ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS”.

BAB.I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan ekonomi yang begitu cepat membuat masyarakat lebih kritis dalam berfikir untuk mengikuti perkembangan informasi ekonomi. Salah satu informasi ekonomi yang di gunakan adalah informasi keuangan, perusahaan adalah salah satu pihak yang menyediakan informasi keuangan tersebut,yaitu berupa laporan keuangan yang digunakan bagi perusahaan bersangkutan untuk melaporkan keadaan dan kondisi keuangannya kepada pihak pihak yang berkepentingan,terutama bagi pihak investor,kreditur,dan pihak manajemen perusahaan itu sendiri. Pihak perusahaan dituntut untuk menyajikan informasi laporan keuangan tersebut dengan jelas dan lengkap agar dapat digunakan secara optimal oleh para pemakainya. Laporan keuangan menyajikan laporan keuangan perusahaan dan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba. Posisi keuangan perusahaan ditunjukan dalam laporan neraca. Dalam laporan neraca tersebut kita dapat mengetahui kekayaan atau asset perusahaan yang dimiliki (sisi aktiva),dan di sisi pasiva dapat kita ketahui dari mana dana-dana untuk membiayai aktiva (dari modal sendiri aatau hutang) tersebut kiata peroleh sedangkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan laba dapat kita lihat dalam laporan laba rugi yang diterbitkan oleh perusahaan. Laporan keuangan yang diterbitkan oleh perusahaan memang memberikan informasi posisi dan kondisi keungan perusahaan akan tetapi laporan tersebut perlu kita analisa lebih lanjut dengan alat analisa keuangan yang ada untuk mendapat kan informasi yang lebih berguna dan lebih spesifik dalam menjelaskan posisi dan kondisi keuangan perusahaan. Adapun alat analisis yang dapat kita gunakan adalah rasio likuiditas ,raasio solvabilitas ,rasio rentabilitas . Analisa dengan rasio likuiditas akan memberikan kita informasi seberapa besar kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang harus segera dipenuhi. Kegunaan dari laporan keungan itu sendiri yaitu data akuntansi yang diambil dari laporan laba rugi dan neraca dalam beberapa periode pencatatan kedua elemen tersebut berasal dari elemen laporan keuangan. Dengan adanya data tersebut dapat dianalisa melalui analisa rasio likuiditas,rasio solvabilitas,dan rasio rentabilitas. Masing masing analisa tersebut akan memberikan informasi tentang kinerja keuangan suatu

perusahaan. Karena melihat pentingnya manfaat dari analisa likuiditas,solvabilitas,dan rentabilitas suatu perusahaan bagi pihak intern maupun pihak ekstern perusahaan serta di tunjang data data dan teori yang selama ini penulis peroleh maka penulis ingin menyajikan penulisan ilmiah ini dengan judul “ANALISIS RASIO LIKUIDITAS, SOLVABILITAS, DAN RENTABILITAS”.

1.2 RUMUSAN DAN BATASAN MASALAH 1.2.1. Rumusan Masalah Laporan keuangan sangat penting bagi berbagai pihak yang berhubungan dengan sebuah perusahaan, karena dengan laporan tersebut dapat diketahui bagai mana kondisi keuangan suatu perusahaan. Oleh karena itu Pada penulisan ilmiah ini penulis ingin merumuskan permasalahan yaitu bagaimana kondisi keuangan pada perusahaan dengan menganalisis laporan keuangannya ?.

1.2.2. Batasan Masalah Agar lebih fokus dalam penulisan ilmiah ini penulis hanya membatasi masalah yang berkaitan dengan laporan keuangan dengan rasio likuiditas, solvabilitas,dan rentabilitas berdasarkan data laporan keuangan PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. Periode tahun 2004-2008. 1.3 TUJUAN PENELITIAN Dalam penulisan ilmiah ini penulis bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan dilihat dari tingkat likuiditas,solvabilitas,dan rentabilitas berdasarkan data dari laporan keuangan tahun 20042008.

1.4 MANFAAT PENELITIAN 1.4.1.Bagi Penulis Manfaat yang dapat di ambil bagi penulis dari penulisan ilmiah ini adalah penulis dapat mengetahui kondisi keungan suatu perusahaan yang dilihat dari tingkat likuiditas,solvabilitas,dan rentabilitas. 1.4.2.Bagi Universitas Penulisan ilmiah ini diharapkan menjadi suatu bahan pustaka,referensi,serta dapat membantu pembaca, khususnya mahasiswa/I yang mempunyai minat untuk meneliti kondisi keuangn suatu perusahaan. 1.4.3.Bagi Perusahaan Penulisan ilmiah ini diharapkan menjadi pedoman atau sebagai bahan evaluasi bagi manajemen perusahaan agar dapat dijadikan masukan dan dasar dalam pengambilan keputusan.

1.5 METEDOLOGI PENELITIAN 1.5.1.Objek Penelitian Objek yang di guanakan dalam penulisan ilmiah ini adalah data laporan keuangan PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk. Yang berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman kav. 76-78, Jakarta.

1.5.2.Data atau Variabel Data yang di gunakan dalam penilisan ilmiah ini adalah data historis yang berupa data laporan keuangan dari PT. Indofood Sukses Makmur Tbk. dari tahun 2007-2008 ( sebanyak lima periode ) 1.5.3.Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah data primer,yaitu penulis mencari data melalui lembaga lain seperti Bursa Efek Jakarta (BEJ), di tempat tersebut tersedia data laporan keuangan perusahaan.

1.5.4.Alat Analisis Alat analisis yang digunakan dalam penulisan ini adalah dengan menggunakan metode kuantitaif (berupa angka).hanya pada perhitungan sebagai berikut: 1. Rasio Likuiditas a. Current Ratio b. Cash Rasio c. Quick Rasio 2. Rasio Solvabilitas a. Total Debt to Total Equity ratio b. Total Debt to Total Assets ratio c. Long Term Debt to Total Equity Rasio 3. Rasio Rentabilitas a. Net Profit Margin Ratio b. Return Of Investment c. Operating Income Ratio d. Return of Equity

Laporan Laba / Rugi Merupakan laporan secara sistematis tentang penghasilan-penghasilan. laporan laba rugi. serta laba / rugi bersih suatu perusahaan untuk suatu periode tertentu. Laporan ini dipandang sebagai laporan akuntansi . informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga”. biaya-biaya. catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Neraca Merupakan laporan keuangan secara sistematis tentang harta. utang serta modal dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu. laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat di sajikan dalam berbagai cara seperti. Ada tiga jenis laporan keuangan pokok yang dihasilkan : 1.BAB.1. Munawir (2004:2) : “laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagi alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebu t”. sebagai laporan arus kas (cash flow) atau laporan arus dana).Pengertian Laporan Keuangan laporan keuangan yang pada mulanya hanyalah sebagai alat penguji dari pekerjaan bagian pembukuan. kemudian dengan hasil penilaian tersebut pihak-pihak yang berkepentingan membuat suatu keputusan. Menurut Standar Akuntansi Keuangan . Di samping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut.II LANDASAN TEORI 2. Jadi laporan keuangan diperlukan untuk mengetahui posisi keuangan dari suatu perusahaan tersebut selama kurun waktu tertentu. Laporan yang lengkap biasanya meliputi neraca. Menurut S. untuk selanjutnya juga di gunakan sebagi dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan. misalnya. 2. Secara spesifik neraca di maksudkan untuk membantu pihak eksternal untuk menganalisis likuidasi perusahaan dan kemampuan untuk menghasilkan pendapatan selama periode tertentu.2004 : “laporan keuangan merupakan bagian dari proses laporan keungan.

2. Tujuan kedua laporan arus kas adalah untuk memberika informasi mengenai efek kas dari kegiatan investasi. Rasio-rasio keuangan laba / rugi (Income Statement Rations) yaitu angka-angka rasio yang dalam penyusunan semua datanya diambil dari laporan laba / rugi. 3. Pemasok dan kreditur usaha lainya Pemasok dan kreditor usaha lainya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. pendanaan dan operasi perusahaan pada periode tertentu. Investor Investor sebagai pihak yang menanamkan modalnya kedalam perusahaan membutuhkan informasi keuangan dan hasil operasi perusahaan untuk mengetahui dan menilai profit sebagai pertimbangan untuk memutuskan bekerja sama dengan memberikan modal kepada perusahaan yang bersangkutan.2. Berikut ini adalah pengelompokan rasio keuangan menurut (Bambang Riyanto 1997.330): 1. 2. Karyawan Karyawan dan kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. 2. manfaat pensiun. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa. dan kesempatan kerja. Laporan Arus Kas Tujuan pokok aliran kas adalah memberikan informasi mengenai penerimaan dan pembiayaan kas perusahaan salama periode tertentu. 1. Rasio-rasio antar laporan (Interstatement Rations) semua angka yang penyusunan datanya berasal dari neraca dan data lainnya dari laporan laba / rugi.paling penting dalam laporan tahunan. 3. 2. Rasio-rasio neraca (Balance Sheet Rations) yang tergolong dalam rasio ini adalah semua datanya diambil atau bersumber pada neraca. kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek dari pada pemberi pinjaman. Pelanggan .Pihak yang berkepentingan terhadap informasi keuangan 1. 3. Pemberi pinjaman Pemberi pinjaman tertari dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar saat jatuh tempo.

Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan yang lainnya secara periodik.1998 : “Rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifika n”. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan. 6.Pengertian Rasio Keuangan Menurut Sofyan Syarif . 5. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi.termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan perlindungan kepada para penanam modal domestic. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi dimasa yang akan datang. 2.keunggulan tersebut adalah: 1. Menstandarisir size perusahaan. 4. 5.Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan.Keunggulan Analisa Rasio Analisa rasio ini mempunyai keunggulan dibanding dengan teknik analisa lainnya. Pemerintah Pemerintah dari berbagai lembaga yang berada dibawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dank arena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. 3. menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistic pendapatan nasional dan statistic lainnya.4. .3. terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan. Masyarakat Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagi cara misalnya. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecendrungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian aktivitasnya. perusahaan dapat memberikan konstribusi berarti dalam perekonomian nasional. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan . 7. 4. 2. atau tergantung pada perusahaan. 2. Mngetahui posisi perusahaan ditengah industri lain.

b. Rasio-rasio ini dapat dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio. b. Beberapa rasio likuiditas ini adalah sebagai berikut : . Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron. c. Ilikuid. 4. b. Likuiditas badan usaha. Jika dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik standar akuntansi yang dipakai tidak sama. Di tinjau dari likuiditas. khususnya kewajiban jangka pendeknya. khususnya kewajiban jangka pendek tepat pada waktunya. 2.solvabilitas. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya kepada pihak dalam perusahaa. 2.6. Bahan perhitungan rasio atau laporan keuangan itu banyak mengandung taksiran dan judgment yang dapat dinilai bias atau subyektif.5. perusahaan yang tidak mampu memenuhi kewajiban keuangan. 3.teknik ini juga mempunyai beberapa keterbatasan.Keterbatasan analisa rasio Disamping keunggulan dari teknik ini. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang dapat digunakan untuk kepentingan pemakai.Rasio Likuiditas Rasio likuiditas menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. Likuiditas perusahaan. 1. Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar.rentabilitas. Klasifikasi dalam laporan keuangan bias berdampak pada angka rasio. perusahaan yang mampu memenuhi seluruh kewajiban keuangan. Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik ini seperti: a.umumnya rasio yang terkenal dan popular adalah:rasio likuiditas. 5. Disamping itu likuiditas digolongkan atas : a. maka keadaan perusahaan dapat dibedakan : a.yaitu sebagai berikut: 1. Likuid. kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan pada pihak luar perusahaan ( kreditur ).Jenis Rasio Banyak penulis yang menyodorkan jenis rasio yang menurut penulisannya cocok untuk memahami perusahaan.2.

Insolvable. maka keadaan perusahaan di bedakan menjadi : a. Semaki besar rasio ini semakin baik. Besarnya ukuran umum yang dipakai adalah 200% atau 2:1 yang berarti dua kali dari total hutang perusahaan dikatakan solvable bila rasionya kurang dari 200%. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dengan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya. Solvable.A. Untuk quick rasio ukuran berdasarkan prinsaip hati-hati adalah 100% atau 1:1 dianggap cukup memuaskan didalam perusahaan apabila kurang maka dianggap kurang baik. Current Ratio Rasio ini menunjukan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Rasio ini dapat dihitung dari pos-pos yang sifatnya jangka panjang seperti aktiva tetap dan hutang jangka panjang. Besar current ratio yang ideal belum ada suatu patokan yang apsti. namun standar umumyang digunakan 200% atau 2:1 yang berarti nilai aktiva lancar adalah dua kali dari hutang lancar atau setiap satu rupiah hutang lancar harus dapat dijamin sedikitnya dengan dua rupiah aktiva lancar. b. tidak terdapat standar khusus pada cash ratio sehingga penilaianya tergantung kebijakan perusahaan. Rasio ini disebut juga Acid test rasio. 2. perusahaan tidak mampu memenuhi semua kewajiban keuangannya apabila perusahaan . Di tinjau ari solvabilitas. Quick Ratio Rasio ini menunjukan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. perusahaan mampu memenuhi semua kewajiban keuangan nya apabila perusahaan tersebut dilikuidasi. Kegunaan dari rasio ini adalah untuk mengetahui bahwa setiap hutang lancar Rp. 1. C Cash Ratio Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar utang jangka pendeknya yang harus segera dipenuhi dengan kas dan surat berharga dalam perusahaan yang dapat segera di uangkan. 00 di jaminkan oleh kas dan efek sebesar hasil yang diperoleh dari cash rationya.Rasio Solvabilitas Rasio solvabiliats menggambarkan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan dilikuidasi. B.

Ditinjau dari segi likuiditas dan solvabilitas. likuid dan Insolvabel yaitu perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajiban keuangannya baik jangka pendek maupun . Rasio ndiatas 100% sangat berbahaya bagi kreditur karena jumlah utang lebih besar dari pada modal pemilik. Dari rasio ini. para kreditur lebih menyukai rasio utang yang rendah. Biasanya. b. Total Debt to Total Asset Ratio Rasio ini membandingkan jumlah total utang dengan aktiva total yang dimiliki perusahaan. Semakin rendah rasio ini akan semakin aman bagi kreditur jangka panjang. Likuid dan Solvabel Yaitu perusahaan yang tidak dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetapi dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya d. sebab semakin rendah rasio utang perusahaan yang diberi kredit akan semakin besar tingkat keamanan yang didapat kreditur pada waktu likuidasi C. c. Rasio ini digunakan untuk mengetahui berapa bagian setiap rupiah dari modal pemilik yang digunakan untuk menjamin utang. Long term Debt to Equity Ratio Rasio ini membandingkan antara utang jangka panjang dan modal pemilik. maka suatu perusahaan dapat mengalami keadaan : a. Dengan kata lain. Semakin besar rasio ini semakin tidak menguntungkan bagi para kreditur. B. Likuid tetapi Insolvabel Yaitu perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya tetapi tidak dapat memenuhi kewajiban jangka panjangnya. likuid dan Solvabel yaitu perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban keuanganya baik yang bersifat jangka pendek maupun jangka panjang. rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal pemilik untuk menutup utang jangka panjang.dilikuidasi. Yang termasuk raqsio solvabikitas antara lain : A. Rasio ini menunjukan berapa bagian modal pemilik yang menjadi jaminan utang jangka panjang. kita dapat mengetahui bebrapa bagian aktiva yang di gunakan untuk menjamin utang. Total Debt to Total Equity Ratio Rasio ini membandingkan total utang dengan modal pemilik ( ekuitas ). karena jaminan modal pemilik terhadap utang semakin kecil.

Semakin tinggi rasio ini menunjukan semakin tinggi keuntungan yang di peroleh suatu perusahaan D. Return On Equity Adalah rasio yang membandingkan antara laba bersih (laba setelah bunga dan pajak) dan jumlah modal sendiri.dengan demikian . B.kas.dan sebagainya. 2.jangka panjang. Semakin tinggi rasio ini semakin menguntungkan karena laba bersih perusahaan semakin besar. Beberapa jenis rasio rentabilitas adalah sebagai berikut: A. Kajian Penelitian Sejenis 1. Nama : Elis Komala NPM : 10202502 . Net Profit Margin Net profit margin adalah rasio yang membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak dan penjualan bersih untuk menunjukan berapa bagian dari penjualan bersih yang menjadi laba setelah bung dan pajak. 3. rasio ini sangat mendapat perhatian para investor. Operating Income Rastio Rasio ini membandingkan antara laba sebelum bunga dan pajak (laba operasi) dan penjualan bersih. Rasio ini menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba disebut juga Operating Ratio. C.Rasio Rentabilitas Rasio rentabilitas atau disebut juga profitabilitas menggambarkan kemampuan perusahaan mendapatkan laba melalui semua kemampuan.jumlah karyawan.6. Dengan demikian rasio ini menghubungkan keuntungan yang diperoleh dari operasinya perusahaan dengan jumlah investasi atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan keuntungan operasi tersebut. Return On Investment Return on investment adalah salah satu bentuk dari rasio rentabilitas yang dimaksudkan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Rasio ini menunjukan kemampuan modal pemilik yang di tanamkan oleh pemilik atau investor untuk menghasilkan laba bersih yang menjadi bagian dari pemilik.jumlah cabang.dan sumber yang ada seperti kegiatan penjualan.rasio ini menunjukan berapa bagian penjuaalan neto yang merupakan laba usaha. Semakin tinggi rasio ini semakin tinggi keuntungan investor karena semakin efisien modal yang ditanamkannya.modal.

26%.Judul : Analisis laporan keuangan pada PT. quick rasio sebesar 109. karena dilihat dari kedua indicator rasionya yaitu total debt to total assts ratio dan long term debt to equity rasio . Rasio likuiditas pada perusahaan dapat dikatakan likuid.kas serta quick assets yang dimiliki dapat menjamin utang lancar. Pos Indonesia Kesimpulan : Dilihat dari rasio likuiditas yang terdiri dari current rasio sebesar 109. dikarenakan aktiva lancar . Nama : Christine Theresia C G NPM :20204205 Judul :Analisis rasio likuiditas.profitbilitas perusahaan baik dengan basic earnin g power sebesar 0. Rasio solvabilitas dapat dikatajan solvable . Kalbe Farma Kesimpulan : 1.33%.solvabilitas dan rentabilitas pada PT.66%.solvabilitas perusahaan yang terdiri dari total asset to debt ratio sebesar 141. . Rasio rentabilitas .45%. maka perusahaan dapat memenuhi utang jangka pendek maupun utang jangka panjangnya.56%.dan net profit margin sebesar 3. dan cash rasio sebesar 89.73% secara keseluruhan adalah cukup baik.39%. 3.return on equity sebesar 5. 2. 2.81% dikatakan kurang baik.return on assets sebesar 1. dilihat dari keempat indikatornya daoat dikatakan profitable karena laba yang dihasilkan pada umumnya mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.03% dan net worth to debt ratio 42.

jalan jenderal Sudurman kav.HT. Yang berkedudukan di Jakarta yang berkantor pusat di Sudirman Plaza .01 Tahun1991.2. INDOFOOD MAKMUR Tbk. perubahan tersebut telah di setujui oleh menteri kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan no. Ht. METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang di gunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah data sekunder. kesemuanya di buat di hadapan Beny kristianto S.580 dan 581 tanggal 5 Februari 1991 dan di umumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No. Tanggal 12 Juli 1991.360/A.th. C2-291. c2-2048. Not/HKM/1994/Pn. 249 tgl 15 November 1990.04. 5791 14 Juni tambahan No. Pangan jaya Intikusuma berdasarkan akta pendirian No. 3.H.yaitu penulis terjun langsung kelapangan dengan mencari data dari objek penulisan ilmiah ini serta buku-buku . Lt 27. dan di ubah kembali dengan akta No. yang di ubah dengan akta No. Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari mentri kehakiman republic Indonesia berdasarkan surat keputusan No. Indofood Makmur. Indofood Tower. 579. 12 Tanggal 11 Februari 1992 tambahan No.BAB. 611 Berdasarkan keputusan rapat umum luar biasa para pemegang saham sebagai mana di tuangkan dalam akta risalah rapat No. 01. yang di buat oleh Beny Kristianto S.H. Serta telah di daftarkan di pengadilan negri Jakarta Selatan di bawah No. mengubah namanya yang semula PT. Pangan jaya Inti kusuma menjadi PT. 171 Tanggal 20 Januari 1991. jakarta.III METEDOLOGI PENELITIAN 3.1994. DATA YANG DI GUNAKAN Data yang di gunakan dalam penilisan ilmiah ini adalah data historis yang berupa data laporan keuangan dari tahun 2004-2008.3629.Jaksel tanggal 12 februari 1994 dan di umumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No. tanggal 9 februari 1994 di daftarkan di pengadilan negri Jakarta Selatan di bawah No. OBJEK PENELITIAN Objek yang di gunakan oleh penulis adalah PT. yang terdiri dari neraca dan laporan laba rugi. Perusahaan ini di dirikandengan nama PT.3.01. 51 tanggal 5 Februari 1994.1. 228 Tanggal 14 Agustus 1990.76-78. 3.

Rasio Solvabilitas Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajiban baik kewajiban .dan artikel yang mendukung penulisan ilmiah ini. Aktiva lancar .4. Rasio Likuiditas Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan. Rasio yang digunakan : • Current Rasio Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk membayar hutangnya yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar Aktiva lancar Current Rasio = Utang lancar • Quick Rasio Menunjukan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya tanpa memperhitungkan persediaan. 3. ALAT ANALISIS YANG DI GUNAKAN Alat analisis yang di gunakan dalam penulisan ilmiah ini adalah : 1. Kas + Efek Cash Rasio = Hutang Lancar 2.Persediaan Quick Rasio = Hutang Lancar • Cash Rasio Rasio ini menunjukan angka perusahaan untuk membayar hutang jangka pendeknya dengan hanya memperhitungkan uang tunai dan efek/surat berharga.

Hutang jangka panjang Long Term Debt to Equity Rasio = Modal sendir 3. Rasio Rentabilitas Rasio ini menunjukan kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dengan menggunakan modal yang di tanam di dalamnya.jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang apa bila perusahaan tersebut di likuidasi. Rasio yang digunakan : • Net Profit Margin Rasio Membandingkan antara laba setelah bunga dan pajak serta penjualan bersih untuk menunjukan berapa bagian dari penjulan bersih yang menjadi laba setelah bunga dan pajak. Laba setelah bunga dan pajak Net Profit Margin Rasio = Penjualan bersih . Total hutang Total Debt to Total Assets Rasio = Total aktiva • Long Term Debt to Equity Rasio Pada rasio ini membandingkan hutang jangka panjang dan modal sendiri. Rasio yang digunakan : • Total Debt to Total Equity Rasio Rasio ini membandingkan total hutang dengan total modal pemilik. Total hutang Total Debt to Total Equity Rasio = Modal sendiri • Total Debt to Total Assets Rasio Pada rasio ini membandingkan jumlah total hutang dengan aktiva total yang dimiliki perusahaan.

Indofood Sukses Makmur TbK. 228 .1.1 Data dan Profil Objek Penelitian 4.1 Profil PT. Perusahaan ini di dirikandengan nama PT. Laba setelah bunga dan pajak Return of investment = Total aktiva • Operating Income Rasio Membandingkan antara laba sebelum bunga dan pajak (laba operasi) dan penjualan bersih. Laba setelah bunga dan pajak Return of equity = Modal sendiri BAB IV PEMBAHASAN 4. Pangan jaya Intikusuma berdasarkan akta pendirian No. Laba sebelum bunga dan pajak Operating income rasio = Penjualan bersih • Return Of Equity Membandingkan antara laba bersih (laba setelah bunga dan pajak) dan jumlah modal pemilik.• Return Of Investment Membandingkan laba setelah bunga dan pajak dengan jumlah aktiva yang bekerja.

Indofood Makmur TbK.2. Indofood Sukses Makmur Tbk. mengubah namanya yang semula PT.th.04.2 Hasil Penelitian dan Analisis/Pembahasaan 4. Tanggal 12 Juli 1991.H. Not/HKM/1994/Pn.Tanggal 14 Agustus 1990.3629. melaksanakan kegiatannya di bidang industri mie instant serta usaha di bidang penggilingan gandum menjadi tepung terigu dan penyertaan modal pada anak perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan terpadu.01. Pangan jaya Inti kusuma menjadi PT. Serta telah di daftarkan di pengadilan negri Jakarta Selatan di bawah No.01 Tahun1991. yang di buat oleh Beny Kristianto S.H. pengolahan minyak dan lemak nabati derta distribusi. serta meningkatkan kesejahtraaan para karyawan secara berkesinambungan.1994.Jaksel tanggal 12 februari 1994 dan di umumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No. perkebunana. Misi PT. dan rentabilitas PT. 51 tanggal 5 Februari 1994.2.1 Penyajian Data Dalam subbab ini akan dilkukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan untuk menghitung rasio likuiditas.360/A. perubahan tersebut telah di setujui oleh menteri kehakiman Republik Indonesia berdasarkan surat keputusan no. 249 tgl 15 November 1990. Desember 2008. indofood adalah perusahaan dalam wujud produk yang bernilai tambah dengan organisasi yang mantap berdasarkan nilai mempertahankan pertumbuhan usaha yang sehat dan meningkatkan nilai investasi para pemegang saham. C2-291. dan di ubah kembali dengan akta No. yang di ubah dengan akta No. Indofood Makmur.580 dan 581 tanggal 5 Februari 1991 dan di umumkan dalam berita Negara Republik Indonesia No.1.2 ruang Lingkup Usaha PT. 4. Untuk periode 31 Desember 2007. 01. 611 Berdasarkan keputusan rapat umum luar biasa para pemegang saham sebagai mana di tuangkan dalam akta risalah rapat No. 5791 14 Juni tambahan No. Notaris di Jakarta dan telah mendapat persetujuan dari mentri kehakiman republic Indonesia berdasarkan surat keputusan No.HT. Ht. solvabilitas. 4. tanggal 9 februari 1994 di daftarkan di pengadilan negri Jakarta Selatan di bawah No. 579. 12 Tanggal 11 Februari 1992 tambahan No. 4. kesemuanya di buat di hadapan Beny kristianto S.2 Perhitungan . 171 Tanggal 20 Januari 1991. c2-2048.

1 Rasio Likuiditas A. Berdasarkan hal tersebut.101. Tbk Aktiva lancar Current Ratio = X 100% Utang Lancar Tahun 2004 6.474.000. Indofood sukses makmur.129.1 Sumber:PT.677. 1470.872. Indofood Makmur TkB.480.000.415. 1000 di jaminkan oleh aktiva sebesar Rp.159.000 2007 11. maka peneliti akan menganalisis laporan keuangan PT.324.888. 4.788. .101.Kondisi keuangan suatu perusahaan dapat diketahui dari laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan.364.422. Dengan menggunakan rasio likuditas.000 2005 6.364.000 6.000 16.000. Dengan mengadakan suatu analisis terhadap laporan keuangan akan dapat diketahui gambaran tentang posisi keungan perusahaan.262.000 4.301.882.Current Ratio Tahun Aktiva lancar ( Rp ) Hutang lancar ( Rp ) 2004 6.205.872.000.121.2.2.422.000 2006 7. artinya setiap utang lancar Rp.000.000 2008 14.000.882.000 12.000 Current Ratio = X 100 % = 147 % 4.000 Tabel 4.000 4.415. solvabilitas.000 Keterangan : Current ratio tahun 2004 sebesar 147 %. dan rentabilitas.598.809.000.159.588.000.

1000 di jaminkan oleh aktiva sebesar Rp.888.788. 1460. 1000 di jaminkan oleh aktiva sebesar Rp.205.000 . 920.000 Current Ratio = X 100% = 90 % 16.262.480.161.000 Current Ratio = X 100% = 92% 12.000 Keterangan : Current ratio tahun 2006 sebesar 118 % artinya setiap utang lancar rp. Tahun 2006 7.000.000.809.129.000 Current Ratio = X 100 % = 118 % 6. 1180.000 Keterangan : Current ratio tahun 2005 sebesar 146 % artinya setiap utang lancar Rp.000.000.000.301.588. 1000 dijaminkan oleh aktiva lancar sebesra Rp.474.000 Current Ratio = X 100 % = 146 % 4.000.598.000. Tahun 2008 14.324.677. Tahun 2007 11.000 Keterangan : Current Rasio 2007 sebesar 92% artinya setiap utang lancar Rp.000.Tahun 2005 6.422.422.

422.000.101.000 6.888.689.796. Tbk Kas + Efek Cash Ratio = X 100% Utang lancar Tahun 2004 1.000.000 12.2 Sumber:PT.000.000.000 Cash Ratio = X 100% = 31 % 4.262.364.364. Indofood sukses makmur.1000 di jaminkan oleh aktiva lancar sebesar Rp.161. Cash Ratio Tahun Kas + Efek ( Rp ) Utang Lancar ( Rp ) 2004 1.000 Tabel 4.872.000 16.051.872.820.588.000 2006 1.000 Keterangan : Cash ratio tahun 2004 sebesar 31 % artinya setiap utang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh kas dan efek sebesar Rp 310 Tahun 2005 .000 4.Keterangan : Curerent rasio 2008 sebesar 90% artinya setiap utang lancar Rp.613.613.074.000 2005 972.000 4.000.394.394.324.538.000 2007 4.208.074.000.301.000 2008 4.000.000.900 B.271.101.677.

271.588.677.051.820.000 Keterangan : Cash ratio tahun 2007 sebesar 35% artinya setiap utang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh kas dan efek sebesar Rp 350. 280.262.000 Cash Ratio = X 100% = 22% 4. . Tahun 2007 4.539.000.000.000 Keterangan : Cash ratio tahun 2005 sebesar 22 % artinya setiap utang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh kas dan efek sebesar Rp 220.796.000 Keterangan : Cash ratio tahun 2008 sebesar 26% artinya setiap utang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh kas & efek sebesar Rp 260. Tahun 2008 4.324.422. Tahun 2006 1.000.000.000.000.208.000.888.689.301.000.161.000 Cash Ratio = X 100% = 26 % 16.000 Cash Ratio = X 100% = 28% 6.972.000 Keterangan : Cash ratio tahun 2006 sebesar 28% artinya setiap utang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh kas dan efek sebesar Rp.000 Cash Ratio = X 100% =35% 12.

000 Quick Ratio = X 100%=85% 4.000 .872. Tbk Aktiva lancar .000 2.284.422.000.101.C.882.000.480.161.000.000.000 4.415.000 2.332.059. Quick Ratio Tahun Aktiva lancar ( Rp ) Persediaan ( Rp ) Utang lancar ( Rp ) 2004 6.398.000 12.000.000.980.788.872.persediaan Quick Ratio = X 100 % Hutang lancar Tahun 2004 6.000.301.205.059.364.415.061.000 2007 11.284.000 Tabel 4.262.788.000 6.805.2.000.364.588.000.422.000.695.219.000.409.2.480.422.474.000 2.000.000 2008 14.809.101.598.000 16.332.000 6.000.129.398. 895 .677.000.172.3 Sumber:PT.000 Keterangan : Quick ratio tahun 2005 sebesar 85% artinya setiap hutang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp.000 2005 6.000 Quick Ratio = X 100%=95% 4.324.882.000 4.000 Keterangan : Quick ratio tahun 2004 sebesar 95% artinya setiap hutang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 950 Tahun 2005 6.000.000.000 2006 7.000 4.588. Indofood sukses makmur.409.888.695.388.

000 Keterangan : Quick ratio tahun 2006 sebesar 71% artinya setiap hutang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp.172.000 Keterangan : Quick ratio tahun 2007 sebesar 59% artinya setiap hutang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesar Rp 590.980.000.000 Quick ratio = X100%= 52 % 16.301.888. Tahun 2008 14.2.809.000.324.000 .000 Quick ratio = X100%=59% 12.000 – 4.262.219.000 – 6.205.474.Total Debt to Total Equity Ratio Tahun Total Utang .805.000 Keterangan : Quick ratio tahun 2008 sebesar 52% artinya setiap hutang lancar Rp 1000 di jaminkan oleh aktiva lancar setelah dikurangi persediaan sebesra Rp 520.598. 4.000.000.000 Quick Ratio = X 100%=71% 6.000.Tahun 2006 7.000.710 Tahun 2007 11.2.161.422.000.061.000.677.2 Rasio Solvabilitas A .129.388.000.2.

756.000 4.361.549.000.571.000 Keterangan : Total Debt to Total Equity tahun 2004 sebesar 250% artinya setiap total hutang Rp 1000 dijaminkan oleh modal sendiri sebesar Rp.053.749.( Rp ) Modal Sendiri ( Rp ) 2004 10.000 7.369.995.000 8.256.357. Tbk Total Hutang Total Debt to Total Equity = X 100% Modal Sendiri Tahun 2004 10.000 2005 10.053.361.000 Total Debt to Total Equity = X 100% = 250% 4.000.750. Indofood sukses makmur.000 2007 18.756.153.000 Tabel 4.000. 2500 Tahun 2005 10.000 Total Debt to Total Equity = X 100% = 230% 4.000 2008 26.000.653.301.256.750.153.357.000.000.498.4 Sumber:PT.000.000 Keterangan : Total Debt to Total Equity tahun 2005 sebesar 230% artinya setiap total hutang Rp 1000 dijaminkan oleh modal sendiri sebesar Rp. 2300 Tahun 2006 .059.432.000.791.000 5.000.384.190.301.653.000 4.034.000.059.463.000 2006 10.

000 2005 10.000.000 .895.10.791.000 Total Debt to Total Equity = X 100%=209% 5.791.000.995.756.000 Total Debt to Total Equity = X 100 % = 311 % 7.432.463.267.000.000.706.384.000.000.000 Keterangan : Total Debt to Total Equity tahun 2007 sebesar 261% artinya setiap total hutang Rp 1000 dijaminkan oleh modal sendiri sebesar Rp 2610.750.000 39.000 15.384.190.000 Keterangan : Total Debt to Total Equity tahun 2006sebesar 209% artinya setiap total hutang Rp 1000 dijaminkan oleh modal sendiri sebesar Rp. Tahun 2008 18.000 Keterangan : Total Debt to Total Equity tahun 2008 sebesar 311 % artinya setiap total hutang Rp 1000 dijaminkan oleh modal sendiri sebesar Rp 3110 B.000.549.000 2006 10. 2090 Tahun 2007 18.000 29.791.653.000 14.000 2007 18.059.571.034.000 2008 26.203.629.000.384.549.007.859.000 16.000.190.000. Total Debt to Total Asset Ratio Tahun Total Hutang ( Rp ) Total aktiva ( Rp ) 2004 10.995.669.000.000.594.000.369.264.000 Total Debt to Total Equity = X 100% = 261% 7.000.5771.357.483.

653.000 Total Debt to Total Asset Ratio = X 100% = 65% 16.483.859.000. Indofood sukses makmur.357.000 Keterangan : Total Debt to Total Asset Ratio tahun 2005 sebesar 28% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp.007.059. 300 Tahun 2005 10.203.000.5771.000.629. 280 Tahun 2006 10.750. Tbk Total Hutang Total Debt to Total Asset Ratio = X 100% Total Aktiva Tahun 2004 10.650 .267.669.000 Total Debt to Total Asset Ratio = X 100% = 30% 15.000 Keterangan : Total Debt to Total Asset Ratio tahun 2004 sebesar 30% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp.995.Tabel 4.000 Total Debt to Total Asset Ratio = X 100% = 28% 14.5 Sumber:PT.000 Keterangan : Total Debt to Total Asset Ratio tahun 2006 sebesar 65% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp.000.756.

034.000 2008 7.166.264.000.749.000.791.000 Total Debt to Total Asset Ratio = X100%= 63% 29.053.895.000.599.000.000 5.000. Indofood sukses makmur.549.000 2007 3.000 Keterangan : Total Debt to Total Asset Ratio tahun 2008 sebesar 67% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp 670.596. Long Term Debt to Equity Ratio Tahun Hutang Jangka Panjang ( Rp ) Modal Sendiri ( Rp ) 2004 1.369.698.000 2006 1.000.384.000 2005 121.432.000.000.706. C.000 Total Debt to Total Asset Ratio = X100%= 67% 39.301.000 7.000.000 4. Tbk Hutang Jangka panjang Long Term Debt to Equity Ratio = X 100% Modal Sendiri .000 Tabel 4.315.000.361.000 4.6 Sumber:PT. Tahun 2008 26.256.463.655.686.594.271.153.000.200.190.498.000 Keterangan : Total Debt to Total Asset Ratio tahun 2007 sebesar 63% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp 630.000 8.598.000.Tahun 2007 18.

053.000.256.000.034. 280 Tahun 2007 3.271.000.698. Tahun 2008 .000 Long Term Debt to Total Equity Ratio = X 100%=51% 7.190.000 Long Term Debt to Total Equity Ratio = X 100% =28% 4.686.000 Keterangan : Long Term Debt to Total Equity tahun 2007 sebesar 51% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp 510.655.463.315.000.596.166.000 Keterangan : Long Term Debt to Total Equity tahun 2004 sebesar 30% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp 300 Tahun 2005 121.301.153.000 Keterangan : Long Term Debt to Total Equity tahun 2005 sebesar 28% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp.000.000.361.549. 280 Tahun 2006 1.Tahun 2004 1.000 Long Term Debt to Total Equity Ratio = X 100%=28% 5.599.000 Keterangan : Long Term Debt to Total Equity tahun 2006 sebesar 28% artinya setiap total utang Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp.000 Long Term Debt to Equity Ratio = X 100% = 30% 4.

000 Keterangan : Net Profit Margin Ratio tahun 2004 sebesar 2% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menghasilkan laba sebesar Rp.7.357.000 18.000.000 38.000 Tabel 4. 200 .000.2.918.858. Net Profit Margin Ratio Tahun Laba Setelah Bunga & Pajak ( Rp ) Penjualan bersih ( Rp ) 2004 378.018.598.000 2007 980.000.764.000 2006 661.2.799.498.918.650.000 2005 124.000.446.389.338. Tbk Laba setelah bunga & pajak Net Profit Margin Ratio = X 100% Penjualan Bersih Tahun 2004 378.7 Sumber:PT.000 17.000 21. 4.446.000.558.056.000.304.941.338.279.3 Rasio Rentabilitas A.000 Long Term Debt to Total Equity Ratio X 100%=85% 8.000.000.000 2008 1.749.000 27.000 Net Profit Margin Ratio = X 100%=2% 17.034.056.210.200.000.528.528.000 Keterangan : Long Term Debt to Total Equity Ratio tahun 2008 sebesar 85% artinya setiap total utang sebesar Rp 1000 dijaminkan oleh total aktiva sebesar Rp 850. Indofood sukses makmur.000.

034.000 Keterangan : Net Profit Margin Ratio tahun 2005 sebesar 0.Tahun 2005 124.000.650.000 Net Profit Margin Ratio = X 100% = 0.5% 27.000.018.7% 18.764.858.5% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menghasilkan laba sebesar Rp 350.357.304.000.000 Net Profit Margin Ratio = X 100% = 3.941.000.210.000 Keterangan : Net Profit Margin Ratio tahun 2006 sebesar 3% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menghasilkan laba sebesar Rp.000.000 Net Profit Margin Ratio = X 100% = 3% 21. Tahun 2008 1.000.000 .558.000 Keterangan : Net Profit Margin Ratio tahun 2007 sebesar 3.7% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menghasilkan laba sebesar Rp. 300 Tahun 2007 980.389.000. 70 Tahun 2006 661.

203.594.000.357.83% 14.000.669.000.056.000 2008 1.629.000 39.000.7%artinya setiap penjualan netto rp 1000 menghasilkan laba sebesar Rp 270.895.706. Indofood sukses makmur.4% 15.389.000 Keterangan : Net Profit Margin Ratio tahun 2008 sebesar2. Tbk Laba setelah bunga & Pajak Return On Investment = X 100% Total Aktiva Tahun 2004 378.Net Profit Margin Ratio = X 100% = 2.000 15.007.483.000 29.264.018.338.000 Return On Investment = X 100% = 0.000 2005 124. B.000.056.629.000 2007 980.4% artinya setiap kemampuan modal yang diinvestasika dalam aktiva Rp 1000 menghasilkan laba netto Rp.210.859.000 Return On Investment = X 100% = 2.007.000.859.034. Return On Investments Tahun Laba Setelah Bunga & Pajak ( Rp ) Total Aktiva ( Rp ) 2004 378.338.000 Keterangan : Return On Investment tahun 2004 sebesar 2.000.000.000.279.799.000.8 Sumber:PT.000 Tabel 4.203.018. 240 Tahun 2005 124.000 14.7% 38.000 16.000 2006 661.669.000 .267.000.

000.000 .000 Return On Investment = X 100% = 2.000 Return On Investment = X 100% = 4% 16.706.000.389.594.000.000 Keterangan : Return On Investment tahun 2006 sebesar 4% artinya setiap kemampuan modal yang diinvestasika dalam aktiva Rp 1000 menghasilkan laba netto Rp.000 Return On Investment = X 100% = 3.267.034.3% artinya setiap kemampuan modal yang diinvestasika dalam aktiva Rp 1000 menghasilkan laba netto Rp 330 Tahun 2008 1.000 Keterangan Return On Investment tahun 2007 sebesar 3.3% 29.357.895.000.7% artinya setiap kemampuan modal yang diinvestasika dalam aktiva Rp 1000 menghasilkan laba netto Rp 270 . 400 Tahun 2007 980.000.Keterangan : Return On Investment tahun 2005 sebesar 0.7% 39.83% artinya setiap kemampuan modal yang diinvestasika dalam aktiva Rp 1000 menghasilkan laba netto Rp 83 Tahun 2006 661.264.483.210.000 Keterangan : Return On Investment tahun 2008 sebesar 2.

446.380.000 27.304.8 Sumber:PT.000 Operating Income Ratio = X 100% = 4.650.446. 480 Tahun 2005 424.528.000 2005 424.941.650.876.000.000 Tabel 4.918.000.000.462.528.000.000 17.476.000 2007 2.000 18.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2005 sebesar 2.764.3 % 18.000 Operating Income Ratio = X 100%= 2.440. Tbk Laba Sebelum Bunga & Pajak Operating Income Ratio = X 100% Penjualan Bersih Tahun 2004 852.000.000.279.558.000.000 21.206.000.799.380.341.000 2008 4.8% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menmghasilkan laba operasi Rp.8% 1.000.3% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menmghasilkan laba operasi Rp 230 Tahun 2006 .858.321.000.321.764.462. Operating Income Ratio Tahun Laba Sebelum Bunga & pajak ( Rp ) Penjualan bersih ( Rp ) 2004 852.C.221.000 38.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2004 sebesar 4.000 2006 1. Indofood sukses makmur.798.

799.000.156.000 .279.000 Operating Income Ratio = X 100% = 5.018.000 2006 661.000 2005 124.221.256.153.034.000.000 Operating Income Ratio = X 100% = 10% 27.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2008 sebesar 11% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menmghasilkan laba operasi Rp 1100 D.000 Operating Income Ratio = X !00% = 11 38. Return On Equity Tahun Laba Setelah Bunga & Pajak ( Rp ) Modal Sendiri ( Rp ) 2004 378. Tahun 2008 4.361.210.000.858.000.000.1.301.476.000.5% 21.000.341.000.000 4.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2006sebesar 5.463.000 5.000 4.206.000.338.5% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menmghasilkan laba operasi Rp 550 Tahun 2007 2.941.558.876.053.440.304.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2007 10% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menmghasilkan laba operasi Rp 1000.000.

338.153.389.053.9 Sumber:PT.498.9% 4.000.156.000 8.000 2008 1.9% 4.9% artinya setiap modal sendiri Rp1000 menghasilkan laba netto sebesar Rp 290 Tahun 2006 .749.000.000.9% artinya setiap penjualan netto Rp 1000 menmghasilkan laba operasi Rp 890 Tahun 2005 124.256.000 Tabel 4.034.357.000 Return On Equity = X 100% = 2.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2004 sebesar 8.301.549.000.000 7.190.361. Tbk Laba Setelah Bunga & Pajak Return On Equity = X 100% Modal Sendiri Tahun 2004 378.2007 980. Indofood sukses makmur.000 Return On Equity = X 100% = 8.018.000.000.000 Keterangan : Operating Income Ratio tahun 2005 sebesar 2.

3 Rangkuman Hasil Penelitian Berikut ini akan disajikan rangkuman hasil penelitian yang telah di lakukan.190.000.463. Tahun 2008 1.000.498. yang terdiri dari table serta analisis mengenai penelitian terhadap rasio keuangan PT.000.000 Keterangan : Return On Equity tahun 2006 sebesar 13% artinya setiap modal sendiri Rp1000 menghasilkan laba netto sebesar Rp 1300 Tahun 2007 980.034. Indofood Sukses Makmur Tbk.549. .034.749.000 Return On Equity = X 100% = 13% 5.000 Keterangan : Return On Equity tahun 2007 sebesar 14% artinya setiap modal sendiri Rp1000 menghasilkan laba netto sebesar Rp 1400.000.661. 4.000 Return On Equity = X 100% = 12% 8.000.375.000 Keterangan : Return On Equity tahun 2008 sebesar 12% setip modal sendiri Rp 1000 menghasilkan laba netto sebesar Rp 1200.000 Return On Equity = X 100% = 14% 7. Untuk periode tahun 2004 sampai dengan 2008.210.389.000.

1. Rasio Likuiditas .

3. Hal ini mengindikasikan kurangnya kemampuan perusahaan dalam upaya untuk membayar utang lancar dengan aktiva lancar yang dimiliki perusahaan. Hal ini menunjukan adanya penurunan kemampuan perusahaan dalam membayar utang yang segera harus dipenuhi dengan aktiva lancar yang berupa kas dan piutang penurunan ini isebabkan oleh kenaikan utang lancar. Rasio Solvabilitas Total debt to Total equity ratio pada tahun 2004-2006 terjadi penurunan yang mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menjamin total utangnya dengan modal sendiri. Untuk periode tahun 2004-2005 di atas rata-rata industri yaiut 20%. Return on investments tahun 2004. 2007 dan 2008 mengalami penurunan. rasio di atas 100% sangat berbahaya bagi kreditur karena jumlah utang lebih besra dari pada modal pemilik. Cash ratio untuk tahun 2004-2005 terjadi penurunan kas dan kenaikan jumlah utang lancar. sedangkan pada tahun-tahun berikutnya terjadi penurunan. Total debt to total asset ratio tahun 2004-2005 terjadi penurunan sebesar 2% yang disebabkan adanya penurunan total aktiva. Current ratio pada tahun 2004-2008 pada umumnya kurang baik karena masih dibawah rata-rata industri sebesar 200%. hal ini meninjukan danya kenaikan kemampuan perusahaan dalam mambayar utang-utang lancar oleh kas. akan tetapi pada tahun-tahun berikutnya terjadi penurunan. hal ini menggambarkan setiap rupiah penjualan yang menghasilkan laba bersih mengalami peningkatan. Long term debt to equity tahun 2004. Sedangkan pada tahun-tahun berikutnya terjadi peningkatan. ini berarti dari jumlah aktiva yang dimiliki perusahaan dapat dijaminkan untuk utangnya. hal ini mengindikasikan adanya peningkatan kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang jangka panjangnya oleh moal sendiri. hal ini mengindikasikan bahwa kemampuan perusahaan dalam melaksanakan investasi untuk memperoleh laba . Rasio rentabilitas Net profit margin tahun 2005 mengalami penurunan dari tahun tahun sebelumnya. 2005 dan 2006 terjadi penurunan. hanya ada penurunan sebesar 1 % pada tahun 2005. sedangkan pada tahun 2006-2008 terjadi peningkatan di sebabkan bertambahnya total aktiva. 2. Namun pada tahun 2007-2008 terjadi peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya hal ini disebabkan adanya peningkatan hutang jangka panjang. Quick ratio pada tahun 2004-2005 terjadi peningkatan. Sedangkan pada tahun 2006-2008 terjadi peningkatan yang disebabkan adanya peningkatan total utang perusahaan. sedangkan pada tahun 2006-2007 mengalami peningkatan .Current Ratio tahun 2004 dan 2005 relatif tidak terjadi perubahan. 2005. Periode tahun 2004-2008 kurang baik karena angka rasionya di atas 100% .

. Sedangkan untuk tahun 2006 mengalami peningkatan. Operating income ratio tahun 2006-2008 mengalami kenaikan. hal ini berarti menunjukan bahwa penjualan bersih yang dilakukan perusahaan menghasilkan laba operasi yang meningkat.bersih menurun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.