MAKALAH ITMKG 4

Pengaruh Sodium Hypochlorite (NaOCl) terhadap Perubahan Warna Basis Gigi Tiruan Resin Akrilik

Oleh: KELOMPOK 2 1. Dwi Mayang Ayu Ningtias 04101004002 2. Veralita Israjannah 3. Isha Arfina Haris 4. Ade Irma Suryani 5. Muthiara Praziandite 6. Neno Kharisma 7. Desti Adestia 8. Marta Rayani. S 04101004012 04101004022 04101004032 04101004042 04101004052 04101004062 04101004082

Dosen Pembimbing : drg. Martha Mozartha, M.Si

PROGRAM STUDI KEDOKTERAN GIGI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2012

Namun. Sodium hypochlorite sebagai desinfektan dapat mengurangi mikroorganisme yang melekat pada gigi tiruan. cairan dan lain-lain.BAB I PENDAHULUAN Bahan dasar basis gigi tiruan yang lazim dipakai adalah resin akrilik polimetil metakrilat jenis heat cured.4. Salah satu cara untuk merawat gigi tiruan adalah dengan merendam dalam pembersih gigi tiruan yang mengandung larutan desinfektan. Denture stomatitis adalah salah satu infeksi gigi tiruan yang disebabkan oleh spesies dominan khususnya Candida albicans dan beberapa spesies Stretokokus. reparasinya mudah dan perubahan dimensinya kecil. sedangkan bahan desinfektan sebagai bahan pembersih seperti klorhexidin glukonat atau salisilat dapat mengurangi plak pada gigi. gagal ginjal. Tablet Dentamize.3 Untuk itu diperlukan pemeliharaan dan perawatan yang tepat terhadap kebersihan penggunaan gigi tiruan. lempeng resin akrilik yang direndam dalam pembersih gigi tiruan dalam jangka waktu yang terus–menerus dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna.5 Prosedur pemakaiannya harus disesuaikan dengan petunjuk pabrik. Chlorhexidine. estetik baik. obat imunosupresif. tablet.2 Risiko komplikasi oral juga meningkat dengan adanya berbagai macam penyakit dan kondisi seperti diabetes mellitus. Trisodium Phosphate. tidak iritasi. Namun. . diantaranya yaitu mudah patah bila jatuh pada permukaaan yang keras atau akibat kelelahan bahan karena lama pemakaian serta mengalami perubahan warna setelah beberapa waktu dipakai dalam mulut. Sodium Perborat. Resin akrilik dipakai sebagai basis gigi tiruan karena bahan ini memiliki sifat tidak toksik. Berbagai bentuk pembersih gigi tiruan yang beredar dipasaran antara lain ada yang berbentuk pasta. terapi kanker. Makalah ini akan membahas mengenai pengaruh sodium hipochlorit terhadap perubahan warna basis gigi tiruan resin akrilik. Beberapa contoh pembersih gigi tiruan yaitu Sodium hypochlorite. resin akrilik memiliki beberapa kekurangan. tidak larut dalam cairan mulut. mudah dimanipulasi. Polident.1 Pemeliharan kebersihan gigi tiruan yang kurang diperhatikan dapat menyebabkan terjadinya penyakit di kalangan pemakai gigi tiruan seperti ulser pada rongga mulut dan denture stomatitis.

com/gambar) .6 Bahan yang terbuat dari logam seperti kobalt kromium. Basis gigi tiruan digunakan untuk membentuk bagian dari gigi tiruan baik yang terbuat dari logam maupun bahan resin akrilik.1.BAB 2 ISI 2. titanium (gambar 1)7.1 Basis gigi tiruan resin akrilik 2. fenol formaldehid dan porselen (gambar 2).1 Definisi basis gigi tiruan Basis gigi tiruan adalah bagian dari suatu gigi tiruan yang bersandar pada jaringan pendukung dan tempat anasir gigi tiruan dilekatkan. aloi emas. Sedangkan bahan basis gigi tiruan yang terbuat dari resin adalah resin akrilik (polimetil metakrilat) yang telah diperkenalkan dan dengan cepat menggantikan bahan sebelumnya seperti vulkanit. nitroselulosa. Basis gigi tiruan yang memakai kerangka logam (www. aluminium dan stainless steel. Gambar 1.google.

Bahan dasar basis gigi tiruan yang lazim dipakai adalah resin akrilik polimetil metakrilat jenis heat cured (polimerisasi panas). Resin akrilik polimerisasi sinar (light cured resin) adalah resin akrilik yang menggunakan sinar tampak untuk polimerisasi. Basis gigi tiruan yang menggunakan resin akrilik (www. tidak larut dalam cairan mulut.2 Jenis-jenis resin akrilik Bahan basis gigitiruan resin akrilik dibagi atas tiga macam yaitu: 1. Resin akrilik polimerisasi panas (heat cured acrylic resin) adalah resin akrilik yang menggunakan proses pemanasan untuk polimerisasi. tidak iritasi. .8 Resin akrilik dipakai sebagai basis gigi tiruan karena bahan ini memiliki sifat tidak toksik.Gambar 2. mudah dimanipulasi. 2.google. Resin akrilik swapolimerisasi (self cured acrylic resin) adalah resin akrilik yang menggunakan akselerator kimia untuk polimerisasi yaitu dimetil-para-toluidin (CH3C6H4N(CH3))2. reparasinya mudah dan perubahan dimensinya kecil. Kekurangan dari resin akrilik yaitu mudah patah bila jatuh pada permukaaan yang keras atau akibat kelelahan bahan karena lama pemakaian serta mengalami perubahan warna setelah beberapa waktu dipakai dalam mulut. Bila dibandingkan dengan heat cured acrylic resin bahan ini memiliki stabilitas warna yang kurang baik.com/gambar) 2.1. Penyinaran dilakukan selama 5 menit dengan gelombang cahaya sebesar 400-500 nm sehingga memerlukan unit curing khusus dengan menggunakan empat buah lampu halogen tungtens/ultraviolet. 3. estetik baik.

4 Sifat-sifat resin akrilik Sifat-sifat mekanis adalah respons yang terukur. Bubuk  Polimer : butiran atau granul polimetil metakrilat  Inisiator : benzoyl peroxide  Pigmen/pewarna : garam cadmium atau besi. e. Retak: pada permukaan resin akrilik dapat terjadi retak karena adanya tekanan tarik yang menyebabkan terpisahnya molekul-molekul polimer. Warna berubah apabila durasi pemakaian yang lama. j.2. dari bahan bila terkena gaya atau distribusi tekanan. Cairan  Monomer : metil metakrilat  Cross-linking agent : ethyleneglycol dimethylacrylate  Inhibitor : hydroquinone 2. g. b.1.1. f. Tidak toksik. Tidak larut dalam cairan mulut (kelarutannya rendah). Estetik baik. fatique yang terjadi karena gigitiruan mengalami pembengkokan yang berulang-ulang selama pemakaian dan tekanan pada basis gigitiruan selama proses pengunyahan (transversal/fleksural). Mudah porus. Unsur-unsur yang terkandung dalam resin akrilik polimerisasi panas antara lain: a. baik elastis maupun plastis. i. Polimerisasi. h. Tidak mengiritasi. . Sifat mekanis bahan basis gigitiruan terdiri atas: a. c. Fraktur: gigitiruan dapat mengalami fraktur yang disebabkan karena benturan (impact) misalnya terjatuh pada permukaan yang kasar. atau pigmen organik b. d.3 Komposisi resin akrilik Komposisi resin akrilik polimerisasi panas tersedia dalam bentuk bubuk dan cairan. Menyerap air secara perlahan dalam jangka waktu tertentu dengan mekanisme penyerapan melalui difusi.

l.com/2009/08/24/how-to-care-for-your-dentures/) . Penyikatan menggunakan sikat gigi tiruan yaitu bulu sikat luar dan dalam (gambar 3) dan perendaman di dalam air bersih (gambar 4).intelligentdental.1. Reparasinya mudah. Gambar 1 Gambar 3. Penyikatan gigi tiruan dengan menggunakan bulu sikat luar dan dalam (http://www. 2. tidak disarankan menggunakan air panas. Mekanik  Penyikatan dan perendaman. dan m.k. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan 1.5 Cara membersihkan gigi tiruan basis resin akrilik Gigi tiruan sebaiknya dibersihkan setiap selesai makan. Mudah dimanipulasi. Perubahan dimensinya kecil. Gigi tiruan sebaiknya dibilas setiap sesudah makan dan disikat sehari sekali menggunakan air dingin atau hangat.

cepat.com/2009/08/24/how-to-care-for-your-dentures/) .Gambar 4. Sikat seluruh permukaan gigi tiruan tetapi jangan terlalu keras.com/2009/08/24/how-to-care-for-your-dentures/) Penyikatan sebaiknya di atas telapak tangan (gambar 5) atau tempat berisi air atau diatas handuk agar gigi tiruan tidak patah jika terlepas dari tangan.intelligentdental. Keuntungan: murah. sederhana. Disarankan mengkombinasi teknik ini dengan teknik kimia untuk hasil yang maksimal. lebih beresiko patah. Penyikatan dilakukan di atas telapak tangan (http://www. Gambar 5. Perendaman dalam air bersih (http://www.intelligentdental. karena jika terlalu keras dapat merusak material gigi tiruan. Penggunaan pasta gigi tidak disarankan karena terlalu abrasif. Kekurangan: kebersihannya terbatas.

atau cairan. misalnya polident (gambar 5). porositas. tablet. gel. Keuntungan: sangat bersih. . Alat pembersih gigi tiruan yang menggunakan ultrasonic (www. larutan peroksida.com/gambar) 2. tidak beresiko patah. Gambar 6. Disarankan gigi tiruan disikat dan dibilas terlebih dahulu sebelum dibersihkan menggunakan pembersih ultrasonic9 (gambar 6). Ada banyak jenis denture cleanser. Ultrasonic Alat pembersih gigi mekanik dengan getaran atau gelembung-gelembung kecil yang mampu mengangkat partikel sisa makanan yang tidak dapat dihilangkan dengan penyikatan. contohnya saat penyikatan menggunakan denture cleanser berbentuk pasta atau gigi tiruan direndam didalam cairan denture cleanser. Saat ini sodium hypochlorite merupakan deture cleanser yang paling sering digunakan. mudah.google. Setelah menggunakan pembersih ultrasonic. nystatin. sodium hypochlorite. gigi tiruan di bilas kembali lalu direndam didalam air bersih. Kimia Pembersihan gigi tiruan secara kimia dengan penggunaan denture cleanser berupa pasta. Kerugian: harganya mahal. Disarankan teknik ini dikombinasi dengan teknik mekanik untuk hasil yang maksimal. Penggunaan denture cleanser sebaiknya sesuai dengan aturan pakai masing-masing jenis maupun merek. dan sebagainya. chlorhexidine.

Acids (asam): Pembersih dengan basis asam encer efektif terhadap kalkulus dan noda pada gigi tiruan.12 2. melarutkan musin dan zat organik. Penggunaannya efektif dengan perendaman malam hari.com/gambar)  Metoda Kimia pembersih gigi tiruan dapat dibagi menjadi kelompok berikut10.11: 1. bakterisida.Gambar 5. Studi mikroskopis menunjukkan bahwa perendaman berkepanjangan dari resin akrilik dalam pembersih peroksida tidak mempengaruhi permukaan resin akrilik. . Bahan ini tidak dapat melarutkan kalkulus tapi mungkin menghambat pembentukan kalkulus pada gigi tiruan.google. Tapi dapat menyebabkan pemutihan resin akrilik. 3. Jenis denture cleanser yang berupa Polident (www. serta fungisida. Peroksidase Alkaline: adalah pembersih gigi tiruan yang paling sering digunakan untuk perendaman pada malam hari setiap hari yang melepaskan gelembung oksigen dan memberikan suatu efek pembersihan mekanis. Hipoklorit Alkaline: merupakan bahan kimia yang menghilangkan noda. tetapi dapt menyebabkan pemutihan sehingga digunakan hanya sesekali (misalnya seminggu sekali). tapi hanya pada interval mingguan atau dua mingguan. Hati-hati karena dalam penggunaannya dapat membahayakan mata dan kulit. Asam encer seperti asam asetat dapat digunakan untuk melarutkan kalkulus direndam pada malam hari.

1 Definisi sodium hypochorite Sodium hypochlorite adalah senyawa kimia dengan rumus NaOCl. yang lebih mudah diterima oleh pasien dibandingkan perendaman semalam.2 Sodium Hypochlorite 2.1% mungkin memiliki efek yang menguntungkan yang sama tanpa menyebabkan pewarnaan. Kloroform. Perendaman menggunakan 15-menit waktu perendaman. Sodium hypochlorite. Polident. umumnya dikenal sebagai pemutih. Namun. Trisodium Phosphate. 6. Natrium salisilat 0. 11. Tidak ada efek samping berbahaya dari penggunaan enzim sebagai pembersih gigi tiruan. Disinfeksi agen (disenfektan): Telah dilaporkan bahwa Etanol. Enzim: dapat menghancurkan glikol-protein. Perendaman gigi palsu selama beberapa menit setiap hari dalam larutan klorheksidin dapat menyebabkan stain.4. Chlorhexidine gluconate tidak cocok untuk perendaman gigi tiruan setiap hari karena dapat menyebabkan perubahan pewarnaan. Sodium hypochlorite.2. 5. muco-protein dan polisakarida dari plak. masih harus dilihat apakah pembersih berbasis enzim cukup efisien untuk menjadi pengganti atau hanya tambahan untuk membersihkan gigi tiruan secara mekanik. Tapi zat ini tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari karena bau dan rasa serta menyebabkan pemutihan dan efek crazing. Chlorhexidine. 2. Glukonat atau salisilat menyebabkan penurunan yang signifikan dalam jumlah plak gigi tiruan dan perbaikan dalam mukosa gigi tiruan. sering digunakan sebagai desinfektan atau pemutih. Tablet Dentamize. 9. Sodium Perborat. Isopropil Alkohol. asam asetat dan Formalin dapat digunakan untuk desinfeksi gigi tiruan dan untuk menghindari kontaminasi dari operatory ke laboratorium dan wakil versa. 10. Sodium hypochlorite termasuk golongan halogen yang mudah berikatan dengan oksigen. Rumus kimia sodium hypochlorite yaitu: 2NaOH + Cl2 => NaOCl + H20 + Heat . 8. 7.

2. apabila direndam lebih dari 40 menit.  Menghilangkan komponen organik dari deposit plak.Sodium hypochlorite umumnya digunakan untuk mensterilkan air dengan cara memasukkan Sodium hypochlorite ke dalam air dengan konsentrasi yang berbeda-beda. jamur. perubahan kekerasan permukaan pada resin akrilik 3. virus. Penggunaan sodium hypochlorite di seluruh dunia sebagai bahan irigasi saluran akar karena kemampuannya mematikan bakteri. yaitu: 1. 2. 2.13 5.2 Komposisi sodium hypochlorite Sodium hypochlorite dalam larutan membentuk hypochlorus acid (HOCl) dan oxychloride (OCl). Sodium hypochlorite juga digunakan untuk bahan irigasi saluran akar. Perubahan warna atau adanya efek pemutihan pada basis gigi tiruan resin akrilik yang direndam dalam sodium hypochlorite 2. jamur.4 Efek sodium hypochlorite. Desinfektan ini adalah larutan yang berbahan dasar klorin (Cl2). larutan ini merupakan desinfektan derajat tinggi (high level disinfectants) karena sangat aktif pada semua bakteri.2.2. virus. antifungi. 4.3 Keuntungan sodium hypochlorite yaitu:  Aktif pada semua bakteri.2. Desinfektan . dan beberapa spora.  Menghilangkan stain. antibakteri.  Bekerja cepat atau fast acting. parasit dan beberapa spora. parasit.

2. sehingga zat yang terserap dapat bereaksi dengan unsur dalam resin akrilik. Perubahan warna lempeng akrilik tidak hanya disebabkan oleh karena perendaman dalam larutan desinfektan saja tetapi juga karena faktor berbagai macam makanan dan minuman sehari-hari yang dikonsumsi oleh pemakai gigi tiruan misalnya teh. kopi. . Sodium hipoklorit yang mengandung klorin dapat menghilangkan stain dan menghilangkan komponen organik dari deposit tartar. Perubahan warna pada basis resin akrilik apabila direndam lebih dari 70 menit dengan konsentrasi 0. Klorin bereaksi langsung dengan menghambat formasi dari kalkulus dengan menghilangkan organik matriks plak. tetapi klorin ini meyebabkan pemutihan. sehingga warna yang diserap lebih banyak daripada warna yang dipantulkan.5 Pengaruh Sodium Hypochlorite (NaOCl) terhadap perubahan warna basis gigi tiruan resin akrilik Perendaman lempeng akrilik dalam sodium hipoklorit kemungkinan menyebabkan adanya perubahan dalam matrix interstitial pada struktur permukaan sehingga terjadi efek pemutihan dan terjadi perubahan warna lempeng akrilik. Larutan ini bereaksi dengan bahan dasar dari lempeng akrilik.Selain itu efek pemutihan permukaan lempeng akrilik dapat terjadi jika sering direndam dalam larutan yang keras yang mengandung kadar klorin tinggi. Klorin selain sebagai desinfektan juga dipakai sebagai bahan pemutih pakaian dan untuk menghilangkan noda pakaian sehingga klorin mempunyai kemampuan untuk memudarkan warna. Perubahan warna lempeng akrilik dapat disebabkan oleh karena kemampuan penyerapan cairan pada bahan dan lingkungan sekitar tempat anasir gigi tiruan. minuman yang mengandung cola menyebabkan warna lempeng akrilik menjadi tambah gelap. Hal ini berbeda pada perendaman dalam sodium hipolorit tidak terjadi akumulasi noda pada permukaan ataupun liang renik melainkan karena reaksi klorin atau klor dengan lempeng akrilik kemudian terjadi efek pemutihan sehingga warna akrilik menjadi lebih muda.5 %. Hal ini karena adanya akumulasi penempelan pigmen warna pada permukaan dan absorsi perlekatan partikel yang masuk ke bagian liang renik resin akrilik.2. Pada keadaan ini nilai rerata semakin besar dengan bertambahnya waktu. Bahan seperti zat warna kloroform dapat menyebabkan terjadinya perubahan warna lempeng akrilik.

3. 4.2. 2. Sebelum gigi tiruan tersebut dipakai dicuci terlebih dahulu dengan air yang bersih.6 Aplikasi sodium hypochlorite 1. Lalu gigi tiruan direndam larutan sodium hypochlorite denga konsentrasi 0.2. Gigi tiruan dibersihkan terlebih dahulu dengan cara disikat menggunakan sikat gigi dengan bulu sikat luar dengan menggunakan air yang dingin dan dalam dan tidak disarankan menggunakan pasta gigi. Fungsi sodium hypochlorite disini sebagai desinfektan. .5 % dalam waktu 10 menit. Setelah itu gigi tiruan di cuci bersih. Dan jangan merendam gigi tiruan tersebut lebih dari 70 menit karena sodium hypochlorite akan menyebabkan perubahan warna pada gigi tiruan tersebut.

Namun. perendaman basis gigi tiruan resin akrilik menggunakan sodium hypochlorite 0.BAB 3 PENUTUP 3.2 Saran Disarankan perendaman gigi tiruan dalam larutan sodium hypochlorite dengan konsentrasi 0. 3.5% dapat menyebabkan perubahan warna resin akrilik setelah perendaman lebih dari 70 menit. .5% dalam waktu 10 menit memberikan efek desinfektan.5 % cukup dalam waktu 10 menit serta jangan merendam gigi tiruan tersebut lebih dari 70 menit karena sodium hypochlorite akan menyebabkan perubahan warna pada gigi tiruan basis resin akrilik yang direndam.1 Kesimpulan Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa perendaman basis gigi tiruan resin akrilik dengan sodium hypochlorite 0. Semakin lama perendaman dalam sodium hipoklorit ternyata pigmen warna lempeng akrilik semakin memudar sehingga perubahan warna yang terjadi semakin besar.

Issue 3. 11.F. 4. 1 Januari 2005: 36–40. Effect of Different Cleansers on the Surface of Removable Partial Denture. Comparison of Physical and Mechanical Properties of Microwave-Polymerized Acrylic Resin after Disinfection in Sodium Hypochlorite Solutions. Maj Ked. J. John R. Effect of Mechanical Modification of Acrylic Resin Denture Teeth Bonded to Acrylic Denture. 3 (1): 10-14. 22 (5): 392-397.N. 2011. 2. Pakistan Oral & Dental Journal. No. Chetchan M D et al. Kevin D. Comparison of the Effectiveness of Sodium Hypochlorite and Dentamize Tablet for Denture Disinfection. Mohammad et al. African Journal of Microbiology Research. 9. Influence of Immersion Time of Denture Cleansers on the Surface Roughness of Resilient Denture Liners. Paranhose et al. Med. 12 (2): 158-162. 2008. Rev odonto Cienc. PMPH-USA. H. Rahn. David et al. Bond Strength of Poly (methyl methacrylate) Denture Base to cast Titanium and cobalt-chromium Frameworks of Different Designs. Ali Azad et al. Falah-Tafti et al. Denture Hygiene in Geriatric Persons. Textbook of Complete Dentures.B. Dr.Daftar Pustaka 1. 2009. 8. M. 446 (2): 19. 7. A. 2011. Vol 32. 2012. Cytotoxicity of Resin-Based Cleansers: An In Vitro Study. Volume 6 number 1. . Tissue Inflammatory Response and Salivary Streptococcus Mutans Count with Three Different Denture Cleansers. The Internet Journal of Geriatrics and Gerontology. M. International Journal of Drug Development and Research. (Dent. Vol. 2010.9(1). 2012. No. Iranian Red Crescent Medical Journal. 5 (8) pp. 14. Vol 3. M. 2011. Fahad A. Sci. 965-974. Braz Dent J. Senna et al. 2009. Vojdani et al. 3. Life Science Journal. Al-Harbi et al. D. Braz Dent J. Felipucci et al. Beyari. Ivanhoe. 6. 18 April. Perubahan Warna Lempeng Resin Akrilik yang direndam dalam Larutan Desinfektan Sodium Hipoklorit dan Klorhexidin. 2010. 38. 5. 12. Rathee et al. World J. 26 (1): 35-39. Vol. April.).. July-September 2011. Plummer. 20 (4): 331-335. 10. Microbiological Evaluation of the Effectiveness of Commercially Available Denture Cleansing Agent.O. Gigi. Arthur O.

20 (1): 1-10. Subrata. Gantini. . 2008. Antifungal Properties of Sodium Peroxide and Sodium Hypochlorite as a Denture for Full Acrylic Denture in Vitro. Padjadjaran Journal of Dentistry.13.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful