Louis XIV dari Perancis

Lukisan Louis XIV dari Perancis oleh Hyacinthe Rigaud (1701) Louis XIV (bahasa Perancis: Louis-Dieudonné; lahir 5 September 1638 – meninggal 1 September 1715 pada umur 76 tahun) adalah raja Perancis dan Navarre yang dinobatkan pada 14 Mei 1643 dalam usia lima tahun. Ia baru mulai berkuasa penuh sejak wafatnya menteri utamanya (Perancis: Premier Ministre), Jules Cardinal Mazarin pada tahun 1661. Louis XIV dijuluki juga sebagai Raja Matahari (Perancis: Le Roi Soleil) atau Louis yang Agung (Perancis: Louis le Grand, atau Le Grand Monarque). Ia memerintah Perancis selama 72 tahun, masa kekuasaan terlama monarki di Perancis dan Eropa. Louis XIV meningkatkan kekuasaan Perancis di Eropa melalui tiga peperangan besar: Perang Perancis-Belanda (bahasa Inggris: 'Franco-Dutch War'), Perang Aliansi Besar (Inggris: War of the Grand Alliance), dan Perang Suksesi Spanyol (Inggris: War of the Spanish Succession) antara 1701 - 1714. Louis XIV berhasil menerapkan absolutisme dan negara terpusat. Ungkapan "L'État, c'est moi" ("Negara adalah saya") sering dianggap berasal dari dirinya, walaupun ahli sejarah berpendapat hal ini tak tepat dan kemungkinan besar ditiupkan oleh lawan politiknya sebagai perwujudan stereotipe absolutisme yang dia anut. Seorang penulis Perancis, Louis de Rouvroy, bahkan mengaku bahwa ia mendengar Louis XIV berkata sebelum ajalnya: "Je m'en vais, mais l'État demeurera toujours" ("saya akan pergi, tapi negara akan tetap ada").

Louis XIV (Louis-Dieudonné de France) menjadi Raja Perancis pada usia 4 tahun. Hal ini terjadi karena ayahnya, Louis XIII, meninggal dunia. Namun tentu saja, pada usia tersebut, Louis XIV belum bisa berkuasa penuh. Ia baru bisa memegang kendali utama negara pada usia 23 tahun (tahun 1661), ketika menteri utamanya wafat. Selama hidupnya, Louis XIV dijuluki Le Roi Soleil (Raja Matahari), Louis le Grand, dan Le Grand Monarque (Louis yang Agung). Ia bisa meningkatkan kekuasaan Perancis di Eropa melalui tiga peperangan besar: Perang Inggris versus Belanda (1672-1678), Perang Aliansi Besar (1688-1697), dan Perang Suksesi Spanyol (1701-1714). Prinsip pemerintah Louis XIV adalah kekuasaan terpusat (absolut). Konon, ungkapan "L'État, c'est moi" ("Negara adalah saya") berasal dari dirinya. Louis XIV meninggal pada 1 September 1715 di Istana Versailles karena gangren (luka yang terinfeksi, disertai dengan kematian jaringan tubuh), beberapa hari sebelum berulang tahun ke77. Seorang penulis Perancis, Louis de Rouvroy, mengaku mendengar Louis XIV berkata, "Je m'en vais, mais l'État demeurera toujours," ("Saya akan pergi, tapi negara akan tetap ada") sebelum meninggal.

Masa Pemerintahan  Awal pemerintahan (1643-1661) didominasi oleh Kardinal Mazarin  Pertengahan (1661-1685) Louis memerintah sesuai dengan kehendaknya dan menerapkan metode-metode baru sesuai dengan ketentuan monarki absolut  Akhir Pemerintahan (1685-1715) Timbul banyak permasalahan  Metode-metode baru yang diterapkan Louis XIV  Pertemuan pemerintahan yang dilaksanakan setiap minggu  Menetapkan 4 menteri utama dalam bidang keuangan.  Louis XIV memerintah secara monarki absolut dengan semboyan “L’état. bukan keturunan  Les intendants ditunjuk oleh Louis XIV untuk memerintah 36 generalités .  Menjadi pewaris tahta kerajaan pada usia 4 tahun 8 bulan yaitu pada tanggal 14 Mei 1643.  Masa pemerintahan Louis XIV adalah pemerintahan terlama sepanjang sejarah Eropa yaitu 72 tahun dari tahun 1643 – 1715. c’est moi”  Louis XIV menikahi putri raja Philippe IV. dan 18 hari. BIOGRAFI  Lahir pada tanggal 5 September 1638 dari pasangan Louis XIII dan Anne of Austria setelah menanti selama 22 tahun. Louis XIV memerintah negaranya selama 72 tahun. dan kelautan  Menteri-menteri dipilih berdasarkan kemampuan.  Louis XIV wafat 1 September pada tahun 1715 saat berusia 77 tahun. Marie Thérèse (sesuai perjanjian perdamaian Pyrénée tahun 1695).Kalau dihitung-hitung. Inilah masa kekuasaan terlama yang pernah dipegang oleh sebuah pemimpin negara monarki di Eropa. selama hidupnya. 3 bulan. pekerjaan umum. pertahanan.

dalam kekuasaan Louis XV dan Louis XVI. Louis XIV memindahkan pusat pemerintahan dari Paris ke Versailles karena:  Louis XIV merasa tidak aman di Paris  Banyak pemberontakan di dalam istana di Paris yang membuat dia tidak suka dan trauma dengan kota itu  Masa kejayaan Di bawah kekuasaan Louis XIV:  Prancis lebih dihargai di mata dunia  Prancis menjadi lebih modern dengan sistem pemerintahan yang efektif  Prancis menerapkan dan mempraktikan teori-teori politik  Masa keemasan bagi kebudayaan Prancis Versailles  Louis XIII membangun Versailles sebagai tempat singgah untuk berburu yang kemudian diperbesar menjadi pusat pemerintahan oleh Louis XIV. Fontainebleau  Kastil yang merupakan gambaran tingkah-tingkah arogan dari keberagaman raja yang pernah berkuasa sehingga meyebabkan bentuk bangunan yang berbeda setiap dibangun. Kastil ini kemudian menjadi tempat tinggal sejak abad ke-18. Louis Philippe membuat kastil tersebut menjadi museum yang menggambarkan masa-masa kejayaan dalam sejarah Prancis. Hari-hari pertama revolusi Prancis tahun 1837.  Louis XIII membangun Versailles sebagai tempat singgah untuk berburu yang kemudian diperbesar menjadi pusat pemerintahan oleh Louis XIV. dalam kekuasaan Louis XV dan Louis XVI. Keluarga kerajaan dan pemerintahan memutuskan keluar dari Versailles pada tanggal 6 Oktober 1789. Keluarga kerajaan dan pemerintahan memutuskan keluar dari Versailles pada tanggal 6 Oktober 1789. Hari-hari pertama revolusi Prancis tahun 1837. Louis Philippe membuat kastil tersebut menjadi museum yang menggambarkan masa-masa kejayaan dalam sejarah Prancis. Kastil ini kemudian menjadi tempat tinggal sejak abad ke-18. .

 Saint louis ingin mendirikan sebuah biara. Istri dari Raja Charles VI (1380-1422) mendirikan konstruksi penting untuk Fontainebleau pada saat itu. sebuah menara utama berbentuk persegi dengan dikelilingi empat menara kecil. dan taman dengan gaya Renaissance. ketika kembali dari tempat pengasingan di Spanyol.  Francois I. tetapi pembangunan Fontainebleau tetap berlangsung dan sebuah teater yang menarik pun dibangun. dan Anne of Austria menata kembali Fontainebleau dengan mempekerjakan Simon Vouet untuk membuat dekorasinya. tempat tinggal kerajaan di château de Compiègne.  Dalam masa perang agama. tetapi dia tetap membangun Fontainebleau.  Louis XIV menetap di Saint-Germain sebelum menjalankan pemerintahannya di Versailles. .  Isabeau of Bavaria.  Louis XV mempekerjakan arsitek kerajaan. setelah tahun 1527. Dengan jatuhnya Napoleon III. Fontainebleau awalnya sebuah hutan yang diharapkan untuk dijadikan lokasi tempat tinggal dengan didirikan benteng.  Selama masa kerajaan kedua. mengambil alih pembangunan istana. istana mewah yang dipenuhi dengan karya seni ini menjadi tempat idaman.  Louis XIII lebih senang tinggal di Saint-Germain. Pembangunan ini merupakan pembangunan Fontainebleau yang terakhir. dan pelukis seperti Boucher dan Van Loo  Napoleon mengambil barang-barang yang ada di Fontainebleau untuk dipindahkan ke Bourbons dan membuat Bourbons menjadi tempat tinggal yang layak. tetapi dia menambah ruangan-ruangan.  Louis-Philippe memutuskan untuk kembali ke Versailles. kemudian ke Marly. era kerajaan dan penataan Fontainebleau berakhir. Gabriel. kanal. Pada tahun 1137 menjadi tempat tinggal kerajaan. galeri.  Henri IV menetapkan istana ini sebagai tempat tinggal favoritnya. Dia tetap mempertahankan bangunan asli yang menggunakan model abad pertengahan.

Mayer Rothschild mengundang 12 orang Yahudi yang cukup terpandang dan memiliki jabatan ke kediamannya di Judenstrasse. Theodore Hertzl pada kongres Zionisme internasional pertama di Bassel. utang menumpuk. Selain itu pada malam yang sama. Peran Rothschild dan para bankir Yahudi memang cukup besar. Memang pada saat-saat tersebut. dan dikemudian hari disahkan tahun 1897 setelah sebelumnya pernah diperbaharui oleh penggagas Zionisme. Isu terbaru muncul di Indonesia sendiri. keadaan sosial masyarakat Perancis sebagaimana situasi sosial negara-negara Eropa lainnya tengah “ideal” sebagai arena dikobarkannya sebuah revolusi. namun karena peran Rothschild. perencanaan penguasaan dunia dianggap lebih terencana dan terstruktur dengan cukup baik. dia menyebutkan : .” Adapun Sir Walter Scott juga menjelaskan situasi menjelang revolusi nyaris seperti bangsa Indonesia pada rezim sekarang. industri yang macet karena minimnya modal dan ancaman kelaparan terus menghantui rakyat Perancis. “mereka menguasai sebagian stok emas dan perak dunia hingga mampu membuat seluruh Eropa menjadi debitur mereka. Namun menu utama pertemuan malam itu adalah rencana mengobarkan Revolusi Perancis sebagai bagian dari konspirasi mereka. Rencana terhadap Inggris sudah dijalankan sebagian hanya tinggal beberapa aspek perlu dipercepat agar masyarakat tidak memiliki banyak waktu untuk berpikir bahwa mereka sedang dikendalikan. pengangguran membanjir karena lapangan pekerjaan yang nyaris langka. Pada tahun 1773 bisa disebut salah satu tonggak awal penyebaran pengaruh Yahudi secara massif ke seluruh dunia. Merekalah yang terus memberikan pinjaman hutang hingga akhirnya perekonomian mereka nyaris lumpuh akibat beban hutang yang ada. Perekonomian yang lesu. Sir Walter Scott mengatakan. khususnya Perancis. Namun perihal bergabungnya Rothschild dengan Bakrie akan dibahas dalam artikel selanjutnya. Malam itu mereka membahas mengenai rencana konspirasi selanjutnya terhadap Inggris dan Perancis. Swiss. Nathaniel Rothschild berhasil melakukan deal dengan salah satu perusahaan milik Aburizal Bakrie perihal kesepakatan bekerjasama bisnis batubara. Mayer Rothschild sempat membacakan rancangan 24 butir grand strategi menguasai dunia yang dikenal sebagai Protocols of Learned Elder Zion.Rothschild : Revolusi Perancis Dinasti Rothschild dari awal berdirinya hingga hari ini terus menancapkan pengaruhnya ke seluruh dunia. Frankfurt. meskipun sebelum tahun tersebut Yahudi sudah menggencarkan pengaruhnya. Pada suatu malam di tahun 1773. Seorang penulis asal Skotlandia dalam novelnya yang berjudul Life of Napoleon. beberapa minggu lalu salah seorang anggota keluarga Rothschild.

Sri Mulyani yang mendapat beberapa perlakuan dan penghargaan istimewa dari IMF : pernah menjadi menteri keuangan terbaik Asia Tenggara dan terakhir dijadikan salah satu Executive Director IMF sekaligus diamankan dari cengkraman pengadilan atas kasus Bank Century yang dilakukannya.000 orang. datangnya berita tersebut amat menyakiti hati rakyat Perancis. bangswan dan pemerintah. seorang pelacur yang memang wajah dan dandanannya mirip dengan ratu telah menunggu sang kardinal. Tentu saja dengan keadaan ekonomi dan sosial yang sangat terpuruk. sehingga otomatis rakyat secara luas membenci pemerintah mereka sendiri. para penggagas revolusi baik yang berada dalam perkumpulan Freemason.” Keadaan yang sama bila mengingat satu nama. Dengan terus menerusnya pemberian hutang berbunga serta berbagai hak-hak penjaminnya. Seakan terbius. Illuminati ataupun masyarakat biasa. Namun melalui corong media yang dikuasainya. waktu dan materi untuk memenuhi slogan tersebut sekali lagi agar nasib mereka berubah lebih baik. Jerman. ada kurang lebih 2000 loji (klub freemason) di seluruh Perancis dengan anggota lebih dari 100. persaudaraan dan persamaan yang berlebihan diantara sesamanya. Adam Weishaupt. Tentu disamping itu peran organisasi rahasia semacam Illuminati dan Freemasonry juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Slogan yang sungguh sangat diamini nyaris seluruh rakyat Perancis di seantero negeri. Di lokasi pertemuan. Beberapa bulan sebelum revolusi meletus.000 poundsterling atas nama Ratu. Slogan maut yang dikumandangkan para konspirator tentunya adalah : Liberte. Franfurt. . Illuminati berhasil menginfiltrasi masyarakat Perancis. Dan atas bantuan Freemasonry. mendirikan Illuminati tahun 1782 di kota yang sama. setelah dipilih oleh Mayer Rothschild dalam pertemuan tahun 1773 untuk memuluskan rencana revolusi. terus menghembuskan berbagai slogan dan motto yang muluk-muluk untuk merubah nasib mereka. Dalam surat kaleng tersebut tertulis ratu ingin bertemu di Palais Royal untuk meminta nasehat perihal masalah kalung tersebut. mereka rela mengorbankan tenaga.“Para pejabat keuangan yang sengaja membuat bangkrut negara itu mendapat perlakuan istimewa dari para bankir yang memenuhi nafsu tamak mereka dengan satu tangan dan kehancuran di tangan lainnya. Skenario awal adalah pemesanan sebuah kalung berlian senilai 250. Agar masyarakat semakin membenci ratu. Sepucuk surat yang ditulis atas nama ratu dikirimkan kepada Cardinal Prince de Rohan. pertemuan itu tersebar luas ke seluruh negeri dan semakin membuat ratu tersudut yang pada akhirnya mengantarkan nyawanya di tangan sang algojo ketika revolusi mencapai titik puncaknya dan tidak lagi terkendali. Persaudaraan dan Persamaan). Namun tiga slogan tersebut sesungguhnya hanya ilusi belaka dan bahkan orang-orang Yahudi pun sama sekali tidak mengamalkan baik itu kebebasan. direncakan skenario konspirasi selanjutnya. seluruh keuangan negara Perancis terjerumus kedalam kehancuran. Tentunya karena banyaknya wartawan. Merekalah sebetulnya penggerak dan kekuatan utama mencanangkan revolusi meski sebagian besra dari mereka tidak mengetahui untuk apa mereka ada di klub tersebut. Fraternite dan Egalite (Kemerdekaan. Sebagai langkah nyata adalah penggerakan opini kebencian masyarakat terhadap Ratu Maria Antoniete sebagai bagian konspirasi. sekaligus menjelek-jelekkan dan melemparkan semua kesalahan kepada orang-orang kaya.

Salah satu tokoh penggerak revolusi tersebut. merekapun harus meregang nyawa akibat dibunuh para konspirator. illuminati. pemerintahan Perancis seolah lumpuh karena dipimpin oleh orang-orang yang bisa disebut orang gila. Marquis de Mirabeau yang pada awalnya didukung para konspirator. akhirnya mereka berhasil meracuni Mirabeau dan sebagaimana kelicikan dan kelihaian siasat Yahudi.” Namun sehari sebelum Robespierre dieksekusi. penyembah berhala. Namun yang pasti aku ingin meyakinkan kalian semua. Munculah nama Danton dan Robespierre yang sebelumnya terkenal sebagai algojo pemenggal kepala orang-orang yang dianggap tidak sejalan ide revolusi. Hal ini memang adalah salah satu bagian Protokol Zion pasal 15 : “Kita akan membunuh para anggota Mason dengan cara sedemikian rupa sehingga tidak ada seorang pun yang mencurigai pembunuhan itu. yang juga seorang anggota Freemason. kerusuhan dan penjarahan merebak di seantero Perancis. aku juga tidak kuasa membuka tirai misteri yang menutupi jatidiri kelompok ini. aku percaya sepenuhnya. Penyerbuan penjara Bastille menandai dimulainya revolusi Perancis yang hari-hari selanjutnya berkembang tanpa bisa diduga. Penjara tersebut dibakar dan para narapidana bebas berkeliaran dimana-mana dan seperti di Indonesia 1998 lalu. dia sempat berpidato yang isinya membeberkan kenyataan sesungguhnya yang terjadi dibalik penggerakan opini masyarakat yang berujung meletusnya revolusi. akhirnya dijadikan buruan untuk dieksekusi. dinilai telah bertindak terlalu jauh oleh petinggi konspirator.Dan tibalah hari yang ditunggu-tunggu konspirator dan Rothschild khususnya. kematiannya dibuat agar terkesan sebuah peristiwa bunuh diri. Khawatir persekongkolan tingkat tinggi yang dilakukan freemason dan illuminati. 14 Juli 1789.” Robespierre adalah anggota Freemason yang diberi kesempatan untuk mengetahui lebih banyak dari yang seharusnya. Namun karena berulang kali menemui kegagalan. bahwa dibalik bergeraknya dan diantara penggerak revolusi ini ada kaki tangan yang diperalat dan melakukan penyuapan besar-besaran untuk menghancurkan negeri yang tercinta ini.” Ayat selanjutnya berbicara. Namun tidak lama kemudian. Menurut mereka Robespierre harus dibunuh dan kepadanya diberikan tuduhan yang dibuat-buat sebagai pemulus pengiriman dia ke arena eksekusi. penuh teror dan setiap hari banyak saja nyawa rakyat yang melayang sia-sia. ribuan massa bergerak menuju penjara Bastille. yang akhirnya mereka diangkat sebagai pemimpin penggerak revolusi. Paska kematian Mirabeau. inilah kira-kira isi pidato singkatnya : “Sebetulnya aku tidak berani menyebutkan siapa dan dimana mereka saat ini. Yang pada akhirnya membawa Raja Louis XVI dan Ratu Maria Antoinete pada pisau gulotine yang memancung kepala mereka. sepeti pendahulunya. “Pada tahap ini kita akan melanjutkan pembunuhan terhadap anggota Mason goyim (non-Yahudi) yang mengetahui terlalu banyak. mereka mengupayakan pengadikan terhadapnya. .

Meski Perancis kemudian akan berganti sistem antara republik. dan—sampai batas tertentu—kaum borjuis. sebagian disebabkan oleh keterlibatan Perancis dan bantuan terhadap Revolusi Amerika. Sebab-sebab Revolusi Perancis mencakup hal-hal di bawah ini:          Kemarahan terhadap absolutisme kerajaan. Penyebab Banyak faktor yang menyebabkan revolusi ini. kaum petani. dan monarki selama 1 bulan setelah Republik Pertama Perancis jatuh dalam kudeta yang dilakukan oleh Napoleon Bonaparte. Langkah-langkah itu mendapatkan tantangan terusmenerus dari parlement (pengadilan hukum). para buruh. para buruh. Kemarahan terhadap sistem seigneurialisme di kalangan kaum petani. Kegagalan Louis XVI untuk menangani gejala-gejala ini secara efektif. termasuk Turgot (Pengawas Keuangan Umum 1774-1776) dan Jacques Necker (Direktur-Jenderal Keuangan 1777-1781). kekaisaran. yang disebabkan dan diperparah oleh sistem pajak yang tak seimbang. dan individu dari semua kelas yang merasa disakiti. revolusi ini dengan jelas mengakhiri ancien régime (bahasa Indonesia: Rezim Lama. Kelangkaan makanan di bulan-bulan menjelang revolusi. Aktivitas proto-revolusioner bermula ketika raja Perancis Louis XVI (memerintah 1774-1792) menghadapi krisis dana kerajaan. Sementara revolusi berlangsung dan kekuasaan beralih dari monarki ke badan legislatif. Penyebab lainnya adalah karena ambisi yang berkembang dan dipengaruhi oleh ide Pencerahan dari kaum borjuis.Revolusi Perancis Revolusi Perancis adalah masa dalam sejarah Perancis antara tahun 1789 dan 1799 di mana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal. Keluarga raja Perancis. Kemarahan terhadap hak-hak istimewa kaum bangsawan dan dominasi dalam kehidupan publik oleh kelas profesional yang ambisius. memiliki utang yang besar. yang . Selama pemerintahan Louis XV (1715-1774) dan Louis XVI sejumlah menteri. Kebencian terhadap intoleransi agama. kepentingan-kepentingan yang berbenturan dari kelompok-kelompok yang semula bersekutu ini kemudian menjadi sumber konflik dan pertumpahan darah. namun gagal. Situasi ekonomi yang buruk. Bangkitnya gagasan-gagasan Pencerahan Utang nasional yang tidak terkendali. yang secara keuangan sama dengan negara Perancis. mengusulkan sistem perpajakan Perancis yang lebih seragam. merujuk kepada kekuasaan dinasti seperti Valois dan Bourbon) dan menjadi lebih penting daripada revolusi-revolusi berikutnya yang terjadi di Perancis. yang didominasi oleh "Para Bangsawan". Salah satu di antaranya adalah karena sikap orde yang lama terlalu kaku dalam menghadapi dunia yang berubah.

mencoba membubarkan seluruh "parlement" dan mengumpulkan pajak baru tanpa peduli terhadap mereka. menyebabkan negara hampir bangkrut. mengembangkan strategi pengeluaran yang terbuka sebagai cara untuk meyakinkan calon kreditur tentang kepercayaan dan stabilitas keuangan Perancis. setelah Callone melakukan peninjauan yang mendalam terhadap situasi keuangan Perancis. Raja setuju pada 8 Agustus 1788 untuk mengumpulkan Estates-General pada Mei 1789 untuk pertama kalinya sejak 1614. menetapkan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan. Ketika langkah-langkah ini ditentang di Parlement Paris (sebagian karena Raja tidak bijaksana). kekacauan di seluruh Perancis meyakinkan para kreditor jangka-pendek. . Brienne mulai menyerang. Akibatnya. Brienne mengundurkan diri pada 25 Agustus 1788. memecatnya dan menggantikannya dengan Étienne Charles de Loménie de Brienne. dan memaksa Louis dan Brienne untuk menyerah. dan menjanjikan pembentukan Etats-Généraux dalam lima tahun. Raja. kedua menteri itu akhirnya diberhentikan. yang merupakan pemimpin oposisi di Dewan.17 Juni 1789. yang menjadi Pengawas Umum Keuangan pada 1783.menganggap diri mereka sebagai pengawal nasional melawan pemerintahan yang sewenangwenang. Ini menyebabkan bangkitnya perlawanan massal di banyak bagian di Perancis. dan Necker kembali bertanggung jawab atas keuangan nasional. Untuk menghindarinya. dan dapat memberikan pinjaman hingga pajak tanah mulai memberikan hasilnya dan memungkinkan pembayaran kembali dari utang tersebut. setelah kembali ke kota dengan kemenangan. Yang lebih penting lagi. Namun. dan karenanya ia mengusulkan pajak tanah yang seragam sebagai cara untuk memperbaiki keuangan Perancis dalam jangka panjang. yang melihat bahwa Callone akan menjapada masalah baginya. seyogyanya Estates-General (wakil-wakil berbagai golongan) Kerajaan. Dewan Kaum Terkemuka menolak untuk mendukung kebijakannya. lihat Etats-Généraux 1789. Dia menggunakan posisinya bukan untuk mengusulkan langkah-langkah pembaruan yang baru. Sejarah Etats-Généraux 1789 Untuk penjelasan lebih terinci mengenai peristiwa-peristiwa pada 8 Agustus 1788. dan berkeras bahwa hanya lembaga yang betul-betul representatif. Parlement Paris. Pembentukan Etats-Généraux menyebabkan berkembangnya keprihatinan pada pihak oposisi bahwa pemerintah akan berusaha seenaknya membentuk sebuah Dewan sesuai keinginannya. dia berharap bahwa dukungan dari Dewan Kaum Terkemuka yang dipilih raja akan mengemalikan kepercayaan akan keuangan Perancis. Charles Alexandre de Calonne. Dalam jangka pendek. Uskup Agung Toulouse. melainkan untuk menyiapkan pertemuan wakil-wakil nasional. Meskipun Callone meyakinkan raja akan pentingnya pembaharuannya. dapat menyetujui pajak baru. tetapi ssementara itu juga mencoba melanjutkan rencana Calonne. dan juga dari fraksi-fraksi pengadilan. Brienne sekarang mengadopsi pembaruan menyeluruh. termasuk "Day of the Tiles" yang terkenal di Grenoble. Keuangan Prancis sangat tergantung pada mereka untuk mempertahankan kegiatannya sehari-hari untuk menarik pinjaman mereka. memberikan berbagai hak sipil (termasuk kebebasan beribadah kepada kaum Protestan).

namun Kelompok Ketiga kini menuntut agar pembuktian kredensi itu sendiri harus dilakukan sebagai kelompok. dan pamflet-pamflet. seperti tulisan Abbé Sieyès Apakah Kelompok Ketiga itu? yang berpendapat bahwa ordo-ordo yang memiliki hak-hak istimewa adalah parasit. Majelis Nasional Untuk gambaran lebih jelas tentang peristiwa 17 Juni . Namun kemarahan yang dihasilkan oleh pertikaian itu tetap mendalam. Romo Sieyès memindahkan Estate Ketiga itu. yang berbicara untuk pemerintah. Majelis itu memindahkan pertemuan ke lapangan tenis raja. Dari tanggal 27 Juni kumpulan kerajaan telah menyerah pada lahirnya. membuat kemarahan itu tetap bertahan. mulai melakukan agitasi melawannya. karena kebanyakan rohaniwan dan kaum bangsawan tetap mendukung pemungutan suara yang diwakili oleh setiap orde. menuntut agar Kelompok Ketiga digandakan dan pemungutan suara dilakukan per kepala (seperti yang telah dilakukan dalam berbagai dewan perwakilan daerah). tidak banyak membantu untuk memberikan bimbingan kepada para wakil. hal ini membangkitkan kehebohan. begitupun 57 anggota bangsawan. mengakui lebih jauh bahwa Kelompok Ketiga harus digandakan. Lalu mereka mengusulkan langkah yang jauh lebih radikal. perundingan-perundingan dengan kelompokkelompok lain untuk mencapai hal ini tidak berhasil.mengumumkan bahwa Etats-Généraux harus dibentuk sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam pertemuan sebelumnya. kini bertemu sebagai Communes (bahasa Indonesia: "Majelis Perwakilan Rendah"). di mana mereka setuju untuk tidak berpisah hingga bisa memberikan sebuah konstitusi untuk Perancis. tetapi masalah pemungutan suara per kepala harus diserahkan kepada pertemuan Etats sendiri. menyelesaikan proses itu pada tanggal 17 Juni. meski militer mulai tiba dalam jumlah besar di sekeliling . Namun. yaitu Kelompok Pertama (para rohaniwan). Mereka mengundang golongan lain untuk bergabung dengan mereka.9 Juli 1789. Pertanyaan tentang apakah pemilihan suara akhirnya akan dilakukan per kepala atau diambil dari setiap orde sekali lagi disingkirkan untuk sementara waktu. Ketika Etats-Généraux bertemu di Versailles pada 5 Mei 1789. Mayoritas perwakilan dari pendeta segera bergabung dengan mereka. Kelompok Kedua (para bangsawan). sebuah badan yang terdiri atas penduduk Paris yang liberal. Necker. Pada tanggal 28 Mei 1789. Louis XVI menutup Salle des États di mana majelis itu bertemu. menyatakan diri sebagai Majelis Nasional. namun kemudian nampak jelas bahwa mereka cenderung memimpin urusan luar negeri dengan atau tanpa mereka. di mana mereka mereka mulai mengucapkan Sumpah Lapangan Tenis (20 Juni 1789). dan Kelompok Ketiga (lain-lain). masingmasing mendapatkan satu suara. yang bertugas menyimpan meterai. majelis yang bukan dari estate namun dari "rakyat". pidato-pidato panjang oleh Necker dan Lamoignon. Meskipun kelihatannya para politikus tidak memahami "ketentuan-ketentuan 1614" ketika mereka membuat keputusan ini. Mereka memulai untuk berbuat demikian. namun bukan untuk menunggu mereka. dan Kelompok Ketiga adalah bangsa itu sendiri. "Komite Tiga Puluh". memulai pembuktian kekuasaannya sendiri dan mengundang 2 estate lainnya untuk ambil bagian. Estates 1614 terdiri dari jumlah wakil yang sama dari setiap kelompok dan pemberian suara dilakukan menurut urutan. Segera setelah itu. lihat Majelis Nasional (Revolusi). yang dikembalikan ke tempat-tempat pertemuan terpisah untuk membuktikan kredensi para panggotanya.

Raja Louis. Walaupun orang Paris hanya membebaskan 7 tahanan. pembunuhan terhadapnya terjadi dalam perjalanan ke sebuah pengadilan pura-pura di Palais Royal. majelis itu disusun kembali sebagai Majelis Konstituante Nasional. beberapa dari mereka mulai merencanakan perang saudara di kerajaan itu dan menghasut koalisi Eropa menghadapi Perancis. sebagai bagian pemberontakan petani umum yang dikenal sebagai "la Grande Peur" (Ketakutan Besar). ia menerima kokade triwarna. Pada tanggal 11 Juli 1789. begitupun pekikan vive la Nation "Hidup Negara" diubah menjadi vive le Roi "Hidup Raja". Di daerah pedesaan. Raja mengunjungi Paris. menjadi walikota di bawah struktur baru pemerintahan yang dikenal sebagai commune. massa menduduki penjara Bastille. dan seorang penjahat seks yang berbahaya. dan saudaranya Comte d'Artois. 2 orang gila. Kebanyakan rakyat Paris. lihat Penyerbuan ke Bastille. Pesan dukungan untuk majelis itu mengalir dari Paris dan kota lainnya di Perancis. setelah kekacauan ini. sementara. ia terlalu banyak meminta dan menghasilkan amnesti umum. yang dipanggil kembali ke jabatannya. presiden Majelis Nasional pada masa Sumpah Lapangan Tenis. di mana. yang mengira inilah mulainya kup kerajaan. turut ke huru-hara terbuka. Menjelang akhir Juli huru-hara dan jiwa kedaulatan rakyat menyebar ke seluruh Perancis. . hal ini ada di tengah-tengah mereka: beberapa orang membakar akta gelar dan tak sedikit pun terdapat châteaux. 4 pemalsu. Namun. Pada tanggal 9 Juli. yang bertindak di bawah pengaruh bangsawan konservatif dari dewan kakus umumnya. Serbuan ke Bastille Untuk diskusi lebih jelas. Majelis Konstituante Nasional Kemerdekaan Memimpin Rakyat (La liberté guidant le peuple). kehilangan sebagian besar dukungan rakyat dalam masa kemenangannya yang nyata. pada tanggal 27 Juli. Raja dan pendukung militernya mundur turun. massa mendakwa prévôt des marchands (seperti walikota) Jacques de Flesselles atas pengkhianatan. para bangsawan. Marquis Bernard de Launay.Paris dan Versailles. Sebagai seorang pemodal yang cerdik namun bukan politikus yang lihai. membuang menteri reformis Necker dan merekonstruksi kementerian secara keseluruhan. setidaknya sejak beberapa waktu yang lalu. mendapatkan kemenangan yang tak berlangsung lama. Jean-Sylvain Bailly. begitupun permaisurinya Marie Antoinette. Kembali ke Hôtel de Ville (balai kota). dan beberapa pengawalnya. setelah pertempuran 4 jam. Beberapa anggota militer bergabung dengan khalayak. lainnya tetap netral. Pada tanggal 14 Juli 1789. mulai pergi dari negeri itu sebagai émigré. yang sedikit terjamin oleh rekonsiliasi antara raja dan rakyat yang nyata dan. membunuh gubernur. seperti yang terbukti. Bastille menjadi simbol potensial bagi segala sesuatu yang dibenci pada masa ancien régime. Necker. Lafayette menerima komando Garda Nasional di Paris.

Majelis Nasional menghapuskan feodalisme. Pada tanggal 4 Agustus 1789. "Royalis Demokrat" atau Monarchien. Dalam waktu beberapa jam. cenderung mengorganisir Perancis sejajar garis yang mirip dengan model Konstitusi Inggris: mereka termasuk Jean Joseph Mounier. Yang hampir sendiri dalam radikalismenya di sisi kiri adalah pengacara Arras Maximilien Robespierre. gereja telah menjadi pemilik tanah terbesar di negeri ini. lihat Penghapusan feodalisme. dan banyak argumen atas rachat au denier 30 ("penebusan pada pembelian 30 tahun") yang dikhususkan dalam legislasi 4 Agustus. hak ketuanan Estate Kedua dan sedekah yang didapatkan oleh Estate Pertama. sedangkan Adrien Duport. Concordat 1801 antara Napoleon dan gereja mengakhiri masa dekristenisasi dan mendirikan aturan untuk hubungan antara Gereja Katolik dan Negara Perancis yang berlangsung hingga dicabut oleh Republik Ketiga pada pemisahan gereja dan agama pada tanggal 11 Desember 1905. Dekristenisasi Untuk diskusi lebih jelas. Kaum ningrat Jacques Antoine Marie Cazalès dan pendeta Jean-Sifrein Maury memimpin yang kelak dikenal sebagai sayap kanan yang menentang revolusi. Tahun-tahun berikutnya menyaksikan penindasan penuh kekerasan terhadap para pendeta. dan Bailly. sejumlah bangsawan. sejumlah komite. "Partai Nasional" yang mewakili faksi tengah atau kiri-tengah majelis tersebut termasuk Honoré Mirabeau. Revolusi membawa perubahan besar-besaran pada kekuasaan dari Gereja Katolik Roma kepada negara. termasuk penahanan dan pembantaian para pendeta di seluruh Perancis. pendeta. dan perusahaan kehilangan hak istimewanya. majelis perwakilan. Legislasi yang berlaku pada tahun 1790 menghapuskan otoritas gereja untuk menarik pajak hasil bumi yang dikenal sebagai dîme (sedekah). Lafayette. menjadikannya pekerja negeri. lihat Dekristenisasi Perancis selama Revolusi Perancis. Legislasi berikutnya mencoba menempatkan pendeta di bawah negara. Faksi-faksi dalam majelis tersebut mulai bermunculan. Comte de Virieu. Kemunculan berbagai faksi Untuk diskusi lebih jelas. bersekutu dengan Necker. menghapuskan hak khusus untuk pendeta. Comte de ClermontTonnerre. di bawah ancien régime. lihat Majelis Konstituante Nasional. dan distrik-distrik perseorangan mengklaim otoritas yang bebas dari yang. masalah masih mandek. kota. Sementara akan ada tanda mundur. provinsi. Comte de Lally-Tollendal. Kelas menengah Garda Nasional yang juga naik . penyesalan.Penghapusan feodalisme Untuk diskusi lebih rinci. walikota. meski proses penuh akan terjadi di 4 tahun yang lain. dan menyita kekayaan geraja. Di Paris. Barnave dan Alexander Lameth mewakili pandangan yang lebih ekstrem. Sieyès memimpin pengusulan legislasi pada masa ini dan berhasil menempa konsensus selama beberapa waktu antara pusat politik dan pihak kiri. dan Pierre Victor Malouet.

Necker. majelis mendirikan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warganegara. . lihat Konstitusi Sipil Pendeta. Legislasi lebih lanjut pada tanggal 13 Februari 1790 menghapuskan janji biara. Raja hanya memiliki "veto suspensif": ia dapat menunda implementasi hukum. deklarasi ini terdiri atas pernyataan asas daripada konstitusi dengan pengaruh resmi. pada tanggal 26 Agustus 1789. Lally-Tollendal. pemerintah meluncurkan mata uang kertas baru. Mounier. Ke arah konstitusi Untuk diskusi lebih lanjut. Konstitusi Sipil Pendeta. Melihat model Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Awalnya dipanggil untuk mengurusi krisis keuangan. Konstitusi Sipil Pendeta juga membuat gereja Katolik sebagai tangan negara sekuler. dengan majelis itu yang memberikan kediktatoran penuh dalam keuangan pada Necker. yang diperintah secara seragam dan kurang lebih sederajat dalam hal luas dan populasi. Rakyat Paris menghalangi usaha kelompok Royalis untuk mencabut tatanan baru ini: mereka berbaris di Versailles pada tanggal 5 Oktober 1789. Sebagian besar bangsawan mengusulkan majelis tinggi aristokrat yang dipilih oleh para bangsawan. namun tidak bisa mencabutnya sama sekali. Majelis itu menggantikan sistem provinsi dengan 83 département. Ke arah Konstitusi Sipil Pendeta Untuk diskusi lanjutan.pamornya di bawah Lafayette juga perlahan-lahan muncul sebagai kekuatan dalam haknya sendiri. namun juga sebagai badan untuk mengusulkan konstitusi baru. Agar memonter sejumlah besar harta benda itu dengan cepat. mengubah para pendeta yang tersisa sebagai pegawai negeri dan meminta mereka bersumpah setia pada konstitusi. begitupun majelis yang didirikan sendiri lainnya. Ke tingkatan yang tidak lebih sempit. majelis itu memusatkan perhatian pada krisis keuangan ini dengan meminta bangsa mengambil alih harta milik gereja (saat menghadapi pengeluaran gereja) melalui hukum tanggal 2 Desember 1789. yang anggotanya diangkat oleh raja pada pencalonan rakyat. Majelis Konsituante Nasional tak hanya berfungsi sebagai legislatur. assignat. Setelah sejumlah perkelahian dan insiden. raja dan keluarga kerajaan merelakan diri dibawa kembali dari Versailles ke Paris. Mirabeau kini memimpin gerakan itu untuk memusatkan perhatian pada masalah ini. lihat Ke arah Konstitusi. hingga saat itu majelis ini memusatkan perhatian pada masalah lain dan hanya memperburuk defisit itu. diongkosi dari tanah gereja yang disita. Seperti Deklarasi AS. Kelompok rakyat menyatakan di hari itu: Perancis akan memiliki majelis tunggal dan unikameral. dll tidak berhasil mengusulkan sebuah senat. yang disahkan pada tanggal 12 Juli 1790 (meski tak ditandatangani oleh raja pada tanggal 26 Desember 1790).

. Dari peringatan Bonjour ke kematian Mirabeau Untuk diskusi lebih detail tentang peristiwa antara 14 Juli 1790 .Menanggapi legislasi ini." [1] Militer menghadapi sejumlah kerusuhan internal: Jenderal Bouillé berhasil meredam sebuah pemberontakan kecil. dan hal ini menimbulkan perpecahan antara pendeta yang mengucapkan sumpah yang diminta dan menerima rencana baru itu ("anggota juri" atau "pendeta konstitusi") dan "bukan anggota juri" atau "pendeta yang keras hati" yang menolak berbuat demikian. Mereka tak berhasil mencoba membujuk dukungan rakyat untuk mencari nama dengan membagi-bagikan roti. Para pemilih awalnya memilih anggota Dewan Jenderal untuk bertugas dalam setahun. Saat Jacobin menjadi organisasi terkenal. dll. Para royalis awalnya mendirikan Club des Impartiaux yang berumur pendek dan kemudian Club Monarchique. Pada tanggal 14 Juli 1790. Pada akhir 1790. beberapa pendirinya meninggalkannya untuk membentuk Klub '89. beberapa huru-hara kontrarevolusi kecil-kecilan pecah dan berbagai usaha terjadi untuk mengembalikan semua atau sebagian pasukan pasukan terhadap revolusi yang semuanya gagal. hasilnya. 152 klub berafiliasi dengan Jacobin pada tanggal 10 Agustus 1790.30 September 1791. Kode militer baru. yang lebih lanjut mengasingkan bangsawan yang lebih konservatif. yang dengannya kenaikan pangkat bergantung senioritas dan bukti kompetensi (daripada kebangsawanan) mengubah beberapa korps perwira yang ada. raja dan keluarga raja ikut serta secara aktif. dan menambahkan pangkat émigré. menegaskan bahwa status majelis itu telah berubah secara fundamental. yang meninggikan reputasinya (yang saksama) untuk simpatisan kontrarevolusi. baringan lapis baja. yang yang bergabung dengan pangkat émigré atau menjadi kontrarevolusi dari dalam. mereka sering menjadi sasaran protes dan malahan . yang paling menonjol di antaranya adalah Klub Jacobin: menurut 1911 Encyclopædia Britannica. Unsur sayap kanan kini mengusulkan pemilu baru. dan tiada pemilu baru yang terjadi sebelum sempurnanya konstitusi. dalam kata-kata François Mignet. lihat Dari peringatan Bastille ke kematian Mirabeau. namun dengan Sumpah Lapangan Tenis. dan beberapa hari berikutnya. kerumuman di Champ-de-Mars memperingati jatuhnya Bastille. Sri Paus tak pernah menyetujui rencana baru itu. hukum. Majelis itu menghapuskan perlengkapan simbolik ancien régime. Pengadilan kerajaan. Masa ini menyaksikan kebangkitan sejumlah "klub" politik dalam politik Perancis. namun Mirabeau menang. commune tersebut telah sepakat bertemu terus menerus hingga Perancis memiliki konstitusi. Talleyrand melakukan sumpah massal untuk "setia pada negara. uskup agung Aix dan uskup Clermont memimpin pemogokan pendeta dari Majelis Konstituante Nasional. "mendorong setiap kegiatan antirevolusi dan tak diakui lagi. dan raja".

yang menyalahkan emigrasi dan majelis itu. majelis terus berusaha untuk mengembangkan sebuah konstitusi. Legislator menghapuskan jabatan turunan. Barnave became penasihat dan pendukung keluarga raja. Dengan sebagian besar anggota majelis yang masih menginginkan monarki konstitusional daripada republik. keesokan harinya. dan pemerintah kotamadya Paris akhirnya menutup Club Monarchique pada bulan Januari 1791. Majelis itu menghapuskan semua penghalang perdagangan dan menghapuskan gilda. dan organisasi pekerja: setiap orang berhak berdagang melalui pembelian surat izin. dan menjanjikannya pengungsian dan dukungan di kampnya di Montmedy. Louis XVI. Dikenali dan ditangkap di Varennes (di département Meuse) di akhir 21 Juni. ia kembali ke Paris di bawah pengawalan. Sebuah organisasi yudisial membuat semua hakim sementara dan bebas dari tahta. Pelarian ke Varennes Untuk diskusi lebih jelas. "Tak seorang pun yang menyamainya dalam hal kekuatan dan popularitas. Mignet berkata. Debat itu mengadu keamanan negara terhadap kebebasan perorangan untuk pergi. Namun. kemudian legislator memutuskan apakah perang diumumkan atau tidak. untuk pertama kalinya majelis tersebut mempertimbangkan legislasi terhadap émigré. Saat mencapai Paris. Di musim dingin 1791. kerumunan itu tetap hening. yang disebutnya "patutu ditempatkan di kode Drako. sang Raja yang terlalu yakin itu dengan sembrono menunjukkan diri. sejumlah kelompok itu mencapai kompromi yang membiarkan Louis XVI .huru-hara. Hari-hari terakhir Majelis Konstituante Nasional Untuk diskusi lebih jelas. Latour-Maubourg. Raja akan memiliki kekuasaan khusus untuk mengusulkan perang. Mirabeau menang atas tindakan itu. Pétion. Dari saat ini. Majelis Legislatif yang baru akan mengadopsi ukuran "drako" ini. namun menolak bantuan yang kemungkinan berbahaya ke penguasa Eropa lainnya. yang ditentang pada masa revolusi. Mirabeau meninggal pada tanggal 2 Maret 1791. dan Antoine Pierre Joseph Marie Barnave. pemogokan menjadi ilegal." [2] Namun. Pengadilan juri dimulai untuk kasus-kasus kejahatan. silakan lihat Hari-hari terakhir Majelis Konstituante Nasional. yang mewakili majelis. kecuali untuk monarki sendiri. keluarga kerajaan lari ke Tuileries. Majelis itu untuk sementara menangguhkan sang raja. membuat kesatuan dengan Jenderal Bouillé. ketuanan. bertemu anggota kerajaan itu di Épernay dan kembali dengan mereka. lihat Pelarian ke Varennes." dan sebelum akhir tahun. Ia dan Ratu Marie Antoinette tetap ditempatkan di bawah pengawalan. Di tengah-tengah intrik itu. Pada malam 20 Juni 1791.

mempertahankannya dari semua serangan luar. Sebuah kerumunan besar berkumpul di Champ-de-Mars untuk menandatangani petisi itu. Orang Perancis tidak mengindahkan perintah penguasa asing itu. "Konstitusi 1791. mengepalai militer untuk mengumumkan perang atas bangsa. menulis "Saya mengajak mempertahankannya di dalam negeri. Majelis menyerukan pemerintah kotamadya untuk "melestarikan tatanan masyarakat". Jacques Pierre Brissot mencadangkan sebuah petisi. Mignet menulis.. Kaisar Romawi Suci. Majelis Legislatif. Desmoulins dan Marat lari bersembunyi. kerumunan tidak bubar. Raja memuji majelis dan menerima tepukan tangan penuh antusias dari para anggota dan penonton. menyebabkan pembunuhan sebanyak 50 jiwa. Pertama kali para prajurit membalas serangan batu dengan menembak ke udara. Sementara itu. Garda Nasional di bawah komando Lafayette menghadapi kerumuman itu. dan saudara raja Charles-Phillipe. Majelis mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 29 September 1791." [3] . dan mengajukannya ke Louis XVI yang dipulihkan saat itu. pernyataan itu secara langsung membahayakan Louis. Jika tidak.tidak lebih dari penguasa boneka: ia terpaksa bersumpah untuk konstitusi. dan Lafayette memerintahkan orang-orangnya untuk menembak ke kerumunan. Segera setelah pembantaian itu pemerintah menutup banyak klub patriot. dan menyebabkan pengesahannya yang tentu saja ditempatkan di penyelesaian saya". dan menjanjikan serangan ke Perancis atas namanya jika pemerintah revolusi menolak syarat tersebut. atau mengizinkan tiap orang untuk berbuat demikian atas namanya berarti turun tahta secara de facto. Danton lari ke Inggris. menunjukkan keuletan yang luar biasa dalam memilih untuk tidak menggunakan hal ini sebagai kesempatan untuk revisi utama. comte d'Artois mengeluarkan Deklarasi Pilnitz yang menganggap perkara Louis XVI seperti perkara mereka sendiri. yang menyetujuinya. Kini mereka mengumpulkan sejumlah hukum konstitusi yang telah mereka sahkan ke dalam konstitusi tunggal. karena kekuatan yang mendominasi pernah mengambil kepemilikan lembaga itu.. Malahan sebelum "Pelarian ke Varennes".. meminta pembebasannya secara penuh dan pembubaran majelis itu. seperti surat kabar radikal seperti L'Ami du Peuple milik Jean-Paul Marat. ancaman baru dari luar muncul: Leopold II. dan ancaman militer hanya menyebabkan militerisasi perbatasan. dan sebuah dekrit menyatakan bahwa mencabut sumpah. seperti yang diketahui benar. adalah karya kelas menengah.. namun tak melaksanakan apapun. kemudian yang terkuat. Friedrich Wilhelm II dari Prusia. Dalam konstitusi ini rakyat adalah sumber semua. para anggota majelis telah menentukan untuk menghalangi diri dari legislatur yang akan menggantikan mereka. Georges Danton dan Camille Desmoulins memberikan pidato berapiapi. bersikeras bahwa di mata bangsa Louis XVI dijatuhkan sejak pelariannya.

Majelis Legislatif pertama kali bertemu pada tanggal 1 Oktober 1791. Perancis menghadapi huru-hara dan monarki telah menjapada masa lalu. Perancis berfungsi sebagai monarki konstitusional. dan sekitar 250 wakil yang tak berafiliasi dengan faksi apapun. Sejak awal. berharap menghindari perang. Perancis menyatakan perang pada Austria (20 April 1792) dan Prusia bergabung di pihak Austria beberapa minggu kemudian. dari masa ini. dan jatuh dalam keadaan kacau hingga kurang dari setahun berikutnya. Majelis Legislatif Di bawah Konstitusi 1791. artileri Perancis membuktikan keunggulannya. Namun. lebih memilih konsolidasi dan mengembangkan revolusi di dalam negeri. Setelah pertempuran kecil awal berlangsung sengit untuk Perancis. . Lebih dari setahun. namun ia masih bisa mempertahankan vetonya dan kemampuan memilih menteri. ia juga meramalkan kesempatan untuk memanfaatkan tiap kekalahan: yang hasilnya akan membuatnya lebih kuat. dan rakyat yang rusak moralnya oleh huru-hara yang aman dan berhasil.Majelis Legislatif dan kejatuhan monarki Untuk penjelasan lebih jelas tentang peristiwa antara 1 Oktober 1791 . Hanya beberapa Jacobin radikal yang menentang perang. Raja harus berbagi kekuasaan dengan Majelis Legislatif yang terpilih. kelompok Feuillant dan Girondin khususnya menginginkan perang. Majelis itu membiarkan kekosongan keuangan. raja memveto legislasi yang mengancam émigré dengan kematian dan hal itu menyatakan bahwa pendeta non-juri harus menghabiskan 8 hari untuk mengucapkan sumpah sipil yang diamanatkan oleh Konstitusi Sipil Pendeta. Kaisar Austria Leopold II. sekitar 330 Girondin (republikan liberal) dan Jacobin (revolusioner radikal) di sisi kiri. ketidaksetujuan atas hal ini akan menimbulkan krisis konstitusi. Meski hujan lebat menghambat resolusi yang menentukan. majelis itu sama sekali gagal. saudara Marie Antoinette. namun meninggal pada tanggal 1 Maret 1792. Sang Raja (dan banyak Feuillant bersamanya) mengharapkan perang akan menaikkan popularitasnya. pertempuran militer yang berarti atas perang itu terjadi dengan Pertempuran Valmy yang terjadi antara Perancis dan Prusia (20 September 1792). Kelompok Girondin ingin menyebarkan revolusi ke seluruh Eropa. lihat Majelis Legislatif dan jatuhnya monarki Perancis. Dalam kata-kata 1911 Encyclopædia Britannica: "Dalam mencba memerintah. Perang Revolusi Perancis telah dimulai. Sang Raja.19 September 1792. Perang Politik masa itu membawa Perancis secara tak terelakkan ke arah perang terhadap Austria dan sekutu-sekutunya. ketidakdisiplinan pasukan dan angkatan laut." Majelis Legislatif terdiri atas sekitar 165 anggota Feuillant (monarkis konstitusional) di sisi kanan.

yang ditunggangi oleh kekuatan yang didapatkan dengan menggerakkan dukungan publik terhadap faksi Girondin. Kaum Girondin pun menjadi partai paling berpengaruh dalam konvensi dan komite itu.26 September 1795. Guillotine: antara 18. yang didukung oleh kelompok revolusioner baru Komuni Paris.Krisis konstitusi Pada malam 10 Agustus 1792. dan Jacobin melepaskan tali Pemerintahan Teror (1793-1794). sedangkan kekuasaan eksekutif jatuh ke sisanya di Komite Keamanan Umum. harga naik dan sans-culottes (buruh miskin dan Jacobin radikal) memberontak. Permaisuri Louis yang kelahiran Austria. Kuasa legislatif di republik baru jatuh ke Konvensi. Marie Antoinette. Raja Louis dipandang berkonspirasi dengan musuh-musuh Perancis. dan mengalamatkan surat edaran ke kota lain di Perancis untuk mengikuti conth mereka. bertemu pada tanggal 20 September 1792 dan menjadi pemerintahan de facto baru di Perancis. Kemudian persekutuan Jacobin dan unsur-unsur sans-culottes menjadi pusat yang efektif bagi pemerintahan baru. Konvensi Eksekusi Louis XVI Untuk penjelasan lebih lanjut tentang peristiwa antara 20 September 1792. para pengacau. menyusulnya ke guillotine pada tanggal 16 Oktober. Sebagai akibatnya. menyerbu Tuileries. Tanggal ini kemudian diadopsi sebagai awal Tahun Satu dari Kalender Revolusi Perancis. dan dengan memanfaatkan kekuatan khayalak sans-culottes Paris. Hal ini mendorong kelompok Jacobin merebut kekuasaan melalui kup parlemen. yang diminta menulis konstitusi baru. 17 Januari 1793 menyaksikan tuntutan mati kepada Raja Louis untuk "konspirasi terhadap kebebasan publik dan keamanan umum" oleh mayoritas lemah di konvensi. Di hari berikutnya konvensi itu menghapuskan monarki dan mendeklarasikan republik. Kebijakan menjadi agak lebih radikal. Setidaknya 1200 jiwa menemui kematiannya . lihat Konvensi Nasional.000 jiwa dieksekusi selama Pemerintahan Teror Komite Keamanan Publik berada di bawah kendali Maximilien Robespierre. Apa yang tersisa di pemerintahan nasional bergabung pada dukungan commune. Eksekusi tanggal 21 Januari menimbulkan banyak perang dengan negara Eropa lainnya. Keadaan ini berlangsung terus menerus hingga Konvensi. Saat perang bertambah sengit. kegiatan kontrarevolusi mulai bermunculan di beberapa kawasan. Raja dan ratu akhirnya menjadi tahanan dan sidang muktamar Majelis Legislatif menunda monarki: tak lebih dari sepertiga wakil. Saat commune mengirimkan sejumlah kelompok pembunuh ke penjara untuk menjagal 1400 korban. tentara kerajaan dan Prusia mengancam pembalasan ke penduduk Perancis jika hal itu menghambat langkah majunya atau dikembalikannya monarki. hampir semuanya Jacobin. majelis itu hanya bisa melancarkan perlawanan yang lemah. Dalam Manifesto Brunswick.000-40.

yang membawa mendekati fase republikan spesifik pada masa Revolusi Perancis. dan setelah mengambil kekuasaan menuntut balas dengan penyiksaan yang juga dilakukan terhadap Jacobin yang telah membantu menjatuhkan Robespierre. . Konvensi menyetujui "Konstitusi Tahun III" yang baru pada tanggal 17 Agustus 1795. sebuah plebisit meratifikasinya pada bulan September. melarang Klub Jacobin. setelah tuduhan kontrarevolusi. pada kasus Jacques Hébert. semangat revolusi yang melebihi semangat kekuasaan) bisa menyebabkan seseorang dicurigai. orang-orang Perancis memberontak terhadap Pemerintahan Teror yang sudah kelewatan dalam Reaksi Thermidor.dengan guillotine dsb. Direktorat Untuk informasi lebih banyak tentang peristiwa antara 26 September 1795 . dukungan rakyat terhadapnya terkikis sama sekali. lihat Direktorat Perancis. dan pengadilan tidak berjalan dengan teliti.9 November 1799. Gambaran yang sedikit saja atas pikiran atau kegiatan kontrarevolusi (atau. dipilih tahunan oleh Conseil des Anciens dari daftar yang diberikan oleh Conseil des Cinq-Cents. secara efektif hal ini memulai kediktatorannya dan akhirnya (1804) pernyataannya sebagai kaisar. Pada tanggal 9 November 1799 (18 Brumaire dari Tahun VIII) Napoleon mengadakan kup yang melantik Konsulat. dan menghukum mati sejumlah besar bekas anggotanya pada apa yang disebut sebagai Teror Putih. Konstitusi baru itu melantik Directoire (bahasa Indonesia: Direktorat) dan menciptakan legislatur bikameral pertama dalam sejarah Perancis. Dengan cara ini pasukan tersebut dan jenderalnya yang berhasil. Pada tahun 1794 Robespierre memerintahkan tokoh-tokoh Jacobin yang ultraradikal dan moderat dieksekusi. namun. Régime baru bertemu dengan oposisi dari Jacobin dan royalis yang tersisa. Pada tanggal 27 Juli 1794. Napoleon Bonaparte memperoleh lebih banyak kekuasaan. Pemerintahan baru itu sebagian besar tersusun atas Girondis yang lolos dari teror. Kuasa eksekutif dipindahkan ke 5 "direktur" itu. yang menyebabkan anggota konvensi yang moderat menjatuhkan hukuman mati buat Robespierre dan beberapa anggota terkemuka lainnya di Komite Keamanan Publik. Parlemen ini terdiri atas 500 perwakilan (Conseil des Cinq-Cents/Dewan Lima Ratus) dan 250 senator (Conseil des Anciens/Dewan Senior). dan mulai berpengaruh pada tanggal 26 September 1795. Pasukan meredam pemberontakan dan kegiatan kontrarevolusi. sebagai akibatnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful