1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. lingkungannya. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. proses. baik internal maupun eksternal. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Salah satu indikator . Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah.

5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.24 99% 7. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.66 100% 6.46 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.95 7.43 7. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.46 6.41 6.20 6.31 7. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.07 6.25 6.13 6.46 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .90 6.27 7. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.67 100% 6.I. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel I. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.39 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.07 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.

Inovator dan Motivator (EMASLIM). mengarahkan kegiatan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. visi dan misi sekolah. (7) teladan. pengalaman dan pengetahuan professional. Supervisor. keahlian dasar. (2) percaya diri. kemampuan mengambil keputusan. membuka komunikasi dua arah. .6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. (5) berjiwa besar. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. dan kemampuan berkomunikasi. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. mengorganisasikan kegiatan. (6) emosi yang stabil. pengetahuan terhadap kependidikan. (3) tanggung jawab. dan mendelegasikan tugas. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Leader. Manajer. Administrator. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa.

Dugaan tersebut didukung oleh data . Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. mengadakan rapat. dan lain-lain. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. sarana prasarana. penanganan kesiswaan. pengambilan keputusan. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. menentukan kebijaksanaan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. penyusunan kurikulum. komunikasi dan pendelegasian wewenang. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. kepegawaian. melaksanakan pengawasan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. pengarahan keuangan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. mengambil keputusan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan.7 mengkoordinasikan kegiatan. kemampuan memotivasi. pengorganisasian. Jika tidak.

Setiap triwulan 4. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Edward Murray (1957). sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Setiap bulan sekali 3. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Supervisi kelas Setiap semester 6. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip .

3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. . Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. Lomba PTK 2. Artinya pimpinan. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi.9 Mangkunegara (2005). berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1.

Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. ketidakpatuhan pada aturan. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”.

92% 5.57% 5.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal.89% 7. kedisiplinan. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.21% 4. baik dari kinerja guru.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. 7.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . siswa jadi terlantar karena gurunya absen. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.6% 5. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Tabel 1.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan.

maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 7.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 1. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 8. 3. 12. Disiplin kerja guru masih rendah. . 13. 11. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. 2.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. 5. 9. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Oleh karena itu. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. 10. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. 4. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 6. Kinerja guru masih belum optimal. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.

1. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. lingkungan kerja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. . kompensasi. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. motivasi dan disiplin kerja. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. kepuasan kerja. kepemimpinan.13 14.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. disiplin dan motivasi kerja. budaya kerja. 2.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. 1. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 15. 3.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

keuangan. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. pengorganisasian. tugas. maupun kepegawaian. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. pelaksanaan dan pengendalian. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . 3. 4. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. 2. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. pemasaran. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi.17 terlepas dari aktivitas manajemen. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1.

18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. menyaring. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. memberi penghargaan dan penilaian”. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Seperti sumber daya lainnya. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. termasuk merekrut. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. melatih. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu .

Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 5.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. 6. 7. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 3. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. lembaga atau wakil pemerintah. kemampuan dan kecakapan mereka. . Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. Menciptakan iklim. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. 2. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. 4.

memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. 11. gaya kerja dan aspirasi.politik. sosial. keadilan dan diantaranya : hukum.20 manajemen. pelanggan. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. ekonomi. 10. keselamatan dan keamanan. kompensasi dan tunjangan kesehatan. karyawan. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. pemasok dan masyarakat luas). 9. Mengelola karyawan yang beragam. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. 12. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. budaya dan teknologi. hubungan karyawan dan buruh. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. 8. .

Robbins dalam buku Manajement.1. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Menurut Andrew J. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin.21 2. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.

4. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. membujuk. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. 5. . Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. 2. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai.

Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. 6. industry dan hal-hal teknis. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Kecerdasan. Kejujuran dan integritas. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. sikapsikap hubungan kemanusiaan. 2. 5. Kehendak untuk memimpin.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. 4. dan membuat keputusan yang tepat. 3. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. 2. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Dorongan. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. 3. motivasi diri dan dorongan berprestasi. yaitu : kecerdasan. memecahkan masalah. Kepercayaan diri. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. .

wewenang. jika perilaku itu dapat memuaskan. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. dan membatasi partisipasi karyawan. membuat keputusan unilateral. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. . mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. 5. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. mendiktekan metode kerja. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan.24 4. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang.

yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. 2. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. . Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.

Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah.3. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.26 2. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.1. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa.

yaitu : 1. misi. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. perlu adanya kebersamaan.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. 2. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Manajer. tujuan dan . pengambilan keputusan. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Oleh sebab itu. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. kemampuan memotivasi.

” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Jadi. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai supervisor e. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana .28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai manajer c.

Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Veithzal (2005 : 455 ).4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. 2.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas.1. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.

hiburan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri.30 1. 3. cinta dan memiliki. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. 4. seperti makan. 5. minum. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. udara. program pemberhentian kerja. uang pesangon. senioritas. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . 2. gelar dsb. lingkungan kerja yang nyaman. perumahan dan lainnya. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. kemampuan. program pension. Selanjutnya. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan.

Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. 70% kebutuhan rasa aman. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. yaitu : 1. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. . Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. 40% kebutuhan penghargaan.31 85% kebutuhan fisiologi. Dengan demikian. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Atas dasar hasil penelitiannya. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. keluarga. 2. 50% kebutuhan sosial. Berdasarkan studi tersebut. b. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi.

tanggung jawab dan kemajuan. Guru.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. pengakuan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. kebijakan administratif. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. dunia kerja. teknik supervisi. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. dan ada . juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. kondisi kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. dan kehidupan pribadi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Postulat teori dua factor.

Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Dua hal ini tidaklah berlawanan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. c. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi.

mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. . Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Boleh jadi. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Jadi.

pakaian. minum. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Relatedness needs. 3. gaji. fringe benefits. mungkin tidak efektif bagi orang lain. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. 2. keamanan kondisi kerja. Oleh karena itu. Existence needs. kebutuhan interpersonal. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Relatedness. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. d. f. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Teory ERG (Existence.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Growth needs. seperti makan. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. e. bernafas. yaitu: 1. Teori Drive . atau pimpinannya.

Clark L. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. . Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan.

2.37 g. tingkah laku. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.1. . Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit.

Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. yaitu: 1. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik.38 Senada dengan pendapat di atas. Tingginya semangat. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 2. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. . Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). 3. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. 4. 5. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya.

Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Oleh karena itu. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 6. 7. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Diciptakan disiplin. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 9. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). 2. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 4. 3. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 5. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. 8. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Tanpa disiplin yang baik. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan.

karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. berpakaian rapih. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. sopan. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. Sehubungan dengan itu. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. . Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai.40 lingkungan yang tertib. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik.

instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. dan Hukuman disiplin berat. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. 2. . Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami.1.

yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Quantity of work. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. 4. 6. Cooperation. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). pengalaman. dan sikap kooperatif. Personal qualities. 2. Inisiative. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. Dependability. keterampilan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. Creativeness. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. . Quality of work. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. 7. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. jangka waktu output. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. 8. 3. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Job knowledge. 5. kehadiran di tempat kerja. kualitas output.

melatih. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. 2. dan pendidikan menengah. Menurut Undang. membimbing.1.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. pendidikan dasar. mengajar. . kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. mengarahkan.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. melakukan evaluasi.

8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. . 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. 1998 : 98). Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. 2. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. keterampilan (skill). c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan.1. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.

4. Promtness (ketepatan waktu) 3. meliputi: 1. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Semangat (antusiasme). berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . 5. 3. 138) yaitu : 1.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 2. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Communication (komunikasi . Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Capability (kemampuan) 5. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Ketegasan. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. Berorientasi pada hasil. Initiative (inisiatif) 4. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas.

kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. 2002). Sutopo Slamet. 2010). Pasca Airlangga (tesis. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.1. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.4 %.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Fylan Ulga. Kecerdasan Emosi. (Tesis. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. .3 % 2. Pasca Unsud (tesis 2008).085 > 2. Pasca Unsud. kedisiplinan. 3. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. kecerdasan emosi. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Pengaruh Komitmen. 5. 2007).620) diantara variabel lainnya. 2005). Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Pasca UPI Bandung (tesis.46 2.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 4. Analisis Kepemimpinan. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. 2. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. kepala sekolah sebagai administrator. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. Oleh karena itu. maupun pendekatan situasional. Dengan demikian. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik.2. Di samping berorientasi terhadap tugas. baik pendekatan sifat. pendekatan perilaku. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. . Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented).2.

membuka komunikasi dua arah.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. dan memanfaatkan hasilnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. . Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. keahlian dasar. Jika jumlah guru cukup banyak.2.2. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. dan mendelegasikan tugas. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya.

mencari gagasan yang baru. visi dan misi sekolah. mengintegrasikan setiap kegiatan.53 pengalaman dan pengetahuan professional. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (7) teladan. (2) percaya diri. . (6) emosi yang stabil. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru).2. 2.2. kemampuan mengambil keputusan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (3) tanggung jawab. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. (4) menerima masukan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. dan kemampuan berkomunikasi.

program akselerasi dan lain-lain. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. integrative.2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. delegatif. disiplin.2. kreatif. pengaturan suasana kerja.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. serta adaptable dan fleksibel. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). rasional. disiplin. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. 2. dorongan. . Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. 2. keteladanan.2. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. pragmatis.2.

tanggung jawab dan kemajuan. pengakuan. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. . Guru. dunia kerja. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. teknik supervisi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. dan kehidupan pribadi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. kondisi kerja. kebijakan administratif.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja.

Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. efektifitas dan produktivitas. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Pegawai yang tertib dan disiplin.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin.2.56 2. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. mematuhi semua peraturan perusahaan . Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya.

Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan .” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. 2.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.2.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.

Miller dan Gordon W. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. . Clelland. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi.2. Artinya pimpinan. manajer.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Edward Murray. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). 2.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc.

dimanapun kita berada. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. mudah dimengerti. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. pegawai dengan disiplin kerja yang baik.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Selain itu. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. Oleh karena itu. Disiplin merupakan bentuk .” (Nawawi 2005 : 355).59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disipli n adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas.2. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. 2. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri.

Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.2. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . merupakan salah satu tujuan sekolah. 2. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.

Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. manajer. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Miller dan Gordon W. Kinerja guru dapat . Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Artinya pimpinan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Edward Murray. Clelland. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.

dan pendidikan menengah.1 Model Kerangka Pemikiran .62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepala sekolah sbg edukator 2. Kepala sekolah sbg manajer 3. Kepala sekolah sbg administrator 4. melatih. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. pendidikan dasar. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. mengajar. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih .Menilai . Kepala sekolah sbg inovator 7. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Kepala sekolah sbg leader 6. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. membimbing.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Kesadaran dalam bekerja 3. Menurut Undang. mengarahkan. Faktor motivasional 2. Ketepatan waktu 2. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1.

3.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4.63 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Seminar Usulan Penelitian.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Penyusunan bab I – III. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Persiapan penyusunan v proposal 2.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.1. Pengumpulan data 6. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. .64 BAB III METODE PENELITIAN 3.

Sedangkan Fred N.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . motivasi kerja. . 3. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi.

Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan.66 2. Oleh karena itu. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. α = 0. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %.05 (5%).

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

7. 3. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas.70 option sangat tidak setuju. Oleh karena itu.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Data primer. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. 3.

3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). 3. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.3 maka dikatakan tidak valid. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua ( Split Half Method) dari Spearman Brown. jika < 0. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.7. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. demikian pula sebaliknya. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.

2 – 5.1 Diagram Jalur . disiplin kerja ( ).9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) r Є1 Y r Gambar 3. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.4 – 4.0 – 1.6 – 3. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.72 Jika > 7. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.8 – 2.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.1 2. jika 3.3 1.5 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.0 3. Tabel 3. motivasi kerja ( ).8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ).

73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. dengan Y. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= + + . dengan Y merupakan hubungan kausal. dengan Y.

Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : ≠ ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. dan sebalikya. . Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima.74 3.

1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961.1. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. ruang perpustakaan.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.043 m². SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1 Hasil Penelitian 4. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. ruang kepala sekolah. laboratorium fisika dan biologi. ruang komputer.

Standar Pengelolaan. Standar Sarana.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. SH Maulana Ismail. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Ajab Riatna . Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. BA H. Standar Proses. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Standar Isi. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. BA Mohamad Wasid.

H.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. efektif dan efisien 3. nyaman dan religious 5. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. BA Drs. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Subandar Drs. A. H. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Hasbiadi Endang Dahlan. Nandang Sukmana Drs. Didi S. Visi “Terampil. Berwawasan IPTEK. H. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Yaya Masria Drs. Dudi Susbandi KM. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Berprestasi. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Toto Suhartoyo Drs. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. H. misi.

Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5.00 2. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. kreatif. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . efektif. Misi 1. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2.78 7. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7.

semua mengajar sesuai bidangnya. 6. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1.1. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 8. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. telah mengikuti PTBK. Telepon 4. 9.2700003 Drs. 7. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. dll 12.2 Profil Sekolah 1. 4. 5. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11.79 9. 2. H.

Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.80 10.1.405 m2 Tabel 4. Prosentase 23.3 Profil Responden Tabel 4.2 100. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.8 76.2%) .0 Dari data pada tabel 4. 2.

90 4 PGSLP 2 3.17 82. Tabel 4.76 6.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.35 23. 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4. 25 – 29 Tahun 6 2. SMA 3 4.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55. 5.20 3 D3 10 15.20 5 S1 46 73.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. D1 2 3.81 Tabel 4.00 JUMLAH 63 100.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.40 Tahun 2 4. 2.52 4. Tabel 4. 30 .00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.76 3.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.80 2.35 Tahun 3 3.54 100.00 . 36 .52 4.56 100.81 55. 3.

menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. 3. 2.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. Tabel 4.2. 4.5%).2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.8 100.8 4. 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 5. Prosentase 0 90. 4. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.0 Tabel 4. 6.5 0 0 4.82 Dari tabel 4. .5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. motivasi kerja 15 item.

661 X1 _5 0.557 X1 _9 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.623 X1 _8 0.471 X1 _4 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.439 X1 _15 0.680 X1 _2 0.452 X1 _3 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.620 X1 _11 0. .422 X1 _14 0.576 X1 _12 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.512 X1 _13 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.672 X1 _6 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.487 X1 _18 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.3 maka semua item valid.630 X1 _7 0.599 X1 _10 0.460 X1 _16 0.437 X1 _17 0.

686 0.549 X2 _15 0.583 X2 _3 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid . Tabel 4.3. maka semua item valid.688 X2 _14 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.863 0.653 X2 _5 0.819 0.711 X2 _11 0.729 X2 _12 0.606 X2 _2 0.831 0.718 X2 _7 0.716 X2 _6 0.84 Tabel 4.826 0.802 0.625 X2 _8 0.672 X2 _4 0.659 X2 _13 0.442 X2 _10 0.746 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. variabel motivasi kerja berada di atas 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.764 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.809 0.791 0.788 0.607 X2 _9 0.

465 Y _16 0.818 X3 _15 0.698 Y _12 0.470 Y _19 0.3.707 Y_10 0.684 Y _5 0. Berdasarkan tabel 4.810 X3 _14 0.496 Y _20 0. maka semua item valid. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. variabel kinerja guru berada di atas 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.650 Y _3 0.675 Y _4 0.654 Y _2 0.3.667 Y _15 0.652 Y _9 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.7 sampai dengan tabel 4.597 Y _18 0.560 Y _6 0. Tabel 4.487 Y _17 0. maka semua item valid.713 Y _8 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.714 Y _13 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.695 Y _14 0.695 Y _11 0.550 Y _7 0.

86 dan digunakan untuk penelitian. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). 4. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas.2.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .

986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 0.87 Tabel 4.986 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.935 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.3.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. 4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : . dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.

06 Berdasarkan tabel di atas.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.10 25.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 256 100.70 100.16% menyatakan sangat setuju.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.16 Setuju 4 29 116 46.17 Prosentase 9.52 38. dan 23.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.03 Kurang Setuju 3 15 45 23. berada pada kategori baik.00 Rata-Rata Skor 4.88 Tabel 4.40 14.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.29 12. yakni sebanyak 30. Tabel 4.03% menyatakan setuju.81% menyatakan kurang setuju. 46. dengan rata-rata skor sebesat 4.

98% menyatakan sangat setuju.10% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.98 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa . 47. 25.62 20.70% sangat tidak setuju.00 100. yakni sebanyak 26.89 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9.40% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.97 . dan 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. 14. berada pada kategori cukup baik.29% menyatakan tidak setuju.63 4.97 Prosentase 26.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. Tabel 4.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.52% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan setuju. 38. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. dengan rata-rata 3. 12.76 0.63% menyatakan kurang setuju.

Tabel 4. 53.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.92 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.97 Kurang Setuju 3 17 51 26. yakni sebanyak 19.05% menyatakan sangat setuju. dan 26.22 Setuju 4 26 104 41. berada pada kategori baik. Tabel 4.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.98% menyatakan kurang setuju.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.00 Jumlah 63 247 100.05 Setuju 4 34 136 53.00 Rata-Rata Skor 3.97% menyatakan setuju.76 .92. berada pada kategori baik.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 237 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

05 Prosentase 31.22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik. 26. dengan rata-rata sebesar 3. 41.98 0. yakni sebanyak 31. dengan rata-rata 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.00 100.91 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju.27 26.98% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan kurang setuju.75% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 22.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. .76.00 0. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. 41.05.75 41. dan 9. 26.27% menyatakan setuju.

00 100.98 41.95 Prosentase 26. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 26.00 0. berada pada kategori baik.98% menyatakan sangat setuju. . 41.27 31.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.95.75% menyatakan kurang setuju. 31.00 Berdasarkan tabel di atas.75 0.27% menyatakan setuju. berada pada kategori baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. % menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 259 100.00 0.00 .00 Rata-Rata Skor 4.98 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.93 Tabel 4. % sangat tidak setuju. % menyatakan setuju.02 Prosentase 28.00 100.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. Tabel 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. % menyatakan tidak setuju.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4. dengan rata-rata .10 Setuju 4 22 88 34.11 Berdasarkan tabel di atas.44 26.57 44. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. berada pada kategori baik.

berada pada kategori baik.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.02. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan kurang setuju.00 100.57% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 4. 26.86 28.94 Berdasarkan tabel di atas. 44.00 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan sangat setuju.00. berada pada kategori baik Tabel 4. 42.57 42.57 0.86% menyatakan setuju.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 28.00 Prosentase 28. yakni sebanyak 28. dengan rata-rata 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 28.57% menyatakan sangat setuju.44% menyatakan setuju. .

yakni sebanyak 25. Tabel 4. % sangat tidak setuju.81 0.02.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. berada pada kategori baik.40% menyatakan sangat setuju.79 26.02 Prosentase 25.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.00 100.81% menyatakan kurang setuju.40 50.79% menyatakan setuju. 23.22 50.00 . 50.00 100.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.95 Prosentase 22.79 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.00 Berdasarkan tabel di atas.95 Tabel 4. dengan ratarata 4.00 0.98 0.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.22% menyatakan sangat setuju.00 100.92 39.00 0.40% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 34. dengan rata-rata 4. 26.. yakni sebanyak 22.40 0.96 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.10. 39.92% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. berada pada kategori baik .68 25. 25. 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.68% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.10 Prosentase 34. berada pada kategori baik.79% menyatakan setuju.95.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.98% menyatakan kurang setuju.

00 100. berada pada kategori baik Tabel 4.75 36.51 31.00 0.00 100.27 28. 36.02 Prosentase 30.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 31.00 Prosentase 31.16 41.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.75 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 .00.51% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 31.97 Tabel 4.75% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan kurang setuju.00 0.57 0.

89 Prosentase 22.22 44.00 0.33% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. dengan rata-rata 4. 33. berada pada kategori bai Tabel 4.27% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.89. yakni sebanyak 30. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. .28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.22% menyatakan sangat setuju. 44.44 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.16% menyatakan sangat setuju.33 0. yakni sebanyak 22.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.02.98 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.57% menyatakan kurang setuju.44% menyatakan setuju. 28.

21 Kurang Setuju 3 18 54 28.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57 46.03 Prosentase 28. 49.94.00 Rata-Rata Skor 3.00 0. 28.00 100.99 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.00 Jumlah 63 248 100.57% menyatakan kurang setuju.40 0.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.21% menyatakan setuju. Tabel 4.22% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.94 Berdasarkan tabel di atas.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.03 25. yakni sebanyak 22.22 Setuju 4 31 124 49.00 . berada pada kategori baik. dengan rata-rata 3.

yakni . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. 25.00 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik 4.14 Prosentase 7.94 26.03 .22 3.68 22.03% menyatakan setuju. 46.98 39. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.17 100.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. dengan rata-rata 4.3. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.100 Berdasarkan tabel di atas.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.

22.101 sebanyak 7.17% sangat tidak setuju.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 26. .35 26.87% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 3. 47.98 47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.68% menyatakan kurang setuju.17 100. 39.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 6.00 Berdasarkan tabel di atas.87 3.22% menyatakan tidak setuju.14.62% menyatakan kurang setuju. 26. dengan rata-rata 3. 3.17 Prosentase 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.35% menyatakan sangat setuju.17% sangat tidak setuju.62 15. dengan ratarata 3. 15.

60.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.52 22.102 Tabel 4.22 58. dengan rata-rata 3.25 Berdasarkan tabel di atas.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.94 Setuju 4 13 52 20.73 9.94% menyatakan sangat setuju. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.63% menyatakan setuju.00 .11% menyatakan tidak setuju.32% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.52 0.00 Rata-Rata Skor 3.00 100.32 Prosentase 9. yakni sebanyak 20. 11.00 Jumlah 63 205 100.

32.52% menyatakan sangat setuju.38 12. dengan rata-rata 3. 58. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. 52.00 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan setuju. 9.98 52.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik .70 0. yakni sebanyak 7. 12.30 Prosentase 7.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.52% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.00 100. 22.94 26. dengan rata-rata 3.30.22% menyatakan setuju.94% menyatakan sangat setuju.38% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 9.103 Berdasarkan tabel di atas. 26. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.73% menyatakan kurang setuju.

25 Berdasarkan tabel di atas.29% menyatakan tidak setuju.104 Tabel 4.70 7.00 Jumlah 63 205 100. 50.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.76 Setuju 4 19 76 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. 30.21 Prosentase 9.16 39. 14.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.16% menyatakan setuju.16 Kurang Setuju 3 32 96 50. berada pada kategori cukup baik.76% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.00 .52 30.25. Tabel 4. yakni sebanyak 4.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.79% menyatakan kurang setuju.94 100.68 12.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. rata-rata 3.16% 12.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 9. 42. menyatakan tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju.98 Kurang Setuju 3 27 81 42.21.105 Berdasarkan tabel di atas.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. 11.29 Setuju 4 17 68 26. menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.76% sangat tidak setuju.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. berada pada kategori cukup baik.76 Jumlah 63 211 100. 39. .70% karier. 4.35.35 Berdasarkan tabel di atas.94% sangat tidak setuju. 7.29% menyatakan sangat setuju.52% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.68% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.86% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. yakni sebanyak 14. 26.

11.52 31.11% menyatakan tidak setuju.98 atas.25 Prosentase 9.52 7.94% sangat tidak setuju.49 14 11.49% menyatakan kurang setuju.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.52% menyatakan setuju.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dengan rata-rata 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.27 9. yakni sebanyak 7.94 % menyatakan sangat setuju.106 Tabel 4.00 2. 63.98. 7.75 41. Tabel 4.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.94 188 100.00 .94 100. berada pada kategori cukup baik.52 120 63.11 5 7. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. 9.

dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju.107 Berdasarkan tabel di atas.21.94 100.94% sangat tidak setuju. 7. 42. 11.52% setuju. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.94% sangat tidak setuju. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.11 7.86 11.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. 7.25. 31. 41. Tabel 4. 9. menyatakan sangat setuju.57 42.75% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.21 Prosentase 9.27% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. 28.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.52% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.52% menyatakan tidak setuju.52 28.

47. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.76 100.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.11 4. yakni sebanyak 14.62 11.29% menyatakan sangat setuju.22% menyatakan setuju.22 47.00 Berdasarkan tabel di atas.29 22.30 Prosentase 14.30. . berada pada kategori cukup baik. 22.11% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.76% sangat tidak setuju. 11.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. 4.62% menyatakan kurang setuju.

38 Berdasarkan tabel di atas.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.05 52.70% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.11% menyatakan sangat setuju.38 Prosentase 15.00 100.11 Setuju 4 18 72 28.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3. Tabel 4.70 0.38.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. .00 Jumlah 63 213 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. 28.87 19. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11. yakni sebanyak 11.109 Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.57% 12. dengan rata-rata 3. 47.00 Berdasarkan tabel di atas.38 12. menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.

19.00 100.40.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .87% menyatakan sangat setuju.21% menyatakan kurang setuju.21 12. 23. berada pada kategori baik.00 Berdasarkan tabel di atas. 4. 12.05% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.70 0.110 yakni sebanyak 15.70% menyatakan tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 14. berada pada kategori cukup baik. 12.81 49. % sangat tidak setuju.38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. dengan rata-rata 3.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. 49.81% menyatakan setuju.3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.40 Prosentase 14.29 23. dengan rata-rata 3. 52.29% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.

40 0.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. 17. berada pada kategori cukup baik.57% menyatakan setuju.111 Tabel 4.44% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 9. . 44. Tabel 4.52 Setuju 4 18 72 28.52% menyatakan sangat setuju.30 Berdasarkan tabel di atas.46% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 208 100. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.21 Prosentase 11.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.00 100.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Rata-Rata Skor 3. 28.81 39.11 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.00 .46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.68 25.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.21.40% menyatakan tidak setuju. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.24 Berdasarkan tabel di atas.81% yakni sebanyak 11. 31.98% menyatakan menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.24. berada pada kategori cukup baik . dengan ratarata 3. 31.75% setuju.52 Setuju 4 20 80 31.112 Berdasarkan tabel di atas.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3.11% setuju. menyatakan sangat setuju. 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. 39.00 Jumlah 63 204 100.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.00 Rata-Rata Skor 3.52% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan kurang setuju. 23.

35 36. 15.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.113 Tabel 4.11 Prosentase 6.33.81 47.33 Prosentase 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.00 .51% setuju.35% menyatakan sangat setuju. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6. dengan rata-rata 3.17 100.87 0.62 19.27 15. 36.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.00 100.35 23. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.05 3.27% menyatakan kurang setuju.51 41.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.00 Berdasarkan tabel di atas.46% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.32 Prosentase 6.00 100. 47.35 36. yakni sebanyak 6.32.35% menyatakan sangat setuju. 23. 36.114 Berdasarkan tabel di atas. 39. 19.81% setuju.46 0. berada pada kategori cukup baik.35% menyatakan sangat setuju.11.17% sangat tidak setuju.51 39.05% menyatakan menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. .51% menyatakan setuju. 3.62% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 6.68% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. dengan rata-rata 3. 17. 3.68 17.

33 41.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.81 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan. berada pada kategori cukup baik.22 0.00 100.27 22.76% menyatakan sangat setuju.51% menyatakan setuju.76 36.81% menyatakan tidak .00 23. dengan rata-rata 3. setuju.92% menyatakan kurang setuju.51 34. 34.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.22.17 33. Tabel 4.92 23.22 Prosentase 4. yakni sebanyak 4.00 100.115 Tabel 4.17 Prosentase 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 36. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.

00 100. 20. 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 30.17% menyatakan sangat setuju.16 Prosentase 3.27% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan setuju.17. dengan rata-rata 3. 22.22% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.116 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.63 0.03 20. dengan rata-rata 3.16.16 46. Tabel 4. % sangat tidak setuju. yakni sebanyak 3.03% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.63% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. 41.17 30. yakni sebanyak 3. 33. .16% menyatakan setuju.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.17% menyatakan sangat setuju.

57 47.68 23.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.63% menyatakan tidak setuju.00 100.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.62 20. 28.17% menyatakan sangat setuju.76 31. berada pada kategori cukup baik. 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 .14.00 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 3. 47. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 100.17 Prosentase 4.63 0.17 28.81 0.75 39.62% menyatakan kurang setuju.117 Tabel 4.14 Prosentase 3.

rata-rata 3.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.51% setuju.118 Berdasarkan tabel di atas. . 30. 36. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 1. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. 31.76% setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. menyatakan sangat setuju.59 Setuju 4 23 92 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.00 Jumlah 63 194 100.59% menyatakan sangat setuju. 23.16% menyatakan kurang setuju.81% menyatakan tidak setuju.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.08. 39.17. 31.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.08 Berdasarkan tabel di atas.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.

41.27% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 30. yakni sebanyak 1.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.98% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.00 Rata-Rata Skor 3.119 Tabel 4.59 Setuju 4 21 84 33.59% menyatakan sangat setuju.06 Berdasarkan tabel di atas.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.11 .59 Setuju 4 19 76 30.27 Tidak Setuju 2 17 34 26. 26.16% menyatakan setuju.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 196 100.00 Rata-Rata Skor 3.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.00 Jumlah 63 193 100.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. dengan rata-rata 3.06.

36.00 100. yakni sebanyak 1. 33.11.59% menyatakan sangat setuju.59% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 1.11. 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. 33.59 36.57% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. berada pada kategori cukup baik.40% menyatakan tidak setuju.33% menyatakan setuju.33 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.51 33.68% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan kurang setuju.120 Berdasarkan tabel di atas. dengan ratarata 3. 25.51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. 28.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.57 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11 Prosentase 1.

61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 204 100. dengan rata-rata 3.24 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.3. 52.87% menyatakan tidak setuju.121 4.24 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 204 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. Tabel 4.94 Setuju 4 15 60 23.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.38% menyatakan kurang setuju.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik.52 Setuju 4 13 52 20.81% menyatakan setuju.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju.24.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.00 Rata-Rata Skor 3. 15.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

53.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 9.87 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. dengan rata-rata 3. 23.122 Berdasarkan tabel di atas.24 Prosentase 7.81 52. berada pada kategori cukup baik. 15.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.94% menyatakan sangat setuju.24.97% menyatakan kurang setuju.94 23.81% menyatakan setuju. 52.00 100.38 15.00 Berdasarkan tabel di atas.24. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. yakni sebanyak 7. Tabel 4. .63% menyatakan setuju.87% menyatakan tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju. 20.87% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. 15.

64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.38% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38 . 12. % sangat tidak setuju.52 Setuju 4 16 64 25.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. RPP dll.70% menyatakan tidak setuju. silabus.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. dengan rata-rata 3.32 Berdasarkan tabel di atas.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.123 Tabel 4. silabus.52% menyatakan sangat setuju. RPP dll.00 Jumlah 63 209 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. 52. Tabel 4.00 Jumlah 63 213 100. RPP dll. yakni sebanyak 9.29 Setuju 4 13 52 20.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.32. silabus.00 Rata-Rata Skor 3. 25.40% menyatakan setuju.

Tabel 4. 22. 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 12.00 100.11% menyatakan tidak setuju.124 Berdasarkan tabel di atas.21% dengan menyatakan kurang setuju.38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.63% menyatakan setuju. yakni sebanyak 14.29% menyatakan sangat setuju. 20. dengan rata-rata 3. rata-rata 3.22% menyatakan setuju.41. .87 22.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.00 Berdasarkan tabel di atas.41 Prosentase 15. 49. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 15.70% menyatakan tidak setuju.22 49.97% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 11.21 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.87% menyatakan sangat setuju.70 0.

yakni sebanyak 7.21 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. 39.94 28.125 Tabel 4.75% menyatakan setuju.68% menyatakan kurang setuju.27 Prosentase 7.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.94% menyatakan sangat setuju.29 0. Tabel 4.00 .27.30 Prosentase 7.94 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.00 100.63 0.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3. 31.63% menyatakan tidak setuju.00 100. dengan rata-rata 3.75 39.68 20.57 49. 20.

29.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.126 Berdasarkan tabel di atas. 7.94% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.94% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . dengan rata-rata 3.29% 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.94 Setuju 4 16 64 25. 12.00 Jumlah 63 207 100. yakni sebanyak menyatakan setuju. 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. Tabel 4. 28.40% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. 14.57% menyatakan kurang setuju. 53.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.29 Berdasarkan tabel di atas.30.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.21% menyatakan tidak setuju.

52 Setuju 4 15 60 23.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.62 Tidak Setuju 2 10 20 15. Tabel 4.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. berada pada kategori cukup baik.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.57% menyatakan setuju.62% menyatakan kurang setuju.94% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 7.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4. 15.00 Rata-Rata Skor 3. 47.56 Tidak Setuju 2 7 14 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. dengan rata-rata 3.29 Berdasarkan tabel di atas. 28.29. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.94 Setuju 4 18 72 28.87% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.32 .00 Jumlah 63 207 100. berada pada kategori cukup baik.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 209 100.

11% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 11.128 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju. 25. 53. 11. berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. yakni sebanyak 9.56% menyatakan kurang setuju. 23.11% menyatakan tidak setuju.32.52 25. Tabel 4.33 Prosentase 9. yakni sebanyak 9.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.81% menyatakan setuju.33.00 Berdasarkan tabel di atas.40 53.97% menyatakan kurang setuju. 55. dengan rata-rata 3.97 11.00 100. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. .11 0.40% menyatakan setuju.

63 52. 20. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.29 0.63% menyatakan setuju.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. 52. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.70% menyatakan sangat setuju.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.32. Tabel 4. yakni sebanyak 12. berada pada kategori cukup baik.70 20. .38% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.38 14.32 Prosentase 12.29% menyatakan tidak setuju.00 100. 14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.

98% menyatakan setuju.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. yakni sebanyak 7. Tabel 4.00 100.03% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. 46. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.14 12.81 57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.35 23. 19.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.130 Tabel 4.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.05% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.00 .24 Prosentase 6.24.94% menyatakan sangat setuju.94 Setuju 4 17 68 26. dengan rata-rata 3.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.24 Berdasarkan tabel di atas.70 0.00 Jumlah 63 204 100.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. . dengan rata-rata. 12.00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.131 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 11.35. berada pada kategori cukup baik. 25.70 0.11 25.35% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju.35 Prosentase 11.79 12.14% menyatakan kurang setuju.40 50.70% menyatakan tidak setuju.70% menyatakan tidak setuju.40% menyatakan setuju.79% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 6. 57. 23.00 100. dengan rata-rata 3. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. 50.

70% menyatakan setuju.38 Prosentase 11.79 11.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3. 60.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.32 7.11 0. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 19.94% menyatakan tidak setuju. 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.00 100.98 50.05 12.32% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.43 Prosentase 19.70 60.11 26. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. Tabel 4.05% menyatakan sangat setuju.00 100.132 Tabel 4.94 0. 12.00 .43.

97 12. berada pada kategori cukup baik.38. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.98% menyatakan setuju.38. . yakni sebanyak 17. 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.46 15.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. 12.46% menyatakan sangat setuju.70 0. 11. yakni sebanyak 11.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.11% menyatakan tidak setuju.79% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.97% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.133 Berdasarkan tabel di atas. 50.11% menyatakan sangat setuju.87% menyatakan setuju.87 53.38 Prosentase 17.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. 15. dengan rata-rata 3. 26.

31 .5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.29% menyatakan sangat setuju.03 17.03% menyatakan kurang setuju.22 46. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.134 Tabel 4.Rata 3.26 3.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.3. 17.29 22. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.94 3. 46.18 3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .22% menyatakan setuju.00 100. yakni sebanyak 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. 22.46% menyatakan tidak setuju.33.46 0. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. 4.33 Prosentase 14.

5 1.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria . Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.6 – 3.18 3. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.2 – 5.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.0 3.26 3.3 1.1 2. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.8 – 2. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.0 – 1.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.94 3.4 – 4.

Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.6.136 4.3.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru.3. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi .

982 2.546.000 1 .000 1 ** ** .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.000 ** ** **.01 level (2-tailed).723 .546 .137 antar variabel.723 .564 .278 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.518 1 (Constant) Sig.766 .399 5.3. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .116 .692 . a.828 .000 1 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .564 .000 .184 t .920 2.186 a. Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.000 .351 Disiplin kerja (X3) .438 .479 3. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Error 1.000 .015 Kepemimpinan kepala .710 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** . Correlation is significant at the 0.074 Standardized Coefficients Beta .6.000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. .000 .120 .005 .505 .828 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.505 .000 . koefisien jalur dari motivasi .766 .438 .

60296 1 . Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Disiplin Kerja (X3).481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ = 0.481 .184 X3 + 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.184.278 X2 + 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.278. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. Predictors: (Constant).757 Std.546 X1 + 0.769.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .769 a.877 . Error of the Estimate 5. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.

184 . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.1.278 0. di atas.481 Y Gambar 4. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.546 0.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : = 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .

438 x 0.4% 11% 11.723 x 0.278 0.546 x 0.8% 7.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.278 = 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .6% Total 45.546 = 0.3% 10.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.4% 76.4%) .6% 2. rx1.298 (29.x3 . = 0.0% 4.546 0. rx1.6.546 x 0.9% 23.044 .184 Pengaruh Langsung 29.2% 21.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru . Pyx2 = 0.x2 .88 Pengaruh X1.7% 3.3. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0. = 0.184 = 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .1% 4.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.4% 2.546 x 0.

141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = . rx2. Pyx1 = 0.x2. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.x3 .278 x 0.8% + 11.6.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.2%. 4.3. = 0.8%.4% = 45.278 x 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.278 = 0. = 0. rx1.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .026 (2.546 = 0.278 x 0.6%) .0% + 4. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .077 (7.505 x 0.723 x 0.184 = 0.

Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .6% = 21.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.6. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . 4.x3.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .184 = 0.184 x 0. = 0.184x 0.546 = 0.x3 .0% + 2. rx1.4%.034 (3.278= 0. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.044 (4.184 x 0.7% + 11. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.505 x 0.3.7%.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .438 x 0.6%. = 0. = 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.3%. rx2.026 (2.

pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.3% 10.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6.7% 3.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.0% Total Pengaruh 0.2% 21.8% 7.184 29.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.4% 13.2%.5% 7.6% 4.546 0.4% 45.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.3.4% 76.278 0.

Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.9%.3.94 (tabel 4. sedangkan sisanya sebesar 23.7 Pembahasan 4. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. 4.4 – 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.4%.7.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.1% dipengaruhi oleh faktor lain.

26 (tabel 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.145 sebagai edukator.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. leader.7.3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. inovator dan motivator.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2). manajer. 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. administrator. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. supervisor.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik.7. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.6 – 3. 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.18 (tabel 4.3. .6 – 3.

menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. melatih. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Untuk meningkatkan kinerjanya. membimbing.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3. mengarahkan. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. menilai dan . Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja. mengajar. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya.7.31 (tabel 4.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.6 – 3.mengevaluasi siswa. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.146 4.7. guru harus selalu berusaha tepat waktu.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik.3.

Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.4%.044 atau 4. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.4%. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.298 atau 29.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.2% termasuk cukup signifikan. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Manajer.2%. Supervisor. Leader.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. .452 atau 45.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Administrator. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.

077 atau 7. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.104 10.148 4.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.026 atau 2.034 atau 3.7.6%.3. Pegawai dengan atau .044 atau 4.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.3.026 atau 2. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi. 4.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.110 atau 11%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. 2.6% sebagaimana pendapat Gordon W.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.

9 %. .3. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. 4. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45.3 %. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).2 %. 2.4 %. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.7. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 3. 4.

menilai. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. mengarahkan. 3. administrator. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. leader. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. mengajar. 4. manajer. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. melatih. 5. 2. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. membimbing. supervisor. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

2. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. maka : 1. Berdasarkan pengolahan data. 7. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 5.151 6. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. 8. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan .2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar.

Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Berdasarkan pengolahan data. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. 4. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. 5. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. 7.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 3. Sistem . 6.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas. .153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Gomez Meija. Cianjur: CV Dinamika Karya. Jakarta : PT Rineka Cipta. N. Jakarta: PT Rineka Cipta. (2004). Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (1997). Kepemimpinan dalam Manajemen. ( 2004). Mulyasa. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mangkunegara. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. E. (2003). Luthan. (2006). (2009). Danim. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Menjadi Guru Profesional. Miftah Toha. (2005). (2004). Balkin dan R. Sudarwan. (2001) Manajing Human Resources. Newstrom. E. Anwar Prabu. Istijanto. Manajemen Sumber Daya Manusia.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Jakarta: Rineka Cipta. Umar. Riset Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. (2000). (2007). (2006). Perilaku dalam Organisasi. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Jakarta: PT Raja Grapindo. Mulyasa. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP.L. Yogyakarta: ANDI. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Fred. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: Graha Ilmu.B. (Terjemahan Agus Darma). (2009). Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Arikunto Suharsimi. . Organization Behavior (Prilaku Organisasi). (2005). Motivasi Kelompok. D. Jakarta: Erlangga. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Manajemen Sumber Daya Manusia. USA: Prentice Hall. A Tabrani R. Fred. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Keith dan John W. Husen. Cardy. (1995). Asas-Asas Penelitian Behavioral. (2006). Fathoni Abdurrahmat.

Sidik Priadana. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Bandung: Sinar Baru. Timple. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Jakarta: PT Yudeks. Standar Nasional Pendidikan. Jakarta: Rineka Jaya. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Rahman at all. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. (2005). Sondang P. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Kepemimpinan dalam Organisasi. Siagian. (2000). (2000). Supranto J. Jakarta : CV Eko Jaya. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. 2005. (2005). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. (2001). (2005). . (2007). Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jatinangor: Alqaprint. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. bandung : CV Tarsito. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Yulk Garry. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2002). (2005). (2009). Sedarmayanti. New Jersey: Prentice Hall International. (2003). Veithzal. Bandung : Alfabeta. (2001). Statistik Teori dan Aplikasi. Robbin Stephen P. Jakarta: PT Bumi Aksara. Siswanto. Bedjo. Metode Statistika. Organizational Behavior. Bandung : PT Gelora Aksara. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (2005). Bandung: CV Mandar Maju. Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: STIE Pasundan. Peraturan Pemerintah RI. Manajemen Kinerja. (2002). Wahjosumijo. Metodologi Penelitian Pendidikan. Rivai. Sugiyono. Hadari. (2007). (2004).155 Nawawi. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Dale A. (2006). Metode Penelitian Administrasi. Sujana. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Manajemen Tenaga Kerja. Sujana.

Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945.etd. Tentang Guru dan Dosen. 2005. Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. http. Citra Umbara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Citra Umbara.id/6864/. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Depdiknas. (2001). Hernowo Narmodo.eprins. http//etd.eprins. Pemotivasian dalam Manajemen. Rizal Aminudin. Bandung.156 Winardi.ac. . Depdiknas.ac.ums. ums. J. 2008. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Bandung.id/6816/. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful