Makalah Proses Produksi

BAB I PEMBAHASAN

A. Seleksi Proses Seleksi proses mencakup semua keputusan mengenai tipe atau jenis proses produksi dan peralatan tertentu yang digunakan. Keputusan pertama yang harus dilakukan adalah berkenaan dengan pencarian jawaban atas pertanyaan : dapatkah produk dibuat? Apakah tersedia teknologi untuk membuat produk yang sedang dipertimbangkan? Pertanyaan-pertanyaan ini terutama bersangkutan dengan pemilihan teknologi utama, bukan dengan kelayakan ekonomik. Bila teknologi telah tersedia, keputusan seleksi proses berikutnya adalah menentukan tipe proses produktif yang digunakan. Sehingga produksi dapat teroganisir dan tidak terjadi kerusakan dalam proses produksi. (Handoko,1999:121)

1. Pembedaan Proses Produksi Atas Dasar Karakteristik Aliran Prosesnya a. Aliran Garis b. Aliran Intermiten (Job Shop) c. Aliran Proyek Atas Dasar Tipe Ordernya a. Produksi untuk persediaan b. Produksi untuk pesanan

Menurut Dasar Karakteristik Aliran Prosesnya a. Aliran Garis / Repetitive Process Proses produksi dengan aliran input sampai dengan output yang selalu tetap.

Perhatikan, apabila dikaitkan dengan perencanaan tata letak (lay out) di bagian awal materi MO, maka tampak bahwa aliran proses garis ini timbul sebagai konsekuensi dari tata letak produk/garis. Contoh : Produksi mie instant. b. Aliran Intermiten Proses produksi dengan kumpulan/kelompok produk yang sejenis & dengan waktu yang terputus-putus.

Perbedaan Karakteristik Proses . maka tampak bahwa aliran proses intermiten ini timbul sebagai konsekuensi dari tata letak posisi tetap. dimana proses produksi tidak harus berlangsung terus menerus dan semua pealatan sejenis diletakkan dalam sebuah departemen atau ruangan yang sama. Aliran Proyek Proses produksi dengan pesanan khusus/unik Apabila dikaitkan dengan perencanaan tata letak (lay out). Contoh dari aliran proyek ini antara lain adalah : pesawat. apabila dikaitkan dengan perencanaan tata letak (lay out) di bagian awal materi MO. maka tampak bahwa aliran proses intermiten ini timbul sebagai konsekuensi dari tata letak fungsional. jembatan dan gedung. kapal. Contoh : Produksi furniture dan kerjainan lainnya.Perhatikan. c. kereta api.

mesin-mesin. b). Kondisi pasar Apa kebutuhan dan keinginan para pelanggan? Apakah perkiraan volume penjualan pada harga yang direncanakan dapat menghasilkan laba yang diinginkan? Apakah kondisi persaingan sekarang dan diwaktu . 2. untuk seleksi proses. Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan seleksi proses secara ringkas dapat diperinci sebagai berikut: a). Kebutuhan modal Berapa banyak modal yang dibutuhkan untuk persediaan.2008). Proses produksi untuk pesanan Perbedaan Keduanya Aspek Pesanan Persediaan Produk Spesifikasi oleh pelanggan Spesifikasi oleh perusahaan Tidak standar Produk standar Volume kecil Volume besar Variasi tinggi Variasi kecil Mahal Murah Pengawasan Lebih sulit Lebih mudah Masalah utama Ketepatan pengiriman Peramalan dan skedul produksi (Setyawan.Menurut Tipe Ordernya a. Keputusan-keputusan Seleksi Proses Setelah mengklasifikasikan proses produksi atas dasar dua dimensi yaitu aliran produk dan tipe order langganan. Klasifikasi proses ini dapat digunakan untuk beberapa tujuan: untuk mengkatagorikan berbagai tipe masalah keputusan berbeda yang dihadapi dalam operasi-operasi. peralatan dan fasilitas-fasilitas lainnya? Proses aliran garis biasanya untuk memerlukan modal lebih besar dari pada aliran intermiten atau proyek. Proses produksi untuk persediaan b.

yang akan datang menguntungkan? c). scheduling dan pengendalian persediaan. Dalam hal ini analisis Break even dapat digunakan untuk membantu pembuatan keputusan pemilihan diantara berabagai proses alternatif tersebut. untuk proses intermiten. dimana perusahaan baru akan memperoleh keuntungan bila berproduksi dengan kapasitas produksi di atas Q3. Seperti telah diketahui BEP menunjukkan titik impas dimana pengeluaran perusahaan untuk produksi sama dengan hasilnya sehingga perusahaan dalam kondisi impas. perusahaan mungkin akan memerlukan ketrampilan manajemen operasi dalam forecasting. 3. Apakah teknologi produk dan proses cukup stabil untuk mendukung proses selama periode waktu tertentu? f). Secara singkat dapat dikatakan bahwa konsep Break Event Point (BEP) dapat membantu dalam penentuan kapasitas produksi. kapasitas produksi di bawah Q1 tidak disarankan. karena perusahaan masih akan rugi. . Bahan mentah Apakah bahan mentah tersedia dalam jumlah yang memadai? Apakah ada perubahan-perubahan bahan mentah dalam proses produksi? e). karena titik BEP mengalami pergeseran. maka keputusan kapasitas produksi juga akan berubah. 1999: 130132). Pemilihan Alternatif Pemrosesan Banyak keputusan-keputusan seleksi proses bersangkutan dengan kapitas-kapasitas peralatan atau proses alternatif untuk memproduksi tingkat keluaran tertentu. sementara itu kapasitas produksi di atas Q1. Ketrampilan manajemen Dapatkah perusahaan menguasai dan memelihara tipe ketrampilan-ketrampilan manajemen yang dibutuhkan? Sebagai contoh. Tenaga kerja Apakah suplai tenaga kerja mencukupi sesuai dengan kebutuhan suatu jenis proses pada biaya wajar? Bagaimana prospek tersedianya tenaga kerja diwaktu yang akan datang? d). (Setyawan. Oleh karena itu perusahaan dapat mengetahui pada titik berapa kapasitas produksi harus disiapkan. karena penentuan kapasitas produksi yang masih di bawah titik BEP akan mengarahkan perusahaan pada kerugian. Sebagai contoh dalam gambar di bawah ini. melalui pembandinangan keuntungan-keuntungan relatif setiap proses.2008). Namun karena adanya penambahan investasi (untuk meningkatkan kapasitas produksi juga). (Handoko. Teknologi Perusahaan harus mempertimbangkan kemajuan teknologi baik untuk proses maupun produk. sampai Q2 perusahaan akan mendapat keuntungan.

Kemajuan teknologi mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap manajemen operasi. Teknologi pabrik Ada tingkatan teknologi bila diindentifikasikan atas dasar apakah manusia atau mesin yang menyediakan tenaga dan mengendalikannya.B. tetapi mempengaruhi semua bahian operasi dan bisnis. Tingkatan ketiga dimana proses telah diotomatisasikan. tetapi menusia masih harus mengendalikan peralatan-peralatan. Jadi. Teknologi pengolahan kata yang dikomputerisasikan sekarang menjadi semakin ekonomikal dan akan merubah secara drastis tata kerja perkantoran. 3. Keputusa teknologi juga mempengaruhi strategi perusahaan dengan keterkaitnya pada proses. Teknologi perkantoran Teknologi perkantoran telah berkembang sagat pesat dengan ditentukannya mesin-mesin ketik elektrik. Pemilihan teknologi dan desain pekerjaan dipadukan dalam suatu desain sosioteknikal secara optimum. Teknologi yang Tersedia 1. dimana manusia merupakan sumber tenaga dan pengendali bagi alat-alat yang digunakan. fasilitas dan prosedur yang telah dipilih. Disamping itu pemeliharaan teknologi mempengaruhi seluruh aspek operasi-operasi lainnya. mesin merupakan sumber tanaga dan pengendali. Tingkatan kedua adalah pekerjaan mesin. pemilihan teknologi bukan merupakan keputusan yang tertutup. dimana mesin menyediakan tenaga. Keputusan-keputusan seleksi proses dan pemilihan teknologi berhubungan sangat erat dan saling berkaitan. termasuk produktivitas dan kualitas produk. Pemilihan Teknologi Teknologi telah menjadi suatu faktor dominan dalam bisnis dan dalam kehidupan kita. Tingkatan pertama adalah pekerjaan tangan. Hal ini tidak hanya menghasilkan biaya-biaya yang lebih rendah tetapi juga kualitas yang lebih . Dan karena industri jasa sekarang dipandang lebih sebagai aspek teknikal dari pada humanistik maka otomatisasi dan standarisasi menjadi mungkin. mesin foto-copy elektronik. Tetapi salah satu keputusan tidak selalu harus mendahului keputusan yang lain karena dalam praktek kedua keputusan ini sering dibuat secara bersamaan. 2. Industri jasa Teknologi pelayanan atau penyediaan jasa juga semakin otomatik. peralatan. Pemilihan teknologi mempunyai dampak terhadap semua bagian operasi terutama dalam desain pekerjaan. Manusia berfungsi sebagai pemrogram dan pengawas mesin.

(Handoko. Walau perencanaan mengandung unsur dugaan/pemikiran namun harus didasarkan pada suatu standard yang terukur. namun faktor external tidak demikian. Perencanaan harus terukur dan mempunyai standar tertentu. Karena itu perencanaan harus dibuat ketat namun tidak kaku. Perencanaan adalah sebagai tahap persiapan/tindakan pendahuluan untuk melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan penyimpangan yang mungkin terjadi . C. siapa yang melakukan dan kapan aktivitasnya dilaksanakan. artinya dapat dirubah bila diperlukan dan kemungkinan perubahan ini juga harus diperhitungkan agar tidak menimbulkan kesulitan. Sifat luwes ini mengakibatkan pelaksanaan kegiatannya harus dimonitor dan dikendalikan terus menerus yang disesuaikan dengan kondisi yang ada namun perencanaan harus tetap pada tujuan yang ditetapkan Perencanaan juga merupakan fungsi memilih sasaran perusahaan secara kebijaksanaan. Perencanaan Proses Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan tertentu. Perencanaan merupakan salah satu sarana manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena itu setiap tingkat manajemen dalam organisasi sangat membutuhkan aktifitas perencanaan. Perencanaan digolongkan sebagai fakta yang Objective kebenarannya bahwa pemikiran yang rasional itu tidak atas hayalan belaka tetapi suatu perhitungan berdasarkan data yang objective. Faktor-faktor internal relative mudah dapat dikuasai oleh PPC manager. Syarat mutlak suatu perencanaan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mudah dimengerti. oleh karena itu perencanaan harus besifat luwes dan terbuka untuk dapat dirubah bila diperlukan. Perencanaan yang baik hanya akan diperoleh dengan didasarkan kepada informasi yang baik dan pengukuran keberhasilan didasarkan kepada standard yang ditetapkan. 1. jelas dan mudah dimengerti. Dalam perencanaan produksi kita selalu menginginkan agar diperoleh perencanaan produksi yang baik namun merencanakan proses produksi bukanlah hal yang mudah karena banyaknya faktor yang mempengaruhinya.1999:135-138). perhitungan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai pada masa yang akan datang.seragam. Tujuan perencanaan harus tegas. Seringkali perencanaan harus mengalami perubahan. Unsur-unsur perencanaan Perencanaan adalah suatu hasil pemikiran yang rasional dimana di dalamnya terdapat dugaan/perkiraan. program dan pemilihan langkah-langkah apa yang harus dilakukan.

Keberhasilan dalam membuat perencanaan produksi dan pencapaiannya tidak hanya tergantung pada organisasi bagian perencanaan itu sendiri. Dalam usaha mencapai tujuan perencanaan produksi terdapat berbagai macam permasalahan sesuai dengan proses yang akan dilaksanakan. Agar masing-masing fungsi yang terdapat dalam Sistem perencanaan dan bagian terkait dengan sistem perencanaan produksi dapat menjalankan kerja dan tanggungjawabnya sesuai dengan sistem. . Fungsi Perencanaan Produksi Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan. Untuk mencapai tujuan. Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu memenuhi permintaan pelanggan. khususnya dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan fasilitas komunikasi dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data terdistribusi. Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan dan pengendalian persediaan dalam satu kesatuan. Ditinjau dari bentuk industri. Dengan demikian dapat disimpulkan tujuan produksi sepenuhnya dirumuskan oleh sales department. Program aplikasi database management system yang terintegrasi dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehinngga bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat. maka setiap personal disyaratkan mengenal sistem akuntansi komputer dan procedure yang diterapkan. perencanaan produksi suatu perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya terdapat perbedaan. Tujuan tersebut dituangkan dalam Order Confirmation yang dibuat oleh bagian penjualan. Dengan demikian efektifitas kerja dapat ditingkatkan. kemudian dirumuskan bagaimana pekerjaan tersebut dilaksanakan secara efektif dan efisien serta bagaimana cara pengendaliannya. Banyak hal yang menyebabkan perbedaan tersebut. bahkan pada perusahaan yang sejenis.2. Karena tujuan produksi dirumuskan berdasarkan order yang telah diterima maka dalam fungsi perencanan produksi pengaruh forecasting pada sistem perencanaan produksi dapat dikatakan tidak signifikan. berdasarkan order yang telah diterima. Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi. melainkan sangat tergantung pada struktur organisasi secara keseluruhan dan sistem yang diterapkan.

pembelian. sumberdaya dan jenis produksi yang dikerjakan. Kemampuan sumber daya manusia sangat tergantung pada sistem yang diterapkan. tingkat kesulitan dalam menyusun perencanaan jauh lebih sulit dibanding perusahaan yang mengerjakan produksi continue. Pembagian tugas dan tanggung jawab harus jelas dan dilakukan pengukuran efektifitas kerja. Standard operational process dan Standard Instruction Process harus dipahami oleh bagian operasional dan juga bagian perencanaan. bahkan sering terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan akibat tidak memahami informasi yang ditampilkan oleh sistem informasi yang tersedia. mutu. Fungsi dasar pengendalian persediaan baik bahan baku. delivery. kapasitas dan sumberdaya apalagi dibanding dengan perusahaan lain yang tidak sejenis. jumlah yang dapat dihasilkan berdasarkan penelitian yang dilakukan pada jangka waktu tertentu di perusahaan ini. Pengukuran perlu dilakukan secara terus-menerus sehingga keputusan yang diambil untuk pengembangan jangka panjang mempunyai dasar yang objectif. Manajer bagian prencanaan mutlak harus memahami sistem informasi yang digunakan.Kegagalan dapat terjadi akibat kesalahan dalam penggunaan sistem informasi tidak efektif. Perencanaan produksi sangat tergantung pada kapasitas. barang dalam proses maupun barang jadi banyak sekali. Fungsi Pengendalian Persediaan Persediaan adalah barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual (barang jadi) atau barang dalam process produksi atau barang yang menunggu penggunaannya dalam process produksi. Berdasarkan hal tersebut perusahaan yang mengerjakan order yang terputus-pustus berdasarkan permintaan pelanggan yang pemenuhannya pada waktu yang akan datang. Pengukuran keberhasilan perencanaan tidak tepat untuk dibandingkan dengan perusahaan lain karena perbedaan kelengkapan. 3. Perencanaan produksi dituntut harus lebih besifat sales oriented namun di sisi lain tanpa mengabaikan efisiensi dan kelancaran proses produksi. Fungsi tersebut meliputi proses berurutan mulai dari timbulnya kebutuhan. pengolahan. karena sistem informasi yang digunakan adalah berbasis komputer maka manajer bagian perencanaan produksi dan pengendalian persediaan serta bagian yang terkait langsung dengan bagian tersebut harus memahami dan mengerti sistem komputer yang digunakan. Faktor penting dalam melakukan pengukuran adalah standar produksi meliputi waktu. Jika tidak maka terbuka peluang untuk mengambil keputusan-keputusan yang keliru. jenis perusahaan. Dalam menyusun perencanaan harus memperhatikan berbagai element dari berbagai bagian sehingga sangat memerlukan sistem yang terintegrasi dan harus didukung dengan fasilitas yang memadai. Kelancaran proses produksi ditentukan oleh tingkat kematangan penjadwalan produksi. Permasalahan utama persediaan yang timbul yaitu bagaimana fungsi tersebut dapat mengatur persediaan . Tidak jarang orang yang mampu tidak dapat berbuat karena terikat oleh sistem dan fasilitas yang tersedia.

Disamping itu jumlah persediaan yang cukup dapat mempercepat delivery sehingga tidak menimbulkan kekecewaan pelanggan. Selain itu biaya penyimpanan juga berkaitan dengan biaya bunga dimana semakin besar dana yang dialokasikan pada persediaan akan mengakibatkan alokasi akan investasi yang lain akan terhambat atau dilakukan dengan suntikan dana dari kreditur dalam hal ini adalah Bank. Samudra Montaz sebagai perusahaan converting yang bersifat memenuhi permintaan pelanggan pada periode yang akan datang maka. cara pembelian tersebut tidak menguntungkan karena penyimpanan barang tersebut membutuhkan ruang yang luas dan waktu penyimpanan yang relatif lama. Pembelian skala besar dapat mengurangi biaya pembelian dengan adanya potongan harga (quantity discount) yang diberikan Supplier dengan konsekwensi biaya transportasi yang ditanggung Supplier relative lebih murah karena pengangkutan barang dilakukan tidak terlalu sering. Dengan memperhatikan hal tersebut diambil keputusan untuk menentukan nilai persediaan. Biaya Pembelian Yang dimaksud biaya pembelian dalam hal ini adalah biaya pembelian bahan baku untuk produksi. Fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya material produksi dan material pembantu agar proses produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. Sesuai dengan sifat perusahaan yang memenuhi permintaan pelanggan .sehingga setiap permintaan dapat dilayani akan tetapi biaya persediaan harus minimum. Bila persediaan cukup banyak. 5. besarnya kebutuhan akan barang tersebut tidak dapat ditentukan sebelum disepakati sales contract. Biaya Penyimpangan Biaya penyimpanan meliputi biaya penyediaan ruang yang diperlukan untuk menampung barang tersebut. serta biaya tenaga kerja yang diperlukan untuk merawat dan mengamankan barang tersebut dari segala macam bentuk gangguan. biaya perawatan atas resiko kerusakan. modal kerja dan omzet perusahaan serta lead time untuk mendapatkan barang tersebut. namun perlu diperhitungkan apakah potongan harga tersebut lebih kecil dari biaya penyimpanan. Keperluan meminimumkan persediaan berhubungan dengan besarnya biaya yang diperlukan oleh persediaan yaitu: 4. Menentukan nilai persediaan sangat tergantung kepada jenis perusahaan. Sebagian besar bahan baku sudah dialokasikan untuk produk tertentu karena pembelian dilakukan setelah bagian perencanaan menerima GR Order Confirmation yang sudah disetujui oleh pimpinan perusahaan. Fungsi pengendalian persediaan adalah bagian dari fungsi perencanaan produksi yang bertanggung jawab atas tersedianya material produksi dan material pembantu agar proses produksi dapat berjalan sesuai rencana yang ditetapkan. permintaan dapat segera dilayani akan tetapi menyebabkan biaya penyimpanan barang tersebut akan menjadi sangat mahal. Karena jenis perusahaan memproduksi suatu barang sesuai permintaan pelanggan dimana permintaan tersebut akan dipenuhi pada waktu yang akan datang. Karena PT.

tinta spesial yang tidak diperuntukan untuk order produksi tertentu (bebas) adalah nol.pada waktu yang akan datang maka persediaan bahan baku dasar. Diposkan oleh Belajar Rajin di 06:13 . (Achun.2008).

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.