• ALPlAKA'r • ANGGREK • ANGGlAR • APeL • nAf.lLIA • nlAKlA • GLAnl~L • f.leRSA§ • JAGlANG • JAf.

le • JAMSlA AIR • JAMSlA SIJI • JAMSlA Me're • JeRlAK • KACANG 'rANAf.I • KeneLAI • Ken~Nn~NG • KINA • KRI§AN • KlAMI§ KlACING • KlANfl'r • MANGGA • MANGGI§ • MA(f)AR • MeLA'r1 • MeL~N • NANA§ • PAnl • PALA • PePAfA • PI§ANG • RAMSlA'rAN • §AGlA • §ALAK • §A(f)~ • §eMANGKA • §INGK~NG

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

ALPUKAT / AVOKAD
( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1.

SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 19201930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Ranales Keluarga : Lauraceae Marga : Persea Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 1/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m. b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 2/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong). f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering. g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm. h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm. i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3.

MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4.

SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim Hal. 3/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. 3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat. 4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C. 5.2. Media Tanam 1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. 2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. 5.3. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 2) Penyiapan Bibit Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok. Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama Hal. 5/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane. Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja. 6.2. Pengolahan Media Tanam Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Penanaman Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietasvarietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain. 2) Pembuatan Lubang Tanam a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam. 3) Cara Penanaman Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut: a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh. c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin. 2) Penggemburan Tanah Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus. 3) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi. 4) Pemangkasan Tanaman Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. 5) Pemupukan Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akarakar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl Hal. 8/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter. 2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat. 3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas. Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter. 4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hal. 9/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula. 5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha. 7.2. Hama pada Buah 1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 10/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara. 7.3. Hama pada Cabang/Ranting 1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf). Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter. 7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur 1) Antraknosa Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter. 2) Bercak daun atau bercak cokelat Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintikbintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux. 3) Busuk akar dan kanker batang Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 11/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

http://www.H. Untuk memastikannya. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb. Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh.3. karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah. 8.5 gram/liter. M. Saat dipanen. Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Fax. 8. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan dosis 2-2. dan musim Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara Panen Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu. 021 316 1952. jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru. c) bila buah digoyang-goyang. buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah: a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap. yang kemudian menjalar ke bagian buah. 8. b) bila buah diketuk dengan punggung kuku. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang. tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen. 4) Busuk buah Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. 021 316 9166~69. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon.go. tunas mudanya jarang tumbuh.id . Jl. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki.ristek. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian. Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik. PANEN 8.1. menimbulkan bunyi yang nyaring. akan terdengar goncangan biji. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat. yaitu dipetik menggunakan tangan.

Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Di Hal. M. Januari. http://www.ristek.go. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan Februari.id . Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut: 1. semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan.3. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya). Cukup tua tapi belum matang.ristek. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng.4. 8. maka buah harus diperam terlebih dulu. http://www. Pencucian Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ukuran buah seragam. dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat. 9. 9. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g. 2. Pemeraman dan Penyimpanan Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak.1. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. musim panen dapat terjadi setiap bulan. 9. Penyortiran Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani.id . Jl. Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Untuk keperluan ekspor. tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tidak cacat. Bentuk buah seragam. 4. M. PASCAPANEN 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat. Fax. 3. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel. Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat. kulit buah harus mulus tanpa bercak.2. Prakiraan Produksi Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun.go.H.

M.id . 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 1952. Fax. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Sprayer Rp. 14. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.-/ton .go.000. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas. Untuk pemasaran di dalam negeri.000. 1) Biaya produksi 1.600.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. 150. 9.801 kg @ Rp.Rp.000. 1. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih. yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat.500.TSP Tahun ke-1-4.500.210. 240.. 11. Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi).250.Tahun ke-5-10.Rp. 3. Rp.1. 14. buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang.000.. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton.600. 19.000. 1.id . kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton. maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C. Fax.Pupuk kandang 3 ton@ Rp.- Rp. 1. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni.450.ristek.650. 9.650. kemudian ujungnya diikat rapat.4. lalu diangkut dengan menggunakan truk.Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi.Rp.Cangkul .Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.600. 2. 1.795. 1. http://www. 1.2.097. Peralatan . Bibit okulasi: 121 batang @ Rp.936 kg @ Rp.10. 70.400.907.200. Pestisida dan fungisida 5. M.Rp. Pupuk .H.904. umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.Tahun ke-5-10.4. 1. 021 316 1952. 1.500.Urea Tahun ke-1-4. 10.000.000. Jl. Dengan cara tersebut. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor. 1. 2.317 kg @ Rp.936 kg @ Rp. 9.Hal. Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana.Tahun ke-5-10.KCl Tahun ke-1-4. 021 316 9166~69.100.000.616 kg @ Rp.Rp.694 kg @ Rp. alpukat dibungkus kertas tissue.166.701.

1.Rp.Jumlah pendapatan dalam 10 tahun 3) Keuntungan dalam 10 tahun Rp. Rp.500 kg @ Rp.2 Gambaran Peluang Agribisnis Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif. 12.Tahun ke-9.Rp. Rp. 64.49. 10.000. 7.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan 1. Tenaga kerja .000.700.Rp. Jl. 7.000.Rp. Tahun ke-6. 7.Tahun ke-10.000.Rp. 336.000. 48 HOK @ Rp. Tahun ke-7. 3..000 kg/ha. 22. 12.Rp..6. M. 11.400.000.Rp.000. 18 HOK @ Rp.500.000.000.go. Tahun ke-10.841.750. 3.000.Penyiraman 15 HOK @ Rp. 35 HOK @ Rp.000. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7).- Rp.5.Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) .700.000.240.500.500.300 kg @ Rp.550. 3. 7. 3.000. Rp.000.. 7.500 kg @ Rp.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp. 9.2.7.000.7. 021 316 1952.750. 7.500 kg @ Rp. 7.000.105. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah.000. 126. Tahun ke-9. 3. http://www.000.000. 34.000. 7.750.800. 3. Rp. Tahun ke-5. Rp.Rp...500.Tahun ke-6. Rp.000.28. 245. 42.000. 22 HOK @ Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.000.500. 021 316 9166~69.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp. 42.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 3. Tahun ke-8. 400.id .000. Fax. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12.958. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.000.Rp. 7.280..500. 48 HOK @ Rp.Rp. 7.000.000. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.175.500. 7.000.000.Tahun ke-8.000.Rp.Rp.000.Rp.000 kg @ Rp. Panen dan pascapanen Tahun ke-4.Penanaman 7 HOK @ RP.800 kg @ Rp. 336. 43.000. 48HOK @ Rp.3.- Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3.300.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.ristek. 7.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.Pemangkasan 4 HOK @ Rp. 6. Rp.300.000.200 kg @ Rp. 7. 12.000. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar. 3. 336. 154.000.Tahun ke-5. 7.300 kg/ha.500.4.000.Tahun ke-7. 48 HOK @ Rp.105. Tahun ke-4.Rp.Rp. 336. 12. 43.700.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952.id . http://www. M.

-/kg. dan harga bisa mencapai Rp 700.876 US$. pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya.749 kg dengan nilai 10. STANDAR PRODUKSI 11. kemudian menyusul Saudi Arabia.750.H. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang. dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN belum tergali. Sebagai contoh. baik di pasar lokal maupun eksportir. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi. segar dan bersih. 11. yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran.790 kg dengan nilai 379 US$.id .1. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil. seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor. 021 316 9166~69. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3. 11. http://www.. dan Brunei Darussalam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selain di pasar lokal. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua.2.ristek. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda. 021 316 1952.3. utuh. cara pengujian mutu. 11.sampai Rp 1.sampai Rp 600. Jl.-. Perancis. Mutu Klasifikasi dan Standar Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat. Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun 1991 berkisar antara Rp 200. Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer. cara pengujian organoleptik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.. Fax.go. mutu II seragam. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek. http://www. mutu II tua tapi tidak terlalu matang. Jl. 021 316 9166~69. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pengijian organoleptik TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang.id .H. M. 021 316 1952. Fax.

mutu II keras.ristek. minimum jumlah contoh yang diambil 9.5. mutu II kurang seragam.id . cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam. 11.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Bentuk: mutu I normal. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. tengah dan bawah. M. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. minimum jumlah contoh yang diambil 10. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. minimum jumlah contoh yang diambil 15.6. nama/kode perusahaan/eksportir. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. minimum jumlah contoh yang diambil 5. daerah asal. 021 316 1952. golongan ukuran. cara pengujian SP-SMP3111981 h) Kotoran: mutu I bebas. jenis mutu. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras. mutu II 10%. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. berat bersih. cara pengujian organoleptik 11. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. minimum jumlah contoh yang diambil 7.go. mutu II kurang normal. cara pengujian SPSMP310-1981 g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. mutu II bebas. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. mutu II 2%. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. cara pengujian SP-SMP3091981 f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.go. 021 316 1952. http://www.H. M.id . 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. DAFTAR PUSTAKA Hal.

ristek. 16) Zentmeyer. "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura".A. R. 112 hal. Jl. http://www. (1978). J. J. M. (1931). 021 316 1952. 875 Jakarta. Emi (1997). "Tropical crops dicotyledons".. Coit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). Jakarta: Penebar Swadaya. hal. London: Longman. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 7) Ochse. Batavia: G." Trubus. 5) Lawrence. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.C. Suminarsih. 512 hal. Rismunandar (1981). 96 hal. "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan". Bandung: Sinar Baru. H. Washington. soils. D. 15) Wirasmanto (1971).R. cultural methods. New York : The Mac Millan Company..J. "Tropical and subtropicak agriculture". Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Year Book. Moehd.E.W. th 9) Palmer. Arry (1989). 19. "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya". (1961). S. 6) Mardisiswojo. (1937). 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Cal. (ed. G.J. Jakarta: Karya Wreda. Kolff and Co. 11) Rismunandar (1981). 192. Departemen pertanian.F. (Nov. 112 hal. crops.H. Y. Hetty.go. 10) Purseglove. "Bibit alpukat sambung dini. "Taxonomy of vasculer plants" New York: The Mac Millan Company. Avocado Ass'n. (1968).A. 8) Ochse. Yogyakarta: Kanisius. live stock. "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III. The climate. 253 3) Indriani.id . (1951). "The avocado a gift from the middle Americas".). 2) Hodson. 13) Supriyanto. 4) Kalie. H. Vol. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". J. (1974). Economic Botany. Hal. New York: D. commercial importance and opportunities of tropics". "Diseases of the avocado". 021 316 9166~69. 617 hal. 12) Sunaryo. Fax. (1950).W. "Penggunaan alpukat". (4) hal. "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies". Bandung: Sinar Baru 39 hal. G. Mangunsudarso. 55 hal. Jakarta: Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi.) hal. 31 hal. Warta Pertanian (10) hal. "Tropical agriculture. K.. Baga (1997). 14) Tohir. J. D. "Alpukat". I.. (1953). 24. 235 hal. "Avocado fertilization. Dalam: The year book of agriculture United States Departement of Agriculture. I. 192 hal. Appleton and company.M. 20 ed.

anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis. http://www. M. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SEJARAH SINGKAT Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah.id . JENIS TANAMAN Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya.go. Hal. berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. Jl. 2. Vanda hookeriana.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGREK 1. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. anggrek Apple Blossom. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia. Fax.

3.7 derajat C. sedangkan di Asia adalah Muangthai. bahan minyak wangi/minyak rambut. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah. yaitu: 1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. 021 316 1952. Sumatra ataupun di Irian Jaya. 3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12. 4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi. SYARAT PERTUMBUHAN 5. akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. anggrek banyak terdapat di Jawa Barat. Ijuk. 3. 7. Di Indonesia. Jawa Tengah. Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek. 4. maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng). Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan. M.1. Jika suhu udara malam berada di bawah 12. Arang kayu . 4. Pecahan genting/batu bata. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Potongan batang pohon enau. baunya yang khas. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan. 2.ristek. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Iklim 1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek.go. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek. 5. Serat Pakis yang telah digodok. SENTRA PENANAMAN Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris. 2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. Jl.id .7 derajat C. Fax. Kulit kayu yang dibuang getahnya. 6.H. 021 316 9166~69. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu. 5. http://www. 5.

2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. http://www. M.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax. 021 316 1952.H.

sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri. dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl. serat pakis dan lainnya. 2) Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos. 021 316 1952. 3) Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar. M. serabut kayu. tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari.2.H. darah binatang.id . Contoh jenis anggrek ini adalah: 1. dengan ketinggian 150-1500 m dpl. 6. Contoh: anggrek jenis Cymbidium. yaitu: bentuk batang kuat. pada malam hari. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. Dipakai media pecahan genting. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5. Dendrobium phalaenopsis 2. Phaphilopedillum Bellatum 2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C. Onchidium Papillo 3.ristek. daun subur. dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit anggrek yang baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. bunga lebat dan indah. 5. perlu diberi makanan tambahan seperti kompos. sekam. Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan.1. Fax. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari. serat pakis dan lainnya. Jl.3. 21 derajat C pada malam hari. 3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia.go. http://www. pupuk kandang. pertumbuhan pesat. pupuk kandang/daundaunan. ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.H.id . 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

Jl. Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut: a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih. Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades.5 gram 9. b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat.go. MnSO4 : 0. c) Penyebaran biji anggrek Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. M. Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. 021 316 1952. leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman. FeSO4 4H2O : 0. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali. 021 316 9166~69. KH2PO4 : 0. Agar-agar : 15–17.ristek.00 gram 2. dimasukkan ke dalam botol. MgSO47H2O : 0.0075 gram 8. c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras.25 gram 3. Sebelum botol dibuka. Saccharose : 20 gram 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ca(NO3)2H2O : 1. baik atau tidaknya biji anggrek. Aquadest : 1000 cc Hal.25 gram 4. (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas). 3) Teknik Penyemaian Benih a) Memeriksaan dengan mikroskop. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. http://www. atau kain sisa yang dipotong potong. ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyebaran Biji Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan. e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu: 1. Fax.id .H. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (NH4)2SO4 : 0. b) Mensterilkan biji Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter.25 gram 7. digojog berulang kali (2–3 kali).25 gram 5. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi. yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain.

dan akar pakis warna coklat. kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N. K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna. 021 316 1952. yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam.25 mg c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0.2. dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U.50 mg b) DS. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin. 021 316 9166~69. direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa: a) Urea atau ZA : 0. tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5. di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. tumbuh akar. M. TS atau ES : 0. 12 cm atau 16 cm yang berlubang. http://www. Akar pakis setelah dicuci. Jl. Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. Fax. maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat bersih.id .25 mg d) Air : 1000 cc Alaternatif lain sebagai alas makanan. 5) Pemindahan dari Pot Penyemaian Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi.ristek. streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm. P. Siapkan pecahan genting. 4) Pemindahan Bibit Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah.go. Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan posisi miring. Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang.H. yang berisi potongan genting/batu bata Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Jl.go. http://www. 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69. M.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 m. 6. disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek. Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing 1. 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel. 021 316 1952. kemudian pot diisi pecahan genting. Pengolahan Media Tanam Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan: a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman). 6. kemudian batang anggrek diikat pada tiang.4. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. M. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris.3. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin. http://www. di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. Anggrek di letakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN merah. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek. Fax. yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah. Teknik Penanaman Penanaman tanaman anggrek.2. 6.ristek.H. b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. 021 316 9166~69. kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot. 2) Penyiangan Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis anggrek. Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah.

M.id .H. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

dst. yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. b) Disiramkan. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. K. sapi. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5. K: 1. Fax. berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda.1 gram untuk 1 liter air b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N. P. Jl. dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4). cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C. P. K dengan cara misalnya : 1. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur.id . Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk. antara lain: Cu.H. Urea : 0. TS. untuk P dipakai pupuk ES. ZK : 0. Mo. K. Sc. O. V. kambing. ES : 0. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3 gram untuk 1 liter air c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar. maka akarnya ditutup plastik. ayam dan lain-lain. K. H. kerbau. maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air. B. 021 316 9166~69. Teknik pemberian pupuk buatan adalah: a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati. Urea : 0. Zn. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. P. Perbandingan N:P:K=6:3:1. Mg. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea. M. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. DS : 0. 021 316 1952. P.3 gram untuk 1 liter air 3. yaitu: a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana. S.6 gram untuk 1 liter air 2. Mn. apalagi pada musim kemarau.ristek. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan.go. Ca.3 gram untuk 1 liter air 3. DS. P. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah. c) Penyemprotan.00 sore. Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N. K2SO4 : 0.3 gram untuk 1 liter air 2. Si. N.

http://www.id . 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go. Jl.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari: a) Air Ledeng. untuk kutu Hal. Jl. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air.H. kumbang. setelah beberapa bulan banyak menyerap air. dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air. lebih baik pada sore hari sekitar jam 5. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut: a) Pecahan genting/pecahan batu merah. Jika potongannya besar. c) Remukan akar pakis yang hitam. Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya. c) Air hujan. PH yang baik sekitar 5. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. baik untuk menyiram karena jernih dan steril. yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman. b) Air sumur. d) Air kali/air selokan. yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. kutu d) Kelthane dosis 2 gram/liter air. tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl.6-6. mudah terjadi penguapan. Fax. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur.id . pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air. tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk. http://www. b) Potongan sabut kelapa. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit.00. keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat.ristek. baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari.go. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. d) Potongan kulit pakis. dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. 021 316 1952. bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak.

untuk keong dan bekicot air Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu: a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit. tapi tidak menyerang tunas daun. untuk keong dan bekicot air f) Falidol E. 021 316 1952.ristek. perlu pengamatan cermat. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Metadeks dosis dibasahi air. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek.1. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. 2) Semut Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter.H. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik.605 dosis dibasahi air. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida. http://www. Untuk jenis belalang berukuran kecil. 5) Kutu babi Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali. 7. Fax. 3) Belelang Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. Hal. 021 316 9166~69. Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun. Jl.go.id . apabila serangan sudah parah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berwarna kemerahan jumlahnya banyak. Hama 1) Tungau/kutu perisai Gejala: menempel pada pelepah daun. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. 4) Trips Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda. bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun. b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik.

Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin.id . apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol.go. http://www. seperti ulat. kalau kecambah anggrek terlanjur besar. dilakukan dengan steriil. 8) Kumbang Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar. tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal. segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot.2. dicofol. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Keong Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. Jl. kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. Fax.H. 7. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10) Kepik Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek. 9) Ulat daun Gejala: menyerang daun. 11) Kutu tudung Gejala: daun menjadi kuning. bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol. Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan. M. lalu berwarna coklat dan mati. tidak sehat. sehingga menyebabkan bintik putih/kuning. kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. lalu botol ditutup kembali. tunas daun maupun bunga yang sedang mekar. 021 316 9166~69. bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya. kuncup bunga.ristek. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips. bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula. kumbang dan trips. Penyakit 1) Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam. 7) Red Spinder Gejala: bercak putih di bagian bawah daun.

go. 5) Penyakit busuk akar Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani. penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang. daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. tanaman kerdil dan tidak sehat. karena mematikan dan cepat menular. diikuti pembusukan pada umbi batang. bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate). Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. 021 316 9166~69. Media tanaman dan seluruh pot Hal. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. yang masih segar dan bersih. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida. seluruh rizhoma menjadi ungu. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. 4) Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang. menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar. Penyakit ini sangat ganas. 3) Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini. kecambah anggrek akan membusuk dan mati. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kerdil dan mengakibatkan kematian. alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. Pada serangan berat. Jl. berkeriput. Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida. 021 316 1952. terutama pada cuaca sangat lembab. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. M. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Penyebaran penyakit ini lewat air. tanaman sangat tidak sehat. Pada serangan yang parah. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun.id . Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun.H. atau lingkaran berwarna ungu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman terlambat tumbuh. lalu melebar. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang. Fax. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot.ristek. dibakar sampai musnah. tipis dan bengkok. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. namun pada rhizoma terdapat garis-garis. 7) Penyakit busuk Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi. daun dan umbi batang menguning. 6) Penyakit layu Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium.

lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Penanggulangan: peralatan kebun harus steril.id . Benlate. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal.H. larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik 8) Penyakit bercak coklat Gejala: bercak coklat pada permukaan daun. Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45. Umumnya tanaman angrek dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. 8. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. tergantung jenisnya. Truban atau Banrot. 021 316 1952. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit.1. 10) Penyakit bercak bercincin Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum).ristek. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN didesinfektan dengan Natrippene 0. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga Umur tanaman anggrek berbunga. Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang. penyebarannya agak lambat. Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Semprotkan Physan 20. 11) Penyakit Cymbidium Penyebab: virus Mozaic Cymbidium. lalu melunak dan busuk. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau. serta mensterilkan segala alat yang dipakai.go. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit. Khusus pada Cattleya. bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik. Ferban. akhirnya daun mati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69. PANEN 8. http://www.5 % selama 1 jam. Tangkai bunga yang dihasilkan kirakira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai. 12) Penyakit busuk hitam Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora. Fax. Jl. Physan. 9) Penyakit busuk lunak Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora. bergaris atau lingkaran.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go.ristek. http://www. 021 316 9166~69. Jl. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 1952.

Cara Pemetikan Bunga Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan. Jl.2. sehingga dilakukan pada saat: a) Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai.id . Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. 021 316 9166~69. Fax. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dalam larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam.3. Jenis anggrek Dendrobium dapat dipanen dalam bentuk: a) Tanaman muda untuk bibit b) Tanaman dewasa untuk tanaman hias c) Bunga potong Tanaman muda untuk bibit biasa dijual dalam bentuk pot kecil. pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dari pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyortiran dan Penggolongan Bunga dipilih yang bagus. Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud untuk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain: Hal. 9. http://www. tidak kena penyakit ataupun luka.2. 9. sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman sudah berbunga.3. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. M. Pengumpulan Pengumpulan bunga anggrek dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Untuk bunga potong dipilih tangkai yang kuntumnya paling banyak sudah mekar (kuncup tersisa 1–3 kuntum). 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.ristek.1. 021 316 1952. Prakiraan Produksi Bibit anggrek yang sudah dewasa dan sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai.H.go. c) Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen. b) Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut. PASCAPANEN 9. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga.

Bibit: 8 botol @ Rp. 1. c) 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter. M.d. Untuk satu pohon/pot dapat menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali.Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Larutan seven up dengan kadar 30 %.Rp.2. Pada panen ke 2 s. ke 4 di atas umur 8 bulan.500. 10. d) Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai. 1) Biaya produksi 1. 320. Perlengkapan .25 m x 12 m. 9.ristek. 2) Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah.000. pemilihan dan pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara: 1) Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah dilakukan pembersihan. 3) Pembungkus bunga dan pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. 750. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 021 316 9166~69. dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga.Rp.Kantor Deputi Bidang dan Pemasyarakatan Ilmu PengetahuanRp.250.000. Fax.-. 021 316 1952.Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Pot ukuran 15 Menegristek cm: 400 bhPendayagunaan @ Rp. 40. dan Teknologi .000. Pengawetan untuk bunga yang dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dalam larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dalam kantong plastik dan kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau disimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp. Jl. Bibit . 750.1.go. 100.000. b) 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter..H. 75. 5) Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape.4.Arang: 80 kg @ Rp. 1000.id . 4) Bungkusan-bungkusan bunga disusun bersilang di dalam kotak karton yang berlubang sampai cukup padat.000.sampai Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1.. kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm.2 gram quinolin per liter.

Jl.id . 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. M.go. http://www. 021 316 9166~69.

000.1.793.Pupuk Urea: 5 kg @ Rp.5 kg @ Rp. 5. maka akan dapat mengurangi biaya operasional. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi.go.Furadan .Gandasil: 2 pak @ Rp. 7. syarat mutu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .000. syarat penandaan dan pengemasan. mutu III=60 cm.000. Pupuk . 021 316 1952.000. Fax.Rp.2. 3.NPK: 2.500.Rp. 10.Rp. 9. Jumlah tersebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor..2.H.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. STANDAR PRODUKSI 11.73 Dalam usaha anggrek ini sangat visibel dan modal akan kembali dalam waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman dan apabila penjualan dimulai dari sejak dalam botol.750. Jl.000. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500.Azodrin: 1 botol . Mutu Klasifikasi dan Standar Bunga angrek potongan antara lain terdiri dari 3 jenis “Arathera James Storie” yang digolongkan dalam empat jenis mutu.Kerangka: 1 unit bambu 3. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. “Arachin Maggie Oie” dan “Oncidium Golden Shower” yang masing-masing digolongkan dalam tiga jenis mutu. 20.Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp.000. cara pengambilan contoh. 021 316 9166~69. Rasio output/input 10. 11.000. cara uji. 11.Rp.id .000. mutu II=67.000. Panjang tangkai: mutu I=75 cm.. kebutuhan bunga potong dalam negeri per tahun untuk berbagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai. http://www. M. a) Aranthera James Storie 1.000. 15. 2.Rp.- Rp. Rp.ristek.= 1. 12.5 cm.Rp. Diskripsi Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia tercantum dalam SNI 01– 3171– 1992. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.207. 2. 5.150. Selain dari segi biaya modal.000. 11.3.

id .ristek. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

e) Contoh yang diambil 10. 4. 3.ristek. 5. mutu III=2. 021 316 1952.go. cara uji dengan organoleptik. jumlah kuncup: mutu I=2. Minimum jumlah kuncup: mutu I=5. mutu II=tidak ada. Jl. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51 – 100. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26 – 50. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101 – 150. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4 – 25. cara uji dengan SPSMP-288-1980. mutu II=5. cara uji dengan organoleptik. cara uji organoleptik. M. mutu III=tidak ada. mutu II=7. 11. cara uji dengan organoleptik. mutu II=2. mutu II=42. mutu III=32. Minimum jumlah cabang: mutu I=3. Panjang tangkai: mutu I=60 cm. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1 – 3. mutu III=2. cara uji dengan organoleptik.5 cm. mutu III=1 . cara uji dengan organoleptik. cara uji dengan organoleptik.5 cm. mutu II=60 cm. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. mutu III=tidak ada. mutu III=5. mutu II=6. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap.5 cm. mutu II=2. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. 3. cara uji dengan SPSMP-288-1980. 6. mutu II=lengkap. mutu II=2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu III=27. mutu III=8. d) Contoh yang diambil 8. 4. mutu III=35 cm.H. g) Contoh yang diambil 15. Minimum jumlah bunga: mutu I=7.id . Minimum. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. Panjang tangkai: mutu I=67. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2. mutu II=tidak ada. mutu II=8. cara uji dengan organoleptik. http://www. Fax. cara uji dengan organoleptik. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201 – lebih. c) Contoh yang diambil 6. c) Onchidium Goldian Varientas Golden Shower 1. mutu III=lengkap. f) Contoh yang diambil 12. mutu II=lengkap. 3. Minimum jumlah cabang: mutu I=9. cara uji organoleptik. 2. 4.4. 2. mutu III=7. b) Arachnis Maggie Oei 1. Minimum jumlah bunga: mutu I=8. b) Contoh yang diambil 3. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. mutu II=7. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151 – 200. mutu III=6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. mutu III=lengkap. 5.

Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax. http://www. 021 316 1952. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal. 4. 2. Jl. Soeryowinoto. Fiyanti. 3. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. F. Produksi Indonesia. Jumlah isi.go. 021 316 1952. 11. Nurcahyo. 3) Agribisnis Tanaman Hias. Negara/tempat tujuan. Fax. Penerbit Yayasan Kanisius. Trubus (1997) Jakarta. Jenis mutu.Rahardi.5. Jakarta. 6.H. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Nama atau kode produsen/eksportir. Nama barang/varietas anggrek.ristek. DAFTAR PUSTAKA 1) Osman. 2) Tim Red. 021 316 9166~69. Penerbar Swadaya 1993 4) Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987. Eko M. Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium. http://www. 87 hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. 63 hal. M. 12. Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal. Sri Wahyuni. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1.id . 5. Sutarni M. 5) Merawat Anggrek . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 1952.id . 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H.ristek. 021 316 9166~69.go. M.

1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 2. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. http://www. Afrika selatan. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal.H. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika. M. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. rasa manis dan segar.id . Anggur berasal dari Armenia. yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico. tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGUR ( Vitis ) 1. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol. Prancis dan Austria.ristek. Asia termasuk Indonesia dan Australia. Amerika Selatan. Jerman.go. Jl. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis.

http://www. dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. 4) Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Alphonso Lavalle dan Golden Champion. 5. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. terutama di tepitepi pantai. c) Termasuk jenis ini adalah Brilliant. Iklim 1) Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah.H. Delaware.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Termasuk jenis ini adalah Gros Colman. Dari kedua jenis ini yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. SYARAT TUMBUH 5. rasa masam dan kurang segar. Fax. dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. 3) Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Situbondo Kuning.id . M. MANFAAT TANAMAN Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine.1. Isabella. Situbondo). Delaware. Chifung dan Australia. 5) Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. Probolinggo Putih. 3. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl. Probolinggo Biru dan Putih.ristek. Beacon dan Isabella. 021 316 9166~69. Namun ada juga yang dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur. Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunya ciri: a) Kulit tebal. 4. Pasuruan. Bali dan Kupang (NTT). 021 316 1952. Jl. Carman.

Fax. Jl. 021 316 1952.go. http://www.H.id . M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau. 021 316 9166~69. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. 2) Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral). Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk.ristek. d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Cara vegetatif (stek) yaitu : a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah. M. berair dan bebas dari noda-noda hitam. 021 316 1952.3. Pembibitan 1) Pengadaan Benih Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok. subur dan gembur.id . pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. 2) Teknik Penyemaian Benih Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan.go. http://www. lempung berpasir. b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm. Bibit stek yang baik adalah : a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal. Jl.H. 5. penyambungan). Fax. banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.2. Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. stek cabang. stek mata.

H. M. Jl. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www. Fax.id .ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.

b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi. d) Membuat lubang tanam. b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan. 4) Pemindahan Bibit a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya. c) Mengatur jarak tanam.3. 4) Pemupukan Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang. 021 316 9166~69. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. 6. b) Menentukan luas areal tanam. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m. Fax.go. http://www. pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1. 3 Kantor x 4 m. Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm.Bidang 4 x Pendayagunaan 5 m. 021 316 1952. 3 x 5 m. 3 x 5 m dan 4 x Ilmu 6m Deputi dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan.2.id .H. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang perlu dilakukan adalah: a) Menentukan lokasi penanaman. 4Menegristek x 5 m. M. 3) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang. 4 x 4 m.

H. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. M. 021 316 9166~69. http://www.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax.

4. Hal. Jl.id . tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para.ristek. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. (2) tidak sempurna bentuknya. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran. http://www. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam.H. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. 021 316 9166~69. tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil. juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. sekitar Juni dan Juli.111 pohon b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam. isi lubang berupa campuran tanah. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap. Untuk menjaga kualitas buah. 6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman dan Penjarangan Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati.go. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur. (3) buah yang ada di sebelah dalam. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau. (4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas : a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1. Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak.

id . Sebelum perempalan diperiksa dahulu dengan memotong ujung salah satu cabang. b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan. Umur 6-12 bulan. Umur 3-6 bulan. b) Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun.go.ristek. tahap ini sering gagal Perempalan antara bulan November-Desember. 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 90-110 hari 3. 5 kaleng pupuk kandang 2. 50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm. 100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun. Perempalan dilakukan dengan memotong ranting-ranting. bila meneteskan air perempalan dilaksanakan. tidak memperoleh hasil. bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik. 90-110 hari 2. 4) Pemupukan Ada dua masa pemupukan: a) Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. 5) Pengairan dan Penyiraman Yang perlu diperhatikan adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempalan a) Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun. dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. ZK 450 gram. 10 gram urea. M. Tujuannya hanya untuk memelihara tingkat kesuburan tanaman sampai musim hujan berakhir dan tanaman tidak rusak.5 m. 15 gram urea. interval 10 hari 2. b) Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1. Jl. TSP 300 gram. 80 gram TSP/100 gram ZK 3. Umur 11 hari sebelum perempalan.H. Umur 0-3 bulan. Umur 7 hari sebelum perempalan. interval 15 hari 3. c) Menjelang pemangkasan. Dalam 1 tahun dilakukan 3 kali perempalan: 1. tetapi bila tidak harus ditunda. Tahap III : Nov-Des. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tahap I : Maret-April. tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng. Fax. Umur 21 hari sebelum perempalan. Hal. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram. http://www. Tahap II : Juli-Agustus. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul.

6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur. Jl. cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3.H. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG. Hama 1) Phylloxera Vitifolia Menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua berakibat anggur jadi kering dan mati. Hama ini menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil.go. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi. kemudian menjadi kuning coklat dan gugur. 7) Pengaturan Bunga Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan. 021 316 1952. Yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. 3) Wereng daun Serangan wereng ini menyebabkan daun anggur berbintik putih. Fax.ristek. setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk. 2) Kumbang Apogonia destructor Bentuk kumbang kecil dan warna hitam mengkilat. 7. 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air. HAMA DAN PENYAKIT 7. Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja. 4 dan 5. 4) Kutu putih Dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil.id .1. 021 316 9166~69. http://www. M. Hal. e) Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Setelah masa pemangkasan. Menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Ulat daun Menyerang daun untuk dijadikan makanannya. 021 316 1952. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman. setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga.ristek. Sedang untuk penyakit busuk hitam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 6) Rayap Serangan yang paling parah bila menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati. setelah tanam/setelah panen. busuk dan gugur. 4) Phakospora Vitis Daun sebelah bawah sporanya). 7) Burung.H. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak. yang mulai masak untuk dijadikan Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan. 021 316 9166~69. 7. kalong. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan. Menyerang pucuk.id .go. Penyakit 1) Downy Mildew (jamur) Gejalanya daun nampak kuning bagian bawah terlihat ada tepung warna putihkuning. Fax. bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi. http://www. Untuk memberantas penyakit anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dengan waktu a sebelum masa berbunga. Daun. 3) Penyakit busuk hitam Menyebabkan buah jadi keriput. Jl. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bajing dan musang Menyerang buah makanannya.2. 2) Powdery Mildew Pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. tertutup tepung berwarna orange (massa 5) Peronospora Bila udara terlalu lembab jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun.

021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M. 021 316 9166~69.id .H. http://www.ristek. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.

Hal. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah warna dalam satu tandan telah rata. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. daerah dataran tinggi umur buah antara 105–110 hari. PASCAPANEN 9. Prakiraan Produksi Dari areal tanaman anggur 1 ha dengan rasio jarak tanam 4 x 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga.2. butir buah mudah lepas dari tandan dan keadaan buah kenyal serta lunak.H. 021 316 1952.2. Untuk daerah rendah umur buah 90-100 hari setelah pangkas. 9.go. 8.3. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah. saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik. http://www. Hasil pemetikan dimasukkan keranjang/dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk. 8. Hal yang penting bedak yang terdapat pada anggur dijaga agar tidak hilang. Pengumpulan Pengumpulan anggur tidak boleh ditumpuk karena dapat merusak buah di bawahnya. jumlah tanaman 500 batang dengan hasil panen per tahun rata-rata 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PANEN 8.1. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. 8. 9. Cara Panen Cara panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati (jangan sampai bedak hilang). agar buah yang terletak di bawah tidak rusak dan pecah. Periode Panen Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami dua kali panen. Jl.id .4.500 kg anggur. M. 8. iklim dan tinggi tempat.1. Ciri dan Umur Panen Umur panen anggur tergantung jenis yang ditanam.ristek. Fax. 021 316 9166~69.

Rp. Rp.500. 12.Rp. 2.3. 206.Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp. 500.750.1.1.000. 1. 10.000. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya anggur dengan rasio jarak tanam 4 x 5 luas (500 pohon) dan luas lahan 1 ha di daerah Malang tahun 1999.000.000.Rp.000. Rp.000.Kawat tali para-para 2 ton @ Rp. 500.000. Fax.Urea tiap pohon 1kg @ Rp. tetapi cara yang mudah.Bambu duri/atap para-para 1396 batang @ Rp. M. Rp. Rp. Rp. 7. 9.500.Rp.000. Pupuk . 779. Rp.000.500. 3.Upah menanam pohon @ Rp.000.Pupuk kandang @ Rp..1.H.5 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan. 3.000.500. 021 316 9166~69.790.Rp.Rp..000.000.470.000.id .000.Pupuk Kandang untuk 500 pohon@ Rp.000.3. 1. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. http://www. 1. cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak.Rp. 60.000. 5.000.Pengolahan tanah/penanaman Buat lubang tanam 500 pohon @ Rp. 500..425. 1.500.Mencampur pupuk untuk lubang tanam @Rp.000. 1000. 9.ristek.- Rp.000. Bibit 500 pohon @ Rp 5000. 1.564. 021 316 1952. 7.000.Upah menanam kayu jaran 412 batang @ Rp.000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.Menanam bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.Tali ijuk 200bendel @ Rp.700. Lahan .Rp.000. 4.000.500.2.2.000.442.000. 1) Biaya produksi tahun pertama 1.000.TSP tiap pohon 0.000.Tutu kayu jaran 412 batang @ Rp.Sewa tanah 5 tahun @ Rp.Pembuatan Para-para dan pagar keliling : Pembelian ajir dan upah Bambu tunggakan 1558 batang @ Rp. 900.2.Rp.Rp.000.500.000. 3. Pengemasan dan Pengangkutan Cara menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas koran. ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk. 10.000. Jl. 2. Cara terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan.Ongkos pasang para-para Pembuatan pagar keliling .250. 2.4.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.ristek. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.id .

500. http://www.4.999.000. Lain-lain/Ipeda Jumlah biaya produksi tahun ke-1 2) Biaya produksi tahun kedua. Tenaga kerja .000.000.Insektisida 5 liter . Rp. Rp. 3. 152.000.000.- Hal.000.Rp.000. 250. 250.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.500.000. 35.000..000.2.500.Pengawas 1 orang @ Rp. 8.000..1.Rp.Rp.ristek.000..TSP tiap pohon 0.5 kg x Rp.040. 750.1.401.000. 021 316 1952. Rp.101.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp. Rp.Rp. 7. 52.. Rp. 28.192.000.500.000.Oli pompa air 24 l @ Rp. 65. 42. 8.000.- Rp.000. Obat dan pestisida .Oli pompa air 24 l @ Rp.000. Tahun ke-2: 500 pohon x 2 x 6 kg x Rp. 9. 70. 19.Rp.2. Rp. Rp.560.go. Pupuk .000. 72... Tahun ke-3: 500 pohon x 2 x 7. Tenaga kerja .3.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp.7. 63.3.000.000. 50.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.Rp. 2.Pipa air 2 batang @ Rp.000. Lain-lain /Ipeda Jumlah biaya produksi/tahun untuk tahun ke-2 .000.000. Rp.000. Penyiraman . Rp. 400. Rp.140.000.000.000.397. 56. Tahun ke-5: 500 pohon x 2 x 9 kg x Rp. 35.000.192..000.Rp. Fax. Peralatan .000.000.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. 400. Rp.1.040.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.5. Penyiraman .000.000. 7.560.Jumlah pendapatan Rp. Rp.5. keempat dan kelima 1.Insektisida 5 liter .000. 65..280. 1000.2. ketiga. 240.000.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.000.000.Paralon 20 buah @ Rp. 1.000.000.Fungisida Profit 8 kg @ Rp. 2. 241.000.000.000.000. Rp.700.000.425.000.000.Pupuk kandang @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.500. Tahun ke-1: 500 pohon x 2 x 4 kg x Rp.Rp.2.id . Rp.000. 250.000. 250. 35.5 kg @ Rp.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.000.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.972.4. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7.000.Rp.000. 7. Tahun ke-4: 500 pohon x 2 x 8 kg x Rp. Rp.700.Rp.Rp.H.- Rp.880.000. 1000. Rp.- Rp.500. Obat dan Pestisida : .000.-/bulan 5.000. Jl.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp. 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. 7.Rp.5 Pk Merk Honda .000.Rp. 1.5 Jumlah biaya produksi 3) Pendapatan ( hasil panen 1 tahun 2 kali ) 1.880. 280.972. 021 316 9166~69.000.000. 240. Rp.000..Pasang Pipa air @ Rp.Pompa air 3.-/bulan . M.-/bulan .000.-/bulan 8.000.6..Pengawas 1 orang @ Rp.2.

305.141 (1994).300 atau rata-rata pertahun sebesar 5. B/C rasio Rp. . sehingga tiap tahun masih mengimpor.Dalam kenyataan produksi 1 pohon dapat mencapai 20–30 kg dan dalam 1 tahun bisa 3 kali panen.300.395. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 89. Jl. pir. Gambaran Peluang Agribisnis Indonesia telah mengeksport buah-buahan. Jenis buah import yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia antara lain anggur.1. Diskripsi Banyaknya buah dalam dompolan menjadi ukuran mutu yang menunjukkan tingginya produksi.365 (1995). namun untuk beberapa jenis tertentu masih mengimpor.820.029 kg senilai US $ 33. 77. 021 316 9166~69. Import buah tersebut sebesar 17. dan 116.797. 10.578 kg senilai US $ 50.000.231 kg senilai US $ 81.527. Indonesia mengimport lima jenis buahbuahan. 11.032.418.2. 68.103. Dengan kondisi tersebut maka pada masa kini dan yang akan datang budidaya anggur sangat menjanjikan bagi para produsen. STANDAR PRODUKSI 11. ukuran buah dan rasa.ristek.id .58 Catatan : . 40.846.501. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Impor anggur Indonesia tahun 1991-1995 mencapai 26.746. 17.604 (1991). 11.Umur tanaman anggur semakin lama semakin produktif dan dapat mencapai 25– 30 tahun. Keuntungan/tahun 5) Parameter kelayakan usaha 1. Sehingga saat ini telah mulai dikembangkan budidaya anggur dengan skala besar dan pengolahan yang intensif. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jeruk.600.406. Keuntungan dalam 5 tahun 2. M. meliputi apel. Fax. 021 316 1952.977 kg senilai US $ 36.374.973. kurma dan anggur. (1993). Ruang Lingkup Standar mutu anggur di Indonesia masih belum. Produk anggur dalam negeri belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik. Sedang ukuran buah yang seragam dan rasa akan menaikkan nilai jual dalam pemasaran.= 1.525.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Keuntungan 1. http://www.Rp.270. Dalam tahun 1991-1995.go.937.H. namun ditingkat petani sudah ada standar mutu berdasar dompolan.612 (1992).325 kg senilai US $ 13.557.4 kg senilai US $ 7.2.878 kg senilai US $ 60.

12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www. M.go. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.H. 021 316 9166~69.

Penebar Swadaya. Perjalanan Anggur Bali.5. rasa manis. Penebar Swadaya. Pengemasan Standar pengemasan anggur adalah buah dalam baik saat pengangkutan sampai ke tempat tujuan. 1993. Pengemasan terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi serbuk gergaji sehingga anggur tetap terjaga keutuhannya. 4) _.ristek. Jakarta. 1991. rasa manis. Jakarta. 1992. 1990. Jakarta. Jakarta. penebar Swadaya. Jakarta. 5) _.go. Usaha Nasional. Fax.3.4. Penebar Swadaya. 6) . http://www. Jl. 2) Mutu B: dompolan renggang. 021 316 1952. 7) Trubus 274. Jakarta. Februari 2000 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1992. 8) Trubus 275. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Anggur impor Menyerbu Indonesia. 9) . Membuat Anggur Berbiji Menjadi Tak Berbiji. 10) Widyastuti YE dan Paimin FB. Penebar Swadaya. Anggur yang diambil sebelum umur panen mempunyai mutu rendah. Vitis vinifera Terbaik Untuk Wine. Perbanyakan Anggur dengan Stek Satu Mata. Budidaya Anggur. 2) Trubus 33. Mutu Klasifikasi dan Standar Standar mutu yang berlaku di petani: 1) Mutu A: dompolan rapat. 11. Jakarta. Jakarta. 11. Cara Mengepak Anggur yang Benar. Chip Budding Untuk Membibitkan Anggur. Penebar Swadaya. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh yang berfungsi untuk penanganan berikutnya diambil saat dilakukan pemanenan. M. Surabaya. Jakarta. 3) Trubus 272.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 1992.id . Mengunjungi Sentra Anggur Di RRC. DAFTAR PUSTAKA 1) Sauri H dan Martulis. 3) Mutu C: di luar ketentuan mutu A dan B. 021 316 9166~69. buah kecil. Penebar Swadaya. buah besar dan seragam.H. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Jakarta. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12.

ristek. 021 316 9166~69. Fax. http://www. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.go. 021 316 1952. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jl. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id .

Hal. SEJARAH SINGKAT Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo. JENIS TANAMAN Menurut sistematika. Anna. Jl. 021 316 9166~69.go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. http://www.H. Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty. 021 316 1952. terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. tanaman apel termasuk dalam: 1) Divisio : Spermatophyta 2) Subdivisio : Angiospermae 3) Klas : Dicotyledonae 4) Ordo : Rosales 5) Famili : Rosaceae 6) Genus : Malus 7) Spesies : Malus sylvestris Mill Dari spesies Malus sylvestris Mill ini.ristek. Manalagi.id . Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN APEL ( Malus sylvestris Mill ) 1.

Jawa Tengah (Tawangmangu).id .600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun. penyerapan air. Banyuwangi). dan Australia. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. Media Tanam 1) Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam. Amerika. Jl. dan porositas baik. 3) Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C.ristek. 021 316 9166~69.000-2. 4. Nusa Tenggara Barat. Selain itu apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi.H. 5. Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa. 3) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia.1. 4) Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 7585%. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Tanah yang cocok adalah Latosol. Bali (Buleleng dan Tabanan). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar). M. MANFAAT TANAMAN Apel mengandung banyak vitamin C dan B. apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950. pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. 021 316 1952. sehingga pertukaran oksigen. Fax. 2) Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo. http://www. dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. terutama pada saat pembungaan. SYARAT TUMBUH 5. 5. 4) Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. 5) Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman. Iklim 1) Curah hujan yang ideal adalah 1. dan struktur tanahnya remah dan gembur. Andosol dan Regosol.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. mempunyai aerasi. mempunyai lapisan organik tinggi. Jatim.2. Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami.

id . M.H. http://www. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya. diameter 0. Jl. 021 316 9166~69. bila sudah cukup kuat.1. Pembibitan Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif. penimbunan dilakukan tiap 2 mata. tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya. Ketinggian Tempat Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl.5 cm dan kulit batang kecoklatan.3. kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah.id . anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong. Fax.Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl. http://www.ristek. M. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Anakan / siwilan 1. 021 316 1952. sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sambungan (grafting) dan stek. Hal. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul.H. perakaran luas dan kuat. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon. 3. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. mempunyai daya adaptasi tinggi. PEDOMAN BUDIDAYA 6.go. Setelah anakan dicabut. Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu: . b) Rundukan (layering) 1. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1) Persyaratan Benih Syarat batang bawah: merupakan apel liar. lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm. lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm. bentuk pohon kokoh. Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. 6.

2.ristek. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. b) Penyambungan 1. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan.5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). Fax.go. Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hatihati agar matanya tidak rusak 3. M. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2. bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu. 4. ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar. c) Stek Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus). 5.id . diameter batang ± 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat.Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada okulasi yang jadi. Bekas luka diolesi defolatan. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah denngan panjang 2-5 cm. Setelah 2-3 minggu. 6. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral). 2. tiap bedengan ditanami dua baris. diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu. kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang. http://www. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya.H. sekitar 2 cm diatas tempelan. 021 316 9166~69. 3) Teknik Pembiitan a) Penempelan 1. Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik. 2. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas. 021 316 1952. Jarak penanaman 30 x 25 cm. 3. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel.

021 316 1952.H. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M.ristek. 021 316 9166~69. Jl.

kemiringan tanah.id . b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma. Fax. Hal. 4) Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan batang bawah meliputi a) Pemupukan: dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman.H. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. tetapi hanya peninggian alur penanaman.go. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan. 021 316 9166~69. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang diperlukan adalah persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. menentukan kebutuhan tenaga kerja. dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes. 7. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane. http://www. ditambah perekat Agristic. 6. daunnya dibuang. sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis. M. Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun. bahan paralatan dan biaya yang diperlukan. c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan) d) Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. keadaan tanah. Cabang entres dippotong sepanjang ± 15 cm (± 3 mata). Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah. sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Setelah berumur 2-3 minggu. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin. 5. 6. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal 3) Pembentukan Bedengan Pada tanaman apel bedeng hampir tidak diperlukan. 5) Pemindahan Bibit Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji.2. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah.

bawang dan lain-lain. M. 2. Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam antara 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x 1 m. Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan. 021 316 1952.5 m. c.3. dan menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya. 5) Pemupukan Pupuk yang diberikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengapuran Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah.go. Setelah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman apel dapat ditanam secara monokultur maupun intercroping. Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6. 021 316 9166~69.5 x 3. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Cara Penanaman Penanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau (di sawah). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatar perakarannya agar menyebar.5-3 m. setelah itu dibiarkan selama 2 minggu. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3. sirkulasi udara kurang. b. Untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. Tapi pada saat ini. Jl. sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2. 6. Tanaman apel tidak dapat ditanam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban tinggi. 3. sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit.H. setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut: a. masing-masing dicampur pupuk kandang sekurangkurangnya 20 kg.id . seperti cabai.ristek. Intercroping hanya dapat dilakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun atau sebelum 2 tahun.

Fax.go. http://www.H.ristek. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

M. Melihat situasi buah.H. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan hanya bila disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap dapat mengganggu tanaman. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman agar tidak tergenang air dan juga untuk menggemburkan tanah.id Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d. bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan penyulaman Penjarangan tanaman tidak dilakukan. tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk. 5) Pemupukan a) Pada musim hujan/tanah sawah 1. knop yang tidak subur. 4-6 mata dan bekas tangkai buah. 2. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan. Untuk menahan angin. Bila semua tanah telah masuk. 6. 3) Pembubunan Penyiangan biasanya diikuti dengan pembubunan tanah. 021 316 1952. peniangan hampir tidak perlu dilakukan karena tajuk daun menutupi permukaan tanah sehingga rumput-rumput tidak dapat tumbuh. 7/ 18 .4. tunas yang tumbuh di bawah 60 cm.5-3 bulan setelah rompes. KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). TSP dan KCl/ZK ± 1 kg/pohon (1:2:1) Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. yaitu bila buah lebat (2. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan sampai didapat bentuk yang diinginkan(4-5 tahun). 4) Perempalan/Pemangkasan Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 cm. cabang yang berpenyakit dan tidak produkrif. Bersamaan rompes daun (< 3 minggu). TSP. Pembubunan biasanya dilakukan setelah panen atau bersamaan dengan pemupukan. sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau dimatikan kerena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. tanah ditekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar bibit tertanam kuat dan lurus. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea.ristek. NPK (15-15-15) 1 kg/pohon atau campuran Urea. Pada kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3x3 m). ranting atau daun yang menutupi buah. cabang yang menyulitkan pelengkungan. Fax. Jl.

Pada musim penghujan. lalu ditutup tanah dan diairi. Untuk penanggulangan.id . Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. Cara pemupukan disebar di sekeliling tanaman sedalam ± 20 cm sejauh lebar daun. tanaman apel memerlukan pengairan yang memadai sepanjang musim. 8) Pemeliharaan Lain a) Perompesan Perompesan dilakukan untuk mematahkan masa dorman didaerah sedang. penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat. 2-3 bulan setelah rompes (ada hujan). tetapi harus diperhatikan jangan sampai tanaman terendam air. Untuk meningkatkan pertumbuhan perlu diberikan pupuk daun dan ZPT pada 5-7 hari sampai menjelang bunga setelah rompes (Gandasil B 1 gram/liter) + Atonik/Cepha 1 cc/liter diselingi dengan Metalik-Multi Mikro dan 5-7 hari sekali sampai menjelang panen (2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Di darah tropis perompesan dilakukan untuk menggantikan musim gugur di daerah iklim sedang baik secara manual oleh manusia (dengan tangan) 10 hari setelah panen maupun dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Urea 10%+Ethrel 5000 ppm 1 minggu setelah panen 2 kali dengan selang satu minggu). 6) Pengairan dan Penyiraman Untuk pertumbuhannya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedangkan pada musim kemarau masalah kekurangan air harus diatasi dengan cara menyirami tanaman sekurang-kurangnya 2 minggu sekali dengan cara dikocor.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Musim kemarau/tanah tegal 1. dan KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). 7) Penyemprotan Pestisida Untuk pencegahan.ristek. M. 021 316 9166~69. Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut.H. Fax. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. 021 316 1952. masalah kekurangan air tidak ditemui. Selain itu perlu digunakan zat pengatur tumbuh Dormex sekali setahun setelah rompes (jangan sampai 10 hari setelah rompes) sebanyak 2600 liter larutan dengan dosisi 3 liter/200 literair. TSP. pengendalian secara lebih terinci akan dijelaskan pada poin hama dan penyakit. Untuk pupuk kandang cukup diberikan sekali setahun (2 x panen) 1-2 pikul setiap pohon pada musim kemarau setelah panen. agar hama dapat segera ditanggulangi. penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air).5 bulan) dari rompes Gandasil D (1 gram/liter). http://www. Jl.go. Krena itu perlu drainase yang baik.

id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M. Jl. 021 316 1952.H. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go.

M. ada yang bersayap ada pula yang tidak. dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). daun berubah bentuk. cara penyemprotan dari atas ke bawah. 021 316 9166~69.ristek. Tunas lateral yang rata akan memacu pertumbuhan tunas yang berarti mamacu terbentuknya buah. perkembangbiakan sangat cepat. panjang tubuh 1. Hama 1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan. (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Pelengkungan cabang Setelah dirompes dilakukan pelengkungan cabang untuk meratakan tunas lateral dengan cara menarik ujung cabang dengan tali dan diikatkan ke bawah. antena pendek.1. Penyemprotan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. terlambat berbunga. tangkai cabang. (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa.250 cc/liter air. 7. kulit baik.jika tidak mutu buahpun jelek. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat). Untuk memdapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3-5 buah.id . buah-buah muda gugur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. e) Perbaikan kualitas warna buah Peningkatan warna buah dapat dilakukan dengan bahan kimia Ethrel. (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1.7 mm berwarna hitam. HAMA DAN PENYAKIT 7. d) Pembelongsongan buah Dilakukan 3 bulan sebelum panen dengan menggunakan kertas minyak berwarna putih sampai keabu-abuan/kecoklat-cokltan yang bawahnya berlubang.go. panjang sayap 1.a. Jl. mengkerut. Imidakloprid) dosis 0.6 liter. (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga). bunga.H. (5) Convidor 200 SL (b. Paklobutrazol. dan sehat.8 mm. Fax. (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali. Tujuan buah terhindar dari serangan burung dan kelelawar dan menjaga warna buah mulus. leriting.4 D baik secara tunggal maupun kombinasi. 2. terutama ujung tunas muda. Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda. dan buah. telur dapat menetas dalam 3-4 hari. http://www.125-0. c) Penjarangan buah Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.H. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www.

H. 3) Trips Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm. 2) Tungau. Serabgga berukuran kecil. dan pembentukan buah. (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning. menyerang daun muda. (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b.5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen. Monocrotofos). kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun. 4) Ulat daun (Spodoptera litura) Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. daun yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1. 021 316 9166~69.ristek. Gejala: (1) menjerang daun. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm.a. dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas. http://www. dan buah yang masih sangat muda. dan mengering. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b. Jl. dan panjang 0. (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun. buram. (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat. bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar. kuncup/tunas. Gejala: menyerang pada pagi. Spinder mite. sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih. 10/ 18 . 5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah. (2) pada daun terlihat berbintik.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu. mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. berbunga.go.id Hal.6 mm. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum. 021 316 1952. sore atau pada saat keadaan berawan. Gejala: menyerang daun. Fax. cokelat. cambuk merah (panonychus Ulmi) Ciri: berwarna merah tua.bintik putih.a. nimfa berwarna putih kekuningkuningan. tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel. M. meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda.a.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris.daunnya dengan kerusakan 30%. Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina.a. BPMC). http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan apabila buah membesar. M. kerdil dan tidak berbuah. 021 316 9166~69. 021 316 1952. tanaman yang terserang tinggal tulang daun. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp.id . Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. (2) pada buah berwarna coklat. kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. 7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) Ciri: larva tidak berkaki. berkutil coklat. (2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. Baycarb 500 EC (b.2.5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0. nekrose. tunas tidak normal. yang dilakukan pada sore atau pagi hari. Metomyl). Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah. setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah. serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat. (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2.H. 6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala. Panjang larva 50 mm. Penyakit 1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) Penyebab: Padosphaera leucotich Salm. (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0.ristek. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telurtelur yang biasanya diletakkan pada daun. bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. pada siang hari larva bersembunyi di balik daun.a.5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka jantan tertarik dan menhisap kapas. Gejala: bentuk buah menjadi jelek. tunas yang terserang menjadi coklat. Fax. Warna lalat hitam. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. Jl. Gejala: menyerang daun tua dan muda. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC.go. Monocrotofos) dan Matador 25 EC. kering dan akhirnya mati. terlihat benjol-benjol. 7.5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih.1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc.a.

http://www.go.H. 021 316 9166~69.id . Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. M. 021 316 1952.

(3) membuang bagian yang sakit.go. menghilangkan bagian tanaman yang sakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berwarna coklat. dimulai dari daun tua.) Gejala: menyerang batang/cabang (busuk. gugur. 021 316 1952. dan kulit akar membusuk.5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. dan buah (becak kecil warna cokelat muda. ditandai dengan layu daun. 3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun.H.1. yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya. Fax. mengelembung. Henlate 0. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat. (2) mengurangi kelembapan kebun.5 gram/liter air. terkadang mengeluarkan cairan). (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz. daun muda hingga seluruh bagian gugur. http://www. bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun. 021 316 9166~69. 5) Busuk buah (Gloeosporium Sp. warna coklat kehitaman. bagian yang terserang dibuang dan dibakar. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. permukaan atas timbul titik hitam.id . 4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp. PANEN 8. Antracol 70 WP 2 gram/liter air. 8. (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air. busuk. Pengendalian: (1) tidak memanen buah terlalu masak. 6) Busuk akar (Armilliaria Melea) Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah. (5) disemprot Benomyl 0. Pengendalian: dengan eradifikasi. dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air.J.ristek. Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0. berair dan warna buah pucat. Davis) Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur.) Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. tergantung pada varietas dan iklim. Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. M.5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu.

021 316 1952. Jl. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. M.H. Fax.

4.id . Fax. 8. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening). secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon. yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. 8. PASCAPANEN 9. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres.1.3.2. Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun. Pengumpulan Setelah dipetik. apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal. ukuran dan kualitas buah. Tetapi. Hal. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar.H. agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Jl. aroma mulai terasa.go. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. umur buah lebih panjang. lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 120-141 hari dari bunga mekar. 9. M. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit.2. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. http://www. 9. 021 316 9166~69.ristek. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. 8. Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari.

205.000. Rp. Rp.Tahun ke-5.575.Tahun ke-6. 100 kg . 1.Tahun ke-3..000. Rp.Tahun ke-4. 3. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Tahun ke-2. 222 kg .112. Rp. Jl. 67 m @ Rp. misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127141 hari). Rp. 9. Pupuk Urea .000. 65 kg @ Rp.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Jawa Timur tahun 1999. M.1.go.000. Sewa lahan 10 tahun @ Rp.174. Rp. Pupuk SP 36 .205.341.500.ristek. Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan). 100 m 3 .313. 021 316 9166~69.000.320.228.204.214.250. 1.Tahun ke-1. http://www. Rp. Penyimpanan Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain. 175 m 4.000.000.530. 100 kg .800. Rp. Rp. 333 kg 5.3 .625. Rp. Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah.469.Tahun ke-4.3.3.1.410.500.Tahun ke-1. Rp.Tahun ke-4. Rp. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak).2 derajat C. 15. Pupuk kandang 3 .. 1. 83 m 3 .Tahun ke-2.2. Rp. harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2. 10.Tahun ke-2.020.Rp.Tahun ke-5.450.Tahun ke-6. 2. 145 kg .000. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel. Rp.000. 100 kg .055.Tahun ke-6.000.000. 10. 125 m 3 .500.245.4.141.Rp. Rp.105.675.400.000.Tahun ke-3.1.133. 021 316 1952. 80 kg @ Rp.000. a) Biaya produksi 1.875. 152 kg .130.005. 166 kg Rp. Bibit 400 tanaman @ Rp.1. Rp. Rp.2. 85 kg . Fax.Tahun ke-3.2. 111 kg .id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.Tahun ke-5.Tahun ke-1. 1.500. 150 m 3 .- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M.H.go. 021 316 9166~69. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952.

26 kg @ Rp..Tahun ke-2 Rp. 5.275.. 324.668.000.. M. 65 HOK @ Rp. 120.Rp.Rp.Pemupukan . 186.000. 180. 960. 73 kg Rp.Tahun ke-6 Rp. 54. 300.550. Jl.Rp.Rp. 300..Tahun ke-6.Rp.Penanaman 30 HOK @ Rp... 600.Rp.Rp. http://www.Tahun ke-2.000.760...600.000.Tahun ke-3. 333 kg Rp. 432.id .Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.9.000. 15. 5.000.Tahun ke-4. 50 HOK @ Rp.000.Cangkul 20 buah @ Rp. 375..000.400.Rp. 5. 200.Tahun ke-5.000.Tahun ke-2.. Tenaga kerja . 200.400.. 36 HOK @ Rp.Rp.Sprayer 3 buah @ Rp. 540. 5. 4.Gunting Pangkas 5 buah @ Rp..000. 3. 30 HOK @ Rp. 162.000. 500 kg Rp.. 540.Tahun ke-5 Rp. Pupuk daun . 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.8..Tahun ke-3.000.Penyiangan 20 HOK/thn @ Rp.840.000.000.000..Rp. 50. Pupuk KCl . 10 liter Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.000.000. 325.Tahun ke-6.Rp.000.Rp. 60 HOK @ Rp. 48 HOK @ Rp. 75..ristek.000.000. 10 liter Rp..000.000.000. 5...Rp.000.Penyemprotan penyakit Hal. 127.10. 5.Tahun ke-1.. 2.Tahun ke-3 Rp. 250..000.000.7.Rp.Rp..H.000. 5.Tahun ke-1. 50 HOK @ Rp.Tahun ke-3..500. 4. 849. 100.000. Peralatan .Tahun ke-3 40 HOK @ Rp. 900. 6 liter Rp.Rp.000.Tahun ke-5.000.. 300.Rp. 75 HOK @ Rp. 5.Tahun ke-4 Rp. Dimecron.000.. 8.104.150. 1. 11.Rp. Obat dan Pestisida (Antracol.150.000.000.000.000. 8 liter Rp.000.Buat lubang tanam 70 HOK @ Rp.Rp. 5.000. 10 liter Rp.Tahun ke-6. 240. 5.000. 387.Tenaga tetap 1 orang Rp.000.300.000. 66.Pengolahan lahan tahun ke-1 15 HOK @ Rp..000.000.Tahun ke-1 Rp..Tahun ke-2. 350.. 40 HOK @ Rp. 021 316 9166~69.Tahun ke-4.000. 250.Tahun ke-3.Penyemprotan Hama .go.000. 65 HOK @ Rp. Karathane. 24 HOK @ Rp. Fax. 5.000.000.000. 325. 3 liter @ Rp. 5.000.Tahun Ke-1. 152 kg Rp.Tahun ke-2.Pengolahan lahan tahun ke-2-6. 5.Tahun ke-4.Nimrod. 150. 300..000. 540.. 021 316 1952.000. 5.000. 150....Pengendalian HPT ..Tahun ke-1.000.000. 1.000.Tahun ke 5.. dll) .Tahun ke-1 dan ke-2.Rp. 50 kg Rp. 250. 5.

305. Di dunia tanaman apel banyak diproduksi oleh negara-negara empat musim.Tahun ke-2. 6: 40 HOK @ Rp.000.125. 5.000.Rp. Rp.Total pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah-daerah tertentu yang iklimnya menunjang.000. 50 HOK @ Rp. 150.Tahun ke-3.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.250.Tahun ke-1. 22 HOK @ Rp.. 5.Tahun ke-4. 33.Rp.000.000.Pemangkasan .250. 021 316 1952.000. 5.034.000. 60 HOK @ Rp..800. 5. 45.Pengairan .ristek. 5.000.000.000. 150. 30 HOK @ Rp. Rp.Rp. Tahun ke-5: 4.Rp.000. 50 HOK @ Rp. 50 HOK @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) 1.000. Rp. Tahun ke-6: 6.000.000. Jl.760 kg @ Rp.990 kg @ Rp.164 ha (sawah) dan 0.916. 5.Tahun ke-6..Tahun ke-3. 16 HOK @ Rp.600. 250. Gambaran Peluang Agribisnis Dari segi agribisnis.900 kg @ Rp.Rp. 2. 20 HOK @ Rp.Penyabutan batang . Tahun ke-3: 2.249.000.000. M.000.Tahun ke-4.1 Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) dalam Bambang Sularso menunjukan bahwa BEP usaha tani apel pada tanah sawah Rp. petani telah mendapatkan keuntungan. 33.39 ha (tegal).000.. 100.- Rp.000 dan untuk tanah tegal Rp.Tahun ke-1..000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi...2.Rp. Fax.Tahun ke-4.Rp.000. 5.Tahun ke-2.000. Rp. 19. 24. 3: 30 HOK/tahun @ Rp. Tahun ke-4: 3.100.Rp.450.000.000. 30 HOK @ Rp.4. 30 HOK @ Rp.3.Tahun ke-5.000 dapat dicapai pada skala minimum seluas 0. Rp..125..000.Rp.000. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yaitu: 1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif.000.000.Tahun ke-2. B/C ratio Rp.375. Rp. 5.= 1..000. 83. 5. 9.000.000.000..Tahun ke-6. 5.000. 021 316 9166~69. Rp.id .. 60 HOK @ Rp. 5.H..500. 300.000.150.80.Rp. 20 HOK @ Rp. 5.150.000. 300.000.695. 5.Tahun ke-3. 200. 5. 5. 10.150. 5.825 kg @ Rp.Tahun ke-5. apel tergolong tanaman yang sangat komersial. 30 HOK @ Rp.950. sedangkan didaerah tropis hanya beberapa daerah yang berhasil misalnya Malang.Rp. http://www.. 5. 5. Hal ini berarti bahwa bila petani menanam apel lebih dari skala minimum tersebut.2. 92.000. 14. Rp. Rp. 110.go.000.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.ristek.H. Jl.go. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. http://www. contoh yang diambil 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000.276 ton (1988) atau meningkat 17. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pasar apel Indonesia. Jl.ristek. Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit diambil alih oleh produksi dalam negeri.3. 021 316 9166~69. contoh yang diambil 9. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300.4. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.2% (5-7 buah/kg) c) Grade C = 29. Hal ini dapat dilihat data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi apel nasional 7. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini.go. M.6% (8-10 buah/kg) d) Grade D = 7. e. c.H.046. b.0% (11-15 buah/kg) 11. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. d.303. tengah dan bawah.372 ton (1984) menjadi 9. 11. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. cara pengujian mutu. Fax. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 11. selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia.2.9% (31-4 buah/kg) b) Grade B = 45. contoh yang diambil 10. STANDAR PRODUKSI 11. Klasifikasi dan Standar Mutu Standar mutu yang selama ini berlaku: a) Grade A = 15. yaitu pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. 3) Faktor lain.5%.id . Diskripsi … 11. contoh yang diambil 15 (minimum). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. contoh yang diambil 7.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www.id . Fax.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69.ristek.

1993. 021 316 9166~69. Jakarta. Pertanian. Yogyakarta. 12. 2) Soelarso. Jakarta. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Mengenal Buah Unggul Indonesia. R bambang.go. Fak.ristek. 4) Widyastuti. Universitas Brawijaya. “Budidaya Tanaman Hortikultura” Khususnya Tanaman Buah-Buahan. jenis mutu. negara/tempat tujuan. Pengemasan Buah apel dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. 021 316 1952.id . Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www. Bandung. daerah asal. Fax. nama/kode perusahaan. ILMU Produksi Tanaman dan Buah-Buahan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. PT.H. Soewarno. FB. 1995. M. golongan ukuran.5. YE dan Paimin. Malang. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hendro. 1987. DAFTAR PUSTAKA 1) Notodimedjo. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. hasil Indonesia. berat bersih. Kanisius. 3) Sunarjono. Sinar Baru. Penebar Swadaya dan Trubus. 1996. Budidaya Apel.

go. Jl.ristek. 021 316 9166~69. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. Walaupun perkembangannya sangat lambat.200 varietas. 1/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Di luar negeri. 021 316 9166~69. L. dari Royal Botanical Garden di Madrid. Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DAHLIA ( Dahlia spp.ristek. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SEJARAH SINGKAT Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak. http://www. National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. pada tahun 1841 sudah terdapat 1. 021 316 1952. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789.H. Fax. ) 1. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India. Jl.go.

Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. Dahlia adalah tanaman berubi. pinnata. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. juarezii. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Compositae Genus : Dahlia Spesies : Dahlia spp. http://www. ungu atau campurannya. Karena itu.id . variabilis.H. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah. violet. 5. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah. Fax. 021 316 9166~69. Bunga dahlia memiliki warna : putih. jingga. MANFAAT TANAMAN Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. coccinea. D. kuning. 3. 4. dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat). merah.ristek.go. SYARAT PERTUMBUHAN 5. pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa.1. D. D.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. 021 316 1952. M. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia untuk tujuan komersil. suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup. Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D. L. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Iklim Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan. inulin akan berubah menjadi fruktosa.

M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id . http://www. 021 316 1952.H.ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan.ristek. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah.1. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah.5-2 bulan dan siap untuk dijual.0-8. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 7001. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai.id . Tinggi bedengan 5 cm. Media Tanam 1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus.0. 5. 6. pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1. Jl. memiliki tata udara baik dan gembur. dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk menghindari penyakit. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. 2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69. Bedengan dibuat dari campuran humus. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Bibit a) Perbanyakan generatif dengan benih Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm. penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. b) Perbanyakan vegetatif dengan stek Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1. gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas.H. M. Setelah tanaman berdaun 6 helai.3.go.2.000 m dpl. Fax. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan.

ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 3/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H. Fax. 021 316 9166~69. Jl. http://www.

Siram sampai lembab. tambahkan 1 gram pupuk NPK. batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali. f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. Fax. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit. M. Gulma jarang tumbuh.id . c) Perbanyakan vegetatif dari ubi Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. c) Buat lubang tanam ditengah media.go. 2) Pemeliharaan Penyemaian a) Tanaman di Persemaian Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarauhujan dan musim hujan.ristek. Untuk mendapatkan ubi. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak. 4/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya. 021 316 9166~69. Jl.H. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini. Pengolahan Media Tanam 1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar) a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata. Kriteria penjarangan bunga adalah: 1. jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit. http://www. 021 316 1952. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume.TTG BUDIDAYA PERTANIAN padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari. d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar.2. 6. b) Tanaman di dalam polibag Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan.

Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu.H. Tutup pupuk dengan tanah. 2) Cara Penanaman Ubi Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. Rapikan kembali bedengan. 021 316 9166~69.3. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman. SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. 021 316 1952. Setelah bedengan terbentuk. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Jl. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm.go. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembentukan Bedengan Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm.4. Fax. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 . Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah.6 bunga. 3) Pemupukan Dilakukan setiap 10 hari dengan urea. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh. tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm.id . http://www. Ketika tanaman mencapai 1 m. tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan.ristek. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Penyiangan Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert pembumbunan.

id .H. http://www. 5/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. Jl. Fax.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

go. merendam benih dalam air panas. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari.ristek. PANEN Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar. pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion. Jl. Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma. dahlia kaktus atau semi kaktus. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk. Di awal pertumbuhannya. daun akan mengering dan gugur. http://www. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA. Hama a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn. 7.H.1. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari. Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC.2. Penyakit 1) Embun tepung/Powdery mildew Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. HAMA DAN PENYAKIT 7. tertutup lapisan putih tipis seperti tepung.) Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. TSV. 7. Pada saat itu. Gejala: bagian yang terserang. 2) Virus Penyebab: jenis virus CMV.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan penyiraman Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman.id . M. terutama daun. menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. TSWV dan DMV. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau. Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips. Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil. jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. 8. Fax. tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering.

Fax. 021 316 9166~69.H.go. http://www. 6/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. 8. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm. 021 316 1952. 2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. 10. Ubi dicuci bersih. biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen).2. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Ciri dan Umur Panen 1) Bunga: tiga bulan setelah tanam. Cara Panen 1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm.1. 2) Ubi Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: 1.id .ristek. Dalam 2 10 tumbak (140 m ) dihasilkan 400 kg ubi. Jl. 2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam.H. Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang.go. Fax. 2 9. Prakiraan Produksi 1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m ). Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga. tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang. dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. M. 2. PASCAPANEN 1) Bunga Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang.1. Hal. Jawa Barat. 8. 7/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

Bibit: 2000 @ Rp. 1. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris. 600. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan.3.000.-.000.Pupuk buatan 4. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa. 3.dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. Jl.500.000.000. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 25. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah.506 Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp.sampai Rp.000.000.705. 4. 1..000.750. Pestisida 5.id . Amerika atau India. 350. Fax.1. M.1. 2. penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan.go. 10. Pupuk . potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi. 9. 2.2. 100.000. http://www.1.Rp. Alat (polibag.000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.. 2.000.Pupuk kandang . cara pengambilan contoh dan pengemasan.Rp.. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu.000.sampai Rp. sekam dll) 6. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam 2.. 500.000. Rp.000. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 400.per polibag. STANDAR PRODUKSI 11.Rp.Rp. 45. 525.Rp.-/kg (1990).= 1.sampai Rp.H.000..14. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa.ristek. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp.295. Sebenarnya. Tenaga kerja 7.100. rasio output/input Rp.Rp.000 kuntum x 16 minggu @ Rp. 021 316 9166~69. harga sirup fruktosa Rp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. 750.Rp.35. 11.625.Rp.000.Rp. Harga inulin. Gambaran Peluang Agribisnis Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer.

go. 021 316 9166~69. Jl. http://www.id . 021 316 1952.ristek.H. 8/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. 11. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. Deskripsi … 11.go. 2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7.5.ristek.3. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. Jl. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Kuntum tidak tertutup seludang. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. diambil satu tangkai. Pengemasan 1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. http://www. 11.000 kemasan.H. 021 316 9166~69. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. Fax.4. 3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. 021 316 1952. pangkal bunga diberi kapas basah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Hal. 9/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Nama atau kode produsen/eksportir. 021 316 9166~69.go. Negara tujuan. http://www.ristek.H. 4. Jenis mutu. M. Jumlah isi. 5.id . 3. Jl. 021 316 1952. Nama barang. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1.

Flowerbad Dahlias. http://www.ristek. 1998. S. GRÜND.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Indian Dahlia Annual 1998:22-24 Jakarta. Paris 5) Vinayananda. Penebar Swadaya. The Standard Cyclopedia of Horticulture. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 1952. New York. 10/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax. Indian Dahlia Annual 1998:57-60 3) Lutony.H. 2) Fisher. A. H. 1993. A. Jakarta 4) Molzer. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Flore des Jardins. T. Macmillan Company. 021 316 9166~69.L. Tanaman Sumber Pemanis.id . 1986.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %. DAFTAR PUSTAKA 1) Bailey. L. Virus Infection in Dahlia-Part II. 1937. Jl. V. 12.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN DUKU ( Lansium domesticum Corr. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama.go.H.id . Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur. duku metesih dan duku condet. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat. http://www. JENIS TANAMAN Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering. digunakan untuk tiang rumah. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya. Fax. 021 316 9166~69. 2. 021 316 1952. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. ) 1. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara.ristek. SEJARAH Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet Hal. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama. Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam. gagang perabotan dan sebagainya.

021 316 9166~69. 4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. Tetapi tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. Fax. Jl. Sehingga jika tempatnya agak lereng. Iklim 1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN digunakan untuk mengobati disentri. tanaman duku tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang cukup. Hal. 2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan merata sepanjang tahun. 021 316 1952. 5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku. sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku.1.id . 5. 3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi. walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam. M.ristek. Sumatera (Komering. 4. air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu genangan air.go. Media Tanam 1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung bahan organik. 5.H. Sebaliknya pada tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7. sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking. SY AR AT T UM BUH 5. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta). 4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu rata-rata 19 derajat C.2. Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet). Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun. tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b). http://www. 3) Di daerah yang agak basah. subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. 021 316 1952. kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.ristek.H. Terkadang cabang yang besar dicangkok. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan menggunakan kayu yang masih hijau. sebab pohon ynag diperbanyak dengan cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja. Jl. Fax.3. http://www. tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan. tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih dari 650 m dpl. M. 6. 3) Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah. yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan. Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya.1. namun memerlukan perawatan yang teliti. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Bebas dari hama dan penyakit b) Bibit mempunyai sifat genjah c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna.id . 021 316 9166~69. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi duku. PEDOM AN B UDI D AY A 6. bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis d) Bibit cepat tumbuh.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Jl. http://www. Fax.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek.go. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh. 2) Pembukaan Lahan Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera. Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. keranjang/kantong plastik atau polybag. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). 021 316 9166~69.H. Selain itu kondisi tanah yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang baik. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari.2. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat. yaitu sebesar 6-7. Jl. Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit. 5) Pemindahan Bibit Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm. Fax. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari. M. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat 6.go. Hal. terutama pada saat tidak turun hujan. Tempat persemaian bisa berupa bedengan. 021 316 1952. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yang sesuai untuk tanaman duku. http://www.

Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok). berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya.6 x 0. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk tanaman duku. 9x9 m. Cara pengapuran dapat dilakukan dengan penyiraman di sekitar tanaman duku. 8x9 m.8 x 0.id . 3) Cara Penanaman Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. 4) Pengapuran Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0.go. Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha. di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar). Jl. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 12 bulan sebelum penanaman bibit. maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku. Sebelum penanaman dilakukan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Setelah jarak tanam ditentukan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0. 021 316 1952. Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.6 x 0. tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya. Jumlah dan dosis pengapuran harus sesuai dengan kadar yang dianjurkan. 021 316 9166~69.H. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji). 9x10 m. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m.3.6 meter. karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. M. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan. http://www.7 meter.8 x 0. Fax.ristek.

id .ristek. Fax. http://www. M. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.

Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah. 6. http://www.4. tetapi agar tidak membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut: a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik. 3) Pemupukan Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah. TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40 gram. Pada saat penanaman bibit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah bibit tanam. dan ruang tumbuh. Hal. 021 316 9166~69. Fax. urea 150 gram. air. TSP 50 gram dan ZK 20 gram. Jl. b) Tahun keempat.go. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. jerami. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. kelima dan keenam. sinar matahari.H.id . Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan. M. 2) Penyiangan Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku. dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya lainnya. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu pertumbuhan tanaman duku. urea 100 gram. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung). 021 316 1952. Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih.

bongsang yang terbuat dari anyaman bambu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kain bekas. M. Hal. 3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp. HAMA DAN PENYAKIT 7. 021 316 1952. 4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi) Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku.id . 2) Kutu perisai (Asterolecantium sp.) Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi.go. Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan kesuburan tanah. Hama 1) Kelelawar Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap dipanen. Pengendalian: sama kutu perisai.H. (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya.1. 021 316 9166~69. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil. Jl. sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan maupun air penyiraman.) Hama ini menyerang daun dan batang duku. Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama. Pengendalian: (1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman. Pengendalian: sama kutu perisai. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. 7. http://www. Fax. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja.ristek.

021 316 9166~69. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji. http://www. Sedangkan untuk tanaman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia. 2) Penyakit gloeosporiods) antraknosa (Colletotrichum Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah. menyerang ujung cabang dan ranting yang nampak kering. Penyakit 1) Penyakit busuk akar Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku. Ciri dan Umur Panen Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih. Dithane D-14 atau pestisida lain. Zerlate. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca panen. Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. Jl. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. 8. biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih.ristek.1. 3) Penyakit mati pucuk Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. PANEN 8. jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen. Produktivitas buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Fax. tergantung dari sifat atau jenisnya.go. cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat.3. Fermate.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 1952. Gulma Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku.id . (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate.H. M. Tandatanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7.

http://www. Jl.go. Fax.ristek. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.H.

Cara Panen Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. 8. 021 316 1952. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih dominan. hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per pohon. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya). Periode Panen Pada umumnya. buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun. daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg. yang ditaksir dari perubahan warna. sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah.2. buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku. Fax. yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina. 021 316 9166~69.id . 8.4. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan. akan sangat menyulitkan pemanenan. Hendaklah berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan.5 ton per hektar untuk negara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Masa keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan sifat/jenis dari tanaman duku tersebut. sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari). http://www. Musim panen duku pendek sekali. 8. sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Prakiraan Produksi Hasil Panen buah duku agak bervariasi. tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga. tetapi jika proses pematangan tidak bersamaan. Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu. Kenyataannya.ristek. Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2.3. Hanya pemetikan buah yang matang.H. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon. dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. M. walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi.

Fax. 021 316 9166~69. http://www.H.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. M.

ristek. http://www. terutama kerusakan pada waktu perjalanan. Fax.go. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku. Penyimpanan Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen.1.4. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya.id . Hal. 9. tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. 021 316 1952. Pengumpulan Setelah buah dipanen. jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil.6 ton per hektar untuk duku di Thailand. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar.H. 9. 021 316 9166~69. Pengemasan dan Pengangkutan Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan lain pada umumnya. maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 9. maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang kering dan tidak berair. buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu. sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan menyingkirkan tandannya. M. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jenis kemasan yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu.3. Setelah buah duku dikemas dalam kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi. PASCAPANEN 9. tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Sehingga 0 diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15 C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu. karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Filiphina dibandingkan dengan 3. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang. Penyortiran dan Penggolongan Dalam skala usaha komersial.6 ton per hektar untuk langsat dan 5. 9. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku. Jl.

Selain itu penjualan buah duku dapat mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu. Tingginya minat masyarakat untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku mempunyai peluang pasar yang prospektif.ristek.4. yaitu menjadi pedagang musiman.3. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. ST AN PRODUKSI 11. tengah dan bawah. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah. Jl. Diskripsi … 11. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.go.2. Mutu … 11. Fax. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.H. Ruang Lingkup D AR Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Usaha 11. M. Analisis Budidaya … 10.1. minimum jumlah contoh yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id Klasifikasi dan Standar . AN AL I SI S E KONOM I BUDI D AY A T AN AM AN 10. 11. 1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. cara pengujian mutu. Oleh karena itu pemasran buah duku bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap. 021 316 9166~69. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan.1.kota besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun. 021 316 1952. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Untuk pasaran dalam negeri biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kota. Hal ini membuktikan bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat banyak orang untuk menjadi penjualnya.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN diambil 5. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Hal. M.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id . Fax. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.

hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. minimum jumlah contoh yang Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 301 sampai 500. 3) Jumlah kemasan diambil 9. golongan ukuran. berat bersih. nama/kode perusahaan/eksportir. Jl. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. daerah asal. 5) Jumlah kemasan diambil 15.5. Fax. 11. 021 316 9166~69. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 501 sampai 1000. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. 4) Jumlah kemasan diambil 10. M.ristek.H. jenis mutu. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jumlah kemasan diambil 7. 021 316 1952.go.id . dalam partai: 101 sampai 300. minimum jumlah contoh yang dalam partai: lebih dari 1000. http://www.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 9166~69. M.ristek. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go. Jl. 021 316 1952.id . http://www.

Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Invertasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Pedoman Bercocok Tanamn Buah-buahan.K. Mengenal Duku yang Sedang Laku. kanisius.H. 1991. Pradyaoaramita.id . 1993. Tanamn Duku Menunggu Pengembangan. Aneka Ilmu. Tony Luqman. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. P. Jl. http://www. Bandung. 1983. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 5) . 1990. Pustaka Dian. 021 316 9166~69. Fax. Duku Potensi dan Peluangnya. 3) Daryanto. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Mengenal Buah-buahan Yang Bergizi.ristek. 7) Natawidjaja. 021 316 1952. 6) Majalah Salera. Semarang. Jakarta 8) Tohir.go. Jakarta. Dalam Rubrik Informasi Wiraswasta harian umum Pikiran Rakyat Granesia. Kanisius. Edisi Februari 1991. A. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Yogyakarta. Jakarta. Kanisius. 1991. Bercocok Tanam Buah-buahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1983. Sarana Vida Widya. Suparman. 1991. Yogyakarta 2) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 4) Lutony. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Jakarta. 1985.

Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun. Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae. sangat menarik. susunan bunga terlihat bertumpang tindih. seperti bentuk daunnya.go. SEJARAH SINGKAT Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama). 2.H. Ragam jenis bunga gladiol adalah : a) Gladiolus gandavensis. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda. dan panjang hanya 35 cm. Panjang tangkai bunga 100-300 cm.ristek. Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm. 021 316 1952. b) Gladiolus primulinus. http://www. panjang 90-150 cm. berukuran kecil. c) Gladiolus ramosus.id . yaitu: White godness (putih). d) Gladiolus nanus. 021 316 9166~69. Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. Jl. dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah. M. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut: Divisi : Tracheophyta Subdivisi : Pteropsida Klas : Angiospermae Subklas : Monocotyledoneae Ordo : Iridales Famili : Iridaceae Genus : Gladiolus Spesies : Gladiolus hybridus Hasil penelitian tahun 1988. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tangkai bunga melengkung. Tradehorn (merah jingga). dan Priscilla (putih). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berukuran besar. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GLADIOL (Gladiolus hybridus) 1. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil. berakar serabut.

http://www. 021 316 1952. Jl.ristek. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.

dan Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari. 5. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung). Friendship. Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang).1. upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya. Albino. 021 316 1952. Queen Occer. Peter. Salem. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering dan floret tidak terbentuk secara normal.id . dan 7. 2) Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. Marah Api. MANFAAT TANAMAN Gladiol di produksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi. Rose Supreme. Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. baik pada musim kemarau maupun musim hujan. http://www. Jl. yang menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja. Mansoer.ristek. 021 316 9166~69. gembur dan banyak mengandung bahan organik. 6. Hal. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional. Dr. 5.H. Dan memiliki nilai estetika. 2) Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan perkembangannya. Priscilla. Fax. Sanclere. Media Tanam 1) Jenis tanah yang cocok untuk tanaman gladiol adalah andosol dan latosol yang subur. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun. SYARAT PERTUMBUHAN 5. bila kelembaban tanah dan tanaman relatif tinggi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000-2500 mm/tahun. Iklim 1) Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2. Ceker dan lain sebagainya 3. M. Suhu udara ratarata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat. kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C. Kultifat Eurovision.go. 4. jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Jessica. Oscar. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty. agama.

Bibit generatif harus berasal dari induk dengan pertumbuhan baik dan cukup umur.go. 021 316 1952. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendalakendala dalam perbanyakan secara konvensional.063 buah. Subang yang telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu. Selama masa dormansi subang dan anak subang yang telah kering disimpan ditempat yang beraliran udara baik dan terhindar dari cahaya matahari langsung. kecuali untuk kultivar Golden Boy yang cukup berdiameter 1 cm. M. Fax.55. Bibit vegetatif yang baik yang mempunyai daya kecambah lebih dari 90%.9. Ketinggian Tempat Tanaman gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl dan beriklim sejuk. vegetatif. Bibit harus dipilih yang sehat. bibit belah (subang belah). 2) Penyiapan Benih Perbanyakan generatif gladiol dengan biji.1.H.3. Bibit (subang) yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 213. 1) Persyaratan Benih Bibit dari subang bibit yang baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2. Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dengan menggunakan umbi (anak subang).5 cm.id . karena memerlukan masa dormansi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pembibitan yang berasal dari vegetatif dan kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dengan cara generatif. Subang dan anak subang yang akan dijadikan bibit tidak dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. http://www. kultur jaringan maupun suspensi sel. 6. digunakan untuk mendapatkan kultivar baru bukan untuk tujuan bibit produksi. 5. 021 316 9166~69. dan kultur jaringan. Biji didapat dengan cara penyerbukan buatan dibantu manusia. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tidak cacat. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Umbi dan anakan umbi diambil dari tanaman yang sudah dipanen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yang memiliki pH 5. Pembibitan Bibit dapat berasal dari pembiakan generatif.ristek. Umumnya.

ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. Jl. M.H.

Bila tunas mencapai tinggi 1 cm. sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman. Untuk rata-rata setiap kultivar gladiol. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Perbanyakan dengan menggunakan anak subang yang berdiameter sekitar 1. 021 316 1952. M.id . Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. biji akan berkecambah setelah 7-12 hari.ristek. Pecahnya dormansi juga ditandai dengan munculnya mata tunas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih Biji gladiol dapat langsung disemai. Kemudian analisa jenis tanah. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penanaman gladiol dengan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang menghubungkan subang induk dengan subang baru. Penanaman yang terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi dan akar semakin panjang. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. subang kecil dapat ditanam kembali.0 cm memerlukan 2 kali penanaman untuk mencapai ukuran subang yang dapat menghasilkan bunga. Daun yang tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai. tanpa mengalami masa dormansi. Jl.5 bulan.go.H. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap berbunga. Hal. anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam waktu 16 bulan. Setelah masa dormansi terlewati.2. maka subang siap ditanam. Fax. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan yang akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya. Bila sesuai dengan pH tanah yang disyaratkan. 5) Pemindahan Bibit Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dengan ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan dan menghasilkan anak subang yang berdiameter kurang dari 1 cm. http://www. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3. Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi. Waktu yang diperlukan untuk penanaman kedua kira-kira sama dengan waktu penanaman pertama. lakukan pengukuran luas lahan yang akan ditanami. 6.

serta tanaman liar lain. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan pada tanah yang memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5. K. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. Bila kebutuhan pasar sebanyak 1. Jl.3. batu-batuan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Hal. Ca dan P. 021 316 1952. Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tidak kekurangan unsur haranya. 5) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam. 3) Pembentukan Bedengan Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat.go. yang diberikan sesuai dosis yang dianjurkan. Jika pengairan menggunakan cara leb. agar drainase baik dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. maka 2 dibutuhkan lahan seluas 600 m . Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air). Lahan dibuat menjadi 7 petak dengan luas 2 setiap petak 72 m .000 tangkai setiap dua minggu. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman gladiol dapat ditanam dengan sistem guludan atau tanpa guludan. maka lahan yang digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. http://www.ristek. karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya. 021 316 9166~69. 3. ditanami. Jadwal penanaman disesuaikan dengan kebutuhan berkisar antara 60-80 hari. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam cara penanaman adalah tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman.5. Luas arel petakan dibuat sesuai dengan kebutuhan. kemudian bajak dan dicangkul sampai gembur. Atap plastik yang tembus cahaya dan bersih digunakan untuk menghindari kerusakan akibat hujan. Pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N.id . Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Lahan yang telah dianalisa. M. Fax. dan dipanen. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana untuk lahan yang akan diolah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diukur dan dibersihkan dari gulma.H. maka penanaman sebaiknya dengan guludan agar air irigasi tidak merusak struktur tanah.

3) Cara Penanaman Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Lubang tanam dibuat dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) dan dilakukan tiga kali dalam satu siklus tanaman. yang disesuaikan dengan kedalaman tanam subang gladiol. 3. Letak bibit yang dangkal. Untuk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm. M. Bila kedalaman 10-15 cm. Fax. Jarak tanam untuk subang berdiameter ≥ 4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan untuk subang yang berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. 021 316 9166~69. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan. Dalam menentukan kedalaman tanam yang perlu diperhatikan adalah tekstur tanah dan waktu tanam. 021 316 1952.5 bulan. Cara penanaman dengan guludan.id . maka tanaman akan menjadi lemah dan panjang. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat dan menyulitkan dalam pemanenan. (tanah liat dan berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yang ringan dan berpasir. Jl. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman dan kualitas bunga. biasanya ditanam dalam barisan pada guludan. http://www. terutama pada tanah berpasir. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maka tinggi guludan dibuat ≥ 15 cm dengan anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun. akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. untuk subang berdiameter ≥ 2.5 cm. Pada tekstur tanah yang berat. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yang lebih dalam.H. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar. 4) Pemberian Ajir Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga.4.go. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dalam dibanding musim penghujan. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak.

dosis 5 gram/100 m . diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan.ristek. Fax. 90-180 kg P (sebagai P2O5) dan 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. masing-masing sebanyak satu sendok teh untuk setiap tanam. 2 Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon. setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. dosis 400 gram/100 liter air. pengairan dan kandungan hara di dalam tanah. Jl. Pada tanah berpasir. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang dan pembentukan anak subang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembubunan Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan. 4) Pengairan dan penyiraman Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman.H. pertama saat tanam. ( pupuk K dan P). Pupuk yang digunakan biasanya TSP dan Urea. sebagian lagi amonium). yang dapat diatasi dengan pestisida yang tepat.go. Hama 1) Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) Hal. 021 316 1952. M. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari dan 45 hari setelah penanaman). Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat. Jumlah pupuk yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah. Pemberian pupuk N kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga dan setelah panen bunga. keadaan lingkungan.id . 021 316 9166~69. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari. HAMA DAN PENYAKIT 7. 3) Pemupukan Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat dan berproduksi dengan baik. 7. curah hujan. 2 Digunakan pestisida cair (Permetrin dan deltametrin) dosis 5 cc per 100 m .1. untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tidak terlihat di atas tanah. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau). atau Kaptofol. Pupuk diberikan tidak sekaligus. http://www. Penanggulangan serangan hama 2 digunakan pestisida padat (Aldikarb). dengan dosis 300 gram/100 m air. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

oxysporum var. ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi. Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm dan mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok). nikotin.5-4.2. formothion. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis. Panjang tubuh hama dewasa ± 2. yang mengandung bahan aktif asefat. agak memilin. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tidak lembab serta merendam sebelum ditanam. Pengendalian: merendam subang dalam larutan insektisida 30-60 menit. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3.0 cm.) Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan. gladiol atau F. Gejala: daun gladiol yang terserang menguning. tergantung pada spesiesnya. karbaril. pipih. dengan menusukan alat mulutnya kedalam umbi untuk menghisap cairan tanaman.go. gladiolorum. Pada subang yang terserang tampak bercak dan dalam keadaan lembab hifa patogen yang berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi dan menjalar kebagian tanaman lainnya.5 mm. Pada serangan berat umbi jadi keriput. Pengendalian: menganginkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit. Pengendalian: dapat dilakukan dengan penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yang mengandung dimetoat. orthoceras var gladiol. 3) Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) Gejala: hama ini menyerang dengan membuat lubang-lubang pada permukaan daun dan bunga.ristek. http://www. berkembang menjadi bercak-bercak. berbentuk ramping. yang dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). merusak jaringan daun/bunga dan mengisap cairan yang keluar dari bagian tanaman dengan menggunakan alat mulutnya. 2) Busuk kering Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B. Gejala: bunga berbintik-bintik. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Penyakit 1) Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) Penyebab: cendawan F.H. warna. M. kering dan mati. Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat dan lebih suka makan pada bagian bunga dan kuncup. Bentuk. 2) Kutu putih (Pseudococcus sp. kemudian berkembang menjadi bercakbercak berwarna hitam keabu-abuan. Tanaman yang terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih dan akhirnya menjadi coklat dan mati. endusolfan. triazofos. sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya dan gagal panen. Pada serangan yang lebih lanjut. Gejala: bercakbercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. kuinalfos dan lainnya. dan di lapangan. merkaptodimetur dan metomil. Fax. subang yang terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu. 021 316 1952.id . 7. pertumbuhan tanaman kerdil dan mudah patah. berwarna coklat tua atau hitam.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.ristek. Jl. 021 316 9166~69.H. Fax. M. 021 316 1952. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

1. Tanaman/bibit yang terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang. tergantung pada kultivarnya. Patogen masuk dan menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yang disebabkan oleh serangga. M.ristek. Fax. PANEN Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu. Gejala: ada bercakbercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat dan berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yang terserang patogen. Pengendalian: sama seperti untuk busuk kering. sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. 021 316 1952. serta mencegah subang luka. alat-alat pertanian dan sebagainya. Gejala: sama dengan gejala busuk kering. 8. http://www. zineb atau nabam. setelah dikering udarakan dahulu. sedang yang berasal dari subang jarang terserang. tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (mengeringkan) subang yang dipanen sebelum disimpan pada tempat yang kering atau dengan menyemprotkan fungisida captan. Jl. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. Gejala: pada subang yang terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yang dalam waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru dan subang membusuk. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Busuk kubang (Busuk kapang biru) Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yang termasuk patogen lemah. Pengendalian: menyimpan subang dengan baik. Ciri dan Umur Panen Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 . 8.go. Pengendalian: memilih subang yang sehat dan merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida. 5) Hawar bakteri Penyebab: Xanthomonas gummisudan.id . Yang berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik. 021 316 9166~69.80 hari setelah tanam.H. 3) Busuk keras Penyebab: Septoria gladioli.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN dengan jelas tetapi belum mekar. http://www. 021 316 1952.H. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . Hal. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. M.ristek.

karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk dan penurunan kualitas.4. Periode Panen Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air. PASCAPANEN 9. terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu. 9.1. Fax. 021 316 9166~69. bunga basah oleh embun. sehingga dalam satu saat terdapat lahan siap olah.3. Secara teknis dapat diatur dengan pemetakan lahan. dan siap panen.ristek. 8.go. Pengumpulan Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat dan akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi.H. Cara Panen Pemanenan dilakukan secara hati-hati dengan menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga dan menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun. 8. Prakiraan Produksi Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. memungkinkan terjadi infeksi. 021 316 1952. hujan atau sebab lain. walaupun pada kondisi suhu udara yang rendah. Oleh karena itu bunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan). Jl. Bunga yang basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight).2.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan dan pengangkutan. maka akan ada kemungkinan bunga tidak dapat mekar dengan sempurna. (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga). M. Pemotongan tangkai bunga dengan pisau tajam dan bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul.000 potong. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. siap tanam. Kandungan karbohidrat yang rendah dapat diperbaiki dengan larutan pengawet yang mengandung gula. Panen bunga tidak dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah. Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari. 8. Bila bunga dipanen terlalu awal.

Fax.id .go. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H. http://www. 021 316 1952.

Makin rendah suhu udara. makin lambat terjadi penurunan mutu. Bunga dibersihkan dari kotoran yang menempel. (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga).ristek. M. Hal. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dipanen. Bunga dipilih yang bagus bentuknya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja. umumnya berkisar antara 0-5 derajat C. 021 316 9166~69. Mengingat sifat bunga yang selalu dikonsumsi dalam keadaan segar dan bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yang bisa bergerak cepat.id .H. dengan hati-hati. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yang dilengkapi alat pengatur suhu udara. Cara pengemasan yang paling sederhana yaitu dengan membungkus tangkai bunga dengan daun pisang. Faktor yang perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan dan susunan kemasan agar tidak terlalu tinggi serta tahan goncangan. Dalam tahap ini. http://www. biasanya dilakukan pada saat bunga: a) Baru saja dipetik. bunga dikondisikan agar tetap segar.2.3. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tidak rusak. menunggu pemanenan selesai. dilakukan penyortiran dan penggolongan sesuai dengan ukuran. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yang langsung berhubungan dengan konsumen. Fax. Penggolongan ini dimaksudkan untuk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya akibat tercampur dengan yang bunga gladiol yang berkualitas rendah. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen. karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yang hilang harus diimbangi dengan larutan perendam yang mengandung air dan senyawa lain yang diperlukan. 9. Penyimpanan berkaitan erat dengan suhu udara. Jl.go. kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup dan membungkus bagian atas bunga dengan plastik yang sebelumnya sudah dilubangi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen. digunakan bahan pengawet adalah sukrosan dan 8-hydroxyquinoline citrate. dikelompokan sesuai dengan kebutuhan. Suhu udara penyimpanan bunga yang berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi.4. 021 316 1952. Pengemasan yang lebih baik biasa untuk bunga yang akan menempuh perjalanan atau untuk promosi. b) Setelah dipanen tidak segera dijual/diangkut. Pengemasan dan Pengangkutan Sistem pengemasan yang baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan dan sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan harga jual. tidak terkena penyakit atau luka. 9.

Volume permintaan dalam negeri 127.200 tangkai per minggu (BCI dan Nehem.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.000. dkk.189 tangkai dan produksi bibit (subang) mencapai 136. 10. perkotaan.Rp.Rp. http://www. 50. Berdasarkan hal tersebut. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya gladiol luas lahan 1 ha dalam 1 musim tanam yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor..Rp.Tenaga kerja keluarga 120 OH @ Rp. 1. konsumsi dan pemasaran.2) Pendapatan: bunga potong (tangkai) 214. Sampai saat ini DKI Jakarta masih merupakan pasar bunga potong terbesar dengan volume penjualan perminggu mencapai 54. tanaman padi dan tanaman hias lainnya (Warsito dan Sutater.1. pengkajian aspek Agro Ekonomi usaha tani gladiol mencakup kegiatan produksi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. KCL): 834 kg @ Rp.200. Produksi per hektar bunga potong gladiol di tingkat petani baru mencapai 169. 15. Pupuk . TSP. 1991).500.Rp.Jumlah biaya produksi Rp.753. 021 316 1952. 3. 19. M.id .4) Parameter kelayakan usaha 1. 1987). pembangunan. Sewa lahan/ha Rp.Tenaga kerja sewa 120 OH @ Rp.Rp.ristek. dan perkembangan pariwisata (Sutater dan Asandhi.4.Rp. 9.500. Jl. 1.406 umbi (Ameriana.000 bh @ Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Pestisida: 15 kg @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.700 tangkai dibandingkan dengan kota lainnya. terdapat kecenderungan bahwa permintaan terus meningkat. 100. 21.000.122 10. Rasio output/input = 1.322.3.H. 1991).000.5. Fax.125. Bibit: umbi bibit (subang) 190. 2000.(Urea.000. rumpang hasil produksi bunga harus ditingkatkan demikian juga mutu bunga potongnya.Pupuk buatan NPK: 100 kg @ Rp.000. 1. 4. 021 316 9166~69. 75.000.000.078.000. 1.2.2.go.000.000...Rp.800. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. komplek perumahan. Tenaga kerja . 200.000.500. Gambaran Peluang Agribisnis Usaha tani gladiol merupakan usaha komersial karena sebagian besar produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen. 1) Biaya produksi: 1.400. Untuk mengimbangi permintaan konsumen.000 @ Rp. 2. Kebanyakan usaha tani gladiol dilakukan di daerah dataran tinggi sesudah tanaman sayuran. 1889).3) Keuntungan Rp.000.

Jl. http://www.id .ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go.

000 tangkai. Dalam artikel “Dari Bisnis Asalan Menuju Industri Bunga “ (1993) dilaporkan bahwa konsumsi bunga potong 1992 di kota-kota besar seperti Jakarta.3. A. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan panjang tangkainya. Denpasar.928. 11. B dan C. Pendek dan Mini. Fax. 1.26%). Diskripsi Standar mutu bunga gladiol potong di Indonesia tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01–4479–1998 11. http://www. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. menyerap 60% dari total produksi bunga nasional. kelas B=12.H. dan umbi bunga (12. kelas C=10. 021 316 1952. tanaman hias (38.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. a) Panjang tangkai (cm): kelas AA>95. bunga gladiol dikelompokan dalam lima kelas yaitu Super.15 milyar per bulan atau 25. kelas B=61-75.65%).id . Jl. 2. Malang. bunga gladiol dikelompokan berdasarkan penampilan dan kondisi fisik lainnya sehingga terdapat bunga gladiol potong dengan mutu kelas AA. 11. kelas A=76–94.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pasar bunga potong asal Indonesia akhir-akhir ini cukup menggembirakan.283. kelas C=5160. cara pengambilan contoh dan pengemasan.ristek. Medium. a) Kelas super: panjang tangkai > 95 cm b) Kelas panjang: panjang tangkai 76–94 cm c) Kelas medium: panjang tangkai 61–75 cm d) Kelas pendek: panjang tangkai 51–60 cm e) Kelas mini: panjang tangkai 30–50 cm Selain berdasarkan panjang tangkai. 85 juta untuk pembelian bunga. Panjang. Dalam artikel “Indonesia Belum Tanggapi Dunia akan Permintaan Bunga Potong Tropis” (1992) dicatat bahwa konsumsi bunga potong untuk kota-kota besar hingga kini masih didominasi oleh Jakarta.250 tangkai untuk Jakarta.1.2.8 milyar per tahun di Jakarta terdapat 327 florist dan 227 kios penjual bunga. Bisnis bunga mencapai Rp.38%). Surabaya. kelas A=14. STANDAR PRODUKSI 11. Bandung. b) Jumlah minimum floret pertangkai: kelas AA=16. Tim Direktorat Bina Produksi Hortikultura (1988) mencatat bahwa peringkat ekspor bunga ke Eropa adalah bunga potong (43. 75. 021 316 9166~69. M. dan Ujung Pandang 1.000 . karena hotel-hotel di Jakarta sebulan menghabiskan biaya sebesar Rp. Semarang.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek. kelas C<95.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keseragaman (%): kelas AA=100. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M. Fax. 021 316 9166~69. http://www.go. kelas A=95: kelas B=95. Hal.

contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut berikut ini: a) Contoh yang diambil semua. kelas C=2– 3. 11. kelas A=95. kelas B=2-3.5 cm tergantung kelas.000 kemasan. kelas C<95. Selanjurtya timbang benda asing tersebut dan juga seluruh bunga contoh.id . kelas A=1. Hitung jumlah bunga seragam dan hitung prosentase bunga yang seragam terhadap jumlah seluruh bunga contoh. Hitung presentase bunga yang panjangnya memenuhi syarat terhadap seluruh bunga contoh.ristek. kelas C<95. kelas C=3. M. b) Penetapan jumlah floret per tangkai. Jl. Hitung prosentase bunga yang memenuhi syarat terhadap jumlah seluruh bunga contoh. e) Bebas hama/penyakit (proses): kelas AA=100. kelas C kurang. c) Penetapan keseragaman. 021 316 1952. Deviasi atau kurvaktur maksimal 7. kelas B=95. f) Kelurusan tangkai: kelas AA lurus. kelas B=2. i) Benda asing/kotoran (%): kelas AA=0. kelas C>10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kelas A=95. Fax. g) Jumlah floret mulai mekar: kelas AA=1-2. Ukur jarak ujung tangkai bunga terhadap garis lurus diatas meja menggunakan mistar yang tersedia. 021 316 9166~69. ukur satu persatu bunga contoh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna spesifik (%): kelas AA=100.go. jumlah floret mulai mekar. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kelas B=95. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang panjangnya memenuhi syarat. lalu pisahkan bunga yang tampak tidak seragam. Untuk mendapatkan jenis dan mutu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian yang meliputi: a) Penetapan panjang tangkai bunga Hitung jumlah seluruh bunga contoh. amati satu per satu bunga contoh.4. kerusakan mekanik Hitung jumlah seluruh bunga contoh. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang jumlah floret per tangkainya memenuhi syarat. hitung satu persatu jumlah floret per tangkai dari seluruh bunga contoh kemudian pisahkan tangkai bunga yang jumlah floretnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gladiol yang terdiri atas maksimum 1. kelas A=5. warna spesifik dan bebas hama Hitung jumlah seluruh bunga contoh. kelas A lurus. d) Penetapan kelurusan tangkai Letakan bunga gladiol yang diuji diatas meja kerja yang telah diberi garis lurus sepanjang 1 meter atau lebih.H. kelas B=10. kemudian pisahkan bunga yang panjangnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. h) Kerusakan mekanis (%): kelas AA=0. kelas B sedang. http://www. Bagian pangkal tangkai yang lurus diletakan pada garis lurus tersebut. kelas A=1–2. e) Penetapan benda asing Pisahkan dan kumpulkan benda asing yang dijumpai pada bunga atau dalam kemasan bunga contoh. Hitung presentase berat benda asing terhadap berat seluruh bunga contoh. sementara itu bagian ujung tangkai yang melengkung akan menjauhi garis lurus tadi.

Jl.id .go. 021 316 9166~69. Hal.ristek. Fax. M. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

021 316 1952. Ujung tangkai bunga diberi kapas yang dibasahi dengan larutan pengawet kemudian ditutup plastik. http://www. M. e) Jumlah bunga dalam kemasan.ristek. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 7. h) Identitas pembelian ditempat tujuan. b) Nama perusahaan/eksportir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Contoh yang partai 101–300.go. kelembaban) yang dianjurkan. bunga gladiol boleh tidak dikemas. Jl. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. Jumlah bunga dalam tiap kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar. diambil satu tangkai. i) Tanggal panen dan perkiraan daya tanah. g) Berat bersih. Fax.H. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. diambil sekurang-kurangnya 5. a) Produksi Indonesia. d) Contoh yang partai 301–500. 11. Untuk eksport bunga gladiol harus dikemas dengan kotak karton yang sesuai dengan diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya. Label atau gantungan (tag) yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil dan berisi informasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Contoh yang partai 6–100. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga. d) Kelas mutu. Pengemasan Untuk pasar lokal. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 10. 021 316 9166~69. c) Nama kultivar. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. j) Petunjuk penanganan (suhu udara.id . Untuk pasar jarak jauh. e) Contoh yang partai 501–1001. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bunga gladiol sebaiknya dikemas dengan keranjang bambu yang diberi lapisan daun pisang. lembaran plastik atau kertas.5. bunga diletakkan berdiri dalam ember plastik yang diberi air perendam tangkai. jumlah kemasan bunga dalam Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. f) Berat kotor. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 9.

id . 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl. 021 316 1952. M.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax. Jakarta. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. F. DAFTAR PUSTAKA 1) Rosa Widyawan.. Gladiol. Balai Penelitian Tanaman Hias (Badan Penelitian dan Pengembangan). Jl. M.id . Agribisnis Tanaman Hias.H. 021 316 9166~69. Bunga Potong (Tinjauan Literatur). BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Penebar Swadaya. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI). 1993 3) Agus Muharan dkk.ristek. http://www. 1994. Jakarta. 2) Rahardi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1995 Jakarta.go. dan Sriwahyuni. 021 316 1952.. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Fax. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan. Berawal dari kedua penemu tersebut. 021 316 1952. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson. SEJARAH SINGKAT Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tidak berbatang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GERBERA / HEBRAS ( Gerbera jamensonii ) 1. http://www. 1/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 2. M. tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras.ristek. Afrika Utara dan Rusia.H. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian.go. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Famili : Compositae/Asteraceae Genus : Gerbera Hal. seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan.

Brastagi). d) Jenis gerbera yang dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda. terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu: a) Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah. kuning dan merah jambu. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 5. Bandungan (Jateng). sabun dan kosmetik. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu.id . Lembang dan Sukabumi (Jabar). b) Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dari satu.5-30 derajat C. 4. Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand. 2) Daerah yang paling baik adalah daerah yang beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13. Jl. Orange Jaffa (oranye cerah). Barus Jahe. Fax. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yang berwarna merah.go. kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Varitas yang ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah). Batu dan Pujon (Malang Jatim). SENTRA PENANAMAN Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe. 021 316 9166~69. Ventury (oranye tua). dan Simpang Empat (Sumatra Utara.900-2. dengan ukuran yang lebih besar dari ke tiga jenis di atas. perkecambahan benih akan terganggu. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Spesies : Gerbera jamensonii Dari keragaman bentuk bunga.800 mm/tahun. Jika melebihi 35 derajat C. http://www. Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C. Cipanas. Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi.7-18 derajat C dan maksimum 19. Iklim 1) Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1. c) Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dari bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yang berbunga dominan merah.H.1.ristek.

H. 021 316 9166~69. Jl. http://www.ristek. 2/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.go.

1.ristek.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm. subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dari matahari langsung. tumbuhnya normal.2. 5. Jika bibit dibeli dari toko. Ketinggian Tempat Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 560-1. 021 316 9166~69. sehat dan berasal dari tanaman jenis unggul. perhatikan tanggal kadaluarsanya. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya hebras berkisar 5. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyemaian dapat dilakukan pada bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yang berdiameter cukup besar.3.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80.0.5-6. Fax.000-90. induknya produktif berbunga. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif.400 m dpl. Jl. 6. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yang tinggi dan berpenampilan bernas. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir. Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan. http://www. Bibit yang didapat dari kultur jaringan yaitu mata tunas yang diambil dari jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yang mengandung bahan sterilisasi Hal. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dari pohon atau batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis yang unggul.id . 2) Penyiapan Benih Benih yang berasal dari biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan. M. Bibit anakan didapatkan dari rumpun tanaman gerbera yang anakannya banyak.

Penjarangan setelah umur 5-6 minggu. akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dengan jarak 5 X 10 Cm. Seusai sterilisasi dengan Clorax segera disterilisasi ulang dengan HgCL2 20 % selama 5 menit.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. b) Penyemaian secara kultur jaringan Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter. kemudian bilas dengan air aquades steril 5 X. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Setelah 5-7 hari. Dari 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. di sore hari sungkup diangkat. pada umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk. Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0.1 N. Tiap bagian minimal satu anakan. Semaikan benih gerbera secara merata. pasir dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1:1. Tanamkan mata tunas lateral.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yaitu Clorax 30 %.H. Lalu isikan media semai 90 %. Pada saat umur bibit mencapai 21 hari. Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dengan komposisi media yang sama dengan persemaian benih. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai. c) Penyemaian dengan anakan Tanaman atau bibit anakan yang sudah dibersihkan dari tanah.5 mg/liter. 021 316 1952. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Penyemaian di bak persemaian Pilihlah lokasi tempat semai yang mendapat sinar matahari pagi atau di dalam 2 suatu ruangan yang mendapat cahaya buatan 40 watt/m . Lakukan sterilisasi selama 20 menit. Medium dibuat padat dengan Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7.5 gram/liter. sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran. Larutan pupuk terdiri dari 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter. Siapkan media semai berupa campuran tanah yang subur halus. sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. Jl. http://www.ristek. M. Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5. Bibit yang dari anakan dipisahkan dari rumpun gerbera yang sudah dibersihkan dari tanah. sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari. kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %. Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. Fax. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar.

021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl. 4/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. http://www.id . 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

atau Zeagro. http://www. bersihkan dari gulma. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tentukan lahan yang strategis dan serasi. Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya. 021 316 1952.id . 6. kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. 3) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan selebar 60-80 cm.ristek.2.H. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman. Jl. 5) Pemupukan Pada saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yang disebar merata.go. 021 316 9166~69. Naungi dengan plastik bening. kemudian dicampur dengan tanah sambil dibalikkan. kalsit. Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga. tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 4060 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemberian pupuk kandang dapat pula dengan cara per lubang tanam rata-rata 2 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m luas lahan. Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat. Biarkan tanah selama 10-15 hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Pemindahan Bibit Bibit yang berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. M. sedangkan bibit yang dari anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat . Bibit yang berasal dari kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar. Fax. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dengan tinggi sisi timur dan barat yang sama dengan naungan 1 bedengan. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan teknik yang sama dengan persiapan di atas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Pengapuran Pada tanah yang kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit.

ristek. M.id . Jl. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952. 5/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.

3) Perempalan Perempalan dilakukan untuk membuang mengering maupun yang terserang penyakit. tanamkan bibit secara tegak ditengahtengah lubang tanam. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Jika ada tanaman yang mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dengan tanaman yang baik pada lubang yang sama. Jl. lalu diisi dengan media sampai 90 %. Periode penyulaman sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam. Waktu yang terbaik di pagi hari antara jam 06. Siapkan polybag berdiameter 15.00 atau sore antara 15. Fax. Cara pemberiannya dengan cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur. 6. Penyiangan dilakukan pada 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam. 6. Waktu penyulaman yang baik pagi/sore hari . Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan. M. Jenis pupuk yang dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya.00. 4) Pemupukan Dilakukan secara rutin sebulan sekali.id tunas/cabang yang sudah tua.go.4. Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dengan periode 1 kali dalam sebulan.3. 2) Penyiangan Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dari gulma dan sambil menggemburkan tanah. http://www. Siramlah bedengan sampai cukup basah. pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1). . Pupuk dasar berupa NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pada saat tanam.H.ristek. 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dengan ukuran dan umurnya. 021 316 9166~69. sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg. 20. 021 316 1952. sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman. 2) Cara Penanaman Basahi lubang tanam sampai lembab.00-17.00-09. Isi dasar polybag dengan selapis pecahan bata merah/sekam.

ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www. 6/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. M. 021 316 9166~69. Fax. Jl.

Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas). 8. 021 316 9166~69. Hama 1) Ulat daun dan belalang Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis 2. HAMA DAN PENYAKIT 7.1. Jl.bercak berwarna coklat. http://www.H.id .ristek. atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan. Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yang terkena penyakit.2. daun mengering dan gugur. hingga kusut dan diliputi kapang yang berwarna kelabu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman.1. Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung. 3) Penyakit tepung Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC). Fax. 021 316 1952. PANEN 8. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dengan fungisida seperti Dithane M-45. Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali. Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 EC atau Agrimec 18 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: timbul busuk bunga.). terbentuk bulat/tidak beraturan.go. Ciri dan Umur Panen Bunga gerbera yang siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. Gejala: timbul bercak. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dari biji. M. 7. 5) Pengairan dan Penyiraman. 2) Kapang kelabu/grey Mould Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr.

Jl.H. 7/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Pupuk daun dan bunga Rp.Rp.Rp. 200. Bangunan dengan naungan 3.1. 9. 100. 2.3.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Bibit anakan 10. 021 316 9166~69..TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut. Jl. Pupuk . Fax.000 tanaman 4.000 m selama 1 tahun 2. 021 316 1952. 1) Biaya produksi 2 1. Pengemasan dan Pengangkutan Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dengan kapas untuk mempertahankan kesegaran. Rp.000.H. 3.2.id . Sewa lahan 1. http://www. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan. 9. Ikat tangkai bunga dengan karet/tali lentur. Penyortiran dan Penggolongan Sortasi dilakukan pada tangkai bunga yang ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri. dimasukkan ke dalam ember berisi air. M.1.ristek.. 2.500.000. Bibit .Rp.Pupuk kandang 2. Pengumpulan Setelah bunga gerbera dipanen. Kemudian disimpan di tempat yang teduh untuk melakukan sortasi. tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun. 150.000. Rp.000. 10.000 kg @ Rp. Perkiraan Produksi Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul.000 m yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. PASCAPANEN 9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan budidaya bunga gerbera seluas 1.2.400. 9.000.800.000.000.NPK 400 kg @ Rp.

021 316 1952.ristek.id . 8/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax.H. http://www.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Namun apabila tanaman hias gerbera berkembang baik di Indonesia pasti akan dapat menjadi komoditas potensial/komoditas utama. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 8. bahan baku industri minyak wangi. 200.112. Hal ini dapat dilihat dengan dominannya bunga ini di dalam rangkaian bunga..ristek.000.950.16. 15. Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera dapat diandalkan karena peminatnya di dalam negeri semakin banyak.2. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi .Rp.go.200. sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland berharga Rp.500. Rasio output/input Keterangan: HKP Hari kerja pria.Penanaman 5 HKW . Jl.id .000.000 tangkai. http://www..000. 10.Rp. sabun dan kosmetik.Rp.- = 1.Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 6.000. 11.000. Fax. 200.1.000.3) Keuntungan per bulan 4) Parameter kelayakan usaha 1. 12 tangkai Gerbera berbunga dua lapis (introduksi luar negeri) yang sudah banyak dibudidayakan berharga Rp. syarat penandaan dan pengemasan.di tingkat petani.756 Di Indonesia tanaman hias gerbera belum berkembang pesat sebagai komoditas komersial.di tingkat petani. 37. cara uji.000.Pembuatan bangunan naungan 20 HKP . 11. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. 9.000.2. Harga satu kuntum bunga gerbera termasuk mahal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. M. 10.Pemeliharan tanaman 1 tahun 50 HKW + 5 HKP . 1.Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP . selain sebagai bunga potong. Rp. 573.000. Tanaman ini juga dapat menjadi komoditas ekspor.x Rp.500.000. STANDAR PRODUKSI 11.Rp. 021 316 9166~69. 10 bunga/th. HKW Hari kerja wanita.H. cara pengambilan contoh. Deskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 200. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia mengklasifikasikan tanaman hias gerbera adalah tanaman introduksi dari luar negri. syarat mutu. 425. 021 316 1952.Rp.Rp. Tenaga kerja .

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. 9/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . M. Jl.

Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gerbera yang terdiri atas maksimum 1. Pangkal tangkai bunga diremdam dalam larutan pengawet misalnya larutan gula 6%. M. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastik dengan posisi tegak. Klasifikasi Standar dan Mutu Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. 11. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai.3.000 kemasan. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. Pengemasan Ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga kecuali kuntum bunga bagian atas. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7.ristek.4. 021 316 9166~69. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.H. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. http://www. 021 316 1952. diambil satu tangkai.id . jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Jl.5. Tempat perendaman bersuhu udara dingin yaitu sekitar 14-25 derajat C selama 4 jam. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Fax. M. http://www.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 10/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.

1995. Bunga-bunga Pot Populer. Fax. 1997.. Jl.H. 327. Gerbera. 021 316 1952. 1994.ristek. 021 316 9166~69. Yogyakarta. Penerbit Kanisius.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. M. Ir. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. 2) Bonus Trubus No. 11/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jakarta.id . 3) Trubus No.go. 293. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.

Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika. ) 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG ( Zea mays L. 2.ristek. 021 316 9166~69. Fax.go.id . Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia. Jl. a) Menurut umur. Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji. http://www. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M. dibagi menjadi 3 golongan: Hal. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L. SEJARAH SINGKAT Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

sambel goreng Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1.Metro dan Pandu. Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari. Dent Corn 2. Bastar. Bogor Composite-2. Flint Corn 3. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari. Hibrida IPB 4. 021 316 1952. Bastar Kuning. Kalingga. Bromo. Flour Corn 6. Abimanyu dan Arjuna. Fax.go. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu. Bima dan Harapan. bergedel. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua. tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Genjah Kertas. umur pendek. Kuning. 021 316 9166~69. http://www. Sadewa. Jl. Metro. Di Daerah Madura. Jw): sayuran. Berumur panjang: lebih dari 120 hari. Tanaman jagung banyak sekali gunanya. jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. bakwan. Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1). 3. Di Indonesia.id . Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi.ristek. MANFAAT TANAMAN Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Pandu. yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Sweet Corn 4. b) Menurut bentuk biji. Kania Putih. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bima. Genjah Kertas. M. 2. Nakula. contoh: Hibrida C 1.H. Pod Corn 7. contoh: Genjah Warangan. Hibrida Pioneer 2. Pop Corn 5. Hibrida CP 1 dan CPI 2. Malin. Permadi. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi. Malin. sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: a) Batang dan daun muda: pakan ternak b) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos c) Batang dan daun kering: kayu bakar d) Batang jagung: lanjaran (turus) e) Batang jagung: pulp (bahan kertas) f) Buah jagung muda (putren. Harapan Baru. contoh: Kania Putih. Parikesit. Hibrida IPB 4. jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. dibagi menjadi 7 golongan: 1. Arjuna. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia. Wiyasa. Harapan.

H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek. Fax.id . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. http://www.

karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. e) Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan. Madura.id . Sulawesi Utara. akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. kue kering. Jl. brondong. bahan baku industri bir. M. SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah. pakan ternak. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya. b) Pada lahan yang tidak beririgasi. Yogyakarta. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. 5.1. Jawa Timur. 5.H. Jawa Barat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Biji jagung tua: pengganti nasi. Hal. bihun. 4. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. industri textil. http://www. dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah. Sulawesi Selatan. bahan campuran kopi bubuk. roti jagung. Fax. c) Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. industri farmasi. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura.ristek. budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya. jagung menghendaki beberapa persyaratan. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. dan menjelang musim kemarau. 021 316 1952.go.I. perekat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Tanaman jagung yang ternaungi. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat. pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. dan Maluku. biskuit. Iklim a) Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. dextrin. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. tepung. marning. D. dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. Nusa Tenggara Timur.

grumosol. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih. CPI-1.ristek. tidak mengandung kotoran. Hibrida Pioneer 1.id . Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. Jl. Hibrida C 2. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. tanah berpasir.H.5. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung. Fax. tidak tercampur benih/varietas lain. http://www.3. karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi. c) Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur. Kaliangga. b) Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi). b) Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. 5. 6. 021 316 1952. Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %. kemurnian benih dan daya tumbuh benih.go. fisik maupun fisiologinya. tidak tercemar hama dan penyakit). Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik.7. Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. d) Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1. subur dan kaya humus. M. Pioneer 2. Media Tanam a) Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl.2. latosol. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. baik mutu genetik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5.6 . Baster Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar. 021 316 9166~69. Wiyasa. IPB 4. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Arjuna.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax.ristek.H. M. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69.go. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. C-3. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm. Harapan. Sadewa. Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum. kemudian diratakan. Parikesit. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kuning. 021 316 1952. jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul.H. P-5. sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate. Pengolahan Media Tanam Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah. M. barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot. 6. BISI-2. diambil biji bagian tengah sebagai benih. http://www. terutama apabila diduga akan ada serangan jamur.id . Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida). Dari tanaman terpilih. P-4. sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G. Nakula. Selain itu. 021 316 9166~69. dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis.2. Bogor Composite. Kania Putih. Bima. Metro.go. drainase dan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki. BISI-1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. Jl. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. P-3. jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2. Dari tongkol yang sudah kering. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. 3) Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam.ristek. dan tidak terserang oleh hama penyakit. setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. Melalui pengolahan tanah. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. diambil yang tongkolnya besar. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%. 2) Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya. Fax. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. Permadi. 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi.

TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha. 6. c) Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari. keteknikan dan sosial ekonomi).id . abunya dikembalikan ke dalam tanah. 021 316 9166~69. 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat.go. Jl. sekitar 1 bulan sebelum tanam. Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. 021 316 1952.ristek. setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar. M. b) Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari. http://www.H. tanaman. tanah. Fax. 3) Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: a) Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman. hama dan penyakit.3. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. tanah harus dikapur. 4) Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5.

Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. Jl.go. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 021 316 9166~69. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

kacang tanah. tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). Kedalaman lubang tanam yaitu antara 35 cm. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. semua tercampur jadi satu Lahan efisien. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. 021 316 9166~69.go. d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. 3) Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. padi gogo. Contoh: jagung disisipkan kacang tanah. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm. semakin panjang umurnya. setiap lubang ditanam dua tanaman. b) Tumpang gilir (Multiple Cropping). ubi kayu. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir. Jl. Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang. ubi kayu. padi gogo. Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. kedelai. M. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: a) Tumpang sari (Intercropping). Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejak penanaman. Contoh: tanaman campuran seperti jagung. ketela pohon. melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). benih jagung ini dapat ditanam.id . 1 orang memasukkan benih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perlu diairi dahulu. Contoh: jagung muda. 021 316 1952. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. http://www. tumpang sari beda umur seperti jagung. Fax. Apabila tanah kering.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang sepenuhnya tergantung dari hujan.

ristek.H. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. 021 316 9166~69.id . Fax. http://www. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

2) Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. 021 316 9166~69. maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang. tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul. ditanam pada akhir musim hujan. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1. jagung biasanya ditanam pada musim kemarau. Pemeliharaan 1) Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Fax. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil. 3) Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang. Di sawah tadah hujan. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. kemudian ditimbun di barisan tanaman. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. bila dikehendaki 1 tanaman per lubang. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. Untuk efisiensi tenaga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menutup lubang). 021 316 1952.4. 6. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Caranya. 4) Lain-lain Di lahan sawah irigasi. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah.ristek.go. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. bersamaan dengan waktu pemupukan. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan.id . http://www. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu. sehingga tanaman tidak mudah rebah. M. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. maka tanaman tersebut harus dikurangi. garpu dan sebagainya. Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik.

Fax. 021 316 9166~69.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. M. 021 316 1952.

dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. akhirnya tanaman menjadi layu. Hama a) Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan. di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan. pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam. dan panjang lalat 3-3. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang. pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II). air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. 021 316 9166~69. Pada tahap kedua (pupuk susulan I). warna perut coklat kekuningan. warna telur putih mutiara. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit. 021 316 1952. pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg.ristek. HAMA DAN PENYAKIT 7. agar hama tidak menyebar. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.H. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. terutama setelah selesai panen jagung. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. kecuali bila tanah telah lembab. Namun menjelang tanaman berbunga.go. M. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. (4) pengendalian secara kimiawi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dilakukan penyiraman secukupnya. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar.1. 7. Pada tahap pertama (pupuk dasar). Jl. (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan.id . 5) Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam. (3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma. http://www. warna punggung kuning kehijauan dab bergaris.5 mm. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu. 4) Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg. Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu.

M. 021 316 9166~69.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H. http://www. 021 316 1952. Fax. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

(3) sebelum lahan ditanami jagung. (2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab. Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. spora philippinensis.go.H. b) Ulat pemotong Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya. b) Penyakit bercak daun (Leaf bligh) Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. (3) pada tanaman dewasa. daun runcing dan kecil. (A. Fax. (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP. dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera).id . Hostathion 40 EC. Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai. terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu. akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun. yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab. tongkol berubah bentuk dan isi. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang. ipsilon). bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. 021 316 9166~69. disemprot terlebih dahulu dengan insektisida. kaku dan pertumbuhan batang terhambat. bisa juga dilakukan pergiliran tanaman. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan. Spodoptera litura. Marshal 25 ST. penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis). 021 316 1952. Difolatan 4 F. warna menguning.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. c) Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Underw. tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan. Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC. semula bercak tampak basah. Larvin 74 WP. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan. kemudian berubah menjadi coklat tua. penanaman varietas unggul. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu. kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan. (2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah. (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat. http://www. Penyakit a) Penyakit bulai (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. 7. spora javanica serta P. kemudian dimusnahkan. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. M.

021 316 9166~69.id . 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang Hal. M.H. Fax. Jl.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.

e) Penyakit busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw). Seperti pada tanaman padi. masak tua dan masak kering/masak mati. Gibberella fujikuroi (Schw). dilakukan pergiliran tanam. apabila ditekan tidak membekas. M. PANEN Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis. Gibberella moniliforme. serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang. (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar. Uredo zeae Schw. 021 316 9166~69. dan mengkilat. dan bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. perlakuan benih.H. http://www. (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall). biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. Uredo maydis DC. (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun. 8. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berwarna kuning kecoklatan. Ustilago zeae (Schw) Ung. kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk.1. (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit.go. Fax. c) Biji kering. (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. 021 316 1952.id . Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. Jl. d) Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda. baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. keras. Jagung untuk direbus dan dibakar. tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu. dipanen ketika matang susu. tergantung dari tujuan panen. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam. mengatur jarak tanam. Jagung untuk sayur (jagung muda. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi.ristek. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau. masak lunak.

Fax.ristek. Jl. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.id .

2. Hal. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga.H. Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya. M. Jl. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. PASCAPANEN Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning. 021 316 1952. Jagung untuk keperluan sayur. 8. Fax.id . Prakiraan Produksi Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah.ristek. Bila biji dipijit dengan kuku. tidak harus menunggu sampai biji masak.go. cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani. Walaupun potensi hasil cukup tinggi. pakan ternak. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat. Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan. 021 316 9166~69. 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak meninggalkan bekas. atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. terutama bila dipipil dengan alat. 8. benih. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung). baru memberikan hasil 17 ton/ha.4. http://www. maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. 9. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas.3.

http://www.3. M.2.1. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin. yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatan. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan. biji hampa. 9. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. Penjemuran dapat dilakukan di lantai. Pemipilan Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil. Jagung melekat pada tongkolnya.id . kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan.ristek. Pada dasarnya “memipil” jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah. kelobot segera dikupas. 021 316 9166~69. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan Hal. sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam.4. Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan. biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan. Penyortiran dan Penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9–11 %. biji pecah.H. 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung. maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. Pengeringan Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan. begitu selesai dipanen. 9. Jl.go. tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43 derajat C. Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan. Fax. dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung. 021 316 1952. biji kecil. Pengupasan Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. terutama pada musim hujan.

650. Rasio B/C 10.82. 10.000.- = 1. 1.Penanaman: 20 OH @ Rp. Bibit: benih jagung 20 kg @ Rp. jenis jagung Hibrida C1 pada tahun 1999 per musim tanam (3 bulan) di daerah Jawa Barat: a) Biaya produksi 1.100.000. 10. Rp.Rp.3. Rp.Penyiangan dan pembumbunan (borongan) . Rp.Pemeliharaan lain 6..4.Rp.1.697.c) Keuntungan bersih d) Parameter kelayakan usaha 1. Jl.500. M.000.000.Rp. 150.2.. Sewa 1 hektar per musim tanam 2.Pengolahan lahan .Insektisida: 2 liter @ Rp.Pemupukan: 20 OH @ Rp. Pestisida .000. 50.Urea: 300 kg @ Rp. 021 316 1952. 15.300.000.000.000.450. 200. 1.. Rp. Rp.Rp.Rp.5.1.900. Gambaran Peluang Agribisnis Berdasarkan statistik yang ada permintaan produk jagung nasional belum dapat memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.. 200. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi. 10.- Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN jagung dari campuran kotoran.@ Rp. 877. Fax.500.190.500.000.000.325 Hal. 2.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.500.Rp. 50. Tenaga kerja .Rp.id . Biaya lain-lain Jumlah biaya produksi b) Pendapatan: 5. Pupuk .SP 36: 100 kg @ Rp. Rp. 375.KCl: 50 kg @ Rp.Rp.000.go. 021 316 9166~69. 50. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Panen 7. 450.000. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dengan luas lahan penanaman 1 ha.H.000.Rp. http://www.000. Impor jagung jumlahnya sudah cukup besar terutama dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak yang sedang berkembang dewasa ini.575. 3.000. akan mendapatkan hasil yang baik.500 kg.000. 650. 100.

Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan warnanya. asam. jagung putih (bila sekurangkurangnya bijinya berwarna putih) dan jagung campuran yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut. mutu II=2. Fax. Diskripsi Standar mutu jagung di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-03920-1995. http://www. 11. 021 316 9166~69. b) Syarat Khusus 1. syarat penandaan. mutu II=1. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 % Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. mutu IV=10. Butir pecah maksimum (%): mutu I=1.3. a) Syarat Umum 1. Bebas hama dan penyakit. mutu IV=8.id . butir rusak. STANDAR PRODUKSI 11. M. mutu II=14. 2. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. pengemasan dan rekomondasi.ristek. mutu IV=17. butir warna lain. mutu III=15. Bebas bau busuk. mutu II=4. 2. 3. mutu II=3. jagung kering dibedakan menjadi jagung kuning (bila sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu III=6.H. Persentase butir-butir warna lain. 4. b) Penentuan adanya rusak. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. Ruang Lingkup Standar produksi tanaman jagung meliputi: standar klasifikasi. seperti: insektisida dan fungisida. cara pengambilan contoh. mutu IV=2. butir pecah. mutu III=3. 4. Dalam perdagangan internasional. Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit.2. komoditi jagung kering dibagi dalam 2 nomor HS dan SITC berdasarkan penggunaannya yaitu jagung benih dan non benih. cara uji. Bebas dari bahan kimia. Memiliki suhu normal. mutu III=2. atau bau asing lainnya. mutu IV=3. 5.go. syarat mutu. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. mutu III=7. 021 316 1952. 3. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. Butir rusak maksimum (%): mutu I=2.

go. 021 316 9166~69. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www. Fax.ristek.

f) Berat netto. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. (1988). h) Tujuan.go. 021 316 1952. 12. Jl. dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. b) Daerah asal produksi. Jagung Bogor. Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah. 021 316 9166~69.H. Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus.4. berat contoh analisa 100 gram. http://www. Departemen Pertanian. c) Capricorn Indo Consult. Bogor. M. b) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (1998). d) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1988). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. (1993). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian e) Saenong. Yogyakarta. berat netto maksimum 75 kg.15). Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Kanisius. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. d) Nama perusahaan/pengekspor. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. c) Nama dan mutu barang. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produce of Indonesia. Palangkaraya. Studi Tentang Agroindustri & Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. g) Nomor karung. Teknologi Benih Jagung.ristek. 11.id . Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. (1998). Teknik Bercocok Tanam Jagung. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Budidaya Kedelai dan Jagung. e) Berat bruto. 11. Sania.5 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic atau “Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

H.ristek. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. Fax. M. http://www.id . Jl.

Bogor. M.ristek. Budidaya Jagung Hibrida. Iskandar.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Sutoro. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kanisius. Yogo Sulaeman. g) Warisno (1998). Proyek PEMD. 021 316 1952. Yogyakarta. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jakarta. (1988). Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 021 316 9166~69.go.id . Fax.

17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.id .ristek. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.go. Jl.

URAIAN TANAMAN 2. geraka (Ternate). bahing (Batak Karo). Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. kunyit (Curcuma domestic a). kencur (Kaempferia galanga). 2. jahe (Sunda).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : . Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). SEJARAH SINGKAT Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. temu hitam (Curcuma aeruginosa). jahi (Lampung). bumbu masak dan obat-obatan tradisional. lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. beeuing (Gayo). melito (Gorontalo). jhai (Madura). Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh). sipodeh (Minangkabau). jae (Jawa dan Bali).JAHE ( Zingiber Officinale ) 1. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman. sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha). dsb.

2 Deskripsi : Zingiber .Zingiber Species officinale 2.

berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit. MANFAAT . letaknya berdekatan atau rapat. berbentuk tajam.5 cm. ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. Umumnya dikenal 3 varietas jahe. kepala sari berwarna ungu. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah. rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.75 cm . gagang bunga hampir tidak berbulu. sehingga cocok untuk ramuan obatobatan. panjang 9 mm . lebar 3 – 3. Daun sempit. bentuk dan warna rimpangnya. panjang 15 – 23 mm. panjang 2. seludang agak berbulu. 5 – 10 mm. dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil. atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya. dan tidak berbulu. mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. panjang sisik 3 – 5 cm. baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua.Terna berbatang semu.75 cm . panjang 12 – 15 mm . panjang malai 3. tangkai putik 2 2. panjang 2 – 4 mm .5 – 5 cm.75 – 3 kali lebarnya. tangkai daun berbulu.5 – 2. gela p. bibir berwarna ungu. panjang 1. lebar 8 – 15 mm . sama seperti jahe kecil. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. panjang 7. bentuk lidah daun memanjang.5 cm. agak rata sampai agak sedikit menggembung.5 – 1. tidak berbulu. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik.5 mm. berwarna hijau cerah. lebar 1. berbentuk lanset. berbintik-bintik berwarna putih kekuningan. bundar pada ujungnya. 3) Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. jahe merah selalu dipanen setelah tua. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah. yaitu : 1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk. rahis berbulu jarang . disamping seratnya tinggi. panjang 25 cm. berwarna kuning kehijauan. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan. 2. 3.3 Tanaman Jenis Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran. sehingga rasanya lebih pedas. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua. hampir tidak berbulu.5 mm. tinggi 30 cm sampai 1 m. sangat tajam . 2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil. helainya agak sempit. lebar 1 – 1.

kembang gula dan berbagai . pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti.TANAMAN Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak. kue. biskuit.

3) Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara o 20-35 C. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. 2) Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar. minyak wangi. 2) Pada umur 2.2. Iklim 1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi. jahe bubuk dan awetan jahe. Meksiko. liat berpasir dan tanah laterik. anti rematik. sekoteng dan sirup. peluruh keringat. Mesir. yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia. SYARAT PERTUMBUHAN 5. anti pengerasan pembuluh darah. Pakistan. anti inflamasi. dibuat acar. diolah menjadi asinan jahe.minuman. serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. gembur dan banyak mengandung humus. industri jamu tradisional. anti piretik. Srilangka. anti mikroba dan parasit. SENTRA PENANAMAN Terdapat di seluruh Indonesia. anti muntah. bandrek. Jepang. pereda kejang. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat. es krim. Nigeria. ditanam di kebun dan di pekarangan.5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Tanam 1) Media Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur.500-4. Yunani. sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar.000 mm/tahun. kering. Indonesia. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. 5. 4. yaitu antara 2. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol. lalap. campuran sosis dan lain-lain. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia. 3) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) . Cina. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut). 5. India. Jamaika.1.

3-7. Tempat Ketinggian baik di daerah tropis dan subtropis dengan 1) Jahe tumbuh ketinggian 02.8-7.0.4. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6.3. 5.000 m dpl.sekitar 4. .

Penyemaian pada bedengan Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). PEDOMAN BUDIDAYA 6. c. Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis. b. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami. mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi).2) Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . lalu dicelupka n dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan.5 bulan. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik. b. sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. dan mutu fisik. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 910 bulan). kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi. bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang. 2) Teknik Penyemaian Bibit Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam. demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. kemudian disimpan sekitar 1-1. 6. demikian seterusnya. a. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan . Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit.1. bibit jahe tersebut sudah disemai. Penyemaian pada peti kayu Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering).600 m dpl. Setelah 2-4 minggu lagi. Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan.

fungisida. biasanya rimpang sudah bertunas. Setelah 2 minggu. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah. .

. merangsang pembentukan bulu-bulu akar. c.2. 3) Pembentukan Bedengan Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air. maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur. sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha. Bila keasaman tanah yang ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe. 2) Pembukaan Lahan Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu.5002. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat. bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam.500 kg. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0. mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. lebar 80-100 cm. 6. sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap. a. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu.syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gasgas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari. 4) Pengapuran Pada tanah dengan pH rendah. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam.Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 4060 gram.5 ton/ha. sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp. barulah ditanam. maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur. 3) Penyiapan Bibit Sebelum ditanam. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5.8 ton/ha. b.

6.3. Teknik Penanaman .

Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7. karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian.1) Penentuan Pola Tanaman Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). 6. 3) Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang mati. Meningkatkan produktivitas lahan. Menekan biaya kerja.4. buncis dan lain-lain. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija. seperti ketimun. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan. ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh. b. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: a. Namun di daerah. maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. d. bibit 4) Perioda Tanam Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. sebaiknya tidak perlu dilakukan . 2) Penyiangan Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali.sayuran. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain.5 cm untuk menanam bibit. bawang merah. c. Praktek di lapangan. seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman. kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Sekitar 2-3 minggu setelah tanam. seperti jagung. 2) Pembutan Lubang Tanam Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek. cabe rawit. karena kondisi air tanah yang buruk.

sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai .penyiangan besar. lagi.

3) Pembubunan Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan. 4) Pemupukan a. Pemupukan Organik Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan. b. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk

diberikan tanaman tanaman

dengan ditebarkan secara merata di sekitar atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela

5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September; 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitaminvitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah: 1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. 2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. 3) Kumbang. 7.2. Penyakit 1) Penyakit layu bakeri Gejala : Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. Pengendalia n:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terkena penyakit;  pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik;  pengendalian fungisida dithane M -45 (0,25%), Bavistin (0,25%) 2) Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya.

Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. Gejala : Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati. Pengendalia n:

 penggunaan bibit yang sehat;  penerapan pola tanam yang baik;  penggunaan fungisida. 3) Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala : Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik -bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalia n: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas. 7.3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya. 7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 6) Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

1)

Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

8. PANEN
8.1. Ciri Panen dan Umur

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih. 8.2. Panen Cara

Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.

Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar. 8.3. Panen Periode

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya. 8.4. Perkiraan Panen Hasil

Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

9. PASCAPANEN
9.1. Penyortiran Pencucian Basah dan

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. 9.2. Perajangan Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. 9.3. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan

selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C - 60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9.4. Kering. Penyortiran

o

o

Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.5. Pengemasan Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya. 9.6. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

10.ANALISIS TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya

EKONOMI
Usaha

BUDIDAYA

Perkiraan analisis usaha budidaya jahe seluas 1 ha; yang dilakukan petani pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1) Biaya produksi 2) Bibit: 2.000 bh @ Rp. Rp. 3.400.000 ,b. 1.700,- = Pupuk  Pupuk buatan: Urea 165 kg @ Rp. 1.100, = Rp. 181.500, TSP 160 kg @ Rp. 1800,- = Rp. 288.000, KCl 160 kg @ Rp. 1.600,- = Rp. 256.000, Rp. 750.000,  Pupuk kandang 3.000 kg @ Rp. 150,= c. Obat 20 kg @ Rp. 15.000, Rp. 300.000, d. Alat Rp. 180.000,

e. Bahan (mulsa) 20.000 m @ Rp. 150,f. Tenaga kerja 200 OH g. Biaya Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. Rp. Rp.

3.000.000 ,2.000.000 1.000.000 ,,- 11.355.500,Rp.

2) Penerimaan: 10.000 bh @ 1.500,-= 15.000.000,3) Keuntungan usaha tani 3.644.500,4) Parameter kelayakan usaha a. B/C rasio = 1,321 10.2. Gambaran Agribisnis Peluang

Rp. Rp.

Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap oleh kebutuhan dalam negeri. Dilihat dari segi harga, dari tahun 1991 hingga saat ini fluktuasi harga jahe basah maupun kering boleh dikatakan stabil. Dilihat dari segi permintaan, stabilitas harga serta produksi jahe dalam negeri prosepek agrobisnis jahe sangat cerah.

11.STANDAR PRODUKSI
11.1. Lingkup Ruang

Standar meliputi jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan. 11.2. ipsi Deskr

Standar mutu jahe di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI– 01–3179– 1992. 11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III. 1) Syarat umum a. Kesegaran jahe: segar b. Rimpang bertunas: tidak ada c. Kenampakan irisan melintang: cerah c. Bentuk rimpang: utuh d. Serangga hidup: bebas 2) Syarat

Khusus a. Ukuran berat: mutu I > 250 gram/rimpang; mutu II 150-249 gram/rimpang; mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%. b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0 %; mutu II=0 %;

mutu III<10 %. c. Benda asing: mutu I=0 %; mutu II=0 %; mutu III<3 % d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0%; mutu II=0%; mutu III <10% Untuk mendapatka n jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi: 1) Penentuan benda-benda asing Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan yang diuji. 2) Penentuan kadar serat Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik 105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kirakira 1 jam dengan menggunakan sebuah alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan. Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas

kemudian dengan kira-kira Keringkanlah Krus Gooch dan

15

ml

etil

alkohol

95%.

isinya pada 105 + 1 derajat C dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah. 3) Penentuan kadar minyak a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35– 40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih. b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah batu didih. c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya. Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersama-sama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung. 11.4. Contoh Pengambilan

1) Pengambilan contoh Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5. b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil adalah 7 c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil adalah 9 d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil adalah 10 e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15. Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. 2) Petugas pengambil

contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Jahe segar disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli

12.DAFTAR PUSTAKA
1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal. 2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal. 3) Anonim, Mengenal Budidaya Jahe dan Prospek Jahe, Koperasi Daar El- Kutub, Jakarta, 1999 4) ----------, Ekspor Jahe Terbentur Musim, Info Agribisnis Trubus, Nomor. 335 Hal. 32, Juni 1999 5) ----------, Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kanisius, Yogyakarta, 1999 6) Paimin, FB. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe, Penebar

Kanisius. 1999 7) Koswara. Pustaka Sinar Harapan. Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI. Jakarta. S.. 1998. Yogyakarta. KEMBALI KE MENU .B. 1999 10) Paimin F.Swadaya. 199 5 8) Santoso. A. Jakarta. Penebar Swadaya. Murhananto. 1994 9) Yoganingrum.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen. HB. Jakarta. Jahe Gajah. Jakarta. Jahe dan Hasil Olahanny a.

sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah. 2. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia.id . Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Hal. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. Jl.ristek. 021 316 1952.H. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan. 021 316 9166~69. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU AIR ( Eugenia aquea Burm ) 1. tetapi memiliki keragaman dalam penampilan.

Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat. Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang. SENTRA PENANAMAN Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan.go. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan). jeli. Madura. Lonceng (super lebat). Jawa Barat. Rujak. yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih). Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. Garut. Fax. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). Bandung. Jl. 3. Baron. 021 316 9166~69. Sukabumi.ristek. MANFAAT TANAMAN Pada umumnya jambu air dimakan segar. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C. Kabupaten Karawang. jam/berbentuk awetan lainnya. Sukaluyu. Cirebon.H. Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. dan Manalagi (tanpa biji). 4. http://www. Lilin (super manis).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : Dycotyledoneae Myrtales Myrtaceae Syzygium Eugenia aquea Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam. selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu. Bogor. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga.id . sirop. Tangerang. SYARAT TUMBUH 5. Cianjur. Mawar (jambu Keraton). Kaget. Buah jambu air masak yang manis rasanya. 5. M. Iklim 1) Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. Neem. tetapi dapat juga dibuat puree. 021 316 1952. Kancing.1. tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya.

4) Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C. 50-150 cm dan 150-200 cm. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Pembibitan 1) Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul.H. 4) Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar.id . Jl.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan.go.5. Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1. bernas dan tidak cacat. 6. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5. Media Tanam 1) Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur. Biji berasal dari buah masak pohon. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar. maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis. 3) Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. berumur lebih dari 15 tahun. gembur. Fax. 021 316 9166~69. http://www.3. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Dengan kondisi tersebut. 2) Persiapan Benih a. produktif dan produksi stabil. Selain lebih mudah dilakukan. 3) Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 050 cm. cara ini lebih cepat menghasilkan buah.000 m dpl.ristek. M.1. ukuran seragam. 5. 5) Kelembaban udara antara 50-80 %. 5. banyak mengandung bahan organik.2. Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. yang besarnya normal dan mulus. dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi.5–7. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3.

ristek. http://www. Jl. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. M.

Fax. terutama jika kemarau.5 bulan (sudah berakar). 3) Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun. Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b. 2. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. semak/onak dan binatang.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. tinggi 30-40 cm. 4. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm. panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. pupuk kandang (2 : 1). Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm.5 cm. Bibit dipelihara selama 1 bulan. Simpan polybag di dalam sungkup. 2. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari.2. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. 5) Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. M. Setelah 2-2. 021 316 9166~69. a) Bedengan 1. b) Polybag 1. Naungi sungkup dengan plastik bening. 6.id . bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1. c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea. SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 2 gram/m atau 4 gram/polibag.ristek. Lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda. 2 3. 3. http://www. 021 316 1952.go. Campurkan 2 kg/m pupuk kandang dengan tanah bedengan. Isi polibag dengan media berupa campuran tanah. berwarna hijau keabuabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1. d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN hanya diolah Hal.id .ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax. Jl. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.go.

H. b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam.3. Jl. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan.5 m. tanaman sudah berdiri. 3) Pengapuran Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang.go.ristek. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari: a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan. Fax. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan. 1) Penentuan Pola Tanam Bibit jambu air dikebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m. 021 316 1952.id . Setelah itu perlu diberi pelindung 6. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama. 4) Pemupukan Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah. 021 316 9166~69. M. Teknik Penanaman Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat. dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0. agar pada saat mendekati musim hujan. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam. http://www.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. M.id .go.ristek. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur ≥ 15 tahun. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan. b) Pupuk Urea: 100 gram. pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram. 3) Pemupukan Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang. Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah ± sebesar telur puyuh). 3. Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur ≥ 10 tahun ialah: a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah. a) Tanaman belum berbuah 1.ristek. TSP 1/2. c) Pupuk TSP: 50 gram. 021 316 1952. Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon. pupuk TSP. sebaiknya setelah dilakukan penyiangan. 2. http://www. Pupuk Urea. b) Tanaman sudah berbuah 1. 5. Hal. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah. M. KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun). 6. 2 minggu setelah itu. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah. Pupuk urea 2/3.4. 3. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Cara Penanaman Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari. d) Pupuk KCl: 50-100 gram.go. 4. Jl. membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap diantara tanah. sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl. 2. Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan. Fax.H.

2-3 butir bersama-sama. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun. http://www. dengan ketinggian 1. Fax. Hal.H. sebaiknya penyemprotan ditunda dulu. yang mati kering. HAMA DAN PENYAKIT 7. warna hijau muda kebiru-biruan. bertubuh gemuk dan lunak.ristek. tidak berproduksi atau diserang hama.id . selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam. dan kepompong untuk dimusnahkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur. 021 316 1952. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida. kita harus memperhatikan cuaca waktu itu. bagian yang ditanam adalah dahandahan yang tua. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tertutup lapisan lilin keputih-putihan. tanaman disirami 10-12 kali sebulan. pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman. ulat. warna merah muda. luka serta tidak sempurna. 7. agar tanah tetap lembab.1. 021 316 9166~69. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter. pemeliharaan dan peremajaan.go. Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang.5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas. atau pupuk daun/hormon. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga).35-1. M. Hama 1) Ulat kupu-kupu gajah Ciri: panjang 12 cm. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga. Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan. 6) Pemeliharaan Lain Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua. Ketika masih muda.

panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda.H. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.go. panjang 13 mm). Semua ini terjadi karena tanaman tidak mendapat suplai air dan zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. Hal. Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun.ristek. Fax. 3) Keluang dan codot Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas. http://www.2. Selain itu tanah yang berlebihan supali air juga dapat merontokkan bunga/buah. 021 316 1952. Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan. daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua. maka bunga atau buah jambu air bisa rontok. sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Kutu perisai hijau Ciri: panjang kutu 3-5 mm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7) Ulat penggulung/pemakan daun 7. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon. 5) Lalat buah (dacus pedestris) Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. 021 316 9166~69. sebab sebab air yang menggenang membuat akar susah bernafas dan mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar. 6) Penggerek batang Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek. warna hijau (kadang agak kemerahan). Jl. Penyakit 1) Gangguan pada akar Pemupukan yang kurang hati-hati pada jambu air yang sedang berbuah dapat menyebabkan akar tanaman luka. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah. 4) Pasilan atau benalu Pengendalian: dibuang dan dibersihkan.id .

apalagi jatuh. busuk.4. Prakiraan Produksi Buah jambu air jenis merah–hijau dapat dipanen bila warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya. Periode Panen Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dalam setahun. http://www.id . yaitu hijau muda.8 dan 48 kg/100 gram 9. Ciri dan Umur Panen Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun. 021 316 9166~69. Fax.go. Cara Panen Buah dipetik dari rangkaiaanya dengan hati hati jangan sampai rusak. 8. hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau. Pada saat tersebut nisbah TPT/asam dan Vitamin C-nya masing-masing adalah 80. berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Serangga ini langsung menyerang buah dengan ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah. 8. hijau tua. Buah dari jenis yang berbeda tidak disatukan dengan jenis yang lain. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk.2. Jl. tergantung pada keadaan lingkungan. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah.H.ristek. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dengan penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) dan fungisida dithane (3 cc/liter air) 8. PASCAPANEN 9.1.3. maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya. PANEN 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Gangguan pada buah Penyebab: ulat (lalat) buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok.

M. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.id . Fax.ristek.go. 021 316 1952. http://www.

Tanam 5 HKP + 6 HKW .- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengemasan dan Pengangkutan Buah dikemas dalam keranjang plastik dan disusun rapi agar tidak berpindah tempat selama dalam pengangkutan. 150.Rp. 150. 3.Rp.000.250. Pestisida 4 liter 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.Urea 75 kg @ Rp.95.45.47.500.. Penyimpanan Buah yang telah dikemas disimpan di daerah yang teduh kering dan sejuk.500. 1.3. Rp. 30.000.000.2. Rp.- Rp. 9. Rp..500.67.900.000.500. ajir 15 HKP @ Rp. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1.781. populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999.Pupuk kandang 6 ton @ Rp.000. Rp.4.37. kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya.-/ton .Urea 25 kg @ Rp. 1. 5.112.112.KCl 50 kg @ Rp.1.000.000.500.400.1.800. Pestisida 5 liter Rp.500. Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya jambu air seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m.000. Pupuk . 021 316 1952. Bibit 160 batang @ Rp.500. Rp.2. Rp. Rp.Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW 2) Biaya produksi tahun ke-2 s.. 1..SP-36 50 kg @ Rp.000. Rp.SP-36 25 kg @ Rp.87..4. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Fax.Pupuk kandang 10 ton @ Rp.500. Sewa Lahan 2.go. 021 316 9166~69.900.Lubang tanam. Rp. Rp. 10..90.Beri pupuk 5HKP + 10 HKW @ Rp.000.ristek. 900.d. Rp. Tenaga kerja ..500.1. 9.800. Buah dicuci bersih dengan air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.H. Pupuk .500.000.000.500. ke-4 1.id .3.625. 7. Jl.000.KCl 25 kg @ Rp.1. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan buah yang cacat dari yang baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 480. 1. M. Sebaiknya bauh disimpan dalam cold storage jika tidak langsung diangkut ke pasar.

M. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id .go. http://www.H.

go. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.600. Rp. 021 316 1952. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat.000.386.900.Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 73.000. 021 316 9166~69.000.800.1.000.000.2.000. Rp. Tenaga kerja .1. Pestisida 7 liter 3.500.450. ke-15 1.d.960.Rp. Rp.KCl 150 kg @ Rp. B/C rasio Rp. Rp. Rp.Rp.000. yakni yang banyak digemari masyarakat.000. 1.750.- Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4.- Rp.093. 125. Fax.570. 150.ristek...Rp.000.187. Jl.752 Panen dimulai pada tahun ke 5 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam.Pupuk kandang 24 ton @ Rp.270. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditi jambu air cukup cerah.Urea 125 kg @ Rp. cara pengujian mutu.H. Rp. 94. http://www.5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. 550. 1. STANDAR PRODUKSI 11.= 1. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s. Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.000. M.32 ton 219. Pupuk .600.2.id . Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.SP-36 300 kg @ Rp. 3. 625. 11. Alat 4. 11.1. seperti cincalo. 10. sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun.574. 675.000.2.500.Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW . Tenaga kerja .

go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69. Fax. M. 021 316 1952. http://www. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek.

negara/tempat tujuan. (1985). hasil Indonesia. 3) Kanisius. nama/kode perusahaan. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Jenis-jenis Jambu Air Top.go. Mutu … Klasifikasi dan Standar 11. c.ristek. d. berat bersih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. contoh yang diambil 9. 12.3. M. Jambu Baron. Bertanam Pohon Buah-buahan I.5. contoh yang diambil 5.H. contoh yang diambil 7. DAFTAR PUSTAKA 1) Sarwono B. Asri. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Aksi agraris. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. Yogyakarta. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. 021 316 1952. Fax. Pengemasan Jambu air dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. 4) Yayasan Kanisius. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. jenis mutu. contoh yang diambil 15 (minimum). Jakarta. Bertanam Jambu Air. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Trubus.(1987). Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. Jakarta. tengah dan bawah. 021 316 9166~69. Jakarta. http://www. b. (1980). Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. 2) Guntur. (1990).id . golongan ukuran. Jl. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. e. Jakarta. Trubus. Henny. 11. contoh yang diambil 10. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. daerah asal.

Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEMBALI KE MENU Hal. M. http://www. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium g uajav a L. Jl. 021 316 9166~69.id . 2. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk. Fax. sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok. JENIS TANAMAN Dari sejumlah jenis jambu biji. menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa.go. terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya: 1) Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali). jambu siki.H. SEJARAH SINGKAT Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu. M. http://www. 021 316 1952. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah. ) 1. atau jambu batu. dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain.

go. M. 021 316 1952. http://www.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. Fax.H. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Jl. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri. Malaysia. Jawa Barat.ristek. Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis. 2) Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias.H. 2) Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga. Iklim 1) Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan. 3) Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional. SYARAT TUMBUH 5. 4) Jambu pasar minggu. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil). Jawa Barat. 4. Jawa Tengah. 4) Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. 021 316 9166~69. 5. MANFAAT TANAMAN 1) Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi.id .1. Fax. 3) Jambu merah. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan.go. dagingnya tebal dan sedikit bijinya. 3) Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. 3. yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan JuliKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Brazilia dan lain-lain. Di Indonesia. Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta. dan Jawa Timur. 021 316 1952. Daerah DI Yogyakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jambu bangkok (buahnya besar. rasanya agak hambar). 7) Jambu palembang. SENTRA PENANAMAN Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang. dengan kadar gula 8%. 8) Jambu merah getas. Kabupaten Karawang. 6) Jmabu apel. M. http://www. 5) Jambu sari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952. Fax. Jl. 021 316 9166~69.ristek.H. M.id . 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung. berarti udara kering karena miskin uap air. M. Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) Hal. 2) Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen.H. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. 5.5-8.3. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Bibit yang baik antara lain yang berasal dari: a) Buah yang sudah cukup tua. 3) Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya. 021 316 9166~69.2. Media Tanam 1) Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah.id . 6. 5. 021 316 1952.go. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang.1. Pembibitan Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan. lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam).2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Fax. 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. yaitu antara 4. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah. Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 51200 m dpl.ristek. 4) Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. 2) Penyiapan Benih Setelah buah dikupas dan diambil bijinya. bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.

8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah. kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan. caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit. supaya mendapatkan banyak sinar matahari. Setelah mencapai keinggian 5-6 m. 021 316 9166~69. 021 316 1952. kemudian dianginkan selama 24 jam. biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan. dengan jarak antara bedeng 1 m. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1cm dan tumbuh lurus. kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm. Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th.id . biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45. kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi. panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m. 3) Teknik Penyemaian Benih Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi untuk penyemaian.H. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yang sudah disiapkan.84. Fax. dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau. setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau.go. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput. sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman. bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik. M. Akar akan tumbuh dengan cepat. kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik.ristek. dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan lebar 0. melalui cara Forkert yng disempurnakan. setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan. kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan. Attracol 70 WP atau fungisida lainnya. Jl. kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1. http://www. untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan. sekitar 2-3 bulan. okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan. batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya. Untuk menghidari jamur.

021 316 1952.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M.id .

dilakukan setiap 2-3 minggu sekali.H. meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur.2%.ristek. hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan. kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan. dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas.05-0. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata. dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam. setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1.1% atau Gandasil D 0. kemudian lebar daun dipotong separuh. untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar. M. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun. 5) Pemindahan Bibit Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak. banyak mengandung unsur nitrogen. Fax. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali. kecuali ditanam pada musim penghujan. diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan. sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan. kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan Hal.go.id . 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sampai umur kurang lebih 1 tahun. rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi. tiap tanaman disemprot 50 cc larutan. dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm. agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan. baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur. 021 316 1952. 021 316 9166~69.5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0. penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur. sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel.2. Jl. alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin. hindarkan dari serangan hama dan penyakit. kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disekitarnya. setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas. http://www.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang. 5) Pemupukan Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yang peggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri. 6.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Setelah terjadi proses perkecambahan biji yang telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yang telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah dan berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 23 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yang telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 3040 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit jambu biji yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yang akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m. 3) Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula dan tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 2 pekan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), kecuali pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Lain-lain Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah. 6.4. Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan. 1) Penjarangan dan Penyulaman Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman dan sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan. 2) Penyiangan Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) dan apabila buah terlalu banyak, tunas yang ada dalam satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yang tidak diperlukan akan berakibat buah menjadi besar dan menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna untuk merangsang tunas bunga dan buah yang akan tumbuh. 3) Pembubunan Supaya tanah tetap gembur dan subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah supaya tetap dalam keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Hal. 8/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Perempalan Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara dan pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya. 5) Pemupukan Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan: a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun. b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan pupuk segera di tanam dalam torakan tersebut dan ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu. 6) Pengairan dan Penyiraman Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. Dan bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang 2 lebih 3000 m dan dilakukan sehari sekali tiap sore hari. Hal. 9/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

7) Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yang ditimbulkan baik karena kondisi cuaca dan juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen dan juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut. Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun disemprot 2 x seminggu dan setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 8) Pemeliharaan Lain Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO3 dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) dan juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yang dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama 1) Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos. 2) Ulat keket (Ploneta diducta) Pengendalian: sama dengan ulat daun. 3) Semut dan tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin dan furadan.

Hal. 10/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Kalong dan Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami. 5) Ulat putih Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam, Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 6) Ulat penggerek batang (Indrabela sp) Gejala: membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm; Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7) Ulat jengkal (Berta chrysolineate) Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat dan beruas-ruas Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning. Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7.2. Penyakit 1) Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons) Menyerang daun tua dan muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercakbercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 2) Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. Pengendalian: dengan

3) Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 7.3. Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman jambu biji yang mengganggu Hal. 11/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8.

PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan dengan jenis jambu biji yang ditanam dan juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan jambu biji yang sudah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau dan belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dalam kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. 8.2. Cara Panen Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali. 8.3. Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dalam satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar dan merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat dilakukan dua kali dalam setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yang masak, dan yang belum masak supaya ditinggal dan kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tidak dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll. 8.4. Prakiraan Produksi Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 12/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

9.

PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dalam keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dalam gudang/gubug. 9.2. Penyortiran dan Penggolongan Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yang bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan mutu sama, yang biasanya dijual dalam bentuk kiloan atau bijian dan perlu diingat bahwa dalam penyortiran diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain. 9.3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tidak terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tidak bisa terlalu lama dan sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dalam gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong PE, suhu sekitar 23-25 derajat C dan jambu dapat bertahan hingga 15 hari dalam kantong PE dan ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yang baik adalah 1013 mbar dan dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0² sebesar 5,21% dan kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dalam kantong PE. Jalan yang terbaik untuk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan dan dimasukkan dalam kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan sehingga dapat lama dalam penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail. 9.4. Pengemasan dan Pengangkutan Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan dan cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tidak jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dalam keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 13/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yang berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yang panjang dengan jarak 1 cm, sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dalam pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna untuk memberi kebebasan udara untuk keluar masuk dalam peti. Sebelumnya buah jambu dipilih dan di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus dan lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan. 9.5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. dan biasanya dengan cara pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, dan dapat membuka peluang untuk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu dan jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang untuk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya Usaha

Perkiraan analisis budidaya jambu biji seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m, populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1. Sewa lahan 2. Bibit 800 batang @ Rp. 3.000,3. Pupuk - Pupuk kandang 6 ton @ Rp. 150.000,-/ton - Urea 25 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 25 kg @ Rp.1.900,- KCl 25 kg @ Rp. 1.800,4. Pestisida dan fungisida 5. Tenaga kerja - Lubang tanam, ajir 23 HKP @ Rp. 7.000,- Beri pupuk 8 HKP + 15 HKW @ Rp. 5.000,- Tanam 8 HKP + 10 HKW - Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW Rp. 30.000.000,Rp. 2.400.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 900.000,37.500,47.500,45.000,800.000,161.000,131.000,106.000,400.000,-

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2) Biaya produksi tahun ke-2 s.d. ke-4 1. Pupuk - Pupuk kandang 10 ton @ Rp. 150.000,- Urea 75 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 50 kg @ Rp.1.900,- KCl 50 kg @ Rp.1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Tenaga kerja - Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.d. ke-15 1. Pupuk - Pupuk kandang 24 ton @ Rp. 150.000,- Urea 125 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 300 kg @ Rp.1.900,- KCl 150 kg @ Rp. 1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Alat 4. Tenaga kerja - Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW - Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 70 ton 245.000.000,5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. B/C rasio

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

1.500.000,112.500,95.000,90.500,781.250,625.000,600.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3.600.000,187.500,570.000,270.000,1.093.750,450.000,-

Rp. 675.000,Rp. 550.000,Rp. 127.799.500,Rp. Rp. 117.200.500,= 1,917

Panen dimulai pada tahun ke 6 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan. 10.2. Gambaran Agrobisnis Peluang

Prospek komoditi jambu biji cukup cerah, sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat, yakni yang banyak digemari masyarakat, seperti jambu biji bangkok.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11.2. Diskripsi … 11.3. Mutu … 11.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100, contoh yang diambil 5. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300, contoh yang diambil 7. c. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yang diambil 9. d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yang diambil 10. e. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yang diambil 15 (minimum). Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11.5. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. Klasifikasi dan Standar

12. DAFTAR PUSTAKA

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Pusat Informasi Pertanian, Trubus Kumpulan Kliping Jambu Biji: Jenis dan Manfaat Budidaya Panen dan Pasca Panen. Jakarta: 1993. 108p: gamb. 2) Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Iman Satyawibawa Agribisnis tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994. Vi + 67p; ilus.; 21 p. Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Ensiklopedi nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. Jilid 7: hal 325.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Kenya. SEJARAH SINGKAT Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU METE ( Anacardium occidentale L. di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet.H. M. http://www. 021 316 9166~69. Kenya. Di antara sekian banyak negara produsen. Senegal. kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana.ristek. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye. dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu. Fax. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dan Indonesia. di Lampung dijuluki gayu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Srilangka. Brasil. di Bali jambu jipang atau jambu dwipa. Filipina. Jl. Thailand. di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede. Hal. dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki.go. Malaysia. Madagaskar. Mozambik. 021 316 1952. ) 1.

Sulawesi Tenggara (Muna). cairan tersebut berubah menjadi hitam. SENTRA PENANAMAN Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara. 5. gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. Iklim 1) Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Sampang. dan jem jambu mete. dan di Yogyakarta (Gunung Kidul. Selain itu. dan NTB (Sumbawa Besar. manisan kering. merah. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta. Jawa Timur (Bangkalan. Fax. atau bahan pewarna. 2) Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan maksimun antara 25-35 derajat C. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Selain daya rekatnya baik. Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem). M. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. buah kalengan. Dompu. dan Sleman). kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan.id . Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Sumenep. anggur mete.1. Wonogiri). maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain. MANFAAT TANAMAN Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C. bahan pencelup. 021 316 1952. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat.H. 3. merah muda. Wajo. Di luar Pulau Jawa. Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. mulai dari akar. Soppeng. 021 316 9166~69. batang. kuning.go. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi. Maros. Bantul. SYARAT TUMBUH 5. Sinjai. 4. dan Bima). Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. Apabila terkena udara. Bone. selai mete. Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari. daun. JENIS TANAMAN Jambu mete mempunyai puluhan varietas. Jl. dan Barru). di antaranya ada yang berkulit putih. dan buahnya. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete. http://www. dan Ponorogo). hijau kekuningan dan hijau. Sidenreng. terutama di daerah Jawa Barat. Pasuruan.

http://www. tanah lempung berpasir. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%. 5.id . Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan.6. M. Jl. dan tanah ringan berpasir. c) Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih. benih (biji mete) harus disemai dahulu.7.3 . yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm).3. tetapi masih sesuai pada pH antara 5. e) Bila dikemas dalam kantong plastik. d) Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%. 4) Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : a) Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.000-2. 5. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.200 m dpl.3.go. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. okulasi. kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis. Ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.2. dan penyambungan.5 . 5) Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1. b) Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat. aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%. Pembibitan Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan. 6. g) Sebelum ditanam. f) Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan. kemudian disortir. Media Tanam 1) Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir. Dalam penyerbukan bunga jambu mete. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. 2) Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6. paling lama 8 bulan.1.H. 021 316 9166~69.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek. M. http://www. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id . Fax. 021 316 1952. Jl.

ristek.2.H. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu. M. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan. kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah. 021 316 1952. tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. diluar lubang sebelumnya. 2) Pembukaan lahan Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. pH harus 4-6. rumput setaria. http://www. 021 316 9166~69. bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Jl. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola dan Jarak Tanam Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. 6. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. dapat diterapkan budidaya polikultur. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase. Pemberian pupuk kandang dan kompos. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. dan jambu mete. sedikit diluar lingkaran daun. pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun.id .3. Sebagai contoh adalah tanaman palawija. Untuk efisiensi lahan. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang. juga terhadap tanah yang kurang subur.go. 3) Pemupukan Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur.

021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 9166~69. http://www.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jl. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

6. Bila jenis tanahnya sangat liat. lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali. pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul.go.4. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak. 021 316 9166~69. ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. 021 316 1952. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Fax. 3) Cara Penanaman Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. b) Pada waktu penggalian lubang. c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. M. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula. Jl. 2) Penyulaman Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. Untuk mengurangi keasaman tanah.H. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak. http://www. Apabila tanaman berumur ≥ 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong.id . Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembuatan Lubang Tanam Cara membuat lubang tanam: a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm. d) Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Pada waktu penutupan lubang. harus ditembus. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas.

M. 021 316 9166~69.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.

7. b) Pilih 3 . ulat hijau. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 . dan ulat perusak bunga. ulat kipat. 6) Penjarangan Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. http://www. di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan. Hama Hama yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah hama pengisap daun. nyamuk daun. Ulat berwarna hitam bercakbercak putih. atau pupuk buatan.H. Fax.5 m dari tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. kompos. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Jl. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah. penggulung daun. Basudin dan Dimecron dengan dosis 2cc atau 2 gram/liter air.ristek. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit.5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . 5) Pemangkasan Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 . seluruh tubuhnya ditumbuhi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Pada tanaman terlihat kepompong bergelantungan. 021 316 9166~69.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam.1. M.id . Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan. Folidol. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. HAMA DAN PENYAKIT 7. 021 316 1952. Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Lamnate. 4) Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang. kepala dan ekor warna merah nyala. penggerek daun. Insektisida yang dianjurkan antara lain: Tamaron.10 tahun. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar. Akibatnya.

021 316 9166~69. Jl.go.id .H. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. 021 316 1952.

0 . Jl. Pengendalian: (1) dengan memperbaiki lingkungan pembibitan. 3) Ulat penggerek batang (Plocaederus feeeugineus L) Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning.2 % atau Thiodan dengan dosis 0. Captacol dan Theophanatea. tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidak merata. Fusarium sp. http://www. Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu.5 ml/liter air. oval. penyakit bunga dan putik.1. dan Phytium sp. Fax. 7. maka atau kimiawi.2. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0. sedang belum didapatkan cara yang menjadi pupa di tanah. Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. 1) Penyakit layu Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air. Telurnya berwarna putih. 4) Hama penggerek buah dan biji (Nephoteryx sp. Tubuh imago berwarna hitam. Pengendalian: dengan menyemprotkan insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1. fase kepompong 3-5 minggu. seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rambut putih. misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. tetapi tanaman tidak mati. Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) dengan penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana. yaitu dengan .ristek.02 %.15%.H. daun dapat habis sama sekali. Pengendalian: (1) melalui teknik bercocok tanam. dan baru pulih setelah 18 bulan. kecuali abdomen bagian belakang sebelah bawah berwarna putih. Penyebab: jamur Phytophthora palmivora. sebab larva instar yang jatuh terakhir dan hama dapat diberantas secara mekanis menggunakan Karbaril 0. daun dan ranting segera mengering dan diikuti dengan gugurnya daun. pada serangan yang hebat. dan Antracnossis. lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate. Fase pupa berlangsung 4 minggu. M. tanaman tidak akan menghasilkan buah.go.id berjatuhan dan kering. Penyakit Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar. Gejala: pada tunas-tunas daun muda. Pengendalian: tepat. (2) dengan mengolesi sekitar permukaan batang/akar dengan larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air). 2) Helopeltis sp.) Gejala: buah muda yang diserang hama ini akan buah tua isinya belum penuh. 021 316 9166~69.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. M. 021 316 9166~69.go.

ristek. c) Tekstur daging semu lunak. Jl. Masa panen berlangsung selama 4 bulan. Colletrichum sp. Difolan 4F.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Daun layu dan kering Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum. http://www.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk. Botryodiplodia sp. d) Warna kulit bijinya menjadi putih keabu-abuan dan mengilat. bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen. pencegahan harus secara terpadu. yaitu pada bulan November sampai bulan Februari tahun berikutnya. Gejala: secara mencolok daun.daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur. oranye. Delsene MX 200. rasanya asam agak manis.. beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati.id .. b) Ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. bunga & tangkainya busuk. Ketepatan masa panen dan penanganan buah mete selama masa pemanenan merupakan faktor penting. 3) Bunga dan buah busuk (1) Penyebab: Colletrichum sp. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah jambu mete yang sudah tua adalah sebagai berikut: a) Warna kulit buah semu menjadi kuning. PANEN 8. Fax.. Pengendalian: (1) perlu dilakukan secara terpadu. Fusarium sp. kering kecoklatan & pecah-pecah. . Buah mete biasanya telah dapat dipetik pada umur 60-70 hari sejak munculnya bunga. 021 316 9166~69. yaitu cara lelesan dan cara selektif. dan aroma buahnya mirip aroma stroberi. M.1. Fusarium sp. Tanaman jambu mete dapat dipanen untuk pertama kali pada umur 3-4 tahun. Pestalotiopsis sp. buah yang dipetik harus telah tua. (2) Penyebab: Pestalotiopsis sp.. Agar mutu gelondong/kacang mete baik.. Cobox. (3) Penyebab : Botryodiplodia sp. dan Cuproxy Chloride. Gejala: kulit biji busuk dan hitam. Botryodiplodia sp. Cara Panen Sampai saat ini ada dua cara panen yang lazim dilakukan di berbagai sentra jambu mete di dunia. 8. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berair. Gejala: kulit buah hitam dan busuk. (2) untuk memberantas jamur parasit ini beberapa fungisida yang efektif adalah Dithane M45. atau merah tergantung pada jenisnya. 8. 021 316 1952. Pestalotiopsis sp.H.go. Pestalotiopsis sp. Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya supaya penyakit tidak menular ke tanaman lain. Gejala: permukaan kulit buah & kulit biji.

go.ristek.H. 021 316 9166~69. 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www. 021 316 1952.

Pengumpulan Mutu kacang mete di pasaran cukup bervariasi.3. 9. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl. PASCAPANEN 9. http://www. Pengolahan Gelondong Mete Pengolahan gelondong mete dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: a) Pemisahan gelondong dengan buah semu b) Pencucian c) Sortasi dan pengelasan mutu d) Pengeringan e) Penyimpanan 9. Tanaman jambu mete sebenarnya masih dapat berproduksi sampai umur 50 tahun. pemanenan dapat dibantu dengan galah dan tangga berkaki tiga.ristek. Banyaknya varietas tanaman jambu mete yang ditanam oleh para petani indonesia menyebabkan mutu mete yang dihasilkan sangat beragam baik mengenai ukuran gelondong. Apabila buah tidak memungkinkan dipetik secara langsung.2. Fax. b) Cara selektif Dilakukan secara selektif (buah langsung dipilih dan dipetik dari pohon).go. rasa. warna. Pengolahan Kacang Mete Urutan pengolahan kacang mete adalah: a) Pelembaban gelondong mete b) Penyangraian gelondong mete c) Pengupasan kulit gelondong mete d) Pelepasan kulit ari Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 8. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Cara lelesan Dilakukan dengan membiarkan buah jambu mete yang telah tua tetap di pohon dan jatuh sendiri atau para petani menggoyang-goyangkan pohon agar buah yang tua berjatuhan. maupun rendamen kacang metenya.1. Hasil ini meningkat menjadi 15-20 kg/pohon pada umur 20-30 tahun.3.id . tetapi masa paling produktifnya adalah pada umur 25-30 tahun. Prakiraan Produksi Banyaknya hasil panen tergantung dari umur tanam. Jambu mete yang berumur 3-4 tahun dapat menghasilkan gelondong kering 2-3 kg/pohon. Variasi mutu kacang mete tersebut antara lain dipengaruhi oleh varietas tanaman jambu mete yang berbeda dan perlakuan serta pengawasan selama proses pengolahan berlangsung.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl. http://www. M. Fax.go.H.id . 021 316 1952. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Ruang Lingkup Mutu kacang mete dinilai dari bentuk. varietas tanaman dan faktor ekstrinsik seperti tumbuhnya jamur pada kacang dan proses pengolahannya.ristek. Selain itu juga faktor rasa. bau. Analisis Budidaya … 10.2.= Rp. 11. Standar mutu kacang mete di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-2906-1992. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Diskripsi Biji Mete kupas (Cashew Kernels) adalah biji dari buah tanaman jambu mete yang telah dikupas kulitnya dan telah dikeringkan.3.1. disamping menjaga kelestarian tanah dan air. Panen setiap tahun. II. STANDAR PRODUKSI 11. 500. bobot biji dan warna.000. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Sortasi dan pengelasan mutu f) Pengemasan 10. Dengan menanam jambu mete.go. 250.id . Gambaran Peluang Agribisnis Jambu mete mulai berbuah pada umur ± 5 tahun. III dan IV)..1. M.2. http://www. Mutu Klasifikasi dan Standar Jenis/kelas mutu kacang mete terbagi menjadi 4 kelas (I. Adapun standar atau syarat mutu kacang mete dilihat dari: a) Kulit ari b) Biji terkena CNSL c) Serangga c) Biji berulat d) Biji busuk e) Biji bercendawan/jamur f) Benda-benda asing Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setiap hektar akan diperoleh 100 pohon x 5 kg/pohon x Rp.(tahun 1988) Usaha 11. Setelah itu berbuah lebat hingga lebih dari 20 tahun. Fax.H. Rasa kacang mete dipengaruhi oleh faktor intrinsik alami.10 tahun. ukuran biji. Jl. hasilnya meningkat mulai umur 8 . dan tekstur ikut mem-pengaruhi mutu kacang mete. terutama dalam hubungannya dengan penerimaan konsumen.

go. M.H. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id .ristek. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

tidak termasuk biji utuh) 11. yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah peti/karton dengan maksimum 30 peti/karton dari tiap partai barang. f) Berat kotor. II = 5 gram/biji. DAFTAR PUSTAKA 1) Liptan (1988). Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. h) Kadar air dalam maksimum %: I = 16%. e) Nomor kemasan.4. 12. i) Keutuhan biji mete ( utuh. kering. Produk yang rusak atau busuk yang ada dalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masih sehat.H. h) Negara/tempat tujuan. Pengemasan Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu. b) Nama barang. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 1000 gram Contoh kemudian disegel dan diberi label. d) Jenis mutu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Warna (Kelas I: ke-putih-putihan) h) Bobot maksimum dalam gram/biji: I = 5 gram/biji. Jl. kemudian tiap peti/karton diambil contoh kurang lebih 500 gram Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan. Jambu Mete Sebagai tanaman penghijauan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. III = 10 gram/biji. pecah. g) Berat bersih. M. Balai Informasi Pertanian Banjarbaru. III = 15%. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. 021 316 1952.go.ristek. 021 316 9166~69.id . kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran. Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%. http://www. belah. Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng. c) Nama perusahaan/eksportir. II = 15% .5. Oleh karena itu hanya produk yang baik yang perlu dikemas. Fax. bersih. tetapi sebaiknya yang masih baru. kedap udara dan tidak bocor. tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas.

go. 021 316 1952.ristek.id .H. http://www. M. Jl. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

id . Proyek Informasi Pertanian Kalimantan Tengah. Bogor. Haryadi. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jl. 3) Saragih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Budidaya Jambu Mete. 021 316 9166~69.go. Lembar Informasi Pertanian. (1994). (1990). Budidaya Jambu Mete. Yadi.ristek. http://www. 86 halaman Jakarta. Fax. Yan Pieter. Penebar Swadaya. M.H. METE. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Liptan. Pengupasan Gelondong. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 2 hal.

Fax.sinensis L.). 2.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali. jeruk Siem (C.ristek. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh.maxima Herr.). Siem Lumajang.go. http://www. Siem Garut. jeruk manis (C. medica). jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. jeruk sitrun/lemon (C. auranticum L.id . 021 316 9166~69. dan C. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. microcarpa L. Jeruk untuk bumbu masakan yang Hal. jeruk besar (C. Sejak ratusan tahun yang lalu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JERUK ( Citrus sp. 1 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. ) 1. dan C.sinensis. Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L. SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. L) yang terdiri atas Siem Pontianak. Jl.

sabun wangi. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Selayar (Sulawesi Selatan). 2 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Tergantung pada spesiesnya.1. Jl. 4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari. http://www. 3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C. Tawangmangu (Jawa Tengah). Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. Batu (Jawa Timur). 3. 3) Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas.ristek. aurantifolia). alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). 5. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. 021 316 1952. nipis dan purut. beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. jeruk baby. hystix ABC). dimana kandungan vitamin C yang tinggi.go. gula tetes. Tejakula (Bali). Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Hal. jeruk Purut (C.id . 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terdiri atas jeruk nipis (C. MANFAAT TANAMAN 1) Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. Fax. 5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. Iklim 1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. jeruk memerlukan 5-6. Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). bali. M. hystrix) dan jeruk sambal (C. SYARAT TUMBUH 5. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. keprok medan. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). 2) Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. esens minuman dan untuk campuran kue.H. 021 316 9166~69.

3) Jenis Manis Punten. 2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. Keprok Garut: 700-1. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl. berdiameter batang 2-3 cm. tata air dan udara baik. permukaan batang halus. Kumkuat: 1-1. Fax. WNO. http://www. 6. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. 2) Jenis Keprok Batu 55. subur. Gulung: 1–700 m dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.ristek.000 m dpl. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Madura. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm.1. VLO: 300–800 m dpl.3. debu 25-50% dan pasir < 50%.5 dengan pH optimum 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mirip dengan induknya (true to type). 021 316 9166~69.200 m dpl.H. 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. Media Tanam 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%.go.5– 6. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%.id . cukup humus. Bali. Jl. 4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. 3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. 5) Jenis Besar Nambangan-Madiun. 5. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl. 6) Jenis Jepun Kasturi. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. 021 316 1952. M. Hal. akar serabut banyak. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan 0 sekitar 30 . Waturejo. 4) Jenis Siem: 1–700 m dpl.2. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 3 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Sebelum ditanami. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. http://www. tahan kekeringan. Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Tanah diolah sedalam 30-4.15-1.20 m membujur dari utara ke selatan. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. 4 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman. tambahkan pupuk kandang 2 1 kg/m . persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Jl. Hal.5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). 6. 021 316 9166~69. Fax. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen. daya adaptasi lingkungan tinggi.5-1 m. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. pasir (1:1:1).cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. sekam. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Cleopatra. 021 316 1952. busuk akar dan nematoda. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Rough lemon. Jarak petakan 0. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. M. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya.ristek.go. tahan/toleran terhadap penyakit virus.id .

M.ristek. 2) Pengurangan akar. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. 4) Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami.go. Jl. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. Setelah bibit ditaman. 3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Pada pertumbuhan selanjutnya. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. http://www. 5 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sebelum ditanam. Setelah tajuk saling menutupi. 021 316 9166~69. Fax. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan. Hal.4.3. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang.id . 6. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. 2) Penyiangan Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya.H.

Dolomit=160. Jl. ZA=2000. c) 3 bulan: Urea=300. ZK=200.. TSP=125. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ZK=700. Dolomit=120.kandang=160 kg/tan. h) 8 bulan: Urea=800.kandang=140 kg/tan. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. P.ristek. Dolomit=80. P. ZK=400. P.kandang=80 kg/tan.kandang=120 kg/tan. Dolomit=20. TSP=75. ZK=600.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga. ZK=800. P. ZA=800. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. P.H.kandang=60 kg/tan. TSP=200. ZA=1600. Dolomit=100. 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. Dolomit=60. Jika air kurang tersedia. P. Dolomit=40. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. TSP=100. ZK=100. g) 7 bulan: Urea=700. 021 316 1952. http://www. ZA=1400. i) >8 bulan: Urea >1000. 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat. ZA=600. Dolomit=140. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. f) 6 bulan: Urea=600. b) 2 bulan: Urea=200. Dolomit=200. P.kandang=40 kg/tan. ZA=400. 021 316 9166~69. M.go. ZA=1200. TSP=150. ZK=300. P. 6 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ZK=500. TSP=175. d) 4 bulan: Urea=400. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah.kandang=20 kg/tan. e) 5 bulan: Urea=500. ZA=1000.id . 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. ZK=800. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau.kandang=100 kg/tan. ZA=200. TSP=25. Hal. TSP=50. P. Fax. TSP=200. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol.kandang=200 kg/tan.

Cyhexation (Plictran). 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC. Rogor 40 EC. Dicofol (Kelthane). Gejala: lubang yang mengeluarkan getah.go. Jl. Diazinon (Basudin 60 EC). Malathion (Gisonthion 50 EC). Nudrin 24 WSC).) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. menggulung. Malathion (Gisonthion 50 EC. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. bercak Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC. kuncup daun. Rogor 40 EC).id . daun muda. Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite).) Bagian yang diserang adalah daun muda. Dimethoate (Perfecthion.) Bagian yang diserang adalah tangkai. Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G.H. M. 021 316 1952. rontok. tunas/daun muda mengkerut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Gejala: tunas keriting. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas.1. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. Aphis gossypii. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. http://www. Gejala: bercak keperak. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC). HAMA DAN PENYAKIT 7. Basudin 60 EC). Dicarbam 50 WP). Cygon).) Bagian yang diserang Helopeltis antonii. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella. 4) Tungau (Tenuipalsus sp. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. tanaman mati. tunas. 021 316 9166~69. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Fax.) Bagian yang diserang adalah buah.perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun. Selain itu buang bagian yang terserang. Oxythioquimox (Morestan 25 WP. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan. daun dan buah. .

H.id . Jl. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN disertai Hal.go. 7 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. http://www.ristek.

ristek. daun di ujung tunas menjadi hitam. hindari memakai mulsa jerami. Triazophos (Fostathion 40 EC). tepi daun menggulung ke atas. Gejala: helai daun menebal. Methidhation (Supracide 40 EC).5 cm. kering dan gugur. 8) Thrips (Scirtotfrips citri. 021 316 1952. Gejala: daun berwarna kuning. 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. buah gugur. 9) Kutu dompolon (Planococcus citri. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas. bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadangkadang disertai nekrotis. mengering dan buah gugur. Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate. http://www. buah muda gugur sebelum tua. Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC. Carbaryl (Sevin 85 S). Jl. Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC). Fax. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu.id .3-0.H. Gejala: lubang kecil di bagian tengah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) Bagian yang diserang daun.go. bunga mudah rontok. Metamidofos (Tamaron). Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Gejala: berkas berwarna kuning. Dimethoathe (Roxion 40 EC.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri. belatung kecil di bagian dalam buah. Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC). Basazinon 45/30 EC).) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda. Dichlorophos (Nogos 50 EC).) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. 10 G. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. Fenithion (Lebaycid).) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak. Kemudian buang bagian yang diserang. bercak khlorotis dan gugur daun. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP). Methidathion (Supracide 40 EC). Methomil (Lannate 25 WP). M. 10) Lalat buah (Dacus sp. buah dan tangkai.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69.id .ristek. 8 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www.H.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera. ranting muda kadang-kadang mati. nipis. Fax. buah kecil. Aphis gossypii. biji rusak dan pangkal buah oranye. Gejala: daun sempit. 10 G). M.H. http://www. 9 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang.go. asam. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Hal. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. pertumbuhan terhambat. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. vena daun. kulit kering dan mengelupas. Bagian yang diserang: Jeruk nipis.id . besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. daun kaku pemucatan.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. siem. 7. 021 316 1952. kecil. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. manis. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. kurangi kelembaban perakaran. memusnahkan tanaman yang terserang. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. lancip. warna kayu jadi keabu-abuan. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. Rough lemon dan Sour Orange. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC. 021 316 9166~69. Gejala: daun gugur. Bagian yang diserang jeruk manis.ristek. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik.2. Gejala: lekuk batang . 3) Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. Jl.

8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Hal. batang kering dan sulit dikelupas. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti.H. tangkai atau buah. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. Fax.id . pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Gejala: tunas tidak segar. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. Colletotrichum sp. 9) Buah gugur prematur Penyebab: jamur Fusarium sp.go. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. Bagian yang diserang adalah buah. M. 021 316 1952. 10 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Bagian yang diserang adalah daun. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor.ristek. sterilisasi tanah pada waktu penanaman. http://www. Pengendalian: pemangkasan teratur. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Jl. Bagian yang diserang adalah batang. Phytophtora citriphora. Botryodiplodia theobromae. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. Alternaria sp. tanaman kering.

biasanya berumur antara 28–36 minggu. PANEN 8. Pisahkan buah yang mutunya rendah. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. tangkai.H. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun. Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal.1. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5. Hal. M. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha.id . Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. 021 316 1952. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. buah. Fax. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi. PASCAPANEN 9. 9. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas. Citri. 9.000 ppm Streptomycin selama 1 jam. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.2. Bagian yang diserang adalah daun.3.ristek. 8. tergantung jenis/varietasnya. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. memar dan buang buah yang rusak. kadang-kadang sampai 500 buah per tahun. Pengumpulan Di kebun. 021 316 9166~69.2. 8. 11 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Copper oxychlorida.go.1.

id .055.3 .c.3.055.800. 15. Rp.410.000..204.Rp.005.3 . Rp.000. Pupuk kandang 3 . 2.ristek.H.055.410. 150 m @ Rp. Pupuk ZK Rp. 15.Tahun ke-6.Tahun ke-6.Tahun ke-5.250. 100 kg @ Rp.205. 15.Tahun ke-6.000. Rp. 1. Pupuk Urea . 9. Rp.020. 175 m @ Rp.000.313.000. Rp. 2.055...112. 125 m @ Rp.410.4.000..2.go. Rp.205.000.e. Pengemasan Sebelum pengiriman.055. 15. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1.469.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 222 kg @ Rp.174.000.141. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya jeruk manis (Jaffa) skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Batu (Malang) tahun 1999.000.b. 2. 2. 152 kg @ Rp.000. 1.530. 85 kg @ Rp.000. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C.450. Rp.Tahun ke-2. 1. M. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak. Jl.000. Rp.f.228..410.Tahun ke-1...500.410. 166 kg @ Rp. 10. 1.000.Tahun ke-1. Fax. Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk.500. Rp.d.055. 80 kg @ Rp. Rp. Sewa lahan 15 tahun @ Rp.500. Rp.000. 333 kg @ Rp.625.000.1.Tahun ke-2.3 . 83 m @ Rp. 111 kg @ Rp. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.320. Bibit 400 tanaman @ Rp.Tahun ke-2.410.214.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 65 kg @ Rp. http://www. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.341.3 .Tahun ke-5. Rp.105. 15. 15.000. 2. 021 316 1952. 1) Biaya produksi a. Rp. Rp.Tahun ke-3. 145 kg @ Rp. 1..Tahun ke-1. 15.2.000. 67 m @ Rp.245.130.. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. 2. 2. 100 kg @ Rp. Pupuk SP 36 . 100 kg @ Rp.133. Rp. 1. Rp.575.875. 1. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak.1. 100.Tahun ke-3.675. Rp. 1.3 .000. 100 m @ Rp.1. 021 316 9166~69.500.Tahun ke-5.Tahun ke-3.Rp.Tahun ke-4.Tahun ke-4.Tahun ke-4..

http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 12 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.H.go.

849.000.Rp.550.. . 540..Tahun ke-5: Rp. 180. 5.. 5. 75.. 54.5. 4. 5. 5. 2. 8.Tahun ke-1.000. 300. 600.000.Rp.000. 162. 250. 200. 5.000/th Rp.Rp.Rp.. 300..000.000/th Rp. 240.Rp.500.Tahun ke-6.000. 4. 300. 2.000.000.000.Rp.Tahun ke-6: 10 liter @ Rp.668. Jl.000. M.Rp.Pupuk Daun .Tahun ke-3: 40 HOK @ Rp. 5.000.000. 54.000.000.Tenaga tetap 1 or..Rp. Rp.Rp..Tahun ke 5: 65 HOK @ Rp.150. 150. 54.000. 021 316 9166~69..760.Peralatan .Buat lubang tanam: 70 HOK @ Rp. 186. 73 kg @ Rp. 127.Rp.Penanaman: 30 HOK @ Rp.550..go.Sprayer 3 buah @ Rp. 324.Tahun ke-2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g. 54.000. 11..000.Rp.400.Penyemprotan Hama Tahun Ke-1: 50 Hok @ Rp.Rp. 387.000. 300.000. 13 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.. 5.000. h.Tahun ke-2-6: 40 HOK.Tahun ke-5: 10 liter @ Rp.550. dll) .000.Tahun ke-4: Rp. 1.000.Rp. Dimecron.000.000. 5. j.275..000. 250.Penyemprotan penyakit Hal.Rp. 152 kg @ Rp. Rp.. 15.Tahun ke-3: 60 HOK @ Rp. 2. 1.000.Pemupukan Tahun ke-1-2: 30 HOK.Tahun ke-5.Rp.Pengendalaian HPT Tahun ke-1: 24 HOK @ Rp.000.000.104. 5.000.000. 333 kg @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 540.Tahun ke-6: 75 HOK @ Rp.000.Rp.000.000. Rp.Tahun ke-3: Rp. 325. 432. http://www.id . 2...H.Tahun ke-3: 8 liter @ Rp. 540. 960.000.000.. 26 kg @ Rp.000.000.Tahun ke-3. i. 54.Rp. 500 kg @ Rp.Tahun ke-1: 3 liter @ Rp.000.000.Tahun ke-2: Rp.Rp.Tahun ke-6: Rp.300.Tahun ke-2: 36 HOK @ Rp. 200. 325.550.000. 375.000.150.Obat dan Pestisida (Antracol.Gunting pangkas 5 bh @ Rp. Fax. 50 kg @ Rp..Tenaga kerja : .000. 50.000.000..000.-/th Rp.000.550.000. 021 316 1952. 5. 5.000 Rp.550.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp.840. Karathane.-/th Rp.000.600.Rp. 3.000.Nimrod..Rp.000.000.Rp. 66.Rp.ristek.Cangkul 20 buah @ Rp. 100.. 150. 5. 900.Penyiangan: 20 HOK.Rp.Tahun ke-2: 6 liter @ Rp.Rp. 2.000.Tahun ke-4..000.. Rp.000.000.Tahun ke-1: Rp.Rp.Tahun ke-3: 48 HOK @ Rp.Tahun ke-2: 65 HOK @ Rp.Pengolahan lahan Tahun ke-1: 15 HOK @ Rp.400. 350..Tahun ke-4: 10 liter @ Rp.000. 5. 250..000.000. 54.Rp. 2. 120. 5.Rp.

Tahun ke-4: 4. 14 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Pemangkasan Tahun ke-2: 22 HOK @ Rp. 5. Dengan konsumsi ideal. 5.000. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat.id . 021 316 1952.Rp.Tahun ke-5: 60 HOK @ Rp.Rp. 150. diperlukan 1.150. 96..7 kg/orang/tahun.150. Rp. Rp.975.000. 5.= 2.go. tanaman mulai berproduksi pada tahun ke 3 dan keuntungan mulai didapat mulai tahun ke-4.17.80. 5.250.000.Rp. Rp.-/kg Jumlah pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun Keuntungan rata-rata per tahun 4) Parameter kelayakan usaha a.Penyabutan batang Tahun ke-2: 16 HOK @ Rp..Pengairan Tahun ke-1-3: 30 HOK.250. 300.Tahun ke-5: 50 HOK @ Rp.000.000.Rp. 110.Rp.037449.3 juta ton jeruk/tahun. selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun.-/th .000.000. http://www. 021 316 9166~69.Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp.-/kg b.Rp. 5.995kg @ Rp.Tahun ke-4: 30 HOK @ Rp.000. 250.H. 10. 300.000.000.ristek.665 kg @ Rp.000. Tahun ke-3: 1.000.000.450.Rp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.Rp.-/kg c.Rp.000. padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793.000. 8. Jl. Rp.2 Gambaran Peluang Agribisnis Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi. 86.150.000. masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6.Tahun ke-2: 30 HOK @ Rp.000.000.224.Rp.305.- Rp.100.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-1: 20 HOK @ Rp. 5. 49.810 ton/tahun yang Hal. Rp. 5.Tahun ke-3: 20 HOK @ Rp. 200. Rp. 24.4 kg/orang/tahun. 5.000. 5. Tahun ke-6: 19. 5.000. 5.000.Tahun ke-6: 60 HOK @ Rp.Rp.000.000.-/th Tahun ke-4-6: 40 HOK. 5. 5.000.1 Catatan: Dalam budidaya jeruk manis (Jaffa).000.000.000.800.000. 5.000. 100. 5.000.695.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) a.000.000.Rp. M.600. Rp. Rp.825.000. Rp. B/C ratio Rp.960 kg @ Rp.950. 16.050.000.000. 99. Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2.183. Tahun ke-5: 9.Tahun ke-6: 50 HOK @ Rp. 5.-/kg d.000. 5. 150.000. Rp.000.325.990 kg @ Rp. Rp.

ristek. Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional.0 cm atau 51–100 gram/buah Kelas D: diameter 4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN saat ini tidak bergerak banyak.1–7. dalam keadaan cukup tua. Kelas B: diameter 6. cara pengujian mutu.1 cm atau 151 gram/buah.0 cm atau 50 gram/buah Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam.1. bebas. cara uji organoleptik 3) Kekerasan: Cukup keras. 021 316 1952.1-2. % (jml/jml): maks 5-10. cara uji organoleptik 2) Tingkat ketuaan: Tua. B.3. Fax. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. Selain itu. 11. STANDAR PRODUKSI 11. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Kelas A: diameter 7. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas. 11. berdasarkan berat tiap buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.0 cm atau 101–150 gram/buah Kelas C: diameter 5. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. tengah dan bawah. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.H.go.2. Mutu Klasifikasi dan Standar Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil.1–6. cara uji SP-SMP-311-1981 11. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas. 021 316 9166~69.id . yaitu Mutu I dan Mutu II. cara uji organoleptik 7) Busuk % (jml/jml): maks. tidak terlalu matang. utuh segar dan bersih. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu. M.0–5. 11. cara uji organoleptik 4) Ukuran: Kurang seragam. cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.129 ha kebun jeruk. C dan D. http://www. Jl.4.

http://www. 021 316 9166~69. Fax.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 15 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek.

Penerbit Kanisisus.id . Bambang Soelarso. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 2) Rahardi. 1999. Jakarta.ristek. M.129 ha Kebun Jeruk. jenis mutu. daerah asal. nama/kode perusahaan. 2) Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 sampai dengan 300. Yogyakarta. contoh yang diambil 15 (minimum). Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Pengemasan Buah jeruk dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Fax. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.go. Yogyakarta. contoh yang diambil 10. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. 1996. contoh yang diambil 7. 4) Bonus Trubus No. berat bersih. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. 3) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. 11. contoh yang diambil 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1998. 345. http://www. 2) Trubus no 340. 1992. Agribisnis Tanaman Buah. 1998. Yovita H. 4) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Jl. contoh yang diambil 9.H. 3) R. Penebar Swadaya. negara/tempat tujuan. golongan ukuran. 5) Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. 16 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Indriani & Haryono. Ir.5. 021 316 9166~69. Masih Diperlukan Penambahan 50. Penerbit Kanisisus. 12. Celah-celah Usaha Terpilih. 021 316 1952. Jakarta. hasil Indonesia.

Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika). 021 316 1952. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17. kacang tuban. http://www. suuk.go. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. kacang bandung. dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una. Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. tepatnya berasal dari Brazilia. Fax. kacang jebrol. JENIS TANAMAN Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Leguminales Hal. M.) 1. kacang banggala. kacang kole. 021 316 9166~69. SEJARAH SINGKAT Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L.id . 2. Jl.

Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut: a) Daya hasil tinggi. Nigeria. SENTRA PENANAMAN Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India. B. b) Kacang Cina. Arachis villosa Benth. kemudian meluas ke negara lain.. Arachis villoticarpa Hochne. berumur pendek (3-4 bulan). Kalium dan Sulphur. mentega. Jl.id ..50%). Chlorida.. b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari. D. c) Hasilnya stabil. Arachis helodes Mart. e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek. Fax. 021 316 1952. karbohidrat serta vitamin (A. Arachis marganata Garden. Arachis guaramitica Chod & Hassl. Arachis tuberosa Benth. Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas. Sumatra Utara... Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip. E dan K). Phospor. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi. yaitu: a) Kacang Brul. c) Kacang Holle. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus. C.. Ferro. Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah). Hal.. MANFAAT TANAMAN Di bidang industri. 021 316 9166~69. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur. merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas yang ada... 3. berumur panjang (6-8 bulan). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4. d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun).H. juga mengandung mineral antara lain Calcium.go. Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Magnesium. Arachis glabrata Benth. sabun dan minyak goreng.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Famili Genus Spesies : Papilionaceae : Arachis : Arachis hypogeae L. Arachis idiagoi Hochne. digunakan sebagai bahan untuk membuat keju. Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. M.ristek. protein (27%).. http://www. Amerika Serikat dan Gombai. Cina. Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal. Arachis prostrata Benth. Arachis namby quarae Hochne. kacang tanah mengandung lemak (40. digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau..

Iklim a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1. kerdil.3.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Fax. Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus. baik bagi pertumbuhan kacang tanah. Jl. Selain itu. Media Tanam a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman.300 mm/tahun. 6.5. M. layu dan akhirnya mati.0–6. SYARAT PERTUMBUHAN 5.ristek.H.1. hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. 5.1. b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. http://www.go. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. 021 316 9166~69. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat. 5. b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit. bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna. karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C. c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %. d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. Jl. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69.

b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat. 3) Pembentukan Bedengan Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan. http://www. sapi. c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Kadar air benih berkisar 9-12 %.2.id . 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69. Jl. seperti kerbau.5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter. Hal. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah.H.ristek. d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. c) Kulit benih mengkilap. d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Benih dilakukan secara generatif (biji). e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut: B = a x b x c kg 100 x p x q B = bobot benih (kg) a = Jumlah benih/lubang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. atau pun dengan mesin traktor. tidak keriput dan cacat. 2) Pembukaan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami. yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0. M.go. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak. b = Bibit per-1000 biji (g) c = Lokasi yang akan ditanam (hektar) p = Jarak antar barisan (m) q = Jarak dalam barisan (m) 6.

Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan. 021 316 1952. M. http://www. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan JuliSeptember (palawija II). 5) Pemupukan Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2. benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam. 3) Cara Penanaman Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg. Fax. Pada tanah yang subur. perlu dilakukan pengapuran.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk tanah datar.go. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam.4. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Hal. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm.5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. 6. Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam. luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. Jl. 021 316 9166~69. 4) Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah.id .H. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm.

pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). Jl. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari. misalnya pemangkasan. 5) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab.id . perambatan. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal.H. Fax. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti. Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 57 hari. untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam). Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut. karena dapat menggganggu penyerbukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. http://www.go. M. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman. 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman. 021 316 9166~69. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. 7) Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan.

Pengendalian: menanam serempak. Lannate L Sevin 85 S. Diazeno 60 EC. Jl. Azodrin 15 W5C. (2) penyemprotan Agnotion 50 EC. juga makan pucuk bunga.id . pergiliran tanaman. pergiliran tanaman. Azodrin 15 W5C. penyiangan intensif. 1 ha membutuhkan 0. Supraciden 40 EC. d) Ulat jengkal Gejala: menyerang daun kacang tanah. HAMA DAN PENYAKIT 7. menanam serentak. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. b) Ulat berwarna Gejala: daun terlipat menguning. Fax. Pengendalian: (1) penanaman serentak. semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan).ristek. 021 316 9166~69. dibuang dan dimusnahkan. Pengendalian: insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C. 7. Lebaycid 500 EC.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. penyemprotan e) Sikada Gejala: menghisap cairan daun. batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C.go.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan. Sevin 85 S atau Sevin 5 D. 021 316 1952.H. Sevin 5D. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha. b) Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman dicabut. akhirnya mengering. (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP. Sevin 85 S. Hama a) Uret Gejala: memakan akar. Penyakit a) Penyakit layu Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin. Pengendalian: (1) penanaman serempak. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. daun tinggal tulang.5-1 liter. f) Kumbang daun Gejala: daun tampak berlubang. M. (2) penyemprotan insektisida lannate L.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.H.go. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.id . M. Fax. Jl.

untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan. d) Penyakit mozaik Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh. 021 316 9166~69. Jl. dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali. Perkiraan Produksi Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas. Polong sudah berisi penuh dan keras.id . 8. Fax. Cara Panen Pencabutan tanaman.5-2. memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan. kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi.2. f) Penyakit Sclertium Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan.3.5 ton polong kering. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. g) Penyakit karat Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi. b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran. 8.1.ristek. misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari. e) Penyakit gapong Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya. Ciri dan Umur Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 34 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. PANEN 8. atau Deconil pada tanaman selesai berbunga. 8. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penyakit bercak daun Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. http://www. M.

H.ristek. Fax. 021 316 1952.id . Jl. M. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering.Rp. lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang.500.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 10. brangkasan tanaman kacang tanah ditempat 9. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1. Pengumpulan Kumpulkan strategis. kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah.4. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan.1. PASCAPANEN 9.3. 1. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering. 021 316 9166~69.ristek. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4. 9. Penyortiran dan Penggolongan Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya. M.000.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H.000.3. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus. Sewa lahan 1 musim tanam 2. Pupuk . Fax. 500.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg.Rp. http://www.1.go.id . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4. 150. 800. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. Jl. 9.000.000.Urea: 100 kg @ Rp.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .go. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952. http://www. Fax.

4.500.000. Yang terjadi di lapangan.KCL: 50 kg @ Rp.000.000.Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7.Rp.4. 2.832.000.Rp. 200. 115. Berupa polong kering 2. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5.Rp. Pestisida: 2 liter @ Rp.- b) Pendapatan 1.000.Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Berupa polong kering 2. 1. M..Rp.Rp.500. Berupa biji kering (rendemen 0.000. sebelum panen tiba. 021 316 9166~69.2. 100. menempati urutan ke-2 setelah kedelai. Di Indonesia. Fax. 150. 82.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 4. Jl. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1.id . Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah..Rp. 2.500.650. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria.800. 112.H. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 180.000 kg @ Rp.000.500.ristek.. produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus.6): 2. 500.Rp.Rp. http://www.000.000.032. angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya. 021 316 1952. Tenaga kerja . Lain-lain Jumlah biaya produksi Rp. 1. namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan. Peralatan 6. selama tahun 1969-1991.Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW . 4.go.Rp. 77. 50.348 = 1.800.000.000.967. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. O/I berupa polong kering 2. HKW : Hari kerja wanita. para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng.Rp. meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan.500.c) Keuntungan bersih 1.500.000. 1.TSP: 100 kg @ Rp.618 Hal.Rp. 1.2.000 kg @ Rp.Rp. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8. 4.000.= 1.

3. mutu III=60. mutu III maksimum 6mm. mutu III=3.H. Fax. 2.id . pengemasan dan rekomondasi. mutu II dan mutu III a) Syarat umum 1. 11. yaitu: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. mutu II minimum 7 mm.go. mutu II=3. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. mutu II=2. mutu II=0. mutu II=2. 6. 5. mutu III=3. syarat mutu. mutu III=2. mutu III=2. mutu II=1. Diameter : mutu I minimum 8 mm. Kadar air maksimum (%): mutu I=6.3. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3. mutu II=5. STANDAR PRODUKSI 11. 5. Rendemen minimum (%): mutu I=65. 4. asam. mutu III=10. M. c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong) 1. mutu III=4. mutu II=7. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. Kadar air maksimum (%): mutu I=8. mutu II=2. mutu=9.2. mutu II=4. 021 316 1952. Klasifikasi dan Syarat Mutu Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I. mutu II=1. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.5. cara pengambilan contoh. bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh. apek dan bau asing lainnya. mutu II=62. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0. 11. Ruang Lingkup Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Memiliki suhu normal. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida. mutu III=4. 2. maka harus dilakukan beberapa pengujian. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Diskripsi Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0. 4. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. 3. Bebas hama penyakit. Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat. Hal. 7. 021 316 9166~69. Polong keriput maksimum (%): mutu I=2.5. 2. cara uji. 4. http://www. Bebas bau busuk. 6. mutu III=5. b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose) 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu=9.1.ristek. 3.5. mutu III=8. mutu III=3. syarat penandaan.

Untuk mengukur kadar air. g) Nomor karung. c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Presentase butir warna lain. butir belah. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. b) Daerah asal produksi. http://www. Fax. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. f) Berat netto. 021 316 9166~69. e) Berat bruto. 021 316 1952. 11. cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. Jl. dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran. h) Tujuan. d) Nama perusahaan/pengekspor. butir warna lain.4. Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram.ristek. dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %.5. c) Nama dan mutu barang. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung. butir keriput. kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya.H. f) Penentuan kadar aflatoksin. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. 11. dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Penentuan adanya butir rusak. berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram. e) Penentuan suhu dengan alat termometer. d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu.id .go. Pengemasan Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. butir rusak. selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya.

12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M.id .ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

Yogyakarta.ristek. Jakarta.go. Proyek PEMD. DAFTAR PUSTAKA a) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. Budidaya dan Pasca Panen. Penerbit Swadaya. 1998. H. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Ir. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. b) Danarti dan Sri Najiyati. 021 316 1952. Palawija. 021 316 9166~69. Kanisius. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura. 1997.H. c) Rahmat Rukmana. Yogyakarta. 1999. Fax. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Ubi Kayu. M.

id . Davros. Fax. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika. Jl. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut: Familia : Leguminosae Subfamili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis. Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara).H. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 27. Di Indonesia. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis. 021 316 1952.29. 021 316 9166~69. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria. Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan. dan Cina. No. 2. Jepang. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Economic Garden. http://www. SEJARAH SINGKAT Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur.go. Merapi 520. Sumbing 452. yang dibudidayakan mulai abad ke17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDELAI ( Glycine max L ) 1. No. Ringgit 317. India. warna biji dan tipe batang. merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). Shakti 945. Taichung 1290.

ristek.go.id . http://www. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas. 021 316 1952. Hal. saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air. cat cair.1. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab. kosmetika. Merbabu.go. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. Iklim a) Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. b) Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. 4. Guntur. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung. Jawa Barat. c) Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C. Sulawesi Utara (Gorontalo).TTG BUDIDAYA PERTANIAN TKG 1291. MANFAAT TANAMAN Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama. Galunggung. kue. margarin dan bahan lemak lainnya. Wilis. terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. tinta. Orba 1343. 3. SYARAT PERTUMBUHAN 5. yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. M. Jawa Tengah. kue-kue. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin. seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu. tinta cetak dan tekstil. 5. 021 316 9166~69. Lokon. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng. Di Indonesia. Lampung. Kerinci. insectisida dan farmasi. vetsin.id . Raung. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan. SENTRA PENANAMAN Di salah satu negara bagian Amerika Serikat. Dempo. Fax. Jl. Clark 1293. Muria dan Tidar. Sumatera Selatan dan Bali.H. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. g) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik. bahan organik sangat penting artinya. c) Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial. http://www. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. Pada pH kurang dari 5.0 tetapi pada pH 4. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik. d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai.2. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman. grumosol. M. f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai. Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. tetapi air tetap tersedia. 021 316 9166~69. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup.go.id . regosol. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media Tanam a) Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. Jl. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. 021 316 1952. sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul. Untuk memperbaiki aerasi. asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup.5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium.5 pun kedelai dapat tumbuh. h) Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. 5. baik pula ditanami kedelai. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai. 5. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal.3. Tanah yang mengandung liat tinggi. Tanah yang baik ditanami jagung. e) Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik.87. latosol dan andosol. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik.H.5300 m dpl.ristek. pertumbuhan kedelai kurang baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. 021 316 1952. Fax.go. 021 316 9166~69.ristek. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

No. Economic Garden. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc. dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Shakti. Wilis. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tambora.1. Clark 63. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137). TK 5. Davros. M. Lakon. Peter. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. 2) Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai.id . kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum). Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. 021 316 1952. (suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. Selain itu. bersih dari kotoran. Fax.452. Limpo Batang. Galunggung. No. Rinjani. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum.H. Orba. Tidar. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara. yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. 021 316 9166~69. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit. Merbabu. tetapi tidak lebih dari 6 jam. tanah. Guntur. atau dengan memperpendek jarak tanam.ristek. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. No. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. 3) Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang.27. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Jl. (3) setelah diinokulasi.29. Raung.go. Taichung. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik.

Fax. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id .ristek.go. M.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 021 316 9166~69.

H. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. Dengan pengapuran. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan dosis 2-3 ton/ha. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. http://www. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. memupuk. tetapi setiap 3-4 tahun sekali. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. 4) Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun. Apabila akan dibuat drainase. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. 021 316 1952. 6. perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat. 021 316 9166~69. menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan.2. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm.go. M. dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari. tinggi 20 cm. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm.ristek.id . Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan Hal. Jl.

021 316 1952. http://www. jarak tanam lebih renggang. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. kedelai dengan ketela pohon. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah. Jarak tanam hendaknya teratur. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. b) Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1. 2. dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Pada tanah yang subur. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus.3. 3.id . M.H. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman kacang-kacangan. Umur tanaman tidak jauh berbeda. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. 3) Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: a) Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. 4. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. 25 x 25 cm. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. 021 316 9166~69. Jl. 6. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. Fax. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan.ristek. atau 20 x 20 cm.go. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. kedelai dengan jagung. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 1952.H.ristek. 021 316 9166~69. Jl. http://www. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M.

benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Di lahan sawah dengan irigasi. sekitar 6 minggu setelah tanam. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. 6. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. 2) Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik. sehingga akan terlihat tidak seragam. Bila ditanam di tanah sawah. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis. http://www.H. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan.4. Apabila lahannya luas. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. biasanya kedelai ditanam bersamaan. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. dapat juga dengan menggunakan herbisida. 4) Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. Hal. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau.ristek. Jl.go. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan).id . Fax. Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. 021 316 9166~69.

kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari.H. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. Pada tanah yang kurang subur. c) Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. tanah harus diairi. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan.id . Fax. 4) Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. pemupukan dapat menaikkan hasil. Saat menjelang panen. pemupukan tidak diperlukan. 5) Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. pemberian air di sawah bisa diatur.ristek. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit. http://www. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha. Namun bila tidak ada irigasi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk.go. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. Di lahan sawah irigasi. b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 34 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam. 021 316 9166~69. M. Urea=50-100 kg/ha.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. d) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. Jl. 021 316 1952. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.

021 316 1952. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H. 021 316 9166~69.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

e) Ulat penggerek polong. Kharpos 50 EC. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. dilakukan sebelum benih ditanam. 7. bahkan tidak berbuah sama sekali.H. memenuhi syarat. ada yang bersayap dan tidak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh. d) Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC. Fax. Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. pertumbuhannya terhambat.ristek. http://www. mengolah tanah dengan baik.5 mm berwarna hitam. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya.go. Azodrin 15 WSC. tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan.id . Hama a) Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. 021 316 1952. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari. Hosthathion 40 EC. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). bersih.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. HAMA DAN PENYAKIT 7. Azodrin 115 WSC. b) Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. diberi insektisida Marshal 200 EC. 7) Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. M. a) Lalat bibit. Jl. (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya.1. 021 316 9166~69. Gejala: layu. Dursban 20 EC. dan hasilnya akan sedikit. disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC. kapas-kapasan atau kacang. Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong. dicampur dengan benih. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC.kacangan. c) Wereng kedelai atau kumbang daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit). setelah tanam 50 hari. Huslation 40 EC.

Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.id . Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.ristek. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

5 mm) Lalat bertelur pada leher akar. 021 316 9166~69. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. telur di bawah permukaan daun. sebelum ulat berkembang biak. g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. volume larutan 1000 liter/ha. f) Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC. Basudin 50 EC. Waktu buah masih hijau. kemudian setelah benih ditanam. tanah ditutup dengan jerami . memakan buah muda.id . tanah diberi Furadan 36. Azodrin 15 WSC. M. setelah menetas. h) Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda). ulat masuk ke dalam buah sampai besar. e) Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Melano Agromyza Phaseoli. dan menjadi hampa. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. Gejala: larva dan kumbang memakan daun. yang berwarna hitam bintik putih.go. Pengendalian: Saat benih ditanam. Sumithoin 50 EC. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. berkelompok. 021 316 1952. Diazinon 60 EC. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. Bertelur pada permukaan daun. d) Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. polong muda. pucuk. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi). kemudian menjadi lalat dan bertelur. polong bagian luar berubah warna. dan Agrothion 50 EC. pemakan daun dan merusak bunga. Azodrin 15 WSC.H. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. Fax. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. http://www. Jl. bunga.ristek. Surecide 25 EC c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. Pagi hari berada di atas daun. bahkan seluruh tanaman. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. hitam bergaris kuning. Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur. kecil sekali (1. Pengendalian: Azodrin 15 WCS. dengan dosis 2 cc/liter air. Dursban 20 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering). saat matahari bersinar turun ke polong. memakan polong dan bertelur.

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 10/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN EC. Hal. http://www. Fomodol 50 EC. Fax.ristek.

021 316 9166~69. Penularan melalui tanah dan irigasi.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm. memakan daun. Dithane M 45. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. dan tanaman berjarak tanam pendek. (2) menyemprotkan Dithane M 45. d) Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Copper Sandoz. 7. Gejala: kerusakan pada daun. 021 316 1952. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. menguning. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Penyakit a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Pemberantasan: belum ada. Gejala: bunga. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit. (2) menyemprotkan Dithane M 45. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat.ristek. daun yang paling rendah rontok. saat udara lembab. M. b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN i) Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar. dan berpencar mencari rumpun lain.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. buah dan daun mengecil. e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Penularan melalui tanah dan irigasi. http://www. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi.2. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit. ulat hidup bergerombol. lebih parah jika cuaca cukup lembab. bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan.H. bertelur di permukaan daun. dengan dosis 2 gram/liter air. Fax. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat.

ristek. 021 316 9166~69. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl.id . http://www. M. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

agar hasilnya segera dapat dijemur.1. 021 316 9166~69.id . Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). (2) menyemprotkan Dithane M 45. Penularan melalui tanah dan irigasi. Pada tanah ringan dan berpasir. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari. h) Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC. Perlu diperhatikan. 021 316 1952. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. proses pencabutan akan lebih mudah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. PANEN 8. 8. Jl. agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan. atau polong sudah kelihatan tua. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut. tangan dalam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Disamping itu.2. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang. kemudian membusuk dan mati.H. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. Panen yang terlambat akan merugikan. Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning. Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari.go. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. tanaman menjadi kerdil. lalu gugur. buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya.ristek. karena banyak buah yang sudah tua dan kering. 8. Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. M.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.id . M.ristek. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. Fax. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H.

Periode Panen Mengingat kemasakan buah tidak serempak. Sesudah kering sempurna dan merata. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya.3. Prakiraan Produksi Produksi kedelai yang didasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha.TTG BUDIDAYA PERTANIAN posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. tapi tertinggal di dalam tanah. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15 %. polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah pemungutan selesai. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan.go. 021 316 9166~69.00 siang. maka dengan memotong akan lebih cepat.1. 8. dari pukul 10.H. beberapa kali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. asalkan polong sudah cukup kering. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih. atau di lantai semen selama 3 hari. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong. M.4. Jl. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam. 8. 9. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. Pada tanah yang keras. dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik.00 hingga 12.ristek. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap. anyaman bambu. Fax. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan.id . 021 316 1952. Agar kedelai kering sempurna. http://www. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. PASCAPANEN 9. dijemur secara terpisah.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H. http://www. 021 316 1952. Fax.id .ristek.

id .1. Rp.35.ristek.000 kg @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 400. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan. Rp.Legin 5.500. Setelah biji terpisah.000. 1.4. 9.KCl: 50 kg @ Rp.Pestisida 2 liter @ Rp..000.240. Rp.300. 300.2 %.300.Urea: 50 kg @ Rp.650.2. Pupuk dan kapur . Fax. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama. Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. http://www.SP-36: 125 @ Rp.. Sewa lahan 1 ha.Kapur: 1.3. 10. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung.. Tenaga kerja . 1.H. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. brangkasan disingkirkan. Rp. Pestisida .000.000.100. Bibit: benih 40 kg @ Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.00. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan. Rp.180.900. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung.Pengolahan tanah 30 OH Rp.000. M.000.125. 1 musim tanam 2. Biji yang luka dan keriput dipisahkan. 1.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 021 316 9166~69.200. Jl. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya Kedelai di lahan pasang surut untuk luas lahan 1 hektar per musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: a) Biaya produksi 1. 021 316 1952. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi.000. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Rp. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 100.go. Rp. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18. Rp..000. 6000.

14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . M.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 9166~69.

.Rp.Legin 5.200..300.000.780. 3000. Gambaran Peluang Agribisnis Bila dibandingkan dengan produksi kedelai Amerika yang mencapai 1800 kg/ha. Tenaga kerja . 021 316 9166~69.000. Fax. 1 musim tanam 2.237.000.000. Rp.Pemeliharaan 30 OH 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Rp. produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia masih tergolong rendah yaitu rata-rata 600-700 kg/ha.Rp. Rp.000.SP-36: 125 @ Rp.3. 3.Pemeliharaan 50 OH 6.180.00.Penanaman 60 OH .c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.Rp. 3.Rp.000.000.id Rp. Pestisida . 500. 5.= 1. 1.429 Sedangkan perkiraan analisis budidaya kedelai di lahan kering beriklim basah per hektar dalam 1 musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 sebagai berikut: a) Biaya produksi 1. 6.000.000. Rp.400. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara menanam varietas unggul secara intensif. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1. yang dapat mencapai 20 kuintal/ha.000.391 . Rp.800 kg @ Rp.000. Sewa lahan 1 ha.H. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.000.000.Pengolahan tanah 60 OH . B/C Ratio Rp. Rp.400.- Rp.Urea: 50 kg @ Rp.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.517.Penanaman 60 OH .000.000. Maka diharapkan Hal.900.800 kg @ Rp.000. 300.000. 300. 021 316 1952.Rp. Jl. B/C Ratio 10. 3.Rp. 600.882.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.Kapur: 1000 kg @ Rp. Bibit: benih 40 kg @ Rp. 1.620.2. 600.240.500.Rp. 1.500. Pupuk dan kapur .Rp.Rp.75.500.ristek. http://www.000. 500.4. M. 1. 450.Pestisida 2 liter @ Rp. 5. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500. 600.= 1.go.000.. 1. 100.000.

-/kg. hasil panen kedelai dalam partai besar pada umumnya dijual melalui KUD. atau bau asing lainnya. asam. Diskripsi Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995 11. http://www. jadi dapat dikatakan harga kedelai agak stabil. Harga kedelai putih lebih mahal sebab mudah dan baik sekali digunakan sebagai bahan pembuat tempe dan tahu yang sudah memasyarakat di Indonesia. kedelai putih biji sedang dan kecil Rp 400. agar impor kacang kedelai dapat dihentikan.id . Di Indonesia. seperti: insektisida dan fungisida.-/kg. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. syarat penandaan dan pengemasan. 021 316 1952. bahkan permintaan dari konsumen semakin meningkat. jarang mengalami perubahan.2. M. Meningkatnya produksi kedelai pada periode tersebut merupakan hasil upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilaksanakan dengan didorong oleh adanya Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Kedelai di berbagai wilayah. 3..-/kg dan kedelai hitam biji sedang atau kecil Rp 375. 11.1. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jadi pada hakekatnya pemasaran kedelai tidak sulit. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Bebas bau busuk. Patokan harga kedelai ini bisa bertahan dalam jangka waktu relatif lama.go. Di pasaran umum harga kedelai disesuaikan dengan warna dan besar kecilnya biji. Bebas dari bahan kimia. Sebagai gambaran: pada saat harga kedelai putih biji besar Rp 500. syarat mutu. cara pengambilan contoh.cara uji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN produksi kedelai di Indonesia dapat ditingkatkan lagi. Walaupun produktifitas tanaman kedelai cenderung mengalami peningkatan selama periode 1993-1997. 11. kedelai hitam biji besar Rp 450. Sedangkan partai kecil pada umumnya dijual sendiri di pasar oleh para petani yang bersangkutan atau disalurkan ke industri rumah tangga yang mengusahakan tahu dan tempe.(tahun 1992). Bebas hama dan penyakit. Fax. Jl. 2. STANDAR PRODUKSI 11. serta bahan pembuat susu sari kedelai. 021 316 9166~69.H. meskipun sementara petani masih menjual produksinya kepada tengkulak yang kemudian meneruskannya kepada pedagang besar (pengumpul) dan akhirnya disalurkan ke pabrik-pabrik.

021 316 1952. Fax.H. http://www. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69.

Butir belah maksimum (%): mutu I=1. b) Syarat khusus 1. mutu II=1. mutu III=14 dan mutu IV=16. mutu II=1. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Hal. butir pecah. berat contoh analisa 100 gram. Persentase butir-butir warna lain. Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. Memiliki suhu normal. mutu III=3 dan mutu IV=5.7 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. Jl. d) Nama perusahaan /pengekspor.4.ristek. c) Nama dan mutu barang. M. mutu II=3. 5. http://www. mutu II=2. b) Daerah asal produksi.H. butir rusak. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %. b) Penentuan adanya rusak. 021 316 1952. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. mutu II=14. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. mutu III=3 dan mutu IV=5. 4. c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer. mutu III=5 dan mutu IV=10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. mutu II= 4. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. 11. 2. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. 021 316 9166~69. 11. Fax. mutu III=3 dan mutu IV=5. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. 3. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. butir warna lain. mutu III=2 dan mutu IV =3 6.go.

d) Marwanto. Departemen Pertanian Banjarbaru c) Capricorn Indo Consult. 10 (1): 27-37 Jakarta.ristek. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1 (1):10-14. Askip. 12. Perbaikan Budidaya Basah Kedelai. Sulistyono. b) Balai Informasi Pertanian (1983/84). (1989). Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Intensitas Serangan Jamur Selama Penundaan Saat Panen dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L. Merill). Proyek PEMD. Fax. BAPPENAS. Studi Tentang Agroindustri dan Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. Eko. Jurnal Penelitian Pertanian. h) Tujuan. (1995). Kedele. f) Berat netto. : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. http://www. Kanisius. g) Nomor karung.go. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Berat bruto. Buletin Agronomi. 021 316 9166~69. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Herbisida dan Inokulasi Beberapa Strain Bradyrhizobium japonicum. 021 316 1952.id . (1991). Proyek PEMD. M.H. Akata Agrosia. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. (1992). (1998). e) Pasaribu. Kedelai. Yogyakarta. 14 (3): 128-136 f) Wiroatmodjo.

) 1. Fax. hevi (Filipina). Jl. JENIS TANAMAN Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae. dan co'c (Vietnam).ristek. 2. M. Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. Sedang di Asia Tenggara disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia). otaheite apple. Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik. mokah (Kamboja).TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst.go. http://www. dan kedondong kendeng.id . Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa.H. makak farang (Thailand). SEJARAH SINGKAT Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella. 021 316 9166~69. atau great hog plum. kedondong bangkok. kook kvaan (Laos). Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. gway (Myanmar).

021 316 9166~69. http://www. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H. 021 316 1952. Jl. Fax.

Pada saat musim kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan tumbuh kembali dengan cepat. Jawa Tengah). 4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong.ristek. 2) Curah hujan yang diinginkan antara 1. Jl. tidak dapat digunakan kayu pertukangan. 021 316 9166~69. dan sari buah. dan kulit batangnya. tetapi kadang-kadang dibuat perahu.60 gram serat. SYARAT TUMBUH 5. 8-10. Fax. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air. dan luka bakar. M.go. 0. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi. 3. buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. daun. dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok. Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah. Salah satu negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN raksasa/super.id . 5) Kelembaban udara sekitar 14%.8 gram protein.8 gram lemak. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. 3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya.1. SENTRA PENANAMAN Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara. kulit perih. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang. 0. 4. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara. Iklim 1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini. Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. MANFAAT TANAMAN Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar.7-1 kg/buah. http://www.H.500 mm/tahun. tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai.5-0.853. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak.5 gram sukrosa. pohon yang ternaungi menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali. 0. 021 316 1952. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0. 5. serta untuk dibuat acar (sambal kedondong).000-1.3-1. jeli.

Jl.go.H. Fax.id . http://www.ristek. 021 316 9166~69. M. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

2) Derajat Keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk tanaman kedondong ialah antara 5.3. Jl. b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji. 021 316 9166~69. d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan.id .2. M.ristek. gembur. Fax. dalam keadaan stres dedaunannya akan rontok untuk sementara saja. 2) Penyiapan Benih Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif. Media Tanam 1) Tanaman kedondong mampu tumbuh sama baiknya pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam.go. asalkan tanah itu memiliki sistem pengaliran air yang baik. 021 316 1952. Ketinggian Tempat Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering sampai ketinggian 700 m dpl. Tanah yang disukai adalah tanah yang porous. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji. Permukaan air tanah yang dapat dicapai oleh tanaman kedondong ialah antara 50-200 cm. yaitu: a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat. Akan tetapi pohon ini juga toleran terhadap kekeringan. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan. 5. Apabila tanah terlalu asam maka untuk menaikkan pH perlu dilakukan pengapuran.1.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 6. 3) Tanaman kedondong tidak suka pada genangan air. setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa. 4) Kelerengan tidak terlalu mempengaruhi tanaman kedondong. dan mengandung bahan organik. Sistem pengairan yang baik akan menunjang pertumbuhan kedondong sehingga produksinya melimpah.5-6. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang.2. namun tanaman kedondong paling baik ditanam pada daerah yang datar dengan kelerengan antara 0-10 derajat. http://www.

Jl. 021 316 1952.go.id . Fax.ristek. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.

setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. M. Penetapan waktu penanaman juga sangat penting. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. 5) Pemindahan Bibit Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. stek batang/dengan okulasi sambungan.2. harus direncanakan dahulu.id . Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok. perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. 6. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah.H. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memperbanyak tanaman kedondong. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan.go. untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. 021 316 1952. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus. Hal. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang. http://www. Selain pH tanah. 021 316 9166~69. Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum membuka kebun. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak. Fax. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal. Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam.ristek.

Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya. TSP.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Supaya tanaman kedondong tumbuh subur. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7. ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai. Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah. tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. Biayanya memang cukup banyak.5-12 m.id . 6) Pemasangan Ajir Setelah tanah selesai dikerjakan. yaitu secara bujur sangkar atau segi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. 6. bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan. Pola tanam ada dua macam. M. Pemakaian pupuk kimia seperti urea. 021 316 9166~69. padat. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang). atau tanah itu padat. Akan tetapi.H. maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka mulailah dipasang ajir pada tempattempat yang akan ditanami pohon kedondong. 5) Pemupukan Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit. dan sebagainya.ristek. Jl.go. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur. umpamanya bagi tanah yang rendah. sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang. Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit. 3) Pembentukan Bedengan Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedenganbedengan. http://www. 021 316 1952. maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu. hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air. 4) Pengapuran Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong.

021 316 9166~69.ristek. M. 021 316 1952. Fax.id . http://www. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.go.H.

sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air.80 X 0. batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah. 3) Cara Penanaman Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang. maka dugunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam.50 m atau 1. sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang. Fax. Pada waktu menanam. sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar. Supaya kita dapat memasang dengan baik. Pada permulaan musim penghujan. lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam. Ukurannya 1 X 1 X 0. sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi. maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar. maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya. sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit. tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. Menurut aturan bujur sangkar. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu. 021 316 9166~69. sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang.80 X 0. pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar.ristek.50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul.go. Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat. dapatlah dibuat alat sendiri. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air. Bibit yang berasal dari semai. bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Kalau kedua alat tersebut tidak ada. lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang.id Hal. sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga. Waktu menutup lubang. lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tiga. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. M. 6. 021 316 1952. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar. biarkan saja supaya turun sendiri. Untuk menutup. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. 2) Pembuatan Lubang Tanam Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. Jl. 6/ 12 .H.

sekali-kali jangan dilakukan perempalan. Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah. supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. 5) Pemupukan Jika pohon ditanami pohon yang tetap. sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun. sampah. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan. Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm. lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal. supaya lekas berbuah. pemeliharan. maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau. tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati.go. dan untuk mempermuda pohon. 021 316 9166~69. setelah setahun ditanami. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : Hal. jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah. kompos. Pada saat pohon kedondong berbuah. haruslah diadakan perempalan beberapa kali. M. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela.id . Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. http://www. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong.H. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak. Jl. maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya.ristek. 3) Pembubunan Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan. Macam pupuk yang baik bagi pohon buahbuahan ialah pupuk organis. panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun. sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon). Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun. kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam. 4) Perempalan Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam. pupuk hijau.

dengan kaki berwarna kuning. Hama 1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah. M.) Ciri: kumbang berukuran besar. Sayapnya dengan 8 bintik gelap. Pupa berada dalam tanah. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm. kemudian yang dipandang perlu saja. kepala dan perut berwarna merah-cerah.ristek. sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1:2:2. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah. 6) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau. 2) Kumbang (Podontia affinis Grond. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari. Panjang ulat sekitar 60 mm.go. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang.1. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida. panjang 10-12 mm. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit.) Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan. Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahandahannya mudah patah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN P2O5 : K2O = 2:1:1 untuk tanah yang subur. Pertamatama buah yang sakit dan rusak dibuang. 021 316 1952. 8) Pengurangan Buah Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri. Dewasanya bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan. 021 316 9166~69. 7.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Jl. Fax. dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun.

8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. http://www. M. Fax.

Ciri dan Umur Panen Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang. tidak di antara ujung jari. bakteri atau virus. Gulma Alang-alang. dan batang. http://www. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring.3. PANEN 8. Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan.ristek. Gloeosporium.go. 7. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora). sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Fusarium.6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut.1. Diplodia.3. buah.2. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang. 8. Pemanenan dapat Hal. Jl. Fax. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar. 7. 8. Telur berukuran 1. Penyakit biasanya menyerang bagian daun.id . 021 316 9166~69.H. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. Perkembangannya 38-42 hari. Penyakit Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya.2. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak. Cara Panen Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang. Periode Panen Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang. 8. dll yang disebabkan oleh cendawan. rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. 021 316 1952. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae. Phoma.

Jl.2. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon. Hal.4. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli Agustus. PASCAPANEN 9.4. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman. Penyimpanan Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin.go. Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul.H. M. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket). Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi.ristek. Buah yang akan dikirim jauh. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah penyortiran. sebaiknya buah yang belum kelihatan masak.3. 8. 021 316 1952. Pengumpulan Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain. karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan. 021 316 9166~69. Sebab kalau luka akan cepat membusuk. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi. Prakiraan Produksi Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . 9. Fax.1. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu. langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar. 9. sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal.

021 316 9166~69. 11. Fax. syarat penandaan dan pengemasan.2. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. cara uji. Jl. Untuk mensuplai kebutuhan kedondong luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. syarat mutu. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.3. diperlukan pengembangan agribisnis kedondong yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. Di luar negeri kedondong adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. 021 316 1952. M. cara pengambilan contoh. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. Pengambilan Contoh Satu partai/lot kedondong terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi.1.2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.4. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10. Diskripsi … 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Analisis Budidaya … 10.1. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. STANDAR PRODUKSI 11.id Klasifikasi dan Standar . 11.go. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas. Mutu … 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. Gambaran Agrobisnis Peluang Usaha Di dalam negeri kedondong tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya. Potensi Indonesia untuk mengekspor kedondong begitu besar. http://www.H.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H. M. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.id .ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

1997. Pengendalian Serangga Hama Tanaman Buahbuahan. d) Berat bersih. Joko. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kanisius. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Subiyakto.ristek. Pengemasan Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu. Penebar Swadaya. 1993. Jakarta. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. E. Sri & Danarti. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Coronel. b) Jenis mutu. 3) Prasojo. Paimin. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. 5) Sudarmo. 1984. f) Tempat/negara tujuan. Bandung. 1993. Yustina Erna & Farry B. Yogyakarta 2) Najiyati. M. Kanisius. 6) Verheij. Yogyakarta. 4) Rismunandar. Buah-buahan yang dapat Dimakan (Terjemahan). Bertanam Pohon Buah-Buahan 1. Jakarta. http://www.go.E. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. Jakarta. 1998.M. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2. 1995. 1986.5. Fax. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. 021 316 9166~69. & R. Jakarta. e) Produksi Indonesia. 7) Widyastuti.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. B. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jakarta. 12. PT Gramedia Pustaka Utama & Prosea Indonesia & European Commission. 021 316 1952. Mengenal Buah Unggul Indonesia.id KEMBALI KE MENU . Sinar Baru.H. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Penyakit Tanaman Pangan dan Pembasmiannya.W. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK.

12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Jl. M. 021 316 9166~69.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

) KINA 1. SEJARAH SINGKAT Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia. Daerah tersebut meliputi hutan.000 m dpl.( Chinchona spp. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. kina kalisaya. tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati. Equador. kina merah. kina ledgeriana 2.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Rubiaceae Genus : Chinchona Spesies : Chinchona spp. . URAIAN TANAMAN 2. Nama daerah : kina. Peru sampai Bolivia. Colombia.hutan pada ketinggian 900-3.

bagian pangkal lancip dan tirus. berbulu halus atau lokos. Daun letaknya berhadapan dan berbentuk elips. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm. namun adakalanya panjang 7cm dan lebar 2cm. Ukuran daun panjang 25. Panjang malai 7 – 18cm dan gagang segi empat sangat pendek dan berbulu rapat. tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut.5cm. berwarna hijau atau kemerahan. mula-mula berbulu padat dan pendek kemudian agak gundul dan berwarna merah. berbentuk galah.5 – 28. Kelopak bunga berbentuk tabung. agak menjangat. panjang benang sari setengan bagian tabung bunga. Daun elip sampai lanset. ujung daun lancip dan jorong. Bunga bentuk bintang. Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang. helaian tipis. lancip. berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm. permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda. succirubra Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m. bentuk bulat telur sampai gelendong. helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala. Buah berwarna kemerahan bila masak. berbulu halus.  C. bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. cabang berbentuk galah yang bersegi 4 pada ujungnya. ledgeriana Tinggi pohon antara 4 – 10m. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih dan berbau wangi. bundar. Bunga wangi.2. daun gugur berwarna merah. tangkai daun tidak berbulu. panjang 8 –15cm. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm dan tidak berbulu.  C. Ukuran daun panjang 24 – 25cm. bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm. panjang tangkai 1 – 1. bentuk seperti trelur panjang 4mm dan bersayap. bentuk bundar sungsang lonjong. calisaya Letak daun berhadapan. cabang bentuk segi empat. lama kelamaan menjadi lancip atau bundar. kelopak bentuk tabung dan bergigi pada bagian atasnya. Buah lanset sampai bulat telur denga ukuran panjang 8 – 12mm dan lebar 3 – 4mm. panjang tangkai 3 – 6mm. tabung tebal ditutupi bulu warna putih.3 Jenis . Bunga bentuk malai. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm. berbulu rapat dan pendek. warna hijau sampai kuning kehijauan. berwarna ungu terang tetapi daun muda berwarna kemerahan. 2. lebar 3 – 6cm.5cm. lebar 17 –19cm. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun. bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan. lebar 9 – 13cm. daun penumpu sebagian berwarna merah. bergigi lebar bentuk segitiga. Tangkai sari tidak ada. bentuk gasing.2 Deskripsi  C. sangat lebar.

ledgriana (kina ledger) sebagai bahan tanaman batang atas.Tanaman Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia. . hanya 2 spesies yang penting yaitu C. succirubra Pavon (kina succi) yang dipakai sebagai batang bawah dan C.

Tanam Media 1) Tanah yang cocok untuk tanaman kina adalah subur. C. MANFAAT TANAMAN Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk obat. 3) Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik. gembur.6-6. KP 484dan QRC. Iklim 1) Angin yang kencang dan lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang dan gugurnya daun.5 dengan pH optimum 5. tidak bercadas dan berbatu. dan tonik.5-21 derajat C. 3. KP 473. Jawa Timur dan Sumatra Barat. 5. 4) Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13.000mm/tahun dan merata sepanjang tahun. 2) Curah hujan tahunan untuk lokasi budidaya kina yang ideal adalah 2. calisaya Wedd. diare. Ketinggian . (kina kalisaya) juga banyak dikenal dan ditanam oleh masyarakat.Klon-klon unggul yang dianjurkan adalah antara lain: Cib 6. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinine untuk penyakit malaria dan kinidine untuk penyakit jantung. Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah untuk depuratif. di Indonesia adalah Jawa Barat.0003. KP 105. 5) Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % dan 97 %. Jawa 5. banyak mengandung bahan organik. SYARAT PERTUMBUHAN 5.2. influenza. 5.8. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi kina Tengah. 4. 2) Derajat keasaman (pH) antara 4. disentri.1.3.

Tempat Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl). 6.700 m dpl.000 m dpl dengan ketinggian optimum untuk budidaya tanaman kina adalah 1.400-1. Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2.1. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pembibitan .

Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan dan berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam). c. 80-100 g TSP dan 160-200 g KCl yang diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi. Pupuk berupa 160-200 g Urea. Batang bawah Batang bawah adalah semai kina succi yang ditanam di kebun dan batang atas entres kina ledger. Setelah berumur 12 minggu dan panjang tunas sambungan 12 cm. b. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. Siapkan entres kina ledger (1 cm) yang daunnya sudah dibuang dan runcingkan bagian bawah entres. d. stek sambung.00. ikat dengan tali bambu dan oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat. pemberantasan hama. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan. batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan. e. Selipkan entres ke sayatan di batang bawah. semai ledger. pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda. pucuk batang bawah succi dipotong.00.Pada kebun produksi. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 . jika cuaca tidak terik dapat dilakukan sampai pukul 14. Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan. Entres batang atas Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal.penyakit dan pemupukan. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung. disayat dari atas ke bawah sepanjang 1. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah.5 cm. kina diperbanyak dengan cara vegetatif. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12. dan stek ledger. Penyambungan Batang bawah. 1) Pembibitan Semai Sambung a. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung. tinggi 30-40 cm dan diameter batang 1 cm.

2) Pembibitan Sambung Stek .50 cm dan akar tunggang 50 cm. Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang dan sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah. tinggi 40 .tahun di persemaian II. 50 bibit diikat menjadi satu.

Batang dipotong o miring 45-60 menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. lokasi kebun dipilih datar. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm. Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0. Penyungkupan Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali. Bahan stek diambil dari bagian batang yang masih berair.2-0.25 cm. Media tanam Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm. terdiri dari 3-4 ruas paling ujung. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan. Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah.a. Bahan tanaman dan penyambungan Batang bawah succi yang baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yang dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. Penanaman stek Media dalam polibag disiram sampai lembab. c. Sungkup jangan bocor dan air hujang yang menggenangi plastik harus dibuang. oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. diikat dengan tali bambu. dekat tempat pembibitan. Jika hujan. Pada sekeliling dan di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang. Pohon induk ditanam pada jarak 1. batang dibungkus dengan batang pisang dan disimpan di tempat teduh. Batang atas ledger Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yang dianjurkan. sungkup ditutup. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan dan tinggi 20-25 cm.25 cmx1. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan. g. Pembukaan dilakukan secara bertahap.66. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali dan pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit.0 yang diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya.0 cm untuk m enyelipkan batang atas. berwarna coklat muda dan agak tua. bukan dari cabang. e. d. Semua daun dibuang. Batang bawah Succi Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan 3 Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l untuk 1 m . Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1. f. b. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4. Pohon induk yang siap diambil steknya pada umur 3-5 tahun.5-2. Pohon induk yang baik dipilih dari pohon yang pertumbuhannya cepat dan mudah berakar dalam penyetekan. besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. mempunyai ukuran sebesar pinsil.3% setiap minggu atau urea .

Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yang tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag.0. Penyiangan .2%.

Pengolahan Tanam Media Pengolahan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan tanah yang gembur. dari pohon induk yang telah berumur 3-5 tahun. 4) Pembibitan Stek Ledger a. masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm dan dipetik di pagi hari. Persemaian Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan. Dan akar telah mencapai dasar polibag. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek. Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. penyungkupan dan pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. c. Pembibitan Persiapan pembibitan. 3) Pembibitan Semai Ledger a. penanaman stek. .25x1. dan setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan. Stek ledger Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger. b. 6. Bahan stek yang digunakan adalah pucuk. Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1.5 tahun karena tidak perlu penyambungan. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1. media. penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan. Bibit semai kina ledger Adalah bibit semai dari biji kina ledger yang berasal dari poliklonal dengan klon-klon yang terpilih dan dipelihara khusus.dilakukan dengan tangan. tinggi 40-50 cm. Bahan stek dipilih dari pucuk yang coklat muda.25 m. bersih dari tunggul sisa-sisa akar dan gulma. b. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati. bedengan.2. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya. Pindah tanam Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun dan tinggi 40-50 cm. h. tinggi rata-rata 40-50 cm.

dan pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama. juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar. .Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm. Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yang kedua yaitu menghancurkan bongkahan dan membuat struktur tanah lebih remah dan gembur.

kalsit. Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yang disebut satu patok. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman. ke arah kemiringan atas dan bawah. 2) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4. 3) Pemupukan (sebelum tanam) Pupuk untuk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP.3. disangga dengan belahan bambu. Bibit dalam Polibag Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya. c. kemudian diratakan.5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan keperluan. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik dan mati segera diganti. Tanaman pelindung Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan . PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola penanaman tergantung tofografi lahan. ditimbun dengan tanah. dan jarak tanam lebar yaitu 1. 3) Cara Penanaman a. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring. Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) dan 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan ). tinggi bibit 40-50 cm dan 2/3 daunnya dirompes.1) Persiapan Lahan Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran dan pematokan dengan memberi tanda. setiap 20 m ke arah mendatar. jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm. 6. Bibit cabutan Panjang akar bibit sekitar 30 cm. 2) Pembutan Lubang Tanam Pengajiran untuk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola dan jarak tanam yang dibuat.500. Kapur berupa dolomit. dicampurkan merata 100gram/lubang. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki.25 cm x 1. b. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm.25 cm. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan tanaman disiram.

Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yang ditanam selama 3 tahun. 4) Perioda Tanam .memperbaiki iklim mikro agar lebih segar.

5– 2 bulan sekali. menjelang kemarau. 3) Pembubunan Untuk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: Untuk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. Namun demikian pada tanaman muda dapat dilakukan kegiatan ini untuk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik. b. 6. Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun. Penyiangan dilakukan 1. Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% dan pada tahun kedua 5% 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan untuk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul. Sedangkan untuk tanaman yang telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman. TSP 62 kg.1 tahun: Urea 108 kg. Pemupukan Konvensional o Tanaman muda . Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan. . dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman.Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September dan biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam. Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan.4. 4) Pemupukan a. KCl 30 kg dan Kieserit 19 kg.

KCl 40 kg dan Kieserit 37 kg.2 tahun: Urea 173 kg.. TSP 83 kg. .

dilaksanakan dua kali setahun.1. dikendalikan dengan Baythroid 50 EC. (2) Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC. Ripcord 5 EC. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. . TSP 124 kg. (9) Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP. TSP 186 kg. (8) Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2. Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC. Pada ranting patah ada lubang gerekan. 7. o Tanaman dewasa .5 EC. Hama DAN 1) Ulat Ulat yang menyerang daun atau ranting muda adalah: (1) Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100300 mm. KCl 100 kg dan Kieserit 75 kg. HAMA PENYAKIT 7. Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur. kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar.3 tahun: Urea 217 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat. .7 tahun keatas: Urea 433 kg. (4) Ulat badori (Attacus atla s). 3) Penggerek pangkal batang (Phasus damor) . TSP 186 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. TSP 207 kg. (7) Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L. Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg.6 tahun: Urea 390 kg.. KCl 60 kg dan Kieserit 37 kg.4 tahun: Urea 325 kg. TSP 165 kg. . Thuricide.5 tahun: Urea 390 kg. (6) Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC. (5) Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC. Antitrygoides divisaria. (3) Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC. kupu serta telur-telurnya. 2) Penggerak cabang merah (Zeuzera coffea e) Gejala: menyerang cabang dan ranting hingga layu dan mudah patah. Pengendalian: memangkas cabang atau ranting yang terserang.

daun kuning atau kemerahan. 4) Penggerek (Xyleberus. Sp) cabang . rontok dan tanaman mati.Gejala: kerusakan pada leher akar. Pengendalian: menanam bibit yang sehat dan insektisida. kering. layu.

7) Helopeltis (Helopeltis theivora. 7. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda. Kanker garis membentuk jalur sempit yang mengendap pada kulit . sera ngannya relatif sedikit.Gejala : pada ranting. (3) P. coklat 6) Kutu putih (Pseudaulacaspis pentagona) Gejala : menyerang ranting dan mengisap cairan selnya. Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu: (1) P. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. ranting menjadi berwarna putih dan dihuni oleh hewan kecil lonjong. Lebaycid 550 WP. cinnamomi penyebab kanker garis. parasitica penyebab kanker gelang. Benlate 50 W). Pengendalia n: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC. antonii) Gejala : daun dan pucuk yang terserang menjadi salah bentuk. cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yang halus. 5) Penggerek pucuk (Alcalides cinchonae) Gejala : bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna dan mati. H. serangannya di Indonesia sangat luas. Pengendalia n: dengan penyemprotan insektisida Lannate L. Benlate 50 WP. Pengendalia n: menyemprot larutan fungisida sistemik dan insektisida Gusadrin 150 ESC. Lannate 25 WP. Pada serangan berat tanaman mati dan dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman. Penyakit 1) Kanker batang Penyeba b: jamur Phytophthora Sp. (2) P. serangannya juga terbatas.2. Hama ini tidak menimbulkan kerugian dan serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan.

Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang.batang. Shell Tapflux atau .5% dan Difolatan 4F 3%. jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat dan dilumasi Antimucin WBR 0. Pengendalia n: kulit yang sakit dikorek. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yang dapat menyebabkan tanaman mati. Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A. Gejala : berbeda-beda tergantung umur dan klon. Jika kulit luar dikupas tanpak bahwa kulit bagian dalam membusuk.

7. Gulma Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repen s) dan paparean (Phalaris arundinaceae). Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas. menyiangi/mencabut. 4) Penyakit mopog (Rhizoctonia solani) Gejala : di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompokkelompok semai yang mati seperti tersiram air panas. Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur yang belum masuk ke dalam kulit.Shell Otina Compound.05%. Pengendalia n: dengan memperbaiki kultur teknis. dan mirip dengan sarang laba-laba.3. Perenox 3%. Pengendalian hama/penyakit secara organic Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) . 2) Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor) Gejala : sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan mengurangi penyiraman. Pengendalia n: dengan mengurangi kelembaban persemaian. menggunakan tanaman penutup tanah lebum dan dengan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux. Permukaan kayu yang terbuka ditutup ter untuk mencegah masuknya kumbang penggerek.4. 7. golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan babadotan (Ageratum conyzoides). Dapat juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat. Persemaian dapat disemprot dengan Dithane M 45 atau Brestan 0.

5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. serta .yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit.

Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). dahan. Ranting yang diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yang rendah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. nyamuk. Ciri Panen dan Umur Bagian tanaman kina yang biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. serta hama gudang Callosobrocus.1. dan lalat buah. 8. Produk ranting dapat dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan). Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. GSV dan Tungro. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. Umur tanaman yang . 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. hama gudang. dan biaya pengambilannya relatif mahal. 6) Penggunaan pestisida. kutu. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. cabang dan ranting.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. insektisida. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. PANEN 8. dengan bagian yang terkecil yang diambil adalah kulit cabang yang diameternya lebih 1 cm. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif.

18 dan 24 tahun dengan jumlah tanaman yang dicabut untuk masingmasing penjarangan adalah 12. 8. 6. 5.5% dari total tanaman. 8. Panen Cara 1) Cara penebangan .2.12.siap panen untuk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun dan untuk panen cara penjarangan adalah 3.5. 7.

4.5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. 8. 8. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter. Panen tebangan pertama disebut Stumping 1. Pemilihan tanaman yang akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode.50 kg/ha. b) Umur 5. Panen Periode Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang dan ranting dan pemangkasan batang utama.Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan. Untuk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yang tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yang telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter). maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru. Potensi produksi SQ7 adalah 15.0 tahun. sistim panenan: penjarangan III (12. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari.5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 37. tebangan penghujan. Perkiraan Panen Hasil Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1. Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit.3. sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yang disebut potensi produksi. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%.5 kg kulit. atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat. berikutny disebutmaksimum 2 4dst.5 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan. dan dipelihara tunas untuk berikutnya. Pola produksi kulit kering dan kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dapat dilihat berikut ini: a) Umur 3.00 kg/ha.0 tahun. hindari matahari. c) Umur 6. sistim panenan: penjarangan II (12. Setelah 4 dipanen kali stumping Penen a stumping tanaman dibongkar Panen yang baik pada awal musim . Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul. terik 2) Cara penjarangan Dilakukan dengan cabutan untuk memanen secara bertahap dalam persentase yang telah direncanakan.000 kg/ha pada . sistim panenan: penjarangan I (12.

50 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.0 tahun. d) Umur 7.00 kg/ha. sistim panenan: penjarangan IV (12. Potensi produksi SQ7 adalah 82.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses. . Potensi produksi SQ7 adalah 60.kadar SQ7 6 proses.

h) Umur 24. Kulit batang yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven . Setelah pencucian selesai.e) Umur 8.125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Potensi produksi SQ7 adalah 375.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses. Cabang atau ranting yang ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil dan daundaun.3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%.0 tahun.kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. 9. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 . kemudian dipotong sepanjang 40 .00 kg/ha. 9. pastikan bahan tidak saling menumpuk.0 tahun. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih. Cabang dan ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang. f) Umur 12.250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.75 kg/ha. sistim panenan: penjarangan VI (12. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira.5% panenan) dengan produksi kulit kering 6. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven.50 kg/ha. Setelah itu batang tersebut dibersihkan. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi.5% panenan) dengan produksi kulit kering 9. Potensi produksi SQ7 adalah 122. PASCAPANEN 9. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Potensi produksi SQ7 adalah 468.0 tahun.5% panenan) dengan produksi kulit kering 3. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses.60 C. sistim panenan: penjarangan VII (12.1. Penyortiran Pencucian Basah dan Batang yang akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1.2. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu o 50 C o . Potensi produksi SQ7 adalah 250.0 tahun. sistim panenan: penjarangan V (12.50 cm untuk diambil kulitnya.00 kg/ha. Lindungi bahan tersebut dari air. g) Umur 18. sistim panenan: penjarangan VIII (12.

timbang jum lah yang dihasilkan.dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa tidak saling menumpuk. 9. Setelah pengeringan.3. Penyortiran . Kering.

dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa . seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula. Gambaran Agribisnis Peluang Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung).Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. kina sebagai bahan baku kosmetika. Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan. nama/alamat penghasil. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina. 9. berat bersih dan metode penyimpanannya. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Di samping sebagai bahan obat.5. Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah. nomor/kode produksi. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan. bagian dari tanaman bahan itu.000 ha dengan produksi 11. Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. Pengemasan Setelah bersih. Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika. areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat. ANALISIS TANAMAN 10.2. tidak bocor. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. minuman penyegar dan industri penyamakan.000 ton kulit kering/tahun. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. 9. yang menjelaskan nama bahan.1 Budidaya Analisis EKONOMI BUDIDAYA Usaha 10. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. 10.4. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. bahan yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). dapat berupa kantong plastik atau karung.

11. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima. Perkebunan kina kita akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan.terpenuhi. PRODUKSI STANDAR .

11. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina. PUSTAKA DAFTAR 1) Sultoni. syarat penandaan dan pengemasan. Asosiasi . berat netton setiap karung maksimum 75 kg.5. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12.2. 1995. berat contoh analisa 100 gram. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.1. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. A. Contoh Pengambilan Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. syarat mutu. 11. 11.3. Lingkup Ruang Standar produksi meliputi: klasifikasi. Kelas kualitas ini bahkan lebih besar daripada yang dihasilkan di Afrika.11. Klasifikasi dan Standar Mutu Kulit kina kering jemur dari batang utama di perkebunan kina Indonesia mempunyai standar mutu yang memenuhi persyaratan Internasional yaitu memiliki kadar kinin sulfat pada kelas SQ7.4. Deskripsi … 11. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Pengemasan Kina dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. cara pengambilan contoh. dan tahan mengalami handling baik pada pemuatan maupun pembongkaran. cara uji.

Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman . Jakarta.

311 Hal. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Vademekum Bahan Obat Alam. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 411 Hal. 1989. Jakarta. Bogor. 3) Anonimous. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. KEMBALI KE MENU .2) Anonimous. 1994.

id . http://www. indicum. morifolium (ungu dan pink) dan C. Fax.go. Tahun 1808 Mr. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 2. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800.H. daisy (bulat. morifolium Ramat. SEJARAH SINGKAT Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. 021 316 9166~69. Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. C. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KRISAN ( C. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Hal. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17. ponpon). C. krisan dikembangkan secara komersial. Sejak tahun 1940. 021 316 1952. M. daisy ) 1. C.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning).

tingginya 20-40 cm. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). polibag atau wadah lainnya. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. morifolium Ramat. Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). 13. http://www. Hybr. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. Contoh C. berbunga lebat dan cocok ditanam di pot. C. 2/ 13 . Puma. ukuran bervariasi (kecil. Fax. maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur). Great verhagen. i. Clingo. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga. Cheetah.177. i. Contoh krisan ini adalah C. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. C. Jl. Green peas.hybr. 27.Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. Rage (merah) dan Time (kuning). indicum hybr. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia. krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Ditandai dengan sosok tanaman kecil.108. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). Pearl Cindy (putih kemerah-merahan). Dark Flamingo.H.13A. MANFAAT TANAMAN Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. menengah dan besar). Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). Amerika Serikat dan Jepang. Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. 021 316 9166~69.go. Reagen. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a) Krisan lokal (krisan kuno) Berasal dari luar negri. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3. Improved funshine. Brides. Sebagai bunga hias.7 dan 30. c) Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27. M.97. mempunyai tangkai bunga panjang. b) Bunga potong Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. 28.C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Chrysanthemum : C. daisy dll Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. indicum.ristek. Klondike dll. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Applause (kuning cerah).id Hal. Dolaroid. b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual. 021 316 1952. Fleyer (berbunga putih). C. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu).

http://www. Jl.5 m dari permukaan tanah.id . 3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5-6.H. Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22.ristek. 5. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. seperti rumah plastik. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik. 4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit. 021 316 1952. hingga mencapai kadar yang dianjurkan. 5. 2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. Sukabumi. Lembang (Jawa Barat). greenhouse. 5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar.7. subur. dapat ditambahkan CO2. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. tidak mengandung hama dan penyakit. gembur dan drainasenya baik. Tanaman muda sampai dewasa antara 7080%. Bandungan (Jawa Tengah). tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan.30–01. setek diperlukan 90-95%.3. SYARAT PERTUMBUHAN 5. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. Iklim 1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Media Tanam 1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 2 9 m dan lampu dipasang setinggi 1. SENTRA PENANAMAN Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas. Cisarua. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl. 5. 021 316 9166~69. Brastagi (Sumatera Utara).1. M. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C.

id . Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax.go. 021 316 9166~69. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. M.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet.id .5 BAP/liter. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat.go.5-0. panjang 5 cm.5-2. 2.04 % (HgCL) selama 10 menit. Medium MS padat ditambah 0. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan. sedangkan perakaran 26 hari. a) Bibit asal anakan b) Bibit asal stek pucuk Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur. PEDOMAN BUDIDAYA 6. daya tumbuh tanaman kuat. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. 2) Penyiapan Bibit Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan. kalus bertunas waktu 26 hari.H. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu.5 mg NAA/liter ditambah 0. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar.5 mg NAA/liter ditambah 0. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. M. berkualitas prima. 021 316 1952. diameter pangkal 3-5 mm.2 mg kinetin/liter ditambah 0.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari. setek pucuk dan kultur jaringan. 3. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit diambil dari induk sehat. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: a) Stok tanaman induk Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C. kemudian bilas dengan air suling steril. Jl. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.1.ristek. http://www. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang. 021 316 9166~69.5 mg NAA/liter ditambah 1. potong pucuk tersebut.5 mg kinetin/liter.5 mg NAA/liter ditambah 0. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0.

Jl. http://www.go. M.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

http://www. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari. Jl. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. 1. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm. 021 316 9166~69. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh.5-10 cm. 3. b) Penyemaian kultur jaringan Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya.id . setelah bibir berukuran cukup besar. b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan.5-1 cm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23. Pemangkasan pucuk. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0.go. Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari. dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penumbuhan cabang primer. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. M. Penumbuhan cabang sekunder. 021 316 1952. kedalaman 25 cm. 2.H. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyemaian di bak Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm.ristek.30–03. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. 5) Pemindahan Bibit Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer.5-1 cm. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit. pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. Fax.

H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.ristek.go. http://www.id . Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G. panjang disesuaikan dengan lahan.H. Teknik Penanaman 1) Teknik Penanaman Bunga Potong a) Penentuan Pola Tanam. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan.go. keringanginkan selama 15 hari. Pengolahan Media Tanam 1) Pembentukan Bedengan Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur. c) Pupuk Dasar Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. b) Pembuatan Lubang Tanam Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm. zeagro.id . pH 5. 2) Pengapuran Tanah yang mempunyai pH > 5. pH 5. Lubang tanam dengan cara ditugal. a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari.3. diberikan merata pada tanah sambil diaduk.2 = 4.02 ton/ha. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. M. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur.3 = 3. Fax. d) Cara Penanaman Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. 021 316 9166~69. pH 5. tinggi 2030 cm. 20 cm x 20 cm. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan.5. 021 316 1952. 2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa. Dosis tergantung pH tanah.ristek.60 ton/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.12 ton/ha.2. jarak antara bedengan 30-40 cm. kalsit.08 ton/ha. Jl.4 = 3. 6. http://www. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit.

http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.id . Jl. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.

00. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. Jl.30-01.00. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. Fax. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. Untuk memperpendek batang. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan.00-22.go. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan.H. b) Pemupukan Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam.id . Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. Lampu dimatikan. Misalnya. Untuk merangsang pembungaan. d) Penjarangan Bunga Jika ingin mendapatkan bunga yang besar. 3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1). Bila dipanen tangkainya 70 cm. Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet. 021 316 9166~69. Periode berikutnya beralih ke generatif. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 2 gram per m luas lahan.ristek. dan akhirnya sebulan sekali. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm. M. Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah 2 ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m luas lahan. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh. Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari. http://www. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. 021 316 1952. c) Pembuangan Titik Tumbuh Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali.

021 316 9166~69. terpelintir. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.id . Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. menebal. 021 316 1952.4.go. tergantung cuaca atau medium tumbuh. 7. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. M. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah.ristek. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru.1. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput liar. terutama pada permukaan bawah daun. Hama 1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. 3) Tungau merah (Tetranycus sp) Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. misalnya IATP buatan Taiwan. sehingga pucuk dan tangkai terkulai.H. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. 2) Penyiangan Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. http://www. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. 2) Thrips (Thrips tabacci) Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu.

http://www. Fax.H.go. M. 021 316 1952. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

warna bunganya menjadi pucat. Jl. 021 316 9166~69.2. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi.id . Penyakit 1) Karat/Rust Penyebab: jamur Puccinia sp. tidak membentuk tunas samping. karat putih disebabkan oleh P horiana P. 7. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. PANEN 8. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. 8.go. Pengendalian: memotong daun yang terserang. mencabut tanaman yang sakit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Penggerek daun (Liriomyza sp) Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning. Cara Panen Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus). http://www. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. kadang-kadang bergaris-garis.ristek.H. 2) Tepung oidium Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. 021 316 1952. M.Henn. 3) Virus kerdil dan mozaik Penyebab: virus kerdil krisan. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun. penggiliran tanaman. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus.2.1. Fax. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering. 8. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh. perompesan daun yang sakit. dengan aplikasi insektisida.

9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Fax.go. http://www. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M.id .

3. 021 316 9166~69.id . sehat dan bebas hama dan penyakit. Fax. 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. 8. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm. 9. Prakiraan Produksi Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800. menarik. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar.go. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen.ristek. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm.000 tanaman.3. rapi dan tidak longgar. Hal.1. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. http://www. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Panen sebaiknya dilakukan pagi hari. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. warna dan varietasnya. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik.H. 021 316 1952. Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen. 9. PASCAPANEN 9. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman.2. b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga. dalam bak atau box alat angkut. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur.

Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. M.250.=1.000. Swedia dsb.000 kg @ Rp. Rp.000. Pestisida 5. http://www.050.500. iuran. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman. 1. 10.KCl: 125 kg @ Rp.Pemupukan 10 HKP + 20 HKW . Rp. Swiss.000... ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.KNO3: 2.000. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah.. America Serikat.250.000. Inggris. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama.000.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1. Rp.000. Austria. 021 316 1952. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan. 4.000. Pupuk dan kapur . Sewa lahan 1 tahun 2. alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 400.5.9.500.Rp.Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW 6. Rasio Output/Input Keterangan: HKP Hari Kerja Pria..206.000. 425. 2.1.750. 55. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ZA: 4.6. 500.500.856.250.611 ..Rp.200.000. 250.4.H. 34.go.ristek. 800. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari.Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp.3.000.Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.Rp. Rp.id Rp. Biaya lain-lain (pajak. 1. Jl. 225.1.000.2. 021 316 9166~69.143.400.Rp.000. 1. Rp. 50. Rp.000.250.000 batang @ Rp.Penanaman 5 HKP + 50 HKW .375 kg @ Rp.500. Fax.650.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.Rp.Urea: 4. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada.- Rp.90. 500. 150.Rp.000..750. 25. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0. Bibit : 500.Rp.000.000.150 kg @ Rp. 1) Biaya produksi 1.SP-36: 525 kg @ Rp.000.600 kg @ Rp.000.Pupuk kandang: 15. Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. 1. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. HKW Hari Kerja Wanita 10. Rp.1. Rp. 2. Italia.5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm.225.000 tanaman @ Rp.. Biaya tenaga kerja .

id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69. M. Fax.ristek. http://www.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1–3. 021 316 1952.3. pangkal bunga diberi kapas basah.2. utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit. http://www. lurus dan tunggal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tetap terbuka. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Duapertiga daun masih lengkap. Fax. d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.go. b) Contoh yang diambil 3.4. b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26–50. d) Contoh yang diambil 8. M. Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51– 100. Kuntum tidak tertutup seludang. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151–200. panjang tangkai 70 cm. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. f) Contoh yang diambil 12. 11. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201– lebih. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi. c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan.ristek. 021 316 9166~69. 11. STANDAR PRODUKSI 11. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101–150. cara uji. e) Contoh yang diambil 10. syarat penandaan dan pengemasan. c) Contoh yang diambil 6. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. g) Contoh yang diambil 15.id . untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4–25. syarat mutu. Jl. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut: a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh.1. cara pengambilan contoh. Deskripsi … 11. 11.H.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. http://www. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. M. 021 316 1952.ristek.id .go. Jl. Hal. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

1997. 342. 12. Penerbit Kanisius.5. 1998. Trubus no. 2) Trubus no. 3. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain. Kebun bunga Potong Ciputri. 4. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Negara tujuan. Jakarta. Krisan Baru Produk Indonesia. Krisan. 021 316 9166~69. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. 4) Lukito AM. 5. Fax.ristek. 3) Dewi Sartika. 1998. Hasil Indonesia. Jenis mutu. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Nama atau kode produsen/eksportir. Ir. 348. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. http://www. Yogyakarta.H. 6.go. M. Jumlah isi. Jl. Trubus no. 1998. Nama barang/varietas krisan. 338. 021 316 1952.id . DAFTAR PUSTAKA 1) H Rahmat Rukmana .

Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris). . se-salaseyan. remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). giri-giri marah (Sumatera). SEJARAH SINGKAT Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. songkot koceng (Madura). 2. ) KUMIS KUCING 1. URAIAN TANAMAN 2.( Orthosiphon spp. remujung (Jawa). kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. kumis kucing (Sunda). Nama daerah: Kumis kucing (Melayu – Sumatra). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis.1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Lamiaceae Genus : Orthosiphon Spesies : Orthosiphon spp.

thymiflorus. panjang tabung 10 – 18mm. panjang tangkai daun 7 – 29cm. 3. Kelopak bunga berkelenjar.2 Deskripsi Tanaman terna yang tumbuh tegak. tementosus var. glabratus. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul. MANFAAT TANAMAN Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat.75 – 2mm.5cm. lancip atau tumpul pada bagian ujungnya. O. dengan ukuran panjang 13 – 27mm. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. masuk angin dan sembelit. panjang bibir 4. di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. SENTRA PENANAMAN Hingga saat ini. Baik di dataran rendah maupun . helai bunga tumpul. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu.obatan. dan penyakit syphilis.3 Tanaman Jenis Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. 4. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal. mahkota berwarna ungu pucat atau putih. albuminuria. Buah geluk berwarna coklat gelap. tinggi tanaman sampai 2m. lanset. Bunga bibir. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok. urat dan pangkal berbulu pendek dan jara ng sedangkan di bagian yang paling atas gundul. O. 2. batu ginjal.5 – 10mm. petiolaris dan O. pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong. ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7. Batang bersegi empat agak beralur.5mm – 1. kencing manis. bundar.2. aristatus. dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa. panjang 1.

dataran tinggi.1. Iklim . SYARAT PERTUMBUHAN 5. 5.

2. Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu.1. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih.000-62. 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing.500 stek/ha. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun. . PEDOMAN BUDIDAYA 6. a. 5. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 . Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm. Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50. 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal. Media Tanam 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. 5. 2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. c. Setelah timbul tunas baru. b. Pembibitan 1) Penyiapan Bibit Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. bibit dipindahkan ke kebun produksi.1. subur dan sehat. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3.1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3. 6. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air.3. d. untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur. 2) Teknik Penyemaian Bibit Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian.200 m dpl. subur.000 mm/tahun. banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik.

b) Buat lubang kecil di tempat lubang tanam. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2. 2) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm 3) Cara Penanaman a) Pilih bibit yang baik dari pembibitan. waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja. Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan 3) Pemupukan (sebelum tanam) Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm.4-3. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. d) Padatkan tanah di sekitar bibit. 6. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. 4) Perioda Tanam Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil.2. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tanah diolah 30-40 cm. c) Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek.3. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek.2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. gulma dan Setelah diolah. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (OktoberDesember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun. tanah dibiarkan 15 hari. tanaman lain dibuang.6. e) Sirami sampai cukup basah. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi. kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda .

Pemupukan Konvensional Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. 2) Penyiangan Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. b. sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala . 4) Pengairan dan Penyiraman Pada awal pertumbuhan. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air. Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm).4. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari. sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca. Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh. 3) Pemupukan a. penyiraman dikurangi.6. yang penting tanah tidak sampai kering. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar.5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik.

serangan hama penyakit. .

2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatka n sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Gulma Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki. kutu. memotong bagian yang sakit. Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit. Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. nyamuk. 7. Hama DAN Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. 7. meningkatkan kebersihan kebun. HAMA PENYAKIT 7.1. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun. dan lalat buah. dan rumputrumput lainnya 7. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk . Pengendalian hama/penyakit secara organic Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu).7. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. Penyakit Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). alang-alang. hama gudang.3. pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. ageratum.2.4. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. lulangan.

Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti . 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif.hembusan dan semprotan.

3. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah sbb: . Saat panen yang tepat adalah pada saat awal pertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh bunga. serta hama gudang Callosobrocus. 8. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Ciri Panen dan Umur Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam. 9. GSV dan Tungro. 8. Panen Periode Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhan optimum dari daun. daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. 8.4. akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. Karena yang dimanfaatkan adalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. Perkiraan Panen Hasil Tanaman yang sehat dan terpelihara menghasilkan rimpang segar sebanyak Dengan pemeliharaan yang intensif. 8. PASCAPANEN Setelah pemetikan. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan.1. PANEN 8. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi. Panen Cara Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10.2.hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm.

Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi basah dilakukan pada bahan segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Setelah selesai. .1.9.

daun yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Selama pengeringan daun harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi daun tersebut dari air. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa daun tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan.Pencucian dilakukan dengan air bersih. Setelah pencucian selesai.60 C. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi.4. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. nama/alamat penghasil. timbang jumlah daun yang dihasilkan. 9. Pengeringan daun dilakukan selama kira-kira 1 . dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Pengemasan Setelah bersih.5. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya).2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah mengalami pengeringan dengan memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. Pengeringan didalam oven dilakukan pada suhu o o 50 C . . 9. 9.3. bagian dari tanaman bahan itu. nomor/kode produksi. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan.2. 9. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. pastikan daun tidak saling menumpuk. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. tidak bocor. yang menjelaskan nama bahan. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. berat bersih dan metode penyim panannya. dapat berupa kantong plastik atau karung. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C.

ANALISIS TANAMAN EKONOMI BUDIDAYA .10.

100.500. . e.Pupuk kandang 4. . 600. 100.10. 512.Rp.414 ton.1 Budidaya Analisis Usaha Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. Jumlah biaya produksi Rp.000. h. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat.450.296-47. 4) Parameter kelayakan usaha a.000. Lain-lain Rp.1.Rp.b.000.500.937.Rp. Pupuk . 600. Lingkup STANDAR Ruang . agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil. Rp. Sewa lahan 1 musim tanam Rp.2) Pendapatan 700 kg @ Rp.Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp. 1) Biaya produksi a.000.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat. 60. Alat Rp. Rasio output/input = 1. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23. 100.000.1.c. 11. f. Gambaran Agribisnis Peluang Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor. 200. 27. 100.265 10.2. 150.791.000 kg @ Rp. Tenaga kerja Rp. Amerika dan Singapura. Panen dan pasca panen Rp. PRODUKSI 11. . Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8.000. 150.g. 3.000. Bibit 6000 bh @ Rp. 1. 100.000. d.500.3) Keuntungan Rp. .000.500.2. Pestisida Rp.

Deskripsi … 11.2. 11.Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu. Klasifikasi dan Standar Mutu ----- . cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.3.

11. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Vademekum Bahan Obat Alam. 1994. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman 2) Anonimous. 411 Hal KEMBALI KE MENU . Bogor. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. 311 Hal. Pengemasan Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Contoh Pengambilan Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. PUSTAKA DAFTAR 1) Rahmat Rukmana. Kumis Kucing. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. Penerbit Kanisius. dengan bahan yang tidak luntur. 1989.5. 11. Ir.4. 3) Anonimous. Jakarta. Yogyakarta.

dan sedikit pedas.1 Klasifikasi . Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl. Taiwan. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Cina Selatan. Pada tahun 77-78 SM. Indonesia (Jawa).( Curcuma domestica Val. tetapi pahit. ) KUNYIT 1. tetapi tidak beracun. Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe. kelat. URAIAN TANAMAN 2. SEJARAH SINGKAT Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. 2. dan Filipina. ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India.

Divisio Spermatophyta : .

2 Deskripsi Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha. anti oksidan. Amomum curcuma Murs. Haiti. 2. pencegah kanker. membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak).323 kg/ha.3 Tanaman Jenis Jenis Curcuma domestica Val. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu. peternakan dll. 2. berwarna putih/kekuningan.5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. bahan bumbu masak. mengeringkan. dengan produksi mencapai 12.Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma domestica Val. serta sebagai pembersih darah. Di India. C. Batang merupakan batang semu. lebar 8-12. C. membersihkan. menghilangkan gatal. MANFAAT TANAMAN Di daerah Jawa. panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1. dan menyembuhkan kesemutan. . 3. dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. Daun tunggal. tepi daun yang rata. u C. daging buah merah jingga kekuningkuningan. bahan baku industri jamu dan kosmetik. 4. domestica Rumph. longa Auct. longa Linn. sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah. bulat. tegak. kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan. anti tumor. Manfaat utama tanaman kunyit. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya. bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm. anti mikroba. yaitu: sebagai bahan obat tradisional. Srilanka. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan. Ujung dan pangkal daun runcing. Cina. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia.5 cm.

Iklim .5.1. SYARAT PERTUMBUHAN 5.

kokoh. 3) Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi. kerikil). PEDOMAN BUDIDAYA 6. sehat. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. ukuran. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang.3. kulit. Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl. b.1. dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. memiliki kadar air cukup. dan warna seragam. karena lebih mudah tumbuh. benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup. segar. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas. sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan. terhindar dari serangan penyakit. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun. cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan. 5. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan. 3) Teknik Penyemaian Bibit .a. bentuk. o c. terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain. tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa. Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang. 5. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Media Tanam 2) Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur. 6.2. maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. Ketinggian Tempat Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl). pada tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah. 2) Penyiapan Bibit Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. berdaun banyak dan hijau.

dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1. Selain itu menempatkan o rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm. 3) Pembentukan Bedengan Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus o dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35 C. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari. bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk. perkebunan atau pekarangan.2.5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan. Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu o kamar (25-28 C).Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara: mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1. Selama pengangkutan. Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam.5 bulan. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1. 6. meningkatkan . 4) Pemupukan (sebelum tanam) Untuk mempertahankan kegemburan tanah. Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi.5 bulan. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian.

dan aerasi yang lancar. . dilakukan dengan drainase.unsur hara dalam tanah.

yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). yaitu pada awal musim penghujan.5-3 kg. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm. 1) Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya.3.50-0. 4) Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat. Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama. 6. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. 3) Cara Penanaman Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk.65 ton. 2) Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya.4. 6. Teknik Penanaman Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha. 2) Penyiangan .

Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman). tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha). P2O5 (50 kg/ha). TSP 10 gram/pohon. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah. b. dan luas area daun kunyit secara nyata. dan K2O (75 kg/ha). serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan.93 ton/ha. unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali. dan ZK 10 gram/pohon).5 ton rimpang segar/ha.Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air. Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7. Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. jumlah daun.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29. pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. Pupuk P diberikan pada awal tanam. 4) Pemupukan a. Oleh . Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan Organik Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di selasela tanaman. 3) Pembubunan Seperti halnya tanaman rimpang lainnya. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak.

agar tanaman air sehingga rimpang tidak pengairan terbebas perlu dilakukan dari genangan .sebab itu drainase dan pengaturan secermat mungkin.

Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3. b. kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit. penyemprotanfungisida dithane M-45. mencegah terjadi genangan air pada lahan. bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan . kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan.membusuk. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman.2.) Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk. 7. Hama 1) Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera. 7. Pengendalian: a.1. Penyakit 1) Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian. 7) Pemulsaan Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah. sehingga luka rimpang kemasukan cendawan. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. 2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. HAMA DAN PENYAKIT 7. mencegah terlukanya rimpang. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau. Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas.

6) Penggunaan pestisida. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. Penyemprotan insektisida. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda.4. b. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. Pengendalian: a. 7. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya . herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. dan gulma berdaun lebar lainnya. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh ala mi 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. insektisida.2. ageratum. rumput teki. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Gulma Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. rumput lulangan. serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali 7.

kutu. nyamuk.dengan semprotan. hama gudang. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. dan lalat buah. .

seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati). Ciri Panen dan Umur Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Sebelum dibongkar. 8. PANEN 8. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak. 8.3. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Panen Periode Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul.2. GSV dan Tungro.3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.1. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Perkiraan Panen Hasil .4. 8. Panen Cara Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. yaitu pada saat gugurnya daun kedua. 8. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif. serta hama gudang Callosobrocus.

Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0. Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton. 9. PASCAPANEN .71 kg.

lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan.60 C.5. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rim pang tidak saling menumpuk.5 hari. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Setelah pencucian selesai. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. tanah atau kotoran-kotoran lain. Setelah pengeringan. timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9. dan gulma. . 9. 9.2. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 . 9. Pencucian dilakukan dengan air bersih. pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Setelah selesai. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm.9. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. o o Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C . timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata.1. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. atau setelah kadar airnya dibawah 8%. Perajangan Jika perlu proses perajangan.3. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil. Lindungi rimpang tersebut dari air. Setelah perajangan. sisa tanaman. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan.4. jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Berikan label yang jelas pada tersebut.Pengemasan Setelah kantong pernah wadah bersih. rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum dipakai sebelumnya). yang .

35.1.000. tidak bocor.6. . Rasio output/input = 1.4) Parameter kelayakan usaha a.60. 9.000. Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif. Tenaga kerja g.KCl 16 kg @ Rp. 1800. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 2.000. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Rp.menjelaskan nama bahan. . .399 yang dilakukan Rp. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. Rp. Pestisida e..875. Rp. 200. Gambaran Peluang .3) Keuntungan 475. 10. Alat f. 1) Biaya produksi a. 1. Pupuk .000. Rp.400. 150.600.1.Pupuk kandang 4.1.000 kg @ Rp. 600. 25. Analisis Budidaya EKONOMI Usaha BUDIDAYA Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 pada tahun 1999 di daerah Bogor.TSP 16 kg @ Rp. nomor/kode produksi.200. berat bersih dan metode penyimpanannya.000. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan.750.500 kg @ Rp.100. Rp. di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja.2. Sewa lahan 1 musim tanam b.Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. 100.600. 10. Panen dan pasca panen h. Rp.000. Rp.d.000. 100. c.399. bagian dari tanaman bahan itu. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. ANALISIS TANAMAN 10. Rp. Rp.600.800. 100. Rp.000. Rp. Rp. nama/alamat penghasil. 28. Bibit 50 kg @ Rp. 150. 1.

Melihat dari kebutuhan rata- .Agribisnis Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1. Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya. Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani.5-6 ton/bulan.

PRODUKSI 11. dan Jepang). Negara India. Berdasarkan kondisi ini. 11. Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut.2. Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. Cina. Hongkong. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas. dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha.rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri. namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/ha. Pada tahun 1987. Taiwan. dan negara-negara lainnya. terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi. juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya. nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang. tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi. dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya.nya. Srilanka. Srilanka. 11. agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. cara Standar produksi meliputi: jenis dan pengambilan contoh dan syarat pengemasan. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). Deskripsi … 11. karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India. lalu ke pabrik/pedagang besar. Cina. kunyit tergolong efisien. apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri. Klasifikasi dan Standar Mutu . Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989. karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik.1. Amerika. Lingkup STANDAR Ruang standar mutu. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini.3. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. Dari segi jalur tata niaga. dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. Haiti. Haiti. Singapura. jalur tata niaga.

Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri dicantumkan berikut ini: 1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga 2) Aroma : khas wangi aromatis 3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit .

contoh yang diambil minimum 15 Kemasan yang telah diambil. dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan. Pengemasan Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 2) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300. Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang. Contoh Pengambilan Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. contoh yang diambil 5. 1) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100. dengan bahan yang tidak luntur. contoh yang diambil 7 3) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500. dituangkan isinya. dikemas dengan jala plastik yang kuat.5. 11. contoh yang diambil 9 4) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000. contoh yang diambil 10 5) Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000.DAFTAR . maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang.4) Kadar air maksimum : 12 % 5) Kadar abu : 3-7 % 6) Kadar pasir (kotoran) : 1% 7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5% 11. atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis. dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya.4.

Vademekum Bahan Obat Alam. 1994. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. 311 Hal. Bogor. 2) Anonimous.PUSTAKA 1) Anonimous. . 1989. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Jakarta. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 411 Hal.

RS. Cet. Setiawan. Puslitbang Tanaman Industri: 39-61.). Dalimartha. A. BRA Mooryati. Buletin Pertanian Tanaman Rempah dan Obat. Februari 2000 KEMBALI KE MENU . Pustaka Kartini: 93-94. Jakarta. jagung manis (Zea Agronomi. 6) Moko. 4) Kartasapoetra. Tumbuhan obat famili Zingiberaceae. H. Hidayat. 86 hal. Cet. 1991. Balai Pustaka: 230231. Jakarta. Petunjuk lengkap mengenai tanaman.S. Jakarta. Penebar Swadaya: 40-41. 8 (1) 1993: 30-38. CD. Jakarta. 1992.. Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (kunir). Ismiyatiningsih. Yogyakarta. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia: kunyit. Tanaman obat keluarga (toga): kunyit. 9) Soedibyo. Rineka Cipta: 60. Alam sumber kesehatan. 1988.Trubus Agriwidya.P. PT.) produksi kunyi (Curcuma ditumpangsarikan dengan t yang mays Soccharata). Curcuma longa Linn (Jiang Huang). 5) Kloppenburg-Versteegh.3) Darwis SN. Hembing. 1992.2. Bethesda: 102103. G. 7) Muhlisah. 8) Nugroho. A. Manfaat dan prospek pengembangan kunyit.1. Nurfina A. Jilid 4. Fauziah. Jakarta. Lontoh. 11)Wiroatmodjo.M.tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obat-obatan tradisional (kunir atau kunyit-Curcuma domestica Val. 10)Wijayakusuma. Kajian pemberian pupu kandang dan tingkat terhadap pertumbuhan k populasi domestica Val. 1993. Mulyoto. Nurdin. Jilid 1: bagian Botani. Joedojono. J. 1998. 1996. Wirian. manfaat dan kegunaan: kunyit. 1998. Ungaran. 21 (2) 1993: Buletin 59-63. Bogor. 1993. Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman kunyit.

gedong. SEJARAH SINGKAT Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Anarcadiaceae Genus : Mangifera Spesies : Mangifera spp. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. golek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGA ( Mangifera spp. Fax. M.H. yaitu mangga arumanis. ) 1. 021 316 1952. http://www.ristek. 021 316 9166~69. manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni. Hal.go. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia.id . 2.

go. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo. Jika pH di bawah 5.1. Tempat Ketinggian Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi.048 ton. 021 316 1952. Jika ditanam di daerah basah.1.2. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SYARAT TUMBUH 5. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga.5-7.5 sebaiknya dikapur dengan dolomit.309 tanaman dengan produksi 668. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8. http://www.ristek. PEDOMAN BUDIDAYA 6.901. MANFAAT TANAMAN Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari. Iklim Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. 6.3.H. Indramayu. Pembibitan 1) Perbanyakan dengan Biji a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat. Jl. 5. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. 021 316 9166~69. 4. kuat dan buahnya berkualitas. Cirebon. Fax. tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.id . Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. 5.

2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek.id . 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Jl. Fax.H.

2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur. bibit tidak boleh kekurangan air. tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab. biji ditanam pada jarak 10-20 cm. 021 316 9166~69. Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan.5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman. 021 316 1952.2. Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah. 3) Pencangkokan Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2. Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan.ristek. M. Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. Fax. Selama penyemaian. 2) Okulasi Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1. lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa.go. 6.id . http://www. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan. Setelah penempelan. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1). Jl. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar.H. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan.5 tahun. sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1).

go.H. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id . http://www.ristek. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.

6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan. Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. Pada waktu penggalian. c) bujur sangkar (segi empat). Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari. rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi. taburi lubang dengan furadan 10-25 gram. Jl. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau. diikuti tanah galian bagian bawah. 6. masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur. Hal. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki.id . Polibag bibit digunting sampai ke bawah. 2) Penggemburan/Pembubunan Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan. 3) Penanaman Pohon Pelindung Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. b) diagonal. 021 316 1952. galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm.ristek. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam.H. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman. 021 316 9166~69. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. lebar dan kedalaman 100 cm.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. 2) Cara Penanaman Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm. M. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan panjang. jarak tanam lebih renggang.4. biasanya pada awal musim hujan. Fax. Masukkan tanah galian bagian atas.

Umur tanaman 2.940 gram/tanaman. 4. Fax. b) Pupuk anorganik 1. 5) Peningkatan Kuantitas Buah Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0. KCl 1.080 gram/tanaman. Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda.id . 3.750 gram/tanaman.000 kg/tanaman. 2. 50 kg tepung tulang.940 gram/tanaman. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36. 4. 3. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas.go. KCl 970 gram/tanaman. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1.5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin.3%. 5. 2. Tanaman waktu berbunga : ZA 1. Jl.3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik. KCl 1. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang.5–8 tahun: 0. 15 kg abu. Di kalsium fosfat 1. 021 316 9166~69. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman. Dengan cara ini. 50 kg pupuk kandang.H. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. Pemangkasan ketiga. 4) Pemupukan a) Pupuk organik 1. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang. dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. 1 tahun kemudian. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman.5 kg tepung tulang. Umur tanaman 1.5 kg abu. M. 2. 5 kg pupuk kandang. Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. 15 kg abu. persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1.380 gram/tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempelan/Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi.

021 316 9166~69.H.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 1952.id . http://www.

jatuh dan menurunkan produktivitas. I.1. Pengendalian: dengan semut Hal. 4) Lalat buah Gejala: buah busuk. insektisida Diazinon atau Basudin. M. Wereng ini menyerang daun. Kulit buah kelihatan normal. Fax. menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. HAMA DAN PENYAKIT 7.go. Hemitarsonemus latus) Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul. 021 316 9166~69. Niveosparsus. Keduanya menyerang rangkaian bunga. rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. I. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali. hijau dan kemerahan. Hama 1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. Atkinsoni) Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Jl.H. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. http://www.ristek. merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. 021 316 1952. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 6) Tungau (Paratetranychus yothersi. bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. menggunakan pupuk kandang halus. 5) Wereng ( Idiocerus clypealis.) Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat. 2) Bubuk buah mangga Menyerang buah sampai tunas muda. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak.id . membakar daun yang terserang. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Bisul daun(Procontarinia matteiana. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang.

4) Bercak karat merah Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu. ranting dan daun. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga. 5) Kudis buah Menyerang tangkai bunga. memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cabang. Jl. Pembuahan tidak terjadi. Menyerang daun. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux. Pengendalian: dengan bubur bordeaux.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. bunga berjatuhan. buah busuk. Pengendalian: fungisida Dithane M-45. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. 7. bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. ranting. bunga.2. M. Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum. ranting. 021 316 1952. 2) Penyakit diplodia Penyebab: jamur Diplodia sp. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Pengendalian: pemangkasan dahan.id . Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah Hal. menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7) Codot Memakan buah mangga di malam hari. http://www. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. 6) Penyakit Blendok Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang. Penyakit 1) Penyakit mangga Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera. 3) Cendawan jelaga Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. 021 316 9166~69. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan.go.ristek.

3. Dari satu pohon.1. warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.000 buah pada waktu produksi maksimum di umur 20 tahun. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang. Ciri dan Umur Panen Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun.go. Fax. 8.000 buah pada umur 15 tahun dan 2. 021 316 1952. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. 1.id . Periode Panen Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. http://www. Cara Panen Pada saat pemetikan. M. buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux. meningkat sampai 300-500 buah pada umur 10 tahun. 021 316 9166~69. tercongkel atau jatuh sampai memar.H. 8. Perkiraan Produksi Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun. pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon.2. 8. Gulma Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN warna menjadi coklat atau hitam. Pengendalian: memotong bagian yang sakit.3.ristek. buah jangan sampai terpotong. 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah.4. Jl. PANEN 8. 8. menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat.

go. Jl. M.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

1.000. Penyortiran dan Penggolongan Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus. Jl.270.220.2.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. 9.Urea 28 kg @ Rp..000. Kelas berdasarkan berat buah antara lain: a) Kelas I: > 320 gram/buah b) Kelas II: 270 .49.555.500. 15.5 cm.270 gram/buah Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17.000. teduh dan sejuk. PASCAPANEN 9.440.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Fax.17. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya tanaman mangga dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.id .545.320 gram/buah c) Kelas III: 200 . Rp.5 cm. Rp.3. http://www.H.060. 60. Sewa lahan kebun 10 tahun @ Rp. Pupuk . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp.20 cm c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm.62. 021 316 9166~69. 10.Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.2.61. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh. 92.000. golek 17.000.210. Bibit 121 batang @ Rp.000.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.10. 1. Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan.5 cm 9.800.go. 021 316 1952.3. Penyimpanan Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering.ristek. Rp.Rp. 1. M.Pupuk kandang 3 ton/tahun @ Rp. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah.1. 1. 1) Biaya produksi 1. 31. golek < 17. Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri.115 Tahun ke 1 dan 2 @ Rp. golek > 20 cm b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 .325.Rp.5 .Rp.

ristek. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. M.H.id . Jl.

.892.1 buah @ Rp. Rp.305.. 17.. 7. 021 316 1952.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp.600. Fax.150. 7.000.462.Tahun ke-6. 72.Tenaga kerja .500.27. 7.000.Parang 1 buah @ Rp.45..26.500. 021 316 9166~69.500.go. Rp.36. Jl.20.TSP 11 kg @ Rp.300..Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.Furadan 3 kg @ Rp.500. Rp.500.(2-9) .KCl 11 kg @ Rp.500.52..150..500.435. Rp. 48 HOK @ Rp.000. 62 HOK @ Rp.686. Rp.25.Pembersihan lahan 30 HOK @ Rp.000. 7. 5.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.300. M. http://www.Sprayer 0. 7. Rp.000..1.Tahun ke-7. 7.10.500.Kemasan dan pemasaran Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Rp. 7. Rp.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.000.500. Rp. Rp.225. Rp.000..000.600. Rp.000.Tahun ke-8. Rp.112..500.810.500.Pemupukan dasar 5 HOK @ Rp. 12. 7. 1.7. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7. 75 HOK @ Rp. Rp.500.30.. Rp.000.500.500.000. 7.400.800.Pemangkasan 10 HOK/th @ Rp.500. Rp.528.600. Rp.225.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp. 5. Rp. Rp.Pestisida . Rp.450.Pemanenan Tahun ke-5.10) Panen dan pasca panen . 7.000. 88. Rp. Rp. Rp.165.000. 10.Hal.Penyulaman 6 HOK @ Rp..000. 6. 7.Tahun ke-9. 7..1.37.500.363.160. Rp.675. 7.61.000.(ke 2 -10) ..(ke-5 ..330..500.000.Cangkul 2 buah @ Rp. Rp. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 25.Tahun ke-10.500.000.500. Rp.Koret 2 buah @ Rp. 7. 35 HOK @ Rp.id .600. Rp.500.000. Rp.561.000. 7. Rp.500.264.370. 7.627. Rp.ristek.000.500.52. Rp.Perbaikan drainase 12 HOK/tahun @ Rp. . 7. Rp.18.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.000...000.000.H. 1.Pengajiran 4 HOK @ Rp.45. 7. Rp.Pembuatan teras piringan 20 HOK @ Rp.000.Peralatan .000. Rp. Rp. Rp.000.187. 22 HOK @ Rp.Pembuatan drainase 25 HOK @ Rp.000.000.Penanaman 7 HOK @ RP.600. 84 HOK @ Rp.528.000.500. 7.500. Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. 7.650.500.500.000. Rp.

Rp. 8. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.000.Rp.400. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. Fax. STANDAR PRODUKSI 11.2. 9.350.050..000.. Dalam 10 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1. 10.Rp. 11. 500.- = 1.750.Rp. 500.000. 32.ristek..Tahun ke-6: 8. M. 4. 40.100 buah @ Rp. 500.700 buah @ Rp.Tahun ke-5: 5..500 buah @ Rp. 500.Jumlah Pendapatan 3) Keuntungan : 1. Diskripsi Standar mutu mangga tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01-31641992. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal.000.000.220.700. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.000. cara uji.450. 500.Tahun ke-8: 15. syarat mutu.700.675.Rp. diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali.000. http://www.508.Tahun ke-7: 12.Rp.Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. cara pengambilan contoh.1. Jl. 7. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-10 Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan .Rp.25 Di dalam negeri mangga tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya. B/C rasio 10.325.H. 2.id .800 buah @ Rp. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi.Tahun ke-9: 18. 021 316 9166~69.Tahun ke-10: 20.900 buah @ Rp.2. 11.479. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal.Rp.000. 6.go.400 buah @ Rp. syarat penandaan dan pengemasan. 500. Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar..

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. 021 316 1952.

go. kecil 300-349 gram. sedang 200-250 gram. Fax. 021 316 1952. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10.4. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. sedang 450-500 gram. Jl. Pengambilan Contoh Satu partai/lot mangga terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Mutu Klasifikasi dan Standar Mangga digolongkan dalam 4 ukuran menurut kultifarnya yaitu besar sedang kecil dan sangat kecil yang masing-masing digolongkan dalam 2 jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II a) Arum manis: besar>400 gram. sangat kecil 250-299 gram Syarat mutu yang diterapkan untuk keempat golongan tersebut: a. kecil 150-199 gram.3. Karakteristik busuk : mutu I=1%. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. mutu II=cukup keras d. Karakteristik keasaman sifat varietas: mutu I seragam.ristek. http://www. mutu II seragam b. Karakteristik kekerasan: mutu I=keras. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg.H. mutu II=10 % g. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. 021 316 9166~69. mutu II tua tapi tidak terlalu matang c. mutu II=bebas f. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sangat kecil 100-149 gram d) Manalagi: besar>400 gram. Pengemasan Pengemasan buah manga dalam peti kayu. sangat kecil 250-299 gram b) Golek: besar>500 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. sangat kecil 350-399 gram c) Gedog: besar>250 gram. mutu II=kurang seragam e.id . susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. Karakteristik kotoran: mutu I=bebas. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. kecil 300-349 gram. kecil 400-449 gram. mutu II=1% 11. Karakteristik tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang.5. sedang 350-400 gram. Karakteristik kerusakan: mutu I=5%. sedang 350-400 gram. 11. Karakteristik ukuran: mutu I=seragam.

b) Jenis mutu. Fax. c) Nama/kode perusahaan/eksportir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. Jl. http://www.H.go. M.ristek.id . Hal. 021 316 1952. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Berat bersih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

1998.H. 345. Celah-celah Usaha Terpilih 3) Pracaya. http://www. 1994. 021 316 9166~69. Memperbanyak Mangga di Pohon.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jakarta.go. 345. Jl. Ir. Sinar Baru Bandung 5) Trubus No. Membudayakan Tanaman Buah-buahan. f) Tempat/negara tujuan. 1998. 1990. M. Bertanam Mangga.id . 2) Bonus Trubus No. Jakarta 4) Rismunandar. Surabaya. Fax. Penebar Swadaya. 1998. Arkola. Drs & Setiyo Wibowo. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. DAFTAR PUSTAKA 1) Bambang Marhijanto. 021 316 1952. Bertanam Mangga. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Produksi Indonesia. 12.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Hal. Hawaii dan Australia Utara.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGIS ( Garcinia mangostana L. 1/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Manggus (Lampung). Manggusto (Sulawesi Utara).H. SEJARAH SINGKAT Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara.go. Malagasi. 2. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat). Jl.ristek. ) 1. 021 316 1952. Karibia. Manggista (Sumatera Barat).id . yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Guttiferae Genus : Garcinia Spesies : Garcinia mangostana L. M. http://www. Dari Asia Tenggara.

2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5– 7. 4. lebar>10 cm. gembur. MBS5.ristek. MBS2. lebar<8.5 cm. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. diameter buah<5. yaitu: 1) Kelompok besar: panjang daun>20 cm. diameter buah>6. dibuat sirop/sari buah. Wanayasa). Kalimantan Tengah.5 cm. MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar.5 cm. Angin yang baik tidak terlalu kencang.5. 5. ketebalan kulit buah>9 mm. 2) Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1. 3. 3) Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis.H. berat buah>140 gram. berat buah 70-140 gram.1.500–2. angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. Riau. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur. SYARAT TUMBUH 5. wasir dan luka. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan.2. Jawa Barat (Jasinga. buah tiap tandan 12 butir. Sumatera Utara.5-10 cm. mengandung bahan organik. diameter buah 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. lebar 8. 021 316 1952. buah tiap tandan>2 butir. 021 316 9166~69. 3) Kelompok kecil: panjang daun<17 cm. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional.id . MBS3. 3) Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan. cm. 2) Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm. sebagai buah kaleng. Ciamis. berat buah<70 gram.go. ketebalan kulit buah 6-9 mm. M. ketebalan kulit buah<6 mm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media Tanam 1) Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur. kayu bakar/ kerajinan. Klon yang dikembangkan adalah MBS1. MBS6 dan MBS 7. Sumatera Barat. http://www. Fax.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Jl. buah tiap tandan 1 butir. 5. Iklim 1) Dalam budidaya manggis. MBS4.5-6.

H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.go.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952. Fax.

5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan.go. tidak rusak. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. PEDOMAN BUDIDAYA 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. 6. Ketinggian Tempat Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.ristek. Jl. 2) Penyiapan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun. b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. 021 316 9166~69. http://www. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0. M.000 m dpl. Fax. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun. 3/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pembibitan Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl. beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. Hal. rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan.1.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Persyaratan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji.3. 021 316 1952. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%.id . Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit.

Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm.go. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia.0 cm.5-1. 2. 021 316 9166~69. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0.id . 4. Persemaian disiram 1-2 kali sehari. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah. c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut: 1.ristek.0 cm. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm. 021 316 1952. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun. Media tanam berupa campuran tanah halus. 2. Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. http://www. Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan. bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). kemudian campurkan pasir. Fax. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm.51. 5. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. lalu ikat ujung balutan dengan kuat. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas. d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut: 1. tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. Tanah diolah sedalam 30 cm. Jl.H. Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. Setelah berumur 1 tahun. 3. Pembalutan dimulai dari atas. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id . 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax.go. 4/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Jl.

b) diagonal. 8. 4. 4) Pemupukan Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA. http://www. jarak tanam lebih renggang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur.ristek. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah. M. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.go. 021 316 9166~69.id . Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama. 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.2. 6. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan. 10. Jl. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia. 9. 5. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. c) bujur sangkar (segi empat). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam.6 bulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. Fax. Biarkan bibit susuan selama 5 . 7. Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif. 6. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.H. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. 021 316 1952.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. http://www. M.go.id .ristek.H. Jl. 5/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut: a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah.ristek. Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya. Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. M. d) Siram sampai tanah cukup lembab.H. Jl. b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam. 6. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam.go. Fax. e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter.4. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. http://www.3.id . 2) Cara Penanaman Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. 021 316 1952. pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan. 021 316 9166~69.

Jl.id . 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.H. http://www.

2 %. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik. HAMA DAN PENYAKIT 7. frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi.ristek. dan Helminthosporium sp.1.1-0.go. SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma. Dalam larikan dan lubang sekitar 1020 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm.) dan hitam pada sisi atas dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah: a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea. 7. 021 316 9166~69. (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0.). Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp. menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air. http://www. coklat (Helminthosporium sp. 7.. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun. Hama 1) Ulat bulu Hama ini melubangi daun. 021 316 1952.2. Fax. c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea. Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. Gloesporium sp. b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea. Jl.H.id .

H. http://www. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax.id .

Fax.2 %.id . menjaga kebersihan kebun. Pengendalian: memotong cabang/ranting. 021 316 1952. 5) Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull.et Br. Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung. Jl. Pengendalian: sama dengan kanker batang.). Pengendalian: sama dengan kanker batang. 3) Hawar benang Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid. memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0. busuk dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah daun (Gloesporium sp. Pengendalian: sama dengan kanker batang.ristek. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram. Gejala: akar berwarna coklat. 2) Jamur upas Penyebab: Corticium salmonicolor Berk. Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah. pemotongan tanaman yang sakit. 7) Busuk akar Penyebab: jamur Fomes noxious Corner.H. 021 316 9166~69. (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang. 4) Kanker batang Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis. M. Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.2 %. Pengendalian: (1) perbaikan drainase. http://www. Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering.go. Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.1-0. mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat. Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6) Busuk buah Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.1-0. atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0. Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.ristek. M.go.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 8/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.

Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. berat 80-130 gram. 8.ristek. d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%.go. Periode Panen Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.id . Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200. http://www. berat 80-130 gram. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya.4. buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM.2. Perkiraan Produksi Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon.3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. diameter 5560 mm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diameter 5560 mm. Pada puncak produksi. b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%. M. Ciri dan Umur Panen Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. Untuk konsumsi lokal. Fax. e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun. diameter 55-65 mm. Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini : a) Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu. kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1.H. c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%.1. 021 316 1952. 8. Jl. 021 316 9166~69. berat 80-130 gram. diameter 5560 mm.000 buah/pohon. tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.000 buah/pohon dengan rata-rata 2. PANEN 8. diameter 5560 mm. berat 80-130 gram. 8. berat 80-130 gram.000 butir atau sekitar 20 ton buah.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Jl. 021 316 1952.id . Fax. 9/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H.ristek. M.

SP-36 300 kg @ Rp 1. 1 650. 021 316 9166~69.800.2. Penyortiran dan Penggolongan Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda.000. 9.000.Pupuk kandang 3 ton @ Rp 150.id .1.3. Penyimpanan Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 7000. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di Jawa Barat. 1.000. Pestisida .1.396. 9.go. Tanam . Rp. Jl. M. sedang dan kecil.KCl 20 kg @ Rp.35. Rp. 10. Rp.. Pengumpulan Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman.450. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.Urea 50 kg @ Rp 1.Rp.KCl 240 kg @ Rp. Sewa lahan 6 tahun 2.000.SP-36 25 kg @ Rp. ke-6 1.- Rp.540.2) Biaya produksi tahun ke-1 s. 1) Biaya produksi tahun ke-0 1.000. Rp.000..3. Pupuk ..Pembuatan lubang tanam 10 HKP @ Rp. 562.000.500. PASCAPANEN 9. 1. Rp.H. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar. Rp.3.500.000.45.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Urea 375 kg @ Rp 1. http://www. 1. Rp.000.000.800.000. 021 316 1952.000. 12. Bibit stek sambung 125 batang 2.70.000..- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk .ristek.Insektisida 120 kg @ Rp.75. 7000. Rp..Rp.33.650.000.6.875. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya manggis seluas 1 hektar pada populasi 100-125 tanaman untuk inventasi selama 20 tahun..d. 50.500. Rp.Penanaman 5 HKP @ Rp.

id . 10/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek.H. Jl. 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

924.400. 336.000.150.6.000.000 - Hal. Panen tahun ke 9 Hasil rata-rata 900 buah/pohon Rp..559. 630.347.000. 9.243. M.id .450. 50..000 buah/pohon Rp.NPK 350 kg @ Rp 2. 7. Pestisida .000.Rp.000.700.Rp.750 buah/pohon Rp 32.KCl 560 kg @ Rp.300.125..TSP 700 kg @ Rp.500.840. 28.Panen/pasca panen pertama 50 HKP @ Rp. 7. Rp.3. 420.000.000. 16.Rp.000.5.000.000.875. 1. 186. Panen tahun ke 10 Hasil rata-rata 1..000 HKP @ Rp. 980.500.Rp 7.Rp.3.000. 840.Penyiangan 140 HKP @ Rp 7.go.10Produksi selama 20 th hasil dari 100 ph 2.360.650. Alat . Panen tahun ke 19 Hasil rata-rata 1.470.000.500. 10.. Sewa lahan selama 14 tahun 2.Rp. 350. Pupuk .000.6.800. 7.Rp.Rp.000. 3..000..500. 6. Fax.000.000. 70. Panen tahun ke 8 Hasil rata-rata 800 buah/pohon Rp.2.- 4) Pendapatan: 1. Panen tahun ke 20 Hasil rata-rata 1.Pemupukan 90 HKP @ Rp. 7.690.Rp. Tenaga kerja .000.Penyemprotan 480 HKP @ Rp. Panen tahun ke 7 Hasil rata-rata 200 buah/pohon Rp.Rp. 1.Fungisida 120 liter @ Rp. 28. 150.500 buah/pohon Rp. 37. 65.750.Rp.Rp.. 7. 021 316 1952.6.000.750 buah/pohon Rp. Panen tahun ke 11 Hasil rata-rata1.Pemupukan 210 HKP @ Rp.000.Panen dan pasca panen 10.000.000. 1.000.- Rp.Keranjang 200 buah 5.000.953. 600. 3.000..Pupuk kandang 42 ton @ Rp. 562.Cangkul 10 buah .812.000 buah Rp. Biaya tak terduga 10% 3) Biaya produksi tahun ke-7 s.Penyiangan 60 HKP @ Rp.H.Urea 875 kg @ Rp. 150.100.500 buah/pohon Rp.000.812.Hand sprayer 2 buah @ Rp 350.000. 15.ristek. 11/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp. Tenaga kerja .800.000. 3. Panen tahun ke 12 – 18 Hasil rata-rata 2.7.000 8. http://www.Rp. 1. ke-20 1.- Rp. 32.650. 9.120 HKP @ Rp.000.000 9.4. 7. Panen perdana tahun ke 6.000.Rp. 65. 3.000. 13.000.000.4.500.Fungisida 140 liter @ Rp.000.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hasil rata-rata 30 buah/pohon Rp.Insektisida 140 kg @ Rp.450.4.100..312.000. 2.000.Rp.436.500.000. 7.Rp.000.d.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .Rp. 7.Keranjang 50 buah .000. Jl.000.Rp.000. 021 316 9166~69..5.Rp. Alat .000. 7.Penyemprotan 1. Rp. Biaya tak terduga 10% Jumlah biaya produksi 20 tahun Rata-rata biaya produksi/tahun Rp.

Perancis.= 1. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam.810. M.235. Swis. Hongkong.l.8 Keterangan: HKP hari kerja pria. selama tahun 1994. syarat penandaan. Harga jual rata-rata Rp. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a. 12/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.klasifikasi dan standar mutu. Oman. Keuntungan selama 20 tahun 2.ristek. 11. 149. Jl. Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor. jadi mutunya sudah tidak baik. Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia.1. (tingkat petani. 7. Jepang. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Keuntungan 1. cara uji. Output/Input rasio Rp. 60/buah. STANDAR PRODUKSI 11. sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat.go. Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal.7% per tahun. Gambaran Peluang Agribisnis Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis. cara pengambilan contoh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tahun 1999).id . Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun. Hal. Belanda. cara pengemasan. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10. asam berpadu dengan sedikit sepat. Kuwait. Perkiraan tanaman produktif adalah 100 pohon/tahun.200 Rp. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. Brunei.496.474. 10. Arab Saudi.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia. Keuntungan baru diraih tahun ke 11.H. Amerika Serikat. Fax.2. sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. http://www. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan. Keuntungan per tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1.

Klasifikasi dan Standar Mutu Terdiri dari 3 jenis mutu. Diskripsi Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01– 3211-1992.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. d) Warna kulit: mutu super hijau.id . Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual. Jl. Fax. b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar. yaitu mutu super. 11. mutu=II segar.2. mutu I=segar. 55–65 mm. mutu II<55 mm. mutu II=seragam. amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1. mutu II=0% h) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada.3.H. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar. mutu II=0% f) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh. c) Tingkat keseragaman: mutu super=segar. mutu I=0%. benturan dan getaran. mutu I=khas manggis putih. seperti tanah. http://www. bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. mutu II. <55 mm. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan. luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan.go. mutu I utuh. M. 3. mutu I=0%. a) Keseragaman: mutu super=seragam. mutu I=kemerahan s/d merah. mutu I=seragam. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut. b) Diameter: mutu super>65 mm. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm. mutu I=tidak ada. 021 316 9166~69. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4. amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak. mutu II utuh g) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%. mutu I=55–56 mm. mutu=II tidak ada. mutu II=muda mengkilat e) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%.ristek. potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar. mutu I. i) Warna daging buah: mutu super=putih bersih. 2. 021 316 1952.

ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 13/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. M.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Fax.

M. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. bersih dan kering. c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9. e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua.go. Fax. 021 316 9166~69.ristek. 11. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji.H.000 kemasan. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar. amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. berventilasi. baik. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5. 021 316 1952. dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. http://www. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini : a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5.4. b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7. yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10.id .

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M. Jl. 021 316 9166~69. 14/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Mengenal Tanaman Buah-buahan. Jakarta. Bandung 3) Suyanti Satuhu.id . 021 316 1952. 1995.go. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. Penebar Swadaya. 2) Rismunandar. Budidaya Manggis. 1997. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 342. Ir. 5) Reza Tirtawinata.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1986. Fax. M. Ir. Penerbit Kanisius. Sinar Baru. 15/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Yogyakarta. Trubus no. Jakarta. Trubus No.ristek. http://www. Pohon Pelindung untuk Tanaman Manggis Muda. 1997. Memilih Biji Manggis untuk Bibit. Ir.H. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. 4) Reza Tirtawinata. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 1998. 335. Jl.

menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H.id . 021 316 9166~69.. mawar diklasifasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rosanales Famili : Rosaceae Genus : Rosa Species : Rosa damascena Mill. hybrida Hort. R. Dalam perkembangannya. Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium. ) 1. R. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. multiflora Thunb. 021 316 1952. Timur Tengah dan Eropa Timur.go. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi). dan lain-lain. M.. Mawar berasal dari dataran Cina. Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda). Jl.ristek. SEJARAH SINGKAT Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri.. http://www. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MAWAR ( Rosa damascena Mill.

http://www. Sonate de Meilland. Sissel. Pareo. dan Kiss. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jaguar. Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail. 3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. Jl.ristek. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. Tineke. Sweet Sonia. Vivaldi. Samorai. mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Afrika Utara dan Indonesia. Fax. Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm. Iklim 1) Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memiliki variasi warna bunga cukup banyak. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot. 2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor. M.1. Laser. Idole. India. Jawa Tengah. 5. Mr. mulai putih sampai merah padam dan 2 tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun. Sonia. SENTRA PENANAMAN Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia. yang menyebabkan pengeringan tanaman. 4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). Osiana. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sentra penanaman bunga potong. White Success dan Yonina. Diplomat. Khatherina Zeimet. MANFAAT TANAMAN 1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors). 021 316 9166~69. 4. Jacaranda. 2) Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. 021 316 1952. tipe Medium 40-60 cm. Frad Winds. tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat. Sumatera Utara. dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. 3. Jawa Timur dan Jakarta. Di daerah cukup sinar matahari. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore.id . Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman. Sedangkan varietas Folk Song. Laminuette. Lincoln.H.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www. 021 316 1952. Fax. M.go.ristek. 021 316 9166~69.

5.6 derajat C dan maksimum 19. maksimum 24–27 derajat C. 3) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5. 5. memperbaiki kehidupan mikroorganisme. suhu udara minimum 14-16 derajat C. Di daerah tropis seperti Indonesia. PEDOMAN BUDIDAYA 6. yang mengapung dibuang).3. Fax. Jl. Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.0. andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik.ristek. 2) Pada tanah latosol. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mengurangi keracunan Fe. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Supaya biji tumbuh dengan baik.1.6 derajat C. Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar. gembur. suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C. 021 316 9166~69. Media Tanam 1) Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot. Pada tanah asam (pH 5.unsur P dan Mo.7-15. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %). Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %. subur. http://www. dan Al. tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah.H. serta menambah ketersediaan unsur. banyak bahan organik. pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam. memperbaiki bintil-bintil akar. 6.0) perlu pengapuran kapur Dolomit.5-7. dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis. 2) Ketinggian 1100 m dpl. 021 316 1952.5-22. 3) Ketinggian 1400 m dpl. Ketinggian Tempat Mawar tumbuh baik pada: 1) Ketinggian 560-800 m dpl. menambah unsur-unsur Ca dan Mg.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh.2. Mn. suhu udara minimum 13.id . aerasi dan drainase baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M.

021 316 9166~69.ristek. M. Fax.H. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl.

Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai. . Jl. 021 316 9166~69.5-1. 5) Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen) 6. e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 510 cm. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari. b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah.Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1).H. d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian.ristek. Fax. http://www. 021 316 1952.Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar).0 cm. yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air c) Cuci biji mawar dengan air bersih. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon. M. pasir dan pupuk organik (1:1:1). beraerasi baik. .Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan. dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C. b) Perlakuan After Ripening . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Pengolahan Media Tanam Hal.Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab).id .Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai. . 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. b) Pilih biji-biji mawar yang baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyiapan Benih Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: a) Pemilihan buah . .Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab. .

kompos dan pasir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun. Komposisi media campuran tanah. b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar. http://www. kompos. taman dan dalam pot.Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang.Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat. Super TW Plus) dan pasir.Basahi pot dengan air hingga cukup basah.ristek. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru. Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1. . Fax. .Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur. M. 2) Pembukaan Lahan a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur. subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka). .Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot. . 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Isikan media tanam campuran tanah. pupuk organik (pupuk kandang.Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air.H. 1:1:1. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. pupuk kandang.51.0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas.Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.Siapakan media tanam berupa tanah subur. . 021 316 1952. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0. 021 316 9166~69. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar. c) Pengisian media tanam ke dalam pot . 1) Persiapan a) Penyiapan lahan kebun/taman .go. b) Penyiapan media dalam pot . Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. .id . . 3) Pembentukan Bedengan Hal. pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

sub-soil dikumpulkan terpisah. Bila daerah itu tertutup rumput. http://www.3. pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik. karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Fax.5-2 kg per 10 m tanah. Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. 3) Cara Penanaman Hal. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm. tanah di permukaan (top soil). pupuk hijau. Pada saat membuat lubang. harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh. 6. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos. 021 316 9166~69.5-3 kg per 10 m . misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya. untuk digunakan sebagai pupuk. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm. tinggi 30 cm. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam. Ukuran lubang 45×45×45 cm. maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam. tepung tulang 2 1. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai 2 tepung tulang) 20%. 4) Pemupukan Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 45 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan).id . dengan memasukkannya ke dalam lubang. jarak antar bedengan 30-40 cm.H. Jl. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris. M. dan panjangnya tergantung keadaan lahan.ristek. tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. cukup 45–55 cm. Jumlah super fosfat 1. Lempengan rumput diletakkan terbalik. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah.

d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang. c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril. e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan.4. dan bibit yang berasal dari polybag. b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya. Cara penanaman bibit mawar cabutan : a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan.ristek. h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam. Fax. Bila polybag berukuran besar. b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. http://www. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun. M. c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu. sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek). Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya. g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah. Jl. kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah. 021 316 9166~69. 021 316 1952. maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut. 6.id . Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah).go.

id .go. Fax. Jl.ristek. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H. 021 316 9166~69. M.

Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro). Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam. sedang berbunga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman dilakukan: a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam). saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma).5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg 1 1 ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari. Jl.go. 2) Pemupukan Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman.id . http://www. Pengairan berikutnya berangsurangsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media)./3 dosis pupuk 337. tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. Tiap kali pemupukan diberikan /4 . bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. 021 316 9166~69. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga.H. c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). 021 316 1952. Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5. dan setelah kuntum bunga layu. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman. Fax. Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali. dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul.ristek. kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah.

ristek. M.H.id .go. 021 316 9166~69. Jl. http://www. 021 316 1952. Fax. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Menyerang pucuk. 4) Tungau (Tetranychus telarius) Tungau mirip laba-laba. ditutupi bulu-bulu kasar. Gejala: memakan daun. Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). serta sirkulasi udara kurang baik. berwarna merah/hijau/kuning. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun. M. kadang-kadang tidak bersayap. Larva sering memakan perakaran tanaman. sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp. dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 3) Siput berbulu Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan.). 021 316 1952. menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun. tangkai dan kuntum bunga. sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC.go.5 EC atau Buldok 25 EC. Fax. Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman. Ambush 2 EC. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2. Hama 1) Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn. pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. 2) Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus). HAMA DAN PENYAKIT 7. Jl. Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm. 021 316 9166~69.id .6 mm. dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.ristek.H. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berwarna hijau. Confidor 200 LC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: pada stadium larva. pada bagian daun/pucuk.1. sangat kecil ± 0. Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman. sering menempel pada ranting dan kuncup bunga. Aphids) Kutu daun. panjang ±0. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman..3 mm. Hal. Elsan 60 EC. Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC. Curacron 500 EC. Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. panjang ± 12 mm. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas. sehingga menyebabkan gejala abnormal. kecil. panjang 10 mm. Decis 2. kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan.5 EC.

Fax. Larva menjatuhkan diri ke tanah. menyerang daun dan bunga. Lalat (Dasyncura rhodophaga).5 EC. dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil. berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan. warna hitam-metalik. Decis 2. menjaga kebersihan kebun. Kumbang kecil (Small carpenter bees). Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. ukuran tubuh kecil panjang 8 mm. d. dan cabang. Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae. 021 316 1952. Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP. Pengendalian: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2 mm. Pegasus 500 SC. 021 316 9166~69. M. Gejala: mengisap cairan sel tanaman. menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. Telur diletakkan pada tunas baru.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Thrips Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm. http://www. dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G. Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC. b. Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers). Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam. 7) Hama-hama lain: a. lambat laun mengering (mati). Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam. Tokuthion 500 EC. f. ukuran tubuh kecil 1. Jl. Serangga malam (Night feeding insect). berukuran kecil 3 mm. Pengendalian: pergiliran tanaman.ristek.5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. Mitac 200 EC. 6) Nematoda akar (Meloidgyne sp.H.) Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop). Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya. c. kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar. dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC. Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar. Decis 2. sterilisasi media tanam. terutama bunga. Bagian yang terserang akan layu. warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. Dekasulfan 350 EC. Tanaman yang diserang menjadi layu. e. daun.5 EC. bagian daun dan batang. menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran. Gejala: menyerang akar tanaman mawar. Ulat daun (Udea rubigalis). Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2.go. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Gejala: merusak/mengisap cairan sel tanaman.

id . Atabron 50 EC.memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2. 021 316 9166~69.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. Jl.ristek. Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Fax.go. Hal.5 EC. 10/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.

Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas.ristek. Penyakit 1) Bercak hitam Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan. atau mengandung bahan aktif Pirazifos. (“Black spot”). Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Tepung mildew Penyebab: cendawan Oidium sp. 021 316 1952. Pengendalian: penanaman bibit yang sehat. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok). pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. tulang-tulang daunnya seperti jala. dasar bunga.) Lind.H. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang. 4) Bengkak pangkal batang Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E. Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. http://www.kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).go.kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). 2) Karat daun Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. batang. Pengendalian non. 5) Mosaik (belang-belang) Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun. Pengendalian non-kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan. Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin. Gejala: daun menguning dan belang-belang. M. 021 316 9166~69. ex Pr.id . Pengendalian non. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril. sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. pemeliharaan tanaman secara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Daun yang terserang akan mudah berguguran. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu.) Schlecht. Fax.F Sm et Town. lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur). Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan.) Conn. kelopak dan tajuk bunga. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan.2. Dapat pula terjadi pada tangkai daun.

021 316 9166~69. 021 316 1952. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . penyemprotan membongkar TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida untuk pengendalian serangga vektor.intensif. Fax. dan Hal.H.go. http://www. M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. 021 316 1952. terutama unsur N. dan berbintil-bintil hitam. M. Jl. dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi. dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat. sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman. 021 316 9166~69. 8) Busuk bunga Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. http://www. 9) Penyakit Fisiologis Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi). Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil. Pengendalian non. Fr. Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit.ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daundaun tua.kimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi).) Tjokr. Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat. 7) Jamur upas Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. Pengendalian: pemberian pupuk berimbang. kurang Nitrogen.go. 8. yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass. PANEN 8.1. sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. et Br.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. dan Kalium. 6) Bercak daun Penyebab: dua patogen. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). dan lambat laun batang akan membusuk serta mati. P2O5. Fax. Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin. dan Alternaria sp. Untuk tujuan bunga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil. kemudian diolesi cat/ter. Phosfor. Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujaumuda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang.

12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. Fax. Jl. http://www. M.go.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh.

bersih dan steril.H. tampah/ember berisi air bersih). M. Prakiraan Produksi Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120. 9. 8. b. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun. 8.000 kuntum/hektar/tahun.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). http://www. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya. layu dan busuk pisahkan secara tersendiri. Periode Panen Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Jl. Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun. 8.4.3. 9. 021 316 9166~69. Penyortiran dan Penggolongan 1) Sortir bunga yang rusak. 2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis. PASCAPANEN 9.000–280. Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari. Pengumpulan 1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: a. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam.go. Fax. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar. Cara Panen Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun.id . 021 316 1952. 2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur: Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik.1. ukuran bunga. kesuburan tanah.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952.H. Jl. M.ristek.id . 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

800.150. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.40. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga. 1) Biaya produksi a.100. 5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab. 300. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 175..180. 40.go.32. 9.000. Rp.Furadan 2 kg @ Rp.NPK 20 kg @ Rp. Penyimpanan 1) Untuk bunga potong mawar.Urea 30 kg @ Rp. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm.500. 2.000.4. dingin. Pengemasan dan Pengangkutan 1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatanikatan. 3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar. Jl. Rp. dan sirkulasi udara baik. 25.000. Rp. 4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air.650.000. M. 021 316 9166~69.Rp.Rp. simpan di tempat/ruangan teduh. 021 316 1952. 200.000 kg @ Rp.750.id .000.TSP 100 kg @ Rp.-/kuntum. http://www. 16.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Pupuk kandang 2.45.1. Rp. 10. Produksi per m /tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp.000. Rp.. 9.Rp. 1..000. 2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bunga dipisahkan ke dalam dua grade. Fax. terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh. lembab.000. Rp.000. 1. simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %.500.Pupuk daun ± 5 liter @ Rp. grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm. Pestisida .. Bibit : ± 3300 batang c.49. Rp.H.Insektisida 4 kg @ Rp. 2) Untuk bunga mawar tabur. 1.ristek.000. Pupuk .KCL 30 kg @ Rp.. 1.3.d. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m selama 1 tahun yang 2 dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor..000. Sewa lahan b.000.200.000.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.id . Jl. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax. 021 316 1952.ristek.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

.Penunggu 1 orang 1 tahun f. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.2.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah. 75. 500. 436.id .000.Penyiangan & pemupukan susulan 1 th.H. 100. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25.Rp.950.000. Rasio output/input Catatan : HKP = Hari kerja Pria. Permintaan bunga mawar ± Hal.Pembuatan bedengan 10 HKP .000.500. 300. ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut.000.Rp.000. 60.Rp.000 x Rp 200.Rp.Panen dan pascapanen . HKW = Hari Kerja Wanita 10.000. 200.000. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan : 55. Jl. 11.Pemangkasan . 021 316 9166~69. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Tenaga kerja .go. 021 316 1952.000.8 miliar per tahun. 300.881 ton.Rp.500.Pengolahan tanah borongan .Pengairan selama 1 tahun . http://www.911 Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi.Penanaman 10 HKW .243.- = 1. tabur dan tanaman pot.Rp. 1.000. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat.- Rp.Rp. 50.e.Penyemprotan selama 1 tahun .000.000. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda. Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda.756. karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4.3) Keuntungan 4) Keuntungan per bulan 5) Parameter kelayakan usaha 1. 100. maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar. 120.Fungisida 4 liter @ Rp. M.000.Rp. 5.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri.500. Fax.Rp. 5.Rp.000.Pemasangan pupuk kandang .ristek. 30. terutama di kota-kota besar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.Rp.000. 100. Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong. Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia.Rp.

mutu B> 6.3. syarat penandaan dan pengemasan.2 3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai a.mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas.5. syarat mutu.5. mutu C>1. 11.go.5. tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik. 021 316 1952. mutu B>2.1. mutu B=0.000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar.5. mutu C=2539 b. 11.5. deskripsi. Ruang Lingkup Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup. klasifikasi. bebas organisme pengganggu tumbuhan. ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar. Type standar (cm): mutu AA>2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu C<6 4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0. mutu A=0. Type spray (cm): mutu AA>55. mutu A> 6. mutu C>2. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan kualitasnya. ukuran seragam. mutu A>2. mutu B=40-54. mutu B>1. mutu B=35-45. mutu A=idem. mutu B=idem. Fax. 021 316 9166~69. A dan B Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut: 1) Panjang tangkai a. tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga. b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang.ristek. http://www. Tipe spray (cm): mutu AA>1. mutu C< 35 2) Diameter kuncup bunga 1/2 mekar a. cara pengambilan contoh. yaitu: a) Mutu AA: sempurna. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6. M. mutu C<5 5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3. cara uji. mutu C=idem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu A=46-55.id . terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 20. 11. STANDAR PRODUKSI 11.H.2. Jl.5.0 b. mutu A>1. c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang d) Mutui C: selain AA. Tipe standar (cm): mutu AA>65. bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna. mutu A=55-64. Diskripsi Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998.

mutu A=idem.6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam. 021 316 9166~69. 16/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu B=idem. Jl.id . mutu A=idem. 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. mutu C=idem Hal. mutu C=idem 7) Warna Bunga: mutu AA=seragam.H. http://www. mutu B=idem. Fax.ristek.

contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5.id .5. http://www. mutu B=10. tdk bercabang. mutu C<15 11. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300.H.tdk pecah. mutu C=idem 10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0.000 kemasan. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. tdk pecah. mutu B=0. mutu B=idem. Jl. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. mutu A=5. Pengemasan Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. mutu C=kurang kuat/lurus. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli.4. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus. baik. mutu A=idem. M. mutu B=idem. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. mutu A=0. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. mutu A=idem. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1. contoh yang diambil semua. tidak bercabang 9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. 11. bersih dan kering serta berventilasi. mutu A=0. 021 316 1952. mutu B=0. Fax. 021 316 9166~69. mutu C<5 11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0.go. mutu C<5 12) Toleransi.ristek.

021 316 9166~69. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Fax.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M.id . Jl. 021 316 1952.ristek.

Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 021 316 1952. Soekarno dan Nampiah. 021 316 9166~69. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Jakarta : Penebar Swadaya. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. Jakarta. Rahmat.go. Mawar. Mawar. 1995. 1990. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Jl.ristek.H. DAFTAR PUSTAKA 1) 2) Rukmana. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

go. 021 316 1952. Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh). Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali). 2. SEJARAH SINGKAT Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici. http://www. Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor). Fax. Menyuru (Banda). Hal. yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum.ristek. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. parkeri di kawasan India Barat Laut. Manduru (Menado). Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya. Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. JENIS TANAMAN Diantara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias. Jl. Melur (Gayo dan Batak Karo).id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELATI ( Jasmine officinalle ) 1. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle). Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara.H. 021 316 9166~69. serta Malete (Madura). Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae.

Jl.ristek. Grand Duke of Tuscany. melati pimrose). pubescens willd). Purbalingga dan Tegal. volibile. Bunga pink dan harum. Ait. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Menur dan Rose Pikeke b) Jasmine.. Fax. c) Jasmine officinale (melati casablanca. 4. Jenis. Spanish Jasmine) sinonim dengan J. Hal. m. f) Jasmine mensyi (Jasmine primulinum. terutama di Kabupaten Pemalang. poncosudo. M. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah. 5 meter. farmasi.. floribundum=Jasmine grandiflorum). 021 316 9166~69. http://www. J. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bahan industri minyak wangi. multiflorum (Star Jasmine) c) Jasmine officinale (melati Gambir) 3. kosmetika. antara lain varietas: Maid of Orleans.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kedudukan tanaman melati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Oleales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L) W. d) Jasmine rex (melati Raja. bintang) i) Melati hibrida. MANFAAT TANAMAN Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur.H. perdu setinggi 1. Sambac (melati Putih). 021 316 1952. Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut: a) Jasmine sambac Air (melati putih. J. e) Jasmine parkeri Dunn (melati pot). puspa bangsa) b) Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir.id . penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. King Jasmine).go. Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain: a) Jasmine. parfum. g) Jasmine revolutum Sims (melati Italia) h) Jasmine simplicifolium ( melati Australia. Star Jasmine.

Meskipun demikian. latosol dan andosol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 9166~69. 3) Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. 021 316 1952. 6.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.600 m dpl. serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah. seperti di Kabupaten Tegal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.1. 2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Penyiapan tempat semai: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat. banyak mengandung bahan organik dan memiliki.600 m dpl. 5. Media Tanam 1) Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Di sentrum produksi melati.id .2.H. http://www. Iklim 1) Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Benih Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. Fax. Melati putih (J. aerasi dan drainase baik.sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl. subur. M.ristek. Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl). gembur. 2) Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.1. sedangkan melati Star Jasmine (J. 5. 3) Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5– 7.3. 4) Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah). Jl.

Fax.id .ristek. 021 316 1952. Jl. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah. kapur bakar (Quick lime. 4) Pemupukan Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah.Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. M.id .Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. .Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. b) Pemeliharaan bibit stek: . kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas.Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. 3) Pengapuran Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran.{Ca(OH)2}. . 021 316 9166~69. tinggi 30-40 cm. . 6. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}.Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. Jl. medium semai (campuran tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . pasir steril/bersih). Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma).Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari. pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. Fax. . Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan. 021 316 1952.Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman. pasir dan pupuk organik (1:1:1). http://www. b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur. . kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2) Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm. jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.H. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg.2. serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

M. Fax.ristek.H. http://www. 021 316 1952.id . 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

air dan unsur hara. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman.5 m. Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. 2) Pembuatan Lubang Tanam Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. M. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit. kebun melati sering ditumbuhi rumputrumput liar (gulma). saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas. 021 316 9166~69. Fax. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari.0 m x 1.5 m). 2) Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm.000 lubang tanam (jarak tanam 1.ristek. Jl.H. bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1.4. 3) Cara Penanaman Jarak tanam dapat bervariasi. kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Sebulan sebelum tanam. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam.go. tergantung pada bentuk kultur budidaya. 021 316 1952. Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. 6. stratos/asam humus GroMate . Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. Hal. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam.id .3.

5) Waktu Penyemprotan Pestisida Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga.500 ppm bila digunakan Ethrel. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah.go. Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm.00) atau sore hari (pukul 15. terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P). 021 316 1952. http://www. sedangkan jenis Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kecuali pada beberapa jenis melati. saat berbunga. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. kemudian ditutup dengan tanah. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan. 021 316 9166~69.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.id .H.ristek.000 ppm–5. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan. jenis melati putih (J. seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09.30-16. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. Konsentrasi yang dianjurkan 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yakni 1. STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun.45 kg/ tanaman. Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. Fax. 6) Lain-lain Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5. M. sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat. Jl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.id . Fax. 021 316 9166~69.go. M. 021 316 1952. http://www.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 7. Cascade 50 EC/Lannate L .id . Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar. misalnya Decis 2. Jl.pergiliran tanaman yang baik . Fax. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil. 3) Thips (Thrips sp) Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae.penggunaan tanaman perangkap. terutama daun-daun muda (pucuk).sanitasi kebun . Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. http://www. prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . officinale var.ristek. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). 7. M. 2) Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.go. memelihara.mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk.penggunaan bibit sehat . patogen) dengan cara: memasukan. Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN melati Spnish Jasmine (J. a. Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: . perdator. HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit.5 EC. memperbanyak. melepaskan musuh alami . b. Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun.pemupukan berimbang . Hama 1) Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus. 021 316 1952. c. misalnya Decis 2. Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 EC.1. 021 316 9166~69. Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .H. Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuhmusuh alami hama (parasitoid.

go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . Fax.

misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC. Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects).. 5) Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Gejala: bunga busuk. daun yang letaknya dekat permukaan tanah. sehingga proses fotosintesis (metabolisme). Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu Ilmu pada bagian tanaman terinfeksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ranting dan pucuk tanaman melati. Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. M. Fusarium sp dan Phoma sp. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. menyerang dengan cara mengisap cairan sel. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan. Jl. 021 316 9166~69. Fax. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu.H. http://www. 7.id . 4) Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran. unionalis. Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P.go. seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2. 2) Hawar benang (Thread Blight) Penyebab: jamur Marasmiellus bagian cabang tanaman melati. 6) Hama Lain. Penyakit 1) Hawar daun Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn.ristek.2. Bergerombol menempel pada cabang. 4) Jamur upas Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor.5 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: menyerang Gejala: menyerang 3) Hawar bunga (Flower Blight) Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP . scandens (Mass). Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus.

dan Meliola jasmini Hansf. 021 316 1952. Fax. http://www.go.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN apnodium sp. M. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Hal.ristek.H. Jl. et Stev. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata.

id . Gejala: bercak-bercak berwarna coklat 6) Karat daun (Rust) Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze). Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu.go.ristek. PANEN 8. 8. 8) Penyakit lain Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. 8. Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Jl. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu.1. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. 7) Antraknosa Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam.H. yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas. penyebab abnormilitas perakaran tanaman. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 8. Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan). http://www.2. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Bercak daun Penyebab: jamur Pestaloita sp. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. terutama pada bagian daun. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua.3. Selanjutnya. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sampai kehitam-hitaman pada daun. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back). 021 316 1952. 021 316 9166~69.

http://www. M.go. 021 316 9166~69. Fax.ristek. 021 316 1952. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

sebagai pewangi teknis.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. 021 316 9166~69. c) Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik. b) Minyak melati biasa.id .1. d) Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut: a) Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis. Lain-lain Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil. kayu/logam tahan karat. Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa. e) Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bungabunga baru/masih segar. yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati. Teknik enfleurage disebut teknik olesan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1. 9. sebagai bahan baku minyak rambut. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage.2.ristek. Jl. http://www.go.4. sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang.000kg/ha. PASCAPANEN 9. a) Minyak melati istimewa.H. d) Minyak pomade biasa. f) Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 021 316 1952. c) Minyak pomade istimewa. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1. Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan. sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C. 9. di Jawa Tengah. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar.5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0. b) Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca .

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.id . http://www.go. Fax.

ROI 3.2.750.H. b) Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut. 1) Biaya produksi 1.425. 1. 750.960. e) Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna. Jl. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan. 50. Fax.Rp. 7.- .555 kg @ Rp. ether.3) Keuntungan bersih 4) Parameter kelayakan usaha 1. d) Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar. 021 316 9166~69.5 ha 2.000. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0. 190. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. BEP 10. Alat (penyusunan alat-alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 15.id Rp. 6. 50. ecetone.Rp.000. lemak murni. O/I Ratio 2.000. 325. M.84. Pestisida 5.12. Pupuk 4. kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna.go. Gambaran Peluang Agribisnis Pengembangan usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnya bagus.Rp. Bibit 3.000.Rp. Tenaga kerja 6. Sewa lahan 0.352.790.698 Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000.ristek.Rp.637 = 0. 4. c) Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati.000.696.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Masukan bunga melati segar ke dalam tabung. 850.5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. chlorofrom.1. 10.Rp.= 1.000. ether minyak bumi) secara berkesinambungan. 000. damar dan unsur lain yang tidak menguap. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.000.Rp.

Jl.go. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952.H. M. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.id .

021 316 9166~69. Meski peluang pasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. STANDAR PRODUKSI 11. Taiwan dan Hongkong. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. contoh yang diambil semua. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. produksi bunga melati Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia. Ruang Lingkup Standar melati meliputi ruang lingkup.go. penyedap the. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. 11. M. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. contoh yang diambil sekurangKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1.4. syarat mutu.ristek. tinta. cara uji. 11. cara pengambilan contoh. deskripsi. syarat penandaan dan pengemasan.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. cat.000 kemasan. Fax. Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok untuk tani melati. http://www. 021 316 1952. Jl. 11. Thailand. pewangi. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. klasifikasi.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kilogram bunga melati. kosmetik. Korea.2. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7.H. pewangi sabun dan industri tekstil. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri minyak wangi. pestisida. Diskripsi … 11. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layak dikembangkan.

H.id . 021 316 9166~69.kurangnya 10. TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. baik. bersih dan kering serta berventilasi. http://www. Jl. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rahmat (1997). DAFTAR PUSTAKA 1) Rukmana H. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 021 316 9166~69.5. Kanisus Jakarta. M. 021 316 1952.id .go. Fax. 12. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Usaha Tani Melati. Pengemasan Bunga melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. Yogyakarta.H.

13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id .go.ristek.

021 316 9166~69. 1/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe. M. yaitu: Hal. Netted Gem. Hacken Sack dan Osage (1881–1890).) 1. melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933). JENIS TANAMAN Jenis-jenis melon yang terkenal adalah: melon Christianism (1850). Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. melon Sill Hybrid (1870). Fax. Miller Cream. 2. http://www. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. SEJARAH SINGKAT Melon (Cucumis melo L.H. melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. melon Surprise (1876).) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae. 021 316 1952. banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. melon Ivondequoit.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELON ( Cucumis melo L. melon Imperial (1935). California. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado. Untuk memudahkan sistem penanaman dan pengelompokan melon. dan Texas.ristek.

mengkilat dan aroma buah tidak harum. Karanganyar dan Klaten). Boyolali. ukuran kecil-kecil. Cina. mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan. sering untuk tanaman hias. M. (4) Cucumis melo var. Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama. 3. 4. buah memanjang dengan diameter 2. buah kecil. berurat seperti jala dan harum. awet dan tahan lama untuk disimpan. permukaan buah halus. Ciri-ciri: kulit buah keras. http://www. MANFAAT TANAMAN Buah melon dimanfaatkan sebaga makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. Sukoharjo. inodorous. SYARAT TUMBUH 5.5 cm. Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen. cantelupensis. tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Tipe Netted-Melon a. berurat dan bergambar seperti jala (net). Taiwan. Madiun. 2) Tipe Winter-Melon a. Denmark. reticulatus. Perancis.go. (2) Cucumis melo var. lebih cepat masak antara 75–90 hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b. dapat mematahkan tangkai daun. buah melon hadir di Indonesia sebagai buah impor. tangkai buah dan batang tanaman. buah lambat untuk masak antara 90–120 hari. dudain. Varietas: (1) Cucumis melo var.ristek. 2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon.id . Iklim 1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. sering digunakan sebagai tanaman hias. buah besar. kulit bersisik dan harum.5–7. buah memanjang antar 35–70 cm. flexuosus. (2) Cucumis melo var. Fax. Belanda dan Jerman.H. chito. Ciri-ciri: kulit buah halus. 021 316 1952. 5. SENTRA PENANAMAN Sebelum tahun 1980. b. 021 316 9166~69. Jepang. ukuran buah sebesar jeruk lemon. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda (Lampung) dengan varietas melon dari Amerika.1. kulit buah halus. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi. Jl. Varietas: (1) Cucumis melo var. (3) Cucumis melo var. kasar.

Jl. http://www.id .ristek. 021 316 9166~69. 2/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.H. Fax. 021 316 1952.go.

3. M. bukan dari air hujan. akan mengurangi kadar gula dalam buah. http://www. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat.8–7. Pada fase ini apabila tanaman dalam kondisi sehat maka jaringjaring pada buah diharapkan muncul secara merata. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal. 021 316 1952. 4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. Jl. Untuk mendukung pertumbuhan generatif.go. Saat tanaman melon menjelang panen.H. 5. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon.id . sebaiknya air itu berasal dari irigasi. 3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak. 6.ristek. 021 316 9166~69. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN patogen. Benih direndam kedalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam.2. Benih yang baik berada di dasar air. 2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C. 5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1.2. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. Fax. dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. kuat dan terawat baik pada awalnya. 3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. 2) Penyiapan Benih a) Pengadaan benih secara generatif Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. Tetapi. Pada fase ini tanaman memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah.

go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 3/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Jl. Fax. 021 316 9166~69. M.

pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal. myoinositol 100 mg/liter.04 mg/liter.ristek. Sebaiknya selalu menggunakan benih asli (F1 hibrid).go.Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji. direndam terlebih dahulu di dalam air selama 2–4 jam. d) Cara penyimpanan benih Benih harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari.5 psi. b) Pengadaan benih secara vegetatif (Kultur Jaringan) Dengan metoda kultur jaringan. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali. 021 316 9166~69. dan serangan hama maupun penyakit.id . Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter. Alas rumah pembibitan. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra. c) Sumber benih Untuk menanam melon kita harus mengetahui sumber benihnya terlebih dahulu. yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Cara dan Waktu Penyemaian Benih melon yang akan disemaikan. 4/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pH media dibuat 5. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian. tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah.1 N. http://www. e) Kebutuhan benih Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0.H. Fax. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0. air hujan. Kemudian benih disemaikan pada kantong plastik. Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter. M. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke Hal. serta pemeraman benih. f) Perlakuan benih Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan. perendaman. 021 316 1952. suhu 120 derajat C selama 30 menit.

Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. 021 316 9166~69. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah. Hal. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah. dengan dengan dengan dengan media b) Pembuatan Media Semai Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya. asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1. Apabila daun sejati keluar. 021 316 1952. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam.0–1. c) Pemupukan Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur nitrogen tinggi.H. http://www. yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 1.id . Untuk merangsang perkecambahan benih menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian karung goni basah. pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. pupuk kandang. contohnya dengan mencampurkan tanah. tidak mudah rebah. Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah. Fax. pasir dan pupuk kandang atau kompos. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. agar tanaman dapat tumbuh baik. Jl.ristek. Saat cuaca panas. M. Pupuk daun cukup dilakukan satu kali. kering dan layu. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1 yang telah disiapkan. dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar.5 gram/liter. 5/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit. a) Cara dan Waktu Penyiraman Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. Pupuk akar berupa pupuk kimia maupun pupuk organik tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi. b) Penjarangan Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam.go. tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari.

M. Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan. Contoh pestisida yang digunakan adalah Insektisida Dicarzol 0. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik. asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran. Fax. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan a) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. April varietas aroma. penambahan bahan organik. http://www. yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis). Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Pemberian Pestisida Pada Masa Pembibitan Pada masa pembibitan penyemprotan pestisida dilakukan apabila dianggap perlu. 5) Pemindahan Bibit Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari. 021 316 9166~69. musim dan permintaan pasar. b) Analisis Tanah Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me. maupun pemupukan. kemudian dihitung pH rata-rata.5 g/liter dan fungisida Previcur N 1. luas lahan yang tersedia. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus. regosol. Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. d) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal. dan grumosol. latosol.2.0 ml/liter.id . Penyomprotan ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan. 6/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. bedenganpun jangan sampai kekurangan air. Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya.go. 6. 021 316 1952. Hal.ristek.

Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan. 2. struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. b) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam Untuk pencangkulan dan penggarukan. dan ketiga 40% di lokasi C. dengan kedalaman ± 30–50 cm.H. lebar bedengan 100–110 cm. Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkahbongkah. Bila telah bentuk bedengan terlihat. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam. sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Pengaturan Volume Produksi Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar. Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat. Fax. biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu. (untuk dua kali cangkulan) 3. 021 316 1952. http://www. bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m. 3) Pembentukan Bedengan a) Cara Pembuatan Selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). kedua 40% di lokasi B.go. Untuk menjaga kontinuitas produksi. tinggi bedengan 30–50 cm. Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Selain perakarannya mudah menembus tanah. M. Jika tidak. dan lebar parit 55–65 cm. keadaan tanahnya harus cukup kering.ristek. Interval penanaman berkisar 2 minggu. Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik. b) Bentuk Bedengan Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi struktur tanah yang remah/gembur.id . 2) Pembukaan Lahan a) Pembajakan Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi. Setelah kering. Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan. juga akan mudah bernapas. Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut: 1. kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A. baik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek. M. 021 316 9166~69. 021 316 1952.go. Fax.id . 7/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN itu Hal. Jl.

maupun penalian. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan. Fax.2 (sangat asam): jumlah kapur 9. penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini : a) < 4. Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat. pemasangan ajir.H.4 (agak asam): jumlah kapur <0. Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air. Setelah diperoleh pH rata-rata.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perkembangan akar akan optimal. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras.6 (asam): jumlah kapur 7.0 (paling asam): jumlah kapur >10. mengurangi serangan penyakit. Jl.id .60 ton/ha e) 5. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang). yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan. Akibatnya.65 ton/ha f) 6. Kaitkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.39 ton/ha d) 5. kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm.go. Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan.24 ton/ha b) 4.28 ton/ha c) 4. http://www.6 (agak asam): jumlah kapur 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas. 021 316 9166~69.4 (asam): jumlah kapur 3. 021 316 1952.75 ton/ha 5) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP) Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan. 4) Pengapuran Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan. dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids.1 – 6. kondisi pertanaman tidak terlalu lembab. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. terutama di musim hujan. karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi. c. dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan.

Fax. 021 316 9166~69. 8/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman. 2) Penyiangan Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Jl.4. Fax. diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas.3. http://www. karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. M. 6.ristek. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon. Setelah selesai pemasangan. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm. 9/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gulma yang tidak dibersihkan Hal.id . Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru.H. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. 3) Cara Penanaman Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. 021 316 9166~69. 6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga. 021 316 1952. Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bedenganbedengan dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan.

Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari. 4) Perempalan Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. Fax. pupuk susulan II=160 kg/ha. pupuk susulan I : umur ± 20 hari.go. telah dikelentang selama 2 minggu.id . pupuk susulan III: umur + 60 hari. Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam). Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.200 kg/ha. 5) Pemupukan Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali. tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). Jl. 021 316 1952. dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. http://www. sampai tanaman akan dipetik buahnya. 3) Pembubunan Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. b) Penyiraman Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman. yaitu 20 hari setelah ditanam.H. tanah yang sebelumnya sudah diolah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit. pupuk susulan I=330 kg/ha.ristek. Dengan begitu. c) TSP: pupuk dasar=1. pupuk susulan III=440 kg/ha. cukup sehat untuk ditanami. pupuk susulan II=220 kg/ha. a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha. b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha. dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan. 6) Pengairan dan Penyiraman a) Pengairan Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya. diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk. Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). pupuk susulan I=220 kg/ha. Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman. 021 316 9166~69. tetapi tanah harus lembab. pupuk susulan II=550 kg/ha. M. tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. Saat melakukan pemupukan. Untuk memudahkan dalam pemupukan. d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha. pupuk susulan II: umur + 40 hari.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 10/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. Fax.go. http://www.

7) Waktu Penyemprotan Pestisida a) Tindakan preventif. Supaya ajir lebih kokoh lagi. 8) Pemeliharaan Lain a) Pemasangan Ajir Ajir atau tongkat dari kayu atau bilahan bambu.go. kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/liter. cabang atau buku dari tanaman tersebut). untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun. Jl. benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. 021 316 1952. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali.2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST. M. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya. jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. 021 316 9166~69. http://www. c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar.ristek.id . Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering. b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi. Pemangkasan dihentikan. Fax. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. supaya bekas luka tidak diserang jamur. kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang. mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. Tempat ditancapkannya ajir dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut.

Jl.go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 11/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id .H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www.

(2) tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1. daun tanaman layu satu per satu. M. mengering dan akhirnya mati.F. sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning.2 gram/liter . Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. Jl. Pengendalian: (1) sebelum ditanami. dan bercaknya kekuningan.0–2. Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak. (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan). Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama. Fax. 7.Sm. Penyakit 1) Layu bakteri Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin). warna daun menguning.0 ml/liter. meskipun warnanya tetap hijau.1. lahan disterilisasi dengan Basamid G 2 dengan dosis 40 g/m . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian tanaman layu secara keseluruhan. (2) benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1. Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting. Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama. 021 316 9166~69. http://www. 2) Thirps (Thirps parvispinus Karny) Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun.H. 3– 4 hari sekali. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky).2. tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. (3) penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST. Hama 1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover ) Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek. Serangan dilakukan di musim kemarau. HAMA DAN PENYAKIT 7. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang.go.

ristek. M.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

karena bersaing zat hara. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 7. Gulma Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman.3. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan. dengan mengutamakan buah yang benar. tempat tumbuh dan cahaya. sisakan minimal 2. sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan. Ciri dan Umur Panen a) Tanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar 3) Warna kulit hijau kekuningan. karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon. 3) Pemanenan dilakukan secara bertahap.1. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) bligt) Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker.2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Jl. 4) Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. (2) daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. PANEN 8. Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati.ristek.H. b) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. (3) pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter.benar telah siap dipanen. http://www. daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin. 021 316 1952. M. 8.0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah. Fax. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil. Cara Panen 1) Potong tangkai buah melon dengan pisau. 2) Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”.id . c) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari. maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya.go.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.ristek. 13/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. M.go.id . http://www.

dan seterusnya. tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama dan penyakit yang lebih rendah. Fax. 9.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai. diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi. Saat panen kerusakan buah sebaiknya dihindari akibat terbentur atau cacar fisik lainnya. 021 316 1952. Setelah menanam padi selesai. http://www. 9. Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat.ristek. Misalnya minggu I menanam seluas 2. Penyortiran dan Penggolongan Melon yang telah dipanen. 021 316 9166~69. maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. Kesalahan penanganan dalam pascapanen akan mempengaruhi kwalitas/penampilan buah melon.id .H. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan. maka memanennya harus dilakukan 2 secara bertahap. PASCAPANEN Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon dipanen. tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan.go. 8. Jl.3. Hal ini untuk tingkat kontinuitas produksi akan tercapai dan resiko tidak terjualnya buah melon akan terhindar. dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen. minggu II menanam 2 seluas 2.000 m . Prakiraan Produksi Untuk mengetahui jumlah produksi yang akan dihasilkan bagian pemasaran harus melakukan penelitian pasar. M.4. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun Hal. Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob). Untuk luas satu hektar tanaman melon diperkirakan akan menghasilkan buah melon 10–15 ton. Pengumpulan Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir.1. 14/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Periode Panen Panen dilakukan secara bertahap.000 m . karena akan mengurangi harga jual terutama untuk konsumsi pasar swalayan. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan ditambahkan 50%. 9. Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah.

Buah melon yang berkualitas bagus kemudian di lakukan penggolongan melon berdasarkan tiga kelas.go.5 kg/lebih jaring berbentuk sempurna. peti kemas melon dimasukkan ke dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar jika sampai ke tempat tujuan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 2) Kelas M2 yaitu melon berbobot 1–1. Cara menyusunnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 10. karton atau kotak plastik. Sebelum kotak ditutup. Di kargo pesawat. Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal). Selain dari kotak. buah melon diberi lapisan jerami lagi.5 kg jaringnya terbentuk hanya 70% saja. Tempat penyimpanan buah harus bersih. Fax. pengemasan bisa juga menggunakan rajutan benang yang mirip jala. kemudian dimasukkan dalam kemasan karton.TTG BUDIDAYA PERTANIAN cacat karena serangan hama dan penyakit. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan untuk melon dapat dibuat dari kayu biasa dan banyak memiliki lubang angin. Analisis Budidaya Usaha Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP. Buah yang akan di ekspor biasanya dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu.4.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Dalam karton masih dilapisi dengan jerami kering atau kertas hancuran. M. kemudian melon diberikan jerami juga dibagian atas buahnya.H.ristek. Penyimpanan Buah melon yang sudah dipetik.3. 9. 3) Kelas M3 yaitu bobot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuk sama sekali. Luas lahan 1 ha. Hal ini terjadi karena tanaman belum saatnya dipanen tapi telah mati terlebih dahulu akibat serangan hama. 021 316 9166~69. 1) Kelas M1 yaitu melon berbobot 1. Jl. Dengan kemasan seperti ini akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak dari kayu (cara tradisional). Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering.1. 9. http://www. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup tebal. 021 316 1952. tidak boleh ditumpuk satu sama lain. populasi 3. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa ke pasar tergantung jarak yang ditempuh. dan buah yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. Bila ada buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan. kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus.

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 15/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. Jl.id .ristek. Fax. 021 316 1952.H.

Rp. 4.250.800. Benih dan mulsa PHP .+ 30 HKP @ Rp.Rp. 850.Tenaga semprot 60 HKP @ Rp.Plastik semai polibag 5 kg @ Rp. 90. 1.Rp. 5.Rp. 5.000. .000..Rp. 100. Jl.800. 1.000..Rp.400. 10. 50.. 5.000 m ditaksir mencapai 6.3.000.750 kg. 315.500.250. 5.310.Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp. 5.000. Lain-lain .650.000. 350.Rp.Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat Rp. embrat.KCl 720 kg @ Rp.Rp. 021 316 9166~69.000.Plastik transparan 50 m @ Rp.000.2) Penerimaan 1..200..000.Rp.000.Belanja peralatan (3 sprayer.Rp. 150.000.Jumlah biaya produksi Rp.000. 460.000.Rp. Fax.Rp. 300. drum..000. 700.301.Pupuk kandang 27 ton @ Rp.Insektisida semprot 15 liter @ Rp.25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka 2 produksi per 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Biaya tak terduga sebesar 5% Rp.Benih melon 500 g Rp..8..Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp.96.Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp.TSP/SP-36 900 kg @ Rp.4... 16/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Penebaran pupuk kimia. Hal.Rp.000...000..725. 7..Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp.id .000. 140. 1.Rp.Rp. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2.100.Tenaga keamanan (1 bulan) Rp.000.Rp.. 375..go.Fungisida 25 kg @ Rp. 7. Panen Rp.000.7. http://www. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan .Perekat-perata 10 liter @ Rp..Tenaga panen 20 HKP @ Rp.000.000.Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp. mulsa 65 HKP @ Rp.000.000.Rp.. 190. M.000. 150.392.Rp.-. 375.ristek.5.Rp.000.+ 10 HKW @ Rp. Penyiapan bibit dan penanaman .-. 1. 108. 10. 2. 1. 1. 180. 80. 5.H..Rp.000.000.Rp. Pestisida dan pupuk daun . 900.Penanaman 50 HKW @ Rp.. 2.000.Rp.250.Rp. 7.pasang. 75.Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.Borate/Fertibor 18 kg @ Rp..000.Pupuk daun 10 kg @ Rp.Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp.620.000. 1.Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan) Rp... 5.000.000.000.000.066...000.000. 7. 10.. 5.Kapur pertanian 1. 5.Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp.000. Pupuk dan kapur pertanian .510.000. 420.000..000. 50..000. 455.050. 787..000.Urea 450 kg @ Rp.Rp.145.7. 1.000. 021 316 1952. 1.6. 675. 1. 1.-.Rp. 7.500.000.000.800 kg @ Rp.Karbofuran 36 kg @ Rp..000.2.000. dsb) Rp.ZA 630 kg @ Rp.000. 90. 540. Pemeliharaan tanaman . 7. 22. 100.350..000.Rp.188.Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp.

untuk meningkatkan pendapatan petani melon. Ruang Lingkup Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya.000. STANDAR PRODUKSI 11.748.840.go.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337. 29. kelas M3 Rp. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung.H.750. Kelas M1 = 65% x 6412. 5.875. Gambaran Peluang Agribisnis Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada.maka penerimaan penjualan melon.Rp. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual. baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri.- = 1. 10. 2. Rp. tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika.5 kg x Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura. 25% kelas M2 dan 10% kelas M3. HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari).500.500. khususnya petani melon.412.923. Fax. Jika harga melon kelas M1.5 kg x Rp. 11. 3. 6. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Diusahakan rantai teRp. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337.Rp. kelas M2 Rp.365. Di era perdagangan menuju pasar bebas. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.Jumlah penerimaan Rp.id . 4.625.000. 20.5 kg x Rp.Rp.5 kg.endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut: 1) Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi.5 kg = 6412. persaingan semakin ketat.176. http://www. Jl. 6.000. 3. 3. 021 316 9166~69. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2.Kelas M2 = 25% x 6412.1..000..000.30 Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari).ristek.2. 021 316 1952. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) Rp.-. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 .Kelas M3 = 10% x 6412. M. 4.

Jl.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. Fax. 021 316 9166~69. 17/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.ristek. 021 316 1952.

dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak. M. 11. 11.0–2. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya. 021 316 9166~69. khususnya dari bidang pertanian. 2) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga. buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2. ukuran sedang 1. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia. 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Melon yang diproduksi harus diberi merek. http://www. yaitu dengan menempelkan stiker pada buah. Jl. umur melon kurang lebih 56–65 HST. 4) Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat.id .3.4. 4) Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan. DAFTAR PUSTAKA 1) Final..5. Fax.5 kg. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon. 3) Pangsa pasar harus diperkuat. 11. Pengambilan Contoh Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya. Melon Pemeliharaan Secara Intensif Kiat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Diskripsi Berdasarkan uraian diatas. 12.ristek. Sukses Prajnanta. dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga. Pengemasan Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala.H.go. 3) Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura.5 kg. Ir. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu.

18/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1998).ristek. (Jakarta: Penebar Swadaya.H. 2) Setiadi.id . 021 316 9166~69. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beragribisnis Cetakan ke-2. Jl. Bertanam Melon. 1998) Hal. Cetakan ke-4. http://www. (Jakarta: Penebar Swadaya. 021 316 1952.

Livy. 021 316 1952.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.) 4) Tjahjadi. http://www. Fakultas Pertanian IPB. M. Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian. Jl. Ir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Sudarsono dan Winata.Bertanam Melon. 5) Fakultas Pertanian IPB. Jakarta. 1984. Bogor. Fax.id . 19/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 24352.. 021 316 9166~69. (Jakarta: Kanisius. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.ristek. 1987). Pemakaian Teknik Kultur Jaringan Sebagai Perbanyakan Melon (Cucumis melo L.H. Nur.

1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 9166~69. masuk ke Indonesia pada abad ke-15. http://www. Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. 021 316 1952.id . SEJARAH SINGKAT Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus. dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman nanas adalah: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup) Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Hal. M. Jl.go. (1599).H. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. Fax. 2. Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina.TTG BUDIDAYA PERTANIAN NANAS ( Ananas comosus ) 1. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan.

Queen (daun pendek berduri tajam. eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. 4. Subang dan Palembang.id . seperti selai. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Afrika Selatan. 021 316 9166~69.B. berduri halus sampai kasar. Fritzmuelleri. M. SENTRA PENANAMAN Penanaman nanas di dunia berpusat di negara-negara Brazil.go. buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar. Malaysia dan Indonesia terdapat di daerah Sumatera utara. sebagai obat penyembuh penyakit sembelit. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil. A. Mexico dan Malaysia. Pada masa mendatang amat memungkinkan propinsi lain memprioritaskan pengembangan nanas dalam skala yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar. 3. sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat. 021 316 1952. Jawa Timur. yaitu : Cayene (daun halus. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana.ristek. braceteatus (Lindl) Schultes. mual-mual. misalnya A. ananassoides (Bak) L. Penyakit kulit (gatal-gatal. terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas.H. Disamping itu. buah besar). Smith. Riau. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias. Pantai Gading. erectifolius L. Berdasarkan habitus tanaman. tidak berduri. flu. buah lonjong mirip kerucut). buah dalam sirop dan lain-lain.B. Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. Jl. Hal. Smith. protease atau peptide).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Ananas : Ananas comosus (L) Merr Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak. wasir dan kurang darah. Hawaii. buah silindris atau seperti piramida). dan A. Puerte Rico. Mexico dan Puerte Rico. MANFAAT TANAMAN Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya. Sumatera Selatan dan Jawa Barat. Filipina. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. Kenya. http://www. A. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap. gangguan saluran kencing. Di Asia tanaman nanas ditanam di negara-negara Thailand. Buah nanas mengandung enzim bromelain. Fax. sehingga disukai masyarakat luas.

ristek.690 hektar atau 25. Hal yang harus diperhatian adalah aerasi dan drainasenya harus baik. B. E (daerah agak kering) dan F (daerah kering). dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam. Tipe iklim A terdapat di daerah yang amat basah. baik tipe iklim A.H. F. Media Tanam 1) Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas. Meskipun demikian. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. Kalium. subur.1. Magnesium. namun nanas sangat suka jika ditanam di tempat yang agak miring. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6. Kalsium. lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir. SYARAT TUMBUH 5. 4) Suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman nanas adalah 23-32 derajat C. Sedangkan tanah yang asam (pH 4. C maupun D. 3) Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan unsur-unsur hara yang dapat larut di dalamnya.24% dari sasaran panen buah-buahan nasional (657. B (daerah basah).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Luas panen nanas di Indonesia + 165. http://www. dan Molibdinum dengan cepat. gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah.5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor. C (daerah agak basah). sehingga begitu ada air yang melimpah. tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 derajat C.5. begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering. tidak becek (menggenang). E. 5. 5.2.id . Jl.go. Fax. Iklim 1) Tanaman nanas dapat tumbuh pada keadaan iklim basah maupun kering.000 hektar). sebab tanaman yang terendam akan sangat mudah terserang busuk akat. Akan tetapi kandungan air dalam tanah jangan terlalu banyak. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 3371% dari kelangsungan maksimumnya. 021 316 1952. 2) Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4.5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. Belerang. M. 021 316 9166~69. 4) Kelerengan tanah tidak banyak berpengaruh dalam penanaman nanas. 2) Pada umumnya tanaman nanas ini toleran terhadap kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun.5-6. Akan tetapi tanaman nanas tidak toleran terhadap hujan salju karena rendahnya suhu. D (daerah sedang).

H.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M. Jl.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

bebas hama dan penyakit.1. 6. mahkota buah dan stek batang. M. Tunas batang dan stek batang. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit. 021 316 1952. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal. Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak. Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong Hal. jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit. dan mudah dalam pengangkutan. jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman. pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. Ketinggian Tempat Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bentuk daun lebih langsing. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari bagian batang yang terletak di dalam tanah. 1) Persyaratan Benih Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. Pembibitan Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit. tunas buah. PEDOMAN BUDIDAYA 6.3. seragam. (jarang digunakan). sehat serta bebas dari hama dan penyakit. 2) Penyiapan Benih Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl. Jl. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang. tunas batang.H. 021 316 9166~69. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian.go.ristek. masa remaja tunas akar relatif pendek. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar.id . Fax. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang. mudah diperoleh dalam jumlah banyak. Penyiapan bibit tunas batang: memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan.2. akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.id . Media semai berupa pasir bersih dalam bak tanam.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan. Hal. setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam. M. 5) Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1.000 bibit tanaman per Ha. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44. kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas. Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit. Campuran media berupa tanah halus. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut. dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. langkah pertama yang dilakuakan adalah memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2. Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. Atau 12. http://www.15. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar.000-77. Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. 4) Pemeliharan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati. Untuk penyiapan bibit nanas dari stek.ristek. tergantung jarak tanam.go. 021 316 9166~69. ditanam di kebun. 021 316 1952. sistem tanam dan jenis bibit.5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik.5 . Jl. Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman.5 cm. 3) Teknik Penyemaian Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus.698 . Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. Fax. kesuburan tanah. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. jenis nanas.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya. Jl. bisa berakibat fatal pada produksi tanaman.5-6. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan.5). Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benarbenar matang dan siap ditanami.go.5. Bila tidak turun hujan. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur. setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5.ristek. 4) Pengapuran Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. 021 316 9166~69. namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha.H. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm.5. http://www. M. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas. Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. 5) Pemupukan Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. jarak antar bedengan 90150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam. kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air. 2) Pembukaan Lahan Untuk membuka suatu lahan. karena. 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah.2. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4.

http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.id .ristek. 021 316 9166~69.H. Fax. 021 316 1952.

Hal.ristek. 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk. dalam kurun waktu setahun. yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm. tugal atau alat lain. dan jarak antar barisan adalah 90 cm. fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah. (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam. (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN urea. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. 3) Cara Penanaman Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. 6.3. Jl. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm. 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah. khususnya nanas. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih.id . dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu.go. Fax.

Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62. M.H. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan. agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan. Bentuk pupuk berupa tablet. sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah. 2. unsur hara dan sinar matahari. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun.go. Dosisi anjuran satu tablet tiap tanaman b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA. Jl. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. 021 316 9166~69.5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan. dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro 2. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: a) Pupuk NPK tablet (Pamafert) 1.ristek. berat 4 gram setiap tablet 3. TSP. Fax.4. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. 021 316 1952. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon. sehingga drainase menjadi normal kembali. namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. http://www. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyiangan Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air. 3) Pembubunan Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas.id . Hal. atau SP-36 dan KCl 1.

kemudian menetas menjadi larva.H. 7.id . HAMA DAN PENYAKIT 7. kemudian tutup dengan tanah. 3) Lalat buah (Atherigona sp.) Ciri: berupa kumbang kecil. Gejala: menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah. Hama 1) Penggerak buah (Thecla basilides Geyer) Ciri: kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah. kemudian menjadi larva berwarna putih. bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek. berambut tipis. 021 316 9166~69. 5) Pengairan dan Penyiraman Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering. Gejala: menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri). Pengendalian: dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida. kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas. buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama. berwarma coklat/hitam. http://www. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca. Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar. M. Fax.) Ciri: Lalat berukuran kecil. meletakkan telur pada bekas luka bagian buah. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil.1. 2) Kumbang (Carpophilus hemipterus L. bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung. (2) kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. 021 316 1952. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat. larva berwarna putih kekuningan. seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: merusak/ memakan daging buah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.ristek. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. bentuk langsing berkaki 6.

021 316 9166~69. M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jl. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek.id . http://www.

2. bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang. Fax.kadang menyerang tanaman nanas. cinnamomi Rands. Penyakit busuk hati disebut hearth rot. sedangkan busuk akar dinamakan root rot. tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C. Jl. tikus. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang. 4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima) Ciri: Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1.5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. (2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang. bergerombol menutupi buah dan daun. bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat. sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat.H. Penyakit 1) Busuk hati dan busuk akar Penyebab: cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P. (2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat. M. Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis. 5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne) Ciri: Serangga berukuran kecil diameter ± 2. air yang mengalir. seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan. dan bermata besar. membuang buah yang terserang lalat buah. curah hujan tinggi. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun. 7. http://www. 6) Ulat buah (Tmolus echinon L) Ciri: Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil.id . nematoda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hingga menyebabkan busuk lunak.5 mm. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berwarna putih kekuningan/keabu-abuan. Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida Decis 2.5 mm.ristek. berwarna coklat. Gejala: menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak. 021 316 1952. bulat dan datar. alat-alat pertanian.go. serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan 7) Hama lain: rayap.

021 316 1952.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M.

c) Mata buah lebih mendatar. perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif. buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam. mengurangi kelembapan sekitar kebun. busuk bibit oleh cendawan Pythium sp. sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. Gejala: pada bagian pangkal batang. dan memotong/mencabut tanaman yang sakit. angin. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan. Gulma Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. (2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate. 021 316 9166~69. 8. dan akhirnya tanaman mati. daun. daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan. tergantung dari jenis bibit yang digunakan. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh.id ..go. dan menghindari luka-luka mekanis.H. (2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam. M. adanya luka-luka mekanis pada tanaman. seperti Dithane M-45 atau Benlate. 3) Penyakit Lain Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom. PANEN 8. pemotongan/pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit. hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. b) Tangkai ubah mengkerut. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pembusukan pada sistem perakaran. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen: a) Mahkota buah terbuka. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. 2) Busuk pangkal Penyebab: cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. 7. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya. hujan dan tanah. atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. Pengendalian: harus dilakukan secara terpadu. http://www. menanam bibit pada cuaca kering. layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya.ristek. Jl. Moreu. 021 316 1952. meliputi penggunaan bibit yang sehat.3. berbau khas. besar dan bentuknya bulat. Pengendalian: (1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah. Penyakit ini sering disebut base rot. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN nekrotis. Ciri dan Umur Panen Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 9166~69. http://www. Jl. 021 316 1952.ristek.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

2. Prakiraan Produksi Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. Pengumpulan Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi. jenis maupun tingkat kematangannya. busuk. dan ketiga 25% dari jumlah yang ada. 8.go.id . 8. Penyiapan lahan sampai penanaman dilakukan seperti cara bercocok tanam pada lahan yang baru. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar. 8. setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai. Hal. 9. Panen pertama sekitar 25%. http://www. atau mentah secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal. Pemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali.H. PASCAPANEN Buah nanas termasuk komoditi buah yang mudah rusak. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tergantung jenis nanas dan sistem tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna bagian dasar buah kuning. Fax.ristek. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar.2.1. Periode Panen Tanaman nanas dipanen setelah berumur 12-24 bulan.3. Klasifikasi buah berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam. Jl. 021 316 9166~69. kedua 50%. 9. Cara peremajaan adalah membongkar seluruh tanaman nanas untuk diganti dengan bibit yang baru. Penyortiran dan Penggolongan Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan buah yang rusak. susut dan cepat busuk. Cara Panen Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen.4. M. 9. Oleh karena itu. e) Timbul aroma nanas yang harum dan khas. 021 316 1952. memar.

150.+100 HKW 8.19. http://www. Rp.000. 1.4. Rp. Pupuk .5.000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya nanas dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya produksi 1.650. Sprayer dan alat pertanian 3..- Rp. Biaya produksi tahun ke-1 3. 2. 5..750.500.000 x Rp 750. Nilai sewa tanah per tahun 2. Pemeliharaan tanaman 200 HKW @ RP. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.000 batang @ Rp.KCl 150 Kg @ Rp.801.000. 5.500.250. 9.360. Keuntungan tahun ke-1 4. Rp.ristek.000.1.750.312. Rp.1.Rp. lalu dipilih (sortasi) berdasarkan tingkat kerusakannya agar seragam. Pengemasan dan Pengangkutan Kegiatan pengemasan dimulai dengan mengeluarkan buah nanas dari lemari pemeraman.000.Rp.750. 750. Proses pengangkutan dimulai dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan.000. 150. Pemupukan & penanaman 10 HKP @ Rp.3.+20 HKP 9.1. 10. Produksi tahun ke-1: 75% x 45.000. 6. Rp. M.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500. 25. Rp.498.Rp.000. Jl.. 1. Panen dan pascapanen 100 HKW +10 HKP 10.570. sehingga untuk menunggu harga naik maka dilakukan penyimpanan.4.Biaya lain-lain (tidak terduga 10%) Jumlah biaya produksi 2) Hasil penjualan dan laba (keuntungan) 1.Rp. 27. 600.id .750. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.000.000.000. 1. Produksi tahun ke-2: 80% x 45.000 x Rp. Pengolahan tanah borongan 7.go.400. Ukuran wadah pengemasan 60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi.000.. 3. Kemudian buah nanas dibungkus dengan kertas pembungkus lalu dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu atau dos karton bergelombang.TSP (SP-36) 200 kg @ Rp.1. Fax.570. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan jika harga turun.000. Bibit 45.Rp.Pupuk kandang 20 ton @ RP. Rp./buah 2.000..500.000.000.7. Pestisida 6.375.250.800.ZA 300 kg @ Rp. Rp. Rp. 021 316 9166~69.813.140.813. buah nanas diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran. 021 316 1952.247.000.Rp. 19.. Rp. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 5 derajat C.-/buah Rp.

id . 021 316 1952.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

ristek. Thailand merupakan negara eksportir terbesar pada tahun 1995. 11. meningkat menjadi 10. Jerman. Diskripsi Standar mutu buah nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 013166Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.997 ton pada tahun 1996.2. STANDAR PRODUKSI 11.463.28 11. Ekspor Indonesia tahun 1987 sebesar 26. sirup buah nanas dan sirup kulit buah nanas. M.36 ton pada tahun 1995. Demikian juga komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng. Pabrik pengalengan buah nanas sudah banyak di bangun. Fax. 12. Biaya produksi tanpa dihitung bibit & alat pertanian tahun ke-2 Rp. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia. terutama bila nanas diolah menjadi makanan kaleng seperti selai nanas. Dari segi nilai. B/C ratio 10. Negara tujuan ekspor adalah Perancis. cara uji. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Negaranegara di Asia Tenggara merupakan eksportir utama buah nanas dunia. 7. Hal yang perlu untuk dicermati adalah ekspor buah nanas Indonesia meningkat dalam 10 tahun terakhir. Padahal menurut proyeksi.000. yaitu sekitar 39% dari ekspor nanas dunia.952 ton meningkat menjadi 83.6.go. 021 316 9166~69.750.1. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata.766 ribu pada tahun 1996. = 1. Dalam era globalisasi ini. Impor nanas meningkat dari 0. dan Amerika Serikat. http://www. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan nanas. kebutuhan nanas dunia tahun 1996 akan naik sebesar 5% kebutuhan dunia saat ini. 021 316 1952. Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia.16 ton pada tahun 1987. 5%. peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Sedangkan untuk impor nanas Indonesia mengalami peningkatan namun dalam jumlah kecil. Ruang Lingkup Standar ini meliputi syarat mutu. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar.3) Parameter kelayakan usaha 1.H.2. Ekspor Indonesia pada tahun 1987 sebesar US$ 60. Keuntungan ke-2 Rp.350. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diantarnya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple di Lampung.id . Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditas buah nanas sangat besar.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1992. Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu, yaitu mutu I dan II. a) Kesamaan sifat varientas: mutu I=seragam; mutu II=seragam; cara uji organoleptik. b) Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; mutu II=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; cara uji organoleptik. c) Kekerasan: mutu I=keras, mutu II=keras; cara uji organoleptik. d) Ukuran: mutu I=seragam, diameter min. 9,5 cm; mutu II=kurang seragam; cara uji SP-SMP-309-1981. e) Gagang: mutu I=teropong rapi; mutu II=teropong rapi; cara uji organoleptik. f) Mahkota: mutu I=satu, utuh rapi, ukuran normal; mutu II=tidak dipersyaratkan; cara uji organoleptik. g) Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5; mutu II=maksimum 10; cara uji SP-SMP310-1981. h) Busuk (%): mutu I=maksimum 1; mutu II=maksimum 2; cara uji SP-SMP-3111981. i) Kadar total padatan terlarut (%): mutu I=minimum 12; mutu II=minimum 12; cara uji SP-SMP-321-1981 j) Kotoran: mutu I=bebas kotoran; mutu II=bebas kotoran; cara uji organoleptik. 11.4. Pengambilan Contoh 1) Produk dalam ikatan/kemasan Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan/ikatan diambil contohnya sebanyak 5 buah nanas, dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 5 buah untuk dianalisis. 1. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah sampai dengan 100 : jumlah contoh 5 2. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 101 sampai 300 : jumlah contoh 7 3. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 301 sampai 500 : jumlah contoh 9 4. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 501 sampai 20 : jumlah contoh 10 5. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah Lebih dari 1000 : jumlah contoh 15 (min) Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan di lapangan. 2) Produk dalam curah (in bulk) Sekurang-kurangnya 5 contoh diambil secara acak sesuai dengan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil dari bagian atas, tengah dan bawahserta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 10 kg untuk dianalisa. Dalam hal berat nanas yang diambil contohnya lebih dari 2 kg/buah, setiap pengambilan contoh sekurang-kurangnya terdiri dari 5 buah nanas.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1. Jumlah berat lot s/d 200 kg berat : contoh minimal yang diambil 10 kg Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2. 201 s/d 500 kg berat : contoh minimal yang diambil 20 kg 3. 501 s/d 1000 kg berat : contoh minimal yang diambil 30 kg 4. 1001 s/d 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 60 kg 5. Lebih dari 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 100 kg Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan dilapangan. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Nanas dikemas dalam keranjang bambu, peti kayu ataupun karton dengan atau tanpa bahan penyakit dengan berat bersih maksimum 40 kg. Atau diikat dengan tali, masing-masing ikatan terdiri dari maksimum 10 buah nanas. Pemberian merek untuk nanas yang dikemas dalam kemasan pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan: a) Nama barang. b) Jenis mutu. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. d) Berat bersih. e) Jumlah nanas/kemasan. f) Daerah asal. g) Produksi Indonesia. h) Tempat/negara tujuan.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius. Yogyakarta 2) Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press (UI-Press). Jakarta 3) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kanisius. Yogyakarta 4) E.W.M., Verheij & R.E. Coronel. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara II; Buah-buahan Yang Dapat Dimakan. PT. Gramedia Pustaka Utama dan Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. 5) Natawidjaja, P. Suparman. 1983. Mengenal Buah-buahan yang Bergizi. Pustaka Dian. Jakarta.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6) Rukmana, Rahmat. Yogyakarta.

1996.

Nanas

Budidaya

dan

Pascapanen.

Kanisius.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

PADI
( Oryza Sativa )

1.

SEJARAH SINGKAT

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Hal. 1/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp. Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varitas unggul nasional berasal dari Bogor: Pelita I/1, Pelita I/2, Adil dan Makmur (dataran tinggi), Gemar, Gati, GH 19, GH 34 dan GH 120 (dataran rendah). Varitas unggul introduksi dari International Rice Research Institute (IRRI) Filipina adalah jenis IR atau PB yaitu IR 22, IR 14, IR 46 dan IR 54 (dataran rendah); PB32, PB 34, PB 36 dan PB 48 (dataran rendah).

3.

MANFAAT TANAMAN

Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

4.

SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional adalah 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Dengan adanya krisis ekonomi, sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha, sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.

Hal. 2/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim a) Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. b) Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. c) Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C. d) Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. e) Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. 5.2. Media Tanam a) Padi gogo 1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara. 2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. 3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0. b) Padi sawah 1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. 2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. 3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 3/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.3. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat benih yang baik: a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan 80%. 2) Penyiapan Benih Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Padi sawah Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi. b) Padi Gogo Benih langsung ditanam di ladang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5) Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1) Pengolahan Lahan Padi Sawah a) Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. b) Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. c) Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. d) Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. e) Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata. 3) Pengolahan Lahan Padi Gogo Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: a) Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. b) Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik. c) Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. d) Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. e) Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Tanam Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 5/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacangkacangan. 2) Penanaman Padi Sawah Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar. Jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm. 3) Penanaman Padi Gogo Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara: a) Di dalam lubang tanam Kedalaman lubang 3-5 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Satu lubang diisi dengan 5-7 butir benih dan ditutup dengan pupuk kandang dan abu, debu atau tanah halus. b) Di dalam larikan Terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan bantuan kayu berujung runcing dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm. Benih ditaburkan ke dalam aluran. 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit. 2) Penyiangan Padi Sawah Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

Hal. 6/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Pengairan Padi Sawah Syarat penggunaan air di sawah: a) Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras. b) Air harus bisa menggenangi sawah dengan merata. c) Lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan. d) Air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk. e) Genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit. 4) Pemupukan Padi Sawah Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, TSP=75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha. Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai. 5) Penyiangan dan Pembumbunan Padi Gogo Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. 6) Penyulaman Padi Gogo Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. 7) Pemupukan Padi Gogo a) Pupuk organik Berasal dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria juncea yang berumur 4-6 bulan atau dari pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik dibenamkan ke tanah dengan dosisi 10-30 ton/ha.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

b) Pupuk anorganik Pupuk yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. 8) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1. Hama putih (Nymphula depunctalis) Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G. 2. Padi trip (Trips oryzae) Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP. 3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide. 7.2. Hama di Sawah a) Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 8/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga. melepas musuh alami seperti laba-laba. b) Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. Karphos 25 EC. berwarna coklat dan tidak enak. membersihkan lingkungan. peningkatan kebersihan. Opetrofur 3G. (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G. d) Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi. daun mengering dan seluruh batang kering. Tomafur 3G. IR 64.id . Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”.telurnya. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC. daun tanaman kering dan mati. mengumpulkan dan memunahkan telur. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens).H. c) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu.go. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Malai yang dihasilkan kecil. e) Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata). 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. impicticep). Pengendalian: (1) bertanam serempak. (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur. buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. melepas musuh alami seperti jangkrik. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman. Menyerang batang dan pelepah daun. Dharmabas 500 EC. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. membakar jerami. Larvin 75 WP. incertulas). Dapat menimbulkan kerugian besar. Cimanuk. f) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC. bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan. Merusak dengan cara mengisap cairan daun. Progo dsb. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dharmafur 3G. M. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut. meningkatkan kebersihan lingkungan. Kiltop 50 EC. Tanaman ada yang menjadi kerdil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Furadan 3G. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 48. penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV. kuning (T. Dimilin 25 WP.ristek. Jl. Dharmacin 50 WP. kepinding dan kumbang lebah. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Gejala: pucuk tanaman layu. http://www.

ristek.id .H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl.

intensif dan teratur. ferramaya). sanitasi. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun. buku pada malai dan ujung tangkai malai. padi dewasa busuk kering. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. puntulata. mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri.) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun.id .H. menanam padi tahan penyakit ini. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini. Penyakit a) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). Menyerang padi menjelang panen. malai. Jl. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. gelang buku. Gejala: menyerang pelepah. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. M. b) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Serangan menyebabakn daun. Gejala: menyerang daun dan pelepah. 021 316 9166~69. biji kecambah busuk dan kecambah mati. peking L. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. biji berserakan. ferraginosa dan bondol putih L. Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm. http://www. gelatik Padda aryzyvora. tangkai buah patah. g) Burung (manyar Palceus manyar. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu.3. Cimandirim IR 48. gropyokan. IR 36. bondol hitam L. Fongorene 50 WP.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pengendalian: pergiliran tanaman. buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan. Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP. Fax. penggunaan pestisida dengan tepat. pemupukan berimbang. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. 7. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum. (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200. menggenangi sawah. (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC.go. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. pipit Lonchura lencogastroides. d) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp.ristek. 021 316 1952. c) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot. menanam varitas unggul Sentani. Gejala: menyerang daun. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi. Biji berbercakbercak coklat tetapi tetap berisi. pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir.

ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS. Fax.go. 021 316 9166~69. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.id . Hal.

Serangan menyebabkan gagal panen.ristek. g) Penyakit kresek/hawar daun Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. akar membusuk. usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. menghindari luka mekanis. Fax. Pengendalian: sulit dilakukan. i) Penyakit kerdil Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36. http://www. berwarna hijau kekuningkuningan. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora. buku-buku pendek. IR 46. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. Gejala: menyerang malai dan biji muda. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar. h) Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak Penyebab: bakteri X. anakan banyak tetapi kecil. Penyakit ini sangat merugikan. mencelupkan benih pada larutan merkuri. Jl. f) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sempit. 021 316 9166~69. daun terkulai. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H. pembungaan tertunda. daun menjadi pendek. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat. pertumbuhan tanaman kurang sempurna. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga daun seperti terbakar. sanitasi lingkungan. pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP. daun mengering dan mati.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. Cipunegara. Pengendalian: menanam varitas unggul. translucens. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. j) Penyakit tungro Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps. menghindari luka mekanis. Cisadane. Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. daun kuning hingga kecoklatan. Terdapat garis-garis di antara tulang daun. tanaman padi. (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex WP. jumlah tunas berkurang. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman. 021 316 1952. batang pendek.id .

Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara. http://www. IR 42. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN malai kecil dan tidak berisi.id . IR 36. 021 316 1952.ristek. Hal. Fax. IR 48. IR 54.H. IR 46. Jl. IR 52.

waktu dapat dihemat. 8.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. c) Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang. jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML.ristek. Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu. bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. menyiangi).3. M.id . Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8. dengan alat Reaper binder. Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ciri dan Umur Panen Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga).2. panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar. butir hijau rendah. simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi. Difenex 7G.8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. 021 316 1952. PASCAPANEN a) Perontokan. kadar air gabah 21-26 %. b) Pembersihan. 021 316 9166~69. gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar). PANEN 8.4. Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual. 8. Lakukan secepatnya setelah panen.1. DMA 6 dll. Cara Panen Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen. Secara tradisional padi dijemur di halaman. Jl. http://www. Fax.H. 9. Perkiraan Produksi Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif. Jika menggunakan mesin pengering. Gulma Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. Dengan menggunakan mesin perontok. dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha. diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha.

M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl.go.id . Fax. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

.. Budidaya padi untuk mencapai keuntungan yang layak sulit diwujudkan. Pupuk .000. Sewa lahan 2.091. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras. Pestisida 5.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Perkiraan analisis budidaya padi (nasional) permusim panen dengan luas lahan 1 hektar masa tanam tahun 1999. http://www.Rp.650.918.160.72. 26.115. Pada saat penen raya. 148. Rp. Rp.750. 8.Rp. 021 316 9166~69.000.000. angkut 72 HOK @ Rp. 2.. 8.Persemaian 5 HOK @ Rp.Pemupukan 9 HOK @ Rp.705.220.201 kg (GKG) @ Rp.6. keringkan.000. Petani menjual padi ke Bulog dengan harga yang ditentukan pemerintah (saat ini seharga Rp.- Rp.120. Rp.6.1. Tenaga kerja . Rp. M. 10.. 15.000. Rp.000.600. Keadaan ini semakin memburuk dengan dihilangkannya subsidi pupuk.994.000. Rp. 1.64. bulog tidak memiliki cukup uang untuk membeli padi rakyat sehingga menunggak pembayaran ke petani.000..TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penyimpanan.037.000.ristek.SP-35: 100 kg @ Rp. 1.123. Rp.id Rp. Rp. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).000.H. Rp. 2.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 8.Rp.. Analisis Budidaya Usaha Harga padi yang sangat ditentukan pemerintah menyebabkan petani sering kali merugi karena modal dasar tidak seimbang dengan harga gabah.450.000.40.1001.PPC/ZPT 4.120.Pengolahan tanah dgn mesin 15 HOK @ Rp.000. Keadaan ini sangat merugikan petani. Panen dan pascapanen . Rp. Rp.3. 8. 6..Menanam 20 HOK @ Rp.000.600.75.Ongos angkut ke pasar 7.000. 1.000.000. 600. . 8.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.Penyiangan 15 HOK @ Rp. Rp.KCl: 75 kg @ Rp.Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp.000 .223.000. (sumber: Departemen Pertanian) a) Biaya produksi 1.000.1. Bunga bank Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 4.000. 3.Merontok.ZA: 50 kg @ Rp. 1.500/kg).Urea: 200 kg @ Rp.go. Bibit: benih 25 kg @ Rp..50.000.32. Fax.450. 021 316 1952. Rp. Jl.000. 576.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. http://www.H.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.go. 021 316 9166~69.id .

11. Jl. Bebas dari bahan-bahan kimia seperti sisa-sisa pupuk.0. Kebutuhan beras nasional tidak terpenuhi oleh produksi beras dalam negeri karena itu kita masih selalu mengimpor beras. 4. STANDAR PRODUKSI 11.go.096. 11.ristek. Namun demikiaan.0.0.3.2.H. Klasifikasi dan Standar mutu a) Persyaratan kualitatif 1. 3. Ruang lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi. 021 316 9166~69.id .0. Fax. mutu III=14. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. asam atau bau-bau lainnya.1.1 juta ton beras untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat.2. Pemerintah. pada tahun 1998 mengimpor 3.03 Beras adalah makanan pokok sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi di dunia. B/C Ratio 10. syarat penandaan dan pengemasan. 11. syarat mutu. fungisida dan bahan kimia lainnya. Bebas bau busuk. M. cara pengambilan contoh. Dengan memperhatikan hal di atas seharusnya agribisnis padi dapat menarik banyak para investor.0. insektisida. Gabah tidak boleh panas. http://www. Gabah hampa maksimum (%): mutu I=1. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. harga beras sangat ditentukan pemerintah dan tidak dinamis seperti halnya tanaman hortikultur atau perkebunan sehingga umumnya petani padi sering merugi. b) Persyaratan kuantitatif 1.0. mutu II=2. cara uji. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. dilain pihak. 2. 3. 021 316 1952. mutu III=3.745. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu II=14. Bebas hama dan penyakit.= 1. agribisnis padi akan tetap tidak banyak diperhitungkan dan diminati oleh investor di bidang pertanian. Diskripsi Standar mutu gabah di Indonesia tercantum dalam SNI 0224-19870. Tanpa perubahan tata niaga beras dan pengurangan campur tangan pemerintah.

Fax. http://www. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id .go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

0. mutu III=10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu III=7. b) Daerah asal produksi. 1990. c) Nama dan mutu barang. Butir rusak dan gabah muda maksimum (%): mutu I=1.4. 021 316 1952. Penerbit Kanisius. 6. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran.0. h) Tujuan. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia.0. Longman. mutu II=5. D.0.5. mutu II=5.0. 5. Benda asing maksimum (%): mutu I tidak ada.0. 11.0. mutu II=2. c) Griest.id .H. Fax. mutu II=5.0. Butir merah maksimum (%): mutu I=1.0. Butir rusak dan butir kuning maksimum (%): mutu I=2. mutu III=1.0.H. mutu III=10. 021 316 9166~69. Tingkat mutu gabah rendah (sample grade) adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan tingkat mutu I. mutu II=0.0. 7. Yogyakarta. http://www. mutu III=4.go. 4. Jl. Gabah varientas lain maksimum (%): mutu I=2.II dan III tidak memenuhi persyaratan kualitatif.5. b) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat.0. M. Petunjuk Perlakuan Pasca Panen Tanaman Padi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. 12. Rice. g) Nomor karung. d) Nama perusahaan/pengekspor. 1982. Pengambilan Contoh Sedangkan untuk cara pengujian mutu dan pengambilan contoh terdapat dalam “Petunjuk pengujian mutu dan pengambilan contoh “ yang disajikan tersendiri dalam pelaksanaan standar (implementasi). Budidaya Tanaman Padi. f) Berat netto. 11. e) Berat bruto. Singapore Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya.0.

ristek. Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.H. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 021 316 1952.

Padi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id . http://www. M.H. Dr & Agus Setyono. Penebar Swadaya. 1994.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Suparyono. Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 021 316 1952. Jl. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. Dr. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Proyek PEMD.ristek. Jakarta. Fax.

M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PALA ( Myristica Fragan Haitt ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. Jl.id . 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera. antara lain: 1) Myristica fragrans Houtt. Hal. 6) Myristica malabarica Lam. SEJARAH SINGKAT Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia. 4) Myristica specioga Ware. Fax. 021 316 9166~69. 3) Myristica fattua Houtt. 021 316 1952. 5) Myristica Sucedona BL.H. http://www.go. 2) Myristica argentea Ware. karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. JENIS TANAMAN Tanaman pala memiliki beberapa jenis. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa.

3) Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus. 5. 021 316 9166~69.1. Jl. pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan. 4) Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan. http://www. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri 2) Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans. luas tanaman pala di Indonesia sekitar 22. SENTRA PENANAMAN Jika dilihat data pada tahun 1971 lalu. selai pala. SYARAT TUMBUH 5. Hal. kKristal daging buah pala. misalnya: asinan pala. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Myristica sucedona. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu.ristek. sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. 1) Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar. Aceh dan Maluku. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai rempah-rempah. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua. marmelade. Iklim 1) Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. disebut “bunga pala”. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. Jenis Myristica specioga.H. 3. minuman dan kosmetik. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. dan Myristica malabarica produksinya rendah sehingga nilai ekonomisnya pun rendah pula.809 hektar dengan daerah penyebaran yang terpusat di Sulawesi. manisan pala. obat muntahmuntah dan lain-lainya. M. 021 316 1952.id . 4.go. Irian Jaya.

2. Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui. 5. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas. 2. (2) biji illegitiem. Tanaman ini peka terhadap gangguan air.5. Pembibitan 1) Perbanyakan Cara Generatif (Biji) a) Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari: 1.id . 2) Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5. Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang. Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan. maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. yaitu: (1) biji legitiem. 6. (3) biji Propellegitiem. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. 5. 021 316 1952.go. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. produksitivitas tanaman akan rendah. 021 316 9166~69. Media Tanam 1) Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur. tetapi asal putiknya jelas diketahui. subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik.5 – 6. yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui). Ketinggian Tempat Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. http://www. 3) Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan. curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun.H. M. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan. maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng. Jl. yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax.id . M. http://www. Jl.ristek. 021 316 1952.H.

Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jawa Barat. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh. Jl. BUN/9/1984. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm.go. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: KB. Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat. M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dewasa yang tumbuhnya sehat. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1. tergantung biji pala yang akan disemaikan. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat. Sulawesi Utara dan Maluku. Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi. 010/42/SK/ DJ. berbentuk agak bulat dan simetris.id . tidak terserang oleh hama dan penyakit. (2) mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik. Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. Fax. 021 316 9166~69.ristek. yaitu: Sumatera Barat.5 cm dan panjangnya 5-10 cm. paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma). Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun. telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di 4 propinsi. http://www. 021 316 1952. b) Penyemaian Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. Kemudian bijibiji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan.

4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. 021 316 1952. Fax. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl. M.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Batang/cabang yang sudah berkayu. M.go. Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak. Agar tidak tergenang air. 2) Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren) Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok). bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan. maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara mencangkok (marcotern): a) Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya. Fax. 021 316 9166~69. maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar. tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda. Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang. Hal. 021 316 1952.H. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti.ristek. Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun. maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa. http://www. yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang. Jl. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. b) Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. bagian tengah dan bagian atas. yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan.id . Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. Bila menggunakan pembalut dari palstik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan.

Enten pangkas atau kopulasi 3.go. batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna.ristek. M. Sistem penyambungan ini ada dua cara. tanaman sudah dapat ditanam di lapangan. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama. maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Fax. Setelah 4 bulan. 4) Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting) Dalam sistem penyusuan ini. c) Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia. 3) Perbanyakan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi) Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan. Jika telah tumbuh sempurna. b) Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu. http://www. Forkert Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi). Jika batang atas daun-daunnya tidak layu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Okulasi biasa (segi empat) 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik.H. grafting) Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu : 1. penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dalam waktu 4–6 minggu. Enten sisi (segi tiga) b) Penyambungan mata (okulasi) Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 1. ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). 021 316 9166~69. maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. Jl. Setelah beberapa waktu. yakni: a) Penyambungan Pucuk (entern. kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. Okulasi “T” 3. Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 2.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.go. M.H. http://www.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.

5%.ristek. teras kredit/teras bangku. maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m. 021 316 9166~69. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0. Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu.5% larutan hormaon IBA. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0. dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. 6. 021 316 1952. http://www. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Perbanyakan Cara Stek Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0.5%. Teknik Penanaman Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. Pengolahan Media Tanam Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya.3. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam.H. di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan.6% dalam bentuk kapur.go. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0. M. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik.6%. yaitu dapat membentuk teras guludan. Fax. biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Bila bibit pala yang berasal dari cangkok. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif. kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0. biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya. Jl.id .2. maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan. bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. 6.

Jl.go.H.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

go. 021 316 1952. maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan. lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. http://www. Setelah beberapa waktu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada waktu tanaman masih muda. 2) Pada akhir musim hujan. lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah.H. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua. kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya.ristek. misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam. Fax. Pemeliharaan Tanaman Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman. tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. Urea dan KCl. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m. 6. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP. setelah dilakuakan pada akhir musim hujan. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m.id . Jl.4. hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon). sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda. M. kemudian pupuk TSP. Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. Dalam menggali lubang tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. 3) Sebelum pemupukan dilakukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Setelah bibit di tanam. 1) Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik. pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun. terutama jika pembuatannya pada musim hujan. tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu. maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam). setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar.

H. 021 316 9166~69.ristek. Fax. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 1952.

memangkas bagian yang terserang dan dibakar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya. masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.1.2. insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. Di dalam biji tersebut. 3) Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala.H. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang.coklatan pada bagian kuliat buah. 021 316 1952.go. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam.5– 1 cm. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya. M. di mana didapat serbuk kayu. 2) Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat. dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. Pengendalian: (1) membuat saluran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cabang atau ranting tanaman yang diserang. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar. telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya.ristek. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang. Fax. 2) Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman. Penyakit 1) Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor. 021 316 9166~69. Hama 1) Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian.id . Jl. jika bercak hitam itu dikupas. 7. maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan. HAMA DAN PENYAKIT 7. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua.

Jl. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pembuangan air (drainase) Hal. http://www. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id .H. M. Fax.go.ristek.

gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. 4) Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya. http://www.go. kemudian dibakar. Hal. Gejala: berupa bercak berwarna coklat. Pengendalian: dengan busuk buah kering. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang baik. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi. bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi.pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabangcabangnya yang berdaun rimbun. Jl. Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras.id .H. Fax. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. yakni 2–4 minggu sekali. fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb. 5) Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes. kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan. yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm. karbendazim dan benomi. 6) Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur.ristek. 3) Rumah Laba-Laba Menyerang cabang. baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini. M. misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon. (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida. 021 316 1952. yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin. Pengendalian: memangkas cabang. ranting dan daun. ranting dan daun yang terserang. (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua). Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun. yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan). Ciri dan Umur Panen Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan.1. dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun. jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %.H. http://www. PASCAPANEN 9. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan. Cara Pemetikan Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok).2. PANEN 8. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh. 021 316 1952. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal. 9. 021 316 9166~69. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar.go. Jl. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang). Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. 8. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari.1. Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi.id . maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. Di Daerah Banda.2. M. fuli dan bijinya dipisahkan. panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan). Hal. dan (3) yang cacat. Fax. Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) yang kurus atau keriput. buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah.ristek. 9.

misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui. c) Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus. 021 316 9166~69. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat. b) Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Biji-biji pala yang sudah kering. Jl. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: a) Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji.3. b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji. yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) 9. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah. Warna fuli yang semula merah cerah. Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia. yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). Isi biji yang sudah kering. http://www.go. kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun.H. Fax.ristek. b) Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala. kemudian diangin-anginkan. M. yaitu: a) Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9. Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru. 021 316 1952. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam. setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. kemudian dilakukan pengapuran.id .

021 316 1952.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Jl.go. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69. Fax.id .H.

11.go. Fax. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar. 10. Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan dipasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi.ristek. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi pala (biji dan fuli) setiap tahun terus meningkat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya.200 ton meningkat menjadi 10. Jl. Produksi pala pada tahun 1962 sebesar 3. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil. Jawa Barat dan Aceh. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Peranan ekspor pala itu cukup besar bagi petani. cara pengujian mutu. 021 316 1952. waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan.649 ton pertahun kenaikan produksi itu terutama disebabkan untuk perluasan tanaman pala yang sekiatar 90% merupakan pertanaman rakyat. Dalam jangka waktu 10 tahun tersebut. 021 316 9166~69.192 hektar dengan jumlah produksi sekitar 18. India dan beberapa negara penghasil pala lainya sedangkan 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi Indonesia.2. M. Analisis Budidaya … 10.H. Usaha 11. kenaikan produksi pada rata-rata 22% pertahun luas areal pala nasional pada tahun 1985 diperkirakan 70. Hanya sekitar 40% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Granada. Sulawesi Utara.1. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Irian Jaya.327 ton pada tahun 1971. STANDAR PRODUKSI 11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.id . Sulawesi Selatan.2. terutama di daerah-daerah Maluku.

go. Jl. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.id . 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. Fax. http://www. M.

Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna. diserang hama dan penyakit 4. Fax. bentuk serta kematangan dari fuli.W.P. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik. berkeriput 3. biji relatif berat 2. 2) Pala kupas RIMPEL: 1. ringan Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut.ristek.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan. ada kerusakan mekanis 3. 021 316 9166~69. kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Pala kupas ABCD: 1. Hal. keadaan fuli tidak utuh lagi. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik.W.P. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil. keadaan fuli utuh. misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesagesa. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg). 021 316 1952. tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan. warnanya hitam. bji relatif berat 2.id . lapuk dan mudah pecah. kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda. tidak diserang hama/penyakit 4.H. biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah. warnanya bagus (merah). http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kriteria kualitas fuli adalah: a) Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua. tidak pecah/rusak mekanis.go. c) Gruis I dan II: fuli hancur. c) Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda. berkeriput 2. Kualitas biji pala ditentukan oleh: a) Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas. Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. c) Pala kupas B. 1. biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah. bentuknya sempurna dan tidak keriput 3. dalam satu sak berat (75 kg). b) Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. Jl. tidak pecah 4. M. b) Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua. yakni: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg). tidak diserang hama/penyekit 3) Pala kupas B.

ristek. 11. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500.go. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama. minimum jumlah contoh yang diambil 15.id . Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. M.4. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. dalam satu sak berat 75 kg.P. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000.W. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg. tengah dan bawah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.H. minimum jumlah contoh yang diambil 7. minimum jumlah contoh yang diambil 10. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. minimum jumlah contoh yang diambil 9. Pengemasan Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. 021 316 1952. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua.5. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Jl. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana. Rata-rata dari setiap kualitas pala adalah sebagai berikut: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. c) Pala kupas B. Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu. minimum jumlah contoh yang diambil 5. Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. http://www.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M. Fax. 021 316 1952. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id . 021 316 9166~69.

Hatta. DAFTAR PUSTAKA 1) Sunanto. 021 316 9166~69.1993.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Budidaya Pala Komoditas Ekspor . http://www.ristek. 021 316 1952. Jakarta.H. Fax. M. Jl. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Yogyakarta: kanisius.

SEJARAH SINGKAT Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. tetapi tidak mempunyai benang sari. baik di daeah tropis maupun sub tropis. Bunga yang besar akan menjadi buah.H. http://www. 1 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi.id . Tanaman pepaya banyak ditanam orang. 021 316 1952.ristek. Fax. Jl. JENIS TANAMAN 1) Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. 2) Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PEPAYA (Cacarica papaya.go. 2. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Memiliki bakal buah yang sempurna. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala. L) 1. Hal. 021 316 9166~69. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. benang sari tersusun dengan sempurna. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). biasanya terus berbunga sepanjang tahun.

serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . dodol pepaya.go. 4. Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan: 1. 2. 2) Pepaya burung. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna. 021 316 9166~69. 3. Jl. industri farmasi dan textil. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan.H. Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi). 2) Dalam industri makanan. Yang berbuah musiman. memiliki daging buah berwarna merah semangka. yaitu: 1. 5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap. Berbenang sari 2 . Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu. 021 316 1952. MANFAAT TANAMAN 1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”. 3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria. 2. bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun. Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia. warna dan kadar vitamin.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pepaya Sempurna Memiliki bunga yang sempurna susunannya.10 dan bakal buah mengkerut. M. http://www. Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. 4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih). kejang perut dan sakit panas. harum baunya dan rasanya manisasam. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya. warna daging buah kuning. selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. Pasar Induk Kramat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. rasanya manis. 3. Fax. yaitu: 1 Pepaya semangka. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa. akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. Jawa Timur (kabupaten Malang).ristek.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go. M. Fax.H. 021 316 9166~69.id . http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 2 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

id . bunga dan buah rontok.3. 3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C. M. nama tamanan akan kurus. 2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 10002000 mm/tahun.ristek. Yogyakarta (Sleman). 4) Kelembaban udara sekitar 40%. http://www. 021 316 9166~69. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan. 2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7. 3 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sulawesi Selatan (Toraja). Iklim 1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga.H. Apabila kekeringan air.1. sebelumnya bunga-bunga betina membuka. 5. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit/Benih Sebagai bibit dipergunakan biji. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SYARAT TUMBUH 5. 3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu: a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Lampung Tengah. Perkawinan di lakukan hingga 3 kali. meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman. 021 316 1952.go. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jati DKI. Ketinggian Tempat Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl.2. 5. Hal. dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari. 6.1. Fax. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Jl. 5. Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Sulawesi Utara (Manado). daun.

Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam. Caranya biji-biji. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua. yakni 1 cm. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0. Disiram setiap hari. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. 5) Pemindahan Bibit Bibit-bibit yang sudah dewasa. Dengan pemeliharaan yang baik. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar. 2) Penyiapan Benih Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). 021 316 9166~69.id . Biji-biji yang sudah dikeringkan. Jl. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan. Fax.ristek. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. M. biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Biji yang segar digunakan sebagai bibit. Hal. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. 4 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cukup sedalam biji.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. 021 316 1952.5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. http://www. yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari.

yang digali secara berbaris.2. Fax.id semak dan kotoran lain. maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. tinggi 20-30 cm. Apabila biji ditanam langsung ke kebun. kemudian . 2) Cara Penanaman Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu. 021 316 1952. M.ristek. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Untuk biji yang disemai. dicangkul/dibajak dan digemburkan. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan dibersihkan dari rumput. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. jarak antar bedengan 60 cm.H.go. 6. Hal. terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. 021 316 9166~69. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap.3. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan. Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. Jl. sebelum bibit ditanamkan bibit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. setelah diberi pupuk yang matang. panjang secukupnya. dengan jarak tanam 2 x 2. 4) Pemupukan Sebelum diberi pupuk. setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang.5 m. 5 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm. 3) Pengapuran Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5). tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. 2) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm.

tanaman pepaya harus sering disirami.ristek. Jl.go.H. tergantung dari keadaan. 021 316 1952. memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). 75 gramTSP. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. 2) Penyiangan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. Cara pemberian pupuk: a) Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas. 60 gram Urea. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga. c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA.4. Pada musim kemarau. 4) Pemupukan Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak. khususnya pupuk organik. 75 gramTSP. memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. M. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. dan 75 gram KCl. tergantung dari keadaan. 50 gram Urea. 3) Pembubunan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas. dicampur dan ditanam melingkar. 50 gram ZA. 021 316 9166~69. 25 gram Urea. 35 gram Urea. 75 gram TSP. 50 gram KCl. dan 40 gram KCl. memerlukan pendangiran tanah. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA. maka harus dibuatkan paritparit.id . 50 gram TSP dan 25 gram KCl.

go. 6 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www.id . 021 316 1952.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Jl.

1.2.H.ristek. Hal. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan.2. 8. http://www. untuk mencegah timbulnya serangan nematoda.leher akar. 7. 021 316 1952. PANEN 8. dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau.go. palmivora dan Pythium aphanidermatum. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica. 8. Nematoda. 7 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kuning atau hitam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. busuk buah. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang. ada yang bersayap dan tidak. 021 316 9166~69. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik. Hama 1) Kutu tanaman (Aphid). menjaga kebersihan. Menyerang buah dan batang pepaya. pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). Jl. Penyakit Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur.id . M. P. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang. roboh semai. disarankan agar tidak menanam pepaya kembali.1. bersungut dan kaki panjang. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut. HAMA DAN PENYAKIT 7. pangkal batangdan nematoda. layu dan mati. virus mosaik. Apabila lahan telah ditanami pepaya. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning. Kutu dewasa. Cara Panen Panen dilakukan dengan berbagai macam cara.

9. M. http://www. Periode Panen Panen dilakukan setiap 10 hari sekali. 9. 021 316 9166~69. perhatikan bentuk. Pengemasan dan Pengangkutan Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999. dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan. Setelah panen pertama.4. 9. Pengumpulan Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup. setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut. warna dan ukuran. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Penyortiran dan Penggolongan Pilihlah buah secara selektif. Fax. Prakiraan Produksi Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah. kelompok B buah yang sudah siap dimasak.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.4. Penyimpanan Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi).ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan.H. PASCAPANEN 9. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar.id . 10. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing.3.2. misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak. bahkan sampai 150 buah.1. 021 316 1952. 8.1. kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. 9.3. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pohon pepaya akan terus menerus berbuah.

8 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 1952.go.ristek. Fax. 021 316 9166~69. http://www. M.

98.id .000.120. Pupuk .. 5.000. 7.000. @ Rp.Total Pendapatan selama 4 tahun 3) Keuntungan 1. Rp.000.Rp.300.000. 280. 7.. 1.500. 7.000.4.000.500.Rp. Rp. Rp. Jl.H. Rp.250.3. 45. 150.000. Panen dan pascapanen .Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. Rp. Rp.1.Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp.Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp. Rp.Panen 75 HKP.600.31.000. Keuntungan selama 4 tahun 2.000 kg @ Rp.Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp. 52. 8. 300.Cangkul 5 buah @ Rp. Tahun ke-4.000. Rp.500.300..000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. 700. M.5. 3.000. 2. Keuntungan rata-rata per tahun Rp. 88. Rp. 700.000. 4.31. 7.000.500. 562.225.50. 021 316 9166~69. http://www.000.418.000.600. Bibit 2.000. 240. 6. 5.125. 800.500.31.281. Rp.000 kg @ Rp. @ Rp.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.Rp.750.500. 700.(th ke-2s/d ke4) 7.800. 45.-/tahun Total biaya produksi 2) Pendapatan 1.Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp. Tahun ke-1.NPK 2000 pohon @ Rp. 400. 5000.000.Pupuk kandang 500 karung @ Rp. 021 316 1952..600.Tahun Ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp.000.3.- Rp. 11.500.8.000. Tahun ke-3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500.200. 8.500.500.9.000.000. 7. 600. Pestisida . Rp.. Rp.Rp. 708.ristek.Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp.000.570.. 4.000.000 kg @ Rp.Koret 5 buah @ Rp.4. Fax. Tahun ke-2.000. 7.200..Rp.000 pohon @ Rp.Pembubunan 50 HKP/tahun. Rp.000.. Rp.. 45.000.Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp.000.600..- Hal. 10.500. 46.2. 1.000.75.25.800.000.25.Tatal Tanduk 2.000. 24.6..Arit 5 buah @ Rp.Penanaman 10 HKP @ Rp.Rp.. Pemeliharaan . Rp.000.Biaya lain @ Rp. 9 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000 kg @ Rp... 7.000.- Rp.000. Tenaga kerja .000. Rp.000.300.Rp.500.1.- Rp.700.Rp.Rp. Peralatan .go. 45.000. Rp.Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp. 700.000.500. 7. 70.500.000.000. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun 2. Rp.Dithene 2 liter/tahun @ Rp.000 kg @ Rp.

3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Parameter kelayakan usaha 1. ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi.5 kg – 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. klasifikasi dan syarat mutu. Belanda. Swedia. Jerman. mutu II 0%.H. Gambaran Peluang Agribisnis = 1. C dan D berdasarkan berat tiap buah. B. 11. mutu III 0% g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%.go. M. Mutu II 23 strip. e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%. B/C ratio 10. mutu II seragam 95%.0 kg Kelas B : Berat per buah 1. mutu III 0%.7 kg Kelas D : Berat per buah < 1. Perancis.88 Selama periode 1989-1991. cara pengambilan contoh. Mutu III 1 strip. http://www. mutu III seragam 90%.8 kg – 2. cara pengemasan. Jl.2. kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran. Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah. Klasifikasi dan Standar Mutu Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A. Mutu III benar 90% c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%.id . 021 316 1952.2. mutu II benar 95% . Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi. STANDAR PRODUKSI 11. 11. mutu III 0% f) Kadar kotor: mutu I 0%. Hal. 10 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kelas A : Berat per buah 2. b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%. yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu.4 kg Kelas C : Berat per buah 1. Diskripsi Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996.5 kg – 1. mutu II 0%. 021 316 9166~69.1. cara uji. tingkat kerusakan. terutama untuk melayani permintaan Inggris. kebenaran kultivar. a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip.5 kg atau > 3 kg Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen. mutu II 0%. 11. d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%. yang mencapai 1000 ton per tahun.ristek. Fax. Keseragaman ukuran berat. mutu II seragam 95%. mutu III seragam 90%.

go. mutu II segar < 25%. Jl. Pengambilan Contoh Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. contoh diambil secara acak. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Pengemasan Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi. 021 316 9166~69.H.5. 021 316 1952.kurangnya 10 Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur. a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurangkurangnya 5 c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dapat juga digunakan peti kayu.id . Fax.4. 11. Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar. M. http://www.kurangnya 7 d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurangkurangnya 9 e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang. mutu III segar > 25% 11.

ristek. Fax.id . Jl.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.

http://www. XV No. Kaslan A. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Yogyakarta : Kanisius. Dalam Buletin Agricultural Vol. 12 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan.id .ristek. 1975. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jakarta. 021 316 9166~69. M.go. Jakarta : Pradnya Paramita. 2) Suwarno. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya.H. Jl. 1978. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Fax. 3 3) Tohir.

Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PISANG ( Musa spp ) 1. di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang. Misalnya pisang ambon.go. Di Jawa Barat. nana atau disebut juga M. http://www. barangan dan mas. 021 316 9166~69. cavendish. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar). pisang disebut dengan Cau. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp. M. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M. susu.id .H. raja. SEJARAH SINGKAT Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). sinensis. 021 316 1952. paradisiaca var Sapientum.ristek. 2. Hal. Amerika Selatan dan Tengah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. cavendishii. M.

Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. 021 316 1952. kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba. Secara tradisional. Pada kondisi tanpa air. Misalnya pisang batu dan klutuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.id . Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon.1. Misalnya pisang nangka.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia.go. MANFAAT TANAMAN Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin. Negeri Belanda. 3) Pisang berbiji yaitu M. 021 316 9166~69. lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. tanduk dan kepok. Jl. 3. M. SENTRA PENANAMAN Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. mineral dan juga karbohidrat. Arab. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. sale pisang. 4. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Amerika Serikat dan Perancis. pure pisang dan tepung pisang.ristek. 4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca). Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Fax. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur. Singapura. paradisiaca normalis. SYARAT TUMBUH 5. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka. 5. Cina. Hongkong. air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun. Iklim 1) Iklim tropis basah. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang. kertas dsb. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian. Pisang dijadikan buah meja. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan. Australia.

2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. http://www. Jl.id .ristek. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. Jl.go.id dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas . Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan). Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat.ristek. helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar. Pembibitan Pisang diperbanyak (anakan).3. 021 316 1952.H. 1) Persyaratan Bibit Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1. Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang. di daerah setengah basah 100 . Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak. 5. Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa.520–3.5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm. http://www. Ketinggian Tempat Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. 2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. Tanah harus mudah meresapkan air. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik.07%.1. Fax. mengandung kapur atau tanah berat.800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. Pisang ambon. 021 316 9166~69. 5. nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.000 m dpl 6. 2) Penyiapan Bibit Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m.150 cm. Media Tanam 1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus.200 cm dan di daerah kering 50 . 3) Curah hujan optimal adalah 1.000 m dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. PEDOMAN BUDIDAYA 6. M.200 cm.2.

021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Satu Hal. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.id .go. Fax. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek.

juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. Buang daun-daun yang lebar. rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit.id . dilakukan pemotongan/penjarangan tunas. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi. Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut: a) Setelah dipotong. Fax. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. Jl. dilakukan pembasmian gulma. rumput atau semak-semak. prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang.go. 021 316 1952. 2) Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan. http://www.5–1% selama 10 menit. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri.ristek. 021 316 9166~69.2. d) Jika tidak ada insektisida.H. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. bersihkan tanah yang menempel di akar. pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin. 6. 3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit. e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam. c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0. Lalu bibit dikeringanginkan. Untuk membuka lahan perkebunan pisang. pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. penggemburan tanah yang masih padat.

go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H.ristek. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M.id . http://www.

Di India Barat. Jl. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan). Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15– 20 kg. sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik.4. 2) Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur. satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. 3) Perempalan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Cara Penanaman Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober).id .H. http://www. Fax. kelapa dan arecanuts. kakao. 021 316 9166~69. pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.3 m untuk tanah berat. 6.3.3 x 3. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak.go. M. Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3. 021 316 1952. 2) Penyiangan Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik.ristek. pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi.

5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. M. Fax. Jl. 021 316 9166~69. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal.id .H.go.

H. 5) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. Hal. Setelah sisir pisang mengembang sempurna. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun). http://www. 138 kg super fosfat. tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. 6) Pemberian Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma. 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. 7) Pemeliharaan Buah Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat.5 cm. 021 316 9166~69.go. M. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah. Untuk satu hektar. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan.ristek. 021 316 1952. Fax.25 cm. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0. Jarak tiap lubang 7.5 mm diberi lubang dengan diameter 1. pisang memerlukan 207 kg urea.id . batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar.

021 316 1952. kulit buah berkudis. terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: jaringan menjadi kemerahmerahan seperti berdarah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pelepah daun membelah membujur. mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam.id . Penyakit 1) Penyakit darah Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri). Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun. 7. 021 316 9166~69. keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.1. batang pisang penuh lorong. Gejala: daun layu dan putus. Fax. Hal.2. Radopholus similis). Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Gejala: pertumbuhan buah abnormal. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang. akar bengkak. 4) Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. dapat dicoba dengan insektisida Malathion. batang. 2) Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Bagian yang diserang adalah kelopak daun. M. Bagian yang diserang adalah daun.) Bagian yang diserang adalah bunga dan buah. 3) Nematoda (Rotulenchus similis. Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: tanaman kelihatan merana. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan.ristek. tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil. Jl. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun. gunakan bibit yang telah disucihamakan. Hama 1) Ulat daun (Erienota thrax. Bagian yang diserang adalah akar. http://www. bersihkan rumpun dari sisa batang pisang.) Bagian yang diserang adalah daun. 2) Panama Penyebab: jamur Fusarium oxysporum.H.go.

Misalnya Geophila repens. Ciri dan Umur Panen Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. 4) Layu Penyebab: bakteri Bacillus . 7. Cara Panen Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya. Roundup dan dalapon. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB). Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. PANEN 8. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit. 021 316 9166~69. Bagian yang diserang adalah daun pucuk. gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. tidak mudah diserang hama-penyakit. Fax. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Bintik daun Penyebab: jamur Cercospora musae.3. Penanggulangan dilakukan dengan: 1) Penggunaan herbisida seperti Paraquat. tahan naungan. Gesapax 80 Wp.go. Gunakan pisau yang tajam dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas.ristek.2. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. Bagian yang diserang adalah akar. 2) Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. Gulma Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk. Jl. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.H. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen. tidak memanjat batang pisang. M.id . Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen. Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5) Daun pucuk Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. 3) Menutup tanah dengan plastik polietilen. 8. 8. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat.1. Gejala: tanaman layu dan mati.

Fax.ristek.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

1) Biaya produksi 1 ha pisang dari tahun ke-1 sampai ke-4 adalah: 1. Untuk pengiriman ke luar negeri.3. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Jika tersedia tenaga kerja. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton.4. Fax. 10.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya pisang dengan luasan 1 ha di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.3.300.338. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 4. 5.000.000.id . Tahun ke-1 Rp.2. di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga.4. PASCAPANEN Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup.235. M. http://www.H. Perkiraan Produksi Belum ada standard produksi pisang di Indonesia. Jl. 021 316 9166~69. 8.518. Tahun ke-2 Rp.545. panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha). batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan. sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya. Tahun ke-4 Rp.ristek. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bersih waktu memotong tandan. 021 316 1952. 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. Tahun ke-3 Rp. 8. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan.go.000. 4.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Periode Panen Pada perkebunan pisang yang cukup luas. 9.

id . 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. M.

10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.150 Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko.id . http://www. 12. Tahun ke-2: 0.8 x 2. Panama.8 x 1. 7. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.363.500. Keuntungan/tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.go. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia.000 tandan 4. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha. 23.Rp.Rp. 12.000.000. Ruang Lingkup Standar ini meliputi: klasifikasi dan. 12.Rp. M.Rp.8 x 2. Tahun ke-3: 0.ristek.000 tandan 3.000. Tahun ke-4: 0. saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik. Fax.000 tandan 3) Keuntungan 1.H.000.1.000. syarat mutu. 021 316 1952. Jl.000.000. Amerika Tengah. karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang mungkin dilakukan.2. Angka ini belum dicapai di Indonesia.= 2. Di negara tersebut. Tanah dan iklim kita sangat mendukung penanaman pisang.8 x 2.925. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Tahun ke-1: 0. 11. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh. cara uji. Kolombia. 5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penerimaan tahun ke I sampai IV *) 1.000 tandan 2. 021 316 9166~69. cara pengambilan contoh.000. Jamaika. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional. Keuntungan selama 4 tahun penanaman 2. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%. STANDAR PRODUKSI 11. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil.Rp. Output/Input rasio Keterangan : *) perkiraan harga 1 tandan Rp. 6. syarat penandaan dan cara pengemasan.10.700.840. Ekuador dan Filipina.

Jl.0 b) Berat Isi (kg): Kelas A > 3.1-18. getah. Kelas B 2. Kelas C < 2. Pisahkan sesuai dengan penggolongan yang dinyatakan pada label di kemasan. Mutu II=seragam d) Kadar kotoran (% dalam bobot kotoran/bobot): Mutu I=0. Diskripsi Standar buah pisang ini mengacu kepada SNI 01-4229-1996. Mutu II=seragam c) Keseragaman Ukuran: Mutu I=seragam. Hitung persentase jumlah jari buah pisang yang dinilai mempunyai bentuk dan warna yang tidak khas untuk kultivar yang bersangkutan terhadap jumlah jari keseluruhannya. potongan daun atau benda lain yang termasuk dalam istilah kotoran yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.1-20. 11.5-3. Kelas B > 2. M. http://www. Buah yang tidsak bersudut lagi (hampir bulat) berati sudah tua 100%. amati secara visual kotorang yang ada.ristek. Mutu II=bebas h) Penyakit: Mutu I=bebas. d) Penentuan Tingkat Kerusakan Fisik/Mekanis Hitung jumlah jari dari seluruh contoh buah pisang. Kelas C < 2. Mutu II=bebas Adapun persyaratan berdasarkan klasifikasi pisang adalah sebagai berikut: a) Panjang Jari (cm): Kelas A 18.5 c) Dimeter Pisang (cm): Kelas A 2. Ukur panjang dari setiap buah contoh dan dihitung mulai dari ujung buah sampai pangkal tangkai dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur yang sesuai. c) Penentuan Tingkat Ketuaan. Fax.0.5 Untuk mencapai dan mengetahui syarat mutu harus dilakukan pengujian yang meliputi : a) Penentuan Keseragaman Kultivar. Mutu II=Mulus g) Serangga: Mutu I=bebas. amati satu persatu secara visual dan pisahkan buah yang tidak sesuai dengan untuk kultivar ang besangkutan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Mutu II=0 f) Kemulusan Kulit (Maksimum): Mutu I=Mulus. Hitung jumlah jari buah pisang yang tidak sesuai dengan kultivar tersebut. Hitung jumlah yang rusak lalu bagi dengan jumalh keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. Kelas C 14. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Tingkat Ketuaan Buah (%): Mutu I=70-80.0.0. batang. Mutu II <70 & >80 b) Keseragaman Kultivar: Mutu I=seragam.0.2.3.H. 021 316 1952. Amati satu persatu jari buah secara visual dan pisahkan buah yang dinilai mengalami kerusakan mekanis/fisik berupa luka atau memar. Hitung jumlah dari seluruh contoh buah pisang segar.5.id . Perhatikan sudut-sudut pada kulit buah pisang segar. Mutu II= 0 e) Tingkat kerusakan fisik/mekanis (% Bobot/bobot): Mutu I=0. pisahkan kotoran yang ada pada buah dan kemasannya seperti tanah. Cara kerja dari pengujian adalah .go. Kelas B 16.5. sedangkan yang masih sangat nyata sudutnya berarti tingkat ketuaan masih 70% atau kurang. 021 316 9166~69.1-16. Ukur pula garis tengah buah dengan menggunakan mistar geser. e) Penentuan Kadar Kotoran Timbang seluruh contoh buah yang diuji. b) Penentuan Keseragaman Ukuran Buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.

ristek. 021 316 1952.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www. 021 316 9166~69. Jl. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.

4. 3) Stover.id . Bandung. 1990. Pengemasan Untuk pisang tropis. Tropical Agriculture Series. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang. alasi/lapisi bagian bawah dan sisi dalam kardus dengan lembaran plastik/kantung plastik.ristek. Bertanam Pisang. Jl. Pada bagian luar dari kemasan. Fax. Sebelum pisang dimasukkan. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah pisang segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan. R. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diberi label yang bertuliskan antara lain: a) Produksi Indonesia b) Nama kultivar pisang c) Nama perusahaan/ekspotir d) Berat bersih e) Berat kotor f) Identitas pembeli g) Tanggal panen h) Saran suhu penyimpanan/pengangkutan sekurangsekurangsekurangsekurang- 12.5. Sinar Baru. Simmonads. http://www. DAFTAR PUSTAKA 1) Rismunandar.V. 11. C. 021 316 1952. lalu timbang seluruh kotorannya.V. Bandung 2) Rismunandar. Sinar Baru. Longman Scientific ang Technical. Berat kotoran per berat seluruh contoh buah yang diuji kali dengan 100%. New York. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Dapat saja kelompok (cluster) pisang dibungkus dengan plastik lembaran/kantung plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus karton. M. C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menempel pada buah dan kemasan.go. 021 316 9166~69. Banana. 1990. Contoh diambil secara acak sebanyak jumlah kemasan. kardus karton yang digunakan berukuran 18 kg atau 12 kg. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut.H & N.W. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. 1993. a) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 1–5 : contoh semua b) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 6–100 : contoh : kurangnya 5 c) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 101–300 : contoh kurangnya 7 d) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 301–500 : contoh kurangnya 9 e) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 501–1000 : contoh kurangnya 10 11.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. http://www. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952.

1998. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jakarta.ristek. 021 316 1952. M. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. Jl. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Fax. 021 316 9166~69.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.H. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Trubus no. 341.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Hendro Soenarjono.id .

Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi. kulit buah berwarna merah kuning. 2. kandungan air.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN RAMBUTAN ( Nephelium sp.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. panjang rambut). http://www. JENIS TANAMAN Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang. Fax. SEJARAH SINGKAT Rambutan (Nephelium sp. warna kulit. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. kenyal.H. dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik. daging buah manis dan agak kering. 021 316 9166~69.go. Jl. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah. ngelotok dan daging buahnya tebal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis.id . halus. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bentuk. ) 1.

1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.id . M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.go. Jl. Fax. http://www.ristek.

dengan rambut halus dan rapat. Fax.H. Kuningan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik. 021 316 1952. Lumajang dan di Garut. SYARAT PERTUMBUHAN 5.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun 3) Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam. mikro yang menyehatkan keluarga. 5) Rambutan Sinyonya. Iklim 1) Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga. intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan. hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok. rasa manis.500-2. Malang. kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua. dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang. warna kulit buah merah tua sampai merah anggur.rasa buah manisa sam. sebagai tanaman hias. dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi. 3. lembek dan tidak ngelotok.ristek. sejenis gula yang mudah terlarut dalam air. zat lemak. jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa. banyak berair. rasanya manis dengan asam sedikit. http://www. 3) Rambutan Cimacan. MANFAAT TANAMAN Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi. Probolinggo. kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon. buah ini tahan dalam pengangkutan.go. 021 316 9166~69. 2) Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1. M. zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial. tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan. vitamin dan zat mineral makro. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5. rambut kasar dan agak jarang. Jl. zat tepung. sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan.id . 4) Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar. zat protein dan asam amino. 4.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . 021 316 9166~69.ristek. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Jl.H.

5) Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang.5 perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu. Rambutan Cimacan. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah. 021 316 9166~69.ristek. Rambutan. 6. Media Tanam 1) Rambutan dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta sedikit mengandung pasir.7 dan kalau kurang dari 5. 3) Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah. 2) Pada dasarnya tingkat/derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman perkebunan lainnya di Indonesia yaitu antara 6-6. Fax. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya. karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen antara lain: Rambutan Rapiah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah