KARYA ILMIAH

SILASE DARI LIMBAH ORGANIK PASAR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN RUMINANSIA
Diajukan Sebagai Salah Satu Tugas Mata Kuliah Basic Pendidikan Lingkungan

Disusun Oleh : NAMA NIM PRODI : MADROJI : 1009970 : PGSD

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2010/2011
i

lebih-lebih lagi pada kehidupan akhirat kelak. baik untuk pribadi.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kita berbagai macam nikmat. Terima kasih sebelum dan sesudahnya saya ucapkan kepada Dosen mata kuliah Basic Pendidikan Lingkungan serta teman-teman sekalian yang telah membantu. Pandeglang. Mei 2011 Penyusun ii . baik dari segi tata bahasa maupun dalam hal pengkonsolidasian kepada dosen serta teman-teman sekalian. sehingga semua cita-cita serta harapan yang ingin kita capai menjadi lebih mudah dan penuh manfaat. mudah-mudahan apa yang saya susun ini penuh manfaat. teman-teman. sehingga karya ilmiah ini terselesaikan dalam waktu yang telah ditentukan. baik bantuan berupa moriil maupun materil. sehingga aktifitas hidup yang kita jalani ini akan selalu membawa keberkahan. yang kadangkala hanya menturuti egoisme pribadi. Saya menyadari sekali. serta orang lain yang ingin mengambil atau menyempurnakan lagi atau mengambil hikmah dari judul ini (SILASE DARI LIMBAH ORGANIK PASAR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN RUMINANSIA) sebagai tambahan dalam menambah referensi yang telah ada. Harapan yang paling besar dari penyusunan karya ilmiah ini ialah. didalam penyusunan karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan serta banyak kekurangan-kekurangnya. baik kehidupan di alam dunia ini. untuk itu besar harapan saya jika ada kritik dan saran yang membangun untuk lebih menyempurnakan karya ilmiah-makah saya dilain waktu.

.......................................................................................................................Manfaat........... LAMPIRAN-LAMPIRAN......Simpulan........................................... B................Saran..............DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR......................................................... C................................................................. BAB III PENUTUP A.................................. BAB II SILASE DARI LIMBAH ORGANIK PASAR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN RUMINANSIA .......................................................................................................................... B.Latar Belakang.................... 11 11 12 13 6 1 4 4 ii iii iii ............... DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................................Tujuan............................................ BAB I PENDAHULUAN A................................................................................. DAFTAR ISI.....................................................................................................................................

Pencemaran yang dihasilkan sampah organik di pasar merupakan salah satu masalah yang sering dialami masyarakat sekitar. Limbah ini sudah tidak berguna lagi. sehingga diperlukan kreativitas dan motivasi yang tinggi dalam menanggulanginya. limbah yang dihasilkan sampah organik.Latar Belakang Pencemaran lingkungan merupakan hasil yang ditimbulkan oleh tindakan aktifitas manusia yang menimbulkan perubahan langsung atau tidak langsung secara fisik dan/atau hayati yang tidak berfungsi lagi dalam menunjang pembangunan. proses pembuangan dan pembersihan limbah memerlukan biaya yang mahal. Pencemaran lingkungan ini akan menyebabkan dampak yang negatif seperti pencemaran yang dihasilkan kendaraan.BAB I PENDAHULUAN A. Hal ini dikarenakan pasar sebagai tempat transaksi jual beli barang bagi masyarakat. dan lain-lain. seperti menimbulkan bau busuk. Limbah yang dihasilkan pasar dapat menimbulkan dampak yang buruk bagi kesehatan warga pasar tersebut. penghasil gas rumah kaca. Pada Tabel 1 diungkapkan potensi limbah sayuran yang berasal dari pasar. Selain itu. 1 . Aktifitas manusia yang meningkat di pasar dapat meningkatkan limbah yang dihasilkan. dan sebagai media tumbuh berbagai kuman penyakit.

Populasi ternak ruminansia yang semakin meningkat ini tidak diimbangi dengan adanya penyediaan hijauan. ketersediaan sayuran ini cukup tinggi di pasar. Hal ini dikarenakan sayuran tersebut mempunyai kandungan nutrisi yang tidak jauh berbeda dengan rumput. khususnya dimusim kemarau. wortel. kembang kol. potensi kol bulat. sawi. Jadi seiring dengan meningkatnya kuantitas limbah hijauan asal pasar dan peningkatan jumlah ternak. Populasi Ternak di Indonesia Jenis ternak Sapi potong Sapi perah Kerbau Kambing Domba * angka sementara 2008 12257 458 1931 15147 9605 Populasi ternak (Ribu Ekor) 2009 12760 475 1933 15815 10199 2010* 13633 495 2005 16821 10932 Sumber : Direktorat Jenderal Peternakan Limbah organik pasar merupakan sisa-sisa yang tidak terjual. Tabel 2. salah satunya limbah sayuran pasar.Pemanfaatan limbah pasar sebagai alternatif pengganti hijauan pakan ternak merupakan salah satu motivasi untuk menyediakan hijauan makanan ternak yang terbatas dimusim kemarau. Ternak ruminansia mempunyai keistimewaan karena memiliki mikroba di dalam rumen sehingga mampu memanfaatkan hijauan termasuk hijauan non konvensional seperti limbah pasar sebagai pakan utama yang mudah diperoleh dan murah harganya. Adapun populasi ternak di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 2 peningkatan populasi ternak setiap tahun tidak diimbangi dengan ketersediaan hijauan pakan ternak sehingga diperlukan pengganti rumput. limbah hijauan asal pasar dapat menjadi pakan pengganti hijauan bagi 2 ruminansia. dan jagung dapat menggantikan rumput. ketika hijauan konvensional mengalami penyusutan akibat oleh berkurangnya intensitas hujan/ kemarau. Berdasarkan data pasar induk kramat jati. hasil penyiangan maupun bagian dari sayuran ataupun buah-buahan yang tidak 2 . Selain itu. Penyediaan hijauan yang terbatas dimusim kemarau dapat menimbulkan dampak kepada produktifitas ternak.

mudah didapat dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Tabel 3. 2010). kandungan nutrien pada limbah sayuran pasar tidak jauh berbeda dengan kandungan nutrien pada hijauan sehingga limbah sayuran pasar cocok untuk pengganti pakan non konvensional pengganti hijauan. Salah satu 3 . Investasi pengolahan sampah sangat bermanfaat untuk mengurangi polusi dan pencemaran dengan konsep zero pollution recycle karena seluruh sampah dimanfaatkan tanpa menyisakan residu. Selain kelebihan-kelebihan tersebut. yaitu berkisar 15-24% dan serat kasar sebesar 5-38%. Komposisi Nutrien Beberapa Limbah Sayuran Pasar Limbah organik pasar apabila digunakan sebagai bahan baku memiliki beberapa keuntungan yaitu memiliki nilai ekonomis karena dapat menghasilkan berbagai produk yang berguna dan harganya yang murah. Pemanfaatan limbah pasar sebagai pakan yang tidak bernilai ekonomis dengan tujuan untuk menekan biaya usaha tani ternak. walaupun dalam basis kering dengan kandungan protein kasar sayuran cukup tinggi. mudah disimpan.dimanfaatkan untuk konsumsi manusia. 2008 dalam Sondhy. limbah organik juga memiliki kelemahan-kelemahan diantaranya mudah busuk. dan mudah diberikan pada ternak (Yuli Retnani. Limbah pasar organik mempunyai kandungan gizi rendah. voluminus (bulky) dan ketersediaan berfluktuasi sehingga perlu teknologi pengolahan untuk menjadi bahan pakan yang awet. ditunjukkan dari kandungan serat kasar yang tinggi dengan kandungan air yang tinggi. selain itu juga dapat mengurangi masalah pencemaran lingkungan akibat sampah. Pada tabel 3 dicantumkan kandungan nutrisi beberapa limbah sayuran pasar. Dengan melihat data tersebut.

Silase pakan dibuat dengan menggunakan penyimpanan secara anairob sehingga diharapkan dapat disukai ternak (palatabel). 2. Menyampaikan informasi tentang kualitas nutrisi dan nilai tambah dari limbah sayuran pasar sebagai pakan hijauan alternatif baik dalam bentuk asli maupun dalam bentuk olahan berupa silase. C. Silase pakan sumber serat yang berasal dari limbah sayuran pasar merupakan pakan alternatif untuk mengganti hijauan pakan pada saat musim kemarau. Para pembaca/ masyarakat mendapatkan informasi tentang potensi limbah sayuran pasar dan nilai tambahnya sebagai pakan hijauan alternatif. B.teknologi tersebut adalah pengawetan berbentuk silase ternak berbahan limbah sayuran pasar. Menggugah minat para peternak/praktisi peternakan untuk menumbuhkan nilai keekonomian limbah sayuran pasar dalam bentuk kemasan silase yang murah dan mudah penyediaannya. Menumbuhkan minat dan kreativitas para peternak/praktisi peternakan untuk memanfaatkan atau menumbuhkan nilai keekonomian silase limbah 4 . Selain pengerjaannya mudah dan biaya murah.Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari tulisan ini adalah : 1. Memberikan informasi tentang limbah sayuran pasar yang terbuang namun berpotensi tinggi sebagai pengganti hijauan pakan terutama di musim kemarau atau lahan kering. juga dapat meningkatkan kualitas dari pakan sehingga dapat diberikan dengan maksimal dan dapat mengatasi kelangkaan hijauan pada musim kemarau. 3. Silase merupakan salah satu teknologi pengawetan dengan proses fermentasi dengan maksud untuk mendapatkan bahan pakan yang masih bermutu tinggi serta tahan lama agar dapat diberikan kepada ternak pada masa kekurangan pakan ternak.Manfaat Penulisan Adapun manfaat dari tulisan ini adalah: 1. 2.

BAB II 5 .sayuran pasar sebagai cadangan pakan hijauan dimusim kemarau atau lahan kering untuk pengganti rumput konvensional yang sulit diperoleh.

hewan.SILASE DARI LIMBAH ORGANIK PASAR SEBAGAI ALTERNATIF PAKAN RUMINANSIA Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup. sampah cair. Limbah sayuran pasar merupakan zat-zat atau bahan-bahan yang sudah tidak terpakai lagi (Apriadji. Hal ini dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran. dan tersedia sepanjang musim. zat energi. sampah dibedakan menjadi sampah yang mengandung senyawa organik yang berasal dari tanaman. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. yaitu menurut bentuk dan sifatnya. Karena kegiatan manusia. Limbah pasar merupakan bahan-bahan hasil sampingan dari kegiatan manusia dari pasar dan banyak mengandung bahan organik. Menurut Hadiwiyoto (1983). dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan. dan mikroba dan sampah anorganik yaitu garbage (bahan yang mudah membusuk) dan rubbish (bahan yang tidak mudah membusuk). mudah didapat. 4 Tahun 1982). dan sampah gas sedangkan berdasarkan sifatnya. sehingga perlu diupayakan alternatif hijauan pengganti yang murah. Ketersediaan hijauan pakan ternak sangat tergantung musim. Salah satu sampah atau limbah yang banyak terdapat disekitar kita adalah limbah pasar. mengelompokan sampah atau limbah berdasarkan beberapa faktor. Salah satu contoh usaha yang dilakukan pemanfaatan limbah sayuran untuk mengganti hijauan berserat tinggi. khususnya musim kemarau. Kendala yang sering dijumpai antara lain masih rendahnya produktivitas ternak akibat pakan yang berkualitasnya rendah yang berkaitan dengan ketersediaan sumber hijauan. 1990). sampah dibedakan menjadi sampah padat. mengendalikan pencemaran. Menurut Hadiwiyoto (1983). pencermaran lingkungan pasti terjadi. dan atau komponen lain ke dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan turun sampai ketingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya (UU Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup No. Berdasarkan bentuknya. sampah 6 .

Bentuk wafer yang padat dan cukup ringkas diharapkan dapat : (1) meningkatkan palatabilitas ternak karena bentuknya yang padat. Pemanfaatan limbah sayuran pasar menjadi silase merupakan salah satu pengawetan yang memerlukan biaya lebih rendah daripada pembuatan wafer dan biskuit ternak sehingga bisa dijangkau oleh peternak. selain itu juga dapat mengurangi masalah pencemaran lingkungan akibat sampah. Potensi limbah sayuran pasar selama ini dimanfaatkan menjadi kompos dan sumber hijauan pakan ternak. Wafer merupakan salah satu metode pengawetan dengan cara pengepresan menggunakan mesin kempa. buah-buahan. 2008 dalam Sondhy. dan ketersediaan berfluktuasi sehingga perlu teknologi pengolahan untuk menjadi bahan pakan yang awet. 2008). biskuit. dan daun-daunan serta dari hasil perikanan dan peternakan. Limbah sayuran adalah bagian dari sayuran atau sayuran yang sudah tidak digunakan atau dibuang. dan mudah diberikan pada ternak (Yuli Retnani. 5 transportasi. dan penanganan hijauan lainnya. diperlukan teknologi pengawetan seperti wafer. voluminus (bulky). mudah disimpan.pasar yang banyak mengandung bahan organik adalah sampah-sampah hasil pertanian seperti sayuran. Silase merupakan metode pengawetan dengan proses fermentasi dengan maksud untuk mendapatkan bahan pakan yang masih bermutu tinggi serta tahan lama. 2010). Oleh karena itu. dan tidak bersaing dengan kebutuhan manusia. Pembuatan silase merupakan salah satu alternatif bentuk penyimpanan yang efektif dan diharapkan dapat menjaga keseimbangan ketersediaan bahan hijauan 7 . Hijauan pakan ternak yang berasal dari limbah sayuran pasar memiliki kelemahan yaitu mudah busuk. Sedangkan kelemahan-kelemahan diantaranya mudah busuk. mudah didapat. (3) memberikan nilai tambah karena selain memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan. pengawetan. penyimpanan. dan silase. (2) memudahkan dalam penanganan. Akan tetapi pembuatan wafer memerlukan biaya yang cukup mahal sehingga sulit dijangkau oleh peternak. Kelebihan limbah sayuran pasar adalah memiliki nilai ekonomis karena dapat menghasilkan berbagai produk yang berguna dan harganya yang murah. Komposisi silase tersebut dibuat menyerupai komposisi hijauan pakan sehingga diharapkan disukai oleh ternak serta dapat mengatasi kelangkaan hijauan pada musim kemarau. dan (4) menggunakan teknologi sederhana dengan energi yang relatif rendah (Yuli Retnani.

(2) Sifat-sifat fisik dan kimiawi bahan hijauan yang digunakan. molases. Kriteria Penilaian Silase 8 . Prinsip pengawetan ini didasarkan atas adanya proses peragian didalam tempat penyimpanan (silo). terjadi keadaan enaerob didalam tempat penyimpanan yang tidak memungkinkan bagi tumbuhnya jamur/cendawan. Dalam pembuatan silase ada tiga faktor yang berpengaruh.5) bakteri asam laktat tidak pula dapat bereaksi lagi dan proses pembuatan silase telah selesai (Ahlgren. Sel-sel tanaman untuk sementara waktu akan terus hidup dan mempergunakan O2 yang ada didalam silo. Bakteri pembentuk asam akan berkembang dengan pesat dan akan merubah gula dalam hijauan menjadi asam-asam organik seperti asam asetat. Dengan meningkatnya derajat keasaman. Keberhasilan pembuatan silase tergantung pada tiga faktor utama yaitu : (1) ada tidaknya serta besarnya populasi bakteri asam laktat. Biasanya kualitas pakan yang rendah memerlukan aditif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Bila O2 telah habis terpakai. Pertama : hijauan yang cocok dibuat silase. 1991). urea. Kadar air yang berlebihan menyebabkan tumbuhnya jamur dan akan menghasilkan asam yang tidak diinginkan seperti asam butirat. Pada derajat keasaman tertentu (pH = 3. Aditif digunakan untuk meningkatkan kadar protein atau karbohidrat pada material pakan. Beberapa zat aditif adalah limbah ternak (manure ayam dan babi).pakan. Ketiga : kadar air yang tinggi berpengaruh dalam pembuatan silase. Kedua : penambahan zat aditif untuk meningkatkan kualitas silase. air. (3) Keadaan lingkungan. Tabel 4. Kadar air yang rendah menyebabkan suhu menjadi lebih tinggi dan pada silo mempunyai resiko yang tinggi terhadap kebakaran (Pioner Development foundation. asam susu dan juga alkohol. karena dapat mengumpulkan hijauan makanan ternak pada musim hujan dan menyimpannya untuk persediaan di musim kemarau. kegiatan bakteri-bakteri lainnya seperti bakteri pembusuk akan terhambat. Pada Tabel 4 dicantumkan kriteria penilaian silase untuk mengetahui baik atau tidaknya silase. 1956).

Terjadi pula perombakan protein menjadi amonia. baunya disenangi dibandingkan dengan silase yang jelek. pH. menyebabkan sukar terjadi keadaan anaerob (Reksohadiprodjo. 1980).amida. sebab untuk keberhasilan proses ensilase harus dalam suasana asam. Menurut Ensminger dan Olentine (1978) bahwa.5 – 4. 1990). Akibat keaktifan bakteri inilah maka terjadi asam (Anonim. 1988). Demikian pula pendapat Siregar (1996) bahwa.2 Kadar N-NH3 < 10% Sumber : Deptan (1980) Baik Sedikit Asam 4. Bau asam yang dihasilkan oleh silase disebabkan dalam proses pembuatan silase bakteri anaerob aktif bekerja menghasilkan asam organik. sehingga yang terjadi adalah fermentasi protein (Ristianto dkk. dan suasana menjadi anaerob. Pada hijauan yang masih muda mengandung protein yang tinggi. pernapasan akan berhenti. dalam proses ensilase apabila oksigen telah habis dipakai.5 10 – 15% Sedang Lebih banyak Kurang asam 4. bau asam dapat dijadikan sebagai indikator untuk melihat keberhasilan proses ensilase. dan air. Air yang terbentuk tersebut.Kriteria Baik Sekali Jamur Tidak ada Bau Asam PH 3. bau. Dalam keadaan demikian jamur tidak dapat tumbuh dan hanya bakteri saja yang masih aktif terutama bakteri pembentuk asam.2 – 4. Protein yang terdapat pada tanaman dapat digunakan oleh jamur sebagai bahan pakan untuk pertumbuhannya.2 – 4. asam asetat.8 > 20% Kriteria kualitas silase dapat diketahui dengan beberapa parameter diantaranya pertumbuhan jamur. asam amino. tetapi segar dan enak. (1969) bahwa. Oleh karena sukar terjadi keadaan anaerob. Tumbuhnya jamur merupakan indikator keberhasilan pembuatan silase. Dengan demikian. maka jamur akan bertumbuh dengan subur. 9 . Bau silase merupakan salah satu indikator baik atau tidaknya silase. (1979).8 < 20% Buruk Banyak Busuk > 4. karakteristik silase yang baik adalah baunya bersih lebih berbau asam. dan kadar N-NH 3 (Deptan.. Demikian pula pendapat Susetyo dkk. asam butirat. secara umum silase yang baik mempunyai ciri-ciri yaitu rasa dan bau asam.. Kandungan protein yang rendah menyebabkan jamur tidak dapat bertumbuh dengan subur karena kekurangan bahan pakan.

Disamping itu.2 baik sekali. 4.0 sampai 7. disukai ternak. dapat dipahami bahwa pH silase yang dihasilkan pada Tingginya pH silase yang dihasilkan sesuai dengan pendapat Crowder dan Chheda (1982) bahwa.5 . tidak menggumpal. pada pembuatan silase perlu ditambahkan bahan pengawet agar terbentuk suasana asam dengan derajat keasaman optimal. pada umumnya pH-nya tinggi yaitu 4. memerlukan biaya yan murah. pH silase dapat menjadi indikator. Demikian pula Regan (1997) melaporkan bahwa. dan kandungan karbohidratnya rendah. Demikian pula pendapat Siregar (1996) bahwa.8 sedang. BAB III PENUTUP 10 . Silase mempunyai kelebihan-kelebihan yaitu : mempunyai tekstur segar. tidak berjamur. tidak berbau.2 . Oleh karena itu. serat kasarnya tinggi. terutama untuk menurunkan pH silase (Matsuhima. Bahan pengawet biasanya ditambahkan untuk mencukupi karbohidrat mudah larut yang berguna dalam fermentasi.4. Sedangkan Crowder dan Chheda (1982) melaporkan bahwa silase yang dihasilkan oleh petani didaerah tropis tanpa menggunakan bahan pengawet. mengkategorikan kualitas silase berdasarkan pH-nya yaitu : 3. dan lebih dari 4.4. silase rumput tropis dibuat tanpa bahan pengawet pH-nya berkisar antara 5. 1979).5 baik.5 .4.8 atau lebih. tingginya nilai pH silase yang dibuat didaerah tropis dibanding dengan nilai pH silase yang dibuat di daerah temperate disebabkan oleh rumput tropis pada umumnya berbatang. Pemanfaatan silase limbah sayuran pasar diharapkan dapat diterima oleh masyarakat untuk mengatasi kelangkaan hijauan pakan ternak.Selain itu.0. pH silase yang tinggi karena dalam pembuatan silase tidak menggunakan bahan pengawet. berwarna kehijau-hijauan.8 adalah jelek. dan dapat meningkatkan kandungan nutrisi. 4. Menurut Deptan (1980).

Saran Pemanfaatan limbah sayuran pasar mengalami beberapa kendala. mengendalikan pencemaran. Oleh karena itu diperlukan pemisahan setiap limbah sesuai dengan kebutuhan. Pemanfaatan limbah sayuran pasar dengan menggunakan metode pengawetan silase dapat menjadi alternatif pakan non konvensional pengganti rumput sebagai sumber utama pakan ruminansia sehingga diharapkan dapat diterima oleh peternak untuk mengatasi masalah kelangkaan hijauan pakan ternak.A. DAFTAR PUSTAKA 11 . Salah satu contoh usaha yang dilakukan pemanfaatan limbah sayuran untuk mengganti hijauan berserat tinggi. Selama ini limbah sayuran di pasar bercampar dengan limbah anorganik sehingga apabila dimakan oleh ternak akan membahayakan ternak tersebut. Pencemaran lingkungan tersebut tidak dapat dihindari. Yang dapat dilakukan adalah mengurangi pencemaran. B. dan meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya agar tidak mencemari lingkungan.Simpulan Peningkatan kegiatan manusia akan meningkatnya pencemaran lingkungan.

M.. 1969.S. S. R. Siregar. Kanisius. 1997. Hijauan Makanan Ternak. E. Soewardi. Jakarta. D. Memproses Sampah. 1979. Ristianto. Pakan Ternak Gembala.K. 1996. Jakarta. Berlin Heidelberg. Sprenger Verlag. G. 1982. Kamesworo. Pengawetan Pakan Ternak. I. Longman. Direktorat Jenderal Peternakan. Jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan. Olentine.V. The Ensminger Publishing Company. Feeds and Nutrition Complete. Pertambahan Bobot Badan. Tropical Grassland Husbandry. A. L. Direktorat Bina Produksi. Apriadji. 8 Hadiwiyoto. Bogor. Bogor. J. Kerja. Institut Pertanian Bogor. 12 . 1990. Faculty of Science. S. L.Sondhy. Laporan Konservasi Hijauan Makanan Tenak. Soekanto. Matsuhima. C. Thesis. Reksohadiprodjo. U. New York. 1988. Penebar Swadaya Masyarakat.. 1990. Hijauan Makanan Ternak Potong. BPFE. Clovis. Fakultas Peternakan. Jawa Tengah. Jakarta.S. Ciawi. 1983. Feeding Beef Cattle. Ensminger. Yogyakarta. Percobaan Silase. Harlianti. 1979. Departemen Pertanian dan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Nothern Territory University. Kismono. and H. Departemen Pertanian.2010. Darwin Austalia.A.H. Jakarta Croder. Yogyakarta. Regan. Skripsi. California. Yayasan Indayu. Penanganan dan Pemanfaatan Sampah. Departemen Pertanian. Forage Concervation in The Wet/ Dry Tropics for Small Landholder Farmers. Silase sebagai Makanan Ternak.. 1980. Susetyo. W. London.Yogyakarta. Balai Informasi Pertanian. Direktorat JenderalPeternakan.Anonim.E and C. Chheda. Penebar Swadaya. 1978. U. dan Perah. Pemberian Wafer Limbah Sayuran Pasar Terhadap Konsumsi. dan Konversi Pakan Ternak Domba. M.

Lampiran-lampiran Limbah Sayuran Pasar Bahan Baku Silase Limbah yang tidak termanfaatkan Contoh Silase Rumput Gajah Menggunakan Tong Contoh Silase Rumput Gajah Menggunakan Terpal 13 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful