Dasar Dasar Sistem kontrol

Tujuan : 1. Mempelajari dasar dasar system kontrol 2. Mempelajari kontrol lup terbuka dan tertutup 3. Mempelajari prinsip-prinsip disain system kontrol

Kompetensi
1. Mampu memahami prinsip kerja system kontrol 2. Memahami perbandingan kontrol lup tertutup dengan terbuka sehingga mampu menetukan system kontrol mana yang akan dipakai untuk aplikasi yang sesuai 3. Mampu memodifikasi atau mendisain system kontrol

membahas desain servomekanisme relai yang mampu mengikuti dengan baik masukan yang berubah 1940-an. metoda tempat kedudukan akar dalam disain system kontrol. 6. 7. ekonomi.Ilustrasi Perkembangan Sistem Kontrol 1. 4. System kontrol automatik pertama adalah governor sentrifugal untuk pengontrolan kecepatan mesin uap yang dibuat oleh James Watt pada abad ke-18 1922-Minorsky membuat kontroler automatik untuk mengemudikan kapal dengan cara menentukan kestabilan dari persamaan diferensial 1932-Nyquist mengembangkan suatu prosedur yang relatif sederhana untuk menentukan kestabilan sistem lup tertutup pada basis respon lup terbuka terhadap masukan lunak (steady state) sinusoida 1934-Hazen. 3. Penerapan teori kontrol modern dalam bidang non-teknik seperti biologi. kedokteran. 5. Aakhir tahun 1940 hingga awal tahun 1950. metode respon frekuensi untuk mendesain system kontrol liniar berumpan-balik yang memenuhi persyaratan performansi. . dan sosiologi sekarang banyak dilakukan dan hasilhasil yang menarik dan berarti akan dapat diperoleh di masa dating. 2. yang memperkenalkan istilah servomekanisme untuk system kontrol posisi. Teori kontrol modern dapat dikatakan menuju pada kontrol optimal.

yang berlangsung secara kontinyu yang ditandai oleh suatu deretan perubahan kecil yang berurutan dengan cara yang relatif tetap dan menuju ke suatu hasil atau keadaan akhir tertentu Sistem = kombinasi dari beberapa komponen yang bekerja bersamasama dan melakukan suatu sasaran tertentu Gangguan (disturbances) = suatu sinyal yang cenderung mempunyai pengaruh yang merugikan pada harga keluaran system Sistem kontrol berumpan-balik (feedback control system) = system kontrol yang cenderung menjaga hubungan yang telah ditentukan antara keluaran dan masukan acuan dengan membandingkannya dan menggunakan selisihnya sebagai alat pengontrolan Servomekanisme (servomechanisms) = system kontrol berumpanbalik dengan keluaran berupa posisi. atau percepatan mekanik 3. 5. Proses = operasi atau perkembangan alamiah / sengaja dibuat. yang digunakan untuk melakukan suatu operasi tertentu.Definisi dalam Sistem Kontrol 1. Plant = adalah seperangkat peralatan. kecepatan. 4. . 6. 2. mungkin hanya terdiri dari beberapa bagian mesin yang bekerja bersama-sama.

KONTROL LUP TERTUTUP Merupakan system kontrol yang sinyal keluarannya mempunyai pengaruh langsung pada aksi pengontrolan Sistem kontrol lup tertutup adalah system kontrol berumpan balik. Sinyal kesalahan penggerak merupakan selisih antara sinyal masukan dan sinyal umpan-balik .

Konsep sistem kontrol lup tertutup pada sistem termal Di sini manusia bekerja sebagai kontroler untuk menjaga temperatur air panas pada harga tertentu. Termometer yang dipasang pada pipa keluaran air panas mengukur temperatur yang sebenarnya dan sebagai keluaran system kontroler automatik digunakan untuk menggantikan operator manusia .

Perendaman. . jadi keluarannya tidak diukur atau diumpan balikan untuk dibandingkan dengan masukan Sebuah contoh praktis adalah mesin cuci. Mesin ini tidak mengukur sinyal keluaran. misalnya kebersihan pakaian. pencucian dan pembilasan pada mesin.Sistem kontrol lup terbuka Sistem kontrol lup terbuka adalah system kontrol yang keluarannya tidak berpengaruh pada aksi pengontrolan.

Perbandingan antara system kontrol lup tertutup dengn lup terbuka. .

Tekanan ini diukur dengan elemen pengukur tekanan.Sistem pengontrolan tekanan Gambar di bawah ini menunjukkan suatu system pengontrolan tekanan. keluaran kontroler diumpankan ke actuator yang mengatur posisi damper untuk memperkecil kesalahan . Jadi. sinyal yang diperoleh diumpankan ke kontroler untuk dibandingkan dengan harga yang diinginkan. Tekanan dalam tungku dikontrol berdasarkan posisi “damper”. Jika terdapat pebedaan atau kesalahan.

Besarnya laju aliran uap yang masuk ke silinder mesin diatur sesuai dengan selisih antara kecepatan mesin yang diinginkan dan kecepatan mesin yang sebenarnya.Sistem pengontrolan kecepatan Prinsip dasar dari governor Watt untuk mesin uap dilukiskan dengan diagram skematik pada gambar dibawah ini. .

Sistem kontrol numeric • Kontrol numeric adalah suatu metoda pengontrolan gerak dari komponen mesin dengan menggunakan angka-angka. • Pada kontrol numeric. gerak benda kerja dapat dikontrol dengan informasi biner yang disimpan pada sebuah pita .

4. 6. 5. 2.Prinsip-prinsip disain system kontrol 1. Persyaratan umum system kontrol Persoalan dasar dalam disain system kontrol Analisis Disain Sintesis Pendekatan dasar dalam disain system kontrol . 3.

Setiap system kontrol harus stabil 2. Kecepatan respon harus cukup cepat dan menunjukkan peredaman yang layak 4. System kontrol harus mempunyai kestabialan relatif yang layak 3. Suatu system kontrol juga harus mampu memperkecil kesalahan sampai nol atau sampai pada suatu harga yang dapat ditoleransi .Persyaratan umum system kontrol 1.

perlu didefinisikan indeks performansi. 4. Pada praktiknya. Kontroler menghasilkan sinyal kontrol yang didasarkan pada variable acuan masukan dan variable keluaran 2. Secara matematika. Spesifikasi sinyal kontrol diseluruh waktu operasi disebut hukum kontrol. persoalan dasar kontrol adalah menentukan hukum kontrol optimal.Persoalan dasar dalam disain system kontrol 1. yang berarti meminimumkan indeks performansi yang diberikan . Untuk menentukan system kontrol optimal. dengan berbagai kendala teknik dan ekonomi. selalu ada beberapa gangguan yang bekerja pada “plant”. 3.

atau yang lain . listrik. mekanik. performansi system yang model matematikanya diketahui Karena setiap system komponennya tersusun dari komponen. maka analisis harus dimulai dari deskripsi matematika tiap komponen. cara analisis yang digunakan tidak tergantung pada system fisiknya saja tetapi bisa pneumatik. pada kondisi tertentu. Setelah model matematika keseluruhan system diturunkan.Analisis Yang dimaksud analisis system kontrol adalah penelitian.

prosedur disain tidak diperoleh secara langsung tetapi memerlukan metode uji-coba . Pada umumnya.Disain Yang dimaksud dengan disain suatu system adalah mencari suatu system yang dapat menyelesaikan tugas yang diberikan.

Biasanya.Sintesis Yang dimaksud dengan sintesis adalah mencari suatu system dengan prosedur langsung yang akan bekerja menurut cara tertentu. prosedur semacam ini bersifat matematis dari awal sampai akhir proses disain. Pada saat ini telah tersedia banyak prosedur sintesis untuk rangkaian liniar dan untuk system liniar optimal .

2.Pendekatan dasar dalam disain system kontrol 1. Spesifikasi harus diinterpretasikan dalam bentuk matematika sehingga secara keseluruhan memenuhi spesifikasi tersebut dan dapat menyelesaikan tugasnya dengan mudah . Pendekatan dasar dalam disain setiap system kontrol praktis perlu melibatkan metode ujicoba.

Buatlah blok diagramnya lagi jika operasi dikendalikan oleh manusia (manual) . Buatlah blok diagramnya dari gambar berikut c. Jelaskan prinsip kerja system pengendalian tinggi muka cairan b.Soal (Kerjakan 15 menit) Perhatikan gambar system pengontrolan tinggi muka cairan a.

.

.

.

Jawab Diagram Blok Sistem pengendalian tinggi permukaan cairan Tinggi Permukaan yang diinginkan Kontroller Katup Pneumatik Tangki Air Tinggi Permukaan yang sebenarnya Pelampung Tinggi Permukaan yang diinginkan Otak Otot dan Katup Tangki Air Tinggi Permukaan yang sebenarnya Mata .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful