USAHATANI JAMBU MENTE DI KARANG ASEM DI BALI 

  

Bibit jambu mete di tanam dengan jarak tanam 8 m x 8 m, sehingga dalam satu ektarnya rata-rata petani di lokasi penelitian memperoleh tanaman sebanyak 156 bibit. (Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Karangasem. 2010). Jenis pupuk yang digunakan pada awal penanaman jambu mete adalah urea dengan rata-rata dosis 312 kg/ha, TSP dengan dosis 156 kg/ha, KCl dengan dosis 78 kg/ha, NPK dengan dosis 78 kg/ha, pupuk kandang dengan dosis 2.000 kg/ha, dan pupuk cair Mitra Flora dengan dosis 12 lt/ha. Selanjutnya pada tahun kedua dan berikutnya tanaman jambu mete dipupuk oleh petani dengan menggunakan pupuk organik berupa pupuk kandang dan pupuk cair Mitra Flora masing-masing dengan rata-rata dosis 2.000 kg/ha dan 2 lt/ha. Herbisida polaris untuk membersihkan lahan dari tanaman gulma jenis alang-alang dan rumput-rumputan dengan dosis 24 lt/ha. Sedangkan pestisida pounce dosis 6 lt/ha. Tenaga Kerja terdiri Rata-rata produksi jambu mete pada tanaman menghasilkan tahun ke-5 (TM 5) mencapai 505,99 kg/ha atau 3,24 kg/pohon/ha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful