P. 1
EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

|Views: 132|Likes:
Published by Nizwa Ayuni
Makalah EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Makalah EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Nizwa Ayuni on Jun 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/21/2013

pdf

text

original

Makalah

:

EVALUASI DALAM PEMBELAJARAN
Mata Kuliah:

BELAJAR dan PEMBELAJARAN 1
Disusun oleh:

Mahasiswa Program Studi Matematika FKIP UNRAM Angkatan 2011

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua sehingga dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Evaluasi Dalam Pembelajaran”. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Kami sadar bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini, baik dari segi penyusunan maupun kelengkapan dan ketepatan isi makalah. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran dari berbagai pihak agar selanjutnya
dapat ditingkatkan dan disempurnakan.

Demikian makalah ini disusun agar dapat bermanfaat, diterima dan digunakan sebagai acuan untuk makalah-makalah selanjutnya.

Mataram, 2 April 2013

Penyusun

ii

Daftar isi
KATA PENGANTAR............................................................................................................ii DAFTAR ISI .........................................................................................................................iii BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang............................................................................................................1 1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................................1 1.3 Tujuan................ .........................................................................................................2 BAB II PEMBAHASAN 2.1. Pengertian Evaluasi …………………………………………………………….......3 2.2. Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran.... …………………………………….4 2.3. Jenis-Jenis Evaluasi Pembelajaran………………………………………………… 6 2.4.TeknikEvaluasi........…………………………………………………………………8 2.5.Syarat-Syarat Penyusunan Evaluasi Pembelajaran .................................................14 BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan ...............................................................................................................17 4.2 Saran .........................................................................................................................17

DAFTAR PUSTAKA

iii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengetahui hasil yang telah dicapai oleh pendidik dalam proses pembelajaran adalah melalui

evaluasi.Evaluasi merupakan subsistem yang sangat penting dan sangat di butuhkan dalam setiap sistem jauh pendidikan, perkembangan karena atau evaluasi kemajuan dapat hasil

mencerminkan

seberapa

pendidikan.Dalam setiap pembelajaran, pendidik harus berusaha mengetahui hasil dari proses pembelajaran yang ia lakukan. Pentingnya diketahui hasil ini karena dapat menjadi salah satu patokan bagi pendidik untuk mengetahui sejauh mana proses pembelajran yang dia lakukan dapat mengembangkan potensi peserta didik. Dengan evaluasi, maka maju dan mundurnya kualitas pendidikan dapat diketahui, dan dengan evaluasi pula, kita dapat mengetahui titik kelemahan serta mudah mencari jalan keluar untuk berubah menjadi lebih baik ke depan. Evaluasi pendidikan danpengajaran adalah proses kegiatan untuk mendapatkan informasi data mengenai hasil belajar mengajar yang dialami siswa dan mengolah atau menafsirkannya menjadi nilai berupa data kualitatif atau kuantitatif sesuai dengan standar tertentu. Evaluasi yang dilakukan oleh pendidik ini dapat berupa evaluasi hasil belajar dan evaluasi pembelajaran. Namun, dalam makalah ini,hanya akandibicarakan masalah evaluasi

pembelajaran. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apakah pengertian EvaluasiPembelajaran? 2. Apa fungsi dan tujuan Evaluasi Pembelajaran ? 3. Apa saja jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran? 4. Bagaimana teknik melakukan Evaluasi Pembelajaran ? 5. Apa syarat-syarat penyusunan Evaluasi Pembelajaran ?

1

1.3 Tujuan Penelitian 1. Untuk mengetahui pengertian Evaluasi Pembelajaran 2. Untuk mengetahui fungsi dan tujuan Evaluasi Pembelajaran 3. Untuk mengetahui jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran 4. Untuk mengetahui teknik melakukan Evaluasi Pembelajaran 5. Untuk mngetahui syarat-syarat penyusunan Evaluasi Pembelajaran

2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Evaluasi Pembelajaran Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, evaluasi berarti penilaian (KBBI, 1996:272). Sedangkan Evaluasi Menurut Suharsimi Arikunto (2004: 1) adalah kegiatan untuk mengumpulkan informasi tentang bekerjanya sesuatu, yang selanjutnya informasi tersebut digunakan untuk menentukan alternatif yang tepat dalam mengambil keputusan. Nurgiyantoro (1988:5) menyebutkan bahwa evaluasi adalah proses untuk mengukur kadar pencapaian tujuan. Ia lebih lanjut menjelaskan bahwa evaluasi yang bersinonim dengan penilaian tidak sama konsepnya dengan pengukuran dan tes meskipun ketiga konsep ini sering didapatkan ketika masalah evaluasi pendidikan dibicarakan. Dikatakannya bahwa penilaian berkaitan dengan aspek kuantitatif dan kualitatif, pengukuran berkaitan dengan aspek kuantitatif, sedangkan tes hanya merupakan salah satu instrumen penilaian. Meskipun berbeda, ketiga konsep ini merupakan satu kesatuan dan saling memerlukan. Pengukuran adalah proses penentuan kuantitas suatu objeck dengan memebandingkan antara alat ukur dengan objek yang diukur. Penilaian adalah proses penentuan kualitas suatu objek dengan membandinkan antara hasil-hasil ukur dengan standart penialaian tertentu. Tes adalah alat pengumpulan data yang dirancang

khusus. Yang membedakannya dengan evaluasi adalah bahwa evaluasi mencakup aspek kualitatif dan aspek kuanitatif. Dengan demikian, evaluasi dapat diartikan sebagai suatu kegiatan yang terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan instrumen dan hasilnya

dibandingkan dengan suatu tolak ukur untuk memperoleh suatu kesimpulan. Fungsi utama evaluasi adalah menelaah suatu objek atau keadaan untuk mendapatkan informasi yang tepat sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah proses mendeskripsikan, mengumpulkan dan menyajikan suatu informasi yang bermanfaat untuk pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

3

Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu

proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal (Gagne dan Briggs, 1979:3). Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa evaluasi pembelajaran adalah adalah proses mengumpulkan, menganalisis dan menginterpretasi informasi secara sistematik untuk menetapkan sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

2.2 Fungsi dan Tujuan Evaluasi Pembelajaran 2.2.1 Fungsi evaluasi Fungsi evaluasi pembelajaran sangat diperlukan dalam pendidikan antara lain memberi informasi yang dipakai sebagai dasar untuk : 1. memberikan landasan untuk menilai hasil usaha (prestasi) yang telah dicapai oleh peserta didiknya, 2. memberikan informasi yang sangat berguna untuk mengetahui posisi peserta didik dalam kelompoknya, 3. memberikan bahan yang penting untuk memilih dan kemudian menetapkan status peserta didik, 4. memberikan pedoman untuk mencari dan menemukan jalan keluar bagi peserta didik yang memang memerlukannya, 5. memberikan petunjuk tentang sejauh manakah program

pengajaran yang telah ditentukan telah dapat dicapai (Sudijono, 2006:12). 6. Membuat kebijaksanaan dan keputusan. 7. .Menilai hasil yang dicapai para pelajar. 8. Menilai kurikulum. 9. Memberi kepercayaan kepada sekolah. 10. Memonitor dana yang telah diberikan. 11. Memperbaiki materi dan program pendidikan.

4

2.2.2.Tujuan evaluasi Tujuan umum evaluasi pembelajaran adalah untuk menghimpun bahan-bahan keterangan yang akan dijadikan sebagai bukti mengenai taraf perkembangan atau taraf kemajuan yang dialami oleh para peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran dalam jangka waktu tertentu, mengetahui tingkat efektivitas dari metode-metode pembelajaran yang telah dipergunakan dalam proses pembelajaran selama jangka waktu tertentu. Serta menghimpun informasi yang dijadikan dasar untuk mengetahui taraf kemajuan, taraf perkembangan, atau taraf pencapaian kegiatan belajar siswa. Tujuan khusus evaluasi pembelajaran adalah : 1. untuk merangsang kegiatan peserta didik dalam menempuh program pendidikan 2. untuk mencari dan menemukan faktor penyebab keberhasilan dan ketidakberhasilan peserta didik dalam mengikuti program pendidikan sehingga dapat dicari dan ditemukan jalan keluar atau cara-cara perbaikannya. 3. .Mengetahui kemajuan belajar siswa 4. Mengetahui potensi yang dimiliki siswa 5. Mengetahui hasil belajar siswa 6. Mengadakan seleksi 7. Mengetahui kelemahan atau kesulitan belajar siswa 8. Memberi bantuan dalam pengelompokan siswa 9. Memberikan bantuan dalam pemilihan jurursan 10. Memberikan bantuan dalam kegiatan belajar siswa 11. Memberikan motivasi belajar 12. .Mengetahui efektifitas mengajar guru 13. Mengetahui efisiensi mengajar guru 14. Memberikan balikan pada guru 15. Memberikan bukti untuk laporan kepada orang tua atau masyarakat 16. Memberikan pembelajaran data untuk penelitian dan pengembangan

5

2.3 Jenis-jenis Evaluasi Pembelajaran 2.3.1 Jenis evaluasi berdasarkan tujuannya 1. Evaluasi Diagnostik Adalah evaluasi diagnostik adalah evaluasi yang ditujukan untuk menelaah kelemahan-kelemahan siswa beserta faktor-faktor

penyebabnya.

2. Evaluasi Selektif Adalah evaluasi selektif adalah evaluasi yang digunakan untuk memilih siwa yang paling tepat sesuai dengan kriteria program kegiatan tertentu. 3. Evaluasi Penempatan Adalah evaluasi penempatan adalah evaluasi yang digunakan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan tertentu yang sesuai dengan karakteristik siswa. 4. Evaluasi Formatif Adalah evaluasi formatif adalah evaluasi yang dilaksanakan untuk memperbaiki dan meningkatan proses belajar dan mengajar. 5. Evaluasi Sumatif Adalah evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan untuk menentukan hasil dan kemajuan belajar siswa. 2.3.2 Jenis evaluasi berdasarkan sasaran 1. Evaluasi Konteks Adalah evaluasi yang ditujukan untuk mengukur konteks program baik mengenai rasional tujuan, latar belakang program, maupun kebutuhankebutuhan yang muncul dalam perencanaan. 2. Evaluasi Input Adalah evaluasi yang diarahkan untuk mengetahui input baik sumber daya maupun strategi yang digunakan untuk mencapai tujuan.

6

3. Evaluasi Proses Adalah evaluasi yang ditujukan untuk melihat proses pelaksanaan, baik mengenai kalancaran proses, kesesuaian dengan rencana, faktor pendukung dan faktor hambatan pelaksanaan, dan sejenisnya. 4. Evaluasi Hasil atau Produk Adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil program yang dicapai sebagai dasar untuk menentukan keputusan akhir, diperbaiki, dimodifikasi, ditingkatkan atau dihentikan. 5. Evaluasi Outcom atau Lulusan Adalah evaluasi yang diarahkan untuk melihat hasil belajar siswa lebih lanjut, yakni evaluasi lulusan setelah terjun ke masyarakat. 2.3.3 Jenis evalusi berdasarkan lingkup kegiatan pembelajaran 1. Evaluasi Program Pembelajaran Adalah evaluasi yang mencakup terhadap tujuan pembelajaran, isi program pembelajaran, strategi belajar mengajar, aspe-aspek program pembelajaran yang lain. 2. Evaluasi Proses Pembelajaran Adalah evaluasi yang mencakup kesesuaian antara peoses yang muncul dalam proses

pembelajaran dengan garis-garis besar program pembelajaran yang di tetapkan, kemampuan guru dalam melaksanakan mengikuti proses proses

pembelajaran, pembelajaran.

kemampuan

siswa

dalam

3. Evaluasi Hasil Pembelajaran Adalah evaluasi hasil belajar mencakup tingkat penguasaan siswa terhadap tujuan pembelajaran yang ditetapkan, baik umum maupun khusus, ditinjau dalam aspek kognitif, afektif, psikomotorik. 2.3.4 Jenis evaluasi berdasarkan objek dan subjek evaluasi a. Berdasarkan objek : 1. Evaluasi Input Adalah evaluasi terhadap siswa mencakup kemampuan

kepribadian, sikap, keyakinan.
7

2. Evaluasi Transformasi Adalah evaluasi terhadap unsur-unsur transformasi proses

pembelajaran anatara lain materi, media, metode dan lain-lain. 3. Evaluasi Output Adalah evaluasi terhadap lulusan yang mengacu pada

ketercapaian hasil pembelajaran.

b. Berdasarkan subjek : 1. Evaluasi Internal Adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang dalam sekolah sebagai evaluator, misalnya guru. 2. Evaluasi Eksternal Adalah evaluasi yang dilakukan oleh orang luar sekolah sebagai evaluator, misalnya orangtua, masyarakat. Evaluasi pembelajaran mencakup kegiatan pengukuran dan penilaian. Proses evaluasi dilakukan melalui tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, pengolahan hasil dan pelaporan.

2.4 Teknik Evaluasi Instrument (alat) adalah sesuatu yang dapat digunakan

untukmempermudah seseorang untuk melaksanakan tugas atau mencapai tujuan secara lebih efektif dan efesien. Alat evaluasi tersebut dikatakan baik apabila mampu mengevaluasi sesuatu yang dievaluasi dengan hasil seperti keadaan yang dievaluasi. Dalam menggunakan alat tersebut evaluator menggunkan cara atau teknik yaitu dengan teknik evaluasi. Teknik evaluasi terebut terbagi kedalam dua macam , yaitu teknik nontes dan teknik tes.

2.4.1 Teknik nontes a. Skala Bertingkat (rating scale) Skala mengambarkan suatu nilai yang berbentuk angka terhadap sesuatu hasil pertimbangan. Dengan maksud agar pencatatannya dapat objektif maka penilaian terhadap penampilan atau penggambaran kepribadian seseorang disajikan dalam bentuk skala.

8

b. Kuesioner (questionair) Kuesioner (questionair) dikenal dengan sebagai angket. Kuesioner ialah sebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang aka diukur (responden). Dengan kuesioner ini orang dapat diketahui tentang keadan atau data diri, pengalaman, pengetahuan sikap atau

pendapatnya dsb. Kuesioner dapat ditinjau dari beberapa segi, yaitu :

1. Ditinjau dari segi siapa yang menjawab a. Kuesioner langsung Kuesioner ini diisi dan dikirimkan langsung oleh orang yang akan diminta jawaban tentang dirinya. b. Kuesioner tidak langsung Kuesioner ini dikirimkan dan diisi oleh bukan orang yang diminta keterangannya. Dan digunakan untuk mencari informasi tentang bawahan, anak, saudara, tetangga, dsb. 2. Ditinjau dari segi menjawab a. Kuesioner tertutup Kuesioner ini disusun dengan menyediakan pilihan jawaban lengkap sehingga pengisi hanya tinggal memberi tanda pada jawaban yang dipilih. b. Kuesioner terbuka Kuesioner ini disusun sedemikian rupa sehingga para pengisi bebas mengemukakan pendapatnya. Dan kuesioner ini digunakan untuk meminta pendapat seseorang. c. Daftar vocok (check list) Daftar cocok (check list ialah deretan pertanyaan (yang biasanya singkast-singkat), disini responden yang dievaluasi tinggal

membubuhkan tanda cocok( ) ditempat yang sudah disediaka. d. Wawancara Wawancara(interview) ialah suatu metode atau cara yang

digunakan untukmendapatkan jawaban dari responden dengan jalan Tanya-jawab sepihak Wawancara dapat dilakukan oleh 2 cara, yaitu:
9

1. Interviu bebas, yaitu dimana responden mempunyai kebebasan untuk mengutarakan pendapatnya, tanpa dibatasi oleh patokan-patokan yang telah dibuat oleh subjek evaluasi. 2. Interviu terpimpin, yaitu dilakukan oleh subjek evaluasi dengan cara mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sudah disusun terlebih dahulu, sehingga responden pada waktu menjawab pertanyaan tinggal memilih jawaban yang sudah dipersiapkan oleh penanya.

e. Pengamatan (observastion) pengamatan ialah suatu teknik yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan secara teliti serta pencatatan secara

sistematis. Ada dua macam obervasi (pengamatan), yaitu : 1. observasi partisipan, yaitu observasi yang dilakukan oleh pengamat, tetapi dalam pada waktu itu pengamat memasuki dan mengikuti kegiatan kelompok yang sedang diamati. 2. Observasi sistematik, yaitu dimana factor-faktor yang diamati sudah didaftar secara sistematis dan sudah diatur menurut kategorinya. Dalam observasi ini pengamat berada diluar kelompok. Dengan demikian pengamat tidak dibingungkan oleh situasi yang melingkungi dirinya. 3.Observasi eksperimental, yaitu terjadi jika pengamat tidak

berpatisipasi dalam kelompok. f. Riwayat hidup riwayat hidup adalah gambaran tentang keadaan seseorang selama masa kehidupannya. 2.4.2 Teknik tes Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan yang diinginkan seseorang dengan cara yang tepat dan cepat (Amir daien indrakusuma, “evaluasi pendidikan) tes ini ada 3 macam, yaitu : a. Tes diagnostic, adalah tes yang digunakan untuk mengertahui kelemahan-kelemahan siswa sehingga berdasarkan kelemahan-

10

kelemahan tersebut dapat dilakukan pemberian perlakuan yang tepat. Tes diagnostic ini ada 4 tingkat, antara lain : 1.Tes diagnostic ke-1 dilakuka terhadap calon siswa sebagai input, untuk mengetahui apakah calon tersebut sudah menuasai

pengetahuan yang merupakan dasar untuk menerima pengetahuan di sekolah yang dimaksudkan. Tes ini disebut dengan tes penjajakan atau dalam istilah bahasa inggis entering behaviour test. 2. Tes diagnostic ke-2, dilakukan terhadap calon siswa yang sudah akan mulai mengikuti program. Dan tes diagnostic ini berfungsi sebagai tes penempatan (placement test). 3. Tes diaonostik ke-3, dilakukan terhadap siswa yang sedang belajar, karena tidak semua siswa dapat menerima pelajaa yang

disampaikan oleh guru denga lacar. Maka pengajar (guru) disini harus sekali-kali memberikan tes diagnostic untukmengetahui bagia mana dari bahn yang diberikan itu belum dikuasai oleh siswa. Dan mendeteksi mengenai sebab siswa tersebut belum menguasai bahan. 4. Tes diagnostic ke-4, diadaka pada waktu siswa akan mengakhiri pelajaran. Dengan ini guru dapat mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap bahan yang ia berikan. b. Tes formatif, tes ini diberikan pada akhir setiap program. Tes ini merupakan post-test atau tes akhir proses. Digunakan untuk

mengetahui sejauhmana siswa telah terbentuk seelah mengikuti sesuatu program tertentu.evalusi formatif mempunyai manfat, baik bagi siswa, guru, maupun program itu saendiri. c. Tes subsumtif dan sumatif, pelaksanaan kegiatan tes subsumatif ini dilakukan pada perempat semester atau caturwulan dan pada pertengahan semester(caturwulan) yang lazim kita ssebagai

mindsemester. Evaluasi sumatif ialah penentuan kenaikan kelas bagi setiap siswa. Tes sumatif adalah penilaian yang dilakukan tiap akhir semester (caturwulan), setelah para siswa menyelesaikan program belajar dari suatu bidang studi atau mata pelajaran tertentu selama satu perode waktu tertentu pula.adapun fungsi dari penilaian ini adalah

11

untuk menentukan prestasi hasil belajar siswa terhadap bidang studi atau mata pelajaran selama satu semester atau caturwulan. Manfaat tes sumatif, ada 3 hal yang paling terpenting, yaitu : 1. Untuk menentukan nilai. 2. Untuk menentukan seseorang anak dapat atau tidaknya mengikuti kelompok dalm menerima program berikutnya. d. Tes formatif dan tes sumatif dalam praktek Dalam pelaksanaannya disekolah tes formatif ini merupakan ulangan harian, sedangkan tes sumatif ialah ulangan umum yang diadakan pada akhir caturwulan atau akhir semester. Dalam buku seri III B dari kurukulum 1975 tentang pedoman penilaian dijelaskan bahwa tes formatif harus dilaksanakan oleh guru setiap mengakhiri satu sub pokok bahasan, sedangkan tes sumatif dilasksanakan setiap mengakhiri satu pokok bahasan (dalam program yang lebih beasar). Dan apabila pengertian ini dihubungkan dengan yang telah dibicarakan pada alinea sebelumnya, yaitu bahwa tes sumatif dilaksanakan sebagai ulangan umum, maka tes yang dilaksanakan diakhir pokok bahasan ini dapat dipandang sebagai tes subsumatif atau tes unit, sedangkan ulangan umum itulah yang diusebut tes sumatif. Adapun teknik ealuasi yang lainnya yang telah dikemukakan olehDaryanto dalam bukunya yang berjudul “evaluasi pendidiakan“ada 4, yaitu : a. Measurement model Menurut model ini, evaluasi pada dasarnya adalah pengukuran terhadap berbagai aspek tingkah laku dengan tujuan untuk melihat perbedaanperbedaan individual atau kelompok yang hasilnya diperlukan untuk seleksi, bimbingan dan perencanaan pendidikan bagi para siswa di sekolah, Objek evaluasi dari model ini adalah tingkah laku siswa yang mencangkup kemampuan hasil belajar, kemampuan pembawan (intelegensi bakat), minat, sikap dan juga kepribadian siswa. Pendekatan yang ditempuh model ini adalah membandingkan hasil belajar antara 2 anak atau lebih kelompok yang menggunakan cara pengajaran
12

yang berbeda sebagai variable bebas, lalu diberikan tes yang sama yang hasil dari tes tersebut untuk mengetahui cara pengajara mana yang lebif efektif untuk digunakan. b. Congruence model Menurut model ini, evaluasi antara adalah usaha untuk memeriksa yang

persesuaian (congruence)

tujuan-tujuan

pendidikan

diinginkan dengan hasil belajar yang telah dicapai. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dengan ,model ini berguna dan bagi kepentingan

penyempurnaan

system bimbingan

siswa

untuk memberikan

informasi kepada pihak-pihak luar pendidikan mengenai hasol belajar yang telah dicapai. Objek evaluasinya adalah perubahan tngkah laku siswa yang diperlihatkan pada akhir kegatan pendidikan. Tingkah laku tersebut mencangkup baik pengetahuan maupun aspek pengetahuan maupun keterampilan dan sikap. 4 langkah pokok untuk menyusun congruence model : Merumuskan atau mempertegas tujuan pengajaran. Menetapkan “tes situation” yang diperlukan Menyusun alat evaluasi. Menggunakab hasil evaluasi.

c. Educational system eavaluation model Menurut model ini, evaluasi dimaksudkan untuk membandingkan

performance dari berbagai dimensi system yang sedang dikembangkan dengan sejumlah criteria tertentu untuk akhirnya sampai pada suatu deskripsi dan judgment mengenai system yang dinilai tersebut. Objek evaluasi menurut model ini adalah jenis-jenis data yang dikumpulkan dalam kegiatan evaluasi, baik data objektif (skor hasil tes) maupun data subjektif atau judgment data (pandangan guru-guru, reaksi para siswa dll). Adapun pendekata yang ditempuh model ini dalam pelaksanaan evaluasi adalah : 1. membandingkan performance setiap demensi system dengan criteria intern dalam system itu sendiri.
13

2. membandingkan performance setiap dimensi dengan criteria ekstern diluar system yang bersangkutan. empat demensi yang diperlukan dalam proses pengembangan system pendidikan (provus)design, operation program, interim products dan terminal products. d. Illuminative Model Model ini memandang fungsi eavaluasi sebagai bahan atau input untuk kepentingan pengambilan keputusan dalam rangka penyesuaian-

penyesuaian dan penyempurnaan sistemyang sedang dikembangkan. Objek evaluasi yang diajukan model ini mencangkup : Latar belakang da perkembangan yang dialami oleh system yang bersangkutan. Proses pelaksanaan system itu sendiri. Hasil belajar yang diperlihatkan oleh para siswa. Kesukaran-kesukaran yang dialami dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya dilapangan . pendekatan yang ditempuh model ini dalam melaksanakan evaluasi tersebut bersifat terbuka atau openended dan dalam melaporkan hasil evaluasi lebih banyak digunakan cara deskritif dalam penyajian informasinya. 2.5 Syarat –syarat Penyusunan Evaluasi Penyusunan alat evaluasi bukanlah merupakan suatu hal yang mudah karena diperlukan beberapa syarat agar suatu tes atau evaluasi dikatakan baik atau memenuhi standar. Suatu tes atau evaluasi yang baik harus memiliki syaratsyarat sebagai berikut :

2.5.1 Validitas Sebuah tes dikatakan valid (sahih) apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak diukur. (Scarvia B. Anderson dkk. Ensyclopedia of Educational Evaluation). Validitas sebuah tes bukan ditekankan pada tesnya itu sendiri, tetapi lebih ditekankan pada hasil pengetesan atau skornya. Validitas suatu tes dapat diketahui dari hasil pemikiran dan pengalaman. Hal pertamas diperoleh ialah validitas logis (logical validity)
14

dan yang kedusa ialah validitas empitis (empirical validity). Inilah yang akan dijadikan dasar pengelompokan validitas tes. Secara garis besar, validitas ada dua macam, yaitu : Validitas logis (logical validity) Validitas empiris ( empirical validity)

Validitas

logis

untuk

sebuah

instrument

tersebut

memenuhi

persyaratan valid berdasarkan hasil penalaran kondisi valid tersebut dipandang terpenuhi karena instrument yang bersangkutan sudah diranvang sevara baik, mengikuti teori dan ketentuan yang ada. Ada dua macam validitas logis yang dicapai oleh sebuah instrument, yaitu : Validitas isi : disusun berdasarkan materi oelajaran yang dievaluasi. Validitas konstruk : disusun berdasarkan konstrak, aspek-aspek kejiwaan yang mesti dievaluasi. Validitas empiris untuk sebuah instrument dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji dari pengalaman. Yaitu dengan membandingkan instrument yang bersangkutan dengan kriterioum (sebuah ukuran). Sedangkan kriterium yang digunakan sebagai pembanding kondosi instrument ada duas macam, yaitu : Concurrent validity (validitas ada sekarang) : ialah instrument yang kondisinya sesuai dengan kriterium yang sudah ada. Predictive validity ( validitas ramalan ) : ialah instrument yang kondisinya belum ada, tetapi yang akan terjadi dimasa yang akan dating (yang diramalkan) Dengan kedua validitas tersebut (validitas logis dan validitas empiris) yang masing-masing memilki dua macam juga. Maka secara keseluruhan kita mengenal ada empat validitas, yaitu : 1. validitas isi 2. validitas konstruk 3. validitasd “ada sekarang” 4. validitas predictive.

15

2.5.2 Reabilitas Kata reabilitas diambil dri bahasa inggris yaitu “reliable” yang artinya dapat dipercaya atau keajegan yang sifatnya tidak berubah dari waktu kewaktu. Atau bisa juga diartikan dengan “ketepatan”. Cara-cara mencari besarnya reabilitas, yaitu ada tiga cara : 1. metode bentuk pararel (equivalent) 2. metode tes ulang ( tes-retest method) 3. metode belah dua (split – half method) 2.5.3 Objektivitas Objektivitas ialah tidak adanya unsure pribadi yang mempengaruhi. Dan apabila dikaitkan dengan reabilitasd maka objektivitas menekankan ketetapan (covsistency) pada system scoring, sedang reabilitas

menekankan ketetapan dalam hasil tes. 2.5.4 Praktibilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktibilitas yang tinggi apabila te tersebut bersifat praktis, mudah pengadministrasiannya. Tes yang praktis ialah tes yang : mudah dilaksanakan mudah pemeriksaannya dilengkapi dengan petunjuk-petrunjuk yang jelas sehingga dapat diberikan atau diawali oleh orang lain. 2.5.5 Ekonomis Maksud ekonomis disini ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos atau biaya mahal, tenaga banyak, dan waktu yang lama. 2.5.6 Kemampuan Membandingkan Tes yang baik, harus dapat membedakan kemampuan anak sesuai dengan tingkat kepandaian siswa. Suatu tes yang sangat sukar atau sangat mudah bukanlah merupakan suatu evaluasi yang baik karena tes yang demikian tidak memiliki kemamampuan untuk membandingkan

16

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan Evaluasi pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai pembelajaran yang dilaksanakan, dengan melalui kegiatan pengukuran dan penilaian

pembelajaran. Pengukuran yang dimaksud di sini adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan pembelajaran yang telah ditentukan secara kuantitatif, sedangkan penilaian yang dimaksud di sini adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan pembelajaran secara kualitatif.Evaluasi merupakan sarana untuk mendapatkan informasi yang diperoleh dari proses pengumpulan dan pengolahan data. Terdapat beberapa teknik, jenis-jenis, dan syarat-syarat penyusunan evaluasi pembelajaran yang dapat di lakukan dan diperhatikan oleh pendidik dalam melakukan evaluasi pembelajaran.

3.2 Saran Dalam melakukan Evaluasi Pembelajaran, sebaiknya diperhatikan syaratsyarat dalam penyusunan evaluasi pembelajaran tersebut serta memilih teknik evaluasi pembelajaran yang sesuai agar hasil yang diinginkan sesuai.

17

Daftar Pustaka

Anonim, 2009.Evaluasi pembelajaran.diakses di www.sitimasrurohan.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013. Anonim,2010.Makalah Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.pakboedi.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013. Anonim,2011.Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.kumpulanmakalah&artikelpendidikan.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013. Anonim,2010.Makalah Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.dedehendriono.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013. Anonim,2013.Makalah Evaluasi Pembelajaran.diakses di www.agrah93.blogspot.com pada tanggal 1 april 2013.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->