PENGARUH PERUBAHAN WAKTU ANNEALING HINGGA 20 MENIT TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KUAT TARIK BAJA TABUNG JIS

G3116 SG 295
ARIF GANDAVI Fakultas Teknologi Industri, Jurusan Teknik Mesin, Universitas Gunadarma. areif_gandavino@yahoo.co.id

ABSTRAKSI
Dalam pembuatan tabung gas LPG 3kg terdapat proses annealing, yang bertujuan untuk menghilangkan residual stress material tabung, memperbaiki keuletan material tabung, menyeragamkan struktur logam, memperhalus ukuran butir, dan menjamin kualitas material tabung yang akan di proses ke tahap selanjutnya yaitu proses blasting. Pada penelitian ini sampel di ambil dari baja tabung JIS G 3116 SG 295 yang diproduksi pada PT. Indonusa Harapan Masa. Ada empat sampel yang diteliti yaitu sampel pertama tanpa di annealing, sampel kedua di annealing 10 menit, sampel ketiga di annealing 15 menit, sampel keempat di annealing 20 menit. Suhu yang digunakan pada proses annealing 4800C hingga 6300C. Dari hasil metalografi didapatkan fasa besi-α (ferrit) yang berwarna putih dan perlit yang berwarna gelap, dan dari hasil metalografi menunjukkan bahwa pada sampel yang di annealing 20 menit menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan sampel yang lainnya. Dari hasil uji tarik menunjukan bahwa kuat tarik pada sampel yang di annealing 10 menit dengan nilai 47[461] kg/mm2[Mpa] menunjukan hasil yang lebih baik dibandingkan sampel yang lainnya. Dan untuk batas luluh dan elongationnya mengalami peningkatan persentase. Semakin lama sampel di annealing dengan suhu yang semakin tinggi, maka keuletan dan ketangguhannya semakin meningkat. Kata Kunci : Annealing, Struktur Mikro, Kuat Tarik, JIS G 3116 SG 295

1.

Pendahuluan

Dalam dunia perindustrian saat ini banyak produk yang dirancang oleh pemerintah untuk mempermudah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya yaitu tabung gas LPG kapasitas 3 kg yang diproduksi agar lebih praktis dan efisien bagi masyarakat. Namun dalam proses produksinya masih dalam pengembangan secara rutin agar produk yang dihasilkan tetap baik serta mencapai kualitas yang sangat baik. Banyak hal yang terus dikembangkan pada produksi tabung LPG 3 kg. Diantaranya adalah pengembangan pada badan tabung yaitu dengan proses annealing dalam pembuatan tabung LPG 3 kg. Pada saat proses annealing badan tabung atau baja tabung JIS G 3116 SG 295 mengalami proses laku panas yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sifat mekanik. Sifat mekanik yang dihasilkan harus baik dan disesuaikan, maka perlu dilakukan penelitian serta pengujian yang benar. Dari penelitian dan pengujian ini akan diketahui kuat tarik bahan dan struktur mikro

baja tabung JIS G 3116 SG 295 atau badan tabung gas LPG 3 kg. Hasil proses annealing dalam pembuatan tabung gas 3 kg belum mendapatkan sifat mekanik yang diinginkan, sehingga mengakibatkan badan tabung mudah pecah. Maka perlu dilakukan pengujian mekanik kuat tarik di mana harus sesuai dengan standar yang digunakan pada spesifikasi tabung LPG ukuran 3 kg (SNI 1452-2007) kuat tarik 41 kg/mm2[Mpa] - 51,3 kg/mm2[Mpa]. Dalam penelitian ini akan menganalisa kuat tarik dan struktur mikro pada badan tabung gas LPG 3 kg atau baja tabung JIS G 3116 SG 295. Batasan masalah yang ada pada penulisan tugas akhir ini adalah : 1 Annealing hanya dilakukan pada suhu 4800 hingga 6300C dengan waktu 10, 15, dan 20 menit saja. 2 Fasa yang terbentuk pada badan tabung LPG 3 kg/JIS G 3116 SG 295. 3 Pengujian kuat tarik. 4 Pengujian metalografi.

Pemilihan baja perkakas tergantung pada syarat-syarat yang harus dipenuhi sesuai dengan penggunaannya[1]. Dalam proses pembuatannya baja perkakas di lebur dalam tungku listrik dengan kontrol metalurgis yang sangat hati-hati. Unsur paduan pada baja akan mempengaruhi temperatur eutectoid. 2. Molibdenum (Mo). menggunakan gabungan kedua metode di atas. menggunakan buku literatur penulisan tugas akhir. Proses ini menghasilkan struktur martensit yang bersifat keras tetapi getas.5 % C ) Baja karbon tinggi ( > 0.45% sampai 1. Studi Pustaka. Mn. Unsur paduan utamanya adalah : Krom (Cr). Perubahan sifat mekanik pada baja dapat dilakukan dengan proses perlakuan panas (Heat Treatment). menggunakan metode penulisan berupa : 1. 3. baja sering dipadukan dengan unsur-unsur logam lain untuk membentuk baja paduan yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut : Baja paduan rendah : jumlah presentase berat unsur paduan maksimal 8 %. 2. karena itu baja ini dikelompokan berdasarkan kadar karbonnya.70%. Selanjutnya baja perkakas di periksa secara makroskopik dan mikroskopik untuk menjamin adanya ketepatan spesifikasinya. di mana penamaannya didasarkan atas persyaratan deoksidasi.Tujuan dari penelitian ini meliputi : Mengetahui nilai kuat tarik baja tabung JIS G 3116 SG 295. cara pembekuan dan distribusi rongga atau lubang halus di dalam ingot. P.2 . baja seme-kil dan baja rim. untuk memperbaiki sifat mekaniknya.1 BAJA Baja perkakas adalah suatu jenis baja paduan yang mempunyai komposisi dan toleransi yang sangat ketat di mana unsur-unsur pembentuk kabrida merupakan faktor penting pada sifat mampu keras baja tersebut. Baja paduan tinggi : jumlah presentase berat unsur paduan lebih dari 8 %. Baja karbon rendah adalah baja dengan kadar karbon kurang dari 0. 2. Semua ini dilakukan karena dalam pemakaiannya baja perkakas banyak digunakan sebagai cetakan (dies) yang harus mempunyai ketahanan terhadap pembebanan dan temperatur tinggi secara berulang-ulang dalam jangka panjang tanpa mengalami patah dan aus akibat deformasi.5 % C ) Dasar Teori di tahan beberapa waktu hingga temperaturnya merata kemudian dilakukan pendinginan cepat (Quenching).2 % C ) Baja karbon medium ( < 0. 2. ini dimaksudkan untuk menghindari cacat pada material. Silikon (Si). 2. Mangan (Mn).1. Mengetahui Struktur mikro baja tabung JIS G 3116 SG 295. pengaruh masing-masing unsur tersebut digunakan untuk memperbaiki atau merubah sifat-sifat mekanik baja pada proses perlakuan panas.0. Studi Lapangan. Wolfram (W). Baja karbon ini di bagi lagi dalam baja kil. maka pembagian baja dapat dikelompokan sebagai berikut : Baja karbon rendah ( < 0. serta unsur-unsur lainnya. Gabungan. 1.1 Pengaruh Unsur Paduan pada Baja Adanya unsur selain dengan proses-proses perlakuan panas.1. Nikel (Ni). 3. 2. Membandingkan dan menerapkan teoriteori perkuliahan dengan kenyataan kerja yang ada di lapangan.45% karbon dan baja karbon tinggi berisi karbon antara 0. Ditinjau dari kandungan karbonnya. Baja karbon yang mempunyai satu atau lebih unsur-unsur paduan di sebut baja paduan (Alloy Steel). yang merupakan proses pemanasan baja sampai temperatur pemanasan tertentu dan . Vanadium (V).30%. Sifat baja karbon sangat tergantung pada kadar karbon.2 Klasifikasi Baja Karbon Baja karbon adalah paduan antara besi dan karbon dengan sedikit Si. Faktor-faktor yang sangat mempengaruhi mampu las dari baja karbon rendah adalah kekuatan tarik dan kepekaan terhadap retak las.30% sampai 0. data diambil langsung dari lapangan. baja karbon sedang mengandung 0. Kekuatan tarik pada baja karbon rendah dapat dipertinggi dengan menurunkan kadar karbon (C) dan menaikan kadar mangan (Mn). Penulisan tugas akhir ini. untuk menurunkan sifat getasnya dapat dilakukan dengan proses temper. Baja karbon rendah yang di sebut juga baja lunak banyak sekali digunakan untuk kontruksi umum. S dan Cu.

Suatu paduan dengan komposisi kimia yang sama dapat memiliki struktur mikro yang berbeda. Struktur mikro tergantung pada proses pengerjaan yang dialami. Near Equilibrium (mendekati kesetimbangan) Tujuan dari perlakuan panas Near Equilibrium adalah untuk : Melunakkan struktur kristal Menghaluskan butir Menghilangkan tegangan dalam Memperbaiki machineability Gambar 2. 2. dimulai dengan pemanasan sampai ke temperatur tertentu. Klasifikasi baja menurut AISI-SAE [1] martensit.Tabel 2. sebagai suatu upaya untuk memperoleh sifat-sifat tertentu.1. dan sifat mekaniknya akan berbeda. Proses laku panas adalah kombinasi dari operasi pemanasan dan pendinginan dengan kecepatan tertentu yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam keadaan padat. kemudian bainit-martensit dan akhirnya pada kecepatan yang tinggi sekali struktur akhirnya adalah martensit.1. Gambar 2. terutama proses laku panas yang di terima selama proses pengerjaan. Karena perubahan struktur ini maka dengan sendirinya sifat-sifat mekanik yang dimiliki juga berubah.2 Struktur Mikro dan Sifat Mekanik Baja Pada umumnya struktur mikro dari baja tergantung dari kecepatan pendinginannya dari suhu daerah austenit sampai ke suhu kamar. lalu diikuti dengan penahanan selama beberapa saat. tetapi juga tergantung pada strukturmikronya.2 PERLAKUAN PANAS PADA BAJA Sifat mekanik tidak hanya tergantung pada komposisi kimia suatu paduan. baru kemudian dilakukan pendinginan dengan kecepatan tertentu. 1.1 Diagram pendinginan kontinu atau diagram CCT [2] Dari gambar dapat di lihat bahwa bila kecepatan pendinginan naik yang berarti waktu ferrit-perlit ke campuran ferrit-perlit-bainit- . Hubungan antara kecepatan pendinginan dan struktur mikro yang berbentuk biasanya digambarkan dalam diagram yang menghubungkan waktu. Proses laku panas pada dasarnya terdiri dari beberapa tahapan.2 Struktur mikro dalam baja karbon rendah [2] 2. suhu dan transformasi yang di singkat menjadi diagram CCT[2]. Secara umum perlakukan panas (Heat treatment) diklasifikasikan dalam 2 jenis[1].

Pada baja dengan kadar karbon yang lebih tinggi. dan lain sebagainya. Pada baja dengan kandungan titik eutectoid sampai dengan 6.67% terbentuk struktur mikro dinamakan sementit Fe3C (dapat di lihat pada garis vertikal paling kanan). peralihan bentuk langsung dari leleh menjadi austenit.2. suhu leleh turun dengan naiknya kadar karbon. Menghilangkan tegangan dalam. misalnya : Full Annealing (annealing). Normalizing. Austempering.67%. struktur mikro yang terbentuk adalah perlit. 2. Gambar 2. akan terbentuk struktur mikro ferrit delta lalu menjadi struktur mikro austenit. Induction hardening). maka akan dapat dicapai tiap jenis struktur mikro yang setimbang sesuai dengan komposisi kimia dan suhu baja. Jenis annealing itu beraneka ragam. Dari diagram tersebut dapat di lihat bahwa pada proses pendinginan perubahan-perubahan pada struktur kristal dan struktur mikro sangat bergantung pada komposisi kimia. laju pendinginan (cooling rate). temperatur pemanasan. Tujuan dari annealing ialah untuk : Mendapatkan baja yang mempunyai kadar karbon tinggi. 5. Cyaniding. Stress relief Annealing. 6. 2. Pada sisi kiri diagram di mana pada kandungan karbon yang sangat 3. pada suhu kamar terbentuk struktur mikro ferrit. Menurunkan atau menghilangkan ketidak homogenan stuktur.83%. kondisi suhu dan kadar karbon ini dinamakan titik eutectoid. 3. Surface Hardening (Carburizing. Jenis dari perlakukan panas Non Equilibrium. Spheroidizing.3 Diagram Fase Kesetimbangan[1] Pada kandungan karbon mencapai 6.1 Annealing Annealing adalah suatu proses laku panas (heat treatment) yang dilakukan terhadap logam atau paduan dalam proses pembuatan suatu produk. Pada saat proses pendinginan dari suhu lelehnya. Perubahan struktur mikro pada berbagai suhu dan kadar karbon dapat di lihat pada diagram fase kesetimbangan. Non Equilibrium (tidak setimbang) Tujuan panas Non Equilibrium adalah untuk mendapatkan kekerasan dan kekuatan yang lebih tinggi. Proses annealing adalah sebagai berikut: Benda kerja dimasukan kedalam tungku pemanas atau kotak baja yang di isi dengan terak / pasir yang dipanaskan. tetapi dapat dikerjakan mesin atau pengerjaan dingin. Pada baja dengan kadar karbon 0. Homogenizing. Setelah cukup waktunya benda kerja dikeluarkan dari tungku panas tersebut. Sifat-sifat cementite adalah sangat keras dan sangat getas. Pada baja dengan kandungan karbon rendah sampai dengan titik eutectoid. 1. Bila proses pendinginan dilakukan secara perlahan. Nitriding. struktur mikro yang terbentuk adalah campuran antara perlit dan sementit. Memperbaiki keuletan. pada fasa inilah berlangsung perubahan struktur mikro. 1. 2. rendah. Pada saat pendinginan dari suhu leleh baja dengan kadar karbon rendah. Panaskan pada temperatur tertentu selama waktu tertentu. struktur mikro yang terbentuk adalah campuran antara ferrit dan perlit. misalnya : Hardening. . Martempering. 4. Perubahan struktur mikro dapat juga dilakukan dengan cara heat treatment.Jenis dari perlakukan panas Near Equilibrium. Benda kerja didinginkan dengan perlahanlahan. baja mulai berubah menjadi fasa padat pada suhu 1350 derajat. Memperhalus ukuran butir. 2. Pada proses pembuatannya komposisi kimia yang dibutuhkan diperoleh ketika baja dalam bentuk fasa cair pada suhu yang tinggi. lamanya waktu penahanan. tergantung pada jenis atau kondisi benda kerja. 4. Menyiapkan struktur baja untuk proses perlakuan panas. Flame hardening. Process annealing.

1 Hukum Hooke (Hooke’s Law) Hampir semua logam pada tahap sangat awal dari uji tarik terjadi hubungan antara beban atau gaya yang diberikan berbanding lurus dengan perubahan panjang bahan tersebut. Stress: σ = F/A F: gaya tarikan. Banyak hal yang dapat dipelajari dari hasil uji tarik. E adalah gradien kurva dalam daerah linier. Pengujian ini sangat sederhana.2) ∆L: pertambahan panjang.3 UJI TARIK Uji tarik adalah cara pengujian bahan yang paling mendasar. Instron dan Dartec[4].10. L: panjang awal Hubungan antara stress dan strain dirumuskan: E=σ/ε (2. Kurva ini menunjukkan hubungan antara gaya tarikan dengan perubahan panjang. Bentuk bahan yang di uji. Biasanya yang menjadi fokus perhatian adalah kemampuan maksimum bahan tersebut dalam menahan beban.11 Kurva tegangan-regangan[5] Gambar 2.4.1) Strain: ε = ∆L/L (2. Brand terkenal untuk alat uji tarik antara lain adalah Shimadzu. maka akan menghasilkan profil tarikan yang lengkap yang berupa kurva seperti digambarkan pada Gbr 2. dalam bahasa Indonesia di sebut tegangan tarik maksimum. E dinamakan Modulus Elastisitas (Young Modulus). Pada daerah ini. Ini di sebut daerah linier atau linear zone. Kurva yang menyatakan hubungan antara strain dan stress di singkat menjadi kurva SS. tidak mahal dan sudah mengalami standarisasi di seluruh dunia. Dengan menarik suatu bahan maka akan segera diketahui bagaimana bahan tersebut bereaksi terhadap tenaga tarikan dan mengetahui sejauh mana material itu bertambah panjang.12 Dimensi spesimen uji tarik (JIS Z 2201) [6] . A: luas penampang (2. Kemampuan ini umumnya di sebut “Ultimate Tensile Strength” di singkat dengan UTS. Sehingga menghasilkan gambar baru yang merupakan kurva standar ketika melakukan eksperimen uji tarik. untuk logam biasanya di buat spesimen dengan dimensi seperti pada gambar berikut ini : Gambar 2. Profil ini sangat diperlukan dalam desain yang memakai bahan tersebut. Jika suatu bahan (logam) di tarik sampai putus.10 Gambaran singkat uji tarik dan datanya[5] 2. misalnya di Amerika dengan ASTM E8 dan Jepang dengan JIS Z. Gambar 2. di mana perbandingan tegangan (σ) dan regangan (ε) selalu tetap. maka perlu memodifikasi gambar hubungan antara gaya tarikan dan pertambahan panjang menjadi hubungan antara tegangan dan regangan (stress and strain). kurva pertambahan panjang berlawananan dengan beban mengikuti aturan Hooke sebagai berikut: rasio tegangan (stress) dan regangan (strain) adalah konstan Stress adalah beban di bagi luas penampang bahan dan strain adalah pertambahan panjang di bagi panjang awal bahan.2. Alat eksperimen untuk uji tarik ini harus memiliki cengkeraman (grip) yang kuat dan kekakuan yang tinggi (highly stiff).3) Untuk memudahkan pembahasan.

Menyalakan oven dengan temperatur awal ( 4800C ). 4.0233 0.2 Dimensi sampel yang akan di annealing[8] . Tabel 3.1 Diagram Alir Penelitian 0.2 Dimensi Sampel Annealing Sampel Uji Tarik Uji Metalografi Data Analisa Kesimpulan Selesai Gambar 3. INDONUSA HARAPAN MASA. dan berikutnya 20 menit (sampel keempat). Kemudian didinginkan dalam dapur dengan laju minimum 430C/menit hingga suhu 2000C.0050 0. untuk sampel berikutnya di tahan selama 15 menit (sampel ketiga). Gambar 3. Pembebasan tegangan sisa pada material tabung.212 0.0032 % 0.2. 2. 3.1 Diagram alir penelitian 3. Melalui konveyor material tabung dimasukan ke dalam oven atau tungku pemanas. Menjamin kualitas material tabung yang akan di proses pada tahap selanjutnya yaitu proses blasting.23 0.3. METODOLOGI PENELITIAN C% Si % Mn % P% S% Cr % Mo % Ni % Al % 3.0111 0.0384 0.17 Studi Literatur *) CE (IIW) (%) = C + (Mn)/6 + (Cr+Mo+V)/5 + (Ni+Cu)/15 **) Pcm (%) = C + Si/30 + Mn/20 + Cu/20 + Ni/60 + Cr/20 + Mo/15 + V/10 + 5B 3. 2.2.0153 0.1 Komposisi kimia hot rolled steel JIS G 3116 SG 295 sebagai badan tabung upper dan lower [7]. 3.638 0. 6.1 Proses Annealing Sampel Proses annealing dilakukan dengan tujuan sebagai berikut : 1. Atur laju pemanasan pada oven sebesar 150C/menit. Apabila temperatur sudah mencapai suhu tenggang 6300C maka di tahan selama 10 menit (sampel kedua).108 0.0061 0.0579 0.2 Persiapan Bahan Pengujian Bahan tabung gas LPG yang digunakan dalam penelitian adalah baja tabung JIS G 3116 SG 295 yang diambil dari PT. Adapun langkah proses annealing sampel adalah sebagai berikut : 1.0021 0. 5.0246 0.0032 0.0020 Mulai Cu % Nb % Ti % V % B % Zr % CE (IIW) *) Pcm ) % 0. Material tabung ditempatkan pada konveyor.

3 Diagram alir proses uji tarik Gambar 3.4 Diagram Alir Proses Metalografi Mulai Preparasi Sampel Uji Tarik Persiapan. Pemasangan Sampel Pada Mesin Uji Tarik Proses Uji Tarik Data Analisa Uji Tarik Gambar 3.3.6 Metallurgical Microscope Gambar 3.3 Diagram Alir Proses Uji Tarik 3.4 Mesin uji tarik .5 Diagram alir proses Metalografi Selesai Gambar 3.

2 Struktur Mikro JIS G 3116 SG 295 Sampel Kedua Sampel kedua di ambil dari sampel yang di proses annealing selama 10 menit di dalam tungku pemanas.4 Struktur Mikro JIS G 3116 SG 295 Sampel Keempat Sampel yang keempat di ambil dari sampel baja yang di annealing selama 20 menit di dalam tungku pemanas.2 Struktur mikro baja tabung gas yang di annealing selama 10 menit dengan pembesaran 400X Pada pengamatan struktur mikro pada sampel kedua terdapat perubahan ukuran partikel fasa perlit menjadi semakin besar. Pada foto struktur mikro untuk sampel ketiga terlihat dengan jelas perubahan diameter partikel fasa perlitnya menjadi lebih membesar.1.3 Struktur mikro baja tabung gas yang di annealing selama 15 menit dengan pembesaran 400X Gambar 4.4. 4. karena fasa ferritnya cenderung meluas atau meningkat dan juga semakin bersih putih. Fasa perlit tersebar merata dan diameter partikelnya relatif berukuran kecil-kecil. 4. 4.1 Struktur mikro baja tabung gas yang tidak di annealing dengan pembesaran 400X Pada gambar 4.3 Struktur Mikro JIS G 3116 SG 295 Sampel Ketiga Pengambilan sampel ketiga di ambil dari baja tabung yang di annealing selama 15 menit di dalam tungku pemanas atau oven.4 Struktur mikro baja tabung gas yang di annealing selama 20 menit dengan pembesaran 400X Pada pengamatan struktur mikro sampel keempat di dapat fasa perlit yang hampir semuanya membesar dari pada yang terlihat pada sampel ketiga. Gambar 4.1 Struktur Mikro 4. Gambar 4. Gambar 4. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. tetapi jumlahnya cenderung menurun dan fasa ferritnya cenderung meningkat.1 Struktur Mikro JIS G 3116 SG 295 Sampel Pertama Pengamatan struktur mikro dilakukan pada sampel pertama yaitu sampel yang tidak di annealing. Tetapi jumlah partikelnya berkurang.1. namun hanya beberapa saja dan tidak terlalu banyak. . Sedangkan fasa ferritnya cenderung meningkat dan lebih putih.1.1 di atas merupakan struktur mikro material JIS G 3116 SG 295 terdapat fasa perlit berwarna hitam dan besi-α (ferrit) berwarna putih.

5 Grafik perbandingan rata-rata diameter perlit (µm) dan faktor rasio Tabel 4.6 Distribusi Perlit JIS G 3116 SG 295 Tabel 4.6 Grafik perbandingan rata-rata simpangan baku dari ukuran perlit (µm) dan faktor rasio Tabel 4.2 Ukuran (diameter) perlit JIS G 3116 SG 295 sampel kedua Gambar 4. 4.7 Grafik persentase ukuran perlit pada permukaan .3 Ukuran (diameter) perlit JIS G 3116 SG 295 sampel ketiga Dari gambar 4.4.1.1 Ukuran (diameter) perlit JIS G 3116 SG 295 sampel pertama Gambar 4.1.5 dapat di ketahui bahwa perbandingan ukuran atau diameter perlit (µm) dari sampel pertama dengan sampel kedua mengalami kenaikan atau perubahan bertambah besar.4 Ukuran (diameter) perlit JIS G 3116 SG 295 sampel keempat Gambar 4. Dan pada sampel keempat terlihat makin besar lagi ukuran perlitnya melebihi ukuran perlit dari sampel yang ketiga. kemudian selanjutnya sampel ketiga juga lebih besar ukurannya dari sampel kedua.5 Ukuran Perlit JIS G 3116 SG 295 Tabel 4. Begitu juga dengan faktor rasio yang mengalami perubahan yang sama yaitu cenderung naik dari sampel pertama hingga sampel keempat.

2 Kuat Tarik Gambar 4.25% Sampel 4 = (16/400) x 100% = 4. Hal tersebut terjadi karena sampel diberikan perlakuan panas yang berbeda-beda. kuat tariknya 46 kg/mm2[Mpa]. di annealing 15 menit.9 Sampel sesudah di uji tarik . 4. Semakin keuletannya meningkat maka deformasinya menurun. Persentase elongasinya 28. Tetapi jumlahnya belum mendekati persentase maksimum perlit yaitu 13%.90 % masih termasuk dalam standar persentase elongasi JIS G 3116 yaitu minimal 26 %.108 / 0. maka persentase distribusi perlit pada permukaan semakin meningkat. 4. sehingga mengakibatkan perubahan elongasi dan keuletan baja tersebut.Berikut ini adalah perhitungan fraktal perlit dari gambar grafik persentase ukuran perlit pada permukaan : Persentase perlit pada volume di hitung dengan rumus sebagai berikut : Perlit = (0.2. di annealing 10 menit.8 Sampel sebelum di uji tarik Gambar 4.83) x 100% = 13% α ferrit = 100% .13% = 87% Untuk perhitungan distribusi perlit pada permukaan tiap sampel adalah sebagai berikut : Perhitungan perlit (hitam) % = ( jumlah perlit / luas permukaan) x 100% Sampel 1 = (7/400) x 100% = 1.11 Hasil uji tarik sampel yang di annealing selama 10 menit[9] Gambar 4.2.75% Sampel 2 = (10/400) x 100% = 2.9 terlihat perbedaan bentuk patahan (failure) baja JIS G 3116 SG 295 yang tidak di annealing.00% Dari data hasil perhitungan di atas dapat dijelaskan bahwa semakin lama baja diproses annealing hingga waktu 20 menit. dan di annealing 20 menit. Batas luluhnya 31 kg/mm2[Mpa].2 Kuat Tarik JIS G 3116 SG 295 Sampel Kedua 4. Dari gambar 4.1 Kuat Tarik JIS G 3116 SG 295 Sampel Pertama Gambar 4.50% Sampel 3 = (13/400) x 100% = 3.10 Hasil uji tarik sampel yang tidak di annealing[9] Dari gambar hasil pengujian sampel pertama yaitu sampel yang tidak di annealing.

Gambar 4. Untuk batas luluhnya naik menjadi 37 kg/mm2[Mpa].3 Kuat Tarik JIS G 3116 SG 295 Sampel Ketiga kuat tariknya tetap 46 kgf/mm2. kuat tariknya mengalami kenaikan menjadi 47 kg/mm2[Mpa].15 Grafik perbandingan elongation JIS G 3116 SG 295 Gambar 4.2. Batas luluhnya tetap seperti sampel kedua yaitu 35 kg/mm2[Mpa]. maka sifat yang paling penting adalah kekuatannya (tarik dan luluh). Dari gambar grafik di atas dapat di lihat bahwa dari sampel pertama hingga sampel keempat nilai persentase elongasinya meningkat yang berarti semakin tinggi keuletannya.90 %.Dari gambar hasil pengujian sampel kedua yaitu sampel yang di annealing selama 10 menit dengan suhu 4800C hingga 6300C. Maka semakin baik material .12 Hasil uji tarik sampel yang di annealing selama 15 menit[9] Dari gambar hasil pengujian sampel ketiga yaitu sampel yang di annealing selama 15 menit dengan suhu 4800C hingga 6300C. hasil pengujian tarik dari keempat sampel baja tersebut masih masuk dalam rentang persyaratan standar material baja JIS G3116 SG 295. Sedangkan persentase elongasinya juga meningkat menjadi 33 %.10 %. Dan masih termasuk dalam standar kuat tarik pabrikan yaitu 41 kg/mm2[Mpa] . Masih termasuk dalam standar kuat tarik pabrikan yaitu 41 kg/mm2[Mpa] 51. Persentase elongasinya naik menjadi 31. kuat tariknya mengalami penurunan menjadi 46 kg/mm2[Mpa].3 kg/mm2[Mpa].51. Semakin tinggi kekuatannya maka semakin baik material tersebut menahan beban dari luar (seperti tekanan gas maupun benturan). Tetapi masih termasuk dalam standar kuat tarik pabrikan yaitu 41 kg/mm2[Mpa] .13 Hasil uji tarik sampel yang di annealing selama 20 menit[9] Dari gambar hasil pengujian sampel keempat yaitu sampel yang di annealing selama 20 menit dengan suhu 4800C hingga 6300C. Batas luluhnya meningkat menjadi 35 kg/mm2[Mpa].14 Grafik perbandingan kuat tarik dan batas luluh JIS G 3116 SG 295 Berdasarkan grafik di atas.51.3 kg/mm2[Mpa].4 Kuat Tarik JIS G 3116 SG 295 Sampel Keempat Gambar 4. 4. Mengingat proses manufaktur (pembuatan) tabung gas LPG 3 kg melibatkan proses pembentukan dan pengelasan (welding).3 kg/mm2[Mpa].2. 4. Persentase elongasi juga meningkat menjadi 30. Namun dari hasil perbandingan nilai kekuatan rata-ratanya terlihat bahwa kekuatan tarik material sampel kedua lebih tinggi dibandingkan dengan material sampel yang lainnya. sedangkan kekuatan luluhnya yang paling tinggi adalah material sampel keempat. Gambar 4.

2000. [3].http://www. [5]. batas luluhnya 37 kg/mm2[Mpa]. Dari hasil metalografi menunjukkan baja yang di annealing selama 20 menit lebih baik dibandingkan dengan yang lainnya. Oleh karena itu dari segi proses manufakturnya (formability) maka sampel yang di annealing lebih lama semakin baik dibandingkan yang di annealing dengan waktu singkat. Untuk struktur mikro baja yang di annealing pada suhu 4800C hingga 6300C dengan waktu 10 menit terjadi perubahan ukuran perlit yang sedikit lebih besar.http://www. distribusi perlitnya 3.http://i. Depok. batas luluhnya 35 kg/mm2[Mpa]. distribusi perlitnya 4. Okumura. Ohio. Kampus Baru UI.34 µm.com/wp/content/upl oads/2009/09/image/ [6]. Rata-rata ukuran perlitnya 22.00%.00%.infometrik. Fasa perlitnya membesar. CMPFA.ytimg.bsn. Tegangan tariknya 46 kg/mm2[Mpa].25%. Ratarata ukuran perlitnya 26. Semakin bertambah waktu annealing maka semakin meningkat ukuran perlit dan distribusi perlitnya.90%. Material Park. 5.76 µm. dan elongasinya 28. keuletan. Pada struktur mikro baja yang di annealing pada suhu 4800C hingga 6300C dengan waktu 15 menit terdapat perubahan fasa perlit yang ukurannya lebih besar dari pada ukuran perlit sampel sebelumnya. Rata-rata ukuran perlitnya 29. Toshie.http://www. 1995.tersebut untuk di ubah bentuk (deep drawing) dan mampu menahan pembebanan sebelum retak maupun pecah.id/2010/07/pengkajian_k arakteristik_bahan_baku.10%. Ferrous Materials & Metallurgy II (English Version). Wiryosumarto. Cetakan Kedelapan. JIS Handbook. Laporan Pengujian Tarik. George. dan elongasinya 31. LAB UJI MATERIAL.bsn.id/2010/07/sni_main/ sni/detail_sni/sni_1452:2007/ [4]. batas luluhnya 31 kg/mm2[Mpa]. Krauss. Sehingga pengaruh waktu annealing menentukan struktur mikro. 4. .70 µm. Tegangan tariknya 46 kg/mm2[Mpa]. batas luluhnya 35 kg/mm2[Mpa]. dan elongasinya 33. Rata-rata ukuran perlitnya 15. dan kualitas baja tabung JIS G 3116 SG 295. Jakarta. [2]. ASM International. Pradnya Paramita. 2010. dan elongasinya meningkat menjadi 30.doc/ [8]. Japanese Standards Association.50%. 3. Dari hasil penelitian struktur mikro dan kekuatan tarik baja tabung gas LPG 3 kg JIS G 3116 SG 295 di dapat kesimpulan sebagai berikut : 1.infometrik. Steel Heat Treatment and Processing Principles. [7].http://websisni. Teknologi Pengelasan Logam.go. distribusi perlitnya 2. Pada struktur mikro baja tanpa di annealing didapatkan fasa besi-α (ferrit) yang berwarna putih dan perlit yang berwarna gelap.com/uploads/2009/0 9/mengenal_uji_tarik_dan_sifatsifat_mekan ik_logam/ 2. Untuk struktur mikro baja yang di annealing pada suhu 4800C hingga 6300C dengan waktu 20 menit terjadi perubahan fasa besi-α (ferrit) lebih bersih putih dari pada fasa ferrit sampel lainnya.49 µm. Harsono. Kesimpulan 5. Untuk kuat tarik baja yang mendekati standar SNI 1452-2007 adalah baja yang di annealing pada suhu 4800C hingga 6300C dengan waktu 10 menit yaitu 47 kg/mm2[Mpa]. Tegangan tariknya 46 kg/mm2[Mpa]. Tegangan tariknya 47 kg/mm2[Mpa]. tetapi penyebarannya berkurang. distribusi perlitnya 1.go.90%. kekuatan.75%. 2005. Tokyo. Terdapat fasa besi-α (ferrit) yang dikelilingi fasa perlit berwarna gelap yang merata dan menyebar. DAFTAR PUSTAKA [1].com/vi/i_n7ryAgcPQ/0.jpg/20 10/10/ [9]. Semakin lama di annealing maka batas luluh dan persentase elongasinya semakin naik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful