1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. baik internal maupun eksternal. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Salah satu indikator . anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. proses. lingkungannya. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak.

I.66 100% 6. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.67 100% 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.27 7.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.39 6.31 7. Tabel I.46 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.13 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .24 99% 7.46 6.25 6.90 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.20 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.07 6.41 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.46 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.95 7.07 6.43 7.

(5) berjiwa besar. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. dan mendelegasikan tugas. pengalaman dan pengetahuan professional. Administrator. dan kemampuan berkomunikasi. (2) percaya diri. (6) emosi yang stabil. mengorganisasikan kegiatan. Manajer. Inovator dan Motivator (EMASLIM). (4) berani mengambil resiko dan keputusan. membuka komunikasi dua arah. Leader. (3) tanggung jawab. mengarahkan kegiatan. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. kemampuan mengambil keputusan. pengetahuan terhadap kependidikan. Supervisor.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. keahlian dasar. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. visi dan misi sekolah. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. (7) teladan. . meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan.

Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. Jika tidak. pengambilan keputusan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Dugaan tersebut didukung oleh data . penanganan kesiswaan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. sarana prasarana.7 mengkoordinasikan kegiatan. dan lain-lain. menentukan kebijaksanaan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. pengarahan keuangan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. mengadakan rapat. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. kepegawaian. kemampuan memotivasi. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. penyusunan kurikulum. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. mengambil keputusan. pengorganisasian. melaksanakan pengawasan. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat.

Setiap bulan sekali 3. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Setiap triwulan 4.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961).8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Edward Murray (1957). Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Supervisi kelas Setiap semester 6.

4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. . dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Lomba PTK 2. Artinya pimpinan.9 Mangkunegara (2005). manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi.

Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. ketidakpatuhan pada aturan. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran.

siswa jadi terlantar karena gurunya absen. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.21% 4. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. kedisiplinan. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.92% 5. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel 1.6% 5.89% 7. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . motivasi kerja. 7.57% 5. baik dari kinerja guru.

Kinerja guru masih belum optimal.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 11. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 1. . 13. 10. 6.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 7. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Disiplin kerja guru masih rendah. 4. 3. Oleh karena itu. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. 2. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 9. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 5. 12. 8.

Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. 15. 1. budaya kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. motivasi dan disiplin kerja. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. disiplin dan motivasi kerja. kepemimpinan. kompensasi. 2. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. kepuasan kerja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. 3. . Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. lingkungan kerja. 1.13 14.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

pemasaran. pelaksanaan dan pengendalian. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. pengorganisasian. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. 2. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. 3. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. maupun kepegawaian.17 terlepas dari aktivitas manajemen. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. keuangan. tugas. 4. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif.

termasuk merekrut. memberi penghargaan dan penilaian”. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. melatih. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Seperti sumber daya lainnya. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. menyaring. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

6.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. 5. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. 4. Menciptakan iklim. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. . 3. 2. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. 7. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. kemampuan dan kecakapan mereka. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. lembaga atau wakil pemerintah. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik.

Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. karyawan. pelanggan. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. 8. sosial. pemasok dan masyarakat luas). seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. keadilan dan diantaranya : hukum. gaya kerja dan aspirasi.politik. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. hubungan karyawan dan buruh. ekonomi. kompensasi dan tunjangan kesehatan. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait.20 manajemen. 11. 9. . keselamatan dan keamanan. budaya dan teknologi. 10. Mengelola karyawan yang beragam. 12.

Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”.1.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS .” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.21 2. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Menurut Andrew J. Robbins dalam buku Manajement. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”.

4. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. membujuk. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. 2. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. 5. . Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. mempengaruhi dan memotivasi orang lain.

Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. sikapsikap hubungan kemanusiaan. . Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. yaitu : kecerdasan. industry dan hal-hal teknis. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Kepercayaan diri. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. 3. 2. dan membuat keputusan yang tepat. memecahkan masalah. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Kehendak untuk memimpin. 4. Kejujuran dan integritas. 3. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Kecerdasan. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. 5. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. 6. Dorongan. 2.

24 4. jika perilaku itu dapat memuaskan. . Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. membuat keputusan unilateral. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. wewenang. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. mendiktekan metode kerja. dan membatasi partisipasi karyawan. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. 5. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1.

. 2. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management.

Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama.3. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.26 2. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.1.

perlu adanya kebersamaan. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. yaitu : 1. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. tujuan dan . Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. pengambilan keputusan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Oleh sebab itu.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. misi. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). 2. kemampuan memotivasi.

Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah sebagai supervisor e. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai inovator g.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Jadi. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai manajer c. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f.

Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa.1. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Veithzal (2005 : 455 ). Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. 2.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.

minum. udara. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. lingkungan kerja yang nyaman. seperti makan. Selanjutnya. program pension. 2. 3. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja.30 1. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. program pemberhentian kerja. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. uang pesangon. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . gelar dsb. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. cinta dan memiliki. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. hiburan. 5. senioritas. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. perumahan dan lainnya. kemampuan. 4.

dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. 50% kebutuhan sosial. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. Dengan demikian. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai.31 85% kebutuhan fisiologi. keluarga. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Berdasarkan studi tersebut. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. . 70% kebutuhan rasa aman. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. yaitu : 1. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. 2. 40% kebutuhan penghargaan. Atas dasar hasil penelitiannya. b.

Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. dunia kerja. pengakuan. dan kehidupan pribadi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Postulat teori dua factor. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. dan ada . juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. kondisi kerja. Guru. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. kebijakan administratif. teknik supervisi. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. tanggung jawab dan kemajuan. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang.

Dua hal ini tidaklah berlawanan. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. c. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan.

Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. . ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. Jadi.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. dan juga kapan kita akan menggunakannya. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Boleh jadi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya.

gaji. Relatedness needs. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Existence needs. e. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. f. mungkin tidak efektif bagi orang lain. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Teori Drive . yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. 3. 2. minum. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. kebutuhan interpersonal. Growth needs. Relatedness. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. Oleh karena itu. Teory ERG (Existence. fringe benefits. bernafas. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. keamanan kondisi kerja. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. d. pakaian. atau pimpinannya. yaitu: 1.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. seperti makan.

Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. .36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Clark L. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement.

5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. tingkah laku. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. 2. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.37 g. . Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.1.

mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. 3. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. 4. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Tingginya semangat. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86).38 Senada dengan pendapat di atas. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. yaitu: 1.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. . 2. 5. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.

yang terbayang adalah berupa hukuman berat. 7. Ada tidaknya pengawasan pimpinan.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 4. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. 5. Oleh karena itu. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Tanpa disiplin yang baik. 8. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 9. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. 3. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. 2. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 6. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Diciptakan disiplin. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan.

karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. . guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik.40 lingkungan yang tertib. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. Sehubungan dengan itu. sopan. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. berpakaian rapih. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja.

instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan.1. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. dan Hukuman disiplin berat. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. 2.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. . Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang.

yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 8. kualitas output. Personal qualities. Inisiative. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. 7. 5. jangka waktu output. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Creativeness. 3. pengalaman. Quality of work. Quantity of work. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). . kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. 4. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. 2. dan sikap kooperatif. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. Dependability. kehadiran di tempat kerja.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. Cooperation. Job knowledge. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. keterampilan. 6.

” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. pendidikan dasar.1. 2. melakukan evaluasi. mengarahkan. membimbing. mengajar. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. dan pendidikan menengah. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. . melatih. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. Menurut Undang. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran.

. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. keterampilan (skill). 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. 1998 : 98). Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan.1. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. 2.

4. Semangat (antusiasme). Communication (komunikasi . Ketegasan. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 3.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. 5. Capability (kemampuan) 5. meliputi: 1. Promtness (ketepatan waktu) 3. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Quality of Work (kualitas kerja) 2. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. 138) yaitu : 1. 2. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Berorientasi pada hasil. Initiative (inisiatif) 4.

kecerdasan emosi.1. Sutopo Slamet. 2005).3 % 2. 4. Pengaruh Komitmen. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pasca Unsud (tesis 2008). . 3. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pasca Unsud.085 > 2. 2010).40 % Kepemimpinan kepala sekolah. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. (Tesis. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Analisis Kepemimpinan. Pasca Airlangga (tesis. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah.620) diantara variabel lainnya. kedisiplinan. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.4 %.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pasca UPI Bandung (tesis. Kecerdasan Emosi. Fylan Ulga.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. 2002). 2007). Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. 5.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi.46 2. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

kepala sekolah sebagai administrator. baik pendekatan sifat. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian. maupun pendekatan situasional. 2. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.2. pendekatan perilaku.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran.2. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. Di samping berorientasi terhadap tugas. . sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. Oleh karena itu. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented).51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional.

agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah.2. keahlian dasar. membuka komunikasi dua arah. dan mendelegasikan tugas. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. dan memanfaatkan hasilnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Jika jumlah guru cukup banyak.2. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. . maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya.

kemampuan mengambil keputusan. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik.53 pengalaman dan pengetahuan professional. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. (7) teladan. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). . pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (3) tanggung jawab.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. visi dan misi sekolah. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. dan kemampuan berkomunikasi. (2) percaya diri. mencari gagasan yang baru. (4) menerima masukan.2. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. 2. (6) emosi yang stabil. mengintegrasikan setiap kegiatan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif.2. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan.

rasional. keteladanan. 2. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. program akselerasi dan lain-lain. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. integrative. disiplin.2.2. dorongan.2. . Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. delegatif.2. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. pengaturan suasana kerja.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. disiplin. serta adaptable dan fleksibel. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. kreatif. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. pragmatis.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. 2.

. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. kondisi kerja. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. dan kehidupan pribadi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. dunia kerja. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. tanggung jawab dan kemajuan. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. teknik supervisi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. pengakuan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Guru. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. kebijakan administratif.

mematuhi semua peraturan perusahaan . Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. efektifitas dan produktivitas. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan.2. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Pegawai yang tertib dan disiplin. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi.56 2. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan.

terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. 2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu.2. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku.

Miller dan Gordon W. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. . Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. 2. Edward Murray.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. manajer. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Artinya pimpinan.2. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Clelland.

59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. Disiplin merupakan bentuk . Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. 2. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Oleh karena itu. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. mudah dimengerti. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar.” (Nawawi 2005 : 355). Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. dimanapun kita berada. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri.2. Selain itu.

2. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. 2. merupakan salah satu tujuan sekolah. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.

yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Artinya pimpinan. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Clelland. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. manajer. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Miller dan Gordon W. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Kinerja guru dapat . Edward Murray.

Menilai . Menurut Undang.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Kepala sekolah sbg leader 6. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Kepala sekolah sbg edukator 2. Kesadaran dalam bekerja 3. melatih. mengajar.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.1 Model Kerangka Pemikiran . dan pendidikan menengah.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. pendidikan dasar. Kepala sekolah sbg supervisor 5. mengarahkan. Kepala sekolah sbg inovator 7. Kepala sekolah sbg manajer 3.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. membimbing. Kepala sekolah sbg administrator 4. Faktor motivasional 2. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. Ketepatan waktu 2.

3. 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. .3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.63 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 4. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Pengumpulan data 6. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Penyusunan bab I – III.1. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Seminar Usulan Penelitian. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. .2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109).1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Persiapan penyusunan v proposal 2. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3.

. motivasi kerja. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . Sedangkan Fred N. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. 3.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Oleh karena itu. α = 0. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel.05 (5%). Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder.66 2. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. 3.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.7. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.70 option sangat tidak setuju. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . Oleh karena itu. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. 3. Data primer.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.

demikian pula sebaliknya. ( √* ( ) +* )( ) ( ) .3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). 3.3 maka dikatakan tidak valid. jika < 0.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).7. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .

Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). maka instrument tersebut dikatakan reliabel. disiplin kerja ( ). dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian. jika 3.4 – 4.0 3.3 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. motivasi kerja ( ).6 – 3.1 Diagram Jalur .0 – 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.5 1.2 – 5. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.8 – 2.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3.1 2.72 Jika > 7. Tabel 3.

dengan Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y merupakan hubungan kausal. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . . dengan Y.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y.

. dan sebalikya. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol.74 3.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

laboratorium fisika dan biologi.043 m². ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . ruang komputer. ruang perpustakaan.1.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1 Hasil Penelitian 4. ruang kepala sekolah. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.

Standar Isi. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Standar Pengelolaan. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. BA Mohamad Wasid. SH Maulana Ismail. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Standar Proses. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Standar Sarana. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Ajab Riatna . Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. BA H.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang.

tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Subandar Drs. Yaya Masria Drs. Didi S. Toto Suhartoyo Drs. nyaman dan religious 5. efektif dan efisien 3.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Visi “Terampil. misi. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. H. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . H. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Dudi Susbandi KM. H. H. A. Hasbiadi Endang Dahlan. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Nandang Sukmana Drs. Berwawasan IPTEK. BA Drs. Berprestasi.

Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap.78 7. efektif. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. muktahir dan berwawasan ke depan 4. kreatif. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif.00 2. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Misi 1.

2 Profil Sekolah 1. 4. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10.1. telah mengikuti PTBK. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. 6.79 9. dll 12. H. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Telepon 4. 9. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 2. 5. semua mengajar sesuai bidangnya. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022.2700003 Drs. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. 8. 7.

1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.1.80 10.2 100.2%) .3 Profil Responden Tabel 4.8 76.405 m2 Tabel 4.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. 2. Prosentase 23. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.0 Dari data pada tabel 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.

00 JUMLAH 63 100.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1. 3.40 Tahun 2 4.76 6.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.80 2.20 5 S1 46 73. 36 . D1 2 3. 5.54 100. Tabel 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.00 .35 23.81 55. 2. Tabel 4.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.81 Tabel 4. SMA 3 4.52 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.90 4 PGSLP 2 3.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.76 3. 4.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun. 25 – 29 Tahun 6 2.17 82.52 4.20 3 D3 10 15.35 Tahun 3 3. 30 . Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.56 100.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.

menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.2.5%).2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.5 0 0 4. Tabel 4. 4. 2. motivasi kerja 15 item. Prosentase 0 90. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 3.82 Dari tabel 4. .8 100.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. 5. 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.8 4. 4. 6.0 Tabel 4.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.

437 X1 _17 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.422 X1 _14 0.599 X1 _10 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.680 X1 _2 0.439 X1 _15 0.557 X1 _9 0.576 X1 _12 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.620 X1 _11 0.672 X1 _6 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.452 X1 _3 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.512 X1 _13 0.3 maka semua item valid.630 X1 _7 0. .623 X1 _8 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.471 X1 _4 0.487 X1 _18 0.460 X1 _16 0.661 X1 _5 0.

688 X2 _14 0.764 0.84 Tabel 4.625 X2 _8 0.863 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. Tabel 4.746 0.653 X2 _5 0.442 X2 _10 0.549 X2 _15 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.607 X2 _9 0.583 X2 _3 0.802 0.809 0.788 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .606 X2 _2 0.826 0.716 X2 _6 0.819 0.791 0.711 X2 _11 0.729 X2 _12 0.672 X2 _4 0.718 X2 _7 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. variabel motivasi kerja berada di atas 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.3. maka semua item valid.686 0.831 0.659 X2 _13 0.

695 Y _14 0.550 Y _7 0.560 Y _6 0.470 Y _19 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.684 Y _5 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.675 Y _4 0.654 Y _2 0.707 Y_10 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.698 Y _12 0. Berdasarkan tabel 4. variabel kinerja guru berada di atas 0.465 Y _16 0. maka semua item valid.3. variabel disiplin kerja berada di atas 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.714 Y _13 0.3.818 X3 _15 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.713 Y _8 0.652 Y _9 0.650 Y _3 0.810 X3 _14 0.597 Y _18 0.7 sampai dengan tabel 4.487 Y _17 0. maka semua item valid.695 Y _11 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .496 Y _20 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. Tabel 4.667 Y _15 0.

Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .86 dan digunakan untuk penelitian. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas.2.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. 4.

dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.3.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : . variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4. 4.954 0.986 0.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0.87 Tabel 4.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.

17 Prosentase 9.16% menyatakan sangat setuju.03% menyatakan setuju. berada pada kategori baik.16 Setuju 4 29 116 46.00 Rata-Rata Skor 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29 12.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.00 Jumlah 63 256 100.52 38. Tabel 4.81% menyatakan kurang setuju.70 100.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.81 Tidak Setuju 2 0 0 0. yakni sebanyak 30.00 .88 Tabel 4.10 25. dan 23.06 Berdasarkan tabel di atas. 46.40 14. dengan rata-rata skor sebesat 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. 14.98 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.98% menyatakan sangat setuju.52% menyatakan sangat setuju.97 .63% menyatakan kurang setuju.70% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 26. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.29% menyatakan tidak setuju.10% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju.63 4.97 Prosentase 26. 38.62% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. yakni sebanyak 9.00 100.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 25.89 Berdasarkan tabel di atas. 47.76 0. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. dan 20. 12.62 20.

00 Rata-Rata Skor 3.92.22 Setuju 4 26 104 41.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.92 Berdasarkan tabel di atas. dan 26.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 247 100.98 Tidak Setuju 2 6 12 9. dengan rata-rata 3. Tabel 4.05% menyatakan sangat setuju.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98% menyatakan kurang setuju. 53.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.27 Kurang Setuju 3 17 51 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. yakni sebanyak 19.97% menyatakan setuju. berada pada kategori baik.00 Rata-Rata Skor 3.05 Setuju 4 34 136 53. Tabel 4. berada pada kategori baik.00 Jumlah 63 237 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.76 .17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.

26. yakni sebanyak 31.05.27 26.76.98% menyatakan kurang setuju. dan 9. dengan rata-rata 4.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 22.75% menyatakan sangat setuju.00 100. dengan rata-rata sebesar 3.27% menyatakan setuju.27% menyatakan setuju. . Tabel 4.75 41.00 0.91 Berdasarkan tabel di atas.98 0.98% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. 26. 41.05 Prosentase 31. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.00 Berdasarkan tabel di atas.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. 41.52% menyatakan tidak setuju.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 3.00 0.98% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 41.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.75% menyatakan kurang setuju.75 0.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3. 31.95 Prosentase 26.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. .95. berada pada kategori baik. berada pada kategori baik Tabel 4.27% menyatakan setuju.27 31. yakni sebanyak 26.98 41.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.10 Setuju 4 22 88 34.93 Tabel 4.00 Jumlah 63 259 100. % sangat tidak setuju. % menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.44 26. % menyatakan setuju.02 Prosentase 28.00 100. berada pada kategori baik.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.98 0. % menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. Tabel 4.00 0.00 Rata-Rata Skor 4.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.00 .57 44.11 Berdasarkan tabel di atas.

00 Berdasarkan tabel di atas.57 42. . yakni sebanyak 28. dengan rata-rata 4.86% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.57 0. 42.57% menyatakan sangat setuju.44% menyatakan setuju. yakni sebanyak 28. 26.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.57% menyatakan sangat setuju.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4. berada pada kategori baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.02.57% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan kurang setuju.86 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.94 Berdasarkan tabel di atas.00. 44.00 100. berada pada kategori baik.00 Prosentase 28. 28.

50.79 23.00 .95 Tabel 4.95 Prosentase 22. dengan ratarata 4. berada pada kategori baik. 23.98 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.79% menyatakan setuju.40 50.81 0.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.02 Prosentase 25. Tabel 4.00 0. % sangat tidak setuju.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3. yakni sebanyak 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.40% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan kurang setuju.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.22 50.02.00 100.79 26.00 0.

79% menyatakan setuju.92% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. berada pada kategori baik . 50.96 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan kurang setuju.10.10 Prosentase 34. Tabel 4. yakni sebanyak 34.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.98% menyatakan kurang setuju.00 0.95..22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. 26.68% menyatakan setuju.68 25. 25.40 0.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.92 39.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 22. dengan rata-rata 3. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.

51% menyatakan setuju.16 41.00. yakni sebanyak 31. dengan rata-rata 4.75% menyatakan sangat setuju.02 Prosentase 30. 31.75% menyatakan kurang setuju. 36.00 100.75 36.97 Tabel 4.00 0.00 0.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. berada pada kategori baik Tabel 4.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.51 31.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00 .57 0.27 28.00 Prosentase 31.75 0.

89 Prosentase 22.22% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.89.33 0. 33.33% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan kurang setuju.44% menyatakan setuju. berada pada kategori bai Tabel 4. yakni sebanyak 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.02.00 100. 44.44 33. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 4.27% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.16% menyatakan sangat setuju. .00 0.22 44. yakni sebanyak 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.98 Berdasarkan tabel di atas. 28. 41.

22 Setuju 4 31 124 49. yakni sebanyak 22.99 Tabel 4. 28. berada pada kategori baik.00 Jumlah 63 248 100.00 0.22% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.94.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.03 Prosentase 28. Tabel 4.40 0.00 100.94 Berdasarkan tabel di atas.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.57% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.03 25. 49.00 .00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata 3.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.57 46.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.21% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.

57% menyatakan sangat setuju.98 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.03% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.17 100. 25. yakni . 46.3. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28. berada pada kategori baik 4.94 26.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.100 Berdasarkan tabel di atas.22 3.68 22. dengan rata-rata 4.40% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.03 .14 Prosentase 7.

94% menyatakan sangat setuju.17% sangat tidak setuju. dengan ratarata 3.17 100.17.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.98 47. 26. berada pada kategori cukup baik.14. 26.22% menyatakan tidak setuju.62% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan setuju.35% menyatakan sangat setuju.87% menyatakan tidak setuju.62 15.87 3. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 6. 3. 39. 47.35 26. .98% menyatakan setuju. 3.17 Prosentase 6.68% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.17% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. 22.101 sebanyak 7. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.

00 Jumlah 63 205 100.52 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.73 9.11% menyatakan tidak setuju.25.32% menyatakan kurang setuju.32 Prosentase 9.00 Rata-Rata Skor 3. 11.63% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.22 58.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 .94 Setuju 4 13 52 20. dengan rata-rata 3. 60.52 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.00 100.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.94% menyatakan sangat setuju.102 Tabel 4.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.25 Berdasarkan tabel di atas.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7. yakni sebanyak 20.

yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 12.70% menyatakan tidak setuju.73% menyatakan kurang setuju.70 0.38 12.30 Prosentase 7.52% menyatakan sangat setuju. 9.52% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. 22.103 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.38% menyatakan kurang setuju.00 100. 58.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.94% menyatakan sangat setuju.32.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik .98 52.94 26. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.98% menyatakan setuju.30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. yakni sebanyak 9. 26.

dengan rata-rata 3.25 Berdasarkan tabel di atas.68 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.76 Setuju 4 19 76 30.00 Jumlah 63 205 100.76% menyatakan sangat setuju.79% menyatakan kurang setuju. 50. Tabel 4. yakni sebanyak 4. 14.25.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.104 Tabel 4.70 7.21 Prosentase 9.16 39.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.94 100.00 . berada pada kategori cukup baik.52 30.29% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.16% menyatakan setuju.16 Kurang Setuju 3 32 96 50. 30.

11% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.105 Berdasarkan tabel di atas.35. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.29% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. 11.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. yakni sebanyak 14.68% menyatakan kurang setuju.16% 12. 7.21.86% menyatakan kurang setuju. rata-rata 3.76 Jumlah 63 211 100. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.76% sangat tidak setuju.94% sangat tidak setuju.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. menyatakan setuju. 42.29 Setuju 4 17 68 26.35 Berdasarkan tabel di atas. 26. 4.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.00 Rata-Rata Skor 3. 39. berada pada kategori cukup baik. . dengan rata-rata 3.70% karier.

98 atas.11 5 7. dengan rata-rata 2. Tabel 4.75 41.52 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.11% menyatakan tidak setuju.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.49% menyatakan kurang setuju.106 Tabel 4.94% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. 7.94 188 100.94 100.00 .27 9.52 31.94 % menyatakan sangat setuju.25 Prosentase 9.98. 63. yakni sebanyak 7.52 120 63. berada pada kategori cukup baik.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3. 9. 11.49 14 11.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.00 2.52% menyatakan setuju.

Tabel 4. .94 100. dengan rata-rata 3. 42.11 7.86 11. berada pada kategori cukup baik. 31. 28.11% menyatakan tidak setuju.21.107 Berdasarkan tabel di atas. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.94% sangat tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.52 28.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.75% menyatakan setuju.52% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.21 Prosentase 9. 7.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.52% setuju.57 42. 9. dengan rata-rata 3.94% sangat tidak setuju. menyatakan sangat setuju.25. 41.27% menyatakan kurang setuju. 11. 7.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.30 Prosentase 14.76% sangat tidak setuju.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.29 22. . berada pada kategori cukup baik.30. dengan rata-rata 3. 4.29% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja.22 47. yakni sebanyak 14. 22. 47.11 4.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. Tabel 4.62 11.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.76 100. 11.

28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.05 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. dengan rata-rata 3.38 12.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 213 100.38 Berdasarkan tabel di atas.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.62% menyatakan kurang setuju.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. yakni sebanyak 11. berada pada kategori cukup baik.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. Tabel 4. 47.00 100.70% menyatakan setuju.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan sangat setuju.38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. .38 Prosentase 15.70 0.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.57% 12. menyatakan tidak setuju.87 19.11 Setuju 4 18 72 28.109 Tabel 4.

12. 52. 12. % sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.81% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.3.70% menyatakan tidak setuju.05% menyatakan setuju.110 yakni sebanyak 15.38% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.40 Prosentase 14.38. 4. Tabel 4.29 23.29% menyatakan sangat setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . 23.21% menyatakan kurang setuju.70 0.40. 19.00 100. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.70% menyatakan tidak setuju.21 12. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 14. 49.81 49.

30 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 28. 17.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.57 Kurang Setuju 3 28 84 44. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.00 .00 100. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.111 Tabel 4.00 Jumlah 63 208 100.21 Prosentase 11.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. Tabel 4. yakni sebanyak 9. 44.00 Rata-Rata Skor 3.52 Setuju 4 18 72 28.40 0.11 23.81 39. .57% menyatakan setuju.68 25.46% menyatakan tidak setuju.44% menyatakan kurang setuju.

98% menyatakan menyatakan tidak setuju. 31. Tabel 4. menyatakan sangat setuju.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 23.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.00 Jumlah 63 204 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. berada pada kategori cukup baik . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.75% setuju. berada pada kategori cukup baik.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.75% menyatakan kurang setuju.112 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3. 25. dengan ratarata 3. 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.24 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.81% yakni sebanyak 11.52 Setuju 4 20 80 31.40% menyatakan tidak setuju.21. 26. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.11% setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52% menyatakan sangat setuju. 31.

dengan rata-rata 3.17 100.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.00 .00 100.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.35% menyatakan sangat setuju. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6. 41.33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.27% menyatakan kurang setuju.33 Prosentase 6.27 15. 15.51% setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.35 36.81 47.62 19. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.05 3. 36.113 Tabel 4.51 41.35 23.87 0.11 Prosentase 6.

berada pada kategori cukup baik.68 17.81% setuju. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. yakni sebanyak 6. 17.17% sangat tidak setuju.68% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.11. 19. .51 39.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. yakni sebanyak 6. 3.35 36.00 100.35% menyatakan sangat setuju.51% menyatakan setuju. 36. 23. dengan rata-rata 3. 3.32.46 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.46% menyatakan tidak setuju.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.32 Prosentase 6. 39.114 Berdasarkan tabel di atas. 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.35% menyatakan sangat setuju.

76 36. yakni sebanyak 4. dengan rata-rata 3.76% menyatakan sangat setuju.27 22.22 0.51 34.00 100.33 41.92 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.00 23.17 Prosentase 3.92% menyatakan kurang setuju. 34.17 33.22.22 Prosentase 4.81 0.115 Tabel 4. Tabel 4.81% menyatakan tidak . berada pada kategori cukup baik. 36.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. setuju.51% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.16 46. . 22. berada pada kategori cukup baik.16% menyatakan setuju. 41.116 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.17.03 20.16. dengan rata-rata 3.63% menyatakan tidak setuju.16 Prosentase 3. % sangat tidak setuju.03% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan setuju. Tabel 4.17 30.17% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 3.17% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.27% menyatakan kurang setuju.00 100. 30. 20.22% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 3. berada pada kategori cukup baik.63 0. 33. 46.

62% menyatakan kurang setuju.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.14.81 0. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. yakni sebanyak 3.00 100.00 100.68 23.57 47. 47. 28.14 Prosentase 3.17 Prosentase 4. 20.00 Berdasarkan tabel di atas.75 39.63% menyatakan tidak setuju.63 0.76 31.62 20.17% menyatakan sangat setuju.17 28.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. berada pada kategori cukup baik.117 Tabel 4.57% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 39. .118 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.08. menyatakan sangat setuju.17.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.81% menyatakan tidak setuju.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik. rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. 31. berada pada kategori cukup baik.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.76% setuju.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.59 Setuju 4 23 92 36.16% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 194 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. yakni sebanyak 1. 31.08 Berdasarkan tabel di atas. 30. 23. dengan rata-rata 3.59% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. 36.51% setuju.

00 Jumlah 63 196 100.11 . 30.00 Rata-Rata Skor 3.06.00 Jumlah 63 193 100.59 Setuju 4 19 76 30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.119 Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.59% menyatakan sangat setuju.59 Setuju 4 21 84 33.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 41. dengan rata-rata 3.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 26.98% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.16% menyatakan setuju.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.06 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 1.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.27% menyatakan kurang setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.

57% menyatakan tidak setuju.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.59 36. 25. .59% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan tidak setuju.59% menyatakan sangat setuju. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.11 Prosentase 1. dengan rata-rata 3.11. 39.00 Berdasarkan tabel di atas. 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.68% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 1. dengan ratarata 3. berada pada kategori cukup baik. 28.33 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.51% menyatakan setuju.120 Berdasarkan tabel di atas.33% menyatakan setuju. yakni sebanyak 1.51 33. berada pada kategori cukup baik.33% menyatakan kurang setuju.11.00 100. 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. 33.57 0.

4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4.24 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. 15.87% menyatakan tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju.24.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.3.81% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7.00 Rata-Rata Skor 3.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.94 Setuju 4 15 60 23.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.94% menyatakan sangat setuju.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 204 100.24 Berdasarkan tabel di atas. 23. dengan rata-rata 3.52 Setuju 4 13 52 20.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.121 4.00 Jumlah 63 204 100. berada pada kategori cukup baik.

dengan rata-rata 3.81 52.97% menyatakan kurang setuju. 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.24 Prosentase 7. yakni sebanyak 7.38% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan tidak setuju.38 15.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.122 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.81% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 52. 15.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. .63% menyatakan setuju.87 0.24.94% menyatakan sangat setuju. 23.52% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.24. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik. 15. 20.87% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.94 23.

70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. RPP dll.29 Setuju 4 13 52 20.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. silabus. RPP dll.40% menyatakan setuju.32.52% menyatakan sangat setuju.32 Berdasarkan tabel di atas. 25. 52.123 Tabel 4. % sangat tidak setuju.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. Tabel 4.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.38 Tidak Setuju 2 8 16 12. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 209 100. 12. silabus. RPP dll.00 Rata-Rata Skor 3. silabus. dengan rata-rata 3.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.52 Setuju 4 16 64 25.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.38 . Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.00 Jumlah 63 213 100. yakni sebanyak 9.00 Rata-Rata Skor 3.38% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan tidak setuju.

11% menyatakan tidak setuju.00 100.41.38. .41 Prosentase 15.63% menyatakan setuju.22 49. Tabel 4. 49. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.21% dengan menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.22% menyatakan setuju. 20. 53.87% menyatakan sangat setuju.21 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 11. rata-rata 3.87 22. yakni sebanyak 14.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.124 Berdasarkan tabel di atas. 12.70 0.70% menyatakan tidak setuju.97% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju. 22. yakni sebanyak 15. berada pada kategori baik.

68 20.27.75% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. yakni sebanyak 7.21 14.57 49.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.125 Tabel 4. 31.94 28.00 100.30 Prosentase 7. 20. dengan rata-rata 3.27 Prosentase 7.00 100.63 0.63% menyatakan tidak setuju.29 0. Tabel 4.94 31. 39.68% menyatakan kurang setuju.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. berada pada kategori cukup baik.75 39.94% menyatakan sangat setuju.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.94 Setuju 4 16 64 25. yakni sebanyak 7.57% menyatakan kurang setuju.30. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.97% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 207 100. 28.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 7.94% menyatakan sangat setuju. 12.29% 49. 25.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dengan rata-rata 3.29 Berdasarkan tabel di atas.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .29. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak menyatakan setuju. Tabel 4. 53.21% menyatakan tidak setuju.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.70% menyatakan tidak setuju.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Rata-Rata Skor 3.40% menyatakan setuju. 14.126 Berdasarkan tabel di atas.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.00 Jumlah 63 209 100.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.57% menyatakan setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 7.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.00 Jumlah 63 207 100.62% menyatakan kurang setuju. 28.52 Setuju 4 15 60 23.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.32 .71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.87% menyatakan tidak setuju.94 Setuju 4 18 72 28. 47.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. 15.00 Rata-Rata Skor 3.29.29 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.

. Tabel 4. 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.56% menyatakan kurang setuju.33 Prosentase 9. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.128 Berdasarkan tabel di atas. 55. yakni sebanyak 9.40 53.32. 11. berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan sangat setuju.33. 11.11% menyatakan tidak setuju.97% menyatakan kurang setuju. 23.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.00 100.81% menyatakan setuju.11% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9.97 11.11 0.40% menyatakan setuju. 53.52 25. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.

52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. . yakni sebanyak 12.70% menyatakan sangat setuju.70 20. Tabel 4.00 100. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan setuju.38% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.29 0. 20.29% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.32.38 14.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. 14.63 52.32 Prosentase 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

130 Tabel 4.81 57.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 Prosentase 6.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.00 Rata-Rata Skor 3. 19. Tabel 4. 46.24 Berdasarkan tabel di atas.70 0.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.05% menyatakan tidak setuju.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.00 Jumlah 63 204 100.14 12.00 100. 26.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. yakni sebanyak 7.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94 Setuju 4 17 68 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. dengan rata-rata 3.24.98% menyatakan setuju.35 23.00 .03% menyatakan kurang setuju.

berada pada kategori cukup baik.11% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.79 12. yakni sebanyak 6.35 Prosentase 11.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 23.70% menyatakan tidak setuju. 57.70 0.11 25. yakni sebanyak 11.14% menyatakan kurang setuju. 25.35% menyatakan sangat setuju. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.35.40% menyatakan setuju. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju.40 50. 50. dengan rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju. 12.79% menyatakan kurang setuju. .00 100. dengan rata-rata.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.131 Berdasarkan tabel di atas.

yakni sebanyak 19.00 100.32% menyatakan kurang setuju.11 0. 12.00 .43 Prosentase 19.11 26.70 60.79 11. dengan rata-rata 3.94% menyatakan tidak setuju.05 12. 60.94 0. 7.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.132 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.32 7.05% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.38 Prosentase 11. Tabel 4.00 100. berada pada kategori baik.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.98 50.43.70% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.

97% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 53.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.133 Berdasarkan tabel di atas.97 12.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.38. 15.87 53. . Tabel 4.79% menyatakan kurang setuju.38 Prosentase 17. 50. dengan rata-rata 3.11% menyatakan sangat setuju. 26. berada pada kategori cukup baik. 11. yakni sebanyak 11. 12.46 15.38.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. berada pada kategori cukup baik.46% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. yakni sebanyak 17.98% menyatakan setuju.87% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju.70 0.

46 0. 46. yakni sebanyak 14.18 3.29% menyatakan sangat setuju. 22. 4. berada pada kategori cukup baik.134 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.22% menyatakan setuju.29 22.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.22 46.26 3.31 .46% menyatakan tidak setuju.03 17.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .3.33.33 Prosentase 14. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 17.Rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.03% menyatakan kurang setuju.94 3.00 100.

18 3.8 – 2.5 1.3 1.4 – 4.1 2. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.6 – 3.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .2 – 5.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.94 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.26 3. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.0 3.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.0 – 1.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel).6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.3. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru.3. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4.136 4. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data.6.

6.505 .000 1 .000 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.005 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .000 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** . koefisien jalur dari motivasi .982 2.278 .000 .828 .710 .000 1 .828 .399 5. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.518 1 (Constant) Sig.000 .000 1 ** ** .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .564 .438 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.015 Kepemimpinan kepala .3.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel. Error 1.505 .438 .116 .546.000 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .692 .137 antar variabel.184 t .723 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std. .120 .074 Standardized Coefficients Beta . Correlation is significant at the 0. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.01 level (2-tailed).766 .479 3.000 ** ** **.766 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4. a.000 .564 .920 2.723 .186 a.546 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.351 Disiplin kerja (X3) .

Error of the Estimate 5.278. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.769.184.546 X1 + 0.769 a. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.184 X3 + 0.757 Std. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Predictors: (Constant). Disiplin Kerja (X3).481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.877 .481 .60296 1 . Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .278 X2 + 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.

1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.1. di atas.278 0.184 .87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.481 Y Gambar 4. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.546 0. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.

Pyx2 = 0.x2 .1% 4.298 (29.8% 7.3% 10. rx1.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .x3 .4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.6% Total 45.184 Pengaruh Langsung 29.438 x 0.546 x 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.4% 2. = 0.4%) .0% 4.546 0.723 x 0.9% 23.3.278 = 0.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .4% 76.6.4% 11% 11.88 Pengaruh X1.546 x 0.044 .6% 2. = 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .7% 3. rx1.278 0.2% 21.546 x 0.546 = 0.184 = 0.

4. Pyx1 = 0.278 = 0. rx2.077 (7. rx1. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .6.6%) .184 = 0.8%.278 x 0.x2. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.4% = 45.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .723 x 0.278 x 0. = 0.3.505 x 0.2%.278 x 0.546 = 0.0% + 4.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = . = 0.8% + 11.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.026 (2.x3 .

278= 0.184 = 0. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.7% + 11.x3.505 x 0.7%.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.3%.6% = 21.026 (2.4%.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.034 (3.184 x 0. rx1. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .546 = 0.184x 0. rx2.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .6. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .0% + 2.6%.x3 .5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .438 x 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = . = 0.184 x 0. = 0. 4.044 (4.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.3. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11. = 0.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.0% Total Pengaruh 0.278 0.8% 7.4% 76.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.5% 7.184 29.6% 4.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.3% 10.546 0.7% 3.2% 21.3.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.4% 13.2%.6.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.4% 45.

82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4 – 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.9%. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.1% dipengaruhi oleh faktor lain. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .3.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). sedangkan sisanya sebesar 23.7 Pembahasan 4.7.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.4%. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. 4.94 (tabel 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.

leader.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7.3. manajer.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).6 – 3. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.26 (tabel 4.7. 4.145 sebagai edukator.18 (tabel 4.6 – 3. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. .81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. 4. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. administrator.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2). inovator dan motivator. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. supervisor.3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.

81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik.6 – 3.mengevaluasi siswa. Untuk meningkatkan kinerjanya.7. guru harus selalu berusaha tepat waktu. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. menilai dan . mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. melatih. membimbing. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.7.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.31 (tabel 4.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.3. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). mengarahkan. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.146 4. mengajar. motivasi kerja dan disiplin kerja. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.3.

Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Manajer. Leader. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.298 atau 29. Supervisor. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.4%. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.2% termasuk cukup signifikan.452 atau 45.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.2%. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.044 atau 4. .4%. Administrator.

Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.026 atau 2.3.026 atau 2. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.034 atau 3. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.104 10.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. 4. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.7.110 atau 11%. 2.3. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.6% sebagaimana pendapat Gordon W.077 atau 7. Pegawai dengan atau .4% termasuk cukup tinggi.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.044 atau 4. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.6%.148 4. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.7.

4.7. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.3 %. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.9 %. 3.4 %. .8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. 4. 2.3.2 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45.

manajer. mengajar.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. 4. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. 3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . administrator. mengarahkan. 5. 2. supervisor. membimbing. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. melatih. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. leader. menilai. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.

151 6. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 8. 2. Berdasarkan pengolahan data. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. 5. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. maka : 1. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan .2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. 7. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.

Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. 7. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. 6. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 3. Berdasarkan pengolahan data. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Sistem . 4. 5.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas. .153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Newstrom. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.L. Manajemen Sumber Daya Manusia. (2007). Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. (1995). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Asas-Asas Penelitian Behavioral. . Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Fred. Cardy. (2004). Miftah Toha. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). (2006). Perilaku dalam Organisasi. Keith dan John W. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.B. (2009). (2001) Manajing Human Resources. (1997). (2000). Mulyasa. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Istijanto.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Umar. Mulyasa. Mangkunegara. Balkin dan R. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Luthan. Anwar Prabu. N. Manajemen Sumber Daya Manusia. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. A Tabrani R. (2004). Fred. E. Jakarta: Erlangga. Menjadi Guru Profesional. (2006). D. (2009). Kepemimpinan & Efektivitas Davis. ( 2004). Jakarta : PT Rineka Cipta. Danim. Jakarta: PT Raja Grapindo. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Husen. E. (Terjemahan Agus Darma). Riset Sumber Daya Manusia. Arikunto Suharsimi. Jakarta: Rineka Cipta. Yogyakarta: Graha Ilmu. (2005). USA: Prentice Hall. Sudarwan. Cianjur: CV Dinamika Karya. (2006). Gomez Meija. Kepemimpinan dalam Manajemen. (2003). (2005). Motivasi Kelompok. Yogyakarta: ANDI. Fathoni Abdurrahmat. Jakarta: PT Rineka Cipta. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Riset Sumber Daya Manusia. Menjadi Kepala Sekolah Profesional.

(2004). Sondang P. Statistik Teori dan Aplikasi. Jatinangor: Alqaprint. Bandung: Sinar Baru. (2005). Kepemimpinan Kepala Sekolah. (2007). Siswanto. New Jersey: Prentice Hall International. Jakarta: PT Yudeks. Jakarta : CV Eko Jaya. Veithzal. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2009). (2001). (2007). (2003). (2005). Sujana. Jakarta: Rineka Jaya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Peraturan Pemerintah RI. bandung : CV Tarsito. Bedjo. (2002). (2005). 2005. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Wahjosumijo. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Sidik Priadana. Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Bumi Aksara. (2000). Yulk Garry. Metode Penelitian Administrasi. Sedarmayanti. (2005). (2006). Bandung: CV Mandar Maju. Dale A. Manajemen Sumber Daya Manusia. Sugiyono. Supranto J.155 Nawawi. Standar Nasional Pendidikan. Rivai. Rahman at all. Timple. Manajemen Tenaga Kerja. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2001). Bandung: STIE Pasundan. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Hadari. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Siagian. (2002). Metodologi Penelitian Pendidikan. Metode Statistika. Kepemimpinan dalam Organisasi. (2005). (2000). Robbin Stephen P. Bandung : PT Gelora Aksara. Organizational Behavior. . Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung : Alfabeta. Sujana.

Rizal Aminudin. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Sistem Pendidikan Nasional.eprins.id/6816/.ac. Bandung. Depdiknas. http. 2005. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. ums. 2008. Bandung. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. (2001).id/6864/.ums. . Hernowo Narmodo. http//etd.eprins.156 Winardi.ac. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Citra Umbara. Citra Umbara. Tentang Guru dan Dosen. J.etd. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Depdiknas. Pemotivasian dalam Manajemen. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.