1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. baik internal maupun eksternal. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. lingkungannya. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. proses. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan. Salah satu indikator . kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa.

Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.90 6.27 7.07 6.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal.41 6.20 6.07 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan. Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.46 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. Tabel I.46 6.67 100% 6.24 99% 7.25 6.66 100% 6. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .13 6.39 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.95 7. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.I. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B.43 7. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor.46 6.31 7.

dan kemampuan berkomunikasi. membuka komunikasi dua arah. visi dan misi sekolah. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. (5) berjiwa besar. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. (7) teladan. dan mendelegasikan tugas.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. mengorganisasikan kegiatan. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. pengetahuan terhadap kependidikan. Supervisor. Administrator. Leader. pengalaman dan pengetahuan professional. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. . (4) berani mengambil resiko dan keputusan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. keahlian dasar. Manajer. (3) tanggung jawab. (2) percaya diri. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. mengarahkan kegiatan. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. kemampuan mengambil keputusan.

melaksanakan pengawasan. pengorganisasian. menentukan kebijaksanaan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. Dugaan tersebut didukung oleh data . maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial. kepegawaian. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. pengarahan keuangan. komunikasi dan pendelegasian wewenang. kemampuan memotivasi. dan lain-lain. Jika tidak. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. penanganan kesiswaan. mengambil keputusan. sarana prasarana. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. penyusunan kurikulum. mengadakan rapat. pengambilan keputusan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru.7 mengkoordinasikan kegiatan.

8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Edward Murray (1957). Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2. Setiap bulan sekali 3. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Supervisi kelas Setiap semester 6. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik. Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Setiap triwulan 4.

4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. Artinya pimpinan. Lomba PTK 2. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi. . menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1.9 Mangkunegara (2005). Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua.

Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. ketidakpatuhan pada aturan. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran.10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru.

kedisiplinan.6% 5. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 7.57% 5. baik dari kinerja guru. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah.21% 4. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa. Jika kita memperhatikan tabel di atas. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. motivasi kerja. hal itu dapat membawa pengaruh buruk.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Tabel 1.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi. Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir.92% 5.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini.89% 7. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru.

2. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. Oleh karena itu. 9. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. . 11. 10. Disiplin kerja guru masih rendah. 7. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. 5. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 8. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 12. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. 6. 13. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. 3.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Kinerja guru masih belum optimal. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 4. 1. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal.

budaya kerja. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. . 2. 1. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. 3.13 14. kompensasi. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. kepuasan kerja. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. lingkungan kerja. disiplin dan motivasi kerja. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan. motivasi dan disiplin kerja. 15.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks. kepemimpinan. 1. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. pelaksanaan dan pengendalian. tugas. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. maupun kepegawaian. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya.17 terlepas dari aktivitas manajemen. 2. pengorganisasian. 4. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. 3. keuangan. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . pemasaran. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut.

diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi. memberi penghargaan dan penilaian”. Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan. Seperti sumber daya lainnya. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. termasuk merekrut. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. menyaring. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. melatih.

kemampuan dan kecakapan mereka. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. 4. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 6. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. lembaga atau wakil pemerintah. 7. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. 5. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 3. 2. Menciptakan iklim. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. . Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”.

. gaya kerja dan aspirasi. 11. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi.politik. kompensasi dan tunjangan kesehatan. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. 10. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. hubungan karyawan dan buruh. 8. Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. ekonomi. keselamatan dan keamanan. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan. 9. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. 12. budaya dan teknologi.20 manajemen. sosial. keadilan dan diantaranya : hukum. Mengelola karyawan yang beragam. karyawan. pemasok dan masyarakat luas). pelanggan. Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri.

Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS .2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Robbins dalam buku Manajement. padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti.1. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin.21 2. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Menurut Andrew J. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”.

Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. 5. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. 2. . membujuk. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. 4. Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi.

dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. sikapsikap hubungan kemanusiaan. 2. Kejujuran dan integritas. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. 3. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. memecahkan masalah. Kehendak untuk memimpin. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Kepercayaan diri. motivasi diri dan dorongan berprestasi. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. yaitu : kecerdasan. industry dan hal-hal teknis. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. 5. Kecerdasan. dan membuat keputusan yang tepat. 3. 2. 4. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. . Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Dorongan.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. 6.

membuat keputusan unilateral. dan membatasi partisipasi karyawan. wewenang. . Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. 5. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi.24 4. jika perilaku itu dapat memuaskan. mendiktekan metode kerja. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan.

yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. 2. . Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama.

Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah. memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul.3. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.26 2.1. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala .

Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. kemampuan memotivasi. yaitu : 1. tujuan dan . pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. Oleh sebab itu. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. pengambilan keputusan. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. perlu adanya kebersamaan. misi. Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. komunikasi dan pendelegasian wewenang. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Kepala Sekolah sebagai Manajer. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. 2. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah.

Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Jadi. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepala sekolah sebagai manajer c.28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana . Kepala sekolah sebagai administrator d. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai inovator g. Kepala sekolah sebagai supervisor e.

2. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : .4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”.1. Veithzal (2005 : 455 ).

lingkungan kerja yang nyaman. cinta dan memiliki. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. minum. uang pesangon. hiburan. perumahan dan lainnya. seperti makan. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. 4. pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. senioritas. udara.30 1. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. 3. Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. gelar dsb. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. 2. program pemberhentian kerja. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. 5. Selanjutnya. program pension. kemampuan. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain.

Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur. Dengan demikian. . Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. Atas dasar hasil penelitiannya. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. 70% kebutuhan rasa aman. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Berdasarkan studi tersebut. yaitu : 1. b. keluarga.31 85% kebutuhan fisiologi. 2. 50% kebutuhan sosial. 40% kebutuhan penghargaan. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri.

Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Guru. dan kehidupan pribadi. kebijakan administratif.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. pengakuan. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. dunia kerja. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Postulat teori dua factor. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. dan ada . tanggung jawab dan kemajuan. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. kondisi kerja. teknik supervisi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa.

c. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : . Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. Dua hal ini tidaklah berlawanan.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan.

. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. dan juga kapan kita akan menggunakannya. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Boleh jadi. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif. Jadi. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya.

mungkin tidak efektif bagi orang lain. 2. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. pakaian. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. Teori Drive . gaji. bernafas. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. Growth needs. kebutuhan interpersonal. Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. f. d. keamanan kondisi kerja. Relatedness needs. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. Teory ERG (Existence. yaitu: 1. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Existence needs. Relatedness. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. seperti makan. minum. Oleh karena itu. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. atau pimpinannya. fringe benefits. 3. e.

Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Clark L. Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement. Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. . Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive).

135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. . Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. tingkah laku.1. Sementara Sinungan (2003 . Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. 2. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya.37 g. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur.

Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. 5. gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar.38 Senada dengan pendapat di atas. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru.” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. yaitu: 1. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. 3. 2. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). Tingginya semangat. . 4. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

5. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. 3. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. 6. Diciptakan disiplin. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. 9. 2. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Oleh karena itu. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 7. Tanpa disiplin yang baik. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. 8. Besar kecilnya pemberian kompensasi. Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. 4. Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan.

berpakaian rapih. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan.40 lingkungan yang tertib. . memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). sopan. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Sehubungan dengan itu. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini.

Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. dan Hukuman disiplin berat.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda.1. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. . disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. 2. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Creativeness. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. jangka waktu output. 2. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. Quantity of work. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. 3. keterampilan. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. dan sikap kooperatif. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan. Cooperation. . Quality of work. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. 8. 5. kualitas output. Inisiative. pengalaman. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. 6. Personal qualities. Dependability. kehadiran di tempat kerja. 7. 4. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67).42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. Job knowledge.

memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. 2. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. melakukan evaluasi. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik.43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. mengajar. dan pendidikan menengah. .7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. Menurut Undang.1. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. membimbing. melatih. mengarahkan. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial. pendidikan dasar.

Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. keterampilan (skill). dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.1. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. . c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. 2. 1998 : 98). 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya.

berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. 2. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Capability (kemampuan) 5. meliputi: 1. praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. Initiative (inisiatif) 4. Promtness (ketepatan waktu) 3. 4. Berorientasi pada hasil.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Ketegasan. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . 5. 138) yaitu : 1. Semangat (antusiasme). Quality of Work (kualitas kerja) 2. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Communication (komunikasi . merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 3.

620) diantara variabel lainnya. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79.1. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. . Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. kedisiplinan. Pasca UPI Bandung (tesis. Pasca Unsud. dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86. 5.46 2. Fylan Ulga. Kecerdasan Emosi. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45.40 % Kepemimpinan kepala sekolah.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 2007). Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan. Pasca Unsud (tesis 2008).4 %. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Sutopo Slamet. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. 2005). Pasca Airlangga (tesis. 4.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. Pengaruh Komitmen.3 % 2. kecerdasan emosi.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. 2002). 3.085 > 2. Analisis Kepemimpinan.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. (Tesis. 2010).

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya.2. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. . kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. Oleh karena itu. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional.2. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. kepala sekolah sebagai administrator. 2. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. baik pendekatan sifat. maupun pendekatan situasional. pendekatan perilaku. Di samping berorientasi terhadap tugas.4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Dengan demikian. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan.

Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya. keahlian dasar. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. . Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan.2.2. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Jika jumlah guru cukup banyak. serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. dan mendelegasikan tugas. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah. membuka komunikasi dua arah. dan memanfaatkan hasilnya.

saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya.53 pengalaman dan pengetahuan professional. (7) teladan. mencari gagasan yang baru. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. visi dan misi sekolah. (4) menerima masukan. 2. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. (6) emosi yang stabil. mengintegrasikan setiap kegiatan. dan kemampuan berkomunikasi. (3) tanggung jawab. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan.2. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator.2. . kemampuan mengambil keputusan. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif. (2) percaya diri. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian.

Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. dorongan.7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator.2. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula.2. integrative. delegatif.2. 2. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. disiplin. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. keteladanan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. pengaturan suasana kerja.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. rasional.2. pragmatis. program akselerasi dan lain-lain. . kreatif. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. 2. disiplin. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB). serta adaptable dan fleksibel. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula.

Guru. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. dunia kerja. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. tanggung jawab dan kemajuan. teknik supervisi. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. . kondisi kerja. dan kehidupan pribadi. kebijakan administratif. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru. pengakuan.

Pegawai yang tertib dan disiplin. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. mematuhi semua peraturan perusahaan .2. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku.56 2. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. efektifitas dan produktivitas. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya.

maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu. 2.2. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan .” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku.

58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. 2. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Clelland. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Edward Murray. Miller dan Gordon W. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. . Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru.2. Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. Artinya pimpinan.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. manajer.

Selain itu. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin merupakan bentuk . pegawai dengan disiplin kerja yang baik. 2. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja.” (Nawawi 2005 : 355). mudah dimengerti. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan.2. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. dimanapun kita berada. Oleh karena itu.

Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.2.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. merupakan salah satu tujuan sekolah.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. 2. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru.

Kinerja guru dapat . manajer. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Artinya pimpinan. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa. Clelland. Edward Murray. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Miller dan Gordon W. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik.

Kepala sekolah sbg administrator 4. mengarahkan. Kesadaran dalam bekerja 3. melatih. Menurut Undang. pendidikan dasar. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal.Menilai .Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. Kepala sekolah sbg manajer 3. Kepala sekolah sbg leader 6. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. membimbing. mengajar. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2. Kepala sekolah sbg supervisor 5. Ketepatan waktu 2.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. dan pendidikan menengah. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. Kepala sekolah sbg edukator 2. Faktor motivasional 2. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1.1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg inovator 7. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah.

Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. 3. Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1.63 2.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini. 4. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. .

Persiapan penyusunan v proposal 2. Seminar Usulan Penelitian. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. . Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4.1. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Penyusunan bab I – III. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Pengumpulan data 6. Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3.64 BAB III METODE PENELITIAN 3.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

3. Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. . serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1. motivasi kerja. Sedangkan Fred N. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif.

Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Oleh karena itu. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent . variable) yang selanjutnya diberi notasi 3.05 (5%). Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. α = 0. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %.66 2. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) .1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum.7. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. 3.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel. Oleh karena itu. Data primer.70 option sangat tidak setuju. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. 3.

jika < 0.3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid). Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).3 maka dikatakan tidak valid. ( √* ( ) +* )( ) ( ) . bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0.71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.7. demikian pula sebaliknya. 3. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua (Split Half Method) dari Spearman Brown.

9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) 𝑋 r𝑋 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 r𝑋 𝑋 𝜌𝑌𝑋1 Є1 𝑋 𝜌𝑌𝑋2 𝜌𝑌𝜀 Y 𝑋 𝜌𝑦𝑥3 Gambar 3. disiplin kerja ( ). maka instrument tersebut dikatakan reliabel.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif.1 2.0 – 1.2 – 5.72 Jika > 7. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.3 1.6 – 3.0 3. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). motivasi kerja ( ).1 Diagram Jalur .7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. Tabel 3. jika 3. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.8 – 2.4 – 4.5 1.

.73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r 1 = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh terhadap Y langsung 2 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y 3 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta . sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. dengan Y. Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= 1 2 + 3 + . dengan Y merupakan hubungan kausal. dengan Y.

74 3. dan sebalikya. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. Pengaruh Hi : terhadap Y 1 ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 2 ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 3 ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima.10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : 1 ≠ 2 3 ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh. .

SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no. ruang perpustakaan.1. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal.1 Hasil Penelitian 4. ruang komputer.043 m².75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4. Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . laboratorium fisika dan biologi. Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. ruang kepala sekolah.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah.

Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Standar Proses. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Sarana. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. Standar Pengelolaan. BA H. SH Maulana Ismail.76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Standar Isi. BA Mohamad Wasid. Ajab Riatna .

Hasbiadi Endang Dahlan. Berwawasan IPTEK. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Nandang Sukmana Drs. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a. efektif dan efisien 3. A. H. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1. Dudi Susbandi KM. Visi “Terampil. H. Toto Suhartoyo Drs. Berprestasi. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Yaya Masria Drs. Subandar Drs. misi. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. H. BA Drs. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. Terampil menggunakan media IPTEK 6. nyaman dan religious 5. H. Didi S. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan .

00 2. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. kreatif. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3.78 7. efektif. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Misi 1. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6.

Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua .79 9.2700003 Drs. Telepon 4. semua mengajar sesuai bidangnya. 5. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1.1. telah mengikuti PTBK.2 Profil Sekolah 1. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11. 4. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. 8. 2. 6. 7. dll 12. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. 9. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl. H.

Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.2%) .8 76.1.2 100.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.80 10.1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.405 m2 Tabel 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76. 2. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11. Prosentase 23.0 Dari data pada tabel 4.3 Profil Responden Tabel 4.

> 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9. 3.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.90 4 PGSLP 2 3.35 23.54 100.00 JUMLAH 63 100.20 5 S1 46 73.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.81 Tabel 4. Tabel 4.76 3.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.20 3 D3 10 15.81 55.52 4.52 4. 30 . 36 . 2.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73. D1 2 3.56 100.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1. 25 – 29 Tahun 6 2.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4.76 6. 5.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.80 2. 4. Tabel 4.17 82.35 Tahun 3 3.40 Tahun 2 4.00 . SMA 3 4.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1.

4.5 0 0 4. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 6.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.0 Tabel 4. 4. Prosentase 0 90. 3. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan.2.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item. 4. 5.5%). Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.8 100. 2.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun.82 Dari tabel 4. Tabel 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item.8 4. motivasi kerja 15 item. .1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.

Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.623 X1 _8 0.487 X1 _18 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0. .557 X1 _9 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0.512 X1 _13 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.599 X1 _10 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.439 X1 _15 0.576 X1 _12 0.3 maka semua item valid.452 X1 _3 0.680 X1 _2 0.460 X1 _16 0.630 X1 _7 0.471 X1 _4 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.437 X1 _17 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.422 X1 _14 0.672 X1 _6 0.661 X1 _5 0.620 X1 _11 0.

686 0. Tabel 4.84 Tabel 4.831 0.716 X2 _6 0.442 X2 _10 0.606 X2 _2 0.607 X2 _9 0.630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. variabel motivasi kerja berada di atas 0.718 X2 _7 0.672 X2 _4 0.826 0.764 0.3.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.788 0.791 0.711 X2 _11 0.688 X2 _14 0.863 0.819 0.729 X2 _12 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.746 0.809 0.653 X2 _5 0.583 X2 _3 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .659 X2 _13 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.802 0.549 X2 _15 0.625 X2 _8 0. maka semua item valid.

836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.487 Y _17 0.695 Y _14 0.667 Y _15 0.698 Y _12 0.465 Y _16 0.675 Y _4 0. Berdasarkan tabel 4.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0.707 Y_10 0. variabel disiplin kerja berada di atas 0.818 X3 _15 0.714 Y _13 0.470 Y _19 0.713 Y _8 0.496 Y _20 0.7 sampai dengan tabel 4.650 Y _3 0.654 Y _2 0. maka semua item valid. Tabel 4.550 Y _7 0.3.560 Y _6 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian. maka semua item valid. bahwa seluruh item dinyatakan valid .684 Y _5 0. variabel kinerja guru berada di atas 0.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.695 Y _11 0.810 X3 _14 0.597 Y _18 0.652 Y _9 0.3.

86 dan digunakan untuk penelitian. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.2. 4. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).

3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.87 Tabel 4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.3.935 0.986 0.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0. 4.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.954 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi.

dan 23. Tabel 4.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 46.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.16 Setuju 4 29 116 46.40 14.17 Prosentase 9. dengan rata-rata skor sebesat 4.70 100.00 Jumlah 63 256 100.03% menyatakan setuju.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3. yakni sebanyak 30.81% menyatakan kurang setuju.88 Tabel 4. berada pada kategori baik.29 12.52 38.06 Berdasarkan tabel di atas.10 25.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 4.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.16% menyatakan sangat setuju.

89 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. yakni sebanyak 26.10% menyatakan setuju.97 Prosentase 26.52% menyatakan sangat setuju.98 47. 12.97 .62% menyatakan setuju.98% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. dan 20. 47. 25. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.62 20.29% menyatakan tidak setuju.70% sangat tidak setuju.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3. dengan rata-rata 3.40% menyatakan kurang setuju. 14. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. 38.76 0.00 100.63% menyatakan kurang setuju.63 4.

00 Jumlah 63 247 100.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.27 Kurang Setuju 3 17 51 26.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 53.00 Rata-Rata Skor 3.76 .92 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 237 100.00 Rata-Rata Skor 3. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. berada pada kategori baik.05 Setuju 4 34 136 53.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19.97% menyatakan setuju.92. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 19.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.22 Setuju 4 26 104 41. berada pada kategori baik.05% menyatakan sangat setuju.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98% menyatakan kurang setuju. dan 26.97 Kurang Setuju 3 17 51 26.

05 Prosentase 31.05.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 31. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.98 0.75% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4.75 41.00 100. dengan rata-rata sebesar 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan. dengan rata-rata 4.00 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.27% menyatakan setuju. berada pada kategori baik.91 Berdasarkan tabel di atas. 41. 26. 41.76.52% menyatakan tidak setuju.22% menyatakan sangat setuju.27 26.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 22. 26. dan 9.98% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan kurang setuju.

berada pada kategori baik. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.27 31. 41. 31.27% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik Tabel 4.95.98 41.75 0.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 26.98% menyatakan sangat setuju.95 Prosentase 26.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.00 0.19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3.75% menyatakan kurang setuju.00 100. dengan rata-rata 3.

00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.92 Kurang Setuju 3 17 51 26. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju. % sangat tidak setuju.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.00 .00 100.10 Setuju 4 22 88 34.00 Jumlah 63 259 100. dengan rata-rata .02 Prosentase 28.98 0. % menyatakan kurang setuju.44 26.00 0.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4. % menyatakan setuju.00 Rata-Rata Skor 4. % menyatakan tidak setuju. Tabel 4. berada pada kategori baik.57 44. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya.11 Berdasarkan tabel di atas.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.93 Tabel 4.

57% menyatakan sangat setuju.86% menyatakan setuju.02. dengan rata-rata 4. berada pada kategori baik Tabel 4.57% menyatakan kurang setuju. 26. berada pada kategori baik.57% menyatakan sangat setuju. .00 Prosentase 28. dengan rata-rata 4.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4. 28.86 28.00 Berdasarkan tabel di atas.94 Berdasarkan tabel di atas.44% menyatakan setuju. 44.00 100.98% menyatakan kurang setuju.00 0.57 0. yakni sebanyak 28. yakni sebanyak 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.57 42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.00. 42. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan.

79% menyatakan setuju.95 Prosentase 22.02.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. berada pada kategori baik.81 0. dengan ratarata 4.79 26.00 100.95 Tabel 4.98 0.00 . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi.00 0.81% menyatakan kurang setuju.00 0. 50.40 50. 23. yakni sebanyak 25.22 50.00 Berdasarkan tabel di atas.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. Tabel 4.02 Prosentase 25.79 23.40% menyatakan sangat setuju. % sangat tidak setuju.

dengan rata-rata 4.95. berada pada kategori baik .92 39.96 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.. yakni sebanyak 22. berada pada kategori baik.79% menyatakan setuju. 25. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.10.98% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. 50.68 25.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.10 Prosentase 34.40 0. yakni sebanyak 34. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.92% menyatakan sangat setuju.40% menyatakan kurang setuju. 39.00 100.22% menyatakan sangat setuju.00 0.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.

36. 31.00 .75% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.51% menyatakan setuju.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4. yakni sebanyak 31.00 Prosentase 31.00 0. berada pada kategori baik Tabel 4.51 31.00 100. dengan rata-rata 4.00.00 0.75 0.75 36.00 100.75% menyatakan sangat setuju.27 28.16 41.02 Prosentase 30.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4.57 0.00 Berdasarkan tabel di atas.97 Tabel 4.

dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.33 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. 28. yakni sebanyak 22. dengan rata-rata 4. 33.00 100.57% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran. yakni sebanyak 30.89.02. berada pada kategori bai Tabel 4. 44.00 Berdasarkan tabel di atas.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3.33% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.22 44.27% menyatakan setuju.00 0.22% menyatakan sangat setuju. 41. .44 33.89 Prosentase 22.16% menyatakan sangat setuju.44% menyatakan setuju.98 Berdasarkan tabel di atas.

00 .21 Kurang Setuju 3 18 54 28.00 Rata-Rata Skor 3.03 Prosentase 28. Tabel 4. 28.57 46.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.94 Berdasarkan tabel di atas.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. dengan rata-rata 3.22% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik.94.99 Tabel 4.40 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.57% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 22.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 0.03 25.21% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 248 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4.22 Setuju 4 31 124 49. 49.

46.00 Berdasarkan tabel di atas.22 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4. dengan rata-rata 4.68 22.03% menyatakan setuju.94 26. berada pada kategori baik 4.57% menyatakan sangat setuju.3.100 Berdasarkan tabel di atas.14 Prosentase 7.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.17 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.03 .98 39. yakni .40% menyatakan kurang setuju. 25. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28.

17% sangat tidak setuju.98 47. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.17% sangat tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.62 15.94% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.35 26. 26. yakni sebanyak 6.17 100. dengan ratarata 3.17 Prosentase 6.22% menyatakan tidak setuju. .35% menyatakan sangat setuju. 3. 26.101 sebanyak 7. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya. 47.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. 15.68% menyatakan kurang setuju.17.14. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi. 22.87 3.98% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3.87% menyatakan tidak setuju. 3.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru.102 Tabel 4.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.32% menyatakan kurang setuju.52 0.22 58. 60.94% menyatakan sangat setuju.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.00 .00 Rata-Rata Skor 3.32 Prosentase 9.25.25 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 100. yakni sebanyak 20.94 Setuju 4 13 52 20. dengan rata-rata 3. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7. 11.63% menyatakan setuju.52 22.73 9.00 Jumlah 63 205 100.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.11% menyatakan tidak setuju.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.

73% menyatakan kurang setuju.38% menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.30 Prosentase 7. 26. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.00 100. 12. 9.22% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7.94% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.103 Berdasarkan tabel di atas.98% menyatakan setuju.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. 58.30. yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3.38 12.98 52.32.52% menyatakan tidak setuju. 22. 52. berada pada kategori cukup baik .70% menyatakan tidak setuju.70 0. dengan rata-rata 3.94 26.

berada pada kategori cukup baik.94 100. 14.25.29% menyatakan tidak setuju.16% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.52 30. 30.76% menyatakan sangat setuju.76 Setuju 4 19 76 30.00 Jumlah 63 205 100.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang. 50.79 Tidak Setuju 2 9 18 14. yakni sebanyak 4.00 .68 12.70 7.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.00 Rata-Rata Skor 3.25 Berdasarkan tabel di atas.16 39.37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.21 Prosentase 9. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.104 Tabel 4.16 Kurang Setuju 3 32 96 50.79% menyatakan kurang setuju.

11% menyatakan tidak setuju.86 Tidak Setuju 2 7 14 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.35.21. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. rata-rata 3.98% menyatakan setuju. 26. 7.68% menyatakan kurang setuju. 11.86% menyatakan kurang setuju.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.29 Setuju 4 17 68 26. berada pada kategori cukup baik.76% sangat tidak setuju.98 Kurang Setuju 3 27 81 42. 42. yakni sebanyak 14.94% sangat tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. yakni sebanyak 9. 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. dengan rata-rata 3. 39.29% menyatakan sangat setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. menyatakan tidak setuju.76 Jumlah 63 211 100.16% 12.35 Berdasarkan tabel di atas. menyatakan setuju. .00 Rata-Rata Skor 3.70% karier.105 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju.

berada pada kategori cukup baik.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.94 188 100.75 41.94 % menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 2.00 2.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94% sangat tidak setuju.49 14 11.11% menyatakan tidak setuju. 7.11 5 7. Tabel 4. yakni sebanyak 7.52% menyatakan setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. 63.52 31.98.00 .25 Prosentase 9.27 9.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.52 120 63. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.106 Tabel 4.94 100. 9.98 atas.52 7. 11.49% menyatakan kurang setuju.

25.57% menyatakan menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. 41.00 Berdasarkan tabel di atas. 7. dengan rata-rata 3. 9. 31.11% menyatakan tidak setuju. menyatakan sangat setuju.75% menyatakan setuju.86 11.94% sangat tidak setuju. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.94 100.21.11 7.52 28.94% sangat tidak setuju. 7. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9. 42. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan. .27% menyatakan kurang setuju. 11.52% menyatakan tidak setuju.107 Berdasarkan tabel di atas.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.57 42.52% setuju.21 Prosentase 9.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.

berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. 22. 47.62% menyatakan kurang setuju.62 11. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. yakni sebanyak 14.22 47.76% sangat tidak setuju. 4. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan. berada pada kategori cukup baik. .30.00 Berdasarkan tabel di atas.29 22. 11.11 4.22% menyatakan setuju.30 Prosentase 14.29% menyatakan sangat setuju.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3.76 100.

00 100. berada pada kategori cukup baik.38 Prosentase 15. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.38 12.38. yakni sebanyak 11.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.87 19.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.11 Setuju 4 18 72 28.62% menyatakan kurang setuju. 47. 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.109 Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.38 Berdasarkan tabel di atas. .62 Tidak Setuju 2 8 16 12.00 Jumlah 63 213 100.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.11% menyatakan sangat setuju.70 0. Tabel 4. dengan rata-rata 3.05 52.57% 12. menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.70% menyatakan setuju.

dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan sangat setuju. 12. Tabel 4. 19. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.40 Prosentase 14.70% menyatakan tidak setuju.40.29 23. 4.81 49. 23. % sangat tidak setuju.38. 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3. 52.21% menyatakan kurang setuju.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua .81% menyatakan setuju.00 100. yakni sebanyak 14. berada pada kategori baik. 12.38% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.05% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju.70 0.29% menyatakan sangat setuju.21 12.110 yakni sebanyak 15. dengan rata-rata 3.3.

46% menyatakan tidak setuju.21 Prosentase 11.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.57% menyatakan setuju.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.81 39. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat. 44. .30 Berdasarkan tabel di atas.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3.40 0. yakni sebanyak 9.11 23.52% menyatakan sangat setuju.00 Jumlah 63 208 100. berada pada kategori cukup baik. 17.00 .57 Kurang Setuju 3 28 84 44.44% menyatakan kurang setuju.111 Tabel 4.52 Setuju 4 18 72 28.68 25.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. 28.00 100. Tabel 4.

dengan rata-rata 3.81% yakni sebanyak 11. 26.00 Jumlah 63 204 100.40% menyatakan tidak setuju.11% setuju.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.52% menyatakan sangat setuju. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin. berada pada kategori cukup baik .48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dengan ratarata 3.75% setuju.24 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 39. 31. berada pada kategori cukup baik.24. 23.52 Setuju 4 20 80 31. 25.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.112 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9.21.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.75% menyatakan kurang setuju.

00 .35 36.35 23.51% setuju. 41.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.113 Tabel 4.33 Prosentase 6.35% menyatakan sangat setuju.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.17 100. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.62 19.11 Prosentase 6.27% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.81 47.05 3.33.27 15.00 100. 36. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.51 41.87 0. dengan rata-rata 3.

17% sangat tidak setuju. dengan rata-rata 3.32 Prosentase 6. 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.35% menyatakan sangat setuju.68% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.46 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.81% setuju.35 36.05% menyatakan menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.00 Berdasarkan tabel di atas.32. yakni sebanyak 6.46% menyatakan tidak setuju.62% menyatakan kurang setuju. 3. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.51 39.68 17. yakni sebanyak 6. 3.11. 19. 17. berada pada kategori cukup baik.00 100.51% menyatakan setuju.114 Berdasarkan tabel di atas. . 23. 36. 39.35% menyatakan sangat setuju.

115 Tabel 4. 34. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.81 0. dengan rata-rata 3.00 23.76 36.81% menyatakan tidak . berada pada kategori cukup baik.00 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan. 36.22 Prosentase 4.92 23.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.51 34.92% menyatakan kurang setuju.76% menyatakan sangat setuju. Tabel 4.22 0. yakni sebanyak 4. setuju.17 33.51% menyatakan setuju.27 22.33 41.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.22.17 Prosentase 3.

03 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. % sangat tidak setuju. 30. Tabel 4.17. dengan rata-rata 3. 46.03% menyatakan kurang setuju.33% menyatakan setuju.16 46. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. . yakni sebanyak 3.16.16 Prosentase 3.116 Berdasarkan tabel di atas.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3.17% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori cukup baik.17 30.17% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.22% menyatakan tidak setuju.27% menyatakan kurang setuju. 22. 20.63 0.63% menyatakan tidak setuju. 33. 41. yakni sebanyak 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya. dengan rata-rata 3.16% menyatakan setuju.

14.00 100.81 0.62 20. 28.00 Berdasarkan tabel di atas.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.00 . 47.117 Tabel 4. Tabel 4.17 Prosentase 4.62% menyatakan kurang setuju.17% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. yakni sebanyak 3.00 100.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.14 Prosentase 3.63 0.17 28. berada pada kategori cukup baik.76 31. 20.57 47. dengan rata-rata 3.75 39. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.57% menyatakan setuju.68 23.63% menyatakan tidak setuju.

dengan rata-rata 3.16 Tidak Setuju 2 20 40 31.08. yakni sebanyak 1. menyatakan sangat setuju. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. berada pada kategori cukup baik. 36.51 Kurang Setuju 3 19 57 30.51% setuju.08 Berdasarkan tabel di atas.59% menyatakan sangat setuju.16% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 194 100.00 Rata-Rata Skor 3.76% setuju. .57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.59 Setuju 4 23 92 36. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.118 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat. Tabel 4.17. 31.81% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4. 23.75% menyatakan menyatakan kurang setuju. 30.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik. 39. berada pada kategori cukup baik.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.75% menyatakan menyatakan tidak setuju. rata-rata 3.

berada pada kategori cukup baik Tabel 4.59 Setuju 4 21 84 33. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.00 Jumlah 63 193 100.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.11 .59 Setuju 4 19 76 30.16 Kurang Setuju 3 26 78 41.06.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3.68 Tidak Setuju 2 16 32 25.33 Kurang Setuju 3 25 75 39. 26. 41.59% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 1. 30.06 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.119 Tabel 4.16% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 196 100.27% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.98% menyatakan tidak setuju.27 Tidak Setuju 2 17 34 26.

51 33.59% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. Tabel 4.40% menyatakan tidak setuju.57% menyatakan tidak setuju.33 28.33% menyatakan kurang setuju. . berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran.51% menyatakan setuju. 25. 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. 33. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.11 Prosentase 1. dengan ratarata 3. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.57 0. 39. 28. yakni sebanyak 1.120 Berdasarkan tabel di atas.11. yakni sebanyak 1. 36. berada pada kategori cukup baik.11.68% menyatakan kurang setuju.59% menyatakan sangat setuju.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.59 36.33% menyatakan setuju.

23. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. yakni sebanyak 7. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.81% menyatakan setuju.3.24 Berdasarkan tabel di atas.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 204 100. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.87% menyatakan tidak setuju. 15. dengan rata-rata 3. 52.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.24.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.94% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori cukup baik.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.38 Tidak Setuju 2 10 20 15.121 4.00 Jumlah 63 204 100.38% menyatakan kurang setuju.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.24 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.94 Setuju 4 15 60 23.52 Setuju 4 13 52 20.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.

00 100. Tabel 4. dengan rata-rata 3. 20. 15. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.87% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.24. berada pada kategori cukup baik.87% menyatakan tidak setuju. 52.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.87 0. 15. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.38% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 7.81 52.52% menyatakan sangat setuju. 53.63% menyatakan setuju.38 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.81% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. dengan rata-rata 3.24 Prosentase 7.97% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 9.94 23.122 Berdasarkan tabel di atas. 23.24.94% menyatakan sangat setuju.

123 Tabel 4.00 Jumlah 63 209 100. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. berada pada kategori cukup baik. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.52 Setuju 4 16 64 25. RPP dll. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.38 Tidak Setuju 2 8 16 12.63 Kurang Setuju 3 34 102 53. yakni sebanyak 9. RPP dll.70% menyatakan tidak setuju. RPP dll.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.00 Rata-Rata Skor 3.29 Setuju 4 13 52 20.40 Kurang Setuju 3 33 99 52.97 Tidak Setuju 2 7 14 11. % sangat tidak setuju.32. silabus.00 Jumlah 63 213 100.38% menyatakan kurang setuju. 12.38 .11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 Rata-Rata Skor 3. silabus.40% menyatakan setuju.32 Berdasarkan tabel di atas.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.52% menyatakan sangat setuju. 52. 25. silabus.

41 Prosentase 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat. 22. berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.70 0. berada pada kategori cukup baik. .87 22. Tabel 4.70% menyatakan tidak setuju. 11.00 100. 20.124 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju.29% menyatakan sangat setuju.63% menyatakan setuju. 12.87% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju. 53. yakni sebanyak 15. 49.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus.21 12.00 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.38. yakni sebanyak 14.22% menyatakan setuju.21% dengan menyatakan kurang setuju.22 49.41. dengan rata-rata 3.

dengan rata-rata 3. berada pada kategori cukup baik.63 0. 39.75% menyatakan setuju.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3.00 Berdasarkan tabel di atas.29 0.00 100.57 49.94% menyatakan sangat setuju.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.21 14. 20.00 100.68% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.68 20.94 31. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 .30 Prosentase 7. 31.63% menyatakan tidak setuju.27.94 28. yakni sebanyak 7.125 Tabel 4.75 39.27 Prosentase 7. Tabel 4.

57% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak menyatakan setuju.40% menyatakan setuju.94 Setuju 4 16 64 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 7. yakni sebanyak 7.126 Berdasarkan tabel di atas.29.97% menyatakan kurang setuju. Tabel 4. dengan rata-rata 3.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media . berada pada kategori cukup baik.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.29 Berdasarkan tabel di atas. 28.30.70% menyatakan tidak setuju.97 Tidak Setuju 2 8 16 12.29% 49. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 25.21% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.00 Jumlah 63 207 100. 14. dengan rata-rata 3. 12.94% menyatakan sangat setuju. 53.

87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dengan rata-rata 3.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.56 Tidak Setuju 2 7 14 11. Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.81 Kurang Setuju 3 35 105 55. yakni sebanyak 7.00 Rata-Rata Skor 3.32 .94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.52 Setuju 4 15 60 23.71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. Tabel 4.57% menyatakan setuju.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.87% menyatakan tidak setuju. 15. 28.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.62% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 207 100.62 Tidak Setuju 2 10 20 15.29 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 209 100.29. 47.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.94 Setuju 4 18 72 28. berada pada kategori cukup baik.00 Rata-Rata Skor 3.

Tabel 4. 55. 53. berada pada kategori cukup baik.81% menyatakan setuju.11 0.00 100.11% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9. 11. dengan rata-rata 3.97 11.32. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.52% menyatakan sangat setuju.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3.40 53.11% menyatakan tidak setuju.33. yakni sebanyak 9.52% menyatakan sangat setuju.33 Prosentase 9.52 25.40% menyatakan setuju. . dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. 11.97% menyatakan kurang setuju. 23.56% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 25.128 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.

29% menyatakan tidak setuju.32.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.63 52.00 Berdasarkan tabel di atas. 14.38 14.38% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.70% menyatakan sangat setuju. 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. Tabel 4.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. berada pada kategori cukup baik.29 0. berada pada kategori cukup baik.70 20. yakni sebanyak 12. .63% menyatakan setuju.32 Prosentase 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah. 20.00 100.

Tabel 4.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.81 57. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan. 19. yakni sebanyak 7.00 Rata-Rata Skor 3. 26.98% menyatakan setuju.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.24 Berdasarkan tabel di atas.94% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3.05% menyatakan tidak setuju.24 Prosentase 6.03% menyatakan kurang setuju.130 Tabel 4.00 .00 Jumlah 63 204 100.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. 46.14 12.03 Tidak Setuju 2 12 24 19.00 100.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3.70 0.35 23. berada pada kategori cukup baik.94 Setuju 4 17 68 26.

131 Berdasarkan tabel di atas.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3.81% menyatakan setuju.14% menyatakan kurang setuju. .00 100.70% menyatakan tidak setuju.40% menyatakan setuju. 12.35.79% menyatakan kurang setuju.35 Prosentase 11. 23. Tabel 4. dengan rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. berada pada kategori cukup baik.11 25.11% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata. yakni sebanyak 6.79 12. 50.35% menyatakan sangat setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 57. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. yakni sebanyak 11. berada pada kategori cukup baik.70 0.40 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. 12.

94% menyatakan tidak setuju.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3. Tabel 4.11 26.70 60.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3.43.98 50.32% menyatakan kurang setuju.32 7. 60. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.132 Tabel 4.00 100.11 0.05% menyatakan sangat setuju.79 11. 12.00 100. dengan rata-rata 3. berada pada kategori baik.00 .70% menyatakan setuju.05 12. yakni sebanyak 19.43 Prosentase 19.94 0. 7.38 Prosentase 11.00 Berdasarkan tabel di atas.

46 15. yakni sebanyak 11.00 Berdasarkan tabel di atas.70% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif. 11.97 12. berada pada kategori cukup baik.00 100.11% menyatakan sangat setuju. 53. 50.87% menyatakan setuju.87 53. 26. dengan rata-rata 3.46% menyatakan sangat setuju. .79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3.97% menyatakan kurang setuju.133 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.70 0.38.79% menyatakan kurang setuju.38 Prosentase 17. Tabel 4. 15. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.38. 12. dengan rata-rata 3.

03% menyatakan kurang setuju. 4. 22.18 3.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.22 46.22% menyatakan setuju. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.3.46% menyatakan tidak setuju. 17. 46.31 .5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas.33 Prosentase 14. yakni sebanyak 14.46 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. berada pada kategori cukup baik.94 3.29% menyatakan sangat setuju.134 Tabel 4.29 22.03 17.00 100. dengan rata-rata 3.33.Rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.26 3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata .

0 3.135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.18 3. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.94 3. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.26 3.1 2.8 – 2.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.3 1.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .2 – 5.0 – 1. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.5 1.4 – 4.6 – 3. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4.

Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur. motivasi kerja. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel).136 4. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.3.3. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal.6. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI). Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah.

000 .000 .351 Disiplin kerja (X3) .505 .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.710 .766 .505 .000 1 . Correlation is significant at the 0.000 .6.920 2.828 . Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Error 1.766 .546. koefisien jalur dari motivasi .84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.015 Kepemimpinan kepala . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4.184 t .982 2.564 .120 . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** .723 .000 ** ** **.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .692 .828 .186 a.000 1 ** ** .000 .278 .564 .438 .116 .000 ** ** Kinerja guru (Y) ** . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.438 .137 antar variabel.01 level (2-tailed). . Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.000 .000 .546 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.000 1 .000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.074 Standardized Coefficients Beta . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.723 .695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .518 1 (Constant) Sig.3.399 5.479 3.005 . Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0. a.

Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ 769 = 0.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah. terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).278 X2 + 0. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.60296 1 .86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square .motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru.757 Std. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat.769. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah. Disiplin Kerja (X3). motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0. Predictors: (Constant).546 X1 + 0. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1).184.184 X3 + 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0.481 . motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Error of the Estimate 5.769 a.877 .278.

1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah . dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.546 0.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0.1.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 723 𝜌𝑌𝑋 546 𝑃𝑌𝜖 = 0.184 .481 𝜖 𝑟𝑋 𝑋 438 𝑋 𝜌𝑌𝑋 278 Y 𝑟𝑋 𝑋 5 5 𝜌𝑌𝑋 𝑋 84 Gambar 4.278 0. di atas. Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.

546 = 0.1% 4. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.4% 2.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.278 = 0.3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .9% 23. = 0. rx1.4% 76.88 Pengaruh X1.8% 7.6% Total 45.546 x 0.184 = 0.7% 3.3% 10.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4.546 0.6% 2.2% 21.723 x 0. Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .0% 4. rx1.x2 .x3 .4%) .8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .278 0.6.4% 11% 11.3.184 Pengaruh Langsung 29.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.298 (29.044 . Pyx2 = 0.546 x 0. = 0.438 x 0.546 x 0.

x3 .6.278 x 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru .4% = 45.x2.505 x 0.2%. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = . 4.8%.026 (2.278 x 0.546 = 0. rx1. Pyx1 = 0. Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.6%) .278 = 0.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .3. = 0.077 (7.184 = 0.723 x 0. = 0. rx2.0% + 4.0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.278 x 0.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .8% + 11.

184 = 0.026 (2. = 0.438 x 0.6%.034 (3.546 = 0.044 (4.184 x 0. = 0. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .x3.142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7. rx1. Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.184 x 0.0% + 2. = 0.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .505 x 0.7% + 11.x3 .4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .3. 4. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .7%.3%.0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.6.4%. rx2. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.184x 0.278= 0.6% = 21.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .

89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.5% 7.278 0.2%.4% 45.7% 3.184 29.4% 13. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45.3.0% Total Pengaruh 0.8% 7.4% 76.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.6% 4.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru . Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat 1 Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.6.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.546 0.3% 10.2% 21.

sedangkan sisanya sebesar 23.4%.9%.1% dipengaruhi oleh faktor lain.7 Pembahasan 4.94 (tabel 4. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.3.4 – 4. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.7.3.

7. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu. leader. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.26 (tabel 4.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. manajer.3.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2). .3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3).7.3. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.145 sebagai edukator. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya. administrator.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. 4. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. 4.6 – 3.18 (tabel 4. supervisor. inovator dan motivator.6 – 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.

82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. guru harus selalu berusaha tepat waktu. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik.3. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. membimbing.31 (tabel 4. Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya.146 4. motivasi kerja dan disiplin kerja.3.6 – 3. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.mengevaluasi siswa. menilai dan .7.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah . Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. mengajar.7. melatih. mengarahkan. Untuk meningkatkan kinerjanya.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).

3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.4%.4%. Supervisor. . Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap.044 atau 4. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Manajer.2%. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah.298 atau 29. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator.452 atau 45. Leader. Administrator. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.2% termasuk cukup signifikan.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.

7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0.110 atau 11%. 4.7.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.4% termasuk cukup tinggi.6% sebagaimana pendapat Gordon W.148 4.026 atau 2. diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.077 atau 7. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru.044 atau 4.6%. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.3. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.7. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.026 atau 2. Pegawai dengan atau . Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. 2.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.3.034 atau 3.104 10.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.2 %. 3. 2. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.3 %. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. 4. .4 %.9 %. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10.7. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. 4. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri.3.

mengarahkan. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. supervisor. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. administrator. menilai. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. leader. 3.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. manajer. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar . penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. membimbing. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. mengajar. 5.150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 4. 2. melatih. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator.

Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Berdasarkan pengolahan data. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.151 6. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. 5. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. maka : 1. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . 7. 8. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. 2. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik.

Berdasarkan pengolahan data. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. 4. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. 6. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. 7. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan. 3. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. 5.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. Sistem . Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik.

. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

N. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. (1997). Gomez Meija. Sudarwan. Asas-Asas Penelitian Behavioral. (2004). Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Mulyasa. (2005). (2006). Fred. Danim. Motivasi Kelompok. Manajemen Sumber Daya Manusia. . Arikunto Suharsimi. (2001) Manajing Human Resources. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. Cardy. A Tabrani R. Menjadi Guru Profesional. (1995). (2007). Husen. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru.B. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. (2006). (2000). Jakarta: Rineka Cipta. Miftah Toha. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Organization Behavior (Prilaku Organisasi). (2004). (2009). (2009). Jakarta: PT Rineka Cipta. D. Jakarta: PT Raja Grapindo.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. Fred. Istijanto. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. E. (2003). Umar.L. Menjadi Kepala Sekolah Profesional. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta : PT Rineka Cipta. Newstrom. (2005). Riset Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: ANDI. Riset Sumber Daya Manusia. Keith dan John W. Manajemen Sumber Daya Manusia. ( 2004). E. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Luthan. Mangkunegara. Yogyakarta: Graha Ilmu. Fathoni Abdurrahmat. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Cianjur: CV Dinamika Karya. Anwar Prabu. (2006). USA: Prentice Hall. Perilaku dalam Organisasi. Balkin dan R. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Mulyasa. Jakarta: Erlangga. (Terjemahan Agus Darma). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.

Jakarta: PT Bumi Aksara. Metodologi Penelitian Pendidikan. (2006). (2007). (2000). Timple. (2007). Veithzal. Bedjo. Sondang P. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jatinangor: Alqaprint. (2005). (2005). Kepemimpinan Kepala Sekolah.155 Nawawi. Jakarta : CV Eko Jaya. Hadari. Bandung: CV Tarsito Sukardi. (2005). (2001). (2000). Robbin Stephen P. Bandung : PT Gelora Aksara. Manajemen Tenaga Kerja. Jakarta: Rineka Jaya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. 2005. (2003). Bandung: STIE Pasundan. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Organizational Behavior. Kepemimpinan dalam Organisasi. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. Siswanto. Siagian. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. (2002). Dale A. Sidik Priadana. Rahman at all. (2004). Supranto J. Rivai. Sedarmayanti. Bandung: CV Mandar Maju. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. Metode Penelitian Administrasi. (2009). Peraturan Pemerintah RI. . Metode Statistika. Sujana. Jakarta: PT Yudeks. Sugiyono. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. (2001). (2002). Manajemen Kinerja. Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. bandung : CV Tarsito. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. New Jersey: Prentice Hall International. Statistik Teori dan Aplikasi. (2005). Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. (2005). Yulk Garry. Sujana. Standar Nasional Pendidikan. Wahjosumijo. Bandung : Alfabeta. Bandung: Sinar Baru.

Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945. Pemotivasian dalam Manajemen. Citra Umbara. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. .156 Winardi. Depdiknas.ac. Sistem Pendidikan Nasional. http//etd.eprins. Rizal Aminudin. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009.ums.id/6816/. Tentang Guru dan Dosen. Bandung. Hernowo Narmodo. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009.eprins. http. Citra Umbara. J. 2008.etd. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah. Depdiknas.ac. Bandung. 2005. (2001). ums.id/6864/.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful