P. 1
MSDM

MSDM

|Views: 71|Likes:
Published by RonyLor

More info:

Published by: RonyLor on Jun 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/22/2013

pdf

text

original

Sections

  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • A. Latar Belakang Penelitian
  • Tabel 1.1 Data Jumlah Produksi Susu Cup Periode Desember 2007– April 2008
  • Bulan Produk yang
  • TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA
  • DEPARTEMEN MILK PROCESSING DI PT. AGRONESIA DIVISI
  • MAKANAN DAN MINUMAN BANDUNG”
  • B. Identifikasi dan Perumusan Masalah
  • 1. Identifikasi Masalah
  • 2. Perumusan Masalah
  • kerja pegawai pada Departemen Milk Processing di PT AGRONESIA Divisi
  • Makanan dan Minuman Bandung
  • C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
  • 1. Tujuan Penelitian
  • 2. Kegunaan Penelitian
  • D. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis
  • 1. Kerangka Pemikiran
  • 2. Hipotesis Penelitian
  • “Terdapat Pengaruh Positif Motivasi Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja
  • Pegawai pada Departemen Milk Processing di PT. Agronesia Divisi Makanan
  • MOTIVASI (Variabel X) INDIKATOR
  • PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Variabel Y) INDIKATOR
  • E. Lokasi dan Lamaya Penelitian
  • A. Manajeman Sumber Daya Manusia
  • 1. Pengertian, Peranan dan Tujuan Manajeman Sumber Daya Manusia
  • 2. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia
  • B. Motivasi
  • 1. Pengertian Motivasi
  • 2. Peranan Pimpinan Dalam Memberikan Motivasi Terhadap Pegawainya
  • 3. Unsur Penggerak Motivasi
  • a. Upah Yang Adil dan Layak
  • b. Kesempatan Untuk Maju / Promosi
  • c. Pengakuan Sebagai Individu
  • d. Keamanan Kerja
  • e. Tempat Kerja yang Baik
  • f. Penerimaan oleh Kelompok
  • g. Perlakuan yang Wajar
  • h. Pengakuan akan Prestasi
  • 4. Teori Motivasi
  • 1. Teori Kepuasan
  • Teori X
  • Teori Y
  • 2. Teori Motivasi Proses
  • 5. Bentuk-bentuk Motivasi
  • 6. Jenis Motivasi
  • 7. Teknik Motivasi
  • 8. Prinsip-prinsip Motivasi
  • 9. Metode Motivasi
  • C. Produktivitas Kerja
  • 1. Pengertian Produktivitas Kerja
  • 2. Kriteria Pengukuran Produktivitas Kerja
  • 1. Kualitas
  • 2. Kuantitas
  • 3. Ketepatan Waktu
  • 3. Hubungan Antara Motivasi Pegawai Dengan Produktivitas Kerja
  • Malayu S.P. Hasibuan (2001:94), menyatakan :
  • INPUT
  • PROSES
  • OUTPUT
  • FEED BACK
  • Keterangan :
  • A. INPUT
  • B. PROSES
  • C. OUTPUT
  • D. FEED BACK
  • BAB III
  • OBJEK PENELITIAN
  • A. Metode Penelitian
  • 1. Paradigma Penelitian
  • Gambar 3. 3 Paradigma Penelitian
  • X Y
  • 2. Metode Penelitian yang Digunakan
  • 3. Variabel Penelitian dan Operasionalisasi Variabel
  • Tabel 3. 1 Operasional Variabel Motivasi Pegawai
  • Tabel 3. 2 Operasional Variabel Produktivitas Kerja Pegawai
  • 4. Teknik Pengumpulan Data
  • 5. Teknik Analisis Data
  • 1. Perhitungan Metide Sucsessive Interval (MSI)
  • 2. Uji Validitas Instrumen
  • 3. Uji Reliabilitas Instrumen
  • 4. Uji Hipotesis
  • 5. Koefisien Korelasi X Pada Y
  • 6. Uji Signifikansi Hubungan
  • 7. Pengujian dengan Regresi Linier Sederhana
  • 8. Koefisien Determinasi
  • C. Gambaran Umum Perusahaan
  • 1. Sejarah PT.Agronesia Divisi Makanan dan Minuman
  • 2. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas
  • 1. General Manager
  • 2. Sekretariat
  • 3. Manager MILK PROCESSING
  • 4. Asisten Manager Penjualan
  • 5. Asisten Manager PPIC
  • 6. Asisten Manager Produksi
  • 3. VISI dan Misi PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung
  • 4. Aktivitas Departemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan
  • dan Minuman Bandung
  • 5. Jenis-jenis Produk yang Dipasarkan oleh Perusahaan
  • 6. Keadaan Pegawai dan Fasilitas Kerja
  • a. Keadaan Pegawai di Departemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi
  • Makanan dan Minuman Bandung
  • No Jenis Kelamin Jumlah
  • No Tingkat pendidikan Jumlah
  • No Masa Kerja Jumlah
  • No Unit Kerja Jumlah
  • b. Fasilitas Kerja di Departemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi
  • No Tempat Jenis Barang
  • Jumlah
  • 7. Gambaran Umum Motivasi Karyawan dan Produktivitas Kerja
  • Karyawan pada Depertemen Milk Processing di PT. Agronesia Divisi
  • BAB IV
  • PEMBAHASAN
  • A. Pelaksanaan Motivasi Pegawai dan Kondisi Produktivitas kerja pada
  • Departemen Milk Processing di PT. Agronesia Divisi Makanan dan
  • Minuman Bandung
  • 3. Pelaksanaan Motivasi karyawan yang di dasarkan pada Elemen-elemen
  • Motivasi Karyawan yaitu Sebagai berikut :
  • 1. Upah Yang Adil dan Layak
  • 2. Kesempatan Untuk Maju / Promosi
  • 3. Pengakuan Sebagai Individu
  • 4. Keamanan Kerja
  • 5. Tempat Kerja yang Baik
  • 6. Penerimaan oleh Kelompok
  • 7. Perlakuan yang Wajar
  • 8. Pengakuan akan Prestasi
  • 2. Kondisi Produktivitas Kerja Pegawai pada Departemen Milk Processing
  • di PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung
  • 1. Kualitas
  • 2. Kuantitas
  • 3. Ketepatan Waktu
  • 1. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan
  • 2. Waktu Yang diberikan dalam Melaksanakan Pekerjaan
  • 3. Kesalahan-kesalahan yang Menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat
  • pada waktunya
  • B. Analisis Pengaruh Motivasi Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja
  • Pegawai Pada Departemen Milk Processing Di PT. Agronesia Divisi
  • 1. Perhitungan Metode Sucsessive Interval (MSI)
  • 2. Analisis Alat Instrumen Penelitian
  • 2.1. Uji Validitas Alat Ukur
  • Tabel 4.2 Tabel Pengujian Validitas untuk Variabel Y (Produktivitas Kerja)
  • 2.2. Uji Reliabilitas
  • Tabel 4.3 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian
  • 3. Pengujian Hipotesis Penelitian
  • 3.1. Koefisien Korelasi X Pada Y
  • 3.2. Uji Signifikansi Hubungan
  • 3.3. Pengujian dengan Regresi Linier Sederhana
  • Maka Persamaan Regresinya adalah :
  • Y = -4.041 + 0.538 X + e
  • 3.4 Pengaruh Variabel X Terhadap Y
  • 3.5. Koefisien Determinasi (r2 )
  • C. Hambatan-hambatan dan usaha-usaha dalam Pelaksanaan Motivasi
  • Karyawan yang Berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan
  • Minuman Bandung
  • 1. Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Motivasi Pegawai terhadap
  • Produktivitas Kerja Pegawai Departemen Milk Processing di PT
  • Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung
  • 2. Usaha-usaha dalam Pelaksanaan Motivasi Pegawai terhadap
  • BAB V
  • KESIMPULAN DAN SARAN
  • A. Kesimpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Tingkat perekonomian telah lama dijadikan suatu tolak ukur dari keberhasilan dan kemajuan suatu negara, perekonomian sebuah negara dipengaruhi oleh berbagai sektor pembentuk salah satunya sektor industri. Dewasa ini industri telah menjadi primadona yang berkembang di setiap negara, bahkan negara-negara berkembang yang pada mulanya memiliki keunggulan bersaing dalam sektor pertanian, mulai beralih untuk lebih mengembangkan sektor industri. Hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan yang jelas, tetapi pada kenyataannya memang saat ini yang menguasai perekonomian dunia adalah negara-negara yang maju dalam sektor industri, seperti Amerika Serikat, Cina dan Jepang. Indonesia adalah salah satu negara yang sudah mulai menitikberatkan perekonomiannya melalui sektor industri. Saat ini setelah abad ke-21, sektor industri di Indonesia dituntut untuk mampu bersaing mengingat dengan diberlakukannya AFTA (Asean Trade Area) yang dimulai tahun 2003, kemudian disusul dengan APEC (Asean Pasifik Economic Cooperation) pada tahun 2010 bagi negara-negara maju dan 2020 bagi negara-negara berkembang. Pada era tersebut untuk mendukung persaingan sektor industri dalam negeri, tentunya harus didukung dengan tingkat produktivitas tenaga kerja yang tinggi. Untuk meningkatkan produktivitas sehingga industri di Indonesia mampu bersaing dengan negara lain, diperlukan sumber daya manusia yang baik, karena salah satu satu faktor utama dalam sebuah perusahaan atau organisasi adalah faktor manusia.

2

Motivasi pada pegawai dan pengusaha berbeda karena perbedaan kepentingan, maka perlu diciptakan motivasi yang searah untuk mencapai tujuan bersama dalam rangka kelangsungan usaha dan ketenangan kerja, sehingga dapat menciptakan produktivitas kerja. Produktivitas kerja dapat terlihat dari hasil yang diperoleh akan seimbang dengan masukan yang diolah. Melalui berbagai perbaikan cara kerja, pemborosan waktu, tenaga dan berbagai input lainnya akan bisa dikurangi sejauh mungkin. Hasilnya tentu akan lebih baik dan banyak hal yang bisa dihemat. Produktivitas kerja sangatlah diharapkan oleh setiap organisasi, karena dengan adanya produktivitas kerja yang tinggi, maka organisasi akan dapat menguasai pasaran yang berakibat tujuan organisasi akan tercapai dengan optimal. Produktivitas kerja pegawai departemen Milk Processing dalam

melakukan proses produksi susu cup selama tiga bulan terakhir mengalami peningkatan namun tidak dapat dipungkiri juga bila terjadi kenaikan produksi susu cup. Produktivitas dapat diukur pada tingkat individual, kelompok maupun organisasi. Produktivitas mencerminkan keberhasilan atau kegagalan dalam

mencapai efektivitas dan efisiensi kinerja dalam kaitannya dengan penggunaan sumber daya. PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung merupakan Perusahaan Daerah Industri Propinsi Tingkat I Jawa Barat yang telah berubah bentuk hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) yang bergerak dalam bidang makanan dan minuman yang terbagi dalam beberapa bidang usaha seperti Food And Beverage, Pastry And Bakery, Milk Processing dan Air Minum Dalam Kemasan. PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman lebih menitik

3

beratkan kepada pengolahan susu murni sampai dengan produk susu olahan susu lainnya. Produk susu yang dihasilkannya berupa susu segar pasteurisasi sedangkan produk olahan susu seperti Yoghurt, Kefir, Milk Ice Cream, Shallimar, Milk Shake, Yoghurt Shake dan lainnya. Produksi susu cup yang dilakukan oleh PT. AGRONESIA hanya berdasarkan pesanan-pesanan saja. Perusahaan melaksanakan pemasaran produk mereka atas dasar pesanan dari perusahaan lain,dan untuk outlet sendiri mereka juga melakukan pemesanan langsung kepada perusahaan. Daerah pemasarannya meliputi Bandung dan sekitarnya. Berdasarkan hasil penjajagan yang dilakukan pada Departemen Milk Processing di PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung,

peneliti menemukan bahwa produktivitas kerja pegawainya masih rendah, hal ini terlihat dari beberapa indikator di bawah ini : 1. Kualitas kerja yang dicapai oleh pegawai masih rendah, karena dalam melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaannya para pegawai kurang teliti. Hal ini dapat terlihat dari sering terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pegawai Departemen Milk Processing yang dihasilkan masih ada yang cacat produk. Sebagaimana tersaji pada tabel berikut ini : Tabel 1.1 Data Jumlah Produksi Susu Cup Periode Desember 2007– April 2008 Bulan Desember Januari Februari Maret April Produk yang dihasilkan 421.326 Cup 438.116 Cup 431.084 Cup 458.340 Cup 493.478 Cup Produk yang rusak 548 Cup 618 Cup 435 Cup 375 Cup 692 Cup Penyimpangan % 0,13 0,14 0,10 0,08 0,14

Sumber : Wawancara dengan Departemen Milk Processing

4

Data pada tabel 1.1 menunjukan data produksi susu cup selama lima bulan terakhir. Pada bulan Desember perusahaan memproduksi susu cup sebanyak

421.326 Cup dan produk susu yang rusak sebanyak 584 cup, sedangkan pada bulan Januari perusahaan memproduksi susu cup sebanyak 438.116 cup dan produk yang rusak sebanyak 618 cup, pada bulan Februari memproduksi susu sebanyak 431.084 cup dan terjadi kerusakan produk sebanyak 435 Cup. Pada bulan Maret perusahaan memproduksi susu sebanyak 458.340 Cup dan terjadi kerusakan sebanyak 375 Cup, dan pada bulan April perusahaan memproduksi susu sebanyak 493.478 Cup dan terdapat produk yang rusak sebanyak 692 Cup. Dari data tersebut terjadi peningkatan yang sangat besar pada bulan April sebanyak 35.138 cup dan produk yang rusak bertambah sebanyak 371 cup dari bulan sebelumnya. Pembuatan susu cup ini mengalami fluktuatif, ini disebabkan karena dalam pembuatan susu cup tergantung dari banyaknya pesanan dari konsumen. 2. Waktu yang diberikan dalam melaksanakan pekerjaan tidak mencukupi, hal ini terlihat dari tidak sesuainya waktu yang diberikan perusahaan dengan pekerjaan yang dibebankan sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan para pegawai telah sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. Contoh: seringnya pegawai pada bagian produksi tidak dapat menyelesaikan
pekerjaan yang dibebankan kepada mereka karena waktu yang diberikan kurang, ini terlihat dari jam kerja bagian produksi yang dimulai pada jam 10.00 sampai dengan 15.00 dengan banyak pesanan kurang lebih 18.900 cup susu perhari, sehingga pegawai tidak dapat memenuhi target perusahaan dalam melaksanakan pekerjaannya.

5

Permasalahan tersebut disebabkan oleh kurangnya pelaksanaan motivasi pegawai, yang dapat dilihat antara lain dalam hal : 1. Ruang kerja yang tidak memadai mengakibatkan pegawai kurang memotivasi diri dalam melakukan pekerjaannya.. Contoh: Sebagian besar tempat produksi departemen Milk Processing masih tidak memadai seperti yang terlihat dari ruangan pengemasan susu murni secara manual yang pengap karena kurangnya ventilasi udara. 2. Kurangnya kesempatan untuk maju / promosi, karena tingkat pendidikan para pegawai yang tidak terlalu tinggi dan hanya mengandalkan pengalaman saja. Contoh: Sebagian besar pegawai pada departeman milk processing sektor produksi tingkat pendidikan hanya sebatas SD, SMP, ataupun SMU/SMK ini menyebabkan pegawai sulit untuk mempunyai kessempatan untuk promosi ke tingkat yang lebih tinggi lagi, sehingga jenjang karir yang diperoleh sangat terbatas, sehingga pegawai tidak maksimal dalam melaksanakan pekerjaannya. 3. Gaji karyawan yang belum adil dan layak bagi pegawai, karena upah yang diterima sekarang oleh karyawan belum mampu memenuhi kebutuhan hidup pegawai sehari-hari. Contoh: Upah yang diterima oleh pegawai saat ini tidak mencukupi bagi pegawai dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari yang semakin meningkat saat ini, sehingga menyebabkan pegawai merasa upah yang diterima saat ini tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup seharihari.

6

Bertitik tolak dari uraian di atas maka peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian lebih lanjut dan hasil penelitian tersebut peneliti tuangkan dalam bentuk skripsi dengan judul : “PENGARUH MOTIVASI PEGAWAI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI PADA

DEPARTEMEN MILK PROCESSING DI PT. AGRONESIA DIVISI MAKANAN DAN MINUMAN BANDUNG”.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah 1. Identifikasi Masalah Bertitik tolak dari latar belakang penelitian tersebut, maka peneliti mengidentifikasi masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana pelaksanaan motivasi pegawai pada departemen Milk Processing di PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung ? 2. Bagaimana kondisi produktivitas kerja pegawai pada departemen Milk Processing di PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung ? 3. Seberapa besar pengaruh motivasi pegawai terhadap produktivitas kerja pegawai pada departeman Milk Processing di PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung ? 4. Hambatan - hambatan dan usaha-usaha dalam pelaksanaan motivasi pegawai yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai departeman Milk Processing di PT. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung ?

AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung. 4. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung 2. Mengetahui bagaimana kondisi produktivitas kerja pegawai pada departemen Milk Processing PT. peneliti merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah ada pengaruh motivasi pegawai terhadap produktivitas kerja pegawai pada Departemen Milk Processing di PT AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menelaah serta menggambarkan persepsi karyawan yaitu : 1. Mengetahui hambatan-hambatan dan usaha-usaha dalam pelaksanaan motivasi pegawai yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja pegawai departemen . AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung. 3. Mengetahui bagaimana pelaksanaan motivasi pegawai pada departeman Milk Processing PT. Agronesia divisi makanan dan minuman. Mengetahui seberapa besar pengaruh motivasi pegawai terhadap produktivitas kerja pegawai pada departemen Milk Processing PT. Tujuan Penelitian Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh data guna kepentingan menganalisis variabel-variabel penelitian dalam konteks permasalahan pengaruh motivasi pegawai terhadap produktivitas kerja pegawai pada bagian Milk Processing di PT. Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1. C.7 2. Perumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah.

Bagi perusahaan Diharapkan dapat berguna sebagai bahan informasi dalam pertimbangan selanjutnya dalam mencari jalan pemecahan terhadap masalah yang dihadapi. Kerangka Pemikiran dan Hipotesis 1. Bagi peneliti Menambah wawasan dan ilmu pengetahuan serta membandingkan teori-teori yang didapat selama peneliti mengikuti kuliah dengan kenyataan yang terjadi dilapangan. Kegunaan Penelitian Sedangkan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi perusahaan. Bagi pihak lain Sebagai bahan perbandingan bagi pihak lain yang secara langsung tertarik pada hasil penelitian diharapkan dapat menjadi sumber informasi bagi pihak lain yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai motivasi dan produktivitas. dalam landasan teori ini sesuai dengan variabel- . Kerangka Pemikiran Kerangka pemikiran merupakan landasan teoritis untuk menjawab dan mengungkapkan masalah penelitian karena itu terlebih dahulu dikemukakan variabel-variabel yang ada. a. b. c. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung ? 2.8 Milk Processing di PT. D. peneliti serta bagi pihak lain.

Sedangkan menurut G. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia). maka peneliti mengajukan pengertian-pengertian motivasi menurut beberapa ahli sebagai berikut: Menurut Edwin B Flippo yang dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan (2007:163) adalah sebagai berikut : . George yang dikutip oleh Malayu S. Sebagai landasan teori yang digunakan untuk memperkuat penelitian. sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai). untuk itu perlu diperhatikan beberapa unsur-unsur penggerak motivasi menurut Claude S.” (Motivasi adalah suatu keahlian. dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil.R Terry mengemukakan bahwa : “Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakantindakan. Motivation involve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behaviour. Motivasi dapat mencapai apa yang diharapkan.P Hasibuan (2007:143) mendefinisikan: Motivation : That predisposition (it self the subject of much controvency) whitin the individual wich arouses sustain and direct his behaviour.” (Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya.P Hasibuan (2007:143) mendefinisikan : “Direction or motivation is essence.9 variabel yang ada didalamnya terdiri dari motivasi dan produktivitas kerja karyawan. it is a skill in aligning employee and organization interest so that behaviour result in achivement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives.” Menurut American Encyclopedia yang dikutip oleh Malayu S.

7. 4. 2. Jadi Produktivitas kerja dapat dirumuskan sebagai berikut : Produktivitas Kerja = Jumlah produksi pertahun Jam kerja yang ditetapkan Adapun faktor utama yang menentukan poduktivitas menurut Umar yang dikutip oleh Triton PB (2005:63) sebagai berikut : 1. Kesempatan untuk maju/promosi Pengakuan sebagai individu Keamanan kerja Tempat kerja yang baik Penerimaan oleh kelompok Perlakuan yang wajar Pengakuan atas prestasi Berdasarkan uraian tersebut. Kualitas 2. 5. diperoleh gambaran bahwa motivasi dengan memperlihatkan unsur-unsur penggerak motivasi akan meningkatkan produktivitas kerja pegawai. Produktivitas tenaga kerja merupakan ukuran keberhasilan tenaga kerja menghasilkan suatu produk dalam waktu tertentu. Pengaruh antara kedua konsep di atas merupakan kerangka berfikir yang dijadikan alasan ilmiah dalam penelitian ini. Kuantitas 3. Menurut Sedarmayanti (2001:57) Secara umum produktivitas mengandung pengertian perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan (input) Produktivitas tenaga kerja menurut Sony Sumarsono (63:2003). produktivitas berarti keseimbangan antara semua faktor-faktor produksi yang akan memberikan output yang paling besar dengan usaha tertentu. Waktu Dengan demikian secara teoritis antara motivasi dan produktivitas kerja pegawai memiliki pengaruh yang positif. 8. 6. 3. Upah yang adil dan layak.10 1. Sedangkan menurut Triton PB (2005:63). .

maka peneliti dapat menetapkan hipotesis sebagai berikut : “Terdapat Pengaruh Positif Motivasi Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Departemen Milk Processing di PT. Gaji yang adil dan layak. Kualitas 2.11 Oleh karena itu.P Hasibuan PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN (Variabel Y) INDIKATOR 1. Pengakuan atas prestasi Sumber: Malayu S. Keamanan kerja 5. Waktu Sumber : Triton PB 2. Perlakuan yang wajar 8. 2. Model kerangka pemikiran dalam penelitian ini dijelaskan dalam gambar sebagai berikut : Gambar 1. Kuantitas 3.1 Model Kerangka Pemikiran Pengaruh Motivasi pegawai Terhadap Produktivitas kerja Pegawai Pada Departemen Milk Processing di PT. Pengakuan sebagai individu 4. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung”. AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman Bandung MOTIVASI (Variabel X) INDIKATOR 1. Kesempatan untuk maju / promosi 3. Hipotesis Penelitian Berdasarkan kerangka pemikiran yang telah dikemukakan oleh peneliti di atas. peneliti menempatkan motivasi pegawai sebagai variabel yang mempengaruhi (variabel X) dan produktivitas kerja pegawai sebagai variabel yang dipengaruhi (Variabel Y). Penerimaan oleh kelompok 7. Selanjutnya peneliti mengemukakan operasionalisasi dari hipotesis yang telah disebutkan di atas sebagai berikut : . Tempat / ruang kerja yang baik 6.

Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi pegawai terhadap produktivitas pegawai. dimana motivasi pegawai pada dasarnya bertujuan untuk mendorong pegawai agar lebih meningkatkan produktivitas kerja pegawai. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia. 2. 3. Hal tersebut menunjuk adanya hubungan antara motivasi pegawai (Variabel X) yang mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas pegawai (variabel Y). Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari motivasi pegawai terhadap produktivitas pegawai. Produktivitas berarti keseimbangan antara semua faktor-faktor produksi yang akan memberikan output yang paling besar dengan usaha tertentu. Hipotesis Kerja (H1) H1 : ρ ≥ 0 . .12 1. Motivasi pegawai adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Pengaruh positif adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu atau bertindak sesuatu yang menyebabkan hal lain berubah. Jadi Produktivitas kerja dapat dirumuskan sebagai berikut : Produktivitas Kerja = Jumlah produksi pertahun Jam kerja yang ditetapkan Melengkapi hipotesis di atas peneliti mengemukakan hipotesis statistik sebagai berikut : Hipotesis Nol (Ho) Ho : ρ ≤ 0 .

2.388 hubungan rendah.799 hubungan kuat. yaitu variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).13 Melengkapi metode analisis data di atas maka definisi statistik adalah sebagai berikut : 1.599 hubungan sedang.80 – 1. maksudnya dalam satu item hasil perhitungan korelasi antar skor item dengan totalnya menunjukan koefisien yang signifikan artinya hasil perhitungan tadi mempunyai makna dan arti penting. 0. Titik kritis digunakan untuk pengertian batas antara signifikan dan non signifikan tentang signifikan tentang sesuatu yang telah dihitung. maka untuk menentukan keeratan hubungan kedua variabel menurut 0.199 hubungan sangat rendah. 0. dan dalam ilmu sosial pada umumnya menggunakan α=0. Misalnya : α = 0. 4. 0.20 – 0. Signifikan adalah data yang mempunyai makna.000 hubungan sangat kuat .005. 0. 5.005˚ artinya tingkat kepercayaan 95%.00 – 0. ρ yaitu sebagai simbol untuk mengatur eratnya hubungan antara dua variabel.60 – 0.40 – 0. Alpha (α) yaitu tingkat keabsahan validitas atau disebut derajat kepercayaan (simpangan baku). apabila terjadi kesalahan atau kekeliruan dalam analisis statistik tersebut yang dapat diterima atau toleransi hanya sampai 5%. 3. Setelah melalui pengujian Hipotesis dan hasilnya signifikan.

AGRONESIA Divisi Makanan dan Minuman (BMC) Bandung. 30 Bandung. Sedangkan lamanya penelitian dimulai pada bulan Februari 2008 sampai dengan Juli 2008. Lokasi dan Lamaya Penelitian Penelitian dilakukan di PT.14 E. yang beralamat di jalan Aceh no. yang dapat dilihat pada Jadwal Kegiatan Penelitian sebagai berikut : .

15 .

tugas. maupun masyarakat. Dengan manajemen.P Hasibuan (2007:1) terdiri dari : . tugas dan tanggung jawab. Dengan adanya pembagian kerja. Manajemen yang baik akan memudahkan terwujudnya tujuan. Peranan dan Tujuan Manajeman Sumber Daya Manusia Kebutuhan manusia tidak terbatas. Unsur-unsur manajemen menurut Malayu S. daya guna dan hasil guna dari unsur-unsur manajemen akan dapat ditingkatkan. Manajeman Sumber Daya Manusia 1. dan tanggung jawab ini. sehingga tujuan akan tercapai dengan optimal. Pengertian. pegawai. sedangkan kemampuannya sangat terbatas. mendefinisikan : “Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu”.16 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Manajemen menurut Malayu Hasibuan (2007:1). maka terbentuklah kerjasama dan keterikatan formal dalam suatu organisasi. baik tujuan dari organisasi. Manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan yang diinginkan oleh suatu organisasi. Manajemen yang baik akan membina kerjasama yang serasi dan harmonis. Usaha untuk memenuhi kebutuhan dan terbatasnya kemampuan dalam melakukan pekerjaan mendorong manusia untuk membagi pekerjaan. Manajemen sangat penting untuk mengatur semua kegiatan.

Unsur Man (Manusia) sebagai sumber daya dalam organisasi semakin diyakini kepentingannya. Tujuan organisasi ini tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif dari karyawan. pelaku dan penentu terwujudnya tujuan organisasi. dan bidang ilmu manajemen yang berkembang tersebut adalah Manajemen Sumber Daya Manusia atau disingkat MSDM. pikiran. status. Market. yaitu uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Selain itu. 5. karena manusia adalah faktor produksi yang dapat mengelola faktor produksi lainnya termasuk manusia itu sendiri sehingga manusia menjadi perencana. 4. mengelola dan mengatur karyawan tidaklah mudah karena manusia memiliki perasaan. yaitu pasar untuk menjual barang dan jasa-jasa yang dihasilkan. yaitu mesin-mesin atau alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mencapai tujuan. . Methods. dan latar belakang yang berbeda-beda. Machines. seperti modal besar. meskipun perusahaan memiliki faktor lainnya dengan baik. sehingga makin mendorong perkembangan ilmu tentang bagaimana mendayagunakan sumber daya manusia tersebut agar mencapai kondisi yang optimal. Manusia selalu berperan aktif dan dominan dalam setiap kegiatan organisasi. Men. yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. modal. Materials. Money. gedung dan lain-lain. semua itu tidak akan memmberikan manfaat bila tidak disertai peran aktif karyawan dalam pengelolaannya. Karyawan tidak dapat diatur dan dikuasai sepenuhnya dengan mudah. Berbeda dengan mesin.17 1. 6. 3. yaitu cara-cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan. 2. baik tenaga kerja pimpinan maupun tenaga kerja operasional atau pelaksanaan. yaitu tenaga kerja manusia. mesin yang canggih dan lain-lain.

Kemudian menurut Hasibuan (2007:10) sebagai berikut: “MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan.R. sehingga setiap individu ini dapat memberikan kontribusi dalam pencapaian tujuan organisasi. objective through the efforts of other people.18 jelasnya manajeman sumber daya manusia mengatur tenaga kerja yang dimiliki organisasi. karyawan dan masyarakat. mendefinisikan: “Management is getting thing done. merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi perencanaan.” Uraian di atas menjelaskan bahwa manajemen sumber daya manusia berkaitan erat dengan pengelolaan individu-individu yang terlibat dalam organisasi. mendefinisikan: “Management is the accomplishing of the predetermined. through othher people.” (Manajemen adalah penyelesaian pegawai melalui orang lain). Penjelasan mengenai pengertian Manajemen Sumber daya Manusia agar lebih jelas di bawah ini rumusan dan kutipan definisi yang dikemukakan oleh para ahli. pelaksanaan dan pengendalian. Donnel yang dikutip oleh Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah (2003: 7). Menurut G. Menurut Harold Koontz dan Cyril O. kepuasan karyawan dan masyarakat. pengorganisasian. Terry yang dikutip oleh Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah (2003: 7). .” (Manejemen adalah melakukan pencapaian tujuan (organisasi) yang sudah ditentukan sebelumnya dengan mempergunakan bantuan orang lain).” Atau menurut Veithzal Rivai (2004:1) sebagai berikut : “Manajeman Sumber Daya Manusia (MSDM).

Oleh karena itu karyawan itu harus dikelola dengan baik sehingga dapat membantu organisasi dalam mencapai tujuan organisasi yang telah ditentukan. bagi perusahaan. Perencanaan.P Hasibuan (2007:3) adalah: 1. 2. Pengorganisasian. yaitu kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan pembagian kerja. maupun bagi masyarakat. hubungan kerja. Fungsi manajemen sumber daya manusia menurut Malayu S. yaitu merencanakan tenaga kerja secara efektif serta efisien agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan. . integrasi dan koordinasi dalam bagan organisasi. Tujuan utama Manajemen Sumber Daya Manusia adalah untuk meningkatkan kontribusi sumber daya manusia (karyawan) terhadap organisasi.19 Berdasarkan pengertian di halaman sebelumnya dapat dilihat bahwa tanggung jawab manajemen sumber daya manusia mempunyai peranan yang penting untuk pencapaian tujuan organisasi. Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia Fungsi dari manajemen sumber daya manusia adalah untuk mengelola manusia seefektif mungkin agar di peroleh suatu satuan sumber daya manusia yang merasa puas dan memuaskan baik bagi dirinya sendiri. Hal ini dapat dipahami bahwa semua kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya tergantung kepada manusia-manusia yang mengelola organisasi itu. 2. delegasi wewenang.

karyawan. yaitu peningkatan keterampilan teknis. Pengembangan. Pengendalian. apa bakat dan keterampilan yang dimiliki. 6. maka akan lebih mudah untuk memotivasinya. Motivasi 1.P. 4. Pengarahan. orientasi. penempatan. dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan karyawan. yaitu kegiatan mengendalikan semua karyawan agar mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana. Kompensasi. Pengertian Motivasi Setiap individu dalam perusahaan berasal dari berbagai latar belakang yang berbeda-beda. yaitu kegiatan mengarahkan semua karyawan agar mau bekerjasama dan bekerja efektif serta efisien dalam membantu tercapainya tujuan perusahaan. 5. Jika perusahaan dapat mengetahui motif dan motivasi yang diinginkan pegawainya. dan masyarakat. Pengadaan. Menurut Malayu S. barang langsung atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan kepada karyawan. yaitu proses penarikan. B. maka sangat penting bagi perusahaan untuk melihat apa kebutuhan dan harapan dari pegawai. serta bagaimana rencana pegawai tersebut pada masa mendatang. . yaitu semua pendapatan yang berbentuk uang. mendefinisikan “Motif adalah suatu perangsang keinginan (Want) dan daya penggerak kemauan bekerja seseorang. teoritis. Setiap motif mempunyai tujuan tertentu yang ingin dicapai”. konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. 7. seleksi.20 3. Hasibuan (2007:144).

sehingga keinginan para pegawai dan tujuan organisasi sekaligus tercapai). semangat. untuk mengambil tindakan-tindakan tertentu”. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia) Menurut Liang Gie yang dikutip Sadili Samsudin (2005:281) menyatakan: “Motivasi adalah pekerjaan yang dilukukan oleh manajer dalam memberikan inspirasi.” Menurut American Encyclopedia yang dikutip oleh Malayu S. akan memotivasi seseorang tersebut untuk melaksanakan apa yang dinginkan agar mencapai tujuannya.” (Motivasi adalah suatu keahlian. it is a skill in aligning employee and organization interest so that behaviour result in achivement of employee want simultaneously with attainment or organizational objectives. Motivation involve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behaviour.P Hasibuan (2007:143) mendefinisikan: “Motivation : That predisposition (it self the subject of much controvency) whitin the individual wich arouses sustain and direct his behaviour. Sedangkan menurut G.” (Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. dalam hal ini karyawannya. Menurut Edwin B Flippo yang dikutip oleh Malayu S.R Terry yang dikutip oleh Malayu S.P Hasibuan (2007:143) mendefinisikan : “Direction or motivation is essence.P Hasibuan (2007:143) mengemukakan : “Motivasi adalah keinginan yang terdapat pada diri seorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakantindakan. dan dorongan kepada orang lain. dalam mengarahkan pegawai dan organisasi agar mau bekerja secara berhasil. .21 Adanya motif tertentu di dalam diri seseorang.

dan mau bekerjasama. Motivasi terakhir setiap individu adalah dapat hidup dalam kondisi yang sesuai dan disukainya. perumahan. Peranan Pimpinan Dalam Memberikan Motivasi Terhadap Pegawainya Salah satu tantangan berat yang harus dicapai oleh seorang pimpinan adalah bagaimana ia dapat memotivasi pegawainya agar senantiasa mau dan bersedia untuk mengerahkan kemampuan terbaiknya demi kepentingan organisasi. dapat dilihat bahwa motivasi adalah pemberian daya dorong yang memberikan energi. . seperti makanan. minuman. dan semacamnya akan rasa aman dalam menikmatinya. bekerja efektif dan juga terintegrasi satu sama lain dalam rangka mencapai kepuasan dan tujuannya. menyangkut kepuasan kebutuhan fisik/biologis. dan dihargai sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. 2. dibutuhkan sesuai dengan tingkatan yang disukainya. Oleh karena itu.P Hasibuan (2007:142) adalah: 1. Pimpinan harus menyadari bahwa setia orang akan mau bekerja keras dengan harapan ia akan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan-keinginannya dari hasil pekerjaannya. individu senantiasa mencari apa yang mereka anggap sebagai kondisi yang cocok bagi dirinya dan terutama berusaha untuk mewujudkan kondisi tersebut. Kebutuhan Fisik dan Keamanan. menciptakan kegairahan kerja seseorang agar mereka mau dan rela untuk mengerahkan kemampuan dalam bentuk keahlian atau kerampilan.22 Berdasarkan ketiga pendapat diatas. Kebutuhan-kebutuhan yang dipuaskan dengan bekerja menurut Malayu S. tenaga dan waktunya untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan yang menjadi tanggungjawabnya.

bersama-sama dengan tenaga kerja yang bersangkutan ditemukan tujuan-tujuan yang bermakna. Pemimpin yang baik selalu berperan dalam memotivasi pegawinya agar mereka dapat bekerja dengan maksimal. 3. 10. Mempertahankan kestabilan karyawan perusahaan. Mempertinggi rasa tanggung jawab karyawan terhadap tugas-tugasnya. kreativitas dan partisipan karyawan. Meningkatkan loyalitas. yang dapat dicapai melalui prestasi kerjanya yang tinggi. Meningkatkan moral dan kepuasan kerja karyawan. . maka tenaga kerja apabila tidak dapat menghindarkan diri dari situasi yang mengancam tersebut akan bekerja keras. diterima. Tujuan motivasi menurut Malayu S. 7.23 2. Meningkatkan kedisiplinan karyawan. 5. 3. sesuai dengan kemampuannya. serta disegani dalam pergaulan masyarakat. 2.P Hasibuan (2007:146) adalah: 1. Peran pimpinan untuk meningkatkan motivasi kerja menurut Ashar Sunyoto Arismunandar (2001:342) ada dua cara yaitu : 1. kebutuhan yang terpuaskan karena memperoleh pengakuan. 4. Kebutuhan Egoistik. dengan memaksakan tenaga kerja untuk bekerja bekerja keras atau dengan memberikan ancaman. Hal-hal tersebut menjelaskan bahwa setiap pekerja memiliki motif tertentu dan mengharapkan kepuasan dari hasil pekerjaannya dengan pencapaian tujuan. Mengefektifkan pengadaan karyawan. Meningkatkan produktivitas kerja karyawan. 2. kebutuhan kepuasan yang berhubungan dengan kebebasan orang untuk mengerjakan sendiri suatu pekerjaan sehingga puas karena berhasil menyelesaikannya. Meningkatkan efisiensi penggunaan alat-alat dan baha baku. Bersikap keras. 8. status dihormati. 9. Meningkatkan tingkat kesejahteraan karyawan. Kebutuhan Sosial. 6. Menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik. Memberi tujuan yang bermakna.

Hal-hal yang mengecewakan kayawan adalah terutama faktor yang bersifat embel-embel saja pada pekerjaan. d. bertanggung jawab. g. e. 3.24 Menurut hasil penelitian Herzberg yang dikutip oleh Malayu S. Unsur-unsur penggerak motivasi menurut Claude S. Hal ini dapat dijadikan rangsangan untuk menggerakan pegawai sehingga mereka akan termotivasi. gaji. dan adanya pengakuan atas semmuanya. Kesempatan untuk maju/promosi Pengakuan sebagai individu Keamanan kerja Tempat kerja yang baik Penerimaan oleh kelompok Perlakuan yang wajar Pengakuan atas prestasi Penjelasan dari unsur penggerak motivasi di atas sebagai berikut : . sebutan jabatan. Upah yang adil dan layak. kemajuan dapat menikmati pekerjaan itu sendiri. f. isrirahat. h. antara lain sebagai berikut: 1. 3. Kunci keberhasilan seorang pimpinan dalam menggerakkan para bawahannya terletak pada kemampuannya untuk memahami bagaimana seharusnya ia bersikap agar dapat memotivasi pegawainya. Karyawan akan kecewa apabila peluang untuk berprestasi terbatas. b.P Hasibuan (2007:158) ada tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam memotivasi bawahan. peraturan pekerjaan. penerangan. Hal-hal yang mendorong karyawan adalah pekerjaan yang mencakup perasaan perasaan berprestasi. Mereka akan menjadi sensitif pada lingkungannya sertamulai mencari-cari kesalahan. George yang dikutip oleh Malayu S. hak.P Hasibuan (2007: 163) adalah: a. Unsur Penggerak Motivasi Motivasi pegawai sangat dipengaruhi oleh keadaan disekitarnya. c. 2. tunjungan dan lain-lain.

untuk menjadi lebih baik atau lebih maju dari pada posisi yang dimilikinya saat ini. Suatu promosi berarti pula perpindahan jabatan ke jabatan lain yang mempunyai status dan tanggung jawab yang lebih tinggi. b. c. Pengakuan sebagai individu dari perusahaan sangat membantu pegawai dalam melaksanakan pekerjaan pegawai karena pegawai merasa dihargai atas pendapat-pendapat yang pegawai sampaikan kepada perusahaan.25 a. Keamanan Kerja Keamanan kerja sangat dibutuhkan oleh pegawai. Kesempatan Untuk Maju / Promosi Suatu motivasi untuk mendorong seseorang untuk berpartisipasi aktif dalam suatu organisasi atau perusahaan. d. . Pengakuan Sebagai Individu Pengakuan sebagai individu merupakan salah satu yang memotivasi pegawai agar dapat bekerja secara efektif. upah yang adil dan layak merupakan penerimaan imbalan dari pemberian imbalan kepada pegawai berdasarkan evaluasi jabatan dan melalui tingkat kesulitan pekerjaan yang dihadapi oleh pegawai. serta meniadakan unsur kecelakaan yang dapat menyebabkan kecelakaan bagi pegawai itu sendiri. Upah Yang Adil dan Layak Pemberian upah yang adil dan layak dapat memotivasi karyawan. karena dengan keamanan kerja akan menumbuhkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan selamat. Telah menjadi sifat dasar manusia pada umumnya. antara lain kesempatan untuk maju.

g. f. h. 4. baik yang disadari maupun yang tidak disadari. sehingga muncullah berbagai teori motivasi. . Pegawai pun merasa di hargai bila dapat saling tolong menolong antar sesama pegawai. Tempat Kerja yang Baik Pegawai akan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik. apabila ditunjang dengan kondisi lingkungan yang sesuai. aman dan nyaman bagi pegawai untuk bekerja. Sejak dahulu para ahli telah mempelajari motivasi yang ada di dalam diri manusia tersebut. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal. sehat. Teori Motivasi Selalu ada motivsi di dalam setiap tindakan yang dilakukan oleh manusia. Penerimaan oleh Kelompok Seorang pegawai akan merasa di hargai apabila pegawai tersebut diterima oleh kelompok dimana ia melaksanakan pekerjaan tersebut. sehingga mendapatkan hasil yang optimal. Perlakuan yang Wajar Pegawai memerlukan perlakuan yang wajar dari perusahaan. Perusahaan tidak dapat memberi pekerjaan dengan sementinya. Pengakuan akan Prestasi Pengakuan akan prestasi dari perusahaan dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai karena pegawai akan mengetahui sampai mana dan bagaimana prestasi kerjanya selama ini yang dinilai oleh atasan pegawai itu sendiri.26 e. baik yang positif maupun negatif. seperti para pegawai bekerja tidak boleh lebih dari 8 jam sehari.

. teori-teori motivasi diklasifikasikan atas: 1. dan menghentikan perilakunya. Teori Motivasi Proses (Process Theory) yang memusatkan pada bagaimana-nya motivasi. Mc. 5. Frederik Winslow Taylor dengan Teori motivasi Klasik. 7. Teori kepuasan (content theory) mendasarkan pendekatannya atas faktorfaktor kebutuhan dan kepuasan individu yang menyebabkannya bertindak serta berprilaku dengan cara tertentu. 2. Teori Pengukuhan (Reinforcement Theory) yang menitikberatkan pada cara dimana perilaku dipelajari.27 Menurut Malayu S. Clelland dengan Mc. George. 3. A.P. berbentuk uang atau barang dari hasil pekerjaannya. Hasibuan (2007:152) adalah sebagai berikut : 1. Teori Kepuasan. Frederick Herzberg dengan Herzberg’s Two Factor Theory (Teori Dua Faktor Herzberg). 2. Dauglas Mc. mengarahkan. Gregor dengan Teori X dan teori Y. mendukung. Clelland’s Learned Needs Theory (Teori Kebutuhan yang Dipelajari) 6. Teori Kepuasan (Content Theory) yang memusatkan pada apa-nya motivasi.P Hasibuan (2007:152). 3. Teori Motivasi Klasik Teori ini berpendapat bahwa manusia mau bekerja giat untuk dapat memenuhi kebutuhan fisik atau kebutuhan biologisnya.H. a. Teori Motivasi Claude S. 1. Teori ini memusatkan perhatian pada faktorfaktor dalam diri orang yang menguatkan. Maslow dengan Maslow’s Need Hiererchy Theory (A Theory of Human Motivation). Teori Kebutuhan Model Edward. Penganut-penganut teori motivasi menurut Malayu S. 4.

faktor-faktor pemeliharaan perlu mendapat perhatian yang . Physiological Needs (kebutuhan fisik dan biologis). Affiliation or Acceptance Needs or Belongingness (kebutuhan sosial). 3. c.28 b. Dasar teori hierarki kebutuhan : a. 2. Jika kebutuhan yang pertama telah terpenuhi. Safety dan Security Needs (kebutuhan keselamatan dan keamanan). Herzberg’s Two Factor Theory Menurut Herzberg. kebutuhan tingkat kedua akan muncul menjadi yang utama. Keinginan ini terus menerus dan hanya akan berhenti bila akhir hayatnya tiba. supervisi yang menyenangkan. rumah dinas. 4. Esteem or Status Needs (kebutuhan akan penghargaan atau prestise). dan macam-macam tunjangan lain. Satu kebutuhan yang telah dipuaskan tidak menjadi alat motivator bago pelakunya. Kebutuhan manusia tersusun dalam jenjang atau hierarki. b. dan selanjutnya. kondisi kerja fisik. 5. Maslow’s Need Hiererchy Theory Maslow berpendapat bahwa kebutuhan yang diinginkan oleh seseorng itu berjenjang. faktor-faktor pemeliharaan meliputi balas jasa. mobil dinas. yakni : 1. kepastian pekerjaan. orang akan menginginkan dua macam faktor kebutuhan yaitu : 1) Kebutuhan akan kesehatan atau kebutuhan akan pemeliharaan . Self Actualization (aktualisasi diri) c. hanya kebutuhan yang belum terpenuhi yang akan menjadi motivator. Manusia adalah makhluk sosial yang berkeinginan. Ia selalu menginginkan lebih banyak.

kepuasan pekerjaan (job content) yang apabila terdapat dalam pekerjaan akan menggerakkan tingkat motivasi yang kuat. Menurut hewrzberg.29 wajar dari pimpinan agar kepuasan dan kegairahan bekerja bawahan dapat ditingkatkan. c) Pekerjaan itu sendiri atau the work it self. Teori X dan teori Y Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa manusia secara jelas dan tegas dapat dibedakan atas manusia penganut teori X (teori tradisional) dan teori Y (teori demokrasi). d) Tenggung jawab atau responsibility. Kebutuhan ini meliputi serangkaian kondisi intrinsik. d. dan diarahkan supaya mereka mau bekerja . Serangkaian faktor ini dinamakan satisfier atau motivators yang meliputi : a) Prestasi atau achievement. Teori X Menurut teori X ini. dipaksa. 2) Faktor pemeliharaan menyangkut kebutuhan psikologis seseorang. f) Pengembangan potensi individu atau the possibility of growth. e) Kemajuan atau advancement. cara terbaik untuk memotivasi karyawan adalah dengan memasukan unsur tantangan dan kesempatan guna mencapai keberhasilan dalam pekerjaan mereka. b) Pengakuan atau recogniti. yang dapat menghasilkan prestasi kerja yang baik. untuk memotivasi karyawan harus dilakukan dengan cara pengawasan yang ketat.

30 sungguh-sungguh. e. . f. 2) Harapan keberhasilannya. Dedikasi dan partisipasi akan lebih menjamin tercapainya sasaran. Jenis motivasi yang diterapkan adalah cenderung kepada motivasi negatif. yaitu : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Upah yang adil dan layak. Penerimaan oleh kelompok. Clelland’s Achievement Motivation Theory Teori ini berpendapat bahwa karyawan mempunyai cadangan energi potensial. Keamanan kerja. Kesempatan untuk maju atau promosi. Perlakuan yang wajar. Teori Motivasi Claude S. Energi akan dilepaskan oleh karyawan karena didorong oleh : 1) Kekuatan motif dan kebutuhan dasar yang terlibat. kerjasama. untuk memotivasi karyawan hendaknya dilakukan dengan cara peningkatan partisipasi karyawan. Pengakuan atas prestasi. George Teori ini mengemukakan bahwa seseorang mempunyai kebutuhan yang berhubungan dengan tempat dan suasana di lingkungan ia bekerja. Pengakuan sebagai individu. Mc. Teori Y Menurut teori ini. yakni dengan menerapkan hukuman yang tegas. dan keterikatan pada keputusan. 3) Nilai insentif yang melekat pada tujuan. Tempat kerja yang baik.

5) Autonomy. dan mempertahankan pendapatnya. dan tidak mau diperintah. memimpin.31 g. 7) Intraception. atau berpartisipasi dalam kelompok. dan penyesuaian diri terhadap adat istiadat. yaitu kebutuhan untuk melakukan sesuatu secara teratur. yaitu kebutuhan untuk mematuhi memahami perasaan orang lain dan mengetahui perilaku lingkungan. yaitu kebutuhan untuk mendominasi kelompok. 8) Succorance. yaitu kebutuhan untuk diperhatikan serta menjadi pusat perhatian dari kelompok. dan afeksi dari orang lain terhadap dirinya. yaitu kebutuhan untuk mendapatkan bantuan. yaitu kebutuhan untuk mendengarkan pendapat orang lain. 4) Exhibition. 2) Defence. menasehati. yaitu kebutuhan untuk tidak tegantung pada orang lain. dan melakukan kegiatan secara teratur. 6) Affiliation. simpati. memberikan pujian kepada orang. 3) Order. mengikuti petunjuk yang diberikan. yaitu kebutuhan untuk dapat melakukan sesuatu lebih baik dari pada orang lain. yaitu sebagai berikut : 1) Achievement. yang memotivasi seseorang untuk menyelesaikan tugas dengan lebih efektif dan efisien sehingga mencapai prestasi. menjalin persahabatan. hidup mandiri. yaitu kebutuhan untuk berhubungan dengan lingkungan. . Teori Kebutuhan Model Edward Edward mengatakan bahwa ada 15 macam kebutuhan yang dapat mempengaruhi motivasi sesorang. 9) Dominance. membuat rencana secara detail.

menyalahkan. pegawai akan menjadi malas. bersimpati dan berbuat baik kepda orang lain. 14) Heterosexuality. yaitu kebutuhan untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan. Apabila harapan dapat menjadi kenyataan. Teori keadilan (equaty theory). serta melawan adat istiadat. Teori Motivasi Proses Teori ini merupakan proses sebab dan akibat bagaimana seseorang bekerja serta hasil apa yang akan diperolehnya. yaitu kebutuhan perasaan bersalah dan diberikan hukuman jika merasa berdosa. maka pegawai akan cenderung meningkatkan gairah kerjanya. 11) Nurturance. Hasibuan (2007:165) adalah : a. 13) Endurance. yaitu kebutuhan untuk mendekati lawan jenis dan ingin dianggap menarik oleh lawan jenis. Teori Harapan (expectancy theory). tetapi ada yang lebih besar pengaruhnya dan ada yang kurang mempengaruhi sehingga membentuk perilaku manusia dalam beraktivitas dan bersosialisasi. 2. Kelima belas kebutuhan ini ada pada diri manusia. 15) Aggression.32 10) Abasement. yaitu kebutuhan untuk melakukan pembaharuan. Beberapa yang termasuk kedalam teori motivasi proses menurut Malayu S. dan . mengkritik. yaitu kebutuhan untuk mempertanyakan pendapat orang lain. Sebaliknya. b. jika harapan tidak tercapai. 12) Change. dan senang pada kekerasan. yaitu kebutuhan untuk dapat bertahan pada suatu kegiatan hingga selesai dan tidak menyukai gangguan pada saat bekerja.P. tidak menyukai rutinitas. senang bepergian.

2) Nilai (valence) adalah akibat dari perilaku tertentu mempunyai nilai atau martabat tertentu bagi setiap individu. yaitu sebagai berikut : 1) Pengukuhan positif (positive reinforcement) yaitu bertambahnya frekuensi perilaku. Teori ini terdiri dari dua jenis. yaitu : 1) Harapan (expectancy) adalah suatu kesempatan yang diberikan dan terjadi karena perilaku. Berikut merupakan penjelasan dari beberapa yang termasuk kedalam teori motivasi : a. c.33 c. Teori Harapan (expectancy theory) Teori ini dikemukakan oleh Victor Vroom. 3) Pertautan (instrumentality) adalah persepsi dari individu bahwa hasil tingkat pertama akan dihubungkan dengan hasil tingkat kedua. Teori pengukuhan (reinforcement theory) Teori ini didasarkan atas hubungan sebab dan akibat dari perilaku dengan pemberian kompensasi. . Jadi. Teori pengukuhan (reinforcement theory). Vroom mendasarkan teorinya pada tiga konsep penting. terjadi apabila pengukuhan positif diterapkan secara bersyarat. atasan harus bertindak adil terhadap semua bawahannya. Jika dasar keadilan diterapkan dengan baik oleh atasan. gairah kerja bawahan cenderung meningkat. 2) Pengukuhan negatif (negative reinforcement) yaitu bertambahnya frekuensi perilaku. b. Teori keadilan (equaty theory) Keadilan merupakan daya penggerak yang memotivasi semangat kerja seseorang. terjadi apabila pengukuhan negatif dihilangkan secara bersyarat.

34

Prinsip pengukuhan selalu berhubungan dengan bertambahnyua frekuensi dari tanggapan, apabila diikuti oleh suatu stimulus yang bersyarat. Demikian pula prinsip hukuman (punishment) selalu berhubungan dengan berkurangnya frekuensi tanggapan, apabila tanggapan (response) diikuti oleh rangsangan yang bersyarat. Hukuman ada dua jenis yaitu : 1) Hukuman dengan penghilangan (removal) terjadi apabila suatu pengukuhan positif dihilangkan secara bersyarat. Misalnya kelambatan seseorang menyebabkan kehilangan sejumlah uang dari upahnya. 2) Hubungan dengan penerapan (application) terjadi apabila suatu pengukuhan negatif diterapkan secara bersyarat. Misalnya ditegur oleh atasan, karena menjalankan tugas dengan jelek. Pengaturan waktu yang tepat dari perolehan ini dinamakan penjadwalan pengukuhan (reinforcement scheduling). Dalam jadwal yang paling sederhana, tanggapan itu dikukuhkan pada setiap waktu terjadinya tanggapan. Jika pengukuhan diberikannya hanya sesudah beberapa kejadian dari suatu tanggapan dan tidak sesudah tanggapan maka digunakan jadwal pengukuhan sewaktu-waktu, yaitu menyiapkan laporan bagi atasan atau mencalonkan diri bagi posisi yang lebih baik. 5. Bentuk-bentuk Motivasi Bentuk motivasi yang diberikan oleh setiap perusahaan kepada semua pegawainya pada umumnya sama. Bentuk motivasi menurut Siswanto Sastrohadiwiryo (2003:270), meliputi empat unsur utama, yaitu : 1. Kompensasi dalam bentuk uang. 2. Pengarahan dan pengendalian.

35

3. Penetapan pola kerja yang efektif. 4. Kebijakan. Kompensasi dalam bentuk uang merupakan salah satu bentuk motivasi yang paling sering diberikan oleh suatu organisasi kepada pegawainya. Ada dua pengaruh yang disebabkan oleh motivasi jenis ini. Pengaruh pertama bersifat positif, karena akan mempengaruhi pegawai dalam semua tingkatan pendapatan dalam melakukan pekerjaannya. Pengaruh yang kedua bersifat negatif apabila dilihat dari segi pendapatan yang lebih dari tingkat standar kehidupan yang layak dan cenderung menganggap kompensasi dalam bentik uang ini tidak seimbang dengan pengorbanan yang diberikan. Pengarahan maksudnya memberikan petunjuk-petunjuk tentang apa yang seharusnya mereka kerjakan atau yang tidak boleh dikerjakan, sedangkan pengendalian maksudnya menentukan bahwa tenaga kerja harus mengerjakan halhal yang telah diinstruksikan. Penetapan pola kerja yang efektif menyangkut budaya intern perusahaan. Penyesuaian yang efektif pada pola kerja harus diimbangi dengan perubahan pada budaya intern perusahaan. Hal ini pun diperlukan waktu yang sangat lama dan adakalanya tidak berhasil. Kebijakan adalah usaha untuk membuat pegawai bahagia. Usaha yang paling banyak dilakukan untuk membuat pegawainya bahagia adalah dengan pelatihan-pelatihan yang dilakukan untuk menambah wawasan dari para pegawinya.

36

6. Jenis Motivasi Berbagai jenis motivasi yang diberikan oleh pimpinan terhadap pegawainya mempunyai satu tujuan yang sama yaitu agar mereka mau bekerja secara maksimal demi mencapainya tujuan yang telah dicita-citakan oleh kedua belah pihak. Malayu S.P Hasibuan (2007:150), menyatakan bahwa ada dua jenis motivasi, yaitu : 1. Motivasi Positif (Intensif positif). Motivasi positif maksudnya manajer memotivasi (merangsang) bawahan dengan mamberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi di atas prestasi standar. Dengan motivasi positif, semangat bawahan akan meningkat karenaumumnya manusia senang menerima yang baik-baik saja. 2. Motivasi negatif (Intensif negatif). Motivasi negatif maksudnya manajer memotivasi bawahan dengan standar mereka dan mendapat hukuman. Dengan motivasi negatif ini semangat kerja bawahan dalam waktu pendek akan meningkat karena mereka takut dihukum, tetapi untuk jangka waktu panjang akan berakibat kurang baik. Kedua jenis ini motivasi ini memiliki kelebihan dna kekurangannya masing-masing, yang akan lebih baik apabila keduanya digunakan secara seimbang dan tepat di dalam sebuah perusahaan. Motivasi positif akan sangat efektif bila digunakan dalam jangka waktu panjang, sedangkan untuk motivasi negatif sebaiknya digunakan untuk jangka waktu pendek.

7. Teknik Motivasi Pemberian motivasi dari pimpinan kepada pegawainya tidak dapat secara sembarangan dilakukan. Ada beberapa teknik dalam memotivasi pegawai seperti yang dikemukakan oleh A.A. Anwar Prabu Mangkunegara (2002:101), sebagai berikut :

Dalam hubungan dengan kebutuhan ini. memberikan penilaian. yaitu kebutuhan untuk diterima dalam kelompok unit kerja. dalam hubungan dengan kebutuhan ni. Dalam hubungan dengan kebutuhan ini pemimpin perlu memberikan gaji yang layak kepada pegawai. Teknik komunikasi persuasif Teknik komunikasi persuasif merupakan salah satu teknik memotivasi kerja pegawai yang dilakukan dengan cara mempengaruhi pegawai secara ekstralogis. Dalam hubungannya dengan kebutuhan ini. 2. 3. dihargai oleh orang lain. 5. bernafas. pemimpin perlu memberi kesempatan kepada pegawai bawahan agar mereka dapat mengaktualisasikan diri secara baik dan wajar di perusahaan.37 1. pemimpin perlu memberikan tunjangan kesehatan. Kebutuhan sosial atau rasa memiliki. Dalam hubungan dengan kebutuhan ini. Kebutuhan harga diri. bahaya. 4. yaitu kebutuhan perlindungan dari ancaman. yaitu kebutuhan untuk dihormati. dan lingkungan kerja. Kebutuhan rasa aman. melakukan interaksi kerja yang baik. Kebutuhan fisiologis. mengemukakan ide-ide. berinteraksi serta rasa dicintai dan mencintai. dan berprestasi. yaitu kebutuhan untuk mengembangkan diri dan potensi. minum. dan dana pensiun. Teknik ini dirumuskan : “AIDDAS”. asuransi kecelakaan. perlindungna fisik. Teknik pemenuhan kebutuhan pegawai Pemenuhan kebutuhn pegawai merupakan fundamen yang mendasari perilaku kerja. Abraham Maslow mengemukakan hierarki kebutuhan pegawai sebagai berikut : 1. A = Attention (perhatian) I = Interest (minat) D = Desire (hasrat) D = Decission (keputusan) A = Action (aksi/tindakan) S = Satisfaction (kepuasan) Pemimpin harus memberikan perhatian kepada pegawainya tentang pentingnya tujuan dari suatu pekerjaan agar timbul minat pegawai terhadap . pemimpin perlu menerima eksistensi atau keberadaan pegawai sebagai anggota kelompok kerja. pemimpin tidak boleh sewenang-wenang memperlakukan pegawai karena mereka perlu dihormati. yaitu kebutuhan makan. kritik. Kebutuhan ini merupakan kebutuhan yang paling mendasar. dan hubungan kerja yang harmonis. perumahan. diberi penghargaan terhadap prestasi kerjanya. berafiliasi. dan sexual. 2. Kebutuhan aktualisasi diri.

memberikan perhatian kepada pegawai dan mempercayai untuk sewaktu-waktu . maka hasratnya menjadi kuat untuk mengambil keputusan dan malakukan tindakan kerja dalam mencapai tujuan yang diharapkan oleh pemimpin. Pegawai yang merasa diperhatikan oleh atasannya akan memberikan hasil kerja yang terbaik bagi organisasi tempat pegawai tersebut bekerja. 4. Dengan pengakuan tersebut. 3. 8. terdapat beberapa prinsip dalam memotivasi kerja pegawai : 1. Jika minat pegawai telah timbul. Anwar Prabu Mangkunegara (2002:100). Prinsip pendelegasian wewenang Pemimpin yang memberikan otoritas atau wewenang kepada pegawai bawahan untuk sewaktu-waktu dapat mengambil keputusan terhadap pekerjaan yang dilakukannya. Prinsip partisipasi Dalam upaya memotivasi kerja. Dengan komunikasi yang baik. Prinsip memberi perhatian Pemimpin memberikan perhatian terhadap apa yang diinginkan pegawai bawahan.38 pelaksanaan kerjanya. mengakui bahwa pegawai memiliki andil yang penting bagi organisasi. akan memotivasi pegawai bekerja apa yang diharapkan oleh pemimpin. Prinsip mengakui andil bawahan Pemimpin mengakui bahwa bawahan (pegawai) mempunyai andil di dalam usaha pencapaian tujuan. Prinsip komunikasi Pemimpin mengkomunikasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan usaha pencapaian tugas. pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya. pegawai perlu diberikan kesempatan ikut berpartisipasi dalam menentukan tujuan yang akan dicapai oleh pemimpin.A. pegawai akan lebih mudah dimotivasi kerjanya. dengan informasi yang jelas. akan membuat pegawai yang bersangkutan menjadi termotivasi untuk mencapai tujuan yangdiharapkan oleh pemimpin. mengikutsertakan pegawai dalam menentukan tujuan. 5. Prinsip-prinsip Motivasi Menurut A. 2.

Produktivitas Kerja 1. penghargaan. Pengertian Produktivitas Kerja Keberhasilan suatu perusahaan merupakan perpaduan kesamaan pandangan antara pimpinan dengan para karyawannya melalui kerjasama yang baik dalam menjalankan tugasnya masing-masing untuk mencapai tujuan yang . ruangan kerja yang terang dan nyaman. kursi yang empuk. tunjangan hari raya. a. Motivasi Langsung (Direct Motivation) Motivasi langsung adalah motivasi (materiil dan non materiil) yang diberikan secara langsung kepada setiap individu karyawan untuk memenuhi kebutuhan serta kepuasannya. 9. Metode Motivasi Ada dua metode motivasi yaitu motivasi langsung dan motivasi tidak langsung.39 dapat menentukan keputusannya sendiri akan memberikan motivasi kepada pegawai untuk bekerja dengan lebih baik. bonus dan bintang jasa. suasana pekerjaan yang serasi. serta penempatan yang tepat. Motivasi Tidak Langsung (Inderect Motivation) Motivasi tidak langsung adalah motivasi yang diberikan hanya merupakan fasilitas-fasilitas yang mendukung serta menunjang gairah kerja/kelancaran tugas sehingga karyawan betah dan bersemangat melakukan pekerjaannya. Motivasi tidak langsung besar pengaruhnya untuk merangsang semangat bekerja karyaawan sehingga produktif. b. seperti pujian. Jadi sifatnya khusus. Misalnya. C. mesin-mesin yang baik.

dan hari esok lebih baik dari hari ini. mengemukakan bahwa produktivitas dapat dikelompokan menjadi tiga. Rumusan tradisional bagi keseluruhan produktivitas tidak lain ratio daripada apa yang dihasilkan (output) terhadap keseluruhan peralatan produksi yang dipergunakan (input).40 telah ditetapkan. Produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pendangan bahwa mutu kehidupan hari ini lebih baik dari pada hari kemarin. Jadi Produktivitas kerja dapat dirumuskan sebagai berikut : Produktivitas Kerja = Jumlah produksi pertahun Jam kerja yang ditetapkan . Pengaturan dan pengawasan pekerjaan menjadi suatu keharusan bagi pimpinan dan para karyawannya agar mempermudah dalam pencapaian tujuan tersebut. Hasibuan (2001:94). manajemen.P. : “Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output dengan input dimana outputnya harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik”. yakni : investasi termasuk penggunaan pengetahuan dan teknologi serta riset. Sedangkan menurut Sony Sumarsono (63:2003) menyatakan bahwa yang dimaksud dengan produktivitas tenaga kerja yaitu: “Produktivitas tenaga kerja merupakan ukuran keberhasilan tenaga kerja menghasilkan suatu produk dalam waktu tertentu”. Produktivitas merupakan interaksi terpadu secara serasi dari tiga faktor esensial. dan tenaga kerja. Selanjutnya Muchdarsyah Sinungan (2008:16). yaitu : 1. Menurut Malayu S. 2. Pendapat lain mengenai pengertian produktivitas kerja dikemukakan oleh Triton PB (63:2005) yaitu sebagai berikut : “Produktivitas berarti keseimbangan antara semua faktor-faktor produksi yang akan memberikan output yang paling besar dengan usaha tertentu”. 3.

Merupakan mutu yang dihasilkan (baik tidaknya pengukuran kuantitatif keluaran mencerminkan pengukuran “tingkat kepuasan”. 2. Kualitas 2. dalam hal ini tenaga kerja dengan sumber daya lainnya yang dipergunakan secara efektif dan efisien akan diperoleh hasil yang maksimal dan dapat meningkatkan produktivitas kerja. Ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan. Kriteria Pengukuran Produktivitas Kerja Faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja menurut Husein Umar yang dikutip oleh Triton PB (2005:63) sebagai berikut: 1. . Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Ketepatan waktu Berikut merupakan uraian dari faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja : 1. Kuantitas Merupakan jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. 2. Arti dari efektif disini adalah merupakan suatu ukuran yang memberikan gambaran seberapa jauh target dapat dicapai dan arti dari efisien adalah merupakan suatu ukuran dalam membandingkan penggunaan masukan yang direncanakan dengan penggunaan masukan yang sebenarnya terlaksana.41 Berdasarkan uraian diatas. Ini berkaitan dengan bentuk pengeluaran. yaitu seberapa baik penyelesaiannya. terlihat bahwa keterpaduan antara sumber daya manusia. Kuantitas 3. dalam hal ini tenaga kerja dengan sumber daya manusia. Kualitas.

Motivation involve such factor as biological and emotional needs that can only be inferred from observation behaviour. mengarahkan dan memelihara prilaku karyawan yang berhubungan dengan lingkungan kerjanya sehingga adanya kondisi lingkungan kerja yang kondusif.P Hasibuan (2007:143) mendefinisikan: Motivation : That predisposition (it self the subject of much controvency) whitin the individual wich arouses sustain and direct his behaviour.42 3. Motivasi meliputi faktor kebutuhan biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dari pengamatan tingkah laku manusia) Adapun perngertian Produktivitas kerja yang dikemukakan oleh Malayu S. Kedua pengertian diatas jelas bahwa hubungan motivasi pegawai dengan produktivitas kerja yaitu bahwa motivasi pegawai dapat menciptakan kondisi yang berpengaruh membangkitkan. Pengukuran ketepatan waktu merupakan jenis khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan. Hasibuan (2001:94).P. menyatakan : Produktivitas kerja adalah perbandingan antara output dengan input dimana outputnya harus mempunyai nilai tambah dan teknik pengerjaannya yang lebih baik. Ketepatan Waktu Merupakan sesuai tidaknya waktu yang direncanakan. 3. dengan adanya lingkungan kerja yang . peneliti akan mengemukakan pendapat mengenai pengertian motivasi menurut American Encyclopedia yang dikutip oleh Malayu S.” (Motivasi adalah kecenderungan (suatu sifat yang merupakan pokok pertentangan) dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengarahkan tindak-tanduknya. Hubungan Antara Motivasi Pegawai Dengan Produktivitas Kerja Agar dapat hubungan motivasi pegawai dengan produktivitas kerja.

43

kondusif tersebut dapat membantu para karyawan untuk bekerja dengan maksimal sehinggaakan menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa sehingga mungkin sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pimpinan tempatnya bekerja, melalui penggunaan sumber daya yang ada ada secara efisien. Tugas seorang pimpinan dalam menila hasil kerja karyawan guna meningkatkan produktivitas. Suatu keadaan yang produktif tidak terlepas dari adanya proses motivasi pegawai, karena dalam suatu kegiatan karyawan merupakan salah satu unsur yang sangat penting sebagai pelaksana kegiatan yang secara kodratnya tidak terlepas dari kesalahan-kesalahan, sehingga apabila terjadi pekerjaan yang tidak produktif atau tidak selesai pada waktunya, maka dengan adanya motivasi pegawai akan diketahui kekurangan-kekurangan dari setiap karyawan dalam melaksanakan pekerjaannya, sehingga dengan adanya motivasi pegawai diharapkan kekurangan-kekurangan para pegawai dalam melaksanakan tugas pekerjaan dapat dihilangkan yang pada akhirnya karyawan dapat memberikan hasil kerja yang maksimal. Motivasi pegawai sangat berperan dalam usaha meningkatkan

produktivitas kerja pegawai, karena dengan adanya motivasi pegawai diharapkan para pegawai akan bekerja semaksimal mungkin, dimana motivasi pegawai merupakan salah satu cara untuk mengembangkan dan membangkitkan semangat kerja pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi perusahaan yang telah ditetapkan. Selanjutnya peneliti akan mengemukakan hubungan motivasi pegawai dengan produktivitas kerja pegawai dalam bentuk gambar model pendekatan sistem berikut ini :

44

Gambar 2. 2 HUBUNGAN TIMBAL BALIK MOTIVASI PEGAWAI DENGAN PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PROSES Pelaksanaan motivasi pegawai berdasarkan teknik kebutuhan motivasi pegawai : 1. Upah yang adil dan layak. 2. Kesempatan untuk maju/promosi 3. Pengakuan sebagai individu 4. Keamanan kerja 5. Tempat kerja yang baik 6. Penerimaan oleh kelompok 7. Perlakuan yang wajar 8. Pengakuan atas prestasi

INPUT 1. Man (Manusia) 2. Money (Uang) 3. Methode (Metode) 4. Market (Pemasaran) 5. Machine (Mesin) 6. Material (Bahan baku)

OUTPUT Motivasi pegawai meningkatkan produktivitas kerja pegawai pada Departemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung berdasarkan ukuranukuran produktivitas kerja : 1. Produktivitas dikaitkan dengan Kualitas 2. Produktivitas dikaitkan dengan Kuantitas 3. Produktivitas dikaitkan dengan Ketepatan waktu

FEED BACK Meningkatkan sumber-sumber yang ada melalui motivasi pegawai yang mendukung terhadap peningkatan produktivitas kerja karyawan
Sumber Modifikasi peneliti 2008 Agus Dharma (2004:355)

45

Keterangan : A. INPUT Adalah suatu bahan masukan, yang merupakan sumber produksi pada Depertemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandng. Unsur masukan tersebut adalah sebagai berikut : 1. Sumber daya manusia (Men), yaitu tenaga kerja manusia, baik tenaga kerja pimpinan maupun tenaga kerja operasional atau pelaksanaan. 2. Uang (Money), yaitu uang yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. 3. Metode (Methods), yaitu cara-cara yang dipergunakan dalam usaha mencapai tujuan. 4. Bahan baku (Materials), yaitu bahan-bahan yang diperlukan untuk mencapai tujuan. 5. Mesin (Machines), yaitu mesin-mesin atau alat-alat yang diperlukan atau dipergunakan untuk mencapai tujuan. 6. Pasar (Market), yaitu pasar untuk menjual barang dan jasa-jasa yang dihasilkan. B. PROSES Adalah input yang diusahakan dapat dimanfaatkan dalam menciptakan motivasi pegawai yang berdasarkan pada bentuk-bentuk motivasi kerja sehingga dapat menciptakan produktivitas kerja pegawai yang maksimal

D. sebagai bahan acuan kepada input kembali.46 C. lalu diproses dan menghasilkan suatu keluaran. OUTPUT Adalah suatu hasil kerja dari upaya-upaya yang telah dilakukan oleh sumber-sumber organisasi melalui proses kerja yang berpedoman pada bentuk-bentuk motivasi kerja dan dapat mempengaruhi karyawan dalam meningkatkan produktivitas kerja pegawai. sehingga hal ini akan menjadi masukan kembali (umpan balik) terhadap organisasi dalam peningkatan sumber-sumber yang ada sehingga kegiatan organisasi atau perusahaan akan berjalan dengan baik dan berkesinambungan. . serta ditunjang oleh faktor input yang dapat meningkatkan produktivitas kerja pegawai. FEED BACK Adalah suatu proses timbalk balik berupa akibat dari input yang telah terkumpul. Pelaksanaan motivasi kerja akan baik dilaksanakan apabila berdasarkan teknik kebutuhan pegawai.

47 BAB III OBJEK PENELITIAN A. Metode Penelitian 1. Pola hubungan antara variabel X dan Variabel Y secara sistematis dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 3. 3 Paradigma Penelitian ε X Keterangan : Variable (X) = Motivasi pegawai Variable (Y) = Produktivitas kerja = Pengaruh kausalitas ε (Epsilon) = Variable lain diluar penelitian Y . Paradigma Penelitian Peneliti menempatkan motivasi sebagai variabel yang mempengaruhi (variabel X) dan produktivitas kerja karyawan sebagai variabel yang dipengaruhi (Variabel Y).

48 2. Dalam penelitian ini membahas dua variabel yaitu variabel terikat (dependent variabel) atau variabel X yaitu motivasi dan variabel bebas (independent variabel) atau variabel Y yaitu produktivitas kerja pegawai. . Metode Penelitian yang Digunakan Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Sedangkan menurut Sutrisno Hadi (Suharsimi Arikunto. adalah sebagai berikut : “Deskriptif Analisis adalah suatu metode untuk memberikan gambaran tentang suatu masyarakat atau suatu kelompok organisasi tertentu atau gambaran tentang suatu gejala atau hubungan dua gejala atau lebih”. Variabel Penelitian Menurut Sugiyono (2001:20) “Variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau aspek dari orang atupun objek yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik keimpulannya”. Variabel Penelitian dan Operasionalisasi Variabel a. yaitu mengukur hubungan dan keeratan antara motivasi dengan produktivitas kerja pegawai berdasarkan koefisien rank sperman untuk mendapatkan kesimpulan yang merupakan hasil dari penelitian. 2006:116) bahwa “Variabel dapat didefinisikan sebagai gejala yang bervariasi. 3. menurut Atherton dan Klemmack yang dikutip oleh Irawan Soehartono (2000:35). sedangkan gejala adalah objek penelitian”. Data tersebut kemudian dikumpulkan dan dianalisis melalui statistik non parametrik.

Pengakuan sebagai individu 4. 1 Operasional Variabel Motivasi Pegawai Variabel Motivasi (X) Sub Variabel 1. Tempat kerja yang baik 6. maka peneliti perlu menjelaskan makna variabel-variabel tersebut.Menginginkan dorongan berupa kebebasan karyawan berinisiatif dan berkreatifitas . Operasionalisasi variabel juga digunakan sebagai dasar dalam pembuatan kuisoner. Penerimaan oleh kelompok 7. Perlakuan yang wajar 8. Untuk menghindari kesalahan atau perbedaan persepsi mengenai istilahistilah yang dipergunakan dalam penelitian ini. Kesempatan untuk maju promosi / Indikator Mendapatkan gaji yang layak Pemberian gaji yang adil bagi setiap karyawan . Upah yang layak dan adil 2.Kreativitas pegawai dihargai oleh perusahaan No item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 3.P Hasibuan (Manajemen Sumber Daya Manusia) 2007:163 . definisi masing-masing variabel tersebut dapat diuraikan sebagai berikut: – Operasionalisasi Variabel motivasi Tabel 3. Keamanan kerja 5. Operasionalisasi Variabel Operasionalisasi variabel merupakan upaya untuk mendeskripsikan dan memudahkan dalam menetapkan pengukuran terhadap variabel-variabel yang diteliti. sehingga dapat membantu dalam mendapatkan data setepat mungkin. Pengakuan atas prestasi Sumber : Malayu S.Perusahaan telah melaksanakan sistem promosi bagi pegawai yang berprestasi Menginginkan pengakuan sebagai pegawai dari perusahaan Menginginkan keamanan saat bekerja Menginginkan kenyamanaan pada saat bekerja Menginginkan pengakuan dari temanteman di tempat bekerja Menginginkan perlakuan yang wajar dalam bekerja .49 b.Memiliki kesempatan untuk mendapatkan promosi .

50 – Operasionalisasi Variabel Produktivitas Kerja Pegawai Tabel 3. Ketepatan Waktu Indikator 1. Kesalahan-kesalahan yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya No item 12 13 14 15 16 Sumber : Triton PB (Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia) 2005: 63 4. data diperoleh dengan cara mengadakan penelitian langsung di lapangan maupun terhadap objek yang diteliti guna untuk mendapatkan data melalui : 1. baik dalam situasi buatan yang secara khusus diadakan (laboratorium) maupun dalam situasi alamiah atau sebenarnya (lapangan). 2 Operasional Variabel Produktivitas Kerja Pegawai Variabel Produktivitas Kerja (Y) Sub Variabel 1. Data Primer Data primer menurut sugiyono (2008:193) yaitu sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpulan data”. Teknik pengumpulan data primer. Kualitas 2. . Jumlah hasil kerja sudah mencapai target rencana 1. Mutu hasil kerja telah mencapai hasil kerja yang maksimum 1. Ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan 2. Dalam penelitian kali ini peneliti melakukan pengamatan secara langsung terhadap objek penelitian serta mencatat segala yang dilihat dan didengar pada saat melakukan observasi ini. Observasi Partisipan Observasi yaitu teknik pengumpulan data dimana peneliti mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap objek yang diteliti. Kuantitas 3. Waktu yang diberikan telah mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan 3. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti dalam memperoleh data dan bahan-bahan yang diperlukan dalam penelitian ini yaitu : a.

sesuai dengan yang dikemukakan oleh Sugiyono (2004:87) : Jawaban SS (Sangat Setuju) ST (Setuju) RG (Ragu-ragu) TS (Tidak setuju) STS (Sangat Tidak Setuju) b. Angket Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan daftar pernyataan tertulis yang diberikan kepada pegawai atau responden. Adapun respondennya adalah pegawai divisi industri makanan dan minuman departeman milk processing yang berjumlah 29 orang (N=29) dengan menggunakan teknik sensus. Dalam penelitian ini peneliti melakukan beberapa daftar pertanyaan kepada Manajer Departemen Milk Processing yang berada dilokasi penelitian untuk menemukan permasalah mengenai pengaruh motivasi pegawai terhadap produktivitas kerja pegawai pada Departemen Milk Processing PT. Data Sekunder Yaitu dengan Penelitian Kepustakaan yaitu teknik Pengumpulan data dengan cara mempelajari catatan-catatan dan literatur yang ada hubungannya dengan masalah yang dibahas Skor 5 4 3 2 1 . AGRONESIA divisi makanan dan minuman Bandung dan untuk mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Angket yang diberikan kepada responden berisi pernyataan dengan diberi skor.51 2. face to face interview). 3. Wawancara Wawancara yaitu teknik pengumpulan data dari responden (sumber data) atas dasar inisiatif pewawancara (peneliti) dengan menggunakan alat berupa pedoman wawancara atau skedul wawancara. yang dilakukan secara tatap muka (personal.

3. Teknik Analisis Data Teknik analisis data penelitian ini. Data yang bersifat ordinal tersebut harus ditransfer ke dalam data interval melalui method of successive interval. peneliti menggunakan teknik analisis data yaitu penelitian kuantitatif yang digunakan untuk mengukur rumus motivasi pegawai terhadap produktivitas pegawai dengan menggunakan Perhitungan Metode Sucsessive Interval (MSI). Berdasarkan jawaban responden. Pengaruh Variabel X terhadap Y. Koefisien Determinasi. Berdasarkan proposisi tersebut. untuk setiap pertanyaan hitung proposisi komulatif setiap pilihan jawaban.52 5. Uji Hipotesis penelitian. Uji Reliabilitas Instrumen. 1. 2. Koefisien Korelasi X pada Y. Uji Signifikasi Hubungan. Sementara untuk mengukur validitas dengan mengguankan Product Moment data yang dipakai harus dalam bentuk interval. 4. . Berdasarkan frekwensi yang diperoleh untuk setiap pertanyaan. hitung proposisi setiap jawaban. Uji Validitas Instrumen. Regresi Linier Sederhana. maka untuk analisis selanjutnya nilai ordinal harus dinaikkan menjadi bentuk interval. tentukan nilai batas untuk z. Adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut : 1. Perhitungan Metide Sucsessive Interval (MSI) Angket yang disebarkan kepada responden menghasilkan data tanggapan responden dalam bentuk data ordinal. Untuk setiap pertayaan. untuk setiap pertanyaan hitung frekuensi setiap jawaban.

karena pengujian bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen telah memenuhi persyaratan baik ditinjau dari segi kesahihan/validitasnya maupun dari segi keterandalannya. Hitung nilai _umeric penskalaan (scale value) untuk setiap pilihan jawaban melalui persamaan : Density at lower limit – Density at upper limit Scale value Dimana : Density at lower limit Density at upper limit Area under upper limit Ares under lower limit = Kepadatan batas bawah = Kepadatan batas atas = Daerah di bawah batas atas = Daerah di bawah batas bawah = Area under upper limit – areas under lower limit 6. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.53 5. Uji Validitas Instrumen Pengujian instrumen penelitian sangat penting dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauhmana data yang . Sebuah instrumen dapat dikatakan sahih apabila dapat mengukur apa yang diukur. Menurut Sugiono (1999 : 109) “Sebuah instrumen penelitian dapat dikatakan valid jika instrumen penelitian tersebut dapat diguankan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”. Hitung Skor (nilai hasil transformasi) untuk setiap pilihan jawaban dengan persamaan berikut : Score = Scale Value – Scale Value min imum + 1 2.

Bagi peneliti yang menginginkan pengujian terhadap item dapat dilakukan dengan mengkorelasikan item dengan skor total pada faktor.54 terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud (Arikunto. Berdasarkan informasi tersebut peneliti dapat mengganti ataupun merevisi item-item dimaksud. digunakan rumus sebagai berikut : rXY = {n∑X − (∑X) }.{n∑Y − (∑Y) } 2 2 2 2 n. Skor item dipandang sebagai nilai X dan skor total dipandang sebagal Y. ∑Y) Dimana : r n = Koefisien validitas butir pertanyaan yang dicari = Banyaknya responden (di luar sampel penelitian yang sebenarnya) X = Skor yang diperoleh subyek dari seluruh item Y = Skor total yang diperoleh dari seluruh item ΣX = Jumlah skor dalam distribusi X ΣY = Jumlah skor dalam distribusi Y ΣX2 = Jumlah kuadrat masing-masing distribusi X ΣY2 = Jumlah kuadrat masing-masing distribusi Y Untuk menguji validitas setiap item maka skor-skor yang ada pada item yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total.∑XY− (∑X)( . . 1998:160). (Soepono dalam Iskandar. Adapun alat pengujian yang dipakai adalah rumus korelasi Product Moment Pearson. 2004:65) sebagai berikut : Untuk menetukan nilai korelasi. Dengan diperolehnya indeks validitas setiap item dapat diketahui dengan pasti item-item manakah yang tidak memenuhi syarat ditinjau dan validitasnya.

bila alat pengukur tersebut digunakan dua kali atau lebih.367. apabila terdapat pernyataan item yang tidak valid maka data yang didapat tidak bisa digunakan untuk analisis selanjutnya. Teknik pengujian reliabilitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu uji reliabilitas dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha. yaitu menghitung koefesien Alpha yang merupakan rata-rata dari koefesien belah dua yang dihitung untuk semua kemungkinan membelah dua item-item score. Setiap instrument seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten. untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten. 3. sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama.55 Suatu item dikatakan valid apabila nilai r atau nilai korelasi antara skors item dengan totalnya menunjukkan koefisien yang signifikan. dikatakan signifikan apabila nilai r tabel dari item lebih kecil dari nilai r korelasi menggunakan tabel r untuk korelasi product moment dengan mengambil α = 0. Uji Reliabilitas bertujuan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Uji Reliabilitas Instrumen. Jadi dengan kata lain bahwa Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. perumusannya adalah sebagai berikut : .05 dan n = 29 maka didapat nilai rtabel = 0. selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah.

889 +0. Melengkapi hipotesis maka peneliti mengemukakan hipotesis statistik sebagai berikut: 1.90 . Artinya tidak ada pengaruh yang signifikan dari motivasi pegawai terhadap produktivitas pegawai.+1. Koefisien Korelasi X Pada Y Sebelum melakukan pengujian terhadap pengaruh suatu Variabel maka terlebih dahulu dilihat seberapa besar hubungan antar kedua variabel tersebut. Uji Hipotesis Untuk mengetahui apakah koefisien korelasi yang dihasilkan signifikan atau tidak maka dilakukan pengujian hipotesis. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari motivasi pegawai terhadap produktivitas pegawai.+0.79 Kurang dari 0. 5.+0.56 α= Dimana : α k 2 = Koefisien reliabilitas yang dicari = Jumlah butir pernyataan Σσ = Varians butir-butir pertanyaan (soal) σ2 = Varians skor tes Seperti halnya koefisien validitas.85 . Hipotesis Kerja (H1) H1 : ρ ≥ 0 . yaitu sebagai berikut : +0.70 .84 +0.+0. Balian (1988) juga memberikan pedoman untuk koefisien reliabilitas.00 +0.80 . : : : : : luar biasa bagus sangat bagus bagus cukup kurang . Menentukan Ho dan H1 Hipotesis Nol (Ho) Ho : ρ ≤ 0 .70 4.

80 – 1.000 Tingkat Hubungan Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat 6. sehingga perhitungannya adalah sebagai berikut : H0 : ρ = 0 .799 0. artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja H1 : ρ ≠ 0 .399 0.00 – 0. Uji Signifikansi Hubungan Pengujian keberartian hubungan antar variabel Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja digunakan statistik uji t. Secara statistik untuk mencari nilai seberapa besar hubungan antara variable X dan Y ini dicari dengan menggunakan rumus Korelasi Pearson.20 – 0. Selanjutnya nilai thitung dapat diperoleh dengan menggunakan rumus signifikansi sebagaimana tertuang pula dalam Sugiono (2000 : 150).599 0. artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja Uji Signifikansi .57 yaitu variabel Motivasi Pegawai terhadap variabel Produktivitas Kerja.40 – 0.60 – 0.199 0. di mana alat analisis ini dipilih berdasarkan bentuk data yang akan diolah sudah dalam bentuk skala pengukuran interval dengan menggunakan rumus sebagai berikut : rP = ∑ ( X − X )(Y − Y ) (n − 1) S X S Y Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Nomor 1 2 3 4 5 Interval Koefisien 0.

yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen apabila b (+) maka terdapat kenaikan sedangkan jika b (-) maka terjadi penurunan. Pengujian dengan Regresi Linier Sederhana Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional maupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. menurut Sugiyono (1999:206): a= (∑ Yi )(∑ Xi ) − (∑ Xi )(∑ XiYi ) n ∑ Xi − (∑ Xi ) 2 2 2 b = n ∑ XiYi − n ∑ Xi 2 (∑ Xi )(∑ − (∑ Xi ) Yi ) 2 . e = variabel kekeliruan Harga dari a dan b dapat dicari dengan rumus.58 t = rP n − 2 1 − rP 2 7. X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. Persamaan Umum Regresi linier sederhana adalah : Y = a + bX1 + e Dimana : Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan. a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan) b = Angka arah koefisien regresi.

pada tahun 1939 terdapat 22 usaha pemerahan susu dengan produksi 13. Dalam perkembangan selanjutnya. diketahui bahwa orang-orang Broer ini yang mendirikan Bandoengsche Melk Centrale di Bandung. sebuah kapal Perancis yang bernama “La Seyne” mendarat di Pelabuhan Tanjung priok dengan mengangkut 20 orang Broer yang berasal dari Afrika Selatan. semua hasil produksi susu tersebut ditampung oleh Bandoengsche Melk Centrale untuk diolah (dipasteurisasi dan dikemas) sebelum disalurkan kepada . Koefisien Determinasi Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh antara motivasi pegawai dengan produktivitas kerja pegawai dapat digunakan koefisien determinasi menurut Sugiyono dengan rumus sebagai berikut : Kd = rp2 x 100% Dimana : Kd = Koefisien Determinasi rp = Korelasi Pearson C. Fasilitas bangunan pengolahan susu ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi orang Belanda akan susu.Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Pada bulan Maret 1903. Sejak awal berdirinya. (dan berbagai macam produk olahan susu lainnya) setiap hari. Sejarah PT. Karena itu diperkirakan bahwa BMC didirikan sekitar tahun 1928. BMC merupakan satu-satunya koperasi dan pusat pengolahan susu pertama di Bandung.000 liter susu per hari. Gambaran Umum Perusahaan 1.59 8. sebagai tempat pengolahan produksi susu yang dihasilkan dari petenakan mereka di Pangalengan dan Lembang. Menurut catatan Haryanto Kunto.

yang salah satunya adalah Perusahaan Daerah Industri Propinsi Jawa Barat yang bergerak di Industri Perkaretan. diketahui bahwa pemilik pertama bangunan BMC dengan melihat persil tanah no 1713 dan 1714 berdasarkan pengukuran tanah tanggal 18 Juni 1932 (Jl. Pada tahun 1965 pengolahan BMC diserahkan kepada pemerintah Propinsi Jawa Barat. sesuai dengan Keputusan Mendagri No.60 para pelanggan didalam maupun di luara bandung. pada pelaksanaannya. Setelah Indonesia merdeka kemudian dengan berdasarkan UU No. maka pengolahan BMC dilimpahkan kepadaKodam Siliwang. Industri Propinsi Jawa Barat tersebut. Industri Makanan dan Minuma. Perusahaan Daerah Industri Propinsi Tingkat I Jawa Barat telah berubah bentuk hukumnya menjadi Perseroan Terbatas (PT) berdasarkan Perda no. pengelola langsung BMC adalah PD Kerta Sari Mamin melalui salah satu unit usahanya yaitu Pusat Susu Bandung. yang dua tahun kemudian diserahkan kepada Departemen Peternakan. Berdasarkan sejarah kepemilikan. 1 tahun 1965. Pada tahun 1999 Pemerintah Daerah Tingkat I Jawa Barat mengeluarkan Peraturan Daerah No. 4 Tahun 2002 tentang perubahan bentuk hukum Perusahaan Daerah Industri . Aceh No. 30 sekarang) adalah Louis Hirschland. Industri Es dan Industri lainnya. 3 tahun 1999. tentang peleburan Perusahaan-perusahaan Daerah Tingkat I Jawa Barat dari 10 Perusahaan Daerah menjadi hanya 3 Perusahaan Daerah. 86 tahun 1958 tentang nasionalisasi perusahaan-perusahaan Belanda. Ia bersama Van Zijl adalah pemilik peternakan sapi. Dimana BMC (Industri Makanan dan Minuman) adalah merupakan salah satu Unit dari pada PD.

tertanggal 17 Juni 2002 nomor 8. yang memiliki kegiatan usaha meliputi industri. Agronesia yang bergerak di bidang makanan dan minuman.. perdagangan dan jasa. S. Guna mendapatkan suatu gambaran yang jelas dan menyeluruh mengenai suatu struktur organisasi perusahaan. BMC menjadi salah satu Divisi Industri PT.H. sedangkan sesuai dengan akta notaris Popy Kuntari Sutresna.Hum. Struktur Organisasi Struktur organisasi perusahaan merupakan kerangka dasar menyeluruh yang mempersatukan bagian-bagian yang ada dalam perusahaan. efektif. tanggal 12 April 2001 dab telah diundangkan dalam Lembaran Daerah Propinsi Jawa Barat tahun 2002 Nomor 8 seri D. telah didirikan sebagai Perseroan Terbatas dengan namaPT. 2. AGRONESIA.61 Propinsi Daerah Tingkat I Jaawa Barat menjadi Perseroan Terbatas.. pembangunan. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung dapat dilihat pada bagan struktur organisasi yang digambarkan sebagai berikut : . dan efisien. maka biasanya perusahaan akan membentuk suatu struktur organisasi sebagai alat bantu bagi pimpinan dalam mengkoordinir aktivitas-aktivitas perusahaan. Tanpa ditunjang oleh struktur organisasi yang teratur perusahaan tidak dapat berjalan sesuai dengan dengan yang diharapkan perusahaan. Struktur organisasi dibentuk dengan tujuan agar setiap anggota dapat bekerja sama dengan baik. Struktur organisasi PT. di kota Bandung. Kerjasama yang baik akan terwujud dengan adanya pembagian kerja.M. Struktur Organisasi dan Uraian Tugas a. sehingga dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

62 .

Sekretariat Mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas kesekretariatan dan penatausahaan Membuat dan menyusun laporan mengenai kegiatan sekretariat dan Departemen serta melaporkan kepada General Manager dan Wk. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung adalah sebagai berikut : 1. General Meneger Melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan . Uraian Tugas Adapun tugas dan wewenang dari setiap bagian organisasi dalam struktur organisasi pada PT. melaksanakan dan mengevaluasi serta mengendalikan pelaksanaan program perencanaan dan pengembangan Divisi Industri Makanan dan Minuman Membuat dan menyusun laporan mengenai kegiatan Divisi Industri Makanan dan Minuman serta melaporkan kepada Direksi Melakukan tugas yang diberikan oleh atasan Pencapaian target usaha yang telahditetapkan manajemen Melaporkan kepada atasan 2. General Manager Mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Merencanakan serta merumuskan program perencanaan dan pengembangan Divisi Industri Makanan dan Minuman Mengkoordinasikan.63 b.

Asisten Manager Penjualan Mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Merencanakan serta merumuskan program operasional penjualan/pemasaran dalam rangka pencapaian target Mengkoordinasikan. Manager MILK PROCESSING Mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Merencanakan serta merumuskan dan menganalisa program pengembangan Departemen Milk Processing Mengkoordinasikan.64 - Terciptanya kelancaran pelayanan manajemen baik terhadap pihak lain (ekstern) maupun intern 3. Manager Pencapaian target usaha yang telah ditetapkan manajemen 4. melaksanakan dan mengevaluasi serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan di Departemen Milk Processing Melakukan pembinaan terhadap seluruh pegawai dan memberikan instruksi yang disertai dengan pengawasan melekat terhadap personil di Departemen Milk Processing Menyusun dan mengevaluasi laporan mengenai kegiatan di Departemen Milk Processing dan melaporkan kepada General Manager dan Wk. melaksanakan dan mengevaluasi serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan pemasaran yang meliputi aktivitas penjualan serta perencanaan dan pengendalian pasar Melakukan pembinaan dan memberikan instruksi yang disertai dengan pengawasan melekat terhadap personil di sektor penjualan .

pengendalian produksi. hasil dan kualitas produksi serta penyimpanan dan pengeluaran hasil produksi Mengkoordinasikan. pengendalian bahan. dan kuantitas serta pengendalian produksi Mengkoordinasikan. mengevaluasi dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan di Sektor Produksi Melakukan pembinaan dan memberikan instruksi yang disertai dengan pengawasan melekat terhadap personil di sektor produksi Menyusun laparan dan mengevaluasi mengenai kegiatan di Sektor Produksi serta melaporkan kepada Manager Mengendalikan pelaksanaan perencanaan. Pengendalian kualitas. pengendalian proses produksi berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Asisten Manager PPIC Mempunyai tugas dan tanggung jawab sebagai berikut: Merencanakan serta merumuskan program operasional yang meliputi perencanaan. . melaksanakan dan mengevaluasi serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan di Sektor PPIC Menyusun laporan dan mengevaluasi mengenai kegiatan di Sektor PPIC serta melaporkan kepada Manager secara rutin dan berkala 6.65 - Menyusun laporan dan mengevaluasi mengenai kegiatan di Sektor Penjualan serta melaporkan kepada Manager - Tercapainya omzet yang telah ditetapkan manajemen 5. Asisten Manager Produksi Merencanakan serta merumuskan program operasional yang Perencanaan.

Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Visi PT. Local Content 5. IPTEK serta R&D 6. Good Corporate Governance 3. Total Customer satisfaction 2. kegiatan yang dilakukan oleh departemen Milk Processing PT. Iklim yang Kondusif (Favourable) 4. Sedangkan misi dari PT. Penerimaan susu yang dilakukan oleh PT. VISI dan Misi PT.66 3. Bahan baku yang digunakan berasal dari delapan leveransir terdiri atas tiga daerah diantara adalah Lembang. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung yaitu: 1. Aktivitas Departemen Milk Processing PT. Agronesia Bandung . Agronesia divisi makanan dan minuman adalah : Pra produksi : Sebelum melaksanakan kegiatan produksi perusahaan melakukan kegiatan pra produksi yaitu menyiapkan bahan baku. Good House Keeping (5S atau 5R) 4. Pangalengan. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Aktivitas perusahaan dibutuhkan untuk dapat mengetahui sejauh mana perkembangan perusahaan dan tercapai atau tidaknya tujuan perusahaan. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung yaitu “ Denagan azas-azas profesionalisme PT. dan Garut. Agronesia berdaya saing tinggi serta menjadi andalan pendapatan asli daerah dan stake holders dalam era globalisasi”.

00 WIB. plate cooler terdiri atas dua lempengan logam yang berisi air dingin (0-1˚ C) dan susu. Susu yang telah diuji dan memenuhi syarat langsung dialirkan ke timbangan (reception tank) kemudian dilakukan penyaringan kotoran. selanjutnya dilakukan penyimpanan sementara. Susu dingin dialirkan ke raw milk tank.00 WIB dan apabila ada salah satu dari leveransir tidak datang digantikan oleh leveransir yang lain pada sore harinya pukul 14. Setelah melewati blanding tank. Dalam plate cooler susu mengalami pendinginan antara 0-1˚ C.00 – 18. dialirkan melalui pipa slurry tank. kemudian diambil sampel untuk dilakukan uji kualitas susu di laboratorium. keduanya mengalir secara bersamaan terpisah dengan arah yang berlawanan sehingga terjadi tranfer antara susu dengan air dingin yang mengakibatkan suhu susu menjadi 4˚C. pada alat ini terjadi pembagian volume susu agar seimbang sebelum dilakukan proses pengolahan lebih lanjut. susu di PHE (plate Heat Exchanger) untuk dilakukan .00 – 10. susu dipertahankan pada suhu 4-5˚C dalam row milk tank. yaitu pagi hari pukul 07. Susu dari bak penimbangan atau receptor tank dialirkan ke plate cooler. Produksi : Proses pengolahan susu pasterisasi yang dilakukan PT. Susu dari slurry dialirkan ke blanding tank.67 dilakukan satu kali sehari. karena persinggungan antara lempeng yang berisi air dingin dengan lempeng yang berisi uap panas sehingga suhu susu menjadi 65˚C dengan sirkulasi 5 menit. Agronesia Bandung adalah sebagai berikut : Proses pengolahan susu pasteurisasi diawali dengan penerimaan susu yang berasal dari leveransir dicatat oleh bagian penerimaan. kemudian diambil sampel untuk dilakukan uji kualitas susu di laboratorium. Pada alat ini terjadi proses pemanasan. Lalu dicatat oleh bagian penerimaan.

Setelah itu susu dialirkan ke storage tank unuk mengalami proses pendinginan. . homogenisasi yaitu penyeragaman partikel-partikel lemak dalam susu sehingga susu yang dihasilkan memiliki partikel-partikel yang lebih seragam ukurannya. Storage tank susu dialirkan ke mesin packaging untuk dikemas ke dalam cup dengan kapasitas 160 dan 1802 ml.68 proses pemanasan awal dengan suhu 80˚C sirkulasi 10 menit. Setelah melewati tahap PHE susu melewati proses Homogenisasi. Alat yang digunakan adalah homogenezer. Setelah melewati homogenezer susu dialirkan kembali ke PHE untuk dilakukan pemanasan ke dua oleh panas yang berasal bloiler yang menghasikan uap panas sehingga dihasilkan susu yang bersuhu 85˚C. karena adanya persinggungna antara lempeng yang berisi susu dengan lempeng yang berisi air dingin bersuhu 0-1˚C sehingga suhu susu berubah menjadi 4˚C. susu yang telah dikemas dan mendapatkan BMC (merk dagang) disimpah di gudang sebelum dilakukan proses pemasaran. serta dilakukan penyaringan. Pada tahapan ini terjadi perpindahan panas. setelah keluar susu akan menghantam suatu dinding yang keras yang menyebabkan partikel lemak yang berukuran besar berubah menjadi lebih kecil. Dimana kegiatan pemasaran tersebut dilakukan oleh area marketing yang telah dipesan oleh konsumen sebelumnya. kemudian susu melewati lubang-lubang yang sangat kecil dengan tekanan tinggi dalam homogenezer. Paska produksi : Setelah kegiatan produksi. sehingga suhu susu menjadi 85˚C.

Jenis-jenis Produk yang Dipasarkan oleh Perusahaan Jenis-jenis produk susu yang ditawarkan dan dipasarkan perusahaan terdiri dari: 1. Shallimat 10. Sop Buntut 2. Susu paterisasi manis kemasan cup rasa melon 3. Susu paterisasi manis kemasan cup rasa coklat 2. Yoghurt Ice Cream 9. Susu paterisasi manis kemasan cup rasa strawbery 5. Yoghurt Shake Selain itu produk Food and Beverage.69 5. Susu paterisasi manis kemasan cup rasa vanila 4. Bakso Tahu . Pastry and Bakery yang ditawarkan dan dipasarkan perusahaan terdiri dari : 1. Milk Ice Cream 8. Chicken Katzu 3. Nasi Goreng 6. Bakso 8. Kefir 7. Mie kocok 7. Milk Shake 11. Nasi Timbel 4. Nasi Liwet 5. Yoghurt 6.

Berikut ini peneliti akan . Romantic Juice 13. Bananan Split 14. Jumlah pegawai pada Departemen Milk Processing PT. Mouse 18. dari jumlah pegawai tersebut tentunya memiliki keterampilan disiplin dan tanggung jawab yang berbeda-beda. BMC Squash 12. berdasarkan data yang peneliti peroleh sebanyak 30 orang. Creeps 20. Keadaan Pegawai dan Fasilitas Kerja a. Aneka Donat 16. Kue Kering 17. 6.70 9. Keadaan Pegawai di Departemen Milk Processing PT. Agronesia divisi Makanan dan Minuman Bandung. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Keadaan pegawai berdasarkan kualitas pegawai yang dimiliki oleh suatu perusahaan akan menentukan kelangsungan dari perusahaan tersebut. Batagor 10. karena pegawai itulah yang menentukan berhasil atau tidaknya dalam mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan sebelumnya. Menyediakan pesanan Snack Box untuk berbagai acara dengan variasi menu yang disediakan ataupun pilihan sendiri. Macam-Macam Juice 11. Puding 19. Aneka Kue dan Roti 15.

Agronesi divisi makanan dan minuman Bandung berdasarkan tingkat pendidikan pegawai.5 sebagai berikut : Tabel 3. tingkat pendidikan. masa kerja. 5 Keadaan Pegawai Departemen Milk Processing PT. Agronesia divisi makanan dan minuman Bandung. usia pegawai.71 menguraikan keadaan pegawai pada departemen milk processing Pt. berdasarkan jenis kelamin. dan unit kerja yang akan peneliti sajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 3.4 Keadaan Pegawai Departemen Milk Processing PT. Selanjutnya peneliti akan menggambarkan mengenai keadaan pegawai pada departemen milk processing PT. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. Agronesia divisi makanan dan minuman Bandung bila dilihat dari jenis kelamin lebih banyak laki-laki. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Berdasarkan jenis kelamin No 1 2 Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah Jumlah 26 4 30 Sumber : Manager Milk Processing Berdasarkan tabel diatas jelaslah terlihat bahwa jumlah pegawai departemen milk processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Berdasarkan Tingkat Pendidikan No 1 2 3 4 5 Tingkat pendidikan Sarjana (S1) Diploma (D3) SMU (SMK) SMP SD Jumlah Jumlah 2 2 18 4 4 30 Sumber : Manager Milk Processing .

16-20 Tahun sebanyak 1 orang dan 21-25 Tahun sebanyak 1 orang. 11-15 Tahun sebanyak 1 orang. SMU (SMK) sebanyak 18 orang. SMP sebanyak 4 orang dan diikuti SD sebanyak 4 orang. 6 di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai pada departemen milk processing PT. 6-10 Tahun sebanyak 14 orang. Selanjutnya peneliti akan menggambarkan mengenai keadaan pegawai pada departemen milk processing PT.72 Berdasarkan tabel 3. Diploma (D3) sebanyak 2 orang. Agronesia divisi makanan dan Minuman Bandung. Agronesi divisi makanan dan minuman Bandung berdasarkan masa kerja pegawai. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. 6 Keadaan Pegawai Departemen Milk Processing PT. 6 sebagai berikut : Tabel 3. Agronesia divisi makanan dan Minuman Bandung. bila dilihat berdasarkan tingkat pendidikan yaitu Sarjana (S1) sebanyak 2 orang. bila dilihat berdasarkan masa kerja 0-5 Tahun sebanyak 13 orang.5 di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai pada departemen milk processingPT. Selanjutnya peneliti akan menggambarkan mengenai keadaan pegawai pada departemen milk processing PT. Agronesi divisi makanan dan minuman . Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Berdasarkan Masa Kerja Pegawai No 1 2 3 4 5 Masa Kerja 0-5 Tahun 6-10 Tahun 11-15 Tahun 16-20 Tahun 21-25 Tahun Jumlah Jumlah 13 14 1 1 1 30 Sumber : Manager Milk Processing Berdasarkan tabel 3.

31-35 Tahun sebanyak 12 orang. 7 sebagai berikut : Tabel 3. 26-30 Tahun sebanyak 7 orang. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. 7 Keadaan Pegawai Departemen Milk Processing PT. 21-25 Tahun sebanyak 4 orang. untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3. 36-40 Tahun sebanyak 6 orang dan 46-50 Tahun sebanyak 1 orang.73 Bandung berdasarkan usia pegawai. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Berdasarkan Usia Pegawai No 1 2 3 4 5 6 7 Masa Kerja 15-20 Tahun 21-25 Tahun 26-30 Tahun 31-35 Tahun 36-40 Tahun 41-45 Tahun 46-50 Tahun Jumlah Jumlah 2 4 7 12 6 1 30 Sumber : Manager Milk Processing Berdasarkan tabel 3. Agronesia divisi makanan dan Minuman Bandung. 8 sebagai berikut : . Selanjutnya peneliti akan menggambarkan mengenai keadaan pegawai pada departemen milk processing PT. 7 di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai pada departemen milk processingPT. bila dilihat berdasarkan usia pegawai 15-20 Tahun sebanyak 2 orang. Agronesi divisi makanan dan minuman Bandung berdasarkan unit kerja pegawai.

9 sebagai berikut : . Fasilitas Kerja di Departemen Milk Processing PT. Produksi sebanyak 8 orang dan Operator penerima susu sebanyak 5 orang. b. Hal ini dapat dilihat pada tabel 3. bahwa fasilitas kerja yang berupa alat kerja dan perlengkapan kerja yangada pada saat ini sudah dapat dikatakan cukup memadai. Agronesia divisi makanan dan Minuman Bandung. Laboratorium sebanyak 2 orang. 8 di atas dapat diketahui bahwa jumlah pegawai pada departemen milk processing PT. bila dilihat berdasarkan unit kerja pegawai Manager sebanyak 1 orang. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Berdasarkan pengamatan peneliti pada departemen milk processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Berdasarkan Unit Kerja Pegawai No 1 2 3 4 5 6 7 8 Unit Kerja Manager Sekretariat Bagian penjualan Bagian pergudangan Bagian Expedisi Laboratorium Produksi Operator penerima susu Jumlah Jumlah 1 1 3 3 7 2 8 5 30 Sumber : Manager Milk Processing Berdasarkan tabel 3. Bagian Expedisi sebanyak 7 orang. sehingga akan memperlancar terhadap pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh para pegawai. Bagian pergudangan sebanyak 3orang.74 Tabel 3. Bagian penjualan sebanyak 3 orang. Agronesia divisi makanan dan minuman Bandung. Sekretariat sebanyak 1 orang. 8 Keadaan Pegawai Departemen Milk Processing PT.

75 Tabel 3. 9 Fasilitas Kerja Pegawai Departemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung No 1 Tempat Kantor Jenis Barang Komputer Meja Kursi Lemari Telepon Mobil Reception tank Plate cooler Raw milk tank Slurry tank Blanding tank Homogenizer PHE (Plate Heat Exchanger) Storage tank Mesin packeging Bloiler Turbo mixer Ruang Dingin (Chiller) Cleaning In Place tank Welder Kereta dorong Keranjang susu / krat Alat pengaduk Milk can Kondisi Baik 4 10 10 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 30 4 20 Rusak 4 10 10 3 3 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 14 30 4 20 Jumlah 2 Produksi Sumber : Manager Milk Processing .

Hal ini dilakukan sebagai motivasi . Perusahaan menyediakan kebutuhan-kebutuhan pegawai seperti seragam pegawai. mengingat perusahaan ini telah lama berdiri. pegawai akan merasa berarti dalam setiap melaksanakan tugasnya karena merasa diperhatikan oleh atasan. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung maupun di luar PT. Hal ini dapat terlihat dari sering terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pegawai Departemen Milk Processing yang cacat produk. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. dan pada umumnya setelah lulus SMU/SMK mereka langsung bekerja disini.76 7. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. Kualitas kerja yang dicapai oleh pegawai masih rendah. kebanyakan belum memiliki masa kerja yang lama. Produktivitas kerja akan meningkat apabila setiap pegawai melaksanakan tugasnya dengan maksimal. mushola. 2. Masih banyaknya pegawai yang datang tidak tept waktu datang ketempat kerja. Gambaran Umum Motivasi Karyawan dan Produktivitas Kerja Karyawan pada Depertemen Milk Processing di PT. baik dalam bekerja di PT. karena dalam melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaannya para pegawai kurang teliti. Pengalaman kerja pegawai. kamar mandi dan sebagainya. Sedangkan pelatihan bagi para pegawai untuk lebih memahami pekerjaannya dilakukan pada saat pegawai akan mulai bekerja di perusahaan. air minum. Dengan motivasi. 1. Motivasi sangat diperlukan oleh setiap pegawai dalam usaha meningkatkan semangat kerja pegawai setiap harinya dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya.

77 agar pegawai dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Selain itu pegawai ditempatkan sesuai dengan kemampuan dan keahliannya sesuai dengan pendidikannya masing-masing. .

General Manager PT. Pelaksanaan Motivasi karyawan yang di dasarkan pada Elemen-elemen Motivasi Karyawan yaitu Sebagai berikut : 1. . Pelaksanaan Motivasi Pegawai dan Kondisi Produktivitas kerja pada Departemen Milk Processing di PT. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing di PT.78 BAB IV PEMBAHASAN A. Upah Yang Adil dan Layak Pemberian upah yang adil dan layak bagi para karyawan sangatlah penting. Dalam proses pengumpulan data melalui kuesioner. Pemberian upah yang adil dan layak dapat meningkatkan semangat kerja yang tinggi bagi para pegawai. bahwa dalam pemberian upah yang adil dan layak. Agronesia telah memberikan upah atau gaji yang layak kepada para pegawai. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Pada bab 4 ini peneliti mencoba menjelaskan tentang tanggapan responden mengenai motivasi pegawai. karena pada dasarnya setiap orang dalam bekerja sangat mengharapkan upah yang adil dan layak. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh suatu gambaran. responden diminta untuk memberikan jawaban untuk masing-masing pertanyaan maka diperoleh hasil jawaban responden mengenai 3. karena dengan upah yang adil dan layak para pegawai merasa lebih dihargai dan dihormati atas jasa dan pengorbanannya yang telah diberikannya kepada tempat mereka bekerja.

Berdasarkan observasi. sehingga produktivitas kerja yang tinggi dapat tercapai.1 Tanggapan Responden Mengenai Pemberian Upah yang Adil dan Layak Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 4 13. dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4. 2008 Berdasarkan tabel sebagian besar responden (79. supaya para pegawai merasa lebih dihargai atas segala jasa yang diberikannya dan agar para pegawai terpacu untuk lebih memberikan hasil kerja yang maksimal. Diharapkan perusahaan dapat memberikan upah yang adil dan layak kepada pegawai agar pegawai merasa tenang dalam menjalankan pekerjaannya.79 Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan diberikannya upah yang adil dan layak bagi para pegawai.3 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai pemberian upah yang adil dan layak bagi para pegawai.8 % 3 Ragu-ragu 2 6.9 % 4 Tidak Setuju 23 79.3 %) menyatakan bahwa perusahaan tidak memberikan upah yang layak kepada para pegawai. . karena hal tersebut merupakan hak bagi setiap pegawai dan manager juga berharap dengan pemberian upah yang layak kepada karyawan akan meningkatkan semangat kerja. wawancara dan angket bahwa perusahaan telah memperhatikan pemberian upah yang layak kepada pegawai untuk memberikan dorongan kepada para pegawai.

80 Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing di PT. Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai pemberian upah yang adil dan layak bagi para pegawai. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh suatu gambaran. Diharapkan perusahaan dapat terus memberikan upah yang adil kepada setiap pegawai agar pegawai lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya. supaya para pegawai merasa lebih dihargai atas segala jasa yang diberikannya dan agar para pegawai terpacu untuk lebih memberikan hasil kerja yang maksimal. bahwa dalam pemberian upah yang adil dan layak.4%) menyatakan bahwa perusahaan memberikan upah yang adil sesuai dengan beban pekerjaan yang dikerjakan oleh karyawan.4 % 3 Ragu-ragu 4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.6 % 2 Setuju 21 72. . dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan Manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan diberikannya upah yang adil bagi para pegawai. Agronesia telah memberikan upah atau gaji yang adil kepada para pegawai sesuai dengan beban pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai.2 Tanggapan Responden Mengenai Pemberian Upah yang Adil Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 8 27. sebagian besar responden (72. 2008 Berdasarkan tabel diatas peneliti menganalisa bahwa. General Manager PT.

diperoleh keterangan bahwa perusahaan memberikan upah yang adil kepada setiap pegawainya sesuai dengan beban pekerjaan yang diterima oleh karyawan. . wawancara dan angket bahwa perusahaan telah memperhatikan pemberian upah yang adil bagi setiap pegawai untuk memberikan dorongan kepada para pegawai karena hal tersebut merupakan hak bagi setiap pegawai dan manager juga berharap dengan pemberian upah yang adil bagi setiap karyawan akan meningkatkan semangat kerja dan mendorong pegawai untuk terus meningkatkan kerja yang yang dimiliki oleh pegawai. Pemberian kesempatan untuk maju / promosi dapat meningkatkan semangat kerja yang tinggi bagi para pegawai. 2. bahwa dalam kesempatan untuk maju / promosi jabatan para pegawai. karena pada dasarnya setiap orang dalam bekerja sengat mengharapkan untuk maju / promosi jabatan yang lebih tinggi dari yang sekarang. karena dengan Kesempatan Untuk Maju / Promosi para pegawai merasa lebih dihargai dan dihormati atas jasa dan pengorbanannya atas apa yang telah pegawai berikan kepada perusahaan. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT.81 Hal ini sesuai dengan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manajer Departemen Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran. Agronesia divisi Makanan dan Minuman Bandung. sehingga produktivitas kerja yang tinggi dapat tercapai. Kesempatan Untuk Maju / Promosi Kesempatan Untuk Maju / Promosi bagi para pegawai sangatlah penting. Berdasarkan observasi.

7 % 3 Ragu-ragu 11 37. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa kesempatan untuk maju / promosi jabatan pegawai masih belum terlaksana dengan baik. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (41. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung belum memberikan kesempatan untuk maju/ promosi jabatan bagi para pegawainya. dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.82 manajer Departemen Milk Processing PT.4%) menyatakan bahwa perusahaan tidak memberikan kesempatan untuk mendapatkan promosi kepada para pegawai. . Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai kesempatan untuk maju / promosi jabatan bagi para pegawai.9 % 4 Tidak Setuju 12 41. Diharapkan perusahaan dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan promosi kepada para pegawai agar pegawai lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya. karena masih adanya ketentuan-ketentuan yang belum dapat dipenuhi oleh pegawai maupun perusahaan untuk mempromosikan jabatan pegawai ketingkat yang lebih tinggi lagi.3 Tanggapan Responden Mengenai Kesempatan Untuk Mendapatkan Promosi Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 6 20.4 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.

83 Berdasarkan observasi. Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai kesempatan untuk maju / promosi jabatan bagi para pegawai. dapat terlihat pada tabel berikut ini : . Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa promosi jabatan bagi pegawai yang berprestasi sudah terlaksana namun belum sepenuhnya terlaksana dengan baik. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung belum memberikan kesempatan untuk maju/ promosi jabatan bagi para pegawainya. karena terkendala dengan masalah dana yang dimiliki oleh perusahaan. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran. bahwa dalam kesempatan untuk maju / promosi jabatan para pegawai. manajer Departemen Milk Processing PT. wawancara dan angket bahwa perusahaan belum memberikan kesempatan bagi pegawai untuk maju / promosi jabatan ke tingkat yang lebih tinggi kepada para pegawai hal ini disebabkan karena keterbatasan dana sehingga perusahaan belum dapat melaksanakan kenaikan jabatan serta melaksanakan pelatihan-pelatihan bagi karyawan Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT.

Pengakuan sebagai individu dari perusahaan sangat membantu pegawai dalam melaksanakan pekerjaan pegawai karena pegawai merasa dihargai atas pendapat-pendapat yang pegawai sampaikan kepada perusahaan. wawancara dan angket bahwa perusahaan sudah memberikan kesempatan bagi pegawai yang berprestasi untuk promosi jabatan ke tingkat yang lebih namun belum terlaksana sepenuhnya karena keterbatasan dana yang di miliki perusahaan masih terbatas sehingga untuk melakukan promosi jabatan bagi karyawan yang berprestasi masih dilakukan secara bertahap.1%) menyatakan bahwa perusahaan sudah melaksanakan sistem promosi bagi karyawan yang berprestasi kepada para pegawai.4 Tanggapan Responden Mengenai Pelaksanaan Sistem Promosi Bagi Pegawai yang Berprestasi Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 18 62. .8 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. Berdasarkan observasi. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (62. Pengakuan Sebagai Individu Pengakuan sebagai individu merupakan salah satu yang memotivasi pegawai agar dapat bekerja secara efektif.1 % 3 Ragu-ragu 7 24. 3.1 % 4 Tidak Setuju 4 13.84 Tabel 4. Diharapkan perusahaan dapat memberikan kesempatan untuk mendapatkan promosi kepada para pegawai agar pegawai lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya.

Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan pengakuan sebagai individu pegawai. Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai pengakuan sebagai individu bagi para pegawai. Diharapkan perusahaan lebih memberikan pengakuan sebagai individu kepada pegawai agar pegawai lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya.4%) menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan pengakuan sebagai individu kepada para pegawai. manajer Departemen Milk Processing PT. bahwa Pengakuan sebagai individu pegawai.5 Tanggapan Responden Mengenai Pengakuan Sebagai Individu Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 3 10.8 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. supaya para pegagai merasa dihargai sebagai individu atas hasil pekerjaan yang telah dilakukannya dan agar para pegawai terpacu untuk lebih memberikan hasil kerja yang maksimal. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran.85 Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT.3 % 2 Setuju 12 41. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung sudah memberikan pengakuan sebagai individu bagi para pegawainya. .4 % 3 Ragu-ragu 10 34.5 % 4 Tidak Setuju 4 13. dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (41.

4.86 Berdasarkan observasi. Keamanan Kerja Keamanan kerja sangat dibutuhkan oleh pegawai. karena dengan keamanan kerja akan menumbuhkan motivasi pegawai untuk bekerja dengan selamat. bahwa keamanan kerja pegawai. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT. supaya para pegawai merasa saat mereka bekerja mereka merasa nyaman atas barang bawaan yang pegawai bawa ketempat kerja. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran. wawancara dan angket bahwa perusahaan telah memberikan pengakuan sebagai individu kepada para pegawai yang bertujuan untuk menghargai atas apa yang telah pegawai lakukan kepada perusahaan. manajer Departemen Milk Processing PT. dapat terlihat pada tabel berikut ini : . Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai keamanan kerja bagi para pegawai. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung sudah memberikan keamanan kerja bagi para pegawainya. dengan cara memberikan pujian-pujian ataupun penghargaan atas apa yang telah diberikan oleh pegawai terhadap perusahaan. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan keamanan kerja pegawai.serta meniadakan unsur kecelakaan yang dapat menyebabkan kecelakaan bagi pegawai itu sendiri.

sehingga mendapatkan hasil yang optimal.9 % 4 Tidak Setuju 1 3.6 Tanggapan Responden Mengenai Keamanan Saat Bekerja Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 16 55.4 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. 5. Suatu kondisi lingkungan dikatakan baik atau sesuai apabila manusia dapat melaksanakan kegiatannya secara optimal. apabila ditunjang dengan kondisi lingkungan yang sesuai. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh . Diharapkan perusahaan lebih memerikan keamanan saat bekerja kepada pegawai agar pegawai lebih merasa aman dalam menjalankan pekerjaannya. Berdasarkan observasi. sehat.2%) menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan keamanan saat bekerja kepada para pegawai. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT.5 % 3 Ragu-ragu 2 6. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (55. wawancara dan angket bahwa perusahaan sudah memberikan keamanan kerja bagi baik kepada seluruh pegawai. diusahakan perusahaan untuk lebih memperketat keamanan kerja pegawai agar pegawai lebih merasa aman meninggalkan barang bawaan mereka pada saat pegawai sedang bekerja sehingga tercapai produktivitas yang tinggi bagi para pegawai. Tempat Kerja yang Baik Pegawai akan mampu melaksanakan pekerjaannya dengan baik.2 % 2 Setuju 10 34. aman dan nyaman bagi pegawai untuk bekerja.87 Tabel 4.

supaya para pegawai merasa tempat kerja yang nyaman bagi para pegawai saat mereka sedang melaksanakan pekerjaan yang dilakukan oleh para pegawai. bahwa tempat kerja yang baik bagi pegawai. dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.2%) menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan tempat kerja yang baik kepada pegawai pada saat bekerja. manajer Departemen Milk Processing PT.9 % 4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai tempat kerja yang baik bagi para pegawai.9 % 2 Setuju 16 55. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (55. Diharapkan perusahaan lebih memberikan lingkungan kerja dan kondisi kerja yang lebih kondusif agar pegawai lebih merasa bersemangat dan aman saat menjalankan pekerjaannya. wawancara dan angket bahwa perusahaan sudah memberikan tempat kerja yanag baik bagi karyawan.2 % 3 Ragu-ragu 11 37.88 gambaran. diusahakan perusahaan untuk lebih memperhatikan tempat kerja pegawai agar pegawai lebih merasa . Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung sudah memberikan tempat kerja yang baik bagi para pegawainya. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan tempat kerja yang baik bagi pegawai.7 Tanggapan Responden Mengenai Tempat Kerja yang Baik Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 6. Berdasarkan observasi.

Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT. pegawaipun merasa dihargai bila dapat saling tolong menolong antar sesama pegawai. 6. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan penerimaan oleh kelompok antar pegawai. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung sudah memberikan penerimaan oleh kelompok antar pegawai. supaya para pegawai merasa adanya kerjasama antara sesama pegawai pada saat mereka melaksanakan tugas para pegawai. manajer Departemen Milk Processing PT. Penerimaan oleh Kelompok Seorang pegawai akan merasa dihargai apabila pegawai tersebut diterima oleh kelompok dimana ia melaksanakan pekerjaan tersebut.89 nyaman bila sedang bekerja sehingga tercapai produktivitas yang tinggi bagi para pegawai. dapat terlihat pada tabel berikut ini : . Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai keamanan kerja bagi para pegawai. bahwa penerimaan oleh kelompok antar pegawai.

wawancara dan angket bahwa perusahaan sudah memberikan penerimaan oleh kelompok antar pegawai kepada seluruh pegawai.8%) menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan penerimaan oleh kelompok antar pegawainya. Diharapkan perusahaan lebih memberikan penerimaan oleh kelompok antar pegawai agar pegawai lebih terjalin hubungan kerjasama yang baik antar sesama pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya.9 % 2 Setuju 24 82. diusahakan perusahaan untuk lebih memberikan perhatian untuk penerimaan oleh kelompok antar pegawai agar pegawai lebih terjalin hubungan kerjasama yang baik antar sesama pegawai dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya sehingga tercapai produktivitas yang tinggi bagi para pegawai.8 Tanggapan Responden Mengenai Penerimaan oleh Kelompok Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 6. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (82. Perlakuan yang Wajar Pegawai memerlukan perlakuan yang wajar dari perusahaan. Perusahaan tidak dapat memberi pekerjaan dengan semestinya. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh .9 % 4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT. 7. seperti para pegawai bekerja tidak boleh lebih dari 8 jam sehari.8 % 3 Ragu-ragu 3 6.90 Tabel 4. Berdasarkan observasi.

dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung sudah memberikan perlakuan yang wajar bagi para pegawainya. Diharapkan perusahaan lebih memerikan perlakuan yang wajar kepada para pegawai dalam melaksanakan tugasnya agar pegawai lebih merasa aman dalam menjalankan pekerjaannya. supaya para pegawai merasa nyaman saat mereka bekerja mereka tidak diperlakukan semena-mena oleh atasannya dalam melaksanakan tugas yang diberikan oleh atasan. bahwa perlakuan yang wajar bagi para pegawai. Berdasarkan observasi.9 % 3 Ragu-ragu 4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.9 Tanggapan Responden Mengenai Perlakuan yang Wajar Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 7 24. manajer Departemen Milk Processing PT. wawancara dan angket bahwa perusahaan sudah memberikan perlakuan yang wajar bagi para pegawai dalam melaksanakan tugasnya.9%) menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan perlakuan yang wajar kepada para pegawai.1 % 2 Setuju 22 75. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (75. Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai perlakuan yang wajar bagi para pegawai. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa tujuan dari perlakuan yang wajar bagi para pegawai.91 gambaran. perusahaan menetapkan jam kerja 8 jam per hari agar pegawai tidak .

Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung belum memberikan pengakuan akan prestasi para bagi para pegawainya. 8. manajer Departemen Milk Processing PT. untuk menghilangkan rasa bosan pada saat melaksanakan pekerjaannya. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT. Pengakuan akan Prestasi Pengakuan akan prestasi dari perusahaan dapat meningkatkan motivasi kerja pegawai karena pegawai akan mengetahui sampai mana dan bagaimana prestasi kerjanya selama ini yang dinilai oleh atasan pegawai itu sendiri. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa perusahaan telah memberikan dorongan serta kesempatan bagi karyawan dalam berinisiatif dan berkreativitas bagi seluruh pegawai Departemen Milk Processing.92 terlalu lelahh dalam melaksanakan pekerjaannya. dapat terlihat pada tabel berikut ini : . Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai kesempatan untuk maju / promosi jabatan bagi para pegawai. Selain itu perusahaan juga menetapkan 1 jam bagi pegai istirahat. bahwa dalam memberikan pengakuan akan prestasi para pegawai.

2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (58.6 % 3 Ragu-ragu 8 27. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa kreativitas pegawai dihargai oleh perusahaan agar dapat menumbuhkan rasa dihargai oleh perusahaan.6%) menyatakan bahwa perusahaan telah memberikan dorongan berupa kebebasan pegawai dalam berinisiatif dan berkreativitasi. wawancara dan angket bahwa perusahaan telah memberikan dorongan berupa kebebasan pegawai dalam berinisiatif dan berkretivitas perusahaan sudah memberikan kebebasan bagi pegawai dalam berinisiatif untuk mengeluarkan pendapat yang ingin disampaikan para pegawai . Diharapkan perusahaan dapat lebih memberikan dorongan berupa kebebasan pegawai dalam berinisiatif dan berkreativitasi kepada para pegawai agar pegawai lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya.6 % 4 Tidak Setuju 1 3.10 Tanggapan Responden Mengenai Dorongan Berupa Kebebasan Pegawai dalam Berinisiatif dan Berkreativitas Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 3 10. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung diperoleh gambaran.93 Tabel 4. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing PT. bahwa perusahaan menghargai atas kreativitas yang telah pegawai berikan terhadap persahaan. .4 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.3 % 2 Setuju 17 58. Berdasarkan observasi.

Berdasarkan observasi.8 % 4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. dapat terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4. . Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung Produktivitas tenaga kerja merupakan ukuran keberhasilan tenaga kerja menghasilkan suatui produk dalam waktu tertentu. Diharapkan perusahaan dapat lebih mengharagai kreativitas pegawai agar pegawai lebih bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya.2 % 3 Ragu-ragu 13 44.2%) menyatakan bahwa perusahaan telah menghargai kreativitas dari setiap pegawai. wawancara dan angket bahwa perusahaan telah menghargai kreativitas dari tiap pegawai dengan cara memberikan pujian kepada para pegawai yang dapat berkreativitas dan berinisiatif . sehingga produktivitas kerja yang tinggi dapat tercapai.94 Untuk lebih jelas peneliti akan menyajikan tanggapan responden mengenai kesempatan untuk maju / promosi jabatan bagi para pegawai. Kondisi Produktivitas Kerja Pegawai pada Departemen Milk Processing di PT.11 Tanggapan Responden Mengenai Kreativitas Pegawai Dihargai oleh Perusahaan Bagi Para Pegawai Departemen Milk Processing (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 16 55. Produktivitas kerja akan tercapai apabila terdapat pegawai-pegawai yang cukup memiliki kemampuan dan keterampilan serta dibantu oleh sarana lain yang mendukung. 2. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (55.

hal ini dapat terlihat dari selalu tercapai hasil sesuai dengan standar yang ditetapkan dalam pengerjaan pesanan susu setiap harinya walaupun masih adanya kerusakaan dalam hal pengemasan. ini terlihat dari pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai belum sesuai yang diharapkan oleh perusahaan. dapat diperoleh gambaran bahwa mutu kerja yang dicapai oleh para pegawai sudah memenuhi standar yang ditetapkan oleh perusahaan. oleh karena itu apabila hasil kerja yang dicapai pegawai sesuai dengan target yang telah ditentukan maka akan menghasilkan sesuatu yang lebih baik untuk perusahaan. mengenai tanggapan responden tentang mutu hasil kerja yang dicapai sudah sesuai target rencana dapat dilihat pada tabel 4. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa mutu kerja yang dilakukan oleh pegawai masih rendah. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan oleh peneliti kepada pegawai Departemen milk Processing PT.95 Produktivitas kerja penting dalam kegiatan organisasi karena berkaitan erat dengan kauntitas dan kuantitas hasil kerja. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departeman Milk Processing PT. Kualitas Kualitas merupakan mutu yang dihasilkan (baik tidaknya pengukuran kuantitatif keluaran mencerminkan pengukuran “tingkat keputusan”. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. yaitu seberapa baik penyelesaiannya. 1.12 berikut ini : .

3 % 4 Tidak Setuju 13 44. Hal ini terlihat dari masih adanya cacat produk yang dihasilkan pada saat pengemasan susu murni dalam kemasan. Berdasarkan hasil observasi. 2008 Berdasarkan tabel sebagian besar responden menjawab setuju.24 % 3 Ragu-ragu 11 37. 2.96 Tabel 4.83%. angket dan wawancara peneliti menganalisis bahwa jumlah mutu kerja yang dicapai oleh pegawai selama ini masih rendah. yang artinya jumlah mutu kerja tidak sesuai dengan target yang direncanakan.83 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.12 Tanggapan Responden Mengenai Mutu Kerja yang Dilakukan Sudah Sesuai Dengan Standar yang Ditetapkan (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 5 17. dengan presentase 44. Pengukuran kuantitatif melibatkan perhitungan keluaran dari proses atau pelaksanaan kegiatan. Kuantitas Kuantitas merupakan jumlah yang harus diselesaikan atau dicapai. sebaiknya perusahaan memberikan pelatihan dan sanksi kepada pegawai yang melakukan selalu melakukan kelalaian saat melaksanakn pekerjaannya. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakuakan pada Departemen Milk . Hal ini berkaitan dengan jumlah keluaran yang dihasilkan. Masih rendahnya mutu hasil kerja yang dicapai oleh pegawai selama ini dikarenakan pegawai dalam melaksanakan pekerjaan kurang teliti sehingga hasil pekerjaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

3 % 2 Setuju 20 69 % 3 Ragu-ragu 6 20. PT. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden (69%) menyatakan bahwa jumlah hasil kerja yang dilakukan sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh perusahaan. angket dan wawancara peneliti menganalisis bahwa jumlah hasil kerja yang dicapai oleh pegawai sesudah sesuai dengan target . mengenai tanggapan responden tentang jumlah hasil kerja yang dicapai sudah sesuai target rencana dapat terlihat pada tabel 4.97 Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan oleh peneliti kepada pegawai Departemen Milk Processing.13 berikut ini : Tabel 4.7 % 4 Tidak Setuju 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.13 Tanggapan Responden Mengenai Jumlah Hasil Kerja yang Sesuai dengan Target Waktu (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 3 10. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manager Departemen Milk Processing diperoleh suatu keterangan bahwa jumlah hasil kerja yang dicapai pegawai belum memenuhi target yang direncanakan oleh perusahaan. dapat diperoleh gambaran bahwa jumlah hasil kerja yang dicapai oleh para pegawai sudah memenuhi target rencana. Berdasarkan hasil observasi. hal ini dapat terlihat dari selalu tercapainya target produksi pesanan susu.

Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. dapat dilihat pada tabel 4. 1. 3. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. Pengukuran ketepatan waktu merupakan jenis khusus dari pengukuran kuantitatif yang menentukan ketepatan waktu penyelesaian suatu kegiatan. Ketepatan Waktu Ketepatan waktu merupakan sesuai tidaknya waktu yang direncanakan. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manajer Departeman Milk Processing PT. Ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman. dapay diperoleh gambaran bahwa pegawai dalam menyelesaikamn pekerjaan sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. mengenai tanggapan responden tentang ketepatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan. PT. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan oleh peneliti kepada pegawai Departemen Milk Processing. PT. diperoleh keterangan bahwa para pegawai sudah tepat waktu dalam menyelesaikan pekerjaan yang diberikan oleh atasan.98 waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing.14 berikut ini : . sehinggga penyelesaian pesanan susu cup tidak selesai tepat pada waktu yang ditentukan oleh pemesan dan oleh perusahaan.

Berdasarkan hasil observasi.14 Tanggapan Responden Mengenai Ketepatan Waktu Dalam Menyelesaikan Pekerjaan (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 3 10. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. angket dan wawancara peneliti menganalisis bahwa dalam melaksanakan pekerjaan tidak tepat waktu atau tidak sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.99 Tabel 4. hal ini terlihat dari tidak sesuainya waktu yang diberikan perusahaan dengan pekerjaan yang dibebankan sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan para pegawai telah sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. 2. dapat diperoleh gambaran bahwa waktu yang diberikan dalam melaksanakan pekerjaan tidak mencukupi. PT. Keterlambatan waktu dalam menyelesaikan pekerjaan dikarenakan kurangnya rasa tanggung jawab dari para pegawai dalam melaksanakan pekerjaan dan kurangnya kecakapan dari pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan.34 % 3 Ragu-ragu 9 31. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden menjawab tidak setuju dengan presentase 58.62 % yang artinya responden menganggap dalam menyelesaikan pekerjaan tidak selalu tepat pada waktunya.03 % 4 Tidak Setuju 17 58.62 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. Waktu Yang diberikan dalam Melaksanakan Pekerjaan Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing. .

72 % yang artinya responden menganggap waktu yang diberikan perusahaan belum mencukupi untuk menyelesaikan pekerjaan.100 Berdasarkan hasil wawancara wawancara yang peneliti lakukan dengan manajer Departeman Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. 2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden menjawab tidak setuju dengan presentase 51. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan oleh peneliti kepada pegawai Departemen Milk Processing. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman. angket dan wawancara peneliti menganalisis bahwa waktu yang diberikan perusahaan untuk menyelesaikan pekerjaan kurang mencukupi. dapat dilihat pada tabel 4.15 berikut ini : Tabel 4. PT. diperoleh keterangan bahwa terkadang waktu yang diberikan oleh perusahaan kepada pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan tidak mencukupi. karena waktu yang diberikan dengan jumlah pekerjaan tidak sesuai. yang menyebabkan pegawai merasa kewalahan dalam menyelesaikan pekerjaannya .34 % 3 Ragu-ragu 11 37. karena waktu yang diberikan dengan jumlah pekerjaan yang harus diselesaikan tidak sesuai sedangkan pegawai yang tersedia untuk menyelesaikan pekerjaan . Berdasarkan hasil observasi. mengenai tanggapan responden tentang waktu yang diberikan dalam menyelesaikan pekerjaan.15 Tanggapan Responden mengenai Ketepatan Waktu Yang diberikan dalam Melaksanakan Pekerjaan (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 3 10.72 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali. hal ini disebabkan oleh adanya pesanan susu cup yang banyak.93 % 4 Tidak Setuju 15 51.

Agronesia Divisi Makanan dan Minuman. mengenai tanggapan responden tentang kesalahan-kesalahan yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung.101 tidak memadai sehingga masih ada pekerjaan yang tidak dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Berdasarkan hasil observasi yang peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing. Berdasarkan hasil angket yang disebarkan oleh peneliti kepada pegawai Departemen Milk Processing. dapat diperoleh gambaran bahwa dalam melaksanakan pekerjaan pegawai sering melakukan kesalahan yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat waktunya. 3. PT. PT. Berdasarkan hasil wawancara yang peneliti lakukan dengan manajer Departeman Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. hal ini terlihat pada bagian pengemasan (packaging) sering dijumpai cup-cup yang rusak atau pada mesin pengemasan (packaging) tidak terdapat cup. karena pegawai lupa menaruh cup pada mesin pengemasan (packaging). Kesalahan-kesalahan yang Menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya. diperoleh keterangan bahwa pegawai masih sering melakukan kesalahan dalam melaksanakan dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga mengakibatkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya. dapat dilihat pada tabel 4.16 berikut ini : .

2008 Berdasarkan tabel diatas sebagian besar responden menjawab setuju dengan presentase 58.03 % 4 Tidak Setuju 3 10. Berdasarkan hasil observasi. . hal ini disebabkan para pegawai kurang teliti dan tergesa-gesa dalam menyelesaikan pekerjaan. Seperti yang sering terjadi pada saat pengemasan susu ke dalam mesin pengemasan susu cup.16 Tanggapan Responden Mengenai Kesalahan-kesalahan yang Menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya (N=29) No Alternatif Jawaban Frekuensi Persentase 1 Sangat Setuju 2 Setuju 17 58.62 % yang artinya responden membenarkan sering melakukan kesalahan-kesalahan yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat pada waktunya.62 % 3 Ragu-ragu 9 31. angket dan wawancara peneliti menganalisis bahwa dalam setiap melaksanakan pekerjaan para pegawai kadang-kadang melakukan kesalahan yang menyebabkan pekerjaan tidak selesai tepat waktunya. pegawai seringkali lupa menaruh cup susu ke dalam mesin atau terjadinya kerusakan pada mesin yang menyebabkan pegawai mengalami keterlambatan dalam menyelesaikan pekerjaannya.34 % 5 Sangat Tidak Setuju Jumlah 29 100 % Sumber : Data Kuesioner diolah kembali.102 Tabel 4.

103 B. tentukan nilai batas untuk z. Berdasarkan jawaban responden. Untuk setiap pertayaan. Hitung nilai _umeric penskalaan (scale value) untuk setiap pilihan jawaban melalui persamaan : Density at lower limit – Density at upper limit Scale value Dimana : Density at lower limit = Kepadatan batas bawah Density at upper limit = Kepadatan batas atas Area under upper limit = Daerah di bawah batas atas = Area under upper limit – areas under lower limit . untuk setiap pertanyaan hitung proposisi komulatif setiap pilihan jawaban. 4. 5. Perhitungan Metode Sucsessive Interval (MSI) Angket yang disebarkan kepada responden menghasilkan data tanggapan responden dalam bentuk data ordinal. Analisis Pengaruh Motivasi Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Pada Departemen Milk Processing Di PT. 2. Berdasarkan frekwensi yang diperoleh untuk setiap pertanyaan. hitung proposisi setiap jawaban. Adapun langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut : 1. Data yang bersifat ordinal tersebut harus ditransfer ke dalam data interval melalui method of successive interval. maka untuk analisis selanjutnya nilai ordinal harus dinaikkan menjadi bentuk interval. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung 1. 3. untuk setiap pertanyaan hitung frekuensi setiap jawaban. Sementara untuk mengukur validitas dengan mengguankan Product Moment data yang dipakai harus dalam bentuk interval. Berdasarkan proposisi tersebut.

Sebuah instrumen dapat dikatakan sahih apabila dapat mengukur apa yang diukur. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauhmana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud (Arikunto.1. digunakan rumus sebagai berikut : rXY = {n∑X − (∑X) }. Analisis Alat Instrumen Penelitian 2.{n∑Y − (∑Y) } 2 2 2 2 n. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan.104 Ares under lower limit = Daerah di bawah batas bawah 6. ∑Y) . 1998:160). karena pengujian bertujuan untuk mengetahui apakah instrumen telah memenuhi persyaratan baik ditinjau dari segi kesahihan/validitasnya maupun dari segi keterandalannya. (Soepono dalam Iskandar. Menurut Sugiono (1999 : 109) “Sebuah instrumen penelitian dapat dikatakan valid jika instrumen penelitian tersebut dapat diguankan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur”. 2004:65) sebagai berikut : Untuk menetukan nilai korelasi. Adapun alat pengujian yang dipakai adalah rumus korelasi Product Moment Pearson. Uji Validitas Alat Ukur Pengujian instrumen penelitian sangat penting dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan.∑XY− (∑X)( . Hitung Skor (nilai hasil transformasi) untuk setiap pilihan jawaban dengan persamaan berikut : Score = Scale Value – Scale Value min imum + 1 2.

177 0.492 0.615 0.030 0.367 Valid 6 0.361 0.367 Valid 4 0. Bagi peneliti yang menginginkan pengujian terhadap item dapat dilakukan dengan mengkorelasikan item dengan skor total pada faktor.086 0.434 0. Skor item dipandang sebagai nilai X dan skor total dipandang sebagal Y. Dengan diperolehnya indeks validitas setiap item dapat diketahui dengan pasti item-item manakah yang tidak memenuhi syarat ditinjau dan validitasnya.367 Valid 9 0.367 Valid 11 0.494 0. dikatakan signifikan apabila nilai r tabel dari item lebih kecil dari nilai r korelasi menggunakan tabel r untuk korelasi product moment dengan mengambil α = 0.367 Valid 8 0.367. Suatu item dikatakan valid apabila nilai r atau nilai korelasi antara skors item dengan totalnya menunjukkan koefisien yang signifikan.367 Tidak Valid 7 0.367 Tidak Valid Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008 .367 Tidak Valid 10 0. Berdasarkan informasi tersebut peneliti dapat mengganti ataupun merevisi item-item dimaksud.367 Valid 2 -0.105 Untuk menguji validitas setiap item maka skor-skor yang ada pada item yang dimaksud dikorelasikan dengan skor total.367 Tidak Valid 3 0.05 dan n = 29 maka didapat nilai rtabel = 0.691 0. Tabel 4.367 Tidak Valid 5 0.018 0. apabila terdapat pernyataan item yang tidak valid maka data yang didapat tidak bisa digunakan untuk analisis selanjutnya.1 Hasil Uji Validitas Kesioner Variabel X (Motivasi Pegawai) Item r r tabel Keputusan 1 0.484 0.

662 0. bila alat pengukur tersebut digunakan dua kali atau lebih.517 0.566 0. Jadi dengan kata lain bahwa Reliabilitas adalah indeks yang menunjukan sejauh mana suatu alat pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan.2 Tabel Pengujian Validitas untuk Variabel Y (Produktivitas Kerja) Item r r tabel Keputusan 12 0. Tabel 4.367 Valid 14 0.367 Tidak Valid 13 0. untuk mengukur gejala yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten.592 0.367 Valid Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008 Selanjutnya untuk variabel Y (Produktivitas Kerja ) yang terdiri dari lima item pertanyaan dapat dilihat bahwa empat item pertanyaan valid sehingga data bisa diteruskan ke analisis selanjutnya 2.106 Berdasarkan tabel diatas diperoleh gambaran bahwa uji instrumen untuk variabel Motivasi Pegawai mengidentifikasikan sembilan item pertanyaan valid.367 Valid 15 0. sehingga hasil pengukuran dapat dipercaya hanya apabila dalam beberapa kali pengukuran terhadap kelompok subyek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama. selama aspek yang diukur dalam diri subyek memang belum berubah.096 0.2. Uji Reliabilitas Uji Reliabilitas bertujuan untuk menunjukan sejauh mana suatu hasil pengukuran relatif konsisten apabila pengukuran diulangi dua kali atau lebih. Setiap instrument seharusnya memiliki kemampuan untuk memberikan hasil pengukuran yang konsisten. Teknik pengujian reliabilitas yang .367 Valid 16 0. sehingga untuk semua pertanyaan tersebut dimasukkan dalam analisis selanjutnya.

+0.80 .+0.+1.+0.70 .------------) k –1 Dimana α k σt² Σσь² σ t² = Reliablitas Instrument = Banyak butir pertanyaan = Varians Total = Jumlah Varians Butir Seperti halnya koefisien validitas.79 Kurang dari 0.90 .7107 Cukup bagus 2 Produktivitas Kerja (Y) 0. Balian (1988) juga memberikan pedoman untuk koefisien reliabilitas. sehingga Tabel 4.84 +0.3 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen Penelitian Nilai Keterangan No Variabel Penelitian Reliabel 1 Motivasi Pegawai (X) 0.889 +0. yaitu sebagai berikut : +0.70 : : : : : luar biasa bagus sangat bagus bagus cukup kurang. yaitu menghitung koefesien Alpha yang merupakan rata-rata dari koefesien belah dua yang dihitung untuk semua kemungkinan membelah dua item-item score.7351 Cukup bagus Sumber : Hasil Pengolahan Data 2008 .00 +0.85 .107 digunakan dalam penelitian ini yaitu uji reliabilitas dengan menggunakan teknik Cronbach Alpha. perumusannya adalah sebagai berikut : k Σσb² α = (----------------) (1 .

Secara statistik untuk mencari nilai seberapa besar hubungan antara variable X dan Y ini dicari dengan menggunakan rumus Korelasi Pearson.1. artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Variabel X dengan Y Kemudian pengujian yang kedua adalah pengujian terhadap keberartian koefisien atau pengaruh dengan hipotesis: H0 : βi = 0 . Koefisien Korelasi X Pada Y Sebelum melakukan pengujian terhadap pengaruh suatu Variabel maka terlebih dahulu dilihat seberapa besar hubungan antar kedua variabel tersebut.108 3. yaitu variabel Motivasi Pegawai terhadap variabel Produktivitas Kerja. di mana alat analisis ini dipilih berdasarkan bentuk data yang akan diolah sudah dalam bentuk skala pengukuran interval dengan menggunakan rumus sebagai berikut : . pengujian yang pertama adalah pengujian terhadap koefisien korelasi yang bertujuan untuk melakukan pengujian apakah hubungan yang terjadi antara dua variabel tersebut signifikan atau tidak. artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap Y H1 : βi ≠ 0 . Pengujian Hipotesis Penelitian Pengujian hipotesis dalam penelitian analisis ini terbagi atas dua pengujian. dengan hipotesis sebagai berikut : H0 : ρ = 0 . artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel X terhadap Y 3. artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Variabel X dengan Y H1 : ρ ≠ 0 .

80 – 1. sehingga dapat dikatakan bahwa hubungan antara Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja mempunyai tingkat hubungan yang kuat dan searah.20 – 0. 29 29 Motivasi Pegawai Produktivitas Kerja Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N **.199 Sangat rendah 2 0.00 – 0.4 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Nomor Interval Koefisien Tingkat Hubungan 1 0. maka diperoleh nilai korelasi atau hubungan antara Motivasi Pegawai dan Produktivitas Kerja sebesar 0. Correlation is significant at the 0.40 – 0.399 Rendah 3 0.000 29 29 .638.000 . sesuai dengan pedoman interpretasi koefisien korelasi maka angka korelasi sebesar 0.799 Kuat 5 0.599 Sedang 4 0.109 rP = ∑ ( X − X )(Y − Y ) (n − 1) S X S Y Dimana SX dan SY masing-masing adalah nilai simpangan baku dari variabel X dan variabel Y.638 tersebut masuk dalam kategori hubungan yang Sedang. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .000 .00 dapat dilihat pada tabel di bawah ini : Correlations Motivasi Produktivitas Pegawai Kerja 1.000 Sangat Kuat Sumber : Sugiono : 2000 : 149 .60 – 0.638** 1. Tabel 4.000 . Sebagaimana terlihat dari perhitungan di atas. selanjutnya dilakukan pengujian keberartian hubungannya. artinya apabila Motivasi Pegawai ditingkatkan maka Produktivitas Kerja akan bertambah begitu pula sebaliknya apabila Motivasi Pegawai menurun maka Produktivitas Kerja akan menurun pula. Hasil perhitungan Korelasi Pearson dengan program SPSS versi 10.638** .01 level (2-tailed).

2.315 0.316 dengan mengambil nilai α = 0.110 3. artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja H1 : ρ ≠ 0 . Selanjutnya untuk menghitung seberapa besar pengaruh Motivasi Pegawai terhadap Produktivitas Kerja dapat dilihat dengan menggunakan analisis regresi linier sederhana berikut. karena t hitung > ttabel maka untuk kedua variabel tersebut yaitu Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja memberikan hubungan yang berarti.768 = 4.dan signifikan.699. sehingga perhitungannya adalah sebagai berikut : H0 : ρ = 0 . artinya terdapat hubungan yang signifikan antara Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja Uji Signifikansi t = rP n − 2 1 − rP 2 t= = 0.638 29 − 2 1 − (0.1 = 28 maka didapat nilai ttabel = 1. . Selanjutnya nilai thitung dapat diperoleh dengan menggunakan rumus signifikansi sebagaimana tertuang pula dalam Sugiono (2000 : 150).316 Nilai thitung yang didapat adalah 4.05 dan dk = 29 . Uji Signifikansi Hubungan Pengujian keberartian hubungan antar variabel Motivasi Pegawai dengan Produktivitas Kerja digunakan statistik uji t.638 ) 2 3.

3.0 didapat output sebagai berikut : . X = Subyek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu. e = variabel kekeliruan Sugiyono (1999:204) Harga dari a dan b dapat dicari dengan rumus. menurut Sugiyono (1999:206) (∑ Yi )(∑ Xi ) − (∑ Xi )(∑ XiYi ) a= n ∑ Xi − (∑ Xi ) 2 2 2 b = n ∑ XiYi − n ∑ Xi 2 (∑ Xi )(∑ − (∑ Xi ) Yi ) 2 Dengan menggunakan bantuan software SPS versi 10. Persamaan Umum Regresi linier sederhana adalah : Y = a + bX1 + e Dimana : Y = Subyek dalam variabel dependen yang diprediksikan. a = Harga Y bila X = 0 (harga konstan) b = Angka arah koefisien regresi. yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada variabel independen apabila b (+) maka terdapat kenaikan sedangkan jika b (-) maka terjadi penurunan. Pengujian dengan Regresi Linier Sederhana Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional maupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen.111 3.

538 0. .4 Pengaruh Variabel X Terhadap Y Untuk melihat pengaruh (X1) terhadap (Y). artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Motivasi Pegawai terhadap Produktivitas Kerja Statistik uji yang digunakan adalah statistik uji t dengan . maka diajukan hipotesis sebagai berikut: “Terdapat Pengaruh Motivasi Pegawai terhadap Produktivitas Kerja”. t = b1 s1 0. hal ini menunjukkan kesignifikan-an sehingga diperoleh pengaruh dengan tidak melibatkan nilai konstanta maka.538 satuan dengan kenaikan yang signifikan.112 Coefficients a Model 1 (Constant) Motivasi Pegawai Unstandardized Coefficients B Std. H0 : βi = 0 .125 = 4. apabila nilai X naik sebesar satu satuan maka nilai Y akan naik sebesar 0.304 t= .000 a.041 + 0.125 Standardi zed Coefficien ts Beta .638 t -.807 4.427 .309 Sig. Error -4.05. Dependent Variable: Produktivitas Kerja Maka Persamaan Regresinya adalah : Y = -4.538 dengan nilai probabilitas = 0.538 . artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara Motivasi Pegawai terhadap Produktivitas Kerja H1 : βi ≠ 0 .538 X + e Berdasarkan persamaan diatas ternyata didapat nilai koefisien untuk variabel Motivasi Pegawai sebesar 0.007 . 3.000 < 0.041 5.

05. (4.638a .8098 Model 1 R R Square .304 > 1. Perhitungannya diperoleh dengan cara mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan di atas.28 = 1. Predictors: (Constant). . sisanya. Motivasi Pegawai KD = rP2 = 0.113 Dengan mengambil nilai α = 0. maka kontribusi variabel Motivasi Pegawai terhadap variabel Produktivitas Kerja adalah sebesar 40.3 % adalah faktor-faktor lain yang tidak teridentifikasi.7 %. artinya Motivasi Pegawai memberikan pengaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja 3.385 Std.407 Dengan demikian.638 x 0.407 a.638 = 0.5.05 dan dk = 29-1 = 28 maka didapat nilai t0. sehingga hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut : Model Summary Adjusted R Square . Koefisien Determinasi (r2) Koefisien determinasi ini diperlukan untuk melihat berapa besar kontribusi variabel dependen (X) kepada variabel independen (Y).699 karena nilai t hitung > ttabel. sebesar 50. Error of the Estimate 1.699) maka H0 ditolak.

hal ini disebabkan oleh belum adanya rencana untuk merenovasi ruang pengemasan susu murni kemasan plastik. Ruang kerja yang tidak memadai belum bisa diperbaiki agar lebih nyaman. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. 1. Begitu juga yang dialami oleh Departeman Milk Processing PT. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung. dalam rangka pencapaian tujuan tersebut tidak selamanya akan berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan-hambatan. adakalanya rencana semuala yang ditetapkan mengalami penyimpanganpenyimpangan oleh karena adanya faktor-faktor yang tidak terlihat atau tidak diperhitungkan. Sehubungan dengan hal tersebut. dalam melaksanakan produktivitas kerja pegawai telah berusaha semaksimal mungkin akan tetapi dalam pelaksanaan kegiatan produktivitas kerja pegawai masih mengalami masalah. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung.114 C. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung dalam melaksanakan produktivitas kerja pegawai. adalah sebagai berikut : a. Hambatan-hambatan dan usaha-usaha dalam Pelaksanaan Motivasi Karyawan yang Berpengaruh terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Departemen Milk Processing di PT. Setiap perusahaan dalam melaksanakan kegiatan usahanya selalu mempunyai tujuan yang harus dicapai. . maka peneliti mencoba mengemukakan hambatan-hambatan yang dialami oleh Departemen Milk Processing PT. Hambatan-hambatan dalam Pelaksanaan Motivasi Pegawai terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Departemen Milk Processing di PT.

. Adapun usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan produktivitas kerja pegawai adalah sebagai berikut : a. Perusahaan memberikan pelatihan-pelatihan bagi pegawai-pegawai yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah untuk meningkatkan keahlian mereka. c. c. b. Beban pekerjaan yang diterima oleh pegawai tidak sebanding dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan selama ini. Usaha-usaha dalam Pelaksanaan Motivasi Pegawai terhadap Produktivitas Kerja Pegawai Departemen Milk Processing di PT.115 b. Manajemen perusahaan belum memiliki anggaran yang cukup bagi pegawai yang memiliki potensi untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi sehingga tidak ada motivasi karyawan untuk lebih maju dan berkembang. Perusahaan menyediakan kipas angin atau AC di ruang pengemasan susu murni kemasan plastik agar sirkulasi udara di dalam ruangan lebih baik. Perusahaan mengevaluasi kinerja para pegawai untuk menentukan upah yang sesuai dengan beban pekerjaan yang diterima oleh pegawai. 2. Agronesia Divisi Makanan dan Minuman Bandung.

2. serta upah karyawan yang belum adil dan layak bagi pegawai. Adapun kesimpulannya adalah sebagai berikut : 1.116 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Peneliti menemukan permasalahan pada . antara lain terlihat dari unsur tempat kerja yang kurang baik yang menyebabkan pegawai kurang memotifasi diri dalam melakukan pekerjaannya serta kesempatan untuk maju/promosi pegawai masih kurang diberikan kepada pegawai karena tingkat pendidikan pegawai yang masih rendah dan hanya mengandalkan pengalaman pegawai saja selama bekerja. Agronesia divisi Makanan dan Minuman Bandung belum sepenuhnya berjalan dengan baik. karena upah yang diterima sekarang oleh karyawan belum mampu memenuhi kebutuhan hidup pegawai seharihari. Agronesia divisi Makanan dan Minuman Bandung masih rendah. Pelaksanaan motivasi pada Departemen Milk Processing di PT. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah peneliti lakukan pada Departemen Milk Processing di PT. Kondisi produktivitas kerja pegawai pada Departemen Milk Processing di PT. Agronesia divisi Makanan dan Minuman Bandung. hal ini. hal ini dilihat dari belum terlaksananya faktor yang dapat meningkatkan produktivitas kerja secara keseluruhan dengan baik. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan kemajuan dan saran yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan kemajuan perusahaan dimasa-masa yang akan datang.

hal ini terlihat dari tidak sesuainya waktu yang diberikan perusahaan dengan pekerjaan yang dibebankan sehingga dalam menyelesaikan pekerjaan para pegawai telah sesuai dengan waktu yang ditetapkan oleh perusahaan. dan mempunyai tingkat hubungan yang kuat dan searah. 4. 3. Hambatan yang dihadapi oleh atasan Departemen Milk Processing di PT. . dan sisanya adalah hal diluar penelitian. karena dalam melaksanakan atau menyelesaikan pekerjaannya para pegawai kurang teliti hal ini terlihat dari sering terjadinya kesalahan yang dilakukan oleh pegawai Departemen Milk Processing terhadap produk produk yang dihasilkan masih terdapat cacat produk. Manajemen perusahaan belum memiliki anggaran yang cukup bagi pegawai yang memiliki potensi untuk dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi sehingga tidak ada motivasi karyawan untuk lebih maju dan berkembang.117 faktor kualitas (mutu) kerja pegawai masih rendah. Agronesia divisi Makanan dan Minuman Bandung dalam melaksanakan unsur penggerak produktivitas kerja pegawai adalah : a. Ruang kerja yang tidak memadai belum bisa diperbaiki agar lebih nyaman. adanya pengaruh positif yang signifikan Motivasi Karyawan terhadap Produktivitas Kerja Karyawan. b. Berdasarkan hasil perhitungan regresi linier sederhana sehingga di dapat. hal ini disebabkan oleh belum adanya rencana untuk merenovasi ruang pengemasan susu murni kemasan plastik. serta waktu yang diberikan dalam melaksanakan pekerjaan tidak mencukupi.

Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi hambatan tersebut adalah : a. Beban pekerjaan yang diterima oleh pegawai tidak sebanding dengan gaji yang diberikan oleh perusahaan selama ini. 2. b. . dan pegawai lebih nyaman bekerja sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Sebaiknya perusahaan menyediakan kipas angin di ruang pengemasan susu murni kemasan plastik agar sirkulasi udara di dalam ruangan lebih baik. c. Perusahaan memberikan pelatihan-pelatihan bagi pegawai-pegawai yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah untuk meningkatkan keahlian mereka. Perusahaan mengevaluasi kinerja para pegawai untuk menentukan upah yang sesuai dengan beban pekerjaan yang diterima oleh pegawai. Perusahaan menyediakan kipas angin atau AC di ruang pengemasan susu murni kemasan plastik agar sirkulasi udara di dalam ruangan lebih baik.118 c. B. Perusahaan memberikan pelatihan-pelatihan bagi pegawai-pegawai yang mempunyai tingkat pendidikan yang rendah untuk meningkatkan keahlian mereka. Saran Peneliti pada kesempatan ini akan menyampaikan beberapa saran yang mudah-mudahan dapat dijadikan bahan masukan untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. adapun saran tersebut adalah sebagai berikut : 1.

Sebaiknya perusahaan mengevaluasi kinerja para pegawai untuk menentukan upah yang sesuai dengan beban pekerjaan yang diterima oleh pegawai. 4.119 3. sehingga pegawai dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang diberikan serta pekerjaan yang dibebankan kepada pegawai. Sebaiknya perusahaan memberikan waktu yang mencukupi sesuai dengan beban pekerjaan yang diterima oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya. . Sebaiknya atasan meningkatkan kualitas kerja yang dicapai oleh pegawai sehingga produk yang dihasilkan tidak ada yang cacat produk yang disebabkan oleh kelalaian pegawai. 5.

Metode Penelitian Administrasi. MM. Hasibuan. Jakarta : Bumi Aksara. Manajemen Sumber Daya Manusia (Edisi Revisi). Raja Grafindo Persada. Arikunto. Jakarta : PT. Muchdarsyah (2008). (2000) : Manajemen Sumber Daya Manusia. Sugiyono. Remaja Rosda Karya. Jakarta : PT. Bandung : Mandar Maju. Jakarta : Bumi Aksara. Raja Grafindo Persada. (2000). Sondang P. PT. Alfabeta. Rineka Cipta. Jakarta : PT. MPA (2004). Yogyakarta : Tugu . Sedarmayanti. Teori Motivasi dan Aplikasi. Tata Kerja dan Produktivitas Kerja. Yogyakarta : Graha Ilmu. (1996). (1998). Produktivitas Apa dan Bagaimana. Mangkunegara. Anwar P. Triton (2005). Sonny.120 DAFTAR PUSTAKA Agus Dharma. Jakarta : Bumi Aksara. Sumarsono. Edisi ke-10 revisi. (2004). (2003). Bandung. Siagian. (2003). (2003). Ekonomi Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ketenagakerjaan. (2000). Sedarmayanti. Paradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusiai. Dr. Rivai Veithzal. Manajemen Supervisi. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan. Bandung : Mandar Maju. Sastohadiwiryo. Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Perusahaan Dari Teori ke Praktek.P. Bandung : PT. Malayu S. (2003). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Manajemen Tenaga Kerja Indonesia. Rineka Cipta. Suharsimi. Statistik Untuk Penelitian. Prof. Bandung : Alfabeta. Sugiyono. (2003). Sinungan. Drs.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->