• ALPlAKA'r • ANGGREK • ANGGlAR • APeL • nAf.lLIA • nlAKlA • GLAnl~L • f.leRSA§ • JAGlANG • JAf.

le • JAMSlA AIR • JAMSlA SIJI • JAMSlA Me're • JeRlAK • KACANG 'rANAf.I • KeneLAI • Ken~Nn~NG • KINA • KRI§AN • KlAMI§ KlACING • KlANfl'r • MANGGA • MANGGI§ • MA(f)AR • MeLA'r1 • MeL~N • NANA§ • PAnl • PALA • PePAfA • PI§ANG • RAMSlA'rAN • §AGlA • §ALAK • §A(f)~ • §eMANGKA • §INGK~NG

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

ALPUKAT / AVOKAD
( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1.

SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 19201930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Ranales Keluarga : Lauraceae Marga : Persea Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 1/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m. b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 2/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong). f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering. g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm. h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm. i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3.

MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4.

SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim Hal. 3/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. 3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat. 4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C. 5.2. Media Tanam 1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. 2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. 5.3. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 2) Penyiapan Bibit Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok. Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama Hal. 5/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane. Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja. 6.2. Pengolahan Media Tanam Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Penanaman Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietasvarietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain. 2) Pembuatan Lubang Tanam a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam. 3) Cara Penanaman Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut: a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh. c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin. 2) Penggemburan Tanah Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus. 3) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi. 4) Pemangkasan Tanaman Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. 5) Pemupukan Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akarakar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl Hal. 8/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter. 2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat. 3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas. Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter. 4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hal. 9/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula. 5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha. 7.2. Hama pada Buah 1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 10/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara. 7.3. Hama pada Cabang/Ranting 1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf). Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter. 7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur 1) Antraknosa Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter. 2) Bercak daun atau bercak cokelat Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintikbintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux. 3) Busuk akar dan kanker batang Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 11/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen.5 gram/liter. jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru. tunas mudanya jarang tumbuh. dengan dosis 2-2. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah: a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap. luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. menimbulkan bunyi yang nyaring. yang kemudian menjalar ke bagian buah. 4) Busuk buah Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik.go. 021 316 9166~69. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon.H. buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang. 8. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian.1. Saat dipanen. 8. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan. Jl. yaitu dipetik menggunakan tangan. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki.3. M. 021 316 1952. http://www. karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. c) bila buah digoyang-goyang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu. b) bila buah diketuk dengan punggung kuku. perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh.2. Untuk memastikannya. akan terdengar goncangan biji. Cara Panen Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat. dan musim Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek.id . PANEN 8. 8. Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri.

M. http://www. Jl.id . 021 316 1952.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember. dan Februari. Januari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di Hal. 021 316 9166~69. Fax. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

1. 9. 021 316 1952.id .H. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. 9. 3. Tidak cacat. Jl. tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pencucian Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel. Pemeraman dan Penyimpanan Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak.3. semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat. http://www. 8. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g. Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Bentuk buah seragam. Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat. 021 316 9166~69.go. PASCAPANEN 9.2. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk keperluan ekspor. 4. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg. Penyortiran Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng. kulit buah harus mulus tanpa bercak. musim panen dapat terjadi setiap bulan. maka buah harus diperam terlebih dulu. 9. Prakiraan Produksi Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun.4. dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat. Ukuran buah seragam. buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut: 1. Cukup tua tapi belum matang. 2. Fax.ristek.

13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. http://www. 021 316 1952.ristek. Fax.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

936 kg @ Rp.1. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni. 021 316 9166~69. lalu diangkut dengan menggunakan truk.Pupuk kandang 3 ton@ Rp. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp..Rp. 14.000.Tahun ke-5-10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Sprayer Rp. M.4. kemudian ujungnya diikat rapat. 1.KCl Tahun ke-1-4. 1. 3. Pupuk . 9.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana.TSP Tahun ke-1-4. buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang.Tahun ke-5-10.Hal. 10.616 kg @ Rp.600.250.000. 14.Tahun ke-5-10.210. 2.Rp. umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.Cangkul .1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas.097. alpukat dibungkus kertas tissue.907. 70. maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C. 1) Biaya produksi 1. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor. Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi). 1.- Rp. Rp. 1.450.go.317 kg @ Rp.936 kg @ Rp.500.id . 1.Rp. http://www.500.000. kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih. Rp.200. 9.000.Rp.650.Urea Tahun ke-1-4.801 kg @ Rp. 2. Bibit okulasi: 121 batang @ Rp.H.. 150.Rp.600.10. Untuk pemasaran di dalam negeri. Peralatan .4. Jl.-/ton .Rp. Pestisida dan fungisida 5. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.400. 240.ristek.500.694 kg @ Rp.2. yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat. Dengan cara tersebut.100. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi.701.000. 1. 1. 1.650.000. 19. 9.166. 1.000. Fax.795.Rp.600.904. 11. 021 316 1952.

.000. 43. 7. 3.000.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp. Rp. 3.Tahun ke-10.Rp.000. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7).000. 7. 22.000.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. 3.000. 42. Tahun ke-7.000.Pemangkasan 4 HOK @ Rp. 7.. 7. 336.2.Rp.Rp.175.300.300.Rp. 6.Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) . 7.Tahun ke-8.550. 7.Penyiraman 15 HOK @ Rp.000.000. 021 316 1952.000.000.300 kg/ha.go. 3. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar.000. 3.Penanaman 7 HOK @ RP. 7. 245.958.500.000. Rp.3. Rp. 126.500 kg @ Rp.7. 3.000.000.Rp. Tahun ke-9. 11.000. 336. Tahun ke-5.Rp. 336. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 336.7. Tahun ke-6.49.Rp. 021 316 9166~69.500.. M.000. Tahun ke-10. Rp. 7.500.1.750.841.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.800 kg @ Rp. 7. Tahun ke-4.28.Tahun ke-7.750. 18 HOK @ Rp. Jl..Rp.800.H.000. 12.- Rp. 12. Fax.000.ristek.280.700..000.000.105. 7. 10. 48HOK @ Rp. 9. Tenaga kerja . 42.700.000.000. 64. 35 HOK @ Rp. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12..750. 7.2 Gambaran Peluang Agribisnis Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif.500.500 kg @ Rp. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500. http://www.Jumlah pendapatan dalam 10 tahun 3) Keuntungan dalam 10 tahun Rp.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.000.000. Rp.000.240.000. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.400.4. 400. 34.Rp.000. 7.5.300 kg @ Rp.Rp. 12. 154.000 kg/ha. Tahun ke-8.500 kg @ Rp.Rp. 3. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah. Rp.000. 43.000 kg @ Rp.Rp.Rp.6. 7.500.id .Tahun ke-9.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan 1. Rp.000.500.000.200 kg @ Rp.700. 48 HOK @ Rp.Tahun ke-6.Tahun ke-5. 12.000. Panen dan pascapanen Tahun ke-4.000.000. 48 HOK @ Rp.500.105.000.Rp.Rp.Rp. 22 HOK @ Rp.- Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3.000. 3. 48 HOK @ Rp.000.

Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. M.ristek. 021 316 9166~69. http://www.

go. baik di pasar lokal maupun eksportir. 021 316 1952. kemudian menyusul Saudi Arabia. 11. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi.H. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang. segar dan bersih. Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer. pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya. utuh. yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam. dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5.3. 11. STANDAR PRODUKSI 11. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua.876 US$.id . Jl.ristek. Fax. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda. cara pengujian organoleptik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.749 kg dengan nilai 10.-/kg. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.750. Mutu Klasifikasi dan Standar Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat.. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN belum tergali. Perancis. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3. Sebagai contoh.. 021 316 9166~69.sampai Rp 1.sampai Rp 600. dan Brunei Darussalam. http://www. M. Selain di pasar lokal. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil. Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun 1991 berkisar antara Rp 200. seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor. dan harga bisa mencapai Rp 700. mutu II seragam.-.790 kg dengan nilai 379 US$.1. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran. 11. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara pengujian mutu.

http://www.b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. Jl.go. mutu II tua tapi tidak terlalu matang. M. Fax.ristek. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara pengijian organoleptik TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

golongan ukuran. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. berat bersih. nama/kode perusahaan/eksportir. minimum jumlah contoh yang diambil 9. cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. cara pengujian SPSMP310-1981 g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. http://www. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. cara pengujian SP-SMP3091981 f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. 11. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras. daerah asal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Bentuk: mutu I normal. 021 316 1952.id .ristek. minimum jumlah contoh yang diambil 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. minimum jumlah contoh yang diambil 10. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. jenis mutu. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. minimum jumlah contoh yang diambil 15. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. cara pengujian organoleptik 11. M. mutu II bebas. Fax. tengah dan bawah.5. mutu II 10%. cara pengujian SP-SMP3111981 h) Kotoran: mutu I bebas.go. mutu II 2%. mutu II keras. Jl. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. 021 316 9166~69. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. minimum jumlah contoh yang diambil 7.6. mutu II kurang normal. mutu II kurang seragam. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan.

H.go. M. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Jl. 021 316 9166~69. DAFTAR PUSTAKA Hal.ristek. 021 316 1952.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. J. 12) Sunaryo. G. H. (Nov. "Alpukat". "Bibit alpukat sambung dini. Appleton and company. crops. 192 hal. "Tropical crops dicotyledons". 021 316 9166~69. Departemen pertanian. Emi (1997).ristek. D. 5) Lawrence. Arry (1989).R.. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". I. Hal.H.) hal. 6) Mardisiswojo. Hetty. "Diseases of the avocado". Fax. (1961). Washington. (1953). 15) Wirasmanto (1971). 617 hal. Rismunandar (1981). Suminarsih. (ed. 10) Purseglove. 55 hal. New York: D. S. 11) Rismunandar (1981). Coit.E. (1974).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). 512 hal. Moehd. (1937). R. Jl. http://www. 875 Jakarta. "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan". 253 3) Indriani. soils. "Taxonomy of vasculer plants" New York: The Mac Millan Company. 192. "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura". Warta Pertanian (10) hal. I. commercial importance and opportunities of tropics". (1978). Vol." Trubus. D. 13) Supriyanto. "Penggunaan alpukat". "Tropical agriculture.C. live stock. J. "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III. 24.J. 7) Ochse.. M. Year Book. 31 hal. Batavia: G. (4) hal.go. 4) Kalie. 112 hal. Jakarta: Karya Wreda. 20 ed. "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya".J. Bandung: Sinar Baru. hal. "Avocado fertilization.id . H. K. Mangunsudarso.W. Jakarta: Penebar Swadaya. 2) Hodson. J. 14) Tohir. "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies". Bandung: Sinar Baru 39 hal. 16) Zentmeyer. 8) Ochse..W.).A. (1931). th 9) Palmer. "Tropical and subtropicak agriculture". 112 hal. New York : The Mac Millan Company. Jakarta: Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi. "The avocado a gift from the middle Americas". Economic Botany. Yogyakarta: Kanisius. J. (1950).H. London: Longman. 235 hal. cultural methods. The climate. 19. Dalam: The year book of agriculture United States Departement of Agriculture.A. 96 hal. G. (1951). (1968).M. Y. Baga (1997). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.F. Kolff and Co. Cal. Avocado Ass'n.

Jl. Vanda hookeriana. http://www. SEJARAH SINGKAT Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera. 2. 021 316 9166~69. anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis.id .H.ristek. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGREK 1. M. Hal. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. JENIS TANAMAN Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah.go. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. anggrek Apple Blossom. Fax. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis. 021 316 1952.

Arang kayu . akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek. 3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12.7 derajat C. Di Indonesia. 5. http://www. 3. Fax. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pecahan genting/batu bata. baunya yang khas.2. 5.1. 021 316 9166~69. anggrek banyak terdapat di Jawa Barat. 4. maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng). 2. Iklim 1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan. 5. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Jika suhu udara malam berada di bawah 12. Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek.7 derajat C. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu. 2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Potongan batang pohon enau. Kulit kayu yang dibuang getahnya. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Sumatra ataupun di Irian Jaya.go. 4. 4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus. 021 316 1952. sedangkan di Asia adalah Muangthai. 3.ristek. Ijuk. Serat Pakis yang telah digodok.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi.H. bahan minyak wangi/minyak rambut. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan. yaitu: 1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. Jawa Tengah. Jl.id . SENTRA PENANAMAN Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris. 7.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. http://www. 021 316 1952. Jl.id . 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. M.

1. M. bunga lebat dan indah. sekam. dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl. daun subur. sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri. 021 316 9166~69. Phaphilopedillum Bellatum 2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C. pertumbuhan pesat. Dipakai media pecahan genting. yaitu: bentuk batang kuat. PEDOMAN BUDIDAYA 6. darah binatang. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit anggrek yang baik. serat pakis dan lainnya. serabut kayu. Jl. tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari. Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan. dengan ketinggian 150-1500 m dpl. 21 derajat C pada malam hari.ristek. pupuk kandang. 3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia. Fax.2.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6.go. pupuk kandang/daundaunan. serat pakis dan lainnya. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari. 021 316 1952. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya.id . ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. http://www. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5.3. dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Contoh: anggrek jenis Cymbidium. 5. pada malam hari. 2) Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos. Contoh jenis anggrek ini adalah: 1. 3) Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dendrobium phalaenopsis 2. perlu diberi makanan tambahan seperti kompos. Onchidium Papillo 3.

021 316 9166~69. M.go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952. Fax.

Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. b) Mensterilkan biji Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter. Fax. MnSO4 : 0. Sebelum botol dibuka. http://www.25 gram 7. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali. b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat. Agar-agar : 15–17. MgSO47H2O : 0. Jl.00 gram 2.5 gram 9. dimasukkan ke dalam botol. e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu: 1.25 gram 5. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Memeriksaan dengan mikroskop. baik atau tidaknya biji anggrek.go. KH2PO4 : 0. c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyebaran Biji Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. 021 316 1952. (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). digojog berulang kali (2–3 kali). 021 316 9166~69. M. atau kain sisa yang dipotong potong. FeSO4 4H2O : 0.ristek. ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Penyebaran biji anggrek Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. Ca(NO3)2H2O : 1. Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut: a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih. Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades.id . yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.25 gram 4. (NH4)2SO4 : 0.25 gram 3. Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. Aquadest : 1000 cc Hal. d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas).H. Saccharose : 20 gram 6. leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman.0075 gram 8.

dan akar pakis warna coklat. K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna. Akar pakis setelah dicuci. yang berisi potongan genting/batu bata Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah. Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. 4) Pemindahan Bibit Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar. P. direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa: a) Urea atau ZA : 0. tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). M. tumbuh akar. Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah. 5) Pemindahan dari Pot Penyemaian Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi.25 mg c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0. dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69.go.ristek. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U. maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm.id .2.25 mg d) Air : 1000 cc Alaternatif lain sebagai alas makanan. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm. yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. 021 316 1952. Fax.50 mg b) DS. kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). TS atau ES : 0. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin. dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam. Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat bersih. http://www. Siapkan pecahan genting. dengan posisi miring. 12 cm atau 16 cm yang berlubang.

H. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go.

5 m. Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN merah. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris. Jl. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek. http://www. M.4. Anggrek di letakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot. Pengolahan Media Tanam Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan: a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman). yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah.2. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel. 6. b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek. kemudian pot diisi pecahan genting. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. 6.id . Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing 1. 2) Penyiangan Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis anggrek. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin.H. Teknik Penanaman Penanaman tanaman anggrek. kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. 6. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian.3.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian batang anggrek diikat pada tiang.

021 316 1952. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .ristek. M. http://www. 021 316 9166~69. Jl. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

K: 1. K dengan cara misalnya : 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C. Teknik pemberian pupuk buatan adalah: a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati. P. ayam dan lain-lain. Si. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah.H. S. Perbandingan N:P:K=6:3:1. yaitu: a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N. yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. P. N. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk. 021 316 1952. cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya.6 gram untuk 1 liter air 2. kerbau. H. 021 316 9166~69. P. TS. dst. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. Urea : 0. kambing. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan. maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N. Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda.1 gram untuk 1 liter air b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. apalagi pada musim kemarau. sapi. K. Sc. c) Penyemprotan. M. untuk P dipakai pupuk ES. Mn. O. Zn. http://www.3 gram untuk 1 liter air 3. K. dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4). Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. K.00 sore. DS : 0. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. P. Mo. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5.go. Mg. b) Disiramkan. berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Jl. V. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. K2SO4 : 0.ristek. B. jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar. Urea : 0.3 gram untuk 1 liter air 3. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana. antara lain: Cu. P. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea. Fax.3 gram untuk 1 liter air 2.3 gram untuk 1 liter air c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka akarnya ditutup plastik. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air. Ca. DS. ES : 0. ZK : 0.id .

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. Jl.H.ristek. 021 316 9166~69.id .

Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya. setelah beberapa bulan banyak menyerap air. bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur. d) Potongan kulit pakis. kumbang. baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. baik untuk menyiram karena jernih dan steril. 021 316 1952. b) Air sumur. 021 316 9166~69.00. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air. keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air. pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. d) Air kali/air selokan. Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan. Jl. dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air. c) Remukan akar pakis yang hitam. tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk.id .go. penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak.ristek. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat. M. untuk kutu Hal. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Air hujan. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. b) Potongan sabut kelapa. yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman. dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari: a) Air Ledeng. Jika potongannya besar.H. PH yang baik sekitar 5. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit. mudah terjadi penguapan.6-6. tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. lebih baik pada sore hari sekitar jam 5. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kutu d) Kelthane dosis 2 gram/liter air. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari. Fax. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut: a) Pecahan genting/pecahan batu merah.

021 316 9166~69.H. b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik.go. Untuk jenis belalang berukuran kecil. Jl. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida. 021 316 1952.605 dosis dibasahi air. 7. Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun. tapi tidak menyerang tunas daun. untuk keong dan bekicot air Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu: a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. perlu pengamatan cermat. HAMA DAN PENYAKIT 7. 5) Kutu babi Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut. harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter. http://www. untuk keong dan bekicot air f) Falidol E. Fax. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek.id .ristek. 2) Semut Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. 3) Belelang Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Metadeks dosis dibasahi air. 4) Trips Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda.1. apabila serangan sudah parah. berwarna kemerahan jumlahnya banyak. bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. Hal. Hama 1) Tungau/kutu perisai Gejala: menempel pada pelepah daun.

8) Kumbang Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh.ristek. Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. seperti ulat. http://www. Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan. tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. 021 316 9166~69. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot. Jl. sehingga menyebabkan bintik putih/kuning. kuncup bunga. 021 316 1952. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol. lalu berwarna coklat dan mati. 10) Kepik Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek.H. Fax.2. apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon. lalu botol ditutup kembali.id . Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal. kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Keong Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. 11) Kutu tudung Gejala: daun menjadi kuning. 9) Ulat daun Gejala: menyerang daun. tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol. tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. tidak sehat. kumbang dan trips. kalau kecambah anggrek terlanjur besar. bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik. Hal.go. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7. 7) Red Spinder Gejala: bercak putih di bagian bawah daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. M. Penyakit 1) Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya. dicofol. dilakukan dengan steriil.

tanaman kerdil dan tidak sehat. Penyebaran penyakit ini lewat air. Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida. 021 316 1952. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. 7) Penyakit busuk Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi. tanaman sangat tidak sehat.id . dibakar sampai musnah. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate.H. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. terutama pada cuaca sangat lembab. bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate). Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru. Fax.ristek. 5) Penyakit busuk akar Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani. tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. Pada serangan berat. menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar. M. Pada serangan yang parah. daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. Tanaman terlambat tumbuh. yang masih segar dan bersih. Media tanaman dan seluruh pot Hal.go. http://www. kecambah anggrek akan membusuk dan mati. seluruh rizhoma menjadi ungu. kerdil dan mengakibatkan kematian. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. Penyakit ini sangat ganas. penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. 4) Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. lalu melebar. 021 316 9166~69. Jl. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot. namun pada rhizoma terdapat garis-garis. 6) Penyakit layu Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium. 3) Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang. Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun. daun dan umbi batang menguning. atau lingkaran berwarna ungu. berkeriput. alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. tipis dan bengkok. diikuti pembusukan pada umbi batang. karena mematikan dan cepat menular.

Khusus pada Cattleya. 12) Penyakit busuk hitam Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora. lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. 8.5 % selama 1 jam. lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. tergantung jenisnya. Fax.ristek. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. Ferban.H. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit. pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Semprotkan Physan 20. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun. Umumnya tanaman angrek dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. 021 316 1952. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau.TTG BUDIDAYA PERTANIAN didesinfektan dengan Natrippene 0. lalu melunak dan busuk. M. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit. Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik 8) Penyakit bercak coklat Gejala: bercak coklat pada permukaan daun.id . Penanggulangan: peralatan kebun harus steril. Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45. Truban atau Banrot. Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. 9) Penyakit busuk lunak Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora. 021 316 9166~69. penyebarannya agak lambat. serta mensterilkan segala alat yang dipakai. PANEN 8. bergaris atau lingkaran. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik.1. akhirnya daun mati. 10) Penyakit bercak bercincin Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum).go. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga Umur tanaman anggrek berbunga. Jl. Benlate. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. http://www. Physan. bagian yang sakit dipotong dan dibuang. 11) Penyakit Cymbidium Penyebab: virus Mozaic Cymbidium. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tangkai bunga yang dihasilkan kirakira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai. bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung.

M. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. Jl.ristek. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

tidak kena penyakit ataupun luka. Penyortiran dan Penggolongan Bunga dipilih yang bagus. Jl. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dalam larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam. Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. Fax. 9. pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dari pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih. Jenis anggrek Dendrobium dapat dipanen dalam bentuk: a) Tanaman muda untuk bibit b) Tanaman dewasa untuk tanaman hias c) Bunga potong Tanaman muda untuk bibit biasa dijual dalam bentuk pot kecil.2.ristek.2. Pengumpulan Pengumpulan bunga anggrek dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga.1. Prakiraan Produksi Bibit anggrek yang sudah dewasa dan sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 021 316 9166~69. sehingga dilakukan pada saat: a) Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai. http://www. Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud untuk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya. 8.go. sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman sudah berbunga.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . b) Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut.3. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain: Hal. 9. PASCAPANEN 9. c) Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen. Cara Pemetikan Bunga Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan. M.3. Untuk bunga potong dipilih tangkai yang kuntumnya paling banyak sudah mekar (kuncup tersisa 1–3 kuntum). 021 316 1952.

b) 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. 1) Biaya produksi 1.25 m x 12 m. 021 316 9166~69. dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga.000..Kantor Deputi Bidang dan Pemasyarakatan Ilmu PengetahuanRp. ke 4 di atas umur 8 bulan. Bibit . pemilihan dan pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara: 1) Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis.250.4. 750. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah dilakukan pembersihan.Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp. 40.2.4.Bibit: 8 botol @ Rp.id . dan Teknologi . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.2 gram quinolin per liter.sampai Rp. 100.Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Larutan seven up dengan kadar 30 %. M.d. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 4) Bungkusan-bungkusan bunga disusun bersilang di dalam kotak karton yang berlubang sampai cukup padat.H.000. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp. http://www. 5) Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape. Pengawetan untuk bunga yang dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dalam larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dalam kantong plastik dan kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau disimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C. 3) Pembungkus bunga dan pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang. 021 316 1952. Fax.1. 2) Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah. 75.000. 320. Untuk satu pohon/pot dapat menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali. kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm.000.000. 1. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 10. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1. Perlengkapan .-.go.ristek.Arang: 80 kg @ Rp.500.. c) 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter.Rp. ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai. Jl. 1000.Pot ukuran 15 Menegristek cm: 400 bhPendayagunaan @ Rp. 750. Pada panen ke 2 s. d) Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0.

Fax.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www.go.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

= 1.73 Dalam usaha anggrek ini sangat visibel dan modal akan kembali dalam waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman dan apabila penjualan dimulai dari sejak dalam botol.go.ristek.3. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi.Rp.000. Rp.2.Rp.750. 7. 2.. 11.000.500.500. 11.Rp.207. 021 316 1952.H. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. kebutuhan bunga potong dalam negeri per tahun untuk berbagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai. syarat penandaan dan pengemasan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 15.Kerangka: 1 unit bambu 3.150.000.000. Diskripsi Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia tercantum dalam SNI 01– 3171– 1992. 10. cara pengambilan contoh. Jumlah tersebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor. mutu II=67. Fax.Furadan . STANDAR PRODUKSI 11. a) Aranthera James Storie 1. 021 316 9166~69. Jl. Panjang tangkai: mutu I=75 cm.2.000.5 cm. M. 5.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .1.Azodrin: 1 botol . mutu III=60 cm.000. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.Gandasil: 2 pak @ Rp. 2. “Arachin Maggie Oie” dan “Oncidium Golden Shower” yang masing-masing digolongkan dalam tiga jenis mutu. Mutu Klasifikasi dan Standar Bunga angrek potongan antara lain terdiri dari 3 jenis “Arathera James Storie” yang digolongkan dalam empat jenis mutu. 12.000.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. maka akan dapat mengurangi biaya operasional.Rp. 9. 20..id . syarat mutu.- Rp.Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp.000.793. 5. http://www.Rp. 3. Pupuk .Rp. Rasio output/input 10.NPK: 2.000. cara uji.5 kg @ Rp. Selain dari segi biaya modal.Pupuk Urea: 5 kg @ Rp. cara uji dengan SP-SMP-287-1980.

id . Jl.ristek. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

mutu III=35 cm. f) Contoh yang diambil 12. mutu II=60 cm. Panjang tangkai: mutu I=60 cm. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. mutu III=tidak ada. 6. mutu II=7. cara uji dengan organoleptik. e) Contoh yang diambil 10. 3. d) Contoh yang diambil 8. mutu II=tidak ada.4. 3. cara uji organoleptik. cara uji dengan organoleptik. 021 316 9166~69. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201 – lebih. b) Arachnis Maggie Oei 1. mutu III=5. cara uji organoleptik.5 cm. Minimum jumlah cabang: mutu I=9.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara uji dengan organoleptik. mutu III=tidak ada. mutu III=27. mutu II=lengkap. mutu III=32. mutu III=7. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. g) Contoh yang diambil 15. cara uji dengan organoleptik. http://www. mutu II=2. 4. mutu II=6. mutu II=5. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151 – 200. Jl. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101 – 150. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. 2. Panjang tangkai: mutu I=67. 11. b) Contoh yang diambil 3. jumlah kuncup: mutu I=2.H. 3. c) Contoh yang diambil 6. mutu III=2.5 cm. mutu III=8. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26 – 50. mutu II=42. mutu III=lengkap. 5. cara uji dengan SPSMP-288-1980. Fax. M.ristek. cara uji dengan organoleptik. mutu II=8. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. Minimum. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. mutu II=lengkap. mutu III=lengkap.5 cm. mutu III=1 . Minimum jumlah kuncup: mutu I=5. 4. mutu II=tidak ada. 021 316 1952. c) Onchidium Goldian Varientas Golden Shower 1. cara uji dengan organoleptik. mutu II=2. 2. Minimum jumlah bunga: mutu I=8. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1 – 3. cara uji dengan organoleptik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4 – 25. mutu II=2. cara uji dengan SP-SMP-287-1980.go. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2. 4. mutu II=7. 5. mutu III=2. mutu III=6. Minimum jumlah cabang: mutu I=3. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51 – 100. cara uji dengan SPSMP-288-1980. cara uji dengan organoleptik. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap.

go.H. 021 316 9166~69. Jl.id . http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Fax. 021 316 1952.

6. F. 2) Tim Red. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Eko M. 021 316 1952. Nurcahyo. 2. 12. Sutarni M. Fiyanti. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal. M. Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium. Jakarta. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. 87 hal.go. 021 316 9166~69. Jumlah isi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.5. 3) Agribisnis Tanaman Hias. 3. Fax. Penerbar Swadaya 1993 4) Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987.Rahardi. 11. Jenis mutu. Jl. 5) Merawat Anggrek .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. Soeryowinoto. 5. Penerbit Yayasan Kanisius.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. Trubus (1997) Jakarta. Nama barang/varietas anggrek. DAFTAR PUSTAKA 1) Osman. 4. Nama atau kode produsen/eksportir. Negara/tempat tujuan. Sri Wahyuni. Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal. Produksi Indonesia. 63 hal. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id . 021 316 9166~69.ristek. http://www.go. Jl.H.

Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Afrika selatan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur. M.ristek. Jl. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. http://www. tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan. yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico. rasa manis dan segar. Anggur berasal dari Armenia. Fax.id .go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGUR ( Vitis ) 1. Prancis dan Austria. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis. Hal. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Asia termasuk Indonesia dan Australia. Jerman. 2.H. 021 316 1952. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol. Amerika Selatan. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. 021 316 9166~69.

1. Dari kedua jenis ini yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. Probolinggo Biru dan Putih. 3. 4) Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. M. c) Termasuk jenis ini adalah Brilliant. terutama di tepitepi pantai. SYARAT TUMBUH 5. rasa masam dan kurang segar. 5.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Termasuk jenis ini adalah Gros Colman. Bali dan Kupang (NTT). Isabella. Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunya ciri: a) Kulit tebal. http://www. Situbondo). Delaware. 021 316 1952. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo. Namun ada juga yang dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman. Iklim 1) Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah. Probolinggo Putih. Pasuruan. dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. Carman. Delaware. Situbondo Kuning.ristek. 021 316 9166~69. 3) Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. 4. Beacon dan Isabella. Fax. MANFAAT TANAMAN Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine. 5) Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. Alphonso Lavalle dan Golden Champion. Jl. Chifung dan Australia.

id . Fax.go. http://www.ristek.H. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.

H. Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. subur dan gembur. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. stek cabang. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan 1) Pengadaan Benih Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok. stek mata. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.id . M. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir.go. lempung berpasir. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal. 6. 2) Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.1. http://www. b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 5. d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. Bibit stek yang baik adalah : a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun.3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan. 2) Teknik Penyemaian Benih Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. Jl. Fax. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl.ristek. penyambungan). 021 316 1952. Cara vegetatif (stek) yaitu : a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah. c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1.2. berair dan bebas dari noda-noda hitam.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. M. 021 316 9166~69.id . Fax. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

4) Pemupukan Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang. Jl.ristek. 3 x 5 m dan 4 x Ilmu 6m Deputi dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. 021 316 9166~69. http://www. Fax. b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi.3. d) Membuat lubang tanam.id . M. 3) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam.Bidang 4 x Pendayagunaan 5 m. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m. Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang perlu dilakukan adalah: a) Menentukan lokasi penanaman.2. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu.go. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. 4 x 4 m. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 4) Pemindahan Bibit a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya. b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan. 3 Kantor x 4 m. c) Mengatur jarak tanam. 3 x 5 m. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya. e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan. 021 316 1952. 4Menegristek x 5 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang. 6. b) Menentukan luas areal tanam. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari. pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1.

go. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www.

Jl. juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para. (2) tidak sempurna bentuknya. tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. Hal. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman dan Penjarangan Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m.id .H. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur. Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak.111 pohon b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam. Untuk menjaga kualitas buah. Fax. tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap.go.ristek. M. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. 6. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. (3) buah yang ada di sebelah dalam.4. pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. (4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian. isi lubang berupa campuran tanah. sekitar Juni dan Juli. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas : a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952.

100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun. Dalam 1 tahun dilakukan 3 kali perempalan: 1.go. bila meneteskan air perempalan dilaksanakan. 15 gram urea. 5) Pengairan dan Penyiraman Yang perlu diperhatikan adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang.5 m. Umur 21 hari sebelum perempalan. b) Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun. Fax. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram.ristek. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1. Perempalan dilakukan dengan memotong ranting-ranting. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Umur 11 hari sebelum perempalan. c) Menjelang pemangkasan. tidak memperoleh hasil. 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan. ZK 450 gram. Umur 6-12 bulan. tahap ini sering gagal Perempalan antara bulan November-Desember. bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik. Tujuannya hanya untuk memelihara tingkat kesuburan tanaman sampai musim hujan berakhir dan tanaman tidak rusak. Umur 3-6 bulan. 021 316 1952. dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul. 80 gram TSP/100 gram ZK 3. http://www. 90-110 hari 2. Tahap II : Juli-Agustus. M. TSP 300 gram. Tahap III : Nov-Des. tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng.id . 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi bila tidak harus ditunda. Umur 0-3 bulan. b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan. Hal. interval 15 hari 3. dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. 5 kaleng pupuk kandang 2. 90-110 hari 3. interval 10 hari 2. Umur 7 hari sebelum perempalan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempalan a) Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun. b) Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1. 50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm.H. 10 gram urea. Jl. 021 316 9166~69. Tahap I : Maret-April. 4) Pemupukan Ada dua masa pemupukan: a) Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. Sebelum perempalan diperiksa dahulu dengan memotong ujung salah satu cabang.

H. kemudian menjadi kuning coklat dan gugur. agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi. 2) Kumbang Apogonia destructor Bentuk kumbang kecil dan warna hitam mengkilat. 4) Kutu putih Dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil. Hama 1) Phylloxera Vitifolia Menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua berakibat anggur jadi kering dan mati. Yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung.go. cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3. Menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu. setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Setelah masa pemangkasan.id . 7. 021 316 1952. 7) Pengaturan Bunga Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan. 021 316 9166~69. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil. e) Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak. M. 3) Wereng daun Serangan wereng ini menyebabkan daun anggur berbintik putih. http://www. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4 dan 5. Fax. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja.ristek. Hal.1. 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. HAMA DAN PENYAKIT 7. Jl. Hama ini menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur.

bajing dan musang Menyerang buah makanannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. setelah tanam/setelah panen. 2) Powdery Mildew Pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu.2. Menyerang pucuk. Sedang untuk penyakit busuk hitam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak. Untuk memberantas penyakit anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dengan waktu a sebelum masa berbunga. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan. http://www. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam. busuk dan gugur. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman. 4) Phakospora Vitis Daun sebelah bawah sporanya).H. 3) Penyakit busuk hitam Menyebabkan buah jadi keriput. Daun. bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi. Penyakit 1) Downy Mildew (jamur) Gejalanya daun nampak kuning bagian bawah terlihat ada tepung warna putihkuning. 021 316 1952. Jl. 7. 7) Burung. setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga.go.ristek. 6) Rayap Serangan yang paling parah bila menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. yang mulai masak untuk dijadikan Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Ulat daun Menyerang daun untuk dijadikan makanannya. Fax.id . tertutup tepung berwarna orange (massa 5) Peronospora Bila udara terlalu lembab jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun. kalong.

http://www. Fax.go.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.H. 021 316 1952. Jl.id .

saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik. jumlah tanaman 500 batang dengan hasil panen per tahun rata-rata 7. 021 316 1952. Prakiraan Produksi Dari areal tanaman anggur 1 ha dengan rasio jarak tanam 4 x 5. Pengumpulan Pengumpulan anggur tidak boleh ditumpuk karena dapat merusak buah di bawahnya. 9. 8. Periode Panen Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami dua kali panen. iklim dan tinggi tempat. Jl. agar buah yang terletak di bawah tidak rusak dan pecah. PASCAPANEN 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga. Untuk daerah rendah umur buah 90-100 hari setelah pangkas. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. Fax.2. Cara Panen Cara panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati (jangan sampai bedak hilang). 8.go. Hasil pemetikan dimasukkan keranjang/dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk. Ciri dan Umur Panen Umur panen anggur tergantung jenis yang ditanam.500 kg anggur.4.ristek.1. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah warna dalam satu tandan telah rata. M. 8. daerah dataran tinggi umur buah antara 105–110 hari.3. http://www. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PANEN 8. Hal. 8. Hal yang penting bedak yang terdapat pada anggur dijaga agar tidak hilang. 9.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah.H.1. 021 316 9166~69.id . butir buah mudah lepas dari tandan dan keadaan buah kenyal serta lunak.

7.000. http://www.5 kg @ Rp.000. 1. 500.442. 1.500.Sewa tanah 5 tahun @ Rp.Rp. 1.000.000.Rp.000. Bibit 500 pohon @ Rp 5000. 1000. Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan.000.Pembuatan Para-para dan pagar keliling : Pembelian ajir dan upah Bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.564.Pengolahan tanah/penanaman Buat lubang tanam 500 pohon @ Rp.000.1.000.Rp. Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Tali ijuk 200bendel @ Rp.000. Rp.000. Rp.250.1.. Pupuk . 4.Kawat tali para-para 2 ton @ Rp.000.500.500.Pupuk Kandang untuk 500 pohon@ Rp.500. ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk.000.Mencampur pupuk untuk lubang tanam @Rp.go.id .000. 206.2.000. 7. Lahan .- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. 1. cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak. 1.Bambu duri/atap para-para 1396 batang @ Rp.Menanam bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.Upah menanam kayu jaran 412 batang @ Rp.Tutu kayu jaran 412 batang @ Rp.000.000.2.000. Rp. 500.750..000.Rp.Pupuk kandang @ Rp.500.000. 779.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Pengemasan dan Pengangkutan Cara menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas koran.TSP tiap pohon 0.3. 021 316 1952.470.Rp.000. 9. Jl. 900.790. 3. 5.ristek. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya anggur dengan rasio jarak tanam 4 x 5 luas (500 pohon) dan luas lahan 1 ha di daerah Malang tahun 1999.000.Rp. 2.000. 10.. 1) Biaya produksi tahun pertama 1.000. 2. Rp. 12.Rp. 9.000.3.000. 021 316 9166~69. Rp.425.Rp. 500.2. tetapi cara yang mudah.500.Ongkos pasang para-para Pembuatan pagar keliling . M.500.000. 3. Cara terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan.000. Fax.Upah menanam pohon @ Rp.Rp.H.000.700.Rp.000. 60. 2.000. 10.000.Rp. 3.Urea tiap pohon 1kg @ Rp. Rp.- Rp.

go. Fax. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 9166~69.id .H. M. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

880.000.Jumlah pendapatan Rp.192.000.5. Pupuk . 7. 35.000.Pengawas 1 orang @ Rp.Pupuk kandang @ Rp.000. 35.000. Rp. Rp. Tahun ke-3: 500 pohon x 2 x 7.TSP tiap pohon 0. http://www. 241.700.500.- Rp.425.140. Lain-lain/Ipeda Jumlah biaya produksi tahun ke-1 2) Biaya produksi tahun kedua.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.id .Rp.000. 250.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.6.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.560. 65.5 kg x Rp. 240.Paralon 20 buah @ Rp. 280.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. 152. Penyiraman .000.1.Oli pompa air 24 l @ Rp..000. Tahun ke-1: 500 pohon x 2 x 4 kg x Rp.5 Pk Merk Honda . 9.- Rp.Rp.-/bulan 8.000. 250.go.Pompa air 3. 750.192.000.Rp. Rp.880.000.000.000.000.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp. Obat dan Pestisida : . 400.000. 8.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.Rp. 28. 2. 7.999.500.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp. Fax.000.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp. Rp.. 9.-/bulan .000.7.-/bulan 5.Rp.000.4. Penyiraman .000. Rp. 021 316 1952. Rp.Rp. keempat dan kelima 1.000. 35. Rp.040.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. Peralatan .Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2.5 kg @ Rp. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.- Rp.000.000.000. 19. 72. Rp. 3.2.560.972. Rp. 021 316 9166~69. Tahun ke-2: 500 pohon x 2 x 6 kg x Rp.000. Obat dan pestisida . 7.000.040. 400.Pipa air 2 batang @ Rp.Rp.000.000.000.000.000..1. M. 50. Rp..000.2. 1.4.2..5.Insektisida 5 liter . ketiga.500.000.000.000.000.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp. 42.000.000.000. 70.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.700.000.000. 1000. 2.000.000.000.000.ristek.101. 63.000. Rp.000.Rp. Lain-lain /Ipeda Jumlah biaya produksi/tahun untuk tahun ke-2 .000. 250. Rp.3..000. Rp. 56. Rp.000.280. 65. Tahun ke-4: 500 pohon x 2 x 8 kg x Rp.1.Rp. Tenaga kerja .000.000.972.000.500.397. Tahun ke-5: 500 pohon x 2 x 9 kg x Rp.401.Insektisida 5 liter .Pasang Pipa air @ Rp.H.000.000.000. 250.Pengawas 1 orang @ Rp. Jl.Rp. 1000.000.5 Jumlah biaya produksi 3) Pendapatan ( hasil panen 1 tahun 2 kali ) 1.3. Rp.500.Oli pompa air 24 l @ Rp. 1.000.Rp.Rp.000. Rp.-/bulan .000. 7.2.000..- Hal... 52.000. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. 240.500..000. Rp. Tenaga kerja .

797. Jenis buah import yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia antara lain anggur. Keuntungan dalam 5 tahun 2.406. Gambaran Peluang Agribisnis Indonesia telah mengeksport buah-buahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Keuntungan 1.612 (1992).58 Catatan : . kurma dan anggur.525.270.365 (1995).Umur tanaman anggur semakin lama semakin produktif dan dapat mencapai 25– 30 tahun.300 atau rata-rata pertahun sebesar 5.820. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp. Fax.878 kg senilai US $ 60.501.418. Sehingga saat ini telah mulai dikembangkan budidaya anggur dengan skala besar dan pengolahan yang intensif.000. 40. Produk anggur dalam negeri belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik.746.ristek. jeruk.103.527.1.Dalam kenyataan produksi 1 pohon dapat mencapai 20–30 kg dan dalam 1 tahun bisa 3 kali panen.H. Dalam tahun 1991-1995. Jl. 021 316 9166~69.id .141 (1994). 89. Keuntungan/tahun 5) Parameter kelayakan usaha 1. Import buah tersebut sebesar 17.977 kg senilai US $ 36. namun untuk beberapa jenis tertentu masih mengimpor.go. Indonesia mengimport lima jenis buahbuahan.374.032. Sedang ukuran buah yang seragam dan rasa akan menaikkan nilai jual dalam pemasaran. dan 116.578 kg senilai US $ 50. (1993). http://www. 021 316 1952.305.937.2.2. namun ditingkat petani sudah ada standar mutu berdasar dompolan. sehingga tiap tahun masih mengimpor. Dengan kondisi tersebut maka pada masa kini dan yang akan datang budidaya anggur sangat menjanjikan bagi para produsen. 17.= 1. 11.557. B/C rasio Rp. Diskripsi Banyaknya buah dalam dompolan menjadi ukuran mutu yang menunjukkan tingginya produksi.029 kg senilai US $ 33.395. 10. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Impor anggur Indonesia tahun 1991-1995 mencapai 26.325 kg senilai US $ 13. ukuran buah dan rasa. 11.4 kg senilai US $ 7. meliputi apel. 77. STANDAR PRODUKSI 11. M.973.231 kg senilai US $ 81. 68. .300. Ruang Lingkup Standar mutu anggur di Indonesia masih belum. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pir.604 (1991).600.846.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. Jl.id .go. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69. M.

rasa manis. Penebar Swadaya. Mengenal Buah Unggul Indonesia. 10) Widyastuti YE dan Paimin FB. Anggur yang diambil sebelum umur panen mempunyai mutu rendah. 11. M.1992. Februari 2000 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Mutu B: dompolan renggang. Penebar Swadaya.go. Budidaya Anggur. Pengemasan terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi serbuk gergaji sehingga anggur tetap terjaga keutuhannya. Fax. 2) Trubus 33. 9) . 021 316 1952.id . 1993. buah kecil. Surabaya. Anggur impor Menyerbu Indonesia. Usaha Nasional. Perbanyakan Anggur dengan Stek Satu Mata. 1991. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh yang berfungsi untuk penanganan berikutnya diambil saat dilakukan pemanenan. 1992. buah besar dan seragam.4. 8) Trubus 275. Penebar Swadaya. Jakarta. Mutu Klasifikasi dan Standar Standar mutu yang berlaku di petani: 1) Mutu A: dompolan rapat. Jakarta. Penebar Swadaya. Perjalanan Anggur Bali. Jakarta. Membuat Anggur Berbiji Menjadi Tak Berbiji. 11. 6) . penebar Swadaya. Jl. 7) Trubus 274. Jakarta. Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. rasa manis.H. 12.5. Jakarta. Mengunjungi Sentra Anggur Di RRC. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Vitis vinifera Terbaik Untuk Wine. 1990. Jakarta. 3) Trubus 272. 5) _. Chip Budding Untuk Membibitkan Anggur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1992.ristek. 3) Mutu C: di luar ketentuan mutu A dan B. DAFTAR PUSTAKA 1) Sauri H dan Martulis. 021 316 9166~69.3. Pengemasan Standar pengemasan anggur adalah buah dalam baik saat pengangkutan sampai ke tempat tujuan. Penebar Swadaya. Jakarta. http://www. Jakarta. 4) _. Jakarta. Cara Mengepak Anggur yang Benar.

13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jl. M. http://www. 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.

tanaman apel termasuk dalam: 1) Divisio : Spermatophyta 2) Subdivisio : Angiospermae 3) Klas : Dicotyledonae 4) Ordo : Rosales 5) Famili : Rosaceae 6) Genus : Malus 7) Spesies : Malus sylvestris Mill Dari spesies Malus sylvestris Mill ini.H. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN APEL ( Malus sylvestris Mill ) 1. Manalagi.ristek. Anna. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax. terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. M. Hal. JENIS TANAMAN Menurut sistematika. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo. 2. 021 316 9166~69. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. SEJARAH SINGKAT Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty.

http://www. dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. 5. 2) Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya. 021 316 1952. Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. 4. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. mempunyai aerasi. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo. Banyuwangi). SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. 021 316 9166~69. Bali (Buleleng dan Tabanan). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Amerika.000-2.H. Iklim 1) Curah hujan yang ideal adalah 1. Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa. 3) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia. terutama pada saat pembungaan.600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah. 4) Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. 2) Tanah yang cocok adalah Latosol. sehingga pertukaran oksigen. MANFAAT TANAMAN Apel mengandung banyak vitamin C dan B.2. Jl. mempunyai lapisan organik tinggi. Selain itu apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi. Media Tanam 1) Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam. Fax.go.1. Nusa Tenggara Barat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. 4) Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 7585%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan Australia. dan porositas baik. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950. Andosol dan Regosol. Jawa Tengah (Tawangmangu). sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami. pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. 5. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar). SYARAT TUMBUH 5. M. 5) Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman. dan struktur tanahnya remah dan gembur.id . penyerapan air. 3) Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C.ristek. Jatim.

http://www.go. Fax.id .H. M. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif. penimbunan dilakukan tiap 2 mata. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M. Jl. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm. bentuk pohon kokoh.id .go. Fax.ristek. kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah. anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong. 021 316 1952. 2. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Anakan / siwilan 1. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul. tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya. sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. 6. sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding). Ketinggian Tempat Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl. Setelah anakan dicabut. Hal. diameter 0.5 cm dan kulit batang kecoklatan. perakaran luas dan kuat. lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati. 3.Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah.H. b) Rundukan (layering) 1. mempunyai daya adaptasi tinggi. Pembibitan Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. 021 316 9166~69. 1) Persyaratan Benih Syarat batang bawah: merupakan apel liar.1. lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sambungan (grafting) dan stek. bila sudah cukup kuat. Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu: .3. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon. PEDOMAN BUDIDAYA 6.

5. 4. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah denngan panjang 2-5 cm. sekitar 2 cm diatas tempelan. 2. kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan. 2. 021 316 9166~69. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat. Bekas luka diolesi defolatan. b) Penyambungan 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan. diameter batang ± 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat. 3) Teknik Pembiitan a) Penempelan 1. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan. bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. 2. Fax. M. diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2.go.id . Pada okulasi yang jadi. dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). 3. Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hatihati agar matanya tidak rusak 3. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya. ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. Jl. c) Stek Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus). Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 6.H. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya. Setelah 2-3 minggu.Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah. tiap bedengan ditanami dua baris.ristek. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. Jarak penanaman 30 x 25 cm. 021 316 1952.

M.id . Fax.go. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin. 021 316 1952. ditambah perekat Agristic. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma. Setelah berumur 2-3 minggu.ristek. daunnya dibuang. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. 6. c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan) d) Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan.go. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal 3) Pembentukan Bedengan Pada tanaman apel bedeng hampir tidak diperlukan. 5) Pemindahan Bibit Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes. Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun. 5. tetapi hanya peninggian alur penanaman. 7. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang diperlukan adalah persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. kemiringan tanah. kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan. M. 6. Hal. lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji. 4) Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan batang bawah meliputi a) Pemupukan: dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman. menentukan kebutuhan tenaga kerja. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman. keadaan tanah.id . bahan paralatan dan biaya yang diperlukan. Jl. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik. Cabang entres dippotong sepanjang ± 15 cm (± 3 mata). 021 316 9166~69.H. sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah. sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis. http://www.2.

Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam antara 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x 1 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengapuran Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah. Setelah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang. Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman apel dapat ditanam secara monokultur maupun intercroping.5 x 3. 6. bawang dan lain-lain.ristek. Fax. Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6. http://www. setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah.5-3 m. 021 316 1952. Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut: a.5 m. dan menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya. sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatar perakarannya agar menyebar. sirkulasi udara kurang. c.id . 2. b. M. 3.H. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Jl. 5) Pemupukan Pupuk yang diberikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah. 021 316 9166~69. Cara Penanaman Penanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau (di sawah).go. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3. masing-masing dicampur pupuk kandang sekurangkurangnya 20 kg. Intercroping hanya dapat dilakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun atau sebelum 2 tahun. sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit. Untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. Tanaman apel tidak dapat ditanam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban tinggi.3. seperti cabai. setelah itu dibiarkan selama 2 minggu. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam. Tapi pada saat ini. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

M.id . 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. http://www. 021 316 1952.go.

TSP dan KCl/ZK ± 1 kg/pohon (1:2:1) Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. yaitu bila buah lebat (2.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ranting atau daun yang menutupi buah. 3) Pembubunan Penyiangan biasanya diikuti dengan pembubunan tanah. bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar. tanah ditekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar bibit tertanam kuat dan lurus. 2. Jl. knop yang tidak subur. cabang yang berpenyakit dan tidak produkrif. 4-6 mata dan bekas tangkai buah. NPK (15-15-15) 1 kg/pohon atau campuran Urea. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan. M. Bersamaan rompes daun (< 3 minggu). Untuk menahan angin. Pembubunan biasanya dilakukan setelah panen atau bersamaan dengan pemupukan. 021 316 9166~69. Fax.id Hal. peniangan hampir tidak perlu dilakukan karena tajuk daun menutupi permukaan tanah sehingga rumput-rumput tidak dapat tumbuh. TSP.H. http://www. 6. tunas yang tumbuh di bawah 60 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d. 4) Perempalan/Pemangkasan Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 cm. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan penyulaman Penjarangan tanaman tidak dilakukan. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan hanya bila disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap dapat mengganggu tanaman. 5) Pemupukan a) Pada musim hujan/tanah sawah 1. Pada kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3x3 m). tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk. Melihat situasi buah. 7/ 18 . Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman agar tidak tergenang air dan juga untuk menggemburkan tanah.5-3 bulan setelah rompes. Bila semua tanah telah masuk. cabang yang menyulitkan pelengkungan. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. 021 316 1952. KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan sampai didapat bentuk yang diinginkan(4-5 tahun). sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau dimatikan kerena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama.

NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. http://www. Untuk penanggulangan.H. tetapi harus diperhatikan jangan sampai tanaman terendam air. tanaman apel memerlukan pengairan yang memadai sepanjang musim. Fax. Jl. pengendalian secara lebih terinci akan dijelaskan pada poin hama dan penyakit.5 bulan) dari rompes Gandasil D (1 gram/liter). Selain itu perlu digunakan zat pengatur tumbuh Dormex sekali setahun setelah rompes (jangan sampai 10 hari setelah rompes) sebanyak 2600 liter larutan dengan dosisi 3 liter/200 literair. Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air). 021 316 1952. Di darah tropis perompesan dilakukan untuk menggantikan musim gugur di daerah iklim sedang baik secara manual oleh manusia (dengan tangan) 10 hari setelah panen maupun dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Urea 10%+Ethrel 5000 ppm 1 minggu setelah panen 2 kali dengan selang satu minggu). Cara pemupukan disebar di sekeliling tanaman sedalam ± 20 cm sejauh lebar daun. 8) Pemeliharaan Lain a) Perompesan Perompesan dilakukan untuk mematahkan masa dorman didaerah sedang. Pada musim penghujan. Krena itu perlu drainase yang baik. M. agar hama dapat segera ditanggulangi. 6) Pengairan dan Penyiraman Untuk pertumbuhannya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Musim kemarau/tanah tegal 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. 2. Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. 2-3 bulan setelah rompes (ada hujan).go. lalu ditutup tanah dan diairi.id . masalah kekurangan air tidak ditemui. TSP. Untuk meningkatkan pertumbuhan perlu diberikan pupuk daun dan ZPT pada 5-7 hari sampai menjelang bunga setelah rompes (Gandasil B 1 gram/liter) + Atonik/Cepha 1 cc/liter diselingi dengan Metalik-Multi Mikro dan 5-7 hari sekali sampai menjelang panen (2. 7) Penyemprotan Pestisida Untuk pencegahan. Untuk pupuk kandang cukup diberikan sekali setahun (2 x panen) 1-2 pikul setiap pohon pada musim kemarau setelah panen. Sedangkan pada musim kemarau masalah kekurangan air harus diatasi dengan cara menyirami tanaman sekurang-kurangnya 2 minggu sekali dengan cara dikocor. 021 316 9166~69.

http://www. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl. 021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id .

a.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Pelengkungan cabang Setelah dirompes dilakukan pelengkungan cabang untuk meratakan tunas lateral dengan cara menarik ujung cabang dengan tali dan diikatkan ke bawah. (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali. Jl. Tujuan buah terhindar dari serangan burung dan kelelawar dan menjaga warna buah mulus. daun berubah bentuk. (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya.go. panjang sayap 1. Paklobutrazol. (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1. dan sehat. tangkai cabang. 021 316 1952. bunga. 021 316 9166~69. ada yang bersayap ada pula yang tidak. Imidakloprid) dosis 0.ristek. Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda. terutama ujung tunas muda. (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga). Untuk memdapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3-5 buah. (5) Convidor 200 SL (b.H.6 liter. dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). mengkerut. leriting. Fax.id . panjang tubuh 1.250 cc/liter air. antena pendek. e) Perbaikan kualitas warna buah Peningkatan warna buah dapat dilakukan dengan bahan kimia Ethrel.125-0. 7.7 mm berwarna hitam. d) Pembelongsongan buah Dilakukan 3 bulan sebelum panen dengan menggunakan kertas minyak berwarna putih sampai keabu-abuan/kecoklat-cokltan yang bawahnya berlubang. dan buah. perkembangbiakan sangat cepat. Tunas lateral yang rata akan memacu pertumbuhan tunas yang berarti mamacu terbentuknya buah. cara penyemprotan dari atas ke bawah. c) Penjarangan buah Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam. Hama 1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan. Penyemprotan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. telur dapat menetas dalam 3-4 hari. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat). HAMA DAN PENYAKIT 7.jika tidak mutu buahpun jelek.8 mm.4 D baik secara tunggal maupun kombinasi. 2. terlambat berbunga. kulit baik. (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa. http://www. buah-buah muda gugur.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek.H.

cambuk merah (panonychus Ulmi) Ciri: berwarna merah tua. cokelat.5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen. (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat.6 mm. 021 316 9166~69. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun.id Hal. (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b. http://www. dan panjang 0. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat. 3) Trips Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm. Jl. dan buah yang masih sangat muda.a.a. dan pembentukan buah. (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm. 021 316 1952.bintik putih. (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b. daun yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. buram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.a. (2) pada daun terlihat berbintik. Gejala: menyerang pada pagi. meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. Spinder mite. berbunga.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu. menyerang daun muda. dan mengering. kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1. Fax. bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum. 4) Ulat daun (Spodoptera litura) Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. Gejala: (1) menjerang daun. 10/ 18 . 5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun. nimfa berwarna putih kekuningkuningan. Monocrotofos). sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih. 2) Tungau. sore atau pada saat keadaan berawan. M. tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel. Gejala: menyerang daun.ristek. Serabgga berukuran kecil. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas. mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun.H.go.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b. kuncup/tunas. (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning.

5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telurtelur yang biasanya diletakkan pada daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Panjang larva 50 mm.daunnya dengan kerusakan 30%. Baycarb 500 EC (b. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih. http://www. setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. kering dan akhirnya mati.1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Gejala: menyerang daun tua dan muda.a. M. berkutil coklat. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah. Metomyl). kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. (2) pada buah berwarna coklat. BPMC). Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar. kerdil dan tidak berbuah. serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat. maka jantan tertarik dan menhisap kapas. Monocrotofos) dan Matador 25 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris. tunas tidak normal. Warna lalat hitam.a. terlihat benjol-benjol. dan apabila buah membesar. 021 316 9166~69.id . (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2. nekrose.ristek. (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b. 021 316 1952. Jl. pada siang hari larva bersembunyi di balik daun. yang dilakukan pada sore atau pagi hari. (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0. tanaman yang terserang tinggal tulang daun. Fax.a.H. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina. Gejala: bentuk buah menjadi jelek. bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. tunas yang terserang menjadi coklat. Penyakit 1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) Penyebab: Padosphaera leucotich Salm.5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0. (2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. 7. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. 6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala.5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC. 7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) Ciri: larva tidak berkaki.

H. Fax.go. http://www.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69. M.ristek. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.

warna coklat kehitaman.id . (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz. busuk. dan kulit akar membusuk. Jl. Fax. bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun.H. tergantung pada varietas dan iklim. daun muda hingga seluruh bagian gugur. berwarna coklat. 8. Davis) Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur.) Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. 021 316 1952. berair dan warna buah pucat. menghilangkan bagian tanaman yang sakit. dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air. Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. M. (5) disemprot Benomyl 0.5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.) Gejala: menyerang batang/cabang (busuk. Henlate 0. (2) mengurangi kelembapan kebun. 5) Busuk buah (Gloeosporium Sp.J. Pengendalian: dengan eradifikasi. bagian yang terserang dibuang dan dibakar. (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air. 021 316 9166~69.ristek. dimulai dari daun tua.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. dan buah (becak kecil warna cokelat muda. http://www. gugur. mengelembung.go. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat. Pengendalian: (1) tidak memanen buah terlalu masak. yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya. terkadang mengeluarkan cairan). Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0. Antracol 70 WP 2 gram/liter air. ditandai dengan layu daun. 6) Busuk akar (Armilliaria Melea) Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah.5 gram/liter air. (3) membuang bagian yang sakit. PANEN 8. 4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. permukaan atas timbul titik hitam. 3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun.

Jl. 021 316 9166~69.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 1952. M.

9. Pengumpulan Setelah dipetik. umur buah lebih panjang. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun. Hal. 8. aroma mulai terasa. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar.2.1. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas. 8. yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen.H. Tetapi. PASCAPANEN 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 120-141 hari dari bunga mekar. http://www.3. Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres. ukuran dan kualitas buah. Jl. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening).go. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.2. secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon. lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi.id .4.ristek. Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. 021 316 9166~69. 9. Fax. agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya.

875. Rp.055.133. Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000. Pupuk kandang 3 .320.500.Tahun ke-5. harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2.400. 150 m 3 . Rp.2.530.3. 1.Tahun ke-6.675.020.800.Tahun ke-4. Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah. 100 kg .000.2.Tahun ke-6. Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan). 111 kg . 9. 65 kg @ Rp.Tahun ke-3.Tahun ke-2. a) Biaya produksi 1.Tahun ke-6.000.410.. misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127141 hari). Jl.000.313.000.469. Bibit 400 tanaman @ Rp.go.500. Rp. Rp. 80 kg @ Rp.1. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Jawa Timur tahun 1999.3. Rp. Rp. 83 m 3 . 85 kg . Sewa lahan 10 tahun @ Rp. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel. 10.Tahun ke-1.130.Tahun ke-5.Tahun ke-1.Tahun ke-3.500.000. 333 kg 5. Rp. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak).ristek.1. Penyimpanan Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain. Pupuk SP 36 . 222 kg . Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 152 kg .Tahun ke-2. 021 316 9166~69. Rp. 145 kg .625.005.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 175 m 4.000. 100 m 3 . Pupuk Urea .575.204. Rp.3 . Rp.450. 15..228. 166 kg Rp. 100 kg . 125 m 3 .2.id .112. Rp.Tahun ke-2.205. Rp.000.341. 1.Tahun ke-5. 021 316 1952.000.Rp.Tahun ke-3.Tahun ke-4. 10. 3. 1. http://www.Tahun ke-4. 2. Rp.000.1. 67 m @ Rp.105.Rp.245.250.H. Fax.000. Rp. 1.4.2 derajat C. Rp. M. 100 kg .141.214.1.174.000.500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.000.205.Tahun ke-1.

021 316 9166~69. M. 021 316 1952. Jl.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. http://www. Fax.id .

000.. 325..Tahun ke 5. 180. 200. 250.000. 540. 3 liter @ Rp.Tahun ke-1 dan ke-2. 5.Tahun Ke-1. 1. 15. 300.ristek..000. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.H..Tahun ke-4.104. 6 liter Rp. 1.Tahun ke-1..000.000. 36 HOK @ Rp.000. 75 HOK @ Rp. 5.Tahun ke-4.000.Tahun ke-3.Rp. 5.000.000.Tenaga tetap 1 orang Rp. 5. 021 316 9166~69.Tahun ke-2.. 500 kg Rp. 8 liter Rp.. 50.Rp.Tahun ke-5 Rp.Tahun ke-2 Rp. 75.000.000.275. 432..000. 40 HOK @ Rp. 300.000.Tahun ke-3 40 HOK @ Rp. 26 kg @ Rp.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 200.Penyiangan 20 HOK/thn @ Rp.000.000.000.000.. 5. 73 kg Rp.600. 300.000.Rp..Rp.Rp. Obat dan Pestisida (Antracol. 50 kg Rp.000.9.Gunting Pangkas 5 buah @ Rp.Penyemprotan Hama . 4. 300.000. M.Tahun ke-3. 10 liter Rp.Tahun ke-2.Rp.Rp.Rp.Nimrod.Rp..Tahun ke-5.000.000.. 162. 960.Tahun ke-4 Rp. 10 liter Rp. 5..Tahun ke-6 Rp. 65 HOK @ Rp.Tahun ke-2.000.Rp.Pengolahan lahan tahun ke-1 15 HOK @ Rp.000.000.Rp.000.000. 325. 152 kg Rp.000. 50 HOK @ Rp.. 350.000..Rp.Buat lubang tanam 70 HOK @ Rp.000. 60 HOK @ Rp. 2. 5.Tahun ke-3. dll) . Tenaga kerja .. 375. 54.Rp. 50 HOK @ Rp. 5.400. Dimecron... 900.Rp. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.300. 250. 021 316 1952.Rp.400. 10 liter Rp.000.Cangkul 20 buah @ Rp.Tahun ke-5..8.000. 5.000. 250. 150.Tahun ke-3..Pemupukan .Tahun ke-1.Tahun ke-4.000.... 8.Tahun ke-6.Rp.Pengolahan lahan tahun ke-2-6.7..000...000. Fax.Penanaman 30 HOK @ Rp.. Karathane. 240.Penyemprotan penyakit Hal.000. 600. 4. 540.Tahun ke-3 Rp. 150. 5. 333 kg Rp.000. Pupuk KCl . 5. 540. 324.000. 65 HOK @ Rp.150. 48 HOK @ Rp.550. 100. 120. 849.Rp. 387.000.id .000.Tahun ke-2. http://www.000..000.Pengendalian HPT . 5. 24 HOK @ Rp. 5.000.000. 30 HOK @ Rp.Rp. Pupuk daun .000. 186.150.000.760.Rp. 5.Tahun ke-6.Tahun ke-1. 11... Peralatan .000.840.000.Rp.Tahun ke-1 Rp.000. 66.500.000.Sprayer 3 buah @ Rp.Tahun ke-6.000..000.000..10.go. Jl.668. 5..000. 127.000...

24.. 50 HOK @ Rp.Pengairan . 5. 5. 20 HOK @ Rp.- Rp.. 100.000. Gambaran Peluang Agribisnis Dari segi agribisnis. 30 HOK @ Rp. 5.500. 2.000. 14. 5. 30 HOK @ Rp.375. M. 9. 5. 5. 5.000.600.305.3. 5.Tahun ke-4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 19.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yaitu: 1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif.Tahun ke-3. 200.. http://www..000. petani telah mendapatkan keuntungan.150.Rp..Rp.Tahun ke-6. 021 316 9166~69.000. sedangkan didaerah tropis hanya beberapa daerah yang berhasil misalnya Malang.000 dan untuk tanah tegal Rp. 10.000.100.000. 6: 40 HOK @ Rp. 5.Tahun ke-5.ristek. 60 HOK @ Rp.034.Rp.900 kg @ Rp. 20 HOK @ Rp.4.. 021 316 1952.000. 5. 50 HOK @ Rp.Rp. 50 HOK @ Rp.2.000.950.000.000.go. 5. 5.Tahun ke-2.000..916.000.760 kg @ Rp..000. 150.990 kg @ Rp.= 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 110.Rp.Rp.. 150. Rp.164 ha (sawah) dan 0.249.000.Tahun ke-3.000. 30 HOK @ Rp.000.Tahun ke-1.Tahun ke-1.. 3: 30 HOK/tahun @ Rp.000. 83.125. 92. 30 HOK @ Rp. 5.000.000.000.000. 300. Rp.Tahun ke-2.000.Tahun ke-4. 5.000..000.250. Rp. 5.800.80.H.Pemangkasan .Total pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.000. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah-daerah tertentu yang iklimnya menunjang.000.Rp. 22 HOK @ Rp. 45.39 ha (tegal). 60 HOK @ Rp. Rp.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) 1.id .Tahun ke-5.825 kg @ Rp. Rp..150. 5.Tahun ke-6.Penyabutan batang .000. 33.Rp.1 Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) dalam Bambang Sularso menunjukan bahwa BEP usaha tani apel pada tanah sawah Rp.000.000.000.Tahun ke-2.000. 16 HOK @ Rp..450.Rp. 250.000. Tahun ke-3: 2. apel tergolong tanaman yang sangat komersial. Fax.000.Rp.Rp. Tahun ke-5: 4.125. Jl. Rp.000 dapat dicapai pada skala minimum seluas 0. Tahun ke-4: 3.000. Rp.695.000. Rp.150. Hal ini berarti bahwa bila petani menanam apel lebih dari skala minimum tersebut. 5. 5.2.. 300.000.000.Tahun ke-4. Di dunia tanaman apel banyak diproduksi oleh negara-negara empat musim.Tahun ke-3.250. 33. Tahun ke-6: 6. Rp. B/C ratio Rp.

H. 021 316 9166~69.go. M. Fax.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . 021 316 1952.

1.id . STANDAR PRODUKSI 11. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. b. 11.ristek. contoh yang diambil 9. 021 316 9166~69. a.046. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.4. selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. 11. c.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pasar apel Indonesia.276 ton (1988) atau meningkat 17.2. Hal ini dapat dilihat data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi apel nasional 7. http://www. Fax. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 3) Faktor lain.372 ton (1984) menjadi 9. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. contoh yang diambil 5. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500.3. Jl.9% (31-4 buah/kg) b) Grade B = 45. M. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. Klasifikasi dan Standar Mutu Standar mutu yang selama ini berlaku: a) Grade A = 15.303.H. Diskripsi … 11.2% (5-7 buah/kg) c) Grade C = 29.go. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tengah dan bawah.0% (11-15 buah/kg) 11. Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit diambil alih oleh produksi dalam negeri. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. e. yaitu pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel. 021 316 1952. contoh yang diambil 15 (minimum). contoh yang diambil 7.5%. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.6% (8-10 buah/kg) d) Grade D = 7. d. cara pengujian mutu. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. contoh yang diambil 10.

M. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. Jl.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id .

1993. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. ILMU Produksi Tanaman dan Buah-Buahan. Fak. hasil Indonesia. http://www.5. DAFTAR PUSTAKA 1) Notodimedjo. Penebar Swadaya dan Trubus. Pertanian. PT. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jenis mutu. YE dan Paimin. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Universitas Brawijaya. Jakarta. 1996. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. nama/kode perusahaan. golongan ukuran. 021 316 1952.id . 3) Sunarjono. negara/tempat tujuan. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Hendro. Yogyakarta. daerah asal. Bandung. Jakarta. 12. Sinar Baru. Pengemasan Buah apel dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg.ristek. Kanisius. berat bersih. 1995. M.go.H. Malang. 1987. “Budidaya Tanaman Hortikultura” Khususnya Tanaman Buah-Buahan. 4) Widyastuti. 2) Soelarso. Fax. Soewarno. R bambang. Budidaya Apel. FB. 021 316 9166~69.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69.ristek.go. M. Fax.id . 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India. dari Royal Botanical Garden di Madrid.id . Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19.200 varietas. ) 1.H. 021 316 9166~69. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789. 1/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat.ristek. Di luar negeri.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society. http://www. SEJARAH SINGKAT Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak. pada tahun 1841 sudah terdapat 1. Jl. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. Hal. L. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DAHLIA ( Dahlia spp. Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. 021 316 1952. Walaupun perkembangannya sangat lambat.

ungu atau campurannya. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). Iklim Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. http://www. violet. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. D. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa. Bunga dahlia memiliki warna : putih. 021 316 9166~69. jingga. D. pinnata. 4. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah. 3. Dahlia adalah tanaman berubi. Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah. Jl. suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup.ristek.go. coccinea. Fax. SYARAT PERTUMBUHAN 5. D. merah.id . inulin akan berubah menjadi fruktosa. MANFAAT TANAMAN Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Compositae Genus : Dahlia Spesies : Dahlia spp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. kuning. dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat). juarezii. 5. variabilis. M. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia untuk tujuan komersil. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran.1. L. Karena itu.H.

H.go. M. http://www. 2/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. 021 316 9166~69.id .ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. 021 316 9166~69. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. Untuk menghindari penyakit. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Bibit a) Perbanyakan generatif dengan benih Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi.0-8. 2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Bedengan dibuat dari campuran humus. pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Media Tanam 1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus.000 m dpl. b) Perbanyakan vegetatif dengan stek Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. http://www. 021 316 1952.go. 6. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai. penutup (daun pisang/karung goni) dibuka.ristek. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 7001. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Jl. PEDOMAN BUDIDAYA 6.2. Setelah tanaman berdaun 6 helai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. memiliki tata udara baik dan gembur. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan.5-2 bulan dan siap untuk dijual.0. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. M. gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas. Tinggi bedengan 5 cm.3. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1).H. Fax.id .

Jl. 021 316 1952.id .H. M. 3/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 9166~69.

M. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak. 2) Pemeliharaan Penyemaian a) Tanaman di Persemaian Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarauhujan dan musim hujan. f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit. 021 316 9166~69. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini. Siram sampai lembab. Kriteria penjarangan bunga adalah: 1. b) Tanaman di dalam polibag Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan. e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. 4/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume. Gulma jarang tumbuh. Pengolahan Media Tanam 1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar) a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata. 021 316 1952. Fax. tambahkan 1 gram pupuk NPK. jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit. d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. c) Perbanyakan vegetatif dari ubi Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Jl.ristek.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari. c) Buat lubang tanam ditengah media. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali. Untuk mendapatkan ubi.go. batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah.id . Hal.H. 6. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar. Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.

M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tutup pupuk dengan tanah. Ketika tanaman mencapai 1 m. tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah. 6. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh. tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Fax. Jl. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembentukan Bedengan Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu. 021 316 9166~69. http://www. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan.6 bunga.4. SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. Setelah bedengan terbentuk. 2) Cara Penanaman Ubi Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm.ristek.id . Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. 021 316 1952. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm. 2) Penyiangan Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert pembumbunan.go. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. Rapikan kembali bedengan. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 . 3) Pemupukan Dilakukan setiap 10 hari dengan urea.3. 6. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum.H.

go. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 5/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. http://www.id .ristek.

ristek. M. Jl. tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering.id .go. pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion. Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil. http://www. 2) Virus Penyebab: jenis virus CMV. Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. Fax. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari. Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk. TSWV dan DMV. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: bagian yang terserang.2. Pada saat itu. jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca.1. 8. TSV.) Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. Hama a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Di awal pertumbuhannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan penyiraman Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. PANEN Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar. 7. 021 316 1952. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau. dahlia kaktus atau semi kaktus. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA. HAMA DAN PENYAKIT 7. tertutup lapisan putih tipis seperti tepung. 021 316 9166~69.H. menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma. daun akan mengering dan gugur. Penyakit 1) Embun tepung/Powdery mildew Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). terutama daun. merendam benih dalam air panas.

Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl. 021 316 1952. 6/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www.H.

Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang. 10. Dalam 2 10 tumbak (140 m ) dihasilkan 400 kg ubi. Hal. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga. 8.H. 2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. M. Ciri dan Umur Panen 1) Bunga: tiga bulan setelah tanam.2.1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit. PASCAPANEN 1) Bunga Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang.id . 2 9. 2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang.3. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. http://www.ristek. Jl. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm. 2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam. bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm. Cara Panen 1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. Fax. 7/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.1. 2) Ubi Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: 1. Prakiraan Produksi 1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m ). 8. 021 316 1952. 2. Ubi dicuci bersih. Jawa Barat.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen). dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya.

STANDAR PRODUKSI 11. 1. Gambaran Peluang Agribisnis Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer.000.per polibag. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa. Sebenarnya. Fax. potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah.Rp. 4.Rp. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. 3.Rp.sampai Rp.Pupuk kandang . Pupuk . cara pengambilan contoh dan pengemasan.sampai Rp. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.. penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.000.000. 10. 350.1. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.625.000.Rp. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa.= 1.000 kuntum x 16 minggu @ Rp.295. Bibit: 2000 @ Rp.000.go.ristek. Tenaga kerja 7. harga sirup fruktosa Rp. rasio output/input Rp. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam 2. 11. Rp.3. 45.-.000.Pupuk buatan 4. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 25.1.Rp.H. 2. 021 316 9166~69.000.35.. 2.750.000.1. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris.705.dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000.sampai Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000. 400.14. 9. 1.-/kg (1990).100. Jl.500.. Pestisida 5. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar.Rp.000. Alat (polibag. 500. Amerika atau India. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan.Rp.000.id . M. 750. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp. sekam dll) 6. Harga inulin.506 Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp.Rp.2. 600..Rp.000. 2.000.000.. 525. 100.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69. 8/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M.go.ristek. Jl. Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

H. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. Jl. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. pangkal bunga diberi kapas basah. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. 11. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1. Deskripsi … 11. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id . d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. diambil satu tangkai.2. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. Pengemasan 1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. 021 316 9166~69. 11.3. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10.5. 2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. 3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan.4. Kuntum tidak tertutup seludang. http://www. 021 316 1952. Fax.000 kemasan. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

2. Nama barang. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5. http://www. Jenis mutu. Negara tujuan. 021 316 1952. 4. Jl. Jumlah isi. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Nama atau kode produsen/eksportir.id . Hal. 9/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. 021 316 9166~69.H.

H. 1998. S. Penebar Swadaya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Paris 5) Vinayananda. A. Indian Dahlia Annual 1998:22-24 Jakarta. GRÜND. Jakarta 4) Molzer.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %. Flore des Jardins. Jl. Tanaman Sumber Pemanis. 021 316 1952. 1937. Macmillan Company. A. Fax. 021 316 9166~69. Virus Infection in Dahlia-Part II. 1986. M. http://www. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 2) Fisher. L. T. DAFTAR PUSTAKA 1) Bailey. New York. The Standard Cyclopedia of Horticulture.ristek. Flowerbad Dahlias.go.L. 10/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Indian Dahlia Annual 1998:57-60 3) Lutony. H.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. V. 1993. 12.

Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DUKU ( Lansium domesticum Corr. SEJARAH Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia. 3. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet Hal. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. ) 1. Jl. duku metesih dan duku condet. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam. gagang perabotan dan sebagainya. Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur.ristek. 021 316 9166~69. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama.H. Fax. M. JENIS TANAMAN Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. digunakan untuk tiang rumah. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara.id . 021 316 1952.go.

M. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7. 021 316 9166~69. Jl. Sebaliknya pada tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir. Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet). sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking. Sumatera (Komering. Iklim 1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN digunakan untuk mengobati disentri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun. Sehingga jika tempatnya agak lereng. 4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. 5. Fax. 3) Di daerah yang agak basah.ristek. 021 316 1952.go. 2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan merata sepanjang tahun. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi. 5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku. 4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu rata-rata 19 derajat C. Tetapi tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu genangan air. tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b). walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam. Hal.id . http://www. 5. sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. 4. tanaman duku tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang cukup. subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. SY AR AT T UM BUH 5.2.1. Media Tanam 1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung bahan organik. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta).

dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi duku. PEDOM AN B UDI D AY A 6. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Bebas dari hama dan penyakit b) Bibit mempunyai sifat genjah c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna. Terkadang cabang yang besar dicangkok.3. kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan. tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya. 3) Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah. yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan. 6. tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama.1. sebab pohon ynag diperbanyak dengan cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja. Jl. http://www.id . Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya.ristek. Fax. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan menggunakan kayu yang masih hijau. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih dari 650 m dpl.H. 021 316 1952. bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis d) Bibit cepat tumbuh. namun memerlukan perawatan yang teliti. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 021 316 9166~69.

http://www.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax.ristek. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. keranjang/kantong plastik atau polybag.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). M. 021 316 1952. Tempat persemaian bisa berupa bedengan.ristek. yaitu sebesar 6-7. Hal. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yang sesuai untuk tanaman duku. Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir.2. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan. Jl. Fax. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat 6. Selain itu kondisi tanah yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang baik. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari. penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering. 021 316 9166~69. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. http://www. Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit. 5) Pemindahan Bibit Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm. terutama pada saat tidak turun hujan. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat.go. 2) Pembukaan Lahan Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul.id .H. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari.

9x9 m. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan. karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk tanaman duku. Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha. maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam.6 x 0. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 12 bulan sebelum penanaman bibit. 021 316 1952. tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar. 2) Pembuatan Lubang Tanam Setelah jarak tanam ditentukan.8 x 0.go. maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya. Jl. Fax. 9x10 m. 8x9 m. M.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. 4) Pengapuran Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon. Jumlah dan dosis pengapuran harus sesuai dengan kadar yang dianjurkan. Cara pengapuran dapat dilakukan dengan penyiraman di sekitar tanaman duku.6 x 0.H. 021 316 9166~69.7 meter.ristek. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya.6 meter. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m. penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. Sebelum penanaman dilakukan. sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku. Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m.3. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok). di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar).8 x 0.

id . M. Jl. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go. http://www. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara. sinar matahari. Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Jl. Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku.4. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. Fax. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu pertumbuhan tanaman duku. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan. TSP 50 gram dan ZK 20 gram. 2) Penyiangan Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. 021 316 9166~69. atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah. air. 6.go. kelima dan keenam. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah bibit tanam. Hal. Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih. Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati. 021 316 1952.H. dan ruang tumbuh. http://www. maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya lainnya. 3) Pemupukan Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. jerami. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung). urea 150 gram. TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40 gram. tetapi agar tidak membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut: a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat.ristek. urea 100 gram. b) Tahun keempat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada saat penanaman bibit.id . dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik.

HAMA DAN PENYAKIT 7. 4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi) Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku. Pengendalian: (1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin. 021 316 1952. M. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl. 021 316 9166~69. Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama.go. 7. Pengendalian: sama kutu perisai. 3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan maupun air penyiraman. (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya. Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan kesuburan tanah.H.ristek.) Hama ini menyerang daun dan batang duku. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. Hal. 2) Kutu perisai (Asterolecantium sp. Fax. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren. kain bekas. Hama 1) Kelelawar Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap dipanen.id .) Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang.1. sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. Pengendalian: sama kutu perisai. bongsang yang terbuat dari anyaman bambu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi.

3) Penyakit mati pucuk Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. 2) Penyakit gloeosporiods) antraknosa (Colletotrichum Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah.go. Zerlate.id . Produktivitas buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut.1. Gulma Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku.2. 8. M. Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak.H. Fermate. http://www. biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Tandatanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku. 021 316 1952. menyerang ujung cabang dan ranting yang nampak kering. Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca panen. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. 021 316 9166~69. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Sedangkan untuk tanaman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen. cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh.ristek. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Ciri dan Umur Panen Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih. tergantung dari sifat atau jenisnya. Dithane D-14 atau pestisida lain. Penyakit 1) Penyakit busuk akar Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku. (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate. PANEN 8. Jl.3. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Fax. 7.

go. Jl. Fax. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M.id .H.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya). Periode Panen Pada umumnya. 8. Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu.H. sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari). buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun. http://www. 8. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih dominan. dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah. buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering.id . M. sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga.go. Cara Panen Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. Jl. hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per pohon. Hanya pemetikan buah yang matang. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina.ristek.4. 8. Prakiraan Produksi Hasil Panen buah duku agak bervariasi.2. walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi.5 ton per hektar untuk negara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hendaklah berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan. daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah. 021 316 1952. yang ditaksir dari perubahan warna. tetapi jika proses pematangan tidak bersamaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2. 021 316 9166~69. akan sangat menyulitkan pemanenan. Kenyataannya.3. Musim panen duku pendek sekali. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg. Masa keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan sifat/jenis dari tanaman duku tersebut.

Fax. 021 316 9166~69.go. http://www.H. 021 316 1952. Jl. M.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

2. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang. Pengemasan dan Pengangkutan Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan lain pada umumnya. jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil. maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang kering dan tidak berair.3. 9.id . tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. Penyimpanan Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku. Jl. M. Jenis kemasan yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu.go. Penyortiran dan Penggolongan Dalam skala usaha komersial.H. 021 316 9166~69. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Filiphina dibandingkan dengan 3. Pengumpulan Setelah buah dipanen. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. 9.1. Hal. http://www. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya.ristek. 9. sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan menyingkirkan tandannya. 9. buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu. Setelah buah duku dikemas dalam kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi. Sehingga 0 diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15 C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu.6 ton per hektar untuk duku di Thailand. karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya.6 ton per hektar untuk langsat dan 5. 021 316 1952. maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar. tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. PASCAPANEN 9. terutama kerusakan pada waktu perjalanan.

AN AL I SI S E KONOM I BUDI D AY A T AN AM AN 10.1. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Mutu … 11. Fax. Hal ini membuktikan bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat banyak orang untuk menjadi penjualnya.H. 1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah.1.2. minimum jumlah contoh yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Jl. Diskripsi … 11. Analisis Budidaya … 10. M. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. 021 316 1952. Ruang Lingkup D AR Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. 021 316 9166~69. Oleh karena itu pemasran buah duku bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap. Untuk pasaran dalam negeri biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kota. http://www. tengah dan bawah. cara pengujian mutu. yaitu menjadi pedagang musiman. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. ST AN PRODUKSI 11.kota besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun.go.2.3.id Klasifikasi dan Standar . Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selain itu penjualan buah duku dapat mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu. Usaha 11. 11. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal.ristek. Tingginya minat masyarakat untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku mempunyai peluang pasar yang prospektif.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.

M. Hal. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN diambil 5. http://www. Jl. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek.

H.ristek. dalam partai: 101 sampai 300. M. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 501 sampai 1000. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. Jl.5. daerah asal. minimum jumlah contoh yang Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. 3) Jumlah kemasan diambil 9. 11.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. minimum jumlah contoh yang dalam partai: lebih dari 1000. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. jenis mutu. 4) Jumlah kemasan diambil 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jumlah kemasan diambil 7. nama/kode perusahaan/eksportir. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 301 sampai 500. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. golongan ukuran. berat bersih. Fax. 5) Jumlah kemasan diambil 15.go. 021 316 9166~69.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. Fax.H. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.id . 021 316 9166~69.

Yogyakarta 2) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. P. Kanisius. 6) Majalah Salera. Jakarta. 5) . Jl. Semarang. Dalam Rubrik Informasi Wiraswasta harian umum Pikiran Rakyat Granesia. 7) Natawidjaja. Yogyakarta. Jakarta.id . 1985. 1991. Jakarta 8) Tohir. kanisius. http://www. Mengenal Duku yang Sedang Laku. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. 1990. Jakarta. 3) Daryanto. Duku Potensi dan Peluangnya.go. Edisi Februari 1991. Invertasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Tony Luqman. Fax. 4) Lutony. Aneka Ilmu. 1983. Bandung. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. A. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1991. Pedoman Bercocok Tanamn Buah-buahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Pustaka Dian. M. 021 316 1952. Kanisius. 1991. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Sarana Vida Widya. Suparman. Tanamn Duku Menunggu Pengembangan.K.H. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Mengenal Buah-buahan Yang Bergizi. Pradyaoaramita. 1993. 021 316 9166~69.ristek. 1983. Bercocok Tanam Buah-buahan.

Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda. susunan bunga terlihat bertumpang tindih. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil. 021 316 9166~69. Panjang tangkai bunga 100-300 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GLADIOL (Gladiolus hybridus) 1. b) Gladiolus primulinus. Tangkai bunga melengkung.H. Jl. yaitu: White godness (putih). panjang 90-150 cm. dan panjang hanya 35 cm. dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah. berakar serabut. berukuran besar. Tradehorn (merah jingga). Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ragam jenis bunga gladiol adalah : a) Gladiolus gandavensis. 2. c) Gladiolus ramosus. dan Priscilla (putih). sangat menarik. d) Gladiolus nanus.ristek. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut: Divisi : Tracheophyta Subdivisi : Pteropsida Klas : Angiospermae Subklas : Monocotyledoneae Ordo : Iridales Famili : Iridaceae Genus : Gladiolus Spesies : Gladiolus hybridus Hasil penelitian tahun 1988. Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu.id . Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm. Fax.go. http://www. SEJARAH SINGKAT Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. seperti bentuk daunnya. (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama). berukuran kecil. 021 316 1952. Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun. M.

021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www. 021 316 1952.go. M. Fax.id . 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek.

ristek. dan Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari. Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang). M. Hal. 2) Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. Rose Supreme. 5. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun. http://www. Albino. Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). Dr. Kultifat Eurovision. Dan memiliki nilai estetika. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5. bila kelembaban tanah dan tanaman relatif tinggi.go. 5.id . 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. gembur dan banyak mengandung bahan organik. 4. Iklim 1) Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. MANFAAT TANAMAN Gladiol di produksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi.H. Mansoer. Priscilla. 021 316 1952. jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Peter. Jl. 2) Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan perkembangannya. 021 316 9166~69. Ceker dan lain sebagainya 3. Salem. Media Tanam 1) Jenis tanah yang cocok untuk tanaman gladiol adalah andosol dan latosol yang subur. Friendship.1. 6. yang menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung). baik pada musim kemarau maupun musim hujan.2. dan 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty. Marah Api. kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C. Queen Occer. Jessica. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering dan floret tidak terbentuk secara normal. Suhu udara ratarata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat. agama. SYARAT PERTUMBUHAN 5.000-2500 mm/tahun. Sanclere. upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya. Oscar. Fax.

55. Jl. bibit belah (subang belah). Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dengan menggunakan umbi (anak subang). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yang memiliki pH 5. pembibitan yang berasal dari vegetatif dan kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dengan cara generatif. Subang dan anak subang yang akan dijadikan bibit tidak dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. Bibit (subang) yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 213. karena memerlukan masa dormansi.063 buah. Pembibitan Bibit dapat berasal dari pembiakan generatif.go. 021 316 9166~69. kecuali untuk kultivar Golden Boy yang cukup berdiameter 1 cm. Bibit vegetatif yang baik yang mempunyai daya kecambah lebih dari 90%. tidak cacat. Subang yang telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu. Fax. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendalakendala dalam perbanyakan secara konvensional.1. vegetatif. M.3.ristek.9. 5. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan generatif gladiol dengan biji.id . Bibit generatif harus berasal dari induk dengan pertumbuhan baik dan cukup umur. Bibit harus dipilih yang sehat. Selama masa dormansi subang dan anak subang yang telah kering disimpan ditempat yang beraliran udara baik dan terhindar dari cahaya matahari langsung. Ketinggian Tempat Tanaman gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl dan beriklim sejuk. Umbi dan anakan umbi diambil dari tanaman yang sudah dipanen. kultur jaringan maupun suspensi sel. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Umumnya. dan kultur jaringan. http://www. digunakan untuk mendapatkan kultivar baru bukan untuk tujuan bibit produksi.H. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 1) Persyaratan Benih Bibit dari subang bibit yang baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2. Biji didapat dengan cara penyerbukan buatan dibantu manusia.5 cm.

id . Fax. M. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H.go. 021 316 9166~69.

Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm. Fax. Untuk rata-rata setiap kultivar gladiol. Bila sesuai dengan pH tanah yang disyaratkan. http://www. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil.2. Perbanyakan dengan menggunakan anak subang yang berdiameter sekitar 1. Waktu yang diperlukan untuk penanaman kedua kira-kira sama dengan waktu penanaman pertama. Setelah masa dormansi terlewati. tanpa mengalami masa dormansi. Bila tunas mencapai tinggi 1 cm. lakukan pengukuran luas lahan yang akan ditanami. subang kecil dapat ditanam kembali. Kemudian analisa jenis tanah. Penanaman yang terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi dan akar semakin panjang. 5) Pemindahan Bibit Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dengan ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam waktu 16 bulan. maka subang siap ditanam. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan dan menghasilkan anak subang yang berdiameter kurang dari 1 cm. biji akan berkecambah setelah 7-12 hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap berbunga. M. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih Biji gladiol dapat langsung disemai.go. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan yang akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya. Jl. 021 316 9166~69. Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi.id . apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun.5 bulan. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penanaman gladiol dengan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang menghubungkan subang induk dengan subang baru. 021 316 1952. Hal. sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman. Daun yang tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai.H. Pecahnya dormansi juga ditandai dengan munculnya mata tunas.0 cm memerlukan 2 kali penanaman untuk mencapai ukuran subang yang dapat menghasilkan bunga.ristek.

K. Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tidak kekurangan unsur haranya. Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air). Jika pengairan menggunakan cara leb. maka lahan yang digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. Bila kebutuhan pasar sebanyak 1. 3) Pembentukan Bedengan Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam.3. agar drainase baik dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. maka 2 dibutuhkan lahan seluas 600 m . serta tanaman liar lain. ditanami. dan dipanen. http://www. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung.000 tangkai setiap dua minggu. Ca dan P.id .5. 2) Pembuatan Lubang Tanam Hal. Jl. 021 316 9166~69. yang diberikan sesuai dosis yang dianjurkan. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian bajak dan dicangkul sampai gembur. 3. Luas arel petakan dibuat sesuai dengan kebutuhan. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan pada tanah yang memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman gladiol dapat ditanam dengan sistem guludan atau tanpa guludan. 021 316 1952. Lahan dibuat menjadi 7 petak dengan luas 2 setiap petak 72 m .go. batu-batuan. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam cara penanaman adalah tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman. diukur dan dibersihkan dari gulma. maka penanaman sebaiknya dengan guludan agar air irigasi tidak merusak struktur tanah. Pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N. Atap plastik yang tembus cahaya dan bersih digunakan untuk menghindari kerusakan akibat hujan. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana untuk lahan yang akan diolah. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Lahan yang telah dianalisa.ristek.H. Jadwal penanaman disesuaikan dengan kebutuhan berkisar antara 60-80 hari. 5) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam.

M.H. Jarak tanam untuk subang berdiameter ≥ 4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan untuk subang yang berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat.id .5 bulan. maka tanaman akan menjadi lemah dan panjang. untuk subang berdiameter ≥ 2. (tanah liat dan berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yang ringan dan berpasir.4. http://www. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) dan dilakukan tiga kali dalam satu siklus tanaman. Jl. terutama pada tanah berpasir. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat dan menyulitkan dalam pemanenan. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak. 4) Pemberian Ajir Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. 3. Cara penanaman dengan guludan. biasanya ditanam dalam barisan pada guludan.go. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Pada tekstur tanah yang berat. Bila kedalaman 10-15 cm.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Lubang tanam dibuat dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm.5 cm. Fax. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dalam dibanding musim penghujan. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yang lebih dalam. akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. Letak bibit yang dangkal. Untuk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm. Dalam menentukan kedalaman tanam yang perlu diperhatikan adalah tekstur tanah dan waktu tanam. 021 316 9166~69. yang disesuaikan dengan kedalaman tanam subang gladiol. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman dan kualitas bunga. maka tinggi guludan dibuat ≥ 15 cm dengan anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar. 3) Cara Penanaman Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3.

sebagian lagi amonium). M. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari dan 45 hari setelah penanaman). curah hujan. masing-masing sebanyak satu sendok teh untuk setiap tanam. pengairan dan kandungan hara di dalam tanah.go. Fax. dosis 5 gram/100 m . Pada tanah berpasir. 021 316 9166~69. 2 Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon. Pemberian pupuk N kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga dan setelah panen bunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembubunan Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan. setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. 3) Pemupukan Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat dan berproduksi dengan baik. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari. Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang dan pembentukan anak subang. dengan dosis 300 gram/100 m air. diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan. http://www. 021 316 1952. keadaan lingkungan.ristek. HAMA DAN PENYAKIT 7. pertama saat tanam. dosis 400 gram/100 liter air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tidak terlihat di atas tanah.H. 7. 4) Pengairan dan penyiraman Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman.1.id . Jumlah pupuk yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah. Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat. yang dapat diatasi dengan pestisida yang tepat. Pupuk yang digunakan biasanya TSP dan Urea. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2 Digunakan pestisida cair (Permetrin dan deltametrin) dosis 5 cc per 100 m . Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau). Penanggulangan serangan hama 2 digunakan pestisida padat (Aldikarb). Jl. Pupuk diberikan tidak sekaligus. Hama 1) Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) Hal. atau Kaptofol. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit. 90-180 kg P (sebagai P2O5) dan 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. ( pupuk K dan P).

ristek. Panjang tubuh hama dewasa ± 2.id . warna. agak memilin. gladiolorum. M.H. Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat dan lebih suka makan pada bagian bunga dan kuncup. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. nikotin. Pengendalian: dapat dilakukan dengan penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yang mengandung dimetoat. Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm dan mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok).5-4. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia. Gejala: bercakbercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. formothion. kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit. kering dan mati.0 cm. berbentuk ramping. subang yang terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu. Gejala: daun gladiol yang terserang menguning. Pada serangan yang lebih lanjut. karbaril. 2) Busuk kering Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B.2. kuinalfos dan lainnya. oxysporum var. pertumbuhan tanaman kerdil dan mudah patah. merkaptodimetur dan metomil. 021 316 1952. Pengendalian: merendam subang dalam larutan insektisida 30-60 menit. Tanaman yang terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih dan akhirnya menjadi coklat dan mati. 021 316 9166~69. Bentuk. yang mengandung bahan aktif asefat. Fax. Pengendalian: menganginkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. triazofos. Jl. 7. 3) Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) Gejala: hama ini menyerang dengan membuat lubang-lubang pada permukaan daun dan bunga. Pada serangan berat umbi jadi keriput. sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya dan gagal panen. dengan menusukan alat mulutnya kedalam umbi untuk menghisap cairan tanaman. berwarna coklat tua atau hitam. orthoceras var gladiol. endusolfan. kemudian berkembang menjadi bercakbercak berwarna hitam keabu-abuan.) Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan. berkembang menjadi bercak-bercak. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tidak lembab serta merendam sebelum ditanam. 2) Kutu putih (Pseudococcus sp. dan di lapangan. pipih. yang dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). Penyakit 1) Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) Penyebab: cendawan F. http://www. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis. Pada subang yang terserang tampak bercak dan dalam keadaan lembab hifa patogen yang berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi dan menjalar kebagian tanaman lainnya. ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi. tergantung pada spesiesnya.go. merusak jaringan daun/bunga dan mengisap cairan yang keluar dari bagian tanaman dengan menggunakan alat mulutnya. Gejala: bunga berbintik-bintik.5 mm. gladiol atau F.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. Jl. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H.

Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. M. Patogen masuk dan menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yang disebabkan oleh serangga. http://www. 4) Busuk kubang (Busuk kapang biru) Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yang termasuk patogen lemah. tergantung pada kultivarnya. Fax. Pengendalian: memilih subang yang sehat dan merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yang terserang patogen. alat-alat pertanian dan sebagainya. Gejala: ada bercakbercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat dan berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (mengeringkan) subang yang dipanen sebelum disimpan pada tempat yang kering atau dengan menyemprotkan fungisida captan. 5) Hawar bakteri Penyebab: Xanthomonas gummisudan.id . sedang yang berasal dari subang jarang terserang. 8.80 hari setelah tanam. Gejala: sama dengan gejala busuk kering. Tanaman/bibit yang terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang. Yang berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan. zineb atau nabam. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PANEN Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu. Ciri dan Umur Panen Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 .1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Pengendalian: menyimpan subang dengan baik. Pengendalian: sama seperti untuk busuk kering. Jl.ristek. serta mencegah subang luka. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar. setelah dikering udarakan dahulu.H. sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan.go. 3) Busuk keras Penyebab: Septoria gladioli. Gejala: pada subang yang terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yang dalam waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru dan subang membusuk. 8. 021 316 9166~69. 021 316 1952.

http://www. M.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dengan jelas tetapi belum mekar. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Hal. Fax.go.H. Jl.

memungkinkan terjadi infeksi. 8.id . 8. PASCAPANEN 9. Bila bunga dipanen terlalu awal. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu. sehingga dalam satu saat terdapat lahan siap olah. 021 316 9166~69. Bunga yang basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight). http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka akan ada kemungkinan bunga tidak dapat mekar dengan sempurna. Pengumpulan Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat dan akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi.4. Periode Panen Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air. Fax. siap tanam. sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk dan penurunan kualitas. Oleh karena itu bunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan). Panen bunga tidak dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah. bunga basah oleh embun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan dan pengangkutan.H. walaupun pada kondisi suhu udara yang rendah. 9. Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari. Cara Panen Pemanenan dilakukan secara hati-hati dengan menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga dan menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun.ristek.000 potong. Secara teknis dapat diatur dengan pemetakan lahan. 021 316 1952.2. terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga. karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. Pemotongan tangkai bunga dengan pisau tajam dan bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul. dan siap panen. Kandungan karbohidrat yang rendah dapat diperbaiki dengan larutan pengawet yang mengandung gula. Jl. (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga). 8. Prakiraan Produksi Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M. hujan atau sebab lain.3.1.

Fax.go.ristek.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

makin lambat terjadi penurunan mutu.go. dilakukan penyortiran dan penggolongan sesuai dengan ukuran.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. M. Bunga dibersihkan dari kotoran yang menempel. karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yang hilang harus diimbangi dengan larutan perendam yang mengandung air dan senyawa lain yang diperlukan. Bunga dipilih yang bagus bentuknya.id . Faktor yang perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan dan susunan kemasan agar tidak terlalu tinggi serta tahan goncangan. 9. dikelompokan sesuai dengan kebutuhan. digunakan bahan pengawet adalah sukrosan dan 8-hydroxyquinoline citrate. Makin rendah suhu udara. Penggolongan ini dimaksudkan untuk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya akibat tercampur dengan yang bunga gladiol yang berkualitas rendah. Penyimpanan berkaitan erat dengan suhu udara. http://www. dengan hati-hati.H. biasanya dilakukan pada saat bunga: a) Baru saja dipetik. Fax. Dalam tahap ini. 021 316 9166~69. tidak terkena penyakit atau luka.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yang langsung berhubungan dengan konsumen. kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup dan membungkus bagian atas bunga dengan plastik yang sebelumnya sudah dilubangi. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dipanen. (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga). c) Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen. Pengemasan yang lebih baik biasa untuk bunga yang akan menempuh perjalanan atau untuk promosi.(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja.4. Pengemasan dan Pengangkutan Sistem pengemasan yang baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan dan sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan harga jual. Suhu udara penyimpanan bunga yang berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi. bunga dikondisikan agar tetap segar. Jl. Mengingat sifat bunga yang selalu dikonsumsi dalam keadaan segar dan bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yang bisa bergerak cepat. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yang dilengkapi alat pengatur suhu udara. Hal.3. 021 316 1952. Cara pengemasan yang paling sederhana yaitu dengan membungkus tangkai bunga dengan daun pisang. b) Setelah dipanen tidak segera dijual/diangkut.2. menunggu pemanenan selesai. umumnya berkisar antara 0-5 derajat C. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tidak rusak. 9.

KCL): 834 kg @ Rp.000. 1.200 tangkai per minggu (BCI dan Nehem.700 tangkai dibandingkan dengan kota lainnya. Pupuk .400. 9. Fax. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.H. pembangunan.322. komplek perumahan.000 bh @ Rp. TSP. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5.753. perkotaan. 10.. terdapat kecenderungan bahwa permintaan terus meningkat.000. dan perkembangan pariwisata (Sutater dan Asandhi.200. 021 316 1952. Jl.000. 2000.id . pengkajian aspek Agro Ekonomi usaha tani gladiol mencakup kegiatan produksi.800.000.000. Bibit: umbi bibit (subang) 190. Pestisida: 15 kg @ Rp.4.Rp.500. 2.078.Tenaga kerja sewa 120 OH @ Rp. 1. 021 316 9166~69.Rp.500.. konsumsi dan pemasaran. rumpang hasil produksi bunga harus ditingkatkan demikian juga mutu bunga potongnya.1. 4.Rp. Sampai saat ini DKI Jakarta masih merupakan pasar bunga potong terbesar dengan volume penjualan perminggu mencapai 54.500. Volume permintaan dalam negeri 127. 75. 15.000. 1991). Berdasarkan hal tersebut. dkk.000.000 @ Rp. 1.2) Pendapatan: bunga potong (tangkai) 214.000.Jumlah biaya produksi Rp.4) Parameter kelayakan usaha 1. Untuk mengimbangi permintaan konsumen. Rasio output/input = 1. Produksi per hektar bunga potong gladiol di tingkat petani baru mencapai 169. 50.Tenaga kerja keluarga 120 OH @ Rp. tanaman padi dan tanaman hias lainnya (Warsito dan Sutater.189 tangkai dan produksi bibit (subang) mencapai 136.000. Kebanyakan usaha tani gladiol dilakukan di daerah dataran tinggi sesudah tanaman sayuran. Gambaran Peluang Agribisnis Usaha tani gladiol merupakan usaha komersial karena sebagian besar produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen. http://www.3.Rp.Rp. 1.2.3) Keuntungan Rp. Sewa lahan/ha Rp. 1) Biaya produksi: 1. 21.go.000.125. 200.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. 3.000. 100. M.000.Rp.(Urea. 19. Tenaga kerja . 1987).406 umbi (Ameriana. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya gladiol luas lahan 1 ha dalam 1 musim tanam yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1991).ristek.Rp.Pupuk buatan NPK: 100 kg @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.122 10. 1889).000.2..

021 316 9166~69. http://www. 021 316 1952. Jl.H. Fax.id .ristek. M. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

a) Panjang tangkai (cm): kelas AA>95. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl.000 tangkai. karena hotel-hotel di Jakarta sebulan menghabiskan biaya sebesar Rp.1. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan panjang tangkainya.26%).65%). kelas A=76–94. M. bunga gladiol dikelompokan berdasarkan penampilan dan kondisi fisik lainnya sehingga terdapat bunga gladiol potong dengan mutu kelas AA. Malang. Dalam artikel “Dari Bisnis Asalan Menuju Industri Bunga “ (1993) dilaporkan bahwa konsumsi bunga potong 1992 di kota-kota besar seperti Jakarta. Bisnis bunga mencapai Rp. dan umbi bunga (12. Panjang. kelas C=10.go.3.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pasar bunga potong asal Indonesia akhir-akhir ini cukup menggembirakan. A. http://www. 85 juta untuk pembelian bunga. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. Pendek dan Mini. tanaman hias (38. 75. Semarang. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.250 tangkai untuk Jakarta.15 milyar per bulan atau 25. a) Kelas super: panjang tangkai > 95 cm b) Kelas panjang: panjang tangkai 76–94 cm c) Kelas medium: panjang tangkai 61–75 cm d) Kelas pendek: panjang tangkai 51–60 cm e) Kelas mini: panjang tangkai 30–50 cm Selain berdasarkan panjang tangkai. Diskripsi Standar mutu bunga gladiol potong di Indonesia tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01–4479–1998 11. Fax. dan Ujung Pandang 1. b) Jumlah minimum floret pertangkai: kelas AA=16. kelas B=12.Rp.283.id . cara pengambilan contoh dan pengemasan.000 . menyerap 60% dari total produksi bunga nasional. bunga gladiol dikelompokan dalam lima kelas yaitu Super. 2.928. B dan C. Dalam artikel “Indonesia Belum Tanggapi Dunia akan Permintaan Bunga Potong Tropis” (1992) dicatat bahwa konsumsi bunga potong untuk kota-kota besar hingga kini masih didominasi oleh Jakarta. kelas A=14.38%). 1.H.8 milyar per tahun di Jakarta terdapat 327 florist dan 227 kios penjual bunga. kelas C=5160. Bandung. 11. 11. 021 316 1952. Denpasar. Medium. STANDAR PRODUKSI 11. Tim Direktorat Bina Produksi Hortikultura (1988) mencatat bahwa peringkat ekspor bunga ke Eropa adalah bunga potong (43. kelas B=61-75. Surabaya.

ristek. kelas A=95: kelas B=95. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H. M. Fax. 021 316 9166~69. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keseragaman (%): kelas AA=100. http://www. 021 316 1952. Hal. kelas C<95.

kelas B=95. f) Kelurusan tangkai: kelas AA lurus. amati satu per satu bunga contoh.ristek. Selanjurtya timbang benda asing tersebut dan juga seluruh bunga contoh. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gladiol yang terdiri atas maksimum 1. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna spesifik (%): kelas AA=100. kelas A=95. kelas C<95. Fax. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kelas C>10. kelas A=1–2. kelas B=2. c) Penetapan keseragaman. kelas B=2-3. Hitung presentase bunga yang panjangnya memenuhi syarat terhadap seluruh bunga contoh. Ukur jarak ujung tangkai bunga terhadap garis lurus diatas meja menggunakan mistar yang tersedia. kelas A=95. kelas B=10.H. M. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut berikut ini: a) Contoh yang diambil semua. Hitung jumlah bunga seragam dan hitung prosentase bunga yang seragam terhadap jumlah seluruh bunga contoh.5 cm tergantung kelas. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang jumlah floret per tangkainya memenuhi syarat. e) Bebas hama/penyakit (proses): kelas AA=100. kelas A=5. Jl. hitung satu persatu jumlah floret per tangkai dari seluruh bunga contoh kemudian pisahkan tangkai bunga yang jumlah floretnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. kerusakan mekanik Hitung jumlah seluruh bunga contoh. d) Penetapan kelurusan tangkai Letakan bunga gladiol yang diuji diatas meja kerja yang telah diberi garis lurus sepanjang 1 meter atau lebih. i) Benda asing/kotoran (%): kelas AA=0. kemudian pisahkan bunga yang panjangnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. e) Penetapan benda asing Pisahkan dan kumpulkan benda asing yang dijumpai pada bunga atau dalam kemasan bunga contoh. b) Penetapan jumlah floret per tangkai. ukur satu persatu bunga contoh. h) Kerusakan mekanis (%): kelas AA=0. lalu pisahkan bunga yang tampak tidak seragam. kelas C<95. kelas A lurus. kelas B sedang. 021 316 1952. warna spesifik dan bebas hama Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Untuk mendapatkan jenis dan mutu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian yang meliputi: a) Penetapan panjang tangkai bunga Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kelas B=95. Bagian pangkal tangkai yang lurus diletakan pada garis lurus tersebut. sementara itu bagian ujung tangkai yang melengkung akan menjauhi garis lurus tadi.go. kelas A=1. kelas C=2– 3. Deviasi atau kurvaktur maksimal 7. kelas C kurang. jumlah floret mulai mekar. 021 316 9166~69.000 kemasan. Hitung presentase berat benda asing terhadap berat seluruh bunga contoh. g) Jumlah floret mulai mekar: kelas AA=1-2. kelas C=3. Hitung prosentase bunga yang memenuhi syarat terhadap jumlah seluruh bunga contoh. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang panjangnya memenuhi syarat.4. 11.id .

Hal. Fax.go. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www. Jl.H. 021 316 1952.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.

Fax. jumlah kemasan bunga dalam Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga.H.go. d) Contoh yang partai 301–500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. lembaran plastik atau kertas. b) Nama perusahaan/eksportir. bunga diletakkan berdiri dalam ember plastik yang diberi air perendam tangkai. a) Produksi Indonesia. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga. Ujung tangkai bunga diberi kapas yang dibasahi dengan larutan pengawet kemudian ditutup plastik. c) Contoh yang partai 101–300. bunga gladiol sebaiknya dikemas dengan keranjang bambu yang diberi lapisan daun pisang. 021 316 9166~69. e) Contoh yang partai 501–1001. M. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. d) Kelas mutu. j) Petunjuk penanganan (suhu udara. Pengemasan Untuk pasar lokal. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Untuk pasar jarak jauh. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Label atau gantungan (tag) yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil dan berisi informasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Contoh yang partai 6–100.id . bunga gladiol boleh tidak dikemas.ristek. c) Nama kultivar. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. 11. 021 316 1952. g) Berat bersih. Jl. diambil sekurang-kurangnya 5. f) Berat kotor. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 7. kelembaban) yang dianjurkan. h) Identitas pembelian ditempat tujuan.5. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 10. e) Jumlah bunga dalam kemasan. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 9. Untuk eksport bunga gladiol harus dikemas dengan kotak karton yang sesuai dengan diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya. i) Tanggal panen dan perkiraan daya tanah. Jumlah bunga dalam tiap kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar. diambil satu tangkai. http://www.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.H.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. 2) Rahardi. Fax. http://www. Balai Penelitian Tanaman Hias (Badan Penelitian dan Pengembangan). M. 1995 Jakarta. dan Sriwahyuni. Penebar Swadaya.. 1993 3) Agus Muharan dkk.go. Jakarta. Agribisnis Tanaman Hias. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. F.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.H. DAFTAR PUSTAKA 1) Rosa Widyawan.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1994. Bunga Potong (Tinjauan Literatur). 021 316 1952. Gladiol. Jl.ristek. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI). 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jakarta..

2. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber. 1/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan. Berawal dari kedua penemu tersebut. SEJARAH SINGKAT Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tidak berbatang. 021 316 1952. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. M. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Famili : Compositae/Asteraceae Genus : Gerbera Hal. Fax. seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian. http://www. Jl. Afrika Utara dan Rusia.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go. tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GERBERA / HEBRAS ( Gerbera jamensonii ) 1.ristek.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4.1. b) Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dari satu. Jl. d) Jenis gerbera yang dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda. Brastagi). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perkecambahan benih akan terganggu. terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu: a) Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah.7-18 derajat C dan maksimum 19.ristek. c) Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dari bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yang berbunga dominan merah.5-30 derajat C. Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C. Cipanas.800 mm/tahun. Bandungan (Jateng).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Spesies : Gerbera jamensonii Dari keragaman bentuk bunga. 2) Daerah yang paling baik adalah daerah yang beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13. Jika melebihi 35 derajat C. 3. Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. 021 316 1952. http://www. Barus Jahe. 021 316 9166~69. Batu dan Pujon (Malang Jatim). dan Simpang Empat (Sumatra Utara.id . SENTRA PENANAMAN Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe. dengan ukuran yang lebih besar dari ke tiga jenis di atas. sabun dan kosmetik. Iklim 1) Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1.900-2.go. Varitas yang ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah).H. kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan. Lembang dan Sukabumi (Jabar). 5. Orange Jaffa (oranye cerah). Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi. Fax. Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand. kuning dan merah jambu. M. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yang berwarna merah. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu. Ventury (oranye tua).

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952. http://www.id . 2/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M.ristek.H. 021 316 9166~69.

Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yang tinggi dan berpenampilan bernas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan.5-6. perhatikan tanggal kadaluarsanya.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm. Bibit yang didapat dari kultur jaringan yaitu mata tunas yang diambil dari jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yang mengandung bahan sterilisasi Hal. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dari matahari langsung. Jl.2. Penyemaian dapat dilakukan pada bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yang berdiameter cukup besar.H.1. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya hebras berkisar 5. induknya produktif berbunga. 5. 021 316 9166~69. subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus. 3/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 6. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80.400 m dpl.3.0. 2) Penyiapan Benih Benih yang berasal dari biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. tumbuhnya normal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.000-90. M. Fax. Jika bibit dibeli dari toko.ristek. Bibit anakan didapatkan dari rumpun tanaman gerbera yang anakannya banyak. Ketinggian Tempat Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 560-1. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dari pohon atau batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis yang unggul. sehat dan berasal dari tanaman jenis unggul. 021 316 1952.go.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M. kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %. sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari. sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang. c) Penyemaian dengan anakan Tanaman atau bibit anakan yang sudah dibersihkan dari tanah. di sore hari sungkup diangkat. Semaikan benih gerbera secara merata. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai. 021 316 1952. Larutan pupuk terdiri dari 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter. Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. Tanamkan mata tunas lateral. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN yaitu Clorax 30 %. Seusai sterilisasi dengan Clorax segera disterilisasi ulang dengan HgCL2 20 % selama 5 menit.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. Dari 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar. Bibit yang dari anakan dipisahkan dari rumpun gerbera yang sudah dibersihkan dari tanah.1 N. Fax. Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%. kemudian bilas dengan air aquades steril 5 X. http://www.5 gram/liter. Tiap bagian minimal satu anakan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Medium dibuat padat dengan Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7. Lakukan sterilisasi selama 20 menit. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5. Lalu isikan media semai 90 %. Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0. Jl. pasir dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1:1. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Penyemaian di bak persemaian Pilihlah lokasi tempat semai yang mendapat sinar matahari pagi atau di dalam 2 suatu ruangan yang mendapat cahaya buatan 40 watt/m . Pada saat umur bibit mencapai 21 hari. b) Penyemaian secara kultur jaringan Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter. Setelah 5-7 hari.5 mg/liter. Penjarangan setelah umur 5-6 minggu. pada umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk.go. sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dengan komposisi media yang sama dengan persemaian benih. akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dengan jarak 5 X 10 Cm. Siapkan media semai berupa campuran tanah yang subur halus.

http://www. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. M. 021 316 1952.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.id . Bibit yang berasal dari kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar. bersihkan dari gulma. Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat. Biarkan tanah selama 10-15 hari. tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 4060 cm. Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Pemindahan Bibit Bibit yang berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. Pemberian pupuk kandang dapat pula dengan cara per lubang tanam rata-rata 2 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m luas lahan.H. 6. Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya. sedangkan bibit yang dari anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat . http://www. Fax. 4) Pengapuran Pada tanah yang kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tentukan lahan yang strategis dan serasi. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan teknik yang sama dengan persiapan di atas. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman. Jl. atau Zeagro. kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan selebar 60-80 cm. kemudian dicampur dengan tanah sambil dibalikkan. kalsit.2. 5) Pemupukan Pada saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yang disebar merata. M. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dengan tinggi sisi timur dan barat yang sama dengan naungan 1 bedengan. Naungi dengan plastik bening.

go.id . Fax. 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 5/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl. 021 316 1952.H.

Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Jika ada tanaman yang mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dengan tanaman yang baik pada lubang yang sama. Siramlah bedengan sampai cukup basah. Periode penyulaman sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam.H.00. . 2) Penyiangan Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dari gulma dan sambil menggemburkan tanah. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan.id tunas/cabang yang sudah tua. 20. Penyiangan dilakukan pada 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam. Waktu yang terbaik di pagi hari antara jam 06. sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg. http://www. Pupuk dasar berupa NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pada saat tanam. Jenis pupuk yang dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya.4. lalu diisi dengan media sampai 90 %. Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dengan periode 1 kali dalam sebulan. 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dengan ukuran dan umurnya. Jl.00 atau sore antara 15. Fax. sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. tanamkan bibit secara tegak ditengahtengah lubang tanam. 2) Cara Penanaman Basahi lubang tanam sampai lembab. Cara pemberiannya dengan cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.00-09.ristek. Siapkan polybag berdiameter 15. pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1).00-17. 4) Pemupukan Dilakukan secara rutin sebulan sekali. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur. Waktu penyulaman yang baik pagi/sore hari . 6.3. 021 316 9166~69. 3) Perempalan Perempalan dilakukan untuk membuang mengering maupun yang terserang penyakit. Isi dasar polybag dengan selapis pecahan bata merah/sekam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6.

021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 6/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. http://www.ristek.go. Jl. M.

http://www. Jl. 3) Penyakit tepung Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC). Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yang terkena penyakit.1. 021 316 9166~69. Hama 1) Ulat daun dan belalang Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis 2. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran. HAMA DAN PENYAKIT 7. Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung. 021 316 1952.id .go. 2) Kapang kelabu/grey Mould Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2.H. Gejala: timbul busuk bunga. Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan. Ciri dan Umur Panen Bunga gerbera yang siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dari biji.5 EC atau Agrimec 18 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.1.).TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman. Fax. hingga kusut dan diliputi kapang yang berwarna kelabu. PANEN 8. M. terbentuk bulat/tidak beraturan.bercak berwarna coklat. Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang. 7. 8. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. 7. memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dengan fungisida seperti Dithane M-45. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. daun mengering dan gugur.ristek. Gejala: timbul bercak. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas). Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. 5) Pengairan dan Penyiraman.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M. Jl. 021 316 9166~69.go. 7/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Fax. http://www. 021 316 1952.

000 m yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung.000. 3.000 m selama 1 tahun 2. 1) Biaya produksi 2 1. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan budidaya bunga gerbera seluas 1. Pupuk . Bibit . Bangunan dengan naungan 3.400.go.000. http://www.800.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.000 tanaman 4.000. Fax. Kemudian disimpan di tempat yang teduh untuk melakukan sortasi. 021 316 9166~69. 10. 021 316 1952. dimasukkan ke dalam ember berisi air. Rp.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PASCAPANEN 9.id .H.NPK 400 kg @ Rp.2. 2.Pupuk kandang 2. Penyortiran dan Penggolongan Sortasi dilakukan pada tangkai bunga yang ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri. 200.000. 9. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut. 9. 150.1.ristek..000. Perkiraan Produksi Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul.000 kg @ Rp. Jl. 100.Rp. 2. Pengemasan dan Pengangkutan Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dengan kapas untuk mempertahankan kesegaran.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. Ikat tangkai bunga dengan karet/tali lentur.2. Rp.500. Sewa lahan 1. 9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. M. Pengumpulan Setelah bunga gerbera dipanen.000.3.Rp.Pupuk daun dan bunga Rp. tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun.Rp.Bibit anakan 10.000..

id . Fax. M. http://www. 8/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek.

HKW Hari kerja wanita. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara pengambilan contoh. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi . bahan baku industri minyak wangi. 425.. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.000 tangkai.Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 6.1.Rp. 200. 10 bunga/th. Harga satu kuntum bunga gerbera termasuk mahal. Tenaga kerja .000.950.000.id .ristek. M. selain sebagai bunga potong.000. 1.H. sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland berharga Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.112.000. 15.3) Keuntungan per bulan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000.. Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera dapat diandalkan karena peminatnya di dalam negeri semakin banyak. 021 316 1952.di tingkat petani. STANDAR PRODUKSI 11.di tingkat petani.500. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia mengklasifikasikan tanaman hias gerbera adalah tanaman introduksi dari luar negri. 11. 200.- = 1.000. 10.16. cara uji.Pembuatan bangunan naungan 20 HKP .Penanaman 5 HKW . 10. Deskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. Namun apabila tanaman hias gerbera berkembang baik di Indonesia pasti akan dapat menjadi komoditas potensial/komoditas utama. Rp. 573.Rp. syarat mutu.go. 200.500.200. 9. sabun dan kosmetik. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 8.Rp. 12 tangkai Gerbera berbunga dua lapis (introduksi luar negeri) yang sudah banyak dibudidayakan berharga Rp.2.000. Tanaman ini juga dapat menjadi komoditas ekspor. Jl.Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP .000. 37. syarat penandaan dan pengemasan.Rp. http://www.000. Hal ini dapat dilihat dengan dominannya bunga ini di dalam rangkaian bunga.Rp.Rp.Pemeliharan tanaman 1 tahun 50 HKW + 5 HKP .756 Di Indonesia tanaman hias gerbera belum berkembang pesat sebagai komoditas komersial. Fax. Rasio output/input Keterangan: HKP Hari kerja pria.Rp. 021 316 9166~69.2.x Rp.

021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl. http://www. 021 316 9166~69.go.H. 9/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.000 kemasan.ristek. 021 316 1952.H. 11. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. diambil satu tangkai. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. 021 316 9166~69. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gerbera yang terdiri atas maksimum 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pangkal tangkai bunga diremdam dalam larutan pengawet misalnya larutan gula 6%. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga.go. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat.3. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. http://www. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai.5. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Pengemasan Ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga kecuali kuntum bunga bagian atas. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Jl. Fax. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. M. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. 11. Klasifikasi Standar dan Mutu Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. Tempat perendaman bersuhu udara dingin yaitu sekitar 14-25 derajat C selama 4 jam. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastik dengan posisi tegak.id .

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Fax. Jl.H.ristek.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

Ir. Yogyakarta.H. Jakarta. Bunga-bunga Pot Populer.go.. 021 316 9166~69. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M. 1997.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1995. 293. 11/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Bonus Trubus No. Fax. 3) Trubus No. 1994. http://www.ristek. Gerbera. Jl. Penerbit Kanisius. 327.

http://www. a) Menurut umur. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SEJARAH SINGKAT Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. 021 316 9166~69. 2.H. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L. dibagi menjadi 3 golongan: Hal. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. ) 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG ( Zea mays L. Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji. M. 021 316 1952. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. Fax.id .

Tanaman jagung banyak sekali gunanya. Bima dan Harapan. Wiyasa. Abimanyu dan Arjuna. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari. Jl. Harapan. M. Berumur panjang: lebih dari 120 hari. Genjah Kertas.id . yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Pop Corn 5. tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: a) Batang dan daun muda: pakan ternak b) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos c) Batang dan daun kering: kayu bakar d) Batang jagung: lanjaran (turus) e) Batang jagung: pulp (bahan kertas) f) Buah jagung muda (putren. Nakula. 3. Di Indonesia. contoh: Hibrida C 1. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu. 2. Bastar Kuning. umur pendek. Hibrida IPB 4. Genjah Kertas. jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Kania Putih. Pod Corn 7. jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. Hibrida IPB 4. Bromo. Pandu. contoh: Genjah Warangan. http://www. bergedel. Malin. Malin. Jw): sayuran.ristek. MANFAAT TANAMAN Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Hibrida Pioneer 2. Kalingga. 3. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua. Arjuna. Fax. Harapan Baru. Parikesit. jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi.Metro dan Pandu. Hibrida CP 1 dan CPI 2. Bastar. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. Metro.go. sambel goreng Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. Permadi. Sweet Corn 4. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi. Sadewa. Kuning. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di Daerah Madura. 021 316 1952. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari. Flour Corn 6. bakwan. Bima. Dent Corn 2. Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1). Flint Corn 3. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia. b) Menurut bentuk biji. contoh: Kania Putih. Bogor Composite-2. dibagi menjadi 7 golongan: 1. 021 316 9166~69.

Fax. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M.ristek.go. http://www. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id .

3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat. brondong. dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. Sulawesi Utara. 4. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya. Jl. 021 316 9166~69. roti jagung.go. perekat. e) Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. d) Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C. Tanaman jagung yang ternaungi. industri textil. budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya. bahan baku industri bir. Jawa Barat. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. M. industri farmasi. dan Maluku. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. dan menjelang musim kemarau. Hal. daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah. http://www. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan. bihun. Iklim a) Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. b) Pada lahan yang tidak beririgasi. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura. c) Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Biji jagung tua: pengganti nasi. tepung. jagung menghendaki beberapa persyaratan. Sulawesi Selatan. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. biskuit. Fax. Yogyakarta. D.1.H. kue kering. marning.ristek. Nusa Tenggara Timur. pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. dextrin. akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.I. bahan campuran kopi bubuk. dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah.id . pakan ternak. Jawa Timur. 5. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. Madura. SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. 5.

kemurnian benih dan daya tumbuh benih. d) Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung. baik mutu genetik. 6.ristek.id . Media Tanam a) Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Fax. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu.6 .go. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar. 5. Baster Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. 021 316 9166~69. CPI-1.3. b) Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Kaliangga. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. tidak tercemar hama dan penyakit). Hibrida Pioneer 1. tidak mengandung kotoran.H. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %.1. tanah berpasir.5.7. b) Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung. 021 316 1952. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. PEDOMAN BUDIDAYA 6. tidak tercampur benih/varietas lain. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5. Pioneer 2. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur. grumosol. c) Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. subur dan kaya humus. http://www. Arjuna. latosol. Hibrida C 2. M. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik. Jl. IPB 4. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. fisik maupun fisiologinya. Wiyasa.

Jl. http://www. 021 316 9166~69. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. 021 316 1952.

Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm. Selain itu. Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida). terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Melalui pengolahan tanah. BISI-1. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengolahan Media Tanam Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah. 3) Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%. 021 316 1952.ristek. M. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar. http://www. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. P-5. Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. 2) Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Kania Putih. Harapan. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kuning. Nakula. sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate. drainase dan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki.2. diambil yang tongkolnya besar. Dari tongkol yang sudah kering. BISI-2. sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G. Hal. Permadi. Sadewa. diambil biji bagian tengah sebagai benih. Dari tanaman terpilih. P-3. Metro. 6. barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot. dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar.id . Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. dan tidak terserang oleh hama penyakit. jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2.H. kemudian diratakan. Bogor Composite. C-3. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama. Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. Parikesit. Bima. P-4.go. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. sekitar 1 bulan sebelum tanam. Fax. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat. kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha. hama dan penyakit.id .3. tanaman. 4) Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5. 6.go. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah. biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. M. http://www. tanah harus dikapur. 021 316 9166~69. setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: a) Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam. 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah. 3) Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar.ristek. 5) Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. keteknikan dan sosial ekonomi). Jl. Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia. c) Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari.H. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. abunya dikembalikan ke dalam tanah. tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun.

Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952. http://www.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax.

semakin panjang umurnya. kacang tanah. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). kedelai. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. http://www. benih jagung ini dapat ditanam. 021 316 1952. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang sepenuhnya tergantung dari hujan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang tanam yaitu antara 35 cm. Contoh: tanaman campuran seperti jagung. semua tercampur jadi satu Lahan efisien. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit.go. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung.ristek. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ubi kayu. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya.id . Contoh: jagung muda. setiap lubang ditanam dua tanaman. 1 orang memasukkan benih. Apabila tanah kering. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih.H. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejak penanaman. padi gogo. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Fax. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. tumpang sari beda umur seperti jagung. tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. Jl. perlu diairi dahulu. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. M. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: a) Tumpang sari (Intercropping). Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm. 021 316 9166~69. Contoh: jagung disisipkan kacang tanah. b) Tumpang gilir (Multiple Cropping). 3) Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). ketela pohon. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. padi gogo. c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). ubi kayu. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang).

go.id .H. Jl. Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Caranya. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Jl. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan. Di sawah tadah hujan.ristek. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil. M.4. bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang. ditanam pada akhir musim hujan. maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. kemudian ditimbun di barisan tanaman. 6. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu. sehingga tanaman tidak mudah rebah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menutup lubang). bila dikehendaki 1 tanaman per lubang. 021 316 9166~69. 4) Lain-lain Di lahan sawah irigasi. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. 3) Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang. 2) Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang.id . Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam.H. maka tanaman tersebut harus dikurangi. tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul. Untuk efisiensi tenaga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. jagung biasanya ditanam pada musim kemarau.go. bersamaan dengan waktu pemupukan. Fax. Pemeliharaan 1) Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. http://www. garpu dan sebagainya. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah.

go.ristek. 021 316 1952.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl. http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 9166~69.

(2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan. Pada tahap pertama (pupuk dasar). Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu. 5) Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam. M. akhirnya tanaman menjadi layu. air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. dan panjang lalat 3-3. (3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma.1. warna telur putih mutiara. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. dilakukan penyiraman secukupnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan. pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit. warna punggung kuning kehijauan dab bergaris.5 mm. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap.H.id . http://www. 7. terutama setelah selesai panen jagung. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang. Hama a) Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu. warna perut coklat kekuningan. (4) pengendalian secara kimiawi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II). 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.ristek. kecuali bila tanah telah lembab.go. agar hama tidak menyebar. 4) Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg. Fax. pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. HAMA DAN PENYAKIT 7. sehingga perlakuan ini akan lebih efisien. dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. Namun menjelang tanaman berbunga. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Pada tahap kedua (pupuk susulan I). Jl.

9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl. Fax.

(2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah. penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis). Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas. daun runcing dan kecil. http://www. sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. Spodoptera litura. disemprot terlebih dahulu dengan insektisida. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat. daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun. (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab. spora philippinensis. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu. (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman. c) Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Underw. (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang. Hostathion 40 EC. 7. Jl.2. tongkol berubah bentuk dan isi. warna menguning. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC. tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan.id . b) Ulat pemotong Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya. Difolatan 4 F. 021 316 9166~69. Larvin 74 WP. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan. dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). (3) sebelum lahan ditanami jagung. (A. b) Penyakit bercak daun (Leaf bligh) Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP. ipsilon). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan. kemudian dimusnahkan.ristek. akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. bisa juga dilakukan pergiliran tanaman. kemudian berubah menjadi coklat tua. Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai.H.go. (3) pada tanaman dewasa. Marshal 25 ST. M. kaku dan pertumbuhan batang terhambat. Penyakit a) Penyakit bulai (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. semula bercak tampak basah. penanaman varietas unggul. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. 021 316 1952. Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu. spora javanica serta P.

id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. Fax.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang Hal.H.

dipanen ketika matang susu. biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung. baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. 8. serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang. tergantung dari tujuan panen. d) Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda. mengatur jarak tanam. Jagung untuk direbus dan dibakar. c) Biji kering. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm.go. 021 316 1952. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam.1. dan mengkilat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berwarna kuning kecoklatan. keras. e) Penyakit busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw). pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul. Gibberella fujikuroi (Schw). Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi. http://www. Seperti pada tanaman padi. masak tua dan masak kering/masak mati. (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun. 021 316 9166~69. kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit.H. tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dilakukan pergiliran tanam. Ustilago zeae (Schw) Ung. Jl. M. dan bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . PANEN Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis.ristek. Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall). (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau. (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. Uredo maydis DC. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar. Fax. perlakuan benih. masak lunak. Uredo zeae Schw. Gibberella moniliforme. Jagung untuk sayur (jagung muda. 8. apabila ditekan tidak membekas.

Jl.H. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id . M.

Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya. 8. Bila biji dipijit dengan kuku.4.ristek. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning.id . http://www.go. 021 316 1952. Hal. benih. 8. 021 316 9166~69. atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung.2. dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan. PASCAPANEN Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas. maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah. pakan ternak. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). Prakiraan Produksi Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. terutama bila dipipil dengan alat. tidak meninggalkan bekas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. 8.H. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung).3. 9. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Walaupun potensi hasil cukup tinggi. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. Fax. tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jagung untuk keperluan sayur. baru memberikan hasil 17 ton/ha. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat. cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani. Jl. M. tidak harus menunggu sampai biji masak.

Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan Hal. 021 316 9166~69. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9–11 %. begitu selesai dipanen. Pengeringan Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin.2. Fax. biji pecah. 9.1.ristek. Jl. 021 316 1952. Pengupasan Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung. 9. biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol. Pada dasarnya “memipil” jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah. terutama pada musim hujan. http://www. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam. biji hampa. Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia.go. kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43 derajat C. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan. M. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar.H. biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. 9. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. biji kecil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari. kelobot segera dikupas. sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %.id . maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Pemipilan Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil. Jagung melekat pada tongkolnya.4.3. Penjemuran dapat dilakukan di lantai. Penyortiran dan Penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol. yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatan.

000. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dengan luas lahan penanaman 1 ha. 10. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi.300. jenis jagung Hibrida C1 pada tahun 1999 per musim tanam (3 bulan) di daerah Jawa Barat: a) Biaya produksi 1.650. 450.2.000. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000.000. Tenaga kerja . M. Pestisida .000. 650.Pengolahan lahan .900. 200. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.500 kg.Penanaman: 20 OH @ Rp. Rp. Rasio B/C 10. 2. Fax. Rp..000. 15.ristek.000.Rp.697. 100.Rp.000.000.. Rp.82.000.Rp.000.000. Biaya lain-lain Jumlah biaya produksi b) Pendapatan: 5. Pupuk . akan mendapatkan hasil yang baik.190.500. http://www.500. 50. Bibit: benih jagung 20 kg @ Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Berdasarkan statistik yang ada permintaan produk jagung nasional belum dapat memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.Rp. 50.Rp.000. Rp.- = 1.325 Hal.1.SP 36: 100 kg @ Rp.c) Keuntungan bersih d) Parameter kelayakan usaha 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.Rp.Penyiangan dan pembumbunan (borongan) . 375.. 10.KCl: 50 kg @ Rp.- Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN jagung dari campuran kotoran.000.5.Pemeliharaan lain 6. 1. 1. 200. 021 316 1952. 3.100. Impor jagung jumlahnya sudah cukup besar terutama dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak yang sedang berkembang dewasa ini.Rp.Rp.500. 877.575. 50.4.. 10.id .3.Urea: 300 kg @ Rp. Rp. Panen 7. 150.500.Rp.H. Rp.000.450. Sewa 1 hektar per musim tanam 2.000.@ Rp.1.go. Jl.Insektisida: 2 liter @ Rp.Pemupukan: 20 OH @ Rp.

Bebas dari bahan kimia. mutu IV=10. 5. pengemasan dan rekomondasi. 11. Dalam perdagangan internasional. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. mutu II=2. 3. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. 021 316 9166~69. mutu IV=17. syarat penandaan. mutu II=3. Butir pecah maksimum (%): mutu I=1. b) Penentuan adanya rusak.2.go. mutu III=7. Memiliki suhu normal. Persentase butir-butir warna lain.3. Ruang Lingkup Standar produksi tanaman jagung meliputi: standar klasifikasi. 4. Fax. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. 11. cara uji. syarat mutu. Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 4. Diskripsi Standar mutu jagung di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-03920-1995.id . atau bau asing lainnya. M.H. jagung putih (bila sekurangkurangnya bijinya berwarna putih) dan jagung campuran yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 % Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu II=1. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan warnanya.ristek. STANDAR PRODUKSI 11. mutu II=4. Butir rusak maksimum (%): mutu I=2. 3. Bebas bau busuk. mutu IV=3. butir pecah. Bebas hama dan penyakit. Jl. mutu IV=2. mutu IV=8. jagung kering dibedakan menjadi jagung kuning (bila sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning). a) Syarat Umum 1. cara pengambilan contoh. mutu III=2.1. seperti: insektisida dan fungisida. mutu II=14. 2. komoditi jagung kering dibagi dalam 2 nomor HS dan SITC berdasarkan penggunaannya yaitu jagung benih dan non benih. mutu III=3. mutu III=6. asam. http://www. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. 021 316 1952. mutu III=15. 2. butir warna lain. b) Syarat Khusus 1. butir rusak.

021 316 1952. M.go. Fax. http://www.ristek. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .H. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic atau “Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produce of Indonesia. d) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1988). Jagung Bogor. Budidaya Kedelai dan Jagung. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. h) Tujuan.4. b) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (1998). 12. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Studi Tentang Agroindustri & Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. d) Nama perusahaan/pengekspor. c) Capricorn Indo Consult. 11.id . Palangkaraya. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian e) Saenong. 021 316 9166~69.5 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. e) Berat bruto. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah. Teknologi Benih Jagung. Departemen Pertanian. c) Nama dan mutu barang. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Yogyakarta. Sania. 021 316 1952.ristek. (1993). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berat contoh analisa 100 gram. 11. g) Nomor karung. Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus. (1988).go. berat netto maksimum 75 kg. Jl. Fax. M.15). f) Berat netto. (1998). Kanisius. http://www. b) Daerah asal produksi.H. Bogor. dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran.

H. http://www. Jl.id . M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. g) Warisno (1998). 021 316 9166~69. Budidaya Jagung Hibrida. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. Proyek PEMD. Kanisius. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Sutoro. http://www. Yogyakarta.H. (1988).go. Bogor. Yogo Sulaeman.ristek. 021 316 1952. Iskandar. Jl. Jakarta.

http://www. Fax. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id .H. M. 021 316 9166~69.ristek. Jl. 021 316 1952.

jahe (Sunda). beeuing (Gayo). dsb. jhai (Madura). sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha). jahi (Lampung). temu hitam (Curcuma aeruginosa). URAIAN TANAMAN 2. 2. sipodeh (Minangkabau). kunyit (Curcuma domestic a). SEJARAH SINGKAT Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh). jae (Jawa dan Bali). Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). melito (Gorontalo). bahing (Batak Karo).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : . kencur (Kaempferia galanga). lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. geraka (Ternate).JAHE ( Zingiber Officinale ) 1. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman.

Zingiber Species officinale 2.2 Deskripsi : Zingiber .

berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah. yaitu : 1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk. sangat tajam . kepala sari berwarna ungu. 5 – 10 mm. lebar 3 – 3. helainya agak sempit.5 mm.5 – 1. panjang malai 3. berwarna hijau cerah. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik. panjang 12 – 15 mm . rahis berbulu jarang . dan tidak berbulu. lebar 1. hampir tidak berbulu. 3. lebar 8 – 15 mm . panjang 2.5 – 5 cm. sama seperti jahe kecil. panjang 15 – 23 mm. agak rata sampai agak sedikit menggembung. gagang bunga hampir tidak berbulu. atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya. panjang 2 – 4 mm . tangkai daun berbulu. berwarna kuning kehijauan. panjang 7. disamping seratnya tinggi. Umumnya dikenal 3 varietas jahe. bundar pada ujungnya.5 – 2. panjang 25 cm. seludang agak berbulu.3 Tanaman Jenis Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran. gela p. berbintik-bintik berwarna putih kekuningan.5 cm. 2. tangkai putik 2 2. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan.75 – 3 kali lebarnya. bibir berwarna ungu.5 mm. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah. baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan.Terna berbatang semu. MANFAAT . rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.75 cm . Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil. berbentuk tajam. sehingga cocok untuk ramuan obatobatan. bentuk dan warna rimpangnya.75 cm . Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. panjang sisik 3 – 5 cm. jahe merah selalu dipanen setelah tua. 3) Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil.5 cm. mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. 2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil. panjang 9 mm . sehingga rasanya lebih pedas. letaknya berdekatan atau rapat. Daun sempit. tinggi 30 cm sampai 1 m. ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. bentuk lidah daun memanjang. lebar 1 – 1. tidak berbulu. panjang 1. berbentuk lanset. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua.

TANAMAN Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak. pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. kembang gula dan berbagai . biskuit. kue.

yaitu antara 2. Mesir.2. Nigeria. anti inflamasi. minyak wangi. sekoteng dan sirup. liat berpasir dan tanah laterik. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar. es krim. Tanam 1) Media Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur. 4. pereda kejang. bandrek. Iklim 1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi. 3) Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara o 20-35 C. anti pengerasan pembuluh darah.1. Cina. India. Jepang. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat. 2) Pada umur 2. campuran sosis dan lain-lain. dibuat acar. Indonesia. ditanam di kebun dan di pekarangan. Srilangka.minuman. 5. lalap. Jamaika. sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar. jahe bubuk dan awetan jahe. 3) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) .000 mm/tahun. yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia. kering. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut). anti piretik. 5. SENTRA PENANAMAN Terdapat di seluruh Indonesia. diolah menjadi asinan jahe. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol. 2) Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir. serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Meksiko. Pakistan. Yunani. anti muntah. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. gembur dan banyak mengandung humus. industri jamu tradisional. anti mikroba dan parasit.500-4. peluruh keringat. anti rematik.5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari.

sekitar 4. 5. Tempat Ketinggian baik di daerah tropis dan subtropis dengan 1) Jahe tumbuh ketinggian 02. .000 m dpl.0.3-7.3.8-7.4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6.

kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi. bibit jahe tersebut sudah disemai. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Setelah 2-4 minggu lagi. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. kemudian disimpan sekitar 1-1. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami. 2) Teknik Penyemaian Bibit Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam. b. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). 6. mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi). demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. c. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a.1. bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. lalu dicelupka n dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. b. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 910 bulan).600 m dpl.5 bulan. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. dan mutu fisik. dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan . Penyemaian pada peti kayu Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering). demikian seterusnya.2) Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis. Penyemaian pada bedengan Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). a.

fungisida. Setelah 2 minggu. . biasanya rimpang sudah bertunas. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah.

5002. a. 3) Pembentukan Bedengan Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp.5 ton/ha. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat. sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm. merangsang pembentukan bulu-bulu akar. 4) Pengapuran Pada tanah dengan pH rendah. Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam. sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.8 ton/ha. mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0. c. b. Bila keasaman tanah yang ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe. . maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur. barulah ditanam. 2) Pembukaan Lahan Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu.syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gasgas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.500 kg. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha. maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1. lebar 80-100 cm. 3) Penyiapan Bibit Sebelum ditanam. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur.2.Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 4060 gram. bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam.

6.3. Teknik Penanaman .

Praktek di lapangan. seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman.1) Penentuan Pola Tanaman Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional. b. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). c. maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar. hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang mati. Menekan biaya kerja. maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. seperti jagung. 2) Pembutan Lubang Tanam Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain.5 cm untuk menanam bibit. bawang merah. kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7. sebaiknya tidak perlu dilakukan . Meningkatkan produktivitas lahan. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: a. 6. cabe rawit. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija. buncis dan lain-lain. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Sekitar 2-3 minggu setelah tanam. 3) Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. bibit 4) Perioda Tanam Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur.sayuran.4. karena kondisi air tanah yang buruk. Namun di daerah. d. pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. seperti ketimun. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga. 2) Penyiangan Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali.

sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai .penyiangan besar. lagi.

3) Pembubunan Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan. 4) Pemupukan a. Pemupukan Organik Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan. b. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk

diberikan tanaman tanaman

dengan ditebarkan secara merata di sekitar atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela

5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September; 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitaminvitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah: 1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. 2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. 3) Kumbang. 7.2. Penyakit 1) Penyakit layu bakeri Gejala : Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. Pengendalia n:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terkena penyakit;  pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik;  pengendalian fungisida dithane M -45 (0,25%), Bavistin (0,25%) 2) Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya.

Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. Gejala : Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati. Pengendalia n:

 penggunaan bibit yang sehat;  penerapan pola tanam yang baik;  penggunaan fungisida. 3) Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala : Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik -bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalia n: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas. 7.3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya. 7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 6) Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

1)

Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

8. PANEN
8.1. Ciri Panen dan Umur

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih. 8.2. Panen Cara

Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.

Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar. 8.3. Panen Periode

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya. 8.4. Perkiraan Panen Hasil

Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

9. PASCAPANEN
9.1. Penyortiran Pencucian Basah dan

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. 9.2. Perajangan Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. 9.3. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan

selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C - 60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9.4. Kering. Penyortiran

o

o

Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.5. Pengemasan Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya. 9.6. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

10.ANALISIS TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya

EKONOMI
Usaha

BUDIDAYA

Perkiraan analisis usaha budidaya jahe seluas 1 ha; yang dilakukan petani pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1) Biaya produksi 2) Bibit: 2.000 bh @ Rp. Rp. 3.400.000 ,b. 1.700,- = Pupuk  Pupuk buatan: Urea 165 kg @ Rp. 1.100, = Rp. 181.500, TSP 160 kg @ Rp. 1800,- = Rp. 288.000, KCl 160 kg @ Rp. 1.600,- = Rp. 256.000, Rp. 750.000,  Pupuk kandang 3.000 kg @ Rp. 150,= c. Obat 20 kg @ Rp. 15.000, Rp. 300.000, d. Alat Rp. 180.000,

e. Bahan (mulsa) 20.000 m @ Rp. 150,f. Tenaga kerja 200 OH g. Biaya Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. Rp. Rp.

3.000.000 ,2.000.000 1.000.000 ,,- 11.355.500,Rp.

2) Penerimaan: 10.000 bh @ 1.500,-= 15.000.000,3) Keuntungan usaha tani 3.644.500,4) Parameter kelayakan usaha a. B/C rasio = 1,321 10.2. Gambaran Agribisnis Peluang

Rp. Rp.

Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap oleh kebutuhan dalam negeri. Dilihat dari segi harga, dari tahun 1991 hingga saat ini fluktuasi harga jahe basah maupun kering boleh dikatakan stabil. Dilihat dari segi permintaan, stabilitas harga serta produksi jahe dalam negeri prosepek agrobisnis jahe sangat cerah.

11.STANDAR PRODUKSI
11.1. Lingkup Ruang

Standar meliputi jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan. 11.2. ipsi Deskr

Standar mutu jahe di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI– 01–3179– 1992. 11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III. 1) Syarat umum a. Kesegaran jahe: segar b. Rimpang bertunas: tidak ada c. Kenampakan irisan melintang: cerah c. Bentuk rimpang: utuh d. Serangga hidup: bebas 2) Syarat

Khusus a. Ukuran berat: mutu I > 250 gram/rimpang; mutu II 150-249 gram/rimpang; mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%. b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0 %; mutu II=0 %;

mutu III<10 %. c. Benda asing: mutu I=0 %; mutu II=0 %; mutu III<3 % d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0%; mutu II=0%; mutu III <10% Untuk mendapatka n jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi: 1) Penentuan benda-benda asing Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan yang diuji. 2) Penentuan kadar serat Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik 105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kirakira 1 jam dengan menggunakan sebuah alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan. Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas

kemudian dengan kira-kira Keringkanlah Krus Gooch dan

15

ml

etil

alkohol

95%.

isinya pada 105 + 1 derajat C dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah. 3) Penentuan kadar minyak a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35– 40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih. b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah batu didih. c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya. Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersama-sama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung. 11.4. Contoh Pengambilan

1) Pengambilan contoh Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5. b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil adalah 7 c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil adalah 9 d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil adalah 10 e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15. Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. 2) Petugas pengambil

contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Jahe segar disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli

12.DAFTAR PUSTAKA
1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal. 2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal. 3) Anonim, Mengenal Budidaya Jahe dan Prospek Jahe, Koperasi Daar El- Kutub, Jakarta, 1999 4) ----------, Ekspor Jahe Terbentur Musim, Info Agribisnis Trubus, Nomor. 335 Hal. 32, Juni 1999 5) ----------, Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kanisius, Yogyakarta, 1999 6) Paimin, FB. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe, Penebar

. Pustaka Sinar Harapan. Kanisius. 1999 10) Paimin F. KEMBALI KE MENU . Jahe Gajah. 1998. S. HB. 1999 7) Koswara. Jakarta. 1994 9) Yoganingrum.B. A. Penebar Swadaya. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI. Jakarta.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen.Swadaya. Murhananto. Yogyakarta. Jakarta. 199 5 8) Santoso. Jakarta. Jahe dan Hasil Olahanny a. Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe.

1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. Jl. Fax.ristek. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Hal.H. 021 316 1952. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga.go. tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia. M. http://www. sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU AIR ( Eugenia aquea Burm ) 1. 2.

Buah jambu air masak yang manis rasanya. sirop. Tangerang. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C.ristek. Fax. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : Dycotyledoneae Myrtales Myrtaceae Syzygium Eugenia aquea Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam. Iklim 1) Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat. Neem. Lonceng (super lebat). Lilin (super manis). Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga. Rujak. Hal. MANFAAT TANAMAN Pada umumnya jambu air dimakan segar. Cirebon. SENTRA PENANAMAN Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang. Jl.go. Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. 5. Kaget. Mawar (jambu Keraton). Kabupaten Karawang. http://www. dan Manalagi (tanpa biji). Baron. tetapi dapat juga dibuat puree.id . tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya. 3. jeli. 021 316 9166~69.H. M. 4. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Bogor. jam/berbentuk awetan lainnya. Sukaluyu. Garut. Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan). SYARAT TUMBUH 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cianjur. Madura.1. Bandung. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. Kancing. Jawa Barat. Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang. yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih). Sukabumi.

Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 3) Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 050 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dengan kondisi tersebut. banyak mengandung bahan organik.1.5. cara ini lebih cepat menghasilkan buah. dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. produktif dan produksi stabil. 4) Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar. 2) Persiapan Benih a. Fax. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5. 5. Biji berasal dari buah masak pohon.id . Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1. 4) Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C. Pembibitan 1) Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul. 5) Kelembaban udara antara 50-80 %. maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. http://www.000 m dpl. Media Tanam 1) Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur. 3) Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. Selain lebih mudah dilakukan. PEDOMAN BUDIDAYA 6.go. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3. 6. 50-150 cm dan 150-200 cm. 021 316 1952.3. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar. Jl.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan. M.5–7. bernas dan tidak cacat. berumur lebih dari 15 tahun. Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. 5. gembur.H. 021 316 9166~69. yang besarnya normal dan mulus.ristek. ukuran seragam.

3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. M. Jl.H.ristek.id . 021 316 1952. Fax.

tinggi 30-40 cm. e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun. Lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berwarna hijau keabuabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1.H. 4. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. 2 3. SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 2 gram/m atau 4 gram/polibag.go. Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda. a) Bedengan 1. 5) Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea. Simpan polybag di dalam sungkup.id . 3) Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari. panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm.5 cm. semak/onak dan binatang. Jl. b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. Isi polibag dengan media berupa campuran tanah. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian. Fax. Setelah 2-2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul.ristek.2. Naungi sungkup dengan plastik bening. 2. Bibit dipelihara selama 1 bulan. M. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm. d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran. pupuk kandang (2 : 1). 2. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan. Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. b) Polybag 1. 3. terutama jika kemarau. bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1.5 bulan (sudah berakar). http://www. Campurkan 2 kg/m pupuk kandang dengan tanah bedengan.

id .H. 021 316 9166~69. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hanya diolah Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. M. Jl.

guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. 1) Penentuan Pola Tanam Bibit jambu air dikebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tanaman sudah berdiri. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan. http://www.go.3. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari: a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan. 3) Pengapuran Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan. dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. Teknik Penanaman Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun. Setelah itu perlu diberi pelindung 6. Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat.H. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam.5 m. Jl. M. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm.id . b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang. atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan. 4) Pemupukan Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. agar pada saat mendekati musim hujan. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah.ristek.

go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek. M.

TSP 1/2. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Cara Penanaman Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Fax.H. membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap diantara tanah. KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun). Pupuk Urea. Jl.id . b) Pupuk Urea: 100 gram. http://www. 5. Pupuk urea 2/3. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur ≥ 15 tahun. Hal. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari. d) Pupuk KCl: 50-100 gram. Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan. 3. 2. a) Tanaman belum berbuah 1. Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah ± sebesar telur puyuh). pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram. pupuk TSP. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. 021 316 9166~69. 2. Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang. 4. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama. 021 316 1952.4. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah. Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur ≥ 10 tahun ialah: a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah.go. 6. 3) Pemupukan Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah. 2 minggu setelah itu. b) Tanaman sudah berbuah 1. sebaiknya setelah dilakukan penyiangan. Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah. c) Pupuk TSP: 50 gram. Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon.ristek. 3.

Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan.1.ristek. Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. agar tanah tetap lembab. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. sebaiknya penyemprotan ditunda dulu. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. luka serta tidak sempurna. tanaman disirami 10-12 kali sebulan. warna hijau muda kebiru-biruan. http://www. yang mati kering.5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas. Hal. Hama 1) Ulat kupu-kupu gajah Ciri: panjang 12 cm. pemeliharaan dan peremajaan. dan kepompong untuk dimusnahkan. 7. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. tidak berproduksi atau diserang hama.go. 021 316 1952. atau pupuk daun/hormon. Ketika masih muda. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). 021 316 9166~69. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida. 6) Pemeliharaan Lain Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon.35-1. bagian yang ditanam adalah dahandahan yang tua. HAMA DAN PENYAKIT 7. ulat. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur. warna merah muda. 2-3 butir bersama-sama. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua. dengan ketinggian 1. tertutup lapisan lilin keputih-putihan. bertubuh gemuk dan lunak. Jl. Fax. pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm.H.id .

daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran. Semua ini terjadi karena tanaman tidak mendapat suplai air dan zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. http://www. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah. 3) Keluang dan codot Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua. Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon. 7) Ulat penggulung/pemakan daun 7.go. Hal.id . warna hijau (kadang agak kemerahan). M. panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga. Jl. panjang 13 mm). 4) Pasilan atau benalu Pengendalian: dibuang dan dibersihkan.H.ristek. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sebab sebab air yang menggenang membuat akar susah bernafas dan mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax. 5) Lalat buah (dacus pedestris) Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. 6) Penggerek batang Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Kutu perisai hijau Ciri: panjang kutu 3-5 mm. Penyakit 1) Gangguan pada akar Pemupukan yang kurang hati-hati pada jambu air yang sedang berbuah dapat menyebabkan akar tanaman luka. Selain itu tanah yang berlebihan supali air juga dapat merontokkan bunga/buah. Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan. Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun. sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2.

Cara Panen Buah dipetik dari rangkaiaanya dengan hati hati jangan sampai rusak. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tergantung pada keadaan lingkungan. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah. http://www. 8. 8. PANEN 8.3. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak. Buah dari jenis yang berbeda tidak disatukan dengan jenis yang lain.8 dan 48 kg/100 gram 9. Jl.ristek. Pada saat tersebut nisbah TPT/asam dan Vitamin C-nya masing-masing adalah 80. berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember. hijau tua.id .2. yaitu hijau muda.H. Serangga ini langsung menyerang buah dengan ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. 8. apalagi jatuh. 021 316 9166~69. Prakiraan Produksi Buah jambu air jenis merah–hijau dapat dipanen bila warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya. busuk.1. Periode Panen Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dalam setahun. Ciri dan Umur Panen Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun. M. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk.1. maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya. 021 316 1952. hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau.go. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dengan penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) dan fungisida dithane (3 cc/liter air) 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Gangguan pada buah Penyebab: ulat (lalat) buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok. PASCAPANEN 9.4. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek.go. 021 316 1952. http://www.H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

500.112.Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW 2) Biaya produksi tahun ke-2 s.500. Rp.500..37. 1. Jl.ristek.Lubang tanam.H..000.500.800. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.87.47.SP-36 25 kg @ Rp. 9.Rp. Rp.500.Beri pupuk 5HKP + 10 HKW @ Rp.000. Bibit 160 batang @ Rp.000.500. Rp.800. ajir 15 HKP @ Rp.000.000.Pupuk kandang 6 ton @ Rp. Rp. Rp..1. ke-4 1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.45. 5. Sewa Lahan 2. Rp.000. Fax.900.781. M. 3.000. Rp. 021 316 1952. Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya jambu air seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m. http://www. 900. 9. 7.SP-36 50 kg @ Rp. Buah dicuci bersih dengan air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.Urea 25 kg @ Rp. Rp. Rp. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan buah yang cacat dari yang baik.625.500. 1...900. 150. Pengemasan dan Pengangkutan Buah dikemas dalam keranjang plastik dan disusun rapi agar tidak berpindah tempat selama dalam pengangkutan.id .000.2. Pupuk .KCl 25 kg @ Rp.000.95.4. Pestisida 4 liter 5.500. Tenaga kerja . 30. Penyimpanan Buah yang telah dikemas disimpan di daerah yang teduh kering dan sejuk.-/ton .4.67.d.000..1. Rp.112.Rp.500. 150.500.Pupuk kandang 10 ton @ Rp.000.Urea 75 kg @ Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.KCl 50 kg @ Rp.000. Pestisida 5 liter Rp.2.Tanam 5 HKP + 6 HKW ..1.90. 021 316 9166~69.400. Sebaiknya bauh disimpan dalam cold storage jika tidak langsung diangkut ke pasar. 1. 10.000.500. Rp.250. Pupuk . populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999.go.3.- Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.1. 1.3. kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya. 480. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1.

10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www.id . Jl.H.ristek. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

- Rp.800..000.Rp. STANDAR PRODUKSI 11. Rp.Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 73.KCl 150 kg @ Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditi jambu air cukup cerah.= 1. 021 316 1952. Rp. 125.ristek.Urea 125 kg @ Rp. 3.32 ton 219.600. Pupuk .000.H.600. Fax. 11.000.Rp.500. 11.187.1. 675.270.SP-36 300 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.1.2. Rp.Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4.Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW .. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 625.000. ke-15 1. cara pengujian mutu.752 Panen dimulai pada tahun ke 5 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. 550. yakni yang banyak digemari masyarakat.386. Rp. Alat 4. 021 316 9166~69.960. B/C rasio Rp. Jl.- Rp. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2.000.450.093. Pestisida 7 liter 3.id . seperti cincalo. 1.000.500.000. Rp. 94.1. 10. http://www.574. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat.000.000. 1.000. Tenaga kerja ..Rp. Tenaga kerja .000.900.go. sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. M.750. Rp.d.Pupuk kandang 24 ton @ Rp. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s. Rp.570. 150.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.

http://www.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. Jl. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

id . Jl. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mutu … Klasifikasi dan Standar 11. (1990). d. Jakarta. M. tengah dan bawah. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Bertanam Jambu Air. Jambu Baron.5. Pengemasan Jambu air dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. a. Aksi agraris. http://www. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Jakarta. Jakarta. (1980).4. 11. c. hasil Indonesia. 2) Guntur. Trubus. (1985). Henny. 3) Kanisius. Bertanam Pohon Buah-buahan I. daerah asal. berat bersih.3. Asri. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 021 316 1952.H. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. b. Trubus. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. jenis mutu. contoh yang diambil 10. Jenis-jenis Jambu Air Top. 4) Yayasan Kanisius. e. 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. contoh yang diambil 7. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Jakarta. negara/tempat tujuan. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. golongan ukuran. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. contoh yang diambil 15 (minimum). Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100.go. DAFTAR PUSTAKA 1) Sarwono B. contoh yang diambil 5. nama/kode perusahaan.(1987).ristek. Yogyakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. contoh yang diambil 9.

021 316 9166~69. M. Jl.ristek.H. Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEMBALI KE MENU Hal. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id .go.

M. Fax. sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain. menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia.ristek. http://www. jambu siki.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium g uajav a L. Jl. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah. 2.id . SEJARAH SINGKAT Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya: 1) Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali). JENIS TANAMAN Dari sejumlah jenis jambu biji. atau jambu batu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk. ) 1. 021 316 9166~69.H. dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava.

go. http://www. Fax.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

dengan kadar gula 8%. 2) Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias. 021 316 9166~69.ristek. Kabupaten Karawang. dan Jawa Timur. 5. 3. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. Fax. Di Indonesia. yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan JuliKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. 8) Jambu merah getas. 4) Jambu pasar minggu. 6) Jmabu apel.1. MANFAAT TANAMAN 1) Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Daerah DI Yogyakarta. M. 021 316 1952. Jl. 4. Iklim 1) Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan. 5) Jambu sari. 2) Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jambu bangkok (buahnya besar. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga. 3) Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. SYARAT TUMBUH 5. 7) Jambu palembang. Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta.id . 3) Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional. dagingnya tebal dan sedikit bijinya. Jawa Tengah. Malaysia. Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis. Jawa Barat. Jawa Barat. http://www. rasanya agak hambar). SENTRA PENANAMAN Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil). Brazilia dan lain-lain. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri.H.go. 3) Jambu merah.

ristek.id . 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax. http://www. 021 316 1952.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69.

H.3. walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung. http://www. Bibit yang baik antara lain yang berasal dari: a) Buah yang sudah cukup tua.id . Fax. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pembibitan Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi. Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) Hal.5-8. 6. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij. yaitu antara 4.go. lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam).2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 4) Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. 3) Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya. M. Jl. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 51200 m dpl. 5.2. 021 316 9166~69. Media Tanam 1) Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.1. 2) Penyiapan Benih Setelah buah dikupas dan diambil bijinya. 2) Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen. berarti udara kering karena miskin uap air.ristek. 5. bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.

8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah. batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput. dengan lebar 0. 3) Teknik Penyemaian Benih Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi untuk penyemaian. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yang sudah disiapkan. kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik. supaya mendapatkan banyak sinar matahari. kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi. kemudian dianginkan selama 24 jam.84. setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan. kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1cm dan tumbuh lurus. panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m. http://www. sekitar 2-3 bulan. 021 316 9166~69. M. dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau.ristek. caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit. biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan. melalui cara Forkert yng disempurnakan.H. kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan. Setelah mencapai keinggian 5-6 m. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong. Jl. Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th. setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau. kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. dengan jarak antara bedeng 1 m. biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1.go. Untuk menghidari jamur. untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan. Fax. sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman. Akar akan tumbuh dengan cepat. 021 316 1952. bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan. dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan.id . Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan.

Fax. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . 021 316 9166~69. http://www.ristek. M. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

05-0. dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar. Fax. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur. diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun. 6.H. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur. 5) Pemindahan Bibit Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan.go. penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit.1% atau Gandasil D 0. setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1. meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur.id .5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0. kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan Hal. kecuali ditanam pada musim penghujan. alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan. banyak mengandung unsur nitrogen. hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan.2. dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm. 021 316 1952. sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel. http://www. rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi. kemudian lebar daun dipotong separuh. kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disekitarnya. 021 316 9166~69.2%. sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan. baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan. Jl. setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin. agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan. ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. hindarkan dari serangan hama dan penyakit.ristek. dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam. sampai umur kurang lebih 1 tahun. tiap tanaman disemprot 50 cc larutan.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang. 5) Pemupukan Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yang peggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri. 6.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Setelah terjadi proses perkecambahan biji yang telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yang telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah dan berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 23 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yang telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 3040 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit jambu biji yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yang akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m. 3) Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula dan tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 2 pekan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), kecuali pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Lain-lain Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah. 6.4. Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan. 1) Penjarangan dan Penyulaman Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman dan sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan. 2) Penyiangan Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) dan apabila buah terlalu banyak, tunas yang ada dalam satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yang tidak diperlukan akan berakibat buah menjadi besar dan menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna untuk merangsang tunas bunga dan buah yang akan tumbuh. 3) Pembubunan Supaya tanah tetap gembur dan subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah supaya tetap dalam keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Hal. 8/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Perempalan Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara dan pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya. 5) Pemupukan Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan: a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun. b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan pupuk segera di tanam dalam torakan tersebut dan ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu. 6) Pengairan dan Penyiraman Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. Dan bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang 2 lebih 3000 m dan dilakukan sehari sekali tiap sore hari. Hal. 9/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

7) Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yang ditimbulkan baik karena kondisi cuaca dan juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen dan juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut. Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun disemprot 2 x seminggu dan setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 8) Pemeliharaan Lain Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO3 dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) dan juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yang dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama 1) Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos. 2) Ulat keket (Ploneta diducta) Pengendalian: sama dengan ulat daun. 3) Semut dan tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin dan furadan.

Hal. 10/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Kalong dan Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami. 5) Ulat putih Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam, Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 6) Ulat penggerek batang (Indrabela sp) Gejala: membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm; Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7) Ulat jengkal (Berta chrysolineate) Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat dan beruas-ruas Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning. Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7.2. Penyakit 1) Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons) Menyerang daun tua dan muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercakbercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 2) Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. Pengendalian: dengan

3) Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 7.3. Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman jambu biji yang mengganggu Hal. 11/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8.

PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan dengan jenis jambu biji yang ditanam dan juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan jambu biji yang sudah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau dan belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dalam kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. 8.2. Cara Panen Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali. 8.3. Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dalam satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar dan merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat dilakukan dua kali dalam setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yang masak, dan yang belum masak supaya ditinggal dan kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tidak dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll. 8.4. Prakiraan Produksi Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 12/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

9.

PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dalam keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dalam gudang/gubug. 9.2. Penyortiran dan Penggolongan Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yang bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan mutu sama, yang biasanya dijual dalam bentuk kiloan atau bijian dan perlu diingat bahwa dalam penyortiran diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain. 9.3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tidak terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tidak bisa terlalu lama dan sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dalam gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong PE, suhu sekitar 23-25 derajat C dan jambu dapat bertahan hingga 15 hari dalam kantong PE dan ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yang baik adalah 1013 mbar dan dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0² sebesar 5,21% dan kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dalam kantong PE. Jalan yang terbaik untuk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan dan dimasukkan dalam kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan sehingga dapat lama dalam penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail. 9.4. Pengemasan dan Pengangkutan Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan dan cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tidak jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dalam keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 13/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yang berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yang panjang dengan jarak 1 cm, sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dalam pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna untuk memberi kebebasan udara untuk keluar masuk dalam peti. Sebelumnya buah jambu dipilih dan di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus dan lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan. 9.5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. dan biasanya dengan cara pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, dan dapat membuka peluang untuk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu dan jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang untuk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya Usaha

Perkiraan analisis budidaya jambu biji seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m, populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1. Sewa lahan 2. Bibit 800 batang @ Rp. 3.000,3. Pupuk - Pupuk kandang 6 ton @ Rp. 150.000,-/ton - Urea 25 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 25 kg @ Rp.1.900,- KCl 25 kg @ Rp. 1.800,4. Pestisida dan fungisida 5. Tenaga kerja - Lubang tanam, ajir 23 HKP @ Rp. 7.000,- Beri pupuk 8 HKP + 15 HKW @ Rp. 5.000,- Tanam 8 HKP + 10 HKW - Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW Rp. 30.000.000,Rp. 2.400.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 900.000,37.500,47.500,45.000,800.000,161.000,131.000,106.000,400.000,-

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2) Biaya produksi tahun ke-2 s.d. ke-4 1. Pupuk - Pupuk kandang 10 ton @ Rp. 150.000,- Urea 75 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 50 kg @ Rp.1.900,- KCl 50 kg @ Rp.1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Tenaga kerja - Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.d. ke-15 1. Pupuk - Pupuk kandang 24 ton @ Rp. 150.000,- Urea 125 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 300 kg @ Rp.1.900,- KCl 150 kg @ Rp. 1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Alat 4. Tenaga kerja - Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW - Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 70 ton 245.000.000,5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. B/C rasio

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

1.500.000,112.500,95.000,90.500,781.250,625.000,600.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3.600.000,187.500,570.000,270.000,1.093.750,450.000,-

Rp. 675.000,Rp. 550.000,Rp. 127.799.500,Rp. Rp. 117.200.500,= 1,917

Panen dimulai pada tahun ke 6 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan. 10.2. Gambaran Agrobisnis Peluang

Prospek komoditi jambu biji cukup cerah, sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat, yakni yang banyak digemari masyarakat, seperti jambu biji bangkok.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11.2. Diskripsi … 11.3. Mutu … 11.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100, contoh yang diambil 5. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300, contoh yang diambil 7. c. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yang diambil 9. d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yang diambil 10. e. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yang diambil 15 (minimum). Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11.5. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. Klasifikasi dan Standar

12. DAFTAR PUSTAKA

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Pusat Informasi Pertanian, Trubus Kumpulan Kliping Jambu Biji: Jenis dan Manfaat Budidaya Panen dan Pasca Panen. Jakarta: 1993. 108p: gamb. 2) Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Iman Satyawibawa Agribisnis tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994. Vi + 67p; ilus.; 21 p. Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Ensiklopedi nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. Jilid 7: hal 325.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU METE ( Anacardium occidentale L. di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet. dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki. Filipina. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di antara sekian banyak negara produsen. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. Kenya. kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana. http://www. Malaysia. ) 1. Madagaskar. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye. Kenya.ristek.H. dan Indonesia. 021 316 9166~69. Srilangka.id . SEJARAH SINGKAT Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu. 021 316 1952.go. di Bali jambu jipang atau jambu dwipa. Brasil. dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. M. Thailand. Senegal. di Lampung dijuluki gayu. Jl. Fax. Mozambik.

Jl. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C. cairan tersebut berubah menjadi hitam. gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. merah. dan buahnya. anggur mete. bahan pencelup. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. Wonogiri). mulai dari akar. Maros. Sumenep. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jawa Timur (Bangkalan. http://www. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. Apabila terkena udara. SENTRA PENANAMAN Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara. dan Ponorogo). Fax. Iklim 1) Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Bone. dan NTB (Sumbawa Besar. 021 316 9166~69. dan jem jambu mete. SYARAT TUMBUH 5. 5. Sampang. Hal. Sulawesi Tenggara (Muna). dan Bima). Sidenreng. hijau kekuningan dan hijau. MANFAAT TANAMAN Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya.ristek. Dompu. Bantul. buah kalengan. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta. 3. Di luar Pulau Jawa. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN Jambu mete mempunyai puluhan varietas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. Pasuruan. 4. dan Sleman). Selain itu. Selain daya rekatnya baik. kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete. atau bahan pewarna.1. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari.go. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem). M. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene. Soppeng. dan Barru). kuning.id . 2) Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan maksimun antara 25-35 derajat C. maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain. Sinjai. 021 316 1952. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. di antaranya ada yang berkulit putih. selai mete. dan di Yogyakarta (Gunung Kidul. merah muda.H. manisan kering. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. daun. batang. terutama di daerah Jawa Barat. Wajo.

yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum. http://www. c) Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih. aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%.H.7. 2) Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6.3. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : a) Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.3.id .000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm). M.ristek. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. d) Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%. 021 316 1952. 5. 5. Jl.go.6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. tanah lempung berpasir. Ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1. Media Tanam 1) Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir. g) Sebelum ditanam.000-2. Fax. tetapi masih sesuai pada pH antara 5.5 . Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl. 021 316 9166~69. paling lama 8 bulan. Dalam penyerbukan bunga jambu mete.1.200 m dpl. dan tanah ringan berpasir.3. Pembibitan Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan. PEDOMAN BUDIDAYA 6.2. benih (biji mete) harus disemai dahulu. 5) Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1. kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. f) Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan. dan penyambungan. 4) Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. b) Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%. kemudian disortir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3 . e) Bila dikemas dalam kantong plastik. 6. okulasi.

Jl. M.go. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id . http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Untuk efisiensi lahan.3. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan. bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pH harus 4-6.2. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola dan Jarak Tanam Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. 021 316 9166~69. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar.go.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu. pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m. sedikit diluar lingkaran daun. 021 316 1952. dan jambu mete.H. Pemberian pupuk kandang dan kompos. pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. dapat diterapkan budidaya polikultur.ristek. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. Sebagai contoh adalah tanaman palawija. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. juga terhadap tanah yang kurang subur. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil. diluar lubang sebelumnya. rumput setaria. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase. 6. 2) Pembukaan lahan Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. http://www. 3) Pemupukan Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Fax. M. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.ristek. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. http://www.id .

agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong. 3) Cara Penanaman Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Bila jenis tanahnya sangat liat. disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas. e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali. ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. d) Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Jl. http://www. b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. Apabila tanaman berumur ≥ 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. Fax. lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembuatan Lubang Tanam Cara membuat lubang tanam: a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. harus ditembus. diusahakan akar tunggangnya tetap lurus.id .ristek. 2) Penyulaman Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak. 021 316 1952. b) Pada waktu penggalian lubang. 021 316 9166~69.4. tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula.go. 6. Pada waktu penutupan lubang. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. Untuk mengurangi keasaman tanah. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman.

H.go. Jl. 021 316 9166~69. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. ulat hijau. Basudin dan Dimecron dengan dosis 2cc atau 2 gram/liter air. 021 316 9166~69. Jl.id .ristek.H. 7.1. 5) Pemangkasan Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ulat berwarna hitam bercakbercak putih. ulat kipat. seluruh tubuhnya ditumbuhi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 m dari tanah. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan.5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . kompos. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 . M. nyamuk daun. 4) Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang. di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). Hama Hama yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah hama pengisap daun. Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan.10 tahun. Lamnate. dan ulat perusak bunga. 021 316 1952. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Pada tanaman terlihat kepompong bergelantungan. kepala dan ekor warna merah nyala. penggulung daun. Fax. c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. 6) Penjarangan Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah.go. atau pupuk buatan. akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara.1. penggerek daun. Akibatnya. b) Pilih 3 . Insektisida yang dianjurkan antara lain: Tamaron. http://www. Folidol.

id . Jl. http://www. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. M. Fax.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.

fase kepompong 3-5 minggu. dan Antracnossis. oval. daun dan ranting segera mengering dan diikuti dengan gugurnya daun. lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati. Gejala: pada tunas-tunas daun muda. sedang belum didapatkan cara yang menjadi pupa di tanah. dan baru pulih setelah 18 bulan. (2) dengan mengolesi sekitar permukaan batang/akar dengan larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air). tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidak merata. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rambut putih. penyakit bunga dan putik. Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. 7. pada serangan yang hebat. Pengendalian: (1) dengan memperbaiki lingkungan pembibitan. misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. Jl. Fax. Tubuh imago berwarna hitam.H. Pengendalian: tepat. maka atau kimiawi.2.15%. Telurnya berwarna putih.2 % atau Thiodan dengan dosis 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fusarium sp. Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut.0 . Penyakit Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar.id berjatuhan dan kering. M. tetapi tanaman tidak mati. tanaman tidak akan menghasilkan buah.02 %. yaitu dengan .1. 021 316 1952. Penyebab: jamur Phytophthora palmivora.) Gejala: buah muda yang diserang hama ini akan buah tua isinya belum penuh. Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. sebab larva instar yang jatuh terakhir dan hama dapat diberantas secara mekanis menggunakan Karbaril 0. Pengendalian: dengan menyemprotkan insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1. kecuali abdomen bagian belakang sebelah bawah berwarna putih. daun dapat habis sama sekali. Pengendalian: (1) melalui teknik bercocok tanam. 4) Hama penggerek buah dan biji (Nephoteryx sp. Fase pupa berlangsung 4 minggu. 1) Penyakit layu Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan Phytium sp.5 ml/liter air. seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat. 3) Ulat penggerek batang (Plocaederus feeeugineus L) Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning. (2) dengan penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana. Captacol dan Theophanatea. 2) Helopeltis sp.go. 021 316 9166~69. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate.ristek.

H.go. Jl.id . 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www. M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

Pestalotiopsis sp. Fusarium sp. Gejala: kulit biji busuk dan hitam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) untuk memberantas jamur parasit ini beberapa fungisida yang efektif adalah Dithane M45. Delsene MX 200. 3) Bunga dan buah busuk (1) Penyebab: Colletrichum sp. http://www. c) Tekstur daging semu lunak. PANEN 8. yaitu pada bulan November sampai bulan Februari tahun berikutnya. 021 316 9166~69. Pestalotiopsis sp. dan Cuproxy Chloride. Gejala: secara mencolok daun. kering kecoklatan & pecah-pecah. Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya supaya penyakit tidak menular ke tanaman lain.H. bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen. 021 316 1952. Cobox. bunga & tangkainya busuk.1. Fusarium sp. berair.. Agar mutu gelondong/kacang mete baik. Colletrichum sp.. Botryodiplodia sp. buah yang dipetik harus telah tua. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. . Botryodiplodia sp. (2) Penyebab: Pestalotiopsis sp. Gejala: permukaan kulit buah & kulit biji. 8. (3) Penyebab : Botryodiplodia sp. Fax. Tanaman jambu mete dapat dipanen untuk pertama kali pada umur 3-4 tahun.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Daun layu dan kering Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum. dan aroma buahnya mirip aroma stroberi.. Difolan 4F. Pengendalian: (1) perlu dilakukan secara terpadu.ristek. Jl. jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk.daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur. beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati. pencegahan harus secara terpadu. Gejala: kulit buah hitam dan busuk. Ketepatan masa panen dan penanganan buah mete selama masa pemanenan merupakan faktor penting.. atau merah tergantung pada jenisnya.2. yaitu cara lelesan dan cara selektif. Cara Panen Sampai saat ini ada dua cara panen yang lazim dilakukan di berbagai sentra jambu mete di dunia. Buah mete biasanya telah dapat dipetik pada umur 60-70 hari sejak munculnya bunga. Pestalotiopsis sp. d) Warna kulit bijinya menjadi putih keabu-abuan dan mengilat.. Masa panen berlangsung selama 4 bulan. 8. oranye. rasanya asam agak manis. b) Ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah jambu mete yang sudah tua adalah sebagai berikut: a) Warna kulit buah semu menjadi kuning.

8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952.ristek. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id . Fax.

3. pemanenan dapat dibantu dengan galah dan tangga berkaki tiga. Hasil ini meningkat menjadi 15-20 kg/pohon pada umur 20-30 tahun. Variasi mutu kacang mete tersebut antara lain dipengaruhi oleh varietas tanaman jambu mete yang berbeda dan perlakuan serta pengawasan selama proses pengolahan berlangsung.1.2. Pengumpulan Mutu kacang mete di pasaran cukup bervariasi. maupun rendamen kacang metenya. rasa. 021 316 9166~69. M. Jambu mete yang berumur 3-4 tahun dapat menghasilkan gelondong kering 2-3 kg/pohon. PASCAPANEN 9. Pengolahan Kacang Mete Urutan pengolahan kacang mete adalah: a) Pelembaban gelondong mete b) Penyangraian gelondong mete c) Pengupasan kulit gelondong mete d) Pelepasan kulit ari Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Banyaknya varietas tanaman jambu mete yang ditanam oleh para petani indonesia menyebabkan mutu mete yang dihasilkan sangat beragam baik mengenai ukuran gelondong. Tanaman jambu mete sebenarnya masih dapat berproduksi sampai umur 50 tahun.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . b) Cara selektif Dilakukan secara selektif (buah langsung dipilih dan dipetik dari pohon).3. tetapi masa paling produktifnya adalah pada umur 25-30 tahun. 8. warna. 9.H. Apabila buah tidak memungkinkan dipetik secara langsung. Fax. Prakiraan Produksi Banyaknya hasil panen tergantung dari umur tanam. 9. http://www. 021 316 1952. Pengolahan Gelondong Mete Pengolahan gelondong mete dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: a) Pemisahan gelondong dengan buah semu b) Pencucian c) Sortasi dan pengelasan mutu d) Pengeringan e) Penyimpanan 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Cara lelesan Dilakukan dengan membiarkan buah jambu mete yang telah tua tetap di pohon dan jatuh sendiri atau para petani menggoyang-goyangkan pohon agar buah yang tua berjatuhan. Jl.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek. Jl. http://www.id .go. M. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

1.id . Diskripsi Biji Mete kupas (Cashew Kernels) adalah biji dari buah tanaman jambu mete yang telah dikupas kulitnya dan telah dikeringkan. bau. bobot biji dan warna. Selain itu juga faktor rasa.2. varietas tanaman dan faktor ekstrinsik seperti tumbuhnya jamur pada kacang dan proses pengolahannya. Dengan menanam jambu mete. 11. dan tekstur ikut mem-pengaruhi mutu kacang mete. terutama dalam hubungannya dengan penerimaan konsumen. Rasa kacang mete dipengaruhi oleh faktor intrinsik alami. Analisis Budidaya … 10. Ruang Lingkup Mutu kacang mete dinilai dari bentuk. 500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Sortasi dan pengelasan mutu f) Pengemasan 10. III dan IV). M. hasilnya meningkat mulai umur 8 . http://www. II. Gambaran Peluang Agribisnis Jambu mete mulai berbuah pada umur ± 5 tahun. 021 316 9166~69. Fax.H. disamping menjaga kelestarian tanah dan air. STANDAR PRODUKSI 11.000. Panen setiap tahun. Adapun standar atau syarat mutu kacang mete dilihat dari: a) Kulit ari b) Biji terkena CNSL c) Serangga c) Biji berulat d) Biji busuk e) Biji bercendawan/jamur f) Benda-benda asing Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mutu Klasifikasi dan Standar Jenis/kelas mutu kacang mete terbagi menjadi 4 kelas (I.10 tahun. ukuran biji.= Rp.ristek. 021 316 1952.2. setiap hektar akan diperoleh 100 pohon x 5 kg/pohon x Rp. Standar mutu kacang mete di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-2906-1992.1.go. Setelah itu berbuah lebat hingga lebih dari 20 tahun.3. 11. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp..(tahun 1988) Usaha 11. 250.

Fax.id .go.H. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Warna (Kelas I: ke-putih-putihan) h) Bobot maksimum dalam gram/biji: I = 5 gram/biji.H. kering.go. Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. h) Negara/tempat tujuan. tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. bersih. pecah. i) Keutuhan biji mete ( utuh. Jambu Mete Sebagai tanaman penghijauan. tetapi sebaiknya yang masih baru. II = 15% . c) Nama perusahaan/eksportir. e) Nomor kemasan. yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. g) Berat bersih. III = 10 gram/biji. Fax. Oleh karena itu hanya produk yang baik yang perlu dikemas. 12.ristek. tidak termasuk biji utuh) 11. Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng. III = 15%.5. Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%. M. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah peti/karton dengan maksimum 30 peti/karton dari tiap partai barang. b) Nama barang. Pengemasan Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu. 021 316 1952. 11. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran. Balai Informasi Pertanian Banjarbaru. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. DAFTAR PUSTAKA 1) Liptan (1988). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kedap udara dan tidak bocor. belah. d) Jenis mutu. serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan.id . f) Berat kotor. h) Kadar air dalam maksimum %: I = 16%. http://www. 021 316 9166~69. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 1000 gram Contoh kemudian disegel dan diberi label. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. kemudian tiap peti/karton diambil contoh kurang lebih 500 gram Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. II = 5 gram/biji.4. Produk yang rusak atau busuk yang ada dalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masih sehat.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go. http://www. M. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek. Jl.H.id . 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

3) Saragih. 86 halaman Jakarta. Pengupasan Gelondong. (1994).ristek. Fax.go. Budidaya Jambu Mete. Yadi. Bogor. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. METE. 2 hal. Haryadi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Liptan. (1990). Yan Pieter. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Budidaya Jambu Mete. 021 316 1952. Proyek Informasi Pertanian Kalimantan Tengah. Penebar Swadaya. Lembar Informasi Pertanian.id . M. http://www.H. 021 316 9166~69.

Sejak ratusan tahun yang lalu. ) 1. jeruk sitrun/lemon (C. 021 316 9166~69. Jeruk untuk bumbu masakan yang Hal. Fax. Siem Lumajang.id . Jl. L) yang terdiri atas Siem Pontianak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.maxima Herr. dan C. M. jeruk manis (C. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh. Siem Garut.ristek.).). jeruk Siem (C.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.sinensis.sinensis L. 021 316 1952. jeruk besar (C. medica). auranticum L. jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan.go. microcarpa L. http://www. SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. 2.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JERUK ( Citrus sp. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. 1 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan C. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp.

go. Batu (Jawa Timur). 4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. jeruk memerlukan 5-6. Hal.id . 5. sabun wangi. nipis dan purut. jeruk baby. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. 3) Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. hystrix) dan jeruk sambal (C. 3. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). 3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. jeruk Purut (C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). 2) Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. esens minuman dan untuk campuran kue. bali. Iklim 1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. 4. M.H. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. dimana kandungan vitamin C yang tinggi. aurantifolia). 2) Tergantung pada spesiesnya. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. 021 316 9166~69. Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). hystix ABC). Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. 5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Selayar (Sulawesi Selatan). Jl. MANFAAT TANAMAN 1) Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. http://www. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata.ristek. gula tetes. SYARAT TUMBUH 5. 2 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terdiri atas jeruk nipis (C. 021 316 1952. Tawangmangu (Jawa Tengah).1. keprok medan. Tejakula (Bali).

Media Tanam 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. VLO: 300–800 m dpl. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. 2) Jenis Keprok Batu 55. Bali. WNO.ristek.1. 4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Fax. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Madura. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. http://www. 4) Jenis Siem: 1–700 m dpl. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. Keprok Garut: 700-1.200 m dpl. Hal. 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. debu 25-50% dan pasir < 50%. 5.5 dengan pH optimum 6. 5) Jenis Besar Nambangan-Madiun.id . 021 316 9166~69.000 m dpl. akar serabut banyak. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan 0 sekitar 30 . Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.go. Gulung: 1–700 m dpl. 3 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm.5– 6. 3) Jenis Manis Punten. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl. 3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. mirip dengan induknya (true to type). PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 1952. berdiameter batang 2-3 cm. Kumkuat: 1-1. 2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. Waturejo. tata air dan udara baik. 6) Jenis Jepun Kasturi. 6.3. permukaan batang halus. subur. cukup humus.

Setelah tanam. Hal. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Fax. tahan/toleran terhadap penyakit virus. 021 316 9166~69. persemaian diberi atap.15-1. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. pasir (1:1:1). Cleopatra. tambahkan pupuk kandang 2 1 kg/m .id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. 6. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Rough lemon. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. 4 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. 021 316 1952. http://www.5-1 m. daya adaptasi lingkungan tinggi. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras. busuk akar dan nematoda. tahan kekeringan. Sebelum ditanami.5 x 2 cm dan langsung disiram.2.20 m membujur dari utara ke selatan. Jarak petakan 0. M.go. sekam. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman.H. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Tanah diolah sedalam 30-4. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Jl. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong.ristek. Troyer Citrange dan Carizzo citrange.

4. 021 316 9166~69. Setelah tajuk saling menutupi. Pada pertumbuhan selanjutnya. Hal. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. 2) Penyiangan Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. Sebelum ditanam. 6. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. 4) Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. 5 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. Fax. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. 2) Pengurangan akar. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami.ristek. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Jl. M. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami.go. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon.H. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Setelah bibit ditaman.3. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. 021 316 1952. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan.

Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. http://www. P.id . Jl. TSP=25. P.H. Hal.kandang=20 kg/tan. ZA=400. ZK=800. ZA=2000. 021 316 9166~69. Dolomit=60.go. 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. d) 4 bulan: Urea=400. ZK=200. P. ZA=1000. P. P. Dolomit=100. Dolomit=160. h) 8 bulan: Urea=800. Dolomit=80. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai.kandang=40 kg/tan.kandang=100 kg/tan. Dolomit=140. M. c) 3 bulan: Urea=300. TSP=175. TSP=75. P.kandang=80 kg/tan.ristek.kandang=160 kg/tan. ZK=300. ZK=600. i) >8 bulan: Urea >1000. ZA=1400. ZK=800. g) 7 bulan: Urea=700.kandang=120 kg/tan. ZK=700. TSP=200. Fax. Jika air kurang tersedia. ZA=600. TSP=150. Dolomit=40. ZA=1200. P. ZA=1600. ZA=800. P. f) 6 bulan: Urea=600. ZK=100. TSP=50. Dolomit=20. Dolomit=120. ZK=400. TSP=100.kandang=140 kg/tan. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat.kandang=60 kg/tan. 6 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar.kandang=200 kg/tan. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. TSP=125. b) 2 bulan: Urea=200. ZK=500. 021 316 1952. Dolomit=200. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah. ZA=200. e) 5 bulan: Urea=500. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. P.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit.. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. TSP=200.

tunas. 021 316 9166~69. Aphis gossypii. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan. . Malathion (Gisonthion 50 EC). Oxythioquimox (Morestan 25 WP. Gejala: tunas keriting. Dicarbam 50 WP). M.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii. Gejala: bercak keperak. Nudrin 24 WSC). 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.go.perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.H. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. Cygon). Cyhexation (Plictran). Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Fax. menggulung. 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Dicofol (Kelthane). Dimethoate (Perfecthion. 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. 021 316 1952. Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. Rogor 40 EC). Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G. bercak Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Selain itu buang bagian yang terserang.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 4) Tungau (Tenuipalsus sp. tanaman mati.) Bagian yang diserang adalah daun muda. Malathion (Gisonthion 50 EC. http://www. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. Basudin 60 EC). kuncup daun. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite). Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC.) Bagian yang diserang adalah tangkai. HAMA DAN PENYAKIT 7.id . 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella. daun dan buah.1. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. daun muda. tunas/daun muda mengkerut. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP. Diazinon (Basudin 60 EC). Jl. rontok.) Bagian yang diserang adalah buah. Rogor 40 EC. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC). Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah.

Fax. 7 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Jl. http://www.id . 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN disertai Hal.go.

H.3-0.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. daun di ujung tunas menjadi hitam. Methomil (Lannate 25 WP). hindari memakai mulsa jerami.) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. kering dan gugur.5 cm. http://www.id . bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadangkadang disertai nekrotis. belatung kecil di bagian dalam buah. buah muda gugur sebelum tua. 8) Thrips (Scirtotfrips citri. Carbaryl (Sevin 85 S). 021 316 1952. Gejala: lubang kecil di bagian tengah. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). Fax. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas.) Bagian yang diserang daun. Gejala: berkas berwarna kuning. Dimethoathe (Roxion 40 EC. Metamidofos (Tamaron).) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Methidathion (Supracide 40 EC). 10) Lalat buah (Dacus sp. Gejala: daun berwarna kuning. Kemudian buang bagian yang diserang. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). 9) Kutu dompolon (Planococcus citri. M. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. Basazinon 45/30 EC). Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC). Jl. Gejala: helai daun menebal. buah gugur. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. Fenithion (Lebaycid). 021 316 9166~69. bercak khlorotis dan gugur daun. 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. mengering dan buah gugur. buah dan tangkai. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC). Methidhation (Supracide 40 EC).TTG BUDIDAYA PERTANIAN keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC.ristek. bunga mudah rontok. 10 G. Dichlorophos (Nogos 50 EC). Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tepi daun menggulung ke atas. Triazophos (Fostathion 40 EC). Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP).

8 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. M.id .go. 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. Jl.

Fax. ranting muda kadang-kadang mati. asam. 3) Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. kecil. daun kaku pemucatan. biji rusak dan pangkal buah oranye. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. buah kecil. Aphis gossypii. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. memusnahkan tanaman yang terserang. Gejala: daun sempit. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. 7. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. manis. http://www. warna kayu jadi keabu-abuan. kulit kering dan mengelupas. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. M. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. lancip. Gejala: daun gugur. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. 10 G). pertumbuhan terhambat. Hal. vena daun. Bagian yang diserang jeruk manis. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. siem.go. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. Gejala: lekuk batang . Bagian yang diserang: Jeruk nipis. 021 316 1952.H. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. nipis. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen.2. 021 316 9166~69. 9 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.ristek.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. kurangi kelembaban perakaran. Rough lemon dan Sour Orange.

021 316 9166~69. tanaman kering. Fax. 9) Buah gugur prematur Penyebab: jamur Fusarium sp. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Phytophtora citriphora. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. 021 316 1952. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. Gejala: tunas tidak segar. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. M. Jl. Alternaria sp.ristek. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. 10 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tangkai atau buah. Botryodiplodia theobromae. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. batang kering dan sulit dikelupas. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yang diserang adalah batang. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Hal. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. http://www.go. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Colletotrichum sp. Bagian yang diserang adalah buah. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti.H. Bagian yang diserang adalah daun.id . Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Pengendalian: pemangkasan teratur. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

Bagian yang diserang adalah daun. 021 316 1952. tergantung jenis/varietasnya. 8. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun. 021 316 9166~69. PASCAPANEN 9. memar dan buang buah yang rusak.ristek. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm.2. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. 8.1. http://www. M. Pisahkan buah yang mutunya rendah.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Copper oxychlorida. Fax. 9. 9. 8. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan.1.id . PANEN 8. Citri. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal. Jl. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. tangkai.3. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. buah.000 ppm Streptomycin selama 1 jam.go. Hal.H. Pengumpulan Di kebun. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas. biasanya berumur antara 28–36 minggu. 11 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kadang-kadang sampai 500 buah per tahun.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5.

500. 1. 021 316 1952. 1.Tahun ke-6. 80 kg @ Rp.Tahun ke-3. 152 kg @ Rp.3 . 166 kg @ Rp. Rp.4. Bibit 400 tanaman @ Rp.2. 1. Pupuk SP 36 .go. 83 m @ Rp. 1. Rp. 10.055.Tahun ke-6.500.005.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk.020.130. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1. 2.Tahun ke-1. 15.000.245. M. 15.e..341. 1.055.055. 15.410. Rp.205.000.000. 2. 15. 2.313. 100. 15.000..000.1. 1. Sewa lahan 15 tahun @ Rp.Tahun ke-2. Rp.. 15. 1.450. Rp. 111 kg @ Rp. 65 kg @ Rp.174.Tahun ke-3. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak. Rp.000.500.3 . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.c... 150 m @ Rp. 222 kg @ Rp.410. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Rp.d. 1) Biaya produksi a.3 .. Rp.Tahun ke-5.Tahun ke-5. 100 kg @ Rp. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.320.000.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.410..133.Tahun ke-6.000.530.625.000. 145 kg @ Rp.3. 100 kg @ Rp.500.Tahun ke-1. Rp. 100 kg @ Rp. Rp.Tahun ke-3. 125 m @ Rp.055. Rp.1.055. Rp.Tahun ke-5. 2.000.3 .214. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C.250.105. http://www. 2.410. Rp..f. 85 kg @ Rp.Rp. 67 m @ Rp. 2. Fax.410. 100 m @ Rp. Rp.Rp.204. 333 kg @ Rp.800.205. 15.000.ristek.228.1. Pupuk Urea . 2.000.Tahun ke-4.000. Jl.675.Tahun ke-4.875.Tahun ke-2.410. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya jeruk manis (Jaffa) skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Batu (Malang) tahun 1999.141..000. Pupuk kandang 3 . Pengemasan Sebelum pengiriman.000.1.id .2.112.575.Tahun ke-4.Tahun ke-1.055. Rp. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak.000.3 .469. 9.b.Tahun ke-2.. 175 m @ Rp.H.000. Rp.000. Rp. Pupuk ZK Rp. 021 316 9166~69.

Jl.id . 12 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H. M. 021 316 9166~69.ristek.go. Fax.

760.000. 960. 5.go.000.Rp. 432.Rp..000.000. 250.Rp..Nimrod.840. 2.Pupuk Daun . 5.000. 375. 2.150.550. Jl. 300.Penyemprotan penyakit Hal. 5.400.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.275. 250.Tahun ke-5: 10 liter @ Rp. 350.. 240.000.Pengolahan lahan Tahun ke-1: 15 HOK @ Rp.000.000. 500 kg @ Rp.000.000.668.Tahun ke-5.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp.600.000. j.. 5.550..TTG BUDIDAYA PERTANIAN g. 540.. 540...Obat dan Pestisida (Antracol.Penyemprotan Hama Tahun Ke-1: 50 Hok @ Rp. dll) .000.Rp.Tahun ke-6: 75 HOK @ Rp.300.000.000.Penanaman: 30 HOK @ Rp.000.000.Tahun ke-6: Rp.Tahun ke-2. Rp. 2.Tahun ke-3: 48 HOK @ Rp.Tahun ke-3: 8 liter @ Rp. Fax. 8. 250.Buat lubang tanam: 70 HOK @ Rp..550.Gunting pangkas 5 bh @ Rp. 120.000. 100.Tahun ke-1: 3 liter @ Rp. 324. Rp. 200.Rp.000.000. .Tahun ke-3.ristek..Rp.000.000.Tahun ke-6.000 Rp. 5. 26 kg @ Rp.Tahun ke-4: Rp.000.Pemupukan Tahun ke-1-2: 30 HOK.Tahun ke-2: 6 liter @ Rp.Penyiangan: 20 HOK. 180.Tahun ke-5: Rp. 325. 5..Tahun ke-2: Rp. 54.000/th Rp..Rp. 333 kg @ Rp.. 54.Rp.000. 150.000. Rp.550. 150.000.000.000.000.Tahun ke-2: 36 HOK @ Rp. 66.000.. 13 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dimecron.000.000.000.Tahun ke-1.Rp.000. 849. 5.Rp.Tahun ke 5: 65 HOK @ Rp.Rp.Rp.Rp. 127.Tahun ke-2-6: 40 HOK.Pengendalaian HPT Tahun ke-1: 24 HOK @ Rp.Rp. 1. 75.Rp. Rp. 3. 2. 325.000.Peralatan .Rp. h. 4.000.000.. 200. 600.000. 021 316 1952.Rp.000.000. 50. 5.. 300.000.-/th Rp.000.000. 900. 5.000. M. 5.500.Rp.000..Rp..000.000. 15. 54.000..000.Tahun ke-3: 40 HOK @ Rp.Tahun ke-3: Rp.Tahun ke-4: 10 liter @ Rp.000. 73 kg @ Rp..000. 186.Rp.000..Rp.Cangkul 20 buah @ Rp. 54.000.Rp. 54. 4..000. 11.Rp.-/th Rp.000/th Rp.150. 2.000.Rp..104. http://www.Tenaga tetap 1 or.400.Tahun ke-3: 60 HOK @ Rp.Tahun ke-4.000. 50 kg @ Rp.H. 152 kg @ Rp.550. 5. 5..Tenaga kerja : . 540.Rp. 1..5. 387. 300.id .550.Rp. 300.Tahun ke-1: Rp.Sprayer 3 buah @ Rp.Tahun ke-2: 65 HOK @ Rp. 54.Tahun ke-6: 10 liter @ Rp. 5.000. i. 2. 162. Karathane. 5.000. 021 316 9166~69.

10.80. 5.Rp. Rp.000. Rp.695.-/th Tahun ke-4-6: 40 HOK. 021 316 9166~69. 021 316 1952.Rp. Tahun ke-4: 4.Pemangkasan Tahun ke-2: 22 HOK @ Rp.1 Catatan: Dalam budidaya jeruk manis (Jaffa).Rp.950. http://www.Pengairan Tahun ke-1-3: 30 HOK.665 kg @ Rp. 5.H. 86. B/C ratio Rp.4 kg/orang/tahun. 5.000.000.000.000. Rp.000. 250.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp. 5.000.000. diperlukan 1.. 5. 24.150. 5.-/kg c.305.250.Tahun ke-2: 30 HOK @ Rp. 5.000.000. 5.000.975. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.224.000.000.825.000.id .250.000. Rp.Penyabutan batang Tahun ke-2: 16 HOK @ Rp.000.000. masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6. 150. 200. 5.000.Tahun ke-5: 60 HOK @ Rp.Rp.000. Jl.450.100.Rp. padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793.000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-1: 20 HOK @ Rp.Rp.000. 96. 5. Tahun ke-3: 1. 5. 5.= 2.000. 8. Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2. Fax.000. 16. 5.000. 300.Rp.000.000.995kg @ Rp. 300. 99.Tahun ke-3: 20 HOK @ Rp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp. Rp.7 kg/orang/tahun.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) a.050..000. Tahun ke-6: 19. 110. Rp.000.Tahun ke-6: 60 HOK @ Rp.Rp.990 kg @ Rp. selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun.-/kg Jumlah pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun Keuntungan rata-rata per tahun 4) Parameter kelayakan usaha a.000.Tahun ke-5: 50 HOK @ Rp.000.600.000.000.037449. 49. 5. Tahun ke-5: 9. Dengan konsumsi ideal. Rp.- Rp.Rp.-/kg b.960 kg @ Rp.800.000.000.000. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat.Rp.810 ton/tahun yang Hal.000. 5.-/kg d.Tahun ke-6: 50 HOK @ Rp.Tahun ke-4: 30 HOK @ Rp.Rp. 14 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 150.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.3 juta ton jeruk/tahun.go.325. 5. Rp.2 Gambaran Peluang Agribisnis Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi. M.150.183. Rp. tanaman mulai berproduksi pada tahun ke 3 dan keuntungan mulai didapat mulai tahun ke-4.ristek.Rp.150.000. Rp.-/th .000. 100.17. 5. Rp.

1–6. dalam keadaan cukup tua. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. % (jml/jml): maks 5-10. cara pengujian mutu. Mutu Klasifikasi dan Standar Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas.0 cm atau 50 gram/buah Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Fax.4. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas.2.129 ha kebun jeruk. yaitu Mutu I dan Mutu II. 021 316 9166~69. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50. B. cara uji organoleptik 2) Tingkat ketuaan: Tua. 11. Jl.3. tengah dan bawah.1. cara uji organoleptik 7) Busuk % (jml/jml): maks.1-2. bebas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN saat ini tidak bergerak banyak. tidak terlalu matang. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11. http://www.ristek. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1–7. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas. cara uji organoleptik 3) Kekerasan: Cukup keras. 11. utuh segar dan bersih. cara uji organoleptik 4) Ukuran: Kurang seragam. cara uji SP-SMP-311-1981 11. M. Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Selain itu. jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil.id . Kelas A: diameter 7.0 cm atau 101–150 gram/buah Kelas C: diameter 5.go. C dan D. Kelas B: diameter 6.0 cm atau 51–100 gram/buah Kelas D: diameter 4.0–5. cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan.1 cm atau 151 gram/buah. berdasarkan berat tiap buah. 021 316 1952. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu. STANDAR PRODUKSI 11.H.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 15 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952. http://www. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id .

Indriani & Haryono. 4) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. nama/kode perusahaan. contoh yang diambil 7. Pengemasan Buah jeruk dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. 12. 021 316 1952. berat bersih. jenis mutu. 2) Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 sampai dengan 300. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jl. Celah-celah Usaha Terpilih. 1999.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100.H.ristek. negara/tempat tujuan. Jakarta. M.id . 4) Bonus Trubus No. Ir. http://www. hasil Indonesia. 1996. Bambang Soelarso. contoh yang diambil 5. contoh yang diambil 9. Fax. 5) Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. 1998. Agribisnis Tanaman Buah. 345. daerah asal.go. 16 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penerbit Kanisisus. 3) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. 2) Rahardi. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. Penerbit Kanisisus. Penebar Swadaya. Jakarta. Yogyakarta. contoh yang diambil 10. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. 2) Trubus no 340.5. Masih Diperlukan Penambahan 50. golongan ukuran. Yovita H. contoh yang diambil 15 (minimum). BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1998. 1992. Yogyakarta. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 3) R. Bertanam Pohon Buah-buahan 2.129 ha Kebun Jeruk.

ristek. kacang bandung. Fax. kacang jebrol. M. Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. tepatnya berasal dari Brazilia. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”.go. kacang banggala. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L. dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17. kacang tuban. JENIS TANAMAN Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Leguminales Hal.id . 2. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. suuk. SEJARAH SINGKAT Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan. 021 316 9166~69.) 1.H. kacang kole. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). 021 316 1952.

.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Famili Genus Spesies : Papilionaceae : Arachis : Arachis hypogeae L.. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi. protein (27%). d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun). merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas yang ada..id . Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah).50%). Arachis villoticarpa Hochne. karbohidrat serta vitamin (A. Arachis marganata Garden. Arachis glabrata Benth. 021 316 1952. Nigeria. Chlorida. 4. 021 316 9166~69... sabun dan minyak goreng. C. Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip. MANFAAT TANAMAN Di bidang industri. http://www. Arachis tuberosa Benth. D. Amerika Serikat dan Gombai. yaitu: a) Kacang Brul. Arachis namby quarae Hochne.ristek. berumur panjang (6-8 bulan).H.go. b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari. B. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Magnesium. Jl. Arachis idiagoi Hochne. Phospor. Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. M.. Arachis helodes Mart.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Kacang Cina.. E dan K). 3. Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa. Arachis guaramitica Chod & Hassl.. juga mengandung mineral antara lain Calcium. Hal. Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas. Fax. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus.. Cina. kemudian meluas ke negara lain. c) Kacang Holle. e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek. Ferro.. Sumatra Utara. kacang tanah mengandung lemak (40. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut: a) Daya hasil tinggi. Kalium dan Sulphur. mentega. Arachis prostrata Benth. Arachis villosa Benth. SENTRA PENANAMAN Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India. Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal. c) Hasilnya stabil. berumur pendek (3-4 bulan). digunakan sebagai bahan untuk membuat keju.

0–6. c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C. http://www. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman.2. c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus. d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah. baik bagi pertumbuhan kacang tanah. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah.H. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering.1. 5. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman.1. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal. M. 021 316 9166~69. bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat. Jl. hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6. PEDOMAN BUDIDAYA 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 5.ristek. 021 316 1952. kerdil.id . Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. 6. Iklim a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1.300 mm/tahun. Media Tanam a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul. Fax.3. SYARAT PERTUMBUHAN 5.5. Selain itu. layu dan akhirnya mati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit.

id . 021 316 1952.H.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

b = Bibit per-1000 biji (g) c = Lokasi yang akan ditanam (hektar) p = Jarak antar barisan (m) q = Jarak dalam barisan (m) 6. c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan.H. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. 2) Pembukaan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. http://www. Fax. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. M.2. c) Kulit benih mengkilap. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah. e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut: B = a x b x c kg 100 x p x q B = bobot benih (kg) a = Jumlah benih/lubang.5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter. yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak. sapi. b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat. atau pun dengan mesin traktor.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat. Jl. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami.id . e) Kadar air benih berkisar 9-12 %. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 3) Pembentukan Bedengan Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan.ristek. tidak keriput dan cacat.go. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Benih dilakukan secara generatif (biji). Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan. seperti kerbau. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih.

benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk tanah datar. luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. http://www. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam. Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas. 3) Cara Penanaman Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. perlu dilakukan pengapuran.5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata.H. Jl. Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2. 021 316 1952. 021 316 9166~69. M. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. Fax.ristek. 5) Pemupukan Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Hal. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan JuliSeptember (palawija II).4. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm.go.3. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. 6. 4) Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. Pada tanah yang subur. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis.

4) Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal. perambatan. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Jl.H. misalnya pemangkasan. karena dapat menggganggu penyerbukan. Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 57 hari. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. 7) Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan.id . Fax. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh. untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam). pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman. http://www. 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman. 5) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari. M. asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti.

2. M. Sevin 85 S. batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. Hama a) Uret Gejala: memakan akar.id . tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan. Lebaycid 500 EC. Pengendalian: (1) penanaman serempak. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. b) Ulat berwarna Gejala: daun terlipat menguning.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Azodrin 15 W5C. penyiangan intensif. Diazeno 60 EC. pergiliran tanaman. Penyakit a) Penyakit layu Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin.go. f) Kumbang daun Gejala: daun tampak berlubang. Supraciden 40 EC. daun tinggal tulang. 7. juga makan pucuk bunga. Pengendalian: insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C. menanam serentak. (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP. HAMA DAN PENYAKIT 7. Sevin 5D. Fax. Azodrin 15 W5C. 021 316 9166~69. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha. (2) penyemprotan Agnotion 50 EC. semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan). d) Ulat jengkal Gejala: menyerang daun kacang tanah.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. 021 316 1952. (2) penyemprotan insektisida lannate L. http://www. Pengendalian: (1) penanaman serentak. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C. dibuang dan dimusnahkan. pergiliran tanaman. Lannate L Sevin 85 S.H. akhirnya mengering. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. 1 ha membutuhkan 0.5-1 liter. Pengendalian: menanam serempak. Sevin 85 S atau Sevin 5 D. b) Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman dicabut. penyemprotan e) Sikada Gejala: menghisap cairan daun.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.id . M. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl.ristek. http://www.

go. M. Cara Panen Pencabutan tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penyakit bercak daun Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45. f) Penyakit Sclertium Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan.1. http://www. kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi. Polong sudah berisi penuh dan keras. 8. 8. Jl.5-2. PANEN 8. 021 316 9166~69.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali. d) Penyakit mozaik Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh.5 ton polong kering. b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran. e) Penyakit gapong Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya. Fax. Ciri dan Umur Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 34 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari. memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan.id . 8. Perkiraan Produksi Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas.ristek. misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan. atau Deconil pada tanaman selesai berbunga.2.H. 021 316 1952. g) Penyakit karat Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi.

http://www. 021 316 1952.ristek. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.go.H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M.

150. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1.4.H. 500. Penyortiran dan Penggolongan Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah. 10.2.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sewa lahan 1 musim tanam 2.500.000. brangkasan tanaman kacang tanah ditempat 9. 021 316 9166~69.1. Pupuk . Fax. kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. 9. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan. 1.000. Jl.id .ristek. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering. Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg. PASCAPANEN 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.Urea: 100 kg @ Rp.000.3.3. M. http://www.Rp. Pengumpulan Kumpulkan strategis.Rp. 800. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering.Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4. masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang.go. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4.1. 021 316 1952. 9.

ristek. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .H. Fax. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952.

Peralatan 6.000.Rp. Fax. para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng. 2.Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10.Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1.TSP: 100 kg @ Rp. namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan.c) Keuntungan bersih 1. 50.id .000. Rp. 1. 500.4. Lain-lain Jumlah biaya produksi Rp. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen.Rp.000.6): 2. 4. Berupa biji kering (rendemen 0. Jl. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 100. Tenaga kerja .500. meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan. Berupa polong kering 2.- b) Pendapatan 1. 1.500..Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW . menempati urutan ke-2 setelah kedelai. O/I berupa polong kering 2.= 1. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria. 1.5.Rp.000.000. M. 2.500. 1.Rp.Rp.800.000. selama tahun 1969-1991.KCL: 50 kg @ Rp.Rp.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 112.500.348 = 1. 180. Yang terjadi di lapangan. 021 316 9166~69..500. Berupa polong kering 2. http://www.000. Pestisida: 2 liter @ Rp.618 Hal.2. 82.Rp.ristek.800. 4.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . HKW : Hari kerja wanita.832. 4. 200.000. angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya.000 kg @ Rp.. 77. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum.Rp.032.650.Rp. sebelum panen tiba.000.Rp.000 kg @ Rp.Rp.000.H.967. 150. 021 316 1952.000. 115. produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8. Di Indonesia. Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah.500.000. 4.go.

c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong) 1. mutu II minimum 7 mm. Kadar air maksimum (%): mutu I=6. mutu II=2. mutu II=7. mutu II=4. mutu III=10.H. apek dan bau asing lainnya. 3.id . b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose) 1. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. 3. cara pengambilan contoh. 021 316 1952. mutu III=5.1. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0. mutu III=2. mutu III=60. mutu II=5.3. mutu II=62. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida. mutu III=4. Diameter : mutu I minimum 8 mm. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3. STANDAR PRODUKSI 11. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. mutu III=3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0. http://www. 2. syarat mutu.5. mutu III maksimum 6mm. 3. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. 2. cara uji. Kotoran maksimum (%): mutu I=0.5. 7. Klasifikasi dan Syarat Mutu Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I. maka harus dilakukan beberapa pengujian. 2. 6. mutu II=1.5. Bebas bau busuk. mutu III=2. mutu III=3. 5. Memiliki suhu normal. mutu II=2. mutu III=4. 4. Hal. mutu=9.ristek. M. mutu II=1. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu=9. 5. Ruang Lingkup Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi. Bebas hama penyakit.go. Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat.2. Diskripsi Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995. mutu II=0. 4. mutu II dan mutu III a) Syarat umum 1. Rendemen minimum (%): mutu I=65. mutu III=8. pengemasan dan rekomondasi. asam. bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh. mutu II=2. 021 316 9166~69. Jl. Kadar air maksimum (%): mutu I=8. mutu III=3. 11. 4. 11. yaitu: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. syarat penandaan. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0. Fax. Polong keriput maksimum (%): mutu I=2. mutu II=3.

11. butir warna lain. butir keriput. d) Nama perusahaan/pengekspor. http://www. e) Berat bruto. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran.5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang.ristek. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Penentuan adanya butir rusak. Untuk mengukur kadar air. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa.go. butir rusak. dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Pengemasan Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. 021 316 1952. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung. M. e) Penentuan suhu dengan alat termometer. b) Daerah asal produksi. Jl.id . Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu. kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset. Presentase butir warna lain. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram.H. 021 316 9166~69. cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram. f) Penentuan kadar aflatoksin.4. h) Tujuan. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya. butir belah. c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper. g) Nomor karung. d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). c) Nama dan mutu barang. dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %. f) Berat netto. selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. Jl. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www.id .go.H.

c) Rahmat Rukmana. 1997. M. 1999.ristek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). 1998. DAFTAR PUSTAKA a) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. b) Danarti dan Sri Najiyati. Ir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.id . 021 316 9166~69. Jl. Ubi Kayu. Yogyakarta. Penerbit Swadaya. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Palawija. Yogyakarta. H. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kanisius.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jakarta. Jakarta. 021 316 1952. Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura.H. http://www. Fax. Budidaya dan Pasca Panen. Proyek PEMD.

Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur. Merapi 520. Fax. Shakti 945. 27.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDELAI ( Glycine max L ) 1. Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria. No. Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara).id . 021 316 1952. Jepang. 2. Economic Garden. Jl. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di Indonesia. Ringgit 317. Davros.ristek.29. Sumbing 452.H. warna biji dan tipe batang. Taichung 1290. India.go. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya. 021 316 9166~69. yang dibudidayakan mulai abad ke17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau. dan Cina. http://www. SEJARAH SINGKAT Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut: Familia : Leguminosae Subfamili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis. merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. No.

H. http://www. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.

Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu. Jl. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. cat cair. 021 316 1952. insectisida dan farmasi. permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas. Jawa Barat. kue. seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Wilis. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab. Hal. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin. Kerinci. SENTRA PENANAMAN Di salah satu negara bagian Amerika Serikat. b) Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. MANFAAT TANAMAN Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama. Galunggung.1.H. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan. Dempo. 5.go. 4. Muria dan Tidar. c) Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN TKG 1291. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lokon. yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. kosmetika. Orba 1343. http://www. Lampung. M. kue-kue.id . tinta cetak dan tekstil. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung. margarin dan bahan lemak lainnya. Sulawesi Utara (Gorontalo). Clark 1293. Sumatera Selatan dan Bali. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat C. Fax. terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. Iklim a) Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis.ristek. Merbabu. Di Indonesia. Guntur. saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air. 021 316 9166~69. Jawa Tengah. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng. vetsin. tinta. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Raung.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai. Fax. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal. latosol dan andosol. tetapi air tetap tersedia. http://www. c) Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial. 5. baik pula ditanami kedelai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan. g) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. 5. 021 316 1952. Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. Jl. pertumbuhan kedelai kurang baik. e) Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai. sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul.0 tetapi pada pH 4. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik. Tanah yang mengandung liat tinggi. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. h) Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. M.id . Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah.go. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. bahan organik sangat penting artinya. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.87. Untuk memperbaiki aerasi.5 pun kedelai dapat tumbuh.3. grumosol.2. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0. asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa. Pada pH kurang dari 5. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang).5300 m dpl.ristek. regosol. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. Media Tanam a) Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. Tanah yang baik ditanami jagung. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar. 021 316 9166~69.H.5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium.

go. 021 316 1952. http://www.id . M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax.

PEDOMAN BUDIDAYA 6.27. Taichung. Orba. No. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam. 3) Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. Tidar. TK 5. Wilis.ristek. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C. Shakti.id . Jl. Galunggung. No.H. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc. Economic Garden. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. No. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam.1. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit.go. Fax. Selain itu. Tambora. Peter. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. Raung. 021 316 1952. Clark 63. 2) Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. Limpo Batang. yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. (3) setelah diinokulasi. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Rinjani. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. Lakon. berarti sudah mengandung bakteri tersebut.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. http://www. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137). Merbabu. M. 021 316 9166~69. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. bersih dari kotoran. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.29. Davros.452. atau dengan memperpendek jarak tanam. dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. tetapi tidak lebih dari 6 jam. Guntur. tanah.

M. 021 316 9166~69. http://www.ristek. 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. Jl.id .

Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Jl.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah.ristek. perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. tinggi 20 cm. kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. Fax. menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. http://www. memupuk. dengan dosis 2-3 ton/ha. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan Hal.H. M. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah. Apabila akan dibuat drainase. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. 4) Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun. Dengan pengapuran. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam.2. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat.go. 6. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. 021 316 9166~69. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. 021 316 1952. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. 3) Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5. tetapi setiap 3-4 tahun sekali.id . dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan.

agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm. http://www. 2. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air. Fax. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat. kedelai dengan jagung. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 4. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. Pada tanah yang subur. 6. 2) Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. 25 x 25 cm. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. Umur tanaman tidak jauh berbeda. Jarak tanam hendaknya teratur. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. jarak tanam lebih renggang.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman kacang-kacangan. 021 316 9166~69. Jl. 3) Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: a) Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar. atau 20 x 20 cm. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. kedelai dengan ketela pohon. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.go. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. 021 316 1952. b) Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm.id .3. 3. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah.

http://www. 021 316 9166~69. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H.id . Fax. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Apabila lahannya luas. sekitar 6 minggu setelah tanam. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bila ditanam di tanah sawah. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. dapat juga dengan menggunakan herbisida.id . Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. 2) Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari. biasanya kedelai ditanam bersamaan. Di lahan sawah dengan irigasi. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. 6.H. Fax. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. sehingga akan terlihat tidak seragam. 4) Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen.ristek. Hal. http://www. M. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari.go. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau. 021 316 9166~69.4. 021 316 1952. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Jl.

Pada tanah yang kurang subur. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 34 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. Saat menjelang panen. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. 021 316 1952. Jl. d) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. pemberian air di sawah bisa diatur. http://www. Fax. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. tanah harus diairi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Namun bila tidak ada irigasi. 021 316 9166~69. 5) Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. pemupukan dapat menaikkan hasil. c) Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Urea=50-100 kg/ha. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya.go. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. Di lahan sawah irigasi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . M.H. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. pemupukan tidak diperlukan. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha. 4) Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952. Fax.id . 021 316 9166~69. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

5 mm berwarna hitam. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. 7) Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. dan hasilnya akan sedikit. disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh. dicampur dengan benih. dilakukan sebelum benih ditanam. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari. M. Azodrin 15 WSC.H. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. a) Lalat bibit. pertumbuhannya terhambat.id . Jl. mengolah tanah dengan baik. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya. ada yang bersayap dan tidak. Huslation 40 EC. Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. Azodrin 115 WSC. setelah tanam 50 hari. HAMA DAN PENYAKIT 7. Hosthathion 40 EC. Fax. Kharpos 50 EC. Dursban 20 EC. diberi insektisida Marshal 200 EC. (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya.kacangan. bahkan tidak berbuah sama sekali.1. d) Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC. tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan. Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. memenuhi syarat. bersih. http://www. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. Hama a) Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit). 7. e) Ulat penggerek polong.ristek. c) Wereng kedelai atau kumbang daun.go. b) Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. kapas-kapasan atau kacang. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). 021 316 9166~69. 021 316 1952. Gejala: layu.

http://www. 021 316 9166~69.go.ristek. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . Fax. 021 316 1952.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

sebelum ulat berkembang biak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pemakan daun dan merusak bunga. hitam bergaris kuning. kecil sekali (1.5 mm) Lalat bertelur pada leher akar. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. kemudian setelah benih ditanam. dan Agrothion 50 EC. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC.ristek. e) Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah. memakan polong dan bertelur. saat matahari bersinar turun ke polong. tanah diberi Furadan 36. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. ulat masuk ke dalam buah sampai besar. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. telur di bawah permukaan daun. Pengendalian: Azodrin 15 WCS. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. http://www. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. Waktu buah masih hijau. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda). pucuk. Pagi hari berada di atas daun. berkelompok. dan menjadi hampa. Gejala: larva dan kumbang memakan daun. Sumithoin 50 EC. Diazinon 60 EC. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. Pengendalian: Saat benih ditanam. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. kemudian menjadi lalat dan bertelur. polong bagian luar berubah warna. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Dursban 20 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. polong muda. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. tanah ditutup dengan jerami . Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. Jl. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi).go. Azodrin 15 WSC.H. dengan dosis 2 cc/liter air. bunga. M. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. d) Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri.id . Fax. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering). setelah menetas. g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Melano Agromyza Phaseoli. volume larutan 1000 liter/ha. Bertelur pada permukaan daun. Basudin 50 EC. 021 316 9166~69. bahkan seluruh tanaman. f) Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC. Surecide 25 EC c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. Azodrin 15 WSC. h) Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. yang berwarna hitam bintik putih. memakan buah muda. 021 316 1952.

Fomodol 50 EC. Fax.go.ristek.H. Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN EC. Jl. M. 10/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 9166~69.id . http://www. 7.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. dengan dosis 2 gram/liter air. dan tanaman berjarak tanam pendek. saat udara lembab. bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan.2. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. menguning. (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. Penyakit a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. Penularan melalui tanah dan irigasi. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. buah dan daun mengecil. daun yang paling rendah rontok. memakan daun. c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. Dithane M 45. dan berpencar mencari rumpun lain. bertelur di permukaan daun. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit. Gejala: bunga. b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. ulat hidup bergerombol. d) Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. Pemberantasan: belum ada. e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN i) Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. 021 316 1952. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat. Penularan melalui tanah dan irigasi. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. M. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. (2) menyemprotkan Dithane M 45.H. Fax. Copper Sandoz. Gejala: kerusakan pada daun. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. lebih parah jika cuaca cukup lembab.

11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go. M. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. Disamping itu. PANEN 8. atau polong sudah kelihatan tua.H. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut. g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang.go.2.1. 021 316 1952. lalu gugur. Penularan melalui tanah dan irigasi. 8. Perlu diperhatikan. Pada tanah ringan dan berpasir. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. tanaman menjadi kerdil. kemudian membusuk dan mati. Jl. Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning. (2) menyemprotkan Dithane M 45.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. 021 316 9166~69. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah. karena banyak buah yang sudah tua dan kering. 8. http://www. Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. tangan dalam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Panen yang terlambat akan merugikan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC.id . kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari. Fax. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. h) Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan.ristek. buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. agar hasilnya segera dapat dijemur. proses pencabutan akan lebih mudah. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu.

http://www. Fax.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.ristek.go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Sesudah kering sempurna dan merata. 021 316 9166~69. kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15 %. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. PASCAPANEN 9.ristek. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. dijemur secara terpisah. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah pemungutan selesai. Periode Panen Mengingat kemasakan buah tidak serempak.go. 9. anyaman bambu.id . Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya. dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik. 8.4. Prakiraan Produksi Produksi kedelai yang didasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha. maka dengan memotong akan lebih cepat. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. asalkan polong sudah cukup kering. pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap. Pada tanah yang keras. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih. beberapa kali. Agar kedelai kering sempurna. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong. 021 316 1952. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan.00 hingga 12.H. dari pukul 10. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. tapi tertinggal di dalam tanah.3. Fax. atau di lantai semen selama 3 hari. Jl. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan. 8. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur.1.00 siang. http://www.

ristek. M. http://www. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

180.000.H. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya Kedelai di lahan pasang surut untuk luas lahan 1 hektar per musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: a) Biaya produksi 1.000.00. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. 021 316 1952. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya. Tenaga kerja .000. Jl.4.35. Rp. 9. Rp.000 kg @ Rp.300. 1. 400. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.650. M. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. 300.Pestisida 2 liter @ Rp.3. Rp. brangkasan disingkirkan.000. Rp.Pengolahan tanah 30 OH Rp. Pestisida .. Bibit: benih 40 kg @ Rp. Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama..SP-36: 125 @ Rp. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung.Kapur: 1.125. 10. 6000.Legin 5. Setelah biji terpisah.000.100.240. Sewa lahan 1 ha.ristek. 1.000.2 %. Pupuk dan kapur .id . 021 316 9166~69. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp. Rp.900. http://www. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18.go.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.3.200.. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. 1 musim tanam 2. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. 100.000.000.000.500. Rp.2. 1. Rp.300.KCl: 50 kg @ Rp. Fax.Urea: 50 kg @ Rp..

021 316 1952. Fax.ristek.go. Jl. http://www.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

600. Rp.000. 3.391 . Sewa lahan 1 ha. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.Pestisida 2 liter @ Rp.Rp.882.Penanaman 60 OH .000.4.2.400. Pestisida . produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia masih tergolong rendah yaitu rata-rata 600-700 kg/ha.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. http://www.517.Legin 5.Penanaman 60 OH .Pengolahan tanah 60 OH . 1. Gambaran Peluang Agribisnis Bila dibandingkan dengan produksi kedelai Amerika yang mencapai 1800 kg/ha.400.H.429 Sedangkan perkiraan analisis budidaya kedelai di lahan kering beriklim basah per hektar dalam 1 musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 sebagai berikut: a) Biaya produksi 1. Fax.000. Jl.Kapur: 1000 kg @ Rp. 1 musim tanam 2.500.000. 1. 500.000.000..000.237. 450.Rp.000.800 kg @ Rp. 021 316 9166~69.. Rp. 500.000.500.Pemeliharaan 30 OH 6. B/C Ratio Rp. M. Bibit: benih 40 kg @ Rp. Rp.900.= 1.620. yang dapat mencapai 20 kuintal/ha. Maka diharapkan Hal. 600.000.240. 5. Rp.go.000.000.Rp.75.500. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp.. 300. 3.ristek.000.000.3. 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Rp. 100. 600. 021 316 1952.780.SP-36: 125 @ Rp.Pemeliharaan 50 OH 6. 1.Urea: 50 kg @ Rp.000. 6.500. 300. B/C Ratio 10.Rp.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.300. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.000.= 1. Rp.id Rp.Rp.- Rp. 5.000.Rp. Pupuk dan kapur .00.180. 1. Tenaga kerja . 3000.200.Rp. 1.000.800 kg @ Rp.000.Rp.000.Rp. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara menanam varietas unggul secara intensif.

.-/kg. Diskripsi Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995 11. syarat penandaan dan pengemasan.ristek. seperti: insektisida dan fungisida.id . Sedangkan partai kecil pada umumnya dijual sendiri di pasar oleh para petani yang bersangkutan atau disalurkan ke industri rumah tangga yang mengusahakan tahu dan tempe. STANDAR PRODUKSI 11. jarang mengalami perubahan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. agar impor kacang kedelai dapat dihentikan.(tahun 1992). Di Indonesia. kedelai putih biji sedang dan kecil Rp 400. 3. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. cara pengambilan contoh.3. asam.-/kg. syarat mutu. 11. hasil panen kedelai dalam partai besar pada umumnya dijual melalui KUD. 11. Meningkatnya produksi kedelai pada periode tersebut merupakan hasil upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilaksanakan dengan didorong oleh adanya Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Kedelai di berbagai wilayah. Bebas hama dan penyakit. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kedelai hitam biji besar Rp 450.1. Di pasaran umum harga kedelai disesuaikan dengan warna dan besar kecilnya biji. M. http://www.cara uji. meskipun sementara petani masih menjual produksinya kepada tengkulak yang kemudian meneruskannya kepada pedagang besar (pengumpul) dan akhirnya disalurkan ke pabrik-pabrik. 021 316 9166~69. Fax.go.-/kg dan kedelai hitam biji sedang atau kecil Rp 375. Bebas bau busuk. jadi dapat dikatakan harga kedelai agak stabil. bahkan permintaan dari konsumen semakin meningkat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN produksi kedelai di Indonesia dapat ditingkatkan lagi. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1.H.2. Jl. atau bau asing lainnya. Patokan harga kedelai ini bisa bertahan dalam jangka waktu relatif lama. Harga kedelai putih lebih mahal sebab mudah dan baik sekali digunakan sebagai bahan pembuat tempe dan tahu yang sudah memasyarakat di Indonesia. Sebagai gambaran: pada saat harga kedelai putih biji besar Rp 500. Bebas dari bahan kimia. Walaupun produktifitas tanaman kedelai cenderung mengalami peningkatan selama periode 1993-1997. Jadi pada hakekatnya pemasaran kedelai tidak sulit. 021 316 1952. serta bahan pembuat susu sari kedelai.

ristek. Jl. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id . M.

berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. butir pecah. d) Nama perusahaan /pengekspor. mutu II=3. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. 021 316 1952. b) Daerah asal produksi. c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer. mutu III=3 dan mutu IV=5. 11. mutu II= 4. Fax. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. 3. c) Nama dan mutu barang. 4. mutu II=14. Jl. mutu II=1. b) Penentuan adanya rusak. mutu III=5 dan mutu IV=10. 021 316 9166~69.id . butir warna lain.H. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. 5.go. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Memiliki suhu normal.7 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %. mutu II=2. Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. M. mutu II=1. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. mutu III=3 dan mutu IV=5. 2. mutu III=2 dan mutu IV =3 6. butir rusak. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. b) Syarat khusus 1. mutu III=14 dan mutu IV=16. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. berat contoh analisa 100 gram.4. Hal. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. mutu III=3 dan mutu IV=5. Persentase butir-butir warna lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa.

(1989). Departemen Pertanian Banjarbaru c) Capricorn Indo Consult. d) Marwanto. Intensitas Serangan Jamur Selama Penundaan Saat Panen dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Herbisida dan Inokulasi Beberapa Strain Bradyrhizobium japonicum. Jl. 12. Perbaikan Budidaya Basah Kedelai. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Merill). (1995). Kedele. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Eko. http://www. 1 (1):10-14. Askip. g) Nomor karung. Buletin Agronomi. f) Berat netto.ristek. Proyek PEMD. 10 (1): 27-37 Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Berat bruto. BAPPENAS.H. 14 (3): 128-136 f) Wiroatmodjo. Akata Agrosia. (1992). Proyek PEMD. Fax. (1991).go. Sulistyono. 021 316 9166~69. Jurnal Penelitian Pertanian. h) Tujuan. Kedelai. Kanisius. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Yogyakarta. 021 316 1952. Studi Tentang Agroindustri dan Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. e) Pasaribu. b) Balai Informasi Pertanian (1983/84). (1998).id . : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.

mokah (Kamboja). http://www. dan co'c (Vietnam). 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst. JENIS TANAMAN Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae. Sedang di Asia Tenggara disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia). Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kook kvaan (Laos). hevi (Filipina). 2. kedondong bangkok.) 1. atau great hog plum. gway (Myanmar). SEJARAH SINGKAT Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. dan kedondong kendeng. Jl. otaheite apple. Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa.id . 021 316 1952. makak farang (Thailand). Fax. M.H. Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik.

1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. 021 316 9166~69. http://www. Jl.

pohon yang ternaungi menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 0. 5. serta untuk dibuat acar (sambal kedondong). Jawa Tengah). Fax. Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah. daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN raksasa/super. MANFAAT TANAMAN Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar. 4. dan luka bakar. tidak dapat digunakan kayu pertukangan. dan kulit batangnya.853. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air. kulit perih.ristek.60 gram serat. Jl.3-1. 021 316 1952. 3. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur. 5) Kelembaban udara sekitar 14%. 8-10. jeli. 2) Curah hujan yang diinginkan antara 1. 021 316 9166~69. SENTRA PENANAMAN Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara. Iklim 1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini. 0. Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan.000-1. Pada saat musim kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan tumbuh kembali dengan cepat.5 gram sukrosa.8 gram protein. 0.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan.id . http://www. SYARAT TUMBUH 5. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. tetapi kadang-kadang dibuat perahu. 3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya. dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara. Salah satu negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L.go. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang.5-0. buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai.H.7-1 kg/buah. dan sari buah.500 mm/tahun. M. 4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun.8 gram lemak.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax. 021 316 9166~69. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. 021 316 1952.id . Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

M. asalkan tanah itu memiliki sistem pengaliran air yang baik. d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan. Sistem pengairan yang baik akan menunjang pertumbuhan kedondong sehingga produksinya melimpah. yaitu: a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat. http://www.2. 021 316 1952. Tanah yang disukai adalah tanah yang porous. Apabila tanah terlalu asam maka untuk menaikkan pH perlu dilakukan pengapuran. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang. Akan tetapi pohon ini juga toleran terhadap kekeringan. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Derajat Keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk tanaman kedondong ialah antara 5.go. Fax. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji. Jl. c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa.5-6. setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. 3) Tanaman kedondong tidak suka pada genangan air. Ketinggian Tempat Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering sampai ketinggian 700 m dpl.3. 6. gembur.ristek.2. 5.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Kelerengan tidak terlalu mempengaruhi tanaman kedondong. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji.id . Media Tanam 1) Tanaman kedondong mampu tumbuh sama baiknya pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam. b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Permukaan air tanah yang dapat dicapai oleh tanaman kedondong ialah antara 50-200 cm. PEDOMAN BUDIDAYA 6.H. dan mengandung bahan organik. 021 316 9166~69. namun tanaman kedondong paling baik ditanam pada daerah yang datar dengan kelerengan antara 0-10 derajat. dalam keadaan stres dedaunannya akan rontok untuk sementara saja. 2) Penyiapan Benih Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M. Jl. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id .H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

harus direncanakan dahulu. Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk.id . Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum membuka kebun. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan. 021 316 1952. Selain pH tanah. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah. setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. Hal. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar. http://www. Jl. M. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal. Fax.go. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif. stek batang/dengan okulasi sambungan. 021 316 9166~69. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan.H.ristek. 5) Pemindahan Bibit Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memperbanyak tanaman kedondong. untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. Penetapan waktu penanaman juga sangat penting. perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok.2. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

3. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur.ristek. 5) Pemupukan Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7. 6. Jl. 6) Pemasangan Ajir Setelah tanah selesai dikerjakan. TSP. http://www. yaitu secara bujur sangkar atau segi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. dan sebagainya. maka mulailah dipasang ajir pada tempattempat yang akan ditanami pohon kedondong. ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai. 021 316 9166~69. Pemakaian pupuk kimia seperti urea. bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan. 4) Pengapuran Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong. Pola tanam ada dua macam. maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu. hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air. Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya. atau tanah itu padat. 3) Pembentukan Bedengan Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedenganbedengan. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang.5-12 m. umpamanya bagi tanah yang rendah. Akan tetapi. sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar. Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Supaya tanaman kedondong tumbuh subur. Biayanya memang cukup banyak. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. padat. M. tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang). Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit.id . Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.id . 021 316 9166~69.ristek. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M. Jl.H.

http://www. sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang.50 m atau 1. lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam. Kalau kedua alat tersebut tidak ada. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar. M. Untuk menutup.H. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Supaya kita dapat memasang dengan baik. Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat.50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tiga. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek. dapatlah dibuat alat sendiri. sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu.4. maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya. 3) Cara Penanaman Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan. Ukurannya 1 X 1 X 0. Waktu menutup lubang. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam. sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi. Bibit yang berasal dari semai. sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit.80 X 0. Menurut aturan bujur sangkar.id Hal. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang. Pada waktu menanam. pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya. sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar. Pada permulaan musim penghujan. pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar. 6/ 12 . Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan. tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang. Fax. maka dugunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump. sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air.80 X 0. maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar. 6. Jl. 2) Pembuatan Lubang Tanam Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong. biarkan saja supaya turun sendiri.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. setelah setahun ditanami. M. pupuk hijau. maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya. kompos. 021 316 1952. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : Hal. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong. Pada saat pohon kedondong berbuah. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang. lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal.id . Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun. Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang. Jl. supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun. 021 316 9166~69. maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau. sampah. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm. kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan. 4) Perempalan Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan. pemeliharan. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali. haruslah diadakan perempalan beberapa kali. dan untuk mempermuda pohon. sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun. Fax.H. tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang. Macam pupuk yang baik bagi pohon buahbuahan ialah pupuk organis. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati. Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah. sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon).go. sekali-kali jangan dilakukan perempalan.ristek. 5) Pemupukan Jika pohon ditanami pohon yang tetap. supaya lekas berbuah. Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon. 3) Pembubunan Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan.

Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida. hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan. Hama 1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah.go.) Ciri: kumbang berukuran besar. Pertamatama buah yang sakit dan rusak dibuang. sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1:2:2. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit. Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahandahannya mudah patah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. HAMA DAN PENYAKIT 7. http://www. 6) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau. 021 316 1952. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang. kepala dan perut berwarna merah-cerah. dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun. Jl. Fax. kemudian yang dipandang perlu saja. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati.H. M.ristek. panjang 10-12 mm. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari. Pupa berada dalam tanah. dengan kaki berwarna kuning. Panjang ulat sekitar 60 mm. 021 316 9166~69. 7. 8) Pengurangan Buah Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri. Sayapnya dengan 8 bintik gelap.TTG BUDIDAYA PERTANIAN P2O5 : K2O = 2:1:1 untuk tanah yang subur.id .) Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih. Dewasanya bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Kumbang (Podontia affinis Grond.

Jl. Fax. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952.go.

Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan. Gloeosporium. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora). Penyakit biasanya menyerang bagian daun.2. tidak di antara ujung jari. 8.H. 7. apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang.ristek. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang. Gulma Alang-alang.2. Periode Panen Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang. rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. 8. dll yang disebabkan oleh cendawan. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak.3. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae. Pemanenan dapat Hal. 021 316 9166~69. Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring. Fusarium. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang. sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik.6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. PANEN 8.id . Cara Panen Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. M. 8. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. buah. 021 316 1952. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida. Penyakit Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya. Fax. Telur berukuran 1. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar.3. 7.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. dan batang. bakteri atau virus. Phoma. Ciri dan Umur Panen Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. Perkembangannya 38-42 hari. http://www. Diplodia. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar.go. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar. Jl. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida.

Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. M.3. Sebab kalau luka akan cepat membusuk. 9. 9.4. Penyimpanan Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain. Pengumpulan Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain. Fax. 021 316 9166~69. sebaiknya buah yang belum kelihatan masak. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah penyortiran.4.1. Jl. 9.id . Penyortiran dan Penggolongan Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket).ristek. sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli Agustus. Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul. 021 316 1952. PASCAPANEN 9. Hal.H. http://www. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu. karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan. Buah yang akan dikirim jauh. Prakiraan Produksi Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar. 9. 8. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman. Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi.2.

M.H. Analisis Budidaya … 10. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. cara pengambilan contoh. Di luar negeri kedondong adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal.1. 11. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. syarat mutu. Untuk mensuplai kebutuhan kedondong luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. Diskripsi … 11. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. Fax. Gambaran Agrobisnis Peluang Usaha Di dalam negeri kedondong tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya. Mutu … 11. http://www. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10. cara uji. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengambilan Contoh Satu partai/lot kedondong terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Jl. 11. syarat penandaan dan pengemasan.2. STANDAR PRODUKSI 11. diperlukan pengembangan agribisnis kedondong yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. 021 316 1952. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7.3. Potensi Indonesia untuk mengekspor kedondong begitu besar. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.id Klasifikasi dan Standar .2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.4.1.go.

021 316 9166~69.go.id . M. 021 316 1952.H. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

& R. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bertanam Pohon Buah-Buahan 1. Penebar Swadaya. Jakarta. Coronel. 1986. 1997. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. Jl. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. Paimin. 6) Verheij. Jakarta. Jakarta. Kanisius. 021 316 1952.5. 5) Sudarmo. Kanisius. Penebar Swadaya. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. Sinar Baru. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 3) Prasojo.E. Joko. 1998.W. 1995. Subiyakto. b) Jenis mutu. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2. Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg.ristek. Buah-buahan yang dapat Dimakan (Terjemahan).M. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. PT Gramedia Pustaka Utama & Prosea Indonesia & European Commission. Sri & Danarti. e) Produksi Indonesia. 1993. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. f) Tempat/negara tujuan. Pengendalian Serangga Hama Tanaman Buahbuahan. 4) Rismunandar. 021 316 9166~69. Yogyakarta. Penyakit Tanaman Pangan dan Pembasmiannya. Pengemasan Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu. Yustina Erna & Farry B. E. B.go. http://www. 12. Bandung. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. 1993. d) Berat bersih. Yogyakarta 2) Najiyati. Fax. Petunjuk Penggunaan Pestisida. 7) Widyastuti.id KEMBALI KE MENU . 1984. Penebar Swadaya. Mengenal Buah Unggul Indonesia. M.

12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax. M. http://www. Jl.

000 m dpl.hutan pada ketinggian 900-3.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Rubiaceae Genus : Chinchona Spesies : Chinchona spp. ) KINA 1. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. URAIAN TANAMAN 2.( Chinchona spp. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia. SEJARAH SINGKAT Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela. kina merah. . Equador. Peru sampai Bolivia. Nama daerah : kina. kina ledgeriana 2. kina kalisaya. Colombia. Daerah tersebut meliputi hutan. tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati.

panjang tangkai 3 – 6mm. panjang benang sari setengan bagian tabung bunga. helaian tipis. bentuk bundar sungsang lonjong. panjang 8 –15cm. bundar. lama kelamaan menjadi lancip atau bundar. lebar 17 –19cm. lancip. bergigi lebar bentuk segitiga. Bunga wangi. tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut. berwarna ungu terang tetapi daun muda berwarna kemerahan. bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. berbulu halus atau lokos. berbulu halus. berwarna hijau atau kemerahan. lebar 9 – 13cm. warna hijau sampai kuning kehijauan. Ukuran daun panjang 25. berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm. bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan. Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang. Kelopak bunga berbentuk tabung. Bunga bentuk bintang. helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala. lebar 3 – 6cm. ujung daun lancip dan jorong. cabang berbentuk galah yang bersegi 4 pada ujungnya. panjang tangkai 1 – 1. Bunga bentuk malai. daun penumpu sebagian berwarna merah. kelopak bentuk tabung dan bergigi pada bagian atasnya. 2. Daun letaknya berhadapan dan berbentuk elips. agak menjangat.2. bentuk seperti trelur panjang 4mm dan bersayap.5 – 28. permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda.  C. bentuk bulat telur sampai gelendong. berbentuk galah.  C.5cm. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm dan tidak berbulu. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm. bagian pangkal lancip dan tirus. namun adakalanya panjang 7cm dan lebar 2cm. sangat lebar. Daun elip sampai lanset. bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm. Panjang malai 7 – 18cm dan gagang segi empat sangat pendek dan berbulu rapat. tabung tebal ditutupi bulu warna putih. Ukuran daun panjang 24 – 25cm. ledgeriana Tinggi pohon antara 4 – 10m. berbulu rapat dan pendek.5cm. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih dan berbau wangi. daun gugur berwarna merah. cabang bentuk segi empat. tangkai daun tidak berbulu. calisaya Letak daun berhadapan. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun. Tangkai sari tidak ada.3 Jenis . Buah berwarna kemerahan bila masak.2 Deskripsi  C. bentuk gasing. mula-mula berbulu padat dan pendek kemudian agak gundul dan berwarna merah. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm. Buah lanset sampai bulat telur denga ukuran panjang 8 – 12mm dan lebar 3 – 4mm. succirubra Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m.

. succirubra Pavon (kina succi) yang dipakai sebagai batang bawah dan C. ledgriana (kina ledger) sebagai bahan tanaman batang atas.Tanaman Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia. hanya 2 spesies yang penting yaitu C.

5. 5) Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % dan 97 %. 2) Derajat keasaman (pH) antara 4. Jawa Timur dan Sumatra Barat.000mm/tahun dan merata sepanjang tahun. 4) Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13. dan tonik.1. 3. KP 105. tidak bercadas dan berbatu. gembur. MANFAAT TANAMAN Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk obat.Klon-klon unggul yang dianjurkan adalah antara lain: Cib 6. di Indonesia adalah Jawa Barat. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinine untuk penyakit malaria dan kinidine untuk penyakit jantung.8. Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah untuk depuratif.3. 3) Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik. SYARAT PERTUMBUHAN 5.5-21 derajat C. Jawa 5. Iklim 1) Angin yang kencang dan lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang dan gugurnya daun. 5. C.5 dengan pH optimum 5. diare. 2) Curah hujan tahunan untuk lokasi budidaya kina yang ideal adalah 2. influenza. disentri. banyak mengandung bahan organik. KP 473.6-6.0003. (kina kalisaya) juga banyak dikenal dan ditanam oleh masyarakat. calisaya Wedd.2. KP 484dan QRC. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi kina Tengah. Tanam Media 1) Tanah yang cocok untuk tanaman kina adalah subur. 4. Ketinggian .

Pembibitan .Tempat Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl). 6. PEDOMAN BUDIDAYA 6.1. Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2.400-1.000 m dpl dengan ketinggian optimum untuk budidaya tanaman kina adalah 1.700 m dpl.

jika cuaca tidak terik dapat dilakukan sampai pukul 14. kina diperbanyak dengan cara vegetatif. semai ledger. Pupuk berupa 160-200 g Urea. 1) Pembibitan Semai Sambung a. Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh. Selipkan entres ke sayatan di batang bawah. pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah. Siapkan entres kina ledger (1 cm) yang daunnya sudah dibuang dan runcingkan bagian bawah entres. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. ikat dengan tali bambu dan oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat.Pada kebun produksi. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung. Penyambungan Batang bawah. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12. e. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 .00. Batang bawah Batang bawah adalah semai kina succi yang ditanam di kebun dan batang atas entres kina ledger. 80-100 g TSP dan 160-200 g KCl yang diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi. d. b. pemberantasan hama. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah. c. Setelah berumur 12 minggu dan panjang tunas sambungan 12 cm.penyakit dan pemupukan. batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan. stek sambung. dan stek ledger. Entres batang atas Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal. disayat dari atas ke bawah sepanjang 1. pucuk batang bawah succi dipotong. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan. Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan dan berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam).00.5 cm. tinggi 30-40 cm dan diameter batang 1 cm.

2) Pembibitan Sambung Stek . Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang dan sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah. 50 bibit diikat menjadi satu. tinggi 40 .50 cm dan akar tunggang 50 cm.tahun di persemaian II.

Penyungkupan Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu. Batang dipotong o miring 45-60 menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan 3 Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l untuk 1 m . e.25 cm.0 cm untuk m enyelipkan batang atas.3% setiap minggu atau urea . Batang atas ledger Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yang dianjurkan. mempunyai ukuran sebesar pinsil. Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1. diikat dengan tali bambu. batang dibungkus dengan batang pisang dan disimpan di tempat teduh. berwarna coklat muda dan agak tua. bukan dari cabang. Pohon induk ditanam pada jarak 1. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali dan pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit. g. lokasi kebun dipilih datar. Bahan stek diambil dari bagian batang yang masih berair. besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. dekat tempat pembibitan. Pohon induk yang siap diambil steknya pada umur 3-5 tahun. Bahan tanaman dan penyambungan Batang bawah succi yang baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yang dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. Jika hujan. Pembukaan dilakukan secara bertahap. terdiri dari 3-4 ruas paling ujung. sungkup ditutup.25 cmx1. Sungkup jangan bocor dan air hujang yang menggenangi plastik harus dibuang. Pada sekeliling dan di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang.5-2. Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan. Batang bawah Succi Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan. Semua daun dibuang. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm. Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah. oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan. Media tanam Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm.66. f. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali. Pohon induk yang baik dipilih dari pohon yang pertumbuhannya cepat dan mudah berakar dalam penyetekan.0 yang diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya.2-0. Penanaman stek Media dalam polibag disiram sampai lembab. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm.a. d. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak. b. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan dan tinggi 20-25 cm. c.

2%. Penyiangan .0. Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yang tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag.

tinggi rata-rata 40-50 cm. Dan akar telah mencapai dasar polibag.5 tahun karena tidak perlu penyambungan.25x1. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya. b.2. Stek ledger Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger. penyungkupan dan pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. media. masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm dan dipetik di pagi hari. Persemaian Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan. dari pohon induk yang telah berumur 3-5 tahun. c. Pembibitan Persiapan pembibitan. Bibit semai kina ledger Adalah bibit semai dari biji kina ledger yang berasal dari poliklonal dengan klon-klon yang terpilih dan dipelihara khusus. . h. Pindah tanam Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun dan tinggi 40-50 cm. bedengan. Bahan stek yang digunakan adalah pucuk. Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1. 6. dan setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan.dilakukan dengan tangan. tinggi 40-50 cm. Bahan stek dipilih dari pucuk yang coklat muda. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan. 3) Pembibitan Semai Ledger a. penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek. penanaman stek. b. bersih dari tunggul sisa-sisa akar dan gulma. Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. 4) Pembibitan Stek Ledger a.25 m. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1. Pengolahan Tanam Media Pengolahan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan tanah yang gembur.

juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar.Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm. Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yang kedua yaitu menghancurkan bongkahan dan membuat struktur tanah lebih remah dan gembur. . dan pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama.

disangga dengan belahan bambu. Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yang disebut satu patok. setiap 20 m ke arah mendatar. tinggi bibit 40-50 cm dan 2/3 daunnya dirompes. c. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik dan mati segera diganti.500. 6. 2) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan tanaman disiram. Tanaman pelindung Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan . ditimbun dengan tanah. Bibit dalam Polibag Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya. jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm. kalsit. dan jarak tanam lebar yaitu 1. 3) Pemupukan (sebelum tanam) Pupuk untuk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP. ke arah kemiringan atas dan bawah. kemudian diratakan. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman. 3) Cara Penanaman a.25 cm x 1. PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6. 2) Pembutan Lubang Tanam Pengajiran untuk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola dan jarak tanam yang dibuat. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola penanaman tergantung tofografi lahan. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring. Bibit cabutan Panjang akar bibit sekitar 30 cm.25 cm. dicampurkan merata 100gram/lubang. b.5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan keperluan.3. Kapur berupa dolomit. Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) dan 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan ).1) Persiapan Lahan Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran dan pematokan dengan memberi tanda.

memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yang ditanam selama 3 tahun. 4) Perioda Tanam .

6. Penyiangan dilakukan 1. b. Namun demikian pada tanaman muda dapat dilakukan kegiatan ini untuk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik. dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan.4. TSP 62 kg. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman. menjelang kemarau. Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan.Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September dan biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam. KCl 30 kg dan Kieserit 19 kg. Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% dan pada tahun kedua 5% 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan untuk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul. Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun. 4) Pemupukan a. Sedangkan untuk tanaman yang telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. 3) Pembubunan Untuk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam.1 tahun: Urea 108 kg.5– 2 bulan sekali. Pemupukan Konvensional o Tanaman muda . Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: Untuk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. .

KCl 40 kg dan Kieserit 37 kg..2 tahun: Urea 173 kg. TSP 83 kg. .

Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg. dikendalikan dengan Baythroid 50 EC. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg.5 EC. (5) Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC. (6) Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100300 mm. . HAMA PENYAKIT 7. Ripcord 5 EC. Thuricide. (3) Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC. dilaksanakan dua kali setahun.5 tahun: Urea 390 kg.1. 7. Antitrygoides divisaria. .4 tahun: Urea 325 kg. 2) Penggerak cabang merah (Zeuzera coffea e) Gejala: menyerang cabang dan ranting hingga layu dan mudah patah. o Tanaman dewasa . (8) Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2. KCl 60 kg dan Kieserit 37 kg. Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. TSP 186 kg. Pengendalian: memangkas cabang atau ranting yang terserang. (7) Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L. KCl 100 kg dan Kieserit 75 kg. (9) Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP.7 tahun keatas: Urea 433 kg. kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar. TSP 186 kg. 3) Penggerek pangkal batang (Phasus damor) . (4) Ulat badori (Attacus atla s).6 tahun: Urea 390 kg. Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat.. (2) Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC. . TSP 165 kg. Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur. TSP 124 kg. Hama DAN 1) Ulat Ulat yang menyerang daun atau ranting muda adalah: (1) Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra.3 tahun: Urea 217 kg. TSP 207 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. Pada ranting patah ada lubang gerekan. kupu serta telur-telurnya.

kering. 4) Penggerek (Xyleberus. daun kuning atau kemerahan. layu. Sp) cabang .Gejala: kerusakan pada leher akar. Pengendalian: menanam bibit yang sehat dan insektisida. rontok dan tanaman mati.

Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu: (1) P.Gejala : pada ranting. serangannya di Indonesia sangat luas. (2) P. 5) Penggerek pucuk (Alcalides cinchonae) Gejala : bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna dan mati. antonii) Gejala : daun dan pucuk yang terserang menjadi salah bentuk. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. (3) P. Lannate 25 WP. cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yang halus. Pengendalia n: dengan penyemprotan insektisida Lannate L. serangannya juga terbatas. Pengendalia n: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC. parasitica penyebab kanker gelang. Pada serangan berat tanaman mati dan dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman. coklat 6) Kutu putih (Pseudaulacaspis pentagona) Gejala : menyerang ranting dan mengisap cairan selnya. 7) Helopeltis (Helopeltis theivora. Benlate 50 W). Benlate 50 WP. H.2. Pengendalia n: menyemprot larutan fungisida sistemik dan insektisida Gusadrin 150 ESC. 7. cinnamomi penyebab kanker garis. sera ngannya relatif sedikit. Lebaycid 550 WP. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda. Kanker garis membentuk jalur sempit yang mengendap pada kulit . Penyakit 1) Kanker batang Penyeba b: jamur Phytophthora Sp. Hama ini tidak menimbulkan kerugian dan serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan. ranting menjadi berwarna putih dan dihuni oleh hewan kecil lonjong.

Jika kulit luar dikupas tanpak bahwa kulit bagian dalam membusuk. Gejala : berbeda-beda tergantung umur dan klon. Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A.5% dan Difolatan 4F 3%. Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang. Shell Tapflux atau . Pengendalia n: kulit yang sakit dikorek. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yang dapat menyebabkan tanaman mati. jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat dan dilumasi Antimucin WBR 0.batang.

Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux. Permukaan kayu yang terbuka ditutup ter untuk mencegah masuknya kumbang penggerek. Persemaian dapat disemprot dengan Dithane M 45 atau Brestan 0. 7. Pengendalia n: dengan memperbaiki kultur teknis. Pengendalia n: dengan mengurangi kelembaban persemaian. 2) Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor) Gejala : sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. menyiangi/mencabut.05%. Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas. 4) Penyakit mopog (Rhizoctonia solani) Gejala : di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompokkelompok semai yang mati seperti tersiram air panas. golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan babadotan (Ageratum conyzoides). Perenox 3%.4. Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur yang belum masuk ke dalam kulit. menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan mengurangi penyiraman.Shell Otina Compound. Pengendalian hama/penyakit secara organic Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) . Dapat juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat. menggunakan tanaman penutup tanah lebum dan dengan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. 7. dan mirip dengan sarang laba-laba.3. Gulma Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repen s) dan paparean (Phalaris arundinaceae).

5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. serta .

Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. hama gudang. PANEN 8. cabang dan ranting. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. GSV dan Tungro. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). dengan bagian yang terkecil yang diambil adalah kulit cabang yang diameternya lebih 1 cm. kutu. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Umur tanaman yang . 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. 8.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. serta hama gudang Callosobrocus. Produk ranting dapat dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan). nyamuk. dahan. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. insektisida.1. dan biaya pengambilannya relatif mahal. Ranting yang diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yang rendah. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Ciri Panen dan Umur Bagian tanaman kina yang biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 6) Penggunaan pestisida. dan lalat buah. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan.

2. 8. 6.5.12.5% dari total tanaman.siap panen untuk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun dan untuk panen cara penjarangan adalah 3. 8. 18 dan 24 tahun dengan jumlah tanaman yang dicabut untuk masingmasing penjarangan adalah 12. 5. Panen Cara 1) Cara penebangan . 7.

sistim panenan: penjarangan II (12.00 kg/ha. c) Umur 6. Panen Periode Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang dan ranting dan pemangkasan batang utama. Untuk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yang tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari. berikutny disebutmaksimum 2 4dst.0 tahun. Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit. Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul.5 tahun. atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat. sistim panenan: penjarangan III (12.4. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yang telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter). Pemilihan tanaman yang akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode. sistim panenan: penjarangan I (12. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter.Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan. tebangan penghujan.5 kg kulit. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%. Panen tebangan pertama disebut Stumping 1. Potensi produksi SQ7 adalah 37. Setelah 4 dipanen kali stumping Penen a stumping tanaman dibongkar Panen yang baik pada awal musim .5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari. dan dipelihara tunas untuk berikutnya.3. Potensi produksi SQ7 adalah 15. Pola produksi kulit kering dan kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dapat dilihat berikut ini: a) Umur 3. sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yang disebut potensi produksi.5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. Perkiraan Panen Hasil Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1. maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata.5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. 8. b) Umur 5.000 kg/ha pada .0 tahun.50 kg/ha. terik 2) Cara penjarangan Dilakukan dengan cabutan untuk memanen secara bertahap dalam persentase yang telah direncanakan. hindari matahari. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru. 8.

5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. Potensi produksi SQ7 adalah 60.50 kg/ha.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.0 tahun.kadar SQ7 6 proses. . sistim panenan: penjarangan IV (12.00 kg/ha. Potensi produksi SQ7 adalah 82. d) Umur 7.

sistim panenan: penjarangan VIII (12. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira.250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%. Potensi produksi SQ7 adalah 250. 9.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses. h) Umur 24.0 tahun.5% panenan) dengan produksi kulit kering 3. Potensi produksi SQ7 adalah 375. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. g) Umur 18. Kulit batang yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven . sistim panenan: penjarangan V (12. Setelah itu batang tersebut dibersihkan. sistim panenan: penjarangan VII (12.125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses.kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. f) Umur 12.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 . Cabang atau ranting yang ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil dan daundaun.2.75 kg/ha. Lindungi bahan tersebut dari air. PASCAPANEN 9.50 cm untuk diambil kulitnya. 9. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Potensi produksi SQ7 adalah 122. Potensi produksi SQ7 adalah 468. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering.e) Umur 8. sistim panenan: penjarangan VI (12. Setelah pencucian selesai. kemudian dipotong sepanjang 40 . Penyortiran Pencucian Basah dan Batang yang akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh.60 C. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih. Cabang dan ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang.50 kg/ha.00 kg/ha. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.5% panenan) dengan produksi kulit kering 9.0 tahun. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi.5% panenan) dengan produksi kulit kering 6.0 tahun. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu o 50 C o .0 tahun. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. pastikan bahan tidak saling menumpuk.1.00 kg/ha.

Kering. Setelah pengeringan. timbang jum lah yang dihasilkan. 9.3.dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa tidak saling menumpuk. Penyortiran .

Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). dapat berupa kantong plastik atau karung. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. bagian dari tanaman bahan itu. Di samping sebagai bahan obat. 9. dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa . 10. tidak bocor. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan.000 ha dengan produksi 11. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. bahan yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya).5. seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula. 9. Pengemasan Setelah bersih. berat bersih dan metode penyimpanannya. Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina. minuman penyegar dan industri penyamakan. Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan.000 ton kulit kering/tahun.2. yang menjelaskan nama bahan.1 Budidaya Analisis EKONOMI BUDIDAYA Usaha 10. nomor/kode produksi. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. kina sebagai bahan baku kosmetika. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C.4. nama/alamat penghasil. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Gambaran Agribisnis Peluang Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17. areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat.Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika. ANALISIS TANAMAN 10. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut.

Perkebunan kina kita akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima. PRODUKSI STANDAR .terpenuhi. 11.

Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina.11. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram.2. 11. PUSTAKA DAFTAR 1) Sultoni. syarat penandaan dan pengemasan. A. Contoh Pengambilan Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Lingkup Ruang Standar produksi meliputi: klasifikasi.3. 1995. syarat mutu. cara uji.1. Kelas kualitas ini bahkan lebih besar daripada yang dihasilkan di Afrika. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. 11. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. 11. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. dan tahan mengalami handling baik pada pemuatan maupun pembongkaran. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. cara pengambilan contoh. Asosiasi . Deskripsi … 11. Klasifikasi dan Standar Mutu Kulit kina kering jemur dari batang utama di perkebunan kina Indonesia mempunyai standar mutu yang memenuhi persyaratan Internasional yaitu memiliki kadar kinin sulfat pada kelas SQ7. berat contoh analisa 100 gram.5. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata.4. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Pengemasan Kina dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit.

Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung.Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman . Jakarta. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.

3) Anonimous. Jakarta. 411 Hal. KEMBALI KE MENU . 311 Hal. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati.2) Anonimous. Vademekum Bahan Obat Alam. 1989. 1994. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993.

SEJARAH SINGKAT Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. C. C. 021 316 1952. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. 2. indicum. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning). M.id . Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan. morifolium (ungu dan pink) dan C. ponpon). Fax. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Hal. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KRISAN ( C. Tahun 1808 Mr. krisan dikembangkan secara komersial. 021 316 9166~69. daisy ) 1. daisy (bulat. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. Sejak tahun 1940. Jl.go. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. C.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. morifolium Ramat.

berbunga lebat dan cocok ditanam di pot. tingginya 20-40 cm. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa.id Hal. polibag atau wadah lainnya. Klondike dll. Fleyer (berbunga putih). Pearl Cindy (putih kemerah-merahan). morifolium Ramat.108. c) Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27. Amerika Serikat dan Jepang. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. Brides.go. ukuran bervariasi (kecil. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a) Krisan lokal (krisan kuno) Berasal dari luar negri. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong.hybr. Improved funshine.7 dan 30. Puma. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Chrysanthemum : C. http://www. Jl. Contoh C. Reagen. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). Contoh krisan ini adalah C. b) Bunga potong Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. MANFAAT TANAMAN Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Green peas. M. i. i.97.C. krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Ditandai dengan sosok tanaman kecil. 2/ 13 . Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu). C. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. daisy dll Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. 3.Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). menengah dan besar). Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. 021 316 1952. Fax. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan).177. Cheetah.ristek. indicum hybr. 13. indicum. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Clingo.13A. 021 316 9166~69. 27. Dark Flamingo.H. Great verhagen. Hybr. 28. mempunyai tangkai bunga panjang. Applause (kuning cerah). Dolaroid. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). C. Rage (merah) dan Time (kuning). Sebagai bunga hias. C. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga.

ristek.5 m dari permukaan tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. hingga mencapai kadar yang dianjurkan.7. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. 2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. Sukabumi. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. setek diperlukan 90-95%. 021 316 1952. SYARAT PERTUMBUHAN 5.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 2 9 m dan lampu dipasang setinggi 1. Media Tanam 1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. Jl. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.3. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. Bandungan (Jawa Tengah). Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. M. 5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm. Brastagi (Sumatera Utara).2. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. 4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit.30–01. 2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar. http://www.id . Iklim 1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai. Tanaman muda sampai dewasa antara 7080%. greenhouse. seperti rumah plastik. 5. 3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. Cisarua. Fax. 5. dapat ditambahkan CO2. gembur dan drainasenya baik. tidak mengandung hama dan penyakit.5-6.H. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C. Lembang (Jawa Barat). 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. SENTRA PENANAMAN Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas.go.1. subur. 021 316 9166~69. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.

go. M. http://www. 021 316 9166~69. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. Fax.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.

Pertunasan terjadi pada umur 29 hari. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit diambil dari induk sehat.5 mg NAA/liter ditambah 0. berkualitas prima.5 BAP/liter. Fax. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan.5 mg NAA/liter ditambah 1.04 % (HgCL) selama 10 menit. PEDOMAN BUDIDAYA 6.5 mg NAA/liter ditambah 0. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan.5-2.5-0. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat.H. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: a) Stok tanaman induk Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. 021 316 9166~69. M. sedangkan perakaran 26 hari. kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan. 2) Penyiapan Bibit Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. panjang 5 cm.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. a) Bibit asal anakan b) Bibit asal stek pucuk Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. Medium MS padat ditambah 0. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar.2 mg kinetin/liter ditambah 0. 2. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. kemudian bilas dengan air suling steril. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu.ristek.5 mg kinetin/liter. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. potong pucuk tersebut.1. 3. c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet. setek pucuk dan kultur jaringan. kalus bertunas waktu 26 hari. Jl.5 mg NAA/liter ditambah 0. daya tumbuh tanaman kuat. 021 316 1952.id . diameter pangkal 3-5 mm. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C.

H.go. Jl. 021 316 9166~69. http://www. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm.5-1 cm. Fax. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. Pemangkasan pucuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm.30–03. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. 5) Pemindahan Bibit Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7. 2.5-10 cm. kedalaman 25 cm. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyemaian di bak Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. Jl. 3. 1. 021 316 9166~69. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer. b) Penyemaian kultur jaringan Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip. Penumbuhan cabang sekunder.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. setelah bibir berukuran cukup besar. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. Penumbuhan cabang primer. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT).5-1 cm. http://www. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari. M.id . b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk. dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax.go.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

Fax. 20 cm x 20 cm. keringanginkan selama 15 hari. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar.H.12 ton/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pH 5. Pengolahan Media Tanam 1) Pembentukan Bedengan Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur.3 = 3. 2) Pengapuran Tanah yang mempunyai pH > 5. tinggi 2030 cm. M. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm.id . d) Cara Penanaman Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit. 021 316 9166~69.go.2 = 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. kalsit.08 ton/ha. Jl. pH 5.ristek. diberikan merata pada tanah sambil diaduk.4 = 3. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G.60 ton/ha. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. Dosis tergantung pH tanah. Lubang tanam dengan cara ditugal. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan. zeagro. 021 316 1952. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari. b) Pembuatan Lubang Tanam Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm. pH 5. jarak antara bedengan 30-40 cm. Teknik Penanaman 1) Teknik Penanaman Bunga Potong a) Penentuan Pola Tanam. c) Pupuk Dasar Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang.5. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan. 2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa. http://www.3. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek. 6. a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.02 ton/ha. panjang disesuaikan dengan lahan.2.

Fax. M.ristek. 021 316 1952. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

id . 021 316 9166~69. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm. Untuk memperpendek batang. 021 316 1952. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. Periode berikutnya beralih ke generatif. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan.00. Hal. Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. M. Lampu dimatikan. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 2 gram per m luas lahan. Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.00. Fax. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm.30-01. Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. Untuk merangsang pembungaan. d) Penjarangan Bunga Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. 3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16.00-22. dan akhirnya sebulan sekali. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Misalnya. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. Jl. c) Pembuangan Titik Tumbuh Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. Bila dipanen tangkainya 70 cm. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah 2 ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m luas lahan. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan.ristek. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. b) Pemupukan Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam.go.

Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput liar. M. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat. Fax. terutama pada permukaan bawah daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.H. 021 316 9166~69. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. tergantung cuaca atau medium tumbuh.id . 7.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. sehingga pucuk dan tangkai terkulai. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. menebal. terpelintir. Hama 1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.go. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. 2) Penyiangan Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. 3) Tungau merah (Tetranycus sp) Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan.1.4. Jl. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari. http://www. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. misalnya IATP buatan Taiwan. 2) Thrips (Thrips tabacci) Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu. HAMA DAN PENYAKIT 7.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek.go. M. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Penggerek daun (Liriomyza sp) Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. M. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas.Henn. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. kadang-kadang bergaris-garis. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih.H. 3) Virus kerdil dan mozaik Penyebab: virus kerdil krisan. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. 8. Penyakit 1) Karat/Rust Penyebab: jamur Puccinia sp. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. 7.2. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. tidak membentuk tunas samping. karat putih disebabkan oleh P horiana P. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning. penggiliran tanaman. Pengendalian: memotong daun yang terserang. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. perompesan daun yang sakit.1. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. mencabut tanaman yang sakit. 8. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. PANEN 8. warna bunganya menjadi pucat.id .go. 2) Tepung oidium Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. dengan aplikasi insektisida. Fax. http://www. 021 316 1952. Cara Panen Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. Jl. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit.2. 021 316 9166~69. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil.

9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .H. 021 316 1952.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl. http://www.

Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. dalam bak atau box alat angkut. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen.go.3.2. M.id . menarik. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. Fax. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. sehat dan bebas hama dan penyakit. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. rapi dan tidak longgar. 9. 8. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. PASCAPANEN 9. b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen. Prakiraan Produksi Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800.000 tanaman. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Panen sebaiknya dilakukan pagi hari.1.H. Hal. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. warna dan varietasnya. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik. 9.3. http://www. 9.ristek. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak.

Austria.000.206. 150.. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama. 10. Rp.5. Jl.000.. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari.2.250. Biaya lain-lain (pajak. iuran.- Rp. Pestisida 5.225. Inggris.250. Rp.KNO3: 2.5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm. 1. Rp. Rp.Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW 6. Swedia dsb. 55. 4. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung.750.Rp.000.90.250.1. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman. 500.KCl: 125 kg @ Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0.375 kg @ Rp.Urea: 4.500.143.000.Rp.ZA: 4.Penanaman 5 HKP + 50 HKW .Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp.. 50.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. Bibit : 500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 400.000.000.000 tanaman @ Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 25.1.000. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada.856. 34.000.SP-36: 525 kg @ Rp.000 batang @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. 250.go.Pemupukan 10 HKP + 20 HKW .000.Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.=1. 500.400..000.500. Rp.000.Rp.050. 800.000.500.Rp.000. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan. Fax. Rp..000 kg @ Rp. Rasio Output/Input Keterangan: HKP Hari Kerja Pria. Pupuk dan kapur .4. 021 316 9166~69.500. 1) Biaya produksi 1.650.000. 225.600 kg @ Rp. 1.9.. Rp. M.1.H.000.000.200.000. Italia. Sewa lahan 1 tahun 2.Rp. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah. 2..750. Swiss.000. 021 316 1952.000.250. 1. 1.Rp.Pupuk kandang: 15. Rp.6.Rp. America Serikat. Biaya tenaga kerja . 2. Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia.000. http://www.Rp. HKW Hari Kerja Wanita 10.ristek. 425.id Rp.611 .150 kg @ Rp.

11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. http://www.H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . M.

1. http://www. d) Contoh yang diambil 8. syarat penandaan dan pengemasan.go. b) Contoh yang diambil 3. M. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4–25. e) Contoh yang diambil 10. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26–50. syarat mutu. c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Kuntum tidak tertutup seludang.H. panjang tangkai 70 cm. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51– 100. Duapertiga daun masih lengkap. b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. g) Contoh yang diambil 15. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut: a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201– lebih. 11. pangkal bunga diberi kapas basah. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151–200. 11. 021 316 9166~69. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.ristek. f) Contoh yang diambil 12.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tetap terbuka. 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. cara pengambilan contoh. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi. Fax. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1–3. utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit.id . STANDAR PRODUKSI 11.2. Deskripsi … 11. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101–150. Jl. c) Contoh yang diambil 6. Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. lurus dan tunggal. cara uji.

ristek.H.go. M. Fax. Jl. http://www. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. Hal. 021 316 1952.

2) Trubus no. 1998. Jumlah isi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 342. Krisan. 3. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. 12.ristek. 5. Yogyakarta. Jl. Ir. Hasil Indonesia. Krisan Baru Produk Indonesia.5.go. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Jakarta. Nama barang/varietas krisan. Kebun bunga Potong Ciputri. 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 4) Lukito AM.id . Trubus no. 6. M. 1998.1997. 3) Dewi Sartika. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. DAFTAR PUSTAKA 1) H Rahmat Rukmana . Negara tujuan. 1998. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 348. 2. Nama atau kode produsen/eksportir. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Trubus no. Jenis mutu. Penerbit Kanisius.H. 338.

remujung (Jawa). kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. SEJARAH SINGKAT Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. giri-giri marah (Sumatera). Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Lamiaceae Genus : Orthosiphon Spesies : Orthosiphon spp. kumis kucing (Sunda). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis. URAIAN TANAMAN 2. remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Nama daerah: Kumis kucing (Melayu – Sumatra).( Orthosiphon spp. ) KUMIS KUCING 1. 2. se-salaseyan. . songkot koceng (Madura).

5 – 10mm. thymiflorus. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. aristatus. mahkota berwarna ungu pucat atau putih. glabratus. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong. dengan ukuran panjang 13 – 27mm. tementosus var. dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu. Batang bersegi empat agak beralur. panjang tabung 10 – 18mm. lanset. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok. sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa. masuk angin dan sembelit.obatan. tinggi tanaman sampai 2m.75 – 2mm. O. 2. MANFAAT TANAMAN Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat. helai bunga tumpul. SENTRA PENANAMAN Hingga saat ini. Buah geluk berwarna coklat gelap. panjang bibir 4.3 Tanaman Jenis Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. dan penyakit syphilis. petiolaris dan O. 4. 3. pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata. O. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7. albuminuria. batu ginjal. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal. kencing manis. Kelopak bunga berkelenjar. panjang tangkai daun 7 – 29cm.5mm – 1.5cm. di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. Bunga bibir.2 Deskripsi Tanaman terna yang tumbuh tegak. panjang 1. urat dan pangkal berbulu pendek dan jara ng sedangkan di bagian yang paling atas gundul. lancip atau tumpul pada bagian ujungnya. Baik di dataran rendah maupun . bundar.2.

1. SYARAT PERTUMBUHAN 5.dataran tinggi. Iklim . 5.

Pembibitan 1) Penyiapan Bibit Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang.000 mm/tahun. 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing.200 m dpl. 5. bibit dipindahkan ke kebun produksi. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm. . Setelah timbul tunas baru. 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. 2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. a.500 stek/ha. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. Media Tanam 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. subur. untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur. c.1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun. Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu.2. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering.000-62. banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 . Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50. 2) Teknik Penyemaian Bibit Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian. b. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3. subur dan sehat. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal. PEDOMAN BUDIDAYA 6. d. 6.1.1.3. 5.

6. waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tanah diolah 30-40 cm. 6. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan.4-3. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek. tanaman lain dibuang. b) Buat lubang kecil di tempat lubang tanam. c) Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. tanah dibiarkan 15 hari. d) Padatkan tanah di sekitar bibit. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2.2 kg/lubang dan tutup lubang tanah.3. 2) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm 3) Cara Penanaman a) Pilih bibit yang baik dari pembibitan.2. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan 3) Pemupukan (sebelum tanam) Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm. 4) Perioda Tanam Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. e) Sirami sampai cukup basah. gulma dan Setelah diolah. kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda . Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (OktoberDesember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun.

4. yang penting tanah tidak sampai kering. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah. sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam. Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh. sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca. tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. b. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. Pemupukan Konvensional Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air. penyiraman dikurangi. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala .5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada awal pertumbuhan. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm). 2) Penyiangan Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. 3) Pemupukan a.6. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah.

.serangan hama penyakit.

Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. Penyakit Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit.2. HAMA PENYAKIT 7.1.4. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk . dan lalat buah. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. hama gudang. dan rumputrumput lainnya 7. memotong bagian yang sakit. 7. Pengendalian hama/penyakit secara organic Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu). 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Hama DAN Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. meningkatkan kebersihan kebun. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air. pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif. ageratum.7. kutu.3. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun. Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatka n sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. lulangan. alang-alang. 7. nyamuk. Gulma Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki.

hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti .

serta hama gudang Callosobrocus. PASCAPANEN Setelah pemetikan. Panen Periode Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhan optimum dari daun.2.4. 9. tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah sbb: . 8. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi. daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. GSV dan Tungro. akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. Panen Cara Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10.3. PANEN 8.hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). 8. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. Karena yang dimanfaatkan adalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya. Perkiraan Panen Hasil Tanaman yang sehat dan terpelihara menghasilkan rimpang segar sebanyak Dengan pemeliharaan yang intensif. Saat panen yang tepat adalah pada saat awal pertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh bunga. 8. Ciri Panen dan Umur Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam.1. 8.

Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi basah dilakukan pada bahan segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya.1.9. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Setelah selesai. .

yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. 9. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah mengalami pengeringan dengan memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Pengeringan didalam oven dilakukan pada suhu o o 50 C . nomor/kode produksi. .2. Setelah pengeringan. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Setelah pencucian selesai. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. daun yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya).3. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. Selama pengeringan daun harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata.Pencucian dilakukan dengan air bersih. 9. timbang jumlah daun yang dihasilkan. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.60 C. pastikan daun tidak saling menumpuk. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. dapat berupa kantong plastik atau karung. berat bersih dan metode penyim panannya. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Lindungi daun tersebut dari air. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. Pengemasan Setelah bersih.5. bagian dari tanaman bahan itu.4. yang menjelaskan nama bahan. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa daun tidak saling menumpuk. nama/alamat penghasil. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. 9. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). 9. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. Pengeringan daun dilakukan selama kira-kira 1 . Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). tidak bocor. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara.

ANALISIS TANAMAN EKONOMI BUDIDAYA .10.

b. 100. 100.c.Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp.3) Keuntungan Rp. 600.Pupuk kandang 4. Tenaga kerja Rp. 3.10.937.450.2) Pendapatan 700 kg @ Rp.Rp. Rasio output/input = 1. 150. 200. agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil. Pupuk .000. d. 600. h. Pestisida Rp. Panen dan pasca panen Rp.1.500. Jumlah biaya produksi Rp. 4) Parameter kelayakan usaha a.000.g.000.2.500. Lain-lain Rp. 60.000. 150.414 ton. Bibit 6000 bh @ Rp.Rp.296-47. 100.000.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat.1 Budidaya Analisis Usaha Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.000. e. f. Gambaran Agribisnis Peluang Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor. 1.500. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23. Amerika dan Singapura.Rp.500.000.100. Alat Rp. 100. Sewa lahan 1 musim tanam Rp. 11.000.791. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat. . .000.265 10. 1) Biaya produksi a. . .1. 27. Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8.2. PRODUKSI 11.000 kg @ Rp. Lingkup STANDAR Ruang . 512. Rp.

Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu. 11. Deskripsi … 11. cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.3. Klasifikasi dan Standar Mutu ----- .2.

Contoh Pengambilan Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Bogor. 1994. 3) Anonimous. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. dengan bahan yang tidak luntur. 411 Hal KEMBALI KE MENU .5. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. 11. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Ir. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.11. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Yogyakarta. PUSTAKA DAFTAR 1) Rahmat Rukmana. Penerbit Kanisius. 311 Hal. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. Jakarta. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman 2) Anonimous. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar.4. Pengemasan Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan. Kumis Kucing.

kelat. SEJARAH SINGKAT Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. tetapi tidak beracun. tetapi pahit.( Curcuma domestica Val. Cina Selatan. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe.1 Klasifikasi . Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India. Taiwan. Indonesia (Jawa). Pada tahun 77-78 SM. URAIAN TANAMAN 2. 2. dan Filipina. ) KUNYIT 1. ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl. dan sedikit pedas.

Divisio Spermatophyta : .

Haiti.5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan. sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah. yaitu: sebagai bahan obat tradisional. . dengan produksi mencapai 12. C. Di India. 2. 2. mengeringkan. longa Auct. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. tegak. 3. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan. Ujung dan pangkal daun runcing. MANFAAT TANAMAN Di daerah Jawa. Cina. anti tumor. lebar 8-12. C. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu. Amomum curcuma Murs. berwarna putih/kekuningan.Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma domestica Val. dan menyembuhkan kesemutan.323 kg/ha. u C. Srilanka. longa Linn. Manfaat utama tanaman kunyit. bulat. bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm. serta sebagai pembersih darah. dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha. domestica Rumph. membersihkan. Daun tunggal. tepi daun yang rata. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia.5 cm. menghilangkan gatal. bahan baku industri jamu dan kosmetik. membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). daging buah merah jingga kekuningkuningan. pencegah kanker. peternakan dll. 4. dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya. anti oksidan. anti mikroba. bahan bumbu masak.3 Tanaman Jenis Jenis Curcuma domestica Val. Batang merupakan batang semu. panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1.2 Deskripsi Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm.

5. Iklim .1. SYARAT PERTUMBUHAN 5.

tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa. berdaun banyak dan hijau. sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. b. 6. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur. kulit. Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl. maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik.a. 5. terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C. o c. 5. 3) Teknik Penyemaian Bibit . Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang. cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan. PEDOMAN BUDIDAYA 6.3. bentuk. Ketinggian Tempat Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). 2) Penyiapan Bibit Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. karena lebih mudah tumbuh. sehat. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang. kokoh. ukuran. segar. 3) Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi. dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun. Media Tanam 2) Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. pada tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah.2.1. terhindar dari serangan penyakit. dan warna seragam. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. memiliki kadar air cukup. kerikil). Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas. benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.

3) Pembentukan Bedengan Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan. bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk. dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan.5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak.5 bulan.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara: mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu o kamar (25-28 C). 2) Pembukaan Lahan Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. meningkatkan . dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari). ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1.5 bulan. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian. perkebunan atau pekarangan. Selain itu menempatkan o rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 C.2. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari. Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus o dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35 C. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam. Selama pengangkutan. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm. 4) Pemupukan (sebelum tanam) Untuk mempertahankan kegemburan tanah. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi.

dilakukan dengan drainase. . dan aerasi yang lancar.unsur hara dalam tanah.

yaitu pada awal musim penghujan.4. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola.5-3 kg. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm.65 ton.50-0. sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit. 3) Cara Penanaman Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit. 4) Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk. maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat. 2) Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. 6. Teknik Penanaman Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0. yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama. 2) Penyiangan . Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya. 1) Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya.3. 6.

P2O5 (50 kg/ha). tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon. dan K2O (75 kg/ha). Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha). Pemupukan Organik Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29. b.5 ton rimpang segar/ha. 3) Pembubunan Seperti halnya tanaman rimpang lainnya. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman). dan luas area daun kunyit secara nyata. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. TSP 10 gram/pohon. serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7.93 ton/ha. pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. jumlah daun.Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air. dan ZK 10 gram/pohon). Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di selasela tanaman. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali. pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. 4) Pemupukan a. Pupuk P diberikan pada awal tanam. unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. Oleh .

agar tanaman air sehingga rimpang tidak pengairan terbebas perlu dilakukan dari genangan .sebab itu drainase dan pengaturan secermat mungkin.

Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas. kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos.) Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. penyemprotanfungisida dithane M-45. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3. bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan . Pengendalian: a. 2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman. mencegah terlukanya rimpang. mencegah terjadi genangan air pada lahan. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit. 7.2. kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. HAMA DAN PENYAKIT 7.1.membusuk. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau. sehingga luka rimpang kemasukan cendawan. b. Penyakit 1) Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian. Hama 1) Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera. 7) Pemulsaan Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah. 7.

Dilakukan dengan mengurangi kelembaban. 6) Penggunaan pestisida.2. b. dan gulma berdaun lebar lainnya.4. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya .mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda. menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Pengendalian: a. rumput teki. ageratum. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Penyemprotan insektisida. rumput lulangan. 7. serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Gulma Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali 7. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh ala mi 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. insektisida.

Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. kutu. hama gudang. nyamuk. dan lalat buah. .dengan semprotan.

8.3. serta hama gudang Callosobrocus. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif.4. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak.1. Panen Cara Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu.2. seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati). 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. GSV dan Tungro. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Perkiraan Panen Hasil . PANEN 8. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. 8. 8. Ciri Panen dan Umur Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan. batang dan daun dibuang terlebih dahulu. 8.3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan. Sebelum dibongkar. yaitu pada saat gugurnya daun kedua. Panen Periode Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.

9.71 kg.Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton. PASCAPANEN .

4. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air.2. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. dan gulma. Lindungi rimpang tersebut dari air.5.5 hari. . pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pencucian selesai. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah. jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 . tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. 9. Perajangan Jika perlu proses perajangan. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. atau setelah kadar airnya dibawah 8%. Setelah selesai. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Pencucian dilakukan dengan air bersih. sisa tanaman. 9. tanah atau kotoran-kotoran lain. Setelah perajangan. o o Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C .1.3. timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9. timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan.9. udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi.60 C. 9. Setelah pengeringan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rim pang tidak saling menumpuk. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit.

yang .Pengemasan Setelah kantong pernah wadah bersih. rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada tersebut.

nomor/kode produksi. nama/alamat penghasil. Rp. Panen dan pasca panen h.399. 100. .600. 1) Biaya produksi a. Alat f. tidak bocor. Rp. Rp.Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 2. 1.000.2. di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja. . 10.4) Parameter kelayakan usaha a. Analisis Budidaya EKONOMI Usaha BUDIDAYA Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 pada tahun 1999 di daerah Bogor. 10. berat bersih dan metode penyimpanannya. 100. 100. Pestisida e. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar.000. Rp. Rasio output/input = 1. Rp.000.000. serta bersih dan terbebas dari hama gudang.60.000. Rp.750. Rp.875. Gambaran Peluang .Pupuk kandang 4.TSP 16 kg @ Rp.500 kg @ Rp.000.d. 150. Rp. 1800..6. Tenaga kerja g.menjelaskan nama bahan. bagian dari tanaman bahan itu.1.100.200. Rp. 1. Pupuk . Rp.600.3) Keuntungan 475. 25.399 yang dilakukan Rp. 150. ANALISIS TANAMAN 10.000.1.1.KCl 16 kg @ Rp. Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif. Sewa lahan 1 musim tanam b. c.000 kg @ Rp. 200.800. .600. 9. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Rp.400. 600.000. Rp. Bibit 50 kg @ Rp. 28.35.

5-6 ton/bulan. Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani. Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Melihat dari kebutuhan rata- .Agribisnis Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1.

jalur tata niaga. Cina. Amerika. Haiti. Singapura. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut. Dari segi jalur tata niaga. suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang. Pada tahun 1987.1.nya. nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. cara Standar produksi meliputi: jenis dan pengambilan contoh dan syarat pengemasan. Lingkup STANDAR Ruang standar mutu. 11. Srilanka. namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/ha. Deskripsi … 11. Klasifikasi dan Standar Mutu . karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri. dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha. Cina. 11.3. karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas. tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi. terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi. dan Jepang). Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. PRODUKSI 11. lalu ke pabrik/pedagang besar. juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya.rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik. dan negara-negara lainnya. dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India.2. Berdasarkan kondisi ini. Negara India. agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya. Haiti. Taiwan. dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini. Hongkong. Srilanka. Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia. kunyit tergolong efisien.

Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri dicantumkan berikut ini: 1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga 2) Aroma : khas wangi aromatis 3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit .

4) Kadar air maksimum : 12 % 5) Kadar abu : 3-7 % 6) Kadar pasir (kotoran) : 1% 7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5% 11. 2) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300. dengan bahan yang tidak luntur.5. Pengemasan Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh. contoh yang diambil minimum 15 Kemasan yang telah diambil.4. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang. maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. contoh yang diambil 10 5) Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. 1) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100. contoh yang diambil 5. contoh yang diambil 7 3) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. contoh yang diambil 9 4) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000. dituangkan isinya. dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. 11. Contoh Pengambilan Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini. dikemas dengan jala plastik yang kuat. kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh.DAFTAR .

1989. 311 Hal. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 2) Anonimous. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. . Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Bogor. 411 Hal. Jakarta. Vademekum Bahan Obat Alam. 1994.PUSTAKA 1) Anonimous.

M. BRA Mooryati. 7) Muhlisah. Mulyoto. Hidayat. 9) Soedibyo. 6) Moko. Petunjuk lengkap mengenai tanaman. Bethesda: 102103. Puslitbang Tanaman Industri: 39-61. 10)Wijayakusuma. Rineka Cipta: 60. Hembing. Ismiyatiningsih.1. 4) Kartasapoetra. 8 (1) 1993: 30-38. H. 11)Wiroatmodjo.P. Tanaman obat keluarga (toga): kunyit. Kajian pemberian pupu kandang dan tingkat terhadap pertumbuhan k populasi domestica Val. Cet. A. Cet. Jakarta. G. Nurfina A. Jakarta. 86 hal. Yogyakarta. 1993.3) Darwis SN. 1998.tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obat-obatan tradisional (kunir atau kunyit-Curcuma domestica Val.RS. 1992. 1998. 1996. Bogor. Alam sumber kesehatan. 5) Kloppenburg-Versteegh. Jakarta. Setiawan. Jilid 1: bagian Botani. Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (kunir). Penebar Swadaya: 40-41. Pustaka Kartini: 93-94. Dalimartha. Balai Pustaka: 230231. 1991. Tumbuhan obat famili Zingiberaceae. Jakarta. Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman kunyit.2. Jilid 4. Wirian. 1988. PT. A. Fauziah.). Lontoh. Manfaat dan prospek pengembangan kunyit. manfaat dan kegunaan: kunyit. jagung manis (Zea Agronomi. Februari 2000 KEMBALI KE MENU . Nurdin. J.S..) produksi kunyi (Curcuma ditumpangsarikan dengan t yang mays Soccharata). Jakarta. Buletin Pertanian Tanaman Rempah dan Obat. CD.Trubus Agriwidya. 8) Nugroho. Joedojono. Ungaran. 1993. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia: kunyit. 1992. Curcuma longa Linn (Jiang Huang). 21 (2) 1993: Buletin 59-63.

Fax. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia.go. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. SEJARAH SINGKAT Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Anarcadiaceae Genus : Mangifera Spesies : Mangifera spp. http://www. yaitu mangga arumanis. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ) 1. M. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGA ( Mangifera spp. gedong.H. Jl. golek. 021 316 9166~69.id . 2. 021 316 1952.ristek. manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. MANFAAT TANAMAN Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. SYARAT TUMBUH 5.go. 5.5-7. 4.1. Jika pH di bawah 5. 5. Cirebon. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo. Tempat Ketinggian Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Indramayu. Jika ditanam di daerah basah.2. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering.309 tanaman dengan produksi 668. 021 316 1952. PEDOMAN BUDIDAYA 6.3. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang.1.5.ristek. 5. http://www.H.5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. kuat dan buahnya berkualitas. 6. Fax. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8. Iklim Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan.901. Pembibitan 1) Perbanyakan dengan Biji a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat. tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.id .048 ton. M.

http://www. M.id .H.ristek. Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Jl. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1).ristek. lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. Jl.5 tahun. tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman.5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. 2) Okulasi Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat).2. Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah.go. stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1). bibit tidak boleh kekurangan air. Setelah penempelan. bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan. Fax. Selama penyemaian. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur.id . Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. 6.H. 021 316 9166~69. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan. Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk. biji ditanam pada jarak 10-20 cm. M. http://www. 3) Pencangkokan Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2. sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik. 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 9166~69.go. Jl. http://www. M.ristek. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952.

6. diikuti tanah galian bagian bawah. c) bujur sangkar (segi empat). Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. Masukkan tanah galian bagian atas. Pada waktu penggalian.ristek. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. jarak tanam lebih renggang. Polibag bibit digunting sampai ke bawah.id . Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari. 2) Penggemburan/Pembubunan Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan. Jl. 3) Penanaman Pohon Pelindung Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur. taburi lubang dengan furadan 10-25 gram. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman. lebar dan kedalaman 100 cm. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam.H. galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm. M.3.go. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan. Fax.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) diagonal. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan panjang. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. 2) Cara Penanaman Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm. masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan. 021 316 1952. 6. 021 316 9166~69. http://www. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi. Hal. biasanya pada awal musim hujan. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau.

Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin. 50 kg tepung tulang.5 kg tepung tulang.000 kg/tanaman. KCl 970 gram/tanaman. 2. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36. 3. Fax. Jl.5 kg abu. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman. 15 kg abu. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. Umur tanaman 2.id . 50 kg pupuk kandang. Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali.940 gram/tanaman. Di kalsium fosfat 1.H. 021 316 1952. 5) Peningkatan Kuantitas Buah Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0.ristek. 1 tahun kemudian. 5. persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1.3%. M. 4) Pemupukan a) Pupuk organik 1. Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman. KCl 1. http://www. Dengan cara ini.go. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). KCl 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2. Umur tanaman 1. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. Pemangkasan ketiga. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang.940 gram/tanaman. Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman. 15 kg abu. 4. 021 316 9166~69. 5 kg pupuk kandang. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang. 2.3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik. 2. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. 4.750 gram/tanaman. b) Pupuk anorganik 1.5–8 tahun: 0. Tanaman waktu berbunga : ZA 1. 3.5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempelan/Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.380 gram/tanaman.080 gram/tanaman.

Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. http://www. Fax.

Hemitarsonemus latus) Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. insektisida Diazinon atau Basudin. Atkinsoni) Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. 3) Bisul daun(Procontarinia matteiana. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord. 021 316 9166~69. 4) Lalat buah Gejala: buah busuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi. Hama 1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Keduanya menyerang rangkaian bunga. hijau dan kemerahan. memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak. Kulit buah kelihatan normal. M. Niveosparsus. HAMA DAN PENYAKIT 7. rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. I. 2) Bubuk buah mangga Menyerang buah sampai tunas muda. Wereng ini menyerang daun. Fax. I. 5) Wereng ( Idiocerus clypealis. menggunakan pupuk kandang halus. jatuh dan menurunkan produktivitas.ristek.id . Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.) Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat. 021 316 1952. Jl. 6) Tungau (Paratetranychus yothersi.go. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini. bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang.1. mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul. membakar daun yang terserang. http://www. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.H. Pengendalian: dengan semut Hal.

ristek. Pengendalian: pemangkasan dahan. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. Menyerang daun. Pembuahan tidak terjadi. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang. 021 316 9166~69.go. buah busuk. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum. http://www. Pengendalian: fungisida Dithane M-45. bunga. memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring. daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. M.H. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. ranting dan daun. Fax. 7. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga. ranting.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7) Codot Memakan buah mangga di malam hari. menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga. ranting. 2) Penyakit diplodia Penyebab: jamur Diplodia sp. Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah Hal. 021 316 1952. 4) Bercak karat merah Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6) Penyakit Blendok Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis).2. Jl. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. 3) Cendawan jelaga Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Pengendalian: dengan bubur bordeaux. cabang. Penyakit 1) Penyakit mangga Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. bunga berjatuhan. 5) Kudis buah Menyerang tangkai bunga. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.id .

Ciri dan Umur Panen Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Cara Panen Pada saat pemetikan. Gulma Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna.1. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon. Fax. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang. buah jangan sampai terpotong.000 buah pada waktu produksi maksimum di umur 20 tahun.000 buah pada umur 15 tahun dan 2.go. Periode Panen Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. 8. tercongkel atau jatuh sampai memar.3. 7. menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat. 8. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah. lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux. buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen. PANEN 8.H. Jl.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN warna menjadi coklat atau hitam.3.4. meningkat sampai 300-500 buah pada umur 10 tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan. Pengendalian: memotong bagian yang sakit. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. 1. Perkiraan Produksi Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun. pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Dari satu pohon. 8.2. M. warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8.

8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69.go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek. http://www.H.

Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.5 cm. Pupuk .Urea 28 kg @ Rp.Pupuk kandang 3 ton/tahun @ Rp.3. Sewa lahan kebun 10 tahun @ Rp.500. Rp.17.555. 9. Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan.545.H. 92.000.10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.060. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10. Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri. 021 316 9166~69. PASCAPANEN 9.3. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah.5 . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. teduh dan sejuk.210.2. 1.Rp. 31.ristek. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh.000.id .61.000. M. Penyimpanan Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering.325.115 Tahun ke 1 dan 2 @ Rp. Rp. 1) Biaya produksi 1.000. Rp.20 cm c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm. Jl.go. 15.49.440. golek > 20 cm b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 . http://www.320 gram/buah c) Kelas III: 200 . Bibit 121 batang @ Rp. Penyortiran dan Penggolongan Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus..5 cm 9.Rp. Kelas berdasarkan berat buah antara lain: a) Kelas I: > 320 gram/buah b) Kelas II: 270 .220.000. 1.1. 60.800.1.Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.62.270.000. golek < 17. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya tanaman mangga dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.000.2. Fax. 1. golek 17. 1. 021 316 1952. Rp.5 cm.270 gram/buah Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17.

go. Fax. Jl. 021 316 1952.H.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. http://www. 021 316 9166~69.

000.000.600.150..500.Pemanenan Tahun ke-5.500. 7.Kemasan dan pemasaran Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Rp.500.600.Sprayer 0.45. 7.600. Rp. 10.000..ristek. 7. Rp.500.000.300.go.. Rp.27. 7. Rp.Tahun ke-10.000.000. Rp.Tenaga kerja .Hal.528.462.Pembuatan teras piringan 20 HOK @ Rp.Pemupukan dasar 5 HOK @ Rp. 35 HOK @ Rp.000.Penanaman 7 HOK @ RP.000.400.000.Cangkul 2 buah @ Rp. 7. Rp.. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp. Rp.500. Rp.Pengajiran 4 HOK @ Rp.600.500.52.800. 5.KCl 11 kg @ Rp. 48 HOK @ Rp.000.45..650.000.500. 75 HOK @ Rp. Rp. http://www. Rp. Rp.000.Parang 1 buah @ Rp.. 25..300. 7.37.500..500.10) Panen dan pasca panen .1. Rp.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp. Rp. Rp.. M. Rp. Rp.435.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.Tahun ke-8.Koret 2 buah @ Rp.Pemangkasan 10 HOK/th @ Rp.25.Perbaikan drainase 12 HOK/tahun @ Rp.264. 5..500.Tahun ke-7. Rp.000. 7. 12.000.Pembuatan drainase 25 HOK @ Rp.686.TSP 11 kg @ Rp. 6.. 7. 7.000. 7.30.500.000.000. 84 HOK @ Rp. Rp.000. Rp.000. Rp.. Rp. 7.500. 72. 1.500. 7..187. .61.500.500.id .. Rp.000. 021 316 9166~69.500.000.Peralatan . Fax.000.675. Rp.1. Rp.225. 7.18.(ke 2 -10) .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.370..500.450. Rp.500.7.160..52.500.Pembersihan lahan 30 HOK @ Rp. Rp. 88. 7. 22 HOK @ Rp.(ke-5 .20.528. Rp.363. 7.000.Furadan 3 kg @ Rp.Penyulaman 6 HOK @ Rp..Tahun ke-9.627.500. 7.000.000.500.330.500.10. 7.225.500. 7. Jl. 7. Rp.165.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.1 buah @ Rp.36.500. Rp. Rp.Tahun ke-6.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp. Rp. 021 316 1952.500.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.305.Pestisida ..H.600.892.500.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.561.000.(2-9) .150.112.000. 62 HOK @ Rp. Rp. Rp.000. Rp. Rp. 7.000. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp.000.26. Rp. 17.810. 1.

000. 500.900 buah @ Rp.. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. http://www. diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. 021 316 1952.700.508. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi.Rp. 10.220.Tahun ke-9: 18.000.Rp.325. Dalam 10 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.ristek. 32.675. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi..H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 500. M.700.. syarat mutu. 40. Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar.000. 7. 500. 500.. syarat penandaan dan pengemasan. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.Jumlah Pendapatan 3) Keuntungan : 1..350. Fax.1.400 buah @ Rp. 9. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.Rp.Tahun ke-8: 15.500 buah @ Rp.Rp. 2.000.Tahun ke-5: 5.Tahun ke-7: 12. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal.Rp.25 Di dalam negeri mangga tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya.000. 500.Tahun ke-10: 20. 6. 11.400.- = 1. STANDAR PRODUKSI 11.Rp.450.2. 4.000. 500.Tahun ke-6: 8.800 buah @ Rp.000. Diskripsi Standar mutu mangga tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01-31641992.Rp.100 buah @ Rp.Rp. cara pengambilan contoh.750.Rp. Jl.700 buah @ Rp. B/C rasio 10.id . 8. 11. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-10 Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan .050. 021 316 9166~69.go.2. cara uji.479.000.

Jl.id .go. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

3. mutu II tua tapi tidak terlalu matang c. mutu II=bebas f. kecil 300-349 gram. 021 316 9166~69. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10.go. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. sangat kecil 250-299 gram b) Golek: besar>500 gram. mutu II seragam b. Karakteristik busuk : mutu I=1%. mutu II=cukup keras d. sangat kecil 100-149 gram d) Manalagi: besar>400 gram.4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sedang 450-500 gram. Karakteristik tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. kecil 300-349 gram.5. 021 316 1952. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. Karakteristik ukuran: mutu I=seragam.H. sangat kecil 250-299 gram Syarat mutu yang diterapkan untuk keempat golongan tersebut: a. Karakteristik kotoran: mutu I=bebas. sangat kecil 350-399 gram c) Gedog: besar>250 gram. Mutu Klasifikasi dan Standar Mangga digolongkan dalam 4 ukuran menurut kultifarnya yaitu besar sedang kecil dan sangat kecil yang masing-masing digolongkan dalam 2 jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II a) Arum manis: besar>400 gram. mutu II=kurang seragam e. Jl. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. kecil 150-199 gram. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. mutu II=10 % g.id . c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. http://www. Karakteristik kekerasan: mutu I=keras.ristek. Karakteristik keasaman sifat varietas: mutu I seragam. sedang 350-400 gram. sedang 200-250 gram. 11. Pengemasan Pengemasan buah manga dalam peti kayu. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. mutu II=1% 11. kecil 400-449 gram. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. M. sedang 350-400 gram. Pengambilan Contoh Satu partai/lot mangga terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Karakteristik kerusakan: mutu I=5%.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang.go. 021 316 9166~69. d) Berat bersih. M. Jl. Hal. b) Jenis mutu.id .H. 021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1998. Ir.go. Sinar Baru Bandung 5) Trubus No. 1990. Arkola. Bertanam Mangga. Jakarta. Jakarta 4) Rismunandar. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 021 316 1952. 1994. Membudayakan Tanaman Buah-buahan. Celah-celah Usaha Terpilih 3) Pracaya. Jl. Penebar Swadaya. f) Tempat/negara tujuan. 2) Bonus Trubus No. 1998. Memperbanyak Mangga di Pohon. http://www. Bertanam Mangga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 345.H. 1998. M.ristek. Surabaya. DAFTAR PUSTAKA 1) Bambang Marhijanto. Drs & Setiyo Wibowo.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Produksi Indonesia. 12. Fax. 345.

Manggusto (Sulawesi Utara). 021 316 1952.ristek. Manggista (Sumatera Barat). Jl.go. Karibia. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Hawaii dan Australia Utara. Manggus (Lampung). http://www.id . 021 316 9166~69. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGIS ( Garcinia mangostana L. ) 1. yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia.H. Dari Asia Tenggara. 1/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat). Malagasi. tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Guttiferae Genus : Garcinia Spesies : Garcinia mangostana L. SEJARAH SINGKAT Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara.

Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan. http://www. Klon yang dikembangkan adalah MBS1. yaitu: 1) Kelompok besar: panjang daun>20 cm. lebar<8. SYARAT TUMBUH 5. diameter buah 5. mengandung bahan organik. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur. cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis. Riau. 2) Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1. 021 316 1952. angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. lebar>10 cm. berat buah<70 gram. MBS2. Fax.ristek. Sumatera Barat. ketebalan kulit buah 6-9 mm. Jl. Iklim 1) Dalam budidaya manggis. Ciamis. Kalimantan Tengah. Angin yang baik tidak terlalu kencang. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional. 3) Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m. Wanayasa). MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar. dibuat sirop/sari buah. MBS4.5.id . MBS5. wasir dan luka. MBS6 dan MBS 7. ketebalan kulit buah>9 mm.5-6. lebar 8. 3) Kelompok kecil: panjang daun<17 cm. diameter buah<5. berat buah>140 gram. buah tiap tandan 12 butir. berat buah 70-140 gram.H. buah tiap tandan>2 butir. diameter buah>6. 5.5 cm.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun.go.5 cm.1. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan. 021 316 9166~69. gembur.500–2. Media Tanam 1) Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur.5 cm. MBS3. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. 3) Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C. kayu bakar/ kerajinan. 5. Jawa Barat (Jasinga.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4. buah tiap tandan 1 butir. sebagai buah kaleng. Sumatera Utara. ketebalan kulit buah<6 mm. 3. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5– 7. M.5-10 cm. 2) Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm.

Jl.ristek.id . 2/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.go.H.

b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. PEDOMAN BUDIDAYA 6. rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. 3/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. Ketinggian Tempat Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.3.id . Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan. http://www.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Hal. b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. 1) Persyaratan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji. Jl. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0. 2) Penyiapan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun. 021 316 9166~69. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%. tidak rusak. Pembibitan Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan. 6. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun.1. M.go. beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%.000 m dpl.

Fax. tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah. Media tanam berupa campuran tanah halus. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan. Pembalutan dimulai dari atas. 2.id . Setelah berumur 1 tahun.0 cm. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut: 1.0 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanah diolah sedalam 30 cm. http://www. b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm. 6. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu. Persemaian disiram 1-2 kali sehari. diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma. c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut: 1.go. M. 2. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk. 021 316 1952. kemudian campurkan pasir. 3. Jl. Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas.ristek. Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1).H. 4. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun.5-1. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. lalu ikat ujung balutan dengan kuat. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. 021 316 9166~69. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.51. 5. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.id . 021 316 1952. Fax.ristek. http://www. 4/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M.

Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. http://www. 4.ristek.6 bulan. 7. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia. 10.2. Jl. b) diagonal. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki.H. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif. c) bujur sangkar (segi empat). 9. Biarkan bibit susuan selama 5 .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. M. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. 6. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.go. 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.id . 8. Fax. 021 316 9166~69. jarak tanam lebih renggang. 6. 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah. 021 316 1952. 4) Pemupukan Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H.go.id . 021 316 1952. 5/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl.

Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter. Jl. 2) Cara Penanaman Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar.id . 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam. timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut: a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.3. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang.go. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. 021 316 1952. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. http://www. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro. d) Siram sampai tanah cukup lembab. misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro. pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami.ristek.H. 6. tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun. e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Fax. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id . http://www. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H.ristek. M. 6/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.

M. coklat (Helminthosporium sp. (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0. Gloesporium sp.). Fax. Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik. 7. b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea. Dalam larikan dan lubang sekitar 1020 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.go. dan Helminthosporium sp.2 %.1.id .H. menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea. 7. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp.) dan hitam pada sisi atas dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. HAMA DAN PENYAKIT 7. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952.2.1-0. SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon. 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah: a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp. Hama 1) Ulat bulu Hama ini melubangi daun. SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg. http://www. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang.

Jl. 7/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

021 316 1952. (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang. Pengendalian: sama dengan kanker batang.1-0. 7) Busuk akar Penyebab: jamur Fomes noxious Corner. Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering. Pengendalian: memotong cabang/ranting. 2) Jamur upas Penyebab: Corticium salmonicolor Berk. Gejala: akar berwarna coklat. Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung. 4) Kanker batang Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis.go. Fax. Jl.H.). http://www. busuk dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2 %.ristek.id . Pengendalian: sama dengan kanker batang. 6) Busuk buah Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz. 021 316 9166~69.et Br. 3) Hawar benang Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid. pemotongan tanaman yang sakit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah daun (Gloesporium sp.2 %. Pengendalian: (1) perbaikan drainase. Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat. Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun. M. 5) Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull. menjaga kebersihan kebun.1-0. Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah. atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0. Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang. memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram. Pengendalian: sama dengan kanker batang. Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya.

8/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek. Jl.H. 021 316 9166~69. M.

Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun. kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1. PANEN 8. 8. tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.1. b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%.000 buah/pohon dengan rata-rata 2.000 buah/pohon.000 butir atau sekitar 20 ton buah.id . Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200. Jl. berat 80-130 gram.H. Perkiraan Produksi Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon. diameter 5560 mm.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. Ciri dan Umur Panen Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. diameter 5560 mm. 021 316 1952. http://www. M. c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%. berat 80-130 gram. diameter 5560 mm. berat 80-130 gram. Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini : a) Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu. Untuk konsumsi lokal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Pada puncak produksi. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 021 316 9166~69. 8. d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%. Periode Panen Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.go. 8. berat 80-130 gram. Fax. diameter 5560 mm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berat 80-130 gram.3. Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam.ristek. e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM. diameter 55-65 mm.4.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax.go.ristek. Jl. M. 021 316 1952.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Bibit stek sambung 125 batang 2. Rp. Rp. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di Jawa Barat.650. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar..000. 1.3. 7000. 562. 9. Pupuk .Insektisida 120 kg @ Rp.396. Rp.000.540.- Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya manggis seluas 1 hektar pada populasi 100-125 tanaman untuk inventasi selama 20 tahun.2.500. 7000. Rp.000.500.000.6.875.3.1.SP-36 25 kg @ Rp.id .KCl 20 kg @ Rp. http://www.3.SP-36 300 kg @ Rp 1.000.d.000. 1. 1) Biaya produksi tahun ke-0 1. 021 316 9166~69. Rp. Rp. Penyimpanan Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.. Sewa lahan 6 tahun 2. PASCAPANEN 9. 1.2) Biaya produksi tahun ke-1 s.. Pupuk . Rp..000.35. Tanam . sedang dan kecil. 1 650. 12.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.000. ke-6 1. 021 316 1952.500.Penanaman 5 HKP @ Rp.H.Pembuatan lubang tanam 10 HKP @ Rp. M. Rp. Fax.Rp.KCl 240 kg @ Rp.000.33.. Penyortiran dan Penggolongan Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda.000.45.go.Pupuk kandang 3 ton @ Rp 150. 9.800.75.000.000..Urea 50 kg @ Rp 1.Urea 375 kg @ Rp 1. 10. Jl. 50.ristek.Rp.000.1.000. Pengumpulan Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.70. Pestisida .800.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. Rp.450.

021 316 9166~69. 10/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Fax. Jl.

6.000..360.812. 562.750 buah/pohon Rp.000. 32.000. 3.Rp. 28.Fungisida 140 liter @ Rp.Panen/pasca panen pertama 50 HKP @ Rp.000.000. http://www.. 420.650.d. Panen tahun ke 20 Hasil rata-rata 1.000. 840.Keranjang 200 buah 5.000. 70.Hand sprayer 2 buah @ Rp 350.ristek.Keranjang 50 buah . Sewa lahan selama 14 tahun 2. 37.000.H.Rp.000.Rp.000.000.Rp.243.Cangkul 10 buah . 13. 6..812.750 buah/pohon Rp 32.000.Pemupukan 210 HKP @ Rp..700.000.100. 7.7.Rp 7.Penyiangan 140 HKP @ Rp 7. Panen tahun ke 12 – 18 Hasil rata-rata 2. 1.120 HKP @ Rp. 150.000. 021 316 1952. 28.Urea 875 kg @ Rp.4. 3.000.000.TSP 700 kg @ Rp.500. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7.Panen dan pasca panen 10..2.000. Alat .500. 7.Rp.000..000. 1. 350. 1.000.Fungisida 120 liter @ Rp.Penyiangan 60 HKP @ Rp.000 8. Panen perdana tahun ke 6.500 buah/pohon Rp.Rp.150.000 buah/pohon Rp. Rp.400.Rp.NPK 350 kg @ Rp 2. M. 50. 7.312. 336.- 4) Pendapatan: 1.5. 65.650...875. 924.id .000.Pemupukan 90 HKP @ Rp. 600. 980.Rp. Pestisida .000. Panen tahun ke 10 Hasil rata-rata 1. Panen tahun ke 9 Hasil rata-rata 900 buah/pohon Rp.- Rp. 3.000.690. Biaya tak terduga 10% 3) Biaya produksi tahun ke-7 s.5.000.. 16.300. ke-20 1. 15. 9.000.100. 630.000. 9.Rp.000. Hasil rata-rata 30 buah/pohon Rp.000.000 HKP @ Rp. Pupuk .Pupuk kandang 42 ton @ Rp. 1.Rp.Rp.6. 11/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7.953. 7.500. 7. 3.000.10Produksi selama 20 th hasil dari 100 ph 2. Jl.500.559.000 9. 021 316 9166~69. 150.Rp.6. 7..125. Rp. Panen tahun ke 11 Hasil rata-rata1.Rp.500 buah/pohon Rp.Rp.Insektisida 140 kg @ Rp.000. Alat .000.KCl 560 kg @ Rp. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .347.go.450.500.000.Rp.000.000 buah Rp. 186.Rp.000.Rp.800.000.470. 2.750.840.000.000 - Hal. Panen tahun ke 19 Hasil rata-rata 1.3. 10.3.Rp. 65. Fax.000.000.4.800.Rp.000.000. Panen tahun ke 7 Hasil rata-rata 200 buah/pohon Rp. Biaya tak terduga 10% Jumlah biaya produksi 20 tahun Rata-rata biaya produksi/tahun Rp.Penyemprotan 1.500.436. Panen tahun ke 8 Hasil rata-rata 800 buah/pohon Rp.450.- Rp..000.000.000.Penyemprotan 480 HKP @ Rp. Tenaga kerja .4. Tenaga kerja .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Keuntungan 1. cara uji. Amerika Serikat.8 Keterangan: HKP hari kerja pria. 021 316 9166~69.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia.810. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi.7% per tahun. cara pengemasan. Hal.H. Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal. Keuntungan per tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a. Output/Input rasio Rp. Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun.go. Keuntungan baru diraih tahun ke 11. Gambaran Peluang Agribisnis Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis. Brunei. 7.235. http://www. tahun 1999). 10. syarat penandaan. Perkiraan tanaman produktif adalah 100 pohon/tahun. 11. selama tahun 1994. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Keuntungan selama 20 tahun 2.ristek. Perancis. Arab Saudi.klasifikasi dan standar mutu.474. sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat. Kuwait. Belanda. asam berpadu dengan sedikit sepat. STANDAR PRODUKSI 11.l. 60/buah. Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor. Jepang. jadi mutunya sudah tidak baik. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan. Hongkong. (tingkat petani. Oman. M. cara pengambilan contoh.200 Rp. 12/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. Fax. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam. Harga jual rata-rata Rp. Swis.= 1. 021 316 1952.id . sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat.2. 149. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia.496. Jl. Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2.

2. seperti tanah. b) Diameter: mutu super>65 mm. mutu II=seragam. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak. mutu I. amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1.ristek.3. <55 mm. mutu I=55–56 mm. mutu=II segar. mutu I=0%. 11. mutu II utuh g) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%. 55–65 mm. mutu II<55 mm. mutu II=0% h) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada. mutu II=muda mengkilat e) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%. c) Tingkat keseragaman: mutu super=segar. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan. mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar. i) Warna daging buah: mutu super=putih bersih. mutu I=tidak ada. amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu I=seragam. mutu II=0% f) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh. M. benturan dan getaran.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. yaitu mutu super. luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan. a) Keseragaman: mutu super=seragam. 021 316 9166~69.H. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut. d) Warna kulit: mutu super hijau. bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4. b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Klasifikasi dan Standar Mutu Terdiri dari 3 jenis mutu.go. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar. Fax. Jl. mutu I=0%. mutu II. 2. http://www. 021 316 1952. 3. mutu I=kemerahan s/d merah. mutu=II tidak ada. mutu I=khas manggis putih. mutu I=segar. 5. mutu I utuh. Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual. potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah. Diskripsi Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01– 3211-1992. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar.

M.id .go. Fax.H.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 13/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik.000 kemasan. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan. e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua. d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10. 021 316 9166~69. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah.go. Jl. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7.5. M. baik. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. http://www.H. c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9.4.id . berventilasi. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. 021 316 1952. 11. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar. bersih dan kering. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Fax. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini : a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5.ristek.

id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 14/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. M. http://www. 021 316 1952.ristek.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Yogyakarta. 1995.ristek. Ir. Penerbit Kanisius. 335. Pohon Pelindung untuk Tanaman Manggis Muda. Jakarta. Jl.id . 4) Reza Tirtawinata.go. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. http://www. 15/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penebar Swadaya. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Ir. 1986. 5) Reza Tirtawinata. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jakarta. 021 316 9166~69. Memilih Biji Manggis untuk Bibit. Trubus no. 021 316 1952. Budidaya Manggis. Mengenal Tanaman Buah-buahan. 1997. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Trubus No. 1997. 2) Rismunandar. Ir. 1998.H. 342. Bandung 3) Suyanti Satuhu. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. M. Sinar Baru.

Timur Tengah dan Eropa Timur. multiflora Thunb.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MAWAR ( Rosa damascena Mill. 2. mawar diklasifasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rosanales Famili : Rosaceae Genus : Rosa Species : Rosa damascena Mill. SEJARAH SINGKAT Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. Jl. R. Hal. Mawar berasal dari dataran Cina. R. menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium. 021 316 1952. ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan lain-lain. Fax. M. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. 021 316 9166~69. hybrida Hort.go. JENIS TANAMAN Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi)..H.id .. Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda).ristek. Dalam perkembangannya.. http://www.

Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times. Sumatera Utara. India. 3. Laser. SENTRA PENANAMAN Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia. M. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore. Sedangkan varietas Folk Song. Sonate de Meilland. Mr. Sweet Sonia. Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Fax. yang menyebabkan pengeringan tanaman. Osiana.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memiliki variasi warna bunga cukup banyak. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 021 316 9166~69. Pareo. 2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor. 4. MANFAAT TANAMAN 1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors).1. Tineke. 2) Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Lincoln. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Diplomat. Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot. Idole.go. Jacaranda. mulai putih sampai merah padam dan 2 tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun. 5. Jl. 3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. Frad Winds. mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat. Laminuette.H.id . 4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jaguar. Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman. Sissel. tipe Medium 40-60 cm. Jawa Tengah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Afrika Utara dan Indonesia. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail. Jawa Timur dan Jakarta. dan Kiss. Sentra penanaman bunga potong. Vivaldi. Khatherina Zeimet. http://www. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm. Iklim 1) Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar. White Success dan Yonina. Di daerah cukup sinar matahari. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Sonia. Samorai. 021 316 1952.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go. Jl. http://www.H. Fax. 021 316 1952.id . M.ristek.

pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam. suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C. 021 316 1952. subur. andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. banyak bahan organik.6 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pada tanah latosol. Ketinggian Tempat Mawar tumbuh baik pada: 1) Ketinggian 560-800 m dpl. dan Al.3. maksimum 24–27 derajat C. 2) Ketinggian 1100 m dpl. Fax. aerasi dan drainase baik. 3) Ketinggian 1400 m dpl. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh. 5. suhu udara minimum 14-16 derajat C.6 derajat C dan maksimum 19. 021 316 9166~69.1.unsur P dan Mo. yang mengapung dibuang).5-22. mengurangi keracunan Fe.2. tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl.go. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %). 6. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah. dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. serta menambah ketersediaan unsur.H. http://www. Pada tanah asam (pH 5. Media Tanam 1) Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot.0. menambah unsur-unsur Ca dan Mg. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.5-7. suhu udara minimum 13. Mn.7-15. 5. Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar. PEDOMAN BUDIDAYA 6. memperbaiki bintil-bintil akar.0) perlu pengapuran kapur Dolomit. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Supaya biji tumbuh dengan baik. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %.id . Di daerah tropis seperti Indonesia. gembur. 3) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5. memperbaiki kehidupan mikroorganisme.ristek.

http://www. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.id . 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek. Jl.H.

2.Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0.0 cm. . d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1). Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5-1. beraerasi baik. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyiapan Benih Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: a) Pemilihan buah . yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air c) Cuci biji mawar dengan air bersih. dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab. .Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab).Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon. 5) Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen) 6. . . Pengolahan Media Tanam Hal. pasir dan pupuk organik (1:1:1).Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar). . 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari.ristek. b) Perlakuan After Ripening . Fax. Jl.Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan.id . b) Pilih biji-biji mawar yang baik. b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah.go.H. e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 510 cm. M. 021 316 1952. http://www.

. Super TW Plus) dan pasir. 021 316 9166~69. . Fax.go. 3) Pembentukan Bedengan Hal.Isikan media tanam campuran tanah. Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat.id . pupuk kandang. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru. 1:1:1. 2) Pembukaan Lahan a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0.Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot. . c) Pengisian media tanam ke dalam pot . . Jl.H. b) Penyiapan media dalam pot .Basahi pot dengan air hingga cukup basah.0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1. lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat. 1) Persiapan a) Penyiapan lahan kebun/taman .Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. Komposisi media campuran tanah. pupuk organik (pupuk kandang. .Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun. b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun. pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur.Siapakan media tanam berupa tanah subur.ristek. http://www. . . kompos. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar. M.Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur.Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. taman dan dalam pot. kompos dan pasir.51. subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam. maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam.H. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tinggi 30 cm. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai 2 tepung tulang) 20%. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos.5-2 kg per 10 m tanah. tepung tulang 2 1. Bila daerah itu tertutup rumput. 021 316 1952. http://www.go. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan. jarak antar bedengan 30-40 cm.id . Jl. misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya. tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya.3. Pada saat membuat lubang.ristek. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm. harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris.5-3 kg per 10 m . sub-soil dikumpulkan terpisah. M. pupuk hijau. kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm. maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan. Fax. untuk digunakan sebagai pupuk. cukup 45–55 cm. 4) Pemupukan Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 45 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Ukuran lubang 45×45×45 cm. dan panjangnya tergantung keadaan lahan. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. dengan memasukkannya ke dalam lubang. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang. tanah di permukaan (top soil). 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. 3) Cara Penanaman Hal. Jumlah super fosfat 1.

id . dan bibit yang berasal dari polybag. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam. maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut.ristek. c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya.go. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu. Fax. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang. f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek). b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya. Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan. e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. M. 021 316 1952. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah). Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. Jl. 021 316 9166~69. kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit. Bila polybag berukuran besar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara penanaman bibit mawar cabutan : a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah. c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril.4. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. 6. g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah.H.

021 316 1952.go. M. Fax. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl.

M. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro). dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali.5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg 1 1 ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. http://www. 2) Pemupukan Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma). 021 316 9166~69. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman dilakukan: a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam). dan setelah kuntum bunga layu.H. Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali. sedang berbunga. tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari.ristek. kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga. Tiap kali pemupukan diberikan /4 . c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). Pengairan berikutnya berangsurangsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media). tergantung keadaan pertumbuhan tanaman.go. 021 316 1952. dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.id . Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5. Jl./3 dosis pupuk 337. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman. bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun.

id . 021 316 9166~69. Jl. http://www.H. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman. Fax. Gejala: memakan daun. kecil. sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. panjang ± 12 mm. Decis 2. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2. sehingga menyebabkan gejala abnormal. Curacron 500 EC. Ambush 2 EC. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.id . Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun.ristek. pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas. ditutupi bulu-bulu kasar. kadang-kadang tidak bersayap. Elsan 60 EC. Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC. Menyerang pucuk. dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan. dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. berwarna merah/hijau/kuning.. serta sirkulasi udara kurang baik. pada bagian daun/pucuk. HAMA DAN PENYAKIT 7.). Confidor 200 LC. Larva sering memakan perakaran tanaman. Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman. 021 316 1952. M. berwarna hijau. Hal. sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hama 1) Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn. Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm. panjang ±0. Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.6 mm. http://www. sering menempel pada ranting dan kuncup bunga. 3) Siput berbulu Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan.5 EC atau Buldok 25 EC. 2) Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus). Gejala: pada stadium larva. Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). 4) Tungau (Tetranychus telarius) Tungau mirip laba-laba.3 mm. 021 316 9166~69. menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.go. sangat kecil ± 0. kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan. panjang 10 mm.1. Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Aphids) Kutu daun.H. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC.5 EC. sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. tangkai dan kuntum bunga.

menyerang daun dan bunga. berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan. terutama bunga. ukuran tubuh kecil panjang 8 mm. menjaga kebersihan kebun. kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. Pengendalian: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Tokuthion 500 EC. menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran. c. 6) Nematoda akar (Meloidgyne sp. lambat laun mengering (mati). daun.5 EC. Gejala: merusak/mengisap cairan sel tanaman. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya. Decis 2. dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil. Kumbang kecil (Small carpenter bees). bagian daun dan batang. Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. f. Ulat daun (Udea rubigalis). kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar. warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G. berukuran kecil 3 mm.go.) Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop). Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Decis 2.id . Mitac 200 EC. Telur diletakkan pada tunas baru. Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC. 021 316 9166~69. Bagian yang terserang akan layu. warna hitam-metalik. menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar. setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. d. Dekasulfan 350 EC. Serangga malam (Night feeding insect). Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP. e. Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam. sterilisasi media tanam.5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: menyerang akar tanaman mawar. 7) Hama-hama lain: a. dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC.ristek. 021 316 1952. Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. b. http://www. M.5 EC. Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers). Tanaman yang diserang menjadi layu. Pegasus 500 SC. Pengendalian: pergiliran tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Thrips Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm. dan cabang. Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae. Jl. ukuran tubuh kecil 1. Larva menjatuhkan diri ke tanah. Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. Lalat (Dasyncura rhodophaga). Fax.2 mm.H. Gejala: mengisap cairan sel tanaman. Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2.

Fax.go. 021 316 1952.id .H.ristek. 10/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 EC. Hal. M.memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2. 021 316 9166~69. Atabron 50 EC. http://www.

kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).F Sm et Town. 021 316 1952. sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. Gejala: daun menguning dan belang-belang. ex Pr. Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas.id . 2) Karat daun Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur). Pengendalian non.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 5) Mosaik (belang-belang) Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril. sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan. atau mengandung bahan aktif Pirazifos.2. Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin.) Lind. Penyakit 1) Bercak hitam Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. 4) Bengkak pangkal batang Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E. dasar bunga. Pengendalian non-kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Pengendalian: penanaman bibit yang sehat. tulang-tulang daunnya seperti jala. Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun. Fax. Jl. 3) Tepung mildew Penyebab: cendawan Oidium sp. pemeliharaan tanaman secara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan.) Schlecht.go. (“Black spot”). Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok).) Conn. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan.kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah. kelopak dan tajuk bunga.ristek. Dapat pula terjadi pada tangkai daun. M. Pengendalian non. 021 316 9166~69. batang.

M. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.id . Jl.go.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.intensif. dan Hal. 021 316 1952. Fax. penyemprotan membongkar TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida untuk pengendalian serangga vektor. http://www.

6) Bercak daun Penyebab: dua patogen. Fax. 8) Busuk bunga Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan berbintil-bintil hitam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat. Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil. Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang. Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit. terutama unsur N. Phosfor.go. yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. kemudian diolesi cat/ter. 021 316 9166~69. Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daundaun tua.id . 8.) Tjokr. dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi. P2O5. dan Alternaria sp. sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman.1.kimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). 9) Penyakit Fisiologis Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi). Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujaumuda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat. sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin. kurang Nitrogen. Jl. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). Untuk tujuan bunga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Pengendalian: pemberian pupuk berimbang. dan Kalium. Pengendalian non. et Br. dan lambat laun batang akan membusuk serta mati.H. http://www. Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil. Fr.ristek. 7) Jamur upas Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. PANEN 8. M.

http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh. Jl. Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.id .H. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.

b. Pengumpulan 1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: a. Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar.1.4. Prakiraan Produksi Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120. 8. layu dan busuk pisahkan secara tersendiri. bersih dan steril. 021 316 9166~69. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam. jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun. Jl. panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. kesuburan tanah.000 kuntum/hektar/tahun. 8. 8. 021 316 1952. Penyortiran dan Penggolongan 1) Sortir bunga yang rusak. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. Cara Panen Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun.go.2.ristek. Fax. 2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur: Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik. ukuran bunga. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun. tampah/ember berisi air bersih). Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000–280.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). PASCAPANEN 9.H.id .3. 9. 2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis.2. 9. Periode Panen Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih.

H. Jl. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.ristek. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www.go.

lembab. Penyimpanan 1) Untuk bunga potong mawar.000.000. Fax.000. terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh. Pupuk . 9. 1.000.go. 1.Rp..H. 021 316 1952.Pupuk daun ± 5 liter @ Rp. 200.. 300.id . 40.d.000. 9.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bunga dipisahkan ke dalam dua grade. simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %. Rp. 16.500.TSP 100 kg @ Rp.Urea 30 kg @ Rp. 10.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.32.45.Pupuk kandang 2.Rp. 1) Biaya produksi a.49. 4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air. 2.180...000. Rp.ristek. http://www. simpan di tempat/ruangan teduh. 2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik. Rp.Furadan 2 kg @ Rp.650.150. grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.000.-/kuntum. Jl. dingin. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga. 021 316 9166~69.000 kg @ Rp.200. dan sirkulasi udara baik. Rp.000. Rp.1.800.3.000.000. Rp.000. Pengemasan dan Pengangkutan 1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatanikatan. Sewa lahan b.. 1. 175.Rp. Rp.40..000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Bibit : ± 3300 batang c. M. 5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab. Produksi per m /tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp. 1. 25. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm.000. 2) Untuk bunga mawar tabur. Pestisida .100.500. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m selama 1 tahun yang 2 dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.KCL 30 kg @ Rp.750. 3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.Insektisida 4 kg @ Rp.NPK 20 kg @ Rp.

id . 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952. M. Jl. Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

11. terutama di kota-kota besar.000.000.Pengolahan tanah borongan .000. Permintaan bunga mawar ± Hal.000. 5.Rp.000.Penunggu 1 orang 1 tahun f.000 x Rp 200. 5. 436.Panen dan pascapanen .000. 200.000.id .Penyemprotan selama 1 tahun . 500.881 ton.Rp. Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.950. Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda.756.Penanaman 10 HKW . 100.- = 1.000. 60.ristek.8 miliar per tahun. Rasio output/input Catatan : HKP = Hari kerja Pria. tabur dan tanaman pot. . Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan : 55.- Rp. Tenaga kerja . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 75.000.000. 100.Pemasangan pupuk kandang . 50. Fax.Rp. 021 316 1952.Rp. 30. Jl. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25.H.000.500.500.Rp.000.Penyiangan & pemupukan susulan 1 th. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda.Rp.Rp.Pembuatan bedengan 10 HKP .Pengairan selama 1 tahun . HKW = Hari Kerja Wanita 10. http://www. 1. 300. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat.Rp.000. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.e.000.000.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah. Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri. 120. 100.3) Keuntungan 4) Keuntungan per bulan 5) Parameter kelayakan usaha 1.243.Rp.Rp. maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar.Pemangkasan .TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong.2.go. ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut. M.911 Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi.Rp.Fungisida 4 liter @ Rp.Rp.Rp. 300.Rp. 021 316 9166~69.500. karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4.

11. M. mutu A>2.0 b.5. klasifikasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 20. mutu C<5 5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3. mutu B>1. mutu B>2. 11.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar.5. mutu C< 35 2) Diameter kuncup bunga 1/2 mekar a. mutu A> 6.5. A dan B Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut: 1) Panjang tangkai a. c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang d) Mutui C: selain AA. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6. Jl. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan kualitasnya. mutu C>1. mutu A=46-55. Ruang Lingkup Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup. Tipe standar (cm): mutu AA>65. 021 316 1952. mutu C<6 4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0.5. syarat penandaan dan pengemasan. mutu C=idem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5. Diskripsi Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998.1. bebas organisme pengganggu tumbuhan.H. Type spray (cm): mutu AA>55. mutu B=40-54. STANDAR PRODUKSI 11. tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga. syarat mutu. b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang. 021 316 9166~69. deskripsi. mutu C>2. mutu B> 6. mutu A=55-64.mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas. mutu B=0. mutu B=35-45. cara uji. ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar. tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik. yaitu: a) Mutu AA: sempurna.go.ristek.2. mutu A=0. bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna. mutu A>1. ukuran seragam. cara pengambilan contoh.id . mutu C=2539 b. http://www.3.5. 11. Type standar (cm): mutu AA>2. mutu A=idem. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu B=idem. Tipe spray (cm): mutu AA>1. terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar.2 3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai a.

mutu B=idem. mutu C=idem Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu A=idem. 021 316 1952.go.H.6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam. Jl.id . mutu B=idem. mutu A=idem. M. 16/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu C=idem 7) Warna Bunga: mutu AA=seragam.ristek. http://www. 021 316 9166~69. Fax.

021 316 1952. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9.go. mutu B=10. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1. mutu C<5 11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus. Pengemasan Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. contoh yang diambil semua. (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3.H. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. tdk pecah. mutu B=idem. contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. bersih dan kering serta berventilasi. mutu B=0. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. mutu A=0. http://www. mutu C=idem 10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0. mutu C<15 11. mutu A=idem. mutu A=idem. tidak bercabang 9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat. tdk bercabang.4. 021 316 9166~69. mutu C=kurang kuat/lurus. M. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. mutu A=0. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000.tdk pecah. 11. mutu B=0. mutu B=idem. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100.id . c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. mutu A=5. baik.5. Fax. mutu C<5 12) Toleransi. Jl. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton.ristek.000 kemasan.

ristek. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. 021 316 1952.id . 021 316 9166~69. Fax.

http://www.go. Jl. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.ristek. Mawar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jakarta : Penebar Swadaya. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Jakarta.H. Fax. DAFTAR PUSTAKA 1) 2) Rukmana. 1995. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Mawar. M. Soekarno dan Nampiah. 021 316 9166~69. Rahmat. 1990. 021 316 1952.

sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELATI ( Jasmine officinalle ) 1. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae. Fax. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya. yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum.go. Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor). 021 316 9166~69. 2. M. Jl. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle). Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh). serta Malete (Madura). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. SEJARAH SINGKAT Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali).H. Melur (Gayo dan Batak Karo). JENIS TANAMAN Diantara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. Manduru (Menado). Hal. Menyuru (Banda).id . 021 316 1952.ristek. parkeri di kawasan India Barat Laut.

5 meter. melati pimrose). f) Jasmine mensyi (Jasmine primulinum. J. terutama di Kabupaten Pemalang. Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut: a) Jasmine sambac Air (melati putih. puspa bangsa) b) Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir. 021 316 1952.H. Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain: a) Jasmine. kosmetika. 021 316 9166~69. m.go. d) Jasmine rex (melati Raja. e) Jasmine parkeri Dunn (melati pot). King Jasmine). bintang) i) Melati hibrida.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kedudukan tanaman melati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Oleales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L) W. http://www. Bunga pink dan harum.ristek. multiflorum (Star Jasmine) c) Jasmine officinale (melati Gambir) 3. Grand Duke of Tuscany.id . parfum. Jenis. MANFAAT TANAMAN Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur. poncosudo. Star Jasmine. penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. Menur dan Rose Pikeke b) Jasmine. Sambac (melati Putih). Spanish Jasmine) sinonim dengan J. volibile. J. Purbalingga dan Tegal. farmasi. Fax... bahan industri minyak wangi. floribundum=Jasmine grandiflorum). Hal. antara lain varietas: Maid of Orleans. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. g) Jasmine revolutum Sims (melati Italia) h) Jasmine simplicifolium ( melati Australia. Jl. pubescens willd). 4. M. perdu setinggi 1. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Jasmine officinale (melati casablanca. Ait.

5. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah). Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Benih Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. 2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Penyiapan tempat semai: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.600 m dpl. serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah. Fax. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 9166~69. Melati putih (J.1. 4) Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari. Di sentrum produksi melati. Media Tanam 1) Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1. seperti di Kabupaten Tegal. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 6. 3) Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5– 7.H. gembur.go. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. aerasi dan drainase baik.2.1. Meskipun demikian. 5. http://www. 2) Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat. subur.ristek.600 m dpl. banyak mengandung bahan organik dan memiliki. 3) Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. Jl. 2) Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl). M.id .3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. latosol dan andosol.sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. Iklim 1) Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan. sedangkan melati Star Jasmine (J.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.

Fax. 021 316 1952.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go. Jl. http://www.

.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . pasir dan pupuk organik (1:1:1). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2) Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm.go. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan. 6. Fax. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah.{Ca(OH)2}. pasir steril/bersih). . Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah. b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur.2.id . http://www. b) Pemeliharaan bibit stek: . medium semai (campuran tanah.ristek. Jl.Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. 021 316 9166~69. kapur bakar (Quick lime.Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag.Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari. CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. 3) Pengapuran Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}. M.Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman.Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg. . jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma). 4) Pemupukan Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. tinggi 30-40 cm. . pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. .Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.id . 021 316 9166~69. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M.ristek. 021 316 1952.go. Fax.H.

bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1. 2) Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam. 2) Pembuatan Lubang Tanam Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI.3. http://www. 021 316 9166~69.000 lubang tanam (jarak tanam 1. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam.5 m). Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. M.4. kebun melati sering ditumbuhi rumputrumput liar (gulma). Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. 021 316 1952.go. Fax. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit.ristek. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. Jl. Hal. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam.0 m x 1. air dan unsur hara. 3) Cara Penanaman Jarak tanam dapat bervariasi. bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati.5 m. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. stratos/asam humus GroMate . Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Sebulan sebelum tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam.id . Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm. saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. tergantung pada bentuk kultur budidaya. 6.H. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm.

6) Lain-lain Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar.ristek.30-16. saat berbunga.000 ppm–5. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai.H. seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan.00) atau sore hari (pukul 15. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan.id . Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. 021 316 9166~69. sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima. http://www.500 ppm bila digunakan Ethrel. kemudian ditutup dengan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati. yakni 1. sedangkan jenis Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kecuali pada beberapa jenis melati. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. M.go. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah. jenis melati putih (J.45 kg/ tanaman. Jl. terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P). Fax. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat. Konsentrasi yang dianjurkan 3.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.H. 021 316 9166~69. Fax. Jl. http://www.ristek. 021 316 1952.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

patogen) dengan cara: memasukan. HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit. melepaskan musuh alami . 021 316 9166~69. memelihara.penggunaan tanaman perangkap.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN melati Spnish Jasmine (J. 3) Thips (Thrips sp) Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. 021 316 1952. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuhmusuh alami hama (parasitoid. memperbanyak. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: .pemupukan berimbang . misalnya Decis 2. Hama 1) Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. M. c.penggunaan bibit sehat . Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .id . perdator. 7. 7. terutama daun-daun muda (pucuk). Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.sanitasi kebun . Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah. b. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk. Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar. Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag).1.5 EC. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus. http://www.go.mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif. prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . Cascade 50 EC/Lannate L .5 EC. a. 2) Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.pergiliran tanaman yang baik . Fax. officinale var. Jl. misalnya Decis 2. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil.ristek.

H. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax.go.ristek. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www.

Jl. M. 6) Hama Lain.go. Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu Ilmu pada bagian tanaman terinfeksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Jamur upas Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan. menyerang dengan cara mengisap cairan sel. Penyakit 1) Hawar daun Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn. Fusarium sp dan Phoma sp.ristek. http://www. Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P.. Gejala: menyerang Gejala: menyerang 3) Hawar bunga (Flower Blight) Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Bergerombol menempel pada cabang. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 021 316 1952. scandens (Mass). misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC. ranting dan pucuk tanaman melati. Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran. 021 316 9166~69. Gejala: bunga busuk. unionalis. 5) Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP . Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects).H. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. 2) Hawar benang (Thread Blight) Penyebab: jamur Marasmiellus bagian cabang tanaman melati. 7. sehingga proses fotosintesis (metabolisme).5 EC. 4) Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan.id . daun yang letaknya dekat permukaan tanah. seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2.

H.go. dan Meliola jasmini Hansf.TTG BUDIDAYA PERTANIAN apnodium sp. Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. et Stev. http://www. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata. 021 316 1952.ristek. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. Hal.

2. Selanjutnya. PANEN 8.go. M. Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas.3. 8) Penyakit lain Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back). Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. 021 316 1952. Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu. 021 316 9166~69. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar. 7) Antraknosa Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides.id . 8. Fax. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan). belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku. Gejala: bercak-bercak berwarna coklat 6) Karat daun (Rust) Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). penyebab abnormilitas perakaran tanaman. sampai kehitam-hitaman pada daun. Jl.ristek. 8. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito.1. http://www.H. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua. terutama pada bagian daun. 8. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Bercak daun Penyebab: jamur Pestaloita sp.

go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. http://www. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. Jl.H.

f) Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1.ristek. 021 316 1952. yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati. b) Minyak melati biasa. kayu/logam tahan karat.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. di Jawa Tengah. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. sebagai bahan baku minyak rambut. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lain-lain Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil.000kg/ha. PASCAPANEN 9. 9.1. a) Minyak melati istimewa. 021 316 9166~69. d) Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu.2. e) Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bungabunga baru/masih segar.H. sebagai pewangi teknis. Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage. b) Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca . Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa.4. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi. Fax. sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi. sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang. c) Minyak pomade istimewa.id . Teknik enfleurage disebut teknik olesan. d) Minyak pomade biasa. c) Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik. Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan.go. 9. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut: a) Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis.5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0.

Jl. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.go.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek. Fax. http://www. 021 316 1952.

000. e) Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna.5 ha 2. 325. kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol.1. 1) Biaya produksi 1.Rp.000. 7. Gambaran Peluang Agribisnis Pengembangan usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnya bagus. Tenaga kerja 6.Rp. 190.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Masukan bunga melati segar ke dalam tabung. Alat (penyusunan alat-alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 15.000. 50.750. O/I Ratio 2. b) Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut.= 1. Jl.12.Rp.Rp.2. 850. lemak murni.84. 000.425.555 kg @ Rp. BEP 10.698 Rp. 6. 750. Bibit 3. Sewa lahan 0. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.000. http://www.000. Pupuk 4.960. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3) Keuntungan bersih 4) Parameter kelayakan usaha 1. ether minyak bumi) secara berkesinambungan. ROI 3. 1.790. Fax.352.- . Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0. 4.000. 10.id Rp. Pestisida 5.5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.696. ether. damar dan unsur lain yang tidak menguap.Rp. c) Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati.go.ristek.Rp.000. M.Rp.Rp. chlorofrom.H. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 021 316 9166~69.000. d) Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar.637 = 0. ecetone. 50.

11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.H.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. M. Fax. 021 316 1952.

2. Korea. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. Fax. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9.1. 11. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. 11. Jl.H. klasifikasi. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. 021 316 9166~69. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layak dikembangkan. pestisida. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kilogram bunga melati. syarat mutu.id . Meski peluang pasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar. Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok untuk tani melati. STANDAR PRODUKSI 11. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. cat. pewangi sabun dan industri tekstil. syarat penandaan dan pengemasan. contoh yang diambil sekurangKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. deskripsi. Ruang Lingkup Standar melati meliputi ruang lingkup. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Thailand. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. http://www. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang. 11. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1.000 kemasan. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri minyak wangi.4. produksi bunga melati Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia.ristek. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. M. cara pengambilan contoh. tinta. kosmetik. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. cara uji.go. 021 316 1952. contoh yang diambil semua. Taiwan dan Hongkong.3. penyedap the. Diskripsi … 11. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. pewangi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id .H.ristek. 021 316 9166~69.go. Fax.kurangnya 10. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kanisus Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Usaha Tani Melati. 021 316 1952. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. Pengemasan Bunga melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. 12. 021 316 9166~69. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet.H. Jl. Rahmat (1997). bersih dan kering serta berventilasi. Yogyakarta. Fax. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. http://www. baik.5. M.ristek. DAFTAR PUSTAKA 1) Rukmana H.id .

go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. Fax. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . M.H.

2. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. Untuk memudahkan sistem penanaman dan pengelompokan melon. melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELON ( Cucumis melo L.id . melon Ivondequoit. melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933). yaitu: Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae.H. Hacken Sack dan Osage (1881–1890). melon Imperial (1935). Miller Cream.) 1. melon Sill Hybrid (1870). 1/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe. http://www. Jl. JENIS TANAMAN Jenis-jenis melon yang terkenal adalah: melon Christianism (1850).go. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado. California. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. 021 316 1952. dan Texas. banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. melon Surprise (1876).ristek. Fax. M. Netted Gem. SEJARAH SINGKAT Melon (Cucumis melo L.

go.1. Taiwan. cantelupensis. Belanda dan Jerman. dapat mematahkan tangkai daun. Boyolali. chito. SENTRA PENANAMAN Sebelum tahun 1980. buah memanjang dengan diameter 2. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi. Perancis. Iklim 1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. Varietas: (1) Cucumis melo var. berurat seperti jala dan harum.5–7. permukaan buah halus. 5. 2) Tipe Winter-Melon a. sering untuk tanaman hias. Ciri-ciri: kulit buah halus. (4) Cucumis melo var. (3) Cucumis melo var. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Tipe Netted-Melon a. MANFAAT TANAMAN Buah melon dimanfaatkan sebaga makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. mengkilat dan aroma buah tidak harum. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sukoharjo. SYARAT TUMBUH 5. tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias. Karanganyar dan Klaten).id . 3. kulit bersisik dan harum. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda (Lampung) dengan varietas melon dari Amerika. Ciri-ciri: kulit buah keras. ukuran kecil-kecil. buah besar. tangkai buah dan batang tanaman.H. (2) Cucumis melo var. (2) Cucumis melo var. b. awet dan tahan lama untuk disimpan. buah kecil. berurat dan bergambar seperti jala (net). mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan. Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen. kasar. http://www. sering digunakan sebagai tanaman hias. 021 316 1952. ukuran buah sebesar jeruk lemon. Jepang. Madiun. reticulatus. 2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama. dudain. flexuosus. buah lambat untuk masak antara 90–120 hari. 4. buah memanjang antar 35–70 cm. Fax. kulit buah halus. inodorous. lebih cepat masak antara 75–90 hari. M.5 cm. Cina. b. Varietas: (1) Cucumis melo var. aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon. buah melon hadir di Indonesia sebagai buah impor. 021 316 9166~69. Denmark.

2/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax.id . M.go. Jl. http://www. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.

Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal. Tetapi. dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air.3. 4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya.ristek. 5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. 3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Saat tanaman melon menjelang panen.go. M. sebaiknya air itu berasal dari irigasi. 021 316 9166~69. 5. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit.8–7. 021 316 1952. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Benih yang baik berada di dasar air. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. akan mengurangi kadar gula dalam buah.H. Pada fase ini apabila tanaman dalam kondisi sehat maka jaringjaring pada buah diharapkan muncul secara merata. 2) Penyiapan Benih a) Pengadaan benih secara generatif Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. 2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN patogen. tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon. Fax. Benih direndam kedalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam. Pada fase ini tanaman memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah. PEDOMAN BUDIDAYA 6. kuat dan terawat baik pada awalnya. 6.2. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Untuk mendukung pertumbuhan generatif. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C.2. 5. 3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. http://www.1. bukan dari air hujan.

M.ristek.go. http://www. Fax. 3/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.H.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian. d) Cara penyimpanan benih Benih harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari. pH media dibuat 5. http://www.H. Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter. direndam terlebih dahulu di dalam air selama 2–4 jam. yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1.5 psi. Sebaiknya selalu menggunakan benih asli (F1 hibrid). perendaman.go. karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari. air hujan. tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah. pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal. Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter. surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan. dan serangan hama maupun penyakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kemudian benih disemaikan pada kantong plastik. serta pemeraman benih.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. Alas rumah pembibitan. 021 316 1952. suhu 120 derajat C selama 30 menit. b) Pengadaan benih secara vegetatif (Kultur Jaringan) Dengan metoda kultur jaringan. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0.ristek.1 N. Fax.04 mg/liter. 4/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17. c) Sumber benih Untuk menanam melon kita harus mengetahui sumber benihnya terlebih dahulu. e) Kebutuhan benih Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman. Jl.id . M. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Cara dan Waktu Penyemaian Benih melon yang akan disemaikan. f) Perlakuan benih Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. myoinositol 100 mg/liter. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra.Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji. 021 316 9166~69. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke Hal.

Fax. penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. pupuk kandang. agar tanaman dapat tumbuh baik. tidak mudah rebah. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit. asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1. contohnya dengan mencampurkan tanah. Pupuk daun cukup dilakukan satu kali. pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. b) Penjarangan Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam.id . Hal. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1 yang telah disiapkan. Jl.go. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot.5 gram/liter.0–1. Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah.ristek. http://www. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. M. kering dan layu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah. Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. Pupuk akar berupa pupuk kimia maupun pupuk organik tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi. Apabila daun sejati keluar. 021 316 1952. a) Cara dan Waktu Penyiraman Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. dengan dengan dengan dengan media b) Pembuatan Media Semai Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya.H. Saat cuaca panas. c) Pemupukan Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur nitrogen tinggi. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pasir dan pupuk kandang atau kompos. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi. yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 1. tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari. Untuk merangsang perkecambahan benih menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian karung goni basah. 021 316 9166~69. 5/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus.

ristek. d) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal.2. Fax.0 ml/liter. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me. luas lahan yang tersedia. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan a) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus. M.5 g/liter dan fungisida Previcur N 1. maupun pemupukan.go. latosol. Jl. yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya.id . 021 316 9166~69. dan grumosol. musim dan permintaan pasar. regosol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Pemberian Pestisida Pada Masa Pembibitan Pada masa pembibitan penyemprotan pestisida dilakukan apabila dianggap perlu. Hal.H. Contoh pestisida yang digunakan adalah Insektisida Dicarzol 0. b) Analisis Tanah Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik. 6. Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya. 5) Pemindahan Bibit Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari. 021 316 1952. Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan. c) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. kemudian dihitung pH rata-rata. bedenganpun jangan sampai kekurangan air. Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda. http://www. asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran. April varietas aroma. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis). 6/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. penambahan bahan organik. Penyomprotan ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan.

Fax. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam. Jl. 2. dan ketiga 40% di lokasi C. Interval penanaman berkisar 2 minggu. baik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu. Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan. Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat. juga akan mudah bernapas. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkahbongkah. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A. b) Bentuk Bedengan Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi struktur tanah yang remah/gembur. Selain perakarannya mudah menembus tanah. 021 316 9166~69. sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. b) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam Untuk pencangkulan dan penggarukan. Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. Bila telah bentuk bedengan terlihat. dan lebar parit 55–65 cm. Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut: 1. bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m. Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat. Jika tidak. tinggi bedengan 30–50 cm. keadaan tanahnya harus cukup kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Pengaturan Volume Produksi Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar. M.id . kedua 40% di lokasi B. Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik. Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan. kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm. 3) Pembentukan Bedengan a) Cara Pembuatan Selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). Setelah kering.H. lebar bedengan 100–110 cm.ristek. (untuk dua kali cangkulan) 3. 2) Pembukaan Lahan a) Pembajakan Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi. dengan kedalaman ± 30–50 cm. tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). http://www. 021 316 1952.go. Untuk menjaga kontinuitas produksi.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN itu Hal. 021 316 9166~69. http://www.H.ristek. M. Fax. Jl. 021 316 1952.id . 7/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

H. dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan.id . perkembangan akar akan optimal.go. kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. Akibatnya. terutama di musim hujan. pemasangan ajir. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang).6 (asam): jumlah kapur 7. Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air. 021 316 1952. penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini : a) < 4.4 (agak asam): jumlah kapur <0.65 ton/ha f) 6. Jl. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras.75 ton/ha 5) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP) Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan. karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi.1 – 6. Setelah diperoleh pH rata-rata. 4) Pengapuran Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. mengurangi serangan penyakit. 021 316 9166~69. Kaitkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat. kondisi pertanaman tidak terlalu lembab.0 (paling asam): jumlah kapur >10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas. Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan. Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat.39 ton/ha d) 5.ristek. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan. Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.60 ton/ha e) 5.6 (agak asam): jumlah kapur 2. maupun penalian. c. dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids.24 ton/ha b) 4. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm.2 (sangat asam): jumlah kapur 9.28 ton/ha c) 4. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal.4 (asam): jumlah kapur 3. Fax.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax.H.ristek.id . http://www. Jl. 8/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

6. karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. 6.H. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. Fax.3. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Jl. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. bedenganbedengan dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air. Gulma yang tidak dibersihkan Hal. 3) Cara Penanaman Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru. Setelah selesai pemasangan. 021 316 9166~69. M.go. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon. dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat.ristek. 9/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas. 2) Penyiangan Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan.4. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan. http://www.

tanah yang sebelumnya sudah diolah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm).200 kg/ha. pupuk susulan II: umur + 40 hari. tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha. 4) Perempalan Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama.go. 3) Pembubunan Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut.ristek. Saat melakukan pemupukan. sampai tanaman akan dipetik buahnya. pupuk susulan II=550 kg/ha. pupuk susulan II=220 kg/ha. Fax. dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal. pupuk susulan III: umur + 60 hari. c) TSP: pupuk dasar=1. tetapi tanah harus lembab. 5) Pemupukan Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. pupuk susulan II=160 kg/ha. tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. b) Penyiraman Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman. Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam). 021 316 1952. Jl. Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman. Dengan begitu. M. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan. pupuk susulan I=220 kg/ha. dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. 6) Pengairan dan Penyiraman a) Pengairan Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya. cukup sehat untuk ditanami. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. pupuk susulan I=330 kg/ha. 021 316 9166~69. a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha. pupuk susulan I : umur ± 20 hari. Untuk memudahkan dalam pemupukan. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari. telah dikelentang selama 2 minggu. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk.H. yaitu 20 hari setelah ditanam. b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha. http://www. pupuk susulan III=440 kg/ha.

ristek. 10/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id . Fax.go.H. http://www. Jl.

H. 8) Pemeliharaan Lain a) Pemasangan Ajir Ajir atau tongkat dari kayu atau bilahan bambu. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut. Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam. M. Fax. http://www. 021 316 1952. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/liter. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering. kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi. c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas. Jl. Pemangkasan dihentikan. yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun. Tempat ditancapkannya ajir dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari.go. jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. supaya bekas luka tidak diserang jamur. dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya. cabang atau buku dari tanaman tersebut). 021 316 9166~69. b) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki.id . kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali.2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST. benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Supaya ajir lebih kokoh lagi. untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida a) Tindakan preventif.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya.ristek.

11/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www. 021 316 9166~69. 021 316 1952.H.

Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps.Sm. Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning.go.0–2.2. Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama. http://www. HAMA DAN PENYAKIT 7. (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan). 3– 4 hari sekali. (2) benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. daun tanaman layu satu per satu. (2) tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1. 2) Thirps (Thirps parvispinus Karny) Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). dan bercaknya kekuningan.id . warna daun menguning. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. 7. (3) penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST. Serangan dilakukan di musim kemarau. sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. Jl. lahan disterilisasi dengan Basamid G 2 dengan dosis 40 g/m . Pengendalian: (1) sebelum ditanami. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin).F. kemudian tanaman layu secara keseluruhan. meskipun warnanya tetap hijau. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Hama 1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover ) Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. 021 316 9166~69. M. mengering dan akhirnya mati. Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun. Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak.0 ml/liter.2 gram/liter .1. tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal.H. Penyakit 1) Layu bakteri Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.

M.id .H. 021 316 9166~69. Fax. http://www. 021 316 1952.go.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 12/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

7. (2) daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter.0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. 8.2. maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya. Cara Panen 1) Potong tangkai buah melon dengan pisau.ristek.1. http://www. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan. 021 316 9166~69. tempat tumbuh dan cahaya.H. Gulma Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman. sisakan minimal 2. Fax.3. Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati. Ciri dan Umur Panen a) Tanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar 3) Warna kulit hijau kekuningan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. karena bersaing zat hara. 2) Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”. 8. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan mengutamakan buah yang benar. karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon. b) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya. (3) pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter.id . PANEN 8. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil.benar telah siap dipanen. daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin. M. 3) Pemanenan dilakukan secara bertahap. sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan. Jl. c) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.go. 021 316 1952. 4) Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) bligt) Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.

go. Fax. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl. http://www. 021 316 9166~69.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 13/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

3. Misalnya minggu I menanam seluas 2. 9. minggu II menanam 2 seluas 2.2. Periode Panen Panen dilakukan secara bertahap. Fax.ristek. 14/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan. Prakiraan Produksi Untuk mengetahui jumlah produksi yang akan dihasilkan bagian pemasaran harus melakukan penelitian pasar. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun Hal.000 m . maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. 8. 9. diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi. 9. Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat.go. 021 316 1952. M.4. 021 316 9166~69.id . karena akan mengurangi harga jual terutama untuk konsumsi pasar swalayan. PASCAPANEN Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon dipanen. Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob).H. dan seterusnya. Jl. Pengumpulan Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir.1. tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama dan penyakit yang lebih rendah.000 m . Hal ini untuk tingkat kontinuitas produksi akan tercapai dan resiko tidak terjualnya buah melon akan terhindar. Saat panen kerusakan buah sebaiknya dihindari akibat terbentur atau cacar fisik lainnya. dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Kesalahan penanganan dalam pascapanen akan mempengaruhi kwalitas/penampilan buah melon. maka memanennya harus dilakukan 2 secara bertahap. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan. Untuk luas satu hektar tanaman melon diperkirakan akan menghasilkan buah melon 10–15 ton. Penyortiran dan Penggolongan Melon yang telah dipanen. Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan ditambahkan 50%. Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai. Setelah menanam padi selesai. http://www.

Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan untuk melon dapat dibuat dari kayu biasa dan banyak memiliki lubang angin.4.go. Selain dari kotak.1.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Jl. buah melon diberi lapisan jerami lagi.3. 3) Kelas M3 yaitu bobot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuk sama sekali. Dalam karton masih dilapisi dengan jerami kering atau kertas hancuran.5 kg/lebih jaring berbentuk sempurna. 9. Tempat penyimpanan buah harus bersih. kemudian melon diberikan jerami juga dibagian atas buahnya. 1) Kelas M1 yaitu melon berbobot 1. Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal).5 kg jaringnya terbentuk hanya 70% saja. Analisis Budidaya Usaha Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP.id . Cara menyusunnya. Dengan kemasan seperti ini akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak dari kayu (cara tradisional). 2) Kelas M2 yaitu melon berbobot 1–1. pengemasan bisa juga menggunakan rajutan benang yang mirip jala. Buah yang akan di ekspor biasanya dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu. bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup tebal. dan buah yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. karton atau kotak plastik. Di kargo pesawat. Luas lahan 1 ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN cacat karena serangan hama dan penyakit. 9. kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus. Sebelum kotak ditutup. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952. tidak boleh ditumpuk satu sama lain. peti kemas melon dimasukkan ke dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar jika sampai ke tempat tujuan. 021 316 9166~69. http://www. Penyimpanan Buah melon yang sudah dipetik. M. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa ke pasar tergantung jarak yang ditempuh.H. populasi 3. 10. Bila ada buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan. Hal ini terjadi karena tanaman belum saatnya dipanen tapi telah mati terlebih dahulu akibat serangan hama.ristek. Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering. kemudian dimasukkan dalam kemasan karton. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Buah melon yang berkualitas bagus kemudian di lakukan penggolongan melon berdasarkan tiga kelas.

021 316 1952.ristek.H.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M. Jl. http://www.go.

Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp.000. 5. Lain-lain . 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. 90. Panen Rp.. 140. 5..Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp.725. 1. 1.000.000.Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp.8.750 kg.000.Rp.000.000.Insektisida semprot 15 liter @ Rp.000.200.066. 2. 100.Penanaman 50 HKW @ Rp.250.000.Rp.000.301..Biaya tak terduga sebesar 5% Rp..000.TSP/SP-36 900 kg @ Rp..H.Rp. 787. 455.000. 75.000.250. 50. Fax.Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat Rp. 375.000.000.Rp.Jumlah biaya produksi Rp.2) Penerimaan 1. 180.000.5..ristek.Perekat-perata 10 liter @ Rp.Rp. 1.000.000.000.4.. 300. 1.Rp. 1..000..Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp.. 675.310.ZA 630 kg @ Rp.400.000... 021 316 9166~69.000.Rp.. 5.Pupuk kandang 27 ton @ Rp..Rp. 850.000 m ditaksir mencapai 6...000.800 kg @ Rp.Rp.Plastik transparan 50 m @ Rp.. 315.800. http://www.. 150.Borate/Fertibor 18 kg @ Rp. 5. 100.Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp.Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. 7.Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan) Rp.7. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan .100.050.3.+ 30 HKP @ Rp.392.Urea 450 kg @ Rp. 420..000.. 7. 50.620.000. 540.KCl 720 kg @ Rp.Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp.7.6.Rp. 150. Pupuk dan kapur pertanian . 7. Jl.Rp. 1. 7.145.000. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2.000. 375.250.Rp. embrat.. 900.000. 7. 10.500. 190. . 1. dsb) Rp. 16/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.+ 10 HKW @ Rp. 1. 108.-. 5.Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp.Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp.Rp. 10.2. 90..Fungisida 25 kg @ Rp.Rp.000. M..Rp.000.800.000.Tenaga semprot 60 HKP @ Rp.. 5. 10. 4. 7.Kapur pertanian 1.000.000. 1.000.000. Benih dan mulsa PHP . 22.000..Karbofuran 36 kg @ Rp.350. 5..000.Rp.000.Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp.000.Rp.Rp.. mulsa 65 HKP @ Rp.000.25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka 2 produksi per 1.000. 350.Pupuk daun 10 kg @ Rp.pasang.96.Rp.Rp. 5.id .. Penyiapan bibit dan penanaman .000..000.Belanja peralatan (3 sprayer.000.000.Benih melon 500 g Rp.000. 2.. 700.188.go.500.Rp.Tenaga keamanan (1 bulan) Rp. Pemeliharaan tanaman .Rp.000.Penebaran pupuk kimia. 5.000.-. 460.650.000..Rp. 021 316 1952. 80.Plastik semai polibag 5 kg @ Rp. Pestisida dan pupuk daun .510. drum.Rp.Rp.Tenaga panen 20 HKP @ Rp. 1.-.

10.500.176. 4. 20.- = 1.000. Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura.625. Jl.840. 4.748.2. 29.-. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 kg = 6412. Gambaran Peluang Agribisnis Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada.000. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 .923. 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri. untuk meningkatkan pendapatan petani melon.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) Rp.endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi.1.875. 021 316 1952. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula.Rp. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan.5 kg x Rp.30 Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2.id .5 kg x Rp. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut: 1) Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi. 11. Rp. Di era perdagangan menuju pasar bebas.500. 3. 5. 2. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung.Kelas M3 = 10% x 6412. kelas M3 Rp. Ruang Lingkup Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya..go.750.Jumlah penerimaan Rp. tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika. STANDAR PRODUKSI 11.412.Rp.365. 1. Diusahakan rantai teRp. kelas M2 Rp.ristek.5 kg.Kelas M2 = 25% x 6412. Fax. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin.000. Jika harga melon kelas M1. 6. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. persaingan semakin ketat. 3. http://www.. Kelas M1 = 65% x 6412. HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari).maka penerimaan penjualan melon.Rp.000. 021 316 9166~69. khususnya petani melon.5 kg x Rp. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual.000. M. 3. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.H.

Fax.ristek.id . 17/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 9166~69. Jl. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

umur melon kurang lebih 56–65 HST. 3) Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik. dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram. khususnya dari bidang pertanian. Pengambilan Contoh Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya.ristek. 12. Mutu Klasifikasi dan Standar Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Melon yang diproduksi harus diberi merek. buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2. 021 316 9166~69. yaitu dengan menempelkan stiker pada buah. Fax. 4) Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat. Diskripsi Berdasarkan uraian diatas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu. Ir.0–2. ukuran sedang 1. M. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon.id .5 kg.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak. 11. 3) Pangsa pasar harus diperkuat. tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura.5. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia. DAFTAR PUSTAKA 1) Final.2. 11. 11. Pengemasan Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala.4. Sukses Prajnanta. Jl. 11. 2) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga.3.go. 4) Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan. http://www. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya. 021 316 1952.5 kg. dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga. Melon Pemeliharaan Secara Intensif Kiat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H..

(Jakarta: Penebar Swadaya. (Jakarta: Penebar Swadaya. 021 316 9166~69. 1998) Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beragribisnis Cetakan ke-2. 18/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1998).ristek.H. 2) Setiadi.go. http://www.id . Fax. Bertanam Melon. Jl. 021 316 1952. Cetakan ke-4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (Jakarta: Kanisius.ristek. M. Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 1987).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Sudarsono dan Winata.id . Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Bogor. 1984.Bertanam Melon. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.go. Jakarta. Fax.. Fakultas Pertanian IPB. 19/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemakaian Teknik Kultur Jaringan Sebagai Perbanyakan Melon (Cucumis melo L. 5) Fakultas Pertanian IPB.) 4) Tjahjadi. http://www. Livy. Nur. Ir. 24352. Jl.

dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara.go. M.id . SEJARAH SINGKAT Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. masuk ke Indonesia pada abad ke-15. Fax. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. Jl. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. 021 316 1952. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN NANAS ( Ananas comosus ) 1. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman nanas adalah: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup) Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Hal.ristek. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina. 2. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik. http://www.H. 021 316 9166~69. (1599).

Pantai Gading. tidak berduri. braceteatus (Lindl) Schultes. Jawa Timur. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar. misalnya A. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. seperti selai. ananassoides (Bak) L. Queen (daun pendek berduri tajam. Kenya. gangguan saluran kencing. wasir dan kurang darah.H. Disamping itu. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. Filipina.go. Di Asia tanaman nanas ditanam di negara-negara Thailand. buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar. Hal.ristek. Buah nanas mengandung enzim bromelain. buah besar). dan A. M. sehingga disukai masyarakat luas. Pada masa mendatang amat memungkinkan propinsi lain memprioritaskan pengembangan nanas dalam skala yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. SENTRA PENANAMAN Penanaman nanas di dunia berpusat di negara-negara Brazil. 021 316 9166~69. erectifolius L. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias. Mexico dan Malaysia. Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. berduri halus sampai kasar. Afrika Selatan. http://www. Malaysia dan Indonesia terdapat di daerah Sumatera utara. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor. mual-mual. Puerte Rico. sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas.B. buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap. buah silindris atau seperti piramida). sebagai obat penyembuh penyakit sembelit. Penyakit kulit (gatal-gatal. yaitu : Cayene (daun halus. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil. A. 3. Subang dan Palembang. buah lonjong mirip kerucut). Riau. Hawaii.id . flu. Smith.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Ananas : Ananas comosus (L) Merr Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak. terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas. A. Mexico dan Puerte Rico. buah dalam sirop dan lain-lain. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat. Smith. Fax. 4. Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. MANFAAT TANAMAN Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya. Berdasarkan habitus tanaman. protease atau peptide). 021 316 1952. Fritzmuelleri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.B.

Iklim 1) Tanaman nanas dapat tumbuh pada keadaan iklim basah maupun kering. namun nanas sangat suka jika ditanam di tempat yang agak miring.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Luas panen nanas di Indonesia + 165. begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6. lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir.2. SYARAT TUMBUH 5.5. C (daerah agak basah). 2) Pada umumnya tanaman nanas ini toleran terhadap kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun. F.1. Media Tanam 1) Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas. gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah. Kalium. subur. dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam. E (daerah agak kering) dan F (daerah kering). B (daerah basah). 5. Tipe iklim A terdapat di daerah yang amat basah. Meskipun demikian.5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor.690 hektar atau 25. baik tipe iklim A. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. sebab tanaman yang terendam akan sangat mudah terserang busuk akat. 021 316 1952.go. Akan tetapi tanaman nanas tidak toleran terhadap hujan salju karena rendahnya suhu. 5.H. 4) Kelerengan tanah tidak banyak berpengaruh dalam penanaman nanas.5-6. Fax. http://www. Hal yang harus diperhatian adalah aerasi dan drainasenya harus baik. B. Kalsium.000 hektar). 3) Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan unsur-unsur hara yang dapat larut di dalamnya.id .5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. C maupun D.24% dari sasaran panen buah-buahan nasional (657. tidak becek (menggenang). tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 derajat C. 2) Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4. D (daerah sedang). dan Molibdinum dengan cepat. sehingga begitu ada air yang melimpah. Belerang. 4) Suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman nanas adalah 23-32 derajat C. E. 3) Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 3371% dari kelangsungan maksimumnya.ristek. Magnesium. Sedangkan tanah yang asam (pH 4. Akan tetapi kandungan air dalam tanah jangan terlalu banyak. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

Jl.id . 021 316 1952. Fax. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www.ristek.

jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman. Ketinggian Tempat Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. 021 316 1952.id . Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.H. dan mudah dalam pengangkutan. tunas batang. Jl. jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit. Pembibitan Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. Fax. (jarang digunakan). 1) Persyaratan Benih Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. 021 316 9166~69. sehat serta bebas dari hama dan penyakit. Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong Hal. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl. Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. seragam. M. Penyiapan bibit tunas batang: memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. 6. mudah diperoleh dalam jumlah banyak.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyiapan Benih Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji.3. tunas buah. pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang. mahkota buah dan stek batang. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar. bentuk daun lebih langsing. Tunas batang dan stek batang. masa remaja tunas akar relatif pendek. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari bagian batang yang terletak di dalam tanah. http://www. bebas hama dan penyakit.1. kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang.ristek. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm.

Hal.698 .go.5 . 021 316 9166~69. Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. http://www. tergantung jarak tanam. akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab. Fax. setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam. 3) Teknik Penyemaian Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus.TTG BUDIDAYA PERTANIAN untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan. sistem tanam dan jenis bibit. Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh.15.H. kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. ditanam di kebun. Atau 12. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1. 5) Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan. Media semai berupa pasir bersih dalam bak tanam. Untuk penyiapan bibit nanas dari stek. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman. dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening). 021 316 1952. pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut.2.ristek.5 cm dan jarak tanam 5-10 cm.000-77. M. Jl. jenis nanas. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. 4) Pemeliharan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Campuran media berupa tanah halus. Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit. langkah pertama yang dilakuakan adalah memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2. kesuburan tanah.000 bibit tanaman per Ha.5 cm.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

H. 5) Pemupukan Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar.id . Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. bisa berakibat fatal pada produksi tanaman. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm. 021 316 1952. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm. 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah. Jl. Fax. setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut.ristek. 4) Pengapuran Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah.5. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas. tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. Bila tidak turun hujan. http://www.5). Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur. namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. 021 316 9166~69. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benarbenar matang dan siap ditanami.5. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. M. 2) Pembukaan Lahan Untuk membuka suatu lahan.5-6. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. karena. jarak antar bedengan 90150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam.2.

6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id . 021 316 1952. http://www.go.H. 021 316 9166~69.ristek. Fax.

3) Cara Penanaman Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. 6. 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm. Hal. dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm. khususnya nanas. Fax. dan jarak antar barisan adalah 90 cm.ristek. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam. (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam. 021 316 1952. (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan. tugal atau alat lain. dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm. fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .3. M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN urea. 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu. (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm. dalam kurun waktu setahun. yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan. Jl.

agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam.H. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan. unsur hara dan sinar matahari.5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha.ristek. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. http://www. Fax. 3) Pembubunan Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas. Dosisi anjuran satu tablet tiap tanaman b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA. M. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun. Hal. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62.go. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. 021 316 1952. sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit.4. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. TSP. Jl. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat. Bentuk pupuk berupa tablet. atau SP-36 dan KCl 1. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan. 2. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: a) Pupuk NPK tablet (Pamafert) 1. berat 4 gram setiap tablet 3. 2) Penyiangan Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air. sehingga drainase menjadi normal kembali. namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro 2. 021 316 9166~69. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.id .

HAMA DAN PENYAKIT 7.) Ciri: berupa kumbang kecil. meletakkan telur pada bekas luka bagian buah. Gejala: menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah. seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar.) Ciri: Lalat berukuran kecil. bentuk langsing berkaki 6. 5) Pengairan dan Penyiraman Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama. Gejala: menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri). Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. 021 316 9166~69. kemudian tutup dengan tanah. (2) kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. 3) Lalat buah (Atherigona sp. bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek.go. 2) Kumbang (Carpophilus hemipterus L. kemudian menetas menjadi larva. 7. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali.H. kemudian menjadi larva berwarna putih. 021 316 1952. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. Jl. bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung. Gejala: merusak/ memakan daging buah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. http://www. larva berwarna putih kekuningan. M. Pengendalian: dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida. Fax. buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas. Hama 1) Penggerak buah (Thecla basilides Geyer) Ciri: kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal.id . kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri. namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup. berwarma coklat/hitam. berambut tipis.

021 316 1952. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.id . Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

Gejala: menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak. membuang buah yang terserang lalat buah.ristek. sedangkan busuk akar dinamakan root rot. Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis. cinnamomi Rands.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hingga menyebabkan busuk lunak.H. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang. bulat dan datar.2. 021 316 9166~69. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang. sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat. nematoda. 6) Ulat buah (Tmolus echinon L) Ciri: Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil. bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang.5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. berwarna putih kekuningan/keabu-abuan. curah hujan tinggi.5 mm. bergerombol menutupi buah dan daun. Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M. Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida Decis 2.5 mm. bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat. 7. pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat. tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C. dan bermata besar. 5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne) Ciri: Serangga berukuran kecil diameter ± 2. http://www. alat-alat pertanian. tikus. 4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima) Ciri: Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1. Jl. serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan 7) Hama lain: rayap. Penyakit busuk hati disebut hearth rot. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang. seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Penyakit 1) Busuk hati dan busuk akar Penyebab: cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P. (2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. air yang mengalir. berwarna coklat.kadang menyerang tanaman nanas.go.id . Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun. 021 316 1952. (2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.

Jl. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www.ristek. M. Fax. 021 316 1952.H.go.id .

id . (2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate. seperti Dithane M-45 atau Benlate. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan. hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. Ciri dan Umur Panen Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan.H.. dan memotong/mencabut tanaman yang sakit. sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Penyakit ini sering disebut base rot. hujan dan tanah. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh. mengurangi kelembapan sekitar kebun. Moreu. daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen: a) Mahkota buah terbuka. Pengendalian: (1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah. atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. meliputi penggunaan bibit yang sehat. Gulma Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. 021 316 1952. Fax. berbau khas. b) Tangkai ubah mengkerut. tergantung dari jenis bibit yang digunakan. layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN nekrotis. PANEN 8. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif. http://www. adanya luka-luka mekanis pada tanaman. Jl. pembusukan pada sistem perakaran. Pengendalian: harus dilakukan secara terpadu. besar dan bentuknya bulat.ristek. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya. menanam bibit pada cuaca kering. pemotongan/pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit. dan akhirnya tanaman mati. 8. Gejala: pada bagian pangkal batang. dan menghindari luka-luka mekanis. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. 7. busuk bibit oleh cendawan Pythium sp. c) Mata buah lebih mendatar. buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam. daun. 3) Penyakit Lain Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom.3. (2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam.go. 2) Busuk pangkal Penyebab: cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. angin.

go. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.id . 021 316 9166~69.ristek. Fax. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Klasifikasi buah berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam. Cara Panen Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. dan ketiga 25% dari jumlah yang ada.go. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. http://www.2. Cara peremajaan adalah membongkar seluruh tanaman nanas untuk diganti dengan bibit yang baru. Pengumpulan Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna bagian dasar buah kuning. memar.4. tergantung jenis nanas dan sistem tanam. kedua 50%. busuk. 8. 9. 9. Prakiraan Produksi Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. Pemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali. Jl. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar. PASCAPANEN Buah nanas termasuk komoditi buah yang mudah rusak. 8. 021 316 1952. susut dan cepat busuk. Fax.3.ristek. e) Timbul aroma nanas yang harum dan khas. atau mentah secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal. setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai. Hal. 021 316 9166~69. Periode Panen Tanaman nanas dipanen setelah berumur 12-24 bulan. Penyortiran dan Penggolongan Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan buah yang rusak. 8.1.2. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Panen pertama sekitar 25%.id . Oleh karena itu. M. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Penyiapan lahan sampai penanaman dilakukan seperti cara bercocok tanam pada lahan yang baru. 9.H. jenis maupun tingkat kematangannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

570. Bibit 45. Rp. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan jika harga turun.750. Produksi tahun ke-1: 75% x 45..4. Keuntungan tahun ke-1 4.813.140. Rp. 021 316 1952. Pupuk . lalu dipilih (sortasi) berdasarkan tingkat kerusakannya agar seragam. 9..250.Biaya lain-lain (tidak terduga 10%) Jumlah biaya produksi 2) Hasil penjualan dan laba (keuntungan) 1. 3.312. Pemeliharaan tanaman 200 HKW @ RP.000. Fax. Produksi tahun ke-2: 80% x 45. Pengemasan dan Pengangkutan Kegiatan pengemasan dimulai dengan mengeluarkan buah nanas dari lemari pemeraman. 150.650. Pengolahan tanah borongan 7.000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya nanas dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya produksi 1.Rp.000. Rp.800. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000. Kemudian buah nanas dibungkus dengan kertas pembungkus lalu dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu atau dos karton bergelombang. 1.1.000.360.7. Pestisida 6. 600. Rp.5.Rp. Rp. 750. 021 316 9166~69.000 x Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Panen dan pascapanen 100 HKW +10 HKP 10.1.1. Pemupukan & penanaman 10 HKP @ Rp.500.. Rp. 1. Jl. Biaya produksi tahun ke-1 3.500.Rp.750.1.000. 5. Rp.. 150. 10.000.go. buah nanas diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran.000.Pupuk kandang 20 ton @ RP.000.000. Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.19.813. 5.Rp.500.- Rp. http://www.+100 HKW 8.570. 25.000 x Rp 750.000. Sprayer dan alat pertanian 3. 19.000 batang @ Rp.750.247.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Ukuran wadah pengemasan 60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi.375.H.750. Rp.000.id . 2.000.-/buah Rp.Rp..Rp.ristek. Rp.000.4.498. 6. Nilai sewa tanah per tahun 2.250.000.500.3..400. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 5 derajat C. 27.000./buah 2. 1. sehingga untuk menunggu harga naik maka dilakukan penyimpanan. Proses pengangkutan dimulai dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan.TSP (SP-36) 200 kg @ Rp.801.KCl 150 Kg @ Rp.ZA 300 kg @ Rp.+20 HKP 9.

13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. http://www. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.id . 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

ristek. cara uji. peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Impor nanas meningkat dari 0. Ruang Lingkup Standar ini meliputi syarat mutu.id . Jerman.16 ton pada tahun 1987. dan Amerika Serikat.go. meningkat menjadi 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal yang perlu untuk dicermati adalah ekspor buah nanas Indonesia meningkat dalam 10 tahun terakhir.1. 021 316 1952. Demikian juga komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. diantarnya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple di Lampung. Keuntungan ke-2 Rp. STANDAR PRODUKSI 11.463. B/C ratio 10. 11.997 ton pada tahun 1996. sirup buah nanas dan sirup kulit buah nanas. Negaranegara di Asia Tenggara merupakan eksportir utama buah nanas dunia. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata. http://www. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar. Jl.000. 12. Dari segi nilai. 5%. kebutuhan nanas dunia tahun 1996 akan naik sebesar 5% kebutuhan dunia saat ini. Pabrik pengalengan buah nanas sudah banyak di bangun. Fax.H. Thailand merupakan negara eksportir terbesar pada tahun 1995. Dalam era globalisasi ini. Ekspor Indonesia pada tahun 1987 sebesar US$ 60. Biaya produksi tanpa dihitung bibit & alat pertanian tahun ke-2 Rp.28 11.3) Parameter kelayakan usaha 1. Padahal menurut proyeksi. Ekspor Indonesia tahun 1987 sebesar 26.750. 7.952 ton meningkat menjadi 83. Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia.2. Diskripsi Standar mutu buah nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 013166Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yaitu sekitar 39% dari ekspor nanas dunia. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan nanas. terutama bila nanas diolah menjadi makanan kaleng seperti selai nanas.36 ton pada tahun 1995. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia. M. = 1. Sedangkan untuk impor nanas Indonesia mengalami peningkatan namun dalam jumlah kecil. 021 316 9166~69. Negara tujuan ekspor adalah Perancis.766 ribu pada tahun 1996.350.6. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditas buah nanas sangat besar.2.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1992. Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu, yaitu mutu I dan II. a) Kesamaan sifat varientas: mutu I=seragam; mutu II=seragam; cara uji organoleptik. b) Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; mutu II=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; cara uji organoleptik. c) Kekerasan: mutu I=keras, mutu II=keras; cara uji organoleptik. d) Ukuran: mutu I=seragam, diameter min. 9,5 cm; mutu II=kurang seragam; cara uji SP-SMP-309-1981. e) Gagang: mutu I=teropong rapi; mutu II=teropong rapi; cara uji organoleptik. f) Mahkota: mutu I=satu, utuh rapi, ukuran normal; mutu II=tidak dipersyaratkan; cara uji organoleptik. g) Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5; mutu II=maksimum 10; cara uji SP-SMP310-1981. h) Busuk (%): mutu I=maksimum 1; mutu II=maksimum 2; cara uji SP-SMP-3111981. i) Kadar total padatan terlarut (%): mutu I=minimum 12; mutu II=minimum 12; cara uji SP-SMP-321-1981 j) Kotoran: mutu I=bebas kotoran; mutu II=bebas kotoran; cara uji organoleptik. 11.4. Pengambilan Contoh 1) Produk dalam ikatan/kemasan Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan/ikatan diambil contohnya sebanyak 5 buah nanas, dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 5 buah untuk dianalisis. 1. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah sampai dengan 100 : jumlah contoh 5 2. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 101 sampai 300 : jumlah contoh 7 3. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 301 sampai 500 : jumlah contoh 9 4. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 501 sampai 20 : jumlah contoh 10 5. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah Lebih dari 1000 : jumlah contoh 15 (min) Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan di lapangan. 2) Produk dalam curah (in bulk) Sekurang-kurangnya 5 contoh diambil secara acak sesuai dengan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil dari bagian atas, tengah dan bawahserta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 10 kg untuk dianalisa. Dalam hal berat nanas yang diambil contohnya lebih dari 2 kg/buah, setiap pengambilan contoh sekurang-kurangnya terdiri dari 5 buah nanas.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1. Jumlah berat lot s/d 200 kg berat : contoh minimal yang diambil 10 kg Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2. 201 s/d 500 kg berat : contoh minimal yang diambil 20 kg 3. 501 s/d 1000 kg berat : contoh minimal yang diambil 30 kg 4. 1001 s/d 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 60 kg 5. Lebih dari 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 100 kg Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan dilapangan. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Nanas dikemas dalam keranjang bambu, peti kayu ataupun karton dengan atau tanpa bahan penyakit dengan berat bersih maksimum 40 kg. Atau diikat dengan tali, masing-masing ikatan terdiri dari maksimum 10 buah nanas. Pemberian merek untuk nanas yang dikemas dalam kemasan pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan: a) Nama barang. b) Jenis mutu. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. d) Berat bersih. e) Jumlah nanas/kemasan. f) Daerah asal. g) Produksi Indonesia. h) Tempat/negara tujuan.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius. Yogyakarta 2) Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press (UI-Press). Jakarta 3) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kanisius. Yogyakarta 4) E.W.M., Verheij & R.E. Coronel. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara II; Buah-buahan Yang Dapat Dimakan. PT. Gramedia Pustaka Utama dan Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. 5) Natawidjaja, P. Suparman. 1983. Mengenal Buah-buahan yang Bergizi. Pustaka Dian. Jakarta.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6) Rukmana, Rahmat. Yogyakarta.

1996.

Nanas

Budidaya

dan

Pascapanen.

Kanisius.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

PADI
( Oryza Sativa )

1.

SEJARAH SINGKAT

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Hal. 1/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp. Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varitas unggul nasional berasal dari Bogor: Pelita I/1, Pelita I/2, Adil dan Makmur (dataran tinggi), Gemar, Gati, GH 19, GH 34 dan GH 120 (dataran rendah). Varitas unggul introduksi dari International Rice Research Institute (IRRI) Filipina adalah jenis IR atau PB yaitu IR 22, IR 14, IR 46 dan IR 54 (dataran rendah); PB32, PB 34, PB 36 dan PB 48 (dataran rendah).

3.

MANFAAT TANAMAN

Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

4.

SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional adalah 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Dengan adanya krisis ekonomi, sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha, sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.

Hal. 2/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim a) Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. b) Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. c) Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C. d) Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. e) Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. 5.2. Media Tanam a) Padi gogo 1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara. 2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. 3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0. b) Padi sawah 1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. 2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. 3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 3/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.3. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat benih yang baik: a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan 80%. 2) Penyiapan Benih Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Padi sawah Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi. b) Padi Gogo Benih langsung ditanam di ladang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5) Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1) Pengolahan Lahan Padi Sawah a) Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. b) Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. c) Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. d) Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. e) Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata. 3) Pengolahan Lahan Padi Gogo Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: a) Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. b) Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik. c) Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. d) Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. e) Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Tanam Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 5/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacangkacangan. 2) Penanaman Padi Sawah Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar. Jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm. 3) Penanaman Padi Gogo Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara: a) Di dalam lubang tanam Kedalaman lubang 3-5 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Satu lubang diisi dengan 5-7 butir benih dan ditutup dengan pupuk kandang dan abu, debu atau tanah halus. b) Di dalam larikan Terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan bantuan kayu berujung runcing dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm. Benih ditaburkan ke dalam aluran. 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit. 2) Penyiangan Padi Sawah Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

Hal. 6/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Pengairan Padi Sawah Syarat penggunaan air di sawah: a) Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras. b) Air harus bisa menggenangi sawah dengan merata. c) Lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan. d) Air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk. e) Genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit. 4) Pemupukan Padi Sawah Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, TSP=75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha. Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai. 5) Penyiangan dan Pembumbunan Padi Gogo Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. 6) Penyulaman Padi Gogo Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. 7) Pemupukan Padi Gogo a) Pupuk organik Berasal dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria juncea yang berumur 4-6 bulan atau dari pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik dibenamkan ke tanah dengan dosisi 10-30 ton/ha.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

b) Pupuk anorganik Pupuk yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. 8) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1. Hama putih (Nymphula depunctalis) Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G. 2. Padi trip (Trips oryzae) Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP. 3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide. 7.2. Hama di Sawah a) Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 8/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

impicticep). (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G. Dapat menimbulkan kerugian besar. Gejala: pucuk tanaman layu. c) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. melepas musuh alami seperti jangkrik. 021 316 9166~69. IR 64. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC. buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. daun mengering dan seluruh batang kering.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 48. Tanaman ada yang menjadi kerdil. Opetrofur 3G. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Dharmacin 50 WP. Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. f) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. incertulas).H. daun tanaman kering dan mati. Menyerang batang dan pelepah daun. http://www. Karphos 25 EC. mengumpulkan dan memunahkan telur. Dharmabas 500 EC. Cimanuk. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. M. d) Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi. membersihkan lingkungan. Jl. Dharmafur 3G. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC. membakar jerami. Pengendalian: (1) bertanam serempak. Larvin 75 WP. peningkatan kebersihan. Malai yang dihasilkan kecil. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tomafur 3G. Furadan 3G. Fax. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur. Kiltop 50 EC. b) Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan. (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP. kuning (T. Merusak dengan cara mengisap cairan daun. melepas musuh alami seperti laba-laba. Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. Dimilin 25 WP. kepinding dan kumbang lebah. bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut.telurnya. e) Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata).id .go. meningkatkan kebersihan lingkungan.ristek. berwarna coklat dan tidak enak. penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV. 021 316 1952. Progo dsb.

021 316 9166~69. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .H. Fax.go. http://www.ristek.

puntulata. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. Gejala: menyerang daun dan pelepah. buku pada malai dan ujung tangkai malai. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. bondol hitam L. biji kecambah busuk dan kecambah mati. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan. (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC. pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pengendalian: pergiliran tanaman. peking L. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. gelang buku. Serangan menyebabakn daun. padi dewasa busuk kering. gropyokan. Biji berbercakbercak coklat tetapi tetap berisi. menggenangi sawah. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. pemupukan berimbang. Jl. g) Burung (manyar Palceus manyar. Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP.H. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP. Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. Fongorene 50 WP. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Menyerang padi menjelang panen. Penyakit a) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). ferraginosa dan bondol putih L. Gejala: menyerang pelepah. 021 316 1952. M. (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200. tangkai buah patah. gelatik Padda aryzyvora. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu. 7. ferramaya). Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum.ristek. intensif dan teratur. menanam varitas unggul Sentani.id . http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. penggunaan pestisida dengan tepat. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun.3. sanitasi. b) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae.) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. Gejala: menyerang daun. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. malai. c) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot. 021 316 9166~69. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). Cimandirim IR 48. biji berserakan. pipit Lonchura lencogastroides. mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri. IR 36. d) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. menanam padi tahan penyakit ini. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini.

H. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www. 021 316 9166~69. Jl. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. 021 316 1952.

menghindari luka mekanis. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. daun terkulai. anakan banyak tetapi kecil. Pengendalian: menanam varitas unggul. g) Penyakit kresek/hawar daun Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga daun seperti terbakar.ristek.id . Serangan menyebabkan gagal panen.go. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora. buku-buku pendek. berwarna hijau kekuningkuningan. h) Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak Penyebab: bakteri X. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. i) Penyakit kerdil Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. jumlah tunas berkurang. Penyakit ini sangat merugikan. sanitasi lingkungan. daun kuning hingga kecoklatan. translucens. (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex WP. 021 316 1952. Pengendalian: sulit dilakukan. Terdapat garis-garis di antara tulang daun. Cipunegara. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar. http://www. tanaman padi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. IR 46. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. Jl. M. akar membusuk. pembungaan tertunda. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. Cisadane. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. daun menjadi pendek. daun mengering dan mati. pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP. menghindari luka mekanis. Gejala: menyerang malai dan biji muda.H. usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor. Fax. batang pendek. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. mencelupkan benih pada larutan merkuri. pertumbuhan tanaman kurang sempurna. 021 316 9166~69. sempit. j) Penyakit tungro Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps. f) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36.

id .ristek. IR 52. IR 48. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. IR 54. http://www. IR 46. IR 36. 021 316 1952. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. IR 42.H. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN malai kecil dan tidak berisi.

bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau.4.2. DMA 6 dll. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha.id .1.H. dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. Jika menggunakan mesin pengering. panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar. kadar air gabah 21-26 %. waktu dapat dihemat.3. Jl.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi. M. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu. 9. 8. Fax. butir hijau rendah. jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML. Lakukan secepatnya setelah panen. Gulma Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha. Secara tradisional padi dijemur di halaman. Dengan menggunakan mesin perontok. c) Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. Cara Panen Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Difenex 7G. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual. menyiangi).go. Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut. b) Pembersihan. 021 316 9166~69. dengan alat Reaper binder. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. Ciri dan Umur Panen Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga). 8. PASCAPANEN a) Perontokan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. http://www. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang. 021 316 1952. gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar). 8. Perkiraan Produksi Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif. PANEN 8.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id . http://www.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek. 021 316 1952. Jl. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Rp.. Rp. 6. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).160. Tenaga kerja .PPC/ZPT 4.Pengolahan tanah dgn mesin 15 HOK @ Rp.40. Jl.000.000. 8.223. Rp. Rp.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.Pemupukan 9 HOK @ Rp.000.6.1. Petani menjual padi ke Bulog dengan harga yang ditentukan pemerintah (saat ini seharga Rp.000. 600.Penyiangan 15 HOK @ Rp. Rp.000. Pestisida 5.50. Rp. 8.1. Rp. Keadaan ini sangat merugikan petani.750.201 kg (GKG) @ Rp.Urea: 200 kg @ Rp.72.ZA: 50 kg @ Rp.32. 8. Rp.450.KCl: 75 kg @ Rp.000.Menanam 20 HOK @ Rp.000. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras.000.Persemaian 5 HOK @ Rp.. 021 316 9166~69. Perkiraan analisis budidaya padi (nasional) permusim panen dengan luas lahan 1 hektar masa tanam tahun 1999.000.SP-35: 100 kg @ Rp.Ongos angkut ke pasar 7. 26.500/kg). 576.000. Rp.. Rp. Rp.75.450. Bunga bank Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 4. .Rp. 10..000. 2.64.000.000. Rp.id Rp.000. 8.000.000 .3.Rp. Bibit: benih 25 kg @ Rp. http://www. M. 148. Pupuk . 1.Rp.Rp. Fax. 1.Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp.000. 021 316 1952.ristek. Panen dan pascapanen .go. (sumber: Departemen Pertanian) a) Biaya produksi 1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Keadaan ini semakin memburuk dengan dihilangkannya subsidi pupuk.- Rp.000.120. 1.120..000.650.705.1001. 2.6.600. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Budidaya padi untuk mencapai keuntungan yang layak sulit diwujudkan.918.. angkut 72 HOK @ Rp.000.220.994..123.. Analisis Budidaya Usaha Harga padi yang sangat ditentukan pemerintah menyebabkan petani sering kali merugi karena modal dasar tidak seimbang dengan harga gabah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penyimpanan.600. Sewa lahan 2.037. bulog tidak memiliki cukup uang untuk membeli padi rakyat sehingga menunggak pembayaran ke petani.. 3.091.Merontok. keringkan. Pada saat penen raya.H. 15.000.115.000. 8. 1. Rp.

M. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. Jl.id .

mutu III=14.0.0.3.1. Pemerintah.0. Ruang lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi. Tanpa perubahan tata niaga beras dan pengurangan campur tangan pemerintah.H.0. Bebas dari bahan-bahan kimia seperti sisa-sisa pupuk. dilain pihak.ristek. Klasifikasi dan Standar mutu a) Persyaratan kualitatif 1. syarat penandaan dan pengemasan. B/C Ratio 10. Dengan memperhatikan hal di atas seharusnya agribisnis padi dapat menarik banyak para investor.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. 2. Bebas bau busuk. STANDAR PRODUKSI 11. agribisnis padi akan tetap tidak banyak diperhitungkan dan diminati oleh investor di bidang pertanian. http://www.id . syarat mutu.1 juta ton beras untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat. 3. 021 316 1952.0.745. cara pengambilan contoh. mutu II=2.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.096. 2. Fax. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. 4. harga beras sangat ditentukan pemerintah dan tidak dinamis seperti halnya tanaman hortikultur atau perkebunan sehingga umumnya petani padi sering merugi. Bebas hama dan penyakit. pada tahun 1998 mengimpor 3. mutu II=14. insektisida. Gabah tidak boleh panas. 3.= 1. b) Persyaratan kuantitatif 1. 11. Jl. Gabah hampa maksimum (%): mutu I=1. cara uji.03 Beras adalah makanan pokok sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi di dunia. 11. 021 316 9166~69. 11. Kebutuhan beras nasional tidak terpenuhi oleh produksi beras dalam negeri karena itu kita masih selalu mengimpor beras.go. Namun demikiaan. M. asam atau bau-bau lainnya. mutu III=3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.2. fungisida dan bahan kimia lainnya.0. Diskripsi Standar mutu gabah di Indonesia tercantum dalam SNI 0224-19870.

M. 021 316 9166~69. http://www.go. 021 316 1952. Jl. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

6. mutu III=10. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia.0. http://www. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. 11.0. h) Tujuan. mutu III=1.0.0.H. mutu III=4.0.0. Benda asing maksimum (%): mutu I tidak ada. Jl. 4.0. 7. mutu II=2. mutu III=7. mutu II=0. Petunjuk Perlakuan Pasca Panen Tanaman Padi. 1982. 12. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. mutu II=5.5. Butir rusak dan gabah muda maksimum (%): mutu I=1. 5. Longman. Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya.id . e) Berat bruto. M. mutu II=5. Pengambilan Contoh Sedangkan untuk cara pengujian mutu dan pengambilan contoh terdapat dalam “Petunjuk pengujian mutu dan pengambilan contoh “ yang disajikan tersendiri dalam pelaksanaan standar (implementasi). 021 316 9166~69. Butir rusak dan butir kuning maksimum (%): mutu I=2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Tingkat mutu gabah rendah (sample grade) adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan tingkat mutu I.II dan III tidak memenuhi persyaratan kualitatif.0.5.0.0. b) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat.0. g) Nomor karung. f) Berat netto.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Rice. d) Nama perusahaan/pengekspor.go.0. Yogyakarta. 1990. Singapore Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.0. Penerbit Kanisius. b) Daerah asal produksi.H.ristek. Butir merah maksimum (%): mutu I=1. c) Griest.4. D. mutu III=10. mutu II=5. Gabah varientas lain maksimum (%): mutu I=2. 11. c) Nama dan mutu barang. Budidaya Tanaman Padi.

021 316 9166~69.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.go.H. Jl. http://www. 021 316 1952. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.

BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1994. 021 316 1952. Fax. http://www.ristek. Jl. M.id . Dr & Agus Setyono. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jakarta. Padi. Dr. Jakarta. Proyek PEMD. 021 316 9166~69. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Suparyono. Penebar Swadaya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. 6) Myristica malabarica Lam. SEJARAH SINGKAT Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia. 3) Myristica fattua Houtt. Hal. antara lain: 1) Myristica fragrans Houtt.H.ristek. 2. Fax. karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Myristica argentea Ware. 021 316 9166~69. JENIS TANAMAN Tanaman pala memiliki beberapa jenis. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PALA ( Myristica Fragan Haitt ) 1. http://www. 021 316 1952. pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera. 5) Myristica Sucedona BL. 4) Myristica specioga Ware. M.id . Jl.

Jenis Myristica specioga.1. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. 021 316 9166~69. Iklim 1) Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. Aceh dan Maluku. Irian Jaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. kKristal daging buah pala. 3. Myristica sucedona. minuman dan kosmetik. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai rempah-rempah. 4. marmelade. Fax. Hal.go.id . Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri 2) Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala. 5. manisan pala. 021 316 1952. SYARAT TUMBUH 5.809 hektar dengan daerah penyebaran yang terpusat di Sulawesi. misalnya: asinan pala. sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya.H. 4) Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan. disebut “bunga pala”. M. 3) Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. selai pala. dan Myristica malabarica produksinya rendah sehingga nilai ekonomisnya pun rendah pula. SENTRA PENANAMAN Jika dilihat data pada tahun 1971 lalu. 1) Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. obat muntahmuntah dan lain-lainya. luas tanaman pala di Indonesia sekitar 22. pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan. http://www. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua.

Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. http://www. subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. 5. (2) biji illegitiem. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan. curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun.go. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih. 021 316 9166~69. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas.H. Ketinggian Tempat Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. 2) Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5. Fax. 3) Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan.3.ristek. yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih. agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang.5 – 6. tetapi asal putiknya jelas diketahui. Jl. (3) biji Propellegitiem.id . PEDOMAN BUDIDAYA 6.1. yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui). maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. yaitu: (1) biji legitiem. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng. 5. 6. Pembibitan 1) Perbanyakan Cara Generatif (Biji) a) Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji.5. 2. Tanaman ini peka terhadap gangguan air. M. yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari: 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan.2. Media Tanam 1) Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur. produksitivitas tanaman akan rendah. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id . 021 316 1952.go. Fax. 021 316 9166~69.H. M. http://www.

ristek. b) Penyemaian Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. yaitu: Sumatera Barat. 021 316 1952. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: KB. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1. berbentuk agak bulat dan simetris. paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. Jawa Barat. 010/42/SK/ DJ. Fax. Sulawesi Utara dan Maluku. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 cm dan panjangnya 5-10 cm. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dewasa yang tumbuhnya sehat. yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma). BUN/9/1984. Jl. http://www. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat. Kemudian bijibiji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id . tidak terserang oleh hama dan penyakit. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya. 021 316 9166~69. Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di 4 propinsi. kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat.H. (2) mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik. Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. tergantung biji pala yang akan disemaikan. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh.

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . Fax. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. M.ristek. 021 316 9166~69.go.

Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan. Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. http://www.ristek. maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). Cara mencangkok (marcotern): a) Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti. maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Batang/cabang yang sudah berkayu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak. batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar. M. 021 316 1952. Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun. bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan. Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami. bagian tengah dan bagian atas. maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa. Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. 021 316 9166~69. Bila menggunakan pembalut dari palstik. 2) Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren) Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok). Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan. Fax. Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak. Agar tidak tergenang air.H. tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda. b) Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. Hal. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. Jl.

Dalam waktu 4–6 minggu. maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. 3) Perbanyakan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi) Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. grafting) Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu : 1. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yakni: a) Penyambungan Pucuk (entern. maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69. batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. Forkert Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi). http://www. ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 2. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu. maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Setelah beberapa waktu. Okulasi “T” 3.ristek. Sistem penyambungan ini ada dua cara. kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik. b) Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu. tanaman sudah dapat ditanam di lapangan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. 4) Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting) Dalam sistem penyusuan ini. Setelah 4 bulan. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama. c) Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia. Enten sisi (segi tiga) b) Penyambungan mata (okulasi) Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 1. Enten pangkas atau kopulasi 3.id . Okulasi biasa (segi empat) 2. Jika telah tumbuh sempurna.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax.go. Jl. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.id .ristek.

biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0. dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur. kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Perbanyakan Cara Stek Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0.3. Fax. Bila bibit pala yang berasal dari cangkok. 6. bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif. biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m. Jl. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak. http://www. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu. di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan.go. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. 6. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan.H. teras kredit/teras bangku.ristek.5%. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng.6%. M. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik.2. maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran.5% larutan hormaon IBA. Teknik Penanaman Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan.id . Setelah bibit-bibit tersebut ditanam. yaitu dapat membentuk teras guludan. maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. Pengolahan Media Tanam Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5%.6% dalam bentuk kapur.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www.H.go. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.ristek.

setelah dilakuakan pada akhir musim hujan. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. 021 316 9166~69. Dalam menggali lubang tanam. kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. Pemeliharaan Tanaman Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman. misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam. lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah. Setelah beberapa waktu. lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. Setelah bibit di tanam. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam). M. Jl. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon). pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat. setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar. 021 316 1952. Pada waktu tanaman masih muda. 6.go. http://www. tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun. maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. terutama jika pembuatannya pada musim hujan. Urea dan KCl.id . 2) Pada akhir musim hujan.ristek. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m. tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu. pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan. lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. 1) Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik. Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. 3) Sebelum pemupukan dilakukan.H. yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. kemudian pupuk TSP. Fax.

http://www. M. Fax.id . Jl. 021 316 9166~69.ristek.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

di mana didapat serbuk kayu. cabang atau ranting tanaman yang diserang.H. 021 316 1952. HAMA DAN PENYAKIT 7. dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua.go. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam.ristek. Di dalam biji tersebut.1. 2) Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.5– 1 cm. Fax. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya. 2) Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0. 3) Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala. masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang. Jl.id . Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. jika bercak hitam itu dikupas. memangkas bagian yang terserang dan dibakar. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. M. maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan.coklatan pada bagian kuliat buah. 7. Hama 1) Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar. Pengendalian: (1) membuat saluran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang.2. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat. insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. Penyakit 1) Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang.

id . M.go. 021 316 1952.ristek. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pembuangan air (drainase) Hal. 021 316 9166~69. Jl.

ristek. baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini. tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya. kemudian dibakar. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. ranting dan daun. (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm. (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. Jl. yakni 2–4 minggu sekali. Hal. Fax. Pengendalian: dengan busuk buah kering. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida. 3) Rumah Laba-Laba Menyerang cabang. 021 316 1952.go. 021 316 9166~69. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Pengendalian: memangkas cabang.id . http://www. 6) Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur. 4) Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. M. misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon. pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. Gejala: berupa bercak berwarna coklat. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi. karbendazim dan benomi. bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi. fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb. yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur.pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabangcabangnya yang berdaun rimbun. kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan. 5) Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang baik. (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin. ranting dan daun yang terserang.

yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan). http://www.1. Di Daerah Banda. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %. Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal. PANEN 8. 9. 021 316 9166~69. (2) yang kurus atau keriput. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua). dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah.ristek. Cara Pemetikan Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok). maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. dan (3) yang cacat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. PASCAPANEN 9. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Jl.go.H. 9. 8. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari. Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang). Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh. Hal.2. fuli dan bijinya dipisahkan. 021 316 1952.2. Ciri dan Umur Panen Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. M.id . buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah. panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan).1. Fax.

yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Isi biji yang sudah kering. kemudian dilakukan pengapuran. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus. Warna fuli yang semula merah cerah. 9.ristek. b) Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala.3. 021 316 1952. 021 316 9166~69. c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun. Jl. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji.4. c) Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji. setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. kemudian diangin-anginkan.go. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. http://www. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam. misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui. M. Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Biji-biji pala yang sudah kering. yaitu: a) Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: a) Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji. b) Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji. yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) 9. Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara. Fax. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952. Jl. http://www.go.ristek. 021 316 9166~69.id . 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil.2. Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan dipasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi. M.H.1.2. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.327 ton pada tahun 1971. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga. Jawa Barat dan Aceh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Produksi pala pada tahun 1962 sebesar 3. terutama di daerah-daerah Maluku. yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar. Fax. STANDAR PRODUKSI 11. http://www.1. Analisis Budidaya … 10. cara pengujian mutu. Peranan ekspor pala itu cukup besar bagi petani.id .192 hektar dengan jumlah produksi sekitar 18. Irian Jaya. Dalam jangka waktu 10 tahun tersebut. Sulawesi Utara.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. India dan beberapa negara penghasil pala lainya sedangkan 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi Indonesia. 10. Hanya sekitar 40% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Granada. Sulawesi Selatan. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi pala (biji dan fuli) setiap tahun terus meningkat. waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan.200 ton meningkat menjadi 10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.649 ton pertahun kenaikan produksi itu terutama disebabkan untuk perluasan tanaman pala yang sekiatar 90% merupakan pertanaman rakyat. 021 316 1952. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. 11.go. kenaikan produksi pada rata-rata 22% pertahun luas areal pala nasional pada tahun 1985 diperkirakan 70. Jl. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 021 316 9166~69. Usaha 11.

021 316 9166~69. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek. http://www.id . 021 316 1952.H.go. M.

ringan Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut. c) Pala kupas B.id . 2) Pala kupas RIMPEL: 1.P. biji relatif berat 2. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg). bji relatif berat 2. lapuk dan mudah pecah. Fax. dalam satu sak berat (75 kg). c) Gruis I dan II: fuli hancur. c) Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda.W. Kriteria kualitas fuli adalah: a) Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua. kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda. keadaan fuli tidak utuh lagi. Kualitas biji pala ditentukan oleh: a) Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas. bentuk serta kematangan dari fuli.W. b) Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna.H. yakni: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg). b) Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua. 021 316 1952. kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Pala kupas ABCD: 1. Jl. tidak pecah 4. berkeriput 3. M. biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah. berkeriput 2. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik. misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesagesa. tidak diserang hama/penyekit 3) Pala kupas B.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. warnanya hitam. biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah. Klasifikasi dan Standar Mutu Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan. diserang hama dan penyakit 4. warnanya bagus (merah). http://www. 021 316 9166~69. Hal. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bentuknya sempurna dan tidak keriput 3.ristek. 1. Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli. tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan.P. tidak pecah/rusak mekanis. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik. ada kerusakan mekanis 3. keadaan fuli utuh.3. tidak diserang hama/penyakit 4.go.

tengah dan bawah. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. minimum jumlah contoh yang diambil 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.P. Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. minimum jumlah contoh yang diambil 10. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. dalam satu sak berat 75 kg. c) Pala kupas B. 021 316 1952. minimum jumlah contoh yang diambil 7.4. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. minimum jumlah contoh yang diambil 5. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg. Jl. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu.go. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Fax. 021 316 9166~69. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. Rata-rata dari setiap kualitas pala adalah sebagai berikut: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg. 11. M.ristek. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000.H. Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua.id .5.W. minimum jumlah contoh yang diambil 15. http://www. Pengemasan Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen.

id . M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. http://www.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go. 021 316 1952.

Jakarta. Fax.ristek. Yogyakarta: kanisius.H. 021 316 1952. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www. Budidaya Pala Komoditas Ekspor .id . M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Hatta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Jl. DAFTAR PUSTAKA 1) Sunanto.go.1993. 021 316 9166~69.

biasanya terus berbunga sepanjang tahun. Tanaman pepaya banyak ditanam orang. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). Memiliki bakal buah yang sempurna.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PEPAYA (Cacarica papaya. 2) Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai.id . 021 316 9166~69. M. http://www. Jl. JENIS TANAMAN 1) Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. baik di daeah tropis maupun sub tropis. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. SEJARAH SINGKAT Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. benang sari tersusun dengan sempurna. L) 1. Hal. Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi. tetapi tidak mempunyai benang sari. 2. Fax. Bunga yang besar akan menjadi buah. 021 316 1952.ristek. 1 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. 021 316 1952. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi). serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam.id . Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan. warna dan kadar vitamin. Fax. warna daging buah kuning.go. Pasar Induk Kramat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. M. 3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria. 5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap.10 dan bakal buah mengkerut.H. Jl. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa. 3. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. 4. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat. 2) Pepaya burung. harum baunya dan rasanya manisasam. Jawa Timur (kabupaten Malang). Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia.ristek. http://www. Berbenang sari 2 . kejang perut dan sakit panas. 3. 021 316 9166~69. rasanya manis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. memiliki daging buah berwarna merah semangka. 4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih). MANFAAT TANAMAN 1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”. yaitu: 1. Yang berbuah musiman. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna. 2. bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. yaitu: 1 Pepaya semangka. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pepaya Sempurna Memiliki bunga yang sempurna susunannya. Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan: 1. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. dodol pepaya. Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu. 2) Dalam industri makanan. industri farmasi dan textil.

Jl.go. 021 316 1952. 2 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Fax. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek. http://www.

Sulawesi Utara (Manado). 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 10002000 mm/tahun.3. 3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Yogyakarta (Sleman). Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu: a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar. 021 316 1952. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan.1. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Ketinggian Tempat Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah. nama tamanan akan kurus. Fax. M. http://www.1. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Sulawesi Selatan (Toraja). PEDOMAN BUDIDAYA 6. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali. 5. Apabila kekeringan air.go. Jl. 5. Lampung Tengah. 4) Kelembaban udara sekitar 40%. bunga dan buah rontok. SYARAT TUMBUH 5. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. sebelumnya bunga-bunga betina membuka. 5. meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. 3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jati DKI. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman.ristek.id . daun. 021 316 9166~69. dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur. Iklim 1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga. 2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7. 3 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit/Benih Sebagai bibit dipergunakan biji.H. Hal.2.

Jl. M. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua. Hal. 021 316 1952. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. 4 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji-biji yang sudah dikeringkan. biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Caranya biji-biji. 2) Penyiapan Benih Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). http://www. yakni 1 cm. siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan. 5) Pemindahan Bibit Bibit-bibit yang sudah dewasa. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit.5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. cukup sedalam biji. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari.go. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun. Dengan pemeliharaan yang baik. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh.H.id . Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. 021 316 9166~69.ristek. jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Disiram setiap hari. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

2. 2) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm. 5 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Untuk biji yang disemai. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan. yang digali secara berbaris. Fax. tinggi 20-30 cm.5 m. M.3. setelah diberi pupuk yang matang. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek.go. 6. 021 316 9166~69. maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu.id semak dan kotoran lain. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan dibersihkan dari rumput.H. panjang secukupnya. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. 4) Pemupukan Sebelum diberi pupuk. Jl. 3) Pengapuran Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua. dengan jarak tanam 2 x 2. setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.ristek. terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. Apabila biji ditanam langsung ke kebun. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. sebelum bibit ditanamkan bibit. jarak antar bedengan 60 cm. Hal. 021 316 1952. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. kemudian . http://www. perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu. dicangkul/dibajak dan digemburkan. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm. 2) Cara Penanaman Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji.

tergantung dari keadaan. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. 4) Pemupukan Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak. d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA. Pada musim kemarau. dicampur dan ditanam melingkar. Cara pemberian pupuk: a) Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan.ristek. 50 gram TSP dan 25 gram KCl. http://www. 60 gram Urea. 75 gramTSP.go. memerlukan pendangiran tanah. memerlukan penyiangan (pembuangan rumput).id . 50 gram ZA. Fax. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. dan 40 gram KCl.H. memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. tergantung dari keadaan.4. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga. 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA. khususnya pupuk organik. 021 316 9166~69. Jl. 2) Penyiangan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. 50 gram Urea. dan 75 gram KCl. 35 gram Urea. 3) Pembubunan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka harus dibuatkan paritparit. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas. 25 gram Urea. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat. tanaman pepaya harus sering disirami. 50 gram KCl. c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA. 75 gram TSP. 75 gramTSP.

021 316 1952.id . M.H.ristek. 021 316 9166~69. Jl. 6 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.go.

dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik. Apabila lahan telah ditanami pepaya.2. Cara Panen Panen dilakukan dengan berbagai macam cara. 021 316 9166~69. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning. virus mosaik. Penyakit Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. disarankan agar tidak menanam pepaya kembali. 021 316 1952. 8. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut. PANEN 8. kuning atau hitam. roboh semai. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut.id . http://www. Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau. 7.1. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.leher akar. Kutu dewasa. palmivora dan Pythium aphanidermatum. menjaga kebersihan.1. Hama 1) Kutu tanaman (Aphid). pangkal batangdan nematoda. HAMA DAN PENYAKIT 7. Menyerang buah dan batang pepaya. ada yang bersayap dan tidak.2.H. Nematoda. Hal.go.ristek. P. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bersungut dan kaki panjang. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang. untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. layu dan mati. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang. pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). Jl. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica. busuk buah. 8. 7 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

3. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing. setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut.4. Periode Panen Panen dilakukan setiap 10 hari sekali. http://www.id .ristek. dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan. bahkan sampai 150 buah. 9.1. Fax. Pengemasan dan Pengangkutan Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya. 9. perhatikan bentuk.1. 9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999. kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. Prakiraan Produksi Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyimpanan Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi). Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Pengumpulan Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup.go.H. kelompok B buah yang sudah siap dimasak. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. warna dan ukuran. 10.4. Setelah panen pertama.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. pohon pepaya akan terus menerus berbuah. Penyortiran dan Penggolongan Pilihlah buah secara selektif.3. 9. M. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar. PASCAPANEN 9. 8. misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak.

H. Fax.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 8 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.go. 021 316 9166~69. http://www.

.. 021 316 1952.000. Pestisida .570.000.6..500. 8.000. 1.4..000.500. Rp.Tatal Tanduk 2.31.300. Rp. Tahun ke-1. Rp.id . 88. Pupuk .750.281.Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp. 021 316 9166~69.600.600.Panen 75 HKP.Rp. 5000.000 kg @ Rp.500.H.- Rp. 7.500.000. Rp. Peralatan .Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp.NPK 2000 pohon @ Rp.500.000. 300. Rp. Rp. Rp. 7. Keuntungan rata-rata per tahun Rp. 10. Rp.500.. 600.000. 700. 800.000.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. 45. Rp.Total Pendapatan selama 4 tahun 3) Keuntungan 1.Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp.000.000.000.Rp.500. 240. Rp.Rp.000. Panen dan pascapanen . Tenaga kerja .-/tahun Total biaya produksi 2) Pendapatan 1.000 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. 5. 70.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.Koret 5 buah @ Rp.000.Dithene 2 liter/tahun @ Rp.800. 52.000. 11.Arit 5 buah @ Rp. Jl.000. 4.Cangkul 5 buah @ Rp. 3.000. Rp.Rp. @ Rp.3.800. 46.Pupuk kandang 500 karung @ Rp. Keuntungan selama 4 tahun 2.000. Bibit 2.000. 45. 5..Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp.000.- Rp.3. @ Rp..Pembubunan 50 HKP/tahun. 700.225. 8.25..98.500.000. 7.31.000 kg @ Rp.000 kg @ Rp.000.500. 7.Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp..(th ke-2s/d ke4) 7.418.Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp.000.000.500.Rp.2. 45. 24.250.Penanaman 10 HKP @ Rp.000. 700.1.Biaya lain @ Rp.8.200. 2.000.000. 400. Rp.000.go. Rp..Rp.700.Rp.4. Rp.125. Rp.Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp.50.300.. 280.000 pohon @ Rp.000. 150. M. 700. Rp.000.5.200..25. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun 2.Rp.9. Fax. Tahun ke-4.500. Rp.500.500.600.- Hal.ristek.000.Rp. 7.1.31. 7.000.300.Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp.000.000 kg @ Rp. 1.000. 4.000.600.000. 7. 9 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 45.000.75. Tahun ke-2. http://www.000.000. 562. Rp. Pemeliharaan . 7..Tahun Ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.- Rp..000. Tahun ke-3. 708. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500. 6.000.120.000.

Gambaran Peluang Agribisnis = 1. http://www.go. mutu III 0%. B/C ratio 10. b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%.1. d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%.ristek. Kelas A : Berat per buah 2. Jerman. mutu III 0% g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%. Diskripsi Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996. M. 10 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip. mutu III seragam 90%. Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah. 021 316 9166~69. kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran.5 kg – 1. klasifikasi dan syarat mutu. mutu II 0%. mutu III seragam 90%. mutu III 0% f) Kadar kotor: mutu I 0%. yang mencapai 1000 ton per tahun.id . 021 316 1952.4 kg Kelas C : Berat per buah 1. cara pengambilan contoh.8 kg – 2. cara pengemasan. 11.5 kg atau > 3 kg Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen. Belanda. C dan D berdasarkan berat tiap buah.2. e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%. Keseragaman ukuran berat. mutu II 0%. Fax. Mutu III 1 strip. mutu II seragam 95%.0 kg Kelas B : Berat per buah 1. mutu II 0%. cara uji. Mutu III benar 90% c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%. STANDAR PRODUKSI 11. Hal.5 kg – 3. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. mutu II seragam 95%. tingkat kerusakan.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Swedia. yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu.H. Klasifikasi dan Standar Mutu Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A. Mutu II 23 strip.7 kg Kelas D : Berat per buah < 1. mutu II benar 95% . 11. Perancis. terutama untuk melayani permintaan Inggris. B. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Parameter kelayakan usaha 1. 11. ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi. kebenaran kultivar.88 Selama periode 1989-1991.2.

Dapat juga digunakan peti kayu. Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar. http://www. mutu II segar < 25%. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar. Fax. 021 316 9166~69. M.5. 021 316 1952. Pengambilan Contoh Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. contoh diambil secara acak. Pengemasan Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji.4. 11. mutu III segar > 25% 11.kurangnya 10 Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur.kurangnya 7 d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurangkurangnya 9 e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang. a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurangkurangnya 5 c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%.H. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.go. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.

Fax. Jl. http://www.H.id . 021 316 9166~69. 11 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

ristek. Bertanam Pohon Buah-Buahan. XV No. Fax. Dalam Buletin Agricultural Vol. 2) Suwarno. Kaslan A. Jakarta : Pradnya Paramita. 1975. http://www. Jl. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jakarta. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. Yogyakarta : Kanisius. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. 021 316 9166~69. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1978. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3 3) Tohir.id . 021 316 1952. 12 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.go.

susu.H. M. raja. 021 316 9166~69. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar). cavendish. sinensis.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PISANG ( Musa spp ) 1.id . Fax. paradisiaca var Sapientum. 2. Di Jawa Barat. Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. M.ristek. M. http://www. di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang. barangan dan mas.go. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp. SEJARAH SINGKAT Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). nana atau disebut juga M. Misalnya pisang ambon. 021 316 1952. Amerika Selatan dan Tengah. pisang disebut dengan Cau. cavendishii. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

Secara tradisional. Misalnya pisang nangka. SENTRA PENANAMAN Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. 4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca). SYARAT TUMBUH 5. Misalnya pisang batu dan klutuk. mineral dan juga karbohidrat. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur. M. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian. MANFAAT TANAMAN Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin. Arab. paradisiaca normalis. Negeri Belanda. Jl. Cina. Singapura. pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina. 3. kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia.id . Iklim 1) Iklim tropis basah. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang. 5.go.ristek. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. Pada kondisi tanpa air. Hongkong.H. 3) Pisang berbiji yaitu M. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun. sale pisang. Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. 021 316 9166~69. Pisang dijadikan buah meja.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. tanduk dan kepok. 4.1. Amerika Serikat dan Perancis. http://www. lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Australia. Fax. 021 316 1952. kertas dsb. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pure pisang dan tepung pisang. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya.

go. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id . Jl. M. Fax. http://www.ristek. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa. helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. 2) Penyiapan Bibit Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik. Pisang ambon. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. 5.07%.000 m dpl 6.go.2. nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1. Ketinggian Tempat Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.id dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas .200 cm. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m. M. Pembibitan Pisang diperbanyak (anakan). Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang.150 cm.200 cm dan di daerah kering 50 . 5.1. 3) Curah hujan optimal adalah 1. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 . http://www. di daerah setengah basah 100 . Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Fax. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Persyaratan Bibit Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1.520–3. 021 316 9166~69. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat. Jl. Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). Tanah harus mudah meresapkan air.5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm.H. mengandung kapur atau tanah berat.3. 021 316 1952. Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak.000 m dpl. Media Tanam 1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus. 2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif.

3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Satu Hal.H. Jl.id .go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek.

M. Untuk membuka lahan perkebunan pisang. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Fax. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri. http://www.5–1% selama 10 menit. rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. dilakukan pemotongan/penjarangan tunas.H. prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang. c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lalu bibit dikeringanginkan.id . Buang daun-daun yang lebar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. rumput atau semak-semak. Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. 3) Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin. pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air. d) Jika tidak ada insektisida. Jl. e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim. 3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan.2. 6. 021 316 9166~69. 021 316 1952. sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut: a) Setelah dipotong. penggemburan tanah yang masih padat. dilakukan pembasmian gulma. rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.go. 2) Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). bersihkan tanah yang menempel di akar.ristek. juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. M. Jl.go.id . 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

3 x 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. 021 316 9166~69. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. Di India Barat. kelapa dan arecanuts. 3) Perempalan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah. 6. Fax.4.go.ristek. 2) Penyiangan Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik.H. http://www. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang.id .3. sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. 3) Cara Penanaman Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3. Jl. pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. kakao. pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa. Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru.3 m untuk tanah berat. M. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). 2) Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15– 20 kg. 021 316 1952.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax. http://www. Jl.H. Hal. 021 316 9166~69.id . M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga.

Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma. Jarak tiap lubang 7. 021 316 1952. tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana.id . Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. 5) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.5 mm diberi lubang dengan diameter 1. 138 kg super fosfat. Fax. 6) Pemberian Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah.25 cm. http://www. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. 021 316 9166~69. 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan. Setelah sisir pisang mengembang sempurna.5 cm.go. Jl. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun). Untuk satu hektar. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. pisang memerlukan 207 kg urea.H. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0. M. batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. 7) Pemeliharaan Buah Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang. kulit buah berkudis. pelepah daun membelah membujur. Gejala: daun layu dan putus. M.1. HAMA DAN PENYAKIT 7. Hama 1) Ulat daun (Erienota thrax. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.) Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun.ristek. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang.id . Gejala: pertumbuhan buah abnormal. http://www. 021 316 9166~69. bersihkan rumpun dari sisa batang pisang. batang pisang penuh lorong. akar bengkak.2. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada. mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam.) Bagian yang diserang adalah daun. 2) Panama Penyebab: jamur Fusarium oxysporum.H.go. tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil. Penyakit 1) Penyakit darah Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). 7. dapat dicoba dengan insektisida Malathion. Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun. Bagian yang diserang adalah daun. Gejala: tanaman kelihatan merana. 3) Nematoda (Rotulenchus similis. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Gejala: jaringan menjadi kemerahmerahan seperti berdarah. Radopholus similis). batang. keluarnya pembuluh getah berwarna hitam. 4) Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema. gunakan bibit yang telah disucihamakan. Bagian yang diserang adalah akar. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Fax. Hal. 2) Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Bagian yang diserang adalah kelopak daun.

Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. tidak memanjat batang pisang. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB). 021 316 1952. Gesapax 80 Wp. Gejala: tanaman layu dan mati. http://www. Gunakan pisau yang tajam dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. PANEN 8. Cara Panen Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Fax. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Misalnya Geophila repens. 7.H. Bagian yang diserang adalah daun pucuk. gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. 3) Menutup tanah dengan plastik polietilen. Gulma Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat. 5) Daun pucuk Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yang diserang adalah akar. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Bintik daun Penyebab: jamur Cercospora musae. 4) Layu Penyebab: bakteri Bacillus . Roundup dan dalapon.2. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. 2) Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi. 8.3. Ciri dan Umur Panen Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. tidak mudah diserang hama-penyakit. tahan naungan.ristek.1. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Jl. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah.go. Penanggulangan dilakukan dengan: 1) Penggunaan herbisida seperti Paraquat. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas.

021 316 1952.H. M. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69. http://www.go. Jl.

Jl.2. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. Periode Panen Pada perkebunan pisang yang cukup luas. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah.ristek. Tahun ke-2 Rp.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya pisang dengan luasan 1 ha di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan.235.518.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. Fax. di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bersih waktu memotong tandan. Untuk pengiriman ke luar negeri. 1) Biaya produksi 1 ha pisang dari tahun ke-1 sampai ke-4 adalah: 1. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha). Jika tersedia tenaga kerja. 021 316 9166~69. 021 316 1952.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan.3.300.id .3. Tahun ke-1 Rp. 8. panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif. 10. 4.338. 5. batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. 8.000. PASCAPANEN Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. Tahun ke-3 Rp.4.000. 4.H. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas. Tahun ke-4 Rp. 4. Perkiraan Produksi Belum ada standard produksi pisang di Indonesia.4.go. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. M. http://www.545. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www.go.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H. Fax. Jl.

000. Panama.8 x 1. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan.000.000 tandan 4. 12. 5. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh.840.1. syarat penandaan dan cara pengemasan. M. Output/Input rasio Keterangan : *) perkiraan harga 1 tandan Rp.000.8 x 2.Rp. STANDAR PRODUKSI 11.150 Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko.ristek.H. budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia.go. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha.8 x 2. Kolombia.363. http://www. Di negara tersebut. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Ekuador dan Filipina.000 tandan 3. Fax.000. 6. 23. Jl.000 tandan 3) Keuntungan 1. saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik.000.10. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil. Tahun ke-1: 0.8 x 2.2. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%. 12. 021 316 1952. cara uji. Angka ini belum dicapai di Indonesia.925. Amerika Tengah.700. Jamaika.000 tandan 2. 021 316 9166~69.Rp. Keuntungan/tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500. Keuntungan selama 4 tahun penanaman 2.= 2.id .000. 7. Tahun ke-4: 0.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penerimaan tahun ke I sampai IV *) 1. Hal.000.Rp. Tanah dan iklim kita sangat mendukung penanaman pisang. Tahun ke-3: 0. karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang mungkin dilakukan. Ruang Lingkup Standar ini meliputi: klasifikasi dan. 11. 12.000. Tahun ke-2: 0. cara pengambilan contoh. syarat mutu.

1-16.go.1-20. Hitung jumlah dari seluruh contoh buah pisang segar. 021 316 1952.5 Untuk mencapai dan mengetahui syarat mutu harus dilakukan pengujian yang meliputi : a) Penentuan Keseragaman Kultivar. d) Penentuan Tingkat Kerusakan Fisik/Mekanis Hitung jumlah jari dari seluruh contoh buah pisang. Mutu II=bebas Adapun persyaratan berdasarkan klasifikasi pisang adalah sebagai berikut: a) Panjang Jari (cm): Kelas A 18.0. Amati satu persatu jari buah secara visual dan pisahkan buah yang dinilai mengalami kerusakan mekanis/fisik berupa luka atau memar. amati satu persatu secara visual dan pisahkan buah yang tidak sesuai dengan untuk kultivar ang besangkutan. batang. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Tingkat Ketuaan Buah (%): Mutu I=70-80. sedangkan yang masih sangat nyata sudutnya berarti tingkat ketuaan masih 70% atau kurang. amati secara visual kotorang yang ada. Buah yang tidsak bersudut lagi (hampir bulat) berati sudah tua 100%. 11. Hitung jumlah jari buah pisang yang tidak sesuai dengan kultivar tersebut. Kelas C 14. Mutu II=seragam c) Keseragaman Ukuran: Mutu I=seragam.id . c) Penentuan Tingkat Ketuaan. Mutu II=seragam d) Kadar kotoran (% dalam bobot kotoran/bobot): Mutu I=0. M.5. Hitung persentase jumlah jari buah pisang yang dinilai mempunyai bentuk dan warna yang tidak khas untuk kultivar yang bersangkutan terhadap jumlah jari keseluruhannya. Ukur panjang dari setiap buah contoh dan dihitung mulai dari ujung buah sampai pangkal tangkai dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur yang sesuai. Pisahkan sesuai dengan penggolongan yang dinyatakan pada label di kemasan. e) Penentuan Kadar Kotoran Timbang seluruh contoh buah yang diuji. Hitung jumlah yang rusak lalu bagi dengan jumalh keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. Mutu II <70 & >80 b) Keseragaman Kultivar: Mutu I=seragam.5-3. Cara kerja dari pengujian adalah . Kelas B 2.1-18. Kelas B 16. Diskripsi Standar buah pisang ini mengacu kepada SNI 01-4229-1996. Mutu II=Mulus g) Serangga: Mutu I=bebas. Kelas C < 2. pisahkan kotoran yang ada pada buah dan kemasannya seperti tanah. Perhatikan sudut-sudut pada kulit buah pisang segar. Jl.0. Ukur pula garis tengah buah dengan menggunakan mistar geser. Kelas B > 2. http://www. Kelas C < 2.5 c) Dimeter Pisang (cm): Kelas A 2.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Mutu II= 0 e) Tingkat kerusakan fisik/mekanis (% Bobot/bobot): Mutu I=0.5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. getah. potongan daun atau benda lain yang termasuk dalam istilah kotoran yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. b) Penentuan Keseragaman Ukuran Buah. Mutu II=0 f) Kemulusan Kulit (Maksimum): Mutu I=Mulus.2.0 b) Berat Isi (kg): Kelas A > 3.3. 021 316 9166~69.0.0. Mutu II=bebas h) Penyakit: Mutu I=bebas.H.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id . 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go. M. Jl. http://www. Fax.

diberi label yang bertuliskan antara lain: a) Produksi Indonesia b) Nama kultivar pisang c) Nama perusahaan/ekspotir d) Berat bersih e) Berat kotor f) Identitas pembeli g) Tanggal panen h) Saran suhu penyimpanan/pengangkutan sekurangsekurangsekurangsekurang- 12. 1990. Berat kotoran per berat seluruh contoh buah yang diuji kali dengan 100%. Pada bagian luar dari kemasan. kardus karton yang digunakan berukuran 18 kg atau 12 kg. Jl. 021 316 9166~69.4. Sinar Baru. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut. New York. 1993. M. R. Bandung 2) Rismunandar.ristek. http://www. a) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 1–5 : contoh semua b) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 6–100 : contoh : kurangnya 5 c) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 101–300 : contoh kurangnya 7 d) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 301–500 : contoh kurangnya 9 e) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 501–1000 : contoh kurangnya 10 11. Fax. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. 3) Stover. Dapat saja kelompok (cluster) pisang dibungkus dengan plastik lembaran/kantung plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus karton. C.go. DAFTAR PUSTAKA 1) Rismunandar. lalu timbang seluruh kotorannya.V. 021 316 1952. C. alasi/lapisi bagian bawah dan sisi dalam kardus dengan lembaran plastik/kantung plastik.5. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah pisang segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan.H & N. Contoh diambil secara acak sebanyak jumlah kemasan. Bandung. Sebelum pisang dimasukkan. 1990. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bertanam Pisang. Simmonads.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menempel pada buah dan kemasan. Banana. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang. 11.H. Tropical Agriculture Series.id . Longman Scientific ang Technical.W. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.V. Pengemasan Untuk pisang tropis. Sinar Baru.

M.go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H.ristek.

Fax. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Hendro Soenarjono. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 341. Trubus no. 1998. Jl. M.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.H. Jakarta.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah. Fax. warna kulit. M. http://www. SEJARAH SINGKAT Rambutan (Nephelium sp. kandungan air. JENIS TANAMAN Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. 2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon. 021 316 1952. Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN RAMBUTAN ( Nephelium sp. ) 1. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis.H. Jl. kulit buah berwarna merah kuning. dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik. ngelotok dan daging buahnya tebal. kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang. halus. daging buah manis dan agak kering. bentuk.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae.id . 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. panjang rambut).go. kenyal.

id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. 021 316 1952.ristek. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.go. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun 3) Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam. Malang. 4) Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar. kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua.go. banyak berair. SYARAT PERTUMBUHAN 5. mikro yang menyehatkan keluarga. vitamin dan zat mineral makro. dengan rambut halus dan rapat. rambut kasar dan agak jarang. Jl. Probolinggo.rasa buah manisa sam. lembek dan tidak ngelotok. warna kulit buah merah tua sampai merah anggur. zat tepung. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. zat lemak. intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan.H. M.1. jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa. 2) Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1. dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang. sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan. 3. zat protein dan asam amino.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik. sebagai tanaman hias.500-2. kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon. 5. rasanya manis dengan asam sedikit. Iklim 1) Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga. 4. 5) Rambutan Sinyonya. hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. buah ini tahan dalam pengangkutan. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi. sejenis gula yang mudah terlarut dalam air. Kuningan. Fax. http://www. MANFAAT TANAMAN Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi.id . rasa manis. 3) Rambutan Cimacan. Lumajang dan di Garut. 021 316 9166~69. 021 316 1952. dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi.ristek. tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan. zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www.H. 021 316 9166~69.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Fax. M.

Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah.5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. 5. 4) Pada dasarnya tanaman rambutan tidak tergantung pada letak dan kondisi tanah. Media Tanam 1) Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sedikit mengandung pasir. http://www.go.id .ristek. Disamping itu dapat pula direndamdengan larutan asam dengan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari. Lebak bulus. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya.3. 6. M.1. karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada. Rambutan Cimacan.7 dan kalau kurang dari 5. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Rambutan Aceh. 2) Penyiapan Benih Persiapan benih biji yang dipergunakan sebagai pohon pangkal setelah buah dikupas dan diambil bijinya dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam) dan biji siap disemaikan. 3) Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan un