1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. lingkungannya. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. Salah satu indikator . Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. baik internal maupun eksternal. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. proses. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal.

27 7.07 6.46 6.13 6.I.95 7.25 6. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.67 100% 6.20 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.24 99% 7.39 6.46 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tabel I.31 7. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.66 100% 6. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.46 6.90 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.43 7.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.07 6. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.41 6.

(5) berjiwa besar. visi dan misi sekolah. mengarahkan kegiatan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan. dan kemampuan berkomunikasi. Administrator. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (7) teladan. dan mendelegasikan tugas.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. . kemampuan mengambil keputusan. Manajer. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Leader. (3) tanggung jawab. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (2) percaya diri. (6) emosi yang stabil. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. pengetahuan terhadap kependidikan. membuka komunikasi dua arah. keahlian dasar. Supervisor. pengalaman dan pengetahuan professional. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. mengorganisasikan kegiatan.

melakukan evaluasi terhadap kegiatan. pengarahan keuangan. dan lain-lain. mengambil keputusan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan.7 mengkoordinasikan kegiatan. kemampuan memotivasi. melaksanakan pengawasan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. kepegawaian. Jika tidak. menentukan kebijaksanaan. pengorganisasian. penanganan kesiswaan. sarana prasarana. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. pengambilan keputusan. mengadakan rapat. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. komunikasi dan pendelegasian wewenang. penyusunan kurikulum. Dugaan tersebut didukung oleh data . maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif.

karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Setiap bulan sekali 3. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Edward Murray (1957). Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Setiap triwulan 4. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Supervisi kelas Setiap semester 6. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja.

Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. . Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun.9 Mangkunegara (2005). dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Artinya pimpinan. Lomba PTK 2. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi.

juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. ketidakpatuhan pada aturan. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.

Tabel 1.21% 4. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. kedisiplinan. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. baik dari kinerja guru.92% 5.6% 5. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. 7. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Jika kita memperhatikan tabel di atas. siswa jadi terlantar karena gurunya absen.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. motivasi kerja.57% 5.89% 7. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.

4. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 12. Oleh karena itu. 2. 7. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Reward dan punishment belum berjalan efektif. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. Disiplin kerja guru masih rendah. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 8. Kinerja guru masih belum optimal. 11. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. 5. 6. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 10. 1. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. 9. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. 13. 3. . Budaya kerja belum tercipta dengan baik.

Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. kompensasi. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. disiplin dan motivasi kerja. 1. lingkungan kerja. kepuasan kerja. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. budaya kerja. motivasi dan disiplin kerja. kepemimpinan. 15. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. .13 14. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. 3. 1.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. pemasaran. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. keuangan. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. 4.17 terlepas dari aktivitas manajemen. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. tugas. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. maupun kepegawaian. 3. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. pelaksanaan dan pengendalian. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. 2. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . pengorganisasian.

Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. melatih. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. menyaring.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. memberi penghargaan dan penilaian”. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Seperti sumber daya lainnya. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. termasuk merekrut.

pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. Menciptakan iklim. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. kemampuan dan kecakapan mereka. 7. 4. 6.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. . dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. lembaga atau wakil pemerintah. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. 5. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. 2. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 3. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang.

20 manajemen. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. 8. budaya dan teknologi. 9. sosial. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. kompensasi dan tunjangan kesehatan. keselamatan dan keamanan. gaya kerja dan aspirasi.politik. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri. pelanggan. Mengelola karyawan yang beragam. keadilan dan diantaranya : hukum. 11. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. ekonomi. 10. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. hubungan karyawan dan buruh. karyawan. pemasok dan masyarakat luas). . 12. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan.

Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Andrew J.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen.1. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.21 2. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Seven edition yang dialih bahasa oleh T.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Robbins dalam buku Manajement. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin.

. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. membujuk. 2. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. 5. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. 4. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3.

Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. . Kepercayaan diri. sikapsikap hubungan kemanusiaan. memecahkan masalah. 6. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. 4. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. 3. 5. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Dorongan. motivasi diri dan dorongan berprestasi. dan membuat keputusan yang tepat. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. Kecerdasan. 3. yaitu : kecerdasan. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. industry dan hal-hal teknis. Kehendak untuk memimpin. 2. Kejujuran dan integritas. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. 2. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi.

mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. wewenang. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. . membuat keputusan unilateral. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. dan membatasi partisipasi karyawan. Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. 5. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya.24 4. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. jika perilaku itu dapat memuaskan. mendiktekan metode kerja.

Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. 2. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. . Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.

memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama.1. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.26 2.3. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.

Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah. Oleh sebab itu. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. yaitu : 1. misi. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. tujuan dan . Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. pengambilan keputusan. 2. perlu adanya kebersamaan. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. kemampuan memotivasi. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268).

Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Jadi. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai administrator d. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai manajer c.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah.

Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.1. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Veithzal (2005 : 455 ). 2.4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.

pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan.30 1. 2. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. kemampuan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. program pension. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. lingkungan kerja yang nyaman. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . minum. 3. perumahan dan lainnya. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. hiburan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. program pemberhentian kerja. uang pesangon. gelar dsb. senioritas. Selanjutnya. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. 5. cinta dan memiliki. 4. seperti makan. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. udara.

Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. . yaitu : 1. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. 50% kebutuhan sosial. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. 40% kebutuhan penghargaan. 2. Atas dasar hasil penelitiannya. 70% kebutuhan rasa aman. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Berdasarkan studi tersebut. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg.31 85% kebutuhan fisiologi. Dengan demikian. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. keluarga. b.

lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. dan ada . juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Guru. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. kondisi kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. tanggung jawab dan kemajuan. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. dan kehidupan pribadi. dunia kerja. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. pengakuan. kebijakan administratif. teknik supervisi. Postulat teori dua factor.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan.

33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. Dua hal ini tidaklah berlawanan. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. c. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi.

Jadi. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. Boleh jadi. . sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. dan juga kapan kita akan menggunakannya. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif.

Relatedness needs. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Relatedness. atau pimpinannya. Oleh karena itu. Teori Drive . mungkin tidak efektif bagi orang lain. yaitu: 1. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. kebutuhan interpersonal. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. gaji. seperti makan. e. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. 2. Growth needs. fringe benefits. keamanan kondisi kerja. pakaian. minum. bernafas. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. 3. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. f. Teory ERG (Existence. Existence needs. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. d.

Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Clark L. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. . Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918.

tingkah laku. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.1. Sementara Sinungan (2003 . 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. 2. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. . dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu.37 g.

Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 2. Tingginya semangat. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. 5. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. 4. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. yaitu: 1. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. .38 Senada dengan pendapat di atas. 3.

karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). 8. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. Diciptakan disiplin. 6. 5. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. 9. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. 3. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. 7. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 4. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu. 2. Tanpa disiplin yang baik.

bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan.40 lingkungan yang tertib. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Sehubungan dengan itu. sopan. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. berpakaian rapih. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. . Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan.

disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 2. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. dan Hukuman disiplin berat. . Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut.1. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

6. Job knowledge. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. Inisiative. Dependability. 7. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. 4. kehadiran di tempat kerja. . dan sikap kooperatif. Quality of work. Cooperation. 5. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 2. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. 3. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. jangka waktu output. Creativeness. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. pengalaman. Quantity of work.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. kualitas output. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. Personal qualities. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. keterampilan. 8. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67).

Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. 2. melakukan evaluasi. Menurut Undang.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. pendidikan dasar. mengarahkan. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. mengajar. membimbing. dan pendidikan menengah.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja.1. melatih. .

Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.1. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. keterampilan (skill). dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. 1998 : 98). 2. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. . b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara.

Quality of Work (kualitas kerja) 2. 2. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Semangat (antusiasme). Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. 5. 4. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. 3. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Initiative (inisiatif) 4. Capability (kemampuan) 5. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Ketegasan. 138) yaitu : 1. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Communication (komunikasi . Promtness (ketepatan waktu) 3. Berorientasi pada hasil. meliputi: 1.

Fylan Ulga.620) diantara variabel lainnya. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. Pasca Unsud.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. 2005).70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. .10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. 3. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.1. 4. Pasca Airlangga (tesis. Pasca UPI Bandung (tesis. Pasca Unsud (tesis 2008).085 > 2. kecerdasan emosi. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. 2002). 2010). Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. 2007). kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. Analisis Kepemimpinan. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4.46 2. 5. Kecerdasan Emosi. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. (Tesis. kedisiplinan.4 %. Sutopo Slamet.3 % 2. Pengaruh Komitmen. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional. 2. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. maupun pendekatan situasional. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor.2. baik pendekatan sifat. kepala sekolah sebagai administrator. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). Di samping berorientasi terhadap tugas. Dengan demikian.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. pendekatan perilaku.2. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. . Oleh karena itu. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan.

Jika jumlah guru cukup banyak. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. . maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi.2.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif. membuka komunikasi dua arah. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. keahlian dasar. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. dan mendelegasikan tugas. dan memanfaatkan hasilnya.2.

(6) emosi yang stabil. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian. kemampuan mengambil keputusan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator.2. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (2) percaya diri. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. mengintegrasikan setiap kegiatan. (3) tanggung jawab. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. mencari gagasan yang baru. dan kemampuan berkomunikasi. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan.2. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. (4) menerima masukan. (7) teladan. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. . visi dan misi sekolah. 2.53 pengalaman dan pengetahuan professional.

pengaturan suasana kerja. disiplin. .2. integrative. serta adaptable dan fleksibel. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. pragmatis. kreatif. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. 2. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. dorongan.2. delegatif. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. 2.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. program akselerasi dan lain-lain. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. keteladanan.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif.2. disiplin. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula.2. rasional.

Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. pengakuan. teknik supervisi. Guru. dan kehidupan pribadi. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. . Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. dunia kerja. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. kondisi kerja. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. tanggung jawab dan kemajuan. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. kebijakan administratif.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja.

Pegawai yang tertib dan disiplin. efektifitas dan produktivitas. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. mematuhi semua peraturan perusahaan . mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi.56 2.2.

terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku.2. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. 2.

dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru. Clelland.2. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. 2. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Artinya pimpinan. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. manajer. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Edward Murray. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. . Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Miller dan Gordon W.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya.

dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. dimanapun kita berada. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Disiplin merupakan bentuk . Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. Selain itu. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Oleh karena itu.” (Nawawi 2005 : 355). Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik.2. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. 2. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja. mudah dimengerti.

60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal.2. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. 2. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. merupakan salah satu tujuan sekolah. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut.

karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. Kinerja guru dapat . Artinya pimpinan. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Edward Murray. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Clelland. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Miller dan Gordon W. manajer. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1.1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. dan pendidikan menengah. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . mengarahkan. Kesadaran dalam bekerja 3. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Kepala sekolah sbg manajer 3. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Ketepatan waktu 2. Kepala sekolah sbg administrator 4. Kepala sekolah sbg inovator 7. Kepala sekolah sbg edukator 2. pendidikan dasar. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. Faktor motivasional 2. membimbing. melatih. mengajar. Menurut Undang.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Kepala sekolah sbg leader 6. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah.Menilai . menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.

2. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. . Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4.63 2. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.

64 BAB III METODE PENELITIAN 3. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. . Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.1. Penyusunan bab I – III. Persiapan penyusunan v proposal 2. Pengumpulan data 6. Seminar Usulan Penelitian.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4.

serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. . disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. Sedangkan Fred N. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . 3. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian.

α = 0. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : .4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3.66 2. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder.05 (5%). peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Oleh karena itu. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

70 option sangat tidak setuju. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) . untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. 3.7. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. 3. Oleh karena itu. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. Data primer.

Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable). = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua (Split Half Method) dari Spearman Brown.3 maka dikatakan tidak valid. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . demikian pula sebaliknya.7.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran. jika < 0.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). 3. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.

Tabel 3. disiplin kerja ( ).8 – 2.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.5 1.1 2.3 1.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. jika 3.2 – 5.4 – 4. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) 𝑋 r𝑋 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 r𝑋 𝑋 𝜌𝑌𝑋1 Є1 𝑋 𝜌𝑌𝑋2 𝜌𝑌𝜀 Y 𝑋 𝜌𝑦𝑥3 Gambar 3.1 Diagram Jalur . maka instrument tersebut dikatakan reliabel.6 – 3.72 Jika > 7.0 3. motivasi kerja ( ).0 – 1. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ).

gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= 1 2 + 3 + . dengan Y. .73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r 1 = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh terhadap Y langsung 2 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y 3 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. dengan Y. dengan Y merupakan hubungan kausal.

10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : 1 ≠ 2 3 ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. . Pengaruh Hi : terhadap Y 1 ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 2 ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 3 ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.74 3. dan sebalikya. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru.

ruang kepala sekolah. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya.043 m². ruang komputer. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan .1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. laboratorium fisika dan biologi.1. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi.1 Hasil Penelitian 4. ruang perpustakaan. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.

Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Standar Isi. BA Mohamad Wasid. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Ajab Riatna . SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. Standar Proses. BA H. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Sarana. SH Maulana Ismail. Standar Pengelolaan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi).

Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. efektif dan efisien 3.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Berprestasi. Dudi Susbandi KM. A. Yaya Masria Drs. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. Berwawasan IPTEK. H. H. H. Terampil menggunakan media IPTEK 6. H. Nandang Sukmana Drs. Subandar Drs. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Didi S. nyaman dan religious 5. misi. Hasbiadi Endang Dahlan. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. BA Drs. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Toto Suhartoyo Drs. Visi “Terampil.

78 7. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Misi 1. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6.00 2. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. kreatif. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. efektif. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3.

Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 8.79 9. semua mengajar sesuai bidangnya. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No.1.2 Profil Sekolah 1. dll 12. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. Telepon 4. 4. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . telah mengikuti PTBK. 6. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. 2.2700003 Drs. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 7. H. 9. 5.

2.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.2%) .2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11. Prosentase 23.2 100.405 m2 Tabel 4.1.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.3 Profil Responden Tabel 4.8 76.80 10.0 Dari data pada tabel 4.

76 3.52 4. 3.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun. Tabel 4.17 82. Tabel 4.81 55.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.00 JUMLAH 63 100.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.81 Tabel 4.54 100. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73. 25 – 29 Tahun 6 2. 30 . 4. 5. 36 .90 4 PGSLP 2 3. SMA 3 4.35 Tahun 3 3.52 4.76 6.56 100.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.40 Tahun 2 4.35 23.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.00 .80 2. 2.20 5 S1 46 73.20 3 D3 10 15. D1 2 3.

6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 4. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.8 100.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. 3.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1. motivasi kerja 15 item. 4. Tabel 4. 4. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.0 Tabel 4.2.8 4. . artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item. 2.5%).1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item. 5. 6.5 0 0 4. Prosentase 0 90.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.82 Dari tabel 4. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.

512 X1 _13 0.661 X1 _5 0.623 X1 _8 0.630 X1 _7 0.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.422 X1 _14 0. .3 maka semua item valid.460 X1 _16 0.672 X1 _6 0.599 X1 _10 0.557 X1 _9 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.487 X1 _18 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.452 X1 _3 0.576 X1 _12 0.680 X1 _2 0.439 X1 _15 0.437 X1 _17 0.620 X1 _11 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.471 X1 _4 0.

Tabel 4.831 0. maka semua item valid.3.442 X2 _10 0.809 0.549 X2 _15 0.84 Tabel 4.826 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.672 X2 _4 0.606 X2 _2 0.764 0.686 0.711 X2 _11 0.688 X2 _14 0.716 X2 _6 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .802 0.625 X2 _8 0.659 X2 _13 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.863 0.746 0.607 X2 _9 0.583 X2 _3 0.788 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.653 X2 _5 0.729 X2 _12 0.718 X2 _7 0.819 0.791 0.

3. maka semua item valid.550 Y _7 0.487 Y _17 0.695 Y _14 0.465 Y _16 0.496 Y _20 0.7 sampai dengan tabel 4.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.650 Y _3 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.810 X3 _14 0.707 Y_10 0.470 Y _19 0.667 Y _15 0.684 Y _5 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.597 Y _18 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.714 Y _13 0.3.560 Y _6 0.713 Y _8 0.818 X3 _15 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .695 Y _11 0. Tabel 4.652 Y _9 0.698 Y _12 0. maka semua item valid.654 Y _2 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0. variabel kinerja guru berada di atas 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.675 Y _4 0. Berdasarkan tabel 4. variabel disiplin kerja berada di atas 0.

4.86 dan digunakan untuk penelitian.2. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : . Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).

3.986 0.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.87 Tabel 4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 0. 4.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.935 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.

29 12. dan 23.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.06 Berdasarkan tabel di atas.52 38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.70 100.16 Setuju 4 29 116 46.03% menyatakan setuju.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3. berada pada kategori baik.17 Prosentase 9.00 Rata-Rata Skor 4.10 25.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. dengan rata-rata skor sebesat 4. yakni sebanyak 30. Tabel 4.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.40 14.16% menyatakan sangat setuju.81% menyatakan kurang setuju.00 .00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Jumlah 63 256 100. 46.88 Tabel 4.

98 47. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.62 20.97 Prosentase 26. yakni sebanyak 26.76 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .63% menyatakan kurang setuju. 25.17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 14.89 Berdasarkan tabel di atas.00 100. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.62% menyatakan setuju.10% menyatakan setuju.40% menyatakan kurang setuju. dan 20. Tabel 4.97 .70% sangat tidak setuju. 38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. 47. 12.98% menyatakan sangat setuju.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. berada pada kategori cukup baik.63 4.29% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9.

berada pada kategori baik.97% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. Tabel 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.22 Setuju 4 26 104 41.00 Rata-Rata Skor 3.92 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.97 Kurang Setuju 3 17 51 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.05 Setuju 4 34 136 53.92. Tabel 4.98% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. yakni sebanyak 19.00 Jumlah 63 247 100. dan 26.05% menyatakan sangat setuju.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.76 .00 Jumlah 63 237 100.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.27 Kurang Setuju 3 17 51 26. 53.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. berada pada kategori baik.

Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 22.98 0.75 41. . 41.05.76. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.75% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan kurang setuju.05 Prosentase 31. dengan rata-rata 4.98% menyatakan kurang setuju. 41.91 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata sebesar 3. dan 9.27 26. 26. yakni sebanyak 31.27% menyatakan setuju.00 100. 26.00 0.52% menyatakan tidak setuju.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.22% menyatakan sangat setuju.

dengan rata-rata 3. 41. .98% menyatakan sangat setuju.95.27% menyatakan setuju.95 Prosentase 26.75% menyatakan kurang setuju.00 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.00 100. berada pada kategori baik.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.00 Berdasarkan tabel di atas.27 31. 31.75 0. berada pada kategori baik Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.98 41. yakni sebanyak 26.

21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.98 0.02 Prosentase 28.44 26.00 Rata-Rata Skor 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. % sangat tidak setuju.57 44.00 100. berada pada kategori baik.93 Tabel 4.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. Tabel 4.00 0. % menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. % menyatakan kurang setuju.11 Berdasarkan tabel di atas.10 Setuju 4 22 88 34.00 .98 Tidak Setuju 2 0 0 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 259 100.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. % menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata .

.02. 26.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.57 0.57% menyatakan sangat setuju.00.57% menyatakan kurang setuju.57 42.86% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.00 100. dengan rata-rata 4. 44.57% menyatakan sangat setuju.44% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. 42. yakni sebanyak 28.98% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik Tabel 4. dengan rata-rata 4.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. 28.00 Prosentase 28.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.86 28.94 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 28.

79 26.00 .95 Prosentase 22.02 Prosentase 25.00 Berdasarkan tabel di atas.40 50.00 100.00 100.22 50. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi. yakni sebanyak 25.00 0.81% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori baik.95 Tabel 4.40% menyatakan sangat setuju.98 0.79% menyatakan setuju.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. 23. 50.02.81 0.00 0.79 23. % sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. dengan ratarata 4. Tabel 4.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.

92 39. 25.98% menyatakan kurang setuju.68% menyatakan setuju. 39. yakni sebanyak 34. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.96 Berdasarkan tabel di atas.40 0. yakni sebanyak 22. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.79% menyatakan setuju.10.68 25.10 Prosentase 34.00 Berdasarkan tabel di atas.. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.92% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik . Tabel 4.40% menyatakan kurang setuju.00 0.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru. dengan rata-rata 4.95.22% menyatakan sangat setuju. 50.

75% menyatakan kurang setuju.00 100.00. yakni sebanyak 31.00 .27 28.00 0.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.75% menyatakan sangat setuju.00 Prosentase 31. berada pada kategori baik Tabel 4.51% menyatakan setuju. 36.97 Tabel 4.00 0.02 Prosentase 30.75 0.57 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. dengan rata-rata 4.16 41.51 31.00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.75 36. 31.

33 0.33% menyatakan kurang setuju.16% menyatakan sangat setuju. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.57% menyatakan kurang setuju.44% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.98 Berdasarkan tabel di atas. 33.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.27% menyatakan setuju.22% menyatakan sangat setuju. 28.00 Berdasarkan tabel di atas.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.02. 41.00 100. yakni sebanyak 30.44 33.89. dengan rata-rata 4.22 44. dengan rata-rata 3.89 Prosentase 22. 44. yakni sebanyak 22. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori bai Tabel 4.

yakni sebanyak 22.57 Tidak Setuju 2 0 0 0. dengan rata-rata 3.00 Rata-Rata Skor 3.00 0.00 Jumlah 63 248 100.99 Tabel 4.94. Tabel 4.21% menyatakan setuju.00 .22% menyatakan sangat setuju. 28.22 Setuju 4 31 124 49.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.57% menyatakan kurang setuju.03 Prosentase 28.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 0.94 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.03 25. berada pada kategori baik.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22. 49.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.57 46.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.

00 Berdasarkan tabel di atas.94 26.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. 46.03 . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru. dengan rata-rata 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.3.98 39. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.68 22. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.22 3.40% menyatakan kurang setuju.100 Berdasarkan tabel di atas. yakni .14 Prosentase 7.57% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik 4.03% menyatakan setuju. 25.17 100.

47.17% sangat tidak setuju.17% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 6. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.98% menyatakan setuju.62 15.94% menyatakan sangat setuju. 15. 22. 26.87% menyatakan tidak setuju.98 47. dengan ratarata 3.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.62% menyatakan kurang setuju.14.35% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.22% menyatakan tidak setuju.35 26.101 sebanyak 7.98% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 26. 3. 3. dengan rata-rata 3. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.17.17 100. 39.87 3.68% menyatakan kurang setuju.17 Prosentase 6.

60.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 205 100.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.63% menyatakan setuju.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.25. dengan rata-rata 3.52 0. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.73 9.00 100. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.32 Prosentase 9.32% menyatakan kurang setuju.22 58.00 . 11.102 Tabel 4.25 Berdasarkan tabel di atas.52 22.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.11% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 20.94 Setuju 4 13 52 20.

dengan rata-rata 3.30 Prosentase 7. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7.103 Berdasarkan tabel di atas.73% menyatakan kurang setuju. 58. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. 12.94% menyatakan sangat setuju.70 0.00 100. 26. 22.52% menyatakan tidak setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. dengan rata-rata 3.22% menyatakan setuju.30.98 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.32.94 26.38 12.38% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. berada pada kategori cukup baik . yakni sebanyak 9. 9.52% menyatakan sangat setuju.98% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju.

29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 14.76 Setuju 4 19 76 30.68 12.21 Prosentase 9.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik. 50.104 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.79 Tidak Setuju 2 9 18 14.00 Jumlah 63 205 100.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.76% menyatakan sangat setuju. 30.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.25 Berdasarkan tabel di atas.25.70 7.29% menyatakan tidak setuju.52 30.79% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.16 39.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.16% menyatakan setuju.94 100. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 4.

68% menyatakan kurang setuju.105 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.29 Setuju 4 17 68 26. .94% sangat tidak setuju. 26.21.29% menyatakan sangat setuju.86% menyatakan kurang setuju.76% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. 4.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. menyatakan setuju. yakni sebanyak 9. 11. 39.76 Jumlah 63 211 100.52% menyatakan sangat setuju.70% karier.16% 12. 7.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. menyatakan tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju.35 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.35. rata-rata 3. 42. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4.

27 9.00 2. yakni sebanyak 7.94 % menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.52% menyatakan setuju. 63. 11.52 120 63.11% menyatakan tidak setuju.75 41. Tabel 4.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 9.52 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.94 188 100.98 atas.25 Prosentase 9.98. 7.11 5 7. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.49% menyatakan kurang setuju.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.94% sangat tidak setuju.94 100.52 7.49 14 11.00 .106 Tabel 4. dengan rata-rata 2.

berada pada kategori cukup baik.11 7.25. dengan rata-rata 3. 7. dengan rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju. 9. menyatakan sangat setuju.52 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. 31.94% sangat tidak setuju.86 11.21 Prosentase 9.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.52% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan. Tabel 4.57 42.107 Berdasarkan tabel di atas. 41.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9. 28.11% menyatakan tidak setuju. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.94% sangat tidak setuju. 42.75% menyatakan setuju.27% menyatakan kurang setuju. .94 100. 11.52% setuju.21.

29% menyatakan sangat setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja.62 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 22.76% sangat tidak setuju.30 Prosentase 14. berada pada kategori cukup baik.30. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 14.62% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. .11 4.22% menyatakan setuju.29 22. 47. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.00 Berdasarkan tabel di atas. 4.11% menyatakan tidak setuju.22 47. 11.76 100.

44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.00 100.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.38 12.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.57% 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 28. 47.87 19.70% menyatakan setuju.11 Setuju 4 18 72 28. yakni sebanyak 11.38 Prosentase 15.62% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.38 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 Rata-Rata Skor 3.38.70 0. . Tabel 4.05 52.00 Jumlah 63 213 100.109 Tabel 4.11% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.62 Tidak Setuju 2 8 16 12.00 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan tidak setuju.

81 49.3. 23.70% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. 19.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.29 23. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 52.00 100. berada pada kategori cukup baik.05% menyatakan setuju.81% menyatakan setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .21 12.40 Prosentase 14. 12.21% menyatakan kurang setuju.40. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.38.38% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan sangat setuju.29% menyatakan sangat setuju.110 yakni sebanyak 15. 12.70 0. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat. yakni sebanyak 14. % sangat tidak setuju. 49.70% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. berada pada kategori baik. 4.

. Tabel 4.00 .68 25.21 Prosentase 11.52% menyatakan sangat setuju.57 Kurang Setuju 3 28 84 44. 17.81 39.52 Setuju 4 18 72 28.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.57% menyatakan setuju.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.00 100.111 Tabel 4. yakni sebanyak 9.40 0.30 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. berada pada kategori cukup baik.44 Tidak Setuju 2 11 22 17. 28.11 23.44% menyatakan kurang setuju.46% menyatakan tidak setuju. 44.00 Jumlah 63 208 100.

31.81% yakni sebanyak 11.68% menyatakan menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.24.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.24 Berdasarkan tabel di atas. 31.40% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. 26. menyatakan sangat setuju. 23. 39.52% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.75% menyatakan kurang setuju. 25. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.112 Berdasarkan tabel di atas.75% setuju. dengan ratarata 3. Tabel 4.21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.52 Setuju 4 20 80 31.00 Jumlah 63 204 100.11% setuju.00 Rata-Rata Skor 3.75 Tidak Setuju 2 17 34 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.98% menyatakan menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

87 0.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.00 .00 100.17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.81 47.35% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 36.62 19.51 41.33. 15.11 Prosentase 6.113 Tabel 4. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.05 3.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.35 23. 41.35 36.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.51% setuju.33 Prosentase 6. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.27 15.00 Berdasarkan tabel di atas.

32.35% menyatakan sangat setuju.114 Berdasarkan tabel di atas.51 39. 17. 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. 36.62% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 6.35 36.11.32 Prosentase 6. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.46 0.51% menyatakan setuju.35% menyatakan sangat setuju.05% menyatakan menyatakan tidak setuju.68 17. 3. 47.68% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. 19. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 39.17% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 6.46% menyatakan tidak setuju.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal. dengan rata-rata 3. .51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3. 23.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.81% setuju.

17 Prosentase 3.00 Berdasarkan tabel di atas.17 33.22 0. setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.22. 34.33 41.00 23. Tabel 4.81 0.00 100.115 Tabel 4. 36.76% menyatakan sangat setuju.92 23.76 36.22 Prosentase 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.92% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 4.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.00 100.27 22.51 34. dengan rata-rata 3.81% menyatakan tidak .52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.51% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.

berada pada kategori cukup baik.17% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. 20. % sangat tidak setuju.27% menyatakan kurang setuju. 30.03 20.33% menyatakan setuju. 41.03% menyatakan kurang setuju.17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.116 Berdasarkan tabel di atas. 46. Tabel 4.16 46.17% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan tidak setuju.16.22% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. 33. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.63 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.16 Prosentase 3. 22.16% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. .00 100. yakni sebanyak 3.00 Berdasarkan tabel di atas.17 30. yakni sebanyak 3.

68 23. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan tidak setuju.57 47.75 39.00 100.76 31.17 Prosentase 4.117 Tabel 4.14 Prosentase 3. Tabel 4.81 0. dengan rata-rata 3.62% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.17% menyatakan sangat setuju.00 100.63 0.57% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.14.17 28.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3. 28.62 20.00 . yakni sebanyak 3. 20. 47.

08.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. Tabel 4. 31. berada pada kategori cukup baik. rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.118 Berdasarkan tabel di atas. 30. menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 194 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. 36.08 Berdasarkan tabel di atas.59 Setuju 4 23 92 36.00 Rata-Rata Skor 3.16% menyatakan kurang setuju.59% menyatakan sangat setuju. 23.51% setuju.76% setuju.81% menyatakan tidak setuju.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. . 39.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.17. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. yakni sebanyak 1.

11 .00 Jumlah 63 196 100.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. yakni sebanyak 1.27% menyatakan kurang setuju.59 Setuju 4 19 76 30.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.27 Tidak Setuju 2 17 34 26. 41.16% menyatakan setuju.06 Berdasarkan tabel di atas.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.98% menyatakan tidak setuju.59 Setuju 4 21 84 33.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Jumlah 63 193 100. 26.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.06.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. 30.119 Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.59% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.

33% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. 33. 36. 33. Tabel 4.57 0.11 Prosentase 1.33% menyatakan setuju.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.40% menyatakan tidak setuju. 25.59% menyatakan sangat setuju. 39. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. .11.59 36. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.51% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.59% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata 3.11. yakni sebanyak 1.68% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.51 33. yakni sebanyak 1.00 100. dengan ratarata 3.33 28.120 Berdasarkan tabel di atas.

24. yakni sebanyak 7.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 52.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 15.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.24 . berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 204 100.52 Setuju 4 13 52 20.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.81% menyatakan setuju. 23.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94% menyatakan sangat setuju.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.00 Jumlah 63 204 100. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.38% menyatakan kurang setuju.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.94 Setuju 4 15 60 23.3.87% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.00 Rata-Rata Skor 3.121 4.24 Berdasarkan tabel di atas.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.

87% menyatakan tidak setuju. 20. 52. 23. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. 53. yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.63% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3. 15.24.00 100.87 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. 15.52% menyatakan sangat setuju.24 Prosentase 7. berada pada kategori cukup baik.24.38% menyatakan kurang setuju.38 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. Tabel 4.94 23.81% menyatakan setuju.97% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.81 52.122 Berdasarkan tabel di atas. .94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.87% menyatakan tidak setuju.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. silabus. berada pada kategori cukup baik.00 Jumlah 63 213 100.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. % sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. dengan rata-rata 3.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14. silabus. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.29 Setuju 4 13 52 20.00 Jumlah 63 209 100. RPP dll.00 Rata-Rata Skor 3.40% menyatakan setuju.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.123 Tabel 4. 25.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. 52.32 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9.00 Rata-Rata Skor 3.32.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.70% menyatakan tidak setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.38% menyatakan kurang setuju.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.38 Tidak Setuju 2 8 16 12. 12.52% menyatakan sangat setuju. RPP dll. Tabel 4.38 . RPP dll.52 Setuju 4 16 64 25. silabus.

22.22 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. Tabel 4. rata-rata 3.29% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.63% menyatakan setuju. yakni sebanyak 14. 12.21% dengan menyatakan kurang setuju.70 0.22% menyatakan setuju. 53.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. yakni sebanyak 15.87% menyatakan sangat setuju.38.41 Prosentase 15.97% menyatakan kurang setuju. 49.00 100. 11.87 22. berada pada kategori baik. 20.124 Berdasarkan tabel di atas.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. .21 12.41.70% menyatakan tidak setuju.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.68 20.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 100. 39. yakni sebanyak 7. 20.63 0.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.63% menyatakan tidak setuju.125 Tabel 4.94 28.75 39.94% menyatakan sangat setuju.00 .75% menyatakan setuju.21 14. 31.30 Prosentase 7.57 49.94 31.29 0. dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.27.68% menyatakan kurang setuju.27 Prosentase 7.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. yakni sebanyak 7. dengan rata-rata 3. 53.21% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak menyatakan setuju.57% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar.94 Setuju 4 16 64 25. 7.00 Jumlah 63 207 100.29% 49.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.40% menyatakan setuju. 14.94% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju. 25.97% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3. 28. 12.126 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. Tabel 4.94% menyatakan sangat setuju.30.29.29 Berdasarkan tabel di atas.

62% menyatakan kurang setuju.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata 3.87% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.52 Setuju 4 15 60 23.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. 15.00 Jumlah 63 209 100.94% menyatakan sangat setuju.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Jumlah 63 207 100.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.29. Tabel 4. yakni sebanyak 7.81 Kurang Setuju 3 35 105 55. 28. berada pada kategori cukup baik.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.57% menyatakan setuju.32 . 47.94 Setuju 4 18 72 28.29 Berdasarkan tabel di atas.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.56 Tidak Setuju 2 7 14 11. Tabel 4.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.

25.56% menyatakan kurang setuju. 53.33 Prosentase 9. 55.81% menyatakan setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 23.52 25. 11.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju.128 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju.32.11 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. berada pada kategori cukup baik.33.97 11. 11.40% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju. . yakni sebanyak 9.40 53. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 9.11% menyatakan tidak setuju.00 100.

29% menyatakan tidak setuju.38 14.70 20.29 0. 20. dengan rata-rata 3.63% menyatakan setuju.32. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. Tabel 4.38% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.63 52. 52.32 Prosentase 12. berada pada kategori cukup baik. . 14. berada pada kategori cukup baik.00 100.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.70% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.

70 0.98% menyatakan setuju. Tabel 4.05% menyatakan tidak setuju. 19.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.130 Tabel 4.03% menyatakan kurang setuju.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.24 Berdasarkan tabel di atas.35 23.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. dengan rata-rata 3.14 12.24.00 100.94 Setuju 4 17 68 26.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.94% menyatakan sangat setuju.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.81 57.98 Kurang Setuju 3 29 87 46. yakni sebanyak 7. berada pada kategori cukup baik. 46.00 Jumlah 63 204 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.00 .24 Prosentase 6. 26.

40 50.70% menyatakan tidak setuju. 57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. berada pada kategori cukup baik.00 100. 50.35 Prosentase 11. 12.00 Berdasarkan tabel di atas. 25.40% menyatakan setuju.81% menyatakan setuju.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.11 25.131 Berdasarkan tabel di atas.35% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 6.14% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. dengan rata-rata 3.79% menyatakan kurang setuju. .79 12.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif.70 0. 23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. dengan rata-rata.35. yakni sebanyak 11. 12.11% menyatakan sangat setuju.

43 Prosentase 19. Tabel 4. 60.79 11. yakni sebanyak 19.00 Berdasarkan tabel di atas.00 . 12.32% menyatakan kurang setuju.32 7.00 100.00 100.70% menyatakan setuju.11 0. berada pada kategori baik.94 0. dengan rata-rata 3.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.05% menyatakan sangat setuju.11 26.05 12.94% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.70 60. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. 7.132 Tabel 4.38 Prosentase 11.98 50.43.

00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju. 26.87% menyatakan setuju. 11. 53.38 Prosentase 17. 15.46 15.98% menyatakan setuju.11% menyatakan sangat setuju. 12.87 53. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.70 0.46% menyatakan sangat setuju.38. dengan rata-rata 3. 50. yakni sebanyak 17.79% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.97 12. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. .38. berada pada kategori cukup baik.97% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.00 100.133 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. yakni sebanyak 11. dengan rata-rata 3.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.33 Prosentase 14.Rata 3.29% menyatakan sangat setuju.26 3. 22.18 3.46% menyatakan tidak setuju.22 46. 4.3.03% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 46.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.22% menyatakan setuju. 17.29 22.03 17.134 Tabel 4.31 . berada pada kategori cukup baik. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.33.46 0.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .00 100.00 Berdasarkan tabel di atas.94 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. yakni sebanyak 14.

Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.0 – 1. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.26 3.5 1.0 3.94 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.1 2.3 1.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .4 – 4. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.8 – 2.2 – 5. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.18 3.6 – 3.

Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi .1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.136 4.6. Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran.3. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). motivasi kerja. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4.3. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.

828 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0. a.546 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.920 2.2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.518 1 (Constant) Sig.479 3.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.000 .723 .184 t .6.723 .564 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .000 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** . (2-tailed) Pearson Correlation Sig. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4.3.692 .710 .116 .828 .000 1 .000 .000 ** ** **.000 .766 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.505 .399 5. Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .000 .186 a.000 .982 2.074 Standardized Coefficients Beta .766 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.351 Disiplin kerja (X3) .120 .000 1 .015 Kepemimpinan kepala .01 level (2-tailed). Error 1.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .278 .438 .546.000 .505 .137 antar variabel.438 .005 . koefisien jalur dari motivasi .564 . . Correlation is significant at the 0.000 1 ** ** .

60296 1 .86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .278 X2 + 0.481 . motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.769. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.184. Disiplin Kerja (X3). terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.546 X1 + 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.757 Std.769 a.278. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ 769 = 0. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.184 X3 + 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).877 .138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Error of the Estimate 5. Predictors: (Constant).

546 0.1.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 723 𝜌𝑌𝑋 546 𝑃𝑌𝜖 = 0.481 𝜖 𝑟𝑋 𝑋 438 𝑋 𝜌𝑌𝑋 278 Y 𝑟𝑋 𝑋 5 5 𝜌𝑌𝑋 𝑋 84 Gambar 4.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . di atas.184 . Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.278 0.

Pyx2 = 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4. = 0.546 x 0.438 x 0.6.6% 2.4% 2. rx1.9% 23.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.278 = 0.88 Pengaruh X1.8% 7.1% 4. rx1. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .3% 10.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .4% 76.546 x 0. = 0.7% 3.546 0.546 = 0.298 (29.x3 .4% 11% 11.6% Total 45.2% 21.278 0.184 Pengaruh Langsung 29.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.546 x 0.044 .x2 .4%) .184 = 0.0% 4.723 x 0.3.

2%.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . Pyx1 = 0.278 x 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.4% = 45. rx2.0% + 4.546 = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.8% + 11.278 x 0.3. = 0.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.723 x 0.x3 . 4.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .x2.278 = 0. rx1.8%.278 x 0.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .077 (7.6%) .026 (2.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29. = 0.184 = 0.6.505 x 0.

Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = . 4.044 (4.184 x 0.0% + 2. = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.026 (2.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6.438 x 0. = 0.3.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .184x 0.034 (3. = 0.546 = 0. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.x3 .6%.3%.7%.278= 0.6% = 21.184 = 0.4%.7% + 11. rx2. rx1.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .184 x 0.x3.505 x 0.

3% 10.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.546 0. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.5% 7.4% 13.6.8% 7. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat 1 Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.2% 21.278 0.0% Total Pengaruh 0.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.4% 45.89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.6% 4.184 29.2%.7% 3.4% 76.3.

7.1% dipengaruhi oleh faktor lain.94 (tabel 4. 4.9%. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya .82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.4%.4 – 4.7 Pembahasan 4. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).3.3. sedangkan sisanya sebesar 23. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.

2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).7. leader. 4. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. 4.6 – 3.145 sebagai edukator. inovator dan motivator.3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.26 (tabel 4. supervisor. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.6 – 3.3.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.18 (tabel 4. administrator. manajer. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.7. . kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik.

4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).146 4. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran.3. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. mengarahkan. Untuk meningkatkan kinerjanya.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.6 – 3. menilai dan .mengevaluasi siswa.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.7.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.7.31 (tabel 4. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. membimbing.3. melatih. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. mengajar. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. guru harus selalu berusaha tepat waktu. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. motivasi kerja dan disiplin kerja.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.

Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.044 atau 4. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.452 atau 45.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21.2% termasuk cukup signifikan. Manajer. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. .4%. Leader. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45.2%.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.4%. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik.298 atau 29. Supervisor. Administrator.

077 atau 7.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi.3.026 atau 2.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.044 atau 4. 4. 2.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.6%.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.110 atau 11%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Pegawai dengan atau . diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.3.148 4. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru.7.6% sebagaimana pendapat Gordon W.026 atau 2.034 atau 3.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.7. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.104 10.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.

4.4 %. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21. 3. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.3.7. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1.3 %. 4.2 %.9 %. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. 2. . Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.

mengarahkan. leader. supervisor. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . 3. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. membimbing. 2. 5. 4. melatih. administrator. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. menilai. manajer. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. mengajar.

Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. 5.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. maka : 1. Berdasarkan pengolahan data. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . 2. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua.151 6. 8. 7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar.

Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 3. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. 5.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. 4. Sistem . Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. 7. 6. Berdasarkan pengolahan data. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik.

Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas. .153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

(2006). Balkin dan R. Husen. (2006). Menjadi Guru Profesional. (2004). Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. (2009). Sudarwan. Jakarta: PT Raja Grapindo. ( 2004). Perilaku dalam Organisasi. Jakarta : PT Rineka Cipta. Riset Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta. Umar.L. (2009). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. E. E. USA: Prentice Hall. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). Mangkunegara. (Terjemahan Agus Darma).154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Riset Sumber Daya Manusia. Fathoni Abdurrahmat. Anwar Prabu. Manajemen Sumber Daya Manusia. Kepemimpinan dalam Manajemen. Fred. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2005). Cianjur: CV Dinamika Karya. Jakarta: PT Rineka Cipta. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. . N. Gomez Meija. Fred. (2007). Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. (1995). (2003). Istijanto. Motivasi Kelompok. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mulyasa. Luthan. Newstrom. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. (2001) Manajing Human Resources. (2004). (2006). Yogyakarta: ANDI. Asas-Asas Penelitian Behavioral. (1997). Arikunto Suharsimi. Jakarta: Erlangga. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Manajemen Sumber Daya Manusia. Mulyasa.B. (2000). Keith dan John W. Miftah Toha. (2005). Danim. Yogyakarta: Graha Ilmu. D. Cardy. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. A Tabrani R.

bandung : CV Tarsito. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. (2000). Bandung: STIE Pasundan. Rahman at all. Rivai. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (2005). Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Sedarmayanti. Bandung: Sinar Baru. (2003). Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Robbin Stephen P. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta. (2005). Kepemimpinan dalam Organisasi. Sujana. Metodologi Penelitian Pendidikan. 2005. Timple. (2000). Jakarta: PT Bumi Aksara. Yulk Garry. (2005).155 Nawawi. (2001). (2002). Bandung: CV Mandar Maju. Sujana. Veithzal. Jakarta: PT Yudeks. Manajemen Tenaga Kerja. Statistik Teori dan Aplikasi. Bedjo. Dale A. Siswanto. Sondang P. Sidik Priadana. New Jersey: Prentice Hall International. Wahjosumijo. Manajemen Kinerja. (2005). Yogyakarta: Gajah Mada University Press. (2005). Jatinangor: Alqaprint. Hadari. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta : CV Eko Jaya. Bandung : PT Gelora Aksara. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Organizational Behavior. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. (2002). (2001). Supranto J. Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2007). Peraturan Pemerintah RI. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Metode Statistika. (2007). Standar Nasional Pendidikan. (2006). (2009). Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Sugiyono. . Jakarta: Rineka Jaya. Siagian. (2004).

156 Winardi.eprins. Sistem Pendidikan Nasional.eprins. Rizal Aminudin.id/6864/. (2001). Depdiknas.id/6816/. Pemotivasian dalam Manajemen.etd. Bandung. 2008. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. 2005. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. ums. http//etd. Depdiknas.ac. http. Bandung. J.ac. Citra Umbara. Citra Umbara. Hernowo Narmodo.ums. . Tentang Guru dan Dosen. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah.