Pidato Bung Karno 1 Juni 1945

Menjelang kekalahannya di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan ini mengadakan sidangnya yang pertama dari tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945, dengan acara tunggal menjawab pertanyaan Ketua BPUPKI, Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, ―Indonesia merdeka yang akan kita dirikan nanti, dasarnya apa?‖ Hampir separuh anggota badan tersebut menyampaikan pandangan-pandangan dan pendapatnya. Namun belum ada satu pun yang memenuhi syarat suatu sistem filsafat dasar untuk di atasnya dibangun Indonesia Merdeka. Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka, yang dinamakannya Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai. Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno itu. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin) yang bertugas ―merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkn Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tiu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaa n Indonesia.‖ Demikianlah, lewat proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 (Diambil dari Pancasila Bung Karno, Paksi Bhinneka Tunggal Ika, 2005).

Inilah pidato yang bersejarah itu. Paduka Tuan Ketua Yang Mulia! Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pendapat saya. Saya akan menetapi permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka Tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini. Maaf beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan di dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah – dalam bahasa Belanda – Philosofische grondslag (dasar filosofiEd.) dari Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah fondamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka Tuan Ketua yang mulia. Tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberitahukan kepada Tuan-Tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan ―merdeka‖. ―Merdeka‖ buat saya adalah political independence, politieke onafhanke lijkheid (kemerdekaan politik, dalam bahasa Inggris dan Belanda-Ed.). Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid? Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang – saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini – zwaarwichtig (seolah-olah amat berat, dalam bahasa Belanda-Ed.) akan perkara-perkara kecil. Zwaarwichtig sampai – kata orang Jawa – jelimet (dengan teliti, rinci dan lengkap, dalam bahasa Jawa-Ed.). Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai jelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan. Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negaranegara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya! Alangkah bedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai sampai jelimet, maka saya bertanya kepada Tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80 persen dari rakyatnya terdiri dari kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti akan hal ini atau itu. Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata, bahwa tatkalah Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka!

Saya katakan di dalam kitab itu. Tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka. yang mengetahui sejarah. kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka… sampai di lubang kubur! (Tepuk tangan riuh) Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun 1933 saya telah menulis satu risalah. Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam – in one night only – kata Armstrong di dalam kitabnya. sekarang pun kita menerima urusan itu.). political independence.). bahwa kemerdekaan. yang berada di bawah pemerintah militer Jepang untuk mengurus persiapan sidang-sidang BPUPKI-Ed. telah saya katakan. maka satu menit pun kita tidak akan menolak. Jikalau umpamanya Butyoo-Butyoo (Kepala Departemen-Ed. apakah Saudarasaudara akan menolak. Risalah yang bernama Mencapai Indonesia Merdeka. dalam bahasa Jepang. bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan ―INDONESIA MERDEKA SEKARANG‖. diberi pelajaran oleh Ibn Saud jangan bergelandangan. Dan kita sekarang di sini mau mendirikan Negara Indonesia Merdeka. pemuda-pemuda yang 2 milsiyun. satu jembatan emas. sekarang! (Tepuk tangan-riuh) Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyusun Indonesia Merdeka. kenapa kita sebagai pemimpin rakyat. politieke onafhankelijkheid. bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller. bahwa di seberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan! Maaf. yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulu semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu. semuanya bersemboyan: Indonesia Merdeka. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riyadh dengan 6 orang! Sesudah ―jembatan‖ itu diletakkan Ibn Saud. Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovyet-Rusia Merdeka telah mempunyai Dneprprostoff. serta berkata: mangke rumiyin – tunggu dulu – minta ini dan itu selesai dulu. baru kita berani menerima urusan negara Indonesia Merdeka? (Seruan: Tidak! Tidak!) Saudara-saudara. menjadi zwaarwichtig. Tuan-tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah. pada sekarang ini. baru kita dapat merdeka. janganlah Tuan-tuan gentar di dalam hati. dalam bahasa Belanda-Ed. kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar-hati! Saudara-saudara. baru mengadakan sekolahan. tetapi tak menganut suatu agama-Ed. kalau saya membaca Tuan punya surat. Orang yang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca. 2 milyun pemuda ini semua berhasra Indonesia Merdeka sekarang! (Tepuk tangan-riuh) Saudara-saudara. sampai jelimet. saya peringatkan sekali lagi. yang menyundul ke angkasa? Apa ia tel mempunyai kereta-kereta api cukup. Maka di dalam risalah tahun 1933 itu.) yang lebih dari 80 persen tidak dapat membaca dan menulis. Bahkan 3 kali sekarang. Tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. dan kalau sudah selesai. yaitu Indonesia Mer deka sekarang. dam yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyiai radio-station. atau Soomubutyoo (Kepala Departemen Urusan Umum-Ed. ialah satu jembatan. politieke onafhankelijkheid – in one night. sekarang! Jikalau umpamanya Balatentara Dai Nippon. sekarang.) diganti dengan orang yang bernama Abdul Halim. yaitu orang Badui. di dalam satu malam! Saudara-saudara. orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade (suku yang berpindah-pindah tempat. tak lain dan tak bukan. dikasih tempat untuk bercocok-tanam.) diganti dengan orang-orang Indonesia. Indonesia Merdeka. adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia adal rakyat Musyik (golongan yang percaya adanya Tuhan. Paduka Tuan Zimukyokutyoo (Kepala Kantor Tata Usaha untuk Lembaga Tinggi. sekarang menyerahkan urusan negara kepada Saudara-saudara.) diganti dengan orang yang bernama Tjondro Asmoro. kalau umpamanya pada saat sekarang ini Balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita. Nomade dirubah lagi oleh Ibn Saud menjadi kaum tani – semuanya di seberang jembatan. sekarang pun kita mulai dengan negara Indonesia yang Merdeka! . sebenarnya kita telah mendapat political independence. Dua milyun ini menyampaikan seruan pada saya.Lihatlah pula – jikalau Tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat – Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Sovyet.)! Berdirilah saya punya bulu. Alangkah berlainannya Tuan-tuan punya semangat – jikalau Tuan-tuan demikian – dengan semangat pemuda-pemuda kita yang 2 milyun banyaknya. maka di seberang jembatan – artinya kemudian dari pada itu – Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi Arabia. untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovyet-Rusia Merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak. maka dengan mudah Gunseik-kan (Kepala Pemerintahan Militer Tentara Pendudukan Jepang-Ed. political independence. Lenin baru mengadakan radio-station. menjadi gentar. tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar! Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon (Kekaisaran Jepang Raya-Ed. baru mengadakan creche (tempat penitipan bayi dan anak-anak pada waktu orangtua bekerja-Ed. janganlah mengingat bahwa ini dan itu lebih dulu harus selesai dengan jelimet. maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka. kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka. politieke onafhkelijkheid. padahal semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu. baru mengadakan Dneprprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada Tuan-tuan sekalian. atau pengembara.) untuk merdeka.

Di dalam Sovyet-Rusia Merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Sovyet-Rusia satu per satu. Sang Ndoro dengan tempat tidurnya yang mentul-mentul. Ada yang berani kawin. sudah ada permadani. Artinya. satu zitje. dalam bahasa Jawa-Ed. yaitu Saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengans satu tikar. tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri. pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap-sedia. uang bertimbun-timbun: Kawin. bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet (pakaian untuk anak-anak. banyak ini banyak itu. kursi empat – yaitu meja mkan. Inggris. barulah saya berani kawin. baru kemudian merdeka. tempat tidur. sehat. Amerika dan lain-lain. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung. dalam bahasa Belanda-Ed. Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. tadi saya berkata. lekas berani kawin. tunggu dulu gaji 500 gulden. dalam bahasa Belanda-Ed. Kalau bangsa kita. tetapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. belum tentu mana yang lebih bahagia. (Tepuk tangan riuh) Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. sudah ada lampu listrik. soalnya adalah demikian: Kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah.). banyak penyakit hongerudeem (penyakit busung lapar. Musyikmusyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Saudara-saudara sekalian. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyatukan rakyat kita. bahwa sebenarnya international recht – hukum internasional – . tentu lebih baik. Tuan-tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. Saudi Arabia. tentang isinya. walaupun dengan bambu runcing. Saudara-saudara! (Tepuk tangan dan tertawa) Tekad hatinya yang perlu. 20 tahun lagi kita belum merdeka. di dalam Indonesia Merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya.). saya belum berani kawin. Saudara-saudara. kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Marhaen dengan satu tikar.‖ Saya berkata. lantas satu zitje (tempat duduk untuk bersantai. sampai lebur kiamat k ita belum dapat Indonesia Merdeka! (Tepuk tangan riuh) Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka. pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. berarti majikan atau tuan.). Manusia pun demikian. ada yang takut kawin. Tetapi ada satu yang sama.(Tepuk tangan menggemparkan) Saudara-saudara. semua siap sedia mati. sebelum kita dapat mencapai political independence… saya ulangi lagi. dalam bahasa Jawa-Ed. Sang Ndoro (atau Bandoro. kalau ini pun harus diselesaikan lebih dulu. Saudara saudara. atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk. dalam bahasa Belanda-Ed. dalam bahasa Belanda-Ed. Di dalam Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita agar supaya menjadi kuat. Sang klerk (jurutulis. sudah mempunyai ini dan itu. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. kuat. Di seberang jembatan – jembatan emas – inilah baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah.). Paduka Tuan Ketua yang mulia. banyak penyakit malaria. dengan satu periuk: dia kawin. tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk. Ada yang berkata: Ah.) dengan satu meja. ―Sehatkan dulu bangsa kita. Ada orang lain yang berkata: Saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu. Saudara-saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata. empat kursi.) – lantas satu tempat tidur. sudah mempunyai sendok garpu perak satu kaset. dalam bahasa Belanda-Ed. kita bangsa Indonesia tidak sehat badan.). masak untuk Merdeka. walaupun misalnya tidak dengan kinine. satu gubug: kawin. kekal dan abadi.) yang mempunyai rumah gedung. dalam bahasa Belanda-Ed. sudah mempunyai meja-kursi yang selengkap-lengkapnya. sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh-puluh pembicara. dalam bahasa Belanda-Ed. sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul (memantul. kalau ada kecakapan yang lain. Inilah yang menjadi minimum-eis (tuntutan minimum. beliau mengatakan: Kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka. Inilah maksud saya dengan perkataan ―jembatan‖. banyak disentri.) satu kaset plus kinder-uitzet – buat 3 tahun lamanya! (Tertawa) Saudara-saudara. tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka. Indonesia. Belum tentu mana yang lebih gelukkig (berbahagia. Saya mendengar uraian Paduka Tuan Soetardjo beberapa hari yang lalu. satu tempat tidur: Kawin. Tidakkah kita mengetahui. mempertahankan tanah air kita Indonesia. dan hati Sang Ndoro yang baru berani kawin kalau sudah mempunyai gerozilver (peralatan makan dari perak. ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka.). electrische-kookplaat (alat masak listrik. jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya. yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. dengan dagingnya sendiri. Saudara-saudara! Ibaratnya. dalam bahasa Belanda-Ed. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. itulah kemerdekaan. ada perbedaan antara Sovyet-Rusia.

di-generalerepetitie-kan. tetapi Weltanschauung-nya telah dalam tahun 1885 – kalau saya tidak salah – dipikirkan. di atas mana kita mendirikan negara Indonesia itu. bahwa kita harus mencari persetujuan. yang Saudara Liem Koen Hian . sebagai dikatakan oleh John Reed… hanya dalam 10 hari itulah didirikan negara baru. Kita bersama-sama mencarai persatuan philosofische grondslag. yang Ki Bagoes setujui. kemudian diakui oleh salah satu negara lain yang merdeka. Sudah lama sebelum tahun 1917. dalam bahasa Jerman-Ed. Saya katakan lagi ―setuju‖! Yang Saudara yamin setujui. yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun. yang Saudara Sanoesi setujui. San Min Chu I – Mintsu. mendirikan negara Arabia di atas suatu Weltanschauung – bahkan di atas satu dasar agama – yaitu Islam. Kita hendak mendirikan negara Indonesia Merdeka di atas Weltanschauung apa? Nasional-sosialisme-kah? Marxismekah? San Min Chu I-kah.menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun. Hitler mendirikan Jermania di atas national sozialistische Weltanschauung – filsafat nasional-sosialisme telah menjadi dasar negara Jermania yang didirikan oleh Adolf Hitler itu. mengakui satu negara yang merdeka. Maka demikian pula. Terlebih dulu telah tersedia Weltanschauung-nya. Di dalam 1933 barulah datang saatnya beliau dapat merebut kekuasaan dan negara diletakkan oleh beliau di atas dasar Weltanschauung yang telah dipropagandakan berpuluh-puluh tahun itu. tidak peduli rakyat bodoh atau pintar. yang Ki Hadjar setujui. perkataan Ki Bagoes Hadi-Koesoemo. kemudian mengikhtiarkan pula. Weltanschauung itu ―dicobakan‖. sosialisme – telah digambarkan oleh Dr. Ibn Saud. ada buminya dan ada pemerintahannya – sudahlah ia merdeka. ada pemerintahnya. Tidak! Sebab misalnya. bila beliau berkata. Cukup. Kemudan. timbullah pertanyaan: Apakah Weltanschauung kita. yaitu ada rakyatnya. Saudi Arabia. dan ditempatkan negara baru itu di atas Weltanschauung yang sudah ada. tetapi Weltanschauung-nya telah tersedia berpuluh-puluh tahun. sebelum Indonesia Merdeka datang. sebenarnya tidak benar perkataan anggota yang terhormat Abikoesno. dan di dalam 10 hari itu hanya sekedar direbut kekuasaan. Weltanschauung ini sudah lama harus kita bulatkan di dalam hati kita dan di dalam pikiran kita. Paduka Tuan Ketua. zwaarwichtig. ―Sovyet-Rusia didirikan dalam 10 hari oleh Lenin cs. Kita melihat dalam dunia ini. Di atas Tenno Koodoo Seishin inilah negara Dai Nippon didirikan. mendirikan negara Jermania di atas National-sozialistische Weltanschauung. Tidakkah pula Hitler demikian? Di dalam tahun 1933 Hitler menaiki singgasana kekuasaan. jikalau kita hendak mendirikan Indonesia yang merdeka? Tuan-tuan sekalian. Soekiman. maka sekarang saya bicarakan tentang hal ―dasar‖. dan banyak di antara negeri-negeri yang merdeka itu berdiri di atas suatu Weltanschauung. tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak. bahkan diikhtiar-ikhtiarkan. mengadakan. ditaruh kekuasaan itu di atas Weltanschauung yang telah berpuluh-puluh tahun umurnya itu. yaitu yang dinamakan Tenno Koodoo Seishin. itulah yang sudah bernama: Merdeka. Weltanschauung itu disedia-sediakan. untuk mendirikan negara Indonesia Merdeka di atasnya? Apakah nasional-sosialisme? Apakah historisch-materialisme? Apakah San Min Chu I. asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka. yaitu Marxistische. pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk international recht. Di dalam buku The Three People’s Principles. dirancangkan. demokrasi. banyak pikiran telah dikemukakan – macam-macam – tetapi alangkah benarnya perkataan dr. Tetapi kapankah Hitler mulai menyediakan dia punya Weltanschauung itu? Bukan di dalam tahun 1933. bahwa banyak sekali negaranegara merdeka didirikan dengan isi seadanya saja. sebagai dikatakan oleh Doktor Sun Yat Sen? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka. yang jelimet. walaupun menurut perkataan John Reed. lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan-bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka apa tidak? (Jawab hadirin: Mau!) Saudara-saudara! Sesudah saya bicarakan tentang hal ―merdeka‖. direbut kekuasaan. tetapi gagal. Bahkan dalam revolusi 1905. yang Saudara Abikoesno setujui.). menurut keadaan. Lenin mendirikan negara Sovyet di atas satu Weltanschauung. jika kita hendak mendirikan negara Indonesia Merdeka. mencari satu Weltanschauung yang kita semua setuju. bekerja mati-matian untuk me-realiteit-kan Weltanschauung mereka itu. hanya dalam 10 hari. minta philosofische grondslag. Tidak! Syaratnya sekedar bumi. Saudara-saudara. ada rakyatnya. Historisch-Materialistische Weltanschauung. Nippon mendirikan negara Dai Nippon di atas satu Weltanschauung. agar supaya Naziisme ini – Weltanschauung ini – dapat menjelma dengan dia punya Munchener Putsch.‖ – Reed di dalam kitabnya Ten days that shook the world. rakyat. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak. Idealis-idealis di seluruh dunia bekerja mati-matian untuk mengadakan bermacammacam Weltanschauung. tetapi di dalam tahun 1921 dan 1922 beliau telah bekerja. atau – jikalau kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk – Paduka Tuan Ketua yang mulia meminta suatu Weltanschauung (pandangan hidup. bahwa banyak negeri-negeri yang merdeka. Lenin di dalam revolusi tahun 1905 telah mengerjakan apa yang dikatakan oleh beliau sendiri generale-repetitie dari revolusi tahun 1917. Demikian itulah yang diminta oleh Paduka Ketua yang mulia: Apakah Weltanschauung kita. Minchuan.). Maka oleh karena itu. Paduka Tuan Ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang Paduka Tuan Ketua kehendaki! Paduka Tuan Ketua minta dasar. Asal ada buminya. dalam bahasa Jawa-Ed. Janganlah kita gentar. tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas Weltanschauung San Min Chu I itu. Dari 1895 Weltanschauung itu telah disusun. atau Weltanschauung apakah? Saudara-saudara sekalian. tidak diadakan syarat yang neko-neko (macam-macam. kita telah bersidang tiga hari lamanya. Sun Yat Sen Weltanschauung itu. mencari persetujuan paham. Min Sheng: Nasionalisme. Sepuluh hari yang menggoncangkan dunia… walaupun Lenin mendirikan Rusia dalam 10 hari.

meski saya di dalam rapat besar di Taman Raden Saleh sedikit-sedikit telah menerangkannya. bahwa tanah India adalah satu kesatuan di Asia Selatan. Satu Nationale Staat! Hal ini perlu diterangkan lebih dahulu. Di atas satu kebangsaan Indonesia. Lautan Pasifik dan Lautan Hindia. bahwa pulau-pulau Jawa. Demikan pula tiap-tiap anak kecil dapat melihat pada peta bumi. dalam bahasa Jerman-Ed. Die Nationalitatenfrage. Anak kecil pun dapat melihat. Seorang anak kecil pun – jikalau ia melihat peta dunia – ia dapat menunjukkan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan. maafkanlah saya memakai perkataan ―kebangsaan‖ ini! Saya pun orang Islam. bumi yang didiami manusia itu. untuk memberi kekuasaan pada satu golongan bangsawan? Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik Saudara-saudara yang bernama kaum Kebangsaan yang di sini. Allah s. Saudara-saudara. Indonesia yang bulat – bukan . Itu bukan berarti kebangsaan dalam arti yang sempit. tetapi kita bersama-sama mencari satu hal yang kita bersama-sama setujui. Sebagai Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo katakan kemarin. yang dinamakan geo-politik. pemikir orientalis Perancis-Ed. di situ ditanyakan: Was ist eine Nation? Dan dijawabnya ialah: Eine Nation ist eine aus Schiksalsgemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft (bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib-Ed. ini bukan kompromis. Mereka hanya memikirkan Gemeinschaft-nya (persamaan atau persatuannya. untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan yang kaya. yang selalu mendengung di dalam saya punya jiwa. Kemarin – kalau tidak salah – Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo. Marilah saya uraikan lebih jelas dengan mengambil tempo sedikit: Apakah yang dinamakan bangsa? Apakah syaratnya bangsa? Menurut Renan (Ernest Renan. tatkala Otto Bauer mengadakan definisinya itu. akan tetapi sejak tahun 1918… ialah: Dasar pertama. bapak Tuan pun adalah orang Indonesia. tetapi Sparta plus Athena plus Macedonia plus daeraha Yunani yang lain-lain – segenap kepulauan Yunani – adalah satu kesatuan. Ernest Renan menyebut syarat bangsa: le desir d’etre ensemble. atau Tuan Moenandar. Satu Nationale Staat Indonesia bukan berarti staat yang sempit. maka yang menjadi bangsa. bahwa kepulauan Inggris adalah satu kesatuan. janganlah Saudara-saudara salah paham jikalau saya katakan bahwa dasar pertama buat Indonesia ialah dasar kebangsaan. tatkala – kalau tidak salah – Prof. Seorang anak kecil pula dapat mengatakan. yaitu kehendak akan bersatu. syarat bangsa ialah ―kehendak akan bersatu‖. maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam. tatkala itu belum timbul satu wetenschap baru. Selebes. Inilah menurut Otto Bauer satu natie. menyusun peta dunia. yaitu gerombolan manusia yang mau bersatu. dibatasi oleh Lautan Hindia yang luas dan Gunung Himalaya. dalam arti yang dimaksudkan oleh Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo itulah. Tetapi kemarin pun. Definisi Otto Bauer pun sudah tua. Sebab tatkala Ernest Renan mengadakan definisinya itu. dalam bahasa Perancis-Ed. bukan Macedonia saja.w. Halmahera. dalam bahasa Belanda-Ed. Griekenland atau Yunani dapat ditunjukkan sebagai satu kesatuan pula. Pada peta itu dapat ditunjukkan satu kesatuan gerombolan pulau-pulau di antara 2 lautan yang besar. Sumatera. Borneo. Seorang anak kecil dapat mengatakan. bahwa pulau-pulau Nippon yang membentang pada pinggir timur Benua Asia sebagai golfbreker atau penghadang gelombang lautan Pasifik. ialah dasar Kebangsaan. Itu ditaruhkan oleh Allah SWT demikian rupa. l’ame et le desir (jiwa dan kehendaknya. Soepomo mensitir Ernest Renan. adalah satu kesatuan. tetapi saya menghendaki satu nationale staat (negara nasional. sudah tua. Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Saudara-saudara Islam lain. kita dasarkan negara Indonesia. adalah satu kesatuan.). tanah air kita? Menurut geopolitik. bukan saja di dalam beberapa hari di dalam sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai ini. Saya minta. nenek moyang Tuan pun bangsa Indonesia. satu ilmu baru. maka Tuan adalah orang bangsa Indonesia. semuanya telah mufakat. Persatuan antara orang dan tempat. Menurut definisi Ernest Renan. Bukan Sparta saja. bahwa bukan negara yang demikian itulah yang kita punya tujuan. maka anggota yang terhormat Mr.) Mereka hanya mengingat karakter.). Tanah air itu adalah satu kesatuan. definisi Ernest Renan sudah verouderd. bukan Athena saja. untuk sesuatu golongan? Mendirikan negara Indonesia Merdeka yang namanya saja Indonesia Merdeka. yang merasa dirinya bersatu. saya bertanya: Apakah kita hendak mendirikan Indonesia Merdeka untuk sesuatu orang. Maluku dan lain-lain pulau kecil di antaranya. Tetapi saya minta kepada S audara-saudara. yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia. Tuan Yamin.Yamin berkata: Verouderd! Sudah tua! Memang Tuan-tuan sekalian. yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Kalau kita melihat peta dunia.setujui. Inilah salah satu dasar pikiran yang nanti akan saya kupas lagi.) dan perasaan orangnya. seperti yang saya katakan dalam rapat di Taman Raden Saleh beberapa hari yang lalu. Apakah itu? Pertama-tama. Kita mendirikan satu Negara Kebangsaan Indonesia.t membuat peta dunia. pendeknya kita semua mencari satu modus. persatuan antara manusia dan tempatnya! Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Apakah tempat itu? Tempat itu yaitu tanah air. dan di antara 2 benua.). tidak mengingat tempat. Ernest Renan dan Otto Bauer hanya sekedar melihat orangnya. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita. Perlu orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu. maka Indonesialah tanah air kita. tidak mengingat bumi. kita dapat menunjukkan di mana ―kesatuan kesatuan‖ di situ. mengatakan tentang ―persatuan antara orang dan tempat‖. tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang. Maka. Tuan-tuan sekalian.) – di dalam bukunya. Kepulauan Sunda Kecil. Kalau kita lihat definisi orang lain – yaitu definisi Otto Bauer (pemikir dan teoritikus Partai Sosial Demokrat Austria-Ed. Kita hendak mendirikan suatu negara ―semua buat semua‖.

Dengan perasaan hormat kepada Prabu Siliwangi di Pajajaran. Pendek kata. tetapi semuanya menschheid – perikemanusiaan! Tetapi Dr. tertanamlah rasa kebangsaan oleh pengaruh The Three People’s Principles itu. duduk di bangku sekolah HBS di Surabaya. tinggal di kesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung Utara Sumatera sampai ke Irian! Seluruhnya! Karena antara 70. atau Selebes saja.‖) Kalau begitu. bukan Lombardia.) adalah nationale staat. Dalam hati saya sejak itu. saya berkata. tetapi seluruh Jermania-lah satu nationale staat. Saya yakin tidak ada satu golongan di antara Tuan-tuan yang tidak mufakat. bahwa ada kebangsaan Tionghoa! Saya mengaku. yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat. atau Sunda. Dengan perasaan hormat kepada Prabu Sultan Agung Tirtayasa. tetapi seluruh segitiga India-lah nanti harus menjadi nationale staat. Tuan tidak mau akan kebangsaan? Di dalam pidato Tuan. atau Ambon saja. Baars. San Min Chu I atau The Three People’s Principles. tetapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia. yang di utara dibatasi oleh pengunungan Alpen – adalah nationale staat.Jawa saja. di atas kesatuan bumi Indonesia dari ujung Sumatera sampai ke Irian. sehormat-hormatnya. jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikit pun. yaitu di zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit. tidak ada bangsa Arab.000. yakinlah bahwa Bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan hormat. saya berkata bahwa kerajaannya bukan nationale staat. . Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Sumatera. Di antara bangsa Indonesia. ada orang lain yang memperingatkan saya. Di Jawa Barat rakyat Pasundan sangat merasakan le desir d’etre ensemble.‖ (Liem Koen Hian menanggapi: ―Bukan begitu. Bukan bagian kecil-kecil. tidak ada bangsa. saya berkata dengan beribu-ribu hormat kepada Sultan Agung Hanyokrokoesoemo. bukan Saksen (kerajaan lama di Jerman. Di luar itu kita tidak mengalami nationale staat. yang memberi pelajaran kepada saya. Tuan Liem Koen Hian. Saya tahu. bangsa Indonesia – Natie Indonesia – bukanlah sekadar contoh satu golongan orang yang hidup dengan le desir d’etre ensemble di atas daerah yang kecil seperti Minangkabau. tetapi kebangsaan Indonesia. bukan Venetia. tetapi seluruh Italia-lah – yaitu seluruh semenanjung di Laut Tengah. dan saya mengucapkan terima kasih. Kita hanya 2 kali mengalami nationale staat. Tetapi Minangkabau bukan satu kesatuan. maksudnya Soeroso-Ed. jikalau Tua-tuan terima baik. melainkan hanya satu bagian kecil dari satu kesatuan! Penduduk Yogya pun adalah merasa le desir d’etre ensemble.000. tidak cukup definisi Otto Bauer aus Schiksalsgemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft itu. jikalau seluruh bangsa Tionghoa menganggap Dr. ialah Dr. Maaf. Ada sambungannya lagi. bahwa Mataram – meskipun merdeka – bukan nationale staat. Bangsa Tionghoa dahulu banyak yang kena penyakit kosmopolitanisme. atau Bugis. yang mengatakan tidak ada kebangsaan. bangsa Indonesia. bahwa tanah Bugis yang merdeka itu bukan nationale staat. Bukan Benggala. Maka oleh karena itu. umat Indonesia jumlah orangnya adalah 70. memberi pengajaran kepada rakyat Tionghoa. jangan mengira. tetapi Yogya pun hanya satu bahagian kecil dari satu kesatuan. Sun Yat Sen – sampai masuk ke lobang kubur. merasa berterima kasih kepada Dr. lebih dikenal sebagai Prusia. tetapi 70. yang paling ada le desir d’etre ensemble adalah rakyat Minangkabau. bahwa tiap-tiap negara merdeka adalah satu nationale staat! Bukan Pruisen. saya berkata. tidak ada bangsa India. karena Tuan Liem Koen Hian pun menyetujui dasar kebangsaan. baik Islam maupun golongan yang dinamakan ―golongan kebangsaan‖. pada waktu saya berumur 16 tahun. yang banyaknya kira-kira 2 milyun. Sun Yat Sen bangkit. Bali atau lainlain. tidak ada bangsa Nippon. Saudara-saudara. Tetapi pada tahun 1918. Karena itu. Ke sinilah kita harus menuju semuanya. sekali lagi satu! (Tepuk tangan hebat) Ke sinilah kita semua harus menuju: Mendirikan satu Nationale Staat. Nationale staat hanya Indonesia seluruhnya.). Sulawesi. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah SWT menjadi suatu kesatuan antara dua benua dan dua samudera – itulah tanah air kita! Maka jikalau saya ingat perhubungan antara orang dan tempat – antara rakyat dan buminya – maka tidak cukuplah definisi yang dikatakan Ernest Renan dan Otto Bauer itu.000 yang telah menjadi satu. waktu ditanya sekali lagi oleh Paduka Tuan Fuku Kaityoo (Wakil Ketua. Maaf. yang telah ditentukan oleh Allah SWT.000. bukan Sumatera saja. tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang menurut geopolitik. Rakyat ini merasa dirinya satu keluarga. bahwa kerajaannya di Banten – meskipun merdeka – bukan suatu nationale staat. sehingga mereka berkata bahwa tidak ada bangsa Tionghoa. bukan kebangsaan Borneo. Dengan perasaan hormat kepada Sultan Hasanuddin di Sulawesi yang telah membentuk kerajaan Bugis. yang telah berdiri di zaman Sriwijaya dan Majapahit dan yang kini pula kita harus dirikan bersama-sama. atau Maluku saja. alhamdulillah. bukan Bihar dan Orissa. satu. Tidak cukup le desir d’etre ensemble. banyak juga orang-orang Tionghoa klasik yang tidak mau akan dasar kebangsaan. Sun Yat Sen sebagai penganjurnya. tetapi Sunda pun haya satu bagian kecil dari satu kesatuan. saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitanisme yang diajarkan oleh Baars itu. Katanya: ―Jangan berpaham kebangsaan.‖ Itu terjadi pada tahun ‗17. Demikian pula bukan semua negeri-negeri di tanah air kita yang merdeka di jaman dahulu adalah nationale staat. Tuan menjawab: ―Saya tidak mau akan kebangsaan. atau Borneo saja. Saya berkata dengan penuh hormat kepada kita punya raja-raja dahulu. Bavaria dan Saxony-Ed. bukan Punjab. Saudara-saudara.000 ini sudah ada le desir d’etre ensemble. bukan Bayern.000. maaf. saya mengambil contoh Minangkabau. atau Yogya. atau Madura. saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. sudah terjadi Charaktergemeinschaft! Natie Indonesia. karena mereka memeluk paham kosmopolitanisme. marilah kita mengambil dasar Negara yang pertama: Kebangsaan Indonesia. Sun Yat Sen! Di dalam tulisannya.

yang mengatakan tidak ada Indonesia. tidak ada Nippon. Kita. Jangan kira di Turki tidak ada perjuangan. Malahan saya yakin. Dan hati Islam Bung Karno ini. tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsabangsa. dalam bahasa Inggris-Ed. 80. sebagian besar dari utusan-utusan yang masukn badan perwakilan Indonesia ialah orang Kristen. bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulia. Tidak ada yang setinggi Jermania. yang saya usulkan kepada Tuan-tuan. agar supaya mengerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan Islam ke dalam badan perwakilan ini. marilah kita pemimpinpemimpin menggerakkan segenap rakyat itu. bukan chauvinisme. dua hal ini. dalam permusyawaratan. sebagai dikobar-kobarkan orang di Eropa. bekerja sekeras-kerasnya. Jadi. persaudaraan dunia. walaupun golongan kaya. tetapi lihatlah di dalam sidang ini berapa persen yang memberikan suaranya kepada Islam? Maaf beribu maaf. Tidak ada negara boleh dikatakan negara hidup. Internasionalisme tidak dapat hidup subur. fair play! (permainan yang jujur. baru jikalau demikian. Saudara-saudara. Tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan hati Islam. Badan perwakilan. kita bicarakan di dalam permusyawaratan.). apakah dasar yang ke-3? Dasar itu ialah dasar mufakat. Maka saya berkata. 90 utusan yang duduk dalam perwakilan rakyat ini orang Islam. My nationalism is humanity. pemukapemuka Islam. baru jikalau demikian. 90 persen daripada kita beragama Islam. pemukapemuka Islam. tetapi kebangsaan saya adalah perikemanusiaan. semua buat satu‖. Kita bukan saja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka. sehingga berpaham ―Indonesia uber Alles (Indonesia di atas semua bangsa-Ed. Jikalau memang kita rakyat Islam. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme. perjuangan selamanya ada. Dengan cara mufakat.‖ Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri. Apa-apa yang belum memuaskan. agar supaya sebagian yang terbesar daripada kursi-kursi badan perwakilan rakyat yang kita adakan. mempunyai bahasa yang satu. maupun di dalam staat Kristen. prinsip 1 dan prinsip 2 – yang pertama-tama saya usulkan kepada Tuan-tuan sekalian – adalah bergandengan erat satu sama lain. merasa berbangsa satu.). keislaman saya jauh belum sempurna – tetapi kalau Saudara-saudara membuka saya punya dada. Tuan-Tuan. serta meremehkan bangsa lain. juga keselamatan agama. sehingga 60 persen. Jangan kita berdiri di atas asas demikian. 70 persen. yaitu prinsip permusyawaratan.). Kalau misalnya orang Kristen ingin bahwa tiap-tiap letter (huruf. Terimalah Saudara-saudara prinsip nomor 3. jikalau di dalam badan perwakilannya tidak seakan-akan bergolak mendidih kawah Candaradimuka. tidak ada Inggris. diduduki oleh utusan-utusan Islam. inilah tempat yang terbaik untuk memelihara agama. hiduplah Islam Indonesia. agar supaya. ―satu buat semua. marilah kita bekerja sehebat-hebatnya. apa-apa yang kita rasa perlu bagi perbaikan. Kita berkata. yang katanya bangsanya minulyo. saya pun. Itu adil. Tetapi Tanah Air kita Indonesia hanya satu bagian kecil saja dari dunia! Ingatlah akan hal ini! Gandhi berkata: ―Saya seorang nasionalis. kalau tidak ada perjuangan paham di dalamnya. tidak ada Amerika. inilah tempat kita untuk mengemukakan tuntutan-tuntutan Islam. barulah boleh dikatakan bahwa agama Islam benar-benar hidup di dalam jiwa rakyat. bukanlah saya bermaksud kosmopolitanisme. jikalau hal yang demikian itu nyata terjadi. 80 persen. betul hidup. dan beras itu akan menjadi nasi Indonesia yang sebaik-baiknya. ingin membela Islam dalam mufakat. Untuk pihak Islam. kalau tidak hidup di dalam taman sarinya internasionalisme. bekerjalah mati-matian. Jangan berkata. ulama-ulama Islam. Di sinilah kita usulkan kepada pemimpin-pemimpin rakyat. bukan satu negara untuk satu golongan. supaya keluar daripadanya beras. Terimalah prinsip nomor 3.‖ Inilah bahayanya! Kita cinta tanah air yang satu. yaitu prinspi permusyawaratan! . 70. Inilah philosofische princiep yang nomor dua. marilah kita bekerja. yaitu dengan jalan pembicaraan atau permusyawaratan di dalam Badan Perwakilan Rakyat. dan jikalau memang Islam di sini agama yang hidup berkobar-kobar di dalam kalangan rakyat. seakan-akan menumbuk membersihkan gabah. saya minta kepada Saudara-saudara sekalian – baik yang bukan Islam. Tidak ada satu staat yang hidup betul. Nasionalisme tidak dapat hidup subur. Dengan sendirinya hukum-hukum yang keluar dari badan perwakilan rakyat itu. dan bukan hanya Islam yang hanya di atas bibir saja.(Anggota-anggota Tionghoa bertepuk tangan) Saudara-saudara! Tetapi… tetapi… memang prinsip kebangsaan ini ada bahayanya! Bahayanya ialah mungkin orang orang meruncingkan nasionalisme menjadi chauvinisme (nasionalisme yang berlebihan. Jikalau memang rakyat Indonesia rakyat yang bagian besarnya rakyat Islam. tidak ada Birma. prinsip perwakilan rakyat! Di dalam perwakilan rakyat Saudara-saudara Islam dan Saudara-saudara Kristen bekerjalah sehebat-hebatnya. prinsip mufakat. agar supaya dalam pergaulan sehari-hari. hukum Islam pula. berambut jagung dan bermata biru – bangsa Arya – yang dianggapnya tertinggi di atas dunia. kita selalu bergosok. saya tanya hal itu! Bagi saya hal itu adalah satu bukti. kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. kita perbaiki segala hal. maupun terutama yang Islam – setujuilah prinsip nomor 3 ini. kalau tidak ada perjuangan di dalamnya. sedang bangsa lain tidak ada harganya. 90 persen utusan adalah orang Islam. dalam bahasa Inggris-Ed. agar supaya 60. ekstrem-Ed. Allah subhanahu wa ta‘ala memberi pikiran kepada kita. Baik di dalam staat Islam. bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan. Justru inilah prinsip yang kedua. dasar perwakilan. Ibaratnya badan perwakilan rakyat 100 orang anggotanya. dan lain-lainnya.) di dalam peraturan-peraturan negara Indonesia harus menurut Injil. dasar permusyawaratan. perwakilan. Tetapi kita mendirikan negara ―semua buat semua‖. dan melihat saya punya hati. yang tidak mau adanya kebangsaan. perwakilan. bahwa Islam belum hidup sehidup-hidupnya di dalam kalangan rakyat. Oleh karena itu. Saya yakin. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang. yang boleh saya namakan internasionalisme. yang mengatakan Deutschland uber Alles. Dalam perwakilan nanti ada perjuangan sehebat-hebatnya. Kita harus menuju persatuan dunia. Jangan kira dalam negara Nippon tidak ada pergeseran pikiran. Kemudian. adalah orang Islam – maaf beriburibu maaf.

orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Tetapi tidakkah di Eropa justru kaum kapitalis merajalela? Di Amerika ada suatu Badan Perwakilan Rakyat.Prinsip nomor 4. Kita akan bicarakan hal ini bersama-sama. janganlah anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya – dengan otomatis – menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. kita dengan sendirinya sudah mencapai kesejahteraan ini. maka saya minta supaya tiap-tiap kepala negara pun dipilih. menciptakan dunia baru yang di dalamnya ada keadilan. ialah sociale rechtvaardigheid. tetapi permusyawaratan yang memberi hidup. di bawah pimpinan Ratu Adil. bahwa kalau Badan Perwakilan Rakyat sudah ada.). dan mangkat. Kesejahteraan sosial. Kebangsaan Indonesia 2. Rakyat ingin sejahtera. hendaknya bukan demokrasi Barat. ―tiap-tiap orang mempunyai hak sama. Apa sebab? Oleh karena monarki vooronderstelt erfe-lijkheid (pewarisan yang sudah diketahui terlebih dahulu. tak ada economische democratie sama sekali. merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang-pangan kepadanya? Mana yang kita pilih. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan. Internasionalisme atau perikemanusiaan 3.). saya tidak akan memilih monarki. yaitu bukan saja persamaan politik. Tetapi di dalam dia punya tempat bekerja – di dalam pabrik – sekarang ia menjatuhkan minister. saya menghendaki mufakat. yakni tiada ―egoisme agama‖. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. jalankan agama. Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan. semata-mata tidak ada sociale rechtvaardigheid – tidak ada keadilan sosial. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. Maka oleh karena itu. Maka oleh karena itu. saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu. yaitu prinsip kesejahteraan.). Turun-temurun. Saya di dalam 3 hari ini belum mendengarkan prinsip itu. saya demokrat karena saya orang Islam. yang kaum kapitalnya merajalela. Min Sheng: Nationalism. di negaranegara Eropa adalah Badan Perwakilan. Saya katakan tadi: Prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu.). segala hal akan kita selesaikan. dan tidakkah di Amerika kaum kapitalis merajalela? Tidakkah di seluruh benua Barat kaum kapitalis merajalela? Padahal ada badan perwakilan rakyat! Tak lain tak bukan sebabnya. dibikin werloos (menganggur.‖ Adakah keadaan yang demikian ini yang kita kehendaki? Saudara-saudara. Segenap rakyat hendaknya bertuhan secara kebudayaan. Jean Jaures yang menggambarkan politieke demoratie. marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini. maupun Amirul mu‘minin. Tidakkah agama Islam mengatakan bahwa kepala-kepala negara. kita pilih. saya ingat akan kalimat seorang pemimpin Perancis. mengingat. sekarang saya usulkan. apakah prinsip ke-5? Saya telah mengemukakan 4 prinsip: 1. Saudara-saudara. dalam bahasa Belanda-Ed. saya terus terang. Tak lain tak bukan adalah yang dinamakan demokrasi di sana itu hanyalah politieke demoratie saja. ataukah yang semua rakyatnya sejahtera. Maka oleh karena itu Jean Jaures berkata lagi: ―Wakil kaum buruh yang mempunyai hak politik itu. saya usulkan: Kalau kita mencari demokrasi. Kita sudah lihat. hendaknya bukan bada permusyawaratan politieke democratie saja.‖ kata Jean Jaures. didalam Parlemen dapat menjatuhkan minister (menteri. adakah kenyataan kesejahteraan di kalangan rakyat?‖. Democracy. badan permusyawaratan yang akan kita buat. kurang pakaian. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih. artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya. adalah parlementaire demoratie. dalam bahasa Belanda-Ed. Saya orang Islam. harus dipilih oleh rakyat? Tiap -tiap kali kita mengadakan kepala negara. Saudara-Saudara. Saudara-saudara. besok dia dapat dilempar ke luar jalan raya. cukup pakaian. sekedar menurut resepnya Fransche Revolutie (Revolusi Perancis. baik Islam. Saudara-saudara. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan paham Ratu-Adil. tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan. maupun Kristen. segala hal! Juga di dalam urusan Kepala Negara. Saya ulangi lagi. Mufakat atau demokrasi 4. Tetapi marilah kita semuanya bertuhan. Ia seperti raja. Min Chuan. Saudara-saudara? Jangan Saudara kira. tidak dapat makan suatu apa. jikalau kita memang betul-betul mengerti. dalam bahasa Belanda dan Inggris-Ed. Hak politik yang sama. dengan cara yang berkeadaban. mencinta rakyat Indonesia. tetapi badan yang bersama dengan masyarakat dapat mewujudkan dua prinsip: politieke rechtvaardigheid dan sociale rechtvaardigheid (keadilan politik dan keadilan sosial. yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW. ―Di dalam parlementaire demoratie. Saudarasaudara. menjadi Kepala Negara Indonesia. yang semua orang cukup makan. ialah oleh karena badan-badan perwakilan yang diadakan di sana itu. meninggal dunia. hidup dalam kesejahteraan. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan! Marilah kita amalkan. Maka prinsip kita harus: Apakah kita mau Indonesia Merdeka. yakni politiek-economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Sosialism. Tetapi adakah sociale rechtvaardigheid.). Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya. di dalam badan permusyawaratan. tiap-tiap orang boleh masuk dalam parlemen. . baik kalif. dalam bahasa Belanda-Ed. dalam bahasa Belanda-Ed. prinsip tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka. Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. tiap-tiap orang boleh memilih.

antara yang Islam dan yang Kristen. amal ini. kebangsaan dan internasionalisme – kebangsaan dan perikemanusiaan – saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan Sosio-nasionalisme. lebih dinamis dari ―kekeluargaan‖.(Tepuk tangan sebagian hadirin) Nabi Muhammad SAW telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid (sifat dapat memahami pendapat yang lain. satu pekerjaan. perjuangan bantubinantu bersama. Saya senang kepada simbolik. dalam pangkuan asas yang kelima inilah. pemerasan keringat bersama. yaitu perkataan ―gotong-royong‖. akan mendapat tempat yang sebaik-baiknya. Marilah kita menyelesaikan karyo. yaitu dengan cara yang berkebudayaan! Saudara-saudara! ―Dasar-dasar Negara‖ telah saya usulkan Lima bilangannya. apakah ―perasan‖ yang tiga itu? Berpuluh -puluh tahun sudah saya pikirkan dia. Saudara-saudara. perwakilan – di situlah tempatnya ktai mempropagandakan ide kita masing-masing dengan cara yang tidak onverdraagzaam (tidak sabar. dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia. Ketuhanan yang berbudi pekerti yang luhur. kesejahteraan dan ketuhanan – lima pula bilangannya. internasionalisme. Apakah yang satu itu? Sebagai tadi telah saya katakan: Kita mendirikan negara Indonesia. Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: Sosio-nasionalisme. Tetapi terserah kepada Tuan-tuan. segenap agama yang ada di Indonesia sekarang ini. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah gotong-royong! (Tepuk tangan riuh-rendah) Prinsip gotong-royong di antara yang kaya dan yang tidak kaya. ialah Ketuhanan yang berkebudayaan. Trisila menjadi Ekasila. bukan Hadikoesoemo buat Indonesia. adalah prinsip untuk Indonesia Merdeka yang abadi. Saudara-saudara. Dan Negara kita akan bertuhan pula! Ingatlah prinsip ketiga – permufakatan. Dharma berarti kewajiban. Tinggal lagi Ketuhanan.). tetapi Indoesia buat Indoesia. maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen. dalam bahasa Belanda-Ed. gawe. Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. Kita mempunyai pancaindera. barangkali ada Saudara-saudara yang tidak suka akan bilangan lima itu? Saya boleh peras sehingga tinggal 3 saja. Tetapi barangkali tidak semua Tuan-tuan senang kepada Trisila ini. mufakat. Weltanschauung kita. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia. (Tepuk tangan riuh) Atau. pekerjaan. Amal semua buat kepentingan semua. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini – sesuai dengan itu – menyatakan: Bahwa prinsip kelima dari Negara kita. dan yang tiga menjadi satu. Sila artinya ―asas‖ atau ―dasar‖. Prinsip-prinsip seperti yang saya usulkan kepada Saudara-saudara ini. saya kumpulkan lagi menjadi satu. Kalau Tuan senang kepada simbolik tiga. Namanya bukan Panca Dharma. Alangkah hebatnya! Negara Gotong-Royong! (Tepuk tangan riuh-rendah) ―Gotong-royong‖ adalah paham yang dinamis. dan minta satu. Sekarang banyaknya prinsip – kebangsaan. yang kita semua harus mendukungnya. Inilah. . yang dinamakan anggota yang terhormat Soekardjo satu karyo. yang saya usulkan kepada Saudara-saudara. Jari kita lima setangan. bukan Van Eck buat Indonesia.). demokrasi dengan kesejahteraan – saya peraskan pula menjadi satu: inilah yang dulu saya namakan Sosio-demokrasi. kekal dan abadi. satu dasar saja! Baiklah saya jadikan satu. Dan demokrasi yang bukan demokrasi Barat. Saudara -saudara! Kekeluargaan adalah satu paham yang statis. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid itu. bersama-sama! Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama. satu gawe. antara yang bukan Indonesia tulen dengan peranakan yang menjadi bangsa Indonesia. bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia. Puluhan tahun dadaku telah menggelora dengan prinsip-prinsip itu. Semua buat semua! Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga. ambillah yang tiga ini. tentang menghormati agama-agama lain. ialah dasar-dasarnya Indonesia Merdeka. satu amal. yang menghormati satu sama lain. memaksa. Pancasila menjadi Trisila. Rukun Islam lima jumlahnya. mana yang Tuan-tuan pilih: Trisila. dalam bahasa Belanda-Ed. tetapi – saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman ahli bahasa — namanya ialah Pancasila. tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. jikalau Saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa! Di sinilah. keringat semua buat kebahagiaan semua. sedang kita membicarakan dasar. sosio-demokrasi dan Ketuhanan. Saudara-saudara tanya kepada saya. Ekasila ataukah Pancasila? Isinya telah saya katakan kepada Saudara-saudara semuanya. Hatiku akan berpesta raya. tetapi politiek-economische demoratie – yaitu politieke demoratie dengan sociale rechtvaardigheid. bukan golongan Islam buat Indonesia. Apa lagi yang lima bilangannya? (Seorang yang hadir: “Pendawa Lima.”) Pendawa pun lima orangnya. Dua dasar yang pertama. Simbolik angka pula.

Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak menekadkan mati-matian untuk mencapai merdeka. sampai ke akhir zaman! Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa. Saudarna-saudara. itulah harus Weltanschauung kita. tanamkanlah dalam kalbu Saudara-saudara. Tetapi dasarnya. oleh Stalin. ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid. Saudara-saudara! Tidak! Bahkan saya berkata lebih lagi dari itu: Zonder perjuangan manusia. dalam bahasa Belanda-Ed. lain coraknya. Karena itulah saya mengucap syukur kepada Allah SWT. Jangan pun buatan manusia. dalam bahasa Belanda-Ed. dan Indonesia Merdeka yang demikian itu adalah negara Indonesia yang kuat. peraturan yang bersifat sementara. Untuk membangun nasionalistis Indonesia. Tidak! Bahkan saya berkata: Di dalam Indonesia Merdeka itu perjuangan kita harus berjalan terus. tidak dapat menjelma menjadi realiteit zonder perjuangan manusia yang dinamakan umat Islam. karena saya telah mengadakan kritik terhadap catatan Zimukyokutyoo yang saya anggap verschrikkelijk zwaarwichtig (seolah-olah sangat berat. bukan negara Indonesia yang lambat-laun menjadi bubur. dalam bahasa Belanda-Ed. perjuangan. untuk kebangsaan Indonesia. bahwa tidak ada satu Weltanschauung dapat menjelma dengan sendirinya. untuk permufakatan. ingin hidup di atas dasar permusyawaratan. hanya lain sifatnya dengan perjuangan sekarang. Adipati Karawang . bahwa pidato saya ini menjadi panjang lebar. Tetapi. insyaflah. Zonder (tanpa. menjadi realiteit dengan sendirinya. Pancasila. Terima kasih! (Tepuk tangan riuh-rendah dari segenap hadirin) Wassalam. oleh Lenin. dengan ketuhanan yang luas dan sempurna – janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya. San Min Chu I tidak dapat menjadi kenyataan zonder perjuangan bangsa Tionghoa. terserah kepada Saudara-saudara. Di dalam masa peperangan itulah kita mendirikan negara Indonesia. ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka. ialah perjuangan. Berhubungan dengan itu – sebagai yang diusulkan oleh beberapa pembicara-pembicara tadi – barangkali perlu diadakan noodmaat-regel (aturan darurat. Saya minta maaf. jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu.) perjuangan itu tidaklah ia akan menjadi realiteit! Leninisme tidak bisa menjadi realiteit zonder perjuangan seluruh rakyat Rusia. Tetapi saya sendiri mengerti seinsyaf-insyafnya. untuk sociale rechtvaardigheid. diterima atau tidak.). tidak ada satu hal agama. yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad: Merdeka! ―Merdeka atau mati!‖ (Tepuk tangan riuh) Saudara-saudara! Demikianlah saya punya jawab atas pertanyaan Paduka Tuan Ketua. berjuang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila. tetapi saya berjuang sejak tahun 1918 sampai 1945 sekarang ini untuk Weltanschauung itu. jangan pun yang diadakan oleh Hitler. tidak ada satu cita-cita agama. dan saya juga minta maaf. kita hidup di dalam masa peperangan. sebagai bangsa yang bersatu-padu. untuk kebangsaan Indonesia yang hidup di dalam perikemanusiaan. yang penuh dengan perikemanusiaan. satu nationaliteit yang merdeka. Begitu pula perkataan-perkataan yang tertulis di dalam kitab Injil. zwart op wit (hitam di atas putih. Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan – menjadi realiteit – jika tidak dengan perjuangan! Jangan pun Weltanschauung yang diadakan oleh manusia. oleh Sun Yat Sen! De Mensch – manusia – harus perjuangkan itu. Di dalam gunturnya peperangan! Bahkan saya mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah Subhanahu wa ta‘ala. yakinlah. menjadi satu realiteit.) itu. Indonesia yang gemblengan. tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya.). tertulis di atas kertas. haruslah Pancasila. untuk Ketuhanan. Sebagai dikatakan tadi. Indonesia Merdeka yang digembleng dalam api peperangan. dan sekali lagi perjuangan! Jangan mengira bahwa dengan berdirinya negara Indonesia Merdeka itu perjuangan kita telah berakhir. itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya sejak berpuluh tahun. cita-cita yang termasuk di dalamnya tidak dapat menjelma zonder perjuangan umat Kristen. Entah Saudara-saudara memufakatinya atau tidak. dan sudah meminta tempo yang sedikit lama. dalam bahasa Belanda-Ed. isinya Indonesia Merdeka yang kekal abadi menurut pendapat saya. yang dapat menjadi realiteit. Saudara-saudara. Saudarasaudara. bahwa Indonesia Merdeka tidak dapat datang jika bangsa Indonesia tidak berani mengambil resiko – tidak berani terjun menyelami mutiara di dalam samudera yang sedalam-dalamnya. tetapi di bawah palu godam peperangan dan di dalam api peperangan. Nanti kita bersama-sama. yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa. Dan terutama di dalam zaman peperangan ini.Tetapi jangan lupa. ingin hidup dengan sejahtera dan aman. sedangkan perintah Tuhan yang tertulis di dalam kitab Qur‘an. Timbullah Indonesia Merdeka. Maka dari itu. bahwa kita mendirikan negara Indonesia bukan di dalam sinarnya bulan purnama.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful