1

BAB I PENDAHULUAN

I.I. Latar Belakang Masalah Era globalisasi dunia ditandai oleh perkembangan yang semakin cepat di segala bidang kegiatan, begitu pula dalam kegiatan pendidikan. Globalisasi ini sangat mempengaruhi terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia sehingga diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Pemerintah Indonesia dalam upaya meningkatkan pendidikan bagi warga negaranya tidak henti-hentinya melakukan berbagai kegiatan dan menyediakan fasilitas pendukungnya termasuk memberlakukannya

Undang-Undang No. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Seperti yang disampaikan dalam penjelasan umum atas Undang-Undang No. 14 tahun 2005, Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945 menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan

kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Untuk mewujudkan tujuan nasional tersebut, pendidikan merupakan faktor yang sangat menentukan. Selanjutnya, Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 mengamanatkan bahwa (1) Setiap warga Negara berhak mendapat pendidikan; (2) Setiap warga negara wajib mengikuti

2

pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya; (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta ahlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan UndangUndang; (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya 20 % (dua puluh persen) dari anggaran pendapatan dan

belanja negara serta dari anggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggeraan pendidikan nasional; dan (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan

menjunjung tinggi nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia. Salah satu amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tersebut kemudian diatur lebih lanjut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yang memiliki visi terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga Negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubah. Sumber daya manusia unggul merupakan persyaratan utama bagi terwujudnya bangsa dan negara yang maju. Berapapun besar sumber daya alam (SDA), modal sarana prasaran yang tersedia, pada akhirnya di tangan SDM yang handal sajalah target pembangunan bangsa dan negara dapat dicapai. Dalam perspektif berpikir seperti ini, suatu bangsa

3

tak dapat mencapai kemajuan tanpa adanya suatu sistem pendidikan yang baik. Pendidikan adalah modal dasar untuk menciptakan SDM yang unggul. Dunia pendidikan yang utama adalah sekolah. Sekolah

merupakan salah satu lembaga alternatif pelayanan pendidikan. Sekolah sebagai suatu lembaga tentunya memiliki visi, misi, tujuan dan fungsi. Untuk mengemban misi, mewujudkan visi, mencapai tujuan, dan menjalankan fungsinya sekolah memerlukan tenaga profesional, tata kerja organisasi dan sumber-sumber yang mendukung baik finansial maupun non finansial. Sekolah sebagai suatu sistem memiliki komponen-komponen yang berkaitan satu sama lain serta berkontribusi pada pencapaian tujuan.

Komponen-komponen tersebut adalah siswa, kurikulum, bahan ajar, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan lainnya, lingkungan, sarana, fasilitas, proses pembelajaran dan hasil atau output. Semua komponen tersebut harus berkembang sesuai tuntutan zaman dan perubahan lingkungan yang terjadi di sekitarnya. Untuk berkembang tentunya harus ada proses perubahan. Pengembangan ini hendaknya bertolak dari halhal yang menyebabkan organisasi tersebut tidak dapat berfungsi dengan sebaik yang diharapkan (Gupta & Shingi, 2001). Dalam konsepsi pengembangan kelembagaan tercermin adanya upaya untuk

memperkenalkan perubahan cara mengorganisasikan suatu lembaga, struktur, proses dan sistem lembaga yang bersangkutan sehingga lebih dapat memenuhi misinya. Oleh karena itu, perubahan yang terjadi pada

kemampuan dan dan performancenya sehubungan dengan sumber-sumber. Guru harus benar-benar kompeten dibidangnya dan guru juga harus mampu mengabdi secara optimal. anggaran pendidikan yang Maka diamanatkan Undang-Undang 20 % sudah mulai dilaksanakan. Masalah kinerja menjadi sorotan berbagai pihak. Kinerja guru yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor. kinerja guru tentunya akan menjadi perhatian semua pihak. Berbagai usaha dilakukan untuk mencapai kinerja yang baik.4 lembaga sekolah harus meliputi seluruh komponen yang ada di dalamnya. ketenagaan dan sistem suatu lembaga serta proses perubahan itu sendiri. proses. lingkungannya. Perubahan tidak akan berjalan tanpa dukungan dari sumber daya manusia yang merupakan asset yang dapat memberikan kontrbusi lebih dalam pencapaian tujuan organisasi. Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat terdiri dari 60 sekolah negeri dan 76 sekolah swasta. Kinerja guru di sekolah mempunyai peran penting dalam pencapaian tujuan sekolah. menyangkut bagaimana sekolah sebagai lembaga diorganisasikan sehingga mampu mengemban misinya dengan baik. kinerja pemerintah akan dirasakan oleh masyarakat dan kinerja guru akan dirasakan oleh siswa atau orang tua siswa. Dalam proses perubahan tersebut individu organisasi dan lembaga meningkatkan tujuan. baik internal maupun eksternal. Salah satu indikator . Guru merupakan salah satu SDM yang berada di sekolah. Perubahan tersebut terjadi dalam struktur. Perhatian pemerintah terhadap pendidikan sudah disosialisasikan.

Seperti di SMPN 1 Cisarua yang terletak di Jalan Kolonel Masturi 312 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Keberhasilan prestasi sekolah ditentukan oleh berbagai faktor. Apakah keberhasilan siswa merupakan prestasi kinerja guru? Tentunya perlu ada penelitian untuk membuktikan asumsi tersebut.67 100% 6. Rata-Rata Nilai Ujian Nasional dan Kelulusan No 1 2 3 4 Mata Pelajaran B. Sekolah yang perolehan nilai ujian nasionalnya paling tinggi dan tingkat kelulusannya setiap tahun selalu 100 % dianggap sudah berhasil dan akan mendapat kepercayaan masyarakat.I.95 7.39 6. berikut dapat kita lihat hasil rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) dan prosentasi kelulusan dalam empat tahun terakhir.07 6.90 6.28 100% Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Pada tabel rata-rata nilai UN dan kelulusan di atas terlihat peningkatan prestasi siswa belum optimal walaupun pada rata-rata nilai UN terakhir ada sedikit peningkatan.66 100% 6. diantaranya kepemimpinan kepala sekolah.41 6.20 6.5 suatu sekolah dianggap sudah berhasil adalah dengan perolehan nilai Ujian Nasional yang tinggi dan tingkat kelulusan yang maksimal. Indonesia B Inggris Matematika IPA Rata-rata % Lulusan 2006/2007 2007/2008 2008/2009 2009/2010 7.46 6.13 6. Padahal belum tentu keberhasilan siswa merupakan hasil kinerja guru.27 7.43 7. AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar .46 6. Tabel I.07 6.25 6.31 7.46 6.24 99% 7.

(4) berani mengambil resiko dan keputusan. . meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. Menurut Mulyasa (2009 : 98) Kepala sekolah sedikitnya mempunyai peran dan fungsi sebagai Edukator. mengarahkan kegiatan. pengetahuan terhadap kependidikan. kemampuan mengambil keputusan. (7) teladan. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa.6 bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. visi dan misi sekolah. pengalaman dan pengetahuan professional. (2) percaya diri. Leader. membuka komunikasi dua arah. Inovator dan Motivator (EMASLIM). Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. (5) berjiwa besar. Implementasi kemampuan yang harus dimiliki kepala sekolah terwujud dalam pelaksanaan tugas-tugasnya antara lain menyusun perencanaan. Administrator. Supervisor. mengorganisasikan kegiatan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai pimpinan dapat dianalisis dari kepribadian. Manajer. dan mendelegasikan tugas. keahlian dasar. Kepala sekolah sebagai pimpinan harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Wahjosumijo (2002 : 10) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter yang khusus yang mencakup kepribadian. dan kemampuan berkomunikasi. (3) tanggung jawab.

Kepala sekolah selalu berupaya mencurahkan kemampuannya dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan. dan lain-lain. komunikasi dan pendelegasian wewenang. kepegawaian. mengadakan rapat. mengatur pembelajaran dan mengadakan hubungan masyarakat. Jika tidak. pengambilan keputusan. Dugaan tersebut didukung oleh data . Melihat tugas kepala sekolah yang begitu banyak. pengarahan keuangan. menentukan kebijaksanaan. mengambil keputusan. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru menurut Uben dan Hughes berupa penciptaan iklim sekolah yang dapat memacu atau menghambat efektifitas kerja guru. kepala sekolah harus menjadi motor penggerak bagi berjalannya proses pendidikan. kemampuan memotivasi. penyusunan kurikulum. Selain itu tugas menyelenggarakan administrasi antara lain menyusun perencaan. Sebagai pemimpin suatu instansi pendidikan. melakukan evaluasi terhadap kegiatan. maka seorang kepala sekolah dituntut memiliki kemampuan manajerial.7 mengkoordinasikan kegiatan. Kemampuan yang harus dimiliki seorang pemimpin dalam hal ini kepala sekolah adalah memiliki kepribadian yang menjadi teladan bagi bawahannya. maka tidak akan dapat mengelola sekolah dan suasana sekolah menjadi tidak kondusif. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua dipandang sudah dilaksanakan dengan baik. melaksanakan pengawasan. sarana prasarana. penanganan kesiswaan. pengorganisasian.

Pembinaan siswa melalui Setiap senin upacara awal bulan Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua Lihat situasi kondisi Sudah terjadwal untuk setiap guru Jika dilihat dari tabel jadwal pembinaan dan pengawasan di atas. Setiap triwulan 4. Edward Murray (1957). Setiap bulan sekali 3. sehingga ia mau dan rela bekerja keras. Supervisi kelas Setiap semester 6.2 Kegiatan Pembinaan dan Supervisi Kepala Sekolah No 1. Untuk mengetahui hal tersebut tentunya memerlukan penelitian yang lebih mendalam. Miller dan Gordon W (1967) yang dikutip . Hal itu dibuktikan berdasarkan hasil penelitian McCleland (1961). Motif itulah sebagai faktor pendorong yang memberi kekuatan kepadanya. kemajuan kinerja guru seharusnya meningkat lebih baik.8 jadwal pembinaan/pengarahan dan supervisi yang dilaksanakan secara intensif seperti yang terlihat pada tabel berikut : Tabel 1. karena ada motif-motif atau tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut. Pegawai/guru yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik. Faktor lain yang dapat meningkatkan kinerja guru adalah motivasi kerja. Seorang guru dapat bekerja secara professional jika pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. Pemerikasaan administrasi Setiap awal guru semester 5. Uraian Kegiatan Rapat dinas pembinaan Guru dan tenaga kependidikan Rapat evaluasi program dan kegiatan KBM Rapat tim pengembang SSN Waktu Keterangan Setiap bulan sekali 2.

Berkaitan dengan pencapaian prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua. . Lomba karya tulis inovasi Pembelajaran Lomba guru berprestasi 3. Artinya pimpinan.3 Prestasi Guru dalam Perlombaan Perolehan 1 s/d 3 dlm Tingkat Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Provinsi Kota/Kab Nasional Kejuaraan 3 th terakhir Jumlah Guru - No Jenis Lomba 1.9 Mangkunegara (2005). Terlihat dari tabel di atas bahwa masih belum ada hasil prestasi kerja guru SMPN 1 Cisarua dalam satu lombapun. Lomba PTK 2. menyimpulkan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah. berikut dapat kita lihat tabel prestasi guru dalam empat tahun terakhir: Tabel 1. 4 Lomba keberhasilan guru dalam mengajar Provinsi Kota/Kab 5 Lomba lainnya Nasional Provinsi Kota/Kab Sumber : Dokumen SMPN 1 Cisarua. Hal ini diduga salah satu faktornya adalah rendahnya motivasi guru baik dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya maupun motivasi berprestasi. manajer dan pegawai yang mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja yang tinggi.

10 Pada sisi lain faktor disiplin dapat pula meningkatkan kinerja guru. Dalam kasus pada SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang sedang berusaha mencapai status Sekolah Standar Nasional (SSN) . ketidakpatuhan pada aturan. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. menurunnya produktivitas kerja dan apatis. Kepemimpinan kepala sekolah adalah motivator bagi kepatuhan diri pada disiplin kerja para guru. Pada tahap inilah kepemimpinan kepala sekolah dituntut untuk mampu memimpin atau mengelola sekolah. Walaupun disiplin ini hanya merupakan salah satu bagian dari ciri kinerja guru dan berkaitan dengan prosentasi kehadiran. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. juga dituntut untuk mampu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan kerja (climate-maker) sehingga dapat mencegah timbulnya desintegrasi dan mampu memberikan dorongan agar semua komponen yang ada di sekolah bersatu mencapai tujuan yang ingin dicapai. tetapi ternyata hal ini membawa dampak yang sangat besar terutama pada sistem pendidikan kita yang masih memerlukan keberadaan guru secara dominan dalam proses pembelajaran. Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.

baik dari kinerja guru. 7. Kepala sekolah harus bertindak tegas terhadap pelanggaran yang terjadi.4 Prosentasi Ketidakhadiran Guru No Ket Juli 1 Hari kerja Efektif 2 Jumlah guru 4.88% 18 Agust 22 Bulan Sept 12 Okt 26 Nop 26 Des 4 Ratarata . Proses pembelajaran jadi terhambat sehingga para siswa tidak mendapat ilmu secara optimal. Tabel 1.6% 5. Jika kita memperhatikan tabel di atas. sampai gaya kepemimpinan kepala sekolah. agar semua komponen yang ada dalam sekolah memberikan pelayanan yang optimal kepada para siswa.89% 7.57% 5. Tetapi sesungguhnya dalam sistem pendidikan kita saat ini. Hal ini dapat dilihat dari absensi (kehadiran/ketidakhadiran) dari guru. motivasi kerja.21% 4. Pada tahap inilah peran kepemimpinan kepala sekolah diperlukan. hal itu dapat membawa pengaruh buruk. ketidakhadiran dalam setiap bulannya hanya di bawah 10 % sekilas tampaknya bukan masalah besar.92% 5. Fakta menunjukkan tingkat kedisiplinan guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. Apalagi kalau ditambah dengan prilaku guru yang hadir di sekolah karena malas atau kurang tanggung jawab kadang tidak hadir di kelas.11 masih banyak hal yang harus ditingkatkan. siswa jadi terlantar karena gurunya absen. kedisiplinan.1% tidak hadir Sumber : Sie Kurikulum SMPN 1 Cisarua. Tabel berikut ini data ketidakhadiran guru SMPN 1Cisarua dalam kurun waktu semester terakhir.

9. 3. 13. Kinerja guru masih belum optimal. Program diklat untuk pengembangan kompetensi guru frekuensinya masih kurang. Kepemimpinan kepala sekolah dalam mempengaruhi kinerja guru perlu ditingkatkan.12 Sehubungan dengan uraian di atas maka masalah faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru perlu dibuktikan dengan mengadakan penelitian. Motivasi guru untuk berprestasi masih rendah. 2. Budaya kerja belum tercipta dengan baik. 7. Konflik organisasi belum teratasi dengan baik. Kesadaran diri akan tugas masih lemah. Komitmen pencapaian kinerja guru di SMPN 1 Cisarua masih rendah. 5. penulis membuat judul penelitian “ Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Disiplin kerja guru masih rendah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat “. Reward dan punishment belum berjalan efektif. Kompetensi guru belum dikuasai menyeluruh. 6. 8. 1. .2 Identifikasi Masalah Berdasarkan paparan di atas. Motivasi guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar belum optimal. 11. Oleh karena itu. Komunikasi personal belum terjalin dengan baik. 12. maka dapat diidentifikasi masalahmasalah sebagai berikut : 1. 4. 10.

kepuasan kerja. Bagaimana gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kinerja guru di SMP diantaranya kompetensi. Tingkat kepuasan kerja guru masih rendah. 3. motivasi dan disiplin kerja. Dalam tesis ini penulis hanya membatasi masalah pada skup kecil yaitu mengenai kinerja guru yang ada di SMP tepatnya di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. budaya kerja. maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : 1. disiplin dan motivasi kerja. 2. Bagaimana gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.4 Rumusan Masalah Berdasarkan pembatasan masalah di atas. Permasalahan-permasalahan perlu mendapat tanggapan dan solusi. kepemimpinan. kompensasi. . 15. Sarana prasarana yang tersedia di sekolah belum dimanfaatkan secara maksimal. Namun dalam penelitian ini penulis membatasi masalah kinerja guru SMP yang dipengaruhi oleh kepemimpinan.13 14. Salah satunya adalah masalah manajemen sumber daya manusia. Bagaimana gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 1. lingkungan kerja.3 Pembatasan Masalah Berbagai permasalahan yang dihadapi dalam dunia pendidikan sangatlah kompleks.

14

4. Bagaimana gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Barat. 5. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

1.5 Maksud dan Tujuan Penelitian Penelitian ini bermaksud untuk mengumpulkan data, mengolah dan menginterpretasikan untuk dijadikan sebagai karya tulis berupa tesis, sebagai syarat memperoleh gelar Megister Manajemen (MM) di STIE Pasundan Bandung. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk : 1. Mengetahui gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 2. Mengetahui gambaran motivasi kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 3. Mengetahui gambaran disiplin kerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. Mengetahui gambaran kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

15

5. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 6. Mengetahui berapa besar pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 7. Mengetahui berapa besar pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 8. Mengetahui berapa besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. di SMP

1.6 Kegunaan Penelitian Peneliti berharap hasil penelitian ini berguna baik secara teoritis maupun praktis. a. Kegunaan Teoritis Penelitian ini diharapkan dapat menyumbangkan

pengembangan keilmuan untuk peneliti selanjutnya, terutama yang berhubungan dengan peningkatan kinerja guru di sekolah.

b. Kegunaan Praktis Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai informasi bagi para guru, praktisi pendidikan, dan pengambil kebijakan khususnya kebijakan yang berkenaan dengan upaya meningkatkan kinerja guru di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

16

BAB II TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESIS PENELITIAN

2.1 Tinjauan Pustaka 2.1.1 Tinjauan Umum tentang Sumber Daya Manusia Manajemen merupakan proses untuk mencapai tujuan organisasi. Manajemen bisa sebagai suatu kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis juga sebagai suatu kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan. Sadili Samsudin dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia (2006 : 18) mengutip pendapat G.R. Terry dalam Principless of Manajemen memberikan pengertian sebagai berikut : “Management is a distict process consisting of planning, organizing, actuating, and controlling performed to determine and accomplish stated objectives by the use of human being and other resources” “Manajemen adalah suatu proses yang khas, yang terdiri dari tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber daya lainnya”. Menurut Mary Parker Follet dalam bukunya menyatakan bahwa manajemen adalah seni mencapai sesuatu melalui orang lain (manajement is the art of getting things done thourh the other) Dari definisi manajemen di atas maka dapat diketahui bahwa ada dua istilah yang diberikan para ahli mengenai istilah manajemen yaitu sebagai seni yang merupakan kreativitas pribadi yang disertai suatu keterampilan dan ada pula yang memberikan definisi manajemen sebagai suatu ilmu yang merupakan kumpulan pengetahuan yang logis dan sistematis. Maka suatu organisasi untuk mencapai tujuannya tidak akan

4. Dengan manajemen maka pemanfaatan sumber . Pengarahan (Leading) adalah membuat bagaimana orang-orang tersebut bekerja untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. 3. Adapun fungsi manajemen diantaranya : 1. Manajemen menginginkan tujuan organisasi tercapai dengan efisien dan efektif. tugas.17 terlepas dari aktivitas manajemen. pengorganisasian. Perencanaan (Planning) adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan memilih cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. maupun kepegawaian. keuangan. 2. Manajemen sumber daya manusia (MSDM) merupakan salah satu bidang dari manajemen umum yang meliputi segi-segi : perencanaan. Pengendalian (Controlling) bertujuan untuk melihat apakah organisasi berjalan sesuai rencana. Karena sumber daya manusia mempunyai peranan penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Proses ini terdapat dalam fungsi/bidang produksi. Pengorganisasian (Organizing dan Staffing) adalah kegiatan mengkoordinir sumber daya. dan otoritas diantara anggota organisasi agar tujuan organisasi dapat dicapai dengan efisien dan efektif. maka pengalaman dan hasil penelitian bidang SDM dikumpulkan secara sistematis selanjutnya disebut dengan manajemen sumber daya manusia. pemasaran. pelaksanaan dan pengendalian. Menurut (2008:1) istilah manajemen mempunyai arti Veithzal Rivai kumpulan sebagai pengetahuan tentang bagaimana seharusnya memanage (mengelola) sumber daya manusia.

melatih. Seperti sumber daya lainnya. Pengelolaan sumber daya manusia inilah yang disebut dengan manajemen sumber daya manusia. diberikan pengalaman dan diberikan motivasi untuk berkembang maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Pada masa kini persoalan manajemen tidak hanya terdapat pada bahan mentah atau bahan baku akan tetapi juga menyangkut prilaku karyawan atau sumber daya manusia. Sedarmayanti (2007 : 13) mengatakan bahwa: “Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kebijakan dan praktik menentukan aspek manusia atau sumber daya manusia dalam posisi manajemen. Dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Sumber daya manusia yang belum mempunyai keahlian dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan apabila dilatih. permasalahan yang dihadapi oleh manajemen semakin kompleks seiring dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini. Menjadi tugas utama manajemen sumber daya manusia yaitu . termasuk merekrut. memberi penghargaan dan penilaian”. sumber daya manusia merupakan masukan (input) yang diolah oleh perusahaan dan menghasilkan keluaran (output). Sumber daya manusia merupakan asset bagi perusahaan yang apabila dimanage akan menghasilkan output kinerja bagi perusahaan yang tentunya akan menguntungkan bagi perusahaan.18 daya yang ada dapat lebih optimal guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. menyaring. Dengan kata lain manajemen sumber daya manusia adalah mengembangkan pegawai dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran individu maupun organisasi.

Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait (pemilik. lembaga atau wakil pemerintah. Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja tinggi yang meliputi prosedur perekrutan dan seleksi yang teliti. pengembangan manajemen serta aktifitas pelatihan yang terkait “kebutuhan bisnis”. Menciptakan iklim. 5. 6. dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi seperti yang diperlukan. Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi. 3. Mengembangkan iklim lingkungan dimana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang. Secara khusus Sedarmayanti (2007 : 13) mengungkapkan bahwa manajemen sumber daya manusia bertujuan untuk : 1. 7.19 mengelola pegawai se-efisien dan se-efektif mungkin agar diperoleh pegawai yang produktif dan dapat memberikan keuntungan yang maksimal bagi perusahaan. sistem kompensasi dan insentif yang tergantung pada kinerja. dimana hubungan yang produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dengan karyawan. 4. kemampuan dan kecakapan mereka. . Mengembangkan praktek manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa karyawan adalah pihakterkait dalam organisasi Yang bernilai membantu dan membentuk pengembangan iklim kerjasama dan kepercayaan bersama. Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap. 2.

sosial. seperti yang terjadi dalam konteks organisasi meliputi : perencanaan sumber daya manusia. Mengelola karyawan yang beragam. kompensasi dan tunjangan kesehatan. keselamatan dan keamanan. Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola karyawan yang didasarkan transportasi. pemasok dan masyarakat luas). Memastikan bahwa kesamaan tersedia untuk semua. 11.20 manajemen. memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan. hubungan karyawan dan buruh. 12. gaya kerja dan aspirasi. pelanggan. keadilan dan diantaranya : hukum. 8. budaya dan teknologi. Memastikan bahwa orang dinilai atau dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan mereka capai. 10. ekonomi. karyawan. . Hal ini dikarenakan lingkungan eksternal seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari organisasi itu sendiri.politik. Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental karyawan. 9. Untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut di atas manajemen sumber daya manusia harus malaksanakan beberapa kelompok aktivitas yang semuanya saling berhubungan dan terkait. Namun di era globalisasi dimana teknologi membuat dunia seolah tanpa batas maka lingkungan eksternal menjadi bagian penting yang harus menjadi pertimbangan bagi semua pimpinan dalam melaksanakan aktivitas sumber daya manusia pada perhatian untuk karyawan.

Robbins dalam buku Manajement. Tetapi seorang pemimpin belum tentu harus menyandang jabatan manajer. Sedangkan menurut AlanTucker dalam Syafarudin (2002 : 49) mengemukakan bahwa : “kepemimpinan sebagai kemampuan mempengaruhi atau mendorong seseorang atau sekelompok orang agar bekerja secara sukarela untuk mencapai tujuan tertentu atau sasaran dalam situasi tertentu”. asalkan dia mampu mempengaruhi perilaku orang lain untuk mencapai tujuan tertentu.21 2. Menurut Andrew J. Dubrin dalam Buku The Complete Ideal‟s Guides to Leadership 2nd Edition yang dialih bahasa oleh Tri Wibowo BS . padahal dua hal tersebut memiliki perbedaan yang cukup berarti. Dalam buku kepemimpinan karangan Miftah Toha (2006 : 5) mengartikan bahwa : “Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi orang-orang supaya diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi.2 Kepemimpinan Konsep tentang kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak bisa terlepas dari konsep kepemimpinan secara umum. Hal ini memberikan suatu perspektif bahwa seorang manajer dapat berperilaku sebagai seorang pemimpin. Konsep kepemimpinan secara umum sering dipersamakan dengan manajemen.” Pengertian di atas didukung oleh pendapat Stephen P. Seven edition yang dialih bahasa oleh T. Hermaya (2005 : 128) memberikan arti kepemimpinan sebagai berikut : “Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi kelompok menuju tercapainya sasaran”.1.

Seorang pemimpin merupakan orang yang memberikan inspirasi. Hermaya (2005 : 129) menyatakan bahwa : “Teori prilaku adalah teori-teori kepemimpinan yang mengenali perilaku yang membedakan pemimpin yang efektif dari yang tidak efektif”. 2. Kepemimpinan sebenarnya dapat berlangsung dimana saja. tetapi juga mempunyai implikasi nyata yang cukup berbeda dari pendekatan ciri. membujuk. karena kepemimpinan merupakan proses mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu dalam rangka mencapai maksud tertentu. mempengaruhi dan memotivasi orang lain. Seven Edition yang dialih bahasa oleh T. Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan rasa percaya diri dan dukungan diantara bawahan agar tujuan organisasional tercapai. Kepemimpinan adalah tindakan yang menyebabkan orang lain bertindak atau merespon dan menimbulkan perubahan positif. . Kepemimpinan adalah cara mempengaruhi orang dengan petunjuk atau perintah 3. Menurut Stephen P Robbins dalam buku Management. 5. 4. Untuk membedakan pemimpin dari non-pemimpin dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan teori perilaku. Kepemimpinan adalah kekuatan dinamis penting yang memotivasi dan mengkoordinasikan organisasi dalam rangka mencapai tujuan. Berikut ini adalah beberapa definisinya : 1. Berdasarkan definisi kepemimpinan yang berbeda terkandung kesamaan arti yang bersifat umum. Kepemimpinan adalah upaya mempengaruhi banyak orang melalui komunikasi untuk mencapai tujuan. Teori perilaku ini tidak hanya memberikan jawaban yang lebih pasti tentang sifat kepemimpinan.22 (2006 : 4) arti kepemimpinan yang sesungguhnya dapat dijelaskan dengan banyak cara.

5. 2. 3. Kehendak untuk memimpin. Pemimpin mempunyai kehendak yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Kejujuran dan integritas. 3. Menurut Thoha dalam buku Kepemimpinan dalam Manajemen (2006 : 31) terdapat beberapa teori kepemimpinan diantaranya : 1. Pemimpin membangun hubungan saling mempercayai antara mereka sendiri dan pengikutnya dengan menjadi jujur dan tidak menipu. Pemimpin haruslah cukup cerdas untuk mengumpulkan. Pemimpin menunjukkan tingkat usaha yang tinggi. harus terdapat suatu pertukaran yang positif diantara pemimpin dan pengikut-pengikutnya. Pemimpin yang efektif mempunyai tingkat pengetahuan yang tinggi tentang perusahaan. motivasi diri dan dorongan berprestasi. 4. Teori Situasional Teori ini mengemukakan bahwa kepemimpinan dipengaruhi situasisituasi yang ada di sekitarnya. Kepercayaan diri. Teori Sifat (Trait Theory) Ada empat sifat yang berpengaruh terhadap keberhasilan kepemimpinan. Pengetahuan yang terkait dengan pekerjaan. menganalisis dan menafsirkan banyak informasi. sikapsikap hubungan kemanusiaan. Teori Kelompok Teori ini beranggapan bahwa kelompok bisa mencapai tujuantujuannya. industry dan hal-hal teknis.23 Selanjutnya Stephen P Robbins dalam buku yang sama mengemukakan bahwa terdapat enam ciri yang berkaitan dengan kepemimpinan yaitu : 1. Para pengikut melihat pemimpinnya tidak ragu akan dirinya. Dorongan. dan membuat keputusan yang tepat. Kecerdasan. 2. 6. yaitu : kecerdasan. kedewasaan dan kekuasaan hubungan sosial. dan mereka perlu mampu untuk menciptakan visi. . memecahkan masalah.

Gaya Demokratis : Pemimpin yang cenderung melibatkan karyawan dalam mengambil keputusan. . Penjelasan teori kepemimpinan ini melahirkan suatu tinjauan bahwa untuk memimpin seseorang harus memiliki gaya kepemimpinan. mendiktekan metode kerja. dan membatasi partisipasi karyawan. 5. wewenang. Mereka beranggapan bahwa perilaku pemimpin akan bisa menjadi faktor motivasi terhadap bawahan. Teori Social Learning Merupakan suatu teori yang dapat memberikan suatu model yang menjamin kelangsungan. membuat keputusan unilateral. mendelegasikan yang banyak mempengaruhi perilaku keberhasilan seorang dalam mempengaruhi pengikut-pengikutnya. mendorong partisipasi dalam memutuskan metode dan sasaran kerja dan menggunakan umpan balik sebagai peluang untuk melatih karyawan. Teori Jalan Kecil – Tujuan Teori ini menggunakan kerangka teori motivasi.24 4. Pada Periode Pertama Gaya Otokratis : Pemimpin yang cenderung memusatkan wewenang. Menurut Robbins dalam buku Management Seven Edition yang dialih bahasa oleh T Hermaya (2005 : 130) ada beberapa gaya atau Style kepemimpinan pemimpin diantaranya : 1. interaksi timbale balik antara pemimpin lingkungan dan perilakunya sendiri. jika perilaku itu dapat memuaskan.

Empat Sistem Manajemen dari Likert Dimana pemimpin dapat berhasil jika bergaya participative management. Berdasarkan beberapa pembahasan tentang teori kepemimpinan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mau bekerja sama agar mau melakukan tindakan dan perbuatan dalam mencapai tujuan bersama. yaitu jika berorientasi pada bawahan dan mendasarkan pada komunikasi. Pendapat para Ahli Gaya Kepemimpinan Kontinum Terdapat dua bidang pengaruh yang eksterm antara pengaruh pemimpin dan kebebasan bawahan. . 2. Tiga Dimensi dari Reddin Merupakan gaya penyempurnaan dari manajerial grid dengan menambahkan efektivitas dalam modelnya.25 - Gaya Laissez-Faire : Pemimpin yang umumnya memberikan kelompok kebebasan penuh untuk membuat keputusan dan menyelesaikan pekerjaan dengan cara apa saja yang dianggap sesuai. Gaya Managerial Grid Dimana manajer berhubungan dengan dua hal yaitu produksi dan orang-orang.

26 2.” Sementara Rahman dkk (2006 : 106) mengungkapkan bahwa “Kepala sekolah adalah seorang guru (Jabatan fungsional) yang diangkat untuk menduduki jabatan structural (kepala sekolah) di sekolah.3. Kepemimpinan Kepala Sekolah Sejalan dengan uraian kepemimpinan di atas kepemimpinan dalam organisasi sekolah secara umum sama. Tabrani Rusyan (2000) menyatakan bahwa : Kepemimpinan kepala sekolah memberikan motivasi kerja bagi peningkatan produktivitas kerja guru dan hasil belajar siswa. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala . memberi perintah sekaligus mengayomi bawahannya yaitu para guru dan menyelesaikan masalahmasalah yang timbul. Kepemimpinan kepala sekolah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah seorang guru yang mempunyai kemampuan untuk memimpin dan memanaj segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama. Wahjosumidjo (2002 : 83) mengartikan bahwa : “Kepala sekolah adalah seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar atau tempat dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran. Kepala Sekolah adalah pemimpin sekaligus manajer yang harus mengatur.1. Berkaitan dengan kepemimpinan kepala sekolah A.

Kepala Sekolah sebagai Administrator 7. Ada tujuh indikator keberhasilan seorang kepala sekolah.” Sebenarnya dalam mencapai tujuan bersama. Kepala Sekolah sebagai Manajer. pengambilan keputusan. Sedangkan menurut Mulyasa (2009 : 90) : “Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi. Hal tersebut di atas meliputi kepribadian. Kepala Sekolah sebagai Pemimpin 3. Rasa kebersamaan dan rasa memiliki pada diri setiap anggota mampu menimbulkan suasana organisasi yang baik. yaitu : 1. Oleh sebab itu. kemampuan memotivasi. Menurut Supriadi dalam bukunya (editor) Sejarah Pendidikan Teknik dan Kejuruan di Indonesia (2002 : 268). Kepala Sekolah sebagai Pendidik 6. Kepala Sekolah sebagai Wirausaha 4. untuk mencapai tujuan sesuai dengan sasaran. Kepala Sekolah sebagai Penyelia Supriadi juga mengatakan bahwa kepemimpinan adalah kepribadian dan integritas serta kemampuan untuk meyakinkan dan mengarahkan orang lain. 2. tujuan dan . pemimpin dan anggotanya mempunyai ketergantungan satu dengan yang lainnya. komunikasi dan pendelegasian wewenang. Kepala Sekolah sebagai Pencipta Iklim Kerja 5.27 sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat. perlu adanya kebersamaan. Setiap anggota organisasi mempunyai hak untuk memberikan sumbangan demi tercapainya tujuan organisasi. misi.

28 sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Kepala sekolah sebagai educator (pendidik) b. dengan demikian jelas bahwa kepala sekolah sebagai pemimpin agar berhasil harus menjalankan sekurang-kurangya tujuh fungsi di atas selain juga memiliki kriteria lain seperti latar belakang pendidikan dan pengalamannya. Kepala sekolah sebagai motivator Kepala sekolah yang mampu menjalankan fungsi-fungsi di atas dengan baik dapat dikatakan kepala sekolah memiliki kemampuan memimpin yang baik. Kepala sekolah sebagai manajer c.” Pendapat tersebut di atas mengandung arti bahwa kepala sekolah dituntut untuk mempunyai kemampuan manajemen dan kepemimpinan yang memadai agar mampu mengambil inisiatif untuk meningkatkan mutu sekolah. Jadi. Kepala sekolah sebagai leader (pemimpin) f. Kepala sekolah sebagai supervisor e. Kepala sekolah sebagai inovator g. Menurut Mulyasa (2009 : 98) disampaikan bahwa seorang kepala sekolah harus melakukan perannya sebagai pimpinan dengan menjalankan fungsi : a. Kepala sekolah selain mampu untuk memimpin. Kepemimpinan khususnya di lembaga pendidikan memiliki ukuran atau standar pekerjaan yang harus dilakukan oleh kepala sekolah selaku pimpinan tertinggi. Kepala sekolah sebagai administrator d. mengelola sekolah juga dituntut mampu menciptakan suasana .

Beberapa ahli mengemukakan teori motivasi diantaranya : a. Sikap dan nilai tersebut merupakan suatu yang invisible yang memberikan kekuatan untuk mendorong individu bertingkah laku dalam mencapai tujuan. Teori Kebutuhan dari Maslow (Hierarchy of Need Theory) Kebutuhan dapat didefinisikan sebagai suatu kesenjangan atau pertentangan yang dialami antara kenyataan dengan dorongan yang ada dalam diri. Apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan menunjukkan perilaku kecewa. Veithzal (2005 : 455 ).4 Motivasi Kerja Motivasi adalah serangkaian sikap dan nilai yang mempengaruhi individu untuk mencapai hal yang spesifik sesuai dengan tujuan individu. 2. Menurut Abraham Maslow mengemukakan bahwa hirarki kebutuhan manusia adalah : . Sebaliknya jika kebutuhannya terpenuhi maka pegawai akan memperlihatkan perilaku yang gembira sebagai manifestasi dari rasa puas. Beliau juga mengemukakan : “Dua hal yang dianggap sebagai dorongan individu yaitu arah prilaku (kerja untuk mencapai tujuan) dan kekuatan prilaku (seberapa kuat usaha individu dalam bekerja)”.29 yang kondusif di lingkungan kerja sehingga dapat memotivasi guru dalam bekerja dan dapat mencegah timbulnya disintegrasi atau perpecahan dalam organisasi.1.

Kebutuhan rasa memiliki (social need) yaitu kebutuhan akan teman. seperti makan. keterampilan dan potensi optimal untuk mencapai prestasi kerja yang sangat memuaskan atau luar biasa yang sulit dicapai orang lain. 4. Sosial need di dalam organisasi dapat berupa keompok kerja (team work) baik secara formal maupun informal. Kebutuhan keselamatan dan keamanan (safety and security need) yaitu kebutuhan keamanan dari ancaman yakni merasa aman dari ancaman kecelakaan dalam melakukan pekerjaan. program pemberhentian kerja. perumahan dan lainnya. Kebutuhan akan perwujudan diri (self actualization) adalah kebutuhan akan aktualisasi diri dengan menggunaka kecakapan. cinta dan memiliki.30 1. Kebutuhan akan harga diri (esteem need or status needs) yaitu kebutuhan akan penghargaan diri. lingkungan kerja yang nyaman. Abraham Maslow berpendapat bahwa orang dewasa (pegawa bawahan) secara normal harus terpenuhi minimal . pengakuan serta penghargaan prestise dari karyawan dan masyarakat lingkungan. senioritas. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa keamanan kerja. udara. gelar dsb. 3. kemampuan. Selanjutnya. 5. Kebutuhan fisiologis (physiological needs) yaitu kebutuhan yang diperlukan untuk mempertahankan kelangsungan hidup seseorang. uang pesangon. 2. hiburan. Dalam organisasi kebutuhan ini dapat berupa reputasi diri. program pension. Dalam organisasi kebutuhan-kebutuhan ini dapat berupa uang. minum.

Dengan demikian. pemimpin akan mengalami kesulitan dalam memotivasi pegawai. dan 15% kebutuhan aktualisasi diri. Teknik pengumpulan data adalah wawancara dan interviu. Teori Motivasi Dua Faktor dari Herzberg (the two Factors Theory) Frederick Herzberg. Berdasarkan studi tersebut. 2. 50% kebutuhan sosial. 40% kebutuhan penghargaan. yaitu : 1. Bernard Mausner dan Barbara Snyderman mengadakan studi tentang motivasi kerja karyawan industri. dan bisa menjadi penyebab terjadinya konflik kerja. b. Atas dasar hasil penelitiannya. Faktor “Motivasional” Menurut teori ini yang dimaksud faktor motivasional adalah hal-hal yang mendorong berprestasi yang sifatnya instrinsik yang berarti bersumber dalam diri seseorang. 70% kebutuhan rasa aman.31 85% kebutuhan fisiologi. Faktor “Hygiene” Yang dimaksud dengan faktor hygiene atau pemeliharaan adalah faktor-faktor yang sifatnya ekstrinsik yang berarti bersumber dari luar diri yang turut menentukan prilaku seseorang dalam kehidupannya. Teori ini dikenal juga dengan teori Motivator – Hygienes. Herzberg memisahkan dua kategori pekerjaan. Herzberg dan kawan-kawan merumuskan teori motivasi yang disebut dengan Teori Dua Faktor. . keluarga. jika kebutuhan pegawai tidak terpenuhi. Tim peneliti ini mengadakan penelitian terhadap 203 akuntan dan insinyur.

kebijakan administratif. Pada umumnya guru relatif jarang berinteraksi dengan supervisor atau pengawas. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. Postulat teori dua factor.32 Herzberg berpendapat bahwa baik faktor motivasional yang bersifat intrinsik maupun faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik dapat mempengaruhi seseorang dalam bekerja. Guru. tanggung jawab dan kemajuan. kondisi kerja. bahwa ada seperangkat factor (motivator) yang menghasilkan kepuasan. Kedua faktor tersebut berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. teknik supervisi. dunia kerja. dan ada . dan kehidupan pribadi. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. Pelaksanaan supervisi di sekolah pun berbeda dengan di perusahaan. Termasuk faktor motivasional yang bersifat intrinsik adalah prestasi yang dicapai. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. lebih-lebih guru borongan atau selfcontained classroom. pengakuan.

Kebanyakan karyawan menempatkan keamanan di atas factor lainnya yang berhubugan erat dengan pekerjaan dan akan menggambarkannya dengan sedikit ambisi. setelah melakukan penyelidikan tentang perjanjian seorang manajer dan karyawan. Semenjak karyawan tidak suka atau tidak menyukai pekerjaannya. melainkan merupakan dua dimensi yang berbeda di dalam organisasi. Mc Gregor merumuskan asumsi-asumsi dan perilaku manusia dalam organisasi sebagai berikut: Teori X (negatif) merumuskan asumsi sebagai berikut : Karyawan sebenarnya tidak suka bekerja dan jika ada kesempatan dia akan menghindari atau bermalas-malasan dalam bekerja. “Theory X and Theory Y” dari Douglas Mc Gregor Douglas Mc Gregor mengajukan dua pandangan yang berbeda tentang manusia. mereka harus diatur dan dikontrol bahkan mungkin ditakut-takuti untuk menerima sangsi hukum jika tidak bekerja dengan sungguh-sungguh. negatif dengan tanda label X dan positif dengan tanda label Y.33 seperangkat lain (hygienes) menghasilkan ketidakpuasan. Dua hal ini tidaklah berlawanan. Karyawan akan menghindari tanggung jawabnya dan mencari tujuan formal sebisa mungkin. c. Teori Y (positif) memiliki asumsi asumsi sebagai berikut : .

Jadi. ide-ide secara partisipasi dalam mengambil keputusan. Sebaliknya jika pimpinan percaya kesenangan akan menjadi dorongan bekerja. dalam artian berdiskusi atau sekedar teman bicara.34 Karyawan dapat memandang pekerjaan sebagai sesuatu yang lumrah dan alamiah baik tempat bermain atau beristirahat. Manusia akan melatih tujuan pribadi dan pengontrolan diri sendiri jika mereka melakukan komitmen yang sangat objektif. Masalah utama dari teori ini adalah proporsi penggunaannya. dan tanggung jawab atau grup relasi sebagaipendekatan untuk memotivasi karyawan dalam kepuasan kerjanya. Semua manajer haruslah menggunakan kedua jenis motivasi tersebut. sebab pada hakekatnya setiap individu adalah berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. dan juga kapan kita akan menggunakannya. dengan segala bentuknya haruslah mempertimbangkan situasi dan orangnya. mereka akan lebih banyak menggunakan motivasi teori X (negatif). teori Mc Gregor ini lebih memihak kepada asumsiasumsi Y yang positif dari perilaku sumber daya manusia dalam organisasi. Penggunaan masingmasing jenis motivasi ini. . Boleh jadi. Kemampuan untuk melakukan keputusan yang cerdas dan inovatif adalah tersebar secara meluas di berbagai kalangan tidak hanya melulu dari kalangan top manajement atau dewan direksi. Para pimpinan yang lebih percaya bahwa ketakutan akan mengakibatkan seseorang segera bertindak. Walaupun demikian tidak ada seorang pimpinan pun yang sama sekali tidak pernah menggunakan motivasi negatif. ia akan banyak menggunakan motivasi yang positif.

Growth needs. Existence needs. gaji. Teory ERG (Existence. Relatedness. Hal ini berhubugan dengan kemampuan dan kecakapan pegawai. mungkin tidak efektif bagi orang lain. pakaian. keamanan kondisi kerja. kebutuhan interpersonal. tetapi bagi orang lain mungkin perlu ditegur secara langsung sehingga baru tahu apa yang dimaksudkan oleh rekan kerjanya. fringe benefits. Oleh karena itu. bernafas. yaitu: 1. f. Teori Drive . Beliau berpendapat bahwa tindakan yang intelligent merupakan refleksi dari instingtif yang diwariskan. Teori Insting Teori motviasi insting timbulnya berdasarkan teori evaluasi Charles Darwin. kebutuhan ini berhubungan dengan fisik dari eksistensi pegawai. atau pimpinannya. minum. yaitu kepuasan dalam berinteraksi dalam lingkungan kerja. Relatedness needs. Seseorang dengan disindir saja mungkin sudah tahu apa yang dimaksudkan. kebutuhan untuk mengembangkan dan meningkatkan pribadi. e.35 Suatu dorongan yang mungkin efektif bagi seseorang. d. 2. Growth) dari Aldefer Teori ERG merupakan refleksi dai tiga dasar kebutuhan. seperti makan. tidak semua tingkah laku dapat direncanakan sebelumnya dan dikontrol oleh pikiran. 3.

Beliau berasumsi bahwa semua hadiah (reward) pada akhirnya didasarkan atas reduksi dan drive keseimbangan (home static drive). Motivasi didefinisikan sebagai suatu dorongan yang membangkitkan untuk keluar dari ketidakseimbagan atau tekanan. Kata Drive dijelaskan sebagai aspek motivasi dari tubuh yang tidak seimbang misalnya. Drive adalah jumlah keseluruhan ketidakseimbangan fisiologi atau (physiological imbalance) uang disebabkan oleh kehilangan atau kekurangan kebutuhan komoditas untuk kelangsungan hidup. Berdasarkan perumusan teori Hull tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi seorang pegawai sangat ditentukan oleh kebutuhan dalam dirinya (drive) dan faktor kebiasaan (habit) pengalaman kerja sebelumnya. Clark L.36 Konsep Drive menjadi konsep yang tersohor dalam bidang motivasi sampai tahun1918. kekurangan makanan mengakibatkan berjuang untuk memuaskan kebutuhannya agar kembali menjadi seimbang. . Woodworth menggunakan konsep tersebut sebagai energy yang mendorong organisasi untuk melakukan suatu tindakan. Teori Hull dirumuskan secara sistematik yang merupakan hubungan antara drive dan habit strength. Kekuatan motivasi = Fungsi (drive x habit) Habit strenght adalah hasil factor-faktor reinforcement sebelumnya. Hull berpendapat bahwa belajar terjadi sebagai akibat dari reinforcement.

Kurt Lewin berpendapat bahwa perilaku merupakan suatu fungsi dari lapangan pada momen waktu. 2. Disiplin merupakan bentuk pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur dan menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi”. Sementara Sinungan (2003 . Menurut Alma (2003 : 186) mengatakan bahwa : “Disiplin dapat diartikan sebagai suatu sikap patuh. Singodimejo dalam Sutrisno (2009 : 85) mengatakan bahwa disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. tingkah laku. Teori ini merupakan pendekatan kognitif untuk mempelajari perilaku dan motivasi. 135) mendefinisikan disiplin sebagai : “Sikap kejiwaan dari seseorang atau sekelompok orang yang senantiasa berkehendak untuk mengikuti/mematuhi segala aturan/keputusan yang telah ditetapkan”. Kurt Lewin juga percaya pada pendapat ahli psikologi Gestalt yang mengemukakan bahwa perilaku ini merupakan fungsi dari seorang pegawai dengan lingkungannya. dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan perusahaan baik lisan maupun tertulis”.5 Disiplin Kerja Simamora dalam buku Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi III (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Teori lapangan lebih memfokuskan pada insting dan habit. .1. Teori Lapangan Teori lapangan merupakan konsep dari Kurt Lewin.37 g.

bentuk disiplin yang baik akan tercermin pada suasana di lingkungan organisasi sekolah. Tingginya semangat. Tingginya rasa kepedulian guru terhadap pencapaian visi dan misi sekolah. Meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja. Besarnya rasa tanggung jawab guru untuk melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mengerjakan semua pekerjaannya dengan baik. 4.38 Senada dengan pendapat di atas. mematuhi semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. Selanjutnya Fathoni menjelaskan bahwa : “Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat pada waktunya. 3. .” Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. Fathoni (2006 : 172) mengartikan disiplin sebagai : “Kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang berlaku”. Berkembangnya rasa memiliki dan rasa solideritas yang tinggi di kalangan guru. yaitu: 1. 5. 2. Menurut Siagian dalam Sutrisno (2009 : 86). gairah kerja dan inisiatif para guru dalam mengajar.

Dengan disiplin kerja yang baik diharapkan akan terwujud kebiasaan-kebiasaan yang mendukung tegaknya . Kebiasaan itu dampak dari keteladanan yang dicontohkan oleh pimpinan. karena semakin baik disiplin karyawan semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya. 2. padahal hukuman hanya sebagian dari seluruh persoalan disiplin. Tanpa disiplin yang baik. 4. Adanya suatu program yang lengkap atau baik untuk memelihara semangat dan disiplin guru. 7. 9. Ada tidaknya perhatian kepada para karyawan. jika mengharapkan karyawan memiliki tingkat disiplin yang baik. Oleh karena itu. Menurut Singodimedjo dalam Sutrisno (2009 : 89). Ada tidaknya keteladanan kepala sekolah.39 Suatu asumsi bahwa pemimpin mempunyai pengaruh langsung pada sikap kebiasaan yang dilakukan karyawan. Pada umumnya apabila orang memikirkan tentang disiplin. Disiplin merupakan fungsi operatif dari Manajemen Sumber Daya Manusia yang terpenting. yang terbayang adalah berupa hukuman berat. 5. Besar kecilnya pemberian kompensasi. 6. sulit bagi organisasi mencapai hasil yang optimal. Ada tidaknya pengawasan pimpinan. 3. Diciptakan disiplin. maka pemimpin harus memberikan kepemimpinan yang baik pula. Ada tidaknya aturan pasti yang dapat dijadikan pegangan. Keberanian pimpinan dalam mengambil tindakan. 8. Pengembangan struktur organisasi yang sehat. faktor yang mempengaruhi disiplin guru adalah : 1.

Kebiasaankebiasaan di atas akan terwujud kalau para pegawainya mempunyai disiplin yang baik. tetapi perlu adanya pembinaan-pembinaan dalam menegakkan disiplin kerja ini. memang awalnya akan dirasakan berat oleh para pegawai. . mereka bekerja penuh semangat dan bekerja sesuai dengan aturan yang ditetapkan lembaga. tetapi apabila terus menerus diberlakukan akan menjadi kebiasaan. sopan. berdaya guna dan berhasil guna melalui seperangkat peraturan yang jelas dan tepat. Penerapan disiplin kerja di lingkungan kerja. memperhatikan etika cara berpakaian sebagaimana mestinya seorang pegawai. berpakaian rapih. Penanaman disiplin ini tentunya perlu diterapkan oleh seorang pemimpin terhadap bawahannya untuk menciptakan kualitas kerja yang baik. karena seperti telah disinggung di atas bahwa disiplin tidak lahir begitu saja. dan disiplin tidak akan menjadi beban berat bagi para pegawai. bahwa kondisi disiplin kerja pegawai tidak langsung tercipta begitu saja. Umumnya disiplin ini dapat dilihat dari indikator seperti : guru datang ke tempat kerja tepat waktu . Sehubungan dengan itu.40 lingkungan yang tertib. Hal di atas sejalan dengan pendapat Moenir yang dikutif Dahyana (2001 : 11). guru mempergunakan alat-alat dan perlengkapan sesuai ketentuan. melainkan harus ada kemauan dan usaha semua pihak terutama pihak pimpinan untuk menumbuhkan disiplin kerja. Disiplin ini perlu diterapkan di lingkungan kerja. bagaimana mewujudkan disiplin kerja yang baik dalam organisasi.

membuat kegiatan yang dapat menyibukkan anak buah”. dan Hukuman disiplin berat.41 Dalam memberikan kedisiplinan kepada bawahan seorang pemimpin mempunyai gaya yang berbeda-beda tergantung kepada kemampuan dan keilmuan yang dimiliki oleh pimpinan. Disamping itu untuk membina selanjutnya telah ditetapkan Peraturan Pemerintah No 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Armstrong dan Baron dalam Wibowo (2007 : 2) menyampaikan bahwa : “Kinerja (performance) adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Hukuman disiplin terdiri dari : (1) (2) (3) Hukuman disiplin ringan Hukuman disiplin sedang. mengetahui organisasi yang dipimpinnya. Selanjutnya Maryoto (2001: 98) mengatakan bahwa : “Pimpinan dalam pembinaan disiplin terhadap bawahan harus memperhatikan : pengawasan yang berkelanjutan. instruksi harus jelas dan tegas tidak membingungkan bawahan. 2. Menurut prosedur kerja yang sederhana dan mudah dipahami. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi.1.6 Kinerja Pengertian kinerja atau prestasi kerja pegawai menurut beberapa ahli memiliki pengertian yang sama namun para ahli lain mengatakan berbeda. . kepuasan konsumen dan memberikan kontribusi ekonomi”. disebutkan ada tiga tingkatan dan jenis hukuman disiplin pada pegawai negeri sipil. Menurut Siswanto Bejo (2005 : 195) prestasi kerja adalah : Hasil kerja yang dicapai oleh seorang tenaga kerja dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang dibebankan kepadanya.

Quantity of work. 7. Dependability. 6. Quality of work. yakni kemampuan melahirkan ide-ide dalam pekerjaan. Cooperation. 5. 2. yakni pemahaman pegawai pada prosedur kerjadan informasi teknis tentang pekerjaan. Sementara Gomez (2001 : 142) mengemukakan unsur yang berkaitan dengan kinerja terdiri dari : 1. Sedangkan menurut Mangkunegara (2002 : 67). yaitu kemampuan dalam berbagai bidang pekerjaan. . kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. yaitu kualitas pekerjaan yang dicapai berdasarkan syarat yang ditentukan. Personal qualities. Job knowledge. yakni jumlah pekerjaan yang dapat diselesaikan pada periode tertentu. 8. pengalaman. yaitu kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi dan dapat diandalkan dalam pekerjaan. dan sikap kooperatif. jangka waktu output. Mathis dan Jackson (2002 : 78) menyatakan bahwa unsur yang membentuk kinerja pegawai antara lain : kuantitas output. yaitu kerjasama dengan rekan kerja dan atasan.42 Pada umumnya prestasi kerja seorang tenaga kerja antara lain dipengaruhi oleh kecakapan. kualitas output. Inisiative. keterampilan. Creativeness. 4. kehadiran di tempat kerja. yakni kemampuan menyelesaikan pekerjaan tanpa tergantung kepada orang lain. 3. kesanggupan tenaga kerja yang bersangkutan.

2. dan pendidikan menengah. pengalaman dan kesungguhan serta tepat waktu. melakukan evaluasi. Menurut Undang. membimbing.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. mengarahkan. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. memilih metode dan media yang sesuai untuk penyampaian. Kinerja guru bila mengacu pada pengertian Mangkunegara bahwa tugas yang dihadapi oleh seorang guru meliputi : membuat program pengajaran. melatih. Wujud kinerja dapat dilihat dari tingkat prestasi kerja yang berupa hasil kerja. .43 Dari berbagai pengertian kinerja di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja/ prestasi kerja merupakan hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan. pendidikan dasar. kemampuan dan penerimaan atas kejelasan delegasi tugas serta minat seorang pekerja. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. dan melakukan tindak lanjut dengan pengayaan dan remedial.7 Kinerja Guru Rachman Natawijaya (2006 : 22) secara khusus mendefinisikan kinerja guru sebagai seperangkat perilaku nyata yang ditunjukkan guru pada waktu dia memberikan pembelajaran kepada siswa. mengajar. ” Selanjutnya pada Undang-Undang tersebut dijelaskan bahwa : Professional adalah pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi.1.

c) Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan hukum dan kode etik guru serta nilai-nilai agama dan etika dan dapat memelihara. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugasnya merupakan cerminan dari kinerja guru. Tugas profesional guru menurut pasal 2 Undang-Undang No. Guru yang memiliki kinerja yang baik disebut guru yang profesional (Supriadi.44 Guru merupakan ujung tombak pelaksana pendidikan. dan motivasi (motivation) akan memberikan kontribusi positif terhadap kualitas kinerja personil apabila disertai dengan upaya (effort) yang dilakukan untuk mewujudkannya. 1998 : 98). Upaya yang dilakukan suatu organisasi akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas kinerja organisasi sehingga mendukung pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. dan hal tersebut terlihat dari aktualisasi kompetensi guru dalam merealisasikan tugas profesinya. 14 tahun 2005 meliputi : a) Melaksanakan pembelajaran yang bermutu serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.1.8 Pengukuran Kinerja Guru Kemampuan (ability). 2. memupuk persatuan dan kesatuan bangsa. b) Meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. . keterampilan (skill). Sehubungan dengan kinerjanya maka guru ada yang memiliki kinerja baik dan ada juga yang memiliki kinerja kurang baik.

Didalam pelaksanaannya kinerja guru atau tenaga kependidikan dapat diukur dengan menggunakan lima aspek yang dapat dijadikan dimensi pengukuran yag disampaikan oleh Mitchell dikutip Mulyasa (2009 . Semangat (antusiasme). Initiative (inisiatif) 4. Communication (komunikasi . praktis dan menganalisis sesuai dengan konsep serta kemampuan dan mengungkapkan dirinya secara jelas. merupakan keinginan intrinsik dan memiliki komitmen untuk mencapai suatu hasil dan menyelesaikan pekerjaannya. 2. 3. Promtness (ketepatan waktu) 3. meliputi: 1. 138) yaitu : 1. 4. Kemampuan intelektual berupa kualitas untuk berfikir logis. Berorientasi pada hasil. merupakan kemampuan dalam melakukan pengendalian emosi dan disiplin diri yang tinggi. berupa kapasitas untuk bekerja secara aktif dan takkenal lelah.45 Guna mencapai kinerja yang tinggi terdapat kriteria kinerja. Quality of Work (kualitas kerja) 2. 5. Kedewasaan sikap dan perilaku yang pantas. Ketegasan. merupakan kemampuan untuk menganalisa kemungkinan dan memiliki komitmen terhadap pilihan yang pasti secara tepat dan singkat. Capability (kemampuan) 5.

Motivasi Kerja dan Infrastruktur terhadap Kinerja Petugas Sistem Informasi Manajemen Puskesmas Hasil Penelitian Kepemimpinan.40 % Kepemimpinan kepala sekolah. Sutopo Slamet. Terdapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai memberikan kontribusi sebesar 45. Pasca Unsud (tesis 2008). dan kompetensi secara bersama mempunyai pengaruh secara positif dan signifikan terhadap kinerja guru sebesar 86.7 % Variabel Motivasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja SIM Pus. (Tesis. Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Pengaruh Faktor Kepuasan yang berupa Kompensasi dan Disiplin Kerja terhadap Peningkatan Kinerja Pegawai PT Telkom Kantor Cabang Telekomunikasi Dede Hasan Kurniadi. Pascasarjana STIE Pasundan Bandung (tesis.085 > 2. 2007). Kedisiplinan dan Kompetensi terhadap Kinerja Guru SMPN 8 Purworejo Rijanto. 2002). Hal ini dibuktikan bahwa nilai t hitung variabel tsb lebih besardari t tabel ( 4. Pasca Airlangga (tesis.4 %. Pengaruh Komitmen.46 2.70 % dan mendisiplinkan karyawan sebesar 37. Pasca Unsud. kompetensi dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja guru sebesar 79. 4.620) diantara variabel lainnya. kedisiplinan.03) maka Ho ditolak dan Ha diterima. 2010). Kecerdasan Emosi. 3.1.10 Hasil Penelitian Sebelumnya No Nama dan Judul Penelitian 1. 5. Fylan Ulga. Analisis Kepemimpinan. 2005). kecerdasan emosi. Kompetensi dan Motivasi terhadap Kinerja Guru SMPN 1 Margahayu Kabupaten Bandung Terdapat pengaruh kemampuan manajerial terhadap produktivitas kerja sebesar 22. Pasca UPI Bandung (tesis.3 % 2. Kemampuan Manajerial dalam Memotivasi dan Mendisiplinkan Karyawan Dikaitkan dengan Produktivitas Kerjanya di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat Romlah. Variabel yang paling dominan adalah motivasi dengan nilai β terbesar (β = 0. .

47

2.2

Kerangka Berfikir

2.2.1 Kinerja Guru Guru merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan proses belajar mengajar di sekolah. Dikatakan demikian karena guru merupakan individu yang berhadapan langsung dengan para siswanya. Tinggi rendahnya prestasi siswa berkaitan erat dengan kinerja guru yang sehari-hari mendampingi siswanya. Oleh karena itu guru yang memiliki kinerja yang baik merupakan guru yang diharapkan oleh lembaga maupun siswanya untuk terus melakukan tugasnya dengan baik. Menurut (Hickhmen : 1990) bahwa tinggi rendahnya kinerja pada dasarnya dapat diukur dengan menggunakan : 1. Kualitas 2. Kemampuan 3. Inisiatif 4. Komunikasi 5. Ketepatan waktu Menurut Undang- Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.” Keenam tugas utama guru tersebut di atas dapat dijadikan dimensi pengukuran kinerja guru professional.

48

Kinerja guru tidak dapat terwujud dengan sendirinya namun timbul diakibatkan oleh faktor-faktor yang mempengaruhinya. Diantara faktorfaktor tersebut adalah :

2.2.2 Kepemimpinan Kepala Sekolah Kepala sekolah merupakan orang yang memiliki kemampuan propesional yang bekerja berdasarkan pola kinerja propesional yang disepakati bersama untuk memberi kemudahan dan mendukung

keberhasilan pembelajaran. (Mulyasa, 2006 : 37) Keberhasilan pembelajaran berkaitan erat dengan kinerja guru yang menjalankan tugasnya. Untuk mewujudkan kinerja guru yang optimal diperlukan kepemimpinan kepala sekolah yang demokratis dan

propesional. Dengan demikian terlihat bahwa kepemimpinan kepala sekolah sangat berpengaruh terhadap kinerja guru. Jadi, atas dasar itu diduga terdapat hubungan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah makin baik pula kinerja seorang guru. Demkian pula sebaliknya makin buruk kepemipinan kepala sekolah makin rendah kinerja seorang guru. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa dalam paradigma baru manajemen pendidikan, kepala sekolah sedikitnya harus berfungsi sebagai edukator, manajer, administrator, supervisor, leader, inovator dan motivator (EMASLIM). Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dapat diukur dengan menggunakan dimensi keenam fungsi tersebut.

2.2.2.1 Kepala Sekolah sebagai Edukator atau Pendidik Dalam melakukan fungsinya sebagai edukator, kepala sekolah

49

harus memiliki strategi yang tepat untuk meningkatkan propesionalisme tenaga kependidikan di sekolahnya. Menciptakan iklim sekolah yang kondusif, memberikan nasihat kepada warga sekolah, memberikan dorongan kepada seluruh tenaga kependidikan, serta melaksanakan model pembelajaran yang menarik seperti team teaching, moving class, dan mengadakan program akselerasi bagi peserta didik yang cerdas di atas normal. Sebagai edukator, kepala sekolah harus senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang dilakukan oleh para guru. Dalam hal ini faktor kepala pengalaman sekolah, akan terutama sangat dalam mempengaruhi terbentuknya

propesionalisme

pemahaman tenaga kependidikan terhadap pelaksanakan tugasnya. Pengalaman semasa menjadi guru, menjadi wakil kepala sekolah, atau menjadi anggota organisasi kemasyarakatan sangat mempengaruhi kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan pekerjannya, demikian halnya pelatihan dan penataran yang pernah diikutinya. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor

0296/U/1996, merupakan landasan penilaian kinerja kepala sekolah. Kepala sekolah sebagai educator harus memiliki kemampuan untuk membimbing guru, membimbing tenaga kependidikan nonguru,

membimbing peserta didik, mengembangkan tenaga kependidikan, mengikuti perkembangan iptek, dan memberi contoh mengajar.

2.2.2.2 Kepala Sekolah sebagai Manajer Manajemen merencanakan, pada hakekatnya merupakan suatu proses dan

mengorganisasikan,

melaksanakan,

memimpin

50

mengendalikan usaha para anggota organisasi serta mendayagunakan seluruh sumber-sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dikatakan suatu proses, karena semua manajer dengan ketangkasan dan keterampilan yang dimilikinya mengusahakan dan mendayagunakan berbagai kegiatan yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Dalam rangka melakukan peran dan fungsinya sebagai manajer, kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif, memberi

kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya, dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan yang menunjang program sekolah.

2.2.2.3 Kepala Sekolah sebagai Administrator Kapala sekolah sebagai administrator memiliki hubungan yang sangat erat dengan berbagai aktivitas pengelolaan administrasi yang bersifat pencatatan, penyusunan dan pendokumenan seluruh program sekolah. Secara spesifik, kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk mengelola kurikulum, mengelola administrasi peserta didik, mengelola administrasi personalia, mengelola administrasi sarana dan prasarana, mengelola administrasi kearsipan, dan mengelola administrasi keuangan. Kegiatan tersebut perlu dilakukan secara efektif dan efisien agar dapat menunjang produktivitas sekolah. Untuk itu, kepala sekolah harus mampu menjabarkan kemampuan di atas dalam tugas-tugas operasional.

4 Kepala Sekolah sebagai Supervisor Kegiatan utama pendidikan di sekolah dalam rangka mewujudkan tujuannya adalah kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu.51 Dalam melaksanakan tugas-tugas operasional. agar setiap tenaga kependidikan dapat melaksanakan tugas dengan baik. khususnya dalam meningkatkan kinerja dan produktivitas sekolah.2. agar tugas-tugas yang diberikan kepada setiap tenaga kependidikan bisa dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. yaitu mensupervisi pekerjaan yang dilakukan oleh tenaga kependidikan. pendekatan perilaku. Meskipun demikian pada hakekatnya kepala sekolah harus lebih mengutamakan tugas (task oriented). efektivitas kerja kepala sekolah bergantung pada tingkat pembauran antara gaya kepemimpinan dengan tingkat menyenangkan dalam situasi tertentu ketika para tenaga kependidikan melakukan tugas-tugas yang diembankan kepadanya. kepala sekolah sebagai administrator. Dengan demikian. sehingga seluruh aktivitas organisasi sekolah bermuara pada pencapaian efisiensi dan efektivitas pembelajaran. baik pendekatan sifat. salah satu tugas kepala sekolah adalah sebagai supervisor.2. . maupun pendekatan situasional. 2. tetapi mereka tetap merasa senang dalam melakukan tugasnya. Di samping berorientasi terhadap tugas. sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. dapat dianalisis berdasarkan beberapa pendekatan. kepala sekolah juga harus menjaga hubungan kemanusiaan dengan para stafnya. Dalam hal ini kepala sekolah harus mampu bertindak situasional.

Hasil supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kinerja tenaga kependidikan dan pengembangan sekolah. Kepala sekolah sebagai supervisor harus diwujudkan dalam kemampuan menyusun dan melaksanakan program supervise pendidikan. Kepala sekolah juga harus berupaya menjadikan sekolah sebagai sarana belajar yang lebih efektif 2. membuka komunikasi dua arah. maka kepala sekolah dapat meminta bantuan wakilnya atau guru seniornya untuk membantu melaksanakan supervisi. Wahjosumijo (2002 : 110) mengemukakan bahwa kepala sekolah sebagai leader harus memiliki karakter khusus yang mencakup kepribadian. Pada prinsipnya setiap tenaga kependidikan atau guru harus disupervisi secara periodik dalam melaksanakan tugasnya. dan mendelegasikan tugas.52 Supervisi merupakan suatu proses yang dirancang secara khusus untuk membantu para guru dan supervisor dalam mempelajari tugas sehari-hari di sekolah.2. dan memanfaatkan hasilnya.5 Kepala Sekolah sebagai Leader Kepala sekolah sebagai leader harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. meningkatkan kemauan tenaga kependidikan. Keberhasilan kepala sekolah sebagai supervisor antara lain dapat ditunjukkan oleh (1) meningkatnya kesadaran guru untuk meningkatkan kinerjanya (2) meningkatnya keterampilan guru dalam melaksanakan tugasnya.2. keahlian dasar. agar dapat menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk memberikan layanan yang lebih baik pada orang tua peserta didik dan sekolah. Jika jumlah guru cukup banyak. . serta berupaya menjadikan sekolah sebagai masyarakat belajar yang lebih efektif.

2. . (3) tanggung jawab. mengintegrasikan setiap kegiatan. Kemampuan yang harus diwujudkan kepala sekolah sebagai leader dapat dianalisis dari kepribadian.53 pengalaman dan pengetahuan professional. memberikan teladan kepada seluruh tenaga kependidikan di sekolah dan mengembangkan model pembelajaran yang inovatif.6 Kepala Sekolah sebagai Inovator Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsinya sebagai innovator. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk menjalin hubungan yang harmonis dengan lingkungan. (7) teladan. kemampuan mengambil keputusan. (2) percaya diri. pengetahuan terhadap tenaga kependidikan. 2. serta pengetahuan administrasi dan pengawasan. (6) emosi yang stabil. visi dan misi sekolah. (3) menyusun program pengembangan tenaga kependidikan. Kepribadian kepala sekolah sebagai leader akan tercermin dalam sifat-sifat (1) jujur. (4) menerima masukan. mencari gagasan yang baru.2. Pengetahuan kepala sekolah terhadap tenaga kependidikan akan tercermin dalam kemampuan (1) memahami kondisi tenaga kependidikan (guru dan nonguru). (2) memahami kondisi dan karakteristik peserta didik. saran dan kritikan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kepemimpinannya. (4) berani mengambil resiko dan keputusan (5) berjiwa besar. dan kemampuan berkomunikasi.

.2. penghargaan secara efektivitas dan penyediaan sebagai sumber belajar melalui pengembangan pusat sumber belajar (PSB).7 Kepala Sekolah sebagai Motivator Sebagai motivator. integrative. pragmatis.2. Vroom dikutif Mulyasa (2006 : 136) menyampaikan bahwa : Performance = F (ability x motivasi) Menurut model ini kinerja seseorang merupakan fungsi perkalian antara kemampuan dan motivasi. Kepala sekolah sebagai inovator harus mampu mencari. rasional. Hubungan ini mengandung arti bahwa jika seseorang rendah pada salah satu komponen maka performancenya akan rendah pula. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberikan motivasi kepada para tenaga kependidikan dalam melakukan berbagai tugas dan fungsinya. Dengan demikian jika motivasi rendah akan mengakibatkan kinerja yang rendah pula. Gagasan baru tersebut misalnya moving class. pengaturan suasana kerja.2. keteladanan. Motivasi ini dapat ditumbuhkan melalui pengaturan lingkungan fisik. disiplin. 2. disiplin. 2. program akselerasi dan lain-lain.2. kreatif. namun sebaliknya jika motivasi tinggi akan meningkatkan kinerja yang tinggi pula. Motivasi Kerja Faktor yang tidak kalah pentingnya yang mempengaruhi kinerja guru adalah motivasi. serta adaptable dan fleksibel. dorongan. delegatif.54 Kepala sekolah sebagai inovator akan tercermin cara-cara ia melakukan pekerjaannya secara konstruktif. menemukan dan melaksanakan pembaharuan di sekolah.

Baik faktor motivasional maupun faktor pemeliharaan berpengaruh besar terhadap motivasi seseorang. Meskipun demikian bukanlah sesuatu yang mutlak dapat dikuantifikasi. tanggung jawab dan kemajuan. juga dalam berhubungan dengan kepala sekolah dan pejabat di atasnya. pengakuan. kondisi kerja. Termasuk ke dalam faktor pemeliharaan adalah hubungan interpersonal antara atasan dan bawahan. lebih-lebih guru borongan atau self-contained classroom. kebijakan administratif. Guru. Proses belajar mengajar dalam organisasi sekolah mempunyai masalah tersendiri. karena motivasi berhubungan dengan berbagai komponen yang sangat kompleks. teknik supervisi. Guru sekolah lanjutan pada umumnya berinteraksi dengan banyak siswa setiap hari pada situasi yang hampir sama dan terkadang bersifat pribadi. . Masalah yang dihadapi oleh guru berbeda denga apa yang dihadapi oleh karyawan perusahaan. dan kehidupan pribadi. dunia kerja. Termasuk faktor motivasional adalah prestasi yang dicapai.55 Herzberg berpendapat bahwa ada faktor motivasional yang bersifat intrinsik dan faktor pemeiharaan yang bersifat ekstrinsik yang mempengaruhi seseorang dalam bekerja. di samping menghadapi permasalahan dalam berhubungan dengan siswa. Dari uraian di atas maka faktor motivasional yang bersifat instrinsik dan faktor pemeliharaan yang bersifat ekstrinsik mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi seseorang dan dapat dijadikan dimensi strandar pengukuran motivasi kerja guru.

maka akan sulit sekali melaksanakan program-programnya. Sebaliknya apabila pegawai atau karyawan dalam suatu organisasi tidak disiplin. Mematuhi peraturan berarti memberi dukungan positif pada organisasi dalam melaksanakan program-program yang telah ditetapkan. mematuhi semua peraturan perusahaan .56 2. sulit meningkatkan produktivitas dan sulit merealisasikan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sikap dan tingkah laku pegawai berpatokan pada kepatuhan dalam melaksanakan peraturan dan ketentuan yang berlaku. Fathoni (2006 : 172) mengatakan bahwa kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang mentaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.2. Disiplin berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. mengerjakan semua pekerjaan dengan baik. sehingga akan lebih memudahkan tercapainya tujuan organisasi. Selanjutnya Fathoni menyatakan bahwa : ”Kedisiplinan diartikan bilamana karyawan selalu datang dan pulang tepat waktu.3 Disiplin Kerja Kedisiplinan kerja pegawai dalam suatu organisasi dapat dilihat dari sikap pegawainya. Pegawai yang tertib dan disiplin. Uraian di atas mengandung arti bahwa disiplin kerja adalah sikap dan perbuatan karyawan/guru dalam mentaati semua pedoman dan peraturan yang telah ditentukan untuk tercapainya tujuan organisasi. efektifitas dan produktivitas. mentaati norma-norma dan peraturan yang telah ditetapkan dalam suatu organisasi akan dapat meningkatkan efisiensi.

2. Sehubungan dengan hal tersebut di atas. seperti yang diungkapkan oleh Veithzal Rivai bahwa : “Kepemimpinan diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan seseorang yang menduduki jabatan sebagai pimpinan satuan kerja untuk mempengaruhi perilaku orang lain.4 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah dengan Kinerja Kepemimpinan adalah kemampuan dan keterampilan mengarahkan yang merupakan faktor penting untuk efektivitas kinerja pemimpin. maka dimensi pengukuran disiplin kerja pada penelitian ini mengacu pada teori Fathoni yang menggunakan tiga kriteria pengukuran disiplin yaitu tingkat ketepatan waktu. terutama bawahannya untuk berfikir dan bertindak sedemikian rupa sehingga melalui perilaku yang positif ia memberikan sumbangan nyata dalam pencapaian tujuan organisasi.” Dalam rangka melaksanakan peran dan fungsi sebagai manajer.57 (organisasi) dan norma-norma sosial yang berlaku. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. tingkat kesadaran dalam bekerja dan tingkat kepatuhan kepada peraturan. Berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh suatu organisasi. maka salah satu faktor yang sangat menentukan adalah terciptanya disiplin kerja para pegawainya dengan asumsi bahwa dalam suasana disiplinlah organisasi akan dapat melaksanakan programprogram kerjanya untuk mencapai sasaran yang telah ditetapkan. kepala sekolah harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan melalui kerja sama atau kooperatif juga memberikan . 2.” Pernyataan diatas mengandung arti bahwa indikator keberhasilan pelaksanaan disiplin pegawai pada suatu organisasi terlihat dari tingkat ketepatan waktu.

Artinya makin baik kepemimpinan kepala sekolah maka makin baik pula kinerja seorang guru. menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu memberikan dukungan dan mempunyai hubungan yang baik terhadap bawahannya untuk senantiasa meningkatkan kinerjanya. Edward Murray. Clelland. manajer. 2. Demikian pula sebaliknya makin buruk kepemimpinan kepala sekolah maka makin rendah kinerja seorang guru.58 kesempatan kepada tenaga kependidikan untuk meningkatkan profesinya dan mendorong keterlibatan seluruh tenaga kependidikan dalam berbagai kegiatan sekolah. Pegawai dapat bekerja secara propesional karena pada dirinya terdapat motivasi yang tinggi. sehingga ia mau dan rela bekerja keras.5 Keterkaitan Motivasi Kerja dan Kinerja Berdasarkan hasil penelitian Mc. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. Miller dan Gordon W.2. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan kinerja guru. Artinya pimpinan. Motif itulah sebagai faktor pendorong yang member kekuatan kepadanya. . Pegawai yang memiliki motivasi yang tinggi biasanya akan melaksanakan tugasnya dengan penuh semangat dan energik karena ada motif-motif dan tujuan tertentu yang melatarbelakangi tindakan tersebut.

perusahaan harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. Disiplin merupakan bentuk .” (Nawawi 2005 : 355). mudah dimengerti.2. 2. dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Artinya makin tinggi motivasi kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut dan sebaliknya guru yang kinerjanya rendah disebabkan motivasi kerjanya rendah. Menurut Simamora (2006 : 610) menyatakan bahwa : “Disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Dari uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara motivasi kerja dengan kinerja guru. Selain itu. Oleh karena itu. karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut.59 Pernyataan di atas didukung pernyataan Nawawi : “Pekerja yang berprestasi tinggi menyukai informasi sebagai umpan balik.6 Keterkaitan Disiplin Kerja dan Kinerja Di dalam seluruh aspek kehidupan. berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi perusahaan maupun pegawai itu sendiri. adil bagi seluruh karyawan dan pimpinan. dimanapun kita berada. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan. pegawai dengan disiplin kerja yang baik. Dengan demikian peluangnya untuk meningkatkan prestasi kerja akan lebih besar. karena selalu terdorong untuk memperbaiki dan meningkatkan kegiatannya dalam bekarja.

Artinya makin tinggi disiplin kerja seorang guru maka makin tinggi pula hasil kinerja guru tersebut. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja.7 Keterkaitan Kepemimpinan Kepala Sekolah.60 pengendalian diri karyawan dan pelaksanaan yang teratur serta menunjukkan tingkat kesungguhan tim kerja di dalam suatu organisasi. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja dengan Kinerja. Keberhasilan sekolah dalam menghasilkan lulusan yang dapat bersaing dengan sekolah-sekolah unggul lainnya. Kepala sekolah sebagai manajer dan pemimpin harus memiliki strategi yang tepat untuk memberdayakan tenaga kependidikan agar dapat bekerja secara optimal. Demikian pula sebaliknya makin rendah disiplin kerja seorang guru maka makin rendah pula kinerja guru tersebut. Berdasarkan uraian di atas maka terdapat keterkaitan antara disiplin kerja dengan kinerja guru. Untuk mencapai tujuan tersebut memerlukan sumber daya manusia dengan kinerja yang berkualitas.” Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. Tabrani Rusyan (2000) mengungkapkan bahwa : . 2. merupakan salah satu tujuan sekolah. Pengelola manajemen sekolah dimotori oleh kepala sekolah.2. Terwujudnya kinerja yang berkualitas sangat ditentukan oleh manajemen yang baik dan benar.

menyimpulkan ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja/prestasi kerja. Pernyataan tersebut didukung oleh pendapat Malthis dan Jackson bahwa disiplin kerja berkaitan erat dengan perilaku karyawan dan berpengaruh terhadap kinerja. Guru yang telah memiliki motivasi instrinsik dan ekstrinsik akan lebih berprestasi apabila ditambah dengan disiplin kerja yang baik. karena tanggung jawab kepala sekolah sangat penting dan menentukan tinggi rendahnya hasil belajar para siswa. dapat produktivitas kepala belajar Kepemimpinan sekolah harus benar-benar dipertanggungjawabkan. Edward Murray. manajer. Clelland. Pada bagian lain berdasarkan hasil penelitian Mc. Keith Davis (2003 : 129) menyatakan disiplin kerja sebagai pelaksanaan manajemen untuk memperteguh pedoman-pedoman dipandang erat keterkaitannya dengan kinerja. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104). Miller dan Gordon W. dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah dikarenakan motivasi kerjanya rendah. dan pegawai mempunyai motivasi berprestasi tinggi akan mencapai prestasi yang tinggi. Kinerja guru dapat . Artinya pimpinan. juga produktivitas dan semangat kerja guru tergantung kepala sekolah dalam arti sampai sejauh mana kepala sekolah mampu menciptakan kegairahan kerja dan sejauh mana kepala sekolah mampu mendorong bawahannya untuk bekerja sesuai dengan kebijaksanaan dan program yang telah digariskan sehingga produktivitas kerja guru tinggi dan hasil belajar siswa meningkat.61 Kepemimpinan peningkatan kepala sekolah kerja memberikan guru dan motivasi hasil kerja bagi siswa.

Kepala sekolah sbg administrator 4.Mengevaluasi (UU Guru dan Dosen) Gambar 2.” Dari uraian kerangka berfikir di atas dijelaskan bahwa kepemimpinan kepala sekolah. Faktor motivasional 2. Menurut Undang. motivasi kerja dan disiplin kerja diduga berpengaruh pada peningkatan kinerja guru yang dapat digambarkan dalam model kerangka pemikiran sebagai berikut : Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1. membimbing.Undang RI nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kepala sekolah sbg manajer 3. menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan usia dini jalur pendidikan formal. Kepala sekolah sbg motivator (Mulyasa. Kepala sekolah sbg inovator 7. melatih.62 dilihat dari keberhasilan guru dalam menjalankan tugas utamanya. pada bab 1 pasal 1 disebutkan bahwa : “Guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik. Faktor pemeliharaan (Teori dua faktor Herzberg dalam Gibson 1997) A. mengarahkan. dan pendidikan menengah. Tabrani R Kinerja Guru : Daniel Goleman dalam Martinis Yamin - Disiplin kerja (X3) 1. 2006 : 172) Malthis dan Jackson Mendidik Mengajar Membimbing Mengarahkan Melatih . Kepala sekolah sbg leader 6. Kesadaran dalam bekerja 3.1 Model Kerangka Pemikiran . Kepala sekolah sbg edukator 2. mengajar. Ketepatan waktu 2. pendidikan dasar.Menilai . Kepala sekolah sbg supervisor 5. Kepatuhan pada peraturan (Fathoni. 2009 : 90) Motivasi kerja (X2) 1.

Terapat pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat.3 Hipotesis Penelitian Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dikemukakan dalam penelitian ini.63 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. . 3. maka dapat diajukan hipotesis berikut : 1. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. 4. 2. Terdapat pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.

penyempurnaan materi penelitian dan bimbingan 4.Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian diselenggarakan di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. Persiapan penyusunan v proposal 2. . populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang berjumlah 63 orang termasuk Kepala Sekolah dan guru tidak tetap (GTT). Pelaporan hasil penelitian dan ujian siding Mart„11 v v v v v 3. Pengolahan data dan penyusunan bab IV – V dan bimbingan 7. polpulasi merupakan jumlah keseluruhan semua anggota yang diteliti. Berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan. penyusunan instrumen penelitian dan bimbingan 5.1 Jadwal Kegiatan Penelitian Bulan Jan„11 Peb„11 No Kegiatan Des „10 1. Penyusunan proposal v penelitian dan bimbingan 3. Pengumpulan data 6.2 Populasi dan Sampel Penelitian Menurut Istijanto (2005 : 109). Penelitian ini direncanakan berlangsung selama tiga bulan dengan rincian waktu sebagai berikut : Tabel 3. Penyusunan bab I – III.64 BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Seminar Usulan Penelitian.

Sedangkan Fred N. Penelitian yang dilakukan penulis menggunakan metode analisis deskriptif. Kerlingger (2004 : 483) mengungkapkan bahwa desain penelitian atau rancang bangun penelitian adalah rencana dan struktur (model/paradigma) penyelidikan yang disusun sedemikian rupa untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penelitian. yaitu penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi.3 Desain Penelitian Menurut Supranto (2001 : 237) desain penelitian pada dasarnya untuk menentukan metode apa saja yang akan dipergunakan dalam penelitian. disiplin kerja dan kinerja guru SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. artinya teknik sampling yang diambil adalah teknik sensus. motivasi kerja. 3. Pemilihan metode ini didasarkan pada keinginan peneliti untuk mendapatkan gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah. . Kepemimpinan kepala sekolah berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi . Tujuan dari penelitian deskriptif adalah adalah untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan current status dari subyek yang diteliti dan menggunakan metode kuantitatif untuk mencari pengaruh antar variabel yang diteliti. serta pengaruhnya baik langsung maupun tidak langsung dari variabel-variabel penelitian yang ditetapkan sebagai berikut : 1.65 Mempertimbangkan jumlah populasi di bawah seratus orang maka penelitian ini menggunakan seluruh populasi sebagai responden.

Motivasi kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent .05 (5%). Hal ini untuk memudahkan jenis data primer dan / atau sekunder. yang dapat dinyatakan sebagai berikut : . Artinya tingkat kepercayaan pengujiannya 3. sifat data kualitatif dan / atau kuantitatif dan skala ukurannya nominal/ordinal/ratio. α = 0. Kinerja guru berfungsi sebagai variabel terikat (dependent variable) yang selanjutnya diberi notasi Y Dengan menggunakan metode deskriptif diharapkan akan diperoleh data yang hasilnya akan diolah dan dianalisis serta akhirnya ditarik sebuah kesimpulan. Oleh karena itu. variable) yang selanjutnya diberi notasi 3. Kesimpulan yang dibuat akan berlaku bagi seluruh populasi yang menjadi obyek penelitian. Menurut ketentuan dalam Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis bagi Mahasiswa S1 dan S2 di Lingkungan STIE Pasundan (2005 : 31) bahwa dalam penelitian seharusnya ditentukan atau dinyatakan taraf kepercayaan (confindence level) pada pengujian yang dilakukan. Disiplin kerja berfungsi sebagai variabel bebas (independent variable) yang selanjutnya diberi notasi 4. peneliti menetapkan dalam penelitian ini menggunakan taraf signifikansi adalah 95 %. dimansi (subvariabel) dan indikator-indikatornya.66 2.4 Variabel dan Definisi Operasional Untuk memperjelas dalam pengumpulan data dan pengujian hipotesis perlu dikemukakan batasan-batasan konsep variabel.

67

Tabel 3.2 Operasionalisasi Variabel Penelitian
Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Konsep Teoritis Kepemimpinan kepala sekolah merupakan salah satu faktor yang dapat mendorong sekolah untuk dapat mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program - program yang dilaksanakan secara terencana dan terarah. (Mulyasa, 2009 : 90) Dimensi 1. Kepala sekolah sebagai educator Indikator Variabel 1. Memberikan pembinaan kepada guru 2. Memberikan pembinaan kepada siswa 3. Membuat visi dan misi 4. Pemberdayaan guru pada pelaksanaan program 5. Melakukan pengawasan program 6. Melakukan evaluasi program 7. Pengadministrasian pelaksanaan program 8. Pendokumentasian hasil pelaksanaan program 9. Membuat program supervisi 10. Melaksanakan supervisi 11. Memberikan keteladanan kepada guru 12. Memberi keputusan yang tepat 6. Kepala sekolah sebagai innovator 13. Memberikan gagasan baru dalam kegiatan pembelajaran 14. Memberikan penghar gaan dan sangsi kepada guru 15. Menciptakan suasana kerja yang kondusif Skala

Ordinal

2. Kepala sekolah sebagai manajer

3. Kepala sekolah sebagai administrator

4. Kepala sekolah sebagai supervisor

5. Kepala sekolah sebagai leader

7. Kepala sekolah sebagai motivator

68

Motivasi kerja (X2)

Suatu proses yang mulai dilakukan oleh seseorang karena adanya kebutuhan psikologis dan fisiologis sehingga menggerakkan perilaku atau dorongan untuk mencapai tujuan. (Teori dua faktor, Herzberh dalam Gibson, 1997)

1. Faktor motivasional

1. Kesempatan untuk Ordinal berprestasi 2. Pengakuan dari teman sejawat 3. Merasa bangga dengan pekerjaan sebagai guru 4. Tanggung jawab atas pekerjaannya 5. Pekerjaan itu sendiri 6. Kesempatan untuk meningkatkan karir 1. Gaji atau honor yang diterima 2. Kondisi kerja yang menyenangkan 3. Kebijakan pimpinan sekolah 4. Hubungan antar pribadi 1. Tepat waktu 2. Efisien 1. 2. 3. 4. 5. Tingkat kehadiran Paham tugas Tanggung Jawab Pelaksanaan tugas Kerjasama Ordinal

2. Faktor pemeliharaan

Disiplin Kerja (X3)

Sikap 1. Ketepatan Waktu kesadaran dan kesediaan seseorang men2. Kesadaran dalam taati semua bekerja peraturan perusahaan (organisasi) dan norma-norma 3. Kepatuhan pada sosial yang Peraturan berlaku(Fathoni, 2006 : 172) Pendidik professional dengan tugas utama mendidik mengajar, mem bimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidik an anak usia dini, jalur pendidikan formal, pendidik an dasar dan pendidikan menengah. (UU Guru dan Dosen, 2005:2) 1. Mendidik 2. Mengajar

1. Taat pada aturan 2. Sangsi

Kinerja Guru (Y)

1. Mendidik ahlak Siswa 2. Membuat perencanaan pembelajaran 3. Melaksanakan pembelajaran

Ordinal

3. Membimbing

4. Membimbing seluruh siswa 5. Membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar

4. Mengarahkan

6. Mengarahkan siswa dalam belajar 7. Melatih kemampuan siswa 8. Menilai hasil kerja siswa 9. Melaksanakan evaluasi pembelajaran

5. Melatih

6. Menilai

7. Mengevaluasi

69

3.5 Instrumen Penelitian Metode pengumpulan data yag digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu teknik pengumpulan dan analisis data berupa opini dari subyek yang diteliti melalui kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk mencari data primer tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Wawancara dengan pimpinan dan karyawan di lingkungan obyek penelitian dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang tidak diperoleh oleh data hasil kuesioner sedangkan observasi dilakukan untuk mengamati secara spesifik perilaku dari variabel yang sedang diteliti. Observasi juga dilakukan dalam upaya mendapatkan data-data umum lainnya tentang organisasi yang diteliti.

3.6 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari kuesioner, wawancara dan observasi. Kuesioner dimaksudkan untuk menjaring data tentang kepemimpinan, disiplin, motivasi dan kinerja guru. Sementara wawancara dimaksudkan untuk menjaring data keempat variabel penelitian yang tidak dapat dijaring dengan teknik kuesioner. Kelengkapan data juga ditunjang oleh observasi. Dalam penyusunan instrumen digunakan dari model Rensis Likert yakni dengan option Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Cukup Setuju (CS), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Masing-masing option diberikan bobot mulai dari 5 untuk sangat setuju hingga bobot 1 untuk

7 Uji Validitas dan Reliabilitas Kuntadi (2002 : 57) berpendapat agar hasil penelitian valid dan reliabel.70 option sangat tidak setuju.7.1 Uji Validitas Uji validitas dilakukan untuk mengetahui apakah instrument yang digunakan sudah tepat mengukur apa yang seharusnya diukur atau belum. Nur Indriantoro (2002 : 99) mengkatagorikan sifat data tersebut ke dalam skala interval. untuk menguji validitas dilakukan dengan teknik korelasi item total yang merupakan dasar dari korelasi pearson. 3. Nilai validitas pada dasarnya adalah nilai korelasi. butir-butir pertanyaan dalam kuesioner perlu dilakukan uji validitas dan reliabilitas. sehingga dapat dikatakan bahwa semakin tinggi validitas suatu test. Data primer. yaitu data yang diperoleh langsung dari responden dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan skala likert (ordinal) dengan metode rating yang dijumlahkan. Oleh karena itu. maka alat test tersebut akan semakin tepatmengenai sasaran. 3. Adapun rumus korelasi pearson adalah : ( √* Keterangan : r = korelasi validitas item yang dicari x = skor yang diperoleh subyek dari seluruh item y = skor total yang diperoleh subyek dari seluruh item ( ) +* )( ) ( ) .

3. = reliabilitas internal seluruh instrument = korelasi product moment antara belahan kesatu dan kedua kemudian dikorelasikan dengan rumus yang sama seperti uji validitas.7. Untuk uji reliabilitas digunakan metode belah dua (Split Half Method) dari Spearman Brown. bisa ganjil-genap dan bisa pula belahan pertama dan kedua dengan rumus : = Keterangan . ( √* ( ) +* )( ) ( ) .3 maka faktor tersebut merupakan construct yang kuat (valid).3 maka dikatakan tidak valid. demikian pula sebaliknya. jika < 0. Metode belah dua ini dilakukan dengan cara membagi instrument menjadi dua belahan. bila korelasi tiap faktor ( ) tersebut positif dan besarnya > 0. Pengukuran yang memiliki reliabilitas tinggi merupakan pengukuran yang mampu memberikan hasil ukur terpercaya (reliable).71 Σx = jumlah skor dalam distribusi x Σy = jumlah skor dalam distribusi y = jumlah kuadrat skor dalam distribusi x = jumlah kuadrat skor dalam distribusi y N = jumlah responden Menurut Sugiono.2 Uji Reliabilitas Reliabilitas adalah tingkat kepercayaan terhadap hasil suatu pengukuran.

0 3.2 – 5.8 – 2.6 – 3.3 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4. dan kinerja guru (Y) dengan cara menghitung rata-rata masing-masing variabel penelitian.7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik 3.1 2. jika 3. disiplin kerja ( ). motivasi kerja ( ). Tabel 3.3 1.5 1.1 Diagram Jalur .4 – 4.8 Teknik Analisis Data Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Teknik analisis deskriptip digunakan untuk mendeskripsikan variabel kepemimpinan kepala sekolah ( ). maka instrument tersebut dikatakan reliabel.9 Teknik Analisis Jalur (Jalur Path) 𝑋 r𝑋 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 r𝑋 𝑋 𝜌𝑌𝑋1 Є1 𝑋 𝜌𝑌𝑋2 𝜌𝑌𝜀 Y 𝑋 𝜌𝑦𝑥3 Gambar 3.72 Jika > 7. Demikian bila < 7 maka dikatakan tidak reliabel sebaliknya.0 – 1.

dengan Y. dengan Y. gambar di atas menunjukkan bahwa antara serta .73 Keterangan : = Kepemimpinan kepala sekolah = Motivasi kerja = Disiplin kerja Y = Kinerja guru r r r 1 = korelasi = korelasi = korelasi dan dan dan = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh terhadap Y langsung 2 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y 3 = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = koefisien jalur yang menggambarkan besarnya pengaruh langsung terhadap Y = variabel lain yang tidak diukur tetapi mempengaruhi Y Gambar di atas adalah diagram variabel yang mencerminkan hubungan antar variabel dan pengaruh variabel X terhadap variabel Y. sementara hubungan merupakan hubungan korelasional. . Persamaan struktur yang dibentuk adalah : Y= 1 2 + 3 + . dengan Y merupakan hubungan kausal.

Jika hasil perhitungan koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru. Pengaruh Hi : terhadap Y 1 ≠ 0 : kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 2 ≠ 0 : motivasi kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengaruh Hi : terhadap Y 3 ≠ 0 : disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua Pengujian hipotesis tidak dilakukan secara statistik dengan uji F dan uji t karena penelitian yang dilakukan melibatkan seluruh anggota populasi atau bersifat sensus. .10 Pengujian Hipotesis Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini sebagai berikut : H1 : 1 ≠ 2 3 ≠0 Terdapat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.74 3. maka hipotesis yang diajukan semuanya diterima. motivasi kerja ke kinerja guru dan disiplin kerja ke kinerja guru tidak sama dengan nol. dan sebalikya. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMPN 1 Cisarua. Hipotesis yang diajukan dijawab dari hasil perhitungan koefisien jalur yang diperoleh.

ruang kepala sekolah. 312 Kabupaten Bandung Barat ini berdiri di atas tanah seluas 11. Di sektor nonfisik juga mengalami peningkatan baik dari segi prestasi akademis maupun non-akademis yang berhasil diraih oleh siswa-siswi terbaik alumni SMP Negeri Cisarua dari masa ke masa. laboratorium fisika dan biologi. Hasilnya terlihat pada perkembangan fisik maupun non-fisik.75 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.043 m². Letak sekolah sangat strategis berada di pinggir jalan kabupaten dan . Setiap pimpinan yang menjabat di SMPN 1 Cisarua umumnya mempunyai komitmen untuk memajukan sekolah diberbagai sector. ruang TU dan ruang guru yang representatif serta sarana-sarana lainnya. Disektor fisik misalnya sarana ruang belajar yang pada awalnya kegiatan operasional sekolah ini hanya memiliki 6 lokal. SMP Negeri Cisarua yang terletak di jalan Kolonel Masturi no.1 Hasil Penelitian 4. Selama kurun waktu kurang lebih 49 tahun telah terjadi pergantian pimpinan sebanyak 13 kepala sekolah. ruang perpustakaan. kini telah menjadi 29 ruang belajar ditambah sarana fisik lainnya seperti ruang keterampilan.1.1 Gambaran Umum SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berdiri mulai tahun 1961. Pertama beroperasi menginduk ke SMP Negeri 1 Cimahi dan menggunakan lokal Sekolah Dasar Garuda. Pada tahun 1964 menjadi sekolah mandiri dan lepas dari SMP Negeri 1 Cimahi. ruang komputer.

76 dilalui kendaraan umum dari arah Cisarua-Cimahi maupun CisaruaPadalarang. Standar Sarana. Standar Proses. BA H. 1 2 3 4 Periode Tahun 1964 – 1968 1968 – 1971 1971 – 1977 1977 – 1983 Nama Kepala Sekolah Saleh Ma‟ruf. Standar Isi. Standar Pengelolaan. Standar Pembiayaan dan Standar Evaluasi). Dengan predikat tersebut pihak sekolah terus mengadakan penataan di berbagai sektor yaitu untuk memenuhi 8 Standar Nasional Pendidikan (Standar Kompetensi Lulusan. Ajab Riatna . jumlah tenaga pengajar sebanyak 63 orang dan staf tata usaha 19 orang. SMP Negeri 1 Cisarua pada tahun pelajaran 2010 / 2011 memiliki 29 rombongan belajar dengan jumlah siswa sebanyak 989 orang. BA Mohamad Wasid. SMP Negeri 1 Cisarua mulai tahun 2004 telah berpredikat sebagai “Sekolah Potensial” dan sejak tahun 2008 telah berubah menjadi “Rintisan Sekolah Berstandar Nasional (RSSN)”. Daftar nama kepala sekolah sejak didirikan sampai dengan sekarang sebagai berikut : No. Sejak tahun 1964 sampai dengan saat ini yang telah ditugaskan menjadi kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua sudah 13 orang. SH Maulana Ismail. Jika 8 standar di atas telah terpenuhi maka SMP Negeri 1 Cisarua selanjutnya menjadi sekolah berstandar nasional (SSN). Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

Nandang Sukmana Drs. SMP Negeri 1 Cisarua memiliki visi. Didi S. Yaya Masria Drs. A. Terwujudnya sistem pembelajaran yang inovatif. Terwujudnya peningkatan prestasi akademis dari tahun ke tahun 2. Unggul dalam Seni Budaya Dilandasi Iman dan Taqwa” Indikator : 1.77 5 6 7 8 9 10 11 12 13 1983 – 1987 1987 – 1988 1988 – 1988 1988 – 1990 1990 – 1993 1993 – 1996 1996 – 2000 2000 – 2003 2003 – sekarang H. H. Terwujudnya lingkungan sekolah yang aman. H. Terwujudnya tingkat kedisiplinan warga sekolah 4. Terampil menggunakan media IPTEK 6. Ubes Sumantri Oman Jaskim Drs. BA Drs. Subandar Drs. H. Berwawasan IPTEK. H. efektif dan efisien 3. nyaman dan religious 5. Terwujudnya prestasi siswa dalam bidang seni sebagai program unggulan . Berprestasi. Visi “Terampil. misi. Dudi Susbandi KM. Toto Suhartoyo Drs. Hasbiadi Endang Dahlan. tujuan sekolah dan profil sekolah sebagai berikut : a.

Misi 1. Mewujudkan peningkatan kualitas SDM seluruh warga sekolah Tujuan Sekolah 1. kreatif. Mewujudkan suasana lingkungan sekolah yang berwawasan Wiyata Mandala 5. Seluruh warga sekolah dapat menggunakan komputer dan internet sebagai sumber belajar . Terciptanya kesempatan warga sekolah untuk mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki b. Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara optimal 2. Menghasilkan warga sekolah yang taat beribadah 8. efektif. Menerapkan tata tertib sekolah secara optimal 4. Menghasilkan peningkatan SKBM seluruh mata pelajaran sampai dengan 85% 3. muktahir dan berwawasan ke depan 4. Menghasilkan perangkat kurikulum yang lengkap. Mencapai profesionalisme guru dalam pembelajaran CTL 5. Mencapai suasana lingkungan sekolah yang aman dan nyaman 7.00 2. Mewujudkan kemampuan seni yang tangguh dan kompetitif 7. Menghasilkan warga sekolah yang berdisiplin tinggi 6. menyenangkan dan berwawasan ke depan 3. Mengoptimalkan kegiatan pembelajaran komputer dan internet 6. Mewujudkan penyelenggaraan pembelajaran yang aktif. Menghasilkan peningkatan rata-rata skor GSA + 1.78 7.

7. Nama Sekolah Alamat : Jalan Desa Kecamatan Kabupaten Provinsi No. Menghasilkan tim kesenian yang mampu tampil pada kegiatan setingkat kabupaten 10. Pencapaian standar pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : semua guru berkualifikasi S1. 5. Kolonel Masturi no 312 Kertawangi Cisarua Bandung Barat Jawa Barat 022. Dudi Susbandi KM 201020802005 A RSSN 1961 1961 : SMP Negeri 1 Cisarua . 2. Memiliki tim olah raga yang siap menjadi juara tingkat kabupaten 11.1.2 Profil Sekolah 1. semua mengajar sesuai bidangnya. 6. telah mengikuti PTBK. 8. H.79 9. Telepon 4.2700003 Drs. Menghasilkan lulusan yang mampu berkompetensi dijenjang pendidikan yang lebih tinggi. dll 12. 4. 9. Nama Kepala Sekolah NSS Jenjang Akreditasi Kategori Sekolah Tahun Didirikan Tahun Operasional : : : : : : : : : : : : Jl.

1 Jumlah Siswa SMP Negeri 1 Cisarua 3 Tahun Terakhir Tahun Pelajaran 2008/ 2009 2009/ 2010 2010/ 2011 Jumlah Pendaftar 415 500 435 Kelas VII Jumlah Siswa Rombel 387 9 324 315 9 9 Kelas VIII Jumlah Siswa Rombel 459 9 376 310 9 9 Kelas IX Jumlah Siswa Rombel 436 9 445 364 9 9 Jumlah Kelas VII+VIII+IX Siswa Rombel 1282 27 1145 989 27 27 Sumber Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 4.3 Profil Responden Tabel 4.405 m2 Tabel 4.2 terlihat bahwa guru-guru di SMPN 1 Cisarua lebih banyak didominasi oleh guru perempuan (76.2 100.1.0 Dari data pada tabel 4. Kepemilikan Tanah Luas Tanah 11.2%) . Prosentase 23.8 76. 2.2 Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Laki-laki 15 Perempuan 48 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.80 10. Status Bangunan Surat Izin Bangunan Luas Seluruh Bangunan : : : : : Hak guna pakai tidak terbatas 6000 m2 Milik Pemerintah 3.

76 6.3 Jumlah Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah Prosentase 1. > 40 Tahun 52 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Prosentase 9.56 100.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari tabel 4. 36 .40 Tahun 2 4. 2.5 Jumlah Responden Berdasarkan Usia No Usia Jumlah 1.35 Tahun 3 3.80 2. D1 2 3.52 4. Tabel 4.3 terlihat bahwa guru yang memiliki tingkat pendidikan S1 berjumlah 46 orang (73.90 4 PGSLP 2 3.20 3 D3 10 15.00 JUMLAH 63 100.81 55.81 Tabel 4.4 Jumlah Responden Berdasarkan Masa Kerja No 1.4 terlihat bahwa komposisi masa kerja guru SMPN 1 Cisarua sebanyak 35 orang atau 55. 3.76 3. Masa Kerja < 5 Tahun 6 – 10 Tahun 11 – 15 Tahun 16 – 20 Tahun > 20 Tahun Jumlah Jumlah 6 3 4 15 35 63 Prosentase 9.20 5 S1 46 73.54 100.35 23.56 % memiliki masa kerja lebih dari 20 tahun.52 4. 4. 5.00%) artinya lebih banyak dibandingkan dengan yang berpendidikan yang lainnya.17 82. Tabel 4. SMA 3 4.00 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 Dari data tabel 4.00 . 25 – 29 Tahun 6 2. 30 .

0 Tabel 4. Menurut Sugiyono (2005) bahwa item yang mempunyai korelasi positif dengan skor total korelasi yang tinggi.5%). motivasi kerja 15 item. 4.5 0 0 4. 3.8 4. Prosentase 0 90. 6. Tabel 4. 5.6 Jumlah Responden Berdasarkan Pangkat dan Golongan Pangkat/Golongan Jumlah Pembina TK 1 / IVb 0 Pembina / IVa 57 Penata TK I / IIId 0 Penata / IIIc 0 Penata Muda TK I / IIIb 3 Penata Muda / IIIa 3 Jumlah 63 Sumber : Tata Usaha SMPN 1 Cisarua 2010/2011 No 1.6 menunjukkan bahwa pangkat/golongan responden terbanyak adalah Pembina/IVa yaitu sebanyak 57 orang (90. 2.2. 4. artinya mengkorelasikan skor tiap item dengan skor total yang merupakan jumlah tiap skor item.82 Dari tabel 4. 4. disiplin kerja 15 item dan kinerja guru 20 item pernyataan. menunjukkan bahwa item tersebut mempunyai validitas yang tinggi pula.5 terlihat bahwa jumlah responden yang paling banyak berusia lebih dari 40 tahun. .8 100.2 Uji Istrumen Penelitian Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan instrumen berupa kuesioner yang terdiri dari variabel kepemimpinan kepala sekolah sebanyak 18 item.1 Uji Validitas Pengujian tingkat validitas tiap item dipergunakan analisis item.

3 maka semua item valid.512 X1 _13 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.3 maka item dalam instrumen tersebut dinyatakan tidak valid.672 X1 _6 0.576 X1 _12 0.422 X1 _14 0.503 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Dari data di atas.487 X1 _18 0.7 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kepemimpinan Kepala sekolah (X1) No Item Tingkat Validitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid X1 _1 0.471 X1 _4 0.680 X1 _2 0.599 X1 _10 0.439 X1 _15 0.620 X1 _11 0.661 X1 _5 0.557 X1 _9 0. variabel kepemimpinan kepala sekolah berada di atas 0.460 X1 _16 0.437 X1 _17 0.83 Persyaratan minimum agar dapat dianggap valid apabila r = 0.452 X1 _3 0.3 sehingga apabila korelasi antar item dengan skor total kurang dari 0. .630 X1 _7 0.623 X1 _8 0. Adapun hasil uji coba mengenai tingkat validitas butir pernyataan disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.

630 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.549 X2 _15 0.826 0. Tabel 4.788 0.625 X2 _8 0.653 X2 _5 0.659 X2 _13 0.716 X2 _6 0. variabel motivasi kerja berada di atas 0.8 Hasil Uji Validitas Item Variabel Motivasi Kerja (X2) No Item Tingkat Validitas X2 _1 0.686 0.9 Hasil Uji Validitas Item Variabel Disiplin Kerja (X3) No Item X3 _1 X3 _2 X3 _3 X3 _4 X3 _5 X3 _6 X3 _7 X3 _8 X3 _9 X3_10 X3 _11 X3 _12 Tingkat Validitas 0.672 X2 _4 0.791 0.876 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .819 0.711 X2 _11 0.764 0.809 0.84 Tabel 4.583 X2 _3 0.718 X2 _7 0. maka semua item valid.606 X2 _2 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.746 0.442 X2 _10 0.863 0.802 0.607 X2 _9 0.729 X2 _12 0.688 X2 _14 0.3.831 0.

465 Y _16 0.707 Y_10 0.10 Hasil Uji Validitas Item Variabel Kinerja Guru (Y) No Item Tingkat Validitas Y _1 0. bahwa seluruh item dinyatakan valid .650 Y _3 0.695 Y _14 0. Tabel 4.695 Y _11 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.714 Y _13 0.675 Y _4 0.654 Y _2 0. variabel kinerja guru berada di atas 0. Untuk itu kuesioner yang digunakan layak untuk diolah sebagai data penelitian.698 Y _12 0.818 X3 _15 0.496 Y _20 0.810 X3 _14 0. maka semua item valid.836 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Dari data di atas.85 No Item Tingkat Validitas X3 _13 0.7 sampai dengan tabel 4.487 Y _17 0.403 Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari data di atas.652 Y _9 0.560 Y _6 0.667 Y _15 0.550 Y _7 0. Berdasarkan tabel 4.470 Y _19 0. maka semua item valid.3. variabel disiplin kerja berada di atas 0.10 diperoleh informasi mengenai tingkat validitas.3.713 Y _8 0.684 Y _5 0.597 Y _18 0.

86 dan digunakan untuk penelitian. ternyata seluruh item pernyataan merupakan item yang terpilih dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data (kuesioner).2 Uji Reliabilitas Dari pengujian reliabilitas teknik split half dengan koefisien internal Spearman Brown nampak bahwa masing-masing instrumen pengukuran adalah reliabel sesuai dengan yang direkomendasikan Sugiyono (2004 : 178) yang menyatakan bahwa batas minimum reliabilitas yang dapat diterima adalah koefisien positif.2. 11 Rekapitulasi Hasil Uji Coba Item Pernyataan Instrumen Kuesioner Variabel Jml Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Jumlah 15 15 20 68 18 Valid % 100% Tidak Jml 0 Valid % 0% Jml 18 Total % 100% 100% 100% 100% 100% 0 0 0 0 0% 0% 0% 0% 15 15 20 68 100% 100% 100% 100% Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Berdasarkan data tabel di atas. Hasil pengujian secara lengkap dapat dilihat pada lampiran rekapitulasi tingkat validitas item pernyataan instrument penelitian disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4. 4. Reliabilitas untuk kuesioner masing-masing variabel disajikan pada tabel di bawah ini : .

4. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : .986 0.3.949 dengan kriteria reliabilitas tinggi. variabel disiplin kerja (X3) adalah 0. dan variabel kinerja guru (Y) adalah 0.1 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kepemimpinan Kepala Sekolah di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai kepemimpinan kepala sekolah di SMPN 1 Cisarua.935 dengan kriteria reliabilitas tinggi.954 dengan kriteria reliabilitas tinggi.3 Hasil Penelitian dan Pembahasan 4.87 Tabel 4.12 Hasil Uji Reliabilitas Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Lampiran uji validitas reliabilitas Reliabilitas 0.949 Kriteria Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Reliabilitas Tinggi Dari data di atas variabel kepemimpinan kepala sekolah (X1) adalah 0. variabel motivasi kerja (X2) adalah 0.986 dengan kriteria reliabilitas tinggi.935 0.954 0.

06 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat.81% menyatakan kurang setuju.17 Prosentase 9.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.03 Kurang Setuju 3 15 45 23.52 38.70 100. 46.10 25.00 Rata-Rata Skor 4.14 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 24 3 16 2 9 1 8 63 Skor 30 96 48 18 8 200 3.13 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 19 95 30.16 Setuju 4 29 116 46.03% menyatakan setuju.88 Tabel 4.00 Jumlah 63 256 100.40 14. yakni sebanyak 30.81 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 . dan 23.16% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui rapat. dengan rata-rata skor sebesat 4.06 Berdasarkan tabel di atas.29 12. berada pada kategori baik.

38.52% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin. 47.29% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan. dengan rata-rata 3.63% menyatakan kurang setuju.97 Prosentase 26. yakni sebanyak 26. yakni sebanyak 9.62% menyatakan setuju.62 20. Tabel 4. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa .17 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru melalui pembinaan perorangan.70% sangat tidak setuju. 12.63 4.40% menyatakan kurang setuju.76 0.89 Berdasarkan tabel di atas.10% menyatakan setuju. 25.98 47. dengan rata-rata dengan rata-rata skor sebesat 3.00 100.98% menyatakan sangat setuju.15 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan pembinaan kepada siswa melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 30 3 13 2 3 1 0 63 Skor 85 120 39 6 0 250 3.97 .00 Berdasarkan tabel di atas. 14. dan 20.

27 Kurang Setuju 3 17 51 26.05% menyatakan sangat setuju. berada pada kategori baik. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.05 Setuju 4 34 136 53.97% menyatakan setuju.16 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 12 60 19. dan 26.00 Rata-Rata Skor 3.17 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 53.52 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. berada pada kategori baik.92 Berdasarkan tabel di atas.98 Tidak Setuju 2 6 12 9.00 Jumlah 63 247 100.97 Kurang Setuju 3 17 51 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat perencanaan visi dan misi secara matang.98% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.98 Tidak Setuju 2 0 0 0.00 Jumlah 63 237 100.00 Rata-Rata Skor 3. dengan rata-rata 3.90 melalui upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin.76 .22 Setuju 4 26 104 41.92. yakni sebanyak 19.

00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori baik.22% menyatakan sangat setuju.27% menyatakan setuju.05.27% menyatakan setuju. Tabel 4. 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.52% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.91 Berdasarkan tabel di atas. dan 9. dengan rata-rata sebesar 3. 41. 26. yakni sebanyak 22. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah memberdayakan guru sebagai tim kerja dalam pelaksanaan program kegiatan.75% menyatakan sangat setuju.98 0.00 100.27 26.98% menyatakan kurang setuju.05 Prosentase 31.00 0.75 41.76.18 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 26 3 17 2 0 1 0 63 Skor 100 104 51 0 0 255 4. dengan rata-rata 4. yakni sebanyak 31.98% menyatakan kurang setuju. .

75% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan evalusi setelah pelaksanaan program kegiatan.00 0.98% menyatakan sangat setuju.95.75 0.00 100. berada pada kategori baik. .19 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan evaluasi setelah pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 17 4 26 3 20 2 0 1 0 63 Skor 85 104 60 0 0 249 3. 31.98 41.00 Berdasarkan tabel di atas. 41.95 Prosentase 26. berada pada kategori baik Tabel 4.27% menyatakan setuju. yakni sebanyak 26.27 31.92 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah senantiasa melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program kegiatan.

11 Berdasarkan tabel di atas.02 Prosentase 28. dengan rata-rata .57 44.00 Jumlah 63 259 100.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.44 26.00 0. yakni sebanyak % menyatakan sangat setuju.10 Setuju 4 22 88 34. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. Tabel 4. % menyatakan tidak setuju.92 Kurang Setuju 3 17 51 26.98 Tidak Setuju 2 0 0 0. % menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya. % sangat tidak setuju. berada pada kategori baik.00 Rata-Rata Skor 4.20 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan solusi perbaikan untuk program berikutnya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 24 120 38.00 .00 100. % menyatakan setuju.98 0.93 Tabel 4.21 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 28 3 17 2 0 1 0 63 Skor 90 112 51 0 0 253 4.

44% menyatakan setuju.00 Prosentase 28.98% menyatakan kurang setuju.57% menyatakan kurang setuju.00 0. dengan rata-rata 4.57% menyatakan sangat setuju.02.57 42.00. yakni sebanyak 28. 28.86 28. 44. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. berada pada kategori baik Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas. 26.94 Berdasarkan tabel di atas.57 0. 42. . dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.22 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 27 3 18 2 0 1 0 63 Skor 90 108 54 0 0 252 4.86% menyatakan setuju. dengan rata-rata 4.00 100. berada pada kategori baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melakukan pengadministrasian pelaksanaan program kegiatan. yakni sebanyak 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melakukan pendokumentasian hasil pelaksanaan program kegiatan.57% menyatakan sangat setuju.

40 50.79 26.79 23.24 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 14 4 32 3 17 2 0 1 0 63 Skor 70 128 51 0 0 249 3. % sangat tidak setuju.79% menyatakan setuju.22 50.81% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah membuat program supervisi. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah membuat program supervisi. berada pada kategori baik.00 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan sangat setuju.00 .81 0. 50.98 0. 23.02.23 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah membuat program supervise Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 16 4 32 3 15 2 0 1 0 63 Skor 80 128 45 0 0 253 4. dengan ratarata 4.95 Prosentase 22.00 100.00 100. Tabel 4. yakni sebanyak 25.00 0.95 Tabel 4.02 Prosentase 25.00 0.

10.10 Prosentase 34.92% menyatakan sangat setuju. 39.00 Berdasarkan tabel di atas.00 0.68% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas. yakni sebanyak 34. 50. Tabel 4. berada pada kategori baik. 26..40 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah melaksanakan supervisi kepada guru yang mengajar di kelas.79% menyatakan setuju. berada pada kategori baik .68 25. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.92 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru.40% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan kurang setuju.00 100. 25. yakni sebanyak 22. dengan rata-rata 4.22% menyatakan sangat setuju.25 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah dapat memberi contoh keteladanan kepada guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 22 4 25 3 16 2 0 1 0 63 Skor 110 100 48 0 0 258 4.96 Berdasarkan tabel di atas.95.

57 0. 31. berada pada kategori baik Tabel 4.51% menyatakan setuju.51 31.00 Prosentase 31.00 .75% menyatakan sangat setuju.75 0.27 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 19 4 26 3 18 2 0 1 0 63 Skor 95 104 54 0 0 253 4. yakni sebanyak 31.26 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 20 4 23 3 20 2 0 1 0 63 Skor 100 92 60 0 0 252 4.00.16 41.27 28. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai kepala sekolah mampu mengambil keputusan yang tepat.02 Prosentase 30.00 100.75% menyatakan kurang setuju.00 0.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.97 Tabel 4.75 36.00 0. dengan rata-rata 4. 36.

98 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.89.22 44. yakni sebanyak 30.28 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 14 28 21 0 0 63 Skor 70 112 63 0 0 245 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi.44 33.02. .89 Prosentase 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan penghargaan kepada guru yang berprestasi. 33.27% menyatakan setuju. 41. dengan rata-rata 4. berada pada kategori cukup baik.44% menyatakan setuju. 44. dengan rata-rata 3.00 100.00 0. 28.33% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan gagasan-gagasan baru dalam proses pembelajaran.57% menyatakan kurang setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 22. berada pada kategori bai Tabel 4.33 0.22% menyatakan sangat setuju.16% menyatakan sangat setuju.

49.22% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin. berada pada kategori baik.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 248 100. dengan rata-rata 3.30 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 18 4 29 3 16 2 0 1 0 63 Skor 90 116 48 0 0 254 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin.00 0.94 Berdasarkan tabel di atas.21% menyatakan setuju. yakni sebanyak 22.03 Prosentase 28.99 Tabel 4.00 . Tabel 4.03 25.40 0.57 Tidak Setuju 2 0 0 0.94.22 Setuju 4 31 124 49. 28.29 Pendapat responden mengenai : Kepala sekolah memberikan sangsi kepada guru yang melanggar disiplin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 14 70 22.21 Kurang Setuju 3 18 54 28.57% menyatakan kurang setuju.57 46.00 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.00 100.

46.94 26.00 Berdasarkan tabel di atas.100 Berdasarkan tabel di atas.40% menyatakan kurang setuju. Gambaran mengenai hal tersebut dapat dilihat dari tanggapan responden sebagai berikut : Tabel 4.17 100. 25.2 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Motivasi Kerja di SMPN 1 Cisarua Bagian ini akan menguraikan bagaimana gambaran mengenai motivasi kerja guru di SMPN 1 Cisarua.14 Prosentase 7.3.68 22.03 .22 3.98 39. dengan rata-rata 4. kepala sekolah menciptakan hubungan yang yakni sebanyak 28. yakni . berada pada kategori baik 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : harmonis dengan guru. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.31 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk berprestasi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 17 3 25 2 14 1 2 63 Skor 25 68 75 28 2 198 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kepala sekolah menciptakan hubungan yang harmonis dengan guru.03% menyatakan setuju.57% menyatakan sangat setuju.

berada pada kategori cukup baik. 39.68% menyatakan kurang setuju.35% menyatakan sangat setuju.17% sangat tidak setuju.17 100. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.00 Berdasarkan tabel di atas.17.62% menyatakan kurang setuju. 3. yakni sebanyak 6.35 26. . 26.32 Pendapat responden mengenai : Teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 17 30 10 2 63 Skor 20 68 90 20 2 200 3. 26. dengan rata-rata 3.14. dengan ratarata 3. 47. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.98% menyatakan setuju. 15.94% menyatakan sangat setuju.101 sebanyak 7.87% menyatakan tidak setuju.62 15.98 47. 3.17 Prosentase 6.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : teman sejawat memberi pengakuan terhadap prestasi kerja saya.22% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk berprestasi.87 3.17% sangat tidak setuju. 22.

25.22 58. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.33 Pendapat responden mengenai : Saya merasa bangga dengan pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.73 9.102 Tabel 4. dengan rata-rata 3. saya merasa bangga dengan pekerjaan saya 7.00 Rata-Rata Skor 3.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebagai guru.34 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 14 37 6 0 63 Skor 30 56 111 12 0 209 3.52 22.32 Prosentase 9. 60.32% menyatakan kurang setuju.11% menyatakan tidak setuju.94% menyatakan sangat setuju.63 Kurang Setuju 3 38 114 60.94 Setuju 4 13 52 20.32 Tidak Setuju 2 7 14 11.63% menyatakan setuju.25 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 205 100. 11.52 0. yakni sebanyak 20.00 .00 100.

26.52% menyatakan sangat setuju.94 26.00 100.103 Berdasarkan tabel di atas.32.94% menyatakan sangat setuju.30 Prosentase 7.38% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya.70 0. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. berada pada kategori cukup baik . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.98 52. dengan rata-rata 3.22% menyatakan setuju.30. yakni sebanyak 7. 58. 12.35 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 5 17 33 8 0 63 Skor 25 68 99 16 0 208 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya selalu berusaha untuk bertanggung jawab atas pekerjaan saya sebagai guru.73% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.52% menyatakan tidak setuju.98% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan yang saya jalani sesuai dengan minat dan bakat saya. 52.00 Berdasarkan tabel di atas. 22.38 12. 9.70% menyatakan tidak setuju. yakni sebanyak 9.

37 Pendapat responden mengenai : Saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 19 3 25 2 8 1 5 63 Skor 30 76 75 16 5 202 3.36 Pendapat responden mengenai : Saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah Pekerjaan yang menantang Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 3 15 4.25 Berdasarkan tabel di atas. 30.16 39.79 Tidak Setuju 2 9 18 14. 14. Tabel 4.29% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.00 Jumlah 63 205 100.16% menyatakan setuju. yakni sebanyak 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.68 12. berada pada kategori cukup baik. 50.25.94 100.76% menyatakan sangat setuju.104 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya merasa pekerjaan saya sebagai guru adalah pekerjaan yang menantang.76 Setuju 4 19 76 30.70 7.21 Prosentase 9. dengan rata-rata 3.00 .16 Kurang Setuju 3 32 96 50.79% menyatakan kurang setuju.52 30.29 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

76 Jumlah 63 211 100. 11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab.86 Tidak Setuju 2 7 14 11.98 Kurang Setuju 3 27 81 42.35.00 Rata-Rata Skor 3.16% 12.68% menyatakan kurang setuju.98% menyatakan setuju.29 Setuju 4 17 68 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab. yakni sebanyak 14.70% karier. menyatakan setuju.11% menyatakan tidak setuju.105 Berdasarkan tabel di atas. 42.86% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik.38 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.29% menyatakan sangat setuju. menyatakan tidak setuju.11 Sangat Tidak Setuju 1 3 3 4. yakni sebanyak 9.21. rata-rata 3.52% menyatakan sangat setuju.94% sangat tidak setuju.35 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3. 26.76% sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan karier. berada pada kategori cukup baik Tabel 4. . 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya diberi kesempatan untuk meningkatkan 30. 4. 39.

52% menyatakan setuju.106 Tabel 4.52 31.39 Pendapat responden mengenai : Gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.94% sangat tidak setuju. yakni sebanyak 7.49 14 11.94 188 100.00 2. 7. 63.94 100. berada pada kategori cukup baik. 9.40 Pendapat responden mengenai : Sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 20 26 6 5 63 Skor 30 80 78 12 5 205 3.00 .98 atas.94 Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Berdasarkan tabel di 24 9.11 5 7.11% menyatakan tidak setuju.27 9.75 41.52 120 63.25 Prosentase 9.94 % menyatakan sangat setuju.49% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya. 11. dapat dideskripsikan pernyataan 4 3 2 1 6 40 7 5 63 responden mengenai : gaji atau honor yang saya terima telah memenuhi kebutuhan saya.52 7. Tabel 4.98.

52 28.57 42.00 Berdasarkan tabel di atas.25. 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah yakni sebanyak 9.41 Pendapat responden mengenai : Kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 6 18 27 7 5 63 Skor 30 72 81 14 5 202 3. berada pada kategori cukup baik.94% sangat tidak setuju.86% membuat saya nyaman dalam bekerja.94% sangat tidak setuju. 42. Tabel 4.52% setuju.52% menyatakan tidak setuju.11% menyatakan tidak setuju. dengan rata-rata 3. menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. 11.94 100.57% menyatakan menyatakan kurang setuju.52% menyatakan sangat setuju. sekolah menciptakan kondisi kerja yang yakni sebanyak 9.75% menyatakan setuju.86 11.21 Prosentase 9.11 7. 28. 31.27% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sekolah menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan.107 Berdasarkan tabel di atas. 7. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : menyenangkan.21. . 41. 7.

dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.62% menyatakan kurang setuju.22 47.76 100. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan.76% sangat tidak setuju.42 Pendapat responden mengenai : Jika mengalami kesulitan di dalam pekerjaan saya lebih senang membicarakan dengan pimpinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 9 14 30 7 3 63 Skor 45 56 90 14 3 208 3. .29 22. yakni sebanyak 14. berada pada kategori cukup baik. 11. dengan rata-rata 3.29% menyatakan sangat setuju.11 4. 4.62 11.108 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : kebijakan yang diambil manajemen sekolah membuat saya nyaman dalam bekerja. 22.22% menyatakan setuju. 47. Tabel 4.11% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.30 Prosentase 14.30.

62% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 213 100.87 19. menyatakan tidak setuju.70 0. 28.00 Rata-Rata Skor 3. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.00 100.44 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan teman sejawat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 10 12 33 8 0 63 Skor 50 48 99 16 0 213 3.38. yakni sebanyak 11.57% 12.109 Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan sangat setuju. 47.38 12.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.62 Tidak Setuju 2 8 16 12. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah.38 Prosentase 15.38 Berdasarkan tabel di atas.11 Setuju 4 18 72 28. . dengan rata-rata 3.43 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan pimpinan/kepala sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 7 35 11.05 52. Tabel 4.57 Kurang Setuju 3 30 90 47.

00 100. berada pada kategori cukup baik. berada pada kategori baik. 52.38.40.110 yakni sebanyak 15. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.40 Prosentase 14. 19. % sangat tidak setuju. 4.3. 23.21 12.3 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Disiplin Kerja Guru di SMPN 1 Cisarua . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan teman sejawat.29 23. yakni sebanyak 14. Tabel 4. 12.21% menyatakan kurang setuju. 49.81 49.38% menyatakan kurang setuju.81% menyatakan setuju. 12.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa. dengan rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya berhubungan baik dengan siswa.70% menyatakan tidak setuju.45 Pendapat responden mengenai : Saya berhubungan baik dengan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 15 3 31 2 8 1 0 63 Skor 45 60 93 16 0 214 3.87% menyatakan sangat setuju.29% menyatakan sangat setuju.70 0.05% menyatakan setuju.

00 100.00 .00 Jumlah 63 208 100. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.00 Rata-Rata Skor 3.52 Setuju 4 18 72 28.47 Pendapat responden mengenai : Begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 7 15 25 16 0 63 Skor 35 60 75 32 0 202 3. 44.68 25. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat.40 0.57% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju. .46% menyatakan tidak setuju. 17.11 23. yakni sebanyak 9.21 Prosentase 11. 28.57 Kurang Setuju 3 28 84 44.111 Tabel 4.81 39.46 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.30 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.44% menyatakan kurang setuju.46 Pendapat responden mengenai : Saya datang dan pulang tepat waktu sesuai jadwal yang telah dibuat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.44 Tidak Setuju 2 11 22 17.

52% menyatakan sangat setuju. saya menggunakan jam mengajar seefisien yakni sebanyak 9. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.112 Berdasarkan tabel di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin. 31.75% setuju.75 Kurang Setuju 3 20 60 31. 39. 26.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.24 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 204 100. 25.21. Tabel 4. dengan rata-rata 3. 31. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : begitu bel masuk berbunyi saya langsung masuk ruangan kelas sesuai dengan jam mengajar.52 Setuju 4 20 80 31.24. menyatakan sangat setuju.98% menyatakan menyatakan tidak setuju.48 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. dengan ratarata 3.75 Tidak Setuju 2 17 34 26.75% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam mengajar seefisien mungkin.11% setuju. berada pada kategori cukup baik .00 Rata-Rata Skor 3. 23.40% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.81% yakni sebanyak 11.

berada pada kategori cukup baik Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.11 Prosentase 6. 36.81 47.33.17 100.35 36.33 Prosentase 6.49 Pendapat responden mengenai : Saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 23 3 26 2 10 1 0 63 Skor 20 92 78 20 0 210 3.05 3.35% menyatakan sangat setuju.62 19. saya menggunakan jam istirahat seefisien yakni sebanyak 6.27% menyatakan kurang setuju.00 .113 Tabel 4.27 15.51 41. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : mungkin.87 0. 15. 41. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya menggunakan jam istirahat seefisien mungkin.87% menyatakan menyatakan tidak setuju.35 23.51% setuju. dengan rata-rata 3.00 100.50 Pendapat responden mengenai : Saya mengikuti upacara bendera setiap senin pagi Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 15 30 12 2 63 Skor 20 60 90 24 2 196 3.

yakni sebanyak 6. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.35% menyatakan sangat setuju.35 36.62% menyatakan kurang setuju.51 39.05% menyatakan menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.00 100. 36.46% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi. 47. 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal.35% menyatakan sangat setuju.51 Pendapat responden mengenai : Saya hadir di kelas sesuai jam mengajar yang telah terjadwal Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 4 23 25 11 0 63 Skor 20 92 75 22 0 209 3.32 Prosentase 6.32.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik Tabel 4.68 17. 19. yakni sebanyak 6.46 0. 3.68% menyatakan kurang setuju. 23. . 39.17% sangat tidak setuju.81% setuju. 3. dengan rata-rata Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengikuti upacara bendera setiap hari senin pagi.114 Berdasarkan tabel di atas.51% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.11.

22 0. berada pada kategori cukup baik.00 23.22 Prosentase 4. 34. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan.17 Prosentase 3.51 34.53 Pendapat responden mengenai : Saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 21 26 14 0 63 Skor 10 84 78 28 0 200 3.00 Berdasarkan tabel di atas.76 36.17 33.115 Tabel 4.27 22. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan. 36. setuju.00 100.51% menyatakan setuju.33 41.76% menyatakan sangat setuju.92 23.81 0. yakni sebanyak 4.92% menyatakan kurang setuju.52 Pendapat responden mengenai : Saya hadir pada rapat pembinaan/pengarahan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 23 22 15 0 63 Skor 15 92 66 30 0 203 3.00 100. dengan rata-rata 3. Tabel 4.22.81% menyatakan tidak .

03 20. 22. dengan rata-rata 3.54 Pendapat responden mengenai : Saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 19 29 13 0 63 Skor 10 76 87 26 0 199 3. 20. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.17 30.63 0.16 46.22% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik.17.00 100.17% menyatakan sangat setuju. 30.16.33% menyatakan setuju. .27% menyatakan kurang setuju. dengan rata-rata 3.116 Berdasarkan tabel di atas.03% menyatakan kurang setuju. yakni sebanyak 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bekerja sesuai dengan fungsi dan tugasnya.63% menyatakan tidak setuju. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memahami mekanisme kerja yang ditetapkan oleh sekolah.00 Berdasarkan tabel di atas.17% menyatakan sangat setuju.16 Prosentase 3. 46.16% menyatakan setuju. yakni sebanyak 3. 33. % sangat tidak setuju. 41.

17% menyatakan sangat setuju.62 20.14 Prosentase 3. 47.63 0. Tabel 4.00 Berdasarkan tabel di atas.00 100.55 Pendapat responden mengenai : Saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 2 18 30 13 0 63 Skor 10 72 90 26 0 198 3.63% menyatakan tidak setuju.00 .17 28.14.117 Tabel 4.75 39.81 0. 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya.56 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 3 20 25 15 0 63 Skor 15 80 75 30 0 200 3.62% menyatakan kurang setuju. 20.57% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.17 Prosentase 4.76 31.00 100.68 23. dengan rata-rata 3.57 47. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bertanggung jawab terhadap semua tugas yang diberikan kepada saya. yakni sebanyak 3.

yakni sebanyak 1. rata-rata 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.51 Kurang Setuju 3 19 57 30. menyatakan sangat setuju. 23.08 Berdasarkan tabel di atas.00 Jumlah 63 194 100.00 Rata-Rata Skor 3. .16 Tidak Setuju 2 20 40 31. 39. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat.51% setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang diberikan kepala sekolah dengan baik. 36. 30.59 Setuju 4 23 92 36.75% menyatakan menyatakan kurang setuju.16% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya senantiasa melaksanakan tugas yang yakni sebanyak 4.76% setuju.08. Tabel 4.81% menyatakan tidak setuju.75 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 31. dengan rata-rata 3.57 Pendapat responden mengenai : Saya bisa bekerja sama dengan seluruh teman sejawat Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.118 Berdasarkan tabel di atas.59% menyatakan sangat setuju.17. berada pada kategori cukup baik. 31.68% dengan diberikan kepala sekolah dengan baik.75% menyatakan menyatakan tidak setuju.

68 Tidak Setuju 2 16 32 25. yakni sebanyak 1.06 Berdasarkan tabel di atas.119 Tabel 4.11 . berada pada kategori cukup baik Tabel 4. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mentaati peraturan-peraturan sekolah.27 Tidak Setuju 2 17 34 26. 26.59 Pendapat responden mengenai : Sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.59% menyatakan sangat setuju.00 Rata-Rata Skor 3.16% menyatakan setuju.27% menyatakan kurang setuju.16 Kurang Setuju 3 26 78 41. 30.59 Setuju 4 21 84 33.59 Setuju 4 19 76 30. dengan rata-rata 3. 41.58 Pendapat responden mengenai : Saya mentaati peraturan-peraturan sekolah Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 1 5 1.00 Rata-Rata Skor 3.33 Kurang Setuju 3 25 75 39.40 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.98% menyatakan tidak setuju.00 Jumlah 63 193 100.00 Jumlah 63 196 100.98 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.06.

11. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. .57 0. dengan rata-rata 3. yakni sebanyak 1.59 36.33% menyatakan kurang setuju.51 33.57% menyatakan tidak setuju.40% menyatakan tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 1.11 Prosentase 1. Tabel 4. 25.59% menyatakan sangat setuju. 28.33 28. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru. 33. 39. 36.51% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik.120 Berdasarkan tabel di atas.68% menyatakan kurang setuju. 33. dengan ratarata 3.59% menyatakan sangat setuju.00 100.11.00 Berdasarkan tabel di atas.60 Pendapat responden mengenai : Pemberian sangsi telah sesuai dengan tingkat pelanggaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 1 23 21 18 0 63 Skor 5 92 63 36 0 196 3.33% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sangsi atas pelanggaran terhadap setiap peraturan telah disosialisasikan kepada para guru.

94 Setuju 4 15 60 23. 15.38 Tidak Setuju 2 10 20 15. 23.00 Jumlah 63 204 100.81 Kurang Setuju 3 33 99 52.24 .63 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Rata-Rata Skor 3.121 4. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3.97 Tidak Setuju 2 10 20 15.62 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9. yakni sebanyak 7.61 Pendapat responden mengenai : Sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.24. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama. 52.94% menyatakan sangat setuju.52 Setuju 4 13 52 20.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : sebelum pelajaran dimulai saya mengajak siswa untuk berdoa bersama.87% menyatakan tidak setuju.24 Berdasarkan tabel di atas.3.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3.38% menyatakan kurang setuju.00 Jumlah 63 204 100.4 Deskripsi Jawaban Responden Mengenai Kinerja Guru di SMPN 1 Cisarua Tabel 4.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.

24.24. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan. dengan rata-rata 3.81% menyatakan setuju. dengan rata-rata 3. 20.87% menyatakan tidak setuju. 15.87 0. berada pada kategori cukup baik.00 100.94 23.94% menyatakan sangat setuju.38% menyatakan kurang setuju.87% menyatakan tidak setuju.63% menyatakan setuju. berada pada kategori cukup baik. 53.81 52. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain. yakni sebanyak 9. yakni sebanyak 7. .24 Prosentase 7. 52.97% menyatakan kurang setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : dalam proses KBM saya sering menyelipkan kedisiplinan.122 Berdasarkan tabel di atas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya mengarahkan siswa untuk memiliki sikap jujur dan terbuka pada orang lain.00 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4. 15.38 15.52% menyatakan sangat setuju. 23.63 Pendapat responden mengenai : Dalam proses KBM saya sering menyelipkan pendidikan kedisiplinan Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 15 3 33 2 10 1 0 63 Skor 25 60 99 20 0 204 3.

38 Tidak Setuju 2 8 16 12.52 Setuju 4 16 64 25. 12. Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.40 Kurang Setuju 3 33 99 52. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.29 Setuju 4 13 52 20.123 Tabel 4.52% menyatakan sangat setuju. RPP dll. berada pada kategori cukup baik. 52. 25.00 Jumlah 63 213 100. yakni sebanyak 9. dengan rata-rata 3.32.00 Rata-Rata Skor 3.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.64 Pendapat responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran.97 Tidak Setuju 2 7 14 11.32 Berdasarkan tabel di atas.38% menyatakan kurang setuju.70% menyatakan tidak setuju.00 Rata-Rata Skor 3.40% menyatakan setuju.00 Jumlah 63 209 100. RPP dll.38 . % sangat tidak setuju. silabus.65 Pendapat responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 9 45 14.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyiapkan perencanaan pembelajaran sebelum saya mengajar berupa program tahunan/semesteran. silabus. RPP dll. Tabel 4. silabus.63 Kurang Setuju 3 34 102 53.

11% menyatakan tidak setuju. 22. berada pada kategori cukup baik. 11. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.66 Pendapat responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 10 4 14 3 31 2 8 1 0 63 Skor 50 56 93 16 0 215 3. berada pada kategori baik. rata-rata 3. yakni sebanyak 15.00 Berdasarkan tabel di atas. Tabel 4.87 22.41 Prosentase 15.63% menyatakan setuju.124 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 14.70 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. . 12. 53. 20.00 100.87% menyatakan sangat setuju.29% menyatakan sangat setuju.70% menyatakan tidak setuju.22% menyatakan setuju.97% menyatakan kurang setuju.21 12.21% dengan menyatakan kurang setuju.41. dengan rata-rata 3.22 49. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengorganisasi materi agar sesuai dengan silabus. 49.38. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Pada pelaksanaan KBM saya selalu berpedoman pada silabus dan RPP yang telah dibuat.

125 Tabel 4.94 31.63 0.68 Pendapat responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 18 3 31 2 9 1 0 63 Skor 25 72 93 18 0 208 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.68 20.00 Berdasarkan tabel di atas. berada pada kategori cukup baik.75% menyatakan setuju.57 49.00 100.27.94% menyatakan sangat setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya senatiasa menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya.00 .27 Prosentase 7.30 Prosentase 7. 31. yakni sebanyak 7. dengan rata-rata 3.21 14.75 39.29 0.68% menyatakan kurang setuju.94 28. 20.63% menyatakan tidak setuju.67 Pendapat responden mengenai : Saya menguasai materi pelajaran yang menjadi garapan saya Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 5 4 20 3 25 2 13 1 0 63 Skor 25 80 75 26 0 206 3.00 100. 39. Tabel 4.

57% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 53.29% 49.70% menyatakan tidak setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran.69 Pendapat responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7. berada pada kategori cukup baik. Tabel 4.00 Rata-Rata Skor 3. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya berusaha menggunakan metode dan media .97% menyatakan kurang setuju.40% menyatakan setuju. yakni sebanyak 7.40 Kurang Setuju 3 34 102 53.00 Jumlah 63 207 100. dengan rata-rata 3. 14.30.29 Berdasarkan tabel di atas. 25. 28.97 Tidak Setuju 2 8 16 12. dengan rata-rata 3.21% menyatakan tidak setuju. 12. yakni sebanyak menyatakan setuju.29.94 Setuju 4 16 64 25. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mendisain model pembelajaran sebelum mengajar. 7.94% menyatakan sangat setuju.94% menyatakan sangat setuju.70 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.126 Berdasarkan tabel di atas.

94 Setuju 4 18 72 28.62 Tidak Setuju 2 10 20 15. berada pada kategori cukup baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.00 Jumlah 63 209 100.11 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0.32 .71 Pendapat responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 6 30 9.57% menyatakan setuju.52 Setuju 4 15 60 23. 47. berada pada kategori cukup baik.29 Berdasarkan tabel di atas. yakni sebanyak 7. 28.81 Kurang Setuju 3 35 105 55.00 Jumlah 63 207 100. 15. Tabel 4.87 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. Tabel 4.127 pembelajaran yang sesuai dengan materi dan tujuan pembelajaran. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran.00 Rata-Rata Skor 3.87% menyatakan tidak setuju.56 Tidak Setuju 2 7 14 11.70 Pendapat responden mengenai : Saya membimbing siswa dalam kegiatan pembelajaran Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.57 Kurang Setuju 3 30 90 47. dengan rata-rata 3.29.94% menyatakan sangat setuju.62% menyatakan kurang setuju.00 Rata-Rata Skor 3.

00 100. .40% menyatakan setuju.128 Berdasarkan tabel di atas. 53. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar.52 25.52% menyatakan sangat setuju.97% menyatakan kurang setuju.97 11. yakni sebanyak 9. berada pada kategori cukup baik. yakni sebanyak 9.11% menyatakan tidak setuju.33 Prosentase 9.72 Pendapat responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 6 4 16 3 34 2 7 1 0 63 Skor 30 64 102 14 0 210 3. 23.81% menyatakan setuju.52% menyatakan sangat setuju.33. 11. Tabel 4. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya menyediakan waktu tersendiri untuk membimbing siswa yang mengalami kesulitan dalam belajar. dengan rata-rata 3.00 Berdasarkan tabel di atas.40 53. dengan rata-rata 3.32. 55.56% menyatakan kurang setuju.11 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 11.11% menyatakan tidak setuju. 25.

38 14. dengan rata-rata 3.29 0.00 Berdasarkan tabel di atas.70 20. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.32. berada pada kategori cukup baik. .63% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah.38% menyatakan kurang setuju. Tabel 4.00 100. 14.63 52. 52. berada pada kategori cukup baik.70% menyatakan sangat setuju.73 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan arahan-arahan dalam belajar tentang tata tertib sekolah Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat 5 4 3 2 1 Frekuensi 8 13 33 9 0 63 Skor 40 52 99 18 0 209 3.29% menyatakan tidak setuju. 20. yakni sebanyak 12.129 Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya mengarahkan siswa agar berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.32 Prosentase 12.

00 Jumlah 63 204 100.05 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 0. 46. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.98 Kurang Setuju 3 29 87 46.94 Setuju 4 17 68 26.94% menyatakan sangat setuju.03% menyatakan kurang setuju.70 0.35 23.98% menyatakan setuju.00 Rata-Rata Skor 3.74 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan Pendapat Derajat Frekuensi Skor Prosentase Sangat Setuju 5 5 25 7.81 57. 26. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan latihan soal yang sesuai dengan materi yang telah diajarkan.130 Tabel 4. berada pada kategori cukup baik.00 100.75 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 4 4 15 3 36 2 8 1 0 63 Skor 20 60 108 16 0 204 3. yakni sebanyak 7.05% menyatakan tidak setuju.24.00 . dengan rata-rata 3.03 Tidak Setuju 2 12 24 19. Tabel 4.24 Prosentase 6. 19.24 Berdasarkan tabel di atas.14 12.

Tabel 4.131 Berdasarkan tabel di atas.11 25. 25.81% menyatakan setuju.70% menyatakan tidak setuju.70 0. 50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. 57. 12.79% menyatakan kurang setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya memberikan pekerjaan rumah untuk melatih kemampuan siswa. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif. dengan rata-rata 3.35% menyatakan sangat setuju.40 50. berada pada kategori cukup baik.76 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan penilaian pekerjaan siswa secara obyektif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 16 3 32 2 8 1 0 63 Skor 35 64 96 16 0 211 3. 12.14% menyatakan kurang setuju. berada pada kategori cukup baik. dengan rata-rata.35.40% menyatakan setuju.11% menyatakan sangat setuju. yakni sebanyak 11.00 100.70% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas.79 12. yakni sebanyak 6. .35 Prosentase 11. 23.

79 11. Tabel 4.132 Tabel 4.05% menyatakan sangat setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.70% menyatakan setuju. 60.00 100.38 Prosentase 11.70 60.77 Pendapat responden mengenai : Saya mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 12 4 8 3 38 2 5 1 0 63 Skor 60 32 114 10 0 216 3.98 50.00 100.11 0. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu mengisi buku nilai sesuai hasil kerja siswa.94 0. yakni sebanyak 19.32% menyatakan kurang setuju.11 26.78 Pendapat responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik formatif maupun sumatif Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 7 4 17 3 32 2 7 1 0 63 Skor 35 68 96 14 0 213 3. 12.00 .43.94% menyatakan tidak setuju.32 7. 7. berada pada kategori baik.05 12.43 Prosentase 19.00 Berdasarkan tabel di atas. dengan rata-rata 3.

00 100. berada pada kategori cukup baik. . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.11% menyatakan sangat setuju. dengan rata-rata 3. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM.70 0.46% menyatakan sangat setuju.79 Pendapat responden mengenai : Saya melaksanakan remedial bagi siswa yang nilainya dibawah KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 11 4 10 3 34 2 8 1 0 63 Skor 55 40 102 16 0 213 3. yakni sebanyak 11. 26.46 15.97% menyatakan kurang setuju.133 Berdasarkan tabel di atas.38 Prosentase 17.98% menyatakan setuju. 53.97 12.87 53.38. dengan rata-rata 3.70% menyatakan tidak setuju. Tabel 4.79% menyatakan kurang setuju. 15. yakni sebanyak 17.87% menyatakan setuju. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya melakukan evaluasi baik foraif maupun sumatif.00 Berdasarkan tabel di atas.11% menyatakan tidak setuju. 12. berada pada kategori cukup baik.38. 11. 50.

134 Tabel 4.3.81 Rata-Rata Skor Variabel Variabel N Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) 63 63 63 63 Rata . berada pada kategori cukup baik.5 Statistik Deskriptif Sesuai dengan pendapat responden di atas. dapat dideskripsikan pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM.03% menyatakan kurang setuju.29% menyatakan sangat setuju.33 Prosentase 14.33.29 22.18 3.00 100.26 3.80 Pendapat responden mengenai : Saya memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM Pendapat Sangat Setuju Setuju Kurang Setuju Tidak Setuju Sangat Tidak Setuju Jumlah Rata-Rata Skor Derajat Frekuensi 5 9 4 14 3 29 2 11 1 0 63 Skor 45 56 87 22 0 210 3.03 17. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pernyataan responden mengenai : Saya selalu memberikan pengayaan kepada siswa yang melampaui KKM. hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor masing-masing variabel sebagai berikut : Tabel 4.Rata 3.46 0. yakni sebanyak 14.31 . 46. dengan rata-rata 3.22% menyatakan setuju. 22.22 46. 17.46% menyatakan tidak setuju.00 Berdasarkan tabel di atas. 4.94 3.

135 Tabel rata-rata skor variabel tersebut menunjukkan skor rata-rata variabel kepemimpinan kepala sekolah lebih tinggi dibandingkan tiga variabel lainnya.31 Baik Cukup Baik Cukup Baik Cukup Baik Kriteria .7 Penafsiran Sangat baik Baik Cukup Baik Kurang baik Sangat kurang baik Sesuai dengan kriteria di atas.83 Kriteria Ketercapaian Skor Tiap Variabel Rata-rata Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Kinerja Guru (Y) Sumber : Hasil pengolahan data 3.0 – 1.94 3. selanjutnya dibandingkan dengan tabel kriteria penafsiran kondisi variabel penelitian pada masingmasing variabel yang diteliti.0 3.4 – 4.3 1. maka diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4. Juga terlihat bahwa skor rata-rata untuk variabel disiplin kerja lebih kecil dibandingkan tiga variabel lainnya. Model yang dipakai mengadaptasi model tentang pengontrolan kualitas (Supranto : 2000) sebagai berikut : Tabel 4. Guna memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai makna hasil perhitungan statistik deskriptif di atas.5 1.18 3.6 – 3.82 Kriteria Penafsiran Kondisi Variabel Penelitian Rata-Rata Skor 4.1 2.26 3.8 – 2.2 – 5.

motivasi kerja. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru dilakukan pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur.3. Dalam penelitian ini variabel kepemimpinan kepala sekolah. Langkah awal dalam perhitungan adalah mengetahui besaran korelasi . Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui besar pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru 4. disiplin kerja dan kinerja guru diukur melalui indikator yang dijabarkan dalam kuesioner penelitian.6 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah.6. Hasil data interval dapat dilihat pada lampiran. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru.1 Hubungan Antar Variabel Untuk mengungkap pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Data variabel penelitian yang dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner memiliki skala ukur ordinal. motivasi kerja dan disiplin kerja sebagai variabel sebab (eksogenus variabel) dan kinerja guru sebagai variabel akibat (endogenus variabel). Menggunakan data dengan skala ukur interval yang diperoleh dari kuesioner penelitian selanjutnya diperoleh skor untuk setiap variabel yang digunakan dalam analisis data. Skor untuk masing-masing variabel merupakan total skor item.136 4. Variabel penelitian kepemimpinan kepala sekolah. Untuk memenuhi syarat data dalam perhitungan analisis jalur sekurang-kurangnya mempunyai skala pengukuran interval terhadap data yang diperoleh dari kuisioner terlebih dahulu ditransformasikan menjadi skala interval menggunakan Method of Successive Interval (MSI).3.

000 ** ** Kinerja guru (Y) ** .000 .546.074 Standardized Coefficients Beta .505 .828 .982 2.438 .015 Kepemimpinan kepala .000 . Listwise N=63 Sumber: Hasil Pengolahan Data 2011 4. Hasil perhitungan korelasi antar variabel yang diteliti dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 4. Dengan melalui perhitungan SPSS diperoleh koefisien jalur kepemimpinan kepala sekolah.920 2.6. Dependent Variable: Kinerja guru (Y) Diperoleh koefisien jalur dari kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (PYX1) sebesar 0.695 sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) .564 .005 .000 .3.120 . koefisien jalur dari motivasi .000 .2 Analisis Jalur Koefisien jalur diperoleh berdasarkan korelasi antar variabel.000 1 .505 .01 level (2-tailed).137 antar variabel.692 .710 . .399 5. (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 1 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.723 .479 3.000 .000 . (2-tailed) Pearson Correlation Sig.000 1 ** ** . (2-tailed) Motivasi kerja (X2) ** . Error 1.000 ** ** **.766 .438 .116 .766 .518 1 (Constant) Sig.723 .546 . a.000 ** ** Disiplin kerja (X3) ** .184 t .85 Hasil Koefisien Jalur X terhadap Y Model Unstandardized Coefficients B Std.84 Korelasi Antara Variabel Kepemimpinan kepala sekolah (X1) 1 ** Kepemimpinan kepala sekolah (X1) Motivasi kerja (X2) Disiplin kerja (X3) Kinerja guru (Y) Pearson Correlation Sig.000 .564 .351 Disiplin kerja (X3) .828 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sebagai berikut : Tabel 4.186 a.278 . Correlation is significant at the 0.

278. Motivasi Kerja (X2) Diperoleh pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.769. Error of the Estimate 5.138 kerja terhadap kinerja guru (PYX2) sebesar 0. Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1). terdapat probabilitas munculnya pengaruh variabel lain (residu).86 Hasil Koefisien Determinasi (Pengaruh Total) X terhadap Y Model R dimension0 R Square a Adjusted R Square . Predictors: (Constant).motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru. Disiplin Kerja (X3).481 Besar koefisien jalur untuk faktor lain yang tidak masuk dalam spesifikasi adalah 0. dan koefisien jalur dari disiplin kerja terhadap kinerja guru (PYX3) sebesar 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru sebesar 0.184 X3 + 0.769 a.60296 1 .757 Std.877 . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru diperoleh dari hasil perkalian koefisien jalur dengan matriks korelasi antara variabel sebab dengan variabel akibat. Maka untuk menghitung besarnya koefisien pengaruh variabel dimaksud digunakan formula sebagai berikut : =√ 769 = 0. Selain pengaruh variabel kepemimpinan kepala sekolah.481 Persamaan koefisien jalur yang terbentuk dinyatakan sebagai berikut : Y= 0.546 X1 + 0. motivasi dan disiplin terhadap kinerja guru dapat dilihat pada tabel dibawah ini: Tabel 4.278 X2 + 0. Besar pengaruh secara bersama-sama kepemimpinan kepala sekolah. Adapun hasil perhitungan pengaruh secara bersama-sama variabel kepemimpinan kepala sekolah.481 .184.

di atas.546 0.1.139 Persamaan tersebut dapat digambarkan dalam model struktural sebagai berikut : 𝑋 𝑟𝑋 𝑋 723 𝜌𝑌𝑋 546 𝑃𝑌𝜖 = 0.481 𝜖 𝑟𝑋 𝑋 438 𝑋 𝜌𝑌𝑋 278 Y 𝑟𝑋 𝑋 5 5 𝜌𝑌𝑋 𝑋 84 Gambar 4.184 . Motivasi dan Disiplin terhadap Kinerja Guru Dari gambar 4.87 Hasil Perhitungan Jalur Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Motivasi Kerja (X2) Disiplin Kerja (X3) Sumber : Hasil Pengolahan Data Koefisien Jalur 0. dapat diformulasikan hasil pengujian melalui tabel sebagai berikut : Tabel 4.278 0.1 Model Struktural Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah .

Pengaruh langsung X1 terhadap Y = .546 x 0.3% 10.546 x 0.044 .184 = 0. Pyx2 = 0.6% 2. rx1.8% 7.184 Pengaruh Langsung 29.546 x 0.0% 4.4%) .9% 23.4% 11% 11.6.7% 3.278 = 0.723 x 0.110 (11%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X3 = (4. X2 dan X3 Langsung dan Tidak langsung terhadap Y Variabel X1 X2 X3 Koefisien Jalur 0.8%) Pengaruh tidak langsung X1 terhadap Y melalui X2 = .438 x 0.3.546 0. rx1.4% 2.278 0.6% Total 45.88 Pengaruh X1.2% 21. = 0. = 0.x2 .3 Hasil Uji Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Kepemimpinan kepala sekolah ke kinerja guru diperoleh ada pengaruh Kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru .298 (29.4% 76.x3 .1% 4.140 Hasil pengolahan data untuk membuktikan pengaruh langsung dan tidak langsung variabel disajikan dalam tabel berikut : Tabel 4.4% Total Pengaruh (R ) Pengaruh faktor lain (ε) 2 Pengaruh tidak langsung (melalui) X1 X2 X3 4.546 = 0.

Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .278 x 0.6. = 0.8%. rx1.7%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X1 = .8% + 11.4% = 45.2%.546 = 0.x3 .6%) .077 (7. Pyx1 = 0.0% + 4. = 0.3. 4.278 x 0.505 x 0.026 (2.4% Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja diperoleh sebesar 29.141 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja sebesar 29.184 = 0.4 Hasil Uji Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Motivasi kerja ke Kinerja guru diperoleh ada pengaruh Motivasi kerja terhadap Kinerja guru selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Motivasi kerja terhadap Kinerja guru . Besarnya pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.278 x 0.278 = 0.x2.723 x 0. rx2.11 (11%) Pengaruh tidak langsung X2 terhadap Y melalui X3 = .0% dan pengaruh tidak langsung Kepemimpinan kepala sekolah terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.

026 (2.278= 0. rx2.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X1 = .3%.x3.6% = 21. 4. rx1.4%) Pengaruh tidak langsung X3 terhadap Y melalui X2 = .6. = 0. = 0.044 (4.184 x 0.0% + 2.3.6%.184 x 0.6%) Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung variabel Disiplin kerja terhadap Kinerja sebesar 3.034 (3. Pengaruh langsung X2 terhadap Y = .438 x 0. Besarnya perhitungan diperoleh pengaruh tidak langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 11.5 Hasil Uji Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Setelah pengujian koefisien jalur dari Disiplin kerja ke Kinerja guru secara statistik bermakna selanjutnya dapat diketahui besarnya pengaruh secara langsung dan tidak dari Disiplin kerja terhadap Kinerja guru .0% dan pengaruh tidak langsung variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Disiplin kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.4%. Besar perhitungan di atas diperoleh pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru . Total Pengaruh (Pengaruh langsung dan tidak langsung) Motivasi kerja terhadap Kinerja diperoleh sebesar 7.505 x 0.7% + 11.184 = 0. = 0.184x 0.7%.x3 .142 Dari hasil perhitungan di atas diperoleh pengaruh langsung Motivasi kerja terhadap Kinerja sebesar 7.546 = 0.

Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Koefisien Jalur Kepemimpinan kepala sekolah Motivasi kerja Disiplin kerja Total Hasil yang diperoleh memperlihatkan terdapat 1 Pengaruh langsung Pengaruh tidak langsung 15.8% 7.4% 45.0% Total Pengaruh 0.2% 21. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Guru Hasil pengaruh langsung dan tidak langsung yang diperoleh dapat dirangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.546 0.184 29.4% 13.4% 76.7% 3.6 Hasil uji Pengaruh Bersama-sama Kepemimpinan Kepala Sekolah.143 karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Kepemimpinan kepala sekolah memberikan penambahan pengaruh sebesar 4.2%.3% 10.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru .89 Besarnya Koefisien Jalur Kepemimpinan Kepala Sekolah.4% dan pengaruh tidak langsung Disiplin kerja terhadap Kinerja guru karena ada keterkaitan (hubungannya) dengan Motivasi kerja memberikan penambahan pengaruh sebesar 2.3.9% pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 45. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 21.6.6% 4.278 0.5% 7.

4. Tanpa adanya pemahaman tentang kepemimpinan maka tujuan yang diharapkan sulit dicapai. sedangkan sisanya sebesar 23.94 (tabel 4. Hal ini berarti pola kepemimpinan kepala sekolah yang ditampilkan sudah baik dan pemahaman terhadap tugas dan peranannya sebagai seorang pemimpin cukup memadai.7.1% dipengaruhi oleh faktor lain. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.4 – 4.3. Peran dan fungsi yang harus dilaksanakan oleh kepala sekolah sebagai seorang pemimpin seperti yang dijelaskan oleh Mulyasa (2009 : 98) diantaranya . motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat diperoleh sebesar 76.9%. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja.1 maka gambaran kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua termasuk kategori baik.7 Pembahasan 4.4%. Secara total pengaruh kepemimpinan kepala sekolah.144 SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.1 Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kepemimpinan kepala sekolah (X1).82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 3.3.

7. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.145 sebagai edukator.6 – 3. manajer.26 (tabel 4.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2. administrator.3 Disiplin Kerja (X3) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang disiplin kerja (X3). Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan disiplin kerja menyangkut ketepatan waktu.6 – 3. supervisor.18 (tabel 4.3 maka gambaran motivasi kerja termasuk kategori cukup baik. 4. . 4. leader. Hal ini berarti motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal. Hal ini berarti disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua belum optimal.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.3. diperoleh skor rata-rata sebesar 3.3. Masih harus diupayakan langkah untuk meningkatkan baik motivasi instrinsik maupun motivasi ekstrinsiknya.3 maka gambaran disiplin kerja termasuk kategori cukup baik. inovator dan motivator. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan yang berlaku.7.2 Motivasi Kerja (X2) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang motivasi kerja (X2).

Oleh karena itu tinggi rendahnya prestasi siswa tidak terlepas dari kinerja gurunya. diperoleh besarnya pengaruh kepemimpinan kepala sekolah .81) sesuai dengan kriteria penafsiran (tabel 4.4 Kinerja Guru (Y) Berdasarkan tanggapan hasil responden tentang kinerja guru (Y).146 4. membimbing.82) yang dikemukakan Sugiyono (2004 : 66) berada diantara hubungan 2.6 – 3.mengevaluasi siswa.5 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan. Guru dapat meningkatkan wawasan pengetahuannya dengan membaca beberapa buku pegangan.3.3 maka gambaran kinerja guru termasuk kategori cukup baik.7. menggunakan metode dan strategi pembelajaran dengan tepat. Tenaga pendidik atau guru merupakan tulang punggng sekolah dalam menjalankan proses kegiatan pembelajaran. Kinerja guru dapat diukur dari cara guru tersebut mendidik. Selain itu kinerja gurupun diakibatkan oleh faktor lain diantaranya kepemimpinan kepala sekolah. guru harus selalu berusaha tepat waktu. diperoleh skor rata-rata sebesar 3. mengarahkan. mengikuti pelatihan dan sebagainya sehingga dapat meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran 4. mengajar. melatih.7. motivasi kerja dan disiplin kerja. Untuk meningkatkan kinerjanya. menilai dan .3. Guru hendaknya selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan prestasi siswa.31 (tabel 4.

298 atau 29.2% termasuk cukup signifikan. Inovator dan Motivator (EMASLIM) dengan cukup baik. Kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor yang dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan tujuan dan sasaran sekolah melalui program-program yang dilaksanakan secara terencana dan bertahap. Hal ini dikarenakan Kepala SMPN 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat mampu berfungsi sebagai Educator. Menurut Mulyasa (2009 : 90) bahwa kepala sekolah berperan utama dalam menggerakan organisasi sekolah. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. .4%.147 (X1) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.044 atau 4.11 atau 11 % serta melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.3% dan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat sebesar 10.8% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui motivasi kerja (X2) sebesar atau 0.2%. Leader. Administrator.452 atau 45. Supervisor. Manajer. Kepala sekolah yang mampu melaksanakan peran dan fungsinya sebagai EMASLIM akan meningkatkan kinerja guru dan dapat juga meningkatkan mutu pendidikan. pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru sebesar 21. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru sebesar 45. Jadi terlihat pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat paling besar diantara ketiga variabel yang diteliti dan diikuti dengan pengaruh motivasi kerja dan disiplin kerja. Kepala sekolah dapat menjalankan tugasnya dengan cukup baik akan berpengaruh terhadap kinerja guru.4%.

104 10.077 atau 7.6%.6% sebagaimana pendapat Gordon W.7 Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.7% sedangkan pengaruh tidak langsung melalui disiplin kerja (X3) sebesar 0.044 atau 4.026 atau 2.7.110 atau 11%.034 atau 3.3.7. 4.6% serta melalui kepemimpinan kepala sekolah (X1) sebesar 0.6 Pengaruh Motivasi Kerja terhadap Kinerja Guru Sesuai dengan hasil penelitian dan pengolahan data yang dilakukan.4% termasuk cukup tinggi.4% serta melalui motivasi kerja (X2) sebesar 0. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0.026 atau 2. diperoleh besarnya pengaruh motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0. yang dikutif Mangkunegara (2005 : 104) menyatakan bahwa ada hubungan yang positif antara motivasi berprestasi dengan pencapaian kinerja.148 4.026 atau termasuk cukup tinggi Motivasi kerja cukup berpengaruh terhadap kinerja guru. Dengan demikian total pengaruhnya sebesar 0. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai motivator dapat melakukan penerapan kebijakan dan pengambilan keputusan yang dapat memacu motivasi kerja para guru. Disiplin di lingkungan kerja sangat diperlukan karena akan berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Pegawai dengan atau . diperoleh besarnya pengaruh Disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) secara langsung sebesar 0.3. 2.4 % sedangkan pengaruh tidak langsung melalui kepemimpinan kepala sekolah (X 1) sebesar 0.

Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1). Pengaruh total kepemimpinan kepala sekolah (X1) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 45. Tingkat kedisiplinan seorang pegawai dapat diukur dari ketepatan waktu dalam melaksanakan pekerjaan.2 %. Pengaruh total disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 10. Pengaruh total motivasi kerja (X2) terhadap kinerja guru (Y) sebesar 21.3. 3. kesadaran dalam bekerja serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru secara bersama-sama memperlihatkan bahwa : 1. 4. 2.9 %.8 Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah. Motivasi Kerja dan Disiplin Kerja terhadap Kinerja Guru Hasil penelitian yang berkaitan dengan pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. .4 %. motivasi kerja (X2) dan disiplin kerja (X3) terhadap kinerja guru sebesar 76.7.3 %. 4.149 disiplin kerja yang baik akan menguntungkan perusahaan dan pegawai itu sendiri. Dari hasil tersebut dapat dikatakan bahwa variabel-variabel yang mempengaruhi kinerja guru tidak dapat berjalan sendiri-sendiri namun harus selalu bersinergi dalam pelaksanaannya sehingga memberikan kontribusi yang tinggi.

2. leader. Disiplin kerja yang meliputi ketepatan waktu. inovator dan motivator sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk dalam kategori baik. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua yang meliputi mendidik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat. supervisor. penulis memperoleh kesimpulan sebagai berikut : 1. 5. dan mengevaluasi sesuai dengan pengolahan data berada pada kategori cukup baik. kesadaran dalam bekerja dan kepatuhan pada peraturan sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. Motivasi kerja yang meliputi motivasi intrinsik dan ekstrinsik sesuai dengan hasil pengolahan data termasuk kategori cukup baik. melatih. administrator. mengarahkan. menilai. manajer. Kepemimpinan kepala sekolah yang meliputi kepala sekolah sebagai edukator.1 Kesimpulan Sesuai dengan penelitian yang telah dilakukan dan pembahasannya mengenai pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. membimbing. mengajar. 3. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung termasuk besar .150 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. 4.

Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah. Pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Berdasarkan pengolahan data. maka : 1. Motivasi kerja guru perlu ditingkatkan terutama motivasi eksternal. motivasi kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru baik secara bersama-sama maupun secara parsial serta mengetahui karakteristik yang memberi pengaruh paling besar terhadap kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua. 8.151 6. Pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja guru secara langsung maupun tidak langsung cukup besar. Untuk itu kepala sekolah perlu mengikuti workshop manajemen serta lebih terbuka pada saran dan kritik yang sifatnya membangun. menjalin hubungan interpersonal yang lebih harmonis dan peningkatan lingkungan kerja yang aman dan . 7. Hal ini dapat dilakukan oleh kepala sekolah dengan cara peningkatan kesejahteraan guru.2 Saran Dengan mengetahui adanya pengaruh yang positif antara kepemimpinan kepala sekolah. Sejalan dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori baik. 5. maka untuk meningkatkan kinerja guru kepemimpinan kepala sekolah harus lebih efektif. 2. motivasi kerja dan disiplin kerja terhadap kinerja guru sangat besar.

Sistem . Berdasarkan pengolahan data. perlu ditingkatkan kedisiplinan kerja guru dengan pembinaan dan pengawasan yang lebih intensif. disiplin kerja guru SMP Negeri 1 Cisarua termasuk pada kategori cukup baik. Untuk peningkatan kinerja guru kepala sekolah harus dapat menentukan strategi yang efektif dan apabila terjadi penurunan kualitas kinerja dapat mengidentifikasi penyebabnya. seperti memberikan apresiasi terhadap guru berprestasi dan memberikan kesempatan kepada guru seluasluasnya untuk lebih mengembangkan potensi yang ia miliki. Agar lebih baik lagi perlu mengoptimalkan manajemen dan supervisi terhadap kinerja guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran di kelas. Perlu diperhatikan hal-hal yang memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja guru. Untuk meningkatkan disiplin kerja guru sebaiknya kepala sekolah meningkatkan sistem pembinaan dan pengawasan. Sejalan dengan tuntutan masyarakat terhadap peningkatan kualitas sekolah. Kepemimpinan kepala sekolah di SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat pada umumnya sudah baik. 4. 5. 3. Kinerja guru SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat berada pada kategori cukup baik. Untuk meningkatkan motivasi kerja guru sebaiknya kepala sekolah memberikan kebijakan yang dapat memotivasi guru agar melakukan kinerja terbaik. Hal ini dapat meningkatkan kinerja guru dan mutu pendidikan.152 nyaman sehingga para guru dapat meraih prestasi kerja yang lebih baik pada waktu mendatang. 6. 7.

. Sistem pengawasan dapat ditingkatkan dengan menggunakan kemajuan sistem informasi untuk memantau kehadiran guru di sekolah maupun di kelas.153 pembinaan yang dilaksanakan hendaknya bervariasi misalnya dengan menggunakan metode ESQ.

Mulyasa. Luthan. A Tabrani R. Organisasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Raja Grapindo. Yogyakarta : Gajah Mada University Press. Yogyakarta: ANDI. Organization Behavior (Prilaku Organisasi).L. (2004). Cardy. (1995). (1997). (Terjemahan Agus Darma). E. Kepemimpinan & Efektivitas Davis. Newstrom. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Yogyakarta : STIE YPKN Kerlinger. Umar. (2003). (2009). Jakarta : PT Rineka Cipta. Husen. Asas-Asas Penelitian Behavioral. Menjadi Guru Profesional. (2000). (2006). Riset Sumber Daya Manusia. Motivasi Kelompok. Pembakuan Bangunan dan Perabot SMP. D. (2007). Manajemen Sumber Daya Manusia. Danim. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. Mulyasa. Jakarta: Direktorat Pembinaan SMP. Jakarta: Erlangga. Fred. Keith dan John W. (2001) Manajing Human Resources.B. Manajemen Sumber Daya Manusia. Mangkunegara. Fathoni Abdurrahmat. Yogyakarta: Graha Ilmu. Gomez Meija. Sudarwan. Upaya Meningkatkan Budaya Kinerja Guru. Anwar Prabu. Depdiknas Direktorat Pembinaan SMP. E. Bandung : PT Remaja Rosdakarya. (2004). Cianjur: CV Dinamika Karya. . Menjadi Kepala Sekolah Profesional. (2006). N. Miftah Toha. Kepemimpinan dalam Manajemen. Fred. Jakarta: PT Rineka Cipta. Riset Sumber Daya Manusia. Arikunto Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. (2009). (2005). Perilaku dalam Organisasi. (2006). Bandung : PT Remaja Rosdakarya. Istijanto.154 DAFTAR PUSTAKA Ambar Teguh Sulistiani Rosidah. USA: Prentice Hall. (2005). Balkin dan R. ( 2004). Jakarta: Rineka Cipta.

Hadari. Jakarta: PT Yudeks. Sedarmayanti. (2005). Veithzal. Sondang P. (2000). Rivai. Jatinangor: Alqaprint. (2000). Kepemimpinan Kepala Sekolah. Kepemimpinan dalam Organisasi. Wahjosumijo. Bandung: Sinar Baru. Bedjo. Panduan Penyusunan Skripsi dan Tesis. (2002). (2005). Bandung: CV Mandar Maju. Yulk Garry. (2007). Sujana. Dale A. Kiat Meningkatkan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Elex Media Komputindo. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada Wibowo. New Jersey: Prentice Hall International. Jakarta : CV Eko Jaya. Bandung: CV Tarsito Sukardi. Robbin Stephen P. (2009). Sumber Daya Manusia dan Produktivitas Kerja. Metode Penelitian Administrasi.155 Nawawi. (2004). (2007). Bandung : PT Gelora Aksara. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. (2006). Sidik Priadana. bandung : CV Tarsito. (2001). Seri Kepemimpinan Manajemen Sumber Daya Manusia. . Jakarta: PT Bumi Aksara. 2005. Rahman at all. Organizational Behavior. Sujana. Siswanto. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Bandung : Alfabeta. (2002). Timple. Bandung: STIE Pasundan. Teknik Analisis Regresi dan Korelasi. (2003). Manajemen Kinerja. (2005). Peraturan Pemerintah RI. Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Manajemen Sumber Daya Manusia. Peran Strategis Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan. Manajemen Tenaga Kerja. Siagian. Sugiyono. Metode Statistika. Jakarta: Rineka Jaya. Supranto J. Kepemimpinan dan Prilaku Organisasi. Metodologi Penelitian Pendidikan. (2005). Standar Nasional Pendidikan. (2005). (2001). Statistik Teori dan Aplikasi.

Jurnal : UUD Republik Indonesia 1945.ac.156 Winardi. Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Dinas Pendidikan Semarang. Bandung. (2001). Jakarta: PT Raja Grapindo Persada. Pemotivasian dalam Manajemen. http.eprins. 2008. Citra Umbara. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 edisi 2009. Rizal Aminudin. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 edisi 2009. 2005.ums. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Pegawai Badan Kepegawaian Daerah.id/6816/.id/6864/. http//etd.ac. ums. Citra Umbara.etd. Depdiknas.eprins. Bandung. Tentang Guru dan Dosen. Hernowo Narmodo. Sistem Pendidikan Nasional. . Depdiknas. J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful