MAKALAH KIMIA LINGKUNGAN

“Pencemaran Air oleh Limbah Batik di Sungai Banger Pekalongan”

Disusun Oleh :

Ridwan Firmansyah - 1209704029

JURUSAN KIMIA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

1

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG 2011 BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Lingkungan hidup merupakan suatu anugrah yang tidak ternilai harganya, yang telah diberikan oleh Allah SWT dan wajib dilestarikan serta dikembangkan oleh manusia. Selain itu, lingkungan hidup ini menjadi sumber penunjang bagi makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu contoh dari lingkungan hidup yang sangat vital adalah sungai. Di Indonesia sendiri, biasanya sungai ini dimanfaatkan sebagai sumber kebutuhan air oleh masyarakat sekitar. Air adalah zat kimia yang penting bagi semua bentuk kehidupan. Air merupakan komponen utama dalam makhluk hidup dan medium untuk berbagai reaksi dan proses ekskresi. Hingga saat ini, air diketahui hanya terdapat di bumi dan belum ditemukan di planet-planet lainnya. Air adalah benda cair, yang senantiasa bergerak kearah tempat yang lebih rendah, yang dipengaruhi oleh gradien sungai dan gaya gravitasi bumi. Menurut Sandy (1985), dalam pergerakannya air selain melarutkan sesuatu, juga mengkikis bumi, sehingga akhirnya terbentuklah cekungan dimana air tertampung melalui saluran kecil dan atau besar, yang disebut dengan istilah alur sungai (badan sungai). Karena peranan air yang begitu penting, kita sebagai makhluk hidup yang membutuhkan air wajib untuk melestarikannya. Kota Pekalongan merupakan salah satu kota sentra industri batik yang cukup besar. Hampir semua masyarakat Pekalongan mempunyai mata pencaharian sebagai pengusaha home industry batik. Kegiatan tersebut menghasilkan limbah cair berasal dari obat pemutih dan obat pewarna batik yang dapat meyebabkan pencemaran air. Selain sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai perajin batik, industri besar seperti tekstil juga tumbuh subur di kota tersebut.

2

Peningkatan jumlah pabrik industri secara langsung juga melonjakkan volume limbah yang dikeluarkan dari aktivitas tersebut (Sugihartono dan Budi Harto, 2007). Kondisi pencemaran limbah dari industri tekstil di Pekalongan semakin memprihatinkan. Dari 400 industri tekstil kecil dan besar yang ada, limbah yang dihasilkan mencapai 50 ribu meter kubik per hari dan sebagian besar berasal dari industri rumah tangga. Bahkan, sebagian industri rumahan membuang limbah langsung ke sungai tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Perbuatan tersebut jelas membuat air sungai menjadi kotor dan tercemar. Ada beberapa sungai di daerah Pekalongan yang telah mengalami pencemaran air. Salah satunya adalah sungai Banger. Pembuang limbah yang dengan sewenang-wenang secara langsung ke sungai Banger oleh beberapa industri batik akhirnya mematikan segala bentuk kehidupan ekosistem sungai Banger seperti ikan dan tumbuhan. Serta menghilangnya manfaat sungai Banger seperti untuk mandi dan mencuci. Sehingga timbullah dampak lain yang merugikan masyarakat (sumur menjadi tercemar, ternak warga mati, penyakit kulit, dan lain-lain) (Suara Merdeka, 2003). Pencemaran limbah industri tersebut menyebabkan air sungai berwarna hitam pekat dan berbau, padahal banyak warga yang masih memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Pencemaran limbah industri di sungai Banger ini, tidak kurang terlihat ketika pada musim penghujan. Akan tetapi di saat musim kemarau akan jelas berdampak negatif terhadap lingkungan. Pencemaran limbah industri ini juga membawa persoalan yang dilematis bagi Pemerintah Kota Pekalongan, karena jika ditindak tegas akan berpengaruh terhadap kelangsungan usaha industri batik di kota itu khususnya. Jika pemerintah menutup usaha mereka maka akan berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran. Namun, jika tidak ditindak dengan tegas maka nasib masyarakat yang menggunakan air sungai tersebut akan tercemar dan berdampak buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu, tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran dan wawasan mengenai dampak dari limbah industri tekstil khusunya dan cara untuk menanggulanginya.

1.2

RUMUSAN MASALAH 1. Apa yang dimaksud dengan sungai?

3

khususnya kepada para pembaca dan masyarakat disekitar sungai Benger. Bahan-bahan kimia berbahaya apa sajakan yang digunakan dalam proses pembuatan batik ? 3. Bagaimana cara penanggulangan limbah batik ini? 1.3 TUJUAN Tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1. 4 . 3.4 MANFAAT Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat memberikan sedikit pengetahuan mengenai mengenai dampak yang timbul dan cara penanggulangan limbah industri batik di sungai Banger. Mengetahui cara penanggulangan pencemaran air di sungai Banger 1. 4. Mengetahui cara menganalisis pencemaran air di sungai Banger. Apa dampak dari limbah batik itu sendiri? 4. 2. Mengetahui pencemaran air sungai Banger di daerah Pekalongan.2. Metode apakah yang dapat digunakan untuk menganalisis limbah batik? 5. Mengetahui dampak yang timbul dari limbah industri batik yang dibuang langsung ke sungai Banger.

Selain air. seperti hujan. Sungai merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. dan di beberapa negara tertentu air sungai juga berasal dari lelehan es / salju. Pada beberapa kasus. Sungai terdiri dari beberapa bagian. Dengan melalui sungai merupakan cara yang biasa bagi air hujan yang turun di daratan untuk mengalir ke laut atau tampungan air yang besar seperti danau. bahan baku air minum. Kemanfaatan terbesar sebuah sungai adalah untuk irigasi pertanian.950 daerah aliran sungai (DAS). atau ke sungai yang lain. Aliran air biasanya berbatasan dengan kepada saluran dengan dasar dan tebing di sebelah kiri dan kanan. Menurut jumlah airnya. sungai dibedakan menjadi : 5 . sungai juga mengalirkan sedimen dan polutan. Di Indonesia saat ini terdapat 5. bahkan sebenarnya potensial untuk dijadikan objek wisata sungai. Air dalam sungai umumnya terkumpul dari presipitasi.embun. mata air.1 SUNGAI Sungai merupakan jalan air alami.BAB II PEMBAHASAN 2. bermula dari mata air yang mengalir ke anak sungai. Penghujung sungai di mana sungai bertemu laut dikenali sebagai muara sungai. Beberapa anak sungai akan bergabung untuk membentuk sungai utama. mengalir menuju Samudera. sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah. Danau atau laut. limpasan bawah tanah. sebuah sungai secara sederhana mengalir meresap ke dalam tanah sebelum menemukan badan air lainnya.

Sungai subsekwen yaitu sungai yang aliran airnya tegak lurus dengan sungai konsekwen. Contoh sungai jenis ini banyak terdapat di pulau Jawa misalnya sungai Bengawan Solo. Sungai obsekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya berlawanan arah dengan sungai konsekwen. 5. Sungai Progo dan sungai Code di Daerah Istimewa Yogyakarta serta sungai Brantas di Jawa Timur. Bendung dan Bendungan dibangun untuk mengontrol aliran. Sungai ephemeral yaitu sungai yang ada airnya hanya pada saat musim hujan. 3. hanya saja pada musim hujan sungai jenis ini airnya belum tentu banyak. Sungai resekwen yaitu anak sungai subsekwen yang alirannya searah dengan sungai konsekwen. Batanghari dan Indragiri di Sumatera. dan sungai Opak di Jawa Tengah. 3. 4. 6 . sedangkan pada musim kemarau airnya kecil. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kalada di pulau Sumba. Barito dan Mahakam di Kalimantan. menyimpan air atau menghasilkan energi. Berikut ini merupkan contoh dari manajemen sungai: 1. 2. Sungai konsekwen yaitu sungai yang arah alirannya searah dengan kemiringan lereng. Sungai periodik yaitu sungai yang pada waktu musim hujan airnya banyak.1. Seringkali sungai dikendalikan atau dikontrol supaya lebih bermanfaat atau mengurangi dampak negatifnya terhadap kegiatan manusia. Sungai permanen yaitu sungai yang debit airnya sepanjang tahun relatif tetap. Sedangkan sungai menurut genetiknya dibedakan menjadi : 1. Contoh sungai jenis ini adalah sungai Kapuas. Sungai intermittent atau sungai episodik yaitu sungai yang pada musim kemarau airnya kering dan pada musim hujan airnya banyak. Sungai Musi. Pada hakekatnya sungai jenis ini hampir sama dengan jenis episodik. 2. Sungai insekwen yaitu sungai yang alirannya tidak teratur atau terikat oleh lereng daratan. Kahayan. 4.

wikipedia. Tanggul dibuat untuk mencegah sungai mengalir melampaui batas dataran banjirnya. mekanisme pintu air akan memburuk seiring waktu berjalan.2. tanggul-tanggul dan bendungan sangat mungkin mengalami rembesan atau kegagalan yang dahsyat akibatnya.1. Banjir dapat menggenangi pola pembangunan tersebut sehingga dibutuhkan biaya tinggi dan seringkali makan korban jiwa. dan budidaya tambak. Kanal-kanal dibuat untuk menghubungkan sungai-sungai untuk mentransfer air maupun navigasi 4. di beberapa bagian negara berkembang. Keuntungan yang dicari dalam manajemen sungai seringkali "impas" bila dibandingkan dengan biaya-biaya sosial ekonomis yang dikeluarkan dalam mitigasi efek buruk dari manajemen yang bersangkutan. 3. menetap. Sebagai contoh. Struktur Sungai Menurut Forman dan Gordon (1983). morfologi pada hakekatnya merupakan bentuk luar. burung-burung.1 BENTUK STRUKTUR DAN KARAKTERISTIK LINGKUNGAN SUNGAI A.org. 2011). karena sungai termasuk penting untuk berbagai tanaman air. serta beberapa jenis mamalia (id. ikan-ikan yang bermigrasi. yang secara rinci digambarkan sebagai berikut : 7 . sungai telah dikungkung dalam kanal-kanal sehingga dataran banjir yang datar dapat bebas dan dikembangkan. Saluran yang dikeruk akan kembali mendangkal. Banyak sungai kini semakin dikembangkan sebagai wahana konservasi habitat. 2. Manajemen sungai merupakan aktivitas yang berkelanjutan karena sungai cenderung untuk mengulangi kembali modifikasi buatan manusia. Badan sungai dapat dimodifikasi untuk meningkatkan navigasi atau diluruskan untuk meningkatkan rerata aliran.

1985). Dasar sungai dari hulu ke hilir memperlihatkan perbedaan tinggi (elevasi). Jarang ditemukan bagian yang rata. 1983. dan sering mencerminkan batuan dasar yang keras. menyebutkan bahwa dasar sungai sangat bervariasi. yang sering disebut dengan istilah struktur sungai. menyebutkan bahwa bagian dari bentuk luar sungai secara rinci dapat dipelajari melalui bagian-bagian dari sungai. Struktur sungai dapat dilihat dari tepian aliran sungai (tanggul sungai). 2. aliran sub surface run-off. landai atau dari bentuk keduanya. dan Let. sering terendapkan matrial yang terbawa oleh aliran sungai (endapan lumpur). kadangkala bentuknya bergelombang. Alur dan tanggul sungai Alur sungai (Forman & Gordon. adalah bagian dari muka bumi yang selalu berisi air yang mengalir yang bersumber dari aliran limpasan. mata air dan air bawah tanah (base flow). bantaran sungai dan tebing sungai. Dasar dan gradien sungai Forman dan Gordon (1983).Lebih jauh Forman (1983). dan 8 . dan berfungsi sebagai tanggul sungai. yang secara rinci diuraikan sebagai berikut: 1. Tebal tipisnya dasar sungai sangat dipengaruhi oleh batuan dasarnya. alur sungai. Lebih jauh Sandy (1985) menyatakan bahwa alur sungai dibatasi oleh bantuan keras.

Kerapatan Sungai Daerah Aliran Sungai (DAS). 3. B. Tebing sungai umumnya membentuk lereng atau sudut lereng. C. Tebing sungai Bentang alam yang menghubungkan antara dasar sungai dengan tanggul sungai disebut dengan “tebing sungai”. yang sangat tergantung dari bentuk medannya. Bantaran sungai Forman dan Gordon (1983) menyebutkan bahwa bantaran sungai merupakan bagian dari struktur sungai yang sangat rawan. Tebing sungai merupakan habitat dari komunitas vegetasi riparian. Sandy (1985). dan keluar pada satu outlet. Besaran nilai gradien berpengaruh besar terhadap laju aliran air. seperti yang dikemukan Sandy (1985) adalah bagian dari muka bumi yang dibatasi oleh topografi dan semua air yang jatuh mengalir kedalam sungai. yaitu tetumbuhan yang komunitasnya tertentu mampu mengendalikan air pada saat musim penghujan dan kemarau. Semakin terjal akan semakin besar sudut lereng yang terbentuk. Terletak antara badan sungai dengan tanggul sungai. menyebutkan apabila ditelusuri secara cermat maka akan dapat diketahui hubungan antara lereng tebing dengan pola aliran sungai. Karakteristik sungai 9 . Bantaran sungai merupakan habitat tetumbuhan yang spesifik (vegetasi riparian). mulai dari tebing sungai hingga bagian yang datar. 4. menghambat aliran permukaan dan pengendali besaran laju erosi. Peranan fungsinya cukup efektif sebagai penyaring (filter) nutrien. Sedangkan kerapan sungai yang dimaksudkan adalah ratio (perbandingan) jumlah panjang sungai dalam (km) terhadap luas Daerah Aliran Sungai.pada jarak tertentu atau keseluruhan sering disebut dengan istilah “gradien sungai” yang memberikan gambaran berapa presen rataan kelerengan sungai dari bagian hulu kebagian hilir. kadangkala sangat rawan longsor karena batuan dasarnya sering berbentuk cadas.

yang mempunyai ketinggian relief yang cukup besar. dan mulai timbul pengendapan di beberapa tempat yang relatif datar. pola aliran sungai dan genetis sungai. Contoh yang jelas di hulu Sungai Cipeles sekitar Cadas Pangeran. Profil sungai Berdasarkan perkembangan profil sungai (Lobeck. terdapat di struktur batuan beku. sehingga di beberapa tempat mulai terjadi akumulasi material. yang dicirikan tidak terjadi erosi tegak. Katili (1950). dipengaruhi antara lain oleh lereng dan ketinggian. Pola sungai adalah kumpulan dari sungai yang mempunyai bentuk yang sama. struktur jenis batuan. arus akan berbelok-belok. merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan bentuk genetik dan pola sungai. Lebih jauh dikemukakan bahwa ada empat pola aliran sungai yaitu: a) Pola denditrik. dan di tempat endapan inilah yang sering terjadi meander. perbedaan erosi. sehingga merupakan pusat-pusat pengendapan. disebabkan oleh penorehan air yang kuat dari air yang mengalir cepat dan daya angku yang besar. 10 . yang dicirikan dengan pengurangan kecepatan aliran air. Pola Aliran Cotton (1949). karena ketinggian relief yang berkurang. sehingga lebah curam berbentuk huruf (V) sering juga ditemukan. 1985). Periode tua.Karakteristik sungai memberikan gambaran atas profil sungai. Periode dewasa. patahan dan lipatan. 1985). dijumpai di bagian tengah sungai. 1939. Pannekoek. Ciri spesifiknya terdapatnya sayatan sungai yang dalam. Tekanan air laut di bagian muara sungai sering menyebabkan delta. dan daya angkut semakin berkurang. terdapat di daerah hulu sungai. dalam proses pengembangnnya mengalami tiga taraf yaitu: Periode muda. Daya angkut berkurang. Keseimbangan antara kikisan dan pengendapat mulai tampak. Erosi tegak sering dijumpai. yang dapat menggambarkan keadaan profil dan genetik sungainya (Lobeck. bentuknya menyerupai garis-garis pada penampang daun. menyatakan bahwa letak. bentuk dan arah aliran sungai. pada pengunungan dewasa. dan Sandy. di daerah hilir dengan ketinggian rendah. 1. karena endapan yang mengeras. 1939. yang secara rinci diuraikan sebagai berikut. 1957 dan Sandy. 2.

Pada pola ini terpadapt perpaduan sungai konsekwen dan subsekwen. dimana sungainya saling tegak lurus c) Pola trellis. biasanya lurus mengikuti struktur patahan. sehingga berfungsi sebagai drainase (saluran pematusan/pembuagan air non irigasi). pola ini berbentuk mengikuti suatu bentukan muka bumi yang cembung. di sebelah barat namanya tetap sungai Banger.1. sedangkan di sebelah timur bernama sungai Pancor. 2.4 km. Jawa Tengah. Sunggai ini melewati bendugan Kedungmiri. karena tidak ada cakupan baku sawah. d) Pola radial. Dukuh Tajungan sebelah timur pelabuhan menuju ke laut lepas. sedangkan di sebelah timur dari sumber air bedungan Kedunggaleng. situs sungai atau kali Banger panjangnya ± 6. yang merupakan asal mula sungai konsekwen. Sebelah barat dari sumber air bendungan Andi.2 SUNGAI BANGER Sungai Banger berada di daerah Pekalongan. sungai Banger bersumber dari dua tempat. sedangkan muara sungai terdapat di Desa Mangunharja. Hulu sungai terdapat di Desa Pakistaji. Berikut ini adalah gambar peta sungai Banger dari Dinas Pengairan : 11 .b) Pola retangular. Bila diurutkan dari arah selatan. Berdasarkan pada hasil penelitian lapangan yang telah dilakukan tanggal 12 November 2005. Di kelurahan Jrebeng dan Kanigaran sungai terpecah menjadi dua. Sungai Banger berfungsi sebagai kanal karena merupakan sudetan dari sungai Pekalongan yang diharapkan dapat mengendalikan banjir yang hampir terjadi setiap tahunnya. bendungan Randu. pola ini berbentuk kuat mengikuti lipatan batuan sedimen. umumnya terdapat di struktur batuan beku. Situs sungai Banger tidak berfungsi untuk mengairi sawah. bendungan Gladakserang. bendungan Sukun.

Keadaan Sungai Banger Saat Ini 12 .Gambar-2. Peta Topografi Situs Sungai Banger Sedangkan berikut ini merupakan gambaran dari sungai Benger yang telah tercemar : Gambar-3.

Al juga dapat menyebabkan iritasi kulit. dan tulang. 13 . Saat ini merkuri banyak digunakan didalam industri pembuatan amalgam. instrumentasi. Alumunium (Al) adalah metal yang dapat dibentuk. Tetapi. dan lain-lainnya. Al berbentuk debu akan diakumulasi didalam paru-paru. Aktivitas manusia yang menjadi sumber pengotoran atau pencemaran air adalah buangan industri. Air raksa atau hydragyrum (Hg) adalah metal yang menguap pada temperatur kamar karena sifat fisika-kimianya. 2. merkuri pernah digunakan sebagai campuran obat. peleburan metal. berwarna kemerahan dan sangat toxik. Arsen (As) adalah metal yang mudah patah. limbah rumah sakit. Barium (Ba) adalah juga suatu metal berwarna putih sumber alamiah Ba adalah BaSO4 dan BACO3. aktivitas manusia dapat merubah komposisi kimiawi air sehingga terjadi pertambahan jumlah spesies. Industri kilang minyak. Terbukti dengan warna air sungai yang hitam (kotor) dan berbau. perhiasan. Sember alamiah Al terutama adalah bauxit dan cryolit. ginjal. dan lain-lain. 4. 2. dan karenanya banyak digunakan sehingga terdapat banyak dilingkungan dan didapat pada berbagai jenis makanan. 3.1 ZAT KIMIA PENGOTOR/PENCEMAR AIR Untuk zat kimia pengotor/pencemar air dibagi menjadi : A. selaput lendir dan saluran pernapasan. Zat Kimia Anorganik 1. 2. serta industri lain penggunak Al merupakan sumber buatan. ataupun meningkatkan konsentasi zat-zat kimia yang sudah ada.2 PENCEMARAN AIR Pada keadaan normal. limpa. bakterisida. fugisida. limbah domestik. sebagaian besar air terdiri atas hidrogen dan oksigen. Hg merupakan racun sistemik dan diakumulasi dihati.2. Hal tersebut dapat diakibatkan dari limbah industri batik yang langsung dibuang ke sungai.Dapat dilihat dari gambar tersebut bahwa keadaan sungai Banger saat ini telah tercemar.

Dengan demikian kerusakan yang terjadi dapat lebih luas dan lebih mendalam dari sinar alfa. dalamnya tergantung pada aktifitasnya. Kesemuanya membuat zat yang lipofilik mudah larut dan menyebar diperairan.c. 4. liat dan dapat dibentuk di alam didapat sebagai hematite. Besi (Fe) adalah metal berwarna putih keperakan. virus DHF dan virus trachoma. Flourida adalah senyawa flour. 2. anionik. tidak mempunyai daya tembus. 3. karenanya di alam selalu didapat dalam bentuk senyawa B.2 ZAT FISIS PENGOTOR/PENCEMAR AIR 1. Aldrin (C12H8Cl6) berbentuk kristal dan digunakan sebagai insektisida. Flour (F) adalah halogen yang sangat reaktif. 2. Apabila tertelan lewat minuman maka dapat terjadi kerusakan pada sel-sel saluran pencernaan. Detergen. maka efek yang terjadi biasanya bersifat lokal. Aldrin dan dieldrin. Dieltrin (C12H10Cl6) juga berbentuk kristal dan digunakan sebagai insektisida.5. Sinar beta. cacing dan tungau. virus hepatitis A. 2. 14 . Sedangkan yang tergolong penyakit virus adalah rotavirus. Benzene atau bensole (C6H6) digunakan dalam industri sebagai pelarut lemak. anestatik. dapat menembus kulit. 2. Cloroform (CHCl3) merupakan Hidrokarbon terchlorinasi suatu. 2. Didalamnya termasuk pada kelompok protozoa. maupun nonionic. virus poliomyelitis a.2. detergen ada yang bersifat cationik. shigella dan vibrio cholera. Bakteri dan virus. Sinar alfa.2. merupakan racun sistemik. Kuman-kuman parasitik.3 ZAT BIOLOGIS PENGOTOR/PENCEMAR AIR 1. 6. Zat Kimia Organik 1. Bakteri penyebab penyakit bawaan air terbanyak adalah salmonella typhi/paratyphi.

Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian. teknologi.org. sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. termasuk penggunaan motif-motif tertentu yang memiliki kekhasan.3 BATIK Batik adalah salah satu cara pembuatan bahan pakaian. teknik ini dikenal sebagai wax-resist dyeing. Batik Indonesia.wikipedia. sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya "Batik Cap" yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. 2009. 15 . beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta (id. 2011). Yang pertama adalah teknik pewarnaan kain dengan menggunakan malam untuk mencegah pewarnaan sebagian dari kain. Pengertian kedua adalah kain atau busana yang dibuat dengan teknik tersebut. Bahkan sampai saat ini. Dalam literatur internasional.2. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun. Selain itu batik bisa mengacu pada dua hal. sebagai keseluruhan teknik. oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober. serta pengembangan motif dan budaya yang terkait.

Contoh Kain Batik 2.2 SIFAT-SIFAT ZAT WARNA NAFTOL 16 . Naftol ini adalah zat warna azo yang terbentuk dalam serat dan tidak larut dalam air. sehingga zat warna akan terbentuk di dalam bahan. Gambar-5. sering kali para produsen batik menggunakan zat pewarna kimia.1 ZAT PEWARNA BATIK Biasanya pada proses pembuatan batik. mula-mula bahan dikerjakan dengan senyawa fenolat yang mempunyai daya tarik terhadap kapas dan kemudian dikerjakan dengan larutan garam diazonium yang distabilkan. Zat Warna Naftol Pada pencelupan dengan zat warna naftol.Gambar-4.3. 2.3. Contohnya adalah naftol.

3. Ketahanannya baik kecuali tahan gosoknya. 2008). kemudian ditambah air dingin.Zat warna naftol termasuk golongan zat warna azo. artinya dapat memberikan bermacam-macam warna. dengan jalan melarutkannya dalam larutan alkali. 2. tidak bergantung kepada macam garam diazoniumnya (Sunarto. Cara panas Zat warna naftol didispersikan dengan koloid pelindung (TRO) diaduk rata ditambah larutan soda kaustik kemudian ditambah air panas. sehingga cara pencelupan dengan zat warna naftol selalu dimulai dengan pencelupan memakai larutan naftolat. Pelarutan naftol dilakukan dengan dua cara yaitu : a. Zat warna naftol baru mempunyai afinitas terhadap serat selulosa setelah diubah menjadi naftolat. bergantung kepada macam garam diazonium yang dipergunakan dan dapat pula bersifat monogetik. Zat warna naftol dapat bersifat poligenik. Cara dingin Zat warna naftol didispersikan dengan spiritus diaduk rata ditambah larutan soda kostik. Zat warna naftol yang larut akan berwarna kuning jernih Reaksi : 17 . b. Melarutkan naftol (membuat naftolat) Zat utama yang dipergunakan untuk pelarutan zat warna naftol adalah soda kaustik. Golongan zat warna ini untuk mewarnai serat selulosa dengan warna-warna cerah terutama warna merah. yaitu : 1. yaitu hanya dapat memberikan warna yang mengarah ke satu warna saja. kemudian baru dibangkitkan dengan garam diazonium. Zat warna ini merupakan zat warna yang tidak larut dan terbentuk di dalam serat dari dua komponen pembentuknya. Garam diazonium yang dipergunakan sebagai pembangkit tidak mempunyai afinitas terhadap selulosa.3 MEKANISME PENCELUPAN ZAT WARNA NAFTOL Mekanisme pencelupan dengan zat warna naftol terdiri dari 4 pokok.

Pencelupan dengan larutan naftolat Zat warna naftol tidak larut dalam air dan tidak mempunyai afinitas terhadap serat selulosa. Akan tetapi apabila masih dalam bentuk basa naftol maka perlu didiazotasi terlebih dahulu dengan menggunakan asam chlorida berlebihan dan natrium nitrit pada suhu yang sangat rendah.2. yaitu senyawa amina aromatic maupun garam diazonium. 3. sehingga serat dapat tercelup. Apabila telah berupa garam diasonium. sebelum dibangkitkan dengan garam diazonium untuk mengurangi terjadinya pembangkitan warna pada permukaan serat yang dapat menyebabkan ketahanan gosok yang kurang. Pembangkitan Naftolat yang telah berada di dalam serat perlu dibangkitkan larutan garam diazonium agar terjadi pigmen naftol yang berwarna dan terbentuk di dalam serat. Reaksi : 4. maka dengan mudah dapat dilarutkan dalam air dengan jalan menaburkannya sambil diaduk terus. Diazotasi Garam diazonium yang dipergunakan sebagai pembangkit pada pencelupan zat warna naftol dapat berupa basa naftol. Akan tetapi setelah dilarutkan menjadi larutan naftolat yang larut dalam air timbul afinitasnya. Reaksi : 18 . Bahan yang telah dicelup tersebut perlu diperas. yaitu basa naftol yan telah diazotasi.

2009) 19 . Alur Proses Pembuatan Batik dan Produk Limbah yang Dihasilkan (Kasam.Gambar 6.

5. yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme yang ada dalam air. maka air tersebut bersifat asam. sedangkan air yang mempunyai pH di atas pH normal bersifat basa. yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang terlarut. energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya” (Pasal 1. zat. Bila pH di bawah pH normal. angka 2). warna dan adanya perubahan warna. Sebagian besar biota akuatik sensitif terhadap perubahab pH dan menyukai pH antara 7 – 8. misalnya proses nitrifikasi akan berakhir pada pH yang rendah.4 ANALISIS PENCEMARAN AIR Sebagai seorang kimiawan. Seorang kimiawan akan menganalisis pencemaran air berdasarkan pada indikator-indikator tertentu. Air akan bersifat asam atau basa tergantung besar kecilnya pH.5 – 7. Dalam PP No. Nilai pH sangat mempengaruhi proses biokimiawi perairan . bau dan rasa Pengamatan secara kimiawi. pencemaran air didefinisikan sebagai : “masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup. kita dituntut agar bisa menganalisis sampel baik itu kualitatif maupun kuantitatif. terutama ada tidaknya bakteri pathogen. jasa seorang kimiawan akan diperlukan sekali. Seperti pada kasus pencemaran air. perubahan suhu. perubahan pH Pengamatan secara biologis. yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan air (kekeruhan). Pengaruh nilai pH pada komunitas biologi perairan dapat dilihat pada table di bawah ini : 20 .5. Indikator atau tanda bahwa air lingkungan telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda yang dapat diamati yang dapat digolongkan menjadi : Pengamatan secara fisis.2. Indikator yang umum diketahui pada pemeriksaan pencemaran air adalah : a) pH atau Konsentrasi Ion Hidrogen Air normal yang memenuhi syarat untuk suatu kehidupan mempunyai pH sekitar 6. 20/1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air. Air limbah dan bahan buangan industri akan mengubah pH air yang akhirnya akan mengganggu kehidupan biota akuatik.

2003 Pada pH < 4.0 1. Algae hijau berfilamen semakin banyak 4. Algae hijau berfilamen mulai tampak pada zona litoral 5.0 – 6. sebagian besar tumbuhan air mati karena tidak dapat bertoleransi terhadap pH rendah. Penurunan nilai keanekaragaman plankton dan bentos semakin tampak 2. Proses nitrifikasi terhambat Sumber : modifikasi Baker et al. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. dan produktivitas tidak mengalami perubahan 5. Penurunan keanekaragaman dan komposisi jenis plankton. Terjadi penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos 3.5 Pengaruh Umum 1. Namun ada sejenis algae yaitu Chlamydomonas acidophila mampu bertahan pada pH =1 dan algae Euglena pada pH 1. perifilton dan bentos semakin besar 2.5 – 5. Algae hijau berfilamen semakin banyak 4. Penurunan kelimpahan total dan biomassa zooplankton dan bentos 3.5 – 6. Kelimpahan total.6. perifilton dan bentos semakin besar 2. Keanekaragaman plankton dan bentos sedikit menurun 2. b) Oksigen Terlarut (DO) Tanpa adanya oksegen terlarut. Proses nitrifikasi terhambat 4. 1990 dalam Efendi. biomassa.0 – 5. Kelimpahan total. banyak mikroorganisme dalam air tidak dapat hidup karena oksigen terlarut digunakan untuk proses degradasi senyawa organic dalam 21 .Tabel-1. Pengaruh pH Terhadap Komunitas Biologi Perairan Nilai pH 6.5 1. dan produktivitas masih belum mengalami perubahan yang berarti 3. biomassa.0 1..

proses 22 . tidak ada fotosintesa. Kelarutan oksigen dalam air tergantung pada temperature dan tekanan atmosfir. tetapi respirasi terus berlangsung. ketika matahari bersinar terang. Keberadaan logam berta yang berlebihan di perairan akan mempengaruhi system respirasi organisme akuatik. Pada penentuan nilai BOD. Sedangkan pada malam hari. Kebutuhan oksigen ini bervariasi antar organisme. 1985). Oksigen yang dihasilkan dari reaksi fotosintesa algae tidak efisien. organisme akuatik menjadi lebih menderita (Tebbut. sedangkan oksidasi bahan anorganik (nitrifikasi) dianggap sebagai zat pengganggu. 2003). pelepasan oksigen oleh proses fotosintesa yang berlangsung intensif pada lapisan eufotik lebih besar daripada oksigen yang dikonsumsi oleh proses respirasi. yaitu terurainya bahan organic menjadi anorganik dan bahan anorganik yang tidak stabil berubah menjadi bahan anorganik yang stabil. c) Kebutuhan Oksigen Biokimia (BOD) Dekomposisi bahan organic terdiri atas 2 tahap. Kadar oksigen terlarut yang tinggi tidak menimbulkan pengaruh fisiologis bagi manusia. Pada dasarnya. misalnya ammonia mengalami oksidasi menjadi nitrit atau nitrat (nitrifikasi). Dengan demikian. Ikan dan organisme akuatik lain membutuhkan oksigen terlarut dengan jumlah cukup banyak.32 mg/L (Warlina.air. Berdasarkan data-data temperature dan tekanan. Kadar oksigen terlarut dapat melebihi kadar oksigen jenuh. Oksigen dapat dihasilkan dari atmosfir atau dari reaksi fotosintesa algae. karena oksigen yang terbentuk akan digunakan kembali oleh algae untuk proses metabolisme pada saat tidak ada cahaya. maka kalarutan oksigen jenuh dalam air pada 25o C dan tekanan 1 atmosfir adalah 8. sehingga perairan mengalami supersaturasi. hanya dekomposisi tahap pertama ynag berperan. sehingga pada saat kadar oksigen terlarut rendah dan terdapat logam berat dengan konsentrasi tinggi. 1992 dalam Effendi. Pada siang hari. Kadar oksigen maksimum terjadi pada sore hari dan minimum pada pagi hari. BOD adalah banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah (mendegradasi) bahan buangan organic yang ada dalam air menjadi karbondioksida dan air. Pola perubahan kadar oksigen ini mengakibatkan terjadinya fluktuasi harian oksigen pada lapisan eufotik perairan.

Selain memperpendek waktu yang diperlukan. insektisida dan sebagainya. maka merupakan indikasi bahwa perairan tersebut telah tercemar. diperkirakan 70% . 1992. 2003). Sedangkan menurut Kep.51/MENKLH/10/1995 nilai BOD5 untuk baku mutu limbah cair bagi kegiatan industri golongan I adalah 50 mg/L dan golongan II adalah 150 mg/L. kreolin. Selama 5 hari masa inkubasi. hal ini juga dimaksudkan untuk meminimumkan pengaruh oksidasi ammonia yang menggunakan oksigen juga. tetapi penentuan BOD selama 20 hari dianggap masih cukup lama. Air yang bersih relatif mengandung mikroorganisme lebih sedikit dibandingkan yang tercemar. maka biasa disebut BOD5. asam cianida. 2003) proses penguraian bahan buangan organic melalui proses oksidasi oleh mikroorganisme atau oleh bakteri aerobic adalah : CnHaObNc + (n + a/4 – b/2 – 3c/4) O2 Bahan Organik Oksigen → n CO2 + (a/2 – 3c/2) H2O + c NH3 Bakteri Aerob Untuk kepentingan praktis. Jumlah mikroorganisme dalam air lingkungan tergantung pada tingkat kebersihan air. proses oksidasi dianggap lengkap selama 20 hari. d) Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan agar bahan buangan yang ada dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia baik yang dapat didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi.0 mg/L berdasarkan UNESCO/WHO/UNEP. sebagai contoh adalah kadar maksimum BOD yang diperkenankan untuk kepentingan air minum dan menopang kehidupan organisme akuatik adalah 3. Air yang telah tercemar oleh bahan buangan yang bersifat antiseptic atau bersifat racun. seperti fenol.oksidasi bahan organic berlangsung cukup lama. Bahan buangan organic tersebut akan dioksidasi oleh kalium bichromat yang digunakan sebagai sumber oksigen (oxidizing agent) menjadi gas CO2 dan gas H2O serta sejumlah ion chrom. Penentuan BOD ditetapkan selam 5 hari inkubasi. (Effendi. Menurut Sawyer dan McCarty. Sehingga makin besar kadar BOD nya. detergen. jumlah mikroorganismenya juga relative sedikit.0 – 6. Reaksinya sebagai berikut : 23 .80% bahan organic telah mengalami oksidasi. 1978 (Effendi.

Penelitian selanjutnya diteruskan oleh Young. Pada pencemaran air di sungai Banger ini. Nilai COD pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L. titrasi cara winkler.WHO/UNEP. maka lebih cocok dilakukan pengukuran COD daripada BOD. dikarenakan zat warna naftol tememiliki gugus OH. Kenyataannya hampir semua zat organic dapat dioksidasi oleh oksidator kuat seperti kalium permanganat dalam suasana asam. Penyerapan gelombang elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya eksitasi tingkat-tingkat energi dalam molekul. 2. Pada tahun 1892 Julius menemukan dan membuktikan adanya hubungan antara struktur molekul dengan inframerah dengan ditemukannya gugus metil dalam suatu molekul akan memberikan serapan karakteristik yang tidak dipengaruhi oleh susunan molekulnya.5 METODA ANALISA PENCEMARAN AIR DI SUNGAI BANGER Sebenarnya ada banyak sekali metode yang dapat digunakan untuk menganalisis pencemaran air DO meter. Seperti pada BOD. atau 24 . fenol. Lambert dan Julius melakukan berbagai penelitian dengan menggunakan spektroskopi inframerah.100% bahan organic dapat dioksidasi. Komponen medan listrik yang banyak berperan dalam spektroskopi umumnya hanya komponen medan listrik seperti dalam fenomena transmisi. spektrofotometri. perairan dengan nilai COD tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan pertanian. Limbah yang mengandung naftol dapat dianalisis dengan metode spektroskopi inframerah. pemantulan. diperkirakan 95% . sedangkan pada perairan tercemar dapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat mencapai 60. teknik fluoresensi (fluorescence). Dapat berupa eksitasi elektronik. 1992). dan lain-lain. Penemuan infra merah ditemukan pertama kali oleh William Herschel pada tahun 1800.000 mg/L (UNESCO.+ H + → CO2 + H2O + Cr 3+ Jika pada perairan terdapat bahan organic yang resisten terhadap degradasi biologis. polisacharida dansebagainya. vibrasi. teknik emisi (emission). misalnya tannin. Beer. dapat menggunakan metode spektroskopi inframerah untuk menganalsis zat warna naftol pada limbah. dan penyerapan.HaHbOc + Cr2O7 2. pembiasan. Metode spektroskopi inframerah merupakan suatu metode yang meliputi teknik serapan (absorption).

s) v = frekuensi    C : kecepatan cahaya (2.1 – 100 cm 1 – 1. Daerah 25 .000 – 200 cm-1 200 – 10 cm-1 10 – 0. yaitu pada panjang gelombang 2.626 x 10-34 J. sinar inframerah dibagi atas tiga daerah yaitu:    Daerah infra merah dekat Daerah infra merah pertengahan Daerah infra merah jauh Dari pembagian daerah spektrum elektromagnetik tersebut di atas.ν.000 – 4. .rotasi.000 – 200 cm-1 . E= h.01 – 100 A 10-200 nm 200-400 nm 400-750 nm 0.5 – 50 µm atau pada bilangan gelombang 4.998 x 108 m/s) λ : panjang gelombang ν : bilangan gelombang Tabel-2.5 µm 2.5 – 50 µm 50 – 1.000 cm-1 4.    E : energi yang diserap h : tetapan Planck (6. Rumus yang digunakan untuk menghitung besarnya energi yang diserap oleh ikatan pada gugus fungsi adalah: E=h.75 – 2.000 meter Interaksi Emisi Inti Ionisasi Atomik Transisi Elektronik Transisi Elektronik Transisi Elektronik Interaksi Ikatan Interaksi Ikatan Interaksi Ikatan Serapan inti Serapan Inti Bilangan gelombang 25. Daerah tersebut adalah cocok untuk perubahan energi vibrasi dalam molekul.000 cm-1 13. E=h.01 cm-1 - Berdasarkan pembagian daerah panjang gelombang (Tabel 2).000 – 13. daerah panjang gelombang yang digunakan pada alat spektroskopi inframerah adalah pada daerah inframerah pertengahan. Daerah Panjang Gelombang Jenis Sinar gamma Sinar-X Ultra ungu (UV) jauh Ultra ungu (UV) dekat Sinar tampak (spektrum optik) Inframerah dekat Inframerah pertengahan Inframerah jauh Gelombang mikro Gelombang radio Panjang gelombang < 10 nm 0.000 µm 0.

Tabel-3. Keton.inframerah yang jauh < 400-10cm-1. Metode ini banyak digunakan karena:    Cepat dan relatif murah Dapat digunakan untuk mengidentifikasi gugus fungsional dalam molekul (Tabel 3) Spektrum inframerah yang dihasilkan oleh suatu senyawa adalah khas dan oleh karena itu dapat menyajikan sebuah fingerprint (sidik jari) untuk senyawa tersebut. fenol(monomer) Alkohol. 675-870 3300 1640-1680 1500-1600 1080-1300 1690-1760 3610-3640 2000-3600 (lebar) 3000-3600 (lebar) 3310-3500 1180-1360 1515-1560. berguna untuk molekul yang mengandung atom berat. fenol (ikatan H) Asam karboksilat Amina Amina Nitro Daerah Serapan (cm-1) 2850-2960. Eter. seperti senyawa anorganik tetapi lebih memerlukan teknik khusus percobaan. Ester Alkohol. Asam karboksilat. Serapan Khas Beberapa Gugus fungsi Gugus C-H C-H C-H C-H C=C C=C C-O C=O O-H O-H O-H N-H C-N -NO2 Jenis Senyawa Alkana Alkena Aromatik Alkuna Alkena Aromatik (cincin) Alkohol. Metode Spektroskopi inframerah ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu senyawa yang belum diketahui. 1345-1385 26 . Asam karboksilat. 1350-1470 3020-3080. 675-870 3000-3100.karena spektrum yang dihasilkan spesifik untuk senyawa tersebut. Ester Aldehida.

Panas dari industri juaga akan membawa dampak bagi kematian organisme. 3. sungai dan danau. nitrogen dan fosfat dari kegiatan pertanian telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali yang disebut eutrofikasi (eutrofication).2. maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. 2. dekomposisinya menyedot lebih banyak oksigen. hal ini telah dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. menjadi penyebab ketidak seimbangan ekosistem sungai dan danau. Akibatnya ikan akan mati dan aktivitas bakteri akan menurun. Dengan air limbah menjadi sulit terurai. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut. Ledakan pertumbuhan tersebut menyebabkan oksigen yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air. Selain itu kematian dapat pula disebabkan adanya zat beracun yang juga menyebabkan kerusakan pada tanaman dan tumbuhan air. Ketika tanaman air tersebut mati. apabila air limbah tidak didinginkan dahulu. misalnya dapat meracuni air minum. meracuni makanan hewan. Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi dalam 4 kategori (KLH. 2. pengrusakan hutan akibat hujan asam dsb. Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit Jumlah air yang tersedia tak cukup. Dampak Terhadap Kualitas Air Tanah Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas. Di badan air. Dampak Terhadap Kesehatan Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain : 1. sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri 27 . 2004) : 1. menjadi berkurang. Akibat matinya bakteri-bakteri.6 DAMPAK PENCEMARAN AIR Pencemaran air dapat berdampak sangat luas. Sehingga akan mengakibatkan kehidupan dalam air yang membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya. Dampak Terhadap Kehidupan Biota Air Banyaknya zat pencemar pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. 3.

protozoa dan metazoa. 2004 28 Penyakit Diare pada anak Hepatitis A Polio (myelitis anterior acuta) Cholera Diare/Dysenterie Typhus abdominalis Paratyphus Dysenterie Dysentrie amoeba Balantidiasis Giardiasis Ascariasis Clonorchiasis Diphylobothriasis Taeniasis Schistosomiasis . Air sebagai media untuk hidup vector penyakit Ada beberapa penyakit yang masuk dalam katagori water-borne diseases. Tabel-4 : Beberapa Penyakit Bawaan Air dan Agennya Agen Virus : Rotavirus Virus Hepatitis A Virus Poliomyelitis Bakteri : Vibrio cholerae Escherichia Coli Enteropatogenik Salmonella typhi Salmonella paratyphi Shigella dysenteriae Protozoa : Entamuba histolytica Balantidia coli Giarda lamblia Metazoa Ascaris lumbricoides Clonorchis sinensis Diphyllobothrium latum Taenia saginata/solium Schistosoma Sumber : KLH. Penyakit-penyakit ini dapat menyebar bila mikroba penyebabnya dapat masuk ke dalam sumber air yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. bakteri. Sedangkan jenis mikroba yang dapat menyebar lewat air antara lain. atau penyakit-penyakit yang dibawa oleh air. yang masih banyak terdapat di daerah-daerah.4.

29 .4. mengatur dan mengawasi segala macam bentuk kegiatan industri dan teknologi sehingga tidak terjadi pencemaran. misalnya dengan mengubah proses. Sedangkan penanggulangan secara teknis bersumber pada perlakuan industri terhadap perlakuan buangannya. Pada prinsipnya ada 2 (dua) usaha untuk menanggulangi pencemaran. Peraturan perundangan ini hendaknya dapat memberikan gambaran secara jelas tentang kegiatan industri yang akan dilaksanakan. Program ini juga berusaha untuk menata pemukiman di bantaran sungai dengan melibatkan masyarakat setempat (KLH. 2. Salah satu upaya serius yang telah dilakukan Pemerintah dalam pengendalian pencemaran air adalah melalui Program Kali Bersih (PROKASIH). 2004). limbah tersebut juga menyebabkan tempat sekitarnya menjadi licin. yaitu penanggulangan secara non-teknis dan secara teknis. Sedangkan limbah detergen atau sabun akan menyebabkan penumpukan busa yang sangat banyak. Penanggulangan secara non-teknis yaitu suatu usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan dengan cara menciptakan peraturan perundangan yang dapat merencanakan. mengelola limbah atau menambah alat bantu yang dapat mengurangi pencemaran. maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. misalnya meliputi AMDAL. Inipun dapat mengurangi estetika. Program ini merupakan upaya untuk menurunkan beban limbah cair khususnya yang berasal dari kegiatan usaha skala menengah dan besar.7 PENANGGULANGANGAN PENCEMARAN AIR Pengendalian/penanggulangan pencemaran air di Indonesia telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas dan Pengendalian Pencemaran Air. pengaturan dan pengawasan kegiatan dan menanamkan perilaku disiplin. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika. serta dilakukan secara bwertahap untuk mengendalikan beban pencemaran dari sumber-sumber lainnya. Selain bau. Secara umum hal ini meliputi pencemaran air baik oleh instansi ataupun noninstansi. Dampak Terhadap Estetika Lingkungan Dengan semakin banyaknya zat organic yang dibuang ke lingkungan perairan.

kritis terhadap barang yang dikonsumsi. memasak. Jadi kita sebagai konsumen harus lebih tanggap dan peka terhadap lingkungan. Melalui penanggulangan pencemaran ini diharapkan bahwa pencemaran akan berkurang dan kualitas hidup manusia akan lebih ditingkatkan. Karena saat ini kita telah menjadi masyarakat kimia. mampu menghilangkan substansi beracun dari air yang tercemar. 30 . secara sadar maupun tidak. Sebagai contoh. memupuk tanaman. Kita harus bertanggung jawab terhadap berbagai sampah seperti makanan dalam kemasan kaleng. Kitapun perlu memperhatikan bahan kimia yang kita buang dari rumah kita. Selain itu. Teknologi dapat kita gunakan untuk mengatasi pencemaran air. Dari segi kebijakan atau peraturanpun mengenai pencemaran air ini telah ada. korosif dan beracun atau degradable (dapat didegradasi alam). Instalasi pengolahan air bersih. minuman dalam botol dan sebagainya. dan sebagainya. maka penegakan hukumnya harus dilaksanakan pula. Apakah barang yang kita konsumsi nantinya dapat meracuni manusia. sehingga akan didapat sumber air yang aman. eksplosif. langkah pencegahan lebih efektif dan bijaksana. seperti mencuci. Dalam keseharian. Bahkan pilihan kita untuk bermobil atau berjalan kaki. instalasi pengolahan air limbah. yang akan mempengaruhi tingkat pencemaran dimanapun kita berada. yang memuat unsur pewarna pada kemasannya dan kemudian terserap oleh air tanah pada tempat pembuangan akhir. banyak pilihan baik secara pribadi ataupun sosial (kolektif) yang harus ditetapkan. membersihkan rumah. kita dapat mengurangi pencemaran air dengan cara mengurangi produksi sampah (minimize) yang kita hasilkan setiap hari.Sebenarnya penanggulangan pencemaran air dapat dimulai dari diri kita sendiri. Pada akhirnya. Menjadi konsumen yang bertanggung jawab merupakan tindakan yang bijaksana. dan tumbuhan aman bagi makhluk hidup dan lingkungan. yang dioperasikan dan dipelihara baik. apakah nantinya akan menjadi sumber bencana yang persisten. bersih dan sehat. hewan. kita dapat pula mendaur ulang (recycle) dan mendaur pakai (reuse) sampah tersebut. Walaupun demikian. turut menyumbangkan emisi asam atu hidrokarbon ke dalam atmosfir yang akhirnya berdampak pada siklus air alam. yang menggunakan ratusan jenis zat kimia dalam keseharian kita. Bila kita ingin benar-benar hal tersebut dapat dilaksanakan.

Zat warna naftol termasuk golongan zat warna azo. 3.BAB III PENUTUP 5. saya menghimbau agar pemerintah lebih peduli terhadap nasib masyarakat disekitar sungai Banger. maka dapat merusak kepada kesehatan masyarakat sekitar yang menggunakan air sungai Banger tersebut. 5. Analisis pencemaran air di sungai Banger ini dapat menggunakan metode spektrofotometer infra merah. Dengan menganalisis kadar naftol yang terkandung dalam limbah. 31 . energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Selanjutnya. Pencemaran air didefinisikan sebagai masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup. Zat warna ini merupakan zat warna yang tidak larut dan terbentuk di dalam serat dari dua komponen pembentuknya.2 Saran : Sebaiknya perlu dilakukan penyuluhan mengenai dampak dari limbah batik disungai Banger ini. Karena jika tidak ditangani dengan serius dapat berakibat buruk pada masyarakat sekitar. 4. zat.1 Kesimpulan : 1. Naftol merupakan zat pewarna kimia yang sering dipakai dalam proses pembuatan batik. Jika limbah batik yang mengandung naftol langsung dibuang ke dalam sungai Banger. 2.

Richard and Michel Gordon. id.wikipedia.wikipedia. Lansdcape Ecology. C. Available at : www. DAS-Ekosistem Penggunaan Tanah. 2011. 2007.J.DAFTAR PUSTAKA Cotton. 2008. LXVI. 2003.org. Kanisius.wikipedia.org_batik. 1940.36). New York: Grw Hill. Effendi. New York.11). Classifikation and correlation of River Terrasces.Dr.walhi. liputan6. Batik. Menggugat Pencemaran Kali Banger Pekalongan: Sebuah Perjuangan Masyarakat Menggugah Kesadaran Pelestarian Lingkungan. TKNA. Publikasi Direktorat Taguna Tanah Departemen Dalam Negeri (Publikasi 437). Available at : http://www.com (Diakses tanggal 14 Desember 2011pukul 15. id.51).org_sungai. Teknik Pencelupan dan Pencapan untuk SMK. Pencemaran Lingkungan Di Kota Pekalongan. Jour Geomorphology. 2002. Diakses tanggal 12 Desember 2011pukul 15. 2011. Himpunan Peraturan Perundang-Undangan Lingkungan Hidup Pannekoek.org.31). 1985. Kementrian Lingkungan Hidup RI. Yogyakarta. Sugihartono dan Budi Harto.Jakarta 32 . FMIPA Universitas Indonesia. 1983.1985.or. Available at : id.wikipedia. Suara Merdeka. 2003. Pengaruh Waktu Inkubasi BOD Pada Berbagai Limbah. A. Genootsch. H. Departemen Pendidikan Nasional Warlina. Vol 3. A. Available at : id. Lina.id (Diakses tanggal 13 Desember 2011pukul 22. Jakarta : Direktoral Pembinaan Sekolah Kejuruan. Forman. 1949. Sandy. John Wiley & Son. Outline of the Geomorphology of Java. Sunarto. Sungai. Diakses tanggal 13 Desember 2011pukul 23. Telaah Kualitas Air Bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. IM.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful