FUNGSI BIMBINGAN KONSELING

Pelayanan bimbingan konseling mengemban sejumlah fungsi yang hendak dipenuhi melalui pelaksanaan kegiatan bimbingan konseling. Fungsi-fungsi yang dimaksud mencakup:

a. Fungsi Pemahaman Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta didik, baik pemahaman tentang diri peserta didik, lingkungan, maupun lingkungan ”yan g lebih luas”. Bagi guru, fungsi pemahaman seyogyanya menjadi landasan dalam melakukan berbagai jenis layanan. Tanpa dilandasi oleh pemahaman yang benar, misalnya pemahaman tentang peserta didik, akan membuat layanan yang diberikan menjadi sangat tidak efisien dan tidak efektif dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Oleh karena itu, keterampilan guru dalam memanfaatkan berbagai data yang dihasilkan melalui kegiatan aplikasi instrumentasi perlu terus ditingkatkan. Keterampilan yang dimaksud mencakup pemahaman yang benar tentang berbagai karakteristik instrumen, baik tes maupun non tes, keterampilan dalam menyelenggarakan kegiatan pengumpulan data, keterampilan dalam mengolah dan menafsirkan data, serta keterampilan dalam menghimpun, dan mengkomunikasikan data untuk berbagai kepentingan. Bahkan dalam kondisi tertentu guru perlu mengembangkan keterampilan untuk merancang dan mengembangkan instrumennya sendiri. Pemahaman itu meliputi:  Pemahaman tentang diri peserta didik, terutama oleh peserta didik sendiri, orangtua, guru pada umumnya, dan guru pembimbing.  Pemahaman tentang lingkungan peserta didik (termasuk di dalamnya lingkungan keluarga dan sekolah), terutama oleh peserta didik sendiri, orangtua, guru pada umumnya, dan guru pembimbing.

c. sehingga keputusan yang diambil merupakan keputusan siswa dan/atau pihak-pihak yang dekat dengan siswa. bolos. termasuk anak-anak yang biasa saja. maka kesan bahwa bimbingan hanya menangani anak-anak yang ”bermasalah. dan bukan keputusan guru yang dipaksakan pada siswa. Jika kekeliruan ini tidak segera dibenahi. informasi jabatan/pekerjaan. pelayanan bimbingan konseling sering disalahartikan. yaitu fungsi bimbingan konseling yang akan menghasilkan terentaskannya atau teratasinya berbagai permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Fungsi Pengentasan Fungsi pengentasan. dan informasi sosial dan budaya/nilai-nilai). menghambat. terutama yang terkait dengan . Padahal pelayanan bimbingan konseling ditujukan untuk semua anak. yaitu ditujukan hanya untuk menangani anak-anak yang suka mengganggu teman. dsb. agar mereka terhindar dari prilaku yang dapat menghambat pencapaian prestasi belajar yang optimal. Di sekolah. Sekalipun fungsi pencegahan ini memiliki nilai yang strategis. Bagi mereka. Pemahaman tentang lingkungan ”yang lebih luas” (termasuk di dalamnya informasi pendidikan. yang akan dapat mengganggu.” akan terus berlanjut. malas belajar. keterampilan guru. Untuk mendukung itu. ataupun menimbulkan kesulitan dan kerugiankerugian tertentu dalam proses perkembangannya. Fungsi pengentasan hendaknya tetap dilakukan dengan memberdayakan seluruh kemampuan siswa dan/atau pihak-pihak yang dekat dengan siswa. Fungsi Pencegahan Fungsi pencegahan yaitu fungsi bimbingan konseling yang akan menghasilkan tercegahnya atau terhindarnya peserta didik dari berbagai permasalahan yang mungkin timbul. terutama oleh peserta didik b. pelayanan bimbingan tentu bersifat pencegahan. akan tetapi program bimbingan yang secara khusus mengarah pada fungsi ini masih sangat jarang dilakukan secara khusus.

Melalui fungsi ini. dan keterampilan memberikan bantuan (helping). seringkapi dapat mengurangi kecemasan dan ketegangan klien. Beberapa keterampilan dasar yang seyogyanya dimiliki misalnya. baik melalui kegiatan konseling perorangan maupun kelompok perlu terus ditingkatkan. atau menampilkan rona muka yang menyenangkan. Beberapa masalah . bahwa cara guru duduk. Apalagi jika diikuti dengan keterampilan lainnya. Pelayanan bimbingan dan konseling dapat berfungsi pencegahan. 1. sehingga berbagai jenis layanan yang diberikan untuk terpelihara dan trkembangkan potensi para siswa sesuai dengan kebutuhan dan keadaan siswa itu sendiri. masalah sosial dan sebagainya dapat dihindari. informasi. Dalam fungsi ini layanan yang diberikan berupa bantuan bagi para siswa agar terhindar dan berbagai masalah yang dapat menghambat perkembangannya tersebut dapat ditempuh melalui program bimbingn. konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Hal ini dilandasi oleh pertimbangan. Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan Fungsi pemeliharaan dan pengembangan yaitu fungsi bimbingan konseling yang akan menghasilkan terpelihara dan terkembangkannya berbagai potensi dan kondisi positif peserta didik dalam rangka perkembangan dirinya secara mantap dan berkelanjutan. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi. sekalipun pembahasan terhadap masalahnya sendiri belum dilakukan. menggerakan anggota badan. 1.fungsi pengentasan. keterampilan bersikap (attending). d. Fungsi Pencegahan: Bimbingan yang sistematis sehingga hal-hal yang dapat menghambat seperti kesulitan belajar. artinya merupakan usaha pencegahan terhadap timbulnya masalah. kekurangan intormasi. seperti keterampilan memberikan bantuan. Fungsi pemeliharaan dan pengembangan dalam pelaksanaannya tidak akan secara efektif dilaksanakan jika guru memahami betul peserta didik yang dibimbingnya. dan bimbingan kelompok.

yang memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk lebih mengenal sekolah sebagai lingkungannya yang baru. minat. memilih metode dan proses pembelajaran. Jadi. 2. konselor. pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan sebaik-baiknya para siswa perlu mendapat bantuan yang . Dengan demikian. Program pengumpulan data yang memungkinkan diperolehnya data yang lebih lengkap dan tepat yang amat diperlukan guna pemahaman pribadi siswa secara lebih mendalam. dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan. adanya kesesuaian antara pribadi siswa dan sekolah sebagai lingkungan merupakan sasaran fungsi ini. 5. drop out. minat. diantaranya : bahayanya minuman keras. dan kebutuhan konseli. cara-cara belajar. Berikut ini akan dijelaskan kedua arah fungsi penyesuaian tersebut. maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli. dalam arah kedua ini lingkungan yang disesuaikan terhadap keadaan siswa. fasilitas belajar. dan pergaulan bebas (free sex). Arah kedua adalah bantuan dalam mengembangkan program pendidikan yang sesuai dengan keadaan masing-masing siswa. tata tertib sekolah. merokok. 1.yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan. kemampuan. Siswa harus mampu menyesuaikan dirinya dalam lingkungan sekolah yang mungkin berbeda dengan lingkungan sebelumnya. Fungsi penyesuaian mempunyai dua arah. cita-cita. kepala Sekolah/Madrasah dan staf. antara lain: 1. seperti diskusi bermain peranan dinamika kelompok dan teknik-teknik pendekatan kelompok lainnya. Fungsi Penyesuaian Yang dimaksud dengan fungsi penyesuaian adalah bahwa pelayanan bimbingan dan konseling berfungsi rnembantu terciptanya penyesuaian antara siswa dan lingkungannya. 3. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli. Pertama Keberhasilan para siswa dalam belajarnya di sekolah banyak dipengaruhi oleh kemampuan menyesuaikan diri terhadap lingkungan Sekolah sebagai suatu “tata sosial budaya tersendiri” ( merupakan suatu lingkungan tertentu bagi siswa dengan segala tuntutan dan norma-normanya. 4. dan sebagainya. Program orientasi. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa memperoleh pemahaman diri secara lebih baik di samping meningkatkan pemahaman lingkungan dan kemampuan mengambil keputusan secara tepat. 2. yang membantu para mahasiswa untuk memperoleh pemahaman diri dan lingkungan yang lebih baik serta mengembangkannya ke arah pencapaian karir yang sesuai dengan bakat. baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah. dan kemampuan. Fungsi Penyesuaian membantu para pelaksana pendidikan. Program bimbingan karir. informasi pekerjaan. Arah pertama adalah bantuan kepada para siswa agar dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan sekolah. Dalam program ini dapat disampaikan berbagai informasi seperti: kurikulum. Beberapa kegiatan bimbingan yang dapat berfungsi pencegahan. penyalahgunaan obatobatan. Program kegiatan kelompok. hubungan sosial.

program kegiatan ekstra kurikuler. berperasaan dan bertindak (berkehendak). Dengan kata lain perlu adanya program yang disesuaikan dengan keadaan masing-masing siswa. sifatnya. Pendekatan yang dipakai dalam pemberian bantuan itu dapat . 3. Fungsi Perbaikan Fungsi perbaikan adalah fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir. Bantuan yang diberikan itu tentulah amat tergantung pada masalah yang dihadapi. Meskipun fungsi pencegahan. perbedaan perorangan di antara siswa. Demikian pula ada siswa yang penuh minat terhadap suatu kegiatan. seperti telah dikemukakan dalam bagian terdahulu. kegiatan kesenian. seperti paket program belajar sendiri. Agar para siswa mendapat kepuasan diri secara optimal perlu dikembangkan program pendidikan yang disesuaikan dengan keadaan masing masing siswa. dan ada pula yang lambat. dan penyesuaian telah dilaksanakan. 2) Kegiatan-kegiatan kelompok untuk memperoleh penyesuaian sosial yang lebih baik. 1. cara belajar. 3) Pengumpulan data siswa untuk memperoleh pemahaman diri yang lebih baik sebagai penyesuaian diri terhadap lingkungan. Dalam hal ini bantuan bimbingan dan konseling berusaha untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa. untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai berbagai hal antara lain: kurikulum. dan sebagainya. 4) Konseling perorangan untuk mengarahkan siswa demi penyesuaian diri yang lebih baik terhadap lingkungan. penyaluran. Ada siswa yang cepat dalam belajar. yang semuanya itu bersifat pilihan. Ini berarti bahwa siswa yang satu berbeda dengan siswa lainnya dalam satu atau beberapa aspek kepribadiannya.terarah dan sistematis. namun siswa yang bersangkutan masih mungkin mengalami masalah-masalah tertentu. Beberapa kegiatan bimbingan dan konseling dalam fungsi ini antara lain: 1) Orientasi terhadap sekolah. sementara ada pula sejumlah siswa yang kurang berminat. rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif. Kedua. Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat. 1. fasilitas. Dalam hubungan ini pelayanan bimbingan dan konseling berfungsi membantu mengenali keadaan pribadi masing-masing siswa dan kemudian membantu mengembangkan program-program pendidikan yang disesuaikan dengan keadaan pribadi masing-masing siswa itu. baik dalam jenisnya. maupun bentuknya. Program yang dikembangkan ini dapat berupa program perorangan ataupun program kelompok. ketentuan akademik. Dalam hubungan ini program bimbingan dan konseling memberikan bantuan kepada para siswa agar mereka dapat menyesuaikan diri dengan sebaik-baiknya di lingkungan sekolah. kegiatan keterampilan. Di sinilah fungsi perbaikan dan pelayanan bimbingan dan konseling diperlukan. dan sebagainya.

ataupun melalui pengubahan lingkungan. bantuan dalam: 1. Melalui fungsi penyaluran. minat. meraih serta mempertahankan karier untuk mewujudkan kehidupan yang produktif dan sejahtera. 4. terdapat perbedaan yang khas antara peran konselor yang menggunakan proses pengenalan diri konseli sebagai konteks layanan dalam rangka menumbuhkan kemandirian mereka mengambil sendiri berbagai keputusan penting dalam perjalanan hidupnya yang berkaitan dengan pendidikan maupun tentang pemilihan. sesuai dengan keadaan pribadinya masing-masing (seperti bakat. memperoleh jurusan yang tepat. 1. kecakapan. 3. kebutuhan. perencanaan karir. Bimbingan dan konseling adalah wilayah layanan yang bertujuan memandirikan individu yang normal dan sehat dalam menavigasi perjalanan hidupnya melalui pengambilan keputusan termasuk yang terkait dengan keperluan untuk memilih. penyiapan diri serta kemampuan mempertahan karier. konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan. 2. Dalam melaksanakan fungsi ini. Konteks tugas konselor pada jenjang Sekolah Menengah merupakan Nieche yang paling subur bagi konselor karena di jenjang itulah konselor dapat berperan secara maksimal dalam memfasilitasi peserta didik mengaktualisasikan segala potensi yang dimilikinya. bakat. Dalam hubungan ini bimbingan dan konseling membantu siswa mendapatkan kesempatan penyaluran pribadinya masing-masing. serta untuk menjadi warga masyarakat yang peduli kemaslahatan umum melalui pendidikan (the Common Good) (Sternberg.bersifat perorangan ataupun kelompok. keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. dengan bekerja sama saling isi-mengisi dengan guru yang menggunakan mata pelajaran sebagai konteks layanan dengan menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah para siswa perlu dibantu agar memperoleh prestasi yang sebaik-baiknya. melalui perantaraan orang lain (misalnya orang tua). Fungsi Pemyaluran Fungsi penyaluran adalah fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler. Hanya saja. bimbingan dan konseling mengenali masing-masing siswa secara perseorangan. dan kemudian membantunya dalam penyaluran ke arah kegiatan atas program yang dapat menunjang tercapainya perkembangan yang optimal. . Bentuk kegiatan bimbingan dan konseling dalam fungsi ini misalnya. dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat. Untuk itu setiap siswa hendaknya mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan. langsung berhadapan dengan siswa yang bersangkutan. menyusun program belajar. pengembangan bakat dan minat. dan sebagainya). jurusan atau program studi. yaitu pembelajaran yang sekaligus berdampak mendidik. 2003). 4.

Melalui pendidikan seseorang memiliki kesempatan mengembangkan kesenangan tertentu. Istilah-istilah umum bagi kedudukan-kedudukan ini .Pendidikan mempunyai sebuah tanggangjawab untuk mengembangkan kualitas yang unik dari setiap individu. http://machfudherman. ada kecondongan untuk membatasi pemakain istilah supervisor pada orang-orang yang berada dalam kedudukan yang lebih bawah dalam hirierki manajemen. yang dapat membuat sekolah tersebut melemah dan membelok dari tujuan utama sekolah itu sendiri. sedangkan yang lain datang kesekolah untuk menolak pendidikan universal dan mendidik kelompok terpilih. dalam bahasa umum ini. Sebagai contoh. kemampuan. demikian juga keahlian dalam praktik nyata. dengan director. penyesuaian sosial. manager. filosofi individu. Sekolah harus digunakan secara bijak supaya tidak dieksploitasi dan mengalami penurunan makna. dan bakat. management. jelas bahwa sekolah dasar dan menengah menjadi sasaran tekanan. Walaupun hak prerogative masyarakat untuk menetapkan dengan persetujuan umum tujuan-tujuan dari institusi mereka tetap ada. [1] Dalam pemakaiannya secara umum. dan supervisor. Supervision diberi arti sama dengan direction.wordpress. beberapa orang menghendaki agar sekolah menjadi institusi yang menyediakan program – program kesejahteraan yang lebih besar untuk anak. Lebih spesifik.com/2010/01/28/fungsi-bimbingan-konseling/ Supervisi Pengajaran oleh steofandi fizari. kepemimpinan yang tepat untuk mencegah pelemahan dalam usaha pendidikan haruslah disediakan oleh masyarakat individu dan menyiagakan pendidik-pendidik professional. Dalam seperempat abad dua puluh terakhir ini. pendidikan harus mampu mengembangkan kecakapan individu di bidang seni. Sedangkan orang yang melakukan Supervisi disebut dengan Supervisor. dkk PEMBAHASAN A. PENGERTIAN SUPERVISI PENGAJARAN Kata Supervisi berasal dari bahasa Inggris yaitu Supervision yang artinya melihat dengan sangat teliti pekerjaan secara keseluruhan. Keunikan dari sebuah pribadi biasanya menemukan ungkapan terbaiknya dalam aktivitas sendiri diluar pekerjaan yang ditekuni sendiri. ilmu-pengetahuan.

Pengertian “inspeksi” sebagai warisan peninggalan Belanda itu.selain dari supervisor adalah foreman dan superintendent. Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut dapat dikemukakan secara sederhana bahwa Supervisi pada dasarnya adalah upaya untuk meningkatkan mutu pengajaran di sekolah. Prof. “pengawas”. Ametembun. dalam bukunya Supervisi Pendidikan.”[2] Sedangkan pengertian Supervisi yang dirumuskan oleh beberapa pakar adalah sebagai berikut: 1. seperti guru. dkk. dalam bukunya Administrasi Pendidikan. Supervisor bertugas dan bertanggung jawab memperhatikan perkembangan unsur-unsur tersebut secara berkelanjutan. menyatakan “Supervisi adlah kegiatan yang dijalankan terhadap orang yang menimbulkan atau yang potensial menimbulkan komunikasi dua arah. sistem pengajaran dan penilaian. bahan pengajaran. “opsiner”. 1975. dan “opseter”. 1979. Drs. serta eveluasi pengajaran. Supervisi bukan hanya mengawasi apakah para guru atau pegawai menjalankan tugas sebaik-baiknya sesuai dengan instruksi atau ketentuan-ketentuan yang telah . 175.[3] Dalam dunia pendidikan di Indonesia. 2. “inspektur”. 1983. perkataan Supervisi belum begitu popular. yang di Negara kita disebut “mandor”. Sejak zaman penjajahan Belanda hingga sekarang orang lebih mengenal kata “inspeksi” daripada Supervisi. menyatakan: Supervisi adalah suatu aktifitas pembinaan yang direncanakan untuk membantu para guru dan pegawai sekolah lainnya dalam melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Harris. Merekalah yang bertnggung jawab secara langsung dan bertatap muka tentang kegiatan-kegiatan dari hari ke hari sekelompok pegawai bawahan. yang berarti mencari kesalahan-kesalahan guru dan kemudian menghukumnya. 4. cenderung kepada pengawasan yang bersifat otokratis. kurikulum. Drs. misalnya Supervisi diartikan sebagai: “Segala usaha para pejabat sekolah yang diangkat dan diarahkan kepada penyediaan kepemimpinan bagi para guru datang pendidikan yang lain dalam perbaikan pengajaran. situasinya agak lain. Dalam Carter Good’s Dictionary of Education. Dalam sistem sekolah yang sedang berkembang. Dalam pelaksanaannya. Ben M. Ia berintikan program pengajaran dengan ditunjang oleh unsur-unsur lain. Ngalim Purwanto.” 3. Supervisi mempunyai impact dengan pelajar melalui perantaraan orang lain dan alat. menyatakan: Supervisi Pendidikan adalah pembinaan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu belajar-mengajar di kelas pada khususnya. sarana dan prasarana. dalam bukunya Supervisi Pendidikan. melihat stimulasi pertumbuhan professional dan perkembangan dari para guru. Dr. dalam bukunya supervisor Behavior in Education. Sedangkan Supervisi mengandung pengertian yang lebih demokratis. Burhanuddin Harahap. menyatakan Supervisi adalah apa yang personalia sekolah lakukan dengan orang dewasa an alat-alat dalam rangka mempertahankan atau mengubah pengelolaan sekolah untuk mempengaruhi langsung pencapaian tujuan instruksional sekolah. dan metode-metode mengajar. seleksi dan revisi tujuan-tujuan pendidikan.

guru-guru tidak dianggap sebagai pelaksana pasif. 5. tetapi juga berusaha bersama guru-guru. dan pengalaman-pangalaman yang perlu didengar dan dihargai serta diikut sertakan di dalam usahausaha perbaikan pendidikan. Supervisi hendaknya membantu memperbaiki sikap dan hubungan dari semua anggota staf sekolah. Ø Tujuan Supervisi adalah perbaikan dan perkembangan proses belajar-mengajar secara total. 7. Semua guru memerlukan dan berhak atas bantuan Supervisi. bagaimana memperbaiki proses belajarmengajar. yaitu:[5] Ø Supervisi yang baik adalah mengarahkan perhatiannya kepada dasar-dasar pendidikan dan cara-cara belajar serta perkembangannya dalam pencapaian tujuan umum pendidikan. 4. Jadi supervisi pengajaran adalah kegiatan-kegiatan kepengawasan yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi-kondisi baik personil maupun material yang memungkinkan terciptanya situasi kepengawasan yang lebih baik demi tercarapainya tujuan pendidikan. pendapat-pendapat. 2. dan hendaknya menerangkan implikasi-implikasi dari tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran tersebut. serta personil. Supervisi merupakan bagian integral dari program pendidikan. bukan pada seseorang atau sekelompok orang. dalam kegiatan Supervisi. Harus ada dana yang memadai bagi program kegiatan Supervisi dalam anggaran tahunan. material. Ø Fokusnya pada setting for learning. 6. 3. dan perlengkapan yang mencukupi kebutuhan. Jadi. PRINSIP-PRINSIP SUPERVISI Beberapa prinsip pokok tentang Supervisi modern: 1. 8. karenanya para guru hendaknya dilibatkan seberapa dapat dalam pengembangan program Supervisi.digariskan. [4] Hal di atas sesuai dengan rumusan Burton. melainkan diperlakukan sebagai partner bekerja yang memiliki ide-ide. Supervisi hendaknya membantu menjelaskan tujuan-tujuan dan sasaran-sasaran pendidikan. Tanggung jawab bagi pengembangan program Supervisi berada pada kepala sekolah bagi sekolahnya dan pengawas atau pemilik bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayahnya. Ia adalah jasa yang bersifat kooperatif dan mengikut sertakan. B. Efektifitas program Supervisi hendaknya dinilai secara periodik oleh para peserta. dan membantu dalam pembangunan hubungan sekolah-masyarakat yang baik. Supervisi hendaknya disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan perseorangan dari personil sekolah. .

Supervisi dapat meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: 1. Kunjungan kelas kunjungan kelas merupakan salah satu cara paling baik memberikan supervisi pembelajaran Karena dapat melihat kegiatan guru. memperbaiki situasi belajar mengajar o memperbaiki pedoman pengajaran o memperbaiki alat pengajaran o memperbaiki perbuatan guru dengan penggunaan Supervisi yang sesuai o memperbaiki faktor-faktor yang terdapat pada pelajar seperti pengaruh pertumbuhan dan prestasinya 4. Supervisi kian bertambah diangkat dari situasi tertentu daripada dipaksakan dari atas. . metode. menilai hasil pendidikan dengan mengingat sasaran pendidikan yang telah disetujui 2. dan hasil Supervisi o menerapkan teknik-teknik evaluasi o menilai hasil program Supervisi tertentu yang membatasi keberhasilan program o menilai dan memperbaiki perbuatan personil Supervisi D.9. TEKNIK-TEKNIK SUPERVISI Adapun dalam hal ini ada beberapa teknik dalam Supervisi antara lain: 1. mempelajari situasi KBM untuk menetapkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan prestasi murid 3. murid dan masalah yang timbul. KEGIATAN-KEGIATAN SUPERVISI Segala hal dalam sistem sekolah dirancang dengan maksud akhir pada sistem belajar dan pertumbuhannnya.[6] C. Supervisi hendaknya membantu menjelaskan dan menerapkan dalam praktik penemuan pendidikan yang mutakhir. 10. Itulah beberapa prinsip dasar mengenai Supervisi modern yang mungkin bisa dijadikan dan diterapkan dalam proses belajar-mengajar dalam dunia pendidikan. menilai saran-saran.

Diskusi kelompok Dalam hal ini adalah suatu kegiatan di mana kelompok orang yang berkumpul dalam situasi bertatap muka dan melalui interaksi lisan bertukar informasi atau berusaha untuk mencapai suatu keputusan tentang masalah bersama. Lokarkarya Lokarkarya menyediakan kesempatan untuk kerjasama. 9. Pengembangan kurikulum Pentingnya relevansi kurikulum dengan kebutuhan murid dan masyarakat bagi memelihara dan meningkatkan kualiatas pendidikan. Teknik ini lebih efektif lagi jika tiap observasi diikuti oleh suatu analisis yang berhati-hati. Kunjungan kelas antarguru Bahwa kunjungan kelas yang dilakukan guru-guru di antara mereka sendiri adalah efektif dan sukai di mana biasanya direnakan atas permintaan guru-guru. 8.2. Buletin Supervisi Ini merupakan alat komunikasi yang efektif. untuk mendiskusikan masalah-masalah bersama dan profesional dalam berbagai bidang studi. Perpustakaan professional Perpustakaan ini merupakan sumber informasi yang sangat membantu kepada pertumbuhan profesional personil pengajar di sekolah. untuk mempertemukan ide-ide. Pembicaraan individual Pembicaraan individual merupakan teknik yang sangat penting karena pengawas untuk bekerja secara individual dengan guru sehubungan dengan masalah-masalah profesionalnya. Survey sekolah-masyarakat[7] . 6. 3. hal ini biasanya berupa pengumuman-pengumuman. sehingga kepala sekolah dalam demonstrasi pembelajaran tidak perlu mengakui kelemahan dan perlu mencarikan ahli yang dapat memberikan gambaran tentang pembelajaran yang baik 5. analisis presentasi dalam pertemuan-pertemuan organisasi dan lain-lain. Menurut pendapat diatas mengajar dalam pekerjaan disekolah bukan pekerjaan yang mudah. Demonstrasi mengajar Dalam kegiatan pembelajaran sangat sukar menentukan mana yang benar dalam praktek mengajar karena mengajar menurut Siswoyo (1997) sebagai seni dan filusuf. 4. 10. 7.

Untuk itu dalam supervisi pengajaran harus ada yang menjalankannya yang disebut supervisor. Bandung: Angkasa . nantinya mahasiswa mampu mengimplikasikannya di dalam dunia pendidikan. Moh.: Jakarta. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 1993. melainkan dalam kondisi tertentu. DAFTAR PUSTAKA Departemen Agama RI.Merupakan komprehensif tentang masyarakat akan membantu guru dan kepala sekolah untuk memahami dengan lebih jelas program sekolah yang akan memenuhi kebutuhan dan kepentingan murid. Adapun kegiatan supervisi pendidikan ini mencakup kondisi-kondisi atau syarat-syara personil maupun material yang diperlukan untuk terciptanya situasi belajar-mengajar yang efektif. 2008. Rifa’i. Bandung: Remaja Rosdakarya. Bandung: Jemmars Bandung. PENUTUP A. SARAN Dengan adanya pembelajaran supervisi ini. B. dan bahwa suatu teknik tidaklah baik atau buruk pada umumnya. Oleh karena itu fungsi pengawasan dalam pendidikan bukan sekedar control apakah segala kegiatan dilaksanakan sesuai dengan rencana atau program yang telah digariskan. tetapi lebih luas dari itu. Oteng. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. 1982. KESIMPULAN Supervisi pengajaran merupakan kegiatan pengawasan untuk menciptakan situasi belajarmengajar yang lebih baik. Purwanto. mulai dari hal yang terkecil. Administrasi Pendidikan. 2003. Dalam hal ini supervisor haruslah ang-orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan pengawasan. Nglalim. Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam Pedomaam Pengembangan Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Sutisna. Bahwasnya tidak satu teknik tunggal yang bisa memenuhi segala kebutuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful