1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. proses. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. lingkungannya. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. Salah satu indikator . Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. baik internal maupun eksternal. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan.

Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.07 6.27 7.46 6.66 100% 6.67 100% 6.90 6.25 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.43 7.95 7.46 6.I.31 7. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .46 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.24 99% 7.07 6.20 6.39 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.41 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel I. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.13 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.

kemampuan mengambil keputusan. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. mengarahkan kegiatan. dan kemampuan berkomunikasi. Inovator dan Motivator (EMASLIM). (7) teladan. dan mendelegasikan tugas. (3) tanggung jawab. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. keahlian dasar. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. membuka komunikasi dua arah. pengetahuan terhadap kependidikan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. pengalaman dan pengetahuan professional. . Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Leader. visi dan misi sekolah. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. (6) emosi yang stabil. mengorganisasikan kegiatan. (5) berjiwa besar. Manajer. Administrator. Supervisor. (2) percaya diri. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.

menentukan kebijaksanaan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. mengambil keputusan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. pengarahan keuangan. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. kemampuan memotivasi. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. pengambilan keputusan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. mengadakan rapat. Jika tidak. penyusunan kurikulum. melaksanakan pengawasan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. komunikasi dan pendelegasian wewenang. dan lain-lain. sarana prasarana. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat.7 mengkoordinasikan kegiatan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. Dugaan tersebut didukung oleh data . Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. kepegawaian. penanganan kesiswaan. pengorganisasian.

Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Supervisi kelas Setiap semester 6. Setiap bulan sekali 3. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . sehingga ia mau dan rela bekerja keras. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Setiap triwulan 4. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961).8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Edward Murray (1957). karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja.

menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. . Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. Lomba PTK 2.9 Mangkunegara (2005). Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Artinya pimpinan.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1.

10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. ketidakpatuhan pada aturan. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran.

kedisiplinan.92% 5. motivasi kerja.6% 5.21% 4. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.57% 5. baik dari kinerja guru. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel 1.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan.89% 7. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata .1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. 7.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.

10. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kinerja guru masih belum optimal. 11. 5. 7.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 6. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Disiplin kerja guru masih rendah.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Oleh karena itu. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. 1. 13. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 9. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 3. . 4. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 8. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 2. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 12.

maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. kepuasan kerja. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. disiplin dan motivasi kerja. 2. kepemimpinan. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. kompensasi. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.13 14. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. . lingkungan kerja. 1. 3.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. 1. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. 15. motivasi dan disiplin kerja. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. budaya kerja.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

4. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana.17 terlepas dari aktivitas manajemen. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. pelaksanaan dan pengendalian. maupun kepegawaian. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. pemasaran. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. tugas. pengorganisasian. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. 3. 2. keuangan.

Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Seperti sumber daya lainnya. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. memberi penghargaan dan penilaian”. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. menyaring. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. termasuk merekrut. melatih. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu .18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. kemampuan dan kecakapan mereka. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. 4. 3. 5. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. 2. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. Menciptakan iklim. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. . Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. lembaga atau wakil pemerintah. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 7. 6. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan.

20 manajemen. keadilan dan diantaranya : hukum. 12. pelanggan. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. gaya kerja dan aspirasi. . memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. 9. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai.politik. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. kompensasi dan tunjangan kesehatan. budaya dan teknologi. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. 10. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. hubungan karyawan dan buruh. 11. 8. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. sosial. karyawan. ekonomi. pemasok dan masyarakat luas). keselamatan dan keamanan. Mengelola karyawan yang beragam.

Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.1. Menurut Andrew J.21 2.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Robbins dalam buku Manajement. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.

karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. 2. mempengaruhi dan memotivasi orang lain.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. membujuk. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. 4. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. 5. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. . Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja.

2. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. motivasi diri dan dorongan berprestasi. 3.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. 4. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. sikapsikap hubungan kemanusiaan. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. 5. 3. Kehendak untuk memimpin. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. memecahkan masalah. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Kepercayaan diri. Dorongan. dan membuat keputusan yang tepat. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Kejujuran dan integritas. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. yaitu : kecerdasan. . Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. 6. Kecerdasan. 2. industry dan hal-hal teknis. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan.

Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. 5.24 4. membuat keputusan unilateral. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. mendiktekan metode kerja. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. . Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. jika perilaku itu dapat memuaskan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. dan membatasi partisipasi karyawan. wewenang. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya.

yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. 2. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. .

” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.3.26 2.1. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.

Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. pengambilan keputusan. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. yaitu : 1. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Kepala Sekolah sebagai Manajer. perlu adanya kebersamaan. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. 2. misi. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Oleh sebab itu. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. kemampuan memotivasi. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. tujuan dan .” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik.

Kepala sekolah sebagai administrator d. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Jadi.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai supervisor e. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai manajer c. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b.

2. Veithzal (2005 : 455 ).4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.1. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan.

Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. program pemberhentian kerja. program pension. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. 5. perumahan dan lainnya. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. seperti makan. Selanjutnya. cinta dan memiliki. lingkungan kerja yang nyaman. 3. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. 2. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal.30 1. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. gelar dsb. udara. minum. senioritas. kemampuan. hiburan. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . 4. uang pesangon. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri.

. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. b. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. 40% kebutuhan penghargaan. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. 2. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Dengan demikian. Atas dasar hasil penelitiannya. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. 70% kebutuhan rasa aman. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. keluarga. Berdasarkan studi tersebut. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg.31 85% kebutuhan fisiologi. yaitu : 1. 50% kebutuhan sosial.

Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. kondisi kerja. kebijakan administratif. dan ada . Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. dan kehidupan pribadi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Guru. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. Postulat teori dua factor. teknik supervisi. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. pengakuan. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. dunia kerja. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. tanggung jawab dan kemajuan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi.

mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. c. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Dua hal ini tidaklah berlawanan. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia.

ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Boleh jadi. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Jadi. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. . mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. dan juga kapan kita akan menggunakannya.

kebutuhan interpersonal. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. gaji. seperti makan. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. 2. Growth needs. Relatedness needs. Existence needs. Oleh karena itu. minum. Teory ERG (Existence. e. mungkin tidak efektif bagi orang lain. Teori Drive . tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. 3. pakaian. fringe benefits. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. keamanan kondisi kerja. bernafas. atau pimpinannya. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. d.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. f. Relatedness. yaitu: 1. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan.

Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. . Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Clark L.

Sementara Sinungan (2003 . Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya.1. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. 2. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. tingkah laku.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. . 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”.37 g. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.

38 Senada dengan pendapat di atas. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. 3. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. 2. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). . yaitu: 1. Tingginya semangat. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. 4. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. 5. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik.

8. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. 4. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. 5. 2. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 7. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Oleh karena itu. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. Tanpa disiplin yang baik. Besar kecilnya pemberian kompensasi. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. 6. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 9. 3. Diciptakan disiplin. Ada tidaknya pengawasan pimpinan.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan.

Sehubungan dengan itu. berpakaian rapih. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. sopan. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. . Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu .40 lingkungan yang tertib. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat.

dan Hukuman disiplin berat. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. . Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. 2.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan.1. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. mengetahui organisasi yang dipimpinnya.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”.

yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. 8. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). 5. 6. Creativeness. 4. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. pengalaman. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. keterampilan. 7. 2. 3. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. jangka waktu output. kualitas output. Quality of work. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. . Personal qualities. Quantity of work. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. Job knowledge. Inisiative. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. kehadiran di tempat kerja. dan sikap kooperatif. Cooperation. Dependability.

pendidikan dasar. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. Menurut Undang. melatih. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.1.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. mengajar. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. mengarahkan. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 2. membimbing. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. . dan pendidikan menengah.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. melakukan evaluasi.

Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 1998 : 98). 2.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. .1. keterampilan (skill). Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya.

merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. Ketegasan. Berorientasi pada hasil. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. 3. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Capability (kemampuan) 5. Communication (komunikasi . Quality of Work (kualitas kerja) 2. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 2. Initiative (inisiatif) 4. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Semangat (antusiasme). Promtness (ketepatan waktu) 3. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. 138) yaitu : 1. 5. 4. meliputi: 1. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah.

Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. 2010).1. 2005). 2002). 4. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 2007). kecerdasan emosi. Analisis Kepemimpinan. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Fylan Ulga. kedisiplinan. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Pasca Unsud (tesis 2008).03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 3. Pasca Unsud. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Sutopo Slamet.46 2. Kecerdasan Emosi. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.4 %.620) diantara variabel lainnya.3 % 2.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. (Tesis. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pasca UPI Bandung (tesis. Pasca Airlangga (tesis. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. Pengaruh Komitmen. .10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1.085 > 2. 5.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

maupun pendekatan situasional. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. pendekatan perilaku. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran.2.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. . yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. baik pendekatan sifat. Dengan demikian. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. 2. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. Di samping berorientasi terhadap tugas. Oleh karena itu.2. kepala sekolah sebagai administrator. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik.

maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. membuka komunikasi dua arah. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. dan mendelegasikan tugas. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. keahlian dasar.2. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.2.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. . Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Jika jumlah guru cukup banyak. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. dan memanfaatkan hasilnya. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.

(2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). visi dan misi sekolah. (3) tanggung jawab. (2) percaya diri. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. mencari gagasan yang baru.2. (7) teladan. (6) emosi yang stabil. 2. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian.2. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. kemampuan mengambil keputusan. dan kemampuan berkomunikasi. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (4) menerima masukan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator.53 pengalaman dan pengetahuan professional. mengintegrasikan setiap kegiatan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. .

Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. disiplin. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari.2.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula.2. integrative. 2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. keteladanan. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. serta adaptable dan fleksibel. 2. pengaturan suasana kerja. .2. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. pragmatis. program akselerasi dan lain-lain. rasional. kreatif. dorongan. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. disiplin. delegatif.2.

lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. dunia kerja. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. . kondisi kerja. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. teknik supervisi. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. tanggung jawab dan kemajuan. pengakuan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. dan kehidupan pribadi. Guru. kebijakan administratif. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan.

Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. efektifitas dan produktivitas. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik.2. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Pegawai yang tertib dan disiplin. mematuhi semua peraturan perusahaan . Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi.56 2. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi.2.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. 2. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.

Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Clelland. .2.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Edward Murray. Artinya pimpinan. Miller dan Gordon W. 2. manajer. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya.

Selain itu.” (Nawawi 2005 : 355). karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Disiplin merupakan bentuk . 2. mudah dimengerti.2. Oleh karena itu. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. dimanapun kita berada.

Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. merupakan salah satu tujuan sekolah.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.2. 2. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas.

Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Artinya pimpinan. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Miller dan Gordon W. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104).61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. manajer. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Clelland. Kinerja guru dapat . dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Edward Murray. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan.

Faktor motivasional 2.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Kepala sekolah sbg administrator 4. dan pendidikan menengah. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.1 Model Kerangka Pemikiran . mengajar. mengarahkan. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih .Menilai . Kepala sekolah sbg manajer 3. melatih.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. pendidikan dasar. membimbing.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah sbg inovator 7.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Kesadaran dalam bekerja 3. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg supervisor 5. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Menurut Undang. Kepala sekolah sbg edukator 2. Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg leader 6. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1.

. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 3. 4.63 2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.

penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. . Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT).Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pengumpulan data 6. Persiapan penyusunan v proposal 2. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7.1. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. Penyusunan bab I – III.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Seminar Usulan Penelitian.

motivasi kerja.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Fred N. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . . Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. 3.

Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : .05 (5%). dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. α = 0.66 2.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Oleh karena itu. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 3. 3. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval.7.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Oleh karena itu. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson.70 option sangat tidak setuju. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. Data primer.

jika < 0. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.7.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. demikian pula sebaliknya. 3. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . ( √* ( ) +* )( ) ( ) . = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.3 maka dikatakan tidak valid. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid).71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown.

4 – 4.0 – 1. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). maka instrument tersebut dikatakan reliabel.1 Diagram Jalur .8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.1 2.2 – 5. jika 3.5 1. motivasi kerja ( ).0 3.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. disiplin kerja ( ).3 1. Tabel 3.8 – 2.6 – 3. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.72 Jika > 7.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.

dengan Y merupakan hubungan kausal.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. dengan Y. dengan Y. . gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta .

10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. dan sebalikya. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol.74 3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. . Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.

75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.043 m². ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. ruang perpustakaan. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. ruang kepala sekolah.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector.1. ruang komputer. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. laboratorium fisika dan biologi. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.1 Hasil Penelitian 4. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal.

SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Standar Pengelolaan. Ajab Riatna . Standar Sarana. Standar Proses. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Standar Isi. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. SH Maulana Ismail.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. BA H. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. BA Mohamad Wasid.

H. H. Berwawasan IPTEK. Hasbiadi Endang Dahlan. misi. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Subandar Drs. efektif dan efisien 3. nyaman dan religious 5. Didi S. Visi “Terampil. Yaya Masria Drs.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. H. Berprestasi. BA Drs. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Terampil menggunakan media IPTEK 6. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Toto Suhartoyo Drs. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. H. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Nandang Sukmana Drs. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. A. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Dudi Susbandi KM.

Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Misi 1. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. efektif. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. kreatif. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1.78 7. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6.00 2. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5.

Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 6. H.2700003 Drs.79 9. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. 8. 4. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 5. 2. 9. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 7.2 Profil Sekolah 1. telah mengikuti PTBK. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. dll 12. semua mengajar sesuai bidangnya. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi.1. Telepon 4. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl.

0 Dari data pada tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.405 m2 Tabel 4. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.2 100. 2.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.1. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.2%) .1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.80 10.8 76. Prosentase 23.

52 4. 2.90 4 PGSLP 2 3.35 23.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.81 55.76 3.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1. SMA 3 4. D1 2 3.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.00 .00 JUMLAH 63 100.81 Tabel 4. 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.76 6. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.17 82.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.20 3 D3 10 15. 3. 5. 30 .40 Tahun 2 4.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun. Tabel 4. 25 – 29 Tahun 6 2. Tabel 4.80 2.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.20 5 S1 46 73.54 100.35 Tahun 3 3. 36 .52 4.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.56 100.

. Tabel 4. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.2. 6.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. 2.5%). disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.82 Dari tabel 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. 4. motivasi kerja 15 item.0 Tabel 4. 4.8 100. Prosentase 0 90. 5.5 0 0 4. 3.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.8 4.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.

630 X1 _7 0.3 maka semua item valid.576 X1 _12 0.512 X1 _13 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.439 X1 _15 0.460 X1 _16 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.487 X1 _18 0.422 X1 _14 0.599 X1 _10 0.557 X1 _9 0.680 X1 _2 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.437 X1 _17 0.471 X1 _4 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.452 X1 _3 0.620 X1 _11 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0. .672 X1 _6 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.661 X1 _5 0.623 X1 _8 0.

788 0.802 0.729 X2 _12 0.831 0. Tabel 4.718 X2 _7 0.583 X2 _3 0.819 0.826 0.863 0.653 X2 _5 0.606 X2 _2 0.716 X2 _6 0.442 X2 _10 0.549 X2 _15 0.3.607 X2 _9 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.764 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.84 Tabel 4. maka semua item valid.791 0.672 X2 _4 0.659 X2 _13 0.711 X2 _11 0.686 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.625 X2 _8 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.746 0.688 X2 _14 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .809 0.

836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.496 Y _20 0.675 Y _4 0. Berdasarkan tabel 4. maka semua item valid.810 X3 _14 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. Tabel 4.667 Y _15 0.707 Y_10 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .560 Y _6 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0.713 Y _8 0.652 Y _9 0.470 Y _19 0.3. variabel kinerja guru berada di atas 0.695 Y _14 0.695 Y _11 0.714 Y _13 0.654 Y _2 0.7 sampai dengan tabel 4.684 Y _5 0.698 Y _12 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.818 X3 _15 0.465 Y _16 0.3.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.487 Y _17 0.650 Y _3 0.550 Y _7 0.597 Y _18 0. maka semua item valid.

4.2. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .86 dan digunakan untuk penelitian. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.

4. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.87 Tabel 4.935 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.3. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.

13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.16 Setuju 4 29 116 46.81% menyatakan kurang setuju.06 Berdasarkan tabel di atas.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.00 Rata-Rata Skor 4.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. 46.70 100.00 . yakni sebanyak 30.52 38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. Tabel 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.03% menyatakan setuju.17 Prosentase 9.16% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 256 100.81 Tidak Setuju 2 0 0 0. dengan rata-rata skor sebesat 4. dan 23.29 12.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.10 25. berada pada kategori baik.88 Tabel 4.40 14.

62% menyatakan setuju. 38.63 4.98% menyatakan sangat setuju.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. yakni sebanyak 9.63% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. 12. dan 20.40% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.76 0.97 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 47.10% menyatakan setuju.70% sangat tidak setuju. 14.89 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 Berdasarkan tabel di atas. 25. dengan rata-rata 3.97 Prosentase 26.62 20.29% menyatakan tidak setuju.00 100. Tabel 4.98 47.

16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. dan 26. berada pada kategori baik.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.92 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.05% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.22 Setuju 4 26 104 41.92. dengan rata-rata 3.98 Tidak Setuju 2 6 12 9. Tabel 4. yakni sebanyak 19.00 Rata-Rata Skor 3.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.05 Setuju 4 34 136 53.98% menyatakan kurang setuju.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 247 100.97% menyatakan setuju.76 .00 Rata-Rata Skor 3.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Jumlah 63 237 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.97 Kurang Setuju 3 17 51 26. 53.

05 Prosentase 31. dengan rata-rata sebesar 3.00 0. Tabel 4. 41.76. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4. .00 100. 26.27 26.75% menyatakan sangat setuju.22% menyatakan sangat setuju.75 41.05. yakni sebanyak 22.52% menyatakan tidak setuju. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. dan 9.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 31.27% menyatakan setuju.27% menyatakan setuju.98% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.98 0.91 Berdasarkan tabel di atas. 26.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan. 31.00 100. 41.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3. berada pada kategori baik.00 0.95.75% menyatakan kurang setuju.27 31.27% menyatakan setuju.98% menyatakan sangat setuju.75 0. berada pada kategori baik Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.98 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. .92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 26.95 Prosentase 26. dengan rata-rata 3.

% menyatakan setuju.98 0.00 Jumlah 63 259 100. Tabel 4.93 Tabel 4. % sangat tidak setuju.44 26.00 .98 Tidak Setuju 2 0 0 0. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. dengan rata-rata . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 Rata-Rata Skor 4.57 44.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. % menyatakan kurang setuju.02 Prosentase 28.00 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.10 Setuju 4 22 88 34.11 Berdasarkan tabel di atas. % menyatakan tidak setuju.00 100.

00 0.02. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.94 Berdasarkan tabel di atas.00 Prosentase 28. . yakni sebanyak 28.57 0. 44.00. berada pada kategori baik Tabel 4. 28. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 4. dengan rata-rata 4.86 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju.57 42.57% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 28.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.44% menyatakan setuju.86% menyatakan setuju. 26. 42.98% menyatakan kurang setuju.

24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.00 0.95 Prosentase 22. berada pada kategori baik.40 50.81 0.00 100.98 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.40% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan kurang setuju.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.02. 23.95 Tabel 4.79 26.00 .00 Berdasarkan tabel di atas.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. dengan ratarata 4.22 50.79 23. % sangat tidak setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 25.02 Prosentase 25. 50.79% menyatakan setuju.00 0.

25.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.92 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.10.95.92% menyatakan sangat setuju.10 Prosentase 34. 50. dengan rata-rata 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. 39. 26.96 Berdasarkan tabel di atas.. berada pada kategori baik . yakni sebanyak 34. yakni sebanyak 22.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.40 0.79% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. Tabel 4. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.00 0.22% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan setuju.68 25.

berada pada kategori baik Tabel 4. 31.57 0.97 Tabel 4.00 . dengan rata-rata 4.27 28.00 Berdasarkan tabel di atas.16 41.00 0.00.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 100. yakni sebanyak 31.75% menyatakan sangat setuju.51% menyatakan setuju.75 36.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.51 31.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 Prosentase 31.00 100.75% menyatakan kurang setuju.75 0. 36.02 Prosentase 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.

00 100. berada pada kategori bai Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.02. 28.22 44.33% menyatakan kurang setuju.89. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.00 0.57% menyatakan kurang setuju.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 30. yakni sebanyak 22.44% menyatakan setuju.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. dengan rata-rata 4.98 Berdasarkan tabel di atas.22% menyatakan sangat setuju.16% menyatakan sangat setuju.44 33. 33. 44. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. .89 Prosentase 22. 41.33 0. berada pada kategori cukup baik.

berada pada kategori baik.94. dengan rata-rata 3.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.99 Tabel 4.00 Jumlah 63 248 100.00 0.94 Berdasarkan tabel di atas.40 0. yakni sebanyak 22.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.57 46.00 .22% menyatakan sangat setuju.22 Setuju 4 31 124 49.57% menyatakan kurang setuju. 28.03 Prosentase 28.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. Tabel 4.00 100.21% menyatakan setuju. 49.03 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

25. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.03 .68 22.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. dengan rata-rata 4.17 100.40% menyatakan kurang setuju.98 39. yakni . berada pada kategori baik 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.14 Prosentase 7.00 Berdasarkan tabel di atas.100 Berdasarkan tabel di atas.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.3. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.57% menyatakan sangat setuju.94 26. 46.22 3.03% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.

101 sebanyak 7. 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. berada pada kategori cukup baik. 22.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.22% menyatakan tidak setuju. 3.17% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 6. 3. dengan ratarata 3.87% menyatakan tidak setuju.98 47.35 26. . 26.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.87 3.17 100. 26.17% sangat tidak setuju. 15.98% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.62 15.35% menyatakan sangat setuju.94% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan kurang setuju. 39.62% menyatakan kurang setuju.14.17 Prosentase 6.

60.102 Tabel 4.22 58. 11.32 Tidak Setuju 2 7 14 11. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.94 Setuju 4 13 52 20.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.52 0. yakni sebanyak 20.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.52 22. dengan rata-rata 3.25 Berdasarkan tabel di atas.32 Prosentase 9.00 100.94% menyatakan sangat setuju.32% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.73 9.00 Jumlah 63 205 100.63% menyatakan setuju.25.

22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik . yakni sebanyak 7.52% menyatakan sangat setuju.38% menyatakan kurang setuju.38 12. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.98% menyatakan setuju. 58. yakni sebanyak 9.98 52.30 Prosentase 7. 52.00 Berdasarkan tabel di atas.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. dengan rata-rata 3.00 100.52% menyatakan tidak setuju.103 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.32. 22.70 0.73% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.70% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. 26. 12.30.94% menyatakan sangat setuju.94 26.

dengan rata-rata 3.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.76% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 4.00 Rata-Rata Skor 3. 14.16% menyatakan setuju.25 Berdasarkan tabel di atas.16 39.29% menyatakan tidak setuju.70 7.00 . 50.21 Prosentase 9.104 Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.76 Setuju 4 19 76 30.94 100.00 Jumlah 63 205 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.25.79 Tidak Setuju 2 9 18 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. Tabel 4.68 12.79% menyatakan kurang setuju.52 30. 30.

35. menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.16% 12.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.98 Kurang Setuju 3 27 81 42.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.76 Jumlah 63 211 100.94% sangat tidak setuju.105 Berdasarkan tabel di atas.29% menyatakan sangat setuju.86% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 9.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. 42. 4. 26.29 Setuju 4 17 68 26.70% karier. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. berada pada kategori cukup baik. 11.98% menyatakan setuju.21.00 Rata-Rata Skor 3.35 Berdasarkan tabel di atas. rata-rata 3. yakni sebanyak 14.76% sangat tidak setuju.68% menyatakan kurang setuju. menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. 7. . 39.

Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52 31.52 120 63. yakni sebanyak 7.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.98.94 % menyatakan sangat setuju. 9. berada pada kategori cukup baik.49% menyatakan kurang setuju. 7.98 atas.11% menyatakan tidak setuju.94% sangat tidak setuju.25 Prosentase 9. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.106 Tabel 4.11 5 7. 11. 63.00 .94 100.52 7.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.75 41.27 9. dengan rata-rata 2.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.52% menyatakan setuju.00 2.94 188 100.49 14 11.

52% menyatakan tidak setuju.86 11.21 Prosentase 9. 42.27% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. dengan rata-rata 3.52 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.94% sangat tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.21. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. menyatakan sangat setuju.11 7.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.94 100. 41.75% menyatakan setuju.25.57 42.52% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. 11. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. 7.11% menyatakan tidak setuju. 28.52% setuju.107 Berdasarkan tabel di atas. 7. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.94% sangat tidak setuju.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. 9. dengan rata-rata 3. 31.

.22% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.29% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.62 11.22 47. 47. 4.76% sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.30.11% menyatakan tidak setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.76 100.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 14. Tabel 4.30 Prosentase 14. 11.29 22.62% menyatakan kurang setuju.11 4.

109 Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.38 Prosentase 15. 47.62% menyatakan kurang setuju.00 100. menyatakan tidak setuju.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. Tabel 4.38 12.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 Jumlah 63 213 100.05 52.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.70 0.57% 12. 28.11% menyatakan sangat setuju. . dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 11.87 19.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.38 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11. berada pada kategori cukup baik.11 Setuju 4 18 72 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.38.

% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.29 23. 4.110 yakni sebanyak 15.21 12.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.87% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.40. 12.70 0. 49. berada pada kategori cukup baik.3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.00 100. 12.38% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.40 Prosentase 14. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.00 Berdasarkan tabel di atas. 19.05% menyatakan setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . 23.81% menyatakan setuju.38. Tabel 4. yakni sebanyak 14.70% menyatakan tidak setuju. 52.81 49.21% menyatakan kurang setuju.

44% menyatakan kurang setuju.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.111 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. Tabel 4.11 23.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. 28.52% menyatakan sangat setuju.57 Kurang Setuju 3 28 84 44. 17.00 .30 Berdasarkan tabel di atas. 44.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.21 Prosentase 11.00 Rata-Rata Skor 3.81 39. yakni sebanyak 9.57% menyatakan setuju.00 100. .68 25. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 208 100. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.52 Setuju 4 18 72 28.46% menyatakan tidak setuju.40 0.

23.21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. 25.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. dengan ratarata 3.75% menyatakan kurang setuju. 26. berada pada kategori cukup baik .24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. 31.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.52 Setuju 4 20 80 31. 31. 39. menyatakan sangat setuju.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.75% setuju.40% menyatakan tidak setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 204 100. dengan rata-rata 3. Tabel 4.11% setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.81% yakni sebanyak 11.112 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.

81 47.05 3.00 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.113 Tabel 4. 41.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.35 23.51% setuju.27 15.11 Prosentase 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.00 100. dengan rata-rata 3.33. 15. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.35% menyatakan sangat setuju.87 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.51 41.62 19.35 36.00 . 36.17 100.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.33 Prosentase 6.

32 Prosentase 6. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. 23.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 6.68% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. .35% menyatakan sangat setuju. 47.51 39. 3.17% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 6. berada pada kategori cukup baik.32.46 0.81% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.68 17. dengan rata-rata 3.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.114 Berdasarkan tabel di atas.11.00 100.62% menyatakan kurang setuju.51% menyatakan setuju. 19. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. 17. 3. 39.35% menyatakan sangat setuju.35 36. 36.46% menyatakan tidak setuju.

51% menyatakan setuju.17 33.81 0.27 22. 34.81% menyatakan tidak .33 41.115 Tabel 4.76 36. dengan rata-rata 3. 36.00 100.51 34.76% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.00 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.22 Prosentase 4.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.92 23. berada pada kategori cukup baik.92% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.22.00 23. setuju.22 0.17 Prosentase 3.00 100. yakni sebanyak 4.

16.63 0. 20. 33. .22% menyatakan tidak setuju. 30. berada pada kategori cukup baik.16% menyatakan setuju. % sangat tidak setuju. 46.27% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. 22.03% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.17% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.17% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 3.16 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.33% menyatakan setuju.16 Prosentase 3. 41.17 30. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan tidak setuju.03 20. yakni sebanyak 3.116 Berdasarkan tabel di atas.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.00 100.

20.57% menyatakan setuju.17 28. 28.00 . dengan rata-rata 3.62 20.76 31.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.00 Berdasarkan tabel di atas.17 Prosentase 4.00 100. 47.14. yakni sebanyak 3.117 Tabel 4.00 100.14 Prosentase 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.63 0.17% menyatakan sangat setuju.75 39.68 23.81 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.62% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan tidak setuju.57 47.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.

31.51% setuju.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.59 Setuju 4 23 92 36.81% menyatakan tidak setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.08 Berdasarkan tabel di atas.08. 30.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. berada pada kategori cukup baik. 23. dengan rata-rata 3. 36. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik.59% menyatakan sangat setuju. menyatakan sangat setuju.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.16% menyatakan kurang setuju. 31.76% setuju. Tabel 4.118 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 1. rata-rata 3. .00 Jumlah 63 194 100. berada pada kategori cukup baik.

00 Jumlah 63 196 100.59 Setuju 4 21 84 33.33 Kurang Setuju 3 25 75 39. dengan rata-rata 3.98% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.59% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 193 100.68 Tidak Setuju 2 16 32 25. 30.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Rata-Rata Skor 3.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. 26.59 Setuju 4 19 76 30.27 Tidak Setuju 2 17 34 26. yakni sebanyak 1.06 Berdasarkan tabel di atas.119 Tabel 4.16% menyatakan setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.06.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.27% menyatakan kurang setuju.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. 41.11 .

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.59 36. 25.68% menyatakan kurang setuju.00 100. 33. 39.51 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. berada pada kategori cukup baik.33 28. Tabel 4. 36.11 Prosentase 1.40% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 1.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. 33. dengan ratarata 3. yakni sebanyak 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11.33% menyatakan kurang setuju.59% menyatakan sangat setuju.57 0.57% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11.51% menyatakan setuju.33% menyatakan setuju. . 28.59% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.120 Berdasarkan tabel di atas.

63 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 204 100.24 .121 4.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.38% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.97 Tidak Setuju 2 10 20 15. 15. 52.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.24 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. dengan rata-rata 3.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.94 Setuju 4 15 60 23. 23.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.24.94% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 204 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.81% menyatakan setuju.52 Setuju 4 13 52 20. yakni sebanyak 7.3.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.87% menyatakan tidak setuju.

63% menyatakan setuju.38% menyatakan kurang setuju.81 52. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. berada pada kategori cukup baik. 15.94 23.00 100. .97% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9.81% menyatakan setuju.94% menyatakan sangat setuju.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. 52. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. dengan rata-rata 3.24.122 Berdasarkan tabel di atas.24. 20.87% menyatakan tidak setuju. 15. berada pada kategori cukup baik.38 15.24 Prosentase 7. yakni sebanyak 7.87 0.87% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 53.

38% menyatakan kurang setuju.38 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. silabus.00 Jumlah 63 209 100.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.70% menyatakan tidak setuju.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. silabus.29 Setuju 4 13 52 20.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. RPP dll.32.52% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3. 52.52 Setuju 4 16 64 25. Tabel 4. RPP dll.123 Tabel 4. silabus.00 Jumlah 63 213 100. dengan rata-rata 3.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. % sangat tidak setuju.40% menyatakan setuju.32 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 9. RPP dll. 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 12.

97% menyatakan kurang setuju. 20. 12.00 Berdasarkan tabel di atas. 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 11.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik.29% menyatakan sangat setuju.41.21% dengan menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 15.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.124 Berdasarkan tabel di atas.21 12. Tabel 4. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.87 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.38. yakni sebanyak 14. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.00 100. 53. 49. rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju.22 49.22% menyatakan setuju.63% menyatakan setuju.87% menyatakan sangat setuju.41 Prosentase 15.70 0.

68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3. yakni sebanyak 7. 39.27.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3. Tabel 4.27 Prosentase 7.29 0.68% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.63% menyatakan tidak setuju.63 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.57 49.00 .94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.00 100.94 28.75% menyatakan setuju.68 20.75 39.94 31.30 Prosentase 7. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas.125 Tabel 4.21 14. 20. 31.00 100.

21% menyatakan tidak setuju.94 Setuju 4 16 64 25. dengan rata-rata 3.29% 49. 14.40% menyatakan setuju. 28.94% menyatakan sangat setuju.29. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .94% menyatakan sangat setuju. 12. Tabel 4.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.29 Berdasarkan tabel di atas.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Rata-Rata Skor 3.70% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. 7.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata 3. 25. yakni sebanyak 7.97% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. berada pada kategori cukup baik.30. 53.126 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 207 100.57% menyatakan kurang setuju.

71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 28.52 Setuju 4 15 60 23. dengan rata-rata 3.62% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.00 Rata-Rata Skor 3. 15.29. 47. yakni sebanyak 7. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.32 . Tabel 4.29 Berdasarkan tabel di atas.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.57% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.00 Rata-Rata Skor 3.94 Setuju 4 18 72 28.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 Jumlah 63 209 100.00 Jumlah 63 207 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.

33 Prosentase 9.97 11. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.52% menyatakan sangat setuju.52 25. 11. 11. berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju.33.81% menyatakan setuju. . dengan rata-rata 3.40% menyatakan setuju.128 Berdasarkan tabel di atas.56% menyatakan kurang setuju. 55.40 53.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. Tabel 4. 25.97% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.11% menyatakan tidak setuju.32.00 100. yakni sebanyak 9.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 53. 23.11 0.

63% menyatakan setuju.70 20.63 52.38 14. yakni sebanyak 12. Tabel 4. 14. berada pada kategori cukup baik.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.29 0. dengan rata-rata 3.32 Prosentase 12. . berada pada kategori cukup baik.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.29% menyatakan tidak setuju. 52.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.38% menyatakan kurang setuju. 20.32.70% menyatakan sangat setuju.

03% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.24.24 Prosentase 6.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. berada pada kategori cukup baik.05% menyatakan tidak setuju.14 12.94 Setuju 4 17 68 26.35 23. 26.00 100.24 Berdasarkan tabel di atas.00 .81 57. Tabel 4.70 0.00 Jumlah 63 204 100. yakni sebanyak 7.130 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.94% menyatakan sangat setuju.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 19.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 46.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. dengan rata-rata 3.98% menyatakan setuju.

79% menyatakan kurang setuju.131 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan tidak setuju.79 12. Tabel 4.35% menyatakan sangat setuju.40 50.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.00 Berdasarkan tabel di atas.14% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata.35 Prosentase 11. 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.81% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. 23. yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.35. berada pada kategori cukup baik.11% menyatakan sangat setuju. . 12. 50. dengan rata-rata 3.70 0. yakni sebanyak 11.70% menyatakan tidak setuju.00 100.11 25.40% menyatakan setuju. 57. 12.

94 0.32 7.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.43.94% menyatakan tidak setuju.00 100.05 12. yakni sebanyak 19.79 11.00 100. 60.11 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.32% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.00 .78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.132 Tabel 4. 7.70 60.38 Prosentase 11.98 50.70% menyatakan setuju.43 Prosentase 19.11 26. berada pada kategori baik. 12.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.05% menyatakan sangat setuju.

38.97% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.87% menyatakan setuju.79% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 11.46 15. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. 11.38.38 Prosentase 17. 26.87 53.11% menyatakan sangat setuju.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. 15. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. 12.00 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan setuju. . 53.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 17.46% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. 50.97 12.70 0.00 100.133 Berdasarkan tabel di atas.

22 46.Rata 3.46% menyatakan tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.33 Prosentase 14. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.26 3.22% menyatakan setuju.18 3.31 . 22.134 Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. 4.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.33.03 17.94 3. yakni sebanyak 14.29 22.03% menyatakan kurang setuju.00 100.3.46 0.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata . berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. 46. 17.

31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .26 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.1 2.94 3.4 – 4.3 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.5 1.6 – 3. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.2 – 5.0 – 1.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.0 3. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.18 3.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.8 – 2.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4.3. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran.136 4. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.6.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal.3. motivasi kerja. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.

(2-tailed) Pearson Correlation Sig. koefisien jalur dari motivasi .479 3.766 .000 .564 .438 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.710 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .000 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.015 Kepemimpinan kepala .000 1 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.692 . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.000 1 ** ** .000 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4. Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.000 .184 t .982 2.000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .000 .920 2.505 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. Correlation is significant at the 0. Error 1.116 .000 .000 ** ** **.137 antar variabel.546.546 .01 level (2-tailed).6.518 1 (Constant) Sig.399 5.828 .351 Disiplin kerja (X3) .278 .438 .766 .828 .074 Standardized Coefficients Beta .3. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .564 .000 . .723 .186 a. a.505 .000 1 .723 .120 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .005 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.

terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.757 Std. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.278 X2 + 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0.769 a.769. Predictors: (Constant). Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.546 X1 + 0.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .278. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Error of the Estimate 5. Disiplin Kerja (X3).184 X3 + 0. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.60296 1 .motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.184. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).877 . motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.481 . Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.

87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0. di atas. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .546 0. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.278 0.481 Y Gambar 4.1.184 .

88 Pengaruh X1.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.6% Total 45.4% 76.044 .6. Pyx2 = 0.438 x 0.3.4% 11% 11. rx1.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .546 0.298 (29.7% 3.723 x 0.4%) .278 = 0. = 0.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.546 x 0.4% 2.0% 4.546 x 0. rx1.2% 21.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru . Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .1% 4.278 0. = 0.x2 .110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.6% 2.184 = 0.184 Pengaruh Langsung 29.9% 23. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.546 = 0.546 x 0.3% 10.x3 .8% 7.

546 = 0.278 x 0.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = . = 0.8%.2%.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .6%) .6.077 (7.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.278 x 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .x3 .8% + 11.505 x 0. = 0.723 x 0.184 = 0. Pyx1 = 0. rx1.3. rx2.4% = 45. 4.x2.0% + 4. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.026 (2.278 x 0.278 = 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .

Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.184 = 0.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .4%.044 (4. = 0.546 = 0.034 (3.0% + 2. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .6.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . rx2.6%.184 x 0. = 0.438 x 0.184 x 0.x3. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .505 x 0.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.6% = 21.3.026 (2.278= 0.7%. 4. rx1.3%.184x 0. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .x3 . = 0.7% + 11.

7% 3.6% 4. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.6. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.4% 76.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.0% Total Pengaruh 0.3% 10.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.5% 7.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.184 29.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.4% 13.2%.546 0.278 0.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.4% 45.3.8% 7.2% 21.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .

7. 4.9%.94 (tabel 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). sedangkan sisanya sebesar 23.3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.4%. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.4 – 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .3. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.7 Pembahasan 4. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.1% dipengaruhi oleh faktor lain.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.

26 (tabel 4.3. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik.18 (tabel 4.7. inovator dan motivator.3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. leader. 4.7. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.6 – 3. administrator.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. .145 sebagai edukator. manajer.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. supervisor. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.6 – 3.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.

7.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. guru harus selalu berusaha tepat waktu. mengajar. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . diperoleh skor rata-rata sebesar 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.mengevaluasi siswa.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. motivasi kerja dan disiplin kerja. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). menilai dan . membimbing. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.6 – 3.7. melatih. Untuk meningkatkan kinerjanya. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya.3.3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. mengarahkan.146 4. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.31 (tabel 4.

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Manajer. Administrator.2%.452 atau 45. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.4%. Leader.2% termasuk cukup signifikan.4%.044 atau 4. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. Supervisor. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.298 atau 29. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. .

7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.104 10.026 atau 2.6% sebagaimana pendapat Gordon W. Pegawai dengan atau .7.026 atau 2.044 atau 4.148 4.034 atau 3.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.077 atau 7. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.3.4% termasuk cukup tinggi.110 atau 11%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.3. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru. 4.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.7. 2.6%.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.

3 %.9 %. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.7. 4. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.2 %. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. 3. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.3. 4.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. 2.4 %.

kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. manajer. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. 5. melatih. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . mengajar.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. supervisor. 3. mengarahkan. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. leader. menilai. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. membimbing. 4. administrator. 2.

2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. 2. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. 5. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.151 6. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. Berdasarkan pengolahan data. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . 7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. maka : 1. 8. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal.

152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. 4. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Berdasarkan pengolahan data. Sistem . 3. 7. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. 5. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. 6. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru.

. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.B. D. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Jakarta : PT Rineka Cipta. Manajemen Sumber Daya Manusia. E. Istijanto. (2006). (2000). Motivasi Kelompok. (2009). Sudarwan. A Tabrani R. (2003). USA: Prentice Hall. Manajemen Sumber Daya Manusia. Danim. Mangkunegara. Kepemimpinan dalam Manajemen. Newstrom. Yogyakarta: ANDI. Menjadi Guru Profesional. Umar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. (2005). Fred. Cianjur: CV Dinamika Karya. (1997). Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. (2005). Jakarta: Rineka Cipta.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Arikunto Suharsimi. Riset Sumber Daya Manusia. N. Jakarta: PT Raja Grapindo. (2009). Gomez Meija. Mulyasa. E. Perilaku dalam Organisasi. Mulyasa. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Jakarta: PT Rineka Cipta. Miftah Toha. (1995). Fred. Keith dan John W. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Asas-Asas Penelitian Behavioral. (2004). .L. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Jakarta: Erlangga. (2006). (2004). (2007). (2006). Riset Sumber Daya Manusia. Balkin dan R. ( 2004). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Anwar Prabu. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. (Terjemahan Agus Darma). Fathoni Abdurrahmat. Husen. (2001) Manajing Human Resources. Luthan. Cardy. Yogyakarta: Graha Ilmu. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Organization Behavior (Prilaku Organisasi).

Yulk Garry. (2002). (2001). Sujana. bandung : CV Tarsito. (2000). (2007). Bandung : PT Gelora Aksara. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Sedarmayanti. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. (2005). Siswanto. Bandung: CV Mandar Maju. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Siagian. Sondang P. Organizational Behavior. Standar Nasional Pendidikan. Metode Penelitian Administrasi. New Jersey: Prentice Hall International. Sujana. (2009). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Jakarta: Rineka Jaya. Wahjosumijo. (2004). Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Rahman at all. (2002). Bandung : Alfabeta. Jakarta: PT Yudeks. Manajemen Sumber Daya Manusia. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. . Metode Statistika. (2005). Jatinangor: Alqaprint. (2003). Sidik Priadana. (2005). Bedjo. 2005. (2007). Metodologi Penelitian Pendidikan.155 Nawawi. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan dalam Organisasi. Bandung: STIE Pasundan. (2005). Sugiyono. Jakarta: PT Bumi Aksara. Supranto J. Bandung: Sinar Baru. (2005). (2000). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Veithzal. (2006). Dale A. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Rivai. Timple. Statistik Teori dan Aplikasi. Robbin Stephen P. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Peraturan Pemerintah RI. Manajemen Tenaga Kerja. Jakarta : CV Eko Jaya. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. (2001). Hadari.

Rizal Aminudin. 2008. (2001). Bandung. Depdiknas.eprins.etd. Pemotivasian dalam Manajemen.ac.ums. http//etd. Citra Umbara.id/6816/.156 Winardi. Bandung. Sistem Pendidikan Nasional. Citra Umbara. http. 2005. Depdiknas. Tentang Guru dan Dosen. .id/6864/. J. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang.eprins. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah.ac. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. ums. Hernowo Narmodo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.