PEMANFAATAN SACCHAROMYCES CEREVISIAE DALAM INDUSTRI ALKOHOL

Posted January 1, 2012 by aguskrisno in Uncategorized. Leave a Comment

Bagi kalangan awam, istilah ragi sudah sering didengar. Ragi digunakan untuk pembuatan roti, minuman keras, beberapa jenis makanan tradisional seperti tape, tahu, tempe. Ragi juga digunakan dalam produksi ethanol baik dalam skala industri besar maupun kecil Di sini kita akan membahas apa itu ragi.

Yeast S. cerevisiae Ragi atau istilah resminya adalah yeast merupakan organisme bersel tunggal berjenis eukariotik. Berkembang biak dengan membelah diri. Berbeda dengan bakteri, yeast memiliki ukuran sel lebih besar (sekitar 10x), memiliki organ-organ, memiliki membran inti sel, dan DNA terlokalisasi di dalam kromosom dalam inti sel. Ini menyebabkan yeast bisa melakukan fungsi-fungsi sel yang berbeda-beda di tiap lokasi dalam selnya. Singkatnya, sel yeast lebih mirip sel organisme tingkat tinggi seperti hewan. Dengan kata lain, yeast secara evolusi lebih maju ketimbang bakteri semacam E. coli.

Ragi tape (juga tergolong S. cerevisiae) Jenis yeast yang paling populer adalah ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Dulu waktu studyi master di Delft, riset saya tentang yeast ini. Yeast ini sudah dipakai sejak 4000 tahun

silam untuk membuat roti dan minuman keras (bir, wine, sake, arak, dll). S. cerevisiaemerupakan powerhouse bagi riset biologi molekuler dan genetika. Organisme ini menjadi model untuk mempelajarii metabolisme, genetika, termasuk aplikasinya dalam metabolic engineering di organisme tingkat tinggi. Di industri, yeast ini digunakan untuk produksi alkohol dan asam organik karena ketahanaynnya terhadap kedua produk di atas. Single cell protein diperoleh dari fermentasi yeast. Industri fermentasi terbesar di dunia dalam skala produksi adalah fermentasi gula (sucrose, glucose) oleh yeast ini menjadi alkohol (ethanol). Kapasitas produksi ethanol dunia berkisar 50 milyar liter di tahun 2006 di mana 75 % diproduksi via proses fermentasi, sisanya dengan proses katalitik. Brazil adalah produser ethanol dari fermentasi terbesar di dunia disusul USA dan China. Di samping itu, yeast ini juga direkayasa genetika guna produksi obat-obatan, flavor, antibiotik, dan bahan kimia industri. Bagaimana mikroorganisme bisa menghasilkan alkohol? Setiap mikroorganisme seperti layaknya makhluk hidup pasti membutuhkan makanan sebagai sumber energi. Sumber energi utama bagi hampir semua makhluk hidup adalah karbohidrat, mulai dari yang rantai panjang seperti pati sampai yang paling sederhana (mono dan disakarida). Monosakarida paling utama adalah glukosa, gula dengan rumus kimia C6H12O6. Hampir semua makhluk hidup mengolah karbohidrat menjadi glukosa, menyebabkan glukosa menjadi muara utama dari metabolisme karbon. Molekul glukosa Kita mengkonsumsi karbohidrat dalam bentuk nasi untuk selanjutnya diolah menjadi glukosa. Di dalam sel-sel tubuh kita, glukosa dengan adanya oksigen diubah menjadi karbondioksida yang dilepas oleh paru-paru kita. Reaksinya: C6H12O6 (aq) + 6O2 (g) → 6CO2 (g) + 6H2O (l) , ΔG = -2880 kJ per mole of C6H12O6 Reaksi berantai respirasi yang terdiri dari pemecahan glukosa (glycolysis), citric acid cycle, dan oxidative phosporylation Yeast dan beberapa jenis bakteri (Z. mobilis, E. coli) juga melakukan proses yang sama seperti di gambar di atas jika oksigen tersedia (aerob). Namun jika tidak ada oksigen (anaerob), mikroorganisme ini mampu menempuh jalur metabolisme lain yang bisa menghasikan energi juga walaupun hanya sekitar 5-10 % dibanding kondisi aerob. Jika kita langsung mati lemas tanpa oksigen, yeast misalnya mampu mengolah glukosa dan bertahan hidup. Ini karena yeast memiliki gen-gen yang merupakan kode-kode guna mensintesis enzim-enzim untuk fermentasi glukosa. Hasil dari fermentasi glukosa sangat tergantung jenis mikroorganisme. Yeast mengfermentasi glukosa menjadi ethanol dan sedikit glycerol Fermentasi anaerob menghasilkan ethanol Jamur Ragi Saccharomyces Cerevisiae Saccharomyces adalah genus dalam kerajaan jamur yang mencakup banyak jenis ragi. Saccharomyces adalah dari berasal dari bahasa Latin yang berarti gula jamur. Banyak anggota dari genus ini dianggap sangat penting dalam produksi makanan. Salah satu contoh adalah Saccharomyces cerevisiae, yang digunakan dalam pembuatan anggur, roti, dan bir. Anggota lain dari genus ini termasuk Saccharomyces bayanus, digunakan dalam pembuatan anggur, dan Saccharomyces boulardii, digunakan dalam obat-obatan. Koloni dari Saccharomyces tumbuh pesat dan jatuh tempo dalam 3 hari. Mereka rata, mulus, basah, glistening atau kuyu, dan cream untuk cream tannish dalam warna. Ketidakmampuan untuk memanfaatkan nitrat dan kemampuan untuk berbagai memfermentasi karbohidrat adalah karakteristik khas dari Saccharomyces. Blastoconidia (sel tunas sisi) yang diamati. Mereka adalah unicellular, bundar, dan ellipsoid untuk memperpanjang dalam bentuk. Multilateral (multipolar) budding ciri khasnya. Pseudohyphae, jika ada, yang belum sempurna. Hyphae yang absen. Saccharomyces

S. Mesopotamia. Jamur Saccharomyces cerevisiae. cerevisiae yang sering mendapat julukan sebagai super jamur telah menjadi mikroorganisme frontier di berbagai bioteknologi modern. Tentu saja kegunaan mikroorganisme ini pun menjadi semakin penting di dunia industri fermentasi. tape. cerevisiae disebut sebagai mikroorganisme aman (Generally Regarded as Safe) yang paling komersial saat ini. dan lingkungan. khususnya bila tumbuh di V-8 media. Nenek moyang kita dan hingga saat ini kita sendiri menggunakannya dalam pembuatan makanan dan minuman. seperti tempe. tetapi mikroorganisme-mikroorganisme S. biofuel. Cerevisiae adalah jamur bersel tunggal yang telah memahat milestones dalam kehidupan dunia. atau Gorodkowa media. S. cerevisiae baru yang didapatkan dari riset dan aplikasi bioteknologi telah merambah sektor-sektor komersial yang penting. jamur ini telah melekat dalam kehidupan sehari-hari. Jamur ini merupakan mikroorganisme pertama yang dikembangbiakkan oleh manusia untuk membuat makanan (sebagai ragi roti. asetat ascospor agar. Ascospores yang berwarna dengan Kinyoun noda dan ascospore noda. agrikultur. S. Caucasia. Di dunia sains. cerevisiae tidak saja digunakan dalam bidang fermentasi tradisional. Dengan menghasilkan berbagai minuman beralkohol. Asci tidak menimbulkan perpecahan pada saat jatuh tempo. cerevisiae juga digunakan untuk menciptakan revolusi terbaru manusia di bidang rekayasa genetika. industri enzim. Seiring dengan berkembangnya genetika molekuler. Setiap ascus berisi 1-4 ascospores. dan tuak. telah memiliki sejarah yang luar biasa di industri fermentasi.memproduksi ascospores. kimia. etanol yang diproduksi oleh fermentasi jamur ragi ini agaknya akan mendapat perhatian khusus karena potensinya sebagai biofuel. sekitar 100 SM. mikroorganisme ini adalah yang pertama kali diobservasi melalui mikroskop oleh Bapak Ahli MikrobiologiAntonie van Leewenhoek. Romawi kuno) dan minuman (sebagai jamur fermentasi bir dan anggur. Bila dikotori dengan noda Gram. minuman. pharmaceutical. Karena kemampuannya dalam menghasilkan alkohol inilah. Di Indonesia sendiri. . di Assyria. termasuk makanan. terutama karena krisis energi yang semakin sering terjadi. atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama jamur ragi. ascospores adalah gram-negatif sedangkan sel vegetatif adalah gram positif. Di masa depan. Saat ini S. sekitar 7000 SM. Ascospores ini adalah bundar dan terletak di asci. S. dan Sumeria). mikroorganisme tertua yang dikembangbiakkan oleh manusia ini memungkinkan terjadinya proses bioteknologi yang pertama di dunia.

dan nanobioteknologi. seperti Brasil. enzim yang digunakan dalam pembuatan keju). Afrika Selatan. Jamur ini juga digunakan sebagai pabrik tempat pembuatan vaksin hepatitis B rekombinan yang pertama. Oleh karena itu. cerevisiae. dan produk pharmaceutical lainnya yang berdaya komersial tinggi. akan terus memegang peranan penting di masa depan. S. dan 600. S. high value produk bioteknologi. Seiring dengan itu. seperti genomik.000 ton protein dalam setahun. S. Biofuel dalam bentuk etanol merupakan salah satu harapan masa depan dari super jamur ini. sebagai model sains dan mikroorganisme komersial yang populer. Tak hanya itu. cerevisiae juga merupakan pabrik enzim makanan pertama (chymosin. anggur. menggunakan jamur ini sebagai model. minuman suling. bahan-bahan kimia. Sayangnya. dan Amerika Serikat. Tidak diragukan lagi bahwa inovasi sains dan teknologi juga akan semakin melaju di bidang bioekonomi. seperti enzim. Hampir semua teknologi frontier. Tentu saja tidak sembarang jamur ragi dipakai. cerevisiae yang telah direkayasa daur metabolismenya secara genetika sehingga dapat menghasilkan etanol secara efektif dan efisien.000 ton jamur ragi. Tak mengherankan mikroorganisme ini merupakan tulang punggung dalam produksi empat komoditas fermentasi terbesar di dunia.Louis Pasteur. cerevisiae merupakan langkah pionir yang menentukan dalam menguak misteri sekuens genom manusia. . proteomik. biomass jamur (baik untuk industri makanan manusia dan ternak) dan produksi tradisional etanol (untuk industri bir. krisis energi dalam bentuk minyak bumi diperkirakan akan terjadi sehubungan dengan prediksi bahwa produksi minyak dunia akan memuncak dalam waktu 25 tahun mendatang dan selanjutnya menurun secara drastis. melainkan beberapa strain S. cerevisiae akan menjadi sel inang yang semakin diperhitungkan dalam pembuatan low volume. telah dihasilkan pula 60 juta ton bir. dan energi) diperkirakan akan terus menyumbangkan produksi fermentasi terbanyak di dunia. Saat ini biomass tanaman adalah sumber biofuel yang paling banyak dikembangkan karena harganya yang murah dan persediaannya yang mudah didapat. Dan tentu saja penemuan spektakuler dalam memecahkan seluruh sekuens genom S. Di masa depan. 30 juta ton anggur. salah satu penghambat justru adalah langkanya low-cost technology dalam pengolahan tanaman menjadi etanol. jamur ragi sebagai pabrik etanol merupakan suatu strategi alternatif yang telah dikembangkan di beberapa negara. Selain menghasilkan 800. Alasan utama dari penggunaan etanol adalah sumber energi yang sustainable dan ramah lingkungan serta sangat menguntungkan secara ekonomi makro terhadap komunitas pedesaan (petani). protein terapi. menggunakannya sebagai bahan biokimia hidup dalam proses transformasi. yang terkenal dalam penemuannya mengenai cara pensterilan susu. Dalam bidang energi.

atau di Indonesia lebih dikenal dengan nama jamur ragi. etanol yang diproduksi oleh fermentasi jamur ragi ini agaknya akan mendapat perhatian khusus karena potensinya sebagai biofuel.Bagi negara-negara yang relatif miskin sumber daya minyak dan pengekspor minyak dunia. bundar. Setiap ascus berisi 1-4 ascospores. terutama karena krisis energi yang semakin sering terjadi. cerevisiae juga digunakan untuk menciptakan revolusi terbaru manusia di bidang rekayasa genetika. pharmaceutical. Seiring dengan berkembangnya genetika molekuler. khususnya bila tumbuh di V-8 media. Pseudohyphae. Dengan menghasilkan berbagai minuman beralkohol. Di masa depan. Karena kemampuannya dalam menghasilkan alkohol inilah. cerevisiae tidak saja digunakan dalam bidang fermentasi tradisional. Banyak anggota dari genus ini dianggap sangat penting dalam produksi makanan. cerevisiae yang sering mendapat julukan sebagai super jamur telah menjadi mikroorganisme frontier di berbagai bioteknologi modern. Ascospores yang berwarna dengan Kinyoun noda dan ascospore noda. kimia. Ketidakmampuan untuk memanfaatkan nitrat dan kemampuan untuk berbagai memfermentasi karbohidrat adalah karakteristik khas dari Saccharomyces. Anggota lain dari genus ini termasuk Saccharomyces bayanus. . cerevisiae baru yang didapatkan dari riset dan aplikasi bioteknologi telah merambah sektor-sektor komersial yang penting. Bila dikotori dengan noda Gram. industri enzim. Tentu saja kegunaan mikroorganisme ini pun menjadi semakin penting di dunia industri fermentasi. Mereka adalah unicellular. digunakan dalam pembuatan anggur. Asci tidak menimbulkan perpecahan pada saat jatuh tempo. glistening atau kuyu. mereka berpacu dengan waktu untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi baru yang dapat memuluskan transisi energi oil menuju energi biofuel yang dapat diperbarui. yang digunakan dalam pembuatan anggur. yang belum sempurna. agrikultur. Jamur Saccharomyces cerevisiae. Saccharomyces adalah dari berasal dari bahasa Latin yang berarti gula jamur. asetat ascospor agar. Multilateral (multipolar) budding ciri khasnya. Saat ini S. Adalah genus dalam kerajaan jamur yang mencakup banyak jenis ragi. Hyphae yang absen. Mereka rata. roti. dan Saccharomyces boulardii. mulus. dan ellipsoid untuk memperpanjang dalam bentuk. digunakan dalam obat-obatan. dan cream untuk cream tannish dalam warna. atau Gorodkowa media. bahkan dapat mengancam pertahanan dan keamanan mereka. pekerjaan rumah yang utama adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati jamur di Indonesia sehingga dapat mengembangkan ilmu sekaligus memajukan ekonomi berbasiskan ilmu pengetahuan ini. telah memiliki sejarah yang luar biasa di industri fermentasi. Tentu saja. jika ada. dan lingkungan. basah. biofuel. hal ini sangat mengancam kesejahteraan mereka. baik di bidang sains dasar maupun di bidang bioekonomi. mikroorganisme tertua yang dikembangbiakkan oleh manusia ini memungkinkan terjadinya proses bioteknologi yang pertama di dunia. Langkah selanjutnya adalah bagaimana kekayaan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin. S. S. cerevisiae disebut sebagai mikroorganisme aman (Generally Regarded as Safe) yang paling komersial saat ini. Saccharomyces memproduksi ascospores. Koloni dari Saccharomyces tumbuh pesat dan jatuh tempo dalam 3 hari. Ascospores ini adalah bundar dan terletak di asci. minuman. tetapi mikroorganisme-mikroorganisme S. S. termasuk makanan. Blastoconidia (sel tunas sisi) yang diamati. dan bir. ascospores adalah gram-negatif sedangkan sel vegetatif adalah gram positif. bagi negara berkembang seperti Indonesia. Salah satu contoh adalah Saccharomyces cerevisiae. Beberapa peneliti Indonesia dengan kredibilitas tinggi di beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian telah menemukan ratusan jenis jamur. bahkan lebih. Oleh karena itu.

krisis energi dalam bentuk minyak bumi diperkirakan akan terjadi sehubungan dengan prediksi bahwa produksi minyak dunia akan memuncak dalam waktu 25 tahun mendatang dan selanjutnya menurun secara drastis. proteomik. dan tuak. sekitar 100 SM. sebagai model sains dan mikroorganisme komersial yang populer. Tentu saja tidak sembarang jamur ragi dipakai. menggunakan jamur ini sebagai model. Nenek moyang kita dan hingga saat ini kita sendiri menggunakannya dalam pembuatan makanan dan minuman. anggur. Saat ini biomass tanaman adalah sumber biofuel yang paling banyak dikembangkan karena harganya yang murah dan persediaannya yang mudah didapat. protein terapi. mikroorganisme ini adalah yang pertama kali diobservasi melalui mikroskop oleh Bapak Ahli Mikrobiologi Antonie van Leewenhoek. jamur ragi sebagai pabrik etanol merupakan suatu strategi alternatif yang telah dikembangkan di beberapa negara. dan Amerika Serikat. yang terkenal dalam penemuannya mengenai cara pensterilan susu. Caucasia. Tidak diragukan lagi bahwa inovasi sains dan teknologi juga akan semakin melaju di bidang bioekonomi. Dalam bidang energi. seperti genomik. dan 600. Di masa depan. Oleh karena itu. Oleh karena itu. Tentu saja. Seiring dengan itu. dan energi) diperkirakan akan terus menyumbangkan produksi fermentasi terbanyak di dunia. tape. cerevisiae juga merupakan pabrik enzim makanan pertama (chymosin. seperti tempe. sekitar 7000 SM. cerevisiae akan menjadi sel inang yang semakin diperhitungkan dalam pembuatan low volume. dan nanobioteknologi. dan produk pharmaceutical lainnya yang berdaya komersial tinggi. cerevisiae. seperti Brasil. Tak mengherankan mikroorganisme ini merupakan tulang punggung dalam produksi empat komoditas fermentasi terbesar di dunia. S. Di Indonesia sendiri.000 ton jamur ragi.S. akan terus memegang peranan penting di masa depan. cerevisiae adalah jamur bersel tunggal yang telah memahat milestones dalam kehidupan dunia. . Bagi negara-negara yang relatif miskin sumber daya minyak dan pengekspor minyak dunia. cerevisiae merupakan langkah pionir yang menentukan dalam menguak misteri sekuens genom manusia. minuman suling. Selain menghasilkan 800. Di dunia sains. enzim yang digunakan dalam pembuatan keju). menggunakannya sebagai bahan biokimia hidup dalam proses transformasi. mereka berpacu dengan waktu untuk mengembangkan dan mengaplikasikan teknologi baru yang dapat memuluskan transisi energi oil menuju energi biofuel yang dapat diperbarui. Mesopotamia. bahan-bahan kimia. Jamur ini merupakan mikroorganisme pertama yang dikembangbiakkan oleh manusia untuk membuat makanan (sebagai ragi roti. S. Romawi kuno) dan minuman (sebagai jamur fermentasi bir dan anggur. Louis Pasteur. telah dihasilkan pula 60 juta ton bir. Afrika Selatan. di Assyria. Biofuel dalam bentuk etanol merupakan salah satu harapan masa depan dari superjamur ini. Jamur ini juga digunakan sebagai pabrik tempat pembuatan vaksin hepatitis B rekombinan yang pertama. jamur ini telah melekat dalam kehidupan sehari-hari. seperti enzim. cerevisiae yang telah direkayasa daur metabolismenya secara genetika sehingga dapat menghasilkan etanol secara efektif dan efisien. bagi negara berkembang seperti Indonesia. hal ini sangat mengancam kesejahteraan mereka. Alasan utama dari penggunaan etanol adalah sumber energi yang sustainable dan ramah lingkungan serta sangat menguntungkan secara ekonomi makro terhadap komunitas pedesaan (petani). melainkan beberapa strain S. S. dan Sumeria). biomass jamur (baik untuk industri makanan manusia dan ternak) dan produksi tradisional etanol (untuk industri bir. Tak hanya itu. Sayangnya. 30 juta ton anggur. Hampir semua teknologi frontier. bahkan dapat mengancam pertahanan dan keamanan mereka. Dan tentu saja penemuan spektakuler dalam memecahkan seluruh sekuens genom S. high value produk bioteknologi.000 ton protein dalam setahun. salah satu penghambat justru adalah langkanya low-cost technology dalam pengolahan tanaman menjadi etanol.

sumber energi diperoleh dari metabolisme bahan pangan di mana mikroorganisme tersebut berada. Dari mikroorganisme yang berperan dalam proses fermentasi yang paling penting adalah bakteri pembentuk asam laktat. dan bakteri. spora dapat berkonjugasi disimilasi dan berlangsung dari oksidatif yang disukai sampai kepada fermentatif yang dominan. . Beberapa peneliti Indonesia dengan kredibilitas tinggi di beberapa perguruan tinggi dan lembaga penelitian telah menemukan ratusan jenis jamur. bahkan lebih. Bahan baku energi yang paling banyak digunakan di antara mikroorganisme adalah glukosa. fermentasi merupakan salah satu bentuk respirasi anaerob. khamir. Berkembang biak dengan cara vegetatif dengan arah menguncup multilateral. dan nitratnya tidak diasimilasikan‖. definisi fermentasi dapat juga dikatakan sebagai perubahan gradual oleh enzim beberapa bakteri. A. serta oksidasi senyawa nitrogen organik. dan jamur. Cincin dan partikel dapat terbentuk secara merata yang lebih panjang. Dalam biakan cair biasanya terjadi pertumbuhan didasar. (1992:3) Fermentasi adalah proses produksi energi dalam sel pada keadaan anaerob (tanpa oksigen). Konjugasi isogam/heterogam dapat terjadi setelah pembentukan askus. Fermentasi timbul sebagai hasil metabolisme tipe anaerobik.pekerjaan rumah yang utama adalah bagaimana memanfaatkan sumber daya hayati jamur di Indonesia sehingga dapat mengembangkan ilmu sekaligus memajukan ekonomi berbasiskan ilmu pengetahuan ini. Langkah selanjutnya adalah bagaimana kekayaan ini dimanfaatkan seoptimal mungkin. Sedangkan Buchle K. Contoh perubahan kimia dari fermentasi meliputi pengasaman susu. Menurut Hidayat Nur. setiap askus dapat mengandung 14 spora dengan berbagai bentuk. senyawa-senyawa gula pada umumnya difermentasikan dengan kuat. asam sitrat dan beberapa jenis khamir penghasil alkohol. baik di bidang sains dasar maupun di bidang bioekonomi. (1987:92-93) mengatakan bahwa Fermentasi diartikan pula sebagai pertumbuhan mikroorgaisme yang terjadi tanpa adanya oksigen. Secara umum. Sekarang orang melakukan fermentasi untuk menghasilkan suatu jenis produk dari berbagai jamur. Sel dari Sacharomyces cereviceae. Untuk hidup semua mikroorganisme membutuhkan sumber energi. asam asetat. dekomposisi pati gula menjadi alkohol dan karbon dioksida. khamir. Dapat berbentuk tonjolan-tonjolan.

Semakin rendah suhu fermentasi maka semakin tinggi pula alkohol yang akan dihasilkan. seringkali pada suhu 60oC selama 30 menit. keasaman.5 %). Sparkling Wine adalah wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbondioksida di dalamnya. . (1992:180) ‖Biasanya dalam proses fermentasi alkohol digunakan khamir dari strain Saccaromyces cereviceae. Untuk menaikkan pH digunakan NaOH. Selain itu. Pada kosentrasi yang rendah akan menstimulir aktivitas dan petumbuhan khamir. Suhu yang cocok untuk proses ini adalah dibawah 30oC. (1996:75-77) Dalam proses pembuatan anggur (wine) terjadi proses pemecahan gula menjadi alkohol dan CO2 akibat dari aktifitas enzim yang dihasilkan oleh sel khamir. Strain S. Karena hal tersebut dapat memperpendek fase adaptasi. Wine terdiri atas beberapa jenis. nutrien. (1989:831) mendefinisikan ―Pasteurisasi adalah proses pemanasan susu atau cairan lainnya hingga suhu moderat selama waktu tertentu. Serta diharapkan mampu menghasilkan alkohol yang tinggi dan menghasilkan asam yang rendah. Fermentasi anggur (wine) juga dipengaruhi oleh kosentrasi garam logam dalam perasan. dibuat dari anggur merah namun dengan proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatanRed Wine. kata Rose Wine mengacu pada campuran antara White Wine dan Red Wine. dan untuk menurunkan pH digunakan asam nitrat. Khamir ini dapat mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2. Dari situs www. yang mematikan sebagian besar bakteri patogen dan dapat menghambat perkembangan bakteri yang lainnya‖. Kadar alkohol yang tinggi ini adalah hasil dari penambahan spirit pada proses pembuatannya. Starter yang ditambahkan pada perasan buah anggur yang akan difermentasi banyaknya 2-5%. adapun jenis-jenis wine antara lain : Red Wine adalah wine yang dibuat dari anggur merah (red grapes).5. suhu juga berpengaruh terhadap fermentasi wine. kosentrasi gula. Starter yang digunakan sebaiknya mempunyai kadar alkohol lebih dari 4%. White Wine adalah wine yang dibuat dari anggur putih (white grape). ellipsoids juga sering digunakan. sedangkan pada kosentrasi yang tinggi akan menghambat pertumbuhan sel khamir. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15% biasanya disebut sebagai wine buah (fruit wine). Fortified Wine adalah wine yang mengandung alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wine biasa (antara 15 % hingga 20. Wine dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur. Media starter dibuat dari must yang sudah disterilisasikan antara 2-5% volume dan yang telah diinokulasikan dengan khamir. Sweet Wine adalah wine yang masih banyak mengandung gula sisa hasil fermentasi (residual sugar) sehingga rasanya menjadi manis. pemberian oksigen dan suhu dari perasan buah anggur tersebut. Di daerah Champagne. pH yang digunakan untuk pertumbuhan khamir adalah 4-4. Rose Wine adalah wine yang berwarna merah muda.wikipedia. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan selama proses fermentasi berlangsung adalah: pemilihan khamir. Hal ini berguna untuk menekan pertumbuhan mikroorganisme yang merusak atau mengkontaminasi. Khamir yang digunakan pada proses fermentasi ini harus tahan terhadap kadar alkohol yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan SO2. dan diberi label Champagne. Starter yang baik adalah starter dari biakan murni yang dapat diisolasi dari buah. Hanya Sparkling Wine yang dibuat dari anggur yang tumbuh di desa Champagne dan diproduksi di desa Champagne yang boleh disebut.Budiyanto dan Krisno.org menyatakan bahwa: Anggur atau wine adalah minuman beralkohol yang terbuat dari sari anggur jenis Vitis vinifera yang biasanya hanya tumbuh di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan selatan. Dorland. Hidayat Nur.

Setelah itu dilakukan pendinginan pada suhu 5 – 10 o C dalam waktu antara 24 – 48 jam dengan bantuan enzim pectolitic untuk menghancurkan material anggur. Sebelum pengemasan. Pada pembuatan wine tedapat tahapan-tahapan proses: Penghancuran dan perlakuan anggur sebelum fermentasi Proses pertamakali yang dilakukan adalah menghancurkan anggur. Salah satu contoh proses fermentasi yaitu pada proses pembuatan wine. Dalam proses fermentasinya khamir yang biasa digunakan yaitusaccharomyces cerevisiae. sedangkan Anggur merah membutuhkan waktu fermentasi kurang lebih 7 hari dengan suhu antara 20-30oC. Wine dengan proses fermentasi alkohol. dengan kelengkapan alat seperti pengontrol suhu. lamanya penyimpanan bertujuan untuk perkembangan rasa antara wine dan ekstrak komponen dari tangki kayu. Untuk wine putih kulit dari anggur dihilangkan. Anggur merupakan salah satu bahan baku yang dapat digunakan dalam pembuatan wine karena memiliki kandungan glukosa yang tinggi yaitu antara 75-150 mg/ml. tetapi kebanyakan wine modern sekarang sudah menggunakan tangki stainless steel yang canggih.Ciri-ciri kultur yang baik adalah : Mudah tumbuh Tahan alkohol dan gula tinggi. efisiensi dalam mengubah karbohidrat menjadi alkohol. Secara tradisional fermentasi dari anggur dapat dilakukan di dalam tangki kayu yang besar. Fermentasi Wine Keanekaragaman pangan yang ada di nusantara ini tidak terlepas dari kondisi sosial-budaya masyarakat Indonesia yang beranekaragam baik budaya. sedangkan untuk wine merah. Jika diperhatikan dengan seksama tidak sedikit dari produk pangan yang dikembangkan merupakan hasil dari proses fermentasi yang menggunakan khamir untuk prosesnya. Pada wine merah. Sedangkan wine merah dapat disimpan antara 1 sampai 2 tahun dalam tangki kayu. Wine bisa dibuat dengan bioproses traditional maupun modern.5. anggur dihancurkan beserta kulitnya. rasa yang matang dan rasa yang lebih menarik. wine mungkin disimpan di tempat yang bersuhu dingin antara 5-10oC untuk mengendapkan kotoran. suhu dan tekanan osmose‖. dan berakhir antara 2 sampai 4 minggu Reaksi ini mengubah dekarboksilasi L-malic acid menjadi L-lactic acid dengan menurunkan kadar keasaman wine dan menaikkan pH antara 0. fermentasi malolactic dan penuaan memiliki cita rasa tersendiri yang berasal dari anggur dan proses operasinya. Anggur putih secara umum difermentasi pada suhu 10-18oC dengan waktu yang dibutuhkan antara 7-14 hari. Hal ini terjadi karena kontribusi anggur dari banyak komponen yang mudah menguap sehingga memberikan variasi rasa pada wine. Penurunan kadar keasaman dengan fermentasi ini membuat wine lebih lembut. Proses setelah fermentasi Kebanyakan wine putih tidak untuk disimpan dalam jangka waktu yang lama setelah fermentasi alkohol atau fermentasi malolactic selesai. Suhu pertumbuhan maksimum adalah 900 C dan tidak banyak berubah karena adanya perubahan pH. adat istiadat maupun gaya hidup.3 sampai 0. TEKNOLOGI PRODUKSI ALKOHOL YANG KONVERSIONAL . Fermentasi Malolactic Fermentasi ini terjadi alami dan membutuhkan waktu antara 2 sampai 3 minggu setelah fermentasi alkohol selesai. Tidak semua jenis wine memerlukan proses fermentasi malolactic. alat pembersih dan lainnya. yang perlu diperhatikan selama penyimpanan dan penuaan adalah pengeluaran oksigen dan penambahan dari sulfur dioksida ke level bebas antara 20 sampai 25 μg/ml.

nira.beras.sehingga jenis tanaman tersebut merupakan tanaman yang potensial untuk dipertimbangkan sebagai sumber bahan baku pembuatan bioethanol.lengkeng.ganyong dan sagu yang kemudian dipopulerkan dengan nama Bioethanol. PROSES PRODUKSI BIO-ETHANOL .buah mangga.sorgum. Pertimbangan ke-ekonomian pengadaan bahan baku tersebut bukan saja meliputi harga produksi tanaman sebagai bahan baku.pepaya. Selain itu pertimbangan pemakaian ubi kayu sebagai bahan baku proses produksi bioethanol juga didasarkan pada pertimbangan ekonomi. sehingga grade ethanol yang dimanfaatkan harus berbeda sesuai dengan penggunaannya. Bahan baku tersebut merupakan tanaman pangan yang biasa ditanam rakyat hampir di seluruh wilayah Indonesia. kosmetika dan kini sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan bermotor.8 % (Full Grade Ethanol = FGE). sehingga ethanol/bio-ethanol harus mempunyai grade tinggi antara 99. Sedangkan grade ethanol/bioethanol yang dimanfaatkan sebagai campuran bahan bakar untuk kendaraan bermotor harus betul-betul kering dan anhydrous supaya tidak menimbulkan korosif.nenas. campuran untuk miras. Bioethanol atau Ethanol (Alkohol) 2. tetapi juga meliputi biaya pengelolaan tanaman. Secara umum Ethanol lebih dikenal sebagai Etil Alkohol berupa bahan kimia yang diproduksi dari bahan baku tanaman yang mengandung karbohidrat (pati) seperti ubi kayu.jagung. Bahan berserat (selulosa) seperti sampah organik dan jerami padi pun saat ini telah menjadi salah satu alternatif penghasil ethanol. Secara umum ethanol biasa digunakan sebagai bahan baku industri turunan alkohol. Mengingat pemanfaatan ethanol beraneka ragam.dll. Perbedaan besarnya grade akan berpengaruh terhadap proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air.6-99. biaya produksi pengadaan bahan baku. Untuk ethanol yang mempunyai grade 90-95% biasa digunakan pada industri.PROSES PEMBUATAN BIOETHANOL BERKADAR 90 % DARI BAHAN BAKU UBI KAYU (SINGKONG-CASSAVA) 1. bahan dasar industri farmasi. Namun dari semua jenis tanaman tersebut. SEKILAS TENTANG BIOETHANOL Ethanol merupakan senyawa Hidrokarbon dengan gugus Hydroxyl (-OH) dengan 2 atom karbon (C) dengan rumus kimia C2H5OH.ubi jalar. sedangkan ethanol/bioethanol yang mempunyai grade 95-99% atau disebut alkohol teknis dipergunakan sebagai campuran untuk miras dan bahan dasar industri farmasi. Bahan baku lain-nya adalah tanaman atau buah yang mengandung gula seperti tebu.anggur. dan biaya bahan baku untuk memproduksi setiap liter ethanol. ubi kayu merupakan tanaman yang setiap hektarnya paling tinggi dapat memproduksi bioethanol.

6 6. proses pembuatannya dapat dibedakan berdasarkan zat pembantu yang dipergunakan.Produksi ethanol/bioethanol (atau alkohol) dengan bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohydrat. yaitu Hydrolisa asam dan Hydrolisa enzyme. sehingga proses pembuatan glukosa dari pati-patian sekarang ini dipergunakan dengan hydrolisa enzyme. Persiapan Bahan Baku Bahan baku untuk produksi biethanol bisa didapatkan dari berbagai tanaman. Konversi Bahan Baku Tanaman Yang Mengandung Pati Atau Karbohidrat Dan Tetes Menjadi Bio-Ethanol Bahan Baku Kandungan Jmlh Hasil Gula Dalam Konversi Perbandingan Bahan Jenis Konsumsi (Kg) Bahan Baku Bioethanol Baku dan Bioethanol (Kg) (Liter) Ubi Kayu 1000 250-300 166. Tabel 1. sedangkan hydrolisa asam (misalnya dengan asam sulfat) kurang dapat berkembang. Berdasarkan kedua jenis hydrolisa tersebut. Distilasi. Reaksi yang terjadi pada proses produksi ethanol/bio-ethanol secara sederhana ditujukkan pada reaksi 1 dan 2. namun ethanol/bioethanol untuk bahan bakar kendaraan memerlukan ethanol dengan karakteristik tertentu yang memerlukan teknologi yang relative baru di Indonesia antara lain mengena ineraca energi (energy balance) dan efisiensi produksi. yaitu Persiapan Bahan Baku. juga dapat diproduksi dari bahan tanaman yang mengandung selulosa (mis: jerami padi). kemudian dilakukan proses peragian atau fermentasi gula menjadi ethanol dengan menambahkan yeast atau ragi. Konversi bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohydrat dan tetes menjadi bioethanol ditunjukkan pada Tabel 1. dan Dehidrasi. sehingga penelitian lebih lanjut mengenai teknologi proses produksi ethanol masih perlu dilakukan.5 : 1 Ubi Jalar 1000 150-200 125 8:1 Jagung 1000 600-700 200 5:1 Sagu 1000 120-160 90 12 : 1 Tetes 1000 500 250 4:1 Glukosa dapat dibuat dari pati-patian.Secara singkat teknologi proses produksi ethanol/bioethanol tersebut dapat dibagi dalam tiga tahap. saat ini hydrolisa enzyme lebih banyak dikembangkan. singkong (cassava) . gandum manis (sweet sorghum) atau yang menghasilkan tepung seperti jagung (corn). baik yang secara langsung menghasilkan gula sederhana semisal Tebu (sugarcane). Meskipun teknik produksi ethanol/bioethanol merupakan teknik yang sudah lama diketahui. namun dengan adanya lignin mengakibatkan proses penggulaannya menjadi lebih sulit. Fermentasi. dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air. Dalam proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) larut air dilakukan dengan penambahan air dan enzyme. (2) yeast (ragi) (glukosa) ——————————– (ethanol) Selain ethanol/bioethanol dapat diproduksi dari bahan baku tanaman yang mengandung pati atau karbohydrat. H2O (C6H10O5)n —————————-N C6H12O6 (1) enzyme (pati) ———————————— (glukosa) (C6H12O6 )n —————————-2 C2H5OH + 2 CO2. sehingga pembuatan ethanol/bioethanol dari selulosa sementara ini tidak kami rekomendasikan. I. Liquefikasi dan Sakarifikasi.

Liquifikasi dan Sakarifikasi Kandungan karbohidrat berupa tepung atau pati pada bahan baku singkong dikonversi menjadi gula komplex menggunakan Enzym Alfa Amylase melalui proses pemanasan (pemasakan) pada suhu 90 derajat celcius (hidrolisis). Persiapan bahan baku beragam bergantung pada jenis bahan bakunya. Singkong yang telah dikupas dan dibersihkan dihancurkan untuk memecahkan susunan tepungnya agar bisa berinteraksi dengan air secara baik. sebagai contoh kami menggunakan bahan baku Singkong (ubi kayu). Sedangkan proses Sakarifikasi (pemecahan gula kompleks menjadi gula sederhana) melibatkan tahapan sebagai berikut : -Pendinginan bubur sampai mencapai suhu optimum Enzym Glukosa Amylase bekerja. Liquefikasi dan Sakarifikasi III. -Penambahan Enzym Glukosa Amilase secara tepat dan mempertahankan pH serta temperatur pada suhu 60 derajat celcius hingga proses Sakarifikasi selesai (dilakukan dengan melakukan pengetesan kadar gula sederhana yang dihasilkan). Pemasakan bahan baku Penghancuran Singkong II.dan gandum (grain sorghum) disamping bahan lainnya. Pada kondisi optimum Enzym Alfa Amylase bekerja memecahkan struktur tepung secara kimia menjadi gula komplex (dextrin). Proses Liquifikasi selesai ditandai dengan parameter dimana bubur yang diproses berubah menjadi lebih cair seperti sup. Tahapan selanjutnya adalah mencampurkan ragi (yeast) pada cairan bahan baku tersebut dan mendiamkannya dalam . tepung telah telah berubah menjadi gula sederhana (glukosa dan sebagian fruktosa) dengan kadar gula berkisar antara 5 hingga 12 %. Pada kondisi ini tepung akan mengalami gelatinasi (mengental seperti Jelly). -Pengaturan pH optimum enzim. Fermentasi Pada tahap ini.

Untuk pemurnian ethanol 95 % diperlukan proses dehidrasi (distilasi absorbent) menggunakan beberapa cara. Cara Fisika ditempuh melalui proses penyerapan menggunakan Zeolit Sintetis.8 % atau disebut ethanol kering. untuk mendapatkan hasil penyulingan ethanol yang optimal dibutuhkan pemahaman tentang teknik fermentasi dan peralatan distillator yang berkualitas. dari persiapan baku. liquifikasi. Distilasi. sakarifikasi.wadah tertutup (fermentor) pada kisaran suhu optimum 27 s/d 32 °C.6-99. Penyulingan ethanol dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara : 1. 2. Hasil dari fermentasi berupa cairan mengandung alkohol/ethanol berkadar rendah antara 7 hingga 10 % (biasa disebut cairan Beer). Untuk substitusi BBM diperlukan ethanol berkadar 99. Penyulingan menggunakan teknik dan distillator model kolom reflux (bertingkat). Dengan cara ini kadar ethanol yang dihasilkan hanya berkisar antara antara 20 s/d 30 %. Penyulingan menggunakan teknik dan distillator tradisional (konvensional). IV.antara lain : 1. Kegiatan penyulingan ethanol merupakan bagian terpenting dari keseluruhan proses produksi bioethanol. selama kurun waktu 5 hingga 7 hari (fermentasi secara anaerob). Hasil dehidrasi berupa ethanol berkadar 99. hingga fermentasi harus pada kondisi bebas kontaminan. Cara Kimia dengan menggunakan batu gamping 2. Dehidrasi Hasil penyulingan berupa ethanol berkadar 95 % belum dapat larut dalam bahan bakar bensin. V. Uap ethanol didalam distillator akan dialirkan kebagian kondensor sehingga terkondensasi menjadi cairan ethanol.karena kelebihan alkohol akan beakibat racun bagi ragi itu sendiri dan mematikan aktifitasnya. Distilasi atau lebih umum dikenal dengan istilah penyulingan dilakukan untuk memisahkan alkohol dalam cairan beer hasil fermentasi. Dalam proses distilasi. Pada kadar ethanol max 10 % ragi menjadi tidak aktif lagi. Selain operator. pada suhu 78 derajat celcius (setara dengan titik didih alkohol) ethanol akan menguap lebih dulu ketimbang air yang bertitik didih 100 derajat celcius. Dengan cara dan distillator ini kadar ethanol yang dihasilkan mampu mencapai 60-90 % melalui 2 (dua) tahapan penyulingan. Dengan kata lain.8 % sehingga dapat dikatagorikan Fermentasi bahan baku bioethanol . Selama proses fermentasi akan menghasilkan cairan etanol/alkohol dan CO2. Dalam pelaksanaannya dibutuhkan tenaga operator yang sudah menguasai teknik penyulingan ethanol. Keseluruhan proses membutuhkan ketelitian agar bahan baku tidak terkontaminasi oleh mikroba lain.6-99.

sebagai Full Grade Ethanol (FGE). Alat yang digunakan pada proses pemurnian ini disebut Dehidrator. Proses penyulingan ethanol dengan alat konvensional Penyulingan (distilasi) ethanol menggunakan distillator model kolom reflux Cairan ethanol dari proses distilasi .barulah layak digunakan sebagai bahan bakar motor sesuai standar Pertamina.

Hasil samping penyulingan ethanol. .Bioethanol kadar 95-96 % (alkohol teknis) Pengukuran kadar ethanol (alkohol) VI.

hingga 2.3 mol/mol heksosa jika menggunakan glukosa sebagai substrat dalam continuous culture Clostridium butyricum.bahan dasar obat nyamuk bakar dan pakan ternak.Akhir proses penyulingan (distilasi) ethanol menghasilkan limbah padat (sludge) dan cair (vinase). Methane Production Dalam ekosistem anaerobik degradasi biomassa (yang tak tersterilisasi) secara normal dapat mengikuti jalur yang diilustrasikan pada Fig 1. Hanya 4% energi digunakan unuk mikroorganisme dan 86% energi terkandung dalam metana. metana menjadi produk akhir proses karena semua senyawa intermediet dari bakteri fermentasi dapat di degradasi menjadi metana. dan air. permasalahan lain yang ada dalam produksi hidrogen secara fermentasi adalah konsumsi hidrogen oleh organisme lain seperti metanogenik sehingga substrat awal harus di sterilisasi terlebih dahulu dan menggunakan inokulum yang dalam keadaan murni.kompos. Untuk meminimalisir efek terhadap pencemaran lingkungan. limbah padat dengan proses tertentu dirubah menjadi pupuk kalium. Selain perolehan yang rendah. Dengan demikian produsen bioethanol tidak perlu khawatir tentang isu berkaitan dengan dampak lingkungan.52 mol/mol heksosa yang diperoleh jika menggunakan subtrat molase dalam batch culture Enterobacter aerogenes. Proses produksi hidrogen yang berdiri sendiri dengan cara ini masih tidak laik untuk diaplikasikan saat ini. Limbah padat (sludge) Limbah cair (Vinase) TEKNOLOGI PRODUKSI ALKOHOL YANG MODERN Hydrogen Production Konversi biomassa menjadi hidrogen secara biologi dapat dilakukan dengan prosesphotofermentation maupun darkfermentation. Jika tidak ada akseptor elektron anorganik seperti sulfat atau nitrat.bahan pembuatan biogas. Hampir 90% energi dalam biomassa terkonversi menjadi produk akhir dan hanya 10% digunakan untuk bakteri fermentasi. Perolehan hidrogen dengan dark fermentation hanya mencapai 10-20% dari jumlah kandungan hidrogen dalam bahan organik teoretik. karbon (dalam biomassa) hampir sepenuhnya diubah menjadi keadaan paling teroksidasi (CO2) dan paling tereduksi (CH4). Sedangkan limbah cair diproses menjadi pupuk cair. Perolehan hidrogen bervariasi dari 0. karbondioksida. . Dalam tahap akhir proses pembentukan metana.

metana. Pengembangan produksi etanol berbasis bahan lignoselulosa dapat diintegrasikan lebih lanjut dalam produksi bioetanol konvensional dari bahan jagung.Dalam proses fermentasi metanogenik secara umum diperoleh perolehan metana mendekati perolehan maksimum teoretik 3 mol CH4/mol glukosa. hidrogen. Produksi biofuel yang lain seperti metana. seperti dalam Maxifuel concept (ilustrasi Fig 2). Produk utama bioetanol digunakan untuk bahan bakar transportasi dan penekanan proses ini untuk optimasi produksi etanol. dan produk bernilai lain seperti bahan bakar padat akan menambah nilai lebih pada proses. Konsep ini didesain untuk produksi Etanol dari bahan lignoselulosa. dimana residu jagung dan fiber dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas 20% seperti tertera pada ilustrasi Fig 3. . Proses ini juga ramah lingkungan karena dilakukan recycle dan reuse aliran keluaran. untuk menghasilkan jumlah biofuel yang maksimum per unit raw material dan memanfaatkan residu untuk konversi lebih lanjut menjadi energi. dan bioetanol dapat dilangsungkan secara terintegrasi. Production Biofuels Using the Maxifuel Concept Proses produksi hidrogen.

Pilot plant proses ini telah di buat di Technical University of Denmark.Lebih dari 19% bahan baku terpisahkan sebagai padatan. . Neraca massa dari proses Maxifuel dapat dilihat pada ilustrasi Fig 4. Jika diinginkan. fraksi ini dapat ditingkatkan. sebaliknya jika tidak diinginkan dapat diresirkulasi pada proses pretreatment bersama dengan bahan baku. yang dapat dimanfaatkan untuk proses pembakaran. DTU (ilustrasi Fig 5) dan konsep ini akan didemonstrasikan pada tahun 2008.

.

sehingga penelitian untuk mendapatkan enzim dengan aktivitas tinggi dan harga murah adalah kunci untuk mengatasi hambatan ini. Harga enzim sangat mahal. Adapun cara lain untuk mereduksi biaya adalah dengan melakukan recycle loops untuk mengumpan balik enzim dalam tangki hidrolisis enzimatik.Proses Maxifuel yang telah dipatenkan terdiri dari beberapa tahapan sebagai berikut: 1. Hydrolysis Hidrolisa keluaran tahap pretreatment direaksikan dengan enzim untuk memecah selulosa dan hemiselulosa menjadi heksosa dan pentosa sehingga dapat di fermentasi mejadi etanol. Ragi roti Saccharomyces cerevisiae digunakan untuk . PretreatmentProses pretreatment dari bahan lignoselulosa lebih intensif dibandingkan dengan bahan gula dan bahan berpati. 3. Fermentation of C6 sugars Tahap hidrolisis dapat dioptimalkan dengan melakukan kombinasi hidrolisis enzymatik bersamaan dengan proses fermentasi oleh ragi (simultaneous saccharification and fermentation. Metode pretreatment bahan lignoselulosa sekarang ini mengonsumsi 30-40% biaya total untuk produksi bioetanol. Temperatur optimum enzim yang lebih tinggi dari pada temperatur optimum ragi dapat mengurangi keuntungan menggunakan proses SSF dibandingkan dengan proses terpisah. SSF). 2.

efisiensi reduksi kandungan zat organik tinggi. dan jika digunakan kembali akan menginhibisi proses fermentasi. lebih besar jika dibandingkan dengan proses fermentasi yang hanya mencapai 10-20%. Integrated Conventional and Bio/Catalytic Refineries . 0. Selama proses fermentasi gula residu ini. Anaerobik digestion telah lama digunakan untuk mengolah limbah yang mengandung zat organik dalam konsentrasi yang tinggi. meskipun proses fermentasi xylose organisme ini kurang. Keuntungan proses ini antara lain menstabilkan aliran limbah. Fermentation of C5 sugars Gula residu dalam hidrolisat setelah proses fermentasi oleh ragi di fermentasikan lagi menggunakan mikroorganisme termofilik. dan menurunkan sensitivitas ketidakseimbangan proses fermentasi 6.4% v/v etanol dalam sistem kontinu dari hidrolisa bahan nondetoxified lignoselulosa. Produktivitas etanol yang besar serta toleran terhadap etanol dan inhibitor lain dalam hidrolisa biomassa adalah alasan penting digunakannya organisme ini. Oleh karena itu. Pengenalan proses hilir konversi katalitik biofuel memungkinkan digunakannya bahan bakar yang tidak memerlukan perlakuan yang lebih kompleks (etanol untuk menghasilkan hidrogen) untuk alat transportasi dengan menggabungkan teknologi fuel cell. yang merupakan hambatan utama proses fermentasi pada kondisi mesofilik. Hidrogen dipandang sebagai salah satu energi masa depan. Modifikasi genetik pada mikroorganisme ini dapat menghasilkan 38. Senyawa aromatik ini secara umum sukar di degradasi pada proses anaerob. yang sangat mungkin didapatkan lignin dengan berat kering yang tinggi untuk menghindari pembuangan xylose dan etanol yang berada dalam fasa likuid.1 mol hidrogen/mol substrat dihasilkan sebagai produk samping. Bio/Catalytic Refineries Perkembangan lanjut biorefineries dapat dilakukan dengan teknik hibrida menggabungkan proses konversi biologi dengan proses hilir katalitik. lignin dipisahkan dengan menggunakan filter. 5. yang berupa senyawa aromatik.menghasilkan etanol. Thermobacter BG1. meningkatkan konversi substrat. Temperatur pertumbuhan pada 75oC memberi kemudahan untuk proses distilasi etanol dari reaktor. Selain itu. Imobilisasi organisme ini dalam up flow reactor meningkatkan toleransi etanol. proses fermentasi termofilik bioetanol dilakukan dalam sistem reaktor terimobilisasi.5 sampai 1. dihasilkan juga hidrogen dari proses fermentasi termofilik yang akan menambah perolehan hidrogen pada keseluruhan proses mendekati nilai maksimal teoretik yaitu 12 mol hidrogen/mol monosakarida. pencapaian dalam proses purifikasi anaerobik yang dapat mendegradasi senyawa ini sangat penting dilakukan.7 g/L atau 5. kecuali karbohidrat. Jika digabungkan dengan proses biologi dimana 2 mol etanol dihasilkan dari setiap molekul gula (glukosa) perolehan hidrogen dalam dua tahap menjadi 83 % dari nilai maksimum teoretik. dan telah banyak digunakan dalam produksi skala industrial. 4. dan produksi metana sebagai bahan baku energi. Proses dalam autothermal reformer dengan efisiensi tinggi dapat mengubah 1 mol etanol menjadi 5 mol hidrogen. Separation Setelah fermentasi glukosa oleh ragi dalam konsep Maxifuel. Efluen dari tahap fermentasi mengandung lignin berberat molekul rendah yang dihasilkan selama proses fisik-kimia pada tahap pretreatment. Pendapatan dari produksi metana dapat mengurangi biaya produksi bioetanol hingga mencapai 34%. Anaerobic digestion of process water and recirculation Efluen dari produksi bioetanol masih mengandung bahan organik yang besar. Untuk optimasi kelayakan. Operasi pada kondisi termofilik dapat menurunkan pengaruh kontaminasi.

limbah. dan dia telah menciptakan segala sesuatu. agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. dan panas dari conventional refinery dapat dimanfaatkan dalam biorefinery (ilustrasi Fig 6). dan logistik. dan Dia menetapkan ukuran-ukurannya dengan serapirapinya. Penjelasan: Dari ayat diatas dapat diartikan bahwa semua yang ada di dunia ini adalah ciptaan Allah dan terjadi karena kehendak Allah. Adanya tahap proses katalitik antara kedua refinery ini dapat meningkatkan keuntungan dua kali lipat . Dapat juga digunakan untuk menghasilkan gas sintesis (CO/H2). Produk biorefinery dapat digunakan sebagai bahan baku untuk bermacam-macam proses dalam conventional refinery. Surah Ath Thalaaq Ayat 12: Artinya: Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Integrasi antara conventional refineries dengan bio/catalytic refineries akan menimbulkan kesinergian dalam proses. Perintah Allah berlaku padanya. karena hidrokarbon keluaran proses katalitik dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku proses refining lebih lanjut pada coventional refinery. Air pendingin dan beberapa aliran efluen dapat digunakan sebagai air proses dalam biorefinery. Surah Al-Furqon (25) Ayat 2: Artinya: Yang kepunyaan-Nya yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Sebagai contoh. KAJIAN ISLAM TENTANG BIOTEKNOLOGI DAN PENGETAHUAN. dan dapat juga digunakan sebagai bahan baku proses reformasi katalitik untuk menghasilkan hidrogen. yang dapat dimanfaatkan dalam proses gas to liquids atau produksi metanol. tidak menutup kemungkinan bahan bakar minyak akan terganti semua dalam kurun waktu 50 tahun. ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu. Conventional refinery memiliki sejumlah besar energi dengan temperatur rendah yang dapat ditukar dan dimanfaatkan untuk energi proses dalam biorefinery. dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan(Nya). Methane dari proses biorefinery dapat digunakan untuk bahan bakar. Dimana yang ada dibumi ini terdapat keanekaragaman organisme baik yang mikro ataupun makro yang tiap-tiap . dan Dia tidak mempunyai anak.Adanya perhatian dan perkembangan yang pesat pemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energi. ketersediaan bahan kimia. Penjelasan: Pada ayat tersebut menjelaskan segala sesuatu yang diciptakan Allah SWT mempunyai sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup. dan sesungguhnya Allah. Hidrogen yang dihasilkan dari proses biologi dapat dimanfaatkan untuk proses hidrogenasi dalam conventional refiery. etanol digunakan sebagai bahan campuran produk gasolin. Beberapa aliran proses.

Teknik dan Prosedur Dasar Laboratorium‖. J. secara tidak langsung Allah SWT telah menunjukkan kebesarannya dengan menggambarkan ciri-ciri hewan air tersebut yang merupakan salah satu makhluk ciptaan-Nya. Bagian Mikrobiologi. maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. M. Nunuk. Microbial fermentations with immobilized cells. 102. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. 20 JAnuari 2010-01-27 Schlegel. Prakasham. 1994. 1998. India. Lecture Handouts. Hadioetomo. Mikrobiologi Prakasham.S. Technical University of Denmark. (1983). S.id/ind/pdtanobat /view. Nunuk. Fermentation of lignocellulosic hydrolysates: inhibation and detoxification. 2003. 2003. (1998). dan Ishizaki. R. ―Mikrobiologi dalam Praktek. India.php?mnu=2&id=251. HG. University of Wisconsin. Artinya: Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air. 20 JAnuari 2010-01-27 Priani. General Overview of The Lactic Acid Bacteria. Madison. Metabolisme Bakteri. E. Mikrobiologi Tripetchkul. Doctoral thesis.net. 2011. Tonokawa. Departement of Bacteriology.S. Surat An-Nur (24) Ayat 45.. Dengan demikian. Microbial fermentations with immobilized cells. 2011. Sweden. http://www. Dimana Allah menciptakan makhluknya dengan bentuk bermacammacam berdasarkan lingkungan yang ditempatinya. ― Ethanol Production by . V.php?mnu=2&id=251. Dari berbagai macam penciptaan-Nya merupakan dasar maksud yang dikehendaki-Nya. (1998). S. dan Ramakrishna. Lund.FMIPA. Bukan/bhn%20blog/Bagaimana%20mikroorganisme%20bisa%20 menghasilkan%20alkohol%20%20%C2%AB%20Just%20for%20sharing%ideas.net.iptek. Priani. Palmqvist.individu tersebut dapat menunjukkan karakteristik dan kelompoknya berdasarkan bentuk ukurannya. Lund University. Biochemical and Environmental Engineering. (1992). sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. A.iptek. Penjelasan: Pada ayat tersebut menjelaskan segala sesuatu yang ada di alam adalah ciptaan Allah SWT. R. Indquist. R. 1998.id/ind/pd tanobat/view. Food Science (324). Lecture Handouts. HG. S. Daftar pustaka Anonymous.. Indian Institute of Chemical Technology. http://www. TEKNIK%20PEMBUATAN%20BIOETHANOL%20DARI%20UBI%20 KAYU. Biochemical and Environmental Engineering.htm Anonymous. Schlegel.htm Bioscience and Technology. BioCentrum-DTU. Metabolisme Bakteri. V. dan Ramakrishna. IPB. 1994. S. Indian Institute of Chemical Technology.