BAB 8

PENANGANAN PASCAPANEN

BUAH
Tujuan Pembelajaran : Setelah mengikuti kuliah dan membaca bahan ajar pada bab ini, mahasiswa dan pembaca diharapkan akan mampu : Menjelaskan perlunya penanganan pascapanen pada komoditi panenan buah, Menjelaskan beberapa kegiatan persiapan di lapang dan pemanenan yang benar, Menjelaskan beberapa tahapan dalam penanganan pascapanen komodi buah, Menjelaskan teknik dan kondisi penyimpanan beberapa jenis buah tropika, Menjelaskan teknik pemasakan beberapa buah tropika, dan Menjelaskan beberapa aspek terkait pengepakan pada buah..

tidak akan dijumpai di luar musimnya. Untuk beberapa jenis buah cara ini dapat memperpanjang ketersediaan buah selama dua bulan di luar musim. rambutan dan durian antara Pebruari sampai April. Umumnya mangga maupun pisang maupun buah-buah tropika lainnya dipasarkan bahkan dalam proses penanganan pascapanen berlangsung dalam suasana suhu ruang bahkan di lapang terbuka. sehingga apabila ingin mengkonsumsi buah – buahan tertentu harus pada bulan tertentu pula. Cara pemasaran dan penanganan ini akan berpengaruh terhadap kecepatan kemunduran kualitas buah. Untuk mengatasi keadaan tersebut beberapa ahli atau peneliti hortikultura telah melakukan penelitian dengan cara merangsang pembuahan di luar musim (Off-season). Produk seperti sayuran daun maupun sayuran berupa buah seperti tomat. akibatnya ketersediaan di pasaran terganggu. Kehilangan hasil pasca Penanganan Pascapanen Buah . Sedangkan keanekaragaman buah cukup tersedia sepanjang tahun. namun tergantung pada musimnya. Perbedaan yang terjadi sekarang ini hanyalah perbedaan istilah keseharian dalam penggunaannya. dikonsumsi sebagai bahan pencuci mulut. tetapi tetap belum dapat memenuhi permintaan pasar.Bambang B. terong. Langkanya ketersediaan buah di luar musimnya disebabkan karena sering terjadi kerusakan pada penanganan pascapanen terutama selama proses pengangkutan dan penyimpanannya. pepaya. mentimun dan sebagainya. digolongkan sebagai buah-buahan. Pendahuluan Sebenarnya dalam pengertian ilmiah tidak terdapat berpedaan yang jelas antara buah dan sayuran (terutama sayuran berasal dari organ buah). pisang. misalnya buah mangga tersedia bulan Oktober sampai Desember. yang biasanya dikonsumsi baik mentah maupun setelah dimasak atau diolah bersama-sama dengan makanan pokok digolongkan sebagai sayuran. Sedangkan produk seperti mangga. Produk buah-buahan umumnya dikonsumsi dalam bentuk segar. apel dan sebaginya. Santoso 162 A. Kondisi tersebut di atas menyebabkan periode pemanfaatan buah segar sangat dibatasi oleh musimnya.

Persiapan di Lapang dan Pemanenan Penanganan buah agar supaya memiliki kualitas baik diperlukan perlindungan terhadap buah segar sejak budidaya atau di lapang produksi dan kemudian diteruskan hingga buah siap dikonsumsi. Namun demikian. disebabkan karena organ panenan tersebut masih melakukan proses metabolisme dengan menggunakan cadangan makanan yang terdapat dalam buah. Pemanenan dilakukan terhadap buah-buah yang telah menunjukkan criteria yang ditetapkan. pemanenan pada kondisi matang optimal Penanganan Pascapanen Buah . Penetapan ini sangat terkait dengan tujuan dan jarak pemasaran. Kerusakan yang terjadi pada buah yang telah dipanen. Untuk menghindari penyebab atau menunda permulaan deteriorasi perlu memperhatikan beberapa tindakan atau kegiatan budidaya tersebut. 1. dan kemudian ditempatkan atau dikumpulkan di suatu tempat dekat lapang penanaman. pemupukan. penjarangan buah. Berkurangnya cadangan makanan tersebut tidak dapat digantikan karena buah sudah terpisah dari pohonnya. Sedangkan tingkat kerusakan buah dipengaruhi oleh difusi gas ke dalam dan ke luar buah yang terjadi melalui lentisel yang tersebar di permukaaan buah. sehingga mempercepat proses hilangnya nilai gizi buah dan mempercepat senesen. Panen Kebanyakan buah-buah segar dipanen secara manual kemudian dimasukkan ke dalam keranjang penampung sementara. Perlambatan proses tersebut tentunya secara teoritis dapat pula dilakukan sehingga dapat memperlambat laju perusakan.Bambang B. dan persentase kehilangan terbesar terjadi di tingkat pengecer. pengendalian hama-penyakit dan lain sebagainya. B. Santoso 163 panen buah di negara maju sebesar 14%. Deteriorasi atau perusakan buah dapat terjadi karena perlakuan pemangkasan.

Transportasi sudah pasti diperlukan atau dilakukan terutama bagi lokasi lapang produksi yang jauh dengan tempat penanganan pertama. 2.Bambang B. dibandingkan dengan bilamana komoditi panenan ditempatkan dalam wadah tanpa membongkar-muat kembali. Permukaan wadah seharusnya bersih dan rata untuk menghindari luka lecet atau gesekan. Persentase kerusakan yang lebih tinggi terjadi pada komoditi panenan yang dikumpulkan secara menumpuk di pinggir lapang produksi. Oleh karena itu. Bila hal ini terlaksana dengan baik. Terlebih-lebih bilamana panenan dilakukan sekaligus terhadap buah yang ada di lapang produksi. Pengumpulan komoditi panenan sudah pasti terjadi dan sering menyebabkan kemungkinan kerusakan yang cukup besar. maka penyediaan wadah yang cukup banyak sangat diperlukan. Kondisi atau indek panenan untuk buah telah dijelaskan pada bab khusus di depan. Pengawasan sangat diperlukan pada setiap tahapan penanganan transportasi di lapangan. kerugian yang lebih besar pada aspek pengangkutan Penanganan Pascapanen Buah . akan dapat meminumkan terjadinya lukaluka fisik pada buah. Berikut adalah beberapa hal yang dapat dan perlu dilakukan untuk menghindari (transportasi). Penempatan pada wadah selama pengumpulan hasil panen lainnya merupakan teknik yang baik digunakan untuk mengurangi kerusakan. Santoso 164 merupakan kondisi terbaik bagi buah-buah agar diperoleh kualitas buah masak yang maksimal. Oleh karena itu. pemilihan jenis bahan wadah sebaiknya didasarkan pada sifat permukaan komoditi bersangkutan. Wadah panenan dan transportasi Penempatan komoditi panenan pada wadah sesungguhnya merupakan tindakan menghindari buah dari kerusakan fisik dan mekanik maupun menghindari kotoran.

Penanganan Pascapanen Buah . b. Hingdari menggunakan alat pengangkut yang terlalu jauh antara tempat panenan ke tempat pengangkutan. Menggunakan teknik yang memberikan kemungkinan terjadinya goncangan pada wadah yang disusun dalam alat pengangkutan. Kenaikan suhu tersebut bergantung pada warna permukaan buah. e. Buah-buah yang telah berada dalam wadah sebaiknya juga tidak terkena langsung sinar matahari. d. Santoso 165 a. Pengawasan terhadap alat angkut terhadap penanganan yang kasar pada saat menaikkan dan menurunkan wadah komoditi panenan. Mengurangi kecepatan alat pengangkut untuk menghindari besarnya goncangan. 3. Pengendalian suhu Pengendalian suhu di lapang meliputi penaungan komoditi dari terpaan sinar matahari langsung maupun pra-pendinginan. Menjaga kebersihan permukaan wadah. Berikut grafik yang menjelaskan kondisi panas dalam wadah dan pada buah bersangkutan selama berada di lapang. Buah-buah yang dibiarkan terkena sinar matahari langsung dapat menjadi panas hingga beberapa derajat di atas suhu yang aman bagi komoditi bersangkutan. karena akan menyebabkan fenomena panas yang jelek di dalam wadah tersebut. Memilih fasilitas jalan yang baik untuk menghindari goncangan keras. Sebaiknya panas dalam wadah yang telah berisi buah diupayakan konstan atau stabil.Bambang B. Membiarkan buah-buah terkena sinar matahari langsung akan berdampak jelek terhadap kualitas buah bahkan akan menyebabkan kehilangan hasil yang semakin tinggi. c. dan f.

transportasi dan kemudian pemasaran. pelapisan (coating). penggunaan bahan kimia. Gambar kanan . Santoso 166 Tingkat suhu bagian atas udara bagian tengah bagian bawah udara bagian atas bagian tengah bagian bawah Waktu/periode simpan (jam) Gambar 1. pencucian. Langkah yang harus dilakukan dalam penanganan buah setelah dipanen meliputi pemilihan (sorting). pemisahan berdasarkan umuran (sizing). Penanganan Pascapanen Penanganan buah dilakukan untuk tujuan penyimpanan. Penanganan Pascapanen Buah . Namun demikian.peti terkena sinar matahari langsung. untuk beberapa komoditi atau jenis buah tertentu memerlukan tambahan penanganan seperti degreening. Grafik perkembangan suhu karena pengaruh sinar matahari pada buah dan ruang dalam peti yang disimpan di lapang produksi. dan pendinginan awal (precooling). dan pengepakan (packing). pemilihan berdasarkan mutu (grading).peti diberi naungan C.Bambang B. Gambar kiri .

Kemampuan melihat produk. Fasilitas lainnya adalah berupa cukup luasnya ruangan yang digunakan dalam proses pemilihan agar buah-buah tidak ditumpuk satu sama lainnya. Kemampuan mengatur aliran buah. Sorting Pemilihan yang efisien sangat tergantung pada penanganan yang serius dan pengawasan serta pemeliharaan peralatan yang terlibat digunakan dalam proses pemilihan. Penanganan Pascapanen Buah .Bambang B. Tanggung jawab. dan adanya infeksi penyakit maupun luka akibat hama. berat atau dimensi terhadap buah-buah yang telah dipilih (proses di atas – sorting). dan tidak menyebabkan luka pada buah. Pengawasan 2. Santoso 167 1. b. Kalau pekerjaan ini dilakukan secara mekanik. dan f. d. lecet. Menghindari luka pada produk (buah). e. Proses pengukuran buah dilakukan secara manual maupun mekanik. c. Ruangan yang cukup luas. Sizing Pengukuran buah dimaksudkan untuk memilah-milah buah berdasarkan ukuran. dan juga berbeda warna maupun tanda-tanda lainnya yang merugikan (cacat) seperti luka. maka persyaratan perlatan seharusnya memiliki kapasitas yang tinggi. Pemilihan terhadap buah dilakukan untuk memisahkan buah-buah yang berbeda tingkat kematangan. berbeda bentuk (mallformation). memiliki ketepatan (akurasi). Berikut beberapa persyaratan dalam pelaksanakan pemilihan buah : a.

Tingkatan kualitas dimaksud adalah kualitas yang telah ditetapkan sebagai patokan penilaian ataupun ditetapkan sendiri oleh produsen.Bambang B. Dalam satu wadah dapat terdiri hanya satu buah atau terdiri dari banyak buah. Suhu yang diperlukan umumnya 80OC dengan kelembaban udara berkisar 85 – 92 persen. 4. Ke dalam ruangan tersebut dialirkan gas etilen (C2H4) pada konsentrasi rendah. mangga. Santoso 168 3. ataupun plastik. Sedangkan bahan wadah yang dapat digunakan dapat berupa kertas karton (dalam berbagai tipe dan jenis). buah-buah dipilah-pilah berdasarkan tingkatan kualitas pasar (grade). peti kayu. Bahan pembungkus lainnya dapat berupa bahan pulp maupun kertas. Buah-buah yang biasa diatur warnanya adalah pisang. 5. Waktu yang diperlukan untuk mengatur warna sangat bergantung pada tingkat kematangan bahan dan tingkat kandungan klorofil bahan. Penanganan Pascapanen Buah . Penghilangan warna hijau dengan maksud membentuk warna tertentu yang dikehendaki karena permintaan (kesukaan) konsumen. Buah-buah tersebut diatur peletakannya secara rapi sehingga kemungkinan berbenturan satu sama lainnya tidak terjadi. Buah-buah dalam wadah disesuaikan dengan kualitas yang diinginkan. Proses degreening dilakukan dalam ruangan khusus yang suhu dan kelembabannya dikendalikan. dan jeruk. Grading Pada tahapan ini. Degreening Upaya menghilangkan warna hijau melalui dekomposisi pigmen dikenal sebagai degreening. Packing Pengepakan buah untuk konsumen sering dilakukan dengan membungkus buah dengan plastik ataupun bahan lain yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah (kontainer) yang lebih besar.

shellac. Pelapisan juga bertujuan untuk Beberapa masa menambah perlindungan bagi buah terhadap pengaruh luar. Faktor kritis pelilinan buah adalah tingkat ketebalan lapisan lilin. 1985) adalah khitosan. kepiting dan rajungan (Crab). Namun perlu diingat bahwa tidak semua komoditi buah memiliki respon yang baik terhadap pelilinan. namun bila pelapisan terlalu tebal akan menyebabkan kebusukan buah. dan juga untuk menambah kilap buah. Pelilinan (waxing) merupakan salah satu pelapisan pada buah untuk menambah lapisan lilin alami yang biasanya hilang saat pencucian. Santoso 169 6. Beberapa macam lilin yang digunakan dalam upaya memperpanjang masa simpan dan kesegaran buah adalah lilin tebu (sugarcane wax) lilin karnauba (carnauba wax). Keuntungan lain pelilinan adalah menutup luka yang ada pada permukaan buah. dan tomat. yaitu polisakarida yang berasal dari limbah kulit udang-udangan (Crustaceae). Saat sekarang lilin komersial siap pakai yang dapat dan sering digunakan para produsen buah adalah lilin dengan nama dagang Brogdex-Britex Wax.Bambang B. leci. terpen resin termoplastik. Salah satu jenis pelapis lainnya yang dikembangkan selain pelapis lilin (Kader. penelitian membuktikan bahwa pelapisan dapat memperpanjang simpan dan menjaga produk segar dari kerusakan seperti pada apel. resin. Khitosan Penanganan Pascapanen Buah . mangga. Pelilinan digunakan untuk memperpanjang masa segar buah atau memperpanjang daya tahan simpan buah bilamana fasilitas pendinginan (ruang simpan dingin) tidak tersedia. Coating Pelapisan dimaksudkan untuk melapisi permukaan buah dengan bahan yang dapat menekan laju respirasi maupun menekan laju transpirasi buah selama penyimpanan atau pemasaran. lilin lebah madu (bees wax) dan sebagainya. Terlalu tipis lapisan lilin yang terbentuk di permukaan buah membuat pelilinan tidak efektif.

7. menurunkan kepekaan terhadap serangan mikroba. Waktu yang diperlukan sangat bervariasi. dan memudahkan pemindahan ke dalam ruang penyimpanan dingin bila sistim ini digunakan. Pra-pendinginan yang merupakan arti pre-cooling dapat dilakukan dengan berbagai cara. namun umumnya dengan prinsip yang sama. Teknik aplikasi atau penggunaan lilin pada buah dapat dengan menggunakan teknik pencelupan buah dalam larutan lilin (dipping).Bambang B. Pre-cooling Pre-cooling diartikan sebagai pendinginan awal. yaitu memindahkan dengan cepat panas dari komoditi ke suatu media pendingin. tetapi mungkin pula lebih dari 24 jam. 30 menit atau kurang. pembusaan (foaming). Penurunan atau Penanganan Pascapanen Buah . Tentunya masing-masing teknik cocok untuk masing-masing jenis buah yang berbeda. air atau es. yaitu upaya menghilangkan panas lapang pada buah akibat pemanenan di siang hari. Pre-cooling dimaksudkan untuk memperlambat respirasi. penyemprotan (spraying). sehingga ada kemungkinan dapat digunakan sebagai fungisida. Seperti diketahui suhu yang tinggi pada buah akan merusak buah selama penyimpanan sehingga menurunkan kualitas. Sifat lain khitosan adalah dapat menginduksi enzim chitinase pada jaringan tanaman yaitu enzim yang dapat mendegradasi khitin yang merupakan penyusun dinding sel fungi. seperti udara. Perbedaan suhu antara media pendingin (coolant) dengan komoditi buah harus segera dikurangi agar proses pre-cooling efektif. dan pengolesan atau penyikatan (brushing). Makin cepat membuat panas di lapang. makin baik kemungkinan menjaga kualitas komoditi selama disimpan. mengurangi jumlah air yang hilang melalui transpirasi. artinya jenis buah yang berbeda memerlukan teknik pelilinan yang berbeda. Santoso 170 mempunyai potensi yang cukup baik sebagai pelapis buah-buahan misalnya pada tomat dan leci.

Fasilitas pendingin tersebut diperlukan untuk menjamin agar suhu dalam ruang simpan tetap stabil. sehingga teknik penyimpanan merupakan suatu faktor yang kritis untuk dipertimbangkan. maka beberapa teknik penyimpanan dingin untuk buah yang dapat digunakan meliputi 1) pendinginan ruang (cooling room). maka penyimpanan yang memiliki fasilitas pendingin sangat diperlukan. 2) pendinginan tekanan udara (forced-air cooling). 3) Penanganan Pascapanen Buah . Terdapat anggapan bahwa penyimpanan dingin akan mempercepat kerusakan setelah buah-buah dikeluarkan dari yempat penyimpanan bersangkutan. atau sistim vakum pada teknik Vacuum Cooling. adalah bahwa komoditi buah yang dipasarkan harus masih dalam kondisi segar. Penyimpanan buah yang telah dipak dalam berbagai macam wadah tentunya menunggu beberapa saat untuk dipasarkan. kelembaban terlalu tinggi) terutama bagi komoditi yang sangat peka terhadap suhu dingin. maka selama penyimpanan dilakukan pemilihan teknik yang dapat menekan laju metabolisme tersebut. air yang diberikan es batu pada teknik Water/Hydro Cooling. D. Santoso 171 pre cooling dapat dilakukan dengan menggunakan udara dingin pada teknik Air Cooling. Pada suhu dingin proses tersebut dihambat sehingga umur buah lebih panjang.Bambang B. Hal ini tidak benar kecuali tempat atau ruang simpan dingin kondisinya lewat batas (suhu terlalu rendah. yang dikehendaki oleh konsumen. Penyimpanan dan Kondisi Penyimpanan Didasarkan pada proses metabolisme yang tetap berlangsung pada buah selama penanganan pascapanen. mungkin saja tidak diperlukan sistim penyimpanan yang berfasilitas pendingin namun bagi pemasaran yang berjarak jauh. Bilamana dipilih metode penyimpanan dingin. Di udara terbuka proses pemasakan dan sekaligus penuaan berjalan cepat dan kerusakan segera berlangsung. Sedangkan pada sisi lain. Bagi buah-buah yang dipasarkan secara local.

Pisang. Umur simpan yang lebih panjang dan aman dari infeksi penyakit pada buah akan diperoleh bilamana penyimpanan dingin disertai dengan pengaturan komposisi udara simpan. kondisi penyimpanan seperti kadar oksigen.Bambang B. Namun demikian. Kondisi penyimpanan tersebut adalah bersuhu 14OC. Santoso 172 pendinginan menggunakan air (hydro cooling). 1. Pisang Kondisi suhu bagi penyimpanan pisang matang (hijau) adalah 56OF atau 15OC. kadar CO2 : 2. Penyimpanan buah mangga pada sistim udara terkendali nampaknya tidak memberikan banyak keuntungan dalam perpanjangan masa simpan. Penanganan Pascapanen Buah . 2. dan 5) pendinginan menggunakan es batu (package icing). karbondioksida dan suhu untuk masing-masing jenis buah berbeda satu dengan lainnya. Suhu lebih rendah akan menyebabkan kerusakan dingin. bilamana sistim penyimpanan dingin dan dikombinasikan dengan pengaturan komposisi udara ruang simpan. Oleh karena itu. Kondisi penyimpanan udara terkendali untuk buah mangga yang aman adalah bersuhu 13OC dengan kadar CO2 : 5% dan kadar O2 : 5%.5% dan kadar O2 : 5%. Proses respirasi yang mengendalikan pematangan dan penuaan buah dapat lebih dihambat dengan penyimpanan dingin yang disertai penurunan kadar oksigen dan/atau peningkatan kadar karbondioksida dalam ruang penyimpanan. Mangga Umur kesegaran mangga dapat dipertahankan hingga 2 – 3 minggu bila disimpan pada kondisi suhu 13OC dan kelembaban 85 – 90 persen. Namun demikian beberapa varietas masih dapat bertahan pada suhu yang lebih rendah yaitu 10OC Di bawah suhu tersebut merupakan kondisi yang tidak baik bagi penyimpanan mangga. 4) pendinginan vacuum (vacuum cooling). baik yang masih matang (hijau) maupun telah masak sangat peka terhadap suhu dingin. efek merugikan penyimpanan dingin dapat ditekan.

Pada kondisi suhu 13OC.5 OC dengan kelembaban 85 – 90 persen. 4. Sedangkan buah yang dipanen masak sebaiknya disimpan pada suhu sekitar 7OC dan akan mengalami kerusakan serius bila disimpan pada suhu di bawah 7OC. sedangkan kadar CO2 tidak perlu diturunkan maupun dinaikkan dari kondisi udara normal. Buah-buah pepaya pada kondisi penyimpanan ini dapat bertahan 7 – 21 hari. Santoso 173 3. Penanganan Pascapanen Buah . buah pepaya dapat disimpan hingga 3 minggu. Kondisi paling ekstrim yang masih memberikan pengaruh baik dari penyimpanan jambu biji ini adalah suhu 7. nanas masih dapat disimpan hingga 2 – 4 minggu. Kadar oksugen yang optimum untuk penyimpanan udara terkendali buah nenas berkisar 2%. Jambu Biji Umur segar jambu biji dapat mencapai hingga 2 – 3 minggu bila kondisinya penyimpanan bersuhu 45 – 50OF atau 10 – 12OC dan kelembaban 90 persen. Pepaya Pada kondisi tingkat kematangan 75 persen yang merupakan kondisi pemetikan untuk tujuan pasar yang jauh akan baik disimpan pada suhu terendah 7OC.Bambang B. kadar CO2 : 5% dan kadar O2 : 1%. Untuk mencegah serangan penyakit. 5. sebaiknya buah pepaya direndam pada air bersuhu 47OC selama 20 menit atau telah dapat menghangatkan daging buah terdalam. Buah nanas yang setengah masak (matang maksimal) dapat disimpan hingga 2 minggu pada suhu 7 – 13OC. Nanas Walaupun nanas tidak tahan terhadap suhu dingin.

Sebagian besar apel akan mempunyai umur simpan 25 persen lebih lama jika disimpan pada 30OF (suhu buah). Tujuan utama perlakuan pemasakan pada buah adalah agar supaya tingkat kemasakan buah seragam demikian pula halnya dengan penampilan yang berupa warna dan tekstur buah. cara budidaya. tingkat kematangan. Umumnya berbagai varietas apel mempunyai suhu optimum penyimpanan 30 – 32 F atau sekitar 0OC dengan kelembaban nisbi 90%. Santoso 174 6. Pengaruh gas etilen ini akan tidak nampak bilamana buah-buah disimpan pada suhu 0OC. disarankan ruang penyimpanan diatur sehingga konsentrasi oksigen sekitar 2 – 3 persen. sehingga buah apel dapat disimpan pada suhu sekitar minus 1 – 0OC atau lebih. Apel Umur simpan apel sangat bervariasi dari yang tersingkat 3 bulan hingga yang terpanjang 8 bulan. Etilen merangsang proses pemasakan buah. namun bila suhu di atas 0OC akan memberikan percepatan pemasakan.3OF atau minus 2OC. Pemasakan Proses pemasakan untuk beberapa jenis buah sangat diperlukan selama penanganan pasca panennya. Sedangkan suhunya berkisar 2. Titik beku tertinggi untuk apel adalah 29. karbondioksida 1 – 8 persen dan selebihnya gas hydrogen. E. Suhu penyimpanan yang disarankan untuk tiap varietas adalah keadaan yang paling efektif untuk menghambat proses pemasakan dan mencegah pertumbuhan mikroba pembusuk serta menghindari O penyimpangan- penyimpangan penyimpanan dingin. Namun terdapat beberapa varietas yang peka suhu dingin disarankan disimpan pada suhu 32 OF atau lebih. iklim. dan cara-cara penanganan serta penyimpanan sangat mempengaruhi umur simpan.Bambang B.3OC. Penanganan Pascapanen Buah .2 – 3. Hal tersebut disebabkan oleh faktor varietas. Bila penyimpanan menggunakan sistim atmosfir terkendali. daerah produksi.

peti kayu. Penanganan Pascapanen Buah . pengepakan sering dilakukan dengan membungkus buah dengan plastik ataupun bahan lain yang kemudian dimasukkan ke dalam wadah (kontainer) yang lebih besar. Pemasakan buah mangga memerlukan kondisi suhu sekitar 21 – 24OC dengan penambahan etilen dalam ruang simpan. Bahan wadah yang digunakan dapat berupa kertas kanton (dalam berbagai tipe dan jenis). Di antara buah. Faktor penting dalam pengepakan yang perlu diperhatikan adalah bahwa bahan pembungkus setidaknya memiliki permeabilitas terhadap keluar masuknya oksigen dan karbondioksida. Untuk merangsang proses pemasakan buah pepaya. ataupun plastik. maka kelembaban udara ruang simpan segera diturunkan. Seringkali atmosfir dalam ruang pak yang menggunakan plastic tercapai kestabilan udara yang cukup terkendali. Santoso 175 Pisang-pisang yang akan dirangsang pemasakannya agar supaya diperoleh keseragaman dalam tingkat kemasakan saat dipasarkan sebaiknya disimpan pada kondisi suhu 18 – 23OC dan kelembaban 90 – 95%. untuk menghindari pembusukan mikroba. Tujuannya untuk menghindari gesekan atau tumbukan antar individu buah. Kecepatan pemasakan dapat diatur dengan mengatur jumlah etilen yang digunakan maupun menaikkan suhu. Pengepakan (Packing) Pada buah yang ditujukan untuk para konsumen. maka individu buah biasanya dibungkus stirofoam ataupun potongan – potongan kertas. Dalam satu wadah dapat terdiri hanya satu buah atau terdiri dari banyak buah. Pengaturan jumlah etilen akan memberikan pewarnaan buah mangga yang sangat menarik.Bambang B. Bahan pembungkus lainnya dapat berupa bahan pulp. Biasanya. bila pengepakan dalam satu dos terdiri atas banyak buah. F. polyethilen maupun kertas. bilamana buah-buah pisang telah mengalami perubahan warna (warna kuning telah terbentuk). buah-buah sebaiknya disimpan pada ruang yang memiliki suhu 21 – 27OC. Kemudian dimasukkan dalam suatu wadah.

Santoso 176 Pada kondisi tersebut biasanya kandungan oksigen rendah sedangkan karbondioksidanya lebih tinggi baik terhadap oksigen maupun udara di luar pak (dos). yang penting memiliki sifat tahan terhadap kerusakan akibat air. Bahan pak (dos) luar yang akan menampung beberapa dos berukuran kecil sering disebut sebakai Master Container atau dos luar.Bambang B. Tekanan uap air relatif stabil sehingga menguntungkan untuk mempertahankan kualitas buah dalam simpanan. tumpukan dan tidak goyah. Bahan dos tersebut dapat berupa karton maupun kayu. gesekan. serta tidak berat. Penanganan Pascapanen Buah .

CAB International. Chem : 43 : 13211331. And Technol. Calif. 1992a. Graham D. 1991.Potential uses of chitosan in postharvest preservation of fruits and vegetables. Kader..). Kader (ed... J. Ponnampalan R. 1995. 4th ed. In : Brine CJ. A. Effect of coating and prolong storage condition on fresh orange flavor volatiles. Modified atmospheres and Low-pressure Syestems during Transport and Storage p 58-64. Arul J. Brecht JK. Castaigne F. Food. and ascorbic acid levels. EA. Postharvest Biol. 1999. Sandford PA.. El-Ghaouth. In : A. 1998. Postharvest. UNSW Press. A. 17 : 215-226. 1999. Wallingford UK. Postharvest technology of horticultural crops. Kazokas W. 1992b. Burns JK. 2000. Elsevier Applied Science. Controlled atmosphere storage of fruits and vegetables. Kays. Technol. Joyce D. Baldwin. A. Oakland. Effect of two edible coatings with different permeability characteristics on mango (Mangifera indica L) ripening during storage.Bambang B. El-Ghaouth. AK. 20: 1-13. Univ. Advances in chitin and chitosan. Shaw PE. Kader. McGlasson B. Agric. Santoso 177 DAFTAR PUSTAKA Baldwin. Effecs of superatnospheric oxygen levels on postharvest physiology and quality of fresh fruits and vegetables. Thompson. A A.. Nisperos-Carriedo M. Postharvest physiology of perishable plant product. degree brix. an introduction to the physiology and handling of fruits. HortScience 27 : 1016-1018. A A. New York. Asselin A. Chitosan coating to extend storagelife of tomatoes. R. and Ben-Yehoshua S. Wills. Postharvest Biol. Bender RJ. Burns JK. S. Pesis. vegetables and ornamentals. Arul J. EA. Hagenmaier RD. Zikakis JP n(Eds). London New York. AVI Book. Penanganan Pascapanen Buah . 1985. Calif.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful