• ALPlAKA'r • ANGGREK • ANGGlAR • APeL • nAf.lLIA • nlAKlA • GLAnl~L • f.leRSA§ • JAGlANG • JAf.

le • JAMSlA AIR • JAMSlA SIJI • JAMSlA Me're • JeRlAK • KACANG 'rANAf.I • KeneLAI • Ken~Nn~NG • KINA • KRI§AN • KlAMI§ KlACING • KlANfl'r • MANGGA • MANGGI§ • MA(f)AR • MeLA'r1 • MeL~N • NANA§ • PAnl • PALA • PePAfA • PI§ANG • RAMSlA'rAN • §AGlA • §ALAK • §A(f)~ • §eMANGKA • §INGK~NG

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

ALPUKAT / AVOKAD
( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1.

SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 19201930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Ranales Keluarga : Lauraceae Marga : Persea Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 1/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m. b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 2/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong). f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering. g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm. h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm. i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3.

MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4.

SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim Hal. 3/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. 3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat. 4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C. 5.2. Media Tanam 1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. 2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. 5.3. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 2) Penyiapan Bibit Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok. Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama Hal. 5/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane. Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja. 6.2. Pengolahan Media Tanam Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Penanaman Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietasvarietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain. 2) Pembuatan Lubang Tanam a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam. 3) Cara Penanaman Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut: a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh. c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin. 2) Penggemburan Tanah Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus. 3) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi. 4) Pemangkasan Tanaman Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. 5) Pemupukan Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akarakar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl Hal. 8/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter. 2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat. 3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas. Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter. 4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hal. 9/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula. 5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha. 7.2. Hama pada Buah 1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 10/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara. 7.3. Hama pada Cabang/Ranting 1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf). Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter. 7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur 1) Antraknosa Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter. 2) Bercak daun atau bercak cokelat Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintikbintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux. 3) Busuk akar dan kanker batang Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 11/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. 4) Busuk buah Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu. dan musim Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik.go. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah: a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap. 8. c) bila buah digoyang-goyang. PANEN 8. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon.3. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat. tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen.id . maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Jl. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian. luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur.1. http://www. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 gram/liter.2. Cara Panen Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual. buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar. M. dengan dosis 2-2. menimbulkan bunyi yang nyaring. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan.ristek. 021 316 1952.H. Untuk memastikannya. yang kemudian menjalar ke bagian buah. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang. Fax. b) bila buah diketuk dengan punggung kuku. jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru. tunas mudanya jarang tumbuh. Saat dipanen. 8. akan terdengar goncangan biji. yaitu dipetik menggunakan tangan. 021 316 9166~69.

M.ristek. 021 316 1952. Di Hal. Jl. dan Februari. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. Januari. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H.

4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka buah harus diperam terlebih dulu.id . 2. kulit buah harus mulus tanpa bercak. buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut: 1. Fax. Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat. 9. Penyortiran Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani. Ukuran buah seragam.H. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.ristek. 8. Untuk keperluan ekspor. 021 316 1952. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng.3. http://www. PASCAPANEN 9. 021 316 9166~69. Jl. Prakiraan Produksi Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan. Pencucian Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran.2. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g. musim panen dapat terjadi setiap bulan. tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Bentuk buah seragam. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg.go. Cukup tua tapi belum matang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat. M. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel.4. 3. Tidak cacat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya). dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat. 9.1. 9. Pemeraman dan Penyimpanan Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak.

021 316 1952. M. Jl.id . Fax.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

000. 150.000.Cangkul . alpukat dibungkus kertas tissue. 1. 1.Pupuk kandang 3 ton@ Rp.2.317 kg @ Rp.936 kg @ Rp.500.Tahun ke-5-10. 240. buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang.400. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor. 1. Pupuk .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana. 021 316 9166~69. yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat. M. 19. 2. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi.210.Rp. lalu diangkut dengan menggunakan truk. 1.250.801 kg @ Rp.ristek.Tahun ke-5-10. Jl.907. 11. Untuk pemasaran di dalam negeri.795..000.Hal.Rp. 70.go.Rp.Rp.097.936 kg @ Rp. 14.500. kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton. umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.-/ton .000.KCl Tahun ke-1-4. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton.600.000.H.616 kg @ Rp. 14.1.600. 021 316 1952. http://www. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.904. 1.TSP Tahun ke-1-4. 1.000.694 kg @ Rp.Tahun ke-5-10. Bibit okulasi: 121 batang @ Rp. maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C. 9.100. 9.10.4. 9.650.Urea Tahun ke-1-4.- Rp. 1. 3. kemudian ujungnya diikat rapat. 1) Biaya produksi 1.Sprayer Rp. 1. 2.650.4.id . 10. Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi).000.000. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni.166. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp. Fax. Rp.450.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas.Rp. 1.Rp.. Peralatan . Pestisida dan fungisida 5.701. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih.600.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dengan cara tersebut.200.500.

000.Rp.000.500.000. 7.300 kg @ Rp.Jumlah pendapatan dalam 10 tahun 3) Keuntungan dalam 10 tahun Rp. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan. 7. 3.958. 10. 7. 48 HOK @ Rp. Rp.000.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan 1. 18 HOK @ Rp.Rp. 336. Panen dan pascapanen Tahun ke-4.000.Rp.500. Tahun ke-6.500 kg @ Rp.Rp. 42.000. 7. 336.000 kg/ha. 3.500 kg @ Rp.Penyiraman 15 HOK @ Rp.500.000 kg @ Rp.200 kg @ Rp.750. Tahun ke-8.5. 6.000.500.Tahun ke-5.500.000.700.Rp. 12.175.000.Tahun ke-10. 7.000. 22.500 kg @ Rp.Rp..000.Tahun ke-8.000.000. 126..400. 7.000. 021 316 9166~69.000.800.000. Rp..500.000. Tahun ke-10.7. 3. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11.Rp. 42. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar.Pemangkasan 4 HOK @ Rp.841.000. Rp. 7.700.Penanaman 7 HOK @ RP.H.- Rp.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.000. 7.Rp.Rp. Tahun ke-4. 12. Rp. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah.2. Rp. Tahun ke-7. 43.000.000..000.go. 22 HOK @ Rp.000.7.28.49.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp. 245. 400. Jl.240. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7).000.000.750.id . 021 316 1952. 3.300 kg/ha. 34.000.Tahun ke-9. Rp.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp. 7. 43.3.4.Tahun ke-6. 154.Rp.500.1.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.Rp. 3.750.Rp.2 Gambaran Peluang Agribisnis Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif. 7. M.6.000.300. 48 HOK @ Rp. 336. 48HOK @ Rp.000. 35 HOK @ Rp.000. 9.105.Rp..- Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.280. Tahun ke-5. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12. http://www. 7. 336. 12. 64. 7. 48 HOK @ Rp. 7. Rp. 12.Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) .000. 3. 3. 3.800 kg @ Rp.500.700. Tenaga kerja .000.105.000.000.Rp.Tahun ke-7.ristek.000.Rp. Tahun ke-9. Fax. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.300.000.Rp.550.000..

http://www. Fax. M. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. STANDAR PRODUKSI 11. pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya. baik di pasar lokal maupun eksportir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. segar dan bersih. 021 316 9166~69.id . Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang. utuh. 021 316 1952. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3. dan harga bisa mencapai Rp 700. dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5. 11. Selain di pasar lokal. M. Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer.-/kg. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda.876 US$.sampai Rp 1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun 1991 berkisar antara Rp 200. 11. dan Brunei Darussalam.1. Jl.H. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil.2. kemudian menyusul Saudi Arabia. cara pengujian mutu. Sebagai contoh. Perancis. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran. http://www.750.749 kg dengan nilai 10. cara pengujian organoleptik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 11. mutu II seragam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN belum tergali. yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam. seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor..-. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua.go..3.790 kg dengan nilai 379 US$.sampai Rp 600. Mutu Klasifikasi dan Standar Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat.

Fax.id . 021 316 1952.go. 021 316 9166~69. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. mutu II tua tapi tidak terlalu matang. M.H. Jl. cara pengijian organoleptik TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. mutu II kurang seragam. mutu II 2%. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. cara pengujian SPSMP310-1981 g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%. minimum jumlah contoh yang diambil 15. jenis mutu. mutu II kurang normal. minimum jumlah contoh yang diambil 9. golongan ukuran. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras. daerah asal.ristek.6. mutu II 10%. cara pengujian organoleptik 11. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. cara pengujian SP-SMP3111981 h) Kotoran: mutu I bebas. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. 11. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. 021 316 1952. mutu II keras. minimum jumlah contoh yang diambil 5. Fax. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500.5. Jl. tengah dan bawah.H. 021 316 9166~69. http://www. mutu II bebas. minimum jumlah contoh yang diambil 10.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Bentuk: mutu I normal. minimum jumlah contoh yang diambil 7. berat bersih. cara pengujian SP-SMP3091981 f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%. nama/kode perusahaan/eksportir. cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000.go. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl.go.id . DAFTAR PUSTAKA Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

G. 55 hal. I. H. The climate. 24. 192 hal. (1931).E. hal. Bandung: Sinar Baru. 4) Kalie. (1978). 6) Mardisiswojo. 11) Rismunandar (1981). G. "Tropical crops dicotyledons". "Avocado fertilization. Jakarta: Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi.R. 112 hal. 16) Zentmeyer. (1953). (1950). London: Longman. H. New York : The Mac Millan Company. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". Coit. 31 hal. "Diseases of the avocado". 192. (1968). "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya". Cal. Kolff and Co.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). Emi (1997).W. 021 316 9166~69. J. Departemen pertanian. 12) Sunaryo. Y." Trubus. 2) Hodson.A. http://www. 021 316 1952. Jakarta: Penebar Swadaya.W. 7) Ochse. 253 3) Indriani. 14) Tohir. J. cultural methods. Hal. Jakarta: Karya Wreda.) hal.id . 96 hal. Suminarsih.M.A. Appleton and company. New York: D. (1937). "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura". D. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. "Tropical agriculture. th 9) Palmer. 5) Lawrence. commercial importance and opportunities of tropics". (1951). Washington.J. Jl. "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies"..H. M. Hetty. "Alpukat". 10) Purseglove. (1961). Mangunsudarso.C. Vol. (Nov. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.. J. (1974). Avocado Ass'n. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 19. Arry (1989). live stock. "Tropical and subtropicak agriculture". Batavia: G. (ed.. (4) hal. 20 ed. Dalam: The year book of agriculture United States Departement of Agriculture. Warta Pertanian (10) hal. Economic Botany.J. 875 Jakarta.F. 512 hal. "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan". Bandung: Sinar Baru 39 hal. soils.H. 13) Supriyanto. Baga (1997). "Taxonomy of vasculer plants" New York: The Mac Millan Company.). BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 617 hal. Fax. Moehd. 112 hal.go.. S. D. J. "Bibit alpukat sambung dini. I. 8) Ochse. "Penggunaan alpukat". Yogyakarta: Kanisius. "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III. 235 hal. Rismunandar (1981). 15) Wirasmanto (1971). R. "The avocado a gift from the middle Americas". Year Book. crops. K.

anggrek Apple Blossom. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGREK 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl. 2.id . JENIS TANAMAN Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang. anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya. berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera.H. M. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. Hal. http://www. SEJARAH SINGKAT Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. Vanda hookeriana.ristek. 021 316 9166~69.go.

7 derajat C.7 derajat C. Fax.id . 2. SENTRA PENANAMAN Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris. akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. bahan minyak wangi/minyak rambut. 2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan. maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng). 3. Ijuk. Pecahan genting/batu bata. Iklim 1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. 3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12. yaitu: 1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. Kulit kayu yang dibuang getahnya. M. anggrek banyak terdapat di Jawa Barat. Jawa Tengah. Potongan batang pohon enau. baunya yang khas. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu.go. 5. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah.ristek. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek. Serat Pakis yang telah digodok. Jika suhu udara malam berada di bawah 12. 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 4. 021 316 1952.2. Sumatra ataupun di Irian Jaya. 4. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. http://www. 5. 7. 021 316 9166~69.1.H. Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek. sedangkan di Asia adalah Muangthai. 3. Di Indonesia. 4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus. Arang kayu . Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 6.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek. 021 316 9166~69. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.

sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri. M. Jl.ristek. 21 derajat C pada malam hari. yaitu: bentuk batang kuat. dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari. Contoh: anggrek jenis Cymbidium. pertumbuhan pesat.H. 2) Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos. 021 316 1952. 3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia. Contoh jenis anggrek ini adalah: 1. 5. Phaphilopedillum Bellatum 2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. dengan ketinggian 150-1500 m dpl. bunga lebat dan indah. daun subur. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. serabut kayu. perlu diberi makanan tambahan seperti kompos. 021 316 9166~69. darah binatang. Dipakai media pecahan genting. pupuk kandang/daundaunan. http://www.id . pada malam hari. tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari.2. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit anggrek yang baik. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. serat pakis dan lainnya. Onchidium Papillo 3. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5. Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan. sekam. pupuk kandang.3. 3) Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. serat pakis dan lainnya.go.1. Dendrobium phalaenopsis 2. dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. Fax. Jl. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut: a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih.id .00 gram 2. dimasukkan ke dalam botol.H.5 gram 9. MgSO47H2O : 0. baik atau tidaknya biji anggrek. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. Aquadest : 1000 cc Hal. 021 316 1952.25 gram 3. atau kain sisa yang dipotong potong. c) Penyebaran biji anggrek Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. FeSO4 4H2O : 0.ristek. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi. Ca(NO3)2H2O : 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.25 gram 4. Sebelum botol dibuka.0075 gram 8. d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas). Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali. Saccharose : 20 gram 6. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyebaran Biji Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Memeriksaan dengan mikroskop.go. leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman. MnSO4 : 0. e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu: 1. digojog berulang kali (2–3 kali). Jl. b) Mensterilkan biji Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter. http://www.25 gram 5. Fax. Agar-agar : 15–17. M. c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras. ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali. b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat. KH2PO4 : 0. Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades. yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain. (NH4)2SO4 : 0.25 gram 7. (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan).

Jl. K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. tumbuh akar. Fax. 12 cm atau 16 cm yang berlubang. Akar pakis setelah dicuci. Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol.go. dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin. sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm. yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya.25 mg d) Air : 1000 cc Alaternatif lain sebagai alas makanan. Siapkan pecahan genting.H. dan akar pakis warna coklat. tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu).2. http://www. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat bersih. Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah. Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang.50 mg b) DS.id . maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm. Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). 021 316 1952. dengan posisi miring. 5) Pemindahan dari Pot Penyemaian Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi. yang berisi potongan genting/batu bata Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam.ristek. dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. P. direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa: a) Urea atau ZA : 0. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5. TS atau ES : 0. 021 316 9166~69. 4) Pemindahan Bibit Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar.25 mg c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0.

go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. http://www. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.

Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing 1. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek.id .4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN merah. 6. 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel. yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah. kemudian pot diisi pecahan genting. kemudian batang anggrek diikat pada tiang. http://www. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Anggrek di letakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot. Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot.2. Fax.H. 021 316 1952. disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek.go. Jl. Teknik Penanaman Penanaman tanaman anggrek. b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. 2) Penyiangan Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis anggrek. 6. di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.ristek. 021 316 9166~69. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian.5 m. Pengolahan Media Tanam Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan: a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman). yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin. 6.3.

021 316 9166~69.go. M. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Fax.id .ristek. Jl.H. 021 316 1952.

K. cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya. kerbau. Ca. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk. Si. Urea : 0. S. M. 021 316 9166~69. ZK : 0. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. P. K2SO4 : 0. Urea : 0. Teknik pemberian pupuk buatan adalah: a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati. O. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. Mn. c) Penyemprotan.3 gram untuk 1 liter air 3. Mg. K dengan cara misalnya : 1. b) Disiramkan.H. P. Fax.go. Perbandingan N:P:K=6:3:1. P. yaitu: a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N. maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N.3 gram untuk 1 liter air 2. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea.id . sapi. ayam dan lain-lain. Sc. H. TS. antara lain: Cu.00 sore. berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya.ristek. DS : 0. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5. Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan.3 gram untuk 1 liter air 3. B.3 gram untuk 1 liter air c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. DS. maka akarnya ditutup plastik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. apalagi pada musim kemarau. ES : 0. 021 316 1952. dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4). kambing. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. P. N.1 gram untuk 1 liter air b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N. Zn. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar. K. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air. K: 1. http://www. untuk P dipakai pupuk ES. dst.6 gram untuk 1 liter air 2. P. Jl. V. K. Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah. Mo.

H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.id . M.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.

Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat.6-6. tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. d) Potongan kulit pakis. tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur. lebih baik pada sore hari sekitar jam 5. c) Air hujan. d) Air kali/air selokan.ristek. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari. setelah beberapa bulan banyak menyerap air. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat. M. dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. 021 316 9166~69. Jl. Jika potongannya besar. baik untuk menyiram karena jernih dan steril. baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan. 021 316 1952.H. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya. yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman. bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari: a) Air Ledeng. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk. dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air.00. mudah terjadi penguapan. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. PH yang baik sekitar 5. kutu d) Kelthane dosis 2 gram/liter air. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. kumbang. keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air. c) Remukan akar pakis yang hitam. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut: a) Pecahan genting/pecahan batu merah. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. untuk kutu Hal. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit.id . b) Air sumur. b) Potongan sabut kelapa.

Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun. bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun.go.H. Untuk jenis belalang berukuran kecil. 021 316 1952. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Metadeks dosis dibasahi air. 5) Kutu babi Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. Hama 1) Tungau/kutu perisai Gejala: menempel pada pelepah daun. tapi tidak menyerang tunas daun. bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik. harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. perlu pengamatan cermat. untuk keong dan bekicot air f) Falidol E. Hal. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. Fax. HAMA DAN PENYAKIT 7. Jl. berwarna kemerahan jumlahnya banyak. untuk keong dan bekicot air Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu: a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit.605 dosis dibasahi air. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter.id .1. 2) Semut Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. 021 316 9166~69. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali. http://www.ristek. apabila serangan sudah parah. 3) Belelang Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. 4) Trips Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda.

segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot. bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik. Hal. seperti ulat.2. tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehingga menyebabkan bintik putih/kuning. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. lalu botol ditutup kembali. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Keong Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal. kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin. permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. 11) Kutu tudung Gejala: daun menjadi kuning. Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. 7. kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan. 9) Ulat daun Gejala: menyerang daun. 021 316 9166~69. 10) Kepik Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek. kalau kecambah anggrek terlanjur besar. Jl. kuncup bunga. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. Penyakit 1) Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol. http://www. Fax. apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon. kumbang dan trips. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh. tidak sehat.go. lalu berwarna coklat dan mati. 8) Kumbang Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar. dilakukan dengan steriil.id . 021 316 1952.ristek. tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. 7) Red Spinder Gejala: bercak putih di bagian bawah daun. dicofol. tunas daun maupun bunga yang sedang mekar.

karena mematikan dan cepat menular. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida. diikuti pembusukan pada umbi batang. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang. tipis dan bengkok. http://www. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. lalu melebar. seluruh rizhoma menjadi ungu. tanaman sangat tidak sehat. 4) Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang. Pada serangan berat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. Media tanaman dan seluruh pot Hal. 3) Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini.go. daun dan umbi batang menguning. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida. yang masih segar dan bersih. penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. atau lingkaran berwarna ungu. terutama pada cuaca sangat lembab. berkeriput.id .ristek. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot.H. Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar. 021 316 9166~69. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. M. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. 7) Penyakit busuk Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi. daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Penyakit busuk akar Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Fax. 6) Penyakit layu Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium. Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Tanaman terlambat tumbuh. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Pada serangan yang parah. bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate). Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru. kerdil dan mengakibatkan kematian. Jl. Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun. alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. Penyebaran penyakit ini lewat air. namun pada rhizoma terdapat garis-garis. Penyakit ini sangat ganas. dibakar sampai musnah. tanaman kerdil dan tidak sehat. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang. tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. kecambah anggrek akan membusuk dan mati. 021 316 1952.

10) Penyakit bercak bercincin Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum). Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau. tergantung jenisnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN didesinfektan dengan Natrippene 0. Jl. Semprotkan Physan 20. bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang. bagian yang sakit dipotong dan dibuang.ristek. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun. PANEN 8.go. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati.id . Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Khusus pada Cattleya. Benlate. 021 316 1952. akhirnya daun mati. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik 8) Penyakit bercak coklat Gejala: bercak coklat pada permukaan daun.1. Truban atau Banrot. Penanggulangan: peralatan kebun harus steril. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik. M. http://www. 12) Penyakit busuk hitam Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora. lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. 8. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit. bergaris atau lingkaran. Umumnya tanaman angrek dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit. Ferban. lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga Umur tanaman anggrek berbunga. lalu melunak dan busuk. Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun.5 % selama 1 jam. penyebarannya agak lambat.H. Physan. serta mensterilkan segala alat yang dipakai. 9) Penyakit busuk lunak Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora. Tangkai bunga yang dihasilkan kirakira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai. 11) Penyakit Cymbidium Penyebab: virus Mozaic Cymbidium. pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.

021 316 1952. 021 316 9166~69.go. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

b) Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut. Pengumpulan Pengumpulan bunga anggrek dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Cara Pemetikan Bunga Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan.2.3. Jenis anggrek Dendrobium dapat dipanen dalam bentuk: a) Tanaman muda untuk bibit b) Tanaman dewasa untuk tanaman hias c) Bunga potong Tanaman muda untuk bibit biasa dijual dalam bentuk pot kecil. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 021 316 9166~69.2. 9. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain: Hal.1. Jl.go. sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman sudah berbunga. sehingga dilakukan pada saat: a) Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai.H.id . c) Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dalam larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk bunga potong dipilih tangkai yang kuntumnya paling banyak sudah mekar (kuncup tersisa 1–3 kuntum).3. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga. Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. tidak kena penyakit ataupun luka. PASCAPANEN 9. 8. Fax. 021 316 1952. Penyortiran dan Penggolongan Bunga dipilih yang bagus. Prakiraan Produksi Bibit anggrek yang sudah dewasa dan sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9. 9.ristek. Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud untuk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya. pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dari pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih. http://www.

-.000. pemilihan dan pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara: 1) Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis. 5) Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape. 2) Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah.Bibit: 8 botol @ Rp.000. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Larutan seven up dengan kadar 30 %.2. ke 4 di atas umur 8 bulan. 750. dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga.500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. 40.000. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah dilakukan pembersihan. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. dan Teknologi .Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp.ristek.1. d) Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0.4. 1000. http://www.. kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm.d.Arang: 80 kg @ Rp.Pot ukuran 15 Menegristek cm: 400 bhPendayagunaan @ Rp.4.2 gram quinolin per liter. 3) Pembungkus bunga dan pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang. 9. b) 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. Bibit .Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.. 10. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp.sampai Rp.000. 4) Bungkusan-bungkusan bunga disusun bersilang di dalam kotak karton yang berlubang sampai cukup padat. 320. Perlengkapan . Untuk satu pohon/pot dapat menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali.H. 1) Biaya produksi 1. Pada panen ke 2 s. 1. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai. 100. 750.25 m x 12 m.Rp.000. 021 316 9166~69.Kantor Deputi Bidang dan Pemasyarakatan Ilmu PengetahuanRp. 021 316 1952.250.go. M.Rp. Pengawetan untuk bunga yang dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dalam larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dalam kantong plastik dan kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau disimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C. 75.id .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. M. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. http://www.H.id .go.

1. http://www.000. 11..Rp. maka akan dapat mengurangi biaya operasional.2.2.000. 11.000. 2.Kerangka: 1 unit bambu 3. “Arachin Maggie Oie” dan “Oncidium Golden Shower” yang masing-masing digolongkan dalam tiga jenis mutu. mutu II=67.000. 021 316 1952. 7.000. Pupuk .Rp. 021 316 9166~69.Rp. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi.= 1. Mutu Klasifikasi dan Standar Bunga angrek potongan antara lain terdiri dari 3 jenis “Arathera James Storie” yang digolongkan dalam empat jenis mutu. 20.207. 12.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Gambaran Peluang Agribisnis Rp.750. 15.H.Rp. 11. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. syarat penandaan dan pengemasan. STANDAR PRODUKSI 11.Gandasil: 2 pak @ Rp.000.5 kg @ Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.73 Dalam usaha anggrek ini sangat visibel dan modal akan kembali dalam waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman dan apabila penjualan dimulai dari sejak dalam botol. 5.500. 5. Diskripsi Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia tercantum dalam SNI 01– 3171– 1992..000. Rp. cara pengambilan contoh.000. cara uji. 9.150.000.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Pupuk Urea: 5 kg @ Rp.NPK: 2. M. Jumlah tersebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor. Selain dari segi biaya modal. Rasio output/input 10.3.Furadan .- Rp.793.000.Azodrin: 1 botol .go. 10. 2.ristek.Rp. a) Aranthera James Storie 1.Rp.000. kebutuhan bunga potong dalam negeri per tahun untuk berbagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai. syarat mutu.500.5 cm. Jl. Fax. mutu III=60 cm. 3.Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp. Panjang tangkai: mutu I=75 cm.id .

id . 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek.H. http://www. Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

cara uji organoleptik. mutu III=5. 2. 4. cara uji dengan organoleptik. 5. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51 – 100. cara uji dengan organoleptik. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. mutu III=1 . cara uji dengan SPSMP-288-1980. c) Onchidium Goldian Varientas Golden Shower 1. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101 – 150. mutu II=6. g) Contoh yang diambil 15. Jl. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. mutu II=7.go. mutu II=42. mutu II=lengkap. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. cara uji dengan organoleptik. mutu III=6. cara uji dengan organoleptik. mutu III=8. cara uji dengan organoleptik.ristek. mutu II=2.H. mutu III=lengkap. 6. mutu II=tidak ada. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151 – 200. 4. b) Contoh yang diambil 3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201 – lebih. http://www. M. cara uji dengan organoleptik. mutu III=32. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26 – 50. mutu III=tidak ada. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. e) Contoh yang diambil 10.5 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jumlah kuncup: mutu I=2. mutu II=8. 5. Panjang tangkai: mutu I=60 cm.id . mutu II=lengkap. f) Contoh yang diambil 12. Panjang tangkai: mutu I=67. mutu III=27. 2. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1 – 3. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. Fax. d) Contoh yang diambil 8. mutu III=35 cm. mutu III=tidak ada.5 cm. 3. cara uji dengan organoleptik.5 cm. mutu III=2. b) Arachnis Maggie Oei 1. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4 – 25. Minimum jumlah cabang: mutu I=9. 4. Minimum. mutu III=7. cara uji dengan organoleptik. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2. c) Contoh yang diambil 6. 3. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. mutu II=7. cara uji organoleptik. mutu II=2. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. cara uji dengan SPSMP-288-1980. Minimum jumlah cabang: mutu I=3. mutu III=lengkap. mutu II=60 cm. mutu II=2. mutu III=2. Minimum jumlah kuncup: mutu I=5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. 021 316 1952. Minimum jumlah bunga: mutu I=8.4. mutu II=tidak ada. 11. 3. mutu II=5.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax.ristek. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl.H. 021 316 1952.id .

Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5. 5) Merawat Anggrek . Jakarta. Jl. F. Eko M. Sri Wahyuni. Jenis mutu. 2. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Trubus (1997) Jakarta. 4. Penerbit Yayasan Kanisius. 021 316 1952. Soeryowinoto.go. Fax. M. 87 hal. 021 316 9166~69. 3) Agribisnis Tanaman Hias. Produksi Indonesia. Nama atau kode produsen/eksportir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. 5. Jumlah isi.Rahardi. Nurcahyo.id . 63 hal. Fiyanti. 3. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. Penerbar Swadaya 1993 4) Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987. 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal. http://www.H. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. Nama barang/varietas anggrek. Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium. 2) Tim Red. Negara/tempat tujuan. DAFTAR PUSTAKA 1) Osman. Sutarni M. 6.ristek.

ristek. Fax. http://www. M. 021 316 9166~69.id . Jl. 021 316 1952. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go.

ristek. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis. Anggur berasal dari Armenia. orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur.go. M. Prancis dan Austria. Jerman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGUR ( Vitis ) 1. tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. 021 316 9166~69. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan. 2. Asia termasuk Indonesia dan Australia. Fax. yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Jl. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis.id . http://www. Afrika selatan. Hal. 021 316 1952. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Amerika Selatan. rasa manis dan segar.

go. Delaware. Fax. Carman. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Termasuk jenis ini adalah Gros Colman. Situbondo).H. Namun ada juga yang dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur.ristek. Dari kedua jenis ini yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. 4. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl.id . Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunya ciri: a) Kulit tebal.1. Chifung dan Australia. Pasuruan. Probolinggo Putih. http://www. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo. Iklim 1) Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah. MANFAAT TANAMAN Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine. M. Beacon dan Isabella. Probolinggo Biru dan Putih. terutama di tepitepi pantai. dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. c) Termasuk jenis ini adalah Brilliant. Alphonso Lavalle dan Golden Champion. SYARAT TUMBUH 5. Situbondo Kuning. Isabella. rasa masam dan kurang segar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5) Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Delaware. Jl. 5. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. 4) Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. 3) Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Bali dan Kupang (NTT).

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M.ristek. 021 316 9166~69.

banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.go. M. 6. penyambungan). Jl. subur dan gembur. Fax.id . stek mata. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau. 021 316 9166~69. d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 1952. berair dan bebas dari noda-noda hitam. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal. 2) Teknik Penyemaian Benih Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. lempung berpasir. Pembibitan 1) Pengadaan Benih Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok. 2) Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral). pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. http://www. Bibit stek yang baik adalah : a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun. Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir.3. Cara vegetatif (stek) yaitu : a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. stek cabang.H. Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.ristek.2. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl.

M.ristek. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.go. Jl.id .

Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi. 4) Pemupukan Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang. 4 x 4 m. 4) Pemindahan Bibit a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya.Bidang 4 x Pendayagunaan 5 m. c) Mengatur jarak tanam. 3 x 5 m dan 4 x Ilmu 6m Deputi dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang. Jl. 6. pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1. b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya.id . b) Menentukan luas areal tanam. 3 Kantor x 4 m. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m. Fax. 4Menegristek x 5 m. 021 316 1952. d) Membuat lubang tanam. M.ristek. 3) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam. 6.2. 3 x 5 m.3.go. 021 316 9166~69. http://www. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang perlu dilakukan adalah: a) Menentukan lokasi penanaman.

H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m.H. Hal. http://www. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman dan Penjarangan Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau. isi lubang berupa campuran tanah. 6. pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas : a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1. agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (3) buah yang ada di sebelah dalam. juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah.go. (2) tidak sempurna bentuknya. Jl. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur. 021 316 1952.id . Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak.111 pohon b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam. Untuk menjaga kualitas buah.4. tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil. Fax. tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang. sekitar Juni dan Juli.ristek. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam. M. (4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Tahap III : Nov-Des.ristek. dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul. b) Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1.5 m.H. 4) Pemupukan Ada dua masa pemupukan: a) Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. Tujuannya hanya untuk memelihara tingkat kesuburan tanaman sampai musim hujan berakhir dan tanaman tidak rusak. tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Perempalan dilakukan dengan memotong ranting-ranting. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempalan a) Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun. c) Menjelang pemangkasan. b) Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun. Fax. 15 gram urea. Tahap I : Maret-April. Jl. b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan. 80 gram TSP/100 gram ZK 3. bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik. dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. 100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun. Dalam 1 tahun dilakukan 3 kali perempalan: 1. 5) Pengairan dan Penyiraman Yang perlu diperhatikan adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang. ZK 450 gram. interval 15 hari 3. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1. 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan. 10 gram urea. bila meneteskan air perempalan dilaksanakan. 021 316 9166~69. 5 kaleng pupuk kandang 2. 50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm. Hal. Umur 11 hari sebelum perempalan. http://www. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram. Umur 21 hari sebelum perempalan. TSP 300 gram. Umur 0-3 bulan.id . Umur 7 hari sebelum perempalan. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi bila tidak harus ditunda. Umur 3-6 bulan. 90-110 hari 2. Umur 6-12 bulan. interval 10 hari 2. Sebelum perempalan diperiksa dahulu dengan memotong ujung salah satu cabang. tidak memperoleh hasil. M. tahap ini sering gagal Perempalan antara bulan November-Desember. 90-110 hari 3. Tahap II : Juli-Agustus.

7. Jl. Yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. 3) Wereng daun Serangan wereng ini menyebabkan daun anggur berbintik putih. 2) Kumbang Apogonia destructor Bentuk kumbang kecil dan warna hitam mengkilat. setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk. 4) Kutu putih Dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil. 021 316 9166~69. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG. Menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil.id .ristek. agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi. HAMA DAN PENYAKIT 7. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur. cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3. 4 dan 5. 021 316 1952. 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Setelah masa pemangkasan. kemudian menjadi kuning coklat dan gugur. M. e) Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go.H. 7) Pengaturan Bunga Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan. Hama 1) Phylloxera Vitifolia Menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua berakibat anggur jadi kering dan mati. Fax. Hama ini menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1.

Fax. Menyerang pucuk. kalong. busuk dan gugur. setelah tanam/setelah panen. 021 316 1952.go. 7) Burung. Jl. 4) Phakospora Vitis Daun sebelah bawah sporanya). M.H. Untuk memberantas penyakit anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dengan waktu a sebelum masa berbunga. 2) Powdery Mildew Pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. bajing dan musang Menyerang buah makanannya.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan. 021 316 9166~69. 3) Penyakit busuk hitam Menyebabkan buah jadi keriput.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Ulat daun Menyerang daun untuk dijadikan makanannya.id . 7. 6) Rayap Serangan yang paling parah bila menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati. bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi. http://www. setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga. Daun. yang mulai masak untuk dijadikan Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan. bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak. tertutup tepung berwarna orange (massa 5) Peronospora Bila udara terlalu lembab jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun. Sedang untuk penyakit busuk hitam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam. Penyakit 1) Downy Mildew (jamur) Gejalanya daun nampak kuning bagian bawah terlihat ada tepung warna putihkuning.

H. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek. Fax.id . 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www.

8. 8.500 kg anggur. 8. Periode Panen Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami dua kali panen. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengumpulan Pengumpulan anggur tidak boleh ditumpuk karena dapat merusak buah di bawahnya. PANEN 8. Hal yang penting bedak yang terdapat pada anggur dijaga agar tidak hilang.go. Ciri dan Umur Panen Umur panen anggur tergantung jenis yang ditanam. Jl.H. jumlah tanaman 500 batang dengan hasil panen per tahun rata-rata 7. iklim dan tinggi tempat. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah warna dalam satu tandan telah rata. saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik.3. 9. http://www. Prakiraan Produksi Dari areal tanaman anggur 1 ha dengan rasio jarak tanam 4 x 5. Fax. daerah dataran tinggi umur buah antara 105–110 hari.1. agar buah yang terletak di bawah tidak rusak dan pecah. 9.2. Untuk daerah rendah umur buah 90-100 hari setelah pangkas. 021 316 9166~69. PASCAPANEN 9.id .ristek.4. 021 316 1952. Hasil pemetikan dimasukkan keranjang/dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Cara Panen Cara panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati (jangan sampai bedak hilang).2. M. butir buah mudah lepas dari tandan dan keadaan buah kenyal serta lunak. Hal.1. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah.

000.000.id .000. 900. 500. cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak.000.. 2.500.000.Urea tiap pohon 1kg @ Rp. 9.000.Menanam bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.700.3..Tutu kayu jaran 412 batang @ Rp. ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk.000.500.4.Rp. Jl.000.500. 3. Pengemasan dan Pengangkutan Cara menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas koran.3.000. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya anggur dengan rasio jarak tanam 4 x 5 luas (500 pohon) dan luas lahan 1 ha di daerah Malang tahun 1999. 1.000. 1. 3.Bambu duri/atap para-para 1396 batang @ Rp.750.000.go. 779.Rp.790. 2.Upah menanam pohon @ Rp.ristek. 60.H.Rp.Pengolahan tanah/penanaman Buat lubang tanam 500 pohon @ Rp. 1) Biaya produksi tahun pertama 1. 500. 021 316 9166~69.Rp.000.2.Ongkos pasang para-para Pembuatan pagar keliling .000.Sewa tanah 5 tahun @ Rp.000.000. 7.000.Rp. 10.Pupuk kandang @ Rp.470. Rp. http://www.000. 1.000. tetapi cara yang mudah.500. Lahan ..- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.000. 5.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Cara terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan.Rp.Kawat tali para-para 2 ton @ Rp. Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan. Rp. Rp.1.564.Rp.2. 4. 1. Rp.250. 500.TSP tiap pohon 0.442. 206.000.Mencampur pupuk untuk lubang tanam @Rp. 021 316 1952.Rp. Pupuk .500. Rp.Tali ijuk 200bendel @ Rp.000. 12. 3. Rp.Rp.000. 1. 9.1.000.500. M.000.5 kg @ Rp.000.000.000. Rp. 1000.000.Upah menanam kayu jaran 412 batang @ Rp. 2.000.Pupuk Kandang untuk 500 pohon@ Rp. 10. 7.- Rp.425.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.2.500.Pembuatan Para-para dan pagar keliling : Pembelian ajir dan upah Bambu tunggakan 1558 batang @ Rp. Bibit 500 pohon @ Rp 5000.000.1.Rp.

Fax.H. http://www. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl. M.id .

500. 8.Pipa air 2 batang @ Rp. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.Jumlah pendapatan Rp.Rp.000.Rp.000.000. Rp.000.Insektisida 5 liter .000.-/bulan . Penyiraman .5 Jumlah biaya produksi 3) Pendapatan ( hasil panen 1 tahun 2 kali ) 1.go.000.500.397.500.500. 240. Peralatan .999. Rp. 7.2. Jl. 72..000.000. Obat dan Pestisida : .192.000.000.1..000.000. Lain-lain /Ipeda Jumlah biaya produksi/tahun untuk tahun ke-2 . 240.1.-/bulan 5.000.000. 400.2.101.000.000.700.000.500.000. Fax.000. 1000.Rp. 65. 9.000.880.000.TSP tiap pohon 0. Pupuk .Rp.280. Obat dan pestisida .000. 42.5 kg x Rp.000.000.6. 50.Rp.Pasang Pipa air @ Rp.700.ristek.000.000.040. 7.880.560.Rp. 1. 3. 750. 1.2. 65. 35.500. 152.id .425.000.000. keempat dan kelima 1.192. Lain-lain/Ipeda Jumlah biaya produksi tahun ke-1 2) Biaya produksi tahun kedua.Insektisida 5 liter . 241.Oli pompa air 24 l @ Rp. 7.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.000. 2.000. Rp.2. Rp. Penyiraman .. Rp.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.000.5.Rp.5. 400.000.- Rp.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.. 19.Pengawas 1 orang @ Rp.-/bulan .Paralon 20 buah @ Rp.972.Rp...Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp..040.000. Tahun ke-5: 500 pohon x 2 x 9 kg x Rp. 250.000.-/bulan 8. 280.Rp. 250. Rp. 35. 7..000.000.Pengawas 1 orang @ Rp.- Rp.000.Oli pompa air 24 l @ Rp. 1000.Pompa air 3.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.Rp.000. Rp. M. Tenaga kerja . Rp.000. Tahun ke-4: 500 pohon x 2 x 8 kg x Rp.000.5 Pk Merk Honda . 021 316 9166~69. 56.000.Rp.4.000. Tenaga kerja .H.000. Tahun ke-1: 500 pohon x 2 x 4 kg x Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.000.972.1. Rp.000.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp..000.000. 35. Rp. 021 316 1952. Rp..140.000.000. Rp.000. 250.000.000.Pupuk kandang @ Rp. http://www.- Hal.5 kg @ Rp. 63.3.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.000.401. 52.- Rp. 9.000. 250.000. Rp. Tahun ke-2: 500 pohon x 2 x 6 kg x Rp.000.2.Rp.000.000. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3.000.7. Rp. ketiga.Rp.000.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. 28.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp.000. Tahun ke-3: 500 pohon x 2 x 7.560. 8. Rp.000. 70. 2.4. Rp.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.

578 kg senilai US $ 50. ukuran buah dan rasa.846.325 kg senilai US $ 13. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.305.557.937.797. kurma dan anggur.973. Keuntungan/tahun 5) Parameter kelayakan usaha 1. STANDAR PRODUKSI 11.746. Fax.300 atau rata-rata pertahun sebesar 5.300.977 kg senilai US $ 36.id . http://www. 10.820. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 68. namun untuk beberapa jenis tertentu masih mengimpor.029 kg senilai US $ 33.2.141 (1994).231 kg senilai US $ 81.406.527.1. 77.Dalam kenyataan produksi 1 pohon dapat mencapai 20–30 kg dan dalam 1 tahun bisa 3 kali panen. 021 316 1952. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Impor anggur Indonesia tahun 1991-1995 mencapai 26.374. Sedang ukuran buah yang seragam dan rasa akan menaikkan nilai jual dalam pemasaran.600.878 kg senilai US $ 60.270.Rp.2. 021 316 9166~69. Jenis buah import yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia antara lain anggur. 40. M. meliputi apel.604 (1991). (1993).4 kg senilai US $ 7. Dengan kondisi tersebut maka pada masa kini dan yang akan datang budidaya anggur sangat menjanjikan bagi para produsen.525.= 1.612 (1992). Indonesia mengimport lima jenis buahbuahan. pir. Gambaran Peluang Agribisnis Indonesia telah mengeksport buah-buahan. Sehingga saat ini telah mulai dikembangkan budidaya anggur dengan skala besar dan pengolahan yang intensif.000. Diskripsi Banyaknya buah dalam dompolan menjadi ukuran mutu yang menunjukkan tingginya produksi.395. 89. jeruk. 17. Import buah tersebut sebesar 17.58 Catatan : .103. Dalam tahun 1991-1995. Jl. Ruang Lingkup Standar mutu anggur di Indonesia masih belum. Keuntungan dalam 5 tahun 2.Umur tanaman anggur semakin lama semakin produktif dan dapat mencapai 25– 30 tahun.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Keuntungan 1.501.418. Produk anggur dalam negeri belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik. sehingga tiap tahun masih mengimpor. namun ditingkat petani sudah ada standar mutu berdasar dompolan. dan 116.go.H. 11.032. B/C rasio Rp. .365 (1995). 11.

021 316 1952.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. Fax. M. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

penebar Swadaya. Penebar Swadaya.go.ristek. Jakarta.H. Jakarta. Penebar Swadaya. Mutu Klasifikasi dan Standar Standar mutu yang berlaku di petani: 1) Mutu A: dompolan rapat. Membuat Anggur Berbiji Menjadi Tak Berbiji. Penebar Swadaya. Februari 2000 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. rasa manis. Penebar Swadaya. M. Penebar Swadaya. Surabaya.1992. Jakarta. 5) _. Pengemasan terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi serbuk gergaji sehingga anggur tetap terjaga keutuhannya. Vitis vinifera Terbaik Untuk Wine. 2) Mutu B: dompolan renggang. 1993.5. Jakarta. Cara Mengepak Anggur yang Benar. Anggur impor Menyerbu Indonesia. Jl. 11. Perjalanan Anggur Bali. Jakarta. http://www.3. 3) Mutu C: di luar ketentuan mutu A dan B. 7) Trubus 274. Penebar Swadaya. 12. Jakarta. Budidaya Anggur. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Mengunjungi Sentra Anggur Di RRC. Penebar Swadaya. Jakarta. 1992. 1991. 1992. Jakarta. 2) Trubus 33. Jakarta. Pengemasan Standar pengemasan anggur adalah buah dalam baik saat pengangkutan sampai ke tempat tujuan. 10) Widyastuti YE dan Paimin FB. Anggur yang diambil sebelum umur panen mempunyai mutu rendah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Perbanyakan Anggur dengan Stek Satu Mata. Chip Budding Untuk Membibitkan Anggur. rasa manis. 021 316 9166~69. buah kecil. 4) _. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh yang berfungsi untuk penanganan berikutnya diambil saat dilakukan pemanenan.4. 6) . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8) Trubus 275.id . 9) . Usaha Nasional. 11. Fax. 3) Trubus 272. 1990. Penebar Swadaya. buah besar dan seragam. 021 316 1952. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1) Sauri H dan Martulis.

ristek. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www.id . Jl. Fax. M. 021 316 9166~69.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. http://www. Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. tanaman apel termasuk dalam: 1) Divisio : Spermatophyta 2) Subdivisio : Angiospermae 3) Klas : Dicotyledonae 4) Ordo : Rosales 5) Famili : Rosaceae 6) Genus : Malus 7) Spesies : Malus sylvestris Mill Dari spesies Malus sylvestris Mill ini. JENIS TANAMAN Menurut sistematika. Jl. terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. M. SEJARAH SINGKAT Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis.H. Anna. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. Manalagi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN APEL ( Malus sylvestris Mill ) 1.id . Fax.ristek. 021 316 1952.

3) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun.1. M. 021 316 1952.ristek. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia.go. Selain itu apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi.000-2. Jatim.id . 4. Jl. Jawa Tengah (Tawangmangu).2. dan porositas baik. MANFAAT TANAMAN Apel mengandung banyak vitamin C dan B. penyerapan air. 4) Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. mempunyai aerasi. apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. SYARAT TUMBUH 5. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar). Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. 2) Tanah yang cocok adalah Latosol. Banyuwangi). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan struktur tanahnya remah dan gembur. Amerika. Bali (Buleleng dan Tabanan). Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah. http://www. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. Media Tanam 1) Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam. sehingga pertukaran oksigen. Iklim 1) Curah hujan yang ideal adalah 1. Andosol dan Regosol. 5. 3) Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C. Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami. 5. dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. Fax. mempunyai lapisan organik tinggi. dan Australia. 2) Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950. 4) Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 7585%. Nusa Tenggara Barat. terutama pada saat pembungaan. 5) Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman.H.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M. Fax.go. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

1) Persyaratan Benih Syarat batang bawah: merupakan apel liar. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif.go. 6. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong. penimbunan dilakukan tiap 2 mata. 021 316 9166~69. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Setelah anakan dicabut.5 cm dan kulit batang kecoklatan. bentuk pohon kokoh. diameter 0. sambungan (grafting) dan stek. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon.1. Ketinggian Tempat Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl. Fax. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Anakan / siwilan 1. http://www. Hal.ristek. perakaran luas dan kuat. mempunyai daya adaptasi tinggi. M.3. Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. 2. b) Rundukan (layering) 1. kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah. bila sudah cukup kuat. Jl. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul. sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya.Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah.H. sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding). lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati. Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu: . lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm.id . Pembibitan Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya. 021 316 1952. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.

diameter batang ± 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan. 3) Teknik Pembiitan a) Penempelan 1. Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral).H. dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. Setelah 2-3 minggu. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya. bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu. Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hatihati agar matanya tidak rusak 3. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah denngan panjang 2-5 cm. ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. 021 316 9166~69. 5. 4. 2. c) Stek Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus). M. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. http://www. tiap bedengan ditanami dua baris. 2. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 6. Bekas luka diolesi defolatan. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu. Pada okulasi yang jadi. Fax.id . 3.5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). 021 316 1952. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar. sekitar 2 cm diatas tempelan. b) Penyambungan 1. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. Jarak penanaman 30 x 25 cm.ristek. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2.go. sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik.

Fax.id . 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69. M.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.

Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun. 5. 021 316 1952. kemiringan tanah. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.H. 6. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang diperlukan adalah persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. Setelah berumur 2-3 minggu. ditambah perekat Agristic. 6. sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Jl. http://www. 7.2. dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes. menentukan kebutuhan tenaga kerja. 5) Pemindahan Bibit Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal 3) Pembentukan Bedengan Pada tanaman apel bedeng hampir tidak diperlukan. 4) Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan batang bawah meliputi a) Pemupukan: dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman. daunnya dibuang. keadaan tanah. bahan paralatan dan biaya yang diperlukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. tetapi hanya peninggian alur penanaman. Cabang entres dippotong sepanjang ± 15 cm (± 3 mata). lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis. Fax. kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan.go. 021 316 9166~69. c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan) d) Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah. Hal. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.id .

seperti cabai. c. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman apel dapat ditanam secara monokultur maupun intercroping. Tanaman apel tidak dapat ditanam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban tinggi. sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam antara 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x 1 m. Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan. Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6. Untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. 2. setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang. http://www. dan menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya. Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut: a. Jl. Cara Penanaman Penanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau (di sawah). sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2. Setelah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu. 3. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setelah itu dibiarkan selama 2 minggu. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3.5 x 3. Intercroping hanya dapat dilakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun atau sebelum 2 tahun.H.3. masing-masing dicampur pupuk kandang sekurangkurangnya 20 kg. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatar perakarannya agar menyebar. bawang dan lain-lain. 6. Fax. 021 316 1952.go. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Tapi pada saat ini. sirkulasi udara kurang.5-3 m. 5) Pemupukan Pupuk yang diberikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengapuran Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah.5 m. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam. b. M.

M. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .H. http://www. Jl. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go.

NPK (15-15-15) 1 kg/pohon atau campuran Urea. Melihat situasi buah. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. cabang yang berpenyakit dan tidak produkrif. bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar. ranting atau daun yang menutupi buah. 7/ 18 .go. cabang yang menyulitkan pelengkungan. 021 316 1952.id Hal. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea.5-3 bulan setelah rompes. Jl. tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan hanya bila disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap dapat mengganggu tanaman. peniangan hampir tidak perlu dilakukan karena tajuk daun menutupi permukaan tanah sehingga rumput-rumput tidak dapat tumbuh. 4-6 mata dan bekas tangkai buah. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan sampai didapat bentuk yang diinginkan(4-5 tahun). 3) Pembubunan Penyiangan biasanya diikuti dengan pembubunan tanah. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman agar tidak tergenang air dan juga untuk menggemburkan tanah.ristek. Bila semua tanah telah masuk. Untuk menahan angin. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan. 5) Pemupukan a) Pada musim hujan/tanah sawah 1. 4) Perempalan/Pemangkasan Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 cm. yaitu bila buah lebat (2. http://www. Bersamaan rompes daun (< 3 minggu).H. knop yang tidak subur. Pada kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3x3 m).TTG BUDIDAYA PERTANIAN d.4. TSP. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan penyulaman Penjarangan tanaman tidak dilakukan. tunas yang tumbuh di bawah 60 cm. 021 316 9166~69. sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau dimatikan kerena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). 2. TSP dan KCl/ZK ± 1 kg/pohon (1:2:1) Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tanah ditekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar bibit tertanam kuat dan lurus. M. Pembubunan biasanya dilakukan setelah panen atau bersamaan dengan pemupukan.

ristek. pengendalian secara lebih terinci akan dijelaskan pada poin hama dan penyakit. Fax. M. 8) Pemeliharaan Lain a) Perompesan Perompesan dilakukan untuk mematahkan masa dorman didaerah sedang. Selain itu perlu digunakan zat pengatur tumbuh Dormex sekali setahun setelah rompes (jangan sampai 10 hari setelah rompes) sebanyak 2600 liter larutan dengan dosisi 3 liter/200 literair. Di darah tropis perompesan dilakukan untuk menggantikan musim gugur di daerah iklim sedang baik secara manual oleh manusia (dengan tangan) 10 hari setelah panen maupun dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Urea 10%+Ethrel 5000 ppm 1 minggu setelah panen 2 kali dengan selang satu minggu). Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut.go. Untuk meningkatkan pertumbuhan perlu diberikan pupuk daun dan ZPT pada 5-7 hari sampai menjelang bunga setelah rompes (Gandasil B 1 gram/liter) + Atonik/Cepha 1 cc/liter diselingi dengan Metalik-Multi Mikro dan 5-7 hari sekali sampai menjelang panen (2.H. Untuk penanggulangan. tetapi harus diperhatikan jangan sampai tanaman terendam air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. Sedangkan pada musim kemarau masalah kekurangan air harus diatasi dengan cara menyirami tanaman sekurang-kurangnya 2 minggu sekali dengan cara dikocor. 021 316 1952. tanaman apel memerlukan pengairan yang memadai sepanjang musim. TSP. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Krena itu perlu drainase yang baik. Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air). lalu ditutup tanah dan diairi. Cara pemupukan disebar di sekeliling tanaman sedalam ± 20 cm sejauh lebar daun. 2-3 bulan setelah rompes (ada hujan). Pada musim penghujan. 6) Pengairan dan Penyiraman Untuk pertumbuhannya.id . 021 316 9166~69. penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat. masalah kekurangan air tidak ditemui.5 bulan) dari rompes Gandasil D (1 gram/liter).TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Musim kemarau/tanah tegal 1. http://www. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. dan KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). agar hama dapat segera ditanggulangi. Untuk pupuk kandang cukup diberikan sekali setahun (2 x panen) 1-2 pikul setiap pohon pada musim kemarau setelah panen. 7) Penyemprotan Pestisida Untuk pencegahan. penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. Jl. 2.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 9166~69. M. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www.go.

6 liter. (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya. 7.250 cc/liter air. Penyemprotan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali. cara penyemprotan dari atas ke bawah.id . tangkai cabang. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat). 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Pelengkungan cabang Setelah dirompes dilakukan pelengkungan cabang untuk meratakan tunas lateral dengan cara menarik ujung cabang dengan tali dan diikatkan ke bawah. panjang tubuh 1. (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa.H.ristek. dan buah. telur dapat menetas dalam 3-4 hari. HAMA DAN PENYAKIT 7. Paklobutrazol. c) Penjarangan buah Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam.1. leriting. dan sehat. kulit baik. terutama ujung tunas muda. Tujuan buah terhindar dari serangan burung dan kelelawar dan menjaga warna buah mulus. daun berubah bentuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.jika tidak mutu buahpun jelek. Jl. Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda. (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga). d) Pembelongsongan buah Dilakukan 3 bulan sebelum panen dengan menggunakan kertas minyak berwarna putih sampai keabu-abuan/kecoklat-cokltan yang bawahnya berlubang. e) Perbaikan kualitas warna buah Peningkatan warna buah dapat dilakukan dengan bahan kimia Ethrel. Imidakloprid) dosis 0. Fax. perkembangbiakan sangat cepat. http://www. antena pendek. Untuk memdapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3-5 buah.4 D baik secara tunggal maupun kombinasi. mengkerut.8 mm. Hama 1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan. 2. 021 316 9166~69.a. (5) Convidor 200 SL (b.125-0. panjang sayap 1.7 mm berwarna hitam. terlambat berbunga. Tunas lateral yang rata akan memacu pertumbuhan tunas yang berarti mamacu terbentuknya buah. bunga. buah-buah muda gugur. dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). M. (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1.go. ada yang bersayap ada pula yang tidak.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . M. http://www. 021 316 1952.go.

sore atau pada saat keadaan berawan. (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b. cambuk merah (panonychus Ulmi) Ciri: berwarna merah tua. bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar. 2) Tungau.ristek. 5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah. (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. Serabgga berukuran kecil. Gejala: menyerang pada pagi. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat. daun yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.a. dan buah yang masih sangat muda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1.6 mm.H. Gejala: menyerang daun. nimfa berwarna putih kekuningkuningan. cokelat. (2) pada daun terlihat berbintik. dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas. 10/ 18 . Gejala: (1) menjerang daun.go. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum. dan panjang 0. Spinder mite. 021 316 9166~69. Jl. tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel. dan pembentukan buah. kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal. mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. dan mengering. buram. (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu.id Hal. meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. Monocrotofos). http://www. menyerang daun muda. berbunga. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm. Fax.5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen. kuncup/tunas. 4) Ulat daun (Spodoptera litura) Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. 021 316 1952. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b. (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa. sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih.a. (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu.bintik putih. (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. 3) Trips Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm.a. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun.

5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1.daunnya dengan kerusakan 30%. (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b. Jl. maka jantan tertarik dan menhisap kapas. bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. M. Fax.a. http://www. terlihat benjol-benjol. dan apabila buah membesar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kerdil dan tidak berbuah. 021 316 9166~69. kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. Penyakit 1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) Penyebab: Padosphaera leucotich Salm.a. pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2. tunas tidak normal.5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0. BPMC).id .go.ristek. 021 316 1952.2. 6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala.5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC. (2) pada buah berwarna coklat. Monocrotofos) dan Matador 25 EC. yang dilakukan pada sore atau pagi hari. Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0. 7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) Ciri: larva tidak berkaki. kering dan akhirnya mati. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telurtelur yang biasanya diletakkan pada daun. tunas yang terserang menjadi coklat. Gejala: menyerang daun tua dan muda. nekrose. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina.a. setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman.H. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah. berkutil coklat. serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat. Gejala: bentuk buah menjadi jelek.1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Panjang larva 50 mm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris. Baycarb 500 EC (b. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. (2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. Metomyl). tanaman yang terserang tinggal tulang daun. Warna lalat hitam. 7.

M. Fax. Jl. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

5 gram/liter air. ditandai dengan layu daun. Jl. Henlate 0. http://www. dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air.) Gejala: menyerang batang/cabang (busuk. 5) Busuk buah (Gloeosporium Sp. yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya. Davis) Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur. Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0. tergantung pada varietas dan iklim. 021 316 1952. (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz. daun muda hingga seluruh bagian gugur.go. Antracol 70 WP 2 gram/liter air. (3) membuang bagian yang sakit.1.ristek. berwarna coklat. (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air. dan buah (becak kecil warna cokelat muda. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat. dimulai dari daun tua. Fax. mengelembung. busuk. PANEN 8. (5) disemprot Benomyl 0. Pengendalian: (1) tidak memanen buah terlalu masak. M. dan kulit akar membusuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun. berair dan warna buah pucat. 3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun. terkadang mengeluarkan cairan). (2) mengurangi kelembapan kebun. gugur.id . 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.J.5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan. menghilangkan bagian tanaman yang sakit. 6) Busuk akar (Armilliaria Melea) Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah. permukaan atas timbul titik hitam. bagian yang terserang dibuang dan dibakar.5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu. Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar.H. warna coklat kehitaman. 4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp. Pengendalian: dengan eradifikasi.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jl.ristek.go. M.id .H. http://www.

8.H.go.3. umur buah lebih panjang. yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening). Fax. ukuran dan kualitas buah. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit.2. Jl. 8. apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. http://www. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. 9. aroma mulai terasa. PASCAPANEN 9. 8. 9.1. Hal.4. agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal. lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi. Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar.id . Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon. Tetapi. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres. 021 316 1952.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 120-141 hari dari bunga mekar. 021 316 9166~69. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun. M. Pengumpulan Setelah dipetik.

055. Pupuk SP 36 .000.. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak). Rp.313.Tahun ke-2.Tahun ke-6. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.228. Pupuk kandang 3 .130.625.Rp. 1. 9.000. 145 kg .000. 222 kg .Tahun ke-1.800.go.2.Tahun ke-3.174. Rp. a) Biaya produksi 1.Tahun ke-5.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2.Tahun ke-4.Tahun ke-2. http://www. Rp. Rp.875. 10.Tahun ke-5. 333 kg 5.000. 85 kg . 80 kg @ Rp. Rp. Bibit 400 tanaman @ Rp. misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127141 hari).500. 021 316 1952.112.000..204.1. Fax. 10. 175 m 4.000.141. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Jawa Timur tahun 1999. Rp. 2. 152 kg .341. 65 kg @ Rp. M.Tahun ke-4. Rp. Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan).3 . Rp.Tahun ke-3.320.450. 166 kg Rp.133.020.000.500.Tahun ke-5.id . Pupuk Urea .Tahun ke-2. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel.000. 1.Tahun ke-1.005. Rp.575. Rp. Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah. Rp. Penyimpanan Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain. harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2. Rp. 100 kg . Rp.000. 100 kg . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 100 kg .1. 1.105.205. 150 m 3 . 1. Sewa lahan 10 tahun @ Rp. Rp.3. 100 m 3 . 021 316 9166~69. Rp.000.2 derajat C.1.000. 15.Tahun ke-3. Rp. Jl.ristek.500. 125 m 3 . 83 m 3 .Rp.Tahun ke-6. 111 kg .500.Tahun ke-4.410.530.400. 3.675.245.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.250.000. 67 m @ Rp.4.000.469.Tahun ke-6. Rp.2.H.Tahun ke-1.214.205.3.1.

Jl. M.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek.id . 021 316 9166~69.

900...10. 54..000. 6 liter Rp.000. 36 HOK @ Rp.000.000.000. 021 316 1952. 250.Tahun ke-4.000. 10 liter Rp. 8.Pemupukan .500.Rp.. 432.Tahun ke-2. Jl. 50 kg Rp.Rp.Tahun ke-5.000. Pupuk daun .Penyiangan 20 HOK/thn @ Rp.000.Rp.Tahun ke-2.go. Peralatan . 1. 5.Tahun ke-1 dan ke-2.9..000.Pengolahan lahan tahun ke-1 15 HOK @ Rp. 5. 849.Tenaga tetap 1 orang Rp. 240.000.000. 600. 40 HOK @ Rp.000.000. 200. 5.000.000. 152 kg Rp.Rp.104. 021 316 9166~69. 300.000. 4. 5.Rp.000. 3 liter @ Rp. 150.. 4. 5. 300. 960.Tahun ke-4. 3. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. 250.000. 150. 5. 5.Penyemprotan Hama .550. 5. 250. 30 HOK @ Rp.000.000.Tahun ke-3.id .Tahun ke-3 Rp.. 15. 300... 73 kg Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Pupuk KCl .Cangkul 20 buah @ Rp..000.000.. 26 kg @ Rp. 500 kg Rp. 540.000.8.Tahun ke-1 Rp.000.Tahun ke-1. Tenaga kerja .Rp. 66. 200.Tahun ke-3. Obat dan Pestisida (Antracol. 10 liter Rp.Tahun ke-1. 60 HOK @ Rp. 50 HOK @ Rp.300.Tahun ke-6. 50.000. 11. 5.Buat lubang tanam 70 HOK @ Rp.000.. 48 HOK @ Rp.Pengendalian HPT .Rp.Tahun Ke-1.Rp.600. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. 180.Rp.000.Rp. Fax. 300..150.Rp.Penyemprotan penyakit Hal.400. 387.. 540.000... 75.000.000.Rp. 1.000.7.275. 325. 50 HOK @ Rp.Tahun ke-6 Rp.. 162. Karathane.. 127. 324.000.Rp.000.Tahun ke-4 Rp.Tahun ke-5.Tahun ke-1.668.150.000.840. 540. 375..Rp.000.000.Rp.000.Rp.760.000.Penanaman 30 HOK @ Rp.000. 186.. 5..000..000. Dimecron. 65 HOK @ Rp.Pengolahan lahan tahun ke-2-6.Nimrod.000..Tahun ke-2 Rp.. 333 kg Rp.000.000.Sprayer 3 buah @ Rp.000.Rp. 350.H.Tahun ke-6.000. 10 liter Rp.000. 325.. 100.. 8 liter Rp.Tahun ke-3.Tahun ke-3.. 5.Tahun ke-4. 24 HOK @ Rp.. 5.Tahun ke-5 Rp.000. 5..000. http://www.000.400.000..Tahun ke-6. 65 HOK @ Rp..Rp.Tahun ke-2.Rp.Rp.Rp. 2.ristek..Tahun ke-3 40 HOK @ Rp. 5.000. M.000. 120. 75 HOK @ Rp..000.Rp.Tahun ke 5.. dll) .Tahun ke-2. 5.Gunting Pangkas 5 buah @ Rp..

000.100. 83.150.000.H.000.. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah-daerah tertentu yang iklimnya menunjang.Rp.695. 021 316 1952.000. 5.305..1 Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) dalam Bambang Sularso menunjukan bahwa BEP usaha tani apel pada tanah sawah Rp.Tahun ke-2. Tahun ke-4: 3.900 kg @ Rp.. 021 316 9166~69. apel tergolong tanaman yang sangat komersial. M.Rp.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Tahun ke-2. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yaitu: 1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif..000.000.Tahun ke-3. 16 HOK @ Rp. 60 HOK @ Rp. 30 HOK @ Rp. Rp.ristek.000 dan untuk tanah tegal Rp.80.. 100. Rp.000. 60 HOK @ Rp.. 33.Tahun ke-1.Rp.000. 5.000.375.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) 1.000.Tahun ke-5.250. 5. 150. 5. 5.000. 30 HOK @ Rp.Penyabutan batang .Pengairan .Total pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.000.Tahun ke-3. 24.Tahun ke-2. 3: 30 HOK/tahun @ Rp.125.000.000.000. 20 HOK @ Rp.Tahun ke-4. 33.Rp. 50 HOK @ Rp. 20 HOK @ Rp. Tahun ke-3: 2.000. Rp. 5. Rp.Tahun ke-5.- Rp.000.Tahun ke-4.000.000 dapat dicapai pada skala minimum seluas 0. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .2.000. 10. 300.2.000.000.000. 19. Di dunia tanaman apel banyak diproduksi oleh negara-negara empat musim. Jl. 2.000. 5.950.000..034. Tahun ke-6: 6. 5. 50 HOK @ Rp.3.Rp.. 9.164 ha (sawah) dan 0.000. petani telah mendapatkan keuntungan. 5. Rp.000. 30 HOK @ Rp. 5.. Rp. 22 HOK @ Rp.id . 5.000. sedangkan didaerah tropis hanya beberapa daerah yang berhasil misalnya Malang. 6: 40 HOK @ Rp.125..000.Tahun ke-6. 5.600.000. Rp.Tahun ke-6. 110. 5.4. 5. 45. http://www. Hal ini berarti bahwa bila petani menanam apel lebih dari skala minimum tersebut. Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Dari segi agribisnis.150.000. Tahun ke-5: 4.000. 14..000.Pemangkasan .990 kg @ Rp.760 kg @ Rp. 5.000. 300. Rp.450. 30 HOK @ Rp.Tahun ke-3.Rp.250.825 kg @ Rp. B/C ratio Rp.000.Rp. 250.. Fax.916. 92.= 1.800.249.Rp.go..000.000.500.150. 200. 5.000. 150.Rp. 5.Tahun ke-1. 50 HOK @ Rp..Rp.39 ha (tegal).000.Tahun ke-4.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. Fax. http://www. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.

Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit diambil alih oleh produksi dalam negeri. contoh yang diambil 10. c. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. contoh yang diambil 9. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. cara pengujian mutu.046. 11. 021 316 1952.id .2% (5-7 buah/kg) c) Grade C = 29. yaitu pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel. Fax. http://www. STANDAR PRODUKSI 11. Klasifikasi dan Standar Mutu Standar mutu yang selama ini berlaku: a) Grade A = 15. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini.H.303. 3) Faktor lain. selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pasar apel Indonesia. contoh yang diambil 5.3. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 021 316 9166~69. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. tengah dan bawah.ristek. e.0% (11-15 buah/kg) 11.276 ton (1988) atau meningkat 17.9% (31-4 buah/kg) b) Grade B = 45. Diskripsi … 11.5%.2. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000.1. b. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Hal ini dapat dilihat data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi apel nasional 7.6% (8-10 buah/kg) d) Grade D = 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. contoh yang diambil 15 (minimum).4. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. contoh yang diambil 7. 11. d.372 ton (1984) menjadi 9. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. Jl. a. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax.H. http://www.id . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek.

Jakarta. FB. 021 316 1952. http://www.5. negara/tempat tujuan.id . 1995. YE dan Paimin. berat bersih. nama/kode perusahaan. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. R bambang. Yogyakarta. 3) Sunarjono.ristek. 4) Widyastuti. Budidaya Apel. Kanisius. Sinar Baru. 12. 2) Soelarso. PT.H. 021 316 9166~69. Bandung. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. DAFTAR PUSTAKA 1) Notodimedjo. “Budidaya Tanaman Hortikultura” Khususnya Tanaman Buah-Buahan. Fak. Malang. Pertanian. Jl. Jakarta. jenis mutu. ILMU Produksi Tanaman dan Buah-Buahan.go. Hendro. 1987.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. daerah asal. Penebar Swadaya dan Trubus. Universitas Brawijaya. golongan ukuran. Pengemasan Buah apel dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1996. hasil Indonesia. Fax. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Soewarno. 1993. M.

id .go. 021 316 1952.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.H. 021 316 9166~69. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ) 1. L.200 varietas. SEJARAH SINGKAT Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak. pada tahun 1841 sudah terdapat 1. http://www.H. Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. Walaupun perkembangannya sangat lambat.id . Jl. Hal. 1/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia.go. M. 021 316 9166~69. Di luar negeri. Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat. dari Royal Botanical Garden di Madrid. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society. bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India. 021 316 1952. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DAHLIA ( Dahlia spp.

Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pinnata. pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa. D. L. SYARAT PERTUMBUHAN 5.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. variabilis. 021 316 9166~69. Bunga dahlia memiliki warna : putih. Jl. Karena itu. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. 021 316 1952. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). inulin akan berubah menjadi fruktosa. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Compositae Genus : Dahlia Spesies : Dahlia spp. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin.id . coccinea. ungu atau campurannya. MANFAAT TANAMAN Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. 3. dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat). Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D.go. http://www. 4. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. violet. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah.ristek. Dahlia adalah tanaman berubi. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia untuk tujuan komersil. jingga. Fax. M. juarezii. kuning. suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup.H. merah. D. D. Iklim Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan.

go.id .H. 2/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl. M. 021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

b) Perbanyakan vegetatif dengan stek Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. 6. M.0-8. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Bibit a) Perbanyakan generatif dengan benih Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi.3.go. Media Tanam 1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah.0.1. Untuk menghindari penyakit. pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). 5. Fax. 021 316 9166~69. penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1.H.ristek. gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan.5-2 bulan dan siap untuk dijual. Jl. Bedengan dibuat dari campuran humus. Setelah tanaman berdaun 6 helai.000 m dpl. 021 316 1952. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. memiliki tata udara baik dan gembur. pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1.2. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tinggi bedengan 5 cm. http://www. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 7001. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat.

http://www.ristek. Fax. 021 316 1952. M.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H. 3/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.

b) Tanaman di dalam polibag Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan.id .H. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini. Pengolahan Media Tanam 1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar) a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata. Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan.ristek. 2) Pemeliharaan Penyemaian a) Tanaman di Persemaian Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. c) Perbanyakan vegetatif dari ubi Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Hal. Fax. d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarauhujan dan musim hujan. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit. Gulma jarang tumbuh. Jl. tambahkan 1 gram pupuk NPK. c) Buat lubang tanam ditengah media.TTG BUDIDAYA PERTANIAN padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. 6. 4/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah. Kriteria penjarangan bunga adalah: 1. Untuk mendapatkan ubi. jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit. f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik.go.2. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar. Siram sampai lembab. e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali. 021 316 9166~69. b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume. 2. 021 316 1952. M.

tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul.4.go. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm.H. Fax.3.6 bunga. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh. SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 . Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. 2) Penyiangan Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert pembumbunan.ristek. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. 021 316 1952.id . Setelah bedengan terbentuk. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Tutup pupuk dengan tanah. Jl. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. Ketika tanaman mencapai 1 m. 2) Cara Penanaman Ubi Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu. M. 021 316 9166~69. tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembentukan Bedengan Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm. Rapikan kembali bedengan. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pemupukan Dilakukan setiap 10 hari dengan urea. 6. http://www.

go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.H. M. 5/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

M.H. Hama a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn. 021 316 1952. merendam benih dalam air panas. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Jl.ristek. Gejala: bagian yang terserang. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk. 8.go. 021 316 9166~69. dahlia kaktus atau semi kaktus. daun akan mengering dan gugur. 7. Pada saat itu. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari. Penyakit 1) Embun tepung/Powdery mildew Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. HAMA DAN PENYAKIT 7. PANEN Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau.) Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang.1. Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. TSWV dan DMV. tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering.2. terutama daun. 2) Virus Penyebab: jenis virus CMV. Di awal pertumbuhannya. Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion. TSV.id . 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan penyiraman Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. tertutup lapisan putih tipis seperti tepung. Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma.

H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. 6/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M.

2) Ubi Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: 1. 10. Jl. http://www. M. Prakiraan Produksi 1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m ).3. 021 316 9166~69.1. 2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen). 2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. Ciri dan Umur Panen 1) Bunga: tiga bulan setelah tanam.2.H.1. Ubi dicuci bersih. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm. dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga. 2 9. Fax. Hal. bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. 021 316 1952. Cara Panen 1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dalam 2 10 tumbak (140 m ) dihasilkan 400 kg ubi. 2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. PASCAPANEN 1) Bunga Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 2. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. 8. 7/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang. 8.go.ristek. Jawa Barat. Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit.

000. Jl.id .per polibag.14.100.-/kg (1990).000.Rp.000.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.750.000.000.000.Rp. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar.. Tenaga kerja 7. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. Sebenarnya. STANDAR PRODUKSI 11. 9. 021 316 9166~69. penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.000.Pupuk buatan 4. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah..000. Rp.H. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 25. M. 2. 4.Pupuk kandang . 750.ristek. 11.3.000. 600. Pestisida 5. 45..Rp..000.Rp. rasio output/input Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. 400. Gambaran Peluang Agribisnis Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer. 2. harga sirup fruktosa Rp. Alat (polibag.1. 1. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp.500.sampai Rp.= 1. 3. Amerika atau India. sekam dll) 6. 500. Harga inulin.Rp.000. http://www.Rp. 10.. 021 316 1952. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan. Bibit: 2000 @ Rp. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa.1. Fax.go.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000 kuntum x 16 minggu @ Rp. 1.000. 2.sampai Rp.295.2.705. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam 2.000.Rp.000. Pupuk .625. 525. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi.35.Rp.000.dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp. 100.-.506 Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp. 350.Rp. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa.1. cara pengambilan contoh dan pengemasan.sampai Rp.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id . http://www. Jl.ristek. M. 8/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.go.

Jl.2. pangkal bunga diberi kapas basah. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100.ristek.5. 2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves.go. 11. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Deskripsi … 11. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. M. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. diambil satu tangkai. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. Pengemasan 1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. 11. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji.4. 021 316 9166~69. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. http://www.3. 021 316 1952. Kuntum tidak tertutup seludang.H. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga.000 kemasan. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5.id . Fax.

2. 4. Jl. 9/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . 3. Nama atau kode produsen/eksportir. Negara tujuan. Hal.ristek. http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Jumlah isi. Nama barang.go. 021 316 1952. 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69. Jenis mutu.

H. T. L. Jl. Fax. 2) Fisher. 1986. DAFTAR PUSTAKA 1) Bailey. Tanaman Sumber Pemanis. A. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 12. GRÜND. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1998. Virus Infection in Dahlia-Part II. http://www. Penebar Swadaya. New York.L. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1937. 021 316 9166~69.ristek. 1993. 021 316 1952. Indian Dahlia Annual 1998:22-24 Jakarta. S. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %. Paris 5) Vinayananda. A. Indian Dahlia Annual 1998:57-60 3) Lutony. The Standard Cyclopedia of Horticulture. 10/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Flowerbad Dahlias.id . Macmillan Company. Jakarta 4) Molzer.go. H. Flore des Jardins. V.

2. Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. digunakan untuk tiang rumah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama. 021 316 1952.H.ristek. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet Hal. duku metesih dan duku condet. 021 316 9166~69. Fax. Jl. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam. 3. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SEJARAH Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia. http://www. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama. gagang perabotan dan sebagainya.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DUKU ( Lansium domesticum Corr. ) 1. M. JENIS TANAMAN Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering.id .

subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking. 5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku. Media Tanam 1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung bahan organik.H. 4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. 2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan merata sepanjang tahun. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun. 021 316 1952. 3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi. 021 316 9166~69. 5.id . 3) Di daerah yang agak basah. tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b). M. Iklim 1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7. tanaman duku tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang cukup. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. Sebaliknya pada tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir. Hal. Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet).go. sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku.TTG BUDIDAYA PERTANIAN digunakan untuk mengobati disentri. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta). Fax.ristek. 4. air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu genangan air. Tetapi tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam.2. Sumatera (Komering. Sehingga jika tempatnya agak lereng. 4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu rata-rata 19 derajat C. SY AR AT T UM BUH 5.1. http://www.

PEDOM AN B UDI D AY A 6. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 3) Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah.ristek. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Bebas dari hama dan penyakit b) Bibit mempunyai sifat genjah c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna.1. dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil. sebab pohon ynag diperbanyak dengan cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja. M.3.H. Terkadang cabang yang besar dicangkok. Fax. bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis d) Bibit cepat tumbuh. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan. Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya.go. 021 316 9166~69. yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan menggunakan kayu yang masih hijau. 6. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya.id . Pembibitan 1) Persyaratan Benih Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi duku. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih dari 650 m dpl. Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali. namun memerlukan perawatan yang teliti. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama. tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama.

http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.

Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. http://www.ristek. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. keranjang/kantong plastik atau polybag. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan. 021 316 1952. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). Fax. penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering. 5) Pemindahan Bibit Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. M. 2) Pembukaan Lahan Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat 6. Tempat persemaian bisa berupa bedengan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yang sesuai untuk tanaman duku. terutama pada saat tidak turun hujan. Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit.H. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. Hal. Jl. Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. yaitu sebesar 6-7.id . Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera. Selain itu kondisi tanah yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang baik.

Fax. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m. karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. 6.ristek.H. 8x9 m. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.6 x 0. Cara pengapuran dapat dilakukan dengan penyiraman di sekitar tanaman duku. Jumlah dan dosis pengapuran harus sesuai dengan kadar yang dianjurkan. 4) Pengapuran Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan. maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji). tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon. di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar).7 meter. 9x10 m.3. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar. maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Setelah jarak tanam ditentukan. Jl.go.6 x 0. 021 316 9166~69. http://www. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok).id . Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0. 9x9 m.8 x 0. 021 316 1952. Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya. Sebelum penanaman dilakukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk tanaman duku. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 12 bulan sebelum penanaman bibit. penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku. Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m.6 meter.8 x 0.

5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. http://www. 021 316 9166~69.id . M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek.go.

Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih.id . Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. Fax. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya lainnya. TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40 gram. tetapi agar tidak membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut: a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik. http://www. Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku. Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati. b) Tahun keempat. Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara.ristek. air. 2) Penyiangan Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. dan ruang tumbuh. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. 3) Pemupukan Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah. 6. Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Jl. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. Setelah bibit tanam. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan. kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. Hal.go.H. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang. TSP 50 gram dan ZK 20 gram. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung). sinar matahari. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada saat penanaman bibit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jerami. 021 316 9166~69. dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik. urea 100 gram. urea 150 gram. 021 316 1952. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu pertumbuhan tanaman duku. M. atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah. kelima dan keenam.

1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. 021 316 9166~69. kain bekas.) Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang. (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya. Pengendalian: (1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman. Jl.H. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil.) Hama ini menyerang daun dan batang duku. M. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. 3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp. HAMA DAN PENYAKIT 7. 2) Kutu perisai (Asterolecantium sp. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi. 4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi) Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku. http://www. sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. Pengendalian: sama kutu perisai. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan maupun air penyiraman.go.ristek.id . Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan kesuburan tanah. Fax. Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama. Hama 1) Kelelawar Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap dipanen. Hal. 021 316 1952. Pengendalian: sama kutu perisai. bongsang yang terbuat dari anyaman bambu. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.1. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia.id . Jl. cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. 8. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Penyakit 1) Penyakit busuk akar Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku. 2) Penyakit gloeosporiods) antraknosa (Colletotrichum Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah.go. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Dithane D-14 atau pestisida lain. M. 7. 3) Penyakit mati pucuk Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. Sedangkan untuk tanaman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen. Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. PANEN 8. Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat. Fermate.2.3. Zerlate. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca panen. (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate. Produktivitas buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Gulma Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. Ciri dan Umur Panen Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji. http://www. 021 316 1952. Tandatanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku. biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih. tergantung dari sifat atau jenisnya. menyerang ujung cabang dan ranting yang nampak kering.H. 021 316 9166~69. Fax.

021 316 1952.ristek.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id .

sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah. Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2. Jl.ristek. Cara Panen Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg. akan sangat menyulitkan pemanenan. Periode Panen Pada umumnya. 8. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan.4. M. Masa keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan sifat/jenis dari tanaman duku tersebut. tetapi jika proses pematangan tidak bersamaan. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering. http://www.id . Kenyataannya. Hanya pemetikan buah yang matang.go.3. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Prakiraan Produksi Hasil Panen buah duku agak bervariasi.2. hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per pohon. sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari). Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu. Hendaklah berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan. buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina. daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga.H. 8. walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi. yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah. sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga. tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga. Fax. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun. Musim panen duku pendek sekali. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih dominan.5 ton per hektar untuk negara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya).TTG BUDIDAYA PERTANIAN duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. yang ditaksir dari perubahan warna.

9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id .go. Fax. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.

Pengumpulan Setelah buah dipanen. 9. sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan menyingkirkan tandannya. PASCAPANEN 9. jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil.6 ton per hektar untuk duku di Thailand. tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. 9. karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya.4. Jenis kemasan yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu. terutama kerusakan pada waktu perjalanan. Jl. buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu.6 ton per hektar untuk langsat dan 5.ristek. Penyortiran dan Penggolongan Dalam skala usaha komersial. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku. Fax.go. Pengemasan dan Pengangkutan Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan lain pada umumnya. 9. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang. 9. Sehingga 0 diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15 C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar. Setelah buah duku dikemas dalam kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya. M. http://www. maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang kering dan tidak berair. maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat.id . Penyimpanan Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. Hal. 021 316 9166~69. tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Filiphina dibandingkan dengan 3.H.1. 021 316 1952.2. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Selain itu penjualan buah duku dapat mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu.1. 021 316 9166~69.4. tengah dan bawah. 021 316 1952. Tingginya minat masyarakat untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku mempunyai peluang pasar yang prospektif. cara pengujian mutu. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. minimum jumlah contoh yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.2. AN AL I SI S E KONOM I BUDI D AY A T AN AM AN 10. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Analisis Budidaya … 10. yaitu menjadi pedagang musiman. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.kota besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun. Hal ini membuktikan bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat banyak orang untuk menjadi penjualnya. 11.ristek. Diskripsi … 11. Oleh karena itu pemasran buah duku bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap. ST AN PRODUKSI 11. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. 1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Jl. M. http://www. Usaha 11. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah.go. Mutu … 11.H. Ruang Lingkup D AR Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.2.id Klasifikasi dan Standar . Untuk pasaran dalam negeri biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kota.1.3.

021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN diambil 5.H. M. 021 316 1952.go. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Hal. Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

daerah asal. 021 316 9166~69.id . dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat.ristek. 5) Jumlah kemasan diambil 15. http://www. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 501 sampai 1000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jumlah kemasan diambil 7. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg.go. minimum jumlah contoh yang Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. minimum jumlah contoh yang dalam partai: lebih dari 1000. 11. jenis mutu. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. nama/kode perusahaan/eksportir. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 301 sampai 500. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Jl.H. berat bersih. 3) Jumlah kemasan diambil 9. 4) Jumlah kemasan diambil 10. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. M. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 021 316 1952. golongan ukuran.5. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dalam partai: 101 sampai 300.

021 316 1952.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. 021 316 9166~69. http://www. Fax. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H.

Bercocok Tanam Buah-buahan. Jakarta.H. 021 316 9166~69. 6) Majalah Salera. Invertasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.K. Bandung. 1993. Pradyaoaramita. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Pedoman Bercocok Tanamn Buah-buahan. Jakarta 8) Tohir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Aneka Ilmu. Yogyakarta. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Edisi Februari 1991. P. Suparman. Duku Potensi dan Peluangnya. Mengenal Buah-buahan Yang Bergizi. 7) Natawidjaja. Jakarta. 4) Lutony. Jl. 1991. 1983. 1991. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tony Luqman. 5) . Pustaka Dian.id . Semarang. http://www. 3) Daryanto. 1985.ristek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Kanisius. Dalam Rubrik Informasi Wiraswasta harian umum Pikiran Rakyat Granesia. M. Mengenal Duku yang Sedang Laku. A. 1991. Kanisius. 1983. Tanamn Duku Menunggu Pengembangan. Jakarta. kanisius. 021 316 1952.go. Fax. Yogyakarta 2) Badan Agribisnis Departemen Pertanian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1990. Sarana Vida Widya.

021 316 9166~69.go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GLADIOL (Gladiolus hybridus) 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah. SEJARAH SINGKAT Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut: Divisi : Tracheophyta Subdivisi : Pteropsida Klas : Angiospermae Subklas : Monocotyledoneae Ordo : Iridales Famili : Iridaceae Genus : Gladiolus Spesies : Gladiolus hybridus Hasil penelitian tahun 1988. dan Priscilla (putih). (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama).ristek. dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru. berukuran besar. Tangkai bunga melengkung. Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm. b) Gladiolus primulinus. seperti bentuk daunnya. susunan bunga terlihat bertumpang tindih.H. dan panjang hanya 35 cm. yaitu: White godness (putih). Fax. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda. Tradehorn (merah jingga). c) Gladiolus ramosus. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil. Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. Panjang tangkai bunga 100-300 cm. d) Gladiolus nanus. Jl. sangat menarik. berukuran kecil. panjang 90-150 cm. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu. Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun. Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae.id . 2. M. berakar serabut. Ragam jenis bunga gladiol adalah : a) Gladiolus gandavensis. http://www.

M.id . Fax. http://www. 021 316 1952.go. Jl. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

5. Rose Supreme. gembur dan banyak mengandung bahan organik. Fax.1. Jessica. agama. Peter. Dr. 2) Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan perkembangannya. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional. Priscilla. kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C. 2) Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. Suhu udara ratarata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat. 021 316 1952. M. 5. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung). Ceker dan lain sebagainya 3.go. bila kelembaban tanah dan tanaman relatif tinggi. jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5. Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). dan Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun. dan 7. Mansoer. Jl. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C. Media Tanam 1) Jenis tanah yang cocok untuk tanaman gladiol adalah andosol dan latosol yang subur. Iklim 1) Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2. Albino.ristek. Sanclere. upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty. Dan memiliki nilai estetika. 021 316 9166~69. http://www. Oscar.H. Salem. 6. Queen Occer. Kultifat Eurovision. Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang). baik pada musim kemarau maupun musim hujan. 4. Friendship.2. MANFAAT TANAMAN Gladiol di produksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering dan floret tidak terbentuk secara normal. yang menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja.000-2500 mm/tahun.id . Marah Api.

digunakan untuk mendapatkan kultivar baru bukan untuk tujuan bibit produksi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bibit belah (subang belah).5 cm. pembibitan yang berasal dari vegetatif dan kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dengan cara generatif. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Subang yang telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu. 021 316 9166~69. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan generatif gladiol dengan biji. 1) Persyaratan Benih Bibit dari subang bibit yang baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2. Bibit harus dipilih yang sehat. Bibit vegetatif yang baik yang mempunyai daya kecambah lebih dari 90%.id . M.1. Umumnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yang memiliki pH 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan kultur jaringan.3.063 buah.9. Biji didapat dengan cara penyerbukan buatan dibantu manusia. http://www.55. Ketinggian Tempat Tanaman gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl dan beriklim sejuk. Pembibitan Bibit dapat berasal dari pembiakan generatif. Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dengan menggunakan umbi (anak subang). Subang dan anak subang yang akan dijadikan bibit tidak dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. tidak cacat. Jl.H. 5. Fax. karena memerlukan masa dormansi.ristek. vegetatif. kultur jaringan maupun suspensi sel.go. 6. Selama masa dormansi subang dan anak subang yang telah kering disimpan ditempat yang beraliran udara baik dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Umbi dan anakan umbi diambil dari tanaman yang sudah dipanen. Bibit generatif harus berasal dari induk dengan pertumbuhan baik dan cukup umur. 021 316 1952. Bibit (subang) yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 213. kecuali untuk kultivar Golden Boy yang cukup berdiameter 1 cm. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendalakendala dalam perbanyakan secara konvensional.

Jl. http://www. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. M.id . Fax.

Fax. Daun yang tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai. 6.0 cm memerlukan 2 kali penanaman untuk mencapai ukuran subang yang dapat menghasilkan bunga.5 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3. Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm. M. Hal. anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam waktu 16 bulan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan yang akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya.2. Setelah masa dormansi terlewati. 021 316 9166~69. lakukan pengukuran luas lahan yang akan ditanami. biji akan berkecambah setelah 7-12 hari. Pecahnya dormansi juga ditandai dengan munculnya mata tunas. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . maka subang siap ditanam. tanpa mengalami masa dormansi. Perbanyakan dengan menggunakan anak subang yang berdiameter sekitar 1.go. Penanaman yang terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi dan akar semakin panjang. Waktu yang diperlukan untuk penanaman kedua kira-kira sama dengan waktu penanaman pertama. Bila tunas mencapai tinggi 1 cm. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap berbunga. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan dan menghasilkan anak subang yang berdiameter kurang dari 1 cm. apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun.ristek. Bila sesuai dengan pH tanah yang disyaratkan. Untuk rata-rata setiap kultivar gladiol. Kemudian analisa jenis tanah. sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. Jl.H. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penanaman gladiol dengan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang menghubungkan subang induk dengan subang baru. 5) Pemindahan Bibit Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dengan ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi. subang kecil dapat ditanam kembali. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih Biji gladiol dapat langsung disemai.

3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jadwal penanaman disesuaikan dengan kebutuhan berkisar antara 60-80 hari. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Lahan yang telah dianalisa. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam.H. Atap plastik yang tembus cahaya dan bersih digunakan untuk menghindari kerusakan akibat hujan.5. Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air). Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman gladiol dapat ditanam dengan sistem guludan atau tanpa guludan. 5) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam. Lahan dibuat menjadi 7 petak dengan luas 2 setiap petak 72 m . Pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N. batu-batuan.000 tangkai setiap dua minggu. Ca dan P. agar drainase baik dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. 2) Pembuatan Lubang Tanam Hal. kemudian bajak dan dicangkul sampai gembur. Fax. M. K. Jika pengairan menggunakan cara leb.3. 021 316 9166~69. diukur dan dibersihkan dari gulma. maka lahan yang digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. yang diberikan sesuai dosis yang dianjurkan. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan pada tanah yang memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5. maka 2 dibutuhkan lahan seluas 600 m . Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam cara penanaman adalah tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman. Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tidak kekurangan unsur haranya. maka penanaman sebaiknya dengan guludan agar air irigasi tidak merusak struktur tanah. serta tanaman liar lain. 021 316 1952.ristek. Bila kebutuhan pasar sebanyak 1. Luas arel petakan dibuat sesuai dengan kebutuhan. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana untuk lahan yang akan diolah. karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya. ditanami. Jl. 3) Pembentukan Bedengan Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat. dan dipanen.id .go.

Hal. maka tanaman akan menjadi lemah dan panjang. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat dan menyulitkan dalam pemanenan. (tanah liat dan berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yang ringan dan berpasir. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman dan kualitas bunga.go. Bila kedalaman 10-15 cm.ristek. 3. Cara penanaman dengan guludan. 4) Pemberian Ajir Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Pada tekstur tanah yang berat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yang lebih dalam. Letak bibit yang dangkal. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) dan dilakukan tiga kali dalam satu siklus tanaman.5 cm. http://www. M. untuk subang berdiameter ≥ 2. yang disesuaikan dengan kedalaman tanam subang gladiol. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Lubang tanam dibuat dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm. akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. 021 316 1952. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak. Fax. Dalam menentukan kedalaman tanam yang perlu diperhatikan adalah tekstur tanah dan waktu tanam. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dalam dibanding musim penghujan. 3) Cara Penanaman Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3. Untuk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm. maka tinggi guludan dibuat ≥ 15 cm dengan anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun.H.4.5 bulan. Jarak tanam untuk subang berdiameter ≥ 4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan untuk subang yang berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. terutama pada tanah berpasir. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. biasanya ditanam dalam barisan pada guludan. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit. untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tidak terlihat di atas tanah. Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang dan pembentukan anak subang. dengan dosis 300 gram/100 m air. Penanggulangan serangan hama 2 digunakan pestisida padat (Aldikarb). curah hujan. Hama 1) Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) Hal. 90-180 kg P (sebagai P2O5) dan 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. pengairan dan kandungan hara di dalam tanah. dosis 400 gram/100 liter air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembubunan Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pemupukan Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat dan berproduksi dengan baik. Jumlah pupuk yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah. Pupuk diberikan tidak sekaligus. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari. ( pupuk K dan P).H. 2 Digunakan pestisida cair (Permetrin dan deltametrin) dosis 5 cc per 100 m . Jl. 7. Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau).1. Pada tanah berpasir. sebagian lagi amonium).go.id . pertama saat tanam. HAMA DAN PENYAKIT 7. Fax. http://www. keadaan lingkungan. atau Kaptofol. yang dapat diatasi dengan pestisida yang tepat. Pemberian pupuk N kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga dan setelah panen bunga. setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. dosis 5 gram/100 m . diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan.ristek. masing-masing sebanyak satu sendok teh untuk setiap tanam. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari dan 45 hari setelah penanaman). 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Pupuk yang digunakan biasanya TSP dan Urea. M. 4) Pengairan dan penyiraman Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman. 2 Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon.

id . 7. dan di lapangan. Pada serangan yang lebih lanjut. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis. Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm dan mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada serangan berat umbi jadi keriput. subang yang terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu. gladiolorum. oxysporum var. Panjang tubuh hama dewasa ± 2. sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya dan gagal panen. 2) Kutu putih (Pseudococcus sp. Gejala: bunga berbintik-bintik. tergantung pada spesiesnya. warna. berkembang menjadi bercak-bercak. Pengendalian: menganginkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. triazofos. Pengendalian: dapat dilakukan dengan penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yang mengandung dimetoat. berbentuk ramping. berwarna coklat tua atau hitam. karbaril.2.ristek. 021 316 1952.0 cm. kering dan mati. pipih. nikotin.go. formothion. yang mengandung bahan aktif asefat. http://www. merkaptodimetur dan metomil. orthoceras var gladiol. agak memilin. Fax. gladiol atau F. Pengendalian: merendam subang dalam larutan insektisida 30-60 menit. kemudian berkembang menjadi bercakbercak berwarna hitam keabu-abuan. Jl. kuinalfos dan lainnya. 021 316 9166~69. merusak jaringan daun/bunga dan mengisap cairan yang keluar dari bagian tanaman dengan menggunakan alat mulutnya. yang dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). dengan menusukan alat mulutnya kedalam umbi untuk menghisap cairan tanaman. Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat dan lebih suka makan pada bagian bunga dan kuncup.) Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan. Bentuk. Gejala: daun gladiol yang terserang menguning. 2) Busuk kering Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B. pertumbuhan tanaman kerdil dan mudah patah. kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit.5-4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia.H.5 mm. M. Tanaman yang terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih dan akhirnya menjadi coklat dan mati. endusolfan. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tidak lembab serta merendam sebelum ditanam. 3) Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) Gejala: hama ini menyerang dengan membuat lubang-lubang pada permukaan daun dan bunga. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3. Pada subang yang terserang tampak bercak dan dalam keadaan lembab hifa patogen yang berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi dan menjalar kebagian tanaman lainnya. Gejala: bercakbercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. Penyakit 1) Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) Penyebab: cendawan F. ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi.

021 316 9166~69. Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.go. http://www.ristek. Fax. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Pengendalian: sama seperti untuk busuk kering. sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Jl. Gejala: ada bercakbercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat dan berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering. 8. zineb atau nabam. Ciri dan Umur Panen Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 . 021 316 9166~69. Gejala: pada subang yang terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yang dalam waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru dan subang membusuk. tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. 5) Hawar bakteri Penyebab: Xanthomonas gummisudan. Tanaman/bibit yang terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. sedang yang berasal dari subang jarang terserang. 3) Busuk keras Penyebab: Septoria gladioli. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yang terserang patogen. alat-alat pertanian dan sebagainya.1.ristek. tergantung pada kultivarnya.H.80 hari setelah tanam. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar. Pengendalian: menyimpan subang dengan baik. Pengendalian: memilih subang yang sehat dan merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida. Gejala: sama dengan gejala busuk kering. serta mencegah subang luka. 4) Busuk kubang (Busuk kapang biru) Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yang termasuk patogen lemah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Patogen masuk dan menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yang disebabkan oleh serangga. setelah dikering udarakan dahulu.id . 8. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (mengeringkan) subang yang dipanen sebelum disimpan pada tempat yang kering atau dengan menyemprotkan fungisida captan. M. http://www. Yang berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik. PANEN Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu.

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.id . 021 316 1952. http://www. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh. Jl.go. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dengan jelas tetapi belum mekar.H. Fax.

go. Kandungan karbohidrat yang rendah dapat diperbaiki dengan larutan pengawet yang mengandung gula. siap tanam. Fax. 9. Secara teknis dapat diatur dengan pemetakan lahan.000 potong. bunga basah oleh embun. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu. Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari.4. sehingga dalam satu saat terdapat lahan siap olah. Cara Panen Pemanenan dilakukan secara hati-hati dengan menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga dan menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun. karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. Pengumpulan Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat dan akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Oleh karena itu bunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan). terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga. Periode Panen Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air. 021 316 9166~69. sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk dan penurunan kualitas.H. dan siap panen. 8. hujan atau sebab lain. Bunga yang basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight). http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan dan pengangkutan. Bila bunga dipanen terlalu awal. memungkinkan terjadi infeksi. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. walaupun pada kondisi suhu udara yang rendah.ristek. Prakiraan Produksi Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200.1. (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga).2. Panen bunga tidak dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah. 8. M. PASCAPANEN 9.3. 021 316 1952. maka akan ada kemungkinan bunga tidak dapat mekar dengan sempurna. Pemotongan tangkai bunga dengan pisau tajam dan bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul.

id . http://www.go. M. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 9. Pengemasan dan Pengangkutan Sistem pengemasan yang baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan dan sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan harga jual. karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yang hilang harus diimbangi dengan larutan perendam yang mengandung air dan senyawa lain yang diperlukan. Cara pengemasan yang paling sederhana yaitu dengan membungkus tangkai bunga dengan daun pisang. Fax. 021 316 1952. digunakan bahan pengawet adalah sukrosan dan 8-hydroxyquinoline citrate.go. tidak terkena penyakit atau luka. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yang dilengkapi alat pengatur suhu udara. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yang langsung berhubungan dengan konsumen. Bunga dibersihkan dari kotoran yang menempel. c) Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. Mengingat sifat bunga yang selalu dikonsumsi dalam keadaan segar dan bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yang bisa bergerak cepat. Faktor yang perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan dan susunan kemasan agar tidak terlalu tinggi serta tahan goncangan.ristek. (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga). Suhu udara penyimpanan bunga yang berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi. b) Setelah dipanen tidak segera dijual/diangkut. umumnya berkisar antara 0-5 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tidak rusak.(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja.id . Penyimpanan berkaitan erat dengan suhu udara. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dipanen. kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup dan membungkus bagian atas bunga dengan plastik yang sebelumnya sudah dilubangi. 9. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen. makin lambat terjadi penurunan mutu. biasanya dilakukan pada saat bunga: a) Baru saja dipetik. Pengemasan yang lebih baik biasa untuk bunga yang akan menempuh perjalanan atau untuk promosi. 021 316 9166~69. menunggu pemanenan selesai. Penggolongan ini dimaksudkan untuk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya akibat tercampur dengan yang bunga gladiol yang berkualitas rendah. dilakukan penyortiran dan penggolongan sesuai dengan ukuran. dikelompokan sesuai dengan kebutuhan.4.2. dengan hati-hati. Bunga dipilih yang bagus bentuknya. http://www.3. Dalam tahap ini. Hal. Makin rendah suhu udara. bunga dikondisikan agar tetap segar.

122 10. terdapat kecenderungan bahwa permintaan terus meningkat. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Tenaga kerja .000. perkotaan.Rp. 9.322. Volume permintaan dalam negeri 127.000. TSP. 1) Biaya produksi: 1. Fax. 10.2. 1991).(Urea. 3. komplek perumahan.000. Untuk mengimbangi permintaan konsumen.189 tangkai dan produksi bibit (subang) mencapai 136. 1991).go. Rasio output/input = 1.000 bh @ Rp.753.000. 15. pembangunan. 19.id . dan perkembangan pariwisata (Sutater dan Asandhi. Produksi per hektar bunga potong gladiol di tingkat petani baru mencapai 169.500..2) Pendapatan: bunga potong (tangkai) 214. rumpang hasil produksi bunga harus ditingkatkan demikian juga mutu bunga potongnya.Jumlah biaya produksi Rp. dkk.500.000 @ Rp.000.Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.400.078..000.Pupuk buatan NPK: 100 kg @ Rp. Berdasarkan hal tersebut.000.125.406 umbi (Ameriana.000.2.ristek.4. 2. 200.800.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.3.700 tangkai dibandingkan dengan kota lainnya. Pestisida: 15 kg @ Rp. 1. 2000. 100.1. 75.000. 1987). 21. konsumsi dan pemasaran. Sewa lahan/ha Rp. pengkajian aspek Agro Ekonomi usaha tani gladiol mencakup kegiatan produksi.000.000. Bibit: umbi bibit (subang) 190. Sampai saat ini DKI Jakarta masih merupakan pasar bunga potong terbesar dengan volume penjualan perminggu mencapai 54.Rp.000. 1.3) Keuntungan Rp.Rp. 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5.4) Parameter kelayakan usaha 1.Rp. 021 316 9166~69.Rp. http://www.200 tangkai per minggu (BCI dan Nehem.Rp. 50.Tenaga kerja keluarga 120 OH @ Rp. 021 316 1952. M. 1889). Kebanyakan usaha tani gladiol dilakukan di daerah dataran tinggi sesudah tanaman sayuran..Tenaga kerja sewa 120 OH @ Rp. 1. Pupuk . Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya gladiol luas lahan 1 ha dalam 1 musim tanam yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.000. Jl.H. KCL): 834 kg @ Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.200.500. 1. Gambaran Peluang Agribisnis Usaha tani gladiol merupakan usaha komersial karena sebagian besar produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen. tanaman padi dan tanaman hias lainnya (Warsito dan Sutater.

12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M. Fax. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69.

Semarang. 75. STANDAR PRODUKSI 11. kelas C=5160. menyerap 60% dari total produksi bunga nasional. Denpasar. Diskripsi Standar mutu bunga gladiol potong di Indonesia tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01–4479–1998 11. cara pengambilan contoh dan pengemasan.3. kelas A=76–94. dan Ujung Pandang 1. kelas A=14. 021 316 9166~69.000 tangkai. http://www.000 . b) Jumlah minimum floret pertangkai: kelas AA=16.go.id . bunga gladiol dikelompokan berdasarkan penampilan dan kondisi fisik lainnya sehingga terdapat bunga gladiol potong dengan mutu kelas AA. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.250 tangkai untuk Jakarta.H. Medium.38%).ristek. 2. A. tanaman hias (38.283. dan umbi bunga (12.1.928. Tim Direktorat Bina Produksi Hortikultura (1988) mencatat bahwa peringkat ekspor bunga ke Eropa adalah bunga potong (43. 1. Dalam artikel “Indonesia Belum Tanggapi Dunia akan Permintaan Bunga Potong Tropis” (1992) dicatat bahwa konsumsi bunga potong untuk kota-kota besar hingga kini masih didominasi oleh Jakarta. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan panjang tangkainya. Bandung. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pasar bunga potong asal Indonesia akhir-akhir ini cukup menggembirakan. kelas C=10.26%).2. karena hotel-hotel di Jakarta sebulan menghabiskan biaya sebesar Rp. kelas B=61-75. 11. B dan C. 11. Pendek dan Mini. Malang. Surabaya. Fax.15 milyar per bulan atau 25. 021 316 1952. kelas B=12. bunga gladiol dikelompokan dalam lima kelas yaitu Super. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bisnis bunga mencapai Rp. a) Kelas super: panjang tangkai > 95 cm b) Kelas panjang: panjang tangkai 76–94 cm c) Kelas medium: panjang tangkai 61–75 cm d) Kelas pendek: panjang tangkai 51–60 cm e) Kelas mini: panjang tangkai 30–50 cm Selain berdasarkan panjang tangkai.65%). 85 juta untuk pembelian bunga.8 milyar per tahun di Jakarta terdapat 327 florist dan 227 kios penjual bunga. Jl. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. Dalam artikel “Dari Bisnis Asalan Menuju Industri Bunga “ (1993) dilaporkan bahwa konsumsi bunga potong 1992 di kota-kota besar seperti Jakarta. Panjang. a) Panjang tangkai (cm): kelas AA>95.

go. M.ristek.id . http://www. 021 316 1952. kelas C<95. kelas A=95: kelas B=95. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Jl. Fax. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keseragaman (%): kelas AA=100. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

f) Kelurusan tangkai: kelas AA lurus. jumlah floret mulai mekar. e) Penetapan benda asing Pisahkan dan kumpulkan benda asing yang dijumpai pada bunga atau dalam kemasan bunga contoh. Jl.4.ristek. Selanjurtya timbang benda asing tersebut dan juga seluruh bunga contoh. kelas B=10. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang panjangnya memenuhi syarat. i) Benda asing/kotoran (%): kelas AA=0. 11. Deviasi atau kurvaktur maksimal 7. ukur satu persatu bunga contoh.000 kemasan. hitung satu persatu jumlah floret per tangkai dari seluruh bunga contoh kemudian pisahkan tangkai bunga yang jumlah floretnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. 021 316 9166~69.id . Hitung presentase berat benda asing terhadap berat seluruh bunga contoh. Hitung jumlah bunga seragam dan hitung prosentase bunga yang seragam terhadap jumlah seluruh bunga contoh. lalu pisahkan bunga yang tampak tidak seragam. kelas C<95. kelas C=3. kelas B=2-3. c) Penetapan keseragaman. M. b) Penetapan jumlah floret per tangkai. d) Penetapan kelurusan tangkai Letakan bunga gladiol yang diuji diatas meja kerja yang telah diberi garis lurus sepanjang 1 meter atau lebih. kelas C kurang.H. kemudian pisahkan bunga yang panjangnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang jumlah floret per tangkainya memenuhi syarat.5 cm tergantung kelas. warna spesifik dan bebas hama Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Hitung prosentase bunga yang memenuhi syarat terhadap jumlah seluruh bunga contoh. kerusakan mekanik Hitung jumlah seluruh bunga contoh. g) Jumlah floret mulai mekar: kelas AA=1-2. kelas A=95. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gladiol yang terdiri atas maksimum 1. Hitung presentase bunga yang panjangnya memenuhi syarat terhadap seluruh bunga contoh. kelas A=1. Fax. kelas B sedang. h) Kerusakan mekanis (%): kelas AA=0. kelas A=5. e) Bebas hama/penyakit (proses): kelas AA=100. 021 316 1952. kelas A=1–2. http://www. amati satu per satu bunga contoh. kelas C<95. kelas B=2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna spesifik (%): kelas AA=100. Ukur jarak ujung tangkai bunga terhadap garis lurus diatas meja menggunakan mistar yang tersedia. kelas B=95. sementara itu bagian ujung tangkai yang melengkung akan menjauhi garis lurus tadi. Bagian pangkal tangkai yang lurus diletakan pada garis lurus tersebut. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut berikut ini: a) Contoh yang diambil semua. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kelas B=95. Untuk mendapatkan jenis dan mutu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian yang meliputi: a) Penetapan panjang tangkai bunga Hitung jumlah seluruh bunga contoh. kelas C=2– 3. kelas A lurus. kelas A=95. kelas C>10.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. http://www.ristek. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 021 316 9166~69. Hal. 021 316 1952.

e) Jumlah bunga dalam kemasan. d) Kelas mutu. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengemasan Untuk pasar lokal. 11. e) Contoh yang partai 501–1001. jumlah kemasan bunga dalam Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. g) Berat bersih. Ujung tangkai bunga diberi kapas yang dibasahi dengan larutan pengawet kemudian ditutup plastik. M. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. h) Identitas pembelian ditempat tujuan.id . jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 7. diambil sekurang-kurangnya 5. kelembaban) yang dianjurkan.5. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 10. http://www. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. f) Berat kotor. j) Petunjuk penanganan (suhu udara. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 9. a) Produksi Indonesia. c) Contoh yang partai 101–300. d) Contoh yang partai 301–500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Contoh yang partai 6–100. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Jumlah bunga dalam tiap kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. i) Tanggal panen dan perkiraan daya tanah.ristek. bunga gladiol sebaiknya dikemas dengan keranjang bambu yang diberi lapisan daun pisang. diambil satu tangkai. Untuk eksport bunga gladiol harus dikemas dengan kotak karton yang sesuai dengan diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya.H. Jl. lembaran plastik atau kertas. Untuk pasar jarak jauh. c) Nama kultivar. Label atau gantungan (tag) yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil dan berisi informasi. bunga diletakkan berdiri dalam ember plastik yang diberi air perendam tangkai. 021 316 1952. 021 316 9166~69. b) Nama perusahaan/eksportir.go. bunga gladiol boleh tidak dikemas.

Jl.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. 021 316 9166~69.H. Fax.ristek.

Penebar Swadaya. Bunga Potong (Tinjauan Literatur). Fax. 1995 Jakarta. 021 316 1952. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI).ristek. M. Agribisnis Tanaman Hias. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gladiol. dan Sriwahyuni.go. Jl. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. DAFTAR PUSTAKA 1) Rosa Widyawan. 1993 3) Agus Muharan dkk. Jakarta.. Balai Penelitian Tanaman Hias (Badan Penelitian dan Pengembangan).. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1994. http://www.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. F. Jakarta. 2) Rahardi.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber. Berawal dari kedua penemu tersebut. 021 316 9166~69. Fax. Jl.id . JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Famili : Compositae/Asteraceae Genus : Gerbera Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GERBERA / HEBRAS ( Gerbera jamensonii ) 1. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras. 2. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson.H. Afrika Utara dan Rusia. http://www. 1/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus. seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan.ristek. SEJARAH SINGKAT Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tidak berbatang. M. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian.

Fax. dan Simpang Empat (Sumatra Utara. 5. c) Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dari bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yang berbunga dominan merah.id . dengan ukuran yang lebih besar dari ke tiga jenis di atas. Brastagi). Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. Batu dan Pujon (Malang Jatim). Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand. b) Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dari satu. Orange Jaffa (oranye cerah). Ventury (oranye tua). Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C. SENTRA PENANAMAN Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe. Iklim 1) Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1.H. 021 316 1952. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu. Varitas yang ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah). Bandungan (Jateng). http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Spesies : Gerbera jamensonii Dari keragaman bentuk bunga. kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan. perkecambahan benih akan terganggu. 3. Lembang dan Sukabumi (Jabar). SYARAT PERTUMBUHAN 5.7-18 derajat C dan maksimum 19.900-2. sabun dan kosmetik. terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu: a) Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah.go.5-30 derajat C. kuning dan merah jambu. M. 021 316 9166~69.ristek. 4.1. Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yang berwarna merah. 2) Daerah yang paling baik adalah daerah yang beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13. Jl. d) Jenis gerbera yang dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda. Cipanas. Barus Jahe.800 mm/tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jika melebihi 35 derajat C.

Jl. 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. 2/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. http://www. 021 316 9166~69.id .

Ketinggian Tempat Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 560-1. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir. Bibit anakan didapatkan dari rumpun tanaman gerbera yang anakannya banyak. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya hebras berkisar 5. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.400 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6.ristek. M.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm. 5.go. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80. Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan. 2) Penyiapan Benih Benih yang berasal dari biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan. 3/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jika bibit dibeli dari toko. 021 316 9166~69. Penyemaian dapat dilakukan pada bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yang berdiameter cukup besar. Bibit yang didapat dari kultur jaringan yaitu mata tunas yang diambil dari jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yang mengandung bahan sterilisasi Hal.0.000-90. subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. tumbuhnya normal. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yang tinggi dan berpenampilan bernas. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dari pohon atau batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis yang unggul. induknya produktif berbunga.2. sehat dan berasal dari tanaman jenis unggul.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dari matahari langsung.1. perhatikan tanggal kadaluarsanya. http://www. Fax.id . 6.3.H.5-6.

sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran. Lakukan sterilisasi selama 20 menit. Pada saat umur bibit mencapai 21 hari. Setelah 5-7 hari. Dari 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari. b) Penyemaian secara kultur jaringan Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter. pada umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai. pasir dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1:1. Larutan pupuk terdiri dari 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Penyemaian di bak persemaian Pilihlah lokasi tempat semai yang mendapat sinar matahari pagi atau di dalam 2 suatu ruangan yang mendapat cahaya buatan 40 watt/m . Tiap bagian minimal satu anakan. Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%. 021 316 1952. Siapkan media semai berupa campuran tanah yang subur halus. Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dengan komposisi media yang sama dengan persemaian benih. Jl.ristek. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .5 mg/liter. sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yaitu Clorax 30 %. akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dengan jarak 5 X 10 Cm.H. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Semaikan benih gerbera secara merata. di sore hari sungkup diangkat. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar. Tanamkan mata tunas lateral. Lalu isikan media semai 90 %. sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari. 021 316 9166~69.1 N. M. Penjarangan setelah umur 5-6 minggu. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. http://www.5 gram/liter. Bibit yang dari anakan dipisahkan dari rumpun gerbera yang sudah dibersihkan dari tanah. Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. Medium dibuat padat dengan Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7. kemudian bilas dengan air aquades steril 5 X. Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0. Fax. kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %. c) Penyemaian dengan anakan Tanaman atau bibit anakan yang sudah dibersihkan dari tanah. Seusai sterilisasi dengan Clorax segera disterilisasi ulang dengan HgCL2 20 % selama 5 menit.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 4/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952. M.go. Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www.ristek. 021 316 9166~69.

Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga. 021 316 9166~69. Bibit yang berasal dari kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar. 3) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan selebar 60-80 cm.ristek. kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dengan tinggi sisi timur dan barat yang sama dengan naungan 1 bedengan.id . Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Pemindahan Bibit Bibit yang berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. Pemberian pupuk kandang dapat pula dengan cara per lubang tanam rata-rata 2 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m luas lahan. Fax. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan teknik yang sama dengan persiapan di atas. atau Zeagro. kalsit. bersihkan dari gulma. 021 316 1952. M.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya. Biarkan tanah selama 10-15 hari. 4) Pengapuran Pada tanah yang kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit. Jl. 6. tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 4060 cm. kemudian dicampur dengan tanah sambil dibalikkan. sedangkan bibit yang dari anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Pemupukan Pada saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yang disebar merata. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tentukan lahan yang strategis dan serasi.H. Naungi dengan plastik bening. http://www.

Fax.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 5/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dengan periode 1 kali dalam sebulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur.id tunas/cabang yang sudah tua. 021 316 1952.4. Jl.00 atau sore antara 15. Periode penyulaman sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam. tanamkan bibit secara tegak ditengahtengah lubang tanam. Isi dasar polybag dengan selapis pecahan bata merah/sekam. 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dengan ukuran dan umurnya.00.ristek. 6. 6. lalu diisi dengan media sampai 90 %. Pupuk dasar berupa NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pada saat tanam. Jenis pupuk yang dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya. Cara pemberiannya dengan cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Penyiangan Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dari gulma dan sambil menggemburkan tanah.H. . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. Siapkan polybag berdiameter 15. Penyiangan dilakukan pada 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam. Waktu yang terbaik di pagi hari antara jam 06. sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg. Waktu penyulaman yang baik pagi/sore hari . sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan. Fax. Siramlah bedengan sampai cukup basah. http://www. 2) Cara Penanaman Basahi lubang tanam sampai lembab. 021 316 9166~69. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Jika ada tanaman yang mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dengan tanaman yang baik pada lubang yang sama. 20. 4) Pemupukan Dilakukan secara rutin sebulan sekali. 3) Perempalan Perempalan dilakukan untuk membuang mengering maupun yang terserang penyakit.00-17.00-09.go. M. pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1).

H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek. 6/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. terbentuk bulat/tidak beraturan. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas). Gejala: timbul busuk bunga. Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. 2) Kapang kelabu/grey Mould Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang.ristek. Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yang terkena penyakit. Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung.).id .1. memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dengan fungisida seperti Dithane M-45. Fax.bercak berwarna coklat. http://www.5 EC atau Agrimec 18 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. 3) Penyakit tepung Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC).1. daun mengering dan gugur. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. 8. PANEN 8.H. HAMA DAN PENYAKIT 7. hingga kusut dan diliputi kapang yang berwarna kelabu. 7. Hama 1) Ulat daun dan belalang Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis 2.go. Ciri dan Umur Panen Bunga gerbera yang siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dari biji. 021 316 1952.2. M. 7. 5) Pengairan dan Penyiraman. 021 316 9166~69. atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan. Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman. Gejala: timbul bercak. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 7/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H.ristek.

000. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan. Bibit . Ikat tangkai bunga dengan karet/tali lentur. 021 316 9166~69. 100.000. dimasukkan ke dalam ember berisi air..go.1. http://www. Rp.Pupuk daun dan bunga Rp.500. Perkiraan Produksi Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul.H. Pengumpulan Setelah bunga gerbera dipanen.ristek.000 tanaman 4. 200. Bangunan dengan naungan 3.000 kg @ Rp.800.2. Fax. 150.000.2.Rp.000. 9. 9.Bibit anakan 10.000 m yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. Pupuk .000. Jl.000. Penyortiran dan Penggolongan Sortasi dilakukan pada tangkai bunga yang ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri.Rp.Pupuk kandang 2. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan dan Pengangkutan Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dengan kapas untuk mempertahankan kesegaran.000.1. Rp. Kemudian disimpan di tempat yang teduh untuk melakukan sortasi. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut. 3. 10. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan budidaya bunga gerbera seluas 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.000 m selama 1 tahun 2.400.id . tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun.000. 021 316 1952. 9. Sewa lahan 1.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 2. PASCAPANEN 9.NPK 400 kg @ Rp. 2.3.. 1) Biaya produksi 2 1.

Fax. 021 316 9166~69. 8/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.go. M. 021 316 1952.

000.id . http://www.2..di tingkat petani.000.x Rp. syarat mutu.ristek. 10 bunga/th. Hal ini dapat dilihat dengan dominannya bunga ini di dalam rangkaian bunga.Rp. Tenaga kerja . Jl. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia mengklasifikasikan tanaman hias gerbera adalah tanaman introduksi dari luar negri. 200.di tingkat petani.go.Rp.000.000.16.112. 021 316 1952. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi . syarat penandaan dan pengemasan. Namun apabila tanaman hias gerbera berkembang baik di Indonesia pasti akan dapat menjadi komoditas potensial/komoditas utama. selain sebagai bunga potong. Harga satu kuntum bunga gerbera termasuk mahal.1. 1. M.3) Keuntungan per bulan 4) Parameter kelayakan usaha 1. Deskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.000 tangkai. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. 021 316 9166~69.Rp. STANDAR PRODUKSI 11. Tanaman ini juga dapat menjadi komoditas ekspor.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.756 Di Indonesia tanaman hias gerbera belum berkembang pesat sebagai komoditas komersial. 12 tangkai Gerbera berbunga dua lapis (introduksi luar negeri) yang sudah banyak dibudidayakan berharga Rp.000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.Pemeliharan tanaman 1 tahun 50 HKW + 5 HKP .000.500.Rp. Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera dapat diandalkan karena peminatnya di dalam negeri semakin banyak. 15. cara pengambilan contoh. 573. sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland berharga Rp. 10. sabun dan kosmetik. 37. 11. Rasio output/input Keterangan: HKP Hari kerja pria. 200. 9.Penanaman 5 HKW .- = 1.200.000. 11.950.Pembuatan bangunan naungan 20 HKP .. Fax. HKW Hari kerja wanita. 425.Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 6.Rp.2.Rp. 10. Rp. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 8.Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP . bahan baku industri minyak wangi.500. cara uji. 200.000.

M. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax.id .go. http://www. 021 316 9166~69. 9/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

http://www. 021 316 1952. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.5. Fax. 11. diambil satu tangkai. Pangkal tangkai bunga diremdam dalam larutan pengawet misalnya larutan gula 6%. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10.id . c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7.000 kemasan. Tempat perendaman bersuhu udara dingin yaitu sekitar 14-25 derajat C selama 4 jam. M. Jl. Klasifikasi Standar dan Mutu Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. 021 316 9166~69. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.4. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai.go. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastik dengan posisi tegak.ristek. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gerbera yang terdiri atas maksimum 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Pengemasan Ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga kecuali kuntum bunga bagian atas. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.3. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.H.

10/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id .H. Jl. 021 316 9166~69. http://www.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

11/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 2) Bonus Trubus No. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 293. Ir. 021 316 1952. 3) Trubus No. Jl. Penerbit Kanisius.go. 021 316 9166~69. http://www. Bunga-bunga Pot Populer. Jakarta..TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1994. 327. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.H. Fax. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. M. Gerbera. Yogyakarta.ristek. 1997. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1995.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG ( Zea mays L. dibagi menjadi 3 golongan: Hal. 021 316 1952. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. M. Fax. Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji.go. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. 021 316 9166~69. Jl. 2.ristek. a) Menurut umur. SEJARAH SINGKAT Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L.id . Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. ) 1.

Kalingga. Hibrida IPB 4. b) Menurut bentuk biji. 3. Bima dan Harapan. Kania Putih. Hibrida CP 1 dan CPI 2. yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. 2. jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. Arjuna. Nakula.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Wiyasa. Pandu. Harapan. sambel goreng Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Parikesit. contoh: Kania Putih. dibagi menjadi 7 golongan: 1. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi. Pod Corn 7. jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Berumur panjang: lebih dari 120 hari. Bogor Composite-2. Di Indonesia.id . Genjah Kertas. bakwan. Fax. 021 316 9166~69. MANFAAT TANAMAN Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. bergedel.go. Kuning. Bima. Hibrida IPB 4. Pop Corn 5. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu. Malin. Sadewa. Sweet Corn 4. 3. Abimanyu dan Arjuna. sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: a) Batang dan daun muda: pakan ternak b) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos c) Batang dan daun kering: kayu bakar d) Batang jagung: lanjaran (turus) e) Batang jagung: pulp (bahan kertas) f) Buah jagung muda (putren.H. Genjah Kertas. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua. http://www. contoh: Hibrida C 1. Metro. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari. Harapan Baru. contoh: Genjah Warangan. Permadi. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia. Dent Corn 2. M. jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Bastar Kuning. Flour Corn 6. 021 316 1952. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari. Flint Corn 3. umur pendek. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. Tanaman jagung banyak sekali gunanya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Metro dan Pandu. Bastar. Hibrida Pioneer 2. Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1). Di Daerah Madura. Jl. Bromo. Malin. tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Jw): sayuran.

Jl. M. Fax.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69.go. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Sulawesi Utara. Jawa Barat. Tanaman jagung yang ternaungi. akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. c) Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. 021 316 1952.id . Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. perekat. bihun. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. marning. pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata.go. bahan baku industri bir.ristek. Fax. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. dan menjelang musim kemarau. roti jagung.H. jagung menghendaki beberapa persyaratan. Iklim a) Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. industri farmasi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya. M. budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya. industri textil. pakan ternak. dextrin. Nusa Tenggara Timur. d) Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C. dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah. 4. http://www. biskuit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Biji jagung tua: pengganti nasi. D. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. 5. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. b) Pada lahan yang tidak beririgasi. e) Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan.1. daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan. Yogyakarta. tepung. kue kering. Sulawesi Selatan. 5.I. bahan campuran kopi bubuk. brondong. Madura. dan Maluku. Jawa Timur. Hal.

M. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5.go. c) Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. tidak mengandung kotoran. grumosol.6 . Kaliangga.3.7. 021 316 9166~69. Jl. http://www. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar. latosol. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. fisik maupun fisiologinya.ristek. Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Wiyasa. 5. CPI-1. Media Tanam a) Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Fax. 021 316 1952.H. tidak tercampur benih/varietas lain. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1. baik mutu genetik. b) Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi). Pioneer 2.1. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. kemurnian benih dan daya tumbuh benih.5. Hibrida C 2. b) Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. tanah berpasir. karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil.id . subur dan kaya humus. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Hibrida Pioneer 1. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. 6. d) Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung. Arjuna. tidak tercemar hama dan penyakit). IPB 4. Baster Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id .H. Fax. M. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek. http://www.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN kuning. kemudian diratakan. M. Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. diambil yang tongkolnya besar. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. drainase dan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki. sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G. BISI-1. Jl. barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot. P-3.2. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. Bima. 021 316 9166~69.ristek. Permadi. 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. Dari tongkol yang sudah kering. setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. P-5.go. Melalui pengolahan tanah. 021 316 1952. jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. P-4. Sadewa. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. diambil biji bagian tengah sebagai benih. Metro. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Harapan. 3) Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam. Hal. Bogor Composite. http://www.H. BISI-2. Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida). Dari tanaman terpilih.id . Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum. 2) Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama. jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. C-3. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar. dan tidak terserang oleh hama penyakit. Nakula. Pengolahan Media Tanam Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah. sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate. Parikesit. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm. 6. Kania Putih. Selain itu.

6. Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia. setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. 4) Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5. Jl.id . tanaman.go. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha. 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah. 5) Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat. tanah. 3) Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. b) Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari. M. 021 316 9166~69. c) Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha. biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. abunya dikembalikan ke dalam tanah. sekitar 1 bulan sebelum tanam.H. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman.ristek. Fax.3. http://www. 021 316 1952. hama dan penyakit. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: a) Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam. tanah harus dikapur. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. keteknikan dan sosial ekonomi). Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman.

go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69. Fax. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id .

Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: a) Tumpang sari (Intercropping).go. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang sepenuhnya tergantung dari hujan. 021 316 9166~69. kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. ketela pohon. 021 316 1952. setiap lubang ditanam dua tanaman. kedelai. Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). Contoh: jagung disisipkan kacang tanah. melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Kedalaman lubang tanam yaitu antara 35 cm. padi gogo. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ubi kayu. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejak penanaman. Apabila tanah kering. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. perlu diairi dahulu. Fax. dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. benih jagung ini dapat ditanam.H. tumpang sari beda umur seperti jagung. Contoh: tanaman campuran seperti jagung. Jl. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. kacang tanah. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Contoh: jagung muda. padi gogo. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. semua tercampur jadi satu Lahan efisien. d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. 1 orang memasukkan benih.id . M. 3) Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). http://www. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai.ristek. semakin panjang umurnya. ubi kayu. b) Tumpang gilir (Multiple Cropping).

H. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www.

Jl. Fax. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul. jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. 6. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil. garpu dan sebagainya. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan. Pemeliharaan 1) Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. Caranya.4. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menutup lubang). Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki.H. bersamaan dengan waktu pemupukan. http://www. karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. sehingga tanaman tidak mudah rebah. ditanam pada akhir musim hujan. bila dikehendaki 1 tanaman per lubang. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu. 021 316 9166~69.ristek. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. maka tanaman tersebut harus dikurangi.go. kemudian ditimbun di barisan tanaman. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Untuk efisiensi tenaga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. 3) Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1. 2) Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). 4) Lain-lain Di lahan sawah irigasi. bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang. Di sawah tadah hujan. M.id .

Fax.ristek. 021 316 9166~69. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H. http://www.id . M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan. HAMA DAN PENYAKIT 7.id . pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar. warna punggung kuning kehijauan dab bergaris. sehingga perlakuan ini akan lebih efisien. kecuali bila tanah telah lembab.5 mm. (4) pengendalian secara kimiawi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II). warna telur putih mutiara. Hama a) Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan. pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. Pada tahap pertama (pupuk dasar). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan. M. pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg. warna perut coklat kekuningan. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. dan panjang lalat 3-3. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. 4) Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg. 7. agar hama tidak menyebar. Fax. Pada tahap kedua (pupuk susulan I). Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang. 021 316 1952. dilakukan penyiraman secukupnya. http://www.ristek.H. 021 316 9166~69. (3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma. dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit. 5) Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam. akhirnya tanaman menjadi layu. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung.go. Namun menjelang tanaman berbunga. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu.1. terutama setelah selesai panen jagung. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam.

id . Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl.ristek. 021 316 1952. M.H.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai. (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman. kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan. (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian berubah menjadi coklat tua. dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). Larvin 74 WP. (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang. (2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat. M. Jl. Difolatan 4 F. b) Ulat pemotong Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya. http://www. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan. kaku dan pertumbuhan batang terhambat. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. 021 316 1952. daun runcing dan kecil. penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis). Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. semula bercak tampak basah. b) Penyakit bercak daun (Leaf bligh) Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. spora javanica serta P. (3) pada tanaman dewasa. Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC. kemudian dimusnahkan.2. ipsilon). terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Fax. 7. c) Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Underw.ristek. Penyakit a) Penyakit bulai (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. Marshal 25 ST. Hostathion 40 EC. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan. (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP. daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun.go. disemprot terlebih dahulu dengan insektisida. akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. warna menguning.id . spora philippinensis. (3) sebelum lahan ditanami jagung. (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu. tongkol berubah bentuk dan isi. bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. penanaman varietas unggul. (A. bisa juga dilakukan pergiliran tanaman. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu.H. 021 316 9166~69. Spodoptera litura. Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas.

M.H. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang Hal.go. Fax.id . 021 316 9166~69. Jl.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi. Ustilago zeae (Schw) Ung. (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung. tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berwarna kuning kecoklatan. (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. tergantung dari tujuan panen. Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. PANEN Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis. apabila ditekan tidak membekas. pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. M. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol. serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang. Seperti pada tanaman padi. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mengatur jarak tanam. dan bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. dipanen ketika matang susu. baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. masak lunak. 021 316 9166~69. masak tua dan masak kering/masak mati. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul. kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall).id . 8. biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. http://www. Uredo maydis DC. Jagung untuk direbus dan dibakar. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar. Jagung untuk sayur (jagung muda. Gibberella moniliforme. (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun. (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit. e) Penyakit busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw). 8. Fax. perlakuan benih.H. c) Biji kering. dan mengkilat. Uredo zeae Schw. dilakukan pergiliran tanam. 021 316 1952. Jl. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam. d) Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda.1.ristek. Gibberella fujikuroi (Schw). keras.

H. Fax.go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69.

021 316 9166~69.H. 8. cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani. Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas. benih. tidak harus menunggu sampai biji masak. 021 316 1952. terutama bila dipipil dengan alat.go. baru memberikan hasil 17 ton/ha. tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Walaupun potensi hasil cukup tinggi. M. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Hal. Bila biji dipijit dengan kuku. http://www. 9.ristek. PASCAPANEN Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. Jagung untuk keperluan sayur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan. Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya. tidak meninggalkan bekas. Prakiraan Produksi Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut.4. dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga. 8. Fax. atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol).id . Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung).2. butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pakan ternak. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat.3.

tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43 derajat C. Penjemuran dapat dilakukan di lantai. 9. Jagung melekat pada tongkolnya.go. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam. kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan. maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. 021 316 1952. biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya. Fax. Jl. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin. terutama pada musim hujan. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9–11 %. Pengeringan Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 9. Pengupasan Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai.H. http://www. M. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia. sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %. dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung.1. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan. biji kecil. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatan. Penyortiran dan Penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol. biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. Pemipilan Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan Hal. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan. 021 316 9166~69. biji hampa. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan.2.3. begitu selesai dipanen. kelobot segera dikupas. 9. Pada dasarnya “memipil” jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol.4. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan. biji pecah. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung.

2.500. 1. Impor jagung jumlahnya sudah cukup besar terutama dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak yang sedang berkembang dewasa ini.- = 1. Jl.Rp.@ Rp. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN jagung dari campuran kotoran.5.Rp. Rp.1. Pupuk .000.Rp.000.Insektisida: 2 liter @ Rp. 100.000.Pemeliharaan lain 6. Sewa 1 hektar per musim tanam 2.190. Pestisida .go. 877. 10.Rp.000. 650.000.Rp.000. Gambaran Peluang Agribisnis Berdasarkan statistik yang ada permintaan produk jagung nasional belum dapat memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.KCl: 50 kg @ Rp.Rp..000.325 Hal.SP 36: 100 kg @ Rp.000..id . Panen 7.3. Rp.000. M.000.82. 50.- Rp.Pengolahan lahan .000.000. Rasio B/C 10. 375.H. 150. 10.000. Rp.100. 3.c) Keuntungan bersih d) Parameter kelayakan usaha 1.Rp.900.000.Urea: 300 kg @ Rp.650. jenis jagung Hibrida C1 pada tahun 1999 per musim tanam (3 bulan) di daerah Jawa Barat: a) Biaya produksi 1. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dengan luas lahan penanaman 1 ha. 50.500. 15.Rp.000.450. Tenaga kerja . Rp..1. 50. 021 316 1952. http://www.500. akan mendapatkan hasil yang baik. Bibit: benih jagung 20 kg @ Rp.Penyiangan dan pembumbunan (borongan) .Rp.000. 450.500 kg. 1.500. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.. 10.ristek. Fax.4. 200.575. Biaya lain-lain Jumlah biaya produksi b) Pendapatan: 5.300. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 200.Penanaman: 20 OH @ Rp. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Rp. 021 316 9166~69.Pemupukan: 20 OH @ Rp.697.

Jl. 3. Persentase butir-butir warna lain. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan warnanya. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 % Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. mutu III=7. 3. syarat penandaan. pengemasan dan rekomondasi. Butir rusak maksimum (%): mutu I=2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. butir rusak.3. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. mutu IV=2. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. asam. jagung putih (bila sekurangkurangnya bijinya berwarna putih) dan jagung campuran yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut. mutu IV=3. mutu III=15.go. Fax. http://www. Butir pecah maksimum (%): mutu I=1. Memiliki suhu normal. seperti: insektisida dan fungisida. Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. atau bau asing lainnya. cara uji. mutu IV=10. b) Syarat Khusus 1. mutu II=14. 4. Bebas bau busuk. cara pengambilan contoh. 2. a) Syarat Umum 1. 4. syarat mutu. Kadar air maksimum (%): mutu I=14.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. M. mutu III=6. 11. Ruang Lingkup Standar produksi tanaman jagung meliputi: standar klasifikasi. butir warna lain.id . mutu III=3.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Dalam perdagangan internasional. mutu II=4. mutu II=2. Bebas hama dan penyakit. b) Penentuan adanya rusak. mutu III=2.2.ristek. mutu II=3. 5. mutu IV=17. STANDAR PRODUKSI 11.1. mutu IV=8. 2. mutu II=1. butir pecah. jagung kering dibedakan menjadi jagung kuning (bila sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning). 11. komoditi jagung kering dibagi dalam 2 nomor HS dan SITC berdasarkan penggunaannya yaitu jagung benih dan non benih. Diskripsi Standar mutu jagung di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-03920-1995. Bebas dari bahan kimia.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. Jl.H. Fax.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. (1993). Teknik Bercocok Tanam Jagung. Palangkaraya. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produce of Indonesia. http://www. berat netto maksimum 75 kg. Sania. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. b) Daerah asal produksi. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. h) Tujuan. 021 316 1952. 12. b) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (1998). d) Nama perusahaan/pengekspor. Studi Tentang Agroindustri & Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. e) Berat bruto. Kanisius. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian e) Saenong. Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. f) Berat netto. Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.15). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Teknologi Benih Jagung. 021 316 9166~69.id .4. berat contoh analisa 100 gram. Bogor. Jagung Bogor. g) Nomor karung. Fax. Yogyakarta.go. c) Capricorn Indo Consult. (1998).TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic atau “Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930. (1988). 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram.ristek. d) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1988). Budidaya Kedelai dan Jagung. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang.H. M. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram.5 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Jl. c) Nama dan mutu barang. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. 11.

Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl.id . M. http://www.ristek. 021 316 9166~69. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

ristek. Fax.id . Yogyakarta. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Budidaya Jagung Hibrida. (1988). Jakarta. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Sutoro. Kanisius. Proyek PEMD.go. Iskandar. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. g) Warisno (1998). Yogo Sulaeman. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. M. Bogor. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.

http://www. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl.id . M.go.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

jhai (Madura). sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha). jahi (Lampung). jahe (Sunda). bumbu masak dan obat-obatan tradisional. beeuing (Gayo). SEJARAH SINGKAT Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : . Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. dsb. lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain.JAHE ( Zingiber Officinale ) 1. jae (Jawa dan Bali). Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh). temu hitam (Curcuma aeruginosa). 2. sipodeh (Minangkabau). geraka (Ternate). URAIAN TANAMAN 2. bahing (Batak Karo). melito (Gorontalo). kunyit (Curcuma domestic a). kencur (Kaempferia galanga).

Zingiber Species officinale 2.2 Deskripsi : Zingiber .

Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua.75 – 3 kali lebarnya. berwarna hijau cerah. agak rata sampai agak sedikit menggembung. rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga. seludang agak berbulu. berwarna kuning kehijauan. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan. berbintik-bintik berwarna putih kekuningan. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. rahis berbulu jarang .5 cm.3 Tanaman Jenis Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran. panjang 15 – 23 mm. panjang malai 3. sama seperti jahe kecil. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik. sehingga cocok untuk ramuan obatobatan.5 mm. tinggi 30 cm sampai 1 m. Umumnya dikenal 3 varietas jahe. jahe merah selalu dipanen setelah tua. letaknya berdekatan atau rapat.5 cm. lebar 8 – 15 mm . berbentuk lanset. sehingga rasanya lebih pedas. yaitu : 1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk. Daun sempit. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah.5 mm. gela p. 5 – 10 mm. berbentuk tajam. panjang 2 – 4 mm . 2. panjang 1.Terna berbatang semu. kepala sari berwarna ungu. dan tidak berbulu.5 – 5 cm.5 – 2. bibir berwarna ungu. panjang 9 mm . hampir tidak berbulu. sangat tajam . panjang 2. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah. panjang 12 – 15 mm . disamping seratnya tinggi. bundar pada ujungnya. tangkai daun berbulu. lebar 1. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. bentuk dan warna rimpangnya. lebar 3 – 3. berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit. ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. panjang sisik 3 – 5 cm.75 cm . atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya. panjang 25 cm. 3) Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. 3. MANFAAT . mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. 2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil. baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. helainya agak sempit. tangkai putik 2 2. gagang bunga hampir tidak berbulu. lebar 1 – 1.5 – 1. dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil. panjang 7. tidak berbulu. bentuk lidah daun memanjang.75 cm .

TANAMAN Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak. kembang gula dan berbagai . pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. kue. biskuit.

campuran sosis dan lain-lain. gembur dan banyak mengandung humus. Pakistan. industri jamu tradisional. 3) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) . SENTRA PENANAMAN Terdapat di seluruh Indonesia. ditanam di kebun dan di pekarangan. anti piretik. 2) Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir.1. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. diolah menjadi asinan jahe. Meksiko. lalap. 3) Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara o 20-35 C. sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar. Jepang.5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. dibuat acar. anti mikroba dan parasit. 4. sekoteng dan sirup. peluruh keringat. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat. yaitu antara 2. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar. serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.500-4. Tanam 1) Media Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur. bandrek. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut). Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. kering. Jamaika. anti inflamasi. jahe bubuk dan awetan jahe. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Nigeria. 5.minuman. anti rematik. yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia.2. Cina. 5. India. es krim. Srilangka. 2) Pada umur 2. Mesir. SYARAT PERTUMBUHAN 5. anti pengerasan pembuluh darah. Yunani. minyak wangi. pereda kejang. anti muntah. Indonesia. Iklim 1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi. liat berpasir dan tanah laterik.000 mm/tahun.

Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6.sekitar 4.000 m dpl.0.4.3. 5. Tempat Ketinggian baik di daerah tropis dan subtropis dengan 1) Jahe tumbuh ketinggian 02.3-7. .8-7.

Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. 2) Teknik Penyemaian Bibit Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam. demikian seterusnya. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi). dan mutu fisik. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis. bibit jahe tersebut sudah disemai. kemudian disimpan sekitar 1-1. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang. dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi. lalu dicelupka n dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. Penyemaian pada bedengan Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). Penyemaian pada peti kayu Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering). c. b.2) Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . PEDOMAN BUDIDAYA 6. bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan.600 m dpl. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan . Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 910 bulan). sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami.5 bulan. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. b. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. 6.1. a. Setelah 2-4 minggu lagi. demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut.

biasanya rimpang sudah bertunas. . Setelah 2 minggu.fungisida. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah.

500 kg.Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 4060 gram. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0. 6. 4) Pengapuran Pada tanah dengan pH rendah. merangsang pembentukan bulu-bulu akar. Bila keasaman tanah yang ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe.5 ton/ha.syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gasgas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu. barulah ditanam. Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp. sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. c. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam.2. lebar 80-100 cm. sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat. 2) Pembukaan Lahan Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. 3) Pembentukan Bedengan Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air.5002. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur. maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur. maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1. . a. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.8 ton/ha. sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm. b. 3) Penyiapan Bibit Sebelum ditanam.

3. Teknik Penanaman .6.

seperti ketimun. buncis dan lain-lain. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). bawang merah. seperti jagung. pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7. bibit 4) Perioda Tanam Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober.sayuran. seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.1) Penentuan Pola Tanaman Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional. kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Sekitar 2-3 minggu setelah tanam. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga. 6. ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur. maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar. sebaiknya tidak perlu dilakukan .4. 2) Pembutan Lubang Tanam Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Praktek di lapangan. 3) Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. d. c. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan. karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. 2) Penyiangan Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: a. Namun di daerah. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija. karena kondisi air tanah yang buruk. Meningkatkan produktivitas lahan.5 cm untuk menanam bibit. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain. hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang mati. b. cabe rawit. Menekan biaya kerja.

lagi. sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai .penyiangan besar.

3) Pembubunan Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan. 4) Pemupukan a. Pemupukan Organik Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan. b. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk

diberikan tanaman tanaman

dengan ditebarkan secara merata di sekitar atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela

5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September; 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitaminvitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah: 1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. 2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. 3) Kumbang. 7.2. Penyakit 1) Penyakit layu bakeri Gejala : Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. Pengendalia n:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terkena penyakit;  pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik;  pengendalian fungisida dithane M -45 (0,25%), Bavistin (0,25%) 2) Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya.

Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. Gejala : Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati. Pengendalia n:

 penggunaan bibit yang sehat;  penerapan pola tanam yang baik;  penggunaan fungisida. 3) Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala : Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik -bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalia n: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas. 7.3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya. 7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 6) Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

1)

Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

8. PANEN
8.1. Ciri Panen dan Umur

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih. 8.2. Panen Cara

Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.

Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar. 8.3. Panen Periode

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya. 8.4. Perkiraan Panen Hasil

Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

9. PASCAPANEN
9.1. Penyortiran Pencucian Basah dan

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. 9.2. Perajangan Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. 9.3. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan

selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C - 60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9.4. Kering. Penyortiran

o

o

Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.5. Pengemasan Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya. 9.6. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

10.ANALISIS TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya

EKONOMI
Usaha

BUDIDAYA

Perkiraan analisis usaha budidaya jahe seluas 1 ha; yang dilakukan petani pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1) Biaya produksi 2) Bibit: 2.000 bh @ Rp. Rp. 3.400.000 ,b. 1.700,- = Pupuk  Pupuk buatan: Urea 165 kg @ Rp. 1.100, = Rp. 181.500, TSP 160 kg @ Rp. 1800,- = Rp. 288.000, KCl 160 kg @ Rp. 1.600,- = Rp. 256.000, Rp. 750.000,  Pupuk kandang 3.000 kg @ Rp. 150,= c. Obat 20 kg @ Rp. 15.000, Rp. 300.000, d. Alat Rp. 180.000,

e. Bahan (mulsa) 20.000 m @ Rp. 150,f. Tenaga kerja 200 OH g. Biaya Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. Rp. Rp.

3.000.000 ,2.000.000 1.000.000 ,,- 11.355.500,Rp.

2) Penerimaan: 10.000 bh @ 1.500,-= 15.000.000,3) Keuntungan usaha tani 3.644.500,4) Parameter kelayakan usaha a. B/C rasio = 1,321 10.2. Gambaran Agribisnis Peluang

Rp. Rp.

Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap oleh kebutuhan dalam negeri. Dilihat dari segi harga, dari tahun 1991 hingga saat ini fluktuasi harga jahe basah maupun kering boleh dikatakan stabil. Dilihat dari segi permintaan, stabilitas harga serta produksi jahe dalam negeri prosepek agrobisnis jahe sangat cerah.

11.STANDAR PRODUKSI
11.1. Lingkup Ruang

Standar meliputi jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan. 11.2. ipsi Deskr

Standar mutu jahe di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI– 01–3179– 1992. 11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III. 1) Syarat umum a. Kesegaran jahe: segar b. Rimpang bertunas: tidak ada c. Kenampakan irisan melintang: cerah c. Bentuk rimpang: utuh d. Serangga hidup: bebas 2) Syarat

Khusus a. Ukuran berat: mutu I > 250 gram/rimpang; mutu II 150-249 gram/rimpang; mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%. b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0 %; mutu II=0 %;

mutu III<10 %. c. Benda asing: mutu I=0 %; mutu II=0 %; mutu III<3 % d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0%; mutu II=0%; mutu III <10% Untuk mendapatka n jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi: 1) Penentuan benda-benda asing Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan yang diuji. 2) Penentuan kadar serat Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik 105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kirakira 1 jam dengan menggunakan sebuah alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan. Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas

kemudian dengan kira-kira Keringkanlah Krus Gooch dan

15

ml

etil

alkohol

95%.

isinya pada 105 + 1 derajat C dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah. 3) Penentuan kadar minyak a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35– 40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih. b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah batu didih. c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya. Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersama-sama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung. 11.4. Contoh Pengambilan

1) Pengambilan contoh Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5. b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil adalah 7 c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil adalah 9 d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil adalah 10 e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15. Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. 2) Petugas pengambil

contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Jahe segar disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli

12.DAFTAR PUSTAKA
1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal. 2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal. 3) Anonim, Mengenal Budidaya Jahe dan Prospek Jahe, Koperasi Daar El- Kutub, Jakarta, 1999 4) ----------, Ekspor Jahe Terbentur Musim, Info Agribisnis Trubus, Nomor. 335 Hal. 32, Juni 1999 5) ----------, Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kanisius, Yogyakarta, 1999 6) Paimin, FB. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe, Penebar

Jakarta. Jakarta. Penebar Swadaya. Jahe dan Hasil Olahanny a. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI. Kanisius. HB. Yogyakarta. A. Murhananto. 199 5 8) Santoso.B. 1994 9) Yoganingrum. Pustaka Sinar Harapan. Jahe Gajah.. 1999 10) Paimin F. Jakarta. 1999 7) Koswara. Jakarta.Swadaya. Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe. KEMBALI KE MENU . 1998.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen. S.

H. Fax. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. 021 316 9166~69. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Hal. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU AIR ( Eugenia aquea Burm ) 1. 021 316 1952. M. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan.ristek. 2.id .go. Jl. http://www. sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

ristek. dan Manalagi (tanpa biji). Lilin (super manis). Hal. yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih). Sukabumi.go. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu. Cirebon. jeli. 4. Madura. sirop. Rujak. Lonceng (super lebat). SYARAT TUMBUH 5. http://www. Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Fax. Buah jambu air masak yang manis rasanya. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C. Garut. jam/berbentuk awetan lainnya. Jawa Barat. Neem. Bogor. 021 316 9166~69. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). Jl. SENTRA PENANAMAN Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. tetapi dapat juga dibuat puree. tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya. Kancing. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. MANFAAT TANAMAN Pada umumnya jambu air dimakan segar. Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang. selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Baron. Cianjur. M. Bandung. Sukaluyu.1. Iklim 1) Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : Dycotyledoneae Myrtales Myrtaceae Syzygium Eugenia aquea Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam. Kabupaten Karawang. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga. Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. 021 316 1952. Tangerang. 5.id . Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan). Mawar (jambu Keraton). Kaget.H.

yang besarnya normal dan mulus. Media Tanam 1) Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur. 6.1. maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis. gembur.000 m dpl.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan.5–7. Selain lebih mudah dilakukan. 021 316 1952. 3) Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. Biji berasal dari buah masak pohon.id . Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun.3. Jl. Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1. bernas dan tidak cacat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. 5. 50-150 cm dan 150-200 cm. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5. ukuran seragam.H. berumur lebih dari 15 tahun. http://www. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar.go. 4) Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar. dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. produktif dan produksi stabil. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %. 021 316 9166~69. banyak mengandung bahan organik. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Kelembaban udara antara 50-80 %.5. Fax. 3) Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 050 cm. cara ini lebih cepat menghasilkan buah. Dengan kondisi tersebut. M. 4) Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pembibitan 1) Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul.ristek. 5.2. 2) Persiapan Benih a.

ristek.go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.

3. SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 2 gram/m atau 4 gram/polibag. 4. panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. 021 316 1952. Bibit dipelihara selama 1 bulan. 2. Fax. b) Polybag 1. e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun.2.H. Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif.go.5 bulan (sudah berakar). tinggi 30-40 cm. pupuk kandang (2 : 1). Simpan polybag di dalam sungkup. berwarna hijau keabuabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1. terutama jika kemarau.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Jl. c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea. bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. 5) Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. M. b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. 021 316 9166~69. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan. Setelah 2-2. Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda. 3) Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. Naungi sungkup dengan plastik bening. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian.ristek. Isi polibag dengan media berupa campuran tanah.id . semak/onak dan binatang. 2. a) Bedengan 1. Lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran. http://www. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm. 2 3.5 cm. Campurkan 2 kg/m pupuk kandang dengan tanah bedengan. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN hanya diolah Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952.H. Jl.ristek. 021 316 9166~69. M. Fax. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id .

atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0. http://www. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jl. Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat. M. Fax. tanaman sudah berdiri. Teknik Penanaman Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun. dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK.TTG BUDIDAYA PERTANIAN di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah. 3) Pengapuran Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan. agar pada saat mendekati musim hujan.5 m.id . 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama. Setelah itu perlu diberi pelindung 6. 4) Pemupukan Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam.go. tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari: a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm.H. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari. dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam.3. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan. guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Penentuan Pola Tanam Bibit jambu air dikebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.

ristek. Fax.id . 021 316 1952. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.

Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari. c) Pupuk TSP: 50 gram. 021 316 1952. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun). 3. sebaiknya setelah dilakukan penyiangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Pupuk KCl: 50-100 gram. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah. b) Tanaman sudah berbuah 1. http://www. M. Jl. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan.go.id . 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah. 2. Pupuk Urea. membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap diantara tanah. sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl. 2 minggu setelah itu. Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Cara Penanaman Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. b) Pupuk Urea: 100 gram. 021 316 9166~69.H. Fax. 3. 6.ristek. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur ≥ 15 tahun. a) Tanaman belum berbuah 1. Pupuk urea 2/3. 3) Pemupukan Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah. Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur ≥ 10 tahun ialah: a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah. Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang. Hal. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama. pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram. 2. Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah ± sebesar telur puyuh). 4. 5. TSP 1/2. pupuk TSP.4.

HAMA DAN PENYAKIT 7. pemeliharaan dan peremajaan. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. warna hijau muda kebiru-biruan. dengan ketinggian 1. sebaiknya penyemprotan ditunda dulu. Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan.ristek. Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. bagian yang ditanam adalah dahandahan yang tua. M. selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. agar tanah tetap lembab. pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman.H. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. http://www.35-1. tanaman disirami 10-12 kali sebulan. 021 316 9166~69. 2-3 butir bersama-sama. warna merah muda. Ketika masih muda.go. 021 316 1952. Fax. tidak berproduksi atau diserang hama. Hal. kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 7. 6) Pemeliharaan Lain Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon. luka serta tidak sempurna. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter. dan kepompong untuk dimusnahkan. tertutup lapisan lilin keputih-putihan.5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Jl. Hama 1) Ulat kupu-kupu gajah Ciri: panjang 12 cm. yang mati kering. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun. atau pupuk daun/hormon.1. bertubuh gemuk dan lunak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm. ulat.

Selain itu tanah yang berlebihan supali air juga dapat merontokkan bunga/buah.H. daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran. http://www. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyakit 1) Gangguan pada akar Pemupukan yang kurang hati-hati pada jambu air yang sedang berbuah dapat menyebabkan akar tanaman luka. 021 316 1952. Semua ini terjadi karena tanaman tidak mendapat suplai air dan zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut.2. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga. Hal. sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.id . Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon. 021 316 9166~69. maka bunga atau buah jambu air bisa rontok.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Kutu perisai hijau Ciri: panjang kutu 3-5 mm. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua. panjang 13 mm). 7) Ulat penggulung/pemakan daun 7.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 4) Pasilan atau benalu Pengendalian: dibuang dan dibersihkan. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah. panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda.ristek. 6) Penggerek batang Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek. Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun. Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan. sebab sebab air yang menggenang membuat akar susah bernafas dan mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar. 5) Lalat buah (dacus pedestris) Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. 3) Keluang dan codot Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas. Jl. Fax. warna hijau (kadang agak kemerahan).

busuk. PANEN 8. 8. tergantung pada keadaan lingkungan. maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya.H. Prakiraan Produksi Buah jambu air jenis merah–hijau dapat dipanen bila warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya.8 dan 48 kg/100 gram 9.ristek. 021 316 9166~69. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dengan penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) dan fungisida dithane (3 cc/liter air) 8. Fax. hijau tua. Buah dari jenis yang berbeda tidak disatukan dengan jenis yang lain. PASCAPANEN 9. Cara Panen Buah dipetik dari rangkaiaanya dengan hati hati jangan sampai rusak. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8. hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau. berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember.1.1.id . M. Ciri dan Umur Panen Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun. Serangga ini langsung menyerang buah dengan ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk. 021 316 1952. Periode Panen Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dalam setahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Gangguan pada buah Penyebab: ulat (lalat) buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok.go. apalagi jatuh. http://www. 8. Pada saat tersebut nisbah TPT/asam dan Vitamin C-nya masing-masing adalah 80. yaitu hijau muda. Jl.2. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak.4.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H. Jl. 021 316 9166~69.ristek. Fax. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M. http://www.

37.500. 5.Pupuk kandang 10 ton @ Rp.000.2. Rp. 150. Pestisida 5 liter Rp.Rp.4. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan buah yang cacat dari yang baik. 10. 1.800. Penyimpanan Buah yang telah dikemas disimpan di daerah yang teduh kering dan sejuk. 3.000.45.500.500.112. Rp. 9. http://www.67. Rp. Rp.90. Pupuk . Fax.3.1.900. 7. Rp.500.900. 1. Rp.. Sewa Lahan 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.4.000.112.95. Rp.000.000.000.1.d. 480.Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW 2) Biaya produksi tahun ke-2 s. 1. Rp. Rp.. Jl. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1.000.id .47. 900. 021 316 1952. ajir 15 HKP @ Rp.Tanam 5 HKP + 6 HKW .. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp.SP-36 50 kg @ Rp.Lubang tanam. Rp.000.500.go. M. 1.500..1. ke-4 1. kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya.781.000.-/ton .1..Pupuk kandang 6 ton @ Rp.000.500.3.Urea 25 kg @ Rp. Tenaga kerja .ristek. 150.500.KCl 50 kg @ Rp. Pestisida 4 liter 5.000.000. Bibit 160 batang @ Rp. Pupuk .000.400.Rp.2. Sebaiknya bauh disimpan dalam cold storage jika tidak langsung diangkut ke pasar.500.250.500.Urea 75 kg @ Rp. 30.SP-36 25 kg @ Rp..800. 021 316 9166~69.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Beri pupuk 5HKP + 10 HKW @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.- Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya jambu air seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m.625. Buah dicuci bersih dengan air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.500.H. 9.. Pengemasan dan Pengangkutan Buah dikemas dalam keranjang plastik dan disusun rapi agar tidak berpindah tempat selama dalam pengangkutan. populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999.KCl 25 kg @ Rp. Rp.87.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. M.ristek.H. Jl.go. http://www.

- Rp.574. STANDAR PRODUKSI 11.752 Panen dimulai pada tahun ke 5 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditi jambu air cukup cerah. 125. Rp. Fax. 150. cara pengujian mutu. 11.600. 1.go. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.093.d.ristek.000.000. 021 316 9166~69.000.Urea 125 kg @ Rp.000.187.2.570.600.Rp. Pupuk .32 ton 219. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW .Rp.450.2. 11.900. 550.000.000. 1.Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Tenaga kerja .. Rp. Jl.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.750.- Rp.KCl 150 kg @ Rp. Rp.Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 73. 021 316 1952.5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. 675.000.000.000. Rp.000. Rp. B/C rasio Rp.id . yakni yang banyak digemari masyarakat.386. sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun.500.1.1.500.000. 625.800. 94.= 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Pestisida 7 liter 3.1. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat. Rp. Tenaga kerja .SP-36 300 kg @ Rp.Pupuk kandang 24 ton @ Rp.000.Rp.H. ke-15 1. seperti cincalo. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.960. http://www.. 3.270. M. Rp. Alat 4. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.2. 10.

Jl.id . 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.

c. DAFTAR PUSTAKA 1) Sarwono B. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Fax.H.go. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. contoh yang diambil 15 (minimum). 2) Guntur. Bertanam Jambu Air. 4) Yayasan Kanisius. berat bersih. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Henny. contoh yang diambil 9. tengah dan bawah. M. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. contoh yang diambil 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Kanisius. e. jenis mutu. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. Trubus. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. hasil Indonesia. 021 316 1952. (1985). Asri. negara/tempat tujuan. 12. b. daerah asal. Mutu … Klasifikasi dan Standar 11. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Pengemasan Jambu air dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. contoh yang diambil 5. a. contoh yang diambil 10. nama/kode perusahaan. Jenis-jenis Jambu Air Top. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. d.5. Jakarta. Jambu Baron. Aksi agraris. Jakarta. Bertanam Pohon Buah-buahan I. Jakarta.ristek. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Yogyakarta. (1980). Trubus. http://www. 021 316 9166~69. Jl. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. golongan ukuran.3. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. Jakarta. (1990).(1987).id .

go. Jl.id .H. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. Fax.

id . atau jambu batu. M. jambu siki. http://www. terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya: 1) Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali). Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium g uajav a L. JENIS TANAMAN Dari sejumlah jenis jambu biji. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa.ristek. Fax. 021 316 9166~69. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk.H.go. 021 316 1952. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah. dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. 2. SEJARAH SINGKAT Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu. menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. ) 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok.

go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl.H. Fax. M. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Jawa Tengah. 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 5. 021 316 1952. Malaysia. 3) Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional. Jl. SENTRA PENANAMAN Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang. yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan JuliKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis. 5) Jambu sari. 2) Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. 4) Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. 2) Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias. Jawa Barat. Di Indonesia.H. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta. dagingnya tebal dan sedikit bijinya. M. Jawa Barat. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jambu bangkok (buahnya besar. Fax. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. SYARAT TUMBUH 5. 8) Jambu merah getas. Iklim 1) Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan.id . dan Jawa Timur. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil). 3. namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga. Daerah DI Yogyakarta. dengan kadar gula 8%. 3) Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. 6) Jmabu apel. MANFAAT TANAMAN 1) Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi. rasanya agak hambar). 4) Jambu pasar minggu. Kabupaten Karawang. Brazilia dan lain-lain.1. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri.go. 3) Jambu merah. 7) Jambu palembang.

id . 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax. M.ristek. http://www.H.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952.

b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. 2) Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen.2. 5. 021 316 9166~69. Bibit yang baik antara lain yang berasal dari: a) Buah yang sudah cukup tua. Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) Hal. yaitu antara 4. 3) Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya. 2) Penyiapan Benih Setelah buah dikupas dan diambil bijinya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PEDOMAN BUDIDAYA 6.2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.5-8.3. Fax.1. 5.id . lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam). Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 51200 m dpl. 6.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 021 316 1952. M. http://www. Pembibitan Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi. bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij. berarti udara kering karena miskin uap air. walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung.H. Jl. 4) Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang.ristek. Media Tanam 1) Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah.

Akar akan tumbuh dengan cepat. supaya mendapatkan banyak sinar matahari. kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi. kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik. Untuk menghidari jamur. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1.id . Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th. kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm. dengan lebar 0. melalui cara Forkert yng disempurnakan. Setelah mencapai keinggian 5-6 m. okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong.go. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput. bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik. 021 316 9166~69. setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan. dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan. sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan.H. kemudian dianginkan selama 24 jam. dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau. untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan. 3) Teknik Penyemaian Benih Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi untuk penyemaian. batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan. sekitar 2-3 bulan. dengan jarak antara bedeng 1 m. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yang sudah disiapkan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah. kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. Jl.84. setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau. biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45. kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan. panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m. Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1cm dan tumbuh lurus. M. caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit. kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang.

H. 021 316 1952.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M.ristek.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl.

2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata.2%. baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan. untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar. kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan.go. alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan. kemudian lebar daun dipotong separuh. meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur. sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel. kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disekitarnya. dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. kecuali ditanam pada musim penghujan. rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi. tiap tanaman disemprot 50 cc larutan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur. 6.1% atau Gandasil D 0. 021 316 1952. dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm. ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas.5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0. M. setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas. hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan. hindarkan dari serangan hama dan penyakit. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin. sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan.H. 5) Pemindahan Bibit Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak. diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.05-0. banyak mengandung unsur nitrogen. http://www. kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan Hal. sampai umur kurang lebih 1 tahun.id . 021 316 9166~69. setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur. Fax. dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali.ristek. Jl. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur. agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan. penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang. 5) Pemupukan Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yang peggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri. 6.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Setelah terjadi proses perkecambahan biji yang telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yang telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah dan berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 23 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yang telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 3040 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit jambu biji yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yang akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m. 3) Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula dan tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 2 pekan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), kecuali pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Lain-lain Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah. 6.4. Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan. 1) Penjarangan dan Penyulaman Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman dan sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan. 2) Penyiangan Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) dan apabila buah terlalu banyak, tunas yang ada dalam satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yang tidak diperlukan akan berakibat buah menjadi besar dan menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna untuk merangsang tunas bunga dan buah yang akan tumbuh. 3) Pembubunan Supaya tanah tetap gembur dan subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah supaya tetap dalam keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Hal. 8/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Perempalan Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara dan pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya. 5) Pemupukan Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan: a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun. b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan pupuk segera di tanam dalam torakan tersebut dan ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu. 6) Pengairan dan Penyiraman Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. Dan bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang 2 lebih 3000 m dan dilakukan sehari sekali tiap sore hari. Hal. 9/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

7) Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yang ditimbulkan baik karena kondisi cuaca dan juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen dan juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut. Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun disemprot 2 x seminggu dan setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 8) Pemeliharaan Lain Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO3 dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) dan juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yang dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama 1) Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos. 2) Ulat keket (Ploneta diducta) Pengendalian: sama dengan ulat daun. 3) Semut dan tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin dan furadan.

Hal. 10/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Kalong dan Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami. 5) Ulat putih Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam, Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 6) Ulat penggerek batang (Indrabela sp) Gejala: membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm; Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7) Ulat jengkal (Berta chrysolineate) Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat dan beruas-ruas Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning. Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7.2. Penyakit 1) Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons) Menyerang daun tua dan muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercakbercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 2) Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. Pengendalian: dengan

3) Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 7.3. Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman jambu biji yang mengganggu Hal. 11/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8.

PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan dengan jenis jambu biji yang ditanam dan juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan jambu biji yang sudah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau dan belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dalam kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. 8.2. Cara Panen Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali. 8.3. Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dalam satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar dan merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat dilakukan dua kali dalam setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yang masak, dan yang belum masak supaya ditinggal dan kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tidak dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll. 8.4. Prakiraan Produksi Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 12/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

9.

PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dalam keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dalam gudang/gubug. 9.2. Penyortiran dan Penggolongan Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yang bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan mutu sama, yang biasanya dijual dalam bentuk kiloan atau bijian dan perlu diingat bahwa dalam penyortiran diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain. 9.3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tidak terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tidak bisa terlalu lama dan sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dalam gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong PE, suhu sekitar 23-25 derajat C dan jambu dapat bertahan hingga 15 hari dalam kantong PE dan ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yang baik adalah 1013 mbar dan dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0² sebesar 5,21% dan kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dalam kantong PE. Jalan yang terbaik untuk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan dan dimasukkan dalam kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan sehingga dapat lama dalam penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail. 9.4. Pengemasan dan Pengangkutan Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan dan cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tidak jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dalam keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 13/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yang berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yang panjang dengan jarak 1 cm, sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dalam pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna untuk memberi kebebasan udara untuk keluar masuk dalam peti. Sebelumnya buah jambu dipilih dan di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus dan lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan. 9.5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. dan biasanya dengan cara pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, dan dapat membuka peluang untuk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu dan jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang untuk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya Usaha

Perkiraan analisis budidaya jambu biji seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m, populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1. Sewa lahan 2. Bibit 800 batang @ Rp. 3.000,3. Pupuk - Pupuk kandang 6 ton @ Rp. 150.000,-/ton - Urea 25 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 25 kg @ Rp.1.900,- KCl 25 kg @ Rp. 1.800,4. Pestisida dan fungisida 5. Tenaga kerja - Lubang tanam, ajir 23 HKP @ Rp. 7.000,- Beri pupuk 8 HKP + 15 HKW @ Rp. 5.000,- Tanam 8 HKP + 10 HKW - Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW Rp. 30.000.000,Rp. 2.400.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 900.000,37.500,47.500,45.000,800.000,161.000,131.000,106.000,400.000,-

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2) Biaya produksi tahun ke-2 s.d. ke-4 1. Pupuk - Pupuk kandang 10 ton @ Rp. 150.000,- Urea 75 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 50 kg @ Rp.1.900,- KCl 50 kg @ Rp.1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Tenaga kerja - Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.d. ke-15 1. Pupuk - Pupuk kandang 24 ton @ Rp. 150.000,- Urea 125 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 300 kg @ Rp.1.900,- KCl 150 kg @ Rp. 1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Alat 4. Tenaga kerja - Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW - Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 70 ton 245.000.000,5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. B/C rasio

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

1.500.000,112.500,95.000,90.500,781.250,625.000,600.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3.600.000,187.500,570.000,270.000,1.093.750,450.000,-

Rp. 675.000,Rp. 550.000,Rp. 127.799.500,Rp. Rp. 117.200.500,= 1,917

Panen dimulai pada tahun ke 6 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan. 10.2. Gambaran Agrobisnis Peluang

Prospek komoditi jambu biji cukup cerah, sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat, yakni yang banyak digemari masyarakat, seperti jambu biji bangkok.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11.2. Diskripsi … 11.3. Mutu … 11.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100, contoh yang diambil 5. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300, contoh yang diambil 7. c. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yang diambil 9. d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yang diambil 10. e. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yang diambil 15 (minimum). Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11.5. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. Klasifikasi dan Standar

12. DAFTAR PUSTAKA

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Pusat Informasi Pertanian, Trubus Kumpulan Kliping Jambu Biji: Jenis dan Manfaat Budidaya Panen dan Pasca Panen. Jakarta: 1993. 108p: gamb. 2) Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Iman Satyawibawa Agribisnis tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994. Vi + 67p; ilus.; 21 p. Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Ensiklopedi nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. Jilid 7: hal 325.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

id .H. M. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye. dan Indonesia. di Lampung dijuluki gayu. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu. di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet. di Bali jambu jipang atau jambu dwipa. SEJARAH SINGKAT Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara.ristek. kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana. dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. ) 1. http://www. 021 316 9166~69. Mozambik. Jl. Filipina. Madagaskar.go. di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede. Di antara sekian banyak negara produsen. 021 316 1952. Srilangka. Hal. Brasil. Senegal. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thailand. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Malaysia. Kenya. dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki. Kenya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU METE ( Anacardium occidentale L.

maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem). Pasuruan. dan Ponorogo). merah. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. dan di Yogyakarta (Gunung Kidul. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. Soppeng. buah kalengan. M. Maros. manisan kering. hijau kekuningan dan hijau. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta. dan NTB (Sumbawa Besar. Sampang. Apabila terkena udara. kuning. di antaranya ada yang berkulit putih. merah muda. MANFAAT TANAMAN Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya. dan jem jambu mete. dan Barru). dan Sleman). Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari. Sumenep. gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku.go. Jawa Timur (Bangkalan. SENTRA PENANAMAN Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara. JENIS TANAMAN Jambu mete mempunyai puluhan varietas. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. Hal.1. bahan pencelup. 5. http://www. 021 316 1952. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete. cairan tersebut berubah menjadi hitam. Wajo. Jl. 4. Sulawesi Tenggara (Muna). Dompu. Wonogiri). batang. Sidenreng. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Selain daya rekatnya baik. 2) Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan maksimun antara 25-35 derajat C. 021 316 9166~69. Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene. Iklim 1) Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Fax. Selain itu.H. daun. anggur mete.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan buahnya. SYARAT TUMBUH 5. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Sinjai. Bantul. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C.ristek. selai mete. terutama di daerah Jawa Barat. mulai dari akar. dan Bima). Bone. kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. atau bahan pewarna. Di luar Pulau Jawa. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat.

000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm). kemudian disortir. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.2. 5.1.3. aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%. http://www. e) Bila dikemas dalam kantong plastik. c) Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih.3 .id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum. Media Tanam 1) Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir. 5) Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1.6. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%. 021 316 9166~69.7. Jl. b) Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat. 5. benih (biji mete) harus disemai dahulu. 2) Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6. 6. f) Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan. dan penyambungan. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. d) Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%. Ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1. tetapi masih sesuai pada pH antara 5.200 m dpl. g) Sebelum ditanam. PEDOMAN BUDIDAYA 6.000-2. 021 316 1952.H. tanah lempung berpasir. kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.5 .ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Pembibitan Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan. Fax. Dalam penyerbukan bunga jambu mete. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl. okulasi. dan tanah ringan berpasir. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : a) Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.3. 4) Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. paling lama 8 bulan.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . Jl. M.ristek. 021 316 1952.H. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. rumput setaria. juga terhadap tanah yang kurang subur. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. Sebagai contoh adalah tanaman palawija. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela.3. 021 316 1952. pH harus 4-6. 021 316 9166~69. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar. bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. http://www. diluar lubang sebelumnya. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.2. dapat diterapkan budidaya polikultur. kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab. Pemberian pupuk kandang dan kompos.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pembukaan lahan Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya. untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau. M. Untuk efisiensi lahan. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola dan Jarak Tanam Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m.go. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha.ristek. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. sedikit diluar lingkaran daun.H. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil. dan jambu mete. 3) Pemupukan Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Jl. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan.id . Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Fax.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Jl. http://www.ristek. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari.go. agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong. 021 316 9166~69. Untuk mengurangi keasaman tanah. Apabila tanaman berumur ≥ 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat. harus ditembus. 6. 3) Cara Penanaman Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Bila jenis tanahnya sangat liat. http://www. b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian.H. diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. 021 316 1952.ristek.4. lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.id . Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung. Pada waktu penutupan lubang. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman. b) Pada waktu penggalian lubang. c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyulaman Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas. M. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. d) Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak. Fax. Jl. e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembuatan Lubang Tanam Cara membuat lubang tanam: a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm.

http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. M. Fax.

Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan ulat perusak bunga. di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari.1. Hama Hama yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah hama pengisap daun. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. M. b) Pilih 3 . Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Jl. c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. 021 316 9166~69. ulat kipat. Fax. Folidol. 4) Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang. atau pupuk buatan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam.10 tahun. Akibatnya. akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. kepala dan ekor warna merah nyala.H. kompos. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan.id . Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 . 021 316 1952. seluruh tubuhnya ditumbuhi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 m dari tanah. penggerek daun. HAMA DAN PENYAKIT 7. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Basudin dan Dimecron dengan dosis 2cc atau 2 gram/liter air. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan. 5) Pemangkasan Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 .ristek. 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Pada tanaman terlihat kepompong bergelantungan.1. http://www. 7. nyamuk daun. Lamnate. 6) Penjarangan Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi.5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . penggulung daun. Insektisida yang dianjurkan antara lain: Tamaron. ulat hijau. Ulat berwarna hitam bercakbercak putih.go.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H. 021 316 1952. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. M.

H.5 ml/liter air. fase kepompong 3-5 minggu. M.id berjatuhan dan kering.0 . Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rambut putih. Pengendalian: dengan menyemprotkan insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1. Fase pupa berlangsung 4 minggu. 021 316 1952. penyakit bunga dan putik. daun dan ranting segera mengering dan diikuti dengan gugurnya daun. (2) dengan mengolesi sekitar permukaan batang/akar dengan larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air). maka atau kimiawi. 3) Ulat penggerek batang (Plocaederus feeeugineus L) Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning. Penyakit Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7. lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati. (2) dengan penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana. pada serangan yang hebat. Jl. Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. 1) Penyakit layu Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidak merata.15%.1. 021 316 9166~69. Pengendalian: (1) dengan memperbaiki lingkungan pembibitan. dan baru pulih setelah 18 bulan. misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. Captacol dan Theophanatea.2 % atau Thiodan dengan dosis 0. oval.go. dan Antracnossis. seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat.2. kecuali abdomen bagian belakang sebelah bawah berwarna putih. Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. dan Phytium sp. Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Fax. Gejala: pada tunas-tunas daun muda. Pengendalian: (1) melalui teknik bercocok tanam. 2) Helopeltis sp.ristek. sebab larva instar yang jatuh terakhir dan hama dapat diberantas secara mekanis menggunakan Karbaril 0. daun dapat habis sama sekali. 4) Hama penggerek buah dan biji (Nephoteryx sp. sedang belum didapatkan cara yang menjadi pupa di tanah. tetapi tanaman tidak mati.02 %. Pengendalian: tepat. Fusarium sp. yaitu dengan . tanaman tidak akan menghasilkan buah. Penyebab: jamur Phytophthora palmivora. Telurnya berwarna putih.) Gejala: buah muda yang diserang hama ini akan buah tua isinya belum penuh. http://www. Tubuh imago berwarna hitam.

id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax. Jl. 021 316 1952. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.

bunga & tangkainya busuk. jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk. M. 8. c) Tekstur daging semu lunak. Pestalotiopsis sp. pencegahan harus secara terpadu. Masa panen berlangsung selama 4 bulan. Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya supaya penyakit tidak menular ke tanaman lain. Fax. 021 316 9166~69.2. kering kecoklatan & pecah-pecah. Gejala: kulit buah hitam dan busuk. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah jambu mete yang sudah tua adalah sebagai berikut: a) Warna kulit buah semu menjadi kuning. Pengendalian: (1) perlu dilakukan secara terpadu. oranye. d) Warna kulit bijinya menjadi putih keabu-abuan dan mengilat. bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen. Jl. Gejala: kulit biji busuk dan hitam. (2) untuk memberantas jamur parasit ini beberapa fungisida yang efektif adalah Dithane M45. Botryodiplodia sp.go. Buah mete biasanya telah dapat dipetik pada umur 60-70 hari sejak munculnya bunga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1.. Ketepatan masa panen dan penanganan buah mete selama masa pemanenan merupakan faktor penting.ristek. Pestalotiopsis sp. 3) Bunga dan buah busuk (1) Penyebab: Colletrichum sp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Daun layu dan kering Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum. . Agar mutu gelondong/kacang mete baik.. yaitu cara lelesan dan cara selektif. rasanya asam agak manis. Difolan 4F. yaitu pada bulan November sampai bulan Februari tahun berikutnya. Pestalotiopsis sp. (3) Penyebab : Botryodiplodia sp. Tanaman jambu mete dapat dipanen untuk pertama kali pada umur 3-4 tahun. beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati.id . http://www. Gejala: secara mencolok daun. Delsene MX 200. Fusarium sp. Cobox.. Cara Panen Sampai saat ini ada dua cara panen yang lazim dilakukan di berbagai sentra jambu mete di dunia. Fusarium sp.daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur. b) Ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. 8. dan Cuproxy Chloride. dan aroma buahnya mirip aroma stroberi. buah yang dipetik harus telah tua. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi..H. (2) Penyebab: Pestalotiopsis sp. berair. Colletrichum sp. 021 316 1952. Gejala: permukaan kulit buah & kulit biji. Botryodiplodia sp.. PANEN 8. atau merah tergantung pada jenisnya.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69.go. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . http://www. 021 316 1952.

go.H. Jl.3. Apabila buah tidak memungkinkan dipetik secara langsung. Pengumpulan Mutu kacang mete di pasaran cukup bervariasi. Tanaman jambu mete sebenarnya masih dapat berproduksi sampai umur 50 tahun. warna.id . b) Cara selektif Dilakukan secara selektif (buah langsung dipilih dan dipetik dari pohon). PASCAPANEN 9. M. Pengolahan Kacang Mete Urutan pengolahan kacang mete adalah: a) Pelembaban gelondong mete b) Penyangraian gelondong mete c) Pengupasan kulit gelondong mete d) Pelepasan kulit ari Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maupun rendamen kacang metenya. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Cara lelesan Dilakukan dengan membiarkan buah jambu mete yang telah tua tetap di pohon dan jatuh sendiri atau para petani menggoyang-goyangkan pohon agar buah yang tua berjatuhan.1.ristek. Prakiraan Produksi Banyaknya hasil panen tergantung dari umur tanam. 9. http://www. rasa. Hasil ini meningkat menjadi 15-20 kg/pohon pada umur 20-30 tahun. Variasi mutu kacang mete tersebut antara lain dipengaruhi oleh varietas tanaman jambu mete yang berbeda dan perlakuan serta pengawasan selama proses pengolahan berlangsung.3. 8. Jambu mete yang berumur 3-4 tahun dapat menghasilkan gelondong kering 2-3 kg/pohon. 021 316 9166~69. Pengolahan Gelondong Mete Pengolahan gelondong mete dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: a) Pemisahan gelondong dengan buah semu b) Pencucian c) Sortasi dan pengelasan mutu d) Pengeringan e) Penyimpanan 9. 021 316 1952. tetapi masa paling produktifnya adalah pada umur 25-30 tahun. Banyaknya varietas tanaman jambu mete yang ditanam oleh para petani indonesia menyebabkan mutu mete yang dihasilkan sangat beragam baik mengenai ukuran gelondong. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. pemanenan dapat dibantu dengan galah dan tangga berkaki tiga.

http://www.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 1952. M.ristek.id . 021 316 9166~69.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

disamping menjaga kelestarian tanah dan air.2. Adapun standar atau syarat mutu kacang mete dilihat dari: a) Kulit ari b) Biji terkena CNSL c) Serangga c) Biji berulat d) Biji busuk e) Biji bercendawan/jamur f) Benda-benda asing Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.2. III dan IV).1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Jl. Dengan menanam jambu mete.go.3. Ruang Lingkup Mutu kacang mete dinilai dari bentuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Sortasi dan pengelasan mutu f) Pengemasan 10. 021 316 9166~69. hasilnya meningkat mulai umur 8 . bau.id .H. Rasa kacang mete dipengaruhi oleh faktor intrinsik alami. Setelah itu berbuah lebat hingga lebih dari 20 tahun.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. Panen setiap tahun. 021 316 1952. Fax. Gambaran Peluang Agribisnis Jambu mete mulai berbuah pada umur ± 5 tahun. Selain itu juga faktor rasa. Diskripsi Biji Mete kupas (Cashew Kernels) adalah biji dari buah tanaman jambu mete yang telah dikupas kulitnya dan telah dikeringkan. Standar mutu kacang mete di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-2906-1992. STANDAR PRODUKSI 11. setiap hektar akan diperoleh 100 pohon x 5 kg/pohon x Rp. II.. 11.10 tahun.1. terutama dalam hubungannya dengan penerimaan konsumen. http://www. M. bobot biji dan warna. ukuran biji. 500. dan tekstur ikut mem-pengaruhi mutu kacang mete. 250. Analisis Budidaya … 10. Mutu Klasifikasi dan Standar Jenis/kelas mutu kacang mete terbagi menjadi 4 kelas (I.= Rp.(tahun 1988) Usaha 11. varietas tanaman dan faktor ekstrinsik seperti tumbuhnya jamur pada kacang dan proses pengolahannya.

10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. Fax. http://www. 021 316 9166~69.

021 316 1952. 11. 12. http://www. tidak termasuk biji utuh) 11. Balai Informasi Pertanian Banjarbaru. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. h) Negara/tempat tujuan. Produk yang rusak atau busuk yang ada dalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masih sehat. Fax. Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng. yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. III = 15%. serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan. 021 316 9166~69. M. e) Nomor kemasan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%. Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. Pengemasan Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu. tetapi sebaiknya yang masih baru. f) Berat kotor. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah peti/karton dengan maksimum 30 peti/karton dari tiap partai barang. g) Berat bersih. i) Keutuhan biji mete ( utuh. c) Nama perusahaan/eksportir. tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. belah. Oleh karena itu hanya produk yang baik yang perlu dikemas. II = 5 gram/biji. pecah. Jl. b) Nama barang.go. DAFTAR PUSTAKA 1) Liptan (1988). II = 15% .H.ristek.5. Jambu Mete Sebagai tanaman penghijauan. kemudian tiap peti/karton diambil contoh kurang lebih 500 gram Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. kering. d) Jenis mutu. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 1000 gram Contoh kemudian disegel dan diberi label. kedap udara dan tidak bocor. bersih.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Warna (Kelas I: ke-putih-putihan) h) Bobot maksimum dalam gram/biji: I = 5 gram/biji. h) Kadar air dalam maksimum %: I = 16%.4. III = 10 gram/biji.

http://www. 021 316 9166~69.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.ristek. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Penebar Swadaya. Proyek Informasi Pertanian Kalimantan Tengah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Liptan. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Saragih. 86 halaman Jakarta. Pengupasan Gelondong.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (1990). BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.H. Budidaya Jambu Mete. Budidaya Jambu Mete. http://www.ristek. (1994). Fax. Lembar Informasi Pertanian. METE. Haryadi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Yan Pieter. Yadi. Jl. 021 316 9166~69. M. 2 hal. Bogor. 021 316 1952.

id . auranticum L. jeruk manis (C. Jeruk untuk bumbu masakan yang Hal. Fax. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. jeruk Siem (C.).go. 1 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.sinensis L. 2. M. 021 316 1952. jeruk besar (C.ristek. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JERUK ( Citrus sp. microcarpa L. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp. jeruk sitrun/lemon (C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan C. Jl. SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. Siem Lumajang.). Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. http://www. medica).sinensis. 021 316 9166~69. L) yang terdiri atas Siem Pontianak.maxima Herr. jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. dan C. ) 1. Siem Garut. Sejak ratusan tahun yang lalu.

hystix ABC). MANFAAT TANAMAN 1) Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi.id . 5. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. 3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. 2 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. Iklim 1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. keprok medan. Tawangmangu (Jawa Tengah). 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). 3. Batu (Jawa Timur). M. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. 2) Tergantung pada spesiesnya. http://www. bali. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terdiri atas jeruk nipis (C. SYARAT TUMBUH 5. SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara).1. gula tetes. Hal. Selayar (Sulawesi Selatan). 021 316 1952. jeruk memerlukan 5-6.go. dimana kandungan vitamin C yang tinggi. Tejakula (Bali). 2) Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. 4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. nipis dan purut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. esens minuman dan untuk campuran kue. 4.ristek. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. sabun wangi. 021 316 9166~69. jeruk Purut (C. jeruk baby. 5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). hystrix) dan jeruk sambal (C. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. aurantifolia). Fax.H.

200 m dpl. 6) Jenis Jepun Kasturi. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. mirip dengan induknya (true to type). 6. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Madura. berdiameter batang 2-3 cm. cukup humus. tata air dan udara baik.H.1.3. Waturejo. 2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. akar serabut banyak. Bali. 5.2. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Jl. 3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl. Kumkuat: 1-1. WNO. 2) Jenis Keprok Batu 55. Keprok Garut: 700-1. 021 316 1952.id . PEDOMAN BUDIDAYA 6. permukaan batang halus. subur. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. VLO: 300–800 m dpl. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan 0 sekitar 30 . Gulung: 1–700 m dpl. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl. 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. Fax. 4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. 5) Jenis Besar Nambangan-Madiun. debu 25-50% dan pasir < 50%. Media Tanam 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%.5 dengan pH optimum 6.5– 6. 3) Jenis Manis Punten. 3 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.000 m dpl. M. 4) Jenis Siem: 1–700 m dpl.go. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. Hal. 021 316 9166~69.

2. Tanah diolah sedalam 30-4. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. Hal. pasir (1:1:1). Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. Sebelum ditanami. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Rough lemon. tambahkan pupuk kandang 2 1 kg/m . Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen.15-1. busuk akar dan nematoda.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Jarak petakan 0.20 m membujur dari utara ke selatan. Jl.ristek. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. 4 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. daya adaptasi lingkungan tinggi.go. Fax. Cleopatra. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. M. 021 316 9166~69. sekam. persemaian diberi atap.5-1 m. tahan kekeringan. Setelah tanam. http://www. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Areal persemaian memiliki tanah yang subur.id . tahan/toleran terhadap penyakit virus. 021 316 1952. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm).

Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. Hal.id . 6.ristek. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. 2) Pengurangan akar. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk.H. 2) Penyiangan Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. 021 316 9166~69. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Jl. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. 5 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.3. 021 316 1952.go. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami. Pada pertumbuhan selanjutnya. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. M. 4) Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. Fax. Setelah tajuk saling menutupi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Setelah bibit ditaman. http://www. Sebelum ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.4. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami.

ZA=1400.go. Dolomit=120.kandang=160 kg/tan. Dolomit=80. ZK=100. d) 4 bulan: Urea=400. Dolomit=140. g) 7 bulan: Urea=700. i) >8 bulan: Urea >1000. ZK=800. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. TSP=50. ZK=800. Jl. 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. P. M. Dolomit=100. P. 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. ZA=400. http://www. 021 316 9166~69. TSP=150. ZK=200. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. c) 3 bulan: Urea=300. Fax. ZA=800.H. ZA=1600. ZA=200. Jika air kurang tersedia. Dolomit=160. Dolomit=40. P.kandang=60 kg/tan. TSP=200. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. f) 6 bulan: Urea=600. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. P. TSP=125. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. P. ZK=300. TSP=175. TSP=200. TSP=75. TSP=25.id .kandang=80 kg/tan.kandang=20 kg/tan. Dolomit=60. ZA=600. 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat.kandang=120 kg/tan. ZK=400. h) 8 bulan: Urea=800. ZK=700. TSP=100.kandang=40 kg/tan. ZA=1000.. P. P.kandang=140 kg/tan. ZA=2000. P. b) 2 bulan: Urea=200. Dolomit=200. 6 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. P. Dolomit=20. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. ZK=600.kandang=200 kg/tan. ZK=500. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.kandang=100 kg/tan. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. ZA=1200.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Hal. e) 5 bulan: Urea=500.

Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC). Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii. Malathion (Gisonthion 50 EC). Nudrin 24 WSC). Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP. tunas. Aphis gossypii. Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. Rogor 40 EC). Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite). Oxythioquimox (Morestan 25 WP.) Bagian yang diserang adalah buah. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G. 021 316 9166~69. Cyhexation (Plictran). Jl. Gejala: tunas keriting. kuncup daun.) Bagian yang diserang adalah daun muda.) Bagian yang diserang adalah tangkai. Dicofol (Kelthane).perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. rontok. daun muda.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga.ristek. daun dan buah. Gejala: bercak keperak. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan. Basudin 60 EC). Fax. Dicarbam 50 WP).H. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Rogor 40 EC. M. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Diazinon (Basudin 60 EC).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. tunas/daun muda mengkerut. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). 4) Tungau (Tenuipalsus sp. Cygon). Dimethoate (Perfecthion. menggulung. 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). tanaman mati.id . Selain itu buang bagian yang terserang. Malathion (Gisonthion 50 EC. 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. http://www.go.1. HAMA DAN PENYAKIT 7. . bercak Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN disertai Hal.ristek. http://www. M. 021 316 9166~69.go. Jl. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 7 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

Carbaryl (Sevin 85 S). 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. kering dan gugur. Kemudian buang bagian yang diserang. Dimethoathe (Roxion 40 EC. M.3-0. Methomil (Lannate 25 WP). buah muda gugur sebelum tua. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadangkadang disertai nekrotis.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda.id . Fenithion (Lebaycid).) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. 10 G. daun di ujung tunas menjadi hitam. 021 316 1952.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bercak khlorotis dan gugur daun. Jl. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Methidhation (Supracide 40 EC). Metamidofos (Tamaron). hindari memakai mulsa jerami.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Gejala: lubang kecil di bagian tengah. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW).) Bagian yang diserang daun. Basazinon 45/30 EC). Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC). 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP). Fax. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas. Dichlorophos (Nogos 50 EC).go. Gejala: berkas berwarna kuning. 021 316 9166~69.5 cm. Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC. belatung kecil di bagian dalam buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Gejala: helai daun menebal.H. bunga mudah rontok. buah gugur. Triazophos (Fostathion 40 EC). 10) Lalat buah (Dacus sp. http://www. buah dan tangkai. Methidathion (Supracide 40 EC). mengering dan buah gugur. Gejala: daun berwarna kuning. tepi daun menggulung ke atas. Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC). 9) Kutu dompolon (Planococcus citri. 8) Thrips (Scirtotfrips citri.

021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.H. M. 021 316 9166~69.ristek. Fax.

Bagian yang diserang jeruk manis. Gejala: daun sempit. Rough lemon dan Sour Orange. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. warna kayu jadi keabu-abuan. vena daun. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. 021 316 1952. 10 G). kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. biji rusak dan pangkal buah oranye. kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. Aphis gossypii. kurangi kelembaban perakaran. M.id . 021 316 9166~69. Gejala: daun gugur. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. buah kecil.go. Fax. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis.2. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. pertumbuhan terhambat. http://www. kecil. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. nipis. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Hal. siem. lancip. 3) Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus.H. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. memusnahkan tanaman yang terserang. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. 9 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. 7. Gejala: lekuk batang . asam. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera.ristek. manis. ranting muda kadang-kadang mati. daun kaku pemucatan.

9) Buah gugur prematur Penyebab: jamur Fusarium sp. Kemudian potong cabang yang terinfeksi.go. http://www. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. Botryodiplodia theobromae. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Bagian yang diserang adalah daun. Jl. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. 021 316 9166~69. Hal. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). Phytophtora citriphora.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. tangkai atau buah. Colletotrichum sp. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). M. Alternaria sp. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Gejala: tunas tidak segar. 021 316 1952. Fax. 10 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: pemangkasan teratur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. batang kering dan sulit dikelupas. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. tanaman kering. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik.ristek. Bagian yang diserang adalah buah. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Bagian yang diserang adalah batang. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl.id . 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur.

Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.H. 8. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. 8. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. biasanya berumur antara 28–36 minggu. Hal. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun. Pisahkan buah yang mutunya rendah. Bagian yang diserang adalah daun. tergantung jenis/varietasnya. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. Copper oxychlorida. Jl. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.go. kadang-kadang sampai 500 buah per tahun. Pengumpulan Di kebun. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. 021 316 9166~69.1. http://www.3. 9. M. 021 316 1952. Fax. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.2. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. tangkai. 8. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal. PASCAPANEN 9.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. 9. Citri.ristek. memar dan buang buah yang rusak. buah.1.id . 11 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. PANEN 8.

2.Tahun ke-1.1.000. 1.000.141.. 150 m @ Rp. 15.000.320. Fax. Pengemasan Sebelum pengiriman.Rp..000. 15.000.H.2. 152 kg @ Rp. Bibit 400 tanaman @ Rp. 1.3 .575. 9. Pupuk ZK Rp.105.Tahun ke-3. Rp. Rp.. Sewa lahan 15 tahun @ Rp.d. 2.450. 1.f.. Rp. 1. 2.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C.000.Tahun ke-1. 65 kg @ Rp.Tahun ke-4.3 .3 .410.205.313.Tahun ke-4. Rp. 15..500.ristek.500. 166 kg @ Rp.530. 2. 021 316 1952.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 333 kg @ Rp.Tahun ke-6.245.174.Tahun ke-2.410. 175 m @ Rp. 111 kg @ Rp. 1. 15. Rp. Rp. Pupuk Urea . 100 kg @ Rp.469.Tahun ke-5.000. M.410. Rp.Tahun ke-1.2. Rp. Rp. 1.000. 100 kg @ Rp.3 . 15.341.055..1. 145 kg @ Rp. 2. 100.000. Pupuk kandang 3 .133.214.Tahun ke-5.000.250. 83 m @ Rp.625.000.130.005.020. Rp. 125 m @ Rp. 1. 15.c.3.Tahun ke-2. Pupuk SP 36 . Rp.Tahun ke-6.e. 10.Tahun ke-2. 67 m @ Rp.410.Tahun ke-3.500.Rp. 100 m @ Rp.3 . 15.204. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg. http://www..205. 222 kg @ Rp.id . 2.b.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.410.Tahun ke-4.055.4. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak.Tahun ke-5. Rp.000. 80 kg @ Rp. 1.055. 100 kg @ Rp..228. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Rp.Tahun ke-3. Rp. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya jeruk manis (Jaffa) skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Batu (Malang) tahun 1999. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk.go.675. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp.500.000.000.000.1.055. 85 kg @ Rp. 1) Biaya produksi a.055. Rp..055. 021 316 9166~69.112.875.000. 2..410.1.Tahun ke-6. Jl.000.800.

H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 12 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.id . Fax. M.ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

5. 432. 2.Rp.000. Fax.000.500.000. 8. 250. 2.Rp.Penyemprotan penyakit Hal. 54.000..Tahun ke-4.Tahun ke-2-6: 40 HOK.760.000. 333 kg @ Rp. 54.000.550. j.550.Tahun ke-6: 75 HOK @ Rp.Rp.000.000.000. 3.. 54.id .. 5.000.000. 200.000.104. 120.000.Rp.000.Tahun ke-3: 48 HOK @ Rp. 50 kg @ Rp.H.550..Rp.Rp.000. 127. 350.150. 5. 200. i.000. 5.Tahun ke-2: 6 liter @ Rp. 5. 75.Tahun ke 5: 65 HOK @ Rp.000. 5.Rp..000.Rp. 5. 387.Tahun ke-1: 3 liter @ Rp.-/th Rp. 325.Rp. 5. 4. 375..Rp. 26 kg @ Rp.Penyemprotan Hama Tahun Ke-1: 50 Hok @ Rp.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g.000. 500 kg @ Rp. 324.000. Rp.Tahun ke-2: Rp..Nimrod.Rp.000. 1. 600.Tenaga kerja : ..go.Tahun ke-1: Rp.5.Rp. 021 316 9166~69.Rp. 73 kg @ Rp.Rp.600. 1. 300. 66..Buat lubang tanam: 70 HOK @ Rp. 50. 240.000..Tahun ke-6: 10 liter @ Rp. 900. 2.Rp.000.000.Tahun ke-4: 10 liter @ Rp.Tahun ke-4: Rp. 5. .Tahun ke-6: Rp.000/th Rp.000. Rp.275.000. 540.000..550.000. 100..Rp. 5. 5. 54. 300.Tahun ke-2: 65 HOK @ Rp.000.000.840. 300. 021 316 1952.Tahun ke-3: 8 liter @ Rp. M. 300..300. 5.ristek..000... 11.000.Rp.Tahun ke-2. 325.Sprayer 3 buah @ Rp.Rp. Karathane.000.Obat dan Pestisida (Antracol.. 5.000/th Rp.Rp. 5.000 Rp.000. 2. 180. Jl. 13 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.Pemupukan Tahun ke-1-2: 30 HOK.000.000.400.Penyiangan: 20 HOK. h.Rp.000. 4.Tahun ke-5.000.000. 54.000.Rp. 150.000.Tenaga tetap 1 or.000. 152 kg @ Rp.Tahun ke-3: Rp.000.000.Tahun ke-5: 10 liter @ Rp.Tahun ke-3: 60 HOK @ Rp... 2.000. 250.550. Dimecron.Peralatan .000.Tahun ke-3. 2. 15.Tahun ke-6.Rp.Tahun ke-2: 36 HOK @ Rp.Rp.000.Tahun ke-1.400.Rp.000. dll) . 54. 849. 150.Tahun ke-5: Rp.000..Cangkul 20 buah @ Rp.000.Pupuk Daun .Tahun ke-3: 40 HOK @ Rp.000.000..000.000.Pengendalaian HPT Tahun ke-1: 24 HOK @ Rp.Pengolahan lahan Tahun ke-1: 15 HOK @ Rp.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp. 960.000. 250.Rp. Rp.668.Penanaman: 30 HOK @ Rp. http://www.000.000.. Rp. 186.Rp. 162. 540.150..Gunting pangkas 5 bh @ Rp...-/th Rp.550. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 540.

150.000. 150.Rp.Rp. 5.17. 5.2 Gambaran Peluang Agribisnis Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi.-/th Tahun ke-4-6: 40 HOK.325.183. http://www.800.000.000.000. Rp. 5.037449. 5.Rp.Tahun ke-5: 50 HOK @ Rp. 300.000.3 juta ton jeruk/tahun. 150.Tahun ke-3: 20 HOK @ Rp.. Rp. Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2.665 kg @ Rp. Dengan konsumsi ideal.224.990 kg @ Rp. Rp. 021 316 9166~69.960 kg @ Rp. selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun.- Rp.000. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-1: 20 HOK @ Rp.000.7 kg/orang/tahun.ristek.000. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat. 10.000.000. diperlukan 1. 24. 5.000.Rp.150.000. masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6.000. 5. 5. B/C ratio Rp. Rp..000. 5.Rp. Rp.950.80.-/kg b.975.Pemangkasan Tahun ke-2: 22 HOK @ Rp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp. 110. Rp.000.Tahun ke-6: 60 HOK @ Rp.695. 5.000. 5.000. Rp.Rp. 96. Fax.Rp.go.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) a.-/kg d.000.Rp.600. Jl.450.H.995kg @ Rp.000.810 ton/tahun yang Hal. 5. Tahun ke-4: 4. 5. 8. padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793. tanaman mulai berproduksi pada tahun ke 3 dan keuntungan mulai didapat mulai tahun ke-4.050.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.-/th . Rp.000.Rp.250.000.000. 200. 86.000.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.000. Tahun ke-5: 9.000. M.000.Penyabutan batang Tahun ke-2: 16 HOK @ Rp.305. 300.000.Rp.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp.825. 5. Tahun ke-3: 1. 16. 5.000. 5.-/kg c. 99. Rp.Tahun ke-4: 30 HOK @ Rp.Tahun ke-2: 30 HOK @ Rp. 250.000. 49.250. Tahun ke-6: 19.id . Rp.Tahun ke-6: 50 HOK @ Rp.000.Rp.Tahun ke-5: 60 HOK @ Rp.000.150. 14 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 100.4 kg/orang/tahun. Rp.000. 021 316 1952.-/kg Jumlah pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun Keuntungan rata-rata per tahun 4) Parameter kelayakan usaha a.1 Catatan: Dalam budidaya jeruk manis (Jaffa).000.000.= 2.000.000. 5.000.Pengairan Tahun ke-1-3: 30 HOK.Rp.000.100.

bebas. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas.0 cm atau 101–150 gram/buah Kelas C: diameter 5. Selain itu.H. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas.3. Jl. 11.2. jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil. STANDAR PRODUKSI 11. dalam keadaan cukup tua. C dan D. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. % (jml/jml): maks 5-10.0 cm atau 51–100 gram/buah Kelas D: diameter 4.129 ha kebun jeruk. berdasarkan berat tiap buah.go. utuh segar dan bersih. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas. cara uji SP-SMP-311-1981 11. http://www.ristek.1 cm atau 151 gram/buah. B. yaitu Mutu I dan Mutu II. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. 11. 021 316 9166~69. Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50. cara uji organoleptik 3) Kekerasan: Cukup keras. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu. cara pengujian mutu.0–5.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN saat ini tidak bergerak banyak. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. cara uji organoleptik 2) Tingkat ketuaan: Tua. tidak terlalu matang. Kelas B: diameter 6. Kelas A: diameter 7.1–7.1-2. tengah dan bawah. 11.4.1.1–6. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.0 cm atau 50 gram/buah Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam. cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan. M. Fax. Mutu Klasifikasi dan Standar Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. cara uji organoleptik 4) Ukuran: Kurang seragam. cara uji organoleptik 7) Busuk % (jml/jml): maks. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

H. Fax.id .go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek. 021 316 1952. http://www. Jl. 15 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax.ristek. contoh yang diambil 5. 1996. contoh yang diambil 15 (minimum). Bambang Soelarso. contoh yang diambil 7. 1998.go. 3) R. 4) Bonus Trubus No. Yogyakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 2) Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 sampai dengan 300.5. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Pengemasan Buah jeruk dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Yogyakarta. Agribisnis Tanaman Buah. Masih Diperlukan Penambahan 50. 3) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11. Indriani & Haryono. 1998. 5) Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Celah-celah Usaha Terpilih. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. contoh yang diambil 10. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Rahardi. hasil Indonesia. 16 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. negara/tempat tujuan. 021 316 9166~69. Penerbit Kanisisus. M. Jl. Penerbit Kanisisus.H. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Penebar Swadaya. nama/kode perusahaan. Jakarta. golongan ukuran. contoh yang diambil 9. 12. http://www. 345. 021 316 1952. 4) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. 1999. jenis mutu. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. 1992. daerah asal. berat bersih.129 ha Kebun Jeruk. Ir. Jakarta. Yovita H. 2) Trubus no 340.id . Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.

kacang bandung. 2. Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69. suuk. SEJARAH SINGKAT Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan.go. 021 316 1952.H. JENIS TANAMAN Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Leguminales Hal.ristek. tepatnya berasal dari Brazilia. Jl. kacang kole. kacang jebrol. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una. dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. http://www.) 1. M.id . Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”. kacang banggala.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17. kacang tuban.

Arachis tuberosa Benth. 3. Phospor. protein (27%). B. Hal.H. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Hasilnya stabil. digunakan sebagai bahan untuk membuat keju. yaitu: a) Kacang Brul. kemudian meluas ke negara lain. berumur panjang (6-8 bulan). Arachis marganata Garden. Arachis prostrata Benth. Magnesium. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi. merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas yang ada. kacang tanah mengandung lemak (40.. Arachis idiagoi Hochne. Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut: a) Daya hasil tinggi. e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek. 021 316 9166~69. 4. Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah). MANFAAT TANAMAN Di bidang industri. mentega. C. Nigeria. Arachis villoticarpa Hochne.... digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus. sabun dan minyak goreng. c) Kacang Holle. http://www. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. Cina. Kalium dan Sulphur... Arachis helodes Mart.. Arachis villosa Benth.50%). Sumatra Utara.id . Amerika Serikat dan Gombai.. b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari. Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip. berumur pendek (3-4 bulan). karbohidrat serta vitamin (A. Arachis guaramitica Chod & Hassl. Jl. Fax. Chlorida.. 021 316 1952.. juga mengandung mineral antara lain Calcium..ristek. Arachis glabrata Benth. Ferro.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Famili Genus Spesies : Papilionaceae : Arachis : Arachis hypogeae L. Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas. SENTRA PENANAMAN Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India. D. Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal. E dan K).go. Arachis namby quarae Hochne. d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun). Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa. b) Kacang Cina.

1. 6.2. layu dan akhirnya mati. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman. M. http://www.ristek.3. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul. 5. Fax. Selain itu. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman. Jl. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat.go. 021 316 9166~69. bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. baik bagi pertumbuhan kacang tanah.id . Iklim a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. kerdil.1. Media Tanam a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur.0–6. b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit. d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah.H. karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C. 5.300 mm/tahun. PEDOMAN BUDIDAYA 6. b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6.5. c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SYARAT PERTUMBUHAN 5.

021 316 1952. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69. M. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek.

Fax.ristek. 2) Pembukaan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. Jl. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. sapi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat.2. b = Bibit per-1000 biji (g) c = Lokasi yang akan ditanam (hektar) p = Jarak antar barisan (m) q = Jarak dalam barisan (m) 6. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami. 021 316 9166~69. M. atau pun dengan mesin traktor. 021 316 1952. d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. e) Kadar air benih berkisar 9-12 %. Hal.5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Benih dilakukan secara generatif (biji).go. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak. 3) Pembentukan Bedengan Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.H. seperti kerbau.id . c) Kulit benih mengkilap. d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan. e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut: B = a x b x c kg 100 x p x q B = bobot benih (kg) a = Jumlah benih/lubang. yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tidak keriput dan cacat. c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan.

Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. 6. Pada tanah yang subur. 6. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan. Jl. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm. 021 316 9166~69.H. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm. luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter.5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata.ristek. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm.4. benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm.id . 3) Cara Penanaman Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. 021 316 1952. perlu dilakukan pengapuran. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Hal. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam. Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam. M. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam. http://www. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk tanah datar. Fax. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan JuliSeptember (palawija II).go. 4) Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah.3. 5) Pemupukan Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman.

Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 57 hari.H. 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. misalnya pemangkasan. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal. 021 316 9166~69.go. Jl. Hal. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. karena dapat menggganggu penyerbukan. perambatan. M. 7) Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan. http://www. 5) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam). 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari.ristek. asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti. pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman).

semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan). b) Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman dicabut. 021 316 9166~69. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) penanaman serempak. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl.2. (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP. Sevin 85 S atau Sevin 5 D. Azodrin 15 W5C. tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan.go. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C. batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. Sevin 85 S. Diazeno 60 EC. Lebaycid 500 EC. juga makan pucuk bunga. akhirnya mengering. d) Ulat jengkal Gejala: menyerang daun kacang tanah. Azodrin 15 W5C. Pengendalian: menanam serempak. Sevin 5D. Pengendalian: insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C. f) Kumbang daun Gejala: daun tampak berlubang.id . daun tinggal tulang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.5-1 liter. (2) penyemprotan insektisida lannate L. HAMA DAN PENYAKIT 7. b) Ulat berwarna Gejala: daun terlipat menguning. 1 ha membutuhkan 0.ristek. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. penyemprotan e) Sikada Gejala: menghisap cairan daun. Pengendalian: (1) penanaman serentak. penyiangan intensif. dibuang dan dimusnahkan. pergiliran tanaman. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Supraciden 40 EC. Lannate L Sevin 85 S. Hama a) Uret Gejala: memakan akar. 021 316 1952. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha. menanam serentak. (2) penyemprotan Agnotion 50 EC. pergiliran tanaman. 7. Fax. M. Penyakit a) Penyakit layu Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M.id . http://www.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69.

untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. PANEN 8. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Penyakit mozaik Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh.1.ristek. 8. Jl. 021 316 9166~69. g) Penyakit karat Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi.H. 8. http://www.id . lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari. M.5 ton polong kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penyakit bercak daun Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45.go. Polong sudah berisi penuh dan keras. Cara Panen Pencabutan tanaman. misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1. Ciri dan Umur Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 34 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. e) Penyakit gapong Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya. dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali. 8. Fax. b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. 021 316 1952.3. Perkiraan Produksi Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas. atau Deconil pada tanaman selesai berbunga.5-2. kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan. f) Penyakit Sclertium Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. M.H.ristek. Jl. 021 316 1952.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.1.Rp. Pengumpulan Kumpulkan strategis.000.2. Fax. Sewa lahan 1 musim tanam 2. Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg.4. 1.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering. Pupuk . c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering. Jl. 9. lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang.Urea: 100 kg @ Rp. PASCAPANEN 9.ristek. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1.go.000. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan.id . M. 9. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah. kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. 021 316 9166~69.000. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering.1.Rp.500.3. 150. brangkasan tanaman kacang tanah ditempat 9.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyortiran dan Penggolongan Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya. 800. 021 316 1952. 10. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus.000. 500. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4.3. http://www.

M. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id . http://www.H. Fax.

50. Rp. Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah. Pestisida: 2 liter @ Rp.000.000. Peralatan 6.Rp.500.500. 4. M.. 77. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. 112.H.Rp.Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW . 021 316 1952. 1.. Lain-lain Jumlah biaya produksi Rp. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria.= 1.967.Rp.Rp.- b) Pendapatan 1.5. 1. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7.000.832.500.000. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .032. 115. Yang terjadi di lapangan.Rp.000.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. HKW : Hari kerja wanita. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8. 1.TSP: 100 kg @ Rp.500. Jl.000.000.id .Rp. 82. Berupa polong kering 2.000.4.Rp.800.Rp.000. 180.Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10. 200. 500.6): 2. angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya.000 kg @ Rp. 4.000.c) Keuntungan bersih 1..650.000. Tenaga kerja . 4. sebelum panen tiba. selama tahun 1969-1991. http://www. para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng.500.000.618 Hal. Di Indonesia.Rp. menempati urutan ke-2 setelah kedelai.348 = 1. 021 316 9166~69. 100. Berupa polong kering 2.500. 1. 150.2.2. 2.800. Fax.Rp. O/I berupa polong kering 2. produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus. namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan.ristek.Rp. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1. Berupa biji kering (rendemen 0.000. meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan.000 kg @ Rp.go. 4.KCL: 50 kg @ Rp.

2. b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose) 1. pengemasan dan rekomondasi. cara pengambilan contoh. mutu III=4. Diskripsi Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. Memiliki suhu normal. 5.5. mutu II=4.H. mutu=9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu III=3. Bebas hama penyakit. Klasifikasi dan Syarat Mutu Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0. 021 316 1952. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. mutu III=10. Fax. mutu III=3. Bebas bau busuk. bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh. yaitu: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. mutu II=62. mutu III maksimum 6mm. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0.ristek.go. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0. mutu III=3. mutu III=2. mutu II=3. 3. 6. M. Jl. mutu III=4. 7. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. mutu III=60. Polong keriput maksimum (%): mutu I=2. Hal. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3.id . mutu II=2.3. 5. 3. mutu II dan mutu III a) Syarat umum 1. 11. 11. syarat penandaan. http://www. 6. STANDAR PRODUKSI 11. 021 316 9166~69.5. asam. 4. Diameter : mutu I minimum 8 mm. mutu II=7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II=1. maka harus dilakukan beberapa pengujian. 2. mutu III=8.5. mutu II minimum 7 mm. mutu II=2. c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong) 1. 4. mutu II=1. Kadar air maksimum (%): mutu I=6. syarat mutu. mutu III=5. Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat. Ruang Lingkup Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi. cara uji. Rendemen minimum (%): mutu I=65. 3. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida. 2. mutu II=2. apek dan bau asing lainnya. Kadar air maksimum (%): mutu I=8.1. mutu II=0. mutu III=2. 2. mutu=9. 4. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu II=5.

021 316 9166~69.5. butir belah. cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. http://www. kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya. Jl. e) Berat bruto. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. g) Nomor karung.H. h) Tujuan. c) Nama dan mutu barang. d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). b) Daerah asal produksi. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. f) Penentuan kadar aflatoksin. 11. berat netton setiap karung maksimum 75 kg.4. Untuk mengukur kadar air. dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang.ristek.go. kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset.id . Presentase butir warna lain. e) Penentuan suhu dengan alat termometer. butir rusak. dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %. selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu. butir warna lain. f) Berat netto.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Penentuan adanya butir rusak. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. M. butir keriput. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung. Fax. 11. dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran. d) Nama perusahaan/pengekspor. dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. 021 316 1952. berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl.H.ristek.id . 021 316 9166~69. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www.

1998. Yogyakarta.H. Kanisius.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Proyek PEMD. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1999. Jl. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.id . Yogyakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. H. Budidaya dan Analisis Usaha Tani. 1997.ristek. 021 316 9166~69. Ir. Budidaya dan Pasca Panen. c) Rahmat Rukmana. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). Ubi Kayu. b) Danarti dan Sri Najiyati. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura. Jakarta. Palawija. Penerbit Swadaya. 021 316 1952. DAFTAR PUSTAKA a) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. Fax. M. http://www. Jakarta.

Davros. Ringgit 317. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis. 2. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria. warna biji dan tipe batang. http://www. Fax. yang dibudidayakan mulai abad ke17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau.29. No. Sumbing 452. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut: Familia : Leguminosae Subfamili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis.id . Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). 021 316 1952. No. Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan. Di Indonesia. Shakti 945.ristek. SEJARAH SINGKAT Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Taichung 1290. Economic Garden. M. Jl. dan Cina. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. India. Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur. Jepang. 27.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDELAI ( Glycine max L ) 1. merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya. Merapi 520.

H. http://www. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.go. 021 316 1952. Fax.

Hal. tinta. Muria dan Tidar. cat cair. 5. b) Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. M. kue-kue. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin. SENTRA PENANAMAN Di salah satu negara bagian Amerika Serikat. Lokon. Orba 1343. Jawa Tengah. 4. permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas. c) Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C. Wilis. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat C. Dempo. saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air. kue. 3. 021 316 9166~69. Merbabu. MANFAAT TANAMAN Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama. http://www. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan. 021 316 1952. Kerinci. seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu. terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Fax. tinta cetak dan tekstil. Raung. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lampung. Clark 1293. insectisida dan farmasi. yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab. Sumatera Selatan dan Bali. kosmetika. Galunggung.id . Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung.go.1. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung.ristek. Sulawesi Utara (Gorontalo). Guntur. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C.H. Jl. Iklim a) Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Jawa Barat. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. vetsin.TTG BUDIDAYA PERTANIAN TKG 1291. Di Indonesia. margarin dan bahan lemak lainnya.

http://www. b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai. sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul. Tanah yang baik ditanami jagung. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik.ristek. Tanah yang mengandung liat tinggi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. M.87. c) Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial.3. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Media Tanam a) Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. g) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman. Fax. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik.0 tetapi pada pH 4. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik.5300 m dpl. e) Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan.H. grumosol. latosol dan andosol. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar. sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar. tetapi air tetap tersedia. h) Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0. regosol. Untuk memperbaiki aerasi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). baik pula ditanami kedelai.5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. 5. d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup.5 pun kedelai dapat tumbuh. bahan organik sangat penting artinya. Pada pH kurang dari 5. pertumbuhan kedelai kurang baik.go.2. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. 021 316 1952.id . Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik. 5. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah.

Jl.H.id . 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

29. Limpo Batang. Jl.ristek. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C. Davros. Peter. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan.27. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137). Wilis. Economic Garden. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc. 2) Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lakon. Tambora. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. M. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. 021 316 9166~69. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.id . yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut.H.go. tanah. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. Clark 63. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik.452. tetapi tidak lebih dari 6 jam. Taichung. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. 021 316 1952. bersih dari kotoran. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Galunggung. Shakti. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum. No. Selain itu. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. Merbabu. No. Rinjani. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). TK 5. 3) Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. Guntur. Raung. Tidar. Orba. (3) setelah diinokulasi. atau dengan memperpendek jarak tanam. PEDOMAN BUDIDAYA 6. No. Fax.1. berarti sudah mengandung bakteri tersebut.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.H. Jl. Fax.id .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. Jl. tinggi 20 cm. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. http://www. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. 6.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari. 4) Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar.H. 021 316 9166~69. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan Hal. Dengan pengapuran. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. dengan dosis 2-3 ton/ha. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat. Apabila akan dibuat drainase. Fax. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi setiap 3-4 tahun sekali. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah. M. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam.ristek. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar.2.go. 021 316 1952. 3) Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. memupuk. sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati.

seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. 6. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar. kedelai dengan jagung. Pada tanah yang subur. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. 021 316 9166~69. atau 20 x 20 cm. agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman kacang-kacangan. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Jl. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. 3) Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: a) Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah. dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 021 316 1952. kedelai dengan ketela pohon. Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. 3. 2) Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.H. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm.id . penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. http://www. 2. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. Jarak tanam hendaknya teratur. jarak tanam lebih renggang.ristek. 25 x 25 cm. Fax. b) Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Umur tanaman tidak jauh berbeda. M. 4.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go. Fax. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M.id .

sehingga akan terlihat tidak seragam. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Apabila lahannya luas. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Fax. dapat juga dengan menggunakan herbisida. sekitar 6 minggu setelah tanam. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. 021 316 1952.ristek. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. biasanya kedelai ditanam bersamaan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu.4. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. http://www. 2) Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik. Hal. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Jl.id . Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen.go. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. 6. 4) Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. M. Bila ditanam di tanah sawah. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. Di lahan sawah dengan irigasi. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis.

pemberian air di sawah bisa diatur. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya.id . Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha. Urea=50-100 kg/ha.ristek. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. pemupukan tidak diperlukan. pemupukan dapat menaikkan hasil. Fax. d) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. Saat menjelang panen. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Jl. 021 316 9166~69. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Di lahan sawah irigasi. c) Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. http://www. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari.go. Namun bila tidak ada irigasi. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 34 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. 5) Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek.H. M. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. Pada tanah yang kurang subur. tanah harus diairi. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari. 021 316 1952. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.

M.H. Jl. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax.id .

Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur. b) Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. HAMA DAN PENYAKIT 7. Hama a) Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. bahkan tidak berbuah sama sekali. M. bersih. mengolah tanah dengan baik. dan hasilnya akan sedikit. dilakukan sebelum benih ditanam.id . http://www.1.H.5 mm berwarna hitam. diberi insektisida Marshal 200 EC. dicampur dengan benih. 7) Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.ristek. Gejala: layu. Dursban 20 EC. Hosthathion 40 EC. disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh. pertumbuhannya terhambat. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. Huslation 40 EC. setelah tanam 50 hari. a) Lalat bibit. 021 316 1952. Kharpos 50 EC. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC. 7. memenuhi syarat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya. tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan. ada yang bersayap dan tidak. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). d) Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC. Jl. Azodrin 15 WSC. kapas-kapasan atau kacang. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit).kacangan. 021 316 9166~69. Azodrin 115 WSC. c) Wereng kedelai atau kumbang daun. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. e) Ulat penggerek polong. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong.

M.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69. Jl.

Azodrin 15 WSC. memakan polong dan bertelur. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur. polong bagian luar berubah warna.ristek. tanah ditutup dengan jerami . Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. memakan buah muda. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pagi hari berada di atas daun. berkelompok. 021 316 9166~69. Pengendalian: Saat benih ditanam. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. kemudian setelah benih ditanam. volume larutan 1000 liter/ha. polong muda. Jl.go. saat matahari bersinar turun ke polong. Diazinon 60 EC. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Melano Agromyza Phaseoli. Waktu buah masih hijau. Azodrin 15 WSC. tanah diberi Furadan 36. ulat masuk ke dalam buah sampai besar. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi). hitam bergaris kuning.5 mm) Lalat bertelur pada leher akar. Sumithoin 50 EC. sebelum ulat berkembang biak. d) Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri. dan Agrothion 50 EC. g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Gejala: larva dan kumbang memakan daun.H. dengan dosis 2 cc/liter air. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. dan menjadi hampa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. h) Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. Pengendalian: Azodrin 15 WCS. bunga. pucuk. bahkan seluruh tanaman. pemakan daun dan merusak bunga. setelah menetas. f) Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering). yang berwarna hitam bintik putih. Bertelur pada permukaan daun. kecil sekali (1. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda). Surecide 25 EC c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. Fax. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. http://www. Dursban 20 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC.id . M. 021 316 1952. Basudin 50 EC. telur di bawah permukaan daun. kemudian menjadi lalat dan bertelur. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. e) Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Hal.ristek. Fomodol 50 EC. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN EC. 021 316 9166~69. 10/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. M.id . 021 316 1952.

Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan. 021 316 9166~69. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. dan tanaman berjarak tanam pendek. http://www. c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. lebih parah jika cuaca cukup lembab.TTG BUDIDAYA PERTANIAN i) Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar. Fax. buah dan daun mengecil. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penularan melalui tanah dan irigasi. dan berpencar mencari rumpun lain. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. menguning. b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. 021 316 1952. Gejala: bunga. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit. Dithane M 45. (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun. d) Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat.id . bertelur di permukaan daun. (2) menyemprotkan Dithane M 45. memakan daun. dengan dosis 2 gram/liter air. daun yang paling rendah rontok. Jl. Penyakit a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. ulat hidup bergerombol. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi.H. saat udara lembab. Pemberantasan: belum ada. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. Copper Sandoz. Gejala: kerusakan pada daun. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit. M. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.2. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Penularan melalui tanah dan irigasi.ristek. 7. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu.

http://www. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952. Fax.ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id .go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. 021 316 1952.go. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah.1. Perlu diperhatikan. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. agar hasilnya segera dapat dijemur. (2) menyemprotkan Dithane M 45. http://www. Panen yang terlambat akan merugikan. lalu gugur. Pada tanah ringan dan berpasir. buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. 8. tangan dalam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah.ristek. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC. M. PANEN 8. karena banyak buah yang sudah tua dan kering.H. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan. Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. Jl. h) Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. Penularan melalui tanah dan irigasi. Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. 8. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut. Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning.id . kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari. agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. Disamping itu. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). atau polong sudah kelihatan tua. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian membusuk dan mati. g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang. tanaman menjadi kerdil. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. 021 316 9166~69. proses pencabutan akan lebih mudah.

021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax.H.id .go. M. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.

Sesudah kering sempurna dan merata. 8. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya.id .1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. dijemur secara terpisah. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah pemungutan selesai.3. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. beberapa kali.4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. tapi tertinggal di dalam tanah. Prakiraan Produksi Produksi kedelai yang didasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha. 8. kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15 %. dari pukul 10. 021 316 1952. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan.go. 021 316 9166~69.00 siang. pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. maka dengan memotong akan lebih cepat.H. asalkan polong sudah cukup kering.00 hingga 12. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri. anyaman bambu. polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Agar kedelai kering sempurna. Fax. Pada tanah yang keras. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik. Jl. M. Periode Panen Mengingat kemasakan buah tidak serempak. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam. PASCAPANEN 9. 9. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. atau di lantai semen selama 3 hari.ristek. http://www.

Jl.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. 021 316 9166~69.

300.00. Rp.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. brangkasan disingkirkan.KCl: 50 kg @ Rp.000.000 kg @ Rp. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. http://www. 100.000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya Kedelai di lahan pasang surut untuk luas lahan 1 hektar per musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: a) Biaya produksi 1. Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. 1 musim tanam 2.Legin 5.000. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama.200. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Rp.2.300.000. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan. Rp.Kapur: 1. Biji yang luka dan keriput dipisahkan.240.500. Rp. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi.35.H. 300.. Tenaga kerja . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Jl. Rp. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama.900. Rp. Bibit: benih 40 kg @ Rp.000.3.id .go. Pestisida . 1.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 400. Rp.Urea: 50 kg @ Rp.. 9.000. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung. Rp.2 %.125. 10.3. Setelah biji terpisah.650.ristek. Sewa lahan 1 ha. 021 316 9166~69. M.100. 6000. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.. 1.000.180. Pupuk dan kapur . 021 316 1952. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung.000.SP-36: 125 @ Rp.4.Pestisida 2 liter @ Rp.000.. 1.Pengolahan tanah 30 OH Rp. Fax. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.ristek. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.H. Jl.id .

000.SP-36: 125 @ Rp.= 1.000.000. 1. Sewa lahan 1 ha. 5. Jl. 021 316 9166~69. Gambaran Peluang Agribisnis Bila dibandingkan dengan produksi kedelai Amerika yang mencapai 1800 kg/ha.500. produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia masih tergolong rendah yaitu rata-rata 600-700 kg/ha.000.000.ristek.Legin 5.Pemeliharaan 30 OH 6.000. Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500.000. 300.Rp. 1. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1. 100. 600.Rp.000.= 1. 1. 450.000.000.200.Rp.000.id Rp.Penanaman 60 OH .go.517.400. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. 3000.000. B/C Ratio Rp.Kapur: 1000 kg @ Rp. Rp.300.Rp. 300. 1 musim tanam 2. 3.Rp.900.Pengolahan tanah 60 OH . Bibit: benih 40 kg @ Rp. Rp.Rp.Urea: 50 kg @ Rp.Rp.500.Pestisida 2 liter @ Rp.000. Rp.Rp.. 6. Rp.75.00. 3.882.000. 600. 500. Fax. yang dapat mencapai 20 kuintal/ha.180.400.237.780.620..500.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. 021 316 1952.000.Pemeliharaan 50 OH 6. http://www.. Rp. Pupuk dan kapur .2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 600.391 .240. B/C Ratio 10. Pestisida .429 Sedangkan perkiraan analisis budidaya kedelai di lahan kering beriklim basah per hektar dalam 1 musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 sebagai berikut: a) Biaya produksi 1.800 kg @ Rp.800 kg @ Rp.- Rp.H.Rp.4. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1. Maka diharapkan Hal.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.Penanaman 60 OH .000.000. 1.Rp. 3. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara menanam varietas unggul secara intensif.3. 1. M.Rp.000. 500. Tenaga kerja .000.

kedelai hitam biji besar Rp 450. Sebagai gambaran: pada saat harga kedelai putih biji besar Rp 500.-/kg. http://www. kedelai putih biji sedang dan kecil Rp 400.TTG BUDIDAYA PERTANIAN produksi kedelai di Indonesia dapat ditingkatkan lagi. atau bau asing lainnya..ristek.-/kg. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Diskripsi Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995 11.cara uji. 021 316 1952. jadi dapat dikatakan harga kedelai agak stabil. STANDAR PRODUKSI 11. Di Indonesia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. meskipun sementara petani masih menjual produksinya kepada tengkulak yang kemudian meneruskannya kepada pedagang besar (pengumpul) dan akhirnya disalurkan ke pabrik-pabrik. Patokan harga kedelai ini bisa bertahan dalam jangka waktu relatif lama. asam. Meningkatnya produksi kedelai pada periode tersebut merupakan hasil upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilaksanakan dengan didorong oleh adanya Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Kedelai di berbagai wilayah. syarat mutu. Jadi pada hakekatnya pemasaran kedelai tidak sulit.1. Sedangkan partai kecil pada umumnya dijual sendiri di pasar oleh para petani yang bersangkutan atau disalurkan ke industri rumah tangga yang mengusahakan tahu dan tempe.2. syarat penandaan dan pengemasan. 3.3. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. M. seperti: insektisida dan fungisida.go. 11. Fax. 11. serta bahan pembuat susu sari kedelai. Bebas hama dan penyakit. agar impor kacang kedelai dapat dihentikan. Di pasaran umum harga kedelai disesuaikan dengan warna dan besar kecilnya biji. jarang mengalami perubahan. hasil panen kedelai dalam partai besar pada umumnya dijual melalui KUD. Bebas dari bahan kimia. Harga kedelai putih lebih mahal sebab mudah dan baik sekali digunakan sebagai bahan pembuat tempe dan tahu yang sudah memasyarakat di Indonesia.-/kg dan kedelai hitam biji sedang atau kecil Rp 375. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1.(tahun 1992). 2. cara pengambilan contoh.H. 021 316 9166~69. bahkan permintaan dari konsumen semakin meningkat. Jl.id . Bebas bau busuk. Walaupun produktifitas tanaman kedelai cenderung mengalami peningkatan selama periode 1993-1997.

ristek. 021 316 1952. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Jl. Fax. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go.H.

Memiliki suhu normal. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.ristek. 11. mutu II= 4. mutu III=3 dan mutu IV=5. d) Nama perusahaan /pengekspor. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. mutu III=14 dan mutu IV=16. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1.go. butir rusak. 021 316 9166~69. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %. mutu II=3. Jl.4. mutu III=3 dan mutu IV=5. M. 11. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. http://www. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. 4. c) Nama dan mutu barang. butir warna lain. 5. berat contoh analisa 100 gram. 2. mutu III=5 dan mutu IV=10. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu III=3 dan mutu IV=5. c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer. butir pecah. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. 3. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Hal. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. mutu II=1. mutu II=1.H. b) Syarat khusus 1. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Persentase butir-butir warna lain. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. mutu II=2. b) Daerah asal produksi. b) Penentuan adanya rusak.7 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. mutu II=14. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. 021 316 1952. Fax. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Butir belah maksimum (%): mutu I=1.

Kedele. 1 (1):10-14. d) Marwanto. http://www. Proyek PEMD. (1989). Intensitas Serangan Jamur Selama Penundaan Saat Panen dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Yogyakarta.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952. 12. 10 (1): 27-37 Jakarta. Eko. Merill). Askip. Departemen Pertanian Banjarbaru c) Capricorn Indo Consult. e) Pasaribu. Buletin Agronomi. b) Balai Informasi Pertanian (1983/84). (1991). Akata Agrosia. Studi Tentang Agroindustri dan Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia.H.ristek. : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. 021 316 9166~69. BAPPENAS. Fax. Proyek PEMD. (1992). Kedelai. Kanisius. 14 (3): 128-136 f) Wiroatmodjo. Jurnal Penelitian Pertanian. (1995). Perbaikan Budidaya Basah Kedelai. Sulistyono. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. f) Berat netto. M. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Herbisida dan Inokulasi Beberapa Strain Bradyrhizobium japonicum. g) Nomor karung.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Berat bruto. h) Tujuan. (1998).id .

kook kvaan (Laos). SEJARAH SINGKAT Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella. http://www. Fax.id . otaheite apple. hevi (Filipina). Jl. atau great hog plum. Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa.) 1. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst.ristek. mokah (Kamboja). 2. dan co'c (Vietnam). Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik. gway (Myanmar). kedondong bangkok. Sedang di Asia Tenggara disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia). M.H. makak farang (Thailand).go. dan kedondong kendeng. 021 316 9166~69. JENIS TANAMAN Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae.

021 316 1952. Fax. Jl.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id . 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

0.8 gram protein. kulit perih. 0. http://www. 3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya. Pada saat musim kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan tumbuh kembali dengan cepat. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN raksasa/super. Iklim 1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini.ristek.500 mm/tahun. daun. tetapi kadang-kadang dibuat perahu. Jawa Tengah).7-1 kg/buah. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air. tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. MANFAAT TANAMAN Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang. 021 316 1952.853. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun.5-0. serta untuk dibuat acar (sambal kedondong). Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah.H. dan luka bakar.60 gram serat. 8-10. 4. dan sari buah. Salah satu negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L. 5. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur. 0. 4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. jeli.3-1. 2) Curah hujan yang diinginkan antara 1.000-1.go. tidak dapat digunakan kayu pertukangan. SENTRA PENANAMAN Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara.8 gram lemak. dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok.id . 3. Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. SYARAT TUMBUH 5. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi. 021 316 9166~69. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara. buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%.1. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0.5 gram sukrosa. pohon yang ternaungi menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali. 5) Kelembaban udara sekitar 14%. dan kulit batangnya.

2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.id . 021 316 9166~69. M.ristek. 021 316 1952.go.H.

PEDOMAN BUDIDAYA 6. gembur. M. Tanah yang disukai adalah tanah yang porous. b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan.3. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji. dan mengandung bahan organik. Permukaan air tanah yang dapat dicapai oleh tanaman kedondong ialah antara 50-200 cm.2. 021 316 9166~69. Apabila tanah terlalu asam maka untuk menaikkan pH perlu dilakukan pengapuran.1. http://www. Sistem pengairan yang baik akan menunjang pertumbuhan kedondong sehingga produksinya melimpah. 4) Kelerengan tidak terlalu mempengaruhi tanaman kedondong. 3) Tanaman kedondong tidak suka pada genangan air. Ketinggian Tempat Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering sampai ketinggian 700 m dpl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 6. d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyiapan Benih Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan.5-6. Fax. 2) Derajat Keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk tanaman kedondong ialah antara 5. Jl. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang. yaitu: a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat.2. Media Tanam 1) Tanaman kedondong mampu tumbuh sama baiknya pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam. Akan tetapi pohon ini juga toleran terhadap kekeringan. asalkan tanah itu memiliki sistem pengaliran air yang baik.H. 5.id . dalam keadaan stres dedaunannya akan rontok untuk sementara saja. setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. 021 316 1952. namun tanaman kedondong paling baik ditanam pada daerah yang datar dengan kelerengan antara 0-10 derajat. c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa.go. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji.

021 316 9166~69.H. M. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek.

Penetapan waktu penanaman juga sangat penting. http://www. M. 5) Pemindahan Bibit Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang.go. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus. perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl. stek batang/dengan okulasi sambungan. 021 316 1952. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum membuka kebun. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memperbanyak tanaman kedondong. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam.2.ristek.H. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Hal. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman. 021 316 9166~69. harus direncanakan dahulu. 6. untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok. Selain pH tanah. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan.

Pemakaian pupuk kimia seperti urea. Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit. maka mulailah dipasang ajir pada tempattempat yang akan ditanami pohon kedondong. atau tanah itu padat. http://www. dan sebagainya. Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah. Akan tetapi. TSP. 6) Pemasangan Ajir Setelah tanah selesai dikerjakan. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur.3. Fax. hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air.H. Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Supaya tanaman kedondong tumbuh subur. Pola tanam ada dua macam. yaitu secara bujur sangkar atau segi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang. 5) Pemupukan Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit. maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. M. Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran. 3) Pembentukan Bedengan Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedenganbedengan. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu.go. sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan.id . Jl. Biayanya memang cukup banyak. 021 316 1952. 4) Pengapuran Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7.5-12 m. 6. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang). tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. padat.ristek. 021 316 9166~69. umpamanya bagi tanah yang rendah. ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax. Jl.id .

Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam. 6. bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. 021 316 9166~69. tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. Bibit yang berasal dari semai. batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah. Supaya kita dapat memasang dengan baik. sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar.H. 3) Cara Penanaman Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan. Ukurannya 1 X 1 X 0. pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar. Fax. pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya. Menurut aturan bujur sangkar. sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. 021 316 1952. M. Pada waktu menanam. sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang.50 m atau 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tiga. Kalau kedua alat tersebut tidak ada. lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam.id Hal. sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. maka dugunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump. Untuk menutup. Waktu menutup lubang.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar.80 X 0.ristek. sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang. 6/ 12 . Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman.4. lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang.50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul. biarkan saja supaya turun sendiri. maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya. dapatlah dibuat alat sendiri. Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat. maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar. Jl.80 X 0. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air. Pada permulaan musim penghujan. sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga. http://www. 2) Pembuatan Lubang Tanam Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong. sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air. lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu.

021 316 9166~69. Macam pupuk yang baik bagi pohon buahbuahan ialah pupuk organis.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam.id . Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya. kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang.ristek. sampah. Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang. kompos. jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah. Pada saat pohon kedondong berbuah. 4) Perempalan Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam. sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon). Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang. sekali-kali jangan dilakukan perempalan. 021 316 1952. http://www. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong. sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan. supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali. pemeliharan. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah. haruslah diadakan perempalan beberapa kali. panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun. Fax. Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun. supaya lekas berbuah. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela. 3) Pembubunan Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati. maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm. 5) Pemupukan Jika pohon ditanami pohon yang tetap.go. setelah setahun ditanami. lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal.H. dan untuk mempermuda pohon. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. pupuk hijau. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : Hal.

HAMA DAN PENYAKIT 7. dengan kaki berwarna kuning. 021 316 1952. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang. 2) Kumbang (Podontia affinis Grond. Dewasanya bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax. panjang 10-12 mm. 6) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau. 8) Pengurangan Buah Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari. dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati.) Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih. 021 316 9166~69.H. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah. 7. Pertamatama buah yang sakit dan rusak dibuang. kepala dan perut berwarna merah-cerah.go. Pupa berada dalam tanah. Panjang ulat sekitar 60 mm. Hama 1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah. http://www. Sayapnya dengan 8 bintik gelap.TTG BUDIDAYA PERTANIAN P2O5 : K2O = 2:1:1 untuk tanah yang subur. sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1:2:2.) Ciri: kumbang berukuran besar.id . Jl. hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan. kemudian yang dipandang perlu saja. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit.ristek. Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm.1. Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahandahannya mudah patah. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan.

021 316 1952. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . 021 316 9166~69. Jl. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H.go.

sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. Fusarium.id . PANEN 8. Penyakit biasanya menyerang bagian daun. Penyakit Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya.go. Cara Panen Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. bakteri atau virus. apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang. dll yang disebabkan oleh cendawan.ristek. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut.2.6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. Ciri dan Umur Panen Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. Fax. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang. http://www. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang. Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora). 8. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah.H. Periode Panen Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak di antara ujung jari.2. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. Pemanenan dapat Hal. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar.1. Diplodia. 7. 7. Phoma. 8. 021 316 9166~69. rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. Perkembangannya 38-42 hari. M. dan batang. Gloeosporium. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak.3. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida. Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan. 021 316 1952. Gulma Alang-alang. Telur berukuran 1. Jl. buah.3. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

9. Prakiraan Produksi Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg. 8.id . sebaiknya buah yang belum kelihatan masak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli Agustus. 021 316 1952. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket). M. Fax. Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul.H. karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman. PASCAPANEN 9. Hal. Jl. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan.2. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar. Penyimpanan Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin.ristek. Buah yang akan dikirim jauh. Pengumpulan Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain.1. Sebab kalau luka akan cepat membusuk. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. http://www. sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal. 9. Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi. langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain.4.4. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. 9. 9. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah penyortiran. 021 316 9166~69. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu.3.go.

M. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara uji.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. Potensi Indonesia untuk mengekspor kedondong begitu besar.id Klasifikasi dan Standar . tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. Di luar negeri kedondong adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. 11. Jl. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas. Analisis Budidaya … 10. cara pengambilan contoh. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9.2.3. syarat mutu. Untuk mensuplai kebutuhan kedondong luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. Gambaran Agrobisnis Peluang Usaha Di dalam negeri kedondong tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya. Fax.1.2. 11. 021 316 1952. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5.ristek.4. http://www.go. Diskripsi … 11. Mutu … 11. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. diperlukan pengembangan agribisnis kedondong yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. syarat penandaan dan pengemasan. Pengambilan Contoh Satu partai/lot kedondong terdiri dari maksimum 1000 kemasan. STANDAR PRODUKSI 11.H.

11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek. 021 316 1952.id . Fax. M.go.

id KEMBALI KE MENU . Jakarta.E. Penebar Swadaya. Bandung. Joko. 6) Verheij. Sri & Danarti. Penebar Swadaya.go. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Sinar Baru. Penyakit Tanaman Pangan dan Pembasmiannya. 1993. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. Kanisius. 1993. 1986. 12. 5) Sudarmo. 1984. B. Yogyakarta. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2. E. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.W. M. f) Tempat/negara tujuan. b) Jenis mutu. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. Yogyakarta 2) Najiyati. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. Penebar Swadaya. Bertanam Pohon Buah-Buahan 1. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 7) Widyastuti. Coronel. Kanisius. Petunjuk Penggunaan Pestisida. e) Produksi Indonesia. 1998. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. Pengendalian Serangga Hama Tanaman Buahbuahan.H. 021 316 1952. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Yustina Erna & Farry B. PT Gramedia Pustaka Utama & Prosea Indonesia & European Commission. 021 316 9166~69. 4) Rismunandar.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. d) Berat bersih. Pengemasan Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu. Jakarta. 3) Prasojo. Jakarta. http://www. Buah-buahan yang dapat Dimakan (Terjemahan). susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. & R.M. 1995. Fax.5. Jakarta. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. Paimin. Jakarta. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. Subiyakto. 1997. Jl.

M.H. 021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . 021 316 9166~69. Fax. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia. kina ledgeriana 2. Equador. Daerah tersebut meliputi hutan. . ) KINA 1. Colombia. Peru sampai Bolivia. URAIAN TANAMAN 2.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Rubiaceae Genus : Chinchona Spesies : Chinchona spp.( Chinchona spp. Nama daerah : kina. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. kina merah.000 m dpl. kina kalisaya. SEJARAH SINGKAT Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela.hutan pada ketinggian 900-3. tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati.

Bunga bentuk malai. Buah berwarna kemerahan bila masak. lebar 3 – 6cm. cabang bentuk segi empat. Daun elip sampai lanset. bagian pangkal lancip dan tirus. Ukuran daun panjang 24 – 25cm. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm dan tidak berbulu. ujung daun lancip dan jorong. lebar 9 – 13cm. panjang tangkai 1 – 1. bentuk bundar sungsang lonjong. berbulu rapat dan pendek. kelopak bentuk tabung dan bergigi pada bagian atasnya. panjang benang sari setengan bagian tabung bunga. lama kelamaan menjadi lancip atau bundar.  C. lebar 17 –19cm. ledgeriana Tinggi pohon antara 4 – 10m.2.3 Jenis .5cm. Bunga bentuk bintang.5cm. daun gugur berwarna merah. namun adakalanya panjang 7cm dan lebar 2cm. berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm. Daun letaknya berhadapan dan berbentuk elips. bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. mula-mula berbulu padat dan pendek kemudian agak gundul dan berwarna merah. Kelopak bunga berbentuk tabung. Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang. warna hijau sampai kuning kehijauan. daun penumpu sebagian berwarna merah.2 Deskripsi  C. tabung tebal ditutupi bulu warna putih. panjang 8 –15cm. bentuk bulat telur sampai gelendong. helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala. Ukuran daun panjang 25. Tangkai sari tidak ada. 2. bundar. berbulu halus. bergigi lebar bentuk segitiga. panjang tangkai 3 – 6mm.  C. calisaya Letak daun berhadapan. berbulu halus atau lokos. tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih dan berbau wangi. agak menjangat. bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm. bentuk seperti trelur panjang 4mm dan bersayap. Bunga wangi. permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda. tangkai daun tidak berbulu. Buah lanset sampai bulat telur denga ukuran panjang 8 – 12mm dan lebar 3 – 4mm. bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan. sangat lebar. cabang berbentuk galah yang bersegi 4 pada ujungnya. succirubra Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m. lancip. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun. berwarna ungu terang tetapi daun muda berwarna kemerahan.5 – 28. helaian tipis. bentuk gasing. berwarna hijau atau kemerahan. berbentuk galah. Panjang malai 7 – 18cm dan gagang segi empat sangat pendek dan berbulu rapat.

succirubra Pavon (kina succi) yang dipakai sebagai batang bawah dan C. hanya 2 spesies yang penting yaitu C. ledgriana (kina ledger) sebagai bahan tanaman batang atas.Tanaman Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia. .

diare. KP 473. SYARAT PERTUMBUHAN 5.1. 5. C. dan tonik.0003. Iklim 1) Angin yang kencang dan lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang dan gugurnya daun. Jawa Timur dan Sumatra Barat. KP 484dan QRC. 4) Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13.Klon-klon unggul yang dianjurkan adalah antara lain: Cib 6. di Indonesia adalah Jawa Barat. Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah untuk depuratif. MANFAAT TANAMAN Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk obat. 2) Derajat keasaman (pH) antara 4. disentri. Jawa 5.2. gembur. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi kina Tengah.5 dengan pH optimum 5. calisaya Wedd.5-21 derajat C. tidak bercadas dan berbatu. 5) Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % dan 97 %.8. 2) Curah hujan tahunan untuk lokasi budidaya kina yang ideal adalah 2. (kina kalisaya) juga banyak dikenal dan ditanam oleh masyarakat. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinine untuk penyakit malaria dan kinidine untuk penyakit jantung. 4. 3) Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik. influenza. banyak mengandung bahan organik.6-6. 3. Tanam Media 1) Tanah yang cocok untuk tanaman kina adalah subur. 5. KP 105.3. Ketinggian .000mm/tahun dan merata sepanjang tahun.

700 m dpl. 6. Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2. PEDOMAN BUDIDAYA 6.1.Tempat Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl).000 m dpl dengan ketinggian optimum untuk budidaya tanaman kina adalah 1.400-1. Pembibitan .

Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh.penyakit dan pemupukan. Setelah berumur 12 minggu dan panjang tunas sambungan 12 cm.00. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda. semai ledger. b. ikat dengan tali bambu dan oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat. stek sambung. kina diperbanyak dengan cara vegetatif. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. disayat dari atas ke bawah sepanjang 1. Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan dan berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam). pemberantasan hama. Selipkan entres ke sayatan di batang bawah. e. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 . Siapkan entres kina ledger (1 cm) yang daunnya sudah dibuang dan runcingkan bagian bawah entres. jika cuaca tidak terik dapat dilakukan sampai pukul 14. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah. tinggi 30-40 cm dan diameter batang 1 cm. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12.Pada kebun produksi. d. pucuk batang bawah succi dipotong. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung. dan stek ledger. pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah. 80-100 g TSP dan 160-200 g KCl yang diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung. Entres batang atas Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal. c. 1) Pembibitan Semai Sambung a. Batang bawah Batang bawah adalah semai kina succi yang ditanam di kebun dan batang atas entres kina ledger. batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan.00. Penyambungan Batang bawah. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan. Pupuk berupa 160-200 g Urea.5 cm.

2) Pembibitan Sambung Stek . 50 bibit diikat menjadi satu.50 cm dan akar tunggang 50 cm.tahun di persemaian II. tinggi 40 . Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang dan sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah.

Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0. bukan dari cabang. Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah. dekat tempat pembibitan. oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali dan pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit. terdiri dari 3-4 ruas paling ujung. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan dan tinggi 20-25 cm. Bahan stek diambil dari bagian batang yang masih berair.25 cm.0 cm untuk m enyelipkan batang atas. berwarna coklat muda dan agak tua. mempunyai ukuran sebesar pinsil. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan 3 Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l untuk 1 m . Pada sekeliling dan di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang. d.5-2. c. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4. Bahan tanaman dan penyambungan Batang bawah succi yang baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yang dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. Jika hujan. g. diikat dengan tali bambu. b. Media tanam Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali. Penyungkupan Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu. f.2-0. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan. Semua daun dibuang.66. Pembukaan dilakukan secara bertahap. Pohon induk yang siap diambil steknya pada umur 3-5 tahun. Pohon induk ditanam pada jarak 1. Pohon induk yang baik dipilih dari pohon yang pertumbuhannya cepat dan mudah berakar dalam penyetekan. Penanaman stek Media dalam polibag disiram sampai lembab. lokasi kebun dipilih datar. Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1.25 cmx1.a. Batang dipotong o miring 45-60 menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. batang dibungkus dengan batang pisang dan disimpan di tempat teduh.0 yang diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm. besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm. e.3% setiap minggu atau urea . Sungkup jangan bocor dan air hujang yang menggenangi plastik harus dibuang. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan. sungkup ditutup. Batang bawah Succi Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan. Batang atas ledger Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yang dianjurkan.

2%.0. Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yang tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag. Penyiangan .

25x1. b. penyungkupan dan pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. tinggi 40-50 cm. c. . Bibit semai kina ledger Adalah bibit semai dari biji kina ledger yang berasal dari poliklonal dengan klon-klon yang terpilih dan dipelihara khusus. dari pohon induk yang telah berumur 3-5 tahun. bersih dari tunggul sisa-sisa akar dan gulma. penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan. Pengolahan Tanam Media Pengolahan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan tanah yang gembur. tinggi rata-rata 40-50 cm. bedengan. Pembibitan Persiapan pembibitan. h.2. media. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya. Bahan stek yang digunakan adalah pucuk. Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1. Pindah tanam Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun dan tinggi 40-50 cm. Persemaian Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan. penanaman stek. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati. masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm dan dipetik di pagi hari. dan setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan.5 tahun karena tidak perlu penyambungan. Dan akar telah mencapai dasar polibag. Bahan stek dipilih dari pucuk yang coklat muda. Stek ledger Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger.25 m. 6. Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1. 4) Pembibitan Stek Ledger a. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan. 3) Pembibitan Semai Ledger a.dilakukan dengan tangan. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek. b.

Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm. dan pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama. Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yang kedua yaitu menghancurkan bongkahan dan membuat struktur tanah lebih remah dan gembur. . juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar.

5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan keperluan. c. dicampurkan merata 100gram/lubang. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik dan mati segera diganti. Bibit dalam Polibag Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya. 2) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman. setiap 20 m ke arah mendatar. jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm.25 cm.3. 2) Pembutan Lubang Tanam Pengajiran untuk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola dan jarak tanam yang dibuat. dan jarak tanam lebar yaitu 1. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm. Kapur berupa dolomit.1) Persiapan Lahan Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran dan pematokan dengan memberi tanda. 3) Pemupukan (sebelum tanam) Pupuk untuk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP. tinggi bibit 40-50 cm dan 2/3 daunnya dirompes. 6. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan tanaman disiram. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki. Bibit cabutan Panjang akar bibit sekitar 30 cm. b. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring. kemudian diratakan. kalsit. disangga dengan belahan bambu. 3) Cara Penanaman a. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola penanaman tergantung tofografi lahan. Tanaman pelindung Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan . Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) dan 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan ). PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6.500. Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yang disebut satu patok. ke arah kemiringan atas dan bawah. ditimbun dengan tanah.25 cm x 1.

4) Perioda Tanam .memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yang ditanam selama 3 tahun.

Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September dan biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam. Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan. Pemupukan Konvensional o Tanaman muda . Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: Untuk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. Penyiangan dilakukan 1. 6. Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan. Sedangkan untuk tanaman yang telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. KCl 30 kg dan Kieserit 19 kg. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% dan pada tahun kedua 5% 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan untuk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul. b.4. Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun.1 tahun: Urea 108 kg. 4) Pemupukan a. 3) Pembubunan Untuk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam. TSP 62 kg.5– 2 bulan sekali. Namun demikian pada tanaman muda dapat dilakukan kegiatan ini untuk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik. . dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman. menjelang kemarau.

KCl 40 kg dan Kieserit 37 kg.2 tahun: Urea 173 kg. . TSP 83 kg..

TSP 165 kg.5 tahun: Urea 390 kg.4 tahun: Urea 325 kg. (4) Ulat badori (Attacus atla s).5 EC. dilaksanakan dua kali setahun.3 tahun: Urea 217 kg. Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat. Antitrygoides divisaria. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100300 mm. . Pada ranting patah ada lubang gerekan. dikendalikan dengan Baythroid 50 EC. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. . KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg..7 tahun keatas: Urea 433 kg. TSP 124 kg. 7. kupu serta telur-telurnya. Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg.1. . (2) Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC.6 tahun: Urea 390 kg. (8) Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2. kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar. (6) Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC. Thuricide. Hama DAN 1) Ulat Ulat yang menyerang daun atau ranting muda adalah: (1) Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra. (5) Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC. TSP 186 kg. Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur. Pengendalian: memangkas cabang atau ranting yang terserang. 2) Penggerak cabang merah (Zeuzera coffea e) Gejala: menyerang cabang dan ranting hingga layu dan mudah patah. (7) Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L. TSP 186 kg. Ripcord 5 EC. (9) Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP. KCl 60 kg dan Kieserit 37 kg. Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC. 3) Penggerek pangkal batang (Phasus damor) . HAMA PENYAKIT 7. (3) Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC. TSP 207 kg. o Tanaman dewasa . KCl 100 kg dan Kieserit 75 kg.

Pengendalian: menanam bibit yang sehat dan insektisida. 4) Penggerek (Xyleberus. rontok dan tanaman mati. layu. daun kuning atau kemerahan.Gejala: kerusakan pada leher akar. Sp) cabang . kering.

Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. Pengendalia n: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC. (3) P. cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yang halus. serangannya di Indonesia sangat luas. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda. Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu: (1) P. Penyakit 1) Kanker batang Penyeba b: jamur Phytophthora Sp. Kanker garis membentuk jalur sempit yang mengendap pada kulit . Pada serangan berat tanaman mati dan dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman. Hama ini tidak menimbulkan kerugian dan serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan. 7) Helopeltis (Helopeltis theivora. antonii) Gejala : daun dan pucuk yang terserang menjadi salah bentuk. ranting menjadi berwarna putih dan dihuni oleh hewan kecil lonjong.Gejala : pada ranting. Benlate 50 W). Lebaycid 550 WP. 5) Penggerek pucuk (Alcalides cinchonae) Gejala : bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna dan mati. serangannya juga terbatas. H. sera ngannya relatif sedikit. coklat 6) Kutu putih (Pseudaulacaspis pentagona) Gejala : menyerang ranting dan mengisap cairan selnya. Pengendalia n: menyemprot larutan fungisida sistemik dan insektisida Gusadrin 150 ESC.2. (2) P. cinnamomi penyebab kanker garis. Lannate 25 WP. 7. Benlate 50 WP. parasitica penyebab kanker gelang. Pengendalia n: dengan penyemprotan insektisida Lannate L.

Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang. Shell Tapflux atau . jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat dan dilumasi Antimucin WBR 0. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yang dapat menyebabkan tanaman mati. Pengendalia n: kulit yang sakit dikorek. Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A.5% dan Difolatan 4F 3%. Gejala : berbeda-beda tergantung umur dan klon.batang. Jika kulit luar dikupas tanpak bahwa kulit bagian dalam membusuk.

Pengendalia n: dengan memperbaiki kultur teknis. 7.05%.Shell Otina Compound. Pengendalian hama/penyakit secara organic Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) .3. Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux. Persemaian dapat disemprot dengan Dithane M 45 atau Brestan 0. menggunakan tanaman penutup tanah lebum dan dengan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur yang belum masuk ke dalam kulit. menyiangi/mencabut. Perenox 3%. 4) Penyakit mopog (Rhizoctonia solani) Gejala : di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompokkelompok semai yang mati seperti tersiram air panas. Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas. golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan babadotan (Ageratum conyzoides). 2) Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor) Gejala : sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. Dapat juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat. menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan mengurangi penyiraman. dan mirip dengan sarang laba-laba. Pengendalia n: dengan mengurangi kelembaban persemaian. 7. Gulma Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repen s) dan paparean (Phalaris arundinaceae).4. Permukaan kayu yang terbuka ditutup ter untuk mencegah masuknya kumbang penggerek.

5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. serta .yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. PANEN 8.1. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Ranting yang diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yang rendah. dengan bagian yang terkecil yang diambil adalah kulit cabang yang diameternya lebih 1 cm.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. dan lalat buah. 8. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. nyamuk. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 6) Penggunaan pestisida. Ciri Panen dan Umur Bagian tanaman kina yang biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang. hama gudang. Produk ranting dapat dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan). Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). dan biaya pengambilannya relatif mahal. serta hama gudang Callosobrocus. kutu. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. cabang dan ranting. GSV dan Tungro. insektisida. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. dahan. Umur tanaman yang .

Panen Cara 1) Cara penebangan .5.12. 18 dan 24 tahun dengan jumlah tanaman yang dicabut untuk masingmasing penjarangan adalah 12. 8. 8.2. 6. 7.5% dari total tanaman. 5.siap panen untuk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun dan untuk panen cara penjarangan adalah 3.

sistim panenan: penjarangan I (12. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru. hindari matahari. berikutny disebutmaksimum 2 4dst.0 tahun.5 kg kulit. b) Umur 5. 8. Untuk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yang tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari. Pola produksi kulit kering dan kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dapat dilihat berikut ini: a) Umur 3. dan dipelihara tunas untuk berikutnya.000 kg/ha pada .0 tahun. atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat.4. Perkiraan Panen Hasil Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1. sistim panenan: penjarangan III (12. c) Umur 6. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yang telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter). Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit. sistim panenan: penjarangan II (12.5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter. Panen Periode Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang dan ranting dan pemangkasan batang utama. Potensi produksi SQ7 adalah 15. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari. Setelah 4 dipanen kali stumping Penen a stumping tanaman dibongkar Panen yang baik pada awal musim . tebangan penghujan.00 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yang disebut potensi produksi. 8.3. Pemilihan tanaman yang akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode. Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul.Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan.5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses.5 tahun. terik 2) Cara penjarangan Dilakukan dengan cabutan untuk memanen secara bertahap dalam persentase yang telah direncanakan. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%. Potensi produksi SQ7 adalah 37.50 kg/ha. Panen tebangan pertama disebut Stumping 1.

sistim panenan: penjarangan IV (12. .kadar SQ7 6 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 82.00 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. Potensi produksi SQ7 adalah 60.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.0 tahun.50 kg/ha. d) Umur 7.

Potensi produksi SQ7 adalah 122.5% panenan) dengan produksi kulit kering 6. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. pastikan bahan tidak saling menumpuk. Penyortiran Pencucian Basah dan Batang yang akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. PASCAPANEN 9. Potensi produksi SQ7 adalah 375. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu o 50 C o . setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. sistim panenan: penjarangan VIII (12. sistim panenan: penjarangan V (12.0 tahun.kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata.0 tahun. Kulit batang yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven .125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses. 9.0 tahun.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.0 tahun. Setelah pencucian selesai. f) Umur 12. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih.50 kg/ha.00 kg/ha. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering. Potensi produksi SQ7 adalah 250. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 .00 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 9. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air.e) Umur 8.75 kg/ha. Potensi produksi SQ7 adalah 468.3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%. Cabang dan ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Cabang atau ranting yang ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil dan daundaun. sistim panenan: penjarangan VI (12. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Setelah itu batang tersebut dibersihkan.60 C.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.1. h) Umur 24. kemudian dipotong sepanjang 40 .250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses. g) Umur 18. 9.5% panenan) dengan produksi kulit kering 3. sistim panenan: penjarangan VII (12. Lindungi bahan tersebut dari air.2.50 cm untuk diambil kulitnya.

9. Penyortiran .3. Kering. Setelah pengeringan.dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa tidak saling menumpuk. timbang jum lah yang dihasilkan.

Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. minuman penyegar dan industri penyamakan. kina sebagai bahan baku kosmetika. Pengemasan Setelah bersih. yang menjelaskan nama bahan. seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula.2. dapat berupa kantong plastik atau karung. Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika. nama/alamat penghasil. ANALISIS TANAMAN 10.000 ton kulit kering/tahun. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan.4.1 Budidaya Analisis EKONOMI BUDIDAYA Usaha 10. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. tidak bocor. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. 10. Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa . Di samping sebagai bahan obat. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. 9. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina. bagian dari tanaman bahan itu. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). berat bersih dan metode penyimpanannya. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. 9.Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. nomor/kode produksi. Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah. Gambaran Agribisnis Peluang Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17.5.000 ha dengan produksi 11. bahan yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya).

Perkebunan kina kita akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan.terpenuhi. 11. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima. PRODUKSI STANDAR .

11.5. cara uji. Lingkup Ruang Standar produksi meliputi: klasifikasi.3.1. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. Kelas kualitas ini bahkan lebih besar daripada yang dihasilkan di Afrika. Pengemasan Kina dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. PUSTAKA DAFTAR 1) Sultoni. Contoh Pengambilan Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. berat contoh analisa 100 gram. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. 11. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina. 1995. syarat mutu. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Deskripsi … 11. Asosiasi . Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram.2.11. dan tahan mengalami handling baik pada pemuatan maupun pembongkaran. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa.4. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Klasifikasi dan Standar Mutu Kulit kina kering jemur dari batang utama di perkebunan kina Indonesia mempunyai standar mutu yang memenuhi persyaratan Internasional yaitu memiliki kadar kinin sulfat pada kelas SQ7. cara pengambilan contoh. 11. syarat penandaan dan pengemasan. A.

BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman . Jakarta. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia.

Bogor. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Jakarta. 1989. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 311 Hal. 411 Hal. 3) Anonimous.2) Anonimous. KEMBALI KE MENU . 1994. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Vademekum Bahan Obat Alam.

JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Hal.ristek. 021 316 1952. 2. daisy (bulat. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M. SEJARAH SINGKAT Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Sejak tahun 1940. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East.go. http://www. morifolium (ungu dan pink) dan C.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KRISAN ( C. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. indicum. Fax. daisy ) 1. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning). C. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. krisan dikembangkan secara komersial. Jl.id . C. Tahun 1808 Mr. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. C. ponpon). morifolium Ramat. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17.

021 316 1952. menengah dan besar). indicum hybr. C. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). M. http://www. 3. tingginya 20-40 cm. morifolium Ramat. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. 021 316 9166~69. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga. MANFAAT TANAMAN Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias.13A. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu). Sebagai bunga hias. C. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia.go. Fax.Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. Green peas. Applause (kuning cerah).177. Contoh krisan ini adalah C. Klondike dll. Hybr.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Chrysanthemum : C. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Reagen. 2/ 13 . polibag atau wadah lainnya. 28. Great verhagen. Improved funshine. Dolaroid. Contoh C.H. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa. mempunyai tangkai bunga panjang. b) Bunga potong Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. Puma. Brides.C. i. C.hybr. Clingo. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. 13.97. c) Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27. i.id Hal. Cheetah.ristek. Dark Flamingo. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a) Krisan lokal (krisan kuno) Berasal dari luar negri. Pearl Cindy (putih kemerah-merahan). krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Ditandai dengan sosok tanaman kecil. Rage (merah) dan Time (kuning).7 dan 30. Amerika Serikat dan Jepang. indicum.108. daisy dll Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. 27. Jl. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). Fleyer (berbunga putih). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ukuran bervariasi (kecil. berbunga lebat dan cocok ditanam di pot.

SYARAT PERTUMBUHAN 5. 5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. hingga mencapai kadar yang dianjurkan.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 2 9 m dan lampu dipasang setinggi 1. Bandungan (Jawa Tengah). 021 316 1952.2.ristek. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl. tidak mengandung hama dan penyakit. SENTRA PENANAMAN Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas. seperti rumah plastik. Jl. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.id .3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. subur. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C.1.go. Iklim 1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai. 5.5-6. gembur dan drainasenya baik.H.30–01. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lembang (Jawa Barat). Tanaman muda sampai dewasa antara 7080%. 5. 2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. M. 2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. Fax.7. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. greenhouse. http://www. setek diperlukan 90-95%. 5.5 m dari permukaan tanah. tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Sukabumi. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. 3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. Media Tanam 1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. Brastagi (Sumatera Utara). Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22. 021 316 9166~69. Cisarua. dapat ditambahkan CO2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. 4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit.

http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek.id . Jl. M. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. kalus bertunas waktu 26 hari.5-2. PEDOMAN BUDIDAYA 6. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar. sedangkan perakaran 26 hari. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. 021 316 1952. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. http://www. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. 2. panjang 5 cm. langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C.id . Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0.5 mg NAA/liter ditambah 0. daya tumbuh tanaman kuat.1.5 mg NAA/liter ditambah 0. 3. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit diambil dari induk sehat. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat.5 mg NAA/liter ditambah 1. a) Bibit asal anakan b) Bibit asal stek pucuk Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari.H.5 mg NAA/liter ditambah 0.ristek. potong pucuk tersebut. 021 316 9166~69.go. berkualitas prima. bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. Jl. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. kemudian bilas dengan air suling steril. Fax. diameter pangkal 3-5 mm. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu.04 % (HgCL) selama 10 menit. 2) Penyiapan Bibit Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. M. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2 mg kinetin/liter ditambah 0. Medium MS padat ditambah 0. c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet.5-0.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. setek pucuk dan kultur jaringan. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu.5 BAP/liter.5 mg kinetin/liter. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: a) Stok tanaman induk Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya.

http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl. 021 316 1952.id .ristek. M. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

http://www. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam.go. 3. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. M. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.5-10 cm. dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. Pemangkasan pucuk.id .00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip. b) Penyemaian kultur jaringan Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya. 2.5-1 cm. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. 021 316 9166~69. Penumbuhan cabang sekunder. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. Fax. 1. Jl.30–03.H. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm. setelah bibir berukuran cukup besar. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyemaian di bak Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5-1 cm. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kedalaman 25 cm. 5) Pemindahan Bibit Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. Penumbuhan cabang primer. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka.ristek. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas.

id . http://www. Jl. Fax.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G. d) Cara Penanaman Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit.12 ton/ha. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. Jl.3 = 3. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan. Lubang tanam dengan cara ditugal. panjang disesuaikan dengan lahan. keringanginkan selama 15 hari. 021 316 1952. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari.2 = 4. 021 316 9166~69.ristek. a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . b) Pembuatan Lubang Tanam Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm.08 ton/ha.02 ton/ha. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm. jarak antara bedengan 30-40 cm.H. 6. Dosis tergantung pH tanah. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. diberikan merata pada tanah sambil diaduk. 2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. 2) Pengapuran Tanah yang mempunyai pH > 5. http://www.3. zeagro.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. kalsit. pH 5.4 = 3. M.60 ton/ha.go. tinggi 2030 cm. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. Teknik Penanaman 1) Teknik Penanaman Bunga Potong a) Penentuan Pola Tanam.5. Pengolahan Media Tanam 1) Pembentukan Bedengan Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur. c) Pupuk Dasar Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. 20 cm x 20 cm. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. Fax. pH 5.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pH 5.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. http://www. M.id . Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. Jl. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm. 021 316 9166~69.H. Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit.00.00. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16. M. b) Pemupukan Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan. d) Penjarangan Bunga Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali. Untuk merangsang pembungaan. http://www. Lampu dimatikan. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari.ristek.id .00-22. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 2 gram per m luas lahan. Misalnya. Untuk memperpendek batang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. dan akhirnya sebulan sekali. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm.go. Bila dipanen tangkainya 70 cm. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah 2 ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m luas lahan. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. Hal. c) Pembuangan Titik Tumbuh Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm.30-01.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm. Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). Periode berikutnya beralih ke generatif.

3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. tergantung cuaca atau medium tumbuh.H. M.go.4. http://www. 2) Thrips (Thrips tabacci) Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu. misalnya IATP buatan Taiwan. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah. 021 316 1952. 3) Tungau merah (Tetranycus sp) Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. terpelintir. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput liar. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat.ristek. menebal. terutama pada permukaan bawah daun. 7. Hama 1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. HAMA DAN PENYAKIT 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.id . sehingga pucuk dan tangkai terkulai. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari. 021 316 9166~69. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. Fax. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyiangan Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. M. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.

warna bunganya menjadi pucat. 021 316 9166~69. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning. Fax.go. 8. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus. penggiliran tanaman. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi. 7. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Cara Panen Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Penggerek daun (Liriomyza sp) Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. karat putih disebabkan oleh P horiana P. kadang-kadang bergaris-garis. tidak membentuk tunas samping.1.Henn. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih.id . PANEN 8.2. 2) Tepung oidium Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. http://www.H. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. M. 8. 021 316 1952.2. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. perompesan daun yang sakit. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. Pengendalian: memotong daun yang terserang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Penyakit 1) Karat/Rust Penyebab: jamur Puccinia sp. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit. mencabut tanaman yang sakit.ristek. Jl. 3) Virus kerdil dan mozaik Penyebab: virus kerdil krisan. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil. dengan aplikasi insektisida.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . 021 316 1952.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek.

id . Jl. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. PASCAPANEN 9.3. Fax. rapi dan tidak longgar. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur. Hal. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga.3. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai.go.H. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. 021 316 9166~69. 8. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9. sehat dan bebas hama dan penyakit.000 tanaman. potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. 021 316 1952. Prakiraan Produksi Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Panen sebaiknya dilakukan pagi hari.2. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak.ristek. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. menarik. warna dan varietasnya. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. dalam bak atau box alat angkut. 9. M. 9.

000 kg @ Rp.050.90.400.. 1) Biaya produksi 1.Rp.000.1. 1..Urea: 4.Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 225.go. 1. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000. 2.Pupuk kandang: 15. Biaya tenaga kerja .000. 50.206.500.000.Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW 6. Rp.250. Pestisida 5.Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.ristek..000.000.Rp.500.250.250. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0.Rp. 2.225. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Sewa lahan 1 tahun 2. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah. 1.Rp. Rp. 250. Italia.KNO3: 2.750.5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm. Austria.000. Rp.ZA: 4. Jl. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan.Rp. Rp. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. Rasio Output/Input Keterangan: HKP Hari Kerja Pria. Pupuk dan kapur .000. Rp. 500. Swedia dsb. Rp.H.. Inggris.id Rp. 55.000. 800. 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Fax.000.2. 500.Rp.000.000 batang @ Rp. alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 400. America Serikat. 021 316 9166~69. Biaya lain-lain (pajak.143. HKW Hari Kerja Wanita 10. 021 316 1952..000.375 kg @ Rp.250. 34.Rp. 150.000.=1.3.. M.000. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari.6. Bibit : 500. 25.750.500.500.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.Pemupukan 10 HKP + 20 HKW . Rp.611 .1.KCl: 125 kg @ Rp. 425. http://www.650.Rp.9.000.Penanaman 5 HKP + 50 HKW . Swiss. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman.000 tanaman @ Rp.000.200. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. 10.856.150 kg @ Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia.000. Rp. iuran.4.000.5.000.- Rp.SP-36: 525 kg @ Rp.600 kg @ Rp.. 1.

Jl.H. http://www.id .go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

Kuntum tidak tertutup seludang. lurus dan tunggal. g) Contoh yang diambil 15.go. utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit. Duapertiga daun masih lengkap. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. cara pengambilan contoh. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151–200. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26–50. Jl. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan.1. pangkal bunga diberi kapas basah. f) Contoh yang diambil 12. c) Contoh yang diambil 6. STANDAR PRODUKSI 11. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201– lebih. 11.4. syarat penandaan dan pengemasan.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN tetap terbuka. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101–150. 021 316 9166~69.2. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut: a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh. Deskripsi … 11. Fax. panjang tangkai 70 cm. d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%. b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. http://www. 021 316 1952. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1–3. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. 11.ristek. M. syarat mutu. e) Contoh yang diambil 10. cara uji. d) Contoh yang diambil 8. Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4–25. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51– 100. b) Contoh yang diambil 3.3.

Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. M. Jl.id .H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.ristek.

M. 5. 1998. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 3) Dewi Sartika.go. Nama atau kode produsen/eksportir.ristek. 021 316 9166~69. DAFTAR PUSTAKA 1) H Rahmat Rukmana . 12. Kebun bunga Potong Ciputri. 2.H. Trubus no. Ir. 3. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. Hasil Indonesia.1997. http://www. Jumlah isi. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Jenis mutu. Trubus no. 2) Trubus no. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1.id . 4. 4) Lukito AM. Penerbit Kanisius. Yogyakarta. Krisan. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain. 342. 1998.5. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Nama barang/varietas krisan. 1998. 348.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Krisan Baru Produk Indonesia. Jakarta. Negara tujuan. Fax. 338.

SEJARAH SINGKAT Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. URAIAN TANAMAN 2. Nama daerah: Kumis kucing (Melayu – Sumatra). songkot koceng (Madura). remujung (Jawa). ) KUMIS KUCING 1. se-salaseyan.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Lamiaceae Genus : Orthosiphon Spesies : Orthosiphon spp. remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). . 2. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis.( Orthosiphon spp. kumis kucing (Sunda). giri-giri marah (Sumatera). kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia.

sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa. bundar. Bunga bibir.2. lancip atau tumpul pada bagian ujungnya. lanset. O. tinggi tanaman sampai 2m. O. kencing manis. Baik di dataran rendah maupun . 3. batu ginjal. panjang 1. albuminuria. tementosus var. 4. dan penyakit syphilis. masuk angin dan sembelit.5cm. dengan ukuran panjang 13 – 27mm.5 – 10mm. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul. panjang tabung 10 – 18mm.3 Tanaman Jenis Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata.5mm – 1. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal. Kelopak bunga berkelenjar. Batang bersegi empat agak beralur. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong. SENTRA PENANAMAN Hingga saat ini.2 Deskripsi Tanaman terna yang tumbuh tegak. petiolaris dan O. dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. aristatus. panjang tangkai daun 7 – 29cm. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu. ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7. 2.obatan. panjang bibir 4. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Buah geluk berwarna coklat gelap. mahkota berwarna ungu pucat atau putih. thymiflorus.75 – 2mm. glabratus. di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. MANFAAT TANAMAN Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok. helai bunga tumpul. urat dan pangkal berbulu pendek dan jara ng sedangkan di bagian yang paling atas gundul.

SYARAT PERTUMBUHAN 5.dataran tinggi. Iklim .1. 5.

d. Media Tanam 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal.1. Pembibitan 1) Penyiapan Bibit Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. . Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun.3.500 stek/ha. banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air.000 mm/tahun. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu.1. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun. 2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. 5. 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing. a. Setelah timbul tunas baru. 5. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering.000-62. c. subur dan sehat. 6. Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50. untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur. 2) Teknik Penyemaian Bibit Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 .1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3. bibit dipindahkan ke kebun produksi. b. 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm. PEDOMAN BUDIDAYA 6. subur.2.200 m dpl.

4-3. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek. waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.3. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tanah diolah 30-40 cm.2. 6. c) Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. 2) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm 3) Cara Penanaman a) Pilih bibit yang baik dari pembibitan. kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda . 4) Perioda Tanam Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. gulma dan Setelah diolah. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. tanaman lain dibuang. d) Padatkan tanah di sekitar bibit. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (OktoberDesember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun. e) Sirami sampai cukup basah.6. b) Buat lubang kecil di tempat lubang tanam. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan 3) Pemupukan (sebelum tanam) Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm.2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. tanah dibiarkan 15 hari.

5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik. sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya. tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada awal pertumbuhan. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm). sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala .4. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1. 3) Pemupukan a. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca. Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh. yang penting tanah tidak sampai kering. Pemupukan Konvensional Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. penyiraman dikurangi. 2) Penyiangan Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. b.6.

.serangan hama penyakit.

Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. Penyakit Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk . alang-alang. dan lalat buah. hama gudang. Hama DAN Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. Gulma Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki. Pengendalian hama/penyakit secara organic Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu). Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatka n sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. 7.2.7.1.4. 7. dan rumputrumput lainnya 7. meningkatkan kebersihan kebun. lulangan. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. memotong bagian yang sakit. kutu. pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif.3. Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air. HAMA PENYAKIT 7. ageratum. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. nyamuk. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit.

hembusan dan semprotan. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti . 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif.

serta hama gudang Callosobrocus. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi.4. tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 8. akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. PASCAPANEN Setelah pemetikan. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. 8. Panen Cara Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10. PANEN 8. Panen Periode Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhan optimum dari daun.3. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah sbb: . Perkiraan Panen Hasil Tanaman yang sehat dan terpelihara menghasilkan rimpang segar sebanyak Dengan pemeliharaan yang intensif.hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Karena yang dimanfaatkan adalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya. daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. 8.1. 8.2. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. GSV dan Tungro. 9. Ciri Panen dan Umur Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. Saat panen yang tepat adalah pada saat awal pertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh bunga.

Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi basah dilakukan pada bahan segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya.9. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. .1. Setelah selesai.

4. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Setelah pencucian selesai. 9. nomor/kode produksi. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. . Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut.Pencucian dilakukan dengan air bersih. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi.2. bagian dari tanaman bahan itu. Pengeringan didalam oven dilakukan pada suhu o o 50 C . pastikan daun tidak saling menumpuk. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. 9.3. timbang jumlah daun yang dihasilkan. yang menjelaskan nama bahan.2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah mengalami pengeringan dengan memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. 9. Setelah pengeringan. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. 9. Selama pengeringan daun harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. daun yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Pengeringan daun dilakukan selama kira-kira 1 . memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Lindungi daun tersebut dari air. tidak bocor.60 C. nama/alamat penghasil. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Pengemasan Setelah bersih.5. dapat berupa kantong plastik atau karung. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa daun tidak saling menumpuk. berat bersih dan metode penyim panannya.

ANALISIS TANAMAN EKONOMI BUDIDAYA .10.

h.265 10.937.1.000 kg @ Rp.1 Budidaya Analisis Usaha Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.500. Pestisida Rp.000.450. .b. Gambaran Agribisnis Peluang Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor.c.000. Jumlah biaya produksi Rp. Lingkup STANDAR Ruang .500. Pupuk . d. Bibit 6000 bh @ Rp. 60. Tenaga kerja Rp.1. Rasio output/input = 1.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat.791.Rp.000. . 27. 150. f. Sewa lahan 1 musim tanam Rp.2.2. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat.414 ton.Pupuk kandang 4.Rp. . Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8.296-47. 3. 150. 11. Rp. Panen dan pasca panen Rp.10. 512. 100.000.Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp. Alat Rp.000.000. 100. e.Rp. 200. agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil. 4) Parameter kelayakan usaha a. Amerika dan Singapura.000. 1.2) Pendapatan 700 kg @ Rp. 600.100. PRODUKSI 11. 600.g. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23. 100. Lain-lain Rp. .3) Keuntungan Rp.000.000.500. 100. 1) Biaya produksi a.500.

11. Klasifikasi dan Standar Mutu ----- . cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.2.3.Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu. Deskripsi … 11.

Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman 2) Anonimous. Vademekum Bahan Obat Alam. PUSTAKA DAFTAR 1) Rahmat Rukmana.11. 411 Hal KEMBALI KE MENU . Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat.4. Ir. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Contoh Pengambilan Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Pengemasan Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan. dengan bahan yang tidak luntur.5. Penerbit Kanisius. 311 Hal. 11. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 1994. 1989. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. Kumis Kucing. 3) Anonimous. Bogor. Yogyakarta.

Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl. Pada tahun 77-78 SM. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.1 Klasifikasi . URAIAN TANAMAN 2. Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe. Indonesia (Jawa). Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. 2. Cina Selatan.( Curcuma domestica Val. tetapi pahit. kelat. dan Filipina. dan sedikit pedas. tetapi tidak beracun. ) KUNYIT 1. Taiwan. SEJARAH SINGKAT Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis.

Divisio Spermatophyta : .

Cina. anti mikroba.Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma domestica Val. peternakan dll. Daun tunggal. u C. bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm. 2. Srilanka. menghilangkan gatal. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. 3. Manfaat utama tanaman kunyit. domestica Rumph. 4. yaitu: sebagai bahan obat tradisional. dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha. lebar 8-12. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan. anti tumor. MANFAAT TANAMAN Di daerah Jawa. longa Auct. anti oksidan. serta sebagai pembersih darah. longa Linn. membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). Batang merupakan batang semu. dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya.5 cm. C. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu. tegak.323 kg/ha.2 Deskripsi Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. membersihkan. tepi daun yang rata. 2. daging buah merah jingga kekuningkuningan.5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Amomum curcuma Murs. sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah. dan menyembuhkan kesemutan.3 Tanaman Jenis Jenis Curcuma domestica Val. Ujung dan pangkal daun runcing. bahan baku industri jamu dan kosmetik. panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1. C. bahan bumbu masak. berwarna putih/kekuningan. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. Di India. bulat. dengan produksi mencapai 12. Haiti. kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan. mengeringkan. . pencegah kanker.

1. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Iklim .5.

kulit. terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain. kerikil). Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun. ukuran. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur. 2) Penyiapan Bibit Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 5. 3) Teknik Penyemaian Bibit . bentuk. dan warna seragam. Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang.1. 3) Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas. terhindar dari serangan penyakit. pada tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. 6. o c. 5. kokoh. benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup. Media Tanam 2) Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur.3. karena lebih mudah tumbuh. tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa.a. memiliki kadar air cukup.2. berdaun banyak dan hijau. sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang. dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C. Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl. b. segar. cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan. Ketinggian Tempat Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). sehat.

3) Pembentukan Bedengan Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm. perkebunan atau pekarangan. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian.5 bulan. Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus o dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35 C. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan. Selama pengangkutan. Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu o kamar (25-28 C). Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara: mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1. 6. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. 4) Pemupukan (sebelum tanam) Untuk mempertahankan kegemburan tanah.5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). meningkatkan .5 bulan. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. Selain itu menempatkan o rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 C. dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari).2. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm. dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1.

dan aerasi yang lancar. dilakukan dengan drainase.unsur hara dalam tanah. .

50-0. maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan. sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit. 6. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola.5-3 kg. 6. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2. 2) Penyiangan . yaitu pada awal musim penghujan. 3) Cara Penanaman Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit. Teknik Penanaman Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0.3. Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama.4. 4) Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. 2) Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk. 1) Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas.65 ton. yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan).menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu.

4) Pemupukan a.93 ton/ha. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman). serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. P2O5 (50 kg/ha). Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon. b. 3) Pembubunan Seperti halnya tanaman rimpang lainnya. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160. dan K2O (75 kg/ha). unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. dan ZK 10 gram/pohon).Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha). Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di selasela tanaman. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Oleh . Pupuk P diberikan pada awal tanam. pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. TSP 10 gram/pohon.5 ton rimpang segar/ha. dan luas area daun kunyit secara nyata. tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). jumlah daun. Pemupukan Organik Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali.

sebab itu drainase dan pengaturan secermat mungkin. agar tanaman air sehingga rimpang tidak pengairan terbebas perlu dilakukan dari genangan .

7. Pengendalian: a. sehingga luka rimpang kemasukan cendawan.) Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. Penyakit 1) Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian. b.1. bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan . Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3. kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos. HAMA DAN PENYAKIT 7. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau. 7) Pemulsaan Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah. Hama 1) Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera. mencegah terjadi genangan air pada lahan. penyemprotanfungisida dithane M-45. 2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. 7.membusuk. mencegah terlukanya rimpang. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.2. Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas. kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.

Penyemprotan insektisida. insektisida. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Pengendalian: a. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban. serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial.2. 6) Penggunaan pestisida. rumput lulangan. ageratum. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. 7. Gulma Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang. rumput teki. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya . Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh ala mi 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda.4. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. dan gulma berdaun lebar lainnya. seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali 7. b.

kutu. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. hama gudang.dengan semprotan. nyamuk. dan lalat buah. .

PANEN 8. Sebelum dibongkar. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 8. 8. serta hama gudang Callosobrocus. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan.2. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan.3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.1.4. seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati). GSV dan Tungro.3. Perkiraan Panen Hasil . Panen Cara Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak. batang dan daun dibuang terlebih dahulu. 8. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). yaitu pada saat gugurnya daun kedua. 8. Panen Periode Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Ciri Panen dan Umur Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan.

PASCAPANEN .71 kg. 9.Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.

timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 .4. pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah.9.3. Lindungi rimpang tersebut dari air.5 hari. Setelah selesai. lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan Jika perlu proses perajangan. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. 9. 9.1. udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Pencucian dilakukan dengan air bersih. tanah atau kotoran-kotoran lain. Setelah perajangan. timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9. sisa tanaman. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. . Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil. Setelah pencucian selesai. Setelah pengeringan. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rim pang tidak saling menumpuk. atau setelah kadar airnya dibawah 8%. dan gulma. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi.5.2. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. o o Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C . Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.

rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum dipakai sebelumnya). yang .Pengemasan Setelah kantong pernah wadah bersih. Berikan label yang jelas pada tersebut.

Rp. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 2. ANALISIS TANAMAN 10.60.875. Rp.1. Bibit 50 kg @ Rp.000.000. 1800. 100. 28. c.600. .000.6. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. Rp.000.400.200.Pupuk kandang 4. nomor/kode produksi.2. Rp. Analisis Budidaya EKONOMI Usaha BUDIDAYA Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 pada tahun 1999 di daerah Bogor. Alat f. serta bersih dan terbebas dari hama gudang.000.35. 10.4) Parameter kelayakan usaha a. 1. Rp. 25.800. Rp. 1. berat bersih dan metode penyimpanannya. Sewa lahan 1 musim tanam b.000.100. 100. Rp. Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif. Rp. bagian dari tanaman bahan itu.399 yang dilakukan Rp. Panen dan pasca panen h.TSP 16 kg @ Rp.Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. . Rp.3) Keuntungan 475. 200. 9. nama/alamat penghasil. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. 600. . Pestisida e.d.600.399.1. Rp. Rp. Rp. 150. di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja. 150.000. Tenaga kerja g. 1) Biaya produksi a.000. tidak bocor. 10.600.000 kg @ Rp. Pupuk . memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung).1.KCl 16 kg @ Rp. 100. Rasio output/input = 1.750.500 kg @ Rp..menjelaskan nama bahan. Gambaran Peluang .

Agribisnis Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1.5-6 ton/bulan. Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Melihat dari kebutuhan rata- .

Lingkup STANDAR Ruang standar mutu. PRODUKSI 11. Negara India. cara Standar produksi meliputi: jenis dan pengambilan contoh dan syarat pengemasan. dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini. Pada tahun 1987. Berdasarkan kondisi ini. Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut. Klasifikasi dan Standar Mutu . Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India. dan Jepang). agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. Amerika. Srilanka.nya. suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang. dan negara-negara lainnya.rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Deskripsi … 11. karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul. juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya. Taiwan. Haiti. karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. Singapura. dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha. Haiti.3. kunyit tergolong efisien. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik. 11. apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri.1. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas.2. Cina. dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). Hongkong. namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/ha. Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi. Srilanka. dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya. nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. Cina. Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia. jalur tata niaga. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. 11. Dari segi jalur tata niaga. lalu ke pabrik/pedagang besar. tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi.

Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri dicantumkan berikut ini: 1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga 2) Aroma : khas wangi aromatis 3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit .

contoh yang diambil minimum 15 Kemasan yang telah diambil. 11. dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan. atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Contoh Pengambilan Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini. dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. Pengemasan Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh. contoh yang diambil 9 4) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000. maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. 1) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang.4. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. dituangkan isinya.5.DAFTAR . dikemas dengan jala plastik yang kuat. kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. dengan bahan yang tidak luntur. contoh yang diambil 10 5) Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000.4) Kadar air maksimum : 12 % 5) Kadar abu : 3-7 % 6) Kadar pasir (kotoran) : 1% 7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5% 11. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. contoh yang diambil 7 3) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500. contoh yang diambil 5. 2) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300.

Bogor. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Jakarta. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Vademekum Bahan Obat Alam. 411 Hal. . 311 Hal. 1989. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 2) Anonimous.PUSTAKA 1) Anonimous. 1994.

6) Moko.). Penebar Swadaya: 40-41. A. Bogor. 8) Nugroho. 1988. Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman kunyit. 1991. Jilid 1: bagian Botani. Rineka Cipta: 60.2. 1993. BRA Mooryati. Cet. Petunjuk lengkap mengenai tanaman. 1992.1. Dalimartha. Manfaat dan prospek pengembangan kunyit. Jakarta. 1993. H. PT. Balai Pustaka: 230231. Ungaran. Setiawan.. 1992. 11)Wiroatmodjo. Yogyakarta. Tanaman obat keluarga (toga): kunyit. Jilid 4. Alam sumber kesehatan. CD. 9) Soedibyo. Februari 2000 KEMBALI KE MENU .P. Jakarta. jagung manis (Zea Agronomi. Hidayat. 10)Wijayakusuma.S. Jakarta.M. 21 (2) 1993: Buletin 59-63. Bethesda: 102103. Pustaka Kartini: 93-94.tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obat-obatan tradisional (kunir atau kunyit-Curcuma domestica Val. 4) Kartasapoetra. J. Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (kunir). Buletin Pertanian Tanaman Rempah dan Obat. 8 (1) 1993: 30-38. Mulyoto. 1998. Cet. 1996. 1998. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia: kunyit. Hembing. Lontoh. Jakarta. Curcuma longa Linn (Jiang Huang).) produksi kunyi (Curcuma ditumpangsarikan dengan t yang mays Soccharata). 7) Muhlisah. Nurfina A. Wirian. Jakarta. Joedojono.RS.Trubus Agriwidya. Tumbuhan obat famili Zingiberaceae. G. 5) Kloppenburg-Versteegh. Fauziah. Kajian pemberian pupu kandang dan tingkat terhadap pertumbuhan k populasi domestica Val.3) Darwis SN. manfaat dan kegunaan: kunyit. 86 hal. Puslitbang Tanaman Industri: 39-61. Ismiyatiningsih. Nurdin. A.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGA ( Mangifera spp. M. ) 1. Jl.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www. gedong. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Anarcadiaceae Genus : Mangifera Spesies : Mangifera spp. yaitu mangga arumanis.ristek. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2.go. SEJARAH SINGKAT Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. golek.H. Hal. Fax.

http://www. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Jika pH di bawah 5. 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tempat Ketinggian Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. 021 316 9166~69.048 ton. M.3. SYARAT TUMBUH 5. MANFAAT TANAMAN Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. 5. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8.1. Iklim Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. 021 316 1952. Jika ditanam di daerah basah.901.5-7. Fax. 6.309 tanaman dengan produksi 668. Jl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.H. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .5. kuat dan buahnya berkualitas.2. 5. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Pembibitan 1) Perbanyakan dengan Biji a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Cirebon.ristek. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang. Indramayu.go.5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. 5. tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.

Jl.id . http://www. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan. biji ditanam pada jarak 10-20 cm. 021 316 1952. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1). bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bibit tidak boleh kekurangan air.id . Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. 6. 2) Okulasi Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan.5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman. Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. 3) Pencangkokan Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1). b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.2. Setelah penempelan. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk. http://www.H. Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. Fax.go. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur. lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air.5 tahun.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M. Jl. Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan. tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. Selama penyemaian.

http://www. M. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

taburi lubang dengan furadan 10-25 gram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur. 6. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau. 3) Penanaman Pohon Pelindung Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman.3. diikuti tanah galian bagian bawah. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan panjang. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Hal. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. Polibag bibit digunting sampai ke bawah. b) diagonal. 021 316 1952.4. 6.id . rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi. 021 316 9166~69. 2) Penggemburan/Pembubunan Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan. 2) Cara Penanaman Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm. Pada waktu penggalian. lebar dan kedalaman 100 cm. http://www. Masukkan tanah galian bagian atas. galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm. jarak tanam lebih renggang. biasanya pada awal musim hujan. M. c) bujur sangkar (segi empat).go. Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari.H. Fax. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam. masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan.ristek.

Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman.ristek. 5. 2. Dengan cara ini. http://www. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). 3. Fax. Tanaman waktu berbunga : ZA 1. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. 4.3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik. persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin.080 gram/tanaman. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempelan/Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman. Umur tanaman 2. Pemangkasan ketiga. 2.3%.go. 5 kg pupuk kandang. 021 316 9166~69. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. KCl 1. Di kalsium fosfat 1. dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang. 15 kg abu.940 gram/tanaman. Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. KCl 970 gram/tanaman.H. KCl 1. 50 kg pupuk kandang. 4. 3.id .5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1.5 kg abu. Jl.380 gram/tanaman. 50 kg tepung tulang. M. 15 kg abu. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. 4) Pemupukan a) Pupuk organik 1.000 kg/tanaman. b) Pupuk anorganik 1. 021 316 1952.5–8 tahun: 0. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36.940 gram/tanaman.750 gram/tanaman. 1 tahun kemudian. Umur tanaman 1.5 kg tepung tulang. 5) Peningkatan Kuantitas Buah Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0.

id . http://www. 021 316 9166~69. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

021 316 1952. 4) Lalat buah Gejala: buah busuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. I. mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.ristek. menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi. memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. menggunakan pupuk kandang halus. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini. hijau dan kemerahan. Hemitarsonemus latus) Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga. Kulit buah kelihatan normal. 6) Tungau (Paratetranychus yothersi. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord. jatuh dan menurunkan produktivitas.1. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang. Niveosparsus. Fax. rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup.id . merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Bubuk buah mangga Menyerang buah sampai tunas muda. Atkinsoni) Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. Jl. I.) Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat.go. membakar daun yang terserang. 5) Wereng ( Idiocerus clypealis. bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. M. http://www. Hama 1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) Menyerang buah dan masuk ke dalamnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.H. insektisida Diazinon atau Basudin. Pengendalian: dengan semut Hal. HAMA DAN PENYAKIT 7. Wereng ini menyerang daun. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali. 3) Bisul daun(Procontarinia matteiana.

Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang. Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang. 021 316 9166~69. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Menyerang daun. Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah Hal. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. 7. ranting dan daun. Pembuahan tidak terjadi. 3) Cendawan jelaga Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. 2) Penyakit diplodia Penyebab: jamur Diplodia sp. memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. http://www. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 021 316 1952.id . 4) Bercak karat merah Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Jl. daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. ranting. bunga berjatuhan. Fax. 6) Penyakit Blendok Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Pengendalian: dengan bubur bordeaux.go.H. Penyakit 1) Penyakit mangga Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis.ristek. Pengendalian: fungisida Dithane M-45. 5) Kudis buah Menyerang tangkai bunga. cabang. buah busuk. ranting. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu. Pengendalian: pemangkasan dahan. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux. M. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7) Codot Memakan buah mangga di malam hari. bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. bunga.

warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.2. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah. Cara Panen Pada saat pemetikan.1. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000 buah pada umur 15 tahun dan 2.ristek. lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux. 8. 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Periode Panen Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang. Jl.id . 8. 021 316 9166~69. Pengendalian: memotong bagian yang sakit. warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober.3. 8. Ciri dan Umur Panen Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun.000 buah pada waktu produksi maksimum di umur 20 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah. tercongkel atau jatuh sampai memar. M. Fax. buah jangan sampai terpotong.4. PANEN 8. 021 316 1952.go. buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen. meningkat sampai 300-500 buah pada umur 10 tahun. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN warna menjadi coklat atau hitam. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon. Perkiraan Produksi Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun.H. mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat. Dari satu pohon.3. Gulma Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. 1.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M. Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go.H. 021 316 1952. Jl.ristek.

20 cm c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm.060.Rp. Kelas berdasarkan berat buah antara lain: a) Kelas I: > 320 gram/buah b) Kelas II: 270 .ristek.320 gram/buah c) Kelas III: 200 . 9.2. 021 316 1952.. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh.17.000. Sewa lahan kebun 10 tahun @ Rp.500.545.Pupuk kandang 3 ton/tahun @ Rp.10. teduh dan sejuk. 92. 60. M. Pupuk . Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah.555.270.id .H. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya tanaman mangga dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.5 cm.3.210. Rp.1. PASCAPANEN 9.000. http://www. Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan. 1. golek 17.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Rp. 1.62. Bibit 121 batang @ Rp. Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri.1.Rp. Penyimpanan Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering.000.61.Urea 28 kg @ Rp.000.2.000. Rp.3. 15.115 Tahun ke 1 dan 2 @ Rp. Jl. 1.5 cm 9. Rp. golek > 20 cm b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 . golek < 17. Penyortiran dan Penggolongan Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus.800.Rp.325. 31.000.220. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 cm.270 gram/buah Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.49.000. Fax.Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp. 021 316 9166~69. 10.440. 1) Biaya produksi 1. 1.5 .go.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl.id . 021 316 1952. http://www. Fax. M.

7.Penyulaman 6 HOK @ Rp. Rp.000. Rp. Rp.1 buah @ Rp.Pemupukan dasar 5 HOK @ Rp.600.000.500.Pembuatan teras piringan 20 HOK @ Rp.330.Tahun ke-6.264. Rp. Rp.000.500. 7.500. 7..892.26. Rp. 7.500. Rp.Pengajiran 4 HOK @ Rp..52.000. http://www. 6.(2-9) ..187.000.000.000.Tahun ke-9. 88. 7.000.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.500.305.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.000.000. Rp. Rp. Rp.160.561. Rp. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp.600.300.. Rp. 1. 7. Rp. 62 HOK @ Rp. 7. M. 1..Pemanenan Tahun ke-5.500. Rp.Pemangkasan 10 HOK/th @ Rp.Kemasan dan pemasaran Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Rp. Rp. 84 HOK @ Rp.650.528.810. 7.Pestisida .10) Panen dan pasca panen .370... 7..500.600.20.Tahun ke-10.000.1.(ke-5 . Rp.TSP 11 kg @ Rp.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. Rp. 7.000. Rp. Fax.500..500.165. 35 HOK @ Rp.7.500. Rp. 7. 12. 7.500. 7. Rp.500.150.462.Cangkul 2 buah @ Rp.(ke 2 -10) . Rp. Rp.Furadan 3 kg @ Rp.25.500. Rp.500. Rp. Jl.1.61.450.500.500.000. 7. Rp.000.10.686. Rp. Rp. 17.000.363. 5.45.30..Peralatan .800.627. 7.45.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.id . 7..000.Parang 1 buah @ Rp.000. 021 316 1952. Rp.150.Tahun ke-7.ristek.000.go. Rp.500.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp. 7.400.000. Rp.500.000.18.435.500. 021 316 9166~69. . Rp.225.500.000. Rp.H.52.Tahun ke-8. 5.000.000. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 48 HOK @ Rp.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp. Rp.. 10.36.000. 7..000.Hal.000.. 7.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.500.225.Tenaga kerja .000. 7.37. 75 HOK @ Rp.500.500. 72.27.000..Pembersihan lahan 30 HOK @ Rp.KCl 11 kg @ Rp.675..Perbaikan drainase 12 HOK/tahun @ Rp.112.600..600.528.Penanaman 7 HOK @ RP.000.Sprayer 0.500. Rp. 25.000. 7.Pembuatan drainase 25 HOK @ Rp.Koret 2 buah @ Rp. 22 HOK @ Rp. Rp.. Rp.500.500.300.

B/C rasio 10.Rp.050..400.. 4.id . 40. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. 10. 9. 11. Diskripsi Standar mutu mangga tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01-31641992. 500.H. cara pengambilan contoh. 2.2.. M.100 buah @ Rp. 500.Rp.700.1.Tahun ke-9: 18. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal.675. 500.000..Tahun ke-6: 8.000. Dalam 10 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.400 buah @ Rp.. http://www.000.750.Rp. diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali.000. 500.325. 021 316 1952.Rp.500 buah @ Rp. Fax.900 buah @ Rp. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.ristek.Rp.700 buah @ Rp. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-10 Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan . Gambaran Peluang Agribisnis Rp.508.Tahun ke-7: 12.- = 1. Jl.Tahun ke-8: 15. syarat penandaan dan pengemasan. syarat mutu. 021 316 9166~69.479.go.Rp.000.000. 32. 1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. 7.700.Tahun ke-5: 5. 8.Tahun ke-10: 20. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. 500. Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar.2. cara uji.000.220.Rp.25 Di dalam negeri mangga tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya.Jumlah Pendapatan 3) Keuntungan : 1. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.450. 500.350. STANDAR PRODUKSI 11.Rp.000.800 buah @ Rp.Rp.

021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. M.go. http://www. 021 316 9166~69.ristek. Jl. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

mutu II=kurang seragam e. kecil 150-199 gram.3. sangat kecil 250-299 gram b) Golek: besar>500 gram. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. 11.id . Pengambilan Contoh Satu partai/lot mangga terdiri dari maksimum 1000 kemasan. sedang 200-250 gram.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. Karakteristik kerusakan: mutu I=5%. 021 316 9166~69. mutu II=1% 11. kecil 300-349 gram. mutu II=10 % g. sedang 450-500 gram. mutu II=cukup keras d. http://www. Fax. kecil 400-449 gram. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. Mutu Klasifikasi dan Standar Mangga digolongkan dalam 4 ukuran menurut kultifarnya yaitu besar sedang kecil dan sangat kecil yang masing-masing digolongkan dalam 2 jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II a) Arum manis: besar>400 gram. 021 316 1952. Karakteristik kotoran: mutu I=bebas. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. sedang 350-400 gram.5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.ristek. Karakteristik keasaman sifat varietas: mutu I seragam. Karakteristik ukuran: mutu I=seragam.go. mutu II tua tapi tidak terlalu matang c. Karakteristik tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. kecil 300-349 gram. M. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. sangat kecil 350-399 gram c) Gedog: besar>250 gram. sedang 350-400 gram. Karakteristik kekerasan: mutu I=keras. sangat kecil 250-299 gram Syarat mutu yang diterapkan untuk keempat golongan tersebut: a. mutu II seragam b. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Pengemasan Pengemasan buah manga dalam peti kayu. mutu II=bebas f. sangat kecil 100-149 gram d) Manalagi: besar>400 gram. Karakteristik busuk : mutu I=1%.

b) Jenis mutu. 021 316 1952.id . Hal.H. Fax. d) Berat bersih. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang.go. 021 316 9166~69. c) Nama/kode perusahaan/eksportir.

2) Bonus Trubus No. 021 316 1952. 345. 021 316 9166~69. Sinar Baru Bandung 5) Trubus No.ristek. 1994. Membudayakan Tanaman Buah-buahan. M. 1998. Memperbanyak Mangga di Pohon. 345. http://www. Jl. 1990. Celah-celah Usaha Terpilih 3) Pracaya. Fax. 1998. Jakarta. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Produksi Indonesia. Penebar Swadaya. 1998. f) Tempat/negara tujuan.go.H. Bertanam Mangga. Bertanam Mangga. Surabaya. Jakarta 4) Rismunandar. Ir. Drs & Setiyo Wibowo. 12. Arkola.id . DAFTAR PUSTAKA 1) Bambang Marhijanto. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.

Dari Asia Tenggara. Manggus (Lampung). 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGIS ( Garcinia mangostana L.H. Malagasi. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Guttiferae Genus : Garcinia Spesies : Garcinia mangostana L. Karibia. 2.id . http://www. SEJARAH SINGKAT Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara.go. Manggista (Sumatera Barat). 1/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Hawaii dan Australia Utara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat). ) 1. 021 316 1952. yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka. Manggusto (Sulawesi Utara). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax. Jl. Hal.

Iklim 1) Dalam budidaya manggis. sebagai buah kaleng. 2) Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1. Angin yang baik tidak terlalu kencang.5 cm. Fax. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur. berat buah 70-140 gram. buah tiap tandan 12 butir.5-10 cm.5 cm. 2) Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm. ketebalan kulit buah<6 mm. 5. 021 316 9166~69.ristek.id . Jawa Barat (Jasinga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis. diameter buah<5.5. MBS5. berat buah<70 gram. cm. Klon yang dikembangkan adalah MBS1. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan. diameter buah 5. 5. MBS4. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan. http://www. ketebalan kulit buah>9 mm. kayu bakar/ kerajinan. wasir dan luka. Wanayasa). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. Riau.5-6.go. ketebalan kulit buah 6-9 mm. Media Tanam 1) Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5– 7. MBS6 dan MBS 7.H. lebar 8. SYARAT TUMBUH 5. lebar>10 cm. 3) Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C. 021 316 1952. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. buah tiap tandan 1 butir. dibuat sirop/sari buah. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar. 3) Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m. diameter buah>6. Sumatera Utara.2. gembur.500–2.5 cm. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. yaitu: 1) Kelompok besar: panjang daun>20 cm. 3) Kelompok kecil: panjang daun<17 cm. mengandung bahan organik. Kalimantan Tengah. MBS3. buah tiap tandan>2 butir. 4. berat buah>140 gram. MBS2. 3. lebar<8.1. Ciamis. Sumatera Barat.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M. Fax.id . 2/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952. Jl.

PEDOMAN BUDIDAYA 6.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. 021 316 1952. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun. Fax. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Pembibitan Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Hal. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Persyaratan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji. b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat.3. http://www.ristek.000 m dpl. tidak rusak. b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. Ketinggian Tempat Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1. 021 316 9166~69. 2) Penyiapan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah. M.1. 6.H. beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%.id . 3/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.

6. 2. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma. Media tanam berupa campuran tanah halus. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan.id .go. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0. 021 316 1952. Setelah berumur 1 tahun. Tanah diolah sedalam 30 cm. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0. diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. 5.5-1. Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. M.0 cm.51. 021 316 9166~69. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut: 1.ristek. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. Fax. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm. lalu ikat ujung balutan dengan kuat. Pembalutan dimulai dari atas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). http://www. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1).0 cm. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun. d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut: 1. 4. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk. kemudian campurkan pasir. 3. b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm.H. Jl. 2. Persemaian disiram 1-2 kali sehari.

id . 4/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www.ristek. 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M.

Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. Fax. 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah.6 bulan. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.ristek. b) diagonal. 10. M. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif. 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.go. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. Jl. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA. 021 316 9166~69. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan. 8. 6. 7. c) bujur sangkar (segi empat). 4) Pemupukan Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia. 4. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki.2. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. 9. Biarkan bibit susuan selama 5 . http://www. 021 316 1952. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm. jarak tanam lebih renggang.H.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.go. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.id . 5/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Cara Penanaman Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. 6. pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam.go. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras.id .ristek. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. M. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya. d) Siram sampai tanah cukup lembab. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun. tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi. 021 316 9166~69. http://www. c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam.H. Fax.4. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Jl. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut: a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah. 021 316 1952. timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami.

6/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Fax.H.id .go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

.). Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp.2 %. 7.go. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon.id . dan Helminthosporium sp.H. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun. 7. Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma.1-0. SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon.) dan hitam pada sisi atas dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. M. SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dalam larikan dan lubang sekitar 1020 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm. HAMA DAN PENYAKIT 7.1. 021 316 9166~69. b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea. Gloesporium sp. Hama 1) Ulat bulu Hama ini melubangi daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah: a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea. menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air. c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea. (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram.ristek. http://www.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Jl. Fax. 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.2. coklat (Helminthosporium sp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 9166~69.id . 021 316 1952.ristek. Fax. M.go. 7/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

7) Busuk akar Penyebab: jamur Fomes noxious Corner. Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang. 6) Busuk buah Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.2 %. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah daun (Gloesporium sp. 021 316 9166~69. atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0. Pengendalian: memotong cabang/ranting. Fax.2 %. Pengendalian: (1) perbaikan drainase. 5) Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.1-0.1-0. 2) Jamur upas Penyebab: Corticium salmonicolor Berk. Pengendalian: sama dengan kanker batang. Pengendalian: sama dengan kanker batang. menjaga kebersihan kebun. Pengendalian: sama dengan kanker batang.id . Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah. (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang.).go. Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering. Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda. mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat. 3) Hawar benang Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.et Br. 021 316 1952. pemotongan tanaman yang sakit. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram. http://www. Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya. Gejala: akar berwarna coklat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Kanker batang Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis. Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun. memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0.H. M. Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung.ristek. busuk dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id .ristek. 8/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.H. Fax.

H. diameter 5560 mm.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 8. Pada puncak produksi. berat 80-130 gram. Perkiraan Produksi Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon.3. 021 316 9166~69.000 butir atau sekitar 20 ton buah. buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM. 8. diameter 5560 mm. 8. e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah. diameter 5560 mm. diameter 5560 mm.4. c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%. Fax.1.go. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%. tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3. Jl. M. Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini : a) Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu.000 buah/pohon. Ciri dan Umur Panen Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. berat 80-130 gram. diameter 55-65 mm.id . Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200. Untuk konsumsi lokal. kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1. Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. Periode Panen Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berat 80-130 gram. b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%. 021 316 1952. PANEN 8.000 buah/pohon dengan rata-rata 2. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. berat 80-130 gram.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon.2. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berat 80-130 gram.

021 316 9166~69.ristek. M. http://www.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.

- Rp. 50. 12.3. Rp.SP-36 300 kg @ Rp 1.2. 021 316 9166~69. 562.000. 10. Rp. 7000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Rp.000. Pestisida .500.go.1. 9.Pupuk kandang 3 ton @ Rp 150. Tanam .800. 1) Biaya produksi tahun ke-0 1. Rp.75.000. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar.000.000.800..450.000. sedang dan kecil. Rp. Rp.650.000.ristek.6..KCl 20 kg @ Rp.Rp. Sewa lahan 6 tahun 2. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya manggis seluas 1 hektar pada populasi 100-125 tanaman untuk inventasi selama 20 tahun. Penyortiran dan Penggolongan Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda.d. Penyimpanan Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari. Bibit stek sambung 125 batang 2. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Penanaman 5 HKP @ Rp.H..875.000. Rp.540. M. Jl.45.000. PASCAPANEN 9. Pupuk . ke-6 1.SP-36 25 kg @ Rp. 021 316 1952. 1.3.500.Rp.000. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di Jawa Barat.. 1..2) Biaya produksi tahun ke-1 s.000.35.000. 1..500.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp. 7000.396. 9.id .33.Insektisida 120 kg @ Rp.000.Urea 50 kg @ Rp 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1 650.000.Urea 375 kg @ Rp 1. http://www. Rp. Pengumpulan Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman.Pembuatan lubang tanam 10 HKP @ Rp.70.1.3.000. Fax.KCl 240 kg @ Rp. Pupuk .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 10/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. Jl. M. http://www.ristek.

Rp. 924. 32. 28.000.243. 840.750 buah/pohon Rp 32.Rp.000.H.- Rp.500. 562.Keranjang 200 buah 5.500 buah/pohon Rp. Biaya tak terduga 10% 3) Biaya produksi tahun ke-7 s. 3. 600.000 8.Rp.4.. Alat .700. 16. 336.000 buah/pohon Rp. 3. 28.000. 10.000. 7. 7. 150.300.000. Alat .000.NPK 350 kg @ Rp 2.Rp.Insektisida 140 kg @ Rp. 150. 1.000 9.Fungisida 140 liter @ Rp.000. 7. 1.840.3..Penyemprotan 480 HKP @ Rp.id .ristek.7.Fungisida 120 liter @ Rp.150. 186. 630.6.400.000. Sewa lahan selama 14 tahun 2. 65.125..000.Rp.Panen dan pasca panen 10..500.Rp.500 buah/pohon Rp.Rp.000.Penyemprotan 1.Rp.d. 350. Panen tahun ke 20 Hasil rata-rata 1.Rp. 6.100. Biaya tak terduga 10% Jumlah biaya produksi 20 tahun Rata-rata biaya produksi/tahun Rp.000 HKP @ Rp.470.500. Pupuk .- Rp. Fax..000..000.559.Pupuk kandang 42 ton @ Rp.000. 420.Rp. Rp.5.812.Panen/pasca panen pertama 50 HKP @ Rp. 1.Rp. Panen tahun ke 8 Hasil rata-rata 800 buah/pohon Rp.000.000 buah Rp.000.6.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 9.450.Rp. 021 316 1952. Panen tahun ke 10 Hasil rata-rata 1.436.6.953.650.000.4.Rp.Rp.000.750. 37. Rp. Jl. ke-20 1. M. 7.690. 3.000.312.000. 50.Urea 875 kg @ Rp. Panen tahun ke 19 Hasil rata-rata 1. Panen tahun ke 7 Hasil rata-rata 200 buah/pohon Rp.750 buah/pohon Rp. Panen tahun ke 11 Hasil rata-rata1.4.000.5. Tenaga kerja .000.Rp.000.Pemupukan 210 HKP @ Rp.KCl 560 kg @ Rp.Rp.000.000. 1.650.000.000.go.360.450.000.000.. 7.000. 15.000.000.000.120 HKP @ Rp.500..000.000. 3.000. 70. Panen tahun ke 9 Hasil rata-rata 900 buah/pohon Rp.000.000.Rp.Penyiangan 60 HKP @ Rp.Pemupukan 90 HKP @ Rp.Rp.812.000. 021 316 9166~69. 980.Rp 7.. http://www. Panen tahun ke 12 – 18 Hasil rata-rata 2.000 - Hal.- 4) Pendapatan: 1. 7.875. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.100. Hasil rata-rata 30 buah/pohon Rp.347.Hand sprayer 2 buah @ Rp 350.800.Keranjang 50 buah . 9.800. 65. Panen perdana tahun ke 6.Penyiangan 140 HKP @ Rp 7.10Produksi selama 20 th hasil dari 100 ph 2.500. 7.3.Cangkul 10 buah . 7.000.Rp.. 2.000. 11/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tenaga kerja .500. Pestisida .TSP 700 kg @ Rp.000.000.2.. 13. 7.

11. Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2. cara uji.1. Amerika Serikat. Keuntungan per tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. Keuntungan selama 20 tahun 2. selama tahun 1994. sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. 60/buah. 021 316 9166~69. Output/Input rasio Rp.ristek.2. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam. Hongkong. Oman. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia. Keuntungan baru diraih tahun ke 11. Kuwait. 12/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia.go. http://www. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Keuntungan 1. 149.7% per tahun. 10. (tingkat petani. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Brunei.klasifikasi dan standar mutu. Perancis. sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat. Arab Saudi. syarat penandaan. cara pengambilan contoh. Swis.H. Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi.200 Rp.810. STANDAR PRODUKSI 11.= 1. Jl. M.8 Keterangan: HKP hari kerja pria.496.474. Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal. cara pengemasan. tahun 1999). Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor. Fax. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10. Perkiraan tanaman produktif adalah 100 pohon/tahun. jadi mutunya sudah tidak baik. Hal.l. 021 316 1952. Jepang. Harga jual rata-rata Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis. asam berpadu dengan sedikit sepat. Belanda.235. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a.id .

id . 11. mutu I utuh. mutu I=seragam. benturan dan getaran. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4.go. 021 316 1952.2. a) Keseragaman: mutu super=seragam. mutu II=seragam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu=II tidak ada. 2. yaitu mutu super. i) Warna daging buah: mutu super=putih bersih. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar. Diskripsi Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01– 3211-1992.H. mutu I=segar. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm. d) Warna kulit: mutu super hijau. mutu II. c) Tingkat keseragaman: mutu super=segar. bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. seperti tanah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu I=55–56 mm. Fax. 55–65 mm. mutu II=0% h) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar.3. amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1. mutu I=0%. 021 316 9166~69. 5. mutu=II segar. mutu I=0%. mutu II=muda mengkilat e) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%. http://www. b) Diameter: mutu super>65 mm. mutu II=0% f) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar. 3. Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan. mutu II utuh g) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%. mutu I=tidak ada. M. mutu I=khas manggis putih. mutu II<55 mm. amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan. mutu I=kemerahan s/d merah. b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. mutu I.ristek. <55 mm. Klasifikasi dan Standar Mutu Terdiri dari 3 jenis mutu. Jl. mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah.

Fax.go. M.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id . http://www.ristek. 13/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur.5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji. berventilasi. bersih dan kering.H. Fax. dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua. 11. c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9. baik.ristek. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan.4. M. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat. b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7. amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.id .go. http://www. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1. 021 316 9166~69. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini : a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5. d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10.000 kemasan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar. Jl. 021 316 1952. 11.

id . 14/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.go. M.ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

1995. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1998. Penebar Swadaya.H. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. Ir. Sinar Baru. Yogyakarta. 2) Rismunandar. Penerbit Kanisius. Jl. 021 316 1952. Fax. Trubus no. Trubus No. 15/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1997. 1997.ristek. M. Budidaya Manggis. Ir.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69.id . Bandung 3) Suyanti Satuhu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Memilih Biji Manggis untuk Bibit. 335. Mengenal Tanaman Buah-buahan. 4) Reza Tirtawinata. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. Jakarta. Ir. Pohon Pelindung untuk Tanaman Manggis Muda. Jakarta. 1986. 5) Reza Tirtawinata. 342. http://www.

M. 2. JENIS TANAMAN Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi). R. R. Timur Tengah dan Eropa Timur. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium. Hal. 021 316 1952. Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. 021 316 9166~69. Mawar berasal dari dataran Cina. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dalam perkembangannya...go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MAWAR ( Rosa damascena Mill.ristek.id . Jl. http://www.H. menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). mawar diklasifasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rosanales Famili : Rosaceae Genus : Rosa Species : Rosa damascena Mill. SEJARAH SINGKAT Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri.. ) 1. dan lain-lain. multiflora Thunb. Fax. hybrida Hort.

021 316 9166~69. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore. tipe Medium 40-60 cm. Jawa Timur dan Jakarta. Osiana. M. 5. Vivaldi. Afrika Utara dan Indonesia. SENTRA PENANAMAN Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Iklim 1) Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar. 3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. 2) Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Jacaranda. 3. dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Di daerah cukup sinar matahari. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm.H. India. Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman. tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat. Pareo. Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot. 4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). 4. http://www. Khatherina Zeimet. yang menyebabkan pengeringan tanaman. 2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor.go.id . Sonia. Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Sentra penanaman bunga potong. Diplomat. Sweet Sonia. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times. Samorai. mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. mulai putih sampai merah padam dan 2 tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun. Sumatera Utara. Fax. Sissel. Sedangkan varietas Folk Song. Mr. Jawa Tengah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. MANFAAT TANAMAN 1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors). dan Kiss.1. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memiliki variasi warna bunga cukup banyak. White Success dan Yonina. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail.ristek. Sonate de Meilland. Laminuette. Tineke. Idole. Laser. Frad Winds. Lincoln. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Jaguar. 021 316 1952. SYARAT PERTUMBUHAN 5.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go.H. M.id . http://www. 021 316 9166~69. Jl.ristek. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah.7-15. maksimum 24–27 derajat C. suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C. tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. 021 316 9166~69.H.6 derajat C dan maksimum 19.0. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %). banyak bahan organik. Ketinggian Tempat Mawar tumbuh baik pada: 1) Ketinggian 560-800 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. serta menambah ketersediaan unsur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.5-22.5-7. mengurangi keracunan Fe. yang mengapung dibuang). M. Mn. Di daerah tropis seperti Indonesia. pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam.0) perlu pengapuran kapur Dolomit. 5. Jl.id . suhu udara minimum 13. Fax. menambah unsur-unsur Ca dan Mg.2. 5. 3) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5. aerasi dan drainase baik.6 derajat C. 3) Ketinggian 1400 m dpl. andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh. 2) Ketinggian 1100 m dpl.unsur P dan Mo. memperbaiki kehidupan mikroorganisme. 2) Pada tanah latosol.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. subur. dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. memperbaiki bintil-bintil akar. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar. Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. dan Al. 6.3.ristek. Media Tanam 1) Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. gembur.go. Pada tanah asam (pH 5. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Supaya biji tumbuh dengan baik. http://www. suhu udara minimum 14-16 derajat C.

021 316 1952.go. Fax. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. M. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

021 316 1952.Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai.Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.0 cm.5-1. b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah. d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian. .Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1).go.Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab. M. yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air c) Cuci biji mawar dengan air bersih. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon. b) Pilih biji-biji mawar yang baik.ristek. Pengolahan Media Tanam Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyiapan Benih Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: a) Pemilihan buah . 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. beraerasi baik. . Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar). Jl. 5) Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen) 6.H.Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0.id . 3) Teknik Penyemaian Benih a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai. . dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C.Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab). e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 510 cm. . Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai.2. . Fax. b) Perlakuan After Ripening . http://www. pasir dan pupuk organik (1:1:1).

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. b) Penyiapan media dalam pot .Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. 021 316 1952. . .Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.H. b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot.Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur. 1) Persiapan a) Penyiapan lahan kebun/taman . kompos. pupuk kandang. 2) Pembukaan Lahan a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur. M. .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun. pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. pupuk organik (pupuk kandang.Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.ristek. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kompos dan pasir.Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Jl.Siapakan media tanam berupa tanah subur. c) Pengisian media tanam ke dalam pot . . Komposisi media campuran tanah.Basahi pot dengan air hingga cukup basah. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar. http://www. taman dan dalam pot. Super TW Plus) dan pasir. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru. 3) Pembentukan Bedengan Hal. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0.51. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. .id .Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. 1:1:1. 021 316 9166~69.0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka). Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. .Isikan media tanam campuran tanah. lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat. . Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1. Fax.

Fax. Jumlah super fosfat 1.5-3 kg per 10 m . sub-soil dikumpulkan terpisah. harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh. tinggi 30 cm.5-2 kg per 10 m tanah. 4) Pemupukan Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 45 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). Ukuran lubang 45×45×45 cm. Jl. tepung tulang 2 1. maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam. 021 316 9166~69. misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya. pupuk hijau. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm. dengan memasukkannya ke dalam lubang.H. Pada saat membuat lubang. http://www.go.3. maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos. pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cukup 45–55 cm. Bila daerah itu tertutup rumput. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai 2 tepung tulang) 20%. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. tanah di permukaan (top soil). 6. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm. M. kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. jarak antar bedengan 30-40 cm. Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. 3) Cara Penanaman Hal. untuk digunakan sebagai pupuk. tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya. 021 316 1952. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris.ristek. dan panjangnya tergantung keadaan lahan.id .

Cara penanaman bibit mawar cabutan : a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. dan bibit yang berasal dari polybag. b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang. c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. 6. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah). Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah. http://www. 021 316 9166~69. Bila polybag berukuran besar. d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit. 021 316 1952. e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam. b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.id .ristek. kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. M. Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. Fax. Jl. c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah. sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek). maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.4.H.go.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H. 021 316 1952.go. 021 316 9166~69. Fax. http://www. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari. 021 316 9166~69. dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Fax. 2) Pemupukan Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro). Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi. dan setelah kuntum bunga layu. tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengairan berikutnya berangsurangsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media). Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg 1 1 ditambah KCL 800 kg/ha/tahun.id . 021 316 1952. M. Jl. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5.go. c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman. Tiap kali pemupukan diberikan /4 ./3 dosis pupuk 337. Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma). http://www. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga. kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah. sedang berbunga. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman dilakukan: a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam).ristek.5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.id . http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952.ristek.

pada bagian daun/pucuk.ristek. Gejala: pada stadium larva. 2) Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus). Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. kadang-kadang tidak bersayap. HAMA DAN PENYAKIT 7.. Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC. 3) Siput berbulu Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Gejala: memakan daun. serta sirkulasi udara kurang baik. pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.6 mm. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas.3 mm. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC. 021 316 9166~69. Elsan 60 EC. panjang ± 12 mm.H. Decis 2.).1. 021 316 1952. Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman. Menyerang pucuk. Hama 1) Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn. Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman. dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. http://www.5 EC. dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan. Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm. M. Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). 4) Tungau (Tetranychus telarius) Tungau mirip laba-laba. kecil. Jl. Larva sering memakan perakaran tanaman. Fax.5 EC atau Buldok 25 EC. tangkai dan kuntum bunga. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm. Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. sangat kecil ± 0. menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun. berwarna hijau. sering menempel pada ranting dan kuncup bunga. Hal. sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. sehingga menyebabkan gejala abnormal. ditutupi bulu-bulu kasar. Ambush 2 EC.go. Confidor 200 LC. sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. Curacron 500 EC. sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp. Aphids) Kutu daun. berwarna merah/hijau/kuning. panjang ±0.id . kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan. panjang 10 mm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

2 mm. terutama bunga. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Tanaman yang diserang menjadi layu. daun.5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya. Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. f. c.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Thrips Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm. M. Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. Jl. Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC. Serangga malam (Night feeding insect). bagian daun dan batang. 021 316 9166~69.5 EC. Kumbang kecil (Small carpenter bees). Gejala: mengisap cairan sel tanaman. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun.) Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop). Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae. Fax. Pegasus 500 SC. kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar. ukuran tubuh kecil panjang 8 mm.5 EC. menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2. dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil. setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. e.go. menjaga kebersihan kebun. Lalat (Dasyncura rhodophaga). lambat laun mengering (mati). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. menyerang daun dan bunga. 6) Nematoda akar (Meloidgyne sp. sterilisasi media tanam.H. 7) Hama-hama lain: a. dan cabang. Larva menjatuhkan diri ke tanah. Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers). Mitac 200 EC. Gejala: menyerang akar tanaman mawar. Pengendalian: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP. Tokuthion 500 EC. Dekasulfan 350 EC. Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar. Telur diletakkan pada tunas baru. warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. http://www. Decis 2. warna hitam-metalik. Bagian yang terserang akan layu. b. menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran. Ulat daun (Udea rubigalis).id . Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam. ukuran tubuh kecil 1. Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: pergiliran tanaman. berukuran kecil 3 mm. Gejala: merusak/mengisap cairan sel tanaman. kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. 021 316 1952. dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G. dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC. berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan. Decis 2. d.

Atabron 50 EC. M. Fax. Hal. 021 316 1952.ristek. 10/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 EC. Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www.go. 021 316 9166~69.memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2.id .H.

4) Bengkak pangkal batang Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E. 021 316 1952. Jl. 3) Tepung mildew Penyebab: cendawan Oidium sp. Daun yang terserang akan mudah berguguran. http://www. Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun. Gejala: daun menguning dan belang-belang. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan. (“Black spot”). 2) Karat daun Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. dasar bunga. Dapat pula terjadi pada tangkai daun. 5) Mosaik (belang-belang) Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Pengendalian non.) Conn.kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). atau mengandung bahan aktif Pirazifos. pemeliharaan tanaman secara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian non-kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan. Pengendalian: penanaman bibit yang sehat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. batang.F Sm et Town. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril. Fax.go. Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu.) Schlecht. Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin.ristek. tulang-tulang daunnya seperti jala. sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. M. Penyakit 1) Bercak hitam Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang. lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur). Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) Lind.kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). kelopak dan tajuk bunga. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok).id . pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan.H. sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah. ex Pr.2. Pengendalian non. 021 316 9166~69. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan.

http://www. penyemprotan membongkar TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida untuk pengendalian serangga vektor. dan Hal.go. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax.H.id . M.intensif.ristek. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. PANEN 8. dan berbintil-bintil hitam. terutama unsur N. Pengendalian non.1. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). 7) Jamur upas Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. 9) Penyakit Fisiologis Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi). kurang Nitrogen. 8. Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang. Phosfor. Fax. dan Kalium. Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil. yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. dan lambat laun batang akan membusuk serta mati. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Fr.id . 6) Bercak daun Penyebab: dua patogen. sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. P2O5. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil. Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat. Untuk tujuan bunga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: pemberian pupuk berimbang.) Tjokr. dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat. M. sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman. Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daundaun tua. Jl.H.ristek. Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit. dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi. et Br.kimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujaumuda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). 8) Busuk bunga Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers.go. kemudian diolesi cat/ter. 021 316 9166~69. Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin. dan Alternaria sp.

021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. Jl.H.go.id . Fax.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

3. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi).2. b. 021 316 9166~69.000–280.1. 9. Fax. ukuran bunga. Jl. 8. bersih dan steril. Cara Panen Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun.id .4. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Periode Panen Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar. tampah/ember berisi air bersih). 8. 2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur: Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik. Penyortiran dan Penggolongan 1) Sortir bunga yang rusak. 021 316 1952. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam. panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. M.2. layu dan busuk pisahkan secara tersendiri. kesuburan tanah.000 kuntum/hektar/tahun. 8. jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun.H.ristek. PASCAPANEN 9. 2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis.go. Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari. 9. Prakiraan Produksi Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120. http://www. Pengumpulan 1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: a. Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih.

H.ristek. Jl. 021 316 1952.id . 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

000.32.000. 4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air.Insektisida 4 kg @ Rp.49. Pengemasan dan Pengangkutan 1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatanikatan.-/kuntum. 021 316 1952. 5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab. 3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar. Jl.ristek. 25. grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.000. Pupuk . Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm..Rp. 40.Furadan 2 kg @ Rp. Rp..500.40. M. Produksi per m /tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp.000.Pupuk kandang 2..000. 2.200. 1.45.go.100.180. 1. Rp. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m selama 1 tahun yang 2 dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. Pestisida . 021 316 9166~69. 10.1. 9.000. simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %.650.H.150. 300.000. 200. Sewa lahan b.d..500. 16. 2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bunga dipisahkan ke dalam dua grade..750. 1. dingin. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga.000. Rp.000 kg @ Rp. 9. terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan sirkulasi udara baik.Urea 30 kg @ Rp.4. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.TSP 100 kg @ Rp. lembab. 2) Untuk bunga mawar tabur. simpan di tempat/ruangan teduh. 1. 1) Biaya produksi a.000.KCL 30 kg @ Rp. Rp.000. Fax.800.id .Rp.Pupuk daun ± 5 liter @ Rp.Rp.NPK 20 kg @ Rp..000. Bibit : ± 3300 batang c.000. 175.000. Rp. Penyimpanan 1) Untuk bunga potong mawar. Rp. http://www. Rp.

id . 021 316 9166~69. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952.go.

ristek. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda.Pembuatan bedengan 10 HKP . ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Rp. 200. Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda.Rp. 60. 100.000.Panen dan pascapanen .Fungisida 4 liter @ Rp.000.Rp.Penyiangan & pemupukan susulan 1 th.Rp. 5.Pemasangan pupuk kandang . Rasio output/input Catatan : HKP = Hari kerja Pria.500. 11. Permintaan bunga mawar ± Hal.000. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25.000.500.911 Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi. 300.000. 021 316 1952.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah.000. Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia. M.Rp. Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong.- Rp.Rp.000. tabur dan tanaman pot.H. 120. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000 x Rp 200.2. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan : 55.000.go. 1.Pengairan selama 1 tahun .Penanaman 10 HKW .8 miliar per tahun. terutama di kota-kota besar.id .000.e.500.Rp. 500. Tenaga kerja .Rp. 50. Jl. 100.Rp. Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri. karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4.3) Keuntungan 4) Keuntungan per bulan 5) Parameter kelayakan usaha 1. 436.Rp. HKW = Hari Kerja Wanita 10.Penunggu 1 orang 1 tahun f. 30.Rp.Rp. Fax.756.Rp. maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar.- = 1. .Penyemprotan selama 1 tahun . 021 316 9166~69.Pemangkasan .000. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat. 300.000.000.243.000.Pengolahan tanah borongan .Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.881 ton.950. http://www.000. 75.000. 5. 100. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.

mutu A>2. 021 316 1952. M. mutu B> 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang. tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik. Type standar (cm): mutu AA>2. mutu C<5 5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3. mutu C<6 4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0.2.5. mutu B=40-54. syarat penandaan dan pengemasan. ukuran seragam. mutu C< 35 2) Diameter kuncup bunga 1/2 mekar a.5. Ruang Lingkup Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup. cara pengambilan contoh.mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas. mutu B>1. yaitu: a) Mutu AA: sempurna. mutu A>1. terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar. A dan B Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut: 1) Panjang tangkai a. Jl.id . mutu C>1.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan kualitasnya. mutu A=46-55. Tipe standar (cm): mutu AA>65. http://www.go. Diskripsi Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998.5. mutu A=55-64. mutu B=idem. klasifikasi.0 b. Fax. tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga.5. 021 316 9166~69.3. c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang d) Mutui C: selain AA. Tipe spray (cm): mutu AA>1. 11. mutu B=35-45. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6. cara uji. mutu C=idem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu B=0. ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar. STANDAR PRODUKSI 11.2 3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai a. mutu A=0. mutu B>2. 11.1. syarat mutu. mutu A=idem.5. deskripsi. mutu C>2.H.5. 11. mutu C=2539 b. bebas organisme pengganggu tumbuhan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 20. bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna.ristek. mutu A> 6. Type spray (cm): mutu AA>55.

go. 16/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu B=idem. mutu C=idem Hal. Jl.ristek. http://www.id .H.6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam. mutu A=idem. mutu C=idem 7) Warna Bunga: mutu AA=seragam. mutu A=idem. Fax. mutu B=idem. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

mutu B=10. 11. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. mutu C<5 12) Toleransi. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. Jl. Pengemasan Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. mutu A=0. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. tdk pecah.id . mutu B=idem.H. mutu B=0. mutu A=5. baik.go. mutu A=0. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. tidak bercabang 9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat. mutu C<5 11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. mutu C<15 11. mutu C=kurang kuat/lurus.tdk pecah. 021 316 9166~69. bersih dan kering serta berventilasi. http://www. mutu C=idem 10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0. mutu A=idem. Fax. mutu A=idem. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. contoh yang diambil semua. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus. M.000 kemasan.5. mutu B=idem.4. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. 021 316 1952.ristek. (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3. mutu B=0. tdk bercabang. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus.

go. Jl. Fax. http://www.H.id . 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

021 316 1952. 1995. Jakarta : Penebar Swadaya.H. Mawar.id .go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1990. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. Rahmat.ristek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Soekarno dan Nampiah. Fax. Mawar. Jl. Jakarta. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. DAFTAR PUSTAKA 1) 2) Rukmana. http://www. M.

JENIS TANAMAN Diantara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Hal. 021 316 1952. Fax. Melur (Gayo dan Batak Karo). parkeri di kawasan India Barat Laut. 2. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. 021 316 9166~69. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae.ristek.id . 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici. Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923.H. yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Manduru (Menado). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh). Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Jl. serta Malete (Madura). Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELATI ( Jasmine officinalle ) 1. http://www.go. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle). M. Menyuru (Banda). SEJARAH SINGKAT Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali).

g) Jasmine revolutum Sims (melati Italia) h) Jasmine simplicifolium ( melati Australia. http://www. Fax. parfum. antara lain varietas: Maid of Orleans. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4. f) Jasmine mensyi (Jasmine primulinum. Sambac (melati Putih). c) Jasmine officinale (melati casablanca. J. perdu setinggi 1. penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. bahan industri minyak wangi. 021 316 9166~69. Star Jasmine. Menur dan Rose Pikeke b) Jasmine. Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain: a) Jasmine. floribundum=Jasmine grandiflorum). pubescens willd). SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah.. melati pimrose). M. Bunga pink dan harum. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. MANFAAT TANAMAN Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur. puspa bangsa) b) Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir. kosmetika. m.H. Ait. volibile. e) Jasmine parkeri Dunn (melati pot). d) Jasmine rex (melati Raja. multiflorum (Star Jasmine) c) Jasmine officinale (melati Gambir) 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kedudukan tanaman melati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Oleales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L) W. Grand Duke of Tuscany. 5 meter. King Jasmine)..id . Spanish Jasmine) sinonim dengan J.go. Jenis. farmasi. Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut: a) Jasmine sambac Air (melati putih. Hal. 021 316 1952. bintang) i) Melati hibrida. Jl.ristek. poncosudo. J. terutama di Kabupaten Pemalang. Purbalingga dan Tegal.

4) Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari.1. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. Jl.ristek. Fax. Iklim 1) Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan.1. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Di sentrum produksi melati.600 m dpl. 5. 2) Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. M.3. 2) Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat. 3) Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5– 7. gembur. sedangkan melati Star Jasmine (J. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah). seperti di Kabupaten Tegal. PEDOMAN BUDIDAYA 6.600 m dpl. subur.id .go.sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Benih Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl). 6.H.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1. 3) Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. aerasi dan drainase baik. 021 316 1952. Media Tanam 1) Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). banyak mengandung bahan organik dan memiliki. Melati putih (J. 021 316 9166~69. 2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Penyiapan tempat semai: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Meskipun demikian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. latosol dan andosol. http://www. 5. serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek. 021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Fax. 021 316 1952. M.id . Jl.

Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma).{Ca(OH)2}. Jl. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. .Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan.go.Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman.Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. http://www. .2.Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}. . 021 316 9166~69. b) Pemeliharaan bibit stek: . 021 316 1952. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan. tinggi 30-40 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. 4) Pemupukan Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. pasir dan pupuk organik (1:1:1). pasir steril/bersih). pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan.Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. medium semai (campuran tanah.Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.H. kapur bakar (Quick lime. M. 6. . b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. . serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2) Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm. pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. 3) Pengapuran Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran.id .Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M. 021 316 9166~69.H. http://www. Fax. 021 316 1952.id .ristek. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

6. 3) Cara Penanaman Jarak tanam dapat bervariasi. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman. air dan unsur hara. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm. bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1.ristek. Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari.0 m x 1.000 lubang tanam (jarak tanam 1. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. 2) Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam. tergantung pada bentuk kultur budidaya. 021 316 1952. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Sebulan sebelum tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Jl. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kebun melati sering ditumbuhi rumputrumput liar (gulma). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pembuatan Lubang Tanam Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman.go.id .5 m. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit. http://www. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. stratos/asam humus GroMate . saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.H. kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam. Fax. Hal. M. 021 316 9166~69.4.5 m).3.

kecuali pada beberapa jenis melati. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati.30-16. yakni 1. 021 316 9166~69.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm.00) atau sore hari (pukul 15. terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P). 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Konsentrasi yang dianjurkan 3. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg.45 kg/ tanaman.500 ppm bila digunakan Ethrel. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000 ppm–5. sedangkan jenis Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah. kemudian ditutup dengan tanah. Jl. seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak.ristek. sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima. 6) Lain-lain Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. Fax. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1. STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. saat berbunga.id . seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09. 021 316 1952. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan.go. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan. M. http://www. jenis melati putih (J. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari.H. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax. 021 316 9166~69.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Jl.

a.5 EC. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk. prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC . perdator. Hama 1) Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Fax. patogen) dengan cara: memasukan.ristek. memelihara. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: . Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun. Cascade 50 EC/Lannate L . 021 316 9166~69. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah.penggunaan tanaman perangkap. memperbanyak.id .5 EC. http://www. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuhmusuh alami hama (parasitoid. c. M.pemupukan berimbang . misalnya Decis 2. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil.sanitasi kebun . Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit.mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). Jl. b. 2) Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. misalnya Decis 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN melati Spnish Jasmine (J.penggunaan bibit sehat . Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. melepaskan musuh alami . 021 316 1952. 3) Thips (Thrips sp) Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae.pergiliran tanaman yang baik .go. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus. officinale var. 7. terutama daun-daun muda (pucuk).H. Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar.

Fax. M.H. 021 316 9166~69. Jl. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects). Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu Ilmu pada bagian tanaman terinfeksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. 4) Jamur upas Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. menyerang dengan cara mengisap cairan sel. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP . daun yang letaknya dekat permukaan tanah. 021 316 1952.2. misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC. Penyakit 1) Hawar daun Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. http://www. Bergerombol menempel pada cabang. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus.5 EC. ranting dan pucuk tanaman melati. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. 2) Hawar benang (Thread Blight) Penyebab: jamur Marasmiellus bagian cabang tanaman melati. 6) Hama Lain.ristek.id . M.H. 021 316 9166~69. Gejala: menyerang Gejala: menyerang 3) Hawar bunga (Flower Blight) Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran. unionalis. Jl. seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2.. Fusarium sp dan Phoma sp.go. Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan. Gejala: bunga busuk. 5) Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. scandens (Mass). 7. Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. sehingga proses fotosintesis (metabolisme).

http://www.id . dan Meliola jasmini Hansf.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN apnodium sp. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. et Stev. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata. Fax.go.ristek. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal.

Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan). yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back).H.id . Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. Selanjutnya. Fax. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari.ristek. belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku. 8. Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua.1. penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito. 8. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar. M. 021 316 1952. 7) Antraknosa Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. terutama pada bagian daun. PANEN 8.go. sampai kehitam-hitaman pada daun. 8) Penyakit lain Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Bercak daun Penyebab: jamur Pestaloita sp.3. Jl. http://www. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: bercak-bercak berwarna coklat 6) Karat daun (Rust) Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). 021 316 9166~69.

021 316 1952. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www. M.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H.

2. sebagai bahan baku minyak rambut. Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa. c) Minyak pomade istimewa. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar. f) Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage. sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang. PASCAPANEN 9. di Jawa Tengah. M. e) Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bungabunga baru/masih segar.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. c) Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole. 021 316 9166~69. sebagai pewangi teknis. kayu/logam tahan karat.000kg/ha.4. Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C. Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan. 9. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. a) Minyak melati istimewa.go. Teknik enfleurage disebut teknik olesan. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut: a) Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis.id . Lain-lain Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil.H. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1. b) Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca . b) Minyak melati biasa. Jl. sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi. http://www. Fax. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1. yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati. d) Minyak pomade biasa. 9. 021 316 1952.ristek.

go.H.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

750.Rp.696.698 Rp. damar dan unsur lain yang tidak menguap.000. 6.425. ether.1. Tenaga kerja 6. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Sewa lahan 0.555 kg @ Rp.Rp.000.637 = 0. 325.000. lemak murni. 50. Alat (penyusunan alat-alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 15.Rp. b) Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut. d) Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar.H. Pupuk 4. 7. Fax. 190. 50.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 850. ecetone.000. e) Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna.000.12.960.000.000.2. ether minyak bumi) secara berkesinambungan. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0. ROI 3.3) Keuntungan bersih 4) Parameter kelayakan usaha 1.Rp. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna.- . Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.= 1.go.790. 750. http://www.id Rp. 1) Biaya produksi 1. 4.Rp. 021 316 9166~69. 021 316 1952. O/I Ratio 2. BEP 10. M. Pestisida 5. 10. c) Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati.5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Masukan bunga melati segar ke dalam tabung. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan.84.Rp.000. Jl.Rp.352. chlorofrom. Gambaran Peluang Agribisnis Pengembangan usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnya bagus. 1.5 ha 2. kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol.ristek. Bibit 3.

Fax.go.H. Jl. 021 316 9166~69. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.id .

b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. produksi bunga melati Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia.3. syarat penandaan dan pengemasan. Jl.2. 11. penyedap the. Meski peluang pasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kilogram bunga melati. 11. kosmetik. Korea. 021 316 9166~69. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. pewangi sabun dan industri tekstil. Fax. pewangi. cara pengambilan contoh.4. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. contoh yang diambil sekurangKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . STANDAR PRODUKSI 11. pestisida. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. 021 316 1952. klasifikasi. contoh yang diambil semua. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. tinta. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layak dikembangkan. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok untuk tani melati.go. 11. Ruang Lingkup Standar melati meliputi ruang lingkup. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. http://www.000 kemasan.H. Thailand. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. deskripsi.ristek. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. cara uji. Taiwan dan Hongkong. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor.1. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri minyak wangi. Diskripsi … 11. cat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1. syarat mutu.

Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.H.id .kurangnya 10.

Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. M.H. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Yogyakarta. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Pengemasan Bunga melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. Usaha Tani Melati. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. DAFTAR PUSTAKA 1) Rukmana H. Kanisus Jakarta. http://www. bersih dan kering serta berventilasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.go. baik. Rahmat (1997). 12. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. 021 316 9166~69.ristek.id .5. 021 316 1952.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. http://www. 021 316 1952. Jl.id . 021 316 9166~69.H. Fax. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.

Jl.H.id . dan Texas. Netted Gem. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae. Fax. JENIS TANAMAN Jenis-jenis melon yang terkenal adalah: melon Christianism (1850).TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELON ( Cucumis melo L. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. melon Imperial (1935). melon Ivondequoit. 2. Miller Cream. California. melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). 021 316 9166~69. Hacken Sack dan Osage (1881–1890). 1/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.) 1.go. melon Sill Hybrid (1870). M. melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933). melon Surprise (1876). para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe. banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. 021 316 1952. yaitu: Hal. SEJARAH SINGKAT Melon (Cucumis melo L. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Untuk memudahkan sistem penanaman dan pengelompokan melon.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan. awet dan tahan lama untuk disimpan. M. tangkai buah dan batang tanaman.id . (2) Cucumis melo var. chito. b. Belanda dan Jerman. Jl. dapat mematahkan tangkai daun. Boyolali. flexuosus. Ciri-ciri: kulit buah halus. ukuran buah sebesar jeruk lemon. aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon. Taiwan. inodorous. (4) Cucumis melo var.ristek. Fax. b.1. reticulatus. kulit buah halus. MANFAAT TANAMAN Buah melon dimanfaatkan sebaga makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama. Denmark. buah kecil. buah lambat untuk masak antara 90–120 hari. Karanganyar dan Klaten). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. buah melon hadir di Indonesia sebagai buah impor. sering digunakan sebagai tanaman hias. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi. cantelupensis. Madiun. permukaan buah halus. Varietas: (1) Cucumis melo var. Perancis. kasar.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Tipe Netted-Melon a. 3.5–7. buah memanjang dengan diameter 2. Ciri-ciri: kulit buah keras. (3) Cucumis melo var. berurat dan bergambar seperti jala (net). tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias. sering untuk tanaman hias. Cina. Varietas: (1) Cucumis melo var. mengkilat dan aroma buah tidak harum. Iklim 1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Jepang. 4. 5. buah besar. SENTRA PENANAMAN Sebelum tahun 1980. Sukoharjo. buah memanjang antar 35–70 cm. (2) Cucumis melo var. http://www. berurat seperti jala dan harum. 2) Tipe Winter-Melon a. 021 316 9166~69. ukuran kecil-kecil. kulit bersisik dan harum. 021 316 1952. Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen. lebih cepat masak antara 75–90 hari. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda (Lampung) dengan varietas melon dari Amerika.5 cm. dudain. 2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SYARAT TUMBUH 5.

id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.H. Fax. M. http://www.

6. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C. 021 316 1952. Tetapi. 5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. 3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. 5. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pada fase ini tanaman memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah. Untuk mendukung pertumbuhan generatif.go.3. kuat dan terawat baik pada awalnya.ristek. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. 5. bukan dari air hujan.1. Benih yang baik berada di dasar air.2. sebaiknya air itu berasal dari irigasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5. Benih direndam kedalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam.H.id . Saat tanaman melon menjelang panen. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. http://www. 3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Jl.8–7. tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon. 2) Penyiapan Benih a) Pengadaan benih secara generatif Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. akan mengurangi kadar gula dalam buah. M. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN patogen.2. 021 316 9166~69. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Pada fase ini apabila tanaman dalam kondisi sehat maka jaringjaring pada buah diharapkan muncul secara merata. 4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Fax.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. 021 316 9166~69. M.id . 3/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.

e) Kebutuhan benih Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0.ristek. Kemudian benih disemaikan pada kantong plastik.04 mg/liter. 021 316 1952. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra. b) Pengadaan benih secara vegetatif (Kultur Jaringan) Dengan metoda kultur jaringan.Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji. yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke Hal. serta pemeraman benih. d) Cara penyimpanan benih Benih harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari. Jl. pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal. Fax. 021 316 9166~69. myoinositol 100 mg/liter. direndam terlebih dahulu di dalam air selama 2–4 jam. M. http://www. c) Sumber benih Untuk menanam melon kita harus mengetahui sumber benihnya terlebih dahulu. surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan. 4/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sebaiknya selalu menggunakan benih asli (F1 hibrid). perendaman.go. karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari. tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan serangan hama maupun penyakit. Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter. Alas rumah pembibitan. pH media dibuat 5. suhu 120 derajat C selama 30 menit.H. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian.5 psi. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17.id . Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter. f) Perlakuan benih Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. air hujan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Cara dan Waktu Penyemaian Benih melon yang akan disemaikan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0.1 N.

b) Penjarangan Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam. Pupuk akar berupa pupuk kimia maupun pupuk organik tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. 5/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1 yang telah disiapkan. yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 1. Untuk merangsang perkecambahan benih menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian karung goni basah. agar tanaman dapat tumbuh baik. asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1. tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar. pupuk kandang. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag.ristek.go.0–1. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi. kering dan layu. 021 316 1952. Hal.id . 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. 021 316 9166~69. pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. contohnya dengan mencampurkan tanah. M. Pupuk daun cukup dilakukan satu kali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah. tidak mudah rebah. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam. Saat cuaca panas. penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. c) Pemupukan Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur nitrogen tinggi. Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah. a) Cara dan Waktu Penyiraman Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Jl. Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus. Apabila daun sejati keluar. dengan dengan dengan dengan media b) Pembuatan Media Semai Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya.5 gram/liter. pasir dan pupuk kandang atau kompos.

Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan a) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. M.0 ml/liter.ristek. maupun pemupukan. Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya. Jl. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus. asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran. Contoh pestisida yang digunakan adalah Insektisida Dicarzol 0. d) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal.2.go. 5) Pemindahan Bibit Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari. Hal. latosol. Fax. yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda. luas lahan yang tersedia. Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me.id . dan grumosol. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 g/liter dan fungisida Previcur N 1. April varietas aroma. b) Analisis Tanah Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol. bedenganpun jangan sampai kekurangan air. 6. penambahan bahan organik. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik. 6/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyomprotan ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Pemberian Pestisida Pada Masa Pembibitan Pada masa pembibitan penyemprotan pestisida dilakukan apabila dianggap perlu. c) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan. regosol. kemudian dihitung pH rata-rata.H. musim dan permintaan pasar. http://www. 021 316 9166~69. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis).

Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik. sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain.H. lebar bedengan 100–110 cm. 2) Pembukaan Lahan a) Pembajakan Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A. Jika tidak. Setelah kering. 2. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam. tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). Untuk menjaga kontinuitas produksi. dengan kedalaman ± 30–50 cm. bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m. Fax. dan lebar parit 55–65 cm. kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm. baik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Pembentukan Bedengan a) Cara Pembuatan Selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan. (untuk dua kali cangkulan) 3. Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan. struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. tinggi bedengan 30–50 cm. Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkahbongkah. b) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam Untuk pencangkulan dan penggarukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Pengaturan Volume Produksi Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar. Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat.id . Bila telah bentuk bedengan terlihat. juga akan mudah bernapas. kedua 40% di lokasi B. Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. 021 316 1952. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. http://www. biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu. Interval penanaman berkisar 2 minggu. 021 316 9166~69. Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan.go. keadaan tanahnya harus cukup kering.ristek. dan ketiga 40% di lokasi C. Jl. b) Bentuk Bedengan Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi struktur tanah yang remah/gembur. M. Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut: 1. Selain perakarannya mudah menembus tanah.

ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN itu Hal.id . 7/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. M. 021 316 9166~69.

1 – 6. maupun penalian. http://www.60 ton/ha e) 5. Kaitkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4 (asam): jumlah kapur 3. dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. Fax. M. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang).H. Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air.6 (asam): jumlah kapur 7.24 ton/ha b) 4. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan.ristek. dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan. mengurangi serangan penyakit. Setelah diperoleh pH rata-rata. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan. Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan. kondisi pertanaman tidak terlalu lembab. Jl. perkembangan akar akan optimal. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras. karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi.65 ton/ha f) 6. 4) Pengapuran Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. c. 021 316 9166~69. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat. Akibatnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm.28 ton/ha c) 4. 021 316 1952. penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini : a) < 4.75 ton/ha 5) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP) Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan.0 (paling asam): jumlah kapur >10. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3).6 (agak asam): jumlah kapur 2. Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan.id . pemasangan ajir.4 (agak asam): jumlah kapur <0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas. terutama di musim hujan.2 (sangat asam): jumlah kapur 9.go. kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat.39 ton/ha d) 5. yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan.

H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Jl. M. 8/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur.H. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon. dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. bedenganbedengan dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Setelah selesai pemasangan.3.id . diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas. http://www.4. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm. 3) Cara Penanaman Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. 6.ristek.go. Jl. M. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. 9/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. 2) Penyiangan Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Fax. Gulma yang tidak dibersihkan Hal. 021 316 1952. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari. 6. karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. 021 316 9166~69. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

021 316 9166~69. 021 316 1952. http://www. 3) Pembubunan Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut.go. tanah yang sebelumnya sudah diolah. Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). pupuk susulan I=330 kg/ha. Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman. pupuk susulan I=220 kg/ha. telah dikelentang selama 2 minggu. dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal. pupuk susulan I : umur ± 20 hari. pupuk susulan II=220 kg/ha. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Penyiraman Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman. dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. Saat melakukan pemupukan. 5) Pemupukan Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali. d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam).H. 6) Pengairan dan Penyiraman a) Pengairan Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya. tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). M. Dengan begitu. tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit.200 kg/ha. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.ristek. Untuk memudahkan dalam pemupukan. c) TSP: pupuk dasar=1. pupuk susulan II=550 kg/ha. cukup sehat untuk ditanami. pupuk susulan II: umur + 40 hari. pupuk susulan III: umur + 60 hari. pupuk susulan III=440 kg/ha. sampai tanaman akan dipetik buahnya. a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. tetapi tanah harus lembab. yaitu 20 hari setelah ditanam.id . 4) Perempalan Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. Jl. pupuk susulan II=160 kg/ha. b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha.

go. Jl. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek. http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya.ristek. kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. cabang atau buku dari tanaman tersebut). 021 316 9166~69. benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. 021 316 1952. supaya bekas luka tidak diserang jamur. c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun.id . Supaya ajir lebih kokoh lagi. http://www. yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut.2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST. Tempat ditancapkannya ajir dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya. Jl. b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi. b) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas.go. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/liter. Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg. Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering. Pemangkasan dihentikan. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali. Fax. kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida a) Tindakan preventif. Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. 8) Pemeliharaan Lain a) Pemasangan Ajir Ajir atau tongkat dari kayu atau bilahan bambu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

M. Fax. 021 316 1952.ristek. 11/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jl. 021 316 9166~69.H.

tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). M.ristek. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian tanaman layu secara keseluruhan. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin). 7. lahan disterilisasi dengan Basamid G 2 dengan dosis 40 g/m . meskipun warnanya tetap hijau. (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan). Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun.1. HAMA DAN PENYAKIT 7. mengering dan akhirnya mati.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman.H. Jl. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning.F. (2) benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1.2 gram/liter . 021 316 9166~69. 2) Thirps (Thirps parvispinus Karny) Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa.go. http://www.0 ml/liter. Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps. Penyakit 1) Layu bakteri Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E. dan bercaknya kekuningan. Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. 3– 4 hari sekali. Pengendalian: (1) sebelum ditanami. Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak. daun tanaman layu satu per satu. Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Hama 1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover ) Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. warna daun menguning. (2) tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1. 021 316 1952.Sm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. Serangan dilakukan di musim kemarau.0–2. Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama. (3) penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST.

12/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69.go. Fax.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www.

8. 4) Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. 2) Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”. M. b) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam.ristek. tempat tumbuh dan cahaya. 021 316 9166~69.benar telah siap dipanen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) bligt) Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon. Gulma Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman. PANEN 8. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya.0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. karena bersaing zat hara.1.3. 021 316 1952.H. (3) pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter.2. sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan. Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati. 3) Pemanenan dilakukan secara bertahap. (2) daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil. Fax. 7. daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin. dengan mengutamakan buah yang benar. 8. sisakan minimal 2. Jl.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ciri dan Umur Panen a) Tanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar 3) Warna kulit hijau kekuningan. Cara Panen 1) Potong tangkai buah melon dengan pisau. maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya. c) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan.

http://www. Fax.H.id . 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go.ristek. Jl. 13/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

karena akan mengurangi harga jual terutama untuk konsumsi pasar swalayan.H. Periode Panen Panen dilakukan secara bertahap. 9. 9. http://www.ristek. Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi.4. Pengumpulan Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir.000 m . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. minggu II menanam 2 seluas 2.id . maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. 14/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah. Fax. Kesalahan penanganan dalam pascapanen akan mempengaruhi kwalitas/penampilan buah melon. Misalnya minggu I menanam seluas 2. M.1. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan. Prakiraan Produksi Untuk mengetahui jumlah produksi yang akan dihasilkan bagian pemasaran harus melakukan penelitian pasar. Setelah menanam padi selesai.2.000 m . 8. dan seterusnya. 021 316 9166~69. Jl. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan ditambahkan 50%. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun Hal. tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama dan penyakit yang lebih rendah. Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat. tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan.3. Hal ini untuk tingkat kontinuitas produksi akan tercapai dan resiko tidak terjualnya buah melon akan terhindar. maka memanennya harus dilakukan 2 secara bertahap. PASCAPANEN Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon dipanen. Untuk luas satu hektar tanaman melon diperkirakan akan menghasilkan buah melon 10–15 ton. Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob). Penyortiran dan Penggolongan Melon yang telah dipanen. dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen. 021 316 1952. 9. Saat panen kerusakan buah sebaiknya dihindari akibat terbentur atau cacar fisik lainnya.

1. 3) Kelas M3 yaitu bobot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuk sama sekali. Luas lahan 1 ha. Dengan kemasan seperti ini akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak dari kayu (cara tradisional). kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus. Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal). Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan untuk melon dapat dibuat dari kayu biasa dan banyak memiliki lubang angin.5 kg jaringnya terbentuk hanya 70% saja. Jl. Sebelum kotak ditutup.TTG BUDIDAYA PERTANIAN cacat karena serangan hama dan penyakit. 9. buah melon diberi lapisan jerami lagi. Tempat penyimpanan buah harus bersih. bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup tebal. Dalam karton masih dilapisi dengan jerami kering atau kertas hancuran.4. tidak boleh ditumpuk satu sama lain. karton atau kotak plastik. dan buah yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. Selain dari kotak.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. kemudian melon diberikan jerami juga dibagian atas buahnya. 2) Kelas M2 yaitu melon berbobot 1–1. kemudian dimasukkan dalam kemasan karton. 9.go. Buah yang akan di ekspor biasanya dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu. Hal ini terjadi karena tanaman belum saatnya dipanen tapi telah mati terlebih dahulu akibat serangan hama.5 kg/lebih jaring berbentuk sempurna. Cara menyusunnya. Analisis Budidaya Usaha Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Fax. 021 316 9166~69. 1) Kelas M1 yaitu melon berbobot 1. 10. peti kemas melon dimasukkan ke dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar jika sampai ke tempat tujuan.3.id . http://www. Penyimpanan Buah melon yang sudah dipetik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah melon yang berkualitas bagus kemudian di lakukan penggolongan melon berdasarkan tiga kelas. 021 316 1952. M. pengemasan bisa juga menggunakan rajutan benang yang mirip jala. Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering. populasi 3. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa ke pasar tergantung jarak yang ditempuh.H.ristek. Bila ada buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan. Di kargo pesawat.

http://www. 15/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. M.H. Jl.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

10.Rp..392.000.Rp. 5.000. 5.Rp.Rp.Penebaran pupuk kimia.7.250.Rp.Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan) Rp.Belanja peralatan (3 sprayer. 787.. 100.000. 1.. 420. 140. 021 316 1952.000. 7. 5..000.250.725. embrat..Pupuk kandang 27 ton @ Rp. mulsa 65 HKP @ Rp.TSP/SP-36 900 kg @ Rp....Jumlah biaya produksi Rp.Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp.000. Pestisida dan pupuk daun .ZA 630 kg @ Rp.000.-.Rp.000.000. 675.Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp.200.Rp.Biaya tak terduga sebesar 5% Rp. 1...800.Rp.Karbofuran 36 kg @ Rp.310. Hal.Rp. 108. 1.id . drum.000.000.100..Rp.Tenaga panen 20 HKP @ Rp.Plastik semai polibag 5 kg @ Rp.Borate/Fertibor 18 kg @ Rp. Jl. Pemeliharaan tanaman .2.800 kg @ Rp.Rp..500.4. 150.Insektisida semprot 15 liter @ Rp.800. 7.000.Rp..000.000.3.Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp.000.. 700.000. dsb) Rp.301.000.. 90. 375. 315.H.Rp..000. 1.000.. 7.000. 021 316 9166~69. 5. 850.000. 455. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2.000.350.066.000. 1.Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp.000.25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka 2 produksi per 1.000. Penyiapan bibit dan penanaman .Rp.000.000.000.Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp. 1. 7.. 22.. M.000.000..000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.Fungisida 25 kg @ Rp. Fax.go. 5..750 kg.510.Rp. 1..188.650. 75.8.145.. http://www..Urea 450 kg @ Rp.000.5.Tenaga keamanan (1 bulan) Rp..000.Rp.000...Pupuk daun 10 kg @ Rp. 100.Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp.000. 5. Panen Rp.000.pasang.000.-. 50.. 4.7. 460.2) Penerimaan 1.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 80.KCl 720 kg @ Rp.620. 300.Rp. 375.000. 190.Rp.000.400.+ 10 HKW @ Rp.96.Benih melon 500 g Rp.500.Penanaman 50 HKW @ Rp. 7.000..Perekat-perata 10 liter @ Rp. 1. 16/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. 150. 10. 7.Kapur pertanian 1.Rp. 5. 90.Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp.Tenaga semprot 60 HKP @ Rp. 5.050.Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp. .6..+ 30 HKP @ Rp. Benih dan mulsa PHP .000.Plastik transparan 50 m @ Rp. 10. 2.. 180.000.Rp.Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat Rp. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan . Lain-lain .000.250.Rp. 350. 5.Rp.Rp.Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp. 1.Rp. Pupuk dan kapur pertanian . 900.000.-.000 m ditaksir mencapai 6.000. 2. 540. 1.000.000.Rp.000. 1.ristek. 50.

Rp.-.000. tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika.500.923. Diusahakan rantai teRp. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula.maka penerimaan penjualan melon.176. 3. untuk meningkatkan pendapatan petani melon. 29. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp..5 kg x Rp.875.go. Di era perdagangan menuju pasar bebas.id .2.840.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337. 5. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. 2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura.412. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) Rp. http://www. M.Rp. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung.Kelas M3 = 10% x 6412. 4. 10.5 kg. STANDAR PRODUKSI 11.30 Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari). Gambaran Peluang Agribisnis Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada.ristek.000. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual. baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri. 25% kelas M2 dan 10% kelas M3.Jumlah penerimaan Rp. 20. Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1..- = 1. Ruang Lingkup Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. Kelas M1 = 65% x 6412.000. khususnya petani melon. 4. 3.625.500. Fax. 1.Rp.Kelas M2 = 25% x 6412. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut: 1) Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi. 6.750. persaingan semakin ketat. 021 316 9166~69. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337.H. Jika harga melon kelas M1. 3. HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari). Jl.5 kg = 6412.748.1. kelas M3 Rp.000.000.5 kg x Rp. 11.5 kg x Rp. 6. kelas M2 Rp.365. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 .endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan.

Fax.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 17/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Diskripsi Berdasarkan uraian diatas. DAFTAR PUSTAKA 1) Final. http://www. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon. M. Jl.4. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu.id . buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2..go. 11. Ir. 4) Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat. Pengemasan Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 021 316 9166~69. umur melon kurang lebih 56–65 HST. 11.5 kg. 11. Sukses Prajnanta.5 kg. dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga. 3) Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik. 2) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga. 3) Pangsa pasar harus diperkuat. Fax. ukuran sedang 1.ristek. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia.0–2. Melon Pemeliharaan Secara Intensif Kiat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.5. 11.3. khususnya dari bidang pertanian. yaitu dengan menempelkan stiker pada buah. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya. 4) Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan. dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram. 021 316 1952. Pengambilan Contoh Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak. tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura. Mutu Klasifikasi dan Standar Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Melon yang diproduksi harus diberi merek. 12.

(Jakarta: Penebar Swadaya. 18/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beragribisnis Cetakan ke-2. M. (Jakarta: Penebar Swadaya. 1998) Hal. 021 316 9166~69. 2) Setiadi.id . 1998).ristek.go. Bertanam Melon. Jl. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Cetakan ke-4. 021 316 1952.

Jl. 021 316 1952.. 1987). 5) Fakultas Pertanian IPB.Bertanam Melon. (Jakarta: Kanisius. Nur. 021 316 9166~69. 1984. Fax. Ir.) 4) Tjahjadi.H. Jakarta.go. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www. 24352. Fakultas Pertanian IPB. Livy.ristek. Pemakaian Teknik Kultur Jaringan Sebagai Perbanyakan Melon (Cucumis melo L. 19/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Sudarsono dan Winata. Bogor.

masuk ke Indonesia pada abad ke-15. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan.H.go. 021 316 9166~69. Jl. (1599). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman nanas adalah: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup) Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Hal. http://www. M. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik.ristek. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. 2.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Fax. 021 316 1952. SEJARAH SINGKAT Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN NANAS ( Ananas comosus ) 1. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Fax. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. berduri halus sampai kasar. eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. buah lonjong mirip kerucut). Puerte Rico.H. wasir dan kurang darah. Di Asia tanaman nanas ditanam di negara-negara Thailand. A. Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. Hal. Mexico dan Puerte Rico. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil. gangguan saluran kencing. 021 316 1952. dan A. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. Sumatera Selatan dan Jawa Barat. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mual-mual. M. protease atau peptide). A. Penyakit kulit (gatal-gatal.B. yaitu : Cayene (daun halus. Malaysia dan Indonesia terdapat di daerah Sumatera utara. buah besar). buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Ananas : Ananas comosus (L) Merr Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak. Hawaii. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. Pada masa mendatang amat memungkinkan propinsi lain memprioritaskan pengembangan nanas dalam skala yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya.ristek. terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias. sebagai obat penyembuh penyakit sembelit. Disamping itu. Smith.B. 3. Jl.id . misalnya A. flu. sehingga disukai masyarakat luas.go. sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. ananassoides (Bak) L. seperti selai. 4. Mexico dan Malaysia. SENTRA PENANAMAN Penanaman nanas di dunia berpusat di negara-negara Brazil. Kenya. tidak berduri. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. MANFAAT TANAMAN Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya. Jawa Timur. erectifolius L. Pantai Gading. Berdasarkan habitus tanaman. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor. Filipina. Smith. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. braceteatus (Lindl) Schultes. http://www. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. Buah nanas mengandung enzim bromelain. Subang dan Palembang. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar. Riau. Fritzmuelleri. buah dalam sirop dan lain-lain. 021 316 9166~69. terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas. buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar. Afrika Selatan. Queen (daun pendek berduri tajam. buah silindris atau seperti piramida).

Jl. 3) Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan unsur-unsur hara yang dapat larut di dalamnya. subur. C (daerah agak basah).id . tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 derajat C. dan Molibdinum dengan cepat. E (daerah agak kering) dan F (daerah kering). Kalium. 3) Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 3371% dari kelangsungan maksimumnya. sehingga begitu ada air yang melimpah. Meskipun demikian. Kalsium.H.24% dari sasaran panen buah-buahan nasional (657. 2) Pada umumnya tanaman nanas ini toleran terhadap kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun. 5. B. dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam.ristek.000 hektar). SYARAT TUMBUH 5. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. Tipe iklim A terdapat di daerah yang amat basah.5-6. lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir. namun nanas sangat suka jika ditanam di tempat yang agak miring.690 hektar atau 25. gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah. 021 316 1952.5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor. 021 316 9166~69. 4) Kelerengan tanah tidak banyak berpengaruh dalam penanaman nanas. Magnesium. http://www. 2) Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4. baik tipe iklim A.go. F.5. 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal yang harus diperhatian adalah aerasi dan drainasenya harus baik. tidak becek (menggenang). Media Tanam 1) Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas.2. B (daerah basah). D (daerah sedang). 4) Suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman nanas adalah 23-32 derajat C. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6. Akan tetapi tanaman nanas tidak toleran terhadap hujan salju karena rendahnya suhu. Akan tetapi kandungan air dalam tanah jangan terlalu banyak. E. Belerang.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Luas panen nanas di Indonesia + 165. sebab tanaman yang terendam akan sangat mudah terserang busuk akat. Fax. begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering. M.5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. Sedangkan tanah yang asam (pH 4. Iklim 1) Tanaman nanas dapat tumbuh pada keadaan iklim basah maupun kering. C maupun D. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.H.ristek. Jl.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

seragam. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm. 6. Ketinggian Tempat Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit. Tunas batang dan stek batang. masa remaja tunas akar relatif pendek. 021 316 1952. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar. mahkota buah dan stek batang.1. tunas batang. Jl. dan mudah dalam pengangkutan. http://www. kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. tunas buah. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian. Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong Hal. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. M. Penyiapan bibit tunas batang: memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. 2) Penyiapan Benih Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji. Pembibitan Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang. (jarang digunakan). jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman.3. bentuk daun lebih langsing. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari bagian batang yang terletak di dalam tanah. 021 316 9166~69. mudah diperoleh dalam jumlah banyak. Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.ristek. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang. 1) Persyaratan Benih Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. bebas hama dan penyakit.id . sehat serta bebas dari hama dan penyakit.go.

15.000 bibit tanaman per Ha. Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh. ditanam di kebun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan. 021 316 9166~69.go. setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam. Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman. jenis nanas.ristek. Fax.000-77.698 . sistem tanam dan jenis bibit. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar.2. Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. Hal. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44. pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tergantung jarak tanam. langkah pertama yang dilakuakan adalah memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2. Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit. Atau 12. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik. 5) Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan. Campuran media berupa tanah halus. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. 4) Pemeliharan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm.5 cm. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut. M. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan. Untuk penyiapan bibit nanas dari stek. kesuburan tanah.5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. 021 316 1952. dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening). Media semai berupa pasir bersih dalam bak tanam. 3) Teknik Penyemaian Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.H.5 . kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas. Jl. http://www.id .

Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air.5. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. jarak antar bedengan 90150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam.go.H. 021 316 9166~69. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas.ristek. 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. Fax. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benarbenar matang dan siap ditanami. Jl. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4. M. 2) Pembukaan Lahan Untuk membuka suatu lahan.5). 021 316 1952.2. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5. karena. perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Bila tidak turun hujan.5-6. setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut. bisa berakibat fatal pada produksi tanaman. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. http://www. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm. dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. 4) Pengapuran Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4.5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur.id . Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah. 5) Pemupukan Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar.

ristek. Jl. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. http://www. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

id .ristek. dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm. dalam kurun waktu setahun. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul. (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah. 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm. 021 316 1952. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam. yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN urea. (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm. khususnya nanas. 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm. http://www. dan jarak antar barisan adalah 90 cm.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Cara Penanaman Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Hal. (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. tugal atau alat lain. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih. fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah.H. 021 316 9166~69. Fax. M. 6. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan.

Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha. Dosisi anjuran satu tablet tiap tanaman b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA. Jl. unsur hara dan sinar matahari. sehingga drainase menjadi normal kembali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. 021 316 1952. 2. 021 316 9166~69.id . berat 4 gram setiap tablet 3. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun.H.ristek. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. atau SP-36 dan KCl 1. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam. Hal. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan. namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan. M. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. 3) Pembubunan Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas.go. 2) Penyiangan Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air.4. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: a) Pupuk NPK tablet (Pamafert) 1. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. http://www. Bentuk pupuk berupa tablet. TSP.

berambut tipis. Hama 1) Penggerak buah (Thecla basilides Geyer) Ciri: kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah. (2) kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. berwarma coklat/hitam. larva berwarna putih kekuningan. meletakkan telur pada bekas luka bagian buah. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri. Fax. http://www. 2) Kumbang (Carpophilus hemipterus L. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung.) Ciri: berupa kumbang kecil. 7. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. Gejala: menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 3) Lalat buah (Atherigona sp.1. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar.ristek. 021 316 9166~69. bentuk langsing berkaki 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas.go. kemudian tutup dengan tanah. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat. Pengendalian: dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida.H.id . Gejala: merusak/ memakan daging buah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. HAMA DAN PENYAKIT 7. 5) Pengairan dan Penyiraman Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering. seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. kemudian menjadi larva berwarna putih. kemudian menetas menjadi larva. 021 316 1952. Gejala: menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah. bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek. Jl. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup. buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah.) Ciri: Lalat berukuran kecil. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama.

9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax.id .ristek.H. 021 316 1952. http://www.go.

sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat. air yang mengalir. 7. dan bermata besar. alat-alat pertanian. 021 316 9166~69. bergerombol menutupi buah dan daun. 021 316 1952. (2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang. tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C. pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat.2. Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. cinnamomi Rands.5 mm. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun. 5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne) Ciri: Serangga berukuran kecil diameter ± 2. berwarna coklat. seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan. serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan 7) Hama lain: rayap. bulat dan datar. 4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima) Ciri: Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1. Jl. bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat. M. tikus. Gejala: menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang. (2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.kadang menyerang tanaman nanas. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hingga menyebabkan busuk lunak. Penyakit busuk hati disebut hearth rot. membuang buah yang terserang lalat buah. Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida Decis 2.ristek. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang. Fax.5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Penyakit 1) Busuk hati dan busuk akar Penyebab: cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P. nematoda. sedangkan busuk akar dinamakan root rot. berwarna putih kekuningan/keabu-abuan.id . Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis.H. 6) Ulat buah (Tmolus echinon L) Ciri: Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil. curah hujan tinggi. bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang.5 mm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax.id .

Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan. busuk bibit oleh cendawan Pythium sp. Pengendalian: (1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah. Penyakit ini sering disebut base rot.ristek. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ciri dan Umur Panen Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan. (2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam. 021 316 1952. daun. 8. daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat. meliputi penggunaan bibit yang sehat. M. Jl. dan akhirnya tanaman mati. 3) Penyakit Lain Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom. (2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate.. pembusukan pada sistem perakaran. hujan dan tanah. berbau khas. perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif. sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. besar dan bentuknya bulat. menanam bibit pada cuaca kering. angin.3. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen: a) Mahkota buah terbuka.H. 021 316 9166~69. Moreu. hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. dan memotong/mencabut tanaman yang sakit. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya. layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan.1. mengurangi kelembapan sekitar kebun. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh. seperti Dithane M-45 atau Benlate. tergantung dari jenis bibit yang digunakan. buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam. adanya luka-luka mekanis pada tanaman. dan menghindari luka-luka mekanis.id . Fax. b) Tangkai ubah mengkerut. c) Mata buah lebih mendatar. Gulma Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. pemotongan/pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit. Gejala: pada bagian pangkal batang. PANEN 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN nekrotis. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. Pengendalian: harus dilakukan secara terpadu. 2) Busuk pangkal Penyebab: cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C.

ristek.H. Jl. 021 316 1952. M.go. Fax.id . 021 316 9166~69. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

atau mentah secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal. 9. Cara Panen Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. Penyortiran dan Penggolongan Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan buah yang rusak. tergantung jenis nanas dan sistem tanam.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna bagian dasar buah kuning. 8.ristek. Pengumpulan Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi. Oleh karena itu.4. jenis maupun tingkat kematangannya. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. busuk.H.id . Periode Panen Tanaman nanas dipanen setelah berumur 12-24 bulan. Klasifikasi buah berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam. Pemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali. Jl. e) Timbul aroma nanas yang harum dan khas. PASCAPANEN Buah nanas termasuk komoditi buah yang mudah rusak. Prakiraan Produksi Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. 8. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar. M. 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952. Penyiapan lahan sampai penanaman dilakukan seperti cara bercocok tanam pada lahan yang baru.1. 9. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar. 8.3. http://www. Panen pertama sekitar 25%.go. kedua 50%. susut dan cepat busuk. memar. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai. dan ketiga 25% dari jumlah yang ada.2. 9. Hal. Cara peremajaan adalah membongkar seluruh tanaman nanas untuk diganti dengan bibit yang baru.

360. M.750.500. 5. 2. Rp.500. Sprayer dan alat pertanian 3.Rp.. Jl.KCl 150 Kg @ Rp.650. Rp.000. buah nanas diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran. Proses pengangkutan dimulai dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan. 10.id .000.Rp. 6.000 batang @ Rp.000.- Rp. 1.000.250. sehingga untuk menunggu harga naik maka dilakukan penyimpanan.1.Rp. 600. 19.Rp. Rp.250.000. 1.+20 HKP 9..-/buah Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.19. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya nanas dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya produksi 1.140.1. Keuntungan tahun ke-1 4.ristek. http://www.1. Pemupukan & penanaman 10 HKP @ Rp. 3.7.. Rp.+100 HKW 8. Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Panen dan pascapanen 100 HKW +10 HKP 10.750.go. 5. Produksi tahun ke-1: 75% x 45.570.1./buah 2. 27.ZA 300 kg @ Rp.000 x Rp.312.5.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Pestisida 6.Rp. 150.500. Rp.000.500. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan jika harga turun.000. Rp. Biaya produksi tahun ke-1 3. 021 316 1952.400.813. 9. Pengemasan dan Pengangkutan Kegiatan pengemasan dimulai dengan mengeluarkan buah nanas dari lemari pemeraman.000. 1.Biaya lain-lain (tidak terduga 10%) Jumlah biaya produksi 2) Hasil penjualan dan laba (keuntungan) 1.000.000. lalu dipilih (sortasi) berdasarkan tingkat kerusakannya agar seragam.Rp. Nilai sewa tanah per tahun 2.800.H.750. Pupuk . Rp. Pengolahan tanah borongan 7. Rp. Ukuran wadah pengemasan 60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi.3. Bibit 45.375.247.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. Pemeliharaan tanaman 200 HKW @ RP.000.750.498. 150.TSP (SP-36) 200 kg @ Rp.000 x Rp 750.801.. 25. Produksi tahun ke-2: 80% x 45.. 021 316 9166~69.Pupuk kandang 20 ton @ RP.4. 750. Kemudian buah nanas dibungkus dengan kertas pembungkus lalu dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu atau dos karton bergelombang. Rp.813..000.000.570.4.000. Fax. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 5 derajat C.000.

Jl.ristek. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. http://www. 021 316 9166~69. Fax.id . 021 316 1952. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

11. = 1. http://www. Impor nanas meningkat dari 0. peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. yaitu sekitar 39% dari ekspor nanas dunia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. kebutuhan nanas dunia tahun 1996 akan naik sebesar 5% kebutuhan dunia saat ini.463. Dalam era globalisasi ini. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. meningkat menjadi 10.6. Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia. Ekspor Indonesia pada tahun 1987 sebesar US$ 60.ristek. Negara tujuan ekspor adalah Perancis. Demikian juga komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng. 7.750. Keuntungan ke-2 Rp. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia. B/C ratio 10. Biaya produksi tanpa dihitung bibit & alat pertanian tahun ke-2 Rp.2. 021 316 1952. Pabrik pengalengan buah nanas sudah banyak di bangun. Negaranegara di Asia Tenggara merupakan eksportir utama buah nanas dunia. Thailand merupakan negara eksportir terbesar pada tahun 1995. Jerman. Ekspor Indonesia tahun 1987 sebesar 26. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata. Diskripsi Standar mutu buah nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 013166Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.16 ton pada tahun 1987. Dari segi nilai.id . 12. Ruang Lingkup Standar ini meliputi syarat mutu. diantarnya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple di Lampung.000.3) Parameter kelayakan usaha 1. dan Amerika Serikat.952 ton meningkat menjadi 83.H.2. terutama bila nanas diolah menjadi makanan kaleng seperti selai nanas. 5%. Jl. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditas buah nanas sangat besar. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan nanas. Padahal menurut proyeksi.go. Hal yang perlu untuk dicermati adalah ekspor buah nanas Indonesia meningkat dalam 10 tahun terakhir.997 ton pada tahun 1996. sirup buah nanas dan sirup kulit buah nanas. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar. cara uji. Sedangkan untuk impor nanas Indonesia mengalami peningkatan namun dalam jumlah kecil. STANDAR PRODUKSI 11.36 ton pada tahun 1995. 021 316 9166~69. Fax.766 ribu pada tahun 1996. M.350.28 11.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1992. Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu, yaitu mutu I dan II. a) Kesamaan sifat varientas: mutu I=seragam; mutu II=seragam; cara uji organoleptik. b) Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; mutu II=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; cara uji organoleptik. c) Kekerasan: mutu I=keras, mutu II=keras; cara uji organoleptik. d) Ukuran: mutu I=seragam, diameter min. 9,5 cm; mutu II=kurang seragam; cara uji SP-SMP-309-1981. e) Gagang: mutu I=teropong rapi; mutu II=teropong rapi; cara uji organoleptik. f) Mahkota: mutu I=satu, utuh rapi, ukuran normal; mutu II=tidak dipersyaratkan; cara uji organoleptik. g) Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5; mutu II=maksimum 10; cara uji SP-SMP310-1981. h) Busuk (%): mutu I=maksimum 1; mutu II=maksimum 2; cara uji SP-SMP-3111981. i) Kadar total padatan terlarut (%): mutu I=minimum 12; mutu II=minimum 12; cara uji SP-SMP-321-1981 j) Kotoran: mutu I=bebas kotoran; mutu II=bebas kotoran; cara uji organoleptik. 11.4. Pengambilan Contoh 1) Produk dalam ikatan/kemasan Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan/ikatan diambil contohnya sebanyak 5 buah nanas, dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 5 buah untuk dianalisis. 1. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah sampai dengan 100 : jumlah contoh 5 2. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 101 sampai 300 : jumlah contoh 7 3. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 301 sampai 500 : jumlah contoh 9 4. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 501 sampai 20 : jumlah contoh 10 5. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah Lebih dari 1000 : jumlah contoh 15 (min) Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan di lapangan. 2) Produk dalam curah (in bulk) Sekurang-kurangnya 5 contoh diambil secara acak sesuai dengan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil dari bagian atas, tengah dan bawahserta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 10 kg untuk dianalisa. Dalam hal berat nanas yang diambil contohnya lebih dari 2 kg/buah, setiap pengambilan contoh sekurang-kurangnya terdiri dari 5 buah nanas.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1. Jumlah berat lot s/d 200 kg berat : contoh minimal yang diambil 10 kg Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2. 201 s/d 500 kg berat : contoh minimal yang diambil 20 kg 3. 501 s/d 1000 kg berat : contoh minimal yang diambil 30 kg 4. 1001 s/d 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 60 kg 5. Lebih dari 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 100 kg Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan dilapangan. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Nanas dikemas dalam keranjang bambu, peti kayu ataupun karton dengan atau tanpa bahan penyakit dengan berat bersih maksimum 40 kg. Atau diikat dengan tali, masing-masing ikatan terdiri dari maksimum 10 buah nanas. Pemberian merek untuk nanas yang dikemas dalam kemasan pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan: a) Nama barang. b) Jenis mutu. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. d) Berat bersih. e) Jumlah nanas/kemasan. f) Daerah asal. g) Produksi Indonesia. h) Tempat/negara tujuan.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius. Yogyakarta 2) Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press (UI-Press). Jakarta 3) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kanisius. Yogyakarta 4) E.W.M., Verheij & R.E. Coronel. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara II; Buah-buahan Yang Dapat Dimakan. PT. Gramedia Pustaka Utama dan Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. 5) Natawidjaja, P. Suparman. 1983. Mengenal Buah-buahan yang Bergizi. Pustaka Dian. Jakarta.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6) Rukmana, Rahmat. Yogyakarta.

1996.

Nanas

Budidaya

dan

Pascapanen.

Kanisius.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

PADI
( Oryza Sativa )

1.

SEJARAH SINGKAT

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Hal. 1/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp. Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varitas unggul nasional berasal dari Bogor: Pelita I/1, Pelita I/2, Adil dan Makmur (dataran tinggi), Gemar, Gati, GH 19, GH 34 dan GH 120 (dataran rendah). Varitas unggul introduksi dari International Rice Research Institute (IRRI) Filipina adalah jenis IR atau PB yaitu IR 22, IR 14, IR 46 dan IR 54 (dataran rendah); PB32, PB 34, PB 36 dan PB 48 (dataran rendah).

3.

MANFAAT TANAMAN

Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

4.

SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional adalah 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Dengan adanya krisis ekonomi, sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha, sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.

Hal. 2/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim a) Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. b) Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. c) Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C. d) Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. e) Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. 5.2. Media Tanam a) Padi gogo 1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara. 2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. 3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0. b) Padi sawah 1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. 2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. 3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 3/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.3. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat benih yang baik: a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan 80%. 2) Penyiapan Benih Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Padi sawah Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi. b) Padi Gogo Benih langsung ditanam di ladang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5) Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1) Pengolahan Lahan Padi Sawah a) Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. b) Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. c) Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. d) Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. e) Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata. 3) Pengolahan Lahan Padi Gogo Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: a) Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. b) Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik. c) Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. d) Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. e) Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Tanam Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 5/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacangkacangan. 2) Penanaman Padi Sawah Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar. Jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm. 3) Penanaman Padi Gogo Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara: a) Di dalam lubang tanam Kedalaman lubang 3-5 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Satu lubang diisi dengan 5-7 butir benih dan ditutup dengan pupuk kandang dan abu, debu atau tanah halus. b) Di dalam larikan Terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan bantuan kayu berujung runcing dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm. Benih ditaburkan ke dalam aluran. 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit. 2) Penyiangan Padi Sawah Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

Hal. 6/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Pengairan Padi Sawah Syarat penggunaan air di sawah: a) Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras. b) Air harus bisa menggenangi sawah dengan merata. c) Lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan. d) Air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk. e) Genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit. 4) Pemupukan Padi Sawah Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, TSP=75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha. Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai. 5) Penyiangan dan Pembumbunan Padi Gogo Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. 6) Penyulaman Padi Gogo Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. 7) Pemupukan Padi Gogo a) Pupuk organik Berasal dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria juncea yang berumur 4-6 bulan atau dari pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik dibenamkan ke tanah dengan dosisi 10-30 ton/ha.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

b) Pupuk anorganik Pupuk yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. 8) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1. Hama putih (Nymphula depunctalis) Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G. 2. Padi trip (Trips oryzae) Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP. 3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide. 7.2. Hama di Sawah a) Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 8/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 48. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. membersihkan lingkungan.go. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. membakar jerami. penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV.ristek. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur. daun tanaman kering dan mati. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga. Fax. http://www. Larvin 75 WP. impicticep). Opetrofur 3G. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. melepas musuh alami seperti jangkrik. Dharmafur 3G. incertulas). d) Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. 021 316 9166~69. (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP. daun mengering dan seluruh batang kering. Dharmacin 50 WP. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. Gejala: pucuk tanaman layu.id . Pengendalian: (1) bertanam serempak. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. Progo dsb. melepas musuh alami seperti laba-laba. Tanaman ada yang menjadi kerdil. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC. Malai yang dihasilkan kecil. 021 316 1952. Dimilin 25 WP. c) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Karphos 25 EC. Jl. Kiltop 50 EC. buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. IR 64. Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Tomafur 3G. kuning (T. bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan. Menyerang batang dan pelepah daun. e) Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata).H. peningkatan kebersihan. Furadan 3G. f) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. b) Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G. meningkatkan kebersihan lingkungan. Merusak dengan cara mengisap cairan daun.telurnya. Cimanuk. berwarna coklat dan tidak enak. Dharmabas 500 EC. Dapat menimbulkan kerugian besar. kepinding dan kumbang lebah. mengumpulkan dan memunahkan telur.

021 316 1952.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 9166~69.go. M.

Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum. Gejala: menyerang daun dan pelepah. Fax.ristek. pemupukan berimbang. malai. IR 36.go. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. Jl. menanam varitas unggul Sentani. gelatik Padda aryzyvora. ferramaya). mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun. c) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot. (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk.) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. Serangan menyebabakn daun. Fongorene 50 WP. ferraginosa dan bondol putih L. bondol hitam L. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. puntulata. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. g) Burung (manyar Palceus manyar. 021 316 9166~69. 7. Gejala: menyerang pelepah. d) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pengendalian: pergiliran tanaman. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras.id . 021 316 1952.H. b) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. sanitasi. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu.3. Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. gropyokan. gelang buku. padi dewasa busuk kering. biji berserakan. penggunaan pestisida dengan tepat. menggenangi sawah. buku pada malai dan ujung tangkai malai. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP. Cimandirim IR 48. Menyerang padi menjelang panen. peking L. Gejala: menyerang daun. M. tangkai buah patah. intensif dan teratur. pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Biji berbercakbercak coklat tetapi tetap berisi. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. pipit Lonchura lencogastroides. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. Penyakit a) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200. http://www. biji kecambah busuk dan kecambah mati. menanam padi tahan penyakit ini.

H.ristek. http://www.go. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Hal. M.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS. Fax. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor. Serangan menyebabkan gagal panen. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. Fax. mencelupkan benih pada larutan merkuri. Gejala: menyerang malai dan biji muda. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36. menghindari luka mekanis. batang pendek. h) Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak Penyebab: bakteri X. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex WP. sanitasi lingkungan. pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP. pertumbuhan tanaman kurang sempurna. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat. anakan banyak tetapi kecil. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. Terdapat garis-garis di antara tulang daun. daun kuning hingga kecoklatan.H. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga daun seperti terbakar. buku-buku pendek. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. akar membusuk. Cipunegara. Pengendalian: menanam varitas unggul. 021 316 1952. Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. jumlah tunas berkurang. f) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens.go. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora. berwarna hijau kekuningkuningan. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman. 021 316 9166~69. translucens.id . Gejala: menyerang semua bagian tanaman. daun menjadi pendek. daun mengering dan mati. Cisadane. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pembungaan tertunda. menghindari luka mekanis. IR 46. tanaman padi. sempit. http://www. i) Penyakit kerdil Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. Pengendalian: sulit dilakukan. g) Penyakit kresek/hawar daun Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh.ristek. j) Penyakit tungro Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps. daun terkulai. Penyakit ini sangat merugikan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

ristek. http://www. 021 316 1952. IR 52.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN malai kecil dan tidak berisi. IR 54. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.H. IR 48. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. IR 36. IR 42. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara.go. IR 46. Jl. 021 316 9166~69.

PANEN 8.1. DMA 6 dll. Difenex 7G.H.id . Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. menyiangi).2.8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. butir hijau rendah. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual.go. 9. Jl.4. 8. Fax. diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha. b) Pembersihan. Ciri dan Umur Panen Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga). Lakukan secepatnya setelah panen. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.3. Jika menggunakan mesin pengering. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha. Perkiraan Produksi Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif. jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML. Gulma Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar. Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut. dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7. M. 021 316 9166~69. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu. kadar air gabah 21-26 %. waktu dapat dihemat. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi. PASCAPANEN a) Perontokan. Cara Panen Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen.ristek. 8. Secara tradisional padi dijemur di halaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 1952. c) Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. Dengan menggunakan mesin perontok. gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar). dengan alat Reaper binder. bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau.

H. 021 316 9166~69. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952.id . http://www. Fax.

8. Rp.Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp.000.Rp.750.994.Merontok. Rp.000.000. 3.PPC/ZPT 4.000. 2.500/kg). 8. M. Rp. 8.600.918.650.- Rp.000 ..Penyiangan 15 HOK @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penyimpanan.40.Ongos angkut ke pasar 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15. Rp.000. 576.. 600. 1. Rp.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.037. 8.000.201 kg (GKG) @ Rp. 1.Menanam 20 HOK @ Rp.go.ZA: 50 kg @ Rp. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller). Bibit: benih 25 kg @ Rp.160.000. 2. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras. Perkiraan analisis budidaya padi (nasional) permusim panen dengan luas lahan 1 hektar masa tanam tahun 1999. Sewa lahan 2. keringkan. Pestisida 5.Rp. 6.115.KCl: 75 kg @ Rp. Rp.Rp.000.Pengolahan tanah dgn mesin 15 HOK @ Rp.000.000. Rp.000.000.091. Bunga bank Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 4. 1.... Pada saat penen raya.000.450.. 148.120.50...75.64.000.Pemupukan 9 HOK @ Rp.id Rp. Tenaga kerja . 8.Urea: 200 kg @ Rp.223.000.1001.1.1. Rp. Rp. Rp.ristek.3.000.000. Rp. 1.123. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 021 316 1952.000. Jl. Panen dan pascapanen .705. http://www..000. Analisis Budidaya Usaha Harga padi yang sangat ditentukan pemerintah menyebabkan petani sering kali merugi karena modal dasar tidak seimbang dengan harga gabah.000.220.H.Persemaian 5 HOK @ Rp. angkut 72 HOK @ Rp.SP-35: 100 kg @ Rp. bulog tidak memiliki cukup uang untuk membeli padi rakyat sehingga menunggak pembayaran ke petani.000. Petani menjual padi ke Bulog dengan harga yang ditentukan pemerintah (saat ini seharga Rp. Keadaan ini sangat merugikan petani.72. 021 316 9166~69. Keadaan ini semakin memburuk dengan dihilangkannya subsidi pupuk. .Rp.32.6. Fax. 10. Rp.450.600. Rp.000.6.120. Budidaya padi untuk mencapai keuntungan yang layak sulit diwujudkan. 26. (sumber: Departemen Pertanian) a) Biaya produksi 1. Pupuk .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Fax. 021 316 1952. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M.id .go.

go.H. cara uji. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. 11. 4.0.1. STANDAR PRODUKSI 11. syarat mutu. Namun demikiaan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. dilain pihak.ristek. insektisida. Klasifikasi dan Standar mutu a) Persyaratan kualitatif 1. Tanpa perubahan tata niaga beras dan pengurangan campur tangan pemerintah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.03 Beras adalah makanan pokok sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi di dunia. mutu II=2.0. harga beras sangat ditentukan pemerintah dan tidak dinamis seperti halnya tanaman hortikultur atau perkebunan sehingga umumnya petani padi sering merugi. 2. 021 316 1952. 11. Pemerintah.096. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. mutu II=14.0.0. M. mutu III=3. b) Persyaratan kuantitatif 1. Ruang lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi. 11.2. Kebutuhan beras nasional tidak terpenuhi oleh produksi beras dalam negeri karena itu kita masih selalu mengimpor beras. B/C Ratio 10.0. 3. Bebas bau busuk. Bebas dari bahan-bahan kimia seperti sisa-sisa pupuk.id . Jl. 021 316 9166~69. pada tahun 1998 mengimpor 3. Diskripsi Standar mutu gabah di Indonesia tercantum dalam SNI 0224-19870. syarat penandaan dan pengemasan.0.= 1. http://www. Gabah hampa maksimum (%): mutu I=1. fungisida dan bahan kimia lainnya. Gabah tidak boleh panas. cara pengambilan contoh.2.745. agribisnis padi akan tetap tidak banyak diperhitungkan dan diminati oleh investor di bidang pertanian. Dengan memperhatikan hal di atas seharusnya agribisnis padi dapat menarik banyak para investor.1 juta ton beras untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat. Bebas hama dan penyakit. 3. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. asam atau bau-bau lainnya.3. mutu III=14. 2.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www.H. Fax.go. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 9166~69.ristek.id .

H. mutu III=4.0. h) Tujuan.0. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. 12.0. D. mutu II=5.ristek. 1982. 1990.5. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. 021 316 1952. mutu II=0. Jl.0. 4. http://www. Pengambilan Contoh Sedangkan untuk cara pengujian mutu dan pengambilan contoh terdapat dalam “Petunjuk pengujian mutu dan pengambilan contoh “ yang disajikan tersendiri dalam pelaksanaan standar (implementasi). g) Nomor karung. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gabah varientas lain maksimum (%): mutu I=2. mutu II=2.H. Rice. Petunjuk Perlakuan Pasca Panen Tanaman Padi. Benda asing maksimum (%): mutu I tidak ada. Butir rusak dan gabah muda maksimum (%): mutu I=1.0. 11. mutu II=5.0. b) Daerah asal produksi.0. mutu III=7.0. c) Griest. Fax.0. Singapore Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penerbit Kanisius. mutu III=10. Butir rusak dan butir kuning maksimum (%): mutu I=2. e) Berat bruto. mutu III=10. Yogyakarta.0. mutu II=5. Budidaya Tanaman Padi.go. 6. Butir merah maksimum (%): mutu I=1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Tingkat mutu gabah rendah (sample grade) adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan tingkat mutu I. 5. mutu III=1.4. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Longman. b) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat. Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. 11.0.0. M. d) Nama perusahaan/pengekspor.5.II dan III tidak memenuhi persyaratan kualitatif.id . f) Berat netto. c) Nama dan mutu barang.0. 7.

15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax.id .H. http://www. Jl.go. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 1952. Fax. 1994. Padi. 021 316 9166~69. Proyek PEMD.H. Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Suparyono. Dr. Jl. Dr & Agus Setyono. Jakarta.id .ristek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. http://www. Penebar Swadaya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

id .H. 5) Myristica Sucedona BL. SEJARAH SINGKAT Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia. 4) Myristica specioga Ware. 2) Myristica argentea Ware. 3) Myristica fattua Houtt. http://www. Fax. 021 316 9166~69. Hal. 6) Myristica malabarica Lam.ristek.go. karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PALA ( Myristica Fragan Haitt ) 1. JENIS TANAMAN Tanaman pala memiliki beberapa jenis. antara lain: 1) Myristica fragrans Houtt. 2. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.

manisan pala. Fax. kKristal daging buah pala. 5. 1) Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Jenis Myristica specioga. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai rempah-rempah. M. 021 316 9166~69. Iklim 1) Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. Myristica sucedona. Aceh dan Maluku.id .1. Hal. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri 2) Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala. disebut “bunga pala”.H. marmelade. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. 021 316 1952. 3. SENTRA PENANAMAN Jika dilihat data pada tahun 1971 lalu. misalnya: asinan pala. minuman dan kosmetik. selai pala.809 hektar dengan daerah penyebaran yang terpusat di Sulawesi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans. http://www. 4) Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan. Jl. sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. 4. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. luas tanaman pala di Indonesia sekitar 22. SYARAT TUMBUH 5. pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan. obat muntahmuntah dan lain-lainya. Irian Jaya. dan Myristica malabarica produksinya rendah sehingga nilai ekonomisnya pun rendah pula.ristek.

021 316 9166~69. subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. 2) Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5. (2) biji illegitiem. M. Fax. yaitu: (1) biji legitiem. yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui).5. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan.2. Media Tanam 1) Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari: 1. tetapi asal putiknya jelas diketahui. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas.id .3. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. Tanaman ini peka terhadap gangguan air. yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih. 5. curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun.5 – 6. (3) biji Propellegitiem. maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m. Pembibitan 1) Perbanyakan Cara Generatif (Biji) a) Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Jl. 5. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Ketinggian Tempat Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan. Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui. agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang. 2. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih. 021 316 1952. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng.1. produksitivitas tanaman akan rendah.go. http://www. 3) Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan.ristek. 6.

3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id .ristek. http://www.H. Jl. Fax.

021 316 1952.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya. (2) mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik. berbentuk agak bulat dan simetris. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase. paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. tergantung biji pala yang akan disemaikan. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan.H. Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi. telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di 4 propinsi. yaitu: Sumatera Barat. Kemudian bijibiji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m.5 cm dan panjangnya 5-10 cm. yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. Fax. tidak terserang oleh hama dan penyakit. 021 316 9166~69. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: KB. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur.go. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma). BUN/9/1984. 010/42/SK/ DJ. Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. M. Sulawesi Utara dan Maluku. Jawa Barat. b) Penyemaian Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dewasa yang tumbuhnya sehat. kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun.

021 316 9166~69.id . http://www. 021 316 1952. Jl. Fax.H.ristek. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti. maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). 021 316 1952. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bila menggunakan pembalut dari palstik. yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. bagian tengah dan bagian atas.id . Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya. Jl. Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun. yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan. b) Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda. bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan. Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami. http://www. M. Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. 021 316 9166~69. Agar tidak tergenang air. maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan.go. Hal. batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar. Cara mencangkok (marcotern): a) Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang.ristek. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak. Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Batang/cabang yang sudah berkayu. Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak. maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa. Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. 2) Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren) Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok). pohon yang sudah berumur 12–15 tahun.

Jika telah tumbuh sempurna. 3) Perbanyakan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi) Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. http://www. yakni: a) Penyambungan Pucuk (entern. penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya.ristek. Jl. grafting) Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu : 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Enten sisi (segi tiga) b) Penyambungan mata (okulasi) Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 1.H. batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. b) Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik. c) Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu. tanaman sudah dapat ditanam di lapangan. Okulasi “T” 3. Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 2. Sistem penyambungan ini ada dua cara. ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). Forkert Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi).id . 4) Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting) Dalam sistem penyusuan ini. maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69. Okulasi biasa (segi empat) 2. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama. Fax.go. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. Dalam waktu 4–6 minggu. 021 316 1952. kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. Setelah 4 bulan. maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Enten pangkas atau kopulasi 3. Setelah beberapa waktu.

H. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69.go. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak. Teknik Penanaman Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan.5% larutan hormaon IBA.6% dalam bentuk kapur. di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan. 021 316 1952. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0.5%. biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. teras kredit/teras bangku. kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. 6.ristek. Bila bibit pala yang berasal dari cangkok. dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur. Fax. 021 316 9166~69.go. bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu.2. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif. bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. 6. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m. biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Perbanyakan Cara Stek Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0. http://www.3. Jl.5%. maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0.6%. Pengolahan Media Tanam Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya.id . M. yaitu dapat membentuk teras guludan. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam.H.

021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.ristek.id .go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M. http://www.

tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon). Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam). 1) Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik. kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Pemeliharaan Tanaman Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman. maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah beberapa waktu. lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. M. Setelah bibit di tanam. tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu. lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah. kemudian pupuk TSP.4. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m.id . sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. 021 316 1952. Jl. terutama jika pembuatannya pada musim hujan. pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. http://www. setelah dilakuakan pada akhir musim hujan. lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. 3) Sebelum pemupukan dilakukan.ristek.go. Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun. Fax. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan.H. misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam. lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP. 6. yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada waktu tanaman masih muda. Dalam menggali lubang tanam. 2) Pada akhir musim hujan. 021 316 9166~69. Urea dan KCl.

021 316 1952.H.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M. http://www. Fax.go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang. HAMA DAN PENYAKIT 7. Fax.go. insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar. 7.2. 2) Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp. di mana didapat serbuk kayu. 021 316 1952.coklatan pada bagian kuliat buah. 3) Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang. Penyakit 1) Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang.ristek. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.id . Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. cabang atau ranting tanaman yang diserang. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua. http://www. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam. 2) Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat. jika bercak hitam itu dikupas. 021 316 9166~69. M. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Di dalam biji tersebut. telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya.1. dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor. Hama 1) Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. memangkas bagian yang terserang dan dibakar. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0.5– 1 cm. Pengendalian: (1) membuat saluran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang.

ristek.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pembuangan air (drainase) Hal. 021 316 1952.id . http://www.

ristek. (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida. http://www. misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon.H.pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabangcabangnya yang berdaun rimbun. Jl. M. 3) Rumah Laba-Laba Menyerang cabang. yakni 2–4 minggu sekali. kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan. karbendazim dan benomi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang baik. 021 316 1952. baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini. 4) Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. kemudian dibakar. ranting dan daun. gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi. (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin. Pengendalian: memangkas cabang. yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm. 5) Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes. Pengendalian: dengan busuk buah kering. 021 316 9166~69. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. 6) Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb. tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya. Hal. Gejala: berupa bercak berwarna coklat. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah.id . ranting dan daun yang terserang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax.

fuli dan bijinya dipisahkan. Di Daerah Banda. Jl.ristek. 9. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang). yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan). Cara Pemetikan Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) yang kurus atau keriput. Hal.2. jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %. panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun.go. M. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar. 9. PASCAPANEN 9. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah.id . 021 316 1952. maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. dan (3) yang cacat.2. yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. 8. Fax. 021 316 9166~69. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua). Ciri dan Umur Panen Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan. Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. PANEN 8. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. http://www. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh.H. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari.1. buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah.1. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. c) Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia. kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: a) Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji.id . Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah.go. Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru. Fax. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat. b) Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala. Jl. yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus. Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara.4. 9.H. b) Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji. yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) 9. setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. kemudian diangin-anginkan. Warna fuli yang semula merah cerah. b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji.ristek. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam. kemudian dilakukan pengapuran. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Biji-biji pala yang sudah kering. sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun. 021 316 9166~69. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. 021 316 1952. http://www. yaitu: a) Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui. Isi biji yang sudah kering.3.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69. Jl. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952. http://www.

H.1. cara pengujian mutu. waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan. India dan beberapa negara penghasil pala lainya sedangkan 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi Indonesia. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 021 316 1952. Sulawesi Selatan. 021 316 9166~69. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi pala (biji dan fuli) setiap tahun terus meningkat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. STANDAR PRODUKSI 11. Jawa Barat dan Aceh. Analisis Budidaya … 10. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.id . 10. Peranan ekspor pala itu cukup besar bagi petani. Fax. Dalam jangka waktu 10 tahun tersebut. yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar. Jl. 11. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga.327 ton pada tahun 1971.1.2. Irian Jaya. Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan dipasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi. Hanya sekitar 40% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Granada.192 hektar dengan jumlah produksi sekitar 18.ristek.go. terutama di daerah-daerah Maluku. Produksi pala pada tahun 1962 sebesar 3.649 ton pertahun kenaikan produksi itu terutama disebabkan untuk perluasan tanaman pala yang sekiatar 90% merupakan pertanaman rakyat. kenaikan produksi pada rata-rata 22% pertahun luas areal pala nasional pada tahun 1985 diperkirakan 70. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.200 ton meningkat menjadi 10. Usaha 11. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sulawesi Utara.2. http://www.

go.ristek.id . M. http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl.H.

tidak pecah 4. kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Pala kupas ABCD: 1. Jl. keadaan fuli utuh. keadaan fuli tidak utuh lagi.P. bentuk serta kematangan dari fuli. kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda. berkeriput 3. b) Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. tidak diserang hama/penyekit 3) Pala kupas B.W. Kualitas biji pala ditentukan oleh: a) Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg). 1. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ada kerusakan mekanis 3. Fax. bentuknya sempurna dan tidak keriput 3. misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesagesa. http://www. biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah.ristek. dalam satu sak berat (75 kg). Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Klasifikasi dan Standar Mutu Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan. yakni: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.W.id . c) Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda. warnanya bagus (merah). biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah. c) Gruis I dan II: fuli hancur.3. berkeriput 2. 021 316 1952. tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan. lapuk dan mudah pecah. 021 316 9166~69. bji relatif berat 2. tidak diserang hama/penyakit 4. ringan Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut. biji relatif berat 2. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik. diserang hama dan penyakit 4.P. warnanya hitam.go. Kriteria kualitas fuli adalah: a) Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil.H. Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli. tidak pecah/rusak mekanis. b) Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua. c) Pala kupas B. 2) Pala kupas RIMPEL: 1. Hal. M.

a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. minimum jumlah contoh yang diambil 10. minimum jumlah contoh yang diambil 15. minimum jumlah contoh yang diambil 5. Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. Rata-rata dari setiap kualitas pala adalah sebagai berikut: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua. M.5.go. Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti. http://www.ristek. dalam satu sak berat 75 kg. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. minimum jumlah contoh yang diambil 9. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama. Pengemasan Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen. 021 316 1952. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana.id . Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.W. Fax. Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida.P. tengah dan bawah. minimum jumlah contoh yang diambil 7.H.4. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. c) Pala kupas B. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. Jl. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300.

go. M. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 9166~69.ristek. http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.

Hatta. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Jl.go. 021 316 1952.ristek. M.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. DAFTAR PUSTAKA 1) Sunanto. Yogyakarta: kanisius. http://www. Jakarta.1993. Budidaya Pala Komoditas Ekspor .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN PEPAYA (Cacarica papaya. Jl. Hal. Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi. SEJARAH SINGKAT Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica.id . Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala. benang sari tersusun dengan sempurna. biasanya terus berbunga sepanjang tahun. baik di daeah tropis maupun sub tropis.go. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. http://www. JENIS TANAMAN 1) Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. 2) Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. L) 1. Tanaman pepaya banyak ditanam orang.ristek. 2. 021 316 9166~69. Bunga yang besar akan menjadi buah. tetapi tidak mempunyai benang sari. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). 1 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M. Fax. Memiliki bakal buah yang sempurna. 021 316 1952.

Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna. warna dan kadar vitamin. yaitu: 1. Yang berbuah musiman. serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam.H. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. 3. Fax. http://www. 5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. harum baunya dan rasanya manisasam. MANFAAT TANAMAN 1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”. selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan. memiliki daging buah berwarna merah semangka.go. industri farmasi dan textil. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pepaya Sempurna Memiliki bunga yang sempurna susunannya. yaitu: 1 Pepaya semangka. 021 316 1952. 3. Berbenang sari 2 . 2. 2) Dalam industri makanan. Jl. kejang perut dan sakit panas. 4. M. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan.ristek.id . 2. Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia. Pasar Induk Kramat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi). Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan: 1. 2) Pepaya burung. 021 316 9166~69. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat.10 dan bakal buah mengkerut. 3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria. dodol pepaya. Jawa Timur (kabupaten Malang). akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa. 4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih). warna daging buah kuning. rasanya manis.

021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www.go. 021 316 9166~69.id .H. 2 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

SYARAT TUMBUH 5.2. M.3. 3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C. sebelumnya bunga-bunga betina membuka. Sulawesi Utara (Manado).H.ristek.1. daun. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). nama tamanan akan kurus. Hal. bunga dan buah rontok. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit/Benih Sebagai bibit dipergunakan biji. Jl. 3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari. 021 316 1952. http://www. Iklim 1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. Ketinggian Tempat Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur. Yogyakarta (Sleman). 021 316 9166~69. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan.id . 6. 2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7.1. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali.go. 2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 10002000 mm/tahun. 5. 5. 5. Sulawesi Selatan (Toraja). Lampung Tengah. 4) Kelembaban udara sekitar 40%. 3 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jati DKI. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu: a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar. Fax. Apabila kekeringan air.

Fax.H. 5) Pemindahan Bibit Bibit-bibit yang sudah dewasa. 4 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Caranya biji-biji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. Biji-biji yang sudah dikeringkan. Hal.ristek. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam.go. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah.5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Jl. 2) Penyiapan Benih Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). http://www. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. 021 316 9166~69. yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua. yakni 1 cm. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. 021 316 1952. Disiram setiap hari.id . Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun. biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0. cukup sedalam biji. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. M. Dengan pemeliharaan yang baik.

id semak dan kotoran lain. 5 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yang digali secara berbaris. 4) Pemupukan Sebelum diberi pupuk. perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu.5 m.3. terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. Hal. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. setelah diberi pupuk yang matang. 2) Cara Penanaman Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sebelum bibit ditanamkan bibit. Apabila biji ditanam langsung ke kebun. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. dengan jarak tanam 2 x 2. M. http://www. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua.H. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan dibersihkan dari rumput. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm.go. dicangkul/dibajak dan digemburkan. tinggi 20-30 cm. Fax. 3) Pengapuran Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5). Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap.2. kemudian . Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Untuk biji yang disemai. panjang secukupnya. setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.ristek. tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu. 021 316 9166~69. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Jl. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. jarak antar bedengan 60 cm. 2) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan. 021 316 1952.

Fax. memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). 50 gram ZA.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.4. d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA. khususnya pupuk organik. dan 40 gram KCl. tergantung dari keadaan. 50 gram KCl. 2) Penyiangan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. M. http://www. dan 75 gram KCl. 35 gram Urea.ristek. memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. tanaman pepaya harus sering disirami. Jl. 50 gram TSP dan 25 gram KCl. c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA. b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 75 gramTSP.H. Pada musim kemarau. 3) Pembubunan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. 50 gram Urea. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas. dicampur dan ditanam melingkar. Cara pemberian pupuk: a) Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia. tergantung dari keadaan. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga. 25 gram Urea. 60 gram Urea. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. 4) Pemupukan Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat. 75 gram TSP.id . 75 gramTSP. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. memerlukan pendangiran tanah. maka harus dibuatkan paritparit.

Fax. http://www. 6 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.ristek.go.

HAMA DAN PENYAKIT 7. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut. 021 316 9166~69. Cara Panen Panen dilakukan dengan berbagai macam cara.id . pangkal batangdan nematoda. 7 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bersungut dan kaki panjang. Fax. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica. Nematoda. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. disarankan agar tidak menanam pepaya kembali. kuning atau hitam. Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau.ristek. untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. Hal.2. dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. 7. PANEN 8. palmivora dan Pythium aphanidermatum. roboh semai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.1. layu dan mati. http://www. ada yang bersayap dan tidak. Menyerang buah dan batang pepaya.leher akar. Penyakit Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. virus mosaik.2. M. 8.H.1. menjaga kebersihan. pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). Hama 1) Kutu tanaman (Aphid). Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning. Kutu dewasa. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang. busuk buah. Jl. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang.go. Apabila lahan telah ditanami pepaya. P. 8. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik.

ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 9. 8. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999.1. kelompok C buah yang cacat dan seterusnya.H.2. Setelah panen pertama. Pengumpulan Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup. Jl. 021 316 9166~69. Pengemasan dan Pengangkutan Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya. Periode Panen Panen dilakukan setiap 10 hari sekali. 9. PASCAPANEN 9.3. 9. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Prakiraan Produksi Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah.4.ristek. misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak. perhatikan bentuk. 021 316 1952. M.go. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan. Penyortiran dan Penggolongan Pilihlah buah secara selektif. kelompok B buah yang sudah siap dimasak. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar. Penyimpanan Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi). bahkan sampai 150 buah.4. dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan.id . 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut. 9. Fax.1. warna dan ukuran.

ristek. M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. http://www. 8 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. Jl. 021 316 1952.

700. Pestisida .- Hal.Rp.500. 7. Rp.Tahun Ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.000.281. Fax. Bibit 2.go. 021 316 9166~69. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun 2.000 kg @ Rp..Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp.000.50. 45.9.300.000..(th ke-2s/d ke4) 7.000.1.200. 7. 1. Tahun ke-1.- Rp.6.500.000. 45.- Rp. @ Rp.000.Koret 5 buah @ Rp. Pupuk . 240.000.800. Rp. 2.500.120. Rp.Rp. 700. Pemeliharaan .Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp.- Rp.Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp.000.8.Tatal Tanduk 2.000.000.Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp.Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp..225.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.000. Rp. Rp.000.700. Rp. 021 316 1952. Tahun ke-2.000.000.000..600.500.000. 7. Rp.250.000. Rp. 7. Keuntungan selama 4 tahun 2. 4.300.H.2.000 kg @ Rp.NPK 2000 pohon @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.Rp. 45.Rp.000.000. 5000.Rp. 7..25.. Rp..800.000.000.000.000. 800.3.31. 8.500. Tahun ke-4.000.500.000. 400.000. 3. 700.000.000 kg @ Rp.Penanaman 10 HKP @ Rp.Cangkul 5 buah @ Rp. Rp. 46.570.500.000.000. 45. 9 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000 kg @ Rp. Keuntungan rata-rata per tahun Rp.000.600. @ Rp. Rp. 8. 11.31.ristek.500.000. Panen dan pascapanen . 562.Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp.3.Panen 75 HKP. Rp.500.75. 7.000 pohon @ Rp. Rp.. 6.Dithene 2 liter/tahun @ Rp.4.000.Biaya lain @ Rp.125. 300.300. 708. 4. 7.25.id .Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp. Rp. 52. Peralatan . Rp.Rp. 24.. Tahun ke-3. Rp.200.500. 88. 700.98.750. http://www. Rp.4.000.500..000.000. 10.31.1.Arit 5 buah @ Rp.000.600. 5.Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp. 150.Rp.000. Jl. 1. Tenaga kerja . 5.500.5... M.418. 600.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.500..Pupuk kandang 500 karung @ Rp.000.-/tahun Total biaya produksi 2) Pendapatan 1.Rp.Total Pendapatan selama 4 tahun 3) Keuntungan 1.000.Pembubunan 50 HKP/tahun.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. Rp. 280.000.600.Rp. 70.500.000 kg @ Rp.

cara pengambilan contoh. e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%. kebenaran kultivar. mutu II seragam 95%. a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip.id . Kelas A : Berat per buah 2. 11. Mutu III 1 strip.5 kg – 1. Perancis. klasifikasi dan syarat mutu. mutu II 0%. mutu III 0%. Mutu III benar 90% c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%. tingkat kerusakan. 10 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. Swedia. yang mencapai 1000 ton per tahun. mutu II benar 95% . Jerman. mutu III seragam 90%. b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%.7 kg Kelas D : Berat per buah < 1. mutu II seragam 95%.8 kg – 2.H. kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran.go. B/C ratio 10. mutu III 0% g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%. mutu II 0%.88 Selama periode 1989-1991. cara uji. 021 316 9166~69. Hal. Fax. d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%. mutu III 0% f) Kadar kotor: mutu I 0%. Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah. ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi. B. Jl.4 kg Kelas C : Berat per buah 1. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi.5 kg atau > 3 kg Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen. terutama untuk melayani permintaan Inggris. Keseragaman ukuran berat.0 kg Kelas B : Berat per buah 1. Klasifikasi dan Standar Mutu Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A. Belanda.5 kg – 3. 021 316 1952. Diskripsi Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996. 11. yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu. STANDAR PRODUKSI 11. mutu II 0%.ristek. http://www. cara pengemasan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. C dan D berdasarkan berat tiap buah. Gambaran Peluang Agribisnis = 1. mutu III seragam 90%. Mutu II 23 strip.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Parameter kelayakan usaha 1.1.2. M.3.2.

Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji.H.5. Pengemasan Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%.kurangnya 10 Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur. 021 316 1952. contoh diambil secara acak. Jl. http://www. 11.4. Pengambilan Contoh Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. mutu III segar > 25% 11. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar. Dapat juga digunakan peti kayu. mutu II segar < 25%. Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar. Fax. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurangkurangnya 5 c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.kurangnya 7 d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurangkurangnya 9 e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang.go.

M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952. http://www.ristek. 11 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

1978. Kaslan A. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1975. Fax. M. 021 316 9166~69. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. 3 3) Tohir. http://www. Jakarta : Pradnya Paramita. 021 316 1952. XV No. 2) Suwarno. Dalam Buletin Agricultural Vol.id .H. Jakarta. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Yogyakarta : Kanisius. 12 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Jl.ristek. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK.go. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya.

pisang disebut dengan Cau. Hal. M. Amerika Selatan dan Tengah. Misalnya pisang ambon. susu. nana atau disebut juga M. raja.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PISANG ( Musa spp ) 1. 021 316 9166~69. Fax. di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang. http://www. cavendishii. 021 316 1952. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp. M. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar). Jl.id . barangan dan mas. SEJARAH SINGKAT Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). sinensis. Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M.go. Di Jawa Barat.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 2. paradisiaca var Sapientum. cavendish. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

3) Pisang berbiji yaitu M. MANFAAT TANAMAN Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin. Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. 3.H. SENTRA PENANAMAN Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba.ristek. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. paradisiaca normalis. Misalnya pisang nangka. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. kertas dsb. Secara tradisional. Hongkong. 4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca). tanduk dan kepok. Arab. pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan.id . http://www. Australia. Jl. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Iklim 1) Iklim tropis basah. Singapura. Pisang dijadikan buah meja. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Misalnya pisang batu dan klutuk. 021 316 9166~69. 5. sale pisang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M.go. Cina. mineral dan juga karbohidrat. SYARAT TUMBUH 5.1. air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun. Pada kondisi tanpa air. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang. kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. 021 316 1952. Amerika Serikat dan Perancis. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. 4. lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Negeri Belanda. M. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian. pure pisang dan tepung pisang. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina.

021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.H.go. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Tanah harus mudah meresapkan air.200 cm. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat. 5.000 m dpl.2. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. Media Tanam 1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus.3. di daerah setengah basah 100 . Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang. mengandung kapur atau tanah berat. 5. 3) Curah hujan optimal adalah 1.200 cm dan di daerah kering 50 . Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0. helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 . Pisang ambon. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. http://www.000 m dpl 6. 021 316 9166~69. Fax.07%. M. 2) Penyiapan Bibit Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri.5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 1) Persyaratan Bibit Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1. Ketinggian Tempat Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.H. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak. 2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif.ristek.520–3. nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1. Pembibitan Pisang diperbanyak (anakan).1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m.150 cm.id dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas . Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. 021 316 1952.go. Jl.

H. Jl. http://www. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.id .ristek.go. 021 316 1952. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Satu Hal.

5–1% selama 10 menit. pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin. 3) Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. 6. juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bersihkan tanah yang menempel di akar. b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering.2. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri.H. rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. rumput atau semak-semak. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim. sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut: a) Setelah dipotong. prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang. 021 316 9166~69. M. 3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit. dilakukan pemotongan/penjarangan tunas. c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0. pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air.go. Buang daun-daun yang lebar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Jl. Untuk membuka lahan perkebunan pisang. penggemburan tanah yang masih padat. 2) Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.id . Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan. 021 316 1952. http://www. dilakukan pembasmian gulma. d) Jika tidak ada insektisida. Fax. Lalu bibit dikeringanginkan.

4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id .go. 021 316 9166~69.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.

pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa. 2) Penyiangan Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik. kelapa dan arecanuts. sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15– 20 kg.go. http://www. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. 021 316 1952.3. Fax. Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. M. satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. 021 316 9166~69. kakao.3 x 3. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3.ristek. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Di India Barat.id .H. 3) Perempalan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah. 3) Cara Penanaman Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober).3 m untuk tanah berat. 2) Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik.4.

Hal.H. Fax.id . M. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu.ristek. http://www. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.

6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.5 mm diberi lubang dengan diameter 1. Setelah sisir pisang mengembang sempurna. 6) Pemberian Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. Jl. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0. 021 316 1952. 138 kg super fosfat. Untuk satu hektar. tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun).H. tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. 5) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jarak tiap lubang 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. http://www.ristek. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan.25 cm. 7) Pemeliharaan Buah Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. pisang memerlukan 207 kg urea. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. M.5 cm. 021 316 9166~69. Hal. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma.id .go. 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Bagian yang diserang adalah akar. M. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan. dapat dicoba dengan insektisida Malathion. Gejala: jaringan menjadi kemerahmerahan seperti berdarah. mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Nematoda (Rotulenchus similis. batang. 2) Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Bagian yang diserang adalah kelopak daun. Bagian yang diserang adalah daun. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. kulit buah berkudis. http://www. Fax. Gejala: pertumbuhan buah abnormal. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun. bersihkan rumpun dari sisa batang pisang. Gejala: daun layu dan putus. Hama 1) Ulat daun (Erienota thrax. Penyakit 1) Penyakit darah Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). akar bengkak. pelepah daun membelah membujur. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang.) Bagian yang diserang adalah daun. Jl.id . 4) Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. HAMA DAN PENYAKIT 7. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952. gunakan bibit yang telah disucihamakan. keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.2.go.H. Hal. 2) Panama Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Gejala: tanaman kelihatan merana. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada. Radopholus similis). tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil. batang pisang penuh lorong. 7.1. Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam.) Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun.

http://www. 021 316 9166~69. 4) Layu Penyebab: bakteri Bacillus . Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. 021 316 1952. Penanggulangan dilakukan dengan: 1) Penggunaan herbisida seperti Paraquat. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Misalnya Geophila repens. tidak memanjat batang pisang. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. 8. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.ristek.2. tidak mudah diserang hama-penyakit. PANEN 8. 7. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit.id . Gesapax 80 Wp. tahan naungan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Bintik daun Penyebab: jamur Cercospora musae. Ciri dan Umur Panen Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat. Gunakan pisau yang tajam dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen. Bagian yang diserang adalah daun pucuk. 5) Daun pucuk Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Jl. 2) Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi. Fax. Bagian yang diserang adalah akar. 8.H. Roundup dan dalapon. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Gulma Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk. Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. Gejala: tanaman layu dan mati.go. Cara Panen Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. 3) Menutup tanah dengan plastik polietilen.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB). Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera.3. M.

Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69.H. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952. http://www. Jl.ristek.

000. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan.H. 1) Biaya produksi 1 ha pisang dari tahun ke-1 sampai ke-4 adalah: 1. di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. PASCAPANEN Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha). 10. sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. 8. 8. 021 316 1952.go. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali.300. M.3. Tahun ke-1 Rp. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. 5.338. Tahun ke-4 Rp.000. 4. 4. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah.4. Untuk pengiriman ke luar negeri. 4.545. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9.ristek.4. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas. Fax.235. panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif. Perkiraan Produksi Belum ada standard produksi pisang di Indonesia.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya pisang dengan luasan 1 ha di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.000. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bersih waktu memotong tandan. Tahun ke-3 Rp.id . http://www. batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. Periode Panen Pada perkebunan pisang yang cukup luas. Tahun ke-2 Rp.3. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.2.518. Jika tersedia tenaga kerja.

H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek.id . 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. M.

Keuntungan selama 4 tahun penanaman 2.500. 7.Rp. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh. Amerika Tengah. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil. 12.000 tandan 4.000.000. Angka ini belum dicapai di Indonesia. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha. STANDAR PRODUKSI 11. Di negara tersebut. 021 316 9166~69.000 tandan 3) Keuntungan 1.Rp.925. Ekuador dan Filipina. 11.700. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pengambilan contoh. Keuntungan/tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. Tahun ke-4: 0. 12.8 x 2. Tahun ke-3: 0. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia.1.000. saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik. Panama.go.000.000. Hal.10.000.363. Tahun ke-2: 0. Jamaika.= 2. Fax. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%.2. 6.000. Kolombia. 021 316 1952. Ruang Lingkup Standar ini meliputi: klasifikasi dan. syarat penandaan dan cara pengemasan. budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penerimaan tahun ke I sampai IV *) 1.000 tandan 3.000.8 x 1. http://www. Output/Input rasio Keterangan : *) perkiraan harga 1 tandan Rp. 5. syarat mutu.Rp.id .000 tandan 2.H. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan.Rp.8 x 2. Jl.150 Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko. M.840. 12.8 x 2. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.Rp. karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang mungkin dilakukan. Tahun ke-1: 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 23. cara uji.ristek. Tanah dan iklim kita sangat mendukung penanaman pisang.

Jl. Hitung jumlah yang rusak lalu bagi dengan jumalh keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. Kelas B 2. c) Penentuan Tingkat Ketuaan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. b) Penentuan Keseragaman Ukuran Buah. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Tingkat Ketuaan Buah (%): Mutu I=70-80. amati satu persatu secara visual dan pisahkan buah yang tidak sesuai dengan untuk kultivar ang besangkutan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ukur panjang dari setiap buah contoh dan dihitung mulai dari ujung buah sampai pangkal tangkai dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur yang sesuai. pisahkan kotoran yang ada pada buah dan kemasannya seperti tanah.H. Kelas C < 2.5-3.id .1-20. batang. Hitung jumlah dari seluruh contoh buah pisang segar. Hitung persentase jumlah jari buah pisang yang dinilai mempunyai bentuk dan warna yang tidak khas untuk kultivar yang bersangkutan terhadap jumlah jari keseluruhannya.0 b) Berat Isi (kg): Kelas A > 3. amati secara visual kotorang yang ada.0. Mutu II=Mulus g) Serangga: Mutu I=bebas. 021 316 1952. http://www. sedangkan yang masih sangat nyata sudutnya berarti tingkat ketuaan masih 70% atau kurang. Mutu II=bebas Adapun persyaratan berdasarkan klasifikasi pisang adalah sebagai berikut: a) Panjang Jari (cm): Kelas A 18. M.5.1-16. e) Penentuan Kadar Kotoran Timbang seluruh contoh buah yang diuji. getah.3.go. Mutu II=bebas h) Penyakit: Mutu I=bebas. 11.5 c) Dimeter Pisang (cm): Kelas A 2.5 Untuk mencapai dan mengetahui syarat mutu harus dilakukan pengujian yang meliputi : a) Penentuan Keseragaman Kultivar.0. d) Penentuan Tingkat Kerusakan Fisik/Mekanis Hitung jumlah jari dari seluruh contoh buah pisang. Mutu II= 0 e) Tingkat kerusakan fisik/mekanis (% Bobot/bobot): Mutu I=0. Hitung jumlah jari buah pisang yang tidak sesuai dengan kultivar tersebut. Kelas B > 2. Ukur pula garis tengah buah dengan menggunakan mistar geser. Fax.1-18. Kelas B 16. Mutu II=seragam d) Kadar kotoran (% dalam bobot kotoran/bobot): Mutu I=0. Mutu II=seragam c) Keseragaman Ukuran: Mutu I=seragam. Pisahkan sesuai dengan penggolongan yang dinyatakan pada label di kemasan. Buah yang tidsak bersudut lagi (hampir bulat) berati sudah tua 100%. Kelas C 14. Perhatikan sudut-sudut pada kulit buah pisang segar. Amati satu persatu jari buah secara visual dan pisahkan buah yang dinilai mengalami kerusakan mekanis/fisik berupa luka atau memar.5.ristek.2.0. Cara kerja dari pengujian adalah . potongan daun atau benda lain yang termasuk dalam istilah kotoran yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.0. Diskripsi Standar buah pisang ini mengacu kepada SNI 01-4229-1996. 021 316 9166~69. Mutu II=0 f) Kemulusan Kulit (Maksimum): Mutu I=Mulus. Mutu II <70 & >80 b) Keseragaman Kultivar: Mutu I=seragam. Kelas C < 2.

021 316 9166~69. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .H.ristek. http://www. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Contoh diambil secara acak sebanyak jumlah kemasan. Banana. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang.id .go. Sinar Baru. Jl. alasi/lapisi bagian bawah dan sisi dalam kardus dengan lembaran plastik/kantung plastik. Dapat saja kelompok (cluster) pisang dibungkus dengan plastik lembaran/kantung plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus karton. 1993. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut. 11. Tropical Agriculture Series. kardus karton yang digunakan berukuran 18 kg atau 12 kg.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. a) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 1–5 : contoh semua b) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 6–100 : contoh : kurangnya 5 c) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 101–300 : contoh kurangnya 7 d) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 301–500 : contoh kurangnya 9 e) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 501–1000 : contoh kurangnya 10 11.V. Bertanam Pisang. 1990. 021 316 1952. Berat kotoran per berat seluruh contoh buah yang diuji kali dengan 100%. Pengemasan Untuk pisang tropis. diberi label yang bertuliskan antara lain: a) Produksi Indonesia b) Nama kultivar pisang c) Nama perusahaan/ekspotir d) Berat bersih e) Berat kotor f) Identitas pembeli g) Tanggal panen h) Saran suhu penyimpanan/pengangkutan sekurangsekurangsekurangsekurang- 12.H & N. Sebelum pisang dimasukkan. lalu timbang seluruh kotorannya. Sinar Baru. Bandung. R. New York. 1990.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menempel pada buah dan kemasan. Fax. Simmonads.V. 3) Stover. M. C.H. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah pisang segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Bandung 2) Rismunandar. Pada bagian luar dari kemasan.W. http://www. DAFTAR PUSTAKA 1) Rismunandar. Longman Scientific ang Technical.5. 021 316 9166~69.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. C.

H. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.

http://www. Fax. 341. Jl. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Hendro Soenarjono. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.ristek.go. Trubus no. Jakarta. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1998.H. 021 316 1952.id .

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN RAMBUTAN ( Nephelium sp. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah. kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. kenyal. kulit buah berwarna merah kuning. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. halus. panjang rambut). SEJARAH SINGKAT Rambutan (Nephelium sp. ngelotok dan daging buahnya tebal. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis. 2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae.go. JENIS TANAMAN Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. Fax. warna kulit.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kandungan air. bentuk. M. 2.H.id . dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik. Jl. daging buah manis dan agak kering. ) 1. Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M.H. Jl. 021 316 9166~69. Fax.

5. warna kulit buah merah tua sampai merah anggur. Malang. kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon. 4. hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok. lembek dan tidak ngelotok. Fax. sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan. zat tepung. buah ini tahan dalam pengangkutan. vitamin dan zat mineral makro.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun 3) Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam. Jl. rasa manis.rasa buah manisa sam. 3) Rambutan Cimacan. 5) Rambutan Sinyonya. 2) Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1. zat lemak. dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi.ristek. banyak berair. 4) Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar. zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial. tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan. intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan. rambut kasar dan agak jarang. 3. http://www.500-2.1. mikro yang menyehatkan keluarga. dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang. MANFAAT TANAMAN Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi.H. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Iklim 1) Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga. zat protein dan asam amino. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Probolinggo.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik. 021 316 9166~69. dengan rambut halus dan rapat. jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa.go. Lumajang dan di Garut. sebagai tanaman hias. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sejenis gula yang mudah terlarut dalam air. 021 316 1952. rasanya manis dengan asam sedikit. M. Kuningan. kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua.

M. 021 316 1952.go.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.ristek.

PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 9166~69. 2) Penyiapan Benih Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap disemaikan. Rambutan. Fax. 3) Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah.id . 5.ristek.5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. juga dapat tumbuh baik pada tanah yang banyak mengandung bahan organik ataui pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir. Ketinggian Tempat Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30500 m dpl. 2) Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kempes). Rambutan Sinyonya. 5.go. Lebak bulus. Media Tanam 1) Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sediki