AKHLAK MADZMUMAH

I. PENDAHULUAN Pola hubungan manusia dengan sang khaliq yakni Allah SWT. (hablu minallah) sangat dipengaruhi oleh sikap dan perilaku manusia itu sendiri. Karena pada hakikatnya pada jiwa setiap orang pasti terdapat dua sifat yang bertentangan, yakni akhlak terpuji dan akhlak tercela. Dimana akhlak terpuji akan senantiasa berorientasi pada kebaikan-kebaikan yang membawa maslahah, baik kebaikan untuk dirinya sendiri dan orang lain yang dalam hal ini disebut dengan istilah akhlak al-mahmudah atau akhlak al-karimah dan perilaku tercela berupa sifat-sifat yang senantiasa mengarahkan manusia untuk berbuat keburukan yang daripadanya akan mendatangkan madharat terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang dalam hal ini disebut dengan istilah akhlakul madzmumah. Meskipun demikian dalam makalah ini tidak serta merta membahas semua pokok kajian tentang akhlak yang berkaitan dengan akhlak mahmudah dan akhlak madzmumah, melainkan dalam makalah ini akan lebih spesifik membahas topik yang berkenaan dengan akhlak madzmumah yakni meliputi akhlak madzmumah terhadap Allah SWT, akhlak madzmumah terhadap dirinya sendiri maupun akhlak madzmumah terhadap orang lain dan hal-hal lain yang berkaitan dengannya. Sehingga dengan kita mengetahui hal-hal yang berkenaan dengan akhlak tercela tersebut kita sebagai hamba Allah SWT yang taat, dapat selalu mawasdiri terhadap akhlak madzmumah dan senantiasa menghindarinya sehingga jalan kita untuk meraih ridho dan mendekatkan dir kita kepada-Nya akan menjadi lapang dan mudah. II. RUMUSAN MASALAH A. Bagaimana Pengertian dari Akhlak Madzmumah ? B. Apa Saja yang Termasuk Kategori Akhlak Madzmumah Terhadap Allah? C. Apa Saja yang Termasuk Kategori Akhlak Madzmumah Terhadap Diri Sendiri ? D. Apa Saja yang Termasuk Kategori Akhlak Madzmumah Kepada Orang Lain? III. PEMBAHASAN A. Pengertian Akhlak Madzmumah Akhlak secara bahasa berarti tindakan, perilaku, dan juga perangai. Adapun madzmumah sendiri memiliki arti kekejian (radza‟il), buruk atau tercela. Adapun semua biang sifat-sifat buruk juga disebut dengan akhlak yang tercela yang dari padanya dapat terbentuk sifat tercela yang menjijikan di dalam jiwa (khaba‟its fi al-nafs), penyakit dalam jiwa dan juga sifat yang merusak (shifat muhlikat), Sehingga dengan demikian akhlak madzmumah dapat didefinisikan dengan segala sesuatu yang tidak baik, yang tidak seperti yang seharusnya, tidak sempurna dalam kualitas, dibawah standar, kurang dalam nilai, tidak mencukupi, keji, jahat, tidak bermoral, tidak menyenangkan, tidak dapat disetujui, tidak dapat diterima, sesuatu yang tercela, lawan dari baik, dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku. Dengan demikian yang dikatakan buruk itu adalah sesuatu yang dinilai sebaliknya dari yang baik, dan tidak disukai kehadirannya oleh manusia. Dan daripadanya akan memberikan dampak negatif terhadap dirinya sendiri maupun orang lain yang berada disekitarnya. Pendapat lain juga menyebutkan bahwasanya yang disebut dengan akhlak madzmumah ialah semua sifat, perkataan ataupun perbuatan yang tidak sesuai dengan apa yang diharapkan sehingga dianggap buruk atau tercela dan bernilai negatif. Meskipun demikian menurut AL-Ghazali asal mula yang menjadi biang dari adanya akhlak

Dia bisa menampakkan dirinya pada liang yang satu dan keluar lagi dari liang yang lain. rasa dendam. B. atau juga menceritakan (amal kebaikan).madzmumah tersebut yakni kelobaan. maka Allah akan memperdengarkan kejelekannya kepada orang lain. Disebutkan bahwa yarbu memiliki dua buah liang. dan juga akhlak kepada sesama manusia. Sedangkan dari segi istilah yaitu orang yang menyembunyikan kekafirannya namun menyatakan keimanannya. Nifak Nifak dari segi bahasa memiliki arti berpura-pura pada agamanya. Oleh karena . sebuah disebut nafiqa‟ dan sebuah lagi disebut qasia‟. tetapi karena ingin mendapat pujian atau kekhawatiran mendapat celaan dari orang lain. cinta harta. keduanya merupakan sifat tercela dan menghilangkan sifat ikhlas karena amal kebaikan yang dilakukan tidak semata-mata karena Allah SWT semata. ekses nafsu seksual. kemegahan. akhlak terhadap diri sendiri. dan penipuan terhadap diri sendiri. bahkan mereka akan menerima azab sebagai balasannya. karena ria sangat dekat dengan kekafiran. kecongkakan.R. Menghapus pahala amal baik dan tidak selamat dari bahaya kekafiran. dan untuk membuang biangbiang dari sifat tersebut dapat dilakukan dengan jalan riyadhah dan membiasaan menahan diri atau mujahadah. nafsu untuk berkata berlebihan. Mendapat dosa besar karena ria termasuk perbuatan syirik sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh imam Ahmad c. Akhlak Tercela Terhadap Allah Sebagaimana telah dibahas pada makalah sebelumnya yang menyatakan bahwa ruang lingkup akhlak adalah meliputi akhlak terhadap sang khaliq atau Allah SWT.” (H. Sehingga dari pemaknaan tersebut dapat difahami bahwa yang dimaksud dengan sum‟ah disini yakni sifat suka menceritakan amal perbuatan agar didengar orang dengan maksud untuk mendapatkan pujian atau simpati. Dan barang siapa (berbuat baik) karena ingin dilihat orang lain (ria) maka Allah akan memperlihatkan kejelekannya kepada orang lain. Bukhari). rasa iri. Dengan demikian antara ria dan sum‟ah. Adapun sifat ria dan sum‟ah akan membawa dampak buruk terhadap pelakunya. cinta dunia. amarah hebat. Allah SWT tidak menerima sedikitpun amalan ibadah dari pelaku ria. Ria Sifat ria berhubungan erat dengan sifat sum‟ah yang mana menurut imam Ghazali ria berasal dari kata ru‟ya yang berarti memperlihatkan. Adapun diantara sikap dan perilaku manusia yang termasuk bentuk dari akhlak tercela terhadap Allah SWT. 2. sebagaimana firman Allah dalam surat Al-baqarah ayat 264. diantaranya yaitu : a. yaitu : 1. ekor dan telinganya lebih panjang kalau dibandingkan dengan tikus). Menurut Imam Ghozali dalam kitanbnya Ihya‟ Ulumuddin menjelaskan bahwa kata munafik adalah diambil dari kata Nafiqa‟ul yarbu (liang binatang seperti tikus. atau secara jelasnya dapat difahami dengan “ingin dilihat orang-orang supaya mendapat kedudukan atau pujian” sedangkan sum‟ah berasal dari kata sama‟ yang berarti mendengar. kebakhilan. kakinya lebih panjang dari tangannya. kesombongan. sebagaimana dijelaskan dalam Surat Ali Imran Ayat 188 b. memperdengarkan. Adapun hadits yang berkenaan dengan larangan untuk berbuat ria dan sum‟ah yakni sebagai berikut : ْ‫م‬ ْ‫م‬ ‫ه [رواه البخا ري‬ َ َ‫ن ي‬ َ ‫م‬ َ ‫ن‬ َّ ‫س‬ ِ ِ‫رائى هللا ب‬ ِ ِ‫ع هللاُ ب‬ َ ‫ه‬ َ‫و‬ َ] Artinya : “barang siapa (berbuat baik) karena ingin didengar oleh orang lain (sum‟ah).

c. tidak akan mendapatkan banyak teman karena semua orang akan meninggalkannya. Tidak memiliki semangat untuk meraih sukses pada masa yang akan datang dan tidak menjadikan kegagalan hari ini sebagai pengalaman yang berharga yang harus dijadikan pelajaran bagi langkah selanjutnya. dengan takdir buruknya. Sikap perilaku „aniyah atau mementingkan diri sendiri. b. Adapun hal-hal negatif yang ditumbuhkan dari sikap putus asa sangat banyak. Tamak Menurut bahasa. Cenderung menyalahkan orang lain dan diri sendiri. Dapat pula diartikan dengan egois atau ingin menang sendiri karena kedua sikap itu memiliki kesamaan. Putus asa selain merupakan sifat tercela yang harus dihindari dan dijauhi. untuk memenuhi segala kebutuhan hidupnya. Putus asa Putus asa adalah hilangnya suatu harapan. atau hilang akalnya menjadi gila dan sebagainya. sebab dia menampakkan dirinya bahwa dia seorang yang Islam. Adapun nilai-nilai negatif akibat perbuatan putus asa antara lain sebagai berikut: a. sebab orang yang putus asa tidak lagi berharap akan datangnya rahmat Allah SWT. yakni sikap individualistik. misalnya banyak orang yang rela mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. dapat menimbulkan akibat negatif bagi pelakunya. tamak sikap perilaku tidak puas atas apa yang telah dimilikinya. Adapun menurut istilah.itulah orang yang berbuat demikian disebut munafik. tetapi dia keluar dari Islam itu kea rah kafir. Kemunafiksn itu ada dua macam: a) Kemunafikan yang mengeluarkan dari agama dan mengantarkan orang kepada golongan orang-orang kafir serta membawa ke dalam golongan orang-orang yang diabadikan di dalam neraka. sebab hal ini bertentangan dengan naluri manusia itu sendiri. b. meskipun sedang ditimpa musibah atau beban yang sangat berat. Selain itu. b) Kemunafikan yang membimbing pemiliknya ke neraka pada batas waktu tertentu atau mengurangi dari derajat kemuliaan dan menurunkan dari tingkat sadiqin. bahkan menyalahkan Allah SWT. Manusia adalah makhluk sosial (zone poloticon) yang sepanjang hidupnya sangat membutuhkan bantuan orang lain. Oleh karena itu betapa pentingnya kita mengenal nilai-nilai negative akibat perbuatan putus asa dalam kehidupan kita. Oleh sebab itu sifat „ananiyah sangat tidak pantas dimiliki oleh manusia. Dibenci banyak orang karena didunia ini tidak ada seorangpun yang suka terhadap perbuatan yang mementingkan dirinya sendiri. 3. Mendatangkan banyak musuh tanpa disadarinya. Sebab sikap perilaku putus asa hanya dilakukan oleh orang-orang yang tidak beriman kepada Allah. dan tidak mau mengevaluasi diri atas kegagalan atau beban yang menimpanya. c. „Ananiya „Ananiyah yaitu sikap mementingkan diri sendiri. juga termasuk sifat buruk yang dapat merugikan pelakunya. cita-cita. keinginan dan gairah hidup untuk meraih masa depan yang gemilang. tamak artinya serakah. Manusia tidak terpeliharanya keimanannya kepada Allah SWT. Akhlak Tercela Terhadap Diri Sendiri Yang termasuk akhlat tercela terhadap diri sendiri diantaranya adalah: 1. rakus atau ambisius. merupakan sikap yang tidak terpuji. 2. hendaknya kita tidak boleh berputus asa. sehingga kita tidak terjerumus kejurang perbuatan nista tersebut. C. Sikap tamak atau serakah merupakan . Sifat putus asa harus dihindari oleh semua orang. diantara dampak dari sifat ini yaitu : a.

yaitu suatu perbuatan atau tindakan membicarakan aib atau kekurangan orang lain. c. Nilai-nilai negatif akibat perbuatan hasad: a. Mengandung sikap perilaku suka melempar kesalahan pada orang lain (berburuk sangka) 2. Takabur juga dapat diartikan sebagai sikap perilaku menganggap orang lain lebih rendah dibandingkan dirinya. Adapun menurut istilah hasad ialah sifat iri atau tidak suka kepada orang lain yang mendapat nikmat Allah. Adapun dampak negatif yang timbul dari sikap tamak diantaranya yaitu : a. Munculnya banyak keinginan untuk memiliki apa yang menjadi milik orang lain dan itu hanya akan membuat diri kita tersiksa. biasanya disebabkan oleh kebiasaan seseorang yang kurang memperhatikan dirinya sendiri karena merasa dirinya lebih baik daripada orang lain. Diantara nilai-nilai negatif yang ditimbulkan akibat perbuatan takabur adalah sebagai berikut: a. sehingga akal sehatnya kurang berfungsi. Tidak pernah instropeksi diri sehingga selamanya tidak mengenali kekurangan dan kelemahan dirinya. Kebiasaan seperti itu. b. Nilai-nilai negatif akibat perbuatan ghibah: a. Sifat hasad muncul dari keinginan yang berlebihan terhadap apa yang diraih oleh orang lain. Takabur Menurut bahasa takabur artinya sombong. Menimbulkan sikap balas dendam dari pihak yang digunjing c. Hasad Hasad menurut bahasa adalah Iri atau tidak suka. yang dimaksudkan untuk . Adapun menurut istilah takabur adalah sikap perilaku menyombongkan diri terhadap orang lain. tanpa diketahui oleh orang yang sedang dibicarakannya itu. Tidak mendapat ampunan dari Allah sepanjang kesombongan masih bercokol dihatinya. Tertutup jalannya karena tidak memiliki kemampuan seperti yang dimiliki oarang lain yang sukses tersebut. c. Fitnah Fitnah artinya perkataan yang tidak sesuai dengan kenyataan. dapat juga disebabkan oleh rasa benci terhadap oarang yang sedang dibicarakan. sedangkan jalan untuk memperoleh seperti yang didapat oleh orang lain tersebut telah tertutup.sikap tercela yang harus dihindari dan dijauhi. Akhlak Madzmumah Terhadap Orang Lain 1. b. angkuh. besar kepala. Ghibah Ghibah ialah menggunjing. Tumbuh sikap yang membanding-bandingkan apa yang kita miliki dengan yang dimiliki orang lain dengan tujuan untuk saling menjatuhkan. Mengandung sikap perilaku suka mencari-cari kesalahan orang lain c. Menimbulkan permusuhan dan persengketaan d. atau merasa diri paling besar. Selain itu. Mengandung sikap perilaku iri dan dengki b. Bersikap tidak ikhlas atas apa yang diberikan Allah SWT kepadanya dengan selalu berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik banyak dari apa yang sudah ada. baik berupa prestasi maupun materi kekayaan. Memutuskan ikatan silaturrahmi antara sesama saudara muslim b. D. Mendapat kutukan dan murka dari Allah SWT e. Hidupnya banyak dipengaruhi oleh hawa nafsu setan. Melanggar etika berbicara dalam pergaulan 3. 4.

Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. PENUTUP Demikianlah makalah yang dapat kami buat.menjatuhkan. (Bandung : Mizan Pustaka. dan perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat yang berlaku. yang tidak seperti yang seharusnya. Cet. tidak sempurna dalam kualitas. tidak mencukupi. Mefitnah merupakan perbuiatan yang sangat tercela yang harus dihindari dari setiap muslim. jahat. 2 Nuh. lawan dari baik.2009) Asmaran. Fitnah V. Ananiya 2. jiwa dan raga sekaligus. Akidah Akhlak II. ( Bandung : ARMICO. Akidah Akhlak . tidak dapat disetujui. yaitu: A. Akhlak Madzmumah Kepada Orang Lain 1. (Semarang : Aneka Ilmu. 2009 ). Mendapat dosa besar IV. Jika membunuh hanya merusak jasmani orang maka memfitnah dapat merusak mental. (Bandung : PUSTAKA. A. 1994). Mengobati Tujuh Penyakit Hati. keji. Ria 2. Amin. atau merugikan kehormatannya. menodai nama baik orang lain. tidak dapat diterima. Klasifikasi dari Akhlak Madzmumah dibagi menjadi 3 macam. kurang dalam nilai. Tamak 4. Nilai-nilai negatif akibat perbuatan fitnah a. Takabur C. Ahmad Adib. Muhammad Abul. Putus asa 3. dibawah standar. 1 . Hasad 2. KESIMPULAN Akhlak madzmumah dapat didefinisikan dengan segala sesuatu yang tidak baik. Sebab perbuatan memfitnah sangat besar bahayanya dibandingkan dengan perbuatan membunuh sekalipun. Ghibah 3. Etika Al-Ghazali. (Jakarta : Raja Grafindo Persada. Nifak B. Jiwanya resah dan gelisah c. 1988) Sy. Cet. menjelekkan. sebagai manusia biasa kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan. Sayyid Muhammad. Akhlak Tercela Terhadap Allah 1. Wahid. sesuatu yang tercela. Akhlak Tercela Terhadap Diri Sendiri 1. tidak bermoral. DAFTAR PUSTAKA Al Arif. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini dan berikutnya. Dijauhi banyak orang b. tidak menyenangkan. Pengantar Studi Akhlak.2004) Quasem.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful