab. http://www. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. 6. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit.go. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar. d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Hal. M. batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah. b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume. Pengolahan Media Tanam 1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar) a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata. tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarauhujan dan musim hujan.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. b) Tanaman di dalam polibag Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari.2.H. c) Buat lubang tanam ditengah media. f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. 2. Gulma jarang tumbuh.

Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembentukan Bedengan Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. 3) Pemupukan Dilakukan setiap 10 hari dengan urea. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang.go. tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. 2) Penyiangan Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert pembumbunan.H. 2) Cara Penanaman Ubi Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. Fax. sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 . Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai. 6. Tutup pupuk dengan tanah. Setelah bedengan terbentuk. Jl. Rapikan kembali bedengan. M. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. 021 316 1952.3. Ketika tanaman mencapai 1 m. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram.6 bunga. tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu.ristek. 6.id . Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh.

id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jl.ristek. http://www. 5/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H. Fax. M.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan penyiraman Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyakit 1) Embun tepung/Powdery mildew Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). Gejala: bagian yang terserang. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk. HAMA DAN PENYAKIT 7.) Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. M. 7. TSWV dan DMV. 7. Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. TSV. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Fax. pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion.ristek. Pada saat itu. 021 316 1952.1. 8.id . Jl. http://www. Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. daun akan mengering dan gugur. Di awal pertumbuhannya. PANEN Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar. terutama daun.go. menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. merendam benih dalam air panas.2.H. dahlia kaktus atau semi kaktus. jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. 2) Virus Penyebab: jenis virus CMV. Hama a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn. tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau. 021 316 9166~69. tertutup lapisan putih tipis seperti tepung. Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H. Jl. M.ristek.id . 6/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

8. M. Fax. Cara Panen 1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. 2) Ubi Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: 1. Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang. bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. 021 316 9166~69. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga. 2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. 2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia.2.1.1. biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen). Ciri dan Umur Panen 1) Bunga: tiga bulan setelah tanam.ristek. 021 316 1952. http://www. dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. 7/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.3. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Ubi dicuci bersih. Hal. tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya. Jl. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang.id . PASCAPANEN 1) Bunga Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang. 2. Prakiraan Produksi 1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m ). 2 9. Jawa Barat.go. 8. Dalam 2 10 tumbak (140 m ) dihasilkan 400 kg ubi. dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm.H.

9. 45.000. rasio output/input Rp..000.per polibag. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 750.3. 500.000. Tenaga kerja 7.Rp.Rp.000. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp. Harga inulin.-.000. 525.1.000.Pupuk buatan 4. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar.. 2.000.000.id . Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam 2. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu.000. 021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69.sampai Rp.Rp. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris. sekam dll) 6.000 kuntum x 16 minggu @ Rp. 2.000. 400. http://www. Pestisida 5.506 Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. cara pengambilan contoh dan pengemasan. 10.000.. 600.sampai Rp.go.H.000. Alat (polibag.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. Sebenarnya.14.100. 100. Pupuk . harga sirup fruktosa Rp.2. 1.000.500.1. 1. 11.000.705. Amerika atau India.625. 350.Rp.. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah.Rp.Rp.Pupuk kandang . Gambaran Peluang Agribisnis Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer.35.295. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bibit: 2000 @ Rp.. Jl.dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp. potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi. 3.1. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa.Rp. M.000. Fax. STANDAR PRODUKSI 11.sampai Rp. penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.-/kg (1990).750. 4. Rp. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 25.Rp.= 1. 2.Rp.

8/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.id .H.go. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Jl. diambil satu tangkai.2. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji.H. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat.4. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. 2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7.000 kemasan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan 1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. Deskripsi … 11.5. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. 11. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. M. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Fax. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. 11. pangkal bunga diberi kapas basah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9.go. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. Kuntum tidak tertutup seludang. 3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. 021 316 1952. http://www.ristek. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100.3. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1.id . Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor.

Nama barang.id . 021 316 9166~69. 3. 021 316 1952. Jumlah isi. 9/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax. Negara tujuan. 5. 4. 2. Nama atau kode produsen/eksportir.H. M. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jenis mutu.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Hal.

2) Fisher. Virus Infection in Dahlia-Part II. Indian Dahlia Annual 1998:22-24 Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. DAFTAR PUSTAKA 1) Bailey. Flore des Jardins. 1998. Paris 5) Vinayananda. A. Jakarta 4) Molzer. M. S. Indian Dahlia Annual 1998:57-60 3) Lutony. Macmillan Company. GRÜND. 12. Tanaman Sumber Pemanis.id . Flowerbad Dahlias. Jl. L. http://www. 1937.L.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %.H. A. New York. 10/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. H. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1986. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. T. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek. Penebar Swadaya. V. 1993. The Standard Cyclopedia of Horticulture. Fax.

gagang perabotan dan sebagainya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . ) 1. digunakan untuk tiang rumah. http://www. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet Hal.H. Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur.ristek. SEJARAH Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia.go. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat. 021 316 9166~69. 3. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama. M. JENIS TANAMAN Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DUKU ( Lansium domesticum Corr. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam. duku metesih dan duku condet. Fax. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama. 2. Jl.

4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu rata-rata 19 derajat C. Jl. 3) Di daerah yang agak basah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN digunakan untuk mengobati disentri. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun. sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. 021 316 1952. Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet). 2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan merata sepanjang tahun. Sehingga jika tempatnya agak lereng. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tetapi tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. Sumatera (Komering. subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. http://www. 5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku. sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking. SY AR AT T UM BUH 5. Hal. tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b).ristek.id . Sebaliknya pada tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir. 5. Iklim 1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi. 4. 5. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta).2.1.go.H. walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam. tanaman duku tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang cukup. M. Fax. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu genangan air. 4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. Media Tanam 1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung bahan organik. 3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi.

Terkadang cabang yang besar dicangkok. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi duku.go.3. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan. M. tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya. namun memerlukan perawatan yang teliti. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan. PEDOM AN B UDI D AY A 6.ristek. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan menggunakan kayu yang masih hijau. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. http://www. sebab pohon ynag diperbanyak dengan cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja. 021 316 1952.H. kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan. Jl. dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Bebas dari hama dan penyakit b) Bibit mempunyai sifat genjah c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna. 3) Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah. Fax. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih dari 650 m dpl.1.id . Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama. bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis d) Bibit cepat tumbuh. tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama.

021 316 1952. 021 316 9166~69.H. M.ristek. Jl. http://www. Fax.go. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

keranjang/kantong plastik atau polybag. Fax.2. 2) Pembukaan Lahan Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul. Selain itu kondisi tanah yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang baik. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh. 021 316 9166~69. Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. 5) Pemindahan Bibit Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm. Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit. 021 316 1952. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yang sesuai untuk tanaman duku. Tempat persemaian bisa berupa bedengan. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat 6. Hal.ristek. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari. http://www. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. terutama pada saat tidak turun hujan. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan.H. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). yaitu sebesar 6-7.

7 meter. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0. http://www. penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha. sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 12 bulan sebelum penanaman bibit. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.6 x 0. 021 316 9166~69. M. 2) Pembuatan Lubang Tanam Setelah jarak tanam ditentukan.go. 9x10 m. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0. di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar). Sebelum penanaman dilakukan. 9x9 m. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar.6 x 0. Jumlah dan dosis pengapuran harus sesuai dengan kadar yang dianjurkan.3. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon.ristek. tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk tanaman duku. Jl. 021 316 1952. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya. Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji). 6.id . maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. 4) Pengapuran Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m.8 x 0.8 x 0. Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya. maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam.H.6 meter. 8x9 m. Fax. Cara pengapuran dapat dilakukan dengan penyiraman di sekitar tanaman duku.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl.id .go. http://www. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. Fax.

Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan.ristek. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu pertumbuhan tanaman duku.id . atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah. Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku. urea 100 gram. Jl. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. 021 316 1952.4. jerami. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung).go. kelima dan keenam. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih. 6. sinar matahari. b) Tahun keempat. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. tetapi agar tidak membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut: a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik. TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik. Pada saat penanaman bibit. maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. TSP 50 gram dan ZK 20 gram. urea 150 gram. M. Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati. Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Hal. 2) Penyiangan Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. 3) Pemupukan Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah.H. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang. air. kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. Setelah bibit tanam. Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya lainnya. dan ruang tumbuh.

Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja.id . bongsang yang terbuat dari anyaman bambu.go. sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. Fax. 4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi) Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku. Pengendalian: sama kutu perisai.ristek.) Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman. kain bekas.1. 2) Kutu perisai (Asterolecantium sp. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.) Hama ini menyerang daun dan batang duku. 021 316 9166~69. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Hama 1) Kelelawar Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap dipanen.H. (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya. Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan kesuburan tanah. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren. Hal. Pengendalian: (1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan maupun air penyiraman. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. 3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp. HAMA DAN PENYAKIT 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi. M. Pengendalian: sama kutu perisai. 021 316 1952.

8. Penyakit 1) Penyakit busuk akar Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyakit gloeosporiods) antraknosa (Colletotrichum Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Tandatanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku. Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. Produktivitas buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. 021 316 1952. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Fermate. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia. 7. menyerang ujung cabang dan ranting yang nampak kering.go. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih. Gulma Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. tergantung dari sifat atau jenisnya. Ciri dan Umur Panen Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih. Dithane D-14 atau pestisida lain. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji. PANEN 8. cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. M. Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat. 3) Penyakit mati pucuk Penyebab: cendawan Gloeosporium sp.id . Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik.ristek. Jl.3. (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate.H. Sedangkan untuk tanaman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Zerlate. jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca panen. 021 316 9166~69. http://www.1.2.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .H. 021 316 9166~69. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax. Jl. http://www.ristek.

buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun. 8.id . Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan.3. Periode Panen Pada umumnya. Hendaklah berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan. Cara Panen Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. Musim panen duku pendek sekali. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. http://www. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah. sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari). yang ditaksir dari perubahan warna. 021 316 1952. buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku. daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga. Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu.2. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering. dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih dominan. 8. Jl. Prakiraan Produksi Hasil Panen buah duku agak bervariasi. Hanya pemetikan buah yang matang. Fax. hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per pohon.4. Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2. tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga. 8. akan sangat menyulitkan pemanenan. M. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina. Masa keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan sifat/jenis dari tanaman duku tersebut. walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi.go. yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. tetapi jika proses pematangan tidak bersamaan. sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. Kenyataannya.5 ton per hektar untuk negara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.ristek.id . Jl.H. M. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang kering dan tidak berair.go. Setelah buah duku dikemas dalam kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi. maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat. Pengumpulan Setelah buah dipanen. Penyortiran dan Penggolongan Dalam skala usaha komersial.3. Jl. Jenis kemasan yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu. Fax.1.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Filiphina dibandingkan dengan 3. buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu. terutama kerusakan pada waktu perjalanan. karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya. Sehingga 0 diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15 C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu.4. 021 316 9166~69.ristek. tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang. http://www. Penyimpanan Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar. 9.H. 9. sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan menyingkirkan tandannya. 9.id . Pengemasan dan Pengangkutan Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan lain pada umumnya.6 ton per hektar untuk langsat dan 5. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya. 021 316 1952. PASCAPANEN 9. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. 9.6 ton per hektar untuk duku di Thailand.

Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Tingginya minat masyarakat untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku mempunyai peluang pasar yang prospektif.1. yaitu menjadi pedagang musiman. cara pengujian mutu. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah. 021 316 9166~69. tengah dan bawah.kota besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun.2. Mutu … 11. minimum jumlah contoh yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 11. M.1. 1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. Analisis Budidaya … 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Oleh karena itu pemasran buah duku bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap. Diskripsi … 11. 021 316 1952. Selain itu penjualan buah duku dapat mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu. Usaha 11. Hal ini membuktikan bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat banyak orang untuk menjadi penjualnya. AN AL I SI S E KONOM I BUDI D AY A T AN AM AN 10. Untuk pasaran dalam negeri biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kota.2.ristek. ST AN PRODUKSI 11. http://www. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Jl. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.3.4. Fax. Ruang Lingkup D AR Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.id Klasifikasi dan Standar .

Fax.id . 021 316 9166~69. Jl.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN diambil 5. Hal. M. http://www.

Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. 5) Jumlah kemasan diambil 15. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. minimum jumlah contoh yang Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 021 316 1952. nama/kode perusahaan/eksportir. M. jenis mutu. Jl. http://www. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat.H. berat bersih.go. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 301 sampai 500. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Jumlah kemasan diambil 9.5. 11. 021 316 9166~69. Fax. dalam partai: 101 sampai 300. 4) Jumlah kemasan diambil 10. golongan ukuran. daerah asal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jumlah kemasan diambil 7. minimum jumlah contoh yang dalam partai: lebih dari 1000.id . Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 501 sampai 1000.ristek. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain.

Jl. M.ristek. 021 316 9166~69. http://www. 021 316 1952. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

Mengenal Duku yang Sedang Laku. 1991. 7) Natawidjaja.K. Duku Potensi dan Peluangnya.ristek. A. 1991. Jakarta. 1991. 5) . Pedoman Bercocok Tanamn Buah-buahan. P. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jakarta 8) Tohir. 1983. Mengenal Buah-buahan Yang Bergizi. Jl. Pustaka Dian. Fax. Semarang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 6) Majalah Salera. 1985. Kanisius. Invertasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Edisi Februari 1991. 1993. Kanisius. M. 3) Daryanto. Jakarta. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Tony Luqman. Suparman. Tanamn Duku Menunggu Pengembangan. Aneka Ilmu. Pradyaoaramita. Sarana Vida Widya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Yogyakarta. 1990. 021 316 1952. http://www. Bercocok Tanam Buah-buahan. kanisius.H. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Dalam Rubrik Informasi Wiraswasta harian umum Pikiran Rakyat Granesia.go. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Jakarta. 021 316 9166~69.id . Yogyakarta 2) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 4) Lutony. Bandung. 1983.

SEJARAH SINGKAT Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut: Divisi : Tracheophyta Subdivisi : Pteropsida Klas : Angiospermae Subklas : Monocotyledoneae Ordo : Iridales Famili : Iridaceae Genus : Gladiolus Spesies : Gladiolus hybridus Hasil penelitian tahun 1988. panjang 90-150 cm. Tradehorn (merah jingga). berakar serabut. dan Priscilla (putih). berukuran besar. d) Gladiolus nanus. (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama). Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GLADIOL (Gladiolus hybridus) 1. Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae.ristek.go. Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah. Panjang tangkai bunga 100-300 cm. http://www. b) Gladiolus primulinus. sangat menarik. M. Fax. dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru. Tangkai bunga melengkung. Jl.id . 021 316 1952. seperti bentuk daunnya.H. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu. berukuran kecil. c) Gladiolus ramosus. susunan bunga terlihat bertumpang tindih. 2. yaitu: White godness (putih). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ragam jenis bunga gladiol adalah : a) Gladiolus gandavensis. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda. dan panjang hanya 35 cm. 021 316 9166~69.

ristek. 021 316 9166~69.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.go. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. Fax. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Peter. Rose Supreme. Friendship. agama. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung). Salem.000-2500 mm/tahun. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5. Marah Api.2. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty. Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). Ceker dan lain sebagainya 3. upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya.ristek. Media Tanam 1) Jenis tanah yang cocok untuk tanaman gladiol adalah andosol dan latosol yang subur.H. http://www. Oscar. Dan memiliki nilai estetika. Priscilla. MANFAAT TANAMAN Gladiol di produksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi. 5. baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun. Albino. 2) Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. 5. Hal.go. Sanclere. Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang). Mansoer. 021 316 1952. Jl. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Suhu udara ratarata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat. M. 6. gembur dan banyak mengandung bahan organik. Dr. dan 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jessica. Kultifat Eurovision. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C. 4. Iklim 1) Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2.1. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering dan floret tidak terbentuk secara normal. 021 316 9166~69. yang menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja. bila kelembaban tanah dan tanaman relatif tinggi. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional. Queen Occer.id . dan Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari. Fax. kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C. 2) Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan perkembangannya.

bibit belah (subang belah). Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dengan menggunakan umbi (anak subang). Fax. pembibitan yang berasal dari vegetatif dan kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dengan cara generatif. 5. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Subang dan anak subang yang akan dijadikan bibit tidak dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. Jl. Pembibitan Bibit dapat berasal dari pembiakan generatif.5 cm.1. Selama masa dormansi subang dan anak subang yang telah kering disimpan ditempat yang beraliran udara baik dan terhindar dari cahaya matahari langsung. 021 316 9166~69. dan kultur jaringan. tidak cacat. kultur jaringan maupun suspensi sel.55. Bibit vegetatif yang baik yang mempunyai daya kecambah lebih dari 90%. digunakan untuk mendapatkan kultivar baru bukan untuk tujuan bibit produksi. PEDOMAN BUDIDAYA 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yang memiliki pH 5. Biji didapat dengan cara penyerbukan buatan dibantu manusia.3. Subang yang telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan generatif gladiol dengan biji. Umumnya. Bibit (subang) yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 213.id . Umbi dan anakan umbi diambil dari tanaman yang sudah dipanen.H.063 buah. Bibit harus dipilih yang sehat.ristek. karena memerlukan masa dormansi. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendalakendala dalam perbanyakan secara konvensional. Bibit generatif harus berasal dari induk dengan pertumbuhan baik dan cukup umur. Ketinggian Tempat Tanaman gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl dan beriklim sejuk. http://www. 1) Persyaratan Benih Bibit dari subang bibit yang baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2. vegetatif. 021 316 1952. 6.9. kecuali untuk kultivar Golden Boy yang cukup berdiameter 1 cm.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id .ristek. 021 316 9166~69. http://www. Jl.H. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih Biji gladiol dapat langsung disemai. anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam waktu 16 bulan. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penanaman gladiol dengan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang menghubungkan subang induk dengan subang baru. Kemudian analisa jenis tanah. Bila sesuai dengan pH tanah yang disyaratkan. Bila tunas mencapai tinggi 1 cm. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan yang akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya. Waktu yang diperlukan untuk penanaman kedua kira-kira sama dengan waktu penanaman pertama. M. apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun. subang kecil dapat ditanam kembali. Setelah masa dormansi terlewati. Hal. Pecahnya dormansi juga ditandai dengan munculnya mata tunas. maka subang siap ditanam. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. Fax. 6. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap berbunga.id .0 cm memerlukan 2 kali penanaman untuk mencapai ukuran subang yang dapat menghasilkan bunga. 5) Pemindahan Bibit Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dengan ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman. lakukan pengukuran luas lahan yang akan ditanami.H.2. 021 316 1952. Penanaman yang terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi dan akar semakin panjang. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan dan menghasilkan anak subang yang berdiameter kurang dari 1 cm. Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm. Daun yang tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai.ristek. Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3. Untuk rata-rata setiap kultivar gladiol. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Perbanyakan dengan menggunakan anak subang yang berdiameter sekitar 1. tanpa mengalami masa dormansi.5 bulan. http://www.go. Jl. biji akan berkecambah setelah 7-12 hari.

Beberapa hal yang perlu diketahui dalam cara penanaman adalah tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman. maka lahan yang digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air). 3. Ca dan P. maka penanaman sebaiknya dengan guludan agar air irigasi tidak merusak struktur tanah. Atap plastik yang tembus cahaya dan bersih digunakan untuk menghindari kerusakan akibat hujan. Fax. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman gladiol dapat ditanam dengan sistem guludan atau tanpa guludan. karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya. M. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.ristek. Luas arel petakan dibuat sesuai dengan kebutuhan. yang diberikan sesuai dosis yang dianjurkan.id . Jadwal penanaman disesuaikan dengan kebutuhan berkisar antara 60-80 hari. Jika pengairan menggunakan cara leb. kemudian bajak dan dicangkul sampai gembur. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Lahan yang telah dianalisa. serta tanaman liar lain. maka 2 dibutuhkan lahan seluas 600 m . batu-batuan.5. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan pada tanah yang memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5. diukur dan dibersihkan dari gulma. Lahan dibuat menjadi 7 petak dengan luas 2 setiap petak 72 m . Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tidak kekurangan unsur haranya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. agar drainase baik dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. Bila kebutuhan pasar sebanyak 1. ditanami. K. Pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N.000 tangkai setiap dua minggu.H. dan dipanen.go. 2) Pembuatan Lubang Tanam Hal. 5) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam. http://www.3. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana untuk lahan yang akan diolah. 3) Pembentukan Bedengan Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

biasanya ditanam dalam barisan pada guludan. Untuk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm.4. Cara penanaman dengan guludan. 021 316 9166~69. akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dalam dibanding musim penghujan.go. terutama pada tanah berpasir.H. Jarak tanam untuk subang berdiameter ≥ 4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan untuk subang yang berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman dan kualitas bunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Lubang tanam dibuat dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm. yang disesuaikan dengan kedalaman tanam subang gladiol. Bila kedalaman 10-15 cm. maka tinggi guludan dibuat ≥ 15 cm dengan anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun. Jl.5 bulan. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Letak bibit yang dangkal. 3) Cara Penanaman Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3. M. 3.ristek.5 cm. Fax. 4) Pemberian Ajir Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) dan dilakukan tiga kali dalam satu siklus tanaman. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat dan menyulitkan dalam pemanenan. Pada tekstur tanah yang berat. maka tanaman akan menjadi lemah dan panjang. 021 316 1952. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak. Hal. untuk subang berdiameter ≥ 2. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar.id . (tanah liat dan berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yang ringan dan berpasir. http://www. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Dalam menentukan kedalaman tanam yang perlu diperhatikan adalah tekstur tanah dan waktu tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yang lebih dalam.

keadaan lingkungan.1. sebagian lagi amonium). HAMA DAN PENYAKIT 7. 2 Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon. Jumlah pupuk yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari dan 45 hari setelah penanaman). 7. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang dan pembentukan anak subang. 3) Pemupukan Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat dan berproduksi dengan baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembubunan Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan. atau Kaptofol. Pemberian pupuk N kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga dan setelah panen bunga. Pupuk yang digunakan biasanya TSP dan Urea. pengairan dan kandungan hara di dalam tanah. Hama 1) Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) Hal.id . 90-180 kg P (sebagai P2O5) dan 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir.H. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau). Jl. yang dapat diatasi dengan pestisida yang tepat. diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan. ( pupuk K dan P). 021 316 9166~69. 2 Digunakan pestisida cair (Permetrin dan deltametrin) dosis 5 cc per 100 m . Pupuk diberikan tidak sekaligus. http://www. dosis 400 gram/100 liter air.ristek. Penanggulangan serangan hama 2 digunakan pestisida padat (Aldikarb). Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat. curah hujan. masing-masing sebanyak satu sendok teh untuk setiap tanam. setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. dengan dosis 300 gram/100 m air. pertama saat tanam. untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tidak terlihat di atas tanah. 021 316 1952. 4) Pengairan dan penyiraman Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman. M. dosis 5 gram/100 m . Pada tanah berpasir. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

berkembang menjadi bercak-bercak. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tidak lembab serta merendam sebelum ditanam. Pada serangan yang lebih lanjut.5-4. merkaptodimetur dan metomil. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis. Gejala: bunga berbintik-bintik. Penyakit 1) Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) Penyebab: cendawan F. kemudian berkembang menjadi bercakbercak berwarna hitam keabu-abuan.H. 7. Pengendalian: menganginkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. gladiolorum. 3) Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) Gejala: hama ini menyerang dengan membuat lubang-lubang pada permukaan daun dan bunga. Jl. pertumbuhan tanaman kerdil dan mudah patah. berbentuk ramping. dengan menusukan alat mulutnya kedalam umbi untuk menghisap cairan tanaman. kuinalfos dan lainnya. pipih. Pengendalian: dapat dilakukan dengan penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yang mengandung dimetoat. orthoceras var gladiol. dan di lapangan. sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya dan gagal panen. Fax. gladiol atau F.2. karbaril. kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit. nikotin. 2) Busuk kering Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B. 021 316 1952.ristek. endusolfan.go. triazofos. Pada serangan berat umbi jadi keriput. kering dan mati. warna. Tanaman yang terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih dan akhirnya menjadi coklat dan mati.5 mm. berwarna coklat tua atau hitam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia. merusak jaringan daun/bunga dan mengisap cairan yang keluar dari bagian tanaman dengan menggunakan alat mulutnya. agak memilin. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm dan mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok). ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi. subang yang terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu. formothion.0 cm.) Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan. M. 021 316 9166~69. oxysporum var. 2) Kutu putih (Pseudococcus sp. yang dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat dan lebih suka makan pada bagian bunga dan kuncup.id . Gejala: bercakbercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. tergantung pada spesiesnya. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3. Pengendalian: merendam subang dalam larutan insektisida 30-60 menit. Panjang tubuh hama dewasa ± 2. http://www. Bentuk. yang mengandung bahan aktif asefat. Pada subang yang terserang tampak bercak dan dalam keadaan lembab hifa patogen yang berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi dan menjalar kebagian tanaman lainnya. Gejala: daun gladiol yang terserang menguning.

M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax.id . 021 316 1952. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.H.

alat-alat pertanian dan sebagainya. tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar. Pengendalian: memilih subang yang sehat dan merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida. zineb atau nabam. PANEN Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu. 8.ristek. setelah dikering udarakan dahulu.go. Fax. http://www. Ciri dan Umur Panen Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 . 4) Busuk kubang (Busuk kapang biru) Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yang termasuk patogen lemah. M.H. sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Jl. sedang yang berasal dari subang jarang terserang. Tanaman/bibit yang terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang. Gejala: ada bercakbercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat dan berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering.80 hari setelah tanam. 021 316 9166~69. 8. 3) Busuk keras Penyebab: Septoria gladioli. tergantung pada kultivarnya. Pengendalian: menyimpan subang dengan baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Yang berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik. Gejala: pada subang yang terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yang dalam waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru dan subang membusuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (mengeringkan) subang yang dipanen sebelum disimpan pada tempat yang kering atau dengan menyemprotkan fungisida captan.1. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: sama seperti untuk busuk kering. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan. serta mencegah subang luka. Gejala: sama dengan gejala busuk kering.id . 5) Hawar bakteri Penyebab: Xanthomonas gummisudan. 021 316 1952. Patogen masuk dan menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yang disebabkan oleh serangga. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yang terserang patogen. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh.ristek.id .H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Hal. M. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dengan jelas tetapi belum mekar.go. Jl.

Cara Panen Pemanenan dilakukan secara hati-hati dengan menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga dan menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun. Periode Panen Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air. hujan atau sebab lain. M.id . http://www. PASCAPANEN 9. 021 316 1952. bunga basah oleh embun. walaupun pada kondisi suhu udara yang rendah.2. Secara teknis dapat diatur dengan pemetakan lahan. Jl.3. (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga). 8. Fax. Kandungan karbohidrat yang rendah dapat diperbaiki dengan larutan pengawet yang mengandung gula. Oleh karena itu bunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan). Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari. sehingga dalam satu saat terdapat lahan siap olah.1. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu. Bunga yang basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight).H. terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga. 8.ristek. dan siap panen. 021 316 9166~69. karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Panen bunga tidak dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah. maka akan ada kemungkinan bunga tidak dapat mekar dengan sempurna. siap tanam. Pemotongan tangkai bunga dengan pisau tajam dan bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan dan pengangkutan. sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk dan penurunan kualitas. memungkinkan terjadi infeksi. 9.go. Pengumpulan Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat dan akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Prakiraan Produksi Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200.000 potong.4. Bila bunga dipanen terlalu awal. 8.

M. Jl. http://www.go. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

c) Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen. 9. dilakukan penyortiran dan penggolongan sesuai dengan ukuran. Pengemasan dan Pengangkutan Sistem pengemasan yang baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan dan sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan harga jual. Cara pengemasan yang paling sederhana yaitu dengan membungkus tangkai bunga dengan daun pisang. Makin rendah suhu udara. digunakan bahan pengawet adalah sukrosan dan 8-hydroxyquinoline citrate. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen. (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga). Bunga dipilih yang bagus bentuknya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dalam tahap ini. Pengemasan yang lebih baik biasa untuk bunga yang akan menempuh perjalanan atau untuk promosi. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yang dilengkapi alat pengatur suhu udara. b) Setelah dipanen tidak segera dijual/diangkut. dikelompokan sesuai dengan kebutuhan. 021 316 9166~69. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dipanen. biasanya dilakukan pada saat bunga: a) Baru saja dipetik.H. menunggu pemanenan selesai. kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup dan membungkus bagian atas bunga dengan plastik yang sebelumnya sudah dilubangi. makin lambat terjadi penurunan mutu. Penyimpanan berkaitan erat dengan suhu udara. Mengingat sifat bunga yang selalu dikonsumsi dalam keadaan segar dan bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yang bisa bergerak cepat. karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yang hilang harus diimbangi dengan larutan perendam yang mengandung air dan senyawa lain yang diperlukan. Suhu udara penyimpanan bunga yang berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi.ristek.(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja.3. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. umumnya berkisar antara 0-5 derajat C. Bunga dibersihkan dari kotoran yang menempel.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Hal. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tidak rusak.4. Jl. Faktor yang perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan dan susunan kemasan agar tidak terlalu tinggi serta tahan goncangan.id . M.2. 021 316 1952. Fax. bunga dikondisikan agar tetap segar. 9. Penggolongan ini dimaksudkan untuk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya akibat tercampur dengan yang bunga gladiol yang berkualitas rendah. http://www. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yang langsung berhubungan dengan konsumen.go. dengan hati-hati. tidak terkena penyakit atau luka.

Sampai saat ini DKI Jakarta masih merupakan pasar bunga potong terbesar dengan volume penjualan perminggu mencapai 54.078. 1.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.189 tangkai dan produksi bibit (subang) mencapai 136.Tenaga kerja keluarga 120 OH @ Rp. pengkajian aspek Agro Ekonomi usaha tani gladiol mencakup kegiatan produksi. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat.000. Rasio output/input = 1. Jl.500.000.. Volume permintaan dalam negeri 127.go.800.000. 75. 1.500. 21. 1987).Rp.Pupuk buatan NPK: 100 kg @ Rp. Berdasarkan hal tersebut. 3.2) Pendapatan: bunga potong (tangkai) 214..Rp.4) Parameter kelayakan usaha 1. 1991).Rp. Kebanyakan usaha tani gladiol dilakukan di daerah dataran tinggi sesudah tanaman sayuran.000.Rp. 4.122 10. perkotaan. 021 316 1952.Jumlah biaya produksi Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.400.500.000.3) Keuntungan Rp.200.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. 50. 1889).ristek. 1) Biaya produksi: 1.2. komplek perumahan. Sewa lahan/ha Rp. rumpang hasil produksi bunga harus ditingkatkan demikian juga mutu bunga potongnya.000 @ Rp.200 tangkai per minggu (BCI dan Nehem. tanaman padi dan tanaman hias lainnya (Warsito dan Sutater. dkk.5.753. 1. Pupuk . dan perkembangan pariwisata (Sutater dan Asandhi.406 umbi (Ameriana. TSP. M. Gambaran Peluang Agribisnis Usaha tani gladiol merupakan usaha komersial karena sebagian besar produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen. 200.Rp. 021 316 9166~69. 2.125. konsumsi dan pemasaran.000. Pestisida: 15 kg @ Rp. pembangunan.2.000. Fax..1.000. 1991). 1.000. 100. 9. 19.000.000.4.000. Produksi per hektar bunga potong gladiol di tingkat petani baru mencapai 169. Bibit: umbi bibit (subang) 190.700 tangkai dibandingkan dengan kota lainnya. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Untuk mengimbangi permintaan konsumen. Tenaga kerja .Rp.(Urea.000.000 bh @ Rp. 15. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya gladiol luas lahan 1 ha dalam 1 musim tanam yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.3.Rp.322. 10. KCL): 834 kg @ Rp. terdapat kecenderungan bahwa permintaan terus meningkat.id . http://www. 2000.Tenaga kerja sewa 120 OH @ Rp.

12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.go.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. Jl.

bunga gladiol dikelompokan dalam lima kelas yaitu Super. http://www. 11. Diskripsi Standar mutu bunga gladiol potong di Indonesia tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01–4479–1998 11.000 .id . kelas C=10.65%).38%). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 75.8 milyar per tahun di Jakarta terdapat 327 florist dan 227 kios penjual bunga. bunga gladiol dikelompokan berdasarkan penampilan dan kondisi fisik lainnya sehingga terdapat bunga gladiol potong dengan mutu kelas AA. tanaman hias (38. 11. dan Ujung Pandang 1. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. kelas B=61-75. Surabaya. 85 juta untuk pembelian bunga.000 tangkai. a) Kelas super: panjang tangkai > 95 cm b) Kelas panjang: panjang tangkai 76–94 cm c) Kelas medium: panjang tangkai 61–75 cm d) Kelas pendek: panjang tangkai 51–60 cm e) Kelas mini: panjang tangkai 30–50 cm Selain berdasarkan panjang tangkai. Denpasar. Tim Direktorat Bina Produksi Hortikultura (1988) mencatat bahwa peringkat ekspor bunga ke Eropa adalah bunga potong (43. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan panjang tangkainya. Malang. M. Medium. kelas B=12. Bisnis bunga mencapai Rp.1. menyerap 60% dari total produksi bunga nasional. Fax.283. Pendek dan Mini. dan umbi bunga (12. B dan C. A.2.3. karena hotel-hotel di Jakarta sebulan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1. cara pengambilan contoh dan pengemasan. Dalam artikel “Dari Bisnis Asalan Menuju Industri Bunga “ (1993) dilaporkan bahwa konsumsi bunga potong 1992 di kota-kota besar seperti Jakarta. Dalam artikel “Indonesia Belum Tanggapi Dunia akan Permintaan Bunga Potong Tropis” (1992) dicatat bahwa konsumsi bunga potong untuk kota-kota besar hingga kini masih didominasi oleh Jakarta. b) Jumlah minimum floret pertangkai: kelas AA=16.26%). Bandung.Rp. 2. STANDAR PRODUKSI 11. 021 316 9166~69. kelas A=76–94.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pasar bunga potong asal Indonesia akhir-akhir ini cukup menggembirakan. Semarang. Panjang. kelas A=14. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.250 tangkai untuk Jakarta. 021 316 1952.ristek.15 milyar per bulan atau 25.go. Jl. kelas C=5160.928.H. a) Panjang tangkai (cm): kelas AA>95.

kelas C<95.id . M.go. 021 316 1952. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keseragaman (%): kelas AA=100. kelas A=95: kelas B=95. Jl. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www.

kelas A=95. kelas A=5. g) Jumlah floret mulai mekar: kelas AA=1-2. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut berikut ini: a) Contoh yang diambil semua.ristek. d) Penetapan kelurusan tangkai Letakan bunga gladiol yang diuji diatas meja kerja yang telah diberi garis lurus sepanjang 1 meter atau lebih. kelas C>10. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang panjangnya memenuhi syarat. kelas B=10.id .4. amati satu per satu bunga contoh. kelas B=95. hitung satu persatu jumlah floret per tangkai dari seluruh bunga contoh kemudian pisahkan tangkai bunga yang jumlah floretnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. c) Penetapan keseragaman. kelas C=3. e) Bebas hama/penyakit (proses): kelas AA=100. f) Kelurusan tangkai: kelas AA lurus. kelas C<95. 021 316 1952.H. e) Penetapan benda asing Pisahkan dan kumpulkan benda asing yang dijumpai pada bunga atau dalam kemasan bunga contoh. Hitung presentase berat benda asing terhadap berat seluruh bunga contoh. kerusakan mekanik Hitung jumlah seluruh bunga contoh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna spesifik (%): kelas AA=100. 11. kelas C=2– 3. M. lalu pisahkan bunga yang tampak tidak seragam. kemudian pisahkan bunga yang panjangnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. warna spesifik dan bebas hama Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Untuk mendapatkan jenis dan mutu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian yang meliputi: a) Penetapan panjang tangkai bunga Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. i) Benda asing/kotoran (%): kelas AA=0. 021 316 9166~69. sementara itu bagian ujung tangkai yang melengkung akan menjauhi garis lurus tadi. kelas A=1–2. Hitung presentase bunga yang panjangnya memenuhi syarat terhadap seluruh bunga contoh. Deviasi atau kurvaktur maksimal 7. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gladiol yang terdiri atas maksimum 1. kelas A=95. kelas B=95. Fax. http://www. ukur satu persatu bunga contoh. jumlah floret mulai mekar. kelas B=2. kelas C kurang. kelas B sedang. kelas C<95. Bagian pangkal tangkai yang lurus diletakan pada garis lurus tersebut. Jl. Hitung prosentase bunga yang memenuhi syarat terhadap jumlah seluruh bunga contoh. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang jumlah floret per tangkainya memenuhi syarat.5 cm tergantung kelas.go. Selanjurtya timbang benda asing tersebut dan juga seluruh bunga contoh. kelas B=2-3. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kelas A lurus. b) Penetapan jumlah floret per tangkai. kelas A=1. Hitung jumlah bunga seragam dan hitung prosentase bunga yang seragam terhadap jumlah seluruh bunga contoh. h) Kerusakan mekanis (%): kelas AA=0. Ukur jarak ujung tangkai bunga terhadap garis lurus diatas meja menggunakan mistar yang tersedia.000 kemasan.

Hal.id . Fax. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. M. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. Pengemasan Untuk pasar lokal. Untuk eksport bunga gladiol harus dikemas dengan kotak karton yang sesuai dengan diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya. c) Contoh yang partai 101–300. 021 316 1952.id . h) Identitas pembelian ditempat tujuan. Untuk pasar jarak jauh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Contoh yang partai 6–100. e) Jumlah bunga dalam kemasan. Jumlah bunga dalam tiap kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar. j) Petunjuk penanganan (suhu udara. bunga diletakkan berdiri dalam ember plastik yang diberi air perendam tangkai. c) Nama kultivar. g) Berat bersih. Jl. http://www. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. a) Produksi Indonesia. 11.go. b) Nama perusahaan/eksportir. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. jumlah kemasan bunga dalam Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. kelembaban) yang dianjurkan. bunga gladiol boleh tidak dikemas. lembaran plastik atau kertas. diambil sekurang-kurangnya 5. Fax. d) Contoh yang partai 301–500. diambil satu tangkai. f) Berat kotor. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 9.5. bunga gladiol sebaiknya dikemas dengan keranjang bambu yang diberi lapisan daun pisang. i) Tanggal panen dan perkiraan daya tanah. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 10. Label atau gantungan (tag) yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil dan berisi informasi. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Ujung tangkai bunga diberi kapas yang dibasahi dengan larutan pengawet kemudian ditutup plastik. d) Kelas mutu.ristek. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. M.H. e) Contoh yang partai 501–1001. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga.

M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id .go. Jl. Fax.ristek. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.H. M. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1993 3) Agus Muharan dkk. Balai Penelitian Tanaman Hias (Badan Penelitian dan Pengembangan). Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1) Rosa Widyawan. Gladiol. dan Sriwahyuni. F. 021 316 1952. 2) Rahardi.id . Jakarta. Jl.. 021 316 9166~69. Penebar Swadaya.go.. 1995 Jakarta. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI). Fax. http://www. Bunga Potong (Tinjauan Literatur).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Agribisnis Tanaman Hias. 1994.

Afrika Utara dan Rusia.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN GERBERA / HEBRAS ( Gerbera jamensonii ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian. tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus. Jl. SEJARAH SINGKAT Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tidak berbatang. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Famili : Compositae/Asteraceae Genus : Gerbera Hal.ristek. 021 316 9166~69. seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan. M.H. 1/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Berawal dari kedua penemu tersebut. 021 316 1952. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras. 2. http://www.go. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber.

Jika melebihi 35 derajat C. Fax. Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. Bandungan (Jateng). 021 316 1952. perkecambahan benih akan terganggu.7-18 derajat C dan maksimum 19. 2) Daerah yang paling baik adalah daerah yang beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13. SYARAT PERTUMBUHAN 5.800 mm/tahun. Cipanas. dan Simpang Empat (Sumatra Utara.ristek. Brastagi). c) Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dari bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yang berbunga dominan merah. Lembang dan Sukabumi (Jabar).1. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu. http://www. d) Jenis gerbera yang dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda. kuning dan merah jambu. Batu dan Pujon (Malang Jatim). kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan. Orange Jaffa (oranye cerah). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3. Varitas yang ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah). Barus Jahe.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Spesies : Gerbera jamensonii Dari keragaman bentuk bunga. Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C.5-30 derajat C. Iklim 1) Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1. b) Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dari satu. Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi.id .H. terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu: a) Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah. SENTRA PENANAMAN Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe. sabun dan kosmetik.go. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yang berwarna merah. 4. 5. 021 316 9166~69.900-2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. dengan ukuran yang lebih besar dari ke tiga jenis di atas. M. Ventury (oranye tua). Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand.

ristek. 021 316 1952. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . Fax. 2/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Penyemaian dapat dilakukan pada bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yang berdiameter cukup besar. Jl.0. Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan.1. PEDOMAN BUDIDAYA 6.id .5-6. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dari pohon atau batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis yang unggul. perhatikan tanggal kadaluarsanya. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya hebras berkisar 5. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80. http://www. 021 316 1952.H.400 m dpl. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.go. Fax. 5.000-90. 6.ristek.3. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir. 021 316 9166~69. Jika bibit dibeli dari toko. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dari matahari langsung. subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus. M. induknya produktif berbunga. 3/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bibit yang didapat dari kultur jaringan yaitu mata tunas yang diambil dari jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yang mengandung bahan sterilisasi Hal.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm. 2) Penyiapan Benih Benih yang berasal dari biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yang tinggi dan berpenampilan bernas. sehat dan berasal dari tanaman jenis unggul. Bibit anakan didapatkan dari rumpun tanaman gerbera yang anakannya banyak. tumbuhnya normal.2. Ketinggian Tempat Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 560-1.

Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%. c) Penyemaian dengan anakan Tanaman atau bibit anakan yang sudah dibersihkan dari tanah. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Seusai sterilisasi dengan Clorax segera disterilisasi ulang dengan HgCL2 20 % selama 5 menit. Tanamkan mata tunas lateral. b) Penyemaian secara kultur jaringan Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter. Lalu isikan media semai 90 %. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bibit yang dari anakan dipisahkan dari rumpun gerbera yang sudah dibersihkan dari tanah. Fax. 021 316 1952. sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN yaitu Clorax 30 %. Tiap bagian minimal satu anakan. pada umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk. Siapkan media semai berupa campuran tanah yang subur halus. Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. Setelah 5-7 hari. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Penyemaian di bak persemaian Pilihlah lokasi tempat semai yang mendapat sinar matahari pagi atau di dalam 2 suatu ruangan yang mendapat cahaya buatan 40 watt/m . Jl.1 N. Dari 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari. 021 316 9166~69. Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dengan komposisi media yang sama dengan persemaian benih.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0.H. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar. kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %.5 gram/liter.ristek. Medium dibuat padat dengan Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7.5 mg/liter. sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang. M. Penjarangan setelah umur 5-6 minggu. sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. http://www. Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0. Pada saat umur bibit mencapai 21 hari.go. Semaikan benih gerbera secara merata. Larutan pupuk terdiri dari 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter. di sore hari sungkup diangkat. Lakukan sterilisasi selama 20 menit. akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dengan jarak 5 X 10 Cm. pasir dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1:1. kemudian bilas dengan air aquades steril 5 X.

M. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H. 021 316 1952. 4/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax.

Pemberian pupuk kandang dapat pula dengan cara per lubang tanam rata-rata 2 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m luas lahan.id . Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga. Naungi dengan plastik bening. bersihkan dari gulma. 3) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan selebar 60-80 cm. 021 316 1952.ristek. Biarkan tanah selama 10-15 hari. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman. Fax. 021 316 9166~69. tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 4060 cm. kemudian dicampur dengan tanah sambil dibalikkan. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dengan tinggi sisi timur dan barat yang sama dengan naungan 1 bedengan. Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat. http://www. Jl. 6.go. M.H. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan teknik yang sama dengan persiapan di atas. kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. Bibit yang berasal dari kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tentukan lahan yang strategis dan serasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5) Pemupukan Pada saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yang disebar merata. Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya. atau Zeagro. 4) Pengapuran Pada tanah yang kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Pemindahan Bibit Bibit yang berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. kalsit. sedangkan bibit yang dari anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat .

5/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.ristek.id . 021 316 1952.H. Fax. M.

Jl.3. sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. Cara pemberiannya dengan cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Siramlah bedengan sampai cukup basah. 20.ristek. Periode penyulaman sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam. lalu diisi dengan media sampai 90 %.00-09. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan. Jenis pupuk yang dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya. 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dengan ukuran dan umurnya. http://www.00 atau sore antara 15. pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1). Fax. 2) Penyiangan Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dari gulma dan sambil menggemburkan tanah. Waktu penyulaman yang baik pagi/sore hari . Pupuk dasar berupa NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pada saat tanam.00-17. M. 6. 4) Pemupukan Dilakukan secara rutin sebulan sekali.id tunas/cabang yang sudah tua.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur.4.go. tanamkan bibit secara tegak ditengahtengah lubang tanam. 2) Cara Penanaman Basahi lubang tanam sampai lembab. Penyiangan dilakukan pada 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam. Isi dasar polybag dengan selapis pecahan bata merah/sekam. Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dengan periode 1 kali dalam sebulan.H. sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg. 021 316 9166~69. 3) Perempalan Perempalan dilakukan untuk membuang mengering maupun yang terserang penyakit. . Waktu yang terbaik di pagi hari antara jam 06. 6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Jika ada tanaman yang mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dengan tanaman yang baik pada lubang yang sama.00. Siapkan polybag berdiameter 15.

021 316 9166~69.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. 6/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Jl.

atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan. Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung.5 EC atau Agrimec 18 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. M.1. Gejala: timbul bercak.H. terbentuk bulat/tidak beraturan. hingga kusut dan diliputi kapang yang berwarna kelabu.go. Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yang terkena penyakit. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran.2. Jl. 7. 3) Penyakit tepung Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC). Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. http://www. 7.). PANEN 8. daun mengering dan gugur. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang. Gejala: timbul busuk bunga. Hama 1) Ulat daun dan belalang Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis 2. Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali.bercak berwarna coklat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman.id . memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dengan fungisida seperti Dithane M-45.1. Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 2) Kapang kelabu/grey Mould Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. HAMA DAN PENYAKIT 7. 5) Pengairan dan Penyiraman. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas). Ciri dan Umur Panen Bunga gerbera yang siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dari biji. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun.

7/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id .go. Fax.H. http://www.

PASCAPANEN 9. Rp. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut.000.2.Rp.000 tanaman 4.ristek.. Bibit .000.Pupuk daun dan bunga Rp. Pengumpulan Setelah bunga gerbera dipanen. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan budidaya bunga gerbera seluas 1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10..000. Jl.2.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bangunan dengan naungan 3. dimasukkan ke dalam ember berisi air. 9. 9.Rp. http://www.000.000 m yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung.NPK 400 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.Pupuk kandang 2. 021 316 1952.000 kg @ Rp.000.1. 3.400.Bibit anakan 10. 2.1. 200.id .000.3. 150.800. 10. Pengemasan dan Pengangkutan Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dengan kapas untuk mempertahankan kesegaran. Ikat tangkai bunga dengan karet/tali lentur. 1) Biaya produksi 2 1. tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun. M.Rp. Perkiraan Produksi Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul. Kemudian disimpan di tempat yang teduh untuk melakukan sortasi. 9.H. Penyortiran dan Penggolongan Sortasi dilakukan pada tangkai bunga yang ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri.000 m selama 1 tahun 2. Pupuk . Sewa lahan 1. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500. 100. Rp. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan.go.000. Fax.000. 2.

021 316 9166~69. Jl.ristek.id . 021 316 1952. 8/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

cara pengambilan contoh. Tanaman ini juga dapat menjadi komoditas ekspor. 021 316 1952. Hal ini dapat dilihat dengan dominannya bunga ini di dalam rangkaian bunga.Pemeliharan tanaman 1 tahun 50 HKW + 5 HKP .000. 11.di tingkat petani.Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 6.112.000. 425.2. Jl. syarat penandaan dan pengemasan. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Fax.go. STANDAR PRODUKSI 11. selain sebagai bunga potong.2.Rp. 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.Pembuatan bangunan naungan 20 HKP . HKW Hari kerja wanita.000.000. 15.200.16.1.di tingkat petani.500. Rp.000.Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP .Rp.Rp.3) Keuntungan per bulan 4) Parameter kelayakan usaha 1. 10 bunga/th.000.000 tangkai. 200.950.Rp.id .- = 1.500.000. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia mengklasifikasikan tanaman hias gerbera adalah tanaman introduksi dari luar negri. 12 tangkai Gerbera berbunga dua lapis (introduksi luar negeri) yang sudah banyak dibudidayakan berharga Rp. sabun dan kosmetik.x Rp.756 Di Indonesia tanaman hias gerbera belum berkembang pesat sebagai komoditas komersial. Rasio output/input Keterangan: HKP Hari kerja pria. 9.Rp. 200.. 200. syarat mutu. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi . Harga satu kuntum bunga gerbera termasuk mahal. Deskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tenaga kerja ..ristek. 1. 37.000.H. 11. 021 316 9166~69. 573. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 8. http://www. bahan baku industri minyak wangi.Penanaman 5 HKW .000. 10. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.000. sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland berharga Rp. Namun apabila tanaman hias gerbera berkembang baik di Indonesia pasti akan dapat menjadi komoditas potensial/komoditas utama. cara uji. Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera dapat diandalkan karena peminatnya di dalam negeri semakin banyak.Rp.

021 316 9166~69.go. Fax. http://www.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 9/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. M.

3. http://www. M. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Tempat perendaman bersuhu udara dingin yaitu sekitar 14-25 derajat C selama 4 jam. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.4. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. 11. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.000 kemasan. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. Jl. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastik dengan posisi tegak. Pengemasan Ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga kecuali kuntum bunga bagian atas. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Klasifikasi Standar dan Mutu Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. Pangkal tangkai bunga diremdam dalam larutan pengawet misalnya larutan gula 6%. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go. 021 316 1952.id . b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gerbera yang terdiri atas maksimum 1.ristek. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. 021 316 9166~69.H. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100.5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. diambil satu tangkai. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5.

M.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 10/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. http://www.go. Fax.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Trubus No.go. Jl. 293. 1997.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Ir. 021 316 9166~69.H. Jakarta. 1995. 11/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Gerbera. 021 316 1952. 2) Bonus Trubus No. Bunga-bunga Pot Populer. 327. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. 1994. Yogyakarta.id . M..ristek. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Fax. Penerbit Kanisius.

a) Menurut umur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG ( Zea mays L. Fax.id .H. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dibagi menjadi 3 golongan: Hal. ) 1.ristek. JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L. 021 316 9166~69.go. SEJARAH SINGKAT Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. http://www. M. Jl. 2. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. 021 316 1952. Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.

3. 2. Parikesit. jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Pop Corn 5. jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. 021 316 1952. Bima dan Harapan. Harapan Baru.id . Hibrida CP 1 dan CPI 2. Harapan. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi. Hibrida IPB 4.Metro dan Pandu. contoh: Genjah Warangan. Nakula.ristek. tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. 3. yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Di Indonesia. Bogor Composite-2. Malin.go. Flint Corn 3. Permadi. 021 316 9166~69. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari. Fax. Bima. Bastar Kuning. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia. Sweet Corn 4. Flour Corn 6. Malin. sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: a) Batang dan daun muda: pakan ternak b) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos c) Batang dan daun kering: kayu bakar d) Batang jagung: lanjaran (turus) e) Batang jagung: pulp (bahan kertas) f) Buah jagung muda (putren. MANFAAT TANAMAN Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Tanaman jagung banyak sekali gunanya. Hibrida IPB 4. umur pendek. Wiyasa. Pandu. Kuning. bakwan. M. bergedel. Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1). Genjah Kertas. Hibrida Pioneer 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Genjah Kertas. Jl. Kalingga. http://www. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari. sambel goreng Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bastar. Kania Putih. Dent Corn 2. Berumur panjang: lebih dari 120 hari. Sadewa. contoh: Hibrida C 1. dibagi menjadi 7 golongan: 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Menurut bentuk biji. Pod Corn 7. Metro. Jw): sayuran. contoh: Kania Putih. Bromo. Di Daerah Madura. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. Arjuna. Abimanyu dan Arjuna. jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua.H. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu.

Fax. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69.H.

Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat.ristek. D. jagung menghendaki beberapa persyaratan. Iklim a) Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. bihun. e) Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan. dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah. brondong. industri textil.go. c) Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. dan Maluku. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. M. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya. SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. pakan ternak. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura. 4. budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya. Madura. kue kering. 021 316 9166~69. Fax. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan. roti jagung. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C.H. Jl. marning. Jawa Barat. tepung. 021 316 1952. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. perekat. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. 5. d) Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C. Hal. dextrin. Nusa Tenggara Timur. akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. bahan campuran kopi bubuk.id . b) Pada lahan yang tidak beririgasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sulawesi Selatan. industri farmasi. Tanaman jagung yang ternaungi. http://www. bahan baku industri bir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Biji jagung tua: pengganti nasi.I. 5. Sulawesi Utara. pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata.1. dan menjelang musim kemarau. Jawa Timur. dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. biskuit. Yogyakarta. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air.

d) Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung. Hibrida Pioneer 1. subur dan kaya humus. Kaliangga. fisik maupun fisiologinya. IPB 4. CPI-1. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih.1. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur. tidak tercampur benih/varietas lain. Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Media Tanam a) Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. tidak mengandung kotoran.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi). Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi. Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. Baster Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. http://www. 6. tanah berpasir. Wiyasa. grumosol.6 . kemurnian benih dan daya tumbuh benih. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung. Pioneer 2.2. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. baik mutu genetik.H.id . tidak tercemar hama dan penyakit). 5.7. Fax. Jl. b) Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %. 021 316 1952. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1. Hibrida C 2.5. c) Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Arjuna. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. latosol. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5.go. M.3.

4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. Fax. M. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id .ristek.H.

P-5. 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. diambil biji bagian tengah sebagai benih. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama. Kania Putih. 021 316 9166~69. kemudian diratakan. jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. Pengolahan Media Tanam Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah. BISI-1. Selain itu. Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum. setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. Bima. Dari tanaman terpilih. 3) Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam. dan tidak terserang oleh hama penyakit. Dari tongkol yang sudah kering. 021 316 1952. drainase dan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki. Bogor Composite. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm. dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. Melalui pengolahan tanah. M. P-4. sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate. terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Nakula. sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G. Metro. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida).H. BISI-2. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis. jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. Jl. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar. diambil yang tongkolnya besar.ristek. barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot. Permadi. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. http://www. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kuning. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. P-3. Harapan. 2) Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Hal. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. Fax. C-3.id .go. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%. Parikesit. Sadewa.2.

5) Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. sekitar 1 bulan sebelum tanam. TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha.id .go. 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah. Fax. biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. 6. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia. http://www. tanah harus dikapur. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap.3. 3) Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah. tanaman. 021 316 9166~69. setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. abunya dikembalikan ke dalam tanah. b) Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanah. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. 021 316 1952. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. keteknikan dan sosial ekonomi). Jl. 4) Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5.H. c) Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: a) Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat. M. 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. hama dan penyakit. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman.

M.go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . Jl. Fax.H.

semua tercampur jadi satu Lahan efisien. Kedalaman lubang tanam yaitu antara 35 cm. padi gogo. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir. kacang tanah. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. tumpang sari beda umur seperti jagung.ristek. http://www. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). 021 316 1952. Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejak penanaman. Contoh: tanaman campuran seperti jagung.H. Apabila tanah kering. dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah. ubi kayu. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. benih jagung ini dapat ditanam. 1 orang memasukkan benih. kedelai. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang.go. Fax. semakin panjang umurnya. d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). ketela pohon. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). M. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: a) Tumpang sari (Intercropping). perlu diairi dahulu. Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). ubi kayu. Jl. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. b) Tumpang gilir (Multiple Cropping). Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. 3) Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. setiap lubang ditanam dua tanaman. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang.id . Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm. padi gogo. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Contoh: jagung muda. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang sepenuhnya tergantung dari hujan. tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. http://www. 021 316 9166~69.H.go. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id .

Caranya. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan. M. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Jl. 021 316 9166~69. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang.H. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1. 021 316 1952. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. maka tanaman tersebut harus dikurangi. Fax. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu. karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menutup lubang). Pemeliharaan 1) Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. sehingga tanaman tidak mudah rebah. bila dikehendaki 1 tanaman per lubang. garpu dan sebagainya. 2) Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik.ristek. Di sawah tadah hujan.4. jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang. 4) Lain-lain Di lahan sawah irigasi. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. 6. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Untuk efisiensi tenaga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ditanam pada akhir musim hujan. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul.go. 3) Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang. kemudian ditimbun di barisan tanaman. bersamaan dengan waktu pemupukan.id .

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.id .ristek.H. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www. Jl. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

(3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pada tahap kedua (pupuk susulan I). warna perut coklat kekuningan. (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan. pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. Hama a) Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan.5 mm. pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. dilakukan penyiraman secukupnya. M. warna punggung kuning kehijauan dab bergaris. 7.1. sehingga perlakuan ini akan lebih efisien. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit. dan panjang lalat 3-3. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. terutama setelah selesai panen jagung. 021 316 1952. kecuali bila tanah telah lembab. warna telur putih mutiara. air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar. (4) pengendalian secara kimiawi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II). 5) Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam. 4) Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg.id . di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan. akhirnya tanaman menjadi layu. Jl. dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg. Pada tahap pertama (pupuk dasar). http://www. agar hama tidak menyebar. Namun menjelang tanaman berbunga. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan.go. Fax. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu.ristek. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. 021 316 9166~69.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. http://www. M. 021 316 9166~69. Jl. Fax.id . 021 316 1952.go. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

penanaman varietas unggul. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. spora philippinensis. bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas. tongkol berubah bentuk dan isi. Spodoptera litura. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu. (3) pada tanaman dewasa. b) Penyakit bercak daun (Leaf bligh) Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. semula bercak tampak basah. disemprot terlebih dahulu dengan insektisida. dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). http://www. Fax. 021 316 9166~69. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. M. ipsilon). (A. c) Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Underw. Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah. bisa juga dilakukan pergiliran tanaman. (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang. terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Jl.H. penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis). yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. (3) sebelum lahan ditanami jagung. kemudian dimusnahkan. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC. (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan.id . 7. tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan. Difolatan 4 F. (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab. Hostathion 40 EC. kemudian berubah menjadi coklat tua. spora javanica serta P. Penyakit a) Penyakit bulai (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P.2. Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat.ristek. (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP. warna menguning. b) Ulat pemotong Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya. akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. daun runcing dan kecil. kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan. Marshal 25 ST. (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu. sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. Larvin 74 WP. 021 316 1952. kaku dan pertumbuhan batang terhambat.

021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id . http://www. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang Hal. M.ristek. Jl.

dilakukan pergiliran tanam. dan mengkilat. Ustilago zeae (Schw) Ung. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi. Gibberella fujikuroi (Schw). Uredo zeae Schw. Uredo maydis DC. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. masak tua dan masak kering/masak mati.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berwarna kuning kecoklatan.ristek. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau. tergantung dari tujuan panen. (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar. M. Jagung untuk sayur (jagung muda. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul. 8. Gibberella moniliforme. dan bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .H. apabila ditekan tidak membekas.go. (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun. Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang. (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. e) Penyakit busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw). keras. 8. d) Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda. masak lunak. perlakuan benih. Seperti pada tanaman padi. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. http://www. (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. PANEN Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis. Jl. dipanen ketika matang susu. 021 316 9166~69.1. 021 316 1952. Jagung untuk direbus dan dibakar. baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu. mengatur jarak tanam. c) Biji kering. Fax. pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung. Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall). kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit.

http://www. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. M. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus. Jl.4. maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah.3. dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga. M. benih. tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. http://www. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan. Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). 8. 8. kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas. 021 316 1952. tidak harus menunggu sampai biji masak. Hal. pakan ternak.ristek.H. Walaupun potensi hasil cukup tinggi. baru memberikan hasil 17 ton/ha.2.id . Prakiraan Produksi Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. Bila biji dipijit dengan kuku. PASCAPANEN Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah.go. terutama bila dipipil dengan alat. cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Fax. atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. 8. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat. 021 316 9166~69. Jagung untuk keperluan sayur. Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak meninggalkan bekas. tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. 9. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

3. sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung. http://www. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9–11 %. Penjemuran dapat dilakukan di lantai. Penyortiran dan Penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol. kelobot segera dikupas. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol.H. 021 316 9166~69. biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya.go.2. terutama pada musim hujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemipilan Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil. Fax. maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. begitu selesai dipanen. biji pecah. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43 derajat C. Pada dasarnya “memipil” jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan Hal. 9. Pengupasan Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. 021 316 1952. 9.1. Pengeringan Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar. sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia. biji kecil.ristek. M. yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatan.id . Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan. 9. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan. dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan.4. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan. biji hampa. Jl. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin. Jagung melekat pada tongkolnya. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan.

50.go.id .@ Rp.Rp.000.450.Pengolahan lahan . 10. Bibit: benih jagung 20 kg @ Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Berdasarkan statistik yang ada permintaan produk jagung nasional belum dapat memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri. 10. 50.Pemeliharaan lain 6.697.Rp.000. M.1. 450. 1. Pestisida .000. Rp. Rp.. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dengan luas lahan penanaman 1 ha..Rp.000.000.Rp. akan mendapatkan hasil yang baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN jagung dari campuran kotoran.Penyiangan dan pembumbunan (borongan) . 200. http://www.Rp.300. 10. 100.- Rp.Insektisida: 2 liter @ Rp.000. Rp.Rp. 50.500. Jl. Tenaga kerja .000. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi.. jenis jagung Hibrida C1 pada tahun 1999 per musim tanam (3 bulan) di daerah Jawa Barat: a) Biaya produksi 1. Rasio B/C 10. 375.000. 15.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 150. Fax.SP 36: 100 kg @ Rp.500.900. Rp. 877.5.c) Keuntungan bersih d) Parameter kelayakan usaha 1.500.- = 1.Penanaman: 20 OH @ Rp. 2. Rp.100.2.575.3.Rp.500. Rp.000.. 650.000.ristek. 021 316 1952.325 Hal.000.Urea: 300 kg @ Rp. Panen 7.KCl: 50 kg @ Rp.Rp. Pupuk .1.500 kg.000.82. 200. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.650.Pemupukan: 20 OH @ Rp.000. Impor jagung jumlahnya sudah cukup besar terutama dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak yang sedang berkembang dewasa ini.190.000.4. 3. 1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 021 316 9166~69.000.Rp. Sewa 1 hektar per musim tanam 2.H. Biaya lain-lain Jumlah biaya produksi b) Pendapatan: 5.

kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 % Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. M. 5. mutu III=7. Bebas bau busuk. mutu II=2. http://www. 4. mutu IV=3. 021 316 1952. STANDAR PRODUKSI 11. jagung putih (bila sekurangkurangnya bijinya berwarna putih) dan jagung campuran yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut. 11. Bebas hama dan penyakit.1. seperti: insektisida dan fungisida. 11.go. butir rusak. mutu III=6. Persentase butir-butir warna lain. syarat mutu. Diskripsi Standar mutu jagung di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-03920-1995. mutu III=3.2. syarat penandaan.3. Butir rusak maksimum (%): mutu I=2. butir pecah.ristek. atau bau asing lainnya. Dalam perdagangan internasional. mutu IV=10.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. cara pengambilan contoh. 021 316 9166~69. mutu IV=2. Memiliki suhu normal. Bebas dari bahan kimia. Butir pecah maksimum (%): mutu I=1. mutu II=1.H. Jl. 2. cara uji. pengemasan dan rekomondasi. 4. 3. butir warna lain.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan warnanya. mutu IV=8. asam. mutu II=3. 3. mutu II=14. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. komoditi jagung kering dibagi dalam 2 nomor HS dan SITC berdasarkan penggunaannya yaitu jagung benih dan non benih. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. Ruang Lingkup Standar produksi tanaman jagung meliputi: standar klasifikasi. jagung kering dibedakan menjadi jagung kuning (bila sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning). b) Syarat Khusus 1. mutu III=15. mutu III=2. b) Penentuan adanya rusak. Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. mutu IV=17. a) Syarat Umum 1. Fax. mutu II=4.

http://www. M.H. Jl.go. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.

11. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produce of Indonesia. f) Berat netto. 12. Budidaya Kedelai dan Jagung. Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah. berat contoh analisa 100 gram. d) Nama perusahaan/pengekspor. (1993). Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (1998). Fax. Bogor. c) Capricorn Indo Consult. Palangkaraya. Teknik Bercocok Tanam Jagung.15). kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.4. Kanisius. http://www. Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jl.H. e) Berat bruto. Jagung Bogor. 021 316 1952.5 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. h) Tujuan. Yogyakarta.id . DAFTAR PUSTAKA a) AAK. c) Nama dan mutu barang. Studi Tentang Agroindustri & Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia.ristek. b) Daerah asal produksi. g) Nomor karung. 021 316 9166~69.go. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian e) Saenong. 11. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. (1988). Departemen Pertanian. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic atau “Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930. d) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1988). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. (1998). kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Teknologi Benih Jagung. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sania. berat netto maksimum 75 kg. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram.

H.id . M.ristek. Fax. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (1988). Proyek PEMD. Iskandar. 021 316 1952. Kanisius. Jl. M.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Yogyakarta. http://www. Yogo Sulaeman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Sutoro. Jakarta. g) Warisno (1998). 021 316 9166~69. Fax.ristek. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Bogor. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Budidaya Jagung Hibrida.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M. http://www.go. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69. Fax. Jl.

jahe (Sunda). jae (Jawa dan Bali). temu hitam (Curcuma aeruginosa).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : . jhai (Madura). sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha).JAHE ( Zingiber Officinale ) 1. bahing (Batak Karo). kencur (Kaempferia galanga). URAIAN TANAMAN 2. SEJARAH SINGKAT Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh). geraka (Ternate). melito (Gorontalo). Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). 2. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman. beeuing (Gayo). dsb. lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. kunyit (Curcuma domestic a). Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. bumbu masak dan obat-obatan tradisional. sipodeh (Minangkabau). jahi (Lampung).

Zingiber Species officinale 2.2 Deskripsi : Zingiber .

5 – 5 cm. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah. kepala sari berwarna ungu. panjang 15 – 23 mm. sehingga rasanya lebih pedas.5 mm. tidak berbulu. Umumnya dikenal 3 varietas jahe. tinggi 30 cm sampai 1 m. bentuk dan warna rimpangnya. berwarna hijau cerah. baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua. panjang 2 – 4 mm .75 – 3 kali lebarnya. gela p. 3) Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. 5 – 10 mm.5 cm. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah. disamping seratnya tinggi. berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit. tangkai daun berbulu. berbentuk tajam. lebar 8 – 15 mm . rahis berbulu jarang .3 Tanaman Jenis Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran. dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. 2. dan tidak berbulu.5 – 2. helainya agak sempit. panjang 7. sangat tajam . sama seperti jahe kecil. bundar pada ujungnya. berwarna kuning kehijauan. panjang 25 cm. panjang 1. lebar 1. Daun sempit.5 mm. rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.75 cm . hampir tidak berbulu. yaitu : 1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk. lebar 3 – 3. mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. letaknya berdekatan atau rapat. atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya. bibir berwarna ungu. tangkai putik 2 2. sehingga cocok untuk ramuan obatobatan. panjang 9 mm . jahe merah selalu dipanen setelah tua. 2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil. panjang 2. panjang malai 3. panjang 12 – 15 mm .5 – 1. gagang bunga hampir tidak berbulu.Terna berbatang semu.75 cm . lebar 1 – 1. bentuk lidah daun memanjang. MANFAAT . seludang agak berbulu. panjang sisik 3 – 5 cm.5 cm. 3. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik. ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. agak rata sampai agak sedikit menggembung. berbintik-bintik berwarna putih kekuningan. berbentuk lanset. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan.

kembang gula dan berbagai . biskuit.TANAMAN Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak. kue. pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti.

3) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) . serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. liat berpasir dan tanah laterik. lalap. jahe bubuk dan awetan jahe. India. 5. Jepang. dibuat acar. industri jamu tradisional. Pakistan. Cina. diolah menjadi asinan jahe. Iklim 1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi.1. es krim. anti mikroba dan parasit. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut). Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. Meksiko. Yunani. bandrek. ditanam di kebun dan di pekarangan.minuman. pereda kejang.5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. gembur dan banyak mengandung humus.500-4. Tanam 1) Media Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur. anti piretik. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia. campuran sosis dan lain-lain. 4. 3) Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara o 20-35 C. Indonesia. anti pengerasan pembuluh darah. 5. sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar. minyak wangi. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Nigeria. yaitu antara 2. SYARAT PERTUMBUHAN 5. SENTRA PENANAMAN Terdapat di seluruh Indonesia. 2) Pada umur 2. 2) Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir. sekoteng dan sirup. Srilangka.000 mm/tahun. yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia. peluruh keringat. Jamaika. Mesir. kering. anti rematik. anti inflamasi. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol. anti muntah. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat.2.

3.4. Tempat Ketinggian baik di daerah tropis dan subtropis dengan 1) Jahe tumbuh ketinggian 02. 5.0. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6.000 m dpl.sekitar 4. .8-7.3-7.

demikian seterusnya. dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. a. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 910 bulan). 6. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi). Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami. dan mutu fisik. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). c. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis.2) Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . Setelah 2-4 minggu lagi. demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. b. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit.600 m dpl. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan .1. kemudian disimpan sekitar 1-1. Penyemaian pada peti kayu Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering). Penyemaian pada bedengan Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha).5 bulan. lalu dicelupka n dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. b. bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. bibit jahe tersebut sudah disemai. kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi. 2) Teknik Penyemaian Bibit Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam.

Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. .fungisida. biasanya rimpang sudah bertunas. Setelah 2 minggu.

2. a.Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 4060 gram. maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur. 3) Pembentukan Bedengan Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air. b. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0. sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya. mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. . lebar 80-100 cm. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat.syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe.5002. merangsang pembentukan bulu-bulu akar. 6. barulah ditanam. maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1. 4) Pengapuran Pada tanah dengan pH rendah. bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha.8 ton/ha.5 ton/ha. sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gasgas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5. sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. 3) Penyiapan Bibit Sebelum ditanam.500 kg. Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu. Bila keasaman tanah yang ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe. 2) Pembukaan Lahan Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp. c.

Teknik Penanaman .6.3.

4. ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur. seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman. kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang mati. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga. Namun di daerah. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain.5 cm untuk menanam bibit.1) Penentuan Pola Tanaman Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional. 2) Penyiangan Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. 6. karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. d. seperti jagung. 3) Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. sebaiknya tidak perlu dilakukan . seperti ketimun. maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Sekitar 2-3 minggu setelah tanam. bawang merah. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7. b. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija.sayuran. bibit 4) Perioda Tanam Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar. karena kondisi air tanah yang buruk. 2) Pembutan Lubang Tanam Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan. Menekan biaya kerja. buncis dan lain-lain. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). cabe rawit. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: a. Praktek di lapangan. Meningkatkan produktivitas lahan. c.

lagi. sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai .penyiangan besar.

3) Pembubunan Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan. 4) Pemupukan a. Pemupukan Organik Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan. b. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk

diberikan tanaman tanaman

dengan ditebarkan secara merata di sekitar atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela

5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September; 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitaminvitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah: 1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. 2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. 3) Kumbang. 7.2. Penyakit 1) Penyakit layu bakeri Gejala : Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. Pengendalia n:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terkena penyakit;  pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik;  pengendalian fungisida dithane M -45 (0,25%), Bavistin (0,25%) 2) Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya.

Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. Gejala : Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati. Pengendalia n:

 penggunaan bibit yang sehat;  penerapan pola tanam yang baik;  penggunaan fungisida. 3) Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala : Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik -bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalia n: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas. 7.3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya. 7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 6) Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

1)

Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

8. PANEN
8.1. Ciri Panen dan Umur

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih. 8.2. Panen Cara

Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.

Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar. 8.3. Panen Periode

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya. 8.4. Perkiraan Panen Hasil

Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

9. PASCAPANEN
9.1. Penyortiran Pencucian Basah dan

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. 9.2. Perajangan Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. 9.3. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan

selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C - 60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9.4. Kering. Penyortiran

o

o

Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.5. Pengemasan Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya. 9.6. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

10.ANALISIS TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya

EKONOMI
Usaha

BUDIDAYA

Perkiraan analisis usaha budidaya jahe seluas 1 ha; yang dilakukan petani pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1) Biaya produksi 2) Bibit: 2.000 bh @ Rp. Rp. 3.400.000 ,b. 1.700,- = Pupuk  Pupuk buatan: Urea 165 kg @ Rp. 1.100, = Rp. 181.500, TSP 160 kg @ Rp. 1800,- = Rp. 288.000, KCl 160 kg @ Rp. 1.600,- = Rp. 256.000, Rp. 750.000,  Pupuk kandang 3.000 kg @ Rp. 150,= c. Obat 20 kg @ Rp. 15.000, Rp. 300.000, d. Alat Rp. 180.000,

e. Bahan (mulsa) 20.000 m @ Rp. 150,f. Tenaga kerja 200 OH g. Biaya Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. Rp. Rp.

3.000.000 ,2.000.000 1.000.000 ,,- 11.355.500,Rp.

2) Penerimaan: 10.000 bh @ 1.500,-= 15.000.000,3) Keuntungan usaha tani 3.644.500,4) Parameter kelayakan usaha a. B/C rasio = 1,321 10.2. Gambaran Agribisnis Peluang

Rp. Rp.

Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap oleh kebutuhan dalam negeri. Dilihat dari segi harga, dari tahun 1991 hingga saat ini fluktuasi harga jahe basah maupun kering boleh dikatakan stabil. Dilihat dari segi permintaan, stabilitas harga serta produksi jahe dalam negeri prosepek agrobisnis jahe sangat cerah.

11.STANDAR PRODUKSI
11.1. Lingkup Ruang

Standar meliputi jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan. 11.2. ipsi Deskr

Standar mutu jahe di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI– 01–3179– 1992. 11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III. 1) Syarat umum a. Kesegaran jahe: segar b. Rimpang bertunas: tidak ada c. Kenampakan irisan melintang: cerah c. Bentuk rimpang: utuh d. Serangga hidup: bebas 2) Syarat

Khusus a. Ukuran berat: mutu I > 250 gram/rimpang; mutu II 150-249 gram/rimpang; mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%. b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0 %; mutu II=0 %;

mutu III<10 %. c. Benda asing: mutu I=0 %; mutu II=0 %; mutu III<3 % d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0%; mutu II=0%; mutu III <10% Untuk mendapatka n jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi: 1) Penentuan benda-benda asing Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan yang diuji. 2) Penentuan kadar serat Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik 105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kirakira 1 jam dengan menggunakan sebuah alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan. Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas

kemudian dengan kira-kira Keringkanlah Krus Gooch dan

15

ml

etil

alkohol

95%.

isinya pada 105 + 1 derajat C dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah. 3) Penentuan kadar minyak a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35– 40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih. b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah batu didih. c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya. Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersama-sama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung. 11.4. Contoh Pengambilan

1) Pengambilan contoh Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5. b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil adalah 7 c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil adalah 9 d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil adalah 10 e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15. Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. 2) Petugas pengambil

contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Jahe segar disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli

12.DAFTAR PUSTAKA
1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal. 2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal. 3) Anonim, Mengenal Budidaya Jahe dan Prospek Jahe, Koperasi Daar El- Kutub, Jakarta, 1999 4) ----------, Ekspor Jahe Terbentur Musim, Info Agribisnis Trubus, Nomor. 335 Hal. 32, Juni 1999 5) ----------, Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kanisius, Yogyakarta, 1999 6) Paimin, FB. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe, Penebar

Penebar Swadaya. Kanisius. 1994 9) Yoganingrum. Jakarta. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI. HB. Pustaka Sinar Harapan. Yogyakarta. KEMBALI KE MENU . A. S. Jakarta. 199 5 8) Santoso. Jahe dan Hasil Olahanny a.Swadaya. 1999 7) Koswara.B. Jakarta.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen.. Jakarta. 1998. Jahe Gajah. Murhananto. Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe. 1999 10) Paimin F.

M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Hal. tetapi memiliki keragaman dalam penampilan.id . Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU AIR ( Eugenia aquea Burm ) 1. 2. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan.go. http://www. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik.ristek. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. 021 316 1952.H. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia. Jl. sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah.

id . jam/berbentuk awetan lainnya. Cianjur. Bandung. Cirebon. Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. SENTRA PENANAMAN Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih). selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat. Garut. 4. SYARAT TUMBUH 5. 5. Baron.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : Dycotyledoneae Myrtales Myrtaceae Syzygium Eugenia aquea Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam. tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga. 021 316 1952. Neem. Tangerang. Hal. 3. Lonceng (super lebat). Mawar (jambu Keraton). Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu. http://www. Jawa Barat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kancing. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C.go. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan Manalagi (tanpa biji). Jl. Sukaluyu. Sukabumi. Fax. Madura. MANFAAT TANAMAN Pada umumnya jambu air dimakan segar. jeli. 021 316 9166~69.1. sirop. Kaget. Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan). Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. M. Lilin (super manis). Rujak. Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang. Iklim 1) Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. tetapi dapat juga dibuat puree. Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar).H. Kabupaten Karawang. Buah jambu air masak yang manis rasanya.ristek. Bogor.

PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Persiapan Benih a. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun. 5. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3. M.000 m dpl. Dengan kondisi tersebut. 4) Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.3. maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis. berumur lebih dari 15 tahun.5–7. 5. Media Tanam 1) Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur. Pembibitan 1) Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul. 4) Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C. 3) Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. cara ini lebih cepat menghasilkan buah. yang besarnya normal dan mulus. gembur. Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar. 3) Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 050 cm. 50-150 cm dan 150-200 cm.go. dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. 5) Kelembaban udara antara 50-80 %.2. ukuran seragam. Biji berasal dari buah masak pohon. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5. 021 316 9166~69. bernas dan tidak cacat.1.ristek. Jl. banyak mengandung bahan organik. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %. Selain lebih mudah dilakukan.H. 6.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan.id . Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1. produktif dan produksi stabil. http://www.

Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id .go. M. Jl. http://www.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari. terutama jika kemarau. 3) Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran. semak/onak dan binatang. Isi polibag dengan media berupa campuran tanah. c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. 3. M. Naungi sungkup dengan plastik bening. Simpan polybag di dalam sungkup. tinggi 30-40 cm. bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. pupuk kandang (2 : 1).2.go. b) Polybag 1. Setelah 2-2. SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 2 gram/m atau 4 gram/polibag. 021 316 1952. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm. 2 3. 6.5 cm. Jl. 2. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b. http://www.5 bulan (sudah berakar). Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. a) Bedengan 1. 021 316 9166~69. Fax. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. Bibit dipelihara selama 1 bulan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan. 4. 5) Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan.H. Campurkan 2 kg/m pupuk kandang dengan tanah bedengan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun. berwarna hijau keabuabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1. Lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm. 2.ristek. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.id . Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda.

Jl.id . M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hanya diolah Hal. Fax. 021 316 9166~69. http://www. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

H. 021 316 9166~69. 3) Pengapuran Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan. M. dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari.id . dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.ristek. Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah itu perlu diberi pelindung 6. Fax. agar pada saat mendekati musim hujan.3. dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. http://www. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. 4) Pemupukan Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang. b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. 1) Penentuan Pola Tanam Bibit jambu air dikebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama. guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar.go. atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. tanaman sudah berdiri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari: a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan.5 m. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. Teknik Penanaman Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun. 021 316 1952. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah. Jl.

ristek.id . M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.H. Jl. http://www. 021 316 1952. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang. Fax. Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Cara Penanaman Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. 021 316 9166~69. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur ≥ 15 tahun.id . Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur ≥ 10 tahun ialah: a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah. 3) Pemupukan Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah. 021 316 1952. http://www. Hal. 2. Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan. 3. 2 minggu setelah itu. 2. M. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan. Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah. 3. Pupuk Urea. membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap diantara tanah. 4. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari. pupuk TSP. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama. TSP 1/2. 6. a) Tanaman belum berbuah 1. c) Pupuk TSP: 50 gram. sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl. 5. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. sebaiknya setelah dilakukan penyiangan. b) Pupuk Urea: 100 gram. pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram. Pupuk urea 2/3. Jl. Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah ± sebesar telur puyuh). KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun). 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Pupuk KCl: 50-100 gram. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah. b) Tanaman sudah berbuah 1.go.

sebaiknya penyemprotan ditunda dulu. Hal. bertubuh gemuk dan lunak. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur.5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas. Jl. tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Hama 1) Ulat kupu-kupu gajah Ciri: panjang 12 cm. tanaman disirami 10-12 kali sebulan. HAMA DAN PENYAKIT 7. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida. bagian yang ditanam adalah dahandahan yang tua. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga).H. 021 316 1952. warna merah muda. yang mati kering.ristek. Ketika masih muda. http://www. 7. pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter. Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua.1. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. 2-3 butir bersama-sama.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. atau pupuk daun/hormon. ulat. pemeliharaan dan peremajaan.35-1.id . dan kepompong untuk dimusnahkan. warna hijau muda kebiru-biruan. 6) Pemeliharaan Lain Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon. luka serta tidak sempurna. kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan. Fax. tidak berproduksi atau diserang hama. dengan ketinggian 1. agar tanah tetap lembab. 021 316 9166~69.go.

M. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah. Hal. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua. panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga. Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon. Semua ini terjadi karena tanaman tidak mendapat suplai air dan zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. 6) Penggerek batang Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek.2. Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun.id . http://www. 5) Lalat buah (dacus pedestris) Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pasilan atau benalu Pengendalian: dibuang dan dibersihkan.go. maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. 7) Ulat penggulung/pemakan daun 7. panjang 13 mm). Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan. sebab sebab air yang menggenang membuat akar susah bernafas dan mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar.ristek. Fax. sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air. daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran. 3) Keluang dan codot Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas.H. Selain itu tanah yang berlebihan supali air juga dapat merontokkan bunga/buah. Penyakit 1) Gangguan pada akar Pemupukan yang kurang hati-hati pada jambu air yang sedang berbuah dapat menyebabkan akar tanaman luka. warna hijau (kadang agak kemerahan).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Kutu perisai hijau Ciri: panjang kutu 3-5 mm.

yaitu hijau muda.id . hijau tua. Ciri dan Umur Panen Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun.1. PASCAPANEN 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Prakiraan Produksi Buah jambu air jenis merah–hijau dapat dipanen bila warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya. busuk.2. hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau. M. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dengan penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) dan fungisida dithane (3 cc/liter air) 8.1. tergantung pada keadaan lingkungan.go. apalagi jatuh. Periode Panen Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dalam setahun.4. PANEN 8. berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk.H.8 dan 48 kg/100 gram 9. 8. 8.ristek. Fax. 8. Buah dari jenis yang berbeda tidak disatukan dengan jenis yang lain.3. Pada saat tersebut nisbah TPT/asam dan Vitamin C-nya masing-masing adalah 80.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Gangguan pada buah Penyebab: ulat (lalat) buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok. Serangga ini langsung menyerang buah dengan ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. Cara Panen Buah dipetik dari rangkaiaanya dengan hati hati jangan sampai rusak. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah. http://www.

Jl.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax.H. 021 316 1952.id .ristek.

Pupuk kandang 6 ton @ Rp.625. Bibit 160 batang @ Rp. 5.Rp. Rp. 7.500. Sebaiknya bauh disimpan dalam cold storage jika tidak langsung diangkut ke pasar. 1.000..781.-/ton . 1.1. http://www. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya jambu air seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m. Tenaga kerja . Rp.Tanam 5 HKP + 6 HKW . 021 316 9166~69. Rp.1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW 2) Biaya produksi tahun ke-2 s. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.45. 1.2.000. Pestisida 5 liter Rp. kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya.112.- Rp.500.900. M.500.Lubang tanam. populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999.000.500.500.500.000.95.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 150.KCl 25 kg @ Rp.. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan buah yang cacat dari yang baik. Pestisida 4 liter 5.500. Rp.250. 3.37. 30.000.Urea 25 kg @ Rp. Jl.d.000. 10.Pupuk kandang 10 ton @ Rp.4.. Rp.87.000. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1.000. Sewa Lahan 2.go.3.500.500. Pengemasan dan Pengangkutan Buah dikemas dalam keranjang plastik dan disusun rapi agar tidak berpindah tempat selama dalam pengangkutan.H.500. Rp. 150. Rp.900.112. Pupuk .Rp. 021 316 1952.ristek.1..800.800.4.400..id .Urea 75 kg @ Rp. 480.KCl 50 kg @ Rp. Buah dicuci bersih dengan air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan. ke-4 1. 1. 900.67. Rp. Pupuk ..2. 9.000.90.SP-36 25 kg @ Rp.SP-36 50 kg @ Rp. Fax. Rp. Rp. Rp.000.000.3.000.47. Penyimpanan Buah yang telah dikemas disimpan di daerah yang teduh kering dan sejuk.000. Rp.Beri pupuk 5HKP + 10 HKW @ Rp.500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.1. 9. ajir 15 HKP @ Rp..

Jl. 021 316 1952. M.go. 021 316 9166~69. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

d. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000.ristek.go. Fax. B/C rasio Rp.800.SP-36 300 kg @ Rp.1. Rp. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.id . Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s. Rp. 675. 11.450. Pestisida 7 liter 3..1.5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. Rp. M. Alat 4.000.- Rp. sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. 94.Rp. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. ke-15 1.574. 10. 11.- Rp.Rp. 1. 021 316 9166~69. Rp.000.600.Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 73. 1.000. 125. yakni yang banyak digemari masyarakat.500.1.000. 021 316 1952.093.900.Urea 125 kg @ Rp.2.600.000. 150.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.2. http://www. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Rp.000. 625.Pupuk kandang 24 ton @ Rp.000.32 ton 219.H. STANDAR PRODUKSI 11. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditi jambu air cukup cerah.000.500.187. Tenaga kerja . Rp.Rp.000. 550.960.. Jl.752 Panen dimulai pada tahun ke 5 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Pupuk .. cara pengujian mutu.570.Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW .Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4.= 1. 3.270. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat. seperti cincalo.KCl 150 kg @ Rp.750.2.386. Tenaga kerja .

ristek. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.H.go.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.

Jakarta. c. Jambu Baron. Pengemasan Jambu air dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Jl. nama/kode perusahaan. Henny. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mutu … Klasifikasi dan Standar 11. contoh yang diambil 15 (minimum). M. e. 021 316 9166~69. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas.ristek. Asri. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100.H. golongan ukuran. contoh yang diambil 5. Bertanam Pohon Buah-buahan I. 4) Yayasan Kanisius.go. daerah asal. Jakarta. Fax. (1985). a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Jakarta.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. Yogyakarta. 021 316 1952. Jakarta. (1980). hasil Indonesia. 2) Guntur. jenis mutu. tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. negara/tempat tujuan. Bertanam Jambu Air. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. b. berat bersih. Aksi agraris. contoh yang diambil 7.(1987).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 3) Kanisius. Trubus. contoh yang diambil 9. contoh yang diambil 10.4. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. (1990). Trubus. Jenis-jenis Jambu Air Top.id . Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 12. d. http://www. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. DAFTAR PUSTAKA 1) Sarwono B. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang.5.

021 316 1952.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. Fax.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEMBALI KE MENU Hal.go.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium g uajav a L. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. 021 316 1952. JENIS TANAMAN Dari sejumlah jenis jambu biji.H. Fax. http://www. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa.go. dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk. M. atau jambu batu. menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia.ristek. terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya: 1) Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali). Jl. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah. 021 316 9166~69. ) 1. jambu siki. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok. SEJARAH SINGKAT Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu.

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. Jl.ristek. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M.

Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. Brazilia dan lain-lain. 3) Jambu merah. dan Jawa Timur.ristek.H. 021 316 1952. 5) Jambu sari. dengan kadar gula 8%. 2) Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias. 4) Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. Daerah DI Yogyakarta. http://www.go. Malaysia. 4. namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga. MANFAAT TANAMAN 1) Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. M. 3) Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional. Jawa Barat. 4) Jambu pasar minggu. Kabupaten Karawang. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil). Jl. Jawa Tengah. SYARAT TUMBUH 5. Di Indonesia. dagingnya tebal dan sedikit bijinya.1. 6) Jmabu apel.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jambu bangkok (buahnya besar. 3. Jawa Barat. SENTRA PENANAMAN Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang. Iklim 1) Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan. 3) Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. rasanya agak hambar). 7) Jambu palembang. 2) Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. 8) Jambu merah getas.id . 021 316 9166~69. 5. yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan JuliKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri. Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta.

go. Jl. 021 316 9166~69. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. M.

2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 6. 2) Penyiapan Benih Setelah buah dikupas dan diambil bijinya. 2) Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam). yaitu antara 4. 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. 4) Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah. 021 316 9166~69. Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) Hal. berarti udara kering karena miskin uap air.3. 5. Pembibitan Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi.5-8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bibit yang baik antara lain yang berasal dari: a) Buah yang sudah cukup tua. bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir. PEDOMAN BUDIDAYA 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij. Media Tanam 1) Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung. 021 316 1952.go. Jl.2.id .ristek. Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 51200 m dpl. Fax. M.H.1. 3) Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya. http://www.

kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1. Fax. M. Akar akan tumbuh dengan cepat. http://www.8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong. kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm. dengan jarak antara bedeng 1 m. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45. kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan.go. sekitar 2-3 bulan. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yang sudah disiapkan. dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan. kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan. Jl. Setelah mencapai keinggian 5-6 m. 3) Teknik Penyemaian Benih Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi untuk penyemaian. Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th. untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan. bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan. dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau. 021 316 9166~69. setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau. biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan. supaya mendapatkan banyak sinar matahari.id . kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. Untuk menghidari jamur.84. panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m. kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang. melalui cara Forkert yng disempurnakan. kemudian dianginkan selama 24 jam. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1cm dan tumbuh lurus. caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit. dengan lebar 0. kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi. sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman.H.ristek. batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput. setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl. 021 316 9166~69. M.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.go.ristek. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

2. banyak mengandung unsur nitrogen. hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan. penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit. sampai umur kurang lebih 1 tahun. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur. meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun. ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas.2%. 5) Pemindahan Bibit Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak. setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1.05-0. kecuali ditanam pada musim penghujan. kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan. dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm. diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan. dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur. sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan. hindarkan dari serangan hama dan penyakit. alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan. agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan. tiap tanaman disemprot 50 cc larutan. http://www. M. Fax.go. setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas.id . rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian lebar daun dipotong separuh. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin. kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disekitarnya.1% atau Gandasil D 0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata. untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar. 021 316 1952. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali. Jl. dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi.ristek. kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel.H.5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0. dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. 021 316 9166~69. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang. 5) Pemupukan Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yang peggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri. 6.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Setelah terjadi proses perkecambahan biji yang telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yang telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah dan berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 23 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yang telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 3040 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit jambu biji yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yang akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m. 3) Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula dan tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 2 pekan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), kecuali pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Lain-lain Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah. 6.4. Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan. 1) Penjarangan dan Penyulaman Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman dan sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan. 2) Penyiangan Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) dan apabila buah terlalu banyak, tunas yang ada dalam satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yang tidak diperlukan akan berakibat buah menjadi besar dan menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna untuk merangsang tunas bunga dan buah yang akan tumbuh. 3) Pembubunan Supaya tanah tetap gembur dan subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah supaya tetap dalam keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Hal. 8/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Perempalan Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara dan pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya. 5) Pemupukan Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan: a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun. b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan pupuk segera di tanam dalam torakan tersebut dan ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu. 6) Pengairan dan Penyiraman Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. Dan bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang 2 lebih 3000 m dan dilakukan sehari sekali tiap sore hari. Hal. 9/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

7) Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yang ditimbulkan baik karena kondisi cuaca dan juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen dan juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut. Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun disemprot 2 x seminggu dan setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 8) Pemeliharaan Lain Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO3 dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) dan juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yang dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama 1) Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos. 2) Ulat keket (Ploneta diducta) Pengendalian: sama dengan ulat daun. 3) Semut dan tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin dan furadan.

Hal. 10/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Kalong dan Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami. 5) Ulat putih Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam, Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 6) Ulat penggerek batang (Indrabela sp) Gejala: membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm; Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7) Ulat jengkal (Berta chrysolineate) Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat dan beruas-ruas Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning. Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7.2. Penyakit 1) Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons) Menyerang daun tua dan muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercakbercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 2) Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. Pengendalian: dengan

3) Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 7.3. Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman jambu biji yang mengganggu Hal. 11/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8.

PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan dengan jenis jambu biji yang ditanam dan juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan jambu biji yang sudah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau dan belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dalam kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. 8.2. Cara Panen Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali. 8.3. Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dalam satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar dan merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat dilakukan dua kali dalam setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yang masak, dan yang belum masak supaya ditinggal dan kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tidak dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll. 8.4. Prakiraan Produksi Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 12/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

9.

PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dalam keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dalam gudang/gubug. 9.2. Penyortiran dan Penggolongan Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yang bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan mutu sama, yang biasanya dijual dalam bentuk kiloan atau bijian dan perlu diingat bahwa dalam penyortiran diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain. 9.3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tidak terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tidak bisa terlalu lama dan sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dalam gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong PE, suhu sekitar 23-25 derajat C dan jambu dapat bertahan hingga 15 hari dalam kantong PE dan ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yang baik adalah 1013 mbar dan dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0² sebesar 5,21% dan kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dalam kantong PE. Jalan yang terbaik untuk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan dan dimasukkan dalam kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan sehingga dapat lama dalam penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail. 9.4. Pengemasan dan Pengangkutan Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan dan cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tidak jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dalam keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 13/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yang berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yang panjang dengan jarak 1 cm, sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dalam pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna untuk memberi kebebasan udara untuk keluar masuk dalam peti. Sebelumnya buah jambu dipilih dan di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus dan lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan. 9.5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. dan biasanya dengan cara pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, dan dapat membuka peluang untuk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu dan jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang untuk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya Usaha

Perkiraan analisis budidaya jambu biji seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m, populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1. Sewa lahan 2. Bibit 800 batang @ Rp. 3.000,3. Pupuk - Pupuk kandang 6 ton @ Rp. 150.000,-/ton - Urea 25 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 25 kg @ Rp.1.900,- KCl 25 kg @ Rp. 1.800,4. Pestisida dan fungisida 5. Tenaga kerja - Lubang tanam, ajir 23 HKP @ Rp. 7.000,- Beri pupuk 8 HKP + 15 HKW @ Rp. 5.000,- Tanam 8 HKP + 10 HKW - Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW Rp. 30.000.000,Rp. 2.400.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 900.000,37.500,47.500,45.000,800.000,161.000,131.000,106.000,400.000,-

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2) Biaya produksi tahun ke-2 s.d. ke-4 1. Pupuk - Pupuk kandang 10 ton @ Rp. 150.000,- Urea 75 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 50 kg @ Rp.1.900,- KCl 50 kg @ Rp.1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Tenaga kerja - Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.d. ke-15 1. Pupuk - Pupuk kandang 24 ton @ Rp. 150.000,- Urea 125 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 300 kg @ Rp.1.900,- KCl 150 kg @ Rp. 1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Alat 4. Tenaga kerja - Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW - Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 70 ton 245.000.000,5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. B/C rasio

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

1.500.000,112.500,95.000,90.500,781.250,625.000,600.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3.600.000,187.500,570.000,270.000,1.093.750,450.000,-

Rp. 675.000,Rp. 550.000,Rp. 127.799.500,Rp. Rp. 117.200.500,= 1,917

Panen dimulai pada tahun ke 6 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan. 10.2. Gambaran Agrobisnis Peluang

Prospek komoditi jambu biji cukup cerah, sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat, yakni yang banyak digemari masyarakat, seperti jambu biji bangkok.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11.2. Diskripsi … 11.3. Mutu … 11.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100, contoh yang diambil 5. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300, contoh yang diambil 7. c. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yang diambil 9. d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yang diambil 10. e. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yang diambil 15 (minimum). Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11.5. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. Klasifikasi dan Standar

12. DAFTAR PUSTAKA

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Pusat Informasi Pertanian, Trubus Kumpulan Kliping Jambu Biji: Jenis dan Manfaat Budidaya Panen dan Pasca Panen. Jakarta: 1993. 108p: gamb. 2) Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Iman Satyawibawa Agribisnis tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994. Vi + 67p; ilus.; 21 p. Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Ensiklopedi nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. Jilid 7: hal 325.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Fax. http://www.H. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye. Madagaskar. di Bali jambu jipang atau jambu dwipa. dan Indonesia.go. Malaysia. kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana. Di antara sekian banyak negara produsen. M. di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede. Brasil. dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki. Srilangka.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU METE ( Anacardium occidentale L. Senegal. Hal. Kenya. Mozambik. di Lampung dijuluki gayu. di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet. Thailand.id . 021 316 9166~69. ) 1.ristek. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu. Kenya. Jl. SEJARAH SINGKAT Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Filipina.

bahan pencelup. mulai dari akar. Di luar Pulau Jawa. dan Ponorogo). Iklim 1) Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. Maros. anggur mete. Dompu. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. MANFAAT TANAMAN Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya. di antaranya ada yang berkulit putih. Apabila terkena udara.go. selai mete. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. http://www. Bone. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. kuning. dan NTB (Sumbawa Besar. Sulawesi Tenggara (Muna). M. SYARAT TUMBUH 5.ristek. Wonogiri). gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. Sumenep. Jawa Timur (Bangkalan. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Sidenreng. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku.id .1. 2) Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan maksimun antara 25-35 derajat C. Sampang. Sinjai. Selain itu. batang. merah muda. Wajo. Soppeng. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. dan Bima). Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene. dan Barru). 4. 021 316 9166~69. daun. 021 316 1952. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. atau bahan pewarna. cairan tersebut berubah menjadi hitam. dan jem jambu mete. hijau kekuningan dan hijau. dan Sleman). kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. 5. Bantul. Jl. terutama di daerah Jawa Barat. buah kalengan. Pasuruan. Selain daya rekatnya baik. dan di Yogyakarta (Gunung Kidul. Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem).H. maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain. JENIS TANAMAN Jambu mete mempunyai puluhan varietas. manisan kering. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta. SENTRA PENANAMAN Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara. 3. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. dan buahnya. merah. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari.

dan tanah ringan berpasir.3. kemudian disortir. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan.200 m dpl. f) Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan.id . Jl. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. dan penyambungan. 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.3 . 6. okulasi. kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%. 2) Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6. 021 316 9166~69. Ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1. Media Tanam 1) Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir.3. Dalam penyerbukan bunga jambu mete. g) Sebelum ditanam. 5.3. e) Bila dikemas dalam kantong plastik. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : a) Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl.H. 021 316 1952. 4) Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. 5) Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1. tetapi masih sesuai pada pH antara 5.go.7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Fax. http://www. benih (biji mete) harus disemai dahulu. paling lama 8 bulan. c) Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih. aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%. b) Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.000-2.5 . yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.ristek.2.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).6.1. tanah lempung berpasir.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. 021 316 9166~69.go. Fax. 021 316 1952. Jl. M.

pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m. pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan.H. rumput setaria. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil. 6. pH harus 4-6. dapat diterapkan budidaya polikultur. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. diluar lubang sebelumnya.3. Untuk efisiensi lahan. Pemberian pupuk kandang dan kompos. tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. http://www. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. 3) Pemupukan Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. M. untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase. dan jambu mete. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola dan Jarak Tanam Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m.ristek. Fax.2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. juga terhadap tanah yang kurang subur. kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah. sedikit diluar lingkaran daun. 021 316 1952.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. Sebagai contoh adalah tanaman palawija. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha.id . Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. 2) Pembukaan lahan Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya. 021 316 9166~69. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang. Jl. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik.

Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id . Jl. M. http://www.

b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul. d) Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat. http://www.4. agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Bila jenis tanahnya sangat liat. pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. M. 021 316 1952. e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali.ristek. Jl. 2) Penyulaman Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembuatan Lubang Tanam Cara membuat lubang tanam: a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak. ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. harus ditembus. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula. diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. 021 316 9166~69. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong. 3) Cara Penanaman Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas. 6.id .H. Untuk mengurangi keasaman tanah. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung. b) Pada waktu penggalian lubang. Pada waktu penutupan lubang. Apabila tanaman berumur ≥ 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax. Jl. http://www. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.

Jl. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan. b) Pilih 3 . kompos.1.go. Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah.ristek. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar. http://www. Basudin dan Dimecron dengan dosis 2cc atau 2 gram/liter air. kepala dan ekor warna merah nyala. 4) Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang.5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . ulat hijau. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari.5 m dari tanah. c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. 021 316 9166~69. Fax. M. 7. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. seluruh tubuhnya ditumbuhi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Insektisida yang dianjurkan antara lain: Tamaron. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Ulat berwarna hitam bercakbercak putih. 5) Pemangkasan Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 . 021 316 1952.1. ulat kipat. atau pupuk buatan. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. HAMA DAN PENYAKIT 7. dan ulat perusak bunga. 6) Penjarangan Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. penggerek daun.10 tahun. Folidol.id . penggulung daun. Akibatnya. Lamnate. Hama Hama yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah hama pengisap daun. di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 . akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah. nyamuk daun.H. 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Pada tanaman terlihat kepompong bergelantungan.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek. M.H.

2 % atau Thiodan dengan dosis 0. Penyebab: jamur Phytophthora palmivora. Pengendalian: (1) melalui teknik bercocok tanam.go. kecuali abdomen bagian belakang sebelah bawah berwarna putih.15%. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. tetapi tanaman tidak mati.1. 021 316 1952. 3) Ulat penggerek batang (Plocaederus feeeugineus L) Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning. Captacol dan Theophanatea. http://www. 021 316 9166~69. tanaman tidak akan menghasilkan buah. 1) Penyakit layu Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air.ristek. dan Antracnossis. pada serangan yang hebat.5 ml/liter air. 2) Helopeltis sp. Jl. lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati. fase kepompong 3-5 minggu. Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. Penyakit Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar. sebab larva instar yang jatuh terakhir dan hama dapat diberantas secara mekanis menggunakan Karbaril 0. tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidak merata. Fase pupa berlangsung 4 minggu. Gejala: pada tunas-tunas daun muda.id berjatuhan dan kering. 4) Hama penggerek buah dan biji (Nephoteryx sp. Tubuh imago berwarna hitam. yaitu dengan . Fusarium sp. Pengendalian: dengan menyemprotkan insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1. maka atau kimiawi. dan Phytium sp. (2) dengan penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0. daun dapat habis sama sekali. Fax. misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate.) Gejala: buah muda yang diserang hama ini akan buah tua isinya belum penuh. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Telurnya berwarna putih. (2) dengan mengolesi sekitar permukaan batang/akar dengan larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air).02 %.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rambut putih. daun dan ranting segera mengering dan diikuti dengan gugurnya daun. 7. seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat. Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pengendalian: tepat. dan baru pulih setelah 18 bulan. Pengendalian: (1) dengan memperbaiki lingkungan pembibitan.0 .2. oval. penyakit bunga dan putik. sedang belum didapatkan cara yang menjadi pupa di tanah.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H.ristek. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M. 021 316 9166~69.

id . Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya supaya penyakit tidak menular ke tanaman lain. beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati. Fusarium sp. yaitu pada bulan November sampai bulan Februari tahun berikutnya.2. yaitu cara lelesan dan cara selektif. 8. oranye. Gejala: kulit buah hitam dan busuk... Gejala: secara mencolok daun. Agar mutu gelondong/kacang mete baik. . d) Warna kulit bijinya menjadi putih keabu-abuan dan mengilat. Gejala: permukaan kulit buah & kulit biji. (2) Penyebab: Pestalotiopsis sp. Gejala: kulit biji busuk dan hitam. Cara Panen Sampai saat ini ada dua cara panen yang lazim dilakukan di berbagai sentra jambu mete di dunia. b) Ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. rasanya asam agak manis. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) untuk memberantas jamur parasit ini beberapa fungisida yang efektif adalah Dithane M45.. Pestalotiopsis sp.go. bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen.H. Colletrichum sp.. PANEN 8. 021 316 9166~69.daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah jambu mete yang sudah tua adalah sebagai berikut: a) Warna kulit buah semu menjadi kuning. Delsene MX 200. Botryodiplodia sp.. kering kecoklatan & pecah-pecah. jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk.1.ristek. Pengendalian: (1) perlu dilakukan secara terpadu. Difolan 4F. Fax. atau merah tergantung pada jenisnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. c) Tekstur daging semu lunak. dan aroma buahnya mirip aroma stroberi. Pestalotiopsis sp. Fusarium sp. buah yang dipetik harus telah tua. 021 316 1952. pencegahan harus secara terpadu. dan Cuproxy Chloride. Tanaman jambu mete dapat dipanen untuk pertama kali pada umur 3-4 tahun. Botryodiplodia sp. bunga & tangkainya busuk. Cobox.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Daun layu dan kering Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum. 8. Masa panen berlangsung selama 4 bulan. (3) Penyebab : Botryodiplodia sp. Buah mete biasanya telah dapat dipetik pada umur 60-70 hari sejak munculnya bunga. Ketepatan masa panen dan penanganan buah mete selama masa pemanenan merupakan faktor penting. berair. http://www. M. 3) Bunga dan buah busuk (1) Penyebab: Colletrichum sp. Pestalotiopsis sp.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek. Jl. 021 316 1952.go.id .H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Pengolahan Gelondong Mete Pengolahan gelondong mete dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: a) Pemisahan gelondong dengan buah semu b) Pencucian c) Sortasi dan pengelasan mutu d) Pengeringan e) Penyimpanan 9.go. Variasi mutu kacang mete tersebut antara lain dipengaruhi oleh varietas tanaman jambu mete yang berbeda dan perlakuan serta pengawasan selama proses pengolahan berlangsung.ristek. Apabila buah tidak memungkinkan dipetik secara langsung. pemanenan dapat dibantu dengan galah dan tangga berkaki tiga. 9. 8. Banyaknya varietas tanaman jambu mete yang ditanam oleh para petani indonesia menyebabkan mutu mete yang dihasilkan sangat beragam baik mengenai ukuran gelondong. http://www. tetapi masa paling produktifnya adalah pada umur 25-30 tahun. Hasil ini meningkat menjadi 15-20 kg/pohon pada umur 20-30 tahun. warna. 9. Jambu mete yang berumur 3-4 tahun dapat menghasilkan gelondong kering 2-3 kg/pohon.3. Pengolahan Kacang Mete Urutan pengolahan kacang mete adalah: a) Pelembaban gelondong mete b) Penyangraian gelondong mete c) Pengupasan kulit gelondong mete d) Pelepasan kulit ari Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Prakiraan Produksi Banyaknya hasil panen tergantung dari umur tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PASCAPANEN 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Cara lelesan Dilakukan dengan membiarkan buah jambu mete yang telah tua tetap di pohon dan jatuh sendiri atau para petani menggoyang-goyangkan pohon agar buah yang tua berjatuhan. 021 316 9166~69. Tanaman jambu mete sebenarnya masih dapat berproduksi sampai umur 50 tahun. rasa. maupun rendamen kacang metenya.2.H. b) Cara selektif Dilakukan secara selektif (buah langsung dipilih dan dipetik dari pohon). Pengumpulan Mutu kacang mete di pasaran cukup bervariasi.1. M.3. 021 316 1952. Fax. Jl.id .

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M. http://www.go.id . Fax. Jl. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.

Setelah itu berbuah lebat hingga lebih dari 20 tahun. varietas tanaman dan faktor ekstrinsik seperti tumbuhnya jamur pada kacang dan proses pengolahannya. disamping menjaga kelestarian tanah dan air.= Rp.2. STANDAR PRODUKSI 11. 500. bobot biji dan warna.10 tahun. Mutu Klasifikasi dan Standar Jenis/kelas mutu kacang mete terbagi menjadi 4 kelas (I. dan tekstur ikut mem-pengaruhi mutu kacang mete.000. terutama dalam hubungannya dengan penerimaan konsumen. Gambaran Peluang Agribisnis Jambu mete mulai berbuah pada umur ± 5 tahun. III dan IV).H. Jl.ristek. Rasa kacang mete dipengaruhi oleh faktor intrinsik alami.2. Ruang Lingkup Mutu kacang mete dinilai dari bentuk. M.(tahun 1988) Usaha 11. Fax. II. bau. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Standar mutu kacang mete di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-2906-1992. Analisis Budidaya … 10. 250. 11. Diskripsi Biji Mete kupas (Cashew Kernels) adalah biji dari buah tanaman jambu mete yang telah dikupas kulitnya dan telah dikeringkan. http://www. 021 316 1952. Panen setiap tahun. Adapun standar atau syarat mutu kacang mete dilihat dari: a) Kulit ari b) Biji terkena CNSL c) Serangga c) Biji berulat d) Biji busuk e) Biji bercendawan/jamur f) Benda-benda asing Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Selain itu juga faktor rasa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Sortasi dan pengelasan mutu f) Pengemasan 10. 021 316 9166~69.1. ukuran biji. Dengan menanam jambu mete. setiap hektar akan diperoleh 100 pohon x 5 kg/pohon x Rp. hasilnya meningkat mulai umur 8 .3.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp..id . 11.1.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952.H.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

11. Pengemasan Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu. Jambu Mete Sebagai tanaman penghijauan. d) Jenis mutu. pecah. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah peti/karton dengan maksimum 30 peti/karton dari tiap partai barang. i) Keutuhan biji mete ( utuh.5. kemudian tiap peti/karton diambil contoh kurang lebih 500 gram Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. h) Negara/tempat tujuan. e) Nomor kemasan. tidak termasuk biji utuh) 11. Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%. c) Nama perusahaan/eksportir. g) Berat bersih. 12. M. Jl. serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan. kedap udara dan tidak bocor.id . III = 10 gram/biji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Warna (Kelas I: ke-putih-putihan) h) Bobot maksimum dalam gram/biji: I = 5 gram/biji. http://www.H. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran. kering.ristek. tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. 021 316 9166~69. DAFTAR PUSTAKA 1) Liptan (1988). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Nama barang. II = 15% . 021 316 1952. yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. bersih. II = 5 gram/biji. Fax. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 1000 gram Contoh kemudian disegel dan diberi label. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. f) Berat kotor. Balai Informasi Pertanian Banjarbaru. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. III = 15%. tetapi sebaiknya yang masih baru.go. Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng. Produk yang rusak atau busuk yang ada dalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masih sehat. h) Kadar air dalam maksimum %: I = 16%. Oleh karena itu hanya produk yang baik yang perlu dikemas. belah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. Jl.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id .H.ristek. 021 316 1952.

2 hal. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 3) Saragih. Proyek Informasi Pertanian Kalimantan Tengah. Yan Pieter. (1990).id . METE. 86 halaman Jakarta. http://www. Yadi.H. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bogor. Penebar Swadaya. Fax. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Liptan. 021 316 1952. (1994).go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Budidaya Jambu Mete. Lembar Informasi Pertanian. Haryadi. 021 316 9166~69. Budidaya Jambu Mete. Pengupasan Gelondong. M. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.

microcarpa L. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali. jeruk Siem (C.maxima Herr. medica). 021 316 9166~69. 021 316 1952. 1 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jeruk sitrun/lemon (C.).H. dan C. jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Sejak ratusan tahun yang lalu. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp.ristek. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Siem Garut. Jl.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. http://www. ) 1.id . SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan C. L) yang terdiri atas Siem Pontianak.sinensis L.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JERUK ( Citrus sp. Jeruk untuk bumbu masakan yang Hal. jeruk besar (C. jeruk manis (C. M.go. Siem Lumajang.).sinensis. auranticum L. 2. Fax.

SYARAT TUMBUH 5. 4. Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). Tejakula (Bali). Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. 3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. jeruk baby. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit.ristek.H. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. Fax. esens minuman dan untuk campuran kue. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jeruk memerlukan 5-6. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. 2 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). 3. 2) Tergantung pada spesiesnya. Iklim 1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Hal. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. 5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. 021 316 9166~69. beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. aurantifolia). Tawangmangu (Jawa Tengah). dimana kandungan vitamin C yang tinggi. Batu (Jawa Timur). gula tetes. alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. 4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. hystix ABC). 2) Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. 021 316 1952. M. nipis dan purut. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terdiri atas jeruk nipis (C.1. hystrix) dan jeruk sambal (C. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. 5. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. keprok medan. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan).go. MANFAAT TANAMAN 1) Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. Jl. bali. 3) Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. jeruk Purut (C. Selayar (Sulawesi Selatan).id . Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. sabun wangi.

000 m dpl.go. Waturejo. Gulung: 1–700 m dpl. 3 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. 6) Jenis Jepun Kasturi. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl.200 m dpl. Hal. Jl. Keprok Garut: 700-1. VLO: 300–800 m dpl.5 dengan pH optimum 6. Bali. Media Tanam 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. 4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. cukup humus.5– 6. M. mirip dengan induknya (true to type). 6.1. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Madura. http://www.id . 2) Jenis Keprok Batu 55. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. 4) Jenis Siem: 1–700 m dpl. Fax. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 5) Jenis Besar Nambangan-Madiun. Kumkuat: 1-1. akar serabut banyak. WNO. subur. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. tata air dan udara baik.ristek. 2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. 3) Jenis Manis Punten. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan 0 sekitar 30 .3. 021 316 1952. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl. 3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. berdiameter batang 2-3 cm. 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. 5.2. permukaan batang halus. 021 316 9166~69. debu 25-50% dan pasir < 50%.H.

busuk akar dan nematoda. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng.id . Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1.20 m membujur dari utara ke selatan.ristek. Sebelum ditanami. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm).2.go.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. Jl. tahan/toleran terhadap penyakit virus. 6. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. daya adaptasi lingkungan tinggi.15-1. persemaian diberi atap. tambahkan pupuk kandang 2 1 kg/m . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang.5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam. pasir (1:1:1). 021 316 1952.5-1 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Cleopatra. Tanah diolah sedalam 30-4. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. 021 316 9166~69. http://www. M. 4 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen.H. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Jarak petakan 0. tahan kekeringan. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. sekam. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Rough lemon.

6. 5 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . 4) Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit.go. 021 316 1952. 2) Penyiangan Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami.3. Setelah tajuk saling menutupi. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. 021 316 9166~69. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan.ristek. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. Jl.4. Hal. 2) Pengurangan akar. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. M. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Sebelum ditanam. http://www. Pada pertumbuhan selanjutnya. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Setelah bibit ditaman.H. 3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh.

ZA=1600. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. Dolomit=200. ZK=300. 021 316 1952. P.kandang=140 kg/tan.ristek. Dolomit=40. ZA=1400. c) 3 bulan: Urea=300. e) 5 bulan: Urea=500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. P. TSP=175. http://www. ZA=600. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. TSP=75. ZA=1200. ZA=2000. TSP=100. TSP=25. P. i) >8 bulan: Urea >1000. P. P. M. TSP=150.kandang=20 kg/tan. Jl.H. ZK=600. 6 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.kandang=40 kg/tan..id .kandang=80 kg/tan. ZK=500. b) 2 bulan: Urea=200. ZA=800. Dolomit=100.kandang=160 kg/tan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. P. 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. P.kandang=200 kg/tan. d) 4 bulan: Urea=400. Fax.kandang=120 kg/tan. P. h) 8 bulan: Urea=800. Dolomit=120. 021 316 9166~69. TSP=200. ZA=200. TSP=50. Dolomit=140. ZK=200.kandang=60 kg/tan. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. ZK=800. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. ZK=400. ZK=700. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. Dolomit=20. f) 6 bulan: Urea=600. ZA=1000. ZK=100. 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat. Dolomit=80. Dolomit=60. Dolomit=160.kandang=100 kg/tan.go. g) 7 bulan: Urea=700. Jika air kurang tersedia. P. TSP=125. TSP=200. Hal. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. ZK=800. ZA=400. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.

Aphis gossypii. Dicarbam 50 WP). Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii.) Bagian yang diserang adalah daun muda. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan.1. Cyhexation (Plictran). Oxythioquimox (Morestan 25 WP. Fax. 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Cygon). 021 316 9166~69. 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). menggulung. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite). Dicofol (Kelthane). tanaman mati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Tungau (Tenuipalsus sp. HAMA DAN PENYAKIT 7. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). 021 316 1952.) Bagian yang diserang adalah tangkai. Diazinon (Basudin 60 EC). Rogor 40 EC. bercak Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.) Bagian yang diserang adalah buah. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. . daun dan buah. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC.H. daun muda. Selain itu buang bagian yang terserang. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. kuncup daun. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW).go. Nudrin 24 WSC). Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC).ristek. Rogor 40 EC). Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. Gejala: bercak keperak. tunas/daun muda mengkerut. tunas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Jl. Dimethoate (Perfecthion. Gejala: tunas keriting. http://www. Malathion (Gisonthion 50 EC). M. 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. rontok. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda. Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. Malathion (Gisonthion 50 EC. Basudin 60 EC).id .

021 316 1952.go. 021 316 9166~69.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN disertai Hal.H. Jl. 7 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.

021 316 1952.id . http://www. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. kering dan gugur. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. Gejala: berkas berwarna kuning. Dimethoathe (Roxion 40 EC. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. 10) Lalat buah (Dacus sp. Gejala: lubang kecil di bagian tengah. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). Methomil (Lannate 25 WP).go. Carbaryl (Sevin 85 S). Gejala: helai daun menebal. bercak khlorotis dan gugur daun.5 cm. Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC. Triazophos (Fostathion 40 EC).TTG BUDIDAYA PERTANIAN keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP). daun di ujung tunas menjadi hitam.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Basazinon 45/30 EC). belatung kecil di bagian dalam buah. Jl. mengering dan buah gugur. Fenithion (Lebaycid). Dichlorophos (Nogos 50 EC).) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.3-0. bunga mudah rontok. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadangkadang disertai nekrotis. tepi daun menggulung ke atas.H. Gejala: daun berwarna kuning. 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC).) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Methidathion (Supracide 40 EC). 9) Kutu dompolon (Planococcus citri. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. hindari memakai mulsa jerami. buah muda gugur sebelum tua. Fax.ristek. 10 G. Kemudian buang bagian yang diserang.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri. 021 316 9166~69. 8) Thrips (Scirtotfrips citri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC).) Bagian yang diserang daun. M. Metamidofos (Tamaron). buah dan tangkai. buah gugur. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Methidhation (Supracide 40 EC).

ristek. 021 316 1952. 8 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go.id . M. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ranting muda kadang-kadang mati. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Gejala: daun sempit. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. warna kayu jadi keabu-abuan. vena daun. memusnahkan tanaman yang terserang. buah kecil. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. kurangi kelembaban perakaran. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. 3) Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. manis. Jl. M. Bagian yang diserang jeruk manis. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. kulit kering dan mengelupas. http://www. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade.H. biji rusak dan pangkal buah oranye. 7. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. 9 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: daun gugur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. Hal. kecil. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. pertumbuhan terhambat. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. nipis. Rough lemon dan Sour Orange. asam. 10 G).) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. daun kaku pemucatan. lancip. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Gejala: lekuk batang . Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera.ristek. 021 316 1952. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. Aphis gossypii.2. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. siem. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. 021 316 9166~69. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Fax.go.id .

Bagian yang diserang adalah batang. Hal. Bagian yang diserang adalah daun. Bagian yang diserang adalah buah. tangkai atau buah. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium.id . Colletotrichum sp.ristek. batang kering dan sulit dikelupas. Jl. 9) Buah gugur prematur Penyebab: jamur Fusarium sp. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl. tanaman kering. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. M. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. http://www. Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. 021 316 9166~69. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. 10 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Phytophtora citriphora. Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). Kemudian potong cabang yang terinfeksi. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis.H. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. Pengendalian: pemangkasan teratur. Fax. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). Alternaria sp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: tunas tidak segar.go. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor.

buah. http://www. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.3. kadang-kadang sampai 500 buah per tahun.000 ppm Streptomycin selama 1 jam. 021 316 1952. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. memar dan buang buah yang rusak.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. Pisahkan buah yang mutunya rendah. Hal. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. 11 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. tangkai. biasanya berumur antara 28–36 minggu. Pengumpulan Di kebun. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun. Copper oxychlorida. Fax. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. 8. Bagian yang diserang adalah daun. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5. Citri. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. PANEN 8. PASCAPANEN 9.2. 021 316 9166~69. M.ristek. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. tergantung jenis/varietasnya. 8.H.id . 9.2. 9.go. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1.1.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha. Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

3 .000. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk.410.1. 1.800. Rp.Tahun ke-4. Rp. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya jeruk manis (Jaffa) skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Batu (Malang) tahun 1999.Tahun ke-1. 15. 15. Rp. 2.875. 111 kg @ Rp.b.341. 333 kg @ Rp.Tahun ke-5.ristek. 166 kg @ Rp.000.000. 2.320.245. 100 m @ Rp.Tahun ke-4. Rp. 125 m @ Rp.000.625. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak..Tahun ke-4. 152 kg @ Rp.2.174. Rp.Tahun ke-3..1..Tahun ke-2.105. Rp.3 ..000.Tahun ke-6.675.Tahun ke-5..000.205. Jl.Tahun ke-2. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor.020.500. 021 316 1952.000.005.4. 65 kg @ Rp.204.Tahun ke-6.1.Tahun ke-3.H..410. 1. 1. Rp.055.000.112.Tahun ke-3.f.250. 67 m @ Rp. Rp. Pupuk ZK Rp..- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M..469.2. 175 m @ Rp. 1.530. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. 100. 15. 2.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 1) Biaya produksi a.id . 021 316 9166~69.410. Pengemasan Sebelum pengiriman. http://www. 15. 15.055. Rp. Fax. 15.3.228. 145 kg @ Rp. 2. 1. Rp.c. Rp.205.Rp.000.055.000.410.575.500.000.450.055.055. Pupuk Urea . 2.000.500.Tahun ke-1.141.000.1.go.500. Rp. 15.e. 100 kg @ Rp.000.000.055.410. 100 kg @ Rp.313..214. Rp. Pupuk SP 36 .. Rp. 9. 2.Tahun ke-1.3 .Rp. 1. Rp.Tahun ke-6. Rp. 1. 222 kg @ Rp. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3 . 1. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 80 kg @ Rp. Bibit 400 tanaman @ Rp. Pupuk kandang 3 . 10.133. 150 m @ Rp. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.3 . 85 kg @ Rp. 83 m @ Rp.410.000. Sewa lahan 15 tahun @ Rp.d.130.Tahun ke-5.Tahun ke-2.000. 100 kg @ Rp.

H.go.ristek. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.id .

. 2. 432. 180.Pengendalaian HPT Tahun ke-1: 24 HOK @ Rp. 5.000.000. 54. 240.000. 5.150.000/th Rp. 849.Rp. Rp. 5. 2. 2.Rp.000. 13 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 200. 5.Rp.Rp.000.000.Rp. 120. 3.go.Rp.Tahun ke-6: 10 liter @ Rp. 152 kg @ Rp. 127. 333 kg @ Rp..Rp. 75.000. 54.400.Gunting pangkas 5 bh @ Rp.Rp..000.Pemupukan Tahun ke-1-2: 30 HOK. 2.Obat dan Pestisida (Antracol..000.000..000.000. 325.-/th Rp.000.000. 250.000. 540. 186.Tahun ke 5: 65 HOK @ Rp..000.Pupuk Daun .840.Tahun ke-2-6: 40 HOK.300...Tahun ke-6. 26 kg @ Rp.000/th Rp.550.5. 5. 54.Rp.500.000.000.000. Fax.Rp. Rp..000.Tahun ke-5: Rp.000.Tahun ke-2.000. 150.Rp.Rp.Tahun ke-4.Tahun ke-3: 8 liter @ Rp.000. 375.000. 5.Rp.550.Penyemprotan penyakit Hal. 300. 66.id .Rp. 250. 5.000.Rp. 1. 021 316 1952.000. dll) .Tahun ke-3: Rp.000 Rp.000. Dimecron.275.Rp. 200. 300.Rp.Sprayer 3 buah @ Rp..Peralatan .000.000.Rp. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g.Tahun ke-3: 40 HOK @ Rp.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp.000. 100..400.000.600. 2. M.000.760. 54.000.Rp.000. 960. 387.000.Tahun ke-3: 60 HOK @ Rp.000.000.000.000.Tahun ke-2: 6 liter @ Rp. 600.. 8. 900. 5. 324.Rp. 300.Tenaga kerja : .Tahun ke-5: 10 liter @ Rp.Penyemprotan Hama Tahun Ke-1: 50 Hok @ Rp. h.Rp.Rp.ristek. .000.Tahun ke-1: Rp. 2.. 250. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. 5. 325.550. 11. 162.Tahun ke-3: 48 HOK @ Rp. i.000.Tahun ke-3.Rp. 54.Rp. 15..000.Tahun ke-4: 10 liter @ Rp. 350.000.Penanaman: 30 HOK @ Rp. 540. 150. 50.000..550. 5.Tahun ke-2: 36 HOK @ Rp.000.000.000.Tahun ke-4: Rp. 1. 5.000.Penyiangan: 20 HOK... 500 kg @ Rp.Tahun ke-6: 75 HOK @ Rp.550.Pengolahan lahan Tahun ke-1: 15 HOK @ Rp.668.. Jl.Tahun ke-2: 65 HOK @ Rp. 54.104.000. Rp.000. 021 316 9166~69.000. Karathane.000..000. 4.000.150.-/th Rp...Tahun ke-6: Rp.Rp.. 300.Nimrod.550.Rp. 4.000.Tahun ke-1: 3 liter @ Rp. 50 kg @ Rp.. 5.Rp. Rp.Tahun ke-5.. http://www. 5. 73 kg @ Rp.H.Tahun ke-2: Rp.Tahun ke-1. j. 540.Tenaga tetap 1 or.000..Buat lubang tanam: 70 HOK @ Rp.Cangkul 20 buah @ Rp.000.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.000. B/C ratio Rp.Tahun ke-4: 30 HOK @ Rp.600.250.810 ton/tahun yang Hal.000.000.1 Catatan: Dalam budidaya jeruk manis (Jaffa). 021 316 1952. 5.id .000. Rp.000. 110. Rp.go. Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2.150. Rp.Tahun ke-5: 60 HOK @ Rp. Tahun ke-6: 19.000. Rp. Dengan konsumsi ideal.Rp. 14 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.183. 5.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) a.000. 5.000. http://www. 5.. 300.000. Rp.-/kg d.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp. Tahun ke-5: 9.800. Tahun ke-4: 4.000.Tahun ke-3: 20 HOK @ Rp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.= 2.960 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-1: 20 HOK @ Rp. 100. Tahun ke-3: 1.990 kg @ Rp.995kg @ Rp. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat. 150. selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun.000.000. 5.000. masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6. 5. 300.000.050. 5.000. 5.Tahun ke-6: 50 HOK @ Rp.Tahun ke-2: 30 HOK @ Rp. Rp.695. 5. Jl. 5.150.4 kg/orang/tahun.Pemangkasan Tahun ke-2: 22 HOK @ Rp.000.000.Rp.7 kg/orang/tahun.3 juta ton jeruk/tahun. Fax.ristek. 200. tanaman mulai berproduksi pada tahun ke 3 dan keuntungan mulai didapat mulai tahun ke-4.000. padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793.950.325. 5.- Rp. 5. 49. 5.100. Rp.Rp. 99.000.Rp. 5.665 kg @ Rp.000.80.000.Penyabutan batang Tahun ke-2: 16 HOK @ Rp.Tahun ke-5: 50 HOK @ Rp. 250.Rp.Rp.-/th . 86. 5.000.037449.-/kg Jumlah pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun Keuntungan rata-rata per tahun 4) Parameter kelayakan usaha a.Pengairan Tahun ke-1-3: 30 HOK.Rp.000. Rp.2 Gambaran Peluang Agribisnis Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi. 150.000.000.-/th Tahun ke-4-6: 40 HOK. Rp.000. 5.000.305.Rp. 5.-/kg c.000.Rp. M.Rp. 021 316 9166~69. Rp. 16.H. 24.Rp.Tahun ke-6: 60 HOK @ Rp.. 96.000.224.000.17.000.-/kg b. 10.150.000.975.000.000.000. Rp.000.000.000.825.250.450.Rp.000. diperlukan 1. 8.

cara uji SP-SMP-311-1981 11.2. Kelas A: diameter 7. 11. dalam keadaan cukup tua. M.4. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas. utuh segar dan bersih. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. B. 021 316 9166~69.go. yaitu Mutu I dan Mutu II. jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN saat ini tidak bergerak banyak. Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional.0 cm atau 50 gram/buah Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam. % (jml/jml): maks 5-10. http://www. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. 11. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50.1. Kelas B: diameter 6. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. tidak terlalu matang.0–5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Selain itu. cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan. C dan D.id . cara uji organoleptik 4) Ukuran: Kurang seragam. cara uji organoleptik 7) Busuk % (jml/jml): maks.ristek. STANDAR PRODUKSI 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. bebas.1–6.0 cm atau 51–100 gram/buah Kelas D: diameter 4. cara uji organoleptik 2) Tingkat ketuaan: Tua. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas.1-2. Fax.0 cm atau 101–150 gram/buah Kelas C: diameter 5.129 ha kebun jeruk. tengah dan bawah.1–7. cara uji organoleptik 3) Kekerasan: Cukup keras.1 cm atau 151 gram/buah. berdasarkan berat tiap buah. cara pengujian mutu.H.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.ristek. Fax. 021 316 1952.H. 15 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id .go.

contoh yang diambil 7. 5) Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1998. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Yogyakarta. 2) Trubus no 340. negara/tempat tujuan. M. 12. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.H. 1998. Indriani & Haryono. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. nama/kode perusahaan. jenis mutu. http://www. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. 11. Jakarta. 2) Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 sampai dengan 300.5.id . contoh yang diambil 9. Fax. Yovita H. contoh yang diambil 10. 021 316 1952. contoh yang diambil 5. Jakarta. Bambang Soelarso. 1996.129 ha Kebun Jeruk. hasil Indonesia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 345. Pengemasan Buah jeruk dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. daerah asal. 1992. berat bersih. Celah-celah Usaha Terpilih. 4) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Agribisnis Tanaman Buah. 3) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Yogyakarta. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 1999. Penerbit Kanisisus. 16 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Masih Diperlukan Penambahan 50. 2) Rahardi. Penebar Swadaya. Jl. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Ir. 4) Bonus Trubus No. Penerbit Kanisisus. contoh yang diambil 15 (minimum).ristek. 021 316 9166~69. 3) R.go. golongan ukuran.

dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. suuk. kacang kole.id .) 1. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una. M. Jl. kacang bandung. Fax. kacang banggala.H. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”. JENIS TANAMAN Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Leguminales Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika).TTG BUDIDAYA PERTANIAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L. http://www. tepatnya berasal dari Brazilia. kacang jebrol. kacang tuban. 2. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17. 021 316 9166~69. SEJARAH SINGKAT Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa.

C. b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari. b) Kacang Cina. juga mengandung mineral antara lain Calcium.50%). Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas. MANFAAT TANAMAN Di bidang industri. sabun dan minyak goreng. Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah).. Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip.. mentega. Arachis namby quarae Hochne. kacang tanah mengandung lemak (40. Arachis guaramitica Chod & Hassl. c) Kacang Holle. Sumatra Utara. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. Cina. Arachis helodes Mart. protein (27%). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Famili Genus Spesies : Papilionaceae : Arachis : Arachis hypogeae L. Arachis villoticarpa Hochne. http://www. Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal. merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas yang ada. 021 316 1952.. D. d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun). Arachis idiagoi Hochne.. Arachis prostrata Benth. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Nigeria..id .ristek. Fax. Hal.. kemudian meluas ke negara lain. Kalium dan Sulphur. 4.. 021 316 9166~69.go. B. Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut: a) Daya hasil tinggi. SENTRA PENANAMAN Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India.. 3. berumur panjang (6-8 bulan). Amerika Serikat dan Gombai. yaitu: a) Kacang Brul.. c) Hasilnya stabil. e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek. digunakan sebagai bahan untuk membuat keju. Chlorida. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi. Ferro.. Magnesium. Arachis marganata Garden. Arachis tuberosa Benth. Arachis villosa Benth.. digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa. E dan K). berumur pendek (3-4 bulan). Phospor. Jl. M. karbohidrat serta vitamin (A. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus. Arachis glabrata Benth.

Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. http://www. 6. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.5.H. karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit. baik bagi pertumbuhan kacang tanah. 5. c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Media Tanam a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur.0–6. Iklim a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1.go. c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %.1. 021 316 1952. d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman. b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6. M.300 mm/tahun. Fax.1.id . Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman.2. hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. layu dan akhirnya mati. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. 5. Selain itu. kerdil.ristek. 021 316 9166~69. bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. M. 021 316 1952. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. Fax.ristek.

ristek. tidak keriput dan cacat. 2) Pembukaan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. 3) Pembentukan Bedengan Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. b = Bibit per-1000 biji (g) c = Lokasi yang akan ditanam (hektar) p = Jarak antar barisan (m) q = Jarak dalam barisan (m) 6. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami. 021 316 1952. c) Kulit benih mengkilap. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat. e) Kadar air benih berkisar 9-12 %. sapi. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah. e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut: B = a x b x c kg 100 x p x q B = bobot benih (kg) a = Jumlah benih/lubang. seperti kerbau.5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan. atau pun dengan mesin traktor. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Benih dilakukan secara generatif (biji). Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0. Fax.go. M. 021 316 9166~69. Hal. c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak.id .2. http://www.H. d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. 6. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. 3) Cara Penanaman Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk tanah datar. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam.H. Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam. luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm. http://www. Pada tanah yang subur. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm. 4) Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah. 5) Pemupukan Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman.ristek. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. 6.id . Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan JuliSeptember (palawija II). M. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis.5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata. perlu dilakukan pengapuran.go. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2. Jl.

7) Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut. perambatan. Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 57 hari. 021 316 1952. karena dapat menggganggu penyerbukan.go. 021 316 9166~69. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. misalnya pemangkasan.ristek. Fax. 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman.H. untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam). 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl. Hal. 5) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab.

b) Ulat berwarna Gejala: daun terlipat menguning. 021 316 9166~69. penyemprotan e) Sikada Gejala: menghisap cairan daun.H. Lebaycid 500 EC. Penyakit a) Penyakit layu Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin.1. (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP. 021 316 1952. Sevin 85 S. pergiliran tanaman. Pengendalian: (1) penanaman serempak.5-1 liter.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Lannate L Sevin 85 S. semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan). d) Ulat jengkal Gejala: menyerang daun kacang tanah. Azodrin 15 W5C. Pengendalian: insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C. pergiliran tanaman. menanam serentak. Fax.ristek. 7. Sevin 85 S atau Sevin 5 D. (2) penyemprotan Agnotion 50 EC. 1 ha membutuhkan 0. akhirnya mengering. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok.2. Sevin 5D. http://www. Diazeno 60 EC. daun tinggal tulang. juga makan pucuk bunga. batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. (2) penyemprotan insektisida lannate L. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C. Jl. Hama a) Uret Gejala: memakan akar. f) Kumbang daun Gejala: daun tampak berlubang. Azodrin 15 W5C.id . penyiangan intensif. Pengendalian: (1) penanaman serentak. b) Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman dicabut. Supraciden 40 EC. Pengendalian: menanam serempak. M. tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. dibuang dan dimusnahkan.go. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha. HAMA DAN PENYAKIT 7.

021 316 1952. Fax.ristek. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H.

Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. g) Penyakit karat Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi. Jl.ristek. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penyakit bercak daun Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Polong sudah berisi penuh dan keras. d) Penyakit mozaik Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh. Fax.H. misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1. Ciri dan Umur Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 34 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali. http://www. PANEN 8. f) Penyakit Sclertium Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan. b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran. e) Penyakit gapong Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.5 ton polong kering. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman.id . lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari.1. Cara Panen Pencabutan tanaman.2. kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi. 8. 021 316 9166~69.go. Perkiraan Produksi Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas. M. 8.3.5-2. memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan. atau Deconil pada tanaman selesai berbunga.

id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H. 021 316 1952. Fax. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

H. 150.000.4. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 800.Rp. kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. Sewa lahan 1 musim tanam 2. 9. Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4.500. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus.3.000. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. 021 316 9166~69. Pengumpulan Kumpulkan strategis.000.1. Fax. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4. 1. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering. Pupuk .Rp. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan. M. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering. PASCAPANEN 9.1. 500. brangkasan tanaman kacang tanah ditempat 9.Urea: 100 kg @ Rp. http://www.3. 9. lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang. 10.Rp.ristek.go. Penyortiran dan Penggolongan Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya.2. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah.

ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69.H.go.id . 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl. M.

2. Berupa biji kering (rendemen 0. Tenaga kerja .Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7.000. angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya.967. 2.000.Rp.2.Rp.H. Jl. 4.000. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8. menempati urutan ke-2 setelah kedelai.c) Keuntungan bersih 1. M.Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10. 115. 100. Yang terjadi di lapangan. O/I berupa polong kering 2.000.618 Hal.832.Rp.Rp. Berupa polong kering 2.Rp. Berupa polong kering 2.- b) Pendapatan 1. 1.Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW .000.Rp. 112.Rp.. meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan. 021 316 9166~69. 150.Rp. 1.Rp. namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan.800.000. 1. 021 316 1952.TSP: 100 kg @ Rp. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen.5.000 kg @ Rp.go. Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah.Rp.000.500.000.id .KCL: 50 kg @ Rp. 500.500.Rp.. para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng.500. 200. selama tahun 1969-1991. 4.ristek.000. 77. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 82.= 1. HKW : Hari kerja wanita. Pestisida: 2 liter @ Rp.032. Peralatan 6. Di Indonesia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Fax.000.000.500. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria.650. produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus.2..4.000. 50.000. 180. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1.348 = 1. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.6): 2.500. Lain-lain Jumlah biaya produksi Rp. 4. 1. 4. sebelum panen tiba.000 kg @ Rp.800. Rp.500.Rp. http://www.

Butir belah maksimum (%): mutu I=1. mutu II=0. maka harus dilakukan beberapa pengujian. mutu II=7.id . Polong keriput maksimum (%): mutu I=2. apek dan bau asing lainnya. 4. 3. mutu III=3.5. mutu III=3.go. 5. asam. mutu III=5. 021 316 1952. Jl. 5. mutu II minimum 7 mm. yaitu: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. Bebas hama penyakit. mutu II=2. http://www. 11. mutu II dan mutu III a) Syarat umum 1. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh. cara uji. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0. mutu II=62. mutu II=4. Kotoran maksimum (%): mutu I=1.H. Kadar air maksimum (%): mutu I=6. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose) 1. mutu III=2.1. Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat. Hal. Kadar air maksimum (%): mutu I=8. Diskripsi Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995. 2.3. mutu II=2. mutu II=2. mutu=9. 2. 2. mutu III maksimum 6mm. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. Memiliki suhu normal. STANDAR PRODUKSI 11. 11. M. mutu III=4. mutu III=2. mutu III=8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Diameter : mutu I minimum 8 mm. c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong) 1. Fax. 6. Ruang Lingkup Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi. 4. mutu II=3. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0. mutu II=1. 4.5. 3. cara pengambilan contoh. Klasifikasi dan Syarat Mutu Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0. syarat penandaan. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida. mutu II=5. 7. 3. mutu II=1. Bebas bau busuk. mutu III=60. Rendemen minimum (%): mutu I=65. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu III=4. mutu III=10. mutu=9.2. pengemasan dan rekomondasi. 6.5. syarat mutu.ristek. mutu III=3.

11.go. f) Berat netto. dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang. kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya.4. Pengemasan Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset. f) Penentuan kadar aflatoksin. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. h) Tujuan. d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia.id . butir warna lain. Fax. Jl. c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu. e) Berat bruto. b) Daerah asal produksi. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Penentuan adanya butir rusak. Untuk mengukur kadar air. butir rusak. g) Nomor karung. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram.H. e) Penentuan suhu dengan alat termometer. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung. dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %.ristek. M. c) Nama dan mutu barang. butir keriput. butir belah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5. dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. d) Nama perusahaan/pengekspor. Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran. selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya. berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. 021 316 9166~69. http://www. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Presentase butir warna lain. 021 316 1952.

id .go.ristek. 021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.H. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

1999. M. H. Yogyakarta. Proyek PEMD. Jl. Budidaya dan Analisis Usaha Tani. 1997. 021 316 1952.id . Jakarta. Yogyakarta. Ir. Penerbit Swadaya. Ubi Kayu. c) Rahmat Rukmana.ristek. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI).go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jakarta. 1998. Budidaya dan Pasca Panen. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. b) Danarti dan Sri Najiyati. Palawija. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Kanisius. http://www. DAFTAR PUSTAKA a) Badan Agribisnis Departemen Pertanian.

Merapi 520. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis. India.id . 27. Jepang. http://www. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut: Familia : Leguminosae Subfamili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis. M. SEJARAH SINGKAT Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya.go. Fax. Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). 021 316 9166~69. Taichung 1290.29. Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan.H. Jl.ristek. Di Indonesia. Economic Garden. Davros. No. merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Ringgit 317. Shakti 945. dan Cina. warna biji dan tipe batang. No. Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria. 021 316 1952. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDELAI ( Glycine max L ) 1. Sumbing 452. yang dibudidayakan mulai abad ke17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau.

ristek.id . 021 316 1952. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H. http://www. Jl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN TKG 1291. Jawa Tengah. Di Indonesia. seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. kosmetika. Guntur. SENTRA PENANAMAN Di salah satu negara bagian Amerika Serikat. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu. Hal. Jawa Barat. Wilis. 5. Orba 1343. cat cair. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung.ristek.id . M. yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. Sulawesi Utara (Gorontalo). 3. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. insectisida dan farmasi. terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab. saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air. 4. tinta cetak dan tekstil. margarin dan bahan lemak lainnya. Dempo.go. Raung.H. kue-kue. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Iklim a) Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Clark 1293. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. tinta. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. c) Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin. Lokon. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. MANFAAT TANAMAN Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama. Galunggung. Fax. Lampung. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng. Jl. Kerinci. kue. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat C. Merbabu. vetsin. 021 316 1952. Muria dan Tidar. Sumatera Selatan dan Bali. permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas. 021 316 9166~69. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. http://www. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. Fax. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal. grumosol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan. Untuk memperbaiki aerasi. 021 316 9166~69.0 tetapi pada pH 4. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. 021 316 1952. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik. Media Tanam a) Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai.go. Tanah yang mengandung liat tinggi. Tanah yang baik ditanami jagung. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman. baik pula ditanami kedelai. c) Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar. Jl. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. g) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl.5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. h) Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). latosol dan andosol.5 pun kedelai dapat tumbuh. sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa.87. pertumbuhan kedelai kurang baik. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup. http://www. asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup.H. 5. 5. regosol.5300 m dpl. Pada pH kurang dari 5.2. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil.id . M. tetapi air tetap tersedia. bahan organik sangat penting artinya. e) Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai. sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar.3. Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek. http://www. 021 316 9166~69.H. Jl. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M. 021 316 1952. Fax.

Economic Garden. Selain itu. Davros.27.29. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Raung. Wilis. No.452. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. Galunggung. Rinjani. Taichung. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berarti sudah mengandung bakteri tersebut.id . PEDOMAN BUDIDAYA 6. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam.ristek.1. Limpo Batang. Tambora. http://www. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam. Fax. 021 316 9166~69. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Jl. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Lakon. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. tanah. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi. yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.H. Tidar.go. Shakti. TK 5. tetapi tidak lebih dari 6 jam. 3) Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. Peter. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Orba. No. 021 316 1952. atau dengan memperpendek jarak tanam. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum. Merbabu. dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. Guntur. bersih dari kotoran. (3) setelah diinokulasi. Clark 63. 2) Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. No. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137).

go. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www. 021 316 1952. Fax.

dengan dosis 2-3 ton/ha.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu.2. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam. sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. http://www. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah.H. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari. Dengan pengapuran.id . 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan. 6.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. 3) Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat. tetapi setiap 3-4 tahun sekali. dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. tinggi 20 cm. Jl. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. Apabila akan dibuat drainase. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan Hal. 021 316 9166~69. Fax. M. memupuk. kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm.go. 4) Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun. perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar.

6. 2) Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. 3. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm.go. 25 x 25 cm. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat. jarak tanam lebih renggang. 4. 021 316 1952. Pada tanah yang subur. kedelai dengan jagung. Umur tanaman tidak jauh berbeda. seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya.H. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. kedelai dengan ketela pohon. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman kacang-kacangan. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Jl. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. b) Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. 021 316 9166~69. http://www. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 3) Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: a) Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm. agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2.3. M. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. atau 20 x 20 cm. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan.

go. M. http://www. 021 316 1952. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H.id . Fax. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. dapat juga dengan menggunakan herbisida. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M.go. biasanya kedelai ditanam bersamaan.id . Untuk menjaga agar produksi tetap baik. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. Di lahan sawah dengan irigasi. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau. 021 316 1952. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. Bila ditanam di tanah sawah.4. 6. 2) Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. 4) Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. http://www. waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sekitar 6 minggu setelah tanam. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik.ristek.H. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. Hal. Fax. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. Apabila lahannya luas. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. sehingga akan terlihat tidak seragam. Jl. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret.

bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha. 021 316 9166~69. pemupukan tidak diperlukan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di lahan sawah irigasi. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah.ristek. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. http://www. c) Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong.go. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. M. d) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. 4) Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah.id . Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 34 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Namun bila tidak ada irigasi. Pada tanah yang kurang subur. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. tanah harus diairi. pemberian air di sawah bisa diatur. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. 5) Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. 021 316 1952. Saat menjelang panen. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Urea=50-100 kg/ha. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. Jl. Fax. pemupukan dapat menaikkan hasil.H. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. Jl.H.go. 021 316 9166~69.id . Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

go. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. ada yang bersayap dan tidak. pertumbuhannya terhambat. tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong. 021 316 9166~69. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit). Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. M. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh. dilakukan sebelum benih ditanam. kapas-kapasan atau kacang. Azodrin 15 WSC. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya.ristek. mengolah tanah dengan baik. Gejala: layu.id . (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya. b) Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC.H. Hama a) Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. Dursban 20 EC. memenuhi syarat. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari. d) Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC.5 mm berwarna hitam. 021 316 1952. dan hasilnya akan sedikit. dicampur dengan benih.1. 7) Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. diberi insektisida Marshal 200 EC. bersih. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setelah tanam 50 hari. Azodrin 115 WSC. a) Lalat bibit. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC.kacangan. e) Ulat penggerek polong. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC. Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur. bahkan tidak berbuah sama sekali. http://www. c) Wereng kedelai atau kumbang daun. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. Huslation 40 EC. HAMA DAN PENYAKIT 7. Kharpos 50 EC. Hosthathion 40 EC. Jl.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 9166~69.id . 021 316 1952. http://www.go. Jl.H. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.

Sumithoin 50 EC. pemakan daun dan merusak bunga. Bertelur pada permukaan daun. Basudin 50 EC. setelah menetas. bunga. M. memakan buah muda. g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Pengendalian: Saat benih ditanam. Waktu buah masih hijau. Azodrin 15 WSC. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur. Pengendalian: Azodrin 15 WCS.5 mm) Lalat bertelur pada leher akar. 021 316 1952. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. berkelompok. kecil sekali (1. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Azodrin 15 WSC. ulat masuk ke dalam buah sampai besar. dengan dosis 2 cc/liter air. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. hitam bergaris kuning. kemudian setelah benih ditanam. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC. saat matahari bersinar turun ke polong. Surecide 25 EC c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. dan Agrothion 50 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. Pagi hari berada di atas daun. Gejala: larva dan kumbang memakan daun. polong bagian luar berubah warna.go. bahkan seluruh tanaman. tanah diberi Furadan 36. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Fax. yang berwarna hitam bintik putih. Dursban 20 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. dan menjadi hampa. http://www.ristek. sebelum ulat berkembang biak. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi).H. Diazinon 60 EC. h) Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. volume larutan 1000 liter/ha. d) Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering).id . 021 316 9166~69. memakan polong dan bertelur. pucuk. telur di bawah permukaan daun. e) Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah. polong muda. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda). Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. tanah ditutup dengan jerami . kemudian menjadi lalat dan bertelur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Melano Agromyza Phaseoli. f) Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC.

Hal. Jl. Fax. 10/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952. Fomodol 50 EC.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M.go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN EC.H.

Copper Sandoz. Penularan melalui tanah dan irigasi. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Gejala: kerusakan pada daun. bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan. (2) menyemprotkan Dithane M 45. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm.2. Gejala: bunga. Jl.go. bertelur di permukaan daun. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit. M. 021 316 1952. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Fax. ulat hidup bergerombol. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. dengan dosis 2 gram/liter air. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. daun yang paling rendah rontok. b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Dithane M 45. e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun. 7. saat udara lembab. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat. Penularan melalui tanah dan irigasi. 021 316 9166~69.ristek. dan tanaman berjarak tanam pendek.H. dan berpencar mencari rumpun lain.id . (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. memakan daun. Pemberantasan: belum ada. menguning. d) Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. lebih parah jika cuaca cukup lembab. Penyakit a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. buah dan daun mengecil. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN i) Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.H. Fax. M.ristek. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952.id .

1. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. Jl. Disamping itu. 021 316 9166~69. h) Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. M. Perlu diperhatikan. Fax. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45.2. buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Pada tanah ringan dan berpasir. kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari. atau polong sudah kelihatan tua.ristek. tangan dalam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC. Panen yang terlambat akan merugikan. tanaman menjadi kerdil. Penularan melalui tanah dan irigasi. g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). 8. proses pencabutan akan lebih mudah. 021 316 1952. agar hasilnya segera dapat dijemur. PANEN 8. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. http://www. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari.go. lalu gugur. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah. kemudian membusuk dan mati. (2) menyemprotkan Dithane M 45. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut. karena banyak buah yang sudah tua dan kering. Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. 8.id . tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan.

Fax. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.ristek.id . 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952. Jl.

dari pukul 10. kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15 %. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah pemungutan selesai. 9. Prakiraan Produksi Produksi kedelai yang didasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha. maka dengan memotong akan lebih cepat. dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya. tapi tertinggal di dalam tanah. PASCAPANEN 9. beberapa kali. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap.00 siang. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. dijemur secara terpisah. http://www. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih. 8. polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong.H. anyaman bambu. Pada tanah yang keras. 8. 021 316 1952. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. Jl. asalkan polong sudah cukup kering. Agar kedelai kering sempurna. Periode Panen Mengingat kemasakan buah tidak serempak. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam.id .4. M. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan.3. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri.1. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. atau di lantai semen selama 3 hari. Sesudah kering sempurna dan merata.00 hingga 12.TTG BUDIDAYA PERTANIAN posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. 021 316 9166~69. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 1952.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M. 021 316 9166~69.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai.000.000. Rp.180. 021 316 1952.125. 100.00.500. Rp.Urea: 50 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Rp.Legin 5.35. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Bibit: benih 40 kg @ Rp.go.000 kg @ Rp..000. Rp. 1.Kapur: 1. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1.000. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.1.200..Pengolahan tanah 30 OH Rp. Rp.ristek.3. Rp. Pupuk dan kapur . 10.. Fax. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18.Pestisida 2 liter @ Rp. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. brangkasan disingkirkan.H. 6000.650. http://www. Rp.4.000. 400.000.300.2. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya Kedelai di lahan pasang surut untuk luas lahan 1 hektar per musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: a) Biaya produksi 1. 021 316 9166~69.KCl: 50 kg @ Rp.240. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung.300. 1. 9. Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %.900.000. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Sewa lahan 1 ha.2 %.. 300. Tenaga kerja . Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan.000. 1 musim tanam 2.SP-36: 125 @ Rp. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.id .3. Pestisida . M.100. Jl. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.000. Rp. Setelah biji terpisah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax. 021 316 1952. http://www.H.id . 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

000. http://www.Rp.00.000.429 Sedangkan perkiraan analisis budidaya kedelai di lahan kering beriklim basah per hektar dalam 1 musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 sebagai berikut: a) Biaya produksi 1.3.000.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.200.= 1.000.500. 3.240.go. 1.000.000.SP-36: 125 @ Rp.780. 300.ristek. Jl. Fax.4.000. Rp. Rp. 3.882. Sewa lahan 1 ha.Pestisida 2 liter @ Rp.000.Rp.620. 500.000. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 100. Pupuk dan kapur . 600. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.800 kg @ Rp. 600.000.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.Pemeliharaan 30 OH 6.391 .Rp.Rp.500.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.H. 5.75. Rp.Legin 5.- Rp.Rp.300.000. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.400. Gambaran Peluang Agribisnis Bila dibandingkan dengan produksi kedelai Amerika yang mencapai 1800 kg/ha.180. 300. M.000.000.900.000. 021 316 1952. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara menanam varietas unggul secara intensif.Rp.000. Bibit: benih 40 kg @ Rp. Rp.Rp.000.400. Rp.000.Rp. 1.Pengolahan tanah 60 OH . 5.id Rp. Rp. 6.Pemeliharaan 50 OH 6.Penanaman 60 OH .. 1 musim tanam 2.000.Urea: 50 kg @ Rp.500.517.500.237. Tenaga kerja . Pestisida . 1.2.800 kg @ Rp.000. 021 316 9166~69. 500.. 3000. Maka diharapkan Hal. 3.= 1.Rp. B/C Ratio Rp. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 1.Kapur: 1000 kg @ Rp. yang dapat mencapai 20 kuintal/ha. B/C Ratio 10.. 600. 450. produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia masih tergolong rendah yaitu rata-rata 600-700 kg/ha.Rp.Penanaman 60 OH .000.

021 316 9166~69. agar impor kacang kedelai dapat dihentikan.(tahun 1992).2. cara pengambilan contoh. Bebas hama dan penyakit. seperti: insektisida dan fungisida.-/kg. asam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN produksi kedelai di Indonesia dapat ditingkatkan lagi. Di Indonesia. Fax. 3. Harga kedelai putih lebih mahal sebab mudah dan baik sekali digunakan sebagai bahan pembuat tempe dan tahu yang sudah memasyarakat di Indonesia. http://www. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. jarang mengalami perubahan. Di pasaran umum harga kedelai disesuaikan dengan warna dan besar kecilnya biji. atau bau asing lainnya. Sedangkan partai kecil pada umumnya dijual sendiri di pasar oleh para petani yang bersangkutan atau disalurkan ke industri rumah tangga yang mengusahakan tahu dan tempe.-/kg dan kedelai hitam biji sedang atau kecil Rp 375. jadi dapat dikatakan harga kedelai agak stabil. meskipun sementara petani masih menjual produksinya kepada tengkulak yang kemudian meneruskannya kepada pedagang besar (pengumpul) dan akhirnya disalurkan ke pabrik-pabrik. hasil panen kedelai dalam partai besar pada umumnya dijual melalui KUD. syarat penandaan dan pengemasan.cara uji. kedelai putih biji sedang dan kecil Rp 400.ristek. STANDAR PRODUKSI 11. Diskripsi Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995 11. M. 11.1. Jadi pada hakekatnya pemasaran kedelai tidak sulit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bahkan permintaan dari konsumen semakin meningkat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kedelai hitam biji besar Rp 450.-/kg.go. syarat mutu. Bebas bau busuk. Walaupun produktifitas tanaman kedelai cenderung mengalami peningkatan selama periode 1993-1997. 2.H. Sebagai gambaran: pada saat harga kedelai putih biji besar Rp 500. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. Meningkatnya produksi kedelai pada periode tersebut merupakan hasil upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilaksanakan dengan didorong oleh adanya Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Kedelai di berbagai wilayah. Jl. 021 316 1952. Patokan harga kedelai ini bisa bertahan dalam jangka waktu relatif lama. Bebas dari bahan kimia.. 11.3.id . serta bahan pembuat susu sari kedelai.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.ristek. Fax. Jl. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 9166~69. M.

Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. Hal. http://www. 11.id . Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %. mutu III=3 dan mutu IV=5. 021 316 1952. butir warna lain. 11. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. b) Penentuan adanya rusak. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. butir rusak. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. butir pecah. mutu II=1. 4. Persentase butir-butir warna lain. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. mutu III=3 dan mutu IV=5.ristek.4. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. 021 316 9166~69. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. mutu II=1.H. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. mutu II= 4.7 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. mutu III=14 dan mutu IV=16. mutu II=2. b) Syarat khusus 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. b) Daerah asal produksi. d) Nama perusahaan /pengekspor. 5. M. mutu II=14. mutu III=3 dan mutu IV=5. mutu III=5 dan mutu IV=10. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. Memiliki suhu normal. 3. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. mutu II=3. berat contoh analisa 100 gram. c) Nama dan mutu barang.go. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. Jl. 2. Fax.

(1991). Merill).go. e) Pasaribu. http://www.ristek. (1989). Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jl. Kedele. b) Balai Informasi Pertanian (1983/84). 021 316 9166~69. (1998). Kanisius.id . 10 (1): 27-37 Jakarta. Askip. (1995). h) Tujuan. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Yogyakarta. Proyek PEMD. : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. d) Marwanto.H. Sulistyono. BAPPENAS. g) Nomor karung. Intensitas Serangan Jamur Selama Penundaan Saat Panen dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Kedelai. Eko.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Berat bruto. Jurnal Penelitian Pertanian. Akata Agrosia. 12. 14 (3): 128-136 f) Wiroatmodjo. Studi Tentang Agroindustri dan Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. Buletin Agronomi. Departemen Pertanian Banjarbaru c) Capricorn Indo Consult. Fax. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Proyek PEMD. f) Berat netto. 021 316 1952. 1 (1):10-14. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Herbisida dan Inokulasi Beberapa Strain Bradyrhizobium japonicum. (1992). Perbaikan Budidaya Basah Kedelai.

ristek. dan kedondong kendeng. 021 316 9166~69. Fax.id .H.) 1. SEJARAH SINGKAT Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sedang di Asia Tenggara disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia). M. Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik. atau great hog plum.go. makak farang (Thailand). http://www. kedondong bangkok. 2. mokah (Kamboja). dan co'c (Vietnam). JENIS TANAMAN Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae. kook kvaan (Laos). hevi (Filipina). Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst. gway (Myanmar). Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa. otaheite apple. Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 1952.ristek. Jl.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

Salah satu negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L. 3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya. tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai. Jl. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0. buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. M.8 gram protein. 5.1. 8-10. 4.5-0. jeli. Jawa Tengah).853.ristek. Pada saat musim kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan tumbuh kembali dengan cepat. Iklim 1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini.id . Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air. 3. 0. dan kulit batangnya. Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. 5) Kelembaban udara sekitar 14%. Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah. 4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong. dan luka bakar. kulit perih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 0. pohon yang ternaungi menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali. dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN raksasa/super.8 gram lemak. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak.000-1. MANFAAT TANAMAN Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara. serta untuk dibuat acar (sambal kedondong). Fax.500 mm/tahun. SENTRA PENANAMAN Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara. SYARAT TUMBUH 5.go. 2) Curah hujan yang diinginkan antara 1.H. dan sari buah. tetapi kadang-kadang dibuat perahu.60 gram serat. http://www. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur. tidak dapat digunakan kayu pertukangan. 021 316 9166~69. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. 021 316 1952.5 gram sukrosa. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi.7-1 kg/buah. 0.3-1. daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax.id .go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl.H.

3. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji.2. b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan. c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa.H. Media Tanam 1) Tanaman kedondong mampu tumbuh sama baiknya pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 021 316 1952. Ketinggian Tempat Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering sampai ketinggian 700 m dpl. gembur. 5.go. Jl. Akan tetapi pohon ini juga toleran terhadap kekeringan. yaitu: a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji. 021 316 9166~69.2. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. namun tanaman kedondong paling baik ditanam pada daerah yang datar dengan kelerengan antara 0-10 derajat. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan. Apabila tanah terlalu asam maka untuk menaikkan pH perlu dilakukan pengapuran. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . dalam keadaan stres dedaunannya akan rontok untuk sementara saja. 6. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang. setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. 4) Kelerengan tidak terlalu mempengaruhi tanaman kedondong. d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan. dan mengandung bahan organik. Sistem pengairan yang baik akan menunjang pertumbuhan kedondong sehingga produksinya melimpah. Tanah yang disukai adalah tanah yang porous. 2) Penyiapan Benih Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif. Permukaan air tanah yang dapat dicapai oleh tanaman kedondong ialah antara 50-200 cm. PEDOMAN BUDIDAYA 6. M. 3) Tanaman kedondong tidak suka pada genangan air.5-6. http://www.ristek. Fax. 2) Derajat Keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk tanaman kedondong ialah antara 5. asalkan tanah itu memiliki sistem pengaliran air yang baik.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.id . 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www.H. 021 316 1952. Jl.

stek batang/dengan okulasi sambungan. Penetapan waktu penanaman juga sangat penting. Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam. 5) Pemindahan Bibit Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. Jl. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk.go. Fax. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal. Selain pH tanah.2. untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memperbanyak tanaman kedondong. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Hal.id . perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari. M. Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang. 021 316 1952. http://www. Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus.ristek. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum membuka kebun. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. harus direncanakan dahulu. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah. 021 316 9166~69. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman. 6. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan.

id . http://www.ristek. tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. dan sebagainya. Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran. 5) Pemupukan Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit. TSP. umpamanya bagi tanah yang rendah. hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air. Jl. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. Fax. Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah. 3) Pembentukan Bedengan Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedenganbedengan. padat. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang). Biayanya memang cukup banyak. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur.3. Akan tetapi. maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu.H. Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit. maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. 6. atau tanah itu padat. Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya. maka mulailah dipasang ajir pada tempattempat yang akan ditanami pohon kedondong. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang. 6) Pemasangan Ajir Setelah tanah selesai dikerjakan. M. Pemakaian pupuk kimia seperti urea. 4) Pengapuran Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong. ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai. bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Supaya tanaman kedondong tumbuh subur.go. yaitu secara bujur sangkar atau segi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5-12 m. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar. Pola tanam ada dua macam.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.id . Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air. 3) Cara Penanaman Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan. sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi. 6/ 12 . M. Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar. Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tiga. Bibit yang berasal dari semai.50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam. Jl. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. 021 316 1952.4. lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang.50 m atau 1. Fax. http://www. 6. Pada permulaan musim penghujan. 021 316 9166~69. biarkan saja supaya turun sendiri. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump. Menurut aturan bujur sangkar. pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar. Supaya kita dapat memasang dengan baik. tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. dapatlah dibuat alat sendiri.80 X 0. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang.id Hal.go. sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar. Ukurannya 1 X 1 X 0. Untuk menutup. maka dugunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar. sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit. 2) Pembuatan Lubang Tanam Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong. batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya.ristek. sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air.H. lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang. pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya. sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga.80 X 0. Waktu menutup lubang. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada waktu menanam. lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam. Kalau kedua alat tersebut tidak ada.

M. Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : Hal. 3) Pembubunan Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan. Pada saat pohon kedondong berbuah. jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah. sampah. lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal. tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang. Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang. maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya. http://www. dan untuk mempermuda pohon. haruslah diadakan perempalan beberapa kali. Fax.id . 4) Perempalan Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam. kompos. Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun. kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali. sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan. 5) Pemupukan Jika pohon ditanami pohon yang tetap. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong. Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon). setelah setahun ditanami. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela. supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. 021 316 1952. Jl. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak. pupuk hijau. supaya lekas berbuah.H. maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. 021 316 9166~69. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Macam pupuk yang baik bagi pohon buahbuahan ialah pupuk organis.go. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati. sekali-kali jangan dilakukan perempalan. Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang. pemeliharan. panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun.

Fax. kemudian yang dipandang perlu saja.id . dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun. sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1:2:2.) Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit. Sayapnya dengan 8 bintik gelap. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah. 6) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau. Pertamatama buah yang sakit dan rusak dibuang. Hama 1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf. M. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm. kepala dan perut berwarna merah-cerah.ristek. HAMA DAN PENYAKIT 7. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati.) Ciri: kumbang berukuran besar. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari. Pupa berada dalam tanah.H. 021 316 1952. dengan kaki berwarna kuning.go. 7. Panjang ulat sekitar 60 mm. hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan. 8) Pengurangan Buah Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri. 021 316 9166~69. Jl. panjang 10-12 mm. 2) Kumbang (Podontia affinis Grond. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang. Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahandahannya mudah patah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN P2O5 : K2O = 2:1:1 untuk tanah yang subur. Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida.1. Dewasanya bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek.H. M. 021 316 9166~69. Jl.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax.

id . Diplodia. 8. Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring.H. Gloeosporium. Fax.ristek. 8. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora). Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan. dan batang.3. Perkembangannya 38-42 hari. Phoma. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah. tidak di antara ujung jari. Cara Panen Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. bakteri atau virus. apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang. M. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae. Gulma Alang-alang. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut.2.2.3. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ciri dan Umur Panen Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. http://www. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida. Penyakit Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya. Telur berukuran 1. 7. Penyakit biasanya menyerang bagian daun. sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Periode Panen Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang. Fusarium. 7. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak. buah. 8. 021 316 1952.6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar.go. Jl. Pemanenan dapat Hal. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida. PANEN 8.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. dll yang disebabkan oleh cendawan.

Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi. 021 316 9166~69. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan. 9.4. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi. 021 316 1952. langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain. 9.ristek.id . Jl. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. 9. Buah yang akan dikirim jauh. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu.3. Hal. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengumpulan Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain. 8. Prakiraan Produksi Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg.4. M. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket). Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul.1.go. Penyimpanan Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar. sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli Agustus. Sebab kalau luka akan cepat membusuk. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. PASCAPANEN 9.2. sebaiknya buah yang belum kelihatan masak. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah penyortiran. Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. http://www. 9. karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman.H.

cara pengambilan contoh. http://www.3. syarat mutu. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. Analisis Budidaya … 10. Diskripsi … 11. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5.go. Gambaran Agrobisnis Peluang Usaha Di dalam negeri kedondong tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya.2. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Potensi Indonesia untuk mengekspor kedondong begitu besar. 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. syarat penandaan dan pengemasan. 021 316 9166~69.2. diperlukan pengembangan agribisnis kedondong yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. Mutu … 11. cara uji. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10.id Klasifikasi dan Standar . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. Untuk mensuplai kebutuhan kedondong luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah.4. Jl. 11. Pengambilan Contoh Satu partai/lot kedondong terdiri dari maksimum 1000 kemasan. 021 316 1952.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. Di luar negeri kedondong adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. Fax.ristek. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.1. STANDAR PRODUKSI 11.

Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M. Fax. http://www. 021 316 9166~69.go.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. Jakarta. 1986.M. 4) Rismunandar. Yogyakarta. PT Gramedia Pustaka Utama & Prosea Indonesia & European Commission. B. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. d) Berat bersih.ristek. Kanisius. E. Pengemasan Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu.go. & R. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. Jakarta. 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah-buahan yang dapat Dimakan (Terjemahan). Subiyakto. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat.E. Sinar Baru. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Sri & Danarti. b) Jenis mutu. Jakarta.5. 1998. Coronel. 021 316 9166~69. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Yustina Erna & Farry B. 1984. Jakarta. Kanisius. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. 021 316 1952. Jakarta. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. 7) Widyastuti. Jl. Bertanam Pohon Buah-Buahan 1. Penebar Swadaya. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. Fax. 1993.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Bandung. 1997. Pengendalian Serangga Hama Tanaman Buahbuahan. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2. 1995. e) Produksi Indonesia. 6) Verheij. Joko.H. 1993.W. Penebar Swadaya.id KEMBALI KE MENU . 5) Sudarmo. Penebar Swadaya. f) Tempat/negara tujuan. Yogyakarta 2) Najiyati. 3) Prasojo. Paimin. M. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyakit Tanaman Pangan dan Pembasmiannya. http://www.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Fax. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. Jl. http://www. 021 316 9166~69.id .

hutan pada ketinggian 900-3. Nama daerah : kina. kina ledgeriana 2. URAIAN TANAMAN 2. SEJARAH SINGKAT Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela.( Chinchona spp. Daerah tersebut meliputi hutan. Peru sampai Bolivia. . tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon.000 m dpl. Colombia.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Rubiaceae Genus : Chinchona Spesies : Chinchona spp. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia. kina merah. kina kalisaya. ) KINA 1. Equador.

panjang tangkai 3 – 6mm. cabang bentuk segi empat. bentuk gasing. sangat lebar. bentuk bundar sungsang lonjong. berbulu halus atau lokos. permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda. namun adakalanya panjang 7cm dan lebar 2cm. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm. daun gugur berwarna merah. tangkai daun tidak berbulu. calisaya Letak daun berhadapan.5cm. Tangkai sari tidak ada. Buah berwarna kemerahan bila masak. Buah lanset sampai bulat telur denga ukuran panjang 8 – 12mm dan lebar 3 – 4mm. berwarna hijau atau kemerahan. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih dan berbau wangi. helaian tipis. ujung daun lancip dan jorong. berbulu halus. Daun letaknya berhadapan dan berbentuk elips. Panjang malai 7 – 18cm dan gagang segi empat sangat pendek dan berbulu rapat. panjang benang sari setengan bagian tabung bunga.2. Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang. ledgeriana Tinggi pohon antara 4 – 10m. 2. bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm.2 Deskripsi  C. berbentuk galah. warna hijau sampai kuning kehijauan. mula-mula berbulu padat dan pendek kemudian agak gundul dan berwarna merah. Ukuran daun panjang 24 – 25cm. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun. bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. Kelopak bunga berbentuk tabung. cabang berbentuk galah yang bersegi 4 pada ujungnya. succirubra Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m.5cm. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm. lancip. berwarna ungu terang tetapi daun muda berwarna kemerahan. bergigi lebar bentuk segitiga. Ukuran daun panjang 25. lebar 17 –19cm. bentuk seperti trelur panjang 4mm dan bersayap. panjang 8 –15cm. Bunga bentuk bintang. bentuk bulat telur sampai gelendong. lebar 9 – 13cm. berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm. tabung tebal ditutupi bulu warna putih. daun penumpu sebagian berwarna merah. bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan. Bunga bentuk malai.  C.5 – 28. Bunga wangi. tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut. panjang tangkai 1 – 1. lama kelamaan menjadi lancip atau bundar. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm dan tidak berbulu. bundar. kelopak bentuk tabung dan bergigi pada bagian atasnya.3 Jenis . helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala. Daun elip sampai lanset. berbulu rapat dan pendek. lebar 3 – 6cm. bagian pangkal lancip dan tirus. agak menjangat.  C.

.Tanaman Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia. ledgriana (kina ledger) sebagai bahan tanaman batang atas. hanya 2 spesies yang penting yaitu C. succirubra Pavon (kina succi) yang dipakai sebagai batang bawah dan C.

3. KP 105. gembur. Tanam Media 1) Tanah yang cocok untuk tanaman kina adalah subur.2. tidak bercadas dan berbatu. KP 484dan QRC. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Ketinggian . Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah untuk depuratif. C. diare. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinine untuk penyakit malaria dan kinidine untuk penyakit jantung. KP 473. banyak mengandung bahan organik. 5) Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % dan 97 %. calisaya Wedd. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi kina Tengah.5 dengan pH optimum 5.1. 5. Jawa Timur dan Sumatra Barat.6-6. 2) Derajat keasaman (pH) antara 4. 4.Klon-klon unggul yang dianjurkan adalah antara lain: Cib 6. di Indonesia adalah Jawa Barat. 2) Curah hujan tahunan untuk lokasi budidaya kina yang ideal adalah 2. MANFAAT TANAMAN Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk obat. Iklim 1) Angin yang kencang dan lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang dan gugurnya daun.3. Jawa 5. 5.8.5-21 derajat C. dan tonik. (kina kalisaya) juga banyak dikenal dan ditanam oleh masyarakat. 4) Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13. disentri.0003. 3) Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik.000mm/tahun dan merata sepanjang tahun. influenza.

Tempat Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl). Pembibitan .400-1. PEDOMAN BUDIDAYA 6.700 m dpl.000 m dpl dengan ketinggian optimum untuk budidaya tanaman kina adalah 1. Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2.1. 6.

penyakit dan pemupukan. Batang bawah Batang bawah adalah semai kina succi yang ditanam di kebun dan batang atas entres kina ledger. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan. dan stek ledger. pemberantasan hama. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 . kina diperbanyak dengan cara vegetatif. c. batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan.5 cm. 80-100 g TSP dan 160-200 g KCl yang diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi. jika cuaca tidak terik dapat dilakukan sampai pukul 14.00. stek sambung.Pada kebun produksi. Entres batang atas Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal. d. ikat dengan tali bambu dan oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12. 1) Pembibitan Semai Sambung a. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah. disayat dari atas ke bawah sepanjang 1. Penyambungan Batang bawah. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda. Pupuk berupa 160-200 g Urea. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung. tinggi 30-40 cm dan diameter batang 1 cm. pucuk batang bawah succi dipotong. e. Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan dan berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam). Selipkan entres ke sayatan di batang bawah. pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan. Siapkan entres kina ledger (1 cm) yang daunnya sudah dibuang dan runcingkan bagian bawah entres. semai ledger. Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh. Setelah berumur 12 minggu dan panjang tunas sambungan 12 cm. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung.00. b.

tinggi 40 .tahun di persemaian II.50 cm dan akar tunggang 50 cm. 50 bibit diikat menjadi satu. 2) Pembibitan Sambung Stek . Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang dan sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah.

Sungkup jangan bocor dan air hujang yang menggenangi plastik harus dibuang. oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1. Penanaman stek Media dalam polibag disiram sampai lembab. terdiri dari 3-4 ruas paling ujung.a. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan.3% setiap minggu atau urea . Pohon induk yang baik dipilih dari pohon yang pertumbuhannya cepat dan mudah berakar dalam penyetekan.25 cm. Media tanam Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm. Semua daun dibuang. lokasi kebun dipilih datar. besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah. Bahan tanaman dan penyambungan Batang bawah succi yang baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yang dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. sungkup ditutup. e. Jika hujan. Pohon induk yang siap diambil steknya pada umur 3-5 tahun. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali. Bahan stek diambil dari bagian batang yang masih berair. g. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan dan tinggi 20-25 cm. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan. Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0.66. diikat dengan tali bambu. Batang dipotong o miring 45-60 menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. dekat tempat pembibitan. Pada sekeliling dan di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm. Batang bawah Succi Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan.2-0. Pohon induk ditanam pada jarak 1. Penyungkupan Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu. d.0 cm untuk m enyelipkan batang atas. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali dan pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak. mempunyai ukuran sebesar pinsil. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm. bukan dari cabang. b. Batang atas ledger Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yang dianjurkan.5-2.0 yang diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya. batang dibungkus dengan batang pisang dan disimpan di tempat teduh. Pembukaan dilakukan secara bertahap. f. berwarna coklat muda dan agak tua. c.25 cmx1. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan 3 Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l untuk 1 m .

0. Penyiangan . Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yang tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag.2%.

Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. tinggi 40-50 cm. 4) Pembibitan Stek Ledger a. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1. penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan. b.25 m. c.dilakukan dengan tangan. dan setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek.5 tahun karena tidak perlu penyambungan. Bahan stek dipilih dari pucuk yang coklat muda. Bibit semai kina ledger Adalah bibit semai dari biji kina ledger yang berasal dari poliklonal dengan klon-klon yang terpilih dan dipelihara khusus. bedengan.2. b. bersih dari tunggul sisa-sisa akar dan gulma. Stek ledger Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger. Pindah tanam Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun dan tinggi 40-50 cm. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan. media. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan. Bahan stek yang digunakan adalah pucuk. Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1. Pembibitan Persiapan pembibitan. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati. Dan akar telah mencapai dasar polibag. 6. penyungkupan dan pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. Persemaian Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan. . Pengolahan Tanam Media Pengolahan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan tanah yang gembur. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya. masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm dan dipetik di pagi hari. tinggi rata-rata 40-50 cm. 3) Pembibitan Semai Ledger a. dari pohon induk yang telah berumur 3-5 tahun. h. penanaman stek.25x1.

dan pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama. . Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yang kedua yaitu menghancurkan bongkahan dan membuat struktur tanah lebih remah dan gembur.Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm. juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar.

dicampurkan merata 100gram/lubang.25 cm x 1. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman. Kapur berupa dolomit. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola penanaman tergantung tofografi lahan. kemudian diratakan. setiap 20 m ke arah mendatar. PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6. 3) Cara Penanaman a. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki.25 cm.5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan keperluan. tinggi bibit 40-50 cm dan 2/3 daunnya dirompes.500. b. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik dan mati segera diganti. 2) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4. 3) Pemupukan (sebelum tanam) Pupuk untuk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP. 2) Pembutan Lubang Tanam Pengajiran untuk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola dan jarak tanam yang dibuat.1) Persiapan Lahan Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran dan pematokan dengan memberi tanda. Bibit cabutan Panjang akar bibit sekitar 30 cm. ditimbun dengan tanah. c. disangga dengan belahan bambu.3. 6. dan jarak tanam lebar yaitu 1. ke arah kemiringan atas dan bawah. Bibit dalam Polibag Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya. Tanaman pelindung Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan . jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm. kalsit. Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) dan 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan ). Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yang disebut satu patok. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan tanaman disiram. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring.

Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yang ditanam selama 3 tahun.memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. 4) Perioda Tanam .

Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman. dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan.1 tahun: Urea 108 kg.4. KCl 30 kg dan Kieserit 19 kg. 6. Penyiangan dilakukan 1. 3) Pembubunan Untuk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam. Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan. TSP 62 kg. 4) Pemupukan a.Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September dan biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam. Sedangkan untuk tanaman yang telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. menjelang kemarau. Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% dan pada tahun kedua 5% 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan untuk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman.5– 2 bulan sekali. Pemupukan Konvensional o Tanaman muda . Namun demikian pada tanaman muda dapat dilakukan kegiatan ini untuk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik. . Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: Untuk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. b.

TSP 83 kg.. KCl 40 kg dan Kieserit 37 kg. .2 tahun: Urea 173 kg.

1. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. Thuricide. Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg. . o Tanaman dewasa . Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat. (5) Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100300 mm. (6) Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC.4 tahun: Urea 325 kg.. Pada ranting patah ada lubang gerekan.7 tahun keatas: Urea 433 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg.5 tahun: Urea 390 kg. TSP 124 kg. dilaksanakan dua kali setahun. 2) Penggerak cabang merah (Zeuzera coffea e) Gejala: menyerang cabang dan ranting hingga layu dan mudah patah. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. (9) Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP. KCl 60 kg dan Kieserit 37 kg. (4) Ulat badori (Attacus atla s).5 EC. kupu serta telur-telurnya. KCl 100 kg dan Kieserit 75 kg.6 tahun: Urea 390 kg. (7) Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L. HAMA PENYAKIT 7. dikendalikan dengan Baythroid 50 EC. 3) Penggerek pangkal batang (Phasus damor) . Ripcord 5 EC. . TSP 207 kg. TSP 186 kg. Antitrygoides divisaria.3 tahun: Urea 217 kg. Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC. kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar. Hama DAN 1) Ulat Ulat yang menyerang daun atau ranting muda adalah: (1) Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra. Pengendalian: memangkas cabang atau ranting yang terserang. (2) Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC. . TSP 186 kg. 7. (8) Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2. Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur. TSP 165 kg. (3) Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC.

Gejala: kerusakan pada leher akar. kering. layu. rontok dan tanaman mati. daun kuning atau kemerahan. 4) Penggerek (Xyleberus. Sp) cabang . Pengendalian: menanam bibit yang sehat dan insektisida.

Benlate 50 W).2. 5) Penggerek pucuk (Alcalides cinchonae) Gejala : bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna dan mati. sera ngannya relatif sedikit. ranting menjadi berwarna putih dan dihuni oleh hewan kecil lonjong. 7) Helopeltis (Helopeltis theivora. Pengendalia n: dengan penyemprotan insektisida Lannate L. Hama ini tidak menimbulkan kerugian dan serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan. Lannate 25 WP. Benlate 50 WP. (2) P. antonii) Gejala : daun dan pucuk yang terserang menjadi salah bentuk. Kanker garis membentuk jalur sempit yang mengendap pada kulit . Pengendalia n: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC. Pada serangan berat tanaman mati dan dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman. Penyakit 1) Kanker batang Penyeba b: jamur Phytophthora Sp. Pengendalia n: menyemprot larutan fungisida sistemik dan insektisida Gusadrin 150 ESC. cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yang halus. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda.Gejala : pada ranting. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. serangannya juga terbatas. cinnamomi penyebab kanker garis. parasitica penyebab kanker gelang. Lebaycid 550 WP. coklat 6) Kutu putih (Pseudaulacaspis pentagona) Gejala : menyerang ranting dan mengisap cairan selnya. H. 7. (3) P. serangannya di Indonesia sangat luas. Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu: (1) P.

Shell Tapflux atau . Jika kulit luar dikupas tanpak bahwa kulit bagian dalam membusuk. Pengendalia n: kulit yang sakit dikorek.batang. Gejala : berbeda-beda tergantung umur dan klon.5% dan Difolatan 4F 3%. Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A. jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat dan dilumasi Antimucin WBR 0. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yang dapat menyebabkan tanaman mati. Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang.

Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas. golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan babadotan (Ageratum conyzoides). Gulma Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repen s) dan paparean (Phalaris arundinaceae).4. 7. menggunakan tanaman penutup tanah lebum dan dengan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. Dapat juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat.3. 7.05%. menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan mengurangi penyiraman. menyiangi/mencabut. Permukaan kayu yang terbuka ditutup ter untuk mencegah masuknya kumbang penggerek. Pengendalia n: dengan memperbaiki kultur teknis. Persemaian dapat disemprot dengan Dithane M 45 atau Brestan 0. Perenox 3%. 4) Penyakit mopog (Rhizoctonia solani) Gejala : di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompokkelompok semai yang mati seperti tersiram air panas. 2) Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor) Gejala : sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux. Pengendalian hama/penyakit secara organic Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) . Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur yang belum masuk ke dalam kulit. dan mirip dengan sarang laba-laba.Shell Otina Compound. Pengendalia n: dengan mengurangi kelembaban persemaian.

yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. serta . 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang.

dengan bagian yang terkecil yang diambil adalah kulit cabang yang diameternya lebih 1 cm. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. dahan. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Ranting yang diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yang rendah. insektisida. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. Produk ranting dapat dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan). Ciri Panen dan Umur Bagian tanaman kina yang biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang. PANEN 8. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. dan biaya pengambilannya relatif mahal. GSV dan Tungro. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. Umur tanaman yang . Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. kutu. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. dan lalat buah.1. 8. cabang dan ranting.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. nyamuk. serta hama gudang Callosobrocus. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. hama gudang. 6) Penggunaan pestisida.

5% dari total tanaman.5. 8. 6. 5.2.12. 7. 18 dan 24 tahun dengan jumlah tanaman yang dicabut untuk masingmasing penjarangan adalah 12.siap panen untuk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun dan untuk panen cara penjarangan adalah 3. Panen Cara 1) Cara penebangan . 8.

Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari. sistim panenan: penjarangan I (12.Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan. Perkiraan Panen Hasil Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru. maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata. Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul. Pemilihan tanaman yang akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yang telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter). dan dipelihara tunas untuk berikutnya. Untuk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yang tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari.00 kg/ha. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan. Potensi produksi SQ7 adalah 15. Potensi produksi SQ7 adalah 37. sistim panenan: penjarangan II (12. Pola produksi kulit kering dan kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dapat dilihat berikut ini: a) Umur 3. Panen Periode Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang dan ranting dan pemangkasan batang utama.5 kg kulit. c) Umur 6.000 kg/ha pada . Panen tebangan pertama disebut Stumping 1. sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yang disebut potensi produksi.5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. 8. atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat.0 tahun. Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit.5 tahun. terik 2) Cara penjarangan Dilakukan dengan cabutan untuk memanen secara bertahap dalam persentase yang telah direncanakan. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter. 8. hindari matahari. Setelah 4 dipanen kali stumping Penen a stumping tanaman dibongkar Panen yang baik pada awal musim .5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. berikutny disebutmaksimum 2 4dst.3.5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. tebangan penghujan. b) Umur 5. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%.0 tahun. sistim panenan: penjarangan III (12.4.50 kg/ha.

5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.kadar SQ7 6 proses.50 kg/ha.0 tahun. Potensi produksi SQ7 adalah 60.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.00 kg/ha. sistim panenan: penjarangan IV (12. Potensi produksi SQ7 adalah 82. d) Umur 7. .

Cabang dan ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang.5% panenan) dengan produksi kulit kering 9.e) Umur 8. pastikan bahan tidak saling menumpuk.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses.0 tahun.0 tahun. sistim panenan: penjarangan VIII (12. sistim panenan: penjarangan VI (12. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu o 50 C o . Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 . Potensi produksi SQ7 adalah 375.0 tahun. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi.75 kg/ha. Cabang atau ranting yang ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil dan daundaun. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih. Potensi produksi SQ7 adalah 468.125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses.2. sistim panenan: penjarangan VII (12. g) Umur 18. sistim panenan: penjarangan V (12.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses. Lindungi bahan tersebut dari air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. 9.60 C. f) Umur 12. Potensi produksi SQ7 adalah 122. Setelah pencucian selesai. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira. kemudian dipotong sepanjang 40 .1. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air.250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.00 kg/ha. h) Umur 24.00 kg/ha. 9. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Kulit batang yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven .3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%.50 kg/ha. Potensi produksi SQ7 adalah 250. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Penyortiran Pencucian Basah dan Batang yang akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh.kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata.5% panenan) dengan produksi kulit kering 6. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.50 cm untuk diambil kulitnya.0 tahun. Setelah itu batang tersebut dibersihkan.5% panenan) dengan produksi kulit kering 3. PASCAPANEN 9.

Kering.3. 9. Setelah pengeringan. Penyortiran . timbang jum lah yang dihasilkan.dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa tidak saling menumpuk.

kina sebagai bahan baku kosmetika. 10.000 ton kulit kering/tahun.2. Gambaran Agribisnis Peluang Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan. ANALISIS TANAMAN 10. dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa .4. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). dapat berupa kantong plastik atau karung. Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan. 9.5. yang menjelaskan nama bahan. bagian dari tanaman bahan itu. Di samping sebagai bahan obat. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. minuman penyegar dan industri penyamakan.000 ha dengan produksi 11. nomor/kode produksi. nama/alamat penghasil. bahan yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). 9.1 Budidaya Analisis EKONOMI BUDIDAYA Usaha 10. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat.Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. tidak bocor. Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah. berat bersih dan metode penyimpanannya. Pengemasan Setelah bersih.

Perkebunan kina kita akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan. 11. PRODUKSI STANDAR .terpenuhi. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima.

Kelas kualitas ini bahkan lebih besar daripada yang dihasilkan di Afrika. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. Contoh Pengambilan Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.1. Klasifikasi dan Standar Mutu Kulit kina kering jemur dari batang utama di perkebunan kina Indonesia mempunyai standar mutu yang memenuhi persyaratan Internasional yaitu memiliki kadar kinin sulfat pada kelas SQ7. Lingkup Ruang Standar produksi meliputi: klasifikasi. berat contoh analisa 100 gram. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina. Deskripsi … 11. Pengemasan Kina dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. 11. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. dan tahan mengalami handling baik pada pemuatan maupun pembongkaran. 11. syarat mutu. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. A. 11.11. cara uji.5. 1995. PUSTAKA DAFTAR 1) Sultoni. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. syarat penandaan dan pengemasan.2.3. Asosiasi . cara pengambilan contoh.4.

Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Jakarta. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman .

3) Anonimous. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2) Anonimous. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Jakarta. Vademekum Bahan Obat Alam. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 411 Hal. Bogor. 1989. 311 Hal. KEMBALI KE MENU . 1994.

krisan dikembangkan secara komersial. Sejak tahun 1940. daisy ) 1.go. Jl. C. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. indicum. SEJARAH SINGKAT Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan.ristek. ponpon).H. M. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning). 2. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tahun 1808 Mr. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. C.id . Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. daisy (bulat. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. morifolium (ungu dan pink) dan C. 021 316 9166~69. C. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Hal. morifolium Ramat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KRISAN ( C. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. Fax. 021 316 1952. http://www.

i. 28. 27. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong.id Hal. Amerika Serikat dan Jepang. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a) Krisan lokal (krisan kuno) Berasal dari luar negri. Reagen.H. b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. Fax. C. Klondike dll.Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. b) Bunga potong Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. Fleyer (berbunga putih). Improved funshine. Hybr. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Brides. polibag atau wadah lainnya. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. 2/ 13 . krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Ditandai dengan sosok tanaman kecil. Rage (merah) dan Time (kuning). mempunyai tangkai bunga panjang. Dark Flamingo. menengah dan besar).go.97. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga.C. 021 316 1952. berbunga lebat dan cocok ditanam di pot. ukuran bervariasi (kecil. C. M. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). MANFAAT TANAMAN Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. indicum hybr. Contoh krisan ini adalah C.108. 13. 3. Green peas. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. tingginya 20-40 cm.7 dan 30. Applause (kuning cerah). Jl. morifolium Ramat. Dolaroid. c) Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu). Indianapolis (berbunga kuning) Cossa. Great verhagen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Chrysanthemum : C. indicum. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cheetah. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). Contoh C.hybr.177. Pearl Cindy (putih kemerah-merahan). 021 316 9166~69.ristek. daisy dll Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda.13A. http://www. Puma. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). i. Clingo. C. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia. Sebagai bunga hias.

1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Jl.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 2 9 m dan lampu dipasang setinggi 1. Media Tanam 1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. 021 316 9166~69.5-6. M. 5.2. dapat ditambahkan CO2. subur. tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Bandungan (Jawa Tengah). diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Lembang (Jawa Barat).H. Fax. setek diperlukan 90-95%. SENTRA PENANAMAN Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22. 4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit. Iklim 1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.7.5 m dari permukaan tanah. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl. SYARAT PERTUMBUHAN 5. seperti rumah plastik. 021 316 1952.30–01. http://www. hingga mencapai kadar yang dianjurkan. 2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. Cisarua. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. 5. 5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Brastagi (Sumatera Utara). Sukabumi.3.go. gembur dan drainasenya baik. 5. 3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C.ristek. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. 2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. tidak mengandung hama dan penyakit. Tanaman muda sampai dewasa antara 7080%. greenhouse. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go.ristek. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69. Fax.id . 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

5 BAP/liter. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu.id .H. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari. http://www. a) Bibit asal anakan b) Bibit asal stek pucuk Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0.2 mg kinetin/liter ditambah 0. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit diambil dari induk sehat. diameter pangkal 3-5 mm. kalus bertunas waktu 26 hari. potong pucuk tersebut. 021 316 9166~69.5-2.5 mg NAA/liter ditambah 0. kemudian bilas dengan air suling steril. M. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: a) Stok tanaman induk Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang. 021 316 1952. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 3. kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. berkualitas prima. Fax. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan. panjang 5 cm. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat.5 mg NAA/liter ditambah 1. daya tumbuh tanaman kuat. Jl. setek pucuk dan kultur jaringan.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet.ristek. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0.go.5-0. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan.1.5 mg NAA/liter ditambah 0. 2) Penyiapan Bibit Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan.5 mg kinetin/liter. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu.5 mg NAA/liter ditambah 0. bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.04 % (HgCL) selama 10 menit. Medium MS padat ditambah 0. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. sedangkan perakaran 26 hari.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek.id . 021 316 1952. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. http://www.go. Jl.

http://www. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk. b) Penyemaian kultur jaringan Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. 021 316 9166~69. Jl. 5) Pemindahan Bibit Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. setelah bibir berukuran cukup besar.ristek. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. 2. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm.30–03. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip. 1.5-1 cm. Penumbuhan cabang sekunder. 021 316 1952. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari. dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan.id . Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. M. Penumbuhan cabang primer.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyemaian di bak Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm. Pemangkasan pucuk. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas.H. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Fax. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.5-1 cm. 3. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kedalaman 25 cm.go.5-10 cm.

go.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Jl. M.id .

zeagro. kalsit. 021 316 1952.08 ton/ha.id .2 = 4. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. 021 316 9166~69. 20 cm x 20 cm. pH 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. jarak antara bedengan 30-40 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Teknik Penanaman 1) Teknik Penanaman Bunga Potong a) Penentuan Pola Tanam. urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G.go.4 = 3. tinggi 2030 cm. Pengolahan Media Tanam 1) Pembentukan Bedengan Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur. M. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. diberikan merata pada tanah sambil diaduk. 2) Pengapuran Tanah yang mempunyai pH > 5. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan. Dosis tergantung pH tanah. d) Cara Penanaman Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit. Lubang tanam dengan cara ditugal. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. b) Pembuatan Lubang Tanam Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm. pH 5. http://www. a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3 = 3.5.3. panjang disesuaikan dengan lahan.02 ton/ha.2. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari. Jl.ristek.60 ton/ha. 2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa.12 ton/ha.H. pH 5. Fax. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek. 6. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur. c) Pupuk Dasar Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm. keringanginkan selama 15 hari. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. http://www. Fax.go.ristek. 021 316 9166~69.

Untuk memperpendek batang. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. dan akhirnya sebulan sekali. d) Penjarangan Bunga Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. 021 316 9166~69.H. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. http://www. 021 316 1952. Fax. Hal. 3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). M.go. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 2 gram per m luas lahan.00-22. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah 2 ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m luas lahan.30-01. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. Untuk merangsang pembungaan. Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm. Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. Jl. Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. Lampu dimatikan.00. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. Bila dipanen tangkainya 70 cm. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan. b) Pemupukan Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam.ristek. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16.00. Misalnya. c) Pembuangan Titik Tumbuh Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. Periode berikutnya beralih ke generatif.id . Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm.

memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat. 3) Tungau merah (Tetranycus sp) Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan. 021 316 1952. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. menebal. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. terpelintir. 2) Thrips (Thrips tabacci) Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. 021 316 9166~69. HAMA DAN PENYAKIT 7.H. 7.ristek. tergantung cuaca atau medium tumbuh. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. dan bercak-bercak kuning sampai coklat.1. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. misalnya IATP buatan Taiwan.id . 2) Penyiangan Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Fax. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. http://www.4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari. M. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput liar. Hama 1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. sehingga pucuk dan tangkai terkulai. terutama pada permukaan bawah daun. Jl. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl.id . Fax. 021 316 1952.go.

8. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit. Jl. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. http://www.ristek. Cara Panen Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Penggerek daun (Liriomyza sp) Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus.2. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi.go. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning. warna bunganya menjadi pucat. penggiliran tanaman. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. 2) Tepung oidium Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. 7. 021 316 1952. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh.1.H. kadang-kadang bergaris-garis. PANEN 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. perompesan daun yang sakit. Pengendalian: memotong daun yang terserang. mencabut tanaman yang sakit.Henn. Penyakit 1) Karat/Rust Penyebab: jamur Puccinia sp. 8. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. dengan aplikasi insektisida. karat putih disebabkan oleh P horiana P. 021 316 9166~69. tidak membentuk tunas samping. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. 3) Virus kerdil dan mozaik Penyebab: virus kerdil krisan.2.id .

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. Jl.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. M. http://www. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

http://www. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik.go. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga. Jl. 9. M. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9. dalam bak atau box alat angkut.2. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Panen sebaiknya dilakukan pagi hari.ristek. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. 9. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. 021 316 9166~69. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga.3. Prakiraan Produksi Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.H. Hal. menarik. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. PASCAPANEN 9. rapi dan tidak longgar. 8. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. sehat dan bebas hama dan penyakit. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. warna dan varietasnya. 021 316 1952. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen.3.1. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur.000 tanaman. Fax.id .

Sewa lahan 1 tahun 2. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman. Rp.Rp.ristek.250. 50.000.9. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama.1. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan.000. Biaya tenaga kerja .id Rp..Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp. HKW Hari Kerja Wanita 10.Rp.ZA: 4. M. 800.- Rp.5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm.000. Jl.Urea: 4..1.611 .000.Rp.Rp.Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW 6.=1.Pupuk kandang: 15..TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. Bibit : 500. alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 400.000. 250.000. 2.000 batang @ Rp.000.000. Rp. 1) Biaya produksi 1. Inggris.250. 150.375 kg @ Rp.Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp.5. 1. 4.150 kg @ Rp.000.600 kg @ Rp.250.Rp. 25..400.KCl: 125 kg @ Rp..3.000.143. 2.000. 500. America Serikat. Rp.Penanaman 5 HKP + 50 HKW . Austria. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Swiss.go. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biaya lain-lain (pajak. 1.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000.H. 10.500.500.000.050. 1.225. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0..Rp. iuran.750.000. Fax.Pemupukan 10 HKP + 20 HKW . 225.000.. 500.856. Rp.750. http://www. Pupuk dan kapur . 34. Italia.90.000. 1.6.Rp. Rp.000.206. Pestisida 5.500. Rasio Output/Input Keterangan: HKP Hari Kerja Pria.000. 55.Rp.650.SP-36: 525 kg @ Rp. Rp.2. Rp.500.000.000. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari. 021 316 9166~69.250.4.000 kg @ Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. 425. Swedia dsb. Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.1. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah.000 tanaman @ Rp.200. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. 021 316 1952.KNO3: 2.

ristek.id .go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. Fax.H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

b) Contoh yang diambil 3. cara uji.id . untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26–50. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51– 100. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. 021 316 9166~69. STANDAR PRODUKSI 11. M. g) Contoh yang diambil 15.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tetap terbuka. Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151–200. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1–3. http://www. 11. panjang tangkai 70 cm. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1.1. cara pengambilan contoh. pangkal bunga diberi kapas basah. d) Contoh yang diambil 8. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4–25. c) Contoh yang diambil 6. 11. f) Contoh yang diambil 12. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut: a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201– lebih. e) Contoh yang diambil 10. Duapertiga daun masih lengkap. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101–150. b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. 021 316 1952.2. utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit. syarat penandaan dan pengemasan. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. 11.go. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi. c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. lurus dan tunggal. syarat mutu. Kuntum tidak tertutup seludang. d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.3.H. Deskripsi … 11.ristek. Jl.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

M. 021 316 1952. Fax.go.H. Hal. http://www.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum.ristek. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.

DAFTAR PUSTAKA 1) H Rahmat Rukmana . 348. 2. 5.1997. 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Trubus no. Jumlah isi. http://www. 021 316 1952.go. Yogyakarta. Hasil Indonesia. 6. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jenis mutu. M. 2) Trubus no. 4) Lukito AM. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain. 021 316 9166~69.id . Jakarta. 3) Dewi Sartika. Nama atau kode produsen/eksportir. Krisan. Krisan Baru Produk Indonesia.H. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. 342. Penerbit Kanisius. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 338. 3. 1998. Nama barang/varietas krisan. Kebun bunga Potong Ciputri. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. 4. 1998. Negara tujuan. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1998. Ir.ristek. Trubus no.5. Jl. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.

Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis. remujung (Jawa). se-salaseyan. kumis kucing (Sunda).( Orthosiphon spp. Nama daerah: Kumis kucing (Melayu – Sumatra). ) KUMIS KUCING 1. remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). SEJARAH SINGKAT Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. 2. .1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Lamiaceae Genus : Orthosiphon Spesies : Orthosiphon spp. kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. songkot koceng (Madura). giri-giri marah (Sumatera). URAIAN TANAMAN 2.

panjang 1.2. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong.obatan. mahkota berwarna ungu pucat atau putih. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok. petiolaris dan O. albuminuria. bundar.2 Deskripsi Tanaman terna yang tumbuh tegak. panjang bibir 4. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu. lanset. aristatus. panjang tabung 10 – 18mm.5 – 10mm. dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. panjang tangkai daun 7 – 29cm. Batang bersegi empat agak beralur. batu ginjal. pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata. 2.3 Tanaman Jenis Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. urat dan pangkal berbulu pendek dan jara ng sedangkan di bagian yang paling atas gundul. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul. di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. kencing manis. glabratus. O. helai bunga tumpul. Buah geluk berwarna coklat gelap. SENTRA PENANAMAN Hingga saat ini. tementosus var. O. 3. masuk angin dan sembelit. MANFAAT TANAMAN Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat. Baik di dataran rendah maupun . thymiflorus. dengan ukuran panjang 13 – 27mm. dan penyakit syphilis. sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa.5cm. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal. ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7.75 – 2mm. lancip atau tumpul pada bagian ujungnya. Kelopak bunga berkelenjar. Bunga bibir.5mm – 1. tinggi tanaman sampai 2m. 4.

SYARAT PERTUMBUHAN 5. 5.dataran tinggi. Iklim .1.

2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. b.1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3. subur.200 m dpl. Media Tanam 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. d. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing. 5.000 mm/tahun. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air. . Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu.500 stek/ha.1. 5. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun. c. 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. bibit dipindahkan ke kebun produksi.3. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 . Pembibitan 1) Penyiapan Bibit Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik.2. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3. untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun.1.000-62. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm. 2) Teknik Penyemaian Bibit Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50. a. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal. subur dan sehat. Setelah timbul tunas baru. 6. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. PEDOMAN BUDIDAYA 6.

2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek.3. e) Sirami sampai cukup basah.6. c) Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. gulma dan Setelah diolah. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2. b) Buat lubang kecil di tempat lubang tanam. 6.4-3. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. tanah dibiarkan 15 hari.2. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda . 2) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm 3) Cara Penanaman a) Pilih bibit yang baik dari pembibitan. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (OktoberDesember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tanah diolah 30-40 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan 3) Pemupukan (sebelum tanam) Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm. d) Padatkan tanah di sekitar bibit. 4) Perioda Tanam Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil. tanaman lain dibuang.

3) Pemupukan a. 2) Penyiangan Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar.4. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada awal pertumbuhan. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah. sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam. sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya.6. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun. Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah.5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1. penyiraman dikurangi. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala . Pemupukan Konvensional Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca. b. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm). yang penting tanah tidak sampai kering.

.serangan hama penyakit.

7. dan rumputrumput lainnya 7. ageratum. pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk . kutu. lulangan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatka n sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Gulma Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki. HAMA PENYAKIT 7. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. hama gudang. meningkatkan kebersihan kebun. Hama DAN Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. alang-alang. 7.1.2. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas.7. dan lalat buah. Pengendalian hama/penyakit secara organic Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu). Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun.3. nyamuk. Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu.4. Penyakit Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). memotong bagian yang sakit. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air.

4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti .hembusan dan semprotan.

akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. Panen Periode Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhan optimum dari daun.2.hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. 8. GSV dan Tungro. 8.1. Perkiraan Panen Hasil Tanaman yang sehat dan terpelihara menghasilkan rimpang segar sebanyak Dengan pemeliharaan yang intensif. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. 9. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah sbb: .4. 8. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm.3. PASCAPANEN Setelah pemetikan. Karena yang dimanfaatkan adalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya. PANEN 8. Saat panen yang tepat adalah pada saat awal pertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh bunga. serta hama gudang Callosobrocus. 8. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Panen Cara Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi. Ciri Panen dan Umur Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam.

.9. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi basah dilakukan pada bahan segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya.1. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Setelah selesai.

60 C. 9. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).5. yang menjelaskan nama bahan. nama/alamat penghasil. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. 9. dapat berupa kantong plastik atau karung.4. nomor/kode produksi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. Lindungi daun tersebut dari air. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. daun yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). 9.2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. Pengemasan Setelah bersih. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa daun tidak saling menumpuk.2. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Pengeringan daun dilakukan selama kira-kira 1 . Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah mengalami pengeringan dengan memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. .Pencucian dilakukan dengan air bersih. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. bagian dari tanaman bahan itu.3. berat bersih dan metode penyim panannya. Pengeringan didalam oven dilakukan pada suhu o o 50 C . Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. tidak bocor. Selama pengeringan daun harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. pastikan daun tidak saling menumpuk. timbang jumlah daun yang dihasilkan. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Setelah pengeringan. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. 9. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut.

ANALISIS TANAMAN EKONOMI BUDIDAYA .10.

500. Lingkup STANDAR Ruang . 600. Pupuk .g. 11. 100. Bibit 6000 bh @ Rp.296-47. agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil. 3.1 Budidaya Analisis Usaha Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.Rp. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat. Sewa lahan 1 musim tanam Rp. 100. Panen dan pasca panen Rp.2.000 kg @ Rp.000.Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp. Lain-lain Rp.1. 150. Pestisida Rp. f.791.000.414 ton.000.500.10.2) Pendapatan 700 kg @ Rp.937.b.000.3) Keuntungan Rp. Rp.000.500.500.000. Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8. d. . Rasio output/input = 1.c.000. 200.1. Gambaran Agribisnis Peluang Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor.000. 512.000. Jumlah biaya produksi Rp. 600. 1) Biaya produksi a. 4) Parameter kelayakan usaha a. e. . PRODUKSI 11. . 150. 100. 1. Alat Rp.2. .Rp. 60.265 10. 27. 100.Pupuk kandang 4. Amerika dan Singapura.450.Rp.100. h. Tenaga kerja Rp. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23.

11.2.Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu.3. Deskripsi … 11. Klasifikasi dan Standar Mutu ----- . cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.

Contoh Pengambilan Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 1994.4. Yogyakarta. 1989. Kumis Kucing. dengan bahan yang tidak luntur. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. Vademekum Bahan Obat Alam. Bogor. 3) Anonimous. Jakarta. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. PUSTAKA DAFTAR 1) Rahmat Rukmana. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. Pengemasan Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan.11. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Ir. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.5. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. 311 Hal. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. 411 Hal KEMBALI KE MENU . 11. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman 2) Anonimous. Penerbit Kanisius.

( Curcuma domestica Val. Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe. tetapi pahit. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl. ) KUNYIT 1. 2. dan Filipina. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India. SEJARAH SINGKAT Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. URAIAN TANAMAN 2. Indonesia (Jawa). ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Cina Selatan. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Pada tahun 77-78 SM. dan sedikit pedas. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. kelat. Taiwan.1 Klasifikasi . tetapi tidak beracun.

Divisio Spermatophyta : .

Amomum curcuma Murs. Daun tunggal. membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Ujung dan pangkal daun runcing. peternakan dll. C. longa Auct. sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah.3 Tanaman Jenis Jenis Curcuma domestica Val. MANFAAT TANAMAN Di daerah Jawa. . Batang merupakan batang semu. dan menyembuhkan kesemutan. berwarna putih/kekuningan. anti mikroba. panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1. Di India. bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm. daging buah merah jingga kekuningkuningan. dengan produksi mencapai 12. lebar 8-12. serta sebagai pembersih darah. dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha. dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. yaitu: sebagai bahan obat tradisional. Cina. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu. 3. tepi daun yang rata. 2. membersihkan. bulat.5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. Manfaat utama tanaman kunyit. mengeringkan. Srilanka. tegak. anti tumor.323 kg/ha. 2. u C. bahan baku industri jamu dan kosmetik. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya. longa Linn. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia.5 cm. anti oksidan.2 Deskripsi Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. C. bahan bumbu masak. domestica Rumph. kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan. 4. Haiti. pencegah kanker.Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma domestica Val. menghilangkan gatal.

1. SYARAT PERTUMBUHAN 5.5. Iklim .

kerikil). sehat. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C. karena lebih mudah tumbuh. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur.1. segar. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas. 5.2. tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa. b. Media Tanam 2) Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur. 6. terhindar dari serangan penyakit. memiliki kadar air cukup. sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur. PEDOMAN BUDIDAYA 6. benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup. cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. 3) Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi.a. dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. kulit. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun.3. maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl. 2) Penyiapan Bibit Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun. ukuran. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan. berdaun banyak dan hijau. o c. dan warna seragam. pada tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah. Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang. kokoh. 5. Ketinggian Tempat Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). 3) Teknik Penyemaian Bibit . bentuk. terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain.

2. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. 4) Pemupukan (sebelum tanam) Untuk mempertahankan kegemburan tanah. perkebunan atau pekarangan. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari. Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus o dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35 C. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan. Selain itu menempatkan o rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 C. Selama pengangkutan.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara: mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1.5 bulan. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian. meningkatkan . dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari). 3) Pembentukan Bedengan Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.5 bulan. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. 6. bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk. dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1. Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu o kamar (25-28 C). Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan.

. dan aerasi yang lancar.unsur hara dalam tanah. dilakukan dengan drainase.

Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan. Teknik Penanaman Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0. 2) Penyiangan . Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.5-3 kg. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk. 1) Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. 3) Cara Penanaman Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit. 6. 4) Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. 2) Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2. Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama. sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit. 6.65 ton.4.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat.50-0. yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola. yaitu pada awal musim penghujan.3.

Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. dan K2O (75 kg/ha). Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha). 4) Pemupukan a. 3) Pembubunan Seperti halnya tanaman rimpang lainnya. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di selasela tanaman. dan luas area daun kunyit secara nyata.93 ton/ha. TSP 10 gram/pohon. b.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29.5 ton rimpang segar/ha. pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. P2O5 (50 kg/ha). 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman). tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Oleh . Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. dan ZK 10 gram/pohon). Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon. Pupuk P diberikan pada awal tanam. Pemupukan Organik Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan.Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air. jumlah daun.

agar tanaman air sehingga rimpang tidak pengairan terbebas perlu dilakukan dari genangan .sebab itu drainase dan pengaturan secermat mungkin.

2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.1. 7. mencegah terlukanya rimpang. kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos. b.2. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.membusuk. penyemprotanfungisida dithane M-45.) Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Penyakit 1) Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian. 7) Pemulsaan Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah. Hama 1) Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera. HAMA DAN PENYAKIT 7. Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas. mencegah terjadi genangan air pada lahan. sehingga luka rimpang kemasukan cendawan. 7. Pengendalian: a. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan . Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3.

6) Penggunaan pestisida. Penyemprotan insektisida.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda. b. 7. serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh ala mi 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. ageratum.4. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya .2. rumput lulangan. menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Pengendalian: a. dan gulma berdaun lebar lainnya. rumput teki. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Gulma Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali 7. insektisida.

.dengan semprotan. hama gudang. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. kutu. dan lalat buah. nyamuk.

8. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Perkiraan Panen Hasil . 8. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan.3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 8. Ciri Panen dan Umur Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan.4.3.2. Panen Cara Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya. serta hama gudang Callosobrocus.1. yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. GSV dan Tungro. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak. PANEN 8. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Sebelum dibongkar. batang dan daun dibuang terlebih dahulu. saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). 8. seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati). Panen Periode Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul.

9.Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0. PASCAPANEN .71 kg. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.

Setelah pencucian selesai. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian.5. 9. o o Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C . Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. 9. Perajangan Jika perlu proses perajangan. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rim pang tidak saling menumpuk. lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan.5 hari. 9. timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember.60 C. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Lindungi rimpang tersebut dari air. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 . Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm.9. timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9. tanah atau kotoran-kotoran lain. Pencucian dilakukan dengan air bersih. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi.1. pastikan rimpang tidak saling menumpuk.4. Setelah perajangan. jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Setelah pengeringan. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. sisa tanaman. Setelah selesai.2.3. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil. atau setelah kadar airnya dibawah 8%. . Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. dan gulma.

rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum dipakai sebelumnya).Pengemasan Setelah kantong pernah wadah bersih. yang . Berikan label yang jelas pada tersebut.

600. Rp.2. . c.000.750.000.3) Keuntungan 475. Rasio output/input = 1. Rp.000. 9.000 kg @ Rp..500 kg @ Rp.000.600. Tenaga kerja g. Rp. 25. bagian dari tanaman bahan itu. Alat f. ANALISIS TANAMAN 10.000. Bibit 50 kg @ Rp. tidak bocor. 100.399.1. nama/alamat penghasil. 1. nomor/kode produksi. Rp.Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. Analisis Budidaya EKONOMI Usaha BUDIDAYA Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 pada tahun 1999 di daerah Bogor.000. 10. 28.60. Rp. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). . Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif. Sewa lahan 1 musim tanam b. 1.1.6.100. Rp. Rp. .600. 600.200. Pestisida e. 150.menjelaskan nama bahan. Rp.000. 150. Rp. 100. Rp.875.4) Parameter kelayakan usaha a. 100. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. berat bersih dan metode penyimpanannya.Pupuk kandang 4. 1) Biaya produksi a. Rp.399 yang dilakukan Rp. Rp.400. Pupuk . serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 2.d.35. 1800.000.800.TSP 16 kg @ Rp. Gambaran Peluang .KCl 16 kg @ Rp. Panen dan pasca panen h.1. 200. 10.

5-6 ton/bulan. Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Melihat dari kebutuhan rata- . Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya.Agribisnis Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1.

dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha. Taiwan. 11. Dari segi jalur tata niaga. Klasifikasi dan Standar Mutu . Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut. Berdasarkan kondisi ini. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas. tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi. Pada tahun 1987. Srilanka. dan negara-negara lainnya.nya. dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). PRODUKSI 11. namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/ha. Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989.3. Negara India. Srilanka. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. Haiti. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini. Singapura. suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang. Cina. Deskripsi … 11. dan Jepang). Hongkong. Lingkup STANDAR Ruang standar mutu. agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. Haiti. lalu ke pabrik/pedagang besar. Amerika. kunyit tergolong efisien. cara Standar produksi meliputi: jenis dan pengambilan contoh dan syarat pengemasan. nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India. apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri.1. dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik. dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya.2. jalur tata niaga. terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi. karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul. 11.rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri. juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya. Cina.

Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri dicantumkan berikut ini: 1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga 2) Aroma : khas wangi aromatis 3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit .

1) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. contoh yang diambil 5. dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan.4) Kadar air maksimum : 12 % 5) Kadar abu : 3-7 % 6) Kadar pasir (kotoran) : 1% 7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5% 11. 11. contoh yang diambil 7 3) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500. 2) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300. maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. contoh yang diambil 10 5) Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000. Contoh Pengambilan Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini. dituangkan isinya. contoh yang diambil 9 4) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. dengan bahan yang tidak luntur. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. dengan maksimum berat tiap partai 20 ton.4.DAFTAR . atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. dikemas dengan jala plastik yang kuat. Pengemasan Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh.5. Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang. contoh yang diambil minimum 15 Kemasan yang telah diambil. kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 311 Hal. 2) Anonimous. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. . Bogor. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Vademekum Bahan Obat Alam.PUSTAKA 1) Anonimous. 1994. 1989. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. 411 Hal.

1992.RS. Buletin Pertanian Tanaman Rempah dan Obat. Dalimartha. Balai Pustaka: 230231. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia: kunyit. J. 1988. 10)Wijayakusuma. jagung manis (Zea Agronomi. Yogyakarta. Mulyoto. Joedojono. Hembing. Jilid 1: bagian Botani. Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman kunyit. 1992.tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obat-obatan tradisional (kunir atau kunyit-Curcuma domestica Val. Curcuma longa Linn (Jiang Huang). Jakarta. Jakarta. H. CD.). Penebar Swadaya: 40-41.1. Ungaran. Cet. Ismiyatiningsih. Setiawan. 1998. 4) Kartasapoetra.) produksi kunyi (Curcuma ditumpangsarikan dengan t yang mays Soccharata).2. PT. 9) Soedibyo. A. Tanaman obat keluarga (toga): kunyit. 86 hal. Pustaka Kartini: 93-94. 1996.S. Tumbuhan obat famili Zingiberaceae. 5) Kloppenburg-Versteegh. Rineka Cipta: 60. 1998. A. 6) Moko. manfaat dan kegunaan: kunyit. 1991. 11)Wiroatmodjo. Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (kunir). Nurfina A. Fauziah. Kajian pemberian pupu kandang dan tingkat terhadap pertumbuhan k populasi domestica Val. 7) Muhlisah. BRA Mooryati. 21 (2) 1993: Buletin 59-63.. Hidayat. 8) Nugroho. Alam sumber kesehatan. Puslitbang Tanaman Industri: 39-61. Bethesda: 102103.P. Cet. 1993.Trubus Agriwidya. Jakarta. G.M. Lontoh. Nurdin. Petunjuk lengkap mengenai tanaman. Jakarta. Februari 2000 KEMBALI KE MENU . Bogor. Jilid 4. Manfaat dan prospek pengembangan kunyit. Wirian. 8 (1) 1993: 30-38. 1993.3) Darwis SN. Jakarta.

2. gedong. ) 1. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id . JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Anarcadiaceae Genus : Mangifera Spesies : Mangifera spp. Hal. http://www. manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGA ( Mangifera spp. Fax. 021 316 1952. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yaitu mangga arumanis. SEJARAH SINGKAT Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Jl. 021 316 9166~69.ristek. golek. M.

5. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Jika pH di bawah 5.3.5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8. 021 316 1952.309 tanaman dengan produksi 668. Jl. SYARAT TUMBUH 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .048 ton.1. http://www. 6.ristek. 5. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang. 021 316 9166~69. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo. kuat dan buahnya berkualitas. 4.2. MANFAAT TANAMAN Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Pembibitan 1) Perbanyakan dengan Biji a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat. PEDOMAN BUDIDAYA 6.1.go. Cirebon. Jika ditanam di daerah basah.901.5. Indramayu. M. Tempat Ketinggian Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5-7.H. Fax. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5. Iklim Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. 5.

M.H. http://www.ristek. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . 021 316 9166~69.

stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1.5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Setelah penempelan. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1). 021 316 9166~69.go. Selama penyemaian. Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm.H. http://www. lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. biji ditanam pada jarak 10-20 cm. 6.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1). tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok.2. Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan. 021 316 1952. Jl. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan. Fax. 2) Okulasi Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur.id . 3) Pencangkokan Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk.5 tahun. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik. bibit tidak boleh kekurangan air.

H.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. 021 316 9166~69. http://www. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.id . 2) Cara Penanaman Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm. Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. 021 316 9166~69. http://www. Fax. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. 021 316 1952.go. M. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi. 6. 3) Penanaman Pohon Pelindung Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. taburi lubang dengan furadan 10-25 gram. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan panjang. Polibag bibit digunting sampai ke bawah. lebar dan kedalaman 100 cm. Pada waktu penggalian. Masukkan tanah galian bagian atas. rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi. biasanya pada awal musim hujan.ristek. Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari.4. 2) Penggemburan/Pembubunan Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman. galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm. c) bujur sangkar (segi empat). Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau. b) diagonal. Jl. jarak tanam lebih renggang. diikuti tanah galian bagian bawah. masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. 6.

id . Umur tanaman 2. KCl 970 gram/tanaman.750 gram/tanaman. 3. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. 4) Pemupukan a) Pupuk organik 1.940 gram/tanaman. b) Pupuk anorganik 1. Pemangkasan ketiga. persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik. 5. Tanaman waktu berbunga : ZA 1.080 gram/tanaman. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang. Dengan cara ini.ristek. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman. 15 kg abu. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36. 021 316 9166~69. Fax. Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang.940 gram/tanaman.380 gram/tanaman. Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman.5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1. 2. KCl 1. 1 tahun kemudian. 4. Jl. Umur tanaman 1. 4. 5) Peningkatan Kuantitas Buah Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0.5 kg abu. 021 316 1952. Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman.5–8 tahun: 0.go. http://www. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). 5 kg pupuk kandang.3%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempelan/Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi. 2. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. 15 kg abu. KCl 1. dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2.5 kg tepung tulang. 50 kg pupuk kandang.000 kg/tanaman. Di kalsium fosfat 1. 50 kg tepung tulang. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1. 3.H. 2. M. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H. 021 316 1952. http://www.go.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

Keduanya menyerang rangkaian bunga. Hama 1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. 4) Lalat buah Gejala: buah busuk.id . http://www. merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord. mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.1. 5) Wereng ( Idiocerus clypealis. menggunakan pupuk kandang halus.go. menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi. Pengendalian: dengan semut Hal. Kulit buah kelihatan normal. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang. jatuh dan menurunkan produktivitas. Niveosparsus. Fax. insektisida Diazinon atau Basudin. Wereng ini menyerang daun. Jl. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali. 6) Tungau (Paratetranychus yothersi. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak.H. I. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. 021 316 1952. Hemitarsonemus latus) Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah.ristek.) Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat. rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. I. 021 316 9166~69. membakar daun yang terserang. bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. hijau dan kemerahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. M. 3) Bisul daun(Procontarinia matteiana. 2) Bubuk buah mangga Menyerang buah sampai tunas muda. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini. Atkinsoni) Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

id . menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.go. ranting. Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah Hal. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu. Menyerang daun. bunga berjatuhan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Pengendalian: fungisida Dithane M-45. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7) Codot Memakan buah mangga di malam hari. M. ranting. 5) Kudis buah Menyerang tangkai bunga. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux. 021 316 1952. Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang. 021 316 9166~69. http://www. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang. cabang. daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pembuahan tidak terjadi. 6) Penyakit Blendok Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Penyakit 1) Penyakit mangga Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. ranting dan daun.ristek. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis.H. Fax. memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring. 3) Cendawan jelaga Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. bunga. Pengendalian: pemangkasan dahan. 2) Penyakit diplodia Penyebab: jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. 7. Pengendalian: dengan bubur bordeaux. buah busuk. 4) Bercak karat merah Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah.

Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang.000 buah pada waktu produksi maksimum di umur 20 tahun. warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan.3. 8. mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. buah jangan sampai terpotong. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. 8. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. Ciri dan Umur Panen Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun. meningkat sampai 300-500 buah pada umur 10 tahun. buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen.4. 8. Gulma Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna.ristek. lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux. 1.H.000 buah pada umur 15 tahun dan 2. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah. Dari satu pohon. Periode Panen Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN warna menjadi coklat atau hitam. Perkiraan Produksi Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun.3. pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. tercongkel atau jatuh sampai memar. Cara Panen Pada saat pemetikan. warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras. Jl. 021 316 1952. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah.id . 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. http://www. Pengendalian: memotong bagian yang sakit. PANEN 8. 8. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon.2.

http://www. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.id .H.ristek.

Pupuk .545.3. Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri. 10.1.555. Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan.go.220. 15.Rp. 1.5 cm.000.115 Tahun ke 1 dan 2 @ Rp.id .62.325.5 . http://www. golek > 20 cm b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 . 60.49.ristek.000.270 gram/buah Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17. 31.5 cm 9.20 cm c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah.000.2.1.320 gram/buah c) Kelas III: 200 . teduh dan sejuk. M.000. golek 17. Sewa lahan kebun 10 tahun @ Rp.2. Bibit 121 batang @ Rp. 1.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. 1) Biaya produksi 1. Rp.61. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya tanaman mangga dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh.500. Fax.Pupuk kandang 3 ton/tahun @ Rp.5 cm. 9. golek < 17. PASCAPANEN 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. Penyimpanan Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering. Kelas berdasarkan berat buah antara lain: a) Kelas I: > 320 gram/buah b) Kelas II: 270 . 92.Urea 28 kg @ Rp.270. Rp.000. Rp.060.Rp.440.10.210.000. Jl.Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.800.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 1.H. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.17.Rp.. 021 316 9166~69. Penyortiran dan Penggolongan Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus. 021 316 1952. Rp. 1.

ristek.id . 021 316 9166~69. Jl.go. 021 316 1952. Fax.H. http://www. M. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

305. Rp. Rp.600.ristek.500.10) Panen dan pasca panen .000. 5..225.000.500.Pemangkasan 10 HOK/th @ Rp.27.Tahun ke-6.Parang 1 buah @ Rp.000. 35 HOK @ Rp.25.Tahun ke-8.500.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp. 7. 7. Rp. 7.160. Rp.500.KCl 11 kg @ Rp. Rp. Rp.150.H..435.000.45. Rp.528. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500.000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Rp.Pemupukan dasar 5 HOK @ Rp.Pengajiran 4 HOK @ Rp.TSP 11 kg @ Rp.000.528.1. Rp. 7.500.Tahun ke-7. Rp.000.500.000.18. 7.Tahun ke-10. Rp.000.Kemasan dan pemasaran Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Rp.300.500. Rp.000.Hal.000.. Rp. Rp.300. 7. 10.400.Tenaga kerja . Fax.500. 7.462.000.165.500.go.52. Rp.500.500. Rp. Jl.61.000. 7..20. Rp. 72.37.Penanaman 7 HOK @ RP.600.id .225..000. Rp. Rp.Pembuatan drainase 25 HOK @ Rp.686.10. 88.000.Pestisida .363. Rp.Peralatan . Rp. Rp. Rp. . Rp. 7. 25.150. Rp.500.500.1.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. 7.. Rp.000. http://www.500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Koret 2 buah @ Rp.000.Pembersihan lahan 30 HOK @ Rp.Furadan 3 kg @ Rp.26.600. 7.450.264. 7.36.Perbaikan drainase 12 HOK/tahun @ Rp. 6.330.187. M. 62 HOK @ Rp.7.000.45. Rp.500. 7.500.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.600.500. Rp. 7.000.500. Rp. 84 HOK @ Rp.000. 22 HOK @ Rp.Tahun ke-9.500.Pembuatan teras piringan 20 HOK @ Rp.892.000.500.810.. 7. 7.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.650. 7. Rp. 1.000.000.. Rp... 7. Rp.(ke 2 -10) .000.Penyulaman 6 HOK @ Rp.Pemanenan Tahun ke-5.. Rp...000.500. Rp.500.Cangkul 2 buah @ Rp.000.. 75 HOK @ Rp.627.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp. 021 316 1952. 7.000.1 buah @ Rp. 1. 48 HOK @ Rp..Sprayer 0.. 12.370.600.500.500. Rp. 021 316 9166~69.000.561.(ke-5 .675. 5.30.000.112.52.800.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp..500. 7. 17. 7. Rp. Rp.(2-9) .. Rp.

Tahun ke-8: 15. cara uji. Dalam 10 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. 500. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah.Rp. M.220. 500. 11.000. 4. syarat mutu.Rp. 40.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. cara pengambilan contoh.. B/C rasio 10.ristek. Fax. 1..900 buah @ Rp. http://www.000.Rp.700. 021 316 1952.000.Rp.Tahun ke-10: 20.675. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi.400.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-10 Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan .400 buah @ Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.Rp. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar. 2. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas. 021 316 9166~69.. 10. 500.508.325. 32. syarat penandaan dan pengemasan.Tahun ke-9: 18. Diskripsi Standar mutu mangga tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01-31641992.500 buah @ Rp. 8.800 buah @ Rp.2.479.go. diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. 9.Tahun ke-6: 8.. Jl.Rp.Rp.000.id .2. 500.Jumlah Pendapatan 3) Keuntungan : 1. 7.350.Tahun ke-5: 5. 500. 500.050.000.100 buah @ Rp.750.Tahun ke-7: 12. 11. 6.- = 1.000.Rp.450.25 Di dalam negeri mangga tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya.000.700 buah @ Rp. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal..700. STANDAR PRODUKSI 11.Rp.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.id . Fax. http://www. 021 316 9166~69. Jl.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Karakteristik tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. 021 316 9166~69. Jl. kecil 150-199 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu II seragam b. sangat kecil 250-299 gram Syarat mutu yang diterapkan untuk keempat golongan tersebut: a. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. Fax. Karakteristik kotoran: mutu I=bebas.id . sedang 350-400 gram. Karakteristik kerusakan: mutu I=5%. mutu II tua tapi tidak terlalu matang c. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. M. sedang 200-250 gram.ristek.go. mutu II=cukup keras d. kecil 300-349 gram. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. sangat kecil 100-149 gram d) Manalagi: besar>400 gram. mutu II=10 % g.5. Karakteristik ukuran: mutu I=seragam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II=bebas f.4. kecil 300-349 gram. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. Karakteristik kekerasan: mutu I=keras. Pengambilan Contoh Satu partai/lot mangga terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. kecil 400-449 gram. mutu II=kurang seragam e. sedang 350-400 gram. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10. mutu II=1% 11. sangat kecil 350-399 gram c) Gedog: besar>250 gram. Pengemasan Pengemasan buah manga dalam peti kayu. http://www. 021 316 1952. Karakteristik busuk : mutu I=1%.3. sangat kecil 250-299 gram b) Golek: besar>500 gram. sedang 450-500 gram. Karakteristik keasaman sifat varietas: mutu I seragam. Mutu Klasifikasi dan Standar Mangga digolongkan dalam 4 ukuran menurut kultifarnya yaitu besar sedang kecil dan sangat kecil yang masing-masing digolongkan dalam 2 jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II a) Arum manis: besar>400 gram. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. 11.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. 021 316 1952. b) Jenis mutu. Jl.id . M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Berat bersih. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. http://www. Fax.go. 021 316 9166~69. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal.ristek.

Celah-celah Usaha Terpilih 3) Pracaya. 021 316 9166~69. f) Tempat/negara tujuan. DAFTAR PUSTAKA 1) Bambang Marhijanto.id . Bertanam Mangga. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Bonus Trubus No. Memperbanyak Mangga di Pohon. Membudayakan Tanaman Buah-buahan. http://www. Jl. 345.ristek. 1998. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 12. Ir. Sinar Baru Bandung 5) Trubus No. Penebar Swadaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Produksi Indonesia. Bertanam Mangga. 1998. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Arkola. 1990. 1994. Fax.H. Drs & Setiyo Wibowo. 345. Surabaya.go. Jakarta 4) Rismunandar. 1998. M.

) 1. Manggista (Sumatera Barat). Malagasi. SEJARAH SINGKAT Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGIS ( Garcinia mangostana L.go. tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat). 021 316 1952. http://www. yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Manggus (Lampung).id . Hawaii dan Australia Utara. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Guttiferae Genus : Garcinia Spesies : Garcinia mangostana L. Hal. Fax. 2. M. Dari Asia Tenggara.ristek. Jl.H. Karibia. Manggusto (Sulawesi Utara). 1/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

3. MBS2. Fax. lebar>10 cm.go. lebar 8. SYARAT TUMBUH 5. dibuat sirop/sari buah. 2) Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1. 3) Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C. cm.2.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Jawa Barat (Jasinga. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Klon yang dikembangkan adalah MBS1. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional.id . sebagai buah kaleng. Iklim 1) Dalam budidaya manggis. 3) Kelompok kecil: panjang daun<17 cm. berat buah<70 gram. buah tiap tandan 1 butir. 021 316 9166~69. lebar<8. ketebalan kulit buah>9 mm. MBS4.5. gembur. Angin yang baik tidak terlalu kencang.5 cm.ristek. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur.5 cm. Sumatera Barat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ketebalan kulit buah<6 mm.1. MBS6 dan MBS 7. diameter buah>6. 5. Kalimantan Tengah. Riau. MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar.H. Ciamis. diameter buah<5. diameter buah 5. Wanayasa). Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan. buah tiap tandan>2 butir.5-6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis. MBS3. http://www. angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. berat buah 70-140 gram. M.5 cm. ketebalan kulit buah 6-9 mm.500–2. 2) Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm. 3) Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m. 021 316 1952. mengandung bahan organik. wasir dan luka. 5. MBS5. buah tiap tandan 12 butir. berat buah>140 gram.5-10 cm. Media Tanam 1) Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5– 7. 4. kayu bakar/ kerajinan. yaitu: 1) Kelompok besar: panjang daun>20 cm. Sumatera Utara. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. Jl.

2/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. http://www. 021 316 1952. Jl. M.go.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Jl. Pembibitan Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan.H. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit.go. 1) Persyaratan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun. b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 1952.000 m dpl. beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun. 3/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 2) Penyiapan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah. tidak rusak. 6.3. http://www. Ketinggian Tempat Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%. Hal.id . rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. Fax.1.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih.ristek. M. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan.

Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. 5. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. Persemaian disiram 1-2 kali sehari. c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut: 1. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun. 4. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0. Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma. lalu ikat ujung balutan dengan kuat. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu.0 cm. diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Media tanam berupa campuran tanah halus. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan. 6. kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh.51. 021 316 9166~69.go.5-1. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah. Setelah berumur 1 tahun. M. 3. Tanah diolah sedalam 30 cm. bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). 2. b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm. d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut: 1. 2.0 cm. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0. Jl. tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk. http://www. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. 021 316 1952. kemudian campurkan pasir. Pembalutan dimulai dari atas. Fax.ristek. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm.

go. Fax. 4/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. Jl.id .H.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia. Jl. Fax.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.id . 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. 10. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. http://www. 8. M. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. Biarkan bibit susuan selama 5 . Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. 5. 6.H. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama. 021 316 1952. 9. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.6 bulan.ristek. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. 7. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. jarak tanam lebih renggang. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. 021 316 9166~69. c) bujur sangkar (segi empat). b) diagonal. 4.2. 4) Pemupukan Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah. 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.

Fax.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id .H. 5/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952. Jl.

Jl. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi.4. pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. 021 316 1952. timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan. b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam. 2) Cara Penanaman Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.ristek. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras. c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam. tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi. http://www.H. misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro. e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro.id . Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. M.3. d) Siram sampai tanah cukup lembab. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut: a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang.go. Fax. 6. 021 316 9166~69.

http://www.id .ristek.go.H. M. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali..id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.). 021 316 9166~69. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.1-0. c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea. dan Helminthosporium sp.H. (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.go. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. M. Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik. 021 316 1952. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma. Fax. menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air. Hama 1) Ulat bulu Hama ini melubangi daun. b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea. http://www.2 %. 7.1.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Dalam larikan dan lubang sekitar 1020 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm. Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp. coklat (Helminthosporium sp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah: a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea. 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali. SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun.2. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp. 7. Gloesporium sp. Jl.) dan hitam pada sisi atas dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. HAMA DAN PENYAKIT 7.

http://www. 7/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.id . 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. 021 316 9166~69.

atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0. Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun. Pengendalian: memotong cabang/ranting.). (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang. Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda. Pengendalian: sama dengan kanker batang. Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya. 5) Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull. memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0. Pengendalian: sama dengan kanker batang. http://www. mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat. Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang.id . 4) Kanker batang Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.go. 7) Busuk akar Penyebab: jamur Fomes noxious Corner. 6) Busuk buah Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz. Gejala: akar berwarna coklat. 2) Jamur upas Penyebab: Corticium salmonicolor Berk. Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah.1-0.ristek. M. Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering. 021 316 9166~69. Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung.2 %. Pengendalian: (1) perbaikan drainase. 3) Hawar benang Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid. Pengendalian: sama dengan kanker batang.H. menjaga kebersihan kebun.1-0. 021 316 1952.2 %. Fax. busuk dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pemotongan tanaman yang sakit. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah daun (Gloesporium sp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.et Br.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax.go.id .H. M.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. diameter 5560 mm. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Ciri dan Umur Panen Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%. c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%. 8. tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.4. 8. berat 80-130 gram. 021 316 9166~69. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Fax. diameter 5560 mm.3. Untuk konsumsi lokal. diameter 5560 mm.H.1. 8. kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1. diameter 5560 mm.go. berat 80-130 gram. e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah. berat 80-130 gram. b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%. berat 80-130 gram.ristek. Periode Panen Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.id . buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM. M. Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini : a) Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu.000 buah/pohon.000 butir atau sekitar 20 ton buah. diameter 55-65 mm. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200. 021 316 1952. Perkiraan Produksi Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. berat 80-130 gram. http://www.2.000 buah/pohon dengan rata-rata 2. Pada puncak produksi. PANEN 8. Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Fax. 021 316 9166~69.H. 9/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M.

id . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Sewa lahan 6 tahun 2. M. Rp.000.. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya manggis seluas 1 hektar pada populasi 100-125 tanaman untuk inventasi selama 20 tahun.KCl 240 kg @ Rp. Rp.35.875.Penanaman 5 HKP @ Rp.3.000.500. Pengumpulan Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman. Rp.Insektisida 120 kg @ Rp.000.75. Pestisida .- Rp. 7000.000. PASCAPANEN 9.Pupuk kandang 3 ton @ Rp 150. Penyortiran dan Penggolongan Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda. Rp.45. Pupuk . 021 316 1952.Pembuatan lubang tanam 10 HKP @ Rp. Rp.000..396.500. 12.000. Jl. Bibit stek sambung 125 batang 2.1.Rp.450.70. Rp.540.ristek.2.SP-36 25 kg @ Rp. Rp. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar.3.650.6. sedang dan kecil. Penyimpanan Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di Jawa Barat. Rp. 1.d. 1) Biaya produksi tahun ke-0 1.500.go.800.000.33. 562. 1. 1 650. Fax.2) Biaya produksi tahun ke-1 s.800.000.1.. Rp.Urea 375 kg @ Rp 1.H. http://www. 9. Tanam .3. 10..000. 50. ke-6 1.000.Rp.000. 021 316 9166~69.000.KCl 20 kg @ Rp.Urea 50 kg @ Rp 1. Pupuk .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 7000..- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp..SP-36 300 kg @ Rp 1.000.000. 1. 9.000.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id .H. 021 316 9166~69. http://www. Fax.ristek.

10.d. 3.Urea 875 kg @ Rp.NPK 350 kg @ Rp 2. Sewa lahan selama 14 tahun 2.650.6.Rp.000. 420.go. 3.000. 15.Rp.000.000.000.000.000. http://www.Rp.000 HKP @ Rp. 3..3. Tenaga kerja . 65. M. 924.- 4) Pendapatan: 1.Rp.300.Rp. 150.650.000.100.559.500 buah/pohon Rp.Pupuk kandang 42 ton @ Rp..Fungisida 140 liter @ Rp. 980.243.150.500.000.10Produksi selama 20 th hasil dari 100 ph 2.500.id .000 8.750. Rp. Panen tahun ke 12 – 18 Hasil rata-rata 2.000. 600. 7.312.000 9. Biaya tak terduga 10% Jumlah biaya produksi 20 tahun Rata-rata biaya produksi/tahun Rp. 28. 28.Rp.Rp.000. Panen tahun ke 10 Hasil rata-rata 1.000. 562.450. 1.470.000.Hand sprayer 2 buah @ Rp 350.Rp.500.4.Rp 7.000. 350. 1. 186.Penyiangan 60 HKP @ Rp.. 1.Keranjang 50 buah . Alat .Rp.000.Pemupukan 210 HKP @ Rp.750 buah/pohon Rp 32..Rp.000.700.4. 021 316 1952.Penyemprotan 1. Panen tahun ke 19 Hasil rata-rata 1.Rp.2.Rp.TSP 700 kg @ Rp.Insektisida 140 kg @ Rp.Penyemprotan 480 HKP @ Rp..500 buah/pohon Rp. 150.Rp.812.875.000.000.000.000. ke-20 1. Fax.H.953.7. 13.347.000. Panen tahun ke 9 Hasil rata-rata 900 buah/pohon Rp.000.000.690.6.000. 336.Cangkul 10 buah . 7.- Rp.Rp..3.000.ristek. 021 316 9166~69.5.000.000. Biaya tak terduga 10% 3) Biaya produksi tahun ke-7 s.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .812. Alat . Panen tahun ke 20 Hasil rata-rata 1. 2.. 7. Hasil rata-rata 30 buah/pohon Rp. 7.000 - Hal.000.800. 7.6.5. Pupuk .000 buah Rp. Tenaga kerja . 9.800. 16. 32. Panen tahun ke 11 Hasil rata-rata1. 9. Panen perdana tahun ke 6.000.Panen dan pasca panen 10.4. Jl. 11/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000 buah/pohon Rp.Rp. Rp.Penyiangan 140 HKP @ Rp 7.KCl 560 kg @ Rp.000.Rp.500.400.125. Panen tahun ke 7 Hasil rata-rata 200 buah/pohon Rp. 7.000.000.000. 6.000.450..- Rp.Rp. 7.120 HKP @ Rp.000.436. 7.Rp.100.Fungisida 120 liter @ Rp. 630.500..750 buah/pohon Rp.000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Pemupukan 90 HKP @ Rp.000.. 3. 50.840.360.500.000.000.Rp.Panen/pasca panen pertama 50 HKP @ Rp. 37. Panen tahun ke 8 Hasil rata-rata 800 buah/pohon Rp. 840..Keranjang 200 buah 5. 1.000. 7.000. 70. 65. Pestisida .000.

Keuntungan baru diraih tahun ke 11. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10. sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat.474. Keuntungan selama 20 tahun 2. 021 316 9166~69. Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2. http://www.2.235.7% per tahun.id .1.go. sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. Harga jual rata-rata Rp.810. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a. selama tahun 1994. jadi mutunya sudah tidak baik.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Keuntungan 1. Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor. 10. Swis. Brunei.200 Rp. Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal. Jepang. Oman. Perancis. asam berpadu dengan sedikit sepat.klasifikasi dan standar mutu. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. 7. cara pengemasan. cara uji. cara pengambilan contoh. Arab Saudi. Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun. 11. syarat penandaan.496. tahun 1999). Hongkong.H. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam. Perkiraan tanaman produktif adalah 100 pohon/tahun. Kuwait. STANDAR PRODUKSI 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.l.= 1. 12/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 149. M. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia. 60/buah. Jl. Fax. (tingkat petani.8 Keterangan: HKP hari kerja pria. Output/Input rasio Rp. Belanda. Amerika Serikat. Hal. Gambaran Peluang Agribisnis Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis. 021 316 1952.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia. Keuntungan per tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1.

Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan. mutu II<55 mm. mutu=II segar. b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. mutu II=0% h) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada. <55 mm. a) Keseragaman: mutu super=seragam. mutu I=55–56 mm. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm. mutu I=kemerahan s/d merah. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar. bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. 2. i) Warna daging buah: mutu super=putih bersih. mutu I=seragam.id . d) Warna kulit: mutu super hijau. mutu I.2. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut. mutu II=seragam. benturan dan getaran. mutu I=segar. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4. Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual. luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan. M. b) Diameter: mutu super>65 mm. mutu=II tidak ada. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu I=tidak ada.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.H. mutu I=khas manggis putih. mutu II utuh g) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%. Klasifikasi dan Standar Mutu Terdiri dari 3 jenis mutu. amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1. mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. 021 316 1952. yaitu mutu super. 11. mutu I=0%. mutu I=0%. seperti tanah. mutu I utuh. c) Tingkat keseragaman: mutu super=segar. Fax. 5. http://www. 021 316 9166~69. potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah. Jl. mutu II=muda mengkilat e) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%. 3. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak. 55–65 mm.go.ristek. amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar. mutu II. mutu II=0% f) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh. Diskripsi Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01– 3211-1992. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.H. 13/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. M. Fax.

e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua. bersih dan kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl. d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10. amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. 11.id . baik. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. 021 316 9166~69. Fax. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli.go. http://www. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1.4.5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini : a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5. dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji. berventilasi. 021 316 1952. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. 11. c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9. M.000 kemasan. yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7.H. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 14/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M.id .ristek. 021 316 1952. Jl.

1998. Jakarta. Ir. 1997. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id . Trubus no. 342. Pohon Pelindung untuk Tanaman Manggis Muda. 15/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Rismunandar. 335. Memilih Biji Manggis untuk Bibit. 1986. 4) Reza Tirtawinata. Mengenal Tanaman Buah-buahan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. 1995.H. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Penebar Swadaya. Budidaya Manggis. Fax. Sinar Baru. 1997. M. Ir. Ir. 5) Reza Tirtawinata. 021 316 9166~69. Yogyakarta. 021 316 1952. Jakarta.ristek. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. Jl. Trubus No. Penerbit Kanisius. http://www.go. Bandung 3) Suyanti Satuhu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.

multiflora Thunb.go. SEJARAH SINGKAT Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. http://www. Dalam perkembangannya. R. Jl. Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium.ristek. dan lain-lain.H.id . Hal. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. 2.. menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Mawar berasal dari dataran Cina. M. mawar diklasifasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rosanales Famili : Rosaceae Genus : Rosa Species : Rosa damascena Mill.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MAWAR ( Rosa damascena Mill. Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. JENIS TANAMAN Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi). Timur Tengah dan Eropa Timur. R.. hybrida Hort. ) 1.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.

Pareo. SYARAT PERTUMBUHAN 5. India. Jl. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Frad Winds. Sonate de Meilland. Samorai. Laminuette. tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat. Vivaldi. tipe Medium 40-60 cm. Jawa Timur dan Jakarta. Jaguar. 2) Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore. 4. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. http://www. Sissel. Tineke. dan Kiss.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memiliki variasi warna bunga cukup banyak. Mr. Jawa Tengah. Idole. 3.H. dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Khatherina Zeimet.go. Afrika Utara dan Indonesia. Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot. 3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. Lincoln. mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. 4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). 2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor. Diplomat. Fax. Sonia. M. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail.ristek. Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman. 021 316 9166~69. Iklim 1) Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar. Osiana. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Laser. MANFAAT TANAMAN 1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors). Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Di daerah cukup sinar matahari. Jacaranda. Sumatera Utara. 5.id . 021 316 1952. Sentra penanaman bunga potong. Sweet Sonia. White Success dan Yonina. SENTRA PENANAMAN Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia. Sedangkan varietas Folk Song. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm.1. yang menyebabkan pengeringan tanaman. mulai putih sampai merah padam dan 2 tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun.

id .go. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 9166~69.ristek. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

3. suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar. 2) Pada tanah latosol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh.id .6 derajat C dan maksimum 19. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah. dan Al.unsur P dan Mo. Media Tanam 1) Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. mengurangi keracunan Fe. 6. 5. 5. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5.go. Di daerah tropis seperti Indonesia. Mn. memperbaiki kehidupan mikroorganisme.6 derajat C. Jl. suhu udara minimum 14-16 derajat C.0. banyak bahan organik.7-15. Fax.5-7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Ketinggian 1400 m dpl. tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam. maksimum 24–27 derajat C. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Supaya biji tumbuh dengan baik. 2) Ketinggian 1100 m dpl. Ketinggian Tempat Mawar tumbuh baik pada: 1) Ketinggian 560-800 m dpl.1.0) perlu pengapuran kapur Dolomit. yang mengapung dibuang).ristek. subur. aerasi dan drainase baik. 021 316 9166~69. gembur.2. andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. Pada tanah asam (pH 5.H. suhu udara minimum 13. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 1952. http://www.5-22. menambah unsur-unsur Ca dan Mg. memperbaiki bintil-bintil akar. serta menambah ketersediaan unsur. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %).

3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id .H. Fax. Jl. 021 316 1952. M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.go.

4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pasir dan pupuk organik (1:1:1). 021 316 1952. b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah.go.5-1. b) Perlakuan After Ripening . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab). beraerasi baik. M. Fax. e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 510 cm.Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab. .ristek. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.H.id . . d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian. . 021 316 9166~69.2. yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air c) Cuci biji mawar dengan air bersih. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai. Jl. Pengolahan Media Tanam Hal.Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0. b) Pilih biji-biji mawar yang baik. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar). 5) Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen) 6.Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1). dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai. http://www. .0 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyiapan Benih Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: a) Pemilihan buah . .

Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur.H.Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. .Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil. http://www.0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. 2) Pembukaan Lahan a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur. . b) Penyiapan media dalam pot .id . Jl.51. Fax. lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat. pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar.Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot. c) Pengisian media tanam ke dalam pot .Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1. Super TW Plus) dan pasir. . Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. kompos. .go. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru. 021 316 9166~69.Siapakan media tanam berupa tanah subur. pupuk organik (pupuk kandang. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952. . Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar.Basahi pot dengan air hingga cukup basah. kompos dan pasir. subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka). taman dan dalam pot. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun. . Komposisi media campuran tanah. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0. pupuk kandang.Isikan media tanam campuran tanah. . 1:1:1.ristek. 3) Pembentukan Bedengan Hal. 1) Persiapan a) Penyiapan lahan kebun/taman .

4) Pemupukan Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 45 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Pada saat membuat lubang.go. tinggi 30 cm.id . Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang. tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya. Ukuran lubang 45×45×45 cm. harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh. 6. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. tanah di permukaan (top soil). M.H. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos. Fax. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam. Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. jarak antar bedengan 30-40 cm. cukup 45–55 cm. kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 3) Cara Penanaman Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm.5-3 kg per 10 m . Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan. Bila daerah itu tertutup rumput. sub-soil dikumpulkan terpisah. dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Jumlah super fosfat 1. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm. Jl. 021 316 1952. misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya. tepung tulang 2 1.5-2 kg per 10 m tanah. pupuk hijau. karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali.ristek.3. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris. Lempengan rumput diletakkan terbalik. untuk digunakan sebagai pupuk. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai 2 tepung tulang) 20%. maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan. dengan memasukkannya ke dalam lubang. pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam.

d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit.ristek.go. M. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang. Cara penanaman bibit mawar cabutan : a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. dan bibit yang berasal dari polybag. http://www. Fax. f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah.id . Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Bila polybag berukuran besar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah. maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah). 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek). Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah. c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam.H. 6. b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya. Jl. e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun.4. kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu. h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

go. Jl. http://www. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M.id . 021 316 1952.

Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman. dan setelah kuntum bunga layu. Pengairan berikutnya berangsurangsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media).go. Fax. Tiap kali pemupukan diberikan /4 . Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro). 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman dilakukan: a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam). sedang berbunga. Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg 1 1 ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. 021 316 9166~69. dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul. http://www./3 dosis pupuk 337. b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari.id . Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5.ristek. saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi. c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. M. kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah. Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali. tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam. Jl.H. 2) Pemupukan Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma). bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. 021 316 1952.

Fax.go. 021 316 1952.id . 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Jl. M. Elsan 60 EC.5 EC atau Buldok 25 EC. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC. sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC. sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun.id .H. Larva sering memakan perakaran tanaman. Menyerang pucuk. kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan. http://www. 3) Siput berbulu Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan.3 mm. Confidor 200 LC. Hama 1) Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn. sehingga menyebabkan gejala abnormal.1. panjang 10 mm. Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm. kadang-kadang tidak bersayap. Gejala: pada stadium larva. kecil. Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. 021 316 1952. Aphids) Kutu daun. sering menempel pada ranting dan kuncup bunga.. Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman.ristek. 2) Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus). Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman. 4) Tungau (Tetranychus telarius) Tungau mirip laba-laba. Decis 2.). sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tangkai dan kuntum bunga. Gejala: memakan daun. berwarna merah/hijau/kuning. menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun. Curacron 500 EC. sangat kecil ± 0. HAMA DAN PENYAKIT 7. dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Ambush 2 EC.5 EC. Fax. 021 316 9166~69. dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2.go.6 mm. serta sirkulasi udara kurang baik. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas. berwarna hijau. pada bagian daun/pucuk. Hal. panjang ± 12 mm. Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. panjang ±0. ditutupi bulu-bulu kasar.

ristek. Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya. Pegasus 500 SC.2 mm. e. kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar. f.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Thrips Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm. terutama bunga. dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil. Dekasulfan 350 EC. menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. bagian daun dan batang.) Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop). Bagian yang terserang akan layu.id . Gejala: merusak/mengisap cairan sel tanaman. Decis 2. b. Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. warna hitam-metalik. Larva menjatuhkan diri ke tanah. Decis 2. Serangga malam (Night feeding insect).5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Mitac 200 EC. Telur diletakkan pada tunas baru. dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC. Ulat daun (Udea rubigalis). 021 316 9166~69. menyerang daun dan bunga. Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae. dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G. daun. berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan. d. menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran. Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2. Tanaman yang diserang menjadi layu. menjaga kebersihan kebun.5 EC. setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. 7) Hama-hama lain: a. Fax. M. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Pengendalian: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kumbang kecil (Small carpenter bees). Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. 6) Nematoda akar (Meloidgyne sp. Lalat (Dasyncura rhodophaga). Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers). Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP. 021 316 1952. Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam.5 EC. Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar. Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC. c. Gejala: mengisap cairan sel tanaman. sterilisasi media tanam. dan cabang.H. Gejala: menyerang akar tanaman mawar. warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. http://www. ukuran tubuh kecil panjang 8 mm. Tokuthion 500 EC. Jl. Pengendalian: pergiliran tanaman. Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. lambat laun mengering (mati).go. berukuran kecil 3 mm. ukuran tubuh kecil 1.

021 316 1952. Jl. Fax.ristek. M. 021 316 9166~69. http://www. Atabron 50 EC. Hal. 10/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2.5 EC.H. Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun.ristek.F Sm et Town. pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. 5) Mosaik (belang-belang) Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). ex Pr.id . 021 316 9166~69.kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). Fax. Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. pemeliharaan tanaman secara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: daun menguning dan belang-belang.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) Lind. kelopak dan tajuk bunga. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Jl. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu. (“Black spot”).) Conn. dasar bunga. Pengendalian: penanaman bibit yang sehat. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok).go. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang. M. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril. 3) Tepung mildew Penyebab: cendawan Oidium sp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan. sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. atau mengandung bahan aktif Pirazifos.kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan. 2) Karat daun Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. 021 316 1952. Pengendalian non-kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan. Penyakit 1) Bercak hitam Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib. Pengendalian non. lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur). 4) Bengkak pangkal batang Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E. Dapat pula terjadi pada tangkai daun. Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah. batang. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan. http://www.H. Pengendalian non. tulang-tulang daunnya seperti jala.) Schlecht. Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati.

11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.intensif.ristek. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.H. penyemprotan membongkar TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida untuk pengendalian serangga vektor. M. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan Hal.id .

dan Kalium. M. yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. Fr. PANEN 8.H. Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil. 8) Busuk bunga Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi. Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daundaun tua.id . Fax. terutama unsur N. Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin. Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang. 021 316 1952. P2O5. 6) Bercak daun Penyebab: dua patogen. Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil.go. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat.1. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. Pengendalian: pemberian pupuk berimbang. 9) Penyakit Fisiologis Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi).ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit. dan berbintil-bintil hitam.) Tjokr. dan Alternaria sp. kemudian diolesi cat/ter. dan lambat laun batang akan membusuk serta mati. Pengendalian non. Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat. et Br.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. 7) Jamur upas Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. http://www. Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujaumuda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). Jl. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. 8. 021 316 9166~69. kurang Nitrogen. Untuk tujuan bunga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Phosfor.kimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal.ristek.H.id . 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh. M. 021 316 1952.

Prakiraan Produksi Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120.2. 9. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bersih dan steril.4. Pengumpulan 1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: a. 8. 8. Cara Panen Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun.id .3. layu dan busuk pisahkan secara tersendiri.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi).H.000 kuntum/hektar/tahun. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar. 2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur: Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik.2. Penyortiran dan Penggolongan 1) Sortir bunga yang rusak. Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih.000–280.1. ukuran bunga. 2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. 021 316 1952.go. tampah/ember berisi air bersih). 9. 021 316 9166~69. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya. Fax. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam. M.ristek. 8. Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun. kesuburan tanah. Periode Panen Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. http://www. b. PASCAPANEN 9.

http://www.id . Fax.go. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H. 021 316 1952.ristek. M.

750. Jl. M. http://www. 16.000. Pengemasan dan Pengangkutan 1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatanikatan. Fax.500. 5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab.id . Rp.000. 2. lembab. 175. Bibit : ± 3300 batang c. dingin. dan sirkulasi udara baik.-/kuntum. grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.go.000. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m selama 1 tahun yang 2 dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.Rp.500..000.100.ristek. 021 316 9166~69.Pupuk daun ± 5 liter @ Rp.150. 2) Untuk bunga mawar tabur. Rp. 2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.000.. 1) Biaya produksi a. Produksi per m /tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp.000. Sewa lahan b. 40. simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bunga dipisahkan ke dalam dua grade.d. 9..Furadan 2 kg @ Rp. 1.000.Pupuk kandang 2.000. 10.200. Penyimpanan 1) Untuk bunga potong mawar.000. Pestisida . Pupuk .H. 300. simpan di tempat/ruangan teduh.45. Rp.4. 3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.NPK 20 kg @ Rp.1. Rp.Rp.3.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952...650. 4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air. Rp.000 kg @ Rp.. Rp.180. 1. 25.Rp.000.000.40.Urea 30 kg @ Rp.KCL 30 kg @ Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.TSP 100 kg @ Rp. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga.49. 1.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.800. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm. 1.000.Insektisida 4 kg @ Rp. 200.32.

021 316 1952.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www.ristek. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H. M.

200. http://www. Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri.000.000.Pemasangan pupuk kandang . Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda.881 ton. 120.Rp. 100.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .000.Panen dan pascapanen .go. 300. Rasio output/input Catatan : HKP = Hari kerja Pria.Rp.Pemangkasan . Gambaran Peluang Agribisnis Rp. tabur dan tanaman pot.500.id .H.Penyiangan & pemupukan susulan 1 th. 100.- = 1. Jl. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat.000. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.000.756. Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia. 1.Penunggu 1 orang 1 tahun f.Rp.ristek. Fax.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah. Tenaga kerja . 436.000.Penanaman 10 HKW . M.911 Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi. 60. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan : 55. 5.Rp.Rp.000 x Rp 200. 300. maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar. karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4. HKW = Hari Kerja Wanita 10.2.000.Fungisida 4 liter @ Rp. Permintaan bunga mawar ± Hal.8 miliar per tahun. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25.500.Rp. terutama di kota-kota besar. 100. . 75.Rp.Penyemprotan selama 1 tahun .000.Rp.000.Pembuatan bedengan 10 HKP . Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda.950. 30.- Rp.000.000.Pengolahan tanah borongan .000. 11.3) Keuntungan 4) Keuntungan per bulan 5) Parameter kelayakan usaha 1.Rp.Rp.000. 021 316 1952. 021 316 9166~69.Pengairan selama 1 tahun .243.Rp. 5. 50.000. 500.Rp.500.000. ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut.Rp.e.

go. mutu C>2. klasifikasi.5. Fax. Tipe standar (cm): mutu AA>65.2. terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar. Diskripsi Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998. mutu B=40-54. tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga. yaitu: a) Mutu AA: sempurna. Type standar (cm): mutu AA>2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu C<6 4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0. 11.id . b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang.H. mutu B=0. M. cara uji. mutu A=0. mutu A>1. mutu B>2.5.ristek. mutu A> 6. mutu B> 6. bebas organisme pengganggu tumbuhan. bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna. STANDAR PRODUKSI 11. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6.5.5. 11. ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar. cara pengambilan contoh. tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik. ukuran seragam. http://www. mutu A=55-64. mutu B=35-45. mutu C>1. mutu B=idem. 11. mutu C=2539 b. mutu A=idem. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan kualitasnya.0 b. mutu C< 35 2) Diameter kuncup bunga 1/2 mekar a. Jl.5. deskripsi.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar. syarat penandaan dan pengemasan.1.2 3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai a. mutu A=46-55.3. 021 316 9166~69.5. mutu C=idem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tipe spray (cm): mutu AA>1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 20. 021 316 1952. c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang d) Mutui C: selain AA. mutu B>1. A dan B Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut: 1) Panjang tangkai a. Type spray (cm): mutu AA>55.mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas. mutu A>2. Ruang Lingkup Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup. mutu C<5 5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3. syarat mutu.

H.go.6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam. http://www. 021 316 1952. mutu A=idem. mutu C=idem 7) Warna Bunga: mutu AA=seragam. 16/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu A=idem. mutu B=idem. mutu B=idem.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu C=idem Hal. 021 316 9166~69. M.id . Fax. Jl.

021 316 9166~69. contoh yang diambil semua. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. tidak bercabang 9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat. mutu A=0.H. 021 316 1952. 11. mutu A=5. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. mutu C<15 11. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. mutu B=idem.ristek. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. mutu A=idem. mutu C=kurang kuat/lurus. (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. Pengemasan Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. tdk pecah. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. http://www.000 kemasan. mutu C<5 12) Toleransi. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. mutu B=0. mutu B=10. mutu C<5 11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0.4. mutu B=0. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. mutu A=idem. tdk bercabang.tdk pecah. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500.id .go.5. mutu A=0. bersih dan kering serta berventilasi. baik. mutu C=idem 10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0. mutu B=idem. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69.id . 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M. http://www.go. Jl.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id .H. Jakarta : Penebar Swadaya. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Soekarno dan Nampiah. 1995. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. Mawar. DAFTAR PUSTAKA 1) 2) Rukmana. Rahmat.go. 021 316 1952.ristek. 1990. Jakarta. Fax. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Mawar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

Manduru (Menado). M. serta Malete (Madura). 2. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali).H. 021 316 9166~69. Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. JENIS TANAMAN Diantara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELATI ( Jasmine officinalle ) 1. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici. SEJARAH SINGKAT Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh). 021 316 1952.id . Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor). Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae. Fax. parkeri di kawasan India Barat Laut.ristek. Hal. Melur (Gayo dan Batak Karo).go. http://www. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya. Jl. Menyuru (Banda). Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

multiflorum (Star Jasmine) c) Jasmine officinale (melati Gambir) 3. 021 316 9166~69. J.go.id .H. pubescens willd). Purbalingga dan Tegal. volibile. Bunga pink dan harum. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Grand Duke of Tuscany. c) Jasmine officinale (melati casablanca. d) Jasmine rex (melati Raja. Hal. antara lain varietas: Maid of Orleans. Jl. f) Jasmine mensyi (Jasmine primulinum. Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut: a) Jasmine sambac Air (melati putih. Star Jasmine. poncosudo. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah. puspa bangsa) b) Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir. terutama di Kabupaten Pemalang. m. floribundum=Jasmine grandiflorum). Spanish Jasmine) sinonim dengan J. J. kosmetika. bahan industri minyak wangi.. e) Jasmine parkeri Dunn (melati pot). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. King Jasmine). Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain: a) Jasmine. 021 316 1952. melati pimrose). Sambac (melati Putih). Menur dan Rose Pikeke b) Jasmine.ristek. 4. MANFAAT TANAMAN Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur. 5 meter. Fax. farmasi.. parfum. penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. g) Jasmine revolutum Sims (melati Italia) h) Jasmine simplicifolium ( melati Australia. bintang) i) Melati hibrida. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kedudukan tanaman melati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Oleales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L) W. Ait. perdu setinggi 1. http://www. Jenis.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. latosol dan andosol. seperti di Kabupaten Tegal. 2) Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah). 3) Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5– 7. Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1. Di sentrum produksi melati. 5.3.id . gembur.sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. 2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Penyiapan tempat semai: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Melati putih (J. M.go. 021 316 1952. 5. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl).H. 2) Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Benih Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.1. Iklim 1) Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan. SYARAT PERTUMBUHAN 5. serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah.ristek.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1. aerasi dan drainase baik. 6. http://www. 3) Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. Media Tanam 1) Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). sedangkan melati Star Jasmine (J. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 4) Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari.600 m dpl. subur. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.2.1.600 m dpl. banyak mengandung bahan organik dan memiliki. Jl. Meskipun demikian.

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. M. Jl.go.ristek. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

kapur bakar (Quick lime. . Fax.go. pasir dan pupuk organik (1:1:1). http://www. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. . kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2) Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm. b) Pemeliharaan bibit stek: .Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. tinggi 30-40 cm. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}. 4) Pemupukan Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur.{Ca(OH)2}. kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas.Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. M. pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.H. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma). Jl. serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. 3) Pengapuran Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran. pasir steril/bersih). medium semai (campuran tanah. 021 316 9166~69.Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. 021 316 1952.Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman. pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. . . Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan.2.ristek.Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah.Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari.id . Siram medium semai dengan air bersih hingga basah. . jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.

http://www. Fax. Jl. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . 021 316 9166~69.H. M.

3. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. air dan unsur hara. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. stratos/asam humus GroMate . M. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. 6. Hal. kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam.id .4. Jl. 2) Pembuatan Lubang Tanam Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya.5 m). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit.go. 3) Cara Penanaman Jarak tanam dapat bervariasi.000 lubang tanam (jarak tanam 1. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Sebulan sebelum tanam. 2) Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam. kebun melati sering ditumbuhi rumputrumput liar (gulma). bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. 021 316 1952. tergantung pada bentuk kultur budidaya. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.5 m.0 m x 1. 021 316 9166~69. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm. Fax. bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1.

seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. sedangkan jenis Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati. 021 316 1952. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.ristek. STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun.000 ppm–5.go. saat berbunga.45 kg/ tanaman. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali.30-16. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg.00) atau sore hari (pukul 15. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. yakni 1. terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P). sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. Konsentrasi yang dianjurkan 3. jenis melati putih (J. 021 316 9166~69. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat. seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09. M. kecuali pada beberapa jenis melati. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm.id . kemudian ditutup dengan tanah. Jl. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati.500 ppm bila digunakan Ethrel.H. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. 6) Lain-lain Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar.

6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl. M.id .ristek.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

2) Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN melati Spnish Jasmine (J.go. Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .sanitasi kebun . 3) Thips (Thrips sp) Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae.5 EC. officinale var.mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif.penggunaan bibit sehat .penggunaan tanaman perangkap. b. memperbanyak. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil. Jl. a. http://www. 7. misalnya Decis 2. Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar.pemupukan berimbang . Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: . memelihara. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuhmusuh alami hama (parasitoid. Hama 1) Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus. melepaskan musuh alami . HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit.5 EC.H. Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. Fax. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). terutama daun-daun muda (pucuk). prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.pergiliran tanaman yang baik . patogen) dengan cara: memasukan. Cascade 50 EC/Lannate L .ristek. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk. 7.id . M. misalnya Decis 2. perdator. c. 021 316 1952. 021 316 9166~69.1.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. 021 316 9166~69. http://www.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek. M. Fax. Jl.

unionalis. daun yang letaknya dekat permukaan tanah. Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. Bergerombol menempel pada cabang.go. 021 316 9166~69. Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu Ilmu pada bagian tanaman terinfeksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. http://www. 6) Hama Lain.2. Penyakit 1) Hawar daun Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn. menyerang dengan cara mengisap cairan sel. Gejala: bunga busuk. Gejala: menyerang Gejala: menyerang 3) Hawar bunga (Flower Blight) Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP .. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. scandens (Mass). berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran. seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2. 5) Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. 4) Jamur upas Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. Jl. Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan. 021 316 1952.5 EC. misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC.H. M. sehingga proses fotosintesis (metabolisme). 7. Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects). Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. 2) Hawar benang (Thread Blight) Penyebab: jamur Marasmiellus bagian cabang tanaman melati. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . ranting dan pucuk tanaman melati. 4) Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. Fusarium sp dan Phoma sp. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952. et Stev. http://www. Fax. Jl. dan Meliola jasmini Hansf. Hal.ristek. 021 316 9166~69. M.id .H. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN apnodium sp. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata.

2. 8) Penyakit lain Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito. penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas. Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu. 7) Antraknosa Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan). Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Selanjutnya.3. PANEN 8. M. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back). Jl. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Bercak daun Penyebab: jamur Pestaloita sp. http://www. 8. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua. Gejala: bercak-bercak berwarna coklat 6) Karat daun (Rust) Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). 8. 021 316 9166~69. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar. sampai kehitam-hitaman pada daun. 8. 021 316 1952. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu.1.go. terutama pada bagian daun.ristek.id . belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku.

021 316 1952. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl. Fax. 021 316 9166~69.go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M.id .

9. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole. sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang.000kg/ha.ristek. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan. Fax. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage. f) Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati. M. sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi.go. yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati. di Jawa Tengah. sebagai bahan baku minyak rambut.2. Lain-lain Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil. sebagai pewangi teknis.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. b) Minyak melati biasa. a) Minyak melati istimewa. Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1. e) Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bungabunga baru/masih segar. c) Minyak pomade istimewa. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar. Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut: a) Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis. d) Minyak pomade biasa. c) Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik. PASCAPANEN 9. http://www.H. b) Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9. Jl.5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0. Teknik enfleurage disebut teknik olesan. d) Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1. 021 316 9166~69.4. 021 316 1952.1. kayu/logam tahan karat.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M.ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id . http://www.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

555 kg @ Rp. O/I Ratio 2. Alat (penyusunan alat-alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 15.637 = 0. 021 316 9166~69.000.id Rp.352.000.Rp. 021 316 1952. lemak murni.000. Jl.5 ha 2.Rp. 6.698 Rp. Fax.Rp.000. ecetone.Rp.425. b) Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut.Rp. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna.750.000. d) Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar.go.Rp. e) Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna. Pestisida 5. kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol.000. Sewa lahan 0. 1) Biaya produksi 1.000. 190. c) Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati. 10. http://www. 750.= 1.5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Pengembangan usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnya bagus. 7.790. 50.84.- . Tenaga kerja 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Masukan bunga melati segar ke dalam tabung. damar dan unsur lain yang tidak menguap. 50. 850. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan.12.3) Keuntungan bersih 4) Parameter kelayakan usaha 1. ROI 3.ristek. 325. ether minyak bumi) secara berkesinambungan. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.2. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0.696. M. 000.Rp. Bibit 3. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. ether.960. chlorofrom. 1. BEP 10.1. Pupuk 4.H.

021 316 1952. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go. M. Fax.

id . contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. deskripsi. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layak dikembangkan. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. STANDAR PRODUKSI 11. tinta. Taiwan dan Hongkong. Ruang Lingkup Standar melati meliputi ruang lingkup. M.2. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. contoh yang diambil sekurangKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Meski peluang pasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar. pewangi. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. Fax. pewangi sabun dan industri tekstil.1.H. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1. cara pengambilan contoh. http://www. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang. kosmetik. 021 316 1952. Jl. 11. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. Diskripsi … 11. klasifikasi. produksi bunga melati Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. 021 316 9166~69.3. cat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Thailand.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kilogram bunga melati. pestisida. syarat penandaan dan pengemasan. 11. cara uji. penyedap the. contoh yang diambil semua. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri minyak wangi.go. syarat mutu.ristek. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000.000 kemasan. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. Korea. Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok untuk tani melati. 11.4.

ristek. Fax. Jl. TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.kurangnya 10. http://www.id . 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go. 021 316 9166~69. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Rahmat (1997).id . Kanisus Jakarta. M. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli.H. DAFTAR PUSTAKA 1) Rukmana H. 12. Usaha Tani Melati. bersih dan kering serta berventilasi.ristek. Jl. Yogyakarta.5. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. baik. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Pengemasan Bunga melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton.go.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. M. 021 316 9166~69.go. http://www. Fax.

021 316 1952. California.) 1. Hacken Sack dan Osage (1881–1890). melon Surprise (1876). Miller Cream.go. JENIS TANAMAN Jenis-jenis melon yang terkenal adalah: melon Christianism (1850). Netted Gem. Jl. para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe. melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). yaitu: Hal. Untuk memudahkan sistem penanaman dan pengelompokan melon. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado. 2. 1/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan Texas. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELON ( Cucumis melo L.ristek. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.id . Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. http://www. melon Sill Hybrid (1870). Fax. 021 316 9166~69. SEJARAH SINGKAT Melon (Cucumis melo L. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. melon Imperial (1935).) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae. melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933). melon Ivondequoit.

http://www. (2) Cucumis melo var. 5. buah memanjang dengan diameter 2.go. Sukoharjo. buah besar. berurat seperti jala dan harum. awet dan tahan lama untuk disimpan. inodorous.id . aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon. buah melon hadir di Indonesia sebagai buah impor. Cina. tangkai buah dan batang tanaman.H. (4) Cucumis melo var.5–7.1. Varietas: (1) Cucumis melo var. MANFAAT TANAMAN Buah melon dimanfaatkan sebaga makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. SENTRA PENANAMAN Sebelum tahun 1980. mengkilat dan aroma buah tidak harum. Perancis. dapat mematahkan tangkai daun.ristek. buah memanjang antar 35–70 cm. b. reticulatus. lebih cepat masak antara 75–90 hari. Jepang. (2) Cucumis melo var. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi. sering untuk tanaman hias.5 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Tipe Netted-Melon a. sering digunakan sebagai tanaman hias. M. Madiun. Karanganyar dan Klaten). cantelupensis. Ciri-ciri: kulit buah halus. b. Denmark. Taiwan. Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama. Varietas: (1) Cucumis melo var. Fax. 3. SYARAT TUMBUH 5. ukuran buah sebesar jeruk lemon. 4. kulit buah halus. Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen. chito. 2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. permukaan buah halus. berurat dan bergambar seperti jala (net). kasar. 021 316 9166~69. tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias. 021 316 1952. flexuosus. Iklim 1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. buah lambat untuk masak antara 90–120 hari. buah kecil. dudain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ciri-ciri: kulit buah keras. mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda (Lampung) dengan varietas melon dari Amerika. Jl. 2) Tipe Winter-Melon a. Boyolali. (3) Cucumis melo var. kulit bersisik dan harum. Belanda dan Jerman. ukuran kecil-kecil.

021 316 1952. Jl. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id . http://www.ristek. 2/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. 021 316 9166~69. PEDOMAN BUDIDAYA 6. akan mengurangi kadar gula dalam buah. 4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. 6.8–7. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal.2.3. 2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5.ristek. dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Benih yang baik berada di dasar air.id . M.H. kuat dan terawat baik pada awalnya. 5. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. sebaiknya air itu berasal dari irigasi. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. Untuk mendukung pertumbuhan generatif. Saat tanaman melon menjelang panen. 5. 5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C. 2) Penyiapan Benih a) Pengadaan benih secara generatif Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. Pada fase ini tanaman memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah.2. Benih direndam kedalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Fax. Tetapi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bukan dari air hujan.1. Pada fase ini apabila tanaman dalam kondisi sehat maka jaringjaring pada buah diharapkan muncul secara merata.TTG BUDIDAYA PERTANIAN patogen. tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. 021 316 1952. http://www. Jl. 3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat. 3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon.

Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. M.go.ristek. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 3/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

e) Kebutuhan benih Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman. 021 316 1952. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke Hal. b) Pengadaan benih secara vegetatif (Kultur Jaringan) Dengan metoda kultur jaringan. d) Cara penyimpanan benih Benih harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari. Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter. Kemudian benih disemaikan pada kantong plastik. http://www.H. 4/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal. Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Cara dan Waktu Penyemaian Benih melon yang akan disemaikan. myoinositol 100 mg/liter.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra. 021 316 9166~69. tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah. pH media dibuat 5. Alas rumah pembibitan.1 N. c) Sumber benih Untuk menanam melon kita harus mengetahui sumber benihnya terlebih dahulu. suhu 120 derajat C selama 30 menit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali. dan serangan hama maupun penyakit.go. Sebaiknya selalu menggunakan benih asli (F1 hibrid).5 psi. surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan. karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari. Fax. M.Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0. serta pemeraman benih. perendaman. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17. yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1. direndam terlebih dahulu di dalam air selama 2–4 jam. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian. Jl. air hujan.id .ristek. f) Perlakuan benih Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.04 mg/liter.

Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah.0–1. Jl. agar tanaman dapat tumbuh baik. Untuk merangsang perkecambahan benih menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian karung goni basah. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi. pasir dan pupuk kandang atau kompos. c) Pemupukan Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur nitrogen tinggi. 021 316 9166~69. penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor.go. jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari. http://www. dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar. Fax. kering dan layu. Pupuk daun cukup dilakukan satu kali. Pupuk akar berupa pupuk kimia maupun pupuk organik tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi. tidak mudah rebah. pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. a) Cara dan Waktu Penyiraman Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari.H. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1.5 gram/liter. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 1. Apabila daun sejati keluar. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit. Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. 021 316 1952.id . 5/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam.ristek. pupuk kandang. Saat cuaca panas. M. dengan dengan dengan dengan media b) Pembuatan Media Semai Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. contohnya dengan mencampurkan tanah. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1 yang telah disiapkan. b) Penjarangan Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam.

021 316 1952. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me. c) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. dan grumosol. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan a) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik. Jl. Fax. regosol. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . maupun pemupukan. Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus. asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran.5 g/liter dan fungisida Previcur N 1. http://www. 5) Pemindahan Bibit Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari. musim dan permintaan pasar.2. Contoh pestisida yang digunakan adalah Insektisida Dicarzol 0. April varietas aroma. 021 316 9166~69. 6.go. b) Analisis Tanah Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol.H. Penyomprotan ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis). Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. M.0 ml/liter. kemudian dihitung pH rata-rata. d) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal. 6/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bedenganpun jangan sampai kekurangan air. Hal. yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Pemberian Pestisida Pada Masa Pembibitan Pada masa pembibitan penyemprotan pestisida dilakukan apabila dianggap perlu. Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya. luas lahan yang tersedia. penambahan bahan organik.ristek. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda. latosol.

Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkahbongkah.ristek. tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). http://www. 2) Pembukaan Lahan a) Pembajakan Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi. Interval penanaman berkisar 2 minggu. juga akan mudah bernapas. kedua 40% di lokasi B.id . baik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A. Untuk menjaga kontinuitas produksi. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. tinggi bedengan 30–50 cm. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat. Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan. Fax. bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m. Setelah kering. (untuk dua kali cangkulan) 3. Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan. Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. Jika tidak. biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu. Jl. keadaan tanahnya harus cukup kering. dan lebar parit 55–65 cm. dengan kedalaman ± 30–50 cm. 021 316 9166~69. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam. Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik.H. Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan. lebar bedengan 100–110 cm. Bila telah bentuk bedengan terlihat. Selain perakarannya mudah menembus tanah. M. dan ketiga 40% di lokasi C. kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Pengaturan Volume Produksi Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar. struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam Untuk pencangkulan dan penggarukan. 2. b) Bentuk Bedengan Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi struktur tanah yang remah/gembur. 3) Pembentukan Bedengan a) Cara Pembuatan Selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut: 1.go.

M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN itu Hal. Fax. 021 316 1952. Jl. 7/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69.H.go. http://www.

Jl. M. maupun penalian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas. perkembangan akar akan optimal. Setelah diperoleh pH rata-rata. penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini : a) < 4.6 (asam): jumlah kapur 7. karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi. 4) Pengapuran Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. c. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm.id . Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3).39 ton/ha d) 5. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal. 021 316 1952.4 (agak asam): jumlah kapur <0.65 ton/ha f) 6.0 (paling asam): jumlah kapur >10. dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan. terutama di musim hujan. dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids.go.60 ton/ha e) 5. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang).28 ton/ha c) 4. Kaitkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan.2 (sangat asam): jumlah kapur 9. 021 316 9166~69. Akibatnya. pemasangan ajir.4 (asam): jumlah kapur 3.24 ton/ha b) 4. yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan. Fax. http://www. Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras.75 ton/ha 5) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP) Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan.6 (agak asam): jumlah kapur 2. Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1 – 6. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan.ristek. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air. mengurangi serangan penyakit. kondisi pertanaman tidak terlalu lembab. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat.H. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan.

ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl.H. M. Fax.go. 021 316 9166~69.

Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Jl. 6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. Gulma yang tidak dibersihkan Hal. 3) Cara Penanaman Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga.H. http://www. Setelah selesai pemasangan. diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas. Fax. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman. 021 316 1952. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air.go.ristek. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari. karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. 9/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .4. 6.3. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. 2) Penyiangan Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. M. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. bedenganbedengan dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon. 021 316 9166~69.

cukup sehat untuk ditanami. dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. http://www. sampai tanaman akan dipetik buahnya. tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. pupuk susulan II=160 kg/ha. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). 5) Pemupukan Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali. diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut. pupuk susulan III=440 kg/ha. 3) Pembubunan Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. tetapi tanah harus lembab. pupuk susulan II=550 kg/ha. telah dikelentang selama 2 minggu. dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal. 021 316 1952.200 kg/ha. pupuk susulan III: umur + 60 hari. d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha. Saat melakukan pemupukan. M.id . b) Penyiraman Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman. pupuk susulan I : umur ± 20 hari. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan. 6) Pengairan dan Penyiraman a) Pengairan Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya.H. pupuk susulan I=220 kg/ha. tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). tanah yang sebelumnya sudah diolah. Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam). Dengan begitu. pupuk susulan II: umur + 40 hari. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk. Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman. 021 316 9166~69. b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha. pupuk susulan II=220 kg/ha.ristek. Fax. c) TSP: pupuk dasar=1. a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha. yaitu 20 hari setelah ditanam. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.go. Untuk memudahkan dalam pemupukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pupuk susulan I=330 kg/ha. 4) Perempalan Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. Jl.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69. Fax.H. 10/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.ristek. M.id . http://www.

b) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas. kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida a) Tindakan preventif. Supaya ajir lebih kokoh lagi. yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya. Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg. Tempat ditancapkannya ajir dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering.go. Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam.ristek. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut. 8) Pemeliharaan Lain a) Pemasangan Ajir Ajir atau tongkat dari kayu atau bilahan bambu. Pemangkasan dihentikan.H. benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. 021 316 1952. supaya bekas luka tidak diserang jamur.id . M. http://www. c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. cabang atau buku dari tanaman tersebut). b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi. Fax. Jl. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali. 021 316 9166~69. jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/liter. mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun.2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST. kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang.

H. 11/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . M. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952. http://www.

Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. HAMA DAN PENYAKIT 7. kemudian tanaman layu secara keseluruhan. dan bercaknya kekuningan. Jl.2. 3– 4 hari sekali. (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan). lahan disterilisasi dengan Basamid G 2 dengan dosis 40 g/m .Sm. Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak. Fax.0 ml/liter. M. 2) Thirps (Thirps parvispinus Karny) Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman.1. http://www. Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama. (2) tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1. Hama 1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover ) Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin). 7.2 gram/liter . Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. meskipun warnanya tetap hijau.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning. Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. warna daun menguning. (2) benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1.F. Penyakit 1) Layu bakteri Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. daun tanaman layu satu per satu.ristek. Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama. Serangan dilakukan di musim kemarau. tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. mengering dan akhirnya mati. Pengendalian: (1) sebelum ditanami.id . (3) penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST. 021 316 9166~69.go.0–2.

go.id . 12/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Fax. M.H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

3) Pemanenan dilakukan secara bertahap. Cara Panen 1) Potong tangkai buah melon dengan pisau. 8.3. http://www. karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.ristek. Ciri dan Umur Panen a) Tanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar 3) Warna kulit hijau kekuningan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) bligt) Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.2. c) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.1.id .benar telah siap dipanen. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. karena bersaing zat hara. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya. 4) Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. PANEN 8. Gulma Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman. 2) Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”.H. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil.0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. Fax. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya. Jl. sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan. b) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati. 7. 8. daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin.go. sisakan minimal 2. dengan mengutamakan buah yang benar. 021 316 9166~69. 021 316 1952. tempat tumbuh dan cahaya. M. (3) pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter.

ristek.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 13/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl.

000 m . Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan. karena akan mengurangi harga jual terutama untuk konsumsi pasar swalayan. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Saat panen kerusakan buah sebaiknya dihindari akibat terbentur atau cacar fisik lainnya. Setelah menanam padi selesai. tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama dan penyakit yang lebih rendah. Misalnya minggu I menanam seluas 2. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan ditambahkan 50%. tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan. minggu II menanam 2 seluas 2.go. 9. Prakiraan Produksi Untuk mengetahui jumlah produksi yang akan dihasilkan bagian pemasaran harus melakukan penelitian pasar.H. maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah. Hal ini untuk tingkat kontinuitas produksi akan tercapai dan resiko tidak terjualnya buah melon akan terhindar.1. Kesalahan penanganan dalam pascapanen akan mempengaruhi kwalitas/penampilan buah melon.000 m . Periode Panen Panen dilakukan secara bertahap. M. 14/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen. Penyortiran dan Penggolongan Melon yang telah dipanen. dan seterusnya. http://www. 021 316 1952. diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi.3. 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .2. Jl. Untuk luas satu hektar tanaman melon diperkirakan akan menghasilkan buah melon 10–15 ton. 021 316 9166~69. PASCAPANEN Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon dipanen. Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat. 9.4. Pengumpulan Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun Hal. Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob).ristek. Fax. Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. maka memanennya harus dilakukan 2 secara bertahap.

Cara menyusunnya.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Luas lahan 1 ha. Jl. Fax. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan untuk melon dapat dibuat dari kayu biasa dan banyak memiliki lubang angin. http://www. Buah melon yang berkualitas bagus kemudian di lakukan penggolongan melon berdasarkan tiga kelas.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN cacat karena serangan hama dan penyakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Kelas M1 yaitu melon berbobot 1.ristek. 9. Di kargo pesawat. peti kemas melon dimasukkan ke dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar jika sampai ke tempat tujuan.5 kg/lebih jaring berbentuk sempurna. 2) Kelas M2 yaitu melon berbobot 1–1. dan buah yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. Sebelum kotak ditutup. buah melon diberi lapisan jerami lagi. 9.4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyimpanan Buah melon yang sudah dipetik. 10. kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus. karton atau kotak plastik. Bila ada buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa ke pasar tergantung jarak yang ditempuh. Analisis Budidaya Usaha Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. pengemasan bisa juga menggunakan rajutan benang yang mirip jala. M.H.1. Buah yang akan di ekspor biasanya dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu. Tempat penyimpanan buah harus bersih. 021 316 1952. populasi 3. Selain dari kotak. bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup tebal. Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal). Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering. Hal ini terjadi karena tanaman belum saatnya dipanen tapi telah mati terlebih dahulu akibat serangan hama. kemudian melon diberikan jerami juga dibagian atas buahnya.go.5 kg jaringnya terbentuk hanya 70% saja. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.id . Dengan kemasan seperti ini akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak dari kayu (cara tradisional). 021 316 9166~69. kemudian dimasukkan dalam kemasan karton. 3) Kelas M3 yaitu bobot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuk sama sekali. tidak boleh ditumpuk satu sama lain. Dalam karton masih dilapisi dengan jerami kering atau kertas hancuran.

Jl. Fax.go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69. 15/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

000. Pupuk dan kapur pertanian .250. Pemeliharaan tanaman .Rp.000...Belanja peralatan (3 sprayer.Rp.. 1.000.000.Rp. 2.+ 10 HKW @ Rp. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan . 1.000.000.8.000.ZA 630 kg @ Rp.000.050.620.Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp.Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp. drum.KCl 720 kg @ Rp.000. 420. 5.000.000. mulsa 65 HKP @ Rp.000.Jumlah biaya produksi Rp. 7..2) Penerimaan 1.Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan) Rp.Rp.392.2.. 787. 5.id . 100. embrat. 7.Fungisida 25 kg @ Rp. 1.Rp.Plastik semai polibag 5 kg @ Rp.Rp. 108.800.000.Urea 450 kg @ Rp. Hal.. 150.066.000.-.Rp.Tenaga keamanan (1 bulan) Rp.000 m ditaksir mencapai 6. 4. 2.000.ristek.000.Benih melon 500 g Rp. 021 316 9166~69.3.. Fax. 7. 190. 1.000.000.Rp. 1.7.5.-. 22.Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp.Tenaga semprot 60 HKP @ Rp..Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp. 7.. 90.800. 10..000.725.188.Rp. dsb) Rp.Rp.000.6.800 kg @ Rp..250.100. 90.+ 30 HKP @ Rp.Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp.000.000.Borate/Fertibor 18 kg @ Rp. 150. 5.000. 75. 16/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.. 375. 5. 460.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka 2 produksi per 1. 180. 5.Karbofuran 36 kg @ Rp. 7. Panen Rp.000..000. http://www.000.Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp.Rp.Biaya tak terduga sebesar 5% Rp.400.000.Rp. 50.-..000.000. 10.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.go..Penebaran pupuk kimia.Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp..000. 10.Rp..301.000.Rp.750 kg..Perekat-perata 10 liter @ Rp.000.. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2.TSP/SP-36 900 kg @ Rp. .310. 900. 300.000. Pestisida dan pupuk daun . 5.250.000.Pupuk kandang 27 ton @ Rp. 455. 1. 850.Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp.000..000..Rp.200. 675. 5. 1.Rp.Rp.000. 315.000. 140.pasang. 1. 100.145.96.Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat Rp. 80.Rp. 5...000.Tenaga panen 20 HKP @ Rp.Rp...Rp. 1. 7.000. 700.Rp.Plastik transparan 50 m @ Rp.000.500.4. Lain-lain .Rp.650.Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp.350.500.. 50. Jl.. 5.000.510. 021 316 1952.Rp.7.Penanaman 50 HKW @ Rp. Benih dan mulsa PHP . 1. 1.000. M.000.000.Insektisida semprot 15 liter @ Rp. 350.Rp.Pupuk daun 10 kg @ Rp. 540.Rp.000... Penyiapan bibit dan penanaman .H.000.Kapur pertanian 1.. 375.000.

- = 1. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 .1. Fax.Jumlah penerimaan Rp. 1. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan. kelas M2 Rp. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) Rp. Jl. 021 316 1952. 6.5 kg x Rp.875.176.000.000.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337. 3.Rp.go.748. 20. 2. untuk meningkatkan pendapatan petani melon. 6.H. http://www. 29.625. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337. 4.-.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2.750.500.840. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung. Rp. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula.30 Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari). Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. STANDAR PRODUKSI 11.ristek. kelas M3 Rp.5 kg x Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada. 3.5 kg x Rp. Kelas M1 = 65% x 6412. 021 316 9166~69. Diusahakan rantai teRp.5 kg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 10.365. HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari).Kelas M3 = 10% x 6412. khususnya petani melon.maka penerimaan penjualan melon. 4.Rp. 5. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin. 3. Jika harga melon kelas M1. M..3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika.500. Ruang Lingkup Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.Kelas M2 = 25% x 6412.412. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut: 1) Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi.2.923. persaingan semakin ketat. baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri. Di era perdagangan menuju pasar bebas.000.000.endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi.000.. 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual. 11.Rp.5 kg = 6412. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. 17/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. Fax. Jl. 021 316 9166~69.ristek.

ukuran sedang 1. 11. buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2. umur melon kurang lebih 56–65 HST. 11. 11. Fax. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon. Melon Pemeliharaan Secara Intensif Kiat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengambilan Contoh Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya. dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya. dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram. 021 316 9166~69. Pengemasan Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala. 021 316 1952. khususnya dari bidang pertanian. 2) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga. Ir. Diskripsi Berdasarkan uraian diatas. http://www.ristek. M. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia.5 kg. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu. 4) Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak. 11.5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 kg..4. tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura.2.go. Mutu Klasifikasi dan Standar Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Melon yang diproduksi harus diberi merek. Sukses Prajnanta.H. Jl. 3) Pangsa pasar harus diperkuat. 4) Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.3.0–2. DAFTAR PUSTAKA 1) Final. 12. yaitu dengan menempelkan stiker pada buah. 3) Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.

2) Setiadi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1998). (Jakarta: Penebar Swadaya. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beragribisnis Cetakan ke-2.go. Bertanam Melon.id . 021 316 9166~69. M. (Jakarta: Penebar Swadaya. http://www. Cetakan ke-4. 18/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 1998) Hal.H.ristek. Jl.

Jakarta. 19/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 24352. Jl. Fakultas Pertanian IPB. 5) Fakultas Pertanian IPB. Livy.H. 1984.go. Nur. 021 316 1952. Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian. Fax. M. (Jakarta: Kanisius. Pemakaian Teknik Kultur Jaringan Sebagai Perbanyakan Melon (Cucumis melo L.) 4) Tjahjadi. 021 316 9166~69. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.Bertanam Melon.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1987)..ristek. Bogor.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Sudarsono dan Winata. Ir.

masuk ke Indonesia pada abad ke-15. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. (1599). Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan. Jl. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. M. SEJARAH SINGKAT Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN NANAS ( Ananas comosus ) 1. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman nanas adalah: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup) Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Hal.ristek. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik. http://www. Fax. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera).go. 2. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina.

gangguan saluran kencing. buah silindris atau seperti piramida). ananassoides (Bak) L. Riau. M. buah lonjong mirip kerucut). Penyakit kulit (gatal-gatal.H. sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Hal. Smith. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. erectifolius L.go. buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar. Jawa Timur. seperti selai. Sumatera Selatan dan Jawa Barat. 3. Subang dan Palembang. Di Asia tanaman nanas ditanam di negara-negara Thailand. A.B. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. MANFAAT TANAMAN Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SENTRA PENANAMAN Penanaman nanas di dunia berpusat di negara-negara Brazil. 021 316 1952.B. misalnya A. sebagai obat penyembuh penyakit sembelit. Buah nanas mengandung enzim bromelain.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Ananas : Ananas comosus (L) Merr Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak. Berdasarkan habitus tanaman. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil. Pantai Gading. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. Puerte Rico. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. tidak berduri. Hawaii. A. Jl. dan A. Kenya. braceteatus (Lindl) Schultes. flu. buah dalam sirop dan lain-lain. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat. 4. Disamping itu. Pada masa mendatang amat memungkinkan propinsi lain memprioritaskan pengembangan nanas dalam skala yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Queen (daun pendek berduri tajam. protease atau peptide). terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias. 021 316 9166~69. Filipina. (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. Fritzmuelleri. terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas. buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap. Mexico dan Puerte Rico. berduri halus sampai kasar. http://www. Smith. wasir dan kurang darah. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. Mexico dan Malaysia. buah besar).id . Malaysia dan Indonesia terdapat di daerah Sumatera utara. Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor. sehingga disukai masyarakat luas. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar. Afrika Selatan. mual-mual. yaitu : Cayene (daun halus.

Kalium. E. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6.000 hektar).ristek. C maupun D. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. 021 316 9166~69. 2) Pada umumnya tanaman nanas ini toleran terhadap kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun. begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering. tidak becek (menggenang). Fax. Magnesium. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. B (daerah basah). gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah. E (daerah agak kering) dan F (daerah kering). dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam.24% dari sasaran panen buah-buahan nasional (657. 021 316 1952. F.5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. 3) Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan unsur-unsur hara yang dapat larut di dalamnya.2. Sedangkan tanah yang asam (pH 4.go.H. D (daerah sedang). Iklim 1) Tanaman nanas dapat tumbuh pada keadaan iklim basah maupun kering. http://www. 4) Suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman nanas adalah 23-32 derajat C. Akan tetapi kandungan air dalam tanah jangan terlalu banyak. Akan tetapi tanaman nanas tidak toleran terhadap hujan salju karena rendahnya suhu.id . tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 derajat C. B. 3) Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 3371% dari kelangsungan maksimumnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Luas panen nanas di Indonesia + 165. Media Tanam 1) Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas.690 hektar atau 25. lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir. Meskipun demikian. dan Molibdinum dengan cepat.1. Jl. 5. subur. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tipe iklim A terdapat di daerah yang amat basah. 4) Kelerengan tanah tidak banyak berpengaruh dalam penanaman nanas. namun nanas sangat suka jika ditanam di tempat yang agak miring. 5.5-6.5. C (daerah agak basah). SYARAT TUMBUH 5. Belerang. 2) Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4. baik tipe iklim A.5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor. sebab tanaman yang terendam akan sangat mudah terserang busuk akat. Hal yang harus diperhatian adalah aerasi dan drainasenya harus baik. M. sehingga begitu ada air yang melimpah. Kalsium.

M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Jl. 021 316 1952.id . 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.3. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. tunas buah. 2) Penyiapan Benih Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang. Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek. jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. 1) Persyaratan Benih Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. mahkota buah dan stek batang.1.id . jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit. sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Penyiapan bibit tunas batang: memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. tunas batang. M. Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong Hal. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang. mudah diperoleh dalam jumlah banyak. bentuk daun lebih langsing. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar. Tunas batang dan stek batang. http://www. dan mudah dalam pengangkutan. pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. bebas hama dan penyakit. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari bagian batang yang terletak di dalam tanah. kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak. Ketinggian Tempat Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. Fax. seragam. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm. (jarang digunakan).ristek. Pembibitan Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 1952. masa remaja tunas akar relatif pendek.go.H. 021 316 9166~69.

3) Teknik Penyemaian Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. 5) Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan. Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik.000-77.TTG BUDIDAYA PERTANIAN untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. kesuburan tanah.5 . kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan. http://www. Jl.000 bibit tanaman per Ha. Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam. sistem tanam dan jenis bibit. Atau 12. Fax. akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.id . pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1).15. 021 316 9166~69. ditanam di kebun.go. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar.5 cm. tergantung jarak tanam.5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. 4) Pemeliharan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jenis nanas. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. langkah pertama yang dilakuakan adalah memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2. dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening). 021 316 1952. Media semai berupa pasir bersih dalam bak tanam.H. Hal. Untuk penyiapan bibit nanas dari stek. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm. Campuran media berupa tanah halus.698 .ristek. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1.2. Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit. M.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.id . Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam.go. 021 316 9166~69. karena. bisa berakibat fatal pada produksi tanaman.H. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur.5-6. 4) Pengapuran Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5. tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya. 021 316 1952. Bila tidak turun hujan.5). Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah. namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha.2. Jl. setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut.5. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4. 2) Pembukaan Lahan Untuk membuka suatu lahan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah. 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. Fax. perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm. jarak antar bedengan 90150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. http://www. 5) Pemupukan Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. M. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benarbenar matang dan siap ditanami. dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan.

M.ristek. 021 316 9166~69. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H.go. Fax. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

(2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam. dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN urea. khususnya nanas. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih.H. dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm. tugal atau alat lain. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul. 021 316 1952.go. dalam kurun waktu setahun. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu. (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah. Hal. M. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm. (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam. 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm.id . fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah. Fax. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah. Jl. 3) Cara Penanaman Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan. 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam. dan jarak antar barisan adalah 90 cm. 6.ristek. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm.

Fax. TSP. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. 021 316 9166~69. berat 4 gram setiap tablet 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan. Dosisi anjuran satu tablet tiap tanaman b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA.5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun. unsur hara dan sinar matahari. agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam. sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. 3) Pembubunan Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: a) Pupuk NPK tablet (Pamafert) 1. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon.go. Bentuk pupuk berupa tablet. Hal. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. 2) Penyiangan Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air. M.ristek. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah.id . atau SP-36 dan KCl 1. 2. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro 2. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62. sehingga drainase menjadi normal kembali. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. 021 316 1952. http://www. Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha.H. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan.

) Ciri: berupa kumbang kecil. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. 021 316 1952. Gejala: merusak/ memakan daging buah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat. bentuk langsing berkaki 6. bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama. larva berwarna putih kekuningan. kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri.H. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup. 7.go. buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah. Hama 1) Penggerak buah (Thecla basilides Geyer) Ciri: kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. M. Fax. Jl.1. 3) Lalat buah (Atherigona sp. Gejala: menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri). bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung. kemudian tutup dengan tanah.id . Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.ristek. (2) kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. kemudian menjadi larva berwarna putih. 2) Kumbang (Carpophilus hemipterus L.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas.) Ciri: Lalat berukuran kecil. berwarma coklat/hitam. HAMA DAN PENYAKIT 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar. kemudian menetas menjadi larva. http://www. berambut tipis. 021 316 9166~69. meletakkan telur pada bekas luka bagian buah. Pengendalian: dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida. 5) Pengairan dan Penyiraman Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering.

021 316 1952. http://www.go.ristek.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.id . M. Jl. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

http://www.H. 6) Ulat buah (Tmolus echinon L) Ciri: Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil. cinnamomi Rands. sedangkan busuk akar dinamakan root rot. pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat. 7. membuang buah yang terserang lalat buah. sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat. Jl. Gejala: menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang. tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C. 021 316 9166~69. bulat dan datar. serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan 7) Hama lain: rayap. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun. bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat. (2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. bergerombol menutupi buah dan daun. berwarna putih kekuningan/keabu-abuan. berwarna coklat. Penyakit busuk hati disebut hearth rot. 021 316 1952. seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang. Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida Decis 2. Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis. 5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne) Ciri: Serangga berukuran kecil diameter ± 2. nematoda.5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. curah hujan tinggi.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang.kadang menyerang tanaman nanas. Fax.id . 4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima) Ciri: Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1.5 mm. bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang. tikus. dan bermata besar.2. air yang mengalir. (2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. alat-alat pertanian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hingga menyebabkan busuk lunak. Penyakit 1) Busuk hati dan busuk akar Penyebab: cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P.5 mm.

021 316 1952.go.H.ristek. 021 316 9166~69. http://www. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Ciri dan Umur Panen Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan. dan menghindari luka-luka mekanis. Moreu. perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif. Gulma Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur.1. hujan dan tanah. dan memotong/mencabut tanaman yang sakit. PANEN 8. dan akhirnya tanaman mati. sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan. atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. berbau khas. Penyakit ini sering disebut base rot. Fax. b) Tangkai ubah mengkerut. hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam. 8. M. Pengendalian: harus dilakukan secara terpadu. besar dan bentuknya bulat. 3) Penyakit Lain Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen: a) Mahkota buah terbuka. 2) Busuk pangkal Penyebab: cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. c) Mata buah lebih mendatar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. mengurangi kelembapan sekitar kebun. angin. pemotongan/pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit. pembusukan pada sistem perakaran.H. busuk bibit oleh cendawan Pythium sp. 021 316 9166~69. daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat. (2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam.3. 7. Jl. seperti Dithane M-45 atau Benlate. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . daun. menanam bibit pada cuaca kering.go. 021 316 1952. Gejala: pada bagian pangkal batang. meliputi penggunaan bibit yang sehat.. adanya luka-luka mekanis pada tanaman. Pengendalian: (1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah. (2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN nekrotis. tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya. layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh. http://www.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952. Jl. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www.H.

ristek. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4.1.go. Klasifikasi buah berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam. atau mentah secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal. memar. Penyortiran dan Penggolongan Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan buah yang rusak. http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna bagian dasar buah kuning. Pemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali. 021 316 1952. setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai. Periode Panen Tanaman nanas dipanen setelah berumur 12-24 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3.H. Hal. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar. dan ketiga 25% dari jumlah yang ada.2. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil.2. Penyiapan lahan sampai penanaman dilakukan seperti cara bercocok tanam pada lahan yang baru. Fax. 8. 8.id . 9. e) Timbul aroma nanas yang harum dan khas. Prakiraan Produksi Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar. Pengumpulan Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi. Oleh karena itu. kedua 50%. susut dan cepat busuk. PASCAPANEN Buah nanas termasuk komoditi buah yang mudah rusak. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. jenis maupun tingkat kematangannya. 9. 021 316 9166~69. 9. tergantung jenis nanas dan sistem tanam. Jl. busuk. Cara peremajaan adalah membongkar seluruh tanaman nanas untuk diganti dengan bibit yang baru. 8. Panen pertama sekitar 25%. Cara Panen Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen.

Biaya lain-lain (tidak terduga 10%) Jumlah biaya produksi 2) Hasil penjualan dan laba (keuntungan) 1.7.000. 3.570.750. 10.750.+100 HKW 8.Pupuk kandang 20 ton @ RP.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp. Fax. 021 316 1952.000. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.375. buah nanas diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran. 021 316 9166~69. 9..KCl 150 Kg @ Rp. Rp. Pupuk . 25.Rp.. Pestisida 6.1.500.000. Pengolahan tanah borongan 7. Rp. 2. Nilai sewa tanah per tahun 2. Sprayer dan alat pertanian 3.1.ristek. M.4.000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya nanas dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya produksi 1. 5.000. Jl.Rp. Kemudian buah nanas dibungkus dengan kertas pembungkus lalu dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu atau dos karton bergelombang..570. 27.000 batang @ Rp. Rp. 19. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan jika harga turun. 6. 1.000. Proses pengangkutan dimulai dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan.Rp. Pemeliharaan tanaman 200 HKW @ RP.000.000.800.TSP (SP-36) 200 kg @ Rp.H.000. Produksi tahun ke-1: 75% x 45.000 x Rp 750.250. 5.1.247.500.650. Panen dan pascapanen 100 HKW +10 HKP 10. Rp.750.000. Biaya produksi tahun ke-1 3. 150./buah 2.312.id .140. Rp.500.Rp.000 x Rp. Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.400.000.500. Ukuran wadah pengemasan 60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi...19.000. http://www.360.000.5. 750. Rp.- Rp. Rp.813. 1. Pengemasan dan Pengangkutan Kegiatan pengemasan dimulai dengan mengeluarkan buah nanas dari lemari pemeraman.-/buah Rp.1. sehingga untuk menunggu harga naik maka dilakukan penyimpanan. Rp.3.+20 HKP 9. Rp. Pemupukan & penanaman 10 HKP @ Rp.801. 600. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 5 derajat C.498.813.750.250. Produksi tahun ke-2: 80% x 45. lalu dipilih (sortasi) berdasarkan tingkat kerusakannya agar seragam. Keuntungan tahun ke-1 4..Rp.000.go.ZA 300 kg @ Rp. Bibit 45.000.000. 150.4.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. M. 021 316 1952.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. http://www. 021 316 9166~69.ristek. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

2.2. Impor nanas meningkat dari 0. 11. Biaya produksi tanpa dihitung bibit & alat pertanian tahun ke-2 Rp. meningkat menjadi 10. Pabrik pengalengan buah nanas sudah banyak di bangun. diantarnya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple di Lampung. Negaranegara di Asia Tenggara merupakan eksportir utama buah nanas dunia. B/C ratio 10. Dalam era globalisasi ini.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Thailand merupakan negara eksportir terbesar pada tahun 1995. 12.350. STANDAR PRODUKSI 11. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditas buah nanas sangat besar.6.3) Parameter kelayakan usaha 1. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata.id .28 11. 021 316 9166~69. dan Amerika Serikat. Jl.1. = 1.750. peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas.ristek. sirup buah nanas dan sirup kulit buah nanas. kebutuhan nanas dunia tahun 1996 akan naik sebesar 5% kebutuhan dunia saat ini. Ruang Lingkup Standar ini meliputi syarat mutu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. terutama bila nanas diolah menjadi makanan kaleng seperti selai nanas. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar.997 ton pada tahun 1996. http://www.000.36 ton pada tahun 1995.H. Dari segi nilai. Hal yang perlu untuk dicermati adalah ekspor buah nanas Indonesia meningkat dalam 10 tahun terakhir. 021 316 1952.16 ton pada tahun 1987. Fax. Ekspor Indonesia pada tahun 1987 sebesar US$ 60.766 ribu pada tahun 1996. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan nanas. Diskripsi Standar mutu buah nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 013166Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jerman. Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia.go. cara uji. 5%. Padahal menurut proyeksi. Keuntungan ke-2 Rp. Sedangkan untuk impor nanas Indonesia mengalami peningkatan namun dalam jumlah kecil. Demikian juga komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng.952 ton meningkat menjadi 83. Ekspor Indonesia tahun 1987 sebesar 26. 7. yaitu sekitar 39% dari ekspor nanas dunia.463. Negara tujuan ekspor adalah Perancis. M.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1992. Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu, yaitu mutu I dan II. a) Kesamaan sifat varientas: mutu I=seragam; mutu II=seragam; cara uji organoleptik. b) Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; mutu II=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; cara uji organoleptik. c) Kekerasan: mutu I=keras, mutu II=keras; cara uji organoleptik. d) Ukuran: mutu I=seragam, diameter min. 9,5 cm; mutu II=kurang seragam; cara uji SP-SMP-309-1981. e) Gagang: mutu I=teropong rapi; mutu II=teropong rapi; cara uji organoleptik. f) Mahkota: mutu I=satu, utuh rapi, ukuran normal; mutu II=tidak dipersyaratkan; cara uji organoleptik. g) Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5; mutu II=maksimum 10; cara uji SP-SMP310-1981. h) Busuk (%): mutu I=maksimum 1; mutu II=maksimum 2; cara uji SP-SMP-3111981. i) Kadar total padatan terlarut (%): mutu I=minimum 12; mutu II=minimum 12; cara uji SP-SMP-321-1981 j) Kotoran: mutu I=bebas kotoran; mutu II=bebas kotoran; cara uji organoleptik. 11.4. Pengambilan Contoh 1) Produk dalam ikatan/kemasan Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan/ikatan diambil contohnya sebanyak 5 buah nanas, dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 5 buah untuk dianalisis. 1. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah sampai dengan 100 : jumlah contoh 5 2. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 101 sampai 300 : jumlah contoh 7 3. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 301 sampai 500 : jumlah contoh 9 4. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 501 sampai 20 : jumlah contoh 10 5. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah Lebih dari 1000 : jumlah contoh 15 (min) Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan di lapangan. 2) Produk dalam curah (in bulk) Sekurang-kurangnya 5 contoh diambil secara acak sesuai dengan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil dari bagian atas, tengah dan bawahserta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 10 kg untuk dianalisa. Dalam hal berat nanas yang diambil contohnya lebih dari 2 kg/buah, setiap pengambilan contoh sekurang-kurangnya terdiri dari 5 buah nanas.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1. Jumlah berat lot s/d 200 kg berat : contoh minimal yang diambil 10 kg Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2. 201 s/d 500 kg berat : contoh minimal yang diambil 20 kg 3. 501 s/d 1000 kg berat : contoh minimal yang diambil 30 kg 4. 1001 s/d 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 60 kg 5. Lebih dari 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 100 kg Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan dilapangan. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Nanas dikemas dalam keranjang bambu, peti kayu ataupun karton dengan atau tanpa bahan penyakit dengan berat bersih maksimum 40 kg. Atau diikat dengan tali, masing-masing ikatan terdiri dari maksimum 10 buah nanas. Pemberian merek untuk nanas yang dikemas dalam kemasan pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan: a) Nama barang. b) Jenis mutu. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. d) Berat bersih. e) Jumlah nanas/kemasan. f) Daerah asal. g) Produksi Indonesia. h) Tempat/negara tujuan.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius. Yogyakarta 2) Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press (UI-Press). Jakarta 3) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kanisius. Yogyakarta 4) E.W.M., Verheij & R.E. Coronel. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara II; Buah-buahan Yang Dapat Dimakan. PT. Gramedia Pustaka Utama dan Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. 5) Natawidjaja, P. Suparman. 1983. Mengenal Buah-buahan yang Bergizi. Pustaka Dian. Jakarta.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6) Rukmana, Rahmat. Yogyakarta.

1996.

Nanas

Budidaya

dan

Pascapanen.

Kanisius.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

PADI
( Oryza Sativa )

1.

SEJARAH SINGKAT

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Hal. 1/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp. Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varitas unggul nasional berasal dari Bogor: Pelita I/1, Pelita I/2, Adil dan Makmur (dataran tinggi), Gemar, Gati, GH 19, GH 34 dan GH 120 (dataran rendah). Varitas unggul introduksi dari International Rice Research Institute (IRRI) Filipina adalah jenis IR atau PB yaitu IR 22, IR 14, IR 46 dan IR 54 (dataran rendah); PB32, PB 34, PB 36 dan PB 48 (dataran rendah).

3.

MANFAAT TANAMAN

Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

4.

SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional adalah 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Dengan adanya krisis ekonomi, sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha, sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.

Hal. 2/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim a) Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. b) Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. c) Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C. d) Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. e) Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. 5.2. Media Tanam a) Padi gogo 1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara. 2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. 3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0. b) Padi sawah 1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. 2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. 3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 3/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.3. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat benih yang baik: a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan 80%. 2) Penyiapan Benih Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Padi sawah Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi. b) Padi Gogo Benih langsung ditanam di ladang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5) Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1) Pengolahan Lahan Padi Sawah a) Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. b) Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. c) Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. d) Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. e) Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata. 3) Pengolahan Lahan Padi Gogo Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: a) Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. b) Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik. c) Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. d) Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. e) Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Tanam Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 5/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacangkacangan. 2) Penanaman Padi Sawah Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar. Jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm. 3) Penanaman Padi Gogo Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara: a) Di dalam lubang tanam Kedalaman lubang 3-5 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Satu lubang diisi dengan 5-7 butir benih dan ditutup dengan pupuk kandang dan abu, debu atau tanah halus. b) Di dalam larikan Terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan bantuan kayu berujung runcing dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm. Benih ditaburkan ke dalam aluran. 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit. 2) Penyiangan Padi Sawah Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

Hal. 6/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Pengairan Padi Sawah Syarat penggunaan air di sawah: a) Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras. b) Air harus bisa menggenangi sawah dengan merata. c) Lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan. d) Air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk. e) Genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit. 4) Pemupukan Padi Sawah Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, TSP=75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha. Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai. 5) Penyiangan dan Pembumbunan Padi Gogo Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. 6) Penyulaman Padi Gogo Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. 7) Pemupukan Padi Gogo a) Pupuk organik Berasal dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria juncea yang berumur 4-6 bulan atau dari pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik dibenamkan ke tanah dengan dosisi 10-30 ton/ha.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

b) Pupuk anorganik Pupuk yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. 8) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1. Hama putih (Nymphula depunctalis) Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G. 2. Padi trip (Trips oryzae) Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP. 3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide. 7.2. Hama di Sawah a) Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 8/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Furadan 3G. M. Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC. Gejala: pucuk tanaman layu. Pengendalian: (1) bertanam serempak. impicticep). membakar jerami. kuning (T. Kiltop 50 EC. Larvin 75 WP. 021 316 9166~69. Karphos 25 EC. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan. daun mengering dan seluruh batang kering. daun tanaman kering dan mati. IR 64. Tomafur 3G. Opetrofur 3G. Jl. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur. bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut. Dharmacin 50 WP. melepas musuh alami seperti jangkrik. 021 316 1952. meningkatkan kebersihan lingkungan. Fax. Dimilin 25 WP. Dharmafur 3G. kepinding dan kumbang lebah. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G. (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. d) Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi.id . Tanaman ada yang menjadi kerdil. Merusak dengan cara mengisap cairan daun. c) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu. Cimanuk.go. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga. peningkatan kebersihan. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Malai yang dihasilkan kecil.ristek. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. http://www. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC. Dapat menimbulkan kerugian besar. berwarna coklat dan tidak enak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 48. Menyerang batang dan pelepah daun. mengumpulkan dan memunahkan telur. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. melepas musuh alami seperti laba-laba. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. membersihkan lingkungan. f) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. b) Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N.H. Dharmabas 500 EC. incertulas). Progo dsb.telurnya. e) Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata). buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu.

Fax. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek.id .go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Jl. M.

mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri. biji berserakan. penggunaan pestisida dengan tepat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pengendalian: pergiliran tanaman. menanam varitas unggul Sentani. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir. Jl. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. Fongorene 50 WP. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. gelang buku. 021 316 9166~69. d) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200. 021 316 1952. Gejala: menyerang daun. gropyokan. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan. Fax. gelatik Padda aryzyvora. Menyerang padi menjelang panen. Cimandirim IR 48. http://www. M. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. bondol hitam L. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. sanitasi. Penyakit a) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. 7. menggenangi sawah. peking L. g) Burung (manyar Palceus manyar. buku pada malai dan ujung tangkai malai. Gejala: menyerang pelepah.go. intensif dan teratur. menanam padi tahan penyakit ini.3. Gejala: menyerang daun dan pelepah. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.id . Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. ferraginosa dan bondol putih L. padi dewasa busuk kering.ristek. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami.H. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini. tangkai buah patah. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun. c) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot. malai. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. ferramaya). Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. IR 36. b) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pipit Lonchura lencogastroides. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP. pemupukan berimbang. Serangan menyebabakn daun. Biji berbercakbercak coklat tetapi tetap berisi. puntulata. biji kecambah busuk dan kecambah mati.

021 316 1952. M. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Hal.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS.H. Fax.go. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. menghindari luka mekanis. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. Fax. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga daun seperti terbakar. buku-buku pendek. mencelupkan benih pada larutan merkuri. 021 316 9166~69. M. Cisadane. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. i) Penyakit kerdil Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. tanaman padi. IR 46. Serangan menyebabkan gagal panen. berwarna hijau kekuningkuningan. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat. Terdapat garis-garis di antara tulang daun. sempit. pembungaan tertunda. translucens. h) Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak Penyebab: bakteri X. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman.go. anakan banyak tetapi kecil. Penyakit ini sangat merugikan. menghindari luka mekanis. http://www. daun kuning hingga kecoklatan. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex WP. Pengendalian: sulit dilakukan. pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP. daun terkulai. j) Penyakit tungro Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps. daun menjadi pendek. Jl. akar membusuk. pertumbuhan tanaman kurang sempurna. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: menanam varitas unggul.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jumlah tunas berkurang. Cipunegara. Gejala: menyerang malai dan biji muda. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar.ristek.H. f) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens. g) Penyakit kresek/hawar daun Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. batang pendek. 021 316 1952. Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. sanitasi lingkungan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor. daun mengering dan mati.

H. 021 316 1952. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara. IR 42. IR 36.id .ristek. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. IR 52. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. IR 54. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN malai kecil dan tidak berisi. Hal. M. 021 316 9166~69. IR 46. http://www. Jl. IR 48.go.

menyiangi). gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar).1. Difenex 7G. Ciri dan Umur Panen Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga). Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut. PASCAPANEN a) Perontokan. Cara Panen Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen. Jl. Dengan menggunakan mesin perontok. diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha. Gulma Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau. kadar air gabah 21-26 %. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. PANEN 8. http://www. DMA 6 dll. dengan alat Reaper binder.4. butir hijau rendah. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha. 9. Secara tradisional padi dijemur di halaman. Fax. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. 8. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu.id . waktu dapat dihemat.go. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang. Perkiraan Produksi Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif. Lakukan secepatnya setelah panen. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual.3. M. panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar.ristek. jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML. 8. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7.2. 021 316 9166~69.8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. c) Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. b) Pembersihan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Jika menggunakan mesin pengering. 8.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax.H. http://www.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.

1. 148.000. Keadaan ini semakin memburuk dengan dihilangkannya subsidi pupuk.000.PPC/ZPT 4.Menanam 20 HOK @ Rp. Rp. Petani menjual padi ke Bulog dengan harga yang ditentukan pemerintah (saat ini seharga Rp.SP-35: 100 kg @ Rp.201 kg (GKG) @ Rp. M.160.Rp.1..Rp.000.220.6. Budidaya padi untuk mencapai keuntungan yang layak sulit diwujudkan.918. 600.000. 576. bulog tidak memiliki cukup uang untuk membeli padi rakyat sehingga menunggak pembayaran ke petani. 1. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras.000. 8.75.Rp.Urea: 200 kg @ Rp. Bunga bank Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 4.000 .000. 8. 1.000.000.500/kg).6.450.72.650.40. Pupuk . 6.Persemaian 5 HOK @ Rp.Pemupukan 9 HOK @ Rp..450.091.H. Rp.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 8..000.id Rp.. Pestisida 5.000. angkut 72 HOK @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Rp. Rp.000. 2.705.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penyimpanan.000.3. Jl. Rp.- Rp. keringkan.Merontok. Analisis Budidaya Usaha Harga padi yang sangat ditentukan pemerintah menyebabkan petani sering kali merugi karena modal dasar tidak seimbang dengan harga gabah. 1.Rp.. 8.000.000.120. Tenaga kerja . Sewa lahan 2. .994..000. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).000.120.50.000. 3. 15. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp. Keadaan ini sangat merugikan petani. Rp. 8.32.Penyiangan 15 HOK @ Rp. 2.000.600. Bibit: benih 25 kg @ Rp.64.000. Panen dan pascapanen .115.600. 10. Perkiraan analisis budidaya padi (nasional) permusim panen dengan luas lahan 1 hektar masa tanam tahun 1999. Rp.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.KCl: 75 kg @ Rp. Rp. 26. Fax. Pada saat penen raya.000.ristek.Ongos angkut ke pasar 7.. Rp. 1.ZA: 50 kg @ Rp.000.000.Pengolahan tanah dgn mesin 15 HOK @ Rp... Rp. Rp.037.1001.750.123.Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp. (sumber: Departemen Pertanian) a) Biaya produksi 1.223. Rp.

http://www. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H.ristek. Jl.id .go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

1 juta ton beras untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat.0. Ruang lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi. 4. 2.0. Bebas hama dan penyakit. Gabah tidak boleh panas. harga beras sangat ditentukan pemerintah dan tidak dinamis seperti halnya tanaman hortikultur atau perkebunan sehingga umumnya petani padi sering merugi. cara pengambilan contoh.2.745.1. 11. Namun demikiaan. http://www. mutu III=14. agribisnis padi akan tetap tidak banyak diperhitungkan dan diminati oleh investor di bidang pertanian. 11. 3. insektisida.0. B/C Ratio 10. 021 316 9166~69. pada tahun 1998 mengimpor 3.0. Bebas bau busuk.= 1. 3. syarat mutu. 2. fungisida dan bahan kimia lainnya.0. asam atau bau-bau lainnya. 11. Dengan memperhatikan hal di atas seharusnya agribisnis padi dapat menarik banyak para investor.go.ristek. Bebas dari bahan-bahan kimia seperti sisa-sisa pupuk. Pemerintah. b) Persyaratan kuantitatif 1.0. STANDAR PRODUKSI 11. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. Tanpa perubahan tata niaga beras dan pengurangan campur tangan pemerintah. Diskripsi Standar mutu gabah di Indonesia tercantum dalam SNI 0224-19870. mutu III=3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.03 Beras adalah makanan pokok sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi di dunia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. dilain pihak. Gabah hampa maksimum (%): mutu I=1. M. cara uji. Kebutuhan beras nasional tidak terpenuhi oleh produksi beras dalam negeri karena itu kita masih selalu mengimpor beras.H. Fax.2. syarat penandaan dan pengemasan. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. mutu II=2. Klasifikasi dan Standar mutu a) Persyaratan kualitatif 1.096. 021 316 1952. mutu II=14. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3.id .

http://www. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Fax. M. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H. Jl.

11. 11. Singapore Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. mutu III=7. 5.0.0.5. Yogyakarta. h) Tujuan. mutu II=5. mutu II=5. Butir merah maksimum (%): mutu I=1. mutu III=10.ristek. 12. Penerbit Kanisius.0. 7.II dan III tidak memenuhi persyaratan kualitatif. Fax.0.0. Petunjuk Perlakuan Pasca Panen Tanaman Padi.5.0. M. mutu III=10. mutu III=1.0. e) Berat bruto. c) Nama dan mutu barang.H. mutu II=0.0. c) Griest. Benda asing maksimum (%): mutu I tidak ada.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. g) Nomor karung. Jl.H. Butir rusak dan gabah muda maksimum (%): mutu I=1. 4. mutu II=2. 1982.0. mutu II=5. Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. f) Berat netto. Budidaya Tanaman Padi. Tingkat mutu gabah rendah (sample grade) adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan tingkat mutu I.0. b) Daerah asal produksi.id . DAFTAR PUSTAKA a) AAK. 1990. 021 316 9166~69. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Nama perusahaan/pengekspor. D. 6. Rice.4.0. mutu III=4. Longman. b) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. 021 316 1952. Pengambilan Contoh Sedangkan untuk cara pengujian mutu dan pengambilan contoh terdapat dalam “Petunjuk pengujian mutu dan pengambilan contoh “ yang disajikan tersendiri dalam pelaksanaan standar (implementasi).0. Butir rusak dan butir kuning maksimum (%): mutu I=2. Gabah varientas lain maksimum (%): mutu I=2.0.

go. Jl. Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .ristek. 021 316 9166~69. http://www.

http://www. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Proyek PEMD. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Padi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Suparyono.id .go. Dr. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Penebar Swadaya. Fax. Dr & Agus Setyono. Jakarta. 021 316 1952. Jakarta.ristek. 1994. 021 316 9166~69.H.

021 316 9166~69. Hal. antara lain: 1) Myristica fragrans Houtt. JENIS TANAMAN Tanaman pala memiliki beberapa jenis. karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SEJARAH SINGKAT Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia.go. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera. 021 316 1952. M.id . 5) Myristica Sucedona BL. 2) Myristica argentea Ware. Jl. Fax. 3) Myristica fattua Houtt.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PALA ( Myristica Fragan Haitt ) 1.ristek.H. 4) Myristica specioga Ware. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa. http://www. 6) Myristica malabarica Lam.

SYARAT TUMBUH 5. marmelade.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans. Aceh dan Maluku. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri 2) Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala. Fax. 5.go.809 hektar dengan daerah penyebaran yang terpusat di Sulawesi. kKristal daging buah pala. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai rempah-rempah.id . M. SENTRA PENANAMAN Jika dilihat data pada tahun 1971 lalu. Irian Jaya. minuman dan kosmetik. 3) Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. luas tanaman pala di Indonesia sekitar 22. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. obat muntahmuntah dan lain-lainya. 021 316 1952. pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan. manisan pala. disebut “bunga pala”. dan Myristica malabarica produksinya rendah sehingga nilai ekonomisnya pun rendah pula. 1) Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar.1. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua. 4) Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan. 4. selai pala. http://www. Myristica sucedona.ristek. Iklim 1) Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu. 3. Jl. Jenis Myristica specioga. Hal. misalnya: asinan pala.

1. agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang. 3) Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan. Media Tanam 1) Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur.H.ristek.go. 021 316 9166~69. 5. Fax. curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. yaitu: (1) biji legitiem.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan. yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui). Jl. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas. yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi.id . 5. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan. Pembibitan 1) Perbanyakan Cara Generatif (Biji) a) Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. Ketinggian Tempat Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. 6. 2) Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5. produksitivitas tanaman akan rendah.2.5. (3) biji Propellegitiem.5 – 6. (2) biji illegitiem. 021 316 1952. maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. M. tetapi asal putiknya jelas diketahui. http://www. maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng. yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih. Tanaman ini peka terhadap gangguan air. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari: 1. 2. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih.3.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .H.go. 021 316 1952. M. Fax. Jl. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya.id . Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. 021 316 9166~69. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1. yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: KB. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. BUN/9/1984. Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi. berbentuk agak bulat dan simetris. paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. yaitu: Sumatera Barat. 010/42/SK/ DJ. Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dewasa yang tumbuhnya sehat. Fax.ristek. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat. kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma). Kemudian bijibiji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. b) Penyemaian Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun.go. telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di 4 propinsi. tergantung biji pala yang akan disemaikan. yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji.5 cm dan panjangnya 5-10 cm. http://www. M. tidak terserang oleh hama dan penyakit. 021 316 1952.H. Jawa Barat. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sulawesi Utara dan Maluku. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. Jl. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. (2) mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik.

021 316 9166~69.go. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id . 021 316 1952. Fax. http://www. Jl.ristek.

5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami.go. Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan. Jl. Fax. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti. maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan. 2) Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren) Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok). bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan. maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang. bagian tengah dan bagian atas.H. Hal. Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak. 021 316 1952. Cara mencangkok (marcotern): a) Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang.ristek. Bila menggunakan pembalut dari palstik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. b) Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang. pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun. batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar. yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan. 021 316 9166~69. Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Batang/cabang yang sudah berkayu.id . Agar tidak tergenang air. tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda. maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa. yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.

Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama. maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Fax. b) Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu. maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Forkert Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi). Dalam waktu 4–6 minggu.ristek.id . c) Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia. M. penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. Setelah 4 bulan. 3) Perbanyakan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi) Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Jl. Okulasi biasa (segi empat) 2. Setelah beberapa waktu. Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 2. Okulasi “T” 3. 021 316 9166~69.H. ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). 4) Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting) Dalam sistem penyusuan ini. tanaman sudah dapat ditanam di lapangan. http://www.go. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu. Enten pangkas atau kopulasi 3. batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. grafting) Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu : 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Enten sisi (segi tiga) b) Penyambungan mata (okulasi) Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan. kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik. yakni: a) Penyambungan Pucuk (entern. Sistem penyambungan ini ada dua cara. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. Jika telah tumbuh sempurna.

021 316 1952. M. 021 316 9166~69. http://www. Jl.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. Teknik Penanaman Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan.5%.3. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0.6% dalam bentuk kapur. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0. kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Perbanyakan Cara Stek Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam.5%. yaitu dapat membentuk teras guludan. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan. dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur. 6.go. biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu.ristek. 021 316 1952.H. teras kredit/teras bangku. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran. maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. M. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. http://www. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik. Jl.6%. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam. Pengolahan Media Tanam Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya. Bila bibit pala yang berasal dari cangkok. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak.2. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m.id . bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. 021 316 9166~69.5% larutan hormaon IBA. bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. 6. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0.

H. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M. http://www.go. 021 316 9166~69. Fax. Jl. 021 316 1952.

terutama jika pembuatannya pada musim hujan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. 6. Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar. Pemeliharaan Tanaman Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman.go. kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m. http://www. maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat. 1) Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua. tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu. Setelah beberapa waktu. setelah dilakuakan pada akhir musim hujan. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. Dalam menggali lubang tanam. maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam). Urea dan KCl. 3) Sebelum pemupukan dilakukan. Fax.ristek. Pada waktu tanaman masih muda. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP.TTG BUDIDAYA PERTANIAN akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan. lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat.4. lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam.H. lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah. pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. kemudian pupuk TSP. 2) Pada akhir musim hujan. M. Jl.id . 021 316 1952. hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon). Setelah bibit di tanam.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax. http://www. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. M.ristek.id . 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya.1.id . M. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya.2. cabang atau ranting tanaman yang diserang. 2) Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman. dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar. HAMA DAN PENYAKIT 7. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang. jika bercak hitam itu dikupas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua. Pengendalian: (1) membuat saluran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek. 7. telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. http://www. 021 316 9166~69. maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya. masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Hama 1) Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. Jl.H.5– 1 cm. Di dalam biji tersebut. 3) Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala.go.coklatan pada bagian kuliat buah. Penyakit 1) Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. memangkas bagian yang terserang dan dibakar. insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. di mana didapat serbuk kayu.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl.id .go. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pembuangan air (drainase) Hal. M. Fax.

Fax.ristek. karbendazim dan benomi. misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon. gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah. 3) Rumah Laba-Laba Menyerang cabang.id . 021 316 1952.H. bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi. yakni 2–4 minggu sekali. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm.pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabangcabangnya yang berdaun rimbun. (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb. Gejala: berupa bercak berwarna coklat. 6) Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. 021 316 9166~69. tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya. yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. ranting dan daun yang terserang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi. (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin. kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan. Pengendalian: dengan busuk buah kering. pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. kemudian dibakar. 5) Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang baik. Hal. Jl. Pengendalian: memangkas cabang.go. baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini. ranting dan daun. http://www. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida.

1.ristek. M. Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal. 9. Di Daerah Banda. Cara Pemetikan Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Hal. http://www. dan (3) yang cacat. 021 316 9166~69.2. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar. Ciri dan Umur Panen Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PASCAPANEN 9. (2) yang kurus atau keriput. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang). 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. fuli dan bijinya dipisahkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua). yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan). Jl. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan. 8. PANEN 8. dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. 021 316 1952.id . Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. 9. Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit.2. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun.1. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. Fax.go.H. maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari. buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah. yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. b) Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji. 021 316 1952. Isi biji yang sudah kering. kemudian diangin-anginkan. yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). 9. yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) 9. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus. kemudian dilakukan pengapuran.H.4. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam. Warna fuli yang semula merah cerah. setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. yaitu: a) Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Biji-biji pala yang sudah kering. Fax. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah. b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji.go.3. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. b) Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala. M.id . Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru. Jl. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: a) Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat. c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia. Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara. http://www. sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun. c) Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji. misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui. 021 316 9166~69.

ristek. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id .H.

649 ton pertahun kenaikan produksi itu terutama disebabkan untuk perluasan tanaman pala yang sekiatar 90% merupakan pertanaman rakyat. Jl. cara pengujian mutu. M. waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi pala (biji dan fuli) setiap tahun terus meningkat. STANDAR PRODUKSI 11. Usaha 11. kenaikan produksi pada rata-rata 22% pertahun luas areal pala nasional pada tahun 1985 diperkirakan 70. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Sulawesi Selatan.192 hektar dengan jumlah produksi sekitar 18. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.1. Irian Jaya. Hanya sekitar 40% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Granada. terutama di daerah-daerah Maluku. yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar.go.327 ton pada tahun 1971.1. http://www.2. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil. Fax. Produksi pala pada tahun 1962 sebesar 3. India dan beberapa negara penghasil pala lainya sedangkan 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi Indonesia. 021 316 1952. Jawa Barat dan Aceh.200 ton meningkat menjadi 10.H.ristek. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan dipasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi. Sulawesi Utara.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Peranan ekspor pala itu cukup besar bagi petani. 021 316 9166~69. Analisis Budidaya … 10. Dalam jangka waktu 10 tahun tersebut. 10. 11.2. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. M. Jl. Fax. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www.H.

P. Hal. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik.P. biji relatif berat 2. bji relatif berat 2. 021 316 1952. ringan Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut. dalam satu sak berat (75 kg). warnanya hitam.ristek. 1. yakni: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg). b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg). M. biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah.go. tidak pecah/rusak mekanis. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda. tidak diserang hama/penyakit 4. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik. berkeriput 3. biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah. tidak pecah 4. berkeriput 2. b) Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. ada kerusakan mekanis 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. lapuk dan mudah pecah.W.H. b) Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua. misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesagesa. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil. c) Gruis I dan II: fuli hancur. tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan. keadaan fuli tidak utuh lagi. 2) Pala kupas RIMPEL: 1. kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda. Kualitas biji pala ditentukan oleh: a) Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas. Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna. diserang hama dan penyakit 4.3. Fax. bentuk serta kematangan dari fuli. Jl. Klasifikasi dan Standar Mutu Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan.W. c) Pala kupas B. Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli. keadaan fuli utuh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kriteria kualitas fuli adalah: a) Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua.id . http://www. 021 316 9166~69. warnanya bagus (merah). tidak diserang hama/penyekit 3) Pala kupas B. bentuknya sempurna dan tidak keriput 3. kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Pala kupas ABCD: 1.

c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Jl.4. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. tengah dan bawah. minimum jumlah contoh yang diambil 5.W. 021 316 1952. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. 021 316 9166~69. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama.5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. minimum jumlah contoh yang diambil 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu. Rata-rata dari setiap kualitas pala adalah sebagai berikut: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg. Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. M. Fax. minimum jumlah contoh yang diambil 7. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.H. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000.ristek.P. dalam satu sak berat 75 kg. http://www. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300.id . minimum jumlah contoh yang diambil 15. minimum jumlah contoh yang diambil 9. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. c) Pala kupas B. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti.go. Pengemasan Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen.

ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M. Fax. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. 021 316 9166~69. 021 316 1952.

id . DAFTAR PUSTAKA 1) Sunanto. Jakarta. 021 316 9166~69.H. Yogyakarta: kanisius. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.1993. M. Budidaya Pala Komoditas Ekspor .Hatta. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.go. Jl. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.

Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PEPAYA (Cacarica papaya. Fax. M. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. 2.H.ristek. Memiliki bakal buah yang sempurna. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. tetapi tidak mempunyai benang sari. 1 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bunga yang besar akan menjadi buah. JENIS TANAMAN 1) Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang.go.id . biasanya terus berbunga sepanjang tahun. Hal. http://www. baik di daeah tropis maupun sub tropis. 021 316 9166~69. SEJARAH SINGKAT Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala. Jl. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). benang sari tersusun dengan sempurna. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman pepaya banyak ditanam orang. L) 1. 2) Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga.

rasanya manis. selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. 4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih). kejang perut dan sakit panas.ristek. yaitu: 1 Pepaya semangka. M. Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan: 1. akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat. industri farmasi dan textil. Jawa Timur (kabupaten Malang). 4. Yang berbuah musiman. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. 5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia.id . 3. 2) Dalam industri makanan. memiliki daging buah berwarna merah semangka. Fax. 2) Pepaya burung. dodol pepaya. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Jl. 021 316 1952. harum baunya dan rasanya manisasam. bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya. MANFAAT TANAMAN 1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”.10 dan bakal buah mengkerut.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pepaya Sempurna Memiliki bunga yang sempurna susunannya. 021 316 9166~69. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. 2. yaitu: 1. serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam. warna dan kadar vitamin. warna daging buah kuning. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan.go. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi). Pasar Induk Kramat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Berbenang sari 2 . 3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu. 3. http://www.

go. 2 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . Jl.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.H. M.

nama tamanan akan kurus. meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit/Benih Sebagai bibit dipergunakan biji.1. bunga dan buah rontok. 3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C.H. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini.1. SYARAT TUMBUH 5. 021 316 1952. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah. Hal. Apabila kekeringan air. 2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7. 5. 021 316 9166~69. Jl. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.3. Iklim 1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. 6. 5. 2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 10002000 mm/tahun.2. Sulawesi Utara (Manado). Perkawinan di lakukan hingga 3 kali. dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari. Fax. Lampung Tengah. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu: a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar. Yogyakarta (Sleman). sebelumnya bunga-bunga betina membuka.id . Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. M. 5. Sulawesi Selatan (Toraja).go. 4) Kelembaban udara sekitar 40%. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Ketinggian Tempat Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl. 3 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). http://www.ristek. daun. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jati DKI. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. yakni 1 cm. jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam. Caranya biji-biji. M. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Biji yang segar digunakan sebagai bibit.5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Fax. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Jl. Disiram setiap hari. 2) Penyiapan Benih Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari.id . Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.go. 4 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dengan pemeliharaan yang baik. 021 316 1952. cukup sedalam biji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. Biji-biji yang sudah dikeringkan. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Hal.ristek. biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit. http://www. 021 316 9166~69. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan.H. 5) Pemindahan Bibit Bibit-bibit yang sudah dewasa.

tinggi 20-30 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yang digali secara berbaris. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Untuk biji yang disemai. Apabila biji ditanam langsung ke kebun. tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman.3. 021 316 9166~69. dengan jarak tanam 2 x 2. Jl. 3) Pengapuran Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5).id semak dan kotoran lain. http://www. maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu.5 m. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan. 5 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. sebelum bibit ditanamkan bibit. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Hal. 4) Pemupukan Sebelum diberi pupuk. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm. 2) Cara Penanaman Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. panjang secukupnya. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan dibersihkan dari rumput. setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang. 021 316 1952. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman.H. dicangkul/dibajak dan digemburkan. 2) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm. M.ristek. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. jarak antar bedengan 60 cm. kemudian . setelah diberi pupuk yang matang.2. Fax. perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.go.

Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat. tergantung dari keadaan. Jl. 50 gram Urea.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas. tergantung dari keadaan. http://www. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga. dan 75 gram KCl. 50 gram TSP dan 25 gram KCl. b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA. memerlukan pendangiran tanah. dicampur dan ditanam melingkar. memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. dan 40 gram KCl. 25 gram Urea.4.go. Pada musim kemarau.H. 75 gramTSP. c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA.id . 3) Pembubunan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. 60 gram Urea. 35 gram Urea. 4) Pemupukan Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak. 75 gram TSP. 50 gram KCl. 50 gram ZA. 75 gramTSP. tanaman pepaya harus sering disirami. memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). M. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. Cara pemberian pupuk: a) Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia. 021 316 1952. 2) Penyiangan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas.ristek. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. khususnya pupuk organik. maka harus dibuatkan paritparit.

M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69. Fax. 6 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.go.H.ristek. 021 316 1952.

Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik.2. M. roboh semai. Penyakit Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning.go. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica. 8. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. P. Apabila lahan telah ditanami pepaya.leher akar. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang. Hal. 7. dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. busuk buah. menjaga kebersihan. Menyerang buah dan batang pepaya. Cara Panen Panen dilakukan dengan berbagai macam cara.H. 7 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. layu dan mati. untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. PANEN 8.1. virus mosaik. Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang.id . 021 316 1952. Jl. ada yang bersayap dan tidak.ristek.1. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Fax. Kutu dewasa. kuning atau hitam.2. pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut. http://www. bersungut dan kaki panjang. 021 316 9166~69. disarankan agar tidak menanam pepaya kembali. 8. pangkal batangdan nematoda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. Hama 1) Kutu tanaman (Aphid). HAMA DAN PENYAKIT 7. Nematoda.

Periode Panen Panen dilakukan setiap 10 hari sekali.id . M. pohon pepaya akan terus menerus berbuah. 8. Penyimpanan Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.4.go. Prakiraan Produksi Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah.1. 9.3.2. PASCAPANEN 9. Penyortiran dan Penggolongan Pilihlah buah secara selektif. warna dan ukuran.4. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999. setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut. Pengemasan dan Pengangkutan Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya. 10. Fax. misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak.ristek. http://www. 9. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan. kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. Pengumpulan Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. perhatikan bentuk. bahkan sampai 150 buah. Setelah panen pertama.3. 9. 021 316 9166~69. kelompok B buah yang sudah siap dimasak. Jl. 021 316 1952.1. dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 9.

id . Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. M.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 8 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

500. Tahun ke-3.000.600.25. 5.570. 2. Rp.000. Pestisida .000. 4.Pembubunan 50 HKP/tahun. 9 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8.Tahun Ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.500.Rp. Panen dan pascapanen .1.000.500.000. 1. 7.000.000. 280.000. Tahun ke-1.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. 45.300.600. 7. 7.8. 45..500.500. 700.98..000.800. Rp.Penanaman 10 HKP @ Rp.000.000. Pemeliharaan .000. @ Rp. 5000.000. 7. 6.Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp.. Rp.2.300.3.31. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun 2. 88.000.000. Fax. 150.000. Rp.Rp.000.000 kg @ Rp.120. 1.281.225.800.1.600.500.H.500.Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp.-/tahun Total biaya produksi 2) Pendapatan 1.5.Panen 75 HKP. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.- Rp. Rp.200..000 kg @ Rp.750.4.000.Tatal Tanduk 2.31. Rp. 700.000.Rp.000.300.000.500.25.000 pohon @ Rp. 7. @ Rp..ristek.Koret 5 buah @ Rp. Rp.000 kg @ Rp. http://www. 70. 562.000. Rp.Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp.Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp.000.000.250..Arit 5 buah @ Rp.- Rp. 5. 45.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. Rp. 600.Rp. Keuntungan rata-rata per tahun Rp.700.Rp.9..50.000. Rp.Rp. Peralatan . Rp.Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp.500. Tahun ke-4.500.Cangkul 5 buah @ Rp. 24.600. 46. 700.Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp. 240.go..Dithene 2 liter/tahun @ Rp. 7.000 kg @ Rp.. Rp. 300.. 708.000 kg @ Rp. Rp.Rp.000. Pupuk . Rp. Rp.000.125. 021 316 1952.200..Rp.000. Rp. 021 316 9166~69.000.500.NPK 2000 pohon @ Rp.000. 7. 7.000.Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp. 4.000.000. Bibit 2.Rp.31.6.4.000. 10.500.3. 800. Tenaga kerja .000. 45.000. Keuntungan selama 4 tahun 2.. 8.id .000.000.Biaya lain @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.418.500. 700.(th ke-2s/d ke4) 7.000. 400.- Rp.Total Pendapatan selama 4 tahun 3) Keuntungan 1. M. Rp.75. Tahun ke-2.000. 11.. 3.Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp.000..Pupuk kandang 500 karung @ Rp.- Hal. 52.500. Rp. Jl.

Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah. 11.ristek. 021 316 1952. mutu II 0%. kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. mutu II seragam 95%. cara pengemasan. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Parameter kelayakan usaha 1. terutama untuk melayani permintaan Inggris.7 kg Kelas D : Berat per buah < 1. d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%. klasifikasi dan syarat mutu.8 kg – 2. e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%. 11. Belanda. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. mutu II seragam 95%. 021 316 9166~69.1. mutu III seragam 90%. Hal. Perancis. mutu III 0% f) Kadar kotor: mutu I 0%. mutu III 0% g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%.3. Mutu II 23 strip. STANDAR PRODUKSI 11.4 kg Kelas C : Berat per buah 1. 10 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kelas A : Berat per buah 2.5 kg atau > 3 kg Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen.go.0 kg Kelas B : Berat per buah 1. Keseragaman ukuran berat. b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%. Diskripsi Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996.2. ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi. mutu II benar 95% .id . cara pengambilan contoh.5 kg – 3. mutu II 0%. mutu III seragam 90%. M. B/C ratio 10. yang mencapai 1000 ton per tahun.H. Jerman. Mutu III 1 strip.2. tingkat kerusakan. Klasifikasi dan Standar Mutu Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A. mutu II 0%. Mutu III benar 90% c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%.5 kg – 1. a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip. yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu. mutu III 0%. 11. B.88 Selama periode 1989-1991. Swedia. cara uji. C dan D berdasarkan berat tiap buah. kebenaran kultivar. Gambaran Peluang Agribisnis = 1. Jl.

http://www.id .4. Pengambilan Contoh Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan.kurangnya 10 Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur.ristek.H. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar.5. 11. 021 316 9166~69. Fax. contoh diambil secara acak. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.kurangnya 7 d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurangkurangnya 9 e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Pengemasan Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurangkurangnya 5 c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang. 021 316 1952. mutu III segar > 25% 11. mutu II segar < 25%. Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%. Jl. M. Dapat juga digunakan peti kayu.

H. Fax. M. http://www.ristek. 021 316 1952.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 11 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

XV No. 1975.ristek. Dalam Buletin Agricultural Vol. Jl. 021 316 1952. 3 3) Tohir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Kaslan A. 2) Suwarno. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. M.H. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 021 316 9166~69. Jakarta : Pradnya Paramita.id . Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya.go. 1978. Fax. http://www. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Yogyakarta : Kanisius.

1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pisang disebut dengan Cau.ristek. M.id .go.H. SEJARAH SINGKAT Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). raja. 021 316 1952. di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang. Di Jawa Barat. 021 316 9166~69. http://www. sinensis. Fax. cavendishii. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar). nana atau disebut juga M. cavendish. Misalnya pisang ambon. M. Amerika Selatan dan Tengah. susu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. paradisiaca var Sapientum.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PISANG ( Musa spp ) 1. barangan dan mas. Hal. 2. M. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp. Jl. Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. Negeri Belanda. Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Misalnya pisang batu dan klutuk.id . 021 316 9166~69. paradisiaca normalis. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.ristek. pure pisang dan tepung pisang. kertas dsb. tanduk dan kepok.H. http://www. Australia. 4. Pada kondisi tanpa air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. Secara tradisional. Arab. M. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Hongkong. Pisang dijadikan buah meja. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang. mineral dan juga karbohidrat.1. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina. MANFAAT TANAMAN Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin. 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian. SYARAT TUMBUH 5. Cina. Amerika Serikat dan Perancis. 3. Misalnya pisang nangka. pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan. lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba. 021 316 1952. Singapura. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Fax. Jl. air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. 4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca). SENTRA PENANAMAN Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. sale pisang.go. 3) Pisang berbiji yaitu M. Iklim 1) Iklim tropis basah.

Fax. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . 021 316 1952.go.H.ristek.

http://www. 021 316 1952. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik.000 m dpl.07%.200 cm dan di daerah kering 50 . 3) Curah hujan optimal adalah 1. 021 316 9166~69. Pisang ambon. Fax. Pembibitan Pisang diperbanyak (anakan). Jl. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa.3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang.ristek. M. Tanah harus mudah meresapkan air. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.200 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.150 cm. 1) Persyaratan Bibit Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 .800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. 2) Penyiapan Bibit Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri.000 m dpl 6.2. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak. di daerah setengah basah 100 . 5.1. 5. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat. Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). mengandung kapur atau tanah berat.go. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar.5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas . Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Media Tanam 1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus. Ketinggian Tempat Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.520–3. nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1. 2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif.H.

ristek. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H. Jl. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Satu Hal.go.id . 021 316 1952.

021 316 1952. d) Jika tidak ada insektisida. pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin. Lalu bibit dikeringanginkan.2. 3) Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. http://www. juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut: a) Setelah dipotong. Untuk membuka lahan perkebunan pisang. 021 316 9166~69. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim. rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam. M.ristek. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi. 3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit. dilakukan pembasmian gulma. rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit. dilakukan pemotongan/penjarangan tunas. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang. rumput atau semak-semak. Jl. e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda.id . Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9.go. bersihkan tanah yang menempel di akar. b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air. penggemburan tanah yang masih padat. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan. Buang daun-daun yang lebar. Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan.5–1% selama 10 menit. c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0.

Fax. 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.go. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.

H. pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi. satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang.4. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.ristek. 6. 2) Penyiangan Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik. 2) Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Cara Penanaman Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). 021 316 1952. Jl.3. Di India Barat. kelapa dan arecanuts.3 m untuk tanah berat. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3.id . Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah. 021 316 9166~69. 3) Perempalan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15– 20 kg.3 x 3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. http://www. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).go. kakao.

H. 021 316 1952. Hal.id . 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl.go. http://www.

id . batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. 7) Pemeliharaan Buah Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat.H. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma. Setelah sisir pisang mengembang sempurna. Hal. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0. 138 kg super fosfat.ristek. 6) Pemberian Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Fax. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.25 cm. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. 021 316 1952. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun).5 cm. 5) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. pisang memerlukan 207 kg urea. Jarak tiap lubang 7.go.5 mm diberi lubang dengan diameter 1. Untuk satu hektar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. 2) Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Bagian yang diserang adalah kelopak daun. bersihkan rumpun dari sisa batang pisang.) Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. http://www. Fax. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan. pelepah daun membelah membujur.id .H. batang pisang penuh lorong. gunakan bibit yang telah disucihamakan. Bagian yang diserang adalah daun.2. Gejala: daun layu dan putus. keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. Hama 1) Ulat daun (Erienota thrax. M. 021 316 1952. akar bengkak. 021 316 9166~69. Jl. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida. tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil.ristek. Gejala: pertumbuhan buah abnormal. Bagian yang diserang adalah akar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. HAMA DAN PENYAKIT 7. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Gejala: tanaman kelihatan merana. Radopholus similis). Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam. batang. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang. 4) Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun.1. terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar. Gejala: jaringan menjadi kemerahmerahan seperti berdarah. Hal. dapat dicoba dengan insektisida Malathion.go. 2) Panama Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam. Penyakit 1) Penyakit darah Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). kulit buah berkudis. 3) Nematoda (Rotulenchus similis.) Bagian yang diserang adalah daun. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 1952. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. 5) Daun pucuk Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. http://www. Jl.id . Gunakan pisau yang tajam dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: tanaman layu dan mati. Gesapax 80 Wp. tahan naungan. Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit. 8. tidak memanjat batang pisang. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB). 4) Layu Penyebab: bakteri Bacillus . 2) Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat. M. 8.2. PANEN 8. Bagian yang diserang adalah daun pucuk.go.ristek.3.H. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. 3) Menutup tanah dengan plastik polietilen. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Cara Panen Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Bintik daun Penyebab: jamur Cercospora musae. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Misalnya Geophila repens. Roundup dan dalapon. Bagian yang diserang adalah akar. Gulma Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penanggulangan dilakukan dengan: 1) Penggunaan herbisida seperti Paraquat. tidak mudah diserang hama-penyakit.1. 7. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen. 021 316 9166~69. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Ciri dan Umur Panen Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Fax.

021 316 9166~69. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. Jl.id . 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.ristek. 021 316 1952.

000.id . produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha). Tahun ke-2 Rp. Periode Panen Pada perkebunan pisang yang cukup luas.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya pisang dengan luasan 1 ha di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Perkiraan Produksi Belum ada standard produksi pisang di Indonesia.4.518. M.3.ristek. 021 316 1952. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas. http://www.300. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bersih waktu memotong tandan. batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. 10. Tahun ke-1 Rp. 8.4. Untuk pengiriman ke luar negeri. sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. 4. Jika tersedia tenaga kerja. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan. 1) Biaya produksi 1 ha pisang dari tahun ke-1 sampai ke-4 adalah: 1.3. 4.545.235.2.H.338. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan. Fax.000. 9. Tahun ke-3 Rp. 5. Jl. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. PASCAPANEN Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup.000.go. panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. 021 316 9166~69. 8. Tahun ke-4 Rp. 4.

021 316 1952.ristek. M.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl. Fax. 021 316 9166~69.

000. saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik. 7. 11. Tahun ke-1: 0. cara uji. Jamaika.id .10.840.Rp. M.000.Rp. 12.8 x 2. Output/Input rasio Keterangan : *) perkiraan harga 1 tandan Rp. Tahun ke-2: 0. Angka ini belum dicapai di Indonesia.H. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh. STANDAR PRODUKSI 11.000. 12.8 x 2.150 Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Ekuador dan Filipina. Amerika Tengah.925. syarat mutu. http://www. 5.1. Ruang Lingkup Standar ini meliputi: klasifikasi dan. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha. Tahun ke-4: 0. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil.000 tandan 2.000. Keuntungan/tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.700.363. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.000 tandan 4. Di negara tersebut.000 tandan 3. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia.8 x 1. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional.Rp.000.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penerimaan tahun ke I sampai IV *) 1. Panama.= 2. Fax. Jl.8 x 2.go. Hal.Rp. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%. Tanah dan iklim kita sangat mendukung penanaman pisang.000. 12.000.500. Tahun ke-3: 0. 23.000 tandan 3) Keuntungan 1.000.Rp. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Kolombia. Keuntungan selama 4 tahun penanaman 2.2. karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang mungkin dilakukan. cara pengambilan contoh. syarat penandaan dan cara pengemasan. 021 316 1952.

0. amati secara visual kotorang yang ada. Hitung jumlah jari buah pisang yang tidak sesuai dengan kultivar tersebut. Mutu II= 0 e) Tingkat kerusakan fisik/mekanis (% Bobot/bobot): Mutu I=0.0 b) Berat Isi (kg): Kelas A > 3. Amati satu persatu jari buah secara visual dan pisahkan buah yang dinilai mengalami kerusakan mekanis/fisik berupa luka atau memar. http://www. Kelas B > 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. batang. pisahkan kotoran yang ada pada buah dan kemasannya seperti tanah.1-18.0.5 Untuk mencapai dan mengetahui syarat mutu harus dilakukan pengujian yang meliputi : a) Penentuan Keseragaman Kultivar. Perhatikan sudut-sudut pada kulit buah pisang segar.id . Klasifikasi dan Standar Mutu a) Tingkat Ketuaan Buah (%): Mutu I=70-80. Kelas C < 2. b) Penentuan Keseragaman Ukuran Buah. amati satu persatu secara visual dan pisahkan buah yang tidak sesuai dengan untuk kultivar ang besangkutan. 11. Ukur pula garis tengah buah dengan menggunakan mistar geser. Mutu II=Mulus g) Serangga: Mutu I=bebas.5. Cara kerja dari pengujian adalah . Kelas B 16. M. Ukur panjang dari setiap buah contoh dan dihitung mulai dari ujung buah sampai pangkal tangkai dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur yang sesuai.5-3.5. Kelas C < 2. e) Penentuan Kadar Kotoran Timbang seluruh contoh buah yang diuji. Mutu II=seragam d) Kadar kotoran (% dalam bobot kotoran/bobot): Mutu I=0. Kelas B 2.0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. c) Penentuan Tingkat Ketuaan. Mutu II=bebas h) Penyakit: Mutu I=bebas. d) Penentuan Tingkat Kerusakan Fisik/Mekanis Hitung jumlah jari dari seluruh contoh buah pisang. Pisahkan sesuai dengan penggolongan yang dinyatakan pada label di kemasan. Mutu II=0 f) Kemulusan Kulit (Maksimum): Mutu I=Mulus. 021 316 1952. Jl.go. Mutu II=seragam c) Keseragaman Ukuran: Mutu I=seragam. Hitung jumlah dari seluruh contoh buah pisang segar. Hitung jumlah yang rusak lalu bagi dengan jumalh keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%.ristek. Kelas C 14. Mutu II <70 & >80 b) Keseragaman Kultivar: Mutu I=seragam. 021 316 9166~69.0. Hitung persentase jumlah jari buah pisang yang dinilai mempunyai bentuk dan warna yang tidak khas untuk kultivar yang bersangkutan terhadap jumlah jari keseluruhannya. Fax. Buah yang tidsak bersudut lagi (hampir bulat) berati sudah tua 100%.2. Diskripsi Standar buah pisang ini mengacu kepada SNI 01-4229-1996.1-16. Mutu II=bebas Adapun persyaratan berdasarkan klasifikasi pisang adalah sebagai berikut: a) Panjang Jari (cm): Kelas A 18.1-20. getah. potongan daun atau benda lain yang termasuk dalam istilah kotoran yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.5 c) Dimeter Pisang (cm): Kelas A 2.3. sedangkan yang masih sangat nyata sudutnya berarti tingkat ketuaan masih 70% atau kurang.

go. Jl.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

Tropical Agriculture Series. 021 316 9166~69. Dapat saja kelompok (cluster) pisang dibungkus dengan plastik lembaran/kantung plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus karton.4. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah pisang segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Longman Scientific ang Technical. alasi/lapisi bagian bawah dan sisi dalam kardus dengan lembaran plastik/kantung plastik. DAFTAR PUSTAKA 1) Rismunandar. Pada bagian luar dari kemasan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .V. kardus karton yang digunakan berukuran 18 kg atau 12 kg.V. diberi label yang bertuliskan antara lain: a) Produksi Indonesia b) Nama kultivar pisang c) Nama perusahaan/ekspotir d) Berat bersih e) Berat kotor f) Identitas pembeli g) Tanggal panen h) Saran suhu penyimpanan/pengangkutan sekurangsekurangsekurangsekurang- 12. R.W. Contoh diambil secara acak sebanyak jumlah kemasan. Pengemasan Untuk pisang tropis. C.H & N. 11. lalu timbang seluruh kotorannya. 021 316 1952. Bertanam Pisang. 1993. Jl. 1990. a) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 1–5 : contoh semua b) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 6–100 : contoh : kurangnya 5 c) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 101–300 : contoh kurangnya 7 d) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 301–500 : contoh kurangnya 9 e) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 501–1000 : contoh kurangnya 10 11. Bandung.H. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang.5. 3) Stover. M. Sinar Baru. Bandung 2) Rismunandar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menempel pada buah dan kemasan. Sinar Baru.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Berat kotoran per berat seluruh contoh buah yang diuji kali dengan 100%. Sebelum pisang dimasukkan. Fax. 1990. Simmonads. New York.ristek. C. Banana. http://www.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69. Jl.go. M. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Hendro Soenarjono. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Fax. 341. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id . 021 316 1952. http://www. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Trubus no.go.ristek. Jl. 021 316 9166~69. Jakarta. 1998.

Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis. http://www. kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 9166~69. kandungan air.go. Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi. dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik. SEJARAH SINGKAT Rambutan (Nephelium sp. panjang rambut). daging buah manis dan agak kering.ristek. ngelotok dan daging buahnya tebal. halus. 2. Jl. M. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah. ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN RAMBUTAN ( Nephelium sp. warna kulit. kulit buah berwarna merah kuning. kenyal. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. Fax. JENIS TANAMAN Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. bentuk. 2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon. 021 316 1952.id .

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.ristek.

kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua. rasa manis. MANFAAT TANAMAN Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi. Malang. 5) Rambutan Sinyonya.rasa buah manisa sam.id . vitamin dan zat mineral makro. dengan rambut halus dan rapat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi. 021 316 1952. hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok. sejenis gula yang mudah terlarut dalam air. zat tepung. Probolinggo. Kuningan. mikro yang menyehatkan keluarga. 3. 2) Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1. rasanya manis dengan asam sedikit. 021 316 9166~69. 4) Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi. 5. http://www. lembek dan tidak ngelotok. rambut kasar dan agak jarang.go.1. sebagai tanaman hias. dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang. sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan. Fax. Iklim 1) Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga. jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa. kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon. zat protein dan asam amino. M.500-2. 3) Rambutan Cimacan. Lumajang dan di Garut. zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial. zat lemak. banyak berair. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan. Jl. buah ini tahan dalam pengangkutan. 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik.ristek. SYARAT PERTUMBUHAN 5. intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.H.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun 3) Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam. warna kulit buah merah tua sampai merah anggur.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.H. http://www.go. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

ristek. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6.go. Rambutan.H. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman rambutan. Rambutan Cimacan. Ketinggian Tempat Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30500 m dpl.7 dan kalau kurang dari 5.1. Rambutan Sinyonya. http://www. 2) Penyiapan Benih Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap disemaikan. Fax. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya. karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari. juga dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandun