P. 1
Peraturan Tentang Bank Syariah

Peraturan Tentang Bank Syariah

|Views: 130|Likes:
Published by Riza Ramadhani Elf
tulisan yang berisi peraturan tentang bank syariah di indonesia
tulisan yang berisi peraturan tentang bank syariah di indonesia

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Riza Ramadhani Elf on Jun 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/23/2013

pdf

text

original

Perbankan Syariah I

PERATURAN TENTANG BANK SYARIAH

DisusunOleh:

HUSNI RIDHO HARAHAP INTAN AZMI GUNESTI JA’FARUDDIN AHMAD PURBA JAMALUDDIN DALIMUNTE WINDA

Ekonomi Perbankan Syari’ah EPS-A Semester V

FAKULTAS SYARI’AH IAIN SUMATERA UTARA 2012

1

KATA PENGANTAR Puji dan Syukur penulis ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa berkat rahmat dan kasih sayang-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Penyusunan makalah yang berjudul : PERATURAN TENTANG BANK SYARIAH telah diupayakan seoptimal mungkin, namun ada pepatah mengatakan “Tak ada gading yang tak retak” mungkin makalah ini masih memiliki kekurangan dan kelemahan. Untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran konstruktif dari para pembaca. Pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. 2. 3. Bapak Ahmad Syakir, MA, selaku Dosen Mata Kuliah Perbankan Syariah I. Rekan kerja dalam pembuatan makalah ini. Rekan-rekan seperjuangan di IAIN-SU khususnya Kelas Ekonomi Perbankan Syariah Semester V, IAIN-SU. Kalau memang ada yang lebih indah dari kata terima kasih, penulis akan mempersembahkannya kepada semua pihak baik yang secara langsung maupun tidak langsung memberikan dukungan kepada penulis sejak awal penulisan hingga penyelesaian makalah ini. Demikianlah yang dapat penulis ucapkan pada pembukaan makalah ini, mudahmudahan makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Medan, 24 September 2012

Penulis

2

.............................................. Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test) Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah ..................................................................... 12 E... Produk Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah ....... 1 BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................................................................................................................................................................... 12 F..............DAFTAR ISI Kata Pengantar ............................ ii BAB I PENDAHULUAN ...................................................... 5 C............................................................................. 10 D................ 13 BAB III PENUTUP Rangkuman .......................... 16 3 ........................................................................................................................... 15 DAFTAR PUSTAKA ............................................Unsur-Unsur Syariah Dalam Peraturan ............................................... Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah ........ i Daftar Isi .................................................................................. 2 B............. Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/3/PBI/2009 Tentang Bank Umum Syariah ..................................... Landasan Hukum/Operasional Bank Syariah ...... 13 G.. 2 A............................................. Peran Dewan Syariah ...............................................................

yaitu Undang-undang No. 7 tahun 1992 Tentang Perbankan (Selanjutnya disebut UU. No. sejalan dengan yang dikemukakan oleh Muhammad Daud Ali dan Qadri Azizy. sebagai wujud dari positifisasi hukum Islam kedalam hukum nasional. Pernyataan ini didasarkan atas fakta bahwa pada tahun 1998 telah diundangkannya undang-undang yang diperlukan sebagai landasan hukum beroperasinya perbankan syariah. 1 Ir. 10 Tahun 1998). Perbankan Syariah Masa Depan. Di dalam Peraturan ini termasuk pula suatu yang spesifik bagi Perbankan Syariah. yang salah satunya adalah keinginan mengaplikasikan nilai-nilai ekonomi yang Islami melalui legislasi kedalam sistem hukum nasional telah memberi harapan yang menggembirakan. 6/24/PBI/2004). terutama Peraturan Bank Indonesia No. Dengan demikian hukum Islam telah menjadi bahan baku bagi hukum nasional.BAB I PENDAHULUAN Keinginan Umat Islam di Indonesia untuk menghindari riba dan melaksanakan transaksi perbankan sesuai syariah terasa mendapat tempat dan dukungan dari sisi perundangundangan. 6/24/PBI/2004 Tentang Bank Umum Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah (Selanjutnya disebut PBI No. hlm. telah menguraikan secara ringkas tentang kegiatan usaha yang sesuai dengan Prinsip Syariah. serta Unsur-unsur hukum Islam yang dikandung di dalam Hukum Perbankan Indonesia. Landasan hukum operasional Bank Syariah. yaitu terdapatnya Dewan Syariah yang berfungsi mengawasi pelaksanaan operasional Bank Syariah Usaha yang keras dari anak-anak bangsa untuk mewujudkan cita-cita hukum (rechtsidee) atau memeperjuangkan Ius Constituandum menjadi Ius Constitutum.1 Melalui makalah dengan judul “PERATURAN TENTANG BANK SYARIAH” ini akan diuraikan. Berbagai ketentuan yang bersifat peraturan pelaksanaan untuk mendukung operasional Bank Syariah. 31 4 . 10 tahun 1998 Tentang Perubahan Atas UU No. Iman Hilma dkk..

72 tahun 1992 tanggal 30 Oktober 1992 Tentang Bank Berdasarkan Prinsip Bagi hasil (pada makalah ini selanjutnya disebut PP No.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=h ttp%3A%2F%2Fwww. No.pdf&ei=NlNfUP64D4LwrQfT34EQ&usg=AFQjCNGB4C5dSBaFB_AhEOiNWXcN3fPHA&sig2=0xZ4g5jejXKQNf_AVoWsTg 5 . Sangat disyukuri bahwa ternyata tujuh bulan setelah diundangkannya UU. landasan hukum bagi berdirinya Bank Syariah adalah UU. No. Celah landasan hukum yang digunakan adalah Pasal 1 ayat 12. 7 tentang perbankan.BAB II PEMBAHASAN A. 7 tahun 1992. Selengkapnya UU.co. 7 tahun 1992 tentang Perbankan adalah sebagai respon atas kebutuhan landasan hukum yang lebih memadai bagi Bank Syariah yang pertama berdiri (BMI). membedakan antara hukum Inggris (Anglo-American Law / Common Law) dengan Roman Law. Pasal 1 ayat (1) PP ini menyebutkan bahwa: 2 http://www. atau 6 bulan setelah beroperasinya BMI. Landasan Hukum / Operasional Bank Syariah Tidak dapat dipungkiri bahwa lahirnya UU.google. landasan operasional Bank Syariah lebih dipertegas dengan terbitnya peraturan pelaksanaan dari Undang-undang No. Ketika Bank Muamalat Indonesia (BMI) didirikan.bi. No. imbalan atau pembagian hasil keuntungan”. yang telah memulai operasinya di Indonesia sejak tanggal 1 Mei 1992. Bagi negara Indonesia yang menganut Sistem Roman Law.id%2FNR%2Frdonlyres%2FC7402D01-A030-454A-BC759858774DF852%2F13313%2Fuu_bi_1099. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga. 7 Tahun 1992 pasal 1 ayat (12). yaitu PP No. 7 Tahun 1992 tentang Perbankan yang diundangkan pada tanggal 25 Maret 1992.go. No.2 Friedman. 72 tahun 1992). berbunyi sbb: “Kredit adalah penyediaan Uang atau Tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. 10 tahun 1998 yang diundangkan pada tanggal 10 November 1998 sebagai perubahan dari UU. No. maka kodifikasi hukum secara formal (positive) yang menegaskan kedudukan Bank Syariah di dalam tata hukum nasional adalah suatu keniscayaan. yang menyinggung bahwa Bank dapat memberikan pinjaman dengan sistem bagi hasil.

b.3 (2) Pengertian prinsip bagi hasil dalam penyediaan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) huruf b. karena tidak hanya lebih mempertegas kedudukan Perbankan Syariah. menetapkan imbalan sehubungan dengan kegiatan usaha lainnya yang lazim dilakukan oleh bank dengan prinsip bagi hasil. c. Peluang ini terbuka lebar dengan mulai diperkenankannnya Bank Umum untuk beroperasi secara dual system. menetapkan imbalan yang akan diterima sehubungan dengan penyediaan dana kepada masyarakat dalam bentuk pembiayaan baik untuk keperluan investasi maupun modal kerja. 10 tahun 1998 tanggal 10 November 1998 yang merupakan perubahan dari Undang-undang No 7 tahun 1992 tentang Perbankan. Kebolehan ini secara tegas didapati pada pada Pasal 1 ayat (3) yang mendefinisikan Bank Umum sebagai berikut: “Bank Umum adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.“Bank berdasarkan prinsip bagi hasil adalah bank umum atau bank perkreditan rakyat yang melakukan kegiatan usaka semata-mata berdasarkan prinsip bagi hasil. Kehadiran Undang-undang ini adalah lompatan yang sangat strategis dari sisi politik hukum. tetapi telah memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi pengembangan jaringan Perbankan Syariah. menetapkan imbalan yang akan diberikan kepada masyarakat sehubungan dengan penggunaan/pemanfaatan dana masyarakat yang dipercayakan kepadanya.”4 3 www. 72 sbb : (1) Prinsip bagi hasil sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 ayat (1) adalah prinsip bagi hasil berdasarkan syariah yang digunakan oleh bank berdasarkan prinsip bagi hasil dalam : a. No.” Lebih rinci lagi pada pasal 2 ayat (1) dan (2) PP No.hukumonline.com/pusatdata/download/lt4d05d63aa04c9/parent/lt4d05d5a9b3ab6 6 . Kedudukan Bank Syariah semakin mendapat tempat dengan diundangkannya UU. termasuk pula kegiatan usaha jual beli. yakni dapat beroperasi secara konvensional sekaligus beroperasi sesuai prinsip syariah.

Sebagaimana kaedah Fiqh yang menyebutkan apabila bercampur yang halal dengan yang haram. Kedudukan Dewan Pengawas Syariah. Bank Indonesia telah mengeluarkan Surat Keputusan No. Dewan Komisaris.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=http %3A%2F%2Fwww.Berbeda dengan ketentuan pada Bank Umum. Pembenaran terhadap Bank Umum untuk beroperasi secara dual system ini telah disambut baik disamping juga disambut dengan dengan kritik dari sebahagian cendekiawan muslim. Bank Indonesia menerbitkan pula Peraturan Bank Indonesia No.go. ‫اذااجتمع الحالل والحرام غلب الحرام‬ 4 http://www. 32/34/KEP/DIR tahun 1999 Tentang Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.google. khususnya untuk kepentingan Perbankan Syariah. Sejalan dengan bunyi pasal 1 ayat 3 UU No. maka akan menjadi haram. Perizinan.id%2Fassets%2Fdata%2Farsip%2Fuu-bank-101998. Peraturan pelaksanaan ini memuat antara lain ketentuan tentang Pendirian Bank.pdf&ei=JVRfUKPfKce4rAf--IBg&usg=AFQjCNG56OrNpbbDbahWJRblPO1Zuh2oNA&sig2=qAc4s1Xrz8COSzaWuhPZA 7 . 10 tahun 1998 yang memberi peluang kepada Bank Umum untuk melaksanakan kegiatan Konvensional sekaligus juga melaksanakan kegiatan operasional secara syariah. terrhadap Bank Perkreditan Rakyat tidak dibenarkan beroperasi secara dual system. 10 tahun 1998 ini. Kritikan yang disampaikan adalah terjadinya percampuran antara yang halal dengan yang haram didalam satu institusi Bank.co. Peraturan ini kemudian dicabut dan disempurnakan dengan Peraturan Bank Indonesia No 6/24/PBI/2004 tentang Bank Umum yang melaksanakan kegiatan usaha Berdasarkan Prinsip Syariah. Pada pasal 1 ayat (4) diatur sebagai berikut: “Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalulintas pembayaran.komisiinformasi. Kepemilikan. 4/1/PBI/2002 Tentang Perubahan Kegiatan Usaha Bank Umum Konvensional Menjadi Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah dan Pembukaan Kantor Bank Berdasarkan Prinsip Syariah Oleh Bank Umum Konvensional.” Sebagai peraturan pelaksanaan dari Undang-undang No. Direksi dan Peminpin Kantor Cabang dan Kegiatan Usaha.

B. menempatkan dan mengelola dana yang bersumber dari Kantor Cabang Syariah dan atau Unit Syariah. 10 Tahun 1998. adalah yang bersumber dari Fiqh Muamalat. 4/1/PBI/2002 memberikan batasan-batasan sbb: Pasal 11 (1) Bank yang akan melakukan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah wajib membentuk Unit Usaha Syariah di kantor pusat Bank. 5 www. b. Untuk beroperasi secara dual system ini Peraturan Bank Indonesia No.bi.id/biweb/utama/peraturan/pbi4001. menerima dan menatausahakan laporan keuangan dari Kantor Cabang Syariah dan atau Unit Syariah. mengingat untuk mendirikan bank baru disyaratkan adanya modal sebesar Rp 3 Triliyun.Namun demikian dari sisi politk hukum. (2) Unit Usaha Syariah sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) merupakan unit kerja di kantor pusat Bank yang berfungsi sebagai kantor induk dari Kantor Cabang Syariah dan atau Unit Syariah. Musyarakah. Unsur-Unsur Syariah Dalam Peraturan Unsur-Unsur Syariah pada Undang-Undang No. yang mempunyai tugas: a. c.5 Dari beberapa ketentuan diatas dapat dipahami bahwa Bank yang menerapkan dual system berkewajiban mengelola dan menatausahakan serta mengawasi unit syariahnya dengan sebaik-baiknya sehingga meskipun dalam instansi bank yang sama. maka ketentuan ini sangat strategis.go. pengelolaan dan administrasinya terpisah dengan semestinya. seperti. Mudharabah. Bay’ al-Murabahah. dan d.pdf 8 . mengatur dan mengawasi seluruh kegiatan Kantor Cabang Syariah dan atau Unit Syariah. melakukan kegiatan lain sebagai kantor induk dari Kantor Cabang Syariah dan atau Unit Syariah. terutama untuk mendorong percepatan pertambahan jaringan kantor bank syariah. antara yang konvensional dengan yang syariah.

H. 2. Hukum Islam merupakan bahan utama unsur utama hukum Nasional. Penegasan Prinsip Syariah sebagai Aturan Perjanjian Sesuai Hukum Islam Pasal 1 ayat 13 menguraikan Prinsip Syariah serta bentuk-bentuk kegiatan sesuai syariah sbb: 6 Muhammad Asro. Ayat 3 Bank Umum adalah Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan/atau berdasarkan Prinsip Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran. 132. 1. 10 tahun 1998 ini telah diakui bahwa bank dapat beroperasi dengan dengan Prinsip Syariah. 10 tahun 1998 ini penulis kelompokkan sebagai pengakuan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah dan Penegasan Prinsip Syariah sebagai Aturan Perjanjian Sesuai Hukum Islam. Ayat 4 Bank Perkreditan Rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannnya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.6 Unsur-unsur syariah didalam Undang-undang No. M. 9 . Dengan demikian hukum Islam telah dipergunakan sebagai bahan dalam pembentukan hukum nasional. hlm. Pengakuan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah Didalam Undang-Undang No. Fiqh Perbankan. disamping sistem konvensional yang sudah ada. Sejalan dengan Teori Eksistensi yang dikemukan oleh Ichtijanto bahwa hukum Islam ada dalam hukum nasional Indonesia.Ijarah dan Ijarah wa Iqtina’. dengan beberap bentuknya. sesuai bunyi pasal 1 ayat 3 dan 4.

32/34/KEP/DIR tahun 1999 Tentang Bank Umum Berdasarkan Prinsip Syariah.go.co. yaitu Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No.”7 Sesuai kedudukannya sebagai Undang-undang maka uraian yang ada didalamnya bersifat umum. Sejalan dengan Stuffen theori dari Kelsen. semakin abstrak dan umum sifat norma yang dikandungnya.id%2Fassets%2Fdata%2Farsip%2Fuu-bank-101998. Penjabaran atas undang-undang No. prinsip jual beli barang dengan memperoleh keuntungan (murabahah).komisiinformasi. Pasal 36 Bank wajib menerapkan prinsip syariah dan prinsip kehati-hatian dalam melakukan kegiatan usahanya yang meliputi: 7 http://www. Sebaliknya semakin rendah peringkatnya semakin nyata dan operasional sifat norma yang dikandungnya. atau kegiatan lainnya yang dinyatakan sesuai dengan syariah. antara lain pembiayaan berdasarkan prinsip bagi hasil (mudharabah). Semakin tinggi kedudukan hukum dalam peringkatnya. bahwa sistem hukum pada hakikatnya merupakan sistem hirarkis yang tersusun dari peringkat terendah hingga tertinggi. Hukum yang lebih rendah harus berdasar.google.“Prinsip Syariah adalah aturan perjanjian berdasarkan hukum Islam antara bank dan pihak lain untuk penyimpanan dana dan/atau pembiayaan kegiatan usaha. pembiayaan berdasarkan prinsip penyertaan modal (musyarakah). yang kemudian telah digantikan dengan Peraturan Bank Indonesia No. 6/24/PBI/2004 Tentang Bank Umum yang melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah.pdf&ei=JVRfUKPfKce4rAf--IBg&usg=AFQjCNG56OrNpbbDbahWJRblPO1Zuh2oNA&sig2=qAc4s1Xrz8COSzaWuhPZA 10 . Rincian kegiatan usaha Bank Umum Syariah diatur pada pasal 36 dan 37 seperti berikut ini. bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan hukum yang diatasnya. 10 tahun 1998 ini dituangkan dalam peraturan pelaksanaannya. ringkas dan suple. atau dengan adanya pilihan pemindahan kepemilikan atas barang yang disewa dari pihak lain (ijarah wa iqtina’).id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=http %3A%2F%2Fwww. atau pembiayaan barang modal berdasarkan prinsip sewa murni tanpa pilihan (ijarah).

m. g. 2. b) istishna. membeli surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh Pemerintah dan/atau Bank Indonesia. 2. b) prinsip pinjam meminjam berdasarkan akad qardh. k. 3. membeli. 4. prinsip jual beli berdasarkan akad antara lain: a) murabahah. 2. menerbitkan surat berharga berdasarkan prinsip syariah. menjual dan/atau menjamin atas risiko sendiri surat berharga pihak ketiga yang diterbitkan atas dasar transaksi nyata (underlying transaction) berdasarkan prinsip syariah. prinsip sewa menyewa berdasarkan akad antara lain: a) ijarah. 11 . melakukan penyaluran dana melalui : 1. melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan investasi. melakukan kegiatan penitipan termasuk penatausahaannya untuk kepentingan pihak lain berdasarkan suatu kontrak dengan prinsip wakalah. rahn. j. melakukan kegiatan usaha kartu debet. hawalah. h. 3. menyediakan tempat untuk menyimpan barang dan surat-surat berharga berdasarkan prinsip wadi’ah yad amanah. i. d. e. b. b) musyarakah. kafalah. giro berdasarkan prinsip wadi’ah. memberikan fasilitas letter of credit (L/C) berdasarkan prinsip syariah. prinsip bagi hasil berdasarkan akad antara lain: a) mudharabah. l. melakukan pemberian jasa pelayanan perbankan berdasarkan akad antara lain: 1. memindahkan uang untuk kepentingan sendiri dan/atau nasabah berdasarkan prinsip syariah. b) ijarah muntahiya bittamlik. charge card berdasarkan prinsip syariah. melakukan kegiatan wali amanat berdasarkan akad wakalah. n. wakalah. f. menerima pembayaran tagihan atas surat berharga yang diterbitkan dan melakukan perhitungan dengan atau antar pihak ketiga berdasarkan prinsip syariah. tabungan berdasarkan prinsip wadi’ah dan atau mudharabah. c. c) salam. memberikan fasilitas garansi bank berdasarkan prinsip syariah. antara lain: 1. deposito berjangka berdasarkan prinsip mudharabah.a. atau 3.

b. Pasal 37 (1) Selain melakukan kegiatan usaha sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36. hibah dan menyalurkannya sesuai syariah atas nama Bank atau lembaga amil zakat yang ditunjuk oleh pemerintah. melakukan kegiatan penyertaan modal sementara berdasarkan prinsip syariah untuk mengatasi akibat kegagalan pembiayaan dengan syarat harus menarik kembali penyertaannya dengan ketentuan sebagaimana ditetapkan oleh Bank Indonesia.8 Meskipun Peraturan Bank Indonesia No. infaq. modal ventura.pdf 12 . 6/24/PBI/2004 lebih merinci unsur-unsur syariah dalam operasional Perbankan. Bank dapat pula : a. Bagaimana standard prinsip syariah dapat dijalankan oleh perbankan syariah. perusahaan efek. bertindak sebagai pendiri dana pensiun dan pengurus dana pensiun berdasarkan prinsip syariah sesuai dengan ketentuan dalam perundang-undangan dana pensiun yang berlaku. dan d. Melakukan kegiatan dalam valuta asing berdasarkan akad sharf. melakukan kegiatan penyertaan modal pada bank atau perusahaan lain dibidang keuangan berdasarkan prinsip syariah seperti sewa guna usaha. shadaqah. 8 http://www. c. asuransi serta lembaga kliring penyelesaian dan penyimpanan.bi. namun Peraturan ini tidaklah melakukan kodifikasi sebagaimana pada kitab-kitab fiqh.go. Uraian yang ada sangat umum bahkan tidak memberikan definisi yang memadai terhadap jenis-jenis produk perbankan apalagi mencantumkan rukun dan syarat sebagaimana layaknya dalam literatur fiqh. waqaf. Pertanyaan yang timbul adalah. Bank syariah dalam melaksanakan fungsi sosial dapat bertindak sebagai penerima dana sosial antara lain dalam bentuk zakat.o. (2). melakukan kegiatan lain yang lazim dilakukan Bank sepanjang disetujui oleh Bank Indonesia dan mendapatkan fatwa Dewan Syariah Nasional.id/NR/rdonlyres/88691A1F-1599-4CAD-A852-550E2683C9FD/12266/pbi62404. jika pedoman dalam bentuk undang-undang tidak memberikan batasan yang memadai ? Pertanyaan ini akan terjawab dengan menelusuri peran Dewan Syariah pada Perbankan Syariah sebagaimana diuraikan pada bahasan berikut ini.

Dewan Syariah terbagi dua. 13 . diatur pada Peraturan Bank Indonesia No. Dengan adanya fungsi Dewan Syariah Nasional ini. adanya kedudukan Dewan Syariah. maka standardisasi prinsip syariah dapat diatur secara nasional melalui fatwa-fatwa Dewan Syariah Nasional. DPS menjadi bahagian yang independen dari organisasi suatu Bank Syariah dan berkedudukan di Kantor Pusat Bank.C. Pada Pasal 1 ayat 9 dan 10 Peraturan Bank Indonesia No. Peran Dewan Syariah Suatu hal yang spesifik bagi perbankan syariah adalah. Namun demikian DPS tidak berwenang mengeluarkan fatwa dan tidak dibenarkan merekomendasikan pemasaran produk maupun jasa yang belum difatwakan DSN. 6/24/PBI/2004 Tentang Bank Umum yang melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah yang merupakan pengganti dari Surat Keputusan Direksi Bank Indonesia No. untuk menangani masalah-masalah yang berhubungan dengan aktifitas lembaga keuangan syariah. 6/24/PBI/2004 diatur sbb: Pasal 1 ayat 9 Dewan Syariah Nasional adalah dewan yang dibentuk oleh Majelis Ulama Indonesia yang bertugas dan memiliki kewenangan untuk menetapkan fatwa tentang produk dan jasa dalam kegiatan usaha bank yang melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah. Dewan Syariah yang bertugas di kantor pusat Bank dengan nama “Dewan Pengawas Syariah” (DPS). DPS berfungsi mengawasi kegiatan usaha Bank agar sesuai dengan syariah. Dewan Syariah Nasional sebagai lembaga yang dibentuk oleh Majlis Ulama Indonesia (MUI). Kedudukan DSN maupun DPS ini. pertama. Kedua.[9] Selanjutnya masing-masing DPS di kantor Banknya masing-masing akan mengawasi pelaksanaan sesuai pedoman yang disusun didalam fatwa. Disamping itu DPS akan menangani permasalah syariah yang timbul didalam internal Bank maupun hubungannya dengan nasabah Bank. Dalam pelaksanaan tugasnya mengawasi pelaksanaan operasional sesuai syariah DPS tunduk kepada Fatwa-fatwa yang disusun Dewan Syariah Nasional. 32/34/KEP/DIR tahun 1999.

Dewan Syariah Nasional dan Bank Indonesia. Komisaris. e. maka berbagai hal yang timbul dapat segera dicarikan pemecahannya melalui rapat DSN yang tidak melibatkan protokoler sebagaimana yang terjadi pada lembaga legislative. wewenang dan tanggung jawab Dewan Pengawas Syariah antara lain meliputi: a. memberikan opini dari aspek syariah terhadap pelaksanaan operasional Bank secara keseluruhan dalam laporan publikasi Bank. menyampaikan laporan hasil pengawasan syariah sekurangkurangnya setiap 6 (enam) bulan kepada Direksi. maka perbankan menjadi sangat terikat dengan ketentuan yang ada dan sukar bergerak cepat mengikuti dinamika yang ada pada sektor keuangan. c. Menurut hemat penulis adanya lembaga Dewan Syariah yang berperan mengawasi Perbankan Syariah dan menerbitkan fatwa-fatwa yang dibutuhkan dalam kaitan dengan operasional Bank adalah sangat bijaksana. memastikan dan mengawasi kesesuaian kegiatan operasional Bank terhadap fatwa yang dikeluarkan oleh DSN. dan produk yang dikeluarkan Bank. d. menilai aspek syariah terhadap pedoman operasional. Dengan adanya DSN. b.Pasal 1 ayat 10 Dewan Pengawas Syariah adalah dewan yang melakukan pengawasan terhadap prinsip syariah dalam kegiatan usaha Bank. Pasal 27 (1) Tugas. Dapat dibayangkan apabila berbagai ketentuan produk fiqh dituangkan dalam Undang-undang maupun peraturan pelaksanaannya secara terperinci. mengkaji produk dan jasa baru yang belum ada fatwa untuk dimintakan fatwa kepada DSN. 14 .

sebagaimana yang tertuang pada pasal 1 ayat (5) : “Produk Bank.000. adalah produk yang dikeluarkan Bank baik di sisi penghimpunan dana maupun penyaluran dana serta pelayanan jasa Bank yang sesuai dengan Prinsip Syariah.00 (satu triliun rupiah). 9 www. sebagai berikut Pasal 4 (1) Bank hanya dapat didirikan dan melakukan kegiatan usaha setelah memperoleh izin Bank Indonesia. yang selanjutnya disebut Produk. tidak termasuk produk lembaga keuangan bukan Bank yang dipasarkan oleh Bank sebagai agen pemasaran.google.”9 E.id/NR/rdonlyres/38C46901-D5AD-43CD-9B84-5EF9C1C7C970/14995/pbi_102808r. yaitu persetujuan untuk melakukan persiapan pendirian Bank. izin usaha.bi.go.D.000. Pasal 5 Modal disetor untuk mendirikan Bank ditetapkan paling kurang 10 sebesar Rp1.id%2FNR%2Frdonlyres%2F3C107BDC-BDF8-4122-AC0910 15 .id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&ved=0CCAQFjAA&url=htt p%3A%2F%2Fwww. Bank Indonesia telah mengeluarkan Peraturan yang terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 3 /PBI/2009 Tentang Bank Umum Syariah. pasal 4 ayat (1) dan (2) serta pasal 5.000. yaitu izin yang diberikan untuk melakukan kegiatan usaha Bank setelah persiapan sebagaimana dimaksud dalam huruf a selesai dilakukan. Produk Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah Produk dari Bank Syariah maupun Unit Usaha Syariah tercantum dalam PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/17/PBI/2008 TENTANG PRODUK BANK SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH.co. (2) Pemberian izin sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam 2 (dua) tahap: a.000.pdf http://www.go. persetujuan prinsip.bi. Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 3 /PBI/2009 Tentang Bank Umum Syariah Berkaitan dengan pendirian Bank Umum Syariah. dan b.

pengawasan aktif Dewan Komisaris. Direksi. Penerapan Manajemen Risiko Bagi Bank Umum Syariah dan Unit Usaha Syariah Ketentuan tentang manajemen risiko bagi bank umum syariah dan unit usaha syariah telah dituangkan oleh Bank Indonesia dalam PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/23/PBI/2011. (2) Penerapan Manajemen Risiko sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk BUS dilakukan secara individual maupun konsolidasi dengan Perusahaan Anak.google. (3) Penerapan Manajemen Risiko sebagaimana dimaksud pada ayat (1) untuk UUS dilakukan terhadap seluruh kegiatan usaha UUS. kecukupan proses identifikasi. c. Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Tet) Bank Syariah dan Unit Usaha Syariah Di sini penulis menambahkan sebuah informasi terbaru dari Bank Indonesia tentang Bank Syariah. yaitu PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 14/ 6 /PBI/2012 1122ED493DB5%2F15413%2Fpbi_110109final. Sebagaimana hal ini tertuang dalam pasal 2 dan 3 : Pasal 2 (1) Bank wajib menerapkan Manajemen Risiko secara efektif.php%3Foption%3Dcom_phocadownload%26view%3Dcategory%26downlo ad%3D16%3Apbi110309-bank-umum-syariah%26id%3D5%3Abankindonesia%26Itemid%3D63&ei=W1xfUMblIo6HrAf1goCgBg&usg=AFQjCNEEKUjwQgfoUnzHM9DJ8nA3OTXSCA &sig2=KLyC54UZMQUFOGwnFzdGlw 16 . kecukupan kebijakan. sistem pengendalian intern yang menyeluruh11 E. prosedur. pengukuran. dan penetapan limit Manajemen Risiko.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&ved=0CEAQFjAE&url=http %3A%2F%2Fasbanda. yang merupakan satu kesatuan dengan penerapan Manajemen Risiko pada BUK. b. dan d. dan pengendalian Risiko serta sistem informasi Manajemen Risiko.pdf&ei=7F1fUO6xAoe4rAex9IDoBw&usg=AFQjCNHKV0PMBAsR L7hb-uc9CgCMZ6bjzA&sig2=Wj6-sweoQdl316CboC1OSg 11 http://www. Pasal 3 Penerapan Manajemen Risiko sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) paling kurang mencakup: a.com%2Findex.F.co. dan Dewan Pengawas Syariah. pemantauan.

go.pdf&ei=m15fUOLGEMPprQeax4HIAw&usg=AFQjCNE4Qm35pYqA7F1 pKb53BGR5Cuao5Q&sig2=lu2Y0x3i8nHxqADhMJlO1g 17 . UUS. dan calon anggota Direksi Bank Syariah. Direktur UUS dan Pejabat Eksekutif UUS.TENTANG UJI KEMAMPUAN DAN KEPATUTAN (FIT AND PROPER TEST) BANK SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH.12 12 http://www.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&ved=0CFcQFjAI&url=http %3A%2F%2Fm. yang diindikasikan terlibat atau bertanggung jawab terhadap perbuatan atau tindakan yang sedang dalam proses uji kemampuan dan kepatutan pada Bank Syariah. c. dan calon Direktur UUS.google. yaitu Pasal 3 Uji kemampuan dan kepatutan dilakukan oleh Bank Indonesia terhadap: a. Uji kemampuan ini terdapat dalam pasal 3. Peraturan ini baru saja dikeluarkan pada tanggal 14 Juni 2012. serta calon pemimpin Kantor Perwakilan Bank Asing.bi.co. calon anggota Dewan Komisaris. calon PSP.id%2FNR%2Frdonlyres%2FF5FA59C3-97CC-4CD5-8C37072B46C1A585%2F26396%2Fpbi_14613. pihak yang sudah tidak menjadi atau sudah tidak menjabat sebagai pihak sebagaimana dimaksud pada huruf b. b. anggota Dewan Komisaris. anggota Direksi dan Pejabat Eksekutif Bank Syariah. serta pemimpin Kantor Perwakilan Bank Asing. PSP. atau Kantor Perwakilan Bank Asing.

Berkaitan dengan pendirian Bank Umum Syariah. 4. 7 Tahun 1992 pasal 1 ayat (12). DPS menjadi bahagian yang independen dari organisasi suatu Bank Syariah dan berkedudukan di Kantor Pusat Bank. Bay’ al-Murabahah. adalah yang bersumber dari Fiqh Muamalat. Bank dapat memberikan pinjaman dengan sistem bagi hasil. Ijarah dan Ijarah wa Iqtina’. seperti. berbunyi sbb: “Kredit adalah penyediaan Uang atau Tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu. Ketentuan tentang manajemen risiko bagi bank umum syariah dan unit usaha syariah telah dituangkan oleh Bank Indonesia dalam PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR 13/23/PBI/2011. Bank Indonesia telah mengeluarkan Peraturan yang terdapat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/ 3 /PBI/2009 Tentang Bank Umum Syariah. Unsur-Unsur Syariah pada Undang-Undang No. sebagaimana yang tertuang pada pasal 1 ayat (5) 5. No. Sebagaimana hal ini tertuang dalam pasal 2 dan 3 18 .BAB III PENUTUP Rangkuman 1. Produk dari Bank Syariah maupun Unit Usaha Syariah tercantum dalam PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 10/17/PBI/2008 TENTANG PRODUK BANK SYARIAH DAN UNIT USAHA SYARIAH. Selengkapnya UU. pasal 4 ayat (1) dan (2) serta pasal 5 6. imbalan atau pembagian hasil keuntungan” 2. Mudharabah. Musyarakah. Dengan demikian hukum Islam telah dipergunakan sebagai bahan dalam pembentukan hukum nasional sebagai bahan dan unsur utama hukum Nasional. DPS berfungsi mengawasi kegiatan usaha Bank agar sesuai dengan syariah. 10 Tahun 1998. 3. berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah bunga.

(Jakarta: Gema Insani. Syakir. Sistem Moneter dan Perbankan di Indonesia. (Jakarta: Sinar Grafika. Ir. Huala. (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama. 2004). (Jakarta: Salemba Empat. Fiqh Muamalah. Problem dan Prospek Perkembangan di Indonesia. Iman. Fiqh Muamalah. 2010). 2005) Rodoni. (Jakarta: FEUI. 2003) Judisseno. Mandala. (Yogyakarta: Graha Ilmu. Bank dan Lembaga Keuangan Syari’ah. 2001). Muhammad. Muhammad. Fiqh Muamalah (Bandung: Pustaka Setia. (Medan: Kalangan Sendiri. Perbankan Syariah Masa Depan. Diktat Perbankan Syari’ah. Akad dan Produk Bank Syari’ah (Jakarta: Raja Grafindo Persada. M.. dan Ekonomi Moneter.H. 2011). MA. Soemitra. Syafi’I. Muhammad. Adiwarman. (Jakarta: Kencana. (Jakarta: Senayan Abadi Publishing. Manurung. 2011). Jakarta: Rajawali Pers. 2005) Karim. 2002). Bank Syari’ah dari teori ke praktik. Rimsky K. Hilman dkk. (Jakarta: Zikrul Media Intelektual. Ascarya. Hasan. A. M Ali. Ahmad. 2004) M. DR. 2007). Hukum Penyelesaian Sengketa. Syafei. (Jakarta: Raja Grafindo Persada. Berbagai Macam Transaksi dalam Islam. Lembaga Keuangan Syari’ah. 2001). (Bandung: Pustaka Setia. Hendi. Prof. Antonio. cetakan 1. Suhendi.DAFTAR PUSTAKA Adolf. 2009).A. Fiqh Perbankan. Prof. Sri dkk. 2008). Ahmad.. DR. H. Bank Islam Analisis Fiqh dan Keuangan. Dasar-dasar Ekonomi Islam. Andri. Perbankan. 2000) 19 . Asro. Susilo. Bank Syariah. Y. Rachmat. (Jakarta: Rajawali Press. Uang. Ir. 2003).

2006).id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&cad=rja&v ed=0CCsQFjAB&url=http%3A%2F%2Fm. (Bandung: PT.com/pusatdata/download/lt4d05d63aa04c9/parent/lt4d05d5a9b3ab 6 www.bi.google.id%2FNR%2Frdonlyres%2 FC7402D01-A030-454A-BC759858774DF852%2F13313%2Fuu_bi_1099.co. 1994 http://www.pdf&ei=W1xfUMblIo6HrAf1goCgBg &usg=AFQjCNE4Qm35pYqA7F1pKb53BGR5Cuao5Q&sig2=TaUMft1sn0_72n 01ycZ6oQ 20 . Rachmadi.co. (Jakarta: Agung Persada Press. Kompilasi Perundang-undangan tentang Ekonomi Syariah.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&v ed=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.pdf http://www. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syari’ah Usman.go. Aspek-aspek Hukum Perbankan Islam Di Indonesia.pdf http://www.bi.pdf&ei=JVRfUKPfKce4rAf-IBg&usg=AFQjCNG56OrNpbbDbahWJRblPO1Zuh2oNA&sig2=qAc4s1Xrz8COSzaWuhPZA (uu no 10 1998) www.Citra Aditya Bakti.pdf&ei=NlNfUP64D4LwrQfT34EQ &usg=AFQjCNGB4C5dSBaFB_AhEOiNWXcN3fPHA&sig2=0xZ4g5jejXKQNf_AVoWsTg (uu no 7 1992) http://www.bi.hukumonline.id/NR/rdonlyres/88691A1F-1599-4CAD A852550E2683C9FD/12266/pbi62404.co. Yafie.go.go.id/biweb/utama/peraturan/pbi4001.google.Tim Manajemen.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&v ed=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.google.komisiinformasi.bi.id%2Fassets %2Fdata%2Farsip%2Fuu-bank-10-1998. 2008). Ali.go.go. Menggagas Fiqh Sosial.id%2FNR%2Frdonlyres%2FF5 FA59C3-97CC-4CD5-8C37072B46C1A585%2F26396%2Fpbi_14613. (Mizan Bandung.

bi.google.id/web/id/Peraturan/Perbankan/pbi_110309.go.go.bi.id/NR/rdonlyres/38C46901-D5AD-43CD-9B845EF9C1C7C970/14995/pbi_102808r.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=1&cad=rja&v ed=0CCAQFjAA&url=http%3A%2F%2Fwww.pdf http://www.id%2FNR%2Frdonlyres%2FF5F A59C3-97CC-4CD5-8C37072B46C1A585%2F26396%2Fpbi_14613.co.pdf&ei=m15fUOLGEMPprQeax4HI Aw&usg=AFQjCNE4Qm35pYqA7F1pKb53BGR5Cuao5Q&sig2=lu2Y0x3i8nH xqADhMJlO1g http://www.co.co.php%3Foption %3Dcom_phocadownload%26view%3Dcategory%26download%3D16%3Apbi1 10309-bank-umum-syariah%26id%3D5%3Abankindonesia%26Itemid%3D63&ei=W1xfUMblIo6HrAf1goCgBg&usg=AFQjCNE EKUjwQgfoUnzHM9DJ8nA3OTXSCA&sig2=KLyC54UZMQUFOGwnFzdGlw www.com%2Findex.bi.pdf&ei=7F1fUO6xAoe4rAex9I DoBw&usg=AFQjCNHKV0PMBAsRL7hb-uc9CgCMZ6bjzA&sig2=Wj6sweoQdl316CboC1OSg http://www.bi.http://www.go.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=5&cad=rja&v ed=0CEAQFjAE&url=http%3A%2F%2Fasbanda.google.id%2FNR%2Frdonlyres%2 F3C107BDC-BDF8-4122-AC091122ED493DB5%2F15413%2Fpbi_110109final.htm 21 .go.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=9&cad=rja&v ed=0CFcQFjAI&url=http%3A%2F%2Fm.google.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->