RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran Kelas / Semester Pertemuan ke Alokasi Waktu Standar Kompetensi : Matematika :X/1 : 1,2,3, dan 4 : 8 x 45 menit : Memecahkan masalah berkaitan dengan konsep aproksimasi kesalahan Kompetensi Dasar Indikator : Menerapkan konsep kesalahan pengukuran :

1. membedakan hasil membilang dan mengukur 2. menentukan salah mutlak dari hasil pengukuran 3. menentukan salah relatif dari hasil pengukuran 4. menghitung Persentase kesalahan berdasarkan hasil pengukurannya 5. menghitung Toleransi berdasarkan hasil pengukurannya

I. Tujuan Pembelajaran : Pertemuan ke 1 Setelah mengikuti proses pembelajaran diharapkan siswa dapat : 1. Membedakan hasil membilang 2. Membedakan hasil mengukur 3. Melakukan kegiatan pengukuran terhadap suatu obyek Pertemuan ke 2 1. Menentukan salah mutlak hasil pengukuran 2. Menentukan salah relatif hasil pengukuran Pertemuan ke 3 1. menghitung Persentase kesalahan hasil pengukuran Pertemuan ke 4 1. Menghitung toleransi berdasarkan hasil pengukuran

II. Materi Ajar : Meliputi : Membilang dan mengukur Salah Mutlak dan salah relatif

langkah Pembelajaran : Pertemuan ke 1(2 x 45 menit) A. B. Dalam kegiatan eksplorasi:  Guru memfasilitasi agar terjadi interaksi antar siswa. Kegiatan Awal. (70 menit) Eksplorasi. siswa dan guru dengan menggunakan sumber belajar yang ada dan lingkungan.- Menentukan persentase kesalahan Menentukan toleransi hasil pengukuran III. serta menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang membilang dan mengukur. Metode Pembelajaran : Metode yang digunakan adalah : .(10 menit)   Guru memberikan motivasi. penjelasan tentang tujuan memelajari standar kompetensi aproksimasi kesalahan Guru menugasi semua siswa untuk menyimak materi tentang membilang dan mengukur.  Guru mengawasi dan membimbing.Ceramah pemberian tugas diskusi tanya jawab IV. Kegiatan Inti.  Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang membilang dan mengukur serta contoh-contohnya. . Langkah. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi:  Guru memfasilitasi siswa dengan berdiskusi kelompok dalam mengukur suatu benda untuk memunculkan pendapat atau gagasan baru yang berkaitan dengan penyelesaian membilang dan mengukur suatu benda secara tertulis maupun lisan.

 Guru sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mendapat kesulitan. Pengertian membilang dan mengukur Dalam perkataan sehari-hari. Uraian materi Kegiatan Belajar APROKSIMASI KESALAHAN Kegiatan pengukuran dalam dunia teknologi dan industri merupakan kegiatan yang sering dilakukan. Hasil membilang merupakan sesuatu yang eksak. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi:  Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. Dalam pelaksanaan pengukuran. Padahal kedua kata tersebut mempunyai pengertian yang berbeda. . mungkin diakibatkan oleh kesalahan manusia yang melakukan pengukuran atau disebabkan oleh tingkat ketelitian alat yang digunakan. sangat penting mengetahui ketelitian hasil pengukuran sebagai bahan informasi tentang kesalahan maksimum yang dapat diterima (ditolerir) sebagai suatu kesepakatan. Pada bab Aproksimasi Kesalahan akan dibahas tentang: A. berupa pujian terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas mengukur dengan berdiskusi kelompok. tulisan. 2. Kesalahan yang terjadi dalam pengukuran. yaitu kesalahan dalam pengukuran. sedangkan hasil mengukur merupakan suatu pembulatan atau pendekatan. ada hal yang tidak dapat dihindari dan kerapkali terjadi. Banyaknya kendaraan yang masuk dalam suatu terminal. Guru memberikan kesempatan untuk berfikir. menganalisis. Oleh karena itu. sering kata membilang dan mengukur disamakan.  Guru menfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. Banyaknya siswa dalam satu kelas. menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan membilang dan mengukur tanpa rasa takut dalam kegiatan diskusi kelompok. Banyaknya resistor yang rusak dalam suatu rangkaian elektronik. . Hasil dari membilang contohnya: 1. 3.

3.407 jika dibulatkan sampai tiga tempat desimal 9. 2).4 jika dibulatkan sampai dua tempat desimal jika dibulatkan sampai satu tempat desimal c.5 0.40723 = 9.4072 jika dibulatkan sampai empat tempat desimal 9. sehingga akan kita pelajari 3 macam pembulatan yaitu: a. Pembulatan kebanyaknya angka desimal yang diperlukan Contoh: 9. 4.2 m dibulatkan ke persepuluhan meter terdekat 176.40723 = 9. Luas sebidang tanah. Pembulatan ke satuan terdekat Aturan pembulatan suatu bilangan ke satuan terdekat yaitu: 1).18 m = 23.41 9.53 m = 177 m dibulatkan ke meter terdekat b. Jika angka berikutnya kurang dari 5.9 kg = 16 kg dibulatkan ke kilogram terdekat 23. Contoh: 15. Pengukuran diameter pipa. Pembulatan ke banyaknya angka-angka yang signifikan Semua angka adalah signifikan (angka-angka berarti) kecuali angka nol yang digunakan untuk menyatakan tempat koma desimal. maka angka ini hilang dan angka didepannya ditambah satu. Tinggi seorang siswa. 2. Jika angka berikutnya lebih dari atau sama dengan 5. Berat perhiasan emas. Semua hasil pengukuran adalah suatu hasil pembulatan atau pendekatan.30 mempunyai 3 angka signifikan mempunyai 3 angka signifikan mempunyai 2 angka signifikan (0 pertama menunjukkan tempat koma) . angka ini dihilangkan dan angka didepannya tetap. Contoh: 34.40723 = 9.40723 = 9.Hasil dari suatu pengukuran contohnya: 1.0 30.

12.312 (1) f. puluhan yang terdekat b.0810 mempunyai 3 angka signifikan Lembar kerja siswa: Kerjakan soal-soal dibawah ini kemudian diskusikan hasilnya dengan kelompok anda! 1.8 e. 0.0007 e. 6.03 2.476 3.072 c. Bulatkan bilangan-bilangan ini sampai banyaknya angka signifikan yang dinyatakan dalam kurung a.008 (3) c.06 e. 603. 0. Tulislah banyaknya angka signifikan pada bilangan-bilangan berikut ini! a.125 b. 4.1133 (3) 5. 2.678 d. 9026 C. 8. Bulatkan bilangan-bilangan ini sampai 2 tempat desimal dan lakukan lagi pembulatan sampai dua angka signifikan a.145 (2) b.605 (4) d.00312 (2) e. 3. 4.288 4. 525 b.3 f. 28. f. ribuan yang terdekat d. 0.7364 c. 5.3025 mempunyai 4 angka signifikan 0. 15.364 f. puluhan ribu yang terdekat 2. Bulatkan 678549 ke: a.6 .0.    Guru bersama siswa membantu menyimpulkan hasil diskusi Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terpogram Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran d. 5. 0. ratusan yang terdekat c.96 b. 52. 2012 c. Bulatkan sampai satu tempat desimal a.003 mempunyai 1 angka signifikan 0. 0.2523 d. 7. 8. Kegiatan Akhir.

 Guru menfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.  Guru memberikan kesempatan untuk berfikir. tulisan. Menugasi siswa untuk mempelajari materi berikutnya. Kegiatan Inti. Dalam kegiatan eksplorasi:  Guru memfasilitasi agar terjadi interaksi antar siswa. menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan salah mutlak dan salah relatif tanpa rasa takut dalam kegiatan diskusi kelompok. B. siswa dan guru dengan menggunakan sumber belajar yang ada dan lingkungan. Kegiatan belajar 2(2 x 45 menit) A. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi:  Guru memfasilitasi siswa dengan berdiskusi kelompok dalam mengukur suatu benda untuk memunculkan pendapat atau gagasan baru yang berkaitan dengan penyelesaian salah mutlak dan salah relatif secara tertulis maupun lisan. serta menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang salah mutlak dan salah relatif. .  Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang salah mutlak dan salah relatif  Guru mengawasi dan membimbing. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi:  Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan.(10 menit)   Guru memberikan motivasi dan mengkondisikan siswa siap untuk mengikuti pelajaran. (70 menit) Eksplorasi. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pealajaran yang lalu dengan materi yang akan dipelajari. berupa pujian terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas mengukur dengan berdiskusi kelompok. menganalisis. Kegiatan Awal.

250 ml mempunyai satuan pengukuran terkecil 0.  Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang pengertian salah mutlak dan salah relatif serta contoh-contohnya.5 meter. Uraian Materi: Kesalahan Pengukuran a.001 ml b.7 km mempunyai satuan pengukuran terkecil 0.5 x SPTk c. SPTk = 0. Salah Mutlak c. Hasil Pengukuran 15 cm mempunyai satuan pengukuran terkecil 1 cm Hasil Pengukuran 6. Salah Mutlak (SM) Salah Mutlak adalah setengah kali Satuan Pengukuran Terkecil.5 cm a.1 cm . Salah relatif Penyelasaian : HP = 2. Contoh. Salah Relatif (SR) Salah Relatif adalah perbandingan antara Salah Mutlak dan Hasil Pengukuran SR = Salah Mutlak SM = Hasil Pengukuran HP Contoh: Hasil pengukuran panjang tali adalah 2. Tentukanlah : a. Satuan Pengukuran Terkecil (SPTk) Satuan pengukuran terkecil yaitu tingkat ketelitian dalam pengukuran. SM = 0.85 gr mempunyai satuan pengukuran terkecil 0. Guru sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mendapat kesulitan.  Guru mengawasi dan membimbing.1 km Hasil Pengukuran 5.01 gr Hasil Pengukuran 9. Satuan Pengukuran Terkecil b.

1 cm = 0. Carilah salah relatif dari hasil pengukuran berikut ini! a. 4.5  0.(2 x 45 menit) A.05  0. 15.5 HP Lembar kerja siswa: Kerjakan soal-soal dibawah ini kemudian diskusikan hasilnya dengan kelompok anda! 1.5 ltr c. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pealajaran yang lalu dengan materi yang akan dipelajari.02  2. SM = 0. (70 menit) Eksplorasi.75 m 2. Kegiatan Awal. Kegiatan Inti. Kegiatan akhir     Guru bersama siswa membantu menyimpulkan hasil diskusi Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terpogram Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran Menugasi siswa untuk mempelajari materi berikutnya. 10 ml c. SR = SM 0. 25 cm b. 40 kg b. Dalam kegiatan eksplorasi: .5  SPTk = 0. Carilah salah mutlak dari hasil pengukuran berikut ini! a.(10 menit)   Guru memberikan motivasi dan mengkondisikan siswa siap untuk mengikuti pelajaran. 56. B.05 cm c.3 gr C.b. Kegiatan belajar ke 3.

berupa pujian terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas mengukur dengan berdiskusi kelompok.  Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang persentase kesalahan  Guru mengawasi dan membimbing.  Guru mengawasi dan membimbing. Guru memfasilitasi agar terjadi interaksi antar siswa.  Guru memberikan kesempatan untuk berfikir. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi:  Guru memfasilitasi siswa dengan berdiskusi kelompok dalam mengukur suatu benda untuk memunculkan pendapat atau gagasan baru yang berkaitan dengan penyelesaian persentase kesalahan secara tertulis maupun lisan. menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan persentase kesalahan tanpa rasa takut dalam kegiatan diskusi kelompok. serta menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang persentase kesalahan. tulisan. Uraian materi : Prosentase Kesalahan (PK) Prosentase Kesalahan adalah Salah Relatip di kalikan 100 % PK = SR x 100% Contoh: . siswa dan guru dengan menggunakan sumber belajar yang ada dan lingkungan. menganalisis.  Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang pengertian persentase kesalahan serta contoh-contohnya.  Guru menfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi:  Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan.  Guru sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mendapat kesulitan.

56.02 PK = SR x 100% = 0.5 m PTk = 0. .75 m d.(2 x 45 menit) A. b.(10 menit) a. (70 menit) Eksplorasi.02 x 100% = 2 % Lembar kerja siswa : Kerjakan soal-soal dibawah ini kemudian diskusikan hasilnya dengan kelompok anda! Tentukan persentase kesalahan dari hasil pengukuran berikut : a. 10 ml f.5 ltr c. 15. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pealajaran yang lalu dengan materi yang akan dipelajari.05 / 2.3 gr C. 4. Kegiatan akhir     Guru bersama siswa membantu menyimpulkan hasil diskusi Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terpogram Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran Menugasi siswa untuk mempelajari materi berikutnya. Kegiatan Awal.5 = 0. Kegiatan Inti. B. Kegiatan belajar ke 4.Hasil pengukuran panjang tali adalah 2.1) = 0. 40 kg b.5 meter.05 m SR = SM / HP = 0. Tentukanlah persentase kesalahan dari hasil pengukuran tersebut: Penyelesaian : HP = 2. 25 cm e. Guru memberikan motivasi dan mengkondisikan siswa siap untuk mengikuti pelajaran.1 m SM = ½ (0.

tulisan. menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan toleransi kesalahan tanpa rasa takut dalam kegiatan diskusi kelompok. Konfirmasi Dalam kegiatan konfirmasi:  Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan. Batas bawah pengukuran (Bbp) . Batas atas pengukuran (Bap) Batas atas pengukuran adalah Hasil Pengukuran ditambah Salah Mutlak Bap = HP + SM b. Uraian materi : a. menganalisis.  Guru memberikan kesempatan untuk berfikir. siswa dan guru dengan menggunakan sumber belajar yang ada dan lingkungan.   Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang salah toleransi kesalahan Guru mengawasi dan membimbing. Guru mengawasi dan membimbing.Dalam kegiatan eksplorasi:  Guru memfasilitasi agar terjadi interaksi antar siswa. Guru menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang pengertian salah mutlak dan salah relatif serta contoh-contohnya. serta menugasi semua siswa untuk mempelajari tentang toleransi kesalahan. Elaborasi Dalam kegiatan elaborasi:  Guru memfasilitasi siswa dengan berdiskusi kelompok dalam mengukur suatu benda untuk memunculkan pendapat atau gagasan baru yang berkaitan dengan penyelesaian toleransi kesalahan secara tertulis maupun lisan.     Guru menfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan. berupa pujian terhadap keberhasilan siswa dalam menyelesaikan tugas mengukur dengan berdiskusi kelompok. Guru sebagai nara sumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang mendapat kesulitan.

5 meter. (12  1) kg b. TK = Bap – Bbp Contoh 1: Hasil pengukuran panjang tali adalah 2.03)mm = 53.06 mm Lembar kerja siswa: Kerjakanlah setiap soal berikut ini dan diskusikadengan kelompok anda! 1.5  0. Tentukanlah Toleransi Kesalahannya! Penyelesaian : HP = 2.05) cm = 2.3  0.03)mm = 53.45 cm TK = Bap – Bbp = 2.4  0.5  SPTk = 0.03)mm Penyelesaian: Bap = (53.55 cm Bbp = HP – SM = (2.05) cm = 2. Berikan batas atas pengukuran dan batas bawah pengukuran yang dapat diterima untuk hasil pengukuran berikut ini a.5 – 0.37mm = 0.43 mm Bbp = (53.1 cm = 0. Toleransi Kesalahan (TK) Toleransi Kesalahan adalah selisih antara Batas atas pengukuran dan Batas bawah pengukuran.37 mm TK = 53.1 cm Contoh 2: Tentukan toleransi kesalahan dari hasil pengukuran yang dinyatakan dalam bentuk jangkauan ( HP  SM ) = (53.4 + 0.45 cm= 0. ( 6.43mm – 53.55 cm – 2.4 – 0.5 cm SPTk = 0.Batas atas pengukuran adalah Hasil Pengukuran dikurangi Salah Mutlak.1 cm SM = 0.1) detik . Bbp = HP – SM = c.05 cm Bap HP + SM = (2.5 + 0.

25) m 2.Modul aproksimasi kesalahan VI. Soal Tes Formatif 1. d. Jumlah kelereng dalam kotak itu adalah 10 buah. b.6 gr dan 9. Alat / Bahan / Sumber Belajar. 8.c.376 m.     Guru bersama siswa membantu menyimpulkan hasil diskusi Melakukan penilaian terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terpogram Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran Menugasi siswa untuk mempelajari materi berikutnya c. 2. Kegiatan Akhir. Carilah toleransi kesalahan jika diketahui bahwa pengukuran-pengukuran yang dapat diterima terletak antara: a. Berat mangga itu adalah 2. Manakah diantara pernyataan berikut yang merupakan hasil membilang ? a. 8. Tes Formatif (waktu 45 menit) A.6 kg C. Hasil pengukuran kedalaman sebuah sumur adalah 15. c.1 gr V. Carilah salah mutlak dan salah relatifnya! . Panjang kapur tulis 5 cm.Buku matematika untuk SMK karangan Kasmina dkk jilid 1 . Guru menugasi semua siswa untuk mengerjakan tes formatif. .2 kg dan 8. (18  0. Tes tertulis bentuk uraian obyektif. Penilaian. Banyaknya kelereng dalam tabung itu ± 150 buah.5 ons. 6 m dan 8 m b.

hasil pengukuran = 67.005 m Hasil pengukuran = 1.3. Tentukan prosentase kesalahan dari hasil pengukuran tersebut! 4. Hasil pengukuran diameter sebuah pipa besi 67.34 ohm .875 ohm SUK = 0. 365 ohm Ukuran minimum Toleransi = 2.001 ohm . 2.8745 ohm – = 0. c.355 ohm – = 0.0005 ohm Ukuran Maksimum = 1.001 ohm Hasil pengukuran = 2.875 ohm dan 2.001 m SM = SR = 3.326 dm SUK = 0. 376 m SUK = 0. SM = 0.34 ohm. 1. SM = 0.8755 ohm Ukuran Minimum Toleransi = 1. hasil pengukuran = 2.005 0hm Ukuran maksimum = 2.000743 % 4.01 ohm . Jumlah kelereng dalam kotak ituadalah 10 buah.36 ohm .0005 SR = Persentase kesalahan = 0. 0. Kunci jawaban 1.010 ohm SUK ⟺SM = .36 ohm SUK = 0.001 dm SM = 0.326 dm.001 = 0. hasil pengukuran = 15. Hasil pengukuran 3 buah resistor adalah 2. Tentukan toleransi dari hasil pengukuran masing-masing resistor tersebut! B.

.........01 ohm ..SUK = 0..01 ohm Score penilaian . NIP.... Mengetahui Kepala SMK ....Setiap nomor soal di jawab dengan benar diberi score 20.....Score maksimal yang diperoleh siswa yang menjawab benar semua = 4 x 20 = 80.................................. Bagi siswa yang belum dapat menyelesaikan 75% siswa mengulang mengerjakan tes formatif..... Guru Penyusun ................ 335 ohm – = 0.... Siswa yang dapat menyelesaikan minimal 75% dapat melanjutkan ke kegiatan belajar berikutnya..01 ohm Ukuran Maksimum = 2...... ..... SM = 0.......345 ohm Ukuran Minimum Toleransi = 2.... ............... ....................... . NIP...

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful