MERUMUSKAN HIPOTESIS, MERUMUSKAN TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

Posted: 18/01/2011 in Tak Berkategori Kaitkata:hipotesis, kegunaan, metodologi penelitian, penelitian, rumusan, tujuan

0
BAB I. PENDAHULUAN

Puji syukur ke hadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, inayah dan hidayah-Nya lah kami sebagai penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul “Merumuskan Hipotesis, Merumuskan Tujuan Penelitian, dan Kegunaan Penelitian”. Dan tak lupa Shalawat beserta Salam semoga tetap tercurah limpahkan kepada Junjungan Alam Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga, Sahabat dan semoga pula sampai kepada kita semua selaku umat-Nya. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoritis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling tinggi dan paling mungkin tingkat kebenarannya. Namun nsecara teknis hipotesis penelitian dicantumkan dalam BAB I (BAB Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Selain daripada hipotesis yang ada di dalam BAB Pendahuluan, juga di dalamnya terdapat tujuan penelitian dan kegunaan dari penelitian. Tujuan penelitian merupakan satuan yang selaras dari perumusan masalah dan manfaat penelitian. Secara umum, tujuan penelitian adalah pernyataan jawaban atas pertanyaan mengapa anda ingin melakukan penelitian tersebut. Biasanya dalam penulisan tujuan adalah sesuai dengan perumusan masalah. Sedangkan inti daripada kegunaan penelitian menguraikan seberapa jauh kebergunaan dan kontribusi hasil penelitian kita.

Dan untuk lebih mendalami daripada bahasan mengenai perumusan hipotesis, perumusan tujuan penelitian, dan kegunaan peenelitian maka kami sebagai penulis menyajikannya dalam makalah kami berikut ini.

BAB II. PEMBAHASAN

1) Merumuskan Hipotesis

Namun apabila ternyata tidak turun hujan. kepastian. Artinya. dan terarah. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah faktaada hubungan tertentu Proposisi inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalampenelitian. tidak ada perbedaan makna di dalamnya. maka seseorang dapat saja menyimpulkan (menduga-duga) berdasarkan pengalamannya bahwa (karena langit mendung. pendapat yang ditegakkan. Dalam penggunaannya sehari-hari hipotesa ini sering juga disebut dengan hipotesis. salah satu diantaranya yaitu Penelitian sosial. teliti. dan terarah. dan sebagainya. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesis ilmiah.[3] Contoh: Apabila terlihat awan hitam dan langit menjadi pekat. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori.[4] Proses pembentukan hipotesis merupakan sebuah proses penalaran. maka dugaan terbukti benar. dugaan.1. [1] Hipotesis atau hipotesa adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.[2] Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang akan diteliti. Secara ilmiah. maka hipotesisnya dinyatakan keliru. maka…) sebentar lagi hujan akan turun. Pengertian Hipotesis Hipotesis berasal dari bahasa Yunani: hypo= di bawah.thesis = pendirian. dugaan ini disebut hipotesis. yang melalui tahap-tahap tertentu. Ketika berfikir untuk sehari-hari. secara sadar. teliti. Apabila ternyata beberapa saat kemudia hujan benar turun. orang sering menyebut hipotesis sebagai sebuah anggapan. hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Kesengajaan ini disebutpercobaan atau eksperimen. perkiraan. yang dilakukan dengan sadar.[5] . Dalam upaya pembuktianhipotesis. Sehingga dapat dikatakan bahwa sebuah Hipotesis merupakan satu tipe proposisi yang langsung dapat diuji. peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan/ menciptakan suatu gejala.

2. 3.2. Imajinasi dan pemikiran kreatif dari si peneliti. kualitas manfaat dari hipotesis tersebut akan sangat tergantung pada:[7] 1. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta yang bercerai-berai tanpa koordinasi ke dalam suatu kesatuan penting dan menyeluruh. 3. Metode dan desain penelitian yang dipilih oleh peneliti. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta. 4. 2. Kerangka analisa yang digunakan oleh si peneliti. Karakteristik Hipotesis . Oleh karena itu. Pengamatan yang tajam dari si peneliti terhadap fakta-fakta yang ada. yang kadangkala hilang begitu saja dari perhatian peneliti.Memberikan batasan dan memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian. Kegunaan Hipotesis Kegunaan hipotesis secara garis besar adalah:[6] 1. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta. 3. 4.

serta menemukan bahwa tidak ada metode penelitian untuk mengujinya. Hipotesis harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan sebenarnya. Untuk itu. maupun generalisasi. ruang. Oleh sebab itu. Peneliti harus memiliki hubungan eksplisit yang diharapkan di antara variabel dalam istilah arah (seperti. Peneliti harus bersifat spesifik yang menunjuk kenyataan yang sebenarnya. Kemudian. 4. Oleh sebab itu. Satu hipotesis menyatakan bahwa X berhubungan dengan Y adalah sangat umum. Hipotesis harus dapat diuji. yakni:[10] 1. teori menjadi penting secara khusus dalam pembentukan hipotesis yang dapat diteliti karena dalam teori dijelaskan arah hubungan antara variabel yang akan dihipotesiskan. . pengumpulan data. positif dan negatif). atau distribusi suatu variabel atau fenomenanya yang dinyatakan dalam nilai-nilai yang mempunyai makna. atau unit analisis yang jelas. analisis data. hipotesis merupakan jawaban atau dugaan sementara atas masalah yang dirumuskan atau searah dengan tujuan penelitian. ukuran. bebas nilai. jika hipotesis tersebut masih abstrak bukan saja membingungkan prosedur penelitian.[8] Meskipun hipotesis telah memenuhi syarat secara proporsional. hipotesis dapat diuji dengan metodeyang tersedia yang dapat digunakan untuk mengujinya sebab peneliti dapat merumuskan hipotesis yangbersih. instrumen harus ada (atau dapat dikembangkan) yang akan menggambarkan ukuran yang valid dari variabel yang diliputi. menguji satu hipotesis secara empiris adalah harus mendefinisikan secara operasional semua variabel dalam hipotesis dan diketahui secara pasti variabel independen dan variabel dependen. baik metodeobservasi. Hubungan antara X dan Y dapat positif atau negatif. hipotesis akan menekankan hubungan yang diharapkan di antara variabel. Untuk hipotesis deskriptif berarti hipotesis secara jelas menyatakan kondisi. Sehubungan dengan hal tersebut. hubungan tidak bebas dari waktu. 6.[9] Untuk dapat memformulasikan hipotesis yang baik dan benar. Selanjutnya. 3. Hipotesis harus dinyatakan secara jelas. Jadi. Hipotesis harus spesifik. sebagaimana kondisi di bawah hubungan yang diharapkan untuk dijelaskan. dan spesifik. 2. Hipotesis menyatakan variasi nilai sehingga dapat diukur secara empiris dan memberikan gambaran mengenaifenomena yang diteliti. Hipotesis diturunkan dari suatu teori yang disusun untuk menjelaskan masalah dan dinyatakan dalam proposisi-proposisi. Artinya nilai-nilai yang dimiliki peneliti dan preferensi subyektivitas tidak memiliki tempat di dalam pendekatan ilmiah seperti halnya dalam hipotesis. Kegagalan merumuskan hipotesis akan mengaburkan hasil penelitian. melainkan juga sukar diuji secara nyata. sedikitnya harus memiliki beberapa ciri-ciri pokok. dalam istilah yang benar dan secara operasional. 5.Satu hipotesis dapat diuji apabila hipotesis tersebut dirumuskan dengan benar. evaluasi hipotesis bergantung pada eksistensi metode-metode untuk mengujinya. Hipotesis harus bebas nilai. Aturan untuk.

Formulasi hipotes. Ini digunakan juga dalam penalaran ilmiah. hipotesis priliminer dianggap bukan hipotesis keseluruhan penelitian. Satu hipotesis yang memuaskan adalah salah satu hubungan yang diharapkan di antara variabel dibuat secara eksplisit 4. dalam penelitian. Pembentukan hipotesa dapat melalui ilham atau intuisi. 3. Hipotesis pendahuluan atau hipotesis preliminer (preliminary hypothesis). Penentuan masalah. Dugaan atau anggapan sementara yang menjadi pangkal bertolak dari semua kegiatan. Dalam penalaran ilmiah.7. Hipotesis harus menyatakan perbedaan atau hubungan antar-variabel. Pengujian hipotesa. diantara jumlah fakta yang besarnya tak terbatas itu hanya dipilih fakta-fakta yang relevan dengan hipotesa preliminer yang perumusannya didasarkan pada ketelitian dan ketepatan memilih fakta. dimana logika tidak dapat berkata apa-apa tentang hal ini. yang dikenal dengan hukum gravitasi. dan bilamana . Hipotesa diciptakan saat terdapat hubungan tertentu diantara sejumlah fakta. Dasar penalaran ilmiah ialah kekayaan pengetahuan ilmiah yang biasanya timbul karena sesuatu keadaan atau peristiwa yang terlihat tidak atau tidak dapat diterangkan berdasarkan hukum atau teori ataudalil-dalil ilmu yang sudah diketahui. Dalam proses penalaran ilmiah tersebut. diceritakan bahwa sebuah apel jatuh dari pohon ketika Newton tidur di bawahnya dan teringat olehnya bahwa semua benda pasti jatuh dan seketika itu pula dilihat hipotesanya. Karena tidak dirumuskan secara eksplisit. observasi tidak akan terarah. Sebagai contoh sebuah anekdot yang jelas menggambarkan sifat penemuan dari hipotesa. penentuan masalah mendapat bentuk perumusan masalah. Terjadifalsifikasi(penyalahan) jika usaha menemukan fakta dalam pengujian hipotesa tidak sesuai dengan hipotesa. Pengumpulan fakta. Tanpa hipotesa preliminer. artinya mencocokkan hipotesa dengan keadaan yang dapat diobservasi dalam istilah ilmiah hal ini disebut verifikasi(pembenaran). Apabila hipotesa terbukti cocok dengan fakta maka disebut konfirmasi. Dasar penalaran pun sebaiknya dikerjakan dengan sadar dengan perumusan yang tepat. 5. Fakta yang terkumpul mungkin tidak akan dapat digunakan untuk menyimpulkan suatu konklusi. namun merupakan sebuah hipotesis yang hanya digunakan untuk melakukan uji coba sebelum penelitian sebenarnya dilaksanakan. Tahap-tahap pembentukan hipotesis secara umum Tahap-tahap pembentukan hipotesis pada umumnya sebagai berikut:[11] 1. 4. karena tidak relevan dengan masalah yang dihadapi. 2.

Misalnya. Hipotesis ini mendasari teknik penelitian korelasional atau regresi. Sedangkan apabila hipotesis penelitiannya “terdapat perbedaan variabel x dengan variabel y. untuk “H0” dilambangkan dengan Py = 0 dan “Ha” / “H1” dilambangkan dengan P y > 0. Kemudian harus dapat diverifikasikan/koroborasikan dengan fakta. apabila hipotesa itu benar dan dapat diadakan menjadi ramalan (dalam istilah ilmiah disebutprediksi). Aplikasi/penerapan. 5. Hipotesis tentang hubungan adalah pernyataan rekaan yang menyatakan adanya hubungan antara dua variabel atau lebih. yaitu : 1) Hipotesis penelitian yang diungkapkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Dalam rangka pengolahan data hipotesis ini disebut hipotesis stastistik.usaha itu tidak berhasil. terdapat hubungan antara variabel x dengan variabel y. Hipotesis tentang perbedaan adalah pernyataan yang menyatakan adanya ketidaksamaan antarvariabel tertentu karena adanya pengaruh yang berbeda-beda. Misalnya. . Hipotesa yang sering mendapat konfirmasi atau koroborasi dapat disebut teori. Jadi dalam sebuah penelitian dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif. dan ramalan itu harus terbukti cocok dengan fakta. terdapat dua macam hipotesis. 6. maka hipotesis statistiknya untuk “H0” dilambangkan dengan M = 0 dan untuk “Ha” / “H1” dilambangkan dengan M ≠ 0. 2) Hipotesis statistik adalah hipotesis yang dilambangkan dengan rumus-rumus statistik. terdapat hubungan atau perbedaan anatara variabel x dengan variabel y. b) Hipotesis kerja vs hipotesis nol Hipotesis kerja adalah pernyataan rekaan yang hasil pengujiannya diterima. Jenis-Jenis Hipotesis[12] a) Hipotesis tentang perbedaan vs hubungan Hipotesis jenis ini merupakan hipotesis tentang hubungan analitis yakni secara analisis menyatakan hubungan atau perbedaan satu sifat dengan sifat lainnya. Hipotesis ini mendasari teknik penelitian komparatif. hipotesis tersebut dilambangkan dengan „Ha” atau “H 1” apabila terdapat hubungan dan “H0” apabila tidak terdapat hubungan atau perbedaan. sedangkan hipotesis nol adalah penyataan rekaan yang hasil pengujiannya ditolak. maka hipotesa tidak terbantah oleh fakta yang dinamakan koroborasi(corroboration).

hubungan anatar prestasi belajar siswa dengan sekolah yang berlokasi di pusat perbelanjaan. penguasaan penggunaan teori secara logis. B. Menguji Hipotesis Hipotesis berfungsi untuk memberi suatu penyataan terkaan tentang hubungan tentative antara fenomena-fenomena dalam penelitian. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah pusat perbelanjaan. Misalnya. hubungan antara tenaga kerja dengan jumlah siswa ddalam satu kelas. Misalnya. Secara umum. Hipotesis ini bertujuan untuk menguji adanya hubungan yang logis antara keseragaman-keseragaman pengalaman empiris. 6. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah perkantoran dan sebagainya. Biasanya dalam penulisan tujuan adalah sesuai dengan perumusan masalah. Contoh. hubungan antara tenga kerja dengan luas garapan. . Cara pengujian hipotesis tergantung pada metode desain penelitian yang digunakan. tujuan penelitian adalah pernyataan jawaban atas pertanyaan mengapa anda ingin melakukan penelitian tersebut. Kemudian hubungan tersebut diuji validitas dan reliabilitasnya menurut teknik-teknik yang sesuai untuk keperluan pengujian.c) Hipotesis ideal vs common sense (akal sehat) Hipotesis common sense biasanya menyatakan hubungan kegiatan terapan. Untuk menguji hipotesis diperlukan : a) Data atau fakta dan kerangka pengujian hipotesis harus ditetapkan dahulu sebelum si peneliti mengumpulkan data b) Pengetahuan yang luas tentang kerangka teori. statistik dan teknik-teknik pengujian. kita mempunyai keseragaman empiris dan hubungan antar sekolah. Merumuskan Tujuan Penelitian[13] Tujuan penelitian merupakan satuan yang selaras dari perumusan masalah dan manfaat penelitian. Sebaliknya. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah lingkungan industri. hipotesis yang menyatakan hubungan yang kompleks dinamakan hipotesis ideal. hubungan motivbasi belajart siswa dengan sekolah yang di tengah-tengah pemukiman penduduk. sekolah yang berlokasi di tengah-tengah pemukiman penduduk.

dsb. kegiatan atau menjelaskan fakta terkait dengan peraturan/ prosedur Membandingkan efektivitas/ efisiensi biaya pengobatan 2 kelompok atau lebih responden Untuk memberikan arahan dalam pelaksanaan penelitian. banyak memberi warna terhadap langkah-langkah yang akan ditempuh. 3. 1. dsb. 2. mendeskripsikan. 5. Ali (1994 : 96) ada beberapa criteria yang harus diperhatikan yaitu . membuktikan. Mendapatkan informasi IPTEK tertentu Mengembangkan metode/ alat/ teori/ konsep baru yang lebih efektif/ efisien dibanding yg ada Menilai faktor-faktor yangg berhubungan/ berpengaruh terhadap suatu kejadian Mengevaluasi program. Tujuan umum merupakan pernyataan spesifik yang menggambarkan luaran yang akan dihasilkan dari penelitian. .) Jenis tujuan penelitian 1. Tujuan penelitian. 4. Penulisan tujuan dirumuskan dalam bentuk kalimat yang afirmatif. karenanya menurut Moh. perlu diberikan definisi istilah dan variabel-variabel penelitian yang bersangkutan. jangka panjang dan abstrak 2.Tujuan penelitian dapat dibedakan menjadi tujuan umum (general purposes) dan tujuan khusus (spesific purposes). bersifat global. Tujuan khusus penelitian      merupakan pernyatan dalam bentuk kongkrit dan dapat diukur berupa uraian atau langkah-langkah untuk mencapai tujuan umum penelitian Tujuan khusus berkaitan dgn masalah penelitian & menunjukkan variabel yg akan diteliti boleh dalam kalimat aktif (mengetahui. proposal penelitian memuat apa yang hendak dicapai. Bila sekiranya akan timbul perbedaan penafsiran. Adanya tujuan ini dimaksudkan pula agar apa yang ingin dicapai dengan adanya penelitian ini dapat diketahui dan dapat diukur tingkat keberhasilannya. menilai.) maupun pasif (diketahuinya.

dan peramalan kejadian yang dapat digunakan oleh:[14] • program kesehatan utk perencanaan. 4) Tujuan penelitian menccerminkan analisis massalah dari segi variabel yang diteliti. sehingga memungkinkan terpeccahkannya masalah. C.1) Tujuan penelitian dirumuskan secara jelas dan operasional 2) Tujuan penelitian diarahkan sekitar masalah yang diteliti 3) Tujuan penelitian member arah yang tepat bgi peneliti tentang sasaran yang dituju.pengambilan keputusan/ perumusankebijakan • masyarakat umum • masyarakat industri . evaluasi. Kegunaan Penelitian Kegunaan penelitian adalah penggunaan hasil penelitian berupa informasi. model/ alat/ teori/ konsep/ faktor-faktor yang berpengaruh.

Mutu Sarjana yang diluluskan lebih tinggi dan handal .Orisinilitas karya tulis sarjana yang ditelurkan lebih terjamin dan lebih terasakan . kegunaan penelitian menguraikan seberapa jauh kebergunaan dan kontribusi hasill penelitian anda.Kegiatan akademik di Kampus akan lebih hidup dan berbobot 2) Bagi Mahasiswa .Menambah tajam wawasan keilmuan dan prestasi akademik . instansi/organisasi. Maksudnya.[15] Salah satu contoh kegunaan penelitian skripsi mahasiswa yang terbimbing baik adalah 1) Bagi Lembaga . Kegunaan penelitian/penulisan dapat diuraikan secara terpisah.Mendapat pembinaan diri menuju pribadi berkualitas .Mempersembahkan hasil karya yang dapat membanggakan 3) Bagi Dosen Pembimbing .Menambah penalaran ilmu khususnya pengetahuan terapan . kegunaan penelitian tersebut dapat diperinci lagi kepada pihakpihak yang berkepentingan terhadap penelitian anda.Mendapat pengalaman meneliti yang berharga . atau kepentingan bidang profesi peneliti.Menambah khasanah data dan informasi yang terpercaya . Kegunaan penelitian dapat dibedakan menjadi kepentingan praktis.• pengembangan ilmu pengetahuan Pada intinya. kepentingan bidang keilmuan. atau kelompok tertentu.

tujuan./ Hipotesis ilmiah mencoba mengutarakan jawaban sementara terhadap masalah yang kan diteliti. dan kegunnaan penelitian. sedangkan Tujuan penelitian . Dalam upaya pembuktian hipotesis. KESIMPULAN Didalam menyusun suatu laporan nkarya tulis ilmiah terutama penelitioan kualitatif di dalamnya tidak akan terlepas dari yang namanya merumuskan hipotesis. peneliti dapat saja dengan sengaja menimbulkan/ menciptakan suatu gejala. Hipotesis juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu Proposisi inilah yang akan membentuk proses terbentuknya sebuah hipotesis di dalam penelitian.III. Hipotesis yang telah teruji kebenarannya disebut teori. Hipotesis menjadi teruji apabila semua gejala yang timbul tidak bertentangan dengan hipotesis tersebut. Kesengajaan ini disebut percobaan atau eksperimen.

Leedy. Kegunaan penelitian/penulisan dapat diuraikan secara terpisah.kopertis4. kepentingan bidang keilmuan. kegunaan penelitian tersebut dapat diperinci lagi kepada pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penelitian anda. 2003..org/2007/05/08/merumuskan-masalah-penelitian/.or. dkk. Cirebon : STAIN Press. 2008. Maksudnya. tradisional. 7.15 6. Ormrod. 5. Sakaran. Dewi L. and Jeanne. Gramedia Pustaka Utama. Quantitative. Wahidin. tujuan penelitian adalah pernyataan jawaban atas pertanyaan mengapa anda ingin melakukan penelitian tersebut.00 WIB 2. Khaerul. 8. Biasanya dalam penulisan tujuan adalah sesuai dengan perumusan masalah. Badriah. John W.id/Pages/data%202006/kelembagaan/studi_kepustakaan_DR%5B1%5D. Toto Syatori Nasehuddien. Metode Penelitian. 1993. Secara umum.Doc. Cirebon : STAIN Cirebon.E. Logika Dasar. Paul. Second Edition. http://sambodo. 1992. California : Sage Publication. Jakarta : PT. Creswell. diakses 01 November 2010 pukul 13. Research Methods for Business: A Skill Building Approach. Gramedia Pustaka Utama. 4. Metodologi Penelitian (Sebuah Pengantar). 10. 2005. Ohio : Pearson Merrill Prentice Hall.D. dan induktif. Research Design Qualitative. Sylvie. second edition. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. atau kepentingan bidang profesi peneliti. 2008.47 Soekadijo.com/journal/item/3/Apa_itu_Latar_Belakang_Masalah_.merupakan satuan yang selaras dari perumusan masalah dan manfaat penelitian. Kegunaan penelitian dapat dibedakan menjadi kepentingan praktis. Dan inti daripada kegunaan penelitian menguraikan seberapa jauh kebergunaan dan kontribusi hasill penelitian anda.edublogs. Practical Research: Planning and Design Research Edisi 8. and Mixed Methods Approaches. 2002. 1993 .http://www. simbolik. 9. Logika Dasar. diakses 29 september 2010 pukul 18. dan induktif. 3. Vardiansyah.multiply. Jakarta : PT. Sambodo. diakses 29 september 2010 pukul 18. http://sylvie. Inc._Dewi. New York: John Wiley& Sons. Uma. atau kelompok tertentu. tradisional. [1] Soekadijo. Dani. instansi/organisasi. Jakarta : Indekls. simbolik. DAFTAR PUSTAKA 1.

114. Hal. California : Sage Publication.47 [15] Sambodo.10 [3] Sakaran. Quantitative.multiply. Hal. Ohio : Pearson Merrill Prentice Hall. Metodologi Penelitian (Sebuah Pengantar).cit. http://sambodo. and Mixed Methods Approaches. [12] Nasehuddin. Jakarta : Indekls. and Jeanne. hal. http://sylvie. 34 [13] Wahidin. Dewi L. Paul. Cirebon : STAIN Press. Paul D. diakses 01 November 2010 pukul 13. Practical Research: Planning and Design Research Edisi 8.. Second Edition. Op. second edition. Uma.http://www. diakses 29 september 2010 pukul 18.com/journal/item/3/Apa_itu_Latar_Belakang_Masalah_ . Metode Penelitian. diakses 29 september 2010 pukul 18.00 WIB [8] Sakaran.D. Hal. Op. Dani. [14] Sylvie.E. [10] Creswell. Ormrod. op. Hal.. Research Methods for Business: A Skill Building Approach. Op. dkk. New York: John Wiley& Sons. 2005. Research Design Qualitative. Khaerul. 7-19 [4] Leedy. Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar.org/2007/05/08/merumuskan-masalah-penelitian/. hal 31 [7]Badriah.15 . Cirebon : STAIN Cirebon..cit. Uma. 2003. Cit. Toto Syatori. [9] Leedy. 73 [11] Soekadijo. Hal. cit.[2] Vardiansyah. John W.Doc. Inc.id/Pages/data%202006/kelembagaan/studi_kepustakaan_DR%5B1%5D. 1992.or. 156-209 [5] Ibid [6] Toto Syatori Nasehuddien.kopertis4. 2002.edublogs. 2008. 2008._Dewi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful