P. 1
Petunjuk Teknis Beberapa Komoditas Pertanian

Petunjuk Teknis Beberapa Komoditas Pertanian

|Views: 362|Likes:
Published by nirantaka
r
r

More info:

Published by: nirantaka on Jun 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2015

pdf

text

original

• ALPlAKA'r • ANGGREK • ANGGlAR • APeL • nAf.lLIA • nlAKlA • GLAnl~L • f.leRSA§ • JAGlANG • JAf.

le • JAMSlA AIR • JAMSlA SIJI • JAMSlA Me're • JeRlAK • KACANG 'rANAf.I • KeneLAI • Ken~Nn~NG • KINA • KRI§AN • KlAMI§ KlACING • KlANfl'r • MANGGA • MANGGI§ • MA(f)AR • MeLA'r1 • MeL~N • NANA§ • PAnl • PALA • PePAfA • PI§ANG • RAMSlA'rAN • §AGlA • §ALAK • §A(f)~ • §eMANGKA • §INGK~NG

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

ALPUKAT / AVOKAD
( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1.

SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 19201930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Ranales Keluarga : Lauraceae Marga : Persea Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 1/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m. b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 2/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong). f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering. g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm. h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm. i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3.

MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4.

SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim Hal. 3/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. 3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat. 4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C. 5.2. Media Tanam 1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. 2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. 5.3. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 2) Penyiapan Bibit Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok. Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama Hal. 5/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane. Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja. 6.2. Pengolahan Media Tanam Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Penanaman Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietasvarietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain. 2) Pembuatan Lubang Tanam a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam. 3) Cara Penanaman Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut: a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh. c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin. 2) Penggemburan Tanah Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus. 3) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi. 4) Pemangkasan Tanaman Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. 5) Pemupukan Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akarakar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl Hal. 8/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter. 2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat. 3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas. Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter. 4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hal. 9/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula. 5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha. 7.2. Hama pada Buah 1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 10/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara. 7.3. Hama pada Cabang/Ranting 1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf). Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter. 7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur 1) Antraknosa Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter. 2) Bercak daun atau bercak cokelat Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintikbintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux. 3) Busuk akar dan kanker batang Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 11/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah: a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap. 8. 8. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur. 4) Busuk buah Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan. http://www.ristek.id . PANEN 8.H. yang kemudian menjalar ke bagian buah. c) bila buah digoyang-goyang. Jl. tunas mudanya jarang tumbuh.go. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. Fax. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian. jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru. b) bila buah diketuk dengan punggung kuku.1. Saat dipanen. luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen. buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar. dengan dosis 2-2.5 gram/liter. 021 316 1952. M. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat. menimbulkan bunyi yang nyaring. Cara Panen Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. 8. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb. akan terdengar goncangan biji. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik.3. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang. yaitu dipetik menggunakan tangan. Untuk memastikannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. 021 316 9166~69. dan musim Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri.

021 316 9166~69. dan Februari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember. Di Hal. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H.go. 021 316 1952. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Januari.ristek.id . Jl. M.

ristek. kulit buah harus mulus tanpa bercak. semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan. http://www. musim panen dapat terjadi setiap bulan. dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat. 9. Tidak cacat.2. 9. Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg. Pencucian Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. Untuk keperluan ekspor. Penyortiran Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani. Ukuran buah seragam. PASCAPANEN 9.4. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya).1. Bentuk buah seragam. M. maka buah harus diperam terlebih dulu. 9. Jl.3. 2. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng.id . 021 316 1952. buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut: 1. 4. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 3. 8. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel.H. Prakiraan Produksi Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. Fax. Cukup tua tapi belum matang. Pemeraman dan Penyimpanan Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak. Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Jl. 021 316 9166~69. M. http://www.ristek. Fax.H. 021 316 1952. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

kemudian ujungnya diikat rapat.- Rp.Rp. 1. 70.Tahun ke-5-10.166.904.317 kg @ Rp. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni. 1. Bibit okulasi: 121 batang @ Rp.KCl Tahun ke-1-4. 1.H.500.1.650.TSP Tahun ke-1-4.936 kg @ Rp.Rp.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi.400. kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton. buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang.600. 1.936 kg @ Rp. 1. yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat. Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi).801 kg @ Rp.. Rp.500. Untuk pemasaran di dalam negeri. 2. alpukat dibungkus kertas tissue. Pupuk .701. Dengan cara tersebut. Pestisida dan fungisida 5. lalu diangkut dengan menggunakan truk..250. 2. 10. 9. umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.650.Tahun ke-5-10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000.450. Rp. 11.4. Fax.616 kg @ Rp. 9.Rp.600.000.Cangkul . 021 316 1952.100.907.id .097.4.Hal. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor.000. maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C.200. 3. 240. M.Pupuk kandang 3 ton@ Rp.500.600. 1. 14. 1.000.Rp. 1.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.10. 19. 9. 150. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih.000.210. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas. 1. 021 316 9166~69.000.2.795.000. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 1) Biaya produksi 1.Tahun ke-5-10.ristek. Peralatan .000.-/ton .Rp. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton. http://www. 14.Rp.Urea Tahun ke-1-4.Rp.694 kg @ Rp.Sprayer Rp.

Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) . 7.Rp. 336. 245. 42. 48HOK @ Rp.000. 336.3.000. 7.Rp.Rp.Pemangkasan 4 HOK @ Rp.000.000.500 kg @ Rp.- Rp. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12.000.280..000. Tahun ke-4. 400. 35 HOK @ Rp.000.500.H.500. 34.300. http://www.000. 7. Panen dan pascapanen Tahun ke-4.. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.Jumlah pendapatan dalam 10 tahun 3) Keuntungan dalam 10 tahun Rp. 64. 336.000.500 kg @ Rp.000.000.300. 3.700.. 12.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tahun ke-5.550.49. 48 HOK @ Rp.958.500 kg @ Rp.Rp. Tahun ke-7..6.000.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan 1.000.Rp. 336.000.5.000. Tenaga kerja .000. 3. 7. Rp.Rp. 7.000.Rp.Rp. 154. 7. Tahun ke-8.500. 11.700..000. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar. 3.300 kg/ha. Rp.28.1. 22 HOK @ Rp. 7. 42.Tahun ke-5.000. 7.2 Gambaran Peluang Agribisnis Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif.Rp.000 kg @ Rp. Fax.400. 3.000. Rp.000.000.7.Rp.000.000.4. 7. 7.Rp.800.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.7. 3. Rp.id . 126.000.105.000. Tahun ke-6. Tahun ke-9.ristek.700. Tahun ke-10.500. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah. 021 316 1952.000.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp. 7.000.2. 7.Tahun ke-6.841. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7)..240.- Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3.go.Tahun ke-10. 7. 12.000.500. 12. 3.750. 7. 48 HOK @ Rp. 3. M.Rp.Penyiraman 15 HOK @ Rp. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.Tahun ke-9.000.Tahun ke-7.500.000.500.000.000 kg/ha.300 kg @ Rp. 3.750. 18 HOK @ Rp.000.000. Rp.800 kg @ Rp.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. 22. Jl.500.200 kg @ Rp.000. 43. 12.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp. 10.175. 9. 48 HOK @ Rp.105.750.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 43. Rp.000. 021 316 9166~69. 6.Rp. Rp.Tahun ke-8.Rp.Penanaman 7 HOK @ RP.Rp.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. M.go. Jl.H.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax.

Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun 1991 berkisar antara Rp 200. segar dan bersih.go.ristek. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3.sampai Rp 600. mutu II seragam. Mutu Klasifikasi dan Standar Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang. kemudian menyusul Saudi Arabia. pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya. cara pengujian organoleptik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.-/kg. dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5. baik di pasar lokal maupun eksportir.3. Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer. cara pengujian mutu.-.790 kg dengan nilai 379 US$. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran.750. 11. M. 11. seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN belum tergali. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi.2. Perancis. Fax. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil.H.sampai Rp 1. Sebagai contoh.. dan harga bisa mencapai Rp 700. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.1. Jl.876 US$. STANDAR PRODUKSI 11. http://www. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua. utuh. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda. dan Brunei Darussalam. yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam..749 kg dengan nilai 10. 021 316 9166~69. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. Selain di pasar lokal.

16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pengijian organoleptik TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . mutu II tua tapi tidak terlalu matang. http://www.b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. Fax. M.go. Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. M. Jl. minimum jumlah contoh yang diambil 9. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. jenis mutu. minimum jumlah contoh yang diambil 5. cara pengujian organoleptik 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. golongan ukuran. 021 316 1952. cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam.go. berat bersih. tengah dan bawah. cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. cara pengujian SP-SMP3111981 h) Kotoran: mutu I bebas. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas.5. cara pengujian SPSMP310-1981 g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Bentuk: mutu I normal. mutu II keras. minimum jumlah contoh yang diambil 7. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. minimum jumlah contoh yang diambil 15. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II 2%. minimum jumlah contoh yang diambil 10. nama/kode perusahaan/eksportir. http://www. mutu II kurang normal. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. daerah asal.H. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 021 316 9166~69. mutu II kurang seragam.6. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. mutu II bebas. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. mutu II 10%.id . cara pengujian SP-SMP3091981 f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%. 11.ristek.

17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. http://www. DAFTAR PUSTAKA Hal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. M.id .ristek. Fax. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69.

. 20 ed. 6) Mardisiswojo.H. (1953). (1978).W. 112 hal. "Penggunaan alpukat".M. Yogyakarta: Kanisius. New York : The Mac Millan Company.ristek. "Tropical agriculture. I. (1937). Avocado Ass'n. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". Arry (1989). J. Baga (1997). Cal. 5) Lawrence.id . 875 Jakarta.). 8) Ochse. 021 316 9166~69. Mangunsudarso. 021 316 1952.R.J. 192. hal. th 9) Palmer. Warta Pertanian (10) hal.F.H. D. (1961). London: Longman. G. http://www. "The avocado a gift from the middle Americas". Bandung: Sinar Baru. (Nov. (4) hal. J.E. H. "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III. 13) Supriyanto. 55 hal. G. Appleton and company. R. H. "Bibit alpukat sambung dini. (ed. Hetty. 512 hal. Y. 12) Sunaryo. Jakarta: Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi. 24.C. Batavia: G. 2) Hodson. "Diseases of the avocado". Suminarsih.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). (1968). "Tropical and subtropicak agriculture".J. The climate. 112 hal. Economic Botany. 31 hal. "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya". 4) Kalie. Moehd.. Year Book. M. 617 hal. 192 hal. J. 235 hal. J." Trubus.) hal. 10) Purseglove. Jl. K. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Vol. Bandung: Sinar Baru 39 hal. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 11) Rismunandar (1981). crops. Coit. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. "Alpukat". 253 3) Indriani. Washington. commercial importance and opportunities of tropics". S. Rismunandar (1981). Kolff and Co. 16) Zentmeyer. Dalam: The year book of agriculture United States Departement of Agriculture. Departemen pertanian. D. "Avocado fertilization.. "Taxonomy of vasculer plants" New York: The Mac Millan Company. Jakarta: Penebar Swadaya. Fax. Emi (1997). I. 19. New York: D. (1931). 14) Tohir.A. 7) Ochse. (1974).W.go. soils. 15) Wirasmanto (1971). cultural methods. live stock. "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies". (1951). 96 hal. "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura".. (1950). "Tropical crops dicotyledons". Jakarta: Karya Wreda.A. "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan". Hal.

anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis. 2. berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera.ristek. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. Jl. JENIS TANAMAN Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi.H. SEJARAH SINGKAT Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya. Vanda hookeriana.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGREK 1. Hal. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. anggrek Apple Blossom. M. 021 316 9166~69. http://www.go. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis.id .

go. 4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus. akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. 6. Jika suhu udara malam berada di bawah 12. baunya yang khas. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3. Di Indonesia.id . Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek. Fax. Potongan batang pohon enau.7 derajat C. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7. maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng). Iklim 1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Kulit kayu yang dibuang getahnya. sedangkan di Asia adalah Muangthai. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. 4. 5. 4. Pecahan genting/batu bata. Jl. Serat Pakis yang telah digodok. Sumatra ataupun di Irian Jaya. Ijuk. 5. bahan minyak wangi/minyak rambut.2. SENTRA PENANAMAN Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris. http://www. 5.ristek.7 derajat C. anggrek banyak terdapat di Jawa Barat. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek. Arang kayu . 021 316 9166~69. 021 316 1952. yaitu: 1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan. M. 3. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. 2.H. Jawa Tengah. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu. 3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12.

go. Fax. http://www.ristek. 021 316 1952.H. Jl. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

2) Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos. 6. 3) Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari. 21 derajat C pada malam hari. pertumbuhan pesat. Contoh jenis anggrek ini adalah: 1. yaitu: bentuk batang kuat. pupuk kandang/daundaunan. dengan ketinggian 150-1500 m dpl. Dipakai media pecahan genting. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari. perlu diberi makanan tambahan seperti kompos. Jl.3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. serat pakis dan lainnya. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Onchidium Papillo 3. Fax. daun subur.id . Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit anggrek yang baik. sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri. M. dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. http://www. sekam. pupuk kandang.go. 5. Phaphilopedillum Bellatum 2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C. 021 316 1952. serabut kayu. ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. bunga lebat dan indah. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. 021 316 9166~69. Dendrobium phalaenopsis 2. Contoh: anggrek jenis Cymbidium.2.H. Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan. 3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia. darah binatang.1. dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5. pada malam hari. serat pakis dan lainnya.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.ristek.H. http://www.go. 021 316 9166~69. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id .

25 gram 3. Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut: a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih. baik atau tidaknya biji anggrek. KH2PO4 : 0. ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali. b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. b) Mensterilkan biji Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter. Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. dimasukkan ke dalam botol. 021 316 9166~69. c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras. e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu: 1. Saccharose : 20 gram 6. c) Penyebaran biji anggrek Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas). M. (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi. Ca(NO3)2H2O : 1. http://www. 021 316 1952.25 gram 5.00 gram 2. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Memeriksaan dengan mikroskop. Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades. Sebelum botol dibuka. Fax.H. leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyebaran Biji Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan.25 gram 7. MnSO4 : 0.ristek.go. MgSO47H2O : 0. atau kain sisa yang dipotong potong. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. digojog berulang kali (2–3 kali). Aquadest : 1000 cc Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali.5 gram 9. yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain. (NH4)2SO4 : 0.0075 gram 8. Agar-agar : 15–17. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . FeSO4 4H2O : 0.25 gram 4.

Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. yang berisi potongan genting/batu bata Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N. P. Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah. maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin. Jl. 4) Pemindahan Bibit Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar. dan akar pakis warna coklat. 021 316 9166~69. di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. Fax.25 mg c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm. tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). TS atau ES : 0.25 mg d) Air : 1000 cc Alaternatif lain sebagai alas makanan. direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa: a) Urea atau ZA : 0.ristek. streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam. 12 cm atau 16 cm yang berlubang. 021 316 1952. dengan posisi miring.H.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat bersih. Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. 5) Pemindahan dari Pot Penyemaian Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U. tumbuh akar.go. http://www. Akar pakis setelah dicuci. Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. M. sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna.50 mg b) DS.id . Siapkan pecahan genting. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. http://www. Fax. M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id . 021 316 1952. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 9166~69. 6.H.ristek. 6. Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot. kemudian batang anggrek diikat pada tiang. http://www. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Pengolahan Media Tanam Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan: a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman). Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. Anggrek di letakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot. Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing 1. 021 316 1952. disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek.4.go. kemudian pot diisi pecahan genting. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.id .2. kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot. M. 6. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan. Fax. di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek. Teknik Penanaman Penanaman tanaman anggrek. 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel. b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris. yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah. 2) Penyiangan Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis anggrek. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin.5 m.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN merah. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.id . 021 316 1952.ristek. Fax.go.

P. O. sapi.ristek. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana. TS. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan. DS. P. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Fax. M. ZK : 0. yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. V. maka akarnya ditutup plastik. cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya. untuk P dipakai pupuk ES. Ca. kerbau. b) Disiramkan. apalagi pada musim kemarau. Perbandingan N:P:K=6:3:1. c) Penyemprotan. Si. http://www. Sc. 021 316 9166~69.go. kambing. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea. antara lain: Cu. maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N. ayam dan lain-lain. DS : 0. Mo.3 gram untuk 1 liter air 3. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5. K: 1. jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar.H. ES : 0. P. S.00 sore. dst. Teknik pemberian pupuk buatan adalah: a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati. Mg. K dengan cara misalnya : 1. K. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. Jl. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. H. Urea : 0. P. P. Mn. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Zn.3 gram untuk 1 liter air c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N.3 gram untuk 1 liter air 2. berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda. K2SO4 : 0. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air.1 gram untuk 1 liter air b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N. B.6 gram untuk 1 liter air 2. yaitu: a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N.3 gram untuk 1 liter air 3. K. N. dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4). K. Urea : 0.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

H. 021 316 1952. Jl.ristek.go. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M. http://www. 021 316 9166~69. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari. 021 316 1952. yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. b) Air sumur. tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk. b) Potongan sabut kelapa. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air. d) Air kali/air selokan. bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. c) Remukan akar pakis yang hitam. M.id . Fax. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. c) Air hujan.H. baik untuk menyiram karena jernih dan steril. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya. Jika potongannya besar. penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. Jl. baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat. dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. setelah beberapa bulan banyak menyerap air.6-6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kumbang. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat. tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. 021 316 9166~69. pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air. PH yang baik sekitar 5.00. yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit. lebih baik pada sore hari sekitar jam 5.go. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mudah terjadi penguapan. keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air. Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. kutu d) Kelthane dosis 2 gram/liter air. dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air. untuk kutu Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari: a) Air Ledeng. http://www.ristek. tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur. d) Potongan kulit pakis. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut: a) Pecahan genting/pecahan batu merah.

untuk keong dan bekicot air f) Falidol E.ristek. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. http://www. Fax. menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. perlu pengamatan cermat. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter.H. harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. Untuk jenis belalang berukuran kecil. Hal. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Metadeks dosis dibasahi air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Semut Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. 7. 021 316 9166~69. b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter.605 dosis dibasahi air. Hama 1) Tungau/kutu perisai Gejala: menempel pada pelepah daun. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 3) Belelang Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. 4) Trips Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik.go. Jl. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun. bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh.1. M. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida. 5) Kutu babi Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut. HAMA DAN PENYAKIT 7. untuk keong dan bekicot air Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu: a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit. tapi tidak menyerang tunas daun.id . apabila serangan sudah parah. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek. berwarna kemerahan jumlahnya banyak. Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol. M. Jl. Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Keong Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. lalu botol ditutup kembali. sehingga menyebabkan bintik putih/kuning. dicofol. 11) Kutu tudung Gejala: daun menjadi kuning. seperti ulat. Penyakit 1) Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam. bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. tidak sehat. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol. bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik. tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. kumbang dan trips.id . 7.ristek. kuncup bunga. kalau kecambah anggrek terlanjur besar. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal.2. Hal. apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon. kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan. 8) Kumbang Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar. Fax. 9) Ulat daun Gejala: menyerang daun. bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. 10) Kepik Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek. Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin.go. permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya. http://www. kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips.H. dilakukan dengan steriil. tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh. segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot. tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. 7) Red Spinder Gejala: bercak putih di bagian bawah daun. lalu berwarna coklat dan mati.

kecambah anggrek akan membusuk dan mati. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. lalu melebar. 7) Penyakit busuk Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi.id . Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida. daun dan umbi batang menguning. 5) Penyakit busuk akar Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. tanaman sangat tidak sehat. 021 316 9166~69. tipis dan bengkok. terutama pada cuaca sangat lembab. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru. 021 316 1952. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Fax. karena mematikan dan cepat menular. Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun. dibakar sampai musnah. menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar.H. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. namun pada rhizoma terdapat garis-garis. Pada serangan yang parah. Jl. M. 6) Penyakit layu Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang. Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. 4) Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Media tanaman dan seluruh pot Hal.ristek. Penyakit ini sangat ganas. daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. seluruh rizhoma menjadi ungu. berkeriput. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. Pada serangan berat.go. yang masih segar dan bersih. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Penyebaran penyakit ini lewat air. atau lingkaran berwarna ungu. bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate). Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida. Tanaman terlambat tumbuh. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. diikuti pembusukan pada umbi batang. kerdil dan mengakibatkan kematian. tanaman kerdil dan tidak sehat. tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. 3) Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot. http://www.

12) Penyakit busuk hitam Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora. http://www. tergantung jenisnya. akhirnya daun mati. 021 316 1952. 9) Penyakit busuk lunak Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora.TTG BUDIDAYA PERTANIAN didesinfektan dengan Natrippene 0. penyebarannya agak lambat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau. Umumnya tanaman angrek dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. M. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. serta mensterilkan segala alat yang dipakai.1. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit. Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Jl. PANEN 8. 021 316 9166~69. larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik 8) Penyakit bercak coklat Gejala: bercak coklat pada permukaan daun. Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45. 8. Tangkai bunga yang dihasilkan kirakira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai. Physan.ristek. Truban atau Banrot. lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Ferban.5 % selama 1 jam. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik. lalu melunak dan busuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Khusus pada Cattleya. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang. pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga Umur tanaman anggrek berbunga. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit. bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. 11) Penyakit Cymbidium Penyebab: virus Mozaic Cymbidium. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Fax. 10) Penyakit bercak bercincin Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum). Benlate. Penanggulangan: peralatan kebun harus steril.H.id . Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. bergaris atau lingkaran. lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun. Semprotkan Physan 20.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.ristek. Jl.H.go. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud untuk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya. sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman sudah berbunga. Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. Untuk bunga potong dipilih tangkai yang kuntumnya paling banyak sudah mekar (kuncup tersisa 1–3 kuntum). tidak kena penyakit ataupun luka. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dalam larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam. c) Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen. Pengumpulan Pengumpulan bunga anggrek dilakukan berdasarkan permintaan pasar. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain: Hal. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.H. Jl. b) Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut. http://www.3. PASCAPANEN 9. 9. Prakiraan Produksi Bibit anggrek yang sudah dewasa dan sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai.2.ristek. Cara Pemetikan Bunga Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan. M.3. 9. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9.id . Fax. pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dari pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih. Penyortiran dan Penggolongan Bunga dipilih yang bagus.1. Jenis anggrek Dendrobium dapat dipanen dalam bentuk: a) Tanaman muda untuk bibit b) Tanaman dewasa untuk tanaman hias c) Bunga potong Tanaman muda untuk bibit biasa dijual dalam bentuk pot kecil. 8.go. 021 316 1952. sehingga dilakukan pada saat: a) Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai.

Pengawetan untuk bunga yang dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dalam larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dalam kantong plastik dan kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau disimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C. Pada panen ke 2 s. Jl.id .Rp. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga.000. 750. 1000..1.H.2 gram quinolin per liter.Rp. 9. 75.ristek.d. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1.25 m x 12 m. 4) Bungkusan-bungkusan bunga disusun bersilang di dalam kotak karton yang berlubang sampai cukup padat.500. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah dilakukan pembersihan.250. 1) Biaya produksi 1. 3) Pembungkus bunga dan pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang. 2) Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah. Perlengkapan . Bibit . Fax.Bibit: 8 botol @ Rp. 021 316 9166~69. 10.-. dan Teknologi . M. 1. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp.4. 5) Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape. c) 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. b) 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter.Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp.2. 100.Kantor Deputi Bidang dan Pemasyarakatan Ilmu PengetahuanRp..4.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 750.go.000.Arang: 80 kg @ Rp. ke 4 di atas umur 8 bulan.000.Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk satu pohon/pot dapat menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali. d) Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0.000.Pot ukuran 15 Menegristek cm: 400 bhPendayagunaan @ Rp. ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai.sampai Rp. pemilihan dan pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara: 1) Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis. 40. 021 316 1952. kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm. http://www. 320.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Larutan seven up dengan kadar 30 %.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69.id . http://www. 021 316 1952.H. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

500. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi.H.Rp. Pupuk .000.= 1. kebutuhan bunga potong dalam negeri per tahun untuk berbagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai.3. 11. 11. syarat penandaan dan pengemasan. http://www. “Arachin Maggie Oie” dan “Oncidium Golden Shower” yang masing-masing digolongkan dalam tiga jenis mutu.Rp.go.Rp. cara uji. Rp.000.1. Jumlah tersebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor. 2.150. Jl.Rp.000.5 cm. mutu III=60 cm. Selain dari segi biaya modal.2.. STANDAR PRODUKSI 11. 5.500. 021 316 9166~69. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. 2.73 Dalam usaha anggrek ini sangat visibel dan modal akan kembali dalam waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman dan apabila penjualan dimulai dari sejak dalam botol.. 10.Rp. 3.000.Pupuk Urea: 5 kg @ Rp.Furadan .TTG BUDIDAYA PERTANIAN .000.NPK: 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Mutu Klasifikasi dan Standar Bunga angrek potongan antara lain terdiri dari 3 jenis “Arathera James Storie” yang digolongkan dalam empat jenis mutu. M.Kerangka: 1 unit bambu 3.000.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. 9.000.Azodrin: 1 botol .Gandasil: 2 pak @ Rp. 15. 12.id .- Rp.ristek.2.5 kg @ Rp.750.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. maka akan dapat mengurangi biaya operasional.Rp. Rasio output/input 10.000. 11. Fax.000. Diskripsi Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia tercantum dalam SNI 01– 3171– 1992. syarat mutu. 021 316 1952.793. Panjang tangkai: mutu I=75 cm. a) Aranthera James Storie 1.207. mutu II=67. 7.000. 20.Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp. cara pengambilan contoh. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.

021 316 9166~69. Fax.ristek. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

4. cara uji dengan SPSMP-288-1980. Minimum jumlah bunga: mutu I=8. mutu II=7. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. cara uji dengan organoleptik. mutu III=2. Minimum jumlah cabang: mutu I=3. mutu II=42. mutu III=1 . Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. cara uji dengan organoleptik. 5. cara uji dengan organoleptik. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. mutu III=8. mutu III=27. d) Contoh yang diambil 8. 2. mutu II=2. http://www. b) Contoh yang diambil 3. mutu III=lengkap.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. b) Arachnis Maggie Oei 1. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201 – lebih. mutu III=32. cara uji dengan organoleptik. mutu II=60 cm. cara uji organoleptik.ristek. e) Contoh yang diambil 10. mutu II=6. 5. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4 – 25. cara uji dengan organoleptik. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. cara uji dengan organoleptik. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151 – 200. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1 – 3. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. mutu III=7. 3. mutu II=lengkap. mutu II=8. mutu II=lengkap. mutu II=tidak ada. cara uji dengan organoleptik. Minimum jumlah kuncup: mutu I=5. 021 316 1952. cara uji organoleptik. mutu III=5. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26 – 50. c) Onchidium Goldian Varientas Golden Shower 1. Minimum. mutu III=tidak ada. mutu III=35 cm. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. mutu II=2. g) Contoh yang diambil 15. Fax. mutu III=tidak ada.5 cm. mutu II=2. c) Contoh yang diambil 6. 2.H. cara uji dengan SPSMP-288-1980. 4. Panjang tangkai: mutu I=60 cm.4. 4. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. Panjang tangkai: mutu I=67. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51 – 100. M. mutu III=lengkap. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2.go. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101 – 150.id . mutu III=6.5 cm. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara uji dengan organoleptik. 11. 021 316 9166~69.5 cm. mutu II=7. Minimum jumlah cabang: mutu I=9. mutu II=tidak ada. Jl. mutu II=5. 3. 6. f) Contoh yang diambil 12. mutu III=2. jumlah kuncup: mutu I=2.

Jl. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H.go. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952.

6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum.go. Jenis mutu.id . http://www. Penerbit Yayasan Kanisius. Produksi Indonesia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4. 3) Agribisnis Tanaman Hias. 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.5. Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium. Fiyanti. Eko M. Jumlah isi. Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. 5. 5) Merawat Anggrek .ristek. 021 316 9166~69. Jakarta. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sri Wahyuni. Nurcahyo. Soeryowinoto. 021 316 1952. F. M. 2) Tim Red.H. 11. 87 hal. DAFTAR PUSTAKA 1) Osman. Penerbar Swadaya 1993 4) Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987. Fax. 3. Nama barang/varietas anggrek. 63 hal. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal. Sutarni M. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1.Rahardi. Trubus (1997) Jakarta. Negara/tempat tujuan. Nama atau kode produsen/eksportir. Jl. 2.

17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. M. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.

Prancis dan Austria. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. Hal. Jl. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol. http://www. Jerman. rasa manis dan segar. Asia termasuk Indonesia dan Australia. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat.ristek. 021 316 1952. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika. yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis. 2. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax.go. orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur. Anggur berasal dari Armenia. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Afrika selatan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGUR ( Vitis ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico. Amerika Selatan. tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. 021 316 9166~69. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan. M.

M. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. rasa masam dan kurang segar. Jl. dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli.id . terutama di tepitepi pantai. dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. c) Termasuk jenis ini adalah Brilliant. Isabella. SYARAT TUMBUH 5. Carman. Delaware. 3) Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Beacon dan Isabella. Probolinggo Biru dan Putih. Probolinggo Putih. 4. 3. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur. Namun ada juga yang dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman. http://www. 4) Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Delaware.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Termasuk jenis ini adalah Gros Colman. Chifung dan Australia. 5) Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. Situbondo).1. Situbondo Kuning.ristek. MANFAAT TANAMAN Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine. Dari kedua jenis ini yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl.go.H. 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Alphonso Lavalle dan Golden Champion. Iklim 1) Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah. Pasuruan. Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunya ciri: a) Kulit tebal. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo. Bali dan Kupang (NTT). 021 316 9166~69. Fax.

id .ristek. 021 316 1952.H. Fax. 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. Jl. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

2) Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral). Jl. 2) Teknik Penyemaian Benih Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. berair dan bebas dari noda-noda hitam. 6. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl. stek mata. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.2. Bibit stek yang baik adalah : a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun. Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. Pembibitan 1) Pengadaan Benih Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok. Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah.id . Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir. penyambungan). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.1. 021 316 1952. 5.3. banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. PEDOMAN BUDIDAYA 6. subur dan gembur. stek cabang. c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau. lempung berpasir. Cara vegetatif (stek) yaitu : a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. M. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. http://www. 021 316 9166~69.go. b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm.ristek.

http://www. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Jl.go. M. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek.

Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m. 4) Pemindahan Bibit a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya. 3) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam.id . d) Membuat lubang tanam. 021 316 1952. b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi. pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.ristek. 3 x 5 m. b) Menentukan luas areal tanam. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu. 3 Kantor x 4 m. Jl. 4) Pemupukan Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang.H.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang. http://www. b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 4Menegristek x 5 m. 4 x 4 m. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. 6. c) Mengatur jarak tanam. M. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang perlu dilakukan adalah: a) Menentukan lokasi penanaman. 6. 021 316 9166~69. 3 x 5 m dan 4 x Ilmu 6m Deputi dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari.go. e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan. Fax.Bidang 4 x Pendayagunaan 5 m.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id . M.

tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung.go. Jl. 021 316 9166~69. 6. sekitar Juni dan Juli.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas : a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang. http://www. pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau.4. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil. Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap. isi lubang berupa campuran tanah. M. juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para. Fax. Untuk menjaga kualitas buah. 021 316 1952. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id . Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman dan Penjarangan Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak. (3) buah yang ada di sebelah dalam. (4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian.H. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur.111 pohon b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam. (2) tidak sempurna bentuknya.

5) Pengairan dan Penyiraman Yang perlu diperhatikan adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1. Perempalan dilakukan dengan memotong ranting-ranting. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tahap III : Nov-Des. b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan. Umur 3-6 bulan. 50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm. Fax. interval 10 hari 2. bila meneteskan air perempalan dilaksanakan. Tujuannya hanya untuk memelihara tingkat kesuburan tanaman sampai musim hujan berakhir dan tanaman tidak rusak. b) Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun. Umur 6-12 bulan.H. 021 316 1952. bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik. 90-110 hari 2. Tahap II : Juli-Agustus. tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng.5 m. Umur 21 hari sebelum perempalan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. TSP 300 gram. 021 316 9166~69. Umur 0-3 bulan. 5 kaleng pupuk kandang 2.go. Tahap I : Maret-April. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram. 80 gram TSP/100 gram ZK 3. b) Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1. tahap ini sering gagal Perempalan antara bulan November-Desember. 4) Pemupukan Ada dua masa pemupukan: a) Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. Dalam 1 tahun dilakukan 3 kali perempalan: 1. tidak memperoleh hasil. ZK 450 gram. Hal.id . 90-110 hari 3. Sebelum perempalan diperiksa dahulu dengan memotong ujung salah satu cabang. c) Menjelang pemangkasan. 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan. Umur 7 hari sebelum perempalan. 15 gram urea. 10 gram urea.ristek. Jl. interval 15 hari 3. dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempalan a) Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun. 100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun. M. http://www. Umur 11 hari sebelum perempalan. tetapi bila tidak harus ditunda.

Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG. 4 dan 5. 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air. 7. Hama ini menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar. agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi. kemudian menjadi kuning coklat dan gugur. Menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu. Hama 1) Phylloxera Vitifolia Menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua berakibat anggur jadi kering dan mati. M.1. Hal.ristek. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. 021 316 1952. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. 2) Kumbang Apogonia destructor Bentuk kumbang kecil dan warna hitam mengkilat. 3) Wereng daun Serangan wereng ini menyebabkan daun anggur berbintik putih. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil. 021 316 9166~69. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja. setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk. cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3. 7) Pengaturan Bunga Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan. Jl. Fax. HAMA DAN PENYAKIT 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Setelah masa pemangkasan. 4) Kutu putih Dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. e) Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur. http://www.

tertutup tepung berwarna orange (massa 5) Peronospora Bila udara terlalu lembab jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun. bajing dan musang Menyerang buah makanannya. bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak. kalong. setelah tanam/setelah panen. Fax. 4) Phakospora Vitis Daun sebelah bawah sporanya). Untuk memberantas penyakit anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dengan waktu a sebelum masa berbunga. 6) Rayap Serangan yang paling parah bila menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati. 021 316 9166~69. yang mulai masak untuk dijadikan Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2.id . busuk dan gugur. Penyakit 1) Downy Mildew (jamur) Gejalanya daun nampak kuning bagian bawah terlihat ada tepung warna putihkuning. 2) Powdery Mildew Pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu.go. Sedang untuk penyakit busuk hitam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman. Menyerang pucuk. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Ulat daun Menyerang daun untuk dijadikan makanannya. Daun. 3) Penyakit busuk hitam Menyebabkan buah jadi keriput. bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan. http://www. 7) Burung. 7. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. Jl.ristek. setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga. M.

021 316 9166~69. http://www. M.ristek. 021 316 1952. Jl.H.id .go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

id . butir buah mudah lepas dari tandan dan keadaan buah kenyal serta lunak.1.H. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Pengumpulan Pengumpulan anggur tidak boleh ditumpuk karena dapat merusak buah di bawahnya. agar buah yang terletak di bawah tidak rusak dan pecah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. iklim dan tinggi tempat. Cara Panen Cara panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati (jangan sampai bedak hilang). daerah dataran tinggi umur buah antara 105–110 hari. 021 316 9166~69. Hal yang penting bedak yang terdapat pada anggur dijaga agar tidak hilang.go. 021 316 1952. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah. M. Prakiraan Produksi Dari areal tanaman anggur 1 ha dengan rasio jarak tanam 4 x 5. jumlah tanaman 500 batang dengan hasil panen per tahun rata-rata 7. 8. 8. PANEN 8. Jl. Fax.4. PASCAPANEN 9. Hal. Hasil pemetikan dimasukkan keranjang/dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga.2.2. 8. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah warna dalam satu tandan telah rata. 9. saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik. Periode Panen Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami dua kali panen.500 kg anggur. 9.1.ristek. Untuk daerah rendah umur buah 90-100 hari setelah pangkas. Ciri dan Umur Panen Umur panen anggur tergantung jenis yang ditanam.3. http://www.

TSP tiap pohon 0.000.500.Rp.000. 3.000. 021 316 9166~69. 60. Pengemasan dan Pengangkutan Cara menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas koran.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 3.5 kg @ Rp.000.000.500. 7.000.Rp. Rp. Fax. 10. 1.ristek.Rp.Rp. Rp. Rp.Pupuk Kandang untuk 500 pohon@ Rp.Pupuk kandang @ Rp.000.000. Rp.500.Upah menanam kayu jaran 412 batang @ Rp.000. 3.425.000.000.000.500.442. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.2.000. 206.1.Ongkos pasang para-para Pembuatan pagar keliling .000. 1. Rp. 1.000. 1) Biaya produksi tahun pertama 1.Pengolahan tanah/penanaman Buat lubang tanam 500 pohon @ Rp.Tali ijuk 200bendel @ Rp.700. Bibit 500 pohon @ Rp 5000. 779.500.Pembuatan Para-para dan pagar keliling : Pembelian ajir dan upah Bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.000.Mencampur pupuk untuk lubang tanam @Rp.000.750.Rp.Rp.go. 1.Rp.000.Rp. Rp. 10. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya anggur dengan rasio jarak tanam 4 x 5 luas (500 pohon) dan luas lahan 1 ha di daerah Malang tahun 1999. Cara terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan.3..2.000.. 500. 4. 2.000. Pupuk .Bambu duri/atap para-para 1396 batang @ Rp.H.1.500.000.Upah menanam pohon @ Rp.Rp. M. 900.Sewa tanah 5 tahun @ Rp. Rp. 500. cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak.000. 5.000.000.000.000. 1.000.000. 021 316 1952. 12.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.564. http://www.Tutu kayu jaran 412 batang @ Rp.470.000.000. 1000. 9.3.. ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk.Menanam bambu tunggakan 1558 batang @ Rp. 9. 2.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 2.000.4. 7. 500.- Rp.500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Kawat tali para-para 2 ton @ Rp. tetapi cara yang mudah.2. Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan.Rp. Lahan . Jl.000.790.1.250.

ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952.id .H. 021 316 9166~69. Fax.

Rp.000. 1.000. 250.- Rp.. Fax. Peralatan .000.Jumlah pendapatan Rp.192.H.880.1. 7. 19.Urea tiap pohon 1kg @ Rp. 250..1.500.id .000.000.1.- Rp.000.Pasang Pipa air @ Rp. 750. 240.000.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.Pengawas 1 orang @ Rp.000.Rp.ristek.- Rp. Tenaga kerja .Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. 35.500. Penyiraman .3.Pompa air 3.560. Tahun ke-3: 500 pohon x 2 x 7.Rp.4.000.000.. Rp.000.. Rp.000.000.7.000.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.-/bulan 8.Pipa air 2 batang @ Rp.000.397.000. Rp. Rp.000.000.000.Rp.000.go.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.040.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.2. Obat dan Pestisida : . 7.5 kg x Rp.040.. Obat dan pestisida . Rp. 7.Rp. 1000.-/bulan . 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.4.6. Tahun ke-1: 500 pohon x 2 x 4 kg x Rp.5.000. 021 316 1952. Tahun ke-2: 500 pohon x 2 x 6 kg x Rp..2.000.560. 9.280. Tahun ke-5: 500 pohon x 2 x 9 kg x Rp.000. Lain-lain/Ipeda Jumlah biaya produksi tahun ke-1 2) Biaya produksi tahun kedua.5 Jumlah biaya produksi 3) Pendapatan ( hasil panen 1 tahun 2 kali ) 1.999.000. 7. 152.000.Pupuk kandang @ Rp. 8. 65. Penyiraman .TSP tiap pohon 0.000.000.000.000.000. 9. Tenaga kerja .000.500. 1000. 72. 65.425. 400.Rp.500.000.Insektisida 5 liter .000.000. Pupuk .000.000.000. 28.000.5.000.700.Fungisida Profit 8 kg @ Rp. 2.101.Rp.972.000.Rp..Rp.Paralon 20 buah @ Rp.000.000.192. Tahun ke-4: 500 pohon x 2 x 8 kg x Rp.000. 250. 52.Rp..000. Rp.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 240.000. 35.2. ketiga.000.000.- Hal.5 kg @ Rp. Rp. Lain-lain /Ipeda Jumlah biaya produksi/tahun untuk tahun ke-2 .2.000. Rp. 63..972. 35.Oli pompa air 24 l @ Rp.500. 280.3.000. Rp. Rp.Pengawas 1 orang @ Rp.Insektisida 5 liter . Jl. Rp. Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4..2.000.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. 56.700.000. M.000. 42.000. 50.401.-/bulan 5. 2. keempat dan kelima 1. 70. 8.Oli pompa air 24 l @ Rp.5 Pk Merk Honda .140.000. 241. Rp.500.Rp.Rp. Rp.-/bulan . http://www. 3. 7.000.000.000.000.000. 021 316 9166~69.000. Rp.Rp.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.000.880. 1. 400. 250. Rp. Rp.

2.406. ukuran buah dan rasa.820. dan 116.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Keuntungan 1.878 kg senilai US $ 60. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. B/C rasio Rp. http://www.374. M.527.231 kg senilai US $ 81.600. Jenis buah import yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia antara lain anggur.525. pir.Umur tanaman anggur semakin lama semakin produktif dan dapat mencapai 25– 30 tahun.= 1.300 atau rata-rata pertahun sebesar 5. sehingga tiap tahun masih mengimpor. Indonesia mengimport lima jenis buahbuahan. Import buah tersebut sebesar 17.300. 021 316 9166~69. 40.557. namun ditingkat petani sudah ada standar mutu berdasar dompolan.418.746.501. jeruk. Gambaran Peluang Agribisnis Indonesia telah mengeksport buah-buahan. Ruang Lingkup Standar mutu anggur di Indonesia masih belum.395. STANDAR PRODUKSI 11. Dengan kondisi tersebut maka pada masa kini dan yang akan datang budidaya anggur sangat menjanjikan bagi para produsen.000.846.ristek. Fax.103. 89.1. 68.973. meliputi apel.270. (1993). Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Impor anggur Indonesia tahun 1991-1995 mencapai 26.612 (1992).365 (1995).937. kurma dan anggur.797.325 kg senilai US $ 13.58 Catatan : .H. namun untuk beberapa jenis tertentu masih mengimpor. . Keuntungan dalam 5 tahun 2.029 kg senilai US $ 33. Dalam tahun 1991-1995. Produk anggur dalam negeri belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik.578 kg senilai US $ 50.305.141 (1994). Diskripsi Banyaknya buah dalam dompolan menjadi ukuran mutu yang menunjukkan tingginya produksi. 17.2. 11. 11. 10. 77.Rp.977 kg senilai US $ 36.032.4 kg senilai US $ 7. 021 316 1952.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.604 (1991). Keuntungan/tahun 5) Parameter kelayakan usaha 1. Sedang ukuran buah yang seragam dan rasa akan menaikkan nilai jual dalam pemasaran.Dalam kenyataan produksi 1 pohon dapat mencapai 20–30 kg dan dalam 1 tahun bisa 3 kali panen. Sehingga saat ini telah mulai dikembangkan budidaya anggur dengan skala besar dan pengolahan yang intensif.go.

12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. 021 316 9166~69. M. Fax. 021 316 1952. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

10) Widyastuti YE dan Paimin FB. 1993. Chip Budding Untuk Membibitkan Anggur.H. Penebar Swadaya. Jakarta. Jakarta. 2) Mutu B: dompolan renggang. Penebar Swadaya. Membuat Anggur Berbiji Menjadi Tak Berbiji. buah kecil. 021 316 9166~69. rasa manis. 7) Trubus 274. 5) _. http://www. 021 316 1952. Jl. Vitis vinifera Terbaik Untuk Wine. rasa manis. Jakarta. Mengunjungi Sentra Anggur Di RRC.3. DAFTAR PUSTAKA 1) Sauri H dan Martulis.id . Februari 2000 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Jakarta. Surabaya. 11. 3) Mutu C: di luar ketentuan mutu A dan B. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1991. Penebar Swadaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Penebar Swadaya. 4) _. Usaha Nasional. Budidaya Anggur.go. penebar Swadaya. 1992. Jakarta.4. 11. Fax. 12. Penebar Swadaya. Anggur yang diambil sebelum umur panen mempunyai mutu rendah. Pengemasan terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi serbuk gergaji sehingga anggur tetap terjaga keutuhannya. Perjalanan Anggur Bali. buah besar dan seragam. Jakarta. 8) Trubus 275. M.1992. Penebar Swadaya. 2) Trubus 33. Jakarta. Penebar Swadaya. 1990. 6) . Pengemasan Standar pengemasan anggur adalah buah dalam baik saat pengangkutan sampai ke tempat tujuan. Anggur impor Menyerbu Indonesia. Jakarta. Jakarta. 1992. Cara Mengepak Anggur yang Benar. Perbanyakan Anggur dengan Stek Satu Mata. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh yang berfungsi untuk penanganan berikutnya diambil saat dilakukan pemanenan. 3) Trubus 272. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Penebar Swadaya.5. 9) . Jakarta. Mutu Klasifikasi dan Standar Standar mutu yang berlaku di petani: 1) Mutu A: dompolan rapat.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. 021 316 9166~69. Jl.go.ristek. 021 316 1952. M.id . 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.H. http://www.

Jl. Manalagi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN APEL ( Malus sylvestris Mill ) 1. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Hal.H. JENIS TANAMAN Menurut sistematika. 021 316 1952.go. SEJARAH SINGKAT Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo.id . Fax. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty.ristek. terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. tanaman apel termasuk dalam: 1) Divisio : Spermatophyta 2) Subdivisio : Angiospermae 3) Klas : Dicotyledonae 4) Ordo : Rosales 5) Famili : Rosaceae 6) Genus : Malus 7) Spesies : Malus sylvestris Mill Dari spesies Malus sylvestris Mill ini. M. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. Anna. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

Banyuwangi). 5.H.go. 4. Media Tanam 1) Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam. 021 316 9166~69. M.600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun. mempunyai aerasi. terutama pada saat pembungaan. Jatim. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C. sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami. sehingga pertukaran oksigen. Jl. dan porositas baik. http://www. Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. 2) Tanah yang cocok adalah Latosol. Fax. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jawa Tengah (Tawangmangu). Iklim 1) Curah hujan yang ideal adalah 1.2.ristek. 2) Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya.id . 3) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo. penyerapan air. 5. 5) Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman. Nusa Tenggara Barat. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar). pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. MANFAAT TANAMAN Apel mengandung banyak vitamin C dan B.000-2. Bali (Buleleng dan Tabanan). dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. SYARAT TUMBUH 5. 4) Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. Andosol dan Regosol. 4) Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 7585%. dan Australia. apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Amerika. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Selain itu apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi. dan struktur tanahnya remah dan gembur.1. Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa. mempunyai lapisan organik tinggi. 021 316 1952.

H. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jl. 021 316 1952. M. 021 316 9166~69.

H.ristek. bentuk pohon kokoh.id . tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong. mempunyai daya adaptasi tinggi. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif.1. sambungan (grafting) dan stek. PEDOMAN BUDIDAYA 6. lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl. Jl. diameter 0. M. 3. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Anakan / siwilan 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Setelah anakan dicabut. Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu: .5 cm dan kulit batang kecoklatan. perakaran luas dan kuat. http://www. Fax. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon. penimbunan dilakukan tiap 2 mata. sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding). 021 316 9166~69. lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati. 021 316 1952. 6. bila sudah cukup kuat. Pembibitan Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. 2. Hal. b) Rundukan (layering) 1.go. kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah. 1) Persyaratan Benih Syarat batang bawah: merupakan apel liar.Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah. sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. Ketinggian Tempat Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl.

Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral). Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan. 3) Teknik Pembiitan a) Penempelan 1. dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan. ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. 3. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya. Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hatihati agar matanya tidak rusak 3. Bekas luka diolesi defolatan.id .5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). tiap bedengan ditanami dua baris. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan. bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. Jl. Setelah 2-3 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Penyambungan 1. http://www. Jarak penanaman 30 x 25 cm. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan. diameter batang ± 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat. 4. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah denngan panjang 2-5 cm. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu. M. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas. 2. 2. 2.H. 5.ristek. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. sekitar 2 cm diatas tempelan. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat. 021 316 1952.go. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2. 6. Pada okulasi yang jadi. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik. c) Stek Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus). sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu.

go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.id . http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek. Fax.

Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang diperlukan adalah persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. ditambah perekat Agristic. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bahan paralatan dan biaya yang diperlukan. sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah. b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma. 021 316 9166~69.id . Fax. tetapi hanya peninggian alur penanaman. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal 3) Pembentukan Bedengan Pada tanaman apel bedeng hampir tidak diperlukan.ristek. http://www.2. kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan. 6. M. 5) Pemindahan Bibit Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. daunnya dibuang. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. Jl. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman. Cabang entres dippotong sepanjang ± 15 cm (± 3 mata). sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis. 4) Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan batang bawah meliputi a) Pemupukan: dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman. Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun. menentukan kebutuhan tenaga kerja. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan) d) Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. 6. kemiringan tanah. 5. 7. 021 316 1952. dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah berumur 2-3 minggu. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik.H. keadaan tanah.go. lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji.

Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6. b. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan. dan menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya. setelah itu dibiarkan selama 2 minggu. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman apel dapat ditanam secara monokultur maupun intercroping. c. 3.5 m. 021 316 9166~69. 6. Jl. Untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. M. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3. 021 316 1952.go. masing-masing dicampur pupuk kandang sekurangkurangnya 20 kg. Tapi pada saat ini. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatar perakarannya agar menyebar. bawang dan lain-lain.H.5-3 m. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.5 x 3. sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengapuran Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah. 2. http://www. seperti cabai.ristek. sirkulasi udara kurang. 5) Pemupukan Pupuk yang diberikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah. Fax.3. Cara Penanaman Penanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau (di sawah). Intercroping hanya dapat dilakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun atau sebelum 2 tahun. Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam antara 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x 1 m. Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut: a. Tanaman apel tidak dapat ditanam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban tinggi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang. sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit. Setelah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu. setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69.id .H. M. http://www. Fax. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

4) Perempalan/Pemangkasan Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 cm.go. 7/ 18 . 4-6 mata dan bekas tangkai buah. cabang yang berpenyakit dan tidak produkrif. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan penyulaman Penjarangan tanaman tidak dilakukan. TSP dan KCl/ZK ± 1 kg/pohon (1:2:1) Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk. 2. TSP. Bila semua tanah telah masuk. NPK (15-15-15) 1 kg/pohon atau campuran Urea. 021 316 9166~69. ranting atau daun yang menutupi buah. Fax. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan hanya bila disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap dapat mengganggu tanaman. Pembubunan biasanya dilakukan setelah panen atau bersamaan dengan pemupukan. 6. 021 316 1952. knop yang tidak subur. Jl. Bersamaan rompes daun (< 3 minggu). http://www.5-3 bulan setelah rompes. tunas yang tumbuh di bawah 60 cm. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan sampai didapat bentuk yang diinginkan(4-5 tahun). KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d. Untuk menahan angin. 3) Pembubunan Penyiangan biasanya diikuti dengan pembubunan tanah. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan. Pada kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3x3 m).id Hal. 5) Pemupukan a) Pada musim hujan/tanah sawah 1.H. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. cabang yang menyulitkan pelengkungan.4. peniangan hampir tidak perlu dilakukan karena tajuk daun menutupi permukaan tanah sehingga rumput-rumput tidak dapat tumbuh. sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau dimatikan kerena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. M. Melihat situasi buah. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman agar tidak tergenang air dan juga untuk menggemburkan tanah. yaitu bila buah lebat (2. tanah ditekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar bibit tertanam kuat dan lurus.

lalu ditutup tanah dan diairi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi harus diperhatikan jangan sampai tanaman terendam air. 021 316 9166~69.5 bulan) dari rompes Gandasil D (1 gram/liter). Cara pemupukan disebar di sekeliling tanaman sedalam ± 20 cm sejauh lebar daun. dan KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). Untuk penanggulangan. 7) Penyemprotan Pestisida Untuk pencegahan. Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. 021 316 1952. penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. http://www. TSP. agar hama dapat segera ditanggulangi. Untuk meningkatkan pertumbuhan perlu diberikan pupuk daun dan ZPT pada 5-7 hari sampai menjelang bunga setelah rompes (Gandasil B 1 gram/liter) + Atonik/Cepha 1 cc/liter diselingi dengan Metalik-Multi Mikro dan 5-7 hari sekali sampai menjelang panen (2.H. 2. Pada musim penghujan. Selain itu perlu digunakan zat pengatur tumbuh Dormex sekali setahun setelah rompes (jangan sampai 10 hari setelah rompes) sebanyak 2600 liter larutan dengan dosisi 3 liter/200 literair. masalah kekurangan air tidak ditemui. 8) Pemeliharaan Lain a) Perompesan Perompesan dilakukan untuk mematahkan masa dorman didaerah sedang.ristek. penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat. Krena itu perlu drainase yang baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Musim kemarau/tanah tegal 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Di darah tropis perompesan dilakukan untuk menggantikan musim gugur di daerah iklim sedang baik secara manual oleh manusia (dengan tangan) 10 hari setelah panen maupun dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Urea 10%+Ethrel 5000 ppm 1 minggu setelah panen 2 kali dengan selang satu minggu). Jl.id . pengendalian secara lebih terinci akan dijelaskan pada poin hama dan penyakit. 2-3 bulan setelah rompes (ada hujan). Sedangkan pada musim kemarau masalah kekurangan air harus diatasi dengan cara menyirami tanaman sekurang-kurangnya 2 minggu sekali dengan cara dikocor. 6) Pengairan dan Penyiraman Untuk pertumbuhannya. Untuk pupuk kandang cukup diberikan sekali setahun (2 x panen) 1-2 pikul setiap pohon pada musim kemarau setelah panen. Fax. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea.go. Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air). tanaman apel memerlukan pengairan yang memadai sepanjang musim.

Fax. M. 021 316 9166~69.id .ristek.H. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

4 D baik secara tunggal maupun kombinasi. bunga. daun berubah bentuk. (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa.id .a. Paklobutrazol. panjang sayap 1. tangkai cabang. Tunas lateral yang rata akan memacu pertumbuhan tunas yang berarti mamacu terbentuknya buah. (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya. dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). telur dapat menetas dalam 3-4 hari.7 mm berwarna hitam. Untuk memdapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3-5 buah. perkembangbiakan sangat cepat. (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali. Fax. HAMA DAN PENYAKIT 7.125-0. e) Perbaikan kualitas warna buah Peningkatan warna buah dapat dilakukan dengan bahan kimia Ethrel. Tujuan buah terhindar dari serangan burung dan kelelawar dan menjaga warna buah mulus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Imidakloprid) dosis 0. antena pendek.ristek.H. (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga). c) Penjarangan buah Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam. Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda. buah-buah muda gugur.go. 2. mengkerut. 021 316 9166~69. d) Pembelongsongan buah Dilakukan 3 bulan sebelum panen dengan menggunakan kertas minyak berwarna putih sampai keabu-abuan/kecoklat-cokltan yang bawahnya berlubang. 7. panjang tubuh 1. Hama 1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan. ada yang bersayap ada pula yang tidak.250 cc/liter air. (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1. leriting.8 mm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Pelengkungan cabang Setelah dirompes dilakukan pelengkungan cabang untuk meratakan tunas lateral dengan cara menarik ujung cabang dengan tali dan diikatkan ke bawah.jika tidak mutu buahpun jelek. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat).6 liter. (5) Convidor 200 SL (b. dan buah. 021 316 1952. kulit baik.1. terutama ujung tunas muda. http://www. cara penyemprotan dari atas ke bawah. M. Penyemprotan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan sehat. terlambat berbunga.

go.H. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.ristek.id . Fax. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

nimfa berwarna putih kekuningkuningan.5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen. 5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. dan panjang 0. dan mengering. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b. Serabgga berukuran kecil. meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun. 2) Tungau. 021 316 9166~69. menyerang daun muda. Gejala: (1) menjerang daun. bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar.bintik putih.H. (2) pada daun terlihat berbintik. mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. berbunga. (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu. M. Fax.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b. daun yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa. Gejala: menyerang daun. (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu. dan buah yang masih sangat muda. 021 316 1952. Gejala: menyerang pada pagi. cambuk merah (panonychus Ulmi) Ciri: berwarna merah tua. http://www. Spinder mite. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas. (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning. 4) Ulat daun (Spodoptera litura) Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. buram. (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b. dan pembentukan buah. kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal. 3) Trips Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm.6 mm. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum.id Hal. dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih. kuncup/tunas. (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.go. sore atau pada saat keadaan berawan.ristek. 10/ 18 .a.a. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat. tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel. Monocrotofos). Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun.a. Jl. cokelat.

(2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.ristek. tunas yang terserang menjadi coklat. tunas tidak normal. Gejala: bentuk buah menjadi jelek. pada siang hari larva bersembunyi di balik daun.H. Warna lalat hitam. 021 316 1952. terlihat benjol-benjol. 7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) Ciri: larva tidak berkaki. (2) pada buah berwarna coklat. Monocrotofos) dan Matador 25 EC. maka jantan tertarik dan menhisap kapas. M. tanaman yang terserang tinggal tulang daun. nekrose. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina. kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. kering dan akhirnya mati.5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari. kerdil dan tidak berbuah. Baycarb 500 EC (b.5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1.a. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih. 021 316 9166~69. Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar. 7. (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2. BPMC). Panjang larva 50 mm. http://www. Gejala: menyerang daun tua dan muda. Fax. yang dilakukan pada sore atau pagi hari. (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b. 6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris.5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0. (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0.go. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telurtelur yang biasanya diletakkan pada daun. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah.a.1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Penyakit 1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) Penyebab: Padosphaera leucotich Salm.daunnya dengan kerusakan 30%. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. Metomyl).2. berkutil coklat.a. serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. dan apabila buah membesar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

M.ristek. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952. Jl. http://www. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H.

dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air. M.1. Antracol 70 WP 2 gram/liter air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (5) disemprot Benomyl 0.id . 4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp. Henlate 0. PANEN 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. 021 316 9166~69. ditandai dengan layu daun. dan kulit akar membusuk. Pengendalian: (1) tidak memanen buah terlalu masak.) Gejala: menyerang batang/cabang (busuk.go. Jl.H. (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz. Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0. dimulai dari daun tua. 6) Busuk akar (Armilliaria Melea) Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah. bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun.5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.J. permukaan atas timbul titik hitam.) Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. 021 316 1952. Fax. Davis) Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur. gugur. busuk. terkadang mengeluarkan cairan). bagian yang terserang dibuang dan dibakar. menghilangkan bagian tanaman yang sakit. mengelembung. 3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun. http://www. berwarna coklat. dan buah (becak kecil warna cokelat muda.5 gram/liter air. (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air.ristek. (3) membuang bagian yang sakit. berair dan warna buah pucat. yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya. Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. tergantung pada varietas dan iklim. Pengendalian: dengan eradifikasi.5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan. (2) mengurangi kelembapan kebun. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. daun muda hingga seluruh bagian gugur. warna coklat kehitaman. 8. 5) Busuk buah (Gloeosporium Sp.

12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952. http://www. Fax. Jl. 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening). Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. ukuran dan kualitas buah. agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Pengumpulan Setelah dipetik. 8. secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon. Hal. Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari.1.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 120-141 hari dari bunga mekar. lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi.H. Fax. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas. apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. 9. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun. PASCAPANEN 9. 9. 8. 8. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal. 021 316 9166~69. umur buah lebih panjang. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres.2. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit.go.3. Tetapi. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar. aroma mulai terasa.4.2. Jl. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.go. 1.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.575.000.3 .500.000.000. 83 m 3 .228.625. 67 m @ Rp. Rp.341.800. M.2. 021 316 1952.Rp.Tahun ke-2. Sewa lahan 10 tahun @ Rp.141. Pupuk SP 36 .245. 150 m 3 . 1. Rp. 10.Tahun ke-4.500.112. Rp.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.469. Rp. Rp.000. Rp.Tahun ke-5. Rp. 80 kg @ Rp.055.500. Rp. Penyimpanan Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain.000. 85 kg . Pupuk kandang 3 .1.313. 175 m 4. misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127141 hari).Rp. 021 316 9166~69.020.Tahun ke-5.Tahun ke-6. 125 m 3 .H. Rp.1. Rp.000.Tahun ke-2. 1. Rp.Tahun ke-3.133.3.Tahun ke-1.000. Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah. Rp.. harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2. Rp. Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan). 100 kg .1. 333 kg 5. Bibit 400 tanaman @ Rp. 2. a) Biaya produksi 1. Rp.Tahun ke-4.Tahun ke-3.250. 100 kg .2. Rp.000.2. Fax. Rp.204.Tahun ke-4.875. 222 kg . 1.205. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel.000. 100 kg .530. Rp.320.500.Tahun ke-3. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak).000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Jawa Timur tahun 1999. 3. 65 kg @ Rp. http://www. Pupuk Urea . 100 m 3 . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 166 kg Rp.675.Tahun ke-1. 152 kg . 145 kg .000.Tahun ke-6.Tahun ke-5.2 derajat C.130.005. 9.450.Tahun ke-6. 111 kg .410.105. 15.205.ristek.4.1.000. 10.400.Tahun ke-2.Tahun ke-1..000.3.214.174.

Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id . Fax. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek.

75 HOK @ Rp. 350.000.000.000..Pengendalian HPT .. 152 kg Rp.Rp.Tahun ke-1 dan ke-2.. 849.000. 5.000.000.000..Cangkul 20 buah @ Rp.Rp. 15. 73 kg Rp.Rp.000.Rp.Tahun ke-1 Rp.000. Jl. 54.Tahun ke-3.000. 5..Tahun ke-3. Obat dan Pestisida (Antracol.275.000.000.Nimrod. 5.Rp. 5.. 50 kg Rp.Tahun ke-1. 11.Rp.Tahun ke-6 Rp. 325. 250..000..000.7. 10 liter Rp.000. 540. Peralatan .000. 5.000..Tahun ke-2. 3. 5. 8.150.. 387.. 4. 5.668. Fax.600..000.000.Rp. 432.Rp.000.Penyemprotan penyakit Hal. 300.000. 30 HOK @ Rp. 500 kg Rp. 3 liter @ Rp.. 300. 4.Tahun Ke-1. 600. 150. 150.Rp.Tahun ke-3 Rp.000.000.000.. 75.000. 021 316 9166~69.000. 200..Rp.H.Tahun ke-3. 540.10. M. Tenaga kerja .Pengolahan lahan tahun ke-2-6. Dimecron...500.Tahun ke-6. 127.000.000.Rp.000.Tahun ke-4 Rp.. 250. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 24 HOK @ Rp.000..000.000. 10 liter Rp.Rp. 60 HOK @ Rp.Rp.Rp.000.000. 5.760.9.Rp. 375. 186. 324.000..Tahun ke-5.. 36 HOK @ Rp. 66.000. 180...Rp. 300.Tahun ke-5.Pemupukan .Rp.Tahun ke-2. 900. 5.Rp. 6 liter Rp. 200.Gunting Pangkas 5 buah @ Rp.Rp.Rp.. 26 kg @ Rp.000. Pupuk KCl .000. 100.000.000.Tahun ke-1. dll) ..000. 250.Tahun ke-5 Rp.Tahun ke-3 40 HOK @ Rp.Tenaga tetap 1 orang Rp.000.000. 2. 021 316 1952.Pengolahan lahan tahun ke-1 15 HOK @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5.400.Tahun ke-4.Tahun ke-4.. 300.000.. 1.Penyemprotan Hama .8.ristek. 240.Tahun ke-2. 5.000.go.Tahun ke-2.400..Rp. 162. 120..Tahun ke-6. Karathane. 5. 1.Tahun ke-6.id .Penyiangan 20 HOK/thn @ Rp.000. 40 HOK @ Rp.Buat lubang tanam 70 HOK @ Rp. Pupuk daun . 48 HOK @ Rp.Penanaman 30 HOK @ Rp.150..Tahun ke-3. 50. 333 kg Rp.Sprayer 3 buah @ Rp.000.000..Tahun ke-2 Rp. 65 HOK @ Rp. 10 liter Rp.Tahun ke 5. 5.000. 50 HOK @ Rp.000.000. 50 HOK @ Rp. 5.Tahun ke-4. http://www..000.000.000.Rp. 325..840.Tahun ke-1. 8 liter Rp. 960.300..104. 5.000.550.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.000.. 540. 65 HOK @ Rp.

Pemangkasan . Hal ini berarti bahwa bila petani menanam apel lebih dari skala minimum tersebut. Tahun ke-4: 3. 92. 5. 021 316 1952.250.000. 33. 5.249.Tahun ke-4. Rp. petani telah mendapatkan keuntungan.000.. Jl. 5.- Rp.Tahun ke-5. 30 HOK @ Rp.916. Gambaran Peluang Agribisnis Dari segi agribisnis.800. 5. Di dunia tanaman apel banyak diproduksi oleh negara-negara empat musim. 5.000.500.. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yaitu: 1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif.000.034.Rp.80.Tahun ke-3.. 100. 5.825 kg @ Rp. 3: 30 HOK/tahun @ Rp. apel tergolong tanaman yang sangat komersial.760 kg @ Rp. 10.Tahun ke-2. 5.000. 22 HOK @ Rp.Tahun ke-6.000. Tahun ke-3: 2. 5. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah-daerah tertentu yang iklimnya menunjang.000.Rp. 83.000. 150.000. 33. M..125.Rp.000.Rp.000. 60 HOK @ Rp.Rp.= 1..450..000. Rp.id .164 ha (sawah) dan 0.100.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) 1.000. 300.000.Pengairan .000 dapat dicapai pada skala minimum seluas 0.000. 50 HOK @ Rp.Rp.000.250. http://www. Tahun ke-6: 6..2.go.695.305. 30 HOK @ Rp.2.990 kg @ Rp.Tahun ke-1. Rp. 2.000. 250. 50 HOK @ Rp..Rp..000. Rp.000. 60 HOK @ Rp.000. Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9..Tahun ke-3. 5.Tahun ke-2.150.600.950.000. sedangkan didaerah tropis hanya beberapa daerah yang berhasil misalnya Malang. 5. Rp. Tahun ke-5: 4.1 Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) dalam Bambang Sularso menunjukan bahwa BEP usaha tani apel pada tanah sawah Rp.000. 300.000. Rp.Rp. 150. 110.3.4. 5. 6: 40 HOK @ Rp..000.ristek.375.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 30 HOK @ Rp.000.000.Tahun ke-1.125.000.Penyabutan batang .Rp.000.Tahun ke-5. 5.150.Tahun ke-6.000. 16 HOK @ Rp.H.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Tahun ke-4.000. 14. B/C ratio Rp. Rp. 50 HOK @ Rp.Tahun ke-2.000.000. 200.39 ha (tegal).000.Tahun ke-3..000 dan untuk tanah tegal Rp. Rp.000. 20 HOK @ Rp.Rp..150.900 kg @ Rp.Total pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.000. 24.Rp.000.000. 021 316 9166~69. 19. 30 HOK @ Rp. 45.. 5. 5. 5.Tahun ke-4. Fax. 20 HOK @ Rp. 5. 5.000. 5.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. 021 316 9166~69. Jl.ristek. 021 316 1952. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini.9% (31-4 buah/kg) b) Grade B = 45.303. contoh yang diambil 15 (minimum). cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. http://www. Hal ini dapat dilihat data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi apel nasional 7.2% (5-7 buah/kg) c) Grade C = 29. 3) Faktor lain. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.ristek.2.046. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia. Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit diambil alih oleh produksi dalam negeri. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. 021 316 9166~69.1.3.0% (11-15 buah/kg) 11. M. 11.372 ton (1984) menjadi 9. b. Fax. Diskripsi … 11. Jl.4. yaitu pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel.id . Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis.5%. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Klasifikasi dan Standar Mutu Standar mutu yang selama ini berlaku: a) Grade A = 15. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500.H. d.6% (8-10 buah/kg) d) Grade D = 7.276 ton (1988) atau meningkat 17.go. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. contoh yang diambil 7. tengah dan bawah. 021 316 1952. contoh yang diambil 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pasar apel Indonesia. c. contoh yang diambil 5. cara pengujian mutu. contoh yang diambil 9. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. a. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. e. STANDAR PRODUKSI 11. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100.

021 316 9166~69. 021 316 1952. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. Jl.go. M.ristek.

5. 021 316 1952. Jakarta. Hendro. Bandung. PT. Jl.go. Penebar Swadaya dan Trubus. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. negara/tempat tujuan. ILMU Produksi Tanaman dan Buah-Buahan. hasil Indonesia. Pengemasan Buah apel dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg.ristek. Yogyakarta. YE dan Paimin. 4) Widyastuti. golongan ukuran. 1996. http://www. “Budidaya Tanaman Hortikultura” Khususnya Tanaman Buah-Buahan. Budidaya Apel. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. daerah asal. Fax. FB. 1987. Sinar Baru. 2) Soelarso.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Malang. jenis mutu. Kanisius. 12. Jakarta. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mengenal Buah Unggul Indonesia. nama/kode perusahaan. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang.id . Soewarno. Pertanian. Universitas Brawijaya. berat bersih. 021 316 9166~69. 1995. 1993. R bambang. Fak. 3) Sunarjono.H. DAFTAR PUSTAKA 1) Notodimedjo.

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id . Fax. Jl. http://www. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.ristek.

Hal. http://www. 1/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dari Royal Botanical Garden di Madrid.ristek. National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society. pada tahun 1841 sudah terdapat 1. Fax. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. Jl. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. Walaupun perkembangannya sangat lambat. ) 1. SEJARAH SINGKAT Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . L. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DAHLIA ( Dahlia spp. Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat. M. 021 316 9166~69. Di luar negeri. 021 316 1952.200 varietas.go.

4. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. juarezii. 021 316 1952.ristek. Karena itu. D.id . JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Compositae Genus : Dahlia Spesies : Dahlia spp. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm.H. L. jingga. 5. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. merah. Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. variabilis. ungu atau campurannya.1. Dahlia adalah tanaman berubi. Iklim Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan. http://www. D. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup. 3. dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat).go. Bunga dahlia memiliki warna : putih. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia untuk tujuan komersil. MANFAAT TANAMAN Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. SYARAT PERTUMBUHAN 5. coccinea. D. 021 316 9166~69. M. violet. Jl. kuning. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. inulin akan berubah menjadi fruktosa. pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pinnata.

ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax. M. 021 316 9166~69. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Jl.

5. gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas.0. Tinggi bedengan 5 cm.H.0-8. 021 316 1952. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm.000 m dpl. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai. 021 316 9166~69. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga.3. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Bibit a) Perbanyakan generatif dengan benih Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Setelah tanaman berdaun 6 helai. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1. Untuk menghindari penyakit.go. http://www. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah.2. 6. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. penutup (daun pisang/karung goni) dibuka.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6. Bedengan dibuat dari campuran humus. Media Tanam 1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus. pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1.1. Jl. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 7001. b) Perbanyakan vegetatif dengan stek Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama.5-2 bulan dan siap untuk dijual. memiliki tata udara baik dan gembur.id . M.

021 316 9166~69.H.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 3/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.id . Jl.ristek.

e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit. 6. Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.H. b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume.2. tambahkan 1 gram pupuk NPK. Hal. tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarauhujan dan musim hujan. d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. 021 316 1952. c) Perbanyakan vegetatif dari ubi Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. 021 316 9166~69. 2) Pemeliharaan Penyemaian a) Tanaman di Persemaian Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari.go. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit. f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. Kriteria penjarangan bunga adalah: 1. batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah. Siram sampai lembab. Jl. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak. M. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal.ristek. Gulma jarang tumbuh. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali. Untuk mendapatkan ubi. http://www. b) Tanaman di dalam polibag Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan.id . Fax. 4/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Buat lubang tanam ditengah media. Pengolahan Media Tanam 1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar) a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata.

6.4. Rapikan kembali bedengan. 2) Cara Penanaman Ubi Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. Fax. Tutup pupuk dengan tanah. M. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu. 6. tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah. 021 316 1952.id . sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 . Ketika tanaman mencapai 1 m.H. Jl.3. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. http://www. Setelah bedengan terbentuk. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. 3) Pemupukan Dilakukan setiap 10 hari dengan urea. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai.ristek. 2) Penyiangan Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert pembumbunan.6 bunga. 021 316 9166~69.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembentukan Bedengan Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm. tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul.

021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69. Fax. M. Jl.H. http://www.id . 5/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

1. Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma. terutama daun. 2) Virus Penyebab: jenis virus CMV. Fax. Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil. 8.ristek. dahlia kaktus atau semi kaktus. Jl. HAMA DAN PENYAKIT 7.go. Gejala: bagian yang terserang. 7. Di awal pertumbuhannya. Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips.id . 021 316 9166~69. Pada saat itu. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan penyiraman Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering.H.2. Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. PANEN Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar. Penyakit 1) Embun tepung/Powdery mildew Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari. M. 021 316 1952. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA. tertutup lapisan putih tipis seperti tepung. Hama a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn. daun akan mengering dan gugur. TSV. merendam benih dalam air panas. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.) Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. TSWV dan DMV.

021 316 9166~69. Fax. Jl.ristek. 6/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go. M.H. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

ristek. 10. Cara Panen 1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. http://www.id . 2 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga. dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. PASCAPANEN 1) Bunga Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang. Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit. bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. 2) Ubi Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: 1. dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm. 8. Prakiraan Produksi 1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m ). biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen). Fax. M. 021 316 9166~69. Jawa Barat.2.go. Ubi dicuci bersih.3. Hal. Dalam 2 10 tumbak (140 m ) dihasilkan 400 kg ubi. 021 316 1952. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya. 2. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang. Ciri dan Umur Panen 1) Bunga: tiga bulan setelah tanam.1. 8. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. Jl.H. 2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang. 7/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm.

Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp. cara pengambilan contoh dan pengemasan.Rp.500. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 25. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam 2.go.295.1.000.sampai Rp. 525.000. Tenaga kerja 7.Rp. Sebenarnya.14. 10. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.-/kg (1990). 45. STANDAR PRODUKSI 11. Pupuk .3. http://www. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar. 600.sampai Rp.sampai Rp. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah..506 Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp.. Pestisida 5. 750.Rp. Harga inulin.Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.-. Alat (polibag. 2.Rp. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa.Rp. sekam dll) 6.000. 2. 100.000 kuntum x 16 minggu @ Rp.1. M.000. harga sirup fruktosa Rp.000. 1. Bibit: 2000 @ Rp.750. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris.000. 4.625. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.705.H.000.Pupuk buatan 4. Jl. 021 316 9166~69..Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer. penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.Rp. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.000. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan. Amerika atau India. 400.= 1.000. 500. Rp.000.000. 2.000.. 021 316 1952.000. potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi. 350.000.id .000.Rp.2. 11.000. 1.Pupuk kandang .ristek. rasio output/input Rp.35.100..dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp.per polibag.1. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa.

Jl. M. 8/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. Fax.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

000 kemasan.4. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Jl. M. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga.go. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. 2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100.2. Kuntum tidak tertutup seludang. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. diambil satu tangkai.id . 021 316 9166~69.ristek. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. 3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan.H. 11. 11. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. Pengemasan 1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. http://www. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. Fax. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1.5. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. pangkal bunga diberi kapas basah. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. Deskripsi … 11.

Fax. Hal. Jl. Jenis mutu. Jumlah isi. Nama barang. 3. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. http://www. 021 316 1952.id . Nama atau kode produsen/eksportir. 2.H. 9/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. Negara tujuan.go. 4. 021 316 9166~69.

Paris 5) Vinayananda. 1993. http://www. A. A. Fax. 1937. Jl. DAFTAR PUSTAKA 1) Bailey. GRÜND. Penebar Swadaya. T. H. Jakarta 4) Molzer. The Standard Cyclopedia of Horticulture.ristek. Flowerbad Dahlias. Macmillan Company.H. 10/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 1986. 021 316 1952. L. Indian Dahlia Annual 1998:57-60 3) Lutony. V. 1998. New York. 12.L. S. 2) Fisher. Tanaman Sumber Pemanis. Virus Infection in Dahlia-Part II. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Indian Dahlia Annual 1998:22-24 Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %. Flore des Jardins. M.

gagang perabotan dan sebagainya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DUKU ( Lansium domesticum Corr. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat. duku metesih dan duku condet. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet Hal.go. ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. digunakan untuk tiang rumah. JENIS TANAMAN Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering. 021 316 1952. Jl.H. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama. Fax.ristek. 2. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama. 021 316 9166~69. http://www. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam.id . Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur. 3. M. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. SEJARAH Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia.

4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu rata-rata 19 derajat C. Fax. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www. SY AR AT T UM BUH 5. Sehingga jika tempatnya agak lereng.TTG BUDIDAYA PERTANIAN digunakan untuk mengobati disentri. Sebaliknya pada tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir. 021 316 1952. 3) Di daerah yang agak basah.id . Hal. sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. tanaman duku tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang cukup. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta).2.H. tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b). air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu genangan air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7. Iklim 1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi. subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. 5. Sumatera (Komering. Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet). Tetapi tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. 4. 2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan merata sepanjang tahun.1. 021 316 9166~69. M. sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking. 5. 3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi. 5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun. Jl. walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam. Media Tanam 1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung bahan organik.ristek.

Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Bebas dari hama dan penyakit b) Bibit mempunyai sifat genjah c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna. yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan.H. Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan menggunakan kayu yang masih hijau. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya. M. kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan. Jl.1. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama. sebab pohon ynag diperbanyak dengan cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil. Terkadang cabang yang besar dicangkok. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih dari 650 m dpl.3. tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama.id . namun memerlukan perawatan yang teliti. tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya. PEDOM AN B UDI D AY A 6.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi duku.ristek. bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis d) Bibit cepat tumbuh. 3) Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah. 6.

Fax. http://www.go. Jl. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit.id . Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari. 5) Pemindahan Bibit Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm. 021 316 1952. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat 6. Jl. terutama pada saat tidak turun hujan. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. yaitu sebesar 6-7.go. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Fax. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. keranjang/kantong plastik atau polybag. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat.H. 2) Pembukaan Lahan Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul. Hal. Tempat persemaian bisa berupa bedengan. http://www. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh. 021 316 9166~69. penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yang sesuai untuk tanaman duku.ristek. Selain itu kondisi tanah yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang baik.

penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 12 bulan sebelum penanaman bibit. M.6 x 0. 6. 9x9 m. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya.6 meter. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.8 x 0.H. maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Sebelum penanaman dilakukan. sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku. 9x10 m. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0. Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m.3. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m.6 x 0. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jumlah dan dosis pengapuran harus sesuai dengan kadar yang dianjurkan.8 x 0. 4) Pengapuran Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0.ristek.7 meter. Cara pengapuran dapat dilakukan dengan penyiraman di sekitar tanaman duku.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk tanaman duku. di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar). Jl. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar. Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya. 021 316 9166~69. 8x9 m.go. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji). Fax.id . tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). 021 316 1952. http://www. berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon. 2) Pembuatan Lubang Tanam Setelah jarak tanam ditentukan. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan. Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha. maka lubang yang dibuat harus lebih dalam.

id . 021 316 9166~69.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.

Pada saat penanaman bibit. Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal.H. 021 316 1952. dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik. kelima dan keenam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 2) Penyiangan Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan. Hal. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. dan ruang tumbuh. Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung). air. sinar matahari.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah.id . TSP 50 gram dan ZK 20 gram. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. tetapi agar tidak membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut: a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik.4. Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara. b) Tahun keempat. http://www. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. 6. jerami. 3) Pemupukan Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah. Jl. Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih. TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40 gram. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Fax. Setelah bibit tanam. urea 100 gram.go. maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu pertumbuhan tanaman duku. urea 150 gram. Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya lainnya.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang. Pengendalian: sama kutu perisai. Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama. Pengendalian: (1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin.ristek.) Hama ini menyerang daun dan batang duku. 021 316 1952. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren. sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. 2) Kutu perisai (Asterolecantium sp. Fax. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan maupun air penyiraman. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil.id . (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya. bongsang yang terbuat dari anyaman bambu. Hama 1) Kelelawar Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap dipanen. HAMA DAN PENYAKIT 7. 4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi) Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja. M. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. Pengendalian: sama kutu perisai. 7. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman. kain bekas. 3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp. Hal.H. Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan kesuburan tanah. Jl. http://www. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi.1.

Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen.H. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Jl. cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Ciri dan Umur Panen Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih. Sedangkan untuk tanaman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate. 7. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik.3. 2) Penyakit gloeosporiods) antraknosa (Colletotrichum Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 1952. menyerang ujung cabang dan ranting yang nampak kering. Produktivitas buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia.go. Dithane D-14 atau pestisida lain. Fermate.ristek. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca panen. Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji. Tandatanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku. 8. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik.1. biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih. PANEN 8. Gulma Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. tergantung dari sifat atau jenisnya. M. http://www. 021 316 9166~69. Zerlate. 3) Penyakit mati pucuk Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. Fax. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Penyakit 1) Penyakit busuk akar Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku.id .

021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H.ristek.id . 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax.

4. Prakiraan Produksi Hasil Panen buah duku agak bervariasi. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya).H. hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per pohon. yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan. buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku.3.ristek. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg. Hendaklah berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan. Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih dominan. dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah.2.id . Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2. Masa keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan sifat/jenis dari tanaman duku tersebut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8. Hanya pemetikan buah yang matang. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering. 021 316 1952. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina.5 ton per hektar untuk negara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. http://www. walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi. Kenyataannya. daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga. yang ditaksir dari perubahan warna. Cara Panen Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari). Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. 021 316 9166~69. Musim panen duku pendek sekali. tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga.go. 8. 8. Jl. buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun. Fax. tetapi jika proses pematangan tidak bersamaan. sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga. M. akan sangat menyulitkan pemanenan. Periode Panen Pada umumnya.

9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.H. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Fax. M. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

M. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Filiphina dibandingkan dengan 3. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya. 021 316 9166~69. Fax.1. Hal. tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. 9. maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang kering dan tidak berair. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku.3. Pengemasan dan Pengangkutan Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan lain pada umumnya.6 ton per hektar untuk langsat dan 5. 9. terutama kerusakan pada waktu perjalanan.id . buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu. Setelah buah duku dikemas dalam kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi. PASCAPANEN 9. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang.H.ristek. Jenis kemasan yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku.4. Sehingga 0 diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15 C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu. jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil. Pengumpulan Setelah buah dipanen. tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan menyingkirkan tandannya.go.6 ton per hektar untuk duku di Thailand. 9. Penyortiran dan Penggolongan Dalam skala usaha komersial. Penyimpanan Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. 021 316 1952. maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat.2. http://www. 9. Jl.

1. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. Diskripsi … 11. 021 316 9166~69. ST AN PRODUKSI 11.kota besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah. http://www. Jl. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. yaitu menjadi pedagang musiman. Mutu … 11.go.1.2.3. 1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Selain itu penjualan buah duku dapat mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu. Usaha 11. M.4. Hal ini membuktikan bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat banyak orang untuk menjadi penjualnya. Tingginya minat masyarakat untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku mempunyai peluang pasar yang prospektif. Analisis Budidaya … 10. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. Ruang Lingkup D AR Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.id Klasifikasi dan Standar . cara pengujian mutu. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Fax.ristek.2. AN AL I SI S E KONOM I BUDI D AY A T AN AM AN 10. Oleh karena itu pemasran buah duku bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap. tengah dan bawah. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Untuk pasaran dalam negeri biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kota. minimum jumlah contoh yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Hal. 021 316 1952.id . http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN diambil 5.go.

5) Jumlah kemasan diambil 15. berat bersih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jumlah kemasan diambil 7.id .H. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 501 sampai 1000. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. dalam partai: 101 sampai 300.5. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. 3) Jumlah kemasan diambil 9. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar.go. 4) Jumlah kemasan diambil 10. nama/kode perusahaan/eksportir. daerah asal. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. http://www. jenis mutu. minimum jumlah contoh yang dalam partai: lebih dari 1000. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. minimum jumlah contoh yang Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. 021 316 1952. M. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 301 sampai 500. 11. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. golongan ukuran. Jl.

H. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go. http://www. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

P. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.ristek. Mengenal Buah-buahan Yang Bergizi. 5) .H. 1991. Kanisius. Fax. Tony Luqman. 1990. A.K. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Semarang. Bercocok Tanam Buah-buahan. Jl. Jakarta. Pustaka Dian. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Dalam Rubrik Informasi Wiraswasta harian umum Pikiran Rakyat Granesia. Edisi Februari 1991. Jakarta. 021 316 1952. Sarana Vida Widya. kanisius. Suparman. Yogyakarta. Tanamn Duku Menunggu Pengembangan. 3) Daryanto. Aneka Ilmu. Pedoman Bercocok Tanamn Buah-buahan. Jakarta 8) Tohir. Jakarta. 1991. 4) Lutony. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1983.id .go. Bandung. 7) Natawidjaja. 1991. http://www. Duku Potensi dan Peluangnya. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Mengenal Duku yang Sedang Laku. 1985. Pradyaoaramita.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Invertasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. M. 1983. 021 316 9166~69. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6) Majalah Salera. 1993. Yogyakarta 2) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. Kanisius.

seperti bentuk daunnya.ristek. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu. yaitu: White godness (putih). JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut: Divisi : Tracheophyta Subdivisi : Pteropsida Klas : Angiospermae Subklas : Monocotyledoneae Ordo : Iridales Famili : Iridaceae Genus : Gladiolus Spesies : Gladiolus hybridus Hasil penelitian tahun 1988. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil. Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SEJARAH SINGKAT Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. http://www. Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae.H.go. dan panjang hanya 35 cm. Ragam jenis bunga gladiol adalah : a) Gladiolus gandavensis. Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. susunan bunga terlihat bertumpang tindih. dan Priscilla (putih). 2. d) Gladiolus nanus. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda. berukuran kecil. (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama). berukuran besar. Jl. Tradehorn (merah jingga). berakar serabut. sangat menarik. M. Panjang tangkai bunga 100-300 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GLADIOL (Gladiolus hybridus) 1. c) Gladiolus ramosus. b) Gladiolus primulinus.id . 021 316 9166~69. Tangkai bunga melengkung. Fax. Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm. 021 316 1952. panjang 90-150 cm. dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru.

ristek. Fax. 021 316 1952. M. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty. Oscar. Rose Supreme. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional. 2) Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Suhu udara ratarata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat.1. Dan memiliki nilai estetika. MANFAAT TANAMAN Gladiol di produksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi. 5. Kultifat Eurovision. Marah Api. jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Albino. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung). 5. dan Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari. Fax. Priscilla. 4. Queen Occer. Peter. Salem. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C. baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Ceker dan lain sebagainya 3. Mansoer. agama. gembur dan banyak mengandung bahan organik. dan 7. 021 316 1952. Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). http://www. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun. Sanclere. 021 316 9166~69. Jl. upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya.go.H. Hal. yang menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja. Iklim 1) Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2. bila kelembaban tanah dan tanaman relatif tinggi. Friendship. Dr. Media Tanam 1) Jenis tanah yang cocok untuk tanaman gladiol adalah andosol dan latosol yang subur. Jessica. Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang).2. 6.ristek. SYARAT PERTUMBUHAN 5.000-2500 mm/tahun. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering dan floret tidak terbentuk secara normal. 2) Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan perkembangannya.id . M. kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C.

Jl. kultur jaringan maupun suspensi sel. Subang dan anak subang yang akan dijadikan bibit tidak dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. pembibitan yang berasal dari vegetatif dan kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dengan cara generatif.3. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendalakendala dalam perbanyakan secara konvensional.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yang memiliki pH 5.5 cm.1. digunakan untuk mendapatkan kultivar baru bukan untuk tujuan bibit produksi. Pembibitan Bibit dapat berasal dari pembiakan generatif. 021 316 1952. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan generatif gladiol dengan biji. Biji didapat dengan cara penyerbukan buatan dibantu manusia.063 buah. vegetatif. Selama masa dormansi subang dan anak subang yang telah kering disimpan ditempat yang beraliran udara baik dan terhindar dari cahaya matahari langsung.ristek. Subang yang telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu. Umumnya. http://www. 5.9.id . Bibit generatif harus berasal dari induk dengan pertumbuhan baik dan cukup umur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Persyaratan Benih Bibit dari subang bibit yang baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2. 6. Bibit vegetatif yang baik yang mempunyai daya kecambah lebih dari 90%. bibit belah (subang belah). kecuali untuk kultivar Golden Boy yang cukup berdiameter 1 cm. Ketinggian Tempat Tanaman gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl dan beriklim sejuk.H. Umbi dan anakan umbi diambil dari tanaman yang sudah dipanen. tidak cacat. Fax. Bibit harus dipilih yang sehat.55. karena memerlukan masa dormansi. dan kultur jaringan. 021 316 9166~69. Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dengan menggunakan umbi (anak subang). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Bibit (subang) yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 213.go.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www.id . M. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go. Jl. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi.ristek. 021 316 1952. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penanaman yang terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi dan akar semakin panjang. M.id . http://www.go. subang kecil dapat ditanam kembali. Jl. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penanaman gladiol dengan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang menghubungkan subang induk dengan subang baru. Untuk rata-rata setiap kultivar gladiol.2. 021 316 9166~69. sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3. 6. lakukan pengukuran luas lahan yang akan ditanami. anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam waktu 16 bulan. Bila tunas mencapai tinggi 1 cm. Pecahnya dormansi juga ditandai dengan munculnya mata tunas. maka subang siap ditanam. Waktu yang diperlukan untuk penanaman kedua kira-kira sama dengan waktu penanaman pertama. Setelah masa dormansi terlewati. Bila sesuai dengan pH tanah yang disyaratkan. tanpa mengalami masa dormansi. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap berbunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih Biji gladiol dapat langsung disemai.0 cm memerlukan 2 kali penanaman untuk mencapai ukuran subang yang dapat menghasilkan bunga. apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemudian analisa jenis tanah. biji akan berkecambah setelah 7-12 hari. Perbanyakan dengan menggunakan anak subang yang berdiameter sekitar 1.H. Fax.5 bulan. Hal. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan yang akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya. Daun yang tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai. 5) Pemindahan Bibit Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dengan ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan dan menghasilkan anak subang yang berdiameter kurang dari 1 cm. Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm.

maka penanaman sebaiknya dengan guludan agar air irigasi tidak merusak struktur tanah. 5) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Lahan yang telah dianalisa. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana untuk lahan yang akan diolah. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman gladiol dapat ditanam dengan sistem guludan atau tanpa guludan. Luas arel petakan dibuat sesuai dengan kebutuhan. Pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N. Jika pengairan menggunakan cara leb. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam.ristek. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan pada tanah yang memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5. Atap plastik yang tembus cahaya dan bersih digunakan untuk menghindari kerusakan akibat hujan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Hal. Ca dan P.5. maka 2 dibutuhkan lahan seluas 600 m . K. diukur dan dibersihkan dari gulma. batu-batuan. dan dipanen. Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tidak kekurangan unsur haranya.go. yang diberikan sesuai dosis yang dianjurkan. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. 3) Pembentukan Bedengan Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat. Jl. 021 316 9166~69.id . Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air).3. serta tanaman liar lain. kemudian bajak dan dicangkul sampai gembur. Fax. Lahan dibuat menjadi 7 petak dengan luas 2 setiap petak 72 m .000 tangkai setiap dua minggu.H. Jadwal penanaman disesuaikan dengan kebutuhan berkisar antara 60-80 hari. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka lahan yang digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. M. agar drainase baik dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. Bila kebutuhan pasar sebanyak 1. karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya. 021 316 1952. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam cara penanaman adalah tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman. ditanami. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3.

Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat dan menyulitkan dalam pemanenan. terutama pada tanah berpasir. Cara penanaman dengan guludan.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Lubang tanam dibuat dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm. Untuk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm. Jl. maka tinggi guludan dibuat ≥ 15 cm dengan anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun.4.5 bulan. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) dan dilakukan tiga kali dalam satu siklus tanaman. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak. yang disesuaikan dengan kedalaman tanam subang gladiol. Hal. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman dan kualitas bunga. Bila kedalaman 10-15 cm. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk subang berdiameter ≥ 2. maka tanaman akan menjadi lemah dan panjang. 021 316 1952. 3.id . Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar.H. (tanah liat dan berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yang ringan dan berpasir. biasanya ditanam dalam barisan pada guludan.go. http://www.5 cm. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yang lebih dalam. 3) Cara Penanaman Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3. Dalam menentukan kedalaman tanam yang perlu diperhatikan adalah tekstur tanah dan waktu tanam. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dalam dibanding musim penghujan. Letak bibit yang dangkal. akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. Jarak tanam untuk subang berdiameter ≥ 4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan untuk subang yang berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. 021 316 9166~69. Pada tekstur tanah yang berat. 4) Pemberian Ajir Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga.

setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. HAMA DAN PENYAKIT 7. 4) Pengairan dan penyiraman Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman. 3) Pemupukan Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat dan berproduksi dengan baik. M. Pada tanah berpasir. Pupuk diberikan tidak sekaligus. dosis 400 gram/100 liter air. 2 Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penanggulangan serangan hama 2 digunakan pestisida padat (Aldikarb). Jl.ristek. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari dan 45 hari setelah penanaman). curah hujan. 2 Digunakan pestisida cair (Permetrin dan deltametrin) dosis 5 cc per 100 m . Jumlah pupuk yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah. dosis 5 gram/100 m . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hama 1) Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) Hal. atau Kaptofol. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit. Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat. pengairan dan kandungan hara di dalam tanah. diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan. Fax. 021 316 1952. sebagian lagi amonium). 021 316 9166~69. Pemberian pupuk N kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga dan setelah panen bunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembubunan Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan. 90-180 kg P (sebagai P2O5) dan 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. Pupuk yang digunakan biasanya TSP dan Urea. untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tidak terlihat di atas tanah. dengan dosis 300 gram/100 m air. yang dapat diatasi dengan pestisida yang tepat. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari. pertama saat tanam. keadaan lingkungan. 7.id . http://www.1. masing-masing sebanyak satu sendok teh untuk setiap tanam.go.H. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau). Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang dan pembentukan anak subang. ( pupuk K dan P).

gladiol atau F. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3. yang mengandung bahan aktif asefat. ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi. M. Panjang tubuh hama dewasa ± 2.2. Pengendalian: merendam subang dalam larutan insektisida 30-60 menit. Fax. warna. 2) Busuk kering Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B. formothion. triazofos.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. merusak jaringan daun/bunga dan mengisap cairan yang keluar dari bagian tanaman dengan menggunakan alat mulutnya. yang dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm dan mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok). berwarna coklat tua atau hitam. tergantung pada spesiesnya. 021 316 9166~69. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tidak lembab serta merendam sebelum ditanam. http://www. dan di lapangan. Jl. Gejala: daun gladiol yang terserang menguning. Gejala: bunga berbintik-bintik. endusolfan. gladiolorum. Bentuk. Pengendalian: menganginkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berbentuk ramping. orthoceras var gladiol. subang yang terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu. Gejala: bercakbercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. kuinalfos dan lainnya. sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya dan gagal panen. Pengendalian: dapat dilakukan dengan penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yang mengandung dimetoat.H. 021 316 1952. Pada subang yang terserang tampak bercak dan dalam keadaan lembab hifa patogen yang berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi dan menjalar kebagian tanaman lainnya. Tanaman yang terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih dan akhirnya menjadi coklat dan mati. 3) Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) Gejala: hama ini menyerang dengan membuat lubang-lubang pada permukaan daun dan bunga. 7. Pada serangan yang lebih lanjut.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia. kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit.0 cm.5-4. kering dan mati. 2) Kutu putih (Pseudococcus sp.ristek. pertumbuhan tanaman kerdil dan mudah patah. kemudian berkembang menjadi bercakbercak berwarna hitam keabu-abuan. nikotin. agak memilin. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis. berkembang menjadi bercak-bercak. Penyakit 1) Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) Penyebab: cendawan F.5 mm.) Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan. dengan menusukan alat mulutnya kedalam umbi untuk menghisap cairan tanaman. Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat dan lebih suka makan pada bagian bunga dan kuncup. merkaptodimetur dan metomil.go. karbaril. oxysporum var. pipih. Pada serangan berat umbi jadi keriput.

8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Fax.H.id . M. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

021 316 9166~69. serta mencegah subang luka. 4) Busuk kubang (Busuk kapang biru) Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yang termasuk patogen lemah. 5) Hawar bakteri Penyebab: Xanthomonas gummisudan. http://www. M. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan. Gejala: sama dengan gejala busuk kering. Pengendalian: memilih subang yang sehat dan merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida. Pengendalian: menyimpan subang dengan baik. setelah dikering udarakan dahulu. Ciri dan Umur Panen Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 . Gejala: pada subang yang terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yang dalam waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru dan subang membusuk. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yang terserang patogen. sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.80 hari setelah tanam. Tanaman/bibit yang terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang.H. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar. PANEN Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu. Fax. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. alat-alat pertanian dan sebagainya. Patogen masuk dan menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yang disebabkan oleh serangga. Gejala: ada bercakbercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat dan berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Jl. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (mengeringkan) subang yang dipanen sebelum disimpan pada tempat yang kering atau dengan menyemprotkan fungisida captan. sedang yang berasal dari subang jarang terserang. 8. 8. Yang berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik.go.id . Pengendalian: sama seperti untuk busuk kering. zineb atau nabam.1. tergantung pada kultivarnya.ristek. 3) Busuk keras Penyebab: Septoria gladioli.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dengan jelas tetapi belum mekar.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl.id . Fax. http://www. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh. 021 316 9166~69. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Hal.

id . Pengumpulan Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat dan akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi. dan siap panen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan dan pengangkutan. 8. Bunga yang basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight). 021 316 1952. bunga basah oleh embun. 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. http://www.go. Pemotongan tangkai bunga dengan pisau tajam dan bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul. hujan atau sebab lain. Bila bunga dipanen terlalu awal. sehingga dalam satu saat terdapat lahan siap olah. Periode Panen Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air. Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari. Cara Panen Pemanenan dilakukan secara hati-hati dengan menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga dan menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun. walaupun pada kondisi suhu udara yang rendah. memungkinkan terjadi infeksi. Secara teknis dapat diatur dengan pemetakan lahan. Jl. 9. 8. M.2. terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga. Oleh karena itu bunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan).1.000 potong. Prakiraan Produksi Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200. sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk dan penurunan kualitas. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu.3. (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga). siap tanam. PASCAPANEN 9. Panen bunga tidak dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah. karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. 8. maka akan ada kemungkinan bunga tidak dapat mekar dengan sempurna. Fax.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kandungan karbohidrat yang rendah dapat diperbaiki dengan larutan pengawet yang mengandung gula.

10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek. M. 021 316 9166~69. Jl.

9. menunggu pemanenan selesai.(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja. digunakan bahan pengawet adalah sukrosan dan 8-hydroxyquinoline citrate. b) Setelah dipanen tidak segera dijual/diangkut. Jl. kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup dan membungkus bagian atas bunga dengan plastik yang sebelumnya sudah dilubangi. Hal. bunga dikondisikan agar tetap segar. Fax. 021 316 1952. Cara pengemasan yang paling sederhana yaitu dengan membungkus tangkai bunga dengan daun pisang. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen. Suhu udara penyimpanan bunga yang berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi.ristek. Makin rendah suhu udara.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tidak rusak.4. Penyimpanan berkaitan erat dengan suhu udara. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dipanen. makin lambat terjadi penurunan mutu. M. tidak terkena penyakit atau luka. Penggolongan ini dimaksudkan untuk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya akibat tercampur dengan yang bunga gladiol yang berkualitas rendah. dikelompokan sesuai dengan kebutuhan. dilakukan penyortiran dan penggolongan sesuai dengan ukuran. Faktor yang perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan dan susunan kemasan agar tidak terlalu tinggi serta tahan goncangan. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yang langsung berhubungan dengan konsumen. Dalam tahap ini. biasanya dilakukan pada saat bunga: a) Baru saja dipetik. http://www. (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga). Pengemasan dan Pengangkutan Sistem pengemasan yang baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan dan sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan harga jual. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yang dilengkapi alat pengatur suhu udara. 9. Bunga dipilih yang bagus bentuknya. Mengingat sifat bunga yang selalu dikonsumsi dalam keadaan segar dan bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yang bisa bergerak cepat.H. dengan hati-hati.2. c) Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen.3. Bunga dibersihkan dari kotoran yang menempel. Pengemasan yang lebih baik biasa untuk bunga yang akan menempuh perjalanan atau untuk promosi. karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yang hilang harus diimbangi dengan larutan perendam yang mengandung air dan senyawa lain yang diperlukan.go. umumnya berkisar antara 0-5 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Jl.753..078. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000. Volume permintaan dalam negeri 127. 1.122 10.200 tangkai per minggu (BCI dan Nehem. tanaman padi dan tanaman hias lainnya (Warsito dan Sutater. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pengkajian aspek Agro Ekonomi usaha tani gladiol mencakup kegiatan produksi.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.406 umbi (Ameriana. komplek perumahan. http://www. 1991).Rp.go.Rp.125. 50. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya gladiol luas lahan 1 ha dalam 1 musim tanam yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.3.4.000 bh @ Rp. Tenaga kerja . 1987).ristek. konsumsi dan pemasaran. M. Untuk mengimbangi permintaan konsumen.000. KCL): 834 kg @ Rp. 1991).2) Pendapatan: bunga potong (tangkai) 214.800.000.H.3) Keuntungan Rp.Tenaga kerja keluarga 120 OH @ Rp. 10. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 21.Pupuk buatan NPK: 100 kg @ Rp.400.5.322. 1) Biaya produksi: 1. 19.Rp. Rasio output/input = 1.000. 4.500.id . pembangunan.Rp.200.000. 200.2.189 tangkai dan produksi bibit (subang) mencapai 136.000. 1. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. perkotaan.000.700 tangkai dibandingkan dengan kota lainnya.000. 021 316 1952. 2. 3. Sewa lahan/ha Rp. dan perkembangan pariwisata (Sutater dan Asandhi.Rp. 1.000 @ Rp. Bibit: umbi bibit (subang) 190. 1. 9.000. 75. terdapat kecenderungan bahwa permintaan terus meningkat.500.(Urea.500.Tenaga kerja sewa 120 OH @ Rp.Rp. Fax. Gambaran Peluang Agribisnis Usaha tani gladiol merupakan usaha komersial karena sebagian besar produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen. Pupuk . Kebanyakan usaha tani gladiol dilakukan di daerah dataran tinggi sesudah tanaman sayuran. Sampai saat ini DKI Jakarta masih merupakan pasar bunga potong terbesar dengan volume penjualan perminggu mencapai 54.000. dkk. Berdasarkan hal tersebut. rumpang hasil produksi bunga harus ditingkatkan demikian juga mutu bunga potongnya.1. Produksi per hektar bunga potong gladiol di tingkat petani baru mencapai 169. Pestisida: 15 kg @ Rp. TSP.4) Parameter kelayakan usaha 1. 2000. 15.000.Jumlah biaya produksi Rp. 021 316 9166~69..000. 1889).Rp. 100..000.

ristek. Fax.id . M. Jl.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952.

000 tangkai. Surabaya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dalam artikel “Dari Bisnis Asalan Menuju Industri Bunga “ (1993) dilaporkan bahwa konsumsi bunga potong 1992 di kota-kota besar seperti Jakarta. Dalam artikel “Indonesia Belum Tanggapi Dunia akan Permintaan Bunga Potong Tropis” (1992) dicatat bahwa konsumsi bunga potong untuk kota-kota besar hingga kini masih didominasi oleh Jakarta. Bandung. kelas A=14. dan Ujung Pandang 1. 75. dan umbi bunga (12. 2. bunga gladiol dikelompokan berdasarkan penampilan dan kondisi fisik lainnya sehingga terdapat bunga gladiol potong dengan mutu kelas AA. tanaman hias (38.go. 11. kelas C=10. kelas B=12. Bisnis bunga mencapai Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pasar bunga potong asal Indonesia akhir-akhir ini cukup menggembirakan. b) Jumlah minimum floret pertangkai: kelas AA=16. a) Panjang tangkai (cm): kelas AA>95. A.3. Semarang. http://www. STANDAR PRODUKSI 11. cara pengambilan contoh dan pengemasan. 85 juta untuk pembelian bunga. Diskripsi Standar mutu bunga gladiol potong di Indonesia tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01–4479–1998 11. karena hotel-hotel di Jakarta sebulan menghabiskan biaya sebesar Rp.26%). bunga gladiol dikelompokan dalam lima kelas yaitu Super. Jl. B dan C.id .ristek. Malang. Medium. Pendek dan Mini. kelas B=61-75.8 milyar per tahun di Jakarta terdapat 327 florist dan 227 kios penjual bunga. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan panjang tangkainya. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu.928.250 tangkai untuk Jakarta.Rp. 11. M.38%). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Panjang.1.15 milyar per bulan atau 25. Denpasar. 021 316 1952. 021 316 9166~69. kelas A=76–94. menyerap 60% dari total produksi bunga nasional. kelas C=5160.65%).2.H. Fax. 1. Tim Direktorat Bina Produksi Hortikultura (1988) mencatat bahwa peringkat ekspor bunga ke Eropa adalah bunga potong (43.283.000 . a) Kelas super: panjang tangkai > 95 cm b) Kelas panjang: panjang tangkai 76–94 cm c) Kelas medium: panjang tangkai 61–75 cm d) Kelas pendek: panjang tangkai 51–60 cm e) Kelas mini: panjang tangkai 30–50 cm Selain berdasarkan panjang tangkai.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keseragaman (%): kelas AA=100. kelas A=95: kelas B=95. Hal.ristek. http://www. M. Jl. kelas C<95.H. 021 316 9166~69.id .

Untuk mendapatkan jenis dan mutu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian yang meliputi: a) Penetapan panjang tangkai bunga Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang jumlah floret per tangkainya memenuhi syarat. Hitung prosentase bunga yang memenuhi syarat terhadap jumlah seluruh bunga contoh. kelas B sedang. h) Kerusakan mekanis (%): kelas AA=0. e) Penetapan benda asing Pisahkan dan kumpulkan benda asing yang dijumpai pada bunga atau dalam kemasan bunga contoh. kelas C=2– 3.H. g) Jumlah floret mulai mekar: kelas AA=1-2. amati satu per satu bunga contoh. kelas B=2-3.5 cm tergantung kelas. Bagian pangkal tangkai yang lurus diletakan pada garis lurus tersebut. kemudian pisahkan bunga yang panjangnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang panjangnya memenuhi syarat. kelas C=3.000 kemasan. kelas A=95. 021 316 9166~69.go. http://www. sementara itu bagian ujung tangkai yang melengkung akan menjauhi garis lurus tadi. kelas C kurang. kelas B=2. Hitung presentase berat benda asing terhadap berat seluruh bunga contoh. f) Kelurusan tangkai: kelas AA lurus. Fax. kelas A=95. e) Bebas hama/penyakit (proses): kelas AA=100.ristek. kelas A=1–2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna spesifik (%): kelas AA=100. kelas B=10. Hitung jumlah bunga seragam dan hitung prosentase bunga yang seragam terhadap jumlah seluruh bunga contoh. 021 316 1952. d) Penetapan kelurusan tangkai Letakan bunga gladiol yang diuji diatas meja kerja yang telah diberi garis lurus sepanjang 1 meter atau lebih. kelas A lurus. lalu pisahkan bunga yang tampak tidak seragam. kelas B=95. Hitung presentase bunga yang panjangnya memenuhi syarat terhadap seluruh bunga contoh. kelas C<95. Jl. Selanjurtya timbang benda asing tersebut dan juga seluruh bunga contoh. Deviasi atau kurvaktur maksimal 7. kerusakan mekanik Hitung jumlah seluruh bunga contoh. kelas B=95. kelas A=1. kelas C<95. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gladiol yang terdiri atas maksimum 1. b) Penetapan jumlah floret per tangkai. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut berikut ini: a) Contoh yang diambil semua. i) Benda asing/kotoran (%): kelas AA=0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ukur satu persatu bunga contoh. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . kelas A=5. c) Penetapan keseragaman. jumlah floret mulai mekar. M. warna spesifik dan bebas hama Hitung jumlah seluruh bunga contoh.4. 11. kelas C>10. Ukur jarak ujung tangkai bunga terhadap garis lurus diatas meja menggunakan mistar yang tersedia. hitung satu persatu jumlah floret per tangkai dari seluruh bunga contoh kemudian pisahkan tangkai bunga yang jumlah floretnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan.

id . M. Jl. Hal.H. http://www.go.ristek. Fax. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

bunga diletakkan berdiri dalam ember plastik yang diberi air perendam tangkai. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Contoh yang partai 6–100. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Contoh yang partai 301–500. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Untuk eksport bunga gladiol harus dikemas dengan kotak karton yang sesuai dengan diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya. bunga gladiol sebaiknya dikemas dengan keranjang bambu yang diberi lapisan daun pisang. 021 316 1952. kelembaban) yang dianjurkan. d) Kelas mutu. j) Petunjuk penanganan (suhu udara. g) Berat bersih. http://www. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 7. Label atau gantungan (tag) yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil dan berisi informasi. h) Identitas pembelian ditempat tujuan. diambil satu tangkai. jumlah kemasan bunga dalam Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. c) Nama kultivar. e) Contoh yang partai 501–1001.5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Pengemasan Untuk pasar lokal. lembaran plastik atau kertas.ristek. diambil sekurang-kurangnya 5. b) Nama perusahaan/eksportir. i) Tanggal panen dan perkiraan daya tanah. 021 316 9166~69. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga.go. M. Ujung tangkai bunga diberi kapas yang dibasahi dengan larutan pengawet kemudian ditutup plastik. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat.id . jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 9. Jumlah bunga dalam tiap kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar. e) Jumlah bunga dalam kemasan. Fax. Untuk pasar jarak jauh. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 10. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. f) Berat kotor. 11. c) Contoh yang partai 101–300. bunga gladiol boleh tidak dikemas. a) Produksi Indonesia. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.

15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. 021 316 9166~69.ristek.H. Fax. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

DAFTAR PUSTAKA 1) Rosa Widyawan. Jl. Jakarta.id . 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. Gladiol.. 1995 Jakarta. F.go. Agribisnis Tanaman Hias. 021 316 1952. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI). BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.ristek. 2) Rahardi. Balai Penelitian Tanaman Hias (Badan Penelitian dan Pengembangan). 1994. http://www.. Penebar Swadaya.H. Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. dan Sriwahyuni. Bunga Potong (Tinjauan Literatur). 1993 3) Agus Muharan dkk. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

ristek. 021 316 9166~69. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber. tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus.go. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. Jl. Fax. 2. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian. Afrika Utara dan Rusia. Berawal dari kedua penemu tersebut. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GERBERA / HEBRAS ( Gerbera jamensonii ) 1. SEJARAH SINGKAT Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tidak berbatang. M.id . http://www. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Famili : Compositae/Asteraceae Genus : Gerbera Hal. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu: a) Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah. Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi. 021 316 1952. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yang berwarna merah. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Bandungan (Jateng). MANFAAT TANAMAN Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu. 2) Daerah yang paling baik adalah daerah yang beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13. Fax. Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand. Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C. Jl. Iklim 1) Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Orange Jaffa (oranye cerah). c) Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dari bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yang berbunga dominan merah. Barus Jahe.900-2. Batu dan Pujon (Malang Jatim). b) Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dari satu. 3. SENTRA PENANAMAN Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe. Lembang dan Sukabumi (Jabar). sabun dan kosmetik. M. Varitas yang ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah). Brastagi). dengan ukuran yang lebih besar dari ke tiga jenis di atas. 021 316 9166~69. Cipanas.go. kuning dan merah jambu.ristek.id . dan Simpang Empat (Sumatra Utara. perkecambahan benih akan terganggu.800 mm/tahun. d) Jenis gerbera yang dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda.7-18 derajat C dan maksimum 19.1. http://www. Jika melebihi 35 derajat C. 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Spesies : Gerbera jamensonii Dari keragaman bentuk bunga. Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. Ventury (oranye tua). kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan. 5.5-30 derajat C.H.

http://www. 021 316 9166~69.ristek.go.id . Jl. 2/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.H.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya hebras berkisar 5. 3/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. Bibit anakan didapatkan dari rumpun tanaman gerbera yang anakannya banyak. PEDOMAN BUDIDAYA 6. induknya produktif berbunga.ristek. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80.H.id . Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yang tinggi dan berpenampilan bernas. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5-6. Penyemaian dapat dilakukan pada bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yang berdiameter cukup besar. 6.000-90.go.0.400 m dpl. Jika bibit dibeli dari toko. 021 316 1952. Ketinggian Tempat Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 560-1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan. perhatikan tanggal kadaluarsanya. Bibit yang didapat dari kultur jaringan yaitu mata tunas yang diambil dari jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yang mengandung bahan sterilisasi Hal.2. subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus.3.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dari pohon atau batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis yang unggul. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir. Fax. 021 316 9166~69. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dari matahari langsung. 2) Penyiapan Benih Benih yang berasal dari biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan. tumbuhnya normal. Jl. sehat dan berasal dari tanaman jenis unggul.1.

H.go. Larutan pupuk terdiri dari 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter. Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0. http://www. 021 316 1952. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. Pada saat umur bibit mencapai 21 hari. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian bilas dengan air aquades steril 5 X. di sore hari sungkup diangkat. Medium dibuat padat dengan Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7. Jl. kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %. Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dengan komposisi media yang sama dengan persemaian benih. Lalu isikan media semai 90 %.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. Penjarangan setelah umur 5-6 minggu.1 N. c) Penyemaian dengan anakan Tanaman atau bibit anakan yang sudah dibersihkan dari tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yaitu Clorax 30 %. Setelah 5-7 hari. Seusai sterilisasi dengan Clorax segera disterilisasi ulang dengan HgCL2 20 % selama 5 menit. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5. Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. b) Penyemaian secara kultur jaringan Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter. pada umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk. 021 316 9166~69. pasir dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1:1. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar. sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran. sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari. sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang.5 mg/liter. Tiap bagian minimal satu anakan. M. Lakukan sterilisasi selama 20 menit. Siapkan media semai berupa campuran tanah yang subur halus. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai. Dari 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari.5 gram/liter. Fax.ristek. Bibit yang dari anakan dipisahkan dari rumpun gerbera yang sudah dibersihkan dari tanah. akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dengan jarak 5 X 10 Cm. Tanamkan mata tunas lateral. Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Semaikan benih gerbera secara merata.id . 3) Teknik Penyemaian Benih a) Penyemaian di bak persemaian Pilihlah lokasi tempat semai yang mendapat sinar matahari pagi atau di dalam 2 suatu ruangan yang mendapat cahaya buatan 40 watt/m .

Jl. 4/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek.go. http://www. 021 316 9166~69.

sedangkan bibit yang dari anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat . Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya. tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 4060 cm. 021 316 9166~69. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dengan tinggi sisi timur dan barat yang sama dengan naungan 1 bedengan. Fax. 021 316 1952. 3) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan selebar 60-80 cm. Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat.2. bersihkan dari gulma.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian dicampur dengan tanah sambil dibalikkan. 4) Pengapuran Pada tanah yang kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit. Biarkan tanah selama 10-15 hari. 5) Pemupukan Pada saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yang disebar merata. Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga.ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Pemindahan Bibit Bibit yang berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan teknik yang sama dengan persiapan di atas. http://www. Jl. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tentukan lahan yang strategis dan serasi. 6. kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. M. kalsit. Bibit yang berasal dari kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar. Naungi dengan plastik bening.go. Pemberian pupuk kandang dapat pula dengan cara per lubang tanam rata-rata 2 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m luas lahan. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman. atau Zeagro.

5/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H. 021 316 9166~69.id . Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl. M. http://www.go.

http://www.ristek. 6. sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dengan ukuran dan umurnya. Isi dasar polybag dengan selapis pecahan bata merah/sekam. M.00 atau sore antara 15. sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg. Jenis pupuk yang dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya.go. Siapkan polybag berdiameter 15.H. lalu diisi dengan media sampai 90 %. 6.00. 2) Cara Penanaman Basahi lubang tanam sampai lembab. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.3. Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dengan periode 1 kali dalam sebulan. Waktu yang terbaik di pagi hari antara jam 06. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur. Siramlah bedengan sampai cukup basah. Pupuk dasar berupa NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pada saat tanam. tanamkan bibit secara tegak ditengahtengah lubang tanam. 021 316 1952. Fax.4. 3) Perempalan Perempalan dilakukan untuk membuang mengering maupun yang terserang penyakit. 20. Cara pemberiannya dengan cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. . Periode penyulaman sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam. 2) Penyiangan Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dari gulma dan sambil menggemburkan tanah. pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1). 021 316 9166~69.00-09. 4) Pemupukan Dilakukan secara rutin sebulan sekali. Waktu penyulaman yang baik pagi/sore hari .id tunas/cabang yang sudah tua.00-17. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Jika ada tanaman yang mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dengan tanaman yang baik pada lubang yang sama. Penyiangan dilakukan pada 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam.

Jl. M. 021 316 9166~69.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek.H. 6/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.go.

). Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yang terkena penyakit. Ciri dan Umur Panen Bunga gerbera yang siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. terbentuk bulat/tidak beraturan. http://www. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dari biji. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. 2) Kapang kelabu/grey Mould Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr. 7.5 EC atau Agrimec 18 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dengan fungisida seperti Dithane M-45.go. 021 316 9166~69. Jl.id . HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang. 021 316 1952. 5) Pengairan dan Penyiraman. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.bercak berwarna coklat. Gejala: timbul busuk bunga.ristek.H. 8.1.1. Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali. atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran. Hama 1) Ulat daun dan belalang Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis 2.2. 3) Penyakit tepung Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC). Gejala: timbul bercak. hingga kusut dan diliputi kapang yang berwarna kelabu. M. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas). daun mengering dan gugur. Fax. PANEN 8. Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung.

H. Fax.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. M. 021 316 9166~69. Jl. 7/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

3. Ikat tangkai bunga dengan karet/tali lentur.Rp.000. 021 316 1952.000 m selama 1 tahun 2.2. 3. 150.000 tanaman 4. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut.Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Penyortiran dan Penggolongan Sortasi dilakukan pada tangkai bunga yang ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri. PASCAPANEN 9. 1) Biaya produksi 2 1. 9.800. Pengumpulan Setelah bunga gerbera dipanen.1.000. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan budidaya bunga gerbera seluas 1.000 m yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. 021 316 9166~69.000. 2. 9. M.Bibit anakan 10. 2. dimasukkan ke dalam ember berisi air.000. Perkiraan Produksi Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul.000. Sewa lahan 1. Bibit . Jl.Rp. Rp.000.ristek. 10. tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun. Pupuk . 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.go.2.H.400.. Kemudian disimpan di tempat yang teduh untuk melakukan sortasi. Fax. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan.. 100.NPK 400 kg @ Rp.Pupuk daun dan bunga Rp.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.1.500.Pupuk kandang 2. Pengemasan dan Pengangkutan Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dengan kapas untuk mempertahankan kesegaran. Rp.000 kg @ Rp. 200. Bangunan dengan naungan 3.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.

8/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id . Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952.H. http://www. Fax.

ristek.go. 200.000.- = 1.000.3) Keuntungan per bulan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000. sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland berharga Rp. 10 bunga/th. 425.Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 6.1.Rp. 021 316 9166~69.Pemeliharan tanaman 1 tahun 50 HKW + 5 HKP .H. STANDAR PRODUKSI 11.500. 37. sabun dan kosmetik.000.2. Deskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 15. 10.000.Rp. 11. syarat mutu.000 tangkai. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 8.2.000.Rp. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia mengklasifikasikan tanaman hias gerbera adalah tanaman introduksi dari luar negri.. 10.Penanaman 5 HKW .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.950. Tenaga kerja . 200. Tanaman ini juga dapat menjadi komoditas ekspor. Namun apabila tanaman hias gerbera berkembang baik di Indonesia pasti akan dapat menjadi komoditas potensial/komoditas utama.x Rp. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi . 12 tangkai Gerbera berbunga dua lapis (introduksi luar negeri) yang sudah banyak dibudidayakan berharga Rp.Rp.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Harga satu kuntum bunga gerbera termasuk mahal. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.Pembuatan bangunan naungan 20 HKP . 11. Fax. 573.000. 200. bahan baku industri minyak wangi.Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP .500. Hal ini dapat dilihat dengan dominannya bunga ini di dalam rangkaian bunga. http://www.Rp. cara uji.200. selain sebagai bunga potong.000.di tingkat petani.Rp. Jl.di tingkat petani..000. 1. Rp. syarat penandaan dan pengemasan. cara pengambilan contoh.756 Di Indonesia tanaman hias gerbera belum berkembang pesat sebagai komoditas komersial.000. 021 316 1952.id . HKW Hari kerja wanita.112. Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera dapat diandalkan karena peminatnya di dalam negeri semakin banyak. Rasio output/input Keterangan: HKP Hari kerja pria. M.16. 9.

go. M. Jl. http://www.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. 9/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

diambil satu tangkai. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5.4.H. 11. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Tempat perendaman bersuhu udara dingin yaitu sekitar 14-25 derajat C selama 4 jam.5. Jl. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Fax. 021 316 1952. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. 11. http://www. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastik dengan posisi tegak. Klasifikasi Standar dan Mutu Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. M.id .go. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.3. 021 316 9166~69. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gerbera yang terdiri atas maksimum 1.ristek. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9.000 kemasan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. Pengemasan Ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga kecuali kuntum bunga bagian atas. Pangkal tangkai bunga diremdam dalam larutan pengawet misalnya larutan gula 6%. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai.

021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax.H.go. 021 316 1952. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek.id . 10/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Yogyakarta. 021 316 1952. 2) Bonus Trubus No. 327. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. 1995. Penerbit Kanisius. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.id . Gerbera.ristek. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 11/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 1994. Fax. 3) Trubus No. Ir.H. 293. 021 316 9166~69. Bunga-bunga Pot Populer. Jakarta. 1997. http://www..go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L. SEJARAH SINGKAT Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. 2. 021 316 1952. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. ) 1. a) Menurut umur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG ( Zea mays L.ristek. M. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. 021 316 9166~69.go. dibagi menjadi 3 golongan: Hal. Fax. http://www. Jl.

021 316 1952. jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi. Malin. Arjuna. Hibrida Pioneer 2. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. Wiyasa. Bastar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Jl. Flint Corn 3. Bima dan Harapan. Hibrida CP 1 dan CPI 2. Pod Corn 7. Hibrida IPB 4. Malin. 2. sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: a) Batang dan daun muda: pakan ternak b) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos c) Batang dan daun kering: kayu bakar d) Batang jagung: lanjaran (turus) e) Batang jagung: pulp (bahan kertas) f) Buah jagung muda (putren. sambel goreng Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bastar Kuning. 3. Genjah Kertas. Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1). Bima. Harapan. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari.Metro dan Pandu. Dent Corn 2. Abimanyu dan Arjuna. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia. contoh: Genjah Warangan. contoh: Hibrida C 1. Hibrida IPB 4. Metro.ristek. M. Pop Corn 5. Harapan Baru. b) Menurut bentuk biji. Di Daerah Madura. 3. yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Fax. Kania Putih. dibagi menjadi 7 golongan: 1. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu. Nakula. Tanaman jagung banyak sekali gunanya. MANFAAT TANAMAN Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Bromo. Kuning. bakwan. Sadewa. tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Kalingga. bergedel. Berumur panjang: lebih dari 120 hari. Permadi.id . Flour Corn 6. jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari. Jw): sayuran. Bogor Composite-2. Pandu. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua. umur pendek. contoh: Kania Putih. jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. 021 316 9166~69.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Genjah Kertas. Parikesit. Di Indonesia. http://www. Sweet Corn 4.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. M. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.

Yogyakarta. Iklim a) Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. b) Pada lahan yang tidak beririgasi. Nusa Tenggara Timur. marning. pakan ternak. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www. Tanaman jagung yang ternaungi. Fax. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. brondong. 021 316 9166~69. roti jagung. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. bahan baku industri bir. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura. Madura. Sulawesi Utara. daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. bihun. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan. 5. dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. e) Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan. jagung menghendaki beberapa persyaratan. c) Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya. dan Maluku.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Biji jagung tua: pengganti nasi. D.id . industri textil. bahan campuran kopi bubuk. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. 021 316 1952. dan menjelang musim kemarau.go. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. Sulawesi Selatan. industri farmasi.I. akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. tepung. 4. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat. Hal. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. Jawa Timur.ristek. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya. Jawa Barat. 5. SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. biskuit.1.H. kue kering. pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. perekat. d) Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C. dextrin.

6 . http://www. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1. tidak tercemar hama dan penyakit). tanah berpasir.H. tidak tercampur benih/varietas lain. Hibrida C 2.7. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Media Tanam a) Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus.2. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar. 5. Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl.go. Pioneer 2. Baster Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih. karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. IPB 4. d) Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung.ristek. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Arjuna. grumosol.3. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi. CPI-1.5. Wiyasa. Jl. 021 316 9166~69. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung. M. b) Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi).1. subur dan kaya humus. tidak mengandung kotoran. Hibrida Pioneer 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemurnian benih dan daya tumbuh benih. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5. latosol. 6. Fax. Kaliangga. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %. Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. baik mutu genetik. c) Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. 021 316 1952. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. b) Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. fisik maupun fisiologinya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.id .

H.id . 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952. http://www. Fax. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.ristek.

diambil yang tongkolnya besar. Permadi.2. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar. C-3. Dari tongkol yang sudah kering. Selain itu. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama. kemudian diratakan. 3) Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam. Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Harapan. Kania Putih. sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G. sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kuning.go. dan tidak terserang oleh hama penyakit. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. 2) Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Dari tanaman terpilih. Parikesit. Jl. barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot. P-4. Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida). Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. BISI-1. drainase dan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki. 021 316 1952. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis. Sadewa. Fax. jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2. 6. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. P-3. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%. diambil biji bagian tengah sebagai benih. jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. BISI-2. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm. Melalui pengolahan tanah. Pengolahan Media Tanam Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah.ristek. Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. Metro.id . http://www. terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Bogor Composite. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. 021 316 9166~69. P-5. Nakula.H. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bima. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih.

ristek. sekitar 1 bulan sebelum tanam. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat. Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Jl. hama dan penyakit. 5) Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. 021 316 1952. tanaman. c) Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari. 4) Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman. http://www. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman. biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Fax. tanah harus dikapur. 3) Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah. tanah. b) Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. M. TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha. kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha. 6.3. abunya dikembalikan ke dalam tanah. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: a) Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam.id . keteknikan dan sosial ekonomi).H. setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek.H. Jl.id . 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.

2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). Contoh: jagung muda.H. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. setiap lubang ditanam dua tanaman. semua tercampur jadi satu Lahan efisien. http://www. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: a) Tumpang sari (Intercropping). semakin panjang umurnya. 1 orang memasukkan benih. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm. tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. Jl. 021 316 9166~69. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. 021 316 1952. Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). Apabila tanah kering. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang. Fax. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang sepenuhnya tergantung dari hujan. Kedalaman lubang tanam yaitu antara 35 cm. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. ubi kayu. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). kacang tanah. perlu diairi dahulu. M.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ketela pohon. kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. padi gogo. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Contoh: jagung disisipkan kacang tanah. kedelai.id . 3) Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejak penanaman. ubi kayu. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). Contoh: tanaman campuran seperti jagung. tumpang sari beda umur seperti jagung. melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). b) Tumpang gilir (Multiple Cropping). Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. benih jagung ini dapat ditanam. d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. padi gogo. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya.

H. 021 316 1952.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek. Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69.

Fax. Untuk efisiensi tenaga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. http://www. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil. ditanam pada akhir musim hujan. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. 021 316 1952. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Pemeliharaan 1) Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. bila dikehendaki 1 tanaman per lubang. garpu dan sebagainya.ristek. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu. 021 316 9166~69. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan.H.4. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang. 3) Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang. Di sawah tadah hujan. maka tanaman tersebut harus dikurangi. sehingga tanaman tidak mudah rebah. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan.id . dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. 4) Lain-lain Di lahan sawah irigasi. Caranya. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. kemudian ditimbun di barisan tanaman. bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang. bersamaan dengan waktu pemupukan. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. M. tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menutup lubang). 2) Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. 6. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1.go. Jl.

Fax. 021 316 9166~69.id . Jl. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

dan panjang lalat 3-3. dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. warna telur putih mutiara. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang. (3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. 4) Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg.ristek. (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan. di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan.5 mm. Jl. Namun menjelang tanaman berbunga. terutama setelah selesai panen jagung. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam.1. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. warna punggung kuning kehijauan dab bergaris.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan. Hama a) Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan. Pada tahap pertama (pupuk dasar). 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (4) pengendalian secara kimiawi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. agar hama tidak menyebar.id . M. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit. 7. dilakukan penyiraman secukupnya. akhirnya tanaman menjadi layu. 021 316 1952. pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg. Pada tahap kedua (pupuk susulan I). pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar. Fax. kecuali bila tanah telah lembab. 021 316 9166~69. warna perut coklat kekuningan. sehingga perlakuan ini akan lebih efisien. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II). 5) Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam. HAMA DAN PENYAKIT 7.go. http://www.H.

http://www. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. M. Fax. 021 316 9166~69.ristek.H.

021 316 1952. 7.H. bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. c) Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Underw. daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun. dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). b) Penyakit bercak daun (Leaf bligh) Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum.id . penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis). penanaman varietas unggul. Hostathion 40 EC. Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. disemprot terlebih dahulu dengan insektisida. spora javanica serta P. (3) pada tanaman dewasa. 021 316 9166~69. b) Ulat pemotong Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya.ristek. (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang. warna menguning. tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC. akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. bisa juga dilakukan pergiliran tanaman. Jl.go. Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. kaku dan pertumbuhan batang terhambat. Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas. (2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. (3) sebelum lahan ditanami jagung. (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan. tongkol berubah bentuk dan isi. kemudian dimusnahkan. (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu. kemudian berubah menjadi coklat tua. ipsilon). M. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. (A. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat. terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab. kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan. Difolatan 4 F. Larvin 74 WP. Spodoptera litura. semula bercak tampak basah. (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP. Marshal 25 ST. spora philippinensis. daun runcing dan kecil. Penyakit a) Penyakit bulai (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan.

go. 021 316 1952. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang Hal. Fax.id . 021 316 9166~69.H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

masak tua dan masak kering/masak mati. PANEN Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis. biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam. dipanen ketika matang susu. 8. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau. pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi. (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar. 021 316 9166~69.H. keras. dilakukan pergiliran tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda. (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit. Seperti pada tanaman padi. M. tergantung dari tujuan panen. masak lunak. 8. perlakuan benih. 021 316 1952. (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol. dan bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung. d) Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda. (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Uredo maydis DC. Uredo zeae Schw. Jagung untuk direbus dan dibakar. baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. e) Penyakit busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw). Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall).id . Ustilago zeae (Schw) Ung. Fax. c) Biji kering. dan mengkilat.ristek. kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu.go. apabila ditekan tidak membekas. Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. Jl. Gibberella moniliforme.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berwarna kuning kecoklatan. mengatur jarak tanam.1. (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul. Gibberella fujikuroi (Schw).

go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax.H.id . M. http://www.ristek.

Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga.2. 8.4. 021 316 1952. kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas. pakan ternak. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Walaupun potensi hasil cukup tinggi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat. Prakiraan Produksi Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya. terutama bila dipipil dengan alat.ristek.go. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung. butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah. tidak harus menunggu sampai biji masak. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bila biji dipijit dengan kuku. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. http://www. tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus. Jl. maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. Hal. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan. 021 316 9166~69. PASCAPANEN Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung). 8. 8.3. Jagung untuk keperluan sayur. tidak meninggalkan bekas. atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. baru memberikan hasil 17 ton/ha. 9. Fax. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani.H. benih.

http://www. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari.id .ristek. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. kelobot segera dikupas. Penyortiran dan Penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol.2. Pengeringan Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol. maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. terutama pada musim hujan. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung. Penjemuran dapat dilakukan di lantai. Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia. biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatan.4. biji pecah. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan Hal. Pengupasan Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43 derajat C. sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar. M. sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %. 9. Fax. 021 316 9166~69. 9. Jagung melekat pada tongkolnya. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan.go. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9–11 %. Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan. begitu selesai dipanen. Jl. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. Pada dasarnya “memipil” jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah. 9. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan. biji kecil. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin.3. 021 316 1952. biji hampa. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Pemipilan Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil.H. biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya.

375.100.@ Rp.300.000..450.500.Rp.000.H.Penanaman: 20 OH @ Rp.- Rp.000.Rp.5. Rasio B/C 10.500 kg.id .Rp.650.000. 50. Tenaga kerja .000. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Rp. Sewa 1 hektar per musim tanam 2..500. 1. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi.2. 1. Rp. M.500.Insektisida: 2 liter @ Rp.Rp. Pupuk .000. Fax. 021 316 9166~69. jenis jagung Hibrida C1 pada tahun 1999 per musim tanam (3 bulan) di daerah Jawa Barat: a) Biaya produksi 1..3. Pestisida .000.500.SP 36: 100 kg @ Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.4.Rp.- = 1.go. 200. Rp.Pemupukan: 20 OH @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10.ristek. Gambaran Peluang Agribisnis Berdasarkan statistik yang ada permintaan produk jagung nasional belum dapat memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.Urea: 300 kg @ Rp. Rp.. 200. 021 316 1952.697.000.000. 150.c) Keuntungan bersih d) Parameter kelayakan usaha 1.82.900.000.000.1. Rp. 10.000.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN jagung dari campuran kotoran. 15. Rp. 100.575.Penyiangan dan pembumbunan (borongan) .000.190. Bibit: benih jagung 20 kg @ Rp. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dengan luas lahan penanaman 1 ha. 877.000.Rp.Pemeliharaan lain 6.KCl: 50 kg @ Rp. 3.Rp. akan mendapatkan hasil yang baik. 2. 50.000.325 Hal.000.1. Panen 7. 450. http://www.000. 650.Rp. Biaya lain-lain Jumlah biaya produksi b) Pendapatan: 5. 10.Pengolahan lahan . 50. Impor jagung jumlahnya sudah cukup besar terutama dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak yang sedang berkembang dewasa ini.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 2. mutu III=15. mutu II=1. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 % Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Penentuan adanya rusak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu III=3. mutu II=14.2. Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. Diskripsi Standar mutu jagung di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-03920-1995.H. mutu IV=17. Dalam perdagangan internasional. cara pengambilan contoh. mutu II=3. M. mutu III=2. mutu IV=8. Butir pecah maksimum (%): mutu I=1. 3. Ruang Lingkup Standar produksi tanaman jagung meliputi: standar klasifikasi. 4. Jl. mutu II=2. Persentase butir-butir warna lain. 2. pengemasan dan rekomondasi. 11. jagung kering dibedakan menjadi jagung kuning (bila sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning). 021 316 1952.id . butir pecah. b) Syarat Khusus 1. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. Butir rusak maksimum (%): mutu I=2. 11.1. Bebas dari bahan kimia. butir warna lain. syarat penandaan. http://www. atau bau asing lainnya. mutu III=7. Memiliki suhu normal. seperti: insektisida dan fungisida. mutu IV=2. 3. cara uji. STANDAR PRODUKSI 11. mutu III=6. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. asam. a) Syarat Umum 1. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1.go. mutu II=4. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. Bebas hama dan penyakit. mutu IV=3. komoditi jagung kering dibagi dalam 2 nomor HS dan SITC berdasarkan penggunaannya yaitu jagung benih dan non benih. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan warnanya. 5. 4. jagung putih (bila sekurangkurangnya bijinya berwarna putih) dan jagung campuran yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut. butir rusak. mutu IV=10. Fax. Bebas bau busuk.3. 021 316 9166~69. syarat mutu.

H. M. http://www. Jl. Fax. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

d) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1988). (1998). Teknik Bercocok Tanam Jagung. Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus. d) Nama perusahaan/pengekspor. berat netto maksimum 75 kg.go. Bogor. berat contoh analisa 100 gram. f) Berat netto. 021 316 9166~69. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. (1988). Budidaya Kedelai dan Jagung.H. Kanisius. 021 316 1952.15). e) Berat bruto. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jagung Bogor. h) Tujuan. b) Daerah asal produksi. Departemen Pertanian. M. Teknologi Benih Jagung. c) Capricorn Indo Consult. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. 11. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. c) Nama dan mutu barang. Yogyakarta. g) Nomor karung. b) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (1998).id .4. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produce of Indonesia. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. 12.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic atau “Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. (1993). 11. Palangkaraya.ristek. Sania. Fax. http://www. dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. Studi Tentang Agroindustri & Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian e) Saenong. Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah.5 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.H.ristek. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 9166~69. Jl. Yogo Sulaeman. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Sutoro. Budidaya Jagung Hibrida. (1988). 021 316 1952.ristek. http://www. Kanisius. Yogyakarta. Proyek PEMD. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Bogor.go. Iskandar. Jakarta. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. g) Warisno (1998).

17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952. http://www.H.ristek.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax. M.

Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. URAIAN TANAMAN 2. beeuing (Gayo). jahe (Sunda). bumbu masak dan obat-obatan tradisional. kunyit (Curcuma domestic a). jahi (Lampung). Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). bahing (Batak Karo). kencur (Kaempferia galanga). sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha). lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. dsb. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh). sipodeh (Minangkabau). jae (Jawa dan Bali).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : . 2. SEJARAH SINGKAT Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. jhai (Madura).JAHE ( Zingiber Officinale ) 1. temu hitam (Curcuma aeruginosa). geraka (Ternate). melito (Gorontalo).

2 Deskripsi : Zingiber .Zingiber Species officinale 2.

rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.3 Tanaman Jenis Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran. lebar 1 – 1. sangat tajam . panjang 15 – 23 mm. panjang 12 – 15 mm . atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya. letaknya berdekatan atau rapat. hampir tidak berbulu.5 cm.5 mm.5 – 5 cm. panjang 2. 5 – 10 mm. baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. sehingga rasanya lebih pedas. mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. tangkai putik 2 2. berbintik-bintik berwarna putih kekuningan. 2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil. panjang malai 3. dan tidak berbulu. helainya agak sempit. bentuk lidah daun memanjang. sama seperti jahe kecil. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik. lebar 1. panjang 1.75 cm . jahe merah selalu dipanen setelah tua. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah. panjang sisik 3 – 5 cm. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. sehingga cocok untuk ramuan obatobatan. agak rata sampai agak sedikit menggembung. gela p.5 cm. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua.5 – 2. bibir berwarna ungu. lebar 3 – 3. MANFAAT . dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil. yaitu : 1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk. berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit. Daun sempit.Terna berbatang semu. tidak berbulu.5 – 1. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah. berbentuk tajam. berwarna kuning kehijauan. ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya.75 cm . bundar pada ujungnya. 2. seludang agak berbulu. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan.5 mm. 3. Umumnya dikenal 3 varietas jahe. kepala sari berwarna ungu. berbentuk lanset. rahis berbulu jarang . lebar 8 – 15 mm . berwarna hijau cerah. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua. panjang 2 – 4 mm . bentuk dan warna rimpangnya. 3) Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. panjang 9 mm . tangkai daun berbulu. disamping seratnya tinggi. gagang bunga hampir tidak berbulu. panjang 7. panjang 25 cm. tinggi 30 cm sampai 1 m.75 – 3 kali lebarnya.

kembang gula dan berbagai . biskuit. pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. kue.TANAMAN Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak.

lalap. gembur dan banyak mengandung humus. campuran sosis dan lain-lain. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol. Mesir. industri jamu tradisional. serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. 2) Pada umur 2. anti pengerasan pembuluh darah. yaitu antara 2. 3) Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara o 20-35 C. anti rematik. Nigeria. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat. 2) Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir.5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. sekoteng dan sirup. 3) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) . 5. Cina. India. minyak wangi. 4. Iklim 1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi. bandrek. Pakistan. Indonesia. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia. Jamaika. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. diolah menjadi asinan jahe. 5. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. anti mikroba dan parasit.1. peluruh keringat. Tanam 1) Media Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar. yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia. sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar. Srilangka.500-4. anti muntah.2. ditanam di kebun dan di pekarangan. Meksiko. Yunani. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. SENTRA PENANAMAN Terdapat di seluruh Indonesia. anti inflamasi. Jepang. es krim. SYARAT PERTUMBUHAN 5. jahe bubuk dan awetan jahe. kering. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut).000 mm/tahun. anti piretik. liat berpasir dan tanah laterik. pereda kejang. dibuat acar.minuman.

000 m dpl. Tempat Ketinggian baik di daerah tropis dan subtropis dengan 1) Jahe tumbuh ketinggian 02.8-7.0.3-7. 5.3.sekitar 4. .4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6.

Penyemaian pada peti kayu Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering). b. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). demikian seterusnya. dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Setelah 2-4 minggu lagi. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 910 bulan). Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik. 2) Teknik Penyemaian Bibit Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang. kemudian disimpan sekitar 1-1. lalu dicelupka n dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. a. 6. b. Penyemaian pada bedengan Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami. bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. c. bibit jahe tersebut sudah disemai. kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi.5 bulan. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. dan mutu fisik. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari.2) Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. PEDOMAN BUDIDAYA 6. demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut.1.600 m dpl. mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi). Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan .

. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. biasanya rimpang sudah bertunas. Setelah 2 minggu.fungisida.

Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. c. lebar 80-100 cm. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp.2. sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. a. sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur.syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe.5002.8 ton/ha. 4) Pengapuran Pada tanah dengan pH rendah. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu. Bila keasaman tanah yang ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat. barulah ditanam. 3) Penyiapan Bibit Sebelum ditanam. mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gasgas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. merangsang pembentukan bulu-bulu akar. b. 6.500 kg.Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 4060 gram. maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur.5 ton/ha. 3) Pembentukan Bedengan Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air. . 2) Pembukaan Lahan Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1. sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam. bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0.

6.3. Teknik Penanaman .

2) Penyiangan Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. sebaiknya tidak perlu dilakukan . Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Sekitar 2-3 minggu setelah tanam. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). b. cabe rawit. Praktek di lapangan.4.1) Penentuan Pola Tanaman Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional. karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga. c. Namun di daerah. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: a. 2) Pembutan Lubang Tanam Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek. bibit 4) Perioda Tanam Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. 6.sayuran. ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur. d. bawang merah. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija. seperti jagung. Meningkatkan produktivitas lahan. kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya. seperti ketimun.5 cm untuk menanam bibit. maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar. Menekan biaya kerja. hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang mati. 3) Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. buncis dan lain-lain. seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan. karena kondisi air tanah yang buruk.

lagi.penyiangan besar. sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai .

3) Pembubunan Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan. 4) Pemupukan a. Pemupukan Organik Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan. b. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk

diberikan tanaman tanaman

dengan ditebarkan secara merata di sekitar atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela

5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September; 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitaminvitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah: 1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. 2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. 3) Kumbang. 7.2. Penyakit 1) Penyakit layu bakeri Gejala : Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. Pengendalia n:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terkena penyakit;  pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik;  pengendalian fungisida dithane M -45 (0,25%), Bavistin (0,25%) 2) Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya.

Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. Gejala : Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati. Pengendalia n:

 penggunaan bibit yang sehat;  penerapan pola tanam yang baik;  penggunaan fungisida. 3) Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala : Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik -bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalia n: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas. 7.3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya. 7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 6) Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

1)

Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

8. PANEN
8.1. Ciri Panen dan Umur

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih. 8.2. Panen Cara

Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.

Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar. 8.3. Panen Periode

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya. 8.4. Perkiraan Panen Hasil

Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

9. PASCAPANEN
9.1. Penyortiran Pencucian Basah dan

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. 9.2. Perajangan Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. 9.3. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan

selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C - 60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9.4. Kering. Penyortiran

o

o

Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.5. Pengemasan Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya. 9.6. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

10.ANALISIS TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya

EKONOMI
Usaha

BUDIDAYA

Perkiraan analisis usaha budidaya jahe seluas 1 ha; yang dilakukan petani pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1) Biaya produksi 2) Bibit: 2.000 bh @ Rp. Rp. 3.400.000 ,b. 1.700,- = Pupuk  Pupuk buatan: Urea 165 kg @ Rp. 1.100, = Rp. 181.500, TSP 160 kg @ Rp. 1800,- = Rp. 288.000, KCl 160 kg @ Rp. 1.600,- = Rp. 256.000, Rp. 750.000,  Pupuk kandang 3.000 kg @ Rp. 150,= c. Obat 20 kg @ Rp. 15.000, Rp. 300.000, d. Alat Rp. 180.000,

e. Bahan (mulsa) 20.000 m @ Rp. 150,f. Tenaga kerja 200 OH g. Biaya Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. Rp. Rp.

3.000.000 ,2.000.000 1.000.000 ,,- 11.355.500,Rp.

2) Penerimaan: 10.000 bh @ 1.500,-= 15.000.000,3) Keuntungan usaha tani 3.644.500,4) Parameter kelayakan usaha a. B/C rasio = 1,321 10.2. Gambaran Agribisnis Peluang

Rp. Rp.

Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap oleh kebutuhan dalam negeri. Dilihat dari segi harga, dari tahun 1991 hingga saat ini fluktuasi harga jahe basah maupun kering boleh dikatakan stabil. Dilihat dari segi permintaan, stabilitas harga serta produksi jahe dalam negeri prosepek agrobisnis jahe sangat cerah.

11.STANDAR PRODUKSI
11.1. Lingkup Ruang

Standar meliputi jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan. 11.2. ipsi Deskr

Standar mutu jahe di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI– 01–3179– 1992. 11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III. 1) Syarat umum a. Kesegaran jahe: segar b. Rimpang bertunas: tidak ada c. Kenampakan irisan melintang: cerah c. Bentuk rimpang: utuh d. Serangga hidup: bebas 2) Syarat

Khusus a. Ukuran berat: mutu I > 250 gram/rimpang; mutu II 150-249 gram/rimpang; mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%. b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0 %; mutu II=0 %;

mutu III<10 %. c. Benda asing: mutu I=0 %; mutu II=0 %; mutu III<3 % d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0%; mutu II=0%; mutu III <10% Untuk mendapatka n jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi: 1) Penentuan benda-benda asing Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan yang diuji. 2) Penentuan kadar serat Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik 105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kirakira 1 jam dengan menggunakan sebuah alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan. Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas

kemudian dengan kira-kira Keringkanlah Krus Gooch dan

15

ml

etil

alkohol

95%.

isinya pada 105 + 1 derajat C dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah. 3) Penentuan kadar minyak a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35– 40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih. b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah batu didih. c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya. Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersama-sama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung. 11.4. Contoh Pengambilan

1) Pengambilan contoh Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5. b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil adalah 7 c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil adalah 9 d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil adalah 10 e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15. Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. 2) Petugas pengambil

contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Jahe segar disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli

12.DAFTAR PUSTAKA
1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal. 2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal. 3) Anonim, Mengenal Budidaya Jahe dan Prospek Jahe, Koperasi Daar El- Kutub, Jakarta, 1999 4) ----------, Ekspor Jahe Terbentur Musim, Info Agribisnis Trubus, Nomor. 335 Hal. 32, Juni 1999 5) ----------, Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kanisius, Yogyakarta, 1999 6) Paimin, FB. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe, Penebar

HB. A. Yogyakarta. Jakarta. Jakarta. Murhananto.Swadaya. 199 5 8) Santoso. Pustaka Sinar Harapan. Penebar Swadaya. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI. S.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen. Jahe dan Hasil Olahanny a. Jakarta.B. Jahe Gajah. Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe. 1998. 1999 10) Paimin F. Kanisius. KEMBALI KE MENU . 1999 7) Koswara. Jakarta.. 1994 9) Yoganingrum.

JENIS TANAMAN Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Hal. tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah. 2. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia. 021 316 1952.id . Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Fax. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan. Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU AIR ( Eugenia aquea Burm ) 1. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.go.H. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik.ristek.

Lilin (super manis). 4.H. dan Manalagi (tanpa biji). Baron. Mawar (jambu Keraton). tetapi dapat juga dibuat puree. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C. SYARAT TUMBUH 5. Jl. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Kaget. tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya. Cirebon. Garut. Cianjur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat. yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih). Kancing. Jawa Barat. Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang. Tangerang. Bogor. MANFAAT TANAMAN Pada umumnya jambu air dimakan segar. M. Lonceng (super lebat). Sukabumi. 021 316 9166~69. SENTRA PENANAMAN Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. http://www. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga. Bandung.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : Dycotyledoneae Myrtales Myrtaceae Syzygium Eugenia aquea Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam. jeli. Buah jambu air masak yang manis rasanya. Madura.ristek. 5. Kabupaten Karawang. Rujak. selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Sukaluyu. Iklim 1) Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan). sirop.go. 3. 021 316 1952. Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Neem. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu. Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang. jam/berbentuk awetan lainnya. Hal.

3. 4) Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar. 021 316 9166~69. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %. M. Selain lebih mudah dilakukan.5.1. yang besarnya normal dan mulus. 2) Persiapan Benih a. http://www. 5.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan. Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. 4) Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C. 3) Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 050 cm. maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis. 3) Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. 5) Kelembaban udara antara 50-80 %. Dengan kondisi tersebut. Biji berasal dari buah masak pohon. produktif dan produksi stabil. gembur.go.id . Media Tanam 1) Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3. dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun. 5. Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1. 021 316 1952. Pembibitan 1) Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul.2. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar. berumur lebih dari 15 tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5–7. banyak mengandung bahan organik. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5. Jl.ristek. ukuran seragam. 50-150 cm dan 150-200 cm. PEDOMAN BUDIDAYA 6.000 m dpl.H. cara ini lebih cepat menghasilkan buah. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bernas dan tidak cacat. 6.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. M.id .

2. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Campurkan 2 kg/m pupuk kandang dengan tanah bedengan. Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. 2. pupuk kandang (2 : 1). Fax. Bibit dipelihara selama 1 bulan.id . 2. bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. 6. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.H. Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea. Jl. d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran. terutama jika kemarau. 021 316 9166~69. Isi polibag dengan media berupa campuran tanah. e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan. 3) Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. b) Polybag 1. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. a) Bedengan 1. Naungi sungkup dengan plastik bening. 3. b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. Setelah 2-2. 2 3. berwarna hijau keabuabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1.ristek. 5) Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.5 bulan (sudah berakar). http://www. SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 2 gram/m atau 4 gram/polibag. semak/onak dan binatang. 4. Lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Simpan polybag di dalam sungkup.go. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari. M. 021 316 1952. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b.5 cm. tinggi 30-40 cm.

4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Jl. 021 316 9166~69.go. http://www.id . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hanya diolah Hal. M.ristek.H.

Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.3. dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. 021 316 1952. guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. 4) Pemupukan Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm.H. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah. Teknik Penanaman Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun. atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0. tanaman sudah berdiri. dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam. tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari: a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan. 3) Pengapuran Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan. b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam.go. Fax. Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. http://www. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama. M. 1) Penentuan Pola Tanam Bibit jambu air dikebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m. agar pada saat mendekati musim hujan.5 m. Setelah itu perlu diberi pelindung 6. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam.

021 316 9166~69. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id .H. http://www. 021 316 1952. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur ≥ 10 tahun ialah: a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah. 021 316 1952. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari. 2. Jl. 4. Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah. 3) Pemupukan Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah. M. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur ≥ 15 tahun. TSP 1/2. 6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama.4. d) Pupuk KCl: 50-100 gram. 021 316 9166~69. b) Pupuk Urea: 100 gram. 2 minggu setelah itu. Hal.H. http://www. Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang. 3. Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. 3. 2. sebaiknya setelah dilakukan penyiangan. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl. c) Pupuk TSP: 50 gram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun). Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.ristek. pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah. Fax. b) Tanaman sudah berbuah 1. Pupuk urea 2/3. 5. membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap diantara tanah. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah. a) Tanaman belum berbuah 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Cara Penanaman Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.id . pupuk TSP. Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah ± sebesar telur puyuh). Pupuk Urea.

Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur. tertutup lapisan lilin keputih-putihan. http://www. agar tanah tetap lembab. yang mati kering. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. 7. ulat. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida. Fax. Jl. kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Hama 1) Ulat kupu-kupu gajah Ciri: panjang 12 cm. tidak berproduksi atau diserang hama. Hal. pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman.5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas.go. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua. tanaman disirami 10-12 kali sebulan. Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. HAMA DAN PENYAKIT 7. luka serta tidak sempurna. dengan ketinggian 1. pemeliharaan dan peremajaan. sebaiknya penyemprotan ditunda dulu. 2-3 butir bersama-sama. 6) Pemeliharaan Lain Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). Telur-telurnya ditaruh di tepi daun. atau pupuk daun/hormon. bagian yang ditanam adalah dahandahan yang tua. M. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm.ristek. Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan. Ketika masih muda. 021 316 9166~69. selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. warna hijau muda kebiru-biruan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.35-1. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun.H. 021 316 1952.id . warna merah muda. dan kepompong untuk dimusnahkan. bertubuh gemuk dan lunak.

Hal. Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan. 021 316 1952.H. Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon. daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran. Penyakit 1) Gangguan pada akar Pemupukan yang kurang hati-hati pada jambu air yang sedang berbuah dapat menyebabkan akar tanaman luka. Selain itu tanah yang berlebihan supali air juga dapat merontokkan bunga/buah.ristek. Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun. 021 316 9166~69. panjang 13 mm). 4) Pasilan atau benalu Pengendalian: dibuang dan dibersihkan. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.2. Fax. Semua ini terjadi karena tanaman tidak mendapat suplai air dan zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Kutu perisai hijau Ciri: panjang kutu 3-5 mm. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua. panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 6) Penggerek batang Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek. maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah.go. 7) Ulat penggulung/pemakan daun 7. sebab sebab air yang menggenang membuat akar susah bernafas dan mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar. 3) Keluang dan codot Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air. 5) Lalat buah (dacus pedestris) Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. warna hijau (kadang agak kemerahan).

ristek. busuk. apalagi jatuh.2.id . 021 316 1952. 8. PANEN 8. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dengan penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) dan fungisida dithane (3 cc/liter air) 8. Buah dari jenis yang berbeda tidak disatukan dengan jenis yang lain. Ciri dan Umur Panen Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun. 021 316 9166~69. Serangga ini langsung menyerang buah dengan ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. hijau tua. Pada saat tersebut nisbah TPT/asam dan Vitamin C-nya masing-masing adalah 80.8 dan 48 kg/100 gram 9. hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Periode Panen Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dalam setahun. Cara Panen Buah dipetik dari rangkaiaanya dengan hati hati jangan sampai rusak. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Gangguan pada buah Penyebab: ulat (lalat) buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok.1. maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya. M. yaitu hijau muda. Fax. tergantung pada keadaan lingkungan. 8. 8.go. berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember.H. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk. http://www. Prakiraan Produksi Buah jambu air jenis merah–hijau dapat dipanen bila warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya. PASCAPANEN 9.3.

M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.id .go. http://www. Jl. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

.000.45.H.781.95. Sewa Lahan 2. populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999.000. Pupuk .112. Rp.000.47. M.000.. 10. 9.500.112. Jl. Rp.1.000.800. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya jambu air seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m.SP-36 50 kg @ Rp. Rp.500. 5.90. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Urea 75 kg @ Rp. 1. Pengemasan dan Pengangkutan Buah dikemas dalam keranjang plastik dan disusun rapi agar tidak berpindah tempat selama dalam pengangkutan. Rp.1.4.000. 150. 7.37.Pupuk kandang 10 ton @ Rp.ristek.Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW 2) Biaya produksi tahun ke-2 s.KCl 50 kg @ Rp.500. Rp. Sebaiknya bauh disimpan dalam cold storage jika tidak langsung diangkut ke pasar. Penyimpanan Buah yang telah dikemas disimpan di daerah yang teduh kering dan sejuk. 021 316 9166~69.. 1.500. ke-4 1.Beri pupuk 5HKP + 10 HKW @ Rp.500. 1.500. Rp.000. Tenaga kerja .Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.id .KCl 25 kg @ Rp..000.250.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp. kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya.. 3. Rp. 9.800. 900.500. 1.000.go. Fax.Tanam 5 HKP + 6 HKW .1.000. http://www..Rp.- Rp.Pupuk kandang 6 ton @ Rp.4.Urea 25 kg @ Rp. Buah dicuci bersih dengan air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.-/ton . ajir 15 HKP @ Rp. 021 316 1952. Bibit 160 batang @ Rp.1. 150. Pestisida 5 liter Rp. 480.2.500.3.d.Lubang tanam.3. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan buah yang cacat dari yang baik.SP-36 25 kg @ Rp.000.. Pupuk .000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Rp.000. Pestisida 4 liter 5.87.900. Rp.500.2. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1.625. Rp.400.900.500. 30.500.67.

id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www. 021 316 9166~69. M.go. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

http://www.5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1.. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat. 1.000. seperti cincalo. B/C rasio Rp.750. Rp.2.000.752 Panen dimulai pada tahun ke 5 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Rp.ristek.. 550.id . Rp.Pupuk kandang 24 ton @ Rp.Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW .32 ton 219.Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4.Rp.000. Tenaga kerja . 150. STANDAR PRODUKSI 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500. 625.. M. Pestisida 7 liter 3.000. 3. 125. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 73. Fax.1. 675.000.go.2.500. Rp. 021 316 9166~69.= 1.600. 11.000. 021 316 1952. Jl.600. cara pengujian mutu.SP-36 300 kg @ Rp.000.800.000.960.900.- Rp.000.- Rp.000.d.Urea 125 kg @ Rp.187. Pupuk .H.2.000. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.Rp.450. Tenaga kerja .1. yakni yang banyak digemari masyarakat. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditi jambu air cukup cerah. Rp.093.570. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.270. sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun.1. ke-15 1. Rp. 1.386.574.Rp.KCl 150 kg @ Rp. 10. 94.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Alat 4. 11.

id .go. Jl. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

ristek.3. 12. Jakarta. negara/tempat tujuan. contoh yang diambil 9. Jakarta. Pengemasan Jambu air dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300.(1987). Trubus. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100.id . contoh yang diambil 5. Yogyakarta. berat bersih. 3) Kanisius. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. golongan ukuran. tengah dan bawah. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. contoh yang diambil 7. Henny. jenis mutu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.go. daerah asal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. d. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Jambu Baron. Asri. e. Jakarta. contoh yang diambil 15 (minimum). Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. 4) Yayasan Kanisius. Mutu … Klasifikasi dan Standar 11.4. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Jl. Bertanam Jambu Air. Fax. http://www. Bertanam Pohon Buah-buahan I. nama/kode perusahaan. c. (1980). 11. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Aksi agraris. 021 316 9166~69. Jenis-jenis Jambu Air Top. Trubus. b. 021 316 1952. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1) Sarwono B. hasil Indonesia. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. contoh yang diambil 10.5. 2) Guntur. (1985). Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. a. (1990).

021 316 9166~69. 021 316 1952. M.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEMBALI KE MENU Hal.H. Fax.ristek. http://www. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

http://www. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah. 2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek. dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. M.go.H. atau jambu batu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium g uajav a L. ) 1. jambu siki. Fax. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. JENIS TANAMAN Dari sejumlah jenis jambu biji. SEJARAH SINGKAT Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu.id . Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain. Jl. terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya: 1) Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali). sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok.

H. Jl. http://www. M. 021 316 1952.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek. 021 316 9166~69.

2) Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Kabupaten Karawang. SENTRA PENANAMAN Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang. SYARAT TUMBUH 5. Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta. dengan kadar gula 8%. Fax. Jl. Jawa Barat. MANFAAT TANAMAN 1) Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi. rasanya agak hambar). 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 4) Jambu pasar minggu. Di Indonesia. 021 316 1952. 2) Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias. Jawa Barat. 021 316 9166~69. Malaysia. 8) Jambu merah getas. 6) Jmabu apel. 3) Jambu merah. Daerah DI Yogyakarta. dan Jawa Timur.1. 5. Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis.ristek. http://www. 3) Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional. 7) Jambu palembang.id . 4) Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. Iklim 1) Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan. M. yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan JuliKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jambu bangkok (buahnya besar. Jawa Tengah. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri. namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga. dagingnya tebal dan sedikit bijinya. Brazilia dan lain-lain. 5) Jambu sari. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil). Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. 3) Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. 3.go.

2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69.id . 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam). http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij. Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 51200 m dpl. yaitu antara 4. 021 316 1952.ristek. 6.H. berarti udara kering karena miskin uap air. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan. 021 316 9166~69. 5. Bibit yang baik antara lain yang berasal dari: a) Buah yang sudah cukup tua. 2) Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen.5-8. walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung. 4) Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang.2. M. 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok.1. 2) Penyiapan Benih Setelah buah dikupas dan diambil bijinya. 3) Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya. 5.3.id . Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) Hal. Fax. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. Pembibitan Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi.go. Jl. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media Tanam 1) Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.

id . melalui cara Forkert yng disempurnakan. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan. caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit. kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik.84.H. 021 316 9166~69. Jl. batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45. kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang. 021 316 1952. bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik. Untuk menghidari jamur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1. panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m. Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. M. Setelah mencapai keinggian 5-6 m. sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman. kemudian dianginkan selama 24 jam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Teknik Penyemaian Benih Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi untuk penyemaian. untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan. Akar akan tumbuh dengan cepat.go.ristek. kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm. supaya mendapatkan banyak sinar matahari. kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi. kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan. dengan jarak antara bedeng 1 m. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yang sudah disiapkan. setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau. kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan.8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah. Fax. Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th. setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan. okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1cm dan tumbuh lurus. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan. dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau. http://www. sekitar 2-3 bulan. kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. dengan lebar 0. dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan.

go. http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. Fax. Jl.id . 021 316 9166~69. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

Jl. dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas.2%. 021 316 1952. Fax. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar. 6. sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel. kecuali ditanam pada musim penghujan. hindarkan dari serangan hama dan penyakit. 021 316 9166~69. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun. sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan. dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam. kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disekitarnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur. setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1. kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan Hal.2. tiap tanaman disemprot 50 cc larutan. M. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin. diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm. dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. banyak mengandung unsur nitrogen. hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan.H. ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas.1% atau Gandasil D 0. baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan. kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan. http://www. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur.go. rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi. 5) Pemindahan Bibit Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak.5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0. meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur. sampai umur kurang lebih 1 tahun.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata. agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan. penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit. alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan.ristek.05-0. kemudian lebar daun dipotong separuh. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang. 5) Pemupukan Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yang peggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri. 6.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Setelah terjadi proses perkecambahan biji yang telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yang telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah dan berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 23 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yang telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 3040 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit jambu biji yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yang akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m. 3) Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula dan tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 2 pekan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), kecuali pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Lain-lain Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah. 6.4. Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan. 1) Penjarangan dan Penyulaman Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman dan sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan. 2) Penyiangan Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) dan apabila buah terlalu banyak, tunas yang ada dalam satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yang tidak diperlukan akan berakibat buah menjadi besar dan menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna untuk merangsang tunas bunga dan buah yang akan tumbuh. 3) Pembubunan Supaya tanah tetap gembur dan subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah supaya tetap dalam keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Hal. 8/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Perempalan Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara dan pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya. 5) Pemupukan Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan: a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun. b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan pupuk segera di tanam dalam torakan tersebut dan ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu. 6) Pengairan dan Penyiraman Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. Dan bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang 2 lebih 3000 m dan dilakukan sehari sekali tiap sore hari. Hal. 9/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

7) Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yang ditimbulkan baik karena kondisi cuaca dan juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen dan juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut. Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun disemprot 2 x seminggu dan setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 8) Pemeliharaan Lain Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO3 dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) dan juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yang dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama 1) Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos. 2) Ulat keket (Ploneta diducta) Pengendalian: sama dengan ulat daun. 3) Semut dan tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin dan furadan.

Hal. 10/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Kalong dan Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami. 5) Ulat putih Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam, Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 6) Ulat penggerek batang (Indrabela sp) Gejala: membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm; Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7) Ulat jengkal (Berta chrysolineate) Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat dan beruas-ruas Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning. Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7.2. Penyakit 1) Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons) Menyerang daun tua dan muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercakbercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 2) Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. Pengendalian: dengan

3) Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 7.3. Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman jambu biji yang mengganggu Hal. 11/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8.

PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan dengan jenis jambu biji yang ditanam dan juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan jambu biji yang sudah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau dan belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dalam kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. 8.2. Cara Panen Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali. 8.3. Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dalam satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar dan merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat dilakukan dua kali dalam setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yang masak, dan yang belum masak supaya ditinggal dan kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tidak dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll. 8.4. Prakiraan Produksi Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 12/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

9.

PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dalam keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dalam gudang/gubug. 9.2. Penyortiran dan Penggolongan Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yang bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan mutu sama, yang biasanya dijual dalam bentuk kiloan atau bijian dan perlu diingat bahwa dalam penyortiran diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain. 9.3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tidak terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tidak bisa terlalu lama dan sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dalam gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong PE, suhu sekitar 23-25 derajat C dan jambu dapat bertahan hingga 15 hari dalam kantong PE dan ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yang baik adalah 1013 mbar dan dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0² sebesar 5,21% dan kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dalam kantong PE. Jalan yang terbaik untuk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan dan dimasukkan dalam kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan sehingga dapat lama dalam penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail. 9.4. Pengemasan dan Pengangkutan Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan dan cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tidak jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dalam keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 13/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yang berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yang panjang dengan jarak 1 cm, sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dalam pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna untuk memberi kebebasan udara untuk keluar masuk dalam peti. Sebelumnya buah jambu dipilih dan di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus dan lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan. 9.5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. dan biasanya dengan cara pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, dan dapat membuka peluang untuk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu dan jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang untuk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya Usaha

Perkiraan analisis budidaya jambu biji seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m, populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1. Sewa lahan 2. Bibit 800 batang @ Rp. 3.000,3. Pupuk - Pupuk kandang 6 ton @ Rp. 150.000,-/ton - Urea 25 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 25 kg @ Rp.1.900,- KCl 25 kg @ Rp. 1.800,4. Pestisida dan fungisida 5. Tenaga kerja - Lubang tanam, ajir 23 HKP @ Rp. 7.000,- Beri pupuk 8 HKP + 15 HKW @ Rp. 5.000,- Tanam 8 HKP + 10 HKW - Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW Rp. 30.000.000,Rp. 2.400.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 900.000,37.500,47.500,45.000,800.000,161.000,131.000,106.000,400.000,-

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2) Biaya produksi tahun ke-2 s.d. ke-4 1. Pupuk - Pupuk kandang 10 ton @ Rp. 150.000,- Urea 75 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 50 kg @ Rp.1.900,- KCl 50 kg @ Rp.1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Tenaga kerja - Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.d. ke-15 1. Pupuk - Pupuk kandang 24 ton @ Rp. 150.000,- Urea 125 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 300 kg @ Rp.1.900,- KCl 150 kg @ Rp. 1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Alat 4. Tenaga kerja - Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW - Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 70 ton 245.000.000,5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. B/C rasio

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

1.500.000,112.500,95.000,90.500,781.250,625.000,600.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3.600.000,187.500,570.000,270.000,1.093.750,450.000,-

Rp. 675.000,Rp. 550.000,Rp. 127.799.500,Rp. Rp. 117.200.500,= 1,917

Panen dimulai pada tahun ke 6 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan. 10.2. Gambaran Agrobisnis Peluang

Prospek komoditi jambu biji cukup cerah, sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat, yakni yang banyak digemari masyarakat, seperti jambu biji bangkok.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11.2. Diskripsi … 11.3. Mutu … 11.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100, contoh yang diambil 5. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300, contoh yang diambil 7. c. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yang diambil 9. d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yang diambil 10. e. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yang diambil 15 (minimum). Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11.5. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. Klasifikasi dan Standar

12. DAFTAR PUSTAKA

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Pusat Informasi Pertanian, Trubus Kumpulan Kliping Jambu Biji: Jenis dan Manfaat Budidaya Panen dan Pasca Panen. Jakarta: 1993. 108p: gamb. 2) Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Iman Satyawibawa Agribisnis tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994. Vi + 67p; ilus.; 21 p. Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Ensiklopedi nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. Jilid 7: hal 325.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

021 316 1952. ) 1. Fax. Hal. di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet. di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede. Malaysia. Jl. dan Indonesia.go. SEJARAH SINGKAT Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Kenya. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye. dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Filipina. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Senegal. Mozambik. di Bali jambu jipang atau jambu dwipa. dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki. M.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU METE ( Anacardium occidentale L. Brasil. Madagaskar. Kenya. Srilangka. http://www. Di antara sekian banyak negara produsen. kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana.ristek.H. 021 316 9166~69. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thailand. di Lampung dijuluki gayu. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu.

Dompu. dan Ponorogo). http://www. buah kalengan. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain. Wonogiri). SYARAT TUMBUH 5. Sidenreng.1. merah. selai mete. dan jem jambu mete. di antaranya ada yang berkulit putih. cairan tersebut berubah menjadi hitam. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. daun. Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene.id .ristek. MANFAAT TANAMAN Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya. dan Barru). Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. dan di Yogyakarta (Gunung Kidul. 2) Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan maksimun antara 25-35 derajat C. Sampang. Sinjai. dan NTB (Sumbawa Besar. Pasuruan. Soppeng. Selain itu. 5. Selain daya rekatnya baik. 4. 3. manisan kering. Sulawesi Tenggara (Muna). dan Sleman). Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. terutama di daerah Jawa Barat. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete. bahan pencelup. kuning. Maros. Sumenep. gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. hijau kekuningan dan hijau. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. merah muda. Jl. Hal. dan Bima). Iklim 1) Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Apabila terkena udara. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. batang. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Bone. M. Jawa Timur (Bangkalan. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C. atau bahan pewarna. Wajo. Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem). anggur mete.go.H. Di luar Pulau Jawa. Bantul. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta. kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. JENIS TANAMAN Jambu mete mempunyai puluhan varietas. dan buahnya. mulai dari akar. SENTRA PENANAMAN Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara. 021 316 9166~69.

Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. 021 316 1952. tanah lempung berpasir. paling lama 8 bulan.go.1.ristek. Jl.2. 4) Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete.id . Ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1. http://www. Pembibitan Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan.6.3 . M. b) Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat. dan tanah ringan berpasir. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dalam penyerbukan bunga jambu mete. Fax. Media Tanam 1) Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir. 5.3. 5. yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%.5 . g) Sebelum ditanam. f) Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : a) Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.H. kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis. kemudian disortir. 2) Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6.000-2. okulasi. PEDOMAN BUDIDAYA 6. d) Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%.7. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl.200 m dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. benih (biji mete) harus disemai dahulu. tetapi masih sesuai pada pH antara 5. 5) Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1. e) Bila dikemas dalam kantong plastik.3. dan penyambungan. c) Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm). 6.3.

Fax. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M. 021 316 9166~69.ristek. Jl.H. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

Untuk efisiensi lahan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan. pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau. rumput setaria. pH harus 4-6. dan jambu mete. kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah. sedikit diluar lingkaran daun.go. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola dan Jarak Tanam Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil. 021 316 9166~69. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. 2) Pembukaan lahan Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya. pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. Pemberian pupuk kandang dan kompos. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebagai contoh adalah tanaman palawija. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.id . 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. juga terhadap tanah yang kurang subur. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. Jl. http://www. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. dapat diterapkan budidaya polikultur. untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase. M.ristek. 3) Pemupukan Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman.H. diluar lubang sebelumnya. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar. Fax.

4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952. Jl.ristek. Fax. 021 316 9166~69.id . http://www.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembuatan Lubang Tanam Cara membuat lubang tanam: a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm.4. diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. 3) Cara Penanaman Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman. b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. harus ditembus. Bila jenis tanahnya sangat liat. http://www. c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. d) Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Apabila tanaman berumur ≥ 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat. 021 316 9166~69. lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat. M. 2) Penyulaman Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun.H. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong. 6. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. b) Pada waktu penggalian lubang. Jl. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak. disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali. pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.id . Pada waktu penutupan lubang.ristek. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung. agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. Fax. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm.go. 021 316 1952. Untuk mengurangi keasaman tanah. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak.

http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl.id . M.H. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952.

ulat kipat. Basudin dan Dimecron dengan dosis 2cc atau 2 gram/liter air. atau pupuk buatan. HAMA DAN PENYAKIT 7. 4) Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang. 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Pada tanaman terlihat kepompong bergelantungan.ristek.1. Hama Hama yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah hama pengisap daun. nyamuk daun. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah. seluruh tubuhnya ditumbuhi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Insektisida yang dianjurkan antara lain: Tamaron. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Folidol.id .10 tahun. b) Pilih 3 . 7. penggulung daun. 5) Pemangkasan Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 . c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Akibatnya. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. http://www. Jl. penggerek daun. 6) Penjarangan Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi.go. kepala dan ekor warna merah nyala. Ulat berwarna hitam bercakbercak putih. M.5 m dari tanah. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. kompos.1.5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . ulat hijau. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 . Fax. Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah.H. Lamnate. di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). dan ulat perusak bunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.H. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek. 021 316 9166~69. http://www.

dan Phytium sp. daun dan ranting segera mengering dan diikuti dengan gugurnya daun. (2) dengan penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana.0 . Fase pupa berlangsung 4 minggu. 1) Penyakit layu Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air.go. maka atau kimiawi. Penyakit Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0.5 ml/liter air.H. misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh.) Gejala: buah muda yang diserang hama ini akan buah tua isinya belum penuh. dan Antracnossis. Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Fax. 021 316 1952. penyakit bunga dan putik. fase kepompong 3-5 minggu. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: tepat. daun dapat habis sama sekali. lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati.1. oval. Tubuh imago berwarna hitam.2 % atau Thiodan dengan dosis 0. 2) Helopeltis sp. 7. 3) Ulat penggerek batang (Plocaederus feeeugineus L) Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning. Telurnya berwarna putih.15%. tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidak merata. sebab larva instar yang jatuh terakhir dan hama dapat diberantas secara mekanis menggunakan Karbaril 0. pada serangan yang hebat. Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. tanaman tidak akan menghasilkan buah. Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. Pengendalian: (1) melalui teknik bercocok tanam.ristek. dan baru pulih setelah 18 bulan. (2) dengan mengolesi sekitar permukaan batang/akar dengan larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air). Pengendalian: (1) dengan memperbaiki lingkungan pembibitan. Fusarium sp. 4) Hama penggerek buah dan biji (Nephoteryx sp. Penyebab: jamur Phytophthora palmivora. Gejala: pada tunas-tunas daun muda. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi tanaman tidak mati. kecuali abdomen bagian belakang sebelah bawah berwarna putih. seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rambut putih.2. Jl. 021 316 9166~69. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate. sedang belum didapatkan cara yang menjadi pupa di tanah. M.02 %. Captacol dan Theophanatea. yaitu dengan . Pengendalian: dengan menyemprotkan insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1.id berjatuhan dan kering.

http://www. 021 316 9166~69.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go. M.H.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

buah yang dipetik harus telah tua. d) Warna kulit bijinya menjadi putih keabu-abuan dan mengilat. 021 316 1952. bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen. (2) untuk memberantas jamur parasit ini beberapa fungisida yang efektif adalah Dithane M45. atau merah tergantung pada jenisnya. PANEN 8. 8. Pestalotiopsis sp.id .H. Botryodiplodia sp. rasanya asam agak manis. berair. Botryodiplodia sp. Gejala: permukaan kulit buah & kulit biji. Gejala: kulit buah hitam dan busuk. Fax. Ketepatan masa panen dan penanganan buah mete selama masa pemanenan merupakan faktor penting. Gejala: kulit biji busuk dan hitam. beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati. Tanaman jambu mete dapat dipanen untuk pertama kali pada umur 3-4 tahun. 8. Jl. Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya supaya penyakit tidak menular ke tanaman lain. (2) Penyebab: Pestalotiopsis sp. Colletrichum sp.2. Masa panen berlangsung selama 4 bulan. Fusarium sp.. Pestalotiopsis sp.daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur. . http://www. pencegahan harus secara terpadu. yaitu pada bulan November sampai bulan Februari tahun berikutnya.go. Agar mutu gelondong/kacang mete baik. Pengendalian: (1) perlu dilakukan secara terpadu.1. kering kecoklatan & pecah-pecah. M. yaitu cara lelesan dan cara selektif. Delsene MX 200. oranye. bunga & tangkainya busuk. (3) Penyebab : Botryodiplodia sp. dan aroma buahnya mirip aroma stroberi.. Cara Panen Sampai saat ini ada dua cara panen yang lazim dilakukan di berbagai sentra jambu mete di dunia. Difolan 4F.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Daun layu dan kering Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum.. b) Ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. Pestalotiopsis sp. 021 316 9166~69. dan Cuproxy Chloride. Fusarium sp.. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah jambu mete yang sudah tua adalah sebagai berikut: a) Warna kulit buah semu menjadi kuning. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cobox. 3) Bunga dan buah busuk (1) Penyebab: Colletrichum sp. Gejala: secara mencolok daun..ristek. jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk. c) Tekstur daging semu lunak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah mete biasanya telah dapat dipetik pada umur 60-70 hari sejak munculnya bunga.

id . 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.ristek. M.

maupun rendamen kacang metenya.3. Tanaman jambu mete sebenarnya masih dapat berproduksi sampai umur 50 tahun. Pengolahan Gelondong Mete Pengolahan gelondong mete dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: a) Pemisahan gelondong dengan buah semu b) Pencucian c) Sortasi dan pengelasan mutu d) Pengeringan e) Penyimpanan 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Cara lelesan Dilakukan dengan membiarkan buah jambu mete yang telah tua tetap di pohon dan jatuh sendiri atau para petani menggoyang-goyangkan pohon agar buah yang tua berjatuhan. warna. Apabila buah tidak memungkinkan dipetik secara langsung.2. pemanenan dapat dibantu dengan galah dan tangga berkaki tiga. b) Cara selektif Dilakukan secara selektif (buah langsung dipilih dan dipetik dari pohon). Jambu mete yang berumur 3-4 tahun dapat menghasilkan gelondong kering 2-3 kg/pohon. Fax. rasa. Hasil ini meningkat menjadi 15-20 kg/pohon pada umur 20-30 tahun. 021 316 1952. Prakiraan Produksi Banyaknya hasil panen tergantung dari umur tanam.H. Pengumpulan Mutu kacang mete di pasaran cukup bervariasi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengolahan Kacang Mete Urutan pengolahan kacang mete adalah: a) Pelembaban gelondong mete b) Penyangraian gelondong mete c) Pengupasan kulit gelondong mete d) Pelepasan kulit ari Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 9. 8.1. PASCAPANEN 9. Banyaknya varietas tanaman jambu mete yang ditanam oleh para petani indonesia menyebabkan mutu mete yang dihasilkan sangat beragam baik mengenai ukuran gelondong. Jl.3. tetapi masa paling produktifnya adalah pada umur 25-30 tahun. 9. M. http://www.id .go. Variasi mutu kacang mete tersebut antara lain dipengaruhi oleh varietas tanaman jambu mete yang berbeda dan perlakuan serta pengawasan selama proses pengolahan berlangsung.

9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id .go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.H. M. Jl.

000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Sortasi dan pengelasan mutu f) Pengemasan 10. Diskripsi Biji Mete kupas (Cashew Kernels) adalah biji dari buah tanaman jambu mete yang telah dikupas kulitnya dan telah dikeringkan. 021 316 9166~69.id . Fax. bobot biji dan warna. Selain itu juga faktor rasa. 11.go.2.(tahun 1988) Usaha 11. M.2. Ruang Lingkup Mutu kacang mete dinilai dari bentuk.3. terutama dalam hubungannya dengan penerimaan konsumen.10 tahun.H.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rasa kacang mete dipengaruhi oleh faktor intrinsik alami. http://www. 500. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. III dan IV). Setelah itu berbuah lebat hingga lebih dari 20 tahun. Gambaran Peluang Agribisnis Jambu mete mulai berbuah pada umur ± 5 tahun. setiap hektar akan diperoleh 100 pohon x 5 kg/pohon x Rp. ukuran biji. Jl. Dengan menanam jambu mete. Panen setiap tahun. Adapun standar atau syarat mutu kacang mete dilihat dari: a) Kulit ari b) Biji terkena CNSL c) Serangga c) Biji berulat d) Biji busuk e) Biji bercendawan/jamur f) Benda-benda asing Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. STANDAR PRODUKSI 11.ristek. 250. Analisis Budidaya … 10. Mutu Klasifikasi dan Standar Jenis/kelas mutu kacang mete terbagi menjadi 4 kelas (I. hasilnya meningkat mulai umur 8 . Standar mutu kacang mete di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-2906-1992. II. dan tekstur ikut mem-pengaruhi mutu kacang mete. bau..= Rp. 11. varietas tanaman dan faktor ekstrinsik seperti tumbuhnya jamur pada kacang dan proses pengolahannya. disamping menjaga kelestarian tanah dan air.1. 021 316 1952.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. Fax. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . 021 316 9166~69. M.

Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Warna (Kelas I: ke-putih-putihan) h) Bobot maksimum dalam gram/biji: I = 5 gram/biji. h) Kadar air dalam maksimum %: I = 16%. g) Berat bersih. 12. tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. Fax. c) Nama perusahaan/eksportir. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah peti/karton dengan maksimum 30 peti/karton dari tiap partai barang. Jl. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 1000 gram Contoh kemudian disegel dan diberi label. b) Nama barang. Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. f) Berat kotor. d) Jenis mutu. 021 316 9166~69. serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan. kering. 021 316 1952. II = 5 gram/biji. III = 15%. belah.id . kedap udara dan tidak bocor. kemudian tiap peti/karton diambil contoh kurang lebih 500 gram Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. pecah. Jambu Mete Sebagai tanaman penghijauan. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. DAFTAR PUSTAKA 1) Liptan (1988). i) Keutuhan biji mete ( utuh. Produk yang rusak atau busuk yang ada dalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masih sehat. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. bersih. Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%. h) Negara/tempat tujuan.H. e) Nomor kemasan. yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. III = 10 gram/biji.go. tidak termasuk biji utuh) 11. Pengemasan Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu. 11. tetapi sebaiknya yang masih baru. Balai Informasi Pertanian Banjarbaru. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran. Oleh karena itu hanya produk yang baik yang perlu dikemas.5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. II = 15% . M.4.ristek.

11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. Fax. M. http://www.

Yadi. Yan Pieter. Fax. Lembar Informasi Pertanian.id . 3) Saragih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Haryadi. 021 316 9166~69. 2 hal. (1994). 86 halaman Jakarta.H. Bogor. Budidaya Jambu Mete. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www. METE. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Liptan. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Pengupasan Gelondong.ristek. Penebar Swadaya. 021 316 1952. Proyek Informasi Pertanian Kalimantan Tengah. (1990). Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Budidaya Jambu Mete. M.

Fax.maxima Herr.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JERUK ( Citrus sp.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. Sejak ratusan tahun yang lalu. jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. jeruk manis (C. L) yang terdiri atas Siem Pontianak. microcarpa L. SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali. Jl. Siem Lumajang.sinensis L.H.). medica). 1 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jeruk untuk bumbu masakan yang Hal. 2.ristek. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. dan C. dan C.). jeruk besar (C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jeruk Siem (C. M. 021 316 1952.go. Siem Garut. http://www. auranticum L. 021 316 9166~69. jeruk sitrun/lemon (C. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh.id . ) 1.sinensis.

jeruk baby. SYARAT TUMBUH 5. Selayar (Sulawesi Selatan). 3. dimana kandungan vitamin C yang tinggi. Iklim 1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. 2) Tergantung pada spesiesnya. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. hystrix) dan jeruk sambal (C. Hal. 3) Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. 021 316 9166~69. 2 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. MANFAAT TANAMAN 1) Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan.ristek. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit.go. 021 316 1952. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). keprok medan. hystix ABC). Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. M. Tawangmangu (Jawa Tengah).TTG BUDIDAYA PERTANIAN terdiri atas jeruk nipis (C. esens minuman dan untuk campuran kue. 5. Batu (Jawa Timur). Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). 2) Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. 4. gula tetes. nipis dan purut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. jeruk Purut (C. aurantifolia). beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. sabun wangi.H. 5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). 3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Tejakula (Bali). Fax. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C.id . alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang.1. jeruk memerlukan 5-6. Jl. SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). bali. 4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.

id . mirip dengan induknya (true to type).2.go.5– 6. 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. subur. 3 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. VLO: 300–800 m dpl. 4) Jenis Siem: 1–700 m dpl. 2) Jenis Keprok Batu 55. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. Waturejo. Fax. http://www. 3) Jenis Manis Punten. Keprok Garut: 700-1. 2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. Bali. Jl. 5. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl.ristek. M. 6) Jenis Jepun Kasturi. permukaan batang halus.000 m dpl. debu 25-50% dan pasir < 50%. cukup humus.1. Gulung: 1–700 m dpl. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan 0 sekitar 30 . berdiameter batang 2-3 cm. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. WNO.3. Hal. tata air dan udara baik. 021 316 1952.5 dengan pH optimum 6.H. akar serabut banyak. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Madura. 4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Media Tanam 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. 5) Jenis Besar Nambangan-Madiun.200 m dpl. Kumkuat: 1-1.

Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. 4 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. M. busuk akar dan nematoda. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Setelah tanam. 021 316 9166~69. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. http://www. tahan/toleran terhadap penyakit virus.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. Jl.5-1 m. Sebelum ditanami. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tahan kekeringan. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1.H. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm).15-1.go. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Jarak petakan 0. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. Hal.20 m membujur dari utara ke selatan. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah.5 x 2 cm dan langsung disiram. Tanah diolah sedalam 30-4. persemaian diberi atap. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. sekam. Cleopatra. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Rough lemon. 6. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. tambahkan pupuk kandang 2 1 kg/m .2. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang.ristek. daya adaptasi lingkungan tinggi. Fax.id . Troyer Citrange dan Carizzo citrange. pasir (1:1:1).

3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. 6. Hal. 021 316 9166~69. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. 2) Penyiangan Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. 4) Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. Fax. Setelah tajuk saling menutupi. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. 021 316 1952.ristek.H. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. http://www.3.go. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. M.id .4. 3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. Jl. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. 5 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Pengurangan akar. Pada pertumbuhan selanjutnya. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Setelah bibit ditaman. Sebelum ditanam.

. ZK=700.kandang=80 kg/tan. 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat.id .kandang=120 kg/tan. P. ZA=400. ZA=200. e) 5 bulan: Urea=500. ZA=2000. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai.kandang=140 kg/tan. Dolomit=160. ZK=400. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. TSP=25. c) 3 bulan: Urea=300. P. TSP=75. d) 4 bulan: Urea=400. 021 316 1952. P.kandang=60 kg/tan. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. i) >8 bulan: Urea >1000. Dolomit=20. Jika air kurang tersedia. TSP=200.kandang=40 kg/tan. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah. P.go.kandang=20 kg/tan. 021 316 9166~69. TSP=175.kandang=100 kg/tan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. ZK=800. P. Dolomit=60. f) 6 bulan: Urea=600. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. ZK=100. ZA=1000. 6 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. http://www. g) 7 bulan: Urea=700. h) 8 bulan: Urea=800. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau.kandang=200 kg/tan. ZK=800. Dolomit=120. ZA=800. P. ZK=300. ZA=1200. P. Hal. Dolomit=40.H. b) 2 bulan: Urea=200. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. Dolomit=200. TSP=50. ZK=500. ZK=600. Dolomit=80. Dolomit=100. TSP=100.ristek. ZA=1600. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. ZA=600. TSP=200. P. ZA=1400. TSP=125. ZK=200. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga.kandang=160 kg/tan. Fax. Dolomit=140. P. TSP=150.

Jl. Dicarbam 50 WP). Nudrin 24 WSC). HAMA DAN PENYAKIT 7. 4) Tungau (Tenuipalsus sp. M. rontok. Dimethoate (Perfecthion.perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Aphis gossypii. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC). 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite). Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. Fax.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii.go. Malathion (Gisonthion 50 EC). http://www. Malathion (Gisonthion 50 EC. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC. 021 316 9166~69. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW).1. tunas. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan. tunas/daun muda mengkerut. Oxythioquimox (Morestan 25 WP. Cygon). kuncup daun. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC.id . Basudin 60 EC). bercak Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas.) Bagian yang diserang adalah tangkai.) Bagian yang diserang adalah daun muda. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda. tanaman mati. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella. Cyhexation (Plictran). . Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G. 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. Rogor 40 EC.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP.H. menggulung. Gejala: bercak keperak. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. Rogor 40 EC).ristek. daun muda. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. Diazinon (Basudin 60 EC). Dicofol (Kelthane). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: tunas keriting. Selain itu buang bagian yang terserang. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC).) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga.) Bagian yang diserang adalah buah. daun dan buah. 021 316 1952.

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 1952. 7 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN disertai Hal.H. M. Fax.ristek.id . Jl.go.

Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. tepi daun menggulung ke atas. mengering dan buah gugur. http://www.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Metamidofos (Tamaron).) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Carbaryl (Sevin 85 S). 8) Thrips (Scirtotfrips citri. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Fax. 021 316 1952. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP). Jl.3-0. Fenithion (Lebaycid). bercak khlorotis dan gugur daun. Methidathion (Supracide 40 EC). buah dan tangkai. M. buah gugur. Gejala: daun berwarna kuning. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas. Dichlorophos (Nogos 50 EC).H.id . Dimethoathe (Roxion 40 EC. Methidhation (Supracide 40 EC). bunga mudah rontok. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC. 10 G. 10) Lalat buah (Dacus sp. Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC).) Bagian yang diserang daun. hindari memakai mulsa jerami. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri. 9) Kutu dompolon (Planococcus citri.5 cm. Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC).go. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadangkadang disertai nekrotis. Gejala: berkas berwarna kuning.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Gejala: lubang kecil di bagian tengah.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian buang bagian yang diserang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: helai daun menebal. Basazinon 45/30 EC). 021 316 9166~69. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). kering dan gugur. Triazophos (Fostathion 40 EC). Methomil (Lannate 25 WP).ristek. Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. belatung kecil di bagian dalam buah. buah muda gugur sebelum tua. daun di ujung tunas menjadi hitam.

H. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek.id . Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 8 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

id . nipis. lancip. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. manis. siem.H. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri.go. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC.2. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. http://www. kulit kering dan mengelupas. Aphis gossypii. 9 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. buah kecil. Bagian yang diserang jeruk manis. warna kayu jadi keabu-abuan. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. 10 G). dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. Gejala: daun sempit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Hal. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. kecil.ristek. daun kaku pemucatan. 021 316 1952. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. 7. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. kurangi kelembaban perakaran. Rough lemon dan Sour Orange. M. ranting muda kadang-kadang mati.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. Gejala: daun gugur. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. memusnahkan tanaman yang terserang. biji rusak dan pangkal buah oranye. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. Fax. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. pertumbuhan terhambat. asam. 3) Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. Gejala: lekuk batang . Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. vena daun. 021 316 9166~69.

Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. 9) Buah gugur prematur Penyebab: jamur Fusarium sp. Bagian yang diserang adalah buah. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).ristek. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. 10 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. Hal. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl. M. Bagian yang diserang adalah daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. 021 316 9166~69.go.H.id . Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). Phytophtora citriphora. Pengendalian: pemangkasan teratur. Gejala: tunas tidak segar. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. Botryodiplodia theobromae. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. Colletotrichum sp. http://www. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. Bagian yang diserang adalah batang. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Fax. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. Alternaria sp. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Jl. tangkai atau buah. tanaman kering. 021 316 1952. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. batang kering dan sulit dikelupas.

PASCAPANEN 9. Hal. 8. tangkai.ristek. M. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. memar dan buang buah yang rusak. 9.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha. Pengumpulan Di kebun. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.H.1. PANEN 8.go. Jl. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. Copper oxychlorida. biasanya berumur antara 28–36 minggu. buah. Fax. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bagian yang diserang adalah daun. tergantung jenis/varietasnya. kadang-kadang sampai 500 buah per tahun.id . Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.2. Pisahkan buah yang mutunya rendah. 021 316 1952. 9. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas.2. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. 021 316 9166~69. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun. 11 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. 8.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. 8. http://www.

313.b. Sewa lahan 15 tahun @ Rp.000.000.Tahun ke-5.214.Tahun ke-2. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. 100 m @ Rp. 1.3 . 1.ristek.1.000.250.e.228. Fax.go. Rp. 1. 145 kg @ Rp.Tahun ke-3. 2. 175 m @ Rp.530.000.055. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya jeruk manis (Jaffa) skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Batu (Malang) tahun 1999. Rp. 15. Rp.Tahun ke-1.000.000.Rp.410.H. 1.Tahun ke-6.. http://www. 10.. Pupuk Urea . 15.000. Pupuk ZK Rp. Rp. 2.Tahun ke-4.000.id .000.500. 100.. 83 m @ Rp. Rp.500.410.. 9. 15. Pupuk kandang 3 .320.800.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.. 1. Rp. Rp. 021 316 9166~69.3 . Rp. 2. 100 kg @ Rp. 021 316 1952.675.450. Rp.625. 2.141. Rp. 1) Biaya produksi a.000.Tahun ke-2..020.Tahun ke-4. 100 kg @ Rp. Rp. Rp. 15.3 .000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Tahun ke-5.055. 125 m @ Rp.204.d.112.3.. 2. Bibit 400 tanaman @ Rp.. Jl.2. 15.130. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor.469. M.055.3 . Rp.000.174.575. 15. 222 kg @ Rp.Tahun ke-6. 1.410. 111 kg @ Rp.000. 80 kg @ Rp. Rp.Tahun ke-3.1. 15.205. 85 kg @ Rp. 1.500.4.3 . 1.f. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk.000. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak.1.410. Rp.105.410. 166 kg @ Rp. Rp.055. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg..1.2.Tahun ke-6. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C. 2.000.875. 67 m @ Rp.005. 150 m @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.Tahun ke-4. Pengemasan Sebelum pengiriman.410.000.c.Tahun ke-3.055.Tahun ke-1.133.055. 333 kg @ Rp.341. Pupuk SP 36 . 2. 100 kg @ Rp.Tahun ke-2.000.Tahun ke-1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.Tahun ke-5. 65 kg @ Rp. 152 kg @ Rp.. Rp.205.245.500.Rp.

http://www. 12 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek.go.H. Fax. Jl. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

.Tahun ke-3: 8 liter @ Rp. 2.id . 180.000. .Tenaga tetap 1 or.000.Rp.000.840.000.Buat lubang tanam: 70 HOK @ Rp.400..000. 150. 200. 66.550.000.000. 021 316 1952. 325.Rp.Rp.000.000.. 120.ristek.Rp.Pemupukan Tahun ke-1-2: 30 HOK.000.150. http://www. 2.Rp. 186.. Jl. 333 kg @ Rp.000.Rp.000. 152 kg @ Rp.Tahun ke-3.Penyiangan: 20 HOK.Tahun ke-1: Rp.000. 54.000. 26 kg @ Rp.000.Pengendalaian HPT Tahun ke-1: 24 HOK @ Rp.000. 73 kg @ Rp.Tahun ke-6: Rp. 325.-/th Rp.Rp.000.000. 250. 5.Rp. 540.Tahun ke-4: Rp.Obat dan Pestisida (Antracol.Rp.000.Peralatan . 250.Tahun ke-2.Rp.000. 13 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2.Tahun ke-2: 65 HOK @ Rp. 54.000. 5.Tahun ke-5: Rp.000..000.Rp. 5. 300. 75.Rp. Karathane.. 5. 540. 375.Rp.Rp. 200.000.Tahun ke-5.Penyemprotan Hama Tahun Ke-1: 50 Hok @ Rp.Penanaman: 30 HOK @ Rp.550.Tahun ke-3: Rp..Rp..000. 600. 849. 5.000. 5. 54. Fax.Tahun ke-6: 10 liter @ Rp.300.Tahun ke-2-6: 40 HOK.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp...Rp.000. 8.000.000.Rp.104.000 Rp. 5.Tahun ke-2: Rp. i..5.Tahun ke-1. 240.000/th Rp.Rp.000.Rp. 54.Tahun ke-2: 36 HOK @ Rp.000. 387.Pupuk Daun .Tahun ke-6.Penyemprotan penyakit Hal. 2. Rp. 900.Nimrod.400. 300. Rp. Dimecron. M.275.000.Gunting pangkas 5 bh @ Rp. 1. 11. 300.000.Tahun ke-4.000.Sprayer 3 buah @ Rp. 150.Rp.000..000. 5.600. 324.Tahun ke-3: 60 HOK @ Rp.Rp.550.-/th Rp.go. 021 316 9166~69. Rp. dll) .000.Rp. 100. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 50..TTG BUDIDAYA PERTANIAN g. j.000. 5.760.Tenaga kerja : .Rp.Rp.000.000. 5. 250.000. 50 kg @ Rp. 4.Tahun ke-1: 3 liter @ Rp. 3. 5..000.000..000..H.Tahun ke 5: 65 HOK @ Rp.Rp.000. 960.000/th Rp.000.000. 432..668..Cangkul 20 buah @ Rp.550. Rp. 2.Tahun ke-3: 48 HOK @ Rp. 127.Pengolahan lahan Tahun ke-1: 15 HOK @ Rp. 500 kg @ Rp.000. 540. 5..Rp. 1.Tahun ke-2: 6 liter @ Rp.000.Rp. h. 162. 300. 54.Tahun ke-3: 40 HOK @ Rp.000. 54.500.550.Tahun ke-5: 10 liter @ Rp. 2..000..000..Tahun ke-6: 75 HOK @ Rp. 5. 350.000..150. 5. 15...000.000.550. 4.000.Tahun ke-4: 10 liter @ Rp.000.000.

H.. B/C ratio Rp.000.000.995kg @ Rp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.695. 200. Jl. 10. 24.Tahun ke-6: 60 HOK @ Rp.000.Rp. Rp.1 Catatan: Dalam budidaya jeruk manis (Jaffa). Rp.250.050.Rp.960 kg @ Rp.Pengairan Tahun ke-1-3: 30 HOK.-/kg b.000.000.000. 250.Tahun ke-6: 50 HOK @ Rp. Fax.665 kg @ Rp.000. Tahun ke-6: 19.- Rp. 5. 14 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp. 5.000. selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun. Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2. Rp.= 2.Rp.000.000. masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6. 5. 5.id .000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Tahun ke-3: 20 HOK @ Rp. 49.80.150. Tahun ke-4: 4.325.Rp.950.000. 150.183.Tahun ke-4: 30 HOK @ Rp. 5. Tahun ke-5: 9.-/kg c.000.-/kg Jumlah pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun Keuntungan rata-rata per tahun 4) Parameter kelayakan usaha a.Rp.Rp.Rp.000.000. 5.000.000.go.305.990 kg @ Rp. 86.Tahun ke-5: 50 HOK @ Rp. 5. 5. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-1: 20 HOK @ Rp.000.Rp.000.000. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat. 100. padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793. Rp.000.600. 300. 96.450.ristek. 5.000.000.4 kg/orang/tahun.Pemangkasan Tahun ke-2: 22 HOK @ Rp. 5.Rp. Rp. Rp. Rp.000.-/kg d.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp. 8.000.000.000. diperlukan 1.810 ton/tahun yang Hal.000.000.. 150.800.Rp.7 kg/orang/tahun.000.17. 110.2 Gambaran Peluang Agribisnis Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi. 021 316 9166~69.150. tanaman mulai berproduksi pada tahun ke 3 dan keuntungan mulai didapat mulai tahun ke-4. 5.000.000. 5.3 juta ton jeruk/tahun. 5.000. 5. 99.000. Tahun ke-3: 1.000.000.825. 300.Tahun ke-2: 30 HOK @ Rp. Rp.-/th Tahun ke-4-6: 40 HOK.Rp.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) a.250. M.Tahun ke-5: 60 HOK @ Rp. Rp.000. Rp.150.-/th .224.000.000. Rp.975. 021 316 1952. Dengan konsumsi ideal.Penyabutan batang Tahun ke-2: 16 HOK @ Rp. 5. 5.100.037449. 16. http://www.

021 316 1952.H.0–5. bebas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 11. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. cara uji organoleptik 4) Ukuran: Kurang seragam. Fax. cara pengujian mutu. 021 316 9166~69. Mutu Klasifikasi dan Standar Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. STANDAR PRODUKSI 11. Kelas A: diameter 7. 11. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas. 11. C dan D. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.go. utuh segar dan bersih.1 cm atau 151 gram/buah. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu. Jl. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50. yaitu Mutu I dan Mutu II.TTG BUDIDAYA PERTANIAN saat ini tidak bergerak banyak.1-2.id . cara uji SP-SMP-311-1981 11.4.0 cm atau 50 gram/buah Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam.ristek. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. berdasarkan berat tiap buah.0 cm atau 101–150 gram/buah Kelas C: diameter 5. cara uji organoleptik 7) Busuk % (jml/jml): maks.1–7. Selain itu. Kelas B: diameter 6.3. tengah dan bawah. jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil. Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional. cara uji organoleptik 3) Kekerasan: Cukup keras.129 ha kebun jeruk. cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan.1. B. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. dalam keadaan cukup tua. cara uji organoleptik 2) Tingkat ketuaan: Tua. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. M.0 cm atau 51–100 gram/buah Kelas D: diameter 4. http://www. tidak terlalu matang. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1–6. % (jml/jml): maks 5-10.

15 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M. Jl. Fax. 021 316 1952.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Bambang Soelarso. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. Celah-celah Usaha Terpilih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Agribisnis Tanaman Buah. Penerbit Kanisisus. Indriani & Haryono. Penebar Swadaya. Yogyakarta. 1998. Penerbit Kanisisus. berat bersih.ristek. Ir. daerah asal. Jl. 1992. 3) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. nama/kode perusahaan. 1996. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. contoh yang diambil 7. Fax. 5) Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Jakarta. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. 021 316 9166~69. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. contoh yang diambil 9.129 ha Kebun Jeruk. Pengemasan Buah jeruk dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Masih Diperlukan Penambahan 50. 021 316 1952. 2) Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 sampai dengan 300. M. Yovita H. 4) Bonus Trubus No. jenis mutu. http://www. 345.H. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Yogyakarta. negara/tempat tujuan. 16 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1998.5. hasil Indonesia. 3) R. 11. contoh yang diambil 15 (minimum).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 4) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000.go. contoh yang diambil 5. 1999. contoh yang diambil 10. Jakarta. 12. golongan ukuran.id . 2) Rahardi. 2) Trubus no 340.

1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). kacang kole.go. dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17. 021 316 1952. JENIS TANAMAN Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Leguminales Hal.ristek.H. suuk. kacang jebrol. kacang tuban.id . Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. http://www. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”. tepatnya berasal dari Brazilia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) 1. 2. kacang banggala. 021 316 9166~69. Jl. kacang bandung.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L. M. SEJARAH SINGKAT Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan.

digunakan sebagai bahan untuk membuat keju.go. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi. e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek... c) Kacang Holle. C. Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. Arachis tuberosa Benth. Ferro.id . M... Fax. digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. 4. Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah). yaitu: a) Kacang Brul. 3. Arachis namby quarae Hochne. Sumatra Utara. kemudian meluas ke negara lain. Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa. protein (27%). Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Famili Genus Spesies : Papilionaceae : Arachis : Arachis hypogeae L. juga mengandung mineral antara lain Calcium. Jl. Phospor. MANFAAT TANAMAN Di bidang industri. Arachis villosa Benth. Amerika Serikat dan Gombai.. Arachis prostrata Benth. Nigeria. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.. merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas yang ada. http://www. Arachis glabrata Benth. sabun dan minyak goreng... D. Arachis marganata Garden.H. Magnesium. Cina. Chlorida. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SENTRA PENANAMAN Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India. berumur panjang (6-8 bulan). Hal. berumur pendek (3-4 bulan).. c) Hasilnya stabil. 021 316 9166~69. B. d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun). Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas. Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal. Arachis villoticarpa Hochne. E dan K).50%). b) Kacang Cina..ristek. Arachis helodes Mart.. b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari. Arachis idiagoi Hochne. mentega. Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut: a) Daya hasil tinggi. 021 316 1952. Kalium dan Sulphur. kacang tanah mengandung lemak (40. Arachis guaramitica Chod & Hassl. karbohidrat serta vitamin (A. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus.

c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus. 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Media Tanam a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur. Iklim a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1. 5. 6.id . b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit.1. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. 021 316 9166~69. d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.3. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman. Selain itu. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kerdil. karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C. hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah.5. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat.go. 021 316 1952. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering. b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.300 mm/tahun.0–6. Jl.H. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %.1. layu dan akhirnya mati. baik bagi pertumbuhan kacang tanah.2. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman.ristek.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek. M.H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. 021 316 1952.

sapi. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Benih dilakukan secara generatif (biji).5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter.H. b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat. c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan.2. tidak keriput dan cacat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0. d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. c) Kulit benih mengkilap. 021 316 1952. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. e) Kadar air benih berkisar 9-12 %. seperti kerbau. atau pun dengan mesin traktor. M. e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut: B = a x b x c kg 100 x p x q B = bobot benih (kg) a = Jumlah benih/lubang. 2) Pembukaan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. 3) Pembentukan Bedengan Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan.ristek. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak. Jl. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami.go. b = Bibit per-1000 biji (g) c = Lokasi yang akan ditanam (hektar) p = Jarak antar barisan (m) q = Jarak dalam barisan (m) 6.id . d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. Fax. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.

Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam.ristek. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam. 021 316 9166~69.go. benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm.5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk tanah datar. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2. Jl. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. 5) Pemupukan Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan JuliSeptember (palawija II). Fax. luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan.H. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Cara Penanaman Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. Pada tanah yang subur. 6. 6.3. M. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm. http://www. 021 316 1952. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Hal. Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam.id . Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. perlu dilakukan pengapuran. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.

karena dapat menggganggu penyerbukan. 021 316 1952.ristek. Jl. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman. Fax. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari. misalnya pemangkasan. untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam).go. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. http://www. 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh. asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti. perambatan. pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). 5) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab.id . Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut. 021 316 9166~69. Hal. Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 57 hari. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 7) Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Sevin 85 S atau Sevin 5 D. http://www. Sevin 85 S. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan). penyiangan intensif. Lebaycid 500 EC. (2) penyemprotan Agnotion 50 EC. Pengendalian: insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C.ristek. HAMA DAN PENYAKIT 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. penyemprotan e) Sikada Gejala: menghisap cairan daun. Azodrin 15 W5C. d) Ulat jengkal Gejala: menyerang daun kacang tanah. Penyakit a) Penyakit layu Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin. Sevin 5D. daun tinggal tulang.id . Azodrin 15 W5C.1. pergiliran tanaman. Fax. akhirnya mengering. Pengendalian: (1) penanaman serentak. 021 316 1952. menanam serentak. f) Kumbang daun Gejala: daun tampak berlubang. tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan.H. Hama a) Uret Gejala: memakan akar. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. Lannate L Sevin 85 S.go. (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP. b) Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman dicabut. dibuang dan dimusnahkan. juga makan pucuk bunga. 021 316 9166~69.2. M. 1 ha membutuhkan 0. (2) penyemprotan insektisida lannate L. Pengendalian: (1) penanaman serempak. Jl. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha. Supraciden 40 EC. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C. Diazeno 60 EC.5-1 liter. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: menanam serempak. pergiliran tanaman. 7. b) Ulat berwarna Gejala: daun terlipat menguning. batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. M.go. Jl. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69.H. Fax. http://www.

8.5-2. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. 021 316 9166~69.ristek.id .1. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran. M.go.3.H. Cara Panen Pencabutan tanaman. Fax. misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1. atau Deconil pada tanaman selesai berbunga. dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali.5 ton polong kering. e) Penyakit gapong Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya. 8. Perkiraan Produksi Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas. Jl. untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penyakit bercak daun Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45. 8. Ciri dan Umur Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 34 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. PANEN 8. Polong sudah berisi penuh dan keras. 021 316 1952. kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi. d) Penyakit mozaik Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh. f) Penyakit Sclertium Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan. g) Penyakit karat Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go.id . Fax. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

Pupuk . M. masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.4.go. 021 316 9166~69. 800. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4. Penyortiran dan Penggolongan Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya.Rp.Rp. Sewa lahan 1 musim tanam 2. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah.500. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus. Fax. 9.Rp. kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4.1. brangkasan tanaman kacang tanah ditempat 9. 021 316 1952. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. PASCAPANEN 9. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering. 1. Pengumpulan Kumpulkan strategis. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan. 10.3. Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg.Urea: 100 kg @ Rp. lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang.id .ristek. Jl.000.3.000.2. 500.1. 150.000. http://www.000. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering.H.

http://www.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.H.ristek. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

ristek. 180. http://www.6): 2.. 4.967. Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah. 2. 1. 115. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya. 1. HKW : Hari kerja wanita. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria.Rp.000.2. Pestisida: 2 liter @ Rp. 500. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan.000.000.Rp.800.000. sebelum panen tiba.Rp.832.000 kg @ Rp. Berupa biji kering (rendemen 0.Rp.Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW . produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus. Berupa polong kering 2.000.000.Rp. 4.032.Rp. selama tahun 1969-1991. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum.Rp. Di Indonesia.500.500.000.000.= 1. 77..Rp. namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan.000.800. 1.5.618 Hal. 4. Jl. 82. Fax. menempati urutan ke-2 setelah kedelai.Rp. 021 316 9166~69.go. Lain-lain Jumlah biaya produksi Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1.000.Rp.Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10.500.H. Berupa polong kering 2. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 200. 50.Rp.650. Yang terjadi di lapangan. 112.500.000.Rp.- b) Pendapatan 1.c) Keuntungan bersih 1.000 kg @ Rp. O/I berupa polong kering 2. 150.KCL: 50 kg @ Rp. Rp.2.000. para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng.500.Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7. Peralatan 6.500. 100.4.. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8. 021 316 1952. Tenaga kerja .id . 2.000. M.348 = 1. 4.TSP: 100 kg @ Rp.

3.5. Kadar air maksimum (%): mutu I=8.go. mutu III=8.H. Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat. mutu II=5. mutu III=2. Memiliki suhu normal. mutu III=3. mutu III=10. 6. Bebas hama penyakit. 11. 3. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0. mutu II minimum 7 mm. mutu II=2. 2. mutu II=4. 2. mutu III=2. 7. syarat penandaan. yaitu: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. 3. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3. mutu II=1. 021 316 9166~69. b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose) 1. syarat mutu. 4. mutu II=2. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0. apek dan bau asing lainnya. mutu II=62.ristek. Fax. Diskripsi Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995. 2.2. Polong keriput maksimum (%): mutu I=2. mutu II dan mutu III a) Syarat umum 1. mutu III=5. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. mutu=9. Kadar air maksimum (%): mutu I=6. mutu II=2. M. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu=9. mutu III=3.5. mutu II=7. http://www. mutu II=3. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. cara pengambilan contoh. Hal. Butir belah maksimum (%): mutu I=1.5. 021 316 1952. 4. mutu II=0. cara uji. Klasifikasi dan Syarat Mutu Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I. 4. Ruang Lingkup Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi. asam.1. c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong) 1. 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu III maksimum 6mm.id . mutu III=4. 3. 5. pengemasan dan rekomondasi. Rendemen minimum (%): mutu I=65. Bebas bau busuk. Diameter : mutu I minimum 8 mm. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. mutu III=3. mutu III=4. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0. maka harus dilakukan beberapa pengujian. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida. bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh. 6. Jl. 11. STANDAR PRODUKSI 11. mutu III=60.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu II=1.

Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. Fax.go. Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %. kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset. e) Penentuan suhu dengan alat termometer. M. butir belah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. butir warna lain.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Penentuan adanya butir rusak.ristek. c) Nama dan mutu barang. Pengemasan Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. f) Berat netto. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung. Untuk mengukur kadar air. Presentase butir warna lain. d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). f) Penentuan kadar aflatoksin. dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. d) Nama perusahaan/pengekspor. kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya. 021 316 9166~69. dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. g) Nomor karung. 021 316 1952.id . dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang. e) Berat bruto. selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya. 11.4. h) Tujuan. c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper. butir keriput.5. b) Daerah asal produksi. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu. butir rusak. 11. Jl.

Fax.go.ristek.H. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www.

Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). 1999.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Jakarta. Budidaya dan Analisis Usaha Tani. 021 316 9166~69. Fax. Ir. http://www. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. H. M. Yogyakarta. Kanisius. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1998. Jl. Penerbit Swadaya. c) Rahmat Rukmana. Yogyakarta. b) Danarti dan Sri Najiyati. DAFTAR PUSTAKA a) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. Budidaya dan Pasca Panen. 1997.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Proyek PEMD. 021 316 1952. Ubi Kayu.ristek. Palawija.go. Jakarta.

Economic Garden.29.H. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria. No. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut: Familia : Leguminosae Subfamili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDELAI ( Glycine max L ) 1. 27. 021 316 9166~69. merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis. Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Jl. Taichung 1290.id . Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di Indonesia.ristek. warna biji dan tipe batang. Sumbing 452.go. SEJARAH SINGKAT Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. No. Shakti 945. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika. http://www. Ringgit 317. Davros. 2. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. India. dan Cina. Merapi 520. Jepang. yang dibudidayakan mulai abad ke17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau.

M. 021 316 9166~69.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 1952.ristek. http://www.H. Fax.

MANFAAT TANAMAN Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama. seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Guntur. kosmetika. http://www.go. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin. yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. SENTRA PENANAMAN Di salah satu negara bagian Amerika Serikat. Hal. tinta. Merbabu. Muria dan Tidar. Galunggung. kue-kue. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. M. terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat C.H. Sulawesi Utara (Gorontalo). 3. b) Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab.1. Sumatera Selatan dan Bali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kue. vetsin. Orba 1343. Raung. Kerinci.ristek. cat cair. Wilis. Fax. margarin dan bahan lemak lainnya. Iklim a) Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Lokon. Di Indonesia. 021 316 1952. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan. Jawa Barat. Jawa Tengah. Clark 1293. Dempo.id . permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas. 4. Jl. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN TKG 1291. tinta cetak dan tekstil. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng. Lampung. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. c) Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C. 021 316 9166~69. 5. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air. insectisida dan farmasi. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung.

Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai. b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik.3.ristek.2. Pada pH kurang dari 5. 5. 021 316 9166~69. Media Tanam a) Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. pertumbuhan kedelai kurang baik. 5. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup. latosol dan andosol. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik.87. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah. sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal. f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai. bahan organik sangat penting artinya. d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai. grumosol. Tanah yang mengandung liat tinggi. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa.5 pun kedelai dapat tumbuh. 021 316 1952. g) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar.id . karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. Tanah yang baik ditanami jagung. Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.5300 m dpl. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0.5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. regosol. Untuk memperbaiki aerasi. h) Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. c) Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial. baik pula ditanami kedelai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.0 tetapi pada pH 4. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. http://www. asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Fax. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). e) Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. M. Jl. tetapi air tetap tersedia.H.go. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik.

3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go. M.id .ristek.H.

Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Merbabu. dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. Shakti. Peter. Lakon. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara.29. Guntur. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. tanah. Davros. yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc.H. bersih dari kotoran. Fax. http://www. tetapi tidak lebih dari 6 jam. Tidar. Limpo Batang. Rinjani. Orba. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum. Taichung. Economic Garden.1. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. 3) Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang.ristek. Wilis. (3) setelah diinokulasi. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan.go. No. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Selain itu. Tambora. Galunggung. No. Jl. 021 316 9166~69. Raung. 2) Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137). 021 316 1952. M.452. Clark 63. No.27. atau dengan memperpendek jarak tanam. PEDOMAN BUDIDAYA 6.id . TK 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit.

Jl. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H. http://www.id .

sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. Fax. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. 4) Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan. http://www.id . tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat. 3) Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5.2. memupuk.ristek. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. Dengan pengapuran. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah. dengan dosis 2-3 ton/ha. 021 316 9166~69. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi setiap 3-4 tahun sekali. 6. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari.go. menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. 021 316 1952. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan Hal.H. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. Jl. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. tinggi 20 cm. Apabila akan dibuat drainase.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. M.

Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. 2. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus.go. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. 4.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman kacang-kacangan. b) Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah.id . dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kedelai dengan ketela pohon. M. Jl. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar. Jarak tanam hendaknya teratur. 021 316 1952. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan.H. agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. kedelai dengan jagung. Fax. 3. Pada tanah yang subur. 2) Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. 3) Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: a) Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. jarak tanam lebih renggang. 25 x 25 cm. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm.3. 021 316 9166~69. Umur tanaman tidak jauh berbeda. seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. atau 20 x 20 cm.

Fax. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69.go. http://www.

yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. dapat juga dengan menggunakan herbisida. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. Hal. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari.4. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Jl.H. Di lahan sawah dengan irigasi. Apabila lahannya luas. M. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Bila ditanam di tanah sawah. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan.id . biasanya kedelai ditanam bersamaan.go. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. 6. Fax. 021 316 9166~69. 2) Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. 4) Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. sekitar 6 minggu setelah tanam. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari.ristek. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. http://www. sehingga akan terlihat tidak seragam. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik. 021 316 1952.

Di lahan sawah irigasi. tanah harus diairi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Jl. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. pemupukan dapat menaikkan hasil. Fax. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha.H. Pada tanah yang kurang subur. Saat menjelang panen. Namun bila tidak ada irigasi. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari. Urea=50-100 kg/ha. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. M. 021 316 1952. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . 4) Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 34 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. d) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pemupukan tidak diperlukan. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha. 5) Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya.go.ristek. c) Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk. 021 316 9166~69. pemberian air di sawah bisa diatur.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www.id . Jl.go. 021 316 9166~69. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

dilakukan sebelum benih ditanam. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). 021 316 9166~69.ristek. tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan. Azodrin 115 WSC.1. 7. Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya. Gejala: layu. d) Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. Kharpos 50 EC. memenuhi syarat. 021 316 1952. b) Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur. e) Ulat penggerek polong.kacangan. pertumbuhannya terhambat. bersih. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC. Huslation 40 EC. dan hasilnya akan sedikit. dicampur dengan benih. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong. diberi insektisida Marshal 200 EC. disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC.go. kapas-kapasan atau kacang.id .H. c) Wereng kedelai atau kumbang daun. setelah tanam 50 hari. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari. Azodrin 15 WSC. M. a) Lalat bibit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit). ada yang bersayap dan tidak. Fax. Jl. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. HAMA DAN PENYAKIT 7. Dursban 20 EC. bahkan tidak berbuah sama sekali. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Hama a) Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong.5 mm berwarna hitam. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya. Hosthathion 40 EC. 7) Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. mengolah tanah dengan baik.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.id .H.ristek. 021 316 1952. http://www.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. polong muda. memakan buah muda.ristek. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Dursban 20 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pagi hari berada di atas daun. f) Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda).id . dan Agrothion 50 EC. M. berkelompok. Basudin 50 EC. g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Diazinon 60 EC. Bertelur pada permukaan daun.5 mm) Lalat bertelur pada leher akar. polong bagian luar berubah warna. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering). Fax. sebelum ulat berkembang biak. tanah ditutup dengan jerami . kecil sekali (1. memakan polong dan bertelur. setelah menetas. 021 316 1952. ulat masuk ke dalam buah sampai besar. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Melano Agromyza Phaseoli. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. Surecide 25 EC c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. dengan dosis 2 cc/liter air. 021 316 9166~69. telur di bawah permukaan daun. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. Azodrin 15 WSC. Pengendalian: Azodrin 15 WCS.go. volume larutan 1000 liter/ha. http://www. bahkan seluruh tanaman. yang berwarna hitam bintik putih. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Sumithoin 50 EC. Jl. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur. saat matahari bersinar turun ke polong. kemudian menjadi lalat dan bertelur. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. pucuk. h) Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. e) Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah. pemakan daun dan merusak bunga. hitam bergaris kuning. Pengendalian: Saat benih ditanam.H. Azodrin 15 WSC. Gejala: larva dan kumbang memakan daun. bunga. dan menjadi hampa. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. Waktu buah masih hijau. kemudian setelah benih ditanam. tanah diberi Furadan 36. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi). d) Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri.

Fomodol 50 EC. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN EC. Hal.ristek. Fax. 10/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.H.

2. 7.H. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN i) Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar. ulat hidup bergerombol. 021 316 9166~69. daun yang paling rendah rontok. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun.go. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. dengan dosis 2 gram/liter air. lebih parah jika cuaca cukup lembab. M. (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. bertelur di permukaan daun. http://www. dan tanaman berjarak tanam pendek. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. buah dan daun mengecil. menguning. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit. 021 316 1952.ristek. Fax. memakan daun. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Jl. Dithane M 45. Gejala: kerusakan pada daun. Pemberantasan: belum ada. saat udara lembab. bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. Copper Sandoz. b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. dan berpencar mencari rumpun lain. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. Penyakit a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. Penularan melalui tanah dan irigasi.id . Gejala: bunga. d) Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

ristek. Fax. 021 316 1952.H. M. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

kemudian membusuk dan mati. tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. M. tangan dalam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun).2. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan. agar hasilnya segera dapat dijemur.id . 8. Disamping itu. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning. http://www. g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Perlu diperhatikan.1. tanaman menjadi kerdil. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. 8.go. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC. PANEN 8.ristek. Panen yang terlambat akan merugikan.H. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. karena banyak buah yang sudah tua dan kering. Jl. 021 316 9166~69. Fax. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. lalu gugur. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah. h) Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut. agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. atau polong sudah kelihatan tua. Pada tanah ringan dan berpasir. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. Penularan melalui tanah dan irigasi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. proses pencabutan akan lebih mudah. (2) menyemprotkan Dithane M 45.

H. Fax. 021 316 1952. M.ristek.id . 021 316 9166~69.go. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

4. Sesudah kering sempurna dan merata. pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap. PASCAPANEN 9. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. http://www. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. 021 316 9166~69. tapi tertinggal di dalam tanah. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. Periode Panen Mengingat kemasakan buah tidak serempak. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan.id . 021 316 1952. 9. 8.3. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong. kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15 %. Pada tanah yang keras. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. atau di lantai semen selama 3 hari. Fax.ristek. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah pemungutan selesai.go. maka dengan memotong akan lebih cepat. Prakiraan Produksi Produksi kedelai yang didasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha.00 siang.H. polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. dijemur secara terpisah. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri. dari pukul 10. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya. asalkan polong sudah cukup kering.00 hingga 12. M. Agar kedelai kering sempurna. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. beberapa kali. Jl. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam. 8.1. anyaman bambu.

H. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek. 021 316 1952. Jl. Fax.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

000.000. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama.000.4.000. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. Rp. 1 musim tanam 2.go..00.000.3.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pestisida . Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. 100. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan.ristek. Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya Kedelai di lahan pasang surut untuk luas lahan 1 hektar per musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: a) Biaya produksi 1. Setelah biji terpisah. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. 400.2 %. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Biji yang luka dan keriput dipisahkan.SP-36: 125 @ Rp. M. 021 316 9166~69. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.Kapur: 1.2.. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %.300. Fax. Rp. Sewa lahan 1 ha. Rp. Bibit: benih 40 kg @ Rp. 300..000.125. Rp.200. 6000. 1.id .H. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Pupuk dan kapur . 10. 1. http://www.35.000.650.240.100. Rp.KCl: 50 kg @ Rp.300.3. 1.Urea: 50 kg @ Rp. 9. Jl.. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung.000. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18.500.Pengolahan tanah 30 OH Rp. 021 316 1952.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.Legin 5.000 kg @ Rp.900. brangkasan disingkirkan.1. Rp.180. Tenaga kerja .Pestisida 2 liter @ Rp.

Fax. http://www. Jl. 021 316 1952.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go.

517. 1. Gambaran Peluang Agribisnis Bila dibandingkan dengan produksi kedelai Amerika yang mencapai 1800 kg/ha. Rp.000. 6.4. 500. 600.240.Rp. 021 316 1952.200. 5.000.000. Tenaga kerja . Rp.- Rp. 5.500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 1 musim tanam 2.Rp. Pestisida . 3.400.000.800 kg @ Rp. 600. 1.Rp.000.Rp. B/C Ratio Rp. 3000.180. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara menanam varietas unggul secara intensif.Rp.000. produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia masih tergolong rendah yaitu rata-rata 600-700 kg/ha.Rp. Rp..Penanaman 60 OH .ristek.Rp. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.Pestisida 2 liter @ Rp. Bibit: benih 40 kg @ Rp.000.000.SP-36: 125 @ Rp.Legin 5.000. Maka diharapkan Hal.000.620. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.00. 500.Rp.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.id Rp.500.Rp. Jl. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. M.900.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. Sewa lahan 1 ha. 300.Urea: 50 kg @ Rp.2.go.000..391 . 1.H. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.= 1.400. B/C Ratio 10.Pemeliharaan 50 OH 6. 450.Kapur: 1000 kg @ Rp. 1.780.000.75.300.000.000.500.Penanaman 60 OH .3. 100. 1. 300.882.237. Pupuk dan kapur .000.Pengolahan tanah 60 OH . yang dapat mencapai 20 kuintal/ha.Pemeliharaan 30 OH 6.000. 3.= 1. 3.800 kg @ Rp..000. Fax. Rp. 021 316 9166~69.Rp. 600.429 Sedangkan perkiraan analisis budidaya kedelai di lahan kering beriklim basah per hektar dalam 1 musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 sebagai berikut: a) Biaya produksi 1.000. http://www. Rp.500.000.

. 11. atau bau asing lainnya. seperti: insektisida dan fungisida. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1. serta bahan pembuat susu sari kedelai.3.1.-/kg dan kedelai hitam biji sedang atau kecil Rp 375.2. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. STANDAR PRODUKSI 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN produksi kedelai di Indonesia dapat ditingkatkan lagi. http://www. Di pasaran umum harga kedelai disesuaikan dengan warna dan besar kecilnya biji. 021 316 1952. Sebagai gambaran: pada saat harga kedelai putih biji besar Rp 500. cara pengambilan contoh. Meningkatnya produksi kedelai pada periode tersebut merupakan hasil upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilaksanakan dengan didorong oleh adanya Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Kedelai di berbagai wilayah. Di Indonesia. syarat mutu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek.go.-/kg. bahkan permintaan dari konsumen semakin meningkat. Bebas dari bahan kimia. kedelai hitam biji besar Rp 450. Bebas hama dan penyakit. jadi dapat dikatakan harga kedelai agak stabil. 3. jarang mengalami perubahan.(tahun 1992). Diskripsi Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995 11.cara uji. Sedangkan partai kecil pada umumnya dijual sendiri di pasar oleh para petani yang bersangkutan atau disalurkan ke industri rumah tangga yang mengusahakan tahu dan tempe. 11. Jadi pada hakekatnya pemasaran kedelai tidak sulit. Jl. Harga kedelai putih lebih mahal sebab mudah dan baik sekali digunakan sebagai bahan pembuat tempe dan tahu yang sudah memasyarakat di Indonesia.id . meskipun sementara petani masih menjual produksinya kepada tengkulak yang kemudian meneruskannya kepada pedagang besar (pengumpul) dan akhirnya disalurkan ke pabrik-pabrik. agar impor kacang kedelai dapat dihentikan. syarat penandaan dan pengemasan. Patokan harga kedelai ini bisa bertahan dalam jangka waktu relatif lama. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. hasil panen kedelai dalam partai besar pada umumnya dijual melalui KUD. Bebas bau busuk. Walaupun produktifitas tanaman kedelai cenderung mengalami peningkatan selama periode 1993-1997. kedelai putih biji sedang dan kecil Rp 400.H. asam.-/kg. 021 316 9166~69. M.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69. M. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek.go. http://www.

c) Nama dan mutu barang. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. butir rusak. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. b) Syarat khusus 1. butir warna lain. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1.go. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. b) Penentuan adanya rusak. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. berat contoh analisa 100 gram. Fax. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. mutu III=3 dan mutu IV=5. mutu III=14 dan mutu IV=16. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. M.id . c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer. butir pecah.H.7 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Hal. mutu III=5 dan mutu IV=10. mutu II=3. http://www. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %. mutu III=3 dan mutu IV=5. mutu II=1. 021 316 1952. 5. Memiliki suhu normal. Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. 021 316 9166~69. d) Nama perusahaan /pengekspor. 2. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Persentase butir-butir warna lain. mutu II=2. mutu III=3 dan mutu IV=5. 11. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. mutu II= 4. mutu II=1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. Jl. 4. 11. mutu II=14. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa.ristek. 3. b) Daerah asal produksi.

BAPPENAS. 12. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (1991). Kedelai. Departemen Pertanian Banjarbaru c) Capricorn Indo Consult.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Berat bruto. 14 (3): 128-136 f) Wiroatmodjo. Proyek PEMD. Askip.ristek. : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Studi Tentang Agroindustri dan Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia.go. Akata Agrosia. (1992). f) Berat netto. Yogyakarta. d) Marwanto. Sulistyono. Jl. 021 316 1952. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Perbaikan Budidaya Basah Kedelai. (1995). Fax. (1989). Jurnal Penelitian Pertanian. http://www. h) Tujuan. Proyek PEMD. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Balai Informasi Pertanian (1983/84). Kedele. Intensitas Serangan Jamur Selama Penundaan Saat Panen dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. 1 (1):10-14. g) Nomor karung. Eko. M. e) Pasaribu. (1998).H. 10 (1): 27-37 Jakarta. Merill). Buletin Agronomi. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Herbisida dan Inokulasi Beberapa Strain Bradyrhizobium japonicum. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id . 021 316 9166~69. Kanisius.

id . Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa. Fax. dan co'c (Vietnam). hevi (Filipina). otaheite apple. Sedang di Asia Tenggara disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia). 2. atau great hog plum. 021 316 1952. Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. mokah (Kamboja).H. M. makak farang (Thailand). kook kvaan (Laos).ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst. JENIS TANAMAN Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae. gway (Myanmar). 021 316 9166~69. SEJARAH SINGKAT Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella. Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik.) 1.go. Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. dan kedondong kendeng. kedondong bangkok.

ristek. 021 316 9166~69.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id . http://www. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M. Jl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN raksasa/super. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur. 0. dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok. kulit perih. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara.000-1.id .60 gram serat. 4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong. 3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya. daun. 021 316 1952.5 gram sukrosa.7-1 kg/buah.3-1. SENTRA PENANAMAN Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara. Iklim 1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini. 3.853. Salah satu negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L. 0.8 gram protein. tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai. serta untuk dibuat acar (sambal kedondong).H.5-0. http://www. Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. M.1. jeli. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. 8-10. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi. 0. Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah. tidak dapat digunakan kayu pertukangan. SYARAT TUMBUH 5. 4.8 gram lemak. Fax.ristek. dan sari buah. Pada saat musim kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan tumbuh kembali dengan cepat. Jl. dan luka bakar. Jawa Tengah). dan kulit batangnya. tetapi kadang-kadang dibuat perahu. buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. 2) Curah hujan yang diinginkan antara 1. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0. 5) Kelembaban udara sekitar 14%. MANFAAT TANAMAN Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar.go. 5. 021 316 9166~69. pohon yang ternaungi menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali.500 mm/tahun.

Fax. 021 316 1952.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M.ristek. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl. http://www.

b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan. 5. Akan tetapi pohon ini juga toleran terhadap kekeringan. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji.5-6.ristek. Jl. 021 316 1952. c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Apabila tanah terlalu asam maka untuk menaikkan pH perlu dilakukan pengapuran. 4) Kelerengan tidak terlalu mempengaruhi tanaman kedondong. asalkan tanah itu memiliki sistem pengaliran air yang baik. Permukaan air tanah yang dapat dicapai oleh tanaman kedondong ialah antara 50-200 cm. dalam keadaan stres dedaunannya akan rontok untuk sementara saja. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang. setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. 2) Penyiapan Benih Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif. http://www. namun tanaman kedondong paling baik ditanam pada daerah yang datar dengan kelerengan antara 0-10 derajat. M. Tanah yang disukai adalah tanah yang porous. d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan. Fax. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan.id . Ketinggian Tempat Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering sampai ketinggian 700 m dpl.2. yaitu: a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PEDOMAN BUDIDAYA 6.2. Sistem pengairan yang baik akan menunjang pertumbuhan kedondong sehingga produksinya melimpah.H. dan mengandung bahan organik. 6. Media Tanam 1) Tanaman kedondong mampu tumbuh sama baiknya pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam.1. 2) Derajat Keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk tanaman kedondong ialah antara 5.3. 3) Tanaman kedondong tidak suka pada genangan air. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. gembur.go.

021 316 9166~69. Fax. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek.

Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar. perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam. untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. Selain pH tanah. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. Penetapan waktu penanaman juga sangat penting. setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. Hal.2. M. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan. 021 316 1952. Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam. 6.H. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. stek batang/dengan okulasi sambungan. 5) Pemindahan Bibit Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan.go.id . Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari. Fax. 021 316 9166~69. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memperbanyak tanaman kedondong. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang. http://www. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum membuka kebun. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. harus direncanakan dahulu. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus.

Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran. Biayanya memang cukup banyak. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur. 6) Pemasangan Ajir Setelah tanah selesai dikerjakan. 5) Pemupukan Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit. padat. ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. TSP. sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar. 4) Pengapuran Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong. maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu.H.id . maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit.go. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang. Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah. tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. umpamanya bagi tanah yang rendah. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Supaya tanaman kedondong tumbuh subur. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. maka mulailah dipasang ajir pada tempattempat yang akan ditanami pohon kedondong.5-12 m. Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya. atau tanah itu padat. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang). Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7. Jl. yaitu secara bujur sangkar atau segi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemakaian pupuk kimia seperti urea. hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air. Pola tanam ada dua macam.ristek. Akan tetapi. dan sebagainya. bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. 3) Pembentukan Bedengan Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedenganbedengan.

M.go. 021 316 9166~69.H. Fax. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. http://www. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. 021 316 9166~69. maka dugunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump. sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi.80 X 0. Bibit yang berasal dari semai. maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya. Fax. sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar. Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat. batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah.50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul. Pada waktu menanam. pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar. Kalau kedua alat tersebut tidak ada. biarkan saja supaya turun sendiri.ristek. sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang. sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang.4. lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 12 .80 X 0. Ukurannya 1 X 1 X 0. Untuk menutup. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam. sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit. 2) Pembuatan Lubang Tanam Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong. bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya.id Hal. Pada permulaan musim penghujan.50 m atau 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tiga.go. http://www. lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam. Menurut aturan bujur sangkar. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang. Supaya kita dapat memasang dengan baik. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu. sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air. tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. dapatlah dibuat alat sendiri. lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. Jl. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. 021 316 1952. maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar. M. sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga. 3) Cara Penanaman Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan. Waktu menutup lubang. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar. 6. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air.

Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : Hal. dan untuk mempermuda pohon. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati.ristek. M. http://www. supaya lekas berbuah. 021 316 9166~69. sampah. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pupuk hijau. maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya. Macam pupuk yang baik bagi pohon buahbuahan ialah pupuk organis. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali.id .H. lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal. sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon). 5) Pemupukan Jika pohon ditanami pohon yang tetap. 3) Pembubunan Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan. panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun. 021 316 1952. Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. kompos. haruslah diadakan perempalan beberapa kali. maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. pemeliharan. setelah setahun ditanami. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Pada saat pohon kedondong berbuah. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong. kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan. tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang. 4) Perempalan Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam. sekali-kali jangan dilakukan perempalan. Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang. Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon. supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. Fax. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm. Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun. sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau. Jl. jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah.go.

) Ciri: kumbang berukuran besar. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah. 8) Pengurangan Buah Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri.TTG BUDIDAYA PERTANIAN P2O5 : K2O = 2:1:1 untuk tanah yang subur.) Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih. dengan kaki berwarna kuning. Hama 1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf. M. Dewasanya bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida. Jl. Pertamatama buah yang sakit dan rusak dibuang. 021 316 9166~69. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. HAMA DAN PENYAKIT 7.ristek.H. dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun. kepala dan perut berwarna merah-cerah. Sayapnya dengan 8 bintik gelap. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit. hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan.go. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm. Fax. sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1:2:2. 7. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari.1. http://www. Pupa berada dalam tanah. panjang 10-12 mm. kemudian yang dipandang perlu saja. 6) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau.id . Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahandahannya mudah patah. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan. Panjang ulat sekitar 60 mm. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah. 2) Kumbang (Podontia affinis Grond.

021 316 9166~69. M. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.ristek. http://www.H.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring. 7. Penyakit Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida. Gloeosporium. 7. rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. Jl. Penyakit biasanya menyerang bagian daun. bakteri atau virus. 021 316 9166~69. Cara Panen Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora). 021 316 1952. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar. tidak di antara ujung jari. Pemanenan dapat Hal. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida.id .1.go. 8. M. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak.6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. Telur berukuran 1. 8. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae. 8. Phoma. Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan.ristek. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang.H. Fax. Diplodia. Ciri dan Umur Panen Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut. Periode Panen Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Perkembangannya 38-42 hari. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang. http://www.3. dll yang disebabkan oleh cendawan. dan batang. Fusarium.3. sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. buah.2. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar. Gulma Alang-alang. PANEN 8.

9. karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. Pengumpulan Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain. Sebab kalau luka akan cepat membusuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli Agustus. Fax.4.ristek. Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi.3. 9. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon. langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain.1. Hal. Jl. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69. karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman. Buah yang akan dikirim jauh. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. Penyimpanan Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin. Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul. 9. 021 316 1952.go. sebaiknya buah yang belum kelihatan masak. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar. http://www. Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah penyortiran.4. 9. PASCAPANEN 9. M. Prakiraan Produksi Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg. 8.id .

021 316 9166~69.H. Diskripsi … 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas. Potensi Indonesia untuk mengekspor kedondong begitu besar.2. 021 316 1952. Di luar negeri kedondong adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. Pengambilan Contoh Satu partai/lot kedondong terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Fax. STANDAR PRODUKSI 11. 11.2. Mutu … 11. M.go. Gambaran Agrobisnis Peluang Usaha Di dalam negeri kedondong tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya. cara pengambilan contoh. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10.4. http://www. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. syarat mutu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. cara uji. Jl. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Untuk mensuplai kebutuhan kedondong luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. Analisis Budidaya … 10.3.id Klasifikasi dan Standar . b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. diperlukan pengembangan agribisnis kedondong yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali.ristek. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. syarat penandaan dan pengemasan.

H.go. 021 316 1952. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69.ristek. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

Jakarta. B. Sri & Danarti. 1986. Sinar Baru. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. Yogyakarta 2) Najiyati. 1993.H. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Jakarta. 1993. M. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. Bertanam Pohon Buah-Buahan 1. Kanisius. 3) Prasojo. Petunjuk Penggunaan Pestisida.W. & R. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama & Prosea Indonesia & European Commission.5. Joko.id KEMBALI KE MENU . Penyakit Tanaman Pangan dan Pembasmiannya. 1997. E. Coronel. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.E. Subiyakto. 4) Rismunandar. Bandung. 1984. 12. Penebar Swadaya. Pengemasan Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu. Fax. Yogyakarta. 6) Verheij. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. e) Produksi Indonesia. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 5) Sudarmo. f) Tempat/negara tujuan. 021 316 1952. Jakarta. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 7) Widyastuti. Yustina Erna & Farry B. Kanisius. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. Jakarta. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang.M. 1998.go. Paimin. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. b) Jenis mutu. Buah-buahan yang dapat Dimakan (Terjemahan). d) Berat bersih. 1995. Pengendalian Serangga Hama Tanaman Buahbuahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 021 316 9166~69. http://www. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat.

http://www.go. 021 316 1952.ristek.H. M. Fax. Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

kina ledgeriana 2. URAIAN TANAMAN 2. . Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. Equador. tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Rubiaceae Genus : Chinchona Spesies : Chinchona spp. kina merah.000 m dpl. Colombia.( Chinchona spp. Daerah tersebut meliputi hutan. kina kalisaya.hutan pada ketinggian 900-3. Nama daerah : kina. Peru sampai Bolivia. ) KINA 1. SEJARAH SINGKAT Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela.

berwarna ungu terang tetapi daun muda berwarna kemerahan.2 Deskripsi  C. lebar 3 – 6cm. daun penumpu sebagian berwarna merah.  C. cabang bentuk segi empat. berbulu halus. tabung tebal ditutupi bulu warna putih.  C. bergigi lebar bentuk segitiga. bentuk gasing. lebar 17 –19cm.5cm. bentuk seperti trelur panjang 4mm dan bersayap. bentuk bundar sungsang lonjong. Tangkai sari tidak ada. Buah lanset sampai bulat telur denga ukuran panjang 8 – 12mm dan lebar 3 – 4mm. warna hijau sampai kuning kehijauan. ledgeriana Tinggi pohon antara 4 – 10m. sangat lebar. calisaya Letak daun berhadapan. panjang benang sari setengan bagian tabung bunga. daun gugur berwarna merah. Kelopak bunga berbentuk tabung. Bunga wangi. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun. succirubra Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m. Ukuran daun panjang 24 – 25cm. mula-mula berbulu padat dan pendek kemudian agak gundul dan berwarna merah. tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut. lama kelamaan menjadi lancip atau bundar. agak menjangat. bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. kelopak bentuk tabung dan bergigi pada bagian atasnya. panjang tangkai 3 – 6mm. berbentuk galah. berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm. lancip.5cm. Bunga bentuk malai. berbulu halus atau lokos. lebar 9 – 13cm. bundar. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm. Ukuran daun panjang 25.3 Jenis . Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang. berbulu rapat dan pendek. berwarna hijau atau kemerahan. helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala.5 – 28. Daun elip sampai lanset. 2. bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan. permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda. panjang tangkai 1 – 1. bentuk bulat telur sampai gelendong. bagian pangkal lancip dan tirus. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih dan berbau wangi. bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm dan tidak berbulu. Daun letaknya berhadapan dan berbentuk elips. namun adakalanya panjang 7cm dan lebar 2cm. Panjang malai 7 – 18cm dan gagang segi empat sangat pendek dan berbulu rapat. tangkai daun tidak berbulu. helaian tipis.2. cabang berbentuk galah yang bersegi 4 pada ujungnya. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm. Buah berwarna kemerahan bila masak. Bunga bentuk bintang. panjang 8 –15cm. ujung daun lancip dan jorong.

Tanaman Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia. . succirubra Pavon (kina succi) yang dipakai sebagai batang bawah dan C. ledgriana (kina ledger) sebagai bahan tanaman batang atas. hanya 2 spesies yang penting yaitu C.

4.8.5 dengan pH optimum 5. diare.000mm/tahun dan merata sepanjang tahun.2. KP 105. Tanam Media 1) Tanah yang cocok untuk tanaman kina adalah subur. di Indonesia adalah Jawa Barat. 3. 5.1. influenza. 4) Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13. Jawa Timur dan Sumatra Barat.6-6. MANFAAT TANAMAN Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk obat.Klon-klon unggul yang dianjurkan adalah antara lain: Cib 6. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinine untuk penyakit malaria dan kinidine untuk penyakit jantung. Jawa 5. disentri.5-21 derajat C. calisaya Wedd. 3) Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik. KP 484dan QRC. 5. C. Iklim 1) Angin yang kencang dan lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang dan gugurnya daun. Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah untuk depuratif.3. dan tonik. banyak mengandung bahan organik. SYARAT PERTUMBUHAN 5. KP 473. Ketinggian . 2) Curah hujan tahunan untuk lokasi budidaya kina yang ideal adalah 2. tidak bercadas dan berbatu. 2) Derajat keasaman (pH) antara 4. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi kina Tengah. (kina kalisaya) juga banyak dikenal dan ditanam oleh masyarakat. 5) Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % dan 97 %. gembur.0003.

PEDOMAN BUDIDAYA 6.700 m dpl.000 m dpl dengan ketinggian optimum untuk budidaya tanaman kina adalah 1.1. Pembibitan . Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2. 6.Tempat Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl).400-1.

Siapkan entres kina ledger (1 cm) yang daunnya sudah dibuang dan runcingkan bagian bawah entres. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah. Entres batang atas Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal. Batang bawah Batang bawah adalah semai kina succi yang ditanam di kebun dan batang atas entres kina ledger. jika cuaca tidak terik dapat dilakukan sampai pukul 14. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung. d.Pada kebun produksi. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung. Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan dan berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam). Selipkan entres ke sayatan di batang bawah. Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan. e.00. b. tinggi 30-40 cm dan diameter batang 1 cm. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan. c. disayat dari atas ke bawah sepanjang 1.penyakit dan pemupukan. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 . stek sambung. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12. Penyambungan Batang bawah. Setelah berumur 12 minggu dan panjang tunas sambungan 12 cm. pucuk batang bawah succi dipotong. pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah. dan stek ledger. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. 80-100 g TSP dan 160-200 g KCl yang diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi.00. pemberantasan hama. kina diperbanyak dengan cara vegetatif. Pupuk berupa 160-200 g Urea. 1) Pembibitan Semai Sambung a. semai ledger. ikat dengan tali bambu dan oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat. batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan.5 cm.

50 bibit diikat menjadi satu. tinggi 40 . 2) Pembibitan Sambung Stek . Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang dan sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah.tahun di persemaian II.50 cm dan akar tunggang 50 cm.

Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah.a. Pohon induk yang baik dipilih dari pohon yang pertumbuhannya cepat dan mudah berakar dalam penyetekan. Batang dipotong o miring 45-60 menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan. g. f. Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0.2-0. sungkup ditutup. Batang atas ledger Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yang dianjurkan. Media tanam Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm. Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1. Pohon induk yang siap diambil steknya pada umur 3-5 tahun. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali.66. bukan dari cabang. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali dan pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit. lokasi kebun dipilih datar. berwarna coklat muda dan agak tua.5-2. Sungkup jangan bocor dan air hujang yang menggenangi plastik harus dibuang.0 yang diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya.25 cm.25 cmx1. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan dan tinggi 20-25 cm. Jika hujan. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan 3 Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l untuk 1 m .3% setiap minggu atau urea . e. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4. diikat dengan tali bambu. Batang bawah Succi Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm. Penyungkupan Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu. Penanaman stek Media dalam polibag disiram sampai lembab. batang dibungkus dengan batang pisang dan disimpan di tempat teduh. terdiri dari 3-4 ruas paling ujung. Pohon induk ditanam pada jarak 1. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak. c. Bahan tanaman dan penyambungan Batang bawah succi yang baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yang dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. Pada sekeliling dan di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang. mempunyai ukuran sebesar pinsil. dekat tempat pembibitan. Pembukaan dilakukan secara bertahap. Bahan stek diambil dari bagian batang yang masih berair. oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. Semua daun dibuang.0 cm untuk m enyelipkan batang atas. besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. d. b.

2%.0. Penyiangan . Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yang tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag.

Dan akar telah mencapai dasar polibag. penanaman stek. dan setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan. media. Bahan stek dipilih dari pucuk yang coklat muda. bedengan. penyungkupan dan pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. . c. bersih dari tunggul sisa-sisa akar dan gulma. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan. Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1. 4) Pembibitan Stek Ledger a. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek. Pindah tanam Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun dan tinggi 40-50 cm. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1. b. h. b. Pengolahan Tanam Media Pengolahan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan tanah yang gembur.5 tahun karena tidak perlu penyambungan. penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan. Pembibitan Persiapan pembibitan. dari pohon induk yang telah berumur 3-5 tahun. Bahan stek yang digunakan adalah pucuk. Bibit semai kina ledger Adalah bibit semai dari biji kina ledger yang berasal dari poliklonal dengan klon-klon yang terpilih dan dipelihara khusus.25x1.2. Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. Persemaian Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya.25 m.dilakukan dengan tangan. tinggi 40-50 cm. masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm dan dipetik di pagi hari. tinggi rata-rata 40-50 cm. 3) Pembibitan Semai Ledger a. Stek ledger Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger. 6.

dan pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama. . juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar. Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yang kedua yaitu menghancurkan bongkahan dan membuat struktur tanah lebih remah dan gembur.Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm.

dicampurkan merata 100gram/lubang. Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) dan 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan ). Bibit dalam Polibag Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya. disangga dengan belahan bambu. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan tanaman disiram. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki. kemudian diratakan. 2) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4. c. dan jarak tanam lebar yaitu 1. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm.25 cm x 1. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring.500. Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yang disebut satu patok. tinggi bibit 40-50 cm dan 2/3 daunnya dirompes. kalsit. PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6. 3) Pemupukan (sebelum tanam) Pupuk untuk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP. 6.25 cm. 3) Cara Penanaman a.5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan keperluan. 2) Pembutan Lubang Tanam Pengajiran untuk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola dan jarak tanam yang dibuat. ditimbun dengan tanah. Kapur berupa dolomit. b. ke arah kemiringan atas dan bawah. setiap 20 m ke arah mendatar. Tanaman pelindung Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan .3. Bibit cabutan Panjang akar bibit sekitar 30 cm. jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik dan mati segera diganti. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola penanaman tergantung tofografi lahan.1) Persiapan Lahan Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran dan pematokan dengan memberi tanda.

Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yang ditanam selama 3 tahun.memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. 4) Perioda Tanam .

Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% dan pada tahun kedua 5% 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan untuk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul.4.Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September dan biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam. .1 tahun: Urea 108 kg. Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun. KCl 30 kg dan Kieserit 19 kg. Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan. Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan. dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan. 6. TSP 62 kg. 4) Pemupukan a.5– 2 bulan sekali. menjelang kemarau. Sedangkan untuk tanaman yang telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. b. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: Untuk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman. Penyiangan dilakukan 1. Pemupukan Konvensional o Tanaman muda . 3) Pembubunan Untuk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam. Namun demikian pada tanaman muda dapat dilakukan kegiatan ini untuk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik.

KCl 40 kg dan Kieserit 37 kg. . TSP 83 kg.2 tahun: Urea 173 kg..

. Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat. 7. Ripcord 5 EC.6 tahun: Urea 390 kg. TSP 186 kg. TSP 124 kg. Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur. Antitrygoides divisaria. (6) Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC. Thuricide. KCl 60 kg dan Kieserit 37 kg. (5) Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC. kupu serta telur-telurnya. TSP 186 kg. kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar.4 tahun: Urea 325 kg. dilaksanakan dua kali setahun.1. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. o Tanaman dewasa . (3) Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC. Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg.5 tahun: Urea 390 kg. dikendalikan dengan Baythroid 50 EC. (7) Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L. KCl 100 kg dan Kieserit 75 kg. (4) Ulat badori (Attacus atla s). 2) Penggerak cabang merah (Zeuzera coffea e) Gejala: menyerang cabang dan ranting hingga layu dan mudah patah.. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. 3) Penggerek pangkal batang (Phasus damor) . (9) Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP. Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC.7 tahun keatas: Urea 433 kg. TSP 207 kg. TSP 165 kg. HAMA PENYAKIT 7. (8) Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2.5 EC. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. Pengendalian: memangkas cabang atau ranting yang terserang. (2) Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100300 mm.3 tahun: Urea 217 kg. Hama DAN 1) Ulat Ulat yang menyerang daun atau ranting muda adalah: (1) Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra. . Pada ranting patah ada lubang gerekan. .

Pengendalian: menanam bibit yang sehat dan insektisida. rontok dan tanaman mati. layu. kering.Gejala: kerusakan pada leher akar. 4) Penggerek (Xyleberus. daun kuning atau kemerahan. Sp) cabang .

Lannate 25 WP. (2) P. ranting menjadi berwarna putih dan dihuni oleh hewan kecil lonjong. Benlate 50 WP. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda.Gejala : pada ranting. sera ngannya relatif sedikit. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. (3) P. serangannya di Indonesia sangat luas. H. cinnamomi penyebab kanker garis.2. Pengendalia n: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC. coklat 6) Kutu putih (Pseudaulacaspis pentagona) Gejala : menyerang ranting dan mengisap cairan selnya. cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yang halus. 5) Penggerek pucuk (Alcalides cinchonae) Gejala : bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna dan mati. antonii) Gejala : daun dan pucuk yang terserang menjadi salah bentuk. Lebaycid 550 WP. parasitica penyebab kanker gelang. Pengendalia n: dengan penyemprotan insektisida Lannate L. Kanker garis membentuk jalur sempit yang mengendap pada kulit . Hama ini tidak menimbulkan kerugian dan serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan. Penyakit 1) Kanker batang Penyeba b: jamur Phytophthora Sp. serangannya juga terbatas. Benlate 50 W). 7. Pada serangan berat tanaman mati dan dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman. Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu: (1) P. 7) Helopeltis (Helopeltis theivora. Pengendalia n: menyemprot larutan fungisida sistemik dan insektisida Gusadrin 150 ESC.

Pengendalia n: kulit yang sakit dikorek. Shell Tapflux atau . Jika kulit luar dikupas tanpak bahwa kulit bagian dalam membusuk.5% dan Difolatan 4F 3%. Gejala : berbeda-beda tergantung umur dan klon. jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat dan dilumasi Antimucin WBR 0. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yang dapat menyebabkan tanaman mati.batang. Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang. Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A.

Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas. golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan babadotan (Ageratum conyzoides). Pengendalian hama/penyakit secara organic Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) .3. menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan mengurangi penyiraman. 2) Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor) Gejala : sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. Dapat juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat. menyiangi/mencabut. 4) Penyakit mopog (Rhizoctonia solani) Gejala : di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompokkelompok semai yang mati seperti tersiram air panas. Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur yang belum masuk ke dalam kulit. menggunakan tanaman penutup tanah lebum dan dengan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux.05%. Pengendalia n: dengan memperbaiki kultur teknis. dan mirip dengan sarang laba-laba. 7.4.Shell Otina Compound. Perenox 3%. Permukaan kayu yang terbuka ditutup ter untuk mencegah masuknya kumbang penggerek. Pengendalia n: dengan mengurangi kelembaban persemaian. Persemaian dapat disemprot dengan Dithane M 45 atau Brestan 0. Gulma Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repen s) dan paparean (Phalaris arundinaceae). 7.

4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang.yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. serta .

Ciri Panen dan Umur Bagian tanaman kina yang biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang. cabang dan ranting.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. dan lalat buah. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. insektisida. Ranting yang diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yang rendah.1. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. hama gudang. kutu. serta hama gudang Callosobrocus. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. PANEN 8. Produk ranting dapat dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan). 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). dengan bagian yang terkecil yang diambil adalah kulit cabang yang diameternya lebih 1 cm. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. dahan. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. nyamuk. 8. dan biaya pengambilannya relatif mahal. 6) Penggunaan pestisida. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Umur tanaman yang . Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut.

6.5. 5. 8.5% dari total tanaman. 18 dan 24 tahun dengan jumlah tanaman yang dicabut untuk masingmasing penjarangan adalah 12.siap panen untuk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun dan untuk panen cara penjarangan adalah 3. Panen Cara 1) Cara penebangan . 8.12.2. 7.

5 kg kulit. 8. Perkiraan Panen Hasil Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1.0 tahun. Pola produksi kulit kering dan kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dapat dilihat berikut ini: a) Umur 3. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.000 kg/ha pada . Setelah 4 dipanen kali stumping Penen a stumping tanaman dibongkar Panen yang baik pada awal musim .5 tahun. Pemilihan tanaman yang akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode. berikutny disebutmaksimum 2 4dst.Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan.5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. terik 2) Cara penjarangan Dilakukan dengan cabutan untuk memanen secara bertahap dalam persentase yang telah direncanakan. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%. maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yang telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter). hindari matahari. Potensi produksi SQ7 adalah 37. tebangan penghujan.3. sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yang disebut potensi produksi. c) Umur 6. Panen tebangan pertama disebut Stumping 1.00 kg/ha. Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit. sistim panenan: penjarangan III (12. atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat. Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter. Untuk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yang tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari.50 kg/ha. b) Umur 5.5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. Panen Periode Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang dan ranting dan pemangkasan batang utama. 8. sistim panenan: penjarangan I (12. Potensi produksi SQ7 adalah 15.4. dan dipelihara tunas untuk berikutnya.0 tahun. sistim panenan: penjarangan II (12.

.00 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. d) Umur 7.kadar SQ7 6 proses. sistim panenan: penjarangan IV (12. Potensi produksi SQ7 adalah 60.0 tahun. Potensi produksi SQ7 adalah 82.50 kg/ha.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.

50 cm untuk diambil kulitnya. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering.5% panenan) dengan produksi kulit kering 3.0 tahun. Potensi produksi SQ7 adalah 122.50 kg/ha. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. sistim panenan: penjarangan VI (12. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu o 50 C o . sistim panenan: penjarangan VII (12. Cabang dan ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Kulit batang yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven . 9. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 . 9.1. Potensi produksi SQ7 adalah 468. Potensi produksi SQ7 adalah 250.e) Umur 8.75 kg/ha. Setelah pencucian selesai. Penyortiran Pencucian Basah dan Batang yang akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh.2. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven.00 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.5% panenan) dengan produksi kulit kering 9. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.0 tahun.5% panenan) dengan produksi kulit kering 6.0 tahun. Potensi produksi SQ7 adalah 375.125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. PASCAPANEN 9. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih. f) Umur 12. pastikan bahan tidak saling menumpuk.0 tahun. g) Umur 18. h) Umur 24. Lindungi bahan tersebut dari air. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara.00 kg/ha. Setelah itu batang tersebut dibersihkan.60 C.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses.250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi.kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. sistim panenan: penjarangan VIII (12. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira. kemudian dipotong sepanjang 40 . sistim panenan: penjarangan V (12. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Cabang atau ranting yang ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil dan daundaun.

9.3. Kering.dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa tidak saling menumpuk. Penyortiran . timbang jum lah yang dihasilkan. Setelah pengeringan.

dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. 10. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan.2. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung).5. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan. Pengemasan Setelah bersih. bagian dari tanaman bahan itu. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan.000 ton kulit kering/tahun. berat bersih dan metode penyimpanannya. dapat berupa kantong plastik atau karung. Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika. yang menjelaskan nama bahan. minuman penyegar dan industri penyamakan. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina.Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula. bahan yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). 9.1 Budidaya Analisis EKONOMI BUDIDAYA Usaha 10. 9. kina sebagai bahan baku kosmetika. nomor/kode produksi. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. ANALISIS TANAMAN 10. serta bersih dan terbebas dari hama gudang.4.000 ha dengan produksi 11. Di samping sebagai bahan obat. nama/alamat penghasil. Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah. tidak bocor. Gambaran Agribisnis Peluang Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17. dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa . areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat.

Perkebunan kina kita akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan.terpenuhi. 11. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima. PRODUKSI STANDAR .

Pengemasan Kina dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. cara uji. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Klasifikasi dan Standar Mutu Kulit kina kering jemur dari batang utama di perkebunan kina Indonesia mempunyai standar mutu yang memenuhi persyaratan Internasional yaitu memiliki kadar kinin sulfat pada kelas SQ7.1. syarat mutu. Kelas kualitas ini bahkan lebih besar daripada yang dihasilkan di Afrika. A.2. Contoh Pengambilan Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. 11. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. syarat penandaan dan pengemasan.5. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. dan tahan mengalami handling baik pada pemuatan maupun pembongkaran. 11. 1995. Lingkup Ruang Standar produksi meliputi: klasifikasi. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. berat contoh analisa 100 gram. cara pengambilan contoh.4. 11. PUSTAKA DAFTAR 1) Sultoni. Deskripsi … 11. Asosiasi .3. berat netton setiap karung maksimum 75 kg.11.

Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman .Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia. Jakarta. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung.

Bogor. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 411 Hal. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. KEMBALI KE MENU . 1989. 3) Anonimous. 311 Hal.2) Anonimous. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 1994.

Tahun 1808 Mr. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. daisy (bulat. morifolium Ramat. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. C. Fax. 021 316 1952.ristek. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Hal. SEJARAH SINGKAT Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. morifolium (ungu dan pink) dan C. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning). Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KRISAN ( C. daisy ) 1.id . 2. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. Sejak tahun 1940. 021 316 9166~69. indicum.H. krisan dikembangkan secara komersial. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. C. ponpon). http://www. C.

yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu). i.13A. ukuran bervariasi (kecil. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. Dark Flamingo. Brides. Improved funshine. berbunga lebat dan cocok ditanam di pot.ristek. http://www. i. b) Bunga potong Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. Dolaroid. M. Jl. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). MANFAAT TANAMAN Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa. indicum hybr. Puma. 021 316 1952. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Ditandai dengan sosok tanaman kecil. 27. Klondike dll. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal.Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. daisy dll Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. Contoh krisan ini adalah C. Reagen. Pearl Cindy (putih kemerah-merahan).hybr. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). 28.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Chrysanthemum : C. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. morifolium Ramat. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga. Clingo.7 dan 30. mempunyai tangkai bunga panjang.H. C. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a) Krisan lokal (krisan kuno) Berasal dari luar negri. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia. c) Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. Hybr. Great verhagen.108. Sebagai bunga hias. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual.id Hal. Green peas. Amerika Serikat dan Jepang. 13. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). Applause (kuning cerah).go.177. Contoh C. C. polibag atau wadah lainnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. menengah dan besar).97. 021 316 9166~69. 3. indicum. C. tingginya 20-40 cm.C. Rage (merah) dan Time (kuning). Cheetah. Fleyer (berbunga putih). 2/ 13 .

7. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. setek diperlukan 90-95%. Cisarua. Brastagi (Sumatera Utara). 5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. 5. 2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. 021 316 1952. tidak mengandung hama dan penyakit.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. Sukabumi. Media Tanam 1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Lembang (Jawa Barat).id . Fax. hingga mencapai kadar yang dianjurkan. SENTRA PENANAMAN Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas.ristek. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl.H.30–01. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C. 5. 5. tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan.1. 4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. http://www. Bandungan (Jawa Tengah). subur. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. gembur dan drainasenya baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Jl. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22. greenhouse. 021 316 9166~69. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. SYARAT PERTUMBUHAN 5.3.5 m dari permukaan tanah.5-6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Iklim 1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai. Tanaman muda sampai dewasa antara 7080%. dapat ditambahkan CO2. 3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. seperti rumah plastik.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 2 9 m dan lampu dipasang setinggi 1.go. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. M.

go. 021 316 1952. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax.ristek. http://www.

kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek.ristek.5-2. 021 316 9166~69.5 mg NAA/liter ditambah 0. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari.1.5 mg NAA/liter ditambah 0. 2. bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar.5 mg NAA/liter ditambah 1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit diambil dari induk sehat. kemudian bilas dengan air suling steril. potong pucuk tersebut. http://www. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar. daya tumbuh tanaman kuat. sedangkan perakaran 26 hari.5-0. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.04 % (HgCL) selama 10 menit. kalus bertunas waktu 26 hari.5 mg NAA/liter ditambah 0. c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. a) Bibit asal anakan b) Bibit asal stek pucuk Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. berkualitas prima.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: a) Stok tanaman induk Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. Fax. diameter pangkal 3-5 mm. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. panjang 5 cm. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. M.5 mg kinetin/liter. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan. setek pucuk dan kultur jaringan.2 mg kinetin/liter ditambah 0. Medium MS padat ditambah 0. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 2) Penyiapan Bibit Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan. 3. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk.id .5 BAP/liter. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. Jl.H. 021 316 1952. langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 9166~69. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. M. Fax. 021 316 1952. http://www. Jl.

panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. 021 316 9166~69. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. setelah bibir berukuran cukup besar. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer.go. http://www. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik.30–03. Pemangkasan pucuk. M. Penumbuhan cabang primer. 2.5-1 cm. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas.ristek. Fax.5-10 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. 3. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit.id .5-1 cm. 021 316 1952. dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm. kedalaman 25 cm. b) Penyemaian kultur jaringan Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Penumbuhan cabang sekunder. 1. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyemaian di bak Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm. 5) Pemindahan Bibit Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip.

M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek. Jl. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. http://www.id .

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Teknik Penanaman 1) Teknik Penanaman Bunga Potong a) Penentuan Pola Tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.3. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari.go.4 = 3. 021 316 9166~69.02 ton/ha. keringanginkan selama 15 hari.ristek. Dosis tergantung pH tanah. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. zeagro. 2) Pengapuran Tanah yang mempunyai pH > 5.08 ton/ha. a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Pembuatan Lubang Tanam Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm. Jl. 20 cm x 20 cm. jarak antara bedengan 30-40 cm. 6. Fax. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm.2. http://www.12 ton/ha. pH 5. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. diberikan merata pada tanah sambil diaduk. M. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan.60 ton/ha.id . tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek.2 = 4. pH 5. c) Pupuk Dasar Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. 021 316 1952. kalsit. d) Cara Penanaman Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit. urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G.H. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. tinggi 2030 cm.3 = 3. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm. panjang disesuaikan dengan lahan. pH 5. Lubang tanam dengan cara ditugal. 2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa.5. Pengolahan Media Tanam 1) Pembentukan Bedengan Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur.

H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.id .go.ristek. M. Jl. http://www.

7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari. Periode berikutnya beralih ke generatif. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm. Fax.go. b) Pemupukan Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22.ristek. Bila dipanen tangkainya 70 cm. Untuk merangsang pembungaan. c) Pembuangan Titik Tumbuh Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. Lampu dimatikan.H. Untuk memperpendek batang. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah 2 ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m luas lahan. 021 316 9166~69. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 2 gram per m luas lahan.00-22. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan.30-01. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. d) Penjarangan Bunga Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. http://www. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. Jl. M. Misalnya. 3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1).00.id . Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit.00. dan akhirnya sebulan sekali. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan. Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh. Hal.

Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput liar. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. 3) Tungau merah (Tetranycus sp) Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. Hama 1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. Jl. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. 2) Thrips (Thrips tabacci) Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu.1. http://www. 7.H. HAMA DAN PENYAKIT 7. terpelintir.id . Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam.go. misalnya IATP buatan Taiwan.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sehingga pucuk dan tangkai terkulai. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. menebal. M. 2) Penyiangan Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. 021 316 9166~69. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. Fax. terutama pada permukaan bawah daun. 021 316 1952. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah. tergantung cuaca atau medium tumbuh.ristek. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl. http://www.go. 021 316 1952. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Fax. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus. M.Henn. http://www. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat.2. PANEN 8.ristek. 3) Virus kerdil dan mozaik Penyebab: virus kerdil krisan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Penggerek daun (Liriomyza sp) Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. dengan aplikasi insektisida. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. perompesan daun yang sakit.id . 8. Penyakit 1) Karat/Rust Penyebab: jamur Puccinia sp. 021 316 1952. Pengendalian: memotong daun yang terserang. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih.2.go.1. Jl. 021 316 9166~69. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. warna bunganya menjadi pucat. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. penggiliran tanaman. tidak membentuk tunas samping. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning. Cara Panen Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. 8. 2) Tepung oidium Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. 7. mencabut tanaman yang sakit. kadang-kadang bergaris-garis.H. karat putih disebabkan oleh P horiana P. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. Jl.id . M.

Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Panen sebaiknya dilakukan pagi hari. Jl. http://www. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen.3. potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga.id . dalam bak atau box alat angkut. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm. 9. 9. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Prakiraan Produksi Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.H.3. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. Fax. PASCAPANEN 9. 021 316 1952.1. menarik. rapi dan tidak longgar. 8.ristek. M. warna dan varietasnya.2. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum.000 tanaman. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama.go. sehat dan bebas hama dan penyakit. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik. 9. 021 316 9166~69. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.000. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman.KCl: 125 kg @ Rp.000.000.000.000.250. Austria.ristek. Rp. 4.Rp.000 kg @ Rp. Swedia dsb. Inggris.KNO3: 2.050. Rasio Output/Input Keterangan: HKP Hari Kerja Pria..000. http://www. 34.Rp. Rp.2.6. 021 316 1952. 800. 425.Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.000.500.9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. America Serikat. 021 316 9166~69.225. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung.Rp.Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.856.143.SP-36: 525 kg @ Rp. 1.Rp.000. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada.. 2.000.Urea: 4. 500.600 kg @ Rp.id Rp. 1) Biaya produksi 1. 55. alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 400.200. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi..000.500. Rp..250.ZA: 4. 250.5. Sewa lahan 1 tahun 2.- Rp.150 kg @ Rp.1. Italia. iuran.H.000. Jl.750. 500..500..250. Rp.1.000 tanaman @ Rp.206.400.5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm. 50. 1. 225.000 batang @ Rp. HKW Hari Kerja Wanita 10.250.Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 150.611 . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW 6. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama.000.3. Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0.000. Bibit : 500. Rp. 1. Biaya lain-lain (pajak.000.000.Rp. Rp.500.000. 25.750.go. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari.000.Penanaman 5 HKP + 50 HKW .. Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. 10. 1.90. Pupuk dan kapur .650. M.4. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah.Pupuk kandang: 15.Rp.000. Biaya tenaga kerja .Pemupukan 10 HKP + 20 HKW . 2. Rp.1. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan. Fax. Swiss.000.000. Pestisida 5.375 kg @ Rp.=1.

id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax.go.ristek. 021 316 9166~69. http://www. M. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

d) Contoh yang diambil 8. STANDAR PRODUKSI 11. 11. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut: a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151–200. Jl. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201– lebih. M. cara pengambilan contoh. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4–25. Kuntum tidak tertutup seludang. b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. syarat penandaan dan pengemasan.2. d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%. cara uji. b) Contoh yang diambil 3. 11. panjang tangkai 70 cm.id . e) Contoh yang diambil 10. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101–150. 021 316 1952. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. c) Contoh yang diambil 6. Duapertiga daun masih lengkap. Deskripsi … 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor.1. utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51– 100. g) Contoh yang diambil 15. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26–50. c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan.ristek. 021 316 9166~69.H. Fax. http://www. f) Contoh yang diambil 12.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tetap terbuka. lurus dan tunggal. pangkal bunga diberi kapas basah.3. syarat mutu. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1–3. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi.

12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax.ristek. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H. Hal. M.

Fax. M. 1998. http://www. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Nama barang/varietas krisan. Jl. Krisan. 4) Lukito AM. 021 316 9166~69. Jenis mutu. Trubus no. Ir.H. 2) Trubus no. Jakarta. Hasil Indonesia. 342. Penerbit Kanisius.ristek. 1998. Negara tujuan. 3) Dewi Sartika. Yogyakarta. Jumlah isi. 338. 4. Trubus no.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 3. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.5. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.1997. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go. Nama atau kode produsen/eksportir. Kebun bunga Potong Ciputri. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 12. DAFTAR PUSTAKA 1) H Rahmat Rukmana . 2. 348. 5. 1998. Krisan Baru Produk Indonesia. 6. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain.

se-salaseyan. giri-giri marah (Sumatera). remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). kumis kucing (Sunda). kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. ) KUMIS KUCING 1.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Lamiaceae Genus : Orthosiphon Spesies : Orthosiphon spp. songkot koceng (Madura). Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris). Nama daerah: Kumis kucing (Melayu – Sumatra). . URAIAN TANAMAN 2. Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis.( Orthosiphon spp. remujung (Jawa). 2. SEJARAH SINGKAT Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak.

lancip atau tumpul pada bagian ujungnya.2. thymiflorus. Bunga bibir.75 – 2mm. masuk angin dan sembelit. 2. tementosus var. pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata. dan penyakit syphilis. glabratus. aristatus. Buah geluk berwarna coklat gelap. dengan ukuran panjang 13 – 27mm. panjang 1.obatan. helai bunga tumpul. albuminuria. 3. panjang tabung 10 – 18mm. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong. O.5mm – 1. Kelopak bunga berkelenjar. urat dan pangkal berbulu pendek dan jara ng sedangkan di bagian yang paling atas gundul. panjang bibir 4. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. SENTRA PENANAMAN Hingga saat ini. ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7. Baik di dataran rendah maupun . sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa. petiolaris dan O. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul. 4. tinggi tanaman sampai 2m.5cm. Batang bersegi empat agak beralur.3 Tanaman Jenis Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. MANFAAT TANAMAN Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat.2 Deskripsi Tanaman terna yang tumbuh tegak. lanset. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal. bundar. kencing manis. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok. O. batu ginjal. dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu. mahkota berwarna ungu pucat atau putih.5 – 10mm. panjang tangkai daun 7 – 29cm.

Iklim . 5.1.dataran tinggi. SYARAT PERTUMBUHAN 5.

PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Teknik Penyemaian Bibit Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian.1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3. d. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm.500 stek/ha.1. subur dan sehat. c. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. .3. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. 5. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air. 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing. subur. Media Tanam 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 .000-62. 2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. 6. Pembibitan 1) Penyiapan Bibit Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. bibit dipindahkan ke kebun produksi. Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal.2. Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu. 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun.000 mm/tahun.200 m dpl. b.1. Setelah timbul tunas baru. 5. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3. a. untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur.

d) Padatkan tanah di sekitar bibit. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. c) Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (OktoberDesember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun. b) Buat lubang kecil di tempat lubang tanam.4-3. kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda . tanaman lain dibuang. waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tanah diolah 30-40 cm. 4) Perioda Tanam Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil. 6.2. e) Sirami sampai cukup basah. gulma dan Setelah diolah. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan 3) Pemupukan (sebelum tanam) Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm. tanah dibiarkan 15 hari.6.3. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. 2) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm 3) Cara Penanaman a) Pilih bibit yang baik dari pembibitan. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur.2 kg/lubang dan tutup lubang tanah.

4. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah. penyiraman dikurangi. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah. sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam. 3) Pemupukan a. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm). Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar.5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik. Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1. 2) Penyiangan Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada awal pertumbuhan. sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya. yang penting tanah tidak sampai kering.6. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air. tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Pemupukan Konvensional Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala . Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca. b.

serangan hama penyakit. .

dan lalat buah. nyamuk.1. meningkatkan kebersihan kebun. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. hama gudang. 7.2. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatka n sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. ageratum. dan rumputrumput lainnya 7.7. Pengendalian hama/penyakit secara organic Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu). Gulma Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. lulangan. memotong bagian yang sakit.4. kutu. pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk . 7. Hama DAN Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit. alang-alang. Penyakit Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. HAMA PENYAKIT 7. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun.3.

4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif.hembusan dan semprotan. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti .

PASCAPANEN Setelah pemetikan. 9.3. 8. serta hama gudang Callosobrocus. Panen Periode Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhan optimum dari daun.1. tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm.hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. Karena yang dimanfaatkan adalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya. Saat panen yang tepat adalah pada saat awal pertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh bunga. 8. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah sbb: . 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan.4. Ciri Panen dan Umur Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 8. Perkiraan Panen Hasil Tanaman yang sehat dan terpelihara menghasilkan rimpang segar sebanyak Dengan pemeliharaan yang intensif. PANEN 8. GSV dan Tungro. Panen Cara Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi.2. 8. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV.

9. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi basah dilakukan pada bahan segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya. Setelah selesai. . timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian.1.

dapat berupa kantong plastik atau karung. 9. Selama pengeringan daun harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Pengeringan daun dilakukan selama kira-kira 1 . pastikan daun tidak saling menumpuk. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa daun tidak saling menumpuk. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Lindungi daun tersebut dari air. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah mengalami pengeringan dengan memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. nama/alamat penghasil. tidak bocor. nomor/kode produksi. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. bagian dari tanaman bahan itu. 9. serta bersih dan terbebas dari hama gudang.60 C. . timbang jumlah daun yang dihasilkan.2. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C.4. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. daun yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya).5. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. 9. berat bersih dan metode penyim panannya. 9. Pengeringan didalam oven dilakukan pada suhu o o 50 C .3. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Setelah pencucian selesai. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. Setelah pengeringan. yang menjelaskan nama bahan. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Pengemasan Setelah bersih. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering.Pencucian dilakukan dengan air bersih.

ANALISIS TANAMAN EKONOMI BUDIDAYA .10.

Bibit 6000 bh @ Rp. 3.1.791. 11.414 ton. PRODUKSI 11.500. 512.2.000. . 1) Biaya produksi a. Rasio output/input = 1. 150.1. Panen dan pasca panen Rp. Sewa lahan 1 musim tanam Rp. e.000 kg @ Rp.000. 100.100.3) Keuntungan Rp.500. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23.000. Lain-lain Rp. 200. 60.500.Rp.Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp.Pupuk kandang 4. .c. 100. Gambaran Agribisnis Peluang Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor.265 10. Tenaga kerja Rp. Pestisida Rp. 100.Rp. Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8.Rp. f. d.000.10. 27.000.2.296-47.000. Pupuk .1 Budidaya Analisis Usaha Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 4) Parameter kelayakan usaha a. Jumlah biaya produksi Rp.000. 600. h. . Alat Rp.b. 100. 150. 600.g. agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil. Lingkup STANDAR Ruang . . Rp. 1. Amerika dan Singapura.500.000.450.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat.000. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat.937.2) Pendapatan 700 kg @ Rp.

cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu. 11.3.2. Deskripsi … 11. Klasifikasi dan Standar Mutu ----- .

dengan bahan yang tidak luntur. Jakarta.11. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. Vademekum Bahan Obat Alam. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis.5. 11. 1994. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Ir. Bogor. Kumis Kucing. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman 2) Anonimous. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. PUSTAKA DAFTAR 1) Rahmat Rukmana. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. Pengemasan Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Contoh Pengambilan Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 311 Hal. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 411 Hal KEMBALI KE MENU . Yogyakarta. Penerbit Kanisius. 1989.4. 3) Anonimous.

dan sedikit pedas. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom.( Curcuma domestica Val. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Pada tahun 77-78 SM. ) KUNYIT 1. kelat. Indonesia (Jawa). URAIAN TANAMAN 2.1 Klasifikasi . Taiwan. SEJARAH SINGKAT Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl. ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Cina Selatan. tetapi pahit. dan Filipina. tetapi tidak beracun. Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe. 2. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India.

Divisio Spermatophyta : .

C. mengeringkan. Ujung dan pangkal daun runcing.2 Deskripsi Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. lebar 8-12. longa Auct. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu. C. membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). u C. kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan. 4. anti mikroba. Batang merupakan batang semu. dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha. 2. . berwarna putih/kekuningan. dan menyembuhkan kesemutan. Daun tunggal.5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. Manfaat utama tanaman kunyit. bahan baku industri jamu dan kosmetik. yaitu: sebagai bahan obat tradisional. Srilanka. Di India. tegak. 3.Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma domestica Val. bahan bumbu masak.3 Tanaman Jenis Jenis Curcuma domestica Val. menghilangkan gatal. sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah. Cina. Amomum curcuma Murs. longa Linn. Haiti. domestica Rumph. bulat. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya. dengan produksi mencapai 12. anti tumor. serta sebagai pembersih darah. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. tepi daun yang rata. pencegah kanker.323 kg/ha. MANFAAT TANAMAN Di daerah Jawa. anti oksidan. bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm. membersihkan. panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan.5 cm. 2. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. daging buah merah jingga kekuningkuningan. peternakan dll.

Iklim .5. SYARAT PERTUMBUHAN 5.1.

Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan. sehat. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas. 5. benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Media Tanam 2) Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur. 2) Penyiapan Bibit Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan. o c.3. kerikil). b.2.1. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C. terhindar dari serangan penyakit. bentuk. Ketinggian Tempat Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). memiliki kadar air cukup. Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang. ukuran. Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur. dan warna seragam. 6. berdaun banyak dan hijau. terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain. pada tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah. kokoh. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang. karena lebih mudah tumbuh. cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan. dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. 3) Teknik Penyemaian Bibit . 3) Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi. kulit. tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.a. 5. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. segar.

Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak. perkebunan atau pekarangan. Selain itu menempatkan o rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 C. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan.5 bulan. Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus o dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35 C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm.2.5 bulan. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1. bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1. Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu o kamar (25-28 C). Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari. meningkatkan .5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). 6. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara: mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1. 4) Pemupukan (sebelum tanam) Untuk mempertahankan kegemburan tanah. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Selama pengangkutan. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian. 3) Pembentukan Bedengan Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm.

unsur hara dalam tanah. . dan aerasi yang lancar. dilakukan dengan drainase.

Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha. 6. 3) Cara Penanaman Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit. 2) Penyiangan . 6. Teknik Penanaman Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk. yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola. Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. 1) Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat. sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit.4. 2) Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. yaitu pada awal musim penghujan. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.3.65 ton. 4) Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya.5-3 kg.50-0.

Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha). Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di selasela tanaman. TSP 10 gram/pohon. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali. dan ZK 10 gram/pohon). serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. 4) Pemupukan a. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon. unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. P2O5 (50 kg/ha).5 ton rimpang segar/ha. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. b.Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air. pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7.93 ton/ha. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. Oleh . dan K2O (75 kg/ha). Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman). Pupuk P diberikan pada awal tanam. jumlah daun. 3) Pembubunan Seperti halnya tanaman rimpang lainnya.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. dan luas area daun kunyit secara nyata. Pemupukan Organik Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan.

sebab itu drainase dan pengaturan secermat mungkin. agar tanaman air sehingga rimpang tidak pengairan terbebas perlu dilakukan dari genangan .

kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau. Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas. Pengendalian: a. Hama 1) Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera. penyemprotanfungisida dithane M-45. b. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3. sehingga luka rimpang kemasukan cendawan. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan . 7) Pemulsaan Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah.2. 7. Penyakit 1) Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian. mencegah terlukanya rimpang. 2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. HAMA DAN PENYAKIT 7.membusuk. 7.) Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. mencegah terjadi genangan air pada lahan.1. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.

Dilakukan dengan mengurangi kelembaban.2. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. 7. rumput lulangan.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda. serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. ageratum. Penyemprotan insektisida. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. Pengendalian: a.4. insektisida. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. dan gulma berdaun lebar lainnya. seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali 7. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya . 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. b. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. 6) Penggunaan pestisida. menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. rumput teki. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh ala mi 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Gulma Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang.

kutu. hama gudang. .dengan semprotan. nyamuk. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. dan lalat buah.

8. saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan. seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati). Sebelum dibongkar. 8.3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. 8. Perkiraan Panen Hasil . 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. 8. Panen Periode Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. GSV dan Tungro. batang dan daun dibuang terlebih dahulu.4. serta hama gudang Callosobrocus. PANEN 8. Ciri Panen dan Umur Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya. Panen Cara Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. yaitu pada saat gugurnya daun kedua.1.3.2.

71 kg. 9. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0. PASCAPANEN .

pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Pencucian dilakukan dengan air bersih. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. 9. Setelah pencucian selesai. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.1.5. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil.4. 9. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. sisa tanaman.9. Perajangan Jika perlu proses perajangan. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9. timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember.60 C. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah. o o Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C . jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi.5 hari. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Lindungi rimpang tersebut dari air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. 9.2. atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Setelah selesai.3. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 . Setelah perajangan. tanah atau kotoran-kotoran lain. dan gulma. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rim pang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan. udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. .

rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum dipakai sebelumnya). yang . Berikan label yang jelas pada tersebut.Pengemasan Setelah kantong pernah wadah bersih.

1) Biaya produksi a.KCl 16 kg @ Rp. 1. 1800. nama/alamat penghasil.750. . 100. 9. ANALISIS TANAMAN 10. Tenaga kerja g. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung).399. Rp.875.600. Rp.. 150. Rp.35.TSP 16 kg @ Rp. Analisis Budidaya EKONOMI Usaha BUDIDAYA Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 pada tahun 1999 di daerah Bogor. Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif.60. 600. Rp.Pupuk kandang 4.1.000. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar.000. 28. Rp.4) Parameter kelayakan usaha a.600. c.000.1. 25. serta bersih dan terbebas dari hama gudang.000. nomor/kode produksi.000. 1. 100. di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja. Pestisida e. Rp.000.000 kg @ Rp. Gambaran Peluang . Rp. 10. . Panen dan pasca panen h.000. Rp.000. Bibit 50 kg @ Rp. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 2.d.1. berat bersih dan metode penyimpanannya. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. 100.400.600. Alat f.menjelaskan nama bahan. 150. 10.800. Rp. Rasio output/input = 1.100. Rp. tidak bocor.500 kg @ Rp.Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. . bagian dari tanaman bahan itu.200.3) Keuntungan 475.2. Rp. Pupuk . Rp.6.399 yang dilakukan Rp. Sewa lahan 1 musim tanam b. 200.

Agribisnis Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1.5-6 ton/bulan. Melihat dari kebutuhan rata- . Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya.

lalu ke pabrik/pedagang besar. namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/ha. Cina. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini. Srilanka. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Deskripsi … 11. kunyit tergolong efisien. Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut. juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya. karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul.1. Taiwan. Hongkong. Berdasarkan kondisi ini. Singapura. dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha. nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik. dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya. dan Jepang). Srilanka. tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi. 11. Pada tahun 1987. dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. Lingkup STANDAR Ruang standar mutu. agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi. Cina. apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. Haiti. dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda).rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri.2. Amerika. Haiti. Klasifikasi dan Standar Mutu . suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang. karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. Negara India. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India.nya. Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia. dan negara-negara lainnya. PRODUKSI 11. cara Standar produksi meliputi: jenis dan pengambilan contoh dan syarat pengemasan. jalur tata niaga. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas. Dari segi jalur tata niaga. 11.3.

Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri dicantumkan berikut ini: 1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga 2) Aroma : khas wangi aromatis 3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit .

DAFTAR . 1) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100.4) Kadar air maksimum : 12 % 5) Kadar abu : 3-7 % 6) Kadar pasir (kotoran) : 1% 7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5% 11. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. contoh yang diambil minimum 15 Kemasan yang telah diambil. contoh yang diambil 9 4) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000. Contoh Pengambilan Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini. contoh yang diambil 10 5) Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000. maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Pengemasan Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh. dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan. atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. contoh yang diambil 5. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. dikemas dengan jala plastik yang kuat.4. 2) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300. 11. contoh yang diambil 7 3) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang.5. dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. dengan bahan yang tidak luntur. dituangkan isinya. kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh.

Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 1989. 1994.PUSTAKA 1) Anonimous. 411 Hal. . Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. 2) Anonimous. 311 Hal. Vademekum Bahan Obat Alam. Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Penebar Swadaya: 40-41.M. Ungaran. Setiawan.). H. 10)Wijayakusuma. J. Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (kunir). 21 (2) 1993: Buletin 59-63. Cet. Fauziah. CD. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia: kunyit. Tumbuhan obat famili Zingiberaceae. Bogor. Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman kunyit. jagung manis (Zea Agronomi. 11)Wiroatmodjo. Jakarta. 7) Muhlisah.P. manfaat dan kegunaan: kunyit. 1992. Februari 2000 KEMBALI KE MENU . Petunjuk lengkap mengenai tanaman. BRA Mooryati. Jakarta. 1998. 8 (1) 1993: 30-38. PT. 6) Moko. 1993. Mulyoto.RS. 8) Nugroho. Dalimartha. G. 1993. 86 hal. Wirian. Jakarta. Hidayat.2. 1991. Kajian pemberian pupu kandang dan tingkat terhadap pertumbuhan k populasi domestica Val. Nurfina A. 5) Kloppenburg-Versteegh. Nurdin. Tanaman obat keluarga (toga): kunyit. 1996.) produksi kunyi (Curcuma ditumpangsarikan dengan t yang mays Soccharata).Trubus Agriwidya. A. 9) Soedibyo. 4) Kartasapoetra. Buletin Pertanian Tanaman Rempah dan Obat. 1992.tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obat-obatan tradisional (kunir atau kunyit-Curcuma domestica Val.1. Balai Pustaka: 230231. Yogyakarta. A.. Cet. Hembing. Ismiyatiningsih.3) Darwis SN. Curcuma longa Linn (Jiang Huang). Puslitbang Tanaman Industri: 39-61. Pustaka Kartini: 93-94. Joedojono. Rineka Cipta: 60. Jilid 4. Jakarta. Jakarta.S. Alam sumber kesehatan. 1998. Jilid 1: bagian Botani. Bethesda: 102103. 1988. Manfaat dan prospek pengembangan kunyit. Lontoh.

http://www. M. yaitu mangga arumanis. SEJARAH SINGKAT Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGA ( Mangifera spp. 2. Jl. Fax.ristek. manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni.H. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. ) 1.id . Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. 021 316 9166~69. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Anarcadiaceae Genus : Mangifera Spesies : Mangifera spp. 021 316 1952. golek. gedong. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Hal.

PEDOMAN BUDIDAYA 6. Iklim Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4. 5. Fax. 5. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering.5 sebaiknya dikapur dengan dolomit.5-7. Tempat Ketinggian Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. Jika ditanam di daerah basah.5.309 tanaman dengan produksi 668. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga.3.901. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5. 5.1.1. Cirebon.2. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8. Indramayu. 6. Jika pH di bawah 5.H.048 ton. SYARAT TUMBUH 5.id . Pembibitan 1) Perbanyakan dengan Biji a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat. tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan. kuat dan buahnya berkualitas. MANFAAT TANAMAN Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. 021 316 9166~69. http://www.go.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Fax.go. 021 316 1952.H. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id . Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

Jl.id . Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan. 6.2. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan.5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan. stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1. Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman. Selama penyemaian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1). biji ditanam pada jarak 10-20 cm. 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.ristek. Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. 2) Okulasi Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk. bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. http://www. 3) Pencangkokan Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1). Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. Fax. M. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. 021 316 9166~69. lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.5 tahun. Setelah penempelan. bibit tidak boleh kekurangan air.go.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.ristek.H. http://www. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax.id . Jl.

Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan. biasanya pada awal musim hujan. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur. Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan panjang.id . 2) Penggemburan/Pembubunan Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan. rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi.go. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam. http://www. Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari. Pada waktu penggalian. 2) Cara Penanaman Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm. galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm. Hal. jarak tanam lebih renggang. 6. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman. diikuti tanah galian bagian bawah.H. 021 316 1952. 6. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. Fax. b) diagonal. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. 021 316 9166~69. taburi lubang dengan furadan 10-25 gram.4. Jl. masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan. 3) Penanaman Pohon Pelindung Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) bujur sangkar (segi empat). 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau. lebar dan kedalaman 100 cm. Masukkan tanah galian bagian atas. M.ristek. Polibag bibit digunting sampai ke bawah.

Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). Pemangkasan ketiga. Fax. 2. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1. 4.id . Umur tanaman 1. Umur tanaman 2. 15 kg abu.ristek. 5) Peningkatan Kuantitas Buah Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang.380 gram/tanaman.5–8 tahun: 0. persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1. Jl. 5.H.940 gram/tanaman. 50 kg pupuk kandang.3%. 50 kg tepung tulang.5 kg tepung tulang.000 kg/tanaman. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang. Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. 5 kg pupuk kandang. dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2. 3. Dengan cara ini. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. 021 316 1952. 4) Pemupukan a) Pupuk organik 1. 4.940 gram/tanaman. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36. KCl 1.go. 2. http://www. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas.080 gram/tanaman. 3.5 kg abu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. 1 tahun kemudian. Tanaman waktu berbunga : ZA 1. KCl 970 gram/tanaman. Di kalsium fosfat 1. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. 021 316 9166~69.750 gram/tanaman. 15 kg abu. b) Pupuk anorganik 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1. Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman.3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempelan/Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi. M. Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman. KCl 1. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin. 2.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69. M. Fax.go.H.id .

Wereng ini menyerang daun. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini. Hama 1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Jl. I. jatuh dan menurunkan produktivitas. 6) Tungau (Paratetranychus yothersi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 9166~69. 4) Lalat buah Gejala: buah busuk. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul. 3) Bisul daun(Procontarinia matteiana. menggunakan pupuk kandang halus. Atkinsoni) Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Pengendalian: dengan semut Hal.H. Hemitarsonemus latus) Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. M. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. insektisida Diazinon atau Basudin. merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang.go. Fax. Niveosparsus.ristek. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali. rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Keduanya menyerang rangkaian bunga. hijau dan kemerahan. 2) Bubuk buah mangga Menyerang buah sampai tunas muda.) Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat. 5) Wereng ( Idiocerus clypealis. HAMA DAN PENYAKIT 7. 021 316 1952. membakar daun yang terserang. http://www. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi. memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord. Kulit buah kelihatan normal. bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu.id . I.

2) Penyakit diplodia Penyebab: jamur Diplodia sp. 7.id . Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah Hal. bunga. 021 316 1952. menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga. Pengendalian: dengan bubur bordeaux. Menyerang daun.ristek. 3) Cendawan jelaga Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux.H. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bunga berjatuhan. 4) Bercak karat merah Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. 6) Penyakit Blendok Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. ranting. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga. Fax. Pengendalian: fungisida Dithane M-45. M. Pengendalian: pemangkasan dahan. ranting dan daun. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu.go. memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7) Codot Memakan buah mangga di malam hari. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. cabang. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang. 5) Kudis buah Menyerang tangkai bunga. Penyakit 1) Penyakit mangga Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang. http://www. ranting. buah busuk. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gulma Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober.3. meningkat sampai 300-500 buah pada umur 10 tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen. warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.000 buah pada waktu produksi maksimum di umur 20 tahun.H.ristek. M. Perkiraan Produksi Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun. Ciri dan Umur Panen Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon.3. 1. Periode Panen Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. tercongkel atau jatuh sampai memar.4. pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon.1.go. menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat. Jl. warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan. PANEN 8. buah jangan sampai terpotong.000 buah pada umur 15 tahun dan 2.2. 8. Dari satu pohon.TTG BUDIDAYA PERTANIAN warna menjadi coklat atau hitam. mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. 7. lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux. Cara Panen Pada saat pemetikan. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah. 021 316 9166~69. 8. 8. Pengendalian: memotong bagian yang sakit.id . 8. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah. 021 316 1952.

H.ristek. M. Fax. Jl. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

17.2. Rp.555.5 .500. 9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya tanaman mangga dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Rp. 1.800.220.61.000.210. Rp.060. Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri.115 Tahun ke 1 dan 2 @ Rp. 10. Fax.Pupuk kandang 3 ton/tahun @ Rp.62. PASCAPANEN 9.1. Penyortiran dan Penggolongan Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus. golek < 17. golek > 20 cm b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 ..20 cm c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm. 15.5 cm 9.Rp. golek 17.5 cm.325. Bibit 121 batang @ Rp.270 gram/buah Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17.go.000. 021 316 9166~69.1.000.Rp. teduh dan sejuk. http://www. Kelas berdasarkan berat buah antara lain: a) Kelas I: > 320 gram/buah b) Kelas II: 270 .270. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh. 92.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.id .545.3.3. 60. Pupuk .440. 021 316 1952.2.Urea 28 kg @ Rp.000. Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan.000. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah.49. Rp.000. 1) Biaya produksi 1. 1. 1. 31.Rp.000. 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyimpanan Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering. M.ristek.320 gram/buah c) Kelas III: 200 .5 cm. Jl.10. Sewa lahan kebun 10 tahun @ Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.

021 316 1952. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M. Fax. 021 316 9166~69. Jl.H.

. 62 HOK @ Rp. Rp.Penanaman 7 HOK @ RP.500.1. Rp.000. Rp..Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.1 buah @ Rp.Kemasan dan pemasaran Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Rp. Rp.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp. Rp. Rp.ristek.Perbaikan drainase 12 HOK/tahun @ Rp.462..000.500.500.. 7.45.000.330.561.150. M.Penyulaman 6 HOK @ Rp. 7. Rp.Tahun ke-9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.. Rp. Rp.810.000.300. 7. 7.500.Pemanenan Tahun ke-5. Rp. Rp. 7. 7.Parang 1 buah @ Rp. Rp.450. Rp.61.Pembuatan drainase 25 HOK @ Rp.528.500.225.37.Sprayer 0.KCl 11 kg @ Rp.000.18. 7.112.160. Rp. 7.Pembuatan teras piringan 20 HOK @ Rp. Rp. 7. 7. 7.26.500.000.187. Rp. Rp. 48 HOK @ Rp.500.(ke-5 .370.000.. Fax. http://www.000.500.(ke 2 -10) .000.Furadan 3 kg @ Rp.500. Rp.500.500.. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. 021 316 1952.000.Pembersihan lahan 30 HOK @ Rp. Rp.000. 1..000.225.36.30. Rp.686.600.Cangkul 2 buah @ Rp. Rp.1. 7. Rp..000. 5.500.. 7. 84 HOK @ Rp.800. Rp.10) Panen dan pasca panen .150.500.25. Rp.627.500.000.892. Rp.600. 7.52.000.675. Rp. 6.000.000. 72.Hal..Tahun ke-10..300. Rp. Rp. 75 HOK @ Rp. 35 HOK @ Rp.000. Rp. 7. Rp.10.500.500.000.Tenaga kerja .20. Rp.Pestisida .500. 22 HOK @ Rp.. Rp..264..600. 7.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.000. 021 316 9166~69.Pemupukan dasar 5 HOK @ Rp.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.500.000.go.52.Pengajiran 4 HOK @ Rp. Rp. 7.000.500. 7.000.27.Pemangkasan 10 HOK/th @ Rp.500.Peralatan . 17. Rp.500. 7.Tahun ke-7. 7.650.528. Jl.45.500.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp. Rp.500.000.H.500.000. 1.Tahun ke-6. 25.165.TSP 11 kg @ Rp.600.(2-9) .000. Rp.id .7.305.000. .Tahun ke-8.600.400. 12..500. 7.000. 88.Koret 2 buah @ Rp. Rp. 5.363. Rp.000... 10.000.500.435. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

000.000.325.Tahun ke-6: 8..1. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9.000.400 buah @ Rp. Jl.Rp.Tahun ke-10: 20.508.Rp.479.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-10 Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan .Tahun ke-7: 12. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi.350. 500. M.000.000. 500. Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah.H.25 Di dalam negeri mangga tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya.500 buah @ Rp. 7. diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. 500.675.800 buah @ Rp. 8. 6. syarat penandaan dan pengemasan.100 buah @ Rp.Rp.go. B/C rasio 10.000.2. 2. 4.Rp.. 021 316 9166~69. STANDAR PRODUKSI 11.900 buah @ Rp.Rp.Jumlah Pendapatan 3) Keuntungan : 1. cara uji.700 buah @ Rp.. 11. 500. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal..Tahun ke-5: 5. 40. 11. Dalam 10 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. 500.750.000. 500.Rp.220.Tahun ke-8: 15. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp. syarat mutu.000. 1. 32.ristek. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. Diskripsi Standar mutu mangga tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01-31641992.Tahun ke-9: 18.050.- = 1. 021 316 1952. 10.id . http://www.Rp.Rp. cara pengambilan contoh. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.700.400.450.700..2.

ristek.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. Fax. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. kecil 300-349 gram. sangat kecil 100-149 gram d) Manalagi: besar>400 gram. sedang 450-500 gram. sedang 200-250 gram. mutu II tua tapi tidak terlalu matang c. mutu II=bebas f. Karakteristik busuk : mutu I=1%. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. mutu II=10 % g. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. sangat kecil 250-299 gram b) Golek: besar>500 gram. 11. kecil 150-199 gram. sangat kecil 350-399 gram c) Gedog: besar>250 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. sangat kecil 250-299 gram Syarat mutu yang diterapkan untuk keempat golongan tersebut: a. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II=kurang seragam e. Karakteristik keasaman sifat varietas: mutu I seragam. kecil 400-449 gram. Jl. mutu II=cukup keras d. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. Karakteristik tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. 021 316 9166~69. Pengemasan Pengemasan buah manga dalam peti kayu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5. 021 316 1952. M. kecil 300-349 gram. sedang 350-400 gram. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. Pengambilan Contoh Satu partai/lot mangga terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Fax. mutu II=1% 11.go.ristek.H. http://www. Karakteristik kekerasan: mutu I=keras. sedang 350-400 gram. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. Karakteristik kotoran: mutu I=bebas. Karakteristik ukuran: mutu I=seragam. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. Mutu Klasifikasi dan Standar Mangga digolongkan dalam 4 ukuran menurut kultifarnya yaitu besar sedang kecil dan sangat kecil yang masing-masing digolongkan dalam 2 jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II a) Arum manis: besar>400 gram. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10.4. mutu II seragam b. Karakteristik kerusakan: mutu I=5%.3.id .

go. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. b) Jenis mutu.H. Hal. http://www. Fax.ristek. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Berat bersih.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. 021 316 1952. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id .

Membudayakan Tanaman Buah-buahan. Jakarta 4) Rismunandar. 1998.ristek.id . 1998.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Produksi Indonesia. Ir. Surabaya.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. DAFTAR PUSTAKA 1) Bambang Marhijanto. 1994. Celah-celah Usaha Terpilih 3) Pracaya. Penebar Swadaya. M. 2) Bonus Trubus No. 345. Memperbanyak Mangga di Pohon. f) Tempat/negara tujuan. Arkola. Drs & Setiyo Wibowo. Sinar Baru Bandung 5) Trubus No. 12. 345. Bertanam Mangga. 021 316 9166~69. http://www. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1990. 1998. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Fax. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jakarta. Bertanam Mangga. Jl.go.

Malagasi. SEJARAH SINGKAT Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara. 2. Fax.go.ristek. Manggus (Lampung). Hal. Karibia. 021 316 1952. tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGIS ( Garcinia mangostana L. Manggusto (Sulawesi Utara). yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat). Manggista (Sumatera Barat). http://www. ) 1. Jl. 021 316 9166~69. Dari Asia Tenggara. Hawaii dan Australia Utara.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Guttiferae Genus : Garcinia Spesies : Garcinia mangostana L. M.

berat buah 70-140 gram.5-10 cm. M. MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sumatera Utara. buah tiap tandan 12 butir. Sumatera Barat. mengandung bahan organik. diameter buah<5. sebagai buah kaleng.H.500–2. http://www. 3) Kelompok kecil: panjang daun<17 cm.5-6. Iklim 1) Dalam budidaya manggis. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. berat buah>140 gram. SYARAT TUMBUH 5. berat buah<70 gram. 4.5 cm. MBS6 dan MBS 7. Fax. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ketebalan kulit buah 6-9 mm. Ciamis. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan. buah tiap tandan 1 butir.5. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan. Media Tanam 1) Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur. diameter buah 5. Wanayasa). 021 316 9166~69. MBS3.go. 2) Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1.1. diameter buah>6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis. 5. yaitu: 1) Kelompok besar: panjang daun>20 cm. 3.5 cm.id . 5. Klon yang dikembangkan adalah MBS1. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5– 7. ketebalan kulit buah>9 mm. Kalimantan Tengah. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur. Jawa Barat (Jasinga. cm. lebar>10 cm. buah tiap tandan>2 butir. lebar<8. 2) Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. wasir dan luka.ristek. Angin yang baik tidak terlalu kencang. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. 3) Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C.5 cm. MBS2. gembur. 3) Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m. MBS4. angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. kayu bakar/ kerajinan. dibuat sirop/sari buah. MBS5. ketebalan kulit buah<6 mm. Jl.2. Riau. lebar 8.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Fax.go. 2/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69.

b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. 2) Penyiapan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah. Pembibitan Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan.ristek. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan. tidak rusak.id .H. Hal. 021 316 9166~69. http://www. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan. 1) Persyaratan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji. beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%. 021 316 1952. b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat.1. 3/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun. rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Fax. Jl. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun.3.000 m dpl. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Ketinggian Tempat Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.go.

4. 021 316 9166~69. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas. Persemaian disiram 1-2 kali sehari. d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut: 1. Setelah berumur 1 tahun. bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. Media tanam berupa campuran tanah halus. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan. lalu ikat ujung balutan dengan kuat. Pembalutan dimulai dari atas. diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun.5-1. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. 3. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan.H. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah.go. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm.0 cm. http://www. 2. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas.0 cm. b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm. tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata.ristek. kemudian campurkan pasir. 021 316 1952. Jl. Tanah diolah sedalam 30 cm. 2. M. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk. c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut: 1. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm.51. Fax. 6. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm. 5. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.H. Fax. 021 316 9166~69. http://www.ristek. Jl. 4/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id .

Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. c) bujur sangkar (segi empat). Biarkan bibit susuan selama 5 . 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah. b) diagonal. M. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. Jl. 8.id .ristek. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. 021 316 9166~69. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif.2. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia. 7. 021 316 1952.6 bulan.H. 10.go. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. 5. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. 4. 9. http://www. Fax. 4) Pemupukan Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. 6. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama. 6. jarak tanam lebih renggang. 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.

Jl.id . 021 316 9166~69. M.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 5/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. Fax.

Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.3. 021 316 1952. timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan. d) Siram sampai tanah cukup lembab. b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras. tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi. c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.ristek.4. M. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut: a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya. Fax. 2) Cara Penanaman Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.id .go.H. http://www. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro. 021 316 9166~69.

021 316 9166~69.go. Jl. http://www. 021 316 1952.ristek.id . 6/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

Hama 1) Ulat bulu Hama ini melubangi daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea. c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea. menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. 7. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp. Dalam larikan dan lubang sekitar 1020 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm. M. http://www.go.2.2 %.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. 021 316 9166~69. 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun. Jl.H. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon.) dan hitam pada sisi atas dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah: a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea. SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.).id . Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma. (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0. 7. HAMA DAN PENYAKIT 7. Fax. 021 316 1952.1.ristek. Gloesporium sp. dan Helminthosporium sp. Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.. coklat (Helminthosporium sp. SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg.1-0. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali.

Fax. 7/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jl. http://www.

go. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram.H. (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang. Pengendalian: sama dengan kanker batang. Fax. 021 316 1952. Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung. atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0.1-0. 6) Busuk buah Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz. Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah. http://www. Gejala: akar berwarna coklat. 7) Busuk akar Penyebab: jamur Fomes noxious Corner. memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2 %. Pengendalian: (1) perbaikan drainase. mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat. Pengendalian: sama dengan kanker batang.1-0. Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang. Pengendalian: memotong cabang/ranting. Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun. 021 316 9166~69. Pengendalian: sama dengan kanker batang. Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.id .ristek.et Br. 5) Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull. 4) Kanker batang Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis. pemotongan tanaman yang sakit. Jl. 3) Hawar benang Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah daun (Gloesporium sp. menjaga kebersihan kebun. busuk dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.). Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya. 2) Jamur upas Penyebab: Corticium salmonicolor Berk.2 %. Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering.

go.ristek. Fax.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 8/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200. diameter 5560 mm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. diameter 55-65 mm. 8. berat 80-130 gram. 8. Untuk konsumsi lokal.3. diameter 5560 mm. diameter 5560 mm.000 butir atau sekitar 20 ton buah. http://www.000 buah/pohon.H. PANEN 8. buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM. Ciri dan Umur Panen Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%. berat 80-130 gram.4. Pada puncak produksi. Fax. d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%. Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam.id . 021 316 1952. Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini : a) Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu. Periode Panen Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya. Jl. berat 80-130 gram. diameter 5560 mm.go. kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000 buah/pohon dengan rata-rata 2. berat 80-130 gram.1. b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%. M. berat 80-130 gram. e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah. Perkiraan Produksi Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM).2.ristek. 021 316 9166~69. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.

id . 021 316 1952.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 9/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

KCl 20 kg @ Rp. 1.000.KCl 240 kg @ Rp.ristek. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di Jawa Barat. 1 650. Penyortiran dan Penggolongan Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000.SP-36 25 kg @ Rp. 1) Biaya produksi tahun ke-0 1. 50.Pembuatan lubang tanam 10 HKP @ Rp. Sewa lahan 6 tahun 2. http://www. Fax. Tanam .540. Pupuk .000. ke-6 1.Pupuk kandang 3 ton @ Rp 150. M. Rp. 9.33. 9.000.000. Rp.000.800.id ..Penanaman 5 HKP @ Rp. 021 316 9166~69.35.3. 1.75.450.1.3.d...Rp.Rp.650.1.000. Rp.500. Rp.000.. Pengumpulan Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman. 7000. Rp.70.000.- Rp.000.SP-36 300 kg @ Rp 1. 021 316 1952. Jl. 12.go. Rp.875. Pestisida . Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya manggis seluas 1 hektar pada populasi 100-125 tanaman untuk inventasi selama 20 tahun. Rp. Rp.396. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PASCAPANEN 9.. Penyimpanan Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.500.Urea 375 kg @ Rp 1. 7000.3. Pupuk .2..- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.Insektisida 120 kg @ Rp.000.000. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar. 562.000.6. sedang dan kecil. Bibit stek sambung 125 batang 2.Urea 50 kg @ Rp 1.45.H. Rp.2) Biaya produksi tahun ke-1 s.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 1.500.800.000. 10.

021 316 1952. 10/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id . Fax.go.ristek.H.

021 316 1952.000.360.Rp. 32..500. Pestisida . 7.6..Hand sprayer 2 buah @ Rp 350.Fungisida 140 liter @ Rp.750.000. 7.000.Insektisida 140 kg @ Rp.ristek.000.800.Rp.500 buah/pohon Rp. Biaya tak terduga 10% 3) Biaya produksi tahun ke-7 s. 1.436.500.000.Rp.700. Alat ..500.go.Rp.000.000.000. Panen tahun ke 12 – 18 Hasil rata-rata 2.690. Panen tahun ke 10 Hasil rata-rata 1.. 150.10Produksi selama 20 th hasil dari 100 ph 2. 9. Jl.000. Biaya tak terduga 10% Jumlah biaya produksi 20 tahun Rata-rata biaya produksi/tahun Rp.NPK 350 kg @ Rp 2. 70.000.000.400.000.000.000.450.150.Urea 875 kg @ Rp.953.000. Panen tahun ke 11 Hasil rata-rata1. 9.000 buah/pohon Rp.000.000.450.000.Cangkul 10 buah . 2.4.000.500. 3.Panen dan pasca panen 10.H.6.000.Penyiangan 140 HKP @ Rp 7.650.Pemupukan 210 HKP @ Rp. 336. 7.Rp.000. 600.347.000.000.Rp.3.000 - Hal.500 buah/pohon Rp. 630.000 HKP @ Rp.000. 28. 65. 3.470. 50.000.650. 7.- 4) Pendapatan: 1. 7.. 3. 7. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. 1.000.Pemupukan 90 HKP @ Rp.000.000. Rp.3.Rp. Tenaga kerja . 7.Rp 7. ke-20 1.000 buah Rp.. Hasil rata-rata 30 buah/pohon Rp. Panen tahun ke 19 Hasil rata-rata 1.Rp. 1.000 8.750 buah/pohon Rp. 924.812. 150. 28. Pupuk . Tenaga kerja .100.750 buah/pohon Rp 32.000.5.Rp.2.Rp.Fungisida 120 liter @ Rp. 13.000. Alat .000.000.4.000.4. 65.000.- Rp.243.6.120 HKP @ Rp. Panen tahun ke 7 Hasil rata-rata 200 buah/pohon Rp.000. M.Rp. Panen perdana tahun ke 6. 350.312.Keranjang 200 buah 5.Rp. Panen tahun ke 8 Hasil rata-rata 800 buah/pohon Rp.Rp.KCl 560 kg @ Rp.000 9. Rp.Pupuk kandang 42 ton @ Rp.840.500. 562. 10.125. 37. 15.Rp. http://www.TSP 700 kg @ Rp.812.000.000.Penyemprotan 480 HKP @ Rp. 6.875.000. 11/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.000.000.- Rp.. 3.. 7.Rp.Rp. 840.559.Penyemprotan 1..5.300.000.7.Rp. 420. Fax.000.000. 1.Penyiangan 60 HKP @ Rp. Panen tahun ke 20 Hasil rata-rata 1.Rp. 980.d. Sewa lahan selama 14 tahun 2.800.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .500.Keranjang 50 buah . 186.. 16.100.id .Panen/pasca panen pertama 50 HKP @ Rp. Panen tahun ke 9 Hasil rata-rata 900 buah/pohon Rp..

Arab Saudi.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia. M. Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor.8 Keterangan: HKP hari kerja pria. 60/buah. Jepang. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia. Hongkong. Hal. cara pengambilan contoh. 7. Perancis. Brunei.474.200 Rp. tahun 1999). Perkiraan tanaman produktif adalah 100 pohon/tahun.810. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10. 12/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. cara pengemasan. (tingkat petani. 10.496.ristek. 021 316 9166~69. asam berpadu dengan sedikit sepat. Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2. sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat.235.id . Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal. http://www. Belanda. 021 316 1952. Jl. Kuwait. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan. Gambaran Peluang Agribisnis Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Keuntungan 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a. Keuntungan baru diraih tahun ke 11.= 1. cara uji. Fax. jadi mutunya sudah tidak baik.7% per tahun. Keuntungan per tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1.1. Keuntungan selama 20 tahun 2. syarat penandaan. Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam.l.klasifikasi dan standar mutu. STANDAR PRODUKSI 11. sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. 149. Output/Input rasio Rp.2.H. Harga jual rata-rata Rp.go. Amerika Serikat. Oman. selama tahun 1994. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. Swis.

b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. mutu I. 55–65 mm. bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. mutu I=kemerahan s/d merah. mutu I=55–56 mm. mutu II=0% h) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada.3. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak.ristek. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4. 021 316 9166~69. seperti tanah. M. yaitu mutu super. b) Diameter: mutu super>65 mm. mutu I=0%. potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah. d) Warna kulit: mutu super hijau. 021 316 1952. <55 mm. mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1. luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan.id . http://www. Klasifikasi dan Standar Mutu Terdiri dari 3 jenis mutu. mutu=II segar. 3. a) Keseragaman: mutu super=seragam.go. 2. Fax. mutu=II tidak ada. mutu II. 11. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan. mutu I=segar. mutu I=khas manggis putih. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar. 5. c) Tingkat keseragaman: mutu super=segar. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar. mutu I=seragam. mutu II utuh g) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. benturan dan getaran. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar. Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm. mutu I utuh. mutu II=seragam. Diskripsi Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01– 3211-1992. mutu I=0%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut.2. mutu I=tidak ada.H. amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah. Jl. mutu II=0% f) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu II=muda mengkilat e) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%. mutu II<55 mm. i) Warna daging buah: mutu super=putih bersih.

ristek.id . M. http://www. 13/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69.H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.

amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. Jl. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan.000 kemasan. yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh. 11.ristek. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini : a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5. baik.H. e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat. 021 316 9166~69. bersih dan kering. 021 316 1952. M. http://www. 11.id .4.go. berventilasi. dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7.5. d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10. c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji.

M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 14/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69.go. http://www.ristek.H.

Jakarta. Penerbit Kanisius. M. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. 1986. 342. Memilih Biji Manggis untuk Bibit. Jl. Ir. Sinar Baru.id . 2) Rismunandar. 021 316 1952. 4) Reza Tirtawinata. Fax. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. http://www. Budidaya Manggis. Penebar Swadaya.H. Jakarta. Trubus no. 1997. 021 316 9166~69. Ir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 335. 5) Reza Tirtawinata.go.ristek. 15/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ir. 1997. Yogyakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Bandung 3) Suyanti Satuhu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Trubus No. Pohon Pelindung untuk Tanaman Manggis Muda. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1998. 1995. Mengenal Tanaman Buah-buahan.

Dalam perkembangannya.. 021 316 1952. dan lain-lain. Timur Tengah dan Eropa Timur. mawar diklasifasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rosanales Famili : Rosaceae Genus : Rosa Species : Rosa damascena Mill. ) 1.go...id . JENIS TANAMAN Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi). Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. 021 316 9166~69.H. R. Hal. Fax. Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. Mawar berasal dari dataran Cina. SEJARAH SINGKAT Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MAWAR ( Rosa damascena Mill. Jl. multiflora Thunb. http://www. R. 2. hybrida Hort. Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda).

Iklim 1) Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar. Mr. White Success dan Yonina. dan Kiss. 4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). Diplomat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pareo. 021 316 1952. Frad Winds. tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat. Sweet Sonia. tipe Medium 40-60 cm. yang menyebabkan pengeringan tanaman. SYARAT PERTUMBUHAN 5.H. Jawa Timur dan Jakarta. 4. Afrika Utara dan Indonesia. Sumatera Utara.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memiliki variasi warna bunga cukup banyak. M. Fax. 3. 2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor. Idole. Lincoln. Tineke. Khatherina Zeimet. Samorai. http://www. Laser. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore. Jawa Tengah. Osiana. Sentra penanaman bunga potong. Jaguar.1. Sonia. Jl.go. Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman. MANFAAT TANAMAN 1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors). India. Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. 021 316 9166~69. 3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times. Di daerah cukup sinar matahari. dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Sedangkan varietas Folk Song. Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Laminuette.ristek.id . Sissel. 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sonate de Meilland. Vivaldi. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail. Jacaranda. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm. mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. 2) Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. mulai putih sampai merah padam dan 2 tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun. SENTRA PENANAMAN Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia.

M. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl.ristek.id .go. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

3) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5. maksimum 24–27 derajat C. memperbaiki bintil-bintil akar. gembur.unsur P dan Mo.0. 5.5-22. mengurangi keracunan Fe. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah. banyak bahan organik. 6. 2) Ketinggian 1100 m dpl. 021 316 1952.0) perlu pengapuran kapur Dolomit. dan Al. yang mengapung dibuang). http://www. Fax. aerasi dan drainase baik.H. pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam. suhu udara minimum 14-16 derajat C. 2) Pada tanah latosol. M. subur. suhu udara minimum 13. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %. menambah unsur-unsur Ca dan Mg. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.6 derajat C. suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C. Ketinggian Tempat Mawar tumbuh baik pada: 1) Ketinggian 560-800 m dpl.2. Media Tanam 1) Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. serta menambah ketersediaan unsur.7-15.go. memperbaiki kehidupan mikroorganisme.5-7. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Supaya biji tumbuh dengan baik. 5. 3) Ketinggian 1400 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.6 derajat C dan maksimum 19. Pada tanah asam (pH 5.3. Di daerah tropis seperti Indonesia.ristek. 021 316 9166~69. dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh. Jl. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %).id . andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar.1. Mn.

H.go. M. http://www. Fax. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952.

pasir dan pupuk organik (1:1:1). b) Perlakuan After Ripening .ristek. e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 510 cm. 021 316 1952.5-1.go. Pengolahan Media Tanam Hal. b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah. b) Pilih biji-biji mawar yang baik. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. .Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon. http://www. Jl. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar).Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab).H.Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai. M. d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian.2. 5) Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen) 6.Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyiapan Benih Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: a) Pemilihan buah . . dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C.0 cm. . beraerasi baik. .id . Fax. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1). . yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air c) Cuci biji mawar dengan air bersih. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0.

H. kompos dan pasir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun. pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur.Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. .Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot. . Jl. Komposisi media campuran tanah.Isikan media tanam campuran tanah.Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.Siapakan media tanam berupa tanah subur. http://www. c) Pengisian media tanam ke dalam pot . pupuk organik (pupuk kandang.0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0.go. subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka). lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat.Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar.51.Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. M. 3) Pembentukan Bedengan Hal.Basahi pot dengan air hingga cukup basah.id . Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru. . Super TW Plus) dan pasir. taman dan dalam pot. 1) Persiapan a) Penyiapan lahan kebun/taman . . b) Penyiapan media dalam pot . kompos. b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar. .Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur.ristek. . 021 316 1952. Fax. pupuk kandang. . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. 021 316 9166~69. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Pembukaan Lahan a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1. 1:1:1.

karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. sub-soil dikumpulkan terpisah.ristek. maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam. kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jumlah super fosfat 1. M. dan panjangnya tergantung keadaan lahan.3. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos. pupuk hijau.5-2 kg per 10 m tanah. 6. Fax.5-3 kg per 10 m . 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam.go. untuk digunakan sebagai pupuk.H. dengan memasukkannya ke dalam lubang. tepung tulang 2 1. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai 2 tepung tulang) 20%.id . harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh. 4) Pemupukan Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 45 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Jl. cukup 45–55 cm. jarak antar bedengan 30-40 cm. 021 316 1952. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris. tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya. Bila daerah itu tertutup rumput. Lempengan rumput diletakkan terbalik. misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya. pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. Pada saat membuat lubang. Ukuran lubang 45×45×45 cm. 021 316 9166~69. 3) Cara Penanaman Hal. tinggi 30 cm. tanah di permukaan (top soil). Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm.

021 316 1952.4. maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah.H. c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Fax. d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit. Bila polybag berukuran besar. 021 316 9166~69. M.ristek. g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah. f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. Cara penanaman bibit mawar cabutan : a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. dan bibit yang berasal dari polybag. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam.id . Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah). Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu. h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. 6. Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya. Jl. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.go. sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek).

id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go.H. 021 316 9166~69. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M.

3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman dilakukan: a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam). Fax.go. dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul. M. Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. 021 316 9166~69. Tiap kali pemupukan diberikan /4 . Pengairan berikutnya berangsurangsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media). sedang berbunga. kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah.H. c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg 1 1 ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam. http://www. 2) Pemupukan Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro). Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman. dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi. bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. 021 316 1952. b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga./3 dosis pupuk 337. dan setelah kuntum bunga layu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma). Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5.5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. Jl.

H. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. M.id . 021 316 1952. Fax. Jl. 021 316 9166~69.

HAMA DAN PENYAKIT 7.id . 021 316 1952. Decis 2. berwarna hijau. pada bagian daun/pucuk. ditutupi bulu-bulu kasar. Hama 1) Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn. Menyerang pucuk.3 mm.).5 EC atau Buldok 25 EC. Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor).. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman. sangat kecil ± 0.5 EC. berwarna merah/hijau/kuning. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. serta sirkulasi udara kurang baik. Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan.1. Gejala: memakan daun. Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman. Gejala: pada stadium larva. M. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2. 4) Tungau (Tetranychus telarius) Tungau mirip laba-laba. Elsan 60 EC. panjang ±0. Confidor 200 LC. Aphids) Kutu daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Fax. pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut.ristek.H. Larva sering memakan perakaran tanaman. sehingga menyebabkan gejala abnormal. menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.6 mm. sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp. Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm. Hal. sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. kecil. Curacron 500 EC. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas. dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. 3) Siput berbulu Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan. sering menempel pada ranting dan kuncup bunga. panjang 10 mm. panjang ± 12 mm. Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Ambush 2 EC. http://www. kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan. Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC. kadang-kadang tidak bersayap. Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC. Jl. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan. 2) Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus).go. tangkai dan kuntum bunga.

menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam. f. Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar. ukuran tubuh kecil panjang 8 mm. bagian daun dan batang. Kumbang kecil (Small carpenter bees). berukuran kecil 3 mm. ukuran tubuh kecil 1. d. setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. Telur diletakkan pada tunas baru. Pengendalian: pergiliran tanaman. c. Tanaman yang diserang menjadi layu.H. Gejala: mengisap cairan sel tanaman. Decis 2. kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar.2 mm.5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: merusak/mengisap cairan sel tanaman. sterilisasi media tanam. menjaga kebersihan kebun.id . 021 316 9166~69. Larva menjatuhkan diri ke tanah. e. menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran. warna hitam-metalik. dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G. Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP. dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC. daun. Fax. dan cabang. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.go.) Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop). Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC. Decis 2. Pegasus 500 SC. terutama bunga. Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2. dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil. warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Tokuthion 500 EC. kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. lambat laun mengering (mati). Gejala: menyerang akar tanaman mawar. Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae. Pengendalian: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 EC. Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. M. 6) Nematoda akar (Meloidgyne sp. Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. Bagian yang terserang akan layu.ristek.5 EC. Lalat (Dasyncura rhodophaga). berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan. Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Mitac 200 EC. 7) Hama-hama lain: a. b. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dekasulfan 350 EC. menyerang daun dan bunga. Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers). Serangga malam (Night feeding insect). http://www. Jl. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Thrips Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm. Ulat daun (Udea rubigalis). 021 316 1952.

021 316 9166~69. Fax.go. Hal. Atabron 50 EC. 10/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2. Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.id .H. http://www. 021 316 1952. M.ristek.

H. 5) Mosaik (belang-belang) Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). 021 316 9166~69. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan. dasar bunga. Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin. lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur). sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. ex Pr. 2) Karat daun Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. (“Black spot”). M.) Lind. 4) Bengkak pangkal batang Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E. Fax. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. 3) Tepung mildew Penyebab: cendawan Oidium sp.id . Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang. Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun. Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah.kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). 021 316 1952. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan.2. batang.kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). Pengendalian non.) Schlecht. atau mengandung bahan aktif Pirazifos. pemeliharaan tanaman secara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Pengendalian: penanaman bibit yang sehat. http://www. Gejala: daun menguning dan belang-belang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril.ristek. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu.go. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok). Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. tulang-tulang daunnya seperti jala. kelopak dan tajuk bunga. Penyakit 1) Bercak hitam Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib.F Sm et Town. Pengendalian non. Dapat pula terjadi pada tangkai daun.) Conn. Pengendalian non-kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan.

http://www.intensif. 021 316 1952.ristek. M. penyemprotan membongkar TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida untuk pengendalian serangga vektor.id . dan Hal.go.H. Jl. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

9) Penyakit Fisiologis Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi). Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang. Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil. 8) Busuk bunga Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. PANEN 8. dan Alternaria sp.kimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).go. Fr. Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. 7) Jamur upas Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daundaun tua. Phosfor. dan berbintil-bintil hitam. kemudian diolesi cat/ter. sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin. 6) Bercak daun Penyebab: dua patogen.id . Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil. 8. Untuk tujuan bunga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). terutama unsur N. yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass.ristek. dan lambat laun batang akan membusuk serta mati. http://www. Pengendalian: pemberian pupuk berimbang. 021 316 1952.H. sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat.1.) Tjokr. Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujaumuda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat. kurang Nitrogen. P2O5. Jl. 021 316 9166~69. Pengendalian non. et Br. dan Kalium.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.ristek. 021 316 1952. Fax. Jl. 021 316 9166~69. http://www.go. Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih.4. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi).3. Prakiraan Produksi Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000–280. 8. 021 316 1952. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.1. Fax.go. Pengumpulan 1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: a. panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. tampah/ember berisi air bersih).2. Jl. 8. 021 316 9166~69. Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari. 9. 2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis. Periode Panen Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. PASCAPANEN 9.2. http://www. b.000 kuntum/hektar/tahun.H. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bersih dan steril. 8. Penyortiran dan Penggolongan 1) Sortir bunga yang rusak. M. layu dan busuk pisahkan secara tersendiri. Cara Panen Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun.ristek. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam. ukuran bunga. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar. 2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur: Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik. 9. kesuburan tanah.id . Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air.

id .go. http://www. 021 316 9166~69. Jl.H. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

49.TSP 100 kg @ Rp. dan sirkulasi udara baik. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm.000.000.-/kuntum. simpan di tempat/ruangan teduh.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.180.000. terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.Pupuk daun ± 5 liter @ Rp. 1.Furadan 2 kg @ Rp. Rp. Fax.. 40.000. 9. 25.. Bibit : ± 3300 batang c.500.id .H.Insektisida 4 kg @ Rp. M.000.. http://www. 16. 021 316 1952.750. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 200.Urea 30 kg @ Rp. 1) Biaya produksi a. Rp. 175.d.000.000.100. Produksi per m /tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp.500.go. Pupuk . 021 316 9166~69.NPK 20 kg @ Rp. 300.3.Rp. Pengemasan dan Pengangkutan 1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatanikatan. 10. 2.150. dingin.KCL 30 kg @ Rp. 4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air. 1.000. simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %. Rp. 9.000 kg @ Rp. 3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar. 1.32. 1. Rp. 2) Untuk bunga mawar tabur. 2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.ristek. Rp. grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.650. 5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab.Rp. Rp. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga.45. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m selama 1 tahun yang 2 dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.40.Rp.Pupuk kandang 2.800.4.000. Rp. Penyimpanan 1) Untuk bunga potong mawar.000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bunga dipisahkan ke dalam dua grade.000. Sewa lahan b..000. lembab...200. Jl.1. Pestisida .

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . http://www. 021 316 1952.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

Rp.Rp.Rp.000.Rp.000. .500. http://www. Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong.000.Rp.911 Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi.000.Rp. M.500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 436.000.500. HKW = Hari Kerja Wanita 10. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda. Tenaga kerja .Penyiangan & pemupukan susulan 1 th.Rp.Rp. 100.2.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah. maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan : 55. Permintaan bunga mawar ± Hal.Rp.e.000.Rp. 300.Rp.881 ton.756. 11.Pemasangan pupuk kandang .Pemangkasan . terutama di kota-kota besar.Panen dan pascapanen . 500. 300. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat.Pengairan selama 1 tahun .000. 1.Rp.8 miliar per tahun.Pengolahan tanah borongan . 75.- = 1.- Rp.000. ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25. 60.Fungisida 4 liter @ Rp. 50.Pembuatan bedengan 10 HKP . 021 316 1952.000. karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4.000.000.H. 200. 100.950. Rasio output/input Catatan : HKP = Hari kerja Pria. Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri.ristek.000.Penyemprotan selama 1 tahun .TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Penanaman 10 HKW .go.Penunggu 1 orang 1 tahun f. Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda. 5.Rp.000.3) Keuntungan 4) Keuntungan per bulan 5) Parameter kelayakan usaha 1. 021 316 9166~69. 120. 5.id .243.000.000.Rp. tabur dan tanaman pot.000 x Rp 200. Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia. Jl. 30. 100.

cara pengambilan contoh. Tipe standar (cm): mutu AA>65. yaitu: a) Mutu AA: sempurna.id .5. mutu C=idem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. mutu C<6 4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0. A dan B Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut: 1) Panjang tangkai a.5. STANDAR PRODUKSI 11. b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang. mutu A=46-55.ristek.5. mutu A> 6. 021 316 9166~69.3. syarat penandaan dan pengemasan. mutu B=40-54.5. 11. deskripsi. mutu B>2. Diskripsi Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998. bebas organisme pengganggu tumbuhan. mutu A>1.2 3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai a. mutu B=idem. Type spray (cm): mutu AA>55. mutu B>1.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 20. Fax.5. mutu A>2. Ruang Lingkup Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6. mutu A=0. c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang d) Mutui C: selain AA.2. mutu B=35-45. mutu C>1. mutu A=idem. Type standar (cm): mutu AA>2. mutu C< 35 2) Diameter kuncup bunga 1/2 mekar a. ukuran seragam.H. ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar. cara uji. mutu C=2539 b. mutu A=55-64. mutu B> 6. klasifikasi. bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna.mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas. http://www.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar. mutu B=0.go. tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik.5. mutu C<5 5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3. Jl. 11. syarat mutu. tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga. mutu C>2. 021 316 1952. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan kualitasnya.0 b. M. terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar. Tipe spray (cm): mutu AA>1.

Jl.6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam. 16/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu C=idem Hal. mutu A=idem. M. Fax.H. mutu C=idem 7) Warna Bunga: mutu AA=seragam. mutu B=idem. 021 316 9166~69.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. mutu A=idem. http://www. mutu B=idem.id .

mutu C=idem 10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0. 11. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. baik. tdk pecah. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1.5. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. tidak bercabang 9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat.tdk pecah. contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. mutu A=5. mutu C<15 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. mutu B=0. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. Pengemasan Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. mutu A=idem. mutu A=idem. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. mutu A=0. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu C=kurang kuat/lurus. 021 316 9166~69. bersih dan kering serta berventilasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus.id . Jl. mutu B=idem. mutu C<5 11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. mutu B=idem. M.go. tdk bercabang.H.000 kemasan. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. mutu A=0.ristek. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. contoh yang diambil semua. 021 316 1952. mutu B=0. Fax. http://www. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. mutu C<5 12) Toleransi. (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3. mutu B=10.

http://www.go. 021 316 1952. M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. 021 316 9166~69.

1990.H. 021 316 1952. Jl. Soekarno dan Nampiah. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. DAFTAR PUSTAKA 1) 2) Rukmana.ristek. Jakarta : Penebar Swadaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 021 316 9166~69. Fax. 1995. Mawar.go. Mawar. Jakarta. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Rahmat. Yogyakarta : Penerbit Kanisius.

Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya.H. Manduru (Menado). Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. parkeri di kawasan India Barat Laut.ristek. http://www. Melur (Gayo dan Batak Karo). Jl. M. JENIS TANAMAN Diantara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Menyuru (Banda). Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor). Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh). 021 316 9166~69. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae.id . 2. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle). SEJARAH SINGKAT Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. serta Malete (Madura).go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELATI ( Jasmine officinalle ) 1. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici. Fax. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali). yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go. f) Jasmine mensyi (Jasmine primulinum. M. Sambac (melati Putih). m. terutama di Kabupaten Pemalang. MANFAAT TANAMAN Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur.H. poncosudo. Jenis. 021 316 9166~69. 5 meter. Fax. Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut: a) Jasmine sambac Air (melati putih. floribundum=Jasmine grandiflorum). perdu setinggi 1. Purbalingga dan Tegal. melati pimrose). volibile.id . 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bintang) i) Melati hibrida. Hal. Grand Duke of Tuscany.. parfum. penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. g) Jasmine revolutum Sims (melati Italia) h) Jasmine simplicifolium ( melati Australia. Spanish Jasmine) sinonim dengan J. Star Jasmine..ristek. J. 4. Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain: a) Jasmine. antara lain varietas: Maid of Orleans. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah. multiflorum (Star Jasmine) c) Jasmine officinale (melati Gambir) 3. puspa bangsa) b) Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir. e) Jasmine parkeri Dunn (melati pot). Menur dan Rose Pikeke b) Jasmine. King Jasmine). farmasi. pubescens willd). Bunga pink dan harum. c) Jasmine officinale (melati casablanca. Jl. bahan industri minyak wangi. d) Jasmine rex (melati Raja.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kedudukan tanaman melati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Oleales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L) W. kosmetika. 021 316 1952. Ait. J.

sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. 4) Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari. 2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Penyiapan tempat semai: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. banyak mengandung bahan organik dan memiliki. 021 316 9166~69. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Iklim 1) Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan. 5. gembur. PEDOMAN BUDIDAYA 6. http://www.go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Di sentrum produksi melati. aerasi dan drainase baik. 2) Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat.1. Meskipun demikian.2. seperti di Kabupaten Tegal. Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1.600 m dpl. 6. M.H.600 m dpl. Fax. subur. 2) Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. sedangkan melati Star Jasmine (J. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Jl.id . 3) Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5– 7. Media Tanam 1) Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK).multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl).3. serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah. Melati putih (J.1. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah). Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Benih Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. latosol dan andosol. 5. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. 3) Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %.

3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go. Jl. 021 316 9166~69. Fax. M.

Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan. http://www.Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm.Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. b) Pemeliharaan bibit stek: . b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. 6. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah. CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. .2. pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. . Fax.Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari. tinggi 30-40 cm. kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2) Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm. pasir dan pupuk organik (1:1:1). 021 316 9166~69. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. 4) Pemupukan Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. kapur bakar (Quick lime. 3) Pengapuran Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran. serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. Jl. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar.ristek. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma).H.{Ca(OH)2}. 021 316 1952. . jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman. pasir steril/bersih).Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan.id . M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. medium semai (campuran tanah. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}. kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah. . .Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www. M.H.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. air dan unsur hara. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman. bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. 2) Pembuatan Lubang Tanam Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman.5 m. 3) Cara Penanaman Jarak tanam dapat bervariasi. http://www. stratos/asam humus GroMate . Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. Fax. 2) Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. 021 316 9166~69. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. Jl. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam.5 m). 021 316 1952. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Sebulan sebelum tanam.id . 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam.000 lubang tanam (jarak tanam 1. Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. kebun melati sering ditumbuhi rumputrumput liar (gulma). kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam.3.ristek. M. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm. tergantung pada bentuk kultur budidaya.0 m x 1.4.H. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit. Hal.go.

Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg. seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.45 kg/ tanaman. terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P).30-16. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati. sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. 021 316 9166~69.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. jenis melati putih (J. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 6) Lain-lain Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar.id . M. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai.H. kecuali pada beberapa jenis melati. Fax. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan. Jl. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.000 ppm–5. http://www.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1. Konsentrasi yang dianjurkan 3. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga. kemudian ditutup dengan tanah.go.00) atau sore hari (pukul 15. yakni 1. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi.ristek. saat berbunga. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm. STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. sedangkan jenis Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak.500 ppm bila digunakan Ethrel.

H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek. Fax.id . 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www. M.go.

Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar. Fax. Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun. 2) Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuhmusuh alami hama (parasitoid. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. misalnya Decis 2. c. 7.pergiliran tanaman yang baik . grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah. http://www.mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif. Jl. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil. misalnya Decis 2.penggunaan tanaman perangkap. 021 316 1952. HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit. 7. prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . Cascade 50 EC/Lannate L .pemupukan berimbang . melepaskan musuh alami . M. officinale var.H.5 EC. 021 316 9166~69. Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC . Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).TTG BUDIDAYA PERTANIAN melati Spnish Jasmine (J. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus.1. Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. a.penggunaan bibit sehat .id . Hama 1) Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: .sanitasi kebun .ristek. memperbanyak. perdator. terutama daun-daun muda (pucuk). memelihara. 3) Thips (Thrips sp) Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). b.5 EC. patogen) dengan cara: memasukan. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk.go.

M. Fax.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu Ilmu pada bagian tanaman terinfeksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyakit 1) Hawar daun Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. Fusarium sp dan Phoma sp. unionalis. berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran. menyerang dengan cara mengisap cairan sel. 7. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. http://www. Fax.2.go. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects). seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2. 4) Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. Jl. Bergerombol menempel pada cabang. 021 316 9166~69. 6) Hama Lain. ranting dan pucuk tanaman melati. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu.H. misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC.5 EC. Gejala: bunga busuk. scandens (Mass).. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP . Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. 4) Jamur upas Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan. Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. 5) Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. sehingga proses fotosintesis (metabolisme). Gejala: menyerang Gejala: menyerang 3) Hawar bunga (Flower Blight) Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. 2) Hawar benang (Thread Blight) Penyebab: jamur Marasmiellus bagian cabang tanaman melati. daun yang letaknya dekat permukaan tanah.id .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN apnodium sp. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata. http://www. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek.go. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl. M. et Stev. dan Meliola jasmini Hansf. Fax.id . 021 316 1952.

Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan).ristek. PANEN 8. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito. penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu. 7) Antraknosa Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. 021 316 9166~69. Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. 8. 8) Penyakit lain Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.id . Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas. M. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. Selanjutnya. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back).H.3. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua. Gejala: bercak-bercak berwarna coklat 6) Karat daun (Rust) Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). Fax.go. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Bercak daun Penyebab: jamur Pestaloita sp. terutama pada bagian daun. 8.1.2. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu. belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar. 8. sampai kehitam-hitaman pada daun.

ristek. 021 316 1952.go. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id .H. 021 316 9166~69. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

c) Minyak pomade istimewa. d) Minyak pomade biasa. 021 316 1952. d) Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar. di Jawa Tengah. PASCAPANEN 9.4. e) Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bungabunga baru/masih segar. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut: a) Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis. M. yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati. b) Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca . kayu/logam tahan karat.id . sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang. Lain-lain Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil.1. b) Minyak melati biasa. 021 316 9166~69. sebagai pewangi teknis. Jl.5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0. Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage. http://www.000kg/ha. a) Minyak melati istimewa. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole. 9. sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik. Teknik enfleurage disebut teknik olesan. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi. Fax. 9. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1.2.H. Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan.go. sebagai bahan baku minyak rambut. f) Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati. Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.

ristek. 021 316 1952.go. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. Fax. Jl. 021 316 9166~69.H.id .

go. Tenaga kerja 6. ether minyak bumi) secara berkesinambungan.000. kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol.84.000.Rp.960. 750.5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 850.000.000. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna. ecetone. ROI 3. Fax.= 1.000.Rp.555 kg @ Rp.Rp. c) Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati. 50.698 Rp.- .5 ha 2.637 = 0.Rp. Alat (penyusunan alat-alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 15.352.Rp. Pestisida 5.000. Jl. 325. lemak murni.3) Keuntungan bersih 4) Parameter kelayakan usaha 1. M.790. Gambaran Peluang Agribisnis Pengembangan usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnya bagus.H. 50.ristek. O/I Ratio 2. BEP 10.Rp. d) Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar. 190. chlorofrom.1.425. 021 316 1952. 1. Sewa lahan 0. ether. 1) Biaya produksi 1.000. damar dan unsur lain yang tidak menguap. 4.Rp. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan. 10. 7. 6.12.000.750.Rp. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pupuk 4. Bibit 3.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Masukan bunga melati segar ke dalam tabung. http://www. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna.696. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. b) Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut.id Rp. 000. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek.id .H. Fax. http://www.

ristek.3. Korea. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500.H. contoh yang diambil sekurangKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara uji. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kilogram bunga melati. Ruang Lingkup Standar melati meliputi ruang lingkup. 11. 021 316 9166~69. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1. Diskripsi … 11.000 kemasan. cat. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. 11. Thailand. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. Fax. syarat penandaan dan pengemasan. kosmetik. klasifikasi. syarat mutu. Taiwan dan Hongkong. M.id . penyedap the. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. 11. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000.2. tinta. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang. contoh yang diambil semua. pewangi sabun dan industri tekstil. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri minyak wangi. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor.go. Jl. cara pengambilan contoh. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layak dikembangkan. STANDAR PRODUKSI 11. deskripsi. pestisida. 021 316 1952. Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok untuk tani melati. Meski peluang pasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar. http://www. pewangi.1. produksi bunga melati Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia.

12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.kurangnya 10. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952.go.H.

5. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Kanisus Jakarta. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. Usaha Tani Melati. Yogyakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Pengemasan Bunga melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. Rahmat (1997). baik. DAFTAR PUSTAKA 1) Rukmana H. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. 021 316 9166~69. bersih dan kering serta berventilasi.ristek. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. http://www. 12.go. M.id . Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.id . Jl. M. 021 316 1952. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

Jl. 021 316 9166~69.go. melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939).ristek. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe. melon Imperial (1935). melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933).TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELON ( Cucumis melo L. melon Ivondequoit. http://www. Hacken Sack dan Osage (1881–1890). Fax. Netted Gem. Untuk memudahkan sistem penanaman dan pengelompokan melon.H. SEJARAH SINGKAT Melon (Cucumis melo L. M. melon Sill Hybrid (1870). Miller Cream. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa.id . JENIS TANAMAN Jenis-jenis melon yang terkenal adalah: melon Christianism (1850). 2. California.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae. 021 316 1952. dan Texas. melon Surprise (1876).) 1. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado. yaitu: Hal. 1/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika.

buah memanjang antar 35–70 cm. mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan. sering untuk tanaman hias. SENTRA PENANAMAN Sebelum tahun 1980. 3. (3) Cucumis melo var. b. (4) Cucumis melo var. awet dan tahan lama untuk disimpan. buah kecil. berurat seperti jala dan harum.H. Cina. Madiun. buah besar. sering digunakan sebagai tanaman hias. 021 316 1952.1. cantelupensis. tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias. http://www. Jepang. 021 316 9166~69. 2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b. Varietas: (1) Cucumis melo var. Varietas: (1) Cucumis melo var. kulit bersisik dan harum. Jl. kulit buah halus. buah lambat untuk masak antara 90–120 hari. buah melon hadir di Indonesia sebagai buah impor. Perancis.5 cm. Sukoharjo. (2) Cucumis melo var. Taiwan. Belanda dan Jerman. dudain. Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama. M. flexuosus. reticulatus. ukuran kecil-kecil. 5. permukaan buah halus. Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen. (2) Cucumis melo var. 4. Karanganyar dan Klaten). MANFAAT TANAMAN Buah melon dimanfaatkan sebaga makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon. chito. Denmark. buah memanjang dengan diameter 2. Fax. dapat mematahkan tangkai daun. Ciri-ciri: kulit buah keras. ukuran buah sebesar jeruk lemon. mengkilat dan aroma buah tidak harum. 2) Tipe Winter-Melon a. inodorous. berurat dan bergambar seperti jala (net). Ciri-ciri: kulit buah halus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Boyolali. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi. SYARAT TUMBUH 5. lebih cepat masak antara 75–90 hari.ristek. kasar. tangkai buah dan batang tanaman.go.5–7. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda (Lampung) dengan varietas melon dari Amerika.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Tipe Netted-Melon a. Iklim 1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon.id .

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl. 021 316 9166~69. Fax.id . 2/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go.

bukan dari air hujan. 021 316 9166~69.H. kuat dan terawat baik pada awalnya. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. 021 316 1952. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5. Untuk mendukung pertumbuhan generatif. Tetapi. 4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya.id . Saat tanaman melon menjelang panen. 5. 5. Jl. 5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. Benih direndam kedalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon.ristek. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit.go.8–7. 6. sebaiknya air itu berasal dari irigasi. M. http://www.3. 3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat. Pada fase ini apabila tanaman dalam kondisi sehat maka jaringjaring pada buah diharapkan muncul secara merata.2. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal. 3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.2. 2) Penyiapan Benih a) Pengadaan benih secara generatif Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. Fax. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C. Pada fase ini tanaman memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah. Benih yang baik berada di dasar air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN patogen. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. akan mengurangi kadar gula dalam buah.1.

id .go.ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax. 021 316 1952. 3/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

direndam terlebih dahulu di dalam air selama 2–4 jam. Kemudian benih disemaikan pada kantong plastik. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke Hal. Alas rumah pembibitan. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17. surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan. Jl.go.04 mg/liter. pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0. d) Cara penyimpanan benih Benih harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari. e) Kebutuhan benih Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman. karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari. tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Cara dan Waktu Penyemaian Benih melon yang akan disemaikan. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra. Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter. Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter. dan serangan hama maupun penyakit.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0.H. serta pemeraman benih. b) Pengadaan benih secara vegetatif (Kultur Jaringan) Dengan metoda kultur jaringan. myoinositol 100 mg/liter. Fax.ristek. M. 4/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. f) Perlakuan benih Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. Sebaiknya selalu menggunakan benih asli (F1 hibrid). pH media dibuat 5.Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji. air hujan. suhu 120 derajat C selama 30 menit.1 N. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perendaman. yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1.id . http://www.5 psi. 021 316 9166~69. c) Sumber benih Untuk menanam melon kita harus mengetahui sumber benihnya terlebih dahulu.

Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. c) Pemupukan Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur nitrogen tinggi. Apabila daun sejati keluar. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. b) Penjarangan Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam. Untuk merangsang perkecambahan benih menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian karung goni basah. 5/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk akar berupa pupuk kimia maupun pupuk organik tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi. pasir dan pupuk kandang atau kompos. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1 yang telah disiapkan. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam.id . Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. agar tanaman dapat tumbuh baik. a) Cara dan Waktu Penyiraman Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit. Jl. jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah. yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 1. Fax. Saat cuaca panas. Pupuk daun cukup dilakukan satu kali. http://www.0–1. penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. M. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar. pupuk kandang. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. contohnya dengan mencampurkan tanah.ristek. tidak mudah rebah.5 gram/liter.H. Hal. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi.go. 021 316 1952. pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. dengan dengan dengan dengan media b) Pembuatan Media Semai Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya. kering dan layu. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1. Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari.

021 316 1952. d) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal. April varietas aroma. maupun pemupukan.go. Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan. regosol. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik. b) Analisis Tanah Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol. http://www. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus. Contoh pestisida yang digunakan adalah Insektisida Dicarzol 0. 5) Pemindahan Bibit Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari. yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya. 6/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. musim dan permintaan pasar.H. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Pemberian Pestisida Pada Masa Pembibitan Pada masa pembibitan penyemprotan pestisida dilakukan apabila dianggap perlu.5 g/liter dan fungisida Previcur N 1. 6. 021 316 9166~69. M. asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran. Penyomprotan ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan. Hal. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan a) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis). Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya. kemudian dihitung pH rata-rata.ristek.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bedenganpun jangan sampai kekurangan air. Jl. penambahan bahan organik. c) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. luas lahan yang tersedia.id .0 ml/liter. dan grumosol. Fax. latosol.

(untuk dua kali cangkulan) 3. Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan. Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat.ristek. Fax. 021 316 1952. dan lebar parit 55–65 cm. 2. kedua 40% di lokasi B. lebar bedengan 100–110 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Pengaturan Volume Produksi Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar. Jl. b) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam Untuk pencangkulan dan penggarukan. Interval penanaman berkisar 2 minggu. Setelah kering. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat. Untuk menjaga kontinuitas produksi. b) Bentuk Bedengan Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi struktur tanah yang remah/gembur. Selain perakarannya mudah menembus tanah. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan. sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A. Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman.id . juga akan mudah bernapas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. M. kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm. 3) Pembentukan Bedengan a) Cara Pembuatan Selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkahbongkah. dan ketiga 40% di lokasi C. tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik. biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu. tinggi bedengan 30–50 cm. keadaan tanahnya harus cukup kering. dengan kedalaman ± 30–50 cm. 2) Pembukaan Lahan a) Pembajakan Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi.go. Jika tidak. Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut: 1. Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan. struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. Bila telah bentuk bedengan terlihat. baik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN itu Hal. Fax. http://www.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M. 7/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.

24 ton/ha b) 4. maupun penalian.39 ton/ha d) 5. dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids. Fax.id . Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan.ristek. yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan.H. karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi. Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan. 4) Pengapuran Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan.6 (agak asam): jumlah kapur 2. terutama di musim hujan. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat.4 (agak asam): jumlah kapur <0. Jl.65 ton/ha f) 6.60 ton/ha e) 5. c.go.1 – 6. Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air.0 (paling asam): jumlah kapur >10. M. Kaitkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). 021 316 1952. kondisi pertanaman tidak terlalu lembab.4 (asam): jumlah kapur 3. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang). penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini : a) < 4. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm. 021 316 9166~69. dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan.75 ton/ha 5) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP) Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan.28 ton/ha c) 4. mengurangi serangan penyakit. perkembangan akar akan optimal. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal. Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas.6 (asam): jumlah kapur 7. pemasangan ajir.2 (sangat asam): jumlah kapur 9. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan. Akibatnya. Setelah diperoleh pH rata-rata. kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. http://www.

M.go. Fax. Jl.id .ristek. 021 316 9166~69.H. 8/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Setelah selesai pemasangan. 9/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon.4. Gulma yang tidak dibersihkan Hal. 021 316 1952. M. 3) Cara Penanaman Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya.ristek. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur. 6. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. 021 316 9166~69.3. 2) Penyiangan Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan.H.go. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan. Jl. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru.id . bedenganbedengan dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air. Fax. 6. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman. diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas. dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat.

H.ristek. b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5) Pemupukan Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali. 021 316 1952. tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). pupuk susulan II=550 kg/ha. Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). sampai tanaman akan dipetik buahnya. tetapi tanah harus lembab. telah dikelentang selama 2 minggu. tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan.id . 4) Perempalan Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. pupuk susulan I=330 kg/ha. M. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman.200 kg/ha. cukup sehat untuk ditanami. Saat melakukan pemupukan. Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam). Jl. pupuk susulan II=160 kg/ha. pupuk susulan II: umur + 40 hari. yaitu 20 hari setelah ditanam. c) TSP: pupuk dasar=1. Untuk memudahkan dalam pemupukan. 6) Pengairan dan Penyiraman a) Pengairan Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk. diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut. d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha. tanah yang sebelumnya sudah diolah. b) Penyiraman Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman. pupuk susulan I=220 kg/ha. dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal. 021 316 9166~69.go. 3) Pembubunan Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. pupuk susulan I : umur ± 20 hari. Dengan begitu. Fax. pupuk susulan III: umur + 60 hari. pupuk susulan II=220 kg/ha. pupuk susulan III=440 kg/ha. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. http://www. a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari. dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah.

go. http://www. M.H.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl. 10/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut. http://www. supaya bekas luka tidak diserang jamur. 8) Pemeliharaan Lain a) Pemasangan Ajir Ajir atau tongkat dari kayu atau bilahan bambu. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida a) Tindakan preventif. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun. Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg. c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter.id . 021 316 9166~69. Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. Tempat ditancapkannya ajir dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri.H. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/liter. 021 316 1952. b) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun. benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. Supaya ajir lebih kokoh lagi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Jl. mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya. cabang atau buku dari tanaman tersebut). Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari.ristek. Pemangkasan dihentikan. b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi. M. Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam. kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali. jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25.

021 316 1952. http://www. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. 11/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky).0 ml/liter. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin). (3) penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST. HAMA DAN PENYAKIT 7. mengering dan akhirnya mati. 021 316 9166~69.1. meskipun warnanya tetap hijau. tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan). Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps. (2) benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting.F.Sm. (2) tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. http://www.0–2. Pengendalian: (1) sebelum ditanami. warna daun menguning. Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama. kemudian tanaman layu secara keseluruhan. sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang.id .2. Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. dan bercaknya kekuningan.H. Fax. 7. M. 021 316 1952.go. Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak. Serangan dilakukan di musim kemarau. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Thirps (Thirps parvispinus Karny) Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa.2 gram/liter . Penyakit 1) Layu bakteri Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E. 3– 4 hari sekali. Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama. daun tanaman layu satu per satu. Jl. Hama 1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover ) Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun. lahan disterilisasi dengan Basamid G 2 dengan dosis 40 g/m .ristek.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952.ristek. Jl. Fax.id . http://www.go. 12/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

http://www. 2) Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”. 8. sisakan minimal 2. (2) daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.3. tempat tumbuh dan cahaya. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan.id .H. 8. c) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya.1.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) bligt) Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.go. b) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. Cara Panen 1) Potong tangkai buah melon dengan pisau. 3) Pemanenan dilakukan secara bertahap. daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin. (3) pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter. Ciri dan Umur Panen a) Tanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar 3) Warna kulit hijau kekuningan. Fax.benar telah siap dipanen. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil. karena bersaing zat hara. Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati. 7. 021 316 9166~69. 4) Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. Gulma Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman. Jl. M.0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. dengan mengutamakan buah yang benar.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PANEN 8. sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M. http://www. 021 316 1952. 13/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

Setelah menanam padi selesai. dan seterusnya. 14/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kesalahan penanganan dalam pascapanen akan mempengaruhi kwalitas/penampilan buah melon. maka memanennya harus dilakukan 2 secara bertahap. Pengumpulan Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir. Saat panen kerusakan buah sebaiknya dihindari akibat terbentur atau cacar fisik lainnya. maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. minggu II menanam 2 seluas 2. Untuk luas satu hektar tanaman melon diperkirakan akan menghasilkan buah melon 10–15 ton. http://www. 8. karena akan mengurangi harga jual terutama untuk konsumsi pasar swalayan.go. dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen. Penyortiran dan Penggolongan Melon yang telah dipanen. Fax. Periode Panen Panen dilakukan secara bertahap. Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan ditambahkan 50%.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah. Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan. PASCAPANEN Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon dipanen. Prakiraan Produksi Untuk mengetahui jumlah produksi yang akan dihasilkan bagian pemasaran harus melakukan penelitian pasar. 9.2. tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama dan penyakit yang lebih rendah.H.ristek. Misalnya minggu I menanam seluas 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.000 m . Jl. 021 316 1952. M. 9.3. diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi. tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan. Hal ini untuk tingkat kontinuitas produksi akan tercapai dan resiko tidak terjualnya buah melon akan terhindar.1. 021 316 9166~69. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun Hal. 9.000 m . Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob).

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyimpanan Buah melon yang sudah dipetik. Tempat penyimpanan buah harus bersih. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan untuk melon dapat dibuat dari kayu biasa dan banyak memiliki lubang angin.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. peti kemas melon dimasukkan ke dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar jika sampai ke tempat tujuan. populasi 3. tidak boleh ditumpuk satu sama lain. Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal). Fax.go. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa ke pasar tergantung jarak yang ditempuh. 10. Dalam karton masih dilapisi dengan jerami kering atau kertas hancuran. kemudian dimasukkan dalam kemasan karton. Di kargo pesawat.4. Hal ini terjadi karena tanaman belum saatnya dipanen tapi telah mati terlebih dahulu akibat serangan hama. pengemasan bisa juga menggunakan rajutan benang yang mirip jala.H. Selain dari kotak.5 kg/lebih jaring berbentuk sempurna. Luas lahan 1 ha. Buah melon yang berkualitas bagus kemudian di lakukan penggolongan melon berdasarkan tiga kelas. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. karton atau kotak plastik. Cara menyusunnya. dan buah yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. Dengan kemasan seperti ini akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak dari kayu (cara tradisional). Bila ada buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan. 3) Kelas M3 yaitu bobot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuk sama sekali. Buah yang akan di ekspor biasanya dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu.ristek.1. 9. bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup tebal.3. Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering. 021 316 9166~69.5 kg jaringnya terbentuk hanya 70% saja. kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN cacat karena serangan hama dan penyakit. M. 1) Kelas M1 yaitu melon berbobot 1. 9. Jl. 2) Kelas M2 yaitu melon berbobot 1–1. Sebelum kotak ditutup. buah melon diberi lapisan jerami lagi. Analisis Budidaya Usaha Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. 021 316 1952. kemudian melon diberikan jerami juga dibagian atas buahnya. http://www.id .

id . Jl. 15/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.ristek. http://www.H.

7. 021 316 9166~69. 787.Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp.000.000.Rp.Rp.+ 10 HKW @ Rp.Tenaga keamanan (1 bulan) Rp. 420.Rp.Rp. 1.000.000.000.000.000.. 16/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2.Belanja peralatan (3 sprayer.Penebaran pupuk kimia...Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp..000.000.Perekat-perata 10 liter @ Rp..000.000.310. 5.725.Pupuk daun 10 kg @ Rp. 5..000. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan ..Rp. 675.Plastik transparan 50 m @ Rp.Rp.000.000.000..000.. 350. 1.Insektisida semprot 15 liter @ Rp.392.500.Tenaga semprot 60 HKP @ Rp.000. M. mulsa 65 HKP @ Rp. 5.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.Rp. dsb) Rp. 5.000.000.8..Rp. Lain-lain .500.000. 10.200.000.Urea 450 kg @ Rp.250.800 kg @ Rp.000.250... Penyiapan bibit dan penanaman .Pupuk kandang 27 ton @ Rp. Panen Rp.750 kg. 850.. http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp.Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan) Rp. Fax. 315.4. 1.000. 540. 5. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2.7.Rp.Penanaman 50 HKW @ Rp. 5.050. 1.000.000. 2. 1.ZA 630 kg @ Rp.066.Rp.000.000. Pestisida dan pupuk daun . Hal.5..800. .Tenaga panen 20 HKP @ Rp..800.000.000 m ditaksir mencapai 6.350.000..510.301.000. 375.000. 75. 190..000. 100. Pemeliharaan tanaman .000. 1. 7.000..KCl 720 kg @ Rp. embrat. drum.-.145.go.000. 90.Biaya tak terduga sebesar 5% Rp.000.Rp. 900. 1..Rp.Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp.96.Rp.100. Jl. 140. 150.25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka 2 produksi per 1.Rp.000. 7.Rp.. 50.. 7.000..+ 30 HKP @ Rp.000.400..650.Rp.. 180.id .620.7. 455. 90.-. 300.Borate/Fertibor 18 kg @ Rp.H..000.Benih melon 500 g Rp. 460. Benih dan mulsa PHP .. 5.. 22. 1..Kapur pertanian 1..000.Jumlah biaya produksi Rp.Rp. 10. 2.Rp.188.000. 100.Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp. 50.Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp.Rp.Rp. Pupuk dan kapur pertanian .Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp.000.-.000.Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp.Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp.Rp.Rp. 375.2) Penerimaan 1. 10.000.000.Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat Rp.000.3..6.Plastik semai polibag 5 kg @ Rp. 4. 7.000.TSP/SP-36 900 kg @ Rp. 5. 80.. 150. 700.pasang.Fungisida 25 kg @ Rp. 5.Karbofuran 36 kg @ Rp. 1. 108. 7.Rp.Rp.Rp.250.000. 1. 1.ristek.

STANDAR PRODUKSI 11. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.412.Rp. Kelas M1 = 65% x 6412. 3.-. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337.id ..000. 25% kelas M2 dan 10% kelas M3.748. M. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 . kelas M2 Rp. http://www. 5. Diusahakan rantai teRp. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2.840. kelas M3 Rp.2. Di era perdagangan menuju pasar bebas. Jika harga melon kelas M1. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan. 021 316 1952.- = 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 kg x Rp.923.30 Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari).000. tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika. untuk meningkatkan pendapatan petani melon. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin.endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi.176.5 kg x Rp.Kelas M3 = 10% x 6412.. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) Rp. 29.Kelas M2 = 25% x 6412.750. 20.5 kg x Rp.000.maka penerimaan penjualan melon. 3.1. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula. 6. Gambaran Peluang Agribisnis Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut: 1) Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi. Rp.5 kg = 6412.ristek.5 kg. HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari).Rp. 6.go. baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri.H. Fax. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337. 4.000.625. 2. 4. 10. 1. 021 316 9166~69.500. khususnya petani melon. 11.Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.875.365.500.000. persaingan semakin ketat. Ruang Lingkup Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. 3.Jumlah penerimaan Rp. Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura.

021 316 9166~69. Fax.id . http://www. 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.go.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 17/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura. 4) Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan. 11. Sukses Prajnanta. 12.. dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2. Pengemasan Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala. yaitu dengan menempelkan stiker pada buah. 3) Pangsa pasar harus diperkuat. Pengambilan Contoh Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya. 11.3. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu. ukuran sedang 1. Jl. Diskripsi Berdasarkan uraian diatas. umur melon kurang lebih 56–65 HST.2. M.4.H. Ir. 021 316 9166~69. Fax. http://www. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia.ristek. 3) Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik. 4) Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat. DAFTAR PUSTAKA 1) Final.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon.go. Mutu Klasifikasi dan Standar Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Melon yang diproduksi harus diberi merek. 2) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga.5 kg. 021 316 1952. khususnya dari bidang pertanian. 11. dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya.id .5.5 kg.0–2. Melon Pemeliharaan Secara Intensif Kiat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

go. 1998) Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beragribisnis Cetakan ke-2. 18/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Setiadi. Bertanam Melon. 021 316 9166~69. (Jakarta: Penebar Swadaya.id . (Jakarta: Penebar Swadaya. M. Fax. 021 316 1952. http://www. 1998). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Cetakan ke-4.ristek. Jl.

021 316 1952. 19/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Bogor.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Sudarsono dan Winata.Bertanam Melon.go.H. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 5) Fakultas Pertanian IPB. http://www. Livy. Fax. Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian. Jl. Pemakaian Teknik Kultur Jaringan Sebagai Perbanyakan Melon (Cucumis melo L. 1984. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.. 24352.ristek. Ir.) 4) Tjahjadi. Jakarta. (Jakarta: Kanisius. 1987). 021 316 9166~69. Nur. Fakultas Pertanian IPB.

Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan. SEJARAH SINGKAT Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman nanas adalah: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup) Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Hal. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik. Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara.go. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. 2. M. masuk ke Indonesia pada abad ke-15. 021 316 9166~69. http://www.id . Fax. Jl.ristek. 021 316 1952. (1599). Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN NANAS ( Ananas comosus ) 1.H. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

mual-mual. Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen.H. Smith.ristek. Queen (daun pendek berduri tajam. Hawaii. (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas. Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Disamping itu. MANFAAT TANAMAN Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya.go. 021 316 9166~69. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. Pantai Gading. http://www. eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. Jawa Timur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sebagai obat penyembuh penyakit sembelit. Malaysia dan Indonesia terdapat di daerah Sumatera utara. tidak berduri.B. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Ananas : Ananas comosus (L) Merr Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak. Filipina. ananassoides (Bak) L. Pada masa mendatang amat memungkinkan propinsi lain memprioritaskan pengembangan nanas dalam skala yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. Kenya. Mexico dan Puerte Rico. seperti selai. 4. flu. Berdasarkan habitus tanaman. M. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat. Hal. SENTRA PENANAMAN Penanaman nanas di dunia berpusat di negara-negara Brazil. misalnya A. Smith. Buah nanas mengandung enzim bromelain. Puerte Rico. 021 316 1952. Penyakit kulit (gatal-gatal. 3. Jl. Afrika Selatan. sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil. dan A. yaitu : Cayene (daun halus. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor. buah dalam sirop dan lain-lain. erectifolius L. protease atau peptide). buah silindris atau seperti piramida). sehingga disukai masyarakat luas. A. buah lonjong mirip kerucut). terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias. Fax. A. Fritzmuelleri. buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap. Riau.B. buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar. Subang dan Palembang.id . Mexico dan Malaysia. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. braceteatus (Lindl) Schultes. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar. Di Asia tanaman nanas ditanam di negara-negara Thailand. buah besar). gangguan saluran kencing. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. wasir dan kurang darah. berduri halus sampai kasar.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Luas panen nanas di Indonesia + 165.690 hektar atau 25. Magnesium.5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis.ristek. Media Tanam 1) Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas.5-6.1. Jl. 021 316 1952.2. http://www. E (daerah agak kering) dan F (daerah kering). dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam. B.H. SYARAT TUMBUH 5. 021 316 9166~69. lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir. begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering. baik tipe iklim A. D (daerah sedang). 4) Kelerengan tanah tidak banyak berpengaruh dalam penanaman nanas. 4) Suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman nanas adalah 23-32 derajat C. C maupun D. Iklim 1) Tanaman nanas dapat tumbuh pada keadaan iklim basah maupun kering. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.24% dari sasaran panen buah-buahan nasional (657. tidak becek (menggenang). dan Molibdinum dengan cepat. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6. sehingga begitu ada air yang melimpah. 5. 3) Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan unsur-unsur hara yang dapat larut di dalamnya. Tipe iklim A terdapat di daerah yang amat basah. 3) Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 3371% dari kelangsungan maksimumnya.5.000 hektar). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedangkan tanah yang asam (pH 4. subur. B (daerah basah). 2) Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4. Belerang.5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor. Kalium. 5. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. 2) Pada umumnya tanaman nanas ini toleran terhadap kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun. Kalsium.id . Akan tetapi kandungan air dalam tanah jangan terlalu banyak. F. gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah. Fax. E. Hal yang harus diperhatian adalah aerasi dan drainasenya harus baik.go. namun nanas sangat suka jika ditanam di tempat yang agak miring. Akan tetapi tanaman nanas tidak toleran terhadap hujan salju karena rendahnya suhu. C (daerah agak basah). M. Meskipun demikian. tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 derajat C. sebab tanaman yang terendam akan sangat mudah terserang busuk akat.

http://www. 021 316 1952. Fax.go. Jl.ristek.id . 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Tunas batang dan stek batang. 6. mudah diperoleh dalam jumlah banyak. Jl. jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman. dan mudah dalam pengangkutan. sehat serta bebas dari hama dan penyakit.3. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl. bebas hama dan penyakit. pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong Hal. 021 316 9166~69. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 1) Persyaratan Benih Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. Ketinggian Tempat Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. tunas buah. Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek.H. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari bagian batang yang terletak di dalam tanah. jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit. masa remaja tunas akar relatif pendek. bentuk daun lebih langsing. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang. Penyiapan bibit tunas batang: memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm. seragam.ristek.1. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal. 2) Penyiapan Benih Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian. kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak. Pembibitan Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. http://www. (jarang digunakan). Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.id . mahkota buah dan stek batang.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tunas batang. M.

sistem tanam dan jenis bibit. kesuburan tanah. langkah pertama yang dilakuakan adalah memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2. 5) Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan. ditanam di kebun. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas. tergantung jarak tanam. setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam. Untuk penyiapan bibit nanas dari stek. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1. Fax. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. 021 316 1952. Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. jenis nanas. Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik. http://www.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm.H. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut. Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman. Hal. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.15. Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit. 4) Pemeliharan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. 021 316 9166~69. Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar.ristek.000 bibit tanaman per Ha.698 . Jl. pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). M. Campuran media berupa tanah halus.5 cm.2. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. 3) Teknik Penyemaian Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. Media semai berupa pasir bersih dalam bak tanam.5 . dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening).go.id . Atau 12.5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44.000-77.

go. jarak antar bedengan 90150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas.H.5. tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm. setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benarbenar matang dan siap ditanami. 021 316 9166~69.5. M. perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. bisa berakibat fatal pada produksi tanaman. Fax. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam.5-6. 4) Pengapuran Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm. 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai.2. kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pembukaan Lahan Untuk membuka suatu lahan. 021 316 1952. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur.5). Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. 5) Pemupukan Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar.ristek. karena. Jl. Bila tidak turun hujan. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www. 021 316 1952.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax. M.

Jl. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam.go. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm. 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan. fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah. (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam. dan jarak antar barisan adalah 90 cm. Hal.ristek.3. khususnya nanas. (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah. 021 316 1952. dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm.H. http://www. 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.id . (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. 6. dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN urea. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm. dalam kurun waktu setahun. 021 316 9166~69. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul. tugal atau alat lain. (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam. yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan. 3) Cara Penanaman Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan.

Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro 2.5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. TSP. sehingga drainase menjadi normal kembali. Dosisi anjuran satu tablet tiap tanaman b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berat 4 gram setiap tablet 3. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar.4. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: a) Pupuk NPK tablet (Pamafert) 1. 021 316 1952. agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam. M.ristek. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun.H. 3) Pembubunan Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. http://www. Bentuk pupuk berupa tablet. 2) Penyiangan Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air. sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan. dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. unsur hara dan sinar matahari. 2. 021 316 9166~69. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan. Hal. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. atau SP-36 dan KCl 1. Fax.id . Jl. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62. namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon.

Gejala: merusak/ memakan daging buah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Lalat buah (Atherigona sp. bentuk langsing berkaki 6. 021 316 9166~69. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian menjadi larva berwarna putih.) Ciri: berupa kumbang kecil. 5) Pengairan dan Penyiraman Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering.H. HAMA DAN PENYAKIT 7. kemudian tutup dengan tanah. Hama 1) Penggerak buah (Thecla basilides Geyer) Ciri: kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah. Gejala: menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah.ristek. bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung. (2) kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. Gejala: menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri). kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri. namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup. meletakkan telur pada bekas luka bagian buah. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama. Pengendalian: dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida. 2) Kumbang (Carpophilus hemipterus L. Fax. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar. 021 316 1952. Jl. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. berwarma coklat/hitam. berambut tipis.go. buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah. bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek. larva berwarna putih kekuningan. M. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. kemudian menetas menjadi larva. seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.1.id . Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat. http://www.) Ciri: Lalat berukuran kecil. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas.

id . M. Fax. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek.

nematoda. Gejala: menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak. Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida Decis 2.go. 021 316 1952. (2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan. alat-alat pertanian. pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat. 5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne) Ciri: Serangga berukuran kecil diameter ± 2. membuang buah yang terserang lalat buah.5 mm. dan bermata besar. serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan 7) Hama lain: rayap. bergerombol menutupi buah dan daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. air yang mengalir. bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat. M. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang. Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7. 4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima) Ciri: Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang. cinnamomi Rands. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang. bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang. sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat. Penyakit 1) Busuk hati dan busuk akar Penyebab: cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P. tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C.5 mm. bulat dan datar. Jl. 6) Ulat buah (Tmolus echinon L) Ciri: Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hingga menyebabkan busuk lunak.2. (2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil.id . tikus.H. http://www. 021 316 9166~69. curah hujan tinggi.ristek. Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis. berwarna putih kekuningan/keabu-abuan. Fax.kadang menyerang tanaman nanas. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun. sedangkan busuk akar dinamakan root rot. Penyakit busuk hati disebut hearth rot. berwarna coklat.

go. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.id . http://www.

1. daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat. Ciri dan Umur Panen Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan. 2) Busuk pangkal Penyebab: cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif. buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan. hujan dan tanah. 021 316 9166~69. PANEN 8. layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya. Moreu. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan. menanam bibit pada cuaca kering.3. 8. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen: a) Mahkota buah terbuka. (2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam. 3) Penyakit Lain Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom. Fax. adanya luka-luka mekanis pada tanaman. Pengendalian: (1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah. busuk bibit oleh cendawan Pythium sp. seperti Dithane M-45 atau Benlate. Penyakit ini sering disebut base rot. besar dan bentuknya bulat. daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. meliputi penggunaan bibit yang sehat. Jl. 021 316 1952. mengurangi kelembapan sekitar kebun. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN nekrotis. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya. angin. b) Tangkai ubah mengkerut.go.id . dan menghindari luka-luka mekanis. Gejala: pada bagian pangkal batang.H. Gulma Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. c) Mata buah lebih mendatar.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.. pemotongan/pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit. dan akhirnya tanaman mati. dan memotong/mencabut tanaman yang sakit. tergantung dari jenis bibit yang digunakan. berbau khas. (2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate. M. pembusukan pada sistem perakaran. sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Pengendalian: harus dilakukan secara terpadu. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh.

http://www.ristek.id .H. 021 316 1952. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Jl. Prakiraan Produksi Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. 021 316 9166~69. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar. Panen pertama sekitar 25%.1. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril.4. busuk. tergantung jenis nanas dan sistem tanam.go. atau mentah secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal. Penyortiran dan Penggolongan Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan buah yang rusak. PASCAPANEN Buah nanas termasuk komoditi buah yang mudah rusak.H. Klasifikasi buah berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam.2. Pemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali. 021 316 1952. M. susut dan cepat busuk. 9. kedua 50%. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar. jenis maupun tingkat kematangannya. Cara peremajaan adalah membongkar seluruh tanaman nanas untuk diganti dengan bibit yang baru. 9. memar. Fax. Periode Panen Tanaman nanas dipanen setelah berumur 12-24 bulan.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai.ristek. Cara Panen Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen.3. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna bagian dasar buah kuning. 8. dan ketiga 25% dari jumlah yang ada. 8. Oleh karena itu.2. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. Hal. Penyiapan lahan sampai penanaman dilakukan seperti cara bercocok tanam pada lahan yang baru. Pengumpulan Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi. 9. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Timbul aroma nanas yang harum dan khas. http://www.

Pupuk .Rp. Pestisida 6. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan jika harga turun.TSP (SP-36) 200 kg @ Rp. Rp. Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 19. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.7.500. sehingga untuk menunggu harga naik maka dilakukan penyimpanan. 1.250. Pengolahan tanah borongan 7. Rp. 6.312. 021 316 1952. Rp. Rp. 5.000 x Rp..- Rp. Keuntungan tahun ke-1 4.000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya nanas dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya produksi 1. Produksi tahun ke-2: 80% x 45.360.140.498. 3.500.1.5.. Rp.go.ristek.000.000. 021 316 9166~69.750.19. Bibit 45.KCl 150 Kg @ Rp. 5.ZA 300 kg @ Rp./buah 2.1.Rp. buah nanas diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran. Jl.247. 600. http://www.3.750.+20 HKP 9.H. Pemupukan & penanaman 10 HKP @ Rp. Pengemasan dan Pengangkutan Kegiatan pengemasan dimulai dengan mengeluarkan buah nanas dari lemari pemeraman.000.+100 HKW 8.000.500.570.000. 750.000. Proses pengangkutan dimulai dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan.801.4.500.id .Biaya lain-lain (tidak terduga 10%) Jumlah biaya produksi 2) Hasil penjualan dan laba (keuntungan) 1. Nilai sewa tanah per tahun 2. Rp.000. lalu dipilih (sortasi) berdasarkan tingkat kerusakannya agar seragam.250..570. Rp.Rp.000 batang @ Rp. M.000 x Rp 750.000..TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.000. Rp. 10. 2. Pemeliharaan tanaman 200 HKW @ RP.000.813.750.-/buah Rp..750.Rp.000.. Panen dan pascapanen 100 HKW +10 HKP 10.Rp.000. 150. 1. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 5 derajat C.000. Rp.4.650.1.800.1.000. Sprayer dan alat pertanian 3. Fax. Kemudian buah nanas dibungkus dengan kertas pembungkus lalu dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu atau dos karton bergelombang. 9.400. Produksi tahun ke-1: 75% x 45. 25. 150. Biaya produksi tahun ke-1 3. Ukuran wadah pengemasan 60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi.000.375. 1.Rp.Pupuk kandang 20 ton @ RP.813. 27.000.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M.ristek. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952. Jl.go.H.

5%.6. Fax. STANDAR PRODUKSI 11. Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia. Ekspor Indonesia pada tahun 1987 sebesar US$ 60. Hal yang perlu untuk dicermati adalah ekspor buah nanas Indonesia meningkat dalam 10 tahun terakhir. Jerman.463. Dari segi nilai.H. Padahal menurut proyeksi. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata. kebutuhan nanas dunia tahun 1996 akan naik sebesar 5% kebutuhan dunia saat ini. Dalam era globalisasi ini.2. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Biaya produksi tanpa dihitung bibit & alat pertanian tahun ke-2 Rp. cara uji.16 ton pada tahun 1987. Thailand merupakan negara eksportir terbesar pada tahun 1995. yaitu sekitar 39% dari ekspor nanas dunia.3) Parameter kelayakan usaha 1.go.ristek. peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Diskripsi Standar mutu buah nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 013166Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11.2. dan Amerika Serikat. Demikian juga komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar. Ruang Lingkup Standar ini meliputi syarat mutu. Keuntungan ke-2 Rp. M.36 ton pada tahun 1995.id .350. 12.766 ribu pada tahun 1996.952 ton meningkat menjadi 83. Impor nanas meningkat dari 0. Jl. Ekspor Indonesia tahun 1987 sebesar 26. 021 316 1952. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan nanas.000.1.750. Negara tujuan ekspor adalah Perancis. terutama bila nanas diolah menjadi makanan kaleng seperti selai nanas.28 11.997 ton pada tahun 1996. 021 316 9166~69. http://www. Sedangkan untuk impor nanas Indonesia mengalami peningkatan namun dalam jumlah kecil. meningkat menjadi 10. B/C ratio 10. diantarnya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple di Lampung. Pabrik pengalengan buah nanas sudah banyak di bangun. Negaranegara di Asia Tenggara merupakan eksportir utama buah nanas dunia. = 1. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditas buah nanas sangat besar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. sirup buah nanas dan sirup kulit buah nanas.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1992. Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu, yaitu mutu I dan II. a) Kesamaan sifat varientas: mutu I=seragam; mutu II=seragam; cara uji organoleptik. b) Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; mutu II=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; cara uji organoleptik. c) Kekerasan: mutu I=keras, mutu II=keras; cara uji organoleptik. d) Ukuran: mutu I=seragam, diameter min. 9,5 cm; mutu II=kurang seragam; cara uji SP-SMP-309-1981. e) Gagang: mutu I=teropong rapi; mutu II=teropong rapi; cara uji organoleptik. f) Mahkota: mutu I=satu, utuh rapi, ukuran normal; mutu II=tidak dipersyaratkan; cara uji organoleptik. g) Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5; mutu II=maksimum 10; cara uji SP-SMP310-1981. h) Busuk (%): mutu I=maksimum 1; mutu II=maksimum 2; cara uji SP-SMP-3111981. i) Kadar total padatan terlarut (%): mutu I=minimum 12; mutu II=minimum 12; cara uji SP-SMP-321-1981 j) Kotoran: mutu I=bebas kotoran; mutu II=bebas kotoran; cara uji organoleptik. 11.4. Pengambilan Contoh 1) Produk dalam ikatan/kemasan Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan/ikatan diambil contohnya sebanyak 5 buah nanas, dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 5 buah untuk dianalisis. 1. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah sampai dengan 100 : jumlah contoh 5 2. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 101 sampai 300 : jumlah contoh 7 3. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 301 sampai 500 : jumlah contoh 9 4. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 501 sampai 20 : jumlah contoh 10 5. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah Lebih dari 1000 : jumlah contoh 15 (min) Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan di lapangan. 2) Produk dalam curah (in bulk) Sekurang-kurangnya 5 contoh diambil secara acak sesuai dengan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil dari bagian atas, tengah dan bawahserta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 10 kg untuk dianalisa. Dalam hal berat nanas yang diambil contohnya lebih dari 2 kg/buah, setiap pengambilan contoh sekurang-kurangnya terdiri dari 5 buah nanas.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1. Jumlah berat lot s/d 200 kg berat : contoh minimal yang diambil 10 kg Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2. 201 s/d 500 kg berat : contoh minimal yang diambil 20 kg 3. 501 s/d 1000 kg berat : contoh minimal yang diambil 30 kg 4. 1001 s/d 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 60 kg 5. Lebih dari 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 100 kg Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan dilapangan. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Nanas dikemas dalam keranjang bambu, peti kayu ataupun karton dengan atau tanpa bahan penyakit dengan berat bersih maksimum 40 kg. Atau diikat dengan tali, masing-masing ikatan terdiri dari maksimum 10 buah nanas. Pemberian merek untuk nanas yang dikemas dalam kemasan pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan: a) Nama barang. b) Jenis mutu. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. d) Berat bersih. e) Jumlah nanas/kemasan. f) Daerah asal. g) Produksi Indonesia. h) Tempat/negara tujuan.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius. Yogyakarta 2) Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press (UI-Press). Jakarta 3) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kanisius. Yogyakarta 4) E.W.M., Verheij & R.E. Coronel. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara II; Buah-buahan Yang Dapat Dimakan. PT. Gramedia Pustaka Utama dan Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. 5) Natawidjaja, P. Suparman. 1983. Mengenal Buah-buahan yang Bergizi. Pustaka Dian. Jakarta.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6) Rukmana, Rahmat. Yogyakarta.

1996.

Nanas

Budidaya

dan

Pascapanen.

Kanisius.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

PADI
( Oryza Sativa )

1.

SEJARAH SINGKAT

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Hal. 1/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp. Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varitas unggul nasional berasal dari Bogor: Pelita I/1, Pelita I/2, Adil dan Makmur (dataran tinggi), Gemar, Gati, GH 19, GH 34 dan GH 120 (dataran rendah). Varitas unggul introduksi dari International Rice Research Institute (IRRI) Filipina adalah jenis IR atau PB yaitu IR 22, IR 14, IR 46 dan IR 54 (dataran rendah); PB32, PB 34, PB 36 dan PB 48 (dataran rendah).

3.

MANFAAT TANAMAN

Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

4.

SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional adalah 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Dengan adanya krisis ekonomi, sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha, sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.

Hal. 2/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim a) Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. b) Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. c) Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C. d) Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. e) Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. 5.2. Media Tanam a) Padi gogo 1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara. 2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. 3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0. b) Padi sawah 1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. 2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. 3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 3/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.3. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat benih yang baik: a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan 80%. 2) Penyiapan Benih Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Padi sawah Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi. b) Padi Gogo Benih langsung ditanam di ladang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5) Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1) Pengolahan Lahan Padi Sawah a) Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. b) Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. c) Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. d) Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. e) Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata. 3) Pengolahan Lahan Padi Gogo Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: a) Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. b) Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik. c) Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. d) Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. e) Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Tanam Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 5/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacangkacangan. 2) Penanaman Padi Sawah Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar. Jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm. 3) Penanaman Padi Gogo Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara: a) Di dalam lubang tanam Kedalaman lubang 3-5 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Satu lubang diisi dengan 5-7 butir benih dan ditutup dengan pupuk kandang dan abu, debu atau tanah halus. b) Di dalam larikan Terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan bantuan kayu berujung runcing dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm. Benih ditaburkan ke dalam aluran. 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit. 2) Penyiangan Padi Sawah Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

Hal. 6/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Pengairan Padi Sawah Syarat penggunaan air di sawah: a) Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras. b) Air harus bisa menggenangi sawah dengan merata. c) Lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan. d) Air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk. e) Genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit. 4) Pemupukan Padi Sawah Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, TSP=75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha. Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai. 5) Penyiangan dan Pembumbunan Padi Gogo Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. 6) Penyulaman Padi Gogo Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. 7) Pemupukan Padi Gogo a) Pupuk organik Berasal dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria juncea yang berumur 4-6 bulan atau dari pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik dibenamkan ke tanah dengan dosisi 10-30 ton/ha.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

b) Pupuk anorganik Pupuk yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. 8) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1. Hama putih (Nymphula depunctalis) Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G. 2. Padi trip (Trips oryzae) Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP. 3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide. 7.2. Hama di Sawah a) Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 8/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

incertulas). melepas musuh alami seperti jangkrik. buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. Tanaman ada yang menjadi kerdil. (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut.id . Karphos 25 EC. peningkatan kebersihan. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC.telurnya. Dapat menimbulkan kerugian besar. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Larvin 75 WP. daun tanaman kering dan mati. Merusak dengan cara mengisap cairan daun. Opetrofur 3G. daun mengering dan seluruh batang kering. Dharmafur 3G.go. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC. meningkatkan kebersihan lingkungan. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. berwarna coklat dan tidak enak. Kiltop 50 EC. Furadan 3G. (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G. M. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Jl. Progo dsb. kepinding dan kumbang lebah. f) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga. Gejala: pucuk tanaman layu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan. melepas musuh alami seperti laba-laba. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut. bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan.H. 021 316 9166~69. Menyerang batang dan pelepah daun. membakar jerami. c) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu. Tomafur 3G. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. kuning (T.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 48. IR 64.ristek. Pengendalian: (1) bertanam serempak. http://www. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. 021 316 1952. Dharmabas 500 EC. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). Dharmacin 50 WP. Cimanuk. Malai yang dihasilkan kecil. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur. b) Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. mengumpulkan dan memunahkan telur. impicticep). penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV. e) Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata). membersihkan lingkungan. Dimilin 25 WP. d) Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi.

http://www. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id .go.H. 021 316 1952.

malai. Biji berbercakbercak coklat tetapi tetap berisi. b) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pengendalian: pergiliran tanaman. ferraginosa dan bondol putih L. http://www. mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri. Jl. IR 36. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Gejala: menyerang daun dan pelepah. Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. tangkai buah patah. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. padi dewasa busuk kering. c) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot.3. Fax. intensif dan teratur. penggunaan pestisida dengan tepat. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. buku pada malai dan ujung tangkai malai. menggenangi sawah. 7. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. Gejala: menyerang daun. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. ferramaya). peking L. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP. biji berserakan. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. d) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. biji kecambah busuk dan kecambah mati. gelatik Padda aryzyvora. M. Menyerang padi menjelang panen. gelang buku. Gejala: menyerang pelepah.go. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. pemupukan berimbang. pipit Lonchura lencogastroides.) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum. Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. puntulata. menanam padi tahan penyakit ini. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan. Cimandirim IR 48.ristek. bondol hitam L. gropyokan. g) Burung (manyar Palceus manyar. menanam varitas unggul Sentani. sanitasi. 021 316 1952. pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir. Serangan menyebabakn daun. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu. Fongorene 50 WP. Penyakit a) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini. (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200.H. 021 316 9166~69.

Jl.id . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS. M. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek.go. 021 316 9166~69.

daun menjadi pendek. anakan banyak tetapi kecil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. akar membusuk. Cipunegara. i) Penyakit kerdil Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. Terdapat garis-garis di antara tulang daun.H.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berwarna hijau kekuningkuningan.ristek. IR 46. Fax. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman. menghindari luka mekanis. usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor. Pengendalian: sulit dilakukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. menghindari luka mekanis. translucens. jumlah tunas berkurang. daun kuning hingga kecoklatan. j) Penyakit tungro Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. Pengendalian: menanam varitas unggul. pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP. sanitasi lingkungan. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. Cisadane. (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex WP. Jl. batang pendek. 021 316 1952. pembungaan tertunda. Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. buku-buku pendek. pertumbuhan tanaman kurang sempurna. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga daun seperti terbakar. 021 316 9166~69. Penyakit ini sangat merugikan. daun mengering dan mati. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. g) Penyakit kresek/hawar daun Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh.id . M. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. Gejala: menyerang malai dan biji muda. sempit. f) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens. h) Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak Penyebab: bakteri X. tanaman padi. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. daun terkulai. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. mencelupkan benih pada larutan merkuri. Serangan menyebabkan gagal panen. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar. http://www.

Fax. IR 42. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara. IR 48. IR 54. http://www.ristek.H.go. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. IR 36. 021 316 9166~69. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN malai kecil dan tidak berisi. IR 52. Jl. 021 316 1952. IR 46.

http://www.id . Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut. b) Pembersihan. PANEN 8. Dengan menggunakan mesin perontok. 021 316 1952. dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. Lakukan secepatnya setelah panen. kadar air gabah 21-26 %. bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau. Difenex 7G. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. butir hijau rendah. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha. waktu dapat dihemat. Jika menggunakan mesin pengering. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha.3. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. Cara Panen Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. c) Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. 8. Perkiraan Produksi Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif. Fax. Jl.ristek.4. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi. gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar). Gulma Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar. jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML.H. menyiangi). M. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual. DMA 6 dll.2. 9. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu.1.8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. 8. 8. dengan alat Reaper binder. PASCAPANEN a) Perontokan. 021 316 9166~69. Secara tradisional padi dijemur di halaman. Ciri dan Umur Panen Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga).

021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl.H.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.go.

Perkiraan analisis budidaya padi (nasional) permusim panen dengan luas lahan 1 hektar masa tanam tahun 1999.500/kg). Fax. Panen dan pascapanen . Bibit: benih 25 kg @ Rp..000. Rp.Persemaian 5 HOK @ Rp.000. 021 316 9166~69.000. 3. Rp.994.000 .3.115. . 2.Rp. 1.000. Rp.123.Penyiangan 15 HOK @ Rp.PPC/ZPT 4.000.ZA: 50 kg @ Rp. 1. Rp..120.1001.000. Keadaan ini sangat merugikan petani. Petani menjual padi ke Bulog dengan harga yang ditentukan pemerintah (saat ini seharga Rp.Merontok.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Budidaya padi untuk mencapai keuntungan yang layak sulit diwujudkan. 576.KCl: 75 kg @ Rp.091. Rp. Tenaga kerja . keringkan.600.750. Rp.Urea: 200 kg @ Rp.- Rp.32.000. 600. http://www. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).650. angkut 72 HOK @ Rp.Ongos angkut ke pasar 7.000.223.000.6.000. Rp.220.H. bulog tidak memiliki cukup uang untuk membeli padi rakyat sehingga menunggak pembayaran ke petani.160.6.Pengolahan tanah dgn mesin 15 HOK @ Rp.918. Jl. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000.Rp. 8. Rp. Keadaan ini semakin memburuk dengan dihilangkannya subsidi pupuk. 10.000.Menanam 20 HOK @ Rp. M.Rp..000.. 15.64. 8. 2.201 kg (GKG) @ Rp.go... Bunga bank Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 4.Pemupukan 9 HOK @ Rp.450.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penyimpanan.000.600.Rp.000. 6. Rp.ristek..id Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.72.Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp. 1.705.037.. 148.000.000. 021 316 1952. 1. Pupuk . Analisis Budidaya Usaha Harga padi yang sangat ditentukan pemerintah menyebabkan petani sering kali merugi karena modal dasar tidak seimbang dengan harga gabah.000. Pestisida 5. Rp.000.1.450. 8.40. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras.75.000.SP-35: 100 kg @ Rp. (sumber: Departemen Pertanian) a) Biaya produksi 1. Pada saat penen raya. Rp.000.50. Sewa lahan 2..120. 8.1.000. Rp. 8. 26.

13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. M.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www.

2.= 1.2.0. pada tahun 1998 mengimpor 3. Namun demikiaan. Jl. b) Persyaratan kuantitatif 1. fungisida dan bahan kimia lainnya. Klasifikasi dan Standar mutu a) Persyaratan kualitatif 1.0. mutu II=14. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pengambilan contoh.id . agribisnis padi akan tetap tidak banyak diperhitungkan dan diminati oleh investor di bidang pertanian. Diskripsi Standar mutu gabah di Indonesia tercantum dalam SNI 0224-19870.ristek. 11.0.745.1. 021 316 1952.1 juta ton beras untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat.2. mutu III=3. syarat mutu. 2. 11.H.go. 4.0. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.0. 021 316 9166~69.03 Beras adalah makanan pokok sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Fax. asam atau bau-bau lainnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3. mutu III=14. Tanpa perubahan tata niaga beras dan pengurangan campur tangan pemerintah.0. Dengan memperhatikan hal di atas seharusnya agribisnis padi dapat menarik banyak para investor. Bebas bau busuk.096. Kebutuhan beras nasional tidak terpenuhi oleh produksi beras dalam negeri karena itu kita masih selalu mengimpor beras. Ruang lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. STANDAR PRODUKSI 11. B/C Ratio 10. syarat penandaan dan pengemasan. Gabah tidak boleh panas. M. dilain pihak. Bebas hama dan penyakit. Bebas dari bahan-bahan kimia seperti sisa-sisa pupuk.3. Gabah hampa maksimum (%): mutu I=1. harga beras sangat ditentukan pemerintah dan tidak dinamis seperti halnya tanaman hortikultur atau perkebunan sehingga umumnya petani padi sering merugi. cara uji. mutu II=2. Pemerintah. http://www. insektisida. 11.

021 316 1952. M. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Jl.go.id . Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Longman. Yogyakarta.H. Butir rusak dan butir kuning maksimum (%): mutu I=2. http://www. mutu II=5. Budidaya Tanaman Padi.5. 11. Benda asing maksimum (%): mutu I tidak ada. e) Berat bruto. 12. Tingkat mutu gabah rendah (sample grade) adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan tingkat mutu I.0. c) Nama dan mutu barang.go. mutu II=5.H. 11. 6. mutu II=0.0.ristek. M. c) Griest. 1990. Gabah varientas lain maksimum (%): mutu I=2.id .0. mutu II=5.0. 021 316 9166~69.0. 4. Pengambilan Contoh Sedangkan untuk cara pengujian mutu dan pengambilan contoh terdapat dalam “Petunjuk pengujian mutu dan pengambilan contoh “ yang disajikan tersendiri dalam pelaksanaan standar (implementasi). f) Berat netto. g) Nomor karung. Rice. 021 316 1952. 5.II dan III tidak memenuhi persyaratan kualitatif. Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. mutu III=10. mutu III=1.4. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. Fax. 1982. mutu III=4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.0. Petunjuk Perlakuan Pasca Panen Tanaman Padi. mutu III=7.0.0. Penerbit Kanisius.0. Butir merah maksimum (%): mutu I=1. Butir rusak dan gabah muda maksimum (%): mutu I=1. 7. mutu II=2. h) Tujuan. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. d) Nama perusahaan/pengekspor. b) Daerah asal produksi. mutu III=10. Singapore Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran.0.0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5. D.0. Jl.0. b) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.go.H.id . 021 316 1952. http://www. Jl. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

Proyek PEMD. M. Dr.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Suparyono. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jakarta.ristek. 021 316 1952.id . Fax. Penebar Swadaya. Jl. Jakarta. Dr & Agus Setyono. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1994. Padi.H. http://www. 021 316 9166~69.

Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 2) Myristica argentea Ware. M. pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera. 4) Myristica specioga Ware. Fax. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa.go.ristek. SEJARAH SINGKAT Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia.id . 6) Myristica malabarica Lam. 3) Myristica fattua Houtt.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PALA ( Myristica Fragan Haitt ) 1. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. antara lain: 1) Myristica fragrans Houtt. http://www. 5) Myristica Sucedona BL. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN Tanaman pala memiliki beberapa jenis.H. karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Hal.

id . Irian Jaya. obat muntahmuntah dan lain-lainya. Jl. 3. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. dan Myristica malabarica produksinya rendah sehingga nilai ekonomisnya pun rendah pula. 021 316 9166~69. SENTRA PENANAMAN Jika dilihat data pada tahun 1971 lalu.ristek. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri 2) Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala. minuman dan kosmetik. Jenis Myristica specioga.1. 4. Myristica sucedona. sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. 4) Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan.H. SYARAT TUMBUH 5. kKristal daging buah pala. M. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu.go. 1) Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua. marmelade. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans. misalnya: asinan pala. http://www. pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan. Iklim 1) Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. selai pala.809 hektar dengan daerah penyebaran yang terpusat di Sulawesi. disebut “bunga pala”. Fax. luas tanaman pala di Indonesia sekitar 22. 5. Hal. Aceh dan Maluku. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai rempah-rempah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. manisan pala.

Jl. yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih. (2) biji illegitiem.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan. Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. 2) Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5.ristek. yaitu: (1) biji legitiem. maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng. 5.H. 021 316 1952. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih. 5. Fax. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas.5. produksitivitas tanaman akan rendah.go. Ketinggian Tempat Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl.2.1. 3) Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan. curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. M. yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari: 1. tetapi asal putiknya jelas diketahui. Tanaman ini peka terhadap gangguan air. Media Tanam 1) Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur.3. Pembibitan 1) Perbanyakan Cara Generatif (Biji) a) Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. 021 316 9166~69. http://www.id . yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui). 2. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 – 6. 6. PEDOMAN BUDIDAYA 6. agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang. subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan. (3) biji Propellegitiem.

go.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.id .H. http://www.

5 cm dan panjangnya 5-10 cm.H. kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat. berbentuk agak bulat dan simetris. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma). M. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: KB. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1. 021 316 1952. yaitu: Sumatera Barat. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. Kemudian bijibiji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. tidak terserang oleh hama dan penyakit. http://www. Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dewasa yang tumbuhnya sehat. yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. (2) mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya. paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. 010/42/SK/ DJ. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi. tergantung biji pala yang akan disemaikan. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat.id . Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. 021 316 9166~69. yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di 4 propinsi. BUN/9/1984. Jawa Barat. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. b) Penyemaian Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. Fax. Sulawesi Utara dan Maluku.

4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . Fax.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl. M.

Bila menggunakan pembalut dari palstik. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak.H. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya.ristek. maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa. Jl. http://www. Cara mencangkok (marcotern): a) Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Agar tidak tergenang air. Hal. pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan. bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan. Batang/cabang yang sudah berkayu.id . Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak. Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang. 2) Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren) Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok). maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Fax. b) Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. bagian tengah dan bagian atas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda. Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti. M. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang. 021 316 1952. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan. yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun. 021 316 9166~69. batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar. yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram.

maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Fax. grafting) Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu : 1. 021 316 9166~69. Setelah 4 bulan.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan. 021 316 1952. maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. b) Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu. c) Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Forkert Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi).id . Jika telah tumbuh sempurna. Jl. Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 2. batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. 3) Perbanyakan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi) Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu.ristek.H. penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. yakni: a) Penyambungan Pucuk (entern. tanaman sudah dapat ditanam di lapangan. Dalam waktu 4–6 minggu. http://www. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. 4) Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting) Dalam sistem penyusuan ini. Okulasi biasa (segi empat) 2. Enten pangkas atau kopulasi 3. Sistem penyambungan ini ada dua cara. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama. M. kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). Setelah beberapa waktu. Okulasi “T” 3. Enten sisi (segi tiga) b) Penyambungan mata (okulasi) Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 1.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Jl. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952.H. http://www.

2. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0. bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. Bila bibit pala yang berasal dari cangkok. dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. M.5% larutan hormaon IBA. 6. Jl. maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.6% dalam bentuk kapur. kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu. maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0.3. biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Perbanyakan Cara Stek Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m. biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak.6%.ristek. Pengolahan Media Tanam Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya. Teknik Penanaman Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan.go. bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan. http://www. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. yaitu dapat membentuk teras guludan.5%.id .5%. Fax. teras kredit/teras bangku.H. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0.

http://www.ristek. Fax.id .H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. M.

Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. Fax.go. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Pemeliharaan Tanaman Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m. 1) Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik. setelah dilakuakan pada akhir musim hujan. Urea dan KCl. Setelah beberapa waktu. kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Pada waktu tanaman masih muda. misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam.4. 021 316 1952. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan. lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam). terutama jika pembuatannya pada musim hujan. Jl. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua. M. Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu. http://www. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun. lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. Dalam menggali lubang tanam. 2) Pada akhir musim hujan. 021 316 9166~69. lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah. maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat. Setelah bibit di tanam.ristek. 3) Sebelum pemupukan dilakukan. hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon). pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP. kemudian pupuk TSP. yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman.id . 6. setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar.H.

Jl.ristek. Fax.go. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www.

http://www. 021 316 9166~69. Fax. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. Hama 1) Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. memangkas bagian yang terserang dan dibakar. dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua.go. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat. maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. 3) Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Pengendalian: (1) membuat saluran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1.ristek. Jl.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar. M. 7. Di dalam biji tersebut. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor. 2) Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp. masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang.5– 1 cm. jika bercak hitam itu dikupas. di mana didapat serbuk kayu. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0. cabang atau ranting tanaman yang diserang. insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Penyakit 1) Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang.id .H. 2) Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman.coklatan pada bagian kuliat buah. 021 316 1952.

Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pembuangan air (drainase) Hal.id .go. M. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

(2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman. gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb. Gejala: berupa bercak berwarna coklat.pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabangcabangnya yang berdaun rimbun. pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yakni 2–4 minggu sekali. 4) Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida. 5) Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes. Pengendalian: dengan busuk buah kering. 021 316 9166~69.go. kemudian dibakar. yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm.id . bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi. 6) Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur. (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah. Fax. http://www. misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi.ristek. tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang baik. ranting dan daun. karbendazim dan benomi. 021 316 1952. 3) Rumah Laba-Laba Menyerang cabang. ranting dan daun yang terserang. baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini. Hal. Pengendalian: memangkas cabang.H. (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan. Jl.

Cara Pemetikan Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Di Daerah Banda.2.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari. jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %. Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal. maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. Hal. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. (2) yang kurus atau keriput. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua). Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan). Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan).1. Fax. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. http://www. PASCAPANEN 9. 8. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan. dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun. buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah. 9. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.ristek. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang). PANEN 8. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl. fuli dan bijinya dipisahkan.1. M. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Ciri dan Umur Panen Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan.2. 9. dan (3) yang cacat.

b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji. Isi biji yang sudah kering. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam. http://www. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia. setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga.3.H. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus. b) Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala.go. M.ristek. sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah. Warna fuli yang semula merah cerah. misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: a) Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering.id . c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. b) Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. c) Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian diangin-anginkan. yaitu: a) Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. 021 316 9166~69. 9.4. 021 316 1952. kemudian dilakukan pengapuran. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat. yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) 9. Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru. Jl. yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Biji-biji pala yang sudah kering.

Fax. http://www. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69. Jl.go.

Fax. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pengujian mutu. Peranan ekspor pala itu cukup besar bagi petani. 10. Jawa Barat dan Aceh.200 ton meningkat menjadi 10. Produksi pala pada tahun 1962 sebesar 3. Dalam jangka waktu 10 tahun tersebut. Usaha 11. Jl. 021 316 1952. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. http://www.327 ton pada tahun 1971. India dan beberapa negara penghasil pala lainya sedangkan 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi Indonesia. M.1.2. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga. Sulawesi Selatan. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.id . Gambaran Peluang Agribisnis Produksi pala (biji dan fuli) setiap tahun terus meningkat.649 ton pertahun kenaikan produksi itu terutama disebabkan untuk perluasan tanaman pala yang sekiatar 90% merupakan pertanaman rakyat. yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar. waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. 11. Analisis Budidaya … 10.go. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan dipasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi. Irian Jaya. terutama di daerah-daerah Maluku. 021 316 9166~69. kenaikan produksi pada rata-rata 22% pertahun luas areal pala nasional pada tahun 1985 diperkirakan 70. STANDAR PRODUKSI 11. Hanya sekitar 40% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Granada.ristek.H.192 hektar dengan jumlah produksi sekitar 18. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1.2. Sulawesi Utara.

021 316 9166~69.id .go.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www. Fax.

kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda. 1. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik.ristek. bji relatif berat 2. Hal.P. berkeriput 2. dalam satu sak berat (75 kg). lapuk dan mudah pecah. Fax.3. diserang hama dan penyakit 4. warnanya bagus (merah).W. 2) Pala kupas RIMPEL: 1. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik. ringan Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut. http://www. bentuknya sempurna dan tidak keriput 3. b) Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna. kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Pala kupas ABCD: 1. Kualitas biji pala ditentukan oleh: a) Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas. biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah. warnanya hitam. keadaan fuli tidak utuh lagi. c) Pala kupas B. tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan. ada kerusakan mekanis 3. keadaan fuli utuh. biji relatif berat 2. M. Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli. tidak pecah/rusak mekanis. tidak pecah 4. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg). biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah. tidak diserang hama/penyakit 4. 021 316 1952. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. bentuk serta kematangan dari fuli. tidak diserang hama/penyekit 3) Pala kupas B. c) Gruis I dan II: fuli hancur. Klasifikasi dan Standar Mutu Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan.W.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil. Kriteria kualitas fuli adalah: a) Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua. misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesagesa.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yakni: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg). b) Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua. berkeriput 3.P. c) Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda. 021 316 9166~69.

Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua. minimum jumlah contoh yang diambil 10. minimum jumlah contoh yang diambil 7.go. minimum jumlah contoh yang diambil 15. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. dalam satu sak berat 75 kg. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida. Fax. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.ristek. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana.W. c) Pala kupas B. Rata-rata dari setiap kualitas pala adalah sebagai berikut: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen. 021 316 9166~69. Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg. http://www. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. Jl.P. 11. M.4. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa.id . b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. tengah dan bawah. minimum jumlah contoh yang diambil 5. 021 316 1952. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu.H.5. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. minimum jumlah contoh yang diambil 9. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. M. 021 316 1952.H. Jl.go. 021 316 9166~69.id .

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.1993.id . Fax.Hatta. http://www. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Budidaya Pala Komoditas Ekspor . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Yogyakarta: kanisius.go. 021 316 9166~69. M. Jakarta.H. DAFTAR PUSTAKA 1) Sunanto.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 021 316 1952.ristek. Jl.

Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. 021 316 1952. Tanaman pepaya banyak ditanam orang. Jl. tetapi tidak mempunyai benang sari. biasanya terus berbunga sepanjang tahun. 2. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl).id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bunga yang besar akan menjadi buah. Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi. 2) Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. Hal. Memiliki bakal buah yang sempurna. M. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala. baik di daeah tropis maupun sub tropis. Fax. http://www.ristek.H. SEJARAH SINGKAT Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. L) 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PEPAYA (Cacarica papaya. 1 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN 1) Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. benang sari tersusun dengan sempurna.go. 021 316 9166~69.

Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan: 1. MANFAAT TANAMAN 1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”. 2) Pepaya burung. bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Berbenang sari 2 . Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat. 3. 2. rasanya manis. kejang perut dan sakit panas. 5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. yaitu: 1. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pepaya Sempurna Memiliki bunga yang sempurna susunannya. 4. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna. selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi). akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. 2. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu. Jawa Timur (kabupaten Malang). SENTRA PENANAMAN Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya. Jl. 2) Dalam industri makanan.id . Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pasar Induk Kramat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. industri farmasi dan textil. Yang berbuah musiman. warna dan kadar vitamin. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. dodol pepaya. 021 316 9166~69. harum baunya dan rasanya manisasam. M. yaitu: 1 Pepaya semangka. Fax. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa.ristek. 3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. warna daging buah kuning. http://www. 4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih). serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam. 021 316 1952. memiliki daging buah berwarna merah semangka.10 dan bakal buah mengkerut.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 1952. 2 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id .go. Fax.H. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

bunga dan buah rontok. Yogyakarta (Sleman).go. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.3. nama tamanan akan kurus.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sulawesi Selatan (Toraja). 2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7. 3 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. 3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. 3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Sulawesi Utara (Manado). 5. meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. daun. Ketinggian Tempat Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl. http://www. Apabila kekeringan air. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah.H. SYARAT TUMBUH 5. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu: a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar. 5. 021 316 1952. Hal. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jati DKI. sebelumnya bunga-bunga betina membuka. Jl. dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari.1. Lampung Tengah. PEDOMAN BUDIDAYA 6.ristek. 021 316 9166~69. Iklim 1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit/Benih Sebagai bibit dipergunakan biji. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali. M. Fax. 6. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur. 5. 2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 10002000 mm/tahun.1. 4) Kelembaban udara sekitar 40%.

Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam. M. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm.ristek. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Hal. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit. 021 316 9166~69. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Dengan pemeliharaan yang baik. Disiram setiap hari.go. http://www. Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0. Fax.H. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. yakni 1 cm. 4 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Caranya biji-biji. Biji-biji yang sudah dikeringkan. 2) Penyiapan Benih Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan.5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. 5) Pemindahan Bibit Bibit-bibit yang sudah dewasa. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. 021 316 1952. cukup sedalam biji.id .

perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu. 2) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm. Hal. setelah diberi pupuk yang matang.id semak dan kotoran lain. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan dibersihkan dari rumput. 6. maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.2. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm. dengan jarak tanam 2 x 2.3. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek.H. 3) Pengapuran Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5). M. tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. Fax. jarak antar bedengan 60 cm. Jl. sebelum bibit ditanamkan bibit. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari.ristek. panjang secukupnya.go. Apabila biji ditanam langsung ke kebun. terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. 021 316 1952. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Untuk biji yang disemai. 2) Cara Penanaman Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan. tinggi 20-30 cm. 5 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. yang digali secara berbaris. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.5 m. 4) Pemupukan Sebelum diberi pupuk. http://www. dicangkul/dibajak dan digemburkan. kemudian .

25 gram Urea. khususnya pupuk organik. tergantung dari keadaan. Jl. 50 gram ZA. tergantung dari keadaan. 35 gram Urea. 3) Pembubunan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 50 gram TSP dan 25 gram KCl. b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA. 75 gramTSP. dan 75 gram KCl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.ristek. M. 60 gram Urea. 4) Pemupukan Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Cara pemberian pupuk: a) Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas. 2) Penyiangan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA.go. 50 gram Urea. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA. dicampur dan ditanam melingkar. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga. 75 gramTSP. http://www. Fax. tanaman pepaya harus sering disirami.H. memerlukan pendangiran tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka harus dibuatkan paritparit. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat. dan 40 gram KCl. memerlukan penyiangan (pembuangan rumput).id . 021 316 9166~69.4. 75 gram TSP. 50 gram KCl. 021 316 1952. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas. Pada musim kemarau.

6 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id . M. http://www. Jl.go.H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

go. 021 316 9166~69.1. ada yang bersayap dan tidak. pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). bersungut dan kaki panjang. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut. Menyerang buah dan batang pepaya. Apabila lahan telah ditanami pepaya. virus mosaik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal.leher akar. menjaga kebersihan.ristek. Penyakit Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. Hama 1) Kutu tanaman (Aphid). kuning atau hitam. disarankan agar tidak menanam pepaya kembali. 8. M. roboh semai. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica. Jl. HAMA DAN PENYAKIT 7. 7 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang. 8. Cara Panen Panen dilakukan dengan berbagai macam cara.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik.H. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. P. 7. http://www.2. dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning. untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. palmivora dan Pythium aphanidermatum. busuk buah. 021 316 1952. Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau. layu dan mati. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. PANEN 8. Fax. Kutu dewasa.id .2. pangkal batangdan nematoda. Nematoda.

ristek. kelompok B buah yang sudah siap dimasak. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 9. Pengumpulan Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup. dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan. Fax. Penyortiran dan Penggolongan Pilihlah buah secara selektif. misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan. PASCAPANEN 9. 021 316 9166~69. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999.4.H. Penyimpanan Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi). setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut. 10. 9. perhatikan bentuk. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. Periode Panen Panen dilakukan setiap 10 hari sekali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9.3. Pengemasan dan Pengangkutan Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya.3. warna dan ukuran.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Setelah panen pertama. Jl.2. Prakiraan Produksi Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.go.id . 021 316 1952. M. 9.1.4. 8. bahkan sampai 150 buah. http://www. kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. pohon pepaya akan terus menerus berbuah.

M. 8 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go. Fax. http://www.ristek. Jl.H. 021 316 9166~69.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

000. 562. 300. Tahun ke-2.-/tahun Total biaya produksi 2) Pendapatan 1. 021 316 9166~69. 400.500. 1. 45. Rp.- Hal. Rp. 800.Tatal Tanduk 2.31.Tahun Ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. Rp.000.. 8.1. M.300.Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp. 70..000.000.31.000.Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp.281.500.500. 700.000.- Rp.000. 4.Panen 75 HKP. 5000. Panen dan pascapanen .25.Penanaman 10 HKP @ Rp.id . 10.1.000.3.120.Dithene 2 liter/tahun @ Rp.000.600. 52. 6. 2... 708. 150.500.000. 7. Pestisida . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.Rp.000. Rp. Rp. Rp.Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp.500. Rp. Rp.Rp.Arit 5 buah @ Rp. @ Rp.000 kg @ Rp.Total Pendapatan selama 4 tahun 3) Keuntungan 1.Rp..000.000.300.. 700. Rp.Pembubunan 50 HKP/tahun.300.000.500.000.6. Peralatan . Tenaga kerja .9.800.600. 88.600.Koret 5 buah @ Rp.000. 8. 7.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.Pupuk kandang 500 karung @ Rp.800.Rp..000. Tahun ke-1. 4.Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp.Rp.000.31. Rp.8.225. 3.Cangkul 5 buah @ Rp.600.3. http://www.418. 7.000.000.570.000. 5. Keuntungan selama 4 tahun 2. Keuntungan rata-rata per tahun Rp.000 kg @ Rp.500.Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp.. @ Rp. Rp.Rp. 9 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi..000 pohon @ Rp. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun 2.H. 021 316 1952. 7.000.5. Rp. Rp. 600.000.000. 7..(th ke-2s/d ke4) 7. 46.200.000.75. Tahun ke-3. Rp.Biaya lain @ Rp.NPK 2000 pohon @ Rp.Rp.000.250.000. Fax.000.000 kg @ Rp.000.Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp.500.750. 11.000.000.25. Tahun ke-4.- Rp. 45.000.500.200.500.500.500. Rp..000..500.Rp.2. 700.Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp. Pupuk . Rp.000 kg @ Rp.000.000 kg @ Rp.000.ristek. Pemeliharaan . Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.500.000.000.go.000.000. 700. 7.- Rp. 5. 240.Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp. Rp.98. 7.50.125. 1. 45. 45..4. Jl.. Bibit 2.700. 24. 7.000.4. 280.000.

mutu II 0%. Perancis. kebenaran kultivar.H. mutu III 0% g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%. yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu. mutu II 0%.5 kg – 3. e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%. cara pengambilan contoh. STANDAR PRODUKSI 11.7 kg Kelas D : Berat per buah < 1. terutama untuk melayani permintaan Inggris. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. Fax. ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi.0 kg Kelas B : Berat per buah 1. B. Mutu II 23 strip. Jerman. mutu III seragam 90%. Diskripsi Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996. mutu II seragam 95%. 11. 021 316 1952. B/C ratio 10. 021 316 9166~69. cara pengemasan. d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%. Hal.ristek.go.2. b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%.8 kg – 2. Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah.5 kg – 1. tingkat kerusakan.88 Selama periode 1989-1991. cara uji. Kelas A : Berat per buah 2. Mutu III 1 strip. mutu II 0%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Parameter kelayakan usaha 1. Keseragaman ukuran berat. mutu III 0%. C dan D berdasarkan berat tiap buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .5 kg atau > 3 kg Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen.3. Belanda. 11.1.2. Gambaran Peluang Agribisnis = 1. mutu II benar 95% .4 kg Kelas C : Berat per buah 1. yang mencapai 1000 ton per tahun. Mutu III benar 90% c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%. M. kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran. mutu II seragam 95%. mutu III 0% f) Kadar kotor: mutu I 0%. Swedia. klasifikasi dan syarat mutu. mutu III seragam 90%. Jl. http://www. 10 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. Klasifikasi dan Standar Mutu Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A. a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip.

kurangnya 7 d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurangkurangnya 9 e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax.go. a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurangkurangnya 5 c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang. Pengemasan Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi. mutu II segar < 25%. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. M.kurangnya 10 Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur. 021 316 1952. mutu III segar > 25% 11. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 021 316 9166~69. http://www.H.5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%. Jl.id . Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar. Dapat juga digunakan peti kayu.4. contoh diambil secara acak. Pengambilan Contoh Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan.

Fax. http://www.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . M.ristek. Jl.go. 11 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

12 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.H. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. 2) Suwarno. Fax. Jakarta.go. 1978. 3 3) Tohir. 1975. M. Kaslan A. Jakarta : Pradnya Paramita. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.id . XV No. Dalam Buletin Agricultural Vol. 021 316 9166~69.ristek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www. Jl. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Yogyakarta : Kanisius. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya.

sinensis. Fax. Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. Di Jawa Barat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PISANG ( Musa spp ) 1. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. barangan dan mas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. raja.id . 2. M. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp. pisang disebut dengan Cau. Jl. Amerika Selatan dan Tengah. SEJARAH SINGKAT Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). 021 316 9166~69. Misalnya pisang ambon. nana atau disebut juga M. cavendishii. paradisiaca var Sapientum.ristek. susu. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar).H. M. 021 316 1952. http://www. cavendish.go. Hal. di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang. M.

tanduk dan kepok.ristek. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur. Australia. 021 316 9166~69. Jl. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M.id . 3) Pisang berbiji yaitu M. SENTRA PENANAMAN Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Pada kondisi tanpa air. http://www. M. air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun.go. Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Amerika Serikat dan Perancis. 4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca). Hongkong. kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. Pisang dijadikan buah meja. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian. Iklim 1) Iklim tropis basah. mineral dan juga karbohidrat. Secara tradisional. Singapura. kertas dsb. Arab. Cina. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba. pure pisang dan tepung pisang. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Misalnya pisang nangka. 021 316 1952. paradisiaca normalis. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. MANFAAT TANAMAN Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin.1. 3. Misalnya pisang batu dan klutuk. 4. Negeri Belanda. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina. sale pisang. SYARAT TUMBUH 5. 5. lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go.ristek. 021 316 1952. M.H.

Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan.07%.000 m dpl. helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar. mengandung kapur atau tanah berat. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak.5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm.3. M.150 cm. Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa. Pisang ambon. 2) Penyiapan Bibit Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri.000 m dpl 6. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 . 5. Ketinggian Tempat Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik.200 cm. 2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang. nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1. Fax. 1) Persyaratan Bibit Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1. 3) Curah hujan optimal adalah 1.1. 5. Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). di daerah setengah basah 100 .H.520–3. Tanah harus mudah meresapkan air. 021 316 9166~69. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. http://www.200 cm dan di daerah kering 50 . PEDOMAN BUDIDAYA 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek.go. Jl. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0. Pembibitan Pisang diperbanyak (anakan). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas .800 mm/tahun dengan 2 bulan kering.2. Media Tanam 1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus.

ristek. M. 021 316 9166~69.id . Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Satu Hal. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax.go. 021 316 1952.

2. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. http://www. sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut: a) Setelah dipotong. juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. 6. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan. prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang. 3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit. pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin. 3) Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. 021 316 9166~69. Fax. Buang daun-daun yang lebar.H. rumput atau semak-semak. 2) Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). bersihkan tanah yang menempel di akar. c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0.5–1% selama 10 menit. penggemburan tanah yang masih padat. Untuk membuka lahan perkebunan pisang. d) Jika tidak ada insektisida. rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri. M. 021 316 1952. Lalu bibit dikeringanginkan. pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air.go. dilakukan pembasmian gulma.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit. b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. dilakukan pemotongan/penjarangan tunas. e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. http://www.H. 021 316 9166~69. Jl. Fax. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

3 x 3. Fax. satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 2) Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur.H. 2) Penyiangan Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik. Jl. M. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. 3) Cara Penanaman Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15– 20 kg.3 m untuk tanah berat. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah. 6. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik.3. 021 316 1952. kakao. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi.go. Di India Barat. 3) Perempalan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. kelapa dan arecanuts. pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa. 021 316 9166~69.ristek. http://www.

Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.H. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. Hal. M.ristek.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. http://www. 021 316 9166~69. Hal. batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Jarak tiap lubang 7. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun). Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah.ristek. Setelah sisir pisang mengembang sempurna. 6) Pemberian Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. 5) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 cm. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan.25 cm. tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. 021 316 1952. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. 7) Pemeliharaan Buah Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat.go. Fax. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. 138 kg super fosfat. Jl.H. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pisang memerlukan 207 kg urea. Untuk satu hektar.5 mm diberi lubang dengan diameter 1.

2) Panama Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah akar. batang. 3) Nematoda (Rotulenchus similis. Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.) Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. Penyakit 1) Penyakit darah Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada. kulit buah berkudis. Hama 1) Ulat daun (Erienota thrax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam.H. 4) Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema.ristek. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Gejala: daun layu dan putus. Hal.) Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: tanaman kelihatan merana.1. 021 316 1952. Bagian yang diserang adalah daun. bersihkan rumpun dari sisa batang pisang. 7.2. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida. Fax. terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar. Jl. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pelepah daun membelah membujur. Gejala: pertumbuhan buah abnormal. Gejala: jaringan menjadi kemerahmerahan seperti berdarah. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan. akar bengkak. 2) Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Bagian yang diserang adalah kelopak daun. tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil. dapat dicoba dengan insektisida Malathion. 021 316 9166~69. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun. keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. http://www. gunakan bibit yang telah disucihamakan. Radopholus similis). batang pisang penuh lorong.id . HAMA DAN PENYAKIT 7. M. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun.go.

Cara Panen Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Bagian yang diserang adalah akar. Gejala: tanaman layu dan mati. 021 316 9166~69. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. Roundup dan dalapon. tidak memanjat batang pisang.ristek. 5) Daun pucuk Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. 8. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas.H. Fax. 3) Menutup tanah dengan plastik polietilen. PANEN 8. Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB). 7. Gulma Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk.3. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat. Bagian yang diserang adalah daun pucuk.1. Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen. Ciri dan Umur Panen Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. 021 316 1952. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Bintik daun Penyebab: jamur Cercospora musae. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera.2. Gesapax 80 Wp. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit. http://www. 2) Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi. tidak mudah diserang hama-penyakit. tahan naungan. gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Gunakan pisau yang tajam dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 4) Layu Penyebab: bakteri Bacillus .id . 8.go. Jl. Misalnya Geophila repens. Penanggulangan dilakukan dengan: 1) Penggunaan herbisida seperti Paraquat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

http://www.go.id . 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H.ristek. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Jl. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. 1) Biaya produksi 1 ha pisang dari tahun ke-1 sampai ke-4 adalah: 1. 5.4. Periode Panen Pada perkebunan pisang yang cukup luas. PASCAPANEN Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup.ristek.300.338. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha).H. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. 021 316 9166~69. Jika tersedia tenaga kerja. panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.000. Untuk pengiriman ke luar negeri.000.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952. 4.518. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan. 8. 4. Tahun ke-1 Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bersih waktu memotong tandan. Tahun ke-4 Rp.4.3. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. 8. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah.go. Tahun ke-3 Rp. 4.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya pisang dengan luasan 1 ha di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga.545.2.3.235.id . http://www. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas. Perkiraan Produksi Belum ada standard produksi pisang di Indonesia. Tahun ke-2 Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 9. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.000. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan. 10.

021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.H.ristek. http://www. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .000 tandan 4. Tahun ke-4: 0.H. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha. Tahun ke-1: 0. Keuntungan selama 4 tahun penanaman 2.840. budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional. http://www. 12. 021 316 1952. 23. 11. cara uji. Fax. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil. Jl. karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang mungkin dilakukan. saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik.go. 12.2. Tahun ke-2: 0.10.000. syarat mutu. Jamaika.000 tandan 3) Keuntungan 1.Rp. Amerika Tengah. Hal.000 tandan 3.8 x 1. Tanah dan iklim kita sangat mendukung penanaman pisang. Di negara tersebut. syarat penandaan dan cara pengemasan. Tahun ke-3: 0.363.000. 021 316 9166~69.Rp.000. 6. Ekuador dan Filipina.Rp.Rp. cara pengambilan contoh.150 Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko.000. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. Kolombia.000 tandan 2. Output/Input rasio Keterangan : *) perkiraan harga 1 tandan Rp. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%.Rp.8 x 2. 7.8 x 2. STANDAR PRODUKSI 11.000. Panama. Ruang Lingkup Standar ini meliputi: klasifikasi dan.925. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh. Angka ini belum dicapai di Indonesia. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Keuntungan/tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.1.= 2.700.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penerimaan tahun ke I sampai IV *) 1. M.000.8 x 2. 5.500.ristek. 12.

0.5-3. 021 316 1952. Kelas B 16. Mutu II= 0 e) Tingkat kerusakan fisik/mekanis (% Bobot/bobot): Mutu I=0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ukur pula garis tengah buah dengan menggunakan mistar geser. Diskripsi Standar buah pisang ini mengacu kepada SNI 01-4229-1996. Kelas B > 2.1-16. getah. c) Penentuan Tingkat Ketuaan.2. Buah yang tidsak bersudut lagi (hampir bulat) berati sudah tua 100%.1-20. Ukur panjang dari setiap buah contoh dan dihitung mulai dari ujung buah sampai pangkal tangkai dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur yang sesuai.H. Mutu II=bebas h) Penyakit: Mutu I=bebas. M.5 Untuk mencapai dan mengetahui syarat mutu harus dilakukan pengujian yang meliputi : a) Penentuan Keseragaman Kultivar.3.go. Jl. Mutu II=seragam c) Keseragaman Ukuran: Mutu I=seragam. Mutu II=bebas Adapun persyaratan berdasarkan klasifikasi pisang adalah sebagai berikut: a) Panjang Jari (cm): Kelas A 18. Kelas C < 2. Cara kerja dari pengujian adalah . Mutu II=seragam d) Kadar kotoran (% dalam bobot kotoran/bobot): Mutu I=0. b) Penentuan Keseragaman Ukuran Buah. e) Penentuan Kadar Kotoran Timbang seluruh contoh buah yang diuji. batang. sedangkan yang masih sangat nyata sudutnya berarti tingkat ketuaan masih 70% atau kurang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Amati satu persatu jari buah secara visual dan pisahkan buah yang dinilai mengalami kerusakan mekanis/fisik berupa luka atau memar. Hitung persentase jumlah jari buah pisang yang dinilai mempunyai bentuk dan warna yang tidak khas untuk kultivar yang bersangkutan terhadap jumlah jari keseluruhannya. 021 316 9166~69. pisahkan kotoran yang ada pada buah dan kemasannya seperti tanah. Hitung jumlah dari seluruh contoh buah pisang segar. Mutu II <70 & >80 b) Keseragaman Kultivar: Mutu I=seragam. Fax.0. Kelas C 14. Mutu II=0 f) Kemulusan Kulit (Maksimum): Mutu I=Mulus. Hitung jumlah jari buah pisang yang tidak sesuai dengan kultivar tersebut.id .0. potongan daun atau benda lain yang termasuk dalam istilah kotoran yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. amati secara visual kotorang yang ada.5. amati satu persatu secara visual dan pisahkan buah yang tidak sesuai dengan untuk kultivar ang besangkutan.ristek. Perhatikan sudut-sudut pada kulit buah pisang segar. Kelas B 2. Hitung jumlah yang rusak lalu bagi dengan jumalh keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. Pisahkan sesuai dengan penggolongan yang dinyatakan pada label di kemasan. d) Penentuan Tingkat Kerusakan Fisik/Mekanis Hitung jumlah jari dari seluruh contoh buah pisang.5. Kelas C < 2.5 c) Dimeter Pisang (cm): Kelas A 2. Mutu II=Mulus g) Serangga: Mutu I=bebas.1-18. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Tingkat Ketuaan Buah (%): Mutu I=70-80.0.0 b) Berat Isi (kg): Kelas A > 3. http://www. 11.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl. 021 316 1952. http://www.id .go. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

id .go. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang. Sinar Baru.W. http://www. 11. Berat kotoran per berat seluruh contoh buah yang diuji kali dengan 100%. Banana. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan Untuk pisang tropis. Sinar Baru.4. R. Jl. New York. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan.5. a) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 1–5 : contoh semua b) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 6–100 : contoh : kurangnya 5 c) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 101–300 : contoh kurangnya 7 d) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 301–500 : contoh kurangnya 9 e) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 501–1000 : contoh kurangnya 10 11.H. DAFTAR PUSTAKA 1) Rismunandar. 021 316 9166~69. Contoh diambil secara acak sebanyak jumlah kemasan.H & N.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menempel pada buah dan kemasan. M. Longman Scientific ang Technical. 1990.V. Simmonads.V. 1990. Sebelum pisang dimasukkan. 1993. 3) Stover. lalu timbang seluruh kotorannya. C. Tropical Agriculture Series. Bertanam Pisang.ristek. diberi label yang bertuliskan antara lain: a) Produksi Indonesia b) Nama kultivar pisang c) Nama perusahaan/ekspotir d) Berat bersih e) Berat kotor f) Identitas pembeli g) Tanggal panen h) Saran suhu penyimpanan/pengangkutan sekurangsekurangsekurangsekurang- 12. Fax. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut. kardus karton yang digunakan berukuran 18 kg atau 12 kg. Dapat saja kelompok (cluster) pisang dibungkus dengan plastik lembaran/kantung plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus karton. C. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada bagian luar dari kemasan. 021 316 1952. Bandung 2) Rismunandar. Bandung. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah pisang segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. alasi/lapisi bagian bawah dan sisi dalam kardus dengan lembaran plastik/kantung plastik.

M.ristek.id . Jl. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Hendro Soenarjono. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek. Fax. 021 316 1952. 1998. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jl.H. Jakarta. 021 316 9166~69.go. Trubus no. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 341. M. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik.

kandungan air. M. Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi. warna kulit.id .H. Fax. daging buah manis dan agak kering. kenyal. dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik. kulit buah berwarna merah kuning. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis. 2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon. 021 316 9166~69. http://www.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae.ristek. JENIS TANAMAN Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 j