BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Sebagia besar dari kita membuat keputusan secara otomatis tanpa menyadari bahwa orang-orang memliki perilaku yang berbeda-beda dalam mengambil keputusan, yang mereka bawa dalam posisi masing-masing dalam sebuah menajeman. Pengambilan keputusan yang baim merupakan bagian vital dari menejeman yang baik karena setiap keputusan yang diambil akan menetukan bagaiman sebuah organisasi dapat menyelesaikan masalahnya, mengerahkan sumberdaya yang dimilikinya dan mencapai tujuan-tujuanya. Salah satu keahlian yang harus dimilki oleh seorang pemimpin efektif adalah mengambil keputusan. Hal tersebut terksan sederhana tetapi sampai hari ini masih banyak pemimpin di bidang apa pun masih memilki kendala dalam meakukannya. Dalam manajemen, pengambilan keputusan memegang peranan yang sangat penting karena keputusan yang diambil oleh manajer merupakan hasil pemikiran akhir yang harus dilaksanakan oleh bawahannya atau mereka yang bersangkutan dengan organisasi yang ia pimpin. Penting karena menyangkut semua aspek manajemen. Kesalahan dalam mengambil keputusan bisa merugikan organisasi, mulai dari kerugian citra sampai kepada kerugian uang. Ada kalanya keputusan diambil oleh manajer sendiri, tetapi tidak jarang juga bersama staf, tergantung dari besar kecilya masalah dan gaya kepemimpinan yang dianut oleh si manajer. Yang jelas, pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan secara sembarang. Pengambilan keputusan adalah suatu proses pemikiran dalam rangka pemecahan suatu masalah untuk memperoleh hasil akhir untuk dilaksanakan. Masalah berbeda dengan persoalan, meskipun keduanya merupakan pertanyaan untuk dijawab. Jika untuk pertanyaan sudah ada jawabannya, bagi masalah belum. Ada masalah yang mudah saja dipecahkan, ada yang sukar, ada juga yang sangat sulit, tergantung besarnya masalah dan luasnya sangkut paut dengan berbagai faktor. Atas dasar itulah, maka keputusan yang dihasilkan ada yang tidak mengandung resiko apa-apa, ada yang resikonya kecil saja, ada pula yang resikonya besar, bahkan sangat besar. Cara

1

Untuk Memahami Teori Pengambilan Keputusan 2. Agar Menetahui bagaimana Pengambilan Keputusan Berdasarkan Prinsip Forcasting (Peramalan) 2 . Apakah Pengertian Pengambilan Keputusan? 3. B. Apakah Teori Pengambilan Keputusan? 2. Untuk Memahami Pengertian Pengambilan Keputusan 3.pengambilan keputusan akan mempengaruhi perancangan sistem informasi berdasarkan komputer yang dimaksudkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan. Tujuan Pembahasan 1. Bagaiman Pengambilan Keputusan Berdasarkan Prinsip Forcasting (Peramalan)? C. Rumusan Masalah 1. Untuk Memahami Teknik Pengambilan Keputusan 4. Apakah Teknik Pengambilan Keputusan 4.

Teori Pengambilan Keputusa Teori-teori pengambilan keputusan bersangkut paut dengan masalah bagaimana pilihan-pilihan semacam itu dibuat. ada yang tidak rutin.Teori-teori yang dimaksud ialah : teori Rasional komprehensif. teori Inkremental dan teori Pengamatan terpadu.com/2005/04/teori-teori-pengambilan-keputusan/ 3 . yang dilakukan sepanjang waktu dan melibatkan banyak keputusan yang di antaranya ada yang merupakankeputusan rutin.1 a.BAB II PEMBAHASAN A. 1 http://astaqauliyah. Kebijaksanaa. Secara tipikal pembuatan kebijaksanaan merupakan tindakan yang berpola. Teori Rasional Komprehensif Teori pengambilan keputusan yang paling dikenal dan mungkin pula yang banyak diterima oleh kalangan luas ialah teori rasional komprehensif. Dalam tulisan ini akan dibahas 3 (tiga) teori pengambilan keputusan yang dianggap paling sering dibicarakan dalam pelbagai kepustakaan kebijaksanaan negara. c) Bermacam-macam alternatif untuk memecahkan masalah diteliti secara saksama. nilai-nilai atau sasaran yang menjadi pedoman pembuat keputusan sangat jelas dan dapat diurutkan prioritasnya/kepentingannya. sebagai telah kita rumuskan di muka. adalah suatu tindakan yang mengarah pada tujuan tertentu yang dilakukan oleh seseorang aktor atau sejumlah aktor berkenaan dengan suatu masalah atau persoalan tertentu. Dalam praktek pembuat kebijaksanaan sehari-hari amat jarang kita jumpai suatu kebijaksanaan yang hanya terdiri dari keputusan tunggal. Unsur-unsur utama dari teori ini dapat dikemukakan sebagai berikut : a) Pembuatan keputusan dihadapkan pada suatu masalah tertentu yang dapat dibedakan dari masalah-masalah lain atau setidaknya dinilai sebagai masalahmasalah yang dapat diperbandingkan satu sama lain (dapat diurutkan menurut prioritas masalah) b) Tujuan-tujuan. d) Asas biaya manfaat atau sebab-akibat digunakan untuk menentukan prioritas.

1965 (Ahli Ekonomi dan Matematika) yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan itu sebenarnya tidak berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit akan tetapi mereka seringkali mengambil keputusan yang kurang tepat terhadap akar permasalahan. Asumsinya adalah seorang pengambil keputusan memiliki cukup informasi mengenahi berbagai alternatif sehingga mampu meramalkan secara tepat akibat-akibat dari pilihan alternatif yang ada. mode irasionar komprehensif ini jelas tidak akan muduh diterapkan. ekologi budaya di mana sistem pembuatan keputusan itu beroperasi juga tidak mendukung birokrasi di negara sedangberkembang umumnya dikenal amat lemah dan tidak sanggup memasok unsur-unsur rasionar dalam pengambilan keputusan. nilai. Milne (1972) 4 . tidak memadainya perangkat teori yang siap pakai untuk kondisi. serta memperhitungkan asas biaya manfaatnya. dan sasaran yang ditetapkan Teori rasional komprehensif banyak mendapatkan kritik dan kritik yang paling tajam berasal dari seorang ahli Ekonomi dan Matematika Charles Lindblom (1965 . pembuat keputusan kemungkinan juga sulit untuk memilah-milah secara tegas antara nilai-nilainya sendiri dengan nilai-nilai yang diyakini masyarakat. Keputusan_-keputusan.Untuk konteks negara-negara sedang berkembang.3 Ada beberapa ahli antara lain Charles Lindblom . Milne (1972).e) Setiap alternatif dan implikasi yang menyertainya dipakai untuk membandingkan dengan alternatif lain. 1964′ 1959)’ Lindblom2 secara tegas menyatakan bahwa para pembuat keputusan itu sebenarya tidaklah berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit dan terumuskan dengan jelas. kesepakatan-kesepakatan dan investasi terdahulu dalam kebijaksanaan dan program-program yang ada sekarang kemungkinan akan mencegah pembuat keputusan untuk membuat keputusan yang berbeda sama sekali dari yang sudah ada. f) Pembuat keputusan akan memilih alternatif terbaik untuk mencapai tujuan. menurut R’s. Teori rasional komprehensif ini menuntut hal-hal yang tidak rasional dalam diri pengambil keputusan.dan mempertimbangkan banyak masalah yang saling berkaitan 2 3 Charles Lindblom (1965 .Lebih lanjut.kondisi negara sedang berkembang . Sebabnya ialah: informasi/datastatistik tidak memadai . 1964′ 1959)’ R’s.

karena dalam birokrasi negara berkembang kebanyakan korup sehingga menciptakan hal-hal yang tidak rasional.Pengambil keputusan sering kali memiliki konflik kepentingan antara nilai-nilai sendiri dengan nilai-nilai yang diyakini oleh masyarakat. Birokrasi dinegara berkembang tidak bisa mendukung unsur-unsur rasional dalam pengambilan keputusan. b) Pembuat keputusan dianggap hanya mempertimbangkan beberapa alternatif yang langsung berhubungan dengan pokok masalah. akan tetapi kenyataannya sulit membedakan antara fakta dilapangan dengan nilai-nilai yang ada. Teori Inkremental Teori ini dalam mengambil keputusan dengan cara menghindari banyak masalah yang harus dipertimbangkan dan merupakan madel yang sering ditempuh oleh pejabatpejabat pemerintah dalam mengambail keputusan. Karena teori ini mengasumsikan bahwa fakta-2 dan nilai-nilai yang ada dapat dibedakan dengan mudah. Ada beberapa masalah diperbagai negara berkembang seperti Indonesia untuk menerapkan teori rasional komprehensif ini karena beberapa alasan yaitu • Informasi dan data statistik yang ada tidak lengkap sehingga tidak bisa dipakai untuk dasar pengambilan keputusan. • • Teori ini diambil/diteliti dengan latar belakang berbeda dengan nagara berkembang ekologi budanyanya berbeda.com/2005/04/teori-teori-pengambilan-keputusan/ 5 . 4 http://astaqauliyah. Teori ini memiliki pokok-pokok pikiran sebagai berikut:4 a) Pemilihan tujuan atau sasaran dan analisis tindakan empiris yang diperlukan untuk mencapanya merupakan hal yang saling terkait. dan alternatif-alternatif ini hanya dipandang berbeda secara inkremental atau marjinal c) Setiap alternatif hanya sebagian kecil saja yang dievaluasi mengenahi sebab dan akibatnya. b. Kalau dipaksakan maka akan terjadi sebuah keputusan yang kurang tepat. d) Masalah yang dihadapi oleh pembuat keputusan di redifinisikan secara teratur dan memberikan kemungkinan untuk mempertimbangkan dan menyesuaikan tujuan dan sarana sehingga dampak dari masalah lebih dapat ditanggulangi.

Kondisi yang realistik diberbagi negara bahwa dalam menagmbil keputusan/kebijakan para pengambil keputusan dihadapkan pada situasi kurang baik seperti kurang cukup waktu. • • Keputusan diambil lebih ditekankan kepada keputusan jangka pendek dan tidak memperhatikan berbagai macam kebijakan lain Dinegara berkembang teori ini tidak cocok karena perubahan yang inkremental tidak tepat karena negara berkembang lebih membutuhkan perubahan yang besar dan mendasar. Ada beberapa kelemahan dalam teori inkremental ini • keputusan–keputusan yang diambil akan lebih mewakili atau mencerminkan kepentingan dari kelompok yang kuat dan mapan sehingga kepentingan kelompok lemah terabaikan. Sehingga keputusan yang baik terletak pada berbagai analisis yang mendasari kesepakatan guna mengambil keputusan. f) Pembuatan keputusan inkremental ini sifatnya dalah memperbaiki atau melengkapi keputusan yang telah dibuat sebelumnya guna mendapatkan penyempurnaan. • Menutut Yehezkel Dror (1968) gaya inkremental dalam membuat keputusan cenderung mengahsilkan kelambanan dan terpeliharanya status quo5 5 Yehezkel Dror (1968) 6 . Keputusan dan kebijakan diambil dengan dasar saling percaya diantara berbagai pihak sehingga secara politis lebih aman. Teori ini dapat dikatakan sebagai model pengambilan keputusan yang membuahkan hasil terbatas. dan kurangnya sumber-sumber lain yang dipakai untuk analsis secara komprehensif. praktis dan dapat diterima. Karena diambil berdasarkan berbagai analisis maka sangat tepat diterapkan bagi negara-negara yang memiliki struktur mejemuk.e) Tidak ada keputusan atau cara pemecahan masalah yang tepat bagi setiap masalah. kurang pengalaman.

Seorang pimpinan produksi memutuskan untuk mengurangi produksi di saat kondisi perekonomian sedang buruk. keputusan mempercepat diambilnya tindakan. seorang jenderal memutuskan untuk melakukan serangan endadak karena tahu bahwa musuh sedang tidap siap dan siaga. B. Keputusan-keputusan inkremental memberikan arahan dasar dan melapangkan jalan bagi keputusan-keputusan fundamental sesudah keputusankeputusan itu tercapai. Suatu aturan kunci dalam pengambilan keputusan ialah sekali kerangka yang tepat sudah diselesaikan.1977). Pendapat lain mengatakan bahwa Pengambilan keputusan adalah proses memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai situasi. Seseorang terkadang dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia harus menentukan pilihan (keputusan) dari berbagai alternatif yang ada. Masih banyak contoh-contoh lainnya yang terkait dengan pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari.c. mendorong 6 http://astaqauliyah. Proses ini terkadang amatlah rumit karena berdampak pada dirinya dan lingkungan sekitarnya. Teori Pengamatan Terpadu (Mixed Scaning Theory)6 Beberapa kelemahan tersebut menjadi dasar konsep baru yaitu seperti yang dikemukakan oleh ahli sosiologi organisasi Aitai Etzioni yaitu pengamatan terpadu (Mixid Scaning) sebagai suatu pendektan untuk mengambil keputusan baik yang bersifat fundamental maupun inkremental. Model pengamatan terpadu ini pada hakikatnya merupakan pendekatan kompromi yang menggabungkan pemanfaatan model rasional komprehensif dan model inkremental dalam proses pengambilan keputusan.com/2005/04/teori-teori-pengambilan-keputusan/ (Brinckloe. 7 7 . keputusan harus dibuat 7Dengan kata lain. Model pengamatan terpadu menurut Etzioni akan memungkinkan para pembuat keputusan menggunakan teori rasional komprehensif dan teori inkremental pada situasi yang berbeda-beda. Proses tersebut untuk menemukan dan menyelesaikan masalah organisasi. Pengertian Pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan adalah sebuah proses menentukan sebuah pilihan dari berbagai alternative pilihan yang tersedia.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah dengan pendekatan pengumpulan faktafakta dan data. Pembuatan keputusan ini bertujuan mengatasi atau memecahkan masalah yang bersangkutan sehingga usaha pencapaian tujuan yang di maksud dapat di laksanakan secara baik dan efektif. 1965 (Ahli Ekonomi dan Matematika) yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan itu sebenarnya tidak berhadapan dengan masalah-masalah yang konkrit akan tetapi mereka seringkali mengambil keputusan yang kurang tepat terhadap akar permasalahan. masalah korektif. Masalah atau problemnya yang di maksud dapat di bagi tiga golongan besar yaitu.ac.id/2010/07/13/pengambilan-keputusan/ 8 . Fungsi dan Tujuan Pengambilan Keputusan11 8 9 (Hill. dan masalah kreatif. aspirasi dan (2) pencapaian tujuan melalui implementasinya 9Ringkasnya keputusan dibuat untuk mencapai tujuan melalui pelaksanaan dan ini semua berintikan pada hubungan kemanusiaan.1988) 11 http://icecube. Masalah korektif adalah masalah yang timbul karena adanya penyimpangan dari apa yang di rencanakan. Pengambilan keputusan hendaknya dipahami dalam dua pengertian yaitu (1) penetapan tujuan yang merupakan terjemahan cita-cita. Untuk suksesnya pengambilan keputusan itu maka sepuluh hukum hubungan kemanusiaan 10 hendaknya menjadi acuan dari setiap pengambilan keputusan. Masalah kreatif adalah masalah yang muncul karena adanya keinginan untuk menciptakan sesuatu yang baru.blogstudent. (Inbar. masalah progesif. menemukan alternative yang matang untuk mengambil suatu tindakan yang tepat.ipb.lahirnya gerakan dan perubahan 8Dan ada juga yang mengatakan bahwa Charles Lindblom . C.1979). Masalah progesif adalah suatu masalah yang terjadi akibat adnya keinginan untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu prestasi atau hasil masa lalu.mb. 10 (Siagian.1979).

Namun. mempunyai fungsiantara lain: a. Sesuatuyang bersifat futuristic. 2. dimana efeknya atau pengaruhnya berlangsung cukup lama. c. Pangkal permulaan dari semua aktifitas manusia yang sadar dan tearah baik secra individual maupun secara kelmpok.1. baiksecra institusional maupun secara organisasi. artinya menyangkut dengan hari depan/masa yang akan datang. Teknik Pengambilan Keputusan a. Teknik Modern • Teknik Delphi 9 . dimaksudkan untuk meningktakan keluaran (output) kreatif individual dan kelompok b. • Synectics Didasarkan pada asumsi bahwa proses kreatif dapat dijabarkan dan diajarkan. Pengambilan keputusn dimaksudkan untuk memecahkan masalah. b. Tujua Pengambilan Keputusan Kegiatan–kegiatan yang dilakukan dalam organisasi itu dimaksudkan untukmencapi tujuan organisasinya yang dimana diinginkan semua kegiatan itu dapat berjalan lancer dan tujuan yang diharapkan dapat tercapai dengan mudah dan efisien. D. Teknik Kreatif • Brainstorming Berusaha untuk menggali dan mendapatkan kreatifitas maksimum dari kelompok dengan memberikan kesempatan para anggota untuk melontarkan ideidenya. Teknik Partisipatif Individu individu atau kelompok dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan. kerap kali terjadi hambatan-hambatan dalam melksanakan kegiatan. Fungsi pengambilan Keputusan Pengambilan keputusan sebagai suatu kelnjutan dari cara pemecahan masalah. Ini merupakan masalah yag harus idpecahkan oleh seorang pemimpin organisasi.

Inti dari teknik ini cukup mudah.Teknik Delphi yang didasarkan pada sebuah proses ter-struktur untuk mengumpulkan dan membawa pengetahuan dari sekelompok ahli dengan cara serangkaian kuesioner maupun yang di-kontrol dengan pendapat umpan balik (Adler dan Ziglio.. lalu mencari jalan penyelesaian yang terbaik. 1975). Teknik pengambil keputusan juga sering dibagi dalam teknik 10 . et all. 1996) yang memungkinkan para ahli teknik sistematis untuk menangani masalah kompleks dengan suatu tugas. Teknik Delphi merupakan latihan dalam kelompok komunikasi antara panel secara geografis ahli (Adler dan Ziglio. Teknik kelompok nominal adalah proses terstruktur ini mengharuskan anggota kelompok menulis gagasan/ide secara perseorangan. untuk pra-ahli yang dipilih grup. yaitu terdiri dari serangkaian kuesioner dikirim baik lewat mail atau melalui sistem komputerisasi. Teknik mengurangi adanya penyesuaian sementara memaksimalkan partisipasi. Teknik pengambilan keputusan dalam klasifikasi ada dua yaitu teknik tradisional dan teknik modern. Kuesioner ini dirancang untuk mendapat tanggapan dan pengembangan individu sebagai cara untuk menimbulkan masalah yang nantinya akan diperbaiki oleh pra-ahli. kemudian melaporkannya kepada kelompok (Departemen dalam Negeri). Menurut Helmer (1977) Delphi merupakan perangkat komunikasi yang berguna di antara sekelompok ahli sehingga memudahkan pembentukan kelompok itu. Bentuk pembuatan keputusan ini adalah proses mengulangi pernyataan yang meminimisir penyesuaian (conformity) dan menggerakkan peserta untuk mengambil keputusan yang dapat mereka dukung. Teknik ini dikembangkan oleh Dellbecq dan Van de Ven pada tahun 1968 (Delbecq. 1996). • Teknik Kelompok Nominal Teknik kelompok nominal (selanjutnya dipakai singkatan TKN) adalah salah satu teknik peran serta dalam pengambilan keputusan yang lebih jarang dipakai dibanding dengan teknik sumbang saran. dimaksudkan sebagai suatu cara untuk mengumpulkan pandangan dan penilaian perorangan dalam suasana ketidakpastian dan ketidaksepakatan mengenai inti persoalan suatu masalah.

data riset operasi Kegiatan rutin: prosedur Analisis matematik model- Keputusan sekali di pakai. 3. Teknik matematik biasa diberi nama multivariate analysis (analisis variabel ganda atau analisis berdimensi ganda). dengan proses pemecahan masalah umum kebijaksanaan. latihan pengambilan Selektif dan latihan para pada: keputusan b. 1978) (Moody. Kebiasaan 1. 1983) 11 . Delphi. fish bowling. ulang.Simon mengemukakan teknik tradisional dan modern dalam pembuatan keputusan yang di program dan tidak di program. Pengambilan Keputusan Dengan prinsip Forcasting (Peramalan) Pengambilan keputusan dengan prinsip forcasting (peramalan) adalah suatu seni untuk meramalkan suatu kejadian dimasa yang akan datang. proses baik. Kebijakan dan kreatifitas. yang lebih sering digunakan untuk keputusan strategik antara lain sumbang saran.Teknik pemecahan model Pengolahan elektronik. Tipe-tipe keputusan Di program: Keputusan berulang Organisasi mengembangkan khusus penanganannya. masalah yang di terapkan a. Coba-coba di susun tidak sehat dan 3. Teknik non-matematik. 1976. pengoperasian standar. 1. bagi 1.pengambilan keputusan matematik atau kuantitatif 12 dan teknik pengambil keputusan non-matematik atau kualitatif13.menawar kolektif Herbert A. tawar. Tidak di program: rutin – Teknik-teknik pembuatan keputusan Tradisional Modern 1. consensus. interaksi didaktik. Teknik dan 2.Robbins. 12 13 (Heenan dan Addleman. Tabel teknik pembuatan keputusan tradisional dan modern. 2. Struktur organisasi tersusun 2. penyusunan “Heurictic” E. Di tangani pelaksana.

Prinsip ini dapat dilakukan dengan Metode: 1. Para manager sering menghadapi kenyataan bahwa masalah yang sebenarnya sulit di kemukakan atau bahkan sering mengedintifikasikan masalah. Tahap 2: Pengumpulan dan analisis data yang relevan. Proses Pengambilan Keputusan Proses pengambila keputusan memiliki beberapa tahap: Tahap 1: Pemahaman dan perumusan masalah. Setelah manager menemukan dan merumuska maslah. Manager pertama kali harus menentukan data-data apa yang di Tahap 3: butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat dan kemudian mendpatkan informasi tersebut.Adapun tujuan dilakukan pengambilan keputusan dengan cara ini adalah agar kita bias memprediksi keputusan apa yang akan kita ambil dimasa yang akan datang. Metode regresi Berganda Dimana metode ini dilakukan apabila ingin melihat pengaruh antara 3 variabel baik dua variable independent terhadap satu variable dependent maupun sebaliknya. manager harus memutuskan langkah-langkah selanjutnya. 2. 12 . Rumus: y = a+bx Untuk mencari b: F. Pertama manager secara sistematis menguji hubungan sebab akibat. Metode Time Series Forcasting Dilihat dari data setiap tahunnya yang berhubngan denga variable dependent dan variable independent. sehingga kita dapat melakukan antisipasi terlebih adahulu sebelum ada sesuatu yang terjadi yang dapat merugikan diri kita autupun orang lain.bukan penyebab dasar. Para manager dapat mengedintifikasi masalh dengan beberapa cara. Kedua manager mencari penyimpangan atau perubahan yang “normal”. Rumus: y=f(x) Dimana y adalah variable dependent dan x adalah variable independent.

ternatif terbaik di pilih para manager harus membuat rencana untuk mengatasi berbagai permasalahan dan masalah yang mungkjin dijumpai dalam penerapan keputusan.alternative. Tahap 7: Evaluasi hasil-hasil. walaupun sesuatu yang bukan sempurna atau ideal. manager harus mengevaluasi untuk menilai efektifitas setiap alternative. Manager harus mengevaluasi apakah implementasi di lalukan dengan lancer dan keputusan memberikan hasil yang di inginkan. Disamping itu. Alternative di pilih akan di dasarkan pada jumlah informasi bagi manager dan ketidak sempurnaan kebijakan manager. Dalam hal ini.Pengembangan alternative. Tahap 4: Evaluasi alternative-alternatif. Kecenderungan untuk menerima alternative keputusan pertama yang “feasible” sering menghindarkan manager dari pencarian penyelesaian yang terbaik untuk masalah manager. di tahap implementasi keputusan manager juga perlu menetapkan prosedur laporan kemajuan perioodik dan mempersiapkan tindakan korektif bila masalah baru muncul dalam pebuatan keputusan. Setelah al. Pembuatan keputusan merupakan hasil evaluasi berbagai alternative. manager harus mengevaluasi sekumpilan alternative. Tahap 5: Pemilihan alternative yang terbaik. Implementasi keputusan harus selalu di monitor. BAB III PENUTUP A. Manager harus memilih suatu alternative yang cukup baik. Rangkuman 13 . mager perlu memperhatikan berbagai resiko dan tidak kepastian sebagai konsekuensi di buatnya suatu keputusan. serta merancang perimgatan dini untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Pengembangan sejumlah alternative memungkinkan manager menolak kecenderungan untuk membuat keputusan terlalu cepat dan membuat keputusan yang efektif. Tahap 6: Implementasi keputusan. Setelah manager mengembangkan sejumlah alternative.

ipb. 1964′ 1959)’ 14 . suatu permasalahan tidak akan mendapatkan jalan keluar jika tidak ada pendapat atau opini untuk memecahkannya. Sedangkan teknik kelompok nominal dipergunakan untuk mengidentifikasi keberatan.mb. DAFTAR PUSTAKA • • http://icecube.blogstudent. didalam diskusi kelompok sangat memerlukan kedua teknik tersebut agar mengetahui tingkat kreativitas baik dari kelompok itu sendiri maupun kelompok lain yang memberikan opini. Misalnya teknik sumbang saran dalam hal kebebasan untuk menyampaikan ide karena tidak ada kekhawatiran untuk dikritik atau dihentikan sebelum selesai berbicara didalam diskusi kelompok.ac. Selain itu. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa.anggota kelompok akan mempergunakan untuk mengevaluasi situasi itu.id/2010/07/13/pengambilan-keputusan/ Charles Lindblom (1965 .keberatan bahwa anggota kelompok mempunyai masalah yang mungkin dapat dibicarakan atau dengan kata lain teknik ini dipergunakan untuk mengidentifikasi kriteria dan halanganhalangan dimana anggota. teknik pengambilan keputusan sangat diperlukan karena untuk mengatur jalannya diskusi pada kelompok dalam menerima opini maupun saran dari kelompok lain. Oleh karena itu.Tujuannya adalah untuk menjelaskan paham pengambilan keputusan yang penting dan kemudian juga mengenai hubungan antara teori tersebut untuk merancang sistem informasi. Dalam hal ini setiap orang dapat berkesempatan untuk mengeluarkan kreativitasnya melalui informasi-informasi yang ditampung khususnya dalam forum diskusi kelompok.

Milne (1972) http://astaqauliyah.• • • • • • • R’s. Hill.1988)/ 15 .1979) Inbar.com/2005/04/teori-teori-pengambilan-keputusan/ Dror (1968) (Brinckloe.1979). Siagian.1977).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful