BIOLOGI RADIASI

MAKALAH

Disusun oleh Group-2 : Aulia Hardianti Adisti Calliandra Milda Ernawati 160110090020 160110090021 160110090022

UNIVERSITAS PADJADJARAN FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI BANDUNG 2013

Daftar Isi

Contents
Daftar Isi ......................................................................................................................................... 2 Daftar Gambar ................................................................................................................................ 4 Daftar Tabel .................................................................................................................................... 5 BAB I BAB II 1. 2. 3. Pendahuluan ..................................................................................................................... 6 Pembahasan .................................................................................................................. 7

Struktur Atom .......................................................................................................................... 8 Interaksi Sinar X dengan Unsur............................................................................................... 8 Interaksi Sinar X pada Tingkatan Atom .................................................................................. 9

3. 1. Efek Fotoelektrik ................................................................................................................. 9 3. 2. Efek Compton .................................................................................................................... 11 4. Unit Pengukuran Radiasi ....................................................................................................... 13

4. 1. Dosis Radiasi yang diabsorbsi (D) ..................................................................................... 13 4. 2. Dosis Ekivalen ................................................................................................................... 14 4. 3. Dosis Efektif ...................................................................................................................... 14 5. 6. 7. 8. Efek Biologi dan Risiko yang Berhubungan Dengan Sinar X .............................................. 14 Efek pada anak yang belum lahir .......................................................................................... 16 Efek Ionisasi Radiasi ............................................................................................................. 16 Konsep Dasar Biologi Radiasi ............................................................................................... 20 8. 1. 8. 2. 8. 3. 8. 4. 8. 5. BAB III Paparan dan dosis ....................................................................................................... 21 Radiasi terlokalisasi dan paparan seluruh tubuh......................................................... 21 Kurva dosis-respon ..................................................................................................... 21 Periode Laten dan Perbaikan Sel ................................................................................ 23 Estimasi resiko ............................................................................................................ 23 Diskusi ........................................................................................................................ 38

Daftar pustaka ............................................................................................................................... 41

Daftar Gambar

Gambar 1 Diagram struktur atom yang menunjukkan nukleus yang berada di tengah dan elektron yang mengelilinginya ...................................................................................................................... 8 Gambar 2 Diagram yang menunjukkan tahap-tahap yang terjadi dalam interaksi fotoelektron . 10 Gambar 3 Diagram yang menunjukkan interaksi Efek Compton ................................................. 11 Gambar 4 A.Diagram yang menunjukkan sudut hamburan......................................................... 13 Gambar 5 Proses pembentukan radikal bebas ............................................................................. 17 Gambar 6 Kurva threshold dalam bentuk liner dan non-linier ..................................................... 22 Gambar 7 Kurva non-threshold dengan garis linier dan non-linier .............................................. 22

.........Daftar Tabel Tabel 1 Panjang gelombang dan energi foton dari radiasi .......................................................................................................... 19 Tabel 4 Dosis efektif pasien standar dewasa untuk pemeriksaan rutin dental dan medis ..... 19 Tabel 5 Manifestasi berdasarkan dosisnya .. 18 Tabel 3 National Radiological Protection Board (NRPB) mengestimasikan dosis tahunan dari bbrp sumber di Inggris .......................................................... 7 Tabel 2 Dampak Biologis Radiasi ................. 28 Tabel 6 Perbandingan Resiko Selama Masa Kehamilan ....................................................................... 33 ............................................................................................................................................................................................................................. 32 Tabel 7 Predileksi Kanker Akibat Radiasi .........................

BAB I Pendahuluan Saat tubuh terkena radiasi foton akan bereaksi terhadap sel-sel dalam tubuh yang disebut dengan proses ionisasi. Proses ini apabila melewati batas tertentu akan menimbulkan manifestasi klinis pada tubuh. Pada makalah ini akan dijelaskan ambang dosis radiasi yang aman bagi tubuh dan dosis yang berbahaya untuk tubuh disertai dengan penjelasan perubahan biologi yang terjadi dan manifestasi klinis apa saja yang biasanya muncul/ .

.8 eV 1.1 x 10-11 eV – 1. Sinar X ini merupakan bentuk radiasi elektromagnetik bertenaga tinggi dan merupakan bagian spektrum elektromagnetik. Tabel 1 Panjang gelombang dan energi foton dari radiasi Panjang Gelombang dan 3 x 10 m – 100 μm 100 μm – 700 nm 700 nm – 400 nm 400 nm – 10 nm 10 nm – 0. Sinar X dan kemampuan sinar X untuk berpenetrasi pada jaringan tubuh manusia ditemukan oleh Roentgen pada tahun 1895. Untuk mengetahui produksi dan interaksi sinar X. penting untuk mengetahui atom secara fisik. yang juga termasuk di dalamnya gelombang radio yang berenergi rendah. gelombang radar Infra-red Cahaya tampak Ultra-violet Sinar X dan Gamma Energi Foton 4.2 x 10-2 eV 1. dan cahaya tampak.BAB II Pembahasan Biologi radiasi adalah ilmu yang mempelajari tentang pengaruh dari Ionisasi Radiasi dalam tubuh makhluk hidup. televisi.2 x 10-2 eV – 1.1 eV 3. televisi. Sinar X digunakan dalam radiologi diagnostik. Roentgen menyebut sinar tersebut sebagai sinar X karena sifatnya yang tidak diketahui.1 eV – 124 eV 124 eV – 124 MeV Sinar X didefinisikan sebagai susunan paket gelombang energi. yang dibuat dari jutaan foton individu.01 pm 4 Radiasi Radio. Setiap paketnya disebut foton dan setara dengan satu kuantum energi.8 eV – 3.

foton memiliki empat kemungkinan interaksi. Atom ini terdiri dari partikel-partikel kecil yang berkumpul bersama dengan adanya gaya elektrik dan nuklir. yaitu proton dan neutron. Gambar 1 Diagram struktur atom yang menunjukkan nukleus yang berada di tengah dan elektron yang mengelilinginya 2. sinar diabsorbsi dengan hilangnya seluruh energi.1. serta dikelilingi elektron pada orbit spesifik. Struktur Atom Atom merupakan bangunan dasar dari suatu unsur. sinar dihamburkan sebagian dan sebagian lagi diabsorbsi oleh jaringan tubuh manusia. dan sinar tidak diabsorbsi ataupun dihamburkan. . Interaksi Sinar X dengan Unsur Ketika Sinar X mengenai suatu unsur. yaitu seluruh sinar yang datang dihamburkan tanpa adanya kehilangan energi sama sekali. seperti jaringan tubuh manusia. Atom-atom ini terdiri dari nukleus padat yang berada di tengah yang terbuat dari partikel nuklir.

1. Efek Compton (Sinar X dihamburkan dan diabsorbsi). dan Produksi Pasangan (Sinar X diabsorbsi seluruhnya). yaitu Efek Fotoelektrik dan Efek Compton. 3. diantaranya adalah Hamburan Rayleigh (SInar X dihamburkan seluruhnya). Efek Fotoelektrik (Sinar X seluruhnya diabsorbsi). Efek Fotoelektrik Efek fotoelektrik merupakan interaksi sinar X yang seluruh energinya diabsorbsi. Interaksi Sinar X pada Tingkatan Atom Terdapat empat interaksi Sinar X pada tingkat atom. didominasi dengan foton berenergi rendah. . Diagram yang menggambarkan interaksi yang terjadi ketika Sinar X mengenai suatu unsur 3. tergantung pada energi foton yang datang. Hanya ada dua interaksi energi Sinar X yang penting dan digunakan di Kedokteran Gigi.Gambar 2.

berpindah dari kulit yang satu ke kulit lainnya 5. Elektron yang berpencar sehingga menghasilkan sebuah tingkatan energi yang baru menghasilkan pengeluaran kelebihan energi dalam bentuk cahaya atau panas . Foton Sinar X yang datang berinteraksi dengan elektron yang berada di kulit terdalam dari suatu atom 2. Elektron pada kulit terdalam dikeluarkan dengan adanya energi yang sangat besar (sekarang elektron tersebut disebut dengan fotoelektron) ke dalam jaringan dan akan terjadi interaksi lebih lanjut 3.Gambar 2 Diagram yang menunjukkan tahap-tahap yang terjadi dalam interaksi fotoelektron Tahapan interaksi yang terjadi dalam efek fotoelektron: 1. Kekosongan pada kulit terdalam elektron diisi oleh elektron pada kulit yang lebih luar. proses ini kemudian disebut absorbsi murni 4. Foton sinar X hilang setelah disimpan seluruh energinya.

Foton sinar X yang datang berinteraksi dengan elektron bebas atau elektron yang terikat dengan longgar pada kulit terluar atom .6. Gambar 3 Diagram yang menunjukkan interaksi Efek Compton Tahapan dalam Efek Compton: 1. Efek Compton Efek Compton merupakan proses absorbsi dan hamburan yang lebih didominasi dengan adanya foton berenergi tinggi. 2. Seluruh hasil dari interaksi fotoelektrik ini disebut ionisasi. Interaksi ini didominasi oleh foton Sinar X berenergi rendah. 3. Stabilitas elektron dicapai dengan menangkap elektron bebas untuk kembali ke keadaan atom netral Energi foton sinar X memerlukan energi yang sama atau yang lebih besar dari energi ikat elektron pada kulit terdalam untuk memungkinkan mendorong elektron tersebut keluar kulit.

Sisa energi foton yang datang akan didefleksikan atau dihamburkan dari arah asalnya sebagai hamburan sinar foton 4. Seluruh hasil reaksi interaksi ini disebut Ionisasi. hamburan foton berenergi rendah menghasilkan hamburan kebelakang. foton inilah yang membentuk hamburan radiasi pada lingkungan klinik 5.2. namun dapat dihilangkan dengan menggunakan anti-scatter grid. Hamburan kedepan dapat mencapai film dan menurunkan kualitas gambar. tapi sudut hamburan (θ) tergantung pada energinya. Elektron yang terlepas keluar kemudian akan mengalami interaksi Ionisasi dengan jaringan 3. Energi hamburan foton selalu lebih kecil daripada energi foton yang datang. Foton yang mengalami hamburan akan mengalami: 1) Interaksi Compton dalam jaringan 2) Interaksi fotoelektrik dalam jaringan 3) Meninggalkan jaringan. . Stabilitas atom didapat dari penangkapan elektron bebas Energi foton sinar X yang datang lebih besar dari energi ikat elektron bebas pada kulit terluar. Elektron pada kulit terluar kemudian akan keluar (yang kemudian disebut dengan Compton recoil electron) dengan sebagian energi yang terabsorbsi saat foton datang. Hamburan foton dapat didefleksikan dalam berbagai arah. Hamburan foton berenergi tinggi menghasilkan hamburan kedepan.

kebanyakan hamburan diarahkan kedepan.Diagram distribusi hamburan khas pada tegangan Sinar X 70 kV . dalam Ergs/g : 1 Gray = 100 rads . B. Pada tegangan ini. SI unit : Gray.Diagram yang menunjukkan sudut hamburan Sudut Hamburan (θ) dengan (i) energi tinggi dan (ii) energi rendah. 4. Jarak dari sumber hamburan mengindikasikan jumlah jamburan pada arah tersebut. (mGy) (x10-3) unit asli konversi : rad.Gambar 4 A. Unit Pengukuran Radiasi Dosis Radiasi yang diabsorbsi (D) Dosis ini mengukur jumlah energi yang diabsorbsi dari sinar radiasi per unit massa jaringan. (Gy) dalam Joules/kg subunit : miligray. 4. 1.

microsievert (µSv) (x 10-6) unit asli konversi : rem : 1 Sievert = 100 rems 4. Dosis Efektif Dosis ini merupakan dosis yang dihitung pada setiap bagian tubuh yang berbeda untuk dibandingkan. 2. 3. 2.4. Efek Somatik DETERMINISTIK Efek Somatic STOKASTIK . karena beberapa bagian tubuh bisa lebih sensitif terhadap radiasi daripada bagian tubuh lainnya. Dosis Ekivalen Dosis ini mengukur efektivitas biologi yang berbeda pada setiap individu (RBE) yang diperbolehkan dari pancaran sinar radiasi. Dosis efektif (E) = Dosis ekivalen (H) x faktor berat jaringan (WT) SI unit : sievert (Sv) subunit : milisievert (mSv) 5. dengan mengonversikan semua dosis menjadi dosis ekivalen seluruh tubuh. Dosis ekivalen (H) = dosis radiasi yang diabsorbsi (D) x faktor berat radiasi (WR) SI unit : Sievert (Sv) subunit : milisievert (mSv) (x 10-3). Efek Biologi dan Risiko yang Berhubungan Dengan Sinar X Klasifikasi Efek Biologi Efek buruk ionisasi radiasi secara bilogis diklasifikasikan menjadi tiga kategori utama: 1. Hal ini penting.

3) Efek genetik stokastik Mutasi terjadi dari perubahan yang tiba-tiba dari suatu gen atau kromosom. 2) Efek somatik stokastik Efek stokastik ini akan timbul ketika tubuh seorang individu terekspos radiasi pada dosis tertentu. semakin kecil kemungkinan adanya kerusakan sel. Contohnya kulit yang memerah dan adanya katarak. disebut periode laten (sekitar 20 tahun atau lebih). Efek akut dan segera – efek langsung tampak setelah diberikan eksposur Efek kronis dan jangka panjang – efek menjadi sangat jelas setelah mendapat eksposur dalam jangka waktu yang lama. seperti radiasi atau mungkin juga terjadi secara spontan. Keparahan dari efek ini tergantung pada dosis radiasi yang diterima oleh seorang individu. 2. Semakin kecil dosis radiasi yang diberikan. Namun. Mutasi gen dipengaruhi oleh banyak faktor eksternal. contoh leukemia 1) Efek somatik deterministik Efek ini memiliki efek yang buruk pada tubuh manusia yang mendapat eksposur sinar radiasi. Efek Genetik STOKASTIK Efek somatik terbagi lagi menjadi: 1. Kemungkinan terjadinya efek stokastik ini tidak diketahui secara pasti.3. Radiasi yang mengenai organ reproduksi dapat merusak . tingkat keparahan yang terjadi tidak berhubungan dengan dosis radiasi yang diberikan.

. gigi. 2. Namun. Masalah utamanya adalah: 1. Efek Ionisasi Radiasi Ketika dilakukan dental radiografi. H. dan tulang memungkinkan untuk membedakan strukturnya pada radiografi diagnostik. gigi. 70% komposisi utamanya air (H2O). karena itulah efek genetik ini disebut sebagai stokastik. O). Radikal bebas merupakan molekul yang kehilangan 1 buah elektron dari pasangan elektron bebasnya. Kelainan congenital atau kematian berhubungan dengan radiasi dosis tinggi Retardasi mental berhubungan dengan radiasi dosis rendah 7. Ion tersebut bercampur dengan air atau bereaksi lagi menghasilkan pembentukan radikal bebas (OH. sebagian berpenetrasi kejaringan sekitar (kulit. terutama selama periode organogenesis (2-9 minggu setelah pembuahan). tulang. Efek pada anak yang belum lahir Fetus yang masih berkembang sangat sensitif terhadap efek radiasi. 6. tidak seluruh sinar X mencapai film. Perbedaan absorbsi foton sinar X oleh jaringan keras. tidak ada kepastian bahwa efek ini pasti terjadi. Hal tersebut dapat megakibatkan kelainan congenital pada orang yang terkena paparan radiasi. Foton sinar X memisahkan air menjadi ion (HOH dan elektron). Jaringan tubuh manusia. jaringan lainnya). Radikal bebas bersifat reaktif dan sangat tidak stabil dan hanya ada sekitar 10-5 detik sebelum mengalami stabilisasi dengan sendirinya.DNA dari sel sperma atau ovum.

Dampak radiasi bersifat . contohnya adalah kerusakan DNA. untuk pekerja di lingkungan beradiasi (contoh: reaktor nuklir) max = 5 rem/tahun.Gambar 5 Proses pembentukan radikal bebas Radikal bebas mengalami stabilisasi dengan dua cara: 1. Bersatu untuk membentuk molekul stabil yang tidak akan merusak jaringan Bersatu dengan radikal bebas lainnya.5 rem/tahun. 3) Rekomendasi ICRP (International Commission on Radiological Protection) Batasan radiasi untuk orang awan = 0. 2. seperti hydrogen peroxide 1) Efek Langsung Foton sinar X langsung mengenai sel. 2) Efek Tidak Langsung Radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil ionisasi dari air membentuk toksin yang dapat melukai atau mengubah sel. efek ini lebih sering terjadi. menyebabkan kerusakan sel. yang akan menyebabkan perubahan atau produksi toksin jaringan.

pucat. muntah. Mulai timbul peluang penyakit kanker dan leukemia 200 450 700 1000 10000 100000 Kematian (10%) dalam beberapa bulan Kematian (50%) dalam beberapa bulan Kematian (90%) dalam beberapa bulan Kematian dalam beberapa hari Kematian dalam beberapa jam Kematian dalam beberapa menit . perdarahan. kemandulan tetap pd wanita. Berdasarkan penelitian. para ahli menyimpulkan bahwa radiasi memperpendek umur manusia sekitar 3-5 hari per 1 rem dosis serapan. rambut rontok. kemandulan 3-4 tahun pada pria.kumulatif seumur hidup. Ratarata tiap orang menerima dosis 20 rem selama hidupnya Tabel 2 Dampak Biologis Radiasi DE 50 DAMPAK BIOLOGIS Mulai tampak dampak biologis radiasi Dampak serius muncul: Selera makan hilang. 100 diare.

Tabel 3 National Radiological Protection Board (NRPB) mengestimasikan dosis tahunan dari bbrp sumber di Inggris Tabel 4 Dosis efektif pasien standar dewasa untuk pemeriksaan rutin dental dan medis .

Konsep Dasar Biologi Radiasi Paparan dan Dosis Konsep Dasar Biologi Radiasi Radiasi terlokasasi dan paparan seluruh tubuh Kurva Dosis-Respons Periode Laten dan Perbaikan Sel Tingkat Dosis Estimasi Resiko .8.

8. dan dosis gonad yang menandakan kemampuan serap energy radiasi yang dapat dilakukan sebuah organ. mesin sinar-x mengeluarkan paparan terlokalisasi lebih sedikit yang dihasilkan pada seluruh tubuh daripada paparan fasial. Kurva dosis-respon Kurva dosis dan respon menggambarkan kemungkinan respon biologis yang disebabkan agen berbahaya seperti ionisasi radiasi. dosis tiroid. 2. 1. Sedangkan garin non-linier menyatakan bahwa respon tidak proporsional dengan . Kurva dengan garis linier menggambarkan bahwa respon tubuh sesuai proporsi dosis yang diberikan. Paparan dan dosis Pengertian paparan dan dosis perlu dibedakan dengan jelas. Paparan adalah jumlah ionisasi di udara yang dihasilkan oleh radiasi sinar-x atau sinar-gamma atau kuantitas radiasi yang diterima di suatu area pada tubuh yang terkena sinar radiasi. foto dental menghasilkan paparan tubuh 1/10. Di kedokteran gigi. Radiasi terlokalisasi dan paparan seluruh tubuh Foto dental merupakan salah satu contoh radiasi terlokasasi yang menghasilkan kurang dari 7% total area seluruh tubuh.000 paparan fasial. 8. Beberapa contoh dosis pada organ tubuh kita adalah dosis kulit. Dosis dapat dinyatakan dalam satuan Rad (grays) atau rem (Sieverts). Repon ini dapat menunjukkan garis linier ataupun nonlinier dan threshold atau non-threshold. kita harus tau paparan yang dimaksud apakah paparan terlokalisasi atau paparan selutuh tubuh 8. Bahkan pada kenyataannya. Paparan ini dapat dinyatakan dalan satuan Roentgents (C/Kg). Hal ini menjelaskan bahwa saat kita mendisukusikan tentang dosis sinar-x dental. 3. Dosis adalah jumlah energy yang diserap per satuan massa jaringan pada suatu organ tubuh.

Kurva threshold dan nonthreshold ini juga dapat membentuk garis linier atau non-linier. Pada kurva dengan threshold mengindikasikan bahwa di bawah dosis tertentu tidak terjadi respon dari target atau dapat dikatakan dosis tersebut sangatlah aman bagi tubuh karena tidak ada perubahan biologis sama sekali. Gambar 6 Kurva threshold dalam bentuk liner dan non-linier Gambar 7 Kurva non-threshold dengan garis linier dan non-linier .dosis yang diberikan. Tetapi pada kurva non-threshold dosis sekecil apapun ternyata menunjukkan respon perubahan biologis.

Jumlah radiasi yang dapat menyebabkan kerusakan juga sifatnya sangat beragam. seperti radiasi pada jaringan hematopoetic dapat memberikan dampak terhadap petumbuhan leukimia. 4. 5. Tidak semua perubahan biologis itu bersifat permanen. Tetapi kita tidak dapat menarik kesimpulan suatu penyakit disebabkan hanya karena paparan radiasi saja. Perbedaan diantara keduanya akan menghasilkan faktor risiko. atau paparan terhadap . Hasilnya akan dibandingkan dengan jumlah orang yang tidak terkena radiasi per angka kejadian kanker di populasi lain. 8. 9. Kepekaan jaringan Kepekaan jaringan terhadap radiasi ionisasi sangat beragam. tapi digunakan untuk melihat kondisi epidemic suatu populasi yang terkena paparan dosis tinggi. jadi kita harus melihat dosis yang dipaparkan pada suatu populasi dengan membandingkan dengan angka kejadian kanker di populasi tersebut. tergantung dari jangka waktu.Kurva ini jarang digunakan untuk menggamabarkan hubungan dosis-respon individu. dosis. Faktor risiko dinyatakan dengan perbandingan kasus kematian dengan suatu penyebab per satu juta orang. Estimasi resiko Tidak ada cara yang efektif untuk menentukan suatu kanker terjadi karena radiasi atau bukan. 8. dan sensitivitas jaringan. Periode ini bervariasi sesuai dengan besarnya paparan dan jaringan yang terpapar. mulai dari hitungan jam hingga tahun. Efek radiasi pada beberapa jaringan dan organ menyebabkan manifestasi yang langsung dapat diketahui. Periode Laten dan Perbaikan Sel Periode laten adalah jarak waktu dari terjadinya paparan hingga munculnya manifestasi klinis. karena biasanya menifestasi tersebut merupakan penyakit dengan etiologi multi-faktor. Estimasi dihasilkan dari angka kejadian kanker seluruh tubuh per satu juta orang yang diperiksa kesehatan giginya.

leukimia. Jaringan dan organ kritis. carcinoma.matahari dapat menyebabkan kanker kulit. dan belum berdifernsiasi. cepat membelah. Dosis radiasi yang sama dapat memberikan efek yang berbeda pada tipe sel yag berbeda walaupun dalam satu orgaisme. lensa mata. jaringan genetik. mutasi defek kongenital. carcinoma. High sensitivity Organ limfoid Sumsum tulang Intermediate sensitivity Fine vasculature Kartilago tumbuh Testis Intestinum Kulit Kornea Tulang yang sedang tumbuh Ginjal Hati Lensa optik Sel otot Neuron yang Low sensitivity Kelenjar saliva sedang Paru 9. lebih berifat radiosensitif dibandingkan sel yang lebih tua. seperti sel yang ditemukan pada abdomen ibu hamil.. Organ Kritis Beberapa jaringan dan organ dikategorikan sebagan organ kriti karena mereka mendapatkan paparan radiasi yang lebih banyak dibandingkan dengan bagian lainnya ketika sedang dilakukan dental radiography. tiroid. katarak. kelompok jaringan dan organ menurut kesensitifitasannya dapat dilihat pada tabel berikut. Sel yang masih muda. 1. beserta resiko yang potensial terjadi antara lain kulit. Umur sel dapat mempengaruhi senitifitas sel terhadap paparan radiasi. . jaringan hematopoetik.

namun sumber radiasi artifisial telah meningkat seiring dengan banyaknya kasus nuklir.9. 2. Dosis Pasien Radiasi dapat memberikan efek samping. Prinsip yang dipakai adalah prinsip ALARA “as low as reasonably achivable”. Latar Belakang Radiasi Latar belakang radiasi merupakan radiasi ionisasi. Radiasi alami yang berasal dari alam selalu ada di muka bumi. ataupun bahan radioaktif yang berasal dari pabrik.namun memberikan manfaat diagnostik yang seluas-luasnya Radiasi memang berbahaya dan dapat memberikan efek samping. 3. yang pada lingkungan dapat berasal dari alam ataupun buatan. 9. Paparan yang diberikan harus seminimal mungkin. Dengan tambahan paparan untuk keperluan medis dan dental maka ditotal menjadi 360 mrem (3.6 mSv). Walaupun telah disebutkan bawa dampak radiasi dapat menyebabkan leukimia. namun hal tersebut juga tidak semata karena radiasi namun juga disebabkan oleh faktor lainnya. karenanya sebagai klinisi kita harus dapat menggunakan sarana tersebut dengan hati-hati dan sesuati dengan indikasi. Estimasi dosis rata-rata radiasi pertahun yang didapatkan warga US dari alam adalah sekitar 300 mrem (3mSv). Pengetahuan terhadap latar belakang radiasi dapat memberikan manfaat sehingga segala perawatan radiasi yang akan dilakukan pada pasien dapat dilakukan dengan sesuai. namun radiasi yang diberikan oleh dental radiography sanga kecil sehingga kecil kemungkinan untuk memberikan dmpak radiasi. .

Apabila radiasi diberikan dalam jumlah yang tepat.Dokter gigi. Dosis dari kulit memiliki batas tesendiri sebab kulitt mudah berpenetrasi dan dosisi tidak akan masuk ke jaringan yang lebih dalam dan kulit tidak terlalu peka terhadap radiasi dibandingkan dengan jaringan lain. dimana jumlah rata-rata radiasi yang sampai ke permukaan kornea mata pada pemotretan full-mouth sekitar 60 mrem (0. dapat memberikan keuntungan dan apabila diberikan melebihi kapasitas.1. 9. namun resiko katarak sangat rendah. Erythema dapat terlihat pada pasien yang sedang menjalani terapi radiasi untuk penyembuhan kanker kepala dan leher.2. Lensa mata memanng mendapatkan paparan radiasi selama pemotretan intraoral. Kulit Erythema (kulit kemerahan) merupakan efek yang umum dalam dental radiography dan bukan merupakan resiko yang besar. Mata Paparan radiasi pada lensa mata dalam dosis tinggi dapa menyebabkan katarak. yang secara langsung berinteraksi dengan radiasi ion level rendah. Berikut ini merupakan beberapa jaringan yang terkena efek paparan x-ray.3. Dosis yang diperlukan untuk menyebabkan katarak berjumlah 200. jumlah radiasi yang diperlukan hingga menyebabkan erythema pada indivudu yang sangat sensitif adalah 250 R (250 cSv) dalam 14 hari. .000 hinggan 500. 9. Pasien ini menerima dosisi total ebanyak 6000 rad dalam 6 minggu.000 mrem (2000 hingga 5000 mSv).3. akan memberikan kerugian. Dosis ambang erythema (threshold erythema dose). harus tetap waspada akan terjadinya paparan kronis.6 mSv).

3. Tiroid Kelenjar tiroid bersifat radiosensitif.5. bersifat sangat radiosensitif. Dosis yang diberikan untuk jaringan yang radiosensitif ini harus diberikan seminimal mungkin. Penemuan terbaru menyatakan bahwa ada kemungkinan terdapatnya hubungan antara paparan x-ray pada area tiroid dapat menyebabkan berat kelahiran rendah. Sumsum tulang pada mandibula dan maxilla merupakan hal yang paling diwaspadai terkena paparn radiasi. Pada pria diperlukan paparan 400 R dan pada wanita 625 R untuk menjadikan mereka steril. Pada pemotretan tersebutm area sumsum tulang yang terkena paparan adalam mandibula. Sterilisasi karena paparan akut sangat mustahil. Kehamilan Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa sel yang belum bberdiferensiasi. Maka dari itu. dan cepat membelah. Gonad Sel reproduksi (sperma dan ovum) bersifat sangat radiosenitif.4.3. Sumsum tulang Efek somatik yang paling berbahaya dan berisiko akibat penggunaan dental x-ray adalah leukimia. 9. dan cervical spine.6. .3.3. Maka dari itu. pemotretan radiografi pada wanita yang sedang hamil menjadi perhatian. namun tetap saja. 9. terutama pada anak. Calvarium dan cervical spine terpapar radiasi dalam pemotretan panoramik.9.3. paparan tersebut hanya mengenai 5% dari total sumsum tulang di seluruh tubuh. 9. calvarium tengkorak.

maxilla. kehilangan fungsi lubrikasi. 4.akhirnya ditemukan kerah pelindung bagi pasien yang harus melakukan prosedur pemotretan rutin. mandibula. ledakan bom atom.3.7. 9. namun juga dapat menyerang jaringan lunak di dalam mulut. 9. Sindrom radasi akut dan kronis Sindrom radiasi akut merupakan kumpulan dari tanda dan gejala yang terjadi pada seorang pasien setelah mendapatkan paparan radiasi pada seluruh tubuhnya. Perubahan klinis yang terjadi berbeda bila dibandingkan dengan paparan radiasi yang diberikan pada suatu jaringan tubuh yang spesifik. sehingga menyebabkan xerostomia yang pada akhirnya terjadi rampan karies. hal lain yang perlu diwaspadai adalah terjadiny osteoradionecrosis. Selain itu.1. 9. Karies radiasi Dosis tinggi yang digunakan untuk pengobatan kanker (6000 rad) tidak hanya membunuh lesi yang ganas.4. Osteoradionecrosis bukan sematamata disebabkan karena paparan yang diberikan. Dampak radiasi pada tubuh Ketika seluruh tubuh mendapatkan paparan radiasi dalam jumlah ringan hingga sedan. namun juga karena menurunnya resitensi jaringan yang diradiasi. Berikut ini merupakan hal yang berhubungan dengan paparan radiasi dosis tinggi pada seluruh tubuh. Ludah akan menjadi lebih kental. Informasi mengenai sindrom ini didapatkan melalui eksperimen terhadap hewan dan individu yang mendapatkan paparan dari radioterapi. terjadi perubahan karakteristik. dan kelenjar ludah. Tabel 5 Manifestasi berdasarkan dosisnya . dan kecelakaan radiasi.

(c) Sindrom hematopoetik . Penyebabnya masih tidak diketahui dengan pasti namun diduga melibatkan sistem saraf otonom. Baik sindrom akut dan kronik dapat terjadi karena akumulasi pada sel somatic atau genetis dalam tubuh pasien. Pasien mungkin mengalami anorexia. Keparahan dan waktu dari onset bergantung pada dosis. nausea. gejala gangguan pada sistem pencernaan mungkin terjadi. diare. (b) Periode laten Setelah reaksi prodormal. Lamanya periode ini bergantung pada dosis. muntah. lemas.5 Gy ke seluruh tubuh. (a) Periode prodormal Pada menit pertama hingga beberapa jam pertama setelah terjadinya paparan radiasi sebesar 1. Gejala terjadi pada periode laten ketika individu terkena paparan pada area lethal (kurang lebih 2 hingga 5 Gy) atau area supralethal. Gejala ini merupakan periode prodormal dari sindrom radiasi akut. muncul periode laten dimana tidak terdapat tanda dan gejala kesakitan akibat dari radiasi. dan fatigue.Sindrom radiasi kronis dapat muncul setelah beberapa tahun setelah paparan awal terjadi. Periode ini dapat terjadi mulai dari hitungan jam atau hari pada paparan supralethal (lebih besar dari 5 Gy) hingga beberapa minggu pada paparan sublethal (kurang dari 2 Gy).

Aktivitas mitosis yang tinggi dari sel ini menyebabkan sumsum tulang menjadi jaringan yang radiosensitif. timbul infeksi. yang disebabkan oleh faktor kombinasi yang melibatkan kehilangan cairan dan elektrolit. . Sindrom ini dapat menyebabkan kematian dalam kurun waktu kkurang lebih 2 minggu.Paparan pada seluruh tubuh dengan besar paparn 2 hingga 7 Gy menyebabkan cedera pada stem sel hematopoetik dari sumsum tulang dan limpa. Pasien dapat selamat dari paparan apabila sumsum tulang dan limpa mengalami perbaikan sebelum pasien mendapatkan satuatau lebih komplikasi. yaitu untuk menghilangkan sumber infeksi yang ada di dalam mulut pasien. Tanda klinis dari sindrom hematopoetik meliputi infeksi. yang kemudian disusul dengan anemia. dan anemia. Disinilah peran seorang dokter gigi mulai dibutuhkan. Jumlah radasi yang dapat menyebabkan sindrom gastrointestinal (lebih dari 7 Gy) lebih berbahaya dibandingkan dengan yang dapat menyebabkan sterilisasi dari jaringan pembuat darah. Kerusakan ini menyebabkan gejala yang disebut sindrom gastrointestinal. Periodontitis dapat menjadi gerbang masuk bagi mikroorganisme. Pada hari kelima. dann dalam beberapa kasus transplantasi sumsum tulang dapat menyelamatkan pasien dari sidroma radiasi akut. Beberapa minggu setelah cedera radiasi. pemberian antibiotik. Individu yang terkena paparn ini akan mengalami tahap prodormal dalam beberapa jam setelah paparan. saluran pencernaan dapat mengalami kerusakan yang cukup serius. infeksi. Menghilangkan sumber infeksi. hemorrhage.dan kemungkinan kekurangan nutrisi. (d) Sindrom gastrointestinal Ketika tubuh menerima paparan sebesar 7 hingga 15 Gy. tidak terdapat gejala dan keluhan (periode laten) dan pasien merasa baik-baik saja.

Indrom cardiovaskular dan sistem saraf pusat dapat terjadi dengan cepat pada individu yang terkena radiasi bahkan sebelum kerusakan pada sumsum tulang dan gastrointestinal berkembang. Korban juga menunjukkan erjadinya stupor intermiten.4. Autopsi meunjukkan terjadinya nekrosis pada otot jantung. disorientasi. Penggantian cairan dan elektrolit dilakukan apabila dibutuhkan.(e) Sindrom cardiovaskular dan sistem saraf pusat Paparan yang melebihi 50 Gy dapat menyebabkan kematian dalam k urun waktu 1 hingga 2 hari. Radiasi prenatal dapat menyebabkan kematian atau kelainan perkembangan yang bergantung pada waktu ketika . namun ditinjau dari gejala dapat dikatakan bahwa hal tersebut merupakan dampak dari kerusakan pada neuron dan vaskularisasi otak.2. Pencangkokan sumsum tulang diindikasikan untuk kembar identik. Walaupun mekanisme secara pasti belum dapat dipahami. kehilangan keseimbangan. Penatalaksanaan dari sindrom ini adalah dengan pemberian antibiotik bila terjadi infeksi atau rendahnya kadar granulosit. Transfusi darah dilakkukan bila pasien mengalami anemis. dan pemberian platelet mungkin dilakukan untuk mencegah trombosotopenia. dan kerusakan sistem saraf. Efek radiasi pada embrio dan fetus Embrio dan fetus tergolong sangat radiosensitif bila dibandingkan dengan orang dewasa sebab hampir seluruh sel embrio relatif belum berdiferensiasi dan cepat bermitosis. Sindrom ini bersifat irreversible dan tampilan klinis dapat terjadi pada rentang waktu dari hitungan menit hingga 48 jam sebelum kematian. 9. Individu yang telah mendapat paparan sebesar ini mengalami kolaps sistem sirkulasi dengan penurunan tekanan darah yang drastis sebelum akhirnya mengalami kematian.

jauh diatas jumlah paparan radiasi yang diberikan pada pemotretan dental radiografi. Beberapa lesi merupakan . Efek Somatis Efek somatik merupakan efek yang tampak pada individu yang mendapat paparan radiasi. dan microphtalmia.3. Tabel berikut menunjukkan konsumsi rokok dan alkohol selama kehamilan dapat memberikan dampak yang lebih buruk dibandingkan dengan paparan radiasi dengan dosis rendah. malformasi genital dan skeletal. ataupun retardasi mental. Tabel 6 Perbandingan Resiko Selama Masa Kehamilan 9. Paparan radiasi memang dapat memberikan bahaya terhadap embrio dan fetus. katarak. Efek yang terjadi pada warga Jepang adalah ahirnya anak dengan lingkar kepala yang kecil. yaitu antara 18 dan 45 hari gestasi. namun jumlahnya lebih kecil bila dibandingkan dengan faktor dan sumber lainnya. Periode yang dikatakan paling sensitif hingga dapat menyebabkan abnormalitas adalah dalam rentang periode organogenesis.radiasi dilakukan. Paparan yang dapat menyebabkan kematian dan kelainan tersebut.4. Hal yang paling penting adalah radiasi yang dapat memicu bahaya kanker. Kelainan lainnya meliputi berat kelahiran rendah.

Namun nutsi gen merupakan faktor penyebab yang dicurigai. yang pada akhirnya dapat menyebabkan perubahan pada sel. walaupun degan dosis yanng kecil. Bukti lain yang .efek stokastik yang kemungkinan terjadinya bergantung pada dosis yang diberikan. namun keparahan dari penyakit tersebut tidak bergantung dari jumlah paparan radiasi. dapat memicu kanker pada formasi sel tunggal. (a) Karsinogenesis Radiasi dapat menyebabkan kanker dengan memodifikasi DNA. Radiasi bertidak sebagai inisiator. Tabel 7 Predileksi Kanker Akibat Radiasi Mekanisme dari induksi kanker yang disebabkan oleh radiasi ionisai belum dapar dipahami sepenuhnya. Data dapat dilihat pada tabel dibawah. Walaupun kerusakan dapat diperbaiki. Tiap jaringan memiliki kerentanan masing-masing dalam memicu kanker. Individu yang yang telah terkena paparan radiasi dalam level tinggi.namun perbaikan yang kurang sempurna dapat diturunkan ke anak dan menyebabkan kanker.

Resiko dari paparan yang diterima ketika masih anak-anak cenderung lebih berbahaya 2 kali lipat dibandingkan paparan yang diterima ketika dewasa. 3. Perluasan kanke ini biasa diemukan pada korban bom atom di Jepang dan pasien yang telah dirawat dengan radiasi sinar x untuk pengobatan ankylosing spondylitis. 1. Hampir semua kanker timbul kurang lebih 10 tahun setelah terjadi paparan 2. Perluasan kanker yang diinduksi oleh paparan radiasi lebih merupakan rasio spontan yang bersifat multipel dibadingkan dengan independen. Berikut ini merupakan efek somatik dari paparan radiasi pada organ yang terkena pada dental radiography. menstimulai sel menjadi multipel dan pada akhinya sel berubah menjadi ganas. (ii) Kanker esophageal Kanker esophageal cenderung jarang terjadi. Namun hanya 10% individu yang mengidap penyakit ini mengalami kematian. (iii) Kanker otak dan sistem saraf .ditemukan adalah bahwa radiasi berperan sebagai promotor. Insidensi kanker tiroid spontan yang diakibatkan oleh radiasi 2 hingga 3 kali lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan dengan pria. (i) Kanker tiroid Insidensi terjadinya thyroid carcinoma meningkat pada individu setelah mendapatkan paparan.

(vi) Leukimia Insidensi leukimia meningkat setelah pasien melakukan radiasi pada sumsum tulang.Pasien yang mendapatkan paparan sinar x untuk kepentingan pemeriksaan diagnostik dalam keadaan utero dan untuk dosis teurapeutik pada masa kanak-kanak menunjukkan terjadinya perluasan sel kanker otak yang bersifat jinak hingga ganas. Namun mortalitas dan morbiditas yang disebabkan oleh paparan pada kepala dan leher cenderung lebih rendah dibandingkan pada organ-organ yang sebelumnya telah dijelaskan. individu yang selamat dari bom atom di Jepang. (v) Kanker pada organ lainnya Organ lain seperti kulit. Pada suatu studi dinyatakan bahwa terdapat hubungan antara intracranial meningioma dan pemotretan medis atau dental radiografi yang pernah dilakukan oleh pasien. Individu yang selamat dari serangan bom atom dan pasien yang telah melakukan perawatan radiasi untuk ankylosing spondylitis menunjukkan gelomang leukimia tdak lama setelah mendapatkan . dan pasien yang terpapar sinar x. namun hanya individu yang mendapatkan paparan dosis parotid sebanyak 50 mGy atau lebih yang menunjukkan korelasi yang signifikan antara dental radiografi dan tumor kelenjar ludah. dan sumsum tulang juga menunjukkan terjadinya neoplasia setelah terjadinya paparan. (iv) Kanker kelenjar ludah Insidensi pasien yang mengalami tumor kelenjar ludah ditemukan pada individu yang sedang melakukan perawatan radiasi pada kepala dan leher. Pasien yang terpapar radiasi sebelum menginjak umur 20 tahun cenderung memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terkena penyakit ini. sinus paranasal.

dan perkembangan skeletal.4. (b) Pertumbuhan dan perkembangan Anak yang terpapar dalam pemboman tersebut menunjukkan tidak sempurnanya proses tumbuh kembang. (c) Retardasi mental Otak manusia yang sedang berkembang bersifat radioensitif.4. RADIASI GENETIK Mutasi gen . Dosis tersebut jauh melebihi dosis yang diberikan pada pemotretan dental radiologi kontemporer. dan 5 Gy pada dosis yang diberikan secara multipel dalam kurun waktu beberapa minggu. semakin jelas pula efek yang tampak. 9. (d) Katarak Nilai ambang jumlah radiasi yang dapat menyebabkan katarak adala 2 Gy pada dosis yang diberikan hanya dalam sekali paparan. Mereka mengalami penurunan berat badan. Semakin muda mereka terkena paparan. Individu dibawah umur 20 tahun yang terkena paparan lebih rentan terkena penyakit ini. Namun paparan pada embrio dari dental radiografi. Hal tersebut disebabkan karena pada masa ini terjadi produksi neuron yang cepat dan bermigrasinya sel neuron imatur tersebut ke korteks serebral. dengan menggunakan apron diperkirakan lebih rendah dari 3µSv.paparan. Retardasi mental diperkirakan mencapai 4% pada radiasi sebesar 100 mSv yang dilakukan pada minggu ke 8 hingga 15 gestasi. tinggi.

Secara umum. dan keturunan dari orangtua yang mendapatkan paparan radiasi dapat menerima efek kerusakan.Radiasi dapat menyebabkan kerusakan pada materi genetik sel reproduksi. walaupun dengan dosis rendah. . radiasi menyebabkan peningkatan frekuensi mutai spontan. Frekuensi dari mutasi meningkat disebabkan oleh dosis yang diberikan. Pria jauh lebih radiosensitif dibandingkan wanita.

Tetapi pada persisten terhadap . Nama (NPM) Tanya Pada presentasi Nama (NPM) Jawab Orang dewasa dijelaskan bahwa cenderung lebih efek radiasi rendah Adisti kontinyu pada Jennifer 1 (160110090031) adalah menutupnya 1) apex pada gigi.BAB III Diskusi No. Calliandra radiasi. apa mengalami fibroyang terjadi pada atrophy orang dewasa? Berapa dosis yang Abu Ubaidah 2 (160110090018) radiograf pada saat sekali paparan? (16011009002 2) Dosis pekerja dalam Berapa batas dosis Selvy Chairani 3 (160110090017) pekerja di bagian radiologi ? (16011009002 sekitar 2 kali lebih 2) banyak daripada dosis per tahun untuk Milda bidang radiologi Ernawati mencapai 100 mSv. Tabel 4 pada bab II) dikeluarkan alat Milda Ernawati (dapat dilihat pada jaringan pulpa dapat anak usia 8 tahun (16011009002 tahap lebih lanjut.

Riska Mutia (160110090025) : Sensitivitas sel tubuh terhadap radiasi berhubungan dengan kemampuan regenerasi sel tersebut.untuk orang normal (50 mSv) Drg. Lusi : Sievert dan Greys adalah satuan yang menyatakan besar radiasi yang keluar dari alat. Dosis efektif adalah dosis yang dapat diterima dan diserap secara maksimal oleh tubuh. kemampuan penetrasi sinar dan lama paparan . Dosis minimum adalah dosis paling kecil yang dapat diterima dan diserap tubuh. diukur langsung pada badan pasien. sel yang paling sensitive adalah sel darah karena memilihi masa regenerasi yang sangat cepat. Contohnya. Dosis radiasi. sedangkan sel saraf merupakan sel yang paling tidak radiosensitive karena sebagian sel saraf sulit beregenarasi dan bahkan tidak beregeneasi. Dosis maksimum adalah dosis paling besar yang dapat diterima dan diserap tubuh. /Sheila Dafriza (160110090024) : Ada dua faktor yang dapat mempengaruhi seseorang bisa terkena efek radiasi atau tidak : 1. Rad adalah satuan yang tertera pada mesin tapi dihitung berdasarkan banyaknya radiasi yang diserap tubuh.

erosi Terjadi nekrosis dalam waktu 10 minggu Terjadi nektosis dalam waktu 3 minggu Adapun dosis 0. bernanah. Tergantung dari mahluk yang terkena dosis (manusia atau hewan). tergantung pada masa pembelahan sel.2.5 Gy pada mata dapat menyebabkan katarak. ambang dosis radiasi yang dapat diterima tubuh Erizka Vidiantari (160110090028) : Efek radiasi pada dosis tertentu terhadap kulit 2 Gy 3-8 Gy Erythematous Kerontokan rambut dan exfoliasi dalam waktu 3-6 minggu 2-12 Gy  20 Gy 50 Gy Kulit melepuh. radang. .

White. 2005. New York : Elsevier Mosby. Oral Radiology: Princples and Interpretation 5th edition. Stuart C. New Delhi : Elsevier. Radiology for The Dental Professional 8th edition. . 2004.Daftar pustaka Frommer. Herbert H.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful