1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. baik internal maupun eksternal. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Salah satu indikator . Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. lingkungannya. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. proses. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta.

27 7.46 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.25 6.43 7.66 100% 6.07 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar . diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.31 7.67 100% 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.46 6.41 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.07 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.20 6.46 6.95 7.24 99% 7.13 6. Tabel I. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.39 6.I.90 6.

(5) berjiwa besar. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. kemampuan mengambil keputusan. (7) teladan. pengetahuan terhadap kependidikan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. visi dan misi sekolah. membuka komunikasi dua arah. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Administrator. (2) percaya diri. dan mendelegasikan tugas. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. mengorganisasikan kegiatan. (3) tanggung jawab. keahlian dasar. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. . dan kemampuan berkomunikasi. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. mengarahkan kegiatan. pengalaman dan pengetahuan professional. Manajer. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Supervisor. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Leader.

kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. penanganan kesiswaan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru.7 mengkoordinasikan kegiatan. mengambil keputusan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. kemampuan memotivasi. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. kepegawaian. menentukan kebijaksanaan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Jika tidak. dan lain-lain. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. pengambilan keputusan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. pengorganisasian. melaksanakan pengawasan. pengarahan keuangan. sarana prasarana. Dugaan tersebut didukung oleh data . penyusunan kurikulum. mengadakan rapat. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik.

Edward Murray (1957). Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Setiap triwulan 4. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Supervisi kelas Setiap semester 6. Setiap bulan sekali 3.

. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1.9 Mangkunegara (2005). Lomba PTK 2. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. Artinya pimpinan. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi.

tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. ketidakpatuhan pada aturan. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.57% 5. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. kedisiplinan. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.89% 7. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. baik dari kinerja guru. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. Jika kita memperhatikan tabel di atas. 7.92% 5. motivasi kerja.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan.6% 5. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. Tabel 1.21% 4. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.

Budaya kerja belum tercipta dengan baik. 4. 5. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 12. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 6.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Kinerja guru masih belum optimal. 9. Oleh karena itu. 1. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. . Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. Disiplin kerja guru masih rendah. 7. 3. 13. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 2. Reward dan punishment belum berjalan efektif. 8. 10. 11. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “.

Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. kompensasi. kepemimpinan. motivasi dan disiplin kerja. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. budaya kerja. lingkungan kerja.13 14. 15. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. disiplin dan motivasi kerja. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. 3. kepuasan kerja. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. .

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

2.17 terlepas dari aktivitas manajemen. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. pemasaran. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . pelaksanaan dan pengendalian. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. tugas. 3. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. maupun kepegawaian. keuangan. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. 4. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. pengorganisasian. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan.

diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. termasuk merekrut. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Seperti sumber daya lainnya. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. memberi penghargaan dan penilaian”. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. melatih. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. menyaring. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia.

sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 6. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. . 2. Menciptakan iklim. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. 4. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. kemampuan dan kecakapan mereka. 5. 7. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 3. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. lembaga atau wakil pemerintah. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang.

pemasok dan masyarakat luas). 10. 11. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. . 12. budaya dan teknologi. karyawan. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. pelanggan. keselamatan dan keamanan. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai.20 manajemen. hubungan karyawan dan buruh. ekonomi. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. kompensasi dan tunjangan kesehatan. sosial. Mengelola karyawan yang beragam. 8. keadilan dan diantaranya : hukum. gaya kerja dan aspirasi. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. 9.politik.

padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Robbins dalam buku Manajement. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Menurut Andrew J.1.21 2.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum.

Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. . 4. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. 5. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. membujuk. 2. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1.

6. 2. sikapsikap hubungan kemanusiaan. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. Kehendak untuk memimpin. yaitu : kecerdasan. memecahkan masalah. motivasi diri dan dorongan berprestasi. Kejujuran dan integritas. Kepercayaan diri. . industry dan hal-hal teknis. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. 3. 5. Dorongan. dan membuat keputusan yang tepat. Kecerdasan. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. 3. 2. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. 4. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1.

membuat keputusan unilateral. mendiktekan metode kerja. . Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. 5. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. wewenang.24 4. jika perilaku itu dapat memuaskan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. dan membatasi partisipasi karyawan.

yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. 2. . Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management.

Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.1. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.26 2.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.3. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .

Oleh sebab itu. misi. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). komunikasi dan pendelegasian wewenang. kemampuan memotivasi. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. perlu adanya kebersamaan. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. yaitu : 1. pengambilan keputusan. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. 2. Kepala Sekolah sebagai Manajer.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. tujuan dan . Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain.

28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai manajer c. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai inovator g. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai administrator d. Jadi.

Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. 2. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : .4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Veithzal (2005 : 455 ).1. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas.

program pemberhentian kerja. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. perumahan dan lainnya. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. Selanjutnya. 3. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. 2. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. senioritas. cinta dan memiliki. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri.30 1. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. gelar dsb. kemampuan. seperti makan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. hiburan. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. minum. uang pesangon. udara. 4. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. program pension. 5. lingkungan kerja yang nyaman.

Dengan demikian. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. b. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu.31 85% kebutuhan fisiologi. 2. Berdasarkan studi tersebut. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. yaitu : 1. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. 40% kebutuhan penghargaan. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. 70% kebutuhan rasa aman. Atas dasar hasil penelitiannya. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. keluarga. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. . 50% kebutuhan sosial.

Guru. tanggung jawab dan kemajuan. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. teknik supervisi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Postulat teori dua factor. dan kehidupan pribadi. pengakuan. kebijakan administratif. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. dunia kerja. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. kondisi kerja. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. dan ada . juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri.

Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. Dua hal ini tidaklah berlawanan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. c. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin.

Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. Jadi. . ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. Boleh jadi. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. dan juga kapan kita akan menggunakannya. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif).

pakaian. keamanan kondisi kerja. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. fringe benefits. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. bernafas. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. seperti makan. Existence needs. atau pimpinannya. Oleh karena itu. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. Teory ERG (Existence. gaji. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. mungkin tidak efektif bagi orang lain. 3. yaitu: 1. f. kebutuhan interpersonal. Relatedness. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Teori Drive . d. e. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. minum. Growth needs.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. Relatedness needs. 2.

Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. . Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Clark L. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya.

135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. 2. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. tingkah laku. .5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.37 g.1. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya.

4. . Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. 5. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. 3. Tingginya semangat. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya.38 Senada dengan pendapat di atas. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. yaitu: 1. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. 2. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. 2. 5. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Oleh karena itu. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. 6. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. 4. Tanpa disiplin yang baik. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. 8. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. 9.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Diciptakan disiplin. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. 7. 3. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya.

Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. . Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. berpakaian rapih. sopan. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Sehubungan dengan itu. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11).40 lingkungan yang tertib. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik.

. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan.1. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. dan Hukuman disiplin berat. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya. 2. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”.

4. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. Quality of work. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. 5. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. Cooperation. 2. Inisiative. Creativeness. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). Quantity of work. kehadiran di tempat kerja. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. Job knowledge. 8. 6. 7. Dependability. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. Personal qualities. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. keterampilan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. kualitas output. dan sikap kooperatif. pengalaman. . jangka waktu output. 3.

1.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. pendidikan dasar. membimbing. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. mengarahkan. . memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. 2. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. melakukan evaluasi.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. mengajar. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. dan pendidikan menengah. melatih. Menurut Undang. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja.

Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. . b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi. 1998 : 98). Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. 2. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.1. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). keterampilan (skill).

Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Semangat (antusiasme). Berorientasi pada hasil. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. meliputi: 1. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. 3. Communication (komunikasi . merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 2. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. 5. 138) yaitu : 1. Initiative (inisiatif) 4. Ketegasan. Capability (kemampuan) 5. 4. Promtness (ketepatan waktu) 3. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Quality of Work (kualitas kerja) 2. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas.

Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. Fylan Ulga.4 %. Pasca UPI Bandung (tesis.620) diantara variabel lainnya. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. Pengaruh Komitmen.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1.46 2. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. Pasca Airlangga (tesis.40 % Kepemimpinan kepala sekolah.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. . Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. kedisiplinan. (Tesis.3 % 2. 5. Pasca Unsud. 2002). 2005). Analisis Kepemimpinan. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. kecerdasan emosi. Sutopo Slamet. 3. 4. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi.085 > 2. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Pasca Unsud (tesis 2008).1. 2007). 2010). Kecerdasan Emosi.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

baik pendekatan sifat. maupun pendekatan situasional. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. kepala sekolah sebagai administrator. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. Di samping berorientasi terhadap tugas.2. Dengan demikian. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). pendekatan perilaku. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. 2. Oleh karena itu. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. .2.

52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Jika jumlah guru cukup banyak.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. keahlian dasar. dan memanfaatkan hasilnya. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2.2. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. dan mendelegasikan tugas. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.2. . Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. membuka komunikasi dua arah. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan.

dan kemampuan berkomunikasi. (7) teladan. mencari gagasan yang baru. (4) menerima masukan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan.2.2. (6) emosi yang stabil. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. mengintegrasikan setiap kegiatan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif.53 pengalaman dan pengetahuan professional. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. (2) percaya diri. . 2. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. (3) tanggung jawab. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. kemampuan mengambil keputusan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. visi dan misi sekolah.

Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik.2. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. 2.2. rasional. disiplin. delegatif. 2. . Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. disiplin. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi.2. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. pengaturan suasana kerja. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. program akselerasi dan lain-lain. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. keteladanan.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. integrative. serta adaptable dan fleksibel. dorongan.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. kreatif. pragmatis.2.

tanggung jawab dan kemajuan. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. teknik supervisi. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. kondisi kerja. dan kehidupan pribadi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. pengakuan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dunia kerja. kebijakan administratif. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. . Guru.

efektifitas dan produktivitas. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Pegawai yang tertib dan disiplin. mematuhi semua peraturan perusahaan . Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik.2. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya.56 2.

” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.2. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. 2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi.

Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Miller dan Gordon W. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. Clelland. manajer. . dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Artinya pimpinan. Edward Murray.2. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. 2. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.

Selain itu. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. 2. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.” (Nawawi 2005 : 355). karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja.2.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. Oleh karena itu. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. mudah dimengerti. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. Disiplin merupakan bentuk . adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. dimanapun kita berada.

Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. 2. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.2. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. merupakan salah satu tujuan sekolah. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru.

Miller dan Gordon W. manajer. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Artinya pimpinan. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Kinerja guru dapat . menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Edward Murray. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Clelland.

1 Model Kerangka Pemikiran . Kesadaran dalam bekerja 3. Kepala sekolah sbg administrator 4. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. mengarahkan. Kepala sekolah sbg inovator 7. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Ketepatan waktu 2. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Menurut Undang. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Faktor motivasional 2. membimbing.Menilai .” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. pendidikan dasar.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg edukator 2. mengajar. melatih. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Kepala sekolah sbg manajer 3. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Kepala sekolah sbg leader 6. dan pendidikan menengah. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.63 2. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 2. 4. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . 3. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.

Seminar Usulan Penelitian.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1.1. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Pengumpulan data 6. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3.64 BAB III METODE PENELITIAN 3. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Persiapan penyusunan v proposal 2. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4. . Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Penyusunan bab I – III.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.

Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. 3. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Fred N. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. . serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . motivasi kerja.

Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Oleh karena itu. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %.66 2.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. α = 0. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio.05 (5%). yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.7. Data primer. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. 3. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. Oleh karena itu. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. 3. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.70 option sangat tidak setuju.

7. 3. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua (Split Half Method) dari Spearman Brown. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas. jika < 0.3 maka dikatakan tidak valid. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). demikian pula sebaliknya.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan .2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan.

1 2.8 – 2.4 – 4. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.1 Diagram Jalur . Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ).3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. jika 3. motivasi kerja ( ).6 – 3.2 – 5. maka instrument tersebut dikatakan reliabel.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.0 – 1.5 1. disiplin kerja ( ).72 Jika > 7. Tabel 3.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) 𝑋 r𝑋 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 r𝑋 𝑋 𝜌𝑌𝑋1 Є1 𝑋 𝜌𝑌𝑋2 𝜌𝑌𝜀 Y 𝑋 𝜌𝑦𝑥3 Gambar 3.3 1. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.0 3.

sementara hubungan merupakan hubungan korelasional.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r 1 = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh terhadap Y langsung 2 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y 3 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. . dengan Y. dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= 1 2 + 3 + . gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . dengan Y merupakan hubungan kausal.

maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. dan sebalikya. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. .74 3.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : 1 ≠ 2 3 ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Pengaruh Hi : terhadap Y 1 ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 2 ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 3 ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.

1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. ruang kepala sekolah. ruang komputer.043 m². Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.1. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. laboratorium fisika dan biologi. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. ruang perpustakaan. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .1 Hasil Penelitian 4. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.

1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. BA Mohamad Wasid. Standar Proses. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. SH Maulana Ismail. Standar Isi. BA H. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Ajab Riatna . Standar Pengelolaan. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Standar Sarana.

misi. BA Drs. Hasbiadi Endang Dahlan. Subandar Drs.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Berprestasi. Yaya Masria Drs. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. A. nyaman dan religious 5. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Toto Suhartoyo Drs. H. Nandang Sukmana Drs. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. efektif dan efisien 3. H. Visi “Terampil. Dudi Susbandi KM. Didi S. Berwawasan IPTEK. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. H. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. H.

Misi 1. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. efektif. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap.00 2. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. kreatif.78 7. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7.

5. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. telah mengikuti PTBK. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 4. Telepon 4. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. dll 12.79 9. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1.1. semua mengajar sesuai bidangnya. 9. 2. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. H. 6.2 Profil Sekolah 1.2700003 Drs. 8. 7. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11.

Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.0 Dari data pada tabel 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76. 2.405 m2 Tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.2%) .8 76.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. Prosentase 23.80 10.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.1. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.2 100.

2.90 4 PGSLP 2 3. 3. Tabel 4.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.81 Tabel 4.52 4. 4.56 100.52 4. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9. D1 2 3.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.76 3.54 100.17 82.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.20 5 S1 46 73. 25 – 29 Tahun 6 2. 36 .35 23.00 .00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9. SMA 3 4. 30 .35 Tahun 3 3.20 3 D3 10 15.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.76 6. Tabel 4.00 JUMLAH 63 100. 5.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.80 2.81 55.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.40 Tahun 2 4.

0 Tabel 4.8 100. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 3.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. 5.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. . 6.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.5%).5 0 0 4.8 4. 4.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2. 4. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. 2. Tabel 4. Prosentase 0 90. motivasi kerja 15 item. 4.82 Dari tabel 4.

Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.623 X1 _8 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.460 X1 _16 0. .503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.487 X1 _18 0.661 X1 _5 0.3 maka semua item valid.437 X1 _17 0.452 X1 _3 0.439 X1 _15 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.557 X1 _9 0.680 X1 _2 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.630 X1 _7 0.576 X1 _12 0.599 X1 _10 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.620 X1 _11 0.672 X1 _6 0.471 X1 _4 0.422 X1 _14 0.512 X1 _13 0.

729 X2 _12 0.607 X2 _9 0.826 0.764 0.84 Tabel 4.718 X2 _7 0.606 X2 _2 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.863 0.802 0.442 X2 _10 0.625 X2 _8 0.746 0.672 X2 _4 0.686 0.788 0.659 X2 _13 0.688 X2 _14 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.809 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.831 0.583 X2 _3 0.3.549 X2 _15 0. Tabel 4.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.791 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.711 X2 _11 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .653 X2 _5 0.716 X2 _6 0.819 0. maka semua item valid.

667 Y _15 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. variabel disiplin kerja berada di atas 0.3.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.654 Y _2 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.713 Y _8 0. maka semua item valid.550 Y _7 0.714 Y _13 0. Tabel 4.684 Y _5 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.695 Y _11 0.698 Y _12 0.810 X3 _14 0.675 Y _4 0.818 X3 _15 0.496 Y _20 0.695 Y _14 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .560 Y _6 0.707 Y_10 0.465 Y _16 0. variabel kinerja guru berada di atas 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.652 Y _9 0.470 Y _19 0. maka semua item valid.650 Y _3 0. Berdasarkan tabel 4.7 sampai dengan tabel 4.487 Y _17 0.3.597 Y _18 0.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.

11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner). Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.86 dan digunakan untuk penelitian. 4.2. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .

4.87 Tabel 4. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.954 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.986 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.3. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.

berada pada kategori baik.00 Rata-Rata Skor 4.06 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 256 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16% menyatakan sangat setuju.03% menyatakan setuju. yakni sebanyak 30.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.81% menyatakan kurang setuju.29 12.88 Tabel 4.03 Kurang Setuju 3 15 45 23. 46.17 Prosentase 9.00 .40 14.10 25.16 Setuju 4 29 116 46.52 38.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. dengan rata-rata skor sebesat 4.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30. dan 23.70 100. Tabel 4.

63% menyatakan kurang setuju.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.62 20. yakni sebanyak 9. yakni sebanyak 26. 38. 47.98 47.97 Prosentase 26. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.52% menyatakan sangat setuju.63 4.10% menyatakan setuju. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.29% menyatakan tidak setuju. 25.62% menyatakan setuju.00 100.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 12.00 Berdasarkan tabel di atas.89 Berdasarkan tabel di atas. dan 20.98% menyatakan sangat setuju.76 0. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.97 . 14.40% menyatakan kurang setuju.70% sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .

76 .00 Rata-Rata Skor 3. dan 26.00 Jumlah 63 237 100.22 Setuju 4 26 104 41. dengan rata-rata 3.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.05% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 247 100.98 Tidak Setuju 2 6 12 9. 53.92 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.27 Kurang Setuju 3 17 51 26. berada pada kategori baik.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.92. berada pada kategori baik. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.97% menyatakan setuju.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.98% menyatakan kurang setuju.05 Setuju 4 34 136 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. Tabel 4.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.

00 100.98 0. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.00 Berdasarkan tabel di atas. 41. dengan rata-rata sebesar 3.98% menyatakan kurang setuju.75% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.76.00 0.52% menyatakan tidak setuju.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. dan 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.98% menyatakan kurang setuju.27% menyatakan setuju.05.22% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 31. berada pada kategori baik.75 41.27 26. dengan rata-rata 4. 41. 26.05 Prosentase 31.27% menyatakan setuju. Tabel 4.91 Berdasarkan tabel di atas. 26. yakni sebanyak 22.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.27 31.00 0.98% menyatakan sangat setuju.95 Prosentase 26.00 100. .98 41.00 Berdasarkan tabel di atas. 31. berada pada kategori baik Tabel 4.27% menyatakan setuju.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan. 41. berada pada kategori baik.95.75% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.75 0. yakni sebanyak 26.

92 Kurang Setuju 3 17 51 26.93 Tabel 4. % menyatakan setuju.57 44. % sangat tidak setuju.02 Prosentase 28.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.44 26.11 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.10 Setuju 4 22 88 34.00 100.00 Jumlah 63 259 100. % menyatakan kurang setuju. % menyatakan tidak setuju.98 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 0. dengan rata-rata .21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. Tabel 4.

86 28. berada pada kategori baik Tabel 4.00 Prosentase 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.44% menyatakan setuju. 44. yakni sebanyak 28.00.57% menyatakan kurang setuju.02.57% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 28.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57 0. 28.94 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan sangat setuju.00 100.86% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.57 42.00 Berdasarkan tabel di atas. .00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik. dengan rata-rata 4.98% menyatakan kurang setuju. 26. 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.

50.00 100. 23.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan sangat setuju.81 0.00 0.02 Prosentase 25. yakni sebanyak 25.79% menyatakan setuju. berada pada kategori baik.40 50. Tabel 4.22 50. dengan ratarata 4.79 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi.00 0.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4.98 0.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.95 Tabel 4.02. % sangat tidak setuju.79 26.81% menyatakan kurang setuju.95 Prosentase 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.00 .

yakni sebanyak 34..10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4. 26. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 22.10 Prosentase 34. dengan rata-rata 4.22% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.98% menyatakan kurang setuju.68% menyatakan setuju.00 100.92% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.79% menyatakan setuju.96 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. 25.00 0.68 25. berada pada kategori baik. berada pada kategori baik .40 0. 50.95. 39.00 Berdasarkan tabel di atas.92 39.40% menyatakan kurang setuju.

00 Prosentase 31.75% menyatakan sangat setuju.75% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00.00 100. yakni sebanyak 31.51% menyatakan setuju.27 28. berada pada kategori baik Tabel 4.00 0.57 0. dengan rata-rata 4.00 Berdasarkan tabel di atas.00 0. 31.75 0.75 36.97 Tabel 4. 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.51 31.00 .27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.16 41.02 Prosentase 30.00 100.

33% menyatakan kurang setuju. 44. berada pada kategori bai Tabel 4.02. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. 41.22 44.16% menyatakan sangat setuju.33 0. 28.22% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 30. 33. yakni sebanyak 22.44 33.89 Prosentase 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.00 100.57% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.44% menyatakan setuju. .27% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.98 Berdasarkan tabel di atas.89.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.

57 Tidak Setuju 2 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.94.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 Jumlah 63 248 100.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.57 46.40 0. dengan rata-rata 3.03 Prosentase 28. berada pada kategori baik. yakni sebanyak 22.99 Tabel 4.00 . 49.94 Berdasarkan tabel di atas.21% menyatakan setuju.03 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.22 Setuju 4 31 124 49.00 Rata-Rata Skor 3.57% menyatakan kurang setuju. 28. Tabel 4.00 0.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 100.22% menyatakan sangat setuju.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.

17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 46.100 Berdasarkan tabel di atas. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.3.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. dengan rata-rata 4. 25.57% menyatakan sangat setuju.94 26.40% menyatakan kurang setuju.98 39.14 Prosentase 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru.68 22.03% menyatakan setuju.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua. berada pada kategori baik 4.22 3. yakni .03 .00 Berdasarkan tabel di atas.

87% menyatakan tidak setuju. .32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.68% menyatakan kurang setuju.62% menyatakan kurang setuju.62 15. 3. dengan rata-rata 3.22% menyatakan tidak setuju.17 100.35% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.17 Prosentase 6.17% sangat tidak setuju.98% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 26.87 3. 47.101 sebanyak 7. 26.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. 3.35 26.14. 22. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. yakni sebanyak 6.17.17% sangat tidak setuju. 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.98 47. 39. dengan ratarata 3.

berada pada kategori cukup baik Tabel 4.63% menyatakan setuju.22 58.102 Tabel 4.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 205 100.00 Rata-Rata Skor 3.63 Kurang Setuju 3 38 114 60. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.94 Setuju 4 13 52 20.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.94% menyatakan sangat setuju.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.11% menyatakan tidak setuju.25 Berdasarkan tabel di atas.52 0.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.52 22. 11. 60.32% menyatakan kurang setuju.00 . yakni sebanyak 20.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.73 9. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru. dengan rata-rata 3.25.32 Prosentase 9.

dengan rata-rata 3. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. 9.103 Berdasarkan tabel di atas.38% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.52% menyatakan tidak setuju.38 12.94% menyatakan sangat setuju.70 0. 12. yakni sebanyak 9. 58.98 52. 26.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik .94 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. yakni sebanyak 7.73% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju.32.22% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju.30 Prosentase 7.30. 22. 52.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.

52 30.76% menyatakan sangat setuju. 14.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.25 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 205 100.16% menyatakan setuju.79% menyatakan kurang setuju.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 50.68 12.00 . 30. yakni sebanyak 4.21 Prosentase 9.94 100.70 7.25. Tabel 4.104 Tabel 4.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.79 Tidak Setuju 2 9 18 14. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.29% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.76 Setuju 4 19 76 30.16 39.

menyatakan tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju.94% sangat tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.105 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 4.86% menyatakan kurang setuju. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30.52% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan kurang setuju.29 Setuju 4 17 68 26.76% sangat tidak setuju.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier.35.70% karier.98% menyatakan setuju.16% 12. 7. yakni sebanyak 9. 11. 42. yakni sebanyak 14.11% menyatakan tidak setuju. menyatakan setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.35 Berdasarkan tabel di atas. 39.76 Jumlah 63 211 100.21. rata-rata 3.

berada pada kategori cukup baik.27 9.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.52 7.98 atas.52 31.11 5 7.25 Prosentase 9. dengan rata-rata 2.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. yakni sebanyak 7. Tabel 4.49% menyatakan kurang setuju. 63.00 .94 100. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52 120 63.00 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3. 11.11% menyatakan tidak setuju.94 188 100. 9.49 14 11.94 % menyatakan sangat setuju.106 Tabel 4.94% sangat tidak setuju. 7.98.75 41.52% menyatakan setuju.

menyatakan sangat setuju.52% setuju. 7. berada pada kategori cukup baik. 41. dengan rata-rata 3. 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.11% menyatakan tidak setuju.94% sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.21 Prosentase 9.75% menyatakan setuju.52 28.11 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.57 42.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. .27% menyatakan kurang setuju. 9.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.107 Berdasarkan tabel di atas. 31.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.00 Berdasarkan tabel di atas.86 11.94 100.52% menyatakan sangat setuju.21.94% sangat tidak setuju. 11.25. Tabel 4. 42.52% menyatakan tidak setuju. 28. dengan rata-rata 3. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.

76 100.29 22. 47.22 47. . berada pada kategori cukup baik. 11.30 Prosentase 14.00 Berdasarkan tabel di atas.76% sangat tidak setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. yakni sebanyak 14.11 4. berada pada kategori cukup baik. 22. 4.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.62 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.11% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. dengan rata-rata 3.30.62% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju.22% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.

11% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 11.57% 12.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Berdasarkan tabel di atas.38 12. 47.62% menyatakan kurang setuju.38. .57 Kurang Setuju 3 30 90 47. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.109 Tabel 4.00 Jumlah 63 213 100.11 Setuju 4 18 72 28.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.87 19.38 Prosentase 15.70 0. berada pada kategori cukup baik. 28. Tabel 4.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.05 52. menyatakan tidak setuju.38 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 100.70% menyatakan setuju.

21% menyatakan kurang setuju. 12. dengan rata-rata 3.3. berada pada kategori cukup baik.40.87% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. berada pada kategori baik.81 49.70 0.38.38% menyatakan kurang setuju. % sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.29% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju.29 23.70% menyatakan tidak setuju.21 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.81% menyatakan setuju. 4. 19.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. 23.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas. 52. Tabel 4.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . 49. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 14.110 yakni sebanyak 15.40 Prosentase 14. 12.05% menyatakan setuju.

00 100. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.68 25. 28.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.00 Rata-Rata Skor 3.57% menyatakan setuju.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Tabel 4.52 Setuju 4 18 72 28.81 39. 17.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori cukup baik.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.46% menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju.00 .30 Berdasarkan tabel di atas. .44% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 9.40 0.21 Prosentase 11.111 Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.11 23.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.00 Jumlah 63 208 100. 44.

39.52% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.21.24.00 Jumlah 63 204 100.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.75% menyatakan kurang setuju. 31.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.24 Berdasarkan tabel di atas.81% yakni sebanyak 11. 23.11% setuju. Tabel 4.75% setuju.40% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik .00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. berada pada kategori cukup baik. dengan ratarata 3.112 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. 26.52 Setuju 4 20 80 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. 31. 25. menyatakan sangat setuju.

27 15.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.51% setuju.11 Prosentase 6.00 Berdasarkan tabel di atas.35 23.51 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.35% menyatakan sangat setuju.00 .33.62 19.05 3.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.35 36.81 47.17 100. 15. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.27% menyatakan kurang setuju. 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.00 100.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.87 0.113 Tabel 4. 41. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.33 Prosentase 6.

39.81% setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 36. 19.00 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan kurang setuju.51% menyatakan setuju.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.46% menyatakan tidak setuju. 3. dengan rata-rata 3.00 100.62% menyatakan kurang setuju.17% sangat tidak setuju. 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.114 Berdasarkan tabel di atas.35 36.35% menyatakan sangat setuju.46 0. 17. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. yakni sebanyak 6.35% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. .32.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.11. 3.32 Prosentase 6. yakni sebanyak 6. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.51 39. berada pada kategori cukup baik.68 17.

81 0.22 0.92% menyatakan kurang setuju.51 34.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.27 22.22 Prosentase 4. setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.00 Berdasarkan tabel di atas.22.17 33.33 41. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan tidak .51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.76 36.00 100.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3. Tabel 4.92 23. 36.17 Prosentase 3.00 23.76% menyatakan sangat setuju.115 Tabel 4. 34. yakni sebanyak 4.

17% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.16% menyatakan setuju.16.16 46. Tabel 4. yakni sebanyak 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.03% menyatakan kurang setuju. 20. 22.116 Berdasarkan tabel di atas. % sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. 41. 33. dengan rata-rata 3.03 20. 46.16 Prosentase 3.17.17 30. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. .33% menyatakan setuju.17% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 3.22% menyatakan tidak setuju.63 0.27% menyatakan kurang setuju.00 100. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. 30.

57% menyatakan setuju.14.00 100.57 47.17 28.63 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.00 100.14 Prosentase 3.62 20. 28.76 31.81 0.17 Prosentase 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.17% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 3. 47.00 .55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. 20. berada pada kategori cukup baik.62% menyatakan kurang setuju.63% menyatakan tidak setuju.75 39. Tabel 4.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.68 23.117 Tabel 4.

Tabel 4. yakni sebanyak 1.08 Berdasarkan tabel di atas.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. rata-rata 3.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.118 Berdasarkan tabel di atas.76% setuju.08.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. 36.00 Jumlah 63 194 100. berada pada kategori cukup baik.17. 30. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.59 Setuju 4 23 92 36. menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.59% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan tidak setuju. 31. 39. 23.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.51% setuju. dengan rata-rata 3.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. .00 Rata-Rata Skor 3.16% menyatakan kurang setuju.

06 Berdasarkan tabel di atas. 30. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah. 26.119 Tabel 4.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16% menyatakan setuju.59% menyatakan sangat setuju.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.11 .98% menyatakan tidak setuju.59 Setuju 4 21 84 33. yakni sebanyak 1.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Jumlah 63 196 100.68 Tidak Setuju 2 16 32 25. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.59 Setuju 4 19 76 30.00 Rata-Rata Skor 3.06.27% menyatakan kurang setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.00 Jumlah 63 193 100. 41.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.11.33 28. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik. 36.00 100. berada pada kategori cukup baik.59% menyatakan sangat setuju.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.11.11 Prosentase 1. 28. dengan rata-rata 3.120 Berdasarkan tabel di atas.59% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan tidak setuju.57 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. 39.00 Berdasarkan tabel di atas.33% menyatakan kurang setuju.51 33.59 36. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. yakni sebanyak 1.51% menyatakan setuju. 25. dengan ratarata 3. yakni sebanyak 1. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. .33% menyatakan setuju.57% menyatakan tidak setuju.68% menyatakan kurang setuju. 33. 33.

24 Berdasarkan tabel di atas.52 Setuju 4 13 52 20.00 Rata-Rata Skor 3.38% menyatakan kurang setuju.94% menyatakan sangat setuju.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4. Tabel 4.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.121 4.24 . 15.3.94 Setuju 4 15 60 23.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 23.81 Kurang Setuju 3 33 99 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.87% menyatakan tidak setuju.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. dengan rata-rata 3.97 Tidak Setuju 2 10 20 15. yakni sebanyak 7.00 Jumlah 63 204 100.81% menyatakan setuju.38 Tidak Setuju 2 10 20 15. 52. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 204 100.24.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.81% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 7.87% menyatakan tidak setuju.87% menyatakan tidak setuju.81 52. .24 Prosentase 7. dengan rata-rata 3.94 23. 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.122 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik. 53. 15.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.38% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.97% menyatakan kurang setuju.24.24.63% menyatakan setuju.87 0. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 9. 52.38 15.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.00 100. Tabel 4. 15. 23.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.32. 12.70% menyatakan tidak setuju.29 Setuju 4 13 52 20.123 Tabel 4.00 Jumlah 63 213 100.52% menyatakan sangat setuju.32 Berdasarkan tabel di atas.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.38 . 25. % sangat tidak setuju.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Jumlah 63 209 100. Tabel 4. RPP dll. silabus.52 Setuju 4 16 64 25. RPP dll. dengan rata-rata 3. RPP dll. silabus. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. berada pada kategori cukup baik. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.40% menyatakan setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. silabus.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 9.00 Rata-Rata Skor 3.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.38% menyatakan kurang setuju.

124 Berdasarkan tabel di atas. 22.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. rata-rata 3.22% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori baik.97% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.41 Prosentase 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.38.87 22.00 100.63% menyatakan setuju.87% menyatakan sangat setuju. 12.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3.22 49.21 12. 49.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 14.70 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 53. 20. .41.21% dengan menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. yakni sebanyak 15. 11.

63% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.27 Prosentase 7.63 0.21 14.27. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.125 Tabel 4. 31.94 28.00 100.57 49.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.30 Prosentase 7. yakni sebanyak 7.00 Berdasarkan tabel di atas.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.00 .29 0.68 20. 20. berada pada kategori cukup baik.94 31.68% menyatakan kurang setuju.00 100. 39. Tabel 4.75% menyatakan setuju.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.75 39.

30. dengan rata-rata 3.94% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 53. 25.97% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.00 Jumlah 63 207 100.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.70% menyatakan tidak setuju.29% 49.126 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . 12.94% menyatakan sangat setuju.94 Setuju 4 16 64 25. 7. yakni sebanyak menyatakan setuju.21% menyatakan tidak setuju.29. 28.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.40% menyatakan setuju.29 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.57% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.00 Rata-Rata Skor 3.

berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.87% menyatakan tidak setuju.62 Tidak Setuju 2 10 20 15. berada pada kategori cukup baik.52 Setuju 4 15 60 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.62% menyatakan kurang setuju.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 28.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. 47.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Tabel 4. Tabel 4.29.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.00 Jumlah 63 209 100.32 .29 Berdasarkan tabel di atas.57% menyatakan setuju.94 Setuju 4 18 72 28. 15. yakni sebanyak 7.00 Jumlah 63 207 100.

56% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.52 25. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. yakni sebanyak 9. . yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.32. berada pada kategori cukup baik.40 53. 23. 25.00 Berdasarkan tabel di atas.33 Prosentase 9.97% menyatakan kurang setuju.128 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju. 55. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.11% menyatakan tidak setuju.40% menyatakan setuju. 53. 11. dengan rata-rata 3.97 11. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.33.11 0.00 100.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.11% menyatakan tidak setuju.81% menyatakan setuju.

32.00 100.63% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.63 52.00 Berdasarkan tabel di atas. 14. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.38 14. Tabel 4.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 20. 52.70 20.70% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.32 Prosentase 12.38% menyatakan kurang setuju.29 0.29% menyatakan tidak setuju. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.

35 23. 26.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dengan rata-rata 3.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.05% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.00 Jumlah 63 204 100.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. berada pada kategori cukup baik.14 12.24.98% menyatakan setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. 46.70 0.130 Tabel 4.94 Setuju 4 17 68 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.00 100.03% menyatakan kurang setuju. 19.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. yakni sebanyak 7.24 Prosentase 6.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.00 Rata-Rata Skor 3.00 .94% menyatakan sangat setuju.81 57.

14% menyatakan kurang setuju.35 Prosentase 11. 25. berada pada kategori cukup baik.35% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 12. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa.11 25.79% menyatakan kurang setuju. 12.35. yakni sebanyak 11. .70% menyatakan tidak setuju.79 12. 57.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata. yakni sebanyak 6. 23. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. dengan rata-rata 3.40% menyatakan setuju.131 Berdasarkan tabel di atas. 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.11% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan setuju.70 0.40 50.00 100. berada pada kategori cukup baik.

132 Tabel 4.79 11. 60.94 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.70 60. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.43 Prosentase 19.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.05% menyatakan sangat setuju.32% menyatakan kurang setuju. 12.11 26. Tabel 4.11 0. dengan rata-rata 3.94% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 19. 7. berada pada kategori baik.43.00 100.00 .00 Berdasarkan tabel di atas.98 50.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.38 Prosentase 11.05 12.32 7.70% menyatakan setuju.00 100.

97 12. dengan rata-rata 3. .133 Berdasarkan tabel di atas.00 100.70 0. 12.97% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. yakni sebanyak 11.46 15. berada pada kategori cukup baik.70% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju.87 53. 53. dengan rata-rata 3. 50.38. 15.79% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan sangat setuju. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.87% menyatakan setuju. 11.00 Berdasarkan tabel di atas.38 Prosentase 17.46% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 17. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.

dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 14.22 46.46% menyatakan tidak setuju.94 3.33.03 17.00 Berdasarkan tabel di atas.03% menyatakan kurang setuju.Rata 3.31 . hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.22% menyatakan setuju.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.29 22.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata . berada pada kategori cukup baik.33 Prosentase 14.46 0.3. 22.134 Tabel 4.26 3. 46.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.18 3. 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. 4.29% menyatakan sangat setuju.

selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.8 – 2.6 – 3.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .94 3.18 3.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.1 2. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.4 – 4. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.0 3.5 1.3 1. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.26 3.0 – 1.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.2 – 5.

3. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran.6.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal.136 4. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data.3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.

564 .000 .3.000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .000 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0. Error 1.766 .505 .005 .015 Kepemimpinan kepala . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.278 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** . a.000 1 .766 .000 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .546. .01 level (2-tailed).000 .184 t .505 .000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .137 antar variabel.438 .723 .000 ** ** **.546 .6.518 1 (Constant) Sig. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.120 .692 .723 .399 5. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.438 .000 1 .186 a.564 .828 . Correlation is significant at the 0.000 . koefisien jalur dari motivasi .000 .828 .074 Standardized Coefficients Beta . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.479 3.920 2.982 2.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.351 Disiplin kerja (X3) . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.000 1 ** ** .116 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.710 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.

278 X2 + 0.546 X1 + 0.769.60296 1 . Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.278. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ 769 = 0.86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square . dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.757 Std.877 .138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).769 a.184 X3 + 0. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). Disiplin Kerja (X3). Error of the Estimate 5. Predictors: (Constant). Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.184. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.481 . motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.

278 0.184 .546 0.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 723 𝜌𝑌𝑋 546 𝑃𝑌𝜖 = 0. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.481 𝜖 𝑟𝑋 𝑋 438 𝑋 𝜌𝑌𝑋 278 Y 𝑟𝑋 𝑋 5 5 𝜌𝑌𝑋 𝑋 84 Gambar 4. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4. di atas.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .1.

x3 .3.6% Total 45.044 .3% 10.278 = 0.x2 .7% 3.88 Pengaruh X1.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .546 x 0.723 x 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .0% 4.4%) .2% 21.1% 4.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .6.278 0.184 Pengaruh Langsung 29.4% 11% 11.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.298 (29.438 x 0. Pyx2 = 0.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.546 = 0.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4. = 0. rx1.184 = 0.6% 2.8% 7.546 0.4% 76.4% 2. rx1.9% 23. = 0.546 x 0. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.546 x 0.

723 x 0.278 x 0.6.8% + 11.505 x 0.2%.026 (2.0% + 4.x3 .6%) . rx1.546 = 0.3. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .278 x 0. rx2.278 x 0. 4.077 (7. = 0. Pyx1 = 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.x2.4% = 45.184 = 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = . = 0.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .8%.278 = 0.

4%.3%.184x 0.505 x 0.x3 . rx2.184 x 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .034 (3. rx1.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .546 = 0.184 = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .7% + 11. = 0. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .0% + 2. = 0.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.184 x 0.x3.438 x 0. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.026 (2. = 0.278= 0.6% = 21.7%.3.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.6%. 4.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.6.044 (4.

546 0.6.3.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .7% 3.5% 7.8% 7.2% 21.4% 76.3% 10.2%.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.0% Total Pengaruh 0. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat 1 Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.4% 45.278 0.184 29.6% 4.4% 13.

82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .1% dipengaruhi oleh faktor lain.4 – 4.3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1). Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.94 (tabel 4. sedangkan sisanya sebesar 23. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.7.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. 4.9%. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.7 Pembahasan 4.3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.4%.

leader. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.26 (tabel 4.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).7.7.3.6 – 3.6 – 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3.18 (tabel 4.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).145 sebagai edukator. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. inovator dan motivator.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. . diperoleh skor rata-rata sebesar 3. supervisor. 4. manajer. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. administrator.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.

4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.3. mengarahkan.31 (tabel 4. membimbing. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. Untuk meningkatkan kinerjanya. melatih.7. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.6 – 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.mengevaluasi siswa. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja. menilai dan .5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya.3. guru harus selalu berusaha tepat waktu.146 4. mengajar.

Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik.2% termasuk cukup signifikan.452 atau 45. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Manajer. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.2%. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.044 atau 4. Supervisor. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.4%.298 atau 29. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. .4%. Administrator. Leader.

4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.110 atau 11%.6%.077 atau 7.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.3.026 atau 2.6% sebagaimana pendapat Gordon W.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.104 10. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7. Pegawai dengan atau .4% termasuk cukup tinggi.034 atau 3.7.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.044 atau 4.026 atau 2.3. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. 4. 2. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.148 4.

9 %. 3.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.3.7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). 4. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.4 %. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan. 4. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. 2. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. .3 %.2 %.

1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. menilai. 3. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. administrator. melatih. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. mengarahkan. 4. membimbing. manajer. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. mengajar. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator. 2. supervisor. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . leader. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. 5.

motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. 5. Berdasarkan pengolahan data.151 6. 8. maka : 1. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. 7. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. 2. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.

6. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 4. 7. Berdasarkan pengolahan data. 3. Sistem . Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 5.

153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ. . Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.

Sudarwan. E. Istijanto. Jakarta: Erlangga. Motivasi Kelompok. (2006). Jakarta: Rineka Cipta. (2009). Danim. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Gomez Meija. Perilaku dalam Organisasi. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. USA: Prentice Hall. (2001) Manajing Human Resources. (2004). Jakarta: PT Raja Grapindo. Mulyasa. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (2005). Balkin dan R.L. (2006). Fred. (1997). Asas-Asas Penelitian Behavioral. Manajemen Sumber Daya Manusia. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT Rineka Cipta. (2005). Umar. Luthan. D. Fred. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. (1995). Mulyasa. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Newstrom. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Yogyakarta: ANDI. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Arikunto Suharsimi. Miftah Toha. E. (Terjemahan Agus Darma). Yogyakarta: Graha Ilmu. Cianjur: CV Dinamika Karya.B. A Tabrani R. Kepemimpinan dalam Manajemen. (2006). Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Menjadi Guru Profesional. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Mangkunegara. Fathoni Abdurrahmat. Keith dan John W.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. (2007). Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. N. Cardy. Anwar Prabu. Riset Sumber Daya Manusia. (2004). . Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. (2009). Husen. Jakarta : PT Rineka Cipta. (2003). (2000). ( 2004). Riset Sumber Daya Manusia.

(2003). Kepemimpinan Kepala Sekolah. (2004). Bandung: Sinar Baru. (2007). Robbin Stephen P. Manajemen Tenaga Kerja. Jakarta: PT Bumi Aksara. Jatinangor: Alqaprint. (2009). Sujana. Bedjo. Sujana. . Metode Penelitian Administrasi. Sondang P. Manajemen Kinerja. Timple. (2005). Sedarmayanti. bandung : CV Tarsito. New Jersey: Prentice Hall International. (2005). (2006). Rahman at all. Organizational Behavior. Jakarta : CV Eko Jaya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. (2001). (2002). Hadari. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Rivai.155 Nawawi. (2002). Siswanto. Bandung : PT Gelora Aksara. Yulk Garry. 2005. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. (2000). (2007). Bandung: CV Tarsito Sukardi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. Bandung: CV Mandar Maju. Metode Statistika. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Manajemen Sumber Daya Manusia. Dale A. Supranto J. (2005). Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT Yudeks. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. (2001). Wahjosumijo. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Standar Nasional Pendidikan. Metodologi Penelitian Pendidikan. Kepemimpinan dalam Organisasi. Siagian. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Bandung: STIE Pasundan. Jakarta: Rineka Jaya. Bandung : Alfabeta. Peraturan Pemerintah RI. (2000). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. (2005). Sugiyono. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Veithzal. Sidik Priadana. (2005).

(2001). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.ac. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. http. Depdiknas. . Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. 2008.eprins.etd. Citra Umbara. Pemotivasian dalam Manajemen. http//etd. ums. Sistem Pendidikan Nasional. Bandung. 2005.id/6816/. Hernowo Narmodo.id/6864/.eprins.156 Winardi. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Rizal Aminudin.ums. Tentang Guru dan Dosen. J. Depdiknas. Bandung. Citra Umbara.ac.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful