P. 1
Tesis Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru

Tesis Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Motivasi Kerja Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru

|Views: 2,372|Likes:
Published by Sin Ba
kepemimpinan kepala sekolah
kepemimpinan kepala sekolah

More info:

Published by: Sin Ba on Jun 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/15/2014

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. proses. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. baik internal maupun eksternal. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Salah satu indikator . Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. lingkungannya. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah.

5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar . Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.25 6.27 7. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.39 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.13 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.90 6. Tabel I.31 7.07 6.46 6.46 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.20 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.43 7.66 100% 6.41 6.07 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.95 7.I. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.46 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.24 99% 7.67 100% 6.

(4) berani mengambil resiko dan keputusan. (6) emosi yang stabil. keahlian dasar. dan kemampuan berkomunikasi. . Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Leader. pengetahuan terhadap kependidikan. pengalaman dan pengetahuan professional. dan mendelegasikan tugas. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. (3) tanggung jawab. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. mengarahkan kegiatan. kemampuan mengambil keputusan. (5) berjiwa besar. Administrator. visi dan misi sekolah. (2) percaya diri. (7) teladan. Supervisor. Manajer. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. membuka komunikasi dua arah.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. mengorganisasikan kegiatan.

Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. dan lain-lain. pengarahan keuangan. mengadakan rapat. komunikasi dan pendelegasian wewenang. kemampuan memotivasi. sarana prasarana. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. mengambil keputusan. Dugaan tersebut didukung oleh data . menentukan kebijaksanaan. penanganan kesiswaan. Jika tidak. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. pengorganisasian. pengambilan keputusan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. melaksanakan pengawasan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. kepegawaian.7 mengkoordinasikan kegiatan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. penyusunan kurikulum.

Setiap triwulan 4. Setiap bulan sekali 3. Edward Murray (1957). Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961).8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Supervisi kelas Setiap semester 6. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas.

Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Lomba PTK 2. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi.9 Mangkunegara (2005). manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. . Artinya pimpinan. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.

Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. menurunnya produktivitas kerja dan apatis.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. ketidakpatuhan pada aturan. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru.

21% 4. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. kedisiplinan. baik dari kinerja guru.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir.6% 5. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4.57% 5. 7. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.92% 5.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata .89% 7. Tabel 1. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. motivasi kerja.

Reward dan punishment belum berjalan efektif. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 4. 13. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 3. 9. 7. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. Disiplin kerja guru masih rendah. Oleh karena itu. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Kinerja guru masih belum optimal. 10.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 2. 1. 12. 8. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. . 6. 5.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 11.

disiplin dan motivasi kerja. lingkungan kerja. kepemimpinan. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. kompensasi. 1. 15. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. motivasi dan disiplin kerja. . Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 3. kepuasan kerja.13 14.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. 2. 1. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. budaya kerja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. 4.17 terlepas dari aktivitas manajemen. pelaksanaan dan pengendalian. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. maupun kepegawaian. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. tugas. 2. keuangan. pemasaran. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. 3. pengorganisasian. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. menyaring. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. melatih. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. termasuk merekrut. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Seperti sumber daya lainnya. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. memberi penghargaan dan penilaian”.

7. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. . 5. 3. lembaga atau wakil pemerintah. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. Menciptakan iklim. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 2. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. kemampuan dan kecakapan mereka. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. 4. 6. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”.

seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. 9. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. 8. budaya dan teknologi. ekonomi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. keadilan dan diantaranya : hukum. kompensasi dan tunjangan kesehatan.politik. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. sosial. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. Mengelola karyawan yang beragam.20 manajemen. hubungan karyawan dan buruh. 10. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. karyawan. pelanggan. 11. . gaya kerja dan aspirasi. 12. keselamatan dan keamanan. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. pemasok dan masyarakat luas).

padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”.21 2.1. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Menurut Andrew J. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS .2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Robbins dalam buku Manajement.

Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. . mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. 2. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. 4. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. membujuk. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. 5. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja.

kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. yaitu : kecerdasan. 2. Kepercayaan diri. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. industry dan hal-hal teknis. memecahkan masalah. Kecerdasan. 3. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 5. 2. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. 3. sikapsikap hubungan kemanusiaan. . Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. 4. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Kehendak untuk memimpin. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. dan membuat keputusan yang tepat. 6. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Dorongan. Kejujuran dan integritas. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi.

mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. . membuat keputusan unilateral. wewenang. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. jika perilaku itu dapat memuaskan. dan membatasi partisipasi karyawan. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. 5.24 4. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. mendiktekan metode kerja.

Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. . Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. 2.

juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .1. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.3. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.26 2. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.

Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. pengambilan keputusan. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. tujuan dan . pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. yaitu : 1. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Oleh sebab itu. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. perlu adanya kebersamaan. Kepala Sekolah sebagai Manajer. kemampuan memotivasi. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). 2. misi.

Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Jadi. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai manajer c. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana .28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f.

29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.1. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. 2. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Veithzal (2005 : 455 ).

keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. seperti makan. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan.30 1. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. senioritas. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. 4. perumahan dan lainnya. program pension. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. lingkungan kerja yang nyaman. Selanjutnya. 3. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. 5. minum. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . program pemberhentian kerja. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. udara. 2. cinta dan memiliki. gelar dsb. kemampuan. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. uang pesangon. hiburan.

40% kebutuhan penghargaan.31 85% kebutuhan fisiologi. 50% kebutuhan sosial. keluarga. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. . Atas dasar hasil penelitiannya. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. 70% kebutuhan rasa aman. Berdasarkan studi tersebut. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. b. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. yaitu : 1. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Dengan demikian. 2. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang.

lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dunia kerja. dan ada . Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. tanggung jawab dan kemajuan. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. kebijakan administratif.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. dan kehidupan pribadi. Guru. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Postulat teori dua factor. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. kondisi kerja. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. pengakuan. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. teknik supervisi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya.

Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. c. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Dua hal ini tidaklah berlawanan. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y.

Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Jadi. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. dan juga kapan kita akan menggunakannya. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Boleh jadi. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. .

kebutuhan interpersonal. Relatedness needs. pakaian. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. f. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. e. 2. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. gaji. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. yaitu: 1. Oleh karena itu. bernafas. seperti makan. keamanan kondisi kerja. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Existence needs. minum. 3. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. Relatedness. Teory ERG (Existence. mungkin tidak efektif bagi orang lain. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. fringe benefits. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. d. Teori Drive .35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. Growth needs. atau pimpinannya.

Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. . kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Clark L. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive).

5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh.1.37 g. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Sementara Sinungan (2003 . 2. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. tingkah laku.

2.38 Senada dengan pendapat di atas. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. . Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. yaitu: 1. 4. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. Tingginya semangat.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 3. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. 5. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86).

Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 6. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 8. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Tanpa disiplin yang baik. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. 2. 5. Oleh karena itu. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . 7. 3. 4. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 9. Diciptakan disiplin.

Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. sopan.40 lingkungan yang tertib. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Sehubungan dengan itu. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. . berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. berpakaian rapih.

dan Hukuman disiplin berat.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. 2. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. . Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.1. mengetahui organisasi yang dipimpinnya.

2. Inisiative. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. . 7. kehadiran di tempat kerja. 5. kualitas output. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. Quantity of work. Quality of work. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. Job knowledge. Creativeness. jangka waktu output. 3. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. 8. Personal qualities. Cooperation. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Dependability. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. pengalaman. keterampilan. dan sikap kooperatif. 6. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. 4. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan.

kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. dan pendidikan menengah. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. melakukan evaluasi. mengajar. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. .7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. melatih. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. 2. Menurut Undang. membimbing. mengarahkan. pendidikan dasar. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian.1.

.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). 1998 : 98). 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No.1. 2. keterampilan (skill). dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. meliputi: 1. Capability (kemampuan) 5. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Ketegasan. 3. 5. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Semangat (antusiasme). praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. Initiative (inisiatif) 4. 2. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Promtness (ketepatan waktu) 3. 4. Berorientasi pada hasil. 138) yaitu : 1. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Quality of Work (kualitas kerja) 2. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Communication (komunikasi .45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas.

620) diantara variabel lainnya. 3. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pengaruh Komitmen.1.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pasca Airlangga (tesis. 2002). Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. 2010). Pasca Unsud (tesis 2008).10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. kecerdasan emosi. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Analisis Kepemimpinan. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. 2005). 5. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. (Tesis. Pasca UPI Bandung (tesis.4 %. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Pasca Unsud. Fylan Ulga.40 % Kepemimpinan kepala sekolah.46 2.3 % 2. 4. Sutopo Slamet. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Kecerdasan Emosi. . 2007). kedisiplinan.085 > 2.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

Di samping berorientasi terhadap tugas. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. Oleh karena itu. Dengan demikian. maupun pendekatan situasional. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. .51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. baik pendekatan sifat. 2. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. kepala sekolah sebagai administrator. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. pendekatan perilaku. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented).2.2. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.

Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. . keahlian dasar. dan memanfaatkan hasilnya.2.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. Jika jumlah guru cukup banyak. dan mendelegasikan tugas. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. membuka komunikasi dua arah. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2.2. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan.

mengintegrasikan setiap kegiatan.2. dan kemampuan berkomunikasi. visi dan misi sekolah. kemampuan mengambil keputusan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. 2. . mencari gagasan yang baru. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur.2.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik.53 pengalaman dan pengetahuan professional. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (2) percaya diri. (4) menerima masukan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (7) teladan. (3) tanggung jawab. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar.

54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. serta adaptable dan fleksibel.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. 2. program akselerasi dan lain-lain. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. dorongan. disiplin. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. kreatif. disiplin. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. . kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya.2.2. delegatif. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula.2. pengaturan suasana kerja. keteladanan. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula.2. rasional. 2. pragmatis. integrative.

lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. . dan kehidupan pribadi. kondisi kerja. teknik supervisi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. kebijakan administratif. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. tanggung jawab dan kemajuan. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Guru. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. pengakuan. dunia kerja.

Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Pegawai yang tertib dan disiplin.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. efektifitas dan produktivitas. mematuhi semua peraturan perusahaan .2.56 2. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.

maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.2. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. 2.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.

menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Edward Murray.2. Artinya pimpinan. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. 2. manajer. . dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Clelland. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Miller dan Gordon W.

Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. 2. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Disiplin merupakan bentuk . Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. dimanapun kita berada.2. Oleh karena itu. Selain itu.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. mudah dimengerti.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas.” (Nawawi 2005 : 355).

merupakan salah satu tujuan sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.2. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 2. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas.

manajer. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Miller dan Gordon W. Edward Murray. Artinya pimpinan. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Clelland. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Kinerja guru dapat .

Menurut Undang. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah.1 Model Kerangka Pemikiran .62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Kesadaran dalam bekerja 3. Faktor motivasional 2. Kepala sekolah sbg administrator 4. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Kepala sekolah sbg inovator 7. melatih. Kepala sekolah sbg edukator 2. pendidikan dasar.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. mengajar. mengarahkan.Menilai . 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg leader 6. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Kepala sekolah sbg supervisor 5. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Ketepatan waktu 2. dan pendidikan menengah. Kepala sekolah sbg manajer 3. membimbing.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. 3. 2.63 2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Pengumpulan data 6. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. . penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Persiapan penyusunan v proposal 2.1. Seminar Usulan Penelitian. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109).64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Penyusunan bab I – III.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. Sedangkan Fred N. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. 3. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja. .3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti.

4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent .05 (5%). Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. α = 0.66 2. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Oleh karena itu. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

70 option sangat tidak setuju. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . 3. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi.7. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Data primer. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 3. Oleh karena itu. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson.

jika < 0. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . 3. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas.3 maka dikatakan tidak valid.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid).7.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. demikian pula sebaliknya. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .

Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). Tabel 3.4 – 4.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.5 1.8 – 2.6 – 3.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.3 1. motivasi kerja ( ). maka instrument tersebut dikatakan reliabel.2 – 5.1 2.1 Diagram Jalur . disiplin kerja ( ).0 – 1.72 Jika > 7. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya. jika 3.0 3.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.

73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. dengan Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . . dengan Y merupakan hubungan kausal. dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + .

. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. dan sebalikya. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.74 3. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.

Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . ruang komputer. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.043 m². ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. ruang kepala sekolah. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.1 Hasil Penelitian 4. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. laboratorium fisika dan biologi. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. ruang perpustakaan.

1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. BA H. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Standar Proses. Standar Pengelolaan. SH Maulana Ismail. Standar Sarana. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). BA Mohamad Wasid. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Ajab Riatna .

Visi “Terampil. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. H. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Didi S. H. Toto Suhartoyo Drs. misi. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. efektif dan efisien 3. Subandar Drs. Dudi Susbandi KM. BA Drs. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Hasbiadi Endang Dahlan. Berwawasan IPTEK. Berprestasi. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Nandang Sukmana Drs. H. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . A. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. H. nyaman dan religious 5. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Yaya Masria Drs.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H.

Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Misi 1. efektif.78 7. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. kreatif. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8.00 2. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap.

Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No.1.2700003 Drs. Telepon 4. 5. dll 12. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. H. semua mengajar sesuai bidangnya. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 8. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. 6. telah mengikuti PTBK. 7.79 9.2 Profil Sekolah 1. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. 2. 4. 9.

Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2 100. 2. Prosentase 23.0 Dari data pada tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.80 10.405 m2 Tabel 4.8 76.1.2%) .

3.76 3.35 23. 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.20 5 S1 46 73.56 100.76 6. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.20 3 D3 10 15. 5.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. 25 – 29 Tahun 6 2.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1. 30 .00 . D1 2 3.17 82. Tabel 4.81 55.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.90 4 PGSLP 2 3. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.54 100.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1. 36 .35 Tahun 3 3.80 2.40 Tahun 2 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.52 4.00 JUMLAH 63 100. SMA 3 4. Tabel 4.81 Tabel 4. 2.52 4.

2. 4. Tabel 4.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 3. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.0 Tabel 4.5%). motivasi kerja 15 item. 5.82 Dari tabel 4. . menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. 2.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 6.5 0 0 4.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.8 4. 4. 4.8 100. Prosentase 0 90.

3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.437 X1 _17 0.439 X1 _15 0.487 X1 _18 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.512 X1 _13 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.623 X1 _8 0.471 X1 _4 0.557 X1 _9 0.620 X1 _11 0.422 X1 _14 0. .599 X1 _10 0.460 X1 _16 0.3 maka semua item valid.661 X1 _5 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.680 X1 _2 0.630 X1 _7 0.576 X1 _12 0.452 X1 _3 0.672 X1 _6 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.

831 0.625 X2 _8 0.653 X2 _5 0.607 X2 _9 0.442 X2 _10 0.729 X2 _12 0.606 X2 _2 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.788 0.686 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.791 0.809 0.802 0.826 0.863 0.764 0.84 Tabel 4.549 X2 _15 0.819 0.746 0.672 X2 _4 0.3.583 X2 _3 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .718 X2 _7 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.659 X2 _13 0.716 X2 _6 0. Tabel 4.711 X2 _11 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.688 X2 _14 0. maka semua item valid.

Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.560 Y _6 0.714 Y _13 0.550 Y _7 0. Tabel 4.698 Y _12 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.695 Y _14 0.707 Y_10 0.684 Y _5 0.713 Y _8 0.695 Y _11 0.3.597 Y _18 0.667 Y _15 0.650 Y _3 0.7 sampai dengan tabel 4. variabel disiplin kerja berada di atas 0.3.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas. maka semua item valid.652 Y _9 0.470 Y _19 0.487 Y _17 0.496 Y _20 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.675 Y _4 0. maka semua item valid. Berdasarkan tabel 4. bahwa seluruh item dinyatakan valid .818 X3 _15 0.465 Y _16 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.810 X3 _14 0.654 Y _2 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.

Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .2.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. 4. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).86 dan digunakan untuk penelitian. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.

949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.954 0. 4. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.3.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.935 0.986 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.87 Tabel 4.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.

16% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 30.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.70 100.81 Tidak Setuju 2 0 0 0. dengan rata-rata skor sebesat 4.81% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik.17 Prosentase 9.40 14.88 Tabel 4.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.03% menyatakan setuju.00 Rata-Rata Skor 4. Tabel 4.06 Berdasarkan tabel di atas.10 25.29 12. 46.00 Jumlah 63 256 100.00 . dan 23.16 Setuju 4 29 116 46.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52 38.

00 100.89 Berdasarkan tabel di atas. 38. 25. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.63% menyatakan kurang setuju. 47.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. dengan rata-rata 3. 14.10% menyatakan setuju.98 47.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.97 Prosentase 26.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.63 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .70% sangat tidak setuju.29% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan sangat setuju.97 .52% menyatakan sangat setuju.62 20. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. yakni sebanyak 9. 12. yakni sebanyak 26. dan 20.76 0.62% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju.

17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.92 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. dan 26.76 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.22 Setuju 4 26 104 41.00 Jumlah 63 237 100.05% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan setuju. 53.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.05 Setuju 4 34 136 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. berada pada kategori baik.98% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 19.98 Tidak Setuju 2 6 12 9. Tabel 4.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.92.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Jumlah 63 247 100.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.

98 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.52% menyatakan tidak setuju.75 41.22% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 22. 41. 26.98% menyatakan kurang setuju.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 31.27% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.91 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. dengan rata-rata 4. 26.27 26.75% menyatakan sangat setuju.00 100.05 Prosentase 31.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.76.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. . dengan rata-rata sebesar 3.00 Berdasarkan tabel di atas.05. berada pada kategori baik. dan 9. 41.

19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.75% menyatakan kurang setuju.00 0. berada pada kategori baik Tabel 4. dengan rata-rata 3. 41. 31.95 Prosentase 26.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.98 41.27% menyatakan setuju.98% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 26.27 31.95. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.75 0. .

00 .92 Kurang Setuju 3 17 51 26. berada pada kategori baik.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.93 Tabel 4. % menyatakan setuju. % sangat tidak setuju.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Jumlah 63 259 100.44 26. Tabel 4.11 Berdasarkan tabel di atas.02 Prosentase 28. % menyatakan tidak setuju.10 Setuju 4 22 88 34.00 100. % menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.00 0.98 0. dengan rata-rata . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 Rata-Rata Skor 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57 44.

00 Prosentase 28. berada pada kategori baik Tabel 4. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 26.57% menyatakan kurang setuju.86 28. 44.86% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.02.57 0.57% menyatakan sangat setuju.44% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 28. yakni sebanyak 28.94 Berdasarkan tabel di atas.00 0.00.00 100. 28.57 42. .98% menyatakan kurang setuju. 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.

23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.02 Prosentase 25.98 0.00 100.81% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 23. 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.79% menyatakan setuju.00 . % sangat tidak setuju. yakni sebanyak 25. dengan ratarata 4. Tabel 4.00 0.40 50.00 100.95 Prosentase 22. berada pada kategori baik.79 26.00 0.79 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.40% menyatakan sangat setuju.81 0.95 Tabel 4.22 50.02.

92 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. dengan rata-rata 3.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4..10 Prosentase 34.40% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 34. 26.22% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik .98% menyatakan kurang setuju.00 100. yakni sebanyak 22.95.79% menyatakan setuju.68% menyatakan setuju.96 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik. 50.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.40 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 25.92% menyatakan sangat setuju.68 25.10. dengan rata-rata 4. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. 39.

75 0. berada pada kategori baik Tabel 4.51 31.27 28.00 100.00 0. yakni sebanyak 31.00 .75% menyatakan sangat setuju.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.97 Tabel 4. 31. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 100.00.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.00 0.75% menyatakan kurang setuju.02 Prosentase 30.75 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 Berdasarkan tabel di atas.51% menyatakan setuju. 36.16 41.57 0.00 Prosentase 31.

44% menyatakan setuju.33 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. .57% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan kurang setuju.02. 33.22% menyatakan sangat setuju. 28. dengan rata-rata 4.22 44.00 100.16% menyatakan sangat setuju. 41.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.89 Prosentase 22. 44.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.98 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 30.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. dengan rata-rata 3. berada pada kategori bai Tabel 4. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 22.89.27% menyatakan setuju.44 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.

yakni sebanyak 22.21% menyatakan setuju.00 0.00 Rata-Rata Skor 3. 28.40 0.57 46.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.00 Jumlah 63 248 100. dengan rata-rata 3.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan sangat setuju.03 Prosentase 28. berada pada kategori baik.22 Setuju 4 31 124 49.03 25. 49.00 . Tabel 4.94. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 100.99 Tabel 4.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.94 Berdasarkan tabel di atas.

03% menyatakan setuju.57% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.22 3.3.98 39. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.94 26.17 100. dengan rata-rata 4.40% menyatakan kurang setuju.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.14 Prosentase 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4. yakni .00 Berdasarkan tabel di atas. 25.100 Berdasarkan tabel di atas.68 22. 46. berada pada kategori baik 4.03 .

dengan ratarata 3.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 3.35% menyatakan sangat setuju.17% sangat tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 26. 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.101 sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 22. dengan rata-rata 3.98 47.98% menyatakan setuju.17 Prosentase 6.87% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.68% menyatakan kurang setuju. .17% sangat tidak setuju. 39.35 26. 26.14.62% menyatakan kurang setuju.87 3.22% menyatakan tidak setuju.17 100. yakni sebanyak 6.00 Berdasarkan tabel di atas. 47.62 15.17. berada pada kategori cukup baik. 15.

73 9. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.32 Prosentase 9.00 100. 60. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru. 11.22 58. yakni sebanyak 20.52 22.11% menyatakan tidak setuju.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.00 .00 Jumlah 63 205 100.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.94% menyatakan sangat setuju.32% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.25 Berdasarkan tabel di atas.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.102 Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.32 Tidak Setuju 2 7 14 11. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.25.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3. dengan rata-rata 3.94 Setuju 4 13 52 20.52 0.

94 26. 52.103 Berdasarkan tabel di atas.30 Prosentase 7.70 0.00 Berdasarkan tabel di atas. 58.30.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.73% menyatakan kurang setuju. 22. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. 26.52% menyatakan sangat setuju.52% menyatakan tidak setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.98% menyatakan setuju. 9.32.70% menyatakan tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju.38 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.98 52. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 12. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 7. yakni sebanyak 9.22% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.

36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.104 Tabel 4.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.25 Berdasarkan tabel di atas. 50.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 30.76% menyatakan sangat setuju.76 Setuju 4 19 76 30.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.68 12. yakni sebanyak 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.00 Jumlah 63 205 100. dengan rata-rata 3.25.52 30. 14.00 . Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.70 7.16 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. berada pada kategori cukup baik.21 Prosentase 9.94 100.16% menyatakan setuju.79% menyatakan kurang setuju.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.29% menyatakan tidak setuju.

menyatakan setuju.16% 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. 42.35 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.98% menyatakan setuju. rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.35.76% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.29% menyatakan sangat setuju.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. 7.76 Jumlah 63 211 100. 39.68% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. 4. yakni sebanyak 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.105 Berdasarkan tabel di atas.21.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.86% menyatakan kurang setuju.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. . 11. 26.94% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 14.70% karier.29 Setuju 4 17 68 26. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.

49% menyatakan kurang setuju. 11. Tabel 4. 7.52 7. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.106 Tabel 4.52 120 63.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.11 5 7.98 atas. yakni sebanyak 7.27 9.98.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dengan rata-rata 2.00 2.94% sangat tidak setuju.49 14 11.94 100. berada pada kategori cukup baik.00 .52 31.52% menyatakan setuju.94 188 100.11% menyatakan tidak setuju.94 % menyatakan sangat setuju.75 41.25 Prosentase 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9. 9. 63.

86% membuat saya nyaman dalam bekerja. 7.94% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju. 31.11 7. berada pada kategori cukup baik.21 Prosentase 9.25.52% menyatakan tidak setuju. .41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. 11.11% menyatakan tidak setuju.57 42.86 11.107 Berdasarkan tabel di atas.52 28. Tabel 4.52% setuju.21.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.27% menyatakan kurang setuju. menyatakan sangat setuju. 28. 42. 9.00 Berdasarkan tabel di atas. 41.94 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.75% menyatakan setuju.94% sangat tidak setuju. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.

dengan rata-rata 3.76 100.22 47.29% menyatakan sangat setuju.22% menyatakan setuju. Tabel 4. .108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 11.29 22. berada pada kategori cukup baik.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 4. 22.30 Prosentase 14.76% sangat tidak setuju.11 4.11% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.30. 47.62% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 14.62 11.

00 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.38 12.62% menyatakan kurang setuju.57% 12.05 52.00 100. yakni sebanyak 11. Tabel 4.70 0.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 47.38 Prosentase 15.38 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan setuju.11 Setuju 4 18 72 28. 28. dengan rata-rata 3. .87 19. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.00 Jumlah 63 213 100.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.109 Tabel 4.38.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.11% menyatakan sangat setuju.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. menyatakan tidak setuju.

yakni sebanyak 14.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. berada pada kategori baik.70% menyatakan tidak setuju. 4. dengan rata-rata 3.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.29 23.40 Prosentase 14.29% menyatakan sangat setuju.87% menyatakan sangat setuju.21% menyatakan kurang setuju. % sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. 23.3. berada pada kategori cukup baik.05% menyatakan setuju. 19.110 yakni sebanyak 15.00 100.81% menyatakan setuju. 52. 12.38% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.40.81 49.00 Berdasarkan tabel di atas. 49.70% menyatakan tidak setuju.70 0. dengan rata-rata 3.38. Tabel 4. 12.21 12.

Tabel 4.57% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju. 28.68 25. berada pada kategori cukup baik. 17.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.44% menyatakan kurang setuju.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 208 100.46% menyatakan tidak setuju.21 Prosentase 11.40 0.111 Tabel 4.00 .00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.30 Berdasarkan tabel di atas. . yakni sebanyak 9.52 Setuju 4 18 72 28.81 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.00 100. 44.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.11 23.

31.81% yakni sebanyak 11. 23.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. 26. 31.21.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.24.52% menyatakan sangat setuju. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. dengan ratarata 3.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 39.112 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. berada pada kategori cukup baik.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.52 Setuju 4 20 80 31.40% menyatakan tidak setuju. 25. Tabel 4. menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.75% menyatakan kurang setuju.75% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 204 100.11% setuju.

113 Tabel 4.33 Prosentase 6.81 47.35 36.27 15.05 3.51 41.87 0. 36. dengan rata-rata 3.27% menyatakan kurang setuju.11 Prosentase 6.62 19.35% menyatakan sangat setuju.33. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.17 100.87% menyatakan menyatakan tidak setuju. 15.51% setuju.35 23.00 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin. 41.00 100.

47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.17% sangat tidak setuju.00 100.62% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan menyatakan tidak setuju. 3.35% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.35 36. 19.32.51% menyatakan setuju. yakni sebanyak 6.11.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.68% menyatakan kurang setuju.114 Berdasarkan tabel di atas. 39. yakni sebanyak 6.68 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46% menyatakan tidak setuju. 23.51 39.46 0. 36.81% setuju. dengan rata-rata 3.35% menyatakan sangat setuju.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 17. berada pada kategori cukup baik.32 Prosentase 6. 3. . dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.

00 23.22.22 Prosentase 4. yakni sebanyak 4.92% menyatakan kurang setuju.81 0.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.17 Prosentase 3. 36.22 0.51 34.00 100.51% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.76% menyatakan sangat setuju.17 33. Tabel 4.76 36. dengan rata-rata 3. setuju.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.92 23. 34.27 22.00 Berdasarkan tabel di atas.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.81% menyatakan tidak .115 Tabel 4.33 41.

116 Berdasarkan tabel di atas.03% menyatakan kurang setuju.17% menyatakan sangat setuju.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. yakni sebanyak 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.27% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.16.16% menyatakan setuju. 20. 41.00 Berdasarkan tabel di atas. 46. berada pada kategori cukup baik. 30. yakni sebanyak 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. 33.22% menyatakan tidak setuju.00 100. . berada pada kategori cukup baik. % sangat tidak setuju.16 Prosentase 3.63 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 22.63% menyatakan tidak setuju.17.16 46.17 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.03 20.33% menyatakan setuju.17% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3.

57 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.17 28.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. 20.76 31. yakni sebanyak 3.14 Prosentase 3.00 100.00 100.00 . 28.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.63% menyatakan tidak setuju.62 20.62% menyatakan kurang setuju.117 Tabel 4.68 23.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.57% menyatakan setuju.17 Prosentase 4.81 0.63 0.17% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. dengan rata-rata 3. 47.75 39.

59 Setuju 4 23 92 36. Tabel 4. 30.51% setuju. menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. rata-rata 3.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. 31.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.08 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.08.16% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 194 100. 36. berada pada kategori cukup baik. 39. 23. . yakni sebanyak 1.118 Berdasarkan tabel di atas. 31.59% menyatakan sangat setuju.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.76% setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Rata-Rata Skor 3.81% menyatakan tidak setuju.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.

06 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan kurang setuju.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 1.00 Jumlah 63 196 100.11 . berada pada kategori cukup baik Tabel 4.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.59 Setuju 4 21 84 33.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.00 Rata-Rata Skor 3.59% menyatakan sangat setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.06.119 Tabel 4. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.98% menyatakan tidak setuju. 30.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 193 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.16% menyatakan setuju. 41.59 Setuju 4 19 76 30. 26.

57 0. berada pada kategori cukup baik. 39.40% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.33 28.11 Prosentase 1. 36.68% menyatakan kurang setuju.11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. dengan ratarata 3. 28. 25.51% menyatakan setuju.33% menyatakan setuju.59 36. Tabel 4.120 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 1.59% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 1. 33. 33.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11.57% menyatakan tidak setuju.51 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.59% menyatakan sangat setuju.33% menyatakan kurang setuju.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. . dengan rata-rata 3.

Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.3.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.81% menyatakan setuju.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.94 Setuju 4 15 60 23.121 4.52 Setuju 4 13 52 20. yakni sebanyak 7.94% menyatakan sangat setuju. 23.00 Jumlah 63 204 100.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 204 100.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.24.97 Tidak Setuju 2 10 20 15. dengan rata-rata 3.24 Berdasarkan tabel di atas.24 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.38% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.81 Kurang Setuju 3 33 99 52. 15. 52.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.24 Prosentase 7. 15.97% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.94% menyatakan sangat setuju.24.81 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.122 Berdasarkan tabel di atas.38% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan tidak setuju.63% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24. 15.87 0.81% menyatakan setuju. 52. 20. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.94 23.00 100. 23.87% menyatakan tidak setuju. 53. berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.38 15. . yakni sebanyak 7. yakni sebanyak 9.

silabus.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.00 Rata-Rata Skor 3.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. RPP dll.29 Setuju 4 13 52 20.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.52 Setuju 4 16 64 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 209 100. silabus. RPP dll. yakni sebanyak 9.38% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 213 100. RPP dll.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.38 .123 Tabel 4. dengan rata-rata 3. Tabel 4.32.70% menyatakan tidak setuju.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40% menyatakan setuju.32 Berdasarkan tabel di atas. 25.00 Rata-Rata Skor 3.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. % sangat tidak setuju. 12. silabus. 52.52% menyatakan sangat setuju.

. 12. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 15. rata-rata 3. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. Tabel 4.21 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.38.22 49.11% menyatakan tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju.21% dengan menyatakan kurang setuju.41 Prosentase 15.41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 11.63% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. berada pada kategori cukup baik.87 22.22% menyatakan setuju. 22.70 0.70% menyatakan tidak setuju.87% menyatakan sangat setuju.124 Berdasarkan tabel di atas. 53.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. yakni sebanyak 14.97% menyatakan kurang setuju. 49. 20.

125 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 .30 Prosentase 7.21 14.68 20.63% menyatakan tidak setuju. 31.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.94 28.00 100. yakni sebanyak 7.94 31.75 39.94% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.63 0.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3. 39.00 100. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.27 Prosentase 7. 20.29 0.75% menyatakan setuju.57 49.00 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.27.

7. 14.94% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.29 Berdasarkan tabel di atas.94 Setuju 4 16 64 25. 28.29% 49.97% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan kurang setuju.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. Tabel 4.40% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 207 100.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 53. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .70% menyatakan tidak setuju. 25. yakni sebanyak 7.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.94% menyatakan sangat setuju.21% menyatakan tidak setuju.29. 12. dengan rata-rata 3.30. yakni sebanyak menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.126 Berdasarkan tabel di atas.

yakni sebanyak 7.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 28. dengan rata-rata 3.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.87% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 209 100.00 Jumlah 63 207 100.32 . 47.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. 15.62 Tidak Setuju 2 10 20 15. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.62% menyatakan kurang setuju.52 Setuju 4 15 60 23.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.00 Rata-Rata Skor 3.94 Setuju 4 18 72 28.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. Tabel 4.57% menyatakan setuju. Tabel 4.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.29.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29 Berdasarkan tabel di atas.

11 0.97 11. dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3. .00 Berdasarkan tabel di atas. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.128 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju.11% menyatakan tidak setuju.33 Prosentase 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.33. 11. 25. Tabel 4.00 100. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.56% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 9.40% menyatakan setuju.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. 53. yakni sebanyak 9.40 53.52 25. 55.11% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju.97% menyatakan kurang setuju.32.

63% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.70 20. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.32. 14.38% menyatakan kurang setuju.38 14.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.32 Prosentase 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.70% menyatakan sangat setuju.00 100.63 52.29% menyatakan tidak setuju. 20. yakni sebanyak 12. . berada pada kategori cukup baik.29 0. 52.

130 Tabel 4.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.14 12.00 Jumlah 63 204 100. 46. Tabel 4.03% menyatakan kurang setuju.00 .24 Berdasarkan tabel di atas.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.05% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.81 57. 19.94 Setuju 4 17 68 26.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.24 Prosentase 6.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24.00 100.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. 26.70 0.35 23.

14% menyatakan kurang setuju. 12. dengan rata-rata 3. 57. yakni sebanyak 11. dengan rata-rata. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.70% menyatakan tidak setuju.70 0.79% menyatakan kurang setuju. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. berada pada kategori cukup baik.35 Prosentase 11.40% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.35% menyatakan sangat setuju. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.11 25. 12.00 Berdasarkan tabel di atas.131 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju.11% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju. 25.35. berada pada kategori cukup baik.00 100. yakni sebanyak 6.40 50.79 12. 50.

43 Prosentase 19.11 26. yakni sebanyak 19.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.00 Berdasarkan tabel di atas.00 .05 12. Tabel 4.32% menyatakan kurang setuju. 60.38 Prosentase 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.70 60. dengan rata-rata 3.11 0.79 11.132 Tabel 4.70% menyatakan setuju. 7.98 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. 12.94 0.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.32 7.43.94% menyatakan tidak setuju.00 100.05% menyatakan sangat setuju.00 100. berada pada kategori baik.

yakni sebanyak 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. dengan rata-rata 3. .11% menyatakan tidak setuju.133 Berdasarkan tabel di atas.46 15. dengan rata-rata 3.38 Prosentase 17.00 100.97 12. 53. 11.38. Tabel 4. 15. 26.87% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas.46% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 17.79% menyatakan kurang setuju.38.97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.11% menyatakan sangat setuju. 12.70 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.70% menyatakan tidak setuju. 50.87 53.98% menyatakan setuju.

29% menyatakan sangat setuju.00 100.03 17.22 46. 46.134 Tabel 4.29 22.26 3.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3. yakni sebanyak 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4. dengan rata-rata 3.3.Rata 3.31 .33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.94 3.18 3.33 Prosentase 14. 17.46% menyatakan tidak setuju. 22.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.46 0.00 Berdasarkan tabel di atas. 4.03% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.

82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.0 – 1.2 – 5.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.94 3.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.6 – 3. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.3 1.4 – 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.5 1. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.0 3.18 3.26 3. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.1 2.8 – 2.

motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.6. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data.136 4.3.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran.3. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah.

000 .005 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.399 5.000 .828 .3.546 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 .000 .000 1 ** ** .505 .828 . koefisien jalur dari motivasi .766 .278 .01 level (2-tailed).85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.546.982 2.438 .692 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.074 Standardized Coefficients Beta .6.186 a.000 ** ** **.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .505 . a.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .000 .184 t . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.920 2.000 ** ** Kinerja guru (Y) ** . Error 1.723 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.766 .479 3.116 .351 Disiplin kerja (X3) .723 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.120 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.137 antar variabel.710 .564 .438 .000 1 .000 .518 1 (Constant) Sig.000 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.564 .000 1 .015 Kepemimpinan kepala . Correlation is significant at the 0. Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.

Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.278.481 .motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.757 Std. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.60296 1 . terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Error of the Estimate 5.546 X1 + 0.184. Predictors: (Constant). motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). Disiplin Kerja (X3).278 X2 + 0.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square . dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.769 a.184 X3 + 0.769.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.877 . Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.

Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.546 0.481 Y Gambar 4.278 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .1. di atas.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.184 . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.

rx1.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.6.3% 10.88 Pengaruh X1.4%) .4% 76.3. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0. = 0.044 .7% 3.278 0.546 x 0.6% 2.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .184 Pengaruh Langsung 29.8% 7.0% 4.6% Total 45.546 0.x2 .2% 21.438 x 0.4% 2.546 = 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .546 x 0.278 = 0.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.x3 .546 x 0.184 = 0.298 (29.1% 4.9% 23.4% 11% 11.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru . rx1.723 x 0. = 0.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. Pyx2 = 0.

278 = 0.077 (7.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. 4.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .278 x 0. rx1.184 = 0.8%.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . Pyx1 = 0. rx2.8% + 11.6.0% + 4.278 x 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.505 x 0.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29. = 0.4% = 45.026 (2.546 = 0. = 0.3. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .723 x 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .x3 .x2.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.278 x 0.6%) .2%.

6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.546 = 0.044 (4.x3 . 4.4%.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .184 = 0.7%.438 x 0.184 x 0. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.034 (3.505 x 0.6% = 21.6. = 0. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .184 x 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = . = 0.3%.x3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.026 (2. rx2.6%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .184x 0.0% + 2.3.7% + 11. rx1.278= 0. = 0.

8% 7.4% 76.5% 7.546 0.2%. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.6.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.2% 21.6% 4.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.0% Total Pengaruh 0.4% 45.3.184 29.7% 3.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .4% 13. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.3% 10. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.278 0.

7 Pembahasan 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).7.94 (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. sedangkan sisanya sebesar 23.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.4%.3.9%. 4.3. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.4 – 4. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.1% dipengaruhi oleh faktor lain. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.

82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.7.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.7.6 – 3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. inovator dan motivator.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. 4. leader.6 – 3. manajer.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. .18 (tabel 4.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.145 sebagai edukator. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).26 (tabel 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. 4. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. supervisor. administrator.

31 (tabel 4. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. melatih.6 – 3.7.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.mengevaluasi siswa. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. mengarahkan. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. mengajar. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.7.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Untuk meningkatkan kinerjanya.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.3.146 4. menilai dan . Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. motivasi kerja dan disiplin kerja.3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. membimbing.

2%. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan.452 atau 45. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.298 atau 29. Leader. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Supervisor. Manajer. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.044 atau 4. . Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik.4%.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.2% termasuk cukup signifikan. Administrator.4%. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.

6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.110 atau 11%. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau 2.7.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.077 atau 7.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.026 atau 2.3. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.104 10.148 4. 2.6%. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.7.4% termasuk cukup tinggi.3.044 atau 4. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. 4. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.034 atau 3.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.6% sebagaimana pendapat Gordon W. Pegawai dengan atau .7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 4. 4.4 %.7. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).9 %. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.2 %.3 %.3. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. 2. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. 3.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. leader. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. supervisor. 2. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. 4. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. 3. menilai. membimbing. mengarahkan. mengajar. manajer. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. administrator.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. melatih. 5. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar .

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Berdasarkan pengolahan data.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. 5. 2. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. 8. 7. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. maka : 1. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua.151 6. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan.

Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 3. Berdasarkan pengolahan data. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. 5. Sistem . 6. 7. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. 4. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. .

(1997). Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. (2003). (2005). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Cianjur: CV Dinamika Karya. (2005). Jakarta: PT Raja Grapindo. (2001) Manajing Human Resources. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Balkin dan R. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2009). Jakarta: PT Rineka Cipta. Luthan. (1995). Motivasi Kelompok. A Tabrani R. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Husen. (2006). (2000). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Fred. Kepemimpinan dalam Manajemen. Manajemen Sumber Daya Manusia. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Jakarta : PT Rineka Cipta. (Terjemahan Agus Darma). Newstrom. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. USA: Prentice Hall. Arikunto Suharsimi. . Jakarta: Erlangga. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Riset Sumber Daya Manusia. ( 2004). Mulyasa. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Perilaku dalam Organisasi.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. (2006).L. Gomez Meija. (2007). Yogyakarta : Gajah Mada University Press. D. Keith dan John W. Mulyasa. (2006). N. (2009). Istijanto. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Riset Sumber Daya Manusia. Miftah Toha. Danim. Fred. Anwar Prabu. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Fathoni Abdurrahmat. Menjadi Guru Profesional. (2004). (2004). Sudarwan.B. E. Yogyakarta: ANDI. Cardy. Yogyakarta: Graha Ilmu. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. E. Umar. Mangkunegara.

Standar Nasional Pendidikan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Yudeks.155 Nawawi. Siswanto. Bandung: STIE Pasundan. (2002). Jakarta: Rineka Jaya. (2005). (2003). Supranto J. Metodologi Penelitian Pendidikan. (2009). Metode Statistika. Organizational Behavior. Hadari. Bandung: CV Mandar Maju. (2005). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Manajemen Tenaga Kerja. (2005). Yulk Garry. bandung : CV Tarsito. Bedjo. (2001). (2000). Bandung: CV Tarsito Sukardi. 2005. Metode Penelitian Administrasi. Statistik Teori dan Aplikasi. Sidik Priadana. Jakarta : CV Eko Jaya. (2007). Jatinangor: Alqaprint. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Sujana. Timple. Siagian. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2007). (2002). (2001). Sugiyono. Rivai. Bandung: Sinar Baru. Sedarmayanti. Bandung : Alfabeta. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Sujana. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Wahjosumijo. Sondang P. Kepemimpinan dalam Organisasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Bumi Aksara. (2006). (2005). (2004). Jakarta: PT Elex Media Komputindo. (2000). Robbin Stephen P. Veithzal. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Bandung : PT Gelora Aksara. Peraturan Pemerintah RI. . New Jersey: Prentice Hall International. (2005). Rahman at all. Dale A.

Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.ums. http.id/6864/.ac.eprins. ums. Depdiknas. Depdiknas. . Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Pemotivasian dalam Manajemen. Sistem Pendidikan Nasional.eprins. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945.ac. Citra Umbara. 2008. Citra Umbara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Hernowo Narmodo. J. (2001). 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Rizal Aminudin. Bandung.156 Winardi. Tentang Guru dan Dosen.id/6816/.etd. http//etd. Bandung.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->