• ALPlAKA'r • ANGGREK • ANGGlAR • APeL • nAf.lLIA • nlAKlA • GLAnl~L • f.leRSA§ • JAGlANG • JAf.

le • JAMSlA AIR • JAMSlA SIJI • JAMSlA Me're • JeRlAK • KACANG 'rANAf.I • KeneLAI • Ken~Nn~NG • KINA • KRI§AN • KlAMI§ KlACING • KlANfl'r • MANGGA • MANGGI§ • MA(f)AR • MeLA'r1 • MeL~N • NANA§ • PAnl • PALA • PePAfA • PI§ANG • RAMSlA'rAN • §AGlA • §ALAK • §A(f)~ • §eMANGKA • §INGK~NG

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

ALPUKAT / AVOKAD
( Persea americana Mill / Persea gratissima Gaerth )

1.

SEJARAH SINGKAT

Tanaman alpukat merupakan tanaman buah berupa pohon dengan nama alpuket (Jawa Barat), alpokat (Jawa Timur/Jawa Tengah), boah pokat, jamboo pokat (Batak), advokat, jamboo mentega, jamboo pooan, pookat (Lampung) dan lain-lain. Tanaman alpukat berasal dari dataran rendah/tinggi Amerika Tengah dan diperkirakan masuk ke Indonesia pada abad ke-18. Secara resmi antara tahun 19201930 Indonesia telah mengintroduksi 20 varietas alpukat dari Amerika Tengah dan Amerika Serikat untuk memperoleh varietas-varietas unggul guna meningkatkan kesehatan dan gizi masyarakat, khususnya di daerah dataran tinggi.

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi lengkap tanaman alpukat adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Anak divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledoneae Bangsa : Ranales Keluarga : Lauraceae Marga : Persea Varietas : Persea americana Mill Berdasarkan sifat ekologis, tanaman alpukat terdiri dari 3 tipe keturunan/ras, yaitu:
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 1/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Ras Meksiko Berasal dari dataran tinggi Meksiko dan Equador beriklim semi tropis dengan ketinggian antara 2.400-2.800 m dpl. Ras ini mempunyai daun dan buahnya yang berbau adas. Masa berbunga sampai buah bisa dipanen lebih kurang 6 bulan. Buah kecil dengan berat 100-225 gram, bentuk jorong (oval), bertangkai pendek, kulitnya tipis dan licin. Biji besar memenuhi rongga buah. Daging buah mempunyai kandungan minyak/lemak yang paling tinggi. Ras ini tahan terhadap suhu dingin. 2) Ras Guatemala Berasal dari dataran tinggi Amerika Tengah beriklim sub tropis dengan ketinggian sekitar 800-2.400 m dpl. Ras ini kurang tahan terhadap suhu dingin (toleransi sampai -4,5 derajat C). Daunnya tidak berbau adas. Buah mempunyai ukuran yang cukup besar, berat berkisar antara 200-2.300 gram, kulit buah tebal, keras, mudah rusak dan kasar (berbintil-bintil). Masak buah antara 9-12 bulan sesudah berbunga. Bijinya relatif berukuran kecil dan menempel erat dalam rongga, dengan kulit biji yang melekat. Daging buah mempunyai kandungan minyak yang sedang. 3) Ras Hindia Barat Berasal dari dataran rendah Amerika Tengah dan Amerika Selatan yang beriklim tropis, dengan ketinggian di bawah 800 m dpl. Varietas ini sangat peka terhadap suhu rendah, dengan toleransi sampai minus 2 derajat C. Daunnya tidak berbau adas, warna daunnya lebih terang dibandingkan dengan kedua ras yang lain. Buahnya berukuran besar dengan berat antara 400-2.300 gram, tangkai pendek, kulit buah licin agak liat dan tebal. Buah masak 6-9 bulan sesudah berbunga. Biji besar dan sering lepas di dalam rongga, keping biji kasar. Kandungan minyak dari daging buahnya paling rendah. Varietas-varietas alpukat di Indonesia dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: 1) Varietas unggul Sifat-sifat unggul tersebut antara lain produksinya tinggi, toleran terhadap hama dan penyakit, buah seragam berbentuk oval dan berukuran sedang, daging buah berkualitas baik dan tidak berserat, berbiji kecil melekat pada rongga biji, serta kulit buahnya licin. Sampai dengan tanggal 14 Januari 1987, Menteri Pertanian telah menetapkan 2 varietas alpukat unggul, yaitu alpukat ijo panjang dan ijo bundar. Sifat-sifat kedua varietas tersebut antara lain: a. Tinggi pohon: alpukat ijo panjang 5-8 m, alpukat ijo bundar 6-8 m. b. Bentuk daun: alpukat ijo panjang bulat panjang dengan tepi rata, alpukat ijo bundar bulat panjang dengan tepi berombak. c. Berbuah: alpukat ijo panjang terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan, alpukat ijo bundar terus-menerus, tergantung pada lokasi dan kesuburan lahan. d. Berat buah: alpukat ijo panjang 0,3-0,5 kg, alpukat ijo bundar 0,3-0,4 kg

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 2/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

e. Bentuk buah: alpukat ijo panjang bentuk pear (pyriform), alpukat ijo bundar lonjong (oblong). f. Rasa buah: alpukat ijo panjang enak, gurih, agak lunak, alpukat ijo bundar enak, gurih, agak kering. g. Diameter buah: alpukat ijo panjang 6,5-10 cm (rata-rata 8 cm), alpukat ijo bundar 7,5 cm. h. Panjang buah: alpukat ijo panjang 11,5-18 cm (rata-rata 14 cm), alpukat ijo bundar 9 cm. i. Hasil: alpukat ijo panjang 40-80 kg /pohon/tahun (rata-rata 50 kg), alpukat ijo bundar 20-60 kg/pohon/tahun (rata-rata 30 kg). 2) Varietas lain Varietas alpukat kelompok ini merupakan plasma nutfah Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi, Tlekung, Malang. Beberapa varietas alpukat yang terdapat di kebun percobaan Tlekung, Malang adalah alpukat merah panjang, merah bundar, dickson, butler, winslowson, benik, puebla, furete, collinson, waldin, ganter, mexcola, duke, ryan, leucadia, queen dan edranol.

3.

MANFAAT TANAMAN

Bagian tanaman alpukat yang banyak dimanfaatkan adalah buahnya sebagai makanan buah segar. Selain itu pemanfaatan daging buah alpukat yang biasa dilakukan masyarakat Eropa adalah digunakan sebagai bahan pangan yang diolah dalam berbagai masakan. Manfaat lain dari daging buah alpukat adalah untuk bahan dasar kosmetik. Bagian lain yang dapat dimanfaatkan adalah daunnya yang muda sebagai obat tradisional (obat batu ginjal, rematik).

4.

SENTRA PENANAMAN

Negara-negara penghasil alpukat dalam skala besar adalah Amerika (Florida, California, Hawaii), Australia, Cuba, Argentina, dan Afrika Selatan. Dari tahun ke tahun Amerika mempunyai kebun alpukat yang senantiasa meningkat. Di Indonesia, tanaman alpukat masih merupakan tanaman pekarangan, belum dibudidayakan dalam skala usahatani. Daerah penghasil alpukat adalah Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Sumatera, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara.

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim Hal. 3/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Angin diperlukan oleh tanaman alpukat, terutama untuk proses penyerbukan. Namun demikian angin dengan kecepatan 62,4-73,6 km/jam dapat dapat mematahkan ranting dan percabangan tanaman alpukat yang tergolong lunak, rapuh dan mudah patah. 2) Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750-1000 mm/tahun. Ras Hindia Barat dan persilangannya tumbuh dengan subur pada dataran rendah beriklim tropis dengan curah hujan 2500 mm/tahun. Untuk daerah dengan curah hujan kurang dari kebutuhan minimal (2-6 bulan kering), tanaman alpukat masih dapat tumbuh asal kedalaman air tanah maksimal 2 m. 3) Kebutuhan cahaya matahari untuk pertumbuhan alpukat berkisar 40-80 %. Untuk ras Meksiko dan Guatemala lebih tahan terhadap cuaca dingin dan iklim kering, bila dibandingkan dengan ras Hindia Barat. 4) Suhu optimal untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara 12,8-28,3 derajat C. Mengingat tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, tanaman alpukat dapat mentolerir suhu udara antara 15-30 derajat C atau lebih. Besarnya suhu kardinal tanaman alpukat tergantung ras masing-masing, antara lain ras Meksiko memiliki daya toleransi sampai –7 derajat C, Guatemala sampai -4,5 derajat C, dan Hindia Barat sampai 2 derajat C. 5.2. Media Tanam 1) Tanaman alpukat agar tumbuh optimal memerlukan tanah gembur, tidak mudah tergenang air, (sistem drainase/pembuangan air yang baik), subur dan banyak mengandung bahan organik. 2) Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat adalah jenis tanah lempung berpasir (sandy loam), lempung liat (clay loam) dan lempung endapan (aluvial loam). 3) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan alpukat berkisar antara pH sedikit asam sampai netral, (5,6-6,4). Bila pH di bawah 5,5 tanaman akan menderita keracunan karena unsur Al, Mg, dan Fe larut dalam jumlah yang cukup banyak. Sebaliknya pada pH di atas 6,5 beberapa unsur fungsional seperti Fe, Mg, dan Zn akan berkurang. 5.3. Ketinggian Tempat Pada umumnya tanaman alpukat dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi, yaitu 5-1500 m dpl. Namun tanaman ini akan tumbuh subur dengan hasil yang memuaskan pada ketinggian 200-1000 m dpl. Untuk tanaman alpukat ras Meksiko dan Guatemala lebih cocok ditanam di daerah dengan ketinggian 1000-2000 m dpl., sedangkan ras Hindia Barat pada ketinggian 5-1000 m dpl.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit yang baik antara lain yang berasal dari a) Buah yang sudah cukup tua. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 2) Penyiapan Bibit Sampai saat ini bibit alpukat hanya dapat diperoleh secara generatif (melalui biji) dan vegetatif (penyambungan pucuk/enten dan penyambungan mata/okulasi). Dari ketiga cara itu, bibit yang diperoleh dari biji kurang menguntungkan karena tanaman lama berbuah (6-8 tahun) dan ada kemungkinan buah yang dihasilkan berbeda dengan induknya. Sedangkan bibit hasil okulasi maupun enten lebih cepat berbuah (1-4 tahun) dan buah yang didapatkannya mempunyai sifat yang sama dengan induknya. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyambungan pucuk (enten) Pohon pokok yang digunakan untuk enten adalah tanaman yang sudah berumur 6-7 bulan/dapat juga yang sudah berumur 1 tahun, tanaman berasal dari biji yang berasal dari buah yang telah tua dan masak, tinggi 30 cm/kurang, dan yang penting jaringan pada pangkal batang belum berkayu. Sebagai cabang sambungannya digunakan ujung dahan yang masih muda dan berdiameter lebih kurang 0,7 cm. Dahan tersebut dipotong miring sesuai dengan celah yang ada pada pohon pokok sepanjang lebih kurang 10 cm, kemudian disisipkan ke dalam belahan di samping pohon pokok yang diikat/dibalut. Bahan yang baik untuk mengikat adalah pita karet, plastik, rafia/kain berlilin. Sebaiknya penyambungan pada pohon pokok dilakukan serendah mungkin supaya tidak dapat kuncup pada tanaman pokok. Enten-enten yang telah disambung diletakkan di tempat teduh, tidak berangin, dan lembab. Setiap hari tanaman disiram, dan untuk mencegah serangan penyakit sebaiknya tanaman disemprot fungisida. Pada musim kering hama Hal. 5/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

tungau putih sering menyerang, untuk itu sebaiknya dicegah dengan semprotan kelthane. Bibit biasanya sudah dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 9-16 bulan, dan pemindahannya dilakukan pada saat permulaan musim hujan b) Penyambungan mata (okulasi) Pembuatan bibit secara okulasi dilakukan pada pohon pangkal berumur 8-10 bulan. Sebagai mata yang akan diokulasikan diambil dari dahan yang sehat, dengan umur 1 tahun, serta matanya tampak jelas. Waktu yang paling baik untuk menempel yaitu pada saat kulit batang semai mudah dilepaskan dari kayunya. Caranya adalah kulit pohon pokok disayat sepanjang 10 cm dan lebarnya 8 mm. Kulit tersebut dilepaskan dari kayunya dan ditarik ke bawah lalu dipotong 6 cm. Selanjutnya disayat sebuah mata dengan sedikit kayu dari cabang mata (enthout), kayu dilepaskan pelan-pelan tanpa merusak mata. Kulit yang bermata dimasukkan di antara kulit dan kayu yang telah disayat pada pohon pokok dan ditutup lagi, dengan catatan mata jangan sampai tertutup. Akhirnya balut seluruhnya dengan pita plastik. Bila dalam 3-5 hari matanya masih hijau, berarti penempelan berhasil. Selanjutnya 10-15 hari setelah penempelan, tali plastik dibuka. Batang pohon pokok dikerat melintang sedalam setengah diameternya, kira-kira 5-7,5 cm di atas okulasi, lalu dilengkungkan sehingga pertumbuhan mata dapat lebih cepat. Setelah batang yang keluar dari mata mencapai tinggi 1 m, maka bagian pohon pokok yang dilengkungkan dipotong tepat di atas okulasi dan lukanya diratakan, kemudian ditutup dengan parafin yang telah dicairkan. Pohon okulasi ini dapat dipindahkan ke kebun setelah berumur 8-12 bulan dan pemindahan yang paling baik adalah pada saat permulaan musim hujan. Dalam perbanyakan vegetatif yang perlu diperhatikan adalah menjaga kelembaban udara agar tetap tinggi (+ 80%) dan suhu udara di tempat penyambungan jangan terlalu tinggi (antara 15-25 derajat C). Selain itu juga jangan dilakukan pada musim hujan lebat serta terlalu banyak terkena sinar matahari langsung. Bibit yang berupa sambungan perlu disiram secara rutin dan dipupuk 2 minggu sekali. Pemupukan bisa bersamaan dengan penyiraman, yaitu dengan melarutkan 1-1,5 gram urea/NPK ke dalam 1 liter air. Pupuk daun bisa juga diberikan dengan dosis sesuai anjuran dalam kemasan. Sedangkan pengendalian hama dan penyakit dilakukan bila perlu saja. 6.2. Pengolahan Media Tanam Lahan untuk tanaman alpukat harus dikerjakan dengan baik; harus bersih dari pepohonan, semak belukar, tunggul-tunggul bekas tanaman, serta batu-batu yang mengganggu. Selanjutnya lahan dicangkul dalam atau ditraktor, lalu dicangkul halus 2-3 kali. Pengerjaan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kering sehingga penanaman nantinya dapat dilakukan pada awal atau saat musim hujan.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Penanaman Pola penanaman alpukat sebaiknya dilakukan secara kombinasi antara varietasvarietasnya. Hal ini mengingat bahwa kebanyakan varietas tanaman alpukat tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, kecuali varietas ijo panjang yang memiliki tipe bunga A. Ada 2 tipe bunga dari beberapa varietas alpukat di Indonesia, yaitu tipe A dan tipe B. Varietas yang tergolong tipe bunga A adalah ijo panjang, ijo bundar, merah panjang, merah bundar, waldin, butler, benuk, dickinson, puebla, taft, dan hass. Sedangkan yang tergolong tipe B adalah collinson, itszamma, winslowsaon, fuerte, lyon, nabal, ganter, dan queen. Penyerbukan silang hanya terjadi antara kedua tipe bunga. Oleh karena itu, penanaman alpukat dalam suatu lahan harus dikombinasi antara varietas yang memiliki tipe bunga A dan tipe bunga B sehingga bunga-bunganya saling menyerbuki satu sama lain. 2) Pembuatan Lubang Tanam a) Tanah digali dengan ukuran panjang, lebar, dan tinggi masing-masing 75 cm. Lubang tersebut dibiarkan terbuka selama lebih kurang 2 minggu. b) Tanah bagian atas dan bawah dipisahkan. c) Lubang tanam ditutup kembali dengan posisi seperti semula. Tanah bagian atas dicampur dulu dengan 20 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. d) Lubang tanam yang telah tertutup kembali diberi ajir untuk memindahkan mengingat letak lubang tanam. 3) Cara Penanaman Waktu penanaman yang tepat adalah pada awal musim hujan dan tanah yang ada dalam lubang tanam tidak lagi mengalami penurunan. Hal yang perlu diperhatikan adalah tanah yang ada dalam lubang tanam harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya. Hal ini untuk menghindari tergenangnya air bila disirami atau turun hujan. Langkah-langkah penanaman adalah sebagai berikut: a) Lubang tanam yang telah ditutup, digali lagi dengan ukuran sebesar wadah bibit. b) Bibit dikeluarkan dari keranjang atau polibag dengan menyayatnya agar gumpalan tanah tetap utuh. c) Bibit beserta tanah yang masih menggumpal dimasukkan dalam lubang setinggi leher batang, lalu ditimbun dan diikatkan ke ajir.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

d) Setiap bibit sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2-3 minggu.

6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Gulma banyak tumbuh di sekitar tanaman karena di tempat itu banyak terdapat zat hara. Selain merupakan saingan dalam memperoleh makanan, gulma juga merupakan tempat bersarangnya hama dan penyakit. Oleh karena itu, agar tanaman dapat tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi (dicabut) secara rutin. 2) Penggemburan Tanah Tanah yang setiap hari disiram tentu saja akan semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya akar tanaman tidak dapat leluasa menyerap unsur hara. Untuk menghindarinya, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan dengan hati-hati agar akar tidak putus. 3) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yang tepat untuk menyiram adalah pagi/sore hari, dan bila hari hujan tidak perlu disiram lagi. 4) Pemangkasan Tanaman Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi fungisida/penutup luka. 5) Pemupukan Dalam pembudidayaan tanaman alpukat diperlukan program pemupukan yang baik dan teratur. Mengingat sistem perakaran tanaman alpukat, khususnya akarakar rambutnya, hanya sedikit dan pertumbuhannya kurang ekstensif maka pupuk harus diberikan agak sering dengan dosis kecil. Jumlah pupuk yang diberikan tergantung pada umur tanaman. Bila program pemupukan tahunan menggunakan pupuk urea (45% N), TSP (50% P), dan KCl Hal. 8/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(60% K) maka untuk tanaman berumur muda (1-4 tahun) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 0,27-1,1 kg/pohon, 0,5-1 kg/pohon dan 0,2-0,83 kg/pohon. Untuk tanaman umur produksi (5 tahun lebih) diberikan urea, TSP, dan KCl masing-masing sebanyak 2,22-3,55 kg/pohon, 3,2 kg/pohon, dan 4 kg/pohon. Pupuk sebaiknya diberikan 4 kali dalam setahun. Mengingat tanaman alpukat hanya mempunyai sedikit akar rambut, maka sebaiknya pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Caranya dengan menanamkan pupuk ke dalam lubang sedalam 30-40 cm, di mana lubang tersebut dibuat tepat di bawah tepi tajuk tanaman, melingkari tanaman.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama pada Daun 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Ciri: Panjang tubuh 6 cm, berwarna hitam bercak-bercak putih dan dipenuhi rambut putih. Kepala dan ekor berwarna merah menyala. Gejala: Daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. Pada serangan yang hebat, daun habis sama sekali tetapi tanaman tidak akan mati, dan terlihat kepompong bergelantungan. Pengendalian: Menggunakan insektisida yang mengandung bahan aktif monokrotofos atau Sipermetein, misal Cymbush 50 EC dengan dosis 1-3 cc/liter atau Azodrin 15 WSC dengan dosis 2-3 cc/liter. 2) Ulat kupu-kupu gajah (Attacus atlas L.) Ciri: Sayap kupu-kupu dapat mencapai ukuran 25 cm dengan warna coklat kemerahan dan segitiga tansparan. Ulat berwarna hijau tertutup tepung putih, panjang 15 cm dan mempunyai duri yang berdaging. Pupa terdapat di dalam kepompong yang berwarna coklat. Gejala: Sama dengan gejala serangan ulat kipat, tetapi kepompong tidak bergelantungan melainkan terdapat di antara daun. Pengendalian: Sama dengan pemberantasan ulat kipat. 3) Aphis gossypii Glov/A. Cucumeris, A. cucurbitii/Aphis kapas. Ciri: Warna tubuh hijau tua sampai hitam atau kunig coklat. Hama ini mengeluarkan embun madu yang biasanya ditumbuhi cendawan jelaga sehingga daun menjadi hitam dan semut berdatangan. Gejala: Pertumbuhan tanaman terganggu. Pada serangan yang hebat tanaman akan kerdil dan terpilin. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida berbahan aktif asefat/dimetoat, misalnya Orthene 75 SP dengan dosis 0,5-0,8 gram/liter atau Roxion 2 cc/liter. 4) Kutu dompolan putih (Pseudococcus citri Risso)/Planococcus citri Risso Hal. 9/ 18
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Ciri: Bentuk tubuh elips, berwarna coklat kekuningan sampai merah oranye, tertutup tepung putih, ukuran tubuh 3 mm, mempunyai tonjolan di tepi tubuh dengan jumlah 14-18 pasang dan yang terpanjang di bagian pantatnya. Gejala: Pertumbuhan tanaman terhambat dan kurus. Tunas muda, daun, batang, tangkai bunga, tangkai buah, dan buah yang terserang akan terlihat pucat, tertutup massa berwarna putih, dan lama kelamaan kering. Pengendalian: Disemprot dengan insektisida yang mengandung bahan aktif formotion, monokrotofos, dimetoat, atau karbaril. Misalnya anthion 30 EC dosis 1-1,5 liter/ha, Sevin 85 S dosis 0,2% dari konsentrasi fomula. 5) Tungau merah (Tetranychus cinnabarinus Boisd) Ciri: Tubuh tungau betina berwarna merah tua/merah kecoklatan, sedangkan tungau jantan hijau kekuningan/kemerahan. Terdapat beberapa bercak hitam, kaki dan bagian mulut putih, ukuran tubuh 0,5 mm. Gejala: Permukaan daun berbintik- bintik kuning yang kemudian akan berubah menjadi merah tua seperti karat. Di bawah permukaan daun tampak anyaman benang yang halus. Serangan yang hebat dapat menyebabkan daun menjadi layu dan rontok. Pengendalian: Disemprot dengan akarisida Kelthan MF yang mengandung bahan aktif dikofoldan, dengan dosis 0,6-1 liter/ha. 7.2. Hama pada Buah 1) Lalat buah Dacus (Dacus dorsalis Hend.) Ciri: Ukuran tubuh 6 - 8 mm dengan bentangan sayap 5 - 7 mm. Bagian dada berwarna coklat tua bercak kuning/putih dan bagian perut coklat muda dengan pita coklat tua. Stadium larva berwarna putih pada saat masih muda dan kekuningan setelah dewasa, panjang tubuhnya 1 cm. Gejala: Terlihat bintik hitam/bejolan pada permukaan buah, yang merupakan tusukan hama sekaligus tempat untuk meletakkan telur. Bagian dalam buah berlubang dan busuk karena dimakan larva. Pengendalian: Dengan umpan minyak citronella/umpan protein malation akan mematikan lalat yang memakannya. Penyemprotan insektisida dapat dilakukan antara lain dengan Hostathion 40 EC yang berbahan aktif triazofos dosis 2 cc/liter dan tindakan yang paling baik adalah memusnahkan semua buah yang terserang atau membalik tanah agar larva terkena sinar matahari dan mati. 2) Codot (Cynopterus sp) Ciri: Tubuh seperti kelelawar tetapi ukurannya lebih kecil menyerang buahbuahan pada malam hari. Gejala: Terdapat bagian buah yang berlubang bekas gigitan. Buah yang terserang hanya yang telah tua, dan bagian yang dimakan adalah daging buahnya saja. Pengendalian: Menangkap codot menggunakan

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 10/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

jala/menakut-nakutinya menggunakan kincir angin yang diberi peluit sehingga dapat menimbulkan suara. 7.3. Hama pada Cabang/Ranting 1) Kumbang bubuk cabang (Xyleborus coffeae Wurth / Xylosandrus morigerus Bldf). Ciri: Kumbang yang lebih menyukai tanaman kopi ini berwarna coklat tua dan berukuran 1,5 mm. Larvanya berwarna putih dan panjangnya 2 mm. Gejala: Terdapat lubang yang menyerupai terowongan pada cabang atau ranting. Terowongan itu dapat semakin besar sehingga makanan tidak dapat tersalurakan ke daun, kemudian daun menjadi layu dan akhirnya cabang atau ranting tersebut mati. Pengendalian: Cabang/ranting yang terserang dipangkas dan dibakar. Dapat juga disemprot insektisida berbahan aktif asefat atau diazinon yang terkandung dalam Orthene 75 SP dengan dosis pemberian 0,5-0,8 gram/liter dan Diazinon 60 EC dosis 1-2 cc/liter. 7.4. Penyakit yang disebabkan Jamur 1) Antraknosa Penyebab: Jamur Colletotrichum gloeosporioides (Penz.) sacc. Yang mempunyai miselium berwarna cokleat hijau sampai hitam kelabu dan sporanya berwarna jingga. Gejala: Penyakit ini menyerang semua bagian tanaman, kecuali akar. Bagian yang terinfeksi berwarna cokelat karat, kemudian daun, bunga, buah/cabang tanaman yang terserang akan gugur. Pengendalian: Pemangkasan ranting dan cabang yang mati. Penelitian buah dilakukan agak awal (sudah tua tapi belum matang). Dapat juga disemprot dengan fungisida yang berbahan aktif maneb seperti pada Velimex 80 WP. Fungisida ini diberikan 2 minggu sebelum pemetikan dengan dosis 2-2,5 gram/liter. 2) Bercak daun atau bercak cokelat Penyebab: cercospora purpurea Cke./dikenal juga dengan Pseudocercospora purpurea (Cke.) Derghton. Jamur ini berwarna gelap dan menyukai tempat lembab. Gejala: bercak cokelat muda dengan tepi cokelat tua di permukaan daun atau buah. Bila cuaca lembab, bercak cokelat berubah menjadi bintikbintik kelabu. Bila dibiarkan, lama-kelamaan akan menjadi lubang yang dapat dimasuki organisme lain. Pengendalian: Penyemprotan fungisida Masalgin 50 WP yang mengandung benomyl, dengan dosis 1-2 gram/liter atau dapat juga dengan mengoleskan bubur Bordeaux. 3) Busuk akar dan kanker batang Penyebab: Jamur Phytophthora yang hidup saprofit di tanah yang mengandung bahan organik, menyukai tanah basah dengan drainase jelek. Gejala: Bila
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 11/ 18

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Bila buah-buah contoh tersebut masak dengan baik. 8. Pengendalian: Oleskan bubur Bordeaux/ semprotkan fungisida Velimex 80 WP yang berbahan aktif Zineb. yang kemudian menjalar ke bagian buah. Saat dipanen.H. menimbulkan bunyi yang nyaring. Untuk memastikannya. buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar.5 gram/liter.1. Cara Panen Umumnya memanen buah alpukat dilakukan secara manual. Sebaiknya perlu diamati waktu bunga mekar sampai enam bulan kemudian. tunas mudanya jarang tumbuh.3. karena buah alpukat biasanya tua setelah 6-7 bulan dari saat bunga mekar. M. 021 316 1952. Pengendalian: drainase perlu diperbaiki. http://www. tandanya buah tersebut telah tua dan siap dipanen. jangan sampai ada air yang menggenang/dengan membongkar tanaman yang terserang kemudian diganti dengan tanaman yang baru. Periode Panen Biasanya alpukat mengalami musim berbunga pada awal musim hujan. luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman yang terserang akarnya maka pertumbuhannya menjadi terganggu. Akibat yang paling fatal adalah kematian pohon. 8.id . Pada kulit buah akan timbul tonjolan-tonjolan kecil. yaitu dipetik menggunakan tangan.go. Bila batang tanaman yang terserang maka akan tampak perubahan warna kulit pada pangkal batang. akan terdengar goncangan biji. 8. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah yang sudah tua tetapi belum masak adalah: a) warna kulit tua tetapi belum menjadi cokelat/merah dan tidak mengkilap. maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yang diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga.2. perlu dipetik beberapa buah sebagai contoh. c) bila buah digoyang-goyang. PANEN 8. 021 316 9166~69. Gejala: Bagian yang pertama kali diserang adalah ujung tangkai buah dengan tanda adanya bercak cokelat yang tidak teratur. Jamur ini menyerang apabila ada luka pada permukaan buah. Jl. 4) Busuk buah Penyebab: Botryodiplodia theobromae pat. Fax. dan musim Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penetapan tingkat ketuaan buah tersebut memerlukan pengalaman tersendiri. dengan dosis 2-2.ristek. b) bila buah diketuk dengan punggung kuku.

021 316 1952.ristek. Di Hal. Januari. M. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berbuah lebatnya biasanya pada bulan Desember.go. dan Februari. http://www.id . 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl.

maka buah harus diperam terlebih dulu. 9. M. Ukuran buah seragam.ristek. Tidak cacat. 021 316 1952. http://www.id .3. semua syarat tadi tidak terlalu diperhitungkan. Pesanan paling banyak adalah yang berbentuk lonceng. Buah yang banyak diminta importir untuk konsumen luar negeri adalah buah alpukat yang dagingnya berwarna kuning mentega tanpa serat. Cukup tua tapi belum matang. Untuk mencapai tingkat kemasan ini diperlukan waktu sekitar 7 hari setelah petik (bila buah dipetik pada saat sudah cukup ketuaannya). kulit buah harus mulus tanpa bercak.4. PASCAPANEN 9. Jl. dengan tujuan memilih buah yang baik dan memenuhi syarat. Fax. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Produksi rata-rata yang dapat diharapkan dari setiap pohon berkisar 50 kg. buah yang diharapkan adalah yang memiliki ciri sebagai berikut: 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Indonesia yang keadaan alamnya cocok untuk pertanaman alpukat.2. 2.1.go. Bentuk buah seragam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9. 9. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. tidak perlu dilakukan pemeraman karena tenggang waktu ini disesuaikan dengan lamanya perjalanan untuk sampai di tempat tujuan. Penyortiran Penyortiran buah dilakukan sejak masih berada di tingkat petani. Bila tenggang waktu tersebut akan dipercepat. Biasanya dipakai standar dalam 1 kg terdiri dari 3 buah atau berbobot maksimal 400 g. Pemeraman dan Penyimpanan Alpukat baru dapat dikonsumsi bila sudah masak. Cara pencucian tergantung pada kotoran yang menempel. 4. Prakiraan Produksi Produksi buah alpukat pada pohon-pohon yang tumbuh dan berbuah baik dapat mencapai 70-80 kg/pohon/tahun. Pencucian Pencucian dimaksudkan untuk menghilangkan segala macam kotoran yang menempel sehingga mempermudah penggolongan/penyortiran. Untuk keperluan ekspor. 021 316 9166~69. musim panen dapat terjadi setiap bulan. 8.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 9166~69.id . http://www. 021 316 1952. Jl.H. M. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

9.000. 150.Tahun ke-5-10. 1. Rp.907. 1.200. buah alpukat dikemas dalam karung-karung plastik/keranjang.Tahun ke-5-10. Dengan cara tersebut. 1.Hal.936 kg @ Rp. 2.000.Rp. M.600.317 kg @ Rp.000. Pestisida dan fungisida 5.id .Cangkul .450. 021 316 9166~69. 2. Setelah itu karung diletakkan di tempat yang kering dan bersih.Rp.H. Sedangkan kemasan untuk ekspor berbeda lagi.000. 70.650. 1. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemeraman alpukat masih sangat sederhana.616 kg @ Rp.TSP Tahun ke-1-4.400.000. 1.2.1. 1.Tahun ke-5-10.694 kg @ Rp. Pupuk . 1. Jl.936 kg @ Rp.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya tanaman alpukat dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. 10. Pada umumnya hanya dengan memasukkan buah ke dalam karung goni.4.ristek. 3. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10..795.Rp.801 kg @ Rp.650.600.500. 1. Peralatan . Bibit okulasi: 121 batang @ Rp.904. 19. yaitu umumnya menggunakan kotak karton berkapasitas 5 kg buah alpukat.Rp. 240.. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan adalah wadah/tempat yang digunakan untuk mengemas suatu komoditas. 9.500.Urea Tahun ke-1-4. kemudian diatur sususannya dengan diselingi penyekat yang terbuat dari potongan karton. kemudian ujungnya diikat rapat.Pupuk kandang 3 ton@ Rp.- Rp.Rp.000. Karena alpukat mempunyai umur simpan hanya sampai sekitar 7 hari (sejak petik sampai siap dikonsumsi).000.097. Rp. 021 316 1952.10.000.Rp. 1) Biaya produksi 1.4. maka bila ingin memperlambat umur simpan tersebut dapat dilakukan dengan menyimpannya dalam ruangan bersuhu 5 derajat C.166.600.go.-/ton . lalu diangkut dengan menggunakan truk. 11. alpukat dibungkus kertas tissue.Sprayer Rp. 9.KCl Tahun ke-1-4. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.250. 14. Sebelum dimasukkan ke dalam kotak karton. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1.210.500. umur penyimpanan dapat diperlambat samapai 30-40 hari.100. Untuk pemasaran di dalam negeri.701. http://www. 14. Kemasan untuk pasar lokal berbeda dengan yang untuk diekspor.

700. 7.Rp.Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan 1. 34.500.Jumlah pendapatan dalam 10 tahun 3) Keuntungan dalam 10 tahun Rp.. 7.000.Pemangkasan 4 HOK @ Rp.000. 43.000 kg @ Rp.000. Rp. 7.Tahun ke-7.800. 400. 48 HOK @ Rp. 64.- Tanaman alpukat yang berasal dari bibit okulasi atau sambung akan mulai berbuah pada umur 4 tahun dengan produksi 3.Rp. 18 HOK @ Rp. 336.400.841.500. 43. Jl. 7. 336.Pembajakan lahan dan pupuk dasar (borongan) .300 kg @ Rp. Tahun ke-6.Rp.Rp. 11.ristek.4.500. http://www.500.750.Rp.Rp.Rp.000. 021 316 9166~69.Rp.000. Tahun ke-10. Panen dan pascapanen Tahun ke-4.Rp. 7.000. 7. Tahun ke-8.000. Produksi ini akan terus bertambah hingga mencapai kestabilan pada tahun ke-7 (panen keempat) dengan jumlah produksi rata-rata 12. 42.500.240. Rp.3. 7.958. Rp.28.Rp.000.Rp. 12.000.000. Tahun ke-5.000.7.Rp. 22.Tahun ke-8...105. Tahun ke-4.300.000 kg/ha.000. 48HOK @ Rp.000..Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.000. 7.550.300 kg/ha.000. 6.49. 3. 10. Prospek ke depan bisnis alpukat semakin cerah sehubungan dengan semakin terbukanya peluang pasar.750. 3.000. 245.Rp.2.Tahun ke-9.Rp.000. Tahun ke-7.7. 021 316 1952.1.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp. 3. 12. Keuntungan baru dapat diperoleh pada panen kedua (tahun ke-5) dan akan stabil pada panen keempat (tahun ke-7).id .6.500.. 336. namun karena permintaannya naik maka pertanaman alpukat dari tahun ke tahun mengalami kenaikan.000.000.800 kg @ Rp.go.500. 3. Fax.Tahun ke-10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. 7. 7. 42.000.000.Rp.700. Tahun ke-9.700.000.000. Namun analisis tersebut belum termasuk biaya sewa tanah.300.000.000. 35 HOK @ Rp. 12.500 kg @ Rp. Rp. Tetapi sayangnya masih banyak wilayah yang merupakan sentra produksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000. Tenaga kerja . 3.- Rp.200 kg @ Rp.000. 3.000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 3.000.. 154.500.000. Rp. 7.105.750. 12.Penanaman 7 HOK @ RP.175. 22 HOK @ Rp.Tahun ke-6.H.Penyiraman 15 HOK @ Rp. M. 9. 126.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.Rp. 7.000. 336. 3. 48 HOK @ Rp.000. 7.5.000.2 Gambaran Peluang Agribisnis Walaupun keuntungan bertanam alpukat di Indonesia belum begitu bisa dirasakan karena pengelolaannya tidak intensif. 7.Tahun ke-5.500 kg @ Rp.500 kg @ Rp.000. 48 HOK @ Rp. Rp. Rp.280.

15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.ristek. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.id .H.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

pasar luar negeri pun berhasil ditembusnya. dan Brunei Darussalam.749 kg dengan nilai 10. 11. Harga setiap kilogram di tingkat petani di daerah Garut pada tahun 1991 berkisar antara Rp 200. dan harga bisa mencapai Rp 700. mutu II seragam..sampai Rp 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN belum tergali.3. Seangkan di tingkat pengecer biasanya lebih stabil. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Adanya perbedaan harga yang cukup besar tersebut antara lain disebabkan karena di tingkat pengecer risiko kerusakannya lebih tinggi.go. kemudian menyusul Saudi Arabia.ristek.sampai Rp 600. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Impor Perancis pada tahun 1989 sebanyak 3. M. 11. 021 316 9166~69. Mula-mula hanya Singapura dan Belanda. Sebagai contoh. Diskripsi Alpukat adaalah buah tanaman apaokat (Persea Americana MILL) dalam keadaan cukup tua. Perancis.H. 021 316 1952. Alpukat merupakan salah satu jenis buah bergizi tinggi yang semakin banyak diminati. Mutu Klasifikasi dan Standar Alpokat digolongkan dalam 3 macam ukuran berdasarkan berat.1.id . baik di pasar lokal maupun eksportir. yaitu: a) Alpokat besar : 451-550 gram/buah b) Alpokat sedang : 351-450 gram/buah c) Alpokat kecil : 250-350 gram/buah Sedangkan syarat mutu adalah sebagai berikut: a) Kesamaan sifat varietas: mutu I seragam. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan..876 US$.790 kg dengan nilai 379 US$. STANDAR PRODUKSI 11. dan pada tahun 1990 meningkat menjadi 5. Fax. utuh. segar dan bersih. Hal ini terlihat dari banyaknya permintaan alpukat di pasaran. sehingga kesulitan mendapatkan buah masih tetap dirasakan oleh para pedagang. Situasi harga di tingkat petani memang relatif bervariasi dibandingkan dengan di tingkat pengecer. 11.750. cara pengujian organoleptik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. cara pengujian mutu.2. Selain di pasar lokal. seorang grosir membutuhkan alpukat 12-20 ton/minggu untuk pedagang pengecer di Bogor.-/kg.-. Jl.

id . cara pengijian organoleptik TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H. M. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. mutu II tua tapi tidak terlalu matang.b) Tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. Fax. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.ristek.

minimum jumlah contoh yang diambil 5. tengah dan bawah. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. cara pengujian Organoleptik e) Ukuran: mutu I seragam. 11. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. minimum jumlah contoh yang diambil 10. jenis mutu.ristek. cara pengujian SP-SMP3111981 h) Kotoran: mutu I bebas. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang.H.go. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. cara pengujian organoleptik 11. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. mutu II bebas. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. 021 316 9166~69. nama/kode perusahaan/eksportir. mutu II keras. Fax. mutu II kurang normal. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain. golongan ukuran. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas.5. cara pengujian SP-SMP3091981 f) Kerusakan (bobot/bobot): mutu I maks 5%. 021 316 1952. mutu II kurang seragam.6. cara pengujian SPSMP310-1981 g) Busuk (bobot/bobot): mutu I maks 1%.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Bentuk: mutu I normal. minimum jumlah contoh yang diambil 15. mutu II 10%. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. mutu II 2%. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. berat bersih. minimum jumlah contoh yang diambil 7. Jl. daerah asal. cara pengujian organoleptik d) Kekerasan: mutu I keras. minimum jumlah contoh yang diambil 9. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan.id . kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Fax.go.H. Jl. 021 316 1952. DAFTAR PUSTAKA Hal. 021 316 9166~69.ristek. http://www. M.id . 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

crops. 19. Y.A. "Tropical and subtropicak agriculture". D. 55 hal. 875 Jakarta. Vol. Jl. G. London: Longman.. J. J. (1968). "Diseases of the avocado". (1961). Kolff and Co." Trubus. cultural methods. Yogyakarta: Kanisius. 16) Zentmeyer. D. 192 hal. (1951). "Alpukat: budidaya dan pemanfaatannya". "Bibit alpukat sambung dini. Bandung: Sinar Baru. Rismunandar (1981). Hetty. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Mangunsudarso. (4) hal. Arry (1989). soils. 96 hal. S.J.) hal.. H. 14) Tohir.. 10) Purseglove. http://www. Baga (1997). 192. Cal. Coit. "Tropical crops dicotyledons". (Nov. 512 hal. (1953). Avocado Ass'n. R. (1937). "Avocado fertilization. 31 hal. 5) Lawrence. 7) Ochse. "Penggunaan alpukat". (1974). hal. 253 3) Indriani.F.). "Pengantar pengetahuan dasar hortikultura". J. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (1950). 021 316 1952. Emi (1997). "Taxonomy of vasculer plants" New York: The Mac Millan Company. New York: D. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 112 hal. Year Book. 235 hal.H. Jakarta: Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi.A.H.M. 2) Hodson. Warta Pertanian (10) hal. I. Jakarta: Karya Wreda.W. Departemen pertanian. (1931).C. J. K. 112 hal. H.J. 24. I. 15) Wirasmanto (1971). Suminarsih.go. (ed. 12) Sunaryo. Hal. Appleton and company. live stock.R. commercial importance and opportunities of tropics". "Tropical agriculture. "Memperbaiki lingkungan dengan bercocok tanam jambu mede dan alpukat". New York : The Mac Millan Company. Jakarta: Penebar Swadaya. Washington. 6) Mardisiswojo. Dalam: The year book of agriculture United States Departement of Agriculture.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Direktorat Reboisasi dan Rehabilitasi (1978). "Cabe puyang warisan nenek moyang" jilid III.ristek. "Alpukat". BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 13) Supriyanto. M. 11) Rismunandar (1981). Bandung: Sinar Baru 39 hal. Fax. Batavia: G. The climate. th 9) Palmer.E.W. Economic Botany. 021 316 9166~69. (1978). "Fruit an fruits culture in the Dutch East Indies".. 617 hal. "Pedoman penanaman jenis tanaman hortikultura dan rerumputan".id . 8) Ochse. 4) Kalie. Moehd. G. "The avocado a gift from the middle Americas". 20 ed.

Hal. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. anggrek Paphiopedilun praestans yang berasal dari Irian Jaya serta anggrek Paphiopedilun glaucophyllum yang berasal dari Jawa Tengah. anggrek bulan/Phalaenopsis amabilis. http://www. berwarna ungu berbintik-bintik berasal dari Sumatera. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah jenis anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi.go. Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya.H. 021 316 9166~69. SEJARAH SINGKAT Anggrek merupakan tanaman bunga hias berupa benalu yang bunganya indah. Fax. anggrek larat/Dendrobium phalaenopis.ristek. Anggrek sudah dikenal sejak 200 tahun lalu dan sejak 50 tahun terakhir mulai dibudidayakan secara luas di Indonesia.id . Vanda hookeriana.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGREK 1. M. JENIS TANAMAN Jenis anggrek yang terdapat di Indonesia termasuk jenis yang indah antara lain: Vanda tricolor terdapat di Jawa Barat dan di Kaliurang. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. anggrek Apple Blossom. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara. Jl. Tanaman anggrek dapat dibedakan berdasarkan sifat hidupnya. 021 316 1952.

2. anggrek banyak terdapat di Jawa Barat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. sedangkan di Asia adalah Muangthai. 2) Sinar matahari sangat dibutuhkan sekali bagi tanaman ini. 4. Sumatra ataupun di Irian Jaya. Arang kayu . 021 316 1952. Ijuk.id . Kebutuhan cahaya berbeda-beda tergantung pada jenis tanaman anggrek. Serabut kelapa yang telah direndam air selama 2 minggu. Jawa Tengah.7 derajat C. 3. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris adalah jenis anggrek yang hidup di atas tanah. M. Potongan batang pohon enau.ristek. Selain itu anggrek bermanfaat sebagai campuran ramuan obat-obatan. bahan minyak wangi/minyak rambut. Iklim 1) Angin tidak dan curah hujan terlalu berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman anggrek. Kulit kayu yang dibuang getahnya. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang.H. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.7 derajat C. 7. Jl.go. 4) Tanaman anggrek tidak cocok dalam suasana basah terus menerus. Jika suhu udara malam berada di bawah 12. SYARAT PERTUMBUHAN 5. maka daerah tersebut tidak dianjurkan untuk ditanam anggrek (di dataran tinggi Dieng). Fax. 3. yaitu: 1) Media untuk anggrek Ephytis dan Semi Ephytis terdiri dari: 1. Serat Pakis yang telah digodok. 5. Di Indonesia. Pecahan genting/batu bata. akan tetapi menyukai kelembaban udara di siang hari 65-70 %. 3) Suhu minimum untuk pertumbuhan anggrek adalah 12.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditumpangi. 021 316 9166~69. 6. baunya yang khas. Media Tanam Terdapat 3 jenis media untuk tanaman anggrek. 4.1. 5.2. SENTRA PENANAMAN Sentra tanaman anggrek di Eropa adalah Inggris. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman ini adalah sebagai tanaman hias karena bunga anggrek mempunyai keindahan. 5.

Fax. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.ristek. 021 316 9166~69. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. M.

http://www. serat pakis dan lainnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. daun subur. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit anggrek yang baik. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. serabut kayu. bunga lebat dan indah. yaitu: bentuk batang kuat. tumbuh baik pada suhu udara 15-21 derajat C di siang hari dan 9–15 derajat C pada malam hari. Fax. serat pakis dan lainnya. Dipakai media pecahan genting. Contoh: anggrek jenis Cymbidium.1. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang cocok bagi budidaya tanaman ini dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu: 1) Anggrek panas (ketinggian 0-650 m dpl) Anggrek panas memerlukan suhu udara 26-30 derajat C pada siang hari. 021 316 9166~69. Untuk anggrek Semi Epirit yang akarnya menempel pada media untuk mencari makanan. dengan daerah ketinggian 0-650 meter dpl.H. 021 316 1952. Onchidium Papillo 3.ristek. sekam. darah binatang. 3) Media untuk anggrek semi Terrestria Bahan untuk media anggrek ini perlu pecahan genteng yang agak besar. ditambah pupuk kandang sekam/serutan kayu.2. 3) Anggrek dingin (lebih dari 1500 m dpl) Anggrek dingin jarang tumbuh di Indonesia. 21 derajat C pada malam hari. perlu diberi makanan tambahan seperti kompos. Dendrobium phalaenopsis 2. Contoh jenis anggrek ini adalah: 1. 2) Media untuk anggrek Terrestria Jenis anggrek ini hidup di tanah maka perlu ditambah pupuk kompos. dengan ketinggian ≥ 1500 m dpl. Derajat keasaman air tanah yang dipakai adalah 5.go. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 6. 5. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Bahan-bahan dipotong menurut ukuran besar tanaman dan akarnya. pupuk kandang.id .3. pupuk kandang/daundaunan. sehat dan unggul mempunyai beberapa ciri. dengan ketinggian 150-1500 m dpl. pertumbuhan pesat. pada malam hari. Jl. Phaphilopedillum Bellatum 2) Anggrek sedang (ketinggian 150-1500 m dpl) Anggrek sedang pada suhu udara siang hari 21 derajat C dan 15–21 derajat C.

H. http://www. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69. Jl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyebaran Biji Bibit anggrek berasal dari biji yang disemaikan.id . MgSO47H2O : 0. Jl. M.25 gram 5.H. (NH4)2SO4 : 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yang kosong berwarna putih dan yang isi kuning coklat/warna lain. e) Pembuatan sterilsasi alas makanan dan untuk membuat alas makanan anggrek biasanya dipakai resep Khudson C (NORTHEN) 12 yaitu: 1. leher botol dipanaskan di atas lampu spritus untuk menghilangkan kuman. Saccharose : 20 gram 6. d) Mempersiapkan lemari kaca (ent-kas) yang bersih dari bakteri/jamur dengan kain yang sudah dicelup formalin udara dalam lemari disterilkan dengan kapas dipiring dituangi formalin supaya menguap mensterilkan kaca (ent-kas). (biji anggrek yang semula kuning kecoklatan berubah warna menjadi kehijauan). http://www. Sebelum botol dibuka. ujung diikat tali untuk memudahkan dicopot kembali. dimasukkan ke dalam botol. b) Mempersiapkan botol yang bermulut lebar bersih dan tidak berwarna agar dapat meneruskan cahaya matahari yang dibutuhkan dan mudah dilihat. baik atau tidaknya biji anggrek. Kerapatan tutup botol menjaga agar bakteri/jamur tidak masuk sehingga tidak terinfeksi atau terkontaminasi.25 gram 4. Kemudian air dibuang dan diganti dengan aquades.25 gram 3. Agar-agar : 15–17. Biji dimasukan dalam botol dan digojog 10 menit. 021 316 1952. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 gram 9. FeSO4 4H2O : 0. Untuk memasukan biji anggrek ke dalam botol digunakan pipet yang dibersihkan dulu dengan cara pemanasan di atas lampu spritus sampai merah kemudian dicelup kedalam spritus.ristek. Ca(NO3)2H2O : 1. digojog berulang kali (2–3 kali).25 gram 7.0075 gram 8. 021 316 9166~69. Adapun penyebaran biji anggrek sebagai berikut: a) Peralatan yang digunakan untuk penyebaran biji harus bersih.00 gram 2. KH2PO4 : 0. c) Penyebaran biji anggrek Botol-botol yang telah disterilkan dapat digunakan untuk menyebaran biji anggrek. atau kain sisa yang dipotong potong. Botol yang telah terbuka kemudian diisi biji anggrek dan diratakan keseluruh permukaan alas makanan yang telah disediakan. b) Mensterilkan biji Sebelum biji disebar harus disterilkan dulu dengan 10 gram kaporit dilarutkan dalam 100 cc air kemudian saring kertas filter. c) Tutup botol dari kapas digulung-gulung sampai keras. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Memeriksaan dengan mikroskop. Sebelum botol ditutup kita panaskan lagi di atas spritus kemudian ditutup kembali. Aquadest : 1000 cc Hal. MnSO4 : 0. Fax.go.

direndam dulu dalam alas makanan selama 24 jam yang berupa: a) Urea atau ZA : 0. maka tanaman dipindahkan ke pot biasa yang berdiamater 4–6 cm.25 mg c) Kalium sulfat atau K2SO4 : 0. Selain itu dapat digunakan kulit Pinus yang di potong kecil sebesar biji kacang tanah. tumbuh akar. yang berisi potongan genting/batu bata Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H.50 mg b) DS. Jl. Apabila di dalam botol sudah terjadi kontaminasi jamur sebaik lebih dulu direndam di dalam antibiotic (penicillin. Setelah keluar tanaman dicuci kaporit 1 % kemudian dengan air bersih. dengan posisi miring. Dalam tingkat ini bibit sudah dapat dipindahkan kedalam pot penyemaian yang berdiameter 7 cm. dapat juga dipakai pupuk buatan campuran unsur N.id . Untuk isian pot ini dapat juga digunakan arang kayu bakar/serabut kelapa yang dipotong-potong sebesar ibu jari. P.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pembuatan alas makanan diperlukan pH 5. Siapkan pecahan genting. Fax. Sterilisasi dengan cara dipanaskan dalam Autoclaf yang sampai 110 derajat C selama setengah jam atau dengan dandang kemudian diletakan pada tempat bersih. Pot yang disiapkan diisi dengan pecahan genting 1/3 tinggi pot/layah. streptomycin yang telah lewat expirydatenya) 10 menit baru ditanam. 5) Pemindahan dari Pot Penyemaian Setelah tanaman pada pot penyemaian cukup tinggi.2. Sebelum dipakai terlebih dulu dicuci bersih dan biarkan airnya hilang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian isi remukan pakis tersebut setinggi 1 cm di bawah tepi pot/layah (tidak perlu dipadatkan). yang telah direndam dalam alas makanan seperti akar pakis selama 24 jam. 4) Pemindahan Bibit Setelah tanaman di dalam botol berumur 9–12 bulan terlihat besar. 021 316 1952. K perbandingan 60:30:10 atau dapat juga digunakan pupuk kandang yang telah dicampur pakis dengan perbandingan pakis: pupuk kandang = 4:1. TS atau ES : 0. di potong dengan panjang 5–30 mm sehingga serabutnya terlepas satu sama lainnya. dan akar pakis warna coklat.ristek. Pemindahan bibit ke dalam pot dilakukan dengan mengeluarkan tanaman di botol dengan memasukkan air bersih ke dalam botol. tanaman dikeluarkan satu persatu (akar lebih dahulu). Seedlings (semaian) ditanam dalam pot dengan rapat.25 mg d) Air : 1000 cc Alaternatif lain sebagai alas makanan. M. sehingga makanan setinggi 1/2–2/3 tinggi botol (dari alas sampai ke leher botol) dan didiamkan selama 5–7 jam untuk mengetahui sterilisasi yang sempurna. dipergunakan pH meter/kertas pH tekstil/Indikator Paper. Dengan kawat bersih berujung seperti huruf U. Akar pakis setelah dicuci. 021 316 9166~69. 12 cm atau 16 cm yang berlubang. http://www.

021 316 1952. Jl.id .ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. http://www.

Bak terbuat dari batu bata merah panjang 2 m lebar 40 cm dan tinggi bak 2 lapis batu bata merah. yang sifatnya epphytis atau anggrek tanah. Apabila diameter pot dipilih 25-30 cm maka perlu dipasang tiang di tengah-tengah pot.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengolahan Media Tanam Media tanam untuk tanaman anggrek tanah dibedakan: a) Tanaman dalam pot (dengan diameter 7-30 cm tergantung dari jenis tanaman). kemudian batang anggrek diikat pada tiang. Antara tiang satu dengan yang lain dihubungkan dengan kayu sehingga keempat tiang tersebut merupakan suatu rangkaian. Jl. b) Media tanam dalam tanah dengan sistim bak-bak tanam. 2) Anggrek semi Ephytis adalah jenis anggrek yang menempel pada pohon/tanaman lain yang tidak merusak yang ditempel.go. Tiang penahan dibuat 4 buah yang ditancapkan ke dalam tanah dengan ketinggian masingmasing 1. di tanah kering digali sedalam 10-20 cm kemudian diberi bata ukuran 40 cm x 2 m dan jarak antara pembantas dengan yang lain 3 cm. Teknik Penanaman Penanaman tanaman anggrek. kemudian beri pakis/kulit pinus yang telah direndam dalam alas makanan sampai 1 cm di bawah tepi pot.5 m. sedangkan akar yang fungsinya untuk mencari makanan adalah akar udara.4. 2) Penyiangan Untuk tanaman anggrek pada penyiangan pada waktu pada kondisi di dalam botol kemudian dipisahkan ke dalam pot-pot yang sudah disediakan sesuai jenis anggrek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN merah.3. 6. http://www.H. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Anggrek di letakkan di tengah dan akarnya disebar merata dalam pot. Fax. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan pada tempat yang disesuaikan dengan jenis anggrek. 021 316 9166~69.2. 6. 021 316 1952. yaitu: 1) Anggrek Ephytis adalah anggrek yang menupang pada batang/pohon lain tetapi tidak merusak/merugikan yang ditumpangi atau ditempelin. 6. kemudian pot diisi pecahan genting. disesuaikan dengan sifat hidup tanaman anggrek. hanya akar lekatnya juga berfungsi seperti akar udara yaitu untuk mencari makanan untuk berkembang. Pot diisi pupuk kandang yang telah dicampur sesuai dengan komposisi kira-kira 2/3 dari pot. Pembuatan bak ini di atas tanah untuk menghindari dari kebecekan. M. 3) Anggrek tanah/anggrek Terrestris.id . Alat yang dipakai untuk menempel adalah akarnya.

Fax. M. 021 316 1952. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www.H. 021 316 9166~69.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

Si. maka akarnya ditutup plastik. M. Pemupukan tanaman lebih baik dilakukan pada waktu pagi-pagi atau pada sore hari sekitar pukul 5. TS. Fax. http://www. P. B.3 gram untuk 1 liter air 3.3 gram untuk 1 liter air 2. Perbandingan N:P:K=3:3:3 yang sama banyak disini tidak memerlukan tambahan pupuk. Pupuk kandang yang sering digunakan adalah kotoran kuda. Unsur N diambil dari pupuk ZA/urea. Mn. 021 316 1952. O. Cara ini banyak dilakukan dimana-mana. N.H. maka dapat dususun sendiri pupuk yang mengandung N. kambing. Jl. DS. K: 1. Pupuk-pupuk buatan yang mengandung N. Mg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Unsur makro dan unsur mikro dapat diambil dari udara atau dari tanah. ES : 0. yaitu: a) Pemupukan untuk bibit (seedlings) dengan N. untuk P dipakai pupuk ES. Pemupukan pada tanaman anggrek dibagi dalam 3 tahapan.go. Untuk itu dianjurkan disangan lebih dahulu untuk menghilangkan jamur/bakteri di dalamnya. c) Penyemprotan. kerbau. ZK : 0. Ca.6 gram untuk 1 liter air 2. Unsur N lebih banyak dibutuhkan untuk pembentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Urea : 0. Urea : 0. b) Disiramkan. P. DS : 0. Teknik pemberian pupuk buatan adalah: a) Dalam bentuk padat/powder yang dilakukan dengan menaburkan secara hatihati. Mo. cara ini sangat baik apabila terjadi pembusukan akar didalamnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Unsur makro yaitu unsur yang diperlukan dalam jumlah besar yang meliputi: C.00 sore.id . Sc. 021 316 9166~69. Zn. K. Perbandingan N:P:K=6:3:1. V. Kebaikan pemakaian pupuk kandang selain mengandung bermacam-macam unsur yang dibutuhkan oleh tanaman juga sangat membantu dalam penyimpanan air. K. dan K dari Kalium Sulfat (K2SO4). antara lain: Cu.ristek. K. berupa gas atau air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sapi. K dengan cara misalnya : 1.1 gram untuk 1 liter air b) Pemupukan untuk ukuran sedang (mid-size) dengan N. P. ayam dan lain-lain.3 gram untuk 1 liter air c) Pemupukan untuk ukuran berbunga (flowerings-size) Tanaman yang sudah berbunga dipupuk dengan perbandingan N:P:K= 1:6:1. P. Untuk unsur mikro yaitu unsur yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit. H.3 gram untuk 1 liter air 3. yang mana anggrek dapat menyerap air dan garam-garam yang terlarut di dalamnya. jangan tersangkut pada daun/batangnya yang menyebabkan daun/batang tadi dapat terbakar. K2SO4 : 0. dst. Keburukan dari pupuk kandang ini adalah di dalam kotoran banyak bateri yang mengandung jamur. P. S. apalagi pada musim kemarau.

021 316 1952.ristek. http://www. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax. 021 316 9166~69. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Bagi tanaman yang sudah besar pedoman penyiramannya 3-7 hari sekali musim hujan dan 1-3 hari sekali pada musim hujan. Penyemprotan bagi tanaman anggrek sehat.H. Air sumur di daerah kapur harus diperhatikan pHnya.ristek. mudah terjadi penguapan. untuk kutu Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Sumber air untuk penyiraman tanaman anggrek dapat berasal dari: a) Air Ledeng. Untuk pecahan genting lebih kecil daya serapnya lebih banyak dan untuk siraman lebih sedikit. Penyemprotan bagi tanaman anggrek terserang hama perlu dilakukan berulang-ulang 3 kali dengan jangka waktu tertentu (untuk kutu) daun seminggu sekali. kumbang. pemakaian serabut kelapa lebih baik untuk digunakan di daerah panas karena menyimpan air.go. Adapun macam isian pot dan sifat diuraikan sebagai berkut: a) Pecahan genting/pecahan batu merah. d) Air kali/air selokan. baik untuk menyiram karena jernih dan steril. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Obat-obatan sebaiknya disemprotkan pada waktu pagi hari.00. Jl. keras dan baru tidak mudah untuk menyerap air. setelah beberapa bulan banyak menyerap air. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi kalau penggunaan di daerah dingin tidak menguntungkan karena mudah busuk. 021 316 1952. M. Jika potongannya besar. c) Air hujan.id . Adapun jenis insektisida dan dosis yang digunakan untuk hama antara lain: a) Orthene 75 SP dosis 5-10 gram/10 liter air untuk ulat pemakan daun b) Bayrusil 250 EC dosis 2 cc/liter air untuk ulat pemakan daun c) Malathion dosis 3 gram/liter air untuk ulat. lebih baik pada sore hari sekitar jam 5. yang ditampung didalam tong-tong/bak sangat baik untuk menyiraman. b) Air sumur. Kalau dilihat dari sudut isi makanan mungkin cukup baik. Akar pakis yang coklat dan lunak lebih mudah menyerap dan menahan air. baik untuk menyiram karena banyak mengandung mineral dari tanah yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dimana media ini sukar sekali untuk penyerapan air. 021 316 9166~69. PH yang baik sekitar 5. dilakukan rutin kurang lebih 3 bulan sekali. http://www. b) Potongan sabut kelapa. bakteri/lumut yang bisa mengganggu anggrek/tidak. Fax. Hal perlu diperhatikan bagi petani anggrek adalah mengetahui sifat-sifat dari isian pot supaya bisa mengatur banyaknya air untuk menyiram. yang mana mudah menguapkan air dan sifat anggrek yang tidak begitu senang dengan air sehingga tidak mudah untuk lumutan. penyerapan kecil dan jika potongan kecil penyerapan air lebih banyak. d) Potongan kulit pakis.6-6. kutu d) Kelthane dosis 2 gram/liter air. tetapi kita tidak tahu pasti apakah air itu mengandung jamur. tetapi pHnya tinggi maka perlu diturunkan dengan menambah suatu asam misalnya HCl. c) Remukan akar pakis yang hitam.

Pengendalian: digosok dengan kapas dan air sabun. Pengendalian: segera semprotkan insektisida yang bersifat racun kontak/yang sistematik. menimbulkan bercak abu-abu dipermukaan daun dan merusak bunga hingga bentuk bunga tidak menarik. Hal. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. http://www. Kemudian pot tanaman anggrek direndam dalam larutan tersebut selama beberapa waktu dan diulang satu minggu sekali. Jl. Pengendalian: perendaman dapat mengusir kutu babi dari pot anggrek.H. dicampur dedak 6-8 cc/10 liter. 4) Trips Gejala: menempel pada buku-buku batang dan daun muda. Pengendalian: pot direndam dalam air dan ciptakan lingkungan bersih di sekitar rak/sebaiknya pot digantung. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. berwarna kemerahan jumlahnya banyak. untuk keong dan bekicot air f) Falidol E. harus disemprot oleh insektisida dengan dosis 2 cc/liter.id . apabila serangan sudah parah. tapi tidak menyerang tunas daun. b) Membuat larutan 1 cc Dieldrin 50% 25 EP dicampur dengan 1 liter air atau 6–8 cc Folediol E 605 kedalam air 10 liter. 7. bila jumlahnya sedikit bisa langsung dimusnahkan/dibunuh. bekas serangan berupa bercak hitam dan merusak daun.go. 021 316 9166~69. Untuk jenis belalang berukuran kecil.605 dosis dibasahi air. Hama 1) Tungau/kutu perisai Gejala: menempel pada pelepah daun. 2) Semut Gejala: merusak akar dan tunas muda yang disebabkan oleh cendawan. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk keong dan bekicot air Untuk hama bekicot ada 2 cara pengendaliannya yaitu: a) Menyebarkan obat sekitar pot anggrek dengan mencampur antara obat Metadeks ke dedak halus di tambah air sedikit. 3) Belelang Gejala: pinggiran daun rusak dengan luka bergerigi tak beraturan. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Metadeks dosis dibasahi air.ristek.1. 021 316 1952. 5) Kutu babi Gejala: kerusakan yang ditimbulkan seperti akibat semut. Fax. Pengendalian: secara periodik dan teratur pot anggrek disemprot insektisida. perlu pengamatan cermat. HAMA DAN PENYAKIT 7.

Larvanya yang menetas dari telur merusak daun anggrek. http://www. dicofol. bersihkan pot dari kepompong dan telur kumbang dengan jalan memindahkannya ke pot baru dan media tanam yang baru pula.2. bila banyak dapat menggunakan insektisida sistemik. 021 316 1952. Pengendalian: pada awal serangan media agar dikeluarkan dari botol.ristek. Pengendalian: dalam jumlah sedikit cukup diambil/dibunuh. 7.H. Gejala: biji anggrek tidak mampu berkecambah dan persemaian dalam botol akan gagal. kuncup bunga. tanaman yang telah diserang sebaiknya dipisahkan dengan tanaman yang masih sehat. apabila banyak maka perlu menggunakan insektisida dengan bahan aktif diazinon. M. dilakukan dengan steriil. tunas daun maupun bunga yang sedang mekar.go. Hal. lalu botol ditutup kembali. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: bila sedikit cukup diambil dengan menggunakan isolatip lalu dibakar/menggosok daun dengan alkohol. Penyakit 1) Penyakit buluk Sering terdapat di dalam media tanam. 10) Kepik Gejala: menghisap cairan daun tanaman anggrek. permukaan atas menjadi kuning dan lama kelamaan daun mati. 7) Red Spinder Gejala: bercak putih di bagian bawah daun. kumbang dan trips. Pengendalian: menyemprotkan tanaman yang diserang dengan menggunakan insektisida sistemik secara rutin. tanaman yang diserang lama kelamaan akan gundul dan tidak berhijau daun lagi. Pengendalian: kalau jumlahnya sedikit (2–5 ekor) dapat dibunuh dengan tangan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl. sehingga menyebabkan bintik putih/kuning. kalau kecambah anggrek terlanjur besar. kultur spora cendawan ini terbawa oleh biji anggrek karena tutup botol tidak steril. Fax. 8) Kumbang Gejala: yang terserang akan berlubang-lubang khusus kumbang penggerek batang kerusakannya berupa lubang di tengah batang dan tidak nampak dari luar. segera dikeluarkan dari botol dan dicuci dengan fungisida lalu kecambah ditanam dalam pot. tidak sehat. seperti ulat. Pengendalian: semprotkan insektisida yang sama seperti untuk membasmi serangga lainnya.id . 11) Kutu tudung Gejala: daun menjadi kuning. Pengendalian: seperti halnya membasmi ulat kumbang dan trips.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Keong Gejala: menyerang lembaran daun anggrek. bila jumlah banyak perlu memakai insektisida/dijebak dengan bubuk prusi. 9) Ulat daun Gejala: menyerang daun. kecambah yang telah tumbuh kalau diserang cendawan ini akan mati/layu. lalu berwarna coklat dan mati.

penyakit ini cepat menular malalui akar dan alat yang tidak sterill Gejala: timbul warna coklat kehitaman pada bagian tanaman yang terserang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit rebah kecambah Merupakan penyakit anggrek selama masih dalam persemaian. Mulai dari daun ke atas sampai ke tunas dan ke bawah hingga ujung akar. alat-alat potong disiram alkohol/dibakar sebelum digunakan. Pengendalian: sangat sulit penyakit ini pada awal serangan. berkeriput.id . Gejala: mirip serangan penyakit busuk akar. Tanaman segera dipindahkan ke media tanam baru. Gejala: bercak kecil bening pada pucuk daun. daun dan umbi batang menguning. 6) Penyakit layu Penyebab: cendawan Fusarium Oxyporium. menulari ke atas sampai pada titik tumbuh pada tunas serta ke bawah hingga ujung akar. kerdil dan mengakibatkan kematian. tidak ada jalan lain kecuali memusnahkan seluruh kecambah anggrek. Infeksi melalui daun basah atau di bekas luka pada daun. Pengendalian: bagian yang terserang dipotong dan dibuang atau disemprotkan fungisida. atau lingkaran berwarna ungu.go. http://www. Gejala: semula berupa bercak kecil bening pada permukaan daun. namun pada rhizoma terdapat garis-garis. Gejala: terdapat bintil-bintil kecil berwarna coklat pada bagian tanaman yang terkena penyakit. Dalam beberapa hari dapat meluas ke seluruh kompot. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. seluruh rizhoma menjadi ungu. Pengendalian: bagian yang terserang dibuang lalu bekasnya disemprotkan Benlate. 021 316 9166~69. daun kecambah anggrek menjadi rusak dan mati. 3) Penyakit bercak coklat Kecambah jenis Phalae-nopsis sangat peka terhadap bakteri ini. Gejala: akar leher membusuk mencapai rhizoma dan umbi batang. karena mematikan dan cepat menular. 5) Penyakit busuk akar Penyebab: cendawan Rhizoctonia Solani. Media tanaman dan seluruh pot Hal. Usahakan terdapat aliran udara yang lancar di sekitar tanaman. Pengendalian: bibit yang sakit sebaiknya segera dibuang. yang masih segar dan bersih. Pada serangan berat. 7) Penyakit busuk Penyebab: cendawan Sclerotium Rolfsi. Fax. Pada serangan yang parah. 4) Penyakit bercak hitam Pada tanaman anggrek yang. Pot dan kumpulan kecambah dikeringkan dan disemprot dengan fungisida.H. tipis dan bengkok. dibakar sampai musnah. terutama pada cuaca sangat lembab. diikuti pembusukan pada umbi batang. Jl. Pengendalian: semua bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Pengendalian: bagian tanaman yang sakit dipotong dan dibuang. Penyebaran penyakit ini lewat air. Penyakit ini sangat ganas. Sentuhan daun yang sakit pada daun sehat dapat menularkan penyakit ini. 021 316 1952. tanaman kerdil dan tidak sehat. Tanaman terlambat tumbuh.ristek. tanaman sangat tidak sehat. kecambah anggrek akan membusuk dan mati. bekasnya disemprot dengan fungisida (Benlate). lalu melebar.

larutan formalin 4 % ataupun fungisida/antibiotik 8) Penyakit bercak coklat Gejala: bercak coklat pada permukaan daun. Benlate. 10) Penyakit bercak bercincin Penyebab: virus TMVO (Tobacco Mozaic Virus Odontoglos-sum). Penyakit ini cepat sekali meluas namun khusus pada rhizoma dan umbi batang.id . bercak tadi berwarna coklat atau hitam cekung. Ciri dan Umur Tanaman Berbunga Umur tanaman anggrek berbunga. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bergaris atau lingkaran. Jl. Pengendalian: semprotkan fungisida seperti Baycor Dithane M-45.1. 021 316 1952.5 % selama 1 jam. Truban atau Banrot. Semprotkan Physan 20. Umumnya tanaman angrek dewasa berbunga setelah 1-2 bulan ditanam. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN didesinfektan dengan Natrippene 0.go. Gejala: muncul warna kehitaman pada pangkal daun. Penanggulangan: peralatan kebun harus steril. Untuk yang berbentuk tepung gunakan dosis 2 gram/2 liter air. lalu menyebar keseluruh bagian tanaman. pot tanaman disemprot dengan formalin 4 %. Physan. Kadang ada gejala kematian jaringan di tengah daun yang dilingkari jaringan normal. Gejala: timbul lingkaran atau garis-garis kekuningan pada permukaan daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. lalu semprotkan fungisida/ antibiotika Streptomycin atau Physan 20. lalu melunak dan busuk. Pengendalian: hanya bersifat pencegahan yaitu membuang bagian tanaman yang sakit. Pengendalian: membuang semua bagian yang sakit. M. Daun tua banyak sekali menunjukkan adanya bintik jaringan yang mati. Tangkai bunga yang dihasilkan kirakira 2 tangkai dengan jumlah kuntum sebanyak 20-25 kuntum pertangkai.ristek.H. akhirnya daun mati. Fax. 11) Penyakit Cymbidium Penyebab: virus Mozaic Cymbidium. 12) Penyakit busuk hitam Penyebab: cendawan Phytopytora Omnivora. 8. Gejala: daun dan akar membusuk serta berbau. bagian yang sakit dipotong dan dibuang. Ferban. PANEN 8. 9) Penyakit busuk lunak Penyebab: bakteri Erwinia Cartovora. 021 316 9166~69. Gejala: semula berupa bercak kekuningan lalu muncul jaringan mati berbintik. serta mensterilkan segala alat yang dipakai. Khusus pada Cattleya. tergantung jenisnya. Pengendalian: hanya dengan pencegahan yakni membuang bagian tanaman yang sakit serta menstrerilkan semua alat potong. penyebarannya agak lambat.

021 316 9166~69.ristek. Fax. 021 316 1952. Jl.id . 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

3. tidak kena penyakit ataupun luka. PASCAPANEN 9. 8. Untuk bunga potong dipilih tangkai yang kuntumnya paling banyak sudah mekar (kuncup tersisa 1–3 kuntum). 9. 021 316 9166~69. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jenis anggrek Dendrobium dapat dipanen dalam bentuk: a) Tanaman muda untuk bibit b) Tanaman dewasa untuk tanaman hias c) Bunga potong Tanaman muda untuk bibit biasa dijual dalam bentuk pot kecil.2.ristek. c) Bunga mengalami perjalanan sebelum sampai ke konsumen. Pengumpulan Pengumpulan bunga anggrek dilakukan berdasarkan permintaan pasar. Fax. sehingga dilakukan pada saat: a) Bunga baru saja dipetik sambil menunggu pemanen selesai. http://www. 9. Larutan bahan pengawet tersebut antara lain: Hal.2. Cara Pemetikan Bunga Untuk panen bunga anggrek perlu diperhatikan.id .1. Agar bunga tetap segar perlu adanya pengawetan dengan tujuan agar penurunan mutu lebih lambat bunga tetap segar. sedangkan tanaman dewasa biasanya tanaman sudah berbunga. Selanjutnya bunga dikelompokan sesuai dengan kebutuhan berdasarkan tingkat kesegaran atau ukuran bunga dengan maksud untuk mempertahanankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya. Penyortiran dan Penggolongan Bunga dipilih yang bagus. Jl. b) Bunga yang telah dipanen tidak segera dijual atau diangkut. Prakiraan Produksi Bibit anggrek yang sudah dewasa dan sesudah 2 bulan tangkai bunga akan menghasilkan 2 tangkai dengan jumlah kuntum 20-25 kuntum/tangkai. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. M.go. Usaha pengawetan bunga dillakukan dengan cara penempatan bunga dalam larutan pengawet atau air hangat (38–43 derajat C) selama 2 jam.H. pemotongan dilakukan pada jarak 2 cm dari pangkal tangkai bunga dengan menggunakan alat potong yang bersih.3. 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga.

Rp. d) Larutan gula kadar 4–5 % ditambah 0.d.4.1. 1) Biaya produksi 1.. 5) Kotak karton ditutup rapat dengan menggunakan carton tape. kemudian dibungkus kantong plastik ukuran panjang 8 cm dan lebar 4 cm.25 m x 12 m. Pengawetan untuk bunga yang dikirim jauh adalah dengan merendam tangkainya dalam larutan gula dengan kadar 6–8 % selama 24 jam atau dimasukan dalam kantong plastik dan kadar karbon dioksida (CO2) dinaikkan dengan menggunakan es kering atau disimpan pada ruangan dengan kondisi udara antara 0–5 derajat C. 75. Pada panen ke 2 s.000.2. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. ukuran disesuaikan tergantung panjang tangkai. 40.000. 100. Untuk satu pohon/pot dapat menghasilkan bunga sebanyak 2–3 tangkai bunga dimana anggrek dalam pot mulai berbunga pada umur 3-5 bulan dan menjadi bunga potong pada umur 6–7 bulan dengan masa panen optimal 4 kali. 3) Pembungkus bunga dan pembungkus pangkal tangkai digabungkan selanjutnya diikat dengan karet gelang. http://www. 320. 750.000. Fax. Harga 1 kuntum bunga mencapai harga Rp. dalam satu tangkai bunga terdapat 10-15 kuntum bunga.500.Rp. 750.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Larutan seven up dengan kadar 30 %.id .ristek. 021 316 1952.Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) 2 % larutan gula ditambah 2 gram 8-hydroquinoline sulfat dan 1 gram asam sitrat per 10 liter.000.H.go. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya bunga anggrek Dendrobium dengan luas lahan 1.Akar pakis: 5 ikat (42 lempeng /ikat) Rp.250.. M. 2) Setiap pangkal tangkai dibalut kapas basah. 4) Bungkusan-bungkusan bunga disusun bersilang di dalam kotak karton yang berlubang sampai cukup padat.000.Kantor Deputi Bidang dan Pemasyarakatan Ilmu PengetahuanRp. ke 4 di atas umur 8 bulan. 1. 10. Jl.2 gram quinolin per liter. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah dilakukan pembersihan. b) 2 % larutan gula ditambah 2 gram physan (termasuk fungisida) dan 1 gram asam sitrat per 10 liter.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.-.sampai Rp.Pot ukuran 15 Menegristek cm: 400 bhPendayagunaan @ Rp. dan Teknologi . Perlengkapan . Bibit . 021 316 9166~69. 9. pemilihan dan pengawetan bunga dendrobium potong dipak melalui cara: 1) Setiap sepuluh tangkai dibungkus bagian pucuk dengan menggunakan kantong plastik tipis.Arang: 80 kg @ Rp.Bibit: 8 botol @ Rp. 1000.

ristek. M.H. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.id . 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.go.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.750. 7.Kerangka: 1 unit bambu 3. 11. maka akan dapat mengurangi biaya operasional.5 cm.000. cara uji.ristek. 021 316 9166~69.000. 2. Diskripsi Standar mutu bunga angrek potong ini di Indonesia tercantum dalam SNI 01– 3171– 1992.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.Azodrin: 1 botol .Rp.- Rp. “Arachin Maggie Oie” dan “Oncidium Golden Shower” yang masing-masing digolongkan dalam tiga jenis mutu. 3.Rp. 11. 15. Rasio output/input 10. 5.000.Rp.793. 2.id . 20.1.Rp.500.000.= 1.000.000.Gandasil: 2 pak @ Rp. 12. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .go.150. a) Aranthera James Storie 1.Rp. 9.000.3. cara uji dengan SP-SMP-287-1980.000.2. mutu II=67..H. 11.500.Pupuk Urea: 5 kg @ Rp. 5.000. Fax.NPK: 2. kebutuhan bunga potong dalam negeri per tahun untuk berbagai jenis anggrek diperkirakan sekitar 5 juta tangkai.. mutu III=60 cm.5 kg @ Rp.Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 3 tangkai x 10 kuntum x 400 pot x Rp. Selain dari segi biaya modal. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi.Furadan . Pupuk .207. STANDAR PRODUKSI 11.000. cara pengambilan contoh. Rp. syarat mutu. Jumlah tersebut diluar adanya permintaan akan kebutuhan komoditi ekspor. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Panjang tangkai: mutu I=75 cm. Mutu Klasifikasi dan Standar Bunga angrek potongan antara lain terdiri dari 3 jenis “Arathera James Storie” yang digolongkan dalam empat jenis mutu.000.2. syarat penandaan dan pengemasan. 10.73 Dalam usaha anggrek ini sangat visibel dan modal akan kembali dalam waktu kurang lebih 8 bulan sejak penaman dan apabila penjualan dimulai dari sejak dalam botol. 021 316 1952. M. Jl. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

id . http://www. Fax. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Jl.go. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

5 cm. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26 – 50. 3. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Panjang tangkai: mutu I=67.5 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. mutu III=2. http://www. cara uji organoleptik. Minimum jumlah cabang: mutu I=3. 5.4. 2. 021 316 9166~69. mutu III=6. cara uji dengan organoleptik. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151 – 200. mutu III=tidak ada. mutu III=tidak ada. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. mutu II=8.go. Minimum.id . cara uji dengan SPSMP-288-1980. mutu II=lengkap. mutu II=5. 4. 5. cara uji organoleptik. mutu III=27. mutu III=2. mutu II=tidak ada. b) Arachnis Maggie Oei 1. mutu III=8. cara uji dengan organoleptik. mutu III=7. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. mutu II=2. Minimum jumlah cabang: mutu I=9. mutu II=7. mutu II=42. mutu II=tidak ada. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51 – 100. cara uji dengan organoleptik. mutu III=lengkap. c) Onchidium Goldian Varientas Golden Shower 1. cara uji dengan organoleptik. b) Contoh yang diambil 3. cara uji dengan SPSMP-288-1980. Minimum jumlah bunga: mutu I=8. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. 021 316 1952. cara uji dengan organoleptik. Bunga rusak karena serangga/jamur/mekanis: mutu I=tidak ada. mutu III=5. mutu II=60 cm. 6. Minimum jumlah kuncup: mutu I=2. jumlah kuncup: mutu I=2.5 cm. mutu II=lengkap. Susunan bunga dalam tangkai: mutu I=lengkap. mutu II=2. 3. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4 – 25. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101 – 150.ristek. 3. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1 – 3. Panjang tangkai: mutu I=60 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Minimum jumlah bunga: mutu I=7. e) Contoh yang diambil 10. c) Contoh yang diambil 6. Fax. g) Contoh yang diambil 15. 4. 4. cara uji dengan organoleptik. mutu III=32. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1. mutu III=35 cm. f) Contoh yang diambil 12. mutu III=lengkap. Jl. cara uji dengan SP-SMP-287-1980. mutu II=7. mutu II=2. cara uji dengan organoleptik. d) Contoh yang diambil 8. mutu III=1 .H. cara uji dengan organoleptik. 2. Minimum jumlah kuncup: mutu I=5. 11. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201 – lebih. mutu II=6.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 9166~69.ristek. 021 316 1952.H. Fax.go.

Jakarta.H. Jumlah isi. Sutarni M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.Rahardi. Indah Prasasti (1989) Anggrek Dendrobium. Nurcahyo. 3. Jl. 87 hal. Fiyanti. 5) Merawat Anggrek . 2) Tim Red. Nama barang/varietas anggrek. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. M. 4. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga angrek potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. http://www. 3) Agribisnis Tanaman Hias. Eko M. 5. Nama atau kode produsen/eksportir. Penerbit Yayasan Kanisius. 021 316 1952. 2. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. Penerbar Swadaya 1993 4) Budidaya Tanaman Anggrek – Departemen Pertanian 1987. Produksi Indonesia.id . Fax. Sri Wahyuni. DAFTAR PUSTAKA 1) Osman. Anggrek Potong Penebar Swadaya 34 hal.ristek.5. 11. Negara/tempat tujuan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. Soeryowinoto. Jenis mutu. Trubus (1997) Jakarta. 63 hal. 12. 6. F. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jakarta Penebar Swadaya IKAPI 219 hal.

H. Fax. 021 316 9166~69. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. M. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

M. Asia termasuk Indonesia dan Australia. Dari Mesir budidaya dan teknologi pengolahan anggur masuk ke Yunani dan menyebar ke daerah Laut Hitam sampai Spanyol. Penyebaran ini juga menjadikan Anggur punya beberapa sebutan seperti Grape di Eropa dan Amerika. Amerika Selatan. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedangkan teknologi pengolahan anggur menjadi wine pertama kali dikembangkan orang Mesir pada 2500 SM. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. JENIS TANAMAN Anggur termasuk tanaman marga Vitis. 021 316 1952.id . Prancis dan Austria. yang bisa dimakan hanya dua jenis yaitu Vitis vinifera dan Vitis labrusca. Afrika selatan. Hal. tetapi budidaya anggur sudah dikembangkan di Timur Tengah sejak 4000 SM.TTG BUDIDAYA PERTANIAN ANGGUR ( Vitis ) 1. Anggur berasal dari Armenia. rasa manis dan segar.go. 2. SEJARAH SINGKAT Anggur merupakan tanaman buah berupa perrdu yang merambat. Fax. Tidak semua jenis dari marga ini dapat dimakan.H. Jerman. 021 316 9166~69. orang China menyebut Pu tao dan di Indonesia disebut anggur. Tanaman anggur jenis Vitis vinifera mempunyai ciri: a) Kulit tipis. Jl. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 300 m dari permukaan laut beriklim kering. Sejalan dengan perjalanan Columbus anggur dari asalnya ini mulai menyebar ke Mexico.

Beacon dan Isabella. MANFAAT TANAMAN Anggur dimanfaatkan sebagai buah segar maupun untuk diolah sebagai jadi produk lain seperti minuman fermentasi hasil perasan anggur yang mengandung alkohol biasa disebut Wine. Isabella. dengan musim kemarau panjang berkisar 4-7 bulan. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 3) Curah hujan rata-rata 800 mm per tahun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dan keadaan hujan yang terus menerus dapat merusak premordia/ bakal perbungaan yaitu tengah berlangsung serta dapat menimbulkan serangan hama dan penyakit. Probolinggo Putih. 3. Delaware. Dari kedua jenis ini yang banyak dikembangkan di Indonesia dan direkomendasi oleh Departemen Pertanian sebagai jenis unggul adalah jenis Vitis vinifera dari varietas Anggur Probolinggo Biru dan Alphonso Lavalle. 2) Angin yang terlalu kencang kurang baik bagi anggur. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. SYARAT TUMBUH 5. Probolinggo Biru dan Putih. Chifung dan Australia. Situbondo Kuning. b) Kemampuan tumbuh dari dataran rendah hingga 900 m dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Termasuk jenis ini adalah Gros Colman. c) Termasuk jenis ini adalah Brilliant. Jl. Carman. 4. dikeringkan menjadi kismis dan untuk keperluan industri selai dan jeli. Iklim 1) Tanaman anggur dapat tumbuh baik di daerah dataran rendah. terutama di tepitepi pantai. 5) Suhu rata-rata maksimal siang hari 31 derajat C dan suhu rata-rata minimal malam hari 23 derajat C dengan kelembaban udara 75-80 %. http://www. Alphonso Lavalle dan Golden Champion.id . M. rasa masam dan kurang segar. 4) Sebaiknya sinar matahari yang banyak/udara kering sangat baik bagi pertumbuhan vegetatif dan pembuahannya.go. Situbondo).H.ristek. Pasuruan. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia sentra anggur terdapat di Jawa Timur (Probolinggo. 5. Namun ada juga yang dianjurkan ditanam antara lain Gross Collman. Delaware. Bali dan Kupang (NTT). Fax. Tanaman anggur jenis Vitis labrusca mempunya ciri: a) Kulit tebal.

go. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 1952.H.id . http://www.ristek. 021 316 9166~69. Jl.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 2) Teknik Penyemaian Benih Cara generatif bibit disemai di tempat yang telah disediakan. Jl. 021 316 1952. banyak mengandung humus dan hara yang dibutuhkan.1. Bibit stek yang baik adalah : a) Panjang stek sekitar 25 cm terdiri atas 2-3 ruas dan diambil dari pohon induk yang sudah berumur di atas satu tahun. Perbanyakan tanaman yang paling efektif anggur adalah dengan menggunakan stek. penyambungan). PEDOMAN BUDIDAYA 6. pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 1:1:1. stek mata. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Bentuknya bulat berukuran sekitar 1 cm. c) Kulitnya berwarna coklat muda dan cerah dengan bagian bawah kulit telah hijau. 6.3. Cara vegetatif (stek) yaitu : a) Pembibitan dikerjakan dengan menyemaikan lebih dulu dalam pot /keranjang sempai kira-kira selama 5 hari b) Setelah itu dipindah ke media semai berupa campuran tanah. stek cabang.id . subur dan gembur. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman anggur adalah mengandung pasir. Jenis Vitis labrusca menghendaki ketinggian 1-800 m dpl. 2) Derajat keasaman tanah yang cocok untuk budidaya anggur adalah 7 (netral). lempung berpasir.H. Mata tunas yang tidak sehat ukurannya kecil dan ujungnya tampak memutih seperti kapuk. 5. Jenis Vitis vinifera menghendaki ketinggian 1-300 m dpl. 021 316 9166~69. Pembibitan 1) Pengadaan Benih Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara generatif (biji) dan vegetatif (cangkok. Perbedaan ketinggian akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangannya. berair dan bebas dari noda-noda hitam. http://www. d) Mata tunas sehat berukuran besar dan tampak padat. M.2.go. Ketinggian Tempat Anggur akan tumbuh baik bila ditanam antara 5-1000 m dpl atau di daerah dataran rendah. Media semai ini berupa polybag/keranjang yang lebih besar dari tempat awal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go.id . http://www. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69.

http://www.ristek. e) Menentukan dosis pupuk kandang yang diperlukan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Selama di persemaian selalu disiram dan jangan sampai tergenang. 021 316 1952. Jl. 3 x 5 m. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang digunakan dibersihkan dan tidak terlindung dari sinar matahari. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman anggur merupakan tanaman monokultur. 3) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan bila pH tanah rendah/terlalu asam. d) Membuat lubang tanam.id .2. M.H. 3 Kantor x 4 m. b) Penanaman dilakukan di awal musim kemarau/saat panas tertinggi. 6. pasir dan tanah dengan perbandingan 2:1:1. 4) Pemupukan Setelah 2-4 minggu lubang tanam diisi pupuk kandang. 021 316 9166~69. c) Mengatur jarak tanam. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengaturan jarak tanam penting diperhatikan dan juga sesuai dengan larikan karena arah datangnya angin sangat besar pengaruhnya. Lubang dibiarkan terkena sinar matahari selama 2-4 minggu. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang perlu dilakukan adalah: a) Menentukan lokasi penanaman. Pencangkulan untuk pembuatan lubang tanam dilakukan setelah ada pengaturan jarak tanam yang sesuai dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm. 3 x 5 m dan 4 x Ilmu 6m Deputi dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Bidang 4 x Pendayagunaan 5 m.go. b) Menentukan luas areal tanam.3. 4) Pemindahan Bibit a) Sekitar 2 bulan tersebut bibit sudah tumbuh dan berakar banyak siap untuk dipindah ke lapangan dengan memilih yang segar dan sehat kondisinya. b) Penyemaian bibit di tempat teduh dan lembab selama sekitar 2 bulan. Jarak tanam bisa diatur dengan pola: 3 x 3 m. Fax. 4Menegristek x 5 m. 4 x 4 m.

Jl. 021 316 1952.ristek. 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M. http://www. Fax.id .H.

tahap satu saat umur satu bulan setelah pembungaan dan buah masih pentil. 021 316 9166~69. pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1 atau 1:1:2. Setiap tanaman perlu lahan 20 m² termasuk para-paranya yang harus dipersiapkan sebelum tanamannya tumbuh. (2) tidak sempurna bentuknya. (4) buah yang terbentuk tanpa adanya persarian. Jl. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jarak tanam mempengaruhi jumlah tanaman persatuan luas : a) 3 x 3 m untuk 1 Ha = 1. http://www.id .H. Bahan yang umum dipakai bungkus adal kertas semen dan kertas koran.go. M. Penjarangan buah sangat penting karena buah yang terlalu rapat justru merusak perkembangan buah dan menurunkan kualitas buah. Dalam penjarangan buahbuah yang perlu dibuang adalah: (1) yang bertangkai panjang.111 pohon b) 3 x 4 m untuk 1 Ha = 833 pohon c) 3 x 5 m untuk 1 Ha = 666 pohon d) 4 x 4 m untuk 1 Ha = 625 pohon e) 4 x 5 m untuk 1 Ha = 500 pohon f) 4 x 6 m untuk 1 Ha = 416 pohon 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam yang diperlukan berukuran 60 x 60 x 60 cm yang disesuaikan dengan jarak tanam. Penjarangan dilakukan dalam dua tahap. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman dan Penjarangan Penyulaman hanya dilakukan bila terdapat tanaman yang tidak sehat/mati. 021 316 1952. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan bila terdapat tanaman pengganggu sekitar tanaman anggur. (3) buah yang ada di sebelah dalam. agar pertumbuhannya dapat menjalar ke atas menuju para-para.ristek. Para-para ini berguna untuk merayapkan batang dan cabangnya secara mendatar pada ketinggian 2 m. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengontrolan dilakukan rutin bersamaan saat penyiraman karena anggur perlu perhatian kontinyu. Pembungkusan dilakukan bila dalam satu dompol buah sudah ada dua atau tiga buah yang masak. isi lubang berupa campuran tanah. sekitar Juni dan Juli. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Cara Penanaman Penanaman bibit anggur terbaik pada saat musim kemarau. 6. tahap dua dilakukan dua minggu setelah tahap satu dan buah sebesar biji jagung. Fax. Setiap tanaman juga diberi ajir bambu untuk titian setelah bibit ditanam.4. juga perlu dilakukan pembrongsongan (pembungkusan) buah. Untuk menjaga kualitas buah.

50 gram urea Cara pemberian dengan membuat larikan melingkar sekeliling tanaman diameter 10-20 cm sedalam 5 cm. tahun kedua dosis dinaikkan jadi 10 kaleng. interval 15 hari 3. 80 gram TSP/100 gram ZK 3. M. ZK 450 gram. http://www. 021 316 9166~69. dengan cara membuang tunas yang tidak perlu dan membiarkan satu tunas yang baik sebagai batang pokok. Umur 21 hari sebelum perempalan. Pupuk buatan dinaikkan dosisnya urea 600 gram. 90-110 hari 3. Cara pemberian dengan pembuatan larikan sekitar tanaman dengan diameter 1. 4) Pemupukan Ada dua masa pemupukan: a) Pemupukan tanaman muda (0-1 tahun) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dalam 1 tahun dilakukan 3 kali perempalan: 1. b) Anggur butuh pengairan yang harus dilakukan mulai tanam sampai pemangkasan. Tujuannya hanya untuk memelihara tingkat kesuburan tanaman sampai musim hujan berakhir dan tanaman tidak rusak. Umur 6-12 bulan. Umur 3-6 bulan. 10 gram urea. b) Pemupukan tanaman dewasa (1-seterusnya) 1. Umur 7 hari sebelum perempalan. Fax. dengan meninggalkan 2-4 mata tunas dan semua daun dibuang sehingga tanaman jadi gundul.go. bertujuan untuk mendapat pertumbuhan yang baik.id . 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempalan a) Perempalan bentuk pada anggur dilakukan mulai tanam sampai umur 1 tahun. 3-4 minggu sebelumnya pemberian air harus dihentikan. TSP 300 gram. 021 316 1952. Tahap II : Juli-Agustus. 90-110 hari 2. Hal. Tahap III : Nov-Des. tahap ini sering gagal Perempalan antara bulan November-Desember. tidak memperoleh hasil. 5 kaleng pupuk kandang 2. b) Perempalan untuk pembuahan dilakukan setelah anggur berumur 1 tahun.H. tetapi bila tidak harus ditunda.5 m. interval 10 hari 2. 100 gram urea Pupuk kandang diberikan sekali setahun. 5) Pengairan dan Penyiraman Yang perlu diperhatikan adalah: a) Anggur tidak tahan pada air yang tergenang. bila meneteskan air perempalan dilaksanakan. c) Menjelang pemangkasan. 15 gram urea. Umur 11 hari sebelum perempalan. Umur 0-3 bulan. Sebelum perempalan diperiksa dahulu dengan memotong ujung salah satu cabang.ristek. Perempalan dilakukan dengan memotong ranting-ranting. Jl. Tahap I : Maret-April.

Cabang tersier yang baru muncul disisakan satu sulur saja. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bila ada cabang tersier yang tidak mengeluarkan sulur dapat diadakan pemotongan dengan meninggalkan 3 mata bertujuan untuk merangsang pertumbuhan sulur. setelah mulai tua pemberian air dihentikan supaya buah tidak pecah dan busuk. Fax. cabang tersier yang baru tumbuh mengeluarkan sulur-sulur pembentukan bunga yang keluar dari mata ke 3. kemudian menjadi kuning coklat dan gugur. 021 316 9166~69. Penyemprotan harus dihentikan 15 hari sebelum panen. Khusus untuk hama Phyiloxera Vitifolia digunakan insektisida Furadan 3G/Temik 1 OG. Hama 1) Phylloxera Vitifolia Menyerang tanaman anggur baik muda maupun tua berakibat anggur jadi kering dan mati. agar menghasilkan dompol bunga yang besar dan buahnya bisa bermutu tinggi. HAMA DAN PENYAKIT 7. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Wereng daun Serangan wereng ini menyebabkan daun anggur berbintik putih.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Setelah masa pemangkasan. Hama ini menetap di bawah kulit batang yang terkelupas dan dalam jaringan akar. 4 dan 5. 7) Pengaturan Bunga Setelah dua minggu pemangkasan pembuahan. 4) Kutu putih Dapat menyebabkan pucuk/tunas menjadi kerdil.1.ristek. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan insektisida dilakukan sebagai pencegahan terhadap hama yang mengganggu pada anggur.id . Hal. http://www.H. Gejala umum pada daun terbentuk bisul-bisul kecil dan akar membengkak seperti kutil. 7. e) Pemberian dilakukan sampai buahnya hampir masak. Yang diserang adalah daun dan akar tanaman secara langsung. 2) Kumbang Apogonia destructor Bentuk kumbang kecil dan warna hitam mengkilat. 2-3 hari sebelumnya diberi air kembali sampai ujung ranting mengeluarkan air. 021 316 1952. M. Menyerang daun anggur pada malam hari dan kumbang ini mudah tertarik oleh sinar lampu.

Penyakit 1) Downy Mildew (jamur) Gejalanya daun nampak kuning bagian bawah terlihat ada tepung warna putihkuning. busuk dan gugur. Penyemprotan dilakukan secara rutin dan dihentikan menjelang masa petik. Menyerang pucuk. bajing dan musang Menyerang buah makanannya. Untuk memberantas penyakit anggur dilakukan dengan menyemprotkan fungisida dengan waktu a sebelum masa berbunga.id .go. http://www.ristek. 3) Penyakit busuk hitam Menyebabkan buah jadi keriput. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. Daun. setelah berbunga dan 8-12 hari sesudah penyemprotan kedua setelah berbunga. yang mulai masak untuk dijadikan Cara untuk memberantas hama anggur dilakukan dengan menyemprotkan insektisida pada bagian yang terkena serangan.H. Penyiraman bisa dilakukan sebelum tanam. bunga dan buah muda bahkan dapat merusak ranting sehingga jadi kerdil dan rusak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Ulat daun Menyerang daun untuk dijadikan makanannya. bunga maupun tandan muda bisa mati bila terkena penyakit ini terutama saat musim penghujan atau kelembaban yang tinggi. 2) Powdery Mildew Pada permukaan daun terdapat bedak tipis putih kelabu. Fax. tertutup tepung berwarna orange (massa 5) Peronospora Bila udara terlalu lembab jamur ini menyerang daun anggur dan dapat dikenali karena spora berwarna kuning di bawah daun. Jl. Sedang untuk penyakit busuk hitam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6) Rayap Serangan yang paling parah bila menggerogoti akar tanaman yang masih muda sehingga membuat jadi layu dan akhirnya mati. 021 316 9166~69. 7) Burung. 4) Phakospora Vitis Daun sebelah bawah sporanya). setelah tanam/setelah panen. Sedangkan untuk menanggulangi hama dari hewan besar dapat memakai jebakan. Khusus hama Phyloxera vitifolia dilakukan dengan menyiramkan insektisida di sekeliling tanaman. 7. 021 316 1952. kalong. M.

8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952. Jl. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. 021 316 9166~69. http://www. M.

4. http://www. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan dengan menyingkirkan buah yang rusak dan buah yang masih terlalu muda dalam satu dompolan. 9. 021 316 9166~69.2.ristek. daerah dataran tinggi umur buah antara 105–110 hari.500 kg anggur. jumlah tanaman 500 batang dengan hasil panen per tahun rata-rata 7. Prakiraan Produksi Dari areal tanaman anggur 1 ha dengan rasio jarak tanam 4 x 5.1.1. PASCAPANEN 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN penyemprotan dilakukan sebelum masa berbunga. saat berbunga dan 2 minggu sebelum masa petik.H. Ciri dan Umur Panen Umur panen anggur tergantung jenis yang ditanam. Kemudian anggur digolongkan menurut ukuran dompolan dan keseragaman besar buah. PANEN 8. Periode Panen Tanaman anggur dalam satu tahun mengalami dua kali panen. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengumpulan Pengumpulan anggur tidak boleh ditumpuk karena dapat merusak buah di bawahnya. Untuk daerah rendah umur buah 90-100 hari setelah pangkas. Tingkat kemasakan buah yang baik untuk dipanen adalah warna dalam satu tandan telah rata.3. M. iklim dan tinggi tempat. Fax.go. 021 316 1952. 9. Cara Panen Cara panen dilakukan dalam cuaca yang cerah dan di pagi hari dengan pemetikan yang hati-hati (jangan sampai bedak hilang).2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 8. Hasil pemetikan dimasukkan keranjang/dos karton diusahakan penempatannya tidak menumpuk. Jl. agar buah yang terletak di bawah tidak rusak dan pecah. Hal yang penting bedak yang terdapat pada anggur dijaga agar tidak hilang. butir buah mudah lepas dari tandan dan keadaan buah kenyal serta lunak. 8. 8. Hal. 8.

1. 9. Rp. Cara terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi dengan serbuk gergaji sehingga kerusakan buah dapat ditekan saat pengangkutan.Mencampur pupuk untuk lubang tanam @Rp. 500.000.Upah menanam kayu jaran 412 batang @ Rp.000..000. 1.500. 021 316 1952. Fax.500. 3. cara ini kurang baik karena banyak buah yang rusak. Rp. 500. 2. 5.000.Rp.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Rp.790.000. Rp. 9.000. 900. Rp.000. 3.000.442. Rp. 206. 60.425. http://www.Rp. 021 316 9166~69. Pupuk .Sewa tanah 5 tahun @ Rp. 7.700.4.Tutu kayu jaran 412 batang @ Rp. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya anggur dengan rasio jarak tanam 4 x 5 luas (500 pohon) dan luas lahan 1 ha di daerah Malang tahun 1999.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1) Biaya produksi tahun pertama 1.Pengolahan tanah/penanaman Buat lubang tanam 500 pohon @ Rp.Pupuk kandang @ Rp. 1.750..000.000.Rp.250.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. 12. 500.3.Pembuatan Para-para dan pagar keliling : Pembelian ajir dan upah Bambu tunggakan 1558 batang @ Rp. 1.000.- Rp. tetapi cara yang mudah.000. Lahan .1.Kawat tali para-para 2 ton @ Rp.H.Rp.Rp.000.000.000.000.ristek.500. 7.Rp.Urea tiap pohon 1kg @ Rp.Pupuk Kandang untuk 500 pohon@ Rp.Rp. 779.2.5 kg @ Rp.go.000.564.000. 4.000.Menanam bambu tunggakan 1558 batang @ Rp.Rp.. Jl. 3. 2.000. 10.500. Rp.000.000. ringkas dan kapasitas penyimpanan besar adalah dengan menggantung anggur untuk dianginanginkan dalam ruang yang sejuk.Ongkos pasang para-para Pembuatan pagar keliling . Penyimpanan Cara terbaik dalam penyimpanan adalah dengan memasukkan dalam ruang pendingin untuk mengurangi penguapan.000. Bibit 500 pohon @ Rp 5000.id .Rp.500.1. 2. 1.000.Upah menanam pohon @ Rp.000.500.470.Rp.Tali ijuk 200bendel @ Rp.000.000.500.2. M.000. 1000. Pengemasan dan Pengangkutan Cara menggunakan keranjang bambu dilapisi kertas koran. 10.000.2.TSP tiap pohon 0.000.3. Rp.Bambu duri/atap para-para 1396 batang @ Rp.000.1.

H. 021 316 1952.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek. 021 316 9166~69. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

000.972.5 kg x Rp. 28.500.000. 7.000. 1.972.Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. Fax. 7.000. 7.000.Rp.700.000.000. 42.999.000.000.Rp. 52. Rp. Tahun ke-1: 500 pohon x 2 x 4 kg x Rp.Pasang Pipa air @ Rp.Rp.000.000.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.000.id ..Rp.000.-/bulan . 240.000.000.2. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.-/bulan 5.560. 8.5 Jumlah biaya produksi 3) Pendapatan ( hasil panen 1 tahun 2 kali ) 1.Rp. Rp.Fungisida Cobox 16 kg @ Rp. Jl.401. 8.000.Oli pompa air 24 l @ Rp. 241.000.Rp. 35.ristek.go. Lain-lain /Ipeda Jumlah biaya produksi/tahun untuk tahun ke-2 .040.-/bulan 8..6.Fungisida Profit 8 kg @ Rp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. 72. 152..000.000. Tahun ke-3: 500 pohon x 2 x 7. Tahun ke-5: 500 pohon x 2 x 9 kg x Rp.5 kg @ Rp.000.000. 7.Pompa air 3. Obat dan Pestisida : .Fungisida Cobox 16 kg @ Rp.000. 280.Rp. 021 316 1952. Rp.Insektisida 5 liter . 400.560. http://www. 35..192. 50.000..Paralon 20 buah @ Rp.. ketiga.5.Rp. Rp. 35.Rp.000.Pipa air 2 batang @ Rp. 250. Obat dan pestisida . Rp.000.Insektisida 5 liter .000.000.Urea tiap pohon 1kg @ Rp. 240. 70.280.000.000.000.Rp. Rp.1.5. 2. Peralatan .880. Pupuk . 63.. 1. Tahun ke-2: 500 pohon x 2 x 6 kg x Rp. 9.000.4. Rp. 250.1. Penyiraman .BBM untuk pompa air 972 l @ Rp. Tenaga kerja .Rp.000.BBM untuk pompa air 972 l @ Rp.000..Fungisida Antracol 16 kg @ Rp. Rp..Jumlah pendapatan Rp.500. Rp.397.5 Pk Merk Honda . Rp. 65..000.Rp.2.000. Tahun ke-4: 500 pohon x 2 x 8 kg x Rp.000.140.000.000.000.880.3.000.500. Tenaga kerja .000. 19. Rp.1.000.Pengawas 1 orang @ Rp. 250.000. Rp.101. Rp. 9.000. 2. 56. 1000.700.Pengawas 1 orang @ Rp.000.- Rp. Rp.Fungisida Profit 8 kg @ Rp.2.000.192.000. Rp.2.000.000.2.000.425.000.000.500.000.Pupuk kandang @ Rp.000. 65.TSP tiap pohon 0.040.4.000. 250. Lain-lain/Ipeda Jumlah biaya produksi tahun ke-1 2) Biaya produksi tahun kedua.Oli pompa air 24 l @ Rp.000.000. 400.Upah tenaga kerja 3 orang @ Rp.7.- Hal.-/bulan . 021 316 9166~69. Rp.000. 1000. 3.H. Rp. keempat dan kelima 1.3.500. 750.000.000.Rp.- Rp.000.- Rp. Penyiraman .500.000.

Keuntungan/tahun 5) Parameter kelayakan usaha 1. 11. 021 316 1952.270.527.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Keuntungan 1. (1993).103. Ruang Lingkup Standar mutu anggur di Indonesia masih belum.231 kg senilai US $ 81. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.374.go.58 Catatan : .H.300.746. Fax.4 kg senilai US $ 7. 10.395. Indonesia mengimport lima jenis buahbuahan.878 kg senilai US $ 60. Sehingga saat ini telah mulai dikembangkan budidaya anggur dengan skala besar dan pengolahan yang intensif. 40.820. .000.029 kg senilai US $ 33.id . 68.600. M.797. Jenis buah import yang telah lama dikenal dan dibudidayakan di Indonesia antara lain anggur. Import buah tersebut sebesar 17. Jl. pir.406. Sedang ukuran buah yang seragam dan rasa akan menaikkan nilai jual dalam pemasaran. dan 116. 11.Rp.557. namun ditingkat petani sudah ada standar mutu berdasar dompolan. jeruk. Diskripsi Banyaknya buah dalam dompolan menjadi ukuran mutu yang menunjukkan tingginya produksi.1. sehingga tiap tahun masih mengimpor. ukuran buah dan rasa.365 (1995). STANDAR PRODUKSI 11.2.2. namun untuk beberapa jenis tertentu masih mengimpor. B/C rasio Rp. Produk anggur dalam negeri belum mengimbangi permintaan pasar (konsumen) domestik.578 kg senilai US $ 50.ristek.501.418. 89.604 (1991). Dalam tahun 1991-1995.141 (1994).846. 77. Gambaran Peluang Agribisnis Indonesia telah mengeksport buah-buahan.973. 17. http://www.937. kurma dan anggur. Dengan kondisi tersebut maka pada masa kini dan yang akan datang budidaya anggur sangat menjanjikan bagi para produsen.Umur tanaman anggur semakin lama semakin produktif dan dapat mencapai 25– 30 tahun.305.977 kg senilai US $ 36. Keuntungan dalam 5 tahun 2.525. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Impor anggur Indonesia tahun 1991-1995 mencapai 26.Dalam kenyataan produksi 1 pohon dapat mencapai 20–30 kg dan dalam 1 tahun bisa 3 kali panen.032. meliputi apel.= 1.300 atau rata-rata pertahun sebesar 5.612 (1992).325 kg senilai US $ 13. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.ristek. Fax.H. http://www. 021 316 1952.id . M. 12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go.

10) Widyastuti YE dan Paimin FB. Penebar Swadaya. 4) _. Penebar Swadaya. 12. 1990. Budidaya Anggur. 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Standar mutu yang berlaku di petani: 1) Mutu A: dompolan rapat. Anggur impor Menyerbu Indonesia.1992. 021 316 9166~69. Vitis vinifera Terbaik Untuk Wine. 5) _. Jakarta. Pengemasan Standar pengemasan anggur adalah buah dalam baik saat pengangkutan sampai ke tempat tujuan. 6) . 8) Trubus 275. 7) Trubus 274. Penebar Swadaya. rasa manis. Jl. Chip Budding Untuk Membibitkan Anggur. Jakarta. Fax. http://www.go. Pengambilan Contoh Pengambilan contoh yang berfungsi untuk penanganan berikutnya diambil saat dilakukan pemanenan. DAFTAR PUSTAKA 1) Sauri H dan Martulis. Surabaya. Jakarta. Penebar Swadaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 2) Trubus 33.4. Jakarta. 021 316 1952. Pengemasan terbaik dengan menggunakan kotak kayu yang diisi serbuk gergaji sehingga anggur tetap terjaga keutuhannya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Perjalanan Anggur Bali. Anggur yang diambil sebelum umur panen mempunyai mutu rendah. 11. Penebar Swadaya. Jakarta. 9) . 1992. Penebar Swadaya. Penebar Swadaya. Membuat Anggur Berbiji Menjadi Tak Berbiji. M. 2) Mutu B: dompolan renggang. Cara Mengepak Anggur yang Benar. 3) Mutu C: di luar ketentuan mutu A dan B. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Usaha Nasional.5. Jakarta. buah kecil. 1991.ristek. Mengunjungi Sentra Anggur Di RRC. penebar Swadaya. 1992. 3) Trubus 272.H. buah besar dan seragam.3. Jakarta. Jakarta. Penebar Swadaya. Perbanyakan Anggur dengan Stek Satu Mata. rasa manis. Februari 2000 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jakarta.id . Jakarta. 1993.

ristek. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 1952. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl. Fax.H. 021 316 9166~69.

Beberapa varietas apel unggulan antara lain: Rome Beauty. tanaman apel termasuk dalam: 1) Divisio : Spermatophyta 2) Subdivisio : Angiospermae 3) Klas : Dicotyledonae 4) Ordo : Rosales 5) Famili : Rosaceae 6) Genus : Malus 7) Spesies : Malus sylvestris Mill Dari spesies Malus sylvestris Mill ini. Princess Noble dan Wangli/Lali jiwo. terdapat bermacam-macam varietas yang memiliki ciri-ciri atau kekhasan tersendiri. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Manalagi. http://www.H. 2. JENIS TANAMAN Menurut sistematika.TTG BUDIDAYA PERTANIAN APEL ( Malus sylvestris Mill ) 1. Di Indonesia apel telah ditanam sejak tahun 1934 hingga saat ini. Hal.id . Fax. SEJARAH SINGKAT Apel merupakan tanaman buah tahunan yang berasal dari daerah Asia Barat dengan iklim sub tropis. M. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Anna.go. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.

Fax.600 mm/tahun dengan hari hujan 110-150 hari/tahun. 5) Kelerengan yang terlalu tajam akan menyulitkan perawatan tanaman. dan Australia. http://www. Sedangkan sentra penanaman dunia berada di Eropa. Bali (Buleleng dan Tabanan).000-2. 4. 2) Tanah yang cocok adalah Latosol. Selain itu apel kerap menjadi pilihan para pelaku diet sebagai makanan substitusi. 4) Dalam pertumbuhannya tanaman apel membutuhkan kandungan air tanah yang cukup. penyerapan air. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sehingga bila masih memungkinkan dibuat terasering maka tanah masih layak ditanami.2. Jl.H. 3) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok untuk tanaman apel adalah 6-7 dan kandungan air tanah yang dibutuhkan adalah air tersedia. Sentra produksi apel di adalah Malang (Batu dan Poncokusumo) dan Pasuruan (Nongkojajar). M.go. Media Tanam 1) Tanaman apel tumbuh dengan baik pada tanah yang bersolum dalam. Iklim 1) Curah hujan yang ideal adalah 1.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. dan struktur tanahnya remah dan gembur. Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Selatan. mempunyai lapisan organik tinggi. Banyuwangi). 4) Kelembaban udara yang dikehendaki tanaman apel sekitar 7585%. Amerika. pergerakan hara dan kemampuan menyimpanan airnya optimal. SYARAT TUMBUH 5. dan porositas baik.ristek. Nusa Tenggara Barat. mempunyai aerasi. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. 2) Tanaman apel membutuhkan cahaya matahari yang cukup antara 50-60% setiap harinya. dan berkembang pesat pada tahun 1960 hingga saat ini. Di daerah ini apel telah diusahakan sejak tahun 1950. Jatim. Curah hujan yang tinggi saat berbunga akan menyebabkan bunga gugur sehingga tidak dapat menjadi buah. 5. 021 316 1952. Andosol dan Regosol. terutama pada saat pembungaan. MANFAAT TANAMAN Apel mengandung banyak vitamin C dan B. Dalam setahun banyaknya bulan basah adalah 6-7 bulan dan bulan kering 3-4 bulan. Selain itu daerah lain yang banyak dinanami apel adalah Jawa Timur (Kayumas-Situbondo. 3) Suhu yang sesuai berkisar antara 16-27 derajat C. 5.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jawa Tengah (Tawangmangu). apel dapat tumbuh dan berbuah baik di daerah dataran tinggi. 021 316 9166~69. sehingga pertukaran oksigen.

2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Fax.go.ristek. http://www. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.id .H.

Anakan pohon induk apel liar: anakan yang agak panjang direbahkan melekat tanah. bila sudah cukup kuat. bentuk pohon kokoh. penimbunan dilakukan tiap 2 mata. Pembibitan Perbanyakan tanaman apel dilakukan secara vegetatif dan generatif.1. kemudian cabang dijepit kayu dan ditimbun tanah. sebab perbanyakan generatif memakan waktu lama dan sering menghasilkan bibit yang menyimpang dari induknya.id . http://www. M. Teknik perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. 3. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Perbanyakan yang baik dan umum dilakukan adalah perbanyakan vegetatif. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Sedangkan syarat mata tunas adalah berasal dari batang tanaman apel yang sehat dan memilki sifat-sifat unggul. sedangkan perbanyakan vegetatif dilakukan dengan okulasi atau penempelan (budding). b) Rundukan (layering) 1. Bibit hasil rundukan dapat diperoleh dua cara yaitu: . Ketinggian Tempat Tanaman apel dapat tumbuh dan berbuah baik pada ketinggian 700-1200 m dpl.5 cm dan kulit batang kecoklatan. sambungan (grafting) dan stek. diameter 0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.ristek. Ciri anakan yang diambil adalah tinggi 30 cm. dengan ketinggian optimal 1000-1200 m dpl.go. Fax.3. Hal. Anakan diambil dari pangkal batang bawah tanaman produktif dengan cara menggali tanah disekitar pohon. tunas dapat dipisahkan dengan cara memotong cabangnya. lalu ditanam pada bedengan selebar 60 cm dengan kedalaman parit 40 cm. 021 316 1952. Jl. Setelah anakan dicabut. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih dilakukan dengan cara perbanyakan batang bawah dilakukan langkah-langkah sebagai berikut: a) Anakan / siwilan 1. 1) Persyaratan Benih Syarat batang bawah: merupakan apel liar. mempunyai daya adaptasi tinggi. 6. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. perakaran luas dan kuat. lalu anakan dicabut beserta akarnya secara berlahan-lahan dan hati-hati. 2. anakan dirompes dan cabang-cabang dipotong.

diameter batang ± 1 cm dan perakaran cukup cukup kuat. bagian atas keratan dibenamkan dalam tanah kemudian ditekuk lagi keatas. 021 316 9166~69. Bekas luka diolesi defolatan. c) Stek Stek apel liar berukuran panjang 15-20 cm ( diameter seragam dan lurus).Perundukan tempelan batang bawah: dilakukan pada waktu tempelan dibuka (2 minggu) yaitu dengan memotong 2/3 bagian penampang batang bawah. 6. Masukkan mata tempel ke dalam lidah batang bawah sehingga menempel dengan baik. Jarak penanaman 30 x 25 cm. 3) Teknik Pembiitan a) Penempelan 1. Kemudian lapisan kayu dibuang dengan hatihati agar matanya tidak rusak 3. sekitar 2 cm diatas tempelan.ristek. kerat batang sekitar 2 cm diatas okulasi dengan posisi milintang sedikit condong keatas sedalam 2/3 bagian penampang.H. M. Jl. 021 316 1952.id . 2. Pada okulasi yang jadi. Pada tekukan diberi penjepit kayu atau bambu. Potong pucuknya dan belah bagian tengah batang bawah denngan panjang 2-5 cm. Stek siap diokulasi pada umur 5 bulan. 2. tiap bedengan ditanami dua baris. b) Penyambungan 1.5-5 cm (Matanya ditengah-tengah). 3. Batang atas (entres) berupa cabang (pucuk cabang lateral). Pilih batang bawah yang memenuhi syarat yaitu telah berumur 5 bulan. Setelah 2-3 minggu. 2. Ambil mata tempel dari cabang atau batang sehat yang berasal dari pohon apel varietas unggul yang telah terbukti keunggulannya.go. diameter batang ± 1 cm dan kulit batangnya mudah dikelupas dari kayu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah rundukan berumur sekitar 4 bulan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . 4. Ikat tempelan dengan pita plastik putih pada seluruh bagian tempelan. Tempelan yang jadi mempunyai tanda mata tempel berwarna hijau segar dan melekat. Fax. Caranya adalah dengan menyayat mata tempel beserta kayunya sepanjang 2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Lidah tersebut diungkit dari kayunya dan dipotong setengahnya. Batang bawah dipotong pada ketinggian ± 20 cm dari leher akar. ikatan tempelan dapat dibuka dan semprot/ kompres dengan ZPT. dilakukan pemisahan bakal bibit dengan cara memotong miring batang tersebut dibawah keratan atau tekukan. Buat lidah kulit batang yang terbuka pada batang bawah setinggi ± 20 cm dari pangkal batang dengan ukuran yang disesuaikan dengan mata tempel. 5. Tujuannya untuk mengkonsentrasikan pertumbuhan sehingga memacu pertumbuhan mata tunas. http://www. sebelum ditanam bagian bawah stek dicelupkan ke larutan Roton F untuk merangsang pertumbuhan akar.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.ristek.H. 021 316 9166~69. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 1952. M.go. http://www.

bahan paralatan dan biaya yang diperlukan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kerudungi setiap sambungan dengan kantung plastik. lalu pangkal batang atas diiris berbentuk baji. Ikat sambungan dengan tali plastik serapat mungkin.id . 021 316 1952. Bersama dengan ini dapat pula diberikan pupuk daun.2. 4) Pemeliharaan pembibitan Pemeliharaan batang bawah meliputi a) Pemupukan: dilakukan 1-2 bulan sekali dengan urea dan TSP masing-masing 5 gram per tanaman ditugalkan (disebar mengelilingi) di sekitar tanaman. Tujuannya untuk mengetahui jenis tanaman. Hal. daunnya dibuang. Setelah berumur 2-3 minggu. 7. sedangkan insektisida adalah Supracide atau Decis. kemiringan tanah. Cabang entres dippotong sepanjang ± 15 cm (± 3 mata). 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dipotong hingga tingginya 80-100 cm dan daunnya dirompes. 021 316 9166~69. tetapi hanya peninggian alur penanaman. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan cara mencangkul tanah sekaligus membersihkan sisa-sisa tanaman yang masih tertinggal 3) Pembentukan Bedengan Pada tanaman apel bedeng hampir tidak diperlukan. Fax. b) Penyiangan: waktu penyiangan tergantung pada pertumbuhan gulma. 5) Pemindahan Bibit Bibit okulasi grafting (penempelan dan sambungan) dapat dipindahkan ke lapang pada umur minimal 6 bulan setelah okulasi. ditambah perekat Agristic. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Persiapan yang diperlukan adalah persiapan pengolahan tanah dan pelaksanaan survai. c) Pengairan: satu minggu sekali (bila tidak ada hujan) d) Pemberantasan hama dan penyakit: disemprotkan pestisida 2 kali tiap bulan dengan memperhatikan gejala serangan. http://www. menentukan kebutuhan tenaga kerja. keadaan tanah. sehingga kambium keduanya bisa bertemu. Batang atas disisipkan ke belahan batang bawah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.H. Jl. kerudung plastik dapat dibuka untuk melihat keberhasilan sambungan. 6. 5. Panjang irisan sama dengan panjang belahan batang bawah. M. Fungisida yang digunakan adalah Antracol atau Dithane.ristek. 6.go.

masing-masing dicampur pupuk kandang sekurangkurangnya 20 kg. b. dan menjelang tanam tanah galian dikembalikan sesuai asalnya.5-3 m. http://www. Masukan bibit ditengah lubang sambil diatar perakarannya agar menyebar. seperti cabai. Untuk varietas Manalagi dan Prices Moble adalah 3-3. Cara Penanaman Penanaman apel dilakukan baik pada musim penghujan atau kemarau (di sawah). 2. setelah itu dibiarkan selama 2 minggu. Setelah itu tanah dibiarkan selama ± 2 minggu. Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang tanam antara 50 x 50 x 50 cm sampai 1 x 1 x 1 m. Fax. 021 316 1952. Masukan tanah bagian atas dalam lubang sampai sebatas akar dan ditambah tanah galian lubang. 021 316 9166~69. Untuk lahan tegal dianjurkan pada musim hujan. Cara penanaman bibit apel adalah sebagai berikut: a. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sirkulasi udara kurang. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman apel dapat ditanam secara monokultur maupun intercroping.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengapuran Pengapuran bertujuan untuk menjaga keseimbangan pH tanah. setelah melalui beberapa penelitian intercroping pada tanaman apel dapat dilakukan dengan tanaman yang berhabitat rendah. Jl. Tanaman apel tidak dapat ditanam pada jarak yang terlalu rapat karena akan menjadi sangat rimbun yang akan menyebabkan kelembaban tinggi.5 m. c.ristek. M. 6. 5) Pemupukan Pupuk yang diberikan pada pengolahan lahan adalah pupuk kandang sebanyak 20 kg per lubang tanam yang dicampur merata dengan tanah.3. bawang dan lain-lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Masukan tanah bagian bawah bibit kedalam lubang tanam.id . Tanah atas dan tanah bawah dipisahkan. Jarak tanam yang ideal untuk tanaman apel tergantung varietas. Pengapuran hanya dilakukan apabila ph tanah kurang dari 6. sinar matahari terhambat dan meningkatkan pertumbuhan penyakit. Tapi pada saat ini.go. 3.5 x 3.H. sedangkan untuk varietas Rome Beauty dan Anna dapat lebih pendek yaitu 2-3 x 2. Intercroping hanya dapat dilakukan apabila tanah belum tertutup tajuk-tajuk daun atau sebelum 2 tahun.

go. Fax. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.id . Jl. 021 316 1952.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.

go. 6. TSP dan KCl/ZK ± 1 kg/pohon (1:2:1) Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Pembubunan Penyiangan biasanya diikuti dengan pembubunan tanah. Melihat situasi buah. 021 316 9166~69. Pemangkasan dilakukan sejak umur 3 bulan sampai didapat bentuk yang diinginkan(4-5 tahun). tunas yang tumbuh di bawah 60 cm. tunas-tunas ujung beberapa ruas dari pucuk. sedangkan penyulaman dilakukan pada tanaman yang mati atau dimatikan kerena tidak menghasilkan dengan cara menanam tanaman baru menggantikan tanaman lama. Pada kebun yang ditanami apel dengan jarak tanam yang rapat (± 3x3 m). tanah ditekan-tekan secara perlahan dengan tangan agar bibit tertanam kuat dan lurus. yaitu bila buah lebat (2. Penyulaman sebaiknya dilakukan pada musim penghujan. peniangan hampir tidak perlu dilakukan karena tajuk daun menutupi permukaan tanah sehingga rumput-rumput tidak dapat tumbuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d. 7/ 18 . Bila semua tanah telah masuk. Pembubunan dimaksudkan untuk meninggikan kembali tanah disekitar tanaman agar tidak tergenang air dan juga untuk menggemburkan tanah. NPK (15-15-15) 1 kg/pohon atau campuran Urea. 5) Pemupukan a) Pada musim hujan/tanah sawah 1.5-3 bulan setelah rompes. TSP.H.id Hal. KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). Fax. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea. knop yang tidak subur. http://www. Jl. Untuk menahan angin. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan hanya bila disekitar tanaman induk terdapat banyak gulma yang dianggap dapat mengganggu tanaman. 4-6 mata dan bekas tangkai buah. M. Pembubunan biasanya dilakukan setelah panen atau bersamaan dengan pemupukan. cabang yang menyulitkan pelengkungan.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bersamaan rompes daun (< 3 minggu).ristek. 021 316 1952. 2. ranting atau daun yang menutupi buah. cabang yang berpenyakit dan tidak produkrif. bibit dapat ditahan pada ajir dengan ikatan longgar. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan penyulaman Penjarangan tanaman tidak dilakukan. 4) Perempalan/Pemangkasan Bagian yang perlu dipangkas adalah bibit yang baru ditanam setinggi 80 cm.

2-3 bulan setelah rompes (ada hujan). Bersamaan rompes tidak diberi pupuk (tidak ada air). Krena itu perlu drainase yang baik. lalu ditutup tanah dan diairi. 6) Pengairan dan Penyiraman Untuk pertumbuhannya. Untuk penanggulangan. Selain itu perlu digunakan zat pengatur tumbuh Dormex sekali setahun setelah rompes (jangan sampai 10 hari setelah rompes) sebanyak 2600 liter larutan dengan dosisi 3 liter/200 literair. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. masalah kekurangan air tidak ditemui. Penyemprotan sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari. pengendalian secara lebih terinci akan dijelaskan pada poin hama dan penyakit. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk pupuk kandang cukup diberikan sekali setahun (2 x panen) 1-2 pikul setiap pohon pada musim kemarau setelah panen. agar hama dapat segera ditanggulangi. tetapi harus diperhatikan jangan sampai tanaman terendam air. penyemprotan dilakukan sebelum hama menyerang tanaman atau secara rutin 1-2 minggu sekali dengan dosis ringan. dan KCl/ZK ± 3 kg/pohon (4:2:1). Di darah tropis perompesan dilakukan untuk menggantikan musim gugur di daerah iklim sedang baik secara manual oleh manusia (dengan tangan) 10 hari setelah panen maupun dengan menyemprotkan bahan kimia seperti Urea 10%+Ethrel 5000 ppm 1 minggu setelah panen 2 kali dengan selang satu minggu). TSP. Cara pemupukan disebar di sekeliling tanaman sedalam ± 20 cm sejauh lebar daun. Jl. Sedangkan pada musim kemarau masalah kekurangan air harus diatasi dengan cara menyirami tanaman sekurang-kurangnya 2 minggu sekali dengan cara dikocor. M. Untuk meningkatkan pertumbuhan perlu diberikan pupuk daun dan ZPT pada 5-7 hari sampai menjelang bunga setelah rompes (Gandasil B 1 gram/liter) + Atonik/Cepha 1 cc/liter diselingi dengan Metalik-Multi Mikro dan 5-7 hari sekali sampai menjelang panen (2. penyemprotan dilakukan sedini mungkin dengan dosis tepat. 021 316 9166~69. 2.go. Fax. tanaman apel memerlukan pengairan yang memadai sepanjang musim. 7) Penyemprotan Pestisida Untuk pencegahan. NPK (15-15-15) 1-2 kg/pohon atau campuran Urea.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Musim kemarau/tanah tegal 1.ristek. 021 316 1952.H.5 bulan) dari rompes Gandasil D (1 gram/liter).id . Pada musim penghujan. 8) Pemeliharaan Lain a) Perompesan Perompesan dilakukan untuk mematahkan masa dorman didaerah sedang. http://www. Jenis dan dosis pestisida yang digunakan dalam menanggulangi hama sangat beragam tergantung dengan hama yang dikendalikan dan tingkat populasi hama tersebut.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. 021 316 1952. Jl. Fax.go. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. http://www. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Pelengkungan cabang Setelah dirompes dilakukan pelengkungan cabang untuk meratakan tunas lateral dengan cara menarik ujung cabang dengan tali dan diikatkan ke bawah. Penyemprotan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.8 mm. terlambat berbunga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hama 1) Kutu hijau (Aphis pomi Geer) Ciri: kutu dewasa berwarna hijau kekuningan. kulit baik. dan sehat. 021 316 1952. tangkai cabang. M. Fax. c) Penjarangan buah Penjarangan dilakukan untuk meningkatkan kualitas buah yaitu besar seragam. perkembangbiakan sangat cepat. d) Pembelongsongan buah Dilakukan 3 bulan sebelum panen dengan menggunakan kertas minyak berwarna putih sampai keabu-abuan/kecoklat-cokltan yang bawahnya berlubang.250 cc/liter air.7 mm berwarna hitam. panjang tubuh 1. (2) kutu menghasilkan embun madu yang akan melapisi permukaan daun dan merangsang tumbuhnya jamur hitam (embun jelaga). Gejala: (1) nimfa maupun kutu dewasa menyerang dengan mengisap cairan selsel daun secara berkelompok dipermukaan daun muda.ristek.jika tidak mutu buahpun jelek. (4) Supracide 40 EC dalam 500-800 liter/ha air dengan interval penyemprotan 2 minggu sekali.a. cara penyemprotan dari atas ke bawah. HAMA DAN PENYAKIT 7.H. (3) dengan penyemprotan Supracide 40 EC (ba Metidation) dosis 2 cc/liter air atau 1-1. e) Perbaikan kualitas warna buah Peningkatan warna buah dapat dilakukan dengan bahan kimia Ethrel. ada yang bersayap ada pula yang tidak. telur dapat menetas dalam 3-4 hari. antena pendek.125-0. http://www. daun berubah bentuk. 2. 7. buah-buah muda gugur. (5) Convidor 200 SL (b. Untuk memdapatkan buah yang baik satu tunas hendaknya berisi 3-5 buah. Imidakloprid) dosis 0. Tujuan buah terhindar dari serangan burung dan kelelawar dan menjaga warna buah mulus. mengkerut. Paklobutrazol. Pengendalian: (1) sanitasi kebun dan pengaturan jarak tanam (jangan terlalu rapat). terutama ujung tunas muda. panjang sayap 1. Tunas lateral yang rata akan memacu pertumbuhan tunas yang berarti mamacu terbentuknya buah. (6) Convidor 200 SL dalam 600 liter/ha air dengan interval penyemprotan 10 hari sekali (7) Convidor ini dapat mematikan sampai telur-telurnya.id . leriting. Jl.4 D baik secara tunggal maupun kombinasi.6 liter. bunga. (2) dengan musuh alami coccinellidae lycosa. dilakukan dengan membuang buah yang tidak normal (terserang hama penyakit atau kecil-kecil). dan buah.1.go. 021 316 9166~69.

021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www. Fax. M. 021 316 9166~69. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

cokelat. 3) Trips Ciri: berukuran kecil dengan panjang 1mm. kuncup/tunas. Spinder mite. 2) Tungau. berbunga.a.id Hal. mengakibatkan lubang-lubang tidak teratur hingga tulang-tulang daun. Monocrotofos). Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun. http://www. Pengendalian: (1) dengan musah alami coccinellidae dan lycosa. Serabgga berukuran kecil.go.6 mm. tunas dan buah buah dengan cara menhisap cairan sel. Gejala: menyerang daun.H. sedang HelopelthisAntonii dengan abdomen warna merah dan putih. (3) daun pada ujung tunas mengering dan gugur (4) pada daun meninggalkan bekas luka berwarna coklat abu-abu.a Metamidofos) dan Nuvacron 20 SCW (b. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) pada daun terlihat berbintik. daun yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.bintik putih. Gejala: menyerang pada pagi. Jl. dan mengering. 021 316 1952. (2) penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. sore atau pada saat keadaan berawan. (2) penyemprotan dengan penyemprotan seperti Tamaron 200 LC (b. dan pembentukan buah.a. 4) Ulat daun (Spodoptera litura) Ciri: larva berwarna hijau dengan garis-garis abu-abu memanjang dari abdomen sampai kepala. Fention) dengan dosis 2 cc/liter air pada sat tanaman sedang bertunas. buram. Pada bagian thoraknya terdapat benjolan yang menyerupai jarum.ristek. bergerak cepat dan bila tersentuh akan segera terbang menghindar. 021 316 9166~69. (3) pada buah menyebabkan bercak keperak-perakan atau coklat.a. meletakkan telur secara berkelompok dan ditutupi dengan rambut halus berwarna coklat muda. dewasa berwarna cokelat kehitam-hitaman. nimfa berwarna putih kekuningkuningan. Penjang nimfa yang baru menetas 1mm dan panjang serangga dewasa 6-8 mm. 10/ 18 . Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telur-telur pada daun dan menjaga agar lingkungan tajuk tanaman tidk terlalu rapat. Fax. menyerang daun muda. dan panjang 0. Gejala: (1) menjerang daun.pada lateral larva terdapat bercak hitam berbentuk lingkaran atau setengah lingkaran. kedua sisi daun menggulung ke atas dan pertumbuhan tidak normal. 5) Serangga penghisap daun (Helopelthis Sp) Ciri: Helopelthis Theivora dengan abdomen warna hitam dan merah. (2) pada serangan hebat menimbulkan bercak kuning.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan 1-2 minggu sebelum pembungaan dan dilanjutkan 1-1. cambuk merah (panonychus Ulmi) Ciri: berwarna merah tua. M. (2) penyemprotan Akarisida Omite 570 EC sebanyak 2 cc/liter air atau 1 liter Akarisida Omite 570 EC dalam 500 liter air per hektar dengan interval 2 minggu.5 bulan setelah bunga mekar sampai 15 hari sebelum panen. Gejala: (1) tungau menyerang daun dengan menghisap cairan sel-sel daun. dan buah yang masih sangat muda. Methomyl) dengan dosis 2 cc/liter air atau Lebaycid 550 EC (b.

(2) Penyemprotan dengan insektisida seperti Lannate 25 WP (b. bagian bercak ini pecah yang menyebebkan kualitas buah menurun. (2) dengan menyemprotka fungisida Nimrod 250 EC 2.5 cc/liter air setelah perompesan sampai tunas berumur 4-5 minggu dengan interval 5-7 hari. serangan pada buah menyebabkan buah menjadibercak-bercak coklat.5-1 cc/liter air (pencegahan) dan 1-1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terserang menjadi coklat dan perkembanganya tidak simetris. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) pada buah berwarna coklat. tunas yang terserang menjadi coklat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Disepanjang kedua sisi tubuh terdapat rambut berwarna ab-abu. 6) Ulat daun hitam (Dasychira Inclusa Walker) Ciri: Larva mempunyai dua jambul dekat kepala berwarna hitam yang mengarah kearah samping kepala. pada siang hari larva bersembunyi di balik daun.a. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan cara pengerondongan atap plastik/pembelongsongan buah. yang dilakukan pada sore atau pagi hari. BPMC). berkutil coklat. Karena aroma yang mirip bau-bau yang dikeluarkan betina.2. dan apabila buah membesar. M. Gejala: (1) pada daun atas tampak putih. Pada bagian badan terdapat empat jambul yang merupakan keumpulan seta berwarna coklat kehitam-hitaman. 021 316 1952. Panjang larva 50 mm. tanaman yang terserang tinggal tulang daun. Baycarb 500 EC (b. http://www. 7) Lalat buah (Rhagoletis Pomonella) Ciri: larva tidak berkaki. Warna lalat hitam.go. Jl.a. 7. setelah menetas dari telur (10 hari) dapat segera memakan daging buah.ristek.H.id . kaki kekuningan dan meletakkan telur pada buah. Dengan stadia imperfeknya adalah oidium Sp. Gejala: bentuk buah menjadi jelek. maka jantan tertarik dan menhisap kapas.a. Penyakit 1) Penyakit embun tepung (Powdery Mildew) Penyebab: Padosphaera leucotich Salm. Pengendalian: (1) penyemprotan insektisida kontak seperti Lebacyd 550 EC. Pengendalian: (1) secara mekanis dengan membuang telurtelur yang biasanya diletakkan pada daun. tunas tidak normal. Metomyl). Fax. terlihat benjol-benjol. (2) penyemprotan insektisida seperti: Nuvacron 20 SCW (b. (2) membuat perangkat lalat jantan dengan menggunakan Methyl eugenol sebanyak 0. Gejala: menyerang daun tua dan muda. nekrose. kering dan akhirnya mati.1 cc ditetesan pad kapas yang sudah ditetesi insektisida 2 cc. Kapas tersebutkapas tersebut dimasukkan ke botol plastik (bekas air mineral) yang digantungkan ketinggian 2 meter. kerdil dan tidak berbuah.daunnya dengan kerusakan 30%. 021 316 9166~69.5-5 cc/10 liter air (500liter/Ha) atau Afugan 300 EC 0. Pengendalian: (1) memotong tunas atau bagian yang sakit dan dibakar. Monocrotofos) dan Matador 25 EC.

ristek. http://www.go.H. Jl. Fax. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

) Gejala: bercak kecil cokelat dan bintik-bintik hitam berubah menjadi orange. (2) mengurangi kelembapan kebun. Fax.5 gram/liter air. Ciri dan Umur Panen Pada umumnya buah apel dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah bunga mekar. dan kulit akar membusuk.H.) Gejala: menyerang batang/cabang (busuk. Pengendalian: (1) tidak memanen buah terlalu masak. (4) pengerokkan batang yang sakit lalu diolesi fungisida Difolatan 4 F 100 cc/10 liter air atau Copper sandoz. gugur. menghilangkan bagian tanaman yang sakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bekas lubang tidak ditanami minimal 1 tahun. berair dan warna buah pucat. daun muda hingga seluruh bagian gugur. dosis 1000-2000 gram/ha sejak 10 hari setelah rompes dengan interval 1 minggu sebanyak 10 aplikasi atau Delseme MX 200 2 gram/liter air.5 gram/liter air untuk mencegah penyakit pada penyimpanan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyakit bercak daun (Marssonina coronaria J. 5) Busuk buah (Gloeosporium Sp. berwarna coklat. bagian yang terserang dibuang dan dibakar.id . dimulai dari daun tua. (2) disemprot fungisida Agrisan 60 WP 2 gram/liter air. 8. tergantung pada varietas dan iklim. mengelembung. warna coklat kehitaman.go. Pengendalian: tidak memetik buah terlalu masak dan pencelupan dengan Benomyl 0. Davis) Gejala: pada daun umur 4-6 minggu setelah perompesan terlihat bercak putih tidak teratur. 3) Jamur upas (Cortisium salmonicolor Berk et Br) Pengendalian: mengurangi kelembapan kebun.1. 6) Busuk akar (Armilliaria Melea) Gejala: menjerang tanaman apel pada daerah dingin basah. permukaan atas timbul titik hitam. (5) disemprot Benomyl 0. 4) Penyakit kanker (Botryosphaeria Sp. Pengendalian: (1) jarak tanam tidak terlalu rapat. ditandai dengan layu daun. http://www. Henlate 0. Jl. 021 316 9166~69.5 gram/liter air sejak umur 4 hari setelah rompes dengan interval 7 hari hingga 4 minggu. terkadang mengeluarkan cairan). 021 316 1952. yaitu membongkar/mencabut tanaman yang terserang beserta akar-akarnya. (3) membuang bagian yang sakit. Rome Beauty dapat dipetik pada umur sekitar Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Antracol 70 WP 2 gram/liter air. busuk.J. PANEN 8. M. dan buah (becak kecil warna cokelat muda. Pengendalian: dengan eradifikasi.ristek.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Fax. http://www. Jl.ristek.go.

3. umur buah lebih panjang. apel dikumpulkan pada tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung agar laju respirasi berkurang sehingga didapatkan apel yang tinggi kualitas dan kuantitasnya. Jl. PASCAPANEN 9. aroma mulai terasa. Manalagi dapat dipanen pada umur 114 hari setelah bunga mekar dan Anna sekitar 100 hari. 021 316 9166~69. 9.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 120-141 hari dari bunga mekar.ristek. http://www. 8. Periode Panen Periode panen apel adalah enam bulan sekali berdasarkan siklus pemeliharaan yang telah dilakukan. Tetapi. Penggolongan dilakukan untuk mengklasifikasikan produk berdasarkan jenis varietas.id . Ciri masak fisiologis buah adalah: ukuran buah terlihat maksimal. Pengumpulan dilakukan dengan hati-hati dan jangan ditumpuk dan dilempar-lempar. pada musim hujan dan tempat lebih tinggi. lalu dibawa dengan keranjang ke gudang untuk diseleksi. Penyortiran dan Penggolongan Penyortiran dilakukan untuk memisahkan antara buah yang baik dan bebas penyakit dengan buah yang jelek atau berpenyakit. agar penyakit tidak tertular keseluruh buah yang dipanen yang dapat menurunkan mutu produk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Prakiraan Produksi Produksi buah apel sangat tergantung dengan varietas. yaitu tingkat dimana buah mempunyai kemampuan untuk menjadi masak normal setelah dipanen. ukuran dan kualitas buah. 8. secara umum produksi apel adalah 6-15 kg/pohon.2. Fax. Pengumpulan Setelah dipetik.4. M. Cara Panen Pemetikan apel dilakukan dengan cara memetik buah dengan tangan secara serempak untuk setiap kebun.2. warna buah tampak cerah segar dan bila ditekan terasa kres. 9. 8.1. Pemanenan paling baik dilakukan pada saat tanaman mencapai tingkat masak fisiologis (ripening). Hal.H.go. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

800. 100 m 3 . 166 kg Rp. 1.000.500.410.000.000. Dasar dan diatas susunan apel perlu diberi potongan kertas dan disusun miring (tangkai sejajar panjang kotak).000. Jl.Tahun ke-4.id . 145 kg . Pupuk Urea . 80 kg @ Rp.Tahun ke-6.Rp. Rp. 15.530.500.450. 10. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya apel skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Jawa Timur tahun 1999. Rp.1. 333 kg 5. Rp. Rp.000. Rp.313.020.2. Rp.250. Untuk penyimpanan lebih lama (4-7 bulan). a) Biaya produksi 1.ristek. Rp. 100 kg . 021 316 1952.000.000.Tahun ke-2.204. M.400. 100 kg .Tahun ke-4.3. 65 kg @ Rp. Dasar kotak diisai 3-3 atau 2-2 atau berselang 3-2 saling menutup ruang antar buah. http://www. 125 m 3 .Tahun ke-3.228. 021 316 9166~69. Rp. Pengemasan dan Transportasi Kemasan yang digunakan adalah kardus dengan ukuran 48 x 33 x 37 cm dengan berat 35 kg buah apel.205.3 .575.000.Rp. 150 m 3 . Rp.2.214.320.Tahun ke-1.205. 175 m 4.Tahun ke-5.133.Tahun ke-4. Rp.500.675.Tahun ke-6. 3.3.Tahun ke-3.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk kandang 3 . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 85 kg .174. 1. Rp.Tahun ke-6. Bibit 400 tanaman @ Rp.2 derajat C. 10.Tahun ke-1. 9.Tahun ke-3. misal Rome Beauty 21-28 hari (umur petik 113-120 hari) atau 7-14 hari (umur petik 127141 hari).Tahun ke-2. Rp.005. 67 m @ Rp..625.2. harus disimpan pada suhu minus 6-0 derajat C dengan precooling 2.. Pupuk SP 36 .000.1.000.000. Rp.Tahun ke-5.go.112.4. 2.H.000.875. 83 m 3 . ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Rp. Rp. 152 kg . 1.500.1. Sewa lahan 10 tahun @ Rp. 222 kg . 100 kg .Tahun ke-1.469.245. 111 kg .1.130. Rp. Rp. 1.341.141.105.Tahun ke-2. Fax.055.000.Tahun ke-5. Penyimpanan Pada dasarnya apel dapat disimpan lebih lama dibanding dengan buahan lain.

ristek. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. http://www. Fax. Jl.id .

9. dll) . 300.Tahun ke-2.000. http://www.000.000.000....400. 5.000.Tahun ke-1.Tenaga tetap 1 orang Rp.000.000.000. 127.668. 6 liter Rp.Rp.Rp. 5.000. Dimecron.Tahun ke-4 Rp.000.Rp.Tahun ke-1.Tahun ke-2. 250. 180.000..Tahun ke-6. 1.Penyiangan 20 HOK/thn @ Rp.. 50 kg Rp.Rp.Pengolahan lahan tahun ke-1 15 HOK @ Rp... 540.000.Pengendalian HPT . Peralatan .. 375. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 162.275. 500 kg Rp.Penyemprotan Hama .Tahun ke-1. 350.. 5.Rp. 150. 30 HOK @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.Tahun ke-6. 36 HOK @ Rp.Tahun ke 5. 8. 300.000.Rp. 960.150. 5..300.Nimrod. Tenaga kerja . 5.000. 48 HOK @ Rp..000. 5. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. 540. Karathane.Tahun ke-3..Pengolahan lahan tahun ke-2-6. 54.H.Rp. 120.000..Penyemprotan penyakit Hal.000.000. Jl.7. 50.Rp.Tahun ke-1 Rp. 021 316 9166~69.10. 333 kg Rp..000.Pemupukan ..104.Buat lubang tanam 70 HOK @ Rp.000. 152 kg Rp. 40 HOK @ Rp.000. Pupuk KCl . 10 liter Rp.000. 250.Gunting Pangkas 5 buah @ Rp.Tahun ke-4. 021 316 1952.Tahun ke-2. 8 liter Rp.000. 65 HOK @ Rp.. 150. 66. 4. 26 kg @ Rp. 432. M.000..000.840. 15..000.000.Rp.000.ristek.. 4.000. 11.000. 325.Rp..000.go. 3 liter @ Rp. 324. 200.Tahun ke-4.000.Tahun ke-3 40 HOK @ Rp.000. 5. 5.. 100.. 3.600.000.. 240. 5. 75 HOK @ Rp.000. 10 liter Rp.000.Rp. 325.000.. 5.000. 5.. 60 HOK @ Rp.000. 5.Tahun ke-2 Rp. Obat dan Pestisida (Antracol.000..760.Tahun ke-5.Penanaman 30 HOK @ Rp.Rp.Cangkul 20 buah @ Rp. 73 kg Rp..Rp..Tahun ke-6 Rp.Sprayer 3 buah @ Rp.Tahun ke-6.id .Tahun ke-4.000. 50 HOK @ Rp.. 600. 849.000.000.Rp.400.500. 540.. 24 HOK @ Rp.Tahun ke-1 dan ke-2.Tahun ke-5 Rp.8.Rp.Tahun ke-2. 2. 1.. 186.000.Tahun ke-3 Rp.Tahun ke-5. 65 HOK @ Rp. 50 HOK @ Rp. 5. 300.Rp. 5. 10 liter Rp.150.000.Rp.Tahun ke-3.000.000.000. 5.. 900.Tahun Ke-1. 300..550..Rp.000.Tahun ke-3.000.000.Rp.Rp. 250. Pupuk daun . Fax.000. 387..000.Tahun ke-3.Rp. 75. 200.000.000.Rp.

. Rp.000.000. 20 HOK @ Rp.Total pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.000.000.800. 5.Rp.500.Rp.Tahun ke-1.000.250.Tahun ke-3. Tahun ke-5: 4.000. 30 HOK @ Rp. 5.100. 30 HOK @ Rp. 5.000.000. B/C ratio Rp. 5.000.695.4.Tahun ke-5.Tahun ke-2. Rp.Tahun ke-2. 021 316 1952.125.000. 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5.000.H.. 5..000.Rp.Tahun ke-6. Rp.000. 150. 100. 9. 50 HOK @ Rp.000. 3: 30 HOK/tahun @ Rp. 5. 22 HOK @ Rp.Tahun ke-6.000.Tahun ke-4.Rp. 5.Rp..000. Gambaran Peluang Agribisnis Dari segi agribisnis. Tahun ke-4: 3.600. M.249.000 dapat dicapai pada skala minimum seluas 0. Fax.034. 6: 40 HOK @ Rp. Hal ini didukung oleh beberapa alasan yaitu: 1) Iklim: Apel merupakan tanaman yang selektif.000 dan untuk tanah tegal Rp. 300. Rp.000. 92.000..900 kg @ Rp. Artinya apel merupakan tanaman yang hanya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah-daerah tertentu yang iklimnya menunjang.Tahun ke-4. 5.000.ristek..950.Tahun ke-2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal ini berarti bahwa bila petani menanam apel lebih dari skala minimum tersebut.125.Tahun ke-3.150.000.000. sedangkan didaerah tropis hanya beberapa daerah yang berhasil misalnya Malang.2...Rp.000..- Rp.. Rp. 2. 10..go. 33. 50 HOK @ Rp. 5. Tahun ke-3: 2.Rp..80.150. 24.825 kg @ Rp.Tahun ke-5.250. Tahun ke-6: 6.Rp. 5.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) 1.2.Tahun ke-1. 30 HOK @ Rp.375.916. 60 HOK @ Rp. 45.450.000.Rp.000.39 ha (tegal). 5. Rp. Jl.305. 33.000. 16 HOK @ Rp.990 kg @ Rp. 300.000. 150. petani telah mendapatkan keuntungan.= 1.Pemangkasan .Tahun ke-4. 250. 5. http://www. 5.000.Penyabutan batang .Rp.3.000. 19.Rp. 110.. 83.000. Rp.Pengairan .Tahun ke-3. 5.164 ha (sawah) dan 0.000. 5. 200. 14.000.000. Rp.000.id . Di dunia tanaman apel banyak diproduksi oleh negara-negara empat musim.000. apel tergolong tanaman yang sangat komersial. 30 HOK @ Rp.000.. 20 HOK @ Rp.760 kg @ Rp.150.000. 50 HOK @ Rp.000. 60 HOK @ Rp.1 Menurut analisis Pudji Santoso dkk (1988) dalam Bambang Sularso menunjukan bahwa BEP usaha tani apel pada tanah sawah Rp.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Rp. 021 316 9166~69.000. 5.

021 316 1952. Jl. 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax. 021 316 9166~69. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id .H.

Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas.372 ton (1984) menjadi 9.5%. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000.1. http://www. STANDAR PRODUKSI 11. d. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. contoh yang diambil 5. e. Jl. contoh yang diambil 15 (minimum). Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. selama ini pasar apel Indonesia dipenuhi melalui impor dari negara-negara Eropa dan Australia. contoh yang diambil 10. Klasifikasi dan Standar Mutu Standar mutu yang selama ini berlaku: a) Grade A = 15. Target akhir adalah pemenuhan konsumsi nasional dan ekspor. contoh yang diambil 9. tengah dan bawah.go.303.9% (31-4 buah/kg) b) Grade B = 45.2. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300.4. 3) Faktor lain. 11. b. a. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pasar apel Indonesia. Sejak bekembangnya apel di Indonesia pasar ini sedikit demi sedikit diambil alih oleh produksi dalam negeri.H.2% (5-7 buah/kg) c) Grade C = 29.3. M. cara pengujian mutu. 11. c. Hal ini dapat dilihat data BPS yang menunjukkan peningkatan produksi apel nasional 7. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini.ristek. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000.0% (11-15 buah/kg) 11. 021 316 1952.6% (8-10 buah/kg) d) Grade D = 7.276 ton (1988) atau meningkat 17. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum.id . Diskripsi … 11. contoh yang diambil 7. 021 316 9166~69. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. yaitu pengembangan apel sebagai komoditi agrowisata dan pengembangan makanan olahan dari apel seperti jenang apel dan jelli apel.046.

H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952. Jl.ristek.id .go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69.

ristek. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. R bambang. Universitas Brawijaya. Mengenal Buah Unggul Indonesia. hasil Indonesia. Fak. 021 316 1952. 1993.5. Kanisius. Penebar Swadaya dan Trubus. 2) Soelarso. 3) Sunarjono. Jakarta. 1995. daerah asal. Jl. Jakarta.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Hendro. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Budidaya Apel. jenis mutu. PT. negara/tempat tujuan. Soewarno. Sinar Baru. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. “Budidaya Tanaman Hortikultura” Khususnya Tanaman Buah-Buahan. 021 316 9166~69. nama/kode perusahaan. 1987. golongan ukuran. Yogyakarta. ILMU Produksi Tanaman dan Buah-Buahan. 4) Widyastuti. FB. YE dan Paimin. Pertanian. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 1996.go. Malang. Fax. berat bersih. Pengemasan Buah apel dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. 12.id . DAFTAR PUSTAKA 1) Notodimedjo. Bandung.

M.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Fax.id . 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Walaupun perkembangannya sangat lambat. http://www. Fax. Saat ini dahlia menjadi komoditi bunga potong/bunga pot yang penting di berbagai belahan dunia. Spanyol dan menyebar ke seluruh Eropa Barat.H. 021 316 9166~69.go.id . pada tahun 1841 sudah terdapat 1. Hal.ristek. 1/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SEJARAH SINGKAT Dahlia merupakan tanaman bunga hias berupa tumbuhan tahunan yang tegak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DAHLIA ( Dahlia spp. Tanaman ini berasal dari pegunungan Meksiko. L. 021 316 1952. bunga ini mempunyai prospektif sehingga dibentuk kelompok pemerhati bunga dahlia seperti Dahlia Society of India. ) 1.200 varietas. National Dahlia Society of United kingdom dan American Dahlia Society. Di luar negeri. Dahlia termasuk tanaman hias yang terlambat dibudidayakan. Di Eropa budidaya dimulai tahun 1789. Dahlia didatangkan ke Jawa Barat dari negeri Belanda pada masa penjajahan di abad ke 19. dari Royal Botanical Garden di Madrid. Jl.

Spesies dahlia yang ada saat ini adalah D.ristek. dahlia dibudidayakan di dataran tinggi Lembang dan Cianjur (Jawa Barat).go. D.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. suatu gula yang banyak digunakan dalam pengawetan makanan atau pembuatan sirup. Inulin murni hasil ekstraksi dari ubi dahlia dimanfaatkan di bidang kedokteran. Karena itu. inulin akan berubah menjadi fruktosa. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. MANFAAT TANAMAN Bunga dahlia kaktus yang berwarna putih selalu diperdagangkan karena merupakan jenis bunga yang banyak dipakai untuk merangkai bunga dukacita. juarezii. pemanfaatan inulin dari dahlia melalui biokonversi menjadi gula fruktosa. Fax.H.1. kuning. Iklim Tanaman ini memerlukan sinar matahari yang berlimpah tanpa naungan. violet. Bunga dahlia memiliki warna : putih. variabilis. 5. http://www. Diameter bunga terkecil sekitar 5 cm sedangkan yang terbesar sekitar 30 cm. coccinea. Ubi dahlia mengandung hampir 70 prosen pati dalam bentuk inulin. D. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia untuk tujuan komersil. Jenis Dahlia lain yang kaya warna (dahlia besar dan dahlia kecil) dijual di dalam polibag untuk digunakan sebagai tanaman di luar rumah. L. D. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman dahlia adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Compositae Genus : Dahlia Spesies : Dahlia spp. Tanaman Dahlia yang dibudidayakan terdiri atas Dahlia pohon yang tingginya bisa mencapai beberapa meter dan berupa tanaman perdu (tanaman berkayu namun tetap rendah). 021 316 1952. ungu atau campurannya. jingga. Jika inulin difermentasi oleh enzim tertentu atau oleh jamur tanah. pinnata. merah. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 4. 3. Jl. Dahlia adalah tanaman berubi. 021 316 9166~69. M.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax. 021 316 9166~69. 2/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H.go.

Pembibitan dilakukan di polybag transparan 30x20 cm berisi campuran sekam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.0.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Fax. Bedengan dibuat dari campuran humus. Pada musim kemarau bedengan ditutup dengan daun pisang yang telah dicuci atau karung goni yang bersih agar kelembaban bedengan terjaga. http://www.3. Setelah benih berkecambah dan berdaun dua helai. Bedengan perlu diberi naungan bila persemaian dilakukan pada musim hujan. 021 316 1952.go. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh baik pada daratan tinggi dengan ketinggian optimum 7001. Bibit disebarkan merata di atas bedengan dan ditutup tipis-tipis dengan tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bibit dipelihara dipersemaian sampai berdaun sempurna 2 buah. 2) Keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini antara pH=6. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Di dalam polybag ini tanaman dipelihara sampai berbunga selama 1. Jl. gunakan pisau stek/pisau tajam yang bersih untuk memotong tunas.ristek. Tinggi bedengan 5 cm. 5. Untuk menghindari penyakit. Bedengan persemaian dibuat di atas tanah dengan lebar 1 m dan panjang tergantung besar lahan dengan arah Utara-Selatan.H. pada stadia ini akar tanaman belum menyentuh dasar bedengan dan dipindahtanamkan ke polibag transparan 18x15 cm berisi campuran sekam dan pupuk kandang sapi (6:1). Setelah tanaman berdaun 6 helai. b) Perbanyakan vegetatif dengan stek Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan bunga dengan warna dan bentuk yang sama dan untuk dahlia besar yang tidak dapat berbiji. 021 316 9166~69. 6. Bahan stek diambil dari tunas ketiak yang berukuran 7-10 cm.0-8.id . Benih berasal dari tanaman dahlia yang sehat berumur 5 bulan. Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Bibit a) Perbanyakan generatif dengan benih Dilakukan pada dahlia mini untuk mendapatkan warna bunga yang baru dan lebih bervariasi.2. M.000 m dpl. penutup (daun pisang/karung goni) dibuka. pupuk kandang sapi dan tanah yang subur dengan perbandingan 1:1:1.5-2 bulan dan siap untuk dijual. Benih langsung disemai di atas persemaian yang telah disiapkan. memiliki tata udara baik dan gembur. Naungan berupa plastik transparan setinggi 80 cm di sisit timur dan 60 cm di sisi barat.1. Media Tanam 1) Tanaman dapat tumbuh di setiap tanah lempung berpasir yang mengandung humus. dilakukan pindahtanam kedua ke dalam polybag transparan 30x20 cm berisi media yang sama.

go. http://www. 021 316 1952. Jl.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Fax. 3/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M.

b) Masukkan media ke dalam polybag 30 x 20 cm sampai mengisi 90 prosen volume. c) Perbanyakan vegetatif dari ubi Dilakukan pada dahlia kaktus dan semi kaktus. Untuk mendapatkan ubi. e) Selanjutnya tanaman diberi pupuk NPK sebanyak 1 gram setiap dua minggu. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN padi dan pupuk kandang (6:1) dan dipelihara sampai siap jual tanpa dipindahtanam selama 3 hari. Hal. Jl. f) Pemangkasan daun perlu dilakukan agar bunga yang dihasilkan berkualitas baik. Ubi diambil dari tanaman berumur 7 bulan. tanaman disemprot dengan pestisida antracol/Basudin 2 minggu sekali di saat pergantian musim kemarauhujan dan musim hujan. 4/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Gulma jarang tumbuh. b) Tanaman di dalam polibag Tanaman disiram 1-2 hari sekali (pagi-sore) kecuali jika hari hujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyiangan gulma harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak merusak bibit yang masih mudah rusak. Siram sampai lembab. Fax. Penyemprotan dengan pestisida Antracol dan Basudin dilakukan jika terlihat gejala serangan penyakit. Di setiap pucuk utama dan pucuk lateral hanya terdiri atas 3 kuntum bunga untuk tanaman Dahlia yang besar. 021 316 1952.id .H. d) Masukkan bibit dari polybag kecil dan padatkan media di sekitar batang. 2) Pemeliharaan Penyemaian a) Tanaman di Persemaian Selama persemaian tanaman disiram satu hari sekali dan tidak diberi pupuk karena makanan sudah cukup banyak didapatkan dari bedengan. http://www. 6.go. Pengolahan Media Tanam 1) Penanaman di Polybag (dahlia mini dan dahlia besar) a) Media tanam berupa sekam dan pupuk kandang (6:1) dicampur merata. Di setiap pucuk lateral hanya terdapat 6 kuntum bunga dihitung sampai buku ke tiga untuk tanaman Dahlia mini. Pupuk daun Gandasil dan 1 gram NPK diberikan 1 minggu sekali. batang tanaman yang telah habis masa berbunga pertamanya dipotong sampai 10 cm dari permukaan tanah.ristek. jika ada disiangi dengan cara dicabut atau diambil dengan cangkul kecil Untuk mencegah hama/penyakit. 2. 021 316 9166~69. tambahkan 1 gram pupuk NPK. penjarangan bunga bertujuan untuk mendapatkan bunga dengan ukuran maksimal. c) Buat lubang tanam ditengah media. Kriteria penjarangan bunga adalah: 1. Tanah digali dan ubi diangkat bersama dengan batang utamanya.

Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Untuk mendapatkan pertumbuhan yang seragam dapat dilakukan sampai tanaman berumur 3 minggu. tanah diolah sedalam 45 cm beberapa kali dengan cangkul. Fax. Haluskan tanah bedengan sampai kedalaman 15 cm.4.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembentukan Bedengan Bedengan dibuat dengan lebar 70 cm. Penjarangan bunga perlu dilakukan terutama jika jumlah bunga dalam satu tangkai terlalu banyak supaya diameter bunga mencapai maksimum. 6. Ketika tanaman mencapai 1 m. 6. Pencegahan tumbuhnya gulma dapat dilakukan dengan menghamparkan mulsa organik di antara tanaman.6 bunga. Dari tunas yang tumbuh hanya satu atau dua yang dibiarkan tetap tumbuh. 021 316 9166~69. Tutup pupuk dengan tanah.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tinggi 15 cm dan panjang sesuai dengan kondisi lahan dan jarak antar bedengan 55 cm. 2) Penyiangan Dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma dan pada saat pemupukan sert pembumbunan. Pada dahlia kaktus (putih) hanya satu bunga yang dibiarkan hidup pada satu tangkai. Setelah bedengan terbentuk. Jl.3. tanaman dibumbun dan disangga dengan 2 batang bambu agar tidak rebah. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 20 x 20 x 20 cm pada jarak tanam 65-75 cm. Rapikan kembali bedengan. Pupuk diberikan di dalam larikan sejauh 15 cm dari pangkal batang. 2) Cara Penanaman Ubi Ubi diletakkan mendatar di dasar lubang dan tutup dengan tanah setebal 5 cm. sedangkan pada dahlia semi kaktus dapat 5 .id . http://www. SP-36 dan KCl masing-masing 2 gram atau NPK sebanyak 5 gram. 3) Pemupukan Dilakukan setiap 10 hari dengan urea. Biasanya bibit tidak tumbuh sempurna jika pengairan terlambat dilakukan terutama jika udara panas. Tambahkan pupuk kandang setebal 15 cm (10-15 ton/ha) dan campur dengan 45 cm tanah bedengan. M. Pemberian pertama 10 hari setelah pindah tanam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.go.

021 316 9166~69. http://www.id .go. Jl. M. 5/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

daun akan mengering dan gugur. merendam benih dalam air panas. Penyakit 1) Embun tepung/Powdery mildew Penyebab: jamur Oidium tingitanium Sphaetotheca mascularis atau Uncinula necator). terutama daun. 2) Virus Penyebab: jenis virus CMV. TSV. Gejala: pertumbuhan tanaman abnormal sehingga tanaman kerdil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Hama a) Ulat tanah (Agrotis ypsilon Hufn. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pada saat itu. Metode yang lebih baik untuk mengeliminasi virus adalah menggunakan bibit dari kultur jaringan dan mendeteksi keberadaan virus dengan test ELISA. tertutup lapisan putih tipis seperti tepung. TSWV dan DMV.H. PANEN Panen tanaman dahlia dapat berupa bunga dan ubi Ubi yang dijadikan bahan pemanis diambil dari dahlia besar. Pengendalian: mengendalikan perkembangan vektor serangga seperti aphid atau trips.) Gejala: ulat menyerang tanaman ubi dan batang. Setelah itu penyiraman dapat dilakukan setiap 5 hari. Serangan terjadi pada masa perpindahan musim dari hujan ke kemarau.1. 021 316 9166~69. M. menghancurkan tanaman terinfeksi dan menyemprotkan insektisida. 021 316 1952.2.id . 7. http://www.ristek. dahlia kaktus atau semi kaktus. Pengendalian: fungisida Benlate atau Rubigan 120 EC. Jl. Di awal pertumbuhannya. HAMA DAN PENYAKIT 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan penyiraman Dilakukan sesuai pertumbuhan tanaman. Ulat memotong titik tumbuh atau pangkal batang tanaman sehingga tangkai daun atau batang rebah dan layu terutama di siang hari. pemberian furadan walau tidak selalu efektif dan penyemprotan insektisida Indofuran 3G atau Hostathion. tanah di sekitar pangkal batang sampai titik terluar tajuk jangan sampai mengering. 7. jika perlu tanaman disiram 2-3 kali sehari tergantung dari keadaan cuaca. Fax. Pengendalian: dilakukan dengan membunuh ulat bersamaan dengan pembubunan dan penyiangan gulma. Gejala: bagian yang terserang. Penyiraman juga perlu dilakukan setelah pemberian pupuk. 8.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. M. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.H. Fax. 6/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Potongan ubi digodog dengan air selama 20 menit. Ubi dicuci bersih. 2) Ubi: seluruh tanaman dibiarkan tumbuh beberapa hara supaya sisa-sisa makanan di dalam batang utama dapat diserap oleh umbi. 2 9. M.1. Prakiraan Produksi 1) Bunga: untuk areal tanam 1 tumbak (14 m ).1. dikupas dan dipotong-potong setebal 1 cm. Dalam 2 10 tumbak (140 m ) dihasilkan 400 kg ubi. Ciri dan Umur Panen 1) Bunga: tiga bulan setelah tanam. Batang dipotong sampai ketinggian 10 cm dari pangkal batang. PASCAPANEN 1) Bunga Setiap 50 tangkai diikat dan dibungkus daun pisang.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8.go. dihasilkan bunga sebanyak 1500 kuntum setiap minggu selama 4 bulan panen. 2) Ubi: besar ubi dan produksi ubi per batang tergantung dari jenis dahlia. bunga pertama dapat dipetik 2 kali seminggu sampai 4 bulan kemudian. 10. biasanya bunga langsung dijual ke pasar bunga (konsumen). Dahlia kaktus menghasilkan ubi yang besar dan dapat mencapai 2 kg/tanaman.id . Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dahlia didasarkan pada luas lahan 30 tumbak (420 m2) pada tahun 1999 di Lembang. Cara Panen 1) Bunga: bunga dahlia kaktus (ungu muda) dipetik dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 20 cm dari dasar bunga. tanah di sekitar batang digali dan ubi diangkat bersama-sama dengan batangnya.ristek. Jawa Barat. http://www.3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. 021 316 1952. 8. Jl. Bunga yang siap dipetik telah mekar penuh dengan diameter 10 cm. Bunga dahlia semi kaktus dipanen dengan cara memotong tangkai bunga sepanjang 50 cm dari dasar bunga. 7/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 2) Ubi Untuk mendapatkan gula fruktosa dari ubi dahlia dilakukan perlakuan sebagai berikut: 1. 2) Ubi: ubi dipanen pada waktu tanaman berumur 7 bulan setelah tanam. Hal. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 2.2.

sampai Rp. 45.506 Harga dahlia mini di dalam polibag antara Rp. 600.per polibag. Agribisnis bunga dahlia dengan tujuan menjadikannya sebagai tanaman penghasil inulin atau gula akan menghadapi masa yang cerah. Tenaga kerja 7.H. Pupuk .= 1. 1.Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000 kuntum x 16 minggu @ Rp. 11.ristek. Berbagai festival Dahlia sering dilaksanakan di Inggris. Dengan biaya produksi termasuk buruh sekitar Rp. 3.000. 021 316 9166~69. cara pengambilan contoh dan pengemasan.dan dahlia besar di dalam polibag antara Rp.Rp.000. Gambaran Peluang Agribisnis Dahlia adalah tanaman hias yang sangat digemari di manca negara tetapi di Indonesia belum terlalu populer. Amerika atau India.go.. Sebenarnya.-/kg (1990).000.Rp. 4.000.705.100.625.000. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu.id . 500.1.000.sampai Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 100. Fax.Rp. 1. Pestisida 5. Rp. Bibit: 2000 @ Rp. http://www. Harga inulin. Saat ini Indonesia masih mengimpor gula fruktosa.000.000. penjualan dahlia sebagai tanaman pot atau tanaman di luar rumah akan menguntungkan. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan: 25.750.. 021 316 1952.000.Rp. Alat (polibag. 2.Rp.000.295. 750.1. potensi dahlia yang sangat menjanjikan adalah tingginya kandungan inulin di dalam ubi.Rp..Rp.1. Sewa lahan 420 m2 untuk 1 musim tanam 2.3.000.Rp. 2. M.sampai Rp.000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.35.000.Pupuk kandang .-. sekam dll) 6. STANDAR PRODUKSI 11. Masa depan bunga ini di Indonesia akan lebih baik seiring dengan minat masyarakat untuk menjadikan bunga sebagai salah satu kebutuhan.14. 400.000. harga sirup fruktosa Rp. 350.000. 2.. Jl..500. Tanaman dijual di kebun dan selalu habis sebelum bunganya mekar. 525. Inulin ini dapat diubah menjadi gula fruktosa. 9.2. 10. rasio output/input Rp.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.Pupuk buatan 4.

ristek. Fax. Jl.go. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id . 8/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. pangkal bunga diberi kapas basah. Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengemasan 1) Pangkal tangkai bunga dahlia potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai.000 kemasan. Jl. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat.go. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. 11. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500.3. 11. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. 021 316 1952. 2) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7.id . jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. 021 316 9166~69. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga dahlia yang terdiri atas maksimum 1. d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. 3) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. http://www. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300.4. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Kuntum tidak tertutup seludang.5. M. Fax. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut.ristek. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Deskripsi … 11. diambil satu tangkai.

H. Jl.id . Nama atau kode produsen/eksportir. 021 316 1952.go. Jumlah isi. http://www. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4. 9/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. Hal. Fax. Nama barang.ristek. Jenis mutu. Negara tujuan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. 5. 2.

M. 1937. H. Indian Dahlia Annual 1998:22-24 Jakarta. 2) Fisher.go. DAFTAR PUSTAKA 1) Bailey. A. 1993. New York. 10/ 10 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. A. L. Flowerbad Dahlias. 1986. V. Paris 5) Vinayananda. The Standard Cyclopedia of Horticulture. S. Indian Dahlia Annual 1998:57-60 3) Lutony. 1998. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69.L.id . Fax. T. Penebar Swadaya. Jl. 021 316 1952. Flore des Jardins. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Virus Infection in Dahlia-Part II.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65 %.H. GRÜND. Tanaman Sumber Pemanis. Jakarta 4) Molzer. 12. Macmillan Company. http://www.

Kulit buah dan bijinya dapat pula dimanfaatkan sebagai obat anti diare dan obat menyembuhkan demam.H. Sedangkan kulit kayunya yang rasanya sepet Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN DUKU ( Lansium domesticum Corr. digunakan untuk tiang rumah. Semenanjung Thailand di sebelah Barat sampai Kalimantan di sebelah Timur. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. JENIS TANAMAN Jenis duku yang banyak ditanam di Indonesia adalah jenis duku unggul seperti duku komering. 021 316 1952. 2. duku metesih dan duku condet. Jl. Sekarang populasi duku sudah tersebar secara luas di seluruh pelosok nusantara. Bagian lain yang bermanfaat adalah kayunya yang berwarna coklat muda keras dan tahan lama. Jenis ini masih dijumpai tumbuh liar/meliar kembali di wilayah tersebut dan merupakan salah satu buah-buahan budidaya utama. ) 1.go.ristek. Fax.id . gagang perabotan dan sebagainya. Selain itu ada yang menyebutkan duku berasal dari Asia Tenggara bagian Barat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3. http://www. M. 021 316 9166~69. SEJARAH Duku (Lansium domesticum Corr) merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari Indonesia. MANFAAT TANAMAN Manfaat utama tanaman duku sebagai makanan buah segar atau makanan olahan lainnya.

2) Tanaman duku umumnya dapat tumbuh di daerah yang curah hujannya tinggi dan merata sepanjang tahun. 4. Sehingga jika tempatnya agak lereng. SY AR AT T UM BUH 5. sebaliknya jika kelembaban udara rendah dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. sedangkan tepung kulit kayu digunakan untuk menyembuhkan bekas gigitan kalajengking.go. Sumatera (Komering. http://www.1. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang baik untuk tanaman duku adalah 6–7.id . Fax. 4) Tanaman duku lebih menyukai tempat yang agak lereng karena tanaman duku tidak dapat tumbuh optimal pada kondisi air yang tergenang. M. walaupun tanaman duku relatif lebih toleran terhadap keadaan tanah masam. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 021 316 1952. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Iklim 1) Angin tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhan dari tanaman duku tetapi tidak dapat tumbuh optimal di daerah yang kecepatan anginnya tinggi. Sumatera Selatan) dan Jakarta (Condet).2. tanaman duku akan tumbuh dan berproduksi dengan baik asalkan keadaan keadaan air tanahnya kurang dari 150 m di bawah permukaan tanah (air tanah tipe a dan tipe b). 5) Kelembaban udara yang tinggi juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman duku. Tetapi tanaman duku tidak menghendaki air tanah yang menggenang karena dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman. 4) Tanaman duku dapat tumbuh subur jika terletak di suatu daerah dengan suhu rata-rata 19 derajat C. Jl. 5. 021 316 9166~69. subur dan mempunyai aerasi tanah yang baik. 3) Tanaman duku tumbuh optimal pada intensitas cahaya matahari tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN digunakan untuk mengobati disentri. tanaman duku tidak akan berproduksi dengan baik apabila tidak disertai dengan pengairan yang cukup. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia duku terutama ditanam di daerah Jawa (Surakarta).ristek. 3) Di daerah yang agak basah. Tanaman duku tumbuh secara optimal di daerah dengan iklim basah sampai agak basah yang bercurah hujan antara 1500-2500 mm/tahun. 5. Media Tanam 1) Tanaman duku dapat tumbuh baik sekali pada tanah yang banyak mengandung bahan organik. Sebaliknya pada tanah yang agak sarang/tanah yang banyak mengandung pasir. air hujan akan terus mengalir dan tidak membentuk suatu genangan air.

bentuk dan ukuran lebih seragam dari bibit lain yang sejenis d) Bibit cepat tumbuh. Sehingga tingkat keberhasilan perbanyakan generatif cukup tinggi walaupun memerlukan waktu yang relatif lama.1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Daya perkecambahan dan daya tahan semai akan lebih baik sejalan dengan ukuran benih dan hanya benih-benih yang berukuran besar yang hendaknya digunakan dalam usaha pembibitan. Ketinggian Tempat Umumnya tanaman duku menghendaki lahan yang memiliki ketinggian tidak lebih dari 650 m dpl.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. namun memerlukan perawatan yang teliti. M.go. 3) Teknik Penyemaian Benih Waktu penyemaian benih sebaiknya pada musim hujan agar diperoleh keadaan yang selalu lembab dan basah. kemudian dipelihara dalam pot sampai tinggi hampir 1 meter dan sudah dapat ditanam di lapangan. 6.ristek. sebab pohon ynag diperbanyak dengan cangkokan ini dapat berbuah setelah beberapa tahun saja. 021 316 9166~69. dengan pemilihan yang intensif diperlukan waktu 10–18 bulan agar batang duku berdiameter sebesar pensil. tetapi kematian setelah cangkokan dipisahkan dari pohon induknya cenderung tinggi presentasenya. yaitu ukuran yang cocok untuk usaha penyambungan atau penanaman di lapangan. http://www. Fax.id . tetapi di kebanyakan pembibitan untuk sampai pada ukuran tersebut diperlukan waktu 2 kali lebih lama. Oleh sebab itu bibit duku harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut : a) Bebas dari hama dan penyakit b) Bibit mempunyai sifat genjah c) Tingkat keseragaman penampakan fisik seperti warna. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan dan penanaman duku umumnya masih diperbanyak dengan benih atau dari semai yang tumbuh spontan di bawah pohonnya. PEDOM AN B UDI D AY A 6. Pertumbuhan awal semai itu lambat sekali.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Perbanyakan dengan stek dimungkinkan dengan menggunakan kayu yang masih hijau. Jl. Terkadang cabang yang besar dicangkok. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Kualitas bibit tanaman duku yang akan ditanam sangat menentukan produksi duku. 021 316 1952.

go. M.ristek. Jl. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952.id .

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. yaitu sebesar 6-7. Fax. Kegiatan pemindahan bibit harus memperhatikan kondisi fisik bibit waktu yang tepat 6. keranjang/kantong plastik atau polybag. 5) Pemindahan Bibit Umur bibit yang siap tanam adalah sekitar 2-3 bulan dengan tinggi bibit 30-40 cm.2. 2) Pembukaan Lahan Kegiatan pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti traktor maupun cangkul.go. terutama pada saat tidak turun hujan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum dilakukan pengolahan lahan perlu diketahui terlebih dahulu tingkat pH tanah yang sesuai untuk tanaman duku. M. Tetapi sebaiknya tempat untuk persemaian menggunakan kantong plastik agar mempermudah dalam proses pemindahan bibit. Selama 2 atau 3 minggu sejak bibit duku ditanam perlu dilakukan penyiraman dua kali setiap hari yaitu pagi dan sore hari.H. 021 316 1952.id . Hal.ristek. 021 316 9166~69. Selanjutnya cukup disiram satu kali setiap hari. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Bibit duku tidak memerlukan perawatan khusus kecuali pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau. Selain itu kondisi tanah yang akan diolah juga harus sesuai dengan persyaratan tumbuh tanaman duku yaitu tanah yang mengandung banyak bahan organik serta airase tanah yang baik. Jl. Pembukaan laahan sebaiknya dilakukan pada waktu musim kering agar pada awal waktu musim hujan kegiatan penanaman dapat dilakukan segera. Tempat persemaian bisa berupa bedengan. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kalau pertumbuhannya sudah benar-benar kokoh. http://www. Untuk meningkatkan pertumbuhan bibit perlu diberi pupuk baik pupuk organik berupa pupuk kandang dan kompos maupun pupuk anorganik berupa pupuk TSP dan ZK sesuai dengan dosis dan kadar yang dianjurkan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pembuatan media penyemaian dapat berupa tanah yang subur/campuran tanah dan pupuk organik (pupuk kandang atau kompos) dengan perbandingan sama (1:1). Jika perlu media tanam dapat ditambahkan sedikit pasir. Rumput liar yang mengganggu pertumbuhan bibit juga hrus dihilangkan. Penyulaman pada bibit diperlukan jika ada bibit yang mati maupun bibit yang pertumbuhannya terhambat. penyiraman cukup dilakukan penyiraman secukupnya jika media penyemaian kering.

Lubang tanam minimal yang dibuat adalah berukuran 0.8 x 0.H. karena jika tanamannya sudah dewasa tajuknya membutuhkan ruangan yang cukup luas. Jarak tanam yang dianjurkan sangat bervariasi dari jarak 8x8 m (kira-kira 150 pohon/ha. Variasi jarak tanam yang lain adalah ukuran 7x8 m. Waktu yang terbaik untuk membuat lubang tanam adalah sekitar 12 bulan sebelum penanaman bibit. Cara pengapuran dapat dilakukan dengan penyiraman di sekitar tanaman duku. 9x10 m. 2) Pembuatan Lubang Tanam Setelah jarak tanam ditentukan. maka langkah selanjutnya adalah pembuatan lubang tanam. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pohon duku umumnya di tanam di pekarangan. 021 316 1952. Jarak tanam ini ditentukan dengan memperhatikan adanya pohon-pohon pendampingnya.go. 9x9 m. Namun hal yang perlu diperhatikan adalah jarak tanam harus cukup lebar.3. Salah satu variasi tersebut dapat diterapkan tergantung kondisi tanah terutama tingkat kesuburannya.ristek. 8x9 m.7 meter. sehingga bedengan jarang dijumpai pada lahan tanaman duku. tetapi sering pula ditanam tumpang sari di bawah pohon kelapa (di Filipina) atau ditumpang sarikan dengan tanaman lain seperti pohon manggis dan durian (di Indonesia dan Thailand). 3) Cara Penanaman Penanaman bibit duku sebaiknya menunggu sampai tanah galian memadat atau tampak turun dari permukaan tanah sekitarnya. M. Tetapi jika bibit duku berakar pendek (bibit hasil cangkok). 4) Pengapuran Kegiatan pengapuran sangat diperlukan jika kondisi pH tanah tidak sesuai dengan persyaratan pH tanah untuk tanaman duku. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.8 x 0. maka lubang yang dibuat harus lebih dalam. Namun akan lebih baik apabila ukurannya lebih besar yaitu 0. Jl.6 meter. Sebelum penanaman dilakukan. penggalian lubang diusahakan lebih lebar dan lebih luas. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan tidak terlalu diperlukan delam pengolahan lahan untuk tanaman duku. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berarti untuk lahan yang luasnya satu hektar akan dapat ditanami bibit duku sebanyak 100 pohon. Seandainya diterapkan jarak tanam 10x10 m. Jika bibit duku yang akan ditanam berakar panjang (bibit dari biji).6 x 0.6 x 0. http://www.id . 021 316 9166~69. Jumlah dan dosis pengapuran harus sesuai dengan kadar yang dianjurkan. di Philipina) sampai jarak 12x12 m untuk tipe longkong yang tajuknya memencar di Thailand bagian selatan (50-60 pohon/hektar).

021 316 9166~69. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl. M.H. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .

sinar matahari. http://www. 021 316 9166~69. tetapi agar tidak membingungkan dapat menggunakan patokan sebagai berikut: a) Tahun kedua dan ketiga untuk setiap pohon duku bisa diberikan pupuk 15-30 kg pupuk organik. b) Tahun keempat.4. 3) Pemupukan Pemupukan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketersediaan hara tanah. air. Tumbuhan liar atau gulma juga harus dibersihkan secara rutin. Penyulaman tanaman duku juga perlu dilakukan jika ada tanaman duku yang mati. M. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Setelah bibit tanam. Tanaman selain duku yang dijarangi sebaiknya merupakan tanaman yang memang tidak dikehendaki dan menggangu pertumbuhan tanaman duku. Fax. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kegiatan penjarangan pada dasarnya adalah untuk mengurangi persaingan antara tanaman pokok (tanaman duku) dan tanaman lain (tanaman pelindung). Hal. dosis pupuk dinaikan menjadi 25-40 kg pupuk organik. Meskipun tidak ada pedoman baku untuk pemupukan duku. maka tanah yang ada disekitarnya dipadatkan dan disiram dengan air secukupnya. TSP 60 gram dan juga pupuk ZK sebanyak 40 gram. 6. kondisi tanah harus basah/disiram dahulu. Hal yang perlu diperhatikan adalah posisi akar tidak boleh terbelit sehingga nantinya tidak mengganggu proses pertumbuhan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN maka tanah pada lubang tanam digali terlebih dahulu dengan ukuran kira-kira sebesar kantung yang dibuat untuk membungkus bibit. Penyiangan dapat dilakukan dengan tangan maupun dengan bantuan beberapa alat pertaniannya lainnya. Disekitar permukaan atas lubang tanam dapat diberi bonggol pisang. Setelah itu pembungkus bibit dibuka dan tanaman dimasukkan dlam lubang tanam. Pada saat penanaman bibit.go. Jl. atau rumput-rumputan kering untuk menjaga kelembaban dan menghindari pengerasan tanah. dan ruang tumbuh. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. TSP 50 gram dan ZK 20 gram. urea 100 gram. Radius 1-2 meter dari tanaman duku harus bersih. 2) Penyiangan Kegiatan penyiangan diperlukan untuk menghilangkan rumput dan herba kecil yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman duku. urea 150 gram. kelima dan keenam.ristek. Persaingan yang terjadi adalah untuk mendapatkan unsur hara.H. Selain itu permukaan tanah yang dibawa oleh bibit dari kantung pembungkus harus tetap terlihat. Penanaman bibit duku jangan terlalu dangkal. jerami.

Pengendalian: sama kutu perisai. (2) menggunakan insektisida yang sesuai dengan jenis hama yang mengganggunya. Di sekitar lubang tanam sebaiknya dibuat saluran air untuk mencegah air yang tergenang baik yang berasal dari hujan maupun air penyiraman. http://www.1.go.ristek. Pengendalian: sama kutu perisai. 4) Kutu putih (Psedococcus lepelleyi) Hama yang menutupi kuncup daun dan daun muda buah duku. 021 316 1952. sehingga buah duku berlubang dan busuk bila air hujan masuk ke dalamnya. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Pemupukan duku dilakukan dengan cara menggali tanah di sekitar tanaman duku sedalam 30-50 cm dengan lebar yang sama. Namun pemberian pupuk sebaiknya disesuaikan pula dengan tingkat pertumbuhan tanaman duku dan kesuburan tanah. Jl. Fax. Pengendalian: untuk mencegah gangguan kelelawar ini adalah dengan membungkus buah duku sejak buah itu berukuran kecil. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Tahun-tahun berikutnya dosis pupuk dinaikkan lagi. Lubang pupuk tersebut dibuat melingkar yang letaknya tepat disekeliling tajuk tanaman. Hal.id . HAMA DAN PENYAKIT 7. 7. kain bekas. bongsang yang terbuat dari anyaman bambu.H. Hama 1) Kelelawar Buah duku yang diincar kelelawar adalah buah duku yang matang dan siap dipanen. 2) Kutu perisai (Asterolecantium sp. Selain itu juga tanaman duku sudah cukup kuat dan kokoh maka penyiraman dilakukan seperlunya saja. Pengendalian: (1) dengan cara pemeliharaan dan perawatan tanaman sebaik mungkin.) Hama ini menyerang daun dan batang duku. 3) Kumbang penggerak buah (Curculio sp. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman duku hanya memerlukan pemberian air yang cukup terutama pada musim kemarau.) Gejala: menyerang buah duku yang sudah matang. Bahan pembungkus dapat berupa ijuk tanaman aren.

(2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat. 7. Tandatanda lainnya adalah getah pada kulit buahnya sudah tampak berkurang atau tidak ada getah sama sekali pada kulit buah duku. Penyakit 1) Penyakit busuk akar Merupakan penyakit yang berbahaya karena menyerang pohon dan buah duku. http://www.id . 3) Penyakit mati pucuk Penyebab: cendawan Gloeosporium sp. Buah duku yang siap dipanen biasanya kulit buah berwarna kuning kehijau-hijauan bersih dan bahkan telah menjadi kuning keputih-putihan serta buah agak lunak.2. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Jl. menyerang ujung cabang dan ranting yang nampak kering. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Sedangkan untuk tanaman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.1. 021 316 1952. Zerlate. cara pemeliharaan dan kondisi lingkungan tempat tumbuh. Dosis untuk obat pemberantasan penyakit ini harus disesuaikan dengan anjuran pada label masing-masing obat. biasanya mulai berbunga sekaligus berbuah pada umur tanaman 12 tahun bahkan lebih.go. Fermate. 021 316 9166~69. Produktivitas buahnya yang siap panen juga sangat dipengaruhi oleh ketiga faktor tersebut. Ciri dan Umur Panen Umur tanaman duku dapat mencapai 300 tahun atau lebih. tergantung dari sifat atau jenisnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Penyakit gloeosporiods) antraknosa (Colletotrichum Gejala: adanya bintik kecoklatan pada rangkaian buah. 8. Gulma ini harus dihilangkan dengan cara penyiangan dan untuk mencegah gulma ini dapat digunakan obat-obatan kimia. (2) dilakukan dengan disemprot dengan fungisida seperti Manzate. Gulma Adanya gulma seperti rumput liar dan alang-alang dapat menghambat pertumbuhan tanaman duku. Fax. serangan ini menyebabkan buah berguguran lebih awal dan juga menyebabkan kerugian pasca panen. Dithane D-14 atau pestisida lain.ristek. (2) disemprot dengan fungisida sesuai dengan peruntukannya masing-masing obat.3. M. jika buah masih berwarna hijau berarti buah belum matang dan tidak siap dipanen. PANEN 8. Pengendalian: (1) dengan pemeliharaan tanaman yang baik. Tanaman duku yang diperbanyak dengan biji.

H. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69.ristek. http://www.

8. Hanya pemetikan buah yang matang. sebab tindakan demikian akan mengurangi kerusakan kuncup-kuncup bunga yang masih dominan. 8. M.5 ton per hektar untuk negara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. walupun penyerbukan sendiri sering pula terjadi. Musim panen duku pendek sekali. Suatu kecenderungan adanya 2 kali berbuah telah dilaporkan di Filiphina. Hendaklah berhati-hati agar tidak melukai bagian batang tempat menempelnya gagang tandan. sebab perbungaan berikutnya juga akan muncul disitu juga. akan sangat menyulitkan pemanenan. 8. buah langsat matang sedikit lebih awal dari buah duku. tetapi jika proses pematangan tidak bersamaan.2.H. Penyerbukan bunga duku biasanya terjadi secara silang oleh perantaraan serangga seperti lebah madu. hasil maksimumnya menurut laporan yang ada mencapai 300 kg per pohon. Buah duku harus dipanen dalam kondisi kering. Pohon duku yang berumur 10 tahun dapat menghasilkan 40-50 kg. Masa keluarnya bunga duku yang pertama tergantung pada kondisi lingkungan dan sifat/jenis dari tanaman duku tersebut. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 9166~69. sehingga di pasar-pasar induk buah duku dapat diperoleh selama 4 bulan (di Thailand dan Filiphina pada bulan Juli sampai Oktober) sampai 8 bulan (di Semenanjung Malaysia pada bulan Juni sampai Februari). Periode Panen Pada umumnya. yaitu sekitar bulan Februari atau Maret. tanaman duku mulai berbunga sekitar bulan September dan Oktober setiap tahunnya dan buahnya yang masak mulai dapat dipungut setelah 6 bulan kemudian sejak keluarnya bunga. Kenyataannya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN duku yang pembibitannya secara vegetatif seperti pencangkokkan atau sambungan dapat berbuah lebih cepat yaitu pada umur 8 tahun. yang akan sangat memperbaiki kualitas buah.3. Di daerah tertentu tipe buah duku-langsat menghasilkan 2 kali panen pertahun (walupun tidak jelas apakah masing-masing pohon berbuah lebih dari sekali setiap tahunnya). daripada memanjat pohonnya lebih baik menggunakan tangga. Angka-angka mengenai luasan lahan dan produksi tersebut di atas jika dihitung menjadi hasil rata-rata akan diperoleh angka 2.id .ristek. Prakiraan Produksi Hasil Panen buah duku agak bervariasi. 021 316 1952. Cara Panen Buah duku biasanya dipanen dengan cara dipanjat pohonnya dan dipotongi tandan– tandan buahnya yang matang dengan pisau atau gunting pangkas. sebab buah yang basah akan berjamur jika dikemas. http://www. dan waktu panen itu juga bervariasi untuk berbagai daerah. buah duku meningkat menjadi 80–150 kg pada umur pohon 30 tahun. Jl. yang ditaksir dari perubahan warna.go. Umumnya buah yang berada dalam satu tandan akan matang hampir bersamaan.4. Diperlukan 4 atau 5 kali pemanenan sampai semua buah habis dipetik dari pohon.

021 316 1952.id . 021 316 9166~69. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.ristek. Fax. http://www.go.

9. buah duku yang sudah dipanen sudah barang tentu harus disortir terlebih dahulu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Filiphina dibandingkan dengan 3. Untuk mengatasi kemungkinan adanya kerusakan pada buah duku. maka buah duku tersebut dikumpulkan disuatu tempat yang kering dan tidak berair. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 9166~69. Ukuran kemasan jangan terlalu kecil atau besar. 9.ristek.2. maka buah duku itu harus dikemas sedemikian rupa dengan menggunakan kemasan yang kuat.go. 9. 021 316 1952. http://www. Hal. terutama kerusakan pada waktu perjalanan. Sortasi terutama dilakukan berdasarkan ukuran besar kecilnya buah duku.4. Fax. M. sekaligus membuang buah yang busuk atau cacat dan menyingkirkan tandannya.3. Jenis kemasan yang paling baik untuk buah duku adalah peti kayu. jika buah-buah itu direndam dulu dalam larutan Benomil. Jl.6 ton per hektar untuk langsat dan 5. 9. Sehingga 0 diperlukan adanya proses penyimpanan dalam kamar pendingin dengan suhu 15 C dan kelembaban nisbi 85-90 % dapat memungkinkan buah bertahan sampai 2 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi walau masih berada dipohonnya buah-buah itu tetap berubah menjadi coklat dan dalam waktu yang pendek tidak akan laku dijual di pasar. Penyortiran dan Penggolongan Dalam skala usaha komersial. Pengumpulan Setelah buah dipanen.6 ton per hektar untuk duku di Thailand. Penyimpanan Duku merupakan buah yang sangat mudah rusak karena kulit buahnya akan berubah menjadi coklat dalam 4 atau 5 hari setelah dipanen. PASCAPANEN 9. Pengemasan dan Pengangkutan Buah duku mudah sekali mengalami kerusakan yang tidak berbeda dengan buahbuahan lain pada umumnya. karena ada orang yang senang membeli buah duku tanpa disertai tandannya. Buah duku tidak biasa dijual bersama dengan tandannya. Buah dapat dibiarkan dipohonnya selama beberapa hari menunggu sampai tandan-tandan lainnya juga matang. tetapi sebaiknya berukuran lebih kurang 30 x 30 x 50 cm yang dapat memuat buah duku sekitar 20 kg per peti. Setelah buah duku dikemas dalam kemasan yang baik maka kemasan itu dikumpulkan pada suatu tempat atau gudang untuk kemudian diangkut dengan alat transportasi.id .1.

2. Usaha 11. minimum jumlah contoh yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. AN AL I SI S E KONOM I BUDI D AY A T AN AM AN 10. 021 316 1952. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. 11.ristek. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. M.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. 021 316 9166~69. Untuk pasaran dalam negeri biasanya para pedagang musiman yang menjajakan buah duku bermunculan di kota.2. Ruang Lingkup D AR Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek agrobisnis tanaman duku masih sangat cerah. 1) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100.kota besar pada musim panen hanya terjadi sekali setahun.go.1. Tingginya minat masyarakat untuk membeli buah duku merupakan indikasi bahwa masa depan buah duku mempunyai peluang pasar yang prospektif.H. Hal ini membuktikan bahwa duku sangat digemari oleh masyarakat yang tentu saja mengundang minat banyak orang untuk menjadi penjualnya. Diskripsi … 11.id Klasifikasi dan Standar . cara pengujian mutu. tengah dan bawah. Jl. Fax. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. yaitu menjadi pedagang musiman. Selain itu penjualan buah duku dapat mendatangkan keuntungan lumayan sekaligus dapat menjadi sumber usaha bagi pedagang musiman yang sifatnya hanya sementara itu. Oleh karena itu pemasran buah duku bisa menjadi salah satu andalan sebagai sumber lapangan kerja bagi mereka yang berjiwa bisnis tetapi tidak memiliki jenis usaha yang tetap.4.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Analisis Budidaya … 10. Mutu … 11. http://www. ST AN PRODUKSI 11.

021 316 1952. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Hal. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN diambil 5. http://www. Jl.ristek.id . 021 316 9166~69.go.H.

id . 3) Jumlah kemasan diambil 9. http://www. dalam partai: 101 sampai 300. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 501 sampai 1000.5. jenis mutu. 021 316 1952. hasil Indonesia dan tempat/negara tujuan. ditutup dengan anyaman bambu/bahan lain.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jumlah kemasan diambil 7. 021 316 9166~69.H. minimum jumlah contoh yang Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11. minimum jumlah contoh yang dalam partai: 301 sampai 500.ristek. 4) Jumlah kemasan diambil 10. golongan ukuran. Di bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 5) Jumlah kemasan diambil 15. minimum jumlah contoh yang dalam partai: lebih dari 1000. Pengemasan Buah alpukat disajikan dalam bentuk utuh dan segar. kemudian diikat dengan tali bambu/bahan lain. daerah asal. berat bersih. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.go. Isi kemasan tidak melebihi permukaan kemasan dengan berat bersih maksimum 20 kg. Fax. dikemas dalam keranjang bambu/bahan lain yang sesuai dengan/tanpa bahan penyekat. nama/kode perusahaan/eksportir.

id . 021 316 1952. M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H. Fax.go. 021 316 9166~69. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

Semarang. Jakarta. Jl. 1993. 4) Lutony. Mengenal Buah-buahan Yang Bergizi. Jakarta. 021 316 9166~69. Invertasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Jakarta.H. Kanisius. Tanamn Duku Menunggu Pengembangan. Aneka Ilmu. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. 1985. Fax. Pradyaoaramita.go. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. 6) Majalah Salera. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. Bandung. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7) Natawidjaja. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1991. 5) . Sarana Vida Widya. A. 1990. Bercocok Tanam Buah-buahan.id . 1983. http://www. Pedoman Bercocok Tanamn Buah-buahan. Jakarta 8) Tohir. P. Edisi Februari 1991.K. 1991. Duku Potensi dan Peluangnya. 021 316 1952. Yogyakarta 2) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. M. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Suparman. 1991. Kanisius. kanisius. 1983. Yogyakarta. Dalam Rubrik Informasi Wiraswasta harian umum Pikiran Rakyat Granesia. Tony Luqman. 3) Daryanto. Mengenal Duku yang Sedang Laku. Pustaka Dian.ristek.

berukuran besar. berukuran kecil. Kelebihan dari bunga potong gladiol adalah kesegarannya dapat bertahan lama sekitar 5-10 hari dan dapat berbunga sepanjang waktu. berakar serabut. panjang 90-150 cm. seperti bentuk daunnya. c) Gladiolus ramosus. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman gladiol adalah sebagai berikut: Divisi : Tracheophyta Subdivisi : Pteropsida Klas : Angiospermae Subklas : Monocotyledoneae Ordo : Iridales Famili : Iridaceae Genus : Gladiolus Spesies : Gladiolus hybridus Hasil penelitian tahun 1988. Gladiol berasal dari bahasa latin “Gladius” yang berarti pedang kecil. dan tanaman ini membentuk pula akar kontraktil yang tumbuh pada saat pembentukan subang baru. Tahun 1730 mulai memasuki daratan Eropa dan berkembang di Belanda.id . b) Gladiolus primulinus. susunan bunga terlihat bertumpang tindih. SEJARAH SINGKAT Gladiol merupakan tanaman bunga hias berupa tanaman semusim berbentuk herba termasuk dalam famili Iridaceae. 021 316 9166~69. yaitu: White godness (putih).ristek. Fax. 021 316 1952. sangat menarik. Panjang tangkai bunga 100-300 cm. Tanaman gladiol yang termasuk subklas Monocotyledoneae. (warna dan bentuknya berbeda dengan gladiol lama).H. Ragam jenis bunga gladiol adalah : a) Gladiolus gandavensis. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Gladiolus nanus. Tradehorn (merah jingga). http://www. dan panjang hanya 35 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GLADIOL (Gladiolus hybridus) 1. Bertangkai halus tetapi kuat dan panjangnya mencapai 90 cm.go. dan Priscilla (putih). Jl. Indonesia mengenal 20 varietas gladiol dari Belanda kemudian diuji multi lokasi di kebun percobaan Sub Balai Penelitian Hortikultura Cipanas. M. Tiga varietas diantaranya memiliki penampilan yang paling indah. Tangkai bunga melengkung. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Berasal dari Afrika Selatan dan menyebar di Asia sejak 2000 tahun. 2.

1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. M.H.ristek. Jl. http://www.

Dr. 2) Tanaman gladiol membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan dan perkembangannya.go.1. upacara kenegaraan dan keperluan ritual lainnya. 2) Tanaman gladiol tumbuh baik pada suhu udara 10-25 derajat C. Albino.2. Fax. dan Mascagni kurang peka terhadap cahaya matahari.000-2500 mm/tahun. M.id . 5. Dan memiliki nilai estetika.H. Suhu udara maksimum pertumbuhan gladiol adalah 27 derajat C. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi bunga gladiol di Indonesia untuk daerah Jawa Barat terdapat di Parongpong (Bandung). MANFAAT TANAMAN Gladiol di produksi sebagai bunga potong yang mempunyai nilai ekonomi. Sanclere. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beberapa kultivar bunga gladiol lainnya yang telah di uji di Indonesia adalah: Red Majesty. gembur dan banyak mengandung bahan organik. yang menyebabkan kekeringan tampak pada kuncup bunga saja. Keadaan kurang optimal akan menyebabkan bunga mengering dan floret tidak terbentuk secara normal. http://www. Peter.ristek. Kekurangan cahaya terjadi pada waktu pembentukan daun ke 5. Rose Supreme. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 021 316 1952. Di Jawa tengah terdapat di daerah Bandungan (Semarang) sedangkan di Jawa Timur berada di daerah Batu (Malang). kadang-kadang dapat menyesuaikan diri sampai suhu udara 40 derajat C. 6. Kultifat Eurovision. Friendship. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Priscilla. Mansoer. Jessica. Media Tanam 1) Jenis tanah yang cocok untuk tanaman gladiol adalah andosol dan latosol yang subur. 4. Jl. baik pada musim kemarau maupun musim hujan. Bunga potong juga merupakan sarana peralatan tradisional. jika berlangsung lama pertumbuhan tanaman dapat terhenti. Iklim 1) Gladiol membutuhkan curah hujan rata-rata 2. Queen Occer. Salem. 5. agama. Marah Api. 021 316 9166~69. Di Indonesia gladiol dapat ditanam sepanjang tahun. Salabintana (Sukabumi) dan Cipanas (Cianjur). Oscar. dan 7. bila kelembaban tanah dan tanaman relatif tinggi. Ceker dan lain sebagainya 3. Suhu udara ratarata kurang dari 10 derajat C akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman terhambat. Hal.

Bibit generatif harus berasal dari induk dengan pertumbuhan baik dan cukup umur. dan kultur jaringan.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. digunakan untuk mendapatkan kultivar baru bukan untuk tujuan bibit produksi.063 buah. kultur jaringan maupun suspensi sel. Selama masa dormansi subang dan anak subang yang telah kering disimpan ditempat yang beraliran udara baik dan terhindar dari cahaya matahari langsung.55. M.9. Umbi dan anakan umbi diambil dari tanaman yang sudah dipanen.go. 6.H. pembibitan yang berasal dari vegetatif dan kultur jaringan lebih cepat dapat dipetik hasilnya dari pada pembibitan dengan cara generatif. Ketinggian Tempat Tanaman gladiol dapat tumbuh dengan baik di daerah ketinggian 500-1500 m dpl dan beriklim sejuk. Biji didapat dengan cara penyerbukan buatan dibantu manusia. 021 316 9166~69.1. 021 316 1952. karena memerlukan masa dormansi. Bibit vegetatif yang baik yang mempunyai daya kecambah lebih dari 90%. Fax. Subang yang telah dipisahkan dari batangnya disimpan selama ± 2 minggu.3. 1) Persyaratan Benih Bibit dari subang bibit yang baik menghasilkan bunga berdiameter minimum 2. Umumnya. kecuali untuk kultivar Golden Boy yang cukup berdiameter 1 cm. tidak cacat. Pembibitan Bibit dapat berasal dari pembiakan generatif. Teknik kultur jaringan merupakan salah satu cara alternatif untuk menanggulangi kendalakendala dalam perbanyakan secara konvensional. 5. Bibit harus dipilih yang sehat. 2) Penyiapan Benih Perbanyakan generatif gladiol dengan biji. PEDOMAN BUDIDAYA 6.ristek. bibit belah (subang belah). http://www. vegetatif. Jl.5 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman bunga gladiol dapat tumbuh subur diatas tanah yang memiliki pH 5. Subang dan anak subang yang akan dijadikan bibit tidak dapat segera tumbuh bila ditanam meskipun pada lingkungan tumbuh yang cocok dan optimal. Perbanyakan vegetatif gladiol dilakukan dengan menggunakan umbi (anak subang). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bibit (subang) yang dibutuhkan untuk 1 hektar lahan adalah sekitar 213.

M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . http://www. 021 316 1952.ristek. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.

anak subang yang berdiameter sekitar 1 cm akan menjadi subang bibit yang siap berbunga dalam waktu 16 bulan. 5) Pemindahan Bibit Bibit gladiol siap ditanam bila sudah melewati masa dormansinya dengan ciri munculnya akar berupa tonjolan kecil berwarna putih melingkar dibagian bawah subang. apa bila lahan tersebut sebelumnya pernah ditanami gladiol sebaiknya tanah didiamkan minimal selama satu tahun. biji akan berkecambah setelah 7-12 hari. M.H. Perbanyakan dengan menggunakan anak subang yang berdiameter sekitar 1. subang kecil dapat ditanam kembali. tanpa mengalami masa dormansi. Pecahnya dormansi juga ditandai dengan munculnya mata tunas. Penanaman pertama dari anak subang tersebut memerlukan waktu sekitar 4 bulan hingga panen subang kecil. Setelah masa dormansi terlewati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Bila tunas mencapai tinggi 1 cm. Subang dari panenan kedua akan berdiameter 3 cm dan merupakan bibit yang siap berbunga. Tanaman tumbuh sampai kira-kira 5 bulan dan menghasilkan anak subang yang berdiameter kurang dari 1 cm.ristek. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Penanaman gladiol dengan bibit anak subang yang baru muncul dari stolon yang menghubungkan subang induk dengan subang baru. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan yang akan di tanami gladiol perlu di ukur pH tanahnya. Subang kecil setelah dipanen akan mengalami masa dormansi minimal 3. Penanaman yang terlambat menyebabkan tunas semakin tinggi dan akar semakin panjang. Untuk rata-rata setiap kultivar gladiol.0 cm memerlukan 2 kali penanaman untuk mencapai ukuran subang yang dapat menghasilkan bunga. Hal. maka subang siap ditanam. 021 316 1952. sehingga akan terjadi kerusakan akar pada waktu penanaman.id . Bila sesuai dengan pH tanah yang disyaratkan. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Subang kecil hasil panen pertama akan berdiameter sekitar 2 cm. Anak subang ini kemudian memasuki masa dormansi. Kemudian analisa jenis tanah. Daun yang tumbuh dari biji hanya berjumlah 1-2 helai. Jl. lakukan pengukuran luas lahan yang akan ditanami.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih Biji gladiol dapat langsung disemai. 6. Fax. Waktu yang diperlukan untuk penanaman kedua kira-kira sama dengan waktu penanaman pertama.5 bulan. 021 316 9166~69. http://www.

3) Pembentukan Bedengan Bila pemanenan bunga dilakukan setiap saat. 3. Jadwal penanaman disesuaikan dengan kebutuhan berkisar antara 60-80 hari. Pada setiap petakan dibuat selokan (saluran air). maka penanaman sebaiknya dengan guludan agar air irigasi tidak merusak struktur tanah. Fax. agar drainase baik dan tanaman dapat tumbuh dengan subur. yang diberikan sesuai dosis yang dianjurkan. karena umur tanaman tergantung pada kultivarnya. K. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman gladiol dapat ditanam dengan sistem guludan atau tanpa guludan.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Lahan yang telah dianalisa.H. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan 2 minggu sebelum tanam. kemudian bajak dan dicangkul sampai gembur. Luas arel petakan dibuat sesuai dengan kebutuhan. Jika pengairan menggunakan cara leb. 021 316 9166~69. Lahan selanjutnya diberi pupuk dasar agar tanah tidak kekurangan unsur haranya. 5) Pemupukan Pemberian pupuk dasar dilakukan pada saat tanam. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan pada tanah yang memiliki derajat kemasaman tanah (pH) kurang dari 5. diukur dan dibersihkan dari gulma. http://www. serta tanaman liar lain.3. Lahan dibuat menjadi 7 petak dengan luas 2 setiap petak 72 m . Jl. maka lahan yang digunakan sebaiknya dibuat beberapa petak. Tempat penanaman gladiol harus terkena cahaya matahari langsung. Pupuk yang diberikan adalah yang mengandung unsur N. Bila kebutuhan pasar sebanyak 1. maka 2 dibutuhkan lahan seluas 600 m . batu-batuan. 021 316 1952.5. M.000 tangkai setiap dua minggu. Atap plastik yang tembus cahaya dan bersih digunakan untuk menghindari kerusakan akibat hujan. 2) Pembuatan Lubang Tanam Hal. Beberapa hal yang perlu diketahui dalam cara penanaman adalah tempat dan waktu penanaman serta jarak dan kedalaman tanaman. Pemetakan lahan dimaksudkan agar dapat diatur mana untuk lahan yang akan diolah. Ca dan P. ditanami.go. dan dipanen.id .

id .5 bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk anak subang berdiameter kurang dari 1 cm. Fax. Jarak tanam untuk subang berdiameter ≥ 4 cm adalah 20 x 20 cm sedangkan untuk subang yang berdiameter lebih kecil ditanam lebih rapat. maka tinggi guludan dibuat ≥ 15 cm dengan anggapan bahwa lapisan tanah atas lambat laun akan menurun. Pada tekstur tanah yang berat. 021 316 9166~69.H. Suhu tanah akan lebih rendah pada tempat yang lebih dalam.ristek. http://www. Penyiangan biasa dilakukan sebelum pemberian pupuk N (saat berumur sekitar 25 hari setelah tanam) dan dilakukan tiga kali dalam satu siklus tanaman. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan gulma pada pertanaman anak subang penting karena gulma dapat menutupi pertumbuhan anak subang sehingga pertumbuhan terhambat dan menyulitkan dalam pemanenan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Lubang tanam dibuat dengan mencangkul lahan sedalam 10-15 cm. 3) Cara Penanaman Subang ditanam setelah masa dormansi sekitar 3. akan mengakibatkan tanaman mudah rebah. Cara penanaman dengan guludan. 021 316 1952.go. Bila dilakukan tanpa guludan maka sering kali tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. 4) Pemberian Ajir Pemberian ajir pada tanaman bunga gladiol dilakukan apabila tanaman rebah atau tangkai bunga bengkok yang menyebabkan turunnya kualitas bunga. Hal ini dapat terjadi bila penanaman bunga dilakukan tanpa menggunakan guludan. biasanya ditanam dalam barisan pada guludan. Kerapatan tanaman perlu diperhatikan karena menentukan kekekaran tanaman dan kualitas bunga. M.5 cm.4. 3. maka tanaman akan menjadi lemah dan panjang. untuk subang berdiameter ≥ 2. Jika jumlah tanaman per meter persegi terlalu banyak. Letak bibit yang dangkal. terutama pada tanah berpasir. Dalam menentukan kedalaman tanam yang perlu diperhatikan adalah tekstur tanah dan waktu tanam. (tanah liat dan berlempung) subang harus ditanam lebih dangkal dari pada tanah yang ringan dan berpasir. Jl. Semakin kecil diameter subang maka kerapatan tanam semakin besar. Pada musim kemarau subang ditanami lebih dalam dibanding musim penghujan. Bila kedalaman 10-15 cm. Hal. yang disesuaikan dengan kedalaman tanam subang gladiol. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Dosis pemupukan gladiol 90-135 kg N (diberikan sebagian dalam bentuk nitrat. dosis 400 gram/100 liter air. Jumlah pupuk yang diberikan sangat bervariasi tergantung pada tekstur tanah. 2 Digunakan pestisida cair (Permetrin dan deltametrin) dosis 5 cc per 100 m . Fax. 3) Pemupukan Tanaman gladiol memerlukan pemupukan agar tanaman tumbuh cepat dan berproduksi dengan baik. yang dapat diatasi dengan pestisida yang tepat. sebagian lagi amonium).H. 021 316 1952. untuk menjaga agar subang baru yang tumbuh tidak terlihat di atas tanah. Pemberian pupuk N kedua dan ketiga masing-masing dilakukan pada saat mulai terbentuknya primordia bunga dan setelah panen bunga.ristek. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Kerusakan tanaman gladiol dapat disebabkan oleh hama atau penyakit. keadaan lingkungan. masing-masing sebanyak satu sendok teh untuk setiap tanam. Pupuk diberikan tidak sekaligus.id . dengan dosis 300 gram/100 m air. Jl. Pemberian pestisida sebaiknya setelah tanaman berumur 50 hari. pengairan dan kandungan hara di dalam tanah. Hama 1) Thrips gladiol (Taeniothrips simplex / Mor) Hal. HAMA DAN PENYAKIT 7. 021 316 9166~69. pertama saat tanam. Pada tanah berpasir. dosis 5 gram/100 m . 90-180 kg P (sebagai P2O5) dan 110-180 kg K (sebagai K2O) per hektar pada tanah berpasir. 4) Pengairan dan penyiraman Pengairan harus diperhatikan karena drainase berpengaruh terhadap tanaman. 2 Pemberantasan penyakit digunakan pestisida Procymidon. Pupuk yang digunakan biasanya TSP dan Urea. 7. Pemupukan dilakukan dua kali (umur 20 hari dan 45 hari setelah penanaman). M. Penanggulangan serangan hama 2 digunakan pestisida padat (Aldikarb).go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembubunan Pembubunan dilakukan bersamaan waktunya dengan penyiangan. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. atau Kaptofol. ( pupuk K dan P). Pemupukan terakhir sangat penting guna pembesaran subang dan pembentukan anak subang.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. curah hujan. setelah tanam membentuk 2-3 helai daun diberikan pupuk N sepertiga dosis. diperlukan pemupukan lebih sering terutama pada musim penghujan. http://www. Penyiraman dilakukan hanya apabila tanah mulai kering (musim kemarau).

2) Kutu putih (Pseudococcus sp. berwarna coklat tua atau hitam. dan di lapangan. 7. berbentuk ramping. 2) Busuk kering Penyebab: cendawan Botrytis cinerea atau B. pipih. Pada serangan berat umbi jadi keriput. Penyakit 1) Layu fusarium (Penyakit busuk kering fusarium) Penyebab: cendawan F.H. dengan menusukan alat mulutnya kedalam umbi untuk menghisap cairan tanaman. nikotin. Panjang tubuh hama dewasa ± 2. Serangga muda (nimfa) berwarna kuning pucat dan lebih suka makan pada bagian bunga dan kuncup. endusolfan. yang mengandung bahan aktif asefat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hama ini sering dijumpai disetiap area pertanaman gladiol di seluruh dunia. Pada subang yang terserang tampak bercak dan dalam keadaan lembab hifa patogen yang berwarna putih seperti kapas menutupi permukaan bercak tadi dan menjalar kebagian tanaman lainnya. Gejala: bercakbercak berwarna keperak-perakan pada permukaan daun. Pengendalian: dapat dilakukan dengan penyiangan gulma atau dengan menggunakan insektisida yang mengandung dimetoat. Pengendalian: merendam subang dalam larutan insektisida 30-60 menit. kemudian berkembang menjadi bercakbercak berwarna hitam keabu-abuan. Penanggulangan: menyemprot insektisida berbahan aktif Bacillus thuringiensis.5 mm. Ukuran tubuh serangga dewasa betina 4 mm dan mampu bertelur sampai 200 butir (diletakan berkelompok). Tanaman yang terserang hama ini akan timbul bercak-bercak putih dan akhirnya menjadi coklat dan mati.ristek. Panjang ulat famili Lymantriidae mencapai 3.) Gejala: menyerang umbi gladiol saat penyimpanan. ukuran larva-larva sebagai minor pest pada tanaman gladiol sangat bervariasi. kedalam larutan suspensi fungisida benlate selama 30 menit. Pengendalian: menganginkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Pada serangan yang lebih lanjut. kuinalfos dan lainnya.0 cm. pertumbuhan tanaman kerdil dan mudah patah. karbaril. gladiolorum. sehingga tunas/akar terhambat pertumbuhannya dan gagal panen. yang dapat menimbulkan kerusakan berat (di lapangan). http://www. berkembang menjadi bercak-bercak. oxysporum var. kering dan mati. merkaptodimetur dan metomil. Pengendalian: menyimpan subang ditempat tidak lembab serta merendam sebelum ditanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. Gejala: daun gladiol yang terserang menguning. orthoceras var gladiol. Fax. 3) Ulat pemakan daun (Larva Lepidoptera) Gejala: hama ini menyerang dengan membuat lubang-lubang pada permukaan daun dan bunga. tergantung pada spesiesnya. triazofos.5-4. Bentuk. 021 316 1952. Gejala: bunga berbintik-bintik. merusak jaringan daun/bunga dan mengisap cairan yang keluar dari bagian tanaman dengan menggunakan alat mulutnya.go. formothion. M. warna.2. gladiol atau F. subang yang terserang busuk daun bintik-bintik agak kelabu. agak memilin.

021 316 1952. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. Fax.id .go. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

zineb atau nabam.ristek.1. Bintik-bintik kecil coklat tampak pada permukaan bagian bawah/bagian atas daun yang terserang patogen. Gejala: pada subang yang terserang patogen tersebut terdapat lesio berwarna merah kecoklatan yang dalam waktu singkat bagian tersebut akan ditutupi koloni cendawan berwarna biru dan subang membusuk.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (mengeringkan) subang yang dipanen sebelum disimpan pada tempat yang kering atau dengan menyemprotkan fungisida captan. http://www. 3) Busuk keras Penyebab: Septoria gladioli. Patogen masuk dan menginfeksi subang gladiol bila di bagian subang terdapat luka yang disebabkan oleh serangga. serta mencegah subang luka. M. Pengendalian: sama seperti untuk busuk kering.80 hari setelah tanam. Gejala: sama dengan gejala busuk kering. Pengendalian: memilih subang yang sehat dan merendam subang tanpa kulit selama 2 jam dalam suspensi larutan bakterisida. Patogen ditularkan melalui subang atau percikan air hujan. Pengendalian: menyimpan subang dengan baik. 8. Ciri dan Umur Panen Tanaman gladiol berbunga pada umur 60 . tetapi berbeda pada tubuh buah patogennya. Bunga dapat dipetik setelah warna dari 1 atau 2 floret terbawah telah dapat dilihat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Hawar bakteri Penyebab: Xanthomonas gummisudan. 021 316 9166~69. sehingga panen dapat terus dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Tanaman/bibit yang terserang patogen tersebut umumnya berasal dari anak subang. Biasanya budidaya tanaman gladiol dilakukan berdasarkan pesanan pasar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 4) Busuk kubang (Busuk kapang biru) Penyebab: cendawan Penicillium gladioli yang termasuk patogen lemah. setelah dikering udarakan dahulu. Gejala: ada bercakbercak horizontal cekung berair berwarna hijau tua yang berubah menjadi coklat dan berkembang sampai menutupi hampir seluruh permukaan daun sampai daun kering. tergantung pada kultivarnya. Bunga pertama akan mekar sekitar 10 hari setelah primordia bunga muncul. alat-alat pertanian dan sebagainya. sedang yang berasal dari subang jarang terserang. 021 316 1952. Fax.H. PANEN Budidaya bunga gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen dapat dilakukan setiap minggu. Yang berkembang dengan cepat pada keadaan lingkungan yang basah atau drainase kurang baik. 8.id . Jl.

http://www. 021 316 1952. Jika kuncup bunga dibiarkan sampai mekar penuh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dengan jelas tetapi belum mekar. Jl.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 9166~69. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Fax. Hal.H.

000 potong. Panen bunga tidak dianjurkan pada saat suhu udara tinggi (siang hari) atau pada turgor rendah. maka akan ada kemungkinan bunga tidak dapat mekar dengan sempurna. Periode Panen Bunga gladiol tergolong bunga yang mudah kehilangan air. dan siap panen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kerusakan akan mudah terjadi terutama selama pengemasan dan pengangkutan. 021 316 1952. Secara teknis dapat diatur dengan pemetakan lahan. Prakiraan Produksi Untuk seluas 1 hektar akan menghasikan panen bunga ± sebanyak 200. Bila bunga dipanen terlalu awal. Pengumpulan Bunga gladiol sangat peka terhadap kekuatan gaya berat dan akan selalu cenderung melengkung pada suhu udara tinggi. siap tanam.id .1. Jl. walaupun pada kondisi suhu udara yang rendah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. 8. 8.2. memungkinkan terjadi infeksi. 9.4. Kandungan karbohidrat yang rendah dapat diperbaiki dengan larutan pengawet yang mengandung gula. 8. Bunga yang basah akan mudah terserang oleh cendawan Botrytis gladiolorum (blight). Oleh karena itu bunga potong gladiol yang dipanen dikumpulkan dan diletakan tegak lurus diruangan pada suhu udara rendah (selama penyimpanan/pengangkutan). Fax. Budidaya bunga potong gladiol dapat diatur sedemikian rupa sehingga panen bunga (pemanenan terbanyak) dilakukan setiap minggu.go. sehingga dalam satu saat terdapat lahan siap olah. http://www. sehingga berakibat terjadinya perubahan bentuk dan penurunan kualitas. karena saat tersebut bunga gladiol berturgor optimum. PASCAPANEN 9.H. M. Cara Panen Pemanenan dilakukan secara hati-hati dengan menyertakan 2-3 daun pada tangkai bunga dan menyisakan daun-daun pada tanaman sebanyak mungkin minimum 4 daun.3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (sebelum floret terbawah menampakan warna bunga). hujan atau sebab lain.ristek. terjadi luka lebih lebar pada permukaan dasar tangkai bunga. Sebaiknya panen bunga dilakukan pagi hari. Pemotongan tangkai bunga dengan pisau tajam dan bersih supaya terhindar dari kontaminasi jasad renik Jika menggunakan pisau tumpul. bunga basah oleh embun.

Jl. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.H. 021 316 9166~69.ristek. Fax. http://www.id . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

dilakukan penyortiran dan penggolongan sesuai dengan ukuran. Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk memperlambat proses kelayuan bunga sebelum sampai kekonsumen. Pengemasan seperti ini umum dilakukan oleh pedagang pengecer yang langsung berhubungan dengan konsumen. c) Diperjalanan sebelum sampai kekonsumen. M.H. Bunga dipilih yang bagus bentuknya.4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyimpanan berkaitan erat dengan suhu udara. makin lambat terjadi penurunan mutu. Jl. 021 316 9166~69. Sarana pengangkutan biasa menggunakan mobil box yang dilengkapi alat pengatur suhu udara. Fax. dengan hati-hati. Penggolongan ini dimaksudkan untuk mempertahankan nilai jual sehingga bunga yang bagus tidak turun harganya akibat tercampur dengan yang bunga gladiol yang berkualitas rendah. umumnya berkisar antara 0-5 derajat C. digunakan bahan pengawet adalah sukrosan dan 8-hydroxyquinoline citrate. Hal. dikelompokan sesuai dengan kebutuhan. Faktor yang perlu diperhatikan yaitu suhu udara selama pengangkutan dan susunan kemasan agar tidak terlalu tinggi serta tahan goncangan.id .(bila perlu) cukup diperciki atau disemprot air saja. Makin rendah suhu udara. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Suhu udara penyimpanan bunga yang berasal dari daerah tropika relatif lebih tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dipanen. menunggu pemanenan selesai. 9.go. (berdasarkan tingkat kesegaran/ukuran bunga). Bunga dibersihkan dari kotoran yang menempel.3.ristek. tidak terkena penyakit atau luka. b) Setelah dipanen tidak segera dijual/diangkut. http://www. Pengemasan yang lebih baik biasa untuk bunga yang akan menempuh perjalanan atau untuk promosi. Dalam tahap ini. biasanya dilakukan pada saat bunga: a) Baru saja dipetik. Pengemasan dan Pengangkutan Sistem pengemasan yang baik bertujuan melindungi bunga selama pengangkutan dan sebagai sarana promosi yang dapat meningkatkan harga jual. Cara pengemasan yang paling sederhana yaitu dengan membungkus tangkai bunga dengan daun pisang. karena bunga potong sangat sensitif terhadap dehidrasi maka air yang hilang harus diimbangi dengan larutan perendam yang mengandung air dan senyawa lain yang diperlukan. Mengingat sifat bunga yang selalu dikonsumsi dalam keadaan segar dan bagus berpenampilan maka dituntut sistem pengangkutan yang bisa bergerak cepat. Hal ini menjaga agar mahkota bunga tidak rusak. bunga dikondisikan agar tetap segar. kemudian memasukan kedalam ember berisi air sehingga tangkai bunga tercelup dan membungkus bagian atas bunga dengan plastik yang sebelumnya sudah dilubangi.2. 9. 021 316 1952.

4. http://www.500.3) Keuntungan Rp. Berdasarkan hal tersebut. tanaman padi dan tanaman hias lainnya (Warsito dan Sutater. 19.078. 1987).ristek.000.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.go. Tenaga kerja . Jl.000. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya gladiol luas lahan 1 ha dalam 1 musim tanam yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor. Untuk mengimbangi permintaan konsumen. Sampai saat ini DKI Jakarta masih merupakan pasar bunga potong terbesar dengan volume penjualan perminggu mencapai 54.5. komplek perumahan. 2.. 100. Pupuk . pengkajian aspek Agro Ekonomi usaha tani gladiol mencakup kegiatan produksi. Sewa lahan/ha Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Usaha tani gladiol merupakan usaha komersial karena sebagian besar produksinya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau konsumen.000 bh @ Rp. Rasio output/input = 1.200.000.Rp.2) Pendapatan: bunga potong (tangkai) 214. 9.400. terdapat kecenderungan bahwa permintaan terus meningkat.406 umbi (Ameriana. Produksi per hektar bunga potong gladiol di tingkat petani baru mencapai 169.H.200 tangkai per minggu (BCI dan Nehem. Volume permintaan dalam negeri 127.000.122 10.Jumlah biaya produksi Rp. dan perkembangan pariwisata (Sutater dan Asandhi. dkk.500. 1) Biaya produksi: 1.000. Fax.Rp. 200. perkotaan.3.000.. 1.700 tangkai dibandingkan dengan kota lainnya.id .000.Rp.500.Pupuk buatan NPK: 100 kg @ Rp.322.000 @ Rp. Hal ini sejalan dengan peningkatan pendapatan masyarakat. Pestisida: 15 kg @ Rp.000.000.(Urea. KCL): 834 kg @ Rp.Rp. 1889).Tenaga kerja sewa 120 OH @ Rp.1.753.800. konsumsi dan pemasaran.4) Parameter kelayakan usaha 1. pembangunan.. 1. Kebanyakan usaha tani gladiol dilakukan di daerah dataran tinggi sesudah tanaman sayuran. 75.Tenaga kerja keluarga 120 OH @ Rp.000. 10. 1. 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. 15. 1991). 021 316 9166~69. 1991). 2000.000.Rp.2. 021 316 1952.2. 3.Rp. Bibit: umbi bibit (subang) 190.4.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. rumpang hasil produksi bunga harus ditingkatkan demikian juga mutu bunga potongnya.189 tangkai dan produksi bibit (subang) mencapai 136.Rp. M. TSP. 50. 21.125.

021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go.id . Jl.ristek. http://www.H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Rp.1. 11. Medium. STANDAR PRODUKSI 11. Fax. Dalam artikel “Indonesia Belum Tanggapi Dunia akan Permintaan Bunga Potong Tropis” (1992) dicatat bahwa konsumsi bunga potong untuk kota-kota besar hingga kini masih didominasi oleh Jakarta. kelas C=10. menyerap 60% dari total produksi bunga nasional.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pasar bunga potong asal Indonesia akhir-akhir ini cukup menggembirakan. 85 juta untuk pembelian bunga. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tim Direktorat Bina Produksi Hortikultura (1988) mencatat bahwa peringkat ekspor bunga ke Eropa adalah bunga potong (43. b) Jumlah minimum floret pertangkai: kelas AA=16. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan panjang tangkainya. bunga gladiol dikelompokan dalam lima kelas yaitu Super.H. A.2. 11.000 . 1. Panjang. Surabaya. M. a) Kelas super: panjang tangkai > 95 cm b) Kelas panjang: panjang tangkai 76–94 cm c) Kelas medium: panjang tangkai 61–75 cm d) Kelas pendek: panjang tangkai 51–60 cm e) Kelas mini: panjang tangkai 30–50 cm Selain berdasarkan panjang tangkai. 021 316 9166~69. kelas B=61-75.15 milyar per bulan atau 25.go. cara pengambilan contoh dan pengemasan.ristek.38%). a) Panjang tangkai (cm): kelas AA>95. kelas A=76–94. dan umbi bunga (12. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Malang. tanaman hias (38.8 milyar per tahun di Jakarta terdapat 327 florist dan 227 kios penjual bunga. Diskripsi Standar mutu bunga gladiol potong di Indonesia tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01–4479–1998 11.26%).id . Jl. Bisnis bunga mencapai Rp. 2. 021 316 1952. dan Ujung Pandang 1.283. Ruang Lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi dan standar mutu. karena hotel-hotel di Jakarta sebulan menghabiskan biaya sebesar Rp. Pendek dan Mini.000 tangkai. Denpasar.250 tangkai untuk Jakarta.3. bunga gladiol dikelompokan berdasarkan penampilan dan kondisi fisik lainnya sehingga terdapat bunga gladiol potong dengan mutu kelas AA. kelas A=14. Dalam artikel “Dari Bisnis Asalan Menuju Industri Bunga “ (1993) dilaporkan bahwa konsumsi bunga potong 1992 di kota-kota besar seperti Jakarta. Bandung. B dan C. http://www. Semarang. kelas C=5160.65%). kelas B=12. 75.928.

021 316 9166~69.ristek. http://www. kelas A=95: kelas B=95.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keseragaman (%): kelas AA=100.go. kelas C<95. Hal.id . Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. M. Jl. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

kelas C<95. amati satu per satu bunga contoh. i) Benda asing/kotoran (%): kelas AA=0. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang jumlah floret per tangkainya memenuhi syarat. h) Kerusakan mekanis (%): kelas AA=0.ristek. kelas B sedang. Jl. Bagian pangkal tangkai yang lurus diletakan pada garis lurus tersebut.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna spesifik (%): kelas AA=100. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Deviasi atau kurvaktur maksimal 7. 021 316 1952. kelas C>10. kerusakan mekanik Hitung jumlah seluruh bunga contoh. kelas C=3. warna spesifik dan bebas hama Hitung jumlah seluruh bunga contoh. kelas B=95. ukur satu persatu bunga contoh. Untuk mendapatkan jenis dan mutu yang sesuai dengan standar maka harus dilakukan pengujian yang meliputi: a) Penetapan panjang tangkai bunga Hitung jumlah seluruh bunga contoh.go. Hitung prosentase bunga yang memenuhi syarat terhadap jumlah seluruh bunga contoh. kelas A=1. http://www. kelas A=95. 021 316 9166~69. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kelas A lurus. Hitung jumlah bunga seragam dan hitung prosentase bunga yang seragam terhadap jumlah seluruh bunga contoh. kelas C<95. b) Penetapan jumlah floret per tangkai. M. kelas C kurang. hitung satu persatu jumlah floret per tangkai dari seluruh bunga contoh kemudian pisahkan tangkai bunga yang jumlah floretnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan. sementara itu bagian ujung tangkai yang melengkung akan menjauhi garis lurus tadi. kelas C=2– 3. kelas A=95. Hitung presentase berat benda asing terhadap berat seluruh bunga contoh.H. jumlah floret mulai mekar. f) Kelurusan tangkai: kelas AA lurus. kelas A=5. Hitung jumlah seluruh bunga contoh yang panjangnya memenuhi syarat. e) Penetapan benda asing Pisahkan dan kumpulkan benda asing yang dijumpai pada bunga atau dalam kemasan bunga contoh. kelas B=10. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gladiol yang terdiri atas maksimum 1. kelas B=2. lalu pisahkan bunga yang tampak tidak seragam. Hitung presentase bunga yang panjangnya memenuhi syarat terhadap seluruh bunga contoh.id . 11. c) Penetapan keseragaman. Ukur jarak ujung tangkai bunga terhadap garis lurus diatas meja menggunakan mistar yang tersedia. Fax. d) Penetapan kelurusan tangkai Letakan bunga gladiol yang diuji diatas meja kerja yang telah diberi garis lurus sepanjang 1 meter atau lebih. e) Bebas hama/penyakit (proses): kelas AA=100. kelas A=1–2. kelas B=2-3. g) Jumlah floret mulai mekar: kelas AA=1-2. kemudian pisahkan bunga yang panjangnya tidak memenuhi syarat kelas yang disebutkan dalam kemasan.4. kelas B=95. Selanjurtya timbang benda asing tersebut dan juga seluruh bunga contoh.000 kemasan. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut berikut ini: a) Contoh yang diambil semua.5 cm tergantung kelas.

14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 021 316 9166~69.H.ristek.id . Jl. Hal.

jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 9. c) Contoh yang partai 101–300. jumlah kemasan bunga dalam Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. bunga gladiol sebaiknya dikemas dengan keranjang bambu yang diberi lapisan daun pisang. M. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. diambil sekurang-kurangnya 5.H. c) Nama kultivar. Jumlah bunga dalam tiap kemasan disesuaikan dengan permintaan pasar. bunga gladiol boleh tidak dikemas. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. diambil satu tangkai. Label atau gantungan (tag) yang menyertai setiap kemasan harus mudah dilihat/diambil dan berisi informasi. 021 316 1952. g) Berat bersih. h) Identitas pembelian ditempat tujuan. Jl. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 10. Ujung tangkai bunga diberi kapas yang dibasahi dengan larutan pengawet kemudian ditutup plastik. Kedalam air perendam seyogyanya ditambahkan bahan pengawet bunga. e) Contoh yang partai 501–1001. d) Contoh yang partai 301–500. j) Petunjuk penanganan (suhu udara. Fax. bunga diletakkan berdiri dalam ember plastik yang diberi air perendam tangkai. 11.id .go. a) Produksi Indonesia. 021 316 9166~69. e) Jumlah bunga dalam kemasan. Untuk eksport bunga gladiol harus dikemas dengan kotak karton yang sesuai dengan diberi lapisan plastik tipis atau kertas dibagian dalamnya. jumlah kemasan bunga dalam diambil sekurang-kurangnya 7. d) Kelas mutu.5. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai.ristek. lembaran plastik atau kertas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Contoh yang partai 6–100. f) Berat kotor. b) Nama perusahaan/eksportir. kelembaban) yang dianjurkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengemasan Untuk pasar lokal. i) Tanggal panen dan perkiraan daya tanah. Untuk pasar jarak jauh.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.id . M. 021 316 9166~69. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952.go. http://www. Fax.

DAFTAR PUSTAKA 1) Rosa Widyawan. 1993 3) Agus Muharan dkk. Agribisnis Tanaman Hias. Bunga Potong (Tinjauan Literatur).. 021 316 1952. Fax. Jl.go.H. 1995 Jakarta. http://www. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Balai Penelitian Tanaman Hias (Badan Penelitian dan Pengembangan). 021 316 9166~69.ristek. Penebar Swadaya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.id . F. M. Jakarta.. Gladiol. Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1994. dan Sriwahyuni. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (LIPI). BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Rahardi.

1/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman hias pendatang dari luar negri (introduksi) dan diduga berasal dari Afrika Selatan. M. Penemu tanaman gerbera adalah Traug Gerber.H. Tanaman hias ini masuk ke Indonesia sekitar abad XIX bersamaan dengan lintas perdagangan komoditi pertanian. Afrika Utara dan Rusia. Jl. 021 316 9166~69. seorang naturalis berkebangsaan Jerman yang melakukan ekspedisi ke Afrika Selatan. 2.ristek. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias gerbera adalah sebagai berikut: Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Famili : Compositae/Asteraceae Genus : Gerbera Hal. Fax. Berawal dari kedua penemu tersebut. 021 316 1952.id . SEJARAH SINGKAT Gerbera merupakan tanaman bunga hias berupa herba tidak berbatang. Selanjutnya diketemukan gerbera hibrida oleh Jamenson.TTG BUDIDAYA PERTANIAN GERBERA / HEBRAS ( Gerbera jamensonii ) 1. tanaman gerbera dikukuhkan dengan nama Gerbera jamessonii Bolus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Masyarakat Indonesia menyebut gerbera sebagai gebras atau hebras.go.

id . Suhu udara ideal di awal pertumbuhan 22 derajat C. 021 316 9166~69. kuning dan merah jambu. Contoh berbunga lapis dua yaitu Gerbera jamensonii Fantasi Double Purple yang berwarna merah. M. Barus Jahe. d) Jenis gerbera yang dihasilkan oleh Holand Asia Flori Net di Belanda. Batu dan Pujon (Malang Jatim). Jl.H. SENTRA PENANAMAN Sentra penanaman bunga potong tanaman gerbera di Indonesia yaitu di daerah Kaban Jahe. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Spesies : Gerbera jamensonii Dari keragaman bentuk bunga. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jika melebihi 35 derajat C. 3. Orange Jaffa (oranye cerah). Bandungan (Jateng). 5. 4. Iklim 1) Curah hujan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman ini berkisar antara 1.5-30 derajat C. Fax. sabun dan kosmetik. Brastagi). Lapis helai mahkota bagian luar nampak sekali perbedaan susunannya. http://www. b) Gerbera berbunga dua: helai mahkota tersusun bervariasi lebih dari satu. dan Simpang Empat (Sumatra Utara.1. Varitas yang ditanam adalah Gerbara yustika (pink merah). c) Gerbera berbunga tiga lapis: contoh dari bunga jenis ini adalah Gerbera jamensonii Fantasi Triple Red yang berbunga dominan merah. 021 316 1952. Tanaman hias gerbera merupakan salah satu penghasil minyak atsiri untuk bahan baku industri minyak wangi. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Cipanas. 2) Daerah yang paling baik adalah daerah yang beriklim sejuk dengan suhu udara minimum 13. Lembang dan Sukabumi (Jabar). MANFAAT TANAMAN Selain sebagai bunga potong yang dapat tahan sampai 3 minggu.ristek.800 mm/tahun. Ventury (oranye tua). perkecambahan benih akan terganggu.7-18 derajat C dan maksimum 19.900-2.go. kemudian bervariasi kuning atau hijau kekuningan. Sentra produksi tanaman gerbera di dunia adalah negara Belanda dan Thailand. dengan ukuran yang lebih besar dari ke tiga jenis di atas. terutama struktur helai mahkota bunganya dikenal empat jenis gerbera yang telah dibudidayakan di Indonesia yaitu: a) Gerbara berbunga selapis: helai mahkota bunga tersusun selapis dan umumnya berwarna merah.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax. 2/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69.ristek.H.id .go.

induknya produktif berbunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.000 bila jarak tanam 25 x 40 cm. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif.400 m dpl. Ketinggian Tempat Di Indonesia di tanam mulai dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian tempat antara 560-1. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman hias gerbera yaitu tanah lempung yang berpasir. Keperluan bibit anakan untuk ditanam di lahan terbuka 1 ha sekitar 80. Fax. 6. Bahan kultur jaringan menggunakan mata tunas lateral dari pohon atau batang tanaman gerbera yang sehat dan dari jenis yang unggul. perhatikan tanggal kadaluarsanya. Bibit yang didapat dari kultur jaringan yaitu mata tunas yang diambil dari jenis unggul segera dimasukan ke dalam wadah yang mengandung bahan sterilisasi Hal.3. Penyemaian dapat dilakukan pada bak-bak penyemaian atau pot-pot kecil maupun pot yang berdiameter cukup besar. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Bibit anakan didapatkan dari rumpun tanaman gerbera yang anakannya banyak. tumbuhnya normal.0. subur dan banyak mengandung bahan organik atau humus. 021 316 1952.5-6. Perbanyakan vegetatif menggunakan cara kultur jaringan/anakan. Jl. 2) Penyiapan Benih Benih yang berasal dari biji disemaikan dahulu sebelum dipindahtanamkan ke lapangan.go. Sebaiknya media semai diberi sungkup plastik agar kelembaban dan suhu udara tetap stabil serta terlindung dari matahari langsung. Benih diseleksi dari biji yang memiliki daya kecambah atau daya tumbuh yang tinggi dan berpenampilan bernas.H. M. 5. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehat dan berasal dari tanaman jenis unggul.000-90. 021 316 9166~69. Jika bibit dibeli dari toko.ristek.1. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya hebras berkisar 5. 3/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .2.

Sebelum dimasukkan media semai masukkan selapis pecahan batu bata atau genting kira-kira 1/3 bak pesemaian. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Penyemaian di bak persemaian Pilihlah lokasi tempat semai yang mendapat sinar matahari pagi atau di dalam 2 suatu ruangan yang mendapat cahaya buatan 40 watt/m . 4) Pemeliharaan Pembibitan/Pesemaian Siram setiap hari 1 atau 2 kali tergantung cuaca. di sore hari sungkup diangkat. b) Penyemaian secara kultur jaringan Siapkan media dasar yaitu medium Murashige Skoog ditambah gula 30 gram/liter. Larutan pupuk terdiri dari 5-10 gram NPK dalam larutan air 10 liter. Pada saat umur bibit mencapai 21 hari. Vitamin B dan zat pengatur tumbuh kinetin 5 mg ditambah IAA 0. kemudain bagian atas sungkup dibuka sampai 20 cm dari puncak untuk mendapatkan kelembaban 90 %. Bibit yang dari anakan dipisahkan dari rumpun gerbera yang sudah dibersihkan dari tanah. 021 316 9166~69. Semaikan benih gerbera secara merata. sedangkan pupuk daun konsentrasinya disesuaikan dengan anjuran. Lakukan sterilisasi selama 20 menit.id . Selanjutnya bibit dipindahtanamkan ke persemaian biasa dengan komposisi media yang sama dengan persemaian benih. Medium dibuat padat dengan Difco Bacto Agar (DBA) sebanyak 7. Fax. c) Penyemaian dengan anakan Tanaman atau bibit anakan yang sudah dibersihkan dari tanah. Seusai sterilisasi dengan Clorax segera disterilisasi ulang dengan HgCL2 20 % selama 5 menit. Pemupukan dilakukan 3 minggu setelah semai.go. http://www.5 gram/liter. PH sebelum dipanaskan diatur sekitar pH 5. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yaitu Clorax 30 %. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sebagian akar tangkai dan daun tua dibuang. pasir dan pupuk kandang yang telah matang dengan perbandingan 1:1:1. Tiap bagian minimal satu anakan.ristek. pada umur 45 hari mata tunas majemuk mulai terbentuk. Lalu isikan media semai 90 %. Dari 7-10 hari setelah semai sungkup dibuka selama 3 jam/hari.1 N.7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. sungkup dibuka selama 1 jam pada pagi hari. Tanamkan mata tunas lateral. Bibit hasil kultur jaringan dipindahkan ke persemaian steril dan dipelihara sampai cukup besar. Beri sungkup plastik putih tipis agar kelembaban mencapai 98%.5 mg/liter. Setelah 5-7 hari.H. Jl. Penjarangan setelah umur 5-6 minggu. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. akar-akar juga daun tua ditanamkan di lahan pembibitan dengan jarak 5 X 10 Cm. kemudian bilas dengan air aquades steril 5 X. Siapkan media semai berupa campuran tanah yang subur halus.

go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www.ristek. M. Jl. 4/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

go. M. Pemberian pupuk kandang dapat pula dengan cara per lubang tanam rata-rata 2 200 gram per lubang atau 2-3 kg/m luas lahan.2. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pasang tiang setinggi 100-150 cm di sisi timur dan 80-100 cm di sisi barat. kemudian olah tanah cukup dalam 30 cm hingga struktur tanah gembur. sedangkan bibit yang dari anakan siap dipindahtanamkan setelah bibit cukup kuat . bersihkan dari gulma. 2) Pembukaan Lahan Tanah diolah dengan teknik yang sama dengan persiapan di atas.id . 3) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan selebar 60-80 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Pemindahan Bibit Bibit yang berasal biji siap dipindahtanamkan setelah tanaman berdaun 3-5 helai. Naungi dengan plastik bening. kalsit. Bibit yang berasal dari kultur jaringan siap tanam apabila ukurannya cukup besar. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tentukan lahan yang strategis dan serasi. 6. Dosis kapur pertanian berkisar 1-4 ton/ha tergantung pH dan jenis tanahnya. Buat parit keliling untuk saluran pembuangan kelebihan air dan sekaligus sebagai saluran irigasi waktu mengairi tanaman. Fax. 021 316 9166~69. Di antara bedengan dipasang tiang setinggi 150-200 m sehingga atap berbentuk segi tiga. kemudian dicampur dengan tanah sambil dibalikkan. Biarkan tanah selama 10-15 hari. Naungan juga dapat dibuat sekaligus untuk 2 bedengan dengan tinggi sisi timur dan barat yang sama dengan naungan 1 bedengan.ristek. 5) Pemupukan Pada saat pembuatan bedengan tambahkan pupuk kandang sebanyak 20-30 ton/ha yang disebar merata.H. Jl. tinggi 30 cm dan jarak antara bedengan 4060 cm. http://www. atau Zeagro. 4) Pengapuran Pada tanah yang kemasaman tanahnya rendah (di bawah 5) perlu ditambahkan kapur pertanian seperti dolomit.

5/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.id . 021 316 9166~69.H.ristek. 021 316 1952.

Siramlah bedengan sampai cukup basah. lalu diisi dengan media sampai 90 %. 021 316 1952.00 atau sore antara 15. Siapkan polybag berdiameter 15. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Jika ada tanaman yang mati/rusak seawal mungkin segera disulam atau diganti dengan tanaman yang baik pada lubang yang sama. Fax.ristek. pasir dan pupuk kandang atau sekam padi (1:1:1).00-17. 021 316 9166~69.go. sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal tanaman.H. Periode penyulaman sebaiknya tidak melebihi umur 30 hari setelah tanam. Jl. Pupuk dasar berupa NPK yang diberikan sebanyak 2-4 gram/tanaman pada saat tanam. Isi dasar polybag dengan selapis pecahan bata merah/sekam. Jenis pupuk yang dianjurkan NPK serta unsur mikro lainnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. sehingga untuk setiap hektarnya antara 200-400 kg.00-09. Waktu penyulaman yang baik pagi/sore hari . 25 dan 30 cm untuk menanam bibit sesuai dengan ukuran dan umurnya. 2) Cara Penanaman Basahi lubang tanam sampai lembab.id tunas/cabang yang sudah tua. 3) Perempalan Perempalan dilakukan untuk membuang mengering maupun yang terserang penyakit. 2) Penyiangan Ditujukan untuk membersihkan sekitar tanaman dari gulma dan sambil menggemburkan tanah. 20. Jumlah pupuk NPK diberikan 2-4 gram/tanaman dengan periode 1 kali dalam sebulan. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Lubang tanam selebar dan sedalam daun cangkul pada jarak tanam 20-25 Cm dalam barisan dan 35-40 cm antar barisan. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Media pertumbuhan adalah campuran tanah subur. Penyiangan dilakukan pada 7-10 hari setelah tanam dan 30-35 hari setelah tanam. tanamkan bibit secara tegak ditengahtengah lubang tanam. .3. 4) Pemupukan Dilakukan secara rutin sebulan sekali.00. M. Cara pemberiannya dengan cara dibenamkan dalam larikan atau lubang diantara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6. Waktu yang terbaik di pagi hari antara jam 06. 6.

M. Fax. Jl.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. http://www.H.ristek.

http://www.id . M. Fax.2. PANEN 8. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Cercospora gerberae Chuup et Viegas). atau 3-5 bulan bila bibitnya berasal dari anakan. 5) Pengairan dan Penyiraman.bercak berwarna coklat. 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun. memelihara sanitasi kebun dan penyemprotan dengan fungisida seperti Dithane M-45. Gejala: timbul busuk bunga. daun mengering dan gugur.1. Jl. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman. Pemanenan sekitar umur 6-8 bulan setelah tanam bibit asal dari biji. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: memotong/memangkas bagian-bagian yang terkena penyakit. Hama 1) Ulat daun dan belalang Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida seperti Decis 2.ristek.1. 7. Pupuk daun dapat diberikan sesuai anjuran. Ciri dan Umur Panen Bunga gerbera yang siap dipanen adalah kuntum bunganya telah mekar penuh atau ketika bunga setengah sampai ¾ mekar. hingga kusut dan diliputi kapang yang berwarna kelabu.H. Pemberian air selanjutnya berangsur-angsur berkurang. Pengendalian: sama dengan penyakit bercak daun.5 EC atau Agrimec 18 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. Pada fase awal pertumbuhan tanaman gerbera penyiraman dilakukan 1-2 kali. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.). Antracol 70 WP dan Daconil 75 WP. Gejala: timbul bercak. 2) Kapang kelabu/grey Mould Penyebab: jamur Botrytis cinere Pers ex Fr. Gejala: daun gerbera diliputi oleh lapisan tepung. terbentuk bulat/tidak beraturan. 3) Penyakit tepung Penyebab: jamur Erysiphe cichoracearum DC). Pupuk NPK dapat diberikan dalam bentuk larutan dengan konsentrasi 10 gram/10 liter air dan diberikan sebanyak 200-250 cc/tanaman dengan periode pemberian 10 hari sekali.go.

7/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. http://www.go.id . 021 316 9166~69. M. Jl. Fax. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

3.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000. Ikat tangkai bunga dengan karet/tali lentur.id .000. Sewa lahan 1..Rp. tiap rumpun gerbera dapat menghasilkan 5-15 kuntum atau sekitar 140 kuntum bunga per meter luas lahan per tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 200. Perkiraan Produksi Pada pertanaman gerbera yang baik dan jenisnya unggul. Tiap ikatan 10-15 tangkai bunga atau menurut permintaan pasar maupun mempertimbangkan segi praktisnya dalam pengangkutan serta penyimpanan.Bibit anakan 10. 9. 3.ristek. 10.000 m selama 1 tahun 2. Kemudian disimpan di tempat yang teduh untuk melakukan sortasi. Bibit . M. Penyortiran dan Penggolongan Sortasi dilakukan pada tangkai bunga yang ukurannya abnormal dipisahkan secara sendiri. 1) Biaya produksi 2 1. Pengumpulan Setelah bunga gerbera dipanen.Rp. 100. PASCAPANEN 9. Pupuk . 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8.500.2.Pupuk daun dan bunga Rp.400. Fax. 9. Bangunan dengan naungan 3.800.000 m yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung.000 kg @ Rp. Rp.Rp.000.000. 150.. 021 316 1952.000 tanaman 4.go.000. 9. Pengemasan dan Pengangkutan Kemas ikatan bunga dalam wadah kotak karton ataupun keranjang plastik dan tutup luka bekas potongan dengan kapas untuk mempertahankan kesegaran.H. Simpan dikontainer dan siap untuk diangkut. 2. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan budidaya bunga gerbera seluas 1.2.000. dimasukkan ke dalam ember berisi air. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp. 2.NPK 400 kg @ Rp.1.1.Pupuk kandang 2.000.000. http://www.

021 316 1952. 8/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H. Jl. 021 316 9166~69.go.ristek. Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Rp.Pemeliharan tanaman 1 tahun 50 HKW + 5 HKP .000. bahan baku industri minyak wangi.Rp. 021 316 1952. 573.2. 1.Pengolahan tanah dan pemupukan kandang 20 HKP .go.2. 200.Rp.000.- = 1. 200. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi . 10.Rp. 021 316 9166~69. 9.di tingkat petani.ristek.16.Rp. M.Rp. 11. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5.200.H.Penanaman 5 HKW . Tenaga kerja .500. HKW Hari kerja wanita.000. Harga satu kuntum bunga gerbera termasuk mahal. Jl.Panen dan pasca panen 20 HKW + 5 HKP 6. Namun apabila tanaman hias gerbera berkembang baik di Indonesia pasti akan dapat menjadi komoditas potensial/komoditas utama. sabun dan kosmetik. syarat penandaan dan pengemasan.000. 10 bunga/th.Pembuatan bangunan naungan 20 HKP ..Rp.x Rp.Rp.500.1.di tingkat petani.000. cara pengambilan contoh. Tanaman ini juga dapat menjadi komoditas ekspor. sedangkan 10 tangkai gerbera ex Holland berharga Rp. 200.000. Rasio output/input Keterangan: HKP Hari kerja pria.112.756 Di Indonesia tanaman hias gerbera belum berkembang pesat sebagai komoditas komersial. Dalam program penelitian dan pengembangan hortikultura di Indonesia mengklasifikasikan tanaman hias gerbera adalah tanaman introduksi dari luar negri. 15. Hal ini dapat dilihat dengan dominannya bunga ini di dalam rangkaian bunga. http://www. syarat mutu. cara uji.000 tangkai.000. 11.000.950. STANDAR PRODUKSI 11. 425.000. selain sebagai bunga potong. 12 tangkai Gerbera berbunga dua lapis (introduksi luar negeri) yang sudah banyak dibudidayakan berharga Rp.id . Prospek pengembangan budidaya tanaman gerbera dapat diandalkan karena peminatnya di dalam negeri semakin banyak. 37.3) Keuntungan per bulan 4) Parameter kelayakan usaha 1..000. 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Deskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 9166~69. M. Fax. 021 316 1952.id . http://www.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. 9/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

d) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 9. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. jumlah kemasan bunga dalam partai 101–300. Untuk kemasan contoh dengan isi kurang dari tiga tangkai. Fax. Tempat perendaman bersuhu udara dingin yaitu sekitar 14-25 derajat C selama 4 jam. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jumlah kemasan bunga dalam partai 301–500. M.000 kemasan.H. Jl. b) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 5. diambil satu tangkai. jumlah kemasan bunga dalam partai 6–100. Bunga yang telah diselubungi dikemas di dalam kardus karton/keranjang plastik dengan posisi tegak. jumlah kemasan bunga dalam partai 1– 5. Pengangkutan dilakukan dengan kendaraan berpendingin pada suhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%.go. Dari setiap kemasan contoh yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya tiga tangkai bunga. 11. yaitu orang yang telah dilatih terlebih dahulu dan diberi wewenang untuk melakukan hal tersebut. 021 316 9166~69.id . c) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 7. Klasifikasi Standar dan Mutu Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. Pengambilan Contoh Dari satu partai atau lot bunga gerbera yang terdiri atas maksimum 1. Dari sejumlah tangkai yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh yang berjumlah sekurang-kurang lima tangkai diuji. e) Contoh yang diambil sekurang-kurangnya 10. 11.4. contoh diambil secara acak sejumlah seperti tersebut dalam data di atas: a) Contoh yang diambil semua. Pangkal tangkai bunga diremdam dalam larutan pengawet misalnya larutan gula 6%.3. Pengemasan Ikatan bunga diselubungi dengan kertas khusus sleeves yang menutupi seluruh bagian bunga kecuali kuntum bunga bagian atas.5.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jumlah kemasan bunga dalam partai 501–1001.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id .H. 021 316 1952. 10/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. http://www. Jl.

Bunga-bunga Pot Populer. 3) Trubus No. Yogyakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.go. http://www. 021 316 9166~69. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. 1995. Gerbera. Penerbit Kanisius. 11/ 11 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1994. Ir. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jakarta. Fax. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 327. 2) Bonus Trubus No.H. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Jl. 1997.ristek. 293.id ..

2. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl. dibagi menjadi 3 golongan: Hal. 021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69. Sekitar abad ke-16 orang Portugal menyebarluaskannya ke Asia termasuk Indonesia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG ( Zea mays L. a) Menurut umur. http://www. Berasal dari Amerika yang tersebar ke Asia dan Afrika melalui kegiatan bisnis orang-orang Eropa ke Amerika.go. JENIS TANAMAN Sistimatika tanaman jagung adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisio : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub Divisio : Angiospermae (berbiji tertutup) Classis : Monocotyledone (berkeping satu) Ordo : Graminae (rumput-rumputan) Familia : Graminaceae Genus : Zea Species : Zea mays L.H. SEJARAH SINGKAT Tanaman jagung merupakan salah satu jenis tanaman pangan biji-bijian dari keluarga rumput-rumputan. Fax. ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Orang Belanda menamakannya mais dan orang Inggris menamakannya corn. Jenis jagung dapat dikelompokkan menurut umur dan bentuk biji. M.

Bromo. b) Menurut bentuk biji. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1. jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Hibrida IPB 4.id . http://www. yaitu: jagung hibrida dan varietas jagung bersari bebas. Permadi. Nakula. bergedel. Sweet Corn 4.go. bakwan. Hibrida IPB 4. Hibrida Pioneer 2. Harapan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Akhir-akhir ini tanaman jagung semakin meningkat penggunaannya. M. Varietas unggul ini dapat dibedakan menjadi dua. Di Indonesia. Kuning. Dent Corn 2. Nama beberapa varietas jagung yang dikenal antara lain: Abimanyu. jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. Malin. Harapan Baru. Flour Corn 6. sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain: a) Batang dan daun muda: pakan ternak b) Batang dan daun tua (setelah panen): pupuk hijau atau kompos c) Batang dan daun kering: kayu bakar d) Batang jagung: lanjaran (turus) e) Batang jagung: pulp (bahan kertas) f) Buah jagung muda (putren. Pop Corn 5. Genjah Kertas. Kania Putih. 3. jagung menduduki urutan ke 3 setelah gandum dan padi. Genjah Kertas.Metro dan Pandu. MANFAAT TANAMAN Tanaman jagung sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Hibrida CP 1 dan CPI 2. Arjuna. Waxy Corn Varietas unggul mempunyai sifat: berproduksi tinggi. tahan serangan penyakit utama dan sifat-sifat lain yang menguntungkan. Berumur panjang: lebih dari 120 hari. Hibrida C 1 (Hibrida Cargil 1). Berumur sedang (tengahan): 90-120 hari. Di Daerah Madura. Bogor Composite-2. Kalingga.H. 2. contoh: Hibrida C 1. Malin. Bima dan Harapan. Jw): sayuran. contoh: Genjah Warangan. Bastar Kuning. dibagi menjadi 7 golongan: 1. 3.ristek. contoh: Kania Putih. Pandu. sambel goreng Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pod Corn 7. Wiyasa. Fax. Tanaman jagung banyak sekali gunanya. 021 316 9166~69. Flint Corn 3. Parikesit. Berdasarkan urutan bahan makanan pokok di dunia. Metro. Abimanyu dan Arjuna. umur pendek. Bima. Berumur pendek (genjah): 75-90 hari. Bastar. Sadewa.

ristek. http://www.H.go. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.id . M. 021 316 9166~69.

kue kering. dan menjelang musim kemarau. marning.ristek. pertumbuhannya akan terhambat/ merana. Tetapi untuk pertumbuhan optimalnya. daerah-daerah penghasil utama tanaman jagung adalah Jawa Tengah. Nusa Tenggara Timur. bahan baku industri bir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Biji jagung tua: pengganti nasi. pakan ternak. dextrin. akan tetapi bagi pertumbuhan tanaman yang ideal memerlukan suhu optimum antara 23-27 derajat C. Jagung dapat tumbuh di daerah yang terletak antara 0-50 derajat LU hingga 0-40 derajat LS. 5. roti jagung. biskuit. b) Pada lahan yang tidak beririgasi. dan Maluku. budidaya tanaman jagung dilakukan secara intensif karena kondisi tanah dan iklimnya sangat mendukung untuk pertumbuhannya. perekat. Khusus di Daerah Jawa Timur dan Madura.id . karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. Iklim a) Iklim yang dikehendaki oleh sebagian besar tanaman jagung adalah daerahdaerah beriklim sedang hingga daerah beriklim sub-tropis/tropis yang basah. SYARAT PERTUMBUHAN Tanaman jagung berasal dari daerah tropis yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di luar daerah tersebut. 5. c) Pertumbuhan tanaman jagung sangat membutuhkan sinar matahari. dan memberikan hasil biji yang kurang baik bahkan tidak dapat membentuk buah. Hal. 4. Pada proses perkecambahan benih jagung memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. Jl. Jawa Timur. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. dapat tumbuh pada berbagai macam tanah bahkan pada kondisi tanah yang agak kering. Sebaiknya jagung ditanam diawal musim hujan. Pada fase pembungaan dan pengisian biji tanaman jagung perlu mendapatkan cukup air. tepung. 021 316 9166~69. bihun. e) Saat panen jagung yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik daripada musim hujan.I. Sulawesi Selatan. Fax. bahan campuran kopi bubuk. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. jagung menghendaki beberapa persyaratan. Yogyakarta. 021 316 1952.go. brondong. pertumbuhan tanaman ini memerlukan curah hujan ideal sekitar 85-200 mm/bulan dan harus merata. Tanaman jagung yang ternaungi. d) Suhu yang dikehendaki tanaman jagung antara 21-34 derajat C. D. Jagung tidak menuntut persyaratan lingkungan yang terlalu ketat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. industri textil. Sulawesi Utara. M.H. Madura. Jawa Barat. industri farmasi. http://www.

Berasal dari varietas unggul (daya tumbuh besar.1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. latosol. 021 316 1952. Arjuna. sebaiknya dilakukan pembentukan teras dahulu. tidak tercemar hama dan penyakit). Sedangkan daerah dengan tingkat kemiringan lebih dari 8 %.ristek. Ketinggian Tempat Jagung dapat ditanam di Indonesia mulai dari dataran rendah sampai di daerah pegunungan yang memiliki ketinggian antara 1000-1800 m dpl. karena disana kemungkinan terjadinya erosi tanah sangat kecil. Sedangkan untuk tanah dengan tekstur lempung/liat (latosol) berdebu adalah yang terbaik untuk pertumbuhannya.id . c) Tanaman jagung membutuhkan tanah dengan aerasi dan ketersediaan air dalam kondisi baik.7.6 . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. d) Tanah dengan kemiringan kurang dari 8 % dapat ditanami jagung. fisik maupun fisiologinya. Daerah dengan ketinggian optimum antara 0-600 m dpl merupakan ketinggian yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung. tidak tercampur benih/varietas lain.3.H. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan digunakan sebaiknya bermutu tinggi. tanah berpasir. http://www. b) Jenis tanah yang dapat ditanami jagung antara lain: andosol (berasal dari gunung berapi). Benih yang demikian dapat diperoleh bila menggunakan benih bersertifikat. 5. Kaliangga. Pada tanah-tanah dengan tekstur berat (grumosol) masih dapat ditanami jagung dengan hasil yang baik dengan pengolahan tanah secara baik.2. Tetapi jagung hibrida mempunyai beberapa kelemahan dibandingkan varietas bersari bebas yaitu harga benihnya yang lebih mahal dan hanya dapat digunakan maksimal 2 kali turunan dan tersedia dalam jumlah terbatas. Fax. Jl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. baik mutu genetik. tidak mengandung kotoran. Keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman jagung adalah pH antara 5. Penggunaan benih jagung hibrida biasanya akan menghasilkan produksi yang lebih tinggi. Beberapa varietas unggul jagung untuk dipilih sebagai benih adalah: Hibrida C 1. Agar supaya dapat tumbuh optimal tanah harus gembur. subur dan kaya humus. IPB 4. Wiyasa.go. CPI-1. Pioneer 2. 6. 021 316 9166~69. kemurnian benih dan daya tumbuh benih. Hibrida Pioneer 1.5. b) Keasaman tanah erat hubungannya dengan ketersediaan unsur-unsur hara tanaman. Baster Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media Tanam a) Jagung tidak memerlukan persyaratan tanah yang khusus. grumosol. Pada umumnya benih yang dibutuhkan sangat bergantung pada kesehatan benih. M. Hibrida C 2.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M. Fax.H.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id .ristek. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.

Hal. Pengolahan Media Tanam Pengolahan tanah bertujuan untuk: memperbaiki kondisi tanah. sebaiknya benih dimasukkan ke dalam lubang bersama-sama dengan insektisida butiran dan sistemik seperti Furadan 3 G. 1) Persiapan Dilakukan dengan cara membalik tanah dan memecah bongkah tanah agar diperoleh tanah yang gembur untuk memperbaiki aerasi. diambil biji bagian tengah sebagai benih. Metro. Tanah yang akan ditanami (calon tempat barisan tanaman) dicangkul sedalam 15-20 cm. BISI-1. BISI-2. Melalui pengolahan tanah. Parikesit. Jl.id . Bima. dan memberikan kondisi menguntungkan bagi pertumbuhan akar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kuning. 3) Pemindahan Benih Sebelum benih ditanam. Fax. Kania Putih.go. http://www. Dari tongkol yang sudah kering. Semar 1 dan Semar 2 (semuanya jenis Hibrida). dan tidak terserang oleh hama penyakit. Dari tanaman terpilih. terutama apabila diduga akan ada serangan jamur. Tanah diolah pada kondisi lembab tetapi tidak terlalu basah. P-5. jika kurang dari itu sebaiknya benih diganti. Biji yang terdapat di bagian ujung dan pangkal tidak digunakan sebagai benih. sebaiknya dicampur dulu dengan fungisida seperti Benlate. 021 316 1952. Sadewa. Tongkol dikupas dan dikeringkan hingga kering betul. C-3. Pertama-tama tanah dicangkul/dibajak lalu dihaluskan dan diratakan. P-4. 021 316 9166~69. 6. Apabila benih akan disimpan dalam jangka lama. Tongkol dipetik pada saat lewat fase matang fisiologi dengan ciri: biji sudah mengeras dan sebagian besar daun menguning. Permadi. Bogor Composite. jenis-jenis unggul yang belum lama dikembangkan adalah: CPI-2. barisan biji lurus dan penuh tertutup rapat oleh klobot. Selain itu. Harapan. Tanah yang keras memerlukan pengolahan yang lebih banyak. diambil yang tongkolnya besar. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setelah dikeringkan tongkol dibungkus dan disimpan dan disimpan di tempat kering. Benih yang dibutuhkan adalah sebanyak 20-30 kg untuk setiap hektar. Nakula. P-3. Sedangkan bila diduga akan ada serangan lalat bibit dan ulat agrotis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. drainase dan aerasi yang kurang baik akan diperbaiki. Daya tumbuh benih harus lebih dari 90%.2. M.ristek. kemudian diratakan. Tanah yang sudah gembur hanya diolah secara umum. 2) Penyiapan Benih Benih dapat diperoleh dari penanaman sendiri yang dipilih dari beberapa tanaman jagung yang sehat pertumbuhannya.H.

setiap 3 meter dibuat saluran drainase sepanjang barisan tanaman. Bila perlu sisa tanaman yang cukup banyak dibakar. M. Anjuran dosis rata-rata adalah: Urea=200-300 kg/ha. Pemberian dilakukan dengan cara menyebar kapur secara merata atau pada barisan tanaman. keteknikan dan sosial ekonomi). 7 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 5 cm lalu ditutup tanah. TSP=75-100 kg/ha dan KCl=50-100 kg/ha. Dosis pupuk yang dibutuhkan tanaman sangat bergantung pada kesuburan tanah dan diberikan secara bertahap. 6. Dapat pula digunakan dosis 300 kg/ha per musim tanam dengan cara disebar pada barisan tanaman. Saluran ini dibuat terutama pada tanah yang drainasenya jelek. c) Susulan II: 1/3 bagian pupuk Urea diberikan saat tanaman berumur 45 hari.id .H. 021 316 9166~69. Fax.go. http://www. Adapun cara dan dosis pemupukan untuk setiap hektar: a) Pemupukan dasar: 1/3 bagian pupuk Urea dan 1 bagian pupuk TSP diberikan saat tanam. hama dan penyakit. Jl. Jumlah kapur yang diberikan berkisar antara 1-3 ton yang diberikan tiap 2-3 tahun. 15 cm di parit kiri dan kanan lubang tanam sedalam 10 cm lalu di tutup tanah. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola tanam memiliki arti penting dalam sistem produksi tanaman. tanaman. 5) Pemupukan Apabila tanah yang akan ditanami tidak menjamin ketersediaan hara yang cukup maka harus dilakukan pemupukan. 021 316 1952. 3) Pembentukan Bedengan Setelah tanah diolah. Dengan pola tanam ini berarti memanfaatkan dan memadukan berbagai komponen yang tersedia (agroklimat. b) Susulan I: 1/3 bagian pupuk Urea ditambah 1/3 bagian pupuk KCl diberikan setelah tanaman berumur 30 hari. abunya dikembalikan ke dalam tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Pengolahan lahan diawali dengan membersihkan lahan dari sisa sisa tanaman sebelumnya.ristek. Lebar saluran 25-30 cm dengan kedalaman 20 cm. Pola tanam di daerah tropis seperti di Indonesia. tanah harus dikapur. sekitar 1 bulan sebelum tanam. 4) Pengapuran Di daerah dengan pH kurang dari 5.3. tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian dilanjutkan dengan pencangkulan dan pengolahan tanah dengan bajak. biasanya disusun selama 1 tahun dengan memperhatikan curah hujan (terutama pada daerah/lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.go. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

http://www. waktu jagung menjelang panen disisipkan kacang panjang. Tetapi air hendaknya cukup tersedia selama pertumbuhan tanaman jagung. jarak tanamnya 20x50 cm (1 tanaman/lubang). Jl. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan alat tugal. Contoh: tanaman campuran seperti jagung. semua tercampur jadi satu Lahan efisien. Kedalaman lubang tanam antara: 3-5 cm. Maka pemilihan jenis/varietas yang ditanampun perlu disesuaikan dengan keadaan air yang tersedia ataupun curah hujan. Tanaman ini tidak dapat tumbuh dengan baik pada saat air kurang atau saat air berlebihan. Pada saat penanaman sebaiknya tanah dalam keadaan lembab dan tidak tergenang. padi gogo. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kecuali bila diduga 1-2 hari lagi hujan akan turun. Kedalaman lubang tanam yaitu antara 35 cm. Kedalaman lubang perlu di perhatikan agar benih tidak terhambat pertumbuhannya. padi gogo. tumpang sari beda umur seperti jagung. jarak tanamnya dibuat 40x100 cm (2 tanaman /lubang). melakukan penanaman lebih dari 1 tanaman (umur sama atau berbeda). Contoh: jagung muda. Dapat juga digunakan jarak tanam 75 x 50 cm.H. perlu diairi dahulu. dilakukan secara beruntun sepanjang tahun dengan mempertimbangkan faktor-faktor lain untuk mendapat keuntungan maksimum. d) Tanaman Campuran (Mixed Cropping): penanaman terdiri atas beberapa tanaman dan tumbuh tanpa diatur jarak tanam maupun larikannya. 021 316 9166~69. 1 orang lagi memasukkan pupuk dasar dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. 1 orang memasukkan benih. ketela pohon.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang sepenuhnya tergantung dari hujan. ubi kayu. kedelai. Jagung berumur dalam/panjang dengan waktu panen ≥ 100 hari sejak penanaman. c) Tanaman Bersisipan (Relay Cropping): pola tanam dengan cara menyisipkan satu atau beberapa jenis tanaman selain tanaman pokok (dalam waktu tanam yang bersamaan atau waktu yang berbeda). benih jagung ini dapat ditanam. Pada waktu musim penghujan atau waktu musim hujan hampir berakhir.id . Contoh: jagung disisipkan kacang tanah. semakin panjang umurnya. Fax. Jagung berumur sedang (panen 80-100 hari). tanaman akan semakin tinggi dan memerlukan tempat yang lebih luas. Contoh: tumpang sari sama umur seperti jagung dan kedelai. setiap lubang ditanam dua tanaman. jarak tanamnya 25x75 cm (1 tanaman/lubang). dan tiap lubang hanya diisi 1 butir benih. b) Tumpang gilir (Multiple Cropping). M. tetapi riskan terhadap ancaman hama dan penyakit. Sedangkan jagung berumur pendek (panen < 80 hari). Pembuatan lubang tanaman dan penanaman biasanya memerlukan 4 orang (2 orang membuat lubang.ristek. Jarak tanam jagung disesuaikan dengan umur panennya. ubi kayu. Apabila tanah kering. 3) Cara Penanaman Pada jarak tanam 75 x 25 cm setiap lubang ditanam satu tanaman. kacang tanah. Beberapa pola tanam yang biasa diterapkan adalah sebagai berikut: a) Tumpang sari (Intercropping).

id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Jl. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. http://www.

Pemeliharaan 1) Penjarangan dan Penyulaman Dengan penjarangan maka dapat ditentukan jumlah tanaman per lubang sesuai dengan yang dikehendaki. bila dikehendaki 1 tanaman per lubang. Untuk efisiensi tenaga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bersamaan dengan waktu pemupukan. karena akan melukai akar tanaman lain yang akan dibiarkan tumbuh. Kegiatan ini dilakukan pada saat tanaman berumur 6 minggu. Waktu penyulaman paling lambat dua minggu setelah tanam.id .4. ditanam pada akhir musim hujan. http://www.ristek. dipotong dengan pisau atau gunting yang tajam tepat di atas permukaan tanah. Di sawah tadah hujan. Penyulaman bertujuan untuk mengganti benih yang tidak tumbuh/mati. 6. jagung biasanya ditanam pada musim kemarau.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menutup lubang). bila dikehendaki 2 tanaman per lubang maka benih yang dimasukkan 3 biji per lubang. sedangkan yang dikehendaki hanya 2 atau 1. Penyulaman hendaknya menggunakan benih dari jenis yang sama. tanah di sebelah kanan dan kiri barisan tanaman diuruk dengan cangkul. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jumlah benih yang dimasukkan per lubang tergantung yang dikehendaki. M. 3) Pembumbunan Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan dan bertujuan untuk memperkokoh posisi batang. Yang penting dalam penyiangan ini tidak mengganggu perakaran tanaman yang pada umur tersebut masih belum cukup kuat mencengkeram tanah. 4) Lain-lain Di lahan sawah irigasi. Penyiangan pada tanaman jagung yang masih muda biasanya dengan tangan atau cangkul kecil. Pencabutan tanaman secara langsung tidak boleh dilakukan. maka benih yang dimasukkan 2 butir benih per lubang. Hal ini biasanya dilakukan setelah tanaman berumur 15 hari. 021 316 1952. 2) Penyiangan Penyiangan bertujuan untuk membersihkan lahan dari tanaman pengganggu (gulma). maka tanaman tersebut harus dikurangi. kemudian ditimbun di barisan tanaman. sehingga tanaman tidak mudah rebah. Jumlah dan jenis benih serta perlakuan dalam penyulaman sama dengan sewaktu penanaman. Apabila dalam 1 lubang tumbuh 3 tanaman. Di lahan kering ditanam pada awal musim hujan dan akhir musim hujan. Kegiatan ini dilakukan 7-10 hari sesudah tanam. Penyiangan dilakukan 2 minggu sekali. Caranya.go. Tanaman yang tumbuhnya paling tidak baik. 021 316 9166~69. Jl. Dengan cara ini akan terbentuk guludan yang memanjang. garpu dan sebagainya.H. Selain itu juga untuk menutup akar yang bermunculan di atas permukaan tanah karena adanya aerasi. Fax.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Fax.go. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl.id . M. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek.

Pengairan berikutnya diberikan secukupnya dengan tujuan menjaga agar tanaman tidak layu.H. sehingga perlakuan ini akan lebih efisien.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biasanya pembubunan dilakukan bersama dengan penyiangan kedua yaitu setelah tanaman berumur 1 bulan. Jl. dan panjang lalat 3-3. Pada tahap ketiga (pupuk susulan II). kecuali bila tanah telah lembab. warna perut coklat kekuningan. (3) kebersihan di sekitar areal penanaman hendaklah dijaga dan selalu diperhatikan terutama terhadap tanaman inang yang sekaligus sebagai gulma. 021 316 1952.5 mm. warna punggung kuning kehijauan dab bergaris. air yang diperlukan lebih besar sehingga perlu dialirkan air pada parit-parit di antara bumbunan tanaman jagung. http://www. 5) Pengairan dan Penyiraman Setelah benih ditanam. pupuk TSP/SP 36 sebanyak 75-100 kg. warna telur putih mutiara. dan pupuk KCl sebanyak 50100 kg. di sekitar bekas gigitan atau bagian yang terserang mengalami pembusukan. agar hama tidak menyebar. HAMA DAN PENYAKIT 7. (2) tanaman yang terserang lalat bibit harus segera dicabut dan dimusnahkan. (4) pengendalian secara kimiawi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 4) Pemupukan Dosis pemupukan jagung untuk setiap hektarnya adalah pupuk Urea sebanyak 200-300 kg. Hama a) Lalat bibit (Atherigona exigua Stein) Gejala: daun berubah warna menjadi kekuning-kuningan. Pengendalian: (1) penanaman serentak dan penerapan pergiliran tanaman akan sangat membantu memutus siklus hidup lalat bibit. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida hanya diperkenankan setelah terlihat adanya hama yang dapat membahayakan proses produksi jagung. Namun menjelang tanaman berbunga. Pada tahap kedua (pupuk susulan I). akhirnya tanaman menjadi layu. pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 8 minggu atau setelah malai keluar. M. Pada tahap pertama (pupuk dasar). pupuk diberikan setelah tanaman jagung berumur 3-4 minggu setelah tanam. dilakukan penyiraman secukupnya. pertumbuhan tanaman menjadi kerdil atau mati. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. terutama setelah selesai panen jagung. 7. 021 316 9166~69.id .1. Fax. Penyebab: lalat bibit dengan ciri-ciri warna lalat abu-abu. pupuk diberikan bersamaan dengan waktu tanam.ristek.go. Adapun pestisida yang digunakan yaitu pestisida yang dipakai untuk mengendalikan ulat. Pemupukan dapat dilakukan dalam tiga tahap. Pelaksanaan penyemprotan hendaknya memperlihatkan kelestarian musuh alami dan tingkat populasi hama yang menyerang.

http://www.ristek.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952. Jl. 021 316 9166~69. Fax.H.id .

(2) mekanis dengan mengatur kelembaban lahan agar kondisi lahan tidak lembab. Pengendalian: (1) pergiliran tanaman hendaknya selalu dilakukan guna menekan meluasnya cendawan. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida yang dapat digunakan antara lain: Dursban 20 EC.H. Jl. daun runcing dan kecil. Larvin 74 WP. Difolatan 4 F. Penyebab: beberapa jenis ulat pemotong: Agrotis sp. (3) pada tanaman dewasa. Gejala: pada daun tampak bercak memanjang dan teratur berwarna kuning dan dikelilingi warna coklat. Puccinia sorghi Schw dan Puccinia polypora Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (3) kimiawi dengan pestisida antara lain: Daconil 75 WP. (3) sebelum lahan ditanami jagung. penanaman varietas unggul. Spodoptera litura. semula bercak tampak basah. (3) dilakukan pencabutan tanaman yang terserang. Gejala: (1) pada tanaman berumur 2-3 minggu.2. tongkol berubah bentuk dan isi. 7. M. kaku dan pertumbuhan batang terhambat. Fax.ristek. disemprot terlebih dahulu dengan insektisida. (A. Pengendalian: (1) penanaman dilakukan menjelang atau awal musim penghujan. (2) pola tanam dan pola pergiliran tanaman. kemudian berubah menjadi coklat tua. c) Penyakit karat (Rust) Penyebab: cendawan Underw. Hostathion 40 EC. Marshal 25 ST. kemudian dimusnahkan. sisi bawah daun terdapat lapisan spora cendawan warna putih. (2) dengan mencari dan membunuh ulat-ulat tersebut yang biasanya terdapat di dalam tanah. warna menguning. Akhirnya seluruh permukaan daun berwarna coklat. penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis). yang akan merajalela pada suhu udara 27 derajat C ke atas serta keadaan udara lembab.go. daun berubah warna dan perubahan warna ini dimulai dari bagian pangkal daun. b) Ulat pemotong Gejala: tanaman jagung yang terserang biasanya terpotong beberapa cm diatas permukaan tanah yang ditandai dengan adanya bekas gigitan pada batangnya. (2) pada tanaman berumur 3-5 minggu. tanaman yang terserang mengalami gangguan pertumbuhan. Miral 26 dan Promet 40 SD sedangkan dosis penggunaan dapat mengikuti aturan pakai. bisa juga dilakukan pergiliran tanaman. Penyakit a) Penyakit bulai (Downy mildew) Penyebab: cendawan Peronosclero spora maydis dan P. kemudian berubah warna menjadi coklat kekuningkuningan. spora philippinensis. b) Penyakit bercak daun (Leaf bligh) Penyebab: cendawan Helminthosporium turcicum. bercak berkembang dan meluas dari ujung daun hingga ke pangkal daun. akibatnya tanaman jagung yang masih muda itu roboh di atas tanah. dan penggerek buah jagung (Helicoverpa armigera). 021 316 9166~69.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. spora javanica serta P. Pengendalian: (1) bertanam secara serentak pada areal yang luas. terdapat garis-garis kecoklatan pada daun tua. ipsilon). http://www.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Gejala: pada tanaman dewasa yaitu pada daun yang sudah tua terdapat titik-titik noda yang berwarna merah kecoklatan seperti karat serta terdapat serbuk yang Hal.go. 021 316 9166~69. http://www.H. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. M. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

8. (2) memotong bagian tanaman kemudian dibakar. kemudian akhirnya karat dapat berubah menjadi bermacam-macam bentuk. 021 316 1952. tergantung dari tujuan panen. baby corn) dipanen sebelum bijinya terisi penuh. 8. Pengendalian: (1) mengatur kelembaban areal pertanaman jagung dengan cara pengeringan dan irigasi. tingkat kemasakan buah jagung juga dapat dibedakan dalam 4 tingkat: masak susu. d) Penyakit gosong bengkak (Corn smut/boil smut) Penyebab: cendawan Ustilago maydis (DC) Cda. serbuk cendawan ini kemudian berkembang dan memanjang. pembengkakan ini menyebabkan pembungkus terdesak hingga pembungkus rusak dan kelenjar keluar dari pembungkus dan spora tersebar. Gejala: dapat diketahui setelah membuka pembungkus tongkol. dilakukan pergiliran tanam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berwarna kuning kecoklatan. c) Biji kering. dan bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. masak lunak. b) Jagung siap dipanen dengan tongkol atau kelobot mulai mengering yang ditandai dengan adanya lapisan hitam pada biji bagian lembaga. (2) penyemprotan dengan fungisida setelah ditemukan gejala serangan. 021 316 9166~69. biji-biji jagung berwarna merah jambu atau merah kecoklatan kemudian berubah menjadi warna coklat sawo matang. (3) benih yang akan ditanam dicampur dengan fungisida secara merata hingga semua permukaan benih terkena. (4) kimiawi menggunakan pestisida seperti pada penyakit bulai dan bercak daun. Saat itu diameter tongkol baru mencapai 1-2 cm. mengatur jarak tanam. Tanda-tandanya kelobot masih berwarna hijau. http://www. Jagung untuk direbus dan dibakar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. perlakuan benih. M. PANEN Hasil panen jagung tidak semua berupa jagung tua/matang fisiologis. Uredo zeae Schw. Jagung untuk sayur (jagung muda. Uredo maydis DC. Ciri dan Umur Panen Ciri jagung yang siap dipanen adalah: a) Umur panen adalah 86-96 hari setelah tanam. Seperti pada tanaman padi. Ustilago zeae (Schw) Ung. Jl. Pengendalian: (1) menanam jagung varietas unggul. masak tua dan masak kering/masak mati.H. Gibberella fujikuroi (Schw). Pengendalian: (1) mengatur kelembaban pada areal tanam.id . e) Penyakit busuk tongkol dan busuk biji Penyebab: cendawan Fusarium atau Gibberella antara lain Gibberella zeae (Schw). Gejala: pada tongkol ditandai dengan masuknya cendawan ini ke dalam biji sehingga terjadi pembengkakan dan mengeluarkan kelenjar (gall).ristek. (3) melakukan sanitasi pada areal pertanaman jagung. dan mengkilat. keras.1. dipanen ketika matang susu. apabila ditekan tidak membekas. Gibberella moniliforme. (2) menanam varietas unggul atau varietas yang tahan terhadap penyakit. Fax.

ristek. 021 316 9166~69. M. Fax. http://www.go. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H.

go. Pada lahan yang luas dan rata sangat cocok bila menggunakan alat mesin pemetikan. pakan ternak.H. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. butir jagung menjadi keriput bahkan setelah pengeringan akan pecah. maka totalitas produksi tidak akan terlalu berubah. 021 316 1952. 8. Jagung untuk makanan pokok (beras jagung).2.id .3. cara untuk mendapatkan produksi pada tingkat optimal yang dilakukan oleh petani. tepung dan berbagai keperluan lainnya dipanen jika sudah matang fisiologis. Fax. Bila biji dipijit dengan kuku. dapat dipetik 15 sampai dengan 21 hari setelah tanaman berbunga. Periode Panen Pemetikan jagung pada waktu yang kurang tepat. baru memberikan hasil 17 ton/ha.ristek. atau dapat dilakukan dengan mematahkan tangkai buah jagung. Hal ini dapat terjadi sebagai akibat perubahan areal penanaman jagung. Jl. Namun demikian dengan ditemukannya varietas-varietas unggul sebagai imbangan berkurangnya lahan. Tanda-tandanya: sebagian besar daun dan kelobot telah menguning.4. http://www. M. tidak meninggalkan bekas. benih. PASCAPANEN Setelah jagung dipetik biasanya dilakukan proses lanjutan yang merupakan serangkaian pekerjaan yang berkaitan dan akhirnya produk siap disimpan atau dipasarkan. Pemetikan jagung untuk dikonsumsi sebagai jagung rebus. tidak harus menunggu sampai biji masak. 021 316 9166~69. Cara Panen Cara panen jagung yang matang fisiologis adalah dengan cara memutar tongkol berikut kelobotnya. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN biji dipijit tidak terlalu keras serta akan mengeluarkan cairan putih. 8. tetapi dapat dilakukan ± 4 minggu setelah tanaman berbunga atau dapat mengambil waktu panen antara umur panen jagung sayur dan umur panen jagung masak mati. Walaupun potensi hasil cukup tinggi. Jagung untuk keperluan sayur. 9. Irigasi dan pemupukan sangat penting untuk mendapatkan produksi yang baik. Prakiraan Produksi Produksi jagung di suatu negara sering mengalami pasang surut. kurang masak dapat menyebabkan penurunan kualitas. Apabila bijinya dilepaskan akan ada warna coklat kehitaman pada tangkainya (tempat menempelnya biji pada tongkol). 8. terutama bila dipipil dengan alat.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. Terdapat berbagai cara pengeringan buatan.1. Yang perlu dipisahkan dan dibuang antara lain sisa-sisa tongkol. Ada berbagai cara membersihkan atau memisahan Hal. Maka pemisahan ini sangat penting untuk menambah efisiensi penanaman dengan mesin.go. maka antara biji dan tongkol perlu dipisahkan. kelobot segera dikupas. 9. 021 316 1952. Pengupasan dapat memudahkan atau memperingan pengangkutan selama proses pengeringan. terutama pada musim hujan.2. sehingga kadar air turun menjadi 12-13 %. Fax. biji pecah. sehinggga tidak menurunkan kualitas jagung. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. begitu selesai dipanen.H. biji kecil. M. 021 316 9166~69.ristek.id . Secara buatan dapat dilakukan dengan mesin pengering untuk menghemat tenaga manusia. Jagung melekat pada tongkolnya. http://www. Pemipilan dapat menggunakan tangan atau alat pemipil jagung bila jumlah produksi cukup besar. 9. Untuk pemisahan biji yang akan digunakan sebagai benih terutama untuk penanaman dengan mesin penanam. Secara tradisional jagung dijemur di bawah sinar matahari sehingga kadar air berkisar 9–11 %. Pengeringan Pengeringan jagung dapat dilakukan secara alami atau buatan. Untuk jagung masak mati sebagai bahan makanan. 9. Jl. Penjemuran dapat dilakukan di lantai. dengan alas anyaman bambu atau dengan cara diikat dan digantung. Disamping itu juga dapat memperbaiki peredaran udara. yaitu memisahkan biji-biji dari tempat pelekatan. Pengupasan ini dilakukan untuk menjaga agar kadar air di dalam tongkol dapat diturunkan dan kelembaban di sekitar biji tidak menimbulkan kerusakan biji atau mengakibatkan tumbuhnya cendawan.3. biasanya membutuhkan keseragaman bentuk dan ukuran buntirnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemipilan Setelah dijemur sampai kering jagung dipipil. biji-biji jagung harus dipisahkan dari kotoran atau apa saja yang tidak dikehendaki. Tindakan ini sangat bermanfaat untuk menghindari atau menekan serangan jamur dan hama selama dalam penyimpanan.4. Biasanya penjemuran memakan waktu sekitar 7-8 hari. Penyortiran dan Penggolongan Setelah jagung terlepas dari tongkol. kotoran selama petik ataupun pada waktu pengumpilan. biji hampa. Pada dasarnya “memipil” jagung hampir sama dengan proses perontokan gabah. Pengupasan Jagung dikupas pada saat masih menempel pada batang atau setelah pemetikan selesai. Mesin pengering dapat digunakan setiap saat dan dapat dilakukan pengaturan suhu sesuai dengan kadar air biji jagung yang diinginkan. tetapi prinsipnya sama yaitu untuk mengurangi kadar air di dalam biji dengan panas pengeringan sekitar 38-43 derajat C.

KCl: 50 kg @ Rp.Urea: 300 kg @ Rp.H.000.000. Sewa 1 hektar per musim tanam 2. jenis jagung Hibrida C1 pada tahun 1999 per musim tanam (3 bulan) di daerah Jawa Barat: a) Biaya produksi 1.Penanaman: 20 OH @ Rp.000.000.000.ristek.450. Rp. Bibit: benih jagung 20 kg @ Rp.c) Keuntungan bersih d) Parameter kelayakan usaha 1. Jl.Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Berdasarkan statistik yang ada permintaan produk jagung nasional belum dapat memenuhi kebutuhan industri di dalam negeri.Pengolahan lahan .000.000.697.500 kg. 100.Penyiangan dan pembumbunan (borongan) .- Rp. 50.TTG BUDIDAYA PERTANIAN jagung dari campuran kotoran.650. Rasio B/C 10.000. 450. 14/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3.Rp. Biaya lain-lain Jumlah biaya produksi b) Pendapatan: 5. 1. Pestisida .000.@ Rp.500. Panen 7.id .. Tenaga kerja .Insektisida: 2 liter @ Rp.- = 1.100.Rp..Pemupukan: 20 OH @ Rp.000.500. Rp. 50. Rp.190.Rp.go.000.2.Rp.300. Impor jagung jumlahnya sudah cukup besar terutama dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan industri pakan ternak yang sedang berkembang dewasa ini. http://www.000.000.5.575.Pemeliharaan lain 6.000. 2. 15.1. 021 316 1952.000. Fax. M.500.3.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 150. Rp. Rp. 200. Tetapi pemisahan dengan cara ditampi seperti pada proses pembersihan padi.000. 650.Rp.900.500. 50. 375.4.82. 877. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya dengan luas lahan penanaman 1 ha.Rp.000. Rp. 10. 10.SP 36: 100 kg @ Rp.1. 021 316 9166~69. 10..325 Hal. akan mendapatkan hasil yang baik. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Rp. 200. Pupuk . 1.Rp.

mutu III=7. komoditi jagung kering dibagi dalam 2 nomor HS dan SITC berdasarkan penggunaannya yaitu jagung benih dan non benih. atau bau asing lainnya. mutu IV=3. 5. mutu II=2. mutu II=4. 021 316 1952. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan warnanya. mutu II=3. 4. 2. asam. mutu IV=17. Dalam perdagangan internasional. syarat mutu. seperti: insektisida dan fungisida. Persentase butir-butir warna lain. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. jagung putih (bila sekurangkurangnya bijinya berwarna putih) dan jagung campuran yang tidak memenuhi syarat-syarat tersebut.2. mutu II=1. 4. cara pengambilan contoh.H. mutu IV=10. Ruang Lingkup Standar produksi tanaman jagung meliputi: standar klasifikasi. Diskripsi Standar mutu jagung di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-03920-1995. mutu III=2. jagung kering dibedakan menjadi jagung kuning (bila sekurang-kurangnya 90% bijinya berwarna kuning). 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Penentuan adanya rusak.1. syarat penandaan. a) Syarat Umum 1. Untuk mendapatkan standar mutu yang disyaratkan maka dilakukan beberapa pengujian diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. mutu IV=8. mutu III=15. Memiliki suhu normal. Bebas bau busuk. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 % Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu III=3. mutu II=14. 11.id .go. butir pecah. 11.3. Kotoran maksimum (%): mutu I=1. Fax. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. cara uji. Bebas dari bahan kimia. http://www. STANDAR PRODUKSI 11. butir warna lain. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. mutu III=6. butir rusak. Butir pecah maksimum (%): mutu I=1. Butir rusak maksimum (%): mutu I=2. mutu IV=2. M. 2. Bebas hama dan penyakit.ristek. b) Syarat Khusus 1. 3. pengemasan dan rekomondasi. 021 316 9166~69. Jl.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 15/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. M. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.

Penentuan kadar aflatoxin adalah racun hasil metabolisme cendawan Aspergilus flavus. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.id . 12. M. Jl. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic atau “Air Oven Methode” (ISO/r939-1969E atau OACE 930.ristek. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. c) Nama dan mutu barang. berat netto maksimum 75 kg. 11.H. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.go. Studi Tentang Agroindustri & Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. Bogor. 021 316 9166~69. b) Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (1998). kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. f) Berat netto. Teknologi Benih Jagung. g) Nomor karung. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Palangkaraya. d) Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (1988). Budidaya Kedelai dan Jagung. Teknik Bercocok Tanam Jagung. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produce of Indonesia. Fax. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Departemen Pertanian. (1988). Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.5 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. b) Daerah asal produksi. (1993). DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Aflatoxin disini adalah jumlah semua jenis aflatoxin yang terkandung dalam biji-biji kacang tanah. h) Tujuan.4. Kanisius. d) Nama perusahaan/pengekspor. (1998). Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian e) Saenong. 021 316 1952. Jagung Bogor. Yogyakarta. dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. c) Capricorn Indo Consult.15). e) Berat bruto. berat contoh analisa 100 gram. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sania. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang.

go. M. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 16/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. Fax. Jl.ristek.id .

Budidaya Jagung Hibrida. Yogo Sulaeman. Iskandar. http://www. g) Warisno (1998).TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Sutoro.id . Yogyakarta. (1988). 021 316 1952.H. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 021 316 9166~69. Kanisius. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. Bogor.go. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Proyek PEMD.ristek. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Jakarta. Fax.

021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 021 316 1952.ristek.go. Jl. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. 17/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

melito (Gorontalo). Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae). jahe (Sunda). URAIAN TANAMAN 2. Nama daerah jahe antara lain halia (Aceh). sefamili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak (Cucuma xanthorrizha). bahing (Batak Karo). beeuing (Gayo). bumbu masak dan obat-obatan tradisional. kunyit (Curcuma domestic a). jae (Jawa dan Bali).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : . jahi (Lampung). kencur (Kaempferia galanga). sipodeh (Minangkabau). jhai (Madura). temu hitam (Curcuma aeruginosa).JAHE ( Zingiber Officinale ) 1. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman. 2. SEJARAH SINGKAT Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. dsb. geraka (Ternate). lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina.

2 Deskripsi : Zingiber .Zingiber Species officinale 2.

Umumnya dikenal 3 varietas jahe. panjang 9 mm . tangkai putik 2 2. berwarna hijau cerah. ruas rimpangnya lebih menggembung dari kedua varietas lainnya. 5 – 10 mm. 3) Jahe merah Rimpangnya berwarna merah dan lebih kecil dari pada jahe putih kecil. dan tidak berbulu. disamping seratnya tinggi. Jahe ini selalu dipanen setelah berumur tua.5 – 5 cm. berwarna kuning kehijauan.5 cm. mahkota bunga berbentuk tabung 2 – 2. panjang 12 – 15 mm . sangat tajam . lebar 1 – 1. letaknya berdekatan atau rapat. panjang malai 3. panjang sisik 3 – 5 cm.5 mm. berbintik-bintik berwarna putih kekuningan.5 – 1. lebar 3 – 3. lebar 1. sisik pada gagang terdapat 5 – 7 buah. panjang 25 cm. panjang 15 – 23 mm. 2. gela p. baik sebagai jahe segar maupun jahe olahan. seludang agak berbulu. berbentuk tongkat atau bundar telur yang sempit. tidak berbulu. bibir berwarna ungu.3 Tanaman Jenis Jahe dibedakan menjadi 3 jenis berdasarkan ukuran. sama seperti jahe kecil. 3. Kandungan minyak atsirinya lebih besar dari pada jahe gajah. hampir tidak berbulu. panjang 2.5 mm.5 cm. rahis berbulu jarang . panjang 2 – 4 mm .75 cm . gagang bunga hampir tidak berbulu. bentuk lidah daun memanjang. bundar pada ujungnya. tangkai daun berbulu. bentuk dan warna rimpangnya.5 – 2. sehingga cocok untuk ramuan obatobatan. jahe merah selalu dipanen setelah tua. dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil. panjang 7. sehingga rasanya lebih pedas. MANFAAT . Jenis jahe ini bias dikonsumsi baik saat berumur muda maupun berumur tua. 2) Jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe emprit Ruasnya kecil. berbentuk tajam. daun pelindung berbentuk bundar telur terbalik. Daun sempit. helainya agak sempit. agak rata sampai agak sedikit menggembung. lebar 8 – 15 mm . berbentuk lanset. panjang 1. Perbungaan berupa malai tersembul dipermukaan tanah. atau untuk diekstrak oleoresin dan minyak atsirinya. kepala sari berwarna ungu. Jahe ini cocok untuk ramuan obat-obatan.Terna berbatang semu. rimpang bila dipotong berwarna kuning atau jingga.75 cm . yaitu : 1) Jahe putih/kuning besar atau disebut juga jahe gajah atau jahe badak Rimpangnya lebih besar dan gemuk.75 – 3 kali lebarnya. tinggi 30 cm sampai 1 m.

TANAMAN Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu masak. pemberi aroma dan rasa pada makanan seperti roti. kue. kembang gula dan berbagai . biskuit.

SYARAT PERTUMBUHAN 5.5 sampai 7 bulan atau lebih tanaman jahe memerlukan sinar matahari. Jahe juga dapat digunakan pada industri obat. Jamaika. anti muntah. India. peluruh keringat. Yunani. yaitu lebih dari 50 % dari total produksi jahe dunia. jahe bubuk dan awetan jahe. dibuat acar.000 mm/tahun. anti pengerasan pembuluh darah. industri jamu tradisional. kering. Pakistan. ditanam di kebun dan di pekarangan. sedangkan India merupakan negara produsen jahe terbesar.2. Jahe dari Jamaika mempunyai kualitas tertinggi. bandrek.minuman. lalap. Nigeria. Tanam 1) Media Tanaman jahe paling cocok ditanam pada tanah yang subur. Disamping itu terdapat hasil olahan jahe seperti: minyak astiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan yang berguna sebagai bahan pencampur dalam minuman beralkohol. anti piretik. 3) Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) . Iklim 1) Tanaman jahe membutuhkan curah hujan relatif tinggi. Meksiko. anti rematik. 3) Suhu udara optimum untuk budidaya tanaman jahe antara o 20-35 C. anti mikroba dan parasit. Jepang. liat berpasir dan tanah laterik. 2) Pada umur 2. 2) Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir.500-4. Mesir. anti inflamasi. Srilangka. Indonesia. Adapun manfaat secara pharmakologi antara lain adalah sebagai karminatif (peluruh kentut). es krim. serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu. diolah menjadi asinan jahe. Dengan kata lain penanaman jahe dilakukan di tempat yang terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari. minyak wangi. Dewasa ini para petani cabe menggunakan jahe sebagai pestisida alami. sekoteng dan sirup. Pada saat ini jahe telah banyak dibudidayakan di Australia. 5. 5. 4. Cina. gembur dan banyak mengandung humus. Dalam perdagangan jahe dijual dalam bentuk segar. pereda kejang. yaitu antara 2.1. SENTRA PENANAMAN Terdapat di seluruh Indonesia. campuran sosis dan lain-lain.

3.3-7.0.sekitar 4. Tempat Ketinggian baik di daerah tropis dan subtropis dengan 1) Jahe tumbuh ketinggian 02.8-7. .4. 5. Tetapi keasaman tanah (pH) optimum untuk jahe gajah adalah 6.000 m dpl.

b. demikian seterusnya sehingga yang paling atas adalah abu gosok atau sekam padi tersebut. kemudian disimpan sekitar 1-1. Patahkan rimpang tersebut dengan tangan dimana setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan dijemur ulang 1/2-1 hari.600 m dpl. sehingga didapatkan 4 susunan lapis rimpang dengan bagian atas berupa jerami. dan di atasnya diberi rimpang lalu diberi jerami pula. Lakukan cara penyemaian dengan peti kayu sebagai berikut: pada bagian dasar peti kayu diletakkan bakal bibit selapis. Perawatan bibit pada bedengan dapat dilakukan dengan penyiraman setiap hari dan sesekali disemprot dengan . kemudian di atasnya diberi abu gosok atau sekam padi.1. Penyemaian pada bedengan Buat rumah penyemaian sederhana ukuran 10 x 8 m untuk menanam bibit 1 ton (kebutuhan jahe gajah seluas 1 ha). b. dan mutu fisik. c. Setelah itu dimasukkan kedalam peti kayu. Bahan bibit diambil langsung dari kebun (bukan dari pasar). Penyemaian pada peti kayu Rimpang jahe yang baru dipanen dijemur sementara (tidak sampai kering). Di dalam rumah penyemaian tersebut dibuat bedengan dari tumpukan jerami setebal 10 cm. 2) Teknik Penyemaian Bibit Untuk pertumbuhan tanaman yang serentak atau seragam. Setelah 2-4 minggu lagi. Rimpang bakal bibit disusun pada bedengan jerami lalu ditutup jerami. Dipilih pula dari tanaman yang sehat dan kulit rimpang tidak terluka atau lecet. Selanjutnya potongan bakal bibit tersebut dikemas ke dalam karung beranyaman jarang. Dipilih bahan bibit dari tanaman yang sudah tua (berumur 910 bulan). Penyemaian bibit dapat dilakukan dengan peti kayu atau dengan bedengan. Yang dimaksud dengan mutu fisik adalah bibit yang bebas hama dan penyakit. Oleh karena itu kriteria yang harus dipenuhi antara lain: a. demikian seterusnya. a.2) Di Indonesia pada umumnya ditanam pada ketinggian 200 . PEDOMAN BUDIDAYA 6. bibit jahe tersebut sudah disemai. 6. mutu fisiologik (persentase tumbuh yang tinggi). lalu dicelupka n dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1 menit kemudian keringkan.5 bulan. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit berkualitas adalah bibit yang memenuhi syarat mutu genetik. bibit jangan langsung ditanam sebaiknya terlebih dahulu dikecambahkan.

. Bila bibit bertunas dipilih agar tidak terbawa bibit berkualitas rendah.fungisida. Setelah 2 minggu. biasanya rimpang sudah bertunas.

Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Untuk mendapatkan hasil panen yang optimal harus diperhatikan syarat. . Bila keasaman tanah yang ada tidak sesuai dengan keasaman tanah yang dibutuhkan tanaman jahe. maka harus ditambah atau dikurangi keasaman dengan kapur. merangsang pembentukan bulu-bulu akar. lebar 80-100 cm. Kemudian bibit dijemur 2-4 jam.5002. 3) Penyiapan Bibit Sebelum ditanam. sebagian besar unsur-unsur hara didalamnya.2. 6. sedangkan anjangnya disesuaikan dengan kondisi lahan. b. barulah ditanam.Bibit hasil seleksi itu dipatah-patahkan dengan tangan dan setiap potongan memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 4060 gram. c. Kondisi tanah yang masam ini dapat menjadi media perkembangan beberapa cendawan penyebab penyakit fusarium sp dan pythium sp.8 ton/ha. mempertebal dinding sel buah dan merangsang pembentukan biji. Terutama fosfor (p) dan calcium (Ca) dalam keadaan tidak tersedia atau sulit diserap.syarat tumbuh yang dibutuhkan tanaman jahe.5 ton/ha. Setelah itu tanah dibiarkan 2-4 minggu agar gasgas beracun menguap serta bibit penyakit dan hama akan mati terkena sinar matahari.500 kg. 4) Pengapuran Pada tanah dengan pH rendah. Derajat keasaman 6 (agak asam): kebutuhan dolomit 0. Derajat keasaman 5 (asam): kebutuhan dolomit 5. Apabila pada pengolahan tanah pertama dirasakan belum juga gembur. maka dapat dilakukan pengolahan tanah yang kedua sekitar 2-3 minggu sebelum tanam dan sekaligus diberikan pupuk kandang dengan dosis 1. 3) Pembentukan Bedengan Pada daerah-daerah yang kondisi air tanahnya jelek dan sekaligus untuk encegah terjadinya genangan air. Derajat keasaman < 4 (paling asam): kebutuhan dolomit > 10 ton/ha. bibit harus dibebaskan dari ancaman penyakit dengan cara bibit tersebut dimasukkan ke dalam karung dan dicelupkan ke dalam larutan fungisida sekitar 8 jam. 2) Pembukaan Lahan Pengolahan tanah diawali dengan dibajak sedalam kurang lebih dari 30 cm dengan tujuan untuk mendapatkan kondisi tanah yang gembur atau remah dan membersihkan tanaman pengganggu. Pengapuran juga berfungsi menambah unsur kalium yang sangat diperlukan tanaman untuk mengeraskan bagian tanaman yang berkayu. a. sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan engan ukuran tinggi 20-30 cm.

6. Teknik Penanaman .3.

ada jahe yang ditumpangsarikan dengan sayur. bawang merah. Ada juga yang ditumpangsarikan dengan palawija. Mengurangi kerugian yang disebabkan naik turunnya harga. bibit 4) Perioda Tanam Penanaman jahe sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan sekitar bulan September dan Oktober. Memperbaiki sifat fisik dan mengawetkan tanah akibat rendahnya pertumbuhan gulma (tanaman pengganggu). Praktek di lapangan. Penanaman jahe secara tumpangsari dengan tanaman lain mempunyai keuntungan-keuntungan sebagai berikut: a.4.1) Penentuan Pola Tanaman Pembudidayaan jahe secara monokultur pada suatu daerah tertentu memang dinilai cukup rasional. 2) Pembutan Lubang Tanam Untuk menghindari pertumbuhan jahe yang jelek. Menekan biaya kerja. Selanjutnya buat lubang-lubang kecil atau alur sedalam 3-7. hendaknya diadakan untuk melihat rimpang yang mati. c.5 cm untuk menanam bibit. seperti ketimun. pembudidayaan tanaman jahe secara monokultur kurang dapat diterima karena selalu menimbulkan kerugian. Namun setelah jahe berumur 6-7 bulan. cabe rawit. d. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya. Meningkatkan produktivitas lahan. 3) Cara Penanaman Cara penanaman dilakukan dengan cara melekatkan rimpang secara rebah ke dalam lubang tanam atau alur yang sudah disiapkan. b. sebaiknya tidak perlu dilakukan .sayuran. maka sebaiknya tanah diolah menjadi bedengan-bedengan. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Sekitar 2-3 minggu setelah tanam. Bila demikian harus segera dilaksanakan penyulaman agar pertumbuhan bibit sulaman itu tidak jauh tertinggal dengan tanaman lain. seperti jagung. seperti: tenaga kerja pemeliharaan tanaman. maka sebaiknya dipilih bibit rimpang yang baik serta pemeliharaan yang benar. 6. buncis dan lain-lain. Namun di daerah. 2) Penyiangan Penyiangan pertama dilakukan ketika tanaman jahe berumur 2-4 minggu kemudian dilanjutkan 3-6 minggu sekali. karena kondisi air tanah yang buruk. kacang tanah dan beberapa kacang-kacangan lainnya. karena mampu memberikan produksi dan produksi tinggi. Tergantung pada kondisi tanaman pengganggu yang tumbuh.

lagi. sebab pada umur tersebut rimpangnya mulai .penyiangan besar.

3) Pembubunan Tanaman jahe memerlukan tanah yang peredaran udara dan air dapat berjalan dengan baik, maka tanah harus digemburkan. Disamping itu tujuan pembubunan untuk menimbun rimpang jahe yang kadang-kadang muncul ke atas permukaan tanah. Apabila tanaman jahe masih muda, cukup tanah dicangkul tipis di sekeliling rumpun dengan jarak kurang lebih 30 cm. Pada bulan berikutnya dapat diperdalam dan diperlebar setiap kali pembubunan akan berbentuk gubidan dan sekaligus terbentuk sistem pengairan yang berfungsi untuk menyalurkan kelebihan air. Pertama kali dilakukan pembumbunan pada waktu tanaman jahe berbentuk rumpun yang terdiri atas 3-4 batang semu, umumnya pembubunan dilakukan 2-3 kali selama umur tanaman jahe. Namun tergantung kepada kondisi tanah dan banyaknya hujan. 4) Pemupukan a. Pemupukan Organik Pada pertanian organik yang tidak menggunakan bahan kimia termasuk pupuk buatan dan obat-obatan, maka pemupukan secara organik yaitu dengan menggunakan pupuk kompos organik atau pupuk kandang dilakukan lebih sering disbanding kalau kita menggunakan pupuk buatan. Adapun pemberian pupuk kompos organik ini dilakukan pada awal pertanaman pada saat pembuatan guludan sebagai pupuk dasar sebanyak 60 – 80 ton per hektar yang ditebar dan dicampur tanah olahan. Untuk menghemat pemakaian pupuk kompos dapat juga dilakukan dengan jalan mengisi tiap-tiap lobang tanam di awal pertanaman sebanyak 0.5 – 1kg per tanaman. Pupuk sisipan selanjutnya dilakukan pada umur 2 – 3 bulan, 4 – 6 bulan, dan 8 – 10 bulan. Adapun dosis pupuk sisipan sebanyak 2 – 3 kg per tanaman. Pemberian pupuk kompos ini biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan bersamaan dengan kegiatan pembubunan. b. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman), tanaman jahe perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon; TSP 10 gram/pohon; dan ZK 10 gram/pohon), serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha), P2O5 (50 kg/ha), dan K2O (75 kg/ha). Pupuk P diberikan pada awal tanam, pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pupuk

diberikan tanaman tanaman

dengan ditebarkan secara merata di sekitar atau dalam bentuk alur dan ditanam di sela-sela

5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman Jahe tidak memerlukan air yang terlalu banyak untuk pertumbuhannya, akan tetapi pada awal masa tanam diusahakan penanaman pada awal musim hujan sekitar bulan September; 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida sebaiknya dilakukan mulai dari saat penyimpanan bibit yang untuk disemai dan pada saat pemeliharaan. Penyemprotan pestisida pada fase pemeliharaan biasanya dicampur dengan pupuk organik cair atau vitaminvitamin yang mendorong pertumbuhan jahe.

7. HAMA DAN PENYAKIT
7.1. Hama Hama yang dijumpai pada tanaman jahe adalah: 1) Kepik, menyerang daun tanaman hingga berlubang-lubang. 2) Ulat penggesek akar, menyerang akar tanaman jahe hingga menyebabkan tanaman jahe menjadi kering dan mati. 3) Kumbang. 7.2. Penyakit 1) Penyakit layu bakeri Gejala : Mula-mula helaian daun bagian bawah melipat dan menggulung kemudian terjadi perubahan warna dari hijau menjadi kuning dan mengering. Kemudian tunas batang menjadi busuk dan akhirnya tanaman mati rebah. Bila diperhatikan, rimpang yang sakit itu berwarna gelap dan sedikit membusuk, kalau rimpang dipotong akan keluar lendir berwarna putih susu sampai kecoklatan. Penyakit ini menyerang tanaman jahe pada umur 3-4 bulan dan yang paling berpengaruh adalah faktor suhu udara yang dingin, genangan air dan kondisi tanah yang terlalu lembab. Pengendalia n:  jaminan kesehatan bibit jahe;  karantina tanaman jahe yang terkena penyakit;  pengendalian dengan pengolahan tanah yang baik;  pengendalian fungisida dithane M -45 (0,25%), Bavistin (0,25%) 2) Penyakit busuk rimpang Penyakit ini dapat masuk ke bibit rimpang jahe melalui lukanya.

Ia akan tumbuh dengan baik pada suhu udara 20-25 derajat C dan terus berkembang akhirnya menyebabkan rimpang menjadi busuk. Gejala : Daun bagian bawah yang berubah menjadi kuning lalu layu dan akhirnya tanaman mati. Pengendalia n:

 penggunaan bibit yang sehat;  penerapan pola tanam yang baik;  penggunaan fungisida. 3) Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala : Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercak- bercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik -bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalia n: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas. 7.3. Gulma Gulma potensial pada pertanaman temu lawak adalah gulma kebun antara lain adalah rumput teki, alang-alang, ageratum, dan gulma berdaun lebar lainnya. 7.4. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang, serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. 6) Penggunaan pestisida, insektisida, herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah:

1)

Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah, nyamuk, kutu, hama gudang, dan lalat buah. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV, GSV dan Tungro. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan, serta hama gudang Callosobrocus.

8. PANEN
8.1. Ciri Panen dan Umur

Pemanenan dilakukan tergantung dari penggunaan jahe itu sendiri. Bila kebutuhan untuk bumbu penyedap masakan, maka tanaman jahe sudah bisa ditanam pada umur kurang lebih 4 bulan dengan cara mematahkan sebagian rimpang dan sisanya dibiarkan sampai tua. Apabila jahe untuk dipasarkan maka jahe dipanen setelah cukup tua. Umur tanaman jahe yang sudah bisa dipanen antara 10-12 bulan, dengan ciri-ciri warna daun berubah dari hijau menjadi kuning dan batang semua mengering. Misal tanaman jahe gajah akan mengering pada umur 8 bulan dan akan berlangsung selama 15 hari atau lebih. 8.2. Panen Cara

Cara panen yang baik, tanah dibongkar dengan hati-hati menggunakan alat garpu atau cangkul, diusahakan jangan sampai rimpang jahe terluka. Selanjutnya tanah dan kotoran lainnya yang menempel pada rimpang dibersihkan dan bila perlu dicuci.

Sesudah itu jahe dijemur di atas papan atau daun pisang kira-kira selama 1 minggu. Tempat penyimpanan harus terbuka, tidak lembab dan penumpukannya jangan terlalu tinggi melainkan agak disebar. 8.3. Panen Periode

Waktu panen sebaiknya dilakukan sebelum musim hujan, yaitu diantara bulan Juni – Agustus. Saat panen biasanya ditandai dengan mengeringnya bagian atas tanah. Namun demikian apabila tidak sempat dipanen pada musim kemarau tahun pertama ini sebaiknya dilakukan pada musim kemarau tahun berikutnya. Pemanenan pada musim hujan menyebabkan rusaknya rimpang dan menurunkan kualitas rimpang sehubungan dengan rendahnya bahan aktif karena lebih banyak kadar airnya. 8.4. Perkiraan Panen Hasil

Produksi rimpang segar untuk klon jahe gajah berkisar antara 15-25 ton/hektar, sedangkan untuk klon jahe emprit atau jahe sunti berkisar antara 10-15 ton/hektar.

9. PASCAPANEN
9.1. Penyortiran Pencucian Basah dan

Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah, sisa tanaman, dan gulma. Setelah selesai, timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Pencucian dilakukan dengan air bersih, jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Setelah pencucian selesai, tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan, setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. 9.2. Perajangan Jika perlu proses perajangan, lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm. Setelah perajangan, timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember. Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. 9.3. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. pengeringan rimpang dilakukan

selama 3 - 5 hari, atau setelah kadar airnya dibawah 8%. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering, pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Lindungi rimpang tersebut dari air, udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi.

Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C - 60 C. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rimpang tidak saling menumpuk. Setelah pengeringan, timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9.4. Kering. Penyortiran

o

o

Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil, tanah atau kotoran-kotoran lain. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). 9.5. Pengemasan Setelah bersih, rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah kantong plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Berikan label yang jelas pada wadah tersebut, yang menjelaskan nama bahan, bagian dari tanaman bahan itu, nomor/kode produksi, nama/alamat penghasil, berat bersih dan metode penyimpanannya. 9.6. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar, tidak bocor, terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan, memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung), serta bersih dan terbebas dari hama gudang.

10.ANALISIS TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya

EKONOMI
Usaha

BUDIDAYA

Perkiraan analisis usaha budidaya jahe seluas 1 ha; yang dilakukan petani pada tahun 1999 di daerah Bogor. 1) Biaya produksi 2) Bibit: 2.000 bh @ Rp. Rp. 3.400.000 ,b. 1.700,- = Pupuk  Pupuk buatan: Urea 165 kg @ Rp. 1.100, = Rp. 181.500, TSP 160 kg @ Rp. 1800,- = Rp. 288.000, KCl 160 kg @ Rp. 1.600,- = Rp. 256.000, Rp. 750.000,  Pupuk kandang 3.000 kg @ Rp. 150,= c. Obat 20 kg @ Rp. 15.000, Rp. 300.000, d. Alat Rp. 180.000,

e. Bahan (mulsa) 20.000 m @ Rp. 150,f. Tenaga kerja 200 OH g. Biaya Lain-lain Jumlah biaya produksi

Rp. Rp. Rp.

3.000.000 ,2.000.000 1.000.000 ,,- 11.355.500,Rp.

2) Penerimaan: 10.000 bh @ 1.500,-= 15.000.000,3) Keuntungan usaha tani 3.644.500,4) Parameter kelayakan usaha a. B/C rasio = 1,321 10.2. Gambaran Agribisnis Peluang

Rp. Rp.

Saat ini permintaan akan jahe oleh negara importir terus mengalami peningkatan, akan tetapi permintaan tersebut belum semuanya dapat dipenuhi mengingat produksi jahe masih terserap oleh kebutuhan dalam negeri. Dilihat dari segi harga, dari tahun 1991 hingga saat ini fluktuasi harga jahe basah maupun kering boleh dikatakan stabil. Dilihat dari segi permintaan, stabilitas harga serta produksi jahe dalam negeri prosepek agrobisnis jahe sangat cerah.

11.STANDAR PRODUKSI
11.1. Lingkup Ruang

Standar meliputi jenis dan standar mutu, cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan. 11.2. ipsi Deskr

Standar mutu jahe di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI– 01–3179– 1992. 11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Jahe diklasifikasikan menjadi 3 jenis mutu, yaitu: mutu I, II, III. 1) Syarat umum a. Kesegaran jahe: segar b. Rimpang bertunas: tidak ada c. Kenampakan irisan melintang: cerah c. Bentuk rimpang: utuh d. Serangga hidup: bebas 2) Syarat

Khusus a. Ukuran berat: mutu I > 250 gram/rimpang; mutu II 150-249 gram/rimpang; mutu III dicantumkan sesuai hasil analisa <10%. b. Rimpang yang terkelupas kulitnya (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0 %; mutu II=0 %;

mutu III<10 %. c. Benda asing: mutu I=0 %; mutu II=0 %; mutu III<3 % d. Rimpang berkapang (rimpang/jumlah rimpang): mutu I=0%; mutu II=0%; mutu III <10% Untuk mendapatka n jenis jahe yang sesuai dengan standar mutu dilakukan pengujian,yang meliputi: 1) Penentuan benda-benda asing Timbanglah sejumlah contoh yang beratnya diantara 100–200 gram. Pisahkan benda-benda yang akan ditentukan persentase bobotnya dan dipindahkan pada kaca arloji yang telah ditera. Kaca arloji beserta benda asing tersebut ditimbang pada neraca analitik. Perbedaan kedua penimbang tersebut menunjukan jumlah benda asing dalam cuplikan yang diuji. 2) Penentuan kadar serat Keringkan kira-kira 5 gram cuplikan untuk pengujian didalam sebuah oven udara listrik 105 + 1 derajat C, sampai berat tetap. Timbanglah dengan teliti kira-kira 2,5 gram bahan yang telah dikeringkan itu ke dalam sebuah thimble dan ekstraklah dengan petroleum eter (titik didih 40-60 derajat C) selama kirakira 1 jam dengan menggunakan sebuah alat soxhlet. Pindahkan bahan yang telah bebas lemak tersebut kedalam sebuah labu berkapasitas 1 liter. Ambillah 200 ml asam sulfat encer, tempatkanlah dalam sebuah gelas piala, didihkanlaah seluruh asam yang mendidih itu kedalam labu yang telah berisi bahan bebas lemak tersebut di atas. Lengkapilah segera labu itu dengan pendingin balik yang dialiri air, dan panaskanlah sedemikian rupa sehingga labu mendidih setelah satu menit. Goyang-goyanglah labu agak sering sambil menghindari tertinggalnya bahan pada dinding labu yang tak bersentuhan dengan asam. Lanjutkanlah pendidihan selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu dan saringlah melalui kain halus (kira-kira 18 serat untuk setiap sentimeter) yang ditempatkan dalam sebuah corong penyaring dan cucilah dengan air mendidih sampai cucian tidak lagi bersifat asam terhadap lakmus. Didihkanlah sejumlah larutan natrium hidroksida dengan menggunakan pendingin balik dan didihkanlah selama tepat 30 menit. Tanggalkanlah labu itu dan saringlah dengan segera dengan kain penyaring. Cucilah residum dengan baik dengan iar mendidih dan pindahkanlah kedalam krus gooch yang telah berisi lapisan tipis dan kompak asbes yang telah dipijarkan. Cucilah residu dengan baik pertama-tama dengan air panas

kemudian dengan kira-kira Keringkanlah Krus Gooch dan

15

ml

etil

alkohol

95%.

isinya pada 105 + 1 derajat C dalam oven udara sampai berat tetap. Dinginkan dan timbanglah. Pijarkan krus Gooch tersebut pada 600 + 20 derajat C dalam tanur suhu udara tinggi sampai seluruh bahan menngandung karbon terbakar. Dinginkanlah krus Gooch yang berisi abu tersebut dalam sebuah eksikator dan timbanglah. 3) Penentuan kadar minyak a. Timbanglah dengan teliti, mendekati 1 gram, kira-kira 35– 40 gram cuplikan yang telah dipotong kecil-kecil sebelum dimasukan kedalam labu didih. b. Tambahkanlah air sampai seluruh cuplikan tersebut terendam dan tambahkan pula ke dalamnya sejumlah batu didih. c. Sambunglah labu didih dengan alat “Dean-Stark” sehingga dapat digunakan untuk pekerjaan destilasi dan panaskanlah labu didih tersebut beserta isinya. Penyulingan dihentikan bila tidak ada lagi butir-butir minyak yang menetes bersama-sama air atau bila volume minyak dalam penampung tidak berubah dalam beberapa waktu. Biasanya penyulingan ini memerlukan waktu lebih kurang 6 jam. Rendamlah penampung beserta isinya kedalam air sehingga cairan didalamnya mencapai suhu udara kamar dan ukurlah volume minyak yang tertampung. 11.4. Contoh Pengambilan

1) Pengambilan contoh Dari jumlah kemasan dalam satu partai jahe segar siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini, dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. a. Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100, contoh yang diambil 5. b. Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300, contoh yang diambil adalah 7 c. Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500, contoh yang diambil adalah 9 d. Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000, contoh yang diambil adalah 10 e. Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000, contoh yang diambil minimum 15. Kemasan yang telah diambil, dituangkan isinya, kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Khusus untuk kemasan jahe segar berat 10 kg atau kurang, maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. 2) Petugas pengambil

contoh

Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Jahe segar disajikan dalam bentuk rimpang utuh, dikemas dengan jala plastik yang kuat, dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan, atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis, dengan bahan yang tidak luntur, jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli

12.DAFTAR PUSTAKA
1) Anonimous. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bogor. 311 Hal. 2) Anonimous. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. 411 Hal. 3) Anonim, Mengenal Budidaya Jahe dan Prospek Jahe, Koperasi Daar El- Kutub, Jakarta, 1999 4) ----------, Ekspor Jahe Terbentur Musim, Info Agribisnis Trubus, Nomor. 335 Hal. 32, Juni 1999 5) ----------, Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura, Kanisius, Yogyakarta, 1999 6) Paimin, FB. Budidaya, Pengolahan, Perdagangan Jahe, Penebar

199 5 8) Santoso. Jahe Gajah. Murhananto. 1994 9) Yoganingrum.. Penebar Swadaya. S. KEMBALI KE MENU . Budidaya Pengolahan Perdagangan Jahe.Swadaya.B. Yogyakarta. Jakarta. 1999 10) Paimin F. A. 1999 7) Koswara. Pustaka Sinar Harapan. Jahe dan Hasil Olahanny a. Kanisius. Jakarta. Jakarta. Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah-LIPI. 1998. Jakarta. HB.Paket Informasi Teknologi Budidaya dan Pasca Panen.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU AIR ( Eugenia aquea Burm ) 1. Selama ini masih terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan untuk konsumsi keluarga.H. Buah Jambu air tidak hanya sekedar manis menyegarkan. SEJARAH SINGKAT Jambu air berasal dari daerah Indo Cina dan Indonesia. Buahnya dapat dikatakan tidak berkulit. Jambu air (Eugenia aquea Burm) dikategorikan salah satu jenis buah-buahan potensial yang belum banyak disentuh pembudidayannya untuk tujuan komersial. M. 021 316 9166~69. tetapi memiliki keragaman dalam penampilan. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. Sifatnya yang mudah busuk menjadi masalah penting yang perlu dipecahkan. sehingga rusak fisik sedikit saja pada buah akan mempercepat busuk buah. tersebar ke Malaysia dan pulau-pulau di Pasifik. 021 316 1952.go. Jl. JENIS TANAMAN Sistematika tanaman jambu air adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantarum Sub Kingdom : Kormophyta Super Divisio : Kormophyta biji Divisio : Spermatophyta Sub Divisio : Angiospermae Hal.ristek. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

Garut.H. tetapi keduanya tidak begitu menyolok perbedaannya. jeli.id . Lonceng (super lebat).go. Mawar (jambu Keraton). Selain sebagai “buah meja” jambu air juga telah menjadi santapan canggih dengan dibuat salada dan fruit coctail. Jawa Barat. SENTRA PENANAMAN Menurut data statistik dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan. Kancing. Cirebon. Sedangkan varietas yang paling komersil adalah Cincalo dan Semarang. Bogor. Apel dan Cincalo (merah dan hijau/putih) dan Jenis-jenis jambu air lainnya adalah: Camplong (Bangkalan). 5. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kadang-kadang kulit batangnya dapat digunakan sebagai obat. 3. 021 316 1952. 4. Jambu air Cincalo merah banyak terdapat di Karawang dan terkenal dengan jambu Bolang yang bila matang benar berwarna merah tua kebiruan dengan rasa manisasam segar sedangkan Jambu air Semarang (merah dan putih) banyak terdapat di Indramayu. Varietas jambu air besar yakni: jambu Semarang. Kabupaten Karawang. 021 316 9166~69. sirop. Sukaluyu. Fax. Hal.ristek. Iklim 1) Angin sangat berperan dalam pembudidayaan jambu air. Lilin (super manis). jam/berbentuk awetan lainnya. dan Manalagi (tanpa biji). Tangerang. selain disajikan sebagai buah meja juga untuk rujak dan asinan. M. Sukabumi. Rujak. Kaget. Angin berfungsi dalam membantu penyerbukan pada bunga. Bandung. Subang dan Bekasi termasuk 10 besar sentra penanaman pohon jambu. http://www. tetapi dapat juga dibuat puree. yang masing-masing terdiri dari 2 macam (merah dan putih). Baron. Cianjur. Buah jambu air masak yang manis rasanya. Kandungan kimia yang penting dari jambu air adalah gula dan vitamin C. Madura. Neem.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Classis Ordo Familia Genus Species : : : : : Dycotyledoneae Myrtales Myrtaceae Syzygium Eugenia aquea Selain itu juga terdapat 2 jenis jambu air yang banyak ditanam. Ke dua jenis tersebut adalah Syzygium quaeum (jambu air kecil) dan Syzygium samarangense (jambu air besar). SYARAT TUMBUH 5. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. MANFAAT TANAMAN Pada umumnya jambu air dimakan segar. Jl.1.

000 m dpl. Dengan kondisi tersebut. banyak mengandung bahan organik.5. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Tanaman jambu air akan tumbuh baik di daerah yang curah hujannya rendah/kering sekitar 500–3. 4) Suhu yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu air adalah 18-28 derajat C.3. Bibit Enten (Grafting) Model sambungan yang terbaik adalah sambungan celah. bernas dan tidak cacat. produktif dan produksi stabil.2. Biji berasal dari buah masak pohon. dianjurkan dalam meggunakan bibit jambu air hasil cangkokan/okulasi. 50-150 cm dan 150-200 cm. cara ini lebih cepat menghasilkan buah.1. yang besarnya normal dan mulus.go.id . http://www. 3) Cahaya matahari berpengaruh terhadap kualitas buah yang akan dihasilkan. 2) Derajat keasaman tanah (pH) yang cocok sebagai media tanam jambu air adalah 5. M. Pembibitan 1) Persyaratan Benih/Bibit Biji berasal dari varietas unggul.000 mm/tahun dan musim kemarau lebih dari 4 bulan. 3) Kedalaman kandungan air yang ideal untuk tempat budidaya jambu air adalah 050 cm. 4) Tanaman jambu air sangat cocok tumbuh pada tanah datar. Selain lebih mudah dilakukan.5–7. Jl. 5) Kelembaban udara antara 50-80 %.H. maka jambu air akan memberikan kualitas buah yang baik dengan rasa lebih manis. berumur lebih dari 15 tahun. Intensitas cahaya matahari yang ideal dalam pertumbuhan jambu air adalah 40– 80 %. PEDOMAN BUDIDAYA 6. gembur. 5. Batang bawah berasal dari bibit hasil perbanyakan dengan biji yang berumur 10 tahun. Biji dikeringanginkan selama 1-3 hari di tempat teduh. Biji-biji yang memenuhi syarat adalah berukuran relatif besar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Media Tanam 1) Tanah yang cocok bagi tanaman jambu air adalah tanah subur. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Ketinggian Tempat Tanaman jambu air mempunyai daya adaptasi yang cukup besar di lingkungan tropis dari dataran rendah sampai tinggi yang mencapai 1. ukuran seragam. 5. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 2) Persiapan Benih a.ristek.

H. Fax.ristek.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. Jl.

3) Teknik Penyemaian Benih Persemaian dapat dilakukan di dalam bedengan atau di polibag. pupuk kandang (2 : 1). Isi polibag dengan media berupa campuran tanah. Buat bedengan dengan lebar 100-120 cm. 6. a) Bedengan 1. Setelah 2-2. Fax. Cabang yang dipilih tidak telalu tua/muda.5 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Naungi sungkup dengan plastik bening. SP-36 dan KCl (2:1) sebanyak 50-100 2 gram/m atau 4 gram/polibag. 3.2. terutama jika kemarau. Lahan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Membuka sungkup jika cuaca cerah secara berangsur-angsur agar tanaman dapat beradaptasi dengan lingkungan kebun. http://www. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Calon tempat tumbuh tanaman jambu air harus dibersihkan dahulu dari berbagai pengganggu seperti: rerumputan. Buat sungkup bedengan berbentuk setengah lingkaran dengan tinggi pusat lingkaran minimal 50 cm.id .go. 2. Simpan polybag di dalam sungkup. 4.H. tinggi 30-40 cm. Olah tanah sedalam 30-40 cm dengan cangkul kemudian keringkan selama 15-30 hari. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan pembibitan dilakukan dengan cara sebagai berikut: a) Penyiraman dilakukan 1-2 kali sehari. c) Pemupukan setiap 3 bulan dengan urea. berwarna hijau keabuabuan/kecoklat-coklatan dengan diameter sedikitnya 1. 2 3.5 bulan (sudah berakar). 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN sedangkan pucuk berasal dari pohon induk unggul. Lubangi dasar polybag diameter 10-15 cm. Campurkan 2 kg/m pupuk kandang dengan tanah bedengan.ristek. Bibit Cangkok Cabang yang akan dicangkok berada pada tanaman yang unggul dan produktif. b) Penyiangan dilakukan sesuai dengan pertumbuhan gulma. Jl. 021 316 1952. d) Penyemprotan pestisida dengan konsentrasi 30-50% dari dosis anjuran. Setelah disambung bibit dipelihara selama 2-3 bulan b. Bibit dipelihara selama 1 bulan. Pindah tanam ke lapangan dilakukan setelah bibit berumur 10-12 bulan di persemaian. 2. semak/onak dan binatang. b) Polybag 1. M. 5) Pemindahan Bibit Bibit di bedengan dipindahkan ke polybag setelah berumur 6 bulan. panjang sesuai lahan dan jarak antar bedengan 60 cm. bibit segera dipotong dan ditanam dipolibag dengan media campuran : pupuk kandang 1 : 1.

021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.id . 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hanya diolah Hal. Fax. 021 316 1952. http://www.H. M. Jl.

H.3. 4) Pemupukan Sebelum penanaman kedalam lubang tanam perlu dimasukkan pupuk kandang sekitar 1 blek minyak tanah. dengan mempertimbangkan bibit yang akan ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam. 1) Penentuan Pola Tanam Bibit jambu air dikebun dapat ditanam dengan pola tanam/jarak tanam 8 x 8 m. M. guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. 021 316 9166~69.go. 021 316 1952. Jl. Penyiapan lubang tanaman terdiri dari: a) mula-mula tanah digali di tempat yang sudah ditentukan. tanaman sudah berdiri. Dengan demikian tanaman baru (pada musim hujan) tidak perlu disiram 2 kali sehari. tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang. Jarak tanam jambu air adalah 8 x 8 m dengan lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. Teknik Penanaman Penanaman jambu air dapat dilakukan di pot/di kebun. Jika perlu ditambah 2 genggam pupuk NPK. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam sebaiknya dibuat pada akhir musim kemarau/menjelang musim hujan. agar pada saat mendekati musim hujan. dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul sampai dalam. Jika yang digunakan adalah bibit cangkokan maka penanaman batang lebih dalam agar pohon bisa tumbuh secara kuat. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk Tanaman jambu air dikerjakan semua secara bersama. atau panjang x lebar x dalam = 1 x 1 x 0. http://www. Tanah yang kurus dan kurang humus/tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan.ristek.id .5 m. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah itu perlu diberi pelindung 6. dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun kemudian dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan kedalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN di lubang tanam dan dilaksanakan 15-30 m hari sebelum tanam. 3) Pengapuran Pengapuran tanah sebaiknya dilakukan 1 atau 2 bulan menjelang hujan. b) ukuran lubang ukuran lubang: panjang x lebar x dalam = 60 x 60 x 60 cm.

go. Fax.H.ristek. http://www. M. 021 316 1952.id . Jl. 021 316 9166~69. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

sisa urea diberikan bersamaan dengan TSP dan KCl. Bibit yang tidak tumbuh diganti dengan bibit baru yang ditanam pada lubang tanam yang sama. b) Pupuk Urea: 100 gram. c) Pupuk TSP: 50 gram. Pupuk kandang diberikan sekali gus pada awal musim hujan. 021 316 1952.H. Pupuk urea diberikan 1/3 bersamaan dengan pupuk kandang.id . pupuk KCl (masing-masing) : 2500 gram. Pupuk urea 2/3. TSP 1/2. pupuk TSP. 2. 2 minggu setelah itu. Pupuk Urea. sebaiknya setelah dilakukan penyiangan. 6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5. d) Pupuk KCl: 50-100 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Cara Penanaman Bibit jambu air ditanam ke dalam lubang tanam berukuran 60 x 60 x 60 cm. KCl 1/3 diberikan pada saat tanaman belum berbunga (bersamaan dengan pemberian pupuk kandang dan saat hujan pertama mulai turun). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sisa pupuk diberikan setelah buah membesar (umur buah sekitar 1-2 bulan sejak berbunga dan ukuran buah ± sebesar telur puyuh). b) Tanaman sudah berbuah 1. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 1 bulan. 3) Pemupukan Pemupukan jambu air dapat diberikan sebelum berbuah dan sesudah berbuah. membuang rumput liar/tanaman liar (kalau ada) atau binatang yang mendekap diantara tanah. Hal. Fax. Perlu memperhatikan kedalaman penanaman dan waktu penanaman sebaiknya dilaksanakan persis pada awal musim hujan dan pada sore hari.go. Dosis pupuk bagi pohon jambu air umur ≥ 15 tahun. 021 316 9166~69. Pupuk kandang: maksimal 30 kaleng minyak tanah.ristek. a) Tanaman belum berbuah 1. 3. Cara pemberian pupuk tersebut sebaiknya dibenam dalam Rorak (got) sedalam 20-30 cm mengelilingi tajuk pohon.4. Jl. 6. Dengan penyiangan dapat memeriksa keadaan lapisan tanah. http://www. M. Kenaikan takaran pupuk tersebut setiap tahun setelah jambu air berumur ≥ 10 tahun ialah: a) Pupuk kandang: 2 kaleng minyak tanah. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan dengan maksud menyuburkan tanah. 3. 2. Pupuk kandang diberikan sekaligus pada awal musim hujan. 4.

tidak berproduksi atau diserang hama. dengan ketinggian 1. tanaman disirami 10-12 kali sebulan. http://www. 6) Pemeliharaan Lain Pemangkasan dilakukan dengan tujuan untuk membentuk pohon. Untuk peremajaan: memangkas seluruh bagian tanaman yang sudah kelewat tua. 2-3 butir bersama-sama. Kepompong berada di antara beberapa daun atau di sebelah bawah daun. Hal. Pengendalian: dengan cara mengumpulkan telur. bertubuh gemuk dan lunak.5 m dari permukaan tanah dan bagian yang dipangkas adalah cabang/tunas. Untuk pemeliharaan: dilakukan setiap saat kecuali ketika tanaman sedang berbunga. Ketika hendak melakukan penyemprotan pestisida.id . 021 316 1952. Jl. kita harus memperhatikan cuaca waktu itu.go. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan dilakukan secara teratur 1-2 kali seminggu. dan kepompong untuk dimusnahkan. luka serta tidak sempurna. Kalau langit mendung dan kemungkinannya akan turun hujan. Akhir penyemprotan dilakukan saat buah jambu air akan dipetik (sebulan sebelum dipetik dan warna buah sudah berubah) atau sampai gejala serangannya hilang. Ketika masih muda. pemeliharaan dan peremajaan. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman jambu air yang hidup pada tanah dengan kedalaman air tanah 150-200 cm. Ulat-ulat tersebut sangat rakus memakan daun. selama 2 minggu pertama tanaman muda perlu diairi 1-2 kali sehari. 7.1.ristek. warna hijau muda kebiru-biruan. Membentuk pohon: dilakukan setelah mencapai ketinggian 2 meter. Fax. sebaiknya penyemprotan ditunda dulu. Jika sudah cukup besar dan perakarannya dalam. atau pupuk daun/hormon. yang mati kering. ulat. pada musim kemarau sangat memerlukan penyiraman. HAMA DAN PENYAKIT 7. bagian yang ditanam adalah dahandahan yang tua. M. Awal penyemprotan dilakukan saat buah jambu air sebesar telur puyuh (umur ± 1-2 bulan sejak berbunga). 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. warna merah muda. tertutup lapisan lilin keputih-putihan. Telur-telurnya ditaruh di tepi daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.35-1.H. Hama 1) Ulat kupu-kupu gajah Ciri: panjang 12 cm. agar tanah tetap lembab.

sebab sebab air yang menggenang membuat akar susah bernafas dan mengundang cendawan yang bisamembusukkan akar. 5) Lalat buah (dacus pedestris) Buah dan daun yang terserang oleh ulat ini. 7) Ulat penggulung/pemakan daun 7. 3) Keluang dan codot Pengendalian: buah-buahan yang hampir tua dibungkus kantong kertas/kain-kain bekas. Melekat pada bagian-bagian pohon yang hijau dan di bagian bawah daun. Kutu ini di musim penghujan bisa musnah oleh serangan beberapa macam cendawan. 4) Pasilan atau benalu Pengendalian: dibuang dan dibersihkan. Hal. Jl.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Kutu perisai hijau Ciri: panjang kutu 3-5 mm. http://www. 6) Penggerek batang Pengendalian: dengan cara menyumbatkan kapas yang telah direndam insektisida Diazinon atau Bayrusil kedalam lubang batang yang digerek. M. sehingga setelah menetas larvanya memakan buah jambu air.H.id . Fax. Penyakit 1) Gangguan pada akar Pemupukan yang kurang hati-hati pada jambu air yang sedang berbuah dapat menyebabkan akar tanaman luka. Selain itu tanah yang berlebihan supali air juga dapat merontokkan bunga/buah. 021 316 1952. Pengendalian: dengan insektisida Diazinon atau Bayrusil yang disemprotkan ke pohon. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: cara alami dimakan oleh beberapa macam kepik (merah tua. 021 316 9166~69. Menyebabkan terjadinya cendawan hitam seperti jelaga.2.go. warna hijau (kadang agak kemerahan). 8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. daun dan buah yang masih pentil dengan dosis sesuai anjuran. panjang 13 mm). panjang 5 mm dan biru panjang 6 mm) dan ulat (warna merah muda. Lalat ini meletakkan telurnya pada daging buah. Semua ini terjadi karena tanaman tidak mendapat suplai air dan zat makanan sebagaimana mestinya akibat rusaknya akar tersebut. maka bunga atau buah jambu air bisa rontok.

Ciri dan Umur Panen Tanaman jambu air dapat berbuah setelah berumur 3-4 tahun. hijau tua. Ciri-ciri buah yang dapat dipanen dinilai dari tingkat kematangan berdasarkan warna kulit buah. yaitu hijau muda. Fax. PANEN 8. busuk.2. Periode Panen Masa berbuah jambu air bisa lebih dari 1 kali dalam setahun. Keadaan fisik buah juga menjadi kriteria dalam panen yaitu semakin terlihat matang buah yang nampak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Gangguan pada buah Penyebab: ulat (lalat) buah dan sejenis cendawan yang mengakibatkan buah rontok. maka semakin merah warna kulitnya dan makin besar pula ukuran fisiknya. Prakiraan Produksi Buah jambu air jenis merah–hijau dapat dipanen bila warna merah pada buah jambu lebih banyak dari pada warna hijaunya. hijau sedikit merah hijaumerah dan merah hijau. http://www. Cara Panen Buah dipetik dari rangkaiaanya dengan hati hati jangan sampai rusak. Pada saat tersebut nisbah TPT/asam dan Vitamin C-nya masing-masing adalah 80. 8.id . apalagi jatuh.1. Buah dari jenis yang berbeda tidak disatukan dengan jenis yang lain.H. 8. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952. Serangga ini langsung menyerang buah dengan ciri noda berwarna kecoklatan atau kehitaman pada permukaan buah.go. Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan dimasukan kedalam keranjang plastik dan disimpan sementara di ruangan yang sejuk. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. berbunga sebanyak 2 kali dalam setahun (Juli dan September) dan buahnya masak pada Agustus dan Nopember. PASCAPANEN 9.1. 8. Pengendalian: (1) cara membungkus buah sewaktu masih dipohon (2) dengan penyemprotan insektisida thioda (2-3 cc/liter air) dan fungisida dithane (3 cc/liter air) 8.ristek.3.4.8 dan 48 kg/100 gram 9. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tergantung pada keadaan lingkungan.

021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Fax. 021 316 1952.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. Jl.

95.id .- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengemasan dan Pengangkutan Buah dikemas dalam keranjang plastik dan disusun rapi agar tidak berpindah tempat selama dalam pengangkutan.1.500. Rp.625.87. Fax.47.000. Penyimpanan Buah yang telah dikemas disimpan di daerah yang teduh kering dan sejuk. 1.500. Pestisida 5 liter Rp.000.Beri pupuk 5HKP + 10 HKW @ Rp.d. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp.2.000. 150.000. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1.4.500. 480. 1.. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 30.-/ton .67.900. Buah dicuci bersih dengan air mengalir atau dialiri air kemudian ditiriskan di rak pengeringan.500. Rp. 7.Tanam 5 HKP + 6 HKW .112. Rp.800.Pupuk kandang 10 ton @ Rp.go. 10.000.3.500.1. 900.3.000. 3.Urea 25 kg @ Rp. 5.. 9.1.500. 1.000. Rp..Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW 2) Biaya produksi tahun ke-2 s.500. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya jambu air seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m.KCl 50 kg @ Rp.Rp.000. Bibit 160 batang @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.250.90.. Sebaiknya bauh disimpan dalam cold storage jika tidak langsung diangkut ke pasar.SP-36 25 kg @ Rp.112.SP-36 50 kg @ Rp.1...900. http://www.KCl 25 kg @ Rp. Rp.2.000. Rp.000. ajir 15 HKP @ Rp.37. M.400.781. Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan buah yang cacat dari yang baik. Rp. 1.- Rp. 021 316 1952. Pestisida 4 liter 5.Urea 75 kg @ Rp.000. Rp.45.ristek. Jl. Sewa Lahan 2.800. Pupuk .000. Rp.500.Lubang tanam. Tenaga kerja .H. ke-4 1. kemudian klasifikasikan buah berdasarkan ukurannya.000.500.4. Rp. Rp.500.500. 9.Pupuk kandang 6 ton @ Rp.. Pupuk . populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 150. Rp.

10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 9166~69.ristek. http://www. M.id . Fax. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.

000. yakni yang banyak digemari masyarakat.800.960. Rp.000.000.Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 73.H.Urea 125 kg @ Rp.Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW .187.5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1.Rp.600.Pupuk kandang 24 ton @ Rp.1. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditi jambu air cukup cerah. STANDAR PRODUKSI 11.000.000. 550. Rp. Rp.386. Rp. http://www.600.Rp. Fax.270. B/C rasio Rp.- Rp.2.1. cara pengujian mutu..000.ristek. Pupuk . seperti cincalo.32 ton 219.1. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.570. Pestisida 7 liter 3. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu.d. Rp.752 Panen dimulai pada tahun ke 5 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Tenaga kerja .. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.2. 021 316 1952.000.= 1. 3. M. 675. 1. 94.500. 11. 11.093.900. 150.2. Alat 4. 1.000.750.KCl 150 kg @ Rp. 625.000. 125.000. ke-15 1.id . 10. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat.450.Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Rp.Rp.000. sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.SP-36 300 kg @ Rp.- Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500.574.000.. Rp. Tenaga kerja . 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.go.

11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69.go. http://www. Fax.

Pengemasan Jambu air dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. 4) Yayasan Kanisius. e. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 021 316 1952.3. 021 316 9166~69. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. nama/kode perusahaan. contoh yang diambil 5. contoh yang diambil 10. Aksi agraris. hasil Indonesia.go. contoh yang diambil 7. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. daerah asal. tengah dan bawah. Jenis-jenis Jambu Air Top. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. 3) Kanisius. 2) Guntur. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. Bertanam Jambu Air. Jakarta. DAFTAR PUSTAKA 1) Sarwono B. Mutu … Klasifikasi dan Standar 11.ristek. M. (1985). Jakarta. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. contoh yang diambil 9.5. contoh yang diambil 15 (minimum). Henny. (1990). Jakarta. Bertanam Pohon Buah-buahan I. Trubus. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. negara/tempat tujuan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. d. (1980). Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. Jambu Baron.H.id . Jl. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. golongan ukuran. jenis mutu. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Fax. c. http://www. berat bersih.(1987). Jakarta. 12. Yogyakarta. 11. Trubus. Asri.

http://www. Jl.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEMBALI KE MENU Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.go.H. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69. M.

) 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU BIJI / JAMBU BATU ( Psidium g uajav a L. M. 2. Jambu tersebut kemudian dilakukan persilangan melalui stek atau okulasi dengan jenis yang lain. atau jambu batu. dalam bahasa Inggris disebut Lambo guava. SEJARAH SINGKAT Jambu biji adalah salah satu tanaman buah jenis perdu. 021 316 1952.go.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. jambu siki. Jl. Tanaman ini berasal dari Brazilia Amerika Tengah.H. sehingga akhirnya mendapatkan hasil yang lebih besar dengan keadaan biji yang lebih sedikit bahkan tidak berbiji yang diberi nama jambu Bangkok karena proses terjadinya dari Bangkok. JENIS TANAMAN Dari sejumlah jenis jambu biji. Hingga saat ini telah dibudidayakan dan menyebar luas di daerah-daerah Jawa. Jambu biji sering disebut juga jambu klutuk. 021 316 9166~69. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax. menyebar ke Thailand kemudian ke negara Asia lainnya seperti Indonesia. terdapat beberapa varietas jambu biji yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomisnya yang relatif lebih tinggi diantaranya: 1) Jambu sukun (jambu tanpa biji yang tumbuh secara partenokarpi dan bila tumbuh dekat dengan jambu biji akan cenderung berbiji kembali).ristek.

ristek. Jl.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . M.go. http://www. 021 316 9166~69. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Setelah diadakan percampuran dengan jambu susu rasanya berubah asam-asam manis. Malaysia. 3) Jambu merah. 021 316 9166~69. 5. 6) Jmabu apel. 3) Daun dan akarnya juga dapat digunakan sebagai obat tadisional. 4) Jambu pasar minggu. Jambu biji mempunyai rasa dan aroma yang khas disebabkan oleh senyawa eugenol. Jl. 4. 2) Sebagai pohon pembatas di pekarangan dan sebagai tanaman hias.1. 3. Pada tahun-tahun terakhir ini jambu biji telah berkembang dan kemudian muncul jambu Bangkok yang dibudidayakan di kota Kleri.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Jambu bangkok (buahnya besar. Di Indonesia. yang ideal musim berbunga dan berbuah pada waktu musim kemarau yaitu sekitar bulan JuliKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . dan Jawa Timur. 021 316 1952. 5) Jambu sari. Kabupaten Karawang. 3) Tanaman jambu biji dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 23-28 derajat C di siang hari. 8) Jambu merah getas.ristek. Jawa Barat. Daerah DI Yogyakarta. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. Jawa Tengah. Iklim 1) Dalam budidaya tanaman jambu biji angin berperan dalam penyerbukan. M. rasanya agak hambar). Jawa Barat. SYARAT TUMBUH 5. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan penurunan hasil atau kurang sempurna (kerdil). 2) Tanaman jambu biji merupakan tanaman daerah tropis dan dapat tumbuh di daerah sub-tropis dengan intensitas curah hujan yang diperlukan berkisar antara 1000-2000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Brazilia dan lain-lain. http://www. namun angin yang kencang dapat menyebabkan kerontokan pada bunga.H. SENTRA PENANAMAN Jambu biji dibudidayakan di negara-negara seperti Jepang. dengan kadar gula 8%. Pulau Jawa merupakan sentra penanaman buah jambu terbesar antara lain di DKI Jakarta.go. 7) Jambu palembang. dagingnya tebal dan sedikit bijinya. 4) Kayunya dapat dibuat berbagai alat dapur karena memilki kayu yang kuat dan keras. Sentra produksi yang lain adalah Sumatera dan Kalimantan. MANFAAT TANAMAN 1) Sebagai makanan buah segar maupun olahan yang mempunyai gizi dan mengandung vitamin A dan vitamin C yang tinggi.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. http://www.H. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.ristek. 021 316 1952. Fax.

http://www. yaitu antara 4. 021 316 9166~69. 3) Derajat keasaman tanah (pH) tidak terlalu jauh berbeda dengan tanaman lainnya. Pembibitan Pembibitan pohon jambu biji dilakukan melalui sistem pencangkokan dan okulasi. Apabila udara mempunyai kelembaban yang rendah. Bibit yang baik antara lain yang berasal dari: a) Buah yang sudah cukup tua.TTG BUDIDAYA PERTANIAN September sedang musim buahnya terjadi bulan Nopember-Februari bersamaan musim penghujan. Jl.1. walaupun dapat juga dilakukan dengan cara menanam biji dengan secara langsung. Biji tersebut direndam dengan larutan asam dengan perbandingan 1:2 dari air dan larutan asam yang terdiri dari asam chlorida (HCl) Hal. 2) Jambu biji dapat tumbuh baik pada lahan yang subur dan gembur serta banyak mengandung unsur nitrogen. 4) Kelembaban udara sekeliling cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang.go. Kondisi demikian cocok untuk pertumbuhan tanaman jambu bij.2. Ketinggian Tempat Jambu biji dapat tumbuh subur pada daerah tropis dengan ketinggian antara 51200 m dpl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. 1) Persyaratan Benih Benih yang diambil biasanya dipilih dari benih-benih yang disukai oleh masyarakat konsumen yang merupakan bibit unggulan seperti jambu bangkok. b) Buahnya tidak jatuh hingga pecah.3. M. 2) Penyiapan Benih Setelah buah dikupas dan diambil bijinya. berarti udara kering karena miskin uap air. Media Tanam 1) Tanaman jambu biji sebenarnya dapat tumbuh pada semua jenis tanah. Fax. lalu disemaikan dengan jalan fermentasi biasa (ditahan selama 1-2 hari) sesudah itu di angin-anginkan selama 24 jam (sehari semalam).2 dan bila kurang dari pH tersebut maka perlu dilakukan pengapuran terlebih dahulu.5-8. c) Pengadaan bibit lebih dari satu jenis untuk menjamin kemungkinan adanya persarian bersilang. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 5.ristek. 021 316 1952.H. 5.id . bahan organik atau pada tanah yang keadaan liat dan sedikit pasir.

Mulai dlakukan okulasi dengan mata tangkai yang telah berumur 1 th. Setelah mencapai keinggian 5-6 m. caranya direndam selama 15 menit kemudian dicuci dengan air tawar yang bersih sebanyak 3 kali berulang/dengan air yang mengalir selama 10 menit.H. supaya mendapatkan banyak sinar matahari. Cara penyemaian adalah sebagai berikut: tanah dicangkul sedalam 20-30 cm sambil dibersihkan dari rumput-rumput. 021 316 1952. melalui cara Forkert yng disempurnakan. setelah dikupas kulitya sebesar 2/3 pada bagian bibir kulit dan setelah berumur 2-3 minggu tali dilepas jika kelihatan mata tetap konndisi hijau. Attracol 70 WP atau fungisida lainnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 25% Asam Sulfat (H2S04) BJ : 1. Fax. dengan lebar 0. sudah tumbuh daun sekitar 2-3 helai maka bibit dapat dipindahkan dari bedeng persemaian ke bedeng penanaman. Setelah itu baru dilakukan penanaman dalam lobang-lobang bedengan yang telah dipersiapkan. kompos/pupuk kandang sebanyak 40 kg dengan keadaan sudah matang dan benih siap disemaikan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. untuk menyiapkan pohon pangkal lebih baik melalui proses pengecambahan. panjang disesuaikan dengan lahan yang idel sekitar 6-7 m. setelah tanaman sudah cukup kuat baru dipindah kelokasi yang telah disiapkan. http://www. Selain melalui proses pengecambahan biji juga dapat langsung ditunggalkan pada bedeng-bedang yang sudah disiapkan. biji-biji tersebut ditanam pada bedeng-bedeng yang berjarak 20-30 cm setelah berkecambah sekitar umur 1-2 bulan. M. Untuk menghidari jamur. kemudian tanah dihaluskan sehingga menjadi gembur dan dibuat bedengan yang berukuran lebar 3-4 m dan tinggi sekitar 30 cm.ristek. dengan jarak antara bedeng 1 m. Jl.go. kurang lebih telah berumur 6-9 bulan pencangkokan atau okulasi dapat dimulai dengan mengerat cabang sepanjang 10-15 cm kemudian diberi media tanah yang telah diberi pupuk kandang. okulasi dianggap berhasil dan pohon pangkal diatas okulasi setinggi 5 cm direndahakan supaya memberi kesempatan mata terebut untuk berkembang dan setelah itu pohon pangkal dipotong. Setelah batang pokok telah mencapai ketinggia 5-6 meter bibit yang disemaikan baru dapat dilakukan okulasi /cangkok yang kira-kira telah bergaris tengah 1cm dan tumbuh lurus. 3) Teknik Penyemaian Benih Pilih lahan yang gembur dan sudah mendapat pengairan serta mudah dikeringkan disamping itu mudah diawasi untuk penyemaian. kemudian dilakukan pemotongan pada akar tunggang sedikit supaya akar akan lebih cepat berkebang. dengan keadaan bedengan membujur dari utara ke selatan. sekitar 2-3 bulan. kemudian dibalut dengan sabut kelapa atau plastik yang telah diberi lubang-lubang sirkulasi. Akar akan tumbuh dengan cepat. dan untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau. batu-batu dan sisa pepohonan dan benda keras lainnya.id . biji dapat dibalur dengan larutan Dithane 45. kemudian diikat dengan tali plastik supaya menjaga petumbuhan akar tidak mengalami hambatan.84. kemudian dengan menggunakan pisau okulasi dilakukan pekerjaan okulasi dan setelah selesai pencangkokan ditaruh dalam media tanah baik dalam bedengan maupun didalam pot/kantong plastik. kemudian dianginkan selama 24 jam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. bibit hasil okulasi dapat dipindah pada pot-pot atau kantong plastik.8 cm setinggi 10 cm dari permukaan tanah. 021 316 9166~69.

http://www. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.ristek.id . M.H.go. Fax.

kemudian lebar daun dipotong separuh. meskipun pada daerah perbukitan tetapi tanahnya subur.2.id . Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebagai salah satu syarat dalam mempersiapkan lahan kebun buah-buahan khususnya Jambu biji dipilih tanah yang subur. diusahakan supaya air dapat menembus sedalam 3-4 cm dari permukaan.ristek. dilakukan setiap 2-3 minggu sekali. sampai umur kurang lebih 1 tahun. http://www. sehingga memberikan kekuatan vital untuk kegiatan pertumbuhan sel. kemudian untuk menggemburkan tanah perlu di bajak atau cukup dicangkul dengan Hal. dan pencungkilan dilakukan dengan kedalaman 5 cm. 021 316 9166~69.5 bulan dilakukan penyiraman dengan menggunakan larutan Atoik 0. penyiraman dilakukan cukup 1 kali tiap pagi hari sampai menjelang mata hari terbit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemberian pupuk kandang sebelum disemaikan akan lebih mendorong pertumbuhan benih secara cepat dan merata. kemudian setelah penempelan mata kulit dilakukan. untuk merangsang secara langsung pada daun dan akar. Jl. banyak mengandung unsur nitrogen.H. M. rumput yang tumbuh disekitarnya supaya disiangi. baru setelah itu dapat dilakukan pengokulasian dengan sistem Fokert yang sudah disempurnakan. dengan harapan dapat lebih banyak kena sinar mata hari pagi. Dan dilakukan penyiraman secara rutin tiap hari 2 kali. Selanjutnya dilakukan pendangiran bedengan supaya tetap gembur. hingga kecambah dipindah ke bedeng pembibitan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. tiap tanaman disemprot 50 cc larutan. kecuali ditanam pada musim penghujan. Ditanam pada bedeng pembibitan dengan jarak 6-7 m dan ditutupi dengan atap yang dipasang miring lebih tinggi di timur. pemberian pupuk daun dengan Gundosil atau Atonik diberikan setiap 2 minggu sekali selama 4 bulan dengan cara disemprotkan melalui daun.1% atau Gandasil D 0. alat yang digunakan "gembor" supaya penyiraman dapat merata dan tidak merusak bedengan. 021 316 1952. kemudian rawat dengan penyiraman 2 kali sehari dan mendangir serta membersihkan rumput-rumput yang ada disekitarnya. dilakukan dengan cara membuat sengkedan (teras) pada bagian yang curam. 5) Pemindahan Bibit Cara pemindahan bibit yang telah berkecambah atau telah di cangkok maupun diokulasi dapat dengan mencungkil atau membuka plastik yang melekat pada media penanaman dengan cara hati-hati jangan sampai akar menjadi rusak. Fax. setelah bibit mulai berkecambah sekitar umur 1-1.2%. Setelah itu dilakukan penyiraman pagi-sore secara rutin. sebelum dilakukan okulasi daun-daun pohon induk yang telah dipilih mata kulitnya dirontokkan.05-0. agar tumbuh akar lebih banyak maka dalam penanaman kembali akar tunggangnya dipotong sedikit untuk menjaga terjadinya penguapan yang berlebihan. hindarkan dari serangan hama dan penyakit. ditunggu sampai mata kulit itu tumbuh tunas. 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. setelah itu batang diatas tunas baru pada pohon induk di pangkas. 6.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

kedalaman sekitar 30 cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40 kg/m persegi, kemudian dibuatkan bedengan dengan ukuran 1,20 m yang panjangnya disesuaikan dengan ukuran yang diperlukan. 2) Pembukaan Lahan Tanah yang akan dipergunakan untuk kebun jambu biji dikerjakan semua secara bersama, tanaman pengganggu seperti semak-semak dan rerumputan dibuang, dan benda-benda keras disingkirkan kemudian tanah dibajak atau dicangkul dalam, dengan mempertimbangkan bibit yang mau ditanam. Bila bibit berasal dari cangkokan pengolahan tanah tidak perlu terlalu dalam (30 cm), tetapi bila hasil okulasi perlu pengolahan yang cukup dalam (50 cm). Kemudian dibuatkan saluran air selebar 1 m dan ke dalam disesuaikan dengan kedalaman air tanah, guna mengatasi sistem pembuangan air yang kurang lancar. Tanah yang kurus dan kurang humus/ tanah cukup liat diberikan pupuk hijau yang dibuat dengan cara mengubur ranting-ranting dan dedaunan dengan kondisi seperti ini dibiarkan selama kurang lebih 1 tahun sebelumnya. Kemudian dilakukan pemupukan sebanyak 2 kaleng minyak tanah (4 kg) per meter persegi. Dilanjutkan pembuatan bedengan sesuai dengan kebutuhan. 3) Pembentukan Bedengan Tanah yang telah gembur, dibuatkan bedang-bedang yang berukuran 3 m lebar, panjang sesuai dengan kebutuhan, tinggi sekitar 30 cm. Bagian atas tanah diratakan guna menopang bibit yang akan ditanam. Idealnya jarak baris penanaman benih sekitar 4 m, dipersiapakan jarak didalam baris bedengan sepanjang 2,5 m dengan keadaan membujur dari utara ke selatan, supaya mendapatkan banyak sinar matahari pagi, setelah diberi atap pelindung dengan jarak antara bedeng 1 m, untuk sarana lalu-lintas para pekerja dan dapat digunakan sebagai saluran air pembuangan, untuk menambah kesuburan dapat diberi pupuk hijau, kompos/pupuk kandang yang sudah matang. Terkecuali apabila penanaman jenis jambu Bangkok menggunakan jarak tanaman antara 3 x 2 m. 4) Pengapuran Pengapuran dilakukan apabila dataran yang berasal dari tambak dan juga dataran yang baru terbentuk tidak bisa ditanami, selain tanah masih bersifat asam juga belum terlalu subur. Caranya dengan menggali lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 m, dasar lobang ditaburkan kapur sebanyak 0,5 liter untuk setiap lobang, guna menetralkan pH tanah hingga mencapai 4,5-8,2. Setelah 1 bulan dari penaburan kapur diberi pupuk kandang. 5) Pemupukan Setelah jangka waktu 1 bulan dari pemberian kapur pada lubang-lubang yang ditentukan kemudian diberikan pupuk kandang dengan urutan pada bulan pertama
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 6/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

diberi NPK dengan dosis 12:24:81 ons/pohon, bulan kedua dilakukan sama dengan bulan pertama, pada bulan ketiga diberi NPK dengan dosis 15:15:15 ons/pohon dan bulan ke 4 sampai tanaman berbuah, supaya jambu tetap bebuah gunakan pupuk kandang yang sudah matang dan ditanamkan sejauh 30 cm dari batang tanaman. Pemupukan merupakan bagian terpenting yang peggunaannya tidak dapat sembarangan, terlebih-lebih kalau menggunakan pupuk buatan seperti NPK, kalau dilakukan berlebihan akan berakibat adanya perubahan sifat dari pupuk menjadi racun yang akan membahayakan tanaman itu sendiri. 6.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Setelah terjadi proses perkecambahan biji yang telah cukup umur ditempatan pada bedeng-bedang yang telah siap. Juga penyiapan pohon pangkal sebaiknya melalui proses perkecambahan kemudian ditanam dengan jarak 20 x 30 cm setelah berkecambah dan berumur 1-2 bulan atau telah tumbuh daun sebanyak 23 helai maka bibit/zaeling dapat dipindahkan pada bedeng ke dua yang telah dibentuk selebar 3-4 m dengan jarak tanam 7-10 m dengan kedalaman sekitar 3040 cm, jarak antara bedeng selebar 1 m, didahului perataan tanah ditengah bedengan guna pembuatan lubang-lubang penanaman. Untuk menghindari sengatan sinar matahari secara langsung dibuat atap yang berbentuk miring lebih tinggi ke timur dengan maksud supaya mendapatkan sinar matahari pagi hari secara penuh. 2) Pembuatan Lubang Tanaman Pembuatan lubang pada bedeng-bedeng yang telah siap untuk tempat penanaman bibit jambu biji yang sudah jadi dilakukan setelah tanah diolah secara matang kemudian dibuat lobang-lobang dengan ukuran 1 x 1 x 0,8 m yang sebaiknya telah dipersiapkan 1 bulan sebelumnya dan pada waktu penggalian tanah yang diatas dan yang dibawah dipisahkan, nantinya akan dipergunakan untuk penutup kembali lubang yang telah diberi tanaman, pemisahan tanah galian tersebut dibiarkan selama 1 minggu dimaksudkan agar jasad renik yang akan mengganggu tanaman musnah; sedangkan jarak antar lubang sekitar 7-10 m. 3) Cara Penanaman Setelah berlangsung selama 1 pekan lubang ditutup dengan susunan tanah seperti semula dan tanah di bagian atas dikembalikan setelah dicampur dengan 1 blek (1 blek ± 20 liter) pupuk kandang yang sudah matang, dan kira-kira 2 pekan tanah yang berada di lubang bekas galian tersebut sudah mulai menurun baru bibit jambu biji ditanam, penanaman tidak perlu terlalu dalam, secukupnya, maksudnya batas antara akar dan batang jambu biji diusahakan setinggi permukaan tanah yang ada disekelilingnya. Kemudian dilakukan penyiraman secara rutin 2 kali sehari (pagi dan sore), kecuali pada musim hujan tidak perlu dilakukan penyiraman.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Lain-lain Pada awal penanaman di kebun perlu diberi perlindungan yang rangkanya dibuat dari bambu/bahan lain dengan dipasang posisi agak tinggi disebelah timur, agar tanaman mendapatkan lebih banyak sinar matahari pagi dari pada sore hari, dan untuk atapnya dapat dibuat dari daun nipah, kelapa/tebu. Sebaiknya penanaman dilakukan pada awal musim penghujan, agar kebutuhan air dapat dipenuhi secara alamiah. 6.4. Pemeliharaan Tanaman Meskipun penanaman jambu biji mampu tumbuh dan menghasilkan tanpa perlu diperhatikan keadaan tanah dan cuaca yang mempengaruhinya tetapi akan lebih baik apabila keberadaannya diperhatikan, karena tanaman yang diperhatikan dengan baik akan memberikan imbalan hasil yang memuaskan. 1) Penjarangan dan Penyulaman Karena kondisi tanah telah gembur dan mudah tanaman lain akan tumbuh kembali terutama Gulma (tanaman pengganggu), seperti rumput-rumputan dan harus disiangi sampai radius 1,5-2 m sekeliling tanaman rambutan. Apabila bibit tidak tumbuh dengan baik segera dilakukan penggantian dengan bibit cadangan. Dan apabila tumbuh tanaman terlalu jauh jaraknya maka perlu dilakukan penyulaman dan sebaliknya apabila tumbuhnya sangat berdekatan penjarangan. 2) Penyiangan Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan/ okulasi ditanam di lahan perlu penyiangan dilakukan hanya pada batang dahan tua (warna coklat) dengan dahan muda (warna hijau) dan apabila buah terlalu banyak, tunas yang ada dalam satu ranting bisa dikurangi, dengan dikuranginya tunas yang tidak diperlukan akan berakibat buah menjadi besar dan menjadi manis rasanya. Khusus jambu non biji dengan membatasi percabangan buahnya maksimal 3 buah setelah panjang 30-50 cm dilakukan pangkasan, dan setelah tumbuh cabang tersier segera dilenturkan ke arah mendatar, guna untuk merangsang tunas bunga dan buah yang akan tumbuh. 3) Pembubunan Supaya tanah tetap gembur dan subur pada lokasi penanaman bibit jambu biji perlu dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah supaya tetap dalam keadaan lunak, dilakukan setiap 1 bulan sekali hingga tanaman bisa dianggap telah kuat betul.

Hal. 8/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Perempalan Agar supaya tanaman jambu biji mendapatkan tajuk yang rimbun, setelah tanaman berumur 2 tahun segera dilakukan perempelan/ pemangkasan pada ujung cabang-cabangnya. Disamping untuk memperoleh tajuk yang seimbang juga berguna memberi bentuk tanaman, juga memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tetap terpelihara dan pemangkasan juga perlu dilakukan setelah masa panen buah berakhir, dengan harapan agar muncul tajuk-tajuk baru sebagai tempat munculnya bunga baru pada musim berikutnya dengan hasil lebih meningkat atau tetap stabil keberadaannya. 5) Pemupukan Untuk menjaga agar kesuburan lahan tanaman jambu biji tetap stabil perlu diberikan pupuk secara berkala dengan aturan: a) Pada tahun 0-1 umur penanaman bibit diberikan pada setiap pohon dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 50 kg TSP, 100 gram Urea dan 20 gram ZK dengan cara ditaburkan disekeliling pohon atau dengan jalan menggali di sekeliling pohon sedalam 30 cm dan lebar antara 40-50 cm, kemudian masukkan campuran tersebut dan tutup kembali dengan tanah galian sebelumnya. Tanaman bisa berbuah 2 kali setahun. b) Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun, setelah tanaman berbuah 2 kali. Pemupukan dilakukan dengan NPK 250 gram/pohon, dan TSP 250 gram/pohon, dan seterusnya cara seperti ini dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan TSP dan NPK dengan takaran sama. c) Pemupukan tanaman umur 3 tahun keatas, Kalau pertumbuhan tanaman kurang sempurna, terutama terlihat pada pertumbuhan tuas hasil pemangkasan raning, berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 2 kaleng minyak per pohon. Cara pemupukan dilakukan dengan membuat torakan yang mengelilingi tanaman persis di bawah ujung tajuk dengan kedalaman sekitar 30-40 cm dan pupuk segera di tanam dalam torakan tersebut dan ditutup kembali dengan bekas galian terdahulu. 6) Pengairan dan Penyiraman Selama dua minggu pertama setelah bibit yang berasal dari cangkokan atau okulasi ditanam, penyiraman dilakukan sebanyak dua kali sehari, pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya penyiraman dapat dikurangi menjadi satu kali sehari. Apabila tanaman jambu biji telah tumbuh benar-benar kuat frekuensi penyiraman bisa dikurangi lagi yang dapat dilakukan saat-saat diperlukansaja. Dan bila turun hujan terlalu lebat diusahakan agar sekeliling tanaman tidak tegenang air dengan cara membuat lubang saluran untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau tanah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang 2 lebih 3000 m dan dilakukan sehari sekali tiap sore hari. Hal. 9/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

7) Waktu Penyemprotan Pestisida Guna menjaga kemungkinan tumbuhnya penyakit atau hama yang ditimbulkan baik karena kondisi cuaca dan juga dari hewan-hewan perusak, maka perlu dilakukan penyemprotan pestisida pada umumnya dengan nogos, antara 15-20 hari sebelum panen dan juga perlu disemprot dengan sevin atau furadan terutama untuk menghindarkan adanya ulat jambu, tikus atau jenis semut-semutan, disamping itu penyemprotan dilakukan dengan fungisida jenis Delsene 200 MX guna memberantas cendawan yang akan mengundang hadirnya semut-semut. Disamping itu juga digunakan insektisida guna memberantas lalat buah dan kutu daun disemprot 2 x seminggu dan setelah sebulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 8) Pemeliharaan Lain Untuk memacu munculnya bunga Jambu biji diperlukan larutan KNO3 (Kalsium Nitrat) yang akan mempercepat 10 hari lebih awal dari pada tidak diberi KNO3 dan juga mempunyai keunggulan memperbanyak "dompolan" bunga (tandan) jambu biji pada setiap stadium (tahap perkembangan) dan juga mempercepat pertumbuhan buah jambu biji, cara pemberian KNO3 dengan jalan menyemprotkan pada pucuk-pucuk cabang dengan dosis antara 2-3 liter larutan KNO3 untuk setiap 10 pucuk tanaman dengan ukuran larutan KNO3 adalah 10 gram yang dilarutkan dengan 1 liter pengencer teknis.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama 1) Ulat daun (trabala pallida) Pengendalian: dengan menggunakan nogos. 2) Ulat keket (Ploneta diducta) Pengendalian: sama dengan ulat daun. 3) Semut dan tikus Pengendalian: dengan penyemprotan sevin dan furadan.

Hal. 10/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

4) Kalong dan Bajing Keberadaan serangga ini dipengaruhi faktor lingkungan baik lingkungan biotik maupun abiotik. Yang termasuk faktor biotik seperti persediaan makanan, Pengendalian: dengan menggunakan musuh secara alami. 5) Ulat putih Gejala: buah menjadi berwarna putih hitam, Pengendalian: dilakukan penyemprotan dengan insektisida yang sesuai sebanyak 2 kali seminggu hingga satu bulan sebelum panen penyemprotan dihentikan. 6) Ulat penggerek batang (Indrabela sp) Gejala: membuat kulit kayu dan mampu membuat lobang sepanjang 30 cm; Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7) Ulat jengkal (Berta chrysolineate) Ulat pemakan daun muda, berbentuk seperti tangkai daun berwarna cokelat dan beruas-ruas Gejala: pinggiran daun menjadi kering, keriting berwarna cokelat kuning. Pengendalian: sama dengan ulat putih. 7.2. Penyakit 1) Penyakit karena ganggang (Cihephaleusos Vieccons) Menyerang daun tua dan muncul pada musim hujan. Gejala: adanya bercakbercak kecil dibagian atas daun disertai serat-serat halus berwarna jingga yang merupakan kumpulan sporanya. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 2) Jamur Ceroospora psidil , Jamur karat poccinia psidil, Jamur allola psidil Gejala: bercak pada daun berwarna hitam. menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. Pengendalian: dengan

3) Penyakit karena cendawan (jamur) Rigidoporus Lignosus Gejala: rizom berwarna putih yang menempel pada akar dan apabila akar yang kena dikupas akan nampak warna kecoklatan. Pengendalian: dengan menyempotakan fungisida seperti Dlsene 200 MX. 7.3. Gulma Segala macam tumbuhan pengganggu tanaman jambu biji yang berbentuk rerumputan yang berada disekitar tanaman jambu biji yang mengganggu Hal. 11/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

pertumbuhan dan perkembangan bibit tanaman, oleh sebab itu perlu dilakukan penyiangan secara rutin.

8.

PANEN

8.1. Ciri dan Umur Panen Buah jambu biji umumnya pada umur 2-3 tahun akan mulai berbuah, berbeda dengan jambu yang pembibitannya dilakukan dengan cangkok/stek umur akan lebih cepat kurang lebih 6 bulan sudah bisa buah, jambu biji yang telah matang dengan ciri-ciri melihat warna yang disesuikan dengan jenis jambu biji yang ditanam dan juga dengan mencium baunya serta yang terakhir dengan merasakan jambu biji yang sudah masak dibandingkan dengan jambu yang masih hijau dan belum masak, dapat dipastikan bahwa pemanenan dilakukan setelah jambu bewarna hijau pekat menjadi muda ke putih-putihan dalam kondisi ini maka jambu telah siap dipanen. 8.2. Cara Panen Cara pemanenan yang terbaik adalah dipetik beserta tangkainya, yang sudah matang (hanya yang sudah masak) sekaligus melakukan pemangkasan pohon agar tidak menjadi rusak, waktunya setelah 4 bulan umur buah kemudian dimasukkan ke dalam keranjang yang dibawa oleh pemetik dan setelah penuh diturunkan dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya, hingga pemanenan selesai dilakukan. Pemangkasan dilakukan sekaligus panen supaya dapat bertunas kembali dengan baik dengan harapan dapat cepat berbuah kembali. 8.3. Periode Panen Periode pemanenan setelah buah jambu biji dilakukan pembatasan buah dalam satu rantingnya kurang lebih 2-3 buah, hal ini dimaksudkan agar buah dapat berkembang besar dan merata. Dengan sistem ini diharapkan pemanenan buah dapat dilakukan dua kali dalam setahun (6 bulan) atau sekitar 2-3 bulan setelah berbuah, dengan dicari buah yang masak, dan yang belum masak supaya ditinggal dan kemudian dipanen kembali, catatan apabila buah sudah masak tetapi tidak dipetik maka akan berakibat datangnya binatang pemakan buah seperti kalong, tupai dll. 8.4. Prakiraan Produksi Apabila penanganan dan pemeliharaan semenjak pembibitan hingga panen dilakukan secara baik dan benar serta memenuhi aturan yang ada maka dapat diperkirakan mendapatkan hasil yang diharapkan. Pada penanaman 400 pohon setelah 2-3 bulan dari pohon cangkokan setelah tanam sudah mulai berbunga dan 6 bulan sudah mulai dipanen, pemanenan dilakukan setiap 4 hari sekali dengan hasil setiap panenan seberat 100 kg buah jambu. Di Indonesia per tahunnya dapat

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 12/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

mencapai 53.200 ton dengan luas tanaman selebar 17.100 hektar. Harga jual sekarang ke konsumen mencapai Rp. 650,- per ikat atau sampai Rp.750/ kg.

9.

PASCAPANEN

9.1. Pengumpulan Setelah dilakukan pemanenan yang benar buah jambu biji harus dikumpulkan secara baik, biasanya dikumpulkan tidak jauh dari lokasi pohon sehingga selesai pemanenan secara keseluruhan. Hasil panen selanjutnya dimasukkan dalam keranjang dengan diberi dedauan menuju ke tempat penampungan yaitu dalam gudang/gubug. 9.2. Penyortiran dan Penggolongan Tujuan penyortiran buah jambu biji dimaksudkan jambu yang bagus mempunyai harga jualnya tinggi, biasanya dipilih berdasarkan ukuran dan mutunya, buah yang kecil tetapi baik mutunya dapat dicampur dengan buah yang besar dengan mutu sama, yang biasanya dijual dalam bentuk kiloan atau bijian dan perlu diingat bahwa dalam penyortiran diusahakan sama besar dan sama baik mutunya. Dan dilakukan sesuai dengan jenis jambu biji, jangan dicampur adukkan dengan jenis yang lain. 9.3. Penyimpanan Penyimpanan jambu biji biasanya tidak terlalu lama mengingat daya tahan jambu biji tidak bisa terlalu lama dan sementara belum dapat dijual ke pasar ditampung dulu dalam gubug-gubug atau gudang dengan menggunakan kantong PE, suhu sekitar 23-25 derajat C dan jambu dapat bertahan hingga 15 hari dalam kantong PE dan ditambah 7 hari setelah dikeluarkan dari kantong PE, sehingga dapat meningkatkan daya simpan 4,40 kali dibandingkan tanpa perlakuan. Tekanan yang baik adalah 1013 mbar dan dapat menghasilkan kondisi PE melengket dengan sempurna pada permukaan buah, konsentrasi C0² sebesar 5,21% dan kerusakan 13,33% setelah penyimpanan dalam kantong PE. Jalan yang terbaik untuk penyimpanan buah jambu dengan jalan diawetkan, biasanya dilakukan dengan jalan dibuat asinan atau manisan dan dimasukkan dalam kaleng atau botol atau dapat juga dengan menggunakan kantong plastik. Hal ini dapat menjaga kesterilan dan ketahanan sehingga dapat lama dalam penyimpanannya. Serta biasanya dibuat minuman atau koktail. 9.4. Pengemasan dan Pengangkutan Jambu biji dengan hasil jual dapat tinggi tidak tergantung dari rasanya saja, tetapi pada kenampakan dan cara pengikatannya, apa bilaakan di jual tidak jauh dari lokasi maka cukup dibawa dengan dimasukkan dalam keranjang dengan melalui sarana sepeda atau kendaraan bermotor. Untuk pengiriman dengan jarak yang agak jauh
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 13/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

(antar pulau) yang membutuhkan waktu hingga 2-3 hari lamanya perjalanan buah jambu batu dilakukan dengan cara di pak dengan menggunakan peti yang berukuran persegi panjang 60 x 28,5 x 28,5 cm, keempat sudutnya yang panjang dengan jarak 1 cm, sisi yang pendek sebaiknya dibuat dari 1atau 2 lembar papan setebal 1cm, karena sisi ini dalam pengangkutan akan diletakkan di bagian bawah, sebaiknya pembuatan peti dilakukan jarang-jarang guna untuk memberi kebebasan udara untuk keluar masuk dalam peti. Sebelumnya buah jambu dipilih dan di pak. Setelah itu disusun berderet berbentuk sudut terhadap sisi peti, yang sebelumnya dialasi dengan lumut/sabut kelapa, atau bahan halus dan lembut lainnya. Kemudian setelah penuh lapisan atas dilapisi lagi dengan sabut kelapa yang terakhir ditutup dengan papan, sebaiknya kedua sisi panjang dibentuk agak gembung, biasanya penempatan peti bagian yang pendek ditempatkan dibawah didalam perjalanan. 9.5. Penanganan Lain Agar hasil penyimpanan dapat bernilai tinggi maka perlu dilakukan pengolahan terlebih dulu. dan biasanya dengan cara pengawetan yang kemudian disimpan atau dikemas dalam botol/kaleng atau juga dengan kantong plastik, guna menghambat proses pembusukan buah didalam botol, dan dapat membuka peluang untuk menikmati buah jambu biji pada setiap saat tanpa menunggu musim berbuah berikutnya. Seperti berbentuk koktail jambu, manisan jambu dan jambu biji kalengan. Dengan membuka peluang untuk dilakukan eksport buah olahan dari buah jambu biji. Seperti jus jambu biji berbentuk cairan agak kental atau sirup.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Budidaya Usaha

Perkiraan analisis budidaya jambu biji seluas 1 hektar dengan jarak tanam 8 x 8 m, populasi 156 pohon di Jawa Barat pada tahun 1999. 1) Biaya produksi tahun ke-1 1. Sewa lahan 2. Bibit 800 batang @ Rp. 3.000,3. Pupuk - Pupuk kandang 6 ton @ Rp. 150.000,-/ton - Urea 25 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 25 kg @ Rp.1.900,- KCl 25 kg @ Rp. 1.800,4. Pestisida dan fungisida 5. Tenaga kerja - Lubang tanam, ajir 23 HKP @ Rp. 7.000,- Beri pupuk 8 HKP + 15 HKW @ Rp. 5.000,- Tanam 8 HKP + 10 HKW - Pemeliharaan 40 HKP+20 HKW Rp. 30.000.000,Rp. 2.400.000,Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 900.000,37.500,47.500,45.000,800.000,161.000,131.000,106.000,400.000,-

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2) Biaya produksi tahun ke-2 s.d. ke-4 1. Pupuk - Pupuk kandang 10 ton @ Rp. 150.000,- Urea 75 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 50 kg @ Rp.1.900,- KCl 50 kg @ Rp.1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Tenaga kerja - Tenaga pemeliharaan 50 HKP+50 HKW 4. Alat 3) Biaya produksi tahun ke-5 s.d. ke-15 1. Pupuk - Pupuk kandang 24 ton @ Rp. 150.000,- Urea 125 kg @ Rp. 1.500,- SP-36 300 kg @ Rp.1.900,- KCl 150 kg @ Rp. 1.800,2. Pestisida dan fungisida 3. Alat 4. Tenaga kerja - Pemeliharaan 50 HKP + 60 HKW - Panen & pasca panen 40 HKP + 50 HKW Jumlah biaya produksi dalam 15 tahun 4) Pendapatan dari hasil produksi (15 tahun) : 70 ton 245.000.000,5) Keuntungan bersih 15 tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1. B/C rasio

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

1.500.000,112.500,95.000,90.500,781.250,625.000,600.000,-

Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp.

3.600.000,187.500,570.000,270.000,1.093.750,450.000,-

Rp. 675.000,Rp. 550.000,Rp. 127.799.500,Rp. Rp. 117.200.500,= 1,917

Panen dimulai pada tahun ke 6 dan keuntungan mulai diraih pada tahun ke enam. Analisis biaya dan pendapatan ini tidak bersifat tetap, tergantung pada besarnya sewa lahan, upah pekerja, fluktuasi harga saprodi,dan harga produksi buah yang didapatkan. 10.2. Gambaran Agrobisnis Peluang

Prospek komoditi jambu biji cukup cerah, sebab permintaan terhadap komoditi ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Hanya dalam membudidayakan tanaman jambu air perlu memilih jenis yang tepat, yakni yang banyak digemari masyarakat, seperti jambu biji bangkok.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11. STANDAR PRODUKSI
11.1. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu, cara pengujian mutu, cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. 11.2. Diskripsi … 11.3. Mutu … 11.4. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. a. Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100, contoh yang diambil 5. b. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 101 sampai dengan 300, contoh yang diambil 7. c. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, contoh yang diambil 9. d. Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, contoh yang diambil 10. e. Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, contoh yang diambil 15 (minimum). Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 11.5. Pengemasan Jambu biji dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang, golongan ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, daerah asal. Klasifikasi dan Standar

12. DAFTAR PUSTAKA

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1) Pusat Informasi Pertanian, Trubus Kumpulan Kliping Jambu Biji: Jenis dan Manfaat Budidaya Panen dan Pasca Panen. Jakarta: 1993. 108p: gamb. 2) Rahardi F.; Rina Nirwan S. dan Iman Satyawibawa Agribisnis tanaman perkebunan. Jakarta: Penebar Swadaya, 1994. Vi + 67p; ilus.; 21 p. Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Ensiklopedi nasional Indonesia. Jakarta: Cipta Adi Pustaka, 1989. Jilid 7: hal 325.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

di daerah Jawa Barat dijuluki jambu mede. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan di Sulawesi Utara disebut buah yaki. Brasil. Fax. kemudian menyebar ke daerah tropis dan subtropis lainnya seperti Bahana. Kenya. Tanaman ini dibawa oleh pelaut Portugis ke India 425 tahun yang lalu. di Lampung dijuluki gayu. Thailand. 021 316 9166~69. di Bali jambu jipang atau jambu dwipa. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal.H. M. dan Indonesia. Srilangka.ristek. Filipina. ) 1. Jambu mete tersebar di seluruh Nusantara dengan nama berbeda-beda (di Sumatera Barat: jambu erang/jambu monye. Mozambik. SEJARAH SINGKAT Jambu mete merupakan tanamnan buah berupa pohon yang berasal dari Brasil Tenggara. Di antara sekian banyak negara produsen. Kenya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JAMBU METE ( Anacardium occidentale L. 021 316 1952. http://www. Malaysia. Senegal. di Jawa Tengah dan Jawa Timur diberi nama jambu monyet. dan India merupakan negara pemasok utama jambu mete dunia. Madagaskar.id . Jl.go.

terutama di daerah Jawa Barat. dan buahnya. 4. 021 316 9166~69. http://www. 5. Fax. manisan kering. Buah mete semu dapat diolah menjadi beberapa bentuk olahan seperti sari buah mete. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kulit batang pohon jambu mete juga berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Jawa Timur (Bangkalan. buah kalengan. Daun Jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap. Sulawesi Tenggara (Muna). dan di Yogyakarta (Gunung Kidul.id . Apabila terkena udara. daun. 021 316 1952. Iklim 1) Tanaman jambu mete sangat menyukai sinar matahari. Cairan ini dapat digunakan untuk bahan tinta.go.H. kuning. Jambu mete banyak ditanam di Bali (Karangasem). Apabila tanaman jambu mete kekurangan sinar matahari. MANFAAT TANAMAN Tanaman jambu mete merupakan komoditi ekspor yang banyak manfaatnya.ristek. SYARAT TUMBUH 5. dan Barru). Sulawesi Selatan (Kepulauan Pangkajene. Sinjai. Wonogiri). Bone. dan Bima). anggur mete. Jl. cairan tersebut berubah menjadi hitam. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Selain itu.1. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. gum juga berfungsi sebagai anti gengat yang sering menggerogoti buku. Kulit kayu jambu mete mengandung cairan berwarna coklat. Soppeng. atau bahan pewarna. JENIS TANAMAN Jambu mete mempunyai puluhan varietas. Selain itu juga biji mete (kacang mete) dapat digoreng untuk makanan bergizi tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. dan Sleman). Pasuruan. Dompu. 3. selai mete. Sumenep. dan NTB (Sumbawa Besar. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar. Sampang. Di luar Pulau Jawa. Bantul. hijau kekuningan dan hijau. di antaranya ada yang berkulit putih. Sidenreng. Tanaman ini akan tumbuh baik dan produktif bila ditanam pada suhu harian rata-rata 27 derajat C. 2) Suhu harian di sentra penghasil jambu mete minimun antara 15-25 derajat C dan maksimun antara 25-35 derajat C. Hal. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. M. Maros. merah. Selain daya rekatnya baik. dan Ponorogo). dan jem jambu mete. Wajo. bahan pencelup. mulai dari akar. merah muda. SENTRA PENANAMAN Tanaman jambu mete banyak tumbuh di Jawa Tengah (Jepara. batang. maka produktivitasnya akan menurun atau tidak akan berbuah bila dinaungi tanaman lain.

1. Batas optimum ketinggian tempat hanya sampai 700 m dpl. 4) Angin kurang berperan dalam proses penyerbukan putik tanaman jambu mete.000-2. Akan tetapi tanaman jambu mete masih dapat bertoleransi pada tingkat kelembaban 60-70%. g) Sebelum ditanam. f) Lama penyimpanan bibit ± 6 bulan. Media Tanam 1) Jenis tanah paling cocok untuk pertanaman jambu mete adalah tanah berpasir.3 .go. Cara penanganan biji mete untuk benih adalah : a) Buah mete/calon bibit dipanen pada pertengahan musim panen.5 . paling lama 8 bulan. Ketinggian Tempat Di Indonesia tanaman jambu mete dapat tumbuh di ketinggian tempat 1-1.200 m dpl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Jambu mete paling cocok dibudidayakan di daerah-daerah dengan kelembaban nisbi antara 70-80%. Pembibitan Budidaya jambu mete dapat diperbanyak secara generatif melalui biji dan secara vegetatif dengan cara pencangkokan.H. b) Buah mete tersebut harus sudah matang dan tidak cacat.2. aliran udara di ruang penyimpanan harus lancar dengan suhu antara 25-30 derajat C dan kelembaban: 70 -80%.id . e) Bila dikemas dalam kantong plastik. yang lebih berperan adalah serangga karena serbuk sari jambu mete pekat dan berbau sangat harum. Dalam penyerbukan bunga jambu mete. kemudian disortir. dan penyambungan. 5. Fax. http://www. dan tanah ringan berpasir. okulasi. 6. d) Biji mete dijemur sampai kadar air 8-10%. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kecuali untuk tujuan rehabilitasi tanah kritis.7. Jl. 5. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. benih (biji mete) harus disemai dahulu. c) Biji mete segera dikeluarkan dari buah semu lalu dicuci bersih.6. M.000 mm/tahun dengan 4-6 bulan kering (<60 mm). PEDOMAN BUDIDAYA 6. 2) Jambu mete paling cocok ditanam pada tanah dengan pH antara 6.ristek. tetapi masih sesuai pada pH antara 5.3.3. 5) Daerah yang paling sesuai untuk budi daya jambu mete ialah di daerah yang mempunyai jumlah curah hujan antara 1. 021 316 1952.3. Biji yang akan ditanam harus berasal dari pohon induk pilihan. tanah lempung berpasir.

3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.ristek. M.id .H. 021 316 1952. http://www.

Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola dan Jarak Tanam Pada budi daya monokultur jarak tanam dianjurkan 12 x 12 m.H. 021 316 9166~69. Di lahan miring harus disesuaikan dengan garis kontur. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan menggali lubang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. dapat diterapkan budidaya polikultur. sedikit diluar lingkaran daun. Maka dalam setiap satu ha lahan jumlah total tanaman yang dibutuhkan sebanyak 69 batang. pemupukan dengan pupuk kandang itu diulangi barang dua kali setahun. Daerah dengan tanah liat pun jambu mete dapat tetap bisa hidup dan berproduksi dengan baik. pH harus 4-6. pupuk atau kompos dimasukkan kedalam lubang galian itu. Bibit jambu mete yang berasal dari pencangkokan dapat ditanam dengan jarak 5 x 5 m. Batang-batang pohon disingkirkan dan dibakar. bila jarak tanam jambu mete 10 x 10 m. Sebagai contoh adalah tanaman palawija. M. 021 316 1952.id . Fax. 6.3. Jl. rumput setaria. Jarak tanam dapat dibuat dengan ukuran 6 X 6 m sehingga jumlah total tanaman yang dibutuhkan adalah 276 batang/ha. 2) Pembukaan lahan Lahan yang akan ditanami jambu mete harus terbuka atau terkena sinar matahari dan disiapkan sebaik-baiknya. Untuk efisiensi lahan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum ditanami lahan harus dibersihkan dahulu. http://www. Sebaiknya disaat tanaman masih kecil.2.Tanah dibajak/dicangkul sebelum musim hujan. saat tanam jambu mete adalah awal musim hujan. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kedua bentuk ini hanya dapat diterapkan di lahan datar. kecuali dimaksudkan untuk memperbaiki keadaan fisik tanah. 3) Pemupukan Pemberian pupuk kandang dimulai sejak sebelum penanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diluar lubang sebelumnya. Kerapatan tanaman kemudian dijarangkan pada umur 6-10 tahun. dan jambu mete. juga terhadap tanah yang kurang subur.ristek. Pemberian pupuk kandang dan kompos. Beberapa jenis tanaman bernilai ekonomis dapat dimanfaatkan sebagai tanaman sela. tanah tanaman jambu mete sangat toleran terhadap lingkungan yang kering ataupun lembab.go. untuk tanah yang pembuangan airnya kurang baik dibuatkan parit-parit drainase. Caranya dengan menggali lubang sekitar batang. pengolahan tanah sudah dimulai di musim kemarau.

021 316 9166~69.ristek.go. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. M. Jl.

021 316 1952. c) Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. Apabila tanaman berumur ≥ 3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat. 6. pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau. agar akar dapat tumbuh sempurna dan terhindar dari genangan air. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak. Untuk mengurangi keasaman tanah.id . tanah lapisan bawah dikembalikan ke tempat semula.ristek. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong.H. M. Jl. 2) Penyulaman Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun. diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangi tanaman. Bila jenis tanahnya sangat liat. disusul lapisan atas yang telah bercampur dengan pupuk kandang ± 1 pikul. Fax. e) Di lubang tanam yang telah ditimbun dibuat ajir agar lubang tanam mudah ditemukan kembali. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung.go. Pada waktu penutupan lubang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3) Cara Penanaman Penanaman dapat dilakukan 4–6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. ukuran lubang tanam dibuat: 50 x 50 x 50 cm. harus ditembus.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. lapisan tanah bagian atas dipisahkan ke arah Utara dan Selatan serta lapisan bawah ke arah Timur dan Barat. d) Lubang tanam dibiarkan terbuka ± 4 minggu. Bila di lubang tanam terdapat lapisan cadas. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembuatan Lubang Tanam Cara membuat lubang tanam: a) Tanah digali dengan ukuran : 30 x 30 x 30 cm.4. 021 316 9166~69. http://www. b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. b) Pada waktu penggalian lubang.

ristek. http://www.id . 021 316 1952. 5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Jl. M. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

4) Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang. Folidol.10 tahun. b) Pilih 3 . dan ulat perusak bunga. 021 316 1952. penggulung daun. 7.1. 5) Pemangkasan Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: a) Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 .1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kompos. di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (± 20 kg). Lamnate. Insektisida yang dianjurkan antara lain: Tamaron.go. Akibatnya. nyamuk daun. ulat kipat.ristek.5 m dari tanah. http://www.H. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 . Hama Hama yang sering menyerang tanaman jambu mete adalah hama pengisap daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. Basudin dan Dimecron dengan dosis 2cc atau 2 gram/liter air.5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . seluruh tubuhnya ditumbuhi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. atau pupuk buatan. Ulat berwarna hitam bercakbercak putih. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar.id . kepala dan ekor warna merah nyala. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah. Fax. ulat hijau. c) Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Jl. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan. penggerek daun. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. 021 316 9166~69. 1) Ulat kipat (Cricula trisfenestrata Helf) Pada tanaman terlihat kepompong bergelantungan. M. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan. HAMA DAN PENYAKIT 7. 6) Penjarangan Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara.

6/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. Jl.id .go.ristek. Fax.

pada serangan yang hebat. Gejala: pada tunas-tunas daun muda. tangkai daun terdapat bercak-bercak hitam tidak merata. Pengendalian: (1) melalui teknik bercocok tanam. Penyakit Penyakit yang sering menyerang adalah penyakit busuk batang dan akar. misalnya dengan mengurangi tanaman inang atau tanaman peneduh. (2) dengan insektisida Agroline dengan dosis 0. Tubuh imago berwarna hitam. yaitu dengan . maka atau kimiawi. tetapi tanaman tidak mati.go. oval. fase kepompong 3-5 minggu. seperti memperdalam parit pembuangan air dan mengurangi naungan yang terlalu rapat.1.id berjatuhan dan kering. lama-kelamaan daun akan gugur/rontok dan tanaman dapat mati. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sedang belum didapatkan cara yang menjadi pupa di tanah. 7. dan Antracnossis. Gejala: bila tanaman tiba-tiba menjadi layu. Captacol dan Theophanatea.02 %. 3) Ulat penggerek batang (Plocaederus feeeugineus L) Gejala: mula-mula daun berubah warna menjadi kuning.2.) Gejala: buah muda yang diserang hama ini akan buah tua isinya belum penuh. 4) Hama penggerek buah dan biji (Nephoteryx sp. penyakit bunga dan putik. 021 316 1952. Penyakit ini dapat dibasmi dengan Fungisida Zinc Carmamate. Pengendalian: dengan menyemprotkan insektisida Symbush 50 EC atau Pumicidin dengan dosis 1. Gejala: daun-daun tidak utuh dan terdapat bekas gigitan. kecuali abdomen bagian belakang sebelah bawah berwarna putih. (2) dengan penyemprotan Dithane M 45 secara teratur dan terencana. 2) Helopeltis sp.H.5 ml/liter air. Telurnya berwarna putih.2 % atau Thiodan dengan dosis 0. Penyebab: jamur Phytophthora palmivora. http://www. 021 316 9166~69. dan Phytium sp. daun dapat habis sama sekali. 1) Penyakit layu Penyakit ini muncul bila tempat pembibitan terlalu lembab dan jenuh air.15%.ristek. Fax. tanaman tidak akan menghasilkan buah. daun dan ranting segera mengering dan diikuti dengan gugurnya daun. sebab larva instar yang jatuh terakhir dan hama dapat diberantas secara mekanis menggunakan Karbaril 0. dan baru pulih setelah 18 bulan. Fase pupa berlangsung 4 minggu. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rambut putih.0 . Fusarium sp. (2) dengan mengolesi sekitar permukaan batang/akar dengan larutan BMC 1-2% (20 gram/liter air). Pengendalian: (1) dengan menangkap ulat penggerek tersebut. M. Pengendalian: (1) dengan memperbaiki lingkungan pembibitan. Pengendalian: tepat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.H. Fax. 021 316 1952.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. Jl.id .

beberapa cabang meranggas dan tanaman akhirnya mati.. Jl. (2) untuk memberantas jamur parasit ini beberapa fungisida yang efektif adalah Dithane M45. PANEN 8. Fusarium sp. 021 316 9166~69. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri buah jambu mete yang sudah tua adalah sebagai berikut: a) Warna kulit buah semu menjadi kuning. Difolan 4F. pencegahan harus secara terpadu. Cara Panen Sampai saat ini ada dua cara panen yang lazim dilakukan di berbagai sentra jambu mete di dunia. 8. Botryodiplodia sp.H. 021 316 1952.2. 8. Fax.. Fusarium sp. . Gejala: permukaan kulit buah & kulit biji. oranye. atau merah tergantung pada jenisnya. yaitu cara lelesan dan cara selektif.. Cobox. (2) Penyebab: Pestalotiopsis sp. Pengendalian: (1) perlu dilakukan secara terpadu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Daun layu dan kering Penyebab: bakteri Phytophthora solanacearum.go. (3) Penyebab : Botryodiplodia sp. Gejala: kulit buah hitam dan busuk. Pestalotiopsis sp.. Pestalotiopsis sp.daun berubah warna dari hijau menjadi kuning lalu gugur. http://www. buah yang dipetik harus telah tua. 3) Bunga dan buah busuk (1) Penyebab: Colletrichum sp. bunga & tangkainya busuk. yaitu pada bulan November sampai bulan Februari tahun berikutnya. Gejala: secara mencolok daun. bibit dan alat-alat pertanian harus bebas dari kontaminasi bakteri dan karantina tanaman dilakukan secara konsekuen. Pengendalian: tanaman yang terserang penyakit ini harus dibongkar sampai ke akar-akarnya supaya penyakit tidak menular ke tanaman lain. Buah mete biasanya telah dapat dipetik pada umur 60-70 hari sejak munculnya bunga. Masa panen berlangsung selama 4 bulan. d) Warna kulit bijinya menjadi putih keabu-abuan dan mengilat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Ukuran buah semu lebih besar dari buah sejati. Gejala: kulit biji busuk dan hitam. c) Tekstur daging semu lunak.ristek. Colletrichum sp. Agar mutu gelondong/kacang mete baik. kering kecoklatan & pecah-pecah. berair. Delsene MX 200. dan aroma buahnya mirip aroma stroberi. M.. Tanaman jambu mete dapat dipanen untuk pertama kali pada umur 3-4 tahun.id . rasanya asam agak manis.1. Pestalotiopsis sp. Ketepatan masa panen dan penanganan buah mete selama masa pemanenan merupakan faktor penting. jaringan kayu pada batang yang terserang di bawah kulit berwarna hitam atau biru tua dan berbau busuk. dan Cuproxy Chloride. Botryodiplodia sp.

8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Jl. 021 316 1952.id .H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go.

Banyaknya varietas tanaman jambu mete yang ditanam oleh para petani indonesia menyebabkan mutu mete yang dihasilkan sangat beragam baik mengenai ukuran gelondong. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi masa paling produktifnya adalah pada umur 25-30 tahun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Cara lelesan Dilakukan dengan membiarkan buah jambu mete yang telah tua tetap di pohon dan jatuh sendiri atau para petani menggoyang-goyangkan pohon agar buah yang tua berjatuhan. 021 316 1952.go. Pengolahan Gelondong Mete Pengolahan gelondong mete dapat dilakukan melalui tahapan berikut ini: a) Pemisahan gelondong dengan buah semu b) Pencucian c) Sortasi dan pengelasan mutu d) Pengeringan e) Penyimpanan 9. 021 316 9166~69.H. Prakiraan Produksi Banyaknya hasil panen tergantung dari umur tanam. http://www. Tanaman jambu mete sebenarnya masih dapat berproduksi sampai umur 50 tahun. Apabila buah tidak memungkinkan dipetik secara langsung. 9. Jl. b) Cara selektif Dilakukan secara selektif (buah langsung dipilih dan dipetik dari pohon). Fax.1.2. 8. M. warna.3. maupun rendamen kacang metenya.3. Pengumpulan Mutu kacang mete di pasaran cukup bervariasi.ristek. rasa. Jambu mete yang berumur 3-4 tahun dapat menghasilkan gelondong kering 2-3 kg/pohon. pemanenan dapat dibantu dengan galah dan tangga berkaki tiga. PASCAPANEN 9.id . Variasi mutu kacang mete tersebut antara lain dipengaruhi oleh varietas tanaman jambu mete yang berbeda dan perlakuan serta pengawasan selama proses pengolahan berlangsung. Pengolahan Kacang Mete Urutan pengolahan kacang mete adalah: a) Pelembaban gelondong mete b) Penyangraian gelondong mete c) Pengupasan kulit gelondong mete d) Pelepasan kulit ari Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9. Hasil ini meningkat menjadi 15-20 kg/pohon pada umur 20-30 tahun.

ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.H. 021 316 1952.go. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69.

II. Analisis Budidaya … 10. 250. Setelah itu berbuah lebat hingga lebih dari 20 tahun. bobot biji dan warna. hasilnya meningkat mulai umur 8 .000. 500. Ruang Lingkup Mutu kacang mete dinilai dari bentuk. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.id .2. varietas tanaman dan faktor ekstrinsik seperti tumbuhnya jamur pada kacang dan proses pengolahannya. 11. III dan IV).. disamping menjaga kelestarian tanah dan air. Fax.H.2. Mutu Klasifikasi dan Standar Jenis/kelas mutu kacang mete terbagi menjadi 4 kelas (I. M. terutama dalam hubungannya dengan penerimaan konsumen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Sortasi dan pengelasan mutu f) Pengemasan 10. bau.go. dan tekstur ikut mem-pengaruhi mutu kacang mete. Standar mutu kacang mete di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-2906-1992. STANDAR PRODUKSI 11.= Rp. Adapun standar atau syarat mutu kacang mete dilihat dari: a) Kulit ari b) Biji terkena CNSL c) Serangga c) Biji berulat d) Biji busuk e) Biji bercendawan/jamur f) Benda-benda asing Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.1. Dengan menanam jambu mete.1.10 tahun.ristek. Rasa kacang mete dipengaruhi oleh faktor intrinsik alami. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. Panen setiap tahun. setiap hektar akan diperoleh 100 pohon x 5 kg/pohon x Rp. Selain itu juga faktor rasa. ukuran biji.(tahun 1988) Usaha 11. 11. Diskripsi Biji Mete kupas (Cashew Kernels) adalah biji dari buah tanaman jambu mete yang telah dikupas kulitnya dan telah dikeringkan. http://www. Gambaran Peluang Agribisnis Jambu mete mulai berbuah pada umur ± 5 tahun.

10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.id .go.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.H. http://www.

H. kemudian tiap peti/karton diambil contoh kurang lebih 500 gram Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. h) Negara/tempat tujuan. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah peti/karton dengan maksimum 30 peti/karton dari tiap partai barang. bersih. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi sebaiknya yang masih baru. serta harus bebas dari infeksi serangga dan jamur serta tidak karatan. III = 15%. Akibatnya produk tidak akan laku di pasaran.5. d) Jenis mutu. Bagian luar peti/karton pembungkus ditulis dengan cat yang tidak mudah luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia.go. pecah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. tetapi hanya mempertahankan atau melindungi mutu produk yang dikemas. c) Nama perusahaan/eksportir. kedap udara dan tidak bocor. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 1000 gram Contoh kemudian disegel dan diberi label. Produk yang rusak atau busuk yang ada dalam kemasan akan menjadi kontaminasi dan infeksi bagi produk yang masih sehat. h) Kadar air dalam maksimum %: I = 16%.ristek. e) Nomor kemasan. Jl. III = 10 gram/biji.id .4. 12. g) Berat bersih. Kacang mete yang diekspor biasanya dalam bentuk mentah dengan kadar air antara 4-6%. tidak termasuk biji utuh) 11. 021 316 1952. yang dikemas dalam kaleng hampa udara dan diisi dengan karbondioksida. 021 316 9166~69. Oleh karena itu hanya produk yang baik yang perlu dikemas. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g) Warna (Kelas I: ke-putih-putihan) h) Bobot maksimum dalam gram/biji: I = 5 gram/biji. f) Berat kotor. DAFTAR PUSTAKA 1) Liptan (1988). belah. Jambu Mete Sebagai tanaman penghijauan. Balai Informasi Pertanian Banjarbaru. 11. Fax. M. i) Keutuhan biji mete ( utuh. II = 15% . Kaleng kemasan yang digunakan sama dengan kaleng minyak tanah atau minyak goreng. II = 5 gram/biji. kering. Pengemasan Pengemasan tidak dapat meningkatkan atau memperbaiki mutu. b) Nama barang.

http://www. Fax.id .H.go. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl.ristek. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Budidaya Jambu Mete. METE. 021 316 1952. Yan Pieter. Yadi. Bogor. 86 halaman Jakarta. 021 316 9166~69. Penebar Swadaya. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.ristek. Jl. 3) Saragih. (1994). http://www. (1990). Proyek Informasi Pertanian Kalimantan Tengah. 2 hal.H. M. Pengupasan Gelondong. Lembar Informasi Pertanian. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Liptan.go.id . Budidaya Jambu Mete. Haryadi.

JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman jeruk adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rutales Keluarga : Rutaceae Genus : Citrus Spesies : Citrus sp. Tanaman jeruk yang ada di Indonesia adalah peninggalan orang Belanda yang mendatangkan jeruk manis dan keprok dari Amerika dan Itali.id . http://www. 021 316 1952. SEJARAH SINGKAT Tanaman jeruk adalah tanaman buah tahunan yang berasal dari Asia. medica). 1 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.sinensis L. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ) 1.go. Siem Garut. L) yang terdiri atas Siem Pontianak. jeruk manis (C.) yang terdiri atas jeruk Nambangan-Madium dan Bali. auranticum L.TTG BUDIDAYA PERTANIAN JERUK ( Citrus sp. Jl. 021 316 9166~69. M. Fax. dan C.H. jeruk besar (C. Sejak ratusan tahun yang lalu.).ristek. Siem Lumajang. dan C. jeruk Siem (C. microcarpa L. jeruk sudah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Cina dipercaya sebagai tempat pertama kali jeruk tumbuh.). Jenis jeruk lokal yang dibudidayakan di Indonesia adalah jeruk Keprok (Citrus reticulata/nobilis L.sinensis. Jeruk untuk bumbu masakan yang Hal.maxima Herr. 2. jeruk sitrun/lemon (C.

sabun wangi. 2) Di Beberapa negara telah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk. Iklim 1) Kecepatan angin yang lebih dari 40-48% akan merontokkan bunga dan buah. Bulan basah ini diperlukan untuk perkembangan bunga dan buah agar tanahnya tetap lembab. jeruk Purut (C. alkohol dan pektin dari buah jeruk yang terbuang. 3) Beberapa jenis jeruk seperti jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas. Hal. SENTRA PENANAMAN Sentra jeruk di Indonesia tersebar meliputi: Garut (Jawa Barat). esens minuman dan untuk campuran kue. beberapa sentra penanaman mengalami penurunan produksi yang diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yang saat ini tidak berlaku lagi. Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration). dimana kandungan vitamin C yang tinggi. 5) Kelembaban optimum untuk pertumbuhan tanaman ini sekitar 70-80%. 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). 2 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Untuk daerah yang intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tanaman penahan angin lebih baik ditanam berderet tegak lurus dengan arah angin. 5. Jl.1.H.go. 3) Temperatur optimal antara 25-30 derajat C namun ada yang masih dapat tumbuh normal pada 38 derajat C.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terdiri atas jeruk nipis (C. 3. http://www. SYARAT TUMBUH 5. aurantifolia). jeruk baby. Selayar (Sulawesi Selatan). Sedangkan varitas lokal adalah jeruk siem. gula tetes.id . Fax. M. Jeruk Keprok memerlukan temperatur 20 derajat C. hystix ABC). keprok medan. 4. Di Indonesia tanaman ini sangat memerlukan air yang cukup terutama di bulan Juli-Agustus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pereda nyeri saluran napas bagian atas dan penyembuh radang mata. 021 316 1952. bali. 4) Semua jenis jeruk tidak menyukai tempat yang terlindung dari sinar matahari.ristek. Jeruk varietas introduksi yang banyak ditanam adalah varitas Lemon dan Grapefruit. hystrix) dan jeruk sambal (C. Batu (Jawa Timur). 2) Tergantung pada spesiesnya. nipis dan purut. MANFAAT TANAMAN 1) Manfaat tanaman jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan. Minyak kulit jeruk dipakai untuk membuat minyak wangi. jeruk memerlukan 5-6. Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). Tawangmangu (Jawa Tengah). Tejakula (Bali).

berdiameter batang 2-3 cm. 021 316 1952.200 m dpl. Pada musim kemarau 150 cm dan pada musim hujan 50 cm. debu 25-50% dan pasir < 50%. Bibit yang baik adalah yang bebas penyakit. tata air dan udara baik.id . 3 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Jenis Besar Nambangan-Madiun. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit jeruk yang biasa ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. 4) Air tanah yang optimal berada pada kedalaman 150–200 cm di bawah permukaan tanah. Waturejo. Keprok Tejakula: 1–900 m dpl. Bali. Jl. Tanaman jeruk menyukai air yang mengandung garam sekitar 10%. subur. Hal.5 dengan pH optimum 6. 3) Jenis Manis Punten. permukaan batang halus.ristek. 6) Jenis Jepun Kasturi. 2) Jenis Keprok Batu 55. 4) Jenis Siem: 1–700 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 3) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok untuk budidaya jeruk adalah 5. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. mirip dengan induknya (true to type). 2) Penyiapan Bibit Bibit yang biasa digunakan untuk budidaya jeruk didapatkan dengan cara generatif dan vegetatif. Ketinggian Tempat Tinggi tempat dimana jeruk dapat dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah sampai tinggi tergantung pada spesies: 1) Jenis Keprok Madura. Media Tanam 1) Tanah yang baik adalah lempung sampai lempung berpasir dengan fraksi liat 727%. 021 316 9166~69. Gulung: 1–700 m dpl. VLO: 300–800 m dpl.5– 6.3. http://www. WNO. 5) Tanaman jeruk dapat tumbuh dengan baik di daerah yang memiliki kemiringan 0 sekitar 30 .000 m dpl.H. akar serabut banyak. M. Kumkuat: 1-1.go. akar tunggang berukuran sedang dan memiliki sertifikasi penangkaran bibit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. 2) Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat cocok untuk budidaya jeruk. 5.1. Keprok Garut: 700-1. 6. cukup humus. 7) Jenis Purut: 1–400 m dpl.

Cleopatra. Sebelum ditanami. persemaian diberi atap. Jl. Setelah penanaman tanah dikembalikan lagi ke tempat asalnya. Untuk kedua cara ini perlu dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yang dipilih dari jenis jeruk dengan perakaran kuat dan luas. Lahan yang akan ditamani dibersihkan dari tanaman lain atau sisa-sisa tanaman.cm dan dibuat petakan persemaian berukuran 1. sekam. b) Cara Vegetatif Metode yang lazim dilakukan adalah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. tahan/toleran terhadap penyakit virus. Pengolahan Media Tanam Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. M.5 x 2 cm dan langsung disiram. Tanah bagian dalam dipisahkan dengan tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Jika ditanam di suatu bukit perlu dibuat sengkedan/teras.ristek.5-1 m. 6. Hal. Media tumbuh dalam polibag adalah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupuk kandang. Troyer Citrange dan Carizzo citrange. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm setelah tingginya 20 cm pada umur 3-5 bulan. 4 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. busuk akar dan nematoda. Biji ditanam dalam alur dengan jarak tanam 1-1. daya adaptasi lingkungan tinggi. 021 316 1952.id . Jarak petakan 0. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Areal persemaian memiliki tanah yang subur. Jarak tanam bervariasi untuk setiap jenis jeruk dapat dilihat pada data berikut ini: 1) Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m 2) Manis : jarak tanam 7 x 7 m 3) Sitrun (Citroen) : jarak tanam 6 x 7 m 4) Nipis : jarak tanam 4 x 4 m 5) Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m 6) Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yang belum diolah dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Rough lemon. Tanah diolah sedalam 30-4.2.20 m membujur dari utara ke selatan.H. Biji dikeringanginkan di tempat yang tidak disinari selama 2-3 hari hingga lendirnya hilang. Fax. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya dibuat jika jeruk ditanam di tanah sawah. Setelah tanam. tambahkan pupuk kandang 2 1 kg/m .15-1.go. tahan kekeringan. Tanah berasal dari lapisan atas dicampur dengan 20 kg pupuk kandang. Varietas batang bawah yang biasa digunakan oleh penangkar adalah Japanese citroen.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Cara generatif Biji diambil dari buah dengan cara memeras buah yang telah dipotong. pasir (1:1:1). 021 316 9166~69.

3) Pembubunan Jika ditanam di tanah berlereng.3. tetapi sebaiknya ditanam diawal musim hujan. Letakkan mulsa sedemikian rupa agar tidak menyentuh batang untuk menghindari kebusukan batang. kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas awal yang tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yang kelak akan membentuk tajuk pohon. Teknik Penanaman Bibit jeruk dapat ditanam pada musim hujan atau musim kemarau jika tersedia air untuk menyirami. M. pada saat pemupukan juga dilakukan penyiangan. 3) Pengaturan posisi akar agar jangan ada yang terlipat. Jl. Setelah tajuk saling menutupi. 4) Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk tajuk pohon dan menghilangkan cabang yang sakit. daun kelapa atau daun-daun yang bebas penyakit di sekitarnya. Hal. Sebelum tanaman berproduksi dan tajuknya saling menaungi. Pada pertumbuhan selanjutnya.id . 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. siram secukupnya dan diberi mulsa jerami. dapat ditanam tanaman sela baik kacang-kacangan/sayuran. http://www.ristek. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan pada tanaman yang tidak tumbuh. setiap cabang memiliki 3-4 ranting atau kelipatannya. Fax.H.go. 021 316 1952. 2) Pengurangan akar. Setelah bibit ditaman. 5 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Penyiangan Gulma dibersihkan sesuai dengan frekuensi pertumbuhannya. Sebelum ditanam.4. tanaman sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yang sekaligus berfungsi sebagai penambah nitrogen bagi tanaman jeruk. Penambahan tanah perlu dilakukan jika pangkal akar sudah mulai terlihat. 021 316 9166~69. perlu dilakukan: 1) Pengurangan daun dan cabang yang berlebihan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. perlu diperhatikan apakah ada tanah di sekitar perakaran yang tererosi.

.kandang=60 kg/tan. Dolomit=160. Dolomit=40.kandang=20 kg/tan. Hilangkan buah di ujung kelompok buah dalam satu tangkai utama terdapat dan sisakan hanya 2-3 buah. f) 6 bulan: Urea=600.H. ZA=600.kandang=120 kg/tan. P. h) 8 bulan: Urea=800. TSP=175. Dolomit=140. Dolomit=120.kandang=200 kg/tan. b) 2 bulan: Urea=200. tanah di sekitar tanaman digemburkan dan ditutup mulsa. ZK=400. 5) Pemupukan Pemberian jenis pupuk dan dosis (gram/tanaman) setelah penanaman adalah sebagai berikut: a) 1 bulan: Urea=100. TSP=200. P. TSP=125. Dolomit=20. ZK=500. P. TSP=100.ristek. P. 021 316 9166~69. Buah yang dibuang meliputi buah yang sakit. Sebaiknya celupkan dulu gunting pangkas ke dalam Klorox/alkohol. P. ZK=600. TSP=150. ZA=1600.kandang=160 kg/tan. TSP=200. 7) Penjarangan Buah Pada tahun di mana pohon jeruk berbuah lebat.go. TSP=25. ZA=1400. P. ZA=1200.kandang=140 kg/tan. ZA=800.kandang=40 kg/tan. ZK=700. P. Jika air kurang tersedia. Hal. i) >8 bulan: Urea >1000. M. 021 316 1952. ZA=400. TSP=75. Fax. Dolomit=80. Ranting yang sakit dibakar atau dikubur dalam tanah. yang tidak terkena sinar matahari (di dalam kerimbunan daun) dan kelebihan buah di dalam satu tangkai. ZK=300. ZK=800. ZK=100. ZA=200. e) 5 bulan: Urea=500. ZK=800.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bekas luka pangkasan ditutup dengan fungisida atau lilin untuk mencegah penyakit. Dolomit=200. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. P. Dolomit=60. TSP=50. ZA=2000. 6 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.kandang=100 kg/tan. http://www. g) 7 bulan: Urea=700. Dolomit=100. P. ZA=1000.kandang=80 kg/tan. Tanaman diairi sedikitnya satu kali dalam seminggu pada musim kemarau. ZK=200. d) 4 bulan: Urea=400. 6) Pengairan dan Penyiraman Penyiraman jangan menggenangi batang akar. c) 3 bulan: Urea=300. perlu dilakukan penjarangan supaya pohon mampu mendukung pertumbuhan dan bobot buah serta kualitas buah terjaga.id . Jl.

Gejala: lubang yang mengeluarkan getah. 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Pengendalian: menggunakan insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC. 6) Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii. Jl. Penyemprotan dilakukan menjelang dan saat bertunas. Rogor 40 EC). Rogor 40 EC. daun dan buah. Gejala: alur melingkar transparan atau keperakan.) Bagian yang diserang adalah daun muda. Malathion (Gisonthion 50 EC). bercak Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian daun dipetik dan dibenamkan dalam tanah. kuncup daun. http://www. Dicarbam 50 WP). 021 316 9166~69. daun muda. Dimethoate (Perfecthion.H. 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Selain itu buang bagian yang terserang.) Bagian yang diserang adalah tangkai. Oxythioquimox (Morestan 25 WP. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW). tanaman mati. Basudin 60 EC). Malathion (Gisonthion 50 EC. Gejala: bercak coklat kehitaman dengan pusat berwarna lebih terang pada tunas dan buah muda.) Bagian yang diserang adalah tunas muda dan bunga. . 021 316 1952. HAMA DAN PENYAKIT 7. Gejala: daun menggulung dan membekas sampai daun dewasa. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Hama 1) Kutu loncat (Diaphorina citri. Pengendalian: semprotkan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC. 2) Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii. Cygon).perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.) Bagian yang diserang Helopeltis antonii. rontok. Pengendalian: memetik buah yang terinfeksi kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP.go. tunas. tunas/daun muda mengkerut.id . 4) Tungau (Tenuipalsus sp. Gejala: tunas keriting. Fax. Pengendalian: menggunakan insektisida dengan bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC). Cyhexation (Plictran). Diazinon (Basudin 60 EC). Methidathion (Supracide 40 EC) yang disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu. Aphis gossypii.ristek. Gejala: bercak keperak. 3) Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.) Bagian yang diserang adalah buah. Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G. M. Dicofol (Kelthane). Eriophyes sheldoni Tetranychus sp) Bagian yang diserang adalah tangkai. menggulung. Nudrin 24 WSC). 5) Penggerek buah (Citripestis sagittiferella. Pengendalian: semprotkan insektisida Propargite (Omite).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Fax.go. 021 316 9166~69.ristek. 7 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.id . M.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN disertai Hal.

Gejala: lubang kecil di bagian tengah. daun di ujung tunas menjadi hitam.id . 10 G. Gejala: berkas berwarna kuning. 021 316 1952. Carbaryl (Sevin 85 S). Dimethoathe (Roxion 40 EC. hindari memakai mulsa jerami.) Bagian yang diserang adalah tangkai dan daun muda.) Bagian yang diserang adalah buah yang hampir masak.) Bagian yang diserang adalah tangkai buah. mengering dan buah gugur. Jl. Triazophos (Fostathion 40 EC). kering dan gugur. Kemudian cegah datangnya semut yang dapat memindahkan kutu. Gejala: helai daun menebal. Fax. 10) Lalat buah (Dacus sp.go. Fenithion (Lebaycid). Pengendalian: menjaga agar tajuk tanaman tidak terlalu rapat dan sinar matahari measuk ke bagian tajuk. Pengendalian: gunakan insektisda Methomyl (Lannate 25 WP). buah gugur. belatung kecil di bagian dalam buah. bunga mudah rontok. Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0. tepi daun menggulung ke atas. Pada gejala serangan berat terlihat ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur. 9) Kutu dompolon (Planococcus citri. Kemudian gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas. Methidhation (Supracide 40 EC). Pengendalian: gunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC).ristek.H. 021 316 9166~69. Pengendalian: semprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC).TTG BUDIDAYA PERTANIAN keluarnya cairan buah yang menjadi nekrosis. Kemudian buang bagian yang diserang. 8) Thrips (Scirtotfrips citri. bercak khlorotis dan gugur daun. 11) Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri. M. Basazinon 45/30 EC).) Bagian yang diserang daun. Phosphamidon (Dimecron 50 SCW).3-0. Gejala: daun berwarna kuning. Methidathion (Supracide 40 EC). buah dan tangkai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Pengendalian: gunakan insektisida dengan bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 7) Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp. Pengendalian: gunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC. Metamidofos (Tamaron). buah muda gugur sebelum tua. Methomil (Lannate 25 WP).) Bagian yang diserang adalah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes. Rogor 40 EC) dicampur dengan Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.5 cm. Dichlorophos (Nogos 50 EC). bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadangkadang disertai nekrotis.

id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H. 021 316 1952. M.go. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 8 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

Pengendalian: perhatikan sanitasi kebun. memusnahkan tanaman yang terserang. 021 316 1952. Penyakit 1) CVPD Penyebab: Bacterium like organism dengan vektor kutu loncat Diaphorina citri. Bagian yang diserang jeruk manis.2. Jl.go. Selain itu penempatan lokasi kebun minimal 5 km dari kebun jeruk yang terserang CVPD. 4) Blendok Penyebab: jamur Diplodia natalensis. kurangi kelembaban perakaran. Bagian yang diserang: silinder pusat (phloem) batang. pertumbuhan terhambat. Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yang menarik perhatian kumbang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12) Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes. lancip. Gejala: Tonjolan tidak teratur yang tersebar pada tulang daun di permukaan daun. Kemudian gunakan insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC.) Bagian yang diserang adalah daun tua pada ranting atau dahan bagian bawah. Gejala: daun sempit. M. manis. 7. bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu.id . Gunakan insektisida untuk vektor dan perhatikan sanitasi kebun yang baik. Pengendalian: perbaiki sanitasi kebun. Bagian yang diserang adalah batang atau cabang. Gejala: daun gugur. asam. kemudian kendalikan vektor dengan insektisida Supracide atau Cascade. http://www. 9 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bagian yang diserang: Jeruk nipis. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun. warna kayu jadi keabu-abuan. biji rusak dan pangkal buah oranye. vena daun.ristek. kulit kering dan mengelupas. Pengendalian: pemotongan cabang terinfeksi. 3) Woody gall (Vein Enation) Penyebab: virus Citrus Vein Enation dengan vektor Toxoptera citridus. besar dan batang bawah jeruk Japanese citroen. Aphis gossypii. buah kecil. daun kaku pemucatan. nipis.H. Gejala: lekuk batang . Hal. kecil. siem. Pengendalian: gunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. ranting muda kadang-kadang mati. Pengendalian: gunaan mata tempel bebas virus dan perhatikan sanitasi lingkungan. Rough lemon dan Sour Orange. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10 G). Fax. 021 316 9166~69. 2) Tristeza Penyebab: virus Citrus tristeza dengan vektor Toxoptera.

tangkai atau buah. Kemudian gunakan Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate). M. pelilinan buah dan pemangkasan bagian bawah pohon. Bagian yang diserang adalah buah. Botryodiplodia theobromae.ristek. tanaman kering. Pengendalian: hindari kerusakan mekanis. Hal. Pengendalian: pemangkasan teratur. Bagian yang diserang adalah daun.H. Bagian yang diserang: buah dan bunga Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur.id . Jl. 10 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9) Buah gugur prematur Penyebab: jamur Fusarium sp. Kemudian potong cabang yang terinfeksi. Pengendalian: kulit yang terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Bagian yang diserang adalah batang. celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl. Colletotrichum sp. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Gejala: bercak kecil jernih yang berubah menjadi gabus berwarna kuning atau oranye. Alternaria sp. Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol. Pengendalian: pengolahan dan pengairan yang baik. 8) Busuk akar dan pangkal batang Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom. Bagian yang diserang adalah daun dan tangkai muda.go. Bagian yang diserang adalah akar dan pangkal batang serta daun di bagian ujung dahan berwarna kuning.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Embun tepung Penyebab: jamur Odidium tingitanium. Gejala: terdapat tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit. buat tinggi tempelan minimum 20 cm dari permukaan tanah. batang kering dan sulit dikelupas. 10) Jamur upas Penyebab: Upasia salmonicolor. http://www. 6) Kudis Penyebab: jamur Sphaceloma fawcetti. Gejala: tunas tidak segar. Phytophtora citriphora. Gejala: tepung berwarna putih di daun dan tangkai muda. 7) Busuk buah Penyebab: Penicillium spp. Pengendalian: gunakan fungisida Pyrazophos (Afugan) dan Bupirimate (Nimrot 25 EC). Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sterilisasi tanah pada waktu penanaman.

9. Pengumpulan Di kebun. Kemudian buah jeruk digolongkan sesuai dengan ukuran dan jenisnya. memar dan buang buah yang rusak. 8. M. Sortasi dilakukan berdasarkan diameter dan berat buah yang biasanya terdiri atas 4 kelas. Pisahkan buah yang mutunya rendah. biasanya berumur antara 28–36 minggu. Perkiraan Produksi Rata-rata tiap pohon dapat menghasilkan 300-400 buah per tahun.3. Produksi jeruk di Indonesia sekitar 5. 021 316 1952. Penyortiran dan Penggolongan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan. buah. Hal. kadang-kadang sampai 500 buah per tahun.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11) Kanker Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv.id . tergantung jenis/varietasnya.2. PASCAPANEN 9.2. Ciri dan Umur Panen Buah jeruk dipanen pada saat masak optimal. Bagian yang diserang adalah daun. 11 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.1. 021 316 9166~69. PANEN 8. Pengendalian: Fungisida Cu seperti Bubur Bordeaux. 9. buah dikumpulkan di tempat yang teduh dan bersih. tangkai. 8. luka membesar dan tampak seperti gabus pecah dengan diameter 3-5 mm.ristek. 8. Citri. Jl.1. selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yang busuk. Cara Panen Buah dipetik dengan menggunakan gunting pangkas.000 ppm Streptomycin selama 1 jam. Kelas A adalah buah dengan diameter dan berat terbesar sedangkan kelas D memiliki diameter dan berat terkecil. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Copper oxychlorida. Selain itu untuk mencegah serangan ulat peliang daun adalah dengan mencelupkan mata tempel ke dalam 1. http://www.H.1 ton/ha masih di bawah produksi di negara subtropis yang dapat mencapai 40 ton/ha. Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi.

Tahun ke-2. 15. Rp. 2.ristek. 2. 175 m @ Rp.410. 021 316 1952. 100 kg @ Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.530.000. Pengepakan jangan terlalu padat agar buah tidak rusak.id . 10.000. 80 kg @ Rp. Rp.c.055. 100.Tahun ke-6.000.055.2.055. 2. 125 m @ Rp. Sewa lahan 15 tahun @ Rp.f..000.H.Tahun ke-3.Rp. 222 kg @ Rp.000.205.000.Tahun ke-5.Tahun ke-4.500.Tahun ke-5. 15.000.1.000.250.214.Rp.055. 9.Tahun ke-6.133.Tahun ke-3.410.Tahun ke-3. Wadah untuk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.320.675.000..3 .500. 1.Tahun ke-1.3 . Penyimpanan Untuk menyimpan buah jeruk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3 . Rp.141.410. Buah disusun sedemikian rupa sehingga di antara buah jeruk ada ruang udara bebas tetapi buah tidak dapat bergerak.3. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.875. Rp.d. Jl. 1) Biaya produksi a. 111 kg @ Rp.245. Rp.go. 15. M. 2. Pupuk ZK Rp.e.1.313. 1.Tahun ke-6.341. Rp.Tahun ke-1. Pengemasan Sebelum pengiriman.3 .Tahun ke-4. Pupuk Urea .4.Tahun ke-1. Rp.000.469.450. 1.. Bibit 400 tanaman @ Rp.. Rp. 15.410. Rp.205. Pupuk SP 36 .575. 100 m @ Rp.Tahun ke-5. 145 kg @ Rp. buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yang tidak terlalu berat untuk kebutuhan lokal dan kardus untuk ekspor. Rp.. Rp. Pupuk kandang 3 ..055. 333 kg @ Rp. http://www.800.112. 67 m @ Rp.Tahun ke-2. 65 kg @ Rp. 15. 1.1. Rp. 100 kg @ Rp.2. 100 kg @ Rp. Rp. 2. Rp.174..000. 1. Rp.130. 2.000.105..TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. gunakan tempat yang sehat dan bersih dengan temperatur ruangan 8-10 derajat C. 15. Rp.410.204...500. 1.1.Tahun ke-2.625.055.000. Rp.000. 152 kg @ Rp. 1. 85 kg @ Rp. 2. 021 316 9166~69.228.000.b. 166 kg @ Rp.020.3 .000.Tahun ke-4. 150 m @ Rp.000. 1.005. 83 m @ Rp. 15.500.410. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya jeruk manis (Jaffa) skala 1 hektar selama masa tanam 6 tahun di daerah Batu (Malang) tahun 1999.000. Fax.

12 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.ristek. M.H. Jl. http://www. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Fax.

000.000. 5.Rp. 150. Rp. 300.id ... 127..000. 2..go.Rp.Tahun ke-1: Rp.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN g.000. 325. 350.H.Tahun ke-2-6: 40 HOK. 54.000.Pupuk Daun .300. Karathane. 324.Rp. 5.275.000.Tahun ke-3: Rp.600.Tahun ke-5.000.Rp. .Buat lubang tanam: 70 HOK @ Rp.Penyemprotan Hama Tahun Ke-1: 50 Hok @ Rp.Pemupukan Tahun ke-1-2: 30 HOK.000. i. 3..000..Tahun ke-4: 10 liter @ Rp.000. 152 kg @ Rp.. 13 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5.000. 5.000.Tahun ke-3.500.Rp.Rp.000.Tahun ke-2: 65 HOK @ Rp.000. 180. 54.000.Tahun ke-2.Pengendalaian HPT Tahun ke-1: 24 HOK @ Rp. 66.000...Tahun ke-3: 48 HOK @ Rp..Rp. j.Tahun ke-2: 36 HOK @ Rp. 15.000.000.5.000. 5.000.Gunting pangkas 5 bh @ Rp.000. 250. 300.760.550. 5.000. 325.Tahun ke-3: 40 HOK @ Rp. 5.Tahun ke-3: 60 HOK @ Rp. 8. 5.550. Fax. h.Nimrod.150. 11. 162.Rp. 960.000.400.Penyemprotan penyakit Hal. Rp.Tahun ke-6.Rp.. M. Rp. 54.000.550..000.000.000.Tahun ke-2: Rp.550.Rp. 54..Rp.Tahun ke-4. 387.. 5. 540. 5.000 Rp.Tahun ke-4: Rp.000.000.Tahun ke-5: 10 liter @ Rp. 75.Tahun ke-2: 6 liter @ Rp. 5. 300. 500 kg @ Rp.Obat dan Pestisida (Antracol. 186. 900.000.000..Penyiangan: 20 HOK.Tahun ke-6: Rp.000..000.Rp.Penanaman: 30 HOK @ Rp. 73 kg @ Rp.000.000.104.150. 50 kg @ Rp.Rp. 432.Tahun ke-1. 2.000.Rp.ristek..000.000.Rp. 54.Rp..Rp..-/th Rp.Rp.000. 1.000.Rp. 375. 150.Tahun ke-3: 8 liter @ Rp.. 021 316 1952. 240.Tahun ke-5: Rp. 2.000. 1.550.000. Dimecron. 4. 540. 849. 4.Sprayer 3 buah @ Rp.Tahun ke-6: 10 liter @ Rp..840..Rp.550. 54. http://www. 5.Rp. 2. 250.000/th Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000. Jl. 200. Rp. 250.000.Tahun ke-6: 75 HOK @ Rp.400.Pengolahan lahan Tahun ke-1: 15 HOK @ Rp.000..000. 2.Rp.000. 2.Rp. 50.668.000.Tahun ke-1: 3 liter @ Rp. 300.Rp.000. 021 316 9166~69.000.Rp.000.000.000. 26 kg @ Rp. 333 kg @ Rp.Peralatan . 200.Tahun ke 5: 65 HOK @ Rp.Cangkul 20 buah @ Rp.-/th Rp.000/th Rp. 540..Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp. 120.000. dll) . 5. 100. 5.000.Tenaga kerja : .000.Rp.Tenaga tetap 1 or.000.000. 600..

975.Rp.305.000.037449..000. 5.-/th Tahun ke-4-6: 40 HOK.4 kg/orang/tahun.000.150..810 ton/tahun yang Hal. 86. 24.000.Tahun ke-4: 30 HOK @ Rp.80. 10.825.325.Tahun ke-5: 50 HOK @ Rp.000.2 Gambaran Peluang Agribisnis Di luar negeri jeruk merupakan komoditi buah-buahan yang sangat penting dengan nilai ekonomi tinggi. 5.Tahun ke-6: 50 HOK @ Rp.150.Tahun ke-5: 60 HOK @ Rp.000.Jumlah biaya produksi selama 6 tahun 2) Pendapatan (mulai produksi tahun ke-3) a.000. 5.000.000.000.000.go.Pemangkasan Tahun ke-2: 22 HOK @ Rp.000.000.250.17. Tahun ke-6: 19.ristek.Rp.000. Rp.id .Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp. 150. diperlukan 1.000. Rp. Rp. Rp. 300.Rp.000.000. B/C ratio Rp.000. Tendensi permintaan buah-buah internasional termasuk jeruk akan meningkat.000.000.Rp. 5. 5. http://www. 5.695.000.Rp.3 juta ton jeruk/tahun. 150. Tahun ke-4: 4.= 2.-/kg b. 5. 100.995kg @ Rp.Rp.1 Catatan: Dalam budidaya jeruk manis (Jaffa).Tahun ke-4: 50 HOK @ Rp.7 kg/orang/tahun.183.150.000. Rp.000. Rp. Rp.950. 5.000.-/kg c.Rp. 99.000. 49.Tahun ke-2: 30 HOK @ Rp. Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 16. 5.250.-/th .600.Pengairan Tahun ke-1-3: 30 HOK.000.-/kg d. 96.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-1: 20 HOK @ Rp.000.665 kg @ Rp. Dengan konsumsi ideal. 110. M. 5.800.- Rp.H. Tahun ke-5: 9. Rp. Konsumsi jeruk di Indonesia hanya 2.224. 5. 5.-/kg Jumlah pendapatan 3) Keuntungan dalam 6 tahun Keuntungan rata-rata per tahun 4) Parameter kelayakan usaha a.Tahun ke-3: 20 HOK @ Rp.000. Rp.000.Rp. 021 316 9166~69. 5. tanaman mulai berproduksi pada tahun ke 3 dan keuntungan mulai didapat mulai tahun ke-4.Rp.450. selain itu diperkiraan permintaan pasar dalam negeri akan meningkat sebesar 10 % per tahun.990 kg @ Rp. 5. 021 316 1952. Jl.000.Rp.050.Tahun ke-6: 60 HOK @ Rp. 300.000. 14 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.Tahun ke-3: 30 HOK @ Rp. 250.000.000. padahal produksi jeruk di tahun 1996 hanya 793. Rp. 5. masih jauh dari konsumsi ideal sebesar 6.Penyabutan batang Tahun ke-2: 16 HOK @ Rp.000. 5. 8.100.Rp. 200.Rp. Tahun ke-3: 1.000.000. Fax. 5.960 kg @ Rp.000.

id . dalam keadaan cukup tua. cara uji organoleptik 3) Kekerasan: Cukup keras. 11. Dari setiap kemasan diambil contoh sebanyak 20 buah dari bagian atas. Diskripsi Jeruk keprok adalah buah dari tanaman jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yang berkulit mudah dikupas.1 cm atau 151 gram/buah.2.1–6.go. 11.1. Selain itu. jeruk merupakan komoditas buah-buahan yang harganya relatif stabil.0–5.TTG BUDIDAYA PERTANIAN saat ini tidak bergerak banyak. cara uji organoleptik 2) Tingkat ketuaan: Tua. C dan D. Untuk itu masih diperlukan penambahan 50. Prospek agribisnis jeruk di Indonesia semakin baik karena lahan pertanian untuk buah-buahan meliputi areal jutaan hektar dan potensi peningkatan produksi jeruk juga tinggi karena selama ini kebun jeruk umumnya diusahakan secara tradisional.129 ha kebun jeruk. yaitu Mutu I dan Mutu II. cara pengujian mutu. http://www.1-2.3. bebas. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. cara uji SP-SMP-310-1981 6) Kotoran: bebas. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan.0 cm atau 50 gram/buah Adapun syarat mutu buah jeruk keprok adalah sebagai berikut : 1) Keasamaan sifat varietas: Seragam. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Contoh tersebut diacak bertingkat (startified random sampling) sampai diperoleh minimum 20 buah untuk dianalisis. M.0 cm atau 101–150 gram/buah Kelas C: diameter 5. 021 316 1952. B. Fax. 021 316 9166~69.0 cm atau 51–100 gram/buah Kelas D: diameter 4.ristek. utuh segar dan bersih.H. cara uji organoleptik 7) Busuk % (jml/jml): maks. tengah dan bawah. Kelas A: diameter 7. % (jml/jml): maks 5-10. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. STANDAR PRODUKSI 11. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak terlalu matang. Jl. yang masing-masing digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu.1–7.4. Mutu Klasifikasi dan Standar Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu kelas A. berdasarkan berat tiap buah. Kelas B: diameter 6. cara uji SP-SMP-309-1981 5) Kerusakan. cara uji organoleptik 4) Ukuran: Kurang seragam. cara uji SP-SMP-311-1981 11.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M.id . Fax.H.go. 15 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69. http://www.ristek.

contoh yang diambil 5.H. Jakarta.5. 2) Trubus no 340. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Fax. contoh yang diambil 15 (minimum). 2) Rahardi.129 ha Kebun Jeruk. golongan ukuran. Dibagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan antara lain: nama barang. 1992. Yogyakarta. Indriani & Haryono. contoh yang diambil 10. http://www. 5) Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000. Bertanam Pohon Buah-buahan 2. Penerbit Kanisisus. 1998. 4) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000. daerah asal. 1996. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman atau dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan badan hukum. 345.id . 3) R. Penerbit Kanisisus. 11. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1999.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Jumlah kemasan dalam partai (lot) sampai dengan 100. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. hasil Indonesia. jenis mutu. 4) Bonus Trubus No. Pengemasan Buah jeruk dikemas dengan peti kayu/bahan lain yang sesuai dengan berat bersih maksimum 30 kg. Agribisnis Tanaman Buah. 021 316 1952. 3) Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500. Jakarta. Bambang Soelarso. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go. contoh yang diambil 7. 1998. contoh yang diambil 9.ristek. 16 / 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Celah-celah Usaha Terpilih. Masih Diperlukan Penambahan 50. Yogyakarta. 2) Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 sampai dengan 300. Budidaya Jeruk Bebas Penyakit. 12. negara/tempat tujuan. berat bersih. Penebar Swadaya. Ir. Yovita H. nama/kode perusahaan. M.

Di Benua Amerika penanaman berkembang yang dilakukan oleh pendatang dari Eropa. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Nama lain dari kacang tanah adalah kacang una. Fax. 2. JENIS TANAMAN Sistematika kacang tanah adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae atau tumbuh-tumbuhan Divisi : Spermatophyta atau tumbuhan berbiji Sub Divisi : Angiospermae atau berbiji tertutup Klas : Dicotyledoneae atau biji berkeping dua Ordo : Leguminales Hal. kacang bandung. Bahasa Inggrisnya kacang tanah adalah “peanut” atau “groundnut”. kacang tuban. Jl. Kacang Tanah ini pertama kali masuk ke Indonesia pada awal abad ke-17.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN KACANG TANAH ( Arachis hypogeae L. kacang kole.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69.) 1. M. dibawa oleh pedagang Cina dan Portugis. SEJARAH SINGKAT Kacang tanah merupakan tanaman pangan berupa semak yang berasal dari Amerika Selatan. kacang jebrol. suuk. http://www.H. kacang banggala. tepatnya berasal dari Brazilia. Penanaman pertama kali dilakukan oleh orang Indian (suku asli bangsa Amerika).

c) Hasilnya stabil. Arachis tuberosa Benth... Arachis villoticarpa Hochne.ristek. Amerika Serikat dan Gombai. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Phospor. B. Arachis namby quarae Hochne. protein (27%). c) Kacang Holle. Hasil sampingan dari minyak dapat dibuat bungkil (ampas kacang yang sudah dipipit/diambil minyaknya) dan dibuat oncom melalui fermentasi jamur.. sabun dan minyak goreng. Arachis villosa Benth. Sulawesi dan kini telah ditanam di seluruh Indonesia. Manfaat daunnya selain dibuat sayuran mentah ataupun direbus.. http://www.. Nigeria. 4. Jl. Sebagai bahan pangan dan pakan ternak yang bergizi tinggi. Varietas-varietas kacang tanah unggul yang dibudidayakan para petani biasanya bertipe tegak dan berumur pendek (genjah). Ferro. kacang tanah mengandung lemak (40. Arachis guaramitica Chod & Hassl. Kalium dan Sulphur. kemudian meluas ke negara lain. juga mengandung mineral antara lain Calcium. karbohidrat serta vitamin (A. d) Tahan terhadap penyakit utama (karat dan bercak daun). 021 316 9166~69. merupakan tipe campuran hasil persilangan antara varietasvarietas yang ada. digunakan sebagai bahan untuk membuat keju. yaitu: a) Kacang Brul. Cina. berumur pendek (3-4 bulan). D. e) Toleran terhadap kekeringan atau tanah becek. C.id .. Chlorida. Sumatra Utara.H. 3.. Arachis idiagoi Hochne. Fax. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. MANFAAT TANAMAN Di bidang industri.. E dan K). SENTRA PENANAMAN Di tingkat Internasional mula-mula kacang tanah terpusat di India.go. Arachis angustifolia (Chod & Hassl) Killip. Arachis helodes Mart. Arachis marganata Garden. b) Kacang Cina.50%). Kacang Holle tidak bisa disamakan dengan kacang “Waspada” karena memang berbeda varietas. mentega. Arachis prostrata Benth.. Arachis glabrata Benth.. berumur panjang (6-8 bulan). Di Indonesia kacang tanah terpusat di Pulau Jawa. b) Umur pendek (genjah) antara 85-90 hari. Varietas unggul kacang tanah ditandai dengan karakteristik sebagai berikut: a) Daya hasil tinggi. Hal. digunakan juga sebagai bahan pakan ternak serta pupuk hijau. Magnesium. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Famili Genus Spesies : Papilionaceae : Arachis : Arachis hypogeae L.. M. Varietas kacang tanah di Indonesia yang terkenal.

5. Media Tanam a) Jenis tanah yang sesuai untuk tanaman kacang tanah adalah jenis tanah yang gembur/bertekstur ringan dan subur. c) Kelembaban udara untuk tanaman kacang tanah berkisar antara 65-75 %.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. SYARAT PERTUMBUHAN 5.5. kerdil. Air yang diperlukan tanaman berasal dari mata air atau sumber air yang ada disekitar lokasi penanaman. Jl. bahkan jadi kerdil dikarenakan pertumbuhan bunga yang kurang sempurna.ristek.1. b) Derajat keasaman tanah yang sesuai untuk budidaya kacang tanah adalah pH antara 6.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. hujan yang terus-menerus akan meningkatkan kelembaban di sekitar pertanaman kacang tanah. d) Penyinaran sinar matahari secara penuh amat dibutuhkan bagi tanaman kacang tanah. Fax. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 021 316 1952. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat yang baik dan ideal untuk tanaman kacang tanah adalah pada ketinggian antara 500 m dpl. 6. 5. Tanah berdrainase dan berserasi baik atau lahan yang tidak terlalu becek dan tidak terlalu kering. Hujan yang terlalu keras akan mengakibatkan rontok dan bunga tidak terserbuki oleh lebah. Jenis kacang tanah tertentu dapat ditanam pada ketinggian tempat tertentu untuk dapat tumbuh optimal.3.2. Selain itu. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat-syarat benih/bibit kacang tanah yang baik adalah: a) Berasal dari tanaman yang baru dan varietas unggul.0–6. karena suhu udara minimal bagi tumbuhnya kacang tanah sekitar 28–32 derajat C. http://www.1. c) Kekurangan air akan menyebabkan tanaman kurus.id . Adanya curah hujan yang tinggi akan meningkatkan kelembaban terlalu tinggi di sekitar pertanaman. baik bagi pertumbuhan kacang tanah.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bila suhunya di bawah 10 derajat C menyebabkan pertumbuhan tanaman sedikit terhambat.300 mm/tahun. Iklim a) Curah hujan yang sesuai untuk tanaman kacang tanah antara 800-1. b) Suhu udara bagi tanaman kacang tanah tidak terlalu sulit. M. layu dan akhirnya mati. terutama kesuburan daun dan perkembangan besarnya kacang. 021 316 9166~69.

M. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Daya tumbuh yang tinggi (lebih dari 90 %) dan sehat. b = Bibit per-1000 biji (g) c = Lokasi yang akan ditanam (hektar) p = Jarak antar barisan (m) q = Jarak dalam barisan (m) 6.ristek. 021 316 1952. sapi. Kondisi lahan yang terpilih harus disesuaikan dengan persyaratan tanaman kacang tanah. Tujuan pembersihan lahan untuk memudahkan perakaran tanaman berkembang dan menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit yang mungkin ada. d) Benih diperoleh dari Balai Benih atau Penangkar Benih yang telah ditunjuk oleh Balai Sertifikasi Benih. e) Perkiraan kebutuhan benih dapat mengikuti rumus sebagai berikut: B = a x b x c kg 100 x p x q B = bobot benih (kg) a = Jumlah benih/lubang.H. atau pun dengan mesin traktor.go. yaitu untuk lereng agak curam jarak tanam cukup 0. b) Benih sebaiknya tersimpan dalam kaleng kering dan tertutup rapat. c) Benih yang baik tersimpan dalam keadaan kering yang konstan. 2) Pembukaan Lahan Pembukaan lahan pada intinya merupakan pembersihan lahan dari segala macam gulma (tumbuhan pengganggu) dan akar-akar pertanaman sebelumnya. seperti kerbau. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Pengukuran luas lahan sangat berguna untuk mengetahui berapa jumlah benih yang dibutuhkan. tidak keriput dan cacat. Pembajakan dilakukan dengan hewan ternak. c) Kulit benih mengkilap. 021 316 9166~69.2. 3) Pembentukan Bedengan Untuk memudahkan pengaturan penanaman dilakukan pembedengan sesuai dengan ukuran yang telah ditentukan. Jl. Fax.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. e) Kadar air benih berkisar 9-12 %. Pencangkulan dilakukan pada sisi-sisi yang sulit dijangkau oleh alat bajak dan alat garu sampai tanah siap untuk ditanami. 2) Penyiapan Benih Penyiapan benih kacang tanah meliputi hal-hal sebagai berikut: a) Benih dilakukan secara generatif (biji).5 m dan untuk lahan yang tidak begitu miring bisa antara 30–40 meter. Hal. http://www. d) Murni atau tidak tercampur dengan varietas lain. M. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Fax. Ketebalan bedengan antara 20–30 cm. Masukan benih satu atau dua butir ke dalam lubang tanam dengan tanah tipis. 021 316 1952. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Sedangkan untuk lahan bukaan terlebih dahulu dilakukan inokulasi rhizobium (benih dicampur dengan inokulan dengan dosis 4 gram/kg) kemudian benih langsung ditanam paling lambat 6 jam. 021 316 9166~69. Jl. Pada tanah yang subur.4.go. 3) Cara Penanaman Pilih benih kacang yang telah memenuhi syarat benih bermutu tinggi. 6. perlu dilakukan pengapuran. terutama pada lahan yang bersifat sangat masam. M. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Sedangkan untuk tanah datar. di lahan sawah dapat dilakukan pada bulan April-Juni (palawija I) atau bulan JuliSeptember (palawija II). luas bedengan adalah 10 – 20 meter atau 2 x 10 meter. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanaman harus memperhatikan musim dan curah hujan. 6.H. Pada tanah yang kurang subur dapat ditanam lebih rapat yaitu 40 x 10 cm atau 20 x 20 cm. http://www. benih kacang tanah ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 40 x 15 cm atau 30 x 20 cm. 5) Pemupukan Pemupukan adalah untuk menambah unsur-unsur hara yang diperlukan tanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.3. 2) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat sedalam 3 cm dengan tugal dengan jarak seperti yang telah ditentukan di atas. Pupuk dimasukkan di kanan dan kiri lubang tugal dan tugal dibuat kira-kira 3 cm.5 ton/ha dicampurkan dan diaduk hingga merata. Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam. Jenis dan dosis pupuk setiap hektar yang dianjurkan adalah Urea=60–90 kg ditambah TSP=60–90 kg ditambah KCl=50 kg.id . Waktu tanam yang paling baik dilahan kering adalah pada awal musim hujan. Selambat-lambatnya 1 bulan sebelum tanam. Dosis yang biasa digunakan untuk pengapuran pada saat pembajakan adalah 1-2.ristek. 4) Pengapuran Untuk menaikkan pH tanah.

perambatan. Obat yang digunakan maupun dosis sesuai dengan jenis hama yang menyerang tanaman tersebut. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyulaman dilakukan bila ada benih yang mati atau tidak tumbuh. 5) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan agar tanah tetap lembab. 021 316 9166~69. pemeliharaan tunas dan bunga serta sanitasi lingkungan lahan (dijaga agar menunjang kesehatan tanaman). Semua dosis pupuk diberikan pada saat tanam dan pupuk dimasukan dikanan kiri lubang tunggal. karena dapat menggganggu penyerbukan. 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan cara mengumpulkan tanah di daerah barisan sehingga membentuk gundukan yang membentuk memanjang sepanjang barisan tanaman. Jl.id .go. Untuk menjaga kelembaban pada musim kemarau diberikan mulsa dan pada saat tanaman berbunga tidak dilakukan penyiraman. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan dengan jenis dan dosis pupuk yang dianjurkan yaitu Urea=60-90 kg/ha ditambah TSP=60-90 kg/ha ditambah KCl=50 kg/ha. Juga agar tanaman yang ditanam tidak bersaing dengan tanaman liar (gulma) pada umur 57 hari.ristek. asalkan tidak memerlukan biaya yang berarti. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan untuk menghindari hama dan penyakit tanaman. http://www.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 7) Pemeliharaan Lain Hal-hal lain yang sangat menunjang faktor pemeliharaan bisa dilakukan. untuk penyulaman waktunya lebih cepat lebih baik (setelah yang lain kelihatan tumbuh ± 3-7 hari setelah tanam). misalnya pemangkasan. Hal. Fax. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan untuk mengusir ataupun memberantas hama tanaman hendaknya dilakukan pada sore atau malam hari.

021 316 1952. Pengendalian: (1) penanaman serentak. penyemprotan e) Sikada Gejala: menghisap cairan daun. b) Penyakit sapu setan Pengendalian: tanaman dicabut. f) Kumbang daun Gejala: daun tampak berlubang. Pengendalian: penyemprotan insektisida Azodrin 15 W5C. Pengendalian: insektisida Basudin 60 EC Azodrin 15 W5C.go. (2) penyemprotan Agnotion 50 EC. d) Ulat jengkal Gejala: menyerang daun kacang tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. M. Pengendalian: menanam serempak. pergiliran tanaman. Pengendalian: (1) bersihkan gulma. Diazeno 60 EC. daun tinggal tulang. Jl. (2) penyemprotan insektisida lannate L. dibuang dan dimusnahkan.2. semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan). tanaman terserang dicabut dan uret dimusnahkan. c) Ulat grapyak Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Azodrin 15 W5C. Penyakit a) Penyakit layu Pengendalian: penyemprotan Streptonycin atau Agrimycin. Lannate L Sevin 85 S. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pergiliran tanaman. 021 316 9166~69.id . Hama a) Uret Gejala: memakan akar. Azodrin 15 W5C. akhirnya mengering. b) Ulat berwarna Gejala: daun terlipat menguning. juga makan pucuk bunga.1. menanam serentak.5-1 liter. Pengendalian: (1) penanaman serempak. (2) penyemprotan insektisida lannate 25 WP. batang bagian bawah dan polong akhirnya tanaman layu dan mati. Sevin 85 S atau Sevin 5 D. Sevin 5D. Sevin 85 S. HAMA DAN PENYAKIT 7. Lebaycid 500 EC. http://www. Fax. 1 ha membutuhkan 0. 7. Supraciden 40 EC. penyiangan intensif.H. Agrimycin dalam kelarutan 200-400 liter/ha.

M.H. http://www.go.id . 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

8. kemudian baru diberi DD (Dichloropane Dichloropene 40-800 liter/ha per aplikasi. 8.id .5 ton polong kering. http://www. 021 316 1952. f) Penyakit Sclertium Pengendalian: membakar tanaman yang terserang cendawan. Cara Panen Pencabutan tanaman. misalnya untuk lahan seluas satu hektar produksi normal berkisar antara 1. 021 316 9166~69. PANEN 8. Fax.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. memilih bila diperlukan untuk benih dan seterusnya dilakukan penyimpanan. e) Penyakit gapong Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya. dengan interval penyemprotan 1 minggu atau 10 hari sekali. g) Penyakit karat Pengendalian: tanaman yang terserang dicabut dan dibakar serta semua vektor penularan harus dibasmi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Adapun ciri-ciri kacang tanah sudah siap dipanen antara lain: a) Batang mulai mengeras. Jl.5-2.1. Polong sudah berisi penuh dan keras.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Penyakit bercak daun Pengendalian: penyemprotan dengan bubur Bardeaux 1 % atau Dithane M 45. Perkiraan Produksi Jumlah produksi panen yang normal dalam satuan luas. M.go. c) Warna polong coklat kehitam-hitaman. 8.ristek. b) Daun menguning dan sebabian mulai berguguran. atau Deconil pada tanaman selesai berbunga. d) Penyakit mozaik Pengendalian: penyemprotan dengan fungisida secara rutin 5-10 hari sekali sejak tanaman itu baru tumbuh. lalu memetik polong (buahnya) terus bersihkan dan dijemur matahari.2. Ciri dan Umur Panen Umur panen tanaman kacang tanah tergantung dari jenisnya yaitu umur pendek ± 34 bulan dan umur panjang ± 5-6 bulan. untuk konsumsi bisa di pasarkan langsung atau bisa langsung dibuat berbagai jenis produk makanan.H.

021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax.H.id .go.ristek.

1. Jemur (keringkan) biji kacang tanah hingga berkadar air 9% lalu masukan ke dalam wadah. Pengumpulan Kumpulkan strategis. Jl. Pupuk . 500. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 4. 9.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis usaha tani kacang tanah seluas 1 hektar per musim tanam (3 bulan) pada tahun 1999 di daerah Jawa Barat dapat dirinci berikut ini: a) Biaya produksi 1. 1.3. 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.4.000.go. Penyimpanan a) Penyimpanan dalam bentuk polong kering.000. c) Kupas polong kacang tanah kering dengan tangan atau alat pengupas kacang tanah. 021 316 1952.500. Bibit: benih 200 kg @ Rp 4.id . Pengemasan dan Pengangkutan Pengemasan bisa dilakukan untuk produk mentah/polong mentah dalam bungkus plastik per 10 kg.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. brangkasan tanaman kacang tanah ditempat 9. Penyortiran dan Penggolongan Pilah-pilah polong yang tua dan polong yang muda untuk dipisahkan berdasarkan derajat ketuaannya.Urea: 100 kg @ Rp. Untuk pengangkutan pada prinsipnya yang pentuing kondisi komoditi tersebut tidak rusak atau tidak berubah dari kualitas yang sudah disiapkan.2. Sewa lahan 1 musim tanam 2.ristek. masukan polong kering kedalam karung goni atau kaleng tertutup rapat lalu disimpan digudang penyimpanan yang tempatnya kering.000. b) Penyimpanan dalam bentuk biji kering.Rp. Dapat juga berupa kemasan kue atau bentuk makanan yang sudah dimasak seperti kacang rebus. 150.000.Rp. lalu seleksi polong yang rusak atau busuk untuk dibuang. http://www. 9. kacang goreng dan berbagai jenis kue dari kacang tanah.3. 800. PASCAPANEN 9.1.H.

9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. http://www. 021 316 9166~69.go. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl.id .

1.000.Penanaman dan pemupukan 5 HKP + 15 HKW . 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. 112. M.4. Hal ini merupakan daya tarik tersendiri bagi konsumen. Yang terjadi di lapangan. 2.000.ristek.000 kg @ Rp.500.Rp.000. 021 316 1952. 4.. Rp.2. 150. 500.c) Keuntungan bersih 1..000. meskipun bibit unggul yang berproduksi tinggi sudah diciptakan.500.Rp.348 = 1. 100.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .000. Hal yang paling mendapat sorotan pemerintah. http://www. 1.000. 180.000.Pengolah tanah 50 HKP @ Rp 10.000 kg @ Rp.Rp. 4.TSP: 100 kg @ Rp. namun dalam praktek produksinya belum memenuhi harapan.H. 50.800.000. Berupa biji kering (rendemen 0.Penyiangan dan pembubutan 4 HKP + 5 HKW 7.650. O/I berupa biji Catatan : HKP : Hari kerja pria. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum.Rp. 200.500.5.000. Berupa polong kering 2.Rp.Rp. Panen dan pasca panen 4 HKP + 10 HKW 8.Rp.800. Pestisida: 2 liter @ Rp. selama tahun 1969-1991. Di Indonesia.000. sebelum panen tiba. 4.Rp. menempati urutan ke-2 setelah kedelai. 77.KCL: 50 kg @ Rp.500. 4.000. O/I berupa polong kering 2. Jl.Rp.. Berupa biji kering d) Parameter kelayakan usaha 1.832.967.Rp.Rp. produksi dan produktivitas kacang tanah nasional meningkat terus. Fax. 82. 1.6): 2.id .- b) Pendapatan 1. Tenaga kerja . 021 316 9166~69.Rp.500.= 1. 2. angka produksi kacang tanah diantara jenis kacang-kacangan lainnya.go.618 Hal. HKW : Hari kerja wanita.000. 1. 115.500. Lain-lain Jumlah biaya produksi Rp. Peralatan 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.032. Berupa polong kering 2.000. para tengkulak mulai melakukan pembelian di areal pertanaman secara besar-besaran (Jawa: ditebas) dan para tengkulak kemudian menjual ke pabrik-pabrik minyak goreng.

mutu III=2. maka harus dilakukan beberapa pengujian.5. Diskripsi Standar mutu kacang tanah di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3921-1995. c) Syarat khusus mutu kacang tanah polong (gelondong) 1. Kotoran maksimum (%): mutu I=1.3. 5. Untuk mendapatkan hasil kacang tanah yang sesuai dengan syarat. yaitu: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. bau dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera penglihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperoleh. syarat mutu. Rendemen minimum (%): mutu I=65. mutu=9. Jl. mutu II=7. 6. mutu III=2.5. 3. pengemasan dan rekomondasi. Kotoran maksimum (%): mutu I=0. Polong keriput maksimum (%): mutu I=2. STANDAR PRODUKSI 11. Diameter : mutu I minimum 8 mm.5. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. Polong biji satu maksimum (%): mutu I=3. mutu II dan mutu III a) Syarat umum 1.H. mutu II=1. mutu III=3. http://www. mutu=9. mutu II=1. Butir rusak maksimum (%): mutu I=0. mutu III=4.go. mutu II=2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. cara uji. 11. Bebas dari bahan kimia seperti insektisida dan fungisida. Polong rusak maksimum (%): mutu I=0. 021 316 9166~69. Kadar air maksimum (%): mutu I=8. 2.ristek. mutu III=8. 6. mutu III=3.id . 7. mutu II=4.2. 4. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu II=3. Memiliki suhu normal. apek dan bau asing lainnya. 4. mutu III=10. mutu III=3. 5. mutu II=2. 2. mutu II=5. Kadar air maksimum (%): mutu I=6. mutu II=0. syarat penandaan. 4. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mutu III=5. Ruang Lingkup Standar produksi kacang tanam meliputi: klasifikasi. b) Syarat khusus mutu kacang tanah biji (wose) 1. 3. mutu III=4.1. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=0. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. Fax. mutu II minimum 7 mm. mutu III=60. asam. Bebas bau busuk. 2. cara pengambilan contoh. Bebas hama penyakit. M. 3. mutu II=2. mutu III maksimum 6mm. mutu II=62. Hal. 021 316 1952. Klasifikasi dan Syarat Mutu Kacang tanah digolongkan dalam 3 jenis mutu: mutu I.

dan tahan mengalami handing baik pada pemuatan maupun pembongkaran.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Penentuan adanya butir rusak. g) Nomor karung. kacang tanah polong harus dikupas dahulu kulitnya. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung.H. e) Penentuan suhu dengan alat termometer. Presentase butir warna lain.id . Kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. 11.4. e) Berat bruto. Fax. selanjutnya biji kacang tanahnya diukur kadar airnya. kotoran dan butir belah dilakukan dengan cara manual dengan pinset. butir keriput. Untuk mengukur kadar air. b) Daerah asal produksi. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. Pengemasan Kacang tanah dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. 11. h) Tujuan. dengan maksimum 30 karung dari tiap partai barang. c) Penentuan diameter dengan menggunakan alat pengukur dial caliper. berat contoh analisa untuk kacang wose 100 gram dan kacang tanah gelondong 200 gram.ristek. f) Penentuan kadar aflatoksin. c) Nama dan mutu barang. Jl. http://www. d) Penentuan kadar air biji harus ditentukan dengan alat mouture tester electronic yang telah dikalibrasi atau dengan distilasi dengan toulen (AOAC 9254). Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5. butir belah. butir rusak. 021 316 1952. berat netton setiap karung maksimum 75 kg. 021 316 9166~69. d) Nama perusahaan/pengekspor.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat 100 %. M. f) Berat netto. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum dan mempunyai sertifikat yang dikeluarkan oleh badan yang berwenang. butir warna lain. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih lebih dahulu.

Fax. Jl. 021 316 1952.go. http://www.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69.ristek. M.

DAFTAR PUSTAKA a) Badan Agribisnis Departemen Pertanian.id . Budidaya dan Analisis Usaha Tani.ristek. 1999. 021 316 9166~69. Kanisius. http://www. Jakarta. Fax. Jakarta. c) Rahmat Rukmana.go. 1997. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Yogyakarta. Ubi Kayu. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.H. Ir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penerbit Swadaya. b) Danarti dan Sri Najiyati. 021 316 1952. 1998. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hortikultura. M. Budidaya dan Pasca Panen. Penerbit Kanisius (Anggota IKAPI). Proyek PEMD. H. Palawija. Yogyakarta.

Dasar-dasar penentuan varietas kedelai adalah menurut: umur. dan Cina. No. No.id . JENIS TANAMAN Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut: Familia : Leguminosae Subfamili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L Kedelai yang tumbuh secara liar di Asia Tenggara meliputi sekitar 40 jenis.ristek. merupakan kedelai yang menurunkan berbagai kedelai yang kita kenal sekarang (Glycine max (L) Merril). 27. Terdapat 4 tipe kedelai yakni: tipe Mansyuria.H. 021 316 1952. India. Davros. SEJARAH SINGKAT Kedelai merupakan tanaman pangan berupa semak yang tumbuh tegak. Penyebaran geografis dari kedelai mempengaruhi jenis tipenya. warna biji dan tipe batang. Shakti 945. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDELAI ( Glycine max L ) 1. Kedelai jenis liar Glycine ururiencis. Varietas kedelai yang dianjurkan yaitu: Otan. Jepang. Ringgit 317. Fax. 021 316 9166~69. Penyebaran tanaman kedelai ke Indonesia berasal dari daerah Manshukuo menyebar ke daerah Mansyuria: Jepang (Asia Timur) dan ke negara-negara lain di Amerika dan Afrika. 2. Sumbing 452. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Berasal dari daerah Manshukuo (Cina Utara). Di Indonesia. Taichung 1290.29. Economic Garden.go. Merapi 520. http://www. M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. yang dibudidayakan mulai abad ke17 sebagai tanaman makanan dan pupuk hijau.

Jl.ristek.go. M. http://www.id . 021 316 1952.H. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

saat ini kedelai banyak ditanam di dataran rendah yang tidak banyak mengandung air. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Muria dan Tidar. Merbabu. Sedangkan untuk mendapatkan hasil optimal. Fax. Sumatera Selatan dan Bali. Bahkan daya tahan kedelai lebih baik daripada jagung. Orba 1343. akan tetapi suhu optimum bagi pertumbuhan tanaman kedelai 23-27 derajat C.go. Sedangkan olahan dalam bentuk minyak kedelai digunakan sebagai bahan industri makanan dan non makanan. b) Tanaman kedelai dapat tumbuh baik di daerah yang memiliki curah hujan sekitar 100-400 mm/bulan. Sulawesi Utara (Gorontalo). M. 5. Lampung. kosmetika. Industri makanan dari minyak kedelai yang digunakan sebagai bahan industri makanan berbentuk gliserida sebagai bahan untuk pembuatan minyak goreng. kue.1. cat cair. 3.id . permen dan daging nabati serta sebagai bahan industri bukan makanan seperti : kertas. seperti di pesisir Utara Jawa Timur. Iklim a) Tanaman kedelai sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. tanaman kedelai membutuhkan curah hujan antara 100-200 mm/bulan. Jl. Clark 1293. Jawa Tengah. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Raung.ristek. http://www. Dempo. Galunggung. kue-kue. yaitu: olahan dalam bentuk protein kedelai dan minyak kedelai. terdapat areal pertumbuhan kedelai yang sangat luas sehingga menghasilkan 57 % produksi kedelai dunia. margarin dan bahan lemak lainnya. tinta. Dalam bentuk protein kedelai dapat digunakan sebagai bahan industri makanan yang diolah menjadi: susu. Lokon. 021 316 1952. Kerinci. Iklim kering lebih disukai tanaman kedelai dibandingkan iklim lembab. Jawa Barat. 4. Hal.H. Sedangkan dalam bentuk lecithin dibuat antara lain: margarin. SENTRA PENANAMAN Di salah satu negara bagian Amerika Serikat. Sebagai barometer iklim yang cocok bagi kedelai adalah bila cocok bagi tanaman jagung. c) Suhu yang dikehendaki tanaman kedelai antara 21-34 derajat C. Wilis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. Guntur.TTG BUDIDAYA PERTANIAN TKG 1291. insectisida dan farmasi. Pada proses perkecambahan benih kedelai memerlukan suhu yang cocok sekitar 30 derajat C. Di Indonesia. vetsin. tinta cetak dan tekstil. MANFAAT TANAMAN Kacang kedelai yang diolah menjadi tepung kedelai secara garis besar dapat dibagi menjadi 2 kelompok manfaat utama.

5 pertumbuhannya sangat terlambat karena keracunan aluminium. h) Dalam pembudidayaan tanaman kedelai. f) Tanah berpasir dapat ditanami kedelai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Saat panen kedelai yang jatuh pada musim kemarau akan lebih baik dari pada musim hujan. sebaiknya dipilih lokasi yang topografi tanahnya datar. sebelumnya perlu diberi bakteri Rhizobium. kecuali tanah yang sudah pernah ditanami Vigna sinensis (kacang panjang). d) Tanah yang baru pertama kali ditanami kedelai.2. Pada pH kurang dari 5. tetapi air tetap tersedia. Sedangkan varietasi kedelai berbiji besar cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 300-500 m dpl.5 pun kedelai dapat tumbuh. asal air dan hara tanaman untuk pertumbuhannya cukup.go. sangat cocok ditanam di lahan dengan ketinggian 0. Pada tanah-tanah podsolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa. Kedelai biasanya akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Kedelai yang ditanam pada tanah berkapur atau bekas ditanami padi akan lebih baik hasilnya. asal tidak tergenang air yang akan menyebabkan busuknya akar. sebaiknya diadakan perbaikan drainase dan aerasi sehingga tanaman tidak kekurangan oksigen dan tidak tergenang air waktu hujan besar. Tanah yang mengandung liat tinggi. pertumbuhan kedelai kurang baik. bahan organik sangat penting artinya. Jl. http://www. Bahkan pada kondisi lahan yang kurang subur dan agak asam pun kedelai dapat tumbuh dengan baik.5300 m dpl. karena berpengaruh terhadap waktu pemasakan biji dan pengeringan hasil. Ketinggian Tempat Varietas kedelai berbiji kecil. 5. Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. grumosol. sebab tekstur tanahnya masih baik dan tidak perlu diberi pemupukan awal. M. yang akhirnya akan membebaskan unsur hara untuk pertumbuhan tanaman.0 tetapi pada pH 4. e) Kedelai juga membutuhkan tanah yang kaya akan humus atau bahan organik. asal drainase dan aerasi tanah cukup baik. latosol dan andosol. kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah cukup. Untuk memperbaiki aerasi. baik pula ditanami kedelai. sehingga tidak perlu dibuat teras-teras dan tanggul. 5.id .H. Bahan organik yang cukup dalam tanah akan memperbaiki daya olah dan juga merupakan sumber makanan bagi jasad renik. Jagung merupakan tanaman indikator yang baik bagi kedelai.87. Pertumbuhan bakteri bintil dan proses nitrifikasi (proses oksidasi amoniak menjadi nitrit atau proses pembusukan) akan berjalan kurang baik. Fax.ristek. g) Toleransi keasaman tanah sebagai syarat tumbuh bagi kedelai adalah pH= 5. 021 316 9166~69. regosol. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tanah yang baik ditanami jagung. 021 316 1952.3. b) Kedelai tidak menuntut struktur tanah yang khusus sebagai suatu persyaratan tumbuh. c) Tanah-tanah yang cocok yaitu: alluvial. Media Tanam a) Pada dasarnya kedelai menghendaki kondisi tanah yang tidak terlalu basah.

M.ristek. Jl.id . 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Fax. http://www.go. 021 316 1952.

(suatu inokulum buatan dari bakteri atau kapang yang ditempatkan di media biakan. 021 316 9166~69. tidak tercemar dengan varietas-varietas lainnya. Peter. Lakon. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Untuk mendapatkan hasil panen yang baik. yang perlu diperhatikan dalam hal memilih benih yang baik adalah: kondisi dan lama penyimpanan benih tersebut. tetapi tidak lebih dari 6 jam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. Benih yang ditanam juga harus merupakan varietas unggul yang berproduksi tinggi. Tambora. Bakteri ini akan hidup di dalam bintil akar dan bermanfaat sebagai pengikat unsur N dari udara.1. Selain itu. berumur genjah/pendek dan tahan terhadap serangan hama penyakit. TK 5. Limpo Batang. Beberapa varietas unggul kedelai adalah: Ainggit (137). Clark 63. Raung. Wilis. Orba. (2) legin dicampur dengan 1 kg benih dan kocok hingga merata (agar seluruh kulit biji terbungkus dengan inokulum. Rinjani. sebelum benih ditanam harus dicampur dengan legin. dan tidak terinfeksi dengan hama penyakit.452. Cara pemberian legin: (1) sebanyak 5-10 gram legin dibasahi dengan air sekitar 10 cc. M. Galunggung. No. Dapat juga benih diangin-anginkan terlebih dahulu sebelum ditanam.H.id . Tidar. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Pada tanah yang sudah sering ditanam dengan kedelai atau kacang-kacangan lain. Biji kedelai mudah menurun daya kecambah/daya tumbuhnya (terutama bila kadar air dalam biji ≥ 13% dan disimpan di ruangan bersuhu ≥ 25 derajat C. kompos untuk memulai aktifitas biologinya Rhizobium japonicum).29. Merbabu. Economic Garden.27. atau dengan memperpendek jarak tanam. Davros. Guntur. Fax.ristek.go. tanah. http://www. dengan kelembaban nisbi ruang ≥ 80%. artinya benih mempunyai daya tumbuh yang besar dan seragam.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Taichung. Shakti. 2) Penyiapan Benih Pada tanah yang belum pernah ditanami kedelai. 021 316 1952. maka benih yang digunakan harus yang berkualitas baik. berarti sudah mengandung bakteri tersebut. No. Jarak tanam pada penanaman benih berdasarkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. No. 3) Teknik Penyemaian Benih Penanaman dengan benih yang mempunyai daya tumbuh agak rendah dapat diatasi dengan cara menanamkan 3-4 biji tiap lubang. benih dibiarkan sekitar 15 menit baru dapat ditanam. bersih dari kotoran. (3) setelah diinokulasi.

http://www.go.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 1952.id . 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.

perlu memperhatikan cara-cara yang baik dan benar. harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. sehingga pada saat bibit telah ditanam maka akan mengalami hambatan dalam pertumbuhan bahkan mati.go. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan Hal. Pertama dibiarkan bongkahan terangin-angin 5-7 hari. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam. 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jarak antara waktu pengolahan tanah dengan waktu penanaman sekitar 3 minggu. 3) Pengapuran Tanah dengan keasaman kurang dari 5.ristek. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah.5 seperti tanah podsolik merah-kuning. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat daripada kapur kasar. Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam. kemudian dicampur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. dan pH tanah sudah meningkat sesuai dengan yang diinginkan. 4) Pemindahan Bibit Ketika memindah yaitu menunjuk akar tanaman di kebun.2. pencangkulan ke 2 sekaligus meratakan. menggemburkan dan membersihkan tanah dari sisa-sia akar. Jl. Apabila akan dibuat drainase. maka jarak antara drainase yang satu dengan lainnya sekitar 3-4 m. Dengan pengapuran. Fax. http://www. dengan dosis 2-3 ton/ha.id . memupuk. Pemindahan bibit yang ceroboh dapat merusak perakaran tanaman. supaya pertumbuhan tanaman yang satu dengan lainnya tidak terganggu. Persiapan tanam pada tanah tegalan atau sawah tadah hujan sebaiknya dilakukan 2 kali pencangkulan. 6. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Terdapat 2 cara mempersiapkan penanaman kedelai. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dapat dilakukan dengan pencangkulan ataupun dengan bajak lebar 50-60 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi setiap 3-4 tahun sekali. tinggi 20 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tipe pertumbuhan tegak dapat diperpendek. 021 316 1952. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok. tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (Mg) dan pH-nya meningkat. M. yakni: persiapan tanpa pengolahan tanah (ekstensif) di sawah bekas ditanami padi rendheng dan persiapan dengan pengolahan tanah (intensif). Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah.H. sebaliknya untuk tipe pertumbuhan agak condong (batang bercabang banyak) diusahakan agak panjang. 021 316 9166~69.

kedelai dengan ketela pohon. Kedelai yang ditanam dengan sistem ini. 3.H. Kelemahan sistem ini adalah: penyebaran hama dan penyakit kedelai relatif cepat. Umur tanaman tidak jauh berbeda. Kelebihan lainnya ialah memudahkan pemberantasan hama dan penyakit. 2. agar tanaman memperoleh ruang tumbuh yang seragam dan mudah disiangi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar. 3) Cara Penanaman Sistem penanaman yang biasa dilakukan adalah: a) Sistem tanaman tunggal Dalam sistem ini. 4. penanaman benih dilakukan menurut alur bajak sedalam kira-kira 5 cm. Tanaman yang satu tidak mempunyai sifat mengalahkan tanaman yang liar. dan untuk alur ganda jarak tanam dibuat 20 cm. 20 x 35 cm atau 20 x 40 cm. 25 x 25 cm. Jarak tanam kedelai sebagai tanaman tunggal adalah: 20 x 20 cm. Pada tanah yang subur. 6.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tanaman kacang-kacangan. M. sehingga penanaman kedelai dengan sistem ini memerlukan perhatian khusus. Jenis hama dan penyakit sama atau salah satu tanaman tahan terhadap hama dan penyakit. seluruh lahan ditanami kedelai dengan tujuan memperoleh produksi kedelai baik mutu maupun jumlahnya. dan sebaliknya pada tanah tandus jarak tanam dapat dirapatkan. Sedangkan jarak jarak antara alur yang satu dengan yang lain dapat dibuat 50-60 cm. 2) Pembuatan Lubang Tanam Jika areal luas dan pengolahan tanah dilakukan dengan pembajakan. atau 20 x 20 cm. misalnya kedelai dengan kacang tunggak/ kacang tanah. Jarak tanam kedelai tergantung pada tingkat kesuburan tanah dan sifat tanaman yang bersangkutan. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam pada penanaman dengan membuat tugalan berkisar antara 20-40 cm. membutuhkan lahan kering namun cukup mengandung air. b) Sistem tanaman campuran Dengan sistem ini harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: 1.id . Jarak tanam hendaknya teratur. Fax. Kedua tanaman merupakan tanaman palawija. jarak tanam lebih renggang. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Jl. seperti tanah sawah bekas ditanami padi rendeng dan tanah tegalan pada permulaan musim penghujan. kedelai dengan jagung.3.ristek. Jarak tanam yang biasa dipakai adalah 30 x 20 cm. http://www.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.ristek.id .H. Fax.go. 021 316 1952. 021 316 9166~69. M. http://www.

Hal ini perlu dilakukan apabila jumlah benih yang tidak tumbuh mencapai lebih dari 10 %. Sebaiknya digunakan herbisida seperti Lasso untuk gulma berdaun sempit dengan dosis 4 liter/ha. misalnya tanah sawah yang memiliki irigasi teknis.id . Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari. biasanya kedelai ditanam bersamaan. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Waktu tanam yang tepat pada masing-masing daerah sangat berbeda. Untuk menjaga agar produksi tetap baik. http://www. M. sehingga akan terlihat tidak seragam.ristek. benih kedelai yang tidak tumbuh sebaiknya segera diganti dengan biji-biji yang baru yang telah dicampur Legin atau Nitrogen. Fax. dapat juga dengan menggunakan herbisida. agar tanaman yang masih muda tidak terkena banjir atau kekeringan. Apabila lahannya luas. Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2 (pemupukan lanjutan). waktu tanam terbaik adalah permulaan musim penghujan. 4) Waktu Tanam Pemilihan waktu tanam kedelai ini harus tepat. Hal. 6. waktu tanam paling tepat adalah menjelang akhir musim penghujan. Untuk mendapatkan kedelai yang bermutu baik.go. sekitar 6 minggu setelah tanam. Bila ditanam di tanah sawah. yakni saat tanah agak kering tetapi masih mengandung cukup air. maka sebaiknya kedelai ditanam menjelang akhir musim penghujan.4. kedelai dapat ditanam pada awal sampai pertengahan musim kemarau. Waktu penyulaman yang terbaik adalah sore hari. Karena umur kedelai menurut varietas yang dianjurkan berkisar antara 75-120 hari. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara mengikis gulma yang tumbuh dengan tangan atau kuret. 021 316 1952. Jl. Sebagai pedoman: bila ditanam di tanah tegalan. Di lahan sawah dengan irigasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Sistem tanaman tumpangsari Sistem ini biasa diterapkan pada tanah yang mendapat pengairan terus menerus sepanjang waktu. Dalam kenyataannya tidak semua biji yang ditanam dapat tumbuh dengan baik. 021 316 9166~69. 2) Penyiangan Penyiangan ke-1 pada tanaman kedelai dilakukan pada umur 2-3 minggu.H. Penyiangan ke-2 dilakukan pada saat tanaman selesai berbunga. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

pemupukan tidak diperlukan. Namun bila tidak ada irigasi. Di tanah berdrainase buruk harus dibuat saluran drainase di setiap 34 meter lahan memanjang sejajar dengan barisan tanam.id . M. Kekurangan air pada masa pertumbuhan akan menyebabkan tanaman kerdil. Hal ini terutama dilakukan pada saat musim hujan. Di lahan sawah irigasi. Pada tanah yang keras (drainase buruk) kelebihan air akan meyebabkan akar membusuk. Pengairan tidak dilakukan lagi apabila polong telah terisi penuh. TSP=50-75 kg/ha dan KCl=50-75 kg/ha. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Mulsa berupa jerami atau potongan-potongan tanaman lainnya yang dihamparkan pada permukaan tanah. Jl. http://www. kekeringan pada masa pembungaan dan pengisian polong dapat menyebabkan kegagalan panen. Pada tanah subur atau tanah bekas ditanami padi dengan dosis pupuk tinggi. c) Sawah kondisi tanah subur rendah: pupuk Urea=100 kg/ha. pemupukan dapat menaikkan hasil. tanah sebaiknya dalam keadaan kering. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Mulsa ini akan mencegah penguapan air secara berlebihan. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha. 021 316 9166~69. 5) Pengairan dan Penyiraman Kedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Caranya tanaman digenangi air selama 30-60 menit.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pembubunan Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. 4) Pemupukan Dosis pupuk yang digunakan sangat tergantung pada jenis lahan dan kondisi tanah. 021 316 1952. Apabila ada irigasi dan tidak ada hujan selama lebih dari 7 hari. penyediaan air hanya hanya dapat dilakukan dengan mengatur waktu tanamnya dan pemberian mulsa. Pengairan seperti ini diulangi setiap 7-10 hari. Dosis pupuk secara tepat adalah sebagai berikut: a) Sawah kondisi tanah subur: pupuk Urea=50 kg/ha. Pada tanah yang kurang subur.H. d) Lahan kering kondisi tanah kurang subur: pupuk kandang=2000-5000 kg/ha. tanah harus diairi. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Urea=50-100 kg/ha.go. b) Sawah kondisi tanah subur sedang: pupuk Urea=50 kg/ha. Saat menjelang panen. pemberian air di sawah bisa diatur. bahkan dapat menyebabkan kematian apabila kekeringan telah melalui batas toleransinya. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit yang berbahaya. TSP=75 kg/ha dan KCl=100 kg/ha.ristek.

8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.H.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.ristek. Jl. 021 316 1952.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan pada waktu yang berbeda-beda tergantung jenis hama dan pola penyerangannya. http://www. 7. mengolah tanah dengan baik. e) Ulat penggerek polong. bersih. Thiodan 35 EC pada waktu pembentukan polong. M. Azodrin 115 WSC. a) Lalat bibit. Sevin 85 SP atau Tamaron pada tanaman setelah berumur di atas 20 hari. Dursban 20 EC. pertumbuhannya terhambat. dilakukan sebelum benih ditanam. 021 316 9166~69. Menyerang pada awal pertumbuhan dan masa pertumbuhan bunga dan polong. Kutu ini dapat dapat menularkan virus SMV (Soyabean Mosaik Virus). Gejala: layu. Hama a) Aphis SPP (Aphis Glycine) Kutu dewasa ukuran kecil 1-1. Hosthathion 40 EC.go. ada yang bersayap dan tidak. bahkan tidak berbuah sama sekali.id . Thiodon 35 EC dan Barudin 60 EC sebanyak 2 kali seminggu setelah ditemukan telur. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Wereng kedelai atau kumbang daun. Azodrin 15 WSC.1.H. kapas-kapasan atau kacang. Kharpos 50 EC. dan hasilnya akan sedikit.kacangan. tidak ditumbuhi tanaman inang seperti: terung-terungan. dicampur dengan benih. diberi insektisida Marshal 200 EC. Pengendalian: (1) menanam kedelai pada waktunya.5 mm berwarna hitam. (4) penyemprotan insektisida dilakukan pada permukaan daun bagian atas dan bawah. disemprot dengan insektisida Surecide 25 EC. setelah tanam 50 hari. Tanaman kedelai yang terlindung akan selalu muda sehingga proses pembentukan buah kurang baik. Huslation 40 EC. (3) menggunakan musuh alami (predator maupun parasit). (2) membuang bagian tanaman yang terserang hama dan membakarnya. Diazinois 60 EC dan Dusban 20 EC atau Bayrusil setiap 1-2 minggu. Jl. disemprot dengan insektisida Agrothion 50 EC. HAMA DAN PENYAKIT 7.ristek. memenuhi syarat. b) Ulat prodenia dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Kepik coklat disemprot dengan Azodrin 15 WSC. 7) Pemeliharaan Lain Kedelai termasuk tanaman yang membutuhkan banyak sinar matahari maka membutuhkan tanaman pelindung. Fax. Tanaman kedelai akan rusak bila tertimpa cabang -cabang kering tanaman pelindung yang jatuh.

go.id . http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. 021 316 9166~69.ristek. Jl. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.

h) Kepik hijau (Nezara Viridula) Panjang 16 mm. hitam bergaris kuning. kemudian setelah benih ditanam. M. Pengendalian: Azodrin 15 WCS. Waktu buah masih hijau. Pengendalian: penyemprotan Agrothion 50 EC. (2) penyemprotan Agrothion 50 EC. Fax. pemakan daun dan merusak bunga. yang berwarna hitam bintik putih. Penyemprotan diulangi pada waktu kedelai berumur 1 bulan. Pengendalian: (1) waktu tanam pada saat tanah masih lembab dan subur (tidak pada bulan-bulan kering). dan Agrothion 50 EC. larva masuk ke dalam batang memakan isi batang. dengan dosis 2 cc/liter air.go. Jl. pucuk. 021 316 9166~69. Surecide 25 EC c) Kumbang daun tembukur (Phaedonia Inclusa) Bertubuh kecil. Setelah 6 hari telur menetas menjadi nimfa (kepik muda). Dursban 20 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: (1) kedelai ditanam tepat pada waktunya (setelah panen padi). Pengendalian: sama dengan terhadap kumbang daun tembukur.ristek. sebelum ulat berkembang biak. memakan buah muda. g) Lalat kacang (Ophiomyia Phaseoli) Menyerang tanaman muda yang baru tumbuh. Basudin 50 EC. memakan polong dan bertelur. berkelompok.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Melano Agromyza Phaseoli. http://www. Gejala: polong dan biji mengempis serta kering. 021 316 1952.5 mm) Lalat bertelur pada leher akar.H. Pengendalian: Saat benih ditanam. Azodrin 15 WSC. Diazinon 60 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . e) Ulat polong (Etiela Zinchenella) Ulat yang berasal dari kupu-kupu ini bertelur di bawah daun buah. telur di bawah permukaan daun. polong bagian luar berubah warna. bunga. Gejala: pada buah terdapat lubang kecil. f) Kepala polong (Riptortis Lincearis) Gejala: polong bercak-bercak hitam Pengendalian: penyemprotan Surecide 25 EC. Azodrin 15 WSC. tanah diberi Furadan 36. ulat masuk ke dalam buah sampai besar. setelah menetas. Umur kepik dari telur hingga dewasa antara 1 sampai 6 bulan. saat matahari bersinar turun ke polong. dan menjadi hampa. Gejala: larva dan kumbang memakan daun. bahkan seluruh tanaman. tanah ditutup dengan jerami . kemudian menjadi lalat dan bertelur. Biji bagian dalam atau kulit polong berbintik coklat. (2) penyemprotan obat Dursban 20 EC sampai 15 hari sebelum panen. polong muda. di dalam polong terdapat ulat gemuk hijau dan kotorannya. Lebih berbahaya bagi kedelai yang ditanam di ladang. volume larutan 1000 liter/ha. Sumithoin 50 EC. kecil sekali (1. Satu minggu setelah benih menjadi kecambah dilakukan penyemprotan dengan insektisida Azodrin 15 WSC. Pagi hari berada di atas daun. d) Cantalan (Epilachana Soyae) Kumbang berwarna merah dan larvanya yang berbulu duri. Bertelur pada permukaan daun.

M. 021 316 9166~69. Jl. Fax. http://www.ristek.H. Fomodol 50 EC.TTG BUDIDAYA PERTANIAN EC. Hal. 10/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.

bermula dari kupu-kupu berwarna keabu-abuan. dan tanaman berjarak tanam pendek. Pengendalian: (1) varietas yang ditanam sebaiknya yang tahan terhadap penyakit layu. polong muda yang terserang hama menjadi kosong dan isi polong tua menjadi kerdil. Gejala: daun sedikit demi sedikit layu. b) Penyakit layu (Jamur tanah : Sclerotium Rolfsii) Penyakit ini menyerang tanaman umur 2-3 minggu. dan berpencar mencari rumpun lain. Tiap kelompok telur terdiri dari 350 butir. saat udara lembab. Pemberantasan: belum ada. Copper Sandoz.go. Penularan melalui tanah dan irigasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN i) Ulat grayak (Prodenia Litura) Seranggan: mendadak dan dalam jumlah besar. Fax. Dithane M 45.ristek. 7. memakan daun. Pengendalian: (1) cara menanam kedelai yang tahan terhadap penyakit. Pengendalian: (1) biji yang ditanam sebaiknya dari varietas yang tahan layu dan kebersihan sekitar tanaman dijaga. Penularan melalui singgungan tanam karena jarak tanam terlalu dekat. panjang 2 cm dan sayapnya 3-5 cm.id . (2) menyemprotkan Dithane M 45. ulat hidup bergerombol. Gejala: kerusakan pada daun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. menguning. Pengendalian: (1) perhatikan pola pergiliran tanam yang tepat. Gejala: daun dan polong bintik-bintik kecil berwarna hitam. buah dan daun mengecil. Gejala: daun tampak bercak dan bintik coklat. Gejala: bunga. Penularan melalui tanah dan irigasi. 021 316 1952. lebih parah jika cuaca cukup lembab. d) Penyakit anthracnose (Cendawan Colletotrichum Glycine Mori) Penyakit ini menyerang daun dan polong yang telah tua. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. pergiliran tanaman dilakukan dengan tanaman yang bukan merupakan tanaman inang penyakit tersebut. M. e) Penyaklit karat (Cendawan phakospora Phachyrizi) Penyakit ini menyerang daun. (2) menyemprotkan Dithane M 45. (2) penyemprotan Antracol 70 WP. dengan dosis 2 gram/liter air. c) Penyakit lapu (Witches Broom: Virus) Penyakit ini menyerang polong menjelang berisi. Penularan dengan perantaraan biji-biji yang telah kena penyakit.H. Penyerangan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu. Penyakit a) Penyakit layu lakteri (Pseudomonas solanacearum) Penyakit ini menyerang pangkal batang. Pengendalian: menyemprotkan Tetracycline atau Tokuthion 500 EC. Penularan dengan perantaraan angin yang menerbangkan dan menyebarkan spora. Gejala: layu mendadak bila kelembaban terlalu tinggi dan jarak tanam rapat. 021 316 9166~69. Jl. daun yang paling rendah rontok. Pengendalian: (1) dengan cara sanitasi. (2) disemprotkan pada sore/malam hari (saat ulat menyerang tanaman) beberapa insektisida yang efektif seperti Dursban 20 EC. bertelur di permukaan daun.2. Azodrin 15 WSC dan Basudin 50 EC. http://www.

021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www. Jl.go. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek.H. M.

h) Virus mosaik (virus) Penyakit ini menyerang Yang diserang daun dan tunas. 8. Perlu diperhatikan. (2) menyemprotkan Dithane M 45. buah mulai berubah warna dari hijau menjadi kuning kecoklatan dan retak-retak. (2) menyemprotkan Tokuthion 500 EC.go. tanaman menjadi kerdil. Disamping itu.id .H. buah akan gugur akibat tangkai buah mengering dan lepas dari cabangnya. Gejala: permukaan daun bercak-bercak menembus ke bawah. tergantung pada varietas dan ketinggian tempat. Pengendalian: (1) penanaman varietas yang tahan terhadap virus. 021 316 1952. agar hasilnya segera dapat dijemur. Gejala: batang menguning kecokllat-coklatan dan basah. 8. Penularan melalui tanah dan irigasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN f) Penyakit bercak daun bakteri (Xanthomonas phaseoli) Penyakit ini menyerang daun. keadaan tanah perlu diperhatikan terlebih dulu. Pengendalian: menyemprotkan Dithane M 45. PANEN 8. Pada tanah ringan dan berpasir. Jl.1. Perlu diperhatikan umur kedelai yang akan dipanen yaitu sekitar 75-110 hari. karena banyak buah yang sudah tua dan kering. sehingga kulit polong retak-retak atau pecah dan biji lepas berhamburan. tetapi bukan karena serangan hama atau penyakit. proses pencabutan akan lebih mudah. kedelai yang akan digunakan sebagai bahan konsumsi dipetik pada usia 75-100 hari.ristek. Cara pencabutan yang benar ialah dengan memegang batang poko. Panen yang terlambat akan merugikan. sedangkan untuk dijadikan benih dipetik pada umur 100-110 hari. M. Pengendalian: (1) memperbaiki drainase lahan. Cara Panen Pemungutan hasil kedelai dilakukan pada saat tidak hujan. tangan dalam Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. g) Penyakit busuk batang (Cendawan Phytium Sp) Penyakit ini menyerang batang.2. 021 316 9166~69. Gejala: perkembangan dan pertumbuhan lambat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. lalu gugur. Ciri dan Umur Panen Panen kedelai dilakukan apabila sebagian besar daun sudah menguning. batang berwarna kuning agak coklat dan gundul. atau polong sudah kelihatan tua. http://www. agar kemasakan biji betulbetul sempurna dan merata. Penularan vektor penyebar virus ini adalah Aphis Glycine (sejenis kutu daun). kemudian membusuk dan mati. a) Pemungutan dengan cara mencabut Sebelum tanaman dicabut.

M. http://www. Jl.go.id . 021 316 9166~69.H. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Agar kedelai kering sempurna.3. 021 316 1952. PASCAPANEN 9.H. polong kedelai akan mudah pecah sehingga bijinya mudah dikeluarkan. sehingga tidak terlalu banyak menimbulkan goncangan. asalkan polong sudah cukup kering.00 hingga 12. tapi tertinggal di dalam tanah. Sesudah kering sempurna dan merata. b) Pemungutan dengan cara memotong Alat yang biasanya digunakan untuk memotong adalah sabit yang cukup tajam. Prakiraan Produksi Produksi kedelai yang didasilkan para petani Indonesia rata-rata 600-700 kg/ha. pemetikan sebaiknya dilakukan secara bertahap. dijemur secara terpisah. maka dengan memotong akan lebih cepat. M. beberapa kali. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8. Penjemuran benih sebaiknya dilakukan pada pagi hari. 021 316 9166~69.00 siang.4. dan untuk menjaga agar buah yang belum masak benar tidak ikut dipetik. Biji kedelai yang akan digunakan sebagai benih. Biji tersebut sebenarnya telah dipilih dari tanaman-tanaman yang sehat dan dipanen tersendiri. 9. Periode Panen Mengingat kemasakan buah tidak serempak. kemudian dijemur sampai betul-betul kering dengan kadar air 10-15 %. pemungutan dengan cara mencabut sukar dilakukan.1. Pencabutan harus dilakukan dengan hati-hati sebab kedelai yang sudah tua mudah sekali rontok bila tersentuh tangan.id . http://www. 8. atau di lantai semen selama 3 hari. Di samping itu dengan alat pemotong yang tajam. Pada tanah yang keras.ristek. pekerjaan bisa dilakukan dengan cepat dan jumlah buah yang rontok akibat goncangan bisa ditekan. Kedelai dikumpulkan kemudian dijemur di atas tikar. Jl. Sedangkan biji-biji masih terbungkus polong dengan mudah bisa dikeluarkan dari polong. pada saat penjemuran hendaknya dilakukan pembalikan berulang kali. Pemungutan dengan cara memotong bisa meningkatkan kesuburan tanah. anyaman bambu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN posisi tepat di bawah ranting dan cabang yang berbuah.go. seluruh hasil panen hendaknya segera dijemur. Pengumpulan dan Pengeringan Setelah pemungutan selesai. Pembalikan juga menguntungkan karena dengan pembalikan banyak polong pecah dan banyak biji lepas dari polongnya. dari pukul 10. karena akar dengan bintilbintilnya yang menyimpan banyak senyawa nitrat tidak ikut tercabut.

H. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.ristek. Jl.id . Fax. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go. M.

300.100.000. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya Kedelai di lahan pasang surut untuk luas lahan 1 hektar per musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: a) Biaya produksi 1.4.ristek. 1. Rp. Penyimpanan dan pengemasan Sebagai tanaman pangan.Pestisida 2 liter @ Rp.000. Rp.Kapur: 1. 6000. Rp.000. Jl.3. 100.900.. 021 316 9166~69. 1 musim tanam 2. 021 316 1952. Tenaga kerja . Biji yang bersih ini selanjutnya dijemur kembali sampai kadar airnya 9-11 %. 10.. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. Rp. Biji yang luka dan keriput dipisahkan.go.180.35.000. Biji yang terpisah kemudian ditampi agar terpisah dari kotoran-kotoran lainnya.240. Apabila kedelai disimpan dalam waktu lama.Legin 5. Rp.KCl: 50 kg @ Rp. 1. Pestisida .000. Fax. Rp.00.500.2 %. Rp. M.H. 300. maka setiap 2-3 bulan sekali harus dijemur lagi sampai kadar airnya sekitar 9-11 %. http://www.. Pupuk dan kapur .000. atau dirontokkan dengan alat pemotong padi.000.000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.SP-36: 125 @ Rp. brangkasan disingkirkan. Sewa lahan 1 ha.000 kg @ Rp.id .125. Bibit: benih 40 kg @ Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9. Setelah biji terpisah.000. Diantaranya dengan cara memukul-mukul tumpukan brangkasan kedelai secara langsung dengan kayu atau brangkasan kedelai sebelum dipukul-pukul dimasukkan ke dalam karung.. Penyortiran dan Penggolongan Terdapat beberapa cara untuk memisahkan biji dari kulit polongan. Sebagai perkiraan dari batang dan daun basah hasil panen akan diperoleh biji kedelai sekitar 18. Rp.Urea: 50 kg @ Rp.1.2.Pengolahan tanah 30 OH Rp.650. Karung-karung kedelai ini ditumpuk pada tempat yang diberi alas kayu agar tidak langsung menyentuh tanah atau lantai.300. kedelai dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Biji yang sudah kering lalu dimasukkan ke dalam karung dan dipasarkan atau disimpan.3. 400.200. Caranya kedelai disimpan di tempat kering dalam karung. 1.

id . 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 1952.go.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek. Jl. 021 316 9166~69. M.

5. 1.000. Fax. 1. Sewa lahan 1 ha.900. 5.000. 600.Rp.000. 500.000.Urea: 50 kg @ Rp.go. 1. Gambaran Peluang Agribisnis Bila dibandingkan dengan produksi kedelai Amerika yang mencapai 1800 kg/ha.000.00. 450.Legin 5.Pestisida 2 liter @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Rp. 600. 1. Hal ini dapat dipecahkan dengan cara menanam varietas unggul secara intensif.000.237.000.000. 3. Rp.500.Kapur: 1000 kg @ Rp.000. 021 316 9166~69. 100. 600.517.Rp.75. 6. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pupuk dan kapur .Rp. 300.000. M.Rp.H.000.000.Rp.Rp. 1 musim tanam 2.Pemeliharaan 30 OH 6.Rp.240.000.780.180. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.4.000. B/C Ratio 10. Jl. http://www.= 1. Rp.Penanaman 60 OH ..- Rp. Panen dan pasca panen Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 1.800 kg @ Rp.SP-36: 125 @ Rp.Penanaman 60 OH .3.800 kg @ Rp.Pengolahan tanah 60 OH . 300. produksi kedelai yang dihasilkan para petani Indonesia masih tergolong rendah yaitu rata-rata 600-700 kg/ha. 1..Rp.000.000. 3000.000. Maka diharapkan Hal.ristek.200.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1. Bibit: benih 40 kg @ Rp. 3. B/C Ratio Rp.300..400.= 1. Rp. Rp.000.400. 021 316 1952. 500.882. Tenaga kerja .000. 3.c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.500.620. Pestisida . Rp.2.id Rp.Rp.500.429 Sedangkan perkiraan analisis budidaya kedelai di lahan kering beriklim basah per hektar dalam 1 musim tanam (4 bulan) di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 sebagai berikut: a) Biaya produksi 1.Pemeliharaan 50 OH 6.500.391 .TTG BUDIDAYA PERTANIAN . Rp.Rp. yang dapat mencapai 20 kuintal/ha.000.

Meningkatnya produksi kedelai pada periode tersebut merupakan hasil upaya intensifikasi dan ekstensifikasi yang telah dilaksanakan dengan didorong oleh adanya Program Upaya Khusus Peningkatan Produksi Kedelai di berbagai wilayah. Bebas hama dan penyakit. Sedangkan partai kecil pada umumnya dijual sendiri di pasar oleh para petani yang bersangkutan atau disalurkan ke industri rumah tangga yang mengusahakan tahu dan tempe. serta bahan pembuat susu sari kedelai. 3. Walaupun produktifitas tanaman kedelai cenderung mengalami peningkatan selama periode 1993-1997. agar impor kacang kedelai dapat dihentikan. Sebagai gambaran: pada saat harga kedelai putih biji besar Rp 500. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. kedelai putih biji sedang dan kecil Rp 400. syarat penandaan dan pengemasan. asam.ristek. 2. M. hasil panen kedelai dalam partai besar pada umumnya dijual melalui KUD. Diskripsi Standar mutu kedelai di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01-3922-1995 11. meskipun sementara petani masih menjual produksinya kepada tengkulak yang kemudian meneruskannya kepada pedagang besar (pengumpul) dan akhirnya disalurkan ke pabrik-pabrik.-/kg. atau bau asing lainnya.1. Patokan harga kedelai ini bisa bertahan dalam jangka waktu relatif lama.3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.-/kg. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN produksi kedelai di Indonesia dapat ditingkatkan lagi. http://www.id . syarat mutu. Jl. Bebas bau busuk. STANDAR PRODUKSI 11. 021 316 9166~69. cara pengambilan contoh. 11. seperti: insektisida dan fungisida. 021 316 1952. Di Indonesia. jarang mengalami perubahan. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Syarat umum 1.cara uji.(tahun 1992). kedelai hitam biji besar Rp 450. Jadi pada hakekatnya pemasaran kedelai tidak sulit. bahkan permintaan dari konsumen semakin meningkat.-/kg dan kedelai hitam biji sedang atau kecil Rp 375. Harga kedelai putih lebih mahal sebab mudah dan baik sekali digunakan sebagai bahan pembuat tempe dan tahu yang sudah memasyarakat di Indonesia. Bebas dari bahan kimia.H.2. 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Di pasaran umum harga kedelai disesuaikan dengan warna dan besar kecilnya biji. jadi dapat dikatakan harga kedelai agak stabil..

id . 16/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H.go. http://www. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Fax.

mutu II= 4. Kadar air maksimum (%): mutu I=13. 4. Butir keriput maksimum (%): mutu I=0. butir warna lain. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa. c) Nama dan mutu barang. 11.7 Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. b) Daerah asal produksi. Memiliki suhu normal.id . Jl. 021 316 9166~69. Persentase butir-butir warna lain. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4. 17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Hal. mutu II=14. mutu III=5 dan mutu IV=10. mutu II=1. berat contoh analisa 100 gram. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. d) Nama perusahaan /pengekspor. 5. Kotoran maksimum (%): mutu I=0.go. mutu III=2 dan mutu IV =3 6.ristek. b) Penentuan adanya rusak. butir rusak. 2. http://www. kotoran dan butir pecah dilakukan dengan cara manual dengan pinset dengan contoh uji 100 gram/sampel. Butir belah maksimum (%): mutu I=1. mutu II=3. c) Penentuan kadar air biji ditentukan dengan moisturetester electronic yang telah dikalibrasiatau dengan Toluen AOAC 9254 dan Penentuan suhu dengan termometer. kotoran ditetapkan berdasarkan berat masing-masing komponen dibandingkan dengan berat contoh analisa x 100 %. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. b) Syarat khusus 1. baru dilakukan dengan cara organoleptik kecuali adanya bahan kimia dengan menggunakan indera pengelihatan dan penciuman serta dibantu dengan peralatan dan cara yang diperbolehkan. Butir rusak maksimum (%): mutu I=1. mutu III=14 dan mutu IV=16. mutu II=1. 11. Butir warna lain maksimum (%): mutu I=1. M. Untuk mendapatkan hasil produksi kedelai yang sesuai dengan yang telah disyaratkan maka perlu dilakukan beberapa pengujian yang diantaranya: a) Penentuan adanya hama dan penyakit. butir pecah. mutu III=3 dan mutu IV=5. 021 316 1952. mutu II=2. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata. 3. Fax. mutu III=3 dan mutu IV=5.H. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. mutu III=3 dan mutu IV=5.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Berat bruto. : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. d) Marwanto. Fax. Proyek PEMD. Eko. Jl. Akata Agrosia. 021 316 9166~69. (1989). 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buletin Agronomi. Askip.go. Kedelai. b) Balai Informasi Pertanian (1983/84). M. (1992). (1998). 10 (1): 27-37 Jakarta. 14 (3): 128-136 f) Wiroatmodjo. (1995). (1991). 021 316 1952. g) Nomor karung. Intensitas Serangan Jamur Selama Penundaan Saat Panen dan Mutu Benih Kedelai (Glycine max L.ristek. Jurnal Penelitian Pertanian. Perbaikan Budidaya Basah Kedelai. Merill). DAFTAR PUSTAKA a) AAK. Respon Tanaman Kedelai (Glycine max) terhadap Herbisida dan Inokulasi Beberapa Strain Bradyrhizobium japonicum.H. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www. f) Berat netto. Kedele. Departemen Pertanian Banjarbaru c) Capricorn Indo Consult. 1 (1):10-14. Studi Tentang Agroindustri dan Pemasaran JAGUNG & KEDELAI di Indonesia. Sulistyono.id . Kanisius. BAPPENAS. h) Tujuan. e) Pasaribu. Yogyakarta. Proyek PEMD. 12.

Jl. kedondong bangkok. 021 316 1952. Kedondong berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara. gway (Myanmar).H. 021 316 9166~69. kook kvaan (Laos). M.id . Sedang di Asia Tenggara disebut : kedondong (Indonesia & Malaysia).TTG BUDIDAYA PERTANIAN KEDONDONG (Spondias dulcis Forst. mokah (Kamboja).) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2. JENIS TANAMAN Kedondong merupakan tanaman buah yang berasal dari famili Anacardiaceae. hevi (Filipina). atau great hog plum.ristek. otaheite apple. Jenis-jenis kedondong unggul yang potensial dan banyak ditanam oleh para petani diantaranya adalah kedondong karimunjawa. SEJARAH SINGKAT Kedondong merupakan tanaman buah berupa pohon yang dalam bahasa inggris disebut ambarella. dan kedondong kendeng. http://www. dan co'c (Vietnam). Tanaman ini telah tersebar ke seluruh daerah tropik. Kedondong karimunjawa merupakan kedondong yang buahnya berukuran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. makak farang (Thailand). Fax.

http://www. Fax. M.id .go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. 1/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.

5 gram sukrosa. 3) Pohon kedondong memerlukan banyak cahaya. tetapi kadang-kadang dibuat perahu. tidak dapat digunakan kayu pertukangan.3-1.ristek. 0. pohon yang ternaungi menghasilkan buah sedikit/tidak dapat berbuah sama sekali. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. buah yang belum matang mengandung pektin sekitar 10%. 8-10. Buah mentahnya banyak digunakan dalam rujak dan sayur.H. Kayunya berwarna coklat muda dan mudah mengambang.000-1. Tiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan mengandung 60-85 gram air.TTG BUDIDAYA PERTANIAN raksasa/super.1.853. Fax. tetapi sebagian buah matang diolah menjadi selai.5-0. Iklim 1) Pohon kedondong cabang-cabangnya rapuh dan mudah patah sehingga keadaan angin yang terlalu kencang dapat merusak pohon ini. Dikenal di berbagai pelosok dunia berbagai manfaat obat dari buah. dan luka bakar. 0. dan kulit batangnya. SYARAT TUMBUH 5. Salah satu negara yang menjadi sentra penanaman kedondong ialah Filipina yang memiliki satu jenis kedondong unggul yaitu jenis Spondias purpurea L. dan dari beberapa negara dilaporkan adanya pengobatan borok. jeli.8 gram lemak. Jawa Tengah). 021 316 9166~69. 5. serta untuk dibuat acar (sambal kedondong).7-1 kg/buah. 4) Suhu yang hangat sekitar 30 derajat C sangat cocok untuk tanaman kedondong. dan sari buah. 3.id . 021 316 1952. daun. Bentuk buahnya lonjong dengan berat 0. MANFAAT TANAMAN Manfaat buah kedondong manis kultivar unggul dimakan dalam keadaan segar. 0. M. kulit perih.500 mm/tahun. 4. Buah yang direbus dan dikeringkan dapat disimpan untuk beberapa bulan. Produksi kedondong ini dapat terjadi sepanjang tahun. Jl. Buah dan daunnya juga dijadikan pakan ternak. Daun mudanya yang dikukus dijadikan lalapan. http://www. SENTRA PENANAMAN Tanaman kedondong banyak ditanam di negara-negara Asia Tenggara.60 gram serat. Pada saat musim kemarau daun kedondong rontok seluruhnya dan pada musim penghujan akan tumbuh kembali dengan cepat.8 gram protein. 2) Curah hujan yang diinginkan antara 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di Indonesia daerah penghasil kedondong salah satu diantaranya adalah Karimunjawa (Jepara. Daging buahnya merupakan sumber vitamin C dan besi. 5) Kelembaban udara sekitar 14%.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 2/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go.H. 021 316 1952. M. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. Jl.

2) Derajat Keasaman tanah (pH) yang sesuai untuk tanaman kedondong ialah antara 5. setelah tumbuh dewasa sifat-sifat dari induknya akan berbeda. b) Benih yang dibeli di toko atau distributor harus yang memiliki persen kecambah sekitar 80% dan persen kemurniannya juga perlu diperhatikan. M. dalam keadaan stres dedaunannya akan rontok untuk sementara saja. http://www. 4) Kelerengan tidak terlalu mempengaruhi tanaman kedondong. Sehingga kebanyakan orang menggunakan pembiakan vegetatif untuk Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Apabila tanah terlalu asam maka untuk menaikkan pH perlu dilakukan pengapuran. namun tanaman kedondong paling baik ditanam pada daerah yang datar dengan kelerengan antara 0-10 derajat. Permukaan air tanah yang dapat dicapai oleh tanaman kedondong ialah antara 50-200 cm. 3) Tanaman kedondong tidak suka pada genangan air.2. Media Tanam 1) Tanaman kedondong mampu tumbuh sama baiknya pada tanah batu kapur dan tanah pasir asam.go. d) Benih dapat disemaikan terlebih dahulu sebelum ditanam agar benih dapat tahan terhadap keadaan lingkungan.id . 021 316 1952. Ketinggian Tempat Tanaman kedondong tumbuh baik pada dataran rendah yang kering sampai ketinggian 700 m dpl. gembur.ristek. 5. 2) Penyiapan Benih Pengadaan benih kedondong dapat dilakukan secara generatif atau dengan vegetatif. yaitu: a) Benih berasal dari tanaman induk yang sehat. Tanah yang disukai adalah tanah yang porous.2. Jl. Biji dapat terjadi dari penyerbukan sendiri maupun dari penyerbukan silang.3. asalkan tanah itu memiliki sistem pengaliran air yang baik. PEDOMAN BUDIDAYA 6. 6. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Benih yang akan ditanam harus memenuhi syarat-syarat pertumbuhan. Akan tetapi pohon ini juga toleran terhadap kekeringan.1. Sistem pengairan yang baik akan menunjang pertumbuhan kedondong sehingga produksinya melimpah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. c) Benih yang berasal dari pembiakan vegetatif harus dari bagian tanaman yang sehat dan dewasa. 021 316 9166~69.H. dan mengandung bahan organik.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Oleh karena itu benih yang berasal dari biji.5-6. Secara generatif adalah dengan menggunakan biji.

id . 021 316 1952.H. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 9166~69. 3/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.

Benih disemai pada waktu 2-3 minggu sebelum tanam. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Sebelum membuka kebun. Penetapan waktu penanaman juga sangat penting. Benih biasanya tidak disimpan akan tetapi langsung ditanam di lapangan setelah dilakukan pembiakan baik pembiakan secara vegetatif maupun generatif. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dapat disemai terlebih dahulu pada tempat pesemaian khusus. Produksi untuk setiap pohon bisa bermacam-macam tergantung jenis/varietas kedondong yang ditanam. Fax.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memperbanyak tanaman kedondong. harus direncanakan dahulu.id . setelah tumbuh 4-5 daun dapat dipindahkan ke dalam polybag. untuk tanaman kedondong diusahakan ditanam pada awal musim hujan. Penyiraman menggunakan gembor yang lubang-lubangnya kecil sehingga kucuran air tidak merusak tanah pesemaian. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pemindahannya dilakukan dengan hati-hati karena akar tanaman dapat rusak.ristek. M. Jl. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Semai sebaiknya disiram setiap pagi dan sore hari.H. Pembiakan vegetatif dapat dilakukan dengan cara cangkok. 4/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www. Tempat pesemaian ini biasanya dibuat dengan naungan dan pinggirnya ditutup dengan jaring kawat untuk melindungi benih dari gangguan hewan.go. Tanaman kedondong dapat berbuah lebat dan tajuknya menyebar sehingga jarak tanam antar pohon juga harus lebar. Dengan mengetahui pH tanah maka dapat diketahui apakah tanah perlu pengapuran atau tidak. 6. Apabila ada gejala-gejala benih yang terkena serangan hama maka penyemprotan pestisida dapat dilakukan dengan dosis yang rendah. Penyemaian dilakukan dengan menggunakan tanah humus atau tanah dicampur dengan kotoran hewan. Kondisi tanah seperti halnya pH tanah perlu diukur dahulu dengan menggunakan pH-tester. Waktu pemindahan bibit dilakukan pada pagi hari/sore hari ketika udara masih sejuk. Kemudian melakukan pengukuran luas areal penanaman sehingga dapat diketahui kebutuhan benih yang akan ditanam. 021 316 9166~69. Selain pH tanah. perlu juga dilakukan analisis tanah dengan mengamati jenis tanah dan kesuburannya. Setelah bibit dipindahkan dapat dilakukan penyiraman. 5) Pemindahan Bibit Setelah bibit sudah mencapai pertumbuhan yang baik dengan pertumbuhan daun antara 10-15 helai maka bibit siap ditanam dilapangan. Apabila biji yang tumbuh terlalu banyak dan rapat maka perlu dijarangi. stek batang/dengan okulasi sambungan. Pemupukan awal biasanya dengan menggunakan pupuk kandang. Apabila tanah kurang subur maka perlu dilakukan pemupukan awal.

Akan tetapi. umpamanya bagi tanah yang rendah. Jarak tanam untuk tanaman kedondong memang harus cukup lebar. Biayanya memang cukup banyak.id . M. 3) Pembentukan Bedengan Pada umumnya penanaman kedondong tidak perlu menggunakan bedenganbedengan. 021 316 9166~69. Pola tanam ada dua macam. Pemupukan dilakukan pada setiap lubang tanam pada waktu pembuatan lubang. maka hendaklah tanah tersebut ditanami pupuk hijau terlebih dahulu. Kegunaan ajir tersebut ialah agar bibit pohon yang ditanam dapat berjajar dengan teratur. Untuk manaikkan pH tanah maka perlu dilakukan pengapuran.ristek.3. 5) Pemupukan Pada tanah yang kurang subur akibat kandungan humus hanya sedikit. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. TSP. bila lahan sering digenangi air maka pembuatan bedengan sangat diperlukan. Pemakaian pupuk kimia seperti urea.go. Jl. tetapi biaya ini tidak akan sia-sia dibandingkan dengan hasil kebun yang akan didapat. hendaklah dibuat saluran-saluran pembuangan air. maka hendaklah seluruh kebun dibajak atau dicangkul. dan sebagainya. ZA dan lainnya juga dapat diberikan dengan dosis yang sesuai.H. maka mulailah dipasang ajir pada tempattempat yang akan ditanami pohon kedondong. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Jarak tanam untuk tanaman kedondong adalah 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pembukaan Lahan Supaya tanaman kedondong tumbuh subur. padat. atau tanah itu padat. Tanaman yang ditanam sebagai pupuk adalah tanaman yang dapat mengahasilkan unsur hara nitrogen (N) dan unsur-unsur hara lainnya yang sangat diperlukan tanaman kedondong. sebab tanaman ini memiliki tajuk yang menyebar.5-12 m. 4) Pengapuran Kondisi pH tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan tanaman kedondong. 6) Pemasangan Ajir Setelah tanah selesai dikerjakan. Bagi tanah yang kurang baik pembuangan airnya. 6. Cara pengapuran dilakukan dengan penaburan pada waktu setelah pembajakan atau pada waktu pembuatan lubang tanam (diberikan untuk setiap lubang). Fax. yaitu secara bujur sangkar atau segi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jenis kapur yang diberikan biasa adalah dolomit. http://www. Mengenai jumlah kapur yang diberikan disesuaikan dengan besarnya keasaman tanah.

5/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.id .go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. 021 316 9166~69. Jl. 021 316 1952.H. Fax.

Untuk menutup. sehingga dalam musim kemarau tidak akan kekurangan air. Pada waktu menanam. Akan lebih baik lagi kalau tanah itu dicampur dengan pupuk organis dan pasir dengan perbandingan 2:1:1. sebab lekas tumbuh dan tidak mudah dihinggapi penyakit.H. biarkan saja supaya turun sendiri.50 m atau 1. Penyulaman dilakukan dengan menggali tanah disekelilingnya dan mencabutnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. maka dugunakanlah alat yang dianamakan square atau boleh juga dipakai hoekspiegel. Apabila saat membuat lubang itu di dalamnya terdapat air. bila tidak maka akan mudah untuk menjadi sarang rayap dan akar-akarnya terganggu menembusnya. M. 2) Pembuatan Lubang Tanam Dua atau tiga minggu sebelum menanam pohon kedondong. Tutup lubang sekali-kali tidak boleh dipadatkan. sehingga perlu dibuat saluran-saluran pembuangan lagi. 6/ 12 . 3) Cara Penanaman Waktu terbaik untuk menanam pohon kedondong ialah pada permulaan musim hujan. Kalau kedua alat tersebut tidak ada.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pohon yang terlihat lambat pertumbuhannya dapat disulam dan digantikan bibit yang baru dan sehat. tanah galian dari lapisan bawah sedapat mungkin jangan dikembalikan. Pembuatan lubang tanam dilakukan dengan menggali lapisan tanah atas dan dinaikkan ke depan atau kanan kiri lubang. 021 316 1952. sedangkan menurut aturan segi tiga kedua pohon ditanam pada tiap-tiap sudut segi tiga.80 X 0.80 X 0. Bibit yang berasal dari pesemaian lebih baik dari pada yang berupa stump. pakailah lapisan atas dan tanah di sekelilingnya. 021 316 9166~69. sebab akan berakibat akar pohon itu terlalu dalam masuk ke dalam tanah dan yang menjalar pada lapisan tanah sebelah atas menjadi kurang. sebab selama musim hujan akan tumbuh banyak akar. pohon ditanam pada tiap-tiap sudut bujur sangkar. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman. maka hal itu membuktikan bahwa pembuangan air kurang lancar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tiga. dapatlah dibuat alat sendiri. lebih kurang 15-30 hari sebelum menanam. Ukurannya 1 X 1 X 0. Apabila tidak hujan maka hendaklah disiram tiap-tiap hari selama 1 minggu. sebelum ditanam polybagnya (dari keranjang bambu) harus dibuang. Menurut aturan bujur sangkar. Bibit yang berasal dari semai. Fax. Lubang tanam tidak perlu dibuat terlalu dalam. maksudnya agar tanah bawah itu tidak bercampur dengan tanah disekitarnya. Waktu menutup lubang. Pada permulaan musim penghujan. lubang-lubang tanaman harus sudah selesai ditutup. 6. Supaya kita dapat memasang dengan baik.ristek. lubang harus dibuat terlebih dahulu di tempat ajir-ajir yang sudah dipasang. batas akar dengan batang harus setinggi permukaan tanah.id Hal.50 m pada kebun yang telah dibajak atau dicangkul. http://www.4. Penyulaman dilakukan pada 1-2 minggu setelah tanam. Kemudian tanah lapisan bawah digali dan dinaikkan ke belakang atau diratakan disekitar.

Tujuan perempalan adalah untuk membentuk pohon. Perempalan dahan yang besar hendaklah dilakukan dengan hati-hati. 021 316 9166~69. sekali-kali jangan dilakukan perempalan. Tetapi jika tanah yang terluang diantara pohon-pohon tersebut juga ditanami dengan tanaman sela. sebaiknya digali lubang yang mengelilingi pohon kearah luar (sejajar akar pohon). 4) Perempalan Bagi pohon yang hanya untuk sementara ditanam. Pencabutan harus hati-hati jangan sampai merusak akar pohon kedondong. 5) Pemupukan Jika pohon ditanami pohon yang tetap. kemudian dilumasi dengan parafin supaya jangan kemasukan air atau dihinggapi cendawan. lebih baik kalau tidak dirempal atau hanya sedikit yang dirempal. Macam pupuk yang baik bagi pohon buahbuahan ialah pupuk organis. Fax. dan untuk mempermuda pohon. jagalah agar dahan tersebut jangan sampai pecah. sampah. supaya lekas berbuah.ristek. Cara memupuk pohon kedondong yang tetap adalah dengan menyebar pupuk di tanah sekeliling pohon itu. maka tanah kebun itu harus dipupuk seluruhnya.go. Untuk menjaga agar akar pohon tidak rusak. haruslah diadakan perempalan beberapa kali. setelah setahun ditanami. http://www. kompos. Pembubunan dapat dilakukan apabila musim hujan yang lebat sehingga air melimpah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kemudian tanah bekas lubang tanam dibiarkan lagi seperti halnya ketika sebelum penanaman dilakukan. Pupuk dimasukkan ke dalamnya dan kemudian ditutup kembali. sebab biasanya akar-akar yang mencari makanan. 7/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. supaya pohon menjadi kuat dan bagus bentuknya. Penggunaan pupuk kimia dianjurkan jenis N : Hal. M. 2) Penyiangan Penyiangan dilakukan setelah pohon berumur 2-4 minggu setelah tanam. Luas lingkaran itu adalah sebesar lingkaran mahkota daun. Gulma yang ada di sekeliling tanaman muda segera di cabut sampai akar-akarnya dan dapat dimasukkan dalam lubang khusus untuk dibuat kompos. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lebih baik kalau lingkaran pupuk itu lebih besar daripada lingkaran mahkota daun. Luka bekas perempalan harus dilicinkan dengan pisau. Jl. Pupuk organis dapat berupa pupuk kandang. Tetapi bagi tanaman untuk jangka panjang.id . Pada saat pohon kedondong berbuah. maka hanya tanah sekeliling pohon yang dipupuk. pemeliharan. 3) Pembubunan Pembubunan jarang dilakukan karena pohon kedondong ditanam cukup dalam sehingga akar tidak terlihat dipermukaan. Untuk pupuk kandang lebih baik dibuat lubang sekeliling pohon dengan ukuran 40x40x30 cm.H. tanah dapat dinaikkan ke sekeliling pohon agar air hujan tidak menggenang. pupuk hijau. 021 316 1952. panjangnya sampai melampaui lingkaran mahkota daun.

sedangkan untuk tanah yang kurus perbandingannya ialah 1:2:2. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida Penggunaan pestisida harus hati-hati sebab salah-salah dapat membuat serangga yang menguntungkan akan ikut mati. dan pupanya berada di dalam kokon berwarna emas dan sering dijumpai bergerombol pada daun. kemudian yang dipandang perlu saja. Penyiraman dapat dilakukan dengan menggunakan gembor atau menggunakan penyedot diesel bila lokasi pengambilan air agak sulit. 021 316 1952.id . Fax. Telur berwarna putih keabu-abuan yang diletakkan secara berderet pada tepi daun atau cabang. dengan kaki berwarna kuning. Sehingga penjarangan buah perlu dilakukan pada waktu bunga menjadi buah. Sayapnya dengan 8 bintik gelap. Buah yang akan dibuang digunting tangkainya dengan gunting kecil atau dirompes (diuntir) dengan tangan. hendaknya sudah mulai dilakukan penjarangan. Pertamatama buah yang sakit dan rusak dibuang. panjang 10-12 mm. 8) Pengurangan Buah Buah yang terlalu lebat dapat menurunkan kualitas buah itu sendiri. Panjang ulat sekitar 60 mm.) Ciri: kumbang berukuran besar. 2) Kumbang (Podontia affinis Grond.H. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN P2O5 : K2O = 2:1:1 untuk tanah yang subur.ristek.1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: secara alami populasinya dan penyemprotan insektisida. http://www. Dewasanya bila Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.) Ciri: ulat yang berwarna hitam dengan bintik putih dan bulunya berwarna berwarna putih. kepala dan perut berwarna merah-cerah. Selain buahnya akan berukuran kecil-kecil tetapi juga bentuknya akan jelek dan dahandahannya mudah patah. Kupu betina berwarna coklat dengan rentangan sayap sekitar 75 mm. 021 316 9166~69. 7. Pupa berada dalam tanah. 6) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dilakukan pada saat musim kemarau. M. Penyemprotan dilakukan pada pagi buta (pagi sekali) ketika udara masih tenang dan serangga-serangga yang menguntungkan belum datang seperti halnya lebah. Apabila pengairannya sulit maka dapat dilakukan penyiraman pada waktu pagi dan sore hari.go. HAMA DAN PENYAKIT 7. Hama 1) Ulat perusak daun (Cricula trifenestrata Helf.

8/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.go. 021 316 9166~69. Fax. 021 316 1952.ristek.

7. Fusarium. rumput-rumputan benalu dan lainnya yang tumbuh pada tanaman sering mengganggu pertumbuhan. Memanen buah haruslah dipegang dalam telapak tangan. Waktu pemanenan dilakukan pada pagi hari ketika buah masih segar. Phoma. Sebab jika buah terkena kuku dapat rusak. sedangkan yang belum matang dan masih kecil tidak dipetik. Buah dipetik dan dimasukkan ke dalam keranjang yang alasnya diberi sabut atau lumut.2. Penyakit biasanya menyerang bagian daun.3. Pengendalian: populasinya secara alami dan penyemprotan insektisida. 021 316 9166~69.H. Pemanenan dapat Hal. Pemberantasan dilakukan dengan manual yaitu penyiangan dan dapat pula menggunakan herbisida. Dengan cara ini buah yang belum matang dan masih kecil akan bertambah besar. Betina hidupnya sekitar 3 bulan dan menghasilkan telur sekitar 500 butir. buah. tidak di antara ujung jari. Dan kalau terlalu jauh letaknya dapat mempergunakan galah yang ujungnya diberi jaring. Ciri dan Umur Panen Buah kedondong siap panen ialah yang sudah masak dengan warna hijau kekuningan dan berukuran cukup besar. Perkembangannya 38-42 hari.3. Telur berukuran 1. apalagi kalau jari-jarinya berkuku panjang. 7. dan batang. Periode Panen Pemanenan dapat dilakukan secara bertahap dengan memetik buah yang matang. Jenis penyakit yang sering muncul ialah penyakit kulit (Phytopthora). Gloeosporium. dll yang disebabkan oleh cendawan. Gulma Alang-alang. Musuh alaminya berupa parasit telur Ooencyrtus podontiae. M. 8. Untuk pohon kedondong pemanenan dilakukan dengan cara memanjat pohon dan memasukkan buah yang dipetik ke dalam keranjang. Diplodia. Jl. Buahnya matang setelah 6-8 bulan setelah bunga mekar. PANEN 8. Penyakit Penyakit pada pohon kedondong sama seperti pada tanaman buah-buahan lainnya.6 mm yang diletakkan pada permukaan bawah daun dan tertutup oleh substansi gelap. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 9/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. bakteri atau virus. 8. http://www.2. Cara Panen Dalam pemanenan haruslah diketahui cara yang baik agar tidak merusak buah.1. Pengendalian: menggunakan fungisida zat-zat aditif lainnya seperti bubur bordo dan bubur belerang. Fax.id . 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN terganggu akan menjatuhkan diri ke tanah.ristek.go.

Buah yang akan dikirim jauh. Perhitungannnya kadang-kadang tidak merata untuk setiap pohon.go. 021 316 9166~69.1. Jl. Buah yang masak sebaiknya langsung dikonsumsi.id . 9. sedangkan buah yang kecil untuk pasar lokal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. karena jika sudah masak akan terjadi pembusukan setelah sampai di tempat pengiriman. Penyortiran dan Penggolongan Setelah dikumpulkan kemudian buah disortir dan kemudian digolongkan menurut kematangan dan ukuran buahnya. Dalam mengumpulkan buah harus hati-hati jangan terlalu kasar sehingga buah tidak memar atau luka. karena perbedaan jenis juga akan berbeda pula ukuran buahnya dan jumlah buah yang dihasilkan. 10/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.4. Pengemasan dan Pengangkutan Setelah penyortiran. langkah selanjutnya ialah buah kedondong dikemas dengan dimasukkan ke dalam karung goni khusus yang berlubang atau dikemas dengan bok kardus atau juga dengan kayu yang dibuat sedemikian rupa sehingga dapat terhindar dari benturan langsung dengan benda keras lain.ristek. 8. Fax. Sehingga perkiraan produksi dalam satiap pohon dapat dihitung dengan rata-rata banyaknya buah per pohon per hektar.H. sebaiknya buah yang belum kelihatan masak.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dilakukan pada bulan Januari-April karena pembungaan biasanya pada bulan Juli Agustus. 9. Tempat penyimpanan harus bersih dan buah yang akan disimpan juga dicuci terlebih dahulu sampai bersih betul. PASCAPANEN 9. Prakiraan Produksi Buah kedondong pada jenis karimunjawa beratnya dapat mencapai 1 kg.3. Buah yang bagus akan dikirik kepada penjual besar (supermarket). Sebab kalau luka akan cepat membusuk. Hal.2. Setelah dikemas kemudian diangkut dengan alat transportasi. http://www. 021 316 1952. 9. Pengumpulan Setelah dipetik buah dikumpulkan dalam keranjang kemudian setelah keranjang penuh dapat dikumpulkan pada tempat yang beralas daun-daun pisang atau alas lain. Pendinginan dapat mengawetkan buah sampai beberapa minggu. M.4. 9. Pengumpulan dilakukan di tempat yang teduh sehingga buah tetap terjaga kesegarannya. Penyimpanan Buah kedondong dapat disimpan ditempat yang dingin dengan menggunakan alat pendingin.

Diskripsi … 11.id Klasifikasi dan Standar . STANDAR PRODUKSI 11. M. syarat penandaan dan pengemasan. Analisis Budidaya … 10. Potensi Indonesia untuk mengekspor kedondong begitu besar.2.ristek. Untuk mensuplai kebutuhan kedondong luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah. Di luar negeri kedondong adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal. cara uji. 021 316 9166~69.1. 11. Mutu … 11. Fax. http://www.3. Pengambilan Contoh Satu partai/lot kedondong terdiri dari maksimum 1000 kemasan. Gambaran Agrobisnis Peluang Usaha Di dalam negeri kedondong tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. 021 316 1952. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.4.H. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. syarat mutu. diperlukan pengembangan agribisnis kedondong yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali. Jl. 11. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. cara pengambilan contoh. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10.go.1.

id . Jl.ristek. 11/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. M. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.

Jakarta. Yogyakarta 2) Najiyati. 1997. Penebar Swadaya. & R.go. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. Subiyakto. B. Kanisius. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2. Mengenal Buah Unggul Indonesia. Buah-buahan yang dapat Dimakan (Terjemahan). atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. Joko. 021 316 9166~69. Pengemasan Pengemasan buah kedondong dalam peti kayu. Sinar Baru. Kanisius. 021 316 1952. Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. Bertanam Pohon Buah-Buahan 1.id KEMBALI KE MENU . f) Tempat/negara tujuan. d) Berat bersih. Jakarta. 4) Rismunandar. e) Produksi Indonesia. Pengendalian Serangga Hama Tanaman Buahbuahan. Jl. 1986. Petunjuk Penggunaan Pestisida. Penebar Swadaya. Fax.H. Yustina Erna & Farry B.M. 12. PT Gramedia Pustaka Utama & Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. M.ristek. Penebar Swadaya. Sri & Danarti. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. BAPPENAS : Kemal Prihatman Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.W. Jakarta. 5) Sudarmo. 1993. Bandung. 1984. Jakarta. 1998.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. b) Jenis mutu. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Paimin. 1993. Penyakit Tanaman Pangan dan Pembasmiannya. Coronel. E. 3) Prasojo. 7) Widyastuti. Yogyakarta. Memilih dan Merawat Tanaman Buah di Pekarangan Sempit. 6) Verheij. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5. 1995.E. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg.

http://www.H.go. 12/ 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. M. Fax. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

Equador. SEJARAH SINGKAT Kina merupakan tanaman obat berupa pohon yang berasal dari Amerika Selatan di sepanjang pegunungan Andes yang meliputi wilayah Venezuela. Colombia. Daerah tersebut meliputi hutan.000 m dpl. .1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Rubiaceae Genus : Chinchona Spesies : Chinchona spp. Bibit tanaman kina yang masuk ke Indonesia tahun 1852 berasal dari Bolivia.hutan pada ketinggian 900-3. kina ledgeriana 2. Peru sampai Bolivia. URAIAN TANAMAN 2. Pada tahun 1854 sebanyak 500 bibit kina dari Bolivia ditanam di Cibodas dan tumbuh 75 pohon yang terdiri atas 10 klon. Nama daerah : kina. kina kalisaya. ) KINA 1. kina merah. tetapi tanaman kina yang tumbuh dari biji tersebut akhirnya mati.( Chinchona spp.

Bunga bentuk bintang. succirubra Tanaman berupa pohon dengan tinggi hingga 17m. panjang tangkai 3 – 6mm. daun gugur berwarna merah. tangkai daun tidak berbulu.  C. ujung daun lancip dan jorong. Ukuran daun panjang 24 – 25cm. 2. panjang 8 –15cm. panjang tangkai 1 – 1. sangat lebar. Ukuran daun panjang 25. permukaan bagian bawah berbulu halus seperti beludru terutama pada daun yang masih muda. kelopak bentuk tabung dan bergigi pada bagian atasnya. Panjang malai 7 – 18cm dan gagang segi empat sangat pendek dan berbulu rapat. bila sudah terbuka daun penumpu akan gugur. lebar 17 –19cm. berwarna ungu terang tetapi daun muda berwarna kemerahan. lancip.  C. bentuk bulat telur sampai gelendong.5 – 28. bagian pangkal lancip dan tirus. Kelopak bunga berbentuk tabung. helaian tipis. Daun penumpu bundar sampai lonjong panjang 17 – 32mm dan tidak berbulu. berbau wangi dengan ukuran panjang 9mm. lebar 3 – 6cm. cabang berbentuk galah yang bersegi 4 pada ujungnya.2 Deskripsi  C.5cm. helaian mahkota bunga bagian dalam berwarna merah menyala. Tangkai sari tidak ada. tabung tebal ditutupi bulu warna putih. Mahkota bunga berwarna kuning agak putih dan berbau wangi. bentuk seperti trelur panjang 4mm dan bersayap. Bunga bentuk malai. bentuk melengkung dengan ukuran panjang 8 – 12mm. berwarna hijau atau kemerahan. Daun letaknya berhadapan dan berbentuk elips. panjang benang sari setengan bagian tabung bunga. namun adakalanya panjang 7cm dan lebar 2cm. Daun penumpu lebih panjang dari tangkai daun. berbulu halus. bunga mengumpul di setiap ujung perbungaan. ledgeriana Tinggi pohon antara 4 – 10m. Buah berwarna kemerahan bila masak. berbulu rapat dan pendek. berbulu halus atau lokos. calisaya Letak daun berhadapan.2. cabang bentuk segi empat. daun penumpu sebagian berwarna merah. lama kelamaan menjadi lancip atau bundar. warna hijau sampai kuning kehijauan. Buah lanset sampai bulat telur denga ukuran panjang 8 – 12mm dan lebar 3 – 4mm. bentuk gasing. Biji lonjong sampai lanset panjang 4 – 5mm. berbentuk galah.5cm. bentuk bundar sungsang lonjong. Daun elip sampai lanset. lebar 9 – 13cm.3 Jenis . tabung mahkota bunga bagian luarnya berbulu pendek tapi bagian dalamnya gundul dengan 5 sudut. agak menjangat. bundar. mula-mula berbulu padat dan pendek kemudian agak gundul dan berwarna merah. bergigi lebar bentuk segitiga. Bunga wangi. Tulang daun terdiri dari 11 – 12 pasang. Kelopak bunga bentuk limas sungsang 3 – 4mm.

. hanya 2 spesies yang penting yaitu C.Tanaman Dari sekian banyaknya spesies kina di Indonesia. succirubra Pavon (kina succi) yang dipakai sebagai batang bawah dan C. ledgriana (kina ledger) sebagai bahan tanaman batang atas.

KP 484dan QRC. tidak bercadas dan berbatu. Di antara alkaloid tersebut ada dua alkaloid yang sangat penting yaitu kinine untuk penyakit malaria dan kinidine untuk penyakit jantung. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Manfaat lain dari kulit kina ini antara lain adalah untuk depuratif. 3) Tanaman ini memerlukan penyinaran matahari yang tidak terlalu terik. dan tonik. 4) Tanaman tumbuh baik pada temperatur antara 13. SENTRA PENANAMAN Sentra produksi kina Tengah. Jawa Timur dan Sumatra Barat. (kina kalisaya) juga banyak dikenal dan ditanam oleh masyarakat. Iklim 1) Angin yang kencang dan lama menyebabkan banyak kerusakan karena patahnya cabang dan gugurnya daun. Jawa 5. di Indonesia adalah Jawa Barat. KP 105.5-21 derajat C. diare. calisaya Wedd. gembur.5 dengan pH optimum 5. 2) Curah hujan tahunan untuk lokasi budidaya kina yang ideal adalah 2.1. 4. disentri.2.0003. 3.8. banyak mengandung bahan organik. 5) Tanaman menghendaki daerah beriklim lembab dengan kelembaban relatif harian minimum dalam satu tahun 68 % dan 97 %. 5. C.000mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Ketinggian .6-6.3. 5. MANFAAT TANAMAN Kulit kina banyak mengandung alkaloid-alkaloid yang berguna untuk obat. KP 473.Klon-klon unggul yang dianjurkan adalah antara lain: Cib 6. Tanam Media 1) Tanah yang cocok untuk tanaman kina adalah subur. influenza. 2) Derajat keasaman (pH) antara 4.

Tempat Di daerah asalnya di pegunungan Andes tanaman ini tumbuh pada ketinggian 1050 – 1500 m diatas permukaan laut (dpl).1. 6.400-1.700 m dpl. PEDOMAN BUDIDAYA 6.000 m dpl dengan ketinggian optimum untuk budidaya tanaman kina adalah 1. Di Indonesia tanaman ini menyukai daerah dengan ketinggian 800-2. Pembibitan .

00. pucuk batang bawah succi dipotong. pada ketinggian 4-5 cm dari permukaan tanah. Di Indonesia penyiapan dilakukan dengan cara stek sambung.00. d. kina diperbanyak dengan cara vegetatif. stek sambung. Pada saat umur 7-8 minggu panjang tunas 3-4 cm batang bawah dipotong setengahnya. Penyambungan Batang bawah. Setiap 5 tahun pohon induk entres dipangkas setinggi 1 m dari permukaan tanah agar ranting entres selalu muda. Siapkan entres kina ledger (1 cm) yang daunnya sudah dibuang dan runcingkan bagian bawah entres. batang suci dipotong kira-kira 1 cm dari sambungan. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun produksi saat berumur 1 . Batang bawah Batang bawah adalah semai kina succi yang ditanam di kebun dan batang atas entres kina ledger. dan stek ledger.penyakit dan pemupukan.5 cm. Satu-dua minggu sebelum penyambungan daun semai succi dirempel sampai ketinggian 20-25 cm dari permukaan tanah. pemberantasan hama. e. Selipkan entres ke sayatan di batang bawah. 1) Pembibitan Semai Sambung a. Penyambungan dilakukan sekitar pukul 12. semai ledger. Pemeliharaan Pemeliharaan yang dilakukan selama periode persemaian bibit ini (disebut persemaian II) adalah penyiangan. Penyediaan bahan tanaman dilaksanakan dengan semai sambung. jika cuaca tidak terik dapat dilakukan sampai pukul 14. Pupuk berupa 160-200 g Urea. Setelah berumur 12 minggu dan panjang tunas sambungan 12 cm. Pupuk diberikan setiap 3 bulan dimulai pada waktu bibit sambungan berumur 2 bulan dan berakhir 1 bulan sebelum dicabut (dipindahtanam). c. ikat dengan tali bambu dan oleskan lilin sambungan penutup luka (lilin dicairkan dulu) sampai tertutup rapat. disayat dari atas ke bawah sepanjang 1. b. tinggi 30-40 cm dan diameter batang 1 cm.Pada kebun produksi. 80-100 g TSP dan 160-200 g KCl yang diberikan dalam larikan sedalam 2-3 cm di antara barisan bibit setelah disiangi. Penyambungan dilaksanakan pada saat bibit bawah berumur 8-12 bulan. Entres batang atas Didapat dari tanaman berumur 3-5 tahun dengan daya regenerasi optimal. Setelah sambungan berumur 3 minggu tunas entres telah tumbuh.

50 cm dan akar tunggang 50 cm. 2) Pembibitan Sambung Stek .tahun di persemaian II. tinggi 40 . Seminggu sebelum bibit dibongkar 2/3 bagian daun dibuang dan sehari sebelum dibongkar tanah pembibitan disiram air sampai basah. 50 bibit diikat menjadi satu.

25 cmx1. Bagian sisi ujung atas batang bawah dibelah sedalam 1. Media tanam Pembibitan stek sambung dilakukan di kantung plastik/polibag ukuran 12x25 cm. Semua daun dibuang.5-2. Pembukaan dilakukan secara bertahap. Batang bawah Succi Berasal dari batang muda atau tunas-tunas dari bekas tebangan. Penyungkupan Bedengan diberi sungkup plastik dengan rangka dari bambu.3% setiap minggu atau urea . mempunyai ukuran sebesar pinsil. lokasi kebun dipilih datar. Tanaman diberi pupuk daun Gandasil atau Bayfolan 0. Bahan tanaman dan penyambungan Batang bawah succi yang baik diambil dari pertumbuhan tunas berumur 10-12 bulan yang dipotong pada pohon induk sampai pangkal pangkasan. Batang atas hanya diambil pucuknya sekitar 12 cm. g. b. Padatkan tanah di sekitar stek supaya tanaman tegak. Sebelumnya tanah disterilkan dengan larutan 3 Trimaton 150 ml/15 l atau Vapam 250 ml/15 l untuk 1 m . bukan dari cabang. Bahan stek diambil setelah tunas berumur 8-12 bulan dan.0 yang diisikan ke dalam polibag sebanyak 2/3 bagiannya. c. oleskan Rootone (perangsang akar) pada ujung tanaman stek sambung lalu tanamkan pada media sedalam 5 cm. Batang atas ledger Pohon induk batang atas ledger dipilih dari klon-klon yang dianjurkan. dekat tempat pembibitan. diikat dengan tali bambu. berwarna coklat muda dan agak tua. Batang dipotong o miring 45-60 menjadi stek-stek berukuran 10 cm dengan satu mata tunas. Jika hujan. Sungkup dibuka setelah stek berumur 3-4 bulan dan tinggi 20-25 cm. Pohon induk batang atas ledger terbaik berumur 3-5 tahun setelah pemangkasan.a. Sungkup jangan bocor dan air hujang yang menggenangi plastik harus dibuang. Pohon induk yang siap diambil steknya pada umur 3-5 tahun.66. Bahan stek diambil dari bagian batang yang masih berair. e. Batang atas diselipkan ke belahan batang bawah. Pohon induk yang baik dipilih dari pohon yang pertumbuhannya cepat dan mudah berakar dalam penyetekan.2-0.25 cm. Pemeliharaan Penyiraman dilakukan 3-4 minggu sekali. Pada bulan ke 6 sungkup dibuka sama sekali dan pada bulan ke 7 dilakukan seleksi bibit. Pangkal pucuk dipotong runcing sepanjang 2 cm. besi atau kawat dengan jari-jari 50-70 cm dengan tinggi puncak 70 cm. Penanaman stek Media dalam polibag disiram sampai lembab. f. batang dibungkus dengan batang pisang dan disimpan di tempat teduh. terdiri dari 3-4 ruas paling ujung. Pada sekeliling dan di tengah polibag bagian bawah diberi luang-lubang. Pohon induk ditanam pada jarak 1. Media tanaman berupa tanah andosol dengan pH 4.0 cm untuk m enyelipkan batang atas. sungkup ditutup. d.

Penyiangan . Pemupukan hanya dilakukan pada bibit yang tumbuhnya lambat sebanyak 1-5 g NPK 15-15-15/polibag.2%.0.

Stek ledger Setek ledger adalah bibit kina dari pucuk ledger.dilakukan dengan tangan.25 m. media. penyemprotan insektisida dilakukan jikaada gejala serangan. h. Pindah tanam Bibit dipindahkan ke kebun setelah berumur 10-12 bulan. Tanaman kina ledger umumnya sulit dikembangbiakan dengan stek. Bahan stek dipilih dari pucuk yang coklat muda. dari pohon induk yang telah berumur 3-5 tahun. Dan akar telah mencapai dasar polibag. Pengolahan Tanam Media Pengolahan tanah dimaksudkan untuk mendapatkan tanah yang gembur. masih berair tetapi sudah agak tua dengan panjang 20-25 cm dan dipetik di pagi hari.2.25x1. Bahan stek yang digunakan adalah pucuk. Bibit dari bedengan dipindahkan dengan cara dicabut sedangkan bibit dari polibag dipindahkan dengan tanahnya setelah polibag disobek dengan hati-hati. b. bersih dari tunggul sisa-sisa akar dan gulma. penanaman stek.5 tahun karena tidak perlu penyambungan. Pembibitan Persiapan pembibitan. Sebelum ditanam daun dibuang /dirompes setengahnya. 4) Pembibitan Stek Ledger a. Penyiapan bibit relatif singkat hanya 1. c. penyungkupan dan pemeliharaan sama dengan pembibitan stek sambung. b. Persemaian Dilakukan langsung pada bedengan atau dengan memakai polibag berukuran 12 x 25 cm berisi tanah hutan. 6. Bibit dipindahtanamkan ke lapangan umur 10-12 bulan. 3) Pembibitan Semai Ledger a. tinggi 40-50 cm. dan setiap 3-5 tahun harus dipangkas setinggi 25-30 cm dari sambungan. tinggi rata-rata 40-50 cm. bedengan. Bibit semai kina ledger Adalah bibit semai dari biji kina ledger yang berasal dari poliklonal dengan klon-klon yang terpilih dan dipelihara khusus. Pindah tanam Bibit dipindahtanamkan pada umur 1 tahun dan tinggi 40-50 cm. Panjang stek 12-15 cm terdiri dari 3-4 ruas. . Pohon induk ditanam dari bibit semai sambung dengan jarak tanam 1.

dan pengolahan tanah ke dua sedalam 40 cm dilakukan 2-3 minggu setelah pengolahan tanah pertama. Pada pertanian organic saat pengolahan tanah yang kedua yaitu menghancurkan bongkahan dan membuat struktur tanah lebih remah dan gembur. .Pengolahan tanah pertama dilakukan dengan pencangkulan tanah sedalam 60 cm. juga dilakukan penebaran pupuk kandang atau kompos sekitar 50 – 60 ton per hektar sebagai pupuk dasar.

3. Kapur berupa dolomit. disangga dengan belahan bambu. Tanda-tanda patok berupa hanjuang dipelihara dengan baik dan mati segera diganti.500.25 cm x 1. Tanah timbunan dipadatkan dengan cara diinjak dengan kaki. 2) Pengapuran Pengapuran hanya dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 4. 3) Cara Penanaman a. ditimbun dengan tanah. dicampurkan merata 100gram/lubang. dan jarak tanam lebar yaitu 1. jarak tanam menengah 100 cm x 100 cm. Tanaman pelindung Tanaman ini berfungsi sebagai penutup tanah dan . Dengan demikian terbentuk petakan-petakan areal seluas 20 x 20 m2 = 400m 2 yang disebut satu patok. 2) Pembutan Lubang Tanam Pengajiran untuk pedoman penanaman sehingga sesuai dengan pola dan jarak tanam yang dibuat.25 cm. Bibit dalam Polibag Polibag dibuka dengan cara menyobeknya lalu bibit ditanam bersama medianya. c. setiap 20 m ke arah mendatar. Bibit cabutan Panjang akar bibit sekitar 30 cm. kalsit.1) Persiapan Lahan Setelah pengolahan tanah dilakukan pengukuran dan pematokan dengan memberi tanda. PTP Nusantara VIII di Bukit Tunggul menerapkan jarak tanam 100 x 150 cm dengan populasi tanaman per hektar sekitar 6. b. Masukkan bibit dengan tegak jangan miring. Lubang tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 40 cm (untuk bibit dari polibag) dan 30 cm x 30 cm x 40 cm (untuk bibit cabutan ).5 dengan dosis kapur yang sesuai dengan keperluan. ke arah kemiringan atas dan bawah. Diberikan dalam larikan sekitar tanaman. tinggi bibit 40-50 cm dan 2/3 daunnya dirompes. Tiga macam jarak tanam yaitu jarak tanam rapat 75 cm x 75 cm. Tanah di sekitar batang dipadatkan dan tanaman disiram. 3) Pemupukan (sebelum tanam) Pupuk untuk memacu pertumbuhan bibit diberi 50 gram TSP. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Pola penanaman tergantung tofografi lahan. kemudian diratakan. 6.

Tanaman berupa legum Crotalaria atauTephrosia yang ditanam selama 3 tahun.memperbaiki iklim mikro agar lebih segar. 4) Perioda Tanam .

4.1 tahun: Urea 108 kg. Kebutuhan bibit sulaman maksimum 10% dan pada tahun kedua 5% 2) Penyiangan Penyiangan dimaksudkan untuk penggemburan tanah sedalam 10 cm dengan menggunakan cangkul. dilakukan secara terus-menerus sampai 3 bulan. Namun demikian pada tanaman muda dapat dilakukan kegiatan ini untuk menimbun kembali tanah di sekitar daerah perakaran yang terbawa air dan dilakukan sekaligus pada saat pemberian pupuk organic kompos setiap 3 – 4 bulan sekali agar pertumbuhan perakarannya lebih baik. 4) Pemupukan a. 6. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Penyulaman dilakukan satu bulan setelah penanaman.5– 2 bulan sekali. Penyulaman pada tahun ke tiga tidak dianjurkan. Dengan menentukan masa tanam secara tepat maka akan menentukan keberhasilan pertumbuhan tanaman. Kegiatan penyiangan sampai umur 2-3 tahun. Adapun pemberian pupuk di sekitar batang tanaman di daerah perakaran dilakukan sekaligus dengan pekerjaan dangir dan penyiangan. menjelang kemarau. Pemupukan Konvensional o Tanaman muda . TSP 62 kg. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek bias diberikan sbb: Untuk tanaman muda dilakukan pemupukan secara rutin setiap 2 – 3 bulan sekali sebanyak 5 – 7 kg per tanaman. Sedangkan untuk tanaman yang telah tua (diatas 3 tahun) bias dilakukan pemupukan kompos organic setiap 6 bulan sekali sebanyak 10 – 12 kg pertanaman. . KCl 30 kg dan Kieserit 19 kg. 3) Pembubunan Untuk pertanaman kina sebenarnya tidak diperlukan kegiatan pembubunan karena memang tanaman ini merupakan tanaman pohon yang berumur dalam. b. Penyiangan dilakukan 1.Masa penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan yaitu pada bulan September dan biasanya di saat kondisi tidak terlalu terik untuk menghindari penguapan yang terlalu banyak dari bibit yang akan ditanam.

TSP 83 kg.2 tahun: Urea 173 kg.. . KCl 40 kg dan Kieserit 37 kg.

Pengendalian mekanis: dilakukan dengan mengumpulkan telur.5 EC. (3) Ulat bugrug (Metanastria hirtaca) dikendalikan dengan Lebaycid 550 EC. kemudian dimusnahkan dengan cara dikubur atau dibakar. Cara pemberian pupuk diberikan secara setempat. (2) Ulat sinanangkeup (Paralebeda plagifera) dikendalikan dengan Dedevap 650 EC. . KCl 100 kg dan Kieserit 75 kg.4 tahun: Urea 325 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg. HAMA PENYAKIT 7. Antitrygoides divisaria.3 tahun: Urea 217 kg. Pemupukan dilakukan saat curah hujan terakhir antara 100300 mm. 3) Penggerek pangkal batang (Phasus damor) . Catatan : Kieserit iberikan jika ada gejala kekurangan Mg. 2) Penggerak cabang merah (Zeuzera coffea e) Gejala: menyerang cabang dan ranting hingga layu dan mudah patah. Ripcord 5 EC. (9) Ulat merang (Euproctis flexuosa) dikendalikan dengan Lannate 25 WP. dilaksanakan dua kali setahun. TSP 124 kg. (8) Ulat kantong (Clania variegata) dikendalikan dengan Decis 2. Pengendalian: memangkas cabang atau ranting yang terserang. 7. TSP 165 kg.6 tahun: Urea 390 kg. (4) Ulat badori (Attacus atla s). (6) Ulat kenari (Cricula trifenestrata) dikendalikan dengan Karphos 25 EC. Thuricide. KCl 80 kg dan Kieserit 56 kg.1.. (7) Ulat bajra (Setora nitens) dikendalikan dengan Lannate L. .7 tahun keatas: Urea 433 kg.5 tahun: Urea 390 kg. TSP 186 kg. Hyposidra talaca) dikendalikan dengan insektisida Thiodan 35 EC. kupu serta telur-telurnya. o Tanaman dewasa . Pada ranting patah ada lubang gerekan. . TSP 207 kg. dikendalikan dengan Baythroid 50 EC. (5) Ulat kaliki (Samia cyntia) dikendalikan dengan Bayrusil 250 EC. Hama DAN 1) Ulat Ulat yang menyerang daun atau ranting muda adalah: (1) Ulat jeungkal (Boarmia bhurmitra. KCl 60 kg dan Kieserit 37 kg. TSP 186 kg.

daun kuning atau kemerahan. Pengendalian: menanam bibit yang sehat dan insektisida. kering. Sp) cabang . layu. 4) Penggerek (Xyleberus. rontok dan tanaman mati.Gejala: kerusakan pada leher akar.

Kanker garis membentuk jalur sempit yang mengendap pada kulit . serangannya juga terbatas. (3) P. Benlate 50 W). Pengendalia n: dengan penyemprotan insektisida Lannate L. Hama ini berasosiasi dengan jamur ambrosia. coklat 6) Kutu putih (Pseudaulacaspis pentagona) Gejala : menyerang ranting dan mengisap cairan selnya. ranting menjadi berwarna putih dan dihuni oleh hewan kecil lonjong. citricola hanya menyerang tunas-tunas kina muda. Pengendalia n: penyemprotan dengan insektisida Gusadrin 150 ESC. Terdapat tiga spesies jamur kanker batang yaitu: (1) P. Pengendalia n: menyemprot larutan fungisida sistemik dan insektisida Gusadrin 150 ESC. Lannate 25 WP. serangannya di Indonesia sangat luas.2. Penyakit 1) Kanker batang Penyeba b: jamur Phytophthora Sp. parasitica penyebab kanker gelang. 7) Helopeltis (Helopeltis theivora. Lebaycid 550 WP. sera ngannya relatif sedikit. (2) P. antonii) Gejala : daun dan pucuk yang terserang menjadi salah bentuk.Gejala : pada ranting. Hama ini tidak menimbulkan kerugian dan serangan akan hilang dengan datangnya musim hujan. 5) Penggerek pucuk (Alcalides cinchonae) Gejala : bekas serangan menyebabkan pucuk berwarna dan mati. H. 7. cinnamomi penyebab kanker garis. Benlate 50 WP. cabang atau batang terlihat adanya tahi gergaji yang halus. Pada serangan berat tanaman mati dan dari jauh bagian daun kebun kina kelihatan warna kehitam-hitaman.

Setelah obat mengering luka ditutupi dengan petrolatum 2295 A. Gejala : berbeda-beda tergantung umur dan klon. Pembusukan ini berkembang melingkari batang yang dapat menyebabkan tanaman mati. Pengendalia n: kulit yang sakit dikorek. Shell Tapflux atau .5% dan Difolatan 4F 3%. jaringan busuk dipotong sampai ke bagian sehat dan dilumasi Antimucin WBR 0. Kanker gelang membentuk warna karat pada permukaan kulit batang. Jika kulit luar dikupas tanpak bahwa kulit bagian dalam membusuk.batang.

menggunakan tanaman penutup tanah lebum dan dengan herbisida pra tumbuh dan purna tumbuh. Pada batang atau cabang terdapat benang-benang jamur yang belum masuk ke dalam kulit.Shell Otina Compound.4. menyiangi/mencabut. Dapat juga dilakukan pelumasan dengan bubur bordeaux pekat. 4) Penyakit mopog (Rhizoctonia solani) Gejala : di bedengan-bedengan pesemaian terdapat kelompokkelompok semai yang mati seperti tersiram air panas. golongan berdaun lebar seperti sintrong (Crassocephalum crepidioides) dan babadotan (Ageratum conyzoides). Gulma Gulma di areal tanam terdiri atas golongan rumput-rumputan seperti lempuyangan (Panicum repen s) dan paparean (Phalaris arundinaceae). Permukaan kayu yang terbuka ditutup ter untuk mencegah masuknya kumbang penggerek. Pengendalian hama/penyakit secara organic Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) .3. Persemaian dapat disemprot dengan Dithane M 45 atau Brestan 0. 7. Pengendalian: menyemprotkan bubur Bordeaux. Pengendalia n: dengan memperbaiki kultur teknis. 2) Penyakit jamur upas (Upasia salmonicolor) Gejala : sebelum mengering daun-daun dari cabang yang sakit berwarna kuning kemerahan. Perenox 3%. menyemprotkan fungisida pada tanah bedengan berupa Brassicol sebanyak 30 g/m 2 dan mengurangi penyiraman. Pengendalia n: dengan mengurangi kelembaban persemaian. dan mirip dengan sarang laba-laba. Calixin Ready mix atau Calixin RM (tridemorf) dengan menggunakan kuas.05%. 7.

yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh alami 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. serta . 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia.

Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. nyamuk. Ciri Panen dan Umur Bagian tanaman kina yang biasa diambil hasilnya adalah bagian kulit batang. dan lalat buah. Ranting yang diameternya kurang dari 1 cm memiliki kadar kinin sulfat (SQ) yang rendah. dan biaya pengambilannya relatif mahal. dahan. serta hama gudang Callosobrocus.rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. cabang dan ranting. PANEN 8. Umur tanaman yang . herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. kutu. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV.1. Produk ranting dapat dimulai saat tanaman berumur 6-7 tahun tahun (sebelum tebangan). 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. 8. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. GSV dan Tungro. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan. hama gudang. dengan bagian yang terkecil yang diambil adalah kulit cabang yang diameternya lebih 1 cm. insektisida. 6) Penggunaan pestisida. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah.

Panen Cara 1) Cara penebangan .siap panen untuk panen cara tebangan adalah 9-11 tahun dan untuk panen cara penjarangan adalah 3. 6.2. 5.5% dari total tanaman. 8.5. 7.12. 8. 18 dan 24 tahun dengan jumlah tanaman yang dicabut untuk masingmasing penjarangan adalah 12.

sistim panenan: penjarangan III (12. atau leher akar dengan kemiringan 45 derajat.5 tahun. Hal ini dimaksudkan untuk dapat mengelola hasil panen secara langsung terutama masalah pengeringan.4. sehingga hasilnya diperhitungkan dari perkalian kadar SQ7 dengan berat kulit kering dalam kg yang disebut potensi produksi.5 kg kulit. sistim panenan: penjarangan II (12.0 tahun. terik 2) Cara penjarangan Dilakukan dengan cabutan untuk memanen secara bertahap dalam persentase yang telah direncanakan. c) Umur 6.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. Potensi produksi SQ7 adalah 15. Hasil kulit kina diperhitungkan dalam kadar SQ7 maupun besarnya produksi kulit. sistim panenan: penjarangan I (12. 8. dan dipelihara tunas untuk berikutnya. 8. maka dari 10 tanaman diambil 1 tanaman secara rata-rata.5% panenan) dengan produksi kulit kering 500 kg/ha pada kadar SQ7 3 proses. Perkiraan Panen Hasil Dari 1 batang utama kina (2 meter) didapatkan 1-1. tebangan penghujan. Pemanenan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau pada pagi hari. Pemanenan dilakukan pada ranting/cabang yang telah memenuhi ukuran standar yaitu lebih dari 1cm (diameter).0 tahun. Panen Periode Pemanenan biasanya dilakukan secara bertahap yaitu pada saat dilakukan pemangkasan cabang dan ranting dan pemangkasan batang utama.5% panenan) dengan produksi kulit kering 700 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses.3. Apabila tanaman akan dibongkar adalah 10%. Batang kina dari batas ini dipotong sampai ketinggian 2 meter. Potensi produksi SQ7 adalah 37.Tanaman kina ditebang hati-hati dengan gergaji pada ketinggian 20-30 cm dari sambungan.50 kg/ha.000 kg/ha pada .00 kg/ha. Pemilihan tanaman yang akan dibongkar tergantung persentase panenan setiap periode. berikutny disebutmaksimum 2 4dst. Dari tunggul diharapkan tumbuh tunas-tunas baru. Panen tebangan pertama disebut Stumping 1. Pola produksi kulit kering dan kadar kinine sulfat (SQ7) hasil panenan cara penjarangan dapat dilihat berikut ini: a) Umur 3. b) Umur 5. Setelah 4 dipanen kali stumping Penen a stumping tanaman dibongkar Panen yang baik pada awal musim . Kulit kina dilepaskan dari batang dengan cara dipukul-pukul. Untuk menghindari cemaran cendawan karena kadar air yang tinggi pada kulit batang maka sebaiknya setelah panen/pengulitan segera dilakukan pengeringan dengan jalan menjemur di bawah terik matahari. hindari matahari.

.00 kg/ha.0 tahun.kadar SQ7 6 proses. sistim panenan: penjarangan IV (12. Potensi produksi SQ7 adalah 82.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. d) Umur 7.375 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.50 kg/ha. Potensi produksi SQ7 adalah 60.

1. 9. Potensi produksi SQ7 adalah 375. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan di atas tikar atau rangka pengering.0 tahun. sistim panenan: penjarangan V (12.e) Umur 8.2.250 kg/ha pada kadar SQ7 6 proses.0 tahun.50 kg/ha. sistim panenan: penjarangan VII (12.50 cm untuk diambil kulitnya.0 tahun. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. Cabang dan ranting dipotong tepat pada pertautan cabang dengan batang.75 kg/ha. Lindungi bahan tersebut dari air. 9.5% panenan) dengan produksi kulit kering 1. pastikan bahan tidak saling menumpuk. PASCAPANEN 9. f) Umur 12. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. Pengeringan kulit batang dilakukan selama kira-kira 2 . setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember.60 C. Setelah pencucian selesai. g) Umur 18. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. Pencucian pada kulit batang dilakukan dengan air bersih. Selama pengeringan kulit batang harus dibolak-balik kira. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Cabang atau ranting yang ukuran garis tengahnya di atas 1 cm dibersihkan dari ranting kecil dan daundaun.00 kg/ha.375 kg/ha pada kadar SQ7 5 proses. Potensi produksi SQ7 adalah 250. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Penyortiran Pencucian Basah dan Batang yang akan diambil kulitnya dikumpulkan di suatu tempat yang teduh.3 hari atau setelah kadar airnya dibawah 8%.125 kg/ha pada kadar SQ7 8 proses.0 tahun. Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu o 50 C o .5% panenan) dengan produksi kulit kering 9. sistim panenan: penjarangan VI (12. Setelah itu batang tersebut dibersihkan.750 kg/ha pada kadar SQ7 7 proses. sistim panenan: penjarangan VIII (12.5% panenan) dengan produksi kulit kering 3.kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Kulit batang yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven . Potensi produksi SQ7 adalah 122. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. h) Umur 24. Potensi produksi SQ7 adalah 468. kemudian dipotong sepanjang 40 .00 kg/ha.5% panenan) dengan produksi kulit kering 6.

Setelah pengeringan. 9. Penyortiran .dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa tidak saling menumpuk. Kering.3. timbang jum lah yang dihasilkan.

berat bersih dan metode penyimpanannya.4. seiring dengan pertumbuhan penduduk yang meningkat pula. dan permintaan pasar internasionalpun semakin meningkat tetapi belum bisa . bahan yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya). Tetapi saat ini produksi di Afrika mengalami penurunan. nomor/kode produksi.Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang dikeringkan dengan memisahkannya dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain.1 Budidaya Analisis EKONOMI BUDIDAYA Usaha 10. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Prospek agribisnis kulit kina sangat cerah. tidak bocor. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Gambaran Agribisnis Peluang Pada tahun 1939 Indonesia merupakan pemasok 90 % kebutuhan kina dunia dengan luas areal tanam 17. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C. kina sebagai bahan baku kosmetika. Kulit kina merupakan bahan baku obat penyakit malaria dan penyakit jantung. Obat tersebut sangat diperlukan untuk kesehatan manusia. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). Di samping sebagai bahan obat.000 ton kulit kering/tahun. ANALISIS TANAMAN 10. areal dan produksi kina Indonesia menurun Kebutuhan kulit kina dirasakan semakin meningkat. 9. 9. minuman penyegar dan industri penyamakan. dapat berupa kantong plastik atau karung. nama/alamat penghasil. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut.5. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. Saat ini adalah saat yang dianggap tepat untuk melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi perkebunan kina.2. yang menjelaskan nama bahan. bagian dari tanaman bahan itu. 10. Akibat terlantarnya kebun kina dan terjadinya penebangan besar-besaran sejak Perang Dunia II sampai tahun enam puluhan. Pengemasan Setelah bersih. Beberapa dekade yang lalu produksi kina Indonesia kalah oleh pordusen dari Afrika.000 ha dengan produksi 11.

Perkebunan kina kita akan menjadi sektor agribisnis yang diperhitungkan. Dengan mengingat mutu kina Indonesia yang sangat prima.terpenuhi. 11. PRODUKSI STANDAR .

Kelas kualitas ini bahkan lebih besar daripada yang dihasilkan di Afrika. cara uji. syarat penandaan dan pengemasan. kemudian dibagi empat dan dua bagian diambil secara diagonal. Lingkup Ruang Standar produksi meliputi: klasifikasi. 11. PUSTAKA DAFTAR 1) Sultoni. Pengemasan Kina dikemas dalam karung goni atau dari bahan lain yang sesuai kuat dan bersih dan mulutnyadijahit. cara pengambilan contoh. 11. Contoh Pengambilan Contoh diambil secara acak sebanyak akar pangkat dua dari jumlah karung maksimum 30 karung dari tiap partai barang. 1995. Asosiasi .4. Contoh ini disegel dan diberi label untuk dianalisa.11. kemudian dari tiap-tiap karung diambil contoh maksimum 500 gram. berat netton setiap karung maksimum 75 kg.3.1. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dengan jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12.2. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai mencapai contoh seberat 500 gram. Deskripsi … 11. Contoh-contoh tersebut diaduk/dicampur sehingga merata.5. Klasifikasi dan Standar Mutu Kulit kina kering jemur dari batang utama di perkebunan kina Indonesia mempunyai standar mutu yang memenuhi persyaratan Internasional yaitu memiliki kadar kinin sulfat pada kelas SQ7. syarat mutu. dan tahan mengalami handling baik pada pemuatan maupun pembongkaran. A. 11. berat contoh analisa 100 gram. Petunjuk Kultur Teknis Tanaman Kina.

BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman . Pusat Penelitian Teh dan Kina Gambung. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Indonesia. Jakarta.

1994. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1989. Jakarta. 411 Hal.2) Anonimous. Vademekum Bahan Obat Alam. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. KEMBALI KE MENU . Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. 311 Hal. Bogor. 3) Anonimous.

Colvil dari Chelsa mengembangkan 8 varietas krisan di Inggris. morifolium Ramat. Tahun 1808 Mr. ponpon). 2. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. C. dikenal dengan Chrysanthenum indicum (kuning). 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. morifolium (ungu dan pink) dan C.go. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman hias krisan adalah sebagai berikut: Divisi : Spermathophyta Sub Divisi : Angiospermae Famili : Asteraceae Hal. 021 316 9166~69. Jl.H. daisy (bulat. Krisan masuk ke Indonesia pada tahun 1800. C.id . M. C. dan tahun 797 bunga krisan dijadikan sebagai simbol kekaisaran Jepang dengan sebutan Queen of The East. SEJARAH SINGKAT Krisan merupakan tanaman bunga hias berupa perdu dengan sebutan lain Seruni atau Bunga emas (Golden Flower) berasal dari dataran Cina. Fax. Jenis atau varietas krisan modern diduga mulai ditemukan pada abad ke-17.ristek. Krisan kuning berasal dari dataran Cina. daisy ) 1. http://www. Di Jepang abad ke-4 mulai membudidayakan krisan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN KRISAN ( C. Tanaman krisan dari Cina dan Jepang menyebar ke kawasan Eropa dan Perancis tahun 1795. krisan dikembangkan secara komersial. indicum. Sejak tahun 1940.

Ciri-cirinya antara lain sifat hidup di hari netral dan siklus hidup antara 7-12 bulan dalam satu kali penanaman. Contoh bunga potong amat banyak antara lain Inga. daisy dll Jenis dan varietas tanaman krisan di Indonesia umumnya hibrida berasal dari Belanda. indicum. 3.108.13A. Klondike dll.Krisan introduksi berbunga besar banyak ditanam sebagai bunga pot. Amerika Serikat dan Jepang. ukuran bervariasi (kecil.H. White Cindy (putih dengan tengahnya putih kehijau-hijauan). C. b) Bunga potong Ditandai dengan sosok bunga berukuran pendek sampai tinggi. Clingo. 27. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Applause (kuning cerah). Hybr. polibag atau wadah lainnya. Improved funshine. krisan di Indonesia digunakan sebagai: a) Bunga pot Ditandai dengan sosok tanaman kecil. Krisan yang ditanam di Indonesia terdiri atas: a) Krisan lokal (krisan kuno) Berasal dari luar negri. yang terbanyak ditanam adalah varietas Delano (ungu). maximum berbunga kuning banyak ditanam di Lembang dan berbunga putih di Cipanas (Cianjur).97.7 dan 30. i. Green peas. Dark Flamingo. 2/ 13 . Contoh krisan mini (diameter bunga kecil) ini adalah varietas Lilac Cindy (bunga warna ping keungu-unguan). Sebagai bunga hias.hybr.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Chrysanthemum : C. Indianapolis (berbunga kuning) Cossa. c) Krisan produk Indonesia Balai Penelitian Tanaman Hias Cipanas telah melepas varietas krisan buatan Indonesia yaitu varietas Balithi 27. Fax. Jl. Puma.id Hal. 13. i. Pearl Cindy (putih kemerah-merahan). Contoh C. Manfaat lain adalah sebagai tumbuhan obat tradisional dan penghasil racun serangga. 021 316 1952. Reagen. Great verhagen. Yellow Mandalay (semuanya dari Belanda). berbunga lebat dan cocok ditanam di pot. Alexandra Van Zaal (berbunga merah) dan Pink Pingpong (berbunga pink). MANFAAT TANAMAN Kegunaan tanaman krisan yang utama adalah sebagai bunga hias. C. C. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mempunyai tangkai bunga panjang. terdapat 12 varitas krisan pot di Indonesia. umumnya ditanam di lapangan dan hasilnya dapat digunakan sebagai bunga potong. 021 316 9166~69. Dolaroid. tetapi telah lama dan beradaptasi di Indoenesia maka dianggap sebagai krisan lokal. b) Krisan introduksi (krisan modern atau krisan hibrida) Hidupnya berhari pendek dan bersifat sebagai tanaman annual.177.ristek. menengah dan besar). http://www.C. Fleyer (berbunga putih). Cheetah. M. indicum hybr. Contoh krisan ini adalah C. Rage (merah) dan Time (kuning). Brides. tingginya 20-40 cm. morifolium Ramat. 28.

2) Untuk pembungaan membutuhkan cahaya yang lebih lama yaitu dengan bantuan cahaya dari lampu TL dan lampu pijar.5-6. Ketinggian Tempat ketinggian tempat yang ideal untuk budidaya tanaman ini antara 700–1200 m dpl.3.id . 4) Tanaman krisan membutuhkan kelembaban yang tinggi untuk awal pembentukan akar bibit. tetapi tidak tahan terhadap terpaan air hujan. Cisarua.1. Kadar CO2 yang ideal untuk memacu fotosistesa antara 600-900 ppm. 2) Derajat keasaman tanah yang baik untuk pertumbuhan tanaman sekitar 5. Jl. Pada pembudidayaan tanaman krisan dalam bangunan tertutup. 5. seperti rumah plastik. Sukabumi. Periode pemasangan lampu dilakukan sampai fase vegetatif (2-8 minggu) untuk mendorong pembentukan bunga. 3) Suhu udara terbaik untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah antara 20-26 derajat C. Brastagi (Sumatera Utara). Penambahan penyinaran yang paling baik adalah tengah malam antara jam 22. Oleh karena itu untuk daerah yang curah hujannya tinggi.7. 021 316 1952. 5. hingga mencapai kadar yang dianjurkan. 5. Fax. 5) Kadar CO2 di alam sekitar 3000 ppm.5 m dari permukaan tanah. penanaman dilakukan di dalam bangunan rumah plastik.00 dengan lampu 150 watt untuk areal 2 9 m dan lampu dipasang setinggi 1. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. SYARAT PERTUMBUHAN 5. SENTRA PENANAMAN Daerah sentra produsen krisan antara lain: Cipanas. tidak mengandung hama dan penyakit. Tanaman muda sampai dewasa antara 7080%. setek diperlukan 90-95%. gembur dan drainasenya baik. greenhouse. Bandungan (Jawa Tengah).H. dapat ditambahkan CO2.go.30–01.ristek. Lembang (Jawa Barat). Iklim 1) Tanaman krisan membutuhkan air yang memadai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4. Toleran suhu udara untuk tetap tumbuh adalah 17-30 derajat C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. M. http://www. Media Tanam 1) Tanah yang ideal untuk tanaman krisan adalah bertekstur liat berpasir. diimbangi dengan sirkulasi udara yang memadai. subur. 021 316 9166~69.

3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. M. Fax. 021 316 9166~69.H. http://www.id .

potong pucuk tersebut. c) Penyiapan bibit dengan kultur jaringan Tentukan mata tunas atau eksplan dan ambil dengan pisau silet. 2) Penyiapan Bibit Pembibitan krisan dilakukan dengan cara vegetatif yaitu dengan anakan. panjang 5 cm. tetapi medium tidak merangsang pemunculan akar. Fax.0 BAP/liter pada eksplan varietas Sandra untuk membentuk akar pada umur 21-31 hari.H. Medium MS padat ditambah 0.5-2. Pertunasan terjadi pada umur 29 hari.5 mg kinetin/liter. stelisasi mata tunas dengan sublimat 0. Penyiapan bibit pada skala komersial dilakukan dengan dua tahap yaitu: a) Stok tanaman induk Fungsinya untuk memproduksi bagian vegetatif sebanyak mungkin sebagai bahan tanaman Ditanam di areal khusus terpisah dari areal budidaya. dan selama 4-6 bulan dipelihara memproduksi sekitar 40-60 stek pucuk. kalus bertunas waktu 26 hari. Cara penyimpanan stek adalah dibungkus dengan beberapa lapis kertas tisu.1. Tiap tanaman induk menghasilkan 10 stek per bulan.5 mg NAA/liter ditambah 0. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0.go. daya tumbuh tanaman kuat. langsung semaikan atau disimpan dalam ruangan dingin bersuhu udara 4 derajat C. PEDOMAN BUDIDAYA 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. setek pucuk dan kultur jaringan.5 mg NAA/liter ditambah 0.5-0. kemudian bilas dengan air suling steril. M. 2. Hasil penelitian lanjutan perbanyakan tanaman krisan secara kultur jaringan: 1. 021 316 1952. sedangkan perakaran 26 hari. berkualitas prima. Medium MS padat ditambah 150 ml air kelapa/liter ditambah 0. Jl. diameter pangkal 3-5 mm. 021 316 9166~69.ristek. kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik rata-rata 50 stek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pilih tunas pucuk yang tumbuh sehat. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3. mempunyai 3 helai daun dewasa berwarna hijau terang.04 % (HgCL) selama 10 menit. Jumlah stok tanaman induk disesuaikan dengan kebutuhan bibit yang telah direncanakan. dengan kelembaban 30 % agar tetap tahan segar selama 3-4 minggu. Lakukan penanaman dalam medium MS berbentuk padat. paling baik untuk pertumbuhan tunas dan akar eksplan.id . bebas dari hama dan penyakit dan komersial di pasar. a) Bibit asal anakan b) Bibit asal stek pucuk Tentukan tanaman yang sehat dan cukup umur.2 mg kinetin/liter ditambah 0.5 mg NAA/liter ditambah 0.5 BAP/liter. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit diambil dari induk sehat. http://www.5 mg NAA/liter ditambah 1.

Jl. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .ristek. M. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H. 021 316 9166~69. Fax.

Buka sungkup pesemaian pada sore hari dan malam hari. dilakukan pada umur 2 minggu setelah bibit ditanam. Semaikan setek pucuk dengan jarak 3 cm x 3 cm dan kedalaman 1-2 cm. M. 1. Penumbuhan cabang sekunder. Tunas ketiak daun dibiarkan tumbuh sepanjang 15-20 cm atau disebut cabang primer. Setelah tanam pasang sungkup plastik yang transparan di seluruh permukaan. Penumbuhan cabang primer.5-1 cm. b) Perbanyakan vegetatif tanaman induk. Pada tiap ujung primer dilakukan pemangkasan pucuk sepanjang 0. 021 316 9166~69.5-1 cm. 021 316 1952. dengan cara memangkas atau membuang pucuk yang sedang tumbuh sepanjang 0. Bak dilubangi untuk drainase yang berlebihan. Perlakuan pinching dapat merangsang pertumbuhan tunas ketiak sebanyak 2-4 tunas. Medium semai berupa pasir steril hingga cukup penuh. 3. Jl.id . Pemeliharaan pada kultur jaringan dilakukan di ruangan aseptik. pelihara tiap cabang sekunder hingga tumbuh sepanjang 10-15 cm. 5) Pemindahan Bibit Bibit stek pucuk siap dipindahtanamkan ke kebun pada umur 10-14 hari setelah semai dan bibit dari kultur jaringan bibit siap pindah yang sudah berdaun 5-7 helai dan setinggi 7. http://www.go. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pemeliharaan kondisi lingkungan berhari panjang dengan penambahan cahaya 4 jam/hari mulai 23.ristek. diadaptasikan secara bertahap ke lapangan terbuka. setelah bibir berukuran cukup besar. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pemeliharaan untuk stek pucuk yaitu penyiraman dengan sprayer 2-3 kali sehari.30–03.00 lampu pencahayaan dapat dipilih Growlux SL 18 Philip. panjang disesuaikan dengan kebutuhan dan sebaiknya bak berkaki tinggi. b) Penyemaian kultur jaringan Bibit mini dalam botol dipindahkan ke pesemaian beisi medium berpasir steril dan bersungkup plastik tembus cahaya. sebelum ditanamkan diberi Rotoon (ZPT). pasang bola lampu untuk pertumbuhan vegetatif. terutama pada beberapa hari sebelum pindah ke lapangan. Pemangkasan pucuk.H. Fax. kedalaman 25 cm.5-10 cm. 3) Teknik Penyemaian Bibit a) Penyemaian di bak Siapkan tempat atau lahan pesemaian berupa bak-bak berukuran lebar 80 cm. penyemprotan pestisida apabila tanaman di serang hama atau penyakit.

id . M. Fax. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. Jl.ristek.go. 021 316 9166~69.H.

H. Campuran pupuk ZA 75 gram ditambah TSP 75 gram ditambah KCl 25gram (3:3:1)/m2 luas tanam. http://www.3 = 3. 20 cm x 20 cm. Pengapuran dilakukan dengan cara disebar merata pada permukaan bedengan.2. M. Tanaman bunga krisan merupakan tanaman yangdapat dibudidayakan secara monokultur.12 ton/ha. panjang disesuaikan dengan lahan. Gemburkan yang kedua kalinya sambil dibersihkan dari gulma dan bentuk bedengan dengan lebar 100-120 cm. 2) Teknik Penanaman untuk Memperpendek Batang Penanaman dilakukan sama dengan untuk bunga potong biasa. Lubang tanam dengan cara ditugal. Kebutuhan dolomit pada pH 5 = 5. zeagro.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. b) Pembuatan Lubang Tanam Jarak lubang tanam 10 cm x 10 cm. 2) Pengapuran Tanah yang mempunyai pH > 5. Teknik Penanaman 1) Teknik Penanaman Bunga Potong a) Penentuan Pola Tanam. 6. pH 5. Setelah penanaman siram dengan air dan pasang naungan sementara dari sungkup plastik transparan.60 ton/ha. Waktu tanam yang baik antara pagi atau sore hari. Penanaman biasanya disesuaikan dengan waktu panen yaitu pada hari-hari besar. Fax.3. Tanamkan bibit krisan satu per satu pada lubang yang telah disiapkan sedalam 1-2 cm. d) Cara Penanaman Ambil bibit satu per satu dari wadah penampungan bibit.go. jarak antara bedengan 30-40 cm. pH 5. a) Pengaturan dan Penambahan Cahaya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. urug dengan tanah tipis agar perakaran bibit krisan tidak terkena langsung dengan furadan 3G. tinggi 2030 cm. kalsit. Pengolahan Media Tanam 1) Pembentukan Bedengan Olah tanah dengan menggunakan cangkul sedalam 30 cm hingga gembur.id . c) Pupuk Dasar Furadan 3G sebanyak 6-10 butir perlubang. pH 5. perlu diberi pengapuran berupa kapur pertanian misalnya dengan dolomit. sambil memadatkan tanah pelan-pelan dekat pangkal batang bibit. keringanginkan selama 15 hari. diberikan merata pada tanah sambil diaduk. Dosis tergantung pH tanah. tetapi dengan menambah cahaya agar tangkai menjadi pendek.ristek. 021 316 1952.02 ton/ha.08 ton/ha. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.4 = 3.2 = 4.5. 021 316 9166~69.

Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek. http://www. 021 316 1952. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.id .H.

Misalnya. 021 316 9166~69. cara pemberiannya dengan disebar dalam larikan atau lubang ditugal samping kiri dan samping kanan. M. Selama pertumbuhan tanaman diberi pupuk cir multihara lengkap. Cara pengaturan dan penambahan cahaya yaitu dengan pola byarpet.id . Jenis dan dosis pupuk yang diberikan pada fase vegetatif yaitu Urea 200 gram ditambah 2 ZA 200 gram ditambah KNO3 100 gram per m luas lahan. 3) Teknik Penanaman untuk Bunga Pot Sebanyak 5-7 Bibit yang telah berakar ditanam di dalam pot yang berisi media sabut kelapa (hancur) atau campuran tanah dan sekam padi (1:1).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Dilakukan sampai batas tertentu dengan ketinggian tanaman yang dinginkan. Fax. maka penambahan cahaya sejak ketinggian 50-60 cm. Total lama penyinaran sejak bibit ditanam sampai periode generatif antara 12-15 minggu tergantung varietas krisan. pot-pot ini ditumbuhkan selama 2 minggu dengan penyinaran 16 jam/hari. Periode berikutnya beralih ke generatif.00. yaitu pencahayaan malam selama 5 menit lalu dimatikan selama 1 menit dilakukan secara berulang-ulang hingga mencapai 30 menit. dan akhirnya sebulan sekali. bila diinginkan bunga krisan bertangkai 70 cm. http://www. c) Pembuangan Titik Tumbuh Waktu pembuangan titik tumbuh adalah pada umur 10-14 hari setelah tanam. d) Penjarangan Bunga Jika ingin mendapatkan bunga yang besar.30-01. 021 316 1952. Pada fase Generatif digunakan pupuk Urea 10 gram ditambah TSP 10 gram ditambah KNO3 25 2 gram per m luas lahan. Tangkai bunga memanjang mencapai 80 cm. Jl.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dengan cara ini akan didapatkan krisan pot dengan 5-7 bunga yang mekar bersamaan.ristek. b) Pemupukan Waktu pemupukan dimulai umur 1 bulan setelah tanam. Lampu dimatikan. Untuk mendapatkan bunga yang besar dan jumlahnya sedikit. Untuk merangsang pembungaan. maka tangkai bunga yang tersisa adalah 10 cm pada tanaman. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Untuk memperpendek batang. Hal. Bila dipanen tangkainya 70 cm. Pembungaan ini dapat pula dipacu dengan menambahkan hormon tumbuh giberelin sebanyak 500 ppm pada saat penyinaran pendek. dalam 1 tangkai bunga hanya dibiarkan satu bakal bunga yang tumbuh. pot-pot kemudian diberi pencahayaan pendek dengan cara menutupnya di dalam kubung dari jam 16. bakal bunga dari setiap batang perlu diperjarang dengan hanya menyisakan satu kuncup bunga. dengan cara memotes ujung tanam sepanjang 5 cm.go. Cara lain pengaturan dan penambahan cahaya adalah dengan memasang lampu TL pada tengah malam mulai pukul 22.00.00-22. kemudian diulang kontinue dan periodik seminggu sekali.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan yang paling baik adalah pada pagi atau sore hari. dan bercak-bercak kuning sampai coklat. Pengendalian: mencari dan mengumpulkan ulat pada senja hari dan semprot dengan insektisida. terpelintir.id .1. 3) Tungau merah (Tetranycus sp) Gejala: daun yang terserang berwarna kuning kecoklat-coklatan. pengairan dilakukan kontinu 1-2 kali sehari. terutama pada permukaan bawah daun.H. tergantung cuaca atau medium tumbuh. 021 316 1952. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. 7. M. sehingga pucuk dan tangkai terkulai.4. Pengairan dilakukan dengan cara mengabutkan air atau sistem irigasi tetes hingga tanah basah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hama 1) Ulat tanah (Agrotis ipsilon) Gejala: memakan dan memotong ujung batang tanaman muda. 2) Penyiangan Waktu penyiangan dan penggemburan tanah umumnya 2 minggu setelah tanam. Penyulaman dilakukan dengan cara mengganti bibit yang mati atau layu permanen dengan bibit yang baru. Jl. Pengendalian: memotong bagian tanaman yang terserang berat dan dibakar dan penyemprotan pestisida. 2) Thrips (Thrips tabacci) Gejala: pucuk dan tunas-tunas samping berwarna keperak-perakan atau kekuning-kuningan seperti perunggu.go. menebal. http://www. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Waktu penyulaman seawal mungkin yaitu 10-15 hari setelah tanam. HAMA DAN PENYAKIT 7.ristek. memasang perangkap berupa lembar kertas kuning yang mengandung perekat. Fax. Pengendalian: mengatur waktu tanam yang baik. Penyiangan dengan cangkul atau kored dengan hati-hati membersihkan rumputrumput liar. misalnya IATP buatan Taiwan.

M. Fax.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

021 316 9166~69. 2) Tepung oidium Penyebab: jamur Oidium chrysatheemi. Bila serangan hebat meyebabkan terhambatnya pertumbuhan bunga. Chrysanhenumum stunt Virus dan Virus Mozaoik Lunak Krisan (Chrysanthemum Mild Mosaic Virus).2. 8. Pengendalian: menanam bibit yang tahan hama dan penyakit. Penyakit 1) Karat/Rust Penyebab: jamur Puccinia sp. karat hitam disebakan oleh cendawan P chrysantemi. 7.go. 8. Umur tanaman siap panen yaitu setelah 3-4 bulan setelah tanam. berwarna putih keabu-abuan yang mengelilingi permukaan daun. Virus mosaik menyebabkan daun belang hijau dan kuning. kadang-kadang bergaris-garis. Tipe spray 75-80% dari seluruh tanaman. Penyakit kerdil ditularkan oleh alat-alat pertanian yang tercemar penyakit dan pekerja kebun.2.id . penggiliran tanaman. Pengendalian: memotong daun yang terserang. tidak membentuk tunas samping. Gejala: tanaman tumbuhnya kerdil.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Penggerek daun (Liriomyza sp) Gejala: daun menggulung seperti terowongan kecil. memperlebar jarak tanam dan penyemprotan insektisida. 021 316 1952. dengan aplikasi insektisida. Ciri dan Umur Panen Penentuan stadium panen adalah ketika bunga telah setengah mekar atau 3-4 hari sebelum mekar penuh.Henn. perompesan daun yang sakit. menggunakan alat-alat pertanian yang bersih dan penyemprotan insektisida untuk pengendalian vektor virus. 3) Virus kerdil dan mozaik Penyebab: virus kerdil krisan. Pengendalian: memotong/memangkas daun tanaman yang sakit dan penyemprotan fungisida. Gejala: pada sisi bawah daun terdapat bintil-bintil coklat/hitam dan terjadi lekukan-lekukan mendalam yang berwarna pucat pada permukaan daun bagian atas. Cara Panen Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. mencabut tanaman yang sakit. http://www.H. Fax. M. warna bunganya menjadi pucat. Pengendalian: menggunakan bibit bebas virus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. berbunga lebih awal daripada tanaman sehat. Gejala: permukaan daun tertutup dengan lapisan tepung putih. Jl. Pada serangan hebat daun pucat dan mengering.1. karat putih disebabkan oleh P horiana P. PANEN 8.

Jl. M.go. Fax.id . 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.H.ristek. 021 316 9166~69.

Tata cara panen bunga krisan: tentukan tanaman siap panen. lalu ikat tangkai bunga berisi sekitar 50-1000 tangkai simpan pada rak-rak. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PASCAPANEN 9.3.go. warna dan varietasnya. Kriteria ini dibedakan menjadi 3 kelas yaitu: a) Kelas I untuk konsumen di hotel dan florist besar. M. 9. Fax. saat suhu udara tidak terlalu tinggi dan saat bunga krisan berturgor optimum. diameter pangkal tangkai bunga lebih 5 mm. 8. Kriteria utama bunga potong meliputi penampilan yang baik. potong tangkai bunga dengan gunting steril sepanjang 60-80 cm dengan menyisakan tunggul batang setinggi 20-30 cm dari permukaan tanah.H.3. Buang daun-daun tua pada pangkal tangkai. Pengumpulan Kumpulkan bunga hasil panen. yaitu panjang tangkai bunga lebih dari 70 cm.000 tanaman. Prakiraan Produksi Perkiraan hasil bunga krisan pada jarak 10 x 10 cm seluas 1 ha yaitu 800. Pemanenan dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dipotong tangkainya dan dicabut seluruh tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Panen sebaiknya dilakukan pagi hari. menarik.id . Penyortiran dan Penggolongan Pisahkan tangkai bunga berdasarkan tipe bunga. dalam bak atau box alat angkut. 021 316 9166~69. Lalu bersihkan dari daun-daun kering atau terserang hama.2. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 9.ristek. 9. Pengemasan dan Pengangkutan Tentukan alat angkutan yang cocok dengan jarak tempuh ke tempat pemasaran dan susunlah kemasan berisi bunga krisan secara teratur. Jl. b) Kelas II dan III untuk konsumen rumah tangga. florits menengah dan dekorasi massal yaitu panjang tangkai bunga kurang dari 70 cm dan diameter pangkal tangkai bunga kurang dari 5 mm.1. Hal. rapi dan tidak longgar. sehat dan bebas hama dan penyakit.

000.6. Rp. Rp.250. Rp.Pemupukan 10 HKP + 20 HKW .000.1. Rp.500.225. Austria..250.750. 1.Rp. M.000..- Rp.000. 1.000. 800. 34. 500.H. 10.856.000.375 kg @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. guna memenuhi kebutuhan baik dalam maupun luar negri agaknya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000.000.000.Urea: 4..000. 1.1.Rp.Rp. Swiss. Rp. 250.Rp.000. Biaya tenaga kerja . 150.5 ha dengan jarak tanam 10 x 10 cm.000. 2. Sewa lahan 1 tahun 2. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya tanaman krisan seluas 0.750. HKW Hari Kerja Wanita 10.Rp..5.200. alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 400.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000. 55.250. 1) Biaya produksi 1.000.Penanaman 5 HKP + 50 HKW . Gambaran Peluang Agribisnis Tanaman hias krisan merupakan bunga potong yang penting di dunia. karena pasar potensial yang dapat berdaya serap tinggi sudah ada. 2.000 tanaman @ Rp.Penyiapan lahan 50 HKP @ Rp. 50. iuran. Rasio Output/Input Keterangan: HKP Hari Kerja Pria.500.4.id Rp. 021 316 9166~69.000.. Peluang untuk mengembangkan budidaya tanaman krisan.1.600 kg @ Rp..Rp. 225. 1. Prospek budidaya krisan sebagai bunga potong sangat cerah. Jl. Inggris..000. Bibit : 500. 4.3. Rp. Saat ini krisan termasuk bunga yang paling populer di Indonesia karena memiliki keunggulan yaitu bunganya kaya warna dan tahan lama.KCl: 125 kg @ Rp. Diantara pasar potensial tersebut adalah Jerman. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bandung. Pupuk dan kapur . Pestisida 5.ristek.000 kg @ Rp. 500.000.400.Pupuk kandang: 15.500.ZA: 4.=1. Biaya lain-lain (pajak. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.Kapur pertanian: 2000 kg @ Rp.050.90.000.500. Rp.143.150 kg @ Rp. 021 316 1952. Swedia dsb.650.Rp. bunga krisan pot bahkan dapat tetap segar selama 10 hari. Fax.go. Rp.000 batang @ Rp.Pemeliharaan 5 HKP + 100 HKW 6.611 .206. Italia. http://www.2.250.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 10.000.Rp.KNO3: 2.9. America Serikat. 425.000. 25.SP-36: 525 kg @ Rp.

Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 021 316 1952.go.id . http://www.H.

021 316 1952. http://www. Untuk Jepang standar yang berlaku adalah sebagai berikut: a) Varietas adalah Kiku berwarna putih atau kuning yang dipanen saat bunga belum mekar penuh. Deskripsi … 11.H.2. c) Contoh yang diambil 6. Kuntum tidak tertutup seludang.1. Fax. 11.TTG BUDIDAYA PERTANIAN tetap terbuka. Ruang Lingkup Standar meliputi klasifikasi. utuh serta berukuran seragam dan bebas hama penyakit. Sedangkan untuk petugas pengambil contoh adalah orang yang telah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. d) Pengangkutan dilakukan dengan alat angkut bersuhu udara 7-8 derajat C dengan kelembaban udara 60-65%. g) Contoh yang diambil 15. panjang tangkai 70 cm. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 1–3. 021 316 9166~69. cara pengambilan contoh. M. STANDAR PRODUKSI 11.id . Jl. b) Satu ikatan terdiri dari 20 tangkai bunga dan dibungkus dengan pembungkus dari kertas khusus Sleeves. f) Contoh yang diambil 12. c) Pengepakan dilakukan dalam kotak kardus dengan kapasitas 10 ikatan. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 101–150.4. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 4–25. d) Contoh yang diambil 8.go. Duapertiga daun masih lengkap. 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 201– lebih. 11. pangkal bunga diberi kapas basah. b) Contoh yang diambil 3. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 151–200.3. Seiring dengan permintaan bunga potong krisan yang semakin meningkat maka peluang agribisnis perlu terus dikembangkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 26–50. cara uji. syarat penandaan dan pengemasan. Pengambilan Contoh Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan terkecil dalam lot dan contoh dengan rincian sebagai berikut: a) Contoh yang diambil 1.ristek. lurus dan tunggal. e) Contoh yang diambil 10. syarat mutu. untuk jumlah kemasan terkecil dalam lot = 51– 100.

go. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dalam suatu badan hukum. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . 021 316 9166~69. M.H. Jl. Fax. Hal.ristek. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

1998. 4. M.5. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 3. 2. Penerbit Kanisius. 6. 3) Dewi Sartika. 5. http://www. Kebun bunga Potong Ciputri. Jenis mutu.1997. 1998. Fax. Trubus no. Nama atau kode produsen/eksportir. 4) Lukito AM. Jakarta. 338.id . Jumlah isi. 2) Pemberian merek Pada bagian luar kemasan diberi tulisan: 1. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 021 316 9166~69. Ir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 348.H. Pengemasan 1) Cara pengemasan Pangkal tangkai bunga krisan potongan dimasukan ke dalam tube berisi cairan pengawet/dibungkus dengan kapas kemudian dimasukan ke dalam kantong plastik berisi cairan pengawet lalu dikemas dalam kotak karton/kemasan lain yang sesuai. Yogyakarta.go. Nama barang/varietas krisan. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Hasil Indonesia. Negara tujuan. Krisan. Rekayasa Pembungaan Krisan dan Bunga Lain. Trubus no.ristek. Jl. 342. 021 316 1952. 12. Krisan Baru Produk Indonesia. 2) Trubus no. 1998.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. DAFTAR PUSTAKA 1) H Rahmat Rukmana .

se-salaseyan. ) KUMIS KUCING 1. . songkot koceng (Madura).( Orthosiphon spp. Tanaman ini dikenal dengan berbagai istilah seperti: kidney tea plants/java tea (Inggris). kemudian menyebar ke wilayah Asia dan Australia. URAIAN TANAMAN 2. Nama daerah: Kumis kucing (Melayu – Sumatra). kumis kucing (Sunda).1 Klasifikasi Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Lamiaceae Genus : Orthosiphon Spesies : Orthosiphon spp. SEJARAH SINGKAT Kumis kucing merupakan tanaman obat berupa tumbuhan berbatang basah yang tegak. remujung (Jawa). giri-giri marah (Sumatera). 2. remujung (Jawa Tengah dan Jawa Timur) dan songot koneng (Madura). Tanaman Kumis kucing berasal dari wilayah Afrika tropis.

tementosus var. Masyarakat menggunakan kumis kucing sebagai obat tradisional sebagai upaya penyembuhan batuk encok. glabratus.5cm. Benang sari ukurannya lebih panjang dari tabung bunga dan melebihi bibir bunga bagian atas. 3. petiolaris dan O. panjang tangkai daun 7 – 29cm. Batang bersegi empat agak beralur. dan penyakit syphilis. bundar. Di Indonesia daun yang kering dipakai (simplisia) sebagai obat yang memperlancar pengeluaran air kemih (diuretik) sedangkan di India untuk mengobati rematik. SENTRA PENANAMAN Hingga saat ini. panjang 1. ukuran daun panjang 1 – 10cm dan lebarnya 7. sentra penanaman kumis kucing banyak terdapat di Pulau Jawa.5 – 10mm. albuminuria. MANFAAT TANAMAN Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat. batu ginjal. aristatus.75 – 2mm.obatan. di bagian atas ditutupi oleh bulu pendek yang berwarna ungu atau putih. pada buku-bukunya berakar tetapi tidak tampak nyata. masuk angin dan sembelit. tinggi tanaman sampai 2m. Klon kumis kucing yang ditanam di Indonesia adalah Klon berbunga putih dan ungu. Buah geluk berwarna coklat gelap. 2. Helai daun berbentuk bundar telur lonjong.5mm – 1. panjang bibir 4. Disamping itu daun tanaman ini juga bermanfaat untu pengobatan radang ginjal. Bunga bibir.3 Tanaman Jenis Spesies kumis kucing yang terdapat di Pulau Jawa adalah O. O. urat daun sepanjang pinggir berbulu tipis atau gundul. dengan ukuran panjang 13 – 27mm. lancip atau tumpul pada bagian ujungnya. panjang tabung 10 – 18mm. 4. O.2 Deskripsi Tanaman terna yang tumbuh tegak. helai bunga tumpul. thymiflorus.2. Kelopak bunga berkelenjar. mahkota berwarna ungu pucat atau putih. Baik di dataran rendah maupun . lanset. urat dan pangkal berbulu pendek dan jara ng sedangkan di bagian yang paling atas gundul. dimana kedua permukaan berbintik-bintik karena adanya kelenjar yang jumlahnya sangat banyak. kencing manis.

5.dataran tinggi.1. Iklim . SYARAT PERTUMBUHAN 5.

subur dan sehat.3. 6. Potong-potong batang menjadi stek berukuran 15–20 cm berbuku 2-3. untuk produksi sebaiknya dipilih tanah yang gembur. Bahan tanaman diambil dari rumpun yang tumbuhnya normal.1. PEDOMAN BUDIDAYA 6. banyak mengandung humus/bahan organik dengan tata air dan udara yang baik. 5. Stek yang masih segar langsung ditanam di lahan yang telah diolah sedalam 20 cm.200 m dpl.000 mm/tahun.000-62. Potong batang dengan pisau tajam/gunting pangkas yang bersih. Ketinggian Tempat Ketinggian tempat optimum tanaman kumis kucing 500 . b. Di dalam persemaian stek ditanam dengan jarak tanam 10x10 cm. d.2. 2) Dengan sinar matahari penuh tanpa ternaungi. Media Tanam 1) Tanaman ini dapat dengan mudah tumbuh di lahan-lahan pertanian. Bila perlu persemaian dinaungi dengan naungan plastik transparan atau jerami/daun kering. subur. Pilih batang/cabang yang tidak terlalu tua atau muda dan sudah berkayu. Setelah itu disirami 1-2 kali sehari tergantung dari cuaca dan hujan yang turun. Adapun kebutuhan bibit untuk 1 hektar dengan jarak tanam 40 x 40 cm diperlukan 50. 2) Tanah Andosol dan Latosol sangat baik untuk budidaya kumis kucing. 3) Keadaan suhu udara yang baik untuk pertumbuhan tanaman ini adalah panas sampai sedang. 2) Teknik Penyemaian Bibit Stek dapat langsung ditanam di kebun produksi atau ditanam dulu di persemaian.500 stek/ha. bibit dipindahkan ke kebun produksi. .1. 5. Pembibitan 1) Penyiapan Bibit Cara yang paling mudah dan biasa untuk mengembangkan kumis kucing adalah perbanyakan vegetatif dengan stek batang/cabang. Buang sebagian daun untuk mengurangi penguapan air. c. a.1) Curah hujan yang ideal bagi pertumbuhan tanaman ini adalah lebih dari 3. Naungan akan menurunkan kadar ekstrak daun. Setelah timbul tunas baru.

Panjang bedengan disesuaikan dengan keperluan dan lahan 3) Pemupukan (sebelum tanam) Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 60 cm. Bedengan dibuat selebar 100-120 cm tinggi 30 cm dan jarak antar bedengan 40-50 cm. Pada saat pengolahan tanah kedua ini juga dianjurkan memberikan pupuk dasar berupa pupuk kompos atau pupuk kandang sebanyak 50 – 60 ton per hektar bersamaan pada saat pembuatan bedengan.4-3.2 kg/lubang dan tutup lubang tanah. b) Buat lubang kecil di tempat lubang tanam. kemudian menanam ulang dengan tanaman baru yang masih muda .2.6. e) Sirami sampai cukup basah. Setiap lubang diisi 4-6 bibit/stek. gulma dan Setelah diolah. 4) Perioda Tanam Penanaman tanaman ini bias dilakukan sepanjang tahun yaitu dengan membongkar tanaman tua yang telah mengeras berkayu dan tidak produktif lagi atau daunnya jarang dan kecil-kecil. tanah dibiarkan 15 hari. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Tanah diolah 30-40 cm. 2) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam berukuran 30x30x30 cm dengan jarak tanam 40 x 40 cm 3) Cara Penanaman a) Pilih bibit yang baik dari pembibitan. d) Padatkan tanah di sekitar bibit. 2) Pembentukan Bedengan Pembuatan bedengan dilakukan setelah pengolahan tanah yang kedua yaitu dengan menghancurkan bongkahan tanah pada pengolahan tanah yang pertama hingga mendapatkan struktur tanah yang remah dan gembur. c) Tanamkan bibit/stek tegak lurus sedalam 5 cm atau 1/3 bagian dari pangkal batang stek. Campur tanah bedengan dengan 15-20 kg/ha pupuk kandang sapi. 6. tanaman lain dibuang. waktu tanam bisa dilaksanakan kapan saja.3. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Waktu tanam terbaik adalah di awal musim hujan (OktoberDesember) kecuali jika air tersedia sepanjang tahun. Masukkan pupuk kandang sebanyak 2.

tanaman diairi/disiram 1-2 kali sehari.4. sehingga pertumbuhan selanjutnya akan tetap sama dan seragam. 2) Penyiangan Gulma disiangi secara kontinyu untuk mengurangi persaingan unsur hara. yang penting tanah tidak sampai kering. Pupuk disebar di dalam larikan dangkal antara baris tanaman dan segera ditutup tanah. Penyiangan biasanya dilakukan agak sering saat tanaman masih muda sehingga lahan di atara tanaman masih terbuka karena kanopi tanaman belum tumbuh besar. penyiraman dikurangi. b. Penyulaman dilakukan terutama pada tanaman yang mati atau tumbuh tidak normal dengan tanaman baru yang umurnya tidak berbeda jauh.6. Frekuensi penyiraman selanjutnya tergantung cuaca.5 – 3kg per tanaman dan terutama diberikan setelah dilakukan pemanenan/perompesan daun sehingga pertumbuhan selanjutnya akan lebih baik. Pemupukan Organik Pemupukan secara organic dengan menggunakan pupuk kompos yang merupakan pupuk organic komplek dapat diberikan sbb: Sebagai pupuk dasar telah diuraikan di atas yang diberikan pada saat penyiapan media tanam. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada awal pertumbuhan. Pemupukan Konvensional Dosis pupuk anjuran adalah 75 kg/ha urea yang diberikan setiap 3 kali panen atau 6-9 minggu sekali. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala . Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Dilakukan antara 1-15 hari setelah tanam untuk tetap menjaga pertanaman pada jarak tanam yang telah ditentukan (40 x 40cm). Selanjutnya pupuk kompos organic dapat diberikan setiap bulan sekali sebanyak 1 – 2kg setiap tanaman. Tetapi pada tanaman dewasa periode penyiangan sudah agak jarang karena kanopi pada masing-masing tanaman akan saling menutup permukaan tanah. sehingga akan menekan pertumbuhan gulma di bawahnya. 3) Pemupukan a. Pemupukan pada tanaman dewasa bisa lebih sering yaitu setiap 2 – 3 minggu sekali sebesar 1. Penambahan air dapat dilakukan dengan cara disiram atau menggenangi saluran di antara bedengan dengan air. Setelah tanaman terlihat kokoh dan rimbun.

.serangan hama penyakit.

dan lalat buah. Namun demikian apabila diperlukan dapat diterapkan penyemprotan dengan insektisida maupun pestisida nabati. memotong bagian yang sakit. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatka n sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. Termasuk di dalamnya system bercocok tanam secara tumpang sari akan dapat menghambat serangan hama/penyakit. Penyakit Penyakit yang menyerang disebabkan oleh jamur upas (Upsia salmonicolor atau Corticium salmonicolor). nyamuk. pergiliran tanaman dan penyemprotan pestisida selektif. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya dengan semprotan. alang-alang.4.1.3. Pengendalian dilakukan dengan perbaikan tata air. lulangan.2. dan rumputrumput lainnya 7. meningkatkan kebersihan kebun. 7. kutu. Untuk pengendalian gulma sebaiknya dilakukan secara manual dengan cara penyiangan seperti telah dijelaskan di atas. Hama DAN Selama ini tidak ada hama atau penyakit yang benar-benar merusak tanaman kumis kucing. 7. Gulma Gulma yang banyak tumbuh di lahan pertanaman kumis kucing cukup bervariasi dan kebanyakan dari jenis gulma kebun seperti rumput teki. 3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk . Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids. Jamur ini menyerang batang atau cabang tanaman yang berkayu. hama gudang. Hama yang sering ditemukan adalah kutu daun dan ulat daun. ageratum. Pengendalian hama/penyakit secara organic Sama seperti pada tanaman obat lainnya bahwa pengendalian hama/penyakit secara organic pada pertanaman kumis kucing lebih diusahakan secara PHT (pengendalian hama secara terpadu). HAMA PENYAKIT 7.7. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah.

Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti .hembusan dan semprotan. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif.

8. Panen pertama jangan sampai terlambat karena akan mempengaruhi produksi. akan dihasilkan daun basah 6-9 ton/ha yang setara dengan 1-2 ton/ha daun kering. 8. 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. Karena yang dimanfaatkan adalah daunnya maka bunga yang tumbuh sebaiknya dirompes untuk dapat memaksimalkan pertumbuhan daun pada panen berikutnya. Panen Cara Daun dipanen dengan cara memetik pucuk bedaun 3-5 helai kemudian merempal daun-daun tua di bawahnya sampai helai ke 10. Proses pasca panen untuk mendapatkan daun kering kualitas ekspor adalah sbb: . daun-daun hasil panen dikumpulkan di dalam karung dan dibawa ke tempat pengumpulan hasil. PASCAPANEN Setelah pemetikan.4. 9. Ciri Panen dan Umur Tanaman berumur 1 bulan setelah tanam.3.1. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. serta hama gudang Callosobrocus. GSV dan Tungro. Saat panen yang tepat adalah pada saat awal pertumbuhan bunga tetapi belum tumbuh bunga. Perkiraan Panen Hasil Tanaman yang sehat dan terpelihara menghasilkan rimpang segar sebanyak Dengan pemeliharaan yang intensif. 8. Panen Periode Panen dilaksanakan dalam periode 2-3 minggu sekali yaitu pada pertumbuhan optimum dari daun. PANEN 8. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. 8. tangkai bunga belum muncul dan tinggi tanaman sekitar 50 cm.hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ).2.

Setelah selesai. .1. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi basah dilakukan pada bahan segar dengan cara memisahkan daun dari kotoran atau bahan asing lainnya.9.

9. nama/alamat penghasil. bagian dari tanaman bahan itu. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah mengalami pengeringan dengan memisahkan bahan-bahan dari benda-benda asing atau kotoran-kotoran lain. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara. yang menjelaskan nama bahan.2. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung).3. jika air bilasannya masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. berat bersih dan metode penyim panannya.2 hari atau setelah kadar airnya dibawah 5%. timbang jumlah daun yang dihasilkan. daun yang kering dikumpulkan dalam wadah yang bersih dan kedap udara (belum pernah dipakai sebelumnya).5.60 C. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. Setelah pengeringan. Timbang jumlah bahan hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C.Pencucian dilakukan dengan air bersih. udara yang lembab dan dari bahan-bahan yang bisa mengkontaminasi. Pengeringan daun dilakukan selama kira-kira 1 . Pengemasan Setelah bersih. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. tidak bocor. Lindungi daun tersebut dari air. pastikan daun tidak saling menumpuk. Setelah pencucian selesai. . 9. dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar. Berikan label yang jelas pada wadah tersebut. yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. 9. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Daun yang akan dikeringkan ditaruh diatas tray oven dan alasi dengan kertas Koran dan pastikan bahwa daun tidak saling menumpuk. 9. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. Selama pengeringan daun harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Pengeringan didalam oven dilakukan pada suhu o o 50 C . nomor/kode produksi. dapat berupa kantong plastik atau karung.4.

10. ANALISIS TANAMAN EKONOMI BUDIDAYA .

000. Pupuk . Tenaga kerja Rp.b.450. 100. 11. 27. 512.791.3) Keuntungan Rp.500.468 ton dengan tujuan negara di Eropa Barat.000.Rp.g. Lingkup STANDAR Ruang . 150. d.500.296-47.c. 60. 1. e.000.2. 200. Pestisida Rp.Rp.Pupuk kandang 4.2) Pendapatan 700 kg @ Rp.Pupuk buatan: Urea 25 kg @ Rp. Ekspor kumis kucing dari Indonesia telah dimulai pada awal tahun 30-an sebanyak 23. Rasio output/input = 1. 600. 1) Biaya produksi a. Sewa lahan 1 musim tanam Rp. Panen dan pasca panen Rp.000. 600. Bibit 6000 bh @ Rp.000. 3.000. 150. f. Dengan adanya peningkatan perminataan dunia akan bahan kering tanaman obat. 100.000.1. Lain-lain Rp. Amerika dan Singapura.937. agribisnis kumis kucing agaknya perlu didukung terutama dukungan teknik penanaman dan pasca panen untuk meningkatkan produksi dan kualitas hasil. PRODUKSI 11. 4) Parameter kelayakan usaha a. 100.1. Gambaran Agribisnis Peluang Semakin tingginya minat masyarakat Indonesia dan dunia terhadap pemakaian obat bahan alam memberikan peluang pada kita untuk membudidayakan kumis kucing untuk kepentingan lokal atau ekspor. .265 10.414 ton. Pada tahun 1987 ekspor meningkat sampai 8.Rp.000 kg @ Rp.100.000. Rp.500. . h.000. 100.1 Budidaya Analisis Usaha Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.500.10.2. Alat Rp. . Jumlah biaya produksi Rp. .

11. Deskripsi … 11.2. Klasifikasi dan Standar Mutu ----- .3. cara pengambilan contoh dan syarat pengemasan.Standar produksi meliputi: jenis dan standar mutu.

Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. Februari 2000 Sumber : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Kumis Kucing. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Contoh Pengambilan Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Bogor. dengan bahan yang tidak luntur. Penerbit Kanisius. 3) Anonimous. 11. PUSTAKA DAFTAR 1) Rahmat Rukmana.5. Yogyakarta. BAPPENAS Editor : Kemal Prihatman 2) Anonimous. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. 1989. Vademekum Bahan Obat Alam. Ir. Setelah pemadatan berat daun kering di dalam kemasan adalah 20-40 kg tergantung dari ukuran kotak dan permintaan pasar. Jakarta. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis.11. 311 Hal. 411 Hal KEMBALI KE MENU .4. 1994. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Pemadatan dilakukan dengan alat pemadat dengan panjang dan lebar sedemikian rupa sehingga alat bisa tepat masuk ke dalam kotak. Pengemasan Daun kering dimasukan ke dalam kotak kayu persegi empat dan dipadatkan.

tetapi tidak beracun. Tanaman ini banyak dibudidayakan di Asia Selatan khususnya di India. Diperkirakan berasal dari Binar pada ketinggian 1300-1600 m dpl. tetapi pahit. URAIAN TANAMAN 2. ) KUNYIT 1. Kata Curcuma berasal dari bahasa Arab Kurkum dan Yunani Karkom. Dioscorides menyebut tanaman ini sebagai Cyperus menyerupai jahe. ada juga yang mengatakan bahwa kunyit berasal dari India. Tanaman kunyit tumbuh subur dan liar disekitar hutan/bekas kebun. kelat. Cina Selatan.1 Klasifikasi .( Curcuma domestica Val. SEJARAH SINGKAT Kunyit merupakan tanaman obat berupa semak dan bersifat tahunan (perenial) yang tersebar di seluruh daerah tropis. Indonesia (Jawa). Pada tahun 77-78 SM. dan Filipina. Taiwan. dan sedikit pedas. 2.

Divisio Spermatophyta : .

Amomum curcuma Murs. lebar 8-12. longa Auct. anti mikroba. berwarna putih/kekuningan. Haiti. C. 2. Manfaat utama tanaman kunyit. membersihkan.5 cm. domestica Rumph. Srilanka. dan Jamaika dengan produksi mencapai > 15 ton/ha. longa Linn. dengan produksi mencapai 12. 2.5 cm dan pertulangan menyirip dengan warna hijau pucat. Ini merupakan jenis kunyit yang paling terkenal dari jenis kunyit lainnya. C. Di India. MANFAAT TANAMAN Di daerah Jawa.Sub-diviso : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zungiberaceae Genus : Curcuma Species : Curcuma domestica Val. Daun tunggal. mengeringkan. anti oksidan. membentuk rimpang dengan warna hijau kekuningan dan tersusun dari pelepah daun (agak lunak). yaitu: sebagai bahan obat tradisional. peternakan dll. tepi daun yang rata. sentra penanaman kunyit di Jawa Tengah. Kulit luar rimpang berwarna jingga kecoklatan. anti tumor. Ujung dan pangkal daun runcing. tegak.2 Deskripsi Tanaman kunyit tumbuh bercabang dengan tinggi 40-100 cm. menghilangkan gatal. Berbunga majemuk yang berambut dan bersisik dari pucuk batang semu.3 Tanaman Jenis Jenis Curcuma domestica Val. .323 kg/ha. bahan baku industri jamu dan kosmetik. kunyit banyak digunakan sebagai ramuan jamu karena berkhasiat menyejukkan. pencegah kanker. Disamping itu rimpang tanaman kunyit itu juga bermanfaat sebagai anti inflamasi. dan menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. panjang 10-15 cm dengan mahkota sekitar 3 cm dan lebar 1. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia. Cina. bulat. bahan bumbu masak. serta sebagai pembersih darah. 3. Batang merupakan batang semu. 4. daging buah merah jingga kekuningkuningan. u C. bentuk bulat telur (lanset) memanjang hingga 10-40 cm. dan menyembuhkan kesemutan.

Iklim .1. SYARAT PERTUMBUHAN 5.5.

Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah yang memiliki curah hujan 1000-4000 mm/tahun.2. Tiap potongan rimpang maksimum memiliki 1-3 mata tunas. Tanaman kunyit dapat tumbuh baik pada daerah yang memiliki intensitas cahaya penuh atau sedang. dengan berat antara 20-30 gram dan panjang 3-7 cm. Produksi optimal + 12 ton/ha dicapai pada ketinggian 45 m dpl. berdaun banyak dan hijau. 3) Jenis tanah yang diinginkan adalah tanah ringan dengan bahan organik tinggi. Ketinggian Tempat Kunyit tumbuh baik di dataran rendah (mulai < 240 m dpl) sampai dataran tinggi (> 2000 m dpl).3. dan warna seragam. segar. Media Tanam 2) Kunyit tumbuh subur pada tanah gembur. b. 3) Teknik Penyemaian Bibit . terhindar dari serangan penyakit. karena lebih mudah tumbuh. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit Bibit kunyit yang baik berasal dari pemecahan rimpang. Syarat bibit yang baik : berasal dari tanaman yang tumbuh subur. Tanaman ini dapat dibudidayakan sepanjang tahun. Pertumbuhan yang paling baik adalah pada penanaman awal musim hujan.a. memiliki kadar air cukup. benih telah mengalami masa istirahat (dormansi) cukup. cukup umur/berasal dari rimpang yang telah berumur > 7-12 bulan. 5. 5. sehingga tanaman ini sangat baik hidup pada tempat-tempat terbuka atau sedikit naungan. kerikil). tanah lempung berpasir yang terbebas dari genangan air/sedikit basa. o c. bentuk. Suhu udara yang optimum bagi tanaman ini antara 19-30 C. Bekas potongan ditutup dengan abu dapur/sekam atau merendam rimpang yang dipotong dengan larutan fungisida (benlate dan agrymicin) guna menghindari tumbuhnya jamur. Bila ditanam di daerah curah hujan < 1000 mm/tahun. kulit. terhindar dari bahan asing (biji tanaman lain. 2) Penyiapan Bibit Rimpang bahan bibit dipotong agar diperoleh ukuran dan dengan berat yang seragam serta untuk memperkirakan banyaknya mata tunas/rimpang. kokoh. pada tanah yang dicangkul dengan baik akan menghasilkan umbi yang berlimpah.1. PEDOMAN BUDIDAYA 6. maka system pengairan harus diusahakan cukup dan tertata baik. sehat. 6. ukuran.

6. 4) Pemindahan Bibit Bibit yang telah siap lalu ditempatkan pada persemaian. 4) Pemupukan (sebelum tanam) Untuk mempertahankan kegemburan tanah. Selama pengangkutan.Pertumbuhan tunas rimpang kunyit dapat dirangsang dengan cara: mengangin-anginkan rimpang di tempat teduh atau lembab selama 1-1.5 bulan. Selain itu menempatkan o rimpang diantara jerami pada suhu udara sekitar 25-28 C. Jumlah anakan atau berat rimpang dapat ditingkatkan dengan jalan direndam pada larutan pakloburazol sebanyak 250 ppm. bibit yang telah bertunas jangan ditumpuk. Rimpang yang akan direndam larutan ZPT harus o dikeringkan dahulu selama 42 jam pada suhu udara 35 C.5 bulan.2. 3) Pembentukan Bedengan Lahan kemudian dibedeng dengan lebar 60-100 cm dan tinggi 25-45 cm dengan jarak antar bedengan 30-50 cm. Bila ada tunas/akar bibit yang saling terkait maka akar tersebut dipisahkan dengan hati-hati lalu letakkan bibit dalam wadah tertentu untuk memudahkan pengangkutan bibit ke lokasi lahan. Setelah tunas tumbuh 2-3 cm maka rimpang sudah dapat ditanam di lahan. dimana rimpang akan muncul tunas telah tanaman berumur 1-1. dan merendam bibit pada larutan ZPT (zat pengatur tumbuh) selama 3 jam. meningkatkan . ZPT yang sering digunakan adalah larutan atonik (1 cc/1. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan Lokasi penanaman dapat berupa lahan tegalan. dengan penyiraman 2 kali sehari (pagi dan sore hari). Jika jarak antara tempat pembibitan dengan lahan jauh maka bibit perlu dilindungi agar tetap lembab dan segar ketika tiba di lokasi. Tanah dicangkul pada kedalaman 20-30 cm kemudian diistirahatkan selama 1-2 minggu agar gas-gas beracun yang ada dalam tanah menguap dan bibit penyakit/hama yang ada mati karena terkena sinar matahari. 2) Pembukaan Lahan Lahan yang akan ditanami dibersihkan dari gulma dan dicangkul secara manual atau menggunakan alat mekanik guna menggemburkan lapisan top soil dan sub soil juga sekaligus mengembalikan kesuburan tanah. perkebunan atau pekarangan. Bibit tumbuh baik bila disimpan dalam suhu o kamar (25-28 C).5 liter air) dan larutan G-3 (500-700 ppm). Penyiapan lahan untuk kebun kunyit sebaiknya dilakukan 30 hari sebelum tanam. Pemindahan bibit yang telah bertunas harus dilakukan secara hati-hati guna menghindari agar tunas yang telah tumbuh tidak rusak.

unsur hara dalam tanah. . dilakukan dengan drainase. dan aerasi yang lancar.

3.4. Tiap lubang tanam membutuhkan pupuk kandang 2. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyulaman Apabila ada rimpang kunyit yang tidak tumbuh atau pertumbuhannya buruk. 3) Cara Penanaman Teknik penanaman dengan perlakuan stek rimpang dalam nitro aromatik sebanyak 1 ml/liter pada media yang diberi mulsa ternyata berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan vegetatif kunyit.menaburkan pupuk dasar (pupuk kandang) ke dalam lahan/dalam lubang tanam dan dibiarkan 1 minggu. Walaupun rimpang tanaman ini nantinya dipanen muda yaitu 7 – 8 bulan tetapi pertanaman selanjutnya tetap diusahakan awal musim hujan. yaitu pada awal musim penghujan. Perbedaannya hanya terletak pada masa panennya. 6. yaitu penanaman di awal musim hujan dengan pemanenan di awal musim kemarau (7-8 bulan) atau penanaman di awal musim hujan dan pemanenan dilakukan dengan dua kali musim kemarau (12-18 bulan). 6. sedangkan penggunaan zat pengatur tumbuh IBA (indolebutyric acid) sebanyak 200 mg/liter pada media yang sama berpengaruh nyata terhadap pembentukan rimpang kunyit. Maka diharapkan akan diperoleh produksi rimpang sebesar 20-30 ton/ha.65 ton. 2) Pembutan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat di atas bedengan/petakan dengan ukuran lubang 30 x 30 cm dengan kedalaman 60 cm. Jarak antara lubang adalah 60 x 60 cm. Tanaman kunyit ditanam dengan dua pola. Hal ini dimungkinkan karena tanaman muda akan membutuhkan air cukup banyak untuk pertumbuhannya.50-0. Teknik Penanaman Kebutuhan bibit kunyit/hektar lahan adalah 0.5-3 kg. Kedua pola tersebut dilakukan pada masa tanam yang sama. 4) Perioda Tanam Masa tanam kunyit yaitu pada awal musim hujan sama seperti tanaman rimpang-rimpangan lainnya. 2) Penyiangan . 1) Penentuan Pola Tanaman Bibit kunyit yang telah disiapkan kemudian ditanam ke dalam lubang berukuran 5-10 cm dengan arah mata tunas menghadap ke atas. maka dilakukan penanaman susulan (penyulaman) rimpang lain yang masih segar dan sehat.

5 ton rimpang segar/ha. dan luas area daun kunyit secara nyata.000/ha menghasilkan produksi sebanyak 29. serta K2O (112 kg/ha) pada tanaman yang berumur 4 bulan. Pembubunan bermanfaat untuk memberikan kondisi media sekitar perakaran lebih baik sehingga rimpang akan tumbuh subur dan bercabang banyak. pupuk N dan K diberikan pada awal tanam (1/3 dosis) dan sisanya (2/3 dosis) diberikan pada saat tanaman berumur 2 bulan dan 4 bulan. Pemupukan Organik Penggunaan pupuk kandang dapat meningkatkan jumlah anakan. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman kunyit termasuk tanaman tidak tahan air. Oleh . Pemupukan juga dilakukan dengan pupuk nitrogen (60 kg/ha). P2O5 (50 kg/ha). TSP 10 gram/pohon. Pupuk diberikan dengan ditebarkan secara merata di sekitar tanaman atau dalam bentuk alur dan ditanam di selasela tanaman. Kombinasi pupuk kandang sebanyak 45 ton/ha dengan populasi kunyit 160. Pemupukan tahap kedua digunakan pupuk kandang dan pupuk buatan (urea 20 gram/pohon. 4) Pemupukan a. b. Kegiatan ini dilakukan 3-5 kali bersamaan dengan pemupukan dan penggemburan tanah.93 ton/ha.Penyiangan dan pembubunan perlu dilakukan untuk menghilangkan rumput liar (gulma) yang mengganggu penyerapan air. Pembubunan biasanya dilakukan setelah kegiatan penyiangan dan biasanya dilakukan secara rutin setiap 3 – 4 bulan sekali. 3) Pembubunan Seperti halnya tanaman rimpang lainnya. unsur hara dan mengganggu perkembangan tanaman. pada kunyit pekerjaan pembubunan ini diperlukan untuk menimbun kembali daerah perakaran dengan tanah yang melorot terbawa air. dan K2O (75 kg/ha). Penyiangan pertama dilakukan pada saat tanaman berumur ½ bulan dan bersamaan dengan ini maka dilakukan pembubunan guna merangsang rimpang agar tumbuh besar dan tanah tetap gembur. Pemupukan Konvensional Selain pupuk dasar (pada awal penanaman). Pupuk P diberikan pada awal tanam. Pupuk dasar yang digunakan adalah pupuk organik 15-20 ton/ha. tanaman kunyit perlu diberi pupuk susulan kedua (pada saat tanaman berumur 2-4 bulan). Dengan pemberian pupuk ini diperoleh peningkatan hasil sebanyak 38% atau 7. jumlah daun. dan ZK 10 gram/pohon).

agar tanaman air sehingga rimpang tidak pengairan terbebas perlu dilakukan dari genangan .sebab itu drainase dan pengaturan secermat mungkin.

Hama 1) Ulat penggerek akar (Dichcrosis puntifera. Pengendalian: a. Perbaikan drainase baik untuk melancarkan dan mengatur aliran air serta sebagai penyimpan air di saat musim kemarau. 2) Karat daun kunyit Penyebab: Taphrina macullans Bult dan Colletothrium capisici atau oleh kutu daun yang disebut Panchaetothrips. mencegah terjadi genangan air pada lahan. kerusakan struktur tanah (menjadi tidak gembur/padat) dan mencegah tumbuhnya gulma secara berlebihan. 7. Jerami dihamparkan merata menutupi permukaan tanah di antara lubang tanaman. Penyakit 1) Busuk bakteri rimpang Penyebab: oleh kurang baik sistem pengairan (drainase) atau disebabkan oleh rimpang yang terluka akibat alat-alat pertanian. sehingga luka rimpang kemasukan cendawan. kemudian rimpang lama kelamaan membusuk dan keropos. penyemprotanfungisida dithane M-45. 7. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: tanaman disemprot/ditaburkan insektisida furadan G-3. b.1. Gejala: timbulnya warna coklat (karat) pada helaian daun. 6) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan jika telah timbul gejala serangan hama penyakit.membusuk. 7) Pemulsaan Sedapat mungkin pemulsaan dengan jerami dilakukan diawal tanam untuk menghindari kekeringan tanah. Gejala: kulit akar tanaman menjadi keriput dan mengelupas. mencegah terlukanya rimpang.) Gejala: pada pangkal akar dimana tunas daun menjadi layu dan lama kelamaan tunas menjadi kering lalu membusuk.2. bila penyakit ini menyerang tanaman dewasa/daun yang tua maka tidak akan .

rumput teki. 5) Menggunakan teknik-teknik budidaya yang baik misalnya budidaya tumpang sari dengan pemilihan tanaman yang saling menunjang. b. Beberapa tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pestisida nabati dan digunakan dalam pengendalian hama antara lain adalah: 1) Tembakau (Nicotiana tabacum ) yang mengandung nikotin untuk insektisida kontak sebagai fumigan atau racun perut. seperti dengan agrotion 2 cc/liter atau dengan fungisida dithane M-45 secara teratur selama seminggu sekali 7.4. 7. Dilakukan dengan mengurangi kelembaban. Disamping itu penggunaan bahan ini hanya dalam keadaan darurat berdasarkan aras kerusakan ekonomi yang diperoleh dari hasil pengamatan. 4) Menggunakan pengendalian fisik/mekanik yaitu dengan tenaga manusia. rumput lulangan. serta rotasi tanaman pada setiap masa tanamnya untuk memutuskan siklus penyebaran hama dan penyakit potensial. herbisida alami yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu toksik baik pada bahan tanaman yang dipanen ma maupun pada tanah. Pengendalian: a. Pengendalian hama/penyakit secara organik Dalam pertanian organik yang tidak menggunakan bahanbahan kimia berbahaya melainkan dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan biasanya dilakukan secara terpadu sejak awal pertanaman untuk menghindari serangan hama dan penyakit tersebut yang dikenal dengan PHT (Pengendalian Hama Terpadu) yang komponennya adalah sbb: 1) Mengusahakan pertumbuhan tanaman yang sehat yaitu memilih bibit unggul yang sehat bebas dari hama dan penyakit serta tahan terhadap serangan hama dari sejak awal pertanaman 2) Memanfaatkan semaksimal mungkin musuhmusuh ala mi 3) Menggunakan varietas-varietas unggul yang tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Penyemprotan insektisida. 2) Piretrum (Chrysanthemum cinerariaefolium) yang mengandung piretrin yang dapat digunakan sebagai insektisida sistemik yang menyerang urat syaraf pusat yang aplikasinya . ageratum. dan gulma berdaun lebar lainnya. menyebabkan tanaman tersebut menjadi mati. insektisida. Gulma Gulma potensial pada pertanaman kunyit ini adalah gulma kebun yang umum yaitu alang-alang. Aplikasi untuk serangga kecil misalnya Aphids.mempengaruhi produksinya sebaliknya jika menyerang tanaman/daun muda. 6) Penggunaan pestisida.2.

dengan semprotan. . nyamuk. kutu. Aplikasi pada serangga seperti lalat rumah. dan lalat buah. hama gudang.

8. Selain itu kandungan air dalam rimpang sudah sedikit sehingga memudahkan proses pengeringannya.2. serta hama gudang Callosobrocus. GSV dan Tungro. Selanjutnya rimpang yang telah dibongkar dipisahkan dari tanah yang melekat lalu dimasukkan dalam karung agar tidak rusak. PANEN 8. 4) Neem tree atau mimba (Azadirachta indica) yang mengandung azadirachtin yang bekerjanya cukup selektif. batang dan daun dibuang terlebih dahulu. Bahan ini juga efektif untuk menanggulangi serangan virus RSV. Panen Periode Panen kunyit dilakukan dimusim kemarau karena pada saat itu sari/zat yang terkandung didalamnya mengumpul. 8. 8.1. Ciri-ciri tanaman kunyit yang siap panen ditandai dengan berakhirnya pertumbuhan vegetatif. Aplikasi racun ini terutama pada serangga penghisap seperti wereng dan serangga pengunyah seperti hama penggulung daun (Cnaphalocrocis medinalis ). 5) Bengkuang (Pachyrrhizus erosus) yang bijinya mengandung rotenoid yaitu pakhirizida yang dapat digunakan sebagai insektisida dan larvasida. 6) Jeringau (Acorus calamus ) yang rimpangnya mengandung komponen utama asaron dan biasanya digunakan untuk racun serangga dan pembasmi cendawan. saat panen yang terbaik adalah pada umur tanaman 11-12 bulan. Saat itu produksi yang diperoleh lebih besar dan lebih banyak bila dibandingkan dengan masa panen pada umur kunyit 7-8 bulan. seperti terjadi kelayuan/perubahan warna daun dan batang yang semula hijau berubah menjadi kuning (tanaman kelihatan mati).3) Tuba (Derris elliptica dan Derris malaccensis) yang mengandung rotenone untuk insektisida kontak yang diformulasikan dalam bentuk hembusan dan semprotan.3. Perkiraan Panen Hasil . Panen Cara Pemanenan dilakukan dengan cara membongkar rimpang dengan cangkul/garpu. yaitu pada saat gugurnya daun kedua. 8.4. Sebelum dibongkar. Ciri Panen dan Umur Tanaman kunyit siap dipanen pada umur 8-18 bulan.

9. PASCAPANEN . Produksi rimpang segar/ha biasanya antara 20-30 ton.71 kg.Berat basah rimpang bersih/rumpun yang diperoleh dari hasil panen mencapai 0.

tanah atau kotoran-kotoran lain. 9. pengeringan dengan sinar matahari dilakukan diatas tikar atau rangka pengering. setelah itu tempatkan dalam wadah plastik/ember. Setelah pengeringan. Setelah perajangan. Amati air bilasannya dan jika masih terlihat kotor lakukan pembilasan sekali atau dua kali lagi. Pengeringan Pengeringan dapat dilakukan dengan 2 cara.60 C. Setelah pencucian selesai.1.9.3. . yaitu dengan sinar matahari atau alat pemanas/oven. tiriskan dalam tray/wadah yang belubang-lubang agar sisa air cucian yang tertinggal dapat dipisahkan. timbang hasilnya dan taruh dalam wadah plastik/ember.5 hari.4. Perajangan Jika perlu proses perajangan. Pemakaian air sungai harus dihindari karena dikhawatirkan telah tercemar kotoran dan banyak mengandung bakteri/penyakit. sisa tanaman. 9. pastikan rimpang tidak saling menumpuk. Setelah selesai.2. Lindungi rimpang tersebut dari air. Kering Penyortiran Selanjutnya lakukan sortasi kering pada bahan yang telah dikeringkan dengan cara memisahkan bahan-bahan dari bendabenda asing seperti kerikil. o o Pengeringan di dalam oven dilakukan pada suhu 50 C . Perajangan dapat dilakukan secara manual atau dengan mesin pemotong. dan gulma. Rimpang yang akan dikeringkan ditaruh di atas tray oven dan pastikan bahwa rim pang tidak saling menumpuk. Pencucian dilakukan dengan air bersih. Timbang jumlah rimpang hasil penyortiran ini (untuk menghitung rendemennya). atau setelah kadar airnya dibawah 8%. lakukan dengan pisau stainless steel dan alasi bahan yang akan dirajang dengan talenan. jika perlu disemprot dengan air bertekanan tinggi. Hindari pencucian yang terlalu lama agar kualitas dan senyawa aktif yang terkandung didalam tidak larut dalam air. timbang jumlah bahan hasil penyortiran dan tempatkan dalam wadah plastik untuk pencucian. udara yang lembab dan dari bahan-bahan disekitarnya yang bisa mengkontaminasi. Selama pengeringan harus dibolak-balik kira-kira setiap 4 jam sekali agar pengeringan merata. Penyortiran Pencucian Basah dan Sortasi pada bahan segar dilakukan untuk memisahkan rimpang dari kotoran berupa tanah.5. timbang jumlah rimpang yang dihasilkan 9. 9. pengeringan rimpang dilakukan selama 3 . Perajangan rimpang dilakukan melintang dengan ketebalan kira-kira 5 mm – 7 mm.

Berikan label yang jelas pada tersebut. yang .Pengemasan Setelah kantong pernah wadah bersih. rimpang yang kering dikumpulkan dalam wadah plastik atau karung yang bersih dan kedap udara (belum dipakai sebelumnya).

berat bersih dan metode penyimpanannya.1. 1. Panen dan pasca panen h.d.2.3) Keuntungan 475.000. . 150.399 yang dilakukan Rp. . Pupuk .000 kg @ Rp. Pestisida e. Rp. 1) Biaya produksi a. nomor/kode produksi. Alat f. Rp.000. Tenaga kerja g.000.000. 100.875. Rp.200.399. Usaha budidaya tanaman kunyit skala besar (komersial) atau yang dilakukan secara intensif. .35. memiliki penerangan yang cukup (hindari dari sinar matahari langsung). 100.100. Rp.600. 25. Rp. bagian dari tanaman bahan itu. Gambaran Peluang .500 kg @ Rp. Penyimpanan Kondisi gudang harus dijaga agar tidak lembab dan suhu tidak o melebihi 30 C dan gudang harus memiliki ventilasi baik dan lancar.KCl 16 kg @ Rp.Pupuk buatan: Urea 32 kg @ Rp. tidak bocor.600.4) Parameter kelayakan usaha a. ANALISIS TANAMAN 10.000.menjelaskan nama bahan. 600. nama/alamat penghasil. 9.000. Rp.400. 100.800.60. Analisis Budidaya EKONOMI Usaha BUDIDAYA Perkiraan analisis budidaya kunyit seluas 1000 m2 pada tahun 1999 di daerah Bogor. 28. serta bersih dan terbebas dari hama gudang. Lain-lain Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 2. terhindar dari kontaminasi bahan lain yang menurunkan kualitas bahan yang bersangkutan. 10. Rp.6.750.1.600. Rp. Sewa lahan 1 musim tanam b. 1. 150.000. Rp. 200.000. 1800. c. Rp. Rp. 10..1. Bibit 50 kg @ Rp.Pupuk kandang 4. Rp.TSP 16 kg @ Rp. di Indonesia belum ada dan sebagian besar petani cenderung menanam tanaman ini sebagai tanaman sampingan saja. Rasio output/input = 1.

Kebutuhan lebih tinggi pada saat menjelang hari-hari besar/hari raya. Permintaan kebutuhan industri di atas sebagian besar berasal dari pasokan para petani.Agribisnis Dewasa ini rata-rata kebutuhan bahan baku kunyit untuk industri kosmetik/ jamu tradisional yang ada di Indonesia antara 1. Melihat dari kebutuhan rata- .5-6 ton/bulan. Tingkat kebutuhan pasar dari tahun ke tahun semakin meningkat dengan persentase peningkatan 10-25% per tahunnya.

Deskripsi … 11. dan Eropa (Jerman Barat dan Belanda). dimana 30% merupakan marjin tata niaga yang terdiri atas 12% marjin biaya dan 18% merupakan marjin keuntungan. suplai dan permintaan terhadap kunyit tidak seimbang. Berdasarkan kondisi ini. cara Standar produksi meliputi: jenis dan pengambilan contoh dan syarat pengemasan. Amerika. Negara India. Hongkong. Indonesia sebenarnya mulai mengekspor kunyit. Sebagian kecil dari jumlah tersebut dipenuhi oleh negara India. karena marjin terbesar berada pada keuntungan pedagang. jalur tata niaga. Haiti. terutama dengan sistem monokultur/tumpang sari sehingga produksi yang dicapai lebih cepat dan tinggi. Taiwan. Maka harga yang diterima petani mencapai 70% dari harga tingkat pabrik. 11. juga diperhitungkan dari sudut produktivitas dan jalur tata niaganya. Lingkup STANDAR Ruang standar mutu. karena dari petani langsung disalurkan ke pedagang pengumpul. Srilanka. Sementara kebutuhan kunyit dunia hingga saat ini mencapai ratusan ribu ton/tahun. Cina. Klasifikasi dan Standar Mutu .1. Dari segi jalur tata niaga. PRODUKSI 11. Walaupun di daerah Jawa Tengah kini sudah diupayakan sistem penanaman tersebut. Srilanka. lalu ke pabrik/pedagang besar. nilai ekspor tanaman kunyit Indonesia menyumbangkan devisa yang besar bagi negara. agar kebutuhan minimal dalam negeri terpenuhi secara optimal. Negara yang dituju antara lain Asia (Malaysia. dan kebutuhan kunyit dari berbagai industri yang membutuhkannya.2.nya. Haiti. namun luas lahan tanam yang ada belum maksimal untuk memenuhi kebutuhan pasar luar negeri yang mencapai ratusan ribu ton/ha.rata industri jamu dan kosmetik yang ada di dalam negeri. Indonesia kini sudah selayaknya membudidayakan tanaman ini. Cina. 11. dan Jepang). Pada tahun 1987. kunyit tergolong efisien. Kenyataan ini dilandaskan pada tingkat produktivitas. dan Jamaika kini mulai membudidayakan tanaman kunyit secara besar-besaran dan mereka sudah dapat mengestimasikan produksinya hingga +20 ton/ha. Peluang agribisnis kunyit di Indonesia dapat dikembangkan. tata niaga kunyit bisa ditingkatkan lagi.3. Namun pada tahun berikutnya jumlah ekspor tersebut mulai mengalami penurunan dan sempat terhenti pada tahun 1989. dan negara-negara lainnya. apalagi memenuhi permintaan pasar luar negeri. Singapura.

Standard mutu temulawak untuk pasaran luar negeri dicantumkan berikut ini: 1) Warna : kuning-jingga sampai coklat kuning-jingga 2) Aroma : khas wangi aromatis 3) Rasa : mirip rempah dan agak pahit .

contoh yang diambil 5. 1) Untuk jumlah kemasan dalam partai 1–100. Dibagian luar dari tiap kemasan ditulis.4) Kadar air maksimum : 12 % 5) Kadar abu : 3-7 % 6) Kadar pasir (kotoran) : 1% 7) Kadar minyak atsiri (minimal) : 5% 11. contoh yang diambil minimum 15 Kemasan yang telah diambil.5. maka contoh yang diambil sebanyak 5 rimpang. dengan bahan yang tidak luntur. contoh yang diambil 10 5) Untuk jumlah kemasan dalam partai di atas 1000. atau dikemas dengan keranjang bambu dengan berat sesuai kesepakatan anatara penjual dan pembeli. kemudian diambil secara acak sebanyak 10 rimpang dari tiap kemasan sebagai contoh. Contoh yang telah diambil kemudian diuji untuk ditentukan mutunya. dengan berat maksimum 15 kg tiap kemasan.DAFTAR . contoh yang diambil 7 3) Untuk jumlah kemasan dalam partai 301–500. Pengemasan Kunyit disajikan dalam bentuk rimpang utuh. 11. dituangkan isinya. 2) Untuk jumlah kemasan dalam partai 101–300. Contoh Pengambilan Dari jumlah kemasan dalam satu partai temulawak siap ekspor diambil sejumlah kemasan secara acak seperti dibawah ini. jelas terbaca antara lain:  Produk asal Indonesia  Nama/kode perusahaan/eksportir  Nama barang  Negara tujuan  Berat kotor  Berat bersih  Nama pembeli 12. dengan maksimum berat tiap partai 20 ton. dikemas dengan jala plastik yang kuat. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. Khusus untuk kemasan temulawak berat 20 kg atau kurang.4. contoh yang diambil 9 4) Untuk jumlah kemasan dalam partai 501-1000.

311 Hal. Hasil Penelitian Dalam Rangka Pemanfaatan Pestisida Nabati. Jakarta. Bogor. Vademekum Bahan Obat Alam. 2) Anonimous. .PUSTAKA 1) Anonimous. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. 1989. Prosiding Seminar di Bogor 1 – 2 Desember 1993. 411 Hal. 1994. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Jilid 4. Alam sumber kesehatan. Wirian.Trubus Agriwidya. Jakarta. 5) Kloppenburg-Versteegh. 9) Soedibyo. Kajian pemberian pupu kandang dan tingkat terhadap pertumbuhan k populasi domestica Val. Cet. Puslitbang Tanaman Industri: 39-61. Pengaruh beberapa zat pengatur tumbuh dan mulsa terhadap pertumbuhan tanaman kunyit. Ismiyatiningsih. G. Bethesda: 102103. 1998.M. 1993. Ungaran. Fauziah.) produksi kunyi (Curcuma ditumpangsarikan dengan t yang mays Soccharata). Setiawan. 1993. 1992. 1996. Lontoh. A. 8 (1) 1993: 30-38. Hidayat. Buletin Pertanian Tanaman Rempah dan Obat. H. PT. CD.2. 86 hal. 4) Kartasapoetra.RS. 21 (2) 1993: Buletin 59-63. Petunjuk lengkap mengenai tanaman. 1991. Tanaman berkhasiat obat di Indonesia: kunyit. J. 8) Nugroho. 1988. manfaat dan kegunaan: kunyit. Jakarta. Budidaya tanaman berkhasiat obat: kunyit (kunir). Manfaat dan prospek pengembangan kunyit. Curcuma longa Linn (Jiang Huang). 10)Wijayakusuma. 1998. Tanaman obat keluarga (toga): kunyit. Cet.3) Darwis SN. Yogyakarta. Balai Pustaka: 230231. Februari 2000 KEMBALI KE MENU . Joedojono. Pustaka Kartini: 93-94.1.S. Hembing. jagung manis (Zea Agronomi. BRA Mooryati. Tumbuhan obat famili Zingiberaceae. Jilid 1: bagian Botani. A.tanaman di Indonesia dan khasiatnya sebagai obat-obatan tradisional (kunir atau kunyit-Curcuma domestica Val. Jakarta. Bogor. Mulyoto.. Jakarta.P. Nurfina A. Jakarta. Rineka Cipta: 60. 1992. Dalimartha. 11)Wiroatmodjo. Penebar Swadaya: 40-41. Nurdin. 7) Muhlisah. 6) Moko.).

Jenis yang banyak ditanam di Indonesia Mangifera indica L. SEJARAH SINGKAT Mangga merupakan tanaman buah tahunan berupa pohon yang berasal dari negara India. Jl.go. Fax. yaitu mangga arumanis. http://www.H. Tanaman ini kemudian menyebar ke wilayah Asia Tenggara termasuk Malaysia dan Indonesia. M. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman mangga adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Anarcadiaceae Genus : Mangifera Spesies : Mangifera spp. 021 316 1952. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGA ( Mangifera spp. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ) 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Hal.id . 021 316 9166~69. manalagi dan cengkir dan Mangifera foetida yaitu kemang dan kweni. gedong. golek.ristek.

PEDOMAN BUDIDAYA 6. 4. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang.5. Tempat Ketinggian Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi. 5.H.5 sebaiknya dikapur dengan dolomit. Biji dikeringanginkan dan kulitnya dibuang. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. 5. Pembibitan 1) Perbanyakan dengan Biji a) Biji dipilih dari tanaman yang sehat. Jika ditanam di daerah basah. http://www.2.5-7. 5. Mangga yang muda dapat diawetkan dengan kadar gula tinggi menjadi manisan baik dalam bentuk basah atau kering. tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. MANFAAT TANAMAN Buah mangga yang matang merupakan buah meja yang banyak digemari.id . M. kuat dan buahnya berkualitas.309 tanaman dengan produksi 668. Indramayu.3.048 ton. SYARAT TUMBUH 5. SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman mangga di Pulau Jawa adalah Probolinggo. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Iklim Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Tahun 1994 jumlah tanaman yang menghasilkan adalah 8. Fax.ristek.1. 021 316 9166~69. Cirebon. Jika pH di bawah 5. 6.1. 021 316 1952.901.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3.

021 316 9166~69. http://www.id . 021 316 1952. Fax.go. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

021 316 1952. Okulasi dilakukan di musim kemarau agar bagian yang ditempel tidak busuk.5 cm dan berasal dari tanaman berumur 1 tahun. http://www. Setelah penempelan. Batang bawah untuk okulasi adalam bibit di persemaian yang sudah berumur 9-12 bulan. Persemaian diberi naungan dari plastik/sisa-sisa tanaman. Dapat pula mangga disemai dikebun dengan jarak tanam 30 x 40 atau 40 x 40 cm di atas tanah yang gembur.H. sisakan hanya satu yang benar-benar kuat dan baik. Bibit di kotak persemaian harus dipindahtanamkan ke dalam polybag jika tingginya sudah mencapai 25-30 cm. 3 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M.id . Selama penyemaian. Setelah sayatan diberi tanah dan pupuk kandang (1:1). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Biji ditanam dengan perut ke arah bawah supaya akar tidak bengkok. 2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. Jika dari 1 biji terdapat lebih dari 1 anakan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Siapkan kotak persemaian ukuran 100 x 50 x 20 cm dengan media tanah kebun dan pupuk kandang (1:1). Pindahtanam ke kebun dilakukan jika bibit telah berumur 6 bulan. bibit yang lemah dan tumbuh abnormal dibuang. Seleksi bibit dilakukan pada umur 4 bulan. stump (tanaman hasil okulasi) dipindahkan ke kebun pada umur 1. Pada umur 2 minggu bibit akan berkecambah.ristek. Panjang sayatan cangkok adalah 5 cm. bibit tidak boleh kekurangan air. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air.5 tahun. 3) Pencangkokan Batang yang akan dicangkok memiliki diameter 2.2. lalu dibungkus dengan plastik atau sabut kelapa. tetapi jangan sampai udara di dalam persemaian menjadi terlalu lembab.go. 2) Okulasi Perbanyakan terbaik adalah dengan okulasi (penempelan tunas dari batang atas yang buahnya berkualitas ke batang bawah yang struktur akar dan tanamannya kuat). b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. biji ditanam pada jarak 10-20 cm. Fax. 021 316 9166~69. 6.

H. 021 316 9166~69.id . 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.go. Fax. 021 316 1952.

Tanah galian bagian dalam dicampur dengan pupuk kandang lalu dikeringanginkan beberapa hari. M.H. http://www.ristek. b) diagonal. masukkan bibit beserta tanahnya dan masukkan kembali tanah galian sampai membentuk guludan. 6. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. c) bujur sangkar (segi empat). 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jenis yang biasa dipakai adalah pohon asam atau trembesi. 021 316 1952. 6. lebar dan kedalaman 100 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur.go. Pembuatan lubang tanam dilakukan pada musim kemarau. Fax. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur.id . Jl. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Lubang tanam dibuat dengan panjang. Masukkan tanah galian bagian atas. 3) Penanaman Pohon Pelindung Pohon pelindung ditanam untuk menahan hembusan angin yang kuat. diikuti tanah galian bagian bawah. Penggemburan tanah di kebun mangga cangkokan jangan dilakukan terlalu dalam. Pada waktu penggalian.3. biasanya pada awal musim hujan. 2) Cara Penanaman Lubang tanam yang telah ditimbun digali kembali dengan ukuran panjang dan lebar 60 cm pada kedalaman 30 cm. Penyiangan juga biasa dilakukan pada waktu penggemburan dan pemupukan. taburi lubang dengan furadan 10-25 gram. galian tanah sampai kedalaman 50 cm dipisahkan dengan galian dari kedalaman 50-100 cm. Hal. rumput/gulma yang telah dicabut dapat dibenamkan atau dibuang ke tempat lain agar tidak tumbuh lagi. jarak tanam lebih renggang. 2) Penggemburan/Pembubunan Tanah yang padat dan tidak ditumbuhi rumput di sekitar pangkal batang perlu digemburkan. Tekan tanah di sekitar batang dan pasang kayu penyangga tanaman. Polibag bibit digunting sampai ke bawah.4. Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Penyiangan tidak dapat dilakukan sembarangan.

5–8 tahun: 0. 4. Untuk meningkatkan persentase ini dapat disemprotkan polinator maru atau menyemprotkan serbuk sari diikuti pemberian 300 ppm hormon giberelin.5 kg tepung tulang. KCl 1.3%. 021 316 9166~69. Umur tanaman 1. 5 kg pupuk kandang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Umur tanaman 9 tahun: tepung tulang dapat diganti pupuk kimia SP-36.3% yang dapat menjadi buah yang dapat dipetik.080 gram/tanaman. 2.go. b) Pupuk anorganik 1. Tunas yang dipilih jangan terletak sama tinggi dan berada pada sisi yang berbeda. Tanaman waktu berbunga : ZA 1. Tunas dipelihara selama kurang lebih 1 tahun saat tunas-tunas baru tumbuh kembali. 15 kg abu. Umur tanaman 1-2 tahun: 10 kg pupuk kandang. Umur tanaman 1-2 bulan : NPK (10-10-20) 100 gram/tanaman. Pemangkasan ketiga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Perempelan/Pemangkasan Pemangkasan bertujuan untuk membentuk kanopi yang baik dan meningkatkan produksi. KCl 970 gram/tanaman. 4. http://www. Pupuk kandang yang dipakai adalah pupuk yang sudah tercampur dengan tanah. Di kalsium fosfat 1.940 gram/tanaman. 4) Pemupukan a) Pupuk organik 1. KCl 1. M. 50 kg pupuk kandang. Dengan cara ini. 3. 50 kg tepung tulang. persentase pembentukan buah yang dapat dipanen dapat ditingkatkan menjadi 1.5-2 tahun: NPK (10-10-20) 1.id . Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Umur tanaman 2. Umur tanaman > 10 tahun: 100 kg pupuk kandang. 15 kg abu. 021 316 1952. Jl. Pada saat ini dilakukan pemangkasan kedua dengan meninggalkan 2-3 tunas. 5) Peningkatan Kuantitas Buah Dari sejumlah besar bunga yang muncul hanya 0. 2. 2. Di kalsium fosfat 970 gram/tanaman.5 kg abu. Ketika tanaman telah mulai bertunas perlu dilakukan pemangkasan tunas agar dalam satu cabang hanya terdapat 3–4 tunas saja. Tanaman sebelum berbunga: ZA 1.750 gram/tanaman.ristek. Tanaman setelah panen: ZA 2700 gram/tanaman.940 gram/tanaman.000 kg/tanaman. 1 tahun kemudian. 5. 3.380 gram/tanaman. dilakukan dengan cara yang sama dengan pemangkasan ke-2. Pemberian pupuk dilakukan di dalam parit keliling pohon sedalam setengah mata cangkul (5 cm). Fax.

http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Jl.ristek. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. M.id . 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.

id . 2) Bubuk buah mangga Menyerang buah sampai tunas muda. menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi. HAMA DAN PENYAKIT 7. Pengendalian: dengan semut Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Hama 1) Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis) Menyerang buah dan masuk ke dalamnya. 4) Lalat buah Gejala: buah busuk. Pengendalian dengan menyemprotkan tepung belerang. 6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kulit buah kelihatan normal. M. Pengendalian dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali. menggunakan pupuk kandang halus. Jl. 021 316 1952. http://www. Atkinsoni) Jenis wereng ini berbeda dengan yang menyerang padi. Wereng ini menyerang daun. membakar daun yang terserang. 021 316 9166~69. merah yang menyebabkan kepik tidak bertelur. Pengendalian: memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama ini. 6) Tungau (Paratetranychus yothersi. insektisida Diazinon atau Basudin. hijau dan kemerahan. Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu. Niveosparsus. mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul. Fax.go. rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup.1. 3) Bisul daun(Procontarinia matteiana.) Gejala: daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna coklat. Keduanya menyerang rangkaian bunga. 5) Wereng ( Idiocerus clypealis. Pengendalian: penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord. jatuh dan menurunkan produktivitas. bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini. I. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Pengendalian: dengan memusnahkan buah yang rusak. Hemitarsonemus latus) Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah.H. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam. memberi umpan berupa larutan sabun atau metil eugenol di dalam wadah dan insektisida. I.

Penyakit 1) Penyakit mangga Penyebab: jamur Gloeosporium mangifera.id . daun berbintik-bintik hitam dan menggulung. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pengendalian: pemangkasan dahan. 4) Bercak karat merah Penyebab: jamur Colletotrichum gloeosporiodes. 2) Penyakit diplodia Penyebab: jamur Diplodia sp. Pengendalian: fungisida Dithane M-45. Warna hitam disebabkan oleh jamur yang hidup di cairan manis. ranting. 5) Kudis buah Menyerang tangkai bunga. Fax. Pembuahan tidak terjadi. bunga berjatuhan. 3) Cendawan jelaga Penyebab: virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium mangiferum. Jamur ini menyebabkan bunga menjadi layu.ristek. Pengendalian: fungisida Bubur Bordeaux. Daun mangga yang diserang berwarna hitam seperti beledu. Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah Hal. Pengendalian: dengan bubur bordeaux.go. memasang kitiran angin berpeluit dan melindungi pohon dengan jaring. Jl. menyemprotkan fungisida bubuk bordeaux atau sulfat tembaga. ranting. M. 021 316 1952. bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. 021 316 9166~69. Luka diolesi/ditutup parafin-carbolineum. Pengendalian: dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di sela daun mangga. Pengendalian: dengan memberantas serangga yang menghasilkan cairan manis dengan insektisida atau tepung belerang. Gejala: adanya bercak kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7) Codot Memakan buah mangga di malam hari. http://www. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan. 7. Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang. ranting dan daun. Menyerang daun. bunga. buah busuk. cabang.2. 6) Penyakit Blendok Penyebab: jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis).

Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober. Pengendalian: memotong bagian yang sakit.ristek. 8.H. 8.id . 1. Perkiraan Produksi Pohon muda okulasi menghasilkan 50-100 buah/tahun. http://www. Cara Panen Pada saat pemetikan.3. Dari satu pohon.TTG BUDIDAYA PERTANIAN warna menjadi coklat atau hitam.000 buah pada umur 15 tahun dan 2. Ciri dan Umur Panen Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun. menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat. lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur bordeaux.4. Fax. Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon. meningkat sampai 300-500 buah pada umur 10 tahun. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang. Gulma Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna.2. Periode Panen Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. 7. PANEN 8. M.3. Jl. Buah dipetik di sore hari dengan menggunakan pisau tajam atau dengan galah yang diujungnya terdapat pisau dan keranjang penampung buah. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah. buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen. tercongkel atau jatuh sampai memar. mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 8. 021 316 1952. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.000 buah pada waktu produksi maksimum di umur 20 tahun. 8.1. warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras. buah jangan sampai terpotong. warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan. 021 316 9166~69.go. pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon.

ristek. 021 316 1952.id . M.H. http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.go.

.000. 15.ristek. 1.go. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah.000.49. PASCAPANEN 9.10.060. 021 316 1952. Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan.62. Penyortiran dan Penggolongan Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus.1. Pupuk . 1) Biaya produksi 1.17.Pupuk kandang 3 ton/tahun @ Rp.000. golek > 20 cm b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 .5 cm.115 Tahun ke 1 dan 2 @ Rp.Urea 28 kg @ Rp.Rp.3.5 cm.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.555. 1.H. golek < 17. Sewa lahan kebun 10 tahun @ Rp.000.800. Rp. Rp. M. 9. 92.270.545. Analisis Budidaya Usaha Analisis biaya budidaya tanaman mangga dengan luas lahan 1 hektar selama 10 tahun di daerah Jawa Barat pada tahun 1999.210.Rp.220.1. 1.440. 1. 31.61.20 cm c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm.3. Rp.270 gram/buah Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut: a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17. 021 316 9166~69.2. 10.325.5 cm 9. Fax.000. Jl. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.id . Kelas berdasarkan berat buah antara lain: a) Kelas I: > 320 gram/buah b) Kelas II: 270 . Pengumpulan Buah hasil panen dikumpulkan di tempat yang teduh. http://www. 60.Rp.5 . Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri.500. Penyimpanan Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering. golek 17.2.Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Bibit 121 batang @ Rp. Rp.000.320 gram/buah c) Kelas III: 200 .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. teduh dan sejuk.000.

M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. Fax. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952.id . 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl.

Rp. Rp.Parang 1 buah @ Rp. Rp.26.Pestisida . Rp..500. 35 HOK @ Rp.000. 7.500. 7. Rp.300.ristek.187. 7.000.160.id .112.TSP 11 kg @ Rp.686.450.30.528.000.. 62 HOK @ Rp.Penyulaman 6 HOK @ Rp.36. Rp. 88. 7.500.Perbaikan drainase 12 HOK/tahun @ Rp. Rp. 75 HOK @ Rp.500.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4.000.892.000.. Rp.500.000. 22 HOK @ Rp.Koret 2 buah @ Rp. 7.000.10) Panen dan pasca panen .52.000.000.Tahun ke-7.500.000.500.330.000.Tahun ke-6.Peralatan . 5. Jl.KCl 11 kg @ Rp.. 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Rp. 1. 12.Kemasan dan pemasaran Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Rp.27.Cangkul 2 buah @ Rp.000.Tahun ke-9.000.000. Rp. Rp. Rp. Rp.000. Rp. 7.Pembuatan drainase 25 HOK @ Rp..(ke 2 -10) . Rp.500.Tahun ke-8. 7.Hal. 7.000.25. Rp.52. Rp.462. Rp.37.H. Rp. 7.000.18.225. 021 316 9166~69..go.370. Rp.600. 7.000.Tahun ke-10.000.000. Rp.600.Pemupukan 10 HOK/tahun @ Rp. http://www. 17. Fax.500.500.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.000.165. 7. Rp..000.Pembersihan lahan 30 HOK @ Rp.150. Rp. 5.(ke-5 ..1. 021 316 1952. 7. 1. 7. Rp. 10.Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 s/d ke-10 @ Rp.150.500.500.Sprayer 0.Pembuatan teras piringan 20 HOK @ Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.500.. 25.500.435.Penanaman 7 HOK @ RP.000..627.500.675.500.Penyiangan 20 HOK/tahun @ Rp.000.000..000. 7. 84 HOK @ Rp. Rp.500.600..500.363.. 7.300.561.61.500.(2-9) .Pemanenan Tahun ke-5. 7. 7. Rp.600.528.500.20. Rp.650. Rp. 6.1 buah @ Rp. Rp.225.500.400.Perlindungan tanaman 4HOK/tahun @ Rp. .45.Tenaga kerja .500. 7.600.Pemupukan dasar 5 HOK @ Rp.1.. 7.000. 48 HOK @ Rp.7.264. Rp. Rp..500.000. Rp. M.500.000.000.500. Rp. 72..Furadan 3 kg @ Rp. Rp.Pembuatan lubang tanam 15 HOK @ Rp.Pengajiran 4 HOK @ Rp.500.45. 7.800..810.305.Pemangkasan 10 HOK/th @ Rp. Rp. Rp.10.. 7. Rp.

40..Rp.id .Jumlah Pendapatan 3) Keuntungan : 1.Tahun ke-8: 15. 500.000.Tahun ke-9: 18.479. Untuk mensuplai kebutuhan mangga luar negeri yang harus kontinyu dan standard mutu tidak berubah.700.000.400.050. 500. 7.675. Diskripsi Standar mutu mangga tercantum dalam standar Nasional Indonesia SNI 01-31641992.350. 11.2.800 buah @ Rp. Di luar negeri mangga adalah buah eksotik yang banyak penggemarnya dan termasuk buah impor yang mahal.Tahun ke-5: 5.Rp. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: klasifikasi. 1.Rp. 500.000. Buah yang berkualitas tetap memiliki harga yang jauh lebih baik dan dapat menembus pasar untuk kalangan menengah atas.450. 500.700. 10.000. cara uji. M.go..1.Rp.Rp. tetapi pemanfaatannya tidak maksimal. 11. 2.Rp.Rp. diperlukan pengembangan agribisnis mangga yang mencakup areal tanam luas dengan kultur teknis dan pasca panen yang terkendali..000.750.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tahun ke-10 Jumlah biaya produksi dalam 10 tahun 2) Pendapatan . B/C rasio 10.Rp. Fax.400 buah @ Rp. http://www.Tahun ke-6: 8. Dalam 10 tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.25 Di dalam negeri mangga tetap menjadi buah favorit pada saat musimnya.000.000. syarat penandaan dan pengemasan.2.220. 500. 021 316 9166~69. 8. 6. 32.100 buah @ Rp.Rp.- = 1. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Potensi Indonesia untuk mengekspor mangga begitu besar.000.500 buah @ Rp.508. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.. syarat mutu. 500.700 buah @ Rp. cara pengambilan contoh.900 buah @ Rp. 021 316 1952.Tahun ke-7: 12.Tahun ke-10: 20. 4.H. STANDAR PRODUKSI 11. 9. Jl..ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.325.

021 316 1952. Fax. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go. 021 316 9166~69. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .H. http://www.

Karakteristik kekerasan: mutu I=keras. sangat kecil 250-299 gram Syarat mutu yang diterapkan untuk keempat golongan tersebut: a. susunan buah dalam kotak karton satu lapis dengan berat bersih kotak karton maksimum 10 kg. 021 316 1952. sedang 450-500 gram. sangat kecil 250-299 gram b) Golek: besar>500 gram. b) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 101 – 300: contoh yang diambil 7.5. Karakteristik tingkat ketuaan: mutu I tua tapi tidak terlalu matang. Karakteristik ukuran: mutu I=seragam. sedang 350-400 gram. kecil 300-349 gram.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Mangga digolongkan dalam 4 ukuran menurut kultifarnya yaitu besar sedang kecil dan sangat kecil yang masing-masing digolongkan dalam 2 jenis mutu yaitu mutu I dan mutu II a) Arum manis: besar>400 gram. M. sedang 200-250 gram. Pengambilan Contoh Satu partai/lot mangga terdiri dari maksimum 1000 kemasan.ristek. 021 316 9166~69. mutu II=10 % g.id .4. sedang 350-400 gram. Karakteristik kotoran: mutu I=bebas.go. kecil 400-449 gram. Karakteristik kerusakan: mutu I=5%. sangat kecil 350-399 gram c) Gedog: besar>250 gram. atau kotak kotoran diberi penyekat dan lobang udara. kecil 150-199 gram. mutu II=bebas f. berat bersih setiap peti kayu maksimum 25 kg. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II tua tapi tidak terlalu matang c. Karakteristik keasaman sifat varietas: mutu I seragam. Pengemasan Pengemasan buah manga dalam peti kayu. susunan buah dalam peti kayu kompak dengan setiap buah yang diberi pembungkus/ penyekat.H. Karakteristik busuk : mutu I=1%. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan dalam 1 partai/lot seperti terlihat dibawah ini: a) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot sampai dengan 100 : contoh yang diambil 5. 11. Fax. c) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 301 – 500: contoh yang diambil 9. sangat kecil 100-149 gram d) Manalagi: besar>400 gram. http://www. mutu II seragam b.3. mutu II=1% 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kecil 300-349 gram. mutu II=kurang seragam e. d) Jumlah kemasan dalam 1 partai/lot 501 – 1000: contoh yang diambil 10. mutu II=cukup keras d. Jl.

ristek.go. Fax. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Untuk pemberian merek di bagian luar kotak kayu di beri label yang dituliskan antara lain : a) Nama barang. http://www. Jl.H. d) Berat bersih.id . b) Jenis mutu. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.

Ir.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Produksi Indonesia.ristek. Membudayakan Tanaman Buah-buahan. Bertanam Mangga. Arkola.id . Surabaya. 021 316 1952. Sinar Baru Bandung 5) Trubus No. f) Tempat/negara tujuan. Jakarta. Memperbanyak Mangga di Pohon. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 1998. Penebar Swadaya. 345.H. 345. Fax. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1994. M. 1998. 1990.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. DAFTAR PUSTAKA 1) Bambang Marhijanto. Celah-celah Usaha Terpilih 3) Pracaya. Bertanam Mangga. Drs & Setiyo Wibowo. 2) Bonus Trubus No. Jakarta 4) Rismunandar. 021 316 9166~69. 1998. http://www. 12. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.

go. Manggusto (Sulawesi Utara). 1/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Dari Asia Tenggara. SEJARAH SINGKAT Manggis merupakan tanaman buah berupa pohon yang berasal dari hutan tropis yang teduh di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia manggis disebut dengan berbagai macam nama lokal seperti manggu (Jawa Barat). Fax. Hal.H. Hawaii dan Australia Utara. tanaman ini menyebar ke daerah Amerika Tengah dan daerah tropis lainnya seperti Srilanka.id . Karibia. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Manggista (Sumatera Barat). Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MANGGIS ( Garcinia mangostana L. http://www. Malagasi. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani pohon manggis adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Guttiferae Genus : Garcinia Spesies : Garcinia mangostana L. 021 316 9166~69. 2. ) 1. yaitu hutan belantara Malaysia atau Indonesia. Manggus (Lampung).

berat buah>140 gram. 2) Kelompok sedang: panjang daun 17-20 cm. M. 5. mengandung bahan organik. Angin yang baik tidak terlalu kencang. 2) Derajat keasaman tanah (pH tanah) ideal untuk budidaya manggis adalah 5– 7. 3) Untuk pertumbuhan tanaman manggis memerlukan daerah dengan drainase baik dan tidak tergenang serta air tanah berada pada kedalaman 50–200 m.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok merekomendasikan tiga klon manggis. Kulit buah dimanfaatkan sebagai pewarna termasuk untuk tekstil dan air rebusannya dimanfaatkan sebagai obat tradisional.500–2. yaitu: 1) Kelompok besar: panjang daun>20 cm.5-10 cm. MBS3. MBS6 dan MBS 7. http://www. ketebalan kulit buah>9 mm.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. ketebalan kulit buah<6 mm. Jl. 5. Klon yang dikembangkan adalah MBS1. diameter buah>6.ristek. buah tiap tandan>2 butir. sebagai buah kaleng. dibuat sirop/sari buah. Secara tradisional buah manggis adalah obat sariawan.5 cm. MANFAAT TANAMAN Buah manggis dapat disajikan dalam bentuk segar. lebar 8. 021 316 9166~69. Media Tanam 1) Tanah yang paling baik untuk budidaya manggis adalah tanah yang subur. 3. cm.5. 2) Daerah yang cocok untuk budidaya manggis adalah daerah yang memiliki curah hujan tahunan 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kayu bakar/ kerajinan. ketebalan kulit buah 6-9 mm. gembur. SYARAT TUMBUH 5. diameter buah 5. lebar>10 cm. berat buah 70-140 gram. Jawa Timur dan Sulawesi Utara. MBS5. 3) Temperatur udara yang ideal berada pada kisaran 22-32 derajat C. Wanayasa). SENTRA PENANAMAN Pusat penanaman pohon manggis adalah Kalimantan Timur. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Batang pohon dipakai sebagai bahan bangunan. 3) Kelompok kecil: panjang daun<17 cm. MBS2.5 cm. lebar<8.2. diameter buah<5. Jawa Barat (Jasinga. Fax.1. MBS4. wasir dan luka. buah tiap tandan 1 butir. Sumatera Utara. Kalimantan Tengah. angin berperan dalam penyerbukan bunga untuk tumbuhnya buah. Iklim 1) Dalam budidaya manggis. 4.go.id . Sumatera Barat.H. Riau.5-6. 021 316 1952. Ciamis. berat buah<70 gram. buah tiap tandan 12 butir.5 cm.

H. 021 316 9166~69.go. Jl. http://www. 021 316 1952.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 2/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .

021 316 1952. Batang bawah adalah bibit dari biji berumur lebih dari dua tahun dengan diameter batang 0. Pohon yang ditanam dari biji baru berbunga pada umur 10-15 tahun sedangkan yang ditanam dari bibit hasil sambungan dapat berbunga pada umur 5-7 tahun. 3/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji akan mengelupas dengan sendirinya dan biji dicuci sampai bersih. Dua minggu sebelum penyambungan bagian bidang sayatan batang bawah dan pucuk diolesi zat pengatur tumbuh Adenin/Kinetin dengan konsentrasi 500 ppm untuk lebih memacu pertumbuhan. http://www.5 cm dan kulitnya berwarna hijau kecoklatan.go. Fax.1.ristek. 2) Penyiapan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Untuk menghilangkan daging buah. Pertumbuhan terbaik dicapai pada daerah dengan ketinggian di bawah 500-600 m dpl.000 m dpl. Buah diambil dari pohon yang berumur sedikitnya 10 tahun. Hal. 021 316 9166~69. beratnya minimal satu gram dan daya kecambah sedikitnya 75%. tidak rusak.id .3. Celupkan biji kedalam fungisida Benlate dengan konsentrasi 3 g/L selama 2-5 menit. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Keringanginkan biji di tempat teduh selama beberapa hari sampai kadar airnya 12-14%. b) Pucuk untuk sambungan berupa pucuk (satu buku) yang masih berdaun muda berasal dari pohon induk yang unggul dan sehat. rendam buah dalam air bersih selama 1 minggu (dua hari sekali air diganti) sehingga lendir dan jamur terbuang. 6. Ketinggian Tempat Pohon manggis dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai di ketinggian di bawah 1.H. PEDOMAN BUDIDAYA 6. M. Pembibitan Pohon manggis dapat diperbanyak dengan biji/bibit hasil penyambungan pucuk dan susuan. b) Untuk pembuatan bibit dengan cara sambungan diperlukan batang bawah dan pucuk (entres) yang sehat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1) Persyaratan Benih a) Perbanyakan dengan biji untuk batang bawah Biji yang akan dijadikan benih diambil dari buah tua yang berisi 5-6 segmen daging buah dengan 1-2 segmen yang berbiji.

021 316 9166~69. Runcingkan pangkal batang atas sepanjang 3-5 cm. c) Perbanyakan dengan penyambungan pucuk Adapun cara penyambungan pucuk adalah sebagai berikut: 1. Persemaian disiram 1-2 hari sekali dan diberi urea dan SP-36 sebanyak 2-3 g/tanaman setiap bulan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Setelah berumur 6 bulan bibit siap dipindahtanamkan ke kebun. Balut bidang pertautan batang bawah dan atas dengan tali rafia. bibit dipindahkan ke dalam polybag ukuran 20 x 30 cm berisi campuran tanah dan kompos/pupuk kandang (1:1). Selama penyambungan siram bibit secara rutin dan siangi gulma. 021 316 1952. Satu/dua benih disemai di dalam polybag 20 x 30 cm yang dasarnya dilubangi kecil-kecil pada kedalaman 0. Siapkan batang bawah di dalam polibag dan letakan di atas tempat yang lebih tinggi daripada pohon induk.0 cm. Setelah berumur 1 tahun. Benih ditanam di dalam lubang tanam berukuran 10 x 10 cm dengan jarak tanam 3 x 3 cm dan jarak antar baris 5 cm pada kedalaman 0. Simpan polybag di bedengan yang sisinya dilingkari papan/bilah bambu agar polybag tidak roboh. 6.5-1. 5. Fax. Tutupi hasil sambungan dengan kantung plastik transparan dan simpan di tempat teduh. Media tanam berupa campuran tanah halus. Tanah diolah sedalam 30 cm. Setelah 2-3 minggu penutup dibuka dan bibit dibiarkan tumbuh selama 3-4 minggu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Teknik Penyemaian Benih a) Perbanyakan dengan biji dalam bedengan Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 100-120 cm dengan jarak antar bedengan 60-100 cm. Pilih pohon induk yang produktif sebagai batang atas. Pembalutan dimulai dari atas. tanah dan bahan organik halus (3:2:1) dengan merata. Balutan dapat dilepas setelah berumur 3 bulan yaitu pada saat bibit telah bertunas.ristek.id . Persemaian diberi atap jerami/daun kelapa dengan ketinggian sisi Timur 150-175 cm dan sisi Barat 10-125 cm.0 cm. 3. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam di lapangan atau dijadikan batang bawah pada penyambungan. d) Perbanyakan dengan penyambungan susuan Adapun cara penyambungan susuan adalah sebagai berikut: 1.H. kompos/pupuk kandang halus dan pasir (1:1:1). Tutup benih dengan tanah dan selanjutnya bedengan ditutup dengan karung goni basah atau jerami setebal 3 cm. 2. 2.go. Potong bahan bawah setinggi 15-25 cm dari pangkal leher lalu buat celah di ujung batang sepanjang 3-5 cm. lalu ikat ujung balutan dengan kuat. diberi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 2 g/tanaman setiap bulan. Bibit ini dipelihara sampai berumur 2 tahun dan siap ditanam dilapangan/dijadikan batang bawah pada penyambungan. b) Penyemaian dan pembibitan di dalam polybag berukuran 20 x 30 cm. Selipkan bagian runcing batang atas (pucuk) ke dalam celah batang bawah.51. Jl. http://www. Persemaian disiram 1-2 kali sehari. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian campurkan pasir. 4. M.

4/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. M. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. http://www.id . 021 316 1952.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.

2) Pembukaan Lahan a) Membongkar tanaman yang tidak diperlukan dan mematikan alang-alang serta menghilangkan rumput-rumput liar dan perdu dari areal tanam. c) bujur sangkar (segi empat). Pelihara pohon induk dan batang bawah di dalam polibag dengan intensif. M. Biarkan bibit susuan selama 5 . Jarak tanam standar adalah 10 m dan diatur dengan cara: a) segi tiga sama kaki. http://www. 4) Pemupukan Bibit ditanam di musim hujan kecuali di daerah yang beririgasi sepanjang tahun. jarak tanam dirapatkan sedangkan pada tanah subur. Pada saat ini bibit siap dipindahtanamkan. Sayat batang bawah dengan kayunya kira-kira 1/3-1/2 diameter batang sepanjang 5-8 cm.H. Sayat pula cabang entres dengan cara yang sama. 6. Diameter cabang lebih kecil atau sama dengan batang bawah.go. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penetapan areal untuk perkebunan mangga harus memperhatikan faktor kemudahan transportasi dan sumber air. 8. Bibit susuan yang baru dipotong segera disimpan di tempat teduh dengan penyinaran 30% selama 3-6 bulan sampai tumbuh tunas baru. b) Membajak tanah untuk menghilangkan bongkahan tanah yang terlalu besar. jarak tanam lebih renggang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. 6.6 bulan. 3) Pengaturan Jarak Tanam Pada tanah yang kurang subur. Jl. 10. 4. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebelum tanam taburkan campuran 500 gram ZA. 021 316 9166~69. Susuan berhasil jika tumbuh tunas muda pada pucuk batang atas (entres) dan ada pembengkakan (kalus) di tempat ikatan tali. Satukan bidang sayatan kedua batang dan balut dengan tali rafia. Pilih satu cabang (entres) dari pohon induk untuk bahan cabang atas. 250 gram SP-36 dan 200 gram KCl ke dalam lubang tanam dan tutup dengan tanah. 021 316 1952.id . 5. 7. Fax.2. b) diagonal. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 9.ristek.

id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go.H. 5/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax.ristek.

Keringanginkan lubang tanam 15-30 hari sebelum tanam. Kemudian masukkan tanah bagian dalam (galian ke dua) dan masukkan kembali lapisan tanah atas yang telah dicampur 20-30 kg pupuk kandang. http://www. 2) Perempalan/Pemangkasan Ranting-ranting yang tumbuh kembar dan sudah tidak berbuah perlu dipangkas untuk mencegah serangan hama dan penyakit. Jika sudah ada pepohonan di sekitarnya. Gunakan gunting pangkas yang bersih dan tajam untuk menghindari infeksi dan lapisi bekas pangkasan dengan ter. d) Siram sampai tanah cukup lembab. 2) Cara Penanaman Dengan jarak tanam 10x 10 m atau 8 x 10 m diperlukan 100-125 bibit per hektar. b) Buang sebagian akar yang terlalu panjang dengan pisau/gunting tajam. 6. M. Jarak antar lubang 8 x 10 m atau 10 x 10 m dihitung dari titik tengah lubang. e) Beri naungan yang terbuat dari tiang-tiang bambu beratap jerami. timbun dengan tanah sampai batas akar dan padatkan tanah perlahan-lahan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Fax.id . Perdalam lubang tanam sampai 50 cm dan tempatkan tanah galian di sisi lain. 021 316 1952. Untuk lahan berlereng perlu dibuat teras. Jl.4. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Buat lubang tanam ukuran 50 x 50 cm sedalam 25 cm dan tempatkan tanah galian tanah di satu sisi. misalnya tanaman Albisia dan Lamtoro.H. tanggul dan saluran drainase untuk mencegah erosi.go.ristek.3. Pohon pelindung harus bersifat alami dan mengubah iklim mikro. c) Masukkan bibit ke tengah-tengah lubang tanam. pohon-pohon ini bisa berfungsi sebagai pelindung alami. Cara menanam bibit yang benar adalah sebagai berikut: a) Siram bibit di dalam polybag dengan air sampai polibag dapat dilepaskan dengan mudah. 021 316 9166~69. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Lakukan penyiangan secara kontinyu dan sebaiknya dilakukan bersamaan dengan pemupukan dan penggemburanyaitu dua kali dalam setahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Fax. http://www. 6/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.H.go.id . Jl. 021 316 1952. M.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pupuk ditaburkan di dalam larikan/di dalam lubang-lubang di sekeliling batang dengan diameter sejauh ukuran tajuk pohon. http://www. Sedangkan pada pohon manggis yang berumur lebih dari lima tahun. frekuensi penyiraman berangsur-angsur dapat dikurangi. SP-36 dan KCl (1:4:3) sebanyak 3-6 kg. Penyakit 1) Bercak daun Penyebab: jamur Pestalotia sp.). Jl.go. Gejala: bercak pada daun yang tidak beraturan berwarna abu-abu pada pusatnya (Pestalotia sp. M. 021 316 9166~69. dan Helminthosporium sp. HAMA DAN PENYAKIT 7.id . Penyiraman dilakukan pagi hari dengan cara menggenangi saluran irigasi atau disiram. coklat (Helminthosporium sp. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Jenis dan dosis pemupukan anjuran adalah: a) Pohon berumur 6 bulan dipupuk campuran urea.pohon ditambah 40 kg/pohon pupuk kandang.2.1.) dan hitam pada sisi atas dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 4) Pengairan dan Penyiraman Tanaman yang berumur di bawah lima tahun memerlukan ketersediaan air yang cukup dan terus menerus sehingga harus disiram satu sampai dua hari sekali. Fax. b) Pohon berumur 1-3 tahun dipupuk campuran 400-500 gram Urea.2 %. Pengendalian: (1) menjaga sanitasi lingkungan dan pemeliharaan tanaman yang baik. 7. SP-36 dan KCl (3:2:1) sebanyak 200-250 gram/pohon. (2) penyemprotan insektisida Bayrusil 250 EC/Cymbush 50 EC dengan konsentrasi 0. 650-700 gram SP-36 dan 900-1000 gram KCl (3:1:2) yang diberikan dalam dua sampai tiga kali. c) Pohon berumur 4 tahun dan seterusnya dipupuk campuran urea.H. Dalam larikan dan lubang sekitar 1020 cm sedangkan jarak antar lubang sekitar 100-150 cm. Gloesporium sp.1-0. 5) Pemberian Mulsa Mulsa jerami dihamparkan setebal 3-5 cm menutupi tanah di sekeliling batang yang masih kecil untuk menekan gulma. 021 316 1952. Hama 1) Ulat bulu Hama ini melubangi daun. menjaga kelembaban dan aerasi dan mengurangi penguapan air..

021 316 9166~69.ristek. Fax. 021 316 1952. http://www. M. 7/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.go.id .H.

3) Hawar benang Penyebab: jamur Marasmius scandens Mass Dennis et Reid.H. 021 316 1952.go. Pengendalian: menjaga kebersihan dan memangkas daun yang terserang.2 %. pemotongan tanaman yang sakit. menjaga kebersihan kebun. mengerok kulit dan kayu yang terserang parah dan mengolesi bagian yang dipotong dengan cat. atau disemprot dengan Derosal 60 WP 0. M. 5) Hawar rambut Penyebab: jamur Marasmius equicrinis Mull. Gejala: akar berwarna coklat.2 %. Fax. Pengendalian: sama dengan kanker batang. Gejala: cabang/ranting mati karena jaringan kulit mengering.ristek. Gejala: miselium jamur tumbuh pada permukaan cabang dan ranting membentuk benang putih yang dapat meluas sampai menutupi permukaan bawah daun.). Cobox atau Cupravit bagi penyakit lainnya. http://www. 2) Jamur upas Penyebab: Corticium salmonicolor Berk. Gejala: diawali dengan dengan membusuknya pangkal buah dan meluas ke seluruh bagian buah sehingga kulit buah menjadi suram. (2) penyemprotan fungisida Benlate untuk kanker batang. 021 316 9166~69. Pengendalian: mengurangi kelembaban yang berasal dari tanaman pelindung. Pengendalian: (1) perbaikan drainase. Pengendalian: memotong cabang/ranting. 4) Kanker batang Penyebab: jamur Botryophaerisa ribis. Gejala: permukaan tanaman manggis ditutupi bentuk serupa benang berwarna coklat tua kehitaman mirip ekor kuda.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah daun (Gloesporium sp.1-0. busuk dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. memotong bagian yang terserang dan menyemprotkan fungisida Bayfidan 250 EC/Baycolar 300 EC dengan konsentrasi 0. Pengendalian: sama dengan kanker batang. 6) Busuk buah Penyebab: jamur Botryodiplodia theobromae Penz.1-0.id . Jl. Pengendalian: sama dengan kanker batang. 7) Busuk akar Penyebab: jamur Fomes noxious Corner. Gejala: warna kulit batang dan cabang berubah dan mengeluarkan getah.et Br.

021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. M.H.id . 021 316 9166~69. Jl. 8/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.ristek.

Pada puncak produksi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. berat 80-130 gram. Umur panen dan ciri fisik manggis siap panen dapat dilihat berikut ini : a) Panen 104 hari: warna kulit hijau bintik ungu. diameter 5560 mm.000 buah/pohon. c) Panen 108 hari: warna kulit ungu merah 25-50%. 021 316 1952. berat 80-130 gram. Pemanjatan seringkali diperlukan karena manggis adalah pohon hutan yang umurnya dapat lebih dari 25 tahun.000 buah/pohon dengan rata-rata 2. 8.1. diameter 5560 mm. kedua rata-rata 30 buah/pohon selanjutnya 600-1.go. Untuk mencapai buah di tempat yang tinggi dapat digunakan tangga bertingkat dari kayu/galah yang dilengkapi pisau dan keranjang di ujungnya. d) Panen 110 hari: warna kulit ungu merah 50-75%. diameter 55-65 mm. b) Panen 106 hari: warna kulit ungu merah 10-25%. PANEN 8. Untuk konsumsi lokal.000 butir atau sekitar 20 ton buah.000 buah/pohon sesuai dengan umur pohon. diameter 5560 mm. berat 80-130 gram. Cara Panen Pemanenan dilakukan dengan cara memetik/memotong pangkal tangkai buah dengan alat bantu pisau tajam. 8. tanaman yang dipelihara intensif dapat menghasilkan 3.ristek. 8. Periode Panen Pohon manggis di Indonesia dipanen pada bulan November sampai Maret tahun berikutnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.2. Jl.3. e) Panen 114 hari: warna kulit ungu merah. Produksi satu hektar (100 tanaman) dapat mencapai 200. 021 316 9166~69. Buah dipanen setelah berumur 104 hari sejak bunga mekar (SBM). Ciri dan Umur Panen Tingkat kematangan sangat berpengaruh terhadap mutu dan daya simpan manggis. http://www. M.4. buah dipetik pada umur 114 SBM sedangkan untuk ekspor pada umur 104-108 SBM. berat 80-130 gram.H. berat 80-130 gram. diameter 5560 mm.id . Perkiraan Produksi Produksi panen pertama hanya 5-10 buah/pohon.

H. 9/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl. M.ristek. 021 316 9166~69.id . http://www. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

. Penyortiran dan Penggolongan Tempatkan buah yang baik dengan yang rusak dan yang busuk dalam wadah yang berbeda. Rp.H. PASCAPANEN 9.2.go. 12. Rp.000. Pengumpulan Buah dikumpulkan di dalam wadah dan ditempatkan di lokasi yang teduh dan nyaman..800. Tanam ..Pupuk kandang 3 ton @ Rp 150.33. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya manggis seluas 1 hektar pada populasi 100-125 tanaman untuk inventasi selama 20 tahun.2) Biaya produksi tahun ke-1 s.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9. ke-6 1..500.000. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. sedang dan kecil. Fax.000. Rp.000.Penanaman 5 HKP @ Rp. M. Rp.Rp.Urea 375 kg @ Rp 1. Sewa lahan 6 tahun 2.- Rp.800.. Pestisida .6.000. Rp.KCl 20 kg @ Rp. Analisis dilakukan pada tahun 1999 di Jawa Barat.. 1 650. 021 316 1952. 1.000.SP-36 300 kg @ Rp 1. Pupuk .1.d. 7000.875.650. Rp.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.35. 1.540. 10.000.000. http://www. 9.000. Rp.id . 9.Rp. Penyimpanan Pada ruangan dengan temperatur 4-6 derajat C buah dapat tetap segar selama 40 hari sedangkan pada 9-12 derajat C tahan sampai 33 hari.45. 021 316 9166~69.500.3.000.KCl 240 kg @ Rp.70. 50. Rp.000. Jl.500. Bibit stek sambung 125 batang 2. 1) Biaya produksi tahun ke-0 1. 1.Insektisida 120 kg @ Rp.000.Urea 50 kg @ Rp 1. Rp.000.Pembuatan lubang tanam 10 HKP @ Rp.3. Lakukan penyortiran berdasarkan ukuran buah hasil pengelompokan dari Balai Penelitian Pohon Buah-buahan Solok yaitu besar.396.000. Pupuk .75. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.000.1. 562.SP-36 25 kg @ Rp.450.3.ristek. 7000.

021 316 1952.go.ristek.H. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Fax. 10/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl. M.

300. Biaya tak terduga 10% Jumlah biaya produksi 20 tahun Rata-rata biaya produksi/tahun Rp. 980. 562. Pupuk . 3.436.Rp.Rp. 350. Panen tahun ke 11 Hasil rata-rata1.000.000. M.312. Fax.000.Fungisida 120 liter @ Rp. 7.400. Tenaga kerja .812.000.000.700. 13. Jl.812. Biaya tak terduga 10% 3) Biaya produksi tahun ke-7 s.6.7.- Rp..000.500. Pestisida . Sewa lahan selama 14 tahun 2.Pemupukan 90 HKP @ Rp. 600. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.500. 1.Rp.Penyiangan 60 HKP @ Rp. Rp. Alat . Panen perdana tahun ke 6.000.000.. Panen tahun ke 8 Hasil rata-rata 800 buah/pohon Rp. 7.000.360.470. ke-20 1.000.125.000.Rp. Alat .000.000.6.500. 7.Rp. http://www.000.Rp.840.3. 16. 924. 65.000. 28.Rp..750.Fungisida 140 liter @ Rp.Cangkul 10 buah .Pupuk kandang 42 ton @ Rp.Keranjang 50 buah .000.650.000.690. 7.750 buah/pohon Rp... Panen tahun ke 10 Hasil rata-rata 1.000.Rp. 420.500 buah/pohon Rp.000.Keranjang 200 buah 5.go.000 9.id .953. 9. 1. 65.TSP 700 kg @ Rp.000 buah/pohon Rp.5.2.d.347.000 HKP @ Rp.4.450. 7.800.. 3.243.Rp.000.Rp.000.- Rp.500.ristek.000.NPK 350 kg @ Rp 2.10Produksi selama 20 th hasil dari 100 ph 2.000.Rp. 840.Rp.3. 7.100.875.4.Penyemprotan 480 HKP @ Rp. 50.000 - Hal..Pemupukan 210 HKP @ Rp.Rp.Rp. 336. 7. 186.000. 7. 3.. 7.Penyemprotan 1. 70.000 buah Rp.Insektisida 140 kg @ Rp.000.100.. 15. 1. Panen tahun ke 9 Hasil rata-rata 900 buah/pohon Rp. 11/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Panen tahun ke 7 Hasil rata-rata 200 buah/pohon Rp.000.800.000. 28.Rp 7.000. 150.000.000.750 buah/pohon Rp 32.500 buah/pohon Rp.000 8. Panen tahun ke 20 Hasil rata-rata 1.Rp.000..150.6.500.000.000. 021 316 1952.Panen dan pasca panen 10. 3.Rp.Rp. 6.H. Panen tahun ke 19 Hasil rata-rata 1.000.000.. Hasil rata-rata 30 buah/pohon Rp.000.Rp. Panen tahun ke 12 – 18 Hasil rata-rata 2.559.000.Panen/pasca panen pertama 50 HKP @ Rp. 1. 10.KCl 560 kg @ Rp.000.650. 37.5.000. 021 316 9166~69.Hand sprayer 2 buah @ Rp 350.Urea 875 kg @ Rp.450.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .000.000.4. 630.Penyiangan 140 HKP @ Rp 7.Rp. 9.000.- 4) Pendapatan: 1. 150.000. Tenaga kerja . Rp. 32.500. 2.120 HKP @ Rp.

STANDAR PRODUKSI 11. Hongkong.l. sudah pasti harga tersebut akan jauh meningkat. 60/buah. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Keuntungan 1. 10.810. asam berpadu dengan sedikit sepat.177 kg atau 83% dari total ekspor buah Indonesia. Jepang. Taiwan mengimpor manggis Indonesia sebanyak 2.200 Rp. 11.go. http://www. Oman. sehingga pengembalian modal tidak dapat berlangsung cepat. Negara lain yang mengimpor manggis adalah a. 149. Karena itu diperlukan para pemodal kuat yang tetap dapat bertahan sampai modal agribisnis manggisnya kembali setelah menunggu 11 tahun sejak tanam. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Brunei. Prospek pengembangan agribisnis manggis sangat cerah meningkat perminat buah ini di luar negeri banyak dan harganya relatif mahal. Peluang pasar luar negeri diperkirakan terus meningkat dengan penambahan volume 10. Perancis. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi.8 Keterangan: HKP hari kerja pria. (tingkat petani.ristek.klasifikasi dan standar mutu. Keuntungan baru diraih tahun ke 11. M. Hal.1. Arab Saudi. Gambaran Peluang Agribisnis Masyarakat dunia mengenal manggis sebagai Queen of fruits karena rasanya yang exotic yaitu manis. 021 316 9166~69.474. tahun 1999). Kuwait. cara pengemasan.id . Keuntungan per tahun 6) Parameter kelayakan usaha 1.2. Kendala agribisnis manggis adalah umur panen tanaman yang bisa mencapai 6 tahun. Amerika Serikat. Taiwan adalah pasar terbesar manggis Indonesia. Keuntungan selama 20 tahun 2. Swis. Jika produsen dapat menghasilkan buah manggis dengan mutu yang merata dan konstan.235.496. Harga manggis di pasar tradisional relatif murah karena manggis yang dipasarkan di dalam negeri adalah sisa ekspor. cara uji. Perkiraan tanaman produktif adalah 100 pohon/tahun. Harga jual rata-rata Rp. 12/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Output/Input rasio Rp. jadi mutunya sudah tidak baik.H. Jl.= 1. selama tahun 1994.7% per tahun. syarat penandaan. Belanda. 021 316 1952. cara pengambilan contoh.

Fax. benturan dan getaran. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut 4. Klasifikasi dan Standar Mutu Terdiri dari 3 jenis mutu. mutu I=kemerahan s/d merah.ristek. potongan daun/benda lain yang termasuk kotoran yang menempel pada buah manggis segar dan timbanglah. amati satu persatu dari buah yang bersangkutan dari secara visual dan organoleptik serta pisahkan buah yang cacat/busuk sesuai dengan jenis cacat dan batasan busuk sebagai berikut: 1. c) Penentuan kadar kotoran Timbang seluruh contoh uji buah manggis segar. mutu I=0%. Buah cacat fisiologis yaitu buah yang tingkat kematangannya sudah berlanjut. http://www. bahan tanaman yang nampak menempel pada buah manggis segar/berada pada kemasan yang tampak secara visual. b) Diameter: mutu super>65 mm. Buah cacat cuaca dan mekanis yang rusak memar. amati secara visual adanya kotoran yaitu semua bahan bukan buah manggis segar seperti tanah. mutu I utuh.id . yaitu mutu super. 021 316 1952. 3. <55 mm. mutu I=seragam. mutu II utuh g) kadar kotoran (b/b): mutu super=0%. Buah dinyatakan busuk apabila daging/kulit buah telah terlihat pembusukan yang dapat diidentifikasikan secara visual.go. M. mutu II=seragam. mutu=II segar. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. mutu II=bersih khas manggis Untuk pengklasifikasian dilakukan pengujian diantaranya adalah: a) Penentuan ukur diameter Ukur setiap panjang garis tengah yang tegak lurus pada tinggi buah manggis segar dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur diameter yang sesuai. mutu I=khas manggis putih. 11. seperti tanah. 55–65 mm. i) Warna daging buah: mutu super=putih bersih. mutu I=tidak ada. mutu II=muda mengkilat e) Buah cacat atau busuk (jumlah/jumlah): mutu super=0%. mutu II=0% h) Serangga hidup dan atau mati :mutu super=tidak ada. mutu I. Pisahkan kotoran yang terdapat pada buah manggis segar dan kemasan. Pisahkan sesuai dengan ketentuan penggolongan yang dinyatakan dalam standar yaitu>65 mm. b) Penentuan buah cacat dan atau busuk pada buah manggis segar. 5. mutu I=0%. 021 316 9166~69.H. 2. luka pada kulit dan daging buah akibat tekanan.2. Buah cacat karena hama dan penyakit yaitu buah yang sudah tercemar oleh serangga dan pathogen perusak.3. Diskripsi Standar mutu buah manggis tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI 01– 3211-1992. mutu=II tidak ada. d) Warna kulit: mutu super hijau. a) Keseragaman: mutu super=seragam. c) Tingkat keseragaman: mutu super=segar. mutu II<55 mm. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hitung jumlah seluruh contoh uji buah segar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. mutu I=segar. mutu II=0% f) Tangkai dan atau kelopak: mutu super utuh. mutu I=55–56 mm. mutu II.

Fax.ristek. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go. 13/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 1952. Jl.

http://www. 021 316 9166~69.H. Pengambilan Contoh Suatu partai/lot buah manggis segar terdiri dari maksimum 1. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti pada data dibawah ini : a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1–5: contoh yang diambil 5.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penentuan kesegaran Hitung jumlah seluruh contoh uji buah manggis segar. berventilasi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501–1000 : contoh yang diambil semua. Hitung jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar dan hitung pula presentase jumlah satuan buah yang dinilai kurang segar terhadap jumlah seluruh contoh uji. dengan berat bersih setiap kemasan sebesar 2 kg untuk kemasan karton dan 10 kg untuk kemasan keranjang plastik. Jl.go. 11.4. Dari setiap kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 kg kemudian dicampur. c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101–300: contoh yang diambil 9. Pengemasan Buah manggis segar dikemas dengan kotak karton baru/keranjang plastik yang kokoh. yaitu orang yang telah berpengalaman/telah dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11. bersih dan kering. amati satu persatu buah segar secara visual dan pisahkan buah yang dinyatakan tidak segar yaitu dengan memperhatikan kondisi kulit buah. Petugas pengambil contoh harus yang memenuhi persyarat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian secara acak contoh sekurang-kurangnya 3 kg untuk diuji. e) Penentuan adanya serangga hidup atau mati Amati secara visual adanya serangga hidup dan mati pada buah dan kemasan. Untuk kemasan dengan berat kurang dari 3 bungkus harus diambil contoh sekurang-kurangnya dari dua kemasan.000 kemasan.id . M. baik. Fax. d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301–500: contoh yang diambil 10.5. b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6–100: contoh yang diambil 7. Dan juga digunakan kemasan yang berat berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli. 021 316 1952.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek.H. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M. 021 316 1952. http://www. Jl. 021 316 9166~69. 14/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. 1997. Trubus no. 4) Reza Tirtawinata. Budidaya Manggis. Sinar Baru. Ir. 1997. Fax. Jakarta. Penanganan Manggis Segar untuk Ekspor. Penerbit Kanisius. Memilih Biji Manggis untuk Bibit. DAFTAR PUSTAKA 1) Rahmat Rukmana. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. 1995. 15/ 15 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H. 1998. Jakarta. Trubus No. Yogyakarta.go. Bandung 3) Suyanti Satuhu. Jl. 021 316 1952. http://www. Mengenal Tanaman Buah-buahan. 1986. 342. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Penebar Swadaya. 2) Rismunandar. 335. M. Ir.ristek. Ir. Pohon Pelindung untuk Tanaman Manggis Muda. 5) Reza Tirtawinata.

menyebar luas di daerah-daerah beriklim dingin (sub-tropis) dan panas (tropis). ) 1.. Jl. Hal. Dalam perkembangannya. mawar diklasifasikan sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Sub-Divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Rosanales Famili : Rosaceae Genus : Rosa Species : Rosa damascena Mill..ristek. Mawar yang dikenal nama bunga ros atau "Ratu Bunga" merupakan simbol atau lambang kehidupan religi dalam peradaban manusia. Mawar yang banyak peminatnya adalah tipe Hybrid Tea dan Medium. 2. dan lain-lain. hybrida Hort. R.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MAWAR ( Rosa damascena Mill. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax. Timur Tengah dan Eropa Timur.H. 021 316 9166~69. multiflora Thunb. 1/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. M.. R. JENIS TANAMAN Dalam sistematika tumbuhan (taksonomi). Mawar berasal dari dataran Cina.go. SEJARAH SINGKAT Mawar merupakan tanaman bunga hias berupa herba dengan batang berduri. http://www. Di Indonesia berkembang aneka jenis mawar hibrida yang berasal dari Holand (Belanda).

Perkebunan Mangkurajo adalah: Coctail. Woborn Abbey dan Cimacan Salem untuk tanaman taman. Fax. Sissel.1. Diplomat. Samorai. Jawa Tengah. Tineke. Pareo. Sumatera Utara. Sonate de Meilland. 021 316 1952. Di daerah cukup sinar matahari. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN memiliki variasi warna bunga cukup banyak.go. 4) Diekstraksi minyaknya sebagai bahan parfum atau obat-obatan (pada skala penelitian di Puslitbangtri). SENTRA PENANAMAN Daerah pusat tanaman mawar terkonsentrasi di kawasan Alaska atau Siberia.ristek. Laminuette.H. Sonia. Jl.id . 4. Sedangkan mawar tipe Medium antara lain adalah Golden Times. Khatherina Zeimet. SYARAT PERTUMBUHAN 5. Vivaldi. mawar akan rajin dan lebih cepat berbunga serta berbatang kokoh. Frad Winds. Mr. Memerlukan sinar matahari 5-6 jam per hari. tabur dan tanaman pot di Indonesia dihasilkan dari daerah Jawa Barat. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Osiana. Kelebihan varietas mawar hibrida adalah tahan lama dan warna-warninya menarik. yang menyebabkan pengeringan tanaman. 021 316 9166~69. dan Kiss. Idole. 3. Sedangkan varietas Folk Song. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 2) Curah hujan bagi pertumbuhan bunga mawar yang baik adalah 1500-3000 mm/tahun. Jacaranda. M. tipe Medium 40-60 cm. Sentra penanaman bunga potong. 5. India. MANFAAT TANAMAN 1) Tanaman hias di taman/halaman terbuka (out doors). 2) Tanaman hias dalam pot pengindah dan penyemarak ruang tamu ataupun koridor. mulai putih sampai merah padam dan 2 tingkat produktivitas tinggi: 120-280 kuntum bunga/m /tahun. Lincoln. dan Golden Lustee sebagai mawar bunga potong. Iklim 1) Angin tidak mempengaruhi dalam pertumbuhan bunga mawar. Varietas-varietas mawar hibrida (Hybrid Tea) yang telah ditanam di Indonesia oleh PT. Afrika Utara dan Indonesia. Jaguar. Sweet Sonia. 3) Dijadikan bunga tabur pada upacara kenegaraan atau tradisi ritual. Laser. Beberapa varietas mawar introduksi yang dianjurkan didataran rendah: Cemelot. White Success dan Yonina. Sinar matahari pagi lebih baik dari pada sinar matahari sore. Jawa Timur dan Jakarta. Mawar tipe Hybrid Tea bertangkai bunga 80-120 cm.

go. 021 316 9166~69. 2/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . Jl. M.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. http://www. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.

Pada tanah asam (pH 5.0) perlu pengapuran kapur Dolomit. Di daerah tropis seperti Indonesia. maksimum 24–27 derajat C. memperbaiki bintil-bintil akar. 2) Pada tanah latosol.2. menambah unsur-unsur Ca dan Mg. subur. banyak bahan organik. Mn.3. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Suhu udara sejuk 18-26 derajat C dan kelembaban 70-80 %. Fax. suhu udara minimum 14-16 derajat C. suhu udara minimum 13. 3) Derajat keasaman tanah yang ideal adalah PH=5. 6.7-15. 3) Ketinggian 1400 m dpl.5-22.id .unsur P dan Mo. andosol yang memiliki sifat fisik dan kesuburan tanah yang cukup baik. Jl. Ketinggian Tempat Mawar tumbuh baik pada: 1) Ketinggian 560-800 m dpl. suhu udara minimum 16-18 derajat C dan maksimum 28–30 derajat C.go. tanaman mawar dapat tumbuh dan produktif berbunga di dataran rendah sampai tinggi (pegunungan) rata-rata 1500 m dpl.0. 2) Ketinggian 1100 m dpl. Pemberian kapur bertujuan untuk menaikan pH tanah. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Supaya biji tumbuh dengan baik. M. 021 316 9166~69. gembur. PEDOMAN BUDIDAYA 6. memperbaiki kehidupan mikroorganisme.H. dan Al.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Tanaman mawar mempunyai daya adaptasi sangat luas terhadap lingkungan tumbuh. dapat ditanam di daerah beriklim dingin/sub-tropis maupun di daerah panas/tropis.6 derajat C. Media Tanam 1) Penanaman dilakukan secara langsung pada tanah secara permanen di kebun atau di dalam pot.6 derajat C dan maksimum 19. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pilih biji yang sehat dengan memasukan ke dalam air (yang baik akan tenggelam. 021 316 1952. Tanaman mawar cocok pada tanah liat berpasir (kandungan liat 20-30 %). Tanah berpori-pori sangat dibutuhkan oleh akar mawar.1. serta menambah ketersediaan unsur. aerasi dan drainase baik. yang mengapung dibuang). 5. 5.ristek. mengurangi keracunan Fe.5-7. Calcit atupun Zeagro dosis 4-5 ton/hektar.

go.H.ristek. Fax.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl. 3/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

3) Teknik Penyemaian Benih a) Ambil (angkat) biji-biji mawar dari buah yang telah membusuk dalam media semai.5-1.Pilih buah mawar dari tanaman induk yang sudah produktif berbunga dan jenis unggul sesuai keinginan. d) Tiriskan biji-biji mawar terpilih ditempat teduh untuk segera disemaikan pada bak persemaian. b) Perlakuan After Ripening . . . Fax. . Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penyiapan Benih Tahap-tahap penyiapan benih tanaman dari biji: a) Pemilihan buah . e) Semaikan biji mawar secara merata menurut barisan pada jarak antar-baris 510 cm.Tanamkan buah mawar satu persatu kedalam media semai hingga cukup terkubur sedalam 0.H. 5) Pemindahan Bibit Pindahkan tanam bibit mawar yang sudah berumur 22 bulan ke kebun/tempat penanaman yang tetap (permanen) 6. http://www.Siram media semai dengan air bersih hingga cukup basah (lembab). . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Waktu yang diperlukan pada perlakuan After Ripening berkisar antara 50-270 hari (tergantung jenis mawar).Petik buah mawar terpilih yang sudah matang (masak) di pohon.Masukkan (isikan) media tadi ke dalam bak persemaian atau wadah yang praktis dan layak digunakan untuk tempat semai.id . .Biarkan buah mawar hingga kulit luarnya membusuk pada kondisi media yang lembab.ristek. 021 316 9166~69. dan suhu udaranya sekitar 5 derajat C.2.Siapkan media semai berupa tanah berhumus dan berpasir (1:1). 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Siram media persemaian mawar secara kontinu 1-2 kali sehari. beraerasi baik. M. 021 316 1952. yaitu bernas yang tenggelam bila dimasukkan ke dalam air c) Cuci biji mawar dengan air bersih. pasir dan pupuk organik (1:1:1). Pengolahan Media Tanam Hal.go. 4/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji akan berkecambah pada umur empat minggu setelah semai. b) Sapih (perjarang) bibit mawar yang sudah cukup besar ke dalam polybag kecil yang sudah diisi media campuran tanah. b) Pilih biji-biji mawar yang baik.0 cm.

021 316 9166~69.H. Jl. . pupuk kandang.0 cm di bawah batas permukaan pot sebelah atas.Dasar pot dilubangi untuk kelebihan air. . Campuran tanah dengan Super TW Plus perbandingan 6:1. 3) Pembentukan Bedengan Hal. lubang pembuangan air di dasar pot jangan tersumbat. Pot siap ditanami bibit (tanaman) mawar. http://www. . taman dan dalam pot. pupuk organik (pupuk kandang. c) Pengisian media tanam ke dalam pot .Siapkan bahan-bahan penunjang lainnya seperti pecahan bata merah atau genteng atau arang. M.Lahan untuk kebun/taman mawar dipilih tanah gembur. Bahan tersebut dapat berfungsi sebagai pengisap kelebihan air (drainase) dan memudahkan sewaktu pemindahan tanaman ke pot atau tempat tanam yang baru.go. Pengisian media sampai 90 % penuh atau 0. . b) Penyiapan media dalam pot .Isikan media tanam campuran tanah. 2) Pembukaan Lahan a) Tanah dicangkul/dibajak sedalam ± 30 cm hingga gembur. pasir dan pupuk kandang/ kompos (1:1:1) atau campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (6:1) ditambah sedikit abu dapur. Komposisi media campuran tanah. 1:1:1.51. kompos. kompos dan pasir.Isikan pecahan bata merah/genting/arang pada dasar pot setebal ±1 cm sampai sepertiga bagian pot.Isikan serasah (humus) secara merata setebal ± 1cm di atas lapisan bata merah/genting. Fax. . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.Siapakan media tanam berupa tanah subur.Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar/batu kerikil.ristek.id . Pot yang paling baik adalah pot yang terbuat dari bahan tanah dan tidak dicat. . 5/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Biarkan tanah dikeringanginkan selama 15–30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun. Tata cara penyiapan lahan untuk kebun mawar agak berbeda dengan dalam pot/polybag. Super TW Plus) dan pasir.Basahi pot dengan air hingga cukup basah. 1) Persiapan a) Penyiapan lahan kebun/taman . . 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Tempat penanaman mawar dapat dilakukan di lahan kebun. subur dan mendapat sinar matahari langsung (terbuka).Sediakan pot yang ukurannya disesuaikan dengan besar kecilnya tanaman mawar.

Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Buat lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm. Pada saat membuat lubang. 3) Cara Penanaman Hal. 021 316 9166~69. pupuk hijau. Kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang. Ukuran lubang 45×45×45 cm. jarak antar bedengan 30-40 cm. Lubang ditimbuni sub-soil dicampur dengan bahan organik (dalam jumlah lebih banyak dari pada campuran untuk top soil) dan super fosfat (dapat juga dipakai 2 tepung tulang) 20%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. misalnya lingkaran (bulat) atau guludan-guludan yang serasi dengan lingkungan sekitarnya. tinggi 30 cm. 021 316 1952. harus diambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan diletakkan di tempat teduh. Jumlah super fosfat 1. 4) Pemupukan Pupuk organik (pupuk kandang/kompos) 20-30 ton/hektar atau Super TW Plus 45 ton/hektar diberikan secara disebar dan dicampur merata bersama tanah sambil merapikan lahan (bedengan). kedudukan bagian percabangan utama (bud union) letaknya sejajar dengan permukaan tanah. Top soil dicampur dengan bahan organik (seperti kompos. Fax. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. sub-soil dikumpulkan terpisah. cukup 45–55 cm. 6/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Akar mawar tidak dapat menembus tanah terlalu dalam. Jl. dengan memasukkannya ke dalam lubang.ristek. Lubang diisi top soil dan bahan organik sampai membentuk gundukan. untuk digunakan sebagai pupuk.5-3 kg per 10 m . Bila daerah itu tertutup rumput. pupuk kandang dan sebagainya) perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian bahan organik.H. tepung tulang 2 1. maka tidak perlu mencangkul tanah terlalu dalam. 6.id . http://www. tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya. maka penyiapan lahannya dibuat bentukbentuk yang diinginkan. Bila akan dirancang taman mawar yang asimetris.3. Pemberian pupuk organik dengan dimasukkan (diisikan) ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg/tanaman. dan panjangnya tergantung keadaan lahan.5-2 kg per 10 m tanah. karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali.go. tanah di permukaan (top soil).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Buat bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm. M. Lempengan rumput diletakkan terbalik.

Jl. Pemeliharaan Tanaman 1) Penyiangan Kegiatan penyiangan biasanya bersamaan dengan pemupukan agar dapat menghemat biaya dan tenaga kerja. 021 316 9166~69. h) Pasang naungan sementara dari anyaman bambu/bahan lain untuk melindugi tanaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.H.id . e) Tanam bibit mawar di tengah-tengah lubang tanam dan akarnya diatur menyebar ke semua arah. Fax. g) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman hingga basah. Letak bibit mawar tepat di tengah-tengah lubang tanam. http://www. Rumput liar yang tumbuh pada selokan/parit antar bedengan dibersihkan agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit. Bibit mawar dari polybag dipindahtanamkan secara lengkap bersama tanah dan akar-akarnya.go. b) Potong sebagian batang dan cabang-cabangnya. Tanaman mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah). c) Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas tajam dan steril. Bila polybag berukuran besar. Tata cara penanaman bibit mawar dari polybag adalah sebagai berikut: a) Siram media dalam polybag yang berisi bibit mawar hingga cukup basah. Bibit mawar akan langsung segar dan tumbuh tanpa melalui pelayuan atau istirahat dulu. Timbun (urug) dengan tanah hingga batas pangkal leher batang.ristek. M. c) Tanamkan bibit mawar ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan jauh hari sebelumnya. dan bibit yang berasal dari polybag. maka pengeluaran bibit mawar dapat dengan cara menyobek atau menyayat polybag tersebut. f) Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akarakarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. d) Rendam bibit mawar dalam air atu larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1–2 cc/liter selama 15–30 menit. 021 316 1952. 6. kemudian urug dengan tanah sampai penuh sambil dipadatkan pelan-pelan d) Siram tanah di sekeliling perakaran tanaman mawar hingga cukup basah. sisakan 20–25 cm agar habitus tanaman menjadi perdu (pendek). b) Angkat polybag kemudian balikkan posisinya sambil ditekuk-tekuk bagian dasarnya agar bibit mawar bersama tanah dan akar-akarnya terlepas (keluar) dari polybag. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Cara penanaman bibit mawar cabutan : a) Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penanaman bibit mawar dari polybag berbeda dengan penanaman bibit mawar cabutan.4.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu tanam mawar adalah pada awal musim hujan (bila keadaan airnya memadai dapat dilakukan sepanjang musim/tahun.

ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 7/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.go.H.id . M. Jl.

id . b) Waktu pemberian air yang baik pada pagi dan sore hari. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. c) Cara pengairan adalah dengan disiram secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor). dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi. dan setelah kuntum bunga layu. Pengairan berikutnya berangsurangsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah (media). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tergantung keadaan pertumbuhan tanaman. 3) Pengairan dan Penyiraman Pengairan dan penyiraman dilakukan: a) Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam). Pemupukan berikutnya secara kontinu tiap 3–4 bulan sekali. M. Pemberian pupuk sebaiknya pada saat sebelum berbunga.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Penyiangan sebulan sekali (tergantung pertumbuhan gulma). dengan mencabut rumput-rumput liar (gulma) secara hati-hati agar tidak merusak akar tanaman atau membersihkan dengan alat bantu kored/cangkul. http://www. 2) Pemupukan Jenis dan dosis (takaran) pupuk yang dianjurkan untuk tanaman mawar adalah pupuk NPK (5-10-5) sebanyak 5 gram/tanaman.H. bila tangkainya lemah perbandingan pupuk NPK 5:15:5. sedang berbunga.5–450 kg Urea ditambah 525–700 kg TSP ditambah 100–133 kg KCl per hektar. Fax. Cara pemberian pupuk dengan ditabur dalam paritparit kecil dan dangkal diantara barisan tanaman atau di sekeliling tajuk tanaman. Jenis dan dosis pupuk lain adalah campuran pupuk yang terdiri atas: 90–135 kg N ditambah 400 kg P2O5 ditambah 120 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan 200– 300 kg Urea ditambah 840 kg TSP ditambah 250 kg KCL/ha/tahun. Jl. Berdasarkan hasil penelitian Balai Penelitian Hortikultura (Balitro). Bila pertumbuhan tunas lambat dipupuk NPK pada perbandingan 10:10:5.ristek. Dosis dan jenis pupuk yang dianjurkan adalah campuran pupuk Nitrogen 600 kg N ditambah Fosfat 1000 kg P2O5 ditambah Kalium 400 kg K2O/ha/tahun atau setara dengan urea ± 1350 kg ditambah TSP 2100 kg 1 1 ditambah KCL 800 kg/ha/tahun. Tiap kali pemupukan diberikan /4 . tanaman mawar perlu dipupuk pupuk NPK 5 gram/pohon pada saat tanam atau 7–15 hari setelah tanam./3 dosis pupuk 337. kemudian ditutup dengan tanah tipis dan segera disiram hingga cukup basah. 021 316 1952. 021 316 9166~69.go.

Fax. 8/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl. http://www.H.ristek. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Nissuron 50 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. pada daun atau pucuk jadi keriting/mengkerut. Menyerang pucuk. sehingga menyebabkan gejala abnormal.5 EC atau Buldok 25 EC. Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor).1. 2) Kumbang Tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar: kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus). sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp. Gejala: mengisap cairan (sel) tanaman. dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan. kecil. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman. 9/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Ambush 2 EC. Confidor 200 LC. http://www. Gejala: memakan daun.).id . Hal. ditutupi bulu-bulu kasar. Hama 1) Kutu daun (Macrosiphum rosae Linn. Fax. sehingga bolong-bolong/rusak pada bagian yang diserang. panjang ±0. sangat kecil ± 0. sehingga menyebabkan titik-titik merah berwarna kuning/abu-abu kecoklat-coklatan. Jl.ristek. M. Pengendalian: disemprot insektisida-akarisida seperti Omite 570 EC atau Kelthane 200 EC atau Mitac 200 EC Meothrin 50 EC.H. 021 316 1952. Pengendalian: menjaga kebersihan (sanitasi) kebun dan disemprot insektisida Decis 2. Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. berwarna hijau. Gejala: pada stadium larva.3 mm.6 mm. Decis 2. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan cara kimia disemprot dengan insektisida Hostathion 40 EC. Berkembangbiak dengan cepat bila cuaca lembab dan panas. sering menempel pada ranting dan kuncup bunga. Dapat berperan sebagai vektor virus dan sering meninggalkan cairan madu manis yang menempel pada permukaan daun. Aphids) Kutu daun. kumbang Fuller warna coklat keabu-abuan. 3) Siput berbulu Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan. Pengendalian: merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman. panjang ± 12 mm.5 EC. Larva sering memakan perakaran tanaman. serta sirkulasi udara kurang baik.. panjang 10 mm. pada bagian daun/pucuk. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. HAMA DAN PENYAKIT 7. Curacron 500 EC. menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun. Kumbang Chafer warna coklat kekuning-kuningan panjang tubuh sekitar 12 mm. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam ± 5 mm.go. kadang-kadang tidak bersayap. berwarna merah/hijau/kuning. tangkai dan kuntum bunga. Elsan 60 EC.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 4) Tungau (Tetranychus telarius) Tungau mirip laba-laba.

Telur diletakkan pada tunas baru. berukuran kecil 3 mm. menjaga kebersihan kebun. Bagian yang terserang akan layu. Mitac 200 EC. Decis 2. Gejala: merusak/mengisap cairan sel tanaman.) Nematoda akar ukurannya sangat kecil (hanya dapat dilihat dengan mikroskop). dapat menembus ke bagian batang sehingga menyebabkan gejala pertumbuhan kerdil. 021 316 9166~69. terutama bunga. Rugby 10 G atau Indofuran pendidikan G pada saat tanam. Ulat daun (Udea rubigalis). Pegasus 500 SC. dan penyemprotan insektisida Agrohion 50 EC. lambat laun mengering (mati). menyerang daun dan bunga.H. ukuran tubuh kecil 1.5 EC. Menyenangi mawar bunga berwarna kuning/terang lainnya. Kutu batang (Aulacaspis rosae) dari famili Coccidae. e. kemudian dalam waktu satu minggu berubah menjadi lalat. f. b. Tokuthion 500 EC.5 EC dan lain-lain pada konsentrasi yang dianjurkan. 7) Hama-hama lain: a. d. Gejala: mengisap cairan sel tanaman. dan menggunakan bahan kimiawi (nematisida) : Furadan 3 G. setelah menjadi larva akan merusak/memakan tunas. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Thrips Hama ini berukuran sangat kecil ± 1 mm. ukuran tubuh kecil panjang 8 mm. Larva menjatuhkan diri ke tanah. sterilisasi media tanam. Fax. Kumbang kecil (Small carpenter bees). 6) Nematoda akar (Meloidgyne sp.5 EC. dan cabang. Pengendalian: memangkas bagian tanaman yang terserang untuk dimusnahkan/dibakar dan disemprot dengan insektisida Decis 2. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Jl. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang digunakan pada pengendalian ulat daun. Decis 2. Serangga pengisap sel tanaman (Leaf hoppers). Serangga malam (Night feeding insect). Dekasulfan 350 EC. http://www. c. Pengendalian: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kadang layu (kehilangan kekuatan tumbuh) dan terdapat bintil-bintil pada akar. Nomolt 50 EC atau Confidor 70 WS pada konsentrasi yang dianjurkan. warna coklat kemerah-merahan/kekuning-kuningan. menyerang daun hingga bintik-bintik putih membentuk lingkaran.id . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengendalian: disemprot insektisida Hostathion 40 EC.2 mm.ristek. Tanaman yang diserang menjadi layu. Gejala: menyerang akar tanaman mawar. Gejala: melubangi sekaligus merusak batang bagian dalam.go. Pengendalian: pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan disemprot dengan insektisida Mesurol 50 WP. berwarna kuning-oranye/kuning kecoklat-coklatan. Lalat (Dasyncura rhodophaga). daun. Pengendalian: memusnahkan tanaman yang terserang berat dengan dibakar. Meothrin 50 EC atau Ofunack 40 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. warna hitam-metalik. bagian daun dan batang. menyerang daun dan kuncup bunga sehingga menjadi rusak/bolong-bolong. Pengendalian: pergiliran tanaman. Monitor 200 LC atau Orthene 75 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.

Atabron 50 EC.go.5 EC. http://www.memangkas bagian tanaman yang diserang untuk dibakar atau disemprot dengan insektisida : Decis 2. Buldok 25 EC atau Bassa 50 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. 021 316 9166~69.id . 021 316 1952. Fax. 10/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.ristek. Jl.H.

H. Dapat pula terjadi pada tangkai daun. 4) Bengkak pangkal batang Penyebab: bakteri Agrobacterium tumefacien (E. Jl. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Zineb atau Maneb pada konsentrasi yang dianjurkan. Gejala: terdapat tepung/lapisan putih pada permukaan daun sebelah bawah dan atas. Lambat laun bercak-bercak berdiameter ± 1 cm menyatu. 021 316 9166~69. 2) Karat daun Penyebab: cendawan (jamur) Phragmidium mucronatum (Pers. lambat laun kekuningkuningan dan akhirnya daun-daun cepat rontok (gugur).) Conn. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Propineb dan Mankozeb pada konsentrasi yang dianjurkan.id . kelopak dan tajuk bunga. pemeliharaan tanaman secara Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida Belerang.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehingga tanaman menjadi kerdil dan akhirnya mati. Pengendalian kimiawi: disemprot oleh bakterisida yang berbahan aktif Streptomisin atau Oksitetrasikin.F Sm et Town. Fax.kimiawi: memangkas bagian tanaman yang sakit dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). 3) Tepung mildew Penyebab: cendawan Oidium sp. Gejala: terjadi pembengkakan pada pangkal batang dekat permukaan tanah. Gejala: daun bercak hitam-pekat yang tepinya bergerigi. Pengendalian non. Penyakit 1) Bercak hitam Penyebab: cendawan (jamur) Marsonina rosae (Lib. ex Pr. Gejala: bintik-bintik warna jingga kemerah-merahan pada sisi bawah daun.kimiawi: memetik daun yang terserang untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). 5) Mosaik (belang-belang) Penyebab: virus (Virus Mosaik Mawar) (Rose mosaic Virus). (“Black spot”). sehingga jaringan daun di sekitarnya menjadi kuning. Daun/bagian tanaman yang terserang akan berubah warna dari hijau menjadi kemerah-merahan.) Lind. Pengendalian non-kimiawi: mencabut tanaman yang sakit untuk dimusnahkan dan sewaktu pemeliharaan tanaman (pemangkasan) menggunakan gunting pangkas yang bersih dan steril.2. batang. http://www. Pengendalian: penanaman bibit yang sehat.ristek. dasar bunga. Daun yang terserang berat akan mudah gugur (rontok). pada sisi daun atas terdapat bercak bersudut warna kemerah-merahan. atau mengandung bahan aktif Pirazifos. tulang-tulang daunnya seperti jala. Pengendalian non. Daun yang terserang akan mudah berguguran.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 1952. Pengendalian non-kimiawi: pemotongan/pemangkasan daun sakit kemudian dimusnahkan.) Schlecht. Gejala: daun menguning dan belang-belang.

id . 021 316 9166~69.H. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.intensif. Fax. M. dan Hal. penyemprotan membongkar TTG BUDIDAYA PERTANIAN insektisida untuk pengendalian serangga vektor.go.ristek.

Untuk tujuan bunga Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Phosfor.TTG BUDIDAYA PERTANIAN (eradikasi) tanaman yang sakit untuk dimusnahkan agar tidak menular kepada tanaman yang lainnya. Gejala: kuntum bunga yang telah membuka membusuk berwarna coklat.id . 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. P2O5. Fax. 6) Bercak daun Penyebab: dua patogen.1. Gejala: kekurangan nitrogen menyebabkan warna daun hujaumuda (pucat) kekuning-kuningan dan pertumbuhan tanaman menjadi lambat (kerdil). M. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga mawar siap dipetik (dipanen) untuk tujuan sebagai bunga potong : kuntum bunganya belum mekar penuh dan berukuran normal. Pengendalian kimiawi: penyemprotan fungisida yang berbahan aktif Benomil.) Tjokr. Jl. dan berbintil-bintil hitam. kurang Nitrogen. dan Kalium. dapat pula sekaligus memotong bagian batang yang terinfeksi berat. et Br. Kekurangan phosfor menyebabkan tanaman menjadi kurus dan kerdil. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang mengandung bahan aktif Tembaga (Cu). Gejala: serangan cercospora bercak-bercak coklat pada daundaun tua. sedangkan kurang kalium daun-daun menjadi mengering di sepanjang tepi/pinggirannya. PANEN 8.go. sedangkan bercak alternaria berwarna kehitam-hitaman. yaitu cendawan Cercospora rosicola Pass.H. terutama unsur N. Gejala: terdapat lapisan kerak berwarna merah pada batang. 7) Jamur upas Penyebab: cendawan Corticium salmonicolor (Berk. kemudian diolesi cat/ter. dan Alternaria sp. 8) Busuk bunga Penyebab: cendawan Botrytis cinerea Pers. http://www. Pengendalian non. dan K2O ataupun disemprot pupuk daun yang kandungan unsur haranya tinggi sesuai dengan gejala defisiensi.ristek. 9) Penyakit Fisiologis Penyebab: kekurangan unsur hara (defisiensi). Fr. Pengendalian: pemberian pupuk berimbang. Pengendalian non-kimiawi: membungkus bunga yang mulai mekar dengan kantong kertas minyak/plastik dan penanganan pasca panen bunga sebaik mungkin. 8.kimiawi: memotong/memetik daun yang sakit untuk dimusnahkan dan menjaga kebersihan kebun (sanitasi). dan lambat laun batang akan membusuk serta mati. Pengendalian kimiawi: disemprot fungisida yang berbahan aktif Tridemorf. Pengendalian non-kimiawi: mengelupaskan kulit dan mengerok bagian tanaman yang sakit.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN tabur pemetikan bunga pada stadium setelah mekar penuh. Jl. 021 316 9166~69. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 12/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.go. Fax. 021 316 1952. M.H.id .

Fax. b.000 kuntum/hektar/tahun. Alat pemotong bunga mawar dapat berupa pisau ataupun gunting pangkas yang tajam. 9. 2) Klasifikasikan bunga berdasarkan jenis. Angkut seluruh hasil panen ke tempat pengumpulan hasil untuk memudahkan penanganan berikutnya. 8. ukuran bunga. 021 316 1952. http://www.id . Jl. Kumpulkan bunga segera seusai panen dan masukkan ke dalam wadah (ember) yang berisi air bersih.4. Penyortiran dan Penggolongan 1) Sortir bunga yang rusak. Pengklasifikasian berdasarkan panjang tangkai Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Cara Panen Cara panen bunga mawar adalah dengan memotong tangkai bunga pada bagian dasar (pangkal) atau disertakan dengan beberapa tangkai daun. 021 316 9166~69. Tingkat produksi ini tergantung pada varietas mawar. jarak dan tingkat perawatan tanaman selama di kebun.1. 8. PASCAPANEN 9. panjang tangkai bunga dan warna bunga yang seragam. Periode Panen Tanaman mawar yang bibitnya berasal dari stek ataupun okulasi dapat dipanen pada umur 4-5 bulan setelah tanam atau tergantung varietas dan kesuburan pertumbuhannya. Pembuangan ini akan produktif bertahun-tahun berkisar 3-5 tahun.2. bersih dan steril.000–280.ristek. tampah/ember berisi air bersih). Posisi tangkai bunga diatur sebelah bawah terendam air. 9. layu dan busuk pisahkan secara tersendiri.go. 2) Pengumpulan pascapanen bunga mawar tabur: Kumpulkan kuntum bunga mawar yang baru dipetik ke dalam suatu wadah (keranjang plastik.3.H. Di beberapa sentra produsen bunga potong melakukan pemetikan bunga mawar pada malam hari.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Waktu panen yang ideal adalah pagi atau sore hari (saat suhu udara dan penguapan air tidak terlalu tinggi). Pengumpulan 1) Pengumpulan pascapanen bunga potong mawar: a.2. kesuburan tanah. Prakiraan Produksi Tanaman mawar yang dipelihara secara intensif dari jenis/varietas unggul dapat menghasilkan 120. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 13/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. http://www.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M.go. Jl.id . 021 316 9166~69.H.

2.Insektisida 4 kg @ Rp.750.000. lembab.000. Jl. terutama untuk tujuan pengiriman jarak jauh. 40.Furadan 2 kg @ Rp. simpan di tempat/ruangan teduh.ristek. 2) Kemas ikatan-ikatan bunga tadi ke dalam keranjang/dos karton dan sirkulasi udara baik.800. M.000. 3) Angkut bunga mawar ke tempat sasaran pasar.KCL 30 kg @ Rp. http://www.100.000.000. Grade A bunga dengan panjang tangkai lebih dari 60 cm. 9.500. Bibit : ± 3300 batang c.000. 16.1.3.45.32. Fax. dan sirkulasi udara baik. 1.000..Urea 30 kg @ Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bunga dipisahkan ke dalam dua grade.4.. Tiap ikatan berisi 20 tangkai bunga. Produksi per m /tahun minimal 50 kuntum bunga dan harga penjualan terendah Rp.500. grade B panjang tangkai kurang dari 60 cm.200. Sewa lahan b.49.40. 4) Alasi pangkai tangkai bunga dengan kapas basah atau masukkan ke dalam botol plastik berisi air.. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 021 316 1952..go. Penyimpanan 1) Untuk bunga potong mawar.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1) Biaya produksi a. 175. 9. 200.000..-/kuntum.Pupuk daun ± 5 liter @ Rp.000. Analisis Budidaya Usaha 2 Perkiraan analisis usaha budidaya mawar seluas 1100 m selama 1 tahun yang 2 dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.Rp. Rp. 300. Rp.Rp. 021 316 9166~69.H.000.000. simpan bunga yang telah dikemas ke dalam ruang penyimpanan bersuhu dingin (cold storage) dengan kelembaban relatif stabil 90 %.Rp.150.d. Rp.650. dingin.Pupuk kandang 2. Pestisida . 10. Rp. Pupuk . Rp.NPK 20 kg @ Rp. 25.000 kg @ Rp. 2) Untuk bunga mawar tabur.TSP 100 kg @ Rp.id . Rp. 1. 1. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.000. 1.180. 5) Tambahkan remukan es di sekitar wadah (kontainer) bunga mawar agar kondisi ruangan alat angkut cukup dingin dan lembab..000. Pengemasan dan Pengangkutan 1) Ikat bunga yang telah diklasifikasikan dan disatukan menjadi suatu ikatanikatan.

Jl.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. Fax. M. 14/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. 021 316 9166~69.id .ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www.

50.- = 1. Permintaan bunga mawar di pasar dalam negeri (domestik) cenderung meningkat. 200. 021 316 1952.Rp.500.Penunggu 1 orang 1 tahun f.- Rp.000.Rp.Pembuatan bedengan 10 HKP .Rp. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Mawar diperdagangkan sebagai bunga potong.Panen dan pascapanen . Salah satu negara produsen bunga-bungaan terbesar di dunia adalah Belanda.000. . ternyata mawar menempati urutan teratas dan paling besar dalam peraihan (perolehan) devisa negara tersebut.000. Mengingat kepentingan nilai ekonomi dan meningkatnya permintaan bunga potong atupun tanaman hias di dalam dan luar negeri.id . 100.Rp.Penyemprotan selama 1 tahun . Rasio output/input Catatan : HKP = Hari kerja Pria. 300.TTG BUDIDAYA PERTANIAN .3) Keuntungan 4) Keuntungan per bulan 5) Parameter kelayakan usaha 1. 500. Tenaga kerja . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 15/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.000.Rp.000.881 ton.Rp.500.Fungisida 4 liter @ Rp. 1. 60.Pemangkasan .000.Rp. Diantara 10 jenis bunga potong Belanda.243. 100.Pemasangan pupuk kandang .000.000. 30.Rp. Fax. 120. Jakarta menyerap bunga-bunga terbesar dengan omzet dan peredaran uang mencapai Rp 25. HKW = Hari Kerja Wanita 10.911 Bunga mawar mempunyai potensi ekonomi dan sosial yang tinggi.000.000 x Rp 200. karena selama periode tahun 1985–1991 ekspor komoditas ini meningkat dari 476 ton menjadi 4. 75.Penyiangan & pemupukan susulan 1 th.Penanaman 10 HKW .H. 436.Berarti prospek pengembangan budidaya mawar di negeri kita diperkirakan sangat cerah.Rp. 11.e.go.Rp. 300.000. http://www. 5. maka pengembangan budidaya mawar perlu diarahkan untuk skala agribisnis yang sesuai dengan permintaan pasar. tabur dan tanaman pot.756. 100.000.Rp.2. Biaya cadangan Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan : 55. M.Rp.Pengolahan tanah borongan . Permintaan bunga mawar ± Hal.Rp. Jl.000.000.ristek.000.Pengairan selama 1 tahun .8 miliar per tahun.Rp.950.000. Peningkatan permintaan bunga potong dan tanaman hias terjadi di Indonesia. 5. terutama di kota-kota besar.500.

syarat penandaan dan pengemasan. bebas organisme pengganggu tumbuhan. klasifikasi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tipe spray (kuntum): mutu AA> 6.2. 11. mutu B=0.0 b. bunga dipanen pada stadia kuncup setengah mekar dan berwarna.5. yaitu: a) Mutu AA: sempurna. mutu B=idem. 11.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 20. Mutu Klasifikasi dan Standar Berdasarkan kualitasnya. mutu C<5 5) Kesegaran bunga: mutu AA=segar toleransi 3. mutu C=idem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.mawar bunga potong diklasifikasikan dalam 4 kelas.5. deskripsi. mutu A=0. syarat mutu.ristek. mutu B>2. mutu B>1. mutu C>1. M. b) Mutu A: sama dengan ciri AA dengan toleransi 5 % boleh menyimpang. mutu A>2. ukuran seragam. mutu C=2539 b. ditandai dengan kelopak bunga mekar 2 lembar. Type standar (cm): mutu AA>2. mutu A>1. mutu C< 35 2) Diameter kuncup bunga 1/2 mekar a.H. mutu A=46-55. Tipe spray (cm): mutu AA>1. mutu A> 6.2 3) Jumlah Kuntum bunga ½ mekar per tangkai a.1. Tipe standar (cm): mutu AA>65.5. mutu B> 6. cara uji.3. 11.5. tidak terjadi kerusakan mekanis/fisik. Jl. cara pengambilan contoh. terutama yang lokasinya strategis dekat dengan kota-kota besar. mutu B=35-45. tidak mengandung sisa pestisida serta kotoran dan duri telah dibersihkan dari tangkai bunga. mutu B=40-54.5. mutu A=55-64.5. Type spray (cm): mutu AA>55. mutu A=idem. http://www. 021 316 1952. Ruang Lingkup Standar mawar bunga potong meliputi ruang lingkup. Diskripsi Standar mutu mawar bunga potong di Indonesia tercantum dalam Standar Nasional Indonesia SNI–01-4491-1998. mutu C>2. c) Mutu B: sama dengan ciri AA dengan toleransi 10 % boleh menyimpang d) Mutui C: selain AA. 021 316 9166~69. mutu C<6 4) Benda asing/kotoran (%):mutu AA=0. STANDAR PRODUKSI 11. A dan B Adapun spesifikasi syarat dan mutu untuk mawar bunga potong adalah sebagai berikut: 1) Panjang tangkai a.id .000 kuntum per hari hal ini memberikan gambaran cerah bagi kalangan wirausahawan di berbagai daerah (wilayah) di Indonesia untuk mengelola agribisnis bunga mawar.

mutu A=idem.ristek.id . http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.6) Keseragaman kultivar: mutu AA=seragam. mutu C=idem 7) Warna Bunga: mutu AA=seragam. 021 316 9166~69. mutu A=idem. 16/ 18 TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Jl. mutu B=idem. mutu B=idem. M. Fax.H. mutu C=idem Hal.go.

mutu B=0. M. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. mutu C<15 11. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. mutu B=idem. Jl. contoh yang diambil sekurangkurangnya 10. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga mawar segar terdiri atas maksimum 1. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8) Keadaan minimun tangkai bunga: mutu AA=kuat/lurus. tdk bercabang. mutu A=idem. 11. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. 021 316 1952. mutu C<5 11) Organisme penggangu (%):mutu AA= 0. mutu B=0. http://www. tdk pecah. mutu A=0.tdk pecah. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. mutu B=10.H. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. mutu C=idem 10) Kerusakan/cacat (%):mutu AA= 0. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000.5. baik.000 kemasan. tidak bercabang 9) Daun pada 2/3 bagian tangkai: mutu AA=lengkap & sehat. bersih dan kering serta berventilasi. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. mutu C<5 12) Toleransi. Pengemasan Bunga mawar segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. mutu B=idem. mutu A=idem. mutu C=kurang kuat/lurus. mutu A=5.go.4. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300. 021 316 9166~69. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. contoh yang diambil semua. mutu A=0.id .ristek. (kualitas dan ukuran jumlah atau panjang) (%): mutu AA=3.

17/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. Fax. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H.id . 021 316 9166~69.ristek. Jl.

ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Mawar.id . Jl. 021 316 1952.go. Fax. DAFTAR PUSTAKA 1) 2) Rukmana. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1995. Jakarta. Jakarta : Penebar Swadaya.H. Mawar. Soekarno dan Nampiah. Rahmat. http://www. 1990. Yogyakarta : Penerbit Kanisius. 021 316 9166~69. 18/ 18 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.

parkeri di kawasan India Barat Laut. Kemudian dibudidayakan di Inggris pada tahun 1923. 2. Jl. Dalam tahun 1919 ditemukan melati J. Di Indonesia nama melati dikenal oleh masyarakat di seluruh wilayah Nusantara. Menyuru (Banda). Manduru (Menado). M. sambac) yang diperkenalkan oleh Duke Casimo de’ Meici.go. Meulu cut atau Meulu Cina (Aceh). JENIS TANAMAN Diantara 200 jenis melati yang telah diidentifikasi oleh para ahli botani baru sekitar 9 jenis melati yang umum dibudidayakan dan terdapat 8 jenis melati yang potensial untuk dijadikan tanaman hias.id . Tahun 1665 di Inggris dibudidayakan melati putih (J. yang disebut Spansish Jasmine ditanam tahun 1692 untuk di jadikan parfum. Tanaman melati termasuk suku melati-melatian atau famili Oleaceae. Mundu (Bima dan Sumbawa) dan Manyora (Timor). SEJARAH SINGKAT Melati merupakan tanaman bunga hias berupa perdu berbatang tegak yang hidup menahun. Fax.H. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Nama-nama daerah untuk melati adalah Menuh (Bali). Melur (Gayo dan Batak Karo). serta Malete (Madura). 021 316 1952.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELATI ( Jasmine officinalle ) 1. http://www. 021 316 9166~69. Sebagian besar jenis melati tumbuh liar di hutan-hutan karena belum terungkap potensi ekonomis dan sosialnya. Di Italia melati casablanca (Jasmine officinalle). Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

H. J. Varietas dan Ciri-ciri penting (karakteristik) tanaman melati adalah sebagai berikut: a) Jasmine sambac Air (melati putih. kosmetika. f) Jasmine mensyi (Jasmine primulinum. 4. antara lain varietas: Maid of Orleans. penghias rangkaian bunga dan bahan campuran atau pengharum teh. parfum. MANFAAT TANAMAN Bunga melati bermanfaat sebagai bunga tabur. 021 316 1952. Purbalingga dan Tegal. farmasi.ristek. King Jasmine). Jl..go. M. puspa bangsa) b) Jasmine multiflora Andr (melati hutan:melati gambir. melati pimrose). perdu setinggi 1.id . 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. bahan industri minyak wangi. g) Jasmine revolutum Sims (melati Italia) h) Jasmine simplicifolium ( melati Australia. Hal. bintang) i) Melati hibrida. Sambac (melati Putih). poncosudo. Ait. Menur dan Rose Pikeke b) Jasmine. J. m. volibile. Spanish Jasmine) sinonim dengan J. c) Jasmine officinale (melati casablanca. Jenis.. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia Pusat penyebaran tanaman melati terkonsentrasi di Jawa Tengah. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. terutama di Kabupaten Pemalang. e) Jasmine parkeri Dunn (melati pot). multiflorum (Star Jasmine) c) Jasmine officinale (melati Gambir) 3. pubescens willd). Adapun jenis dan varietes Melati yang ada di Pulau Jawa antara lain: a) Jasmine. floribundum=Jasmine grandiflorum). 021 316 9166~69. Grand Duke of Tuscany. d) Jasmine rex (melati Raja. Bunga pink dan harum. 5 meter. Star Jasmine.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Kedudukan tanaman melati dalam sistematika/taksonomi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae Divisi : Spermatophyta Subdivisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Ordo : Oleales Famili : Oleaceae Genus : Jasminum Spesies : Jasminum sambac (L) W. http://www.

subur. 021 316 1952. 3) Derajat keasaman tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman ini adalah pH=5– 7. Purbalingga dan Pemalang (Jawa Tengah). 5. Iklim 1) Curah hujan 112–119 mm/bulan dengan 6–9 hari hujan/bulan.sambac) ideal ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 600 m dpl.600 m dpl.600 m dpl. Media Tanam 1) Tanaman melati umumnya tumbuh subur pada jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK). Pembibitan 1) Teknik Penyemaian Benih Tancapkan tiap stek pada medium semai 10–15 cm/sepertiga dari panjang stek. SYARAT PERTUMBUHAN 5. 2) Tanaman melati membutuhkan tanah yang bertekstur pasir sampai liat. serta mempunyai iklim dengan 2–3 bulan kering dan 5–6 bulan basah. aerasi dan drainase baik. 4) Selain itu pengembangan budi daya melati paling cocok di daerah yang cukup mendapat sinar matahari.ristek.1.multiflorum) dapat beradaptasi dengan baik hingga ketinggian 1.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 6. Jl. 021 316 9166~69. 2) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian a) Penyiapan tempat semai: Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tutup permukaan wadah persemaian dengan lembar plastik bening (transparan) agar udara tetap lembab. 3) Kelembaban udara (RH) yang cocok untuk budidaya tanaman ini 50-80 %. gembur.go. tiap jenis melati mempunyai daya adaptasi tersendiri terhadap lingkungan tumbuh.3. Fax. sedangkan melati Star Jasmine (J. 2) Suhu udara siang hari 28-36 derajat C dan suhu udara malam hari 24-30 derajat C. Melati putih (J.1. Ketinggian Tempat Tanaman melati dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi pada ketinggian 10-1. Meskipun demikian. 5. melati tumbuh dengan baik di dataran rendah sampai dataran menengah (0-700 m dpl). latosol dan andosol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. M. banyak mengandung bahan organik dan memiliki. Di sentrum produksi melati.id . http://www. PEDOMAN BUDIDAYA 6.H. seperti di Kabupaten Tegal.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . http://www.go. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.ristek. M. 3/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl.

. 4) Pemupukan Tebarkan pupuk kandang di atas permukaan tanah. Fax. . Jl. Lubang tanam dibuat ukuran 40 x 40 x 40 cm dengan jarak antar lubang 100-150 cm. 6. misalnya dengan kapur kalsit (CaCO3) dolomit {CaMg (CO3)2}.{Ca(OH)2}.Periksa dasar wadah semai dan berilah lubang kecil untuk pembuangan air yang berlebihan. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan a) Bersihkan lokasi untuk kebun melati dari rumput liar (gulma). tinggi 30-40 cm.2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN . jarak antara bedeng 40–60 cm dan panjang disesuaikan dengan kondisi lahan. . serta untuk menambah unsur-unsur Ca dan Mg. pasir dan pupuk organik (1:1:1). CaO)/kapur hidrat (Slakked lime. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. b) Pemeliharaan bibit stek: . pepohonan yang tidak berguna/batu-batuan agar mudah pengelolaan tanah. Siram medium semai dengan air bersih hingga basah.Pelihara bibit melati secara intensif (penyiraman.ristek.id . . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kemudian campurkan secara merata dengan lapisan tanah atas.Lakukan penyiraman secara kontinu 1–2 kali sehari. Dosis pupuk kandang berkisar antara 10-30 ton/hektar. 021 316 9166~69. M. Fungsi/kegunaan pengapuran tanah masam adalah untuk menaikan pH tanah.Siapkan tempat/wadah semai berupa pot berukuran besar/polybag. Penyiapan lahan sebaiknya dilakukan pada musim kemarau/1-2 bulan sebelum musim hujan. 021 316 1952. http://www. .Pindahkan tanaman bibit stek yang sudah berakar cukup kuat (umur 1–23 bulan) ke dalam polybag berisi medium tumbuh campuran tanah. kapur bakar (Quick lime.H.Isikan medium semai ke dalam wadah hingga cukup penuh/setebal 20–30 cm. medium semai (campuran tanah.Usahakan bibit stek mendapat sinar matahari pagi. Pupuk kandang dimasukkan pada tiap lubang tanam sebanyak 1-3 kg.go. pasir steril/bersih). pemupukan dan penyemprotan pestisida dosis rendah) hingga bibit berumur 3 bulan. kemudian biarkan kering angin selama 15 hari 2) Pembentukan Bedengan Membentuk bedengan selebar 100-120 cm. 3) Pengapuran Tanah yang pH-nya masam dapat diperbaiki melalui pengapuran. b) Olah tanah dengan cara di cangkul/dibajak sedalam 30-40 cm hingga gembur.

go.H. 021 316 9166~69. M. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek. 021 316 1952. 4/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Teknik penyulaman prinsipnya sama dengan tata laksana penanaman.H. sedang variasi lainnya adalah 40 x 40 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Penyulaman seawal mungkin bertujuan agar tidak menyulitkan pemeliharaan tanam berikutnya dan pertumbuhan tanam menjadi seragam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara penyulaman adalah dengan mengganti tanaman yang mati/tumbuhan abnormal dengan bibit yang baru. 3) Cara Penanaman Jarak tanam dapat bervariasi. http://www.000 lubang tanam (jarak tanam 1. tergantung pada bentuk kultur budidaya. stratos/asam humus GroMate . 6. 5/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.3. Periode penyulaman sebaiknya tidak lebih dari satu bulan setelah tanam. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman.ristek. Tanah dekat pangkal batang bibit melati dipadatkan pelan-pelan agar akar-akarnya kontak langsung dengan air tanah. 2) Pembuatan Lubang Tanam Bibit melati dalam polybag disiram medium tumbuh dan akar-akarnya. Rumput liar ini menjadi pesaing tanaman melati dalam pemenuhan kebutuhan sinar matahari.4. Tiap lubang tanam ditanami satu bibit melati. Lahan kebun yang siap ditanami diberi pupuk dasar terdiri atas 3 gram TSP ditambah 2 gram KCI per tanaman.5 m. 021 316 9166~69.go.0 m x 1. Waktu penyulaman sebaiknya dilakukan pada pagi/sore hari. Bersama pemberian pupuk dasar dapat ditambahkan “pembenah dan pemantap tanah “ misalnya Agrovit. M. Jl. hanya saja dilakukan pada lokasi/blok/lubang tanam yang bibitnya perlu diganti. air dan unsur hara. bentuk kultur perkebunan jarak tanam umumnya adalah 1 x 1. kesuburan tanah dan jenis melati yang ditanam. 40 x 25 cm dan 100 x 40 cm. Hal. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Sebulan sebelum tanam.id . bibit melati diadaptasikan dulu disekitar kebun. kebutuhan pupuk dasar terdiri atas 180 kg TSP dan 120 kg KCI. saat sinar matahari tidak terlalu terik dan suhu udara tidak terlalu panas.5 m). Fax. 2) Penyiangan Pada umur satu bulan setelah tanam. Bila tiap hektar lahan terdapat sekitar 60. kebun melati sering ditumbuhi rumputrumput liar (gulma). 021 316 1952.

Pemberian pupuk dapat dilakukan dengan cara disebar merata dalam parit di antara barisan tanaman/sekeliling tajuk tanaman sedalam 10-15 cm. Tanaman melati yang di semprot dengan Cycocel berkonsentrasi 5. jenis melati putih (J. Pengairan dilakukan 1-2 kali sehari yakni pada pagi dan sore hari. kecuali pada beberapa jenis melati. Tinggi pemangkasan amat tergantung pada jenis melati. seperti varietas Grand Duke of tuscany yang tipe pertumbuhannya tegak.000 ppm–5.45 kg/ tanaman. kemudian ditutup dengan tanah. sesuai panen bunga dan pada saat pertumbuhan kurang prima.30-16. 5) Waktu Penyemprotan Pestisida Zat perangsang/zat pengatur Tumbuh (ZPT) dapat digunakan untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi bunga.000 ppm memberikan hasil bunga yang paling tinggi. 021 316 1952. Cara pengairan adalah dengan disiram iar bersih tiap tanam hingga tanah di sekitar perakaran cukup basah. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pemupukan Pemupukan tanaman melati dilakukan tiap tiga bulan sekali. 4) Pengairan dan Penyiraman Pada fase awal pertumbuhan. terutama jenis pupuk yang kaya unsur fosfor (P). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Cara pemberiannya: zat perangsang bunga disemprotkan pada seluruh bagian tanaman. 021 316 9166~69. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan terdiri atas Urea 300-700 kg. saat berbunga. STP 300-500 kg dan KCI 100-300 kg/ha/tahun.00) atau sore hari (pukul 15.id . Pemupukan dapat pula dengan cara memasukan pupuk ke dalam lubang tugal di sekeliling tajuk tanaman melati. Pengairan perlu secara kontinyu tiap hari sampai tanaman berumur kurang lebih 1 bulan. terutama bagian ujung dan tunas-tunas pembungaan. M. yakni 1.go.H.30) atau ketika matahari tidak terik menyengat.ristek. Pemberian pupuk dapat meningkatkan produksi melati. 6) Lain-lain Tanaman melati umumnya tumbuh menjalar.sambac) dapat di pangkas pada ketinggian 75 cm dari permukaan tanah. tanaman melati membutuhkan ketersediaan air yang memadai. Jl. Konsentrasi yang dianjurkan 3. seperti Gandasil B (6-20-30)/Hyponex biru (10-40-15) dan waktu penyemprotan pupuk daun dilakukan pada pagi hari (Pukul 09. Waktu pemupukan adalah sebelum melakukan pemangkasan. Fax. sedangkan jenis Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. zat perangsang bunga yang berpengaruh baik terhadap pembungaan melati adalah Cycocel (Chloromiguat) dan Etherel.000 ppm untuk Cycocel atau 500-1.500 ppm bila digunakan Ethrel.

6/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax. 021 316 1952.id . M.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.go.

Ekosistem pertanian dikelola dengan cara: . c. Stadium hama yang merusak tanaman melati adalah larva (ulat). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.mengurangi penggunaan pestisida organik sintetik yang berspektrum lebar/menggunakan pestisida selektif. 2) Penggerek bunga (Hendecasis duplifascials) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae.go.ristek.penggunaan tanaman perangkap. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN melati Spnish Jasmine (J. Pengendalian: dilakukan dengan cara mengurangi ragam jenis tanaman inang di Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: menyerang dengan cara mengisap cairan permukaan daun.H. officinale var.5 EC. Cascade 50 EC/Lannate L . Pengendalian hayati dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan musuhmusuh alami hama (parasitoid. Pestisida digunakan secara selektif berdasarkan hasil pemantauan dan analisis ekosistem. misalnya Decis 2. 7.pergiliran tanaman yang baik . a. patogen) dengan cara: memasukan. Pengendalian: dilakukan dengan cara memotong bagian tanaman yang terserang berat dan menyemprotkan insektisida yang mangkus dan sangkil.5 EC. misalnya Decis 2. 3) Thips (Thrips sp) Thrips termasuk ordo Thysanoptera dan famili Thripidae. Hama ini bersifat pemangsa segala jenis tanaman (polifag). memperbanyak. 7. prinsip pokok dan prioritas teknologi pengendalian hama/penyakit . b.id . M. Kuntum bunga yang terserang menjadi rusak dan kadang-kadang terjadi infeksi sekunder oleh cendawan hingga menyebabkan bunga busuk. http://www.pemupukan berimbang . Fax. melepaskan musuh alami . HAMA DAN PENYAKIT Tanaman melati tidak luput dari gangguan hama dan penyakit. 021 316 1952. memelihara. Pengendalian: disemprot dengan insektisida yang mangkus. Hama 1) Ulat palpita (Palpita unionalis Hubn) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. perdator.penggunaan bibit sehat . grandiflorum) setinggi 90 cm dari permukaan tanah. Gejala: menyerang tanaman melati dengan cara menggerek/melubangi bunga sehingga gagal mekar. terutama daun-daun muda (pucuk). Perfekthion 400 E/Curacron 500 EC .1. Jl.sanitasi kebun .

M. Fax.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.H. 7/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. http://www. 021 316 9166~69.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.

seperti Perfekthion 400 EC/Decis 2. 021 316 1952. menyerang dengan cara mengisap cairan sel.go. Jl. Pengendalian dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. daun yang letaknya dekat permukaan tanah.id . Fax. M.ristek. 4) Sisik peudococcus (Psuedococcus longispinus) Hama ini termasuk ordo Pseudococcidae dan famili Homoptera yang hidup secara berkelompok pada tangkai tunas dan permukaan daun bagian bawah hingga menyerupai sisik berwarna abu-abu atau kekuning-kuningan. Penyakit ini menyerang batang dan cabang tanaman melati yang berkayu. misalnya Bassa 500 EC/Nogos 50 EC. Bergerombol menempel pada cabang. Gejala: menyerang daun tanaman melati identik (sama) dengan serangan ulat P. scandens (Mass). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. ranting dan pucuk tanaman melati. Gejala: menyerang tanaman dengan cara mengisap cairan sel tanaman dan mengeluarkan cairan madu. 5) Ulat nausinoe (Nausinoe geometralis) Hama ini termasuk ordo Lepidoptera dan famili Pyralidae. Ciri: ngengat berwarna coklat dengan panjang badan rata-rata 12 mm dan panjang rentang sayap kurang lebih 24 mm berwarna coklat dan berbintik-bintik transparan. Gejala: menyerang Gejala: menyerang 3) Hawar bunga (Flower Blight) Penyebab: cendawan (jamur) Curvularia sp. berwarna coklat muda dan kadang-kadang bunga berguguran.H. 7. Fusarium sp dan Phoma sp. Pegasus 500 SC/Dicarzol 25 SP . Hama lain yang sering ditemukan adalah kutu putih (Dialeurodes citri) dan kutu tempurung (scale insects).TTG BUDIDAYA PERTANIAN sekitar kebun melati dan menyemprotkan insektisida yang mangkus : Mesurol 50 WP. Gejala: bunga busuk..5 EC. sehingga proses fotosintesis (metabolisme).2. 6) Hama Lain. 4) Jamur upas Penyebab: jamur Capnodium salmonicolor. unionalis. Penyakit 1) Hawar daun Penyebab: cendawan (jamur) Rhizcotonia solani Kuhn. 2) Hawar benang (Thread Blight) Penyebab: jamur Marasmiellus bagian cabang tanaman melati. Pengendalian: dilakukan dengan menyemprotkan insektisida yang mangkus. Gejala: terjadi pembusukan yang tertutup oleh lapisan jamur berwarna merah jambu Ilmu pada bagian tanaman terinfeksi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.

8/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. et Stev.ristek. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. http://www. M. Gejala serangan capnodium adalah permukaan atas daun tertutup oleh kapang jelaga berwarna hitam merata. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN apnodium sp. Hal.H.id . dan Meliola jasmini Hansf. 021 316 9166~69.go.

Fax. Virus kerdil penyebab terhambatnya pertumbuhan tanaman melati. Panen bunga melati dapat dilakukan sepanjang tahun secara berkali-kali sampai umur tanaman antara 5-10 tahun. Gejala: pada permukaan daun yang terserang tampak bercak-bercak kemerahmerahaan dan berbulu. Serangan berat dapat menyebabkan mati ujung (die back). Setiap tahun berbunga tanaman melati umumnya berlangsung selama 12 minggu (3 bulan). 8) Penyakit lain Busuk bunga oleh bakteri Erwinia tumafucuens. Cara Panen Pemetikan bunga melati sebaiknya dilakukan pada pagi sore. Bintil akar oleh nematoda Meloidogyne incognito. Periode Panen Hasil panen bunga melati terbanyak berkisar antara 1-2 minggu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. produksi bunga akan menurun dan 2 bulan kemudian meningkat lagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. terutama pada bagian daun. Bintik-bintik tersebut membesar dan memanjang berwarna merah jambu.2. Gejala : terbentuk bintik-bintik kecil berwarna kehitam-hitaman. Penyakit ini umumnya menyerang daun-daun yang tua. http://www. Selanjutnya.3. Produksi bunga melati di Indoensia masih rendah yakni berkisar antara 20-25 kg/hektar/hari. PANEN 8.go. 8. penyebab abnormilitas perakaran tanaman. yakni saat sinar matahari tidak terlalu terik/suhu udara tidak terlalu panas.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Bercak daun Penyebab: jamur Pestaloita sp. 021 316 9166~69.H. 021 316 1952. 8. Ciri dan Umur Panen Ciri-ciri bunga melati yang sudah saatnya dipanen adalah ukuran kuntum bunga sudah besar (maksimal) dan masih kuncup/setengah mekar.id .1. sampai kehitam-hitaman pada daun. 7) Antraknosa Penyebab: jamur Colletotrichum gloesporoides. 8. Tanaman melati mulai berbunga pada umur 7-12 bulan setelah tanam. Jl. belang-belang daun dan kadang-kadang seluruh ranting dan pucuk menjadi kaku. M. Gejala: bercak-bercak berwarna coklat 6) Karat daun (Rust) Penyebab: ganggang hijau parasit (Cephaleuros virescens Kunze).

Jl. http://www. M. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.ristek.id . 021 316 9166~69.go.H. 9/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

d) Minyak pomade biasa. Pengumpulan Di tempat terbuka bunga melati akan cepat layu untuk mempertahankan/memperpanjang kesegaran bunga tersebut dihamparkan dalam tampah beralas lembar plastik kemudian disimpan di ruangan bersuhu udara dingin antara 0-5 derajat C. sebagai bahan baku minyak rambut. M. b) Letakan bunga melati yang masih segar (baru petik) diatas permukaan kaca . c) Simpan kaca tipis bersama bunga melati dalam rak-rak penyimpanan yang terbuat dari plastik. 021 316 9166~69. panen bunga melati pada musim kemarau menghasilkan 5–10 kg/hektar. Prakiraan Produksi Produksi bunga melati paling tinggi biasanya pada musim hujan. f) Lakukan cara tadi secara berulang-ulang selama 2-3 bulan hingga lemak dipenuhi minyak wangi bunga melati. 9.1.ristek. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Data produksi bunga melati di Indonesia berkisar 1. a) Minyak melati istimewa. Lain-lain Salah satu produk pengolahan pascapanen bunga melati adalah Jasmine Oil. e) Bunga melati yang telah layu segera dibuang untuk diganti dengan bungabunga baru/masih segar.H. Fax. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut ether minyak bumi. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati bekas enfleurage. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sebagai pewangi teknis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. sedangkan panen pada musim hujan mencapai 300-1. yakni minyak yang diekstraksi dari bunga melati dengan pelarut benzole. Teknik enfleurage disebut teknik olesan. 021 316 1952. di Jawa Tengah. yakni minyak yang diperoleh dengan teknik enfleurage bunga melati.2. kayu/logam tahan karat.go. Prinsip kerja ekstraksi bunga melati dengan teknik olesan adalah sebagai berikut: a) Oleskan lemak muri pada permukaan kaca tipis. sebagai bahan baku minyak wangi mutu tinggi.7-1 ton/ha/th pada musim kemarau. sebagai bahan baku minyak wangi mutu sedang.000kg/ha. d) Biarkan bunga melati selama 3-4 hari sampai bunga tersebut layu. 9. Teknik ekstraksi minyak melati dapat dilakukan dengan teknik tabung hampa. c) Minyak pomade istimewa. PASCAPANEN 9.4.id .5–2 ton/ha/th pada musim hujan dan 0. b) Minyak melati biasa.

021 316 1952. M. 021 316 9166~69. http://www. Fax.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.ristek. Jl.id . 10/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

O/I Ratio 2.000. kemudian alirkan bahan pelarut (alkohol. 6. 021 316 9166~69. 750.Rp. 50. 000.= 1. 50.Rp. lemak murni.id Rp. 4.000.Rp.5 ha yang dilakukan pada tahun 1999 di daerah Bogor.555 kg @ Rp. Tenaga kerja 6. BEP 10.Rp. damar dan unsur lain yang tidak menguap.790. Unsur bunga melati biasanya berupa lilin padat (concrete) yang masih mengandung zat pewarna. http://www.696.go. 1.000. Pestisida 5. Jl.000. M. 7.750. Uap pelarut diallirkan kembali ke kondensor agar menjadi cairan.5 ha 2. Sewa lahan 0.637 = 0. d) Campurkan minyak tadi dengan alkohol kemudian saring kembali untuk menghilangkan kandungan damar.698 Rp. 325.425.Rp.000. Tiap hari untuk keperluan tabur bunga dibutuhkan 600 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. e) Lakukan penyulingan absolut dengan menggunakan sthlene glycol penyinaran dengan sinar ultra violet untuk menghilangkan zat pewarna.Rp.000.12. Pupuk 4. ecetone.1.H. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. ether. 10.Rp. Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisa budidaya tanaman melati seluas 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. ether minyak bumi) secara berkesinambungan. Gambaran Peluang Agribisnis Pengembangan usaha tani melati skala komersial mempunyai prospek cerah danpeluang pasarnya bagus.3) Keuntungan bersih 4) Parameter kelayakan usaha 1. b) Salurkan cairan ekstrak yang mengandung bahan pelarut dan unsur-unsur bunga melati ke tabung hampa udara yang dipanaskan sekedarnya untuk menguapkan bahan pelarut. 021 316 1952. 190. ROI 3. Fax.Rp.- . chlorofrom.960.TTG BUDIDAYA PERTANIAN a) Masukan bunga melati segar ke dalam tabung.352. c) Tambahkan ethanol ke dalam unsur bunga melati. Bibit 3.ristek.2.000. 850. Alat (penyusunan alat-alat) Jumlah biaya produksi 2) Pendapatan 15.84.000. 1) Biaya produksi 1.

Fax. http://www. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.go. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .ristek.H.

Hasil studi agribisnis melati yang dilakukan oleh pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di daerah setrum produksi Tegal (Jawa Tengah) menunjukan bahwa usaha tani melati menguntungkan dan layak dikembangkan. pewangi. cat. contoh yang diambil sekurangkurangnya 9. syarat penandaan dan pengemasan. b) Jumlah kemasan dalam partai 6 – 100.go. a) Jumlah kemasan dalam partai 1 – 5. contoh yang diambil sekurangkurangnya 7. STANDAR PRODUKSI 11. penyedap the. 11. pestisida.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kilogram bunga melati. Pengambilan Contoh Satu partai/lot bunga melati segar terdiri atas maksimum 1.3. Ruang Lingkup Standar melati meliputi ruang lingkup. Korea.000 kemasan. 021 316 9166~69. cara uji. produksi bunga melati Indonesia baru mampu memenuhi sekitar 2% dari kebutuhan melati pasar dunia. d) Jumlah kemasan dalam partai 301 – 500. Pasar potensial bunga melati adalah Jepang.4. Meski peluang pasar bunga melati di dalam dan luar negeri cukup besar. kosmetik. Taiwan dan Hongkong. klasifikasi. c) Jumlah kemasan dalam partai 101 – 300.2.H. Penomena ini menunjukan peluang yang perlu dimanfaatkan dengan baik di Indonesia karena potensi sumber daya lahan amat luas dan agroekologinya cocok untuk tani melati. Nilai ekonomi bunga melati semakin dibutuhkan dalam kehidupan maju (modern) untuk bahan baku industri minyak wangi.id . 11. Fax.1. M. syarat mutu. Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan. 021 316 1952. 11. Thailand. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. contoh yang diambil sekurangkurangnya 5. contoh yang diambil sekurangKantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Mutu Klasifikasi dan Standar Mutu dan pengepakan bunga untuk ekspor ke pasaran Internasional sangat ditentukan oleh negara pengimpor. http://www. pewangi sabun dan industri tekstil. Jl.ristek. tinta. cara pengambilan contoh. contoh yang diambil semua. deskripsi. e) Jumlah kemasan dalam partai 501 – 1000. Diskripsi … 11.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 12/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. Fax.go.H. M.kurangnya 10. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . 021 316 9166~69. Jl.ristek.

DAFTAR PUSTAKA 1) Rukmana H. Ujung tangkai bunga dimasukkan ke dalam kantong plastik berisi kapas basah mengandung bahan pengawet. Usaha Tani Melati. M. Fax. http://www. Kanisus Jakarta.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. 021 316 1952. baik. bersih dan kering serta berventilasi. Pengemasan Bunga melati segar dikemas dengan kotak karton yang baru dan kokoh. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.ristek.id . Yogyakarta. Kemasan lain dengan bobot dan jumlah tangkai tertentu dapat digunakan atasdasar kesepakatan antara pihak penjual dan pihak pembeli. 12.go. Rahmat (1997).H. Jumlah tangkai sebanyak 15-20 tangkai diikat dan dibungkus. Kemudian dimasukkan ke dalam kemasan karton. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.5. 021 316 9166~69. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

http://www. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. M. 021 316 1952. Fax.id .go. 13/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

Miller Cream.go. melon Sill Hybrid (1870). melon Imperial (1935). JENIS TANAMAN Jenis-jenis melon yang terkenal adalah: melon Christianism (1850).H. melon Queen of Colorado dan Honey Gold (1939). California.ristek.) 1. dan Texas. melon Honey Rock dan Improved Perfecto (1933). Untuk memudahkan sistem penanaman dan pengelompokan melon. Fax. http://www. Netted Gem.id .) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari Lembah Panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan antara Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Dan tanaman ini akhirnya tersebar luas ke Timur Tengah dan ke Eropa. yaitu: Hal. M. Jl. 1/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. para ahli mengklasifikasikan melon dalam dua tipe. SEJARAH SINGKAT Melon (Cucumis melo L. Akhirnya melon tersebar keseluruh penjuru dunia terutama di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. 021 316 1952. Hacken Sack dan Osage (1881–1890).TTG BUDIDAYA PERTANIAN MELON ( Cucumis melo L. 2. melon Surprise (1876). melon Ivondequoit. Pada abad ke-14 melon dibawa ke Amerika oleh Colombus dan akhirnya ditanam luas di Colorado.

Varietas: (1) Cucumis melo var. Varietas: (1) Cucumis melo var. inodorous. Denmark. tipe melon ini sering digunakan sebagai tanaman hias. M. Karanganyar dan Klaten). ukuran kecil-kecil. permukaan buah halus. (2) Cucumis melo var.5 cm. reticulatus. 5. berurat seperti jala dan harum. Fax. sering untuk tanaman hias. berurat dan bergambar seperti jala (net). tangkai buah dan batang tanaman. aroma relatif lebih harum dibanding dengan winter–melon. buah memanjang antar 35–70 cm. 4.go.1. 2) Hujan yang terus menerus akan menggugurkan calon buah yang sudah terbentuk dan dapat pula menjadikan kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dapat mematahkan tangkai daun. Madiun. kasar. Taiwan. Daerah-daerah tersebut merupakan pemasok buah melon terbesar dibandingkan dengan daerah asal melon pertama.ristek. Perancis. buah lambat untuk masak antara 90–120 hari.id . kulit buah halus. Sukoharjo. (2) Cucumis melo var. awet dan tahan lama untuk disimpan. Iklim 1) Angin yang bertiup cukup keras dapat merusak pertanaman melon. ukuran buah sebesar jeruk lemon. Ponorogo sampai wilayah eks-keresidenan Surakarta (Sragen. kulit bersisik dan harum. cantelupensis. buah memanjang dengan diameter 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Tipe Netted-Melon a. Boyolali.H. 021 316 9166~69. Jepang. Cina. lebih cepat masak antara 75–90 hari. mudah rusak dan tidak tahan lama untuk disimpan.5–7. Jl. 3. Kemudian banyak perusahaan agribisnis yang mencoba menanam melon untuk dibudidayakan daerah Cisarua (Bogor) dan Kalianda (Lampung) dengan varietas melon dari Amerika. b. mengkilat dan aroma buah tidak harum. buah kecil. Ciri-ciri: kulit buah keras. SYARAT TUMBUH 5. b. Ciri-ciri: kulit buah halus. buah besar. dudain. SENTRA PENANAMAN Sebelum tahun 1980. sering digunakan sebagai tanaman hias. Kemudian melon berkembang di daerah Ngawi. MANFAAT TANAMAN Buah melon dimanfaatkan sebaga makanan buah segar dengan kandungan vitamin C yang cukup tinggi. (3) Cucumis melo var. (4) Cucumis melo var. Belanda dan Jerman. http://www. chito. flexuosus. buah melon hadir di Indonesia sebagai buah impor. 021 316 1952. 2) Tipe Winter-Melon a. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

ristek.go. Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.id . Fax. M. 2/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.

6.8–7. 021 316 1952. sebaiknya air itu berasal dari irigasi. Tetapi. kuat dan terawat baik pada awalnya. Oleh sebab itu pembibitan merupakan kunci keberhasilan suatu agribisnis melon. 5. 3) Tanaman melon memerlukan penyinaran matahari penuh selama pertumbuhannya. Jl. Benih direndam kedalam larutan Furadam dan Atonik selama 2 (dua) jam. Pada fase ini tanaman memerlukan banyak unsur fosfor untuk memperkuat akar dan membentuk biji pada buah. Ketinggian Tempat Tanaman melon dapat tumbuh dengan cukup baik pada ketinggian 300–900 meter dpl. M. Untuk mendukung pertumbuhan generatif. Saat tanaman melon menjelang panen.1. Tanaman melon tidak dapat tumbuh apabila kurang dari 18 derajat C. Benih yang baik berada di dasar air. Apabila ketinggian lebih dari 900 meter dpl tanaman tidak berproduksi dengan optimal. dan benih yang kurang baik akan mengapung di atas permukaan air. http://www.id . tanaman disemprot dengan pupuk daun Complesal Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN patogen.go. 4) Tanaman melon memerlukan suhu yang sejuk dan kering untuk pertumbuhannya. 3) Tanaman melon pada dasarnya membutuhkan air yang cukup banyak.2.H. PEDOMAN BUDIDAYA 6.3. Dalam kelembaban yang tinggi tanaman melon mudah diserang penyakit.2. 2) Tanaman melon akan tumbuh baik apabila pH-nya 5. 021 316 9166~69.ristek. Tanaman melon tidak menyukai tanah yang terlalu basah. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk budidaya tanaman melon ialah tanah liat berpasir yang banyak mengandung bahan organik untuk memudahkan akar tanaman melon berkembang. akan mengurangi kadar gula dalam buah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pada fase ini apabila tanaman dalam kondisi sehat maka jaringjaring pada buah diharapkan muncul secara merata. 5) Kelembaban udara secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan tanaman melon. bukan dari air hujan. Suhu pertumbuhan untuk tanam melon antara 25–30 derajat C. 2) Penyiapan Benih a) Pengadaan benih secara generatif Fase generatif ditandai dengan keluarnya bunga. 5. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Tanaman melon yang sehat dan berproduksi optimal berasal dari bibit tanaman yang sehat. Fax.

id .ristek. 021 316 1952. 3/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Jl. Fax.

e) Kebutuhan benih Benih yang dibutuhkan sesuai dengan luas tanam ditambah 10% untuk cadangan penyulaman. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Cara dan Waktu Penyemaian Benih melon yang akan disemaikan. serta pemeraman benih. yang telah diisi tanah dan pupuk kandang yang dicampur dengan perbandingan 5:1. sterilisasi media dilakukan dengan autoklaf bertekanan 17. f) Perlakuan benih Benih melon memerlukan perlakuan yang lebih sederhana dibandingkan dengan benih semangka non-biji. http://www. myoinositol 100 mg/liter. perendaman. karena untuk melindungi benih tanaman yang masih muda dari terik sinar matahari.ristek. Hal ini karena kulit melon cukup tipis sehingga tidak memerlukan perlakuan ekstra.H. M. Benih disemaikan dalam posisi tegak dan ujung calon akarnya menghadap ke Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Untuk mencegah kekurangan unsur kalsium dan boron maka tanaman disemprot dengan pupuk daun Ferti-cal dengan konsentrasi 2 ml/liter atau CaB dengan konsentrasi 2 ml/liter. direndam terlebih dahulu di dalam air selama 2–4 jam. air hujan. c) Sumber benih Untuk menanam melon kita harus mengetahui sumber benihnya terlebih dahulu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN super tonic (merah) dengan konsentrasi 2 gram/liter seminggu sekali.5 psi. tempat polibag diletakkan dilapisi kertas koran agar perakaran bibit tidak menembus ke dalam tanah. d) Cara penyimpanan benih Benih harus disimpan ditempat yang kering dan tempat untuk menyimpan benih dapat dibuatkan rumah pembibitan yang sederhana karena mengingat umur benih hanya selama 10–14 hari.go. pemilihan media tanam dan sumber eksplan yang digunakan haruslah tepat agar memberikan hasil yang maksimal.04 mg/liter. Alas rumah pembibitan. b) Pengadaan benih secara vegetatif (Kultur Jaringan) Dengan metoda kultur jaringan. Jl. Media dibuat dalam bentuk padat dengan penambahan agar bacto 8 gram/liter. surkosa 30 gram/liter berbagai kombinasi hormon tanaman yang ditambahkan sesuai dengan perlakuan. dan serangan hama maupun penyakit. 021 316 1952.id . suhu 120 derajat C selama 30 menit. Perlakuan untuk benih melon adalah pencucian. Kemudian benih disemaikan pada kantong plastik. Fax. 021 316 9166~69. 4/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Tanaman yang didapat dari kultur jaringan membentuk bunga jantan dan bunga betina separti halnya tanaman yang didapat dari biji.1 N. Sebaiknya selalu menggunakan benih asli (F1 hibrid).7 dengan penambahan NaOH atau HCl 0. pH media dibuat 5. Media dasar yang dipakai tersusun dari garam-garam berdasarkan susunan Murashige & Skoog (1962) dengan penambahan thiamin 0.

jangan menyiram bibit tanaman pada siang hari karena akan menyebabkan air dan zat-zat makanan tidak dapat terserap akibatnya bibit menjadi kurus. Untuk mendapatkan hasil bibit melon yang kekar dan sehat maka komposisi media semai yang tepat terdiri dari campuran tanah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bawah. penyiraman bibit baru dapat dilakukan embrat atau gembor.ristek. a) Cara dan Waktu Penyiraman Bibit dipersemaian di siram setiap pagi hari. b) Penjarangan Penjarangan dilakukan dengan tujuan untuk menyiapkan bibit-bibit yang sehat dan kekar untuk ditanam. Saat cuaca panas.go. 5/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Saat menyemprot untuk penyiraman jangan terlalu kuat karena akan mengikis tanah media dan melemparkan benih atau kecambah keluar dari polibag. yaitu pada saat umur bibit 7–9 HSS dengan konsentrasi 1. kering dan layu. Apabila daun sejati keluar. tanah pada polybag kering dan penyiraman perlu diulangi pada sore hari. Untuk merangsang perkecambahan benih menciptakan suasana hangat maka tutuplah permukaan persemaian karung goni basah. c) Pemupukan Untuk pertumbuhan vegetatif bibit dapat dipacu dengan penyemprotan pupuk daun yang mengandung unsur nitrogen tinggi. Fax. http://www. M. dengan dengan dengan dengan media b) Pembuatan Media Semai Melon termasuk tanaman yang tidak terlalu menuntut media semai yang khusus untuk pembibitannya. Pupuk akar berupa pupuk kimia maupun pupuk organik tidak perlu ditambahkan selama pembibitan karena pupuk akar yang diberikan pada media semai telah mencukupi. agar tanaman dapat tumbuh baik. Bibit-bibit yang pertumbuhannya merana disingkirkan dan tidak ditanam. Pupuk daun cukup dilakukan satu kali. tidak mudah rebah.0–1. Mulai dari kecambah belum muncul sampai bibit muncul kepermukaan tanah.5 gram/liter. pupuk SP-36 atau NPK ditambah dengan insektisida karbofuran. pupuk kandang. Untuk penyiraman digunakan tangki semprot. asal perbandingannya sesuai misalnya 1:1:1. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Setelah benih disemai di polybag akan tumbuh menjadi calon bibit.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. contohnya dengan mencampurkan tanah. 021 316 1952. Bibit yang mempunyai pertumbuhan seragam dikumpulkan menjadi satu. Medianya dapat dibuat dengan berbagai variasi. Apabila kecambah telah muncul kepermukaan semai (pada hari ke-3 atau ke-4) maka karung goni dapat dibuka. Penjarangan ini mulai dilakukan 3 hari sebelum penanaman bibit ke lapangan. 021 316 9166~69. Hal. Benih ditutup dengan campuran abu sekam dan tanah perbandingan 2:1 yang telah disiapkan. pasir dan pupuk kandang atau kompos. Jl.id . dan harus mendapatkan pemeliharaan yang baik agar menjadi bibit melon yang sehat dan kekar.

go. regosol.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Pemberian Pestisida Pada Masa Pembibitan Pada masa pembibitan penyemprotan pestisida dilakukan apabila dianggap perlu. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan a) Pengukuran pH Tanah Pengukuran pH tanah dengan menggunakan alat pH meter. Misalnya waktu tanam melon pada bulan Maret adalah varietas ten me.5 g/liter dan fungisida Previcur N 1. c) Penetapan Waktu/Jadwal Tanam Penetapan waktu tanam berkaitan dengan perkiraan waktu panen suatu varietas melon yang ditanam dan waktu panen varietas melon lainnya. dan grumosol. kemudian dihitung pH rata-rata. bedenganpun jangan sampai kekurangan air.2. Contoh pestisida yang digunakan adalah Insektisida Dicarzol 0. M. Mei varietas new century (hamiqua) dan seterusnya sehingga petani/pengusaha agribisnis perlu menjadwal waktu tanaman varietas melon yang dikehendaki pelanggan. Jl. http://www. 021 316 9166~69. b) Analisis Tanah Berdasarkan fakta di lapangan tanaman melon dapat ditanam pada berbagai jenis tanah terutama tanah andosol. asalkan kekurangan dari sifat-sifat tanah tersebut dapat dimanipulasi dengan pengapuran. Maka penanaman melon di musim hujan lebih diarahkan dengan sistem hidroponik. latosol.H. Pengambilan sampel dilakukan di 10 titik yang berbeda. Tanaman melon yang diusahakan di lahan terbuka di musim hujan akan rusak terserang penyakit karena terguyur hujan terus-menerus.id . April varietas aroma. d) Penetapan Luas Areal Penanaman Penetapan luas penanaman berkaitan erat dengan pemilikan modal. Cara pemindahan tidak berbeda dengan cara pemindahan tanaman lainnya. Konsentrasi penuh akan menyebabkan daun-daun bibit melon ini terbakar (plasmolisis). luas lahan yang tersedia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tanah yang akan di ukur dibasahi terlebih dahulu. 6. penambahan bahan organik. Fax. 5) Pemindahan Bibit Bibit melon dipindahkan ke lapangan apabila sudah berdaun 4–5 helai atau tanaman melon telah berusia 10–12 hari.ristek. 6/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal. maupun pemupukan. 021 316 1952. yaitu kantong plastik polibag dibuang secara hati-hati lalu bibit berikut tanahnya ditanam pada bedengan yang sudah dilubangi sebelumnya.0 ml/liter. Penyomprotan ini dilakukan terutama pada saat 2-3 hari sebelum bibit ditanam dilapangan. musim dan permintaan pasar.

M. Pengaturan ini lazim dilakukan pada agribisnis melon dengan sistem hidroponik. b) Bentuk Bedengan Bedengan dibentuk dengan cara mencangkuli bongkahan tanah menjandi struktur tanah yang remah/gembur. Interval penanaman berkisar 2 minggu. Proses ini akan membuat tanah menjadi lengket dan berbongkah sehabis dibajak menjadi agak hancur karena mengalami proses pengeringan matahari dan penganginan. 3) Pembentukan Bedengan a) Cara Pembuatan Selama 5–7 hari lahan dibiarkan kering setelah dibajak (atau dibalik). dan lebar parit 55–65 cm. Mula-mula lakukan pembalikan tanah (tanahnya masih berbongkahbongkah. http://www. Selama proses tersebut beberapa senyawa kimia yang beracun dan merugikan tanaman dan akan hilang perlahan-lahan. dengan kedalaman ± 30–50 cm. Fax.ristek. 2.go. keadaan tanahnya harus cukup kering. Pencangkulan dilakukan kalau keadaan tanahnya betul-betul sudah dikategorikan ke dalam tanah berat. Setelah kering. Untuk menjaga kontinuitas produksi. dan ketiga 40% di lokasi C. Cara-cara pencangkulan adalah sebagai berikut: 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Pengaturan Volume Produksi Pengaturan volume produksi berkaitan erat dengan perkiraan harga pada saat panen dan permintaan pasar.H. Lahan yang dibajak harus digenangi air lebih dahulu selama semalam.id . Selain perakarannya mudah menembus tanah. biasanya interval tanamnya berselang 1-2 minggu. Bila telah bentuk bedengan terlihat. 021 316 1952. struktur tanah biasanya sudah sangat remah sehingga tidak memerlukan pembajakan. kedua 40% di lokasi B. b) Penggarukan dan Pencangkulan Lahan Serta Waktu Lahan Siap Tanam Untuk pencangkulan dan penggarukan. Jika tidak. kemudian keesokan harinya dilakukan pembajakan ini cukup untuk membalik tanah sehingga cukup dilakukan sekali dengan kedalaman balikan sekitar 30 cm. tinggi bedengan 30–50 cm. Cara penanaman melon dilakukan secara bertahap. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanah yang beremah-remah dan cukup sarang (mudah diserap air). lebar bedengan 100–110 cm. Dengan tanah tersebut akan menguntungkan tanaman. baik Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Misalnya penanaman pertama 20% di lokasi A. sekali cangkul tanah sudah cukup beremah dan kita dapat mengerjakan pekerjaan yang lain. bongkahan tanah dibuat petakan dengan tali rafia untuk membentuk bedengan dengan ukuran panjang bedengan maksimum 12–15 m. Karena kita bisa mudah membentuk tanah yang semula berbongkah-bongkah dan cukup liat. 2) Pembukaan Lahan a) Pembajakan Untuk penanaman melon di dataran menengah-tinggi. 021 316 9166~69. Tanah dari hasil pencangkulan pertama dihaluskan atau dihancurkan. (untuk dua kali cangkulan) 3. juga akan mudah bernapas.

Jl.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN itu Hal. 7/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.go. http://www.id . M. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Fax.

H. Fax.6 (asam): jumlah kapur 7. Pada musim hujan tinggi bedengan 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air jika hujan deras. kaitkan salah satu ujungnya pada bedengan menggunakan pasak penjepit mulsa kemudian ujung yang satunya. Ukuran dan Jarak Bedengan Dengan panjang maksimum 15 m tersebut akan memudahkan perawatan tanaman dan mempercepat pembuangan air. 021 316 9166~69. Kaitkan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.75 ton/ha 5) Pemasangan Mulsa Plastik Hitam-Perak (PHP) Mulsa PHP yang terdiri dari dua lapisan.id .6 (agak asam): jumlah kapur 2. Akibatnya. Dan pada musim kemarau tinggi bedengan cukup 30 cm.ristek. http://www.65 ton/ha f) 6. Warna perak pada mulsa akan memantulkan cahaya matahari sehingga proses fotosintesis menjadi lebih optimal. penentuan kebutuhan dapat dilakukan dengan menggunakan data berikut ini : a) < 4. Parit dibuat dengan lebar 55–65 cm adalah untuk memudahkan perawatan pada saat penyemprotan. kondisi pertanaman tidak terlalu lembab.1 – 6.2 (sangat asam): jumlah kapur 9.39 ton/ha d) 5.60 ton/ha e) 5. maupun penalian. c. perkembangan akar akan optimal. Pemasangan mulsa PHP sebaiknya dilakukan pada saat panas matahari terik agar mulsa dapat memuai sehingga menutup bedengan dengan tepat. Setelah kedua ujung mulsa PHP terkait erat pada bedengan.0 (paling asam): jumlah kapur >10. dengan cara bersamaan tariklah mulsa pada kedua sisi bedengan setiap meternya secara bersamaan. Pengapuran dapat menggunakan dolomit/calmag (CaCO3 MgCO3) kalsit/kaptan (CaCO3). Caranya tariklah kedua ujung mulsa pada bedengan.4 (agak asam): jumlah kapur <0.28 ton/ha c) 4. 021 316 1952. mengurangi serangan penyakit. 4) Pengapuran Dengan pengapuran akan menambah unsur hara kalsium yang diperlukan untuk dinding sel tanaman. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.4 (asam): jumlah kapur 3. Jl. Tinggi bedengan dibuat sesuai dengan musim dan kondisi tanah.go. karena untuk memudahkan perawatan pada saat bedengan digenangi. Selain itu warna hitam juga mencegah sinar matahari menembus ke dalam tanah sehingga benih-benih gulma tidak akan tumbuh (kecuali teki dan anak pisang). Sedangkan warna hitam pada mulsa akan menyerap panas sehingga suhu di perakaran tanaman menhadi hangat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bedengan kasar/setengah jadi bedengan tersebut dikeringanginkan lagi selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun ada hingga menghilang tuntas. M. terutama di musim hujan. pemasangan ajir. Setelah diperoleh pH rata-rata.24 ton/ha b) 4. Teknis pemasangannya cukup oleh 2 orang untuk satu bedengan. yaitu lapisan berwarna perak di bagian atas dan warna hitam dibagian bawah dengan berbagai keuntungan. dan mengusir serangga-serangga penggangu tanaman seperti Thirps dan Aphids.

id . 021 316 9166~69. 021 316 1952.go. Fax. M. http://www.ristek. 8/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Akar tanaman diusahakan tidak sampai rusak saat menyobek polibag kecil. Saat setelah selesai penjarangan dan penyulaman tanaman baru harus disiram air. Setelah selesai pemasangan. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Tanaman melon merupakan tanaman semusim yang biasa ditanam dengan pola monokultur.4.id .3. karena kemungkinan dalam seminggu pertama masih ada tanaman lainnya yang perlu disulam. Hal ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar tanaman muda ini dapat lebih beradaptasi dengan lingkungan barunya. Tanaman dicabut beserta akarnya kemudian diganti dengan bibit/tanaman baru. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan dan penyulaman dilakukan bila dalam waktu 2 (dua) minggu setelah tanam bibit tidak menunjukkan pertumbuhan normal. 6. diletakkan pada lubang yang telah ditugal dan diusahakan agar tidak pecah/hancur karena bisa mengakibatkan kerusakan akar dan tanaman akan layu jika hari panas. Gulma yang tidak dibersihkan Hal. 2) Pembuatan Lubang Tanam Untuk membuat lubang tanam dengan menggunakan pelat pemanas atau memanfaatkan bekas kaleng susu kental. 2) Penyiangan Pada budidaya melon sistem mulsa PHP penyiangannya dilakukan pada lubang tanam dan parit di antara dua bedengan. Fax. Tujuan agar pupuk kimia yang diberikan dapat berubah menjadi bentuk tersedia sehingga dapat diserap tanaman. Cetakan tanah yang telah berisi bibit melon. http://www. M. dibuat sedemikian rupa hingga panas yang ditimbulkan dari arang yang dibakar mampu melubangi mulsa PHP dengan cepat. Penyulaman dan penjarangan biasanya dilakukan selama 3 – 5 hari. 6.TTG BUDIDAYA PERTANIAN kedua sisi mulsa dan bedengan dengan pasak penjepit tadi sehingga seluruh sisi mulsa terkait rapat pada bedengan. 3) Cara Penanaman Bibit yang telah di semai + 3 minggu dipindahkan kedalam besar beserta medianya. bedenganbedengan dibiarkan tertutup mulsa PHP selama 3–5 hari sebelum dibuat lubang tanam. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Plat pemanas yang berupa potongan besi dengan diameter 10 cm. Model penanaman dapat berupa dua baris berhadap-hadapan membentuk segi empat ati dia baros berhadap-hadapan membentuk segi tiga.H.go. Jl. 9/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

d) KCl: pupuk dasar=330-440 kg/ha. Saat menyiram jangan sampai air siraman membasahi daun Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menyebabkan lingkungan pertanaman lembab sehingga merangsang penyakit.200 kg/ha.id . dibuat data mengenai rangkaian pemupukan sejak awal. tanaman berusia 40 hari (ketika akan melakukan penjarangan buah) dan pada saat tanaman berusia 60 hari (saat menginjak proses pematangan). pupuk susulan II: umur + 40 hari. pupuk susulan II=160 kg/ha. Caranya sebarkan secara merata di atas tanah bedengan pada pinggiran kiri dan kanannya (10–15 cm). 5) Pemupukan Pemupukan diberikan sebanyak 3 kali. pupuk susulan I=220 kg/ha. diharapkan tanah yang cukup lama terkena terik matahari tersebut.go. Fax. Kemudian tanah dibalik dengan hati-hati supaya tidak merusak perakaran tanaman. cukup sehat untuk ditanami. pupuk susulan I=330 kg/ha. pupuk susulan I : umur ± 20 hari. Tujuannya adalah setelah tanah diolah dan dipupuk. b) Penyiraman Tanaman di siram sejak masa pertumbuhan tanaman. b) Urea: pupuk dasar=440 kg/ha. Dengan begitu. c) TSP: pupuk dasar=1. M. tetapi tanah harus lembab. tanah akan menjadi subur dan akan terbebas dari hama dan penyakit. Keterangan pupuk dasar: pemupukan pada pengolahan tanah (sebelum tanam). Saat melakukan pemupukan. pupuk susulan III=440 kg/ha. Pengairan harus dilakukan jika hari tidak hujan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tanah yang sebelumnya sudah diolah. yaitu 20 hari setelah ditanam. pupuk susulan II=550 kg/ha. 4) Perempalan Perempelan dilakukan terhadap tunas/cabang air yang bukan merupakan cabang utama. 6) Pengairan dan Penyiraman a) Pengairan Tanaman melon menghendaki udara yang kering untuk pertumbuhannya. pupuk susulan II=220 kg/ha. Pengairan dilakukan pada sore atau malam hari.H. dan agar pupuk tersebut bisa aman terpendam dalam tanah. 021 316 9166~69. sampai tanaman akan dipetik buahnya. http://www. telah dikelentang selama 2 minggu. 021 316 1952. a) Pupuk kandang/kompos: pupuk dasar=10–20 ton/ha. Jl. Gulma juga dapat sebagai inang hama dan nematoda yang merugikan. pupuk susulan III: umur + 60 hari. 3) Pembubunan Untuk pembubunan pertama-tama kita lakukan adalah pemupukan awal dan mensterilkan lahan di situ. Untuk memudahkan dalam pemupukan.ristek.

021 316 1952. 10/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek.id . Fax. M.H. Jl. 021 316 9166~69.

H.ristek. untuk rambatan dapat di pasang setelah selesai membuat pembubunan dan selesai mensterilkan kebun. http://www. Penyiraman dilakukan pagi-pagi sekali atau malam hari. cabang atau buku dari tanaman tersebut). 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2 gram/liter dan penyemprotan bakterisida pada umur 20 HST. kita bisa menambahkan bambu panjang yang diletakkan di bagian pucuk segitiga antara bambu atau kayu yang menyilang.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dan air dari tanah jangan terkena daun dan buahnya. Fax. dan bibit sudah mengeluarkan sulur-sulurnya kira-kira tingginya adalah 50 cm. Waktu pemangkasan dilakukan setiap 10 hari sekali. Pemangkasan dihentikan. Atau dapat juga ajir dipasang sesudah bibit ditanam. mengikuti barisan ajir-ajir di belakangnya. 7) Waktu Penyemprotan Pestisida a) Tindakan preventif. c) Fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter. Tujuannya adalah supaya tanaman tidak dijangkiti penyakit yang berasal dari percikan tersebut. Pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 ml/liter. Pemangkasan dilakukan kalau udara cerah dan kering. Supaya ajir lebih kokoh lagi. Tinggi tanaman dibuat rata-rata antara titik ke-20 sampai ke-25 (bagian ruas. Tempat ditancapkannya ajir dengan jarak kira-kira 25 cm dari pinggir guludan baik kanan maupun kiri. yang paling awal dipangkas adalah cabang yang dekat dengan tanah dan sisakan dua helai daun. Oleh karena itu ada pengairan di sekitar kebun besar sekali manfaatnya. jika ketinggian tanamannya sudah mencapai pada cabang ke-20 atau 25. b) Penyemprotan fungisida Previcur N (propamocarb hydrochloride) dengan konsentrasi 2–3 ml/liter apabila serangan telah melewati ambang ekonomi.id . Ajir harus terbuat dari bahan yang kuat sehingga mampu menahan beban buah dengan bobot kira-kira 2–3 kg. supaya bekas luka tidak diserang jamur. Jl. 021 316 1952. b) Pemangkasan Pemangkasan yang dilakukan pada tanaman melon bertujuan untuk memelihara cabang sesuai dengan yang dikehendaki. kemudian cabang-cabang yang tumbuh lalu dipangkas dengan menyisakan 2 helai daun. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kalau daun basah kuyup akan mengundang jamur sangat besar. 8) Pemeliharaan Lain a) Pemasangan Ajir Ajir atau tongkat dari kayu atau bilahan bambu. M. benih direndam dalam larutan bakterisida Agrimycin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1.go.

id . Fax. Jl. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek. 11/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.H. M. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

021 316 9166~69. tanaman keriting dan kerdil serta tidak dapat membentuk buah secara normal. Jl. (3) penyemprotan bakterisida ini pada umur 20 HST. Fax.H.0 ml/liter. Hama 1) Kutu aphids (Aphis gossypii Glover ) Ciri: Hama ini mempunyai getah cairan yang mengandung madu dan di lihat dari kejauhan mengkilap. Serangan dilakukan di musim kemarau.id . Pengendalian: (1) sebelum ditanami. Pengendalian: (1) gulma harus selalu dibersihkan agar tidak menjadi inang hama.2 gram/liter . mengering dan akhirnya mati. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kalau gejala ini timbul harus diwaspadai karena telah tertular virus yang dibawa hama thirps. Gejala: daun dan cabang layu dan terjadi pengkerutan pada daun. lahan disterilisasi dengan Basamid G 2 dengan dosis 40 g/m . M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. Pengendalian: menyemprot dengan racun kontak. daun tanaman layu satu per satu.ristek. Nimfa thirps berwarna kekuning-kuningan dan thirps dewasa berwarna coklat kehitaman. http://www. Penyakit 1) Layu bakteri Penyebab: bakteri Erwina tracheiphila E. sedangkan yang dewasa mempunyai sayap dan berwarna agak kehitaman. dan bercaknya kekuningan.2.0–2. meskipun warnanya tetap hijau. 7.go. (3) tanaman yang telah terjangkit virus harus dicabut dan dibakar (dimusnahkan). (2) tanaman yang terserang parah harus disemprot secara serempak dengan insektisida Perfekthion 400 EC (dimethoate) dengan konsentrasi 1.Sm. Thirps berkembang biak sangat cepat secara partenogenesis (mampu melahirkan keturunan meskipun tidak kawin).F. Gejala: daun-daun muda atau tunas-tunas baru menjadi keriting.1. Gejala: daun tanaman menggulung dan pucuk tanaman menjadi kering akibat cairan daun yang dihisap hama. 3– 4 hari sekali. Penyakit ini dapat disebarkan dengan perantara kumbang daun oteng-oteng (Aulacophora femoralis Motschulsky). Hama ini menyerang tanaman melon yang ada di lahan penanaman. kemudian tanaman layu secara keseluruhan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Thirps (Thirps parvispinus Karny) Ciri: Hama ini menyerang saat fase pembibitan sampai tanaman dewasa. warna daun menguning. 021 316 1952. HAMA DAN PENYAKIT 7. Aphids muda yang menyerang melon berwarna kuning. Apabila batang tanaman yang dipotong melintang akan mengeluarkan lendir putih kental dan lengket bahkan dapat ditarik seperti benang. (2) benih di rendam dalam bakterisida Agrimyciin (oxytetracycline dan streptomycin sulfate) atau Agrept (streptomycin sulfate) dengan konsentrasi 1.

id . 021 316 1952. M.go. 12/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Jl. http://www.ristek.H. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Gejala: pangkal batang yang terserang mula-mula seperti tercelup minyak kemudian keluar lendir berwarna merah coklat dan kemudian tanaman layu dan mati. Pencabutan gulma harus dilakukan sejak tumbuhan masih kecil. Kerusakan buah akibat terbentur/cacat fisik lainnya. 3) Pemanenan dilakukan secara bertahap. karena bersaing zat hara. Cara Panen 1) Potong tangkai buah melon dengan pisau. Pengendalian: (1) penggunaan mulsa PHP untuk mencegah kelembaban di sekitar pangkal batang dan mencegah luka di perakaran maupun pangkal batang karena penyiangan. Gulma Gulma (tumbuhan pengganggu) merugikan tanaman. sisakan minimal 2. 8.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) bligt) Penyakit busuk pangkal batang (gummy stem Penyebab: Cendawan Mycophaerekka melonis (Passerini) Chiu et Walker. (3) pangkal batang yang terserang dioles dengan larutan fungisida Calixin 750 EC (tridemorph) dengan konsentrasi 5 m/liter. daun tanaman yang terserang akan mengering apabila diremas seperti kerupuk dan berbunyi kresek-kresek apabila diterpa angin. 2) Tangkai dipotong berbentuk huruf “T”. 021 316 9166~69. karena jika sudah besar akan merusak perakaran tanaman melon.0 cm untuk memperpanjang masa simpan buah.1.id . sebaiknya dihindari karena akan mengurangi harga jual terutama di swalayan. Jl.ristek. maksudnya agar tangkai buah utuh dan kedua sisi atasnya merupakan tangkai daun yang telah dipotong daunnya. Fax. PANEN 8.go. Ciri dan Umur Panen a) Tanda/ciri Penampilan Tanaman Siap Panen 1) Ukuran buah sesuai dengan ukuran normal 2) Serat jala pada kulit buah sangat nyata/kasar 3) Warna kulit hijau kekuningan. http://www. 7. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.benar telah siap dipanen.H. tempat tumbuh dan cahaya. 021 316 1952. 8. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dengan mengutamakan buah yang benar. b) Umur Panen + 3 bulan setelah tanam. 4) Buah yang telah dipanen dikumpulkan disuatu tempat untuk disortir. c) Waktu Pemanenan yang baik adalah pada pagi hari.2.3. (2) daun-daun tanaman yang terserang dibersihkan lalu disemprot dengan fungisida Derasol 500 SC (carbendazim) dengan konsentrasi 1–2 ml/liter.

H. 13/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69. Jl. M.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. http://www.

go. Buah yang sehat dan utuh dipisahkan dari buah yang cacat fisik maupun Hal. Maka alternatif untuk rotasi tanaman yang dapat menggunakan lahan bekas menanam melon adalah cabai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Misalnya minggu I menanam seluas 2. 9. Alasannya adalah dari segi kormesial tanaman padi kurang menguntungkan. Untuk luas satu hektar tanaman melon diperkirakan akan menghasilkan buah melon 10–15 ton.ristek.3. 9. karena akan mengurangi harga jual terutama untuk konsumsi pasar swalayan.id . 9. http://www. Jl.4. Kesalahan penanganan dalam pascapanen akan mempengaruhi kwalitas/penampilan buah melon. Bila dalam jangka waktu 4 bulan berikutnya dinyatakan harga melon meningkat. Saat panen kerusakan buah sebaiknya dihindari akibat terbentur atau cacar fisik lainnya. Hanya mulsa PHP dibuka dan dosis pemupukan ditambahkan 50%. M. dan seterusnya. diangkut dan dikumpulkan di suatu tempat kemudian di sortasi.000 m . maka lahan bekas sawah ditanami padi terlebih dahulu untuk satu musim tanam. Periode Panen Panen dilakukan secara bertahap. Fax. minggu II menanam 2 seluas 2. Pengumpulan Buah-buah melon yang telah dipanen dikumpulkan pada suatu tempat untuk segera disortir.2. PASCAPANEN Pascapanen merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan setelah melon dipanen. dengan mengutamakan buah yang benar-benar telah siap panen.1.H. 021 316 9166~69. 021 316 1952. Prakiraan Produksi Untuk mengetahui jumlah produksi yang akan dihasilkan bagian pemasaran harus melakukan penelitian pasar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Penyortiran dan Penggolongan Melon yang telah dipanen. tapi dari segi pemutusan siklus hidup hama dan penyakit sangat menguntungkan. Seandainya dalam jangka waktu 3-5 bulan mendatang harga melon diramalkan jatuh. 8. Hal ini untuk tingkat kontinuitas produksi akan tercapai dan resiko tidak terjualnya buah melon akan terhindar. Setelah menanam padi selesai. maka memanennya harus dilakukan 2 secara bertahap. Hal ini disebabkan karena hama dan penyakit yang mengisap oksigen (aerob) akan mati dengan kondisi tanah yang terendam air (anaerob). Karena lahan yang tersedia tidak perlu diubah. tanaman melon yang ditanam akan berproduksi tinggi dengan risiko serangan hama dan penyakit yang lebih rendah.000 m . 14/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

5 kg jaringnya terbentuk hanya 70% saja. http://www. peti kemas melon dimasukkan ke dalam kontainer pendingin agar buah tetap segar jika sampai ke tempat tujuan. 9. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. kering dan bebas dari hama seperti kecoa atau tikus.4. bagian dasar kotak diberi jerami kering yang cukup tebal. kemudian melon diberikan jerami juga dibagian atas buahnya. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tidak boleh ditumpuk satu sama lain. Selain dari kotak. Jl. kemudian dimasukkan dalam kemasan karton. 021 316 9166~69. Bila ada buah yang mulai busuk harus di jauhkan dari tempat penyimpanan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN cacat karena serangan hama dan penyakit. 3) Kelas M3 yaitu bobot buahnya bervariasi dengan jaring sedikit atau tidak berbentuk sama sekali. pengemasan bisa juga menggunakan rajutan benang yang mirip jala.id . Penyimpanan Buah melon yang sudah dipetik. M. dan buah yang belum terangkut dapat disimpan dalam gudang penyimpanan. Buah yang akan di ekspor biasanya dipak secara khusus dengan peti kemas yang terbuat dari kayu. Sebelum kotak ditutup. Luas lahan 1 ha. Hal ini terjadi karena tanaman belum saatnya dipanen tapi telah mati terlebih dahulu akibat serangan hama.1. Di kargo pesawat. Dengan kemasan seperti ini akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak dari kayu (cara tradisional).5 kg/lebih jaring berbentuk sempurna. Fax. buah melon diberi lapisan jerami lagi. 10. 9. karton atau kotak plastik.go.3. Cara menyusunnya. Pengemasan dan Pengangkutan Kemasan untuk melon dapat dibuat dari kayu biasa dan banyak memiliki lubang angin. Buah melon yang berkualitas bagus kemudian di lakukan penggolongan melon berdasarkan tiga kelas. Melon yang sudah terlalu masak jangan disatukan dengan buah yang setengah masak (mengkal). Buah ditata secara rapi dengan dilapisi jerami kering. Dalam karton masih dilapisi dengan jerami kering atau kertas hancuran.H. 1) Kelas M1 yaitu melon berbobot 1. Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut buah melon yang akan dibawa ke pasar tergantung jarak yang ditempuh.ristek. 021 316 1952. 2) Kelas M2 yaitu melon berbobot 1–1. Analisis Budidaya Usaha Contoh analisis pasar pada penanaman melon dilahan terbuka dengan menggunakan mulsa PHP.000 tanaman di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Tempat penyimpanan buah harus bersih. populasi 3.

15/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. http://www. 021 316 1952.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. M. Fax.go. 021 316 9166~69. Jl.id .

pasang.000.Jumlah biaya produksi Rp..Pemupukan NPK/KNO3 80 kg @ Rp. Panen Rp.Gubuk tempat tinggal dan penyimpanan alat Rp. 2.000.750 kg. 5.000..Rp. 90. 10. 1.. 2.000.3.066.-.000.Sewa tanah 1 musim tanam (4 bulan) Rp.500.. 7.650. 1. 150.Pupuk kandang 27 ton @ Rp.Pupuk daun 10 kg @ Rp. Pestisida dan pupuk daun .000. Fax. 455.-.Penebaran pupuk kimia.. 350.Pemangkasan cabang 15 HKW @ Rp. 80.000.000.. 300.Rp....5. 7.510. 1.Perekat-perata 10 liter @ Rp.000. Hal. 5.620.Pembentukan bedengan kasar 100 HKP @ Rp.ristek. .Tenaga pengapuran 20 HKP @ Rp.Belanja peralatan (3 sprayer.725.Rp..100.800.800 kg @ Rp.000 m ditaksir mencapai 6. 7.Biaya tak terduga sebesar 5% Rp.-.. drum.000.050. 5.000. Jl.Rp.500. 108.+ 30 HKP @ Rp.Tenaga keamanan (1 bulan) Rp.. 150.Borate/Fertibor 18 kg @ Rp.000. 375. 90..H.Penebaran pupuk kandang 45 HKP @ Rp.250. 7. mulsa 65 HKP @ Rp.000. 16/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Karbofuran 36 kg @ Rp. 1.Kapur pertanian 1.000. 675. Misalnya rata-rata produksi tanaman 2.000.000.+ 10 HKW @ Rp..000.250.KCl 720 kg @ Rp.Rp.7.Insektisida semprot 15 liter @ Rp.Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1.TSP/SP-36 900 kg @ Rp. Lain-lain .7.Tenaga kerja semai 75 HKW @ Rp.000.188. 50.Rp.Rp. 140. 75. Benih dan mulsa PHP .000.000. 5. embrat.Rp..Rp.Benih melon 500 g Rp. 460.Rp.Rp. 1. 1. 4. 1.392.. 5.000.Rp.310. 850. M...000. 100.Pembukaan/pembersihan lahan 50 HKP @ Rp.000..go. 1. 787.Rp..Rp.Rp.Rp.Penanaman 50 HKW @ Rp.Tenaga semprot 60 HKP @ Rp.000.000.Urea 450 kg @ Rp.Rp. Penyiapan bibit dan penanaman . Pupuk dan kapur pertanian .96.id .Rp.Fungisida 25 kg @ Rp.Plastik transparan 50 m @ Rp.6.250.200. 100.000.000.4.000. 10.000. 1. 900.000..000. 540. http://www.400. Pemeliharaan tanaman .000.Mulsa PHP 10 rol (200 kg) @ Rp..Rp.000.000. 5. 10. 22.000.8.301. 700.Tenaga panen 20 HKP @ Rp. 1.000.Rp.000.000. dsb) Rp.2.145. 7.Plastik semai polibag 5 kg @ Rp.800.2) Penerimaan 1. 7. 5.. Penyiapan lahan/pembentukan bedengan . 021 316 1952.000..000.. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp..000..000.Rp.000.ZA 630 kg @ Rp. 1.25 kg (rata-rata dipelihara 1 buah) maka 2 produksi per 1. 50.350.000. 5.Rp.Tenaga pemupukan kocoran & penyiangan 25 HKW @ Rp..Rp.. 021 316 9166~69.000.000.Rp. 190.Rp.000... 420. 5.000. 315.000. 180. 375.

000. 4.- = 1.endek untuk mendapatkan harga jual tertinggi.5 kg x Rp. 6. 10.748.3) Keuntungan 4) Parameter kelayakan usaha 1.000.Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 25% kelas M2 dan 10% kelas M3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2. Gambaran Peluang Agribisnis Agribisnis melon harus dilakukan secara cermat dan tetap selalu waspada. 11. Ruang Lingkup Dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. 3.5 kg x Rp. 021 316 9166~69.625..Kelas M2 = 25% x 6412.30 Catatan: HKP = hari kerja pria (8 jam sehari). Kelas M1 = 65% x 6412.000. 021 316 1952.2. 6.-. Rantai tata niaga dipelajari seteliti mungkin.500.5 kg = 6412. Walau berdasarkan analisis budidaya agribisnis melon menunjukkan prospek yang menjanjikan. http://www. STANDAR PRODUKSI 11. persaingan semakin ketat. HKW = hari kerja wanita (6 jam sehari).Rp. 20. Buah yang berkualitas tinggi yang ditawarkan akan layak mendapatkan harga jual yang tinggi pula. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3. Diusahakan rantai teRp. Jika diperhitungkan tingkat kerusakan tanaman (loss) 5% maka hasil yang hilang sebesar 337. Jl. Jika harga melon kelas M1. Informasi harga pasar dicari sebanyak-banyaknya sebelum panen berlangsung.5 kg..000.Jumlah penerimaan Rp.Rp. Rasio biaya dan Pendapatan (Benefit Cost Ratio/BCR) Rp. kelas M2 Rp.176.5 kg x Rp. Rp. 2. 4. tapi suatu ketika penyemprotan tertunda atau hal-hal sepele lainnya tidak diperhatikan maka keuntungan yang sudah dapat dibayangkan akan menjadi sirna seketika. Fax. 3. 1.840. Perlu dicarikan pasar khusus untuk dapat mendongkrak harga jual. kelas M3 Rp. khususnya petani melon.500. 5. baik untuk konsumsi dalam maupun luar negeri.365.875.H.Kelas M3 = 10% x 6412. 29. Dalam ruang lingkup berikut telah disusun beberapa pedoman sebagai berikut: 1) Mengutamakan jenis tanaman melon yang bernilai ekonomi tinggi.id .750.go. untuk meningkatkan pendapatan petani melon. Sebagai contoh hasil yang diperoleh terdiri dari 65% kelas M1 .1.maka penerimaan penjualan melon. M.ristek. Pemerintah menetapkan kebijaksanaan dalam memilih urutan jenis tanaman pertanian/hortikultura.923.000. Di era perdagangan menuju pasar bebas.5 kg melon sehingga produksi bersih melon menjadi 6750 kg – 337.412.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 17/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69.H.ristek. http://www. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Jl. Fax.go.

2. 2) Kepercayaan yang telah diberikan oleh pelanggan harus dijaga. 11. 11. Hal ini memberi banyak keuntungan kepada petani atau pengusaha pertanian tanaman melon. DAFTAR PUSTAKA 1) Final.0–2. ukuran sedang 1.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Mengutamakan jenis tanaman yang dapat memberi kesempatan tenaga kerja lebih banyak. http://www. Ir.go. yaitu dengan menempelkan stiker pada buah. dan ukuran kecil berat buah sekitar 400 gram. tanaman melon merupakan salah satu tanaman prioritas utama yang perlu mendapatkan perhatian diantara tanaman-tanaman hortikultura.ristek.4. 021 316 9166~69. 11. Sukses Prajnanta. Diskripsi Berdasarkan uraian diatas. Jl. 3) Pangsa pasar harus diperkuat. umur melon kurang lebih 56–65 HST.. khususnya dari bidang pertanian.5.id . Pengemasan Untuk pengemasan yang standar dapat menggunakan kotak kayu atau dapat juga menggunakan rajutan benang yang mirip dengan jala. Dan ini memungkinkan adanya perbaikan tata perekonomian Indonesia. 4) Buah melon yang berkualitas (kelas M1) harus dikemas sedemikian rupa untuk memberikan kepuasan pelanggan. Dengan kemasan rajutan benang akan lebih terjamin dibanding dengan menggunakan kotak kayu. 12. Melon Pemeliharaan Secara Intensif Kiat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 1952. Fax. Pengambilan Contoh Dalam pengambilan contoh untuk penanganan produksi selanjutnya. 11. Mutu Klasifikasi dan Standar Untuk klasifikasi standar mutu dan syarat produk yang berlaku dipasaran maka kita harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut: 1) Melon yang diproduksi harus diberi merek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 kg. dan kontinuitas (keberlanjutan) produksi melon harus dijaga. 4) Mengutamakan jenis tanaman melon yang dapat mempertinggi nilai gizi masyarkat. buah melon yang berukuran besar mempunyai berat ratarata 2.3. Buah melon mempunyai harga yang relatif lebih tinggi dibanding tanaman hortikultura pada umumnya.5 kg.H. 3) Mengutamakan jenis tanaman melon yang mempunyai prospek pasar dan pemasaran yang baik.

021 316 1952.id . (Jakarta: Penebar Swadaya. Cetakan ke-4.ristek. Fax. 021 316 9166~69. 18/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 1998).H. Jl.go. 2) Setiadi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Beragribisnis Cetakan ke-2. 1998) Hal. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (Jakarta: Penebar Swadaya. Bertanam Melon. http://www.

http://www. Fakultas Pertanian IPB. 19/ 19 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.go. Karya Ilmiah Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian. Fax. Pemakaian Teknik Kultur Jaringan Sebagai Perbanyakan Melon (Cucumis melo L. 1987).) 4) Tjahjadi. Bogor. (Jakarta: Kanisius. 1984. Ir.id . Jl. Nur. M.H. 5) Fakultas Pertanian IPB.. Jakarta. 021 316 9166~69. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.ristek.Bertanam Melon. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Sudarsono dan Winata. Livy. 24352. 021 316 1952.

(1599). SEJARAH SINGKAT Nanas merupakan tanaman buah berupa semak yang memiliki nama ilmiah Ananas comosus.ristek. JENIS TANAMAN Klasifikasi tanaman nanas adalah: Kingdom : Plantae (tumbuh-tumbuhan) Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Kelas : Angiospermae (berbiji tertutup) Ordo : Farinosae (Bromeliales) Famili : Bromiliaceae Hal.H. Dalam bahasa Inggris disebut pineapple dan orang-orang Spanyol menyebutnya pina.TTG BUDIDAYA PERTANIAN NANAS ( Ananas comosus ) 1. Jl. 1/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di Indonesia pada mulanya hanya sebagai tanaman pekarangan. http://www.go. Fax. 021 316 9166~69.id . 021 316 1952. Tanaman ini kini dipelihara di daerah tropik dan sub tropik. Memiliki nama daerah danas (Sunda) dan neneh (Sumatera). Nanas berasal dari Brasilia (Amerika Selatan) yang telah di domestikasi disana sebelum masa Colombus. 2. Pada abad ke-16 orang Spanyol membawa nanas ini ke Filipina dan Semenanjung Malaysia. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. masuk ke Indonesia pada abad ke-15. dan meluas dikebunkan di lahan kering (tegalan) di seluruh wilayah nusantara.

buah lonjong mirip kerucut).id . A. tidak berduri. braceteatus (Lindl) Schultes. mual-mual. Hawaii.B. Golongan Abacaxi banyak ditanam di Brazilia. buah besar). Kulit buah nanas dapat diolah menjadi sirop atau diekstrasi cairannya untuk pakan ternak. Queen (daun pendek berduri tajam. 4. Subang dan Palembang. Afrika Selatan. Pantai Gading. buah dalam sirop dan lain-lain. sehingga dapat digunakan untuk melunakkan daging. terutama bentuk daun dan buah dikenal 4 jenis golongan nanas. Varietas cultivar nanas yang banyak ditanam di Indonesia adalah golongan Cayene dan Queen. http://www. terutama nanas liar yang biasa dijadikan tanaman hias. Jl. Pada masa mendatang amat memungkinkan propinsi lain memprioritaskan pengembangan nanas dalam skala yang lebih luas dari tahun-tahun sebelumnya. Golongan Spanish dikembangkan di kepulauan India Barat. ananassoides (Bak) L. A. berduri halus sampai kasar. Buah nanas selain dikonsumsi segar juga diolah menjadi berbagai macam makanan dan minuman. MANFAAT TANAMAN Bagian utama yang bernilai ekonomi penting dari tanaman nanas adalah buahnya. (enzim protease yang dapat menghidrolisa protein. sebagai obat penyembuh penyakit sembelit.ristek. Riau. sehingga disukai masyarakat luas. protease atau peptide). Disamping itu. Mexico dan Puerte Rico. Buah nanas mengandung enzim bromelain. Penyakit kulit (gatal-gatal. 021 316 1952. Spanyol/Spanish (daun panjang kecil. yaitu : Cayene (daun halus. buah silindris atau seperti piramida). buah nanas mengandung gizi cukup tinggi dan lengkap.B. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. erectifolius L. Berdasarkan habitus tanaman. Buah nanas bermanfaat bagi kesehatan tubuh. flu. Dewasa ini ragam varietas/cultivar nanas yang dikategorikan unggul adalah nanas Bogor.H. eksim dan kudis) dapat diobati dengan diolesi sari buah nanas. Hal. Malaysia dan Indonesia terdapat di daerah Sumatera utara. Smith.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Genus Species : Ananas : Ananas comosus (L) Merr Kerabat dekat spesies nanas cukup banyak. M. Mexico dan Malaysia. SENTRA PENANAMAN Penanaman nanas di dunia berpusat di negara-negara Brazil. wasir dan kurang darah. Smith. Sumatera Selatan dan Jawa Barat. seperti selai. Fax. Kenya. gangguan saluran kencing.go. Di Asia tanaman nanas ditanam di negara-negara Thailand. Fritzmuelleri. buah bulat dengan mata datar) dan Abacaxi (daun panjang berduri kasar. Filipina. 3. dan A. misalnya A. Jawa Timur. Enzim ini sering pula dimanfaatkan sebagai alat kontrasepsi Keluarga Berencana. 021 316 9166~69. 2/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Puerte Rico. Rasa buah nanas manis sampai agak masam segar.

1. SYARAT TUMBUH 5. Tipe iklim A terdapat di daerah yang amat basah. 2) Derajat keasaman yang cocok adalah dengan pH 4. sebab tanaman yang terendam akan sangat mudah terserang busuk akat.go. F.5 atau lebih rendah) mengakibatkan penurunan unsur Fosfor. lebih cocok pada jenis tanah yang mengandung pasir. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tetapi juga dapat hidup di lahan bersuhu rendah sampai 10 derajat C. sehingga begitu ada air yang melimpah. 3) Air sangat dibutuhkan dalam pertumbuhan tanaman nanas untuk penyerapan unsur-unsur hara yang dapat larut di dalamnya. 021 316 1952. D (daerah sedang). 3) Tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik dengan cahaya matahari rata-rata 3371% dari kelangsungan maksimumnya.ristek. Fax. C (daerah agak basah).5) menyebabkan tanaman menjadi kerdil dan klorosis. 4) Kelerengan tanah tidak banyak berpengaruh dalam penanaman nanas.H. dan Molibdinum dengan cepat. Jl. tidak becek (menggenang).TTG BUDIDAYA PERTANIAN Luas panen nanas di Indonesia + 165.000 hektar). Iklim 1) Tanaman nanas dapat tumbuh pada keadaan iklim basah maupun kering. Beberapa tahun terakhir luas areal tanaman nanas menempati urutan pertama dari 13 jenis buah-buahan komersial yang dibudidayakan di Indonesia. Media Tanam 1) Pada umumnya hampir semua jenis tanah yang digunakan untuk pertanian cocok untuk tanaman nanas. 5. subur. Belerang. http://www.690 hektar atau 25. namun nanas sangat suka jika ditanam di tempat yang agak miring. baik tipe iklim A. Kalsium. Kalium.2. Magnesium. B. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Akan tetapi tanaman nanas tidak toleran terhadap hujan salju karena rendahnya suhu. gembur dan banyak mengandung bahan organik serta kandungan kapur rendah.24% dari sasaran panen buah-buahan nasional (657. Meskipun demikian.5. 021 316 9166~69. E (daerah agak kering) dan F (daerah kering). 2) Pada umumnya tanaman nanas ini toleran terhadap kekeringan serta memiliki kisaran curah hujan yang luas sekitar 1000-1500 mm/tahun. begitu cepat pula tanah tersebut menjadi kering. 5. 4) Suhu yang sesuai untuk budidaya tanaman nanas adalah 23-32 derajat C.5-6. Hal yang harus diperhatian adalah aerasi dan drainasenya harus baik. Akan tetapi kandungan air dalam tanah jangan terlalu banyak. B (daerah basah). dengan angka tahunan rata-rata 2000 jam. Sedangkan tanah yang asam (pH 4.id . E. M. C maupun D. Tanah yang banyak mengandung kapur (pH lebih dari 6.

021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.go. 021 316 1952.H. M. 3/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.ristek. Fax.

jumlah tunas akar per rumpun relatif sedikit. sehat serta bebas dari hama dan penyakit.1. Cara perbanyakan secara vegetatif (tunas akar) mempunyai ciri khusus: tunas yang tumbuh dari bagian batang yang terletak di dalam tanah. 4/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Tunas batang mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh pada tangkai buah di bawah tangkai buah dan di atas tunas batang. jumlah tunas buah per tanaman relatif banyak hingga mencapai 10 tunas dan ukuran tunas yang bervariasi tergantung dari pertumbuhan tanaman. Penyiapan bibit tunas batang: memilih tunas batang pada pohon induk yang sedang berbuah/setelah panen. kemudian disemaikan dalam media steril dengan perlakuan khusus serta jumlah bibit yang dihasilkan banyak. seragam. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. 1) Persyaratan Benih Bibit yang baik harus mempunyai daun-daun yang nampak tebal-tebal penuh berisi. (jarang digunakan). Daun-daun dekat pangkal pohon dipotong Hal. pertumbuhan relatif seragam serta mudah dalam pengangkutan terutama untuk bibit stek batang. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Cara vegetatif lain (tunas batang) mempunyai ciri-ciri tunas yang tumbuh dari batang dan jumlah tunas per rumpun relatif sedikit.ristek. bebas hama dan penyakit. Nanas dapat dikembangbiakan dengan cara vegetatif dan generatif. Pertumbuhan optimum tanaman nanas antara 100-700 m dpl. Ketinggian Tempat Nanas cocok ditanam di ketinggian 800-1200 m dpl.H. Pembibitan Keberhasilan penanaman nanas sangat ditentukan oleh kualitas bibit.go.3. masa remaja tunas akar relatif pendek. tunas buah. bentuk daun lebih langsing. Untuk cara vegetatif dengan mahkota buah ciri-cirinya adalah tunas yang ditumbuhkan dari mata tunas yang non-aktif pada batang. 2) Penyiapan Benih Benih nanas dari biji (generatif) jarang digunakan karena membutuhkan teknik khusus dan beberapa jenis nanas tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri dan tidak menghasilkan biji. 6. Kualitas bibit yang baik harus berasal dari tanaman yang pertumbuhannya normal. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Cara generatif dengan biji yang ditumbuhkan dengan persemaian. mahkota buah dan stek batang. Tunas batang yang baik adalah panjang 30-35 cm. mudah diperoleh dalam jumlah banyak. M. Tunas batang dan stek batang.id . Penyiapan benih (bibit) untuk tanaman nanas dibedakan menjadi bibit tunas batang dan bibit nanas dari stek. Jl. dan mudah dalam pengangkutan. Cara vegetatif digunakan adalah tunas akar. tunas batang. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

kemudian potongan dibelah menjadi 4 bagian yang mengandung mata tunas.5 cm.875 bibit pada sistem tanam kereta api dengan jarak tanam 60 x 60 cm dan jarak antar barisan sebelah kanan/kiri dari kereta api adalah 150 cm. kesuburan tanah. Campuran media berupa tanah halus. M. pasir dan pupuk kandang halus (1:1:1) atau pasir dengan pupuk kandang halus (1:1). http://www.5 cm dan jarak tanam 5-10 cm. ditanam di kebun. Pemupukan dilakukan dengan pemberian pupuk kandang dengan perbandingan kadar yang sudah ditentukan. Stek batang nanas dibiarkan bertunas dan berakar. Fax. Hal. Penanaman dengan sistem persegi (jarak tanam 150 x 150 cm) membutuhkan sekitar 3556 bibit bila lahan yang mangkus ditanami 80%. tergantung jarak tanam. sistem tanam dan jenis bibit. langkah pertama yang dilakuakan adalah memotong batang nanas yang sudah dipanen buahnya sepanjang 2. Bila bibit akan diangkut dalam jarak jauh.TTG BUDIDAYA PERTANIAN untuk mengurangi penguapan dan mempermudah pengangkutan.000 bibit tanaman per Ha. Kondisi media persemaian dijaga agar tetap lembab dan sirkulasi udara baik. Penjarangan dan pemberian pestisida dapat dilakukan jika diperlukan.id .000-77. Jl. setelah itu biarkan selama beberapa hari di tempat teduh dan bibit siap angkut ke tempat penanaman langsung segera ditanam. akar-akarnya dibungkus dengan humus lembab.15. 021 316 9166~69. 5) Pemindahan Bibit Pemindahan bibit dapat dilakukan jika ukuran tinggi bibit mencapai 25-30 cm atau berumur 3-5 bulan.H.698 . 5/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.5 . 3) Teknik Penyemaian Persemaian untuk nanas memerlukan perlakuan khusus. 4) Pemeliharan Pembibitan Pemeliharaan pembibitan/persemaian penyiraman dilakukan secara berkala dijaga agar kondisi media tanam selalu lembab dan tidak kering supaya bibit tidak mati.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.2. jenis nanas. Kepadatan tanaman yang ideal berkisar antara 44. Langkah terakhir adalah memindahtanamkan bibit nanas dari persemaian perkecambahan ke persemaian pembesaran bibit. Langkah dalam menyiapkan media semai dalam bak persemaian berupa tepung (misalnya Rootone) pada permukaan belahan batang untuk mempercepat pertumbuhan akar. Media semai berupa pasir bersih dalam bak tanam. Tempat persemaian baru yang medianya disuburkan dengan pupuk kandang disiapkan. 021 316 1952. Bibit yang dihasilkan dengan tinggi 25-35 cm atau berumur 3-5 bulan dicabut. dengan menutup bak persemaian dengan lembar plastik tembus cahaya (bening). Untuk penyiapan bibit nanas dari stek. Atau 12.ristek. Belahan batang pada bak persemaian disemaikan sedalam 1. Benih yang disiapkan harus disesuaikan dengan luas areal penanaman.

tingkat kesuburan tanah dan ekologi pertumbuhannya.5).5.5-6.go. M. Sistem bedengan dilakukan dengan cara membuat bedengan-bedengan selebar 80-120 cm. Juga digunakan pupuk anorganik NPK dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. perlu dilakukan: membuang dan membersihkan pohon-pohon atau batu-batuan dari sekitar lahan kebun ke tempat penampungan limbah pertanian. Derajat keasaman tanah perlu diperhatikan karena tanaman nanas dapat tumbuh dengan baik pada pH sekitar 5. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. kemudian di sekililingnya dibuat saluran pemasukan dan pembuangan air.id . Waktu persiapan dan pembukaan lahan yang paling baik adalah disaat waktu musim kemarau. 3) Pembentukan Bedengan Pembentukan bedengan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk kedua kalinya yang sesuai dengan sistem tanam yang dipakai.5. 5) Pemupukan Dalam penanaman nanas dilakukan pemberian pupuk kandang dengan dosis 20 ton per hektar. setelah pengapuran segera dilakukan pengairan tanah agar kapur cepat melarut. jarak antar bedengan 90150 cm atau variasi lain sesuai dengan sistem tanam.ristek. Pengapuran tanah dilakukan dengan Calcit atau Dolomit atau Zeagro atau bahan kapur lainnya dengan cara ditaburkan merata dan dicampurkan dengan lapisan tanah atas terutama tanah-tanah yang bereaksi asam (pH dibawah 4. 2) Pembukaan Lahan Untuk membuka suatu lahan. karena. Jl. dengan membuang pepohonan yang tidak diperlukan. 021 316 1952.H. Pengolahan tanah dapat dilakukan pada awal musim hujan. Tinggi petakan atau bedengan adalah antara 30-40 cm. 021 316 9166~69. 4) Pengapuran Derajat kemasaman tanah yang sesuai untuk tanaman nanas adalah 4.2. Jumlah bibit yang diperlukan untuk suatu lahan tergantung dari jenis nanas. bisa berakibat fatal pada produksi tanaman. namun umumnya berkisar antara 2-4 ton/ha. Biarkan tanah menjadi kering minimal selama 15 hari agar tanah benarbenar matang dan siap ditanami. Cara pemberian: dicampurkan merata dengan lapisan tanah atas atau dimasukkan per lubang tanam. Mengolah tanah dengan dicangkul/dibajak dengan traktor sedalam 30-40 cm hingga gembur. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Penanaman nanas dapat dilakukan pada lahan tegalan atau ladang. Dosis kapur disesuaikan dengan pH tanah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sistem petakan cukup dengan cara meratakan tanah. http://www. Bila tidak turun hujan.

http://www. 6/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.H. 021 316 9166~69. Jl.ristek.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Fax. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

go. Untuk membuat lubang tanam digunakan pacul. http://www. dan jarak antar barisan sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan adalah 150 cm dan jarak tanam 45 x 30 cm.3. yaitu: sistem baris tunggal atau persegi dengan jarak tanam 150 x 150 cm baik dalam maupun antar barisan. Sistem baris rangkap tiga dengan jarak tanam 30 x 30 cm membentuk segitiga sama sisi dengan jarak antar barisan sebelah kiri/ kanan dari 3 barisan tanaman: 90 cm dan jarak tanam 40 x 30 cm dengan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 3 barisan adalah 90 cm serta sisitem baris rangkap empat dengan jarak 30 x 30 cm dan jarak antar barisan sebelah kiri/kanan dari 4 barisan tanaman 90 cm. khususnya nanas. Langkah-langkah yang dilakukan: (1) membuat lubang tanam sesuai dengan jarak dan sistem tanam yang dipilih. Sistem baris rangkap dua dengan jarak tanam 60 x 60 cm. 7/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Dalam teknik penanaman nanas ada beberapa sistem tanam. (4) dilakukan penyiraman hingga tanah lembab dan basah. 3) Cara Penanaman Penanaman yang baik dilakukan pada awal musim hujan. Hal. Nitrogen (N) sangat diperlukan untuk pertumbuhan tanaman.id . dan jarak antar barisan tanaman sebelah kiri dan kanan dari 2 barisan tanaman adalah 90 cm. (5) penanaman bibit nanas jangan terlalu dalam. dan jarak antar barisan adalah 90 cm. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanam Pola tanam merupakan pengaturan tata letak tanaman dan urutan jenis tanaman dengan waktu tertentu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. dalam kurun waktu setahun. Fax. tugal atau alat lain. 021 316 1952. (2) mengambil bibit nanas sehat dan baik dan menanam bibit pada lubang tanam yang tersedia masing-masing satu bibit per lubang tanam. fosfor diperlukan selama beberapa bulan pada awal pertumbuhan sedangkan Kalium diperlukan untuk perkembangan buah.H. Ukuran lubang tanam: 30 x 30 x 30 cm. 3-5 cm bagian pangkal batang tertimbun tanah agar bibit mudah busuk. 90 x 30 cm jarak dalam barisan 30 cm. M.ristek. 2) Pembuatan Lubang Tanam Pembuatan lubang tanam pada jarak tanam yang dipilih sesuai dengan sistem tanam. (3) tanah ditekan/dipadatkan di sekitar pangkal batang bibit nanas agar tidak mudah roboh dan akar tanaman dapat kontak langsung dengan air tanah. 021 316 9166~69. Pupuk urea penggunaannya dikombinasikan dengan perangsang pembungaan. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN urea. 6.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. unsur hara dan sinar matahari. agar bedengan menjadi lebih tinggi dan parit menjadi lebih dalam. Bentuk pupuk berupa tablet. Kegiatan penyulaman nanas diperlukan. Rumput liar sering menjadi sarang dari dan penyakit. Jl. 2. Pembubunan berfungsi untuk memperbaiki struktur tanah dan akar yang keluar di permukaan tanah tertutup kembali sehingga tanaman nanas berdiri kuat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Dosis anjuran 2: mulai umur 3 bulan setelah tanam dipupuk dengan ZA 125 kg atau urea 62. Pupuk susulan diulang setiap 4 bulan sekali dengan dosis yang sama. Pada umur 6 bulan dipupuk kandang 10 ton/ha.5 kg + TSP atau SP-36 75 kg/ha. Komposisi kandungan N-P2O5-K2O-MgO-CaO adalah 17-8-12-0-2+mikro 2. Dosis anjuran 1: ZA 100 kg + TSP atau SP-36 60 kg + KCl 50 kg per hektar.H. 021 316 1952. Tanah di sekitar bedengan digemburkan dan ditimbunkan pada pangkal batang nanas sehingga membentuk guludan. Pemupukan susulan berikutnya diulang tiap 3-4 bulan sekali sampai tanaman berbunga dan berbuah.go. TSP. M. dilakukan pada tepi bedengan yang seringkali longsor ketika diairi. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah: a) Pupuk NPK tablet (Pamafert) 1. Pembubunan sebaiknya mengambil tanah dari selokan atau parit di sekeliling bedengan. Dosisi anjuran satu tablet tiap tanaman b) Pupuk tunggal berupa campuran ZA. 021 316 9166~69. Fax. Cara penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput dengan tangan/kored/cangkul. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan nanas tidak dilakukan karena tanaman nanas spesifik dan tidak berbentuk pohon.4. Hal.id . sehingga drainase menjadi normal kembali. 4) Pemupukan Pemupukan dilakukan setelah tanaman berumur 2-3 bulan dengan pupuk buatan. sebab ceding-ceding bibit nanas tidak tumbuh karena kesalahan teknis penanaman atau faktor bibit. http://www. atau SP-36 dan KCl 1. berat 4 gram setiap tablet 3. 3) Pembubunan Pembubunan diperlukan dalam penanaman nanas. 8/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. namun untuk menghemat biaya penyiangan dilakukan bersamaan dengan kegiatan pemupukan. Waktu penyiangan tergantung dari pertumbuhan rumput liar di kebun. 2) Penyiangan Penyiangan diperlukan untuk membersihkan kebun nanas dari rumput liar dan gulma pesaing tanaman nanas dalam hal kebutuhan air.

5) Pengairan dan Penyiraman Sekalipun tanaman nanas tahan terhadap iklim kering. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun serta membuang bagian tanaman yang terserang hama.1.go. buah nanas yang diserang hama ini berlubang dan mengeluarkan getah. 3) Lalat buah (Atherigona sp. (2) kimiawi dengan menyemprot insektisida yang mangkus dan sangkil. bentuk langsing berkaki 6. Waktu pengairan yang paling baik adalah sore dan pagi hari dengan menggunakan mesin penyemprot atau embrat. Tanaman nanas dewasa masih perlu pengairan untuk merangsang pembungaan dan pembuahan secara optimal. larva berwarna putih kekuningan. Jl. bagian bawah datar dan tubuh tertutup bulu-bulu halus pendek. 2) Kumbang (Carpophilus hemipterus L. Gejala: menyerang buah dengan cara menggerek/melubangi daging buah. 7. namun untuk pertumbuhan tanaman yang optimal diperlukan air yan cukup.H. kemudian membusuk karena diikuti serangan cendawan atau bakteri. Gejala: merusak/ memakan daging buah Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Hama 1) Penggerak buah (Thecla basilides Geyer) Ciri: kupu-kupu berwarna coklat dan kupu-kupu betina meletakkan telurnya pada permukaan buah. meletakkan telur pada bekas luka bagian buah. berambut tipis. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengairan /penyiraman dilakukan 1-2 kali dalam seminggu atau tergantung keadaan cuaca.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Cara pemberian pupuk dibenamkan/dimasukkan ke dalam parit sedalam 10-15 cm diantara barisan tanaman nanas. seperti Basudin 60 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. kemudian menetas menjadi larva. kemudian menjadi larva berwarna putih.) Ciri: berupa kumbang kecil. Fax. Tanah yang terlalu kering dapat menyebabkan pertumbuhan nanas kerdil dan buahnya kecil-kecil. http://www.) Ciri: Lalat berukuran kecil. Gejala: menyerang tanaman nanas yang gluka sehingga bergetah dan busuk oleh mikroorganisme lain (cendawan dan bakteri).id . Cara lain: disemprotkan pada daun terutama pupuk Nitrogen dengan dosis 40 gram Urea per liter atau ± 900 liter larutan urea per hektar. M. 021 316 9166~69. berwarma coklat/hitam. Pengairan dilakukan 2 minggu sekali. bentuk larva pada bagian tubuh atas cembung. 021 316 1952. Pengendalian: dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan pemberian insektisida. kemudian tutup dengan tanah. HAMA DAN PENYAKIT 7.

Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 9166~69.id . http://www.go. 021 316 1952. M.H. Fax. 9/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

tikus. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. M.kadang menyerang tanaman nanas. serta disemprot insektisida: Buldok 25 EC atau Thiodan 35 EC pada konsentrasi yang dianjurkan 7) Hama lain: rayap. Penyakit 1) Busuk hati dan busuk akar Penyebab: cendawan Phytophthora parasitica Waterh dan P.TTG BUDIDAYA PERTANIAN hingga menyebabkan busuk lunak. bergetah dan sebagian buah memotong bagian tanaman yang terserang berat. Gejala: pada daun terjadi perubahan warna menjadi hijau belang-belang kuning dan ujungnya Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. (2) kimiawi dengan cara disemprot insektisida yang mangkus dan sangkil.5 mm. sedangkan busuk akar dinamakan root rot. bergerombol menutupi buah dan daun.5 EC atau Curacron 500 EC pada konsentrasi yang dianjurkan. bintil akar dan kutu tepung jeruk juga kadang.H. Penyebaran penyakit dibantu bermacam-macam tanaman inang. berwarna putih kekuningan/keabu-abuan.id . dan bermata besar. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan menjaga kebersihan kebun. Fax. seperti Thiodan 35 EC atau Basudin EC pada konsentrasi yang dianjurkan. bulat dan datar. nematoda. Gejala: menyerang buah nanas dengan cara menggerek dan membuat lubang yang menyebabkan buah berlubang. sehingga menyebabkan ukuran buah kecil dan pertumbuhan tanaman terhambat. cinnamomi Rands. Pengendalian dilakukan dengan mengumpulkan/membunuh ulat secara mekanis. alat-alat pertanian. curah hujan tinggi. berwarna coklat. tanah yang mengandung bahan organik dan kelembaban tanah tinggi antara 25-35 derajat C. air yang mengalir.2. Pengendalian: (1) secara non kimiawi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan mengurangi ragam tanaman inang. 021 316 1952. 021 316 9166~69. 5) Sisik (Diaspis bromeliae Kerne) Ciri: Serangga berukuran kecil diameter ± 2. Pengendalian: dapat disemprot dengan insektisida Decis 2. 6) Ulat buah (Tmolus echinon L) Ciri: Serangga muda/dewasa berupa kupu-kupu berwarna coklat serta larva/ulat tertutup rambut halus dan kepalanya kecil. 7. http://www. 4) Thrips (Holopothrips ananasi Da Costa Lima) Ciri: Tubuh thrips berukuran sangat kecil panjang sekitar 1. pada tingkat serangan yang berat menyebabkan pertumbuhan tanaman muda terhambat. Jl. (2) secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida: Mitac 200 EC atau Dicarol 25 SP pada konsentrasi yang dianjurkan.5 mm.ristek. membuang buah yang terserang lalat buah. Gejala: menyerang tanaman dengan cara menghisap cairan sel daun sehingga menimbulkan bintik-bintik berwarna perak. Penyakit busuk hati disebut hearth rot.

021 316 1952.id .H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 10/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. http://www. 021 316 9166~69. Fax.ristek. Jl.

dan menghindari luka-luka mekanis. menanam bibit pada cuaca kering.id . angin. Ciri dan Umur Panen Panen buah nanas dilakukan setelah nanas berumur 12-24 bulan. Tanaman yang berasal dari tunas batang dipanen setelah umur 18 bulan. berbau khas. adanya luka-luka mekanis pada tanaman. http://www. Gejala: pada bagian pangkal batang. perbaikan kultur teknik budidaya secara intensif. (2) kimiawi dengan perendaman bibit dalam larutan fungisida Benlate. Pengendalian: harus dilakukan secara terpadu. Pengendalian: (1) non kimiawi dengan melakukan penyimpanan bibit sementara sebelum tanamn agar luka cepat sembuh. Pengendalian: (1) non kimiawi dilakukan dengan cara perbaikan drainase tanah.1. Penyakit ini sering disebut base rot. c) Mata buah lebih mendatar. pembusukan pada sistem perakaran. hujan dan tanah. 021 316 1952.3. layu dan bercak kuning oleh virus yang belum diketahui secara pasti jenisnya. Fax.. meliputi penggunaan bibit yang sehat.go.ristek. hingga panen buah setelah berumur 24 bulan. dan memotong/mencabut tanaman yang sakit. Bibit yang berasal dari mahkota bunga berbuah pada umur 24 bulan. Penyebaran penyakit dibantu tanaman inangnya. Jl. seperti Dithane M-45 atau Benlate. mengurangi kelembapan sekitar kebun. Gulma Penurunan produksi nanas dapat disebabkan oleh banyak dan dominannya gulma karena pemberian mulsa yang kurang baik sehingga pertumbuhan rumput subur. PANEN 8. 3) Penyakit Lain Penyakit adalah busuk bercak gabus pada buah disebabkan oleh cendawan Pinicillium funiculosum Thom. dan akhirnya tanaman mati.H. (2) kimiawi dengan pencelupan bibit dalam larutan fungisida sebelum tanam. tergantung dari jenis bibit yang digunakan. b) Tangkai ubah mengkerut. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. daun.TTG BUDIDAYA PERTANIAN nekrotis. buah dan bibit menampakkan gejala busuk lunak berwarna coklat atau hitam. 2) Busuk pangkal Penyebab: cendawan Thielaviopsis paradoxa (de Seyn) Hohn atau Ceratocystis paradoxa (Dade) C. 8. M. Ciri-ciri buah nanas yang siap dipanen: a) Mahkota buah terbuka. besar dan bentuknya bulat. daun-daun muda mudah dicabut bagian pangkalnya membusuk dengan bau busuk berwarna coklat. busuk bibit oleh cendawan Pythium sp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. pemotongan/pencabutan dan pemusnahan tanaman yang sakit. 021 316 9166~69. 7. sedangkan tunas akar setelah berumur 12 bulan. atau bercak-bercak putih kekuning-kuningan. Moreu.

ristek.id .H. Jl. 021 316 1952. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 11/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M.go. 021 316 9166~69.

Fax. memar.2.ristek.go.id . setelah panen memerlukan penanganan pascapanen yang memadai. Pemanenan dilakukan secara hati-hati agar tidak rusak dan memar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Prakiraan Produksi Potensi produksi per hektar pada tanaman nanas yang dibudidayakan intensif dapat mencapai 38-75 ton/hektar. 9. Tanaman yang sudah berumur 4-5 tahun perlu diremajakan karena pertumbuhannya lambat dan buahnya kecil. M. busuk. Pengumpulan Setelah panen dilakukan pengumpulan buah ditempat penampungan hasil atau gudang sortasi.2. dan ketiga 25% dari jumlah yang ada. e) Timbul aroma nanas yang harum dan khas. 021 316 9166~69. Cara peremajaan adalah membongkar seluruh tanaman nanas untuk diganti dengan bibit yang baru.4. 021 316 1952. atau mentah secara tersendiri dari buah yang bagus dan normal. jenis maupun tingkat kematangannya. Periode Panen Tanaman nanas dipanen setelah berumur 12-24 bulan. PASCAPANEN Buah nanas termasuk komoditi buah yang mudah rusak. http://www. Hal. kedua 50%. Penyortiran dan Penggolongan Kegiatan sortasi dimulai dengan memisahkan buah yang rusak.3. 9. Oleh karena itu.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Warna bagian dasar buah kuning.H. tergantung jenis nanas dan sistem tanam. Penyiapan lahan sampai penanaman dilakukan seperti cara bercocok tanam pada lahan yang baru. Pangkal tangkai buah dipotong secara mendatar/miring dengan pisau tajam dan steril. Pemanenan buah nanas dilakukan bertahap sampai tiga kali. susut dan cepat busuk. 8. 9. Klasifikasi buah berdasarkan bentuk dan ukuran yang seragam. 12/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 8. Pada umumnya rata-rata 20 ton/hektar. Panen pertama sekitar 25%.1. Jl. Cara Panen Tata cara panen buah nanas: memilih buah nanas yang menunjukkan tanda-tanda siap panen. 8.

Produksi tahun ke-2: 80% x 45.Pupuk kandang 20 ton @ RP. 3.+20 HKP 9.. M.1.000 x Rp 750. 1.000.000 x Rp.000. Fax.000.+100 HKW 8.500.000.000.000. 2.375.7. lalu dipilih (sortasi) berdasarkan tingkat kerusakannya agar seragam.1. Kemudian buah nanas dibungkus dengan kertas pembungkus lalu dikemas dalam keranjang bambu atau peti kayu atau dos karton bergelombang..3. Bibit 45. Rp.000..000. Jl.000.go. Nilai sewa tanah per tahun 2.000.801.750. Pestisida 6.140.000.570. 1.Rp.1. http://www. Penyimpanan Penyimpanan dilakukan jika harga turun./buah 2. Rp.650. 750. Panen dan pascapanen 100 HKW +10 HKP 10.570. Rp.19. 25.000.4.5. 9.ristek.498. buah nanas diangkut dan dipasarkan ke tempat pemasaran. 10. Sprayer dan alat pertanian 3.000.1.. 5.KCl 150 Kg @ Rp.813. 6. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Produksi tahun ke-1: 75% x 45.750. Rp.500.800. Pengolahan tanah borongan 7. Pemeliharaan tanaman 200 HKW @ RP.4.360.750. Rp.id .Rp. Rp.TSP (SP-36) 200 kg @ Rp.250. 1.- Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952.000 batang @ Rp... Biaya produksi tahun ke-1 3. 600.-/buah Rp. Rp. sehingga untuk menunggu harga naik maka dilakukan penyimpanan.000.ZA 300 kg @ Rp.000. Pupuk .500.H. Proses pengangkutan dimulai dengan memasukkan peti kemas secara teratur pada alat pengangkutan. Buah nanas biasanya disimpan dalam peti kemas dalam ruangan dingin yang suhunya sekitar 5 derajat C. 150. 150. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10. 19.Biaya lain-lain (tidak terduga 10%) Jumlah biaya produksi 2) Hasil penjualan dan laba (keuntungan) 1. 021 316 9166~69. Rp.- Rp.000. Pengemasan dan Pengangkutan Kegiatan pengemasan dimulai dengan mengeluarkan buah nanas dari lemari pemeraman. Pemupukan & penanaman 10 HKP @ Rp. 5.500.312.250.000.Rp. Ukuran wadah pengemasan 60 x 30 x 30 cm yang diberi lubang ventilasi. Rp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 9.Rp.813. Rp. Keuntungan tahun ke-1 4.Rp.400.Rp. Analisis Budidaya Usaha Perkiraan analisis budidaya nanas dengan luas lahan 1 hektar di daerah Jawa Barat pada tahun 1999 adalah sebagai berikut: 1) Biaya produksi 1. 27.750.247.

ristek.H. Jl. http://www. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 13/ 17 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. Fax. 021 316 9166~69.id .

Fax. http://www.28 11. kebutuhan nanas dunia tahun 1996 akan naik sebesar 5% kebutuhan dunia saat ini.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5. Jl. Negaranegara di Asia Tenggara merupakan eksportir utama buah nanas dunia. terutama bila nanas diolah menjadi makanan kaleng seperti selai nanas. Padahal menurut proyeksi. Gambaran Peluang Agribisnis Prospek komoditas buah nanas sangat besar.go. Pabrik pengalengan buah nanas sudah banyak di bangun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. dan Amerika Serikat. Ekspor Indonesia tahun 1987 sebesar 26. Hal yang perlu untuk dicermati adalah ekspor buah nanas Indonesia meningkat dalam 10 tahun terakhir. Sedangkan untuk impor nanas Indonesia mengalami peningkatan namun dalam jumlah kecil. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan nanas.350. Dalam era globalisasi ini. 7.463.2.id . 021 316 1952.997 ton pada tahun 1996.000. Demikian juga komoditi nanas cukup besar peluang untuk memasuki pasar dunia baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk buah kaleng. sirup buah nanas dan sirup kulit buah nanas. Sehingga untuk memenuhi kebutuhan ini diperlukan pasokan nanas yang sangat besar. Impor nanas meningkat dari 0. Thailand merupakan negara eksportir terbesar pada tahun 1995.ristek.16 ton pada tahun 1987. Keuntungan ke-2 Rp. 021 316 9166~69. Walaupun daerah penghasil nanas sudah menyebar merata. Ruang Lingkup Standar ini meliputi syarat mutu.952 ton meningkat menjadi 83. = 1. Biaya produksi tanpa dihitung bibit & alat pertanian tahun ke-2 Rp. 12. STANDAR PRODUKSI 11.6. meningkat menjadi 10. peluang pasar dunia semakin terbuka lebar untuk semua komoditas. Jerman.1. Diskripsi Standar mutu buah nanas sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 013166Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5%. Tentu saja hal ini akan menjadi prospek yang baik bagi Indonesia.2. 11. cara uji. Negara tujuan ekspor adalah Perancis.3) Parameter kelayakan usaha 1. M. yaitu sekitar 39% dari ekspor nanas dunia.750. Ekspor Indonesia pada tahun 1987 sebesar US$ 60.36 ton pada tahun 1995. diantarnya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple di Lampung. Dari segi nilai.766 ribu pada tahun 1996. Indonesia hingga saat ini hanya mampu mengekspor sebagian kecil saja dari kebutuhan dunia. B/C ratio 10.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1992. Hal. 14/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

11.3. Klasifikasi dan Standar Mutu Nanas digolongkan dalam dua jenis mutu, yaitu mutu I dan II. a) Kesamaan sifat varientas: mutu I=seragam; mutu II=seragam; cara uji organoleptik. b) Tingkat ketuaan: mutu I=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; mutu II=tua, tidak terlalu matang dan tidak lunak; cara uji organoleptik. c) Kekerasan: mutu I=keras, mutu II=keras; cara uji organoleptik. d) Ukuran: mutu I=seragam, diameter min. 9,5 cm; mutu II=kurang seragam; cara uji SP-SMP-309-1981. e) Gagang: mutu I=teropong rapi; mutu II=teropong rapi; cara uji organoleptik. f) Mahkota: mutu I=satu, utuh rapi, ukuran normal; mutu II=tidak dipersyaratkan; cara uji organoleptik. g) Kerusakan (%): mutu I=maksimum 5; mutu II=maksimum 10; cara uji SP-SMP310-1981. h) Busuk (%): mutu I=maksimum 1; mutu II=maksimum 2; cara uji SP-SMP-3111981. i) Kadar total padatan terlarut (%): mutu I=minimum 12; mutu II=minimum 12; cara uji SP-SMP-321-1981 j) Kotoran: mutu I=bebas kotoran; mutu II=bebas kotoran; cara uji organoleptik. 11.4. Pengambilan Contoh 1) Produk dalam ikatan/kemasan Contoh diambil secara acak dari jumlah kemasan seperti terlihat di bawah ini. Dari setiap kemasan/ikatan diambil contohnya sebanyak 5 buah nanas, dari bagian atas, tengah dan bawah. Contoh-contoh tersebut diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 5 buah untuk dianalisis. 1. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah sampai dengan 100 : jumlah contoh 5 2. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 101 sampai 300 : jumlah contoh 7 3. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 301 sampai 500 : jumlah contoh 9 4. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah 501 sampai 20 : jumlah contoh 10 5. Jumlah ikatan/kemasan dalam partai adalah Lebih dari 1000 : jumlah contoh 15 (min) Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan di lapangan. 2) Produk dalam curah (in bulk) Sekurang-kurangnya 5 contoh diambil secara acak sesuai dengan jumlah berat total seperti terlihat di bawah ini. Contoh-contoh tersebut yang diambil dari bagian atas, tengah dan bawahserta berbagai sudut dicampur, kemudian diacak bertingkat (stratified random sampling) sampai diperoleh minimum 10 kg untuk dianalisa. Dalam hal berat nanas yang diambil contohnya lebih dari 2 kg/buah, setiap pengambilan contoh sekurang-kurangnya terdiri dari 5 buah nanas.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

1. Jumlah berat lot s/d 200 kg berat : contoh minimal yang diambil 10 kg Hal. 15/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2. 201 s/d 500 kg berat : contoh minimal yang diambil 20 kg 3. 501 s/d 1000 kg berat : contoh minimal yang diambil 30 kg 4. 1001 s/d 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 60 kg 5. Lebih dari 5000 kg berat : contoh minimal yang diambil 100 kg Catatan: Khusus untuk pengujian kerusakan dan busuk, jumlah contoh akhir sebanyak 100 buah. Pengujian dapat dilakukan dilapangan. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. 11.5. Pengemasan Nanas dikemas dalam keranjang bambu, peti kayu ataupun karton dengan atau tanpa bahan penyakit dengan berat bersih maksimum 40 kg. Atau diikat dengan tali, masing-masing ikatan terdiri dari maksimum 10 buah nanas. Pemberian merek untuk nanas yang dikemas dalam kemasan pada bagian luar kemasan diberi label yang bertuliskan: a) Nama barang. b) Jenis mutu. c) Nama/kode perusahaan/eksportir. d) Berat bersih. e) Jumlah nanas/kemasan. f) Daerah asal. g) Produksi Indonesia. h) Tempat/negara tujuan.

12. DAFTAR PUSTAKA
1) AAK. 1998. Bertanam Pohon Buah-buahan. Kanisius. Yogyakarta 2) Ashari, Semeru. 1995. Holtikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press (UI-Press). Jakarta 3) Badan Agribisnis Departemen Pertanian. 1999. Investasi Agribisnis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Holtikultura. Kanisius. Yogyakarta 4) E.W.M., Verheij & R.E. Coronel. 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara II; Buah-buahan Yang Dapat Dimakan. PT. Gramedia Pustaka Utama dan Prosea Indonesia & European Commission. Jakarta. 5) Natawidjaja, P. Suparman. 1983. Mengenal Buah-buahan yang Bergizi. Pustaka Dian. Jakarta.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 16/ 17

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

6) Rukmana, Rahmat. Yogyakarta.

1996.

Nanas

Budidaya

dan

Pascapanen.

Kanisius.

Jakarta, Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan, BAPPENAS : Kemal Prihatman

KEMBALI KE MENU

Hal. 17/ 17
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

PADI
( Oryza Sativa )

1.

SEJARAH SINGKAT

Padi merupakan tanaman pangan berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian kuno berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah, Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam.

Hal. 1/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

2.

JENIS TANAMAN

Klasifikasi botani tanaman padi adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monotyledonae Keluarga : Gramineae (Poaceae) Genus : Oryza Spesies : Oryza spp. Terdapat 25 spesies Oryza, yang dikenal adalah O. sativa dengan dua subspesies yaitu Indica (padi bulu) yang ditanam di Indonesia dan Sinica (padi cere). Padi dibedakan dalam dua tipe yaitu padi kering (gogo) yang ditanam di dataran tinggi dan padi sawah di dataran rendah yang memerlukan penggenangan. Varitas unggul nasional berasal dari Bogor: Pelita I/1, Pelita I/2, Adil dan Makmur (dataran tinggi), Gemar, Gati, GH 19, GH 34 dan GH 120 (dataran rendah). Varitas unggul introduksi dari International Rice Research Institute (IRRI) Filipina adalah jenis IR atau PB yaitu IR 22, IR 14, IR 46 dan IR 54 (dataran rendah); PB32, PB 34, PB 36 dan PB 48 (dataran rendah).

3.

MANFAAT TANAMAN

Beras merupakan makanan sumber karbohidrat yang utama di kebanyakan negara Asia. Negara-negara lain seperti di benua Eropa, Australia dan Amerika mengkonsumsi beras dalam jumlah yang jauh lebih kecil daripada negara Asia. Selain itu jerami padi dapat digunakan sebagai penutup tanah pada suatu usaha tani.

4.

SENTRA PENANAMAN

Pusat penanaman padi di Indonesia adalah Pulau Jawa (Karawang, Cianjur), Bali, Madura, Sulawesi, dan akhir-akhir ini Kalimantan. Pada tahun 1992 luas panen padi mencapai 10.869.000 ha dengan rata-rata hasil 4,35 ton/ha/tahun. Produksi padi nasional adalah 47.293.000 ton. Pada tahun itu hampir 22,5 % produksi padi nasional dipasok dari Jawa Barat. Dengan adanya krisis ekonomi, sentra padi Jawa Barat seperti Karawang dan Cianjur mengalami penurunan produksi yang berarti. Produksi padi nasional sampai Desember 1997 adalah 46.591.874 ton yang meliputi areal panen 9.881.764 ha. Karena pemeliharaan yang kurang intensif, hasil padi gogo hanya 1-3 ton/ha, sedangkan dengan kultur teknis yang baik hasil padi sawah mencapai 6-7 ton/ha.

Hal. 2/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.

SYARAT PERTUMBUHAN

5.1. Iklim a) Tumbuh di daerah tropis/subtropis pada 45 derajat LU sampai 45 derajat LS dengan cuaca panas dan kelembaban tinggi dengan musim hujan 4 bulan. b) Rata-rata curah hujan yang baik adalah 200 mm/bulan atau 1500-2000 mm/tahun. Padi dapat ditanam di musim kemarau atau hujan. Pada musim kemarau produksi meningkat asalkan air irigasi selalu tersedia. Di musim hujan, walaupun air melimpah prduksi dapat menurun karena penyerbukan kurang intensif. c) Di dataran rendah padi memerlukan ketinggian 0-650 m dpl dengan temperatur 22-27 derajat C sedangkan di dataran tinggi 650-1.500 m dpl dengan temperatur 19-23 derajat C. d) Tanaman padi memerlukan penyinaram matahari penuh tanpa naungan. e) Angin berpengaruh pada penyerbukan dan pembuahan tetapi jika terlalu kencang akan merobohkan tanaman. 5.2. Media Tanam a) Padi gogo 1. Padi gogo harus ditanam di lahan yang berhumus, struktur remah dan cukup mengandung air dan udara. 2. Memerlukan ketebalan tanah 25 cm, tanah yang cocok bervariasi mulai dari yang berliat, berdebu halus, berlempung halus sampai tanah kasar dan air yang tersedia diperlukan cukup banyak. Sebaiknya tanah tidak berbatu, jika ada harus < 50%. 3. Keasaman tanah bervariasi dari 4,0 sampai 8,0. b) Padi sawah 1. Padi sawah ditanam di tanah berlempung yang berat atau tanah yang memiliki lapisan keras 30 cm di bawah permukaan tanah. 2. Menghendaki tanah lumpur yang subur dengan ketebalan 18-22 cm. 3. Keasaman tanah antara pH 4,0-7,0. Pada padi sawah, penggenangan akan mengubah pH tanam menjadi netral (7,0). Pada prinsipnya tanah berkapur dengan pH 8,1-8,2 tidak merusak tanaman padi. Karena mengalami penggenangan, tanah sawah memiliki lapisan reduksi yang tidak mengandung oksigen dan pH tanah sawah biasanya mendekati netral. Untuk mendapatkan tanah sawah yang memenuhi syarat diperlukan pengolahan tanah yang khusus.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 3/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5.3. Ketinggian Tempat Tanaman dapat tumbuh pada derah mulai dari daratan rendah sampai daratan tinggi.

6.

PEDOMAN BUDIDAYA

6.1. Pembibitan 1) Persyaratan Benih Syarat benih yang baik: a) Tidak mengandung gabah hampa, potongan jerami, kerikil, tanah dan hama gudang. b) Warna gabah sesuai aslinya dan cerah. c) Bentuk gabah tidak berubah dan sesuai aslinya. d) Daya perkecambahan 80%. 2) Penyiapan Benih Benih dimasukkan ke dalam karung goni dan direndam 1 malam di dalam air mengalir supaya perkecambahan benih bersamaan. 3) Teknik Penyemaian Benih a) Padi sawah Untuk satu hektar padi sawah diperlukan 25-40 kg benih tergantung pada jenis padinya. Lahan persemaian dipersiapkan 50 hari sebelum semai. Luas persemaian kira-kira 1/20 dari aeral sawah yang akan ditanami. Lahan persemaian dibajak dan digaru kemudian dibuat bedengan sepanjang 500-600 cm, lebar 120 cm dan tinggi 20 cm. Sebelum penyemaian, taburi pupuk urea dan SP-36 masing-masing 10 gram/meter persegi. Benih disemai dengan kerapatan 75 gram/meter persegi. b) Padi Gogo Benih langsung ditanam di ladang. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Persemaian diairi dengan berangsur sampai setinggi 5 cm. Semprotkan pestisida pada hari ke 7 dan taburi pupuk urea 10 gram/meter persegi pada hari ke 10.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 4/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

5) Pemindahan benih Bibit yang siap dipindahtanamkan ke sawah berumur 25-40 hari, berdaun 5-7 helai, batang bawah besar dan kuat, pertumbuhan seragam, tidak terserang hama dan penyakit. 6.2. Pengolahan Media Tanam 1) Pengolahan Lahan Padi Sawah a) Bersihkan saluran air dan sawah dari jerami dan rumput liar. b) Perbaiki pematang serta cangkul sudut petak sawah yang sukar dikerjakan dengan bajak. c) Bajak sawah untuk membalik tanah dan memasukkan bahan organik yang ada di permukaan. Pembajakan pertama dilakukan pada awal musim tanam dan dibiarkan 2-3 hari setelah itu dilakukan pembajakan ke dua yang disusul oleh pembajakan ketiga 3-5 hari menjelang tanam. d) Ratakan permukaan tanah sawah, dan hancurkan gumpalan tanah dengan cara menggaru. Permukaan tanah yang rata dapat dibuktikan dengan melihat permukaan air di dalam petak sawah yang merata. e) Lereng yang curam dibuat teras memanjang dengan petak-petak yang dibatasi oleh pematang agar permukaan tanah merata. 3) Pengolahan Lahan Padi Gogo Waktu yang tepat adalah di akhir musim kemarau atau menjelang musim hujan. Cara pengolahan tanah adalah sebagai berikut: a) Lahan dibersihkan dari tanaman penggangu dan rumput sambil memperbaiki pematang dan saluran drainase. b) Tanah dibajak dua kali pada kedalaman 25-30 cm, tanah dibalik. c) Pemupukan organik diberikan pada waktu pembajakan yang kedua sebanyak 20 ton/ha. d) Untuk menghaluskan tanah, tanah digaru lalu diratakan. e) Tanah dibiarkan sampai hujan turun. 6.3. Teknik Penanaman 1) Pola Tanam Pada areal beririgasi, lahan dapat ditanami padi 3 x setahun, tetapi pada sawah tadah hujan harus dilakukan pergiliran tanaman dengan palawija. Pergiliran tanaman ini juga dilakukan pada lahan beririgasi, biasanya setelah satu tahun menanam padi.

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 5/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Untuk meningkatkan produktivitas lahan, seringkali dilakukan tumpang sari dengan tanaman semusim lainnya, misalnya padi gogo dengan jagung atau padi gogo di antara ubi kayu dan kacang tanah. Pada pertanaman padi sawah, tanaman tumpang sari ditanam di pematang sawah, biasanya berupa kacangkacangan. 2) Penanaman Padi Sawah Bibit ditanam dalam larikan dengan jarak tanam 20 x 20 cm, 25 x 25 cm, 22 x 22 cm atau 30 x 20 cm tergantung pada varitas padi, kesuburan tanah dan musim. Padi dengan jumlah anakan yang banyak memerlukan jarak tanam yang lebih lebar. Pada tanah subur jarak tanam lebih lebar. Jarak tanam di daerah pegunungan lebih rapat karena bibit tumbuh lebih lambat. 2-3 batang bibit ditanam pada kedalaman 3-4 cm. 3) Penanaman Padi Gogo Penanaman dilakukan pada awal musim hujan setelah dua atau tiga kali turun hujan di bulan Oktober-November. Penanaman dilakukan dengan cara: a) Di dalam lubang tanam Kedalaman lubang 3-5 cm dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Satu lubang diisi dengan 5-7 butir benih dan ditutup dengan pupuk kandang dan abu, debu atau tanah halus. b) Di dalam larikan Terlebih dahulu dibuat alur tanam dengan bantuan kayu berujung runcing dengan jarak antar aluran 60 cm dan kedalaman 3 cm. Benih ditaburkan ke dalam aluran. 6.4. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Padi Sawah Penyulaman tanaman yang mati dilakukan paling lama 14 hari setelah tanam. Bibit sulaman harus dari jenis yang sama yang merupakan bibit cadangan pada persemaian bibit. 2) Penyiangan Padi Sawah Penyiangan dilakukan dengan mencabut rumput-rumput yang dikerjakan sekaligus dengan menggemburkan tanah. Penyiangan dilakukan dua kali yaitu pada saat berumur 3 dan 6 minggu dengan menggunakan landak (alat penyiang mekanis yang berfungsi dengan cara didorong) atau cangkul kecil.

Hal. 6/ 16
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

3) Pengairan Padi Sawah Syarat penggunaan air di sawah: a) Air berasal dari sumber air yang telah ditentukan Dinas Pengairan/ Dinas Pertanian dengan aliran air tidak deras. b) Air harus bisa menggenangi sawah dengan merata. c) Lubang pemasukkan dan pembuangan air letaknya bersebrangan agar air merata di seluruh lahan. d) Air mengalir membawa lumpur dan kotoran yang diendapkan pada petak sawah. Kotoran berfungsi sebagai pupuk. e) Genangan air harus pada ketinggian yang telah ditentukan. Setelah tanam, sawah dikeringkan 2-3 hari kemudian diairi kembali sedikit demi sedikit. Sejak padi berumur 8 hari genangan air mencapai 5 cm. Pada waktu padi berumur 8-45 hari kedalaman air ditingkatkan menjadi 10 sampai dengan 20 cm. Pada waktu padi mulai berbulir, penggenangan sudah mencapai 20-25 cm, pada waktu padi menguning ketinggian air dikurangi sedikit-demi sedikit. 4) Pemupukan Padi Sawah Pupuk kandang 5 ton/ha diberikan ke dalam tanah dua minggu sebelum tanam pada waktu pembajakan tanah sawah. Pupuk anorganik yang dianjurkan Urea=300 kg/ha, TSP=75-175 kg/ha dan KCl=50 kg/ha. Pupuk Urea diberikan 2 kali, yaitu pada 3-4 minggu, 6-8 minggu setelah tanam. Urea disebarkan dan diinjak agar terbenam. Pupuk TSP diberikan satu hari sebelum tanam dengan cara disebarkan dan dibenamkan. Pupuk KCl diberikan 2 kali yaitu pada saat tanam dan saat menjelang keluar malai. 5) Penyiangan dan Pembumbunan Padi Gogo Dilakukan secara mekanis dengan cangkul kecil, sabit atau dengan tangan waktu tanaman berumur 3-4 minggu dan 8 minggu. Pembumbunan dilakukan bersamaan dengan penyiangan pertama dan 1-2 minggu sebelum muncul malai. 6) Penyulaman Padi Gogo Dilakukan pada umur 1-3 minggu setelah tanam. 7) Pemupukan Padi Gogo a) Pupuk organik Berasal dari tanaman pupuk hijau seperti Crotalaria juncea yang berumur 4-6 bulan atau dari pupuk kandang yang telah matang. Pupuk organik dibenamkan ke tanah dengan dosisi 10-30 ton/ha.
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 7/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

b) Pupuk anorganik Pupuk yang diberikan berupa 150-200 kg/ha Urea, 75 kg/ha TSP dan 50 kg/ha KCl. Pupuk TSP dan KCl diberikan saat tanam dan urea pada 3-4 minggu dan 8 minggu setelah tanam. 8) Waktu Penyemprotan Pestisida Penyemprotan pestisida dilakukan 1-2 minggu sekali tergantung dari intensitas serangan.

7.

HAMA DAN PENYAKIT

7.1. Hama Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) a) Hama di Persemaian Basah (untuk padi sawah) 1. Hama putih (Nymphula depunctalis) Gejala: menyerang daun bibit, kerusakan berupa titik-titik yang memanjang sejajar tulang daun, ulat menggulung daun padi. Pengendalian: (1) pengaturan air yang baik, penggunaan bibit sehat, melepaskan musuh alami, menggugurkan tabung daun; (2) penyemprotan insektisida Kiltop 50 EC atau Tomafur 3G. 2. Padi trip (Trips oryzae) Gejala: daun menggulung dan berwarna kuning sampai kemerahan, pertumbuhan bibit terhambat, pada tanaman dewasa gabah tidak berisi. Pengendalian: insektisida Mipein 50 WP atau Dharmacin 50 WP. 3. Ulat tentara (Pseudaletia unipuncta, berwarna abu-abu; Spodoptera litura, berwarna coklat hitam; S. exempta, bergaris kuning) Gejala: ulat memakan helai daun, tanaman hanya tinggal tulang-tulang daun. Pengendalian: cara mekanis dan insektisida Sevin, Diazenon, Sumithion dan Agrocide. 7.2. Hama di Sawah a) Wereng penyerang batang padi: wereng padi coklat (Nilaparvata lugens), wereng padi berpunggung putih (Sogatella furcifera). Merusak dengan cara mengisap cairan batang padi. Saat ini hama wereng paling ditakuti oleh petani di Indonesia. Wereng ini dapat menularkan virus. Gejala: tanaman padi menjadi kuning dan mengering, sekelompok tnaman seperti terbakar, tanaman yang tidak mengering menjadi kerdil. Pengendalian: (1) bertanam padi serempak, menggunakan varitas tahan wereng seperti IR 36, IR

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

TTG BUDIDAYA PERTANIAN

Hal. 8/ 16

Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi, Jl. M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69, Fax. 021 316 1952, http://www.ristek.go.id

Applaud 400 FW atau Applaud 100 EC. penyemprotan insektisida Curacron 250 ULV. kuning (T. Tanaman ada yang menjadi kerdil. menggenangi sawah selama 15 hari setelah panen agar kepompong mati. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Gejala: pada batang tanaman terdapat bekas tusukan. peningkatan kebersihan. kering berwarna kemerahan dan mudah dicabut.id . Kerusakan pada tanaman muda disebut hama “sundep” dan pada tanaman bunting (pengisian biji) disebut “beluk”. (2) penyemportan insektisida Applaud 10 WP. Dharmacin 50 WP. Menyerang batang dan pelepah daun. Dapat menimbulkan kerugian besar. pada daun terdapat bercak bekas isapan dan buah padi berbintik-bintik hitam. Pengendalian: (1) bertanam serempak. Gejala: pucuk tanaman layu. Gejala: adanya tanaman padi yang roboh pada petak sawah dan pada serangan hebat ditengah petak tidak ada tanaman.ristek. berwarna coklat dan tidak enak. (2) menyemprotkan insektisida Bassa 50 EC. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. melepas musuh alami seperti laba-laba. c) Walang sangit (Leptocoriza acuta) Menyerang buah padi yang masak susu. Pengendalian: (1) menggunakan varitas tahan. Furadan 3G. Gejala: dan menyebabkan buah hampa atau berkualitas rendah seperti berkerut. Fax. Gejala: di tempat bekas hisapan akan tumbuh cendawan jelaga. membakar jerami.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 48. 021 316 1952. Cimanuk. Merusak dengan cara mengisap cairan daun. Dharmabas 500 EC. daun mengering dan seluruh batang kering.go. Kiltop 50 EC.H. mengumpulkan dan memunahkan telur. (2) menggunakan insektisida Curaterr 3G. Dimilin 25 WP. Menyerang batang muda (1-2 bulan) dan buah. b) Wereng penyerang daun padi: wereng padi hijau (Nephotettix apicalis dan N. Pengendalian: mengumpulkan dan memusnahkan telur. Malai yang dihasilkan kecil. 021 316 9166~69. meningkatkan kebersihan lingkungan.telurnya. IR 64. bergaris (Chilo supressalis) dan merah jambu (Sesamia inferens). buah padi yang diserang memiliki noda bekas isapan dan pertumbuhan tanaman terganggu. impicticep). Progo dsb. http://www. melepas musuh alami seperti jangkrik. Larvin 75 WP. Karphos 25 EC. Tomafur 3G. Opetrofur 3G. Dharmafur 3G. kepinding dan kumbang lebah. f) Hama tikus (Rattus argentiventer) Tanaman padi akan mengalami kerusakan parah apabila terserang oleh hama tikus dan menyebabkan penurunan produksi padi yang cukup besar. bagian pucuk berwarna kuning hingga kuning kecoklatan. Jl. daun tanaman kering dan mati. M. incertulas). d) Kepik hijau (Nezara viridula) Menyerang batang dan buah padi. membersihkan lingkungan. e) Penggerek batang padi terdiri atas: penggerek batang padi putih (Tryporhyza innotata).

Fax. Jl.H. 021 316 1952. http://www.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id . 021 316 9166~69.go. M. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.

peking L.3. biji berserakan. sanitasi. intensif dan teratur. Proses pembungaan dan pengisian biji terhambat. pemberian pupuk N di saaat pertengahan fase vegetatif dan fase pembentukan bulir. (2) menyemprotkan insektisida Fujiwan 400 EC. Proses pemasakan makanan terhambat dan butiran padi menjadi hampa.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Pengendalian: pergiliran tanaman. Gejala: menyerang daun dan pelepah daun. gelang buku. (2) dengan insektisida Rabcide 50 WP. ferramaya). Gejala: menyerang daun dan pelepah.go. menanam padi tahan penyakit ini. M. gelatik Padda aryzyvora. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini. biji kecambah busuk dan kecambah mati. gropyokan. pipit Lonchura lencogastroides. d) Busuk pelepah daun Penyebab: jamur Rhizoctonia sp. bondol hitam L. pemupukan berimbang.H. tangkai malai dan cabang di dekat pangkal malai membusuk. padi dewasa busuk kering. malai. b) Blast Penyebab: jamur Pyricularia oryzae. Penyakit a) Bercak daun coklat Penyebab: jamur Helmintosporium oryzae). penggunaan pestisida dengan tepat. (2) menyemprotkan fungisida Benlate T 20/20 WP atau Delsene MX 200. Tampak gari-garis atau bercak-bercak sempit memanjang berwarna coklat sepanjang 2-10 mm.ristek. Pengendalian: (1) menanam padi tahan penyakit ini seperti Citarum. mencelupkan benih ke dalam larutan merkuri. Pengendalian: mengusir dengan bunyi-bunyian atau orang-orangan. buku pada malai dan ujung tangkai malai. 021 316 1952. Gejala: menyerang daun. melepas musuh alami seperti ular dan burung hantu. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. gejala terlihat pada tanaman yang telah membentuk anakan dan menyebabkan jumlah dan mutu gabah menurun. c) Penyakit garis coklat daun (Narrow brown leaf spot. Biji berbercakbercak coklat tetapi tetap berisi. tangkai buah patah. 7. menggenangi sawah. Fongorene 50 WP.) Penyebab: jamur Cercospora oryzae. http://www. menanam varitas unggul Sentani. puntulata. Serangan menyebabakn daun. menaburkan serbuk air raksa dan bubuk kapur (2:15). buah yang baru tumbuh dan bibit yang baru berkecambah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Gejala: menyerang pelepah. g) Burung (manyar Palceus manyar. IR 36. memberikan umpan beracun seperti seng fosfat yang dicampur dengan jagung atau beras. 021 316 9166~69. Pengendalian: (1) membakar sisa jerami. Pengendalian: (1) merendam benih di dalam air panas. Cimandirim IR 48. Fax. ferraginosa dan bondol putih L. Menyerang padi menjelang panen.id . Jl. Kasumin 20 AS atau Rabcide 50 WP. Penyakit ini tidak terlalu merugikan secara ekonomi.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN (2) menyemprotkan fungisida pada saat pembentukan anakan seperti Monceren 25 WP dan Validacin 3 AS.ristek. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Jl. 021 316 1952.go.H. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Hal.id . Fax. http://www.

Pengendalian: merenggangkan jarak tanam. buku-buku pendek.ristek. pertumbuhan tanaman kurang sempurna. Gejala: menyerang malai dan biji muda. Cisadane. malai dan biji menjadi kecoklatan hingga coklat ulat. 021 316 1952. Serangan menyebabkan gagal panen. j) Penyakit tungro Penyebab: virus yang ditularkan oleh wereng Nephotettix impicticeps. anakan banyak tetapi kecil. tanaman padi. akar membusuk. menghindari luka mekanis. IR 46. Pengendalian: menanam varitas unggul. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. Pengendalian: sulit dilakukan.go.id . Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. jumlah tunas berkurang. Penyakit ini sangat merugikan. Fax. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sanitasi lingkungan. i) Penyakit kerdil Penyebab: virus ditularkan oleh serangga Nilaparvata lugens. Gejala: malai dan buah padi dipenuhi spora. daun kuning hingga kecoklatan. Terdapat garis-garis di antara tulang daun. 021 316 9166~69. garis melepuh dan berisi cairan kehitam-hitaman. daun mengering dan mati. menghindari luka mekanis. Pengendalian: memusnahkan malai yang sakit. Penyakit tidak menimbulkan kerugian besar. batang pendek. http://www. translucens. Terdapat garis basah berwarna merah kekuningan pada helai daun sehingga daun seperti terbakar. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. (2) pengendalian kimia dengan bakterisida Stablex WP.H. Gejala: menyerang semua bagian tanaman. usaha pencegahan dilakukan dengan memusnahkan tanaman yang terserang ada memberantas vektor. h) Penyakit bakteri daun bergaris/Leaf streak Penyebab: bakteri X. daun terkulai.TTG BUDIDAYA PERTANIAN e) Penyakit fusarium Penyebab: jamur Fusarium moniliforme. dalam satu malai hanya beberap butir saja yang terserang. daun menjadi pendek. Jl. Cipunegara. pembungaan tertunda. sempit. f) Penyakit noda/api palsu Penyebab: jamur Ustilaginoidea virens. pergiliran varitas dan bakterisida Stablex 10 WP. menyemprotkan fungisida pada malai sakit. Kerusakan yang diderita tidak terlalu parah. berwarna hijau kekuningkuningan. M. g) Penyakit kresek/hawar daun Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris pv oryzae) Gejala: menyerang daun dan titik tumbuh. mencelupkan benih pada larutan merkuri. Pengendalian: (1) menanam varitas tahan penyakit seperti IR 36.

IR 52. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. Pengendalian: menanam padi tahan wereng seperti Kelara. IR 46. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN malai kecil dan tidak berisi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. IR 54.H. 021 316 1952. Fax. 021 316 9166~69. IR 42. http://www. Hal.id . IR 36. IR 48.

Bersihkan gabah dengan cara diayak/ditapi atau dengan blower manual. Panen dengan menggunakan mesin akan menghemat waktu. kadar air gabah 21-26 %. Dengan menggunakan mesin perontok.go. waktu dapat dihemat.2. Kadar kotoran tidak boleh lebih dari 3 %. 8. Pengendalian dengan cara mekanis (mencabut.4.id . PANEN 8. Perkiraan Produksi Dengan penanaman dan pemeliharaan yang intensif. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. M. Ciri dan Umur Panen Padi siap panen: 95 % butir sudah menguning (33-36 hari setelah berbunga).8 jam orang untuk 1 hektar hasil panen. bagian bawah malai masih terdapat sedikit gabah hijau.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 9166~69. menyiangi). Perontokan dengan perontok pedal mekanis hanya memerlukan 7. dengan alat Reaper binder. Gulma Gulma yang tumbuh di antara tanaman padi adalah rumput-rumputan seperti rumput teki (Cytorus rotundus) dan gulma berdaun lebar. Saat ini hasil yang didapat hanya 4-5 ton/ha.1. http://www. jarak tanam yang tepat dan penyemprotan herbisida Basagran 50 ML. Jika menggunakan mesin pengering. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. kebersihan gabah lebih terjamin daripada dijemur di halaman. Secara tradisional padi dijemur di halaman. PASCAPANEN a) Perontokan. Fax. DMA 6 dll. panen dapat dilakukan selama 15 jam untuk setiap hektar sedangkan dengan Reaper harvester panen hanya dilakukan selama 6 jam untuk 1 hektar.ristek. Difenex 7G. dihempas/dibanting (± 16 jam orang untuk 1 hektar) dilakukan dua kali di dua tempat terpisah. b) Pembersihan. 9.3. c) Jemur gabah selama 3-4 hari selama 3 jam per hari sampai kadar airnya 14 %. diharapkan produksi mencapai 7 ton/ha. Cara Panen Keringkan sawah 7-10 hari sebelum panen. butir hijau rendah.H. 8. Lakukan secepatnya setelah panen. 8. gunakan sabit tajam untuk memotong pangkal batang. gunakan cara diinjak-injak (±60 jam orang untuk 1 hektar). simpan hasil panen di suatu wadah atau tempat yang dialasi.

Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . Fax.ristek. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 9166~69.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.go. M. http://www.H.

Rp. Bibit: benih 25 kg @ Rp.. angkut 72 HOK @ Rp.KCl: 75 kg @ Rp.Rp.SP-35: 100 kg @ Rp.091. Gabah dimasukkan ke dalam karung bersih dan jauhkan dari beras karena dapat tertulari hama beras. Tenaga kerja . 8.918. Pupuk ..000. Analisis Budidaya Usaha Harga padi yang sangat ditentukan pemerintah menyebabkan petani sering kali merugi karena modal dasar tidak seimbang dengan harga gabah.123. Budidaya padi untuk mencapai keuntungan yang layak sulit diwujudkan.id Rp.000. Rp. Jl.000.000. Rp.000.1.450. 1.201 kg (GKG) @ Rp.000. 6.000.120.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.. Fax.223. 3.000. bulog tidak memiliki cukup uang untuk membeli padi rakyat sehingga menunggak pembayaran ke petani. 148.450. Rp. Pestisida 5. Sewa lahan 2.750. 1.6.64.40.600. .32.000. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Rp.Rp.000 .Pengolahan tanah dgn mesin 15 HOK @ Rp.000. 1.Merontok. Rp.. 8. Rp.Persemaian 5 HOK @ Rp. 8.Pemberantasan OPT 4 HOK @ Rp. 2. Gabah siap dibawa ke tempat penggilingan beras (huller).Rp. 10.500/kg). Rp.Menanam 20 HOK @ Rp.3. Rp.120. (sumber: Departemen Pertanian) a) Biaya produksi 1. Rp.000. Rp..75.000.Ongos angkut ke pasar 7.72.PPC/ZPT 4.Urea: 200 kg @ Rp.000.ristek. 26..994.000. 1.000.ZA: 50 kg @ Rp.. Perkiraan analisis budidaya padi (nasional) permusim panen dengan luas lahan 1 hektar masa tanam tahun 1999. keringkan. Rp.000.037. Pada saat penen raya.6..000. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Penyimpanan.Penyiangan 15 HOK @ Rp.1001.1.Rp.000. Panen dan pascapanen .Pemupukan 9 HOK @ Rp. 8. 576. Keadaan ini semakin memburuk dengan dihilangkannya subsidi pupuk. 2.50. Rp. http://www. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.H.650.go. 15.160. Bunga bank Jumlah biaya produksi b) Pendapatan 4.000.- Rp.600.220.. 021 316 9166~69.705.115.000. 600. Keadaan ini sangat merugikan petani.000.000. Petani menjual padi ke Bulog dengan harga yang ditentukan pemerintah (saat ini seharga Rp. 8.

go. M.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 021 316 9166~69. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. http://www.

096. cara uji. Pemerintah. Ruang lingkup Standar produksi meliputi: klasifikasi. syarat penandaan dan pengemasan. 2.0. Klasifikasi dan Standar mutu a) Persyaratan kualitatif 1. pada tahun 1998 mengimpor 3. 021 316 1952. dilain pihak.0. 2. Dengan memperhatikan hal di atas seharusnya agribisnis padi dapat menarik banyak para investor. Bebas bau busuk.0. cara pengambilan contoh. Gabah tidak boleh panas. mutu III=3.3. 11. Tanpa perubahan tata niaga beras dan pengurangan campur tangan pemerintah. mutu III=14. Fax. harga beras sangat ditentukan pemerintah dan tidak dinamis seperti halnya tanaman hortikultur atau perkebunan sehingga umumnya petani padi sering merugi. Diskripsi Standar mutu gabah di Indonesia tercantum dalam SNI 0224-19870. http://www. Kadar air maksimum (%): mutu I=14. Kebutuhan beras nasional tidak terpenuhi oleh produksi beras dalam negeri karena itu kita masih selalu mengimpor beras. 3. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. asam atau bau-bau lainnya. mutu II=14.0. 11. Bebas hama dan penyakit. STANDAR PRODUKSI 11.2. 4.= 1.1.H. Gabah hampa maksimum (%): mutu I=1. Bebas dari bahan-bahan kimia seperti sisa-sisa pupuk. 11.03 Beras adalah makanan pokok sumber karbohidrat yang paling banyak dikonsumsi di dunia. B/C Ratio 10. insektisida.1 juta ton beras untuk mengantisipasi kebutuhan beras masyarakat. M. Namun demikiaan.ristek. Gambaran Peluang Agribisnis Rp. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. fungisida dan bahan kimia lainnya. mutu II=2.2. 021 316 9166~69. syarat mutu. agribisnis padi akan tetap tidak banyak diperhitungkan dan diminati oleh investor di bidang pertanian.TTG BUDIDAYA PERTANIAN c) Keuntungan d) Parameter kelayakan usaha 1.0.go. b) Persyaratan kuantitatif 1. Jl.745. 3.id .0.

H. Jl. 021 316 9166~69.go. http://www. 021 316 1952. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M. Fax.

6. Butir rusak dan butir kuning maksimum (%): mutu I=2. Penerbit Kanisius. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Benda asing maksimum (%): mutu I tidak ada. g) Nomor karung.0. f) Berat netto.5. d) Nama perusahaan/pengekspor. 12. http://www.0. e) Berat bruto.0. mutu III=10.4.0. Budidaya Tanaman Padi.0. mutu III=10.H. 1990.go. Jl.0. mutu II=2. 4. b) Dinas Pertanian Propinsi Jawa Barat. Gabah varientas lain maksimum (%): mutu I=2. mutu II=0.5. M. mutu III=4.id .0. Yogyakarta. Fax. 7. b) Daerah asal produksi. DAFTAR PUSTAKA a) AAK. 021 316 9166~69. Petunjuk Perlakuan Pasca Panen Tanaman Padi. mutu II=5. Longman. Pengambilan Contoh Sedangkan untuk cara pengujian mutu dan pengambilan contoh terdapat dalam “Petunjuk pengujian mutu dan pengambilan contoh “ yang disajikan tersendiri dalam pelaksanaan standar (implementasi). Rice.0. Singapore Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. 11.0. berat netto maksimum 75 kg dan tahan mengalami “handling” baik waktu pemuatan maupun pembongkaran. 021 316 1952. Pengemasan Pengemasan dengan karung harus mempunyai persyaratan bersih dan dijahit mulutnya. 5. Tingkat mutu gabah rendah (sample grade) adalah tingkat mutu gabah tidak memenuhi persyaratan tingkat mutu I.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3. mutu III=1. mutu II=5. 1982. D. c) Griest. mutu III=7. Di bagian luar karung (kecuali dalam bentuk curah) ditulis dengan bahan yang aman yang tidak luntur dan jelas terbaca antara lain: a) Produksi Indonesia.0. Butir rusak dan gabah muda maksimum (%): mutu I=1. c) Nama dan mutu barang. Butir merah maksimum (%): mutu I=1.0.ristek.0. mutu II=5. h) Tujuan.II dan III tidak memenuhi persyaratan kualitatif.0.

H. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Fax.go.id . Jl. 15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.

021 316 1952. M. Dr & Agus Setyono.TTG BUDIDAYA PERTANIAN d) Suparyono. http://www. Dr. Jl. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.go. 021 316 9166~69. Proyek PEMD. Jakarta. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Penebar Swadaya. Padi.ristek. Jakarta.id . 1994. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal.

2) Myristica argentea Ware. 5) Myristica Sucedona BL. antara lain: 1) Myristica fragrans Houtt. 6) Myristica malabarica Lam. 2.H. Tanaman pala menyebar ke Pulau Jawa.ristek. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. karena tanaman ini berasal dari Banda dan Maluku. M. Jl. SEJARAH SINGKAT Pala (Myristica Fragan Haitt) merupakan tanaman buah berupa pohon tinggi asli Indonesia. pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati pulau Jawa pada tahun 1271 sampai 1295 pembudidayaan tanaman pala terus meluas sampai Sumatera. Hal.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PALA ( Myristica Fragan Haitt ) 1. 1/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id . 3) Myristica fattua Houtt. 4) Myristica specioga Ware. Fax. http://www. 021 316 9166~69. JENIS TANAMAN Tanaman pala memiliki beberapa jenis.

ristek. Fax. dan Myristica malabarica produksinya rendah sehingga nilai ekonomisnya pun rendah pula.1. manisan pala. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. selai pala. http://www. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jenis pala yang banyak diusahakan adalah terutama Myristica fragrans. Buah pala sesungguhnya dapat meringankan semua rasa sakit dan rasa nyeri yang disebabkan oleh kedinginan dan masuk angin dalam lambung dan usus.809 hektar dengan daerah penyebaran yang terpusat di Sulawesi. kKristal daging buah pala. Disusul jenis Myristica argentea dan Myristica fattua. minuman dan kosmetik. SYARAT TUMBUH 5. disebut “bunga pala”. SENTRA PENANAMAN Jika dilihat data pada tahun 1971 lalu.H. 1) Kulit batang dan daun Batang/kayu pohon pala yang disebut dengan “kino” hanya dimanfaatkan sebagai kayu bakar.go. MANFAAT TANAMAN Selain sebagai rempah-rempah. pala juga berfungsi sebagai tanaman penghasil minyak atsiri yang banyak digunakan dalam industri pengalengan. 3. 4) Daging buah pala Daging buah pala sangat baik dan sangat digemari oleh masyarakat jika telah diproses menjadi makanan ringan. Hal. marmelade. Aceh dan Maluku. Bunga pala ini dalam bentuk kering banyak dijual didalam negeri. M. obat muntahmuntah dan lain-lainya. Myristica sucedona. 021 316 1952. Irian Jaya. 3) Biji pala Biji pala tidak pernah dimanfaatkan oleh orang-orang pribumi sebagai rempahrempah. luas tanaman pala di Indonesia sekitar 22. misalnya: asinan pala. sebab jenis pala ini mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi daripada jenis lainnya. Iklim 1) Tanaman pala juga membutuhkan iklim yang panas dengan curah hujan yang tinggi dan agak merata/tidak banyak berubah sepanjang tahun. 021 316 9166~69. 4. 2/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kulit batang dan daun tanaman pala menghasilkan minyak atsiri 2) Fuli Fuli adalah benda untuk menyelimuti biji buah pala yang berbentuk seperti anyaman pala. 5.id . Jenis Myristica specioga. Biji pala sangat baik untuk obat pencernaan yang terganggu.

Dalam hal ini ada 3 macam biji terpilih. curah hujan terbagi secara teratur sepanjang tahun. produksitivitas tanaman akan rendah. Pembibitan 1) Perbanyakan Cara Generatif (Biji) a) Pemilihan Biji Perbanyakan dengan biji dapat dilakukan dengan mengecambahkan biji. Tanaman ini peka terhadap gangguan air. (3) biji Propellegitiem. 3) Pada tanah-tanah yang miring seperti pada lereng pegunungan.1.id . yaitu: (1) biji legitiem. 6.3. PEDOMAN BUDIDAYA 6. Jl. 021 316 1952.ristek. subur dan sangat cocok pada tanah vulkasnis yang mempunyai pembuangan air yang baik. Ketinggian Tempat Tanaman pala dapat tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian 500-700 m dpl. Biji sapuan: biji yang dikumpulkan begitu saja tanpa diketahui secara jelas dan pasti mengenai pohon induknya. Media Tanam 1) Tanaman ini membutuhkan tanah yang gembur. 5. Buah pala bijinya akan digunakan sebagai benih hendaknya berasal dari pohon pala yang mempunyai sifat-sifat: (1) pohon Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji-biji yang akan digunakan sebagai benih harus berasal dari buah pala yang benar-benar masak.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69. tetapi asal putiknya jelas diketahui.H. 5. Biji terpilih: biji yang asalnya atau pohon induknya diketahui dengan jelas. 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Suhu udara lingkungan 20-30 derajat C sedangkan. Fax. yaitu biji yang berasal dari tumpang sari tidak diketahui. 2) Sedangkan pH tanah yang cocok untuk tanaman pala adalah 5.go. maka untuk tanaman ini harus memiliki saluran drainase yang baik. yaitu biji yang diketahui dengan jelas pohon induknya (asal putiknya jelas diketahui). Tanaman pala tergolong jenis tanaman yang tahan terhadap musim kering selama beberapa bulan.5. (2) biji illegitiem. yaitu biji yang terjadi hasil persilangan dalam satu kebun yang terdiri dua klon atau lebih. Tanaman pala tumbuh baik di tanah yang bertekstur pasir sampai lempung dengan kandungan bahan organis yang tinggi. Dalam hal ini biji yang digunakan berasal dari: 1. http://www. Sedangkan pada ketinggian di atas 700 m. agar tanah tidak mengalami erosi sehingga tingkat kesuburannya berkurang. maka perlu dibuat teras-teras melintang lereng.5 – 6. M.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.ristek.id . 021 316 1952. Jl. M.go. Fax. 3/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www. 021 316 9166~69.

yakni garis putih pada kulit biji terletak di bawah. b) Penyemaian Tanah tempat penyemaian harus dekat sumber air untuk lebih memudahkan melakukan penyiraman pesemaian. tidak terserang oleh hama dan penyakit. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. 021 316 1952. telah ditetapkan dan dipilih pohon induk yang dapat dipergunakan sebagai sumber benih yang tersebar di 4 propinsi. Maka bibit pada pesemaian tersebut dapat dipindahkan ke kantong polybag yang berisi Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. maksud pemberian peneduh ini adalah agar pesemaian hanya terkena sinar matahari pada pagi sampai menjelang siang hari dan pada siang hari yang panas terik itu persemaian itu terlindungi oleh peneduh. 021 316 9166~69.go. Sekeliling bedengan dibuka selokan kecil yang berfungsi sebagai saluran drainase. yaitu dipilih biji-biji yang ukurannya besar dengan bobot minimum 50 gram/biji. Setelah biji berkecambah yaitu sudah tumbuh bakal batangnya. tergantung biji pala yang akan disemaikan. Tanah bedengan disiram air sedikit demi sedikit sehingga kebasahannya merata dan tidak sampai terjadi genangan air pada bedengan. paling lambat dalam waktu 24 jam biji-biji tersebut harus sudah disemaikan. kulit biji berwarna coklat kehitam-hitaman dan mengkilat. http://www. Tanah diolah dengan cangkul dengan kedalaman olakan sekitar 20 cm dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar sekitar 1. Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Perkebunan Nomor: KB.5 cm dan panjangnya 5-10 cm. Kemudian bijibiji pala disemaikan dengan membenamkan biji pala sampai sedalam sekiat 1 cm di bawah permukaan tanah bedengan. (2) mampu berproduksi tinggi dan kwalitasnya baik. Buah pala yang dipetik dari pohon dan akan dijadikan benih harus segera diambil bijinya. Sulawesi Utara dan Maluku. Jl. Jarak persemaian antar-biji adalah 15X15 cm. Kemudian tanah yang sudah diolah tersebut dicampuri dengan pupuk kandang yang sudah jadi (sudah tidak mengalami fermentasi) secara merata secukupnya supaya tanah bedengan tersebut menjadi gembur. yaitu: Sumatera Barat. BUN/9/1984. Biji-biji dari pohon induk terpilih yang akan digunakan sebagai benih harus diseleksi. Bedengan diberi peneduh dari anyaman daun kelapa/jerami dengan ukuran tinggi sebelah Timur 2 m dan sebelah Barat 1 m. M. Hal ini disebabkan oleh sifat biji pala yang daya berkecambahnya dapat cepat menurun. 010/42/SK/ DJ. Bedengan dibuat membujur Utara-Selatan. Posisi dalam membenamkan biji/benih harus rapat.H. berbentuk agak bulat dan simetris. Tanah yang akan dipakai untuk penyemaian harus dipilih tanah yang subur dan gembur. Fax. Jawa Barat.TTG BUDIDAYA PERTANIAN dewasa yang tumbuhnya sehat. Pemeliharaan pesemaian terutama adalah menjaga tanah bedengan tetap dalam keadaan basah (disiram dengan air) dan menjaga agar tanah bedengan tetap bersih dari gulma).id .

M. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www. 021 316 9166~69. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.ristek. 021 316 1952. 4/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.id .go.

Hal yang diperhatikan dalam memilih batang/cabangyang akan dicangkok adalah dari pohon yang tumbuhnya sehat dan mampu memproduksi buah cukup banyak. Bibit-bibit tersebut dapat dilakukan pemupukan ringan. 021 316 9166~69. yakni dengan pupuk TSP dan urea masing-masing sektar 1 gram tiap pemupukan.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Agar tanah dapat melekat erat pada batang yang sudah dikuliti. Bila menggunakan pembalut dari palstik. maka sabut kelapa/plastik pembalut itu diikat dengan tali secara kuat pada bagian bawa. Batang/cabang yang sudah berkayu. 2) Perbanyakan Cara Cangkok (Marcoteren) Perbanyakan tanaman pala dengan cara mencangkok bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang mempunyai sifat-sifat asli induknya (pohon yang dicangkok). Kemudian tanah tersebut ditempelkan/dibalutkan pada bagian batang yang telah dikuliti berbentuk gundukan tanah. Pemindahan bibit dari pesemaian ke kantong polybag harus dilakukan secara hati-hati agar perakarannya tidak rusak.ristek. Agar tidak tergenang air. bagian tengah dan bagian atas. batang yang akan dicangkok tersebut dibiarkan selama beberapa jam sampai kayunya yang tampak itu kering benar. Setelah bibit tanaman mempunyai 3–5 batang cabang. M. http://www. Gundukan tanah tersebut kemudian dibalut dengan sabut kelapa/plastik. Fax.H. 5/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemeliharaan dalam polybag terutama adalah menjaga agar media tumbuhnya tetap bersih dari gulma dan menjaga media tumbuh dalam keadaan tetap basah namun tidak tergantung air. bagian bawahnya dari polybag harus diberi lubang untuk jalan keluar air siraman/air hujan. tetapi tidak terlalu tua/terlalu muda. b) Ambillah tanah yang gembur dan sudah dicampuri dengan pupuk kandang dalam keadaan basah dan menggumpal. maka bibit ini dapat dipindahkan/ditanam di lapangan. Posisi cangkokan sekitar 25 cm dari pangkal batang/cabang. 021 316 1952. Pemupukan dilakukan 2 kali dalam setahun. Lendir/kambium yang melapisi kayu dihilangkan dengan cara disisrik kambiumnya. Hal. Pupuk ditaruh di atas permukaan media tumbuh kemudian langsung disiram. pohon yang sudah berumur 12–15 tahun. maka bagian atas dan bagian bawah harus diberi lubang kecil untuk memasukkan air siraman (lubang bagian atas) dan sebagai saluran drainase (lubang bagian bawah). Polybag yang sudah berisi bibit tanaman harus diletakkan pada tempat yang terlindung dari sinar matahari/diletakkan berderet-deret dan diatasnya diberi atap pelindung berupa anyaman daun kelapa/jerami. Jl. yakni pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. Cara mencangkok (marcotern): a) Batang/cabang dikelupas kulitnya dengan pisau tajam secara melingkar sepanjang 3–4 cm.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN media tumbuh berupa tanah gembur yang subur dicampur dengan pupuk kandang.

b) Lakukanlah penyayatan pada batang atas dan batang bawah dengan bentuk dan ukuran sampai terkena bagian dari kayu. http://www. Okulasi “T” 3. Setelah 4 bulan. grafting) Penyambungan pucuk ini ada tiga macam yaitu : 1. maka setelah 2 bulan akan tumbuh perakarannya. Cara melakukannya adalah sebagai berikut: a) Pilihlah calon bawah dan batang atas yang mempunyai ukuran sama. Enten pangkas atau kopulasi 3. maka bibit dari hasil penyusuan tersebut sudah dapat ditanam di lapangan. Sistem penyambungan ini ada dua cara. Enten sisi (segi tiga) b) Penyambungan mata (okulasi) Penyambungan mata ada tiga macam yaitu : 1. 021 316 1952. 4) Perbanyakan Cara Penyusuan (Inarching Atau Approach Grafting) Dalam sistem penyusuan ini. maka penyusuan itu dapat dipastikan berhasil. Forkert Setelah 3-4 bulan sejak penyambungan dengan sistem enten atau okulasi itu dilakukan dan jika telah menunjukkan adanya pertumbuhan batang atas (pada penyambungan enten) dan mata tunas (pada penyambungan okulasi). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Okulasi biasa (segi empat) 2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .H. Dalam waktu 4–6 minggu. kedua batang tersebut akan tumbuh bersama-sama seolah-olah batang bawah menyusu pada batang atas sebagai induknya. c) Tempelkan batang bawah tersebut pada batang atas tepat pada bekas sayatan tadi dan ikatlah pada batang atas tepat pada bekas sayatan dan ikat dengan kuat tali rafia.go. Jl.ristek. ukuran batang bawah dan batang atas harus sama besar (kurang lebih besar jari tangan orang dewasa). Jika telah tumbuh sempurna. M. Setelah beberapa waktu. yakni: a) Penyambungan Pucuk (entern.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Bila pencangkokkan ini berhasil dengan baik. Jika batang atas daun-daunnya tidak layu. Enten celah (batang atas dan batang bawah sama besar) 2. tanaman sudah dapat ditanam di lapangan. penyusuan ini sudah dapat dilihat hasilnya. Jika perakaran cangkokkan itu sudah siap untuk dipotong dan dipindahkan keranjang atau ditanam langsung di lapangan. 3) Perbanyakan Cara Peyambungan (Enten Dan Okulasi) Sistem penyambungan ini adalah menempatkan bagian tanaman yang dipilih pada bagian tanaman lain sebagai induknya sehingga membentuk satu tanaman bersama. 021 316 9166~69. batang bagian bawah dan bagian atas sudah tidak diperlukan lagi dan boleh dipotong serta dibiarkan tumbuh secara sempurna. Fax.

id . Fax. 6/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go.ristek. http://www. 021 316 9166~69. M.H.

Penanaman yang berasal dari biji dilakukan dengan cara sebagai berikut: polybag (kantong pelastik) di lepaskan terlebih dahulu. http://www. bibit dimasukkan kedalam lubang tanam dan permukaan tanah pada lubang tanam tersebut dibuat sedikit dibawah permukaan lahan kebun. Penyetekan dengan menggunakan IBA 0. Jl. Teknik Penanaman Penanaman bibit dilakukan pada awal musim hujan. Lubang tanam untuk bibit pala yang berasal dari cangkang perlu dibuat lebih dalam. 6.H. Pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pada musim kemarau supaya proses penggemburan tanah itu dapat lebih efektif. bibit tanaman yang berasal dari biji dan sudah mempunyai 3–5 batang cabang biasanya sudah mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan sehingga pertumbuhannya dapat baik. Penyetekan menggunakan hormon IBA 0. M. biasanya setelah 8 minggu sudah terbentuk kalus di bagian bawah stek. Pengolahan tanah dengan cara ini akan membentuk alur yang dapat mencegah aliran permukaan tanah/menghindari erosi. di atas lahan masih terdapat semak belukar harus dihilangkan. Hal ini untuk mencegah agar bibit tanaman tidak mati karena kekeringan. teras kredit/teras bangku. Pengolahan tanah pada kondisi lahan yang miring harus dilakukan menurut arah melintang lereng.3. Bila bibit pala yang berasal dari cangkok. 021 316 9166~69.5%.5%.ristek. Setelah bibit-bibit tersebut ditanam. Pengolahan Media Tanam Kebun untuk tanaman pala perlu disiapkan sebaik-baiknya.6%. biasanya pada umur 4 bulan setelah dilakukan penyetekan sudah keluar akar-akarnya.6% dalam bentuk kapur. yaitu dapat membentuk teras guludan. dapat pula dibuat teras tersusun dengan penanaman sistem kountur.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN 5) Perbanyakan Cara Stek Tanaman pala dapat diperbanyak dengan stek tua dan muda yang dengan 0. kemudian lubang tanam tersebut disiram dengan air supaya media tumbuh dalam lubang menjadi basah. Kemudian tanah diolah agar menjadi gembur sehingga aerasi (peredaran udara dalam tanah) berjalan dengan baik.2. maka sebelum ditanam daun-daunnya harus dikurangi terlebih dahulu untuk mencegah penguapan yang cepat.go. Percobaan lain adalah dengan menggunakan IBA 0. 021 316 1952. Kemudian tiga bulan berikutnya sudah tumbuh perakaran yang cukup banyak. Hal ini dimaksudkan agar setelah dewasa tanaman tersebut tidak roboh karena sistem Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. Pada tanah yang kemiringan 20% perlu dibuat teras-teras dengan ukuran lebar sekitar 2 m. Kemudian jika diperlukan untuk kedua kalinya dengan larutan IBA 0. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. maka setelah 9 bulan kemudian sudah tampak perakaran. 6.5% larutan hormaon IBA.

Jl. 021 316 1952. 7/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www. 021 316 9166~69.ristek. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.id .go. M.

Setelah beberapa waktu. Jl. Dalam menggali lubang tanam. lahan terlebih dahulu di tanami jenis tanaman buah-buahan/tanaman kelapa. yaitu pada awal musim hujan dan pada akhir musim hujan. 1) Penyulaman harus dilakukan dilakukan jika bibit tanaman pala itu mati/pertumbuhannya kurang baik. 021 316 1952. setelah dilakuakan pada akhir musim hujan. Setelah bibit di tanam. Sedangkan pada lahan bergelombang adalah 9x9 m.go. Urea dan KCl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN akaran dari bibit cangkokan tidak memiliki akar tunggang. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. kemudian menyusul tanah galian bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk kandang secukupnya. tanah galian bagian bawah di masukkan lebih dahulu. kemudian pupuk TSP. Namun jika tanaman sudah dewasa/sudah tua.id . misalnya tanaman jenis Clerisidae atau jauh sebelumnya bibit pala di tanam. 6. pemupukan dapat dilakukan dengan pupuk organik (pupuk kandang) dan pupuk anorganik ( pupuk kimia sama dengan pupuk buatan) yaitu berupa TSP. 3) Sebelum pemupukan dilakukan. maka untuk membantu pelarutan pupuk dapat dilakukan penyiraman. http://www. Pemeliharaan Tanaman Untuk mencegah kerusakan atau bahkan kematian tanaman. tetapi jika kondisinya masih banyak turun hujan tidak perlu dilakukan penyiraman. Penanaman bibit pala yang berasal dari enten dan okulasi dapat dilakukan seperti menanam bibit-bibit pala yang berasal dari biji. Jika pemupukan di lakukan pada awal musim hujan. Jarak tanam yang baik untuk tanaman pala adalah: pada lahan datar adalah 9x10 m. hendaknya dibuat parit sedalam 10 cm dan lebar 20 cm secara melingkar di sekitar batang pokok tanaman selebar kanopi (tajuk pohon). Lubang tanaman perlu dipersiapkan satu bulan sebelum bibit ditanam. Hal ini bertujuan agar tanah dalam lubangan menjadi dayung (tidak asam). Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 2) Pada akhir musim hujan. lapisan tanah bagian atas harus dipisahkan dengan lapisan tanah bagian bawah. terutama jika pembuatannya pada musim hujan. pemupukan yang dan lebih efektif adalah pupuk anorganik. Fax. lubang tanam harus segera disiram supaya media tumbuhan menjadi basah. lubang tanam dibuat dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm untuk jenis tanah ringan dan ukuran 80x80x80 cm untuk jenis tanah liat. sebab kedua lapisan tanah ini mengandung unsur yang berbeda.4.H. Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun. Pada waktu tanaman masih muda.ristek. Urea dan KCl ditabur dalam parit tersebut secara merata dan segera ditimbun tanah dengan rapat. maka perlu di usahakan tanaman pelindung yang pertumbuhannya cepat. 021 316 9166~69. M. setelah pemupukan sebaiknya segera dilakukan penyiraman agar pupuk dapat segera larut dan diserap akar.

021 316 9166~69.id . http://www. M. 021 316 1952. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 8/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H.ristek. Jl.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

jika bercak hitam itu dikupas. 021 316 1952. Hama 1) Penggerek batang (Batocera sp) Tanaman pala yang terserang oleh hama ini dalam waktu tertentu dapat mengalami kematian. insektisida disemprotkan pada bercak hitam supaya dapat merembes kedalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat oleh anai-anai tersebut. HAMA DAN PENYAKIT 7.go. Gejala: terjadinya bercak hitam pada permukaan batang. 3) Kumbang Aeroceum fariculatus Hama kumbang berukuran kecil dan sering menyerang biji pala.5– 1 cm. Fax. Di dalam biji tersebut. 2) Anai-Anai / Rayap Hama anai-anai mulai menyerang dari akar tanaman. (2) memasukkan/menginjeksikan (menginfuskan) racun serangga seperti Dimicron 199 EC dan Tamaran 50 EC sistemik ke dalam batang pohon pala menggunakan alat bor. Penyakit 1) Kanker batang Gejala: terjadinya pembengkakan batang.2. M. Pengendalian: membersihkan kebun dari semak belukar. Pengendalian: mengeringkan secepatnya biji pala setelah diambil dari buahnya. Imagonnya menggerek biji dan meletakkan telur di dalamnya.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7.H. yang dapat menyebabkan buah terbelah dan gugur sebelum tua. Pengendalian: (1) menutup lubang gerekan dengan kayu/membuat lekukan pada lubang gerekan dan membunuh hamanya. http://www. 2) Belah putih Penyebab: cendawan coreneum sp.coklatan pada bagian kuliat buah. maka sarang dan saluran yang dibuat oleh anai-anai (rayap) akan kelihatan.1. cabang atau ranting tanaman yang diserang. 021 316 9166~69. di mana didapat serbuk kayu. masuk ke pangkal batang dan akhirnya sampai ke dalam batang.ristek. telur akan menetas dan menjadi larva yang dapat menggerek biji pala secara keseluruhan. memangkas bagian yang terserang dan dibakar. Gejala: terdapat lubang gerekan pada batang diameter 0. 7. Jl. Pengendalian: menyemprotkan larutan insektisida pada tanah di sekitar batang tanaman yang diserang. Gejala: terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklat. dosis yang dimasukkan sebanyak 15–20 cc dan lubang tersebut segera ditutup kembali. Bercak-bercak tersebut membesar dan berwarna hitam.id . Pengendalian: (1) membuat saluran Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

go. 9/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax.H. 021 316 1952. Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pembuangan air (drainase) Hal. M.id . 021 316 9166~69.ristek.

Pengendalian: memangkas cabang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. pada kulit buah tampak gugusangugusan jamur berwarna hijau kehitam-hitaman dan akhirnya bercak-bercak tersebut terjadi kering dan keras. kemudian dibakar. (3) dapat dilakukan dengan penyemprotan fungisida secara yang rutin. fungsida yang dapat digunakan adalah yang mengandung bahan aktif mancozeb.go.pohon lain di sekitar pala dengan memangkas sebagian cabangcabangnya yang berdaun rimbun. ranting dan daun. (2) pengasapan dengan belerang di bawah pohon dengan dosis 100 gram/tanaman.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yang baik. 021 316 9166~69. Pengendalian: dengan mengkombinasikan (memadukan) antara pemupukan dan pemberian fungisida. bentuk bulat dan cekung dengan ukuran bercak bervariasi. baik pada saat ada serangan maupun tidak ada serangan dari penyakit ini. misalnya dengan mengurang kerimbunan pohon. Gejala: berupa bercak berwarna coklat. 10/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 6) Gugur buah muda Gejala: adanya buah muda yang gugur. Gejala: buah pala tampak busuk warna coklat yang sifatnya lunak dan basah. 3) Rumah Laba-Laba Menyerang cabang. karbendazim dan benomi.ristek. kemudian tanah di sekitar pohon dibersihkan. tidak terdapat gulma atau tanaman-tanaman perdu lainnya. 5) Busuk buah basah Penyebab: jamur Collectotrichum gloeosporiodes.id . Gejala: daun mengering dan kemudian diikuti mengeringnya ranting dan cabang. M. ranting dan daun yang terserang. yang menyerang atau menginfeksi buah yang luka. Pengendalian: (1) kondisi kelembaban di sekitar pohon pala perlu dikurangi. yakni 2–4 minggu sekali. 021 316 1952. gejala ini timbul pada sekitar tangkai buah yang melekat pada buah sehingga buah mudah gugur. http://www. Hal.H. Penyebab: penyakit ini belum diketahui dengan jelas. 4) Busuk buah kering Penyebab: jamur Stignina myristicae. Jl. (2) buah pala dan daun yang terserang penyakit ini segera dipetik dan dipendam dalam tanah. Pengendalian: dengan busuk buah kering. yakni dari yang berukuran sangat kecil sampai sekitar 3 cm.

9.H. dikenal 3 macam waktu panen tiap tahun. PASCAPANEN 9. Biji dijemur dengan panas matahari pada lantai jemur/tempat lainnya. Ciri dan Umur Panen Umumnya pohon pala mulai berbuah pada umur 7 tahun dan pada umur 10 tahun telah berproduksi secara menguntungkan. M. yakni yaitu sekitar 6–7 bulan sejak mulai bunga dengan tanda-tanda buah pala yang sudah masak adalah jika sebagian dari buah tersebut tersebut murai merekah (membelah) melalui alur belahnya dan terlihat bijinya yang diselaputi fuli warna merah. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pengeringan Biji Biji pala yang diperoleh dari proses ke-I tersebut segera dijemur untuk menghindari serangan hama dan penyakit. Jl. Setiap bagian buah pala tersebut ditaruh pada wadah yang kondisinya bersih dan kering. 11/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Biji pala yang telah kering ditandai dengan terlepas bagian kulit biji (cangkang). Produksi pada akan terus meningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. jika digolongkan akan kocak dan kadar airnya sebesar 8–10 %.ristek.1. 021 316 1952. Jika buah yang sudah mulai merekah dibiarkan tetap dipohon selama 2-3 hari. 021 316 9166~69. 8. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memanjat dan memilih serta memetik buah-buah pala yang sudah masak benar. (2) yang kurus atau keriput. maka pembelahan buah menjadi sempurna (buah berbelah dua) dan bijinya akan jatuh di tanah. buah yang sudah masak dibelah dan antara daging buah. PANEN 8. Hal. Cara Pemetikan Pemetikan buah pala dapat dilakukan dengan galah bambu yang ujungnya diberi/dibentuk keranjang (jawa: sosok).1.id .go. dan (3) yang cacat. yaitu: (1) panen raya/besar (pertengahan musim hujan).2. Buah pala dapat dipetik (dipanen) setelah cukup masak (tua). Fax. Pengeringan yang terlalu cepat dengan panas yang lebih tinggi akan mengakibatkan biji pala pecah. fuli dan bijinya dipisahkan. 9.2. Biji-biji yang terkumpul perlu disortir dan dipilah-pilahkan menjadi 3 macam yaitu: (1) yang gemuk dan utuh. Panen buah pala pada permulaan musim hujan memberikan hasil paling baik (berkualitas tinggi) dan bunga pala (fuli) yang paling tebal. http://www. Di Daerah Banda. panen lebih sedikit (awal musim hujan) dan panen kecil (akhir musim hujan).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Pemisahan Bagian Buah Setelah buah-buah pala masak dikumpulkan. Pohon pala terus berproduksi sampai umur 60–70 tahun.

b) Isi biji pala ditaruh dalam keranjang kecil dan dicelupkan dalam larutan kapur sampai 2–3 kali dengan digoyang-goyangkan demikian rupa sehingga air kapur menyentuh semua isi biji. Pengawetan biji pala juga dapat dilakukan dengan teknologi baru. Isi biji yang sudah kering. M. b) Dengan mesin Cara ini banyak digunakan petani pala. Cara memecah tempurung biji pala memerlukan keterampilan khusus. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah proses pengapuran perlu diadakan pemeriksaaan terakhir untuk mencegah kemungkinan biji-biji pala tersebut cacat. Dengan pengeringan seperti ini dapat menghasilkan fuli yang kenyal (tidak rapuh) dan berkualitas tinggi sehingga nilai ekonomisnya pun tinggi pula. 021 316 9166~69. http://www.id . Pemecahan Tempurung Biji Pemecahan tempurung biji pala dapat dilakukan dengan 2 cara. kemudian dilakukan pengapuran. Fax.4. Pengapuran biji pala yang banyak dilakukan adalah pengapuran secara basah. Jl. misalnya pecah yang sebelumnya tidak diketahui.3. kemudian dipukul dengan kayu supaya kulit buijinya pecah dan terpisah dengan isi biji. Warna fuli yang semula merah cerah. c) Kecil: dalam 1 kg terdapat sekitar 200 butir isi biji.ristek. sebab kalau tidak isi biji akan banyak yang rusak (pecah) sehingga kulitasnya turun.go. b) Sedang: dalam 1 kg terdapat sekitar 150 butir isi biji. 9. c) Selanjutnya isi biji itu diletakkan menjadi tumpukan dalam gudang untuk dianginanginkan sampai kering. yaitu: a) Dengan tenaga manusia Cara memecah tempurung dari biji pala dilakukan dengan cara memukulnya dengan kayu sampai tempurung tersebut pecah. yakni dengan fumigasi dengan menggunakan zat metil bromida (CH3 B1) atau karbon bisulfida (CS2) 9. Hal ini dilakukan berulang-ulang sampai fuli itu kering. Secara sederhana dapat diterangkan bahwa mekanisme kerja dan alat ini sama dengan yang dilakukan oleh manusia.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Biji-biji pala yang sudah kering.H. Pengeringan Bunga Pala (Fuli) Fuli dijemur pada panas matahari secara perlahan-lahan selama beberapa jam. setelah dikeringkan menjadi merah tua dan akhirnya menjadi jingga. Isi biji yang telah keluar dari cangkangnya tersebut disortir berdasarkan ukuran besar kecilnya isi biji: a) Besar: dalam 1 kg terdapat 120 butir isi biji. 021 316 1952. yaitu: a) Kapur yang sudah disaring sampai lembut dibuat larutan kapur dalam bak besar/bejana (seperti yang digunakan untuk mengapur atau melabur dinding/tembok). kemudian diangin-anginkan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Fax.ristek.H. 021 316 9166~69. 12/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id . M. http://www. Jl. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Jawa Barat dan Aceh. STANDAR PRODUKSI 11. Hasil pala Indonesia mempunyai keunggulan dipasaran dunia karena memiliki aroma yang khas dan memiliki rendaman minyak yang tinggi. kenaikan produksi pada rata-rata 22% pertahun luas areal pala nasional pada tahun 1985 diperkirakan 70. yakni berupa biji pala dan selaput biji (fuli) kering yang dapat menghasilkan devisa cukup besar.1. Usaha 11. Analisis Budidaya … 10. India dan beberapa negara penghasil pala lainya sedangkan 60% kebutuhan pala dunia dipenuhi Indonesia. cara pengambilan contoh dan cara pengemasan. M. cara pengujian mutu. Disamping itu kerusakan mekanis dari isi biji juga lebih kecil. waktu dan biaya operasionalnya dapat ditekan.200 ton meningkat menjadi 10.H.2.go. Fax. Keuntungan dari penggunaan mesin adalah tenaga. Dalam jangka waktu 10 tahun tersebut. Sulawesi Utara. 11. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.192 hektar dengan jumlah produksi sekitar 18. Irian Jaya. 021 316 9166~69. 10. 021 316 1952. Diskripsi … Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Peranan ekspor pala itu cukup besar bagi petani.1.327 ton pada tahun 1971. Ruang Lingkup Standar produksi ini meliputi: syarat mutu. terutama di daerah-daerah Maluku. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Produksi pala pada tahun 1962 sebesar 3. Sulawesi Selatan.2.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN yakni bagian tertentu dari mesin menghancurkan kulit buah pala sehingga yang tinggal adalah isi bijinya. Jl. Gambaran Peluang Agribisnis Produksi pala (biji dan fuli) setiap tahun terus meningkat.id .649 ton pertahun kenaikan produksi itu terutama disebabkan untuk perluasan tanaman pala yang sekiatar 90% merupakan pertanaman rakyat. Hanya sekitar 40% kebutuhan pala dunia dipenuhi dari Granada. http://www.

http://www.ristek. Jl.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H.id . M. 021 316 9166~69. Fax. 13/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

bentuk serta kematangan dari fuli.go.P. Klasifikasi dan Standar Mutu Untuk menentukan kualitas dari inti biji pala yang dihasilkan. c) Gruis I dan II: fuli hancur.ristek. Hal. keadaan fuli tidak utuh lagi. 2) Pala kupas RIMPEL: 1.P. berkeriput 3. c) Pala kupas B. Kriteria kualitas fuli adalah: a) Fuli I (moce one): dari buah yang sudah tua. Kriteria untuk menentukan standar kualitas fuli didasarkan pada warna. b) Fuli II (moce two): dari buah yang sudah tua. yakni: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat (90 kg). warnanya bagus (merah). b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat (80 kg). biji relatif berat 2. keadaan fuli utuh. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. diserang hama dan penyakit 4. 14/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Khusus untuk Gruise II digunakan mesin penghancur untuk lebih menghaluskan fuli.W. biji dan fuli yang kita dapatkan kualitasnya akan rendah. bentuknya sempurna dan tidak keriput 3. dalam satu sak berat (75 kg). tidak diserang hama/penyekit 3) Pala kupas B. 1. b) Pemeliharaan: pemeliharaan juga mempengaruhi kualitas pala yang dihasilkan. http://www. ringan Dari hasil penyortiran kualitas biji tersebut. c) Cara pemetikan dan prosesing: buah yang dipetik pada waktu masih muda. berkeriput 2. 021 316 9166~69. ada kerusakan mekanis 3.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. lapuk dan mudah pecah. M. Fax.3. Kualitas biji pala ditentukan oleh: a) Jarak tanam: jarak tanam bukan saja mempengaruhi kuantitas. warnanya hitam. kriteria yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut: 1) Pala kupas ABCD: 1. tidak pecah 4.id . Jl. bji relatif berat 2. kita akan mendapatkan berat rata-rata yang berbeda. tidak diserang hama/penyakit 4. Akibat dari pemeliharaan yang tidak baik buah pala mudah diserang oleh hama atau penyakit (terbelah putih) sehingga kualitas buah kurang baik. misalnya penjemuran yang dilakukan secara tergesagesa. Dengan jarak tanam yang rapat biasanya kita akan dapatkan buah-buah yang kecil.W. Demikian pula dengan prosesing yang kurang baik.H. tidak pecah/rusak mekanis. biji pala yang dihasilkan tentu akan banyak yang pecah. 021 316 1952. tetapi menentukan kualitas pala yang dihasilkan.

minimum jumlah contoh yang diambil 10. minimum jumlah contoh yang diambil 15.go. Cara ini dilakukan beberapa kali sampai contoh mencapai 3 kg untuk dianalisa. Pala yang telah disortir dipak dengan menggunakan karung goni berlapis dua. e) Jumlah kemasan dalam partai: lebih dari 1000. http://www. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. minimum jumlah contoh yang diambil 5. Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum dilakukan pengepakan adalah: fuli yang akan dipak harus difumigasi terlebih dahulu.H. Pengepakan biji dan fuli pala dilakukan secara sederhana.P. minimum jumlah contoh yang diambil 9. c) Pala kupas B. Fax. c) Jumlah kemasan dalam partai: 301 sampai 500. Pengemasan Tujuan pengemasan adalah mencegah kerusakan produk hingga ke tangan konsumen. 11. Pemberian fumigant pada biji pala dan fuli harus dilakukan di suatu ruang yang tertutup rapat selama 2 x 24 jam. b) Jumlah kemasan dalam partai: 101 sampai 300. 021 316 1952. kemudian dibagi 4 dan dua bagian diambil secara diagonal. Khusus untuk pengepakan fuli biasanya dilakukan dalam peti kayu (triplek) dengan berat rata-rata 70-75 kg/peti. b) Pala kupas RIMPEL dalam satu sak berat 80 kg.4. 021 316 9166~69. tengah dan bawah. a) Jumlah kemasan dalam partai: 1 sampai 100. Petugas pengambil contoh harus memenuhi syarat yaitu orang yang berpengalaman/dilatih lebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum. dalam satu sak berat 75 kg. M. Jl. Rata-rata dari setiap kualitas pala adalah sebagai berikut: a) Pala kupas ABCD dalam satu sak berat 90 kg. minimum jumlah contoh yang diambil 7. Pengemasan yang umum adalah dengan karung plastik karena dapat mencegah kerusakan dalam waktu yang relatif lama. d) Jumlah kemasan dalam partai: 501 sampai 1000.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11.5. Contoh tersebut dicampur merata tanpa menimbulkan kerusakan. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.W.id . Fumigant yang biasa digunakan adalah Methyl Bromida.ristek. Pengambilan Contoh Setiap kemasan diambil contohnya sebanyak 3 kg dari bagian atas.

15/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. Jl.ristek. Fax.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. http://www. 021 316 9166~69.H. M.

id . Jakarta.Hatta. 16/ 16 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M. 021 316 9166~69. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. Budidaya Pala Komoditas Ekspor . Jl. Yogyakarta: kanisius. DAFTAR PUSTAKA 1) Sunanto. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan.1993. 021 316 1952.go.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. http://www.ristek.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12.

Tanaman pepaya banyak ditanam orang. Hal. di daerah-daerah basah dan kering atau di daerah-daerah dataran dan pegunungan (sampai 1000 m dpl). biasanya terus berbunga sepanjang tahun. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Tangkai bunganya sangat pendek dan terdapat bunga betina kecil dan besar. Fax. M. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PEPAYA (Cacarica papaya.ristek. 1 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. tetapi tidak mempunyai benang sari. Ciri-ciri bunga jantan ialah putih/bakal buah yang rundimeter yang tidak berkepala. baik di daeah tropis maupun sub tropis.id . 2) Pepaya Betina Pepaya ini memiliki bunga majemuk artinya pada satu tangkai bunga terdapat beberapa bunga. Buah pepaya merupakan buah meja bermutu dan bergizi yang tinggi. SEJARAH SINGKAT Pepaya merupakan tanaman buah berupa herba dari famili Caricaceae yang berasal dari Amerika Tengah dan Hindia Barat bahkan kawasan sekitar Mexsiko dan Coasta Rica. http://www. Bunga yang besar akan menjadi buah. 021 316 9166~69.go. L) 1. Jl. JENIS TANAMAN 1) Pepaya Jantan Pohon pepaya ini memiliki bunga majemuk yang bertangkai panjang dan bercabang-cabang. 2. Bunga pertama terdapat pada pangkal tangkai. benang sari tersusun dengan sempurna.H. Memiliki bakal buah yang sempurna.

warna dan kadar vitamin. MANFAAT TANAMAN 1) Buah masak yang populer sebagai “buah meja”. yaitu: 1. Jawa Timur (kabupaten Malang). Berbenang sari 10 dan bakal buah lonjong. Fax. http://www. 3) Daunnya sebagai obat penyembuh penyakit malaria. 2.ristek. Berbenang sari 2 . Senrta penanaman buah pepaya di Indonesia adalah daerah Jawa barat (kabupaten Sukabumi). Batangnya dapat dijadikan pencampur makanan ternak melalui proses pengirisan dan pengeringanu. harum baunya dan rasanya manisasam. 2. bakal buah dan benang sari dapat melakukan penyerbukan sendiri maka dapat ditanam sendirian. Terdapat 3 jenis pepaya sempurna. 4. 2) Dalam industri makanan. Yang dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun.id . akarnya dapat digunakan sebagai obat penyembuh sakit ginjal dan kandung kencing. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 3.go. 5) Bunga pepaya yang berwarna putih dapat dirangkai dan digunakan sebagai “bunga kalung” pengganti bunga melati atau sering dibuat urap.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Pepaya Sempurna Memiliki bunga yang sempurna susunannya. Dalam industri makanan buah pepaya sering dijadikan bahan baku pembuatan (pencampur) saus tomat yakni untuk penambah cita rasa.10 dan bakal buah mengkerut. 3. warna daging buah kuning. Buah pepaya masak yang mudah rusak perlu diolah dijadikan makanan seperti sari pepaya. Bahkan daun mudanya enak dilalap dan untuk menambah nafsu makan. selain untuk pencuci mulut juga sebagai pensuplai nutrisi/gizi terutama vitamin A dan C. 021 316 9166~69. rasanya manis. memiliki daging buah berwarna merah semangka. yaitu: 1 Pepaya semangka. Pepaya sempurna mempunyai 2 golongan: 1. dodol pepaya. Berbenang sari 5 dan bakal buah bulat. kejang perut dan sakit panas.H. 021 316 1952. M. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia tanaman pepaya tersebar dimana-mana bahkan telah menjadi tanaman perkarangan. industri farmasi dan textil. 2) Pepaya burung. Pasar Induk Kramat Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Jenis pepaya yang banyak dikenal orang di Indonesia. serta dapat menyembuhkan penyakit beri-beri dan untuk menyusun ransum ayam. 4) Batang buah muda dan daunnya mengandung getah putih yang berisikan enzim pemecah protein yang disebut “papaine” sehingga dapat melunakan daging untuk bahan kosmetik dan digunakan pada industri minuman (penjernih). Yang berbuah musiman.

2 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. Fax. M.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. http://www.ristek.id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952. 021 316 9166~69.

nama tamanan akan kurus. 021 316 1952. Pembibitan 1) Persyaratan Bibit/Benih Sebagai bibit dipergunakan biji. PEDOMAN BUDIDAYA 6.1.ristek.go. Lampung Tengah. Apabila kekeringan air. Fax. Untuk memperoleh biji bakal bibit yang baik dan murni dilakukan melalui pembijian sendiri dengan jalan perkawinan buatan.id . Yogyakarta (Sleman). Air menggenang dapat mengundang penyakit jamur perusak akar hingga tanaman layu (mati). Pada waktu bunga-bunga itu membuka lakukan penyerbukan dengan bungan-bunga jantan yang di kepyok-kepyokan di atas bunga betina. Sulawesi Utara (Manado). Ketinggian Tempat Pepaya dapat ditanam di dataran rendah sampai ketinggian 700 m–1000 m dpl. sebelumnya bunga-bunga betina membuka.2. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.1. Cara perkawinan buatan ada 2 yaitu: a) Bunga-bunga dari tanaman betina ambil yang besar. Tanah itu harus banyak menahan air dan gembur. Tinggi air yang ideal tidak lebih dalam daripada 50–150 cm dari permukaan tanah. 5. 5. 2) Tanaman pepaya tumbuh subur pada daerah yang memilki curah hujan 10002000 mm/tahun. 3 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. 6. http://www. 2) Derajat keasaman tanah ( pH tanah) yang ideal adalah netral dengan pH 6-7. M. 4) Kelembaban udara sekitar 40%. SYARAT TUMBUH 5. dibungkus dengan kertas plastik selama 2 hari. Sulawesi Selatan (Toraja). Perkawinan di lakukan hingga 3 kali. Jl. Media Tanam 1) Tanah yang baik untuk tanaman pepaya adalah tanah ynag subur dan banyak mengandung humus. Angin yang tidakterlalu kencang sangat cocok bagi pertumbuhan tanaman. 021 316 9166~69. 5. Iklim 1) Angin diperlukan untukpenyerbukan bunga.3. 3) Suhu udara optimum 22-26 derajat C. Hal. daun. bunga dan buah rontok.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Jati DKI. meskipun pohon pepaya dapat di okulasi. 3) Kandungan air dalam tanah merupakan syarat penting dalam kehidupan tanaman ini.

2) Penyiapan Benih Kebutuhan benih perhektar 60 gram (± 2000 tanaman). Biji-biji yang digunakan sebagai bibit diambil dari buah-buah yang telah masak benar dan berasal dari pohon pilihan. Buah pilihan tersebut di belah dua untuk diambil biji-bijinya. Media yang digunakan merupakan campuran 2 ember tanah yang di ayak ditambah 1 ember pupuk kandang yang sudah matang dan diayak ditambah 50 gram TSP dihaluskan ditambah 29 gram curater/petrofar.TTG BUDIDAYA PERTANIAN b) Cari pepaya yang berbunga dan berbuah terus menerus pilihlah bunga elongata yang terbesar yang hampir mekar dan terletak pada ujung tangkai. Biji-biji tersebut bisa langsung ditanam/disemai lebih dahulu. 021 316 9166~69. 3) Teknik Penyemaian Benih Benih dimasukan pada kedalaman 1 cm kemudian tutup dengan tanah. Hal. jika hendak ditanam harus diuji terlebih dahulu. Dengan pemeliharaan yang baik. Biji-biji yang sudah dikeringkan.id . Disiram setiap hari. Kemudian bunga tersebut dibungkus dengan kantung agar tidak diserbuki secara alami oleh bunga lain selama 10 hari. Pada saat ketinggiannya 15-20 cm atau 45-60 hari bibit siap ditanam. Jl. biji-biji akan tumbuh sesudah 3 minggu ditanam. Fax.5 gram/liter kemudian disemai dalam polybag ukuran 20 x 15 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Caranya biji-biji. Benih berkecambah muncul setelah 12-15 hari. Biji tidak boleh dibenam dalam-dalam. M. 5) Pemindahan Bibit Bibit-bibit yang sudah dewasa. Bibit jangan diambil dari buah yang sudah terlalu masak/tua dan jangan dari pohon yang sudah tua. Benih direndam dalam larutan fungisida benomyl dan thiram ( Benlate T) 0. 4 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. http://www.go. yang ditangguhkan dipergunakan sebagai bibit.ristek. 4) Pemeliharaan Pembibitan/Penyemaian Pada persemaian biji-biji ditaburkan dalam larikan (barisan ) dengan jarak 5-10 cm. cukup sedalam biji. yakni 1 cm. Biji yang segar digunakan sebagai bibit.H. Biji yang dikeluarkan kemudian dicuci bersih hingga kulit yang menyelubungi biji terbuang lalu dikeringkan ditempat yang teduh. 021 316 1952. siktar umur 2-3 bulan dapat dipindahkan pada permulaan musim hujan. Penyemaian dilakukan 2 atau 3 bulan sebelum bibit persemaian itu dipindahkan kekebun.

maka lubang-lubang pertanaman harus digali terlebih dahulu. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Lubang-lubang berukuran 60 x 60 x 40 cm.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. Teknik Penanaman 1) Pembuatan Lubang Tanam Untuk biji yang disemai. dengan jarak tanam 2 x 2. panjang secukupnya. yang digali secara berbaris. jarak antar bedengan 60 cm. Apabila biji ditanam langsung ke kebun. Setelah itu baru lubang-lubang siap ditanami.id semak dan kotoran lain. Fax. 2) Pembentukan Bedengan Bentuk bedengan berukuran lebar 200-250 cm. Lubang-lubang pertanaman untuk biji-biji harus selesai ± 5 bulan sebelum musim hujan. perlu ditambah ± 1 kg dolomit dan biarkan 1-2 minggu. sebelum bibit ditanamkan bibit. Lubang-lubang yang ditutupi gundukan tanah yang cembung dibiarkan 2-3 hari hingga tanah mengendap. dicangkul/dibajak dan digemburkan. 3) Pengapuran Apabila tanah yang akan ditanami pepaya bersifat asam (pH kurang dari 5). Lubang-lubang tersebut diatas dibuat 1-2 bulan penanaman. Selama lubang-lubang dibiarkan kosong agar memperoleh cukup sinar matahari. Hal. M. 4) Pemupukan Sebelum diberi pupuk.go. kemudian .3. Jl.ristek. http://www. Buat lobang ukuran 50 x 50 x 40 cm di atas bedengan. Pengolahan Media Tanam 1) Persiapan Lahan dibersihkan dari rumput. 6.5 m. 5 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Setelah itu lubang-lubang diisi dengan tanah yang telah dicampuri dengan pupuk kandang 2-3 blek.2.H. 021 316 1952. 021 316 9166~69. tinggi 20-30 cm. Beberapa bulan kemudian akan dapat dilihat tanaman yang jantan dan betina atau berkelamin dua. tanah yang akan ditanami pepaya harus dikeringkan satu minggu. terlebih dahulu harus dibuatkan lubang tanaman. setelah itu tutup dengan tanah campuran 3 blek pupuk kandang yang telah matang. 2) Cara Penanaman Tiap-tiap lubang diisi dengan 3-4 buah biji. setelah diberi pupuk yang matang.

ristek. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan dan Penyulaman Penjarangan tanaman dilakukan untuk memperoleh tanaman betina disamping beberapa batang pohon jantan. memerlukan pendangiran tanah.id . 4) Pemupukan Pohon pepaya memerlukan pupuk yang banyak. Fax. Apalagi di daerah yang banyak turun hujan dan bertanah liat. 021 316 1952. dan 40 gram KCl. 50 gram ZA. 75 gramTSP. maka harus dibuatkan paritparit.4. c) Saat umur 3-5 bulan lakukan pemupukan ketiga dengan komposisi 75 gram ZA.go. 50 gram KCl. tanaman pepaya harus sering disirami. 021 316 9166~69. tergantung dari keadaan. d) Umur 6 bulan dan seterusnya 1 bulan sekali diberi pupuk dengan 100 gram ZA. 25 gram Urea. Jl. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus disiangi tak dapat dipastikan dengan tegas. 5) Pengairan dan Penyiraman Tanaman pepaya memerlukan cukup air tetapi tidak tahan air yang tergenang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. b) Satu bulan kemudian lakukan pemupukan kedua dengan komposisi 75 gram ZA. Cara pemberian pupuk: a) Tiap minggu setelah tanam beri pupuk kimia. dan 75 gram KCl. Pada musim kemarau. 75 gram TSP. Maka pengairan dan pembuangan air harus diatur dengan seksama. 60 gram Urea. memberikan zat-zat makanan yang diperlukan dan dapat menjaga kelembaban tanah. M. http://www. Kapan dan berapa kalli kebun tersebut harus didangiri tak dapat dipastikan dengan tegas. 3) Pembubunan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. memerlukan penyiangan (pembuangan rumput). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 35 gram Urea.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6. khususnya pupuk organik. dicampur dan ditanam melingkar. 50 gram Urea. Hal ini dilakukan pada waktu tanaman mulai berbunga.H. 2) Penyiangan Kebun pepaya sama halnya dengan kebun buah-buahan lainnya. tergantung dari keadaan. 50 gram TSP dan 25 gram KCl. 75 gramTSP.

M. Fax.id . 6 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. 021 316 1952.ristek. http://www. Jl.H.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

M. virus mosaik. ada yang bersayap dan tidak.ristek. untuk mencegah timbulnya serangan nematoda. bersungut dan kaki panjang. Kutu dewasa.id . dan drainase sedangkan penyakit busuk akar disebabkan oleh jamur Meloidogyne incognita. kuning atau hitam. Tanaman yang terinfeksi oleh nematoda menyebabkan daun menguning. Cara Panen Panen dilakukan dengan berbagai macam cara. Ciri: badan halus panjang 2-3 mm berwarna hijau. 021 316 9166~69. disarankan agar tidak menanam pepaya kembali. Memiliki sepasang tonjolan tabung pada bagian belakang perut. http://www. 7 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Penyaklit mati bujang diisebabkan oleh jamur Phytphthora parasitica. pangkal batangdan nematoda. Apabila lahan telah ditanami pepaya. palmivora dan Pythium aphanidermatum. 7. PANEN 8. Jl. pada umumnya panen/pemetikan dilakukan denggan menggunakan “songgo” (berupa bambu yang pada ujungnya berbentuk setengah kerucut yang berguna untuk menjaga agar buah tersebut tidak jatuh pada saat dipetik). Penyakit Penyakit yang sering merugikan tanaman pepaya adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur. 8. 8. Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Hama 1) Kutu tanaman (Aphid). Menyerang buah dan batang pepaya.1. Merusak tanaman dengan cara menghisap cairan dengan pencucuk penghisap yang panjang di bagian mulut. busuk buah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. menjaga kebersihan.H. Tetapi masih banyak petani yang memetiknya pada waktu buah belum terlalu matang. HAMA DAN PENYAKIT 7.1. layu dan mati.2. Nematoda. Pemberantasan: tungau tungau daun diberantas dengan penyemprotan tepung derris atau tepung belerang. Cara pencegahan: perawatan kebun yang baik. Buah pepaya dipetik harus pada waktu buah itu memberikan tanda-tanda kematangan: warna kulit buah mulai menguning.2. 021 316 1952.leher akar. Fax. roboh semai. P. Ciri dan Umur Panen Tanaman pepaya dapat dipanen setelah berumur 9-12 bulan.

id . Jl. Setelah panen pertama. kelompok C buah yang cacat dan seterusnya. Tetapi sebaiknya sesudah 4 tahun kebun itu harus dibongkar. Prakiraan Produksi Tiap pohon kira-kira dapat menghasilkan 30 buah. dekat dari lokasi dan diberi alas plastik/ koran atau apa saja hingga buah terhindar dari kerusakan. Tempatkan buah pada kelompoknya masing-masing.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 8. Sehingga akan mempermudah mengklasifikasikan. Pengemasan dan Pengangkutan Biasanya buah dikemas dengan keranjang dalam jumlah banyak yang dilapisi kertas/kantong bekas semen untuk menghindari luka pada buah /pada peti yang juga dilapisi dengan kantong semen dan sejenisnya.4.1. pohon pepaya akan terus menerus berbuah. warna dan ukuran. Periode Panen Panen dilakukan setiap 10 hari sekali. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.H.1. setelah itu dimasukan kedalam truk untuk diangkut.2. Fax. Pengumpulan Setelah dipanen buah diletakan disuatu tempat yang cukup. PASCAPANEN 9. 9. 9.3. 021 316 1952. Analisis Budidaya Usaha Analisis budidaya pepaya selama masa tanam 4 tahun dengan luas lahan 1 hektar di daerah Bogor tahun 1999. 8. perhatikan bentuk. kelompok B buah yang sudah siap dimasak. Penyortiran dan Penggolongan Pilihlah buah secara selektif.3. bahkan sampai 150 buah. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. M.4. Penyimpanan Supaya buah itu matang petani perlu melakukan pengemposan (buah disimpan ditempat yang mempunyai suhu yang tinggi). 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. misalnya: kelompok A adalah buah yang belum masak. 9.go. 9.ristek. http://www. 10.

Fax. M.id .ristek. 021 316 1952. Jl. http://www. 021 316 9166~69.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. 8 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Penyiangan rumput 30 HKW /tahun @ Rp. Fax. 45.3. 7.- Rp.500.Rp.id .700.250.(th ke-2s/d ke4) 7.2. Rp.000. 708. Rp.ristek.000.000.000. 5000. Rp. Rp. Rp.800.000..98.Lain-lain 10 HKP/tahun @ Rp. 4.000.300. Rp.Tahun Ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.. 24. 700. Rp.000. Tenaga kerja .Pembubunan 50 HKP/tahun.5.000.000. Rp.. Rp.8. Rp.25.000. 8. Jl.500.000.Rp. Tahun ke-3.H. 400.000. 70.Pengangkutan tahun ke 1 s/d ke-4 @ Rp. 150.Penanaman 10 HKP @ Rp.500. 7. Rp.1.- Rp. 600. 700. 700.000. @ Rp.Rp.000 kg @ Rp.000. 800. 300.Pupuk kandang 500 karung @ Rp. @ Rp.31.75..500.Rp.000.000.000.31..000 kg @ Rp.000.200.000.300.200.000.500. http://www.000. 3. Rp. 7.. Rp. Pemeliharaan . 88..500.000 kg @ Rp. Rp.Dithene 2 liter/tahun @ Rp.000.000.000.. Keuntungan selama 4 tahun 2. 240. 11.000.- Rp. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 1.go. Pupuk .Panen 75 HKP.600.500.000. 45.000..3. M.281. 562.000 pohon @ Rp.000. Tahun ke-2.570..000.Pengendalian HPT 4 HKP/tahun @ Rp. Rp. 45.Rp.Biaya lain @ Rp.800..000.Pengolahan lahan 30 HKP @ Rp..000.750.500. 7.Rp.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp.4.6.000. 5. 6. Bibit 2.000.Tahun ke-1 Tahun ke-2 s/d ke-4 @ Rp. Rp.418.000.600. Tahun ke-4. Sewa lahan 1 ha selama 4 tahun 2. 8. 280. 5.000 kg @ Rp. Keuntungan rata-rata per tahun Rp..Cangkul 5 buah @ Rp. 52. 46.500.31. Rp.000.Rp.300.000. 021 316 1952. 700. Peralatan .25.Rp. Pestisida . Rp.Tatal Tanduk 2. 7. 2.000 kg @ Rp. 45.Pemupukan 10 HKP/tahun @ Rp.Pembuatan lubang tanam 200 HKP @ Rp.9.Tahun ke-3 dan ke-4 @ Rp.Koret 5 buah @ Rp.000. 4.1.- Hal. 7.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 1) Biaya produksi 1. Tahun ke-1. 1.125.50.000. 7.Total Pendapatan selama 4 tahun 3) Keuntungan 1.225.000.500.000. 10.000. 021 316 9166~69.120..Arit 5 buah @ Rp.600.500.500.NPK 2000 pohon @ Rp.4.500.600.500. 9 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.Rp.-/tahun Total biaya produksi 2) Pendapatan 1. Panen dan pascapanen .

88 Selama periode 1989-1991. 10 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 11. e) Buah cacat dan busuk : mutu I 0%.1. B/C ratio 10.0 kg Kelas B : Berat per buah 1. yang masing masing digolongkan dalam 3 jenis mutu. d) Keseragaman ukuran bentuk: mutu I seragam 97%. Diskripsi Standar buah pepaya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia SNI 01–4230– 1996. Prospek ekspor pepaya ke pasar dunia sesungguhnya cukup cerah. Hal.7 kg Kelas D : Berat per buah < 1. Swedia. Jl. 11. B.2. a) Tingkat ketuaan warna kulit (jumlah strip warna jingga): Mutu I 3 strip. mutu III 0% f) Kadar kotor: mutu I 0%.3. mutu III 0% g) Serangga hidup/mati: mutu I 0%. Mutu III 1 strip. mutu II seragam 95%. terutama untuk melayani permintaan Inggris. mutu II 0%. mutu III seragam 90%. kebenaran kultivar. klasifikasi dan syarat mutu. Fax. 11. Ruang Lingkup Standar ini meliputi diskripsi.5 kg atau > 3 kg Kriteria dalam menentukan jenis mutu buah pepaya Malang segar dinilai dari tingkat ketuaan dimana jumlah strip berwarna jingga pada permukaan kulit buah yang berwarna hijau botol saat dipanen.ristek. Belanda. Jerman.8 kg – 2. mutu III 0%. Perancis. mutu II benar 95% . cara pengambilan contoh.5 kg – 1. Keseragaman ukuran berat. Mutu II 23 strip. mutu II 0%. mutu II seragam 95%. 021 316 1952. cara pengemasan.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Parameter kelayakan usaha 1. 021 316 9166~69. yang mencapai 1000 ton per tahun. M.4 kg Kelas C : Berat per buah 1. Mutu III benar 90% c) Keseragaman ukuran berat: mutu I seragam 97%.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go.5 kg – 3. mutu II 0%. kebusukan dan kadar kotoran serta tingkat kesegaran. Gambaran Peluang Agribisnis = 1. b) Kebenaran kulrivar : mutu I benar 97%. ekspor pepaya Indonesia masih berfluktuasi. mutu III seragam 90%. STANDAR PRODUKSI 11.H. cara uji.2. C dan D berdasarkan berat tiap buah. Kelas A : Berat per buah 2. http://www. tingkat kerusakan. Klasifikasi dan Standar Mutu Pepaya malang segar digolongkan dalam 4 ukuran yaitu kelas A.

021 316 9166~69. Untuk pasaran lokal masing-masing buah pepaya malang segar dibungkus dengan kertas koran mulai dari ujung tangkai dikemas dalam keranjang bambu atau plastik dengan berat masing-masing 30 kg berisikan 12 s/d 20 buah Papaya Malang Segar. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Buah kemudian dikemas ke dalam kotak karton dengan ujung tangkai menghadap kebawah. M.5. Fax. 021 316 1952.id . Berat bersih masing-masing kemasan 10 kg berisikan ± 4 s/d 6 buah Pepaya Malang segar.kurangnya 10 Dari kemasan yang dipilih secara acak diambil sekurang-kurangnya 3 buah pepaya kemudian dicampur.H. mutu II segar < 25%. http://www.kurangnya 7 d) Jumlah kemasan dalam partai/lot 301 s/d 500: contoh yang diambil sekurangkurangnya 9 e) Jumlah kemasan dalam partai/lot 501 s/d 1000: contoh yang diambil sekurang. mutu III segar > 25% 11. Pengambilan Contoh Satu partai buah Pepaya Malang Segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan.4. Petugas pengambil contoh adalah orang yang telah berpengalaman atau dilatih terlebih dahulu dan mempunyai ikatan dengan suatu badan hukum.TTG BUDIDAYA PERTANIAN h) Tingkat kesegaran: mutu I segar 100%. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11. Dapat juga digunakan peti kayu. Dari jumlah buah yang terkumpul kemudian diambil secara acak contoh sekurang-kurangnya 5 buah untuk diuji. Pengemasan Untuk pasaran ekspor masing-masing buah Pepaya Malang Segar dibungkus dengan kantong terbuat dari bahan yang empuk untuk mengcegah cacat karena benturan selama transportasi. a) Jumlah kemasan dalam partai/lot 1 s/d 5: contoh yang diambil semua b) Jumlah kemasan dalam partai/lot 6 s/d 100: contoh yang diambil sekurangkurangnya 5 c) Jumlah kemasan dalam partai/lot 101 s/d 300: contoh yang diambil sekurang. Jl. contoh diambil secara acak.ristek.go.

Fax.go. Jl.ristek.id . http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. M. 021 316 9166~69. 11 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.

021 316 9166~69.id . BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. 2) Suwarno. Dalam Buletin Agricultural Vol. Jl. DAFTAR PUSTAKA 1) AAK. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952. 1978. Kaslan A. Fax. Bertanam Pohon Buah-Buahan. Pengaruh Cahaya dan Perlakuan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Pepaya. 3 3) Tohir. http://www. 12 / 12 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.ristek. 1975.H. Jakarta. M. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. Yogyakarta : Kanisius.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 12. XV No. Bercocok Tanam Pohon Buah-Buahan. Jakarta : Pradnya Paramita.

Misalnya pisang ambon. Tanaman ini kemudian menyebar ke Afrika (Madagaskar). http://www. nana atau disebut juga M.id . susu. Fax. Jenis pisang dibagi menjadi tiga: 1) Pisang yang dimakan buahnya tanpa dimasak yaitu M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN PISANG ( Musa spp ) 1. raja. M. 2. 021 316 1952. sinensis. cavendishii. 021 316 9166~69. M. Amerika Selatan dan Tengah. Hal. di Jawa Tengah dan Jawa Timur dinamakan gedang.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. SEJARAH SINGKAT Pisang adalah tanaman buah berupa herba yang berasal dari kawasan di Asia Tenggara (termasuk Indonesia). paradisiaca var Sapientum. M. Jl.go. barangan dan mas. pisang disebut dengan Cau. JENIS TANAMAN Klasifikasi botani tanaman pisang adalah sebagai berikut: Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledonae Keluarga : Musaceae Genus : Musa Spesies : Musa spp.ristek. 1 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Di Jawa Barat. cavendish.

Pada kondisi tanpa air. Daun pisang dipakai sebagi pembungkus berbagai macam makanan trandisional Indonesia. pisang masih tetap tumbuh karena air disuplai dari batangnya yang berair tetapi produksinya tidak dapat diharapkan. sale pisang. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Pisang yang dimakan setelah buahnya dimasak yaitu M. Cina. Sukabumi dan daerah sekitar Cirebon. SENTRA PENANAMAN Hampir di setiap tempat dapat dengan mudah ditemukan tanaman pisang. Nilai ekspor tertinggi pada tahun 1997 adalah ke Cina. paradisiaca normalis.go. 4) Pisang yang diambil seratnya misalnya pisang manila (abaca).ristek. Singapura. paradisiaca forma typicaatau disebut juga M. Walaupun demikian Indonesia termasuk salah satu negara tropis yang memasok pisang segar/kering ke Jepang. Jl. 3) Pisang berbiji yaitu M. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pisang dijadikan buah meja. 4. Fax. 3. kambing) pada saat musim kemarau dimana rumput tidak/kurang tersedia. Australia. brachycarpa yang di Indonesia dimanfaatkan daunnya. Negeri Belanda. Hongkong. Misalnya pisang batu dan klutuk. Arab. 021 316 9166~69. SYARAT TUMBUH 5.1. Amerika Serikat dan Perancis. Tidak diketahui dengan pasti berapa luas perkebunan pisang di Indonesia. Batang pisang abaca diolah menjadi serat untuk pakaian. mineral dan juga karbohidrat. MANFAAT TANAMAN Pisang adalah buah yang sangat bergizi yang merupakan sumber vitamin. 5. tanduk dan kepok. lembab dan panas mendukung pertumbuhan pisang. Batang pisang yang telah dipotong kecil dan daun pisang dapat dijadikan makanan ternak ruminansia (domba.H. air umbi batang pisang kepok dimanfaatkan sebagai obat disentri dan pendarahan usus besar sedangkan air batang pisang digunakan sebagai obat sakit kencing dan penawar racun. pure pisang dan tepung pisang. Iklim 1) Iklim tropis basah. Misalnya pisang nangka. Pusat produksi pisang di Jawa Barat adalah Cianjur.id . M. 021 316 1952. http://www. kertas dsb. Secara tradisional. Namun demikian pisang masih dapat tumbuh di daerah subtropis. Kulit pisang dapat dimanfaatkan untuk membuat cuka melalui proses fermentasi alkohol dan asam cuka.

id .TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Jl.H.ristek. 021 316 9166~69. 021 316 1952. M. 2 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. http://www.go. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Angin dengan kecepatan tinggi seperti angin kumbang dapat merusak daun dan mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Tanah yang telah mengalami erosi tidak akan menghasilkan panen pisang yang baik. 2) Penyiapan Bibit Bibit dapat dibeli dari daerah/tempat lain atau disediakan di kebun sendiri. Tanaman untuk bibit ditanam dengan jarak tanam agak rapat sekitar 2 x 2 m.2. Fax.id dengan cara vegetatif berupa tunas-tunas .800 mm/tahun dengan 2 bulan kering. 3) Curah hujan optimal adalah 1. 021 316 1952.ristek. Di Indonesia umumnya dapat tumbuh di dataran rendah sampai pegunungan setinggi 2. 5. Bibit anakan ada dua jenis: anakan muda dan dewasa.07%.520–3. mengandung kapur atau tanah berat.3. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Pisang ambon.H. Jl.1. Variasi curah hujan harus diimbangi dengan ketinggian air tanah agar tanah tidak tergenang. 021 316 9166~69. Pembibitan Pisang diperbanyak (anakan). Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Media Tanam 1) Pisang dapat tumbuh di tanah yang kaya humus. Tanah harus mudah meresapkan air. Penggunaan bibit yang berbentuk tombak (daun masih berbentuk seperti pedang.200 cm dan di daerah kering 50 . Anakan dewasa lebih baik digunakan karena sudah mempunyai bakal bunga dan persediaan makanan di dalam bonggol sudah banyak. M. Ketinggian Tempat Tanaman ini toleran akan ketinggian dan kekeringan.150 cm. Tanaman ini rakus makanan sehingga sebaiknya pisang ditanam di tanah berhumus dengan pemupukan. 2) Air harus selalu tersedia tetapi tidak boleh menggenang karena pertanaman pisang harus diari dengan intensif. helai daun sempit) lebih diutamakan daripada bibit dengan daun yang lebar. Ketinggian air tanah di daerah basah adalah 50 . Tinggi bibit akan berpengaruh terhadap produksi pisang (jumlah sisir dalam tiap tandan).000 m dpl. 5. di daerah setengah basah 100 . nangka dan tanduk tumbuh baik sampai ketinggian 1.go. Pisang tidak hidup pada tanah yang mengandung garam 0. 1) Persyaratan Bibit Tinggi anakan yang dijadikan bibit adalah 1-1.5 m dengan lebar potongan umbi 15-20 cm.000 m dpl 6.200 cm. Anakan diambil dari pohon yang berbuah baik dan sehat. PEDOMAN BUDIDAYA 6.

H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Fax. 3 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Satu Hal. 021 316 1952. http://www. M.ristek.id .go. 021 316 9166~69.

5–1% selama 10 menit.id . Jl. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Buang daun-daun yang lebar. Untuk menghindari terlalu banyaknya jumlah tunas anakan. penggemburan tanah yang masih padat. e) Jika di areal tanam sudah ada hama nematoda. 3) Pembuatan Saluran Pembuangan Air Saluran ini harus dibuat pada lahan dengan kemiringan kecil dan tanah-tanah datar. Lalu bibit dikeringanginkan. 2) Pembentukan Sengkedan Bagian tanah yang miring perlu disengked (dibuat teras). 021 316 1952. M. Untuk membuka lahan perkebunan pisang. sebelum ditanam bibit diberi perlakuan sebagai berikut: a) Setelah dipotong. 6. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN pohon induk dibiarkan memiliki tunas antara 7-9. b) Simpan bibit di tempat teduh 1-2 hari sebelum tanam agar luka pada umbi mengering. c) Rendam umbi bibit sebatas leher batang di dalam insektisida 0.H. http://www. d) Jika tidak ada insektisida.2. pemasuk unsur hara N dan juga penahan angin. bersihkan tanah yang menempel di akar. pembuatan sengkedan dan pembuatan saluran pengeluaran air. rendam umbi bibit di dalam air panas beberapa menit. prasarana ekonomi dan letak pasar/industri pengolahan pisang.go. rumput atau semak-semak. Dianjurkan untuk menanam tanaman legum seperti lamtoro di batas sengkedan yang berfungsi sebagai penahan erosi. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. dilakukan pemotongan/penjarangan tunas. dilakukan pembasmian gulma. 021 316 9166~69. 3) Sanitasi Bibit Sebelum Ditanam Untuk menghindari penyebaran hama/penyakit.ristek. juga harus diperhatikan segi keamanan sosial. Lambung sengkedan ditahan dengan rerumputan atau batu-batuan jika tersedia. Pengolahan Media Tanam 1) Pembukaan Lahan Pemilihan lahan harus mempertimbangkan aspek iklim. Di atas landasan dan sisi saluran ditanam rumput untuk menghindari erosi dari landasan saluran itu sendiri. Lebar sengkedan tergantung dari derajat kemiringan lahan. rendam umbi bibit di air mengalir selama 48 jam.

021 316 1952. 021 316 9166~69.H.id . 4 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.go. Fax. http://www.ristek. Jl. M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.

Jarak tanam 3 x 3 m untuk tanah sedang dan 3. pisang untuk ekspor ditanam secara permanen dengan kelapa. Setelah 5 tahun rumpun dibongkar untuk diganti dengan tanaman yang baru. Jl. Perlu diperhatikan bahwa perakaran pisang hanya rata-rata 15 cm di bawah permukaan tanah. Fax.id . pisang ditanam bersama-sama dengan tanaman perkebunan kopi. Di kebanyakan perkebunan pisang di wilayah Asia yang curah hujannya tinggi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 6.3 m untuk tanah berat. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. sehingga penyiangan jangan dilakukan terlalu dalam. Teknik Penanaman 1) Penentuan Pola Tanaman Jarak tanam tanaman pisang cukup lebar sehingga pada tiga bulan pertama memungkinkan dipakai pola tanam tumpang sari/tanaman lorong di antara tanaman pisang. Di India Barat. Sebelum tanam lubang diberi pupuk organik seperti pupuk kandang/kompos sebanyak 15– 20 kg.go. kakao. Tanaman tumpang sari/lorong dapat berupa sayur-sayuran atau tanaman pangan semusim. Pemotongan anak dilakukan sedemikian rupa sehingga dalam satu rumpun terdapat anakan yang masing-masing berbeda umur (fase pertumbuhan).3 x 3.3. 3) Cara Penanaman Penanaman dilakukan menjelang musim hujan (September-Oktober). M.ristek. 021 316 9166~69. kelapa dan arecanuts. satu rumpun harus terdiri atas 3-4 batang. Pemeliharaan Tanaman 1) Penjarangan Untuk mendapatkan hasil yang baik. 2) Penyiangan Rumput/gulma di sekitar pohon induk harus disiangi agar pertumbuhan anak dan juga induk baik. 3) Perempalan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Pemupukan organik sangat berpengaruh terhadap kualitas rasa buah.4.H. 6. 021 316 1952. Penyiangan dilakukan bersamaan dengan penggemburan dan penimbunan dapuran oleh tanah agar perakaran dan tunas bertambah banyak. 2) Pembuatan Lubang Tanam Ukuran lubang adalah 50 x 50 x 50 cm pada tanah berat dan 30 x 30 x 30 cm atau 40 x40 x 40 cm untuk tanah-tanah gembur.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Daun-daun yang mulai mengering dipangkas agar kebersihan tanaman dan sanitasi lingkungan terjaga. Pembuangan daun-daun ini dilakukan setiap waktu. Jl.go. Fax. 5 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.H. Hal. M. http://www.ristek.id .

http://www.25 cm. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. M. Pupuk N diberikan dua kali dalam satu tahun yang diletakkan di dalam larikan yang mengitari rumpun tanaman.id .H.go. Jarak tiap lubang 7.ristek. Jl.5 mm diberi lubang dengan diameter 1. pisang memerlukan 207 kg urea. tetapi pemulsaan yang terus menerus menyebabkan perakaran menjadi dangkal sehingga pada waktu kemarau tanaman merana. batang tanaman disangga dengan bambu yang dibenamkan sedalam 30 cm ke dalam tanah. 6 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Karena itu mulsa tidak boleh dipasang terus menerus. 5) Pengairan dan Penyiraman Pisang akan tumbuh subur dan berproduksi dengan baik selama pengairannya terjaga. 608 kg KCl dan 200 kg batu kapur sebagai sumber kalsium. 138 kg super fosfat. Setelah sisir pisang mengembang sempurna. Mulsa berguna untuk mengurangi penguapan air tanah dan menekan gulma. Ukuran kantung plastik adalah sedemikian rupa sehingga menutupi 15-45 cm di atas pangkal sisir teratas dan 25 cm di bawah ujung buah dari sisir terbawah.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Pemupukan Pisang sangat memerlukan kalium dalam jumlah besar. 021 316 1952. 021 316 9166~69. Untuk satu hektar. Pemupukan fosfat dan kalium dilaksanakan 6 bulan setelah tanam (dua kali dalam setahun). tandan pisang dibungkus dengan kantung plastik bening. Untuk menjaga agar tanaman tidak rebah akibat beratnya tandan. Setelah itu larikan ditutup kembali dengan tanah. Kantung plastik polietilen dengan ketebalan 0. Hal. Fax. 7) Pemeliharaan Buah Jantung pisang yang telah berjarak 25 cm dari sisir buah terakhir harus dipotong agar pertumbuhan buah tidak terhambat.5 cm. Tanaman diairi dengan cara disiram atau mengisi parit-parit/saluran air yang berada di antara barisan tanaman pisang. 6) Pemberian Mulsa Tanah di sekitar rumpun pisang diberi mulsa berupa daun kering ataupun basah.

Pengendalian: dengan menggunakan insektisida. Hal. bersihkan rumpun dari sisa batang pisang. M. mula-mula daun luar lalu daun di bagian dalam. kulit buah berkudis. tingkatkan humus tanah dan gunakan lahan dengan kadar lempung kecil. 2) Panama Penyebab: jamur Fusarium oxysporum. Bagian yang diserang adalah jaringan tanaman bagian dalam. Gejala: lorong-lorong ke atas/bawah dalam kelopak daun. Radopholus similis). 4) Ulat bunga dan buah (Nacoleila octasema. keluarnya pembuluh getah berwarna hitam.id . akar bengkak. Hama 1) Ulat daun (Erienota thrax. Gejala: pertumbuhan buah abnormal.1. 3) Nematoda (Rotulenchus similis. batang pisang penuh lorong. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.ristek. Penyakit 1) Penyakit darah Penyebab: Xanthomonas celebensis (bakteri).TTG BUDIDAYA PERTANIAN 7. 021 316 9166~69. Gejala: daun layu dan putus. Fax.) Bagian yang diserang adalah bunga dan buah.2. terbentuk rongga atau bintik kecil di dalam akar. Pengendalian: sanitasi rumpun pisang. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.) Bagian yang diserang adalah daun. http://www. Gejala: jaringan menjadi kemerahmerahan seperti berdarah. Bagian yang diserang adalah daun.go. 7. Bagian yang diserang adalah akar. Pengendalian: dengan membongkar dan membakar tanaman yang sakit. 7 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl. Gejala: tanaman kelihatan merana. Pengendalian: dengan menggunakan insektisida yang cocok belum ada. Pengendalian: gunakan bibit yang telah disucihamakan. 2) Uret kumbang (Cosmopolites sordidus) Bagian yang diserang adalah kelopak daun. 021 316 1952. pelepah daun membelah membujur. Gejala: daun menggulung seperti selubun g dan sobek hingga tulang daun. HAMA DAN PENYAKIT 7. gunakan bibit yang telah disucihamakan. batang. Adanya ulat sedikitnya 70 ekor di tandan pisang. dapat dicoba dengan insektisida Malathion.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN 3) Bintik daun Penyebab: jamur Cercospora musae. Jl. http://www. Roundup dan dalapon. Gejala: daun pucuk tumbuh tegak lurus secara berkelompok. Buah yang cukup umur untuk dipanen berumur 80-100 hari dengan siku-siku buah yang masih jelas sampai hampir bulat. Gulma Tidak lama setelah tanam dan setelah kanopi dewasa terbentuk. 5) Daun pucuk Penyebab: virus dengan perantara kutu daun Pentalonia nigronervosa. Bagian yang diserang adalah daun pucuk. Panjang tandan yang diambil adalah 30 cm dari pangkal sisir paling atas. 8. 021 316 1952. 2) Menanam tanaman penutup tanah yang dapat menahan erosi.ristek. Bagian yang diserang adalah daun dengan gejala bintik sawo matang yang makin meluas. tahan naungan. Pengendalian: cara membongkar dan membakar tanaman yang sakit. Cara Panen Buah pisang dipanen bersama-sama dengan tandannya.go. Penanggulangan dilakukan dengan: 1) Penggunaan herbisida seperti Paraquat.2.3. Gejala: tanaman layu dan mati. 3) Menutup tanah dengan plastik polietilen. Gunakan pisau yang tajam dan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. PANEN 8. Sedikitnya buah pisang masih tahan disimpan 10 hari setelah diterima konsumen. Misalnya Geophila repens. Bagian yang diserang adalah akar. tidak mudah diserang hama-penyakit. 021 316 9166~69.id . Ciri dan Umur Panen Pada umur 1 tahun rata-rata pisang sudah berbuah. 7. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. tidak memanjat batang pisang. 8. Pengendalian: membongkar dan membakar tanaman yang sakit.H. Penentuan umur panen harus didasarkan pada jumlah waktu yang diperlukan untuk pengangkutan buah ke daerah penjualan sehingga buah tidak terlalu matang saat sampai di tangan konsumen.1. Pengendalian: dengan menggunakan fungisida yang mengandung Copper oksida atau Bubur Bordeaux (BB). Saat panen ditentukan oleh umur buah dan bentuk buah. gulma akan menjadi persoalan yang harus segera diatasi. Gesapax 80 Wp. Fax. Ciri khas panen adalah mengeringnya daun bendera. 4) Layu Penyebab: bakteri Bacillus . M.

ristek. M. Fax.go. Jl.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 1952.H. http://www. 8 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.id .

sisir pisang dilepaskan dari tandannya kemudian dipilah-pilah berdasarkan ukurannya.ristek. 4.545. 1) Biaya produksi 1 ha pisang dari tahun ke-1 sampai ke-4 adalah: 1. 8. Periode Panen Pada perkebunan pisang yang cukup luas.000. 8. Dengan posisi ini buah pisang terhindar dari luka yang dapat diakibatkan oleh pergesekan buah dengan tanah. Tandan pisang disimpan dalam posisi terbalik supaya getah dari bekas potongan menetes ke bawah tanpa mengotori buah. Tahun ke-4 Rp. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Tahun ke-3 Rp.1 Analisis Usaha Budidaya Perkiraan analisis budidaya pisang dengan luasan 1 ha di daerah Jawa Barat pada tahun 1999. Tahun ke-2 Rp. M. 4. Sebaiknya luka potongan di ujung sisir buah pisang disucihamakan untuk menghindari pembusukan. di sentra pisang dunia produksi 28 ton/ha/tahun hanya ekonomis untuk perkebunan skala rumah tangga.338.000.3. batang pisang bisa saja dipotong sampai setinggi 1 m dari permukaan tanah. PASCAPANEN Secara konvensional tandan pisang ditutupi dengan daun pisang kering untuk mengurangi penguapan dan diangkut ke tempat pemasaran dengan menggunakan kendaraan terbuka/tertutup. produksi yang ekonomis harus mencapai sedikitnya 46 ton/ha/tahun.Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Jl. 021 316 1952.2.000.4. Tahun ke-1 Rp. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN 10.TTG BUDIDAYA PERTANIAN bersih waktu memotong tandan. panen dapat dilakukan 3-10 hari sekali tergantung pengaturan jumlah tanaman produktif.4.235.id . 9. Setelah itu batang pisang dipotong hingga umbi batangnya dihilangkan sama sekali. 5. 021 316 9166~69. Penyisaan batang dimaksudkan untuk memacu pertumbuhan tunas. Fax. 4. Jika tersedia tenaga kerja.3. Perkiraan Produksi Belum ada standard produksi pisang di Indonesia.H. Sisir buah pisang dimasukkan ke dos dengan posisi terbalik dalam beberapa lapisan. Pengepakan dilakukan dengan menggunakan wadah karton. 10. http://www.300. Untuk pengiriman ke luar negeri. Untuk perkebunan kecil (10-30 ha) dan perkebunan besar (> 30 ha).518.

TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. M. 021 316 9166~69. http://www.ristek. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952.go.id . Jl. 9 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Fax.

363. Tanah dan iklim kita sangat mendukung penanaman pisang. Jamaika.1.go.925.Rp. Amerika Tengah. syarat penandaan dan cara pengemasan. STANDAR PRODUKSI 11.8 x 2.id . Ruang Lingkup Standar ini meliputi: klasifikasi dan. Jl. syarat mutu.= 2. Tahun ke-3: 0.000. 021 316 9166~69. cara pengambilan contoh. 6. cara uji.2. http://www. Hal tersebut menunjukkan bahwa pisang memang komoditas perdagangan yang sangat tidak mungkin diabaikan. budidaya pisang sudah merupakan suatu industri yang didukung oleh kultur teknis yang prima dan stasiun pengepakan yang modern dan pengepakan yang memenuhi standard internasional.000. M. 021 316 1952. Tahun ke-1: 0. Selain berpeluang dalam ekspor pisang utuh.ristek. Keuntungan/tahun 4) Parameter kelayakan usaha 1.840. 11.8 x 2. Keuntungan selama 4 tahun penanaman 2.Rp. Panama.000 tandan 2. Permintaan pisang dunia memang sangat besar terutama jenis pisang Cavendish yang meliputi 80% dari permintaan total dunia. 5.000.8 x 1.8 x 2. Di Indonesia pisang hanya ditanam dalam skala rumah tangga atau kebun yang sangat kecil. Tahun ke-4: 0. 7. Tahun ke-2: 0.Rp. Angka ini belum dicapai di Indonesia. Pure pisang biasanya dibuat dari pisang cavendish dengan kadar gula 21-26 % atau dari pisang lainnya dengan kadar gula < 21%. saat ini ekspor pure pisang juga memberikan peluang yang baik. Standard internasional perkebunan pisang kecil adalah 10-30 ha. Ekuador dan Filipina.000 tandan 3) Keuntungan 1.000.000. karena itu secara teknis pendirian perkebunan pisang mungkin dilakukan. Kolombia. Hal.000.700.000. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 12. 12. Di negara tersebut.000.000 tandan 3. Gambaran Peluang Agribisnis Rp.150 Perkebunan pisang yang permanen (diusahakan terus menerus) dengan mudah dapat ditemukan di Meksiko.Rp.000 tandan 4. Fax. 23. 10 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 2) Penerimaan tahun ke I sampai IV *) 1. Output/Input rasio Keterangan : *) perkiraan harga 1 tandan Rp.500.Rp. 12.10.H.

021 316 9166~69. Fax. Mutu II=bebas h) Penyakit: Mutu I=bebas. Klasifikasi dan Standar Mutu a) Tingkat Ketuaan Buah (%): Mutu I=70-80. amati secara visual kotorang yang ada. Kelas C < 2. Ukur pula garis tengah buah dengan menggunakan mistar geser. Kelas B 2.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 11. http://www. Kelas B 16.0. Perhatikan sudut-sudut pada kulit buah pisang segar.5. Mutu II=Mulus g) Serangga: Mutu I=bebas.1-20. Pisahkan sesuai dengan penggolongan yang dinyatakan pada label di kemasan. Cara kerja dari pengujian adalah . Amati satu persatu jari buah secara visual dan pisahkan buah yang dinilai mengalami kerusakan mekanis/fisik berupa luka atau memar. Mutu II <70 & >80 b) Keseragaman Kultivar: Mutu I=seragam.0.5.5-3.0. Kelas C < 2.0 b) Berat Isi (kg): Kelas A > 3. Buah yang tidsak bersudut lagi (hampir bulat) berati sudah tua 100%. 021 316 1952. Mutu II=0 f) Kemulusan Kulit (Maksimum): Mutu I=Mulus. Diskripsi Standar buah pisang ini mengacu kepada SNI 01-4229-1996. Jl. Mutu II=seragam c) Keseragaman Ukuran: Mutu I=seragam. getah. Mutu II=seragam d) Kadar kotoran (% dalam bobot kotoran/bobot): Mutu I=0.5 c) Dimeter Pisang (cm): Kelas A 2. Mutu II= 0 e) Tingkat kerusakan fisik/mekanis (% Bobot/bobot): Mutu I=0. e) Penentuan Kadar Kotoran Timbang seluruh contoh buah yang diuji. M.3.1-18. sedangkan yang masih sangat nyata sudutnya berarti tingkat ketuaan masih 70% atau kurang.ristek. Kelas C 14. Hitung jumlah yang rusak lalu bagi dengan jumalh keseluruhannya dan dikalikan dengan 100%. batang. c) Penentuan Tingkat Ketuaan. b) Penentuan Keseragaman Ukuran Buah. d) Penentuan Tingkat Kerusakan Fisik/Mekanis Hitung jumlah jari dari seluruh contoh buah pisang.2. Hitung persentase jumlah jari buah pisang yang dinilai mempunyai bentuk dan warna yang tidak khas untuk kultivar yang bersangkutan terhadap jumlah jari keseluruhannya. Hitung jumlah jari buah pisang yang tidak sesuai dengan kultivar tersebut. amati satu persatu secara visual dan pisahkan buah yang tidak sesuai dengan untuk kultivar ang besangkutan. 11. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.5 Untuk mencapai dan mengetahui syarat mutu harus dilakukan pengujian yang meliputi : a) Penentuan Keseragaman Kultivar. Mutu II=bebas Adapun persyaratan berdasarkan klasifikasi pisang adalah sebagai berikut: a) Panjang Jari (cm): Kelas A 18. Hitung jumlah dari seluruh contoh buah pisang segar.id . pisahkan kotoran yang ada pada buah dan kemasannya seperti tanah. Ukur panjang dari setiap buah contoh dan dihitung mulai dari ujung buah sampai pangkal tangkai dari seluruh contoh uji dengan menggunakan alat pengukur yang sesuai.0.H. potongan daun atau benda lain yang termasuk dalam istilah kotoran yang Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Kelas B > 2.1-16.go.

ristek. Jl.H. http://www.go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. 021 316 9166~69.id . M. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 11 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952.

11. New York. Pengemasan Untuk pisang tropis. kardus karton yang digunakan berukuran 18 kg atau 12 kg. Banana.id . diberi label yang bertuliskan antara lain: a) Produksi Indonesia b) Nama kultivar pisang c) Nama perusahaan/ekspotir d) Berat bersih e) Berat kotor f) Identitas pembeli g) Tanggal panen h) Saran suhu penyimpanan/pengangkutan sekurangsekurangsekurangsekurang- 12.go.4. Kardus dapat dibagi menjadi dua ruang atau dibiarkan tanpa pembagian ruang.5. 3) Stover. Tropical Agriculture Series. Jl. Simmonads. R. M. alasi/lapisi bagian bawah dan sisi dalam kardus dengan lembaran plastik/kantung plastik.ristek. Dapat saja kelompok (cluster) pisang dibungkus dengan plastik lembaran/kantung plastik sebelum dimasukkan ke dalam kardus karton. 1990. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Bandung 2) Rismunandar. DAFTAR PUSTAKA 1) Rismunandar.H. Fax. http://www. Membudidayakan Tanaman Buah-buahan. Contoh diambil secara acak sebanyak jumlah kemasan. C. Berat kotoran per berat seluruh contoh buah yang diuji kali dengan 100%. lalu timbang seluruh kotorannya. Bandung. 021 316 1952. Setelah pisang disusun tutup pisang dengan plastik tersebut. Bertanam Pisang. 1990. a) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 1–5 : contoh semua b) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 6–100 : contoh : kurangnya 5 c) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 101–300 : contoh kurangnya 7 d) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 301–500 : contoh kurangnya 9 e) Jumlah minimal kemasan dalam partai adalah 501–1000 : contoh kurangnya 10 11. 021 316 9166~69.V.H & N. Sinar Baru. 1993. Pada bagian luar dari kemasan.V. C. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Sebelum pisang dimasukkan. Sinar Baru.TTG BUDIDAYA PERTANIAN menempel pada buah dan kemasan.W. Longman Scientific ang Technical. Pengambilan Contoh Satu partai/lot buah pisang segar terdiri dari maksimum 1000 kemasan.

12 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.H. Jl.id .ristek.go. Fax. 021 316 9166~69. http://www. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 1952. M.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.

Jl. 1998. Trubus no. 341.H. 13 / 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. Fax. 021 316 1952.ristek. Teknik Memanen Buah Pisang agar Berkualitas Baik. BAPPENAS : Kemal Prihatman KEMBALI KE MENU Hal. M. 021 316 9166~69. Februari 2000 Sumber Editor : Sistim Informasi Manajemen Pembangunan di Perdesaan. http://www.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Hendro Soenarjono.id . Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. Jakarta.

ristek. M.H. Fax. http://www. daging buah manis dan agak kering. Tanaman buah tropis ini dalam bahasa Inggrisnya disebut Hairy Fruit berasal dari Indonesia. bentuk. JENIS TANAMAN Dari survey yang telah dilakukan terdapat 22 jenis rambutan baik yang berasal dari galur murni maupun hasil okulasi atau penggabungan dari dua jenis dengan galur yang berbeda. 021 316 1952.TTG BUDIDAYA PERTANIAN RAMBUTAN ( Nephelium sp. 2) Rambutan Aceh Lebak bulus pohonnya tinggi dan lebat buahnya dengan hasil rata-rata 160-170 ikat per pohon. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. ngelotok dan daging buahnya tebal. Hingga saat ini telah menyebar luar di daerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis. dengan daya tahan dapat mencapai 6 hari setelah dipetik. panjang rambut).id . kulit buah berwarna merah kuning. kenyal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. 021 316 9166~69.go. 2. Jl. kandungan air. halus. Ciri-ciri yang membedakan setiap jenis rambutan dilihat dari sifat buah (dari daging buah.) merupakan tanaman buah hortikultural berupa pohon dengan famili Sapindacaeae. SEJARAH SINGKAT Rambutan (Nephelium sp. Dari sejumlah jenis rambutan diatas hanya beberapa varietas rambutan yang digemari orang dan dibudidayakan dengan memilih nilai ekonomis relatif tinggi diantaranya: 1) Rambutan Rapiah buah tidak terlalu lebat tetapi mutu buahnya tinggi. kulit berwarna hijau-kuning-merah tidak merata dengan beramut agak jarang. ) 1. warna kulit.

http://www. Fax.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. 021 316 1952. Jl. 1/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 021 316 9166~69. M.id .ristek.

dengan kulit berwarna merah darah sampai merah tua rambut buah agak kasar dan jarang. 021 316 9166~69. 4.1. zat lemak.rasa buah manisa sam. 3) Rambutan Cimacan. dengan rambut halus dan rapat. MANFAAT TANAMAN Tanaman buah rambutan sengaja dibudidayakan untuk dimanfaatkan buahnya yang mempunyai gizi. 3. banyak berair. 5. sedikit berair tetapi kurang tahan dalam pengangkutan. rambut kasar dan agak jarang. zat enzim-enzim yang esensial dan nonesensial. buah ini tahan dalam pengangkutan. vitamin dan zat mineral makro. Iklim 1) Dalam budidaya rambutan angin berperan dalam penyerbukan bunga.H. 4) Rambutan Binjai yang merupakan salah satu rambutan yang terbaik di Indonesia dengan buah cukup besar. zat tepung. 2) Intensitas curah hujan yang dikehendaki oleh pohon rambutan berkisar antara 1. M. dengan batang yang kuat cocok untuk diokulasi. intensitas pancaran sinar matahari erat kaitannya dengan suhu lingkungan. jenis rambutan ini lebat buahnya dan banyak disukai terutama orang Tionghoa. mikro yang menyehatkan keluarga. Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. sejenis gula yang mudah terlarut dalam air. 5) Rambutan Sinyonya. kulit berwarna merah kekuningan sampai merah tua.500 mm/tahun dan merata sepanjang tahun 3) Sinar matahari harus dapat mengenai seluruh areal penanaman sejak dia terbit sampai tenggelam. Jl. 021 316 1952. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.go. SENTRA PENANAMAN Di Indonesia yang menjadi sentra penanaman rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah rambutan antara lain di Bekasi. SYARAT PERTUMBUHAN 5. warna kulit buah merah tua sampai merah anggur. Malang. sebagai tanaman hias.TTG BUDIDAYA PERTANIAN rasanya segar manis-asam banyak air dan ngelotok daya simpan 4 hari setelah dipetik. Lumajang dan di Garut.500-2. kurang lebat buahnya dengan rata-rata hasil 90-170 ikat per pohon. Fax.id . Probolinggo. hasilbuah tidak selebat aceh lebak bulus tetapi daging buahnya ngelotok. rasanya manis dengan asam sedikit. Kuningan. lembek dan tidak ngelotok. rasa manis.ristek. tetapi ada pula sementara masyarakat yang memanfaatkan sebagai pohon pelindung di pekarangan. http://www. zat protein dan asam amino.

http://www. 021 316 1952.ristek. 2/ 13 Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi.go. M. 021 316 9166~69. Fax.H.TTG BUDIDAYA PERTANIAN Hal. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp. Jl.id .

go.TTG BUDIDAYA PERTANIAN 4) Tanaman rambutan akan dapat tumbuh berkembang serta berbuah dengan optimal pada suhu sekitar 25 derajat C yang diukur pada siang hari. Disamping itu dapat pula direndamdengan larutan asam dengan Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II Lantai 6 BPP Teknologi. 5) Kelembaban udara yang dikehendaki cenderung rendah karena kebanyakan tumbuh di dataran rendah dan sedang. 5. 021 316 9166~69. Fax. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tlp.H. karena keadaan tanah dapat dibentuk sesuai dengan tata cara penanaman yang benar (dibuatkan bedengan) sesuai dengan petunjuk yang ada. 021 316 1952. 3) Kandungan air dalam tanah idealnya yang diperlukan untuk penanaman pohon rambutan antara 100-150 cm dari permukaan tanah. M.2. berarti udara kering karena miskin uap air. Rambutan Aceh. Apabila udara mempuny