P. 1
Motivasi Dan Kinerja Guru

Motivasi Dan Kinerja Guru

|Views: 148|Likes:
Published by Sin Ba
motivasi dan kinerja
motivasi dan kinerja

More info:

Published by: Sin Ba on Jun 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2013

pdf

text

original

1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. baik internal maupun eksternal. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Salah satu indikator . anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. lingkungannya. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. proses.

13 6.43 7.67 100% 6.41 6.66 100% 6.95 7. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.25 6.20 6. Tabel I.07 6.46 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.39 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.07 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.27 7. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.I.31 7.90 6. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.46 6.46 6.24 99% 7. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .

mengarahkan kegiatan. dan kemampuan berkomunikasi. pengetahuan terhadap kependidikan. (6) emosi yang stabil. (2) percaya diri. membuka komunikasi dua arah. kemampuan mengambil keputusan. visi dan misi sekolah. (7) teladan. dan mendelegasikan tugas. (3) tanggung jawab. pengalaman dan pengetahuan professional.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Supervisor. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. . keahlian dasar. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. (5) berjiwa besar. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Administrator. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. Manajer. Leader. mengorganisasikan kegiatan.

pengarahan keuangan. sarana prasarana. dan lain-lain. Dugaan tersebut didukung oleh data . kemampuan memotivasi. menentukan kebijaksanaan. penyusunan kurikulum. pengorganisasian. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. mengadakan rapat. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. melaksanakan pengawasan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. kepegawaian.7 mengkoordinasikan kegiatan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. mengambil keputusan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. pengambilan keputusan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. Jika tidak. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. komunikasi dan pendelegasian wewenang. penanganan kesiswaan.

Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Supervisi kelas Setiap semester 6.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Setiap triwulan 4. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Edward Murray (1957). Setiap bulan sekali 3. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip .

Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Artinya pimpinan. Lomba PTK 2. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. . menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.9 Mangkunegara (2005). dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua.

ketidakpatuhan pada aturan. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . menurunnya produktivitas kerja dan apatis. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah.

Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.89% 7. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. baik dari kinerja guru.21% 4. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel 1.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Jika kita memperhatikan tabel di atas. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.6% 5. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.57% 5. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. motivasi kerja.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah.92% 5. 7.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. kedisiplinan. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.

maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 4. 9. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. . Budaya kerja belum tercipta dengan baik.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 3. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 11. 7. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 2. Disiplin kerja guru masih rendah. 5. 10. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Oleh karena itu. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 12. Reward dan punishment belum berjalan efektif. 1. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. 13. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. Kinerja guru masih belum optimal. 8. 6. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah.

15. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. lingkungan kerja. kompensasi. budaya kerja. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal.13 14. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. kepemimpinan. disiplin dan motivasi kerja. 1. kepuasan kerja. 2. motivasi dan disiplin kerja. 3. . 1.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. 3. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. pengorganisasian. pelaksanaan dan pengendalian. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber .17 terlepas dari aktivitas manajemen. 4. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. maupun kepegawaian. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. tugas. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. keuangan. pemasaran. 2. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi.

Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. menyaring. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. melatih. memberi penghargaan dan penilaian”. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Seperti sumber daya lainnya. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu .18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. termasuk merekrut.

. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. 7. 5. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. lembaga atau wakil pemerintah. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 4. Menciptakan iklim. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. 3. 2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. kemampuan dan kecakapan mereka. 6.

Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai.politik. 11. kompensasi dan tunjangan kesehatan. 8. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. karyawan. keselamatan dan keamanan. 10. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. pemasok dan masyarakat luas). keadilan dan diantaranya : hukum. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. 9. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi.20 manajemen. hubungan karyawan dan buruh. pelanggan. 12. Mengelola karyawan yang beragam. . budaya dan teknologi. gaya kerja dan aspirasi. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. ekonomi. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. sosial.

2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Seven edition yang dialih bahasa oleh T.21 2. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Robbins dalam buku Manajement. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Andrew J. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P.1. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.

Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. 2. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. . membujuk. 4. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. 5. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku.

Kehendak untuk memimpin. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. dan membuat keputusan yang tepat. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. . industry dan hal-hal teknis. 5. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Kepercayaan diri. 4. yaitu : kecerdasan. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. 3. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Dorongan. Kejujuran dan integritas. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 2. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. sikapsikap hubungan kemanusiaan. 2. 6.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. 3. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. memecahkan masalah. Kecerdasan. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan.

Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan.24 4. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. membuat keputusan unilateral. wewenang. mendiktekan metode kerja. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. 5. jika perilaku itu dapat memuaskan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. dan membatasi partisipasi karyawan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. .

25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. . Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. 2.

26 2. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah.1.3. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .

Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. kemampuan memotivasi. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. pengambilan keputusan. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. 2. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. perlu adanya kebersamaan. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. misi. Oleh sebab itu. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Manajer.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. yaitu : 1. tujuan dan .

Jadi. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai manajer c. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah sebagai administrator d. Kepala sekolah sebagai supervisor e. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.

Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. 2. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : .29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Veithzal (2005 : 455 ). Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu.1.

Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. Selanjutnya. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. 2.30 1. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. udara. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. cinta dan memiliki. kemampuan. lingkungan kerja yang nyaman. 3. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. perumahan dan lainnya. gelar dsb. 5. hiburan. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. uang pesangon. senioritas. 4. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . seperti makan. minum. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. program pemberhentian kerja. program pension.

50% kebutuhan sosial. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. b. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Atas dasar hasil penelitiannya. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. . Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. yaitu : 1. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. keluarga. 2. Dengan demikian. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya.31 85% kebutuhan fisiologi. 40% kebutuhan penghargaan. 70% kebutuhan rasa aman. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Berdasarkan studi tersebut. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan.

Guru. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. pengakuan. Postulat teori dua factor. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. tanggung jawab dan kemajuan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. dan kehidupan pribadi. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. kebijakan administratif.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. dunia kerja. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. kondisi kerja. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. teknik supervisi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. dan ada . Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan.

negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. Dua hal ini tidaklah berlawanan. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. c.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : .

ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Jadi. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif).34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. . Boleh jadi. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya.

seperti makan. Growth needs. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Teory ERG (Existence. 2. e. f. pakaian. yaitu: 1. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. mungkin tidak efektif bagi orang lain. keamanan kondisi kerja. Relatedness needs.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. 3. gaji. kebutuhan interpersonal. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. d. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. minum. bernafas. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. atau pimpinannya. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. Oleh karena itu. fringe benefits. Teori Drive . Existence needs. Relatedness. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan.

Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Clark L. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. . kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya.

Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. .5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin.37 g. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Sementara Sinungan (2003 . 2.1. tingkah laku.

Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. 4. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. 3.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. . 2. 5.38 Senada dengan pendapat di atas. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. yaitu: 1. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Tingginya semangat.

7. 2. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Besar kecilnya pemberian kompensasi. 3. 9. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 8. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Oleh karena itu. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. 4.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Diciptakan disiplin. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 6. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. Tanpa disiplin yang baik. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 5.

Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. Sehubungan dengan itu. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. . berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . berpakaian rapih. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai.40 lingkungan yang tertib. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. sopan.

41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. dan Hukuman disiplin berat.1. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. mengetahui organisasi yang dipimpinnya.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. 2. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. . Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.

yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. pengalaman. Quality of work. . Cooperation. 6. 4. kehadiran di tempat kerja. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Inisiative. 2. kualitas output. Quantity of work. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). Job knowledge. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. jangka waktu output. 5. keterampilan. dan sikap kooperatif. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. 3. 7. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. Dependability. Creativeness. Personal qualities. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. 8.

Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja.1. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. membimbing.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. pendidikan dasar. dan pendidikan menengah. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. mengarahkan. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. melatih. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. melakukan evaluasi. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 2.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. . memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. mengajar. Menurut Undang.

14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. 1998 : 98).1. . dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. keterampilan (skill). 2. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability).

Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . 5. 4. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. 2. Communication (komunikasi . meliputi: 1. 138) yaitu : 1. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. 3. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Promtness (ketepatan waktu) 3. Semangat (antusiasme). Capability (kemampuan) 5. Berorientasi pada hasil. Ketegasan. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Initiative (inisiatif) 4. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya.

4.46 2. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.4 %. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. 5. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.3 % 2. Fylan Ulga. Kecerdasan Emosi. Pengaruh Komitmen. (Tesis. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37.620) diantara variabel lainnya. 2002). Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. kecerdasan emosi.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. . Pasca Airlangga (tesis. 2007). Pasca UPI Bandung (tesis. 2005).085 > 2.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Pasca Unsud. Pasca Unsud (tesis 2008).1. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. Analisis Kepemimpinan.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. 2010). 3. Sutopo Slamet. kedisiplinan.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

kepala sekolah sebagai administrator.2. 2. pendekatan perilaku. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. baik pendekatan sifat. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. maupun pendekatan situasional. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. Di samping berorientasi terhadap tugas.2. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Dengan demikian. . sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. Oleh karena itu.

. dan mendelegasikan tugas.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. dan memanfaatkan hasilnya. membuka komunikasi dua arah. Jika jumlah guru cukup banyak. keahlian dasar. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2.2. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.2. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian.

(3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. mencari gagasan yang baru. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. kemampuan mengambil keputusan. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. visi dan misi sekolah. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (4) menerima masukan. dan kemampuan berkomunikasi.2. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan.53 pengalaman dan pengetahuan professional.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator.2. (2) percaya diri. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (6) emosi yang stabil. (3) tanggung jawab. 2. . (7) teladan. mengintegrasikan setiap kegiatan.

serta adaptable dan fleksibel. .2. disiplin. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. keteladanan. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Gagasan baru tersebut misalnya moving class. rasional.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. dorongan. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. 2.2.2. kreatif.2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. pengaturan suasana kerja. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. 2. disiplin. pragmatis. program akselerasi dan lain-lain. integrative. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. delegatif.

Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. kebijakan administratif. teknik supervisi. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. dunia kerja. Guru. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. tanggung jawab dan kemajuan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. kondisi kerja. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. . juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dan kehidupan pribadi. pengakuan.

mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Pegawai yang tertib dan disiplin. mematuhi semua peraturan perusahaan . mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. efektifitas dan produktivitas. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin.56 2. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi.2.

” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. 2.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.2.

dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Edward Murray. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. 2. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. Artinya pimpinan. Clelland. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). . Miller dan Gordon W. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut.2.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. manajer.

Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku.” (Nawawi 2005 : 355). Oleh karena itu. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. Disiplin merupakan bentuk . mudah dimengerti. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. dimanapun kita berada. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar.2. 2. Selain itu.

Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi.2. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. 2. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . merupakan salah satu tujuan sekolah.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut.

dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Miller dan Gordon W. manajer. Kinerja guru dapat . yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Artinya pimpinan. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Edward Murray. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Clelland.

membimbing.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Menurut Undang. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Kesadaran dalam bekerja 3. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1.Menilai . menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. Kepala sekolah sbg leader 6. melatih. Kepala sekolah sbg administrator 4. dan pendidikan menengah. Kepala sekolah sbg inovator 7. Kepala sekolah sbg edukator 2. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. mengajar. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. pendidikan dasar. Kepala sekolah sbg manajer 3. mengarahkan.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Faktor motivasional 2. Ketepatan waktu 2.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3.63 2.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. 4. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. . 2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Penyusunan bab I – III. . Persiapan penyusunan v proposal 2. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3.1. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Seminar Usulan Penelitian. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT).2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Pengumpulan data 6. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3.

Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. . Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . 3. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. motivasi kerja. Sedangkan Fred N. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus.

Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. Oleh karena itu.66 2. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3.05 (5%). sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. α = 0. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. 3. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson.70 option sangat tidak setuju.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval.7. Oleh karena itu. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Data primer. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 3.

= reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. demikian pula sebaliknya. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. jika < 0. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).3 maka dikatakan tidak valid. 3. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua (Split Half Method) dari Spearman Brown.7.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.

Tabel 3.2 – 5.6 – 3. motivasi kerja ( ). Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.3 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.5 1.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.1 2.0 – 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.72 Jika > 7. jika 3. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian. disiplin kerja ( ).8 – 2.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) 𝑋 r𝑋 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 r𝑋 𝑋 𝜌𝑌𝑋1 Є1 𝑋 𝜌𝑌𝑋2 𝜌𝑌𝜀 Y 𝑋 𝜌𝑦𝑥3 Gambar 3.0 3.4 – 4.1 Diagram Jalur .

73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r 1 = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh terhadap Y langsung 2 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y 3 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. dengan Y. . dengan Y merupakan hubungan kausal. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= 1 2 + 3 + . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional.

motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. . Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : 1 ≠ 2 3 ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. dan sebalikya. Pengaruh Hi : terhadap Y 1 ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 2 ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 3 ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua.74 3. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima.

75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector.1.1 Hasil Penelitian 4. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. laboratorium fisika dan biologi. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no.043 m². Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. ruang perpustakaan. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. ruang komputer. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. ruang kepala sekolah. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .

SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Proses. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. BA H. Standar Sarana. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Isi. Standar Pengelolaan. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. BA Mohamad Wasid. Ajab Riatna . Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. SH Maulana Ismail.

H. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. H. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. H. Subandar Drs. Berprestasi. Nandang Sukmana Drs. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. nyaman dan religious 5. Didi S. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. efektif dan efisien 3. Visi “Terampil.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. H. misi. Toto Suhartoyo Drs. Dudi Susbandi KM. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Yaya Masria Drs. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . BA Drs. A. Hasbiadi Endang Dahlan. Berwawasan IPTEK.

Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Misi 1.00 2. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1.78 7. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. kreatif. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. efektif. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3.

7. Telepon 4. dll 12. telah mengikuti PTBK. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. 5. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 4. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. 9.1.2 Profil Sekolah 1. semua mengajar sesuai bidangnya. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1.2700003 Drs. H. 8. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. 2.79 9. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 6.

2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.0 Dari data pada tabel 4.80 10.3 Profil Responden Tabel 4.405 m2 Tabel 4.8 76.2%) . Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.1. Prosentase 23. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11. 2.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.2 100.

20 3 D3 10 15.20 5 S1 46 73.81 55.76 3.56 100. 4. D1 2 3. SMA 3 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1. 25 – 29 Tahun 6 2.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.35 Tahun 3 3.80 2. 36 .35 23.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. Tabel 4.17 82.90 4 PGSLP 2 3.52 4.81 Tabel 4.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.00 .40 Tahun 2 4. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9. Tabel 4.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.00 JUMLAH 63 100.54 100. 5.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.76 6.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. 30 .56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.52 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4. 3. 2. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.

5 0 0 4. 4. 4.2. Tabel 4. 3. 4. motivasi kerja 15 item.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 5. 6. 2.8 4.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90.0 Tabel 4.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.8 100. Prosentase 0 90.5%).82 Dari tabel 4. .

7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.623 X1 _8 0.3 maka semua item valid.599 X1 _10 0.680 X1 _2 0.630 X1 _7 0.471 X1 _4 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.487 X1 _18 0.439 X1 _15 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.620 X1 _11 0.437 X1 _17 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.452 X1 _3 0.661 X1 _5 0.460 X1 _16 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.557 X1 _9 0.576 X1 _12 0. .672 X1 _6 0.422 X1 _14 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.512 X1 _13 0.

maka semua item valid.659 X2 _13 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.718 X2 _7 0.729 X2 _12 0.711 X2 _11 0.84 Tabel 4.607 X2 _9 0. Tabel 4.791 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.625 X2 _8 0.606 X2 _2 0.863 0.802 0.826 0.819 0.746 0.809 0.583 X2 _3 0.788 0.686 0.442 X2 _10 0.764 0.716 X2 _6 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .688 X2 _14 0.549 X2 _15 0.653 X2 _5 0.831 0.3. variabel motivasi kerja berada di atas 0.672 X2 _4 0.

810 X3 _14 0. Tabel 4.487 Y _17 0.3. bahwa seluruh item dinyatakan valid .470 Y _19 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas. Berdasarkan tabel 4.714 Y _13 0.7 sampai dengan tabel 4.3. variabel disiplin kerja berada di atas 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.654 Y _2 0.597 Y _18 0.652 Y _9 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.698 Y _12 0.675 Y _4 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.707 Y_10 0.560 Y _6 0.496 Y _20 0.695 Y _14 0.713 Y _8 0.684 Y _5 0.650 Y _3 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.465 Y _16 0. maka semua item valid. maka semua item valid.550 Y _7 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.695 Y _11 0.818 X3 _15 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.667 Y _15 0.

86 dan digunakan untuk penelitian.2. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). 4. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .

3.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. 4.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.87 Tabel 4.954 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.986 0.935 0.

Tabel 4.52 38.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. berada pada kategori baik.10 25.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.16% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan kurang setuju.88 Tabel 4.03% menyatakan setuju. dengan rata-rata skor sebesat 4.00 Jumlah 63 256 100.29 12.00 .70 100.40 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.17 Prosentase 9.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.06 Berdasarkan tabel di atas. 46.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 4.03 Kurang Setuju 3 15 45 23. yakni sebanyak 30.16 Setuju 4 29 116 46. dan 23.

52% menyatakan sangat setuju.76 0.98 47. Tabel 4. 47.29% menyatakan tidak setuju.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.00 Berdasarkan tabel di atas.10% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .70% sangat tidak setuju.97 Prosentase 26.62% menyatakan setuju. 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 25.97 .98% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. yakni sebanyak 9. yakni sebanyak 26. dan 20.62 20. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.00 100.63% menyatakan kurang setuju. 12. berada pada kategori cukup baik.63 4.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. 38.40% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.89 Berdasarkan tabel di atas.

dan 26.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.92 Berdasarkan tabel di atas.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Jumlah 63 247 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.92. yakni sebanyak 19.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.97% menyatakan setuju. 53.05 Setuju 4 34 136 53. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 3.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.76 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. Tabel 4.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.00 Rata-Rata Skor 3.05% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.22 Setuju 4 26 104 41.00 Jumlah 63 237 100. berada pada kategori baik.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.98% menyatakan kurang setuju.

98% menyatakan kurang setuju.05. yakni sebanyak 22. yakni sebanyak 31. 41.00 Berdasarkan tabel di atas.22% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan setuju.27% menyatakan setuju.75% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.91 Berdasarkan tabel di atas.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.27 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. . dengan rata-rata sebesar 3. Tabel 4.00 100. 26.76. 41.75 41.98 0.98% menyatakan kurang setuju.05 Prosentase 31. 26.00 0. dan 9.52% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 4. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.

00 100. 41.75% menyatakan kurang setuju.95. yakni sebanyak 26.98% menyatakan sangat setuju.75 0.00 Berdasarkan tabel di atas. . berada pada kategori baik.27 31.98 41.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik Tabel 4. 31.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.95 Prosentase 26.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.

21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4. % menyatakan kurang setuju. % menyatakan setuju. dengan rata-rata .93 Tabel 4.44 26.10 Setuju 4 22 88 34.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.00 100. Tabel 4.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 0. % sangat tidak setuju.02 Prosentase 28.11 Berdasarkan tabel di atas.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.98 0. % menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 4.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. berada pada kategori baik.57 44.00 Jumlah 63 259 100.

44.00 0.86% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. .57 0.94 Berdasarkan tabel di atas.86 28. 42. dengan rata-rata 4.00 100. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik.00. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 28.02.57% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.57 42.44% menyatakan setuju. yakni sebanyak 28. dengan rata-rata 4.57% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik Tabel 4.57% menyatakan sangat setuju.00 Prosentase 28. 28.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.

40% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi. % sangat tidak setuju.79% menyatakan setuju.79 26.00 . Tabel 4. berada pada kategori baik.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.02. dengan ratarata 4.95 Tabel 4. 50.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.00 100.79 23.22 50.95 Prosentase 22.00 0.81% menyatakan kurang setuju.40 50.02 Prosentase 25.81 0.00 100. yakni sebanyak 25. 23.98 0.

40% menyatakan kurang setuju.79% menyatakan setuju.92 39.22% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik .92% menyatakan sangat setuju.10.10 Prosentase 34. 26.95. Tabel 4.68% menyatakan setuju..96 Berdasarkan tabel di atas.68 25. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.40 0.00 100.98% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 25.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 39. yakni sebanyak 22. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 34. berada pada kategori baik.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. 50.

27 28.75% menyatakan kurang setuju. 31.00 0.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4. 36.57 0.00 Berdasarkan tabel di atas.75 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.00 100.02 Prosentase 30.00 Prosentase 31.97 Tabel 4.75% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 31.16 41. berada pada kategori baik Tabel 4.00 .51 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.75 0.00 100.00.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.00 0.

02. yakni sebanyak 30.22% menyatakan sangat setuju. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.16% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.98 Berdasarkan tabel di atas.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. 28.00 0.57% menyatakan kurang setuju. 44.44 33.33 0.22 44. dengan rata-rata 3. berada pada kategori bai Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. dengan rata-rata 4.00 100.89. 33.44% menyatakan setuju. .33% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.89 Prosentase 22.

21% menyatakan setuju.94 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.00 .00 Jumlah 63 248 100.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 22.00 Rata-Rata Skor 3.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 0.99 Tabel 4. Tabel 4.03 25.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.22 Setuju 4 31 124 49.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.57 46. 49.94. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. 28.03 Prosentase 28.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.57% menyatakan kurang setuju.00 0.00 100. dengan rata-rata 3.

57% menyatakan sangat setuju.22 3.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.14 Prosentase 7.94 26. 46.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.03 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.98 39. dengan rata-rata 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. yakni .68 22. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. berada pada kategori baik 4.17 100. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.3.100 Berdasarkan tabel di atas. 25.03% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju.

62% menyatakan kurang setuju.87 3.17 100.17 Prosentase 6. 22. 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.00 Berdasarkan tabel di atas. 47. dengan rata-rata 3.101 sebanyak 7. dengan ratarata 3. yakni sebanyak 6.17% sangat tidak setuju.87% menyatakan tidak setuju. 15.68% menyatakan kurang setuju. 26. 3.98% menyatakan setuju.98 47.14.98% menyatakan setuju. 3.22% menyatakan tidak setuju.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.35 26. 26.94% menyatakan sangat setuju.62 15.17% sangat tidak setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.35% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. berada pada kategori cukup baik. .

34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3. 11.11% menyatakan tidak setuju.73 9.52 0.102 Tabel 4. dengan rata-rata 3. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.25 Berdasarkan tabel di atas.52 22.00 Jumlah 63 205 100.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.63% menyatakan setuju. 60.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.00 Rata-Rata Skor 3.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. yakni sebanyak 20.22 58.00 100.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.32 Prosentase 9.32 Tidak Setuju 2 7 14 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.32% menyatakan kurang setuju.94 Setuju 4 13 52 20.25.

22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. yakni sebanyak 7. 58.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.30 Prosentase 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.22% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.70 0.52% menyatakan tidak setuju.38% menyatakan kurang setuju.38 12.32. 12.73% menyatakan kurang setuju.94 26. yakni sebanyak 9.98 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. 26.00 100.98% menyatakan setuju. 9.52% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik . dengan rata-rata 3. 52.30.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.103 Berdasarkan tabel di atas.

00 Rata-Rata Skor 3.25 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 4. 50.52 30.00 .70 7. 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.68 12.79% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.16 39.21 Prosentase 9.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.104 Tabel 4.29% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.76% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.16% menyatakan setuju. 30. dengan rata-rata 3.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.76 Setuju 4 19 76 30.25.94 100.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 205 100.

98 Kurang Setuju 3 27 81 42. 42.35 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9.86% menyatakan kurang setuju. 39. yakni sebanyak 14. menyatakan tidak setuju.29 Setuju 4 17 68 26. berada pada kategori cukup baik. rata-rata 3.11% menyatakan tidak setuju.76% sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.68% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.76 Jumlah 63 211 100.70% karier.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.105 Berdasarkan tabel di atas. 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.21.16% 12. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.94% sangat tidak setuju. . 26.35.00 Rata-Rata Skor 3. 7. menyatakan setuju.

49 14 11. 63.52 7.11 5 7.27 9. Tabel 4.98.94 188 100.52% menyatakan setuju.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.98 atas.49% menyatakan kurang setuju.00 2.00 .94 100.75 41.11% menyatakan tidak setuju.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.25 Prosentase 9. yakni sebanyak 7.52 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.106 Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.52 120 63. dengan rata-rata 2.94% sangat tidak setuju. 11. 9.94 % menyatakan sangat setuju. 7.

57 42.27% menyatakan kurang setuju.75% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.94% sangat tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.94% sangat tidak setuju.52% setuju.11 7. 28. 41.94 100.52 28. 7.00 Berdasarkan tabel di atas.86 11. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. 31.25.21.107 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.86% membuat saya nyaman dalam bekerja. menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.21 Prosentase 9. 11. 7. . 42.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. 9.52% menyatakan tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju.

11.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. 4.30 Prosentase 14. 22.11% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. berada pada kategori cukup baik.30.62 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.29% menyatakan sangat setuju.76 100. . berada pada kategori cukup baik.22 47. 47. dengan rata-rata 3.29 22. Tabel 4.62% menyatakan kurang setuju.22% menyatakan setuju.76% sangat tidak setuju.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.00 Berdasarkan tabel di atas.11 4. yakni sebanyak 14.

28.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.38.87 19.00 Berdasarkan tabel di atas.11 Setuju 4 18 72 28.70% menyatakan setuju.70 0.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 11. 47.109 Tabel 4.38 Berdasarkan tabel di atas.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.62% menyatakan kurang setuju.38 12. dengan rata-rata 3.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.57% 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.11% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. menyatakan tidak setuju. Tabel 4.05 52.00 Jumlah 63 213 100. .00 100.38 Prosentase 15. berada pada kategori cukup baik.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.

81% menyatakan setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . 49.38% menyatakan kurang setuju.05% menyatakan setuju.110 yakni sebanyak 15.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 4. 19. yakni sebanyak 14.40.29 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.00 100. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.81 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.21% menyatakan kurang setuju.70 0.38.3. berada pada kategori baik. 12.40 Prosentase 14. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.21 12.87% menyatakan sangat setuju. 23. 12.70% menyatakan tidak setuju.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.29% menyatakan sangat setuju. % sangat tidak setuju. Tabel 4.

44 Tidak Setuju 2 11 22 17.81 39.57% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 208 100.00 . 44.46% menyatakan tidak setuju.30 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.44% menyatakan kurang setuju.68 25.40 0. 17. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.21 Prosentase 11.00 100.11 23. yakni sebanyak 9.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.111 Tabel 4.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52 Setuju 4 18 72 28. .52% menyatakan sangat setuju. 28.00 Rata-Rata Skor 3.

23. dengan ratarata 3.75 Kurang Setuju 3 20 60 31.11% setuju. berada pada kategori cukup baik .98% menyatakan menyatakan tidak setuju. Tabel 4.21.00 Jumlah 63 204 100.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40% menyatakan tidak setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.24. 25.52% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. menyatakan sangat setuju.112 Berdasarkan tabel di atas. 31.75% setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. 26.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.81% yakni sebanyak 11.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.75% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.68% menyatakan menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.52 Setuju 4 20 80 31. 31.

35 23. 36. 41.11 Prosentase 6.35% menyatakan sangat setuju.05 3.62 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.51 41.00 Berdasarkan tabel di atas.87% menyatakan menyatakan tidak setuju. 15.33 Prosentase 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.17 100.33.27% menyatakan kurang setuju.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.51% setuju.35 36.27 15.87 0.113 Tabel 4.00 100.00 .81 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. dengan rata-rata 3.

berada pada kategori cukup baik Tabel 4.11.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 39.32 Prosentase 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. berada pada kategori cukup baik. 17.35% menyatakan sangat setuju. 3. 3. yakni sebanyak 6.68% menyatakan kurang setuju. 47.46% menyatakan tidak setuju.35 36. yakni sebanyak 6.46 0.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.81% setuju.62% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. .17% sangat tidak setuju. 23.114 Berdasarkan tabel di atas. 36.51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.51 39. 19.68 17.35% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.32.

berada pada kategori cukup baik. 36.76 36.81 0.27 22.33 41.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.81% menyatakan tidak .22 Prosentase 4.17 33.51% menyatakan setuju. yakni sebanyak 4. setuju.22 0.76% menyatakan sangat setuju.115 Tabel 4.92 23.22.00 23.92% menyatakan kurang setuju.17 Prosentase 3.51 34.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3. Tabel 4. dengan rata-rata 3. 34. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.00 100.00 100.

% sangat tidak setuju. 30. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.03 20.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.17% menyatakan sangat setuju.17% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 3.63 0.16.116 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.27% menyatakan kurang setuju. 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 22.16 46.16% menyatakan setuju. 41. 46.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. yakni sebanyak 3. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. dengan rata-rata 3.17 30. 20.16 Prosentase 3.63% menyatakan tidak setuju.00 100. Tabel 4.17.22% menyatakan tidak setuju.03% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan setuju.

62% menyatakan kurang setuju.75 39. berada pada kategori cukup baik.17 Prosentase 4. 28.00 100.117 Tabel 4.17% menyatakan sangat setuju.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3. 47.62 20.14. yakni sebanyak 3.00 100.14 Prosentase 3. Tabel 4. 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.57% menyatakan setuju.68 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 .55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.63 0.76 31.17 28.63% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.81 0. dengan rata-rata 3.57 47.

81% menyatakan tidak setuju.76% setuju.51% setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. rata-rata 3.08 Berdasarkan tabel di atas. 36. 23.16 Tidak Setuju 2 20 40 31. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.59% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.08.118 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 1. 39. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 194 100. dengan rata-rata 3.17. berada pada kategori cukup baik.16% menyatakan kurang setuju. . menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3. 30. 31.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.59 Setuju 4 23 92 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.

26.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.06 Berdasarkan tabel di atas.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.00 Jumlah 63 196 100. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.27% menyatakan kurang setuju.06. yakni sebanyak 1.16% menyatakan setuju. 30.11 .00 Rata-Rata Skor 3.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.59 Setuju 4 19 76 30.119 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.59% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 193 100.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata 3.98% menyatakan tidak setuju.59 Setuju 4 21 84 33. 41.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.

yakni sebanyak 1.11 Prosentase 1.59% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.59% menyatakan sangat setuju. 28.33 28. 33.51% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. 25.00 100.33% menyatakan setuju. 36.59 36. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.51 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. yakni sebanyak 1.40% menyatakan tidak setuju.57 0. Tabel 4.33% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.120 Berdasarkan tabel di atas. .11.00 Berdasarkan tabel di atas. 33.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3. berada pada kategori cukup baik.11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.68% menyatakan kurang setuju. 39. dengan ratarata 3.57% menyatakan tidak setuju.

4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.87% menyatakan tidak setuju.24 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.00 Rata-Rata Skor 3. 23.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38% menyatakan kurang setuju.38 Tidak Setuju 2 10 20 15. 15.24.94 Setuju 4 15 60 23.94% menyatakan sangat setuju.3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.52 Setuju 4 13 52 20. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 204 100. 52. yakni sebanyak 7.24 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju.81 Kurang Setuju 3 33 99 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.00 Rata-Rata Skor 3.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.00 Jumlah 63 204 100.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.121 4.

20.24 Prosentase 7.94 23.52% menyatakan sangat setuju.87% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 7.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju. 23.97% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan setuju. 52.81 52. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. 15.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. Tabel 4. .87 0.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.122 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.38 15.38% menyatakan kurang setuju.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.24. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. 15. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik.24.87% menyatakan tidak setuju. 53.

RPP dll. yakni sebanyak 9. 12.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.70% menyatakan tidak setuju. silabus.52% menyatakan sangat setuju.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. dengan rata-rata 3.40% menyatakan setuju. RPP dll.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.38 Tidak Setuju 2 8 16 12. 25.00 Jumlah 63 213 100.00 Rata-Rata Skor 3.52 Setuju 4 16 64 25. silabus. silabus. RPP dll.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.38 .32. % sangat tidak setuju.00 Jumlah 63 209 100.32 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.38% menyatakan kurang setuju. 52.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.123 Tabel 4. Tabel 4.29 Setuju 4 13 52 20.

berada pada kategori baik. 20. yakni sebanyak 15.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.21% dengan menyatakan kurang setuju.87% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 14. rata-rata 3. . 53. 22.97% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.22 49.38. dengan rata-rata 3. Tabel 4. 49.41 Prosentase 15.63% menyatakan setuju.29% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju.22% menyatakan setuju.11% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.124 Berdasarkan tabel di atas.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.87 22. 12. berada pada kategori cukup baik.21 12.70 0.00 Berdasarkan tabel di atas. 11.

39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 .00 100.21 14. 20.00 100.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.63% menyatakan tidak setuju.57 49.00 Berdasarkan tabel di atas.27 Prosentase 7.94 28.27.30 Prosentase 7.63 0.29 0. 31.75 39.68 20. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. yakni sebanyak 7.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.75% menyatakan setuju. Tabel 4.125 Tabel 4.68% menyatakan kurang setuju.94 31.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.

94 Setuju 4 16 64 25.40 Kurang Setuju 3 34 102 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .126 Berdasarkan tabel di atas. 25. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 14.00 Jumlah 63 207 100.94% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.29% 49.29 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak menyatakan setuju. 28. dengan rata-rata 3. 7.21% menyatakan tidak setuju. 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.29.94% menyatakan sangat setuju.57% menyatakan kurang setuju.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.70% menyatakan tidak setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 7.97% menyatakan kurang setuju.40% menyatakan setuju.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.30.

71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.87% menyatakan tidak setuju. 47. 28.00 Jumlah 63 209 100. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik. 15.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.29 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan setuju.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.52 Setuju 4 15 60 23.00 Jumlah 63 207 100.94 Setuju 4 18 72 28.32 . yakni sebanyak 7.00 Rata-Rata Skor 3.62% menyatakan kurang setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.29.94% menyatakan sangat setuju.

00 100.33 Prosentase 9.97% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju.40% menyatakan setuju. yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3.128 Berdasarkan tabel di atas. 55. dengan rata-rata 3. 25. berada pada kategori cukup baik.97 11. 11.11% menyatakan tidak setuju.32. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. yakni sebanyak 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 23.11 0.56% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. 11.33.52% menyatakan sangat setuju. .81% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.40 53. 53.52 25.

Tabel 4.70 20.70% menyatakan sangat setuju.29% menyatakan tidak setuju.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. yakni sebanyak 12. berada pada kategori cukup baik. 20.32 Prosentase 12.00 Berdasarkan tabel di atas.32. berada pada kategori cukup baik.38% menyatakan kurang setuju.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3. dengan rata-rata 3.63 52. .38 14.63% menyatakan setuju.29 0.00 100. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. 14.

74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.24. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.81 57.00 100.35 23.98% menyatakan setuju. Tabel 4. yakni sebanyak 7. 26.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.94% menyatakan sangat setuju.24 Prosentase 6.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik. 19.130 Tabel 4.94 Setuju 4 17 68 26.00 .03% menyatakan kurang setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.70 0.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.00 Rata-Rata Skor 3. 46.00 Jumlah 63 204 100.05% menyatakan tidak setuju.14 12.

00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.40% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.11% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata.79 12. . 23.40 50.14% menyatakan kurang setuju. 50. 57.131 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. 12. yakni sebanyak 11.35% menyatakan sangat setuju. 12.11 25.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.70 0.35.35 Prosentase 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.00 100. yakni sebanyak 6. 25.79% menyatakan kurang setuju.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.

38 Prosentase 11.32% menyatakan kurang setuju. 12.70% menyatakan setuju.43.11 0.00 100.94 0. Tabel 4.79 11.00 .78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.11 26.32 7. 60.70 60.132 Tabel 4. dengan rata-rata 3.05 12. yakni sebanyak 19.98 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.00 Berdasarkan tabel di atas.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.43 Prosentase 19. 7. berada pada kategori baik.94% menyatakan tidak setuju.00 100.05% menyatakan sangat setuju.

berada pada kategori cukup baik. 50.79% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.98% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.87 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. yakni sebanyak 17.38. 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. 53.46 15.11% menyatakan tidak setuju. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. 11.38 Prosentase 17.97 12.38.00 Berdasarkan tabel di atas. 26.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.70 0.133 Berdasarkan tabel di atas. 12. Tabel 4.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.11% menyatakan sangat setuju.46% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 11.00 100.

18 3. yakni sebanyak 14. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.00 100.46% menyatakan tidak setuju.22% menyatakan setuju.33 Prosentase 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.03 17.94 3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .Rata 3. 46.29% menyatakan sangat setuju.3.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas. 4. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.22 46.03% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 17.134 Tabel 4. 22.46 0.26 3.29 22.31 .33.

0 – 1.0 3.5 1. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .3 1.94 3.2 – 5. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.8 – 2.26 3.1 2. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.4 – 4.18 3.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.6 – 3. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.

6. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.3.136 4. motivasi kerja. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel).3. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.

000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.766 . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.438 . Error 1.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel. (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .766 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .6.015 Kepemimpinan kepala .438 .692 . Correlation is significant at the 0.920 2.116 .505 .186 a.723 .000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.01 level (2-tailed).518 1 (Constant) Sig.000 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.000 .399 5.85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std. a.000 .278 .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.546 .137 antar variabel. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.982 2.000 .828 . .723 .351 Disiplin kerja (X3) .505 .005 .828 .120 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.564 .000 1 .000 ** ** **.564 .710 .074 Standardized Coefficients Beta .479 3.184 t .3.000 1 ** ** .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 1 . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. koefisien jalur dari motivasi .546.

Predictors: (Constant).138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.60296 1 . Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.184 X3 + 0.481 .877 .757 Std.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0. Error of the Estimate 5. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.184.769. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ 769 = 0. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.546 X1 + 0.278 X2 + 0. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.278. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).769 a. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu). Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Disiplin Kerja (X3).86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.

1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.546 0.278 0.481 𝜖 𝑟𝑋 𝑋 438 𝑋 𝜌𝑌𝑋 278 Y 𝑟𝑋 𝑋 5 5 𝜌𝑌𝑋 𝑋 84 Gambar 4.1. di atas.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 723 𝜌𝑌𝑋 546 𝑃𝑌𝜖 = 0.184 .87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.

= 0.546 x 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.6% Total 45. rx1.184 = 0.278 = 0.546 = 0.546 0.3.88 Pengaruh X1.x3 .4% 2.7% 3.4% 11% 11.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.044 .4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.546 x 0. Pyx2 = 0.723 x 0.546 x 0.2% 21.278 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .184 Pengaruh Langsung 29.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .9% 23.4%) . rx1. = 0.4% 76.0% 4.3% 10.298 (29.6% 2.1% 4. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .8% 7.6.438 x 0.x2 .

8% + 11.278 = 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .278 x 0.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.546 = 0.3. rx2.723 x 0.278 x 0.184 = 0.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29. = 0.4% = 45.026 (2. 4.6.505 x 0.6%) .077 (7.0% + 4. Pyx1 = 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.2%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .x2.x3 .278 x 0.8%.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . rx1.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. = 0.

= 0.184 x 0.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.278= 0.0% + 2.184 = 0.034 (3.x3 .3%. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .546 = 0.438 x 0.6%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . rx2.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .184x 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .6.6% = 21.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = . rx1. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.x3.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2. = 0.7%. 4. = 0.184 x 0.505 x 0.4%.026 (2.3.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.7% + 11.044 (4.

4% 13. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat 1 Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.3% 10.0% Total Pengaruh 0.7% 3.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.278 0.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.3.2% 21.2%.6.546 0.4% 45.184 29.4% 76.5% 7.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6% 4.8% 7.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.

1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.4%.94 (tabel 4. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. sedangkan sisanya sebesar 23.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.9%.7 Pembahasan 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).3.4 – 4. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .1% dipengaruhi oleh faktor lain. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.7. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai. 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.

7.145 sebagai edukator. leader. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. . diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik.7.3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. 4. manajer.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. administrator.18 (tabel 4.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).26 (tabel 4. inovator dan motivator. 4. supervisor.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.3.6 – 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.6 – 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.

menilai dan .31 (tabel 4. mengajar.7. mengarahkan. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. motivasi kerja dan disiplin kerja. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah .6 – 3.146 4. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4.3. membimbing.mengevaluasi siswa.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y). Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.3.7.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. melatih. Untuk meningkatkan kinerjanya. guru harus selalu berusaha tepat waktu.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.

Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. Supervisor.2% termasuk cukup signifikan.452 atau 45.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.044 atau 4.4%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. .8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.298 atau 29. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Manajer. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Administrator.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Leader. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.2%. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.

044 atau 4.3.7. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.026 atau 2. 4.3.110 atau 11%.034 atau 3.6% sebagaimana pendapat Gordon W.077 atau 7.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.104 10. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. 2.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.6%.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.026 atau 2.148 4.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0. Pegawai dengan atau .

3. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. 2.9 %. 3. 4.3 %. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. . kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45.7.2 %. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1).4 %. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. 4. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.

150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . administrator. 3. melatih. manajer. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. 5. leader. mengarahkan. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. menilai. 2. mengajar. 4. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. supervisor. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. membimbing. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. 5. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Berdasarkan pengolahan data. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik.151 6. 8. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 2. maka : 1.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. 7.

disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Sistem . 4. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. 6. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 3. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. 5. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Berdasarkan pengolahan data. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 7.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. .

(2009). (2000). Jakarta: PT Raja Grapindo. (2006). Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. E. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Fred. (2004). Miftah Toha. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. (1995). (2006). Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Danim. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. (2006). Perilaku dalam Organisasi. ( 2004). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Husen. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Istijanto. Anwar Prabu. (Terjemahan Agus Darma). Yogyakarta: Graha Ilmu. Newstrom. Jakarta: Erlangga. Kepemimpinan dalam Manajemen. (2005). (2007). Cianjur: CV Dinamika Karya. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Riset Sumber Daya Manusia. (2001) Manajing Human Resources. Jakarta: Rineka Cipta. Mulyasa. D. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Arikunto Suharsimi. . Gomez Meija. Kepemimpinan & Efektivitas Davis.L. (2004). Luthan. Manajemen Sumber Daya Manusia. Balkin dan R. Jakarta: PT Rineka Cipta. Umar. Cardy. A Tabrani R. (2003). Mulyasa.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Fathoni Abdurrahmat. Jakarta : PT Rineka Cipta. Riset Sumber Daya Manusia. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Mangkunegara. Manajemen Sumber Daya Manusia.B. Yogyakarta: ANDI. E. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Motivasi Kelompok. Sudarwan. Fred. (1997). Menjadi Guru Profesional. N. (2005). USA: Prentice Hall. Keith dan John W. (2009).

Manajemen Tenaga Kerja. Sujana. Statistik Teori dan Aplikasi. bandung : CV Tarsito. Metode Statistika. Bedjo. Veithzal. Siagian. Bandung : PT Gelora Aksara. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: CV Mandar Maju. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. . (2002). Wahjosumijo.155 Nawawi. Manajemen Kinerja. Siswanto. Supranto J. Bandung : Alfabeta. Sedarmayanti. Metode Penelitian Administrasi. (2005). (2005). Jatinangor: Alqaprint. Jakarta : CV Eko Jaya. (2009). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Organizational Behavior. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Hadari. (2005). (2005). Jakarta: Rineka Jaya. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. (2005). Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Manajemen Sumber Daya Manusia. Dale A. Bandung: STIE Pasundan. Standar Nasional Pendidikan. (2004). (2007). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. Peraturan Pemerintah RI. Jakarta: PT Yudeks. Sidik Priadana. (2007). Bandung: Sinar Baru. (2000). Sujana. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Kepemimpinan Kepala Sekolah. (2006). (2001). (2002). Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2003). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. (2001). Rahman at all. Sondang P. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2005. (2000). Rivai. Sugiyono. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Yulk Garry. New Jersey: Prentice Hall International. Timple. Kepemimpinan dalam Organisasi. Robbin Stephen P.

J.156 Winardi. (2001). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009.id/6864/. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. ums. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. . Depdiknas. Depdiknas. Citra Umbara. 2005.ums. http//etd. 2008.id/6816/. Tentang Guru dan Dosen. Bandung. http.ac.ac. Pemotivasian dalam Manajemen. Hernowo Narmodo.eprins. Rizal Aminudin.etd. Sistem Pendidikan Nasional. Citra Umbara. Bandung. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang.eprins.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->