JANGKA SORONG Diposkan oleh Dhika Jangka sorong merupakan salah satu alat ukur yang dilengkapi dengan

skala nonius, sehingga tingkat ketelitiannya mencapai 0,02 mm dan ada juga yang ketelitiannya 0,05 mm. Tanpa nonius, jangka sorong mempunyai nst (nilai skala terkecil) skala utama sebesar 1 mm dan batas ukur mencapai 150 mm. Pada nonius jangka sorong biasanya didapatkan 49 skala utama sama dengan 50 bagian skala nonius. Sehingga jarak antara 2 skala nonius yang berdekatan adalah 49/50 = 0,98 mm. Jadi, nst skala nonius sebesar : Nst = 1 mm – 0,98 mm = 0,02 mm Atau Nst = (nst tanpa nonius) = (1 mm) = 0,02 mm Ket: n = jumlah skala nonius

0,02 mm merupakan nst nonius dan besarnya ketelitian jangka sorong. Jangka sorong terdiri dari dua bagian, bagian diam dan bagian bergerak. Pembacaan hasil pengukuran sangat bergantung pada keahlian dan ketelitian pengguna maupun alat. Sebagian keluaran terbaru sudah dilengkapi dengan bacaan digital. Pada versi analog, umumnya tingkat ketelitian adalah 0.05mm untuk jangka sorang dibawah 30cm dan 0.01 untuk yang diatas 30cm. Secara umum, jangka sorong terdiri atas 2 bagian yaitu rahang tetap dan rahang geser. Jangka sorong juga terdiri atas 2 bagian yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap dan skala nonius (vernier) yang terdapat pada rahang geser.

Pengukur kedalaman: Paling baik untuk pengukuran dalam lubang pen. lebar atau Ø batang kayu) 2.BAGIAN-BAGIAN JANGKA SORONG 1. . Ø lubang bor. yaitu jangka sorong yang pembacaannya menggunakan jarum ukuran analog yang ditempelkan pada bagian muka (dengan stopper). yaitu jangka sorong yang cara pembacaan biasa seperti pada meteran roll. alur dll) 3. Ukuran utama (cm): skala utama yang digunakan untuk membaca hasil pengukuran. Gigi dalam: untuk pengukuran bagian dalam (lebar lubang pen. 5. Patokan pembacaan skala sekunder (inch) 8. Berdasarkan media pembacaan ukuran. Gigi luar: berfungsi untuk mengukur dimensi luar (tebal. 6. b). Patokan pembacaan skala utama (cm) 7. Ukuran sekunder (inch): skala alternatif dalam satuan inch. jangka sorong dibagi menjadi 3 jenis : a). bor dan lubang alur. 4. Jangka sorong biasa. Jangka sorong analog. Untuk menghentikan atau melancarkan geseran pengukuran.

2. untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa. untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara "menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. . Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang. MENGUKUR DENGAN JANGKA SORONG Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan pengukuran dengan menggunakan jangka sorong. maupun lainnya) dengan cara diulur.c). yaitu jangka sorong yang pembacaannya menggunakan display digital. Kegunaan jangka sorong adalah: untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit. yaitu: 1. pastikan skala nonius dapat bergeser dengan bebas. Sebelum melakukan pengukuran bersihkan jangka sorong dan benda yang akan diukurnya. Jangka sorong digital. Sebelum jangka sorong digunakan.

tetapi jangan terlalu kuat karena akan merusak ulir dari baut pengunci. dan ketinggian suatu benda dengan lebih teliti. Untuk mencegah salah baca. Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat. 4. sehingga akan memudahkan dalam melihat dan menentukan garis skala nonius yang segaris dengan skala utama.langkah penggunaan jangka sorong dalam pengukuran dimensi benda ukur : A). diameter dalam. jangka sorong dapat digunakan untuk mengukur diameter luar. Jika sudah pas.02 mm. Berikut adalah langkah . miringkan skala nonius dampai hampir sejajar dengan bidang pandangan. Pastikan angka "0" pada kedua skala bertemu dengan tepat. 7. Karena memiliki ketelitian mencapai 0. 8. bersihkan jangka sorong dengan kain yang dibasahi oleh oli setelah dipakai. Untuk mencegah karat. Dalam membaca skala nonius upayakan dilakukan setelah jangka sorong diangkat keluar dengan hati-hati dari benda ukur. 5. 6.3. Mengukur diameter luar . Tempatkan jangka sorong tegak lurus dengan benda yang diukur. Sewaktu mengukur usahakan benda yang diukur sedekat mungkin dengan skala utama. kencangkan baut pengunci agar rahang tidak bergeser. 9. karena akan menyebabkan terjadinya pembengkokan pada rahang ukur maupun pada lidah pengukur kedalaman. Pengukuran dengan ujung gigi pengukur menghasilkan pengukuran yang kurang akurat.

* Letakkan benda/cincin yang akan diukur sedemikian sehingga kedua rahang jangka sorong masuk ke dalam benda/cincin tersebut * Geserlah rahang geser kekanan sedemikian sehingga kedua rahang jangka . Mengukur diameter dalam Gambar 2.2 Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter luar Untuk mengukur diameter luar sebuah benda (misalnya kelereng) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut * Geserlah rahang geser jangka sorong kekanan sehingga benda yang diukur dapat masuk diantara kedua rahang (antara rahang geser dan rahang tetap) * Letakkan benda yang akan diukur diantara kedua rahang.Gambar 2. * Geserlah rahang geser kekiri sedemikian sehingga benda yang diukur terjepit oleh kedua rahang * Catatlah hasil pengukuran anda B).3 Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter dalam Untuk mengukur diameter dalam sebuah benda (misalnya diameter dalam sebuah cincin) dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : * Geserlah rahang geser jangka sorong sedikit kekanan.

Mengukur kedalaman Gambar 2. Hasil pengukuran dinyatakan dengan persamaan : Hasil = SU + (SN x nst jangka sorong. 3). Bacalah skala nonius yang tepat berimpit dengan skala utama (SN).4 Jangka sorong digunakan untuk mengukur kedalaman Untuk mengukur kedalaman sebuah benda/tabung dapat dilakukan dengan langkah sebagai berikut : * Letakkan tabung yang akan diukur dalam posisi berdiri tegak. mis:0. 2). * Catatlah hasil pengukuran anda.01 mm) . * Putar jangka (posisi tegak) kemudian letakkan ujung jangka sorong ke permukaan tabung yang akan diukur dalamnya. Untuk membaca hasil pengukuran menggunakan jangka sorong dapat dilakukan dengan langkah : 1). Bacalah skala utama yang berimpit di depan titik nol pada skala nonius (SU).sorong menyentuh kedua dinding dalam benda/cincin yang diukur * Catatlah hasil pengukuran anda C). * Geserlah rahang geser kebawah sehingga ujung batang pada jangka sorong menyentuh dasar tabung.

yakni diperoleh dari: 31+4(0.4 mm.1 mm) = 62 mm +( 4 . Skala nonius (SN) 4 skala.1 mm) = 62 mm + 0. 0.1) = 31. Cara pembacaan jangka sorong dengan nonius puluhan Dari gambar di samping diperoleh hasil pengukuran sebesar 31.Contoh penunjukan skala pada jangka sorong : Pada gambar di atas skala utama (SU) 62 mm.4 mm CARA PEMBACAAN JANGKA SORONG UNTUK SATUAN METRIS A.4 mm = 62. Sehingga.4 (A) (B) . didapatkan hasil pengukuran sebesar : H = SU + (SN x 0.

B. Cara pembacaan jangka sorong dengan nonius dua puluhan C. Cara pembacaan jangka sorong dengan nonius lima puluhan .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful