PENDAHULUA

A. Latar Belakang Masalah Akuntansi berkembang sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sejarah perkembangan pemikiran akuntansi (accounting thought) dibagi dalam tiga periode: tahun 4000 SM – 1300 M; tahun 1300 – 1850 M, dan tahun 1850 M sampai sekarang. Masing-masing periode memberi kontribusi yang berarti bagi ilmu akuntansi. Pada periode pertama akuntansi hanyalah bentuk record-keeping yang sangat sederhana, maksudnya hanyalah bentuk pencatatan dari apa saja yang terjadi dalam dunia bisnis saat itu. Periode kedua merupakan penyempurnaan dari periode pertama, dikenal dengan masa lahirnya double-entry bookkeeping. Pada periode terakhir banyak sekali perkembangan pemikiran akuntansi yang bukan lagi sekedar masalah debit kiri – kredit kanan, tetapi sudah masuk ke dalam kehidupan masyarakat. Perkembangan teknologi yang luar biasa juga berdampak pada perubahan ilmu akuntansi modern (Basuki, 2000 : 173). Pengguna akuntansi juga bervariasi, dari yang sekedar memahami akuntansi sebagai: 1) alat hitung menghitung; 2) sumber informasi dalam pengambilan keputusan; 3) sampai ke pemikiran bagaimana akuntansi diterapkan sejalan dengan (atau sebagai bentuk pengamalan) ajaran agama. Bila dihubungkan dengan kelompok usaha kecil dan menengah tampaknya pemahaman terhadap akuntansi masih berada pada tataran pertama dan kedua yaitu sebagai alat hitung-menghitung dan sebagai sumber informasi untuk pengambilan keputusan (Basuki, 2000 : 174). Informasi akuntansi merupakan alat yang digunakan oleh pengguna informasi untuk pengambilan keputusan (Nicholls dan Holmes, 1988 : 57), terutama oleh pelaku bisnis. Dimana informasi akuntansi diharapkan dapat didefinisikan sebagai sistem informasi yang bisa mengukur dan mengkomunikasikan informasi keuangan tentang kegiatan ekonomi. B. Rumusan Masalah a. b. c. d. e. f. Apa yang dimaksud dengan teori akuntansi Bagaimana cara pengembangan akunntansi itu? Bagai mana akuntansi bisa di katana seni,sains,atau teknologi? Bagi mana yang di maksud dengan perspektif teori akuntansi itu? Apa yang dimaksud dengan penalaranitu? Apa yang menjadi unsure dalam penalaran itu?

g. h. i. j. k.

Apa yang di masuksud dengan asersi itu? Apa keyakian itu? Apa yang di maksud dengan argument itu? Bagaiman yang di maksud salah nalar itu? Bagaimana aspek manusia dalam penalaran ?

C. Tujuan Masalah a. b. c. d. e. f. g. h. Untuk mengetahui pengertian tori akuntansi Untuk mengetahui bagaimana cara pengembangan akuntansi itu Untuk mengetahui bagaimana akuntansi bisa dikatan seni,sains,atau teknologi Untuk mengetahui apa maksud dari perspektif teori akuntansi Untuk mengetahui pengertian penalaran Untuk mengetahui unsure-unsur yang harus ada dalam penalaran itu Untuk mengetahui apa itu asersi Untuk mengetahui tentang keyakinan,argument,salah nalar dan apa saja yang terdapat dalam aspek manusia dalam penalaran itu

D.

Abtrak/Gambaran Umum Pengertian Teori akuntansi

1. Pengertian Teori Suwardjono  Sesuatu yang abstrak  Sesuatu yang ideal (peraturan/standar/norma)  Lawan/pasangan sesuatu yang nyata/praktis  Penjelasan ilmiah  Penalaran logis 2. Pengertian Akuntansi  Suatu proses identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi ek unt memungkinkan penilaian dan pemb keputusan olh pemakai inf akuntansi  Disiplin yg membeikan inf yg penting unt pelaksanaan dan evaluasi yg efisien dari aktivitas suatu organisasi (lihat juga AICPA)  Sitem unt mencatat kejadian-kejadian keuangan slm umu peorangan atau organisasi dg cara sedimikian rupa sehingga memungkinakan ybs unt melaporkan posisi keu dan aktivitas kpd setiap orang yg bekepentingan 3. Pengertian Teori Akuntansi a. Bergantung pada apakah akuntansi dipandang sebagai sains atau teknologi (Pandangan):  Sains: teori akuntansi bersifat positif, bebas nilai/faktual, unt mendptkan kebenaran/validitas penjelasan tentang fenomena akuntansi, menghasilkan pernyataan umum yg dimulai dr hipotesis  Teknologi: teori akuntansi bersifat normatif, hsl akhir prinsip,metode, teknik atau rerangka konseptual sbg norma unt mencapi tujuan sosial, membahas pertimbangan nilai b. Atas dasar sasaran yg ingin dicapai: Teori Positif: menjelaskan fenomena spt apa adanya Teori Normatif: menjelaskan fenomena akuntansi unt justifikasi perlakuan (standar), krn tujuan tertentu hrs dicapai c. Atas dasar sasaran semiotika:  Teori Sintaktik: penalaran mengapa data/inf disajikan dg cara (simbol) ttt.  Teori Semantik: fokus pd penyimbolan/ pengukuran/ dan penyajiankegiatan operasi dan obyek fisik persh dlm bentuk laporan keuangan (LK), berkepentingan dg struktur LK  Teori Pragmatik: mengukur pengaruh & kebermanfaatan inf akuntansi thd perilaku pemakai 4. Penalaran dan Justifikasi

Akuntansi biasanya melakuka deduksi (deduce) prinsip akuntansi atau postulat unt memberikan aplikasi kongkrit atau atura. pragmatik. dan deduktif  Sbg sain bersifat positif. 8. TA menurunkan penjelasan/ justifikasi melalui penalaran deduktif dan induktif  Sbg penalaran logis bersifat normatif. Normative (prescriptive) Menjelaskan lebih pada „apa yang seharusnya‟ ketimbang „apa adanya‟ . dan induktif Semua aspek TA hrs diverifikasi/ diuji validitasnya scr tepat atas dasar penalaran logis. Pengklasifikasian Teori Akuntansi  Teori sebagai bahasa  Teori sebagai penalaran (Reasoning)  Teori sebagai tulisan (Script) 6. daya prediksi. semantik. Positive (descriptive) Lebih pada sifat teori induktif Berusaha unt menemukan bagaimana manajemen atau pihak lain menentukan cara mana terbaik bagi mereka. Lebih pada penjelasan tentang APA dan BAGAIMANA 9. Pragmatik –studi tentang efek dari bahasa Semantik –studi tentang makna (meaning) dr bahasa Sintaktik –studi tentang logika atau susunan (logic or grammar) dari bahas 7. sintaktik. Aspek pendekatan penalaran Dari umum ke khusus (deduktif). bukti empiris. Dari khusus ke umum (induktif). dan standar nilai yg tlh disepakati: TA positif[1]diuji berdasar bukti empiris TA normatif[1]diuji berdasar penalaran logis Bentuk paling sederhana dr teori adlh pernyataan tentang keyakinan (belief) yg dinyatakan dlm suatu bahasa (= hypothesis. Prinsip akuntansi diinduksi (induced) dari praktek kini yang terbaik. Asprk tatana semiotika. proposition) 5.

c) Argument demonstrasi bukti dengan menggunakan alasan logis untuk memengaruh di dalam argument terdapat .khususnya dalam ilmu akademik atau ilmiah. jenis argument.tidak sehat. Maka dari itu penalaran ini memeberikan keyakinan bahwa suatu pernyataan atau argument layak untuk di terima atau di tolak. Sindroma tes klinis d. Penalaran Teori akuntansi banyak melibatkan proses penilayan kelayakan dan paliditas suatu pernyataan adan argument. b) Keyakinan adalah tingkat kebersediaan untuk menerima bahwa suatu pernyataanatau teori (penjelasan) mengenai suatu phenomena atau (gejala alam social) adalah benar. Mentalitas djoko tingkir .keyakinan dan argument.lemah . Pemahaman terhadap bebrapa prioritas (sifat) keyakinan sangat penting dalam mencapai keberhasilan argument. a) Asersi adalah suatu pernyataan yang menegaskan bahwa sesuatu adalah benar.berkekuatan.atau bahkan tidak masuk akal ternyata mampu meyakinkan banyak orang sehingga mereka terbujuk oleh argument tersebut padahal seharusnya tidak. Penjelasan sederhana b.Berusaha unt menemukan cara terbaik akuntansi untuk suatu transaksi 10. Ada yang dinamakan properitas keyakinan merupakan Adalah semua penalaran berjtujuan untuk menghasilkan suatu keyakinan terhadap asersi yang menjadi konkluksi penalaran.bukan.asersi untuk evalusi istilah.bermuatan dan berketetempaan.di dalam asersi ada yang di sebut : interprestasi asersi. acapkali d jumpai bahwa argument yang jelek .dalam propritas keyakinan nilai.pendapat. a.jesis asersi.) d) Kecohan Dalam kehidupan sehari-hari 9baik akademik maupun nonakademik).dan pungsi asersi. e) Salah nalar.berbias.verdikal terdapat(keadabenaran.bertingkat. Suatu argument boleh jadi tidak meyakinkan atau persuasive karena argument tersebut tidak didukung dengan penalaran ayanga valid. 1. f) Aspek manusia dalam penalaran Berikut ini di bahas bebrapa aspek manusia yang dapat menjadi penghalang penalaran dan pengembangan ilmu. Kepentingan mengalahkan penalaran c.(anatomi argument .dalam penalaran ini terdapat unsure-unsur penalaran unsure itu antara lain asersi.

Metode Penulisan a. Browsing internet .e. rumusan masalah. dan sistematika penulisan. Sisitematiaka Penulisan Makalah ini terdiri dari tiga bab. Literature b. f. Merasionalakan daripada menalar Persistensi E. Bab kedua berisikan pembahasan materi dan bab ketiga mengenai penutup yang terdiri dari kesimpulan. tujuan penulisan. yaitu bab pertama mengenai pendahuluan yang terdiri dari latar belakang. metode penulisan. Terakhir adalah daftar pusta F.

BAB II PEMBAHASAN BAB I PENEGERTIAN TEORI AKUNTANSI & BAB II PENALARAN ( REASONING) BAB I Pengrtian Teori Akuntansi A. . Teori akuntansi merupakan bagian penting dari praktik. Arti Penting Teori Akuntansi Praktik akuntansi bersifat dinamik dan selalu menghadapi masalah masalah praktis dan professional. Teori akuntansi menjadi landasan untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi secara beralasan atau bernalar yang secara etis dan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Pemahamannya oleh praktisi dan penyusun standar akan sangat mendorong pengambangan serta perbaikan menuju praktik yang sehat.

Dari sudut profesi/praktisi ini. Prinsip akuntansi berterima umum/PABU (generally accepted accounting principles/GAAP) dianggap sebagai suatu yang berian (given). Keadaan dibawah ini menggambarkan proses pengajaran yang bersifat menguatkan praktik tetapi tidak akan mengambangkan praktik dilukisksn oleh Sterling dalam gambar berikut: Proses Pengajarn Akuntansi Mengamati praktisi dan mengidentifikasi apa yang dipraktikkan Lulusan mampraktikkan apa yang nyatanya dipraktikkan Mengkodifikasi apa yang dipraktikkan sebagai pengetahuan Mengajarkan apa yang nyatanya dipraktikkan . metoda dan teknik tanpa memperhatikan teori dibalik praktik tersebut.Praktik akuntansi yang baik dan maju tidak akan dapat dicapai tanpa suatu teori baik yang melandasinya. Pengembangan akuntansi Seperangkat pengetahuan akuntansi dapat dipandang dari dua sisi pengrtian yaitu sebagai pengetahuan profesi (keahlian) yang dipraktikkan di dunia nyata dan sekaligus sebagai suatu disiplin pengetahuan yang diajarkan di perguruan tinggi. B. Praktik dan profesi harus dikembangkan atas dasar penalaran. PABU merupakan pedoman yang lebih luas daripada standar akuntansi karena tidak semua perlakuan akuntansi secara eksplisit diatur dalam standar akuntansi.Teori merupakan obor yang menerangi praktik dengan prinsip-prinsip yang masuk akal. Dari segi profesi. akuntansi sering dipandang semata-mata sebagai serangkaian prosedur. Akuntansi dipandang sebagai pelaksana dan penerapan standar untuk menyusun seperangkat laporan keuangan. akuntansi berkepentingan dengan aspek bagaimana (how to account).

Para praktisi menciptakan dan menerapkan praktik tertentu (dengan taktik cerdik atau karena alasan politis). Masukan yang digunakan dalam pengajaran akuntansi hanyalah praktik yang berterima (nyatanya dipraktikkan) dan bukan gagasan-gagasan alternatif hasil pemikiran akademik. C. Pengajar mengamati praktik tersebut (melalui standar akuntansi) dan mengidentifikasi praktik yang berterima. Sterling menegaskan bahwa hubungan antara praktik dan pendidikan adalah harmonis tetapi antara pendidik-praktik dan riset adalah terisolaasi. Tiga Aspek Pengembangan Akuntansi Riset . Praktik akuntansi akan mengalami pengembangan yang pesat apabila terjadi interaksi yang baik antara riset. ada kecenderungan bahwa akademisi berusaha lebih jauh untuk membawa akuntansi sebagai suatu ilmu pengetahuan ilmiah atau sains yang semakin menjauhkan antara prakrik dan dunia akademik.Proses separti dilukiskan gambar di atas jelas akan menghambat perubahan yang menuju ke perbaikan. dan praktik. Penempatan akuntansi sebagai sains membawa konsekuensi bahwa teori akuntansi harus bebas dari pertimbangan nilai dan bersifat deskriptif. Peran Riset Akuntansi Dalam dua dasawarsa terakhir. pengajaran/pendidikan. Pendidik akuntansi hanya mengajarkan apa yang nyatanya dipraktikkan karena kecenderungan mereka untuk menyiapkan peserta didik agar segera memperoleh pekerjaan.

D. Dalam arti sempit. fungsi atau praktik sebagai berikut: . Pengertian Akuntansi Teori akuntansi sangat erat kaitannya dengan akuntansi keuangan.teori deskriptif idea solusi masalah praktis Praktik Pengajaran aturan dan praktik Riset merupakan bagian penting dalam pengajaran akuntansi. pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada pendefinisian akuntansi sebagai suatu bbidang pengetahuan.akuntansi didefinisikan sebagai proses. Akuntansi sebagai seperangkat pengetahuan didefinisikan sebagai berikut: Seperangkat pengetahuan yang mempelajari perekayasaan penyediaan jasa berupa informasi keuangan kuantitatif unit-unit organisasi dalam suatu lingkungan Negara tertentu dan cara penyampaian (pelaporan) informasi tersebut kepada pihak yang berkepentingan untuk dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik. Akuntansi didefinisi sebagai seperangkat pengetahuan karena wilayah materi dan kegiatan cukup luas dan dalam serta telah membentuk kesatuan pengetahuan yang terdokumentasi secara sistematis dalam bentuk literatur akuntansi. riset tidak hanya mencakup penelitian empiris (positif) tetapi juga meliputi penelitian analitis dalam bentuk makalah akademik (normatif).

atau Teknologi Pada awalnya pengembangan. atau kegiatan operasi suatu unit organisasi dengan cara tertentu untuk menghasilkan informasi yang relevan bagi pihak yang berkepentingan. Kalau akuntansi bukan merupakan seni. dengan katalain bahwa ilmu adalah pengetahuan yang berisi penjelasan (explanation) tenteng gejala alam atau sosial yang bebas dari pertimbangan nilai karena ilmu harus mendeskripsi gejala tersebut seperti apa adanya. Kegiatan dan tujuan ilmiah dalam membangun ilmu diarahkan untuk menguji dan menetapkan kebenaran suatu penjelasan. F. penggabungan. korespondensi menentukan apakah konklusi yang diturunkan dari teori yang melandasinya didukung oleh fakta empiris di dunia nyata. keterujian menghendaki terdapatnya metoda yang cukup meyakinkan untuk menguji teori. Seni.Proses pengidentifikasian. menuntut bahwa seperangkat pernyataan-pernyataan diturunkan secara logis atau bernalar dari asumsi atau premis yang mendasarinya. pengakuan. E. Yang dimaksud dengan akuntansi dikatakan sebagai seni adalah cara menerapkannya bukan sifatnya sebagai seperangkat pengetahuan. transaksi-transaksi. pengklasifikasian. pengukuran. Akuntansi Sebagai Teknologi . peringkasan. keuniversalan atau kekomprehensifan adalah criteria untuk menentukan apakah pernyataan-pernyataan (teori) mampu untuk mencakupi dan menjelaskan semua fakta yang berkaitan dengan fenomena yang dibahas. apakah akuntansi itu merupakan ilmu atau sains? Pengertian ilmu itu sendiri merupakan suatu pengetahuan yang mencoba menjelaskan rahasia alam agar gejala alamiah tersebut tidak lagi menjadi misteri. Tujuan akuntansi adalah menghasilkan atau menemukan prinsip-prinsip umum untuk menjustifikasi kebijakan dalam rangka mencapai tujuan tertentu (tujuan pelaporan keuangan) bukan untuk mendapatkan kebenaran penjelasan (teori). Selain syarat bebas nilai. pengesahan. dan penyajian data keuangan dasar yang terdiri dari kejadiankejadian. akuntansi dapat dikatakan sebagai kerajinan karena orang yang akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan akuntansi harus terjun langsung dalam dunia praktik dan mengerjakan magang pada praktisi. Sains. ada beberapa kriteria penting untuk menguji validitas pernyataan-pernyataan sebagai seperangkat pengetahuan agar pengetahuan dapat disebut sebagai sains yaitu koherensi.

konsep. Dalam perekayasaan pelaporan keuangan. teknologi merupakan sarana untuk memecahkan masalah nyata dalam lingkungan tertentu dan untuk mencapai tujuan tertentu. akuntansi memanfaatkan pengetahuan dan sains dari berbagai disiplin ilmu. Pelaporan keuangan adalah struktur dan proses tentang bagaimana informasi keuangan untuk semua unit usaha dan pemerintahan harus disediakan dan dilaporkan dalam suatu Negara untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomik. pihak yang terlibat. Pada tingkat makro.Teknologi merupakan seperangkat pengetahuan untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Akuntansi tidak mempunyai sifat-sifat sebagai sains. metoda.” Teknologi merupakan sains terapan. auntansi dapat didefinisikan sebagai “rekayasaan informasi dan pengendalian keuangan. dan sstandar pelaporan) dalam suatu wilayah Negara tertentu. pengetahuan yang tersedia. karena akuntansi masuk dalam bidang pengetahuan teknologi. 1. Struktur Rekayasaan Akuntansi Rekayasa Akuntansi . produk perekayasaan akuntansi adalah semacam konstitusi yang disebut rerangka konseptual. penalaran. Perekayasaan itu sendiri meupakan suatu proses terencana dan sistematis yang melibatkan pemikiran. teknik. penerapan teknologi tidak lepas dari nilai budaya tempat akuntansi iterapkan. Perekayasaan Pelaporan Keuangan Proses untuk menentukan cara yang terbaik untuk mendapatkan produk (hasil) terbaik dalam penerapan suatu teknologi disebut perekayasaan. Yang dimaksud akuntansi dalam perekayasaan ini adalah akuntansi dalam arti luas yaitu sebagai suatu sistem pelaporan keuangan umum yang melibatkan kebijakan umum akuntansi ( tentang struktur. mekanisma. Perekayasaan akuntansi mengikuti proses yan sama baik pada tingkat makro (nasional) maupun pada tingkat mikro (perusahaan). Teknologi digunakan untuk mengendalikan variable-variabel alam dan sosial untuk mencapai kehidupan tertentu yang lebih baik. serta pendekatan untuk menghasilkan suatu produk (konkret atau konseptual). dan pertimbangan untuk memilih dan menentukan teori.

Teori Akuntansi Sebagai Sains .Ilmu-Ilmu Murni Ekonomi Teori Sosiologi Psikologi Matematika Nilai dan Tata Sosial Nilai-Nilai Sosial Tujuan-Tujuan Sosial Sistem Politik Sistem Hukum Lain-Lain Ilmu-Ilmu Terapan Manajemen Matematika Terapan Teknologi Komputer Ekonomi Terapan Teknologi Komunikasi Teknologi Pengukuran Lain-Lain G.

Teori berusaha untuk memberikan pembenaran (justification)terhadap praktik agar praktik mempunyai kekuatan untuk dapat mempertahankan atau dipertanggungjelaskan kelayakannya. Penalaran logis berisi asumsi. Tujuan teori adalah menjelaskan dan memprediksi. konsep. H. teori akuntansi sering di maksudkan sebagai suatu penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu (baik menurut standar akuntansi atau melalui trandisi) dan tentang struktur akuntansi yang berlaku dalam suatu wilayah tertentu. dasar pikiran.Teori akuntansi sering diartikan sebagai sekumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku dan harus di anut dalam lingkungan tertentu. atau peraturan) dalam kehidupan nyata. kebijakan. Hipotesis bahwa kuantitas yang diminnta turuun kalau harga naik adalah prediksi yang diturunkan dari analisis. Teori adalah seperangkat konsep. dan argumen yang saling berkaitan dan yang membentuk suatu rerangka pikir yang logis. kuantitas barang yang diminta akan menurun. Teori permintaan (dalam ekonomika) misalnya menjelaskan mengapa kalau harga naik. definisi. Teori akuntansi membahas proses pemikiran atau penalaran untuk menjelaskan kelayakan prinsip atau praktik akuntansi tertentu yang sudah . Keseluruhan analisis membentuk teori dalam bidang pengetahuan tertentu. dan proposisi yang saling berkaitan secara sistematis yang diajukan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena atau fakta. Teori Akuntansi sebagai Penalaran Logis Teori dapatpula diartikan sebagai suatu penalaran logis ( logical reasoning ) yang melandasi praktik (berupa tindakan. Memprediksi berarti memberi keyakinan bahwa kalau asumsi-asumsi atau syaratsyarat yang diteorikan dipenuhi beesar kemungkinan suatu fenomena atau fakta (peristiwa) tertentu akan terjadi.Teori sering diartikan sebagai sesuatu yang tidak operasional atau sesuatu bersifat abstrak atau sesuatu yang ideal sebagai lawan dari sesuatu yang nyata dan dikerjakan dalam dunia nyata. Menjelaskan berarti menganalisis dan memberi alasan menga fenomena atau fakta seperti yang di amati. Hasil proses penalaran logis dapat dituangkan dalam bentuk dokumen yang berisi prinsip-prinsip umum (semacam konstitusi) yang menjadi landasan umum untuk menentukan tindakan atau praktik (dalam bentuk undang-undang atau peraturan) yang terbaik dalam mencapai suatu tujuan Bila diterapkan untuk akuntansi.

Contoh fenomena atau perlakuan akuntansi antara lain adalah adanya bermacam metoda akuntansi. Proses penalaran logis untuk akuntansi diwujudkan dalam bentuk perekayasaan pelaporan keuangan. teori akuntansi juga sering dikelompokkan atas dasar perspektif lain menurut tujuan atau penekanan pembahasan. Bila akuntansi dilakukan sebagai sains. Aspek Sasaran Teori Aspek sasaran (goal) teori akuntansi telah disinggung dalam beberapa uraian sebelum ini. terkoordinasi. teori akuntansi akan berisi pernyataan yang berupa baik penjelasan ataupun pembenaran (justifikasi) tentang suatu fenomena atau perlakuan akuntansi. dan adanya reaksi pasar modal terhadap penerbitan informasi laba. 1. Perspektif Teori Akuntansi Pembahasan sebelum ini membedakan pengertian teori atas dasar taksonomi akuntansi sebagai sains atau teknologi. Perekayasaan akuntansi (pelaporan keuangan) menghasilkan suatu rerengka konseptual. Selain perspektif (aspek) taksonomi yang membagi teori akuntansi menjadi penjelasan ilmiah dan justifikasi. Bila akuntansi diperlakukan sebagai teknologi. Secara ringkas dapat di katakan bahwa teori akuntansi merupakan penalaran logis. Klasifikasi ini sebenarnya merupakan konsekuensi logis dari pendefinisian akuntansi sebagai sains atau teknologi. Hasil perekayasaan tersebut berupa seperangkat doktrin ( body off doctrin) yang berkaitan secara logis. pernyataan bahwa akuntansi kos sekarang lebih relevan dari akuntansi kos historis. Pandangan sains akan menghasilkan teori akuntansi positif dan . Aspek sasaran ini mendasari pembedaan teori akuntansi menjadi teori akuntansi positif dan normatif. teori akuntansi akan merupakan penjelasan ilmiah. penggunaan sistem berpasangan (debit-kredit). Manapun perlakuan yang dianut.berjalan atau untuk memberi landasar konseptual dalam penentuan standar atau praktik yang baru. Paton dan Littleton mengemukakan bahwa tujuan teori akuntansi adalah penyediaan gagasan-gagasan mendasar (fundamental ideas) yang menjadi basis fundasi dalam proses perekayasaan pelaporan keuangan. teori akuntansi diartikan sebagai penalaran logis. keharusan menyusul statemen aliran kas. Fungsi rerangka konseptual adalah untuk mengevaluasi atau membenarkan (menjustifikasi) dan untuk mempengaruhi atau mengembangkan praktik akuntansi. dan konsisten yang mempunyai fungsi sebagai landasan untuk penurunan standar akuntansi. I.

Klasifikasi ini terjadi karena sasaran yang berbeda yang ingin dicapai atau dihasilkan olehn teori akuntansi. Misalnya. Dilain pihak. atau perbuatan) seperti adanya sesuai dengan fakta atau yang terjadi atas dasar pengamatan empiris. Tujuan tersebut jelas memuat nialai-nilai (values) yang harus dipertahankan. Aspek Tataran Semiotika . 2. Teori akuntansi positif sering diklasifikasi sebagai teori formal atau teori normatif sebagai teori non-formal. blaug (1992) menjelaskan bahwa teori positif berkepentingan dengan masalah fakta (realmof fact) sedangkan teori normatif berkepentingan dengan masalah nilai (realm of value. teori akuntansi positif lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai sains sedangkan teori akuntansi normatif lebih erat kaitannya dengan akuntansi sebagai teknologi. sasaran teori akuntansi normatif adalah menghasilkan penjelasan atau penalaran mengapa perlakuan akuntansi tertentu lebih baik atau lebih efektif (good or bad) daripada perlakuan akuntansi alternatif karena tujuan akuntansi tertentu harus dicapai. teori akuntansi normatif mendasarkan penjelasanatau teorinya atas dasar tujuan yang telah disepakati untuk dicapai. Jadi. Penjelasan positif berisi pernyataan tentang suatu (kejadian.pandangan teknologi akan menghasilkan teori akuntansi normatif. Bila dikaitkan dengan dikotomi sains-teknologi. Penjelasan positif diarahkan untuk memberi jawaban apakah suatu pernyataan itu benar atau salah (good or bad) atau relevan atau takrelevan (relevant or irrelevant) dalam kaitannya dengan kebijakan ekonomik atau sosial tertentu. perbedaan teori akuntansi positif dan normatif timbul akibat perbedaan sasaran teori dan bidang masalah (realm) yang menjadi perhatian masing-masing teori. Dengan pemikiran diatas. Untuk menjawab masalah ini. Hasil akhir teori akuntansi normatif adalah suatu pernyataan atau proposal yang menganjurkan tindakan tertentu (prescriptive). tindakan. Penjelasan normatif diarahkan untuk mendukung atau menghasilkan kebijakan politik sehingga bersifat pembuatan kebijakan (policy making). Penentuan kesesuaian dengan tujuan akan merupakan proses subjektif (subjective) yang melibatkan kemampuan menimbang (art) antara manfaat dan risiko atau keuntungan dan kerugian. teori akuntansi normatif berusaha untuk menjawab apakah akuntansi kos historis (historical cost accounting) lebih baik daripada akuntansi kos sekarang (current cost accounting) untuk mencapai tujuan akuntansi.

Sebagai teori umum dalam penyimbolan informasi. tata bahasa) tataran Sasaran bahasa Penekeanan komunikasi Sintaktika aspek formal Operasional. gramatika. tata bahasa) . Moeliono (1989) memberi ciri tiap tataran ssemiotika dalam teori komunikasi. semantika. semiotika membahas tiga pernyataan pokok yang berkaitan dengan simbol informasi. Ketiga bidang kajian ini menjadi teori yang melandasi terciptanya komunikasi yang efektif. Tataran semiotika dalam teori komunikasi Tataran pesan Sistematiaka aspek formal tanda bahasa (kosa kata. Linguistika itu sendiri merupakan bidang kajian ilmu bahasa yang membahas fonetik. Dalam ilmu bahasa. dan logika. Pesan atau makna yang ada dibenak pengirim disimbolkan dalam bentuk ungkapan bahasa yang tepat agar makna tersebut ditafsirkan sama persis seperti yang dimaksudkan. Bahasa merupakan bagian penting dalam komunikasi. linguistika. Kandungan pesanan Informasi sintaktik sasaran bahasa penekanan komunikasi kandungan tanda bahasa (kosa penandaan kata. Pragmatika membahas dan menguji apakah komunikasi efektif dengan mempelajari ada tidaknya perubahan perilaku penerima.Akuntannsi berkepentingan dengan penyediaan dan penyampaian informasi seebagai sarana komunikasi bisnis sehingga akuntansi dapat disebut sebagai bahasa bisnis (the language of business). dan makna kata atau ungkapan. morfologi. Semiotika merupakan bidang kajian yang membahas teori umum tentang tanda-tanda (signs) dan simbol-simbol dalam bidang linguistika. Ketiga pertanyaan tersebut adalah: Apakah simbol tersebut logis (masuk akal)? Apa makna yang terkandung oleh simbol? Apakah ungkapan tersebut mempunyai efek (pengaruh) terhadap penerima? Pokok masalah diatas membentuk tiga tataran (level) semiotika yaitu sintaktika. dan pragmatika. sistem komunikasi dan efek komunikatif (teori komunikasi) dipelajari dalam tiga bidang kajian yaitu semiotika. Logika membahas masalah yang berkaitan dengan validitas penalaran dan penyimpulan. Sintaktika menelaan logika dan kaidah bahasa yaitu hubungan logis diantara tanda-tanda atau simbol-simbol bahasa. Semantika menelaan hubungan antara tanda atau simbol dan dunia kenyataan (fakta) yang di simbolkannya.

Dianggap pesan tesebut merupakan masukan dalam pengambilan keputusan investor dan kreditor. Pendefinisian dan pemaknaan laba bersih (net income) jiga menjadi perhatian penting teori ini karena . dalam pendefinisian aset. Pendefisinian merupakan langkah penting dalam teori semantika karena kesalahan pemaknaan mempunyai implikasi penting dalam pengoperasian akuntansi. penguasaan (control) bukannya pemilikan (ownership) yang dijadikan kriteria karena kalau pemilik menjadi kriteria aset akan banyak objek yang tidak masuk sebagai aset. solvensi. a. Efek komunikasi yang ingin dicapai adalah agar pihak yang dituju tersebut bersedia menanamkan dana ke kegiatan ekonomik yang dibutuhkan masyarakat melalui perusahaan. Misalnya. Informasi semantik Informasi pragmatik Pragmatika Keefektifan tanda bahasa (efek pemengaruhan komunikatif) Akuntansi keuangan yang dikenal luas sekarang ini dikembangkan atau direkayasa atas dasar premis bahwa investor dan kreditor adalah pihak yang dituju informasi. Karena perilaku investor dan kreditor menjadi sasaran pemengaruhan. Oleh karena itu. Teori ini berusaha untuk menemukan dan merumuskan makna-makna penting pelaporan keuangan. dan profitabilitas. pesan (message) yang ingin disampaikan mengenai perusahaan adalah misalnya likuiditas.Semantika Aspek isi tanda bahasa(makna) Penafsiran. Pesan tersebut disampaikan melalui modium statemen keuangan. teori ini banyak membahas pendefisinian makna elemen (objek). daan penentuan jumlah rupiah (pengukuran) elemen sebagai salah satu atribut. Pelambangan Fungsional. Teori ini berusaha untuk menjawab apakah elemenelemen statemen keuangan benar-benar mereprensentasi aps yang memang dimaksudkan dan untuk menyakinkan bahwa makna yang terkandung dalam simbol pelaporan tidak disalah artikan oleh pemakai. pengidentifikasian atribut atau karakteristik elemen sebagai pendefisinian. Atas dasar analogi tararan semiotika di atas. Teori Akuntansi Semantika Teori akuntansi semantika menekankan pembahasan pada masalah penyimbolan dunia nyata atau realitas (kegiatan perusahaan) ke dalam tanda-tanda bahasa akuntansi (elemen statemen keuangan) sehingga orang dapat membayangkan kegiatan fisis perusahaan tanpa harus secara langsung menyaksikan kegiatan tersebut.

dan bagaimana melaporkannya. pengukur dan hubungan itulah yang membentuk makna yang akhirnya manjadi informasi. Demikian juga. dan pedoman penyusunan laporan (prinsip akuntansi berterima umum atau generally accepted accounting principles). Simbol-simbol tersebut (misalnya aset. Secara konseptual. utang. informasi akuntansi dalam laporan terefleksi dalam tiga unsur yaitu elemen (objek) yang menyimbolkan kegiatan. Struktur pelaporan keuangan dalam suatu negara akan bergantung pada jawaban atas pertanyaanpertanyaan sintaktik antara lain sebagai berikut c. siapa melaporkan. Laba bukan sekedar kenaikan kas dalam suatu perioda. merupakan masalah keefektifan komunikasi. Teori sintaktik meliputi pula hubungan antara unsur-unsur yang membentuk struktur pelaporan keuangan atau struktur akuntansi dalam suatu negara yaitu manajemen. Dari segi sintaktik. jumlah rupiah sebagai pengukur (size) dan hubungan (relationship) antarelemen. Teori Akuntansi Pragmatik Teori akuntansi pragmatik memusatkan perhatiannya pada pengaruh informasi terhadap perubahan perilaku pemakai laporan. sistem akuntansi. identitas pelapor (pelaporan). Teori Akuntansi Sintaktik Teori akuntansi sintaktik adalah teori yang berorientasi untuk membahas masalah-masalah tentang bagaimana kegiatan-kegiatan perusahaan yang telah disimbolkan secara semantik dalam elemen-elemen kauangan dapat diwujudkan dalam bentuk statemen keuangan. Objek. dan lainnya) harus berkaitan secara logis sehingga informasi semantik dapat dikandung dalam statemen keuangan. teori ini membahas reaksi pihak yang dituju oleh informasi akuntansi. Dengan katalain. pendapatan. pemakai informasi. teori akuntansi berusaha untuk memberi penjelasan dan penalaran tentang apa yang harus dilaporkan. b.akuntansi berusaha untuk melekatkan makna laba akuntansi agar mendekati konsep laba ekonomik. Apakah informasi sampai ke yang dituju dan diinterpretasi dengan tepat . teori ini menjelaskan bahwa laba (earnings) atas dasar asas akrual merupakan indikator kemampuan mendatangkan kas di masa datang. Suatu pesan atau kejadian (misalnya pengumuman laba ) dikatakan mengandung informasi kalau pesan tersebut menyebabkan perubahan keyakinan penerima (pasar modal ) dan memicu tindakan tertentu ( misalnya terrefleksi dalam perubahan harga atau voluma saham di pasar . kapan dilaporkan.

volume saham. Pernyataan dapat berupa teori tentang suatu kejadian alam atau sosial. Teori pragmatik akan banyak berisi pengujian-pengujian teori tentang hubungan antara variabel akuntansi dengan variable perubahan atau perbedaan perilaku pemakai.baik. Penalaran mempunyai peran penting dalam rangka menerima atau menolak kebenaran ( validitas ) suatu teori. moral. keyakinan. doktrin. Informasi akutansi dikatakan bermanfaat apabila informasi tersebut benar-benar atau seakanakan digunakan dalam pengambilan keputusan oleh pemekai yang dituju. dan kinerja perusahaan 3. Teori ( penjelasan ) yang disusun dengan penalaran yang baik akan mempunyai validitas yang tinggi. pelaku pasar modal. Penalaran adalah proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan (belief ) terhadap suatu pertanyaan atau penjelasan. atau relevan dalam kaitannya dengan tujuan penyimpulan dan situasi khusus yang dibahas. Subjek atau pemakai yang diukur perilakunya dapat berupa para akuntan. fungsi neraca adalah untuk menunjukan nilai jual sehingga kos historis merupakan pengukur yang paling tepat. Aspek Pendekatan Penalaran Telah di sebut sebelumnya bahwa teori akuntansi dapat diartikan sebagai penalaran logis yang memberikan penjelasan dan alasan tentang perlakuan akuntansi tertentu. Penalaran Deduktif Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyatan umum yang disepakati ( disebut premis ) ke pernyatan khusus sebagai simpulan ( konklusi ). Penalaran Induktif . Misalnya.modal ). Pernyataan umum yang disepakati dan menjadi basis penelaran dapat berasal dari teori . dan auditor. prinsip . Yang dapat menjadi indikator perubahan perilaku antara lain perubahan harga saham. kinerja karyawan. konsep. akuntansi menyajikan aset sebesar kos historis karena akuntansi menganut konsep kontinuitas usaha. Penalaran deduktif dalam akuntansi digunakan untuk memberi penjelasandan dukungan dan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi. 2. Apabila tindakan tersebut dapat diyakini sebagai akibat informasi dalam pesan tersebut. atau norma yang di anggap benar. Dengan konsep ini. Peranan logika sangat penting dalam penalaran. atau budaya. 1. Pernyataan umum tersebut dapat saja memuat nilai-nilai etika. manajer. dapat dikatakan informasi tersebut bermanfaat. ideologi. kinerja manajer. Proses bersifat dedukatif maupun induktif.

3.Penalaran induktif merupakan kebalikan dari penalaran deduktif. Teori normative dikembangkan atas dasar kesepakatan terhadap asumsi atau tujuan kemudian diturunkan suatu kaidah atau prinsip akuntansi tertentu. dapat merupakan hasil dari suatu penalaran induktif. Premis dalam penalaran deduktif misalnya. Dapat disimpulkan dengan tingkat keyakinan tertentu bahwa informasi akuntansi bermanfaat bagi investor di pasar modal. Karena teori normative tidak bebas nilai. Teory akuntansi positif dinilai validitasnya biasanya atas dasar kesesuaian teori dengan fakta atau apa yang nyatanya terjadi. Criteria ini sering bersifat subjektif. Penalaran induktif dalam akuntansi pada umumnya dagunakan nutukmenghasilkan pernyataan umum yang terjadi penjelasan (teori ) terhadap gejala akuntamsi tertentu. Menetukan fakta melibatkan observasi secara objektif.” Pada praktriknya. Validitas dapat dinilai dengan menentukan apakah asumsi-asumsi yang digunakan masuk akal (reasonable ). Verifikasi Teori Akuntansi Verifikasi teori merupakan prosedur untuk menentukan apakah suatu teori valid atau tidak. Penalaran ini berawal dari suatu pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan umum yang merupakan generalisasi (perampatan ) dari keadaan khusus tersebut. Penerimaan suatu asumsi juga harus di dukung dengan penalaran logis sehingga asumsi tersebut tetap masuk akal serta ketidaksetujuan terhadapnya masih tetap dapat dievaluasi atau diukur implikasinya. penerimaan asumsi oleh pihak yang terlibat dalam penurunan prinsip ( konklusi )juga menjadi bagian kriteria validitas teori. . Hipotetis merupakan generalisasi yang dituju oleh penelitian akuntansi. Pada umumnya. Penalaran logis menjadi criteria validitas karena teori normative dalam banyak hal tidak mau belum menghasilkan fakta dan observasi untuk mendukungnya. Contoh berikut menunjukan aplikasi penalaran indukatif: “pengamatan menunjukan bahwa voluma saham beberapa perusahaan yang dijual-belikan beberapa hari setelah penerbitan statemen keuangan meningkat dengan tajam. Kedua penalaran tersebut saling berkaitan. Pernyataan – pernyataan umum tersebut biasanya berasal dari hipotetis yang diajukan dan diuji dalam suatu penelitian empiris. observasi objektif dapat dicapai melalui penelitian ilmiah dengan metoda ilmiah. Pendekatan untuk mengevaluasi validitas teori bergantung pada sasaran dan tataran teori yang diverifikasi. Teori akuntansi normatif dievaluasi validitasnya atas dasar penalaran logis ( logical reasoning ) yang melandasi teori yang diajukan. penalaran induktif dalam akuntansi tidak dapat dilaksanakan terpisah dengan penalaran deduktif atau sebaliknya.

perlu diingat suatu kaidah berikut: the fact that many people do thing does not make it right ( kenyataan bahwa banyak orang melakukan sesuatu tidak menjadikannya benar ). verifikasi dibatasi pada apa yang nyatanya dipraktikkan tetapi tidak di arahkan untuk menentukan apakah teori tersebut baik atau tidak bila dijadikan basis untuk menentukan kebijakan. Untuk menentukan apakah symbol “cost” dalam akuntansi dipahami makanya dengan benar oleh pemakaiannya dapat diuji dengan melakukan penelitian empiris. . Teori akuntansi semantic melibatkan penyimbolan fakta/realitas sehingga mengandung unsure empiris. suatu teori dikatakan mwmpunyai daya prediksi yang tinggi bila sesuatu yang diharapkan dari kebijakan yang didasarkan atas teori tersebut besar kwmungkinannya akan terjadi. kenyataan bahwa banyak orang melakukan korupsi tidak menjadikan korupsi itu benar. atau akhlaq. Teori akuntansi pragmatic merupakan focus teori akuntansi positif. Penelitian empiris biasanya didasarkan atas pengamatan terbatas ( sampel )untuk menguji teori secara statists. Sebagai contoh. perilaku dapat di ukur dengan menggunakan instrument penelitian yang di rancang untuk keperluan tersebut. sintatik. Karena teori akuntansi positif bebas nilai. Peneliyian empiris dapat memverifikasi bahwa nyatamya banyak orang melakukan sesuatu tetepi tidak memverifikasi apakah sesuatu tersebut benar secara nilai ( baik atau buruk ). Teori akuntansi pragmatik mempunyai kandungan empiris yang besar karena teori ini banyak memanfaatkan fakta atau data empiris perilaku pasar/individual sebagai reaksi terhadap informasi akuntansi. “perlengkapan” sebagai padan kata “supplies” dapat diuji validitasnya dengan menenyai pemakai tentang persepsinya terhadap istilah tersebut. tidak berdiri sendiri tetapi saling mendukung dan melengkapi. Verifikasi teori ini dapat dilakukan dengan penelitian empiris yang didasarkan atas asumsi bahwa informasi dianggap bermanfaat bila pemakai berbuat atau bertindak seakan-akan menggunakan informasi tersebut. Apabila data empiris belum tersedia.Validitas teori akuntansi positif banyak dilakukan dengan penilitian empiris. Daya prediksi sering digunakan sebagai criteria validitas teori. Berkaitan dengan masalah nilai ( value ). Teori akuntansi sintaktik biasanya tidak berkaitan langsung dengan fakta ( tidak mempunyai kandungan empiris )sehingga verifikasi validitasnya mengandalkan penelaran logis semata-mata. Benar tidaknya (baik buruknya ) korupsi hanya dapat diverifikasi secara normative atas dasar nilai-nilai etika‟ moral. Karena teori akuntansi semantic. asumsi atau permis akuntansi . Oleh karenanya. validitas dapat diverifikasi secara empiris dengan pengamatan.

harus terjadi hubungan yang harmonis antara riset.semua pendekatan pengujian biasanya dilakukan untuk memverifikasi suatu teori. Untuk mencapai tingkat perkembangan yang memuaskan. dan tehnik yang bermanfaat untuk mencapai tujuan akuntansi. Tidak slayaknyalah perguruan tinggi tunduk pada apa yang nyatanya di praktikkan dalam pengembangan praktik maupun pengetahuan akuntansi. Untuk itu. Rangkuman Praktik akuntansi dalam suatu Negara harus selalu berkembang untuk intuk memenuhi tuntutan perkembangan dunia bisnis. Dengan demikian. daya prediksi. Perguruan tinggi akuntansi mempunyai peran yang penting dan strategic dalam pengembangan pengetahuan dan praktik akuntansi. praktik akuntansi juga harus dikembangkan secara sengaja untuk mencapai tujuan social tertentu. metoda. Teori akuntansi membahas berbagai masalah konseptual dan ideal yang ada dibalik praktik akuntansi. dan praktik. Bila akuntansi dipandang sebagai sains. akuntansi merupakan teknologi perangkat yang harus dipelajari dan dikembangkan untuk mencapai tujuan social tertentu. sedapatdapatnya teori harus diverifikasi validitasnya atas dasar penelaran logis. belajar praktik dan tehnik akuntansi saja tidak cukup karena praktik yang sehat harus dilandasi oleh teori yang sehat. Hasil akhir akuntansi adalah prinsip. dan prtimbangan nilai ( value judgments ) yang telah disepakati. Pengajaran juga harus diarahkan untuk membahas apa yang seharusnya dipraktikkan dan tidak di batasi pada apa yang nyatanya dipraktikkan. Teori akuntansi akan merupakan suatu penalaran logis untuk mengevaluai dan mengembangkan praktik akuntansi. Akuntansi dapat dipandang sebagai sains dan sebagai teknologi. Bila akuntansi dipandang sebagai teknologi. Hubungan antara teori dan praktik di nyatakan wright sebagai berikut: Pengertian teori akuntansi sangat bergantung pada kesepakatan tentang pengertian akuntansi sebagai suatu disiplinpengetahuan. Teori akuntansi berkepentingan untuk menghasilkan pernyataan-pernyataan umum ( yang bermula dari hipotesis ) sebagai penjelasan praktik akuntansi. pengajaran. Teori akuntansi mempunyai peran penting dalam pengenbangan akuntansi yang sehat. Jadi. Lebih dari itu. akuntansi akan bertujuan untuk mendapatkan kebenaran atau validitas penjelasan tentang suatu fenomena akuntansi dengan menerapkan metoda ilmiah. bukti empiris. Bidang kajian yang menjadi pusat perhatian adalah masalah fakta sehingga teori akuntansi harus bebas dari pertimbangan nilai. Hasil penalaran logis adalah suatu rerangka . akuntansi merupakan suatu pengetahuan tentang perekayasaan informasi untuk pengendalian keuangan Negara.

pengukuran. Teori ini member penalaran mengapa data/informasi disajikan dengan cara tertentu.konseptual yang menjadi semacam konstitusi akuntansi . Teori akuntansi pragmatic berkepentingan untuk mengukur pengaruh dan kebermanfaatan informasi akuntansi terhadap perilaku pemakai. teori akuntansi normative akan lebih cocok bila di uji atas dasar penalaran logis. Atas dasar sasaran semiotika dalam teori komunikasi. Teori normative menjelaskan fenomena akuntansi untuk menjutifikasi atau membenarkan pelakuan ( standar ) akuntansi karena tujuan akuntansi tertentu harus dicapai. positif. sintatik. Teori akuntansi semantic memusatkan perhatian pada masalah-masalah penyimbolan. teori akuntansi dibedakan menjadi teori positif dan normative. daya prediksi. dan penyajian kegiatan operasi dan objek fisis perusahaan dalam bentuk laporan keuangan. semantic. dan standar nilai yang telah disepakati. Teori positif menjelaskan fenomena akuntansi seperti apa adanya atas dasar pengamatan empiris. Validitas akan lebih meyakinkan bila penalaran dilandasi oleh konsep yang relevan dan moralitas yang tinggi. Berbagai aspek teori akuntansi harus diverifikasi atau diuji validitasnya secara tepat atas dasar penalaran logis. Secara umum. pragmatic. dan pragmatic. bukti empiris. dan induktif. adanya tujuan social yang harus dicapai oleh akuntansi menjadikan teori akuntansi banyak membahas pertimbangan nilai ( value judgment ) Atas dasar sasaran yang ingin dicapai. teori akuntansi dibedakan menjadi sintatik. . teori akuntansi sebagai penalaran logis bersifat normative. Sementara itu. semantic. Misalnya. Teori akuntansi sintatik berkepentingan dengan struktur pelaporan keuangan. teori akuntansi positif lebih tepat diuji atas dasar bukti empiris. Teori ini member penalaran mengapa kegiatan perusahaan disimbolkan dengan cara tertentu. dan deduktif sementara teori akuntansi sebagai sains bersifat. Teori ini memberi penalaran mengapa informasi berpengaruh terhadap perilaku pemakai ( termasuk pasar modal ) Teori akuntansi menurunkan penjelasan-penjelasan atau justipikasi melalui penalaran deduktif dan induktif.

Struktur penalaran terdiri atas masukan.BAB II PENALARAN (REASONING) A. Menentukan secara logis dan objektif apakah suatu pernyataan valid (benar atau salah) sehingga pantas untuk diyakini atau dianut. the making of inference and the drawing of conclusions. Menurut Nickerson (1989) adalah sebagai berikut : Reasoning encompasses many of the processes we use to from and evaluate belief-belief abaut the world .about people.testing of hypotheses. and both criticality and createlity. proses. about the truth or falsity of claims we ancounter or make.it requires both deduction and induction both analysis and syintesis.dan keluaran. the generation. Pengertian penalaran Proses berpikir logis dan sistematis untuk membentuk dan mengevaluasi suatu keyakinan terhadap suatu pernyataan atau asersi. . It involes the production and evaluaition of argument.

Berikut ini adalah contoh beberapa aseri ( beberapa adalah aseri dalam akuntansi).Simpulan dinyatakan pulan dalam bentuk asersi. maka pernyataannya “stetmen keuangan itu bermanfaat bagi infvesetor”  Keyakinan (bilief) Keyakinan adalah tingkat kebersediaan untuk menerima bahwa suatu pernyataanatau teori (penjelasan) mengenai suatu phenomena atau (gejala alam social) adalah benar  Argument Adalah serangkayan aseri beserta keterkaitan (atikulasi) dan inferensi atau penyimpulan yang di gunakan untuk mendukung suatu keyakinan. Argumen membentuk. . atau mengubah keyakinan.bila di hubungkan dengan argument . Stetmen aliran kas bermanfaat bagi invesetor dan kreditor Dll. C.B. Manusia adalah makhluk social Semua binatang menyusui mempunyai paru-paru. keyakinan adalah tingkat kepercayaan yang diletakan pada suatu pernyataan konklusi atas dasar pemahaman dan penilaian suatu argument sebagai bukti yang masuk akal. pertimbangan di perlukan untuk menetapkan relevansi atau keepektivan suatu perlakuan akuntansi untuk mencapai tujuan akuntansi.Merupakan bukti rasional akan kebenaran suatu pernyataan. memelihara. Unsur dan struktur penalaran Struktur dan proses penalaran di bangun atas dasar tiga konsep penting yaitu:  Aseri (assertion) Aseri adalah suatu pernyataan (biasanya positif) yang menegaskan bahwa sesuatu ( misalnya teori) adalah benar. Arti Penting Argumen Serangkaian asersi beserta inferensi atau penyimpulan yang terlibat di dalamnya. Biala seseorang mempunyai kepercayaan bahwa stetmen keuang itu bermanfaat bagi invesetor adalah benar. Aseri Penegasan tentang sesuatu hal atau realitas yangdinyatakan dalam bentuk kalimat atau ungkapan. Beberapa obat batuk menybabkan kantuk Partisipasi mempengaruhi kinerja. Dalam hal teori akuntansi.

suatu aseri sering di anggap benar atau diterima tanpa harus di uji dahulu kebenarannya .  Pernyataan fakta.Beberapa aseri mengandung pengkuantifikasi yaitu : ( semua (all). Interpretasi aseri untuk menerima kebenaran suatu aseri. . dan beberapa( some). Pernyataan fakta adalah asrsi yang bukti tentang kebenarannya di yakini sangat kuat atau bahkan tidak dapat di bantah. Bila tidak ada kemungkinan salah.dan pernyataan fakta (statemen of fact). hipotesis ( hypothesys). atau bilangan tertentu.bila di kaitkan dengan fakta pendukung. asersi harus di dukung oleh bukti atau fakta. suatu asersi juga harus mengandung kemungkinan salah. Aseri untuk evaluasi istilah Representasi aseri dalam bentuk diagram dapat di gunakan untuk mengevaluasi makna sebagai suatu istilah. harus di pastikan terlebih dahulu apa arti atau maksud aseri tersebut. Aseri yang memuat pengkuatifikasi semua dan tidak ada merapakan aseri universal dan yang memuat pengkuntifikasi beberapa merupaka aseri sepesifik. Aseri sepesifik dapat di susun dengan pengkuantifikasi sedikit.banyak. Hipotesis biasanya di ajukan dalam rangka pengujian teori. Untuk keperluan argument. tidak ada (no) . Jenis aseri itu sebagai berikut :  Asumsi Asumsi adalah asersi yang di yakini benar meskipun orang tidak dapat mengajukan atau menunjukan bukti tentang kebenarannya secara meyakinkan atau asersi yang orang bersedia untuk menerima sebagai benar untuk keperluan diskusi atau debat . untuk di sebut sebagai hipotesis. 2. 1. asersi dapat di klasifikasi menjadi asumsi (assumption).  Hipotesis Hipotesis adalah asersi yang kebenarannya belum atau tidak di ketahui atau di yakini bahwa asersi tersebut dapat di uji kebenarannya. 3. Jenis asersi (pernyataan) Untuk menimbulkan keyakinan terhadap kebenaran suatu asersi. suatu aseri akan menjadi pernyataan fakta. sebagian besar.

Properitas keyakinan Adalah semua penalaran berjtujuan untuk menghasilkan suatu keyakinan terhadap asersi yang menjadi konkluksi penalaran. Pemahaman terhadap bebrapa prioritas (sifat) keyakinan sangat penting dalam mencapai keberhasilan argument. Konkluksi adalah asersi yang di turunkan dari serangkaian asersi. 1. asersi dafat berpungsi sebagai peremis dan konkluksi. D. sutu asersi harus harus ada benarnya(plausible). tingkat keyakinan dapat di tentukan oleh kuantitas dan kualiatas bukti mendukung asersi.  Keadabenaran Sebagi produk penalaran.  bukan pendapat keyakinan adalah sesuatu yang harus dapat di ajukan atau di buktikan secara objektif apakah salah atau benar dan sesuatu yang di harapkan menghasilkan suatu kesepakatan oleh setiap orang yang mengevalusinya atas dasar fakta objektif. Ketig a jenis asersi yang di bahas sebelum ini dafat berfunsi sebagai premis dalam suatu argument.  Bertingkat Keyakinan yang di dapat dari suatu aserasi tidak bersifat mutlak . Keadabenaran atau plausibilitas suatu asersi bergantung pada apa yang di ketahui suatu asersi bergantung pada apa yang deketahui tentang isi asersi atau pengetahuan yang mendasari dan pada sumber asersi. untuk dapat menimbulkan keyakinan. Fungsi asersi Dalam argument.4.  Berbias . Peremis adalah asersi yang di gunakan untuk mendukung suatu konkluksi. Keyakinan Keyakinan terhadap asersi adalah tingkat kebersediaan untuk menerima bahwa asersi di sebut benar.

Agar member keyakinan . Dalam arti fositip argument dapat di samakan dengan penalaran logis untuk menjelaskan atau mengajukan bukti rasional tentang suatu asersi. atau bahkan bertengkar mulut. istilah argument sering di gunakan secara keliru untuk menunjuk ketidak sepakatan. E. system nilai. dan perilaku orang tersebut. Argument merupakan bagian penting dalam pengembangan pengetahuan.ketertempaan tidak memasalahkan apakah suatu aseri sesuai atau tidak dengan realitas tetapi lebih memasalahkan apakah keyakinan terhadap suatu aseri dapat di ubah oleh buti. perselisihan pendapat.berbeda dengan veredikaliatas. mempunyai konotasi negative. Argumen Dalam kehidupan sehari-hari. Nilai keyakinan bagi seseorang akan tinggi aapabila perubahan keyakinan mempunyai inflikasi serius terhadap flisofi. martabat.  Bermuatan nilai Nilai keyakinan adalah tingkat penting tidaknya suatu keyakinan perlu di pegang atau di pertahankan seseorang. pendapatan potensial. Dalam pengertian ini. argument harus di evaluasi atau validitasnya.  Berkekuatan Kekutan keyakinan adalah tingkat kepercayaan yang di lekatkan seseorang pada kebenaran suatu asersi.Selain kekuatan bukti yang objektif yang ada. keyakinan di pengaruhi oleh prepensi.  Berketertempaan Ketertempaan (malleability) atau kelentukan keyakinan berkaitan dengan mudah tidaknya keyakinan tersebut di ubah dengan adanya informasi yang relevan. keinginan dan kepentingan peribadi yang karena sesuatu hal perluan peribadi yang karena sesuatu hal perlu di pertahankan. .bila seseorang mengajukan alas an untuk mendukung sutu gagasan atau pandanygan dia biasanya menawarkan argument.

Jenis argument F. Argument deduktif Argument atau penlaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang di sepakati (premis) ke pernyataan khusus sebagai simpulan konkluksi. Evaluasi penalaran deduktif Tujuan utama mengevaluasi argument adalah untuk menentukan apakah konklusi argument benar dan meyakinkan. b. Bedanya dengan argument .a. a. Penerapan konsep umum ke dalam situasi khusus yang menjadi (proses deduksi) Penarikan kesimpulan secara logis yang berlaku untuk situasi khusus tersebut. Argument induktif Penalaran ini berawal dari sutu pernyataan atau ke adaan yang khusus dengan pernyataan umum yang merupakan generealisasi dari ke adaan khusus tersebut. Dalam mengevaluasi penalaran deduktif ada empat aspek yang harus ada yaitu :  Kelengkapan Kelengkapan adalah keriteria yang penting karena validitas konkluksi menjadi kurang meyakinkan bila premis-premis yang di ajukan tidak lengap  Kejelasan arti di perlukan karena keyakinan merupakan fungsi kejelasan makna. Argument penalaran deduktif berlangsung dalam tiga tahap yaitu: Penentuan pernyataan umum (premis major) yang menjadi basis penalaran.aseri dapat berfungsi sebagi premis dan konkluksi( asersi kunci) yang merupakan komponen argument.  Kesahihan (validitas) merupakan criteria utama untuk menilai penalaran logis. Anatomi argument Dari definisi di atas dapat di katakana bahwa argument terdiri atas rangkaian asersi. Asersi berkaitan dengan yang lain dalam bentuk infrensipenyimpulan.kejelasan bukan hanya di terapkan untuk makna premis tetapi juga untuk hubungan antar premis(infrensi dan penyimpulan).  Kepercayaan melengkapi ketiga criteria sebelumnya agar konkluksi meyakinkan sehingga orang berssedia menerima. G.

a.akan tetapi kaidah tersebut belum sepenuhnya meyakinkan karena mungkin ada factor lain yang menyebabkan gejala terjadi. Argumen dan analogi Argument deduktif sebenarnya merupakan salah satu jenis penalaran nondeduktif.fungsi.lemah . Penalaran nondeduktif lainya adalah argument dengan analogi .atau bahkan tidak masuk akal ternyata mampu meyakinkan banyak orang sehingga mereka terbujuk oleh argument tersebut padahal seharusnya tidak. c. Kecohan Dalam kehidupan sehari-hari 9baik akademik maupun nonakademik). Argument sebab akibat Konsklksi sebagai akibat dari asersi tertentu merupakan salah satu bentuk argument yang disebut argument dengan penyebaban atau generealisasi kausal  Criteria penyebaban Kaidah pembedaan sebenarnya merupakan sutu rancangan untuk menguji secara ekprimental apakah memang terdapat hubungan kausal. acapkali d jumpai bahwa argument yang jelek .  Tingkat likuiditas perusahaan perdagangan lebih tinggi dari pada tingkat likuiditas perusahaan. penalaran dengan analogi adalah penalaran yang mrnurunkan konkluksi atas dasar kesamaan atau kemiripan krakteristik. Penalran induktif dalam akuntansi Penalaran induktif dalam akuntansi pada umumnya di gunakan untuk menghasilkan pernyataan umum yang menjadi penjelasan (teori) terhadap gejala akuntansi tertentu. Contoh pernyataan umum sebagi hasil penalaran induktif (generealisasi) antara lain adalah sbb:  Perusahan besar memilih metode akutansi yang menurunkan laba.tidak sehat. Persuasi tak langsung . H. a.pola. atau hubungan unsursuatu objek yag di sebutkan dalam suatu asersi. Pernyataan-pernyataan umum tersebut biasanya berasal dari hipotesisis yang di ajukan dan di uji dalam pernyatan empiris.  Partisivasi manajer devisi dalam penyusun anggaran mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja divisi  Dll. b.deduktif yang merupakan argument logis sedangkan argument induktif bersifat sebagi argument ada benarnya.

Strtegem ini di lakukan dengan cara mengajukan argumenyang tida bertumpu pada masalah pokok atau dengan cara mengalihkan masalah ke masalah yang lain yang tidak bertautan. e. Menyampingkan masalah.Persuasi taklangsung merupakan stratagem untuk meyakinkan seseorang akan kebenaran sutu pernyataan bukan langsung melalui argument atau penalaran melainkan melalui cara-cara yang sama sekali tidak berkaitan dengan validitas argument. a. . Stratagem ini di gunakan untuk melemhakan atau menjatuhkan suatu posisi atau pernyataan dengan cara menghubungkan pernyataan atau argument yang di ajukan seseorang dengan pribadi orang tersebut . g. Dengan menggunakan emosi pengargumen sebenarna berusaha menggeser dukungan nalar validitas argument dengan motiv.atau mengerikan sehingga tidak ada acara lain kecuali apa yang di usulkan pengagas. merugikan. Strategem b. d. Dilemma semua Dilemma semu aadalah taktik seseorang untuk mengaburkan argument dengancara menyajikan gagasan dan alternative lain kemudian mengkrakterisasi alternative lain sangat jelek. Imbauan tradisi Dalam beberapa halo rang mengerjakan sesuatu dengan cara tertentu semata-mata karena memang begitulah cara yang telah lama di kerjakan orang. Imbauan emosi. Imbauan cacah Stratagem ini biasanya di gunakan untuk mendudkung suatu posisi dengan untuk menunjukan bahwa banyak orang melakuakan apa yang di kandung posisi tersebut. c. Misrepresentasi Stratagem ini di gunakan biasanya untuk menyanggah atau untuk menjatuhkan posisi lawan dengan cara memutar balikan atau mnyembunyikan fakta baik secara halus maupun trang – tarangan. Imbauan autoritas Setrategem ini mirip dengan imbauan cacah bahwa banyaknya orang atau popularitas diganti dengan autaritas. Membidik orangnya. f.

Kepentingan mengalahkan penalaran Adapun hambatan untuk bernalar sering muncul akibat orang mempunyai kepentingantertentu yang harus dipertahankan kepentingan sering memaksa orang untuk memihak suatu posisi (keputusan) meskipun posisi tersebut sangat lemah dari segi argument. Penjelasan sederhana h. Menegaskan konsekuen a. Menyangkal anteseden Kebaliakan dari salah nalar menegaskan konsekuen adalah menyanangkal anteseden b. Perampatan lebih Salah nalar yang banyak di jumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah melektkan(mengimputasi) krakteristik sebagian kecil anggota ke seluruh anggota himpunan. g. Pentaksaan Salah nalar dapat terjadi apabila ungkapan dalam premis yang satu mempunyai makna yang berbeda dengan makna ungkapan yang sama dengan premis lainnya.I.khususnya dalam ilmu akademik atau ilmiah. Parisilitas Penalar kadang-kadang terkecoh karena dia menarik konklusi hanya atas dasar sebagian dari bukti yang tersedia yang kebetualan mendukung konkluksi Pembuktian dengan analogi merancukan urutan kejadian dengan penyebaban Menarik simpulan pasangan J. d. kelas. c. . Aspek manusia dalam penalaran Berikut ini di bahas bebrapa aspek manusia yang dapat menjadi penghalang penalaran dan pengembangan ilmu.atau kelompok secara berlebihan. Salah nalar Suatu argument boleh jadi tidak meyakinkan atau persuasive karena argument tersebut tidak didukung dengan penalaran ayanga valid.

(3)menjelaskan . Persistensi Karena kepentingan tertentu harus di pertahankan atau karena telah lama melekat dalam rangka piker. Sindroma tes klinis Sindrom ini menggambarkan sseseorang merasa (bahkan yakin). seseorang kadang – kadang sulit melepaskan Suatu keyakinan dan menggantinya dengan yang baru. Mentalitas djoko tingkir Budaya djoko tingkir di gunakan untuk menggambarkan lingkungan akademi atau profesi seperti ini karena konon perbutan joko tingkir yang tidak terpuji harus dibuat menjadi terpuji dengan cara mengubah sekenario yang sebenarnya terjadi semata.atau ketakkritisan.akan tetapi. k. kepentingan.orang terlanjur mengambil posisi dan ternyata mengambil tersebut salah atau lemah. orang ada kalnya berusaha untuk mencari-cari justifikasi untuk membenarkan posisinya. kepentingan untuk menjaga harga diri individual atau kelompok dapat menyebabkan orang berbuat tidak masuk akal. Kesimpulan Teori akuntansi : penalaran logis yang (1)memberikan kerangka acuan umum untuk menilai praktek akuntansi. l.Dalam dunia akdemik dan ilmiah.semata untuk menghormatinya Karena dia bakal menjadi raja(kekuasaan). dia tidak berani Untuk memeriksakan diri dan menjalani tes klinis karena takut bahwa tentang dugaan penyakitnya itu benar. BAB III PENUTUP A. i. Merasionalakan daripada menalar Bila karena keberpihakan. Terdapat ketidak beresan dalam tubuhnya dan dia juga tahu beanar apa yang terjadi karena pengetahuannya tentang suatu penyakit. j. (2)memberi arah pengembangan prosedur dan praktek baru.akhirnya orang ini tidak memeriksakan diri ke dokter dan mengatakan bahwa dirinya sehat.

sulit digene-ralisasi. Pendekatan perilaku akuntansi masih mencari jawaban siapa pemakai laporan? Model keputusan normatif belum berhasil sebab ketidakmampuan menguji model-model itu. Kelemahan deduktif : jika postulat atau premis salah. yang konsentrasi pada istilah-istilah = teori interpretasional (semantis) 3. Teori portofolio : investor yang rasional lebih suka menyimpan surat berharga yang memaksimasi rate of return (tingkat laba) atau meminimasi tingkat risiko – bersifat normatif yakni menjelaskan bagaimana investor harus bertindak. Beberapa kompromi dibuat untuk melayani tujuan yang berbeda-beda. gejala. (4)memberi seperangkat prinsip logis yang saling berkaitan menuju suatu kesimpulan (inferensial). kesimpulannya pasti salah. jika ada hubungan yang berulang-ulang. Investor membeli surat berharga bila yakin nilai intrinsiknya lebih besar daripada harga pasarnya. dan mengukur risiko. Pengujian teori adalah uji kemampuannya untuk menjelaskan. Contoh : interpretasi terbaik penilaian aktiva adalah konsep manfaatnya di masa yang akan datang. Dua pendekatan nilai intrinsik : (1)deviden (2)laba.praktek-praktek yang ada. Praktek akuntansi tradisional menekankan sistem biaya historis (har-ga perolehan). Penalaran deduktif diawali dengan tujuan dan postulat. yang menekankan pengaruh akuntansi terhadap perilaku dan keputusan = teori perilaku (pragmatis). Teori deskriptif : mengurai/menjelaskan informasi. Teori normatif : berusaha menjelaskan apa yang harus dikomunikasikan dan caranya. Teori induktif umumnya deskriptif. Pendekatan induktif : pengamatan data. Risiko Non-sistemik : yang dapat dihilangkan dengan diversifikasi. Model-model lebih konsisten dengan pendekatan kejadian daripada pendekatan nilai. yang menerapkan praktek dan prosedur akuntansi = teori sintaksis (struktur) 2. Kelemahan induktif : pengamat dipengaruhi ide di bawah sadar tentang hubungan relevan dengan data. prinsip dapat dirumuskan. Kesulitan induktif : data mentah tiap perusahaan berbeda. meramalkan. Risiko Sistemik : dikaitkan dengan pergerakan harga pasar umum. Keunggulan induktif : tidak dibatasi model/struktur. Ada pendapat kedua pendekatan identik. atau transaksi yang dianggap dapat diamati dan mempunyai . Teori akuntansi ada 3 tingkat : 1. Interpretasi akuntansi harus berhubungan dengan konsep ekonomi atau konsep fisik dunia nyata. Suatu peristiwa adalah kejadian.

acapkali d jumpai bahwa argument yang jelek .keyakinan dan argument.di dalam asersi ada yang di sebut : interprestasi asersi. Pendekatan etis teori akuntansi menekankan konsep keadilan.lemah . Maka dari itu penalaran ini memeberikan keyakinan bahwa suatu pernyataan atau argument layak untuk di terima atau di tolak.bermuatan dan berketetempaan. Argument demonstrasi bukti dengan menggunakan alasan logis untuk memengaruh di dalam argument terdapat .verdikal .bukan. b. Asersi adalah suatu pernyataan yang menegaskan bahwa sesuatu adalah benar.bertingkat. kebenaran. Teori akuntansi banyak melibatkan proses penilayan kelayakan dan paliditas suatu pernyataan adan argument.berkekuatan. Ada yang dinamakan properitas keyakinan merupakan Adalah semua penalaran berjtujuan untuk menghasilkan suatu keyakinan terhadap asersi yang menjadi konkluksi penalaran. a. Aspek manusia dalam penalaran Berikut ini di bahas bebrapa aspek manusia yang dapat menjadi penghalang penalaran dan pengembangan ilmu.dan pungsi asersi. jenis argument. Suatu argument boleh jadi tidak meyakinkan atau persuasive karena argument tersebut tidak didukung dengan penalaran ayanga valid. Keyakinan adalah tingkat kebersediaan untuk menerima bahwa suatu pernyataanatau teori (penjelasan) mengenai suatu phenomena atau (gejala alam social) adalah benar. Salah nalar.jesis asersi.intrepretasi semantik lebih baik ketimbang pengukuran nilai aktiva dan kewajiban. f.asersi untuk evalusi istilah. 1. nilai.pendapat.) d. dalam propritas keyakinan terdapat(keadabenaran.berbias.khususnya dalam ilmu akademik atau ilmiah. e.tidak sehat.atau bahkan tidak masuk akal ternyata mampu meyakinkan banyak orang sehingga mereka terbujuk oleh argument tersebut padahal seharusnya tidak.dalam penalaran ini terdapat unsure-unsur penalaran unsure itu antara lain asersi. dan kewajaran. c. Kecohan Dalam kehidupan sehari-hari 9baik akademik maupun nonakademik). Pemahaman terhadap bebrapa prioritas (sifat) keyakinan sangat penting dalam mencapai keberhasilan Argument.(anatomi argument .