BAB III ANALISIS KEUANGAN KEUANGAN

Analisis keuangan perusahaan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental. Analisis teknikal adalah analisis keuangan perusahaan yang dilakukan dengan mengamati harga saham yang berlaku di pasar. Pengamatan dilakukan dengan mengamati tren harga saham. Berdasarkan tren tersebut, analis membuat keputusan apakah akan menjual atau membeli saham perusahaan. Seorang analis teknikal yang sejati mempercayai bahwa kondisi keuangan perusahaan tercermin pada harga saham. Analisis fundamental merupakan analisis keuangan perusahaan yang didasarkan atas laporan keuangan yang dikeluarkan oleh perusahaan. Agar informasi yang disajikan dalam laporan keuangan menjadi lebih berarti maka diperlukan berbagai analisis atas laporan keuangan. Beberapa model analisis yang lazim digunakan adalah analisis horisontal, analisis trend, analisis vertikal/common size (analisis pembandingan laporan keuangan), analisisi rasio, analisis penggunaan dan sumber dana, analisis arus kas, analisis kredit. Berikut ini penjelasan singkat tentang analisis-analisis yang terdapat pada analisis fundamental. Analisis horisontal adalah suatu analisis yang membandingkan dua periode laporan keuangan atau lebih. Untuk kepentingan analisis dua atau lebih laporan keuangan disajikan secara komparatif kemudian diselisihkan periode saat ini dengan periode sebelumnya. Dalam laporan ini disajikan kenaikan atau penurunan setiap elemen laporan keuangan yang dinyatakan dalam persen dan atau nilai mata uang tertentu. Analisis trend menunjukkan perubahan data keuangan perusahaan dalam persen untuk beberapa tahun berdasar suatu tahun dasar tertentu. Analisis ini akan lebih bermanfaat untuk menilai perkembangan perusahaan dalam periode yang relatif lebih lama, misalnya lima tahun. Analisis ini diterapkan pada setiap elemen yang ada dalam laporan keuangan. Laporan common size merupakan suatu bentuk laporan yang menunjukkan item-item didalamnya yang dinyatakan dengan persentase dan juga dalam mata uang. Dalam laporan laba rugi, persentasenya didasarkan pada total penjualan dan dalam neraca persentasenya didasarkan atas total aktiva. Analisis rasio keuangan merupakan suatu cara yang membuat perbandingan data keuangan perusahaan menjadi lebih berarti. Rasio keuangan menjadi dsar untuk menjawab beberapa pertanyaan penting mengenai kesehatan keuangan perusahaan yang meliputi antara lain:

37

likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, kemampuan manajemen mendanai investasinya, hasil yang diperoleh pemegang saham dari investasi yang dilakukan oleh perusahaan. Analisis penggunaan sumber dana merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengetahui apaka manajemen dapat menggunakan dana dan memperoleh dana secara efektif dan efisien dan untuk mengetahui apakah perusahaan memiliki modal kerja yang cukup untuk operasi perusahaan. Berdasarkan analisis ini dapat diungkap juga sebab-sebab kelebihan dan kekuarangan modal kerja bagi perusahaan. Analisis arus kas merupakan salah satu analisis rasio yang didasarkan atas arus kas perusahaan. Hal ini berbeda dengan analisis rasio di atas. Kebanyakan pemakai laporan keuangan mendasarkan perhitungannya pada laba rugi dan neraca. Pemakai harus menyadari bahwa rasio yang diperoleh dari laba rugi dan neraca memiliki kelemahan. Rasio yang didasarkan pada arus kas mempunyai kekuatan tersendiri. Analisis kredit perlu dilakukan khususnya bagi kreditor/investor (lembaga keuangan) yang bermaksud memberikan bantuan dana kepada perusahaan yang membutuhkan dana. Tujuannya adalah agar dana yang diberikan pada perusahaan aman dan perusahaan dapat menggunakan dana secara efektif dan efisien dan mempu untuk mengembalikan dana tersebut. Perlu diperhatikan rasio-rasio keuangan dan analisis yang lain seperti syarat kredit, capita budgeting. Pembahasan selanjutnya akan mendasarkan pada analisis fundamental. Namun demikian tidak mengesampingkan bahwa pendekatan teknikal tidak penting. Sebagian besar pelaku pasar modal justru melakukan analisis berdasarkan analisis teknikal dengan alasan bahwa informasiinformasi fundamental sudah tercermin pada analisis teknikal ini. Analisis fundamental adalah analisis yang didasarkan atas laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan. Analisis ini juga disebut analisis kuantitatif. Berdasarkan laporan keuangan tersebut, analis berusaha untuk memprediksi kinerja perusahaan di masa yang akan datang berdasarkan kinerja pada masa lampau. Analis fundamental mempercayai bahwa harga saham terbentuk berdasarkan kinerja perusahaan yang tercermin dalam laporan keuangan. Oleh karena itu, laporan keuangan merupakan hal yang paling penting dalam analisis fundamental. Periode pembuatan laporan keuangan dapat kuartalan, semesteran ataupun tahunan. Namun demikian, biasanya, pengguna laporan keuangan (pihak ekstern) memperoleh laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan merupakan “ladang emas” bagi investor yang dapat menginterpretasikan laporan keuangan. Interpretasi laporan keuangan tersebut memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

38

1. Periode laporan keuangan: kuartalan dan tahun Laporan keuangan yang dibuat oleh manajemen juga mencakup hal-hal sebagai berikut: a. Ringkasan tahun sebelumnya b. Informasi tentang perusahaan secara umum, sejarahnya, product and line of business c. Catatan untuk pemegang saham dari manajemen ( chief executive officer) d. Laporan auditor yang menyatakan bahwa laporan keuangan tersebut akurat e. Diskusi yang mendalam berkaitan dengan hasil finansial dan faktorfaktor yang lain dalam bisnis f. Laporan keuangan yang terdiri dari laba rugi, neraca dan arus kas g. Catatan atas laporan keuangan h. Informasi lainnya: manajemen perusahaan, officers, offices, new location, etc. 2. Diskusi manajemen dan analisis Analis perlu mengkritisi diskusi dan analisis yang dilakukan oleh manajemen. Analis perlu mencari informasi yang berguna. Untuk itu perlu dipikirkan hal-hal berikut ini: a. Apakah komentar manajemen jujur dan akurat? Seberapa jauh? b. Apakah manajemen mendiskusikan tren keuangan yang signifikan dua periode yang lampau? c. Apakah komentar manajemen jelas? Hati-hati dengan penjelasan yang membingungkan dengan menggunakan bahasa yang muluk-muluk dan jargon-jargon tertentu. Apabila manajemen menggunakan ini, mungkin manajemen menyembunyikan sesuatu. 3. Laporan auditor Pastikan bahwa laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan sudah diaudit oleh auditor independen. Hal ini penting untuk menjamin kebenaran dan kejujuran manajemen. 4. Neraca Pengguna laporan keuangan harus familier dengan istilah asset, kewajiban dan ekuitas. Istilah-istilah tersebut, yang dijumpai di neraca, merupakan komponen dari persamaan dasar akuntansi yaitu assets = kewajiban + ekuitas. Neraca merupakan potret kondisi keuangan perusahan pada saat tertentu. 5. Laporan laba rugi Analis jangan terkecoh dengan bottom line. Belum tentu laba bersih yang tinggi menunjukkan kinerja perusahaan yang baik. Analis perlu

39

memperhatikan elemen-elemen lain yang ada pada laba rugi. Lihatlah laporan keuangan dari top line to bottom line. 6. Laporan arus kas 7. Catatan atas laporan keuangan Catatan atas laporan keuangan merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Catatan laporan keuangan ini memberikan informasi-informasi yang berkaitan dengan laporan keuangan perusahaan. Catatan laporan keuangan juga mengungkap metoda akuntansi dan hal-hal lain yang mempengaruhi laporan keuangan.

A. Analisis Pembandingan Laporan Keuangan
1. Tujuan Pembandingan laporan keuangan bertujuan untuk mengetahui perkembangan (perubahan-perubahan) finansial perusahaan melalui laporan keuangan (laporan laba rugi, neraca, arus kas dan perubahan ekuitas pemilik; selanjutnya disebut laporan keuangan) setiap periode waktu tertentu.

2. Penyajian Pembandingan Laporan Keuangan Cara pembandingan laporan keuangan dilakukan dengan membandingkan dua atau lebih laporan keuangan yang dikeluarkan pada periode yang berbeda. Semakin banyak laporan keuangan yang diperbandingkan maka perkembangan finansial perusahaan semakin baik. Hal ini berarti kesimpulan yang ditarik berkaitan dengan kondisi finansial perusahaan tidak terlalu bias (menyesatkan). Pembandingan laporan keuangan dapat dilakukan dengan: membandingkan laporan keuangan dengan periode sebelumnya, bugdet, laporan keuangan perusahaan lain yang sejenis, atau dengan laporan keuangan industri. Membandingkan laporan keuangan dengan periode sebelumnya dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu: a. Periode yang paling awal

Keterangan

31 Desember 2000 2001 2002 800 500 600 1000 750 550 900 1150 1000 40

Kas Piutang Persediaan

Bertambah/berkurang 2001 atas 2000 2002 atas 2000 Rp % Rp % 200 25 100 12,5

Pada kolom tanggal (31 Desember) diisi dengan jumlah nominal komponen-komponennya. karyawan. arus kas ataupun ekuitas pemilik. manajemen. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan apabila suatu periode akan dijadikan sebagai periode dasar: 1) Kondisi perekonomian stabil tidak terjadi inflasi yang terlalu tinggi 2) Perusahaan beroperasi normal kapasitas. Dengan demikian semua laporan keuangan yang terjadi sebelum/sesudah tahun 2000 dibandingkan dengan tahun 2000. Pada kolom bertambah/berkurang diisi dengan menyelisihkan periode dengan periode yang dijadikan sebagai periode dasar (dalam hal ini yang menjadi periode dasar adalah periode 2000). lingkungan TUGAS SAUDARA: 1 Lengkapilah tabel di atas dan carilah kelebihan dan kelemahan dengan menggunakan cara tersebut di atas! Kelebihan Kelemahan 41 .Tanah 650 650 750 Kolom keterangan pada tabel di atas diisi dengan komponenkomponen yang ada pada laporan laba rugi. neraca.

Yang membedakan adalah periode pembanding. Tanda kurung ( ) menunjukkan angka negatif yang berarti periode saat ini lebih kecil dari pada periode sebelumnya.b. Apabila hasil selisih tersebut menunjukkan angka nol maka bisa ditulis 0 atau dikosongkan. Periode sebelumnya Keterangan 31 Desember 2000 2001 2002 800 500 600 650 1000 750 550 650 900 1150 1000 750 Kas Piutang Persediaan Tanah Bertambah/berkurang 2001 atas 2000 2002 atas 2001 Rp % Rp % 200 25 (100) (10) Dengan cara yang hampir sama dengan point 1 (halaman 3). yang dijadikan periode pembanding adalah periode sebelumnya. TUGAS SAUDARA: 2 Kelebihan Lengkapilah tabel di atas dan carilah kelebihan dan kelemahan dengan menggunakan cara tersebut di atas! Kelemahan 42 . Perhitungan pada kolom bertambah/berkurang sama dengan point satu (halaman 3). Pada point dua ini.

Rata-rata jumlah kumulatif periode yang dibandingkan Keterangan Kas Piutang Persediaan Tanah 31 Desember 2000 2001 2002 800 500 600 650 1000 900 750 1150 550 1000 650 750 Jumlah kumulatif Rata-rata per tahun 2000 2001 2002 Pada kolom jumlah kumulatif diisi dengan menjumlahkan angka yang ada pada kolom tanggal (31 Desember). Rata-rata jumlah kumulatif ini akan lebih berguna apabila digunakan untuk menganalisis laporan laba rugi. 43 . Kolom rata-rata per tahun diisi dengan membagi angka yang ada pada kolom jumlah kumulatif dengan jumlah kolom tanggal (jumlah periode). Hal ini dikarenakan analis akan lebih mengetahui rata-rata laba rugi dari beberapa periode.2. Disamping itu analis juga dapat membandingkan laba rugi yang diperoleh oleh perusahaan pada periode tertentu dengan rata-rata laba rugi. Tiga kolom terakhir diisi dengan menyelisihkan kolom tanggal dengan kolom jumlah kumulatif.

Keterangan Kas Piutang Persediaan Tanah 31 Desember Perusahaan lain 2000 2001 2002 2000 2001 2002 800 500 600 650 1000 900 825 1100 925 750 1150 700 700 1000 550 1000 1150 1300 1350 650 750 1200 1200 1200 Bertambah/berkurang 2000 2001 2002 Tidak jarang perusahaan yang sudah sukses (mengungguli perusahaan lain) meremehkan perusahaan lain. Hal ini akan mengakibatkan (secara perlahan) perusahaan mengalami kemerosotan dibandingkan dengan kompetitor 44 . dan perusahaan tidak meremehkan kompetitornya. dan mempunyai laporan keuangan yang lebih baik. Hal ini dapat dilakukan dengan ketentuan bahwa perusahaan yang dijadikan pembanding adalah perusahaan yang bergerak pada bidang yang sama.TUGAS SAUDARA: 3 Lengkapilah tabel di atas dan carilah kelebihan dan kelemahan dengan menggunakan cara tersebut di atas! Kelebihan Kelemahan Perusahaan juga dapat membuat analisis pembandingan laporan keuangan suatu perusahaan dengan laporan perusahaan lain yang sejenis. Hal ini akan memberikan dorongan pada perusahaan agar bekerja lebih baik lagi. ukuran perusahaan hampir (mendekati) sama. Perusahaan jarang untuk melihat kembali strategi yang telah digunakan dan berusaha mengetahui posisi kompetitornya. dan dapat mengetahui posisi kompetitornya sehingga perusahaan dapat menentukan strategi secara tepat.

Pembandingan dilakukan pada periode yang sama. Lengkapilah tabel di atas dan carilah kelebihan dan kelemahan dengan menggunakan cara tersebut di atas! TUGAS SAUDARA: 4 Kelebihan Kelemahan Perusahaan juga dapat membandingkan laporan keuangan yang dicapai pada periode-periode tertentu dengan budgetnya.tanpa diketahui sebelumnya. Keterangan 31 Desember Budget 2000 2001 2002 2000 2001 2002 800 500 600 650 1000 750 550 650 900 825 1150 500 1000 615 750 650 1100 925 700 1100 550 1150 650 850 Bertambah/berkurang 2000 2001 2002 Kas Piutang Persediaan Tanah TUGAS SAUDARA: 5 Lengkapilah tabel di atas dan carilah kelebihan dan kelemahan dengan menggunakan cara tersebut di atas! Kelebihan Kelemahan 45 .

Untuk mengatasi kelemahan tersebut maka analis 46 . laporan Keterangan Kas Piutang Persediaan Tanah 31 Desember Budget 2000 2001 2002 2000 2001 2002 800 500 600 650 1000 750 550 650 900 825 1150 500 1000 615 750 650 1100 925 700 1100 550 1150 650 850 Bertambah/berkurang 2000 2001 2002 TUGAS SAUDARA: 6 Lengkapilah tabel di atas dan apa yang dapat saudara ketahui dari tabel tersebut! Yang dapat saya ketahui dari pembandingan laporan keuangan dengan laporan keuangan industri adalah: Secara umum metoda-metoda di atas mempunyai kelemahan. yaitu analis tidak dapat melihat perubahan dalam masing-masing komponen dari tahun ke tahun.Perusahaan juga dapat melakukan pembandingan keuangannya dengan laporan keuangan industri.

6 33.6% dan pada tahun 2001 sebesar 33. Analisis common size memberikan arti yang lebih bagi analis.9 23. Analisis ini disebut dengan analisis common size. Analis tidak dapat mengatakan apakah kenaikan tersebut berarti atau tidak tanpa melihat proporsi uang kas terhadap total aktivanya.7 100 100 100 Lengkapilah tabel di atas dan apa yang dapat saudara ketahui dari tabel tersebut! Yang dapat saya ketahui dari pembandingan laporan keuangan dengan laporan keuangan industri adalah: 47 . Proporsi uang kas pada tahun 2000 adalah 35. Ini menunjukkan bahwa proporsi uang kas pada tahun 2001 lebih kecil (turun) dibandingkan dengan tahun 2000.9%. Sebagai contoh: uang kas mengalami kenaikan dari 800 menjadi 1000 (naik 200).perlu melakukan pembandingan antar rasio masing-masing komponen dengan totalnya. Walaupun pada tahun 2000 jumlah uang kas nampak lebih kecil daripada tahun 2001 Analisis common size dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: Keterangan Kas Piutang Persediaan Tanah Total aktiva TUGAS SAUDARA: 6 31 Desember Persentase 2000 2001 2002 2000 2001 2002 800 500 600 650 2250 1000 900 750 1150 550 1000 650 750 2950 3800 35.

dasar modal yang besar. dan pertumbuhan yang lambat. dengan hutang dan aktiva jangka pendek yang sedikit. Perusahaan yang Aman Aktiva lancar Aktiva tetap Total aktiva 70% 30% 100% Kewajiban lancar Kewajiban jangka panjang Modal pemegang saham Total kewajiban dan modal 25% 15% 60% 100% Suatu perusahaan dikatakan berisiko jika memiliki tingkat pencairan aktiva yang tinggi (aktiva sulit dicairkan nilainya).Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan membandingkan masing-masing kelompok komponen dengan totalnya. dan pendapatannya sangat fluktuatif. 48 . tingkat pertumbuhan tinggi. tergantung jenis industrinya. Lihat pada tabel berikut: Aktiva lancar Aktiva tetap Aktiva lain Total aktiva PT Merah Darah Neraca Per 31 Desember 2002 87% Kewajiban lancar 11% Kewajiban jangka panjang 2% Modal pemegang saham 100% Total kewajiban dan modal 18% 20% 62% 100% Suatu perusahaan dikatakan “aman” apabila perusahaan tersebut memiliki tingkat pengembalian yang rendah. aktiva jangka panjang yang tinggi. dana pendukung dari luar yang nilainya lebih dari separuh bisnis. dasar modal yang kecil. Perusahaan yang Berisiko Aktiva lancar Aktiva tetap Total aktiva 30% 70% 100% Kewajiban lancar Kewajiban jangka panjang Modal pemegang saham Total kewajiban dan modal 20% 45% 35% 100% Catatan: rasio-rasio tersebut di atas bervariasi.

7 25.3. naik atau turun. Interpretasi Untuk dapat menginterpretasikan pembandingan laporan keuangan.3 21. Pada kolom bertambah atau berkurang dapat diketahui bahwa pada tahun 2000 hasil pengurangannya adalah nol (0) hal ini karena tahun 2000 dijadikan sebagai tahun dasar. terlebih dahulu perlu diingat kembali bahwa laporan keuangan tidak berdiri sendiri. Apabila perusahaan tidak menerapkan penjualan secara kredit maka tidak ada piutang (dagang).1 100 Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa tahun yang dijadikan sebagai tahun dasar adalah tahun 2000. maka ada komponen-komponen lain dalam laporan keuangan yang berubah. Hal ini menunjukkan adanya kenaikan kas. yaitu aktiva = hutang + modal. Apabila aktiva berubah. Perhatikan contoh berikut: Keterangan Kas Piutang Persediaan Tanah Total aktiva 31 Desember Bertambah/berkurang 2000 2001 2002 2000 2001 2002 825 500 615 650 2590 1100 925 700 1100 550 1150 650 850 3000 4025 0 0 0 0 275 200 (65) 0 100 400 600 200 Persentase 2000 2001 2002 31. Pada tahun 2001 kas yang dimiliki perusahaan 275 lebih besar dari pada tahun 2000. Analis juga dapat mengetahui kecenderungan dari masing-masing komponen.3 28.6 21. Oleh karena itu analis perlu mengetahui perubahan-perubahan yang terjadi pada laporan keuangan (angka yang saudara buat) apakah negatif atau positif dan keterkaitan antara komponenkomponen yang ada dalam laporan keuangan.7 100 23 27. Dengan demikian laporan keuangan pada tahun 2001 dan 2002 dibandingkan dengan tahun 2000. Jumlah piutang yang meningkat menunjukkan bahwa penjualan (secara kredit) meningkat. Pada kolom bertambah/berkurang terkadang dihilangkan. Analis juga perlu mengetahui persamaan dasar yang ada di dalam neraca. atau ada penambahan komponen lain di sisi utang atau modal sendiri.7 23. Masing-masing laporan keuangan yang dibuat oleh perusahaan terkait satu dengan lainnya.3 23. Komponen piutang mengalami peningkatan.3 18.1 100 36.9 19. Dalam hal ini analis perlu 49 . apakah masingmasing komponen mempunyai kecenderungan stabil. Sebagai contoh: apabila kas bertambah maka analis perlu melihat apakah ada pengurangan di komponen lain di sisi aktiva. Piutang adalah akibat dari perusahaan menerapkan kebijakan penjualan secara kredit.

2) jumlah piutang sebesar 19. Pada tahun 2000 dapat diketahui sebagai berikut: 1) kas yang dimiliki perusahaan adalah 31. Pada tahun 2001 perusahaan tidak menginvestasikan dananya pada tanah sehingga pada tabel terlihat bahwa jumlah tanah yang dimiliki oleh perusahaan tetap. Kas bisa berasal dari hasil penjualan. kebakaran. 19. Jumlah kas yang relatif besar menunjukkan bahwa perusahaan dapat membayar hutang secara kas. Persediaan mengalami penurunan. Analis perlu mengkonfirmasikan dengan penjelasan laporan keuangan.193 rupiah. Keberhasilan di dalam promosi memberi dampak pada penjualan.3% dari total aktiva. pencurian.7% dari total aktiva dan tanah sebesar 25. Jumlah ini menunjukkan bahwa dari 100 rupiah aktiva perusahaan. Rasio-rasio komponen terhadap totalnya ditunjukkan pada kolom persentase.3% dari total aktiva. Penurunan persediaan ini bisa diakibatkan karena pada tahun 2001 perusahaan berhasil dalam melakukan promosi. Hal yang sama juga dapat dilakukan untuk tahun 2002. Sebenarnya jumlah uang yang terlalu banyak akan merugikan perusahaan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan tidak dapat mengelola kas dengan baik.1% dari total aktiva.3%nya tertanam dalam piutang. analis perlu membaca penjelasan laporan keuangan. Untuk memastikan lebih lanjut posisi persediaan ini. Oleh karena itu analis perlu mengkonfirmasikan jumlah kas dengan komponen-komponen yang lain dalam laporan keuangan. penjualan aktiva lain. keusangan. akan lebih baik apabila kas diinvestasikan pada investasi sementara (jangka pendek). hutang. semisal 50 .9% dari total aktivanya. keausan dan sebagainya. apakah piutang tersebut adalah piutang dagang atau ada piutang yang lainnya. Dimungkinkan juga bahwa perusahaan mempunyai rencana investasi atau berjaga-jaga. Dengan demikian perusahaan dapat dikatakan likuid (dapat membayar hutang jangka pendek). atau tambahan modal sendiri. Dari keterangan tersebut diketahui bahwa kas memiliki proporsi yang paling besar dibandingkan dengan komponen-komponen lainnya. Oleh karena itu analis perlu melihat kembali apakah penjualan pada tahun 2001 meningkat? Bisa juga dimungkinkan bahwa penurunan persediaan ini disebabkan oleh hal-hal lain seperti perubahan kebijakan dalam akuntansi. Atau dengan kata lain setiap 1 rupiah aktiva diinvestasikan dalam bentuk piutang sebesar 0. Dimungkinkan bahwa persediaan yang ada di dalam persediaan telah terjual.mengkonfirmasikan data piutang dengan data penjualan. Apakah penjualan pada tahun 2001 mengalami peningkatan?. 3) persediaan sebesar 23. Apakah ada aktiva lain yang berkurang? Apakah hutang perusahaan bertambah? Atau adakah penambahan modal dari pemilik? Jumlah piutang pada tahun 2000 sebesar 19.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap 100 rupiah aktiva diinvestasikan dalam tanah sebesar 25. Rasio-rasio tersebut digunakan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan seperti kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek. Rasio keuangan yang ada di literatur tersebut sangat banyak. Piutang terjadi sebagai akibat dari kebijakan penjualan secara kredit.1% dari total aktiva. maka data yang dibuat harus lebih banyak. Demikian juga dengan persediaan. kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba.1 rupiah. memprediksi kebangkrutan perusahaan (termasuk 51 . Persediaan memiliki proporsi sebesar 23. Hal yang sama dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan pada tahun 2001 dan 2002. Analisis rasio keuangan a. Tetapi persediaan yang terlampau banyak akan menyerap biaya yang semakin banyak pula.piutang gaji. Rasio-rasio Dalam berbagai literatur manajemen keuangan telah dijelaskan rasiorasio keuangan. Semakin banyak persediaan berarti semakin banyak konsumen yang dapat dilayani.7% dari total aktiva. Analis perlu jeli. piutang wesel dan sebagainya. Tujuan Tujuan dari analisis rasio adalah untuk mendapatkan gambaran hubungan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain dan menjelaskan atau memberi gambaran kepada analis tentang baik atau buruknya kondisi finansial perusahaan b. analis dapat menduga kecenderungan masing-masing komponen. dan sebagainya. B. Berdasarkan hasil analisis common size. Biaya yang dimaksud adalah biaya simpan dan biaya pesan Tanah memiliki proporsi sebesar 25. menemukan salah saji material pada laporan keuangan (bidang auditing). apakah tanah yang dimiliki perusahaan merupakan tanah yang produktif atau menganggur. kemampuan perusahaan untuk membayar seluruh hutangnya. apakah cenderung naik.7 rupiah. stabil atau bahkan turun. kemampuan perusahaan untuk memberikan penghasilan kepada pemilik. Persediaan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi permintaan konsumen. kesehatan finansial perusahaan. Setiap 100 rupiah persediaan akan ditanamkan di dalam persediaan sebesar 23. Agar dapat lebih pasti kecenderungannya. Berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa rasio keuangan mempunyai peranan yang penting bagi pengguna untuk mengetahui kinerja perusahaan. Rasio-rasio tersebut dibuat sesuai dengan kebutuhan para pemakainya.

Kenyataan ini terutama dipicu oleh kebutuhan industri akan perluasan midal yang telah mendorong sektor keuangan menjadi kekuatan utama dlam perekonomian. prediktor laba. Warsidi (http://warsidi-kartin. Namun ada sebagaian pihak yang tidak setuju dengan penggunaan rasio keuangan sebagai indikator fundamental. manajemen perusahaan dalam berbagai sektor industri mulai bergeser dari pemilik kepada manajemen profesional. memprediksi keuntungan saham. Dalam konteks ini. memprediksi earning di masa yang akan datang. Bahkan pernah terdapat kecenderungan untuk menggunakan rasio keuangan tunggal seperti return on investment.perbankan). analisis rasio tidak memberikan banyak jawaban. Rasio keuangan merupakan instrumen analisis prestasi keuangan yang menjelaskan berbagai hubungan dan indikator keuangan yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan atau prestasi operasi di masa lalu dan membantu menggambarkan trend pola perubahan tersebut. meskipun didasarkan pada data dan kondisi masa lalu tetapi dimaksudkan untuk menilai risiko dan peluang dimasa yang akan datang. menilai risiko dan peluang di masa yang akan datang. Pada masa revolusi industri analisis rasio keuangan mulai dilakukan seiring dengan semakin pentingnya laporan keuangan yang dipublikasikan di dalam praktek bisnis.tripod. Rasio keuangan. prediktor kondisi keuangan perusahaan. kecuali menyediakan rambu-rambu tentang apa yang seharusnya diharapkan. Di sisi lain. sejalan dengan praktek bisnis dewasa ini.com) mencatat bahwa perkembangan analisis rasio keuangan dapat ditelusuri ke pertengahan akhir abad ke – 19 yang digunakan oleh industri di Amerika Serikat. Rasio keuangan juga telah dijadikan sebagai independent and descriptive variable dalam studi ekonomi. rasio keuangan digunakan oleh analis kredit untuk menilai kemampuan perusahaan dlam melunasi utang-utangnya. untuk kemudian menunjukkan risiko dan peluang yang melekat pada perusahaan yang bersangkutan. Perlu diingat bahwa rasio keuangan bukan merupakan kriteria yang mutlak namun merupakan titik awal dalam analisis keuangan perusahaan. dijadikan sebagai indikator yang fundamental di dalam praktek bisnis dan ekonomi. sedangkan analis manajemen menggunakannya untuk mengukur tingkat profitabilitas. Hal ini menunjukkan bahwa analisis rasio keuangan. Alasannya yaitu: 52 . mengukur nilai perusahaan.

average collection. rate of return for the owners (rate of return on net worth). Rasio keuntungan ini lebih ditujukan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilakan laba berdasarkan modal yang dimiliki. total debt to total capital assets. long term debt ti equity ratio. average day’s inventory. cash ratio (ratio of immediate solvency). 53 . quick ratio (acid test ratio) dan working capital to total asset ratio. 3) Rasio Aktivitas Rasio aktivitas terdiri dari total assets turnover. dan times interest earned ratio. 1995): 1) Rasio likuiditas Rasio ini terdiri dari current ratio. Rasio-rasio yang dikembangkan untuk menganalisis laporan keuangan pada organisasi bisnis pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi (Riyanto. yaitu: gross profit margin. net earning power ratio (rate of return on investement/ROI). receivable turnover. operating ratio. baik modal asing maupun modal sendiri. Untuk mendalami lebih lanjut saudara dipersilakan untuk membaca analisa financial leverage. Rasio ini dimaksudkan untuk mengaetahui efisiensi penggunaan dana. operating income ratio (operating profit margin). earning power of total investment (rate of return an total assets). 4) Rasio Keuntungan Rasio keuntungan terdiri dari tujuh macam rasio. 2) Pengukuran rasio keuangan merupakan pengukuran yang bersifat artifisial. net profit margin (sales margin). Bambang. Rasio-rasio tersebut adalah total debt to equity ratio. Rasio-rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar hutang jangka pendek. tangible asset debt coverage. 3) Rasio keuangan mengalihkan perhatian analis dari pandangan terhadap perusahaan secara komprehensif 4) Keandalan rasio keuangan sebagai indikator sangat bervariasi di antara setiap rasio.1) Perubahan rasio keuangan sebenarnya merupakan angka yang tidak dapat diinterpretasikan karena pembilang dan penyebutnya bervariasi. inventory turnover. 2) Rasio Leverage Ada lima macam rasio yang digunakan untuk mengukur leverage. dan working capital.

Berikut ini beberapa rumus analisis rasio yang digunakan oleh akuntan dalam menganalisis laporan keuangan Profitability Gross Profit Margin Operating Profit Margin Net Profit Margin Retained Profit Margin Profit Mark up PBIT PBT 54 .

Rate of Return Return on Capital Employed (ROCE) Return on total Assets (ROTA) Return on Fixed Assets (ROFA) Return on Working Capital (ROWC) Manajemen modal kerja Liquidity Current Ratio Acid Test NOTES: Current Ratio = Working Capital Ratio Acid Test Ratio = Quick Ratio 55 .

debtors = accountsreceivable.Asset Usage Total Asset Turnover Stock turnover Debtors Turnover Creditors Turnover Fixed Asset Turnover Capital Employed Turnover Working Capital Turnover NOTE in the US stock = inventory. creditors = accounts payable 56 .

Alternative formulae: Gearing Gearing 1 Gearing 2 NOTE: in the US known as leverage Investor Earnings per Share Dividends per Share Dividend Yield 57 .

dan perusahaan yang akan meminjam dana dari bank ataupun perusahaan yang akan membayar pajak. terbuka/transparan menuju good corporate governance (GCG) d) penegakan hukum. diversifikasi income. sampai uji kebohongan bila perlu. 2002): 1) memasukkan unsur-unsur lain yang non rasio atau non keuangan. economic performance. Hal ini mengakibatkan kredibilitas rasio keuangan diragukan kualitas data dan informasinya. atau dengan kata lain perlu dilakukan cross check dengan indikator lain. menjamin sustainable growth. Untuk mencapai kondisi yang ideal. khususnya perusahaan yang akan go public. Sering kali dikenal dengan istilah garbage in garbage out. 2) membiasakan perusahaan melakukan risk management. dan wjar bagi perusahaan tersebut untuk tetap exist.Dividend Cover P/E (Price Earnings) Interest Cover Perlu disadari juga bahwa laporan keuangan mempunyai kelemahan. 3) menambahkan instrumen untuk mensupport rasio-rasio sehingga apabila financial ratio direkayasa. reward & punishment. dapat memberikan kontribusi optimal untuk shareholder. ada beberapa cara yang bisa dilakukan yaitu (---. Sering perusahaan memanipulasi rasio finansial. dan stop korupsi total 58 . controller) c) membangun sistem yang auditable. yaitu sehat dan tepat. khususnya ditinjau dari berbagai aspek termasuk aspek dampak lingkungan. adil. maka akan ketahuan yaitu: a) analisis industri dan merintis adanya rasio industri b) memberdayakan unit-unit supporting dengan menempatkan baret merah di sana (researcher. dan menyiapkan cadangan kerugian.

Secara umum. mampu dan profesional tanpa adanya intervensi dari pemilik h) mengubah orientasi / fokus short term ke long term i) membangun dan mengembangkan spirit etis. Rasio keuangan yang dikembangkan ini berfokus pada penilaian terhadap 1) tersedianya sumber keuangan yang cukup guna mendukung misi organisasi. kecuali apabila organisasi 59 .membangun lembaga apresiasi untuk mengetahui apakah rasio keuangan tersebut masuk akal atau tidak f) membangun budaya malu dan meningkatkan moral g) menciptakan manajemen yang dapat dipercaya. R/L. tetapi model tersebut juga menjadi acuan komitmen kita di masa depan. semakin tinggi angka rasio ini akan semakin baik bagi organisasi. juga dikembangkan untuk organisasi yang berfokus pada penyediaan jasa kepada masyarakat. 2001). dan diintegrasikan dengan semua proses bisnis terkait Rasio-rasio keuangan selain dikembangkan untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan yang berorientasi pada profit. Rasio keuangan ini terdiri dari a) defensive interval = Cash + Marketable Securities + Receivables Average Monthly Expenses e) Rasio ini digunakan untuk mengukur lamanya (biasanya dalam satuan bulan) organisasi bisa beroperasi seandainya di masa mendatang tidak memperoleh tambahan sumbangan (aliran dana masuk). yaitu mathematical financial planning (matfinlpan) yang dikalibrasi secara terus menerus. (Rusmin. dengan model ini diharapkan kita tidak hanya berorientasi pada past performance saja. kembali ke komitmen diri masing-masing dan menghidupkan kontrol sosial j) due diligent yang benar-benar secara fisik k) selalu ingat bahwa setiap usaha ada godfather-nya sehingga di sini perlu mengetahui trustworthy manajemen dari para vendornya 4) mengembangkan proyeksi Neraca. yang akan selalu dimonitor. yang juga merupakan model yang mudah untuk mendeteksi penyimpangan.

Sebaliknya.mengalami masalah tidak dapat ditagihnya (kolektibilitas) sebagian besar piutang yang dimiliki b) Accounts Aging= Payable Accounts Payable Average Expenses Monthly Tujuan rasio ini adalah untuk mengukur kemampuan organisasi dalam memenuhi kewajibannya. Angka rasio endowment yang tinggi berarti positif bagi organisasi. Rasio yang tinggi atau kenaikan angka rasio ini memberi petunjuk bahwa organisasi mempunyai masalah dalam pembayaran dan kemungkinan menghadapi masalah kredit di masa yang akan datang. karena memberikan 60 . rasio accounts payable aging yang sangat kecil memberikan indikasi tentang pengelolaan kas organisasi yang sangat jelek. c) Contribution Grants= and Revenue from Contribution and Grants Total Expense Tujuan rasio ini adalah untuk mengukur bagian total pendapatan yang berasal dari kontribusi dan bantuan. Rasio ini menunjukkan besarnya ketergantungan organisasi terhadap bantuan sukarela (voluntary support). Rasio ini menunjukkan berapa lama (dalam bulan) organisasi mampu melunasi utangutangnya. karena sifat sumber pendapatan dari bantuan tidak stabil atau bahkan tidak bisa diprediksi. d) Endowments Ratio = Endowment Average Monthly Expenses Tujuan rasio ini adalah mengukur kemampuan organisasi untuk beroperasi dengan menggunakan sumbangan. Angka rasio yang tinggi atau kenaikan rasio ini tidak diinginkanoleh organisasiorganisasi sosial. Rasio ini menunjukkan lamanya (dalam bulan) organisasi dapat dibiayai dari sumbangan yang diperoleh.

melainkan untuk memaksimumkan programprogram pelayanan. Perlu diperhatikan bahwa rasio ini harus dievaluasi secara seksama.indikasi bahwa sumbangan yang didapat cukup besar sebagai aliran penghasilan yang stabil selama jangka waktu tertentu. Rasio ini menunjukkan besarnya sumbangan yang diperoleh dari setiap rupiah biaya yang dikeluarkan organisasi untuk 61 . 2) bagaimana cara sumber-sumber keuangan tersebut digunakan dalam rangka mendukung misi organisasi . Rasio yang tinggi atau kenaikan angka rasio ini bisa berarti organisasi mempunyai tambahan tabungan. sedangkan apabila kurang dari satu menunjukkan terjadi defisit (biaya lebih besar daripada pendapatan) selama periode yang bersangkutan atau pengurangan terhadap saldo dana. yaitu selisih lebih pendapatan dikurangi biaya. Pada organisasi laba. Rasio-rasio yang termasuk dalam kelompok ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi organisasi dalam menjalankan misinya dibanding dengan organisasi lain yang sejenis. angka ini sama dengan. e) Saving indicator = Revenue – Expense Total Revenue Rasio ini digunakan untuk mengukur kemampuan atau kemauan organisasi untuk menambah saldo dananya. namun tabungan yang terlalu besar tidak sesuai dengan tujuan organisasi sosial. Organisasi sosial didirikan bukan untuk memaksimumkan modal atau saldo dana. a) Fundraising Ratio = Efficiency Total Contribution Fund Expense Raising Fundraising Efficiency Ratio mengukur hubungan antara jumlah sumbangan yang diterima dan jumlah biaya yang dikeluarkan. Apabila rasio saving indicator lebih besar dari satu berarti bahwa selam periode tersebut organisasi berhasil menabung.

Seperti halnya fundraising Expense Ratio. Rasio ini memberikan indikasi efisiensi pengeluaran biaya dalam rangka memperoleh dana.mendapatkan sumbangan tersebut. b) Fundraising Ratio= Expense Fundraising Expense Total Expenses Fundraising Expense Ratio mengukur hubungan antara biaya memperoleh dana dan total biaya yang dikeluarkan. Semakin tinggi rasio ini berarti semakin efisien organisasi dalam memperoleh dana. Atau dengan kata lain. c) Management Ratio = Expense Management Expense Total Expense and General Management Expense Ratio mengukur bagian dari total biaya yang digunakan untuk membiayai kegiatan administrasi organisasi. d) Program Service Expense ratio = Program Expense Service Total Expenses Program Service Expense ratio mengukur hubungan antara dana yang dibelanjakan untuk membiayai kegiatan pelayanan dan total biaya. semakin rendah angka Management Expense Ratio berarti semakin efisien organisasi dalam menggunakan dananya. Rasio ini dasarnya untuk mengukur efisiensi kegiatan manajerial organisasi. semakin besar dana yang disisihkan untuk membiayai program pelayanan. Program Service Expense ratio yang tinggi 62 . Karena tujuan utama organisasi sosial untuk memberikan pelayanan maka rasio ini sangat baik untuk mengukur perbandingan antara biaya pelayanan dengan biaya administrasi.

Hermeindito. perlu juga diketahui rasio finansial lainnya yaitu: 1) Leverage rasio menunjukkan proporsi dana perusahaan yang bersumber dari hutang dan hal ini membawa konsekuensi peningkatan risiko finansial bagi perusahaan. Inilah yang disebut sebagai financial leverage. e) Program Service Expense assets ratio = to total Program Expense Average Assets Service Total Program Service Expense to total assets mengukur efisiensi penggunaan aktiva dalam memberikan pelayanan. tetapi juga harus mempertimbangkan daya saing perusahaan dalam pasar. Penggunaan hutang sebagai sumber pendanaan bagi perusahaan dapat digunakan untuk mengangkat kinerja perusahaan tersebut. Disamping rasio-rasio di atas. (Ka’aro. Perusahaan dibentuk dengan modal saham dari pemilik perusahaan. Tingkat imbal hasil bagi pemodal saham atas investasinya dalam perusahaan ini dapat dihitung dengan menggunakan rasio return on equity dengan rumus: ROE = Laba bersih / Ekuitas 63 . oleh karena itu analisis rasio leverage tidak dapat hanya dikaitkan dengan kinerja perusahaan internal (return on equity dan net income growth). maka penggunaan hutang menyebabkan kerugian yang semakin besar bagi perusahaan. maka penggunaan hutang dapat memperbesar penerimaan perusahaan (bahkan lebih besar dari biaya hutang) sehingga laba perusahaan dapt ditingkatkan (leveraged). Bila kondisi baik. Bila terjadi hal sebaliknya.menunjukkan biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan kegiatan pelayanan lebih besar daripada biaya untuk kegiatan administrasi. 2001). tercermin dari peningkatan penjualan. Rasio ini mirip dengan konsep rasio perputaran aktiva ( assets turnover ratio) pada organisasi bisnis. dan biaya relatif stabil.

dalam hal ini laba bersih. Untuk melihat perbandingannya secara relevan. Tidak ada batasan pasti berapa D/E yang aman. kita dapat menggunakan ukuran debt to equity ratio yang membagi jumlah utang dengan ekuitas pemilik. atau jika dibalik sepertiga dari laba usaha dihabiskan untuk membayar bunga. EPS didapat dari pembagian laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Untuk mengetahui seberapa besar perusahaan memiliki financial risk. Dan jika utang semakin. Interest coverage sebesar misalnya 3x berarti laba usaha sama dengan tiga kali beban bunga. Laba.Namun perlu diperhatikan bahwa financial leverage mirip pisau bermata dua. maka EPS-nya adalah Rp 100 per lembar saham. para kreditor (yang meminjamkan) akan menerapkan tingkat bunga yang lebih tinggi lagi untuk mengkompensasi naiknya risiko keuangan. hal ini terjadi karena perusahaan akan terbebani bunga pinjaman yang pada akhirnya dapat membebani laba bersih dan arus kas perusahaan. ukuran yang biasa digunakan adlah laba per saham (earning per share atau disingkat EPS) . Misalnya jika laba bersih suatu perusahaan adalah Rp 100 juta. tetapi untuk konservatif biasanya D/E yang lewat 66% atau dua pertiga sudah dianggap berisiko. adalah sejumlah dana yang tersisa setelah perusahaan membayar semua pengeluarannya. Ukuran lain yang dapat digunakan juga adalah interest coverage yang menghitung berapa kali laba usaha dibanding beban bunga. juga meningkatkan risiko keuangan (financial risk) perusahaan. selain meningkatkan pengembalian bagi investor. maka perhitungan PER adalah: PER = Harga saham/lembar/laba per saham = Rp 500/Rp 100/lembar = 5 kali 64 . Sedangkan price earning ratio adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham yang kemudian menjadi ukuran penting yang menhadi landasan pertimbangan seorang investor membeli saham sebuah perusahaan. sedangkan jumlah saham yang beredar saat itu adalah 1 juta lembar saham. 2) PER untuk Penilaian Kinerja Emiten Cara yang paling umum untuk menilai sebuah perusahaan adalah dengan menggunakan labanya. Arti dari EPS ini sebenarnya tidak menjadi penting jika tidak dibandingkan dengan harga saham perusahaan tersebut.

Banyak sekali investor hanya mengambil PER sebagai pembanding dan beranggapan bahwa PER rendah berarti perusahaan tersebut dijual dengan harga murah. bukan menilai kinerja historis perusahaan. P/OPS = Harga / Laba Usaha Per Saham 3) P/E Jika ditanya antara saham A dan B yang mana lebih murah. misalkan EPS tahun 2002 A dan B masing-masing adalah RP 100 dan Rp 50. Langkah untuk mendapatkan P/E adalah dengan mencari laba bersih kedua perusahaan tersebut. Selain itu PER menjadi kurang relevan untuk menilai kinerja operasional perusahaan karena distorsi angka laba (rugi) bersih akibat penerapan akuntansi pada item laba (rugi) akibat selisih kurs. angka tersebut kita bagi dengan jumlah saham beredar untuk mendapatkan laba bersih persaham atau EPS (earning per share). mengindikasikan adanya maslah pada perusahaan tersebut. Laba bersih yang digunakan bisa saja laba tahun sebelumnya. dapat digunakan Price earning ratio (P/E) sebagai patokan. Anggapan ini tidak sepenuhnya benar. Namun akan lebih baik apabila laba yang digunakan adalah laba tahun berjalan. Penggunaan estimasi laba tahun berjalan lebih fair dari pada laba tahun sebelumnya. Setelah mendapatkan estimasi laba tahun berjalan. Hal ini dikarenakan laba tersebut akan digunakan untuk menilai prospek perusahaan. EPS yang diperoleh adalah sebagai berikut: A Price (Rp) 200 B 500 65 . Jadi tidak bisa ditarik kesimpulan bahwa saham B lebih murah daripada saham A hanya berdasarkan harga saham tersebut. Untuk menghilangkan distorsi ini. sederhananya angka yang dipakai bukan laba bersih per saham (EPS) melainkan laba usaha per saham (operating profit per share atau disingkat OPS). dimana saat ini harga A Rp 2000 dan B Rp 500 bagaimana cara kita menjawabnya? Untuk dapat dengan cepat menentukan valuasi suatu saham murah atau mahal. Sebab seringkali PER yang rendah dibandingkan industri. Dalam kasus di atas. atau estimasi laba tahun berjalan.

Perlu diingat juga bahwa perbandingan P/E hanya bisa dipakai untuk membandingkan saham dalam satu industri. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah jangan terkecoh dengan harga pasarnya. Sebagai alternatifnya. yaitu nilai ekuitas dan nilai utang. para fundamentalis sering menggunakan EV/EBITDA sebagai pengganti P/E. karena harga yang rendah bukan berarti lebih murah. Dengan demikian ukuran EV lebih 66 . Selain P/E menjadi kurang relevan menilai kinerja soperasional perusahaan karena distorsi angka laba (rugi) bersih akibat penerapan metoda akuntansi pada item laba (rugi) atau akibat selisih kurs. Rasio ini diperoleh dengan membagi EV (enterprise value) dibagi dengan EBITDA (earning before interest tax. Apabila P/E rendah berarti perusahaan tersebut dijual dengan harga murah. 4) Kalau kita sering membaca analisis fundamental saham dari rekomendasi para analis saham kita sering menjumpai rasio baik P/E maupun EV/EBITDA. . depreciaation and amortization). Anggapan ini tidak sepenuhnya benar sebab seringkali P/E yang rendah dibandingkan industri malah mengindikasikan adanya masalah pada perusahaan tersebut. EV diperoleh dari: EV = Kapitalisasi pasar + Utang yang dikenakan bunga . Apakah kegunaannya dan apa perbedaan kedua rasio tersebut? Rasio P/E berguna untuk menilai murah atau mahalnya suatu saham. yang dimaksudkan untuk mencari nilai bersih dari utang tadi.Kas Kapitalisasi pasar = harga saham x jumlah saham beredar Logikanya.0 EPS (Rp) P/E (x) 100 20 50 10 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa P/E untuk A dan B masing-masing sebesar 20x dan 10x. dan kemudian dikurangi posisi kas perusahaan. EV menilai perusahaan dengan mencari harga pasar dari sisi kiri neraca perusahaa. Sehingga berdasarkan valuasi P/E justru A yang lebih murah dibandingkan dengan B.

Interpretasi Interpretasi laporan keuangan dapat dilakukan berdasarkan data yang sudah dianalisis. Hal yang dapat dijadiakan rasio pembanding dapat berupa: a. Hal ini dikarenakan kriteria untuk kesehatan finansial perusahaan swasta belum ada. (lihat lampiran) c. Rasio Pembanding Tujuan rasio pembanding ini adalah untuk mengukur keefektifan dan efisiensi perusahaan dalam mengelola finansial. Perlu diperhatikan hubungan antara komponen yang satu dengan komponen yang lain. anggaran perusahaan c.fari jika dibandingkan dengan harga saham saja dalam menilai harga wajar perusahaan. EV/EBITDA dapat digunakan sebagai alternatif P/E dalam mengukur mahal atau murahnya suatu saham dibanding perusahaan lain dalam industri yang sama Penilaian kesehatan finansial perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan keputusan menteri keuangan Republik Indonesia N0.016/1998 tanggal 24 Maret 1998 tentang penilaian tingkat kesehatan Badan Usaha Milik Negara. 198/KMK. rasio perusahaan lain yang sejenis d. depresiasi dan amortisasi. pajak. EBITDA. yang per definisi yaitu laba sebelum (ditambahkan kembali dengan) beban bunga. Dibandingkan dengan laba bersih. Keputusan tersebut dapat digunakan sebagai acuan untuk menilai kesehatan finansial perusahaan swasta. berusaha mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan arus kas yang benar-benar dihasilkan dari aktivitas operasi. EBITDA yang biasanya diambil dari arus kas operasi juga lebih fari dalam mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba karena bebas dari distorsi penerapan metoda akuntansi terhadap item laba (rugi) Dengan demikian. rasio industri b. Oleh karena itu Keputusan Menteri Keuangan tentang Penilaian Tingkat Kesehatan Badan Usaha Milik Negara dapat digunakan sebagai proxy untuk menilai tingkat kesehatan perusahaan swasta. 67 . Lihat interpretasi pada rumus-rumus rasio keuangan di atas.

Analisis penggunaan sumber dana D.C.Analisis arus kas 68 .

Akuntansi Manajerial: Suatu Pengantar.detik.com/taconcept. No.am-ta. Bambang. No. Wahana. 1995. Hermeindito. Volume4.Daftar Bacaan Anonim. Februari http://www. 2001.shtml http://warsidi-kartin.tripod. 1 April. BPFE Rusmin. PT RajaGrafindo Persada. Jakarta. L. Pentingnya Rasio-rasio Keuangan. Analisis Pengaruh Rasio-rasio Operasi dan Keuangan Tertimbang serta Rasio Persaingan Industri Terhadap Kinerja Perusahaan: Studi Empiris Perspektif Internal dan Perspektif Eksternal Organisasi.htm Ka’aro. Yogyakarta: Liberty Samryn. 2001. Vol 1. Dasar-dasar Pembelanjaan Persahaan.htm http://www.co/bisnis/konsultasi/saham/2002/06/19/20020619-150349. Riyanto.com/main/publication. 2002. 69 . Cetakan Pertama. Jurnal Widya Manajemen & Akuntansi.bumianyar. Manajemen.. 2001.1 Februari Munawir.M.co/bi/AfvsAT. Cetakan Pertama.htm http://www. Penggunaan Analisis Rasio Keuangan dalam Prosedur Analitis. Analisis Laporan Keuangan.

com/bi/AFvsAT. cuaca. Antagonisme demikian tidak perlu terjadi bila kita mempertimbangkan aspek-aspek berikut. dari segi waktu maupun jumlah. DASAR FUNDAMENTAL DAN RAGAM PELAKU BURSA Dalam analisis fundamental. semuanya selama paling tidak dua tahun terakhir. informasi penting lain yang sewaktu-waktu harus diumumkan perusahaan publik dan perkembangan ekonomi makro.Suplemen I: ANALISIS FUNDAMENTAL DAN TEKNIKAL DI BURSA SAHAM PERLUKAH DIPERTENTANGKAN? Sumber: http://www. Pada masing-masing pendekatan ada penganut yang agak fanatik sehingga menimbulkan antagonisme seolah-olah yang satu lebih unggul daripada yang lain. sehingga suka memplesetkan nama fundamentalist menjadi funnymentalist dalam ucapan yang dipercepat. yang tentu tidak bisa diterima oleh para teknisi pasar (market technician). yang dijadikan dasar perkiraan harga (intrinsic value) adalah faktor-faktor fundamental seperti laporan keuangan. yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal. sosial. Pembatasan yang ditetapkan oleh analis menurut kebutuhan masing-masing adalah berbeda-beda. Para penganut haluan fundamental (fundamentalist) menganggap bahwa harga bergerak secara acak (random) sehingga arahnya tidak mungkin bisa diduga sebelumnya. Tentu pekerjaan yang terlibat adalah kolosal. dsb.bumianyar. maka gerak harga akan dipengaruhi juga oleh 70 . Tidak mungkin bagi siapa saja untuk menyerap semua informasi yang ditawarkan secara total. mau pun berita dalam bidangbidang lain seperti politik. sehingga akan timbul perbedaan persepsi tentang tingkat harga yang dianggap wajar. bila ingin ditinjau secara mendalam dan tuntas. Perbedaan dalam pembatasan ruang gerak analis akan berpengaruh terhadap proses pembentukan harga. yang dianggap perlu. Bila yang ikut ditinjau juga adalah motivasi berbagai pihak untuk terjun ke bursa saham. Upaya untuk berbuat demikian tidak lain adalah spekulasi belaka. Di samping itu akses kepada informasi yang tersedia tidaklah sama bagi semua pihak yang sedang terlibat.htm Untuk menghadapi pergerakan harga di bursa saham ada dua macam pendekatan. Perlu untuk meletakkan perbatasan menurut urutan prioritas dan keterbatasan waktu maupun sumber daya masing-masing.

Pelaku bursa dengan persentase rendah di bursa yang sudah maju.pertimbangan yang tidak fundamental atau rasional. adalah para spekulator yang tidak rasional. Dari latar belakang materi fundamental dan pelaku bursa saham dapat ditarik kesimpulan bahwa upaya untuk menetapkan harga di muka. Dalam golongan "market maker" termasuk "specialist" yang oleh peraturan bursa dilarang untuk mencipta permintaan yang menyesatkan. sehingga secara menyeluruh tidak akan kehilangan segala-galanya secara menyakitkan. Para spekulator terdiri dari dua kelompok yang termakan isu bahwa mencari untung di bursa adalah lebih mudah dan cepat daripada terjun ke dalam bisnis normal. Golongan yang tidak selalu bersikap demikian. tidak mungkin bisa berhasil dengan baik. Perbedaan motivasi antara investor dan para penggerak pasar sudah bisa menyebabkan saham yang terbaik tidak mendapatkan harga tertinggi. Apa yang dapat diharapkan adalah pedoman untuk tindakan jual atau beli berdasarkan perbandingan antara analisis dan kenyataan yang dihadapi pelaku bursa. daripada mengandalkan rumor atau naluri saja. namun selalu berusaha untuk memilih saham dengan kinerja terbaik. Karena sama sekali tidak mempunyai pengertian tentang manajemen dana. namun yang tersedia hanya belum dibutuhkan dengan segera. namun justru lebih tinggi di bursa yang belum berkembang dengan baik. Kelompok yang satu lagi adalah mereka yang sebetulnya tidak mempunyai uang lebih. Pihak yang dianggap menggunakan pendekatan fundamental adalah investor jangka panjang yang adakalanya perlu melaksanakan penyesuaian portfolio. Bisa saja terjadi bahwa saham yang tidak begitu baik fundamentalnya. namun masih cukup rasional adalah penggerak pasar (market maker) karena kewajibannya untuk mencipta permintaan pada saham tertentu. tidak ada cadangan untuk menghadapi kerugian yang tiba bersamaan dengan atau lebih cepat dari kebutuhan penggunaannya. dikejar pelaku bursa karena permintaan yang lebih tinggi. Kelompok yang satu memang mempunyai uang lebih. Juallah saham yang disebut "overvalued" (harga berada di atas nilai yang 71 . Harga yang telah dihitung dan diperkirakan tidak bisa diharapkan untuk muncul di bursa. karena saham yang ditanganinya sebetulnya tidak memenuhi persyaratan fundamental sama sekali. Kerugian akan membuat mereka mendapatkan pelajaran pahit yang mudah-mudahan dapat menjadi pendorong untuk mau berlelah-lelah dalam membuat analisis sebelum terjun di bursa. Para "specialist" ditugaskan untuk memelihara perdagangan yang hidup dan liquid bagi saham-saham tertentu berdasarkan imbalan perlakuan istimewa (privileges) dari pihak bursa di Amerika Serikat. Pengalaman demikian akan membuat mereka jera masuk ke bursa lagi.

Setelah terjadi pembentukan harga… adalah mubazir untuk memperhatikan segi fundamental yang menyebabkannya Dalam pandangan analisis teknikal. Kekuatan-kekuatan ini adalah hasil dari analisis fundamental yang dilancarkan oleh para investor dan penggerak pasar maupun spekulator. yang bila dibaca dengan benar. Ingatlah bahwa pekerjaan dalam analisis fundamental dilaksanakan sebelum harga terbentuk di bursa . Tindakan jual-beli kemudian didasarkan perbandingan antara hasil analisis dan kenyataan di bursa. Sebaliknya meskipun dimulai dengan analisis fundamental. Hasil dari kekuatan-kekuatan ini atau tarik menarik antara permintaan dan penawaran adalah yang dipelajari dalam analisis-teknikal. bisa menjadi pedoman tindakan beli atau jual yang menguntungkan secara total. ialah mereka yang memanfaatkan analisis teknikal. Setelah terjadi pembentukan harga. Pekerjaan dalam analisis fundamental dilaksanakan sebelum harga terbentuk di bursa. Yang diperlukan adalah justru kemampuan membaca dengan benar arah yang akan diambil oleh harga.. sebaliknya belilah saham yang "undervalued" (harga berada di bawah nilai yang telah dihitung/diperkirakan). pelaku bursa masih bisa mengambil manfaat lebih jauh dari analisis teknikal.telah dihitung/diperkirakan). Dalam keadaan "overvalued" apakah saham langsung dijual atau apakah tindakan itu bisa ditunda dulu untuk meraih keuntungan lebih banyak lagi? Berapa lama lagi waktu harus dibiarkan berlalu sebelum tercapai suatu titik balik 72 . yang bisa ditetapkan sebagai "over" atau "undervalued. sehingga tidak lagi perlu mempertimbangkan segi fundamental suatu saham. Namun apakah suatu strategi "buy-and-hold" untuk saham yang "undervalued" bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal? DASAR TEKNIKAL DAN SINERGI FUNDAMENTAL Ada suatu kelompok pelaku bursa saham yang belum diulas sampai kini. Interaksi antara permintaan dan penawaran secara kolektif dan kumulatif menghasilkan grafik gerak harga. Sikap yang rasional demikian memang akan menghasilkan keuntungan bila jangka waktu yang digunakan adalah cukup lama. Adalah kekuatan-kekuatan pasar secara kolektif yang menyebabkan pembentukan harga. maka adalah mubazir untuk memperhatikan segi fundamental yang menyebabkannya." Jelaslah dari urutan peristiwa bahwa analisis fundamental dibutuhkan sebelum bisa ada upaya untuk melaksanakan analisis teknikal. semua faktor fundamental sudah masuk ke dalam dan dipresentasikan oleh harga yang terbentuk. Keunikan dengan cara analisis ini adalah bahwa pekerjaan baru dimulai setelah harga terbentuk di bursa.

Pada umumnya spekulator menggunakan analisis teknikal dan karena itu cenderung diasosiasikan dengan analisis teknikal. Namun cara analisis ini tidaklah sederhana juga. dsb. ia mengakui di kata pengantarnya bahwa mula-mula ia merupakan "pure fundamentalist" dan sangat meremehkan analisis teknikal. SPEKULASI BUKAN FAKTOR TEKNIKAL Pada umumnya spekulator menggunakan analisis teknikal dan karena itu cenderung diasosiasikan dengan analisis teknikal Memang ruang lingkup analisis teknikal. New York Institute of Finance/Simon & Schuster) dan The New Market Wizards: Conversations with America's Top Traders (1992. ekonomi mikro dan makro. yang tidak konsisten dalam hasilnya. ia menulis bahwa analisis fundamental dan teknikal bisa digunakan terpisah atau tergabung. Perbedaan mendasar antara kedua cara analisis ini adalah dominannya segi eksakta dalam analisis fundamental dan hadirnya intuisi—berdasarkan pengalaman di masa lampau—dalam kadar tertentu pada analisis teknikal. Harper Business). dengan berhasil. John Wiley & Sons). maka pendekatan teknikal dianggap spekulatif. apa lagi program komputer mutakhir memanfaatkan lebih dari 150 indikator atau alat analisis untuk seleksi yang terbaik antara ribuan saham dalam waktu beberapa menit saja. Meskipun demikian analisis teknikal tidak identik dengan spekulasi. Schwager sebagai pengaran buku The Market Wizards (1989. Jack D. yang hanya memperhatikan sifat dan pola gerak harga. Namun setelah mencoba memanfaatkan analisis grafik.dalam gerak harga? Ini bergantung dari pemanfaatan analisis teknikal dengan baik. bidang sosial politik. ia berubah 180 derajat dari skeptisismenya yang semula. Perubahan sikap demikian telah dialami banyak fundamentalist lain melalui pandangan terbuka (open mindedness) yang memungkinkan mereka mengadakan percobaan. karena saling membutuhkan untuk hasil yang maksimal. Karena sesungguhnya belum dimanfaatkan secara profesional sehingga tingkat keberhasilannya rendah. setelah mengadakan wawancara dengan puluhan pakar dalam perdagangan di bursa saham dan komoditi. Dalam bukunya yang terakhir Schwager on Futures (1996. Dari ulasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis fundamental dan analisis teknikal saling membutuhkan: yang pertama untuk pembentukan harga dan yang kedua untuk kelanjutan gerak harga. cuaca. Mereka yang menggunakan analisis teknikal dengan benar pasti bukanlah spekulator yang tidak menguasai dan mengerti tindakan mereka sendiri. Pelaku bursa yang fanatik 73 . Dengan demikian maka analisis fundamental dan teknikal tidak perlu dipertentangkan. tidaklah seluas analisis fundamental yang mencakup ilmu akunting.

Agar tidak merusak pasar. mereka terikat kontrak untuk bungkam tentang sistem dagang mereka. pasal Silence of the Turtles) di samping mendapatkan hasil yang konsisten dengan melipatkgandakan beberapa ribu dolar menjadi $200 juta. juga telah melatih puluhan orang lain untuk berhasil secara konsisten. 74 .teknikal seperti Richard Dennis (buku New Market Wizards.

id/ekonomi/eureka/2002/02/1/eur01. Prinsip mendasar yang sangat mudah diterima adalah realitas keterbatasan pemasukan dibandingkan dengan tujuan/impian/cita-cita finansial. simulatan dan terencana. Pembaca dapat mengirimkan pertanyaan atau berkonsultasi seputar masalah-masalah perencanaan keuangan. surat dialamatkan ke redaksi Sinar Harapan. Demikian pula dalam kehidupan finansial kita. Bahkan ketika kita telah memiliki penghasilan yang stabil bahkan bertambah sesuai dengan karier. dan bisa membuka di http://www. dan Parpudi Lubis.Suplemen II: Sumber: http://www. Manajemen Arus Kas Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasari dalam mengatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana/uang yang kita miliki. RASANYA persoalan dalam kehidupan ini tidak pernah ada hentinya di manapun kita berada. fungsi likuiditas. yaitu dana yang tersedia untuk tujuan memenuhi kebutuhan 75 . 6. Secara sederhana fungsi itu terbagi menjadi tiga yaitu : Pertama.com/ISOL. dengan mengarahkan segala kemampuan finansial secara maksimal guna mencapai tujuan finansial jangka pendek maupun jangka panjang. Heru Wibawa. karena kegagalan mengatur arus kas adalah berarti juga kegagalan mengatur jalan kehidupan finasial yang akan berujung pada kegagalan seluruh kehidupan finasial.html Mengatur Arus Kas Pengantar: Rubrik EUREKA (Edukasi dan Ulasan Perencanaan Keuangan) ini mengunjungi pembaca setiap hari Jumat. Keduanya harus dilakukan secara bersama-sama.co. Pengaturan arus kas harus mampu mengintegrasikan antara tujuan-tujuan finasial dengan proyeksi penghasilan dan pengeluaran. Ichsan. Persoalan itu adalah apakah kita mampu memanfaatkan uang yang dengan susah payah kita kumpulkan itu sesuai dengan tujuan hidup kita. Hal ini haruslah menyadarkan akan pentingnya mengatur arus kas. kita simpan atau investasikan. Faksimile Redaksi Sinar Harapan (021) 3912370. baik bagi kepentingan jangka pendek apalagi untuk tujuan jangka panjang. kita masih akan menghadapai persoalan. yang ujungnya membawa konsekuensi apakah suatu keberhasilan atau kegagalan finansial. Jalan Fachruddin No. Pertanyaan dapat dikirim lewat email: redaksi@sinarharapan. M. Jakarta 10250.sinarharapan.pembelajar. tidak peduli berapapun besar penghasilan dan kekayaan yang telah dicapai.id.co. Roy Sembel. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa. Hal ini sangat terkait dengan bagaimana kita mengatur arus kas keuangan? Karena persoalan arus kas akan menentukan ke mana penghasilan yang selama ini diperjuangkan itu pergi.

fungsi anti inflasi. Jumlah uang untuk tujuan likuiditas yang kami sarankan (telah dibahas dalam tulisan sebelumnya) kurang lebih 2-6 kali kebutuhan bulanan. giro. tetapi karena pengaruh inflasi maka kekuatan nilai pembayarannya akan berkurang. Dengan alokasi 10 persen uang tunai. Kedua. Kartu Kredit.. * Uang tunai yang dimiliki sebaiknya sesedikit mungkin. dana yang disimpan guna menghindari resiko penurunan pada daya beli di masa datang yang dapat dicairkan dengan relatif cepat. Tip Penggunaan Uang Tunai: * Selain bahaya hilang. memegang uang tunai tidak akan memberikan bunga (justru nilainya turun). Sebagai contoh. Cara melihatnya adalah dengan melihat apakah jenis penyimpanan uang telah mengacu pada tujuan finansial. cobalah menganalisis. Ketiga. Kedua. Keberadaan uang tunai dijamin oleh negara. Pilihan jenis produk yang sesuai tentu saja tidak akan sama pada setiap orang. apakah jenis dan jumlah uang yang ada telah sesuai dengan peruntukannya. apabila satu tahun lalu uang sebesar Rp 1. tetapi pada apakah penyimpanan dilakukan telah sesuai dengan tujuan keuangan. dicuri ataupun rusak. Ini berarti bukan hanya pada berapa besar pendapatan/buga yang diperoleh.sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relatif tanpa ada pengurangan investasi awal. artinya dapat dipakai setiap saat untuk melakukan pembayaran tanpa dikenai biaya. tetapi juga menghilangkan kesempatan untuk melakukan investasi.000 akan dapat dibelikan satu buah tempat tidur. sehingga nilainya akan terjamin. Nilai nominalnya akan tetap. apakah kehilangan kesempatan penambahan nilai uang atau kesulitan mengeluarkan uang pada saat memerlukannya. Kartu ATM. sesuai dengan kemampuan negara. Dan dalam artikel kali ini hanya akan dikaji berbagai instrumen yang tersedia untuk mengatur arus kas serta tip-tip memilih dan menggunakannya. untuk itu cobalah mengisi tabel yang tersedia berikut sesuai dengan komposisi uang anda. tidak dapat dibelikan barang yang sama. dana yang diperuntukkan untuk penambahan/perkembangan kekayaan dengan jangka waktu relatif panjang. 40 persen tabungan dan 50 persen deposito dengan variasi jangka waktu 1. Karena memegang/mengalokasikan uang pada tempat yang tidak sesuai dengan tujuan keuangan akan menimbulkan akibat jelek. tabungan. tetapi dengan uang yang sama saat ini.3 dan 6 bulan. Jumlah dan tempat di mana uang itu berada haruslah sesuai dengan tujuan keuangan secara keseluruhan. Uang Tunai Uang tunai merupakan alat pembayaran yang paling likuid. Produk bank yang dapat dipergunakan untuk tujuan pengaturan arus kas antara lain : cash/bank notes. dengan perhitungan guna melakukan pembayaran dalam jumlah kecil yang tidak dapat dilakukan dengan alat 76 . Sementara inflasi akan terus berjalan dan untuk mengalahkan inflasi cara satu-satunya adalah melakukan investasi. karena hal itu akan sangat tergantung dari kondisi keuangannya. Kartu Debit. capital growth.000. Pertama-tama yang perlu dilakukan dalam mengatur arus kas adalah memetakan keadaan di mana uang yang dimiliki dialokasikan.

belanja di pasar tradisional. yaitu hanya menggesekkan pada alat tertentu. * Pengambilan uang tunai melalui mesin ATM yang bukan disediakan oleh bank tempat kita menabung. terutama bagaimana cara pengurangan saldo tabungan kita. ponsel tetapi harus selalu diperhatikan akan adanya peluang tidak terbukukannya tranfer yang telah dilakukan. telepon. Beberapa Tip Kartu ATM: * Lebih baik menggunakan kartu ATM yang mensyarakat penggunaan PIN. Cash Card /Debit Card/Kartu ATM Cash card atau debit card adalah jenis kartu plastik yang dapat dipergunakan untuk menarik uang tunai. Tentu saja akan ditambah biaya administrasi yang lebih tinggi daripada transaksi di dalam negeri. Seringkali diberikan pula fasilitas untuk melakukan pembayaran listrik. * Terdapat pembatasan jumlah uang yang dapat diambil melalui mesin ATM dalam satu hari. uang jajan anak. misalnya dalam satu hari maksimal uang yang dapat diambil adalah Rp 2 juta. sebaiknya terpisah dengan tempat menyimpan kartunya. tetapi hanya untuk memberikan kemudahan pada nasabah bank dalam melakukan pembayaran tanpa harus membawa uang tunai. Sebaiknya diusahakan untuk melakukan pengecekan secara reguler antara transaksi melalui ATM dengan buku tabungan atau rekening Koran guna menghindari kesalahan. Fasilitas penggunaan kartu ATM di luar negeri sering dimungkinkan. * Pada bank-bank tertentu.pembayaran lain. atau tempat lain yang ditentukan. baik melalui teller di bank ataupun melalui ATM. Sehingga jumlah yang kita ambil akan lebih kecil dari jumlah yang dikurangkan pada tabungan kita. Prinsip kerjanya adalah pada saat kita memiliki sejumlah uang di bank kita dapat meminta kartu ATM atau kartu debit (sesuai dengan fasilitas yang diberikan bank). Sehingga kartu ini bukanlah merupakan alat pembayaran. akan dikenakan biaya kliring. nasabah dengan memiliki kartu ATM / kartu debit akan dikenakan biaya administrasi yang lebih besar. Sebagai contoh. * Perhatikan dalam menentukan PIN yang dipergunakan yaitu sebaiknya pada angkaangka yang mudah dihafal. * Hati-hati dengan kemungkinan terjadinya off line. dan apabila akan menyimpan kertas yang berisi PIN tersebut. makan di warung makan. Setiap saat kita bisa mengambil uang tunai di ATM atau menggunakan sebagai sarana pembayaran dengan jumlah maksimal sesuai dengan uang yang kita miliki di bank. Beberapa bank akan mengurangi sesuai dengan nilai tukar tengah pada saat kita mengambil uang tunai. Sehingga setiap bukti pembayaran haruslah selalu disimpan. membayar pembantu. yang tidak memungkinkan kita melakukan pembayaran maupun pengambilan uang tunai. tetapi kita harus selalu berhati-hati. karena hal itu akan lebih aman dibandingkan penggunaan seperti halnya kartu kredit. serta biaya kliring. tetapi terdapat pula bank yang akan menghitungnya dengan nilai tukar jual. 77 . sedangkan pengambilan lebih dari itu harus dilakukan melalui teller.

hanya pembayaran dilakukan dengan menggunakan bukti blanko khusus dan ditandatangani oleh pemilik rekening. maka penggunaan kartu kredit tidaklah tepat. Cek. dan apabila kita tidak dapat memenuhinya maka akan dikenakan denda keterlambatan sebesar persentase tertentu. Kewajiban penggunanya adalah membayar dengan mencicil sejumlah minimum tertentu dari total transaksi (biasanya antara 5–10 persen total tagihan) yang harus dibayar pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan setiap bulan. sehingga pada umumnya pemberian kartu ini lebih selektif pada orang-orang tertentu saja. maka charge card mengharuskan kita membayar penuh seluruh transaksi yang kita lakukan tanpa dikenai bunga. Keuntungan lain biasanya tidak dilakukan pembatasan jumlah transaksi yang dilakukan menggunakan kartu. sehingga kita mendapat peluang berutang satu bulan tanpa membayar bunga. sehingga kita akan tetap dapat melakukan pembayaran meskipun kita tidak memiliki uang. Tip Charge Card: * Alat pembayaran ini lebih cocok bagi mereka yang berpenghasilan besar yang mampu menutup penggunaan kartu dalam satu bulan ke depan. karena setiap kali menggunakannya kita berutang dengan kewajiban membayarnya dengan bunga (tingkat suku bunga saat ini 2–3.Kartu Kredit Kartu kredit adalah merupakan alat pembayaran dengan cara kredit. Kesempatan menunda pembayaran selama satu bulan. bunga yang ditawarkan biasanya lebih rendah 78 . Artinya saat melakukan transaksi telah diperhitungkan akan adanya kewajiban pembayarannya kemudian hari beserta bunganya. * Dalam kondisi penggunaan kartu hanya sebagai alat pembayaran (bukan sumber kredit). Kekurangan dari jenis pembayaran ini. tentu saja merupakan keuntungan. Nasabah harus memiliki sejumlah uang di rekening gironya di bank. Penggunaan kartu ini akan memungkinkan untuk melakukan penundaan pembayaran selama 1 (satu) bulan tanpa dikenai bunga. Apabila penggunaan kartu kredit memberikan kemungkinan kita melakukan pembayaran minimal. tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Dan apabila kita terlambat melakukan pembayaran maka akan dikenakan denda keterlambatan (biasanya 10 persen dari pembayaran minimum). di mana sebenarnya anda memiliki cukup uang. Kewajiban pengguna charge card adalah membayar iuran bulanan yang besarnya ditentukan oleh penerbit kartu. Charge Card Secara umum masyarakat mengenalinya sebagai kartu kredit. Kartu ini sama sekali berbeda dengan kartu debit. Beberapa tip kartu kredit: * Penggunaan kartu kredit sebaiknya hanya diperlukan apabila kartu itu dilihat sebagai sumber kredit.5 persen dari total tagihan yang belum dibayar). Giro Alat pembayaran ini tidak jauh berbeda dengan kartu debit.

Pengambilan deposito yang belum jatuh tempo akan dikenai pinalti.dari pada bila Anda menyimpannya di tabungan. Dana Berjangka Dana jenis ini memerlukan periode waktu tertentu mengendap di bank untuk memperoleh keuntungan bunga dalam jumlah tertentu. Setiap orang akan memiliki pilihan yang berbeda-beda. hati-hati terhadap ketentuan pembedaan bunga terhadap jumlah deposito. berupa denda yang besarnya ditentukan oleh Bank. biasanya bank akan memberikannya. baik dana minimum. Beberapa tips dana berjangka: * Cobalah membandingkan antarbank ketentuan tentang Deposito-nya. serta pertimbangan keamanannya. Periode waktu itu biasanya. misalnya : 3. 3 bulan. jangka waktu maupun bunganya. Likuiditas yang rendah ini diberi kompensasi bunga bank yang lebih tinggi. * Apabila memiliki jumlah uang cukup besar. maka lakukan negosiasi bunga deposito tertentu (lebih besar dari pasar). tetapi pada prinsipnya setiap kemudahan tidak ada yang tidak membayar. 6 bulan dan 1 tahun serta 2 tahun. Jadi selamat memilih dan menggunakan alat pembayaran yang paling cocok. 1 bulan.*** 79 . * Peningkatan pendapatan bunga dengan mengurangi resiko likuiditas dapat dilakukan dengan menyebar uang pada jangka waktunya. 6 bulan atau 1 dan 2 tahun. Dari pilihan alat pembayaran di atas maka alat yang akan dipilih selalu diperhitungkan dengan kemampuan keuangan serta jenis pembayaran yang dilakukan. sebelum menentukan pilihan. Biasanya semakin lama akan diberi bunga semakin tinggi (sangat tergantung pada kebijaksanaan moneter pemerintah). * Apabila uang anda sangat besar jumlahnya. Persoalan dan pertimbangan lain berkaitan dengan investasi akan dijelaskan dalam artikel terpisah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times

Cancel anytime.