KETEL UAP (BOILER

)
1. PENDAHULUAN Unit utilitas merupakan sarana penunjang yang diperlukan untuk operasi suatu proses. Unit utilitas ini mencakup beberapa bagian, diantaranya adalah unit pengolahan air, unit pembangkit steam, unit pembangkit listrik, udara tekan dan lain-lain. Pada makalah ini, yang akan dibahas adalah masalah unit pembangkit steam (boiler). 1.1 Prinsip Kerja Boiler Boiler atau ketel uap merupakan sebuah alat untuk menghasilkan uap, dimana terdiri dari dua bagian yang penting : dapur pemanasan, yaitu untuk menghasilkan panas yang didapat dari pembakaran bahan bakar dan boiler proper, yaitu sebuah alat yang mengubah air menjadi uap. Fluida panas (uap) kemudian disirkulasikan dari ketel untuk berbagai proses dalam aplikasi industri, seperti untuk penggerak, pemanas, dan lain-lain. Hal-hal yang mempengaruhi effisiensi boiler adalah bahan bakar dan kualitas air umpan boiler. Parameter-parameter yang mempengaruhi kualitas air umpan boiler antara lain : 1. Oksigen terlarut; Dalam jumlah yang tinggi dapat menyebabkan korosi pada peralatan 2. boiler.

Kekeruhan; Dapat mengendap pada perpipaan dan peralatan proses serta mengganggu proses.

3.

pH; Bila tidak sesuai dengan standart kualitas air umpan boiler dapat menyebabkan korosi pada peralatan.

4.

Kesadahan; Merupakan kandungan ion Ca dan Mg yang dapat menyebabkan kerak pada peralatan dan perpipaan boiler sehingga

menimbulkan local overheating.

1

5.

Fe; Fe dapat menyebabkan air berwarna dan mengendap di saluran air dan boiler bila teroksidasi oleh oksigen.

6.

Asiditas; Kadar asiditas yang tinggi dapat menyebabkan korosi.

Gambar 1.1 prinsip dasar ketel uap

1.2 Tipe Boiler Secara umum, boiler digolongkan menjadi dua tipe : 1. Boiler Pipa Api (Fire Tube Boiler) Pada boiler pipa api, api dan gas panas yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar mengalir melalui pipa-pipa yang dikelilingi oleh air yang berfungsi sebagai penyerap panas. Panas dihantarkan melalui dindingdinding pipa dari gas-gas panas ke air disekelilingnya. Boiler pipa api dapat menggunakan bahan bakar minyak, gas, dan bahan bakar padat.

2

Gambar 1.2 ketel pipa api

Gambar 1.3 boiler pipa api

Boiler pipa api memiliki keuntungan sebagai berikut:     Konstruksi yang relatif lebih kuat Biaya perawatan murah Pengoperasian dan perawatan mudah Flexibilitas dalam pengaturan dan perubahan beban pada saat pengoperasiannya

3

Pipa-pipa air ini berfungsi sebagai permukaan perpindahan panas. Gambar 1. Boiler Pipa Air (Water Tube Boiler) Pada boiler pipa air. Pada dinding dapur boiler pipa air. sehingga pembentukan uap terjadi di dalam pipa-pipa.4 Ketel Pipa Air 4 . terdapat juga beberapa hal yang tidak menguntungkan. dan sebagai pendingin dinding dapur boiler sehingga akan memperpanjang usia pakainya. air berada di dalam pipa-pipa yang dikelilingi oleh api dan gas-gas panas yang berada di luar pipa. diantaranya:    Kapasitas kecil Efisiensi termal rendah Lambat mencapai tekanan kerja maksimum 2. hampir semuanya tertutup oleh pipa-pipa air.Akan tetapi.

berfungsi sebagai pengumpul uap. 2. 4. Cerobong/stack berfungsi sebagai saluran pembuangan gas asap dan menarik api. Alat pembakar/burner merupakan tempat bercampurnya bahan bakar dengan udara dan melakukan pembakaran. Ruang bakar/furnace merupakan tempat berlangsungnya pembakaran.5 boiler pipa air 1. berfungsi menangkap energi kalor dari gas dan meneruskannya ke air sehingga air menjadi uap.Gambar 1. 5. pemisah uap dan tempat pemasukan air. Drum uap/steam drum. Permukaan penguap/steaming surface. 3. 5 .3 Bagian-Bagian Boiler 1.

Alat ini berada di depan boiler. Jika ada tekanan yang melebihiseting. Katup inidigunakan jika tekanan kerja uap lebih besar daripada seting.  Dead weight safety valve Umumnya dipakai pada boiler yang diam. Pemanas air. Pada tekanan normal pemberat akanmenyebabkan katup terletak pada kedudukannya. Jumlah pemberat disesuaikan dengan tekanan perencanaan. Indikator tinggi air merupakan alat untuk menunjukan tinggi permukaan air yang ada pada boiler. befungsi untuk menaikkan temperatur air yang masuk ke boiler. Terdapat empat macam jenis katup pengaman.  High steam and lower safety valve Katup ini terletak di puncak pada ketel uap Cornish dan Lancashire.4 Alat Tambahan pada Ketel Boiler Alat tambahan pada ketel uap diantaranya yaitu: 1. 2. misalnya pada kereta api. Dengan pemanas ini. dan mengurangikerak-kerak pada boiler.1. 6 . 3. Terdapat duakatup yang di tempatkan pada dudukan katup. maka beban termis boiler akan lebih ringan. Katup pengaman berfungsi untuk menjaga dari terjadinya peledakan boiler karena tekanan yang melebihi batas.  Spring loaded safety valve Biasanya dipakai pada boiler yang bergerak. yaitu:  Lever safety valve Berfungsi untuk menjaga tekanan boiler tetap aman. Jika tekanan melebihi seting. katupakan terangkat dari kedudukannya dan uap akan keluar sehingga tekanan normallagi. dan jika level air dalam boiler terlalu rendah. maka katup akan terangkat dari kedudukannya dan uap akan keluar secaraotomatis. Jika tekanan melebihi seting.sehngga tekanan dalam air akan turun. makauap mendesak katup.

moist ure uap setelah dari boiler untuk didistribusikan. berfungsi sebagai pengisi air pada boiler. karena boiler sudah dipanaskan dan kerak terbentuk dalam pipa-pipa ekonomiser. sehingga terjadi ekspansi volume. Pompa pengisi air. Ekonomiser merupakan jenis dari pemanas air. Akan tetapi.4. Pengatur air merupakan alat kontrol otomatis untuk mengatur pemasukan air agar tingginya tetap di dalam boiler. Water treatment plant. 9. 5. Separator. berguna untuk menghilangkan moist ure . berfungsi untuk memasukkan udara ke dalam ruang bakar boiler. Uap dari boiler dibawa ke dalam chamber yang jauh lebih besar dari pipanya sendiri. berfungsi untuk mengolah air agar air tersebut baik untuk boiler. 7. 7 . 6. Kipas udara atau blower. 8. ekonomiser menerima panas dari gas-gas sisa pembakaran yang menuju stack Keuntungan dari ekonomiser yaitu:   Mengefisiensikan bahan bakar antara 15-20% Dapat mencegah timbulnya kerak dalam pipa air.

Pompa air umpan ketel 2.6 Instalasi Ketel Uap Komponen Utama : 1. Superheater 5.Instalasi Ketel Uap Gambar 1. Cerobong Asap 8. Economiser 3. Blower 8 . Ruang Bakar 7. Boiler 4. Alat Pemanas Udara ( APL) 6.

dan belerang (S). bahan bakar juga mengandung oksigen (O2) yang bereaksi terlebih dahulu dengan hidrogen. memanaskan. dll. seperti :    Pengukur level air di ketel Pengukur tekanan di ketel dll 1. selanjutnya dipanaskan sampai menghasilkan uap jenuh (saturated steam).Cara kerja Air umpan ketel dari tangki dipompakan ke economizer untuk dipanaskan awal sebelum masuk ketel uapm Dari economizer air yang sudah hangat dialirkan ke ketel. Kebutuhan udara biasanya dinyatakan dengan jumlah udara yang diperlukan untuk membakar 1 kg bahan bakar.6 Kebutuhan Udara Pembakaran Udara yang dibutuhkan untuk membakar bahan bakar dengan reaksi kimia yang sempurna disebut keperluan udara teoritik dan stokiometrik. 1. sebagian telah terambil oleh oksigen.) Steam generation juga dilengkapi dengan peralatan peralatan keselamatan.5 Bahan Bakar dan Proses Pembakaran Unsur-unsur kimia yang terkandung dalam bahan bakar dan dapat menghasilkan energi panas adalah karbon (C). Pada umumnya. Uap jenuh dari ketel dipanaskan lanjut di pemanas lanjut ( superheater) dan menghasilkan uap panas lanjut (superheated steam) yang siap untuk digunakan. Unsur-unsur tersebut akan teroksidasi di ruang bakar dan membentuk gas-gas yang disebut gas asap. seperti :   Menggerakkan turbin uap (steam turbine) Untuk keperluan pemrosesan (merebus. hidrogen (H2). Dari reaksi kimia dapat ditentukan udara dan 9 . Adanya hidrogen merupakan kerugian energi panas karena jumlah hidrogen yang seharusnya menghasilkan energi panas di ruang bakar seluruhnya.

483 4. ukuran bahan bakar dan cara pembakaran.667 8 1 Nitrogen terbawa kg/kg Unsur 8.31 Total kg/kg Unsur 12.828 26.495 (c) + 34.31 Udara Kg/kg Unsur 11.λ) Lt λ = faktor kelebihan udara (exess air) Harga bergantung pada jenis bahan bakar. Ls juga biasa disebut perbandingan bahan bakar/air fuel ratio (AF). 10 .483 (h-o/8) + 4.828 26. Kebutuhan udara dan gas asap yang terjadi untuk setiap kg unsur bahan bakar dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1.gas asap yang terjadi.31 C H S Jika setiap bahan bakar mengandung unsur-unsur sebagai berikut: Karbon (C) = c kg Hidrogen (H2) = h kg Belerang (S) = s kg Nitrogen (N2) = n kg Oksigen (O2) = o kg Air (H2O) Abu (A) Total = w kg = a kg 1 kg Maka keperluan udara teoritik (Lt) adalah sebagai berikut: Lt = 11.495 34.483 3.1 Kebutuhan udara dan gas asap yang terjadi Keperluan Udara Unsur Bahan Bakr (kg) Oksigen kg/kg Unsur 2.31 Gas Asap Hasil hasil reaksi Rumus Kimia CO2 H2O SO2 Jumlah kg/kg unsur 3.483 3.31 (s)kg udara/kg bb Keperluan udara yang sebenarnya (Ls) dinyatakan dengan persamaan : Ls = (1 .483 5.495 35.667 9 2 Nitroge n kg/kg Unsur 8.

Jika udara yang diberikan memiliki faktor untuk setiap kg bahan bakar.8 Pengujian Boiler Pengujian boiler dapat membantu dalam menemukan penyimpangan efisiensi boilerdari efisiensi terbaik dan target area permasalahan untuk tindakan perbaikan. Lt tidak melakukan reaksi pembakaran.7 Gas Asap/ Flue Gas Hasil Pembakaran Jumlah asap yang terjadi jika bahan bakar tidak mengandung abu harus sama dengan penjumlahan udara yang diberikan dengan bahan bakar yang terbakar. Gambar 1. Udara tersebut masih tetap dan berada dengan asap. yaitu: 1.1 Neraca Panas Neraca panas merupakan keseimbangan energi total yang masuk terhadap energi total yang keluar boiler dalam bentuk yang berbeda.Keperluan udara per kg bahan bakar sering dinyatakan dalam Nm3 dengan persamaan: Lsv = = Nm3kg bb 1. 1.7 Diagram neraca energi boiler 11 . Diagram ini menggambarkan energi yang masukdari bahan bakar diubah menjadi aliran energi dengan berbagai kegunaan dan menjadialiran energi dan panas yang hilang. Proses pembakararan pada boiler dapatdigambarkan pada diagram neraca energi. udara sejumlah.8. Di dalam pengujian boiler. hal yang harus diperhatikan.

yaitu konduksi. radiasi dan konveksi. 5. Perpindahan panas dibagi dalam tiga cara.kA di mana .8.2 Perpindahan Panas Perpindahan panas adalah proses terjadinya perpindahan panas dari temperature tinggi ke temperatur rendah melalui suatu media. q : laju perpindahan kalor k : konduktivitas terma A : luas permukaan gradien suhu ke arah perpindahan kalor  Perpindahan perpindahan panas secara Radiasi. q : kalor σ : proporsionalitas/Stefan.K4 A : luas permukaan T : perubahan temperatur  Perpindahan panas secara konveksi. Perpindahan panas konveksi diklasifikasikandalam konveksi alami (natural convection) dan konveksi paksa (force convection) menurutcara menggerakkan 12 . q= -σ hAT4 di mana.669 x 10-8 W/m2.Boltzmann.  Perpindahan panas secara konduksi. Qk = . kalor Radiasi dalam merupakan bentuk energi gelombang elektromagnetik. Panas selalu bergerak dari tempat yangpanas ke tempat dingin. Konduksi merupakan proses perpindahan kalor tanpa disertai perpindahan partikel.1. Konveksi merupakanproses perpindahan panas dari suatu bagian fluida ke bagian lain fluida oleh pergerakan fluida itu sendiri.

effesiensi = effisiensi = Di mana: = laju alir air umpan (kg/jam) H = entalpi air pengisi boiler (kJ/kg) x 100% Mb = laju alir bahan bakar (kg/jam) NHF = nilai kalor bahan bakar (kJ/kg) Mu = laju alir udara (kg/jam) Hu Hu = entalpi udara (kJ/kg) = entalpi uap (kJ/kg) 13 . q : kalor h : koefisien perpindahan kalor A : luas permukaan ∆T: perubahan temperatur 1.3 Perhitungan Efisiensi Boiler Untuk menghitung efisiensi boiler diperlukan data hasil perhitungan keseimbanganmassa dan energi. Efisiensi dihitung menggunakan parameter-parameterenergi masuk dan energi keluar sistem boiler yang berguna. Q = hA∆T di mana. Perhitungan yang akan dilakukan merupakan efisiensi termal denganmenggunakan metode langsung. misal dengan fan ataupompa disebut konveksi paksa (forced convection).8. Bila perpindahannya dikarenakan perbedaan kerapatandisebut konveksi alami (natural convection) dan bila didorong.alirannya.

1. parameter pengukuran yang diamati yaitu:         Air pengisi boiler Laju alir air pengisi boiler Temperatur Bahan bakar Laju alir bahan bakar Temperatur Udara pembakaran Laju alir udara Temperatur udara sekitar Uap Temperatur Tekanan 14 .8.4 Parameter pengukuran Di dalam pengujian ini.

kondisinya adalah isentropik s1 = s2 masuk ke boiler dengan tekanan yang sama dengan tekanan di kondenser tetapi Boiler menyerap panas sedangkan kondenser melepaskan panas. kondensor.1 Siklus rankine Siklus ideal yang terjadi didalam turbin adalah siklus Renkine . Turbin Uap Turbin Uap adalah salah satu komponen dasar dalam pembangkit listrik tenaga uap. kemudian dari boiler masuk ke turbin dengan kondisi super panas h3 = h4 dan keluaran dari turbin berbentuk uap jenuh dimana laju aliran massa yang masuk ke turbin sama dengan laju aliran massa keluar dari turbin. Dimana komponen utama dari sistem tersebut yaitu : Ketel. yaitu suatu alat yang berfungsi untuk mengubah air menjadi uap. dan turbin itu sendiri. Air pada siklus 1 dipompakan.2. ini dapat digambarkan dengan menggunakan diagram T-s berikut: 15 . Uap yang berfungsi sebagai fluida kerja dihasilkan oleh katel uap. pompa air ketel. Q in 2 BOILER 3 Wp WT 1 konderser 4 Q out Gambar 2.

1 pada diagaram ( T – s ) Dalam kenyataan Siklus sistem Turbin Uap menyimpang dari Siklus Ideal (Siklus Rankine ) antara lain karena faktor tersebut dibawah ini : 1. kerja yang dihasilkan oleh suatu proses siklus adalah sama dengan Jumlah Perpindahan Kalor pada fluida kerja selama proses siklus tersebut berlangsung. 2. Jadi untuk proses Siklus 1 – 2 – 2’ – 3 – 3’ – 4 – 1 Dengan rumus: W =  T dS W = Kerja per satuan berat fluida kerja Ds = Luas 1 – 2 . Kerugian tekanan dalam ketel uap 3. 16 . Kerugian energi didalam turbin karena adanya gesekan pada fluida kerja dan bagian-bagian dari turbin. misalnya kerugian gesekan dan kerugian kalor ke atmosfer disekitarnya .2 Diagram Temperatur (T) – Entropi (S) Menurut Hukum pertama Thermodinamika.3 T Cp 2 4 1 s Gambar.2 – 2’ – 3 – 4 . Kerugian dalam pipa atau saluran fluida kerja.2.

Sebelum memasuki baris kedua sudu gerak. Jika uap masih mempunyai kecepatan saat meninggalkn sudu turbin berarti hanya sebagian yang energi kinetis dari uap yang diambil oleh sudu-sudu turbin yang berjalan. Maka antara baris pertama dan baris kedua sudu gerak dipasang satu baris sudu tetap ( guide blade ) yang berguna untuk mengubah arah kecepatan uap. Kecepatan uap saat meninggalkan sudu gerak yang terakhir harus dapat dibuat sekecil mungkin.1 Prinsip Kerja Turbin Uap Secara singkat prinsip kerja turbin uap adalah sebagai berikut : Uap masuk kedalam turbin melalui nosel. Uap yang memancar keluar dari nosel diarahkan ke sudu-sudu turbin yang berbentuk lengkungan dan dipasang disekeliling roda turbin.2. Dengan demikian effisiensi turbin menjadi lebih tinggi karena kehilangan energi relatif kecil. akan tetapi sebaliknya kecepatan uap keluar nosel lebih besar dari pada saat masuk ke dalam nosel. Perubahan kecepatan uap ini menimbulkan gaya yang mendorong dan kemudian memutar roda dan poros turbin. Didalam nosel energi panas dari uap dirubah menjadi energi kinetis dan uap mengalami pengembangan. Supaya energi kinetis yang tersisa saat meninggalkan sudu turbin dimanfaatkan maka pada turbin dipasang lebih dari satu baris sudu gerak. Uap yang mengalir melalui celah-celah antara sudu turbin itu dibelokkan kearah mengikuti lengkungan dari sudu turbin. agar energi kinetis yang tersedia dapat dimanfaatkan sebanyak mungkin. supaya uap dapat masuk ke baris kedua sudu gerak dengan arah yang tepat. 17 . Tekanan uap pada saat keluar dari nosel lebih kecil dari pada saat masuk ke dalam nosel.

Akibat tekanan dalam turbin sama sehingga disebut dengan Tekanan Rata. Turbin impuls gabungan kecepatan.2. Turbin Impulse Turbin impuls atau turbin tahapan impuls adalah turbin sederhana berrotor satu atau banyak (gabungan ) yang mempunyai sudu-sudu pada rotor itu.1 Klasifikasi Turbin berdasarkan Prinsip Kerjanya 1. prinsip kerjanya dan menurut proses penurunan tekanan uap sebagai berikut: 2. Turbin impuls gabungan.2. yaitu masing-masingnya terdiri dari baris sudu tetap dan dua baris sudu gerak.    Turbin satu tahap. karena berfungsi sebagai nossel bentuknya sama dengan sudu tetap walaupun arahnya lengkungnya berlawanan. Sudu biasanya simetris dan mempunyai sudut masuk dan sudut keluar. 2. Ciri-ciri dari turbin impuls antara lain: Proses pengembangan uap / penurunan tekanan seluruhnya terjadi pada sudu diam / nosel. Turbin Reaksi Turbin reaksi mempunyai tiga tahap. Sudu bergerrak turbin reaksi dapat dibedakan dengan mudah dari sudu impuls karena tidak simetris. Ciri-ciri turbin ini adalah : Penurunan tekanan uap sebagian terjadi di Nosel dan Sudu Gerak Adanya perbedaan tekanan didalam turbin sehingga disebut Tekanan Bertingkat.2 Klasifikasi Turbin Uap Turbin Uap dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kategori yang berbeda berdasarkan pada konstruksinya. 18 .

Besarnya tekanan keluaran 0.04 bar sampai dengan 0. Dan pada saat 19 .3 Klasifikasi turbin berdasarkan Proses Penurunan Tekanan Uap  Turbin Kondensasi.  Turbin Tekanan Lawan.  Turbin Ekstraksi. Tekanan keluar turbin kurang dari 1 atm dan dimasukkan kedalam kompresor. Daya yang dihasilkan turbin diperoleh dari selisih entalphi (panas jatuh) dan kapasitas uap ( massa aliran uap persatuan waktu ) yang masuk kedalam turbin.3 Prinsip Kerja Turbin Uap Jenis Bertingkat 905 TG – 1 / 2 / 3 / 4 Turbin pembangkit listrik tenaga uap UP II Dumai adalah turbin yang mempunyai Condensing Axial Flow Type dan memiliki turbin jenis bertingkat. Didalam turbin ini sebagian uap dalam turbin diekstraksi untuk roses pemanasan lain.  Turbin Bertingkat (Aksi dan Reaksi ).2 Klasifikasi turbin uap berdasarkan pada tingkat penurunan Tekanan Dalam Turbin  Turbin Tunggal ( Single Stage ) Dengan kecepatan satu tingkat atau lebih turbin ini cocok untuk untuk daya kecil. blower. Turbin uap dibuat dengan daya yang telah ditentukan.2.2. Sehingga turbin tersebut terjadi distribusi kecepatan / tekanan. Turbin uap yang diinjeksikan steam LP kedalam turbin dan keluaran dalam bentuk condence (uap jenuh) dan disebut dengan turbin uap kondensasi. dll. misalnya proses industri. misalnya penggerak kompresor. Disini sudu-sudu turbin dibuat bertingkat. Pada turbin bertingkat terdapat deretan sudu 2 atau lebih.2. biasanya cocok untuk daya besar. sehingga 2. Apabila tekanan sisi keluar turbin masih besar dari 1 atm masih dapat dimanfaatkan untuk menggerakkan turbin lain.1 bar. 2.

Turbin reaksi mengalami ekspansi pada sudu pengarah maupun pada sudu gerak sehingga menggerakan dan mendorong sudu dalam arah aksial. m : Rendamen mekanis dari turbin. sehingga daya yang dihasilkan turbin dapat dihitung dengan persamaan berikut: P = h . i : Rendemen dalam turbin. dalam KJ/Kg. 20 . Ms : kapasitas uap (massa uap yang masuk kedalam turbin persatuan waktu). m = c Besarnya harga randemen dari turbin tergantung dari kepada sistem sudu-sudu turbin. ms . Untuk mengurangi dorongan aksial ini. tegantung dari jenis turbin ( aksi dan reaksi ) serta hasil-hasil fabrikasi. m dalam KW Dimana : h : selisih entalpi dari ekspansi esentropik antara uap baru masuk kedalam turbin dengan uap bekas yang keluar dari turbin . adalah biasanya dengan memasang sudusudu gerak pada pada drum yang juga berfungsi sebagai rotor.transformasi energi didalam turbin terjadi kerugian. Dan randemen dari kopling dari turbin I . Pada turbin bertingkat deretan sudu ada dua atau lebih sehingga dalam turbin tersebut terjadi distribusi kecepatan / tekanan. i . Berikut gambar grafik kecepatan bertingkat dan tekanan bertingkat pada turbin bertingkat aksi dan reaksi.

yang selanjutnya menggerakkan turbin impuls satu tingkat. Control valve ( katup pengatur ) ini digerakkan oleh sebuah balok yang diatur naik atau turun oleh sebuah silinder melalui serangkai tuas. Pola operasi dengan uap tekanan rendah yang bertekanan konstan diatur oleh LP control valve ( katup pengatur uap tekanan rendah ).1 Proses Induction Steam Turbin. uap melewati HP control valve.2. jadi sistem yang digunakan adalah sistem tertutup. Governor mengatur aliran uap tekanan rendah dan daya keluaran turbin yang tidak saling bergantung satu sama lainnya. Katup pengatur uap tekanan tinggi ( HP Control Valve ) mengatur jumlah uap yang masuk ke nosel ( pipa semprot ). Sebelum air tersebut dikembalikan ke Boiler (ketel). Setelah dari stop valve. Desain turbin ini (LP steam) yang rendah diijeksikan/induction untuk membantu menggerakkan turbin reaksi tingkat ke 13 dan tingkat ke 14. Silinder ini menerima sinyal dari Governor. 21 . Rumah turbin terbagi dua dalam arah horizontal yang dipasangkan pada dudukan Bantalan (Bearing Pendestal ). air kondensat digabungkan dengan air yang ada pada bak penampung dan dipompakan ke Turbin 1 Tingkat yang berjumlah dua buah untuk menjaga kekurangan kuantitas air ke Boiler. Proses pemasukan uap di turbin uap 905 – GT 1/2/3/4 secara sederhana : Uap masuk kedalam emergency stop valve. Energi uap yang masih tersisa kemudian menggerakkan turbin reaksi yang terdiri atas 14 memungkinkan penggunaan uap tekanan tingkat. Air dikembalikan kembali ke boiler untuk diubah menjadi uap kembali.3. dimana fungsinya menutup total suplay uap dari boiler ke turbin dalam waktu yang singkat.TG 1/2/3/4 bergabung pada satu pipa berdiameter 110 inchi yang selanjutnya mengalirkan uap dan kondensat ke surface condensor (pendingin dengan media udara). Uap yang telah diekspansikan keluar melalui pipa buangan berdiameter 70 inchi. Pipa buangan dari tiap turbin 905 .

3. Poros turbin terbuat dari baja tempa yang kemudian dikerjakan dengan proses permesinan.2 Bagian – bagian Turbin Uap 905 – TG – 1 / 2 / 3 / 4 Dari data yang didapatkan dari Blue Book dan menurut lampiran dari gambar Turbin Part SR 434450 maka bagian – bagian Turbin dapat diuraikan sebagai berikut : 1. ROTOR Adalah bagian turbin yang berputar yang terdiri dari poros. Bantalan Luncur ( Jounal Bearing ) penyangga poros terdiri dari dua bahagian. Balancing Piston dipasang pada turbin untuk mengimbangi gaya aksial yang ditimbulkan oleh sudu reaksi. Dudukan bagian depan juga merupakan Rumah Bantalan Aksial (Trust Bearing) yang meredam gaya aksial. Besarnya gaya aksial bergantung kepada beban yang terjadi yang kelebihannya ditahan oleh bantalan aksial. Sudu turbin terdiri dari sudu impuls dan sudu reaksi. Diafragma memisahkan uap bertekanan tinggi dengan uap bertekanan rendah. 2. Pada saat bersamaan Balancing piston menyekat uap tekanan tinggi didaerah sudu impuls. Turbin dikontrol oleh governor hidrolik. Governor adalah sebagai pengatur yang berfungsi untuk mengurangi aliran uap ke turbin bila kecepatan putar melebihi yang diinginkan (Over Speed). Kelonggaran yang tepat antara sudu tetap dengan sudu gerak akan menghasilkan pemanfaatan energi yang optimum. sudu turbin atau deretan sudu yaitu Stasionary Blade dan Moving Blade. Pompa pelumas utama dan Impeler dari governor diputar oleh turbin melalui roda gigi.Pipa keluaran uap dan kondensat dihubungkan dengan turbin memakai sambungan Flens dan arah aliran kebawah. Untuk turbin 22 . 2. CASSING Adalah sebagai penutup bagian-bagian utama turbin.

 Sebagai Pendingin ( Oil Cooler ) yang telah panas dan masuk ke bagian turbin dan akan menekan / terdorong keluar secara sirkuler  Sebagai Pelapis ( Oil Film ) pada bagian turbin yang bergerak secara rotasi. LABIRINTH RING Mempunyai fungsi yang sam dengan gland packing. khususnya unuk turbin jenis reaksi maka motor ini perlu di Balanceuntuk mengimbagi gaya reaksi yang timbul secara aksial terhadap poros. BEARING PENDESTAL Adalah merupakan kekdudukan dari poros rotor. IMPULS STAGE 23 . THRUST BEARING adalah Turbine Part yang berfungsi untuk menahan atau untuk menerima gaya aksial atau gaya sejajar terhadap poros yang merupakan gerakan maju mundurnya poros rotor. Dimana fungsi dari Lube Oil adalah :  Sebagai Pelumas pada bagian – bagian yang berputar. 9. 8. MAIN OLI PUMP Berfungsi untuk memompakan oli dari tangki untukdisalurkan pada bagian – bagian yang berputar pada turbin .  Sebagai Pembersih ( Oil Cleaner ) dimana oli yang telah kotor sebagai akibat dari benda-benda yang berputar dari turbin akan terdorong ke luar secara sirkuler oleh oli yang masuk . 7. 6. GLAND PACKING Sebagai Penyekat untuk menahan kebocoran baik kebocoran Uap maupun kebocoran oli. 4. 5.bertekanan tinggi atau ukuran besar. JOURNAL BEARING Adalah Turbine Part yang berfungsi untuk menahan Gaya Radial atau Gaya Tegak Lurus Rotor. 3.

13. 11. 14. STOP VALVE Adalah merupakan katup yang berfungsi untuk menyalurkan atau menghentikan aliran steam yang menuju turbin. REDUCING GEAR Adalah suatu bagian dari turbin yang biasanya dipasang pada turbin-turbin dengan kapasitas besar dan berfungsi untuk menurunkan putaran poros rotor dari 5500rpm menjadi 1500 rpm.  Pinion ( high speed gear ) adalah roda gigi dengan type Helical yang putarannya merupakan putaran dari shaft rotor turbin uap. STASIONARY BLADE Adalah sudu-sudu yang berfingsi untuk menerima dan mengarahkan steam yang masuk.Adalah sudu turbin tingkat pertama yang mempunyai sudu sebanyak 116 buah 10. Bagian-bagian dari Reducing Gear adalah :  Gear Cassing adalah merupakan penutup gear box dari bagianbagian dalam reducing gear. MOVING BLADE Adalah sejumlah sudu-sudu yang berfungsi menerima dan merubah Energi Steam menjadi Energi Kinetik yang akan memutar generator.  Gear Wheal ( low speed gear ) merupakan roda gigi type Helical yang putarannya akan mengurangi jumlah putaran dari Shaft rotor turbin yaitu dari 5500 rpm menjadi 1500 rpm. 24 .  Pinion Bearing yaitu bantalan yang berfungsi untuk menahan / menerima gaya tegak lurus dari pinion gear. 12. CONTROL VALVE Adalah merupakan katup yang berfungsi untuk mengatur steam yang masuk kedalam turbin sesuai dengan jumlah Steam yang diperlukan.

ekonomis dan ramah lingkungan. Energi listrik akan dipakai untuk catu daya bagi peralatan kelistrikan. kogenerasi adalah suatu proses pembangkitan dan pemanfaatan energi dalam bentuk yang berbeda secara serempak dari energi bahan bakar untuk menghasilkan tingkat efisiensi maksimum. Sistem kogenerasi adalah serangkaian atau pembangkitan secara bersamaan beberapa bentuk energi yang berguna (biasanya mekanikan dan termal) dalam satu sistem yang terintegrasi. Sistem CHP (Combined Heat & Power) terdiri dari sejumlah komponen individu – mesin penggerak (mesin panas). Mesin penggerak untuk sistim CHP terdiri dari mesin reciprocating. air panas. dan sambungan listrik – tergabung menjadi suatu integrasi.  Wheel Trust Bearing merupakn bantalan yang berfungsi menahan atau menerima gaya sejajar dari poros gear wheel ( gaya aksial ) yang merupakan gerak maju mundurnya poros. 3. pembakaran atau 25 . generator. Aplikasi kogenerasi yang lazim digunakan adalah pembangkitan energi listrik dan pembangkitan energi termal. atau untuk proses pendingin sebuah absorption chiller. Energi termalnya akan digunakan untuk membangkitkan uap. Pembangkit Energi dan Penggunaannya 3. Pinion Holding Ring yaitu ring berfungsi menahan Pinion Bearing terhadap gaya radial shaft pinion gear.1 Definisi Kogenerasi dan Sistem kogenerasi Menurut definisi.  Wheel Bearing yaitu bantalan yang berfungsi menerima atau menahan gaya radial dari shaft gear wheel. Jenis peralatan yang menggerakkan seluruh system (mesin penggerak) mengidentifikasi secara khusus sistim CHPnya.  Wheel Holding Ring adalah ring penahan dari wheel Bearing terhadap gaya radial atau tegak lurus shaft gear wheel. pemanfaatan kembali panas.

karena jika pembakaran lebih efisien atau kebutuhan bahan bakar lebih sedikit. turbin mikro dan sel bahan bakar. dan bahan bakar alternatif untuk memproduksi daya poros atau energy mekanis. atau air dingin/ chilled water untuk proses pendinginanan. tetapi dapat juga digunakan untuk menggerakkan peralatan yang bergerak seperti kompresor. air panas. Penurunan konsumsi bahan bakar primer ini merupakan keuntungan utama sistim CHP. turbin uap.turbin gas.1 Efisiensi Energi Advantage Pada Sistim Kogenerasi (UNESCAP. Meskipun umumnya energi mekanis dari mesin penggerak digunakan untuk menggerakkan generator untuk membangkitkan listrik. Gambar 3. Mesin penggerak ini dapat membakar berbagai bahan bakar. berarti emisi akan lebih sedikit untuk hasil yang sama. yaitu gas alam. Sistim CHP hanya menggunakan energy tiga perempat bagian dari energi yang digunakan jika sistim panas dan daya terpisah. pompa. Energi termal dari sistim dapat digunakan untuk penerapan langsung dalam proses atau tidak langsung untuk memproduksi steam. batubara. 2000) Gambar 3.1 menunjukkan efisiensi energi canggih CHP dibandingkan dengan stasiun pusat pembangkit listrik konvensional dan pembangkit boiler. dan fan. minyak bakar. 26 . udara panas untuk pengeringan.

kemudian dipanaskan hingga suhu didih yang sesuai dengan tekanannya. Turbin multi tahap mengekspansi steam bertekanan sampai ke tekanan rendah dan steam kemudian dikeluarkan ke kondensor pengembun pada kondisi vakum atau menuju sistim distribusi suhu menengah yang mengirimkan steam ke penggunaan industry atau komersial. Kondensat dari kondensor atau dari sistim penggunaan steam dikembalikan ke pompa air umpan untuk keberlanjutan siklus. Siklus termodinamika untuk turbin uap merupakan siklus Rankine. dan kemudian biasanya diberikan panas berlebih/superheated (dipanaskan hingga suhu diatas titik didih). Kapasitas turbin uap dapat berkisar dari 50 kW hingga ratusan MWs untuk plant utilitas energi yang besar. kualitas panas dan faktor ekonomi. dididihkan (dipanaskan dari cair hingga uap).3. Pembangkitan energi dengan menggunakan turbin uap telah berlangsung sekitar 100 tahun. 27 . Dua jenis turbin uap yang banyak digunakan adalah jenis tekanan balik dan ekstraksi kondensasi. Siklus merupakan dasar bagi stasiun pembangkitan daya konvensional dan terdiri dari sumber panas (boiler) yang mengubah air menjadi steam tekanan tinggi. tergantung pada tingkat suhu dari panas yang diperlukan oleh proses. Pemilihan diantara keduanya sangat tergantung pada besarnya panas dan daya. Titik ekstraksi steam dari turbin dapat lebih dari satu. air pertama-tama dipompa ke tekanan sedang hingga tinggi.2 Sistem Kogenerasi Turbin Uap Turbin uap merupakan salah satu teknologi mesin penggerak yang multi guna dan tertua yang masih diproduksi secara umum. Dalam siklus steam. Turbin uap digunakan secara luas untuk penerapan gabungan panas dan daya (CHP). ketika alat tersebut menggantikan mesin steam reciprocating karena efisiensinya yang tinggi dan biayanya yang murah.

3. Setelah keluar dari turbin. Efisiensi totalnya tinggi. pada suhu dan tekanan yang sesuai dengan beban panas. dimana steam ini akan melepaskan panas dan kemudian diembunkan. steam diumpankan ke beban. Steam keluar turbin pada tekanan yang lebih tinggi atau paling tidak sama dengan tekanan atmosfir. Modalnya rendah Kebutuhan air pendingin berkurang atau bahkan tidak ada. 28 . Air make-up digunakan untuk menjaga neraca bahan. jika steam digunakan dalam proses atau jika terdapat kehilangan-kehilangan sepanjang jalur pipa. yang tergantung pada kebutuhan beban panas.2.1. Embun kondensat kembali ke sistim dengan laju alir yang dapat lebih rendah dari laju alir steam. sebab tidak terdapat pembuangan panas ke lingkungan yang melalui kondensor. Turbin Steam Tekanan Balik Turbin steam tekanan balik merupakan rancangan yang paling sederhana. Hal ini yang menyebabkan digunakannya istilah tekanan balik. Dengan cara ini juga memungkinkan mengekstraksi steam dari tahap intermediate turbin uap. Sistem tekanan balik memiliki keuntungan-keuntungan sebagai berikut:      Rancangannya sederhana dengan hanya beberapa komponen Biaya tahapan tekanan rendah yang mahal dihindarkan.

Sistim tekanan balik memiliki kerugian-kerugian sebagai berikut:   Turbin uap lebih besar untuk keluaran energi yang sama. Oleh karena itu. Sebagai akibatnya. sehingga tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan karena suhunya sangat rendah. efisiensi totalnya lebih rendah. untuk tingkatan tertentu.05 bar dengan suhu sekitar 33 °C. steam untuk beban panas diperoleh dengan cara ekstraksi dari satu atau lebih tahap intermediate pada tekanan dan suhu yang sesuai. turbin jenis kondensasi memiliki biaya investasi yang lebih tinggi dan. sebab turbin ini beroperasi pada perbedaan entalpi steam yang lebih rendah. umumnya. listrik yang dihasilkan oleh steam dikendalikan oleh beban panas. turbin ini dapat mengendalikan energy listrik yang tidak tergantung pada beban panas dengan cara pengaturan laju alir steam yang tepat melalui turbin.2. Laju alir massa steam yang menuju turbin tergantung pada beban termis. yang besarnya 0. Jika dibandingkan dengan sistim tekanan balik. Sebagai akibatnya.2 Ekstraksi Kondensasi Turbin Uap Pada sisitim ini. 29 . Namun demikian. yang menghasilkan sedikit atau tidak ada fleksibilitas pada penyesuaian langsung keluaran listrik terhadap beban listrik. terdapat kebutuhan bagi hubungan dua arah jaringan listrik untuk pembelian listrik tambahan atau penjualan listrik berlebih yang dihasilkan. 3. steam ini dibuang ke atmosfir. Steam yang tersisa dibuang ke tekanan kondensor.

3 Turbin Gas Sistem Kogenerasi Sistem turbin gas beroperasi pada siklus termodinamika yang dikenal dengan siklus Brayton.3. Jika keluaran panas kurang dari yang diperlukan oleh pengguna. Turbin gas kogenerasi memiliki pengalaman perkembangan yang tercepat akhir-akhir ini karena besarnya ketersediaan gas alam. dan kinerja lingkungan yang lebih baik. penurunan biaya Pemasangan yang cukup berarti. dipanaskan. maka memungkinkan untuk memiliki pembakaran tambahan gas alam dengan cara mencampurkan bahan bakar tambahan terhadap gas buang yang masih kaya dengan oksigen untuk meningkatkan keluaran panas yang lebih efisien. Turbin gas memiliki waktu startup yang pendek dan memberi fleksibilitas operasi yang berubah-ubah. diekspansikan. dan energi yang dilepas pada suhu tinggi pada cerobong pengeluaran dapat dimanfaatkan kembali untuk berbagai pengunaan pemanasan dan pendinginan (lihat Gambar 4). Pada siklus Brayton. Turbin gas sistim kogenerasi dapat menghasilkan seluruh atau sebagian permintaan energy setempat. dengan kemudian berlebih yang dihasilkan oleh turbin atau ekspander yang dipakai oleh kompresor digunakan untuk pembangkitan energi. 30 . Walau turbin tersebut memiliki panas rendah terhadap efisiensi energi. masa persiapan untuk perkembangan suatu proyek lebih pendek dan peralatan dapat dikirim dengan cara modul. bahan bakar lain seperti bahan bakar minyak ringan atau diesel dapat juga dipakai. Ukuran turbin gas yang digunakan bervariasi dari beberapa MW hingga sekitar 100 MW. Selanjutnya. udara atmosfir dikompresi. Walau gas alam sudah hampir umum digunakan. kemajuan teknologi yang cepat. panas yang dapat dimanfaatkan kembali pada suhu tinggi lebih banyak.

Diffuser menurunkan kecepatan udara ke nilai yang dapat diterima dalam pembakar.3. Suhu udara juga meningkat karena kompresi. Gas buang keluar pembakar pada suhu tinggi dengan konsentrasi oksigen sampai 15-16%. pada berbagai sektor penggunaan. akan semakin tinggi efisiensi siklusnya. beroperasi pada siklus Brayton terbuka (juga dikenal dengan siklus Joule bila ketidak dapat baliknya diabaikan) dimana kompresor mengambil udara dari atmosfir dan membawanya pada tekanan yang lebih tinggi ke pembakar. Pembakaran berlangsung dengan udara berlebih. sementara unit yang lebih baru dan lebih besar beroperasi pada perbandingan tekanan mendekati 30:1.1 Turbin gas siklus terbuka sistem kogenerasi Hampir seluruh sistim turbin gas yang tersedia saat ini. Batas atasnya 31 . Udara dikirimkan melalui sebuah diffuser ke ruang pembakaran yang bertekanan konstan. Unit yang lebih tua dan lebih kecil beroperasi pada perbandingan tekanan sekitar 15:1.3. dimana bahan bakar diinjeksi dan dibakar. Terdapat penurunan tekanan/ pressure drop di dalam pembakar sekitar 1. Semakin tinggi suhu pada siklus ini.2%.

Untuk pemanfaatan yang lebih efisien. yang menjadikannya cocok tidak hanya untuk proses termal saja namun juga untuk menggerakkan turbin uap sehingga menghasilkan energi tambahan. unit mesin multiple reciprocating meningkatkan kapasitas total. memiliki efisiensi beban sebagian yang bagus.ditentukan daya tahan material turbin terhadap suhu. Mesin reciprocating mudah menyalakannya. Dalam beberapa kasus. Mesin reciprocating memiliki efisiensi listrik lebih tinggi dibanding turbin gas dengan ukuran yang 32 . 3.3. Juga dapat digunakan energi nuklir atau energi matahari. juga oleh efisiensi sudusudu pendingin.4 Sistim Kogenerasi Mesin Reciprocating Mesin-mesin reciprocating cocok untuk berbagai penggunaan pembangkitan yang terdistribusi. Gas buang meninggalkan turbin pada suhu yang cukup besar (450-600 ° C). Gas buang yang bersuhu dan bertekanan tinggi ini menuju turbin gas menghasilkan kerja mekanis untuk menggerakan kompresor dan beban (generator listrik). Sumber panas dapat berasal dari pembakaran eksternal berbagai bahan bakar. industri. 3. Sehingga maka fluida kerjanya bersih dan tidak menyebabkan korosi ataupun erosi. yang ideal untuk dimanfaatkan kembali panas yang bersuhu tinggi.2 Sistem kogenerasi turbin gas siklus tertutup Dalam sistim siklus tertutup. Steam yang dihasilkan dapat memiliki tekanan dan suhu yang tinggi. dipengaruhi oleh boiler pemanfat kembali panas yang bertekanan tunggal atau ganda. fluida kerja (biasanya gas helium atau udara) bersirkulasi dalam suatu sirkuit tertutup. Fluida ini dipanaskan dalam suatu penukar panas sebelum masuk menuju turbin. mengikuti beban dengan baik. dan didinginkan setelah keluar turbin dan melepaskan panas yang berguna. dan fasilitas institusional untuk pembangkitan daya dan CHP. dan umumnya memiliki kehandalan yang tinggi. komesial. Batasan suhu pada teknologi terbaru adalah sekitar 1300°C.

penerapan pembangkitan yang paling umum di lokasi untuk mesin SI gas alam secara tradisional adalah CHP. Potensi penerapan pembangkitan yang terdistribusi untuk mesin reciprocating terdiri dari standby. pemangkasan beban puncak. 2000) Sementara penggunaan mesin reciprocating tumbuh di berbagai penerapan pembangkitan yang terdistribusi.sebanding.2. biaya awal genset mesin reciprocating umumnya lebih rendah dari genset turbin gas hingga ukuran 3-5 MW. Segi ekonomi dari mesin gas alam pada penerapan pemangkitan di tempat diperbaiki dengan penggunaan energi panas 33 . Disamping itu. Biaya perawatan mesin reciprocating umumnya lebih tinggi dari turbin gas. Mesin reciprocating juga digunakan secara luas sebagai penggerak mekanik langsung dalam berbagai penerapan seperti pompa air. dan penerapan CHP dimana diperlukan air panas. kompresi udara dan gas dan pendinginan. namun perawatan kadang dapat ditangani oleh karyawan setempat atau disediakan oleh organisasi layanan setempat. dan kecenderungan ini nampaknya akan berlanjut terus.1 : Sistim Kogenerasi Mesin Reciprocating (UNESCAP. Gambar 3. dengan demikian merendahkan biaya operasi yang berhubungan dengan bahan bakar. steam tekanan rendah. atau limbah absorpsi panas pembakaran pada pendingin. penyangga grid.

air pendingin jaket mesin. Tabel 3. Parameter kinerja kogenerasi (diambil dari: Komisi Energi Kalifornia.69-2. pemanasan air kran. Pada umumnya. dan pendingin turbocharger. dan untuk menggerakan pendingin absorbsi penyedia air dingin.yang efektif dari energi panas yang terkandung dalam sistim gas buang dan pendinginan. namun gas buang mengandung hanya sekitar separuh dari energi panas yang tersedia dari mesin reciprocating. Panas yang termanfaatkan umumnya dalam bentuk air panas atau steam tekanan rendah (<30 psig). Suhu gas buang yang tinggi dapat menghasilkan steam tekanan sedang (hingga sekitar 150 psig).2. air pendingin minyak pelumas. air panas dan steam tekanan rendah yang dihasilkan oleh mesin reciprocating sistim CHP cocok untuk kebutuhan posess bersuhu rendah.93 kJ/kg°C Kandungan panas tinggi Kandungan panas latennya kira-kira sedang 2 100 kJ/kg Panas jenis 4. Beberapa penerapan CHP di industry menggunakan mesin gas buang secara langsung untuk proses pengeringan. Terdapat empat sumber limbah panas yang dapat digunakan dari mesin reciprocating: gas buang.19 kJ/kg°C Murah Biaya untuk pemgolahan Air Murah Mahal Penggunaannya hanya kadang/ Intermittent kadang 34 . pemanasan ruangan. yang biasanya sebesar 60 hingga 70% dari energi bahan bakar masuk.1. AC. 1982) Steam Air Panas Minyak bersuhu tinggi panas Kandungan panas buruk Panas jenis seringkali 1. atau pendinginan.

Koefisien perpindahan panasnya baik Diperlukan tinggi untuk suhu yang tinggi Koefisiennya menengah Koefisiennya relatif buruk tekanan Diperlukan tekanan Hanya diperlukan tekanan tinggi untuk suhu yang tinggi rendah untuk mendapatkan suhu tinggi Tidak diperlukan pompa sirkulasi Pipa-pipanya kecil Mudah untuk mengendalikan kran dua arah Diperlukan sirkulasi pompa Diperlukan pompa sirkulasi Pipa-pipanya besar Pipa-pipanya besar Lebih rumit Lebih rumit mengendalikan – dengan mengendalikan – diperlukan kran tiga diperlukan kran tiga arah arah atau kran diferensial atau tekanan kran tekanan diferensial Penurunan mudah suhunya Penurunan suhunya Penurunan suhunya lebih lebih sulit sulit dilakukan melalui kran penurun suhu Diperlukan steam traps Tidak diperlukan Tidak traps ada Tidak ada penanganan diperlukan steam steam traps Terdapat kondensat yang Tidak harus ditangani Tersedia flash steam penanganan kondensat Tidak steam Perlu blowdown boiler Tidak blowdown Diperlukan pengolahan Sedikit terjadi korosi ada flash kondensat Tidak ada flash steam perlu Tidak perlu blowdown Korosi diabaikan 35 .

air untuk mencegah korosi Diperlukan jaringan pemipaan yang baik Media yang dicari. Tabel 3.1 Siklus Atas Dalam siklus atas. bahan bakar yang dipasok digunakan untuk memproduksi daya terlebih dahulu dan kemudian energi panas. 3.5 Klasifikasi Lain Sistim Kogenerasi Sistim kogenerasi biasanya diklasifikasikan menurut urutan penggunaan energi dan skema operasi yang diambil. Pada sistim kogenerasi dasar ini dapat diklasifikasikan sebagai siklus atas atau bawah.1. pengelasan penyambungan Media yang sangat dicari. dan dan pengelasan penyambungan 3. Empat jenis sistim kogenerasi siklus atas (gambar dari Departement Energi. yang merupakan produk samping siklus dan digunakan untuk memenuhi panas proses atau permintaan panas lainnya. Kogenerasi siklus atas digunakan secara luas dan merupakan metode kogenerasi yang paling populer.3. Australia) 36 .5.

Sistim atas siklus kombinasi Sebuah turbin gas atau mesin diesel memproduksi listrik atau daya mekanis diikuti oleh boiler pemanfaat panas untuk menghasilkan steam untuk menggerakan turbin uap sekunder. Sistim atas pemanfaatan kembali panas Jenis ini memanfaatkan panas yang diambil dari buangan mesin dan/atau jaket sistim pendingin yang mengalir menuju boiler pemanfaat panas. 37 . Sistim atas turbin steam Jenis kedua dari sistim membakar bahan bakar (jenis apapun) untuk menghasilkan steam tekanan tinggi yang kemudian melewati turbin uap untuk menghasilkan daya dengan buangan steam dari proses yang bertekanan rendah. dimana panas ini diubah menjadi steam untuk proses/air panas untuk penggunaan lebih lanjut. c.a. b.

Siklus bawah cocok untuk proses manufakturing yang memerlukan panas pada suhu tinggi dalam tungku dan kiln. yang menggerakan turbin ntuk menghasilkan listrik.2 Siklus bawah Dalam siklus bawah. Areal penerapannya termasuk industri semen. Sistim kogenerasi siklus bawah (Biro Efisiensi Energi. dan petrokimia.1. 2004) 38 . keramik. gas.5. bahan bakar primer memproduksi energi panas suhu tinggi dan panas yang keluar dari proses digunakan untuk membangkitkan daya melalui boiler pemanfaat kembali dan sebuah generator turbin. 3. Gambar 3. yang membuang panas pada suhu tinggi.d. baja.3. Gas buang mengalir ke boiler pemanfaat panas yang membuat steam dan panas untuk proses. Sistim atas turbin gas Turbin gas alam menggerakan sebuah generator. Plant siklus bawah kurang umum daripada siklus atas. Limbah gas yang keluar dari furnace digunakan dalam boiler untuk menghasilkan steam. Gambar 9 menggambarkan siklus bawah dimana bahan bakar dibakar dalam furnace untuk menghasilkan rutile sintetik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful