P. 1
TOKSISITAS

TOKSISITAS

|Views: 791|Likes:

More info:

Published by: Aldillah Nisriana Putri on Jun 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/22/2014

pdf

text

original

TOKSISITAS Toksisitas Amfetamin dan Sianida I. Tujuan 1.

Mengetahui dan memahami mekanisme kerja yang mendasari manifestasi efek dan toksisitas amfetamin. 2. Melihat pengaruh lingkungan terhadap toksisitas amfetamin 3. Memahami bahaya penggunaan amfetamin dan obat sejenis 4. Mengetahui dan memahami mekanisme terjadinya manifestasi keracunan sianida dan gejala-gejala keracunan sianida. 5. Mengerti mekanisme kerja antidotum untuk sianida 6. Agar mahasiswa terampil menangani kasus CN dengan memilihkan antidote yang tepat.

II.

Tinjauan Pustaka Toksikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang racun. Pengertian lain yaitu semua subtansi yang digunakan, dibuat, atau hasil dari suatu

formulasi dan produk sampingan yang masuk ke lingkungan dan punya kemampuan untuk menimbulkan pengaruh negative bagi manusia. Keracunan dapat ditimbulkan oleh zat kimia ( zat industri, obat, kosmetik, BTM), insektisida, tumbuhan ( jamur), dan hewan (bisa ular/lebah). Bentuk toksisitas : a. Toksisitas fisika : dermatitis, kulit kering, kulit pecah, iritasi, demam dll. Yang disebabkan oleh radiasi. b. Toksisitas kimia : disebabkan oleh asam kuat, logam merkuri, dll. c. Toksisitas fisiologis : yang mempengaruhi ensim dalam metabolisme. Semua zat adalah racun yang tegantung dari dosis dan lama kontak. Zat bersifat racun yang berada dalam tubuh belum tentu bersifat racun karena sangat tergantung dari kadar zat tersebut dalam tubuh. Konsentrasi zat yang kontak dalam waktu lamam dan tidak menimbulkan efek toksik disebut ambang batas. - Keracunan : a. Keracunan akut : terjadi segera disebabkan logam, insektisida, obat dll.

kuning. Amfetamin meningkatkan pelepasan katekolamin yang mengakibatkan jumlah neurotransmiter golongan monoamine (dopamin. Cara yang paling umum dalam menggunakan amfetamin adalah dihirup melalui tabung. Zat tersebut mempunyai mempunyai beberapa nama lain: ATS. Keracunan kronis : terjadi dalam waktu lama dan terjadi penimbunan dalam tubuh. kelainan mental dan tingkah laku yang disebabkan oleh amfetamin diklasifikasikan ke dalam golongan F15 (Amfetamin yang menyebabkan ketergantungan psikologis). Akan tetapi. Amfetamin memiliki banyak efek stimulan diantaranya meningkatkan aktivitas dan gairah hidup.mutagenic. attention-deficit hyperactivity disorder (ADHD).b. Secara klinis. Amfetamin dapat berupa bubuk putih. menekan nafsu makan. maupun coklat. dan menurunkan keinginan untuk tidur. ice. SS. atau bubuk putih kristal kecil. ubas. Hirropon dan lain sebagainya. norepinefrin. meningkatkan mood. dalam keadaan overdosis. Senyawa ini memiliki nama kimia α–methylphenethylamine merupakan suatu senyawa yang telah digunakan secara terapetik untuk mengatasi obesitas. tetapi amfetamin memiliki waktu paruh lebih panjang dibandingkan dengan kokain (waktu paruh amfetamin 10 – 15 jam) dan durasi yang memberikan efek euforianya 4 – 8 kali lebih lama dibandingkan kokain. dll. efekefek tersebut menjadi berlebihan. Amfetamin adalah kelompok obat psikoaktif sintetis yang disebut sistem saraf pusat (SSP) stimulants. Keracunan kronis dapat menyebabkan kanker. Shabu. efek amfetamin sangat mirip dengan kokain. Quartz. Berdasarkan ICD-10 (The International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems). tubuh memberikan “signal” bahwa tubuh membutuhkan senyawa-senyawa itu lagi. Hal ini disebabkan oleh stimulator-stimulator tersebut mengaktivasi “reserve powers” yang ada di dalam tubuh manusia dan ketika efek yang ditimbulkan oleh amfetamin melemah. menurunkan rasa lelah. Speed.stimulan. dan serotonin) dari saraf pra-sinapsis meningkat. meningkatkan konsentrasi. kerusakan organ. dan narkolepsi. Glass. Amfetamin merupakan satu jenis narkoba yang dibuat secara sintetis dan kini terkenal di wilayah Asia Tenggara. Amfetamin terdiri dari dua senyawa yang berbeda: dextroamphetamine murni and .

Hitung VAO untuk masing-masing hewan percobaan 3. dextroamphetamine juga lebih kuat daripada campuran amfetamin. dan beberapa orang terus menggunakan untuk menghindari turun dari obat Obat-obat yang termasuk ke dalam golongan amfetamin adalah: 1. ecstasy atau Adam). Alat dan Bahan Alat Timbangan hewan Stopwatch Alat suntik Alat gelas Bahan Amfetamin 10 dan 20 mg/kg BB NaNO2 20mg/kgBB NaCN 20mg/kgBB NaCl Fisiologis 20mg/kgBB Na2S2O3 20mg/kgBB IV.pure levoamphetamine. Metilendioksimetamfetamin (MDMA. Since dextroamphetamine is more potent than levoamphetamine.dan levoamphetamine murni. Amfetamin 2. Cara Kerja 1. Untuk toksisitas amfetamin obat yang disuntikkan pada hewan percobaan adalah amfetamin 20mg/kgBB 4. dan membuat seseorang merasa lebih percaya diri. Untuk obat sianida kelompok 1 mencit 1 berikan obat NaNO2 20mg/kgBB secara subkutan dan NaCN 20mg/kgBB secara oral. . III. Perasaan ini bisa bertahan sampai 12 jam. Metamfetamin 3. Efek amfetamin termasuk rasa kesejahteraan. pure Karena dextroamphetamine lebih kuat daripada levoamphetamine. Timbang hewan dan tandai untuk tiap kelompok 2. untuk mencit 2 NaCl Fisiologis 20mg/kgBB secara subkutan dan NaCN 20mg/kgBB secara oral. Amfetamin dapat membuat seseorang merasa energik.

Lihat gejala-gejala sesuai dengan parameter yang ditentukan dan catat waktunya. VI. VII. 6. l. sebuah pembawa pesan kimia sangat aktif dalam mesolimbic dan mesocortical jalur imbalan. yang nucleus accumbens . Bahas dan tarik kesimpulan.phenethylamine adalah dua contoh. anatomi komponen jalur tersebut-termasuk striatum . yang terbentuk dalam sistem saraf perifer serta dalam otak itu sendiri.5. Fakta bahwa amfetamin mempengaruhi aktivitas neurotransmitter khusus di daerah terlibat dalam memberikan wawasan tentang konsekuensi perilaku obat. .Fenilalanin dan β. yaitu molekul struktur serupa yang ditemukan secara alami di otak. Tidak mengherankan. Selain itu. Salah satu neurotransmiter tersebut adalah dopamin . antara lain negara afektif terkait. neurotransmiter yang terlibat dalam jalur berbagai hal penting di otak tampaknya menjadi target utama dari amfetamin.Amphetamine telah ditemukan memiliki beberapa analog endogen. Hasil Pembahasan Kesimpulan Pertanyaan 1. seperti timbulnya stereotip euforia . Jelaskan mekanisme kerja yang mendasari efek farmakologi amfetamin Jawaban: Sistem saraf utama yang dipengaruhi oleh amfetamin sebagian besar terlibat dalam sirkuit otak. Molekul-molekul ini berpikir untuk memodulasi tingkat kegembiraan dan kewaspadaan. dan ventral striatum -telah ditemukan untuk menjadi situs utama dari tindakan amfetamin. V.

diazepam. barbital. d. akibatnya metabolisme obat-obat ini lambat sekali. terutama yang bersifat lipofil (larut lemak) dapat menstimulir pembentukan dan aktivitas enzim-enzim hati. Pemakaian Obat lain: Banyak obat. Genetik: Ada orang orang yang tidak memiliki faktor genetika tertentu misalnya enzim untuk asetilasi sulfonamida atau INH. Sebaliknya dikenal pula obat yang menghambat atau menginaktifkan enzim hati disebut inhibisi enzim. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi toksisitas amfetamin Jawaban: a. . Hal ini berlaku sampai titik dimana konsentrasi menjadi sedemikian tinggi sehingga seluruh molekul enzim yang melakukan metabolisme berikatan terus menerus dengan obat dan tercapai kecepatan biotransformasi yang konstan. maka reaksi metabolisme obat lebih lambat (terutama pembentukan glukoronida antara lain untuk reaksi konjugasi dengan kloramfenikol. asetosal. b. e. jumlah albumin serum berkurang. metabolsime dapat berlangsung lebih cepat atau lebih lambat. Untuk menghindari keracunan maka pemakaian obat-obat ini untuk bayi sebaiknya dihindari. Fungsi Hati: Pada gangguan fungsi hati. Hal ini disebut induksi enzim.2. Usia: Pada bayi baru lahir (neonatus) belum semua enzim hati terbentuk. atau dikurangi dosisnya. sehingga efek obat menjadi lebih lemah atau lebih kuat dari yang diharapkan c. Hal ini menyebabkan terhambatnya biotrnasformasi obat yang seringkali berakibat akumulasi atau keracunan. petidin).Pada orang usia lanjut banyak proses fisiologis telah mengalami kemunduran antara lain fungsi ginjal. enzim-enzim hati. sulfonamida. Konsentrasi Obat: Umumnya kecepatan biotransformasi obat bertambah bila konsentrasi obat meninggi.

Perubahan perilaku seksual 4. keringat atattu dalam air susu. h.Pb. 2. atau mencegah absorbsi racun.Cd. e. Keracunan As. Jelaskan mekanisme kerja mengapa dengan jalan memperbanyak ekskresi gejala racun amfetamin dapat dihilangkan Jawaban: Ginjal merupakan organ yang penting untuk ekskresi obat. Jelaskan efek apa yang terlihat pada mencit setelah pemberian amfetamin dan bagaimana gejala keracunan pada amfetamin Jawaban: Meningkatkan suhu tubuh. b. Obat yang tidak diabsorbsi dari penggunaan obat melalui oral. 5. Obat dapat diekskresikan melalui paru – paru. Keracunan sianida : 4 dimetilaminofenol HCl (4-DMAP) dan natrium tiosulfat. Meningkatkan denyut jantung. muskarin reaktivator kolinesteras (pralidoksin.Zn : kalsium trinatrium pentetat. Ni. Jenis antidotum yang digunakan pada keracunan : a. Obat yang diekskresikan melalui empedu dan tidak direabsorbsi dari usus. g. Sb : dimerkaprol(BAL =british anti lewisit). Tremor. Obat yang diekskresikan bersama feses berasal dari : 1. Keracunan glikosida jantung : antitoksin digitalis. Keracunan insektisida (alkali fosfat). Euforia. Maka dalam penggunaan obat pada pasien perlu diperhatikan keadaan pasien yang fungsi hati atau ginjalnya tidak normal. asetilkolin. Keracunan methenoglobin : tionin. Meningkatkan tekanan darah. Perlu diketahui apakah obat yang diberikan dapat . Bila terjadi keracunan. Sakit kepala. Keracunan besi : deferoksamin f. Keracunan methanol dengan etanol. : atropine. Mual. Menurunkan nafsu makan. Mengurangi rasa kantuk. Hg. Kerusakan sistem kardiovaskular. Dilatasi pupil. Keracunan Au.Mn. d.Au. Obat diekskresikan dalam struktur tidak berubah atau sebbagai metabolit melalui ginjal dala urine. Obat dalam badan akan mengalami metabolisme dan ekskresi. Mulut kering. obat apa yang daapat digunakan untuk mengatasinya? Jelaskan Jawaban: Antidotum yaitu zat yang memiliki daya kerja bertentangan dengan racun. Paranoia. obidoksin). Bi. dapat mengubah sifat kimia racun. Menjadi hiperaktif. c. air ludah.3.

sel tidak mampu menggunakan oksigen sehingga menyebabkan penurunan respirasi serobik dari sel. eliminasi obat dan metabolitnya dalam ASI dapat menyebabkan intoksikasi yang membahayakan bayi. 6.Sianida dapat menimbulkan gangguan fisiologik yang sama dengan kekurangan oksigen dari semua kofaktor dalam cytochrom dalam siklus respirasi. Tubuh yang mempunyai lebih dari 40 sistem enzim dilaporkan menjadi inaktif oleh cyanida. Obat apa yang digunakan untuk mengendalikan gejala-gejala kardiovaskular yang disebabkan amfetamin 7. harga pKa. Ekskresi suatu obat dan atau metabolitnya menyebabkan penurunan konsentrasi zat berkhasiat dalam tubuh. Hal tersebut menyebabkan histotoksik seluler hipoksia. 3. ginjal (dengan urin) empedu dan usus (dengan feses) atau paru-paru (dengan udara ekspirasi) Ekskresi melalui kulit dan turunannya tidak begitu penting. Bila hal ini terjadi jumlah oksigen yang mencapai jaringan normal tetapi sel tidak mampu menggunakannya. Yang paling nyata dari hal tersebut ialah non aktif dari dari sistem enzim cytochrom oksidase yang terdiri dari cytochrom a-a3 komplek dan sistem transport elektron. Sebaliknya pada ibu yang menyusui. Hal ini . Sebagai akibatnya akan menurunkan penggunaan oksigen oleh sel dan mengikut racun PO2. Sebagai akibat tidak terbentuknya kembali ATP selama proses itu masih bergantung pada cytochrom oksidase yang merupakan tahap akhir dari proses phoporilasi oksidatif.Pengeluaran obat dari tubuh melalui organ ekskresi dalam bentuk metabolit hasil biotransformasi atau dalam bentuk asalnya. Bilamana cyanida mengikat enzim komplek tersebut. Apakah semua obat-obat lain yang segolongan dengan asetanilida secara kimia dan farmakologi mempunyai toksisitas sama dengan asetanilida dalam dosis yang setara 8. kelarutan.Selama siklus metabolisme masih bergantung pada sistem transport elektron. melalui 1. Ekskresi dapat terjadi bergantung pada sifat fisikokimia (bobot molekul. tekanan gas) senyawa yang diekskresi. transport elektron akan terhambat yaitu transport elektron dari cytochrom a3 ke molekul oksigen di blok. rute ekskresinya dan sebagainya. Mekanisema CN Jawaban: : Sianida menjadi toksik bila berikatan dengan trivalen ferric (Fe+++).dimetabolismekan atau tidak. 2.

Oleh karena it. Jadi kesimpulannya adalah penderita keracunan cyanida disebabkan oleh ketidak mampuan jaringan menggunakan oksigen tersebut. Namun. sering tidak ada pilihan. atau dengan kata lain antidotum ialah penawar racun. obat-obat yang disuntukkan tidak dapat diambil kembali seperti emesis atau pengikatan dengan activated charcoal. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin.Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. obat menghindari saluran cerna dan oleh karena itu menghindari metabolisme first pass oleh hati. Apakah perbedaan rute pemberina racun dan obat berpengaruh pada efek toksin CN yang diamati? Jelaskan Jawaban: Intravena (IV) : suntikan intravena adalah cara pemberian obat parenteral yan sering dilakukan. . Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia. Sebutkan sumber-sumber racun sianida dalam kehidupan sehari-hari Jawaban: Sumber racun sianida berasal dari Ketela Pohon Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Suntikan intravena beberapa obat dapat memasukkan bakteri melalui kontaminasi. Dalam praktek apakah ada pendekatan untuk mencegah keracunan seperti yang saudara kerjakan. 9. Perhatiab yang sama juga harus berlaku untuk obat-obat yang disuntikkan secara intra-arteri. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionina 11. kecepatan infus harus dikontrol dengan hati-hati. Untuk obat yang tidak diabsorbsi secara oral. 10. Jelaskan Jawaban: Antidot adalah sebuah substansi yang dapat melawan reaksi peracunan. Rute ini memberikan suatu efek yang cepat dan kontrol yang baik sekali atas kadar obat dalam sirkulasi. menyebabkan reaksi yang tidak diinginkan karena pemberian terlalu cepat obat konsentrasi tinggi ke dalam plasma dan jaringan-jaringan. Dengan pemberian IV.berbeda dengan keracunan CO dimana terjadinya jarinngan hipoksia karena kekurangan jumlah oksigen yang masuk. berbeda dari obat yang terdapat dalam saluran cerna.

Sementara keracunan adalah masuknya zat yang berlaku sebagai racun. yang memberikan gejala sesuai dengan macam.Dalam arti sempit. dosis. antidotum adalah senyawa yang mengurangi atau menghilangkan toksisitas senyawa yang diabsorpsi. dan cara pemberiannya .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->