Pidato Bung Karno 1 Juni 1945

Menjelang kekalahannya di akhir Perang Pasifik, tentara pendudukan Jepang berusaha menarik dukungan rakyat Indonesia dengan membentuk Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai atau Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Badan ini mengadakan sidangnya yang pertama dari tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 1945, dengan acara tunggal menjawab pertanyaan Ketua BPUPKI, Dr. KRT Radjiman Wedyodiningrat, ―Indonesia merdeka yang akan kita dirikan nanti, dasarnya apa?‖ Hampir separuh anggota badan tersebut menyampaikan pandangan-pandangan dan pendapatnya. Namun belum ada satu pun yang memenuhi syarat suatu sistem filsafat dasar untuk di atasnya dibangun Indonesia Merdeka. Pada tanggal 1 Juni 1945, Bung Karno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya tentang dasar negara Indonesia Merdeka, yang dinamakannya Pancasila. Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai. Selanjutnya BPUPKI membentuk Panitia Kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar dengan berpedoman pada pidato Bung Karno itu. Dibentuklah Panitia Sembilan (terdiri dari Ir. Soekarno, Muhammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikusno Tjokrokusumo, Abdulkahar Muzakir, HA Salim, Achmad Soebardjo dan Muhammad Yamin) yang bertugas ―merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkn Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945, dan menjadikan dokumen tiu sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaa n Indonesia.‖ Demikianlah, lewat proses persidangan dan lobi-lobi akhirnya Pancasila penggalian Bung Karno tersebut berhasil dirumuskan untuk dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945, yang disahkan dan dinyatakan sah sebagai dasar negara Indonesia Merdeka pada tanggal 18 Agustus 1945 (Diambil dari Pancasila Bung Karno, Paksi Bhinneka Tunggal Ika, 2005).

Inilah pidato yang bersejarah itu. Paduka Tuan Ketua Yang Mulia! Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pendapat saya. Saya akan menetapi permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka Tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini. Maaf beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan di dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah – dalam bahasa Belanda – Philosofische grondslag (dasar filosofiEd.) dari Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah fondamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan, Paduka Tuan Ketua yang mulia. Tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberitahukan kepada Tuan-Tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan ―merdeka‖. ―Merdeka‖ buat saya adalah political independence, politieke onafhanke lijkheid (kemerdekaan politik, dalam bahasa Inggris dan Belanda-Ed.). Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid? Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang – saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini – zwaarwichtig (seolah-olah amat berat, dalam bahasa Belanda-Ed.) akan perkara-perkara kecil. Zwaarwichtig sampai – kata orang Jawa – jelimet (dengan teliti, rinci dan lengkap, dalam bahasa Jawa-Ed.). Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai jelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan. Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negaranegara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya! Alangkah bedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai sampai jelimet, maka saya bertanya kepada Tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80 persen dari rakyatnya terdiri dari kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti akan hal ini atau itu. Bacalah buku Armstrong yang menceriterakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata, bahwa tatkalah Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka!

atau Soomubutyoo (Kepala Departemen Urusan Umum-Ed. sekarang menyerahkan urusan negara kepada Saudara-saudara. Tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka. sebenarnya kita telah mendapat political independence. sampai jelimet. di dalam satu malam! Saudara-saudara. Indonesia Merdeka. semuanya bersemboyan: Indonesia Merdeka.) diganti dengan orang-orang Indonesia.) untuk merdeka. dalam bahasa Belanda-Ed. Maka di dalam risalah tahun 1933 itu. bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller. sekarang.)! Berdirilah saya punya bulu. dam yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyiai radio-station. Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovyet-Rusia Merdeka telah mempunyai Dneprprostoff. adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia adal rakyat Musyik (golongan yang percaya adanya Tuhan. Nomade dirubah lagi oleh Ibn Saud menjadi kaum tani – semuanya di seberang jembatan. kenapa kita sebagai pemimpin rakyat. pada sekarang ini. political independence. politieke onafhankelijkheid – in one night. tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar! Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon (Kekaisaran Jepang Raya-Ed. Bahkan 3 kali sekarang. janganlah mengingat bahwa ini dan itu lebih dulu harus selesai dengan jelimet.).) diganti dengan orang yang bernama Tjondro Asmoro. ialah satu jembatan. yang berada di bawah pemerintah militer Jepang untuk mengurus persiapan sidang-sidang BPUPKI-Ed. telah saya katakan. baru mengadakan Dneprprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada Tuan-tuan sekalian. kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka… sampai di lubang kubur! (Tepuk tangan riuh) Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun 1933 saya telah menulis satu risalah. kalau saya membaca Tuan punya surat. dikasih tempat untuk bercocok-tanam.). janganlah Tuan-tuan gentar di dalam hati. kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar-hati! Saudara-saudara. Alangkah berlainannya Tuan-tuan punya semangat – jikalau Tuan-tuan demikian – dengan semangat pemuda-pemuda kita yang 2 milyun banyaknya. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan! Maaf. bahwa kemerdekaan. kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka. maka satu menit pun kita tidak akan menolak. tak lain dan tak bukan. orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade (suku yang berpindah-pindah tempat. untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovyet-Rusia Merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak. padahal semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu. Dua milyun ini menyampaikan seruan pada saya. politieke onafhkelijkheid. baru kita dapat merdeka. Saya katakan di dalam kitab itu. serta berkata: mangke rumiyin – tunggu dulu – minta ini dan itu selesai dulu. baru mengadakan sekolahan. menjadi gentar. baru mengadakan creche (tempat penitipan bayi dan anak-anak pada waktu orangtua bekerja-Ed. tetapi tak menganut suatu agama-Ed. Lenin baru mengadakan radio-station. Tuan-tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah. Dan kita sekarang di sini mau mendirikan Negara Indonesia Merdeka. menjadi zwaarwichtig. pemuda-pemuda yang 2 milsiyun. saya peringatkan sekali lagi. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riyadh dengan 6 orang! Sesudah ―jembatan‖ itu diletakkan Ibn Saud. Jikalau umpamanya Butyoo-Butyoo (Kepala Departemen-Ed. Risalah yang bernama Mencapai Indonesia Merdeka. political independence. sekarang pun kita mulai dengan negara Indonesia yang Merdeka! . apakah Saudarasaudara akan menolak. diberi pelajaran oleh Ibn Saud jangan bergelandangan. maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka. dan kalau sudah selesai. Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam – in one night only – kata Armstrong di dalam kitabnya. yang mengetahui sejarah.Lihatlah pula – jikalau Tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat – Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Sovyet. bahwa di seberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat. 2 milyun pemuda ini semua berhasra Indonesia Merdeka sekarang! (Tepuk tangan-riuh) Saudara-saudara.) yang lebih dari 80 persen tidak dapat membaca dan menulis. yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulu semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu. satu jembatan emas. Tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. sekarang! (Tepuk tangan-riuh) Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyusun Indonesia Merdeka. atau pengembara. Paduka Tuan Zimukyokutyoo (Kepala Kantor Tata Usaha untuk Lembaga Tinggi. maka di seberang jembatan – artinya kemudian dari pada itu – Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi Arabia.) diganti dengan orang yang bernama Abdul Halim. politieke onafhankelijkheid. yaitu Indonesia Mer deka sekarang. maka dengan mudah Gunseik-kan (Kepala Pemerintahan Militer Tentara Pendudukan Jepang-Ed. bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan ―INDONESIA MERDEKA SEKARANG‖. baru kita berani menerima urusan negara Indonesia Merdeka? (Seruan: Tidak! Tidak!) Saudara-saudara. sekarang! Jikalau umpamanya Balatentara Dai Nippon. dalam bahasa Jepang. yang menyundul ke angkasa? Apa ia tel mempunyai kereta-kereta api cukup. yaitu orang Badui. Orang yang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca. sekarang pun kita menerima urusan itu. kalau umpamanya pada saat sekarang ini Balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita.

). jika tiap-tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya. ada perbedaan antara Sovyet-Rusia. Di seberang jembatan – jembatan emas – inilah baru kita leluasa menyusun masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah. dan hati Sang Ndoro yang baru berani kawin kalau sudah mempunyai gerozilver (peralatan makan dari perak. sebelum kita dapat mencapai political independence… saya ulangi lagi. Saya mendengar uraian Paduka Tuan Soetardjo beberapa hari yang lalu. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung. tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk. yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. sudah mempunyai meja-kursi yang selengkap-lengkapnya.). itulah kemerdekaan. pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap-sedia.). Tetapi ada satu yang sama. sudah mempunyai sendok garpu perak satu kaset. Ada yang berkata: Ah. Marhaen dengan satu tikar. Sang Ndoro dengan tempat tidurnya yang mentul-mentul. banyak penyakit hongerudeem (penyakit busung lapar.(Tepuk tangan menggemparkan) Saudara-saudara. banyak disentri. Paduka Tuan Ketua yang mulia. uang bertimbun-timbun: Kawin. Saudara-saudara. dalam bahasa Belanda-Ed. ada yang takut kawin. bahwa sebenarnya international recht – hukum internasional – . dalam bahasa Jawa-Ed. tunggu dulu gaji 500 gulden. empat kursi. pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. banyak penyakit malaria.) – lantas satu tempat tidur. Tuan-tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. satu zitje. dengan satu periuk: dia kawin. kursi empat – yaitu meja mkan. tadi saya berkata. sudah mempunyai tempat tidur yang mentul-mentul (memantul. Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Amerika dan lain-lain. yaitu Saudara-saudara Marhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengans satu tikar. kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. ―Sehatkan dulu bangsa kita. kekal dan abadi. Saudara-saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata. lantas satu zitje (tempat duduk untuk bersantai. Sang Ndoro (atau Bandoro. walaupun dengan bambu runcing. dalam bahasa Jawa-Ed. sudah mempunyai ini dan itu. Saudara saudara. masak untuk Merdeka. dalam bahasa Belanda-Ed. satu tempat tidur: Kawin. sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh-puluh pembicara. Saudi Arabia.) dengan satu meja.). kita bangsa Indonesia tidak sehat badan. satu gubug: kawin. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu. baru kemudian merdeka. lekas berani kawin. sudah ada permadani. dengan dagingnya sendiri. bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet (pakaian untuk anak-anak. kuat. Artinya.). Di dalam Sovyet-Rusia Merdeka Stalin memerdekakan hati bangsa Sovyet-Rusia satu per satu. Saudara-saudara! (Tepuk tangan dan tertawa) Tekad hatinya yang perlu. banyak ini banyak itu. soalnya adalah demikian: Kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah. Indonesia. walaupun misalnya tidak dengan kinine. Inilah yang menjadi minimum-eis (tuntutan minimum. Musyikmusyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. tentang isinya. dalam bahasa Belanda-Ed. Inggris. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. mempertahankan tanah air kita Indonesia. Ada yang berani kawin. kalau ada kecakapan yang lain. Inilah maksud saya dengan perkataan ―jembatan‖. Di dalam Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita agar supaya menjadi kuat.) satu kaset plus kinder-uitzet – buat 3 tahun lamanya! (Tertawa) Saudara-saudara. electrische-kookplaat (alat masak listrik. dalam bahasa Belanda-Ed. sehat. 20 tahun lagi kita belum merdeka. saya belum berani kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig (berbahagia. tentu lebih baik.). dalam bahasa Belanda-Ed. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. dalam bahasa Belanda-Ed. Manusia pun demikian. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyatukan rakyat kita. sampai lebur kiamat k ita belum dapat Indonesia Merdeka! (Tepuk tangan riuh) Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka. kalau ini pun harus diselesaikan lebih dulu. Kalau bangsa kita. Sang klerk (jurutulis. tempat tidur. atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk. tetapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau.) yang mempunyai rumah gedung. dalam bahasa Belanda-Ed. tatkala menjawab apakah yang dinamakan merdeka. beliau mengatakan: Kalau tiap-tiap orang di dalam hatinya telah merdeka. (Tepuk tangan riuh) Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal-hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. belum tentu mana yang lebih bahagia. Saudara-saudara! Ibaratnya. semua siap sedia mati. di dalam Indonesia Merdeka kita menyehatkan rakyat sebaik-baiknya. Saudara-saudara sekalian. Tidakkah kita mengetahui. barulah saya berani kawin. Ada orang lain yang berkata: Saya sudah berani kawin kalau saya sudah mempunyai meja satu. berarti majikan atau tuan. sudah ada lampu listrik. tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri. dalam bahasa Belanda-Ed.‖ Saya berkata.

Demikian itulah yang diminta oleh Paduka Ketua yang mulia: Apakah Weltanschauung kita. mencari satu Weltanschauung yang kita semua setuju. Paduka Tuan Ketua yang mulia! Saya mengerti apakah yang Paduka Tuan Ketua kehendaki! Paduka Tuan Ketua minta dasar. zwaarwichtig. sosialisme – telah digambarkan oleh Dr. atau – jikalau kita boleh memakai perkataan yang muluk-muluk – Paduka Tuan Ketua yang mulia meminta suatu Weltanschauung (pandangan hidup. tidak peduli rakyat bodoh atau pintar. yang Ki Hadjar setujui. tetapi Weltanschauung-nya telah dalam tahun 1885 – kalau saya tidak salah – dipikirkan. Kita hendak mendirikan negara Indonesia Merdeka di atas Weltanschauung apa? Nasional-sosialisme-kah? Marxismekah? San Min Chu I-kah. Saya katakan lagi ―setuju‖! Yang Saudara yamin setujui. yang Saudara Abikoesno setujui. Maka oleh karena itu. dirancangkan. kemudian mengikhtiarkan pula. Hitler mendirikan Jermania di atas national sozialistische Weltanschauung – filsafat nasional-sosialisme telah menjadi dasar negara Jermania yang didirikan oleh Adolf Hitler itu. Cukup. tetapi di dalam tahun 1921 dan 1922 beliau telah bekerja. Janganlah kita gentar. tetapi baru dalam tahun 1912 beliau mendirikan negara baru di atas Weltanschauung San Min Chu I itu. Min Sheng: Nasionalisme. lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan-bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka apa tidak? (Jawab hadirin: Mau!) Saudara-saudara! Sesudah saya bicarakan tentang hal ―merdeka‖. Tidak! Sebab misalnya. di atas mana kita mendirikan negara Indonesia itu. bila beliau berkata. Weltanschauung itu disedia-sediakan. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak. Maka demikian pula. Saudi Arabia. Saudara-saudara. tidak diadakan syarat yang neko-neko (macam-macam. menurut keadaan. ada rakyatnya. timbullah pertanyaan: Apakah Weltanschauung kita. mencari persetujuan paham. yang Ki Bagoes setujui. Ibn Saud. Weltanschauung ini sudah lama harus kita bulatkan di dalam hati kita dan di dalam pikiran kita. yaitu yang dinamakan Tenno Koodoo Seishin. yang Saudara Liem Koen Hian . Idealis-idealis di seluruh dunia bekerja mati-matian untuk mengadakan bermacammacam Weltanschauung. Weltanschauung itu ―dicobakan‖. mendirikan negara Jermania di atas National-sozialistische Weltanschauung. Kemudan. mendirikan negara Arabia di atas suatu Weltanschauung – bahkan di atas satu dasar agama – yaitu Islam. perkataan Ki Bagoes Hadi-Koesoemo. Kita melihat dalam dunia ini.). Nippon mendirikan negara Dai Nippon di atas satu Weltanschauung. bahwa banyak negeri-negeri yang merdeka. jikalau kita hendak mendirikan Indonesia yang merdeka? Tuan-tuan sekalian. minta philosofische grondslag.menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun. kemudian diakui oleh salah satu negara lain yang merdeka.‖ – Reed di dalam kitabnya Ten days that shook the world. Kita bersama-sama mencarai persatuan philosofische grondslag. asal menurut hukum internasional mempunyai syarat-syarat suatu negara merdeka. ada pemerintahnya. dan banyak di antara negeri-negeri yang merdeka itu berdiri di atas suatu Weltanschauung. Historisch-Materialistische Weltanschauung. Terlebih dulu telah tersedia Weltanschauung-nya. Soekiman. Sepuluh hari yang menggoncangkan dunia… walaupun Lenin mendirikan Rusia dalam 10 hari. Bahkan dalam revolusi 1905. untuk mendirikan negara Indonesia Merdeka di atasnya? Apakah nasional-sosialisme? Apakah historisch-materialisme? Apakah San Min Chu I. yaitu Marxistische. Sudah lama sebelum tahun 1917. Minchuan. bahwa banyak sekali negaranegara merdeka didirikan dengan isi seadanya saja. Tetapi kapankah Hitler mulai menyediakan dia punya Weltanschauung itu? Bukan di dalam tahun 1933. walaupun menurut perkataan John Reed. Dari 1895 Weltanschauung itu telah disusun. Lenin mendirikan negara Sovyet di atas satu Weltanschauung. Di dalam buku The Three People’s Principles. San Min Chu I – Mintsu. kita telah bersidang tiga hari lamanya. dan di dalam 10 hari itu hanya sekedar direbut kekuasaan. Di dalam 1933 barulah datang saatnya beliau dapat merebut kekuasaan dan negara diletakkan oleh beliau di atas dasar Weltanschauung yang telah dipropagandakan berpuluh-puluh tahun itu. pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk international recht. banyak pikiran telah dikemukakan – macam-macam – tetapi alangkah benarnya perkataan dr. rakyat. di-generalerepetitie-kan. ―Sovyet-Rusia didirikan dalam 10 hari oleh Lenin cs. Di atas Tenno Koodoo Seishin inilah negara Dai Nippon didirikan. mengadakan. sebelum Indonesia Merdeka datang. yang jelimet. yang Saudara Sanoesi setujui. hanya dalam 10 hari. bekerja mati-matian untuk me-realiteit-kan Weltanschauung mereka itu. itulah yang sudah bernama: Merdeka. dalam bahasa Jawa-Ed. sebagai dikatakan oleh John Reed… hanya dalam 10 hari itulah didirikan negara baru. atau Weltanschauung apakah? Saudara-saudara sekalian. Paduka Tuan Ketua. direbut kekuasaan. Tidakkah pula Hitler demikian? Di dalam tahun 1933 Hitler menaiki singgasana kekuasaan. ditaruh kekuasaan itu di atas Weltanschauung yang telah berpuluh-puluh tahun umurnya itu.). bahkan diikhtiar-ikhtiarkan. tetapi gagal. yang telah disediakan terdahulu berpuluh-puluh tahun. maka sekarang saya bicarakan tentang hal ―dasar‖. Sun Yat Sen Weltanschauung itu. demokrasi. dan ditempatkan negara baru itu di atas Weltanschauung yang sudah ada. sebenarnya tidak benar perkataan anggota yang terhormat Abikoesno. yaitu ada rakyatnya. sebagai dikatakan oleh Doktor Sun Yat Sen? Di dalam tahun 1912 Sun Yat Sen mendirikan negara Tiongkok merdeka. Tidak! Syaratnya sekedar bumi. Lenin di dalam revolusi tahun 1905 telah mengerjakan apa yang dikatakan oleh beliau sendiri generale-repetitie dari revolusi tahun 1917. Asal ada buminya. ada buminya dan ada pemerintahannya – sudahlah ia merdeka. tidak peduli rakyat hebat ekonominya atau tidak. bahwa kita harus mencari persetujuan. jika kita hendak mendirikan negara Indonesia Merdeka. mengakui satu negara yang merdeka. agar supaya Naziisme ini – Weltanschauung ini – dapat menjelma dengan dia punya Munchener Putsch. tetapi Weltanschauung-nya telah tersedia berpuluh-puluh tahun. dalam bahasa Jerman-Ed.

Seorang anak kecil dapat mengatakan. Inilah menurut Otto Bauer satu natie. semuanya telah mufakat. Griekenland atau Yunani dapat ditunjukkan sebagai satu kesatuan pula. Saudara-saudara.) Mereka hanya mengingat karakter. maafkanlah saya memakai perkataan ―kebangsaan‖ ini! Saya pun orang Islam. Selebes. tatkala Otto Bauer mengadakan definisinya itu. bapak Tuan pun adalah orang Indonesia. Seorang anak kecil pula dapat mengatakan. Allah s. Inilah salah satu dasar pikiran yang nanti akan saya kupas lagi. bahwa kepulauan Inggris adalah satu kesatuan. bukan Athena saja.t membuat peta dunia. Tetapi kemarin pun. satu ilmu baru. meski saya di dalam rapat besar di Taman Raden Saleh sedikit-sedikit telah menerangkannya. menyusun peta dunia. akan tetapi sejak tahun 1918… ialah: Dasar pertama. yang selalu mendengung di dalam saya punya jiwa. tetapi kita bersama-sama mencari satu hal yang kita bersama-sama setujui. ialah dasar Kebangsaan. Kita mendirikan satu Negara Kebangsaan Indonesia. Seorang anak kecil pun – jikalau ia melihat peta dunia – ia dapat menunjukkan bahwa kepulauan Indonesia merupakan satu kesatuan. Ernest Renan menyebut syarat bangsa: le desir d’etre ensemble.) – di dalam bukunya. Persatuan antara orang dan tempat. Itu ditaruhkan oleh Allah SWT demikian rupa. seperti yang saya katakan dalam rapat di Taman Raden Saleh beberapa hari yang lalu. Perlu orang-orangnya merasa diri bersatu dan mau bersatu. Borneo. persatuan antara manusia dan tempatnya! Orang dan tempat tidak dapat dipisahkan! Tidak dapat dipisahkan rakyat dari bumi yang ada di bawah kakinya. Kepulauan Sunda Kecil.w. tanah air kita? Menurut geopolitik. pemikir orientalis Perancis-Ed. dalam bahasa Jerman-Ed. maka Indonesialah tanah air kita. tetapi saya menghendaki satu nationale staat (negara nasional. untuk memberi kekuasaan pada satu golongan bangsawan? Apakah maksud kita begitu? Sudah tentu tidak! Baik Saudara-saudara yang bernama kaum Kebangsaan yang di sini. nenek moyang Tuan pun bangsa Indonesia. yang baik dijadikan dasar buat negara Indonesia. yaitu Benua Asia dan Benua Australia. Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo dan Saudara-saudara Islam lain. Marilah saya uraikan lebih jelas dengan mengambil tempo sedikit: Apakah yang dinamakan bangsa? Apakah syaratnya bangsa? Menurut Renan (Ernest Renan. pendeknya kita semua mencari satu modus. di situ ditanyakan: Was ist eine Nation? Dan dijawabnya ialah: Eine Nation ist eine aus Schiksalsgemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft (bangsa adalah satu persatuan perangai yang timbul karena persatuan nasib-Ed. Maka manakah yang dinamakan tanah tumpah darah kita. Satu Nationale Staat! Hal ini perlu diterangkan lebih dahulu. maka Tuan adalah orang bangsa Indonesia. bahwa bukan negara yang demikian itulah yang kita punya tujuan. yang merasa dirinya bersatu. adalah satu kesatuan. atau Tuan Moenandar. Lautan Pasifik dan Lautan Hindia.) dan perasaan orangnya. dalam bahasa Perancis-Ed. tatkala – kalau tidak salah – Prof. mengatakan tentang ―persatuan antara orang dan tempat‖.). tetapi sebenarnya hanya untuk mengagungkan satu orang. janganlah Saudara-saudara salah paham jikalau saya katakan bahwa dasar pertama buat Indonesia ialah dasar kebangsaan. kita dapat menunjukkan di mana ―kesatuan kesatuan‖ di situ. Pada peta itu dapat ditunjukkan satu kesatuan gerombolan pulau-pulau di antara 2 lautan yang besar. definisi Ernest Renan sudah verouderd. bahwa pulau-pulau Jawa. untuk memberi kekuasaan kepada satu golongan yang kaya. Menurut definisi Ernest Renan.). Kemarin – kalau tidak salah – Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo. dalam bahasa Belanda-Ed. syarat bangsa ialah ―kehendak akan bersatu‖. bahwa pulau-pulau Nippon yang membentang pada pinggir timur Benua Asia sebagai golfbreker atau penghadang gelombang lautan Pasifik. yang dinamakan geo-politik. tetapi Sparta plus Athena plus Macedonia plus daeraha Yunani yang lain-lain – segenap kepulauan Yunani – adalah satu kesatuan. Ernest Renan dan Otto Bauer hanya sekedar melihat orangnya. sudah tua. Kita hendak mendirikan suatu negara ―semua buat semua‖. Mereka hanya memikirkan Gemeinschaft-nya (persamaan atau persatuannya.setujui. Sebab tatkala Ernest Renan mengadakan definisinya itu. kita dasarkan negara Indonesia. saya bertanya: Apakah kita hendak mendirikan Indonesia Merdeka untuk sesuatu orang.Yamin berkata: Verouderd! Sudah tua! Memang Tuan-tuan sekalian. Demikan pula tiap-tiap anak kecil dapat melihat pada peta bumi. ini bukan kompromis. Itu bukan berarti kebangsaan dalam arti yang sempit. Apakah tempat itu? Tempat itu yaitu tanah air. Die Nationalitatenfrage. maka anggota yang terhormat Mr. Maka. Kalau kita lihat definisi orang lain – yaitu definisi Otto Bauer (pemikir dan teoritikus Partai Sosial Demokrat Austria-Ed. adalah satu kesatuan. Sumatera. tidak mengingat bumi. tatkala itu belum timbul satu wetenschap baru. Halmahera.). yaitu kehendak akan bersatu. Bukan Sparta saja. Soepomo mensitir Ernest Renan. bukan saja di dalam beberapa hari di dalam sidang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai ini. Saya minta. bahwa tanah India adalah satu kesatuan di Asia Selatan. Anak kecil pun dapat melihat. untuk sesuatu golongan? Mendirikan negara Indonesia Merdeka yang namanya saja Indonesia Merdeka. Tuan Yamin. Apakah itu? Pertama-tama. maupun Saudara-saudara yang dinamakan kaum Islam. Satu Nationale Staat Indonesia bukan berarti staat yang sempit. tidak mengingat tempat. Kalau kita melihat peta dunia. dibatasi oleh Lautan Hindia yang luas dan Gunung Himalaya. l’ame et le desir (jiwa dan kehendaknya. Sebagai Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo katakan kemarin. maka yang menjadi bangsa. Tetapi saya minta kepada S audara-saudara. bukan Macedonia saja. Indonesia yang bulat – bukan . Di atas satu kebangsaan Indonesia. Tuan-tuan sekalian. bumi yang didiami manusia itu. Maluku dan lain-lain pulau kecil di antaranya. yaitu gerombolan manusia yang mau bersatu. dan di antara 2 benua. Definisi Otto Bauer pun sudah tua. Tanah air itu adalah satu kesatuan. dalam arti yang dimaksudkan oleh Saudara Ki Bagoes Hadikoesoemo itulah.

tidak ada bangsa Arab. tetapi 70. bahwa kerajaannya di Banten – meskipun merdeka – bukan suatu nationale staat. bukan Venetia. saya berkata. Sun Yat Sen bangkit. bukan Lombardia. atau Maluku saja. duduk di bangku sekolah HBS di Surabaya. Saudara-saudara. ialah Dr. Tetapi pada tahun 1918. saya dipengaruhi oleh seorang sosialis yang bernama A. San Min Chu I atau The Three People’s Principles. tetapi bangsa Indonesia ialah seluruh manusia-manusia yang menurut geopolitik. Kebangsaan Indonesia yang bulat! Bukan kebangsaan Sumatera. yang di utara dibatasi oleh pengunungan Alpen – adalah nationale staat. Saya berkata dengan penuh hormat kepada kita punya raja-raja dahulu. alhamdulillah. bahwa tiap-tiap negara merdeka adalah satu nationale staat! Bukan Pruisen. Sulawesi. tinggal di kesatuannya semua pulau-pulau Indonesia dari ujung Utara Sumatera sampai ke Irian! Seluruhnya! Karena antara 70. Baars. Bavaria dan Saxony-Ed. tetapi seluruh Italia-lah – yaitu seluruh semenanjung di Laut Tengah. . tetapi semuanya menschheid – perikemanusiaan! Tetapi Dr. di atas kesatuan bumi Indonesia dari ujung Sumatera sampai ke Irian.). atau Selebes saja. melainkan hanya satu bagian kecil dari satu kesatuan! Penduduk Yogya pun adalah merasa le desir d’etre ensemble. saya mengambil contoh Minangkabau. satu. Dalam hati saya sejak itu. Tuan tidak mau akan kebangsaan? Di dalam pidato Tuan. bangsa Indonesia. yang bersama-sama menjadi dasar satu nationale staat. Dengan perasaan hormat kepada Prabu Sultan Agung Tirtayasa. sudah terjadi Charaktergemeinschaft! Natie Indonesia. Nationale staat hanya Indonesia seluruhnya. yang telah berdiri di zaman Sriwijaya dan Majapahit dan yang kini pula kita harus dirikan bersama-sama. sekali lagi satu! (Tepuk tangan hebat) Ke sinilah kita semua harus menuju: Mendirikan satu Nationale Staat. atau Borneo saja. tetapi berpahamlah rasa kemanusiaan sedunia. Bukan bagian kecil-kecil. merasa berterima kasih kepada Dr. yakinlah bahwa Bung Karno juga seorang Indonesia yang dengan perasaan hormat. jikalau Tua-tuan terima baik. atau Sunda. bahwa Mataram – meskipun merdeka – bukan nationale staat. atau Bugis.) adalah nationale staat. sehormat-hormatnya.000 yang telah menjadi satu. Tuan menjawab: ―Saya tidak mau akan kebangsaan. bukan Punjab. tetapi seluruh Jermania-lah satu nationale staat. pada waktu saya berumur 16 tahun. bukan Bayern. Saudara-saudara. yang memberi pelajaran kepada saya. Pendek kata. Bukan Benggala. tidak ada bangsa India. lebih dikenal sebagai Prusia. Rakyat ini merasa dirinya satu keluarga. memberi pengajaran kepada rakyat Tionghoa. atau Yogya. Tetapi Minangkabau bukan satu kesatuan. bahwa ada kebangsaan Tionghoa! Saya mengaku. yang mengatakan tidak ada kebangsaan. Sun Yat Sen! Di dalam tulisannya. bahwa tanah Bugis yang merdeka itu bukan nationale staat. umat Indonesia jumlah orangnya adalah 70. Ada sambungannya lagi. maksudnya Soeroso-Ed. Di luar itu kita tidak mengalami nationale staat. Dengan perasaan hormat kepada Prabu Siliwangi di Pajajaran. bukan Bihar dan Orissa.000 ini sudah ada le desir d’etre ensemble. tetapi seluruh segitiga India-lah nanti harus menjadi nationale staat. tidak ada bangsa Nippon. Tuan Liem Koen Hian. tetapi kebangsaan Indonesia. jangan mempunyai rasa kebangsaan sedikit pun. Saya tahu. Ke sinilah kita harus menuju semuanya.000. Kita hanya 2 kali mengalami nationale staat. tidak cukup definisi Otto Bauer aus Schiksalsgemeinschaft erwachsene Charaktergemeinschaft itu. Sun Yat Sen sebagai penganjurnya. atau Ambon saja. Maaf. karena Tuan Liem Koen Hian pun menyetujui dasar kebangsaan. yang paling ada le desir d’etre ensemble adalah rakyat Minangkabau. yang banyaknya kira-kira 2 milyun.000. Maka oleh karena itu. tetapi Sunda pun haya satu bagian kecil dari satu kesatuan.‖ Itu terjadi pada tahun ‗17. Tidak cukup le desir d’etre ensemble. Di Jawa Barat rakyat Pasundan sangat merasakan le desir d’etre ensemble. Katanya: ―Jangan berpaham kebangsaan. Dengan perasaan hormat kepada Sultan Hasanuddin di Sulawesi yang telah membentuk kerajaan Bugis. saya berkata bahwa kerajaannya bukan nationale staat. Sun Yat Sen – sampai masuk ke lobang kubur. jangan mengira. marilah kita mengambil dasar Negara yang pertama: Kebangsaan Indonesia. tertanamlah rasa kebangsaan oleh pengaruh The Three People’s Principles itu.Jawa saja. tetapi Yogya pun hanya satu bahagian kecil dari satu kesatuan. tetapi segenap kepulauan yang ditunjuk oleh Allah SWT menjadi suatu kesatuan antara dua benua dan dua samudera – itulah tanah air kita! Maka jikalau saya ingat perhubungan antara orang dan tempat – antara rakyat dan buminya – maka tidak cukuplah definisi yang dikatakan Ernest Renan dan Otto Bauer itu.000. Demikian pula bukan semua negeri-negeri di tanah air kita yang merdeka di jaman dahulu adalah nationale staat. saya mendapat pelajaran yang membongkar kosmopolitanisme yang diajarkan oleh Baars itu.‖) Kalau begitu. sehingga mereka berkata bahwa tidak ada bangsa Tionghoa. Di antara bangsa Indonesia. bukan Saksen (kerajaan lama di Jerman. Saya yakin tidak ada satu golongan di antara Tuan-tuan yang tidak mufakat.‖ (Liem Koen Hian menanggapi: ―Bukan begitu. dan saya mengucapkan terima kasih. tidak ada bangsa. Bangsa Tionghoa dahulu banyak yang kena penyakit kosmopolitanisme. yaitu di zaman Sriwijaya dan zaman Majapahit. Bali atau lainlain. yang telah ditentukan oleh Allah SWT.000. maaf. saya berkata. bukan Sumatera saja. Maaf. Karena itu. bangsa Indonesia – Natie Indonesia – bukanlah sekadar contoh satu golongan orang yang hidup dengan le desir d’etre ensemble di atas daerah yang kecil seperti Minangkabau. waktu ditanya sekali lagi oleh Paduka Tuan Fuku Kaityoo (Wakil Ketua. saya berkata dengan beribu-ribu hormat kepada Sultan Agung Hanyokrokoesoemo. baik Islam maupun golongan yang dinamakan ―golongan kebangsaan‖. jikalau seluruh bangsa Tionghoa menganggap Dr. atau Madura. banyak juga orang-orang Tionghoa klasik yang tidak mau akan dasar kebangsaan. karena mereka memeluk paham kosmopolitanisme. bukan kebangsaan Borneo. ada orang lain yang memperingatkan saya.

saya pun. yaitu prinsip permusyawaratan. dalam bahasa Inggris-Ed. tidak ada Amerika. yang boleh saya namakan internasionalisme. 90 persen utusan adalah orang Islam. dasar perwakilan. Jadi. jikalau hal yang demikian itu nyata terjadi. Kita berkata. baru jikalau demikian. sebagai dikobar-kobarkan orang di Eropa. ulama-ulama Islam. apakah dasar yang ke-3? Dasar itu ialah dasar mufakat. keislaman saya jauh belum sempurna – tetapi kalau Saudara-saudara membuka saya punya dada. 90 utusan yang duduk dalam perwakilan rakyat ini orang Islam. agar supaya dalam pergaulan sehari-hari. hukum Islam pula. Dan hati Islam Bung Karno ini. Tidak ada negara boleh dikatakan negara hidup. tidak ada Birma. dalam permusyawaratan.‖ Inilah bahayanya! Kita cinta tanah air yang satu. tidak ada Inggris. Jikalau memang rakyat Indonesia rakyat yang bagian besarnya rakyat Islam. Inilah philosofische princiep yang nomor dua. inilah tempat yang terbaik untuk memelihara agama. Ibaratnya badan perwakilan rakyat 100 orang anggotanya. bahwa bangsa Indonesialah yang terbagus dan termulia. marilah kita bekerja sehebat-hebatnya. My nationalism is humanity. juga keselamatan agama. Apa-apa yang belum memuaskan. kalau tidak hidup di dalam taman sarinya internasionalisme. tetapi lihatlah di dalam sidang ini berapa persen yang memberikan suaranya kepada Islam? Maaf beribu maaf. Kita bukan saja harus mendirikan negara Indonesia Merdeka. kita selalu bergosok. Tetapi kita mendirikan negara ―semua buat semua‖. bukanlah saya bermaksud kosmopolitanisme. Dengan cara mufakat. Itu adil. Tidak ada satu staat yang hidup betul. tetapi kita harus menuju pula kepada kekeluargaan bangsabangsa. kalau tidak ada perjuangan di dalamnya. sehingga 60 persen. kita perbaiki segala hal. serta meremehkan bangsa lain. Dengan sendirinya hukum-hukum yang keluar dari badan perwakilan rakyat itu. yang mengatakan Deutschland uber Alles. Internasionalisme tidak dapat hidup subur. yang tidak mau adanya kebangsaan. barulah boleh dikatakan bahwa agama Islam benar-benar hidup di dalam jiwa rakyat. maupun terutama yang Islam – setujuilah prinsip nomor 3 ini. mempunyai bahasa yang satu. yaitu prinspi permusyawaratan! . tidak ada Nippon. ingin membela Islam dalam mufakat. Malahan saya yakin. yaitu dengan jalan pembicaraan atau permusyawaratan di dalam Badan Perwakilan Rakyat. Tidak ada yang setinggi Jermania. ekstrem-Ed. yang saya usulkan kepada Tuan-tuan. fair play! (permainan yang jujur. perjuangan selamanya ada.‖ Kebangsaan yang kita anjurkan bukan kebangsaan yang menyendiri. Maka saya berkata. Kita. dan beras itu akan menjadi nasi Indonesia yang sebaik-baiknya. bekerja sekeras-kerasnya. bekerjalah mati-matian. prinsip 1 dan prinsip 2 – yang pertama-tama saya usulkan kepada Tuan-tuan sekalian – adalah bergandengan erat satu sama lain. pemukapemuka Islam. Tetapi Tanah Air kita Indonesia hanya satu bagian kecil saja dari dunia! Ingatlah akan hal ini! Gandhi berkata: ―Saya seorang nasionalis. Baik di dalam staat Islam. Saya yakin. prinsip perwakilan rakyat! Di dalam perwakilan rakyat Saudara-saudara Islam dan Saudara-saudara Kristen bekerjalah sehebat-hebatnya. Jangan berkata. Allah subhanahu wa ta‘ala memberi pikiran kepada kita. saya minta kepada Saudara-saudara sekalian – baik yang bukan Islam. agar supaya sebagian yang terbesar daripada kursi-kursi badan perwakilan rakyat yang kita adakan. Jangan kita berdiri di atas asas demikian. Jikalau memang kita rakyat Islam. Tuan-tuan akan dapati tidak lain tidak bukan hati Islam. Dalam perwakilan nanti ada perjuangan sehebat-hebatnya. hiduplah Islam Indonesia. bahwa syarat yang mutlak untuk kuatnya negara Indonesia ialah permusyawaratan. semua buat satu‖. Tetapi jikalau saya katakan internasionalisme. Justru inilah prinsip yang kedua. supaya keluar daripadanya beras. Kalau misalnya orang Kristen ingin bahwa tiap-tiap letter (huruf. kalau tidak berakar di dalam buminya nasionalisme. agar supaya 60.) di dalam peraturan-peraturan negara Indonesia harus menurut Injil. pemukapemuka Islam. diduduki oleh utusan-utusan Islam. agar supaya. bahwa Islam belum hidup sehidup-hidupnya di dalam kalangan rakyat. walaupun golongan kaya.(Anggota-anggota Tionghoa bertepuk tangan) Saudara-saudara! Tetapi… tetapi… memang prinsip kebangsaan ini ada bahayanya! Bahayanya ialah mungkin orang orang meruncingkan nasionalisme menjadi chauvinisme (nasionalisme yang berlebihan. marilah kita bekerja. 70. Terimalah Saudara-saudara prinsip nomor 3. inilah tempat kita untuk mengemukakan tuntutan-tuntutan Islam. maupun di dalam staat Kristen. Kita harus menuju persatuan dunia. agar supaya mengerahkan sebanyak mungkin utusan-utusan Islam ke dalam badan perwakilan ini. Oleh karena itu. sedang bangsa lain tidak ada harganya. Saudara-saudara. Jangan kira dalam negara Nippon tidak ada pergeseran pikiran. marilah kita pemimpinpemimpin menggerakkan segenap rakyat itu.). berambut jagung dan bermata biru – bangsa Arya – yang dianggapnya tertinggi di atas dunia. dasar permusyawaratan. Badan perwakilan. Negara Indonesia bukan satu negara untuk satu orang. Terimalah prinsip nomor 3. Tuan-Tuan. yang katanya bangsanya minulyo. kita bicarakan di dalam permusyawaratan. saya tanya hal itu! Bagi saya hal itu adalah satu bukti. sehingga berpaham ―Indonesia uber Alles (Indonesia di atas semua bangsa-Ed.).). 80 persen. baru jikalau demikian. dan bukan hanya Islam yang hanya di atas bibir saja. perwakilan. Jangan kira di Turki tidak ada perjuangan. sebagian besar dari utusan-utusan yang masukn badan perwakilan Indonesia ialah orang Kristen. 80. apa-apa yang kita rasa perlu bagi perbaikan. betul hidup. dan melihat saya punya hati. persaudaraan dunia. ―satu buat semua. tetapi kebangsaan saya adalah perikemanusiaan. bukan satu negara untuk satu golongan. seakan-akan menumbuk membersihkan gabah. bukan chauvinisme. 90 persen daripada kita beragama Islam. prinsip mufakat. Kemudian. dalam bahasa Inggris-Ed. jikalau di dalam badan perwakilannya tidak seakan-akan bergolak mendidih kawah Candaradimuka. Untuk pihak Islam. kalau tidak ada perjuangan paham di dalamnya. merasa berbangsa satu. dan lain-lainnya. dan jikalau memang Islam di sini agama yang hidup berkobar-kobar di dalam kalangan rakyat. adalah orang Islam – maaf beriburibu maaf. yang mengatakan tidak ada Indonesia. Di sinilah kita usulkan kepada pemimpin-pemimpin rakyat. Nasionalisme tidak dapat hidup subur. dua hal ini. 70 persen. perwakilan.

Min Chuan. Prinsip Ketuhanan! Bukan saja bangsa Indonesia bertuhan. tiap-tiap orang boleh memilih. sekarang saya usulkan. dalam bahasa Belanda-Ed. janganlah anaknya Ki Hadikoesoemo dengan sendirinya – dengan otomatis – menjadi pengganti Ki Hadikoesoemo. yang kaum kapitalnya merajalela. prinsip tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka. meninggal dunia. saya usulkan: Kalau kita mencari demokrasi.). Kita sudah lihat. . Kebangsaan Indonesia 2. didalam Parlemen dapat menjatuhkan minister (menteri. harus dipilih oleh rakyat? Tiap -tiap kali kita mengadakan kepala negara. dalam bahasa Belanda-Ed. tetapi pun di atas lapangan ekonomi kita harus mengadakan persamaan. Maka oleh karena itu Jean Jaures berkata lagi: ―Wakil kaum buruh yang mempunyai hak politik itu. Saudara-saudara? Jangan Saudara kira. tetapi badan yang bersama dengan masyarakat dapat mewujudkan dua prinsip: politieke rechtvaardigheid dan sociale rechtvaardigheid (keadilan politik dan keadilan sosial.). jikalau kita memang betul-betul mengerti. bahwa kalau Badan Perwakilan Rakyat sudah ada. apakah prinsip ke-5? Saya telah mengemukakan 4 prinsip: 1. yaitu prinsip kesejahteraan. saya terus terang. Hak politik yang sama. saya tidak akan memilih monarki. Jikalau pada suatu hari Ki Bagoes Hadikoesoemo misalnya. dibikin werloos (menganggur. segala hal! Juga di dalam urusan Kepala Negara. Saya orang Islam. Yang Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa al Masih. yakni politiek-economische democratie yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial! Rakyat Indonesia sudah lama bicara tentang hal ini. Tak lain tak bukan adalah yang dinamakan demokrasi di sana itu hanyalah politieke demoratie saja. hidup dalam kesejahteraan.). Kesejahteraan sosial. di negaranegara Eropa adalah Badan Perwakilan.Prinsip nomor 4. Saudara-Saudara. maupun Kristen. Jean Jaures yang menggambarkan politieke demoratie. saya ingat akan kalimat seorang pemimpin Perancis. menciptakan dunia baru yang di dalamnya ada keadilan. ―tiap-tiap orang mempunyai hak sama. hendaknya bukan bada permusyawaratan politieke democratie saja. ataukah yang semua rakyatnya sejahtera. ―Di dalam parlementaire demoratie. Segenap rakyat hendaknya bertuhan secara kebudayaan. yang semua orang cukup makan. Apakah yang dimaksud dengan Ratu Adil? Yang dimaksud dengan paham Ratu-Adil. Saudara-saudara. Tetapi di dalam dia punya tempat bekerja – di dalam pabrik – sekarang ia menjatuhkan minister. Apakah cara yang berkeadaban itu? Ialah hormat-menghormati satu sama lain. jalankan agama. merasa dipangku oleh Ibu Pertiwi yang cukup memberi sandang-pangan kepadanya? Mana yang kita pilih. dalam bahasa Belanda-Ed. tak ada economische democratie sama sekali. sekedar menurut resepnya Fransche Revolutie (Revolusi Perancis. Sosialism. dalam bahasa Belanda-Ed. besok dia dapat dilempar ke luar jalan raya. ialah oleh karena badan-badan perwakilan yang diadakan di sana itu. hendaknya bukan demokrasi Barat. Maka prinsip kita harus: Apakah kita mau Indonesia Merdeka. dan mangkat. mengingat. Rakyat ingin sejahtera. tiap-tiap orang boleh masuk dalam parlemen. Apa sebab? Oleh karena monarki vooronderstelt erfe-lijkheid (pewarisan yang sudah diketahui terlebih dahulu. orang Buddha menjalankan ibadatnya menurut kitab-kitab yang ada padanya. Saya di dalam 3 hari ini belum mendengarkan prinsip itu. Prinsip yang kelima hendaknya: Menyusun Indonesia Merdeka dengan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. baik Islam. yakni tiada ―egoisme agama‖. dalam bahasa Belanda dan Inggris-Ed. Saya ulangi lagi. kita pilih. ialah sociale rechtvaardigheid. adakah kenyataan kesejahteraan di kalangan rakyat?‖. Saudara-saudara. artinya kesejahteraan bersama yang sebaik-baiknya. marilah kita terima prinsip hal sociale rechtvaardigheid ini.‖ kata Jean Jaures. Hendaknya negara Indonesia ialah negara yang tiap-tiap orangnya dapat menyembah Tuhannya dengan cara yang leluasa. tetapi permusyawaratan yang memberi hidup. Rakyat yang tadinya merasa dirinya kurang makan. tidak dapat makan suatu apa. Tetapi tidakkah di Eropa justru kaum kapitalis merajalela? Di Amerika ada suatu Badan Perwakilan Rakyat. Maka oleh karena itu. dan tidakkah di Amerika kaum kapitalis merajalela? Tidakkah di seluruh benua Barat kaum kapitalis merajalela? Padahal ada badan perwakilan rakyat! Tak lain tak bukan sebabnya. Dan hendaknya Negara Indonesia satu Negara yang bertuhan! Marilah kita amalkan. adalah parlementaire demoratie. cukup pakaian. maka saya minta supaya tiap-tiap kepala negara pun dipilih. yang Islam bertuhan menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW. saya tidak mufakat kepada prinsip monarki itu. Min Sheng: Nationalism.). saya menghendaki mufakat. Tidakkah agama Islam mengatakan bahwa kepala-kepala negara. Democracy. Ia seperti raja. Maka oleh karena itu. Turun-temurun. mencinta rakyat Indonesia.‖ Adakah keadaan yang demikian ini yang kita kehendaki? Saudara-saudara. Tetapi marilah kita semuanya bertuhan. tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya bertuhan Tuhannya sendiri. di bawah pimpinan Ratu Adil. badan permusyawaratan yang akan kita buat. Tetapi adakah sociale rechtvaardigheid. di dalam badan permusyawaratan.). Saudarasaudara. semata-mata tidak ada sociale rechtvaardigheid – tidak ada keadilan sosial. kurang pakaian. Saya katakan tadi: Prinsipnya San Min Chu I ialah Mintsu. Mufakat atau demokrasi 4. kita dengan sendirinya sudah mencapai kesejahteraan ini. Kita akan bicarakan hal ini bersama-sama. dengan cara yang berkeadaban. Internasionalisme atau perikemanusiaan 3. saya demokrat karena saya orang Islam. Saudara-saudara. yaitu bukan saja persamaan politik. segala hal akan kita selesaikan. baik kalif. menjadi Kepala Negara Indonesia. maupun Amirul mu‘minin.

barangkali ada Saudara-saudara yang tidak suka akan bilangan lima itu? Saya boleh peras sehingga tinggal 3 saja. Ekasila ataukah Pancasila? Isinya telah saya katakan kepada Saudara-saudara semuanya. Pancasila menjadi Trisila. keringat semua buat kebahagiaan semua. Dharma berarti kewajiban. dan minta satu. sosio-demokrasi dan Ketuhanan. satu pekerjaan. kebangsaan dan internasionalisme – kebangsaan dan perikemanusiaan – saya peras menjadi satu: itulah yang dahulu saya namakan Sosio-nasionalisme. akan mendapat tempat yang sebaik-baiknya. Saya senang kepada simbolik. bukan Van Eck buat Indonesia. Saudara-saudara tanya kepada saya. Jadi yang asalnya lima itu telah menjadi tiga: Sosio-nasionalisme. kekal dan abadi. tetapi Indoesia buat Indoesia. yang kita semua harus mendukungnya. Trisila menjadi Ekasila. bukan Hadikoesoemo buat Indonesia. segenap agama yang ada di Indonesia sekarang ini. maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen. . Saudara-saudara. Namanya bukan Panca Dharma. mufakat. Kita mempunyai pancaindera. sedang kita membicarakan dasar. Simbolik angka pula. yang menghormati satu sama lain. ialah dasar-dasarnya Indonesia Merdeka. Prinsip-prinsip seperti yang saya usulkan kepada Saudara-saudara ini. Kalau Tuan senang kepada simbolik tiga. Saudara-saudara. Weltanschauung kita. Holopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama! Itulah gotong-royong! (Tepuk tangan riuh-rendah) Prinsip gotong-royong di antara yang kaya dan yang tidak kaya. Amal semua buat kepentingan semua. Sekarang banyaknya prinsip – kebangsaan. tentang menghormati agama-agama lain. Dan demokrasi yang bukan demokrasi Barat. amal ini. pekerjaan. satu dasar saja! Baiklah saya jadikan satu. Saudara -saudara! Kekeluargaan adalah satu paham yang statis.). Tetapi barangkali tidak semua Tuan-tuan senang kepada Trisila ini.). bukan golongan Islam buat Indonesia. Dua dasar yang pertama. satu amal. pemerasan keringat bersama.”) Pendawa pun lima orangnya. kesejahteraan dan ketuhanan – lima pula bilangannya. dalam bahasa Belanda-Ed. yaitu perkataan ―gotong-royong‖. antara yang Islam dan yang Kristen. demokrasi dengan kesejahteraan – saya peraskan pula menjadi satu: inilah yang dulu saya namakan Sosio-demokrasi. tetapi – saya namakan ini dengan petunjuk seorang teman ahli bahasa — namanya ialah Pancasila. tetapi politiek-economische demoratie – yaitu politieke demoratie dengan sociale rechtvaardigheid. Apakah yang satu itu? Sebagai tadi telah saya katakan: Kita mendirikan negara Indonesia. Ketuhanan yang hormat-menghormati satu sama lain. gawe. jikalau Saudara-saudara menyetujui bahwa Negara Indonesia Merdeka berasaskan Ketuhanan Yang Maha Esa! Di sinilah. dalam bahasa Belanda-Ed. memaksa. perjuangan bantubinantu bersama. saya kumpulkan lagi menjadi satu. dan di atas kelima dasar itulah kita mendirikan Negara Indonesia. Puluhan tahun dadaku telah menggelora dengan prinsip-prinsip itu. Tetapi terserah kepada Tuan-tuan. Rukun Islam lima jumlahnya. internasionalisme. apakah ―perasan‖ yang tiga itu? Berpuluh -puluh tahun sudah saya pikirkan dia. adalah prinsip untuk Indonesia Merdeka yang abadi. antara yang bukan Indonesia tulen dengan peranakan yang menjadi bangsa Indonesia.(Tepuk tangan sebagian hadirin) Nabi Muhammad SAW telah memberi bukti yang cukup tentang verdraagzaamheid (sifat dapat memahami pendapat yang lain. satu gawe. Semua buat semua! Bukan Kristen buat Indonesia. dan yang tiga menjadi satu. Jari kita lima setangan. Inikah Panca Dharma? Bukan! Nama Panca Dharma tidak tepat di sini. dalam pangkuan asas yang kelima inilah. Apa lagi yang lima bilangannya? (Seorang yang hadir: “Pendawa Lima. Ketuhanan yang berbudi pekerti yang luhur. Marilah kita menyelesaikan karyo. mana yang Tuan-tuan pilih: Trisila. yang dinamakan anggota yang terhormat Soekardjo satu karyo. Nabi Isa pun telah menunjukkan verdraagzaamheid itu. perwakilan – di situlah tempatnya ktai mempropagandakan ide kita masing-masing dengan cara yang tidak onverdraagzaam (tidak sabar. (Tepuk tangan riuh) Atau. Dan Negara kita akan bertuhan pula! Ingatlah prinsip ketiga – permufakatan. lebih dinamis dari ―kekeluargaan‖. Semua buat semua! Jikalau saya peras yang lima menjadi tiga. yang saya usulkan kepada Saudara-saudara. Tinggal lagi Ketuhanan. Sila artinya ―asas‖ atau ―dasar‖. bukan Nitisemito yang kaya buat Indonesia. yaitu dengan cara yang berkebudayaan! Saudara-saudara! ―Dasar-dasar Negara‖ telah saya usulkan Lima bilangannya. Marilah kita di dalam Indonesia Merdeka yang kita susun ini – sesuai dengan itu – menyatakan: Bahwa prinsip kelima dari Negara kita. Hatiku akan berpesta raya. ambillah yang tiga ini. bersama-sama! Gotong-royong adalah pembantingan tulang bersama. ialah Ketuhanan yang berkebudayaan. Alangkah hebatnya! Negara Gotong-Royong! (Tepuk tangan riuh-rendah) ―Gotong-royong‖ adalah paham yang dinamis. Inilah. tetapi gotong-royong menggambarkan satu usaha.

tidaklah kemerdekaan Indonesia itu akan menjadi milik bangsa Indonesia buat selama-lamanya. tertulis di atas kertas. Tetapi saya sendiri mengerti seinsyaf-insyafnya. dan saya juga minta maaf. Maka dari itu. oleh Lenin. Entah Saudara-saudara memufakatinya atau tidak. Tidak ada satu Weltanschauung dapat menjadi kenyataan – menjadi realiteit – jika tidak dengan perjuangan! Jangan pun Weltanschauung yang diadakan oleh manusia. Untuk membangun nasionalistis Indonesia. Jangan pun buatan manusia. yakni jikalau kita ingin hidup menjadi satu bangsa. untuk permufakatan. untuk Ketuhanan. San Min Chu I tidak dapat menjadi kenyataan zonder perjuangan bangsa Tionghoa. menjadi realiteit dengan sendirinya. itulah yang berkobar-kobar di dalam dada saya sejak berpuluh tahun. jikalau bangsa Indonesia ingin supaya Pancasila yang saya usulkan itu. yang jiwanya berkobar-kobar dengan tekad: Merdeka! ―Merdeka atau mati!‖ (Tepuk tangan riuh) Saudara-saudara! Demikianlah saya punya jawab atas pertanyaan Paduka Tuan Ketua. Tetapi. bahwa Indonesia Merdeka tidak dapat datang jika bangsa Indonesia tidak berani mengambil resiko – tidak berani terjun menyelami mutiara di dalam samudera yang sedalam-dalamnya. berjuang terus menyelenggarakan apa yang kita cita-citakan di dalam Pancasila. Zonder (tanpa. diterima atau tidak. Tidak! Bahkan saya berkata: Di dalam Indonesia Merdeka itu perjuangan kita harus berjalan terus. oleh Stalin. Timbullah Indonesia Merdeka. karena saya telah mengadakan kritik terhadap catatan Zimukyokutyoo yang saya anggap verschrikkelijk zwaarwichtig (seolah-olah sangat berat. zwart op wit (hitam di atas putih. Saudarasaudara. Saudara-saudara. Saudara-saudara! Tidak! Bahkan saya berkata lebih lagi dari itu: Zonder perjuangan manusia. yakinlah. dalam bahasa Belanda-Ed. ingin hidup di atas dasar permusyawaratan. dengan ketuhanan yang luas dan sempurna – janganlah lupa akan syarat untuk menyelenggarakannya. oleh Sun Yat Sen! De Mensch – manusia – harus perjuangkan itu.) itu. sampai ke akhir zaman! Kemerdekaan hanyalah diperdapat dan dimiliki oleh bangsa. dan sudah meminta tempo yang sedikit lama. tidak dapat menjelma menjadi realiteit zonder perjuangan manusia yang dinamakan umat Islam. haruslah Pancasila. Saya minta maaf. Jikalau bangsa Indonesia tidak bersatu dan tidak menekadkan mati-matian untuk mencapai merdeka. ingin hidup sebagai anggota dunia yang merdeka. untuk kebangsaan Indonesia. tetapi saya berjuang sejak tahun 1918 sampai 1945 sekarang ini untuk Weltanschauung itu. Di dalam gunturnya peperangan! Bahkan saya mengucap syukur alhamdulillah kepada Allah Subhanahu wa ta‘ala. perjuangan. tidak ada satu hal agama. dan sekali lagi perjuangan! Jangan mengira bahwa dengan berdirinya negara Indonesia Merdeka itu perjuangan kita telah berakhir. Indonesia yang gemblengan.).). itulah harus Weltanschauung kita. yang penuh dengan perikemanusiaan. Saudarna-saudara. Karena itulah saya mengucap syukur kepada Allah SWT. Di dalam masa peperangan itulah kita mendirikan negara Indonesia. kita hidup di dalam masa peperangan. dalam bahasa Belanda-Ed. isinya Indonesia Merdeka yang kekal abadi menurut pendapat saya. lain coraknya. cita-cita yang termasuk di dalamnya tidak dapat menjelma zonder perjuangan umat Kristen. satu nationaliteit yang merdeka. untuk kebangsaan Indonesia yang hidup di dalam perikemanusiaan. bahwa pidato saya ini menjadi panjang lebar. untuk sociale rechtvaardigheid. ialah perjuangan. tidak ada satu cita-cita agama. terserah kepada Saudara-saudara. Adipati Karawang . bukan negara Indonesia yang lambat-laun menjadi bubur. dalam bahasa Belanda-Ed. Berhubungan dengan itu – sebagai yang diusulkan oleh beberapa pembicara-pembicara tadi – barangkali perlu diadakan noodmaat-regel (aturan darurat. Pancasila. Tetapi dasarnya. Terima kasih! (Tepuk tangan riuh-rendah dari segenap hadirin) Wassalam. tanamkanlah dalam kalbu Saudara-saudara. tetapi di bawah palu godam peperangan dan di dalam api peperangan. Sebagai dikatakan tadi. Begitu pula perkataan-perkataan yang tertulis di dalam kitab Injil. hanya lain sifatnya dengan perjuangan sekarang. sebagai bangsa yang bersatu-padu. dan Indonesia Merdeka yang demikian itu adalah negara Indonesia yang kuat. dalam bahasa Belanda-Ed.Tetapi jangan lupa. bahwa kita mendirikan negara Indonesia bukan di dalam sinarnya bulan purnama. bahwa tidak ada satu Weltanschauung dapat menjelma dengan sendirinya. yang dapat menjadi realiteit. ingin hidup dengan sejahtera dan aman. insyaflah. ingin hidup sempurna dengan sociale rechtvaardigheid.) perjuangan itu tidaklah ia akan menjadi realiteit! Leninisme tidak bisa menjadi realiteit zonder perjuangan seluruh rakyat Rusia. jangan pun yang diadakan oleh Hitler. sedangkan perintah Tuhan yang tertulis di dalam kitab Qur‘an. Indonesia Merdeka yang digembleng dalam api peperangan. Dan terutama di dalam zaman peperangan ini. menjadi satu realiteit. Nanti kita bersama-sama. peraturan yang bersifat sementara.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful