J

UDUL PENELITIAN EKSPERIMEN
Pengaruh Disiplin Belajar dan Media Pembelajaran Berbasis

yang Menerapkan Model

Hasil Belajar TIK Siswa

JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS

PROPOSAL
JUDUL PENELITIAN EKSPERIMEN
Pengaruh Disiplin Belajar dan Media Pembelajaran Berbasis

yang Menerapkan Model Self Regulated Learning Terhadap
Hasil Belajar TIK Siswa Kelas VII Semester II di SMP N 3 Banjar
Tahun Pelajaran 2011/2012
Oleh
Putu Wedastama
NIM 0911021029
Dosen Pengampu Mata Kuliah:
Prof. Dr. A. A. Gede Agung, M.Pd.
Dr. I Made Tegeh, M.Pd.
JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA
SINGARAJA/2012
1
JUDUL PENELITIAN EKSPERIMEN
Pengaruh Disiplin Belajar dan Media Pembelajaran Berbasis Website
Terhadap
I Semester II di SMP N 3 Banjar
JURUSAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PENDIDIKAN GANESHA
2
A. IDENTITAS MAHASISWA
Nama

: Putu Wedastama
NIM : 0911021029
Program Studi/Jurusan : S1/Teknologi Pendidikan
Fakultas : Ilmu Pendidikan
No HP : 081936346355
B. JUDUL
Pengaruh

Disiplin

Belajar

dan

Media

Pembelajaran

Berbasis

Website
yang Menerapkan Model Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar

TIK

Siswa

Kelas

VII

Semester

II

di

SMP

Banjar

Tahun

Pelajaran

2011/2012.
C. LATAR BELAKANG MASALAH
Pendidikan

adalah

bantuan

yang

diberikan

dengan

sengaja

oleh

orang

dewasa yang bertanggung jawab kepada anak-anak yang belum dewasa dalam

arti jasmani maupun rohani agar berguna bagi diri sendiri dan bagi masyarakat

(Purwanto,

2002:10)

(dalam

Permana,

2011:1).

Pendidikan

dengan

kata

lain

merupakan

proses

pendewasaan

peserta

didik

agar

dapat

mengembangkan

bakat,

potensi

dan

keterampilan

yang

dimiliki

dalam

menjalani

kehidupan.

Memiliki

arti

seperti

tersebut

di

atas

seharusnya

pendidikan

mampu

didesain

dengan

baik

guna

memberikan

sebuah

pemahaman

yang

mampu

menjadikan

kualitas

pendidikan

di Indonesia

menjadi

lebih

baik.

Peningkatan

kualitas

pendidikan

merupakan

isu

yang

sangat

kuat

dan

mendasar

di

negara-negara

berkembang.

Kemajuan

suatu

bangsa

dapat

dilihat

dari

penataan

pendidikan.

Berbaagai

upaya

dalam

meningkatkan

mutu

pendidikan

telah

dan

terus

dilakukan demi mencapai tujuan pendidikan nasional. Upaya tersebut dimulai

dari

peningkatan

kualitas

guru,

penyempurnaan

kurikulum

secara

periodik,

perbaikan

sarana

dan

prasarana

pendidikan,

sampai

dengan

proses

pembelajaran.

Selain

untuk

meningkatkan

kualitas

pendidikan

hal

tersebut

diperuntukkan dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).
3
Sumber Daya Manusia yang memiliki kualias tinggi dapat tercapai dengan

melaksanakan

pendidikan

yang

idealnya

dengan

tujuan

pendidikan

nasional

yang

tercantum

pada

UUD

1945

nomor

20

tahun

2003,

yang

menyebutkan

bahwa

usaha

sadar

untuk

mewujudkan

suasana

belajar

dan

proses

pembelajaran

agar

peserta

didik

secara

aktif

mengembangkan

potensinya

untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

kecerdasan

akhlak

mulia

serta

keterampilan

yang

diperlukan

bagi

dirinya,

masyarakat dan bangsa. Namun pada kenyataannya belum terwujud, baik dari

segi

kepribadian,

kecerdasan

akhlak

mulia,

pengendalian

diri,

maupun

keterampilan

yang

digunakan

untuk

dirinya

sendiri,

masyarakat serta

bangsa.

Pengembangan diri tersebut dapat ditempuh melalui proses pembelajaran baik

di sekolah atau juga di luar sekolah.

Secara

umum

pembelajaran

adalah

setiap

perubahan

prilaku yang

relatif

permanen,

terjadi

sebagai

hasil

dari

pengalaman

(Wikipedia,

2012),

namun

dalam

pendidikan

pembelajaran

merupakan

proses

interaksi

peserta

didik

dengan

pendidik

dan

sumber

belajar

pada

suatu

lingkungan

belajar.

Pembelajaran merupakan

bantuan

yang

diberikan

pendidik

agar

dapat

terjadi

proses

perolehan

ilmu

dan

pengetahuan,

penguasaan

kemahiran

dan

tabiat,

serta

pembentukan

sikap

dan

kepercayaan

pada

peserta

didik.

Dengan

kata

lain,

pembelajaran

adalah

proses

untuk

membantu

peserta

didik

agar

dapat

belajar dengan baik. Dalam kegiatan pembelajaran yang dituntut untuk belajar

adalah

siswa

yang

mengikuti

pendidikan,

agar

siswa

mengetahui

apa

yang

belum diketahui.
Menurut

Maria, (2010)

(dalam

Rasmi,

2011:1)

belajar

merupakan

pengembangan

pengetahuan

baru,

keterampilan

atau

sikap

sebagai

seseorang

individu

yang

berinteraksi

dengan

sumber

informasi

dan

lingkungan.

Yang

merupakan

lingkungan

belajar

adalah

fasilitas

fisik,

atmosfir

psikologi,

teknoloogi

pendidikan,

media

dan

metode.

Dalam

proses

pembelajaran

terdapat

proses

mengajar

yang

dilakukan

oleh

pendidik.

Mengajar

menurut

Tyson

dan

Caroll

(dalam

Rasmi,

2011:2)

merupakan

sebuah

cara

dengan

proses

hubungan

timbal

balik

antara

guru

dengan

siswa

yang

secara

bersamaan aktif melakukan kegiatan.

4
Kegiatan

pembelajaran

yang

efekif

memerlukan

sebuah

media

yang

mendukung

proses

pembelajaran

di

sekolah.

Media

pembelajaran

merupakan

suatu

alat

yang

digunakan

dalam

proses

pembelajaran.

Sejalan

dengan

perkembangan

ilmu

pengetahuan

dan

teknologi

saat

ini

penggunaan

media

pembelajaran

khususnya

website berbasis

online sangat

diperlukan,

guna

pengefisienan

waktu

dan

tempat.

Media

pembelajaran

berbasis

website
memiliki

keunggulan

dibandingkan

dengan

media

lainnya.

media

pembelajaran

website dapat

menampilkan

video,

gerak

animasi,

teks

pembelajaran dan

gambar-gambar serta simbol-simbol

yang berkaitan dengan

TIK.
Dalam

meningkatkan

hasil

atau

prestasi

belajar

peserta

didik,

alangkah

perlunya

dalam

sebuah

media

tersebut

menerapkan

sebuah

model

pembelajaran.

Model

pembelajaran

adalah

kerangka

konseptual

yang

melukiskan

prosedur

sistematika

dan

mengorganisasikan

pengalaman

belajar

untuk

mencapai

tujuan

belajar

tertentu.

Model

pembelajaran

akan

membantu

siswa

mencari

pengalaman

belajarnya

sendiri. Dengan

adanya

perpaduan

antara

media

pembelajaran

dengan

model

pembelajaran

yang

digunakan

diharapakan

mampu

meningkatkan

mutu

pendidikan

di

Indonesia.

Berbicara

tentang mutu pendidikan tidak akan lepas dari kegiatan belajar. Hasil kegiatan

belajar

yang

diharapkan

adalah

prestasi

belajar

yang

baik.

Setiap

orang

pasti

mendambakan

prestasi

belajar

yang

tinggi,

baik

orang

tua,

siswa,

dan

lebih-
lebih bagi guru. Untuk mencapai prestasi belajar yang optimal tidak lepas dari

kondisi-kondisi

dimana

kemungkinan

siswa

dapat

belajar

dengan

efektif

dan

dapat mengembangkan daya eksplorasinya.
Dalam

rangka

itu

maka

sesuai

dengan

tugas

dan

fungsinya,

Pusat

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

pendidikan

telah

mengembangkan

sejumlah program pembelajaran berbantuan komputer

secara online (website)

yang ditujukan kepada siswa atau pebelajar tingkat SD, SMP, SMA/SMK dan

Sederajat. Program tersebut saat ini telah tersebar di beberapa sekolah-sekolah

di Indonesia. Namun kenyataannya di lapangan menunjukkan bahwa berbagai

media termasuk website belum dimanfaatkan secara optimal oleh peserta didik

maupun

pendidik

yang

bersangkutan.

Hal

ini

dikarenakan

kurangnya

5
persiapan

dan

pemanfaatan

Sumber

daya

manusia

yang

ada

di

sekolah

atau

instansi

pendidikan

terkait.

Hasil

belajar

siswa

di

sekolah

tidak

hanya

ditentukan oleh media dan pendidik semata-mata, tetapi juga di tentukan oleh

faktor

lain

yakni

berasal

dari

diri

siswa

yang

bersangkutan.

Faktor

disiplin

belajar merupakan faktor yang sangat mendukung demi mencapai hasil belajar

yang

maksimal.

Timbulnya

sikap

disiplin

bukan

merupakan

kejadian

atau

peristiwa

yang

datang

secara

tiba-tiba

atau

seketika

timbul

tanpa

adanya

pembiasaan diri. Pengenalan dan penanaman sikap disiplin pada peserta didik

dapat

dilakukan

dari

pembiasaan

di

rumah

serta

lingkungan

masyarakat

tempat

tinggal

peserta

didik

yang

bersangkutan.

Penanaman

dan

pembiasaan

sikap disiplin peserta didik seharusnya telah dilakukan sejak usia dini dengan

mengajarkan

kebiasaan-kebiasaan

yang

merujuk

kepada

disiplin

siswa

bersangkutan.
Penanaman

disiplin

yang

dilakukan

di

rumah

adalah

penanaman

dasar

disiplin

yang

harus

dilakukan,

namun

di

penanaman

disiplin

di sekolah

(disiplin

belajar)

sangat

membantu

proses

belajar

mengajar

di

sekolah.

Dengan

menciptakan

aturan

dan

tata

tertib

di

sekolah

siswa

akan

secara

langsung

mendapat

penanaman

disiplin

belajar.

Terciptanya

disiplin

belajar

pada siswa akan memperlancar proses belajar mengajar, sehingga siswa dapat

memperoleh

hasil

belajar

yang

baik.

Siswa

yang

memiliki

disiplin

belajar

tinggi

akan

dapat

meningkatkan

hasil

belajarnya.

Dari

paparan

di

atas

mencerminkan

betapa

perlunya

solusi

dalam

proses

pembelajaran

yang

mampu

memecahkan

masalah

pembelajaran,

yakni

penggunaan

media

pembelajaran

yang

diarengi

dengan

penerapan

model

pembelajaran

yang
digunakan

dan

penanaman

disiplin

belajar

kepada

siswa

agar

menemui

hasil

maksimal.
Berdasarkan

uraian

di

atas

maka

peneliti terdorong

untuk

melakukan

penelitian

dengan

judul

“Pengaruh

Disiplin

Belajar

dan

Media

Pembelajaran

Berbasis Website yang Menerapkan Model Self Regulated Learning Terhadap

Hasil

Belajar

TIK

Siswa

Kelas

VII

Semester

II

di

SMP

Banjar

Tahun

Pelajaran 2011/2012”.
6
D. RUMUSAN MASALAH
Bardasarkan

latar

belakang

masalah

di

atas,

maka

masalah

yang

harus

dipecahkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar TIK antara kelompok belajar yang

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website yang

menerapkan

model

Self

regulated

learning dengan

kelompok

siswa

yang

tidak

menggunakan media pembelajaran berbasis website?
2. Apakah

terdapat

pengaruh

interaksi

antara

media

pembelajaran

dengan

disiplin belajar terhadap prestasi belajar?
3. Pada

kelompok

siswa

yang

memiliki

disiplin

belajar

tinggi,

apakah

terdapat

perbedaan

hasil

belajar

TIK

antara

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website yang menerapkan model Self regulated learning dengan kelompok

siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional?
4. Pada

kelompok

siswa

yang

memiliki

disiplin

belajar

rendah,

apakah

terdapat

perbedaan

hasil

belajar

TIK

antara

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website yang menerapkan model Self regulated learning dengan kelompok

siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model konvensional?
E. TUJUAN PENELITIAN
Sesuai

dengan

permasalahan

yang

telah

dirumuskan,

tujuan

yang

harus

dicapai dalam penelitian ini, yaitu sebagai berikut.
1. Mengetahui

perbedaan

hasil

belajar

TIK

antara

kelompok

belajar

yang

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website yang

menerapkan

model

Self

regulated

learning dengan

kelompok

siswa

yang

tidak

menggunakan media pembelajaran dengan model konvensional.
2. Mengetahui pengaruh interaksi antara media pembelajaran dengan disiplin

belajar terhadap prestasi belajar?
3. Mengetahui hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang memiliki disiplin

tinggi dalam kelompok siswa yang mengikuti pembelajaran menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website yang

menerapkan

model

Self

7
regulated

learning dengan

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

dengan model konvensional.
4. Mengetahui hasil belajar TIK pada kelompok siswa yang memiliki disiplin

rendah

dalam

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website yang

menerapkan

model

Self

regulated

learning dengan

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran dengan model konvensional.
F. MANFAAT PENELITIAN
Dengan

adanya

penelitian

ini

diharapkan

dapat

memberikan

kontribusi

terhadap pengembangan kualitas pelajaran TIK. Secara lebih spesifik manfaat

ini dibedakan menjadi

dua

yaitu;

1) Manfaat

Teoritis,

dan 2) Manfaat

Praktis

yaitu sebagai berikut.
1. Manfaat Teoritis
Secara

teoritis

penelitian

ini

bermanfaat

untuk

menambah

khasanah

ilmu

pengetahuan

dalam

bidang

pendidikan.

Hubungan

antara

media

pembelajaran

berbasis

website yang

menerapkan

model

Self

regulated

learning dengan metode konvensional, serta pengaruh disiplin belajar akan

menjadi

suatu

pembanding

dalam

pengembangan

teori

pembelajaran

selanjutnya dalam hal ini penyusunan kurikulum pembelajaran.
2. Manfaat Praktis
Selain

manfaat

teoritis

ada

juga

manfaat

praktis

dari

penelitian

ini,

yaitu

sebagai berikut.
a. Bagi Siswa
Dengan

terpakainya

media

pembelajaran

berbasis

website yang

menerapkan

model

Self

regulated

learning dalam

pelajaran

TIK

dan
dibarengi

dengan

penanaman

disiplin

belajar,

diharapkan

siswa

mampu

belajar

lebih

bervariasi.

Yang

tujuannya

tiada

lain

untuk
meningkatkan hasil belajar siswa yang bersangkutan.
b. Bagi Guru
Menggunakan media pembelajaran berbasis website yang menerapkan

model

Self

regulated

learning dan

menanamkan

disiplin

belajar

8
terhadap

peserta

didik,

akan

lebih

meningkatkan

kualitas

dan

kemampuan mengajar serta dalam pengelolaan kelas.
c. Kepala Sekolah
Hasil

penelitian

ini

dapat

dijadikan

perbandingan

dan

memberikan

suatu

hal

yang

positif

yang

nantinya

dapat

dijadikan

sebagai

penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).
d. Peneliti lain
Peneltian ini dapat digunakan sebagai kajian teori dalam melangkah ke

jenjang mata kuliah penelitian.
G. KETERBATASAN PENELITIAN
1. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Banjar yang melibatkan siswa

kelas

VII

dan

VII

2,

sehingga

hasil

penelitian

ini

hanya

diperuntukkan

pada siswa yang bersangkutan yaitu siswa yang disebutkan di atas.
2. Materi

yang

diangkat

dalam

penelitian

ini

adalah

materi

yang

bersumber

dari mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi.
H. DEFINISI ISTILAH
1. Disiplin

belajar adalah

suatu

kondisi

yang

tercipta

dan

terbentuk

melalui

proses

dari

serangkaian

prilaku

yang

menunjukkan

nilai-nilai

ketaatan,

kepatuhan, kesetiaan, keteraturan atau ketertiban. Nilai-nilai tersebut telah

menjadi

bagian

prilaku

dalam

kehidupannya.

Prilaku itu

tercipta

melalui

proses binaan dalam keluarga, pendidikan dan pengalaman.
2. Media

pembelajaran adalah

alat

yang

digunakan

untuk

menyampaikan

pesan (materi pelajaran) yang digunakan dalam proses pembelajaran.
3. Website adalah kumpulan halaman yang menampilkan informasi data, baik

teks, gambar, animasi maupun suara, baik bersifat statis atau dinamis yang

membentuk

bangunan

yang

saling

terkait

dengan

jaringan-jaringan

halaman

(hyperlink),

yang

diakses

atau

dilihat

melalui

jaringan

Internet
pada perangkat-perangkat yang bisa mengakses Internet itu sendiri seperti

Komputer, Handphone, dan sebagainya.
9
4. Model

Self

regulated

learning adalah model

pembelajaran

yang

memberikan

keleluasaan

kepada

siswa

untuk

mengelola

pembelajarannya

sendiri

dalam

berbagai

cara.

Sehingga

mencapai

hasil

belajar

yang

optimal.
5. Hasil

Belajar

adalah

kemampuan

yang

dimiliki

oleh

siswa

sebagai

akibat

kegiatan belajar

yang

dapat

diamati

melalui

penampilan

siswa.

Hasil

belajar

dapat

berupa

pengetahuan,

keterampilan

dan

sikap

yang

telah

menyatu dalam diri siswa masing-masing.
6. Mata

pelajaran TIK

adalah

singkatan

dari

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

yang mengandung

arti luas

tentang segala

aspek

yang terkait

dengan

pemrosesan,

manipulasi,

pengelolaan,

pemindahan

atau

transfer

informasi

antar

media

yang

menggunakan

teknologi

tertentu

yang

menekankan

siswa

untuk

memahami

konsep,

pengetahuan

dan

operasi

dasar komputer.
I. KAJIAN PUSTAKA
1. Belajar
Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan

oleh seseorang

untuk

memperoleh

suatu

perubahan

tingkah

laku

yang

baru

secara

keseluruhan,

sebagai

hasil

pengalamannya sendiri

dalam

interaksi

dengan

lingkungannya

(Slameto,

2003:2)

(dalam

http://blog.

elearning.

unesa.ac.id/tag / pengertian- belajar-menurut-slameto).
Sedangkan

menurut

Anni (2004:4)

mengatakan

bahwa

belajar

merupakan

hal

yang

sangat

penting

bagi

perubahan

tingkah

laku

manusia

dan

Ia mencakup

segala

sesuatu

yang

dipikirkan

dan

dikerjakannya.

Dan

Nasution (2000:34) mengatakan belajar adalah segala perubahan kelakuan

berkat pengalaman dan latihan.
Dari pendapat para ahli tersbut dapat ditarik kesimpulan, yaitu belajar

adalah aktivitas mental atau psikis yang dilakukan oleh seseorang sehingga

menimbulkan

perubahan

tingkah

laku

yang

berbeda

anatara

sesudah

belajar dan sebelum belajar.
10
2. Disiplin Belajar
Disiplin

merupakan

istilah

yang

sudah

menyatu

dalam

masyarakat,

di
berbagai

instansi

pemerintah

maupun

swasta.

Menurut

Gerakan

Disiplin

Nasional

(GDN

1996:29-30)

menyatakan

“disiplin”

adalah

alat

untuk

menciptakan

prilaku dantata

tertib

manusia

sebagai

pribadi

maupun

sebagai kelompok masyarakat. Disiplin disini berarti hukuman atau sanksi

yang berbobot

mengatur

dan

mengendalikan

prilaku.

Kita

mengenal

adanya disiplin kerja, disiplin lalu lintas, disiplin belajar dan macam istilah
disiplin

yang

lain.

Masalah

disiplin

yang

dibahas

dalam

penelitian

ini
hanya difokuskan mengenai disiplin belajar.
a. Pengertian Disiplin Belajar
Disiplin berasal dari bahasa latin yaitu “Diciplina” yang menunjuk

pada

kegiatan

belajar

dan

mengajar,

sedangkan

istilah

bahasa

inggrisnya

yaitu

“discipline” yang

berarti

1)

tertib,

taat

dalam

mengendalikan

tingkah

laku

dan

penguasaan

diri,

2)

latihan

atau

membentuk,

meluruskan

atau

menyempurnakan

sesuatu

sebagai

kemampuan

mental

dan

karakter

moral,

3)

hukuman

yang

diberikan

guna

melatih

atau

memperbaiki,

dan

4)

kumpulan

atau

sistem

peraturan bagi tingkah laku.
Dalam

Depdikbud (1988:208)

(dalam

Dewiani,

2010:19)

disiplin

merupakan

tata

tertib

atau

kepatuhan terhadap

tata

tertib.

Disiplin

kerap menyatu atau terkait dengan istilah tata tertib dan ketertiban.
Menurut

Priyanto (dalam

Permana 2011:22)

disiplin

adalah

suatu

kondisi

yang

tercipta

dan

terbentuk

melalui

proses

dari

serangkaian

prilaku

yang

menunjukkan nilai

ketaatan

kepada

keteraturan

dan

ketertiban dalam memperoleh ilmu.
Menurut

Arikunto

(1998:144)

(dalam

Permana,

2011:22)

disiplin

belajar

juga

dapat

diartikan

kepatuhan

seseorang

dalam

mengikuti

peraturan atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran

yang

ada pada kata hatinya.
11
Dari

beberapa

pendapat

para

ahli

di

atas

dapat

ditarik

kesimpulan

bahwa disiplin belajar adalah suatu kepatuhan, ketertiban dan ketaatan

siswa yang dilandasi kesadaran pribadi terhadap peraturan yang dibuat

oleh diri sendiri atau pihak lain.
b. Tujuan Disiplin Belajar
Disiplin

atau

kepatuhan

akan

tata

tertib

dalam

mengikuti

suatu

pekerjaan khususnya dalam belajar sangat penting. Sikap disiplin akan

membentuk

pola

hidup

yang

teratur,

tertib,

harmonis

dan

seimbang.

Sikap

disiplin

hendaknya

ditanamkan

sejak

kecil

yang

harus

dibina

dalam

kehidupan

rumah

tangga.

Tujuan

terbentuknya

disiplin

tidak

lain

untuk

menghargai

kesempatan

dan

waktu.

Namun

ada

beberapa

ahli menyebutkan lain, yaitu sebagai berikut.
Menurut

Charles

Schaefer (dalam

http://id.shvoong.com/social-
sciences/education/2183958-tujuan-disiplin/)

tujuan

disiplin

dibagi

menjadi dua, yaitu:
a)

Tujuan

jangka

pendek

Tujuan

jangka

pendek

disiplin

adalah

membuat

anak-anak

terlatih

dan

terkontrol

dengan

mengajarkan

mereka

bentuk

bentuk

tingkah

laku

yang

tidak

pantas

atau

yang

masih

asing bagi

mereka.b)

Tujuan

jangka panjang

disiplin

adalah

untuk

perkembangan

pengendalian

diri

(self

control

and

self

direction)

yaitu

dalam

halapa

anak-anak

dapat

mengarahkan

diri

sendiri

tanpa

pengaruh

pengendalian

dari

luar.

Pengendalian

diri

berarti

menguasai

tingkah

laku

diri

sendiri

dengan

berpedoman

pada norma-norma

yang

jelas

standar-standar dan

aturan-aturan

yang menjadi milik sendiri.
Menurut Omas Gordon (1996:34) tujuan membentuk sikap disiplin

pada anak sangat penting, tujuannya adalah sebagai berikut.
1) Membantu

anak

untuk

menjadi

matang

pribadinya

dan

mengambangkan

dari

sifat-sifat

ketergantungan

sehingga

Ia

mampu berdiri sendiri atau tanggung jawab sendiri.
2) Membantu

anak

untuk

mengatasi,

mencegah

timbulnya

masalah-masalah

disiplin

dan

berusaha

untuk

menciptakan

situasi

yang

tertib

bagi

kegiatan

belajar

mengajar

dimana

mereka

mentaati

segala

peraturan

yang

telah

ditetapkan.

Diharapkan sikap disiplin dapat memberi bantuan kepada siswa

agar mereka mampu berdiri sendiri.
12
Dari

pernyataan

di

atas

dapat

ditarik

kesimpulan

bahwa

tujuan

dari

disiplin

belajar

adalah

membantu

anak

belajar

mandiri,

tertib

dan

bertanggung

jawab

dalam

kegiatan

belajar.

Selain

itu

disiplin

membantu

siswa

untuk

mengatasi

dan

mencegah

timbulnya

kesulitan

saat belajar.
c. Fungsi Disiplin Belajar
Disiplin

sangat

penting

dalam

memahami

konsep

ilmu

pengetahuan. Disiplin

merupakan prasyarat utama yang harus dimiliki

oleh

pebelajar.

Indikator

dan

fungsi

disiplin

belajar

adalah

1)

pembentukan

sikap,

2)

pembentukan

prilaku

dan

3)

tata

kehidupan

berdisiplin di sekolah.
Menurut Tulus (2004:38) (dalam Dewiani, 2010:21) fungsi disiplin

yaitu sebagai berikut.

1) Menata kehidupan bersama, fungsi disiplin adalah mengatur tata

kehidupan

manusia,

dalam

kelompok

tertentu

atau

dalam

masyarakat.

Dengan

begitu

hubungan

antara

individu

atu

dengan

yang

lain

menjadi

baik

dan

lancar.

2)

membangun

kepribadian

lingkungan

yang

berdisiplin

baik,

sangat

berpengaruh

terhadap

kepribadian seseorang. Apalagi seorang siswa yang sedang tumbuh

kepribadiannya,

tentu

lingkungan

sekolah

yang

tertib,

teratur,

tenang,

tenteram

sangat

berpengaruh

dalam

membangun

kepribadian

yang

baik.

3)

melatih

kepribadian

sikap,

prilaku

dan

pola

kehidupan

yang

baik

dan

tidak berbentuk

serta

merta

dalam

waktu

yang

singkat.

Namun

terbentuk

dari

suatu

proses

yang

membutuhkan

waku

panjang.

Salah

satu

proses

untuk

membantu

kepribadian

tersebut

dilakukan

melalui

pelatihan.

4)

pemaksaan

dari

pendapat

itu,

disiplin

dapat

terjadi

karena

kesadaran

diri.

Disiplin

dari

kesadaran

diri

lebih

baik

dan

kuat.

5)

hukuman,

tata

tertib sekolah yang berisi hal-hal positif yang harus dilakukan oleh

siswa. Sisi lainnya berisi sanksi atau hukuman yang melanggar tata

tertib tersebut.
Fungsi

utama

disiplin

belajar

adalah

mengajar

mengendalikan

diri

dengan mudah, menghormati dan mentaati peraturan berkaitan dengan

hal tersebut diatas menerangkan sebagai berikut:
1)

Menerapkan

pengetahuan

dan

pengertian

sosial

antara

lain

mengenal

hak

milik

orang

lain, 2)

Mengerti

dan

segera

menurut

untuk

menjalankan

kewajiban

dan

merasa

mengerti

larangan-
13
larangan, 3)

Mengerti

tingkah

laku

yang

baik

dan

tidak

baik, 4)

Belajar

mengendalikan

diri,

keinginan

dan

berbuat

sesuatu

tanpa

merasa

terancam

oleh

hukuman.

5) Mengorbankan

kesenangan

sendiri

tanpa

peringatan

dari

orang

lain

(Singgi,

1985)

(dalam

http://kabar- pendidikan.

blogspot.com/

2011/05/

pengertian-dan-
hakikat- disiplin- belajar.html).
Jadi dalam menanamkan pendidikan pada anak perlu menanamkan

pendidikan

kedisiplinan,

artinya

menumbuhkan

dan

mengembangkan

pengertian-pengertian

yang

berasal

dari

luar

yang

merupakan

proses

untuk

melatih

dan

mengajarkan

anak

bersikap

dan

bertingkah

laku

sesuai harapan.
Dari

pendapat

para

ahli

tersebut

di

atas

maka

dapat

ditarik

kesimpulan bahwa

fungsi

disiplin

belajar

tidak

lain

guna

menata

kehidupan

untuk

mengendalikan

diri

sebagai

rasa

tanggung

jawab

sebagai

siswa

dalam

mengikuti

pelajaran,

sehingga

hasil

pelajaran

yang diperoleh akan menjadi lebih baik.
d. Unsur-unsur Disiplin Belajar
Bila

disiplin

diharapkan

mampu

mendidik

siswa

untuk

berprilaku
sesuai

denan

standar

yang

ditetapkan

kelompok

sosial

mereka,

maka

harus

memenuhi

unsur-unsur

pokok

dalam

menegakkan

disiplin.

Menurut

Hurlock

(1999:84)

(dalam

Sakdyah,

2006:43)

ada

empat

unsur disiplin, yaitu 1) peraturan, 2) hukuman, 3) penghargaan, dan 4)

konsistensi.
Peraturan

adalah

pola

yang

ditetapkan

untuk

pembatasan

tingkah

laku.

Pola

tersebut

dapat

dibuat

oleh

guru,

kepala

sekolah,

orang

tua

dan telah disepakati oleh

pihak terkait. Tujuan peraturan

adalah untuk

mewujudkan

anak

yang

lebih

bermoral

dengan

membekali

pedoman

prilaku yang disetujui dalam situasi tertentu.
Hukuman

dalam

bahasa

istilahnya

adalah

“punire”. Hukuman

adalah ganjaran atau pembalasan akibat dari perbuatan yang melanggar

peraturan yang telah disepakati.
14
Penghargaan

adalah

setiap bentuk

pemberian

untuk

suatu

hasil

yang

baik.

penghargaan

tidak

harus

berupa

materi,

uang

atau

barang,

namun penghargaan dapat berupa senyuman atau kata-kata pujian.
Konsistensi

adalah

keseragaman

atau

stabilitas,

keajegan

atau

kecendrungan

menuju

kesamaan, Hurlock

(1999:84)

(dalam

Sakdyah,

2006:43).

Disiplin

tidak

mungkin

terlaksana

jika

tidak

adanya

konsistensi.

Disiplin

yang

konstan

akan

mengakibatkan

tiadanya

perubahan untuk menghadapi kebutuhan perkembangan yang berubah.
Menurut Tulus Tu’u (2004:33) (dalam Susilowati, 2005:20) unsur-
unsur disiplin adalah sebagai berikut.
1)

mengikuti

dan

mentaati

peraturan,

nilai

dan

hukum

yang

berlaku.

2)

pengikutan

dan

ketaatan

tersebut

terutama

muncul

karena adanya kesadaran

diri bahwa hal itu berguna bagi kebaikan
dan

keberhasilan

dirinya.

3)

sebagai

alat

pendidikan

untuk

mempengaruhi, mengubah, membina, dan membentuk prilaku yang

sesuai

dengan

nilai-nilai

yang

ditentukan

atau

diajarkan.

4)

hukuman

yang

diberikan

bagi

yang

melanggar

ketentuan

yang

berlaku,

dalam

rangka

mendidik,

melatih,

mengendalikan

dan

memperbaiki

tingkah laku.

5)

peraturan-peraturan

yang

berlaku

sebagai pedoman dan ukuran prilaku.
Dari paparan di atas dapat disimpulkan bahwa unsur-unsur disiplin

adalah

suatu

peraturan,

hukuman,

penghargaan

dan

konsistesi

yang

harus

dilaksanakan

oleh

seseorang

guna

melatih,

mengendalikan

dan

mendidik prilaku yang sesuai dengan nilai ketentuan yang ada. Selain

itu dapat dijadikan sebagai pedoman dan ukuran prilaku seseorang.
3. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Gerlach & Ely (dalam Selamet, 2011:11) mengatakan bahwa media

apabila

dTIKhami

secara

garis

besar

adalah

manusia,

materi,

atau

kejadian

yang

membangun

kondisi

yang

membuat

siswa

mampu

memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap
Media

pembelajaran

adalah

alat

yang

digunakan

untuk

menyampaikan pesan (materi pelajaran) yang digunakan dalam proses

pembelajaran.

Gagne

(dalam

http://blog.elearning.unesa.ac.id)

15
mengartikan

media

sebagai

berbagai

jenis

komponen

dalam

lingkungan

siswa

yang

dapat

merangsang

siswa

untuk

belajar.

Jadi

menurut pernyataan para ahli tersebut di atas media dapat disimpulkan

merupakan

sesuatu

yang

dapat

digunakan

untuk

memberikan

semangat

untuk

merangsang

siswa

untuk

belajar

dan

menyalurkan

pesan

pembelajaran

sehingga

siswa mendapat

pengetahuan,

ketrampilan atau sikap.
Sedangkan

menurut

Brigst

(dalam

Juniarta,

2009:17)

mengemukakan bahwa media adalah segala alat fisik yang menyajikan

pesan serta

merangsang

siswa

untuk

belajar,

seperti

buku,

film,

kaset

film

bingkai

dan

lain-lain.

Dalam

NEA

(National

Education

Association) menyebutkan

bahwa

media

merupakan

bentuk-bentuk

komunikasi baik tercetak ataupun audio visual serta peralatannya.
Dari

beberapa

sumber

di

atas

dapat

ditarik

kesimpulan

bahwa

media

pembelajaran

adalah

segala

sesuatu

yang

dapat

menyalurkan

informasi

dari

sumber

informasi

kepada

penerima

informasi

yang

dikemas

dalam

suatu

alat

atau

bahan

pengajaran

yang

mampu

memberikan

rangsangan,

semangat

atau

motivasi

terhadap

proses

pembelajaran.
b. Manfaat Media Pembelajaran
Secara

umum

manfaat

media

pembelajaran

dalam

proses

pembelajaran

adalah

untuk

mempermudah,

memperlancar

dan

mengefisienkan

cakupan

materi

yang

akan

disampaikan

oleh

seorang

pendidik.

Namun

secara

khusus

ada

beberapa

manfaat

media

yang

lebih rinci, yaitu sebagai berikut.

Menurut

Kemp

dan

Dayton

(dalam

Sudiarta,

2006:13)

manfaat

media pembelajaran yaitu:
1)

Penyampaian

materi

pelajaran

dapat

diseragamkan,

2)

Proses

pembelajaran

menjadi

lebih

jelas

dan

menarik,

3)

Proses

pembelajaran menjadi lebih interaktif, 4) Efisien waktu dan tenaga,

5)

Meningkatkan

kualitas

hasil

belajar

siswa,

6)

Media

memungkinkan

proses

belajar

dapat

dilakukan

dimana

saja

dan

kapan

saja,

7)

Media

dapat

menumbuhkan

sikap

positif

siswa

16
terhadap materi

dan

proses

belajar,

dan 8)

Merubah

peran

guru ke

arah lebih positif dan produktif.
Secara

detail

Sudjana

&

Rivai

(1992)

(dalam

Wiarsa,

2011:16)

mengemukakan

bahwa

manfaat

media

pembelajaran

dalam

proses

belajar siswa adalah:
1) Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat

menumbuhkan motivasi belajar, 2) Bahan pelajaran akan lebih jelas

maknanya

sehingga

dapat

lebih

dTIKhami

oleh

siswa

dan

memungkinkan

menguasai

dan

mencapai

tujuan

pembelajaran,

3)

Metode

mengajar

akan

lebih

bervariasi,

tidak

semata-mata

komunikasi verbal melalui penuturan kata-kata oleh suru, sehingga

siswa

tidak

bosan

dan

guru

tidak

kehabisan

tenaga,

apalagi

guru

mengajar

setiap

jam

pelajaran,

4)

Siswa

dapat

lebih

banyak

melakukan

kegiatan

belajar

sebab

tidak

hanya

mendengarkan

uraian

guru,

tetapi

juga

aktivitas

lain

seperti

mengamati,

melakukan, mendemonstrasi, memerankan, dan lain-lain.
Encyclopedia

of

Educational

Research Hamalik

(dalam

Arsyad,

2005:25) merincikan manfaat media pendidikan sebagai berikut.
1)

Meletakkan

dasar-dasar

yang

konkret

untuk

berpikir,

oleh

karena itu akan mengurangi verbalisme; 2) Memperbesar perhatian

siswa;

3)

Meletakkan

dasar-dasar

yang

penting

untuk

perkembangan

belajar,

oleh

karena

itu

membuat

pelajaran

lebih

mantap;

4)

Memberikan

pengalaman

nyata

yang

dapat

menumbuhkan

kegiatan

berusaha

sendiri

di

kalangan

siswa;

5)Menumbuhkan

pemikiran

yang

teratur

dan

kontinyu,

terutama

melalui

gambar

hidup;

6)

Membantu

tumbuhnya

pengertian

yang

dapat membantu perkembangan kemampuan berbahasa.
Dari

uraian

dan

pendapat

para

ahli

di

atas,

dapat

disimpulkan

beberapa

manfaat

media

pembelajaran

dalam

proses

pembelajaran,

sebagai berikut.
1) Media

pembelajaran

dapat

memperjelas

penyajian

pesan

dan

informasi

sehingga

dapat

memperlancardan

meningkatkan

proses dan hasil belajar.
2) Media

pembelajaran

dapat

mengatasi

masalah

yang

dihadapi

oleh guru dan siswa.
3) Media

pembelajaran

dapat

memberikan

kesamaan

pengalaman

kepada

siswa

tentang

peristiwa-peristiwa

di

lingkungan

mereka,

serta

memungkinkan

terjadinya

interaksi

langsung

17
dengan guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui

karyawisata,

kunjungan-kunjungan

ke

museum

atau

kebun

binatang.
c. Pengembangan Media Pembelajaran
Menurut Sadiman dkk (2005, 100) tahap pengembangan media ada

enam tahap yaitu sebagai berikut. 1) penyusunan rancangan media, 2)

penulisan naskah atau alur media, 3) produksi

media, dan 4)

evaluasi

media.
Penyusunan

rancangan

media

adalah

hal

yang

harus

dilaksanakan

sebelum

mengembangkan

media

pembelajaran.

Hal

yang

harus

diperhatikan dalam perumusan perencanaan adalah sebagai berikut. 1)

Kebutuhan

dan

karakteristik

siswa,

2)

Tujuan

instruksional

dengan

operasional

pembelajaran,

3)

Materi

pelajaran,

4)

Pengukur

keberhasilan,

5)

Menulis

naskah

media,

dan

6)

Mengadakan

tes

atau

revisi.
Penyusunan

perencanaan

merupakan

hal

terpenting agar

dalam

tahap

selanjutnya

dapat

dilaksanakan

secara

sistematis. Penulisan

naskah

atau

alur

media

pembelajaran

merupakan

program

kontrol

media

yang

akan

diproduksi.

Sebelum

memproduksi

media

pembelajaran

hendaknya

memperhatikan

langkah

ini,

karena

hasil
produksi akan lebih sitematis dan terperogram.
Produksi

media

pembelajaran

adalah

proses

penciptaan

media

pembelajaran

yang

disesuaikan

dengan

karakteristik

pengguna

dan

naskah

media

pembelajaran

yang

direncanakan. Evaluasi

media

pembelajaran merupakan tahap penilaian terhadap hasil produksi yang

dinilai

oleh

beberapa

ahli

media

yang

bersangkutan

yang

bertujuan

untuk menyempurnakan hasil produksi yang dibuat.
4. Website
a. Pengertian Website
Situs

web (sering

pula

disingkat

menjadi

situs saja,

website,

site)

adalah

sebutan

bagi

sekelompok

halaman

web (web

page),

yang

18
umumnya merupakan

bagian dari suatu

nama domain

(domain name)

atau subdomain di World

Wide Web (WWW) di Internet. (Wikipedia,

2010).

Website adalah

kumpulan

halaman

yang

menampilkan

informasi data, baik teks, gambar, animasi maupun suara, baik bersifat

statis

atau

dinamis

yang

membentuk

bangunan

yang

saling

terkait

dengan

jaringan-jaringan

halaman

(hyperlink),

yang

diakses

atau

dilihat

melalui jaringan

Internet pada

perangkat-perangkat

yang

bisa

mengakses

Internet itu

sendiri

seperti

Komputer,

Handphone,

dan

sebagainya.
b. Jenis-jenis Website
Secara umum ada dua jenis web, yaitu sebagai berikut.
1) Website Statis, adalah

salah

satu

bentuk

website yang

isi

didalam

website tersebut tidak dimaksudkan untuk di update secara berkala,

dan

biasanya

di

perbaiki

secara

manual

oleh

beberapa

orang

yang

menggunakan

software editor.

Website statis

adalah

website yang

kontennya

statis/tidak

berubah-rubah.

Website statis

ini

persis

seperti brosur. Bedanya, brosur di cetak dan disebarkan, sedangkan

website statis

di

host dan

diakses

melalui

Internet

(Enthusiast,

2009) (dalam Selamet, 2011:14).
2) Website Dinamis adalah

website yang

secara

berkala,

informasi

didalamnya

berubah,

atau

website ini

bisa

berhubungan

dengan

user dengan berbagai macam cara atau metode (HTTP cookies atau

Variabel

Database,

sejarah

kunjungan,

variabel

sesi

dan

lain-lain)

bisa

juga

dengan

cara

interaksi

langsung

menggunakan

form dan

pergerakan

mouse.

Ketika

web server menerima

permintaan

dari

user untuk

memberikan

halaman

tertentu,

maka

halaman

tersebut

akan

secara

otomatis

di

ambil

dari

media

penyimpanan

sebagai

respon dari permintaan

yang diminta oleh user. Sebuah situs dapat

menampilkan

dialog

yang

sedang

berlangsung

diantara

dua

user,

memantau

perubahan

situasi,

atau

menyediakan

informasi

yang

berkaitan

dengan

sang

user

(Enthusiast,

2009)

(dalam

Selamet,

2011:14).
19
Namun

secara

khusus

dalam

fungsi

dan

kegunaannya

ada

beberapa jenis website, yaitu sebagai berikut.
1) Web Perorangan, yaitu

situs

yang

digunakan

untuk

menceritakan

tentang biografi diri, pengalaman pribadi, dan sebagainya, (contoh :

Blog Pribadi).
2) Web Komersial (Company

Profile

Online

Shop Website,

biasa

menggunakan

.com,

.co.id, dan

sebagainya),

yaitu

situs

yang

dTIKkai

untuk

menunjukkan

produk

dan

jasa

suatu

perusahaan,

atau

juga

dapat

melakukan

transaksi

penjualan

online (dengan

Shopping Cart System).
3) Web Pemerintahan (di

Indonesia menggunakan .gov.id), situs jenis

ini

hanya

boleh

dipakai

untuk

keperluan

website pemerintahan

yang resmi.
4) Web Non-Profit (biasanya

menggunakan

oleh

organisasi,

education, dan lain-lain), website jenis-jenis ini biasanya digunakan

hanya untuk yayasan atau sekolah-sekolah.
c. Komponen Website
Simamora

(dalam

Selamet,

2011:16)

mendeskripsikan

komponen-komponen website, baik dalam interaksi langsung maupun

interaksi tidak langsung adalah sebagai berikut.
1) Interaksi

secara

tidak

langsung

dalam

website dapat

diwujudkan

dengan menggunakan:
a) Elektronik

Mail

(E-Mail), merupakan

layanan

yang

paling

banyak digunakan dalam web. E-mail dapat dimanfaatkan siswa

sebagai

media

komunikasi

pribadi

untuk

bertanya

terhadap

materi

yang

diajarkan,

meminta

bantuan,

menerima

masukan

dan partisipasi lain.
b) News

Group,

merupakan

media

komunikasi

antar siswa

untuk

diskusi dan berkolaborasi.
2) Interaksi

secara

langsung

(real

time) melaui

website dapat

dilakukan dengan menggunakan:
20
a) Chat, merupakan media komunikasi langsung antar siswa dalam

bentuk

tulisan.

Salah

satu

program

yang

dipakai

untuk

chat
adalah IRC (Internet Relay Chat) atau Unix Talk Program.
b) Application

Sharing,

menggunakan

program

aplikasi

khusus

memungkinkan suatu group berkolaborasi secara langsung pada

suatu

dokumen

kerja

dengan

melakukan

editing secara

jarak

jauh.
c) Audio/Video

Conference,

menggunakan

aplikasi

perangkat

lunak

khusus

yang

memungkinkan

terjadinya

komunikasi

audio/video

conference beberapa

aplikasi

komersiil

web

learning telah

menyediakan

fasilitas

audio/video

conference
melalui web.
d. Unsur-unsur Website
Untuk

menciptakan

website harus

menerapkan

unsur-unsur

agar

web tersebut dapat dipublikasikan dan diakses dengan baik dan sesuai

dengan

apa

yang

diharapkan.

Menurut

Susanto

(dalam

http: //

agung
susanto. weebly. com/ 6/ post/ 2011/ 06 /- unsur-unsur

websit e.html)

ada lima unsur yang harus diterapkan dalam mempublikasikan website,

yaitu sebagai berikut. 1) Nama domain (Domain name/URL – Uniform

Resource

Locator);

2)

Web

hosting;

3)

Bahasa

Program

(Scripts

Program); 4) Desain website; 5) Publikasi website.
Nama domain atau Domain Name atau URL adalah alamat unik di

dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah website,

atau

dengan

kata

lain

domain

name adalah

alamat

yang

digunakan

untuk menemukan sebuah website pada dunia internet.
Web

hosting adalah

ruangan

yang

terdapat

dalam

harddisk tempat

menyimpan

berbagai

data,

file-file,

gambar

dan

lain

sebagainya

yang

akan ditampilkan

di

website.

Besarnya

data

yang

bisa

dimasukkan

tergantung

dari

besarnya

web

hosting yang

disewa/dipunyai,

semakin

besar web hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan

ditampilkan dalam website.
21
Web

hosting adalah

salah

satu

bentuk

layanan

jasa

penyewaan

tempat di Internet yang memungkinkan perorangan ataupun organisasi

menampilkan layanan jasa atau produknya di web/situs Internet.
Bahasa Program

(Scripts Program) adalah bahasa

yang digunakan

untuk

menerjemahkan

setiap

perintah

dalam

website yang

pada

saat

diakses.

Jenis

bahasa

program

sangat

menentukan

statis,

dinamis

atau

interaktifnya

sebuah

website.

Semakin

banyak

ragam

bahasa

program

yang

digunakan

maka

akan

terlihat

website semakin

dinamis,

dan

interaktif

serta

terlihat

bagus.

Beragam

bahasa

program

saat

ini

telah

hadir

untuk

mendukung

kualitas

website.

Jenis-jenis

bahasa

program

yang

banyak

dTIKkai

para

desainer

website antara

lain

HTML,

ASP,

PHP,

JSP,

Java

Scripts,

Java

Applets dan

sebagainya.

Bahasa

dasar

yang

dTIKkai

setiap

situs

adalah

HTML

sedangkan

PHP,

ASP,

JSP

dan

lainnya

merupakan

bahasa

pendukung

yang

bertindak

sebagai

pengatur dinamis, dan interaktifnya situs.
Desain

website adalah

jenis

desain

grafis

yang

ditujukan

untuk

pengembangan dan

styling obyek lingkungan informasi

Internet untuk

menyediakan

dengan

fitur

konsumen

high-end

dan

kualitas

estetika.

Unsur

website yang

penting

dan

utama

adalah

desain.

Desain

website
menentukan

kualitas

dan

keindahan

sebuah

website.

Desain

sangat

berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah

website.

Serta

mempengaruhi

dengan

kenyamanan

konsumen

atau

pembaca.
Publikasi

website Keberadaan

situs

tidak

ada

gunanya

dibangun

tanpa

dikunjungi

atau

dikenal

oleh

masyarakat

atau

pengunjung

internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya

pengunjung

dan

komentar

yang

masuk.

Untuk

mengenalkan

situs

kepada

masyarakat

memerlukan

apa

yang

disebut

publikasi

atau

promosi.

Cara

yang

biasanya

dilakukan

dan

paling

efektif

dengan

tak

terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui

Search Engine-Search Engine.
22
5. Media Pembelajaran Berbasis Website
Seiring

dengan

kemajuan

di

bidang

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi,

maka

dunia

pendidikan

juga

telah

banyak

yang

memanfaatkan

website sebagai

media

pembelajaran.

Meskipun

banyak

penelitian

menunjukan

bahwa

efektifitas

pembelajaran

menggunakan

Internet (e-learning) cenderung sama bila dibanding dengan pembelajaran

konvensional

atau

klasikal,

tetapi

keuntungan

yang

bisa

diperoleh

adalah

dalam

hal

fleksibilitasnya.

Melalui

media

pembelajaran

berbasis

website
materi

pembelajaran

dapat

diakses

kapan

saja

dan

dari

mana

saja,

di

samping

itu

materi

juga

dapat

diperkaya

dengan

berbagai

sumber

belajar

termasuk multimedia.
Media

pembelajaran

berbasis

website dapat

dikembangkan

dari

yang

sangat

sederhana

sampai

yang

kompleks.

Sebagian

media

pembelajaran

berbasis

website hanya

dibangun

untuk

menampilkan

kumpulan

materi,

sementara

forum

diskusi

atau

tanya

jawab

dilakukan

melalui e-mail atau milist.
Implementasi

dengan

cara

tersebut

terhitung

sebagai

media

pembelajaran

berbasis

website yang

paling

sederhana.

Disamping

itu

ada

juga

media

pembelajaran

berbasis

website yang

terpadu,

berupa

portal

e-
learning yang berisi berbagai obyek pembelajaran yang diperkaya dengan

multimedia

serta

dipadukan

dengan

sistem

informasi

akademik,

evaluasi,

komunikasi,

diskusi,

dan

berbagai educatioanal

tools

lainnya

(Surjono)

(dalam Selamet, 2011:18).
Menurut

Sinamora

(dalam

Selamet,

2011:18)

beberapa

kelebihan

dari

pemanfaatan

pembelajaran

berbasis

website antara

lain

sebagai

berikut.
a)

Kelas

tidak

membentuk

fisik,

semuanya

dapat

dibangun

dalam

aplikasi

website. b)

Program

website dapat

dilaksanakan

dan

di-
update secara cepat. c) Dapat diciptakan interaksi yang bersifat real

time

(chatting/video

conference)

maupun

non

real

time (e-mail,

bulletin board, mailing list).

d) Dapat mengakomodasi keseluruhan

proses

belajar,

mulai

dari

registrasi,

penyampaian

informasi,

diskusi,

evaluasi,

dan

juga

transaksi. e)

Dapat

diakses

dari

lokasi

mana

saja

dan

bersifat

global. f)

Materi

dapat

dirancang

secara

multimedia

dan

dinamis. g)

Siswa

dapat

terhubung

ke

berbagai

23
perpustakaan

maya

ke

seluruh

dunia

dan

menjadikannya

sebagai

media penelitian dalam

meningkatkan pemahaman

dan bahan

ajar.
h)

Guru

dapat

secara

cepat

menambah

referensi

bahan

ajar

yang

bersifat

studi

kasus,

tren

industri

dan

proyeksi

teknologi

kedepan

melalui

berbagai

sumber

untuk

menambah

wawasan

peserta

terhadap bahan ajar
6. Model Self Regulated Learning
Model

pembelajaran

sangat

mempengaruhi

pencapaian

hasil

belajar

yang

diharapkan

oleh

seorang

pendidik.

Model

pembelajaran

sangat

membantu

dalam

proses

belajar

mengajar

baik

di

kelas

maupun

di

luar

kelas.

Banyak

model

pembelajaran

yang

dapat

diimplementasikan

dalam

proses

pembelajaran,

di

antaranya

adalah

model

pembelajaran

yang

mampu

memberikan

keleluasaan

dalam

mengelola

materi

pelajaran

yang

disampaikan.

Model

pembelajaran

tersebut

adalah

model

self

regulated

learning. Berikut adalah uraian tentang model self regulated learning.
a. Pengertian Model Self Regulated Learning
Menurut

Wolters (dalam Sutiawan,

2009:16)

model Self

regulated

learning adalah

suatu

model

pembelajaran yang

memberikan

keleluasaan

kepada

siswa

untuk

mengelola

secara

efektif

pembelajarannya sendiri

dalam berbagai cara sehingga mencapai hasil

belajar yang optimal.
Menurut

Zimmerman

(1989)

(dalam

Chen,

halaman

13),

“self-
regulated

learners

are

individuals

who

are

“metacognitively,

motivationally,

and

behaviorally

active

participants

in

their

own

learning process” yang artinya pembelajaran yang didapat dapat diatur

sendiri,

peserta

didik

adalah

individu

yang

"metakognitif,

motivasional,

dan

prilaku aktif

peserta

dalam

proses

belajar

mereka

sendiri. Menurut Katrhyn Dukworth, dkk (2009:2) SRL mengacu pada:
“Pikiran, perasaan dan aksi yang terencana dan diadaptasikan untuk

mencapai

tujuan

personal,

termasuk

dalamnya:

1)

goal

setting
untuk

pembelajaran,

2)

kosentrasi

terhadap

intruksi,

3)

menggunakan

strategi

efektif

untuk

mengorganisasikan

ide-ide,

4)

menggunakan

sumber-sumber

belajar

dengan

efektif,

5)

memonitoring penampilan,

6)

mengatur

waktu

dengan

efektif,

dan

24
7)

memegang

keyakinan

positif

tentang

salah

satu

kemampuan

yang dimiliki.
Dari

paparan

di

atas

dapat

di

tarik

kesimpulan

bahwa

model

self

regulated

learning adalah model

pembelajaran

yang

memberikan

keleluasaan

dalam

menanggapi

sebuah

pembelajaran,

yang

mengacu

pada

pikiran

dan

aksi

yang

terencana

yang

diadaptasikan

untuk

mencapai tujuan personal.
b. Implementasi Model Self Regulated Learning untuk Meningkatkan

Hasil Belajar TIK
Menurut

pandangan

dan

teori

konstruktivisme,

belajar

merupakan

proses

aktif

dari

subjek

belajar

untuk

merkontruksi

makna

sesuatu,

entah

itu

teks,

kegiatan

dialog,

pengalaman

fisik,

dan

lain-lain

(Sardiman, 2005) (dalam Yuliantini, 2010:31).
Dalam

proses

pembelajaran

siswa

tidak

hanya

menerima

begitu

saja

apa

yang

disajikan

guru,

melainkan

juga

membangun

hubungan-
hubungan

dari

konsep

dan

prinsip

yang

dipelajari

berdasarkan

pengetahuan

yang

telah

dimiliki

sebelumnya.

Implementasi

model

SRL

dalam

upaya

meningkatkan

hasil

belajar

TIK

dapat

dilakukan

melalui tahap-tahap berikut (Philip, 2006) (dalam Yuliantini, 2010:31).
1) Analysis (penganalisaan),

yaitu

siswa

menganalisa

materi

dan

tujuan pembelajaran.
2) Plan (perencanaan),

yaitu

siswa

menyusun

dan

merancang semua

kegiatan pembelajarannya.
3) Implement

(implementasi),

yaitu

siswa

memilih

dan

mengimplementasikan

perencanaannya

dalam

proses

pembelajaran.
4) Comprehend (pengamatan

terhadap

pemahaman),

yaitu

siswa

mengamati pemahaman sendiri terhadap konsep-konsep yang telah

dipelajari.
5) Problem

solving (pemecahan

masalah),

yaitu

siswa

memecahkan

masalah

yang

dihadapi

serta

konsep-konsep

yang

belum

dimengerti selama proses pembelajaran.
6) Evaluate (evaluasi),

yaitu

siswa

mengukur

mutu

atau

kemampuannya

sendiri

tentang

apa

yang

telah

dikerjakan

dalam

proses pembelajaran (self evaluation).
7) Modify (modifikasi),

yaitu

siswa mengelaborasi hasil evaluasi diri

tersebut dengan membuat kesimpulan terhadap pembelajaran.
25
Pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar, tentu saja

dipengaruhi

oleh

kesadaran

diri

masing-masing

pebelajar.

Siswa

memiliki

siklus

umpan

balik

selama

proses

pembelajaran.

Dalam

hal

ini

siswa

memotnitor

derajat

efektivitas

metode

pembelajaran

atau

strategi

belajar

serta

respon-respon

yang

dilakukan

untuk

mencapai

hasil belajar yang baik.
7. Hasil Belajar
a. Pengertian Hasil Belajar
Dalam melakukan proses pebelajaran tidak lepas dari hasil belajar.

Hasil

belajar

merupakan

dampak

dari

proses

pembelajaran

baik

hasil

belajar yang baik dan hasil belajar yang buruk. Dalam hal ini para ahli

mengungkapkan definisi hasil belajar, yaitu sebagai berikut.
Menurut

Gagne dan

Driscoll (1988:36)

menyebutkan

bahwa

hasil

belajar

adalah

“kemampuan-kemampuan

yang

dimiliki

siswa

sebagai

akibat

dari

perbuatan

belajar

dan

dapat

diamati

dari

penampilan

siswa”. Penampilan

yang

dimaksudkan

disini

adalah

perbuatan

yang

dilakukan siswa dalam proses pembelajaran.
Hasil

belajar

menurut

Darmansyah

(2006:9)

(dalam Purba,

2009:16) adalah

perubahan

tingkah

laku

sebagai

hasil

pembelajaran.

Hasil

belajar

dalam

pengertian

yang

luas

mncakup

bidang

kongnitif,

efektif dan psikomotor. Dalam hal ini yang dilihat adalah sejauh mana

keefektifan

dan

efisiensi

dalam

mencapai

tujuan

pengajaran

atau

perubahan tingkah laku pada siswa. Oleh sebab itu hasil belajar saling

berkaitan

satu

sama

lain

sebab

hasil

merupakan

akibat

dari

suatu

proses.
Hasil

belajar menurut

Sudjana (1990:22)

adalah

kemampuan yang

dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya. Dari beberapa

pendapat

para

ahli

di

atas

dapat

ditarik

kesimpulan

bahwa

belajar

merupakan suatu

kemampuan

atau

keterampilan

yang

dimiliki

siswa

yang

diperoleh

melalui

proses

pembelajaran

atau

akivitas

belajar

mengajar.
26
b. Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Secara

umum

ada

dua

faktor

yang

mempengaruhi

hasil

belajar

siswa,

yaitu

faktor

internal

dan

eksternal

dari

diri

siswa

yang

bersangkutan.

Namun

ada

beberapa

pendapat

para

ahli

yang

mengatakan

bahwa

faktor

yang

mempengaruhi

hasil

belajar,

yaitu

sebagai berikut.
Menurut

Selameto,

(2003:54-72)

(dalam

http:

//

harminingsih.

blogspot.com

/2008

/08

/faktor- faktor-yang- mempengaruhi- hasil

.html) faktor yang mempengaruhi hasil belajar ada dua yaitu dalam diri

siswa dan yang datang dari luar diri siswa atau dengan kata lain adalah

faktor internal dan eksternal.
Ada beberapa jenis faktor internal yang dapat mempengaruhi hasil

belajar, yaitu di antaranya:
1) Jasmani, faktor jasmani adalah faktor daya tahan tubuh, kesehatan

dan

sebagainya.

Dalam

meningkatkan hasi

belajar

siswa

hendaknya dapat memperhatikan faktor kesehatan atau daya tahan

tubuh, agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik.
2) Psikologis,

faktor

psokologis

meliputi

minat,

bakat,

motif

dan

kesiapan

dalam

mengikuti

pembelajaran.

Dalam

hal

ini

pendidik

harus menerapkan berbagai cara untuk menghindari hal yang tidak

diinginkan

sehingga

psikologis

siswa

terganggu

dan

hasil

belajar

siswa jadi menurun.
Di

bawah

ini

adalah

jenis

faktor

eksternal

yang

mempengaruhi

hasil belajar siswa, di antaranya adalah sebagai berikut.
1) Faktor

keluarga,

faktor

keluarga

sangat

mempengaruhi

dalam

memperoleh

hasil

belajar

yang

baik.

dalam

hal

ini

orang

tua

di
rumah

hendaknya

mengetahui

cara

mendidik

anak,

mengajarkan

relasi antar anggota keluarga, memperhatikan keadaan ekonomi di
rumah, dan lain-lain.
2) Faktor

sekolah,

dalam

hal

ini

sekolah

hendaknya

menyikapi

kenyamanan

dan

keleluasaan

siswa

dalam

belajar

yang

kurang

27
baik.

sehingga

apa

yang

diharapkan

oleh

seorang

pendidik

dapat

tercapai guna mencerdaskan kehidupan bangsa.
3) Faktor

masyarakat,

faktor

ini

harus

sangat

diperhatikan

untuk

menghindari

hal

negatif

yang

ditimbulkan

oleh

lingkungan

masyarakat,

antara

lain

dalam

mencari

teman,

bergaul

dalam

kehidupan

bermasyarakat,

hal

ini

harus

disaring

secara

matang

untuk menghindari hal negatif tersebut di atas.
c. Fungsi Hasil Belajar
Secara

umum

fungsi

hasil

belajar

adalah

untuk

mengukur

kemampuan pebelajar atau dalam arti lain mengetahui hasil dari proses

pembelajaran. Hasil

belajar

yang

dicapai

siswa

dapat

dijadikan

indikator

untuk

mengikuti

tingkat

kemampuan,

kesanggupan,

penguasaan

tentang

materi

belajar.

Sehingga

hasil

belajar

dalam

pendidikan

tidak

dapat

dilepaskan

dari

tujuan

evaluasi

itu

sendiri.

Di

dalam

pengertian

tentang

evaluasi

pendidikan

ialah

untuk

mendapatkan

data

pembuktian

yang

akan

menunjukkan

sampai

di

mana

kemampuan

dan

keberhasilan

siswa

dalam

pencapaian

tujuan

kurikuler.
Namun

dalam

hal

ini

ada

beberapa

ahli

mengatakan

fungsi

hasil

belajar adalah sebagai berikut.
Menurut

Nasution (2000),

fungsi

belajar

dapat

digambarkan

sebagai berikut.
1)

Untuk

mengetahui

kemajuan

dan

perkembangan

serta

keberhasilan

Siswa

setelah

mengalami

atau

melakukan

kegiatan

belajar selama jangka waktu tertentu. Hasil belajar dapat diperoleh

itu

selanjutnya

dapat

digunakan

untuk

memperbaiki

cara

belajar

Siswa

(fungsi

formatif)

dan

atau

untuk

mengisi

rapor

atau

Surat

Keterangan

Hasil

Ujian

Nasional,

yang

berbarti

pula

untuk

menentukan

kenaikan

kelas

atau

lulus

tidak

hanya

seorang

Siswa

dari

suatu

lembaga

pendidikan

tertentu

(fungsi

sumatif).

2)

Untuk

mengetahui

tingkat

keberhasilan

program

pengajaran.

Pengajaran

sebagai

suatu

sistem

terdiri

atas

beberapa

komponen

yang

saling

berkaitan

satu

sama

lainnya.

3)

Untuk

keperluan

bimbingan

dan

konseling

(BK).

Hasil-hasil

yang

telah

dilaksanakan

terhadapa

Siswanya

dapat

dijadikan

informasi

atau

data

bagi

pelayanan

BK

28
oleh para konselor sekolah. 4) Untuk keperluan pengembangan dan

perbaikan kurikulum sekolah yang bersangkutan.
Adapun

menurut

Winkel

(1996)

bahwa

hasil

belajar

dapat

digunakan untuk :
1)

Mendapatkan

informasi

tentang

masing-masing

Siswa,

sampai

sejauh

mana

mereka

telah

mencapai

tujuan-tujuan

intruksional.

Hasil

belajar pada tahap

evaluasi formatif merupakan

bahan untuk

memonitor

kemajuan

Siswa

menyangkut

pencapaian

tujuan

intruksional

untuk

unit

pelajaran

tertentu,

pada

tahap

evaluasi

sumatif

dapat

digunakan

sebagai

bahan

informasi

untuk

menentukan

tingkat

keberhasilan

Siswa

dalam

beberapa

tujuan

instruksional

yang

diuji

bersama-sama.

2)

Mendapatkan

informasi

tentang suatu kelompok Siswa sampai berapa jauh kelompok Siswa

mengenai tujuan-tujuan instruksional, misalnya satu satuan kelas di

bidang

studi

Bahasa

Indonesia.

Informasi

ini

diperoleh

dengan

menerapkan

evaluasi

formatif

dan

evaluasi

sumatif.

Hasil

evaluasi

tersebut

juga bersifat

diagnostik

yaitu

membantu

menentukan

faktor

kesulitan

dan

kesukaran

yang

masih

dialami

Siswa

dalam

mencapai

tujuan

instruksional

tertentu,

dimana

faktor

tersebut

mungkin

terdapat

pada

pribadi

Siswa

dan

mungkin

juga

terletak

dalam model proses belajar mengajar itu sendiri.
8. Mata Pelajaran TIK
TIK

atau

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi,

(bahasa

Inggris: Information

and

Communication

Technologies; ICT)

adalah

payung

besar

terminologi

yang

mencakup

seluruh

peralatan teknis untuk

memproses

dan

menyampaikan

informasi

(Wikipedia,

2012).

TIK

mencakup

dua

aspek

yaitu teknologi

informasi dan teknologi

komunikasi.

Teknologi informasi meliputi

segala

hal

yang

berkaitan

dengan

proses,

penggunaan

sebagai

alat

bantu,

manipulasi,

dan

pengelolaan

informasi.
Sedangkan

teknologi komunikasi adalah

segala

sesuatu

yang

berkaitan

dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari

perangkat

yang

satu

ke

lainnya.

Oleh

karena

itu,

teknologi

informasi

dan

teknologi komunikasi adalah dua buah konsep yang tidak terpisahkan. Jadi

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

mengandung

pengertian

luas

yaitu

segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan,

pemindahan informasi antar media.
29
Lebih

lanjut

badan

penelitian

dan

pengembangan

pusat

kurikulum

Depdiknas (2007:6) (dalam Utami, 2011:22) mengemukakan,
Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

mempunyai

pengertian

dari

dua

aspek,

yaitu:

Teknologi

informasi

dan

teknologi

komunikasi.

Teknologi

komunikasi

memiliki

arti

luas

yang

meliputi

segala

hal

yang

berkaitan

dengan

proses,

penggunaan

sebagai

alat

bantu,

manipulasi

dan

pengelolaan

informasi.

Teknologi

komunikasi

mempunyai

pengertian

segala

hal

yan

berkaitan

dengan

penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari

perangkat

sau

dengan

yang

lainnya.

Karena

itu

teknologi

komunikasi

dan

komunikasi

adalah

suatu

padanan

yang

tidak

terpisahkan

yang mengandung

pengrtian

luas

tentang

segala

aspek

yang

berkaitan

dengan

pemrosesan,

manipulasi,

pengelolaan,

dan

transfer/

pemindahan

informasi

antar

media

menggunakan

teknologi tertentu.
Selain

itu,

menurut

Miarso

(2007:302)

(dalam

Rahayu,

2011:22)

mengatakan bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah teknologi

yang

memanfaatkan

komputer

sebagai

perangkat

utama

untuk

mengolah

data menjadi informasi yang bermanfaat. Adapun standar kompetensi mata

pelajaran TIK menurut Syamsuardi (2004:1) yaitu sebagai berikut.

1)

Mampu

memahami

konsep,

pengetahuan

dan

operasi

dasar

komputer.

Dalam

hal

ini

siswa

mampu

mengidentifikasi

etika,

moral

dan

kesehatan

serta

keselamatan

kerja

(K3)

dalam

menggunakan

perangkat

TIK,

siswa

mampu

mengidentifikasi

komponen dasar perangkat keras, meliputi; internet, jaringan lokal,

dan

komputer

(setting

peripheral),

disamping

itu,

siswa

mampu

memanipulasi

perangkat

lunak

seperti

sistem

oprasi,

program

pengolah kata, program lembar kerja, program presentasi, program

data

base,

bahasa

pemrograman.

2)

Siswa

mampu

mengolah

informasi

dalam

produktifitas.

Dalam

hal

ini siswa

mampu

menjalankan sistem operasi

dan manajemen

file,

selain itu mampu

membuat

dokumen

dengan

tabel,

diagram,

mail

merge, presentasi,

data

base,

membua

home

page,

interaktif,

dan

mengunakan

bahas

pemrograman sebagai pengayaan.
Menurut

Oka

(2007:4)

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

adalah “segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan alat sebagai

alat

bantu,

manipulasi

pengelolaan

informasi”.

TIK

merupakan

media

untuk

mendapatkan

informasi

dari

berbagai

media

dan

sarana

yang

ada.

30
TIK

dapat

membantu

kita

untuk

mendapatkan

pengetahuan

yang

lebih

luas.
Dari paparan di atas dapat

disimpulkan bahwa mata pelajaran TIK

mengandung

arti

luas

tentang

segala

aspek

yang

terkait

dengan

pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, pemindahan

atau transfer informasi

antar media yang menggunakan teknologi tertentu yang menekankan siswa

untuk memahami konsep, pengetahuan dan operasi dasar komputer.
J. KERANGKA BERPIKIR
Disiplin

adalah

hal

yang

sangat

penting

dan

sangat

mempengeruhi

hasil

belajar,

khususnya

mata

pelajaran

TIK.

Penerapan

disiplin

belajar

harus

dilakukan

oleh

seorang

guru

guna

meningkatkan

hasil

belajar

peserta

didik.

Hasil

belajar

akan

dicapai

dengan

baik

oleh

siswa

ditentukan

oleh

aktivitas

guru,

siswa

dan

kegiatan

proses

belajar

mengajar

di

kelas.

Proses

belajar

mengajar

dengan

menggunakan

model

Self

regulated

learning merupakan

pembelajaran yang menekankan individualisme dalam belajar atau dengan kata

lain

menemukan

sendiri,

berusaha

sendiri

dalam

melakukan

proses

pembelajaran.

Dibarengi

dengan

implementasi

media

pembelajaran

berbasis

website, maka hasil belajar akan mendekati sempurna.
Berdasarkan

pemikiran

diatas

dapat

disimppulkan

bahwa

disiplin

belajar

dan media pembelajaran yang menerapkan model self regulated learning saling

mempengaruhi satu sama lain dalam menciptakan hasil belajar yang lebih baik

tentunya.

K. HIPOTESIS
Berdasarkan

permasalahan

dan

kerangka

teori

yang

melandasi

penelitian

ini, maka hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut.
1. Terdapat

hasil

belajar

TIK

antara

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

dengan

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website

yang

menerapkan

model

Self

regulated

learning dengan

siswa

yang

mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.
31
2. Terdapat

pengaruh

interaksi

antara

media

pembelajaran

berbasis

website

yang

menerapkan

model

self regulated

learning dengan

disiplin

belajar

terhadap hasil belajar TIK.
3. Pada

kelompok

siswa

yang

memiliki

disiplin

belajar

tinggi,

terdapat

perbedan

hsail

belajar

TIK

antara

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

dengan

media

pembelajaran

berbasis

website

yang

menerapkan

model

self regulated

learning dengan

kelompok

siswa

yang

mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.
4. Pada

kelompok

siswa

yang

memiliki

disiplin

belajar

rendah,

terdapat

perbedan

hsail

belajar

TIK

antara

kelompok

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran

dengan

media

pembelajaran

berbasis

website

yang

menerapkan

model

self

regulated

learning dengan

kelompok

siswa

yang

mengikuti pembelajaran dengan model konvensional.
L. METODE PENELITIAN
1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 3

Banjar, yang bertempat di desa Labuhan Aji, kecamatan Banjar, kabupaten

Buleleng. Penelitian ini dirancang pada tahun ajaran 2012/2013.
2. Metode Penelitian dan Desain Penelitian
Metode penelitian

yang

digunakan adalah

jenis

eksperimen

murni,

metode

yang

telah

diuji

kelayakannya

dan

telah

memenuhi

peryaratan.

Menrut

Solso

&

Maclin

(2002)

(dalam

http://navelmangelep.

wordpress.com

/2012/02/27/ metode- penelitan- eksperimen/#more-680)

penelitian eksperimen adalah suatu penelitian yang di dalamnya ditemukan

minimal

satu

variabel

yang

dimanipulasi

untuk

mempelajari

hubungan

sebab

akibat.

Oleh

karena

itu

penelitian

eksperimen

erat

kaitannya

dalam

menguji

suatu

hipotesis

dalam

rangka

mencari

pengaruh,

hubungan

maupun perubahan terhadap kelompok yang dikenakan prilaku.
Dalam penelitian eksperimen ini desain penelitian yang diguanakan

adalah

Posstest-Only

Control

Design.

Dengan

menggunakan

desain

ini,

32
penelitian

yang

dilaksanakan

guna

membandingkan

kelompok

yang

mendapatkan

perlakuan

(treatment)

dengan

kelompok

kontrol.

Kelompok

treatment diberikan media pembelajaran berbasis website yang menerapkan

self

regulated

learning dalam

proses

pembelajaran,

sedangkan

kelompok

kontrol

diberikan

pembelajaran

dengan

model

konvensional. Model

konvensional

adalah metode

yang

paling

sering

digunakan

oleh

guru

di

sekolah

tertentu. Oleh

karena

itu

rancangan

desain

dari

Posstest-Only

Control Design dapat digambarkan sebaga berikut.
Eksperimen X

O
Kontrol O
Gambar

1.

Rancangan

desain

penelitian

Posstest-Only

Control

Design
Subyek

penelitian

ini

adalah

siswa

kelas

VII

semester

genap

di

SMP

Banjar.

Dengan

jumlah

sampel

68

orang

siswa

yang

terbagi

dalam

dua

kelompok,

yaitu

34

siswa

yang

mendapat

perlakuan

(eksperimen)

dan

34

siswa

kedua

adalah

kelompok

kontrol,

kelompok

siswa

yang

diberikan

pembelajaran

dengan

model

konvensional.

Untuk

mengumpulkan

data

yang

diperlukan,

dalam

penelitian

ini

digunakan

instrumen

penelitian

yang

berupa

tes

konseptual

dalam

bentuk

tes

objektif

dan angket kedisiplinan belajar siswa.
3. Populasi dan Sampel Penelitian
a. Populasi
Populasi

secara

biologis

merupakan

kumpulan

beberapa

makluk

hidup.

Namun

dalam

penelitian

ini

berbagai

pendpat

dikemukakan

oleh para ahli, di antaranya sebagai berikut.
Menurut Babbie, (dalam Sukardi 2003:53), populasi adalah elemen

penelitian

yang

hidup

dan

tinggal

bersama-sama

dan

secara

teoritits

menjadi

target

prestasi

penelitian.

Arikunto

(2002:108)

(dalam

Permana, 2006:27) mengatakan populasi merupakan keseluruhan objek

33
penelitian.

Dari

kedua

pendapat

para

ahli

di

atas

pengertian

populasi

dalam

penelitian

adalah

sekumpulan

objek

penelitian

yang

berada

dalam

rumpun

yang

sama,

yang

secara

teoritis

merupakan

target

prestasi

belajar. Yang

dimaksud

populasi

dalam

penelitian

ini

adalah

siswa

kelas

VII

dan

VII

di

SMP

Banjar,

tahun

pelajaran

2011/2012.

Berikut

ini

adalah

jumlah

populasi

yang

dimaksudkan

di

atas.

Tabel 1. Populasi Kegiatan Penelitian
No. Kelas Laki-Laki Perempuan Jumlah
1 VII 1 24 10 34
2 VII 2 19 15 34
Jumlah

43 25 68
b. Sampel Penelitian
Cara

pengambilan

sampel

dalam

penelitian

ini

adalah

menggunakan

random

sampling

terhadap

kelas.

Berdasarkan

pertimbangan

efisiensi,

maka

dalam

penelitian

ini

tidak

meneliti

seluruh

anggota

populasi,

melainkan

hanya

meneliti

sampel

yaitu

sebagian

dari

populasi

yang

merupakan

wakil-wakil

representatif

dari

populasi.
Menurut

Arikunto (2002:109)

(dalam

Permana,

2006:28)

sampel

adalah

sebagian

atau

wakil

dari

populasi

yang

diteliti.

Pengambilan

sampel

dalam

penelititan

ini

dilakukan

dengan

teknik

random

sampling.

Dalam

hal

ini

yang

dirandom

adalah

kelas,

karena

dalam

eksperimen tidak

memungkinkan

untuk merubah

kelas

yang ada. Dari

sepuluh

kelas

yang

ada

diambil

dua

kelas

yang

akan

dijadilan

subjek

penelitian. Dua kelas tersebut diundi kembali untuk menentukan kelas

sebagai

kelompok

eksperimen

dan

kelas

kontrol.

Dari

dua

kelas

tersebut

(kelas

eksperimen

dan

kontrol),

satu

kelas

sebagai

kelompok

eksperimen

dengan

menggunakan

media

pembelajaran

berbasis

website dan

satu

kelas

lainnya

berfungsi

sebagai

kelompok

kontrol

34
yang diberi pelajaran dengan model konvensional (tidak menggunakan

media pembelajaran).

Rancangan

dalam

penelitian

ini

adalah

eksperimen

semu

karena

tidak

semua

variabel

dikontrol

secara

ketat.

Dengan

memperhatikan

variabel-variabel

yang

di

atas,

penelitian

ini

menggunakan

desain

rancangan

penelitian

“Post

Test

Only

Control

Group

Desain”.
Rancangan

analisisnya

menggunakan

analisis

varian

dua

jalur

dengan

faktorial 2 x2.
Pelaksanaan

eksperimen

terdiri

dari

serangkaian

eksperimen

sendiri dan serangkaian kegiatan, yaitu pengukuran disiplin belajar dan

pelaksanaan

tes

hasil

belajar.

Pengukuran

disiplin

belajar

dalam

penelitian

ini

dilaksanakan

sebelum

perlakuan

dimulai. Proses

pemberian perlakuan yang berupa pelaksanaan pengajaran untuk kedua

kelompok subjek dilakukan sebanyak dua kali pertemuan.
4. Prosedur dan Langkah-langkah Eksperimen
a. Prosedur Eksperimen
Peneltian

ini

dilakukan

terhadap

dua

kelompok,

yaitu

kelompok

eksperimen

dan

kelompok

kontrol

pada

dua

kelas

dengan

jumlah

68

siswa.

Materi

yang

diajarkan

adalah

materi

pada

mata

pelajaran

Teknologi

Informasi

dan

Komunikasi

kelas

VII

semester

II.

Adapun

prosedur penelitian ini yang dibagi menjadi empat tahap. Yaitu sebagai

berikut.
1) Tahap Persiapan
Dalam

tahap

persiapan

ada

beberapa

kegiatan

yang

harus

dilakukan

guna

memenuhi

prosedur

yang

ada,

yaitu

sebagai

berikut.
a) Menentukan

populasi

dan

sampel

untuk

menerapkan

media

pembelajaran berbasis website.
b) Mengobservasi

sarana

dan

prasarana

sekolah

untuk

mendukung pelaksanaan penelitian.
35
c) Merancang

kegiatan

pembelajaran

dengan

menggunakan

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
d) Menyusun

instrumen

penelitian

yang

dikonsultasikan

dengan dosen pembimbing.
e) Melakukan

judgemen instrumen

penelitian

oleh

dosen

dan

guru.
f) Melakukan analisis dan revisi instrumen penelitian.
2) Tahap Pelaksanaan Pembelajaran
Kegiatan

belajar

mengajar

dilakukan

sesuai

RPP.

Penelitia

ini menggunakan satu RPP. Alokasi waktu yang digunakan dalam

satu

RPP

adalah

2x40

menit.

Pada

tahap

ini

dilakukan

pembelajaran

di laboratorium

komputer

dengan

menerapkan

media pembelajaran yang telah disiapkan.

3) Tahap Posttest
Pada

tahapan

ini,

kegiatan

yang dilakukan

tes

hasil

belajar

di

kelas

sampel

yaitu

kelas

yang

diterapkan

media

pembelajaran

berbasis

website dan

kelas

yang

mengggunakan

metode

konvensional.

Posttest dilakukan

pada

akhir

pertemuan,

untuk

mengukur kemampuan siswa setelah perlakuan. Soal posttest yang

digunakan berbentuk pilihan ganda atau multiple choise yang akan

mengukur aspek kognitif siswa.
4) Tahap Analisis Data
Di

tahap

ini

dilakukan

analisis

data

dengan

menggunakan

metode statistik untuk mengetahui hasil akhir (posttest).
b. Langkah-langkah Eksperimen
Langkah-langkah eksperimen yang akan dilaksanakan oleh peneliti

adalah seperti tabel di bawah.
36
Tabel 2. Langkah-langkah Eksperimen.
No.
Komponen
Perlakuan
Kelompok
Eksperimen
Kelompok
Kontrol
1 Materi pelajaran
Pokok bahasan yang

disajikan adalah TIK
Pokok bahasan yang

disajikan adalah TIK
2 Waktu pembatasan
Pembelajaran

diberikan satu kali

seminggu, tiap

pertemuan dua jam

pelajaran selama

satu kali pertemuan
Pembelajaran

diberikan satu kali

seminggu, tiap

pertemuan dua jam

pelajaran selama

satu kali pertemuan
3 Proses pembelajaran
Guru mengajar

dengan media

pembelajaran

berbasis website
Guru mengajar

dengan

menggunakan model

konvensional
4 Tes disiplin belajar
Pemberian angket

disiplin belajar
Pemberian angket

disiplin belajar
5 Tes hasil belajar TIK
Tes objektif pilihan

ganda
Tes objektif pilihan

ganda
6
Jumlah butir

pertanyaan
30 butir tes objektif

pilihan ganda
30 butir tes objektif

pilihan ganda
M. IDENTIFIKASI VARIABEL PENELITIAN
Penelitian

ini

melibatkan

satu

variabel

bebas

(independent

variable).

Satu

variabel

moderator

dan

satu

variabel

terikat

(dependent

variable).

Variabel

bebas

itu

meliputi

media

pembelajaran

berbasis

website

yang

menerapkan

Model

Self

regulated

learning (X
1
),

variabel

moderatornya

adalah

disiplin

belajar (X
2
). Sedangkan variabel terikatnya adalah hasil belajar TIK (Y).
37
N. DEFINISI VARIABEL PENELITIAN
1. Definisi Konsep
a. Hasil

belajar

adalah

sejumlah

pengetahuan,

keterampilan,

dan

prilaku
yang

diperoleh

siswa

melalui

kegiatan

belajar

mata

pelajaran

TIK.

Indikator empirisnya yaitu adanya perubahan hasil belajar TIK.
b. Media

pembelajaran

adalah

segala

sesuatu

yang

dapat

menyalurkan

informasi

dari

sumber

informasi

kepada

penerima

informasi

yang
dikemas

dalam

suatu

alat

atau

bahan

pengajaran

yang

mampu

memberikan

rangsangan,

semangat

atau

motivasi

terhadap

proses

pembelajaran.
c. Disiplin

belajar

adalah

suatu

kondisi

yang

tercipta

dan

terbentuk

melalui

proses

dari

serangkaian

prilaku yang

menunjukkan

nilai-nilai

ketaatan,

kepatuhan,

kesetiaan,

keteraturan

dan

atau

ketertiban.

Nilai-
nilai

tersebut

telah

menjadi

bagian

prilaku dalam

kehidupannya.

Prilaku itu tercipta melalui proses binaan melalui keluarga, pendidikan

dan pengalaman.
d. Model

Self

regulated

learning adalah

model

pembelajaran

yang

memberikan

keleluasaan

kepada

siswa

untuk

mengelola

pembelajarannya sendiri dalam berbagai cara. Sehingga mencapai hasil

belajar yang optimal.
2. Definisi Operasional
a. Hasil Belajar
Salah

satu

upaya

untuk

mengukur

kemampuan

siswa

dilihat

dari

hasil belajar siswa itu sendiri. Hasil belajar merupakan bukti dari usaha

yang diakukan dalam proses belajar belajar. Bukti tersebut adalah hasil

belajar

yang

diukur

melalui

tes.

Oleh

karena

itu, instrumen

yang

digunakan

dalam

mengumpulkan

data

adalah

tes

pilihan

ganda

berjumlah

30

butir

soal.

Tes

ini

mengungkapkan

tentang

penguasaan

siswa terhadap materi pelajaran dalam pelajaran TIK.
Setiap

soal

disertai

dengan

empat

alternatif

jawaban

yang

dipilih

oleh siswa (alternatif a, b, c, dan d). Setiap item akan diberi skor 1 bila

38
siswa

menjawab

dengan

benar.

Jika

siswa

tidak

menjawab

dengan

benar

atau

mengosongi

lembar

jawaban

yang

telah

disediakan,

maka

nilai

yang

diberikan

adalah

0.

Jawaban

yang

telah dikerjakan

akan

dicocokkan

dengan

kunci

jawaban

yang

telah

disiapkan. Selanjutnya

skor

dijumlahkan

dan

jumlah

tersebut

merupakan

skor

variabel

hasil

belajar

TIK.

Skor

hasil

belajar

TIK

akan

bergerak

dari

0-30.

Skor

merupakan minimal ideal dan skor 30 adalah skor maksimal ideal hasil

belajar TIK.
Dibawah

ini

meruapakan

kisi-kisi

tes

hasil

belajar

mata

pelajaran

TIK yang nanti akan diterapkan saat penelitian.
Tabel 3. Kisi-kisi Tes Hasil Belajar TIK
Isi/ Materi
Kompetensi Total
C1 C2 C3 C4 C5 C6 % Butir
Peralatan TIK 12 10 - 8 - - 100 30
Total % butir
12/
4
10/
3
- 8/3 - - 100 30
b. Disiplin Belajar
Kuesioner disiplin

belajar

TIK

ini

berjumlah

30

butir.

Kuesioner
ini

menggunakan

skala

likert,

yaitu

kuesioner/instrumen

skala

lima,

alternatif jawaban terhadap lima buah skor berkisar 1 sampai 5. Dalam

pengisian

kuesioner

disiplin

belajar

dengan

mengisi

tanda

rumput

(√)

pada

salah

satu

kolom

alternatif

jawaban

yang

paling

sesuai

dengan

pilihan

siswa

atau

responden.

Dalam

kuesioner ini

alternatif

jawaban

yang

disediakan

adalah

1)

selalu

(SL),

2)

sering

(SR),

kadang-kadang

(KD),

3)

jarang

(JR),

dan

4)

tidak

pernah

(TP).

Skor

instrumen

ini

bergerak

dari

sampai 5.

Skor

diberikan

kepada

siswa

yang

menjawab

tidak

pernah,

dan

skor

diberikan

kepada

siswa

yang

jawabannya selalu pada pertanyaan positif.
39
Disiplin belajar dalam penelitian ini dirinci melalui indikator, yaitu

1)

disiplin dalam

hubungannya

dengan

waktu belajar,

2)

disiplin

yang

ada

hubungannya

dengan

tempat

belajar,

dan

3)

disiplin

yang

ada

hubungannya

dengan

norma

atau

aturan

dalam

belajar

yang

diuji

menggunakan

kuesioner.

Berikut

disajikan

kisi-kisi

dari

kuesioner

disiplin belajar.
Tabel 4. Kisi-kisi Kuesioner Disiplin Belajar
Isi Materi
Kompetensi Total
C1 C2 C3 C4 C5 C6 % Butir
1. Disiplin dalam

hubungannya

dengan waktu

belajar
4 5 - 2 - - 37 11
2. Disiplin yang ada

hubungannya

dengan tempat

belajar.
4 4 - 2 - - 33 10
3. Disiplin yang ada

hubungannya

dengan norma

atau aturan dalam

belajar.
2 5 - 2 - - 30 9
Total % butir 10/3 14/5 - 6/2 - - 100 30
O. UJI COBA INSTRUMEN
Untuk

mengetahui

tingkat

validitas

dan

reabilitas

alat

ukur,

dilakukan

uji

coba

instrumen.

Instrumen

penelitian

ini

diuji

terlebih

dahulu

apakah

instrumen

tersebut

sudah

layak

digunakan

sebagai

instrumen

penelitian.

Instrumen

dikatakan

sesuai

jika

instrumen

tersebut

sudah

memenuhi

kriteria

validitas

dan

reliabilitas.

Validitas

tes

ini

ditinjau

dari

validitas

isi,

validitas

konstruk

dan

validitas

item.

Dalam

menjaga

validitas

isi

dan

validitas

construct dilakukan dengan menjudgmens tes tersebut kepada tiga orang yaitu

40
dua

orang

dosen

pembimbing

dan

satu

orang

guru

TIK,

sedangkan

untuk

validitas

butir

item

dilakukan

dengan

pengujian

statistik.

Untuk

memperoleh

tujuan

data

terlebih

dahulu

dianalisis

dengan

menggunakan

uji

validitas

tes,

dan reliabilitas tes.
1. Uji Validitas
Validitas

adalah

suatu

ukuran

yang

menunjukkan

kevalidan

atau

kesahihan suatu instrumen (Arikunto, 2003). Suatu item tes dikatakan valid

apabila

mempunyai

dukungan

yang

besar

terhadap

skor

total.

Suatu

alat

evaluasi

dikatakan

valid

jika

alat

tersebut

mampu

mengukur

apa

yang

seharusnya

diukur

oleh

alat

tersebut.

Untuk

mengukur

validitas

butir

soal

digunakan

rumus

korelasi

Point

Biseral,

rumusnya

yaitu

sebagai

berikut.
q p
SD
M M
r
tot
pbis
/
2 1

÷
=
(Arikunto, 2002:79)
Keterangan :
rpbis

: koefisien korelasi

biseral
M 1 : rata-rata skor untuk menjawab benar

M 2 : rata-rata skor untuk seluruhnya
SDtot : standar deviasi total
p : proporsi yang menjawab benar
q : 1 – p
Hasil

perhitungan

kemudian

dikonsultasikan

ke

r-kritis

dengan

taraf

signifikansi 5%. Kriteria butir soal dalam kategori valid jika

pbis
r - hitung

>

pbis
r - tabel pada taraf signifikan 5%. Soal yang valid kemudian dihitung

reliabilitasnya.
41
2. Uji Reliabilitas
Arikunto

(2002)

menyatakan

reabilitas

tes

berhubungan

dengan

kepercayaan dan

keajegan

hasil

tes.

Suatu

tes

dapat

dikatakan mempunyai

tingkat

kepercayaan

yang

tinggi

jika

tes

tersebut

dapat

memberikan

hasil

yang tetap. Untuk mengetahui reliabilitasnya digunakan Kuder Richhadson

20 (KR-20) yang rumusnya sebagai berikut.
r
1 , 1
=

|
|
.
|

\
|

÷
|
.
|

\
|
÷

¿
2
2
1 SD
pq SD
k
k
(A.A. Gde Agung, 2003: 50)
Keterangan :
r
1 . 1
: reliabilitas keseluruhan butir tes
p : proporsi testee yg menjawab benar
q : proporsi testee yg menjawab salah
k : jumlah butir tes
SD² : banyaknya testee
pq : pxq
Tabel 3.8 Konversi Uji Reliabilitas Tes
r
11
≤ 0,20 Derajat reliabilitas sangat rendah
0,20 < r
11
≤ 0,40 Derajat reliabilitas rendah
0,40 < r
11
≤ 0,60 Derajat reliabilitas sedang
0,60 < r
11
≤ 0,80 Derajat reliabilitas tinggi
0,80 < r
11
≤ 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi
Untuk

menguji

validitas

dan

reabilitas

instrumen

digunakan

bantuan

komputer

yaitu

dengan

mengolah

data

dengan

Excel

dari

Microsoft

Coorporation. Dari

perhitungan

dengan

menggunakan

rumus

KR-20,

diperoleh harga reliabilitas tes hasil belajar TIK adalah sebesar 0,94.
Tes

yang

baik

adalah

tes

yang

memiliki

harga

reliabilitas

lebih

besar

0,80.

Jadi

reliabilitas

tes

hasil

belajar
tinggi.
P. METODE ANALISIS DATA
Metode analisis data yang digunakan adalah

analisis statistik deskriptif dan

statistik

inferensial

dalam

hal

ini

yaitu

anava

dua

jalur.

Dalam

menggunakan

analisis

varian

harus

dilakukan

uji

p
analisis data meliputi uji normalitas dan homogenitas.
1. Deskripsi Data
Analisis

deskriptif

dilakukan

untuk

mengetahui

tinggi

rendahnya

kualitas

dari

variabel
pembelajaran

dan

media

pembelajaran.

Untuk

menentukan

tinggi

rendahnya

kualitas

variabel
tiap-tiap

variabel

dikonversikan

dengan

menggunakan

kreteria

rata
ideal

dan

standar

deviasi

(SD)

ideal

masing
tersebut.

Berikut

kreteria

rata
masing-masing variabel penelitian.
Tabel 3.6
X

+ 1,S
X

+ u,S
X

− u,S
X

− 1,S
X

− S,u
Keterangan:
Tes

yang

baik

adalah

tes

yang

memiliki

harga

reliabilitas

lebih

besar

0,80.

Jadi

reliabilitas

tes

hasil

belajar TIK tergolong

reliabilitas

sangat

METODE ANALISIS DATA
Metode analisis data yang digunakan adalah

analisis statistik deskriptif dan

statistik

inferensial

dalam

hal

ini

yaitu

anava

dua

jalur.

Dalam

menggunakan

analisis

varian

harus

dilakukan

uji

persyaratan

analisis

terlebih

dahulu.

Uji

analisis data meliputi uji normalitas dan homogenitas.
Deskripsi Data
Analisis

deskriptif

dilakukan

untuk

mengetahui

tinggi

rendahnya

kualitas

dari

variabel-variabel

penelitian

yaitu

hasil

belajar

TIK
pembelajaran

dan

media

pembelajaran.

Untuk

menentukan

tinggi

rendahnya

kualitas

variabel-variabel

penelitian

tersebut,

skor

rata
tiap

variabel

dikonversikan

dengan

menggunakan

kreteria

rata
ideal

dan

standar

deviasi

(SD)

ideal

masing-masing

variabel

penelitian

tersebut.

Berikut

kreteria

rata-rata

ideal

dan

standar

deviasi

ideal

masing variabel penelitian.
Pedoman

Konversi

dengan

Menggunakan

Rata
dan Standar Deviasi Skala Lima

S SBi

+ S,u SBi Sangat

S SBi

+ 1,S SBi

Tinggi

S SBi

+ u,S SBi Sedang

S SBi

− u,S SBi Rendah

u SBi

− 1,SSBi Sangat Rendah
Keterangan:
=

Rata-rata ideal, dihitung dengan rumus:
=

(skor maksimal ideal + skor minimal ideal)
= Standar deviasi ideal dihitung dengan rumus:
=

(skor maksimal ideal – skor minimal ideal)
42
Tes

yang

baik

adalah

tes

yang

memiliki

harga

reliabilitas

lebih

besar

tergolong

reliabilitas

sangat

Metode analisis data yang digunakan adalah

analisis statistik deskriptif dan

statistik

inferensial

dalam

hal

ini

yaitu

anava

dua

jalur.

Dalam

menggunakan

ersyaratan

analisis

terlebih

dahulu.

Uji

Analisis

deskriptif

dilakukan

untuk

mengetahui

tinggi

rendahnya

nelitian

yaitu

hasil

belajar

TIK,

model

pembelajaran

dan

media

pembelajaran.

Untuk

menentukan

tinggi

variabel

penelitian

tersebut,

skor

rata-rata

tiap

variabel

dikonversikan

dengan

menggunakan

kreteria

rata-rata

variabel

penelitian

rata

ideal

dan

standar

deviasi

ideal

Pedoman

Konversi

dengan

Menggunakan

Rata-Rata

Ideal

Sangat tinggi
Sedang
Rendah
Sangat Rendah
rata ideal, dihitung dengan rumus:
(skor maksimal ideal + skor minimal ideal)
Standar deviasi ideal dihitung dengan rumus:
skor minimal ideal)
43
a. Menghitung Mean
Untuk menghitung mean digunakan rumus sebagai berikut.
(Jampel, 2005: 120)
Keterangan:
M

mean
MT

mean terkaan
i

panjang kelas interval
χ'

simpangan pada daerah MT
f

frekuensi
n

banyaknya data
b. Menghitung Modus
Untuk

menghitung

modus

digunakan

rumus

sebagai

berikut.
(Jampel, 2005: 114)
Keterangan:
Mo =

modus
B

batas bawah kelas interval yang mengandung modus
i

panjang kelas interval
b
1
=

frekuensi tertinggi dikurangi frekuensi kelas interval

sebelumnya.
b
2
=

frekuensi

tertinggi

dikurangi

frekuensi

kelas

interval

berikutnya.
44
c. Menghitung Median
Untuk

mengitung

median

rumus

yang

digunakan

adalah

sebagai

berikut.
H c= B +i

_
1
2
n - ] k b
] m

_
(Jampel, 2005: 123)
Keterangan:
Me

median
B

batas bawah
i

panjang kelas interval
fkb =

frekuensi

komulatif

di

bawah

kelas

interval

yang

mengandung median
fm =

frekuensi pada daerah median
Q. UJI PRASYARATAN ANALISIS
1. Uji Normalitas
Uji

normalitas

sebaran

data

dilakukan

untuk

meyakinkan

bahwa

data

yang dihasilkan dalam penelitian benar-benar berdistribusi normal sehingga

uji

hipotesis

dapat

dilakukan.

Uji

normalitas

untuk

skor

hasil

belajar

TIK

siswa digunakan Uji Chi-Kuadrat dengan rumus sebagai berikut.
2
 = ∑
(]
0
-

]
c
)
]
c
(Koyan, 2007: 82)
keterangan :
2

= Chi-Kuadrat
f
o
= frekuensi yang diperoleh sampel
f
e
=

frekuensi yang diharapkan
Kreteria pengujian data distribusi normal jika

2

hit

<

2

tabel
,

dengan taraf signifikansi 5% dan drajat kebebasan dk= k-2-1.
45
2. Uji Homogenitas Varians
Uji

homogenitas

pada

analisis

ini

dimaksudkan

untuk

menguji

bahwa

setiap

kelompok

yang

akan

dibandingkan

memiliki

variasi

yang

sama,

benar-benar

berasal

dari

perbedaan

antar

kelompok,

bukan

akibat

dari

perbedaan yang terjadi di dalam kelompok. Uji homogenitas varians untuk

semua

kelompok

digunakan

Test

Bartlett dengan

menggunakan

rumus

sebagai berikut.
2

(Koyan, 2007:87)
Pengujian dilakukan pada taraf signifikan 5% dengan derajat kebebasan

dk= k-1. Kreteria pengujian,

jika

2

hit

<

2

tabel
, maka Ho diterima sampel

homogen dan jika

2

hit

>

2

tabel
, maka sampel tidak homogen.

3. Uji Hipotesis
Uji

hipotesis

untuk

penelitian

ini

menggunakan

Analisis

varian

(ANAVA) dua jalur. Hipotesis

statistik yang diajukan dan yang akan diuji

dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

1) H

0
(1) :

A
1
=

A
2
H

(1) :

A
1

A
2
2) H

0
(2) :

B
1
=

B
2
H

1
(2) :

B
1

B
2
3) H

0
(2) :

AB = 0
H

1
(2) :

AB ≠ 0
Keterangan:

A
1
: Rata-rata

hasil

belajar

siswa

yang

mengikuti

model

pembelajaran kooperatif Tipe STAD.
46
A
2
: Rata-rata

hasil

belajar

siswa

yang

mengikuti

model

pembelajaran konvensional
B1 : Rata-rata

hasil

belajar

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran menggunakan media komputer.
B
2
: Rata-rata

hasil

belajar

siswa

yang

mengikuti

pembelajaran menggunakan media sederhana.
AB : Interaksi

antara

model

pembelajaran

dengan

media

pembelajaran.
Teknik

analisis

data

yang

digunakan

untuk

menguji

hipotesis

dari

penelitian

ini

adalah

menggunakan

teknik

analisis

varian

(ANAVA)

dua

jalur. Dengan rumus sebagai berikut.
Atau, JKD = JK
tot
– JK
A
– JK
B
- JK
AB
(Koyan, 2007: 38)
Keterangan :
JK
tot
: Jumlah kuadrat total
JK
A
: Jumlah kuadrat antar kolom
JK
B
: Jumlah kuadrat antar baris
JKD : Jumlah kuadrat dalam
JK
AB
: Jumlah kuadrat interaksi (kolom dan baris)

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful