PRINSIP MENGGAMBAR BENTUK (PERSPEKTIF) Standart Kompetensi : Mengekspresikan diri melalui karya seni rupa.

Kompetensi Dasar : Menggambar bentuk dengan objek karya seni rupa terapan tiga dimensi denganmenggunakan perspektif. • PERSPEKTIF Perspektif atau sudut pandang adalah teknik atau metode untuk menggambar objek-objek berupa benda, ruang (interior), dan lingkungan (eksterior) yang ukurannya lebih besar dari manusia. Teknik ini ada karena keterbatasan jarak pandang mata kita dalam melihat objek. Semakin jauh jarak mata dengan benda, semakin kecil penampakannya dan bahkan akan hilang dari pandangan jarak tertentu. Sebaliknya, semakin dekat jarak pandang mata kita, benda tersebut akan semakin terlihat besar. Dua hal yang harus dijadikan patokan dalam teknik menggambarperspektif sebagai berikut. • Titik hilang yaitu titik terjauh dari jangkauan. Jarak pandang mata dan titik hilang selalu terletak di dalam garis horizon. • Garis horizon yaitu garis khayal mata (tidak nyata). Di mana kita berada, di situlah garis horizon berada. A. Perspektif Satu Titik Hilang Pada dasarnya, perspektif satu titik hilang, dua titik hilang, dan tiga titik hilang bisa dibagi lagi menjadi berbagai sudut pandang berdasarkan posisi mata kita berada. Lebih sederhanya, sudut pandang bisa dibagi 3 macam sudut pandang, yaitu sudut pandang mata burung, sudut pandang normal, dan sudut pandang mata kucing. a. Sudut Pandang Mata Burung Pada sudut pandang mata burung ini, mata kita seolah-olah berada diatas dan melihat objek yang berada di bawah. Jadi, letak garis horiszon berada di atas bidang gambar. Sementara itu, letak letak titik hilang berada pada garis tersebut, bisa dibagian kiri, tengah, atau sebelah kanan. Bahkan bisa juga diletakkan di luar bidang gambar. Setiap objek yang digambar, garisnya bersumber dari titik hilang.

Contoh gambar sederhana

Contoh gambar benda

Tahapan dalam menggambar : • Buatlah garis horizon di bagian atas bidang gambar. • Letakkan titik hilang di dalam garis horizon. Letak garis titik hilang bisa di manapun, di pinggir/ di tengah bidang gambar.

Buatlah garis batas ruangan/ dinding dengan patokan garis berasal dari titik hilang tersebut.

Gambarlah beberapa bangun dasar yang juga berpatokan pada garis dari titik hilang tersebut. Menggambarnya harus dengan perencanaan. Karena abngun dasar ini dijadikan gambar objek benda. Gambarlah seluruh detail benda dengan patokan komposisi pada bangun dasar. Gambarlah seluruh detail benda dengan patokan komposisi pada bangun dasar. Arsirlah seperlunya untuk memberikan kesan tiga dimensi, volume, dan karakter benda.

• • •

b. Sudut Pandang Normal Pada sudut pandang normal, diri kita seolah-olah berdiri normal memandang lurus kedepan. Dengan demikian, bagian atas dan bagian bawah terlihat lebih seimbang. Letak garis horizon tepat di tengah-tengah bidang gambar dan titik hilang bisa diletakkan di mana saja pada garis tersebut. Semua objek yang digambar garisnya berasal dari titik hilang.

- Contoh gambar bangun sederhana

Contoh gambar benda

c. Sudut Pandang Mata Kucing Pada sudut pandang mata kucing, seolah-olah kita berada di posisi tiarap dan melihat ke depan,sehingga objek bagian atas akan lebih dominan. Letak garis horizon di bagian bawah bidang gambar dan letak titik hilang pada garis horizon. Titik hilang ini dijadikan pusat untuk menarik garis dalam menggambarkan setiap objek benda.

- Contoh bangun sederhana

Contoh gambar benda

B. Perspektif Dua Titik Hilang Secara teknis, perspektif dengan 2 titik lenyap hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik lenyap. Pada teknik perspektif 2 titik hilang, pada garis horizon terdapat 2 titik fokus. Persimpangan garis yang berasal dari 2 titik hilang ini akan membentuk sebuah sudut. Biasanya, jika jarak antara 2 titik hilang ini terlalu dekat, penampakan objek gambar benda mengalami distorsi. Tahapan untuk menggambar teknik perspektif 2 titik hilang juga hampir sama dengan teknik perspektif 1 titik hilang, yaitu sebagai berikut : • Buatlah garis horizon. Jika memakai sudut pandang mata burung, garis horizon berada di atas bidang gambar. Jika memakai sudut pandang normal, garis horizon berada di tengahtengah bidang gambar. Jika memakai sudut pandang mata kucing, garis horizon berada dibagian bawah garis horizon. • Letakkan 2 titik, masing-masing di bagian ujung kiri dan kanan bidang gambar.
• •

Jika menggambar ruangan, buatlah batas ruangan itu dengan menarik garis dari kedua titik tersebut. Gambarlah beberapa bangun dasar dengan patokan dari kedua titik hilangnya. Bangun dasar tersebut diletakkan dan dikomposisikan sesuai dengan perencanaan gambar yang dibuat.

Gambarlah seluruh detail benda dengan berpatokan pada bangun dasar yang sudah dibuat. Perhatikan proporsi dan perbandingan antara benda yang satu dan benda yang lainnya. Arsirlah seperlunya untuk memberikan kesan tiga dimensi, volume, dan karakter benda. a. Sudut Pandang Mata Burung

Contoh gambar bangun sederhana

Contoh gambar benda

b. Sudut Pandang Normal

Contoh gambar bangun sederhana

Contoh gambar benda

c. Sudut Pandang Mata Kucing

Contoh gambar bangun sederhana

Contoh gambar benda

C. Perspektif Tiga Titik Hilang Perspektif dengan tiga titik hilang biasanya hanya bisa dipakai untuk menggambarkan sesuatu yang sangat luas, besar, tinggi, dan secara visual mengalami distorsi yang sangat ekstrem. Biasanya teknik ini dipakai untuk menggambar outdoor dan sudut pandang dari udara, meskipun bisa juga dipakai untuk sudut pandang dari bawah atau sudut pandang mata kucing. Agar tidak mengalami distorsi yang berlebihan, sebaiknya titik hilang diletakkan jauh diluar bidang gambar. a. Sudut Pandang Mata Burung atau Penglihatan dari Atas

Contoh gambar sederhana

Contoh gambar perspektif tiga titik hilang dengan sudut pandang dari udara

b. Sudut Pandang Mata Kucing

Contoh gambar bangun sederhana

Contoh gambar perspektif tiga titik hilang dengan sudut pandang dari bawah/ mata kucing

Contoh gambar perspektif suatu obyek di lapangan dan aplikasi rendering teknik warna

Gambar berikut adalah contoh gambar perspektif ruang kerja/ruang belajar

CONTOH LUKISAN PERSPEKTIF

CONTOH-CONTOH PANDANGAN PERSPEKTIF Langkah-langkah pembentukan dan analisisnya.

Perspektif Satu Titik :

Perspektif Dua Titik :

PRINSIP MENGGAMBAR KOMPOSISI DEFINISI KOMPOSISI :KOMPOSISI = SUSUNAN, dalam bahasan seni rupa dan fotografi komposisi berarti susunan gambar dalam batasan satu ruang (Soelarko, 1990:19). KOMPOSISI secara sederhana diartikan sebagai cara menata elemen-elemen dalam gambar, elemen-elemen ini mencakup garis, shape, form, warna, terang dan gelap (Sanyoto, 2004).

Contoh gambar KOMPOSISI BIDANG DAN WARNA:

Contoh Beberapa Komposisi Bentuk

A. Unsur-Unsur Seni RupaUnsur-unsur seni rupa atau elemen-elemen seni rupa, ialahbagian-bagian yang sangat menentukan terwujudnya suatubentuk karya seni rupa karena pemahaman kerangka daripengertian unsur-unsur inilah maka seseorang akan mampumembuat karya seni rupa menjadi lebih sempurna, unsur-unsurseni rupa tersebut antara lain : 1. Titik, 2. Garis, 3. Bidang, 4.Bentuk, 5. texture 6. warna1. TitikSebuah bentuk disebut titik karena ukurannya relative kecil, titikakan tampak besar bila berada dalam bingkai yang kecil,namun sebaliknya titik akan nampak kecil bila berada padabingkai yang besar. Wujud titik dapat berupa bulatan, bujursangkar, segitiga, dan lain sebagainya. Sebuah titik relativebelum memiliki makna apa-apa sebelum disusun kedalamsebuah komposisi tertentu.Dibawah ini beberapa contoh komposisi titik.Gambar 32 Komposisi titik 1

Gambar 33 Komposisi titik 2Pada komposisi titik pertama menggunakan alat pensil,sedangkan yang kedua menggunakan bahan tinta. Efek yangditimbulkan bahan pensil lebih berkesan lembut biladibandingkan dengan bahan tinta2. GarisGaris adalah suatu goresan yang memiliki

demensi memanjanglurus, lengkung, ataupun berkelok-kelok. Garis juga dapatberupa suatu batas limit dari suatu bidang, ruang, warna dansebagainya.Garis memiliki beberapa fungsi antara lain kesan keselarasan,rerak, irama, sugesti, pesan simbolik, kode ilusi dan bersifatmaya.Gambar 34 komposisi garis lurus

Contoh di atas adalah komposisi garis lurus yang digoreskansecara acak, sepontan, ritmis dan teratur, yang dirangkai dalamsatu kesatuan komposisi.Gambar 35 Komposisi garis lengkungContoh di atas menunjukkan sebuah komposisi garis lengkungyang disusun secara teratur membentuk

rangkaianbergelombang.3. BidangBidang adalah keluasan dari segala bentuk pipih yang bukantitik dan garis, bidang dikelilingi garis sebagai pembatas.Bentuk bidang dapat dibedakan menjadi beberapa bentukantara lain geometris, organis, bersudut, tak teratur dansebagainya.Gambar 36 Contoh Bidang Geometris

Unsur Seni Rupa Tambahkan ke Koleksi

Contoh-contoh warna:a). Komposisi warna primer

Gambar komposisi warna primer

b). Komposisi warna sekunder Gambar Komposisi warna sekunder

c).

Komposisi warna tersier Gambar 42 Komposisi warna tersier6.
TeksturTekstur adalah nilai raba dari suatu pemukaan sebuah benda,misalnya kayu, batu, logam, kain dan sebagainya, masing-masing memiliki tekstur yang berbeda-beda. Bahkan dari jenislogam yang sama dapat memiliki tekstur yang berbeda apabiladalam pengerjaannya menggunakan bahan dan alat yangberbeda, misalnya mengunakan cat berbeda dengan disepuh.Ditempaberbeda dengan dituang dan sebagainya, sehingga terjadilah permukaan itu menjadi kasar dan licin.

Komposisi Pengulangan Teratur

PRINSIP PROPORSI

Proporsi adalah suatu prinsip, tidak hanya dari arsitek tetapi dari kehidupan sehari-hari, misalnya: hukum proporsi alam bahwa bintang bersinar di malam hari, air sungai mengalir ke laut, dan sebagainya. Dari kenyataan ini bahwa arsitektur adalah sesuatu yang berkualitas baik seni dan proporsi. Dalam arsitektur, proporsi dijelaskan sebagai berikut:[12] 1. Menurut Vitruvius (1486), proporsi adalah sesuatu yang berhubungan dengan ukuran dengan ukuran dari seluruh aspek pekerjaan dan bagian tertentu yang dijadikan standar. 2. Menurut Alberti, proporsi berasal dari kata concinnities, yang artinya suatu keberhasilan kombinasi dari angka dan ukuran. Jadi proporsi merupakan hubungan antar bagian dari suatu desain atau hubungan antara bagian dengan keseluruhan. Oleh karena itu suatu perbandingan akan merupakan dasar dari setiap sistem proporsi yaitu suatu nilai yang memiliki harga tetap, dapat digunakan sebagai pembanding yang lain. Bahwa, suatu proporsi yang baik terletak pada hubungan antara bagianbagian suatu bangunan atau antara bagian bangunan dengan bangunan secara keseluruhan. Hal ini menumbuhkan satu sistem proporsi yang menarik untuk dikembangkan yaitu golden section. Dalam sistem ini mempunyai dua arti, secara matematis dan geometris. Secara matematis, golden section merupakan sistem proporsi yang berasal dari konsep Pythagoras dimana “semua ukuran adalah angka”. Dan merupakan kepercayaan keharmonisan bagi seluruh struktur bangunan. Secara geometris, golden section dapat diartikan sebagai sebuah garis yang dibagi-bagi sedemikian rupa sehingga bagian yang lebih pendek dibanding dengan bagian yang panjang adalah sama dengan bagian yang panjang berbanding dengan panjang keseluruhan atau dapat dijabarkan dalam persamaan A : B = B : (A + B)[13]

Halaman buku "Morte`d Arthur"- Aubrey

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin

Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbolsimbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Desain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsipprinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi (“proportion”) dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas

1. Kesatuan (Unity) Kesatuan merupakan salah satu prinsip dasar tata rupa yang sangat penting. Tidak adanya kesatuan dalam sebuah karya rupa akan membuat karya tersebut terlihat cerai-berai, kacau-balau yang mengakibatkan karya tersebut tidak nyaman dipandang. Prinsip ini sesungguhnya adalah prinsip hubungan. Jika salah satu atau beberapa unsur rupa mempunyai hubungan (warna, raut, arah, dll), maka kesatuan telah tercapai. 2. Keseimbangan (Balance) Karya seni dan desain harus memiliki keseimbangan agar nyaman dipandang dan tidak membuat gelisah. Seperti halnya jika kita melihat pohon atau bangunan yang akan roboh, kita measa tidak nyaman dan cenderung gelisah. Keseimbangan adalah keadaan yang dialami oleh suatu benda jika semua dayan yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni keseimbangan ini tidak dapat diukur tapi dapat dirasakan, yaitu suatu keadaan dimana semua bagian dalam sebuah karya tidak ada yang saling membebani. 3. Proporsi (Proportion) Proporsi termasuk prinsip dasar tata rupa untuk memperoleh keserasian. Untuk memperoleh keserasian dalam sebuah karya diperlukan perbandingan –perbandingan yang tepat. Pada

dasarnya proporsi adalah perbandingan matematis dalam sebuah bidang. Proporsi Agung (The Golden Mean) adalah proporsi yang paling populer dan dipakai hingga saat ini dalam karya seni rupa hingga karya arsitektur. Proporsi ini menggunakan deret bilangan Fibonacci yang mempunyai perbandingan 1:1,618, sering juga dipakai 8 : 13. Konon proporsi ini adalah perbandingan yang ditemukan di benda-benda alam termasuk struktur ukuran tubuh manusia sehingga dianggap proporsi yang diturunkan oleh Tuhan sendiri. Dalam bidang desain proporsi ini dapat kita lihat dalam perbandingan ukuran kertas dan layout halaman.

5. Irama (Rhythm) Irama adalah pengulangan gerak yang teratur dan terus menerus. Dalam bentuk –bentuk alam bisa kita ambil contoh pengulangan gerak pada ombak laut, barisan semut, gerak dedaunan, dan lain-lain. Prinsip irama sesungguhnya adalah hubungan pengulangan dari bentuk –bentuk unsur rupa. 6. Dominasi (Domination) Dominasi merupakan salah satu prinsip dasar tatarupa yang harus ada dalam karya seni dan deisan. Dominasi berasal dari kata Dominance yang berarti keunggulan . Sifat unggul dan istimewa ini akan menjadikan suatu unsure sebagai penarik dan pusat perhatian. Dalam dunia desain, dominasi sering juga disebut Center of Interest, Focal Point dan Eye Catcher. Dominasi mempunyai bebrapa tujuan yaitu untuk menarik perhatian, menghilangkan kebosanan dan untuk memecah keberaturan.

Prinsip-prinsip desain Posted on August 12, 2010 HARMONI

Gambar diatas mempunyai nilai harmoni anatar perpaduan warna yang begitu harmoni hingga menghasilkan perpaduan warna yang indah,antara warna hijau muda yang berpadu dengan warna putih dan warna biru muda yang kelihatan harmoni sehingga mengesankan dan menakjubkan apabila kita melihatnya. PENEKANAN

Gambar diatas mempunyai penekanan yang sangat menonjol anatara warna hitam yang begitu banyak dan ditengah gambar itu terdapat warna merah yang mencolok sehingga mata kita tertuju pada warna ymerah tersebut.

IRAMA

Gambar diatas adalah gambar irama, kenapa disebut gambar irama? Karena apabila kita melihat gambar diatas mata kita tertuju pada garis-garis sehingga kita ingin mengikuti garis-garis yang berirama tersebut. KESEIMBANGAN

Gambar diatas merupakan gambar keseimbangan yang begitu seimbang antara warna putih dan hitam yang sangat cocok perpaduannya sehinggan begitu indah kita melihatnya antar perpaduan keseimbangannya. PROPORSI

Proporsi adalah suatu keseimbangan antara bentuk yang satu dengan bentuk yang lain sehingga bentuk tersebut memiliki suatu nilai seni. contoh nya gambar diatas.

bangunan unik

Memiliki bentuk yang unik karena bagian tengah yang kosong. Untuk membangun gedung semacam ini di perlukan tenaga ahli untuk membuat, merencanakan, dan menghitung secara tepat. Makin tinggi gedung pasti terjangan anginya lebih besar, sehingga dibutuhkan perhitungan yang sangat akurat. Bagian gedung yang kosong tersebut adalah ciri khas dan keunikan dari gedung tersebut. Prinsip design Keseimbangan: simetris Irama: statis Fokal point: bagian tengah gedung yg kosong Skala: monumental Proporsi: sesuai dengan lingkungan sekitar

Burj Dubai Tower : Gedung yang terletak di dubai ini diperkirakan akan menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia. Bangunannya yang jauh ebih tinggi dari gedung gedung lain yang disekitarnya menyebabkan gedung ini terlihat berbeda. Dan itulah keunikan dan keindahan yang tertangkap saat melihat gedung ini. Prinsip design Keseimbangan: simetris Irama: statis Fokal point: gedung itu sendiri telah menjadi fokal point di lingkunganya karena ukuranya yang berbeda dengan yang lain Skala: monumental Proporsi: kurang proporsi karena ukuranya yang memang sangat unik

Gedung ini memiliki design yang unik, yaitu interior luar maupun dalamnya di design sengaja terbalik. Di beberapa tempat telah cukup banyak bangunan yang memiliki design terbalik. Dan itu merupakan design yang sangat unik. Prinsip design Keseimbangan: asimetris Irama: statis Fokal point: bentuk gedung yang unik Skala: normal Proporsi: sesuai dengan lingkungan sekitar

Gedung yang memiliki kurang lebih 1000 kaca ini cukup unik, karena ukuran dari kaca kacanya tidak semua sama, sehingga gedung akan tampak berlubang jika dilihat dari tempat yang cukup jauh. Prinsip design Keseimbangan: asimetris Irama: statis Fokal point: bentuk gedung yang unik Skala: normal Proporsi: sesuai dengan lingkungan sekitar

1. Prinsip Keseimbangan/Balance adalah berkenaan dengan kualitas bobot atau kesan berat ringannya suatu karya. Keseimbangan dapat dibuat secara formal atau dengan istilah yang lazim disebut setangkep (jawa) atau simetris. Keseimbangan dapat di buat pula secara informal atau asimetris dan keseimbangan radial atau memancar.

2. Prinsip Kesatuan/Unity : Prinsip ini dapat tercapai apabila terpenuhi prinsip keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan keselarasan. Teori-teori Psikologi Gestalt tentang kedekatan, ketertutupan dan kesamaan dapat membantu terpenuhinya prinsip kesatuan dalam karya Seni Rupa.

3. Prinsip Irama : Prinsip ini di timbulkan dari kesan gerak dari unsur yang melekat pada karyanya yang dapat diupayakan melalui pengulangan, pergantian, perubahan ukuran, dan gerak mengalun.

4. Centre of Interst: Di sebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya penampilan pada bagaian tertentu dari karya Seni Rupa yang menarik perhatian dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.

5. Prinsip Proporsi atau Perbandingan : Adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian satu dengan bagian lainnya. Besar kecil, luas, sempit, panjang pendek, atau tinggi rendah adalah persoaalan Proporsi. Dalam Seni Rupa prinsip proporsi ini digunakan untuk mempertimbangkan perbandingan bidang kertas atau kanvas dengan objek yang digambar atau di lukis. Prinsip perbandingan lebih menekankan pada varisasi atau keragaman ukuran unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu kesatuan yang utuh.

6. Prinsip Keselarasan : Lazim disebut dengan prinsip Harmoni atau Keserasian adalah timbul dengan adanya kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya pertentangan. Dalam Seni Rupa prinsip Keselarasan dapat dibuat dengan cara menata unsur-unsur yang mungkin sama, sesuai dan tidak ada yang berbeda secara mencolok.

Prinsip – Prinsip Menggambar Bentuk:

1. Perspektif, merupakan prinsip menggambar sesuai dengan penglihatan. Objek gambar yang dekat digambar lebih besar, tinggi, dan jelas. 2. Proporsi, merupakan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain secara menyeluruh 3. Komposisi, diartikan dengan susunan atau letak objek gambar yang menyatu 4. Gelap – Terang (Half – Tone). Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang (putih atau warna muda). Sedangkan yang tidak terkena cahaya berkesan gelap (hitam atau warna tua). 5. Bayang – bayang (Shadow) untuk menunjukkan kesan tiga dimensi (realis).

PRINSIP GELAP TERANG

Komposisi

Textur

PRINSIP ANATOMI Modal utama seorang animator adalah kemampuan meng-capture momentum ke dalam runtutan gambar sehingga seolah-olah menjadi bergerak atau hidup. Sedikit berbeda dengan komikus, ilustrator, atau -katakanlah- karikaturis yang menangkap suatu momentum ke dalam sebuah gambar diam (still). Animator harus lebih memiliki ‘kepekaan gerak’ daripada ‘hanya’ sekedar kemampuan menggambar. Gambar yang bagus akan percuma tanpa didukung kemampuan meng-’hidup’-kan. Sebagaimana definisi dasar animasi yang berarti: membuat seolah-olah menjadi hidup. Ada berbagai macam teori dan pendapat tentang bagaimana seharusnya animasi itu dibuat. Tetapi setidaknya ada 12 prinsip yang harus dipenuhi untuk membuat sebuah animasi yang ‘hidup’. Ke-12 prinsip ini meliputi dasar-dasar gerak, pengaturan waktu, peng-kaya-an visual, sekaligus teknis pembuatan sebuah animasi. 1. Solid Drawing Menggambar sebagai dasar utama animasi memegang peranan yang signifikan dalam menentukan -baik proses maupun hasil- sebuah animasi, terutama animasi klasik. Seorang animator harus memiliki kepekaan terhadap anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, pencahayaan, dan sebagainya yang dapat dilatih melalui serangkaian observasi dan pengamatan, dimana dalam observasi itu salah satu yang harus dilakukan adalah: menggambar. Meskipun kini peran gambar -yang dihasilkan sketsa manual- sudah bisa digantikan oleh komputer, tetapi dengan pemahaman dasar dari prinsip ‘menggambar’ akan menghasilkan animasi yang lebih ‘peka’. 2. Timing & Spacing Grim Natwick -seorang animator Disney pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacammacam jenis gerak. Contoh Timing: Menentukan pada detik keberapa sebuah bola yang meluncur kemudian menghantam kaca jendela. Contoh Spacing: Menentukan kepadatan gambar (yang pada animasi akan berpengaruh pada kecepatan gerak) ketika bola itu sebelum menghantam kaca, tepat menghantam kaca, sesudahnya, atau misalnya ketika bola itu mulai jatuh ke lantai. Spacing (pengaturan kepadatan gambar) akan mempengaruhi kecepatan gerak bola, percepatan dan perlambatannya, sehingga membuat sebuah gerakan lebih realistis.

3. Squash & Stretch Squash and strecth adalah upaya penambahan efek lentur (plastis) pada objek atau figur sehingga -seolah-olah ‘memuai’ atau ‘menyusut’ sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Penerapan squash and stretch pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang, creatures) akan memberikan ‘enhancement’ sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/ action tertentu, sementara pada benda mati (misal: gelas, meja, botol) penerapan squash and stretch akan membuat mereka (benda-benda mati tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup. Contoh pada benda mati: Ketika sebuah bola dilemparkan. Pada saat bola menyentuh tanah maka dibuat seolah-olah bola yang semula bentuknya bulat sempurna menjadi sedikit lonjong horizontal, meskipun nyatanya keadaan bola tidak selalu demikian.Hal ini memberikan efek pergerakan yang lebih dinamis dan ‘hidup’. Contoh pada benda hidup: Sinergi bisep dan trisep pada manusia. Pada saat lengan ditarik (seperti gerakan mengangkat barbel) maka akan terjadi kontraksi pada otot bisep sehingga nampak ‘memuai’, hal inilah yang disebut squash pada animasi. Sedangkan stretch nampak ketika dilakukan gerakan sebaliknya (seperti gerakan menurunkan lengan), bisep akan nampak ‘menyusut’. 4. Anticipation Anticipation boleh juga dianggap sebagai persiapan/ awalan gerak atau ancang-ancang. Seseorang yang bangkit dari duduk harus membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri. Pada gerakan memukul, sebelum tangan ‘maju’ harus ada gerakan ‘mundur’ dulu. Dan sejenisnya. 5. Slow In and Slow Out Sama seperti spacing yang berbicara tentang akselerasi dan deselerasi. Slow In dan Slow Out menegaskan kembali bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbedabeda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat. Contoh: Dalam gerakan misalnya mengambil gelas. Tangan akan memiliki kecepatan yang berbeda ketika sedang akan menjamah gelas, dengan ketika sudah menyentuhnya. Ketika tangan masih jauh dari gelas, tangan akan bergerak relatif cepat. Sedangkan ketika tangan sudah mendekati gelas, maka secara refleks tangan akan menurunkan kecepatannya (terjadi perlambatan) atau dalam konteks ini kita menyebutnya slow out. 6. Arcs Dalam animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola/jalur (maya) yang disebut Arcs. Hal ini memungkinkan mereka bergerak secara ‘smooth’ dan lebih realistik, karena pergerakan mereka mengikuti suatu pola

yang berbentuk lengkung (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Pola gerak semacam inilah yang tidak dimiliki oleh sistem pergerakan mekanik/ robotik yang cenderung patah-patah. 7. Secondary Action Secondary action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk menjadi ‘pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan emphasize untuk memperkuat gerakan utama. Contoh: Ketika seseorang sedang berjalan, gerakan utamanya tentu adalah melangkahkan kaki sebagaimana berjalan seharusnya. Tetapi seorang animator bisa menambahkan secondary action untuk memperkuat kesan hidup pada animasinya. Misalnya, sambil berjalan ‘seorang’ figur atau karakter animasi mengayun-ayunkan tangannya atau bersiul-siul. Gerakan mengayun-ayunkan tangan dan bersiul-siul inilah secondary action untuk gerakan berjalan. 8. Follow Through and Overlapping Action Follow through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak. Misalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah berhenti berlari. Overlapping action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya, adalah serangkaian gerakan yang saling mendahului (overlapping). Pergerakan tangan dan kaki ketika berjalan bisa termasuk didalamnya. 9. Straight Ahead Action and Pose to Pose Dari sisi resource dan pengerjaan, ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat animasi. Yang pertama adalah Straight Ahead Action, yaitu membuat animasi dengan cara seorang animator menggambar satu per satu, frame by frame, dari awal sampai selesai seorang diri. Teknik ini memiliki kelebihan: kualitas gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu orang saja. Tetapi memiliki kekurangan: waktu pengerjaan yang lama. Yang kedua adalah Pose to Pose, yaitu pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar/ dilanjutkan oleh asisten/ animator lain. Cara yang kedua ini lebih cocok diterapkan dalam industri karena memiliki kelebihan: waktu pengerjaan yang relatif lebih cepat karena melibatkan lebih banyak sumber daya. 10. Staging Seperti halnya yang dikenal dalam film atau teater, staging dalam animasi juga meliputi bagaimana ‘lingkungan’ dibuat untuk mendukung suasana atau ‘mood’ yang ingin dicapai dalam sebagian atau keseluruhan scene.

11. Appeal Appeal berkaitan dengan keseluruhan look atau gaya visual dalam animasi. Sebagaimana gambar yang telah menelurkan banyak gaya, animasi (dan ber-animasi) juga memiliki gaya yang sangat beragam. Sebagai contoh, anda tentu bisa mengidentifikasi gaya animasi buatan Jepang dengan hanya melihatnya sekilas. Anda juga bisa melihat ke-khas-an animasi buatan Disney atau Dreamworks. Hal ini karena mereka memiliki appeal atau gaya tertentu. Ada juga yang berpendapat bahwa appeal adalah tentang penokohan, berkorelasi dengan ‘kharisma’ seorang tokoh atau karakter dalam animasi. Jadi, meskipun tokoh utama dari sebuah animasi adalah monster, demit, siluman atau karakter ‘jelek’ lainnya tetapi tetap bisa appealing. 12. Exaggeration

CONTOH MELANGGAR PERATURAN Melihat gambar di atas, terlintas sebuah pertanyaan di benak saya: Apakah ini manusiawi? Entahlah.

Tapi di kehidupan sehari-hari pun, sering juga kita saksikan tindakan-tindakan melanggar peraturan. Mulai dari peraturan agama, peraturan pemerintah, peraturan orang tua, peraturan lalu lintas, peraturan kantor, peraturan kampus, peraturan sekolah, dan macam-macam peraturan lainnya. Foto di atas hanyalah 1 dari sekian banyak contoh nyata implementasi dari kalimat “Peraturan dibuat untuk dilanggar”. Melanggar peraturan di sini adalah yang dilakukan dengan sengaja. Jadi, sudah tau dilarang, sudah tau tak boleh, masih saja dilanggar. Sebagai makhluk yang tak luput dari salah dan khilaf, kita pun pastilah pernah melanggar peraturan, sebaik apapun diri kita menurut penilaian orang lain. Sudah tau lampu merah artinya berhenti, tapi tancap terus berhubung lagi sepi dan tak ada polisi. Sudah tau tugas dari dosen deadlinenya tanggal sekian, masih saja sengaja ditunda-tunda. Sudah tau shalat waktu shalat telah tiba, masih saja dilalaikan. Dan berbagai jenis “sudah tausudah tau” lainnya… Itulah manusia. Punya hati, tapi tak digunakan untuk memahami. Punya mata tapi tak digunakan untuk benar-benar melihat. Punya telinga, tapi tak digunakan untuk menyimak. “Sesungguhnya Kami Jadikan untuk [isi neraka Jahanam] kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan untuk memahami [ayat-ayat Allah] dan mereka mempunyai mata [tetapi] tidak dipergunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga [tetapi] tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. al-A’raf : 179)

Itu kabar buruknya. Kabar baiknya, Allah menciptakan manusia dengan potensi fisik dan psikis yang maksimal, bisa berkembang dengan baik. Al Qur’an berulangkali mengangkat derajat manusia dan berulangkali pula merendahkan derajat manusia. Manusia dinobatkan jauh mengungguli alam surga, bumi dan bahkan para malaikat. Allah juga menetapkan bahwa manusia dijadikan-Nya sebagai makhluk yang paling sempurna keadaannya dibandingkan dengan makhluk-makhluk lain (lihat QS 95:4). Allah menciptakan manusia dengan susunan yang proporsional. Sebagaimana dalam QS 82: 7. Nah, sebagai makhluk yang diciptakan Allah sebagai makhluk paling canggih, dilengkapi dengan sukma kefasikan dan ketaqwaan, kita tinggal pilih, mau maksimalkan potensi fasik yang sudah tau salah tapi tetap dilakukan, atau potensi taqwa, yang berusaha keras untuk ta’at pada aturan Allah, juga peraturan-peraturan lainnya yang tujuannya tak lain tak bukan adalah untuk kebaikan kita pula.

Ada sensasi tertentu rasanya, ketika kita melakukan perbuatan asusila

PERATURAN TINGGAL PERATURAN, NGEBUL JALAN TERUS Selepas jam makan siang, di depan pintu liftpenuh orang. Seperti biasa, mereka antre untuk kembali ke ruang kerja mereka masing-masing sehabis lunch. Di tempat itu ada dua lift yang saling berhadapan. Sebenarnya ada dua liftlagi yang jaraknya tidak terlalu jauh dari situ. Barangkali pemandangan orang-orang mengantre menunggu di depan liftpada saat masuk kerja atau selepas makan siang itu sudah biasa. Namun pemandangan yang belum lama ini saya jumpai berada di gedung tempat “orang-orang terhormat”, yakni gedung wakil rakyat di Senayan, Jakarta. Ada empat orang yang dengan cuek mengepulkan asap rokok mereka. Padahal di situ ada tanda larangan merokok.

href="http://1.bp.blogspot.com/_2swXd_IJRSY/TERrheaZwVI/AAAAAAAADbU/nSCSiq2ZJ5

k/s1600/orang+ngerokok1.jpg"> Foto atas yang saya abadikan via kamera handphone ini terjadi di lantai dasar gedung Nusantara I DPR. Ada 4 orang yang dengan cuek merokok persis di depan lift. Padahal saat itu penuh orang dan ada tanda larangan dilarang merokok. Yang merokok di gedung ini bukan cuma office boy, tetapi juga tenaga ahli dan anggota DPR-nya juga. Di lain waktu, saya kembali berkunjung ke gadung yang sama di lantai 13. Tidak beda ketika saya berada di depan lift, dimana empat orang merokok. Namun kali ini yang merokok di depan lift adalah seorang pria berkumis tebal. Ia dengan cuek mengisap dan mengepulkan asap rokok sambil membaca koran. Ironisnya, ia membaca di depan Satpam DPR yang kebetulan sedang bertugas di situ. Gokilnya lagi, ketika ada tamu terhormat muncul, pria berkumis tebal ini tetap cuek membiarkan asap rokok berhamburan ke seisi ruang berpenyejuk udara itu. Terakhir, saya diizinkan masuk ke ruang seorang anggota DPR. Ketika menuju ke ruang, saya harus melewati koridor yang terdiri dari beberapa ruang-ruang tempat para anggota DPR “mangkal”. Anda tahu? Hampir seluruh ruang tersebut terdapat smokers. Tidak heran kalo Anda jalan, hidung Anda akan menghirup aroma nikotin. Welcome to passive smokers. Yes! Begitulah yang terjadi di gedung Nusantara di kompleks MPR/ DPR. Anda yang bukan perokok, akan merasakan akibat dari para perokok itu. Menyedihkan bukan? Ada sebagian orang yang “merusak diri”, ada sebagian orang yang sebenarnya ingin sehat, tetapi terpaksa ikut-ikutan “dirusak diri” mereka lewat asap nikotin itu.

Perokok ini berada di lantai 13. Pria ini dengan cuek merokok di ruang ber-AC dan ada tamu pula. Kalo anggota yang terhormat saja mencontoh prilaku yang melanggar peraturan, bagaimana rakyat mau mengikuti aturan? Tentu Anda tahu ada Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 75 Tahun 2005 tentang kawasan dilarang merokok dan juga Pergub No 88 Tahun 2010 tentang pelarang merokok di dalam gedung, restoran, tempat hiburan, mal, dan sarana umum lainnya di DKI Jakarta ini. Saya yakin, orang-orang yang merokok di dalam gedung itu juga tahu, bahwa di dalam gedung yang berpenyejuk udara dilarang merokok, apalagi di dalam gedung itu terdapat stiker bertulisan DILARANG MEROKOK dan ada Pergub-nya. Kebetulan saya sering ke gedung MPR/ DPR, jadi saya perhatikan mereka yang merokok. Ternyata bukan cuma office boy yang barangkali (maaf) pendidikannya rendah. Namun mereka yang jabatannya sebagai Tenaga Ahli (TA) bahkan anggota DPR sendiri –saya tahu, karena di jas mereka terpasang lambang burung Garuda Pancasila sebagai tanda anggota-, juga ikut-ikutan merokok. Sekarang ada 21 dari 50 negara bagian yang mempunyai aturan daerah bebas rokok. Di Amerika Serikat (AS) sendiri, Departemen Kesehatan dan Pelayanan Publik AS sudah lama mengeluarkan peraturan larangan merokok di tempat umum. Hal tersebut terjadi, karena kesadaran hidup sehat semakin meningkat di kalangan masyarakat Amerika Serikat (AS), termasuk tentang bahaya rokok.

Papan peraturan dilarang merokok di Amerika Serikat. (Sumber: dok. google) “Di New York tidak bisa merokok sembarangan. Anda tidak bisa merokok di mana saja kecuali di rumah pribadi,” jelas pakar komunikasi risiko Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Departemen Kesehatan dan Pelayanan Publik AS Barbara Reynolds, PhD. Di Indonesia, peraturan tinggal peraturan. Kelakuan mereka yang berkantor di gedung, seperti di gedung DPR Nusantara I itu, dengan sopir metromini, sama aja. Nggak yang berpendidikan S3 atau mereka yang nggak tamat SD, ya sami mawon. Orang lain yang nggak ngerokok masa bodoh, yang ngebul ya jalan terus. Polisi menangkap para simpatisan PDIP yang melanggar peraturan lalu lintas.

Polisi menangkap para simpatisan PDIP yang melanggar peraturan lalu lintas.

Puluhan biker simpatisan PDIP ditilang polisi saat akan mengikuti kampanye PDIP di lapangan Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (4/4). Mereka ditilang karena melanggar peraturan lalu lintas

Contoh Kasus Pelanggaran HAM Di Indonesia Terbaru (Hak Asasi Manusia)

Pelanggaran HAM – Contoh Kasus Pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia) di indonesia . Kasus Ham sering kali terjadi, tidak hanya di indonesia tapi juga dinegara-negara lain didunia. Di Indonesia sendiri kasus seperti ini masih sering terjadi walaupun sudah ada lembaga yang berfungsi melakukan pengawasan terhadap kemungknan terjadinya Pelanggaran HAM di indonesia seperti Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham). Contoh-Contoh Kasus PelanggaranHAM : • Contoh Pelanggaran Ham terhadap perempuan : Kasus kekerasan yang dilakukan terhadap peremouan dan biasanya dilakukan suami terhadap istri dan kasus ini terus meningkat dari tahun ke tahun seperti yang tercatat di Komnas Perempuan (KP) bahwa kasus ini pada tahun 2010 ada 105 kasus kemudian pada tahun 2011 naik menjadi 195 kasus. Dari semua kasus itu berdasarkan laporan dan tentu saja masih banyak kasus lain yang belum diketahui • Contoh Kasus Ham anak berkaitan dengan kekerasan terhadap anak : sebagaimana kita tahu bahwa hak asasi manusia berlaku pada setiap orang (individu) seperti hak untuk hidup, hak hidup damai, hak hidup lebih baik dan sebagianya. Karena penting nya Hak Asasi pada setiap manusia maka HAM mulai mendapat perlindungan di setiap negara didunia termasuk di indonesia. Salah satu pelangaran ham yang seringkali terjadi adalah tindakan kekerasan terhadap anak, seperti pemukulan (penganiayaan), pembuangan anak (bayi), serta barbagai pelanggaran ham anak lainnya

Contoh Kasus Pelanggaran Ham yang dilakukan pemerintah : Kasus ini sering kita temukan di negara kita tercinta ini terutama pada masa orde baru, bahkan banyak kasus yang hingga saat ini masih membutuhkan penanganan dan belum terselesaikan. Kasum pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) Perusahaan : Kasus ini juga sering sering terjadi meski tidak begitu tampak namun tingkat pelanggaran yang dilakukan perusahaan tergolong tinggi seperti kasus agraria yang banyak menimbulkan korban jiwa

Contoh kasus pelanggaran Ham diatas hanya sebagian kecil contoh yang sering terjadi di Indonesia maupun dinegara lain . Di indonesia sudah ada Undang-Undang yang mengatur dengan jelas terhadap pelindungan Ham seperti yang tercantum dalam Undang Undang No. 39 tahun 1999 pasal 2 bahwa “Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia". Terlepas masih banyaknya kasus Ham dan hingga saat ini masih banyak kasus yang belum terselesaikan kita hanya berharap bahwa pemerintah akan bekerja lebih maksimal untuk menyelesaikan semua kasus yang ada guna meminimalisir terjadinya pelanggaran ham lanjutan.

Kasus Pencurian
Contoh gen yang hilangset. Berita Terkait. Kasus Pencurian Perhiasan Istri .

Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain

Kasus Pelangaran hukum Lalu Lintas

Kasus Perceraian (Kasus Data)

Dalam suatu rumah tagga yang sadang bermasalah dan tidak ada solusinya lagi maka jalan yang diambil adalah penceraian dan menjadi salah satu akhir. Penceraian tentu saja adalah larangan bagi semua agama dan termasuk kategori hokum perdata

contoh kasus sisminbakum

Contoh Kasus Korupsi

Contoh Kasus Narkoba

Kasus Pencemaran Nama Baik

Didalam Ilmu Hukum, Hukum Itu dapat dibedakan atau digolongkan berdasarkan bentuk, sifat, sumber, isi dan cara mempertahankannya dan tempat berlakunya Hukum. Menurut bentuknya hukum itu dibagi kepada dua bagian. yaitu hukum tertulis dan hukum tidak tertulis. Hukum tertulis adalah hukum yang dituliskan atau dicantumkan dalam perundang-undangan. COntoh : hukum pidana dituliskan pada KUHPidana, hukum perdata dicantumkan pada KUHPerdata. Sedangkan Hukum tidak tertulis adalah hukum yang tidak dituliskan atau tidak dicantumkan dalam perundang-undangan. Contoh : hukum adat tidak dituliskan atau tidak dicantumkan pada perundang-undangan tetapi dipatuhi oleh daerah tertentu. dan hukum tertulis inipun masih terbagi kepada dua bagian yaitu Hukum tertulis yang dikodifikasikan, artinya hukum tersebut dibukukan dalam lembaran negara dan diundangkan atau diumumkan. dan yang kedua adalah hukum yang tidak dikodifikasikan. sedangkan Indonesia, dewasa ini menggunakan hukum kodifikasi. Kelebihannya adalah adanya kepastian hukum dan penyederhanaan hukum serta kesatuan hukum. Kekurangannya adalah hukum tersebut bila dikonotasikan bergeraknya lambat atau tidak dapat mengikuti hal-hal yang terus bergerak maju. Menurut Isi dan cara mempertahankannya hukum itu terbagi kepada Hukum Privat (Hukum Sipil) , adalah hukum yang mengatur hubungan antara perseorangan dan orang yang lain. Dapat dikatakan hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan warganegara. Contoh : Hukum Perdata dan Hukum Dagang. Tetap dalam arti sempit hukum sipil disebut juga hukum perdata. Hukum Negara (Hukum Publik) dibedakan menjadi hukum pidana, tata negara dan administrasi negara. a. Hukum Pidana adalah hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan negara b. Hukum Tata Negara adalah hukum yang mengatur hubungan antara warganegara dengan alat perlengkapan negara. c. Hukum Administrasi Negara adalah hukum yang mengatur hubungan antar alat perlengkapan negara, hubungan pemerintah pusat dengan daerah. dan cara mempertahankannya hukum dibagi kepada Hukum Formiil dan Hukum Materiil

Menurut sifatnya, hukum itu dibagi menjadi : 1. Hukum yang mengatur , yakni hukum yang dapat diabaikan bila pihak-pihak yang bersangkutan telah membuat peraturan sendiri. 2. Hukum yang memaksa , yakni hukum yang dalam keadaan apapun memiliki paksaan yang tegas. Menurut sumbernya, hukum itu dibagi menjadi : 1. Hukum Undang-Undang , yakni hukum yang tercantum dalam peraturan perundangundangan. 2. Hukum Kebiasaan (adat) , yakni hukum yang ada di dalam peraturan-peraturan adat. 3. Hukum Jurisprudensi , yakni hukum yang terbentuk karena keputusan hakim di masa yang lampau dalam perkara yang sama. 4. Hukum Traktat , yakni hukum yang terbentuk karena adanya perjanjian antara negara yang terlibat di dalamnya.

Hukum Tertulis, adalah hukum yang dituliskan atau dicantumkan dalam perundang-undangan Hukum tertulis, yaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dan dicantumkan dalam berbagai peraturan Negara. Contoh: UUD ... B erdasarkan Wujudnya1.

HUKUM TERTULIS
Hukum tertulisyaitu hukum yang dapat kita temui dalam bentuk tulisan dandicantumkan dalam berbagai peraturan Negara. Contoh: UUD 1945,UU,Undang-Undang/Peraturan Pemerintah
Pengganti Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, Peraturan Presiden dan Peraturan Daerah

UUD 1945 merupakan hukum dasar tertulis dan sumber tertib hukum yang tertinggi yang memuat tentang: a.HAM b.Hak dan kewajiban warga negara; c.Pelaksanaan dan penegakkan kedaulatan negara serta pembagian kekuasaan negara; d.Wilayah negara dan pembagian daerah, kewarganegaraan dan kependudukan, serta keuangan negara. UUD 1945 menjadi acuandan parameter dalam pembuatan peraturan-peraturan yang ada dibawahnya. Oleh sebab itu, peraturan perundang-undangan yang ada tidak boleh bertentangan dengan UUD 1945. UUD 1945 dapat memuat ketentuan pokok saja sehingga dapat menyesuaikan perkembangan jaman. Namun pada awal masa reformasi, pada sidang umum MPR tahun 1999 UUD 1945 mengalami perubahan dengan adanya amandemen UUD 1945.

2. Undang-Undang (UU)/Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Undang-undang adalah peraturan perundang-undangan (Perpu) yang dibentuk oleh DPRdengan persetujuan Presiden. Undang-undang yang dibuat oleh DPR bersama dengan presiden karena: a.adanya perintah ketentuan UUD 1945. b.adanya perintah ketentuan undang-undang yang terdahulu. c.dalam rangka mencabut, mengubah dan menambah undang-undang d.yang sudah ada. e.berkaitan dengan HAM f.berkaitan dengan kepentingan orang banyak. Pengajuan rancangan undang-undang dapat berasal dari Pemerintah dan DPR, sesuai dengan Pasal 5 ayat 1 UUD 1945 yang mengatakan “Presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-Undang pada DPR”. dan Pasal 21 ayat 1 yang berbunyi “Anggota DPR berhak mengajukan usul rancangan undang-undang”. Pengajuan usul tersebut disebut hak inisiatif. Perpu merupakan peraturan perundang-undangan yang kedudukannya sama dengan UU, hanya saja UU dinyatakan sah berlaku atas persetujuan DPR dan Presiden, sedangkan Perpu dibuat oleh Presiden karena keadaan yang memaksa atau darurat,sehingga pemberlakuannya tanpa persetujuan DPR. Namun, Presiden tidak boleh seenaknya mengeluarkan Perpu karena ketentuan berikut: a. Perpu yang dikeluarkan oleh Presiden harus diajukan ke DPR dalam persidangan. b.DPR dapat menerima atau menolak Perpu dengan tidak mengadakan perubahan. c.Apabila DPR menolak Perpu tersebut, maka Perpu itu harus dicabut dan dinyatakan tidak berlaku lagi. 3. Peraturan Pemerintahan (PP) Peraturan Pemerintah adalah Perpu yang ditetapkan oleh presiden untuk menjalankan UU sebagaimana mestinya. Dengan demikian Peraturan Pemerintah tidak dapat dipisahkan dari UU karena Peraturan Pemerintah ada sebagai pelaksanaan dariUU. Ada beberapa kriteria agar peraturan pemerintah dapat dikeluarkan, yaitu: a.PP tidak dapat dibentuk tanpa adanya UU induknya. b.PP tidak dapat mencantumkan sanksi pidana jika UU induknya tidak mencantumkan sanksi pidana. c.PP tidak dapat memperluas dan mengurangi ketentuan UU induknya. d.PP dapat dibentuk meskipun UU yang bersangkutan tidak menyebutkan secara tegas, asalkan Peraturan Pemerintah tersebut untuk melaksanakan UU. e.Tidak ada Peraturan Pemerintah untuk melaksanakan UUD 1945. 4. Peraturan Presiden (Perpres) Perpres adalah Peraturan Perundang-undangan yang dibuat oleh Presiden. Perpres dibuat oleh Presiden dalam rangka untuk melaksanakan UUD 1945, UU maupun PP.

Hal ini sangat berbeda dengan PP yang dibuat hanya untuk melaksanakan UndangUndang. Perpres bersifat mengatur untuk mengatur pelaksanaan administrasi negara pemerintahan. 5. Peraturan Daerah (Perda) Perda adalah Perpu yang dibentuk oleh DPRD dengan persetujuan bersama Kepala Daerah. Perda dibuat untuk melaksanakan peraturan yang lebih tinggi dan untuk melaksanakan kebutuhan daerah,oleh sebab itu,perda daerah yang satu dengan yang lain bisa saja berbeda. Berdasarkan UU No. 10 Tahun 2004 Pasal 7 ayat 2 dinyatakan bahwa Perda meliputi: a.Perda Provinsi dibuat oleh DPRD provinsi bersama Gubernur. b.Perda kabupaten/kota dibuat oleh DPRD kabupaten/ kota bersama bupati/walikota. c.Peraturan Desa/peraturan yang setingkat, dibuat dengan kepala desa atau nama lainnya.

HUKUM TIDAK TERTULIS
Hukum tidak tertulis yitu hukum yang masih hidup dan tumbuh dalamkeyakinan masyarakat tertentu (hukum adat). Dalam praktik ketatanegaraanhukum tidak tertulis disebut konvensi. Contoh: pidato kenegaran presidensetiap tanggal 16 Agustus.
pribumi

Hukum Adat adalah seperangkat norma dan aturan adat/kebiasaan yang berlaku di

Hukum Adat adalah seperangkat norma dan aturan adat/kebiasaan yang berlaku di suatu wilayah yang dikenal dengan sebutan hukum pribumi atau hukum tidak tertulis. Pada hakekatnya peraturan atau hukum adat di Indonesia sudah ada sejak zaman kuno, zaman Pra-Hindu. Adat istiadat yang hidup dalam masyarakat PraHindu tersebut menurut ahli-ahli hukum adat adalah merupakan adat-adat Melayu Polinesia.

Kemudian datang kultur Hindu, kultur Islam dan kultur Kristen yang masing-masing mempengaruhi kultur asli tersebut yang sejak lama menguasai tata kehidupan masyarakat Indonesia sebagai suatu hukum adat. Sehingga Hukum Adat yang kini hidup pada rakyat itu adalah hasil akulturasi antara peraturan-peraturan adatistiadat zaman Pra-Hindu dengan peraturan-peraturan hidup yang dibawa oleh kultur Hindu, kultur Islam dan kultur Kristen. Setelah terjadi akulturasi itu, maka hukum adat atau hukum pribumi atau “Inladsrecht” mengalami evolusi dan terus berkembang sejalan dengan pola dan laku manusia. Begitu pula hal ini terjadi pada masyarakat suku Lio Flores Tengah (Central Flores) Dalam konteks hukum pribumi yang dianut oleh masyarakat suku Lio tentu mempunyai jejak sejarah teramat panjang yang perluh digalih, karena tidak ada literatur yang memadai. Kendati demikian, penulis mencoba meretas beberapa peristiwa yang berkaitan hukum adat Lio yang hingga kini masih berlaku dan bahkan dipegang teguh oleh masyarakat Lio sendiri. Pada mulanya masyarakat Lio Flores Tengah sejak jaman nenek moyang biasanya membangunkan perkampungan di lereng-lereng gunung dan dibukit-bukit tinggi (wolo), untuk mencegah datangnya bahaya dari luar seperti pencurian, perampokan dan yang terutama mengantisipasi serangan dari pihak musuh atau binatang buas. Untuk menjaga ketenteraman dalam kampung, penghuni itu biasanya hanya terdiri dari satu keturunan yang sedarah menurut keturunan bapak yang disebut “EMBU”, atau juga ada dicampur dengan keturunan anak wanita yang sedarah disebut “ANA”, yang berasal dari satu nenek.

Hukum tak tertulis

Gara – gara kemarin si ibu pengamen itu ngomong soal etiket ngamen gue jadi keinget beberapa aturan gak tertulis antara tukang ojek yang ngetem sama supir mikrolet... Ohya, sebelum gue lanjutin : gambar - gambar ini gue ambil sendiri san sama sekali bukan sebagai identitas dari cerita yang gue jabarkan disini. Semua orang juga tahu kalau ongkos mikrolet biar bagaimana lebih murah daripada ongkos ojek. Karena biar bagaimana trayek mikrolet kan terbatas tidak seperti ojek yang bisa kemana saja sesuai permintaan penumpang dan tentunya setelah tarif telah disetujui kedua belah pihak.

Nah, untuk jarak dekat biasanya orang males lah naik ojek...apalagi kalau ada mikrolet yang setia nongkrong berlama – lama buat nyari penumpang. Jadi kayaknya daripada terjadi kecemburuan sosial antara supir ojek dan mikrolet terjadilah perjanjian tidak tertulis (ya iyalah... Kalau mau ditulis mau dibikin dimana? Dijadikan undang – undang daerah setempat?). Ini dari yang gue perhatikan di sekitar area rumah gue ya... Dimana tempat ngetemnya mikrolet dan ojek ini suka barengan di tempat yang sama. Bahwa mulai dari jam 9 malam mikrolet silahkan menghilang dari muka bumi dan jangan coba – coba ngangkut penumpang biarpun penumpangnya udah histeris manggil – manggil... Hehehe, gak segitunya kali... Tapi ya kurang lebih gitu deh. Udah berapa kali gue pulang melewati suatu area dan gue mulai memperhatikan kalau setiap kali udah deket jam 9, semua supir mikrolet itu mendadak budeg gak mau dipanggil. Mau gak mau gue manggil tukang ojek deh. Nah, dari

tukang ojek itu gue dapat informasi kalau udah ada perjanjian bahwa tukang ojek bakal dapat giliran mendapat penumpang mulai jam 9. Gue pun manggut – manggut mulai ngerti. Dan tentunya sejak itu berusaha menghindari pulang lewat dari jam 9... Hehehehe, walau rada susah kalau lagi banyak kerja. Sementara di area lainnya (yang masih dekat dengan rumah gue) supir mikrolet gak boleh ngetem di dekat area tukang ojek ngetem dan gak boleh ambil penumpang. Awalnya tentu aja gue gak tau dong, cuman heran doang... Kenapa sih supir – supir mikrolet ini kalau dipanggil pada belagak budeg semua? Kan masih siang? Belum jam 9 malem... Nah, pas gue udah jalan rada jauh dari para tukang ojek...tiba – tiba lewat mikrolet kosong yang nawarin mau naik apa enggak. Jelas gue naik dan iseng gue tanya... Kenapa kalau di dekat tukang ojek itu susah banget mau naik mikrolet. Dan si supir menerangkan bahwa tukang ojek di area itu pernah hampir mengeroyok supir mikrolet yang mengambil penumpang di dekat mereka. Jadi, gak jelas deh ini ada perjanjian apa enggak. Pastinya jangan coba – coba mengambil penumpang di hadapan tukang ojek tersebut kalau gak mau kena bogem mentah rame – rame...

Memang idup itu susah banget yak sampai buat dapat penumpang aja mesti bagi jatah...

Hukum Adat dalam Tata Hukum Nasional Indonesia Hukum adat adalah sistem hukum yang dikenal dalam lingkungan kehidupan sosial di Indonesia dan negara-negara Asia lainnya seperti Jepang, India, dan Tiongkok. Sumbernya adalah peraturan-peraturan hukum tidak tertulis yang tumbuh dan berkembang dan dipertahankan dengan kesadaran hukum masyarakatnya. Karena peraturan-peraturan ini tidak tertulis dan tumbuh kembang, maka hukum adat memiliki kemampuan menyesuaikan diri dan elastis. Indonesia merupakan negara yang terdiri dari bermacam-macam suku, ras, etnis, klan, agama. Hukum Adat muncul salah satunya adalah untuk menjaga dan mengakomodasi kekayaan kultural bangsa Indonesia yang semakin terpendam sehingga tetap dikenal dan menjadi elemen penting dalam perumusan hukum nasional yang adaptif dan mempunyai daya akseptabilitas yang tinggi untuk masyarakat. Kedudukan hukum Adat dalam konstelasi tata hukum nasional Indonesia senyampang ia tidak menghambat segera tercapainya masyarakat Sosialis Pancasila yang nota bene dari dulu sampai

sekarang menjadi pengatur-pengatur hidup bermasyarakat kita, harus menjadi dasar-dasar elemen, unsur-unsur hukum yang kita masukkan dalam hukum nasional kita yang baru. Hal ini terdapat pada salah satu point dalam rumusan Dasar-dasar dan Asas-asas Tata Hukum Nasional oleh Lembaga Pembinaan Hukum Nasional.

Poster tentang undang-undang perlindungan benda cagar budaya

Sepertinya melindungi benda cagar budaya juga ada hukum-hukum tertulis yang
perlu dilaksanakan dan di mengrti demi kelansungan benda cagar budaya tersebut masih utuh dan abadi sepanjang jaman.. seperti tertulis pada pasal 26 UU RI no 5 tahun 1992 tentnag BCB yang tertulis sebagai berikut: " barang siapa dengan sengaja merusak benda cagar budaya atau situs serta lingkungannya, membawanya atau memindahkannya, mengambil, mengubah bentuk ataupun warna, memugar atau memisahkan benda cagar budaya tanpa ijin dari pemerintah, sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 15 ayat 1 dan 2 dipindana dengan pidana penjara selama-lamanya 10 tahun dan/atau denda setinggitingginya Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)"

Prinsip Menggambar Bentuk Perspektif

Prinsip Menggambar Bentuk Komposisi

Prinsip Menggambar Bentuk Proporsi Prinsip Menggambar Bentuk Gelap Terang Prinsip Menggambar Bentuk Anatomi

1. Perspektif, merupakan prinsip menggambar sesuai dengan penglihatan. Objek gambar yang dekat digambar lebih besar, tinggi, dan jelas. 2. Proporsi, merupakan perbandingan antara bagian yang satu dengan bagian yang lain secara menyeluruh 3. Komposisi, diartikan dengan susunan atau letak objek gambar yang menyatu 4. Gelap – Terang (Half – Tone). Bagian benda yang terkena cahaya akan tampak terang (putih atau warna muda). Sedangkan yang tidak terkena cahaya berkesan gelap (hitam atau warna tua). 5. Bayang – bayang (Shadow) untuk menunjukkan kesan tiga dimensi (realis).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful