P. 1
PROSEDUR PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

PROSEDUR PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

|Views: 609|Likes:
Published by Smanda Karanganyar
Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Karl Pearson (dalam Surajiyo, 2008) mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta dan pengalaman dengan istilah yang sederhana. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatakan lewat metode ilmiah yang mana harus komprehensif dan konsisten. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatakannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu.
Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Karl Pearson (dalam Surajiyo, 2008) mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta dan pengalaman dengan istilah yang sederhana. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatakan lewat metode ilmiah yang mana harus komprehensif dan konsisten. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatakannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Smanda Karanganyar on Jun 24, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial
List Price: $4.99 Buy Now

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

11/30/2014

$4.99

USD

pdf

text

original

PROSEDUR PENELITIAN KUANTITATIF DAN KUALITATIF

Nasrul Firdaus, Sefri Doni Program Studi Teknologi Pendidikan PPs nasrulfirdauz@gmail.com

Abstract Intercultural researchers usually use two types of investigation processes. First is quantitative research, which employs numerical indicators to ascertain the relative size of a particular communication phenomenon. The second type of investigation process is qualitative research, which employs symbols and words to indicate the presence or absence of phenomena or categorize them into different types. Quantitative and qualitative observations provide intercultural researchers with different ways of operationalizing and measuring theoretical constructs and practical concepts. While quantitative methods can provide a high level of measurement precision and statistical power, qualitative methods can supply agreater depth of information about the nature of communication processes in a particular research setting. To do qualitative and quantitative research, there are some steps you can follow. Key Words:

1. Pendahuluan

Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu. Karl Pearson (dalam Surajiyo, 2008) mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta dan pengalaman dengan istilah yang sederhana. Jadi ilmu merupakan pengetahuan yang didapatakan lewat metode ilmiah yang mana harus komprehensif dan konsisten. Tidak semua pengetahuan dapat disebut ilmu sebab ilmu merupakan pengetahuan yang cara mendapatakannya harus memenuhi syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi agar suatu pengetahuan dapat disebut ilmu tercantum pada apa yang dinamakan metode ilmiah. Metode menurut Seen (dalam

1

diantaranya sebagai berikut 2 . terikat nilai dari suatu perilaku. yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan tubuh pengetahuan yang disusunya merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Proses pengukuran merupakan bagian yang sentral dalam penelitian kuantitatif karena hal ini memberikan hubungan yang fundamental antara pengamatan empiris dan ekspresi matematis dari hubungan-hubungan kuantitatif. tidak memanipulasi variabel. Untuk melakukan penelitian kuantitatif ada beberapa tahapan yang perlu ditempuh. Dalam hal ini maka metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berfikir deduktif(Kuantitatif) dan cara berfikir induktif (Kualitatif) dalam membangun tubuh pengetahuan.Jujun S. 2. yang mempunyai langkah-langkah yang sistematis. Prosedur Penelitian Kuantitatif Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan model-model matematis. Suriasumantri. Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran. hubungan antara peneliti dengan subjek penelitian. Dengan cara bekerja ini maka pengetahuan yang dihasilkan diharapkan mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yang diminta oleh pengtahuan ilmiah. memahami suatu fenomena. variabel dan hipotesis dan penelitian kualitatif yang bersifat alamiah. fleksibel. teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam. 2003) merupakan suatu prosedur atau cara mengetahui sesuatu. Melalui tulisan ini kami ingin mendeskripsikan mengenai prosedur penelitian kuantitatif yang berkenaaan dengan sifat penelitian kuantitatif yang positif.

Perumusan masalah merupakan hal utama yang harus ditentukan pada saat pertama kali akan dilakukannya riset. tolok. Pernyataan tersebut sejalan dengan Suriasumantri (2003:312) yang menyatakan bahwa rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-pernyataan apa saja yang ingin kita cari jawabannya. Kajian teori Dalam penelitian kuantitatif. Sama halnya dengan Sugiyono (2009:55) juga mengatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan yang akan dicarikan jawabannya melalui pengumpulan data.Gambar 1. dan rumusan masalah ( Sedarmayanti 2002:36). Kajian teori diperlukan dilakukan agar sebuah penelitian mempunyai dasar yang kokoh. Prosedur Penelitian Kuantitatif a. Dimana kajian teori merupakan jembatan bagi peneliti untuk mendapatkan landasana konstruksi teoritik sebagai pedoman atau pegangan. b. dan bukan sekedar 3 . dan sumber hipotesis. pencarian dan pengadaan literatur atau kajian teori merupakan suatu hal yang penting. pembatasan masalah. Perumusan masalah mencakup beberapa hal diantaranya latar belakang masalah. identifikasi masalah. Perumusan masalah Perumusan masalah adalah pernyataan yang secara rinci dan lengkap mengenai ruang lingkup permasalahan yang akan diteliti berdasarkan hasil identifikasi dan pembatasan terhadapa masalah yang akan diteliti.

kritis dan analitis (Iskandar: 2008). dimana teori disini menurut sugiyono (2009) adalah suatu konseptualisasi yang umum. Menurut Nanang Martono (2010:57). (2) perkembangan dalam penelitian dalam bidang yang Mengikuti diteliti. Menurut Uma Sakaran dalam Sugiyono (2009:91) kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah yang penting. 2009:92) mengemukakan bahwa seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar menyusun kerangka pemikiran yang membuahkan hipotesis. c. akan (3) Memanfaatkan data sekunder. Kerangka berfikir dalam penelitian kuantitatif hanya perlu dikemukakan jika dalam penelitian tersebut terdiri dari 2 variabel atau lebih. (4) Menghindarkan duplikasi. Penyusunan hipotesis tidak harus pada semua bentuk penelitian. Dalam menyusun kerangka pemikiran seorang peneliti harus menguasai teori-teori ilmiah sebagai dasar argumentasi. (5) Penelusuran dan penelaahan literatur yang relevan dengan masalah penelitian untuk mengungkapkan buah pikiran secara sistematis. 1986 dalam (Sugiyono. Kajian teori didapat dari teori-teori yang ada. ada beberapa 4 . jalan yang sistematis.perbuatan coba-coba. d. Selain itu kajian teori juga merupakan ciri-ciri kalau data yang dihasilkan akan bersifat ilmiah. hipotesis dapat didefinisikan sebagai jawaban sementara yang kebenarannya harus diuji atau rangkuman kesimpulan secara teoritis yang diperoleh melalui tinjauan pustaka. Manfaat yang diperoleh dari kajian literatur adalah (1) Mengenali teori-teori dasar dan konsep yang telah dikemukakan oleh para ahli terdahulu tentang relevan dengan variabel-variabel yang diteliti. Kerangka berfikir Sebelum menyusun kerangka berfikir seorang peneliti harus menguasai teori terlebih dahulu seperti yang di katakan oleh Suriasumantri. Penyusunan hipotesis Setelah dilakukannya penyusunan kerangka fikir maka selanjutnya adalah penyusunan hipotesis. Konseptualisasi atau sistem pengertian ini diperoleh melalui.

Prosedur Penelitian Kualitatif Ada beberapa pendapat dalam memperinci tahapan kegiatan kualitatif.penelitian yang tidak membutuhkan hipotesis diantaranya penelitian yang bersifat eksploratif dan penelitian yang bersifat deskriptif. Penarikan kesimpulan Tahap terakhir adalah tahap penarikan kesimpulan. kusioner dan observasi dengan menggunakan instrumen penelitian yang mana data diambil dari sampel dari sebuah popluasi. Verifikasi Verifikasi merupakan tahapan dimana hipotesis diuji dengan menggunakan data yang didapatkan dilapangan melalui pengumpulan data baik itu wawancara. Kerangka ini didapatkan dari konsep ilmu / teori yang dipakai sebagai 5 . 3. Untuk mengetahui hipotesis terbukti atau tidak dengan fakta empiris dilapangan atau dengan kata lain diterima atau ditolak harus dilakukan analisis data hasil penelitian dengan statistik deskriptif dan inferensial. sebagai mana menurut sugiyono (2009:224) kebenaran dari hipotesis itu harus dibuktikan melalui data yang terkumpul. e. Miles dan A. pada tahap ini akan ditarik kesimpulan apakah hipotesis yang berlandasakan kepada teori-teori yang relevan terbukti atau tidak dengan fakta empiris dilapangan. Instrumen yang digunakan disini bisa menggunakan instrumen yang sudah ada atau peneliti membuat instrumen baru dengan catatan setiap instrumen yang akan digunakan dalam penelitian sudah diuji cobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas sebelum benar-benar digunakan untuk mengumpulkan data. Membangun Kerangka Konseptual Kerangka konseptual penelitian adalah suatu hubungan atau kaitan antara konsep satu terhadap diteliti. Michael Huberman dalam bukunya Qualitative Data Analysis tahap-tahapan penelitian kualitatif itu meliputi: a. Kerangka konsep konsep yang lainya dari masalah yang ingin ini gunanya untuk menghubungkan atau menjelaskan secara panjang lebar tentang suatu topik yang akan dibahas. yang dikemukakan oleh Matthew B. f.

Dalam penelitian kualitatif segala sesuatu yang akan dicari dari obyek penelitian belum jelas dan pasti masalahnya. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulan datanya yang maka sumber data disebut responden. maka rumusan masalah merupakan masalah spesifik yang sudah dibatasi untuk diteliti lebih lanjut oleh peneliti. sumber 6 . Rumusan masalah diperoleh dari identifikasi masalah yang sudah diajukan. d. komparasi. Dalam rumusan masalah yang dibuat. b. Pemilihan Sampel dan Pembatasan Peneliti Dalam sebuah penelitian terdapat beberapa sumber data. dan deskriptif). Merumuskan Permasalahan Penelitian Surya Sumantri (2003:312) menyebutkan bahwa rumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pernyataan-peryataan apa saja yang ingin kita cari jawabannya. baik pertanyaan secara tertulis ataupun lisan. Instrumentasi Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Dapat dinyatakan bahwa perumusan masalah merupakan pernyataan spesifik mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti. c. dan seterusnya.landasan penelitian yang didapatkan dibab tinjauan pustaka atau kalau boleh dikatakan oleh penulis merupakan ringkasan dari tinjauan pustaka yang dihubungkan dengan garis sesuai variabel yang diteliti. yaitu orang yang merespon atau menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti. apakah menggunakan desain kualitatif. kuantitatif (korelasional. Oleh karena itu peneliti sebagai instrumen juga harus “divalidasi” seberapa jauh peneliti kualitatif siap melakukan penelitian yang selanjutnya terjun ke lapangan. Jika identifikasi masalah masih sangat luas cakupannya. sudah tergambar dengan jelas desain penelitian yang akan dilakukan. sumber data dalam penelitian adalah subjek darimana data diperoleh dan didapatkan.

datanya. bahkan hasil yang diharapkan. Segala sesuatu masih perlu dikembangkan sepanjang penelitian itu. pendengaran. perasaan. e. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif “the researcher is the key instrument”. 2) Observasi Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan pancaindera. kejadian. baik manusia maupun bukan manusia. peristiwa. penciuman. tidak ada pilihan lain dan hanya peneliti itu sendiri sebagai alat satu-satunya yang dapat mencapainya”. hipotesis yang digunakan. organisasi. mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh penenliti sebagai pengecekan anggota. yaitu: 1) Wawancara Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. kepedulian dan lain-lain kebulatan. segala sesuatunya belum mempunyai bentuk yang pasti. tuntutan. Hasil observasi berupa aktivitas. tidak ada pilihan lain daripada menjadikan manusia sebagai instrumen penelitian utama. Nasution dalam Sugiyono (2006) menyatakan : “Dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan Data Di dalam metode penelitian kualitatif. bisa penglihatan. Seperti yang ditegaskan oleh Linclon dan Guba (dalam Lexy. kejadian. mengrekonstruksi kebulatankebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu. fokus penelitian. Alasannya ialah bahwa. memproyeksikan kebulatan-kebulatan untuk diproyeksikan dimasa yang akan datang. untuk memperoleh informasi yang diperlukan untuk menjawab masalah penelitian. Jadi peneliti adalah merupakan instrumen kunci dalam penelitian kualitatif. Masalah. prosedur penelitian. hasil yang diharapkan semuanya belum jelas. mengubah dan memperluas informasi yang diperoleh daro orang lain. dan memverivikasi. Dalam keadaan yang serba tidak pasti dan tidak jelas itu. objek. memverivikasi. itu semuanya tidak dapat ditentukan secara pasti dan jelas sebelumnya. lazimnya data dikumpulkan dengan beberapa teknik pengumpulan data kualitatif. motivasi. 2006) antara lain menkonstruksi mengenai orang. 7 .

Perlu ditegaskan di sini bahwa hal sangat penting yang harus dipahami oleh setiap peneliti adalah alasan mengapa masing-masing teknik tersebut dipakai. dan perasaan emosi seseorang. analisis data dibagi menjadi dua. informasi juga bisa diperoleh lewat fakta yang tersimpan dalam bentuk surat. 3) Dokumentasi Selain melalui wawancara dan observasi. catatan harian. f. mana yang harus kedua-duanya dilakukan. maka dibentuk kelompok diskusi terdiri atas beberapa orang peneliti. Analisis Data Menurut Sugiyono(2009:336-337). Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran riil suatu peristiwa atau kejadian untuk menjawab pertanyaan penelitian. arsip foto. Data berupa dokumen seperti ini bisa dipakai untuk menggali infromasi yang terjadi di masa silam. Misalnya. 4) Diskusi terfokus (Focus Group Discussion). cenderamata. untuk memperoleh informasi apa. Dengan beberapa orang mengkaji sebuah isu diharapkan akan diperoleh hasil pemaknaan yang lebih objektif. 8 . yaitu upaya menemukan makna sebuah isu oleh sekelompok orang lewat diskusi untuk menghindari diri pemahaman yang salah oleh seorang peneliti.kondisi atau suasana tertentu. jurnal kegiatan dan sebagainya. Untuk menghindari pemaknaan secara subjektif oleh seorang peneliti. dan pada bagian fokus masalah mana yang memerlukan teknik wawancara. Peneliti perlu memiliki kepekaan teoretik untuk memaknai semua dokumen tersebut sehingga tidak sekadar barang yang tidak bermakna. mana yang memerlukan teknik observasi. Pilihan teknik sangat tergantung pada jenis informasi yang diperoleh. hasil rapat. yaitu analisis data sebelum di lapangan dan analisis data selama di lapangan. dst. sekelompok peneliti mendiskusikan kurikulum 2013. Diskusi terpusat (Focus Group Discussion).

Muliasari. Daftar Pustaka Jujun S. Penutup Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Metode ilmiah merupakan ekspresi mengenai cara bekerja pikiran. Analisis selama di lapangan terbagi ke dalam beberapa tipe. 2003. universal. Jakarta: CV. dan 4) Confirmability (obyektivitas). Namun fokus penelitian bersifat sementara dan akan berkembang ketika peneliti memasuki lapangan. 9 . Dalam hal ini maka metode ilmiah mencoba menggabungkan cara berfikir deduktif(Kuantitatif) dan cara berfikir induktif (Kualitatif) dalam membangun tubuh pengetahuan. Pengujian validitas dan reliabilitas Penelitian Kualitatif Uji keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi uji: 1) Credibility (validitas internal) 2) transferability (validitas eksternal) 3) Dependability (reliabilitas). yaitu : Analisis Data Model Miles & Hubberman dan Analisis data reduksi (Reduction Data) g. kritis serta dapat diverivikasi. Suriasumantri. Dengan adanya penggunaan kedua cara berfikir tersebut yaitu induktif dan deduktif diharapkan pengetahuan yang didapatkan akan bersifat sistemik dan sistematik.Analisis data sebelum di lapangan adalah analisis data sebelum memasuki lapangan dilakukan terhadap data yang diperoleh dari studi pendahuluan atau data sekunder sebelum ditentukan fokus penelitian. yaitu sifat rasional dan teruji yang memungkinkan tubuh pengetahuan yang disusunya merupakan pengetahuan yang dapat diandalkan. Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar Populer. objektif. 4. progresif. Dengan cara bekerja ini maka pengetahuan yang dihasilkan diharapkan mempunyai karakteristik-karakteristik tertentu yang diminta oleh pengtahuan ilmiah. Matriks dan Pengujian Kesimpulan.

2002. Metodologi Penelitian. Bumi Aksara Suyadi. Thousand Oaks. CA: Sage. Bandung: Rosda Miles. Huberman. Bandung: CV Mandar Maju. Moeleong. Filsafat Ilmu dan Perkembangannya di Indonesia. Libas Skripsi dalam 30 Hari. Nanang Martono. Jogjakarta: DIVA Press 10 . 2010. Jakarta: PT. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisa isi dan Analisis data sekunder. & M. 2009. Sedarmayanti dan Hidayat S. Metodologi Penenlitian Kualitatif. Jakarta: Alfabeta Surajiyo. 2011. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2008. 1996. M. 2006. Qualitative Data Analysis. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan.Lexy J.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->